POPULARITY
Categories
Jesus föddes in i världen, till ”det yttre” lik en människa. Men på insidan var han Gud! Folket såg en människa, men demonerna skrek, för de såg vem han verkligen var!”Hela världen ligger i den ondes våld”, skriver Johannes och den stora massan flyter med i den hypnotiska rytmen, ett verk av den ”laglöses ankomst”. Men ljuset kom för att öppna dörren hem till Gud. Det var inte en gullig händelse i Betlehem, det var en krigsförklaring! Gud själv trädde in i världen för att befria dig och mig! Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PERJANJIAN BARU DARI ALLAHDiambil dari: Yeremia 31:31 (TB)“Sesungguhnya, Akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda.”Wonder Kids, Selama beberapa hari ini, kita sudah melihat bagaimana Yesus menggenapi banyak nubuat dalam Perjanjian Lama: Ia lahir dari keturunan yang tepat, lahir di Betlehem, masuk ke Yerusalem dengan keledai, dikhianati, disalibkan, dan bangkit pada hari ketiga.Hari ini kita melihat nubuat tentang apa yang akan dilakukan Mesias—dan itu terdapat dalam Yeremia 31:33–34. Di sana Tuhan berkata bahwa Ia akan membuat perjanjian baru dengan umat-Nya. Bukan lagi seperti perjanjian lama, di mana orang Israel harus mempersembahkan korban untuk menebus dosa mereka. Dalam perjanjian baru:Tuhan akan menulis hukum-Nya di dalam hati umat-Nya.Umat-Nya akan mengenal Tuhan secara pribadi.Tuhan akan mengampuni dosa dan tidak mengingatnya lagi.Bagaimana semua itu terjadi? Melalui Yesus! Yesus menjadi korban yang sempurna untuk menanggung dosa seluruh dunia. Karena pengorbanan-Nya, kita tidak lagi perlu mempersembahkan korban hewan. Bahkan, Tuhan memberi kita Roh Kudus supaya kita bisa mengenal Dia secara pribadi dan hidup dekat dengan-Nya. Inilah perjanjian baru—dan kita semua diundang masuk ke dalamnya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ambil waktu untuk berdoa dan ucapkan dalam hati:“Tuhan, terima kasih untuk perjanjian baru-Mu. Aku mau mengenal Engkau lebih dekat.”Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih Engkau mengundang aku masuk ke dalam perjanjian baru lewat Yesus. Terima kasih karena Engkau mengampuni dosaku dan mau tinggal di dalam hatiku melalui Roh Kudus. Tolong aku hidup dekat dengan-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: karena Yesus, kita punya hubungan pribadi dengan Tuhan—ini adalah kabar terbaik yang bisa kita terima! Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ARGUMEN “TERPENUHI DENGAN SENGAJA”?Diambil dari: Amsal 19:21“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.”Wonder Kids, Pernah nggak kalian membuat sesuatu “jadi kenyataan” hanya karena kalian sudah tahu sebelumnya? Misalnya, kalau ada teman bilang, “Kayaknya kamu akan makan roti selai kacang hari ini,” lalu kalian sengaja bikin roti selai kacang supaya perkataanmu terjadi terjadi. Mudah, kan?Ada orang yang berpikir Yesus juga begitu. Mereka bilang: “Mungkin Yesus tahu nubuat-nubuat Perjanjian Lama, lalu Ia sengaja melakukan semuanya supaya terlihat seperti Mesias.” Tapi… benarkah itu mungkin? Beberapa nubuat memang bisa “diwujudkan,” seperti naik keledai saat masuk Yerusalem. Namun ada banyak nubuat lain yang tidak mungkin dibuat manusia sendiri, seperti:– Yesus lahir di Betlehem.– Yesus berasal dari garis keturunan Abraham dan Daud.– Seorang sahabat mengkhianatinya.– Tentara Romawi membagi pakaiannya dan tidak mematahkan kaki-Nya.– Yesus mati dan bangkit kembali.Semua hal itu mustahil diatur oleh manusia. Itu hanya mungkin terjadi karena Yesus memang Mesias yang dijanjikan dan Allah sendiri yang menggenapinya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ingat bahwa Yesus tidak sedang berpura-pura menjadi Mesias.Semua nubuat tergenapi karena Ia benar-benar Tuhan.Katakan kepada Tuhan:“Terima kasih karena Engkaulah Mesias yang dijanjikan.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menggenapi semua nubuat dengan sempurna. Tolong aku percaya penuh kepada-Mu dan menjawab keraguan orang lain dengan bijaksana. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak membuat nubuat itu terjadi—Ia menggenapinya karena Ia adalah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati
Joh. 2,1-11 | Ole Magnus Breivold | Gudstjeneste | Betlehem 18.01.26 by Bergens Indremisjon
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KOTA KECIL BETLEHEMDiambil dari: Mikha 5:2 (TB)“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak zaman purbakala.” Wonder Kids, Betlehem mungkin terdengar seperti kota yang penting karena Raja Daud lahir di sana dan kisah Rut terjadi di sana. Tetapi pada zaman Perjanjian Lama, Betlehem hanyalah kota kecil, sederhana, bahkan tidak dianggap istimewa. Itulah sebabnya nubuat dari Nabi Mikha mengejutkan banyak orang: Mesias—Raja yang dijanjikan Tuhan—akan lahir di Betlehem? Bukankah kota itu terlalu kecil dan tidak berarti? Tetapi Tuhan memang sering bekerja dengan cara yang tidak kita duga. Ketika nabi Samuel mencari raja baru untuk Israel, Daud pun dianggap terlalu muda dan tidak penting. Namun justru dialah yang Tuhan pilih. Mengapa?Karena Tuhan suka memakai yang kecil dan lemah untuk menunjukkan betapa besar kuasa-Nya. Ketika kita merasa tidak mampu, Tuhan bisa memakai hidup kita untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Dan ketika Yesus lahir, hal itu menggenapi nubuat Mikha.Mesias benar-benar lahir di Betlehem, kota kecil yang Tuhan pilih untuk menggenapi rencana besar-Nya. Ini menjadi “sidik jari keempat” yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Tuhan tidak perlu tempat besar, orang hebat, atau hal-hal yang luar biasa untuk bekerja. Ia sering mulai dari hal yang kecil—bahkan dari kota kecil bernama Betlehem.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau kamu pernah merasa kecil, tidak penting, atau tidak mampu, ingatlah Betlehem.Katakan pada Tuhan:“Pakailah aku, Tuhan, walaupun aku kecil.”Mari kita berdoa:Tuhan, ketika aku merasa kecil dan tidak berarti, ingatkan aku bahwa Engkau memakai Daud dan Betlehem untuk melakukan hal besar. Tolong aku percaya bahwa Engkau juga bisa memakai hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan senang memakai hal yang kecil untuk melakukan hal yang besar. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudulJANJI TUHAN KEPADA DAUDDiambil dari:2 Samuel 7:12 (TB)“Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.” Wonder Kids, Sejak dosa masuk ke dunia, Tuhan langsung menjalankan rencana penyelamatan-Nya. Salah satu bagian penting dari rencana itu melibatkan Raja Daud dari Betlehem. Daud bukan anak tertua dan bukan yang paling kuat. Bahkan ketika nabi datang untuk mengurapi calon raja baru, ayahnya tidak memanggil Daud—Daud masih sibuk menggembalakan domba. Tetapi Tuhan memilih Daud, bukan karena penampilan atau kekuatan, melainkan karena hatinya. Saat Daud dewasa, ia melayani Tuhan dengan setia. Ia memimpin bangsa Israel dengan keberanian, bergantung pada Tuhan dalam peperangan, dan Tuhan memberi kemenangan kepadanya. Kemudian Tuhan memberikan sebuah janji besar kepada Daud:Salah satu keturunannya akan menjadi Raja yang kerajaannya bertahan selamanya.Raja itu bukan hanya pemimpin biasa—Ia akan membangun “rumah” bagi nama Tuhan dan memerintah dengan keadilan serta damai yang tidak berkesudahan. Kalian tahu siapa Raja itu? Yesus Kristus! Matius 1:1 bahkan memperkenalkan Yesus sebagai “Anak Daud, anak Abraham.”Itulah “sidik jari kedua” dalam Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Tuhan tidak pernah lupa janji-Nya.Menggenapinya mungkin butuh waktu berabad-abad, tapi setiap janji Tuhan pasti terjadi. Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu hal yang Tuhan sudah pernah janjikan dalam Firman-Nya.Ucapkan kepada Tuhan bahwa kamu mau percaya dan menunggu waktunya dengan setia. Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau Tuhan yang setia. Engkau menepati janji-Mu kepada Daud, dan Engkau juga menepati janji-Mu kepadaku. Tolong aku hidup setia seperti Daud dan percaya pada rencana-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, ingatlah: Tuhan selalu menepati janji-Nya—tepat waktu, tepat sasaran, dan selalu untuk kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Kristian B. Yndestad | Gudstjeneste | 11.01.2026 Betlehem by Bergens Indremisjon
Moin Moin und Ahoi! Stark, dass du am Start bist – wir wünschen dir einen richtig guten Moment mit dieser Predigt!Gott lädt uns ein, Bethlehem zu entdecken – er lädt uns ein, das Zepter unseres Lebens loszulassen und ihm, dem Hirten unserer Seele, zu vertrauen und Frieden zu empfangen!Kernvers der Predigt ist Matthäus 2,6: ›Und du, Betlehem im Land Juda, du bist keineswegs die unbedeutendste unter den Städten Judas; denn aus dir wird ein Fürst hervorgehen, der mein Volk Israel führen wird wie ein Hirte seine Herde.‹«Unsere Gottesdienste sind jeden Sonntag um 15:00 Uhr im Haus 73 am Schulterblatt in Hamburg. Komm so wie du bist! Wir freuen uns auf dich. ::::::: NEU HIER? :::::::::::::::::::::::::::::::::::::Du bist neu hier und möchtest mehr über uns erfahren? Dann schreibe uns gerne eine Mail an info@dock1kirche.de. https://dock1kirche.de/neu-hier/::::::: FOLLOW US :::::::::::::::::::::::::::::::::::::Du findest uns auch auf Spotify, Facebook, Instagram und auf www.dock1kirche.de. Auf unser Homepage kannst du auch unseren Newsletter anfordern! https://dock1kirche.de/kontakt/::::::: SUPPORT :::::::::::::::::::::::::::::::::::::Wir leben als Kirche von freiwilligen Spenden. Du kannst uns darin unterstützen, dass wir weiter eine Kirche vor Ort bauen, in der Menschen von der Gnade und Liebe Gottes überrascht werden. https://dock1kirche.de/dein-beitrag-zaehlt/___#jesus #gott #heiligergeist #liebe #stpauli #schanze #schanzenviertel #hamburg #gemeinde #kirche #gottesdienst #evangelium #dock1kirche
Als Jesus zur Zeit des Königs Herodes in Betlehem in Judäa geboren worden war, siehe, da kamen Sterndeuter aus dem Osten nach Jerusalem und fragten: Wo ist der neugeborene König der Juden? Wir haben seinen Stern aufgehen sehen und sind gekommen, um ihm zu huldigen. Als König Herodes das hörte, erschrak er und mit ihm ganz Jerusalem. Er ließ alle Hohepriester und Schriftgelehrten des Volkes zusammenkommen und erkundigte sich bei ihnen, wo der Christus geboren werden solle. Sie antworteten ihm: in Betlehem in Judäa; denn so steht es geschrieben bei dem Propheten: Du, Betlehem im Gebiet von Juda, bist keineswegs die unbedeutendste unter den führenden Städten von Juda; denn aus dir wird ein Fürst hervorgehen, der Hirt meines Volkes Israel. Danach rief Herodes die Sterndeuter heimlich zu sich und ließ sich von ihnen genau sagen, wann der Stern erschienen war. Dann schickte er sie nach Betlehem und sagte: Geht und forscht sorgfältig nach dem Kind; und wenn ihr es gefunden habt, berichtet mir, damit auch ich hingehe und ihm huldige! Nach diesen Worten des Königs machten sie sich auf den Weg. Und siehe, der Stern, den sie hatten aufgehen sehen, zog vor ihnen her bis zu dem Ort, wo das Kind war; dort blieb er stehen. Als sie den Stern sahen, wurden sie von sehr großer Freude erfüllt. Sie gingen in das Haus und sahen das Kind und Maria, seine Mutter; da fielen sie nieder und huldigten ihm. Dann holten sie ihre Schätze hervor und brachten ihm Gold, Weihrauch und Myrrhe als Gaben dar. Weil ihnen aber im Traum geboten wurde, nicht zu Herodes zurückzukehren, zogen sie auf einem anderen Weg heim in ihr Land.(©Ständige Kommission für die Herausgabe der gemeinsamen liturgischen Bücher im deutschen Sprachgebiet)
Amikor Heródes király idejében Jézus megszületett a júdeai Betlehemben, íme, napkeletről bölcsek jöttek Jeruzsálembe, és tudakolták: „Hol van a zsidók újszülött királya? Láttuk csillagát napkeleten, és eljöttünk, hogy hódoljunk előtte.” Meghallotta ezt Heródes király és megrémült, s vele egész Jeruzsálem. Összehívatta a főpapokat és a nép írástudóit, és megkérdezte tőlük, hogy hol kell születnie a Messiásnak. Azok így válaszoltak: „A júdeai Betlehemben, mert ezt írja a próféta: Te, Betlehem, Júda földje, bizony nem vagy a legkisebb Júda nemzetségei között, mert belőled jő ki a fejedelem, aki pásztora lesz népemnek, Izraelnek.” Erre Heródes titokban magához hívatta a bölcseket és pontosan megtudakolta tőlük a csillag megjelenésének idejét. Aztán ezzel küldte őket Betlehembe: „Menjetek, tudakozódjatok szorgalmasan a gyermek felől, és ha megtaláljátok, jelentsétek nekem. Én is elmegyek, hogy hódoljak előtte!” Ők pedig, miután meghallgatták a királyt, elindultak. És lám, a csillag, amelyet napkeleten láttak, előttük járt, míg meg nem állapodott a ház fölött, ahol a Gyermek volt. A csillagot meglátva nagyon megörültek. Bementek a házba, és ott látták a Gyermeket anyjával, Máriával. Földre borulva hódoltak előtte, majd kinyitották kincses zsákjaikat és ajándékokat adtak neki: aranyat, tömjént és mirhát. Mivel álmukban utasítást kaptak, hogy ne menjenek vissza Heródeshez, más úton tértek vissza országukba.Olvasmányok, ünnepek a liturgikus naptárban. | Felolvassa: Varga László |
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan kita hari ini berjudul SIAPA SEBENARNYA YESUS?Diambil dari:Markus 8:27 (TB)Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"Wonder Kids, suatu hari, Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Itu bukan karena Yesus bingung tentang diri-Nya. Dia tahu persis siapa diri-Nya — pada waktu itu dan sampai sekarang. Tapi Yesus ingin murid-murid-Nya memikirkan dengan sungguh-sungguh siapa yang mereka percayai. Sampai hari ini, banyak orang mengenal Yesus sebagai bayi yang lahir di Betlehem pada Natal. Tapi Alkitab mengajarkan lebih dari itu. Kita percaya bahwa Yesus lahir dari Maria perawan, dan Allah sendiri adalah Bapa-Nya. Yesus tidak pernah berbuat dosa.Dia mengajar, menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan bahkan menantang pemimpin agama pada zaman-Nya. Murid-murid Yesus percaya bahwa kedatangan-Nya adalah jawaban dari nubuat Allah sejak zaman dahulu — Mesias yang dijanjikan.Dan kita percaya bahwa Yesus disalibkan, dikuburkan, dan bangkit kembali, lalu dilihat oleh banyak saksi mata. Semakin kita belajar tentang siapa Yesus sebenarnya, semakin kita mengerti bahwa Dia bukan hanya tokoh sejarah biasa. Dia adalah Tuhan yang datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. Dan setelah kita tahu semua kebenaran tentang Yesus, ada pertanyaan yang harus kita jawab:Jika semua ini benar, apa yang akan kita lakukan?Apakah kita sungguh-sungguh percaya dan mengikut Dia?Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Luangkan waktu sebentar untuk menjawab dalam hatimu: “Siapa Yesus bagiku?” Mintalah Tuhan menolongmu mengenal Dia lebih dalam.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, meskipun aku sering merasa sudah mengenal-Mu, tolong aku memahami Engkau lebih dalam lagi. Ajar aku percaya kepada-Mu bukan hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dengan benar akan mengubah cara kita hidup setiap hari. Tuhan Yesus memberkati
Magdalena Opiela - szczęśliwa żona i mama, coach. Jako dziecko modliła się o ratunek i długo nie widziała odpowiedzi. Dorastała z obrazem Boga surowego i wymagającego, Boga, na którego miłość trzeba zasłużyć. Wiara była obowiązkiem, a Kościół miejscem samotności. Do momentu, w którym zaczęła szczerze wołać: „Boże, chcę Cię poznać”.
Stjernen førte de vise mænd ad snirklede veje til Betlehem. Vi har også en ledestjerne, der lyser for os. Prædiken i Løvel kirke 4. januar 2026.
In jener Zeit eilten die Hirten nach Betlehem und fanden Maria und Josef und das Kind, das in der Krippe lag. Als sie es sahen, erzählten sie von dem Wort, das ihnen über dieses Kind gesagt worden war. Und alle, die es hörten, staunten über das, was ihnen von den Hirten erzählt wurde. Maria aber bewahrte alle diese Worte und erwog sie in ihrem Herzen. Die Hirten kehrten zurück, rühmten Gott und priesen ihn für alles, was sie gehört und gesehen hatten, so wie es ihnen gesagt worden war. Als acht Tage vorüber waren und das Kind beschnitten werden sollte, gab man ihm den Namen Jesus, den der Engel genannt hatte, bevor das Kind im Mutterleib empfangen war.(© Ständige Kommission für die Herausgabe der gemeinsamen liturgischen Bücher im deutschen Sprachgebiet)
In jener Zeit eilten die Hirten nach Betlehem und fanden Maria und Josef und das Kind, das in der Krippe lag. Als sie es sahen, erzählten sie von dem Wort, das ihnen über dieses Kind gesagt worden war. Und alle, die es hörten, staunten über das, was ihnen von den Hirten erzählt wurde. Maria aber bewahrte alle diese Worte und erwog sie in ihrem Herzen. Die Hirten kehrten zurück, rühmten Gott und priesen ihn für alles, was sie gehört und gesehen hatten, so wie es ihnen gesagt worden war. Als acht Tage vorüber waren und das Kind beschnitten werden sollte, gab man ihm den Namen Jesus, den der Engel genannt hatte, bevor das Kind im Mutterleib empfangen war. (© Ständige Kommission für die Herausgabe der gemeinsamen liturgischen Bücher im deutschen Sprachgebiet)
Hvor er Gud, når børn bliver myrdet? Er Gud fraværende? Er det derfor, skriget bliver så smertefuldt?Edvard Munchs skrig – og vores skrig – er i familie med Ramaskriget i Betlehem. Er Gud i den flammende himmel? Er Gud i fjordens blåsorte vand? Eller kan vi tænke den tanke, at det er Gud, der skriger? Prædiken i Pederstrup kirke julesøndag 2025.
Pdt. Ellya Makarawung (TB) Matius 2:16-18Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."
Als die Engel von den Hirten in den Himmel zurückgekehrt waren, sagten die Hirten zueinander: Lasst uns nach Betlehem gehen, um das Ereignis zu sehen, das uns der Herr kundgetan hat! So eilten sie hin und fanden Maria und Josef und das Kind, das in der Krippe lag. Als sie es sahen, erzählten sie von dem Wort, das ihnen über dieses Kind gesagt worden war. Und alle, die es hörten, staunten über das, was ihnen von den Hirten erzählt wurde. Maria aber bewahrte alle diese Worte und erwog sie in ihrem Herzen. Die Hirten kehrten zurück, rühmten Gott und priesen ihn für alles, was sie gehört und gesehen hatten, so wie es ihnen gesagt worden war.(© Ständige Kommission für die Herausgabe der gemeinsamen liturgischen Bücher im deutschen Sprachgebiet)
Melalui perjumpaan malaikat pada Maria, Yusuf, para gembala, dan juga kehadiran mereka di kandang Betlehem kita dapat belajar,Ketaatan tidak selalu terasa nyaman, penggenapan janji Allah sering kali datang melalui jalan yang tidak mau kita pilih, dan kemuliaan Allah tidak selalu tampil dalam bentuk yang kita bayangkan sebelumnya.Kita bisa memegang teguh setiap janji-Nya yang pasti akan digenapi, walau kapan waktu-Nya kita tidak mengetahuinya. Saat kita dapat mempercayai kesetiaan-Nya di hidup ini, di sanalah iman berhenti menjadi teori, dan bertumbuh menjadi relasi yang yang menenangkan, percaya, dan juga taat.—dr. Paulus Rahardjo, “Seandainya Saya Menjadi Malaikat Natal.” Dibagikan di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, Tgl. 21 Desember 2025.
I søndagens tekst, 26. desember, høyrer vi om barnemordet i Betlehem. Teksta blir lest frå Matteus 2, 16-23, og den handlar om då Herodes skjøna at vismennene hadde lurt han. Høyr teksta bli lest og samtala om i dagens episode.
Božič na Bližnjem vzhodu ni kaj dosti drugačen od prejšnjih. Ta teden odmeva izjava izraelskega obrambnega ministra Kaca, ki je napovedal vzpostavitev oporišč v Gazi in dejal, da Izrael ozemlja ne bo zapustil. To je v nasprotju s Trumpovim mirovnim načrtom, ki predvideva umik. Kakšni so odzivi na te navedbe? Pogledamo tudi v Betlehem, kjer so prvič po dveh letih žalovanja zaradi vojne in žrtev v Gazi postavili božično drevo in prižgali božične luči.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Desember 2025Bacaan: Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu." (Matius 2:16) Renungan: Suatu ketika pada tanggal 25 Desember yang berkabut, sebuah kapal besar menabrak kapal yang lebih kecil. Kapal kecil mengalami kerusakan berat dan terpaksa diseret kembali ke Inggris. Pemilik kapal kecil lalu mengadukan perkara tabrakan tersebut ke pengadilan. Para saksi mata melihat bahwa kapal besar itu memang menabrak kapal kecil. Tetapi kapten kapal besar mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi tabrakan, kapalnya telah mengirimkan sinyal kepada kapal kecil. Hakim bertanya, "Siapa yang bertugas mengirim sinyal?" Seorang kelasi muda maju dan berkata, "Saya, Pak Hakim." Hakim bertanya kepada kelasi muda tersebut, "Coba beritahu saya, apa isi sinyal yang Anda kirimkan." Kelasi muda itu menjawab dengan muka merah, "MERRY CHRISTMAS & HAPPY NEW YEAR!" Mungkin kita tersenyum mendengar kisah ini, dan berpikir alangkah cerobohnya kelasi muda itu. Suatu tindakan yang sulit kita terima dengan akal sehat. Natal yang pertama pun tidak mendatangkan berkat bahkan merugikan bagi banyak orang! Mulanya Herodes mau memanfaatkan orang Majus, tetapi ketaatan orang Majus pada suara Tuhan menggagalkan rencana jahat Herodes. Kemudian ia membunuh semua anak-anak di Betlehem yang berusia di bawah 2 tahun karena ia tidak tahu kapan persisnya bayi Yesus itu dilahirkan. Apa yang diberikan Herodes kepada Tuhan Yesus pada Natal pertama? Kematian bayi-bayi yang tidak berdosa! Apa yang dilakukan oleh Herodes ini mirip dengan yang dilakukan oleh Firaun dalam Keluaran 1:15-22. Herodes mengulang kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh Firaun, yang mengakibatkan banyak orang kehilangan anak-anak mereka. Baik Herodes maupun Firaun adalah orang-orang yang melawan dan berusaha menggagalkan rencana Allah, tetapi merekalah yang akhirnya gagal, karena rencana Allah tidak mungkin gagal. Terkadang kita memberikan hadiah kepada Yesus, sama seperti sang kelasi muda dan Herodes, yaitu kematian iman dan bencana bagi orang lain. Kalau kita mau jujur dan menengok kembali kehidupan kita, sadar atau tidak sadar seringkali hal seperti itu juga yang kita lakukan saat kita merayakan Natal. Maksud kita merayakan dan mengucapkan "Selamat Natal" tetapi ternyata ada orang-orang yang kecewa dan dirugikan, misalnya oleh panitia Natal, oleh sikap kita yang glamour di dalam merayakannya atau sikap acuh tak acuh kita pada saudara yang berkekurangan. Dengan demikian Natal sudah kehilangan makna yang sesungguhnya, yaitu untuk mendatangkan sukacita dan damai sejahtera di bumi. Marilah pada hari Natal ini kita minta agar Tuhan memperbaharui seluruh keberadaan kita sehingga melalui kehadiran kita banyak orang diberkati dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu. Perbaharuilah seluruh keberadaanku agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Ds. Jeroen Hagendijk ( vanuit Pelgrimvaderskerk ) over Lukas 2 vers 1 t/m vers 20; thema : De lange stoet van Betlehem.
Als die Engel von den Hirten in den Himmel zurückgekehrt waren, sagten die Hirten zueinander: Lasst uns nach Betlehem gehen, um das Ereignis zu sehen, das uns der Herr kundgetan hat! So eilten sie hin und fanden Maria und Josef und das Kind, das in der Krippe lag. Als sie es sahen, erzählten sie von dem Wort, das ihnen über dieses Kind gesagt worden war. Und alle, die es hörten, staunten über das, was ihnen von den Hirten erzählt wurde. Maria aber bewahrte alle diese Worte und erwog sie in ihrem Herzen. Die Hirten kehrten zurück, rühmten Gott und priesen ihn für alles, was sie gehört und gesehen hatten, so wie es ihnen gesagt worden war. (© Ständige Kommission für die Herausgabe der gemeinsamen liturgischen Bücher im deutschen Sprachgebiet)
Kirkjutænarar Jógvan Fríðriksson, bispur, prædikar. Høgni Joensen er deknur. Leif Hansen er urguleikari. Allan Dalsgarð lesur. Sálmar nr. 123:Dýrasti Jesus nr. 120:Mítt hjarta tilhald hevur nr. 110:Í Betlehem, í Dávids stað === nr. 130:Hin vænasta rósan er funnin nr. 95: "Gleðilig jól! Gleðilig jól!" Tøkningur í kirkjuni er Finnur Hansen
Evanjelium podľa Matúša 2,6 „A ty, Betlehem, judská zem, nijako nie si najmenší medzi vývodiacimi mestami judskými, lebo z teba vyjde vodca, ktorý bude pásť môj ľud izraelský.“ Evanjelium podľa Jána 10,10b – 11a „a ja som prišiel, aby mali život, a to v hojnej miere! “ Ja som dobrý pastier. Dobrý pastier život […]
Ein neugeborenes Kind in den Händen zu halten, rührt auch Menschen, die eher nüchtern unterwegs sind. Das Kind von Betlehem möchte Menschen in aller Welt dazu bewegen, innezuhalten und auf das Wesentliche in ihrem Leben zu achten.
Predigt in der Christmette im Passauer Stephansdom - Weihnachten 2025
Kirkjutænarar Prestur : Heri Joensen Deknur : Jenny Lydersen Organistur : Ari Hammer Joensen Klokkari : Selmar Jacobsen Tøkningur í kirkjuni : Høgni Reinert Hansen Sálmar nr. 99 - Nú ringja klokkur so hátt nr. 110 - Í Betlehem, í Dávids stað nr. 114 - Føgur var náttin við bleiktrandi stjørnum í forðum Tøkningur í kirkjuni er Høgni Reinert Hansen
Besinnlich oder besinnungslos? Diese Fragen stellt sich vielen - besonders zu den Weihnachtsfeiertagen. Tradition und Materielles allerorts. Doch was ist nun wirklich wichtig und wesentlich? Das Weihnachtsevangelium zeigt es: ____________________________In jenen Tagen erließ Kaiser Augustus den Befehl, alle Bewohner des Reiches in Steuerlisten einzutragen. Dies geschah zum ersten Mal; damals war Quirinius Statthalter von Syrien. Da ging jeder in seine Stadt, um sich eintragen zu lassen. So zog auch Josef von der Stadt Nazaret in Galiläa hinauf nach Judäa in die Stadt Davids, die Betlehem heißt; denn er war aus dem Haus und Geschlecht Davids. Er wollte sich eintragen lassen mit Maria, seiner Verlobten, die ein Kind erwartete. Als sie dort waren, kam für Maria die Zeit ihrer Niederkunft, und sie gebar ihren Sohn, den Erstgeborenen. Sie wickelte ihn in Windeln und legte ihn in eine Krippe, weil in der Herberge kein Platz für sie war. In jener Gegend lagerten Hirten auf freiem Feld und hielten Nachtwache bei ihrer Herde. Da trat der Engel des Herrn zu ihnen und der Glanz des Herrn umstrahlte sie. Sie fürchteten sich sehr, der Engel aber sagte zu ihnen: Fürchtet euch nicht, denn ich verkünde euch eine große Freude, die dem ganzen Volk zuteil werden soll: Heute ist euch in der Stadt Davids der Retter geboren; er ist der Messias, der Herr. Und das soll euch als Zeichen dienen: Ihr werdet ein Kind finden, das, in Windeln gewickelt, in einer Krippe liegt. Und plötzlich war bei dem Engel ein großes himmlisches Heer, das Gott lobte und sprach: Verherrlicht ist Gott in der Höhe und auf Erden ist Friede bei den Menschen seiner Gnade. Als die Engel sie verlassen hatten und in den Himmel zurückgekehrt waren, sagten die Hirten zueinander: Kommt, wir gehen nach Betlehem, um das Ereignis zu sehen, das uns der Herr verkünden ließ. So eilten sie hin und fanden Maria und Josef und das Kind, das in der Krippe lag. Als sie es sahen, erzählten sie, was ihnen über dieses Kind gesagt worden war. Und alle, die es hörten, staunten über die Worte der Hirten. Maria aber bewahrte alles, was geschehen war, in ihrem Herzen und dachte darüber nach. Die Hirten kehrten zurück, rühmten Gott und priesen ihn für das, was sie gehört und gesehen hatten; denn alles war so gewesen, wie es ihnen gesagt worden war.(Lk 2, 1-20)Voice over: Scott Lockwood, USA © Veronika Pavlicek, Dipl. Psychosoziale Beraterin, Trauer- und Sterbebegleiterin, praktizierende Christin. Bei der Heilsarmee Österreich im Bereich stationär betreutes Wohnen ehemals Obdachloser tätig.Kontakt: info@veronika-pavlicek.com https://heavenandhell-podcast.com Thank you for listening and supporting: https://buymeacoffee.com/heavenandhell
Ref.: Prof. Dr. Marco Benini, Leiter des Deutschen Liturgischen Instituts und Prof. für Liturgiewissenschaft, Trier
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 9: 1-6; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.11-12.13; Titus 2: 11-14; Lukas 2: 1-14.LAHIRLAH RAJA DAMAI Renungan kita pada perayaan MalamNatal ini bertema: Lahirlah Raja Damai. Pada waktu itu suasana malam yang gelap. Aktivitas penduduk berhenti danorang-orang tenang di rumahnya. Dalam kesunyian hanya ada cahaya penerangan dirumah-rumah penduduk yang meramaikan malam itu. Hanya sedikit orang yangberaktivitas pada malam hari. Mereka itu di antaranya ialah para gembala ternakdi padang gurun. Mereka harus menjaga kawanan ternaknya. Namun ada satu aktivitas yangtidak biasa, yaitu perjalanan lumayan jauh, sekitar 250-an kilometer denganperjalanan menanjak dari wilayah Yudea ke Yerusalem. Perjalanan itu dilakukanoleh sepasang suami-istri, mereka adalah Yosef dan Maria. Wanita ini sedanghamil besar. Sesampai di Betlehem mereka tak menemui tempat bagi sang istri iniuntuk bersalin. Terpaksa mereka harus mencari tempat di luar kota, dan merekaharus berjalan sekitar 20an-kilometer lagi di malam hari. Lalu sampailah merekadi wilayah pinggiran yang merupakan padang rumput. Satu-satunya tempat yangtersedia untuk persalinan ialah kadang hewan yang mereka temukan. Lalu disitulah terjadi Natal yang pertama: Yesus Kristus Lahir. Di kampung Betlehem, masih dalamsuasana gelap itu, keberadaan para gembala adalah di sebuah bukit. SementaraYosef, Maria dan bayi Yesus ada di sebuah bukit yang lain. Jarak antara keduabukit itu kira-kira 5-6 kilometer. Teriakan orang dari bukit yang satu bisakedengaran di bukit yang lain. Seorang yang berdiri di bukit sana paling-palingkelihatan ukurannya seperti lidi. Apalagi malam yang pekat dan tak ada cahayapenerangan di kandang kelahiran itu, praktis tidak ada tanda-tanda yangditangkap para gembala. Tetapi kuasa surgawi membuka hati mereka melalui beritapara malaikat. Lalu mereka satu persatu bersama hewan-hewan mereka bergegas kekandang itu. Di situ terjadi penampakan Natal yang pertama: Yesus tampak kepadaorang-orang yang sangat sederhana dan dianggap pendosa, yaitu para gembala. Penampakan pertama Putra Allah,Yesus Kristus, ketika memasuki sejarah dunia ini ialah kepada kedua orangtua-Nya Yosef dan Maria. Mereka terpilih secara istimewa oleh Allah, meskitetap sederhana dan taat kepada Tuhan secara luar biasa. Penampakan kedua ialahpara gembala, yang juga terkenal miskin, sederhana dan pendosa. Bersama merekaialah domba-domba yang mewakili alam-lingkungan bumi ini. Setelah itu barumenyusul penampakan-Nya kepada semua orang yang lain. Jadi damai Natal ialah terangsurgawi tentang kehadiran Putra Allah yang memecah kepekatan malam, menampakkandiri kepada keluarga, menyatu dengan orang-orang sederhana, miskin, pendosa,dan akhirnya menyebarkan suka cita kepada seluruh dunia. Selamat hari Raya Natal bagimu semua.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, semoga di malam ini saya dan keluarga atau komunitasku mendapat damaisejati dari-Mu supaya menguasai hidup kami setiap hari. Bapa kami yang ada disurga ... Dalam nama Bapa ...
Send us a textLukas 2:4-5 En omdat Josef 'n afstammeling van koning Dawid was, moes hy vanaf die dorp Nasaret in Galilea na Judea gaan, na Betlehem, Dawid se tuisdorp. Hy het sy verloofde, Maria, wat swanger was, saamgeneem om te gaan registreer. (NLV) Vandag is dit twee dae voor die viering van Jesus se geboorte. As ons die horlosie sou terugdraai na daardie tyd in die geskiedenis, was Josef en Maria sekerlik nog op pad na Betlehem. Kan jy jou voorstel hoe ongemaklik die reis op pad van Nasaret na Betlehem moes gewees het vir die arme Maria; net om daar aan te kom en te ontdek dat daar geen plek in ‘n herberg was nie? Ek het oor die jare baie gereis en al klink dit glansryk en opwindend, kan ek jou vertel, reis is harde werk. Om vir 14 uur in die ekonomiese klas in die middelste sitplek ingeprop te wees; by verskillende tydsone-veranderinge aan te pas; om jou pad na jou bestemming te vind; om nie eers van oorvol lughawens en bagasie probleme te praat nie...Maar as ons dink hedendaagse reise is erg, moet ons verstaan dis niks in vergelyking met wat Maria en Josef in gehoorsaamheid aan die Romeinse bevel, om aan die sensus deel te neem, deurgemaak het nie.Lukas 2:4-5 En omdat Josef 'n afstammeling van koning Dawid was, moes hy vanaf die dorp Nasaret in Galilea na Judea gaan, na Betlehem, Dawid se tuisdorp. Hy het sy verloofde, Maria, wat swanger was, saamgeneem om te gaan registreer. (NLV)Sy was nie net swanger nie. Sy was op die punt om geboorte te skenk. Stel jou voor! Heelpad opdraand, net om in 'n stinkende stal oor te bly wanneer jy daar aankom. Kan jy jou vir een oomblik indink hoe uitputtend en ongerieflik dit moes gewees het?Maar dis hoe God gekies het dat dit alles moes gebeur. En die boodskap vir jou en vir my is dat God se bestemming vir ons so dikwels moeilike reise behels. Maar, omdat die pad moeilik is, beteken dit nie dis nie deel van sy plan nie. Hou moed. Dis amper Kersfees.Dis God se Woord. Vars … vir jou … vandag.Support the showEnjoying The Content?For the price of a cup of coffee each month, you can enable Christianityworks to reach 10,000+ people with a message about the love of Jesus!DONATE R50 MONTHLY
Og det skjedde i de dager at det utgikk et bud fra keiser Augustus at all verden skulde innskrives i manntall. Dette var den første innskrivning, i den tid Kvirinius var landshøvding i Syria. Og alle gikk for å la sig innskrive, hver til sin by. Men også Josef drog opp fra Galilea, fra byen Nasaret, til Judea, til Davids stad, som heter Betlehem, fordi han var av Davids hus & ætt, for å la sig innskrive sammen med Maria, sin trolovede, som var fruktsommelig. Men det skjedde mens de var der, da kom tiden da hun skulde føde. Og hun fødte sin sønn den førstefødte, og svøpte ham og la ham i en krybbe, fordi det ikke var rum for dem i herberget. Og det var nogen hyrder der på stedet, som var ute på marken og holdt nattevakt over sin hjord. Og se, en Herrens engel stod for dem, og Herrens herlighet lyste om dem, og de blev meget forferdet. Og engelen sa til dem: Forferdes ikke! for se, jeg forkynner eder en stor glede, som skal vederfares alt folket! Eder er idag en frelser født, som er Kristus, Herren, i Davids stad. Og dette skal I ha til tegn: I skal finne et barn svøpt, liggende i en krybbe. Og straks var det hos engelen en himmelsk hærskare, som lovet Gud og sa: Ære være Gud i det høieste, og fred på jorden, i mennesker hans velbehag!
"Und wer dies Kind mit Freuden umfangen, küssen will, muss vorher mit ihm leiden groß Pein und Marter viel, danach mit ihm auch sterben und geistlich auferstehn, das ewig Leben erben, wie an ihm ist geschehn."Mit Pfarrer Thomas Maria Rimmel und Pater Karl Wallner.Unsere Mission:K-TV steht zu Tradition und Lehramt der katholischen Kirche. Der Sender möchte die katholische Lehre unverfälscht an die Menschen weitergeben und so die Schönheit und Wahrheit des christlichen Glaubens verbreiten. Die Vermittlung von Glaubensinhalten ist zudem ein zentrales Anliegen.Schreiben Sie uns Ihre Anliegen und Fragen per E-Mail an: seelsorge@k-tv.orgHier können Sie K-TV unterstützen: https://www.k-tv.org/spenden Weitere wichtige Links zu K-TV: YouTube: https://www.youtube.com/@KTVKatholischesFernsehen Instagram: https://www.instagram.com/katholisches_fernsehen/Facebook: https://www.facebook.com/K.TV.Fernsehen/ TikTok: https://www.tiktok.com/@katholisches.fernsehenPodcasts: https://www.k-tv.org/podcast LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/k-tv-katholisches-fernsehen/ X: https://x.com/ktv_fernsehen Livestream: https://www.k-tv.org/live-stream/ Mediathek: https://www.k-tv.org/mediathek/Newsletter: https://www.k-tv.org/newsletter/Datenschutzerklärung: https://www.k-tv.org/datenschutz Impressum: https://www.k-tv.org/impressum
Jesus ble julenatt født i den lille landsbyen Betlehem utenfor Jerusalem. Hos evangelistene Matteus og Lukas kan vi lese både om tiden før Jesu fødsel, selve fødselen samt tiden etterpå. Matteus skriver om de vise...
Am 24. Dezember 2023 kam die Meldung, dass die traditionelle Christmette in der Geburtskirche in Betlehem in diesem Jahr wohl nur sehr spärlich besetzt sein würde. Vor allem ausländische Gäste würden der sonst so beliebten Veranstaltung fernbleiben. Dies war vor dem Hintergrund, dass die Kämpfe im Gazastreifen zu dieser Zeit in vollem Gange waren, nur zu gut verständlich. Das Auswärtige Amt hatte deshalb eine ausdrückliche Reisewarnung für den Nahen Osten ausgesprochen. Niemand sollte so leichtfertig sein, in eine Gegend zu reisen, in der Tag und Nacht mit Raketenangriffen oder Bombenanschlägen zu rechnen war. Wer gleichwohl dorthin reiste, musste befürchten, dass er sich in Lebensgefahr begibt. Wer nimmt das schon in Kauf?Hätte Gott auch so gedacht, dann hätte er es nie zulassen dürfen, dass sein Sohn Jesus Christus vor rund 2000 Jahren gerade in Betlehem geboren würde. Bereits kurz nach seiner Geburt trachteten die Mächtigen dieser Welt ihm nach dem Leben, wie der Tagesvers zeigt. Die Anschlagspläne der Menschen zogen sich anschließend wie ein roter Faden durch das irdische Leben Jesu, bis seine Feinde ihn tatsächlich am Kreuz umbrachten.Der allwissende Gott hat all dies gewusst. Jesus Christus selbst wusste, worauf er sich einließ, als er in diese Welt kam. Doch warum ignorierte er jede Reisewarnung? Die Lösung ist: Ohne die Menschwerdung Jesu und den damit notwendig verbundenen grausamen Tod wären wir Menschen rettungslos verloren. Ohne dass der Sohn Gottes für unsere Schuld sühnt, indem er am Kreuz stirbt, wäre Frieden mit Gott unmöglich gewesen. Es musste unser Retter geboren werden – und sterben. Jesu Motivation dazu: Die Liebe zu einer ohne ihn hoffnungslosen Menschheit!Markus MajonicaDiese und viele weitere Andachten online lesenWeitere Informationen zu »Leben ist mehr« erhalten Sie unter www.lebenistmehr.deAudioaufnahmen: Radio Segenswelle
Kom stap saam met ons hierdie Advent na die krip in die stal in Betlehem en ontvou saam met ons die geskenk van Vrede, Hoop, Vreugde en Liefde wat mens word. 10:00 Erediens saam met Deon 11:00 Koffiekuier Luister hier saam na die voorafopgeneemde klankopname van die boodskap: Wees hier deel van [...]
Für die Palästinenser des besetzten Westjordanlandes hat der von den USA erzwungene Waffenstillstand in Gaza keine Verbesserung gebracht. Die palästinensische Pastorin Sally Azar, der israelische Rechtswissenschaftler Adam Shinar und die Autorin Sumaya Farhat-Naser liefern Einschätzung und Erfahrungsberichte aus Betlehem zur Weihnachtszeit und zur Gewalt in der Westbank. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Send us a textMatteus 2:13 Nadat hulle vertrek het, het daar 'n engel van die Here in 'n droom aan Josef verskyn en gesê: “Staan op, neem die Kindjie en sy moeder en vlug na Egipte toe en bly daar totdat ek jou sê om terug te kom, want Herodes is van plan om die Kindjie te soek en Hom dood te maak.” Wanneer ‘n mens in lewensgevaar verkeer, verloor jy fokus op die gewone dinge rondom jou en skielik word adrenalien vrygestel; en daardie vlug-of-veg reaksie wat in ons DNS vasgelê is, skop in.Ek het onlangs met ‘n vriend van my, wie se kanker vir 'n derde keer teruggekeer het, gesels. Sy aggressiewe kanker was hierdie keer erger; dit het groot verleentheid veroorsaak deur 'n paar onaangename en skrikwekkende fisiologiese simptome. Vrees vir die dood het hom 24 uur per dag soos 'n donker wolk omhul.Hy is in sy middel-sestigs, en volgens die wet van gemiddeldes, kan hy verwag om nog twintig jaar of so te leef. En hy weet dat God hom kan genees, maar sal Hy? Daardie onsekerheid is allesoorheersend.Ek weet wat jy dink: "Berni, hoekom praat jy hieroor, net een week voor Kersfees?" Dis ‘n goeie vraag. My antwoord is: want dit was daardie soort vrees, daardie onsekerheid oor hulle lewens wat Maria en Josef beetgepak het kort nadat Jesus – die Verlosser van die wêreld – gebore is.Matteus 2:13 Nadat hulle vertrek het, het daar 'n engel van die Here in 'n droom aan Josef verskyn en gesê: “Staan op, neem die Kindjie en sy moeder en vlug na Egipte toe en bly daar totdat ek jou sê om terug te kom, want Herodes is van plan om die Kindjie te soek en Hom dood te maak.”Nadat hulle gevlug het, het Herodes alle seuntjies onder die ouderdom van twee jaar, in en om Betlehem, laat doodmaak. Hy wou Jesus dood hê, nog voordat Hy kon praat.Jesus was van die begin af in lewensgevaar. En ons weet dat Hy leweloos aan 'n kruis moes hang, voordat Hy weer in heerlikheid opgestaan het.Maar God weet hoe jy voel wanneer jy in doodsgevaar verkeer. Hy het dit beleef en Hy is nou saam met jou in jou situasie.Dis Sy Woord. Vars … vir jou … vandag. Support the showEnjoying The Content?For the price of a cup of coffee each month, you can enable Christianityworks to reach 10,000+ people with a message about the love of Jesus!DONATE R50 MONTHLY
Apa yang terjadi di Betlehem, bukanlah peristiwa kecil. Dimana para gembala berjumpa dengan malaikat-malaikat dan mendapat kabar tentang kelahiran Yesus, dan merupakan sebuah berita yang luar biasa sebab, itu merupakan babak baru dari sejarah manusia, yang Allah sendiri sedang rencanakan dan oleh karena itulah, peristiwa ini ialah peristiwa yang besar. Walaupun kita tidak melihat unsur kemewahan disana, sebab kelahiran Yesus ada di kandang yang hina, dibungkus kain lampin, tetapi "MAKNA" yang ada dalam peristiwa ini: luar biasa besar. Untuk itu, mari mendengarkan seri penutup dari Makna Kelahiran Yesus, Seri 3 oleh Ps. Charles Bessie, Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahBERLUTUTMari kita membaca Firman Tuhan dariYAKOBUS 4: 6Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."Wonder Kids, tahukah kamu bahwa kota Betlehem tempat Tuhan Yesus dilahirkan masih ada?Di sana ada gereja kecil yang dipercaya sebagai tempat kelahiran Tuhan Yesus. Di dalam gereja ada altar besar dan sebuah goa dengan lampu-lampu perak.Di goa itu ada penanda berbentuk bintang di lantai untuk mengingat kelahiran sang Raja. Tapi, untuk masuk ke goa tersebut, pintunya sangat rendah sehingga kamu harus membungkuk.Hal ini mengajarkan kita sesuatu yang penting:Kita bisa berdiri tegak memandang dunia ini, tetapi untuk memandang Tuhan Yesus, kita perlu berlutut dalam doa.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, hari ini ketika kamu berdoa, cobalah berdoa dengan berlutut. Dengan demikian pandanganmu akan segala sesuatu akan berubah. Berdoa dengan berlutut menolongmu belajar rendah hati dan melihat betapa besar dan hebatnya Allah. Kamu juga bisa merasakan betapa hebatnya Allah yang rela mendengarkan doa-doamu.Mari kita berdoaBapa, terima kasih atas kasih dan anugerah-Mu. Tolong aku untuk selalu merasa rendah hati dan menerima petunjuk-Mu. Ajar aku untuk menjadikan Engkau sebagai yang utama dalam hidupku Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ALLAH MEMBERIKAN ANUGERAH-NYA KEPADA ORANG YANG RENDAH HATI, JADI KITA HARUS SELALU BERSIKAP RENDAH HATI. Tuhan Yesus memberkati
Kom stap saam met ons hierdie Advent na die krip in die stal in Betlehem en ontvou saam met ons die geskenk van Vrede, Hoop, Vreugde en Liefde wat mens word. 10:00 Erediens saam met André 11:00 Koffiekuier Luister hier saam na die voorafopgeneemde klankopname van die boodskap: Wees hier deel van [...]
Matt. 21,1-11 | Rolf Kjøde | Gudstjeneste | Betlehem 30.11.2025 by Bergens Indremisjon
Et fellesskap i Nåde | Anita Solbakk | Gudstjeneste | Betlehem 14.12.2025 by Bergens Indremisjon
Tag med på en tidsrejse gennem Bibelens store fortælling – fra Abraham til Betlehem – og oplev, hvordan Guds løfter holder, selv når ventetiden er lang. I denne familiegudstjeneste fejrede vi advent med: ✅ Luciaoptog – lys i mørket ✅ Spirekor – sang og glæde ✅ Prædiken ved Jóannis Fonsdal og Maria, der fortæller om Guds geniale plan, som begyndte for tusinder af år siden og blev opfyldt i Jesus. ✅ Evangelielæsning fra Lukas 1,67-80 Budskabet er klart: Gud holder sine løfter. Verdens største gave er Jesus – lyset, der skinner i mørket og bringer håb og fred.
Det kan være, at man forventer en julehyggelig prædiken, når man indfinder sig på kirkebænken julesøndag, men det man i stedet møder, slår hårdt: Matthæusevangeliets brutale beretning om Herodes' barnemord, flygtningebarnet Jesus og mødrenes ramaskrig.Hvordan prædiker man om ét barn, der slipper væk, mens alle andre myrdes? Sognepræsterne Nicolai Røge, Sankt Knuds Kirke, Odense og Thomas Neergaard, Sct. Jørgens Kirke i Svendborg, går i dybden med kirkens mest ubehagelige juletekst.Gennem Matthæus' omhyggelige Moses-analogi afdækkes evangelistens teologiske projekt, men også de ubehagelige spørgsmål rejses: Hvorfor advarede Josef ikke de andre? Hvorfor greb Gud ikke ind? Og fra KZ-lejrenes millioner af dræbte børn over Srebrenica til Israel og Gaza konfronteres vi med historiens gentagelser og det faktum, at ondskaben ikke kun findes i Herodes, men i os alle.Julesøndags centrale paradoks er, alle børn skulle dø, for at én dreng kunne overleve. Men husker vi påskens budskab står det klart, at dér vendes ligningen på hovedet: Her var det den ene mand, der døde, for at alle kunne overleve. Lyt med til en samtale om lidelsens oprindelse, Guds indgriben, vores ramaskrig og om der overhovedet er et glædeligt budskab at finde i teksten. Prædiken på vej er præster, der taler med andre præster og teologer om den kommende prædikentekst - til faglig inspiration og almindelig opbyggelse, til forberedelse for den, der skal prædike på søndag, og til glæde for alle, der vil lytte til en fri og teologisk kvalificeret samtale om de tekster, der skal prædikes over. Podcastserien blev lanceret i 2020 og er siden blevet produceret i skiftende samarbejde med folkekirkens stifter. Der er over 300 afsnit i serien, og der kommer hver uge et nyt til. Prædiken på vej bliver fra palmesøndag 2025 og det kommende år til i et samarbejde mellem Fyens Stift og Folkekirkens Uddannelses- og Videnscenter.
Theater has been central to the formation of Palestinian national consciousness for almost a century. One of the foremost Theater troupes active today is Betlehem's al-Harah. Before summer of this year, the visited Sweden's Tribunalen theater, touring their play Meramieh (Sage), a powerful staging of a number of personal testimonies of al-Nakba. Earlier this year Samuel Carlshamre had the honour of recording an episode with Nicola Zreineh and Marina Barham from al-Harah Theater, live on stage. The conversation ranged from the conditions of theater under occupation and genocide, the educational and artistic challenges confronting Palestinian art today, to Palestinian identity as a source of pride and inspiration, as well as a cage and a constraint. If you enjoy Kalam Podcast and want to support the show, there is an excellent way to do so - by signing up to our Patreon. For just $3/month you'll gain access to full length interviews with all our guests and lots of bonus material - including our series Kalam Shorts: 10-15 explainers of concepts like Zionism and Orientalism. Join at patreon.com/kalampodcastFor continuous updates on the podcast and content about Palestine and the Middle East, follow us on Instagram @kalampodcastPlease subscribe to Kalam Podcast in whatever podcast application you're listening to right now - and give us a rating. It helps other people find out about us. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.