POPULARITY
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN PRASANGKA ATAU BIASDiambil dari: Yakobus 2:1 “Saudara-saudaraku, janganlah imanmu kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia itu, kamu amalkan dengan memandang muka.”Wonder Kids, kata “prasangka” atau bias berarti cara kita melihat orang lain yang sudah dipengaruhi oleh perasaan atau pikiran kita sebelumnya. Misalnya, kalau kita sudah tidak suka pada seseorang, kita bisa langsung berpikir buruk tentang dia, walaupun kita belum tahu ceritanya yang sebenarnya. Hal seperti ini bisa membuat kita tidak adil kepada orang lain.Sekarang kita pikirkan para penulis Injil. Mereka menulis tentang Yesus, tetapi mereka juga manusia biasa. Apakah mungkin mereka menulis karena prasangka?Banyak ahli Alkitab mengatakan bahwa justru sebaliknya. Para penulis Injil sangat mengasihi Yesus dan percaya kepada-Nya, tetapi mereka juga menuliskan hal-hal yang sulit dan tidak menyenangkan tentang diri mereka sendiri: mereka pernah takut, pernah menyangkal Yesus, dan pernah gagal mengerti ajaran-Nya.Kalau mereka hanya ingin membuat Yesus terlihat hebat dan diri mereka terlihat baik, tentu mereka tidak akan menulis tentang kesalahan mereka sendiri. Tetapi mereka menulis dengan jujur, karena mereka mau menyampaikan kebenaran, bukan membela diri.Itu menunjukkan bahwa Injil tidak ditulis karena prasangka atau ingin mencari nama, tetapi karena mereka mau bersaksi tentang apa yang benar-benar terjadi.Wonder Kids, Tuhan mau kita belajar melihat orang lain dengan adil, bukan dengan prasangka. Tuhan mau kita mengasihi orang seperti Yesus mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba perhatikan, apakah kamu pernah langsung menilai temanmu tanpa tahu cerita yang sebenarnya? Mintalah Tuhan menolongmu supaya bisa melihat orang lain dengan kasih, bukan dengan prasangka.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk mengasihi tanpa pilih kasih. Tolong aku supaya tidak mudah menilai orang lain, tetapi belajar mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Mengikuti Yesus berarti belajar melihat orang lain dengan kasih, bukan dengan prasangka. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KARAKTER PARA PENULISDiambil dari: Amsal 11:3 “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusakkan oleh kecurangannya.”Wonder Kids, pernah dengar cerita tentang anak yang berteriak, “Serigala! Serigala!” padahal tidak ada serigala? Lama-lama, orang tidak percaya lagi kepadanya. Tetapi ketika serigala benar-benar datang, tidak ada yang percaya.Cerita itu mengajarkan kita bahwa orang yang suka berbohong tidak bisa dipercaya.Sekarang kita pikirkan para penulis Injil. Mereka menulis tentang Yesus, tetapi hidup mereka sendiri menunjukkan bahwa mereka orang-orang yang jujur dan berani mengatakan kebenaran, walaupun itu membuat mereka menderita.Mereka tidak mendapatkan uang atau kekuasaan karena menulis tentang Yesus. Justru sebaliknya, banyak dari mereka dipenjara, dianiaya, bahkan dibunuh karena memberitakan Injil. Kalau mereka berbohong, tentu mereka tidak mau menderita seperti itu.Artinya, para penulis Injil tidak sedang mengarang cerita. Mereka menulis apa yang benar-benar mereka lihat dan dengar, karena mereka mengasihi kebenaran lebih daripada kenyamanan hidup.Wonder Kids, Tuhan mau kita juga menjadi anak-anak yang jujur. Mengikuti Yesus berarti belajar berkata benar, meskipun itu sulit.Lebih baik berkata jujur dan dimarahi, daripada berbohong dan kelihatan baik di luar tetapi salah di dalam.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau hari ini kamu melakukan kesalahan, cobalah berkata jujur kepada orang tua atau gurumu. Mintalah ampun kepada Tuhan dan belajarlah hidup benar.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarkan kami untuk hidup jujur. Tolong aku supaya berani berkata benar, tidak suka berbohong, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, pengikut Yesus dikenal bukan karena pintar beralasan, tetapi karena hidup jujur dan benar. Tuhan Yesus memberkati.
Pembawa Renungan : RP. Antonius Rajabana, OMI Jakarta Mat. 16:24-28
Pembawa Renungan : RP. Pionius Hendi, OFMCap. Pontianak Mat. 8:18-22
Kebaktian 1 Minggu III Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 29 Juni 2025 pukul 07.00 WIBTema : "Mengikuti Yesus : Sebagai Prioritas ?"Bacaan Alkitab : Lukas 9:51-62Pelayan Firman : Pdt. Stefanus N. Parinussa, M.Si., M.Th.@GKP Bandung Juni 2025
Kebaktian 2 Minggu III Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 29 Juni 2025 pukul 09.30 WIBTema : "Mengikuti Yesus : Sebagai Prioritas ?"Bacaan Alkitab : Lukas 9:51-62Pelayan Firman : Pdt. Edward Tureay, S.Th.@GKP Bandung Juni 2025
"Apabila Herodes melihat Yesus, dia sangat gembira. Sudah lama dia hendak bertemu dengan Yesus kerana dia telah mendengar banyak hal tentang Yesus. Lagipun, dia berharap dapat menyaksikan Yesus melakukan mukjizat" (Lukas 23:8).Kenapa Pontius Pilatus mengutus Yesus Mesias kepada Herodes Antipas? Kenapa Herodes "sangat gembira" melihat Yesus? Kenapa perbicaraan terhadap Yesus ini boleh menjadikan Pilatus dan Herodes bersahabat semula? Dan apa dua (2) hal kritikal yang kita harus elak untuk mengikuti Yesus sesungguhnya?
Seri ini membahas "efek samping" menjadi seorang Kristen. Mengikuti Yesus mungkin membawa penolakan, rasa bersalah, dan ketidaknyamanan, tapi semua itu sebanding dengan memperoleh Kristus.
Seri ini membahas "efek samping" menjadi seorang Kristen. Mengikuti Yesus mungkin membawa penolakan, rasa bersalah, dan ketidaknyamanan, tapi semua itu sebanding dengan memperoleh Kristus.
Seri ini membahas "efek samping" menjadi seorang Kristen. Mengikuti Yesus mungkin membawa penolakan, rasa bersalah, dan ketidaknyamanan, tapi semua itu sebanding dengan memperoleh Kristus.
Seri ini membahas "efek samping" menjadi seorang Kristen. Mengikuti Yesus mungkin membawa penolakan, rasa bersalah, dan ketidaknyamanan, tapi kekristenan adalah menyadari tidak ada yang setara dengan kita memperoleh Kristus.
Kedua murid itu meninggalkan Yohanes Pembaptis untuk mengikuti Yesus, menyadari bahwa Yesus lebih besar daripada Yohanes Pembaptis dan bahwa Yesus adalah penggenapan dari pekabaran Yohanes Pembaptis.
Kedua murid itu meninggalkan Yohanes Pembaptis untuk mengikuti Yesus, menyadari bahwa Yesus lebih besar daripada Yohanes Pembaptis dan bahwa Yesus adalah penggenapan dari pekabaran Yohanes Pembaptis.
Pembawa Renungan : RP. Siprianus Tukan, SSCC Tanah Siang Selatan – Keuskupan Palangka Raya Mrk. 10:17-30
Pembawa Renungan : F.X Warindrayana, S.T.B Yogyakarta Mat 10 : 34 - 11:1
"Jika seseorang hendak mengikut-Ku," firman Yesus Mesias, "dia harus menyangkal dirinya, memikul salib setiap hari, dan mengikut-Ku" (Lukas 9:23). Ada satu perkataan yang penting dalam petikan ini, iaitu, "jika" atau "if." Ini memberi gambaran bahawa mengikuti Yesus ialah bukan suatu paksaan tetapi sukarela; kerana kasih kurnia-Nya bukan takut masuk neraka. "Jika" kita hendak mengikuti-Nya barulah kita "harus" begini begitu ✔️ Kenapa Yesus menceritakan tentang kematian-Nya (v.22) selepas Petrus mengakui bahawa Dia Mesias (v.20)? Apakah yang dimaksudkan dengan "memikul salib setiap hari" (v.23)? Apa kaitan diantara mengikuti Yesus dengan jangan malu mengakui-Nya dan ajaran-Nya (v.26)?
Pembawa Renungan : RD. Antonius Haryanto Cirebon Luk. 14:25-33.
Ini ialah siri video perbincangan bersama dengan beberapa ahli persekutuan pengajian Alkitab #DugDownDeep dimana kami berkongsi tentang apa yang telah kami pelajari, renungan peribadi, dan hal yang boleh diaplikasi melalui Injil Lukas. Dalam video ini, kita akan melihat Lukas bab 5 ayat 1 hingga 11 dan ayat 27 hingga 32: • Klip pendek dari The Gospel of Luke (LUMO) versi Indonesia 0:00 • Pengenalan & Ringkasan 1:56 • Kenapa Yesus melakukan mukjizat SELEPAS Dia menyampaikan firman Allah? 3:35 • Apa yang menjadikan mereka - Simon, Yakobus, Yohanes dan malah Lewi - membuat keputusan untuk mengikuti Yesus? 11:52 • Menurut pengalaman kamu sendiri dan firman Allah, apa keuntungan (berkat, sukacita) vs. kos (pengorbanan) mengikuti Yesus? 21:31 • Kesimpulan/Takeaways 34:20 _____________ Untuk mengkaji petikan ini dengan lebih mendalam lagi, dengar episod podcast ini: Panggilan Yesus Mesias - Menjadi Penjala Manusia
Menjadi murid atau pengikut Kristus, kita harus mampu mengelola kehidupan kita dengan skala prioritas yang mengutamakan kehendak Allah, bukan demi tujuan, kehendak orang lain, apalagi kepentingan diri sendiri. Nah, bagaimana diri anda? Adakah anda sungguh murid sejati dari Kristus?
Pembawa Renungan: RP. Petrus Santoso, SCJHongkong Mrk. 3:7-12.
Mengikuti Yesus merupakan suatu pilihan bagi kita, sebab ungkapan pikul salib dan ikut Tuhan seringkali tidak dipahami secara mendalam oleh setiap pengikut Yesus dimasa kini.
Mengikuti Yesus merupakan suatu pilihan bagi kita, sebab ungkapan pikul salib dan ikut Tuhan seringkali tidak dipahami secara mendalam oleh setiap pengikut Yesus dimasa kini.
Sabda Tuhan hari ini memberi semangat kepada kita untuk seperti Yesus, yang mau bergaul dengan siapa pun. Seperti Matius, kita pun dipilih Yesus untuk mewartakan sabda Allah dengan penuh kasih, sehingga banyak yang percaya kepada Yesus, Sang Mesias.
Apa yang Yesus tuntut hari ini adalah untuk menguji seberapa kuat kesetiaan dan kesediaan kita sebagai pengikutNya. Adakah kita siap dan berani menempatkan Yesus di atas segala kepentingan pribadi kita?
Sebagai orang Kristen kita harus hati-hati bila menanyakan, “Apakah ini boleh? Ini dosa gak? Ini kan gapapa jadi saya berhak dong melakukannya; kan gak dosa.” Orang Kristen melayani Tuhan yang juga menanggalkan hak-hak-Nya, Ia naik ke atas kayu salib. Mengikuti Yesus yang tersalib sudah seharusnya kita bertanya “Apa hak yang harus saya kesampingkan.”
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Lukas 5:32 Tuhan Yesus adalah Tuhan yang penuh dengan kasih dan kebaikan, dan sekalipun kita memiliki banyak kekurangan dan dosa, Ia datang untuk kita dan Ia datang untuk menyelamatkan kita. Ia mau supaya kita hidup, dan Ia mau supaya kita benar-benar diselamatkan. Mari datanglah kepada Dia.
Lukas 18:27 Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."
Mengikuti Yesus berarti bersama-sama dengan Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah lewat kasih dan perbuatan baik. Jika kita sudah dibaptis, maka arah hidup kita harus berubah untuk mampu dan mau mengikuti rencana dan kehendak Tuhan. Apakah selama ini kita telah sungguh taat menjadi "penjala manusia", yang mampu menghadirkan kasih Allah bagi sesama?
Pembawa Renungan : Fr. Agustinus Meko Frater S2 STFT Widya Sasana, Malang Calon Imam Projo Keuskupan Tanjung Selor Mat. 19:16-22.
Mengikuti Yesus berarti mau dan setia memikul salibNya, mau menanggung banyak penghinaan dan penderitaan seperti yang Yesus alami. Nah, bagaimana tanggapan kita terhadap sabda Tuhan hari ini? Maukah kita menjadi bagian dari rencana dan kehendak Tuhan tersebut?
Pembawa Renungan : Aji W. Suteja Surabaya Mat. 10:34 - 11:1.
KPPI Online, 25 Maret 2021
Mengikuti Yesus seringkali dipandang bodoh oleh sekitar kita. Misalnya perlu jujur sehingga keuntungan usaha berkurang, perlu bertahan dalam iman sehingga pangkat terhambat, atau bahkan perlu pantang puasa saat orang lain bersenang-senang. Jadi kalau mau maju kita perlu berubah, atau tetap bodoh? Refleksi ini diambil dari bacaan liturgi hari Minggu 3 Mar 2021: Kel 20:1-17; 1 Kor 1:22-25; Yoh 2:13-25.
Pemuridan membutuhkan sesuatu. Keselamatan benar-benar gratis tetapi pemuridan tidak. Pemuridan Bukan sebuah pilihan.
Kekristenan Bukan Agama Yang Nyaman, Kristus Berurusan Dengan Dosa Seringkali Membuat Manusia Gak Nyaman Tetapi Itulah Solusinya Tidak Ada Jalan Lain --- This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app Support this podcast: https://anchor.fm/Pselroisipahelut/support
Pembawa Renungan : Erna KusumaTangerang Yoh. 1:35-42 https://www.youtube.com/watch?v=1rC2rd2uAm8&feature=youtu.be
Kunjungi http://pastorroisipahelut.com Dan Dapatkan Artikel Dan Pelajaran Menarik Lainnya --- This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app Support this podcast: https://anchor.fm/Pselroisipahelut/support
Panngggilan Mengikuti Yesus adalah suatu spontanitas.
Renungan ini berasal dari renungan harian para Bruder FIC
Renungan dari Injil Mat 4:18-22 oleh Frt. Ariz Goncalves SVD.
Mengikuti Yesus adalah mahal - Following Jesus is costly.
Mengikuti Yesus adalah mahal - Following Jesus is costly.
Nalca Alkitab (Non-didramatisasi) - Nalca Bible (Non-Dramatized)
Mengikuti Yesus adalah mahal - Following Jesus is costly.
Mengikuti Yesus adalah mahal - Following Jesus is costly.
Mengikuti Yesus adalah mahal - Following Jesus is costly.
Mengikuti Yesus adalah mahal - Following Jesus is costly.
Sunda Alkitab - Nganggo Basa Sunda Sadidinten (Non-didramatisasi) - Sudanese Bible (Non-Dramatized)
Mengikuti Yesus adalah mahal - Following Jesus is costly.
Mengikuti Yesus adalah mahal - Following Jesus is costly.