POPULARITY
Categories
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. - Bagaimana Tauhidmu Sekarang
Join FREE Webinar Virtual Assistant SGB VA: https://link.sgbva.com/free-webinar-hyb-2Kerja remote digaji dolar? Sekarang bukan hanya mimpi.Banyak orang masih berpikir bahwa penghasilan tinggi hanya bisa didapat dengan bekerja di kantor atau pindah ke luar negeri. Padahal, di era digital saat ini, profesi virtual assistant, virtual social media specialist, dan berbagai pekerjaan kerja remote lainnya membuka peluang untuk bekerja dari mana saja sambil melayani klien internasional dengan bayaran dalam mata uang asing.Di episode Helmy Yahya Bicara kali ini, saya berbincang dengan Tania Gromenko, Founder SGB VA, serta Afifah, salah satu alumni yang berhasil berkarier sebagai Virtual Social Media Specialist dan mendapatkan penghasilan dari klien luar negeri. Mereka membahas bagaimana memulai karier sebagai virtual assistant, membangun skill yang dibutuhkan pasar global, hingga peluang kerja gaji dolar tanpa harus meninggalkan Indonesia.Ini ilmu bagi kalian yang tertarik menjadi digital nomad, bekerja fleksibel dari mana saja, atau ingin mendapatkan kesempatan kerja bareng klien internasional, episode ini wajib ditonton sampai habis! Simak selengkapnya!
Saat anak memasuki masa remaja, mereka bukan lagi anak kecil yang selalu mengikuti arahan orang tua. Mereka mulai ingin didengar, diberi kesempatan berpendapat, dan dipercaya mengambil keputusan. Sayangnya, banyak orang tua tanpa sadar masih memperlakukan remaja seperti anak kecil. Ditambah aturan yang kadang berubah-ubah, remaja bisa merasa tidak dipahami, bahkan merasa apa pun yang mereka lakukan selalu salah. Akibatnya? Mereka memilih diam, menghindar, atau malas bercerita kepada orang tua. Menurut Ayah/Bunda, apa tantangan terbesar saat berkomunikasi dengan anak remaja? Yuk, tulis pengalaman Anda di kolom komentar.
suka banget ngomong sendiri kalo lagi berkendara atau mengemudi. Sekarang kamu gak usah bingung, aku jelasin penjelasan ilmiahnya disini.Happy Listening and Enjoy
Setiap orang akan mempunyai reaksi yang berbeda meskipun terhadap pemicu yang sama. Rasa kehilangan yang mendalam ternyata bukan saja dialami oleh seseorang dalam hubungannya dengan orang lain. Rupanya hal itu dapat juga timbul dari hubungan seseorang dengan binatang peliharaannya. Jika kita mengetahui seseorang baru saja kehilangan anggota keluarga, orangtua, kerabat atau teman dekat, seolah dengan mudah kita dapat merasakan pula itu kesedihan atau rasa dukanya. Tanpa diminta ibaratnya rasa empati itu timbul. Sekarang pertanyaannya, apakah respon positif itu yaitu empati tadi akan muncul apabila yang meninggal itu binatang piaraannya, misalnya?
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 26 Mei 2026Bacaan: "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah..." (Filipi 3:13-14)Renungan: Pernahkah memperhatikan katak setiap melompat? Dalam setiap gerakannya itu, ia selalu fokus menatap ke depan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hewan, yang dapat hidup di darat dan air tawar, tidak pernah menoleh ke belakang dan terus saja menjelajah, menemukan tempat-tempat baru, seolah tidak memusingkan hal-hal di sekelilingnya. Tidak peduli cuaca apapun, pandangannya selalu lurus sehingga dapat dengan lincah ia melompat maju dan cepat pula berkelit dari serangan musuhnya ketika dirinya sedang terancam. Paulus juga tidak mengingat-ingat masa lalunya yang kelam sebagai penganiaya para jemaat Tuhan. Ia menyerahkan dirinya kepada panggilan-Nya untuk memberitakan Injil. Masa lalu yang kelam seringkali memang membuat kita kehilangan tujuan hidup. Rasanya tidak bersemangat untuk menatap hari. Namun, kalau kita mendekat kepada Tuhan, kegelapan tidak akan menaungi kita selamanya, tetapi Roh-Nya akan membangkitkan semangat kita yang telah patah. Seberat apapun masalah kita, Tuhan sungguh mengasihi kita sehingga harapan baru akan muncul kembali yang kemudian membuat kita semangat menjalani hidup ini. Sekarang bukan saatnya lagi bagi kita untuk terus menjalani hari dengan tatapan kosong akibat kegagalan masa lalu atau luka batin apapun yang membuat kita kecewa berat. Kita punya harapan dalam Tuhan yang mau berkarya dengan indahnya di sisa hidup kita. Bangunlah dari "tidur panjang" yang telah menggerogoti tahun-tahun kita sehingga kita tidak dapat meraih hal-hal manis dalam hidup yang telah Tuhan janjikan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, masa depanku indah bersama-Mu. Bantulah aku untuk tidak mengingat lagi masa laluku yang kelam, tapi arahkan hati dan pikiran ku ke masa depanku yang cerah bersama-Mu. Amin. (Dod).
Katanya perempuan bisa mengucapkan sampai 20 ribu kata sehari
Presiden mengungkap adanya dugaan praktik under invoicing dan under counting yang disebut telah berlangsung selama 34 tahun dan merugikan negara hingga Rp15.400 triliun. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan publik, mengapa dugaan praktik sebesar itu baru diungkap sekarang? Sejumlah pihak menilai, pengungkapan ini harus diikuti dengan transparansi data, penegakan hukum, serta penjelasan menyeluruh agar tidak sekadar menjadi wacana, tetapi benar-benar membuka akar persoalan kebocoran penerimaan negara yang terjadi selama puluhan tahun.TALK :: Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gigih Prihantono & Pengamat Ekonomi, Irwan Ibrahim
Satu dekade matahari tunggal sudah cukup. Publik menuntut Cawapres yang sama aktif seperti Capresnya. Sekarang, publik mulai menagih tim yang solid.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan hakim adalah hal mutlak demi mewujudkan kepastian hukum yang kokoh di Indonesia. Dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI, Presiden menyampaikan kebanggaannya karena penghasilan Ketua Mahkamah Agung RI kini telah melampaui Ketua MA Singapura, sementara gaji hakim junior di tanah air juga berhasil melewati gaji hakim di Malaysia.
Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.
Meski terdengar sederhana, pengulangan yang konsisten bisa membantu anak belajar lebih baik
Siapa bilang podcast harus selalu tatap muka? Sekarang semuanya bisa dilakukan secara online loh, bahkan lewat Discord seperti yang lagi kita lakuin sekarang!Di episode kali ini, Ale dan Wawa bakal sharing pengalaman tentang perkembangan teknologi dalam dunia broadcasting sampai cerita seru saat berkunjung ke studio Trans7 dan MNC Tower. Mulai dari melihat banyaknya studio produksi program TV hingga belajar langsung tentang dunia radio, semuanya dibahas santai tapi penuh insight.Penyiar: Ale & WawaOpmd: BillyEditor: DaffaJangan lupa follow social media kita ya!Instagram: @polimedia_radioTikTok: @polimediaradio
Gen 1-3 vs Gen 4-5, kok sistem trainee-nya bisa beda jauh ya? Pergeseran era digital ternyata ngaruh banget ke cara trainee berjuang buat debut‼️Tapi, kepo nggak sih sebenarnya apa yang bikin beda?
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 307 (Matius 26:47-56): Sekarang rombongan penangkap Yesus telah tiba. Lihatlah, rombongan ini diarahkan oleh Yudas Iskariot, yaitu murid yang telah memakan roti yang diberikan oleh Yesus Kristus (Mzm. 41:10).
Ini adalah review buku "Pivot" atau "Tarzan Economics" karangan Will Page. Buku ini menunjukkan pengalaman industri musik dalam mengadopsi teknologi. Awalnya (tahun 1999) mulai muncul Napster dan peer-to-peer download lagu dan industri musik melawan. Selama 10 tahun perlawanan ini gagal. Akhirnya mereka mengadopsi teknologi dan mengubah model bisnis. Sekarang mereka sukses.#buku #books #bisnis #musik
Kalau kamu gagal masuk jurusan yang kamu mau, hidup tidak berhenti di sana.Kalau kamu gagal memenangkan kompetisi yang sudah kamu persiapkan, hidup tidak berhenti di sana.Kalau kamu tidak diterima di pekerjaan yang kamu harapkan, hidup tidak berhenti di sana.Bahkan ketika kamu harus mengakhiri hubungan yang sudah kamu bangun bertahun-tahun, hidup tidak berhenti di sana.Sekarang mungkin rasanya gelap. Sekarang mungkin semuanya terasa suram, buntu, dan hampa. Seolah tidak ada masa depan yang bisa kamu lihat.Tapi percayalah, selalu ada hal yang lebih baik daripada menyerah di titik ini. Masih ada banyak kesempatan. Masih ada banyak kehidupan yang bisa dijalani.Masih ada banyak banyak hal baik yang bisa dilihat———————————sering kali, kita merasa buntu dan kehilangan harapan karena seluruh bayangan kita terkunci pada satu mimpi, satu jalan, satu versi masa depan. Ketika itu tidak terjadi diluar dari apa yang diprediksikan, semuanya terasa runtuh.Padahal mungkin, ini bukan akhir. Ini adalah kesempatan. Kesempatan untuk mencoba hal lain, menjelajahi kemungkinan lain, mempelaajari banyak hal dan mennemui versi diri mu yang lain. memberi ruang bagi diri sendiri untuk merasakan hidup—di luar rencana yang pernah kita genggam erat.Kecewa wajar, sedih juga wajar, marah apalagi. Tapi seringnya hidup itu kita merencanakan, tapi Tuhan yang menentukan. Sering kali, tuhan justru paaling tau dan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Semua terjadi karena sebuah alasan, sekarang mungkin belum keliatan maknanya, tapi suatu saat nanti bisa hari minggu tahun pasti daatang maknanya . Sering kali kita lupa bahwa, Tuhan lebih besar dari kekhawatiran,kesedihan dan ke kecewaaan kita saat ini. Dulu, aku sering merasa hidup seolah berhenti ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang aku impikan. Seakan-akan, kalau rencananya gagal, maka segalanya ikut berakhir. kalau rencanaya berhenti, semua agenda hidup dan jalan hidup juga berhenti. Tapi pelan-pelan aku sadar: justru keindahan hidup ada pada ketidakpastiannya. that the beauty of life is that its unpredictable. Banyak hal diluar rencana tapi banyak hal baik juga dateng dari yang tidak diduga. Di sepanjang jalan, kamu akan bertemu banyak orang. Kamu akan belajar banyak hal. Dan kamu tetap bisa mencapai banyak hal yang kamu inginkan—hanya saja, sering kali jalannya tidak sesempurna yang kamu bayangkan.Karena hidup tidak berhenti hanya karena satu rencana tidak berjalan. Kadang, hidup justru baru mulai dari sana.——————- “Between Pause and Purpose”Your twenties are messy.Full of chaos, mistakes, questions, and moments that shape who you are becoming.This METANOIA album captures that journey—learning when to pause, when to keep going, and how to find meaning in the middle of it all.A soundtrack for the in-between phase of life.Available every Friday, only on Spotify.METANOIAHappy listening ✨
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 April 2026Bacaan: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2) Renungan: Seorang wanita mendatangi George Crane untuk berkonsultasi, karena ia membaca artikel yang ditulis oleh George Crane di salah satu surat kabar. la bercerita tentang suaminya dengan kebencian yang sangat besar. la berkata bahwa ia tidak tahan lagi hidup dengan suaminya dan akan segera minta diceraikan. Tetapi sebelum ia diceraikan, ia harus membuat rencana balas dendam atas semua rasa sakit yang dialaminya. George Crane berpikir sejenak, kemudian ia berkata, "Nyonya, sekarang pulanglah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bersabarlah sedikit waktu lagi agar Anda dapat membalaskan sakit hati itu. Saran saya, cobalah untuk menunjukkan seolah-olah Anda sangat mencintainya. Setiap pagi berikan ia secangkir kopi dan roti, sambil mengatakan bahwa Anda mengasihinya. Ketika ia melakukan sesuatu yang tidak baik, cobalah untuk tersenyum kepadanya. Berusahalah sabar untuk mendengar keluh kesah atau petualangan-petualangannya sepanjang hari, sehingga ia berpikir bahwa Anda sangat mengerti akan dia. Kemudian setelah dua bulan, barulah Anda menyatakan bahwa Anda ingin bercerai dengannya. Itu akan menjadi seperti sebuah bom yang menghancurkan hatinya." "Wah, ide Anda bagus sekali Pak." sahut wanita itu. Kemudian wanita itu pulang dengan suatu rencana yang jitu. Dua bulan kemudian wanita itu kembali menemui George Crane. Setelah ia duduk, George Crane bertanya, "Apakah sekarang Anda siap menceraikan suami Anda?" "Bercerai? Saya tidak akan pernah menceraikan suami saya Pak. Sekarang saya benar-benar mengasihinya!" jawabnya dengan yakin. Jika kita menginginkan situasi yang lebih baik di rumah atau di kantor, kita tidak perlu menuntut orang lain untuk berubah terlebih dulu, mulailah perubahan itu dari diri kita sendiri. Ketika kita menunjukkan bahwa kita mau memulai perubahan dari diri kita sendiri, maka itu akan memberi inspirasi dan memotivasi orang-orang di sekitar kita untuk berubah. Pada awalnya perubahan yang kita mulai memang akan membuat orang lain bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi sehingga ia yang tadinya sangat cerewet kini jadi lebih bisa menguasai lidahnya; dia yang tadinya kasar, kini lebih lemah lembut, dia yang tadinya cuek habis, kini mulai perhatian; dia yang tadinya pelit, kini mulai murah hati; dia yang tadinya pemalas, kini mulai rajin, dan seterusnya. Tetapi, seiring dengan perubahan yang kita mulai, orang-orang di sekeliling kita juga akan mulai berubah. Marilah kita berubah dari hari ke hari menjadi pribadi yang karakternya semakin serupa dengan Kristus. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Rm 12:2). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mau dibentuk supaya menjadi seperti Yesus di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Baharuilah hati dan pikiranku setiap hari. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahPerbandingan Perjanjian Baru dan Iliad Diambil dari: Kisah Para Rasul 14:11–12 (TB)“Ketika orang banyak itu melihat apa yang telah diperbuat Paulus, berserulah mereka dalam bahasa Likaonia: ‘Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.' Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang perbandingan yang menarik. Para ahli sejarah sering membandingkan jumlah manuskrip (salinan kuno) dari berbagai tulisan kuno. Salah satu tulisan kuno yang sangat terkenal adalah Iliad karya Homer, yang ditulis sekitar 800 tahun sebelum Yesus lahir.Iliad dianggap sebagai karya sastra besar dalam sejarah Yunani kuno. Dan tahukah kamu berapa banyak manuskrip Yunani kuno dari Iliad yang masih ada sekarang? Kurang dari 700.Sekarang bandingkan dengan Perjanjian Baru. Perjanjian Baru memiliki ribuan manuskrip Yunani kuno — jauh lebih banyak daripada Iliad. Belum lagi terjemahan-terjemahan kuno dalam bahasa Latin, Siria, Koptik, dan lainnya. Para ahli tetap menganggap Iliad sebagai karya yang dapat dipercaya secara tekstual, walaupun jumlah manuskripnya jauh lebih sedikit.Kalau begitu, mengapa sebagian orang meragukan Perjanjian Baru, padahal manuskripnya jauh lebih banyak? Ini menunjukkan satu hal penting, Wonder Kids: Perjanjian Baru memiliki dukungan naskah yang sangat kuat dibandingkan hampir semua karya kuno lainnya.Itu bukan berarti iman kita hanya bergantung pada jumlah naskah. Tetapi jumlah naskah itu menunjukkan bahwa teks Perjanjian Baru dipelihara dan bisa diperiksa dengan serius.Wonder Kids, firman Tuhan bukan sekadar cerita yang muncul tanpa dasar. Ia berdiri dalam sejarah yang nyata dan bisa diteliti.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah percaya bahwa imanmu tidak berdiri di atas mitos, tetapi di atas kebenaran yang bisa diuji dan diperiksa.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu kokoh dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya semakin yakin dan berani mempertahankan iman kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan bukan mitos. Ia adalah kebenaran yang berdiri dalam sejarah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahGunung NaskahDiambil dari: 1 Petrus 1:23 (TB)“Kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang sesuatu yang sangat menakjubkan. Para ahli sejarah sering membandingkan dokumen-dokumen kuno untuk melihat mana yang paling banyak memiliki salinan. Mengapa ini penting? Karena semakin banyak salinan kuno yang ada, semakin kuat bukti bahwa isi dokumen itu dapat dipercaya.Mari kita bandingkan. Beberapa tulisan sejarah terkenal dari zaman Romawi hanya memiliki sedikit salinan kuno. Misalnya, ada karya sejarah yang hanya tersisa satu atau beberapa naskah saja — dan para ahli tetap menganggapnya sebagai sumber sejarah yang sah.Sekarang bagaimana dengan Perjanjian Baru? Perjanjian Baru memiliki ribuan naskah Yunani kuno, ditambah ribuan lagi dalam bahasa Latin dan bahasa kuno lainnya. Jumlahnya begitu banyak sehingga para ahli menyebutnya seperti sebuah “gunung naskah”.Artinya apa? Artinya, dibandingkan dengan hampir semua dokumen kuno lainnya, Perjanjian Baru memiliki dukungan naskah yang jauh lebih banyak. Kalau dokumen lain yang hanya punya sedikit salinan saja tetap dianggap sah oleh para ahli sejarah, maka Perjanjian Baru yang memiliki begitu banyak naskah justru memiliki dasar yang sangat kuat.Wonder Kids, Tuhan tidak hanya memberi firman-Nya. Ia juga mengizinkan firman itu disalin, disebarkan, dan dipelihara dalam jumlah yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa iman kita bukan berdiri di atas cerita tanpa dasar, tetapi di atas sejarah yang dapat diperiksa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan anggap Alkitab sebagai buku biasa. Itu adalah firman Tuhan yang memiliki dasar sejarah yang kuat.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu tidak hanya hidup dan kekal, tetapi juga dipelihara dengan begitu banyak bukti sepanjang sejarah. Tolong aku supaya semakin percaya dan mengasihi firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Firman Tuhan berdiri di atas dasar yang kokoh. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 April 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Ada seorang raja yang mempunyai penasihat yang cukup bijak. Penasihat itu selalu ikut ke mana pun raja pergi. Kata-kata nasihat yang hampir selalu keluar dari mulut sang penasihat itu adalah, "Semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan." Suatu hari, raja pergi berburu dan mengalami sedikit kecelakaan. la tidak sengaja menembakkan anak panah ke kakinya sendiri, sehingga kakinya terluka. Ia bertanya kepada penasihatnya apa pendapatnya mengenai kecelakaan itu dan sang penasihat menjawab, "Semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan." Kali ini raja menjadi sangat marah atas jawaban yang selalu sama yang ia terima dari penasihatnya. Atas perintahnya, penasihat itu dimasukkan ke dalam penjara. "Sekarang apa lagi yang hendak engkau katakan?" tanya raja. "Apa yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan," lagi-lagi penasihat itu memberikan jawaban yang sama. Penasihat itu pun tetap dimasukkan ke dalam penjara. Beberapa waktu kemudian raja pergi berburu lagi, tapi kali ini tanpa penasihat yang mendampinginya. Segerombolan kanibal menangkap sang raja kemudian membawanya ke kamp mereka untuk dijadikan makan malam para kanibal. Sebelum dimasukkan ke dalam periuk besar, para kanibal terlebih dahulu memeriksa tubuhnya. Mereka melihat bahwa di kaki raja ada luka, maka mereka pun memutuskan untuk mengembalikannya ke hutan. Sesuai tradisi kanibal, mereka tidak akan memakan apa pun yang ada cacatnya. Raja pun merasa senang. la kini menyadari kebenaran dari apa yang pernah dikatakan oleh penasihatnya bahwa apa yang terjadi pasti akan mendatangkan kebaikan. Alkitab berkata bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. "Dalam segala sesuatu" berarti dalam setiap keadaan, bukan hanya keadaan ataupun kejadian yang menyenangkan, tetapi juga dalam keadaan yang menyakitkan dan tidak pernah kita harapkan. Benar sekali bahwa Allah bisa memakai semua yang terjadi dalam hidup kita untuk satu tujuan tertentu. Kita bersyukur bahwa tujuan yang dirancangkan Allah bagi kita adalah untuk kebaikan kita semata-mata. Jika kita kembali merenungkan, banyak kejadian di masa lalu yang kemudian membentuk serta mempersiapkan kita menjadi seperti sekarang ini. Pengalaman masa lalu bisa menjadikan kita satu pribadi yang lebih baik. Untuk itu kita perlu belajar melihat sisi positif dari setiap kejadian. Apa pun tantangan yang diperhadapkan kepada kita hari ini, ingatlah bahwa itu terjadi untuk membawa kita kepada tingkatan berikutnya. Asalkan kita bisa menyikapi semua yang terjadi dengan sikap positif dan keyakinan bahwa Allah selalu menyertai kita. Kita tidak akan mengerti sepenuhnya bagaimana kejadian buruk mendatangkan kebaikan bagi kita, namun percayakanlah semuanya kepada-Nya yang akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup bekerja dalam segala kejadian untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahNilai dari Banyaknya SalinanDiambil dari: 1 Petrus 1:24–25 (TB)“Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput; rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa Perjanjian Baru memiliki ribuan salinan kuno. Hari ini kita belajar satu hal lagi: mengapa banyaknya salinan itu sangat penting? Para ahli menemukan bahwa Injil bukan hanya disalin dalam bahasa Yunani, tetapi juga diterjemahkan sangat awal ke bahasa lain — seperti Latin, Siria, Koptik, Armenia, dan banyak bahasa kuno lainnya. Itu artinya, firman Tuhan menyebar dengan cepat ke banyak tempat.Sekarang pikirkan ini: Kalau kita tidak memiliki satu pun naskah Yunani asli hari ini, para ahli tetap bisa menyusun kembali isi Perjanjian Baru dari terjemahan-terjemahan kuno itu, karena begitu banyak salinan yang tersedia. Semakin banyak salinan yang kita miliki, semakin mudah kita membandingkannya dan memastikan isi yang benar.Ini seperti memiliki banyak saksi yang menceritakan hal yang sama. Kalau satu salinan rusak, masih ada banyak salinan lain untuk dibandingkan. Banyaknya naskah dan terjemahan justru menjadi bukti bahwa firman Tuhan dijaga dan disebarkan dengan serius oleh orang-orang Kristen mula-mula.Wonder Kids, Tuhan bukan hanya memberi firman-Nya. Ia juga memastikan firman itu tersebar dan dipelihara.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bersyukurlah karena kamu hidup di zaman di mana Alkitab bisa dibaca dalam bahasamu sendiri. Jangan sia-siakan kesempatan itu.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu tetap bertahan sepanjang sejarah. Tolong aku supaya menghargai Alkitab dan mau membacanya setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan tidak hilang — ia dijaga dan disebarkan ke seluruh dunia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahSalinan dari SalinanDiambil dari: Matius 5:18 (TB)“Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”Wonder Kids, ketika Yesus hidup, belum ada komputer atau mesin cetak. Semua tulisan dibuat dengan tangan. Jadi ketika Injil disalin, orang harus menyalinnya satu per satu. Sekarang muncul pertanyaan penting: Kalau Alkitab adalah salinan dari salinan dari salinan, bagaimana kita bisa yakin isinya masih benar?Para ahli mempelajari ribuan naskah kuno Perjanjian Baru yang ditemukan di berbagai tempat. Mereka membandingkan semua salinan itu dengan teliti. Dan hasilnya sangat luar biasa. Perjanjian Baru memiliki lebih banyak naskah kuno dibandingkan dokumen kuno lainnya dari zaman yang sama. Bukan hanya ratusan, tetapi ribuan.Mengapa ini penting? Karena semakin banyak salinan yang kita miliki, semakin mudah kita membandingkannya dan menemukan jika ada kesalahan kecil dalam penyalinan. Kalau ada satu salinan yang berbeda sedikit, para ahli bisa membandingkannya dengan ratusan salinan lain untuk memastikan mana yang paling sesuai dengan naskah aslinya. Itu sebabnya banyak ahli mengatakan bahwa teks Perjanjian Baru adalah salah satu dokumen kuno yang paling terjamin keasliannya.Wonder Kids, Tuhan bukan hanya mengilhamkan firman-Nya. Ia juga memelihara firman-Nya sepanjang sejarah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hargailah Alkitabmu. Itu adalah firman Tuhan yang dipelihara selama ribuan tahun supaya kamu bisa membacanya hari ini.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menjaga firman-Mu dari generasi ke generasi. Tolong aku supaya membaca dan menaati firman-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Walaupun disalin berkali-kali, firman Tuhan tetap terpelihara. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahApa Itu Legenda?Diambil dari: Mazmur 77:15 (TB)“Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang sesuatu yang disebut “legendary corruption” atau Kisah yang Berubah Seiring Waktu — artinya, sebuah cerita yang berubah menjadi legenda karena diceritakan berulang-ulang selama waktu yang sangat lama.Contohnya adalah cerita tentang Santa Claus. Tokoh aslinya adalah Nikolas dari Myra, seorang tokoh nyata yang hidup pada abad ketiga. Tetapi cerita tentang dirinya berkembang dan berubah selama ratusan tahun. Akhirnya, gambarnya menjadi seperti yang kita kenal sekarang — berjubah merah dan membawa hadiah.Legenda biasanya muncul karena cerita disampaikan dari generasi ke generasi dalam waktu yang sangat panjang, dan lama-kelamaan detailnya berubah. Sekarang pertanyaannya: Apakah kisah Yesus juga seperti itu? Para ahli mengatakan tidak. Mengapa?Karena Injil ditulis hanya beberapa puluh tahun setelah kehidupan Yesus. Masih ada banyak saksi mata yang hidup pada waktu itu. Kalau ada cerita yang salah atau dibesar-besarkan, orang-orang yang menyaksikan peristiwa aslinya bisa langsung membantahnya.Selain itu, kita punya banyak bukti dokumen yang menunjukkan bahwa Injil sudah beredar sejak awal dan tidak menunggu ratusan tahun untuk ditulis. Artinya, kisah Yesus tidak punya waktu yang cukup untuk berubah menjadi legenda seperti cerita-cerita rakyat lainnya.Wonder Kids, mukjizat Yesus bukan dongeng. Ia benar-benar hidup, benar-benar mati, dan benar-benar bangkit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bersyukurlah karena iman kita tidak berdiri di atas cerita khayalan, tetapi di atas peristiwa nyata dalam sejarah.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena mukjizat-Mu bukan legenda, tetapi kebenaran. Tolong aku supaya semakin percaya bahwa Engkau sungguh bekerja dalam sejarah dan dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan legenda. Ia adalah Tuhan yang benar-benar hidup dan bekerja. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Saksi yang MenentangDiambil dari: Lukas 8:17 (TB)“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang ujian terakhir untuk melihat apakah Injil bisa dipercaya. Ujian ini disebut adverse witness test atau Ujian Saksi yang Menentang — artinya: Apa kata orang-orang yang menentang Yesus? Kalau sebuah cerita itu palsu, biasanya orang-orang yang menentangnya akan langsung membongkarnya dan berkata, “Itu tidak pernah terjadi!” Sekarang pikirkan tentang Yesus.Banyak orang pada zaman itu tidak menyukai Yesus. Mereka tidak percaya kepada-Nya. Mereka bahkan ingin menjatuhkan-Nya. Tetapi apakah mereka berkata bahwa Yesus tidak pernah melakukan mukjizat? Tidak. Mereka tidak mengatakan bahwa Yesus tidak menyembuhkan orang. Mereka juga tidak mengatakan bahwa Ia tidak mengusir setan.Yang mereka katakan adalah: “Yesus melakukan itu dengan kuasa lain.” Mereka menuduh bahwa kuasa-Nya berasal dari Beelzebul.Perhatikan ini baik-baik, Wonder Kids.Mereka tidak menyangkal bahwa mukjizat itu terjadi. Mereka hanya mencoba menjelaskan sumbernya dengan cara yang salah. Itu artinya bahkan musuh-musuh Yesus pun mengakui bahwa Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang luar biasa. Kalau mukjizat-mukjizat itu tidak pernah terjadi, tentu lebih mudah bagi mereka untuk berkata, “Itu bohong.” Tetapi mereka tidak bisa berkata begitu. Ini membuat kesaksian Injil semakin kuat.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa kebenaran tidak mudah dihancurkan. Bahkan orang yang menentang Yesus tidak bisa menghapus apa yang benar-benar terjadi.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan takut ketika ada orang yang meragukan imanmu. Belajarlah mengenal Yesus dengan lebih dalam, supaya imanmu berdiri di atas kebenaran.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena kebenaran-Mu tidak bisa disembunyikan. Tolong aku supaya berani percaya kepada-Mu dan tidak mudah goyah ketika ada orang yang meragukan iman Kristen. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Kebenaran Yesus tetap berdiri, bahkan ketika ditentang. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMomen Memalukan: Murid-Murid yang Lambat MengertiDiambil dari: Lukas 18:34 (TB)“Tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.”Wonder Kids, Yesus adalah Guru yang luar biasa. Ia mengajar dengan penuh kuasa, memakai perumpamaan, dan menjelaskan tentang Kerajaan Allah. Tetapi tahukah kamu sesuatu yang mengejutkan? Murid-murid sering tidak mengerti.Bahkan setelah Yesus mengajar berkali-kali, mereka masih bingung. Alkitab mencatat banyak contoh: Matius 16:9, Markus 8:21, Markus 9:32, Lukas 9:45, Lukas 18:34, dan Yohanes 12:16. Berkali-kali dikatakan bahwa mereka tidak mengerti.Sekarang coba pikirkan: Kalau para murid ingin terlihat pintar dan rohani, apakah mereka akan menuliskan bahwa mereka sering tidak paham? Tentu tidak. Tetapi mereka tetap menuliskannya. Mengapa? Karena mereka tidak sedang membangun nama mereka sendiri. Mereka sedang bersaksi tentang apa yang benar-benar terjadi.Mereka tidak peduli terlihat lambat, bingung, atau salah paham. Yang penting adalah orang-orang mengenal Yesus. Ini menunjukkan bahwa Injil bukan cerita yang dihias supaya para murid tampak hebat. Justru mereka terlihat biasa saja, bahkan sering gagal memahami. Dan ada satu hal penting lagi: Walaupun mereka lambat mengerti, Yesus tetap sabar mengajar mereka. Roh Kudus kemudian menolong mereka mengerti dan mengingat semua yang Yesus ajarkan.Wonder Kids, ini kabar baik untuk kita juga. Kadang-kadang kita membaca Alkitab dan merasa tidak mengerti. Jangan takut. Murid-murid pun pernah begitu. Tuhan sabar mengajar kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau ada bagian Alkitab yang sulit, jangan menyerah. Mintalah Roh Kudus menolongmu memahami firman Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau sabar mengajar murid-murid-Mu. Tolong aku supaya tidak cepat menyerah ketika tidak mengerti firman-Mu, tetapi mau terus belajar dengan rendah hati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tuhan sabar mengajar murid-murid yang mau belajar. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah: Momen Memalukan: Kisah Petrus dalam Injil Markus.Diambil dari: Markus 8:33 (TB)“Tetapi Yesus berpaling dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: ‘Enyahlah Iblis. Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.'”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa Injil Markus banyak berhubungan dengan Petrus. Banyak ahli percaya bahwa Markus menuliskan kisah-kisah yang ia dengar langsung dari Petrus. Sekarang pikirkan ini: Kalau Petrus ingin terlihat hebat, apakah ia akan menceritakan bagian-bagian yang memalukan tentang dirinya?Di dalam Injil Markus, kita melihat beberapa kejadian yang memperlihatkan kelemahan Petrus dan murid-murid. Misalnya, dalam Markus 4:35–41, Petrus dan murid-murid ketakutan saat badai di Danau Galilea. Lalu dalam Markus 8 ayat 14 sampai 21, mereka tidak mengerti ajaran Yesus. Masih di Markus 8 ayat 14-21, setelah Petrus mengaku Yesus adalah Mesias, Yesus justru menegurnya dan berkata, “Enyahlah Iblis.” Dan dalam Markus 14, Petrus menyangkal Yesus tiga kali.Kalau Petrus ingin memperindah ceritanya, ia bisa saja menghapus bagian-bagian ini. Tetapi ia tidak melakukannya. Markus mencatat semuanya apa adanya. Ini menunjukkan bahwa Injil bukan cerita yang dibuat-buat untuk membuat para murid terlihat hebat. Justru mereka terlihat lemah, takut, dan sering salah. Mengapa? Karena mereka ingin menyampaikan kebenaran, bukan membela diri.Dan ada satu hal yang indah: Walaupun Petrus gagal, Yesus tetap memakainya. Yesus memulihkan Petrus dan memakainya menjadi pemimpin gereja mula-mula.Wonder Kids, ini kabar baik untuk kita juga. Kalau kita pernah gagal, pernah malu, atau pernah salah — Tuhan tetap bisa memakai kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan takut mengakui kesalahanmu. Tuhan lebih senang hati yang jujur daripada orang yang pura-pura sempurna.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak membuang Petrus walaupun ia gagal. Tolong aku supaya berani jujur tentang kesalahanku dan percaya bahwa Engkau masih mau memakai hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tuhan bisa memakai orang yang pernah gagal, asalkan ia mau kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMomen Memalukan: Yesus Tidak Tahu?Diambil dari: Markus 13:32 (TB)“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.”Wonder Kids, di dalam Injil Matius dan Markus, Yesus berbicara tentang akhir zaman. Ia berkata bahwa suatu hari Ia akan datang kembali. Tetapi ada satu bagian yang mengejutkan. Yesus berkata bahwa tidak seorang pun tahu kapan hari itu akan tiba — bahkan Anak Allah pun tidak — hanya Bapa saja yang tahu. Sekarang pertanyaannya: Kalau Yesus adalah Tuhan, bagaimana mungkin Ia tidak tahu?Sebagian orang menganggap ini memalukan atau aneh. Kalau murid-murid mau membuat Yesus terlihat hebat, mereka pasti akan menghapus bagian ini. Tetapi mereka tidak menghapusnya. Mereka tetap menuliskannya. Mengapa? Karena mereka menulis dengan jujur apa yang Yesus benar-benar katakan.Alkitab juga menjelaskan bahwa ketika Yesus datang ke dunia, Ia merendahkan diri-Nya. Dalam Filipi 2:6–8 dijelaskan bahwa Yesus yang adalah Allah mengambil rupa seorang hamba dan menjadi manusia. Ia sungguh-sungguh Allah, tetapi juga sungguh-sungguh manusia. Sebagai manusia, Yesus mengalami keterbatasan. Ia lapar, Ia lelah, Ia bisa sedih. Dan dalam peran-Nya sebagai Anak yang taat kepada Bapa, Ia tidak menyatakan waktu kedatangan-Nya kembali. Ini bukan berarti Yesus bukan Tuhan. Justru ini menunjukkan bahwa Ia benar-benar menjadi manusia untuk menyelamatkan kita.Wonder Kids, ini juga menunjukkan satu hal penting: Para penulis Injil tidak menutup-nutupi bagian yang sulit dimengerti. Mereka tidak menyaring cerita supaya Yesus selalu terlihat “lebih hebat.” Mereka menulis apa adanya. Karena itu kita bisa percaya bahwa Injil adalah kesaksian yang jujur.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang sungguh-sungguh menjadi manusia demi menyelamatkanmu. Dan belajarlah rendah hati seperti Yesus yang rela merendahkan diri.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela datang menjadi manusia untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dan belajar hidup dengan rendah hati seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia — dan Injil ditulis dengan jujur.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN PRASANGKA ATAU BIASDiambil dari: Yakobus 2:1 “Saudara-saudaraku, janganlah imanmu kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia itu, kamu amalkan dengan memandang muka.”Wonder Kids, kata “prasangka” atau bias berarti cara kita melihat orang lain yang sudah dipengaruhi oleh perasaan atau pikiran kita sebelumnya. Misalnya, kalau kita sudah tidak suka pada seseorang, kita bisa langsung berpikir buruk tentang dia, walaupun kita belum tahu ceritanya yang sebenarnya. Hal seperti ini bisa membuat kita tidak adil kepada orang lain.Sekarang kita pikirkan para penulis Injil. Mereka menulis tentang Yesus, tetapi mereka juga manusia biasa. Apakah mungkin mereka menulis karena prasangka?Banyak ahli Alkitab mengatakan bahwa justru sebaliknya. Para penulis Injil sangat mengasihi Yesus dan percaya kepada-Nya, tetapi mereka juga menuliskan hal-hal yang sulit dan tidak menyenangkan tentang diri mereka sendiri: mereka pernah takut, pernah menyangkal Yesus, dan pernah gagal mengerti ajaran-Nya.Kalau mereka hanya ingin membuat Yesus terlihat hebat dan diri mereka terlihat baik, tentu mereka tidak akan menulis tentang kesalahan mereka sendiri. Tetapi mereka menulis dengan jujur, karena mereka mau menyampaikan kebenaran, bukan membela diri.Itu menunjukkan bahwa Injil tidak ditulis karena prasangka atau ingin mencari nama, tetapi karena mereka mau bersaksi tentang apa yang benar-benar terjadi.Wonder Kids, Tuhan mau kita belajar melihat orang lain dengan adil, bukan dengan prasangka. Tuhan mau kita mengasihi orang seperti Yesus mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba perhatikan, apakah kamu pernah langsung menilai temanmu tanpa tahu cerita yang sebenarnya? Mintalah Tuhan menolongmu supaya bisa melihat orang lain dengan kasih, bukan dengan prasangka.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk mengasihi tanpa pilih kasih. Tolong aku supaya tidak mudah menilai orang lain, tetapi belajar mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Mengikuti Yesus berarti belajar melihat orang lain dengan kasih, bukan dengan prasangka. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Maret 2026Bacaan: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana." (1 Raja-raja 19:3)Renungan: Pernahkah kita kehilangan kekuatan iman ketika diperhadapkan pada suatu keadaan yang tidak terlalu genting? Seringkali kita menghadapi situasi sulit yang sangat menantang iman dan mampu melewatinya dengan iman yang terfokus pada Tuhan. Namun, ada kalanya kita mengalami kekhawatiran dan ketakutan hanya karena persoalan kecil. Di gunung Karmel, Elia menantang Raja Ahab beserta 400 orang Nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia memanjatkan doa yang super beriman, "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah... dan bahwa aku ini hamba Mu... Jawablah aku, ya TUHAN, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu, turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 Nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. Ia menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mzm 22:2). Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika tapak perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).
Dunia sedang bergeser dengan sangat kencang, dari era sekadar mencari informasi menjadi era memerintah mesin. Dulu, kita terbiasa dengan "Googling"—mengetik kata kunci di kotak putih untuk mencari jarum di tumpukan jerami internet, lalu kita sendiri yang harus lelah memilah mana yang relevan. Sekarang, kita masuk ke era "Prompting", di mana kita tidak lagi mencari benda yang sudah ada, melainkan berdialog dengan asisten pintar untuk menciptakan sesuatu yang baru, mulai dari analisis data hingga draf tulisan yang langsung jadi. Perbedaan mendasarnya ada pada proses dan hasil akhirnya. Kalau Google memberikan Anda ribuan tautan yang memaksa Anda membaca satu per satu, prompting memberikan Anda hasil matang hasil dari sintesa ribuan data tersebut. Google itu seperti perpustakaan raksasa tempat Anda harus mencari buku sendiri, sementara prompting adalah asisten ahli yang sudah membaca semua buku itu dan siap merangkumkannya sesuai pesanan spesifik Anda. Namun, kehebatan prompting sangat bergantung pada kualitas perintah Anda. Di sinilah seninya: Anda harus memberikan konteks, menentukan peran si mesin, dan berani berdialog secara berulang (iterasi) untuk mendapatkan hasil yang presisi. Ini bukan soal teknologi yang menggantikan otak kita, tapi soal bagaimana kita menggunakan instruksi yang cerdas untuk mempercepat kerja dan memperkuat daya pikir kita di tengah banjir informasi yang tak terbendung.
Konsep Pluriverse muncul sebagai jawaban atas kebuntuan fisika konvensional yang sering kali menafikan eksistensi momen "sekarang". Dalam teori relativitas Einstein, alam semesta digambarkan sebagai sebuah "blok statis" di mana masa lalu, masa kini, dan masa depan sudah ada secara setara, sehingga intervensi manusia untuk mengubah masa depan dianggap sebagai ilusi. Namun, Pluriverse menawarkan perspektif radikal bahwa realitas bukanlah sesuatu yang sudah jadi, melainkan sebuah penggelaran kosmik yang terus-menerus terjadi. Di sini, momen "sekarang" menjadi gerbang utama di mana pilihan dan tindakan kita memiliki kekuatan kausatif untuk membentuk apa yang akan menjadi nyata berikutnya. Dasar ilmiah dari gagasan ini berakar pada interpretasi kuantum yang disebut QBisme (Quantum Bayesianism) dan teori saraf pengodean prediktif. QBisme memandang probabilitas kuantum bukan sebagai fakta objektif tentang dunia luar, melainkan sebagai "buku panduan" bagi pengalaman pribadi subjek. Hal ini selaras dengan temuan ilmu saraf bahwa otak kita sebenarnya tidak memotret dunia sebagaimana adanya, melainkan terus-menerus memperbarui "tebakan terbaik" berdasarkan input sensorik. Dalam kerangka Pluriverse, realitas adalah hasil dari tindakan yang kita ambil; jika kita tidak mengambil tindakan tertentu, maka alam semesta yang kita alami akan berbeda. Dengan kata lain, kita tidak bisa memisahkan diri dari dunia yang kita amati karena pengamatan itu sendiri adalah bagian dari penciptaan realitas. Pada akhirnya, Pluriverse mengajak kita untuk melihat alam semesta bukan sebagai objek tunggal yang dingin dan mekanistik, melainkan sebagai "proyek bersama" yang dinamis. Melalui kolaborasi antara fisika kuantum dan filsafat enaktivisme, realitas digambarkan menyerupai improvisasi jazz atau hutan liar yang penuh dengan komunitas "saat ini" yang saling berinteraksi. Meski setiap individu hidup dalam model pengalamannya sendiri, kita tetap berbagi realitas melalui komunikasi dan interaksi yang menyelaraskan perspektif-perspektif tersebut. Alih-alih mencari pandangan objektif dari "mata Tuhan", Pluriverse menempatkan makhluk hidup sebagai partisipan aktif yang, dalam miliaran kilatan kreatif setiap detiknya, terus menempa wajah alam semesta.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KARAKTER PARA PENULISDiambil dari: Amsal 11:3 “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusakkan oleh kecurangannya.”Wonder Kids, pernah dengar cerita tentang anak yang berteriak, “Serigala! Serigala!” padahal tidak ada serigala? Lama-lama, orang tidak percaya lagi kepadanya. Tetapi ketika serigala benar-benar datang, tidak ada yang percaya.Cerita itu mengajarkan kita bahwa orang yang suka berbohong tidak bisa dipercaya.Sekarang kita pikirkan para penulis Injil. Mereka menulis tentang Yesus, tetapi hidup mereka sendiri menunjukkan bahwa mereka orang-orang yang jujur dan berani mengatakan kebenaran, walaupun itu membuat mereka menderita.Mereka tidak mendapatkan uang atau kekuasaan karena menulis tentang Yesus. Justru sebaliknya, banyak dari mereka dipenjara, dianiaya, bahkan dibunuh karena memberitakan Injil. Kalau mereka berbohong, tentu mereka tidak mau menderita seperti itu.Artinya, para penulis Injil tidak sedang mengarang cerita. Mereka menulis apa yang benar-benar mereka lihat dan dengar, karena mereka mengasihi kebenaran lebih daripada kenyamanan hidup.Wonder Kids, Tuhan mau kita juga menjadi anak-anak yang jujur. Mengikuti Yesus berarti belajar berkata benar, meskipun itu sulit.Lebih baik berkata jujur dan dimarahi, daripada berbohong dan kelihatan baik di luar tetapi salah di dalam.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau hari ini kamu melakukan kesalahan, cobalah berkata jujur kepada orang tua atau gurumu. Mintalah ampun kepada Tuhan dan belajarlah hidup benar.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarkan kami untuk hidup jujur. Tolong aku supaya berani berkata benar, tidak suka berbohong, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, pengikut Yesus dikenal bukan karena pintar beralasan, tetapi karena hidup jujur dan benar. Tuhan Yesus memberkati.
Langkah mengejutkan diambil oleh Rismon Sianipar yang kini memilih jalur damai melalui mekanisme restorative justice dan secara resmi meminta maaf kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait polemik keaslian ijazah. Keputusan ini memicu diskusi publik yang mendalam, mengingat prosedur hukum tersebut pada dasarnya mensyaratkan adanya pengakuan kesalahan dan penyesalan dari pihak pemohon.
Semuanya dimulai dari sebuah riak. Bukan riak besar di tengah lautan, tapi riak kecil di kolam renang sekolah saat Coach Zirzow melihat potensi Kimberly Lee yang terpendam. Begitulah inti coaching yang saya sarikan dari buku Kimberly: bukan soal memarahi kesalahan, tapi soal menyulut api potensi agar orang bisa terbang lebih tinggi dari yang mereka bayangkan. Di INSPIRIT, kita menyebutnya The Ripple Effect. Satu percakapan bermutu antara bos dan staf bisa merembet ke seluruh organisasi, mengubah mental mandor yang kaku menjadi mental pendidik yang memanusiakan manusia. Gila-gilaan kalau kita bicara soal angka. Bayangkan, ROI executive coaching bisa tembus sampai 788 persen jika kita menghitung faktor produktivitas dan betahnya karyawan di perusahaan. Tapi angka itu mustahil diraih tanpa adanya Psychological Safety atau rasa aman secara psikologis. Saya ingat betul kisah staf yang takut menaruh foto keluarga di meja karena merasa posisi kerjanya tidak aman—sampai akhirnya timnya sendiri yang mendekorasi meja itu untuknya sebagai tanda penerimaan. Tanpa rasa aman, orang hanya akan bekerja seperti robot karena takut salah, padahal inovasi hanya lahir dari keberanian untuk mencoba hal baru di bawah bimbingan seorang pelatih yang tulus. Sekarang memang zamannya AI, tapi robot sehebat apa pun tidak punya empati untuk merangkul pundak staf yang sedang berduka. Maka gunakanlah teknologi untuk membereskan urusan administratif yang membosankan, lalu kembalikan waktu Anda untuk melakukan tugas pemimpin yang paling mulia: menjadi "Magnet Bakat". Raport asli seorang pemimpin bukanlah pada berapa besar bonus tahunannya, tapi pada berapa banyak pemimpin baru yang lahir dari tangannya. Suksesi itu tidak bisa dipaksa lewat SK Direksi semata, ia tumbuh dari riak-riak kecil bimbingan Anda setiap pagi di kantor. Jadi, riak apa yang akan Anda buat besok pagi?
Hello Listeners!Di episode ini bersama Elvada, Dewi, dan Gitta, kita bakal bahas perbedaan suasana Ramadan dulu dan sekarang. Mulai dari kenangan sederhana di masa lalu, tradisi yang dulu sering dilakukan, sampai perubahan kebiasaan di era sekarang yang terasa berbeda. Kira-kira menurut kalian, Ramadan dulu lebih berkesan atau justru sekarang punya keseruannya sendiri?
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Februari 2026Bacaan: Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." (Keluaran 3:7) Renungan: Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat kecewa Napoleon. Oleh karena itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya. Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya dengan tulisan, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan itu bukan sekadar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok ke arah sel di mana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya ke rumah dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulianNya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kira sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan mempedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika aku kurang percaya kepada-Mu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).
Sekarang, mari kita bicara tentang organisasi (perusahaan, komunitas, atau negara). Dalam pandangan Michio Kaku, organisasi mirip dengan sistem kuantum makroskopik. Sebuah organisasi yang baru lahir seperti gas yang panas dan kacau. Partikel-partikelnya (para pendiri, karyawan) bergerak acak. Ulang tahun organisasi menandakan bahwa sistem ini telah mendingin dan mencapai "Fase Transisi". Organisasi yang sukses seperti sinar Laser. Dalam bola lampu biasa, foton (cahaya) bergerak acak dan tidak teratur (incoherent). Tapi dalam laser, semua foton berbaris dan bergetar dalam harmoni yang sempurna (coherent). Ulang tahun organisasi adalah perayaan "Koherensi". Ini adalah momen untuk merefleksikan: Apakah visi kita masih selaras? Apakah "fungsi gelombang" kolektif kita masih bergetar pada frekuensi yang sama menuju masa depan? Dalam buku Visions, Kaku membahas bagaimana kita sedang beralih dari peradaban Tipe 0 menuju Tipe 1 (peradaban planeter). Organisasi yang merayakan ulang tahunnya di abad ke-21 harus bertanya: Apakah kita siap menghadapi revolusi ini? Organisasi adalah entitas yang memproses informasi. Jika manusia memproses energi biologis, organisasi memproses energi intelektual. Semakin tua sebuah organisasi, semakin besar tantangannya untuk tidak menjadi "dinosaurus" yang punah karena gagal beradaptasi dengan revolusi komputer, biomolekuler, dan kuantum yang sedang terjadi.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).
Sangat penting bagi setiap orang percaya untuk memahami apa yang telah dibayar lunas oleh Kristus di kayu salib. Salib adalah bukti kasih Allah yang memulihkan: dosa diampuni, kutuk dipatahkan, dan hubungan dengan Allah dipulihkan, sehingga kita dapat hidup dalam kemerdekaan dan pengharapan yang baru.Simak obrolannya yang asik bersama narasumber kita yang luar biasa Ibu Dewi Kurniawan hanya di OASIS (Obrolan Asik Seputar Injil Surgawi).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 17 Januari 2026Bacaan: "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17)Renungan: Amsal 27:17 berkata, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." Jika tidak ada besi yang lain, besi kita tidak akan pernah tajam. Jika tidak ada orang lain, karakter kita tidak akan terbentuk. Tanpa kita sadari, karakter kita selalu diasah, dibentuk, dan dipertajam oleh orang-orang di sekitar kita. Bukan saja oleh orang-orang baik dan menyenangkan, tapi juga dibentuk oleh "orang-orang sulit dan menjengkelkan." Terkadang kita protes dengan Tuhan, mengapa Dia menempatkan orang-orang yang sedemikian menyebalkan di sekeliling kita. Sekarang kita tahu bahwa tanpa "orang-orang sulit" karakter kita juga "sulit" terbentuk! Teman yang keras mengajarkan kita untuk jadi orang yang berani dan bersikap tegas. Teman yang lembut mengajarkan kita akan cinta dan keluwesan. Kalaupun kita dikelilingi orang-orang yang berperangai buruk, kita tetap bisa belajar dari mereka, tentu saja dalam arti kita jangan sampai seperti mereka. Teman yang cuek justru mengajarkan kepedulian dengan sesama. Teman yang sombong itu membuat kita tidak nyaman, itu sebabnya kita mau belajar rendah hati. Kita mungkin pernah dikecewakan oleh teman kita yang mengumbar janji, tapi biarlah hal itu mengajarkan kepada kita untuk hati-hati dalam perkataan. Kita mungkin pernah dikhianati, itu menyakitkan, karena itu kita ingin menjadi orang yang setia. Bukankah benar bahwa karakter kita bisa terbentuk karena orang-orang dengan berbagai karakter yang ada di sekeliling kita? Yang terpenting adalah kita bisa belajar dari pengalaman hidup yang terjadi bersama mereka. Ambil hal yang baik dan positif, jauhi hal-hal yang buruk. Sekarang kita tidak perlu protes kepada Tuhan, "Mengapa Engkau menempatkan orang-orang menjengkelkan ini di sekelilingku?" Ada dua alasan. Pertama, jelas semua orang itu akan membentuk karakter kita. Kedua. jangan-jangan di mata orang lain kita justru termasuk orang yang menjengkelkan juga. Pertemanan itu indah. Jadilah berkat bagi teman-teman kita, pada saat yang sama kita juga terberkati dalam pertemanan itu karena karakter kita juga terbentuk dari pertemanan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang-orang baik dan orang-orang yang menjengkelkan yang senantiasa Kau hadirkan dalam hidupku. Melalui kehadiran mereka karakterku sebagai anak-Mu yang baik dapat terbentuk. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 2 Januari 2026Bacaan: "Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." (2 Korintus 5:16)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak kecil yang berjualan bolpoin di sebuah bus kota. Anak ini terlihat sangat sederhana dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dengan gigih anak ini menjajakan bolpoinnya kepada setiap penumpang yang sangat padat di dalam bus kota itu. Seorang pengusaha membeli bolpoin anak kecil itu dengan membayar uang Rp. 10.000,-. Si anak kecil itu belum sempat memberikan bolpoinnya karena situasi yang sangat berdesak-desakan di dalam bus, tapi si pengusaha sudah melompat keluar bus kota. Si anak kecil segera berusaha melompat juga keluar bus dan segera menghampiri si pengusaha, "Maaf Pak, ini bolpoin Bapak, dan ini kembaliannya. Saya mohon maaf Pak, tadi padat sekali di dalam bus. Saya tidak bisa segera memberikan bolpoin kepada Bapak." Pengusaha itu menjawab, "Tidak apa-apa Nak, kamu adalah seorang pengusaha seperti juga aku, kadang kala hal-hal yang seperti ini juga terjadi padaku. Dan kamu adalah seorang pengusaha yang bertanggung jawab." Bertahun-tahun telah lewat. Pada suatu acara sosial malam itu, seorang pemuda mendatangi seorang pengusaha dan berkata, "Pak, saya ingin mengingatkan kembali peristiwa beberapa tahun yang lalu. Saya adalah anak kecil yang pernah menjual bolpoin di bus kepada Bapak. Sekarang ini saya telah menjadi seorang pengusaha yang sukses. Saya berterima kasih kepada Bapak karena kata-kata Bapak yang mengatakan bahwa saya adalah seorang pengusaha yang bertanggung jawab. Kata-kata itu telah membuat saya menjadi percaya diri dan itu adalah modal terbesar saya. Kata-kata Bapak itu telah mendorong saya untuk berlaku sebagai seorang pengusaha yang jujur dan bertanggung jawab, dan inilah yang membawa saya terus naik di dalam menjalankan bisnis saya." Setiap kita bisa salah menilai orang, dan penilaian kita yang salah atau yang negatif, bisa memberikan dampak yang buruk kepada orang lain. Jika orang tersebut belum dewasa pemikirannya, maka penilaian atas dirinya yang negatif, bisa saja membentuk karakternya menjadi orang yang negatif juga. Dia bisa menjadi orang yang minder, tertutup, patah semangat, atau menjadi orang yang membenci semua orang dan pendendam. Rasul Paulus pun tidak luput dari masalah ini, ia pernah salah di dalam menilai Yesus. la menilai Yesus menurut ukuran manusia, bukan melihat dengan kacamata Tuhan. "Sebab itu, kami tidak lagi menilai seorang pun juga menurut ukuran manusia. Jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." Mari kita belajar menilai orang lain sebagaimana Tuhan menilai kita, yaitu sebagai ciptaan-Nya yang berharga, yang layak dikasihi, sehingga Yesus mau mati bagi kita. Biarlah perkataan-perkataan kita selalu positif dan membangun orang lain, menumbuhkan semangat untuk melakukan hal-hal yang baik dan berguna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, awasilah mulutku, berjagalah pada pintu bibirku. Biarlah perkataan-perkataanku senantiasa membangun dan menguatkan sesamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 26 Desember 2025Bacaan: "Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah." (Ibrani 13:16)Renungan: Seorang pria sedang mengendarai mobilnya, ketika dia melihat seorang wanita setengah baya kebingungan di pinggir jalan karena mobilnya mogok. Pria ini melihat dia membutuhkan bantuan. Jadi dia menghentikan kendaraannya. Dia tersenyum saat mendekati wanita tersebut. Dia bisa melihat betapa ketakutannya wanita tersebut, mungkin karena pakaiannya yang lusuh. Dia mencoba menenangkannya, "Saya ingin membantu Anda, jangan khawatir. Saya Bryan Anderson." Ternyata ban mobil wanita itu kempes, jadi dia harus merangkak di bawah mobil untuk memasang dongkrak. Saat mengganti ban, pakaiannya menjadi kotor dan tangannya terluka. Ketika pekerjaannya selesai, wanita itu bertanya berapa yang dia harus bayar untuk bantuannya. Bryan tersenyum dan berkata, "Jika Anda benar-benar ingin membayar saya kembali, lain kali ketika anda melihat seseorang yang membutuhkan bantuan, berikanlah bantuan yang dibutuhkan orang itu. Dan ingatlah akan aku." Pada malam hari yang sama, wanita itu mampir ke sebuah kafe kecil. Dia melihat seorang pelayan, dalam kondisi hamil delapan bulan, sedang menyeka rambutnya yang basah dengan handuk. Pelayan ini memiliki senyum ramah yang manis, meskipun dia telah menghabiskan sepanjang hari untuk berdiri melayani orang-orang. Wanita itu bertanya-tanya di dalam hatinya bagaimana seseorang yang terlihat lusuh, bisa begitu baik, tersenyum ramah kepada para pembeli yang tidak dikenalnya. Lalu dia ingat Bryan. Selesai makan, wanita ini membayar dengan uang seratus dolar. Pelayan pergi untuk mengambil kembalian dan ketika dia kembali, wanita itu sudah pergi. Dia meninggalkan catatan di serbet: "Kamu tidak berhutang apa pun kepadaku. Seseorang pernah membantu saya, sama seperti sekarang saya membantu anda. Jika anda benar-benar ingin membayar saya kembali, jangan biarkan rantai cinta ini berakhir di anda, bantulah orang lain yang memerlukan bantuan." Pelayan itu menemukan empat lembar lagi ratusan dollar di bawah serbet. Malam itu, pelayan itu pulang lebih awal. Dia memikirkan wanita yang baik hati itu dan uang yang dia tinggalkan. Dia bertanya-tanya, bagaimana mungkin wanita itu bisa tahu, betapa dia dan suaminya sangat membutuhkan uang, apalagi sekarang, ketika bayinya akan segera lahir. Dia tahu bahwa suaminya mengkhawatirkan hal itu, jadi dengan senang hati dia menyampaikan kabar baik itu kepada suaminya. Dia mencium suaminya dan berbisik, "Sekarang semuanya akan baik-baik saja. Aku mencintaimu, Bryan Anderson." Firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak lupa untuk berbuat baik dan memberikan bantuan. Berilah bantuan kepada orang yang betul-betul memerlukannya. Tapi kita juga harus ingat, jangan memberi bantuan yang dapat membuat orang menjadi malas bekerja dan manja. Berilah kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu yang senantiasa tergerak untuk membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod)
“…dinyatakan oleh Roh Kudus …ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia menyambut Yesus, Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, sesuai firman-Mu…mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu”
Yang kita pikirkan, kita percayai berpengaruh bagi kesehatan tubuh ~ Sekarang saatnya tidak kompromi untuk pekabaran kebenaran Kristus
Yang kita pikirkan, kita percayai berpengaruh bagi kesehatan tubuh ~ Sekarang saatnya tidak kompromi untuk pekabaran kebenaran Kristus
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Praktikkan Dhamma Sekarang".
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 28 Juli 2025Bacaan: "Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik." (Amsal 15:3)Renungan: Dr. John Todd seorang penulis terkenal, tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Waktu itu ayahnya yang sedang sakit keras menyuruhnya pergi membeli obat. Tetapi John Todd yang waktu itu masih anak-anak tidak mau pergi. Untuk itulah ia membuat cerita bohong dan mengatakan kepada ayahnya bahwa obat yang dimaksud tidak dijual di apotik. Tetapi kemudian ia merasa tidak tenang dan merasa bersalah, akhirnya ia pergi juga untuk mencari obat itu. Tetapi sudah terlambat. Ketika kembali ke rumah ayahnya sudah sekarat dan hampir mati. Ayahnya hanya bisa berbisik kepada John, "John, kasihi saya dan berkatalah benar senantiasa, karena mata Tuhan selalu tertuju padamu. Sekarang, ciumlah saya sekali lagi dan ucapkanlah selamat jalan." Dunia ini memang tidak memberikan teladan yang baik tentang ketaatan dan kasih seorang anak kepada orang tua. Banyak remaja dan pemuda yang hidup sesuka hati mereka bahkan tidak sedikit yang mengancam jika orang tua tidak menuruti kehendaknya. Tetapi diberkatilah mereka yang tetap menaruh kasih dan hormat terhadap orang tuanya tanpa mencemarkan dirinya dengan kebiasaan orang-orang durhaka yang akan menuai hasil dari apa yang mereka tabur. Anggap saja kata-kata ayah John menjelang kematiannya, mewakili kerinduan setiap orang tua terhadap anak-anaknya, "Mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik." (Amsal 15:3). Hai anak-anak remaja dan pemuda-pemudi, sekalipun tidak ada orang yang tahu dan tidak ada yang melihat apa yang kita lakukan, tetapi mata Tuhan selalu tertuju kepada kita. Buatlah hati Tuhan senang dan bersukacita karena kita dan buatlah orang tua kita bangga karena memiliki anak-anak yang taat kepada Tuhan dan hormat kepada orang tua. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku mau belajar taat pada orang tuaku. Kini aku sadar bahwa matamu ada di segala tempat dan melihat apa saja yang aku perbuat. Bantulah aku agar seluruh keberadaanku dapat menyenangkan orang tuaku, sehingga aku boleh melihat senyum mereka setiap saat. Amin. (Dod).
The decision to lift a ban on beef imports from the United States has sparked fresh biosecurity concerns despite the federal government insisting it will not be compromised. - Keputusan untuk mencabut larangan impor daging sapi dari Amerika Serikat telah memicu kekhawatiran biosekuriti baru meskipun pemerintah federal bersikeras hal itu tidak akan dikompromikan.