POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 24 Februari 2026Bacaan: "Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya." (Matius 6:20) Renungan: Pada tahun 1957, majalah Fortune menobatkan Paul Getty sebagai orang terkaya di dunia. Namun demikian, Getty tidak suka dengan ketenarannya sebagai orang terkaya. Bukan karena ia seorang yang rendah hati, tetapi karena ia terlalu pelit untuk berurusan dengan orang-orang yang meminta bantuannya. la pindah ke Sutton Place hanya karena biaya hidup yang lebih murah daripada di London. la bahkan mencuci bajunya sendiri hanya karena tidak ingin mengeluarkan uang untuk laundry. la menolak membayar uang tebusan ketika cucunya diculik, sampai akhirnya telinga cucunya dikirim lewat pos. Namun sebaliknya, salah satu anaknya, yang menerima harta warisan Getty, menyumbangkan kekayaannya dan berkata, "Saya sumbangkan uang ini bagi orang-orang yang jauh lebih membutuhkan daripada saya. " Demikianlah kemurahan hati adalah sebuah proses pengalihan diri dari diri sendiri kepada orang lain. Salomo dengan tegas berkata dalam Ams 3:27, "Janganlah menahan kebaikan daripada orang-orang yang berhak menerimanya padahal engkau mampu melakukannya." Artinya kita selalu memiliki keterbukaan hati untuk selalu berbagi dengan orang lain. Kita belajar memunculkan potensi diri kita untuk selalu berbagi. Memberi menjadi prioritas dan sukacita kehidupan kita. Seseorang pernah berkata, "Lakukan semua kebaikan yang dapat kita lakukan bagi orang-orang di sekitar kita sebanyak mungkin, dengan berbagai cara dan jalan yang dapat kita lakukan. Dengan kata lain, temukan alasan untuk selalu berbagi karena kemegahan kehidupan ini tidaklah terletak pada apa yang dapat kita raih, melainkan pada apa yang dapat kita beri. Mari kita keluar dari jalan kehidupan orang kaya yang bodoh yang dikisahkan oleh Yesus, dan mulai belajar mengosongkan lumbung-lumbung yang ada, dan menemukan berbagai jalan untuk berbagi dengan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bermurah hati memang bukan hal yang mudah, namun aku rindu melakukannya. Berikanlah aku hati yang peduli kepada sesamaku yang membutuhkan, seperti hati-Mu sendiri yang penuh dengan belas kasihan. Amin. (Dod).
Saya sering mendengar pimpinan mengatakan bahwa kerja makin di tuntut KPI yang berlebihan sehingga banyak yang bertanya bagaimana cara terbaik mengatasi situasi Overload KPI ini.Dengarkan percakapan kedua rekan ini yang saya buat menggunakan AI Voice.
Kalimat viral “cukup saya WNI, anak jangan” memicu polemik besar.Bukan hanya soal kewarganegaraan, tapi etika, nasionalisme, dan tanggung jawab penerima beasiswa negara.Episode ini membahas apakah skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan perlu penguatan komitmen kebangsaan, serta pelajaran penting bagi pemerintah dan calon awardee.Diskusi bersama Billy Mambrasar.
Opik pertama kali mengenal istrinya saat ia sedang mengamen pada sebuah bus. Dari pertemuan itu ia dan istrinya memutuskan untuk lanjut ke jenjang pernikahan. Pernikahan berjalan mulus selama bertahun tahun hingga mereka memiliki anak. Namun sebuah tragedi terjadi sampai merenggut nyawa istrinya dan membuat Opik menjadi buronan selama 7 bulan.Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2025, Lentera Malam
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Februari 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3)Renungan: Suatu ketika ada satu keluarga tengah berada dalam perjalanan menuju sebuah kota. Lalu mereka singgah di satu kedai kecil untuk beristirahat. "Bapak dan keluarga mau ke mana?" tanya si pemilik kedai. Bapak itu memberitahukan tujuannya. "Oh, kota itu. Saya tahu," jawabnya. "Kalau begitu dapatkah Anda menceritakan bagaimana orang-orang yang ada di sana?" tanya kepala keluarga tersebut. Bukannya menjawab, pemilik kedai malah bertanya balik, "Orang-orang seperti apakah yang kalian temukan di tempat asal kalian?" "Mereka adalah orang-orang yang payah," isteri bapak itu segera menjawab. "Benar. Mereka senang bergosip, cuek, egois. Kami senang bisa pindah dari sana," jawab anak-anaknya. "Saya rasa kalian juga akan menemukan orang-orang dengan sikap yang sama di kota tujuan kalian nanti." Keesokan paginya, rombongan keluarga lain singgah ke kedai itu dan ingin ke kota yang sama seperti keluarga kemarin. Mereka pun menanyakan kepada pemilik kedai tentang sifat orang-orang yang nanti akan ditemui. "Jenis tetangga macam apa yang dulu kalian miliki?" pemilik kedai itu bertanya. "Mereka baik, suka menolong, peduli. Sebenarnya kami sangat berat hati meninggalkan tempat yang dulu itu," jawab pemimpin rombongan. Pemilik kedai menjawab, "Tenang, nanti kalian juga akan mendapat tetangga yang serupa." Salah satu alasan yang dikemukakan oleh para pegawai mengapa mereka mau berhenti bekerja dan pindah ke tempat lain adalah karena orang-orang di kantor mereka yang tidak bersahabat. "Di sini orang-orangnya suka menusuk dari belakang. Mereka berkompetisi dengan curang. Pribadinya tidak menyenangkan," begitulah ungkapan mereka. Namun yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah orang-orang tapi kita sendiri. Selama kita tidak mau belajar mengerti, belajar rendah hati dan mengalah, ke mana pun kita pergi, di mana pun kita bekerja, kita memang akan senantiasa bertemu dengan orang-orang sulit'. Selama kita selalu melihat 'selumbar' di mata pihak lain, selalu mencari kekurangan dan kejelekan mereka, maka itulah yang akan kita dapatkan. Dengan kasih Tuhan, ubahlah sikap kita, maka situasi pun akan berubah dengan sendirinya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, sehingga setiap orang yang berada dekat denganku akan merasa nyaman. Amin. (Dod)
EP254. Kenapa Saya Perlu Sihat.Episod kali ini lain pada yang lain, ia membawa para pendengar menyingkap perjalanan Ustaz Yusri untuk menjadi lebih sihat. Apa yang membuat beliau tiba-tiba lebih istiqamah ke gym, bersenam dan menjaga diet pemakanan beliau. Apakah rahsia beliau dapat turunkan tekanan darah tinggi beliau dalam masa dua minggu. ==Ayuh, skrin kesihatan anda untuk mengetahui tekanan darah tinggi, kolestrol dan kencing dengan serendah $2 di lelaman berikut: https://www.healthhub.sg/programmes/healthiersg-screening==Podcast ini dibawakan oleh YusriYusoff Consulting. Syarikat konsultasi yang menawarkan khidmat kaunseling berteraskan Islam bagi pasangan rumahtangga, isu kekeluargaan, anak remaja atau bagi individu yang memerlukan bantuan. Sila hubungi menerusi whatsapp ke no: 8949 4642 atau emel: yusri@yusriyusoff.com atau lungsuri ke lelaman: www.yusriyusoff.com/islamic-counselling==Sokong kami dengan sumbangan ikhlas anda sebagai amal jariah yang berkekalan, melalui paynow ke: UEN No: 53436797J (YusriYusoff Consulting)==For sponsorship and collaboration, please email us at: podcast2beradik@gmail.com
Stigma sesat dan label "berbeda" kerap membuat jemaah Ahmadiyah dijauhi, hidup dalam bayang-bayang intimidasi, hingga jadi korban kekerasan. Namun, tidak di Jatibening, Bekasi. Saya menemui sejumlah warga yang tinggal berdekatan dengan masjid Al Misbah Ahmadiyah. Masjid ini merupakan pusat aktivitas dan ibadah jemaah Ahmadiyah di wilayah Jatibening dan sekitarnya. Meski mengakui adanya perbedaan, warga tak merasa itu jadi ancaman atas keyakinan mereka. Dari Bekasi kita belajar bagaimana seharusnya perbedaan disikapi dalam kehidupan bermasyarakat. Kamu mendengarkan SAGA KBREditorial: Wahyu Setiawan, Ninik, MalikaSound Designer: Bintang Elian
Everyone's mothers are congregating and looking sad. They're listening in as we're investigating a deadly premonition, becoming an honorable adult, withholding emotions through dark eyes, innovating narrative pain and agony through manga panels, revealing a dark backstory, checking Rune's stats, encouraging Hahn to leave, recalling videogame graves, getting inside the nucleus, making sure a robot carries the gun, doth seeking the power, assuming the battle was death-rigged, using weapons as items, putting a robot into the computer, and telecommuting with a guy in space. From now on, you have to carve out your own destiny, by yourself. 00:00:00 Seven Hour Sonic Adventure Podcast 00:02:12 Intro 00:04:44 Her Last Breath 00:14:07 Post Mortem 00:20:01 Krup: The Next Day 00:24:58 Saya's Schoolhouse 00:31:46 Return to Zio's Fort 00:38:56 Zio 00:46:58 Aftermath 00:52:54 Real Net 00:57:40 Outro Patreon: patreon.com/retroam Bluesky: @retrogradeamnesia.bsky.social YouTube: www.youtube.com/@RetrogradeAmnesia E-Mail: podcast@retrogradeamnesia.com Website: www.retrogradeamnesia.com
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Februari 2026Bacaan: "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah." (1 Petrus 4:2)Renungan: Suatu ketika seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah dilupakannya, bernama Harry. Harry yang dikirim untuk menjemput profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyumnya menghiasi wajahnya. "Darimana kamu belajar hal-hal seperti itu ?" tanya sang profesor. "Oh," jawab Harry. "Selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah," katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan saat mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan anugerah dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Jika kita bisa bangun pagi hari ini tanpa kekurangan suatu apa pun yang baik, itu semua merupakan sebuah anugerah dan kesempatan berharga yang Tuhan berikan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita memanfaatkan hari ini, dengan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang positif, yang Allah kehendaki. Berhentilah beranggapan bahwa keberadaan kita hanya sebuah hal yang biasa. Tidak. Jika Tuhan memberi nafas hidup yang baru, berarti ada hal baru pula yang ingin Dia beri, harapan, iman yang baru, terobosan yang baru dan masih banyak lagi hal-hal besar yang mau Dia nyatakan bagi karir dan kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belaskasih-Mu, sehingga hatiku pun mudah tergerak untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Amin. (Dod).
Show NotesAustralian composer Lawrence English has spent over two decades treating sound as something that occupies your body, not just your ears. Putting The Tonearm's needle on Lawrence English means entering a sonic world where you're never quite sure what you're hearing or where it's coming from, and if you are a listener like our host, that will suit you just fine.Lawrence's recent album Trinity pairs him with Stephen Vitiello and guests like Brendan Canty from Fugazi and Chris Abrahams from The Necks. Each track builds what English calls "impossible trios," turning geographic and other constraints into creative fuel.Lawrence is here to discuss collaboration, the art of curation, and what it means to make meaningful work in an age drowning in content.(The musical excerpts heard in the interview are from Lawrence English & Stephen Vitiello's album Trinity)–Dig DeeperArtist and AlbumVisit Lawrence English at lawrenceenglish.com and follow him on Bluesky, Instagram, Facebook, and BandcampPurchase Lawrence English & Stephen Vitiello's Trinity from American Dreams, Bandcamp, or Qobuz and listen on your streaming platform of choiceLearn more about Room40, Lawrence English's label celebrating its 25th anniversaryCollaborators on 'Trinity'Chris Abrahams (The Necks) - pianistStephen Vitiello - sound artist and composerAki Onda - multidisciplinary artistMarina Rosenfeld - turntablist and composerBrendan Canty (Fugazi, The Messthetics) - drummerThe late Steve Roden - artist and lowercase musicianBooks and TheoryPeter Szendy - 'Listen: A History of Our Ears'Neil Postman - 'Amusing Ourselves to Death: Public Discourse in the Age of Show Business'Lauren Berlant - Cruel Optimism theoryMark Fisher - cultural theoristPlaces and ConceptsGunkanjima (Battleship Island) - abandoned coal mining island off NagasakiHashima Island history - most densely populated place in historyJapanese Metabolist architecture - architectural movement English researchedArt Gallery of New South Wales - collected English's bell workMusical Groups and EnsemblesThe Necks - Chris Abrahams' improvisational jazz trioTenniscoats - Japanese duo Saya and Takashi UenoAcademic and Philosophical ConceptsRelational listening - English's PhD theory on reconciling psychological and technological auditionAcid nostalgia - English's working concept on how contemporary nostalgia corrodes the pastNatsukashii - Japanese concept of longing for a time/place you were never part ofTsundoku - Japanese word for collecting books you don't readMa - Japanese concept of the space between elementsRelated WorksLawrence English - 'Cruel Optimism' (Room40)Lawrence English - 'Wilderness of Mirrors' (Room40, 2014)Chris Abrahams - 'Thrown' (Room40)Chris Abrahams - 'Appearance' (Room40, 2020)–Dig into this episode's complete show notes at podcast.thetonearm.com–• Did you enjoy this episode? Please share it with a friend! You can also rate The Tonearm ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ and leave a review on Apple Podcasts. • Subscribe! Be the first to check out each new episode of The Tonearm in your podcast app of choice. • Looking for more? Visit podcast.thetonearm.com for bonus content, web-only interviews + features, and the Talk Of The Tonearm email newsletter. You can also follow us on Bluesky, Mastodon, YouTube, and LinkedIn. • Be sure to bookmark our online magazine, The Tonearm! → thetonearm.com Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Show NotesAustralian composer Lawrence English has spent over two decades treating sound as something that occupies your body, not just your ears. Putting The Tonearm's needle on Lawrence English means entering a sonic world where you're never quite sure what you're hearing or where it's coming from, and if you are a listener like our host, that will suit you just fine.Lawrence's recent album Trinity pairs him with Stephen Vitiello and guests like Brendan Canty from Fugazi and Chris Abrahams from The Necks. Each track builds what English calls "impossible trios," turning geographic and other constraints into creative fuel.Lawrence is here to discuss collaboration, the art of curation, and what it means to make meaningful work in an age drowning in content.(The musical excerpts heard in the interview are from Lawrence English & Stephen Vitiello's album Trinity)–Dig DeeperArtist and AlbumVisit Lawrence English at lawrenceenglish.com and follow him on Bluesky, Instagram, Facebook, and BandcampPurchase Lawrence English & Stephen Vitiello's Trinity from American Dreams, Bandcamp, or Qobuz and listen on your streaming platform of choiceLearn more about Room40, Lawrence English's label celebrating its 25th anniversaryCollaborators on 'Trinity'Chris Abrahams (The Necks) - pianistStephen Vitiello - sound artist and composerAki Onda - multidisciplinary artistMarina Rosenfeld - turntablist and composerBrendan Canty (Fugazi, The Messthetics) - drummerThe late Steve Roden - artist and lowercase musicianBooks and TheoryPeter Szendy - 'Listen: A History of Our Ears'Neil Postman - 'Amusing Ourselves to Death: Public Discourse in the Age of Show Business'Lauren Berlant - Cruel Optimism theoryMark Fisher - cultural theoristPlaces and ConceptsGunkanjima (Battleship Island) - abandoned coal mining island off NagasakiHashima Island history - most densely populated place in historyJapanese Metabolist architecture - architectural movement English researchedArt Gallery of New South Wales - collected English's bell workMusical Groups and EnsemblesThe Necks - Chris Abrahams' improvisational jazz trioTenniscoats - Japanese duo Saya and Takashi UenoAcademic and Philosophical ConceptsRelational listening - English's PhD theory on reconciling psychological and technological auditionAcid nostalgia - English's working concept on how contemporary nostalgia corrodes the pastNatsukashii - Japanese concept of longing for a time/place you were never part ofTsundoku - Japanese word for collecting books you don't readMa - Japanese concept of the space between elementsRelated WorksLawrence English - 'Cruel Optimism' (Room40)Lawrence English - 'Wilderness of Mirrors' (Room40, 2014)Chris Abrahams - 'Thrown' (Room40)Chris Abrahams - 'Appearance' (Room40, 2020)–Dig into this episode's complete show notes at podcast.thetonearm.com–• Did you enjoy this episode? Please share it with a friend! You can also rate The Tonearm ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ and leave a review on Apple Podcasts. • Subscribe! Be the first to check out each new episode of The Tonearm in your podcast app of choice. • Looking for more? Visit podcast.thetonearm.com for bonus content, web-only interviews + features, and the Talk Of The Tonearm email newsletter. You can also follow us on Bluesky, Mastodon, YouTube, and LinkedIn. • Be sure to bookmark our online magazine, The Tonearm! → thetonearm.com Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Februari 2026Bacaan: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)Renungan: Suatu hari, ada dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Bahkan sepanjang melayani, wajahnya terlihat cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Namun orang kedua tetap santai, tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Bahkan ketika membayar dan hendak pergi dari sana, ia bersikap sopan kepada penjual itu. Di sebuah kafe, orang pertama berkata kepada sahabatnya, "Saya tidak habis pikir, mengapa kamu masih bisa bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan tadi itu." Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain." "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama yang masih merasa jengkel. "Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh itu tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri." Seringkali orang memang terpengaruh oleh sesamanya. Jika mereka baik, kita akan berbuat sebaliknya. Kalau orang-orang menghargai kita, kita akan dengan senang hati menghargai mereka juga. Namun jika orang berlaku buruk, kurang ramah, ketus dalam bicara, tidak sopan, kita pun cenderung melakukan hal yang sama. Tanpa sadar orang jadi ikut-ikutan kesal, tidak terima, dan seterusnya. Bila ini terjadi, berarti kita sudah membiarkan diri dikontrol orang. Mari kita belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. Kita bersikap sopan, bukan karena orang layak menerimanya, bukan karena mereka sudah melakukan kebaikan pada kita, akan tetapi kita melakukannya karena kita adalah orang-orang yang baik, santun dan terhormat, yang tetap sopan sekalipun diperlakukan arogan. Pastikan perilaku buruk orang sekitar tidak memengaruhi kualitas kerja dan keberadaan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga walau pun banyak orang mengecewakanku, hatiku tetap tenang karena Engkau telah menguasaiku. Amin. (Dod).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menolak wacana Polriditempatkan di bawah kementerian. Ia memilih dicopot jika wacana ini terjadi. Mengapa Kapolri menentang wacana ini secara terang-terangan?
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).
Good Morning,Nan tho tha hna maw? Tuzing zong morning devotion i hrawm ti dingin kan in sawm hna.A kan hruaitu: Saya Johncy Cung Nung ThawngTitle: Bawipa Ah I LawmLunglawmhnak ngan pi he,CAPT - CEBC Arts Production Team--Music By Peder B. Helland
Halo sobat podcast INIKOPER. Pernah pusing karena kas yayasan kosong? Saya baru saja membaca buku yang sangat bagus karya Evan Wildstein. Judulnya The Nonprofiteer's Fundraising Field Guide. Isinya membongkar cara lama. Mencari dana itu ternyata bukan soal jadi tukang rayu yang agresif. Bukan juga soal jualan proposal. Wildstein justru menawarkan konsep Servant-Leadership. Intinya sederhana: penggalangan dana akan sukses besar kalau kita mau jadi pelayan bagi donatur. Kepemimpinan di sini bukan soal jabatan mentereng, tapi soal bagaimana kita bisa memengaruhi orang untuk mau bergerak bersama demi tujuan mulia. Kunci suksesnya ada di telinga, bukan di lidah. Wildstein punya aturan unik: bicaralah hanya 25 persen, sisanya 75 persen gunakan untuk mendengarkan donatur. Di podcast INIKOPER ini, kita harus belajar: jangan jualan kemiskinan atau poverty porn hanya supaya orang merasa iba. Itu merendahkan martabat manusia. Gunakan cara yang jujur. Bangun kepercayaan. Ingat, donatur itu menitipkan amanah. Jadi, tugas kita bukan cuma kirim kuitansi, tapi ceritakan dampak nyatanya. Biarkan donatur merasa bangga karena sudah membantu, bukan merasa hanya dijadikan mesin ATM. Hasilnya nyata. Riset buku ini menunjukkan organisasi yang pakai pola "pelayan" ini punya hasil dana 24,2 persen lebih tinggi. Jauh di atas lembaga biasa. Pada akhirnya, mencari dana itu soal hubungan hati, bukan sekadar transaksi bank. Kita perlu rajin bertanya ke donatur: kenapa mereka masih setia membantu kita? Kalau staf yayasan kerjanya senang dan donatur merasa dihargai, dana akan mengalir dengan sendirinya. Inilah pesan baru untuk Anda para pejuang sosial: memimpinlah dengan cara melayani. Selamat mendengarkan di INIKOPER!
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 21 Januari 2026Bacaan: Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. (Kejadian 39:20)Renungan: Seperti apakah iman sejati itu? Kata-kata yang tertulis pada dinding sebuah sel penjara di Eropa memuat jawabannya. "Saya percaya adanya matahari walaupun ia tidak bersinar. Saya percaya adanya cinta walaupun saya tidak merasakannya. Saya percaya kepada Allah walaupun Dia diam." Ya, iman sejati ditunjukkan dengan kesediaan untuk tetap memercayai Tuhan walaupun tidak menerima tanggapan. Yusuf ialah gambaran dari seorang yang memiliki iman sejati kepada Tuhan. Dalam kesesakan, Yusuf berseru kepada Tuhan. Namun kenyataannya, Tuhan diam. Tuhan diam saat Yusuf dilemparkan dalam sumur kosong. Tuhan diam saat Yusuf dijual kepada orang asing seharga 20 syikal perak. Tuhan diam saat Yusuf bekerja sebagai budak. Bahkan Tuhan diam saat Yusuf difitnah, lalu dimasukkan ke dalam penjara. Walaupun tidak menerima tanggapan atas semua seruannya, Yusuf percaya kepada Allah. Hal itu tersirat dari cara hidupnya. Yusuf tidak tawar hati, mau semangat bekerja, dan teguh memegang perintah Tuhan. Diam bukan berarti Tuhan mengabaikan atau meninggalkan kita. Lihatlah kembali pengalaman kehidupan Yusuf. Walaupun seolah Tuhan tidak berbuat apa-apa, tetapi penyertaan tidak berhenti Dia curahkan. Di mana pun Yusuf berada, ia dapat menjadi orang kepercayaan. Sampai akhirnya Yusuf diangkat menjadi penguasa. Diam maksudnya ialah, Tuhan bekerja dengan cara-cara di luar pengetahuan kita. Mari tetap percaya kepada Tuhan walaupun belum menerima tanggapan atas seruan doa kita. Mari tetap percaya kepada Tuhan, walaupun ketika kita rasakan, seolah Dia diam. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, sehingga aku tetap percaya pada-Mu walau aku belum melihat dan merasakan jawaban atas doaku. Amin. (Dod).
EP208: Membahas overproud sama gen 12, gen terbaik new era, dan keributan2 fandom lainnya.
Saya banyak belajar dari stand-up comedy dari sejak kecil. Mulai lebih serius ketika pindah ke Kanada di tahun 1987. Di sana saya mengenal Western pop culture yang beraliran North American. Tentu saja warna stand-up comedy sangat kental. Setelah pulang ke Indonesia, teknik stand-up comedy atau lawakan terbawa dari cara saya memberikan presentasi. #standupcomedy
DAFTAR PERTANYAAN DALAM EDOM1 Saya memperoleh informasi yang cukup tentang hal-hal tertentu yang harus saya capai atau kuasai (luaran matakuliah) sesudah mengikuti matakuliah ini. 2 Pelaksanaan perkuliahan diarahkan agar mahasiswa dapat mencapai atau menguasai luaran matakuliah ini. 3 Saya mencapai atau menguasai luaran matakuliah ini. 4 Pelaksanaan perkuliahan terorganisir dengan baik. 5 Dosen berkomunikasi dengan efektif. 6 Dosen peduli terhadap pencapaian atau penguasaan mahasiswa akan luaran matakuliah ini. 7 Dosen berlaku adil (fair) kepada mahasiswa. 8 Beban kerja untuk matakuliah ini sesuai dengan SKS-nya. 9 Sarana prasarana untuk matakuliah tersedia dengan memadai. 10 Tersedia cukup fasilitas pendukung di luar kuliah yang memungkinkan saya mengikuti matakuliah ini dengan baik. 11 Saya berusaha dengan sungguh-sungguh mengikuti matakuliah ini. 12 Saya memperoleh pengalaman belajar yang positif dalam matakuliah ini.
Bismillah,Saudaraku, setiap orang beriman mendambakan kondisi ideal untuk bisa terus beribadah di jalan Allah Ta'ala. Diantara ibadah tersebut adalah berinfak dan berzakat. Namun, saat kondisi keuangan kita sedang tidak normal bahkan serba kekurangan, maka jangan paksakan diri untuk berzakat jika nishab dan haulnya tidak terpenuhi.Tetaplah maksimalkan amal sesuai dengan kondisi yang Allah Ta'ala tetapkan. Terus berdoa dan semangat berjuang agar kita bisa meraih posisi sebagai Muzakki, yaitu pihak yang memberikan zakat. Aaamiin.Ingin tahu lebih dalam tentang zakat dan bagaimana zakat dapat membersihkan harta dan jiwa kita serta menebarkan kebaikan?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 081288388501.Ikhtiarkan kewajiban harta Anda dengan berzakat, untuk menyucikan tiap harta yang dititipkan dan membersihkan hati serta jiwa.Nikmati juga kemudahan berzakat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 1111091036 atas nama LAZ Muhajir.Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 5 Januari 2026Bacaan: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. " (Matius 7:24-25)Renungan: Ada seorang dosen yang sangat pandai dan hebat dalam mengajar. Karena itu, berbagai universitas sering mengundangnya untuk mengajar. Suatu kali ia diundang mengajar di satu universitas yang ia belum pernah mengajar sebelumnya. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia diantar sopirnya pergi ke universitas itu. Di tengah perjalanan ia iseng berkata kepada sopirnya, "Sebenarnya hari ini saya lelah sekali. Saya tidak ingin mengajar." Sopirnya berkata, "Bapak tidak usah mengajar sore ini, biar saya saja yang menggantikan Bapak." "Lho, kamu bisa gantiin saya?" tanya dosen tersebut. "Iya Pak. Saya kan sudah mengantar Bapak puluhan kali dan Bapak mengajar yang itu-itu juga, jadi saya sudah hafal Pak. Saya pasti bisa. Lagipula universitas itu belum tahu bagaimana wajah Bapak, jadi tidak perlu khawatir, Pak!" jawab sopir itu dengan yakinnya. Akhirnya dosen itu pun setuju. Lalu mereka bertukar tempat, dosen menyetir mobil dan sopir duduk di belakang layaknya seorang dosen. Tiba di universitas tersebut, sopir yang berlagak seperti dosen itu masuk kelas dan langsung mengajar. Sedangkan dosen yang asli mendengar dan melihat dari luar apa yang diajarkan oleh sopir itu. Dan ternyata, dengan mendengar puluhan kali saja, sopir itu betul-betul bisa mengajar persis dari A sampai Z. Namun di akhir perkuliahan timbul masalah, yaitu ketika sampai di sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa bertanya, "Pak, bagaimana menerapkan apa yang Bapak ajarkan itu ke dalam kehidupan sehari-hari?" Sopir itu bingung karena ia tidak bisa menjawab. Tetapi ia tidak habis akal. "Wah, ini pertanyaan yang sangat mudah. Saking mudahnya sopir saya saja bisa menjawabnya!" Lalu ia memanggil "sopirnya". Akhirnya "sopirnya" itu dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Seperti sopir itu, orang bisa memiliki banyak pengetahuan tanpa tahu mempraktikkannya. Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa juga seperti sopir ini yang tahu banyak kebenaran firman Tuhan, tetapi berhenti hanya sampai di pengetahuan saja, tanpa mempraktikkannya. Yesus berfirman, "Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." Perkataan ini diberikan oleh Yesus sebagai penutup dari khotbah di bukit. Oleh karena itu, mari kita menjadi orang yang bijaksana, yakni orang yang setelah mendengarkan firman Tuhan kemudian menjadi pelaku dari firman tersebut. Jauhkan diri dari menjadi orang bodoh, yang hanya mendengar tanpa mau melakukan. Keputusan ada di tangan kita masing-masing, mau menjadi orang bijak atau orang bodoh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menjadi orang yang bijaksana, dengan menjadi pelaku dari setiap firman Tuhan yang aku dengar setiap hari. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 2 Januari 2026Bacaan: "Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." (2 Korintus 5:16)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak kecil yang berjualan bolpoin di sebuah bus kota. Anak ini terlihat sangat sederhana dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dengan gigih anak ini menjajakan bolpoinnya kepada setiap penumpang yang sangat padat di dalam bus kota itu. Seorang pengusaha membeli bolpoin anak kecil itu dengan membayar uang Rp. 10.000,-. Si anak kecil itu belum sempat memberikan bolpoinnya karena situasi yang sangat berdesak-desakan di dalam bus, tapi si pengusaha sudah melompat keluar bus kota. Si anak kecil segera berusaha melompat juga keluar bus dan segera menghampiri si pengusaha, "Maaf Pak, ini bolpoin Bapak, dan ini kembaliannya. Saya mohon maaf Pak, tadi padat sekali di dalam bus. Saya tidak bisa segera memberikan bolpoin kepada Bapak." Pengusaha itu menjawab, "Tidak apa-apa Nak, kamu adalah seorang pengusaha seperti juga aku, kadang kala hal-hal yang seperti ini juga terjadi padaku. Dan kamu adalah seorang pengusaha yang bertanggung jawab." Bertahun-tahun telah lewat. Pada suatu acara sosial malam itu, seorang pemuda mendatangi seorang pengusaha dan berkata, "Pak, saya ingin mengingatkan kembali peristiwa beberapa tahun yang lalu. Saya adalah anak kecil yang pernah menjual bolpoin di bus kepada Bapak. Sekarang ini saya telah menjadi seorang pengusaha yang sukses. Saya berterima kasih kepada Bapak karena kata-kata Bapak yang mengatakan bahwa saya adalah seorang pengusaha yang bertanggung jawab. Kata-kata itu telah membuat saya menjadi percaya diri dan itu adalah modal terbesar saya. Kata-kata Bapak itu telah mendorong saya untuk berlaku sebagai seorang pengusaha yang jujur dan bertanggung jawab, dan inilah yang membawa saya terus naik di dalam menjalankan bisnis saya." Setiap kita bisa salah menilai orang, dan penilaian kita yang salah atau yang negatif, bisa memberikan dampak yang buruk kepada orang lain. Jika orang tersebut belum dewasa pemikirannya, maka penilaian atas dirinya yang negatif, bisa saja membentuk karakternya menjadi orang yang negatif juga. Dia bisa menjadi orang yang minder, tertutup, patah semangat, atau menjadi orang yang membenci semua orang dan pendendam. Rasul Paulus pun tidak luput dari masalah ini, ia pernah salah di dalam menilai Yesus. la menilai Yesus menurut ukuran manusia, bukan melihat dengan kacamata Tuhan. "Sebab itu, kami tidak lagi menilai seorang pun juga menurut ukuran manusia. Jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." Mari kita belajar menilai orang lain sebagaimana Tuhan menilai kita, yaitu sebagai ciptaan-Nya yang berharga, yang layak dikasihi, sehingga Yesus mau mati bagi kita. Biarlah perkataan-perkataan kita selalu positif dan membangun orang lain, menumbuhkan semangat untuk melakukan hal-hal yang baik dan berguna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, awasilah mulutku, berjagalah pada pintu bibirku. Biarlah perkataan-perkataanku senantiasa membangun dan menguatkan sesamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 Desember 2025Bacaan: "Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari. " (Pengkhotbah 9:9)Renungan: Tragedi gempa bumi yang terjadi pada tanggal 12 Mei 2008, yang mengguncang Wenchuan, Tiongkok menyisakan satu kisah mengharukan. Wu Jiafang, seorang pegawai restoran menemukan jenazah istrinya, Shi Huaqing di belakang reruntuhan restoran di mana dia bekerja. Tentu saja ini membuat air matanya tak terbendung lagi. Namun, dia tetap sabar menunggu bantuan datang untuk membawa pulang jenazah istrinya. Ternyata, setelah lama menunggu, bantuan tidak kunjung tiba. Wu Jiafang pun menggunakan tali kain merah untuk mengikatkan istrinya ke punggungnya. Lalu, dia naik sepeda motor dan dengan perlahan membawa mayat istrinya ke rumah yang berjarak empat kilometer. "Saat itu saya tidak berani menangis lagi karena takut mata kabur nanti terjadi kecelakaan, sehingga dia akan menderita lagi," katanya. Adegan ini mengharukan banyak orang dan dia disebut sebagai "suami yang paling berperasaan dalam gempa". Sesampainya di rumah, Wu Jiafang langsung menguburkan istrinya di samping rumahnya. Dia kemudian membuat tenda menemani istrinya yang sudah meninggal. Selama 100 hari masa berkabung itu dia hanya makan satu kali sehari. "Shi Huaqing tidak pernah meninggalkan saya ketika saya sedang menderita. Saya merasa berhutang budi kepadanya," katanya. Ternyata apa yang dilakukan Wu Jiafang ini menjadi buah bibir masyarakat dan sudah pasti sampai ke telinga banyak orang. Bukan hanya itu, cerita itu menyentuh hati perempuan-perempuan. Tidak berapa lama kemudian, 16 perempuan menulis surat kepadanya dan menyatakan diri ingin menjadi pendamping hidupnya. Tanggal 16 Oktober 2008, seorang wanita di Shenzhen yang bernama Liu Rurong juga meneleponnya. Dalam dua minggu mereka berkomunikasi jarak jauh setiap hari. Tanggal 9 November 2008, mereka bertemu dan merasa cocok. Sekalipun bukan perkara mudah bagi Wu Jiafang, tetapi kemudian dia memutuskan untuk menerima Liu Rurong untuk menjadi pendamping hidupnya. Dia berkata, "Dia jatuh cinta sama saya karena tersentuh akan kasih sayang saya terhadap istri saya terdahulu, dan juga karena dia menaruh belas kasih ke saya sebagai korban gempa. Saya tidak memiliki apa-apa, namun dia mau menikah dengan saya tanpa syarat. Karena itulah saya mencintainya." Hal senada dikatakan oleh Liu Rurong, "Dia adalah seorang petani biasa, pria yang ramah, kesederhanaannya menyentuh saya." Ketulusan cinta seseorang kepada pasangannya tidak diukur dari seberapa banyak harta yang bisa dia berikan, tetapi dari seberapa keras usaha untuk melindungi, merawat, mendampingi, dan memerhatikan pasangannya. Akan sangat mudah untuk memerhatikan pasangan ketika sehat dan banyak harta, tetapi tidak mudah ketika pasangan dalam keadaan menderita. Mari kita tanamkan dalam diri kita cinta yang tulus sehingga apa pun keadaan pasangan kita, kita tetap menunjukkan cinta itu dalam tindakan nyata. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang sanggup mengasihi pasanganku dengan tulus dan terwujud di dalam tindakan nyata. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 26 Desember 2025Bacaan: "Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah." (Ibrani 13:16)Renungan: Seorang pria sedang mengendarai mobilnya, ketika dia melihat seorang wanita setengah baya kebingungan di pinggir jalan karena mobilnya mogok. Pria ini melihat dia membutuhkan bantuan. Jadi dia menghentikan kendaraannya. Dia tersenyum saat mendekati wanita tersebut. Dia bisa melihat betapa ketakutannya wanita tersebut, mungkin karena pakaiannya yang lusuh. Dia mencoba menenangkannya, "Saya ingin membantu Anda, jangan khawatir. Saya Bryan Anderson." Ternyata ban mobil wanita itu kempes, jadi dia harus merangkak di bawah mobil untuk memasang dongkrak. Saat mengganti ban, pakaiannya menjadi kotor dan tangannya terluka. Ketika pekerjaannya selesai, wanita itu bertanya berapa yang dia harus bayar untuk bantuannya. Bryan tersenyum dan berkata, "Jika Anda benar-benar ingin membayar saya kembali, lain kali ketika anda melihat seseorang yang membutuhkan bantuan, berikanlah bantuan yang dibutuhkan orang itu. Dan ingatlah akan aku." Pada malam hari yang sama, wanita itu mampir ke sebuah kafe kecil. Dia melihat seorang pelayan, dalam kondisi hamil delapan bulan, sedang menyeka rambutnya yang basah dengan handuk. Pelayan ini memiliki senyum ramah yang manis, meskipun dia telah menghabiskan sepanjang hari untuk berdiri melayani orang-orang. Wanita itu bertanya-tanya di dalam hatinya bagaimana seseorang yang terlihat lusuh, bisa begitu baik, tersenyum ramah kepada para pembeli yang tidak dikenalnya. Lalu dia ingat Bryan. Selesai makan, wanita ini membayar dengan uang seratus dolar. Pelayan pergi untuk mengambil kembalian dan ketika dia kembali, wanita itu sudah pergi. Dia meninggalkan catatan di serbet: "Kamu tidak berhutang apa pun kepadaku. Seseorang pernah membantu saya, sama seperti sekarang saya membantu anda. Jika anda benar-benar ingin membayar saya kembali, jangan biarkan rantai cinta ini berakhir di anda, bantulah orang lain yang memerlukan bantuan." Pelayan itu menemukan empat lembar lagi ratusan dollar di bawah serbet. Malam itu, pelayan itu pulang lebih awal. Dia memikirkan wanita yang baik hati itu dan uang yang dia tinggalkan. Dia bertanya-tanya, bagaimana mungkin wanita itu bisa tahu, betapa dia dan suaminya sangat membutuhkan uang, apalagi sekarang, ketika bayinya akan segera lahir. Dia tahu bahwa suaminya mengkhawatirkan hal itu, jadi dengan senang hati dia menyampaikan kabar baik itu kepada suaminya. Dia mencium suaminya dan berbisik, "Sekarang semuanya akan baik-baik saja. Aku mencintaimu, Bryan Anderson." Firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak lupa untuk berbuat baik dan memberikan bantuan. Berilah bantuan kepada orang yang betul-betul memerlukannya. Tapi kita juga harus ingat, jangan memberi bantuan yang dapat membuat orang menjadi malas bekerja dan manja. Berilah kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu yang senantiasa tergerak untuk membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Desember 2025Bacaan: Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu." (Matius 2:16) Renungan: Suatu ketika pada tanggal 25 Desember yang berkabut, sebuah kapal besar menabrak kapal yang lebih kecil. Kapal kecil mengalami kerusakan berat dan terpaksa diseret kembali ke Inggris. Pemilik kapal kecil lalu mengadukan perkara tabrakan tersebut ke pengadilan. Para saksi mata melihat bahwa kapal besar itu memang menabrak kapal kecil. Tetapi kapten kapal besar mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi tabrakan, kapalnya telah mengirimkan sinyal kepada kapal kecil. Hakim bertanya, "Siapa yang bertugas mengirim sinyal?" Seorang kelasi muda maju dan berkata, "Saya, Pak Hakim." Hakim bertanya kepada kelasi muda tersebut, "Coba beritahu saya, apa isi sinyal yang Anda kirimkan." Kelasi muda itu menjawab dengan muka merah, "MERRY CHRISTMAS & HAPPY NEW YEAR!" Mungkin kita tersenyum mendengar kisah ini, dan berpikir alangkah cerobohnya kelasi muda itu. Suatu tindakan yang sulit kita terima dengan akal sehat. Natal yang pertama pun tidak mendatangkan berkat bahkan merugikan bagi banyak orang! Mulanya Herodes mau memanfaatkan orang Majus, tetapi ketaatan orang Majus pada suara Tuhan menggagalkan rencana jahat Herodes. Kemudian ia membunuh semua anak-anak di Betlehem yang berusia di bawah 2 tahun karena ia tidak tahu kapan persisnya bayi Yesus itu dilahirkan. Apa yang diberikan Herodes kepada Tuhan Yesus pada Natal pertama? Kematian bayi-bayi yang tidak berdosa! Apa yang dilakukan oleh Herodes ini mirip dengan yang dilakukan oleh Firaun dalam Keluaran 1:15-22. Herodes mengulang kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh Firaun, yang mengakibatkan banyak orang kehilangan anak-anak mereka. Baik Herodes maupun Firaun adalah orang-orang yang melawan dan berusaha menggagalkan rencana Allah, tetapi merekalah yang akhirnya gagal, karena rencana Allah tidak mungkin gagal. Terkadang kita memberikan hadiah kepada Yesus, sama seperti sang kelasi muda dan Herodes, yaitu kematian iman dan bencana bagi orang lain. Kalau kita mau jujur dan menengok kembali kehidupan kita, sadar atau tidak sadar seringkali hal seperti itu juga yang kita lakukan saat kita merayakan Natal. Maksud kita merayakan dan mengucapkan "Selamat Natal" tetapi ternyata ada orang-orang yang kecewa dan dirugikan, misalnya oleh panitia Natal, oleh sikap kita yang glamour di dalam merayakannya atau sikap acuh tak acuh kita pada saudara yang berkekurangan. Dengan demikian Natal sudah kehilangan makna yang sesungguhnya, yaitu untuk mendatangkan sukacita dan damai sejahtera di bumi. Marilah pada hari Natal ini kita minta agar Tuhan memperbaharui seluruh keberadaan kita sehingga melalui kehadiran kita banyak orang diberkati dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu. Perbaharuilah seluruh keberadaanku agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Program Director Adam Borneman continues his conversation with Ben Garrett and Saya Guscott (The Hatchery at Emory) about choosing the right metrics, what church leaders could learn from start-up culture, and asking yourself the challenging question, "what would you do if what you did didn't matter that much?"
Good Morning,Nan tho tha hna maw? Tuzing zong morning devotion i hrawm ti dingin kan in sawm hna. A kan hruaitu: Saya Vannawl LianTitle: Christmas SullamLunglawmhnak ngan pi he,CAPT: CEBC Arts Production Team--Music By Peder B. Helland
Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab TUHAN telah mendengar tangisku;
Program Director Adam Borneman speaks with Saya Guscott and Ben Garrett (The Hatchery at Emory) about identifying with the "dones", the potential in being "content agnostic", and trusting in God's involvement.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 15 Desember 2025Bacaan: "Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:22, 25)Renungan: Ada sebuah kisah nyata yang terjadi di India. Seorang pria terjangkit penyakit polio saat kecil, sehingga ia tidak bisa berjalan. Sepanjang masa hidupnya, ia hanya duduk di atas kursi roda. Namun ia tidak pernah merasa berbeda dari orang-orang yang lain. la selalu mempertahankan sikap hidup yang positif karena arahan dari ibunya. Dia bahkan mendapat pekerjaan di sebuah bank dengan posisi yang bagus. Suatu ketika saudara laki-lakinya mendaftarkannya di kolom mencari jodoh untuk penyandang disabilitas: Seorang pria berusia 37 tahun dengan pekerjaan di sebuah bank mencari pasangan hidup. Kasta tidak menjadi masalah. Merespons iklannya, datanglah seorang wanita bersama keluarganya. Pada pertemuan pertama mereka, wanita itu menyatakan bahwa dia ingin menikah dengan pria itu. Tangan wanita itu cacat dan dia selalu menutupinya dengan selendang atau 'dupatta'. Dia tidak pernah membiarkan tangannya terlihat di foto mana pun. Mereka pindah ke rumah mereka sendiri setelah mereka memiliki seorang anak. Pria itu berkata, "Jika kami harus berlari di belakang putri kami atau saya perlu meraih sesuatu di rak, dia adalah penyelamat saya dan jika dia membutuhkan bantuan dengan surat-suratnya, tugas bank atau memotong sayuran, saya yang akan ambil alih. Perlahan-lahan, kami bersama-sama membangun hidup kami yang sederhana dan indah." Suatu ketika mereka melakukan perjalanan ke luar negeri yang pertama kali, yaitu ke Swiss. "Istriku sangat ketakutan saat pesawat lepas landas dan mendarat sehingga dia mencengkeram lenganku erat-erat sepanjang waktu. Saya menikmati saat-saat ini setiap menitnya! Jadi kunci dasar dari sebuah pernikahan yang berbahagia adalah: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat. Dan kami sudah menjalaninya selama 29 tahun dengan menjadi bagian yang saling melengkapi satu terhadap yang lain. Jadi kalian harus mempercayai kata-kata saya ini!" Kunci rumah tangga yang berbahagia menurut pasangan ini adalah: kepercayaan, cinta dan rasa hormat! Percaya kepada pasangan kita, bahwa dia mengasihi kita dengan tulus dan tidak hanya berlaku manis di depan kita saja. Sang istri percaya bahwa suaminya adalah tempat perlindungan yang aman. Sang suami siap berkorban demi istri dan anak-anaknya. Kasihilah pasangan kita bagaikan kita mengasihi diri kita sendiri dan hormatilah pasangan kita dengan tidak merendahkan kekurangannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berkatilah keluargaku. Hadirlah di tengah-tengah keluargaku sehingga kami saling mengasihi satu dengan yang lain. Amin. (Dod).
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Saya Sakakibara and her brother Kai grew up competing in BMX racing, starting when her family moved to Japan. When they relocated back to Sydney, the pair quickly rose through the ranks, winning a slew of state and national titles between them. No stranger to accidents while competing, Saya had suffered a number of concussions herself before Kai was involved in a serious accident in 2020. It left him with a life-changing traumatic brain injury, and Saya with a crippling fear of getting back on the bike. In this episode, Saya details the strong bond she and Kai formed through BMX, how her fear of competing grew over the years and how she found a renewed passion and purpose to return to competition, winning Gold at the Paris Olympic Games and becoming World Champion three years running. LINKS Saya's book 'Just Go' is available now Follow Saya on Instagram Follow Ant on Instagram, X, and Facebook Learn more about Ant on his website antmiddleton.com Follow Nova Podcasts on Instagram for videos from the podcast and behind the scenes content – @novapodcastsofficial. CREDITS Host: Ant MiddletonEditor: Adrian WaltonExecutive Producer: Damien Haffenden Managing Producer: Ricardo Bardon Nova Entertainment acknowledges the traditional custodians of the land on which we recorded this podcast, the Gadigal People of the Eora Nation. We pay our respect to Elders past and present.See omnystudio.com/listener for privacy information.
From living in a jeepney to becoming a well-known stand-up comedian and eventually a Canadian citizen, comedian Kuya Jobert shares his humble beginnings and explains how comedy can help people get through tough times. - Mula sa pagtira sa isang jeepney hanggang sa pagiging kilalang stand-up comedian at kalaunan ay isang Canadian citizen, ibinahagi ni Kuya Jobert ang kanyang simula at kung paano nakakatulong ang komedya sa gitna ng mga mahirap na panahon ng buhay.
Saya Sakakibara is an Olympic gold medalist in BMX racing.At Paris 2024, Saya's story of Olympic triumph captured the nation as she was embraced by her brother Kai who just 4 years prior had a devastating BMX accident while racing at a world cup event. Kai was left with a traumatic brain injury that threatened his life and left the Sakikabara family clinging onto hope.The incident inspired Saya to pursue the olympic dream for the both of them at Tokyo in 2021 where adversity reared its ugly head and left her with a troubling concussion of her own. Self doubt, fear and uncertainty riddled Saya and nearly saw her leave the sport forever, but she fought back.Saya's new book 'Just Go' is an incredible story of overcoming adversity and facing fear head on. She joined me on the podcast for a conversation about it all. You can follow both Saya & I on social media @bradleyjdryburgh @sayasakakibara Checkout Saya's new memoir 'Just Go' here: https://www.amazon.com.au/exec/obidos/ASIN/1761632973?tag=simonsayscomIf you enjoyed this chat you can give back to the channel by subscribing & sharing it with your mates.Big Love,Brad. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
We discuss the best and worst songs from ”SAYA" by Saya Gray. Tell us your thoughts about these songs and follow us on Facebook and X. Please support Saya Gray by purchasing and streaming this album wherever you pay for music!
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 9 November 2025Bacaan: "Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaklah mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah." (1 Tim 5:4)Renungan: Beberapa tahun lalu mama saya jatuh dari tangga rumah sehingga ada tulang di kakinya yang patah yang membuat beliau tidak bisa berjalan. Ketika saya pulang ke rumah untuk menengoknya, sambil mengobrol mama saya bercerita, "Nang (panggilan kesayangan untuk anak laki-laki), hari sabtu lalu waktu mama mau berobat, mama digendong Rommy (adik saya laki-laki yang kebetulan bertubuh besar), Mama bilang ke Rommy, dulu waktu kamu kecil mama yang selalu gendong kamu, sekarang ketika mama tidak bisa jalan, gantian kamu yang gendong mama." Saya hanya terdiam menahan tangis sambil memandang wajah mama saya yang terlihat ceria tetapi terbalut sedikit kesedihan. Setiap kita mempunyai cerita yang berbeda-beda tentang mama kita masing-masing, wanita yang telah melahirkan dan yang telah membesarkan kita. Sejenak mari kita mengingat lagi perjuangan seorang mama untuk membesarkan anak-anaknya. Ia bangun pada waktu subuh untuk menyediakan makanan bagi kita, ia mencuci pakaian dan menyediakan semua keperluan kita ketika hendak berangkat ke sekolah. Ia mengajari kita menjadi anak yang mandiri dan bermartabat, ia merangkul dan membenamkan kepala kita ke dadanya, ketika kita menangis. Sungguh, seorang mama adalah wanita spesial yang dikaruniakan Tuhan. Tak dapat kita membandingkannya dengan wanita lain manapun. Bersyukurlah untuk mama kita, kasihi dan hormatilah dia, terutama di saat hari tuanya dan saat ia sudah tidak berdaya lagi. Mintalah agar Tuhan melimpahkan berkatnya untuk mama kita, seorang wanita perkasa yang Tuhan hadiahkan untuk kita anak-anaknya. Tuhan memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk mama yang telah Kau berikan padaku. Berkatilah ia selalu dan hiburlah hatinya di saat ia sendiri ketika anak-anaknya satu persatu meninggalkan rumah untuk memulai hidup berkeluarga. Jangan biarkan kesepian menghancurkan pikirannya sehingga ia mulai pikun dan tak berdaya. Temanilah ia di saat kami anak-anaknya jauh darinya. Hiburlah hatinya di saat ia mengalami penolakan dari anak-anaknya. Hapuslah airmatanya di saat ia mulai dilupakan anak-anaknya. Yesus, peluklah mamaku di saat tidak ada lagi orang-orang di sekitarnya yang dapat menjadi sandaran hidupnya. Biarlah dalam keadaan apapun, senyumnya selalu menghias di bibirnya sebagai tanda Engkau senantiasa ada untuknya. Dan kalau saat ini ia sudah kembali kepada-Mu, tempatkanlah ia di surga-Mu yang mulia. Amin. (Dod).
This week on Wrestling Omakase we talk a trio of big shows from big companies! But first, John REALLY doesn't want to talk about what just happened to the Toronto Blue Jays, but for some reason returning guest Arametha insisted, so there's that. Also there's a little bit of talk about everyone's favorite subject, AMERICAN POLITICS! Yeah! And some other stuff too, who even knows at this point. Probably the Japan trip I'm guessing.The first real topic of the show though is STARDOM (as usual), as they talk about the Crimson Nightmare show that took place on Monday 11/3 from Ota Ward Gym. John & Arametha do things a little backward here as they first discuss what's coming up in STARDOM next, mainly with the two Saya Kamitani title matches announced for Dream Queendom and Wrestle Kingdom. John gives their case for why Saya might actually lose to Saori Anou, despite what current conventional wisdom would seem to have you believe. Then they get into a full review of the show featuring a very controversial Saya vs. Momo Watanabe main event, the end of Starlight Kid's epic white belt reign, yet another High Speed title defense for Mei Seira and more. Finally, they wrap up the STARDOM portion with a look ahead to the upcoming Goddesses of STARDOM Tag League that kicks off in just a couple days, giving some early picks for who might make it out of each block and even win the entire thing.Next up they head over to New Japan and again do things kind of backwards, first looking ahead to the upcoming World Tag League and giving the thoughts on the (kind of hilarious!) field of competitors. Then they review the top matches from the Hiroshi Tanahashi Homecoming show on 11/2 from Gifu, discussing the finals of the world's most pointless tournament that apparently made everyone except John really mad, Tanahashi having one more great match against Yota Tsuji in his hometown, how we somehow STILL don't know who Tana's retirement opponent will be, and a Takeshita main event that John almost skipped right over.The last but certainly not least slot goes to DDT for their annual Ultimate Party show, also from 11/3 at Ryogoku. John & Arametha break down the entire ten match card in detail, discussing some truly funny comedy, a lot of fun matches, and the good vibes around this promotion right now in general. They also speculate a little on what might be coming next with the tease of Takeshita vs. Takechi, and look ahead to some future cards in general. Yet another packed show!Fill out this form if you're interested in appearing on our Wrestle Kingdom Week preview show: https://forms.gle/PoTPsfetRribc4Av9Follow Wrestling Omakase on Twitter: http://twitter.com/wrestleomakaseFollow John on BlueSky: https://bsky.app/profile/justoneenby.bsky.socialAdvertising Inquiries: https://redcircle.com/brandsPrivacy & Opt-Out: https://redcircle.com/privacy
See omnystudio.com/listener for privacy information.
Good Morning,Nan tho tha hna maw? Tuzing zong morning devotion i hrawm ti dingin kan in sawm hna. A kan hruaitu: Saya Steven Van Biak ThangTitle: Tih HlahLunglawmhnak ngan pi he,CAPT: CEBC Arts Production Team--Music By Peder B. Helland
Ayon sa grupong Philippine Australian Senior Social Club sa Sydney gumagawa sila ng paraan para bigyan ng boses, lakas ng loob at halaga ang mga matatandang Pilipino sa bansa.
This week on Wrestling Omakase we've got another packed trip around most of the Japanese wrestling world! John is joined by returning guest Snazzy from Joshi ing Around & Social Suplex as they start things out with Marigold's enormous Shine Forever show from Ryogoku, which they both agree was the fledgling promotion's very best show of all time so far! They discuss a stacked top of the lineup featuring the first Io Shirai vs. Mayu Iwatani match in well over seven years, a very divisive red belt match with a shocking finish, a white belt match they both have lots of praise for and a whole lot more. Plus some thoughts on the attendance and a lot of hot takes about recent joshi discourse and a lot more!Then they head over to STARDOM to talk about two more shows from the World Wonder Ring- Starlight Kid's 10th anniversary show from Shinjuku FACE on 10/20 and the 10/27 Korakuen. They discuss the insubstantial but amusing SLK anniversary show and then a Korakuen show that was pretty average all things considered. They also discuss where things could be headed with Saya & Momo and again make fun of some very, very dumb takes. The joshi portion of the podcast wraps up with Tokyo Joshi's own 10/18 Korakuen as they talk a great Princess of Princess title match, QUIZ SHOWS, new foreigners and more!The men's wrestling portion kicks off with DDT's 10/19 Korakuen show featuring both the regular and six-man tag titles on the line, as they also give a brief preview of next Monday's Ultimate Party show (also from Ryogoku). Finally, they end the show with AJPW's 10/22 Korakuen, as John again is less than enthused with the current state of Zen Nihon.Joshi ing around podcast: https://open.spotify.com/show/5vEhF921sFtprCxTsWhqt6?si=d1da6785766042cdFollow Wrestling Omakase on Twitter: http://twitter.com/wrestleomakaseFollow John on BlueSky: https://bsky.app/profile/justoneenby.bsky.socialAdvertising Inquiries: https://redcircle.com/brandsPrivacy & Opt-Out: https://redcircle.com/privacy
Good Morning,Nan tho tha hna maw? Tuzing zong morning devotion i hrawm ti dingin kan in sawm hna. A kan hruaitu: Saya Daniel Van Biak TlingTitle: Tuukhal ThaLunglawmhnak ngan pi he,CAPT: CEBC Arts Production Team--Music By Peder B. Helland
Good Morning,Nan tho tha hna maw? Tuzing zong morning devotion i hrawm ti dingin kan in sawm hna. A kan hruaitu: Saya Van Lal BiakTitle: Lawmhnak TaktakLunglawmhnak ngan pi he,CAPT: CEBC Arts Production Team--Music By Peder B. Helland
durée : 00:55:28 - Very Good Trip - par : Michka Assayas - Ce soir, un voyage en pays country-folk, aux États-Unis, mais pas seulement, on passera aussi par l'Irlande et la Suède. Et pas mal de jeunes voix qui donnent au jour beaucoup d'actualité et de fraîcheur. Vous aimez ce podcast ? Pour écouter tous les autres épisodes sans limite, rendez-vous sur Radio France.
Good Morning,Nan tho tha hna maw? Tuzing zong morning devotion i hrawm ti dingin kan in sawm hna. A kan hruaitu: Saya Johncy Cung Nung ThawngTitle: Pathian I BochanLunglawmhnak ngan pi he,CAPT: CEBC Arts Production Team--Music By Peder B. Helland
Wrestling Omakase is back for another absolutely jam packed episode as John & returning guest Arametha have major shows from SIX different Japanese promotions to break down! But first, John celebrates the first AL East title from the Toronto Blue Jays in a decade! Sad, but also hell yeah! Then the two of them start out- where else- but with the World Wonder Ring STARDOM, as they cover their 9/23 Osaka & 9/27 Korakuen shows that both set new all-time company attendance records in their respective buildings! They discuss a hot promotion staying hotter, yet more mainstream attention in Japan, Natsupoi slapping the shit out of some old comedian, an absolutely incredible Saya Kamitani vs. AZM double title match (that you can watch for free on Youtube!), and finally react to the news of Momo Watanabe challenging Saya in November and what that might mean for the Dream Queendom main event.Then they head over to the land of the Shin Nihon freaks (?) starting out with two great junior title matches from Sapporo on 9/24 that you may have missed. Then it's a full review of the entire Destruction in Kobe show, as they discuss yet another show where the NJPW roster put on plenty of great matches but were let down by substandard booking.Then it's over to NOAH for the N-1 finals, featuring a surprise turn that was foreshadowed by last week's guest on this very podcast, the thankful end to a quite bad tournament, a lot of angles to set things up for their big Sumo Hall show on 10/11 and more!Next up it's DDT, as they break down yet another awesome Korakuen Hall show from the woefully under covered promotion! They discuss the sad end to Kazuki Hirata's epic title reign, an actually incredible match between a man and an inanimate object, Minoru Suzuki's unlikely late career revival and a whole lot more.Then it's back over to All Japan to discuss their big Giant Dream show from 9/23. Man, Japan had a busy week in wrestling this last week! They break down Kento Miyahara's long awaited Triple Crown win against Jun Saito, a tag match that gave reason for some hope, the usual wacky AJPW undercard comedy and more.Finally, they wrap things up with Sendai Girls' 9/23 Big Show in Sendai, discussing yet another awesome Chihiro Hashimoto vs. Mika Iwata match (with a sadly predictable result), Sareee kicking ass yet again, and, well.....not much else. They also break down their upcoming young wrestler tournament that features wrestlers from both STARDOM & Marigold!Follow Wrestling Omakase's Twitter account: http://www.twitter.com/wrestleomakaseFollow John on Bluesky: http://bsky.app/profile/justoneenby.bsky.socialAdvertising Inquiries: https://redcircle.com/brandsPrivacy & Opt-Out: https://redcircle.com/privacy
Good Morning,Nan tho tha hna maw? Tuzing zong morning devotion i hrawm ti dingin kan in sawm hna. A kan hruaitu: Saya Jerry Mang Cem LianTitle: Pathian I BochanLunglawmhnak ngan pi he,CAPT: CEBC Arts Production Team--Music By Peder B. Helland
Recapping all the action from this past weekends World Cup in Santiago Del Estero including Arthur and Saya's dominating performances, Gonzalo's ability to come out of no where and podium every year in SDE, Laura's questionable pass on Molly, and plenty more bs in between. Enjoy! #Chatter