POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahHADIAH TERBESAR DARI ALLAHMari kita membaca Firman Tuhan dari2 KORINTUS 9: 15Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!Wonder Kids, pernahkah kalian bertanya kenapa burung bisa bernyanyi? Atau kenapa gunung punya puncak? Kenapa zebra punya garis-garis dan unta punya punuk? TUHAN menciptakan semua itu karena Dia ingin dunia ini indah. TUHAN juga memberikan banyak hal luar biasa untuk kita.Bagaimana dengan kalian? Kalian pasti pernah membuat hadiah untuk orang yang kalian sayangi. Tangan kalian belepotan lem, rambut kalian kena cat dan glitter, tapi kalian tetap semangat membuatnya. Kenapa? Karena kalian ingin membuat mama senang, atau ingin papa berkata, “Wah, ini untukku?”Itulah juga alasan TUHAN menciptakan dunia ini. Saat kalian melihat matahari terbit yang cantik, bayangkan TUHAN berkata, “Apakah kamu suka? Aku membuatnya khusus untukmu.”MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, ayo, buat hadiah untuk orang yang kalian kasihi. Bisa lukisan, kalung manik-manik, atau menghias cookies. Berikan hadiah itu dengan senyum lebar dan pelukan hangat. Mereka akan senang bukan karena hadiahnya, tapi karena kalian membuatnya dengan kasih.Mari kita berdoaBapa, terima kasih atas karunia-Mu yang luar biasa. Tolong aku untuk selalu bersyukur dan berbagi dengan orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, SETIAP HARI, KITA DIAJARKAN UNTUK BERSYUKUR ATAS ANUGERAH TUHAN YANG BESAR DAN MEMBAGIKANNYA KEPADA ORANG LAIN. Tuhan Yesus memberkati
Kalau kamu pernah ngerasa energimu kayak dihisap pelan-pelan pas lagi kumpul, meeting, atau ngobrol rame-rame… kamu nggak sendirian.Yuk kasih saran buat topik selanjutnya di instagram @Gevalies
Khutbah Jum'at - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc., MA. hafizhahullahu.Judul : Kenapa Kita Tidak Merayakannya?Sumber : YouTube.
Kenapa Orang Dzolim?Karena kuasa sering lebih dipilih daripada nurani.Bukan selalu karena nggak tahu mana yang salah, tapi karena nyaman hidup di sistem yang bikin dzolim terasa normal.
Lumajang – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat SOP (Standar Operational Procedure) pengantaran Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengetatan SOP ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebagaimana terjadi dalam insiden mobil pengantar makanan program MBG yang menabrak 20 siswa dan seorang guru SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025). Salah satu SOP yang ditetapkan adalah mobil pengantar MBG hanya di luar pagar, dan tidak perlu masuk pekarangan sekolah. “Usahakan tidak masuk membawa makanan ke halaman. Cukup diantar di depan pagar. Kenapa? Karena meskipun tidak ada upacara, anak-anak itu kan sering lari-lari di halaman,” kata Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang dalam pengarahannya di acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG, Serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG, di Ballroom Aston Inn, Lumajang, Sabtu, 13 Desember 2025.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 13 Desember 2025Bacaan: "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6:2) Renungan: Satu kali, Ibu Teresa pernah menulis begini, "Kalau kamu belum bisa memberi makan 100 orang, berilah makan satu orang saja dulu." la juga menulis, "Tidak semua kita bisa melakukan hal-hal besar. Tapi semua kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar." Dari pikirannya yang belajar membatasi hidup dengan cara yang sangat sederhana, ia telah menemukan banyak hikmat untuk disampaikan tentang bagaimana kita melayani sesama. la membantu kemanusiaan untuk melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain, bahwa kebesaran itu adalah jalan yang menurun, bukan naik. la juga mengajari kita orang modern bahwa milik kita saat ini belum tentu mewakili perkenanan Tuhan, tapi kita mendapatkan kewajiban memikul kesusahan sesama. Setiap kali bencana terjadi, terutama bencana alam, kita menarik napas panjang dan menghembuskan dengan cepat sebagai tanda, "Kenapa yang seperti itu terjadi lagi?" Kita tidak suka mendengar kabar buruk tentang kesusahan orang lain. Tahu apa sebabnya? Karena kesusahan yang kita dengar, langsung mewajibkan kita untuk menanggung sedikit atau banyak dari kesusahan itu. Tanpa kita sadari, semua kejadian itu memanggil kita untuk bertindak. Jika kita mengabaikan panggilan itu maka secara alamiah hati kita menimbun sejumlah rasa bersalah. Suatu kali nanti rasa bersalah itulah yang akan turut menentukan seberapa kuat kita bisa berdiri di hadapan Tuhan. Bencana alam adalah cara Tuhan menyadarkan kita bahwa kita adalah sesama manusia, kita sepenanggungan, kita harus mengatasinya bersama. Hari ini kita membantu, mungkin besok kitalah yang dibantu. Firman-Nya tegas berbicara, "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." Mari kita memenuhi hukum Kristus dengan saling tolong menolong. Jangan pandang bulu dalam menolong. Tolonglah dengan tulus hati. Jangan ada pamrih dalam menolong. Semua bagi kemuliaan nama Tuhan saja. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, taruhlah roh belas kasih-Mu dalam hatiku, sehingga aku selalu tergerak untuk menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Amin. (Dod).
Kebiasaan yang dilakukan orang tua akan ditiru oleh anaknya secara instan. Apa yang dikatakan, apa yang dimakan, semua terekam dalam otak si Kecil. Untuk bisa membuat anak terbiasa hidup sehat, kebiasaan ini harus dipelajari dan diterapkan sejak dini, salah satunya di masa MPASI.Bersama dr. Meta Hanindita, kita belajar memahami kalau MPASI gak cuma sekedar gizi.. tapi juga masa anak belajar mengenal sinyal lapar dan kenyang, serta gimana stunting bisa memicu obesitas pada si Kecil.Timestamp:00:00 Opening04:07 Makan sehat ga harus mahal11:00 Kenapa ibu yang lebih detail urusan gizi14:17 Orang tua gaperlu jadi tong sampah anak20:10 Mengenalkan sinyal lapar dan kenyang ke anak29:00 Kok anak aku lebih pendek ya? Padahal seumuran37:00 Hubungan fase oral dan kemampuan sensorik motorik anak43:02 Pentingnya peran pasangan untuk ibu dan keluarga
Singles and para pencari jodoh! Do we need to be the person who we want to marry? Professional Coach & Certified Matchmaker & Owner Ranum, Coach Anez berbagi cara bagaimana kita siap untuk menerima cinta dan hubungan yang terbaik untuk kita. #cauldroncontent #andinieffendi #uncensoredwithandinieffendi #podcastindonesia #coachanez #relationship #datingapps #marriage #datingcoach —Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya. ୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆ https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw☆ Dengarkan juga podcast kami ☆ https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280 ☆ Host Andini Effendi ☆ https://www.instagram.com/andinieffendi/ ☆ Coach Anez ☆ https://www.instagram.com/coachanez/ ☆ Love, Bonito ☆ https://www.instagram.com/lovebonito/ —Time stamp 00.00 Intro 01.00 Ranum, biro jodoh 02.40 Perjalanan karier Anez 06.21 Antara karier, pendidikan, atau berkeluarga 11.09 Observasi kehidupan orang dewasa 15.40 Ketemu suami lewat dating apps 23.57 Bagi Peran: logic vs feeling 27.33 Kenapa susah dapat jodoh? 28.28 Love ≠ Relationship 29.34 Emotional intelligence dalam relationship 31.15 Kenapa banyak perceraian?
Bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sudah lewat sepekan, tetapi distribusi bantuan untuk para korban belum merata. Bahkan, masih ada daerah terisolir, seperti di Tapanuli Tengah dan Aceh Tengah, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara korban terus bertambah, per Selasa, 2 Desember, tercatat 708 orang meninggal dunia, sedangkan 499 orang masih dicari. Jumlah pengungsi mencapai puluhan ribu jiwa yang tersebar di berbagai titik.Pemerintah menjanjikan penanganan bencana Sumatera bakal cepat dan tepat sasaran. Kementerian Sosial mengklaim sudah menyalurkan bantuan logistik ke warga terdampak senilai Rp19 miliar.Namun, di lapangan, banyak warga mengeluhkan pasokan makanan menipis, komunikasi dan akses terputus, BBM langka, harga pangan melonjak, bahkan tak sedikit yang belum mendapat bantuan sama sekali.Bagaimana perkembangan terkini di lapangan? Kenapa penanganan dan distribusi bantuan untuk korban bencana Sumatera begitu lambat? Apa solusinya agar korban segera mendapat pertolongan?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Ketua DPC GMNI Padangsidimpuan Pahmi Yahya Damanik, Relawan Tapanuli Tengah Boy Trimandez, dan Direktur Eksekutif WALHI Sumatera Utara Rianda Purba.
Desakan agar bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat menjadi bencana nasional terus bermunculan. Suara datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat sipil, anggota dewan, hingga tokoh agama.Dampak bencana di Sumatera ini dinilai sudah memenuhi indikator-indikator penetapan status bencana nasional. Di antaranya, bencana menelan ratusan korban jiwa, merusak infrastruktur, adanya kerugian harta benda, hingga lumpuhnya ekonomi. Ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.Terlebih, di Aceh, beberapa kabupaten/kota, seperti Aceh Timur, Aceh Selatan, dan Aceh Tengah, telah menyatakan tak sanggup menangani bencana ini.Kemarin, Presiden Prabowo meninjau sejumlah titik pengungsian korban banjir dan longsor Sumatera, tetapi hingga kini belum ada tanda-tanda bencana nasional bakal ditetapkan. Sementara, korban jiwa kian bertambah. Per 1 November, jumlah korban jiwa mencapai 533 orang, sedangkan 504 orang hilang, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).Kenapa banjir dan longsor Sumatera perlu ditetapkan jadi bencana nasional? Bagaimana mekanismenya? Apa dampaknya jika status ditingkatkan menjadi bencana nasional? Adakah hal-hal yang mesti diwaspadai jika bencana Sumatera ditetapkan sebagai bencana nasional?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana Alfian, Profesor Klimatologi dan Perubahan Iklim, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin, dan Associate Research Fellow (ARF) LSJ FH UGM Stephanie.
THANK YOU FOR MAKING ME ALIVE MY FREAK FRIENDS!
Money anxiety itu bukan cuma urusan anak muda yang baru mulai kerja. Banyak banget kok yang usia 30–40-an, karier udah mateng, gaji stabil, tapi hati tetap was-was tiap ngomongin duit.Bareng Certified Financial Planner & NLP Coach Stella MaxdaDi episode ini bakal ngebahas:* Kenapa yang kelihatan mapan pun bisa anxious soal uang?* Mindset seperti apa yang bisa membantu mengatasi kecemasan soal uang?* Gimana cara menghadapi money anxiety?Jangan lupa kasih rating ★★★★★ kalau suka obrolannya!
Bismillah,1943. KENAPA ALLAH ﷻ TIDAK MENOLONG SAYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta'ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta'ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah di:YouTube / muhammadnuzuldzikri Audioradio.muhajirproject.com/
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologidUntuk Kamu yang Sering Menunda — Alasan Psikologi di Balik ProkrastinasiKita sering berpikir prokrastinasi terjadi karena malas, kurang disiplin, atau tidak punya motivasi. Padahal secara psikologis, menunda justru sering menjadi mekanisme melindungi diri dari emosi yang tidak nyaman.Di episode ini, kita akan bahas lebih dalam:Kenapa otak memilih menunda, bahkan saat kita tahu itu akan membuat stresHubungan prokrastinasi dengan kecemasan, perfeksionisme, dan rasa takut gagalMengapa tugas terasa “berat” meskipun sebenarnya sederhanaBagaimana emosi yang belum diproses bisa memicu pola menundaStrategi kecil berbasis psikologi untuk mulai keluar dari lingkaran prokrastinasiKalau kamu sering bilang “nanti aja”, “sebentar lagi”, atau “aku mulai besok” dalam episode ini bisa jadi titik mulai memahami dirimu lebih dalam.Mari belajar melihat menunda bukan sebagai kelemahan, tapi sebagai sinyal yang sedang coba memberi tahu sesuatu.
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologidPerfeksionisme: Ada Luka di Balik Keinginan SempurnaBanyak orang mengira perfeksionisme adalah tanda kedisiplinan dan standar tinggi. Padahal secara psikologis, perfeksionisme sering lahir dari luka lama, rasa tidak aman, atau kebutuhan untuk terus membuktikan diri agar merasa berharga.Di episode ini, kita membahas lebih dalam:- Kenapa perfeksionisme bukan sekadar “ingin yang terbaik”, tetapi mekanisme bertahan hidup.- Bagaimana pola pengasuhan, kritik masa kecil, dan pengalaman kegagalan membentuk keyakinan “saya harus sempurna agar diterima”.- Dampak perfeksionisme pada stres, relasi, produktivitas, dan kelelahan emosional.Jika kamu sering merasa takut gagal, sulit puas dengan hasil kerja, atau terus membandingkan diri, mungkin podcast ini bisa membuka perspektif baru.Mari belajar melihat diri dengan lebih berbelas kasih, bukan lebih keras. Share ke teman atau orang terdekat kamu yang membutuhkan episode ini ya!
Punya asuransi kesehatan tuh kadang bikin kita ngerasa aman banget. Tapi, yakin semua perawatan yang mahal itu selalu yang terbaik? Bisa jadi malah kebalikannya — berlebihan dan nggak efisien.Bareng Mitchell Nathaniel, Head of Health Sequis, kita ngobrol soal sisi lain dunia asuransi yang jarang dibahas: gimana perusahaan asuransi ternyata ikut mikirin perawatan kamu biar gak salah langkah. Di episode ini bakal ngebahas:1. Kenapa “mahal” belum tentu “manjur”?2. Peran asuransi sebagai second opinion buat pasien.Gimana cara milih produk asuransi yang bener-bener ngelindungi, bukan cuma janji. Kalau kamu peduli sama kesehatan (dan dompetmu), wajib banget dengerin sampai habis. Masih penasaran dengan produk-produk asuransi Sequis, jangan lupa follow IG @sequisofficial atau kunjungi laman www.sequis.co.id.Jangan lupa kasih rating ★★★★★ kalau suka obrolannya!IG: @sequisofficial
Pada suatu hari di ruang kerja, Pramono Anung duduk memandangi layar. Di depannya terbentang peta digital Jakarta, lengkap dengan opsi-opsi kawasan yang bisa dipilih: Tanjung Priok, Kebayoran, Blok M. Tangan Pramono berhentdi salah satu ikon. Klik. “Blok M (Easy),” begitu tulisannya. Permainan dimulai.Gambaran ini tentu saja bukan kejadian nyata, melainkan metafora yang ditampilkan dalam infografis satir buatan PinterPolitik. Namun, seperti banyak satire yang baik, ia menyingkap realitas. Di antara proyek-proyek revitalisasi yang rumit di Jakarta, kawasan Blok M memang terasa seperti “panggung bermain” yang mudah—setidaknya jika dibandingkan dengan proyek normalisasi sungai ala Jokowi atau pembangunan kembali kampung susun versi Anies Baswedan.Tapi pertanyaannya adalah “Kenapa Blok M?” Ada apa di Blok M? Kenapa pusat peradaban Gen Z Jakarta satu ini, mulai dari donat, cheesecake, dimsum, sampai mie ayam ini, justru bisa jadi hal politis untuk sang gubernur Jakarta?
“Kenapa, tak boleh urus sendiri ke?”“Selesa ke ada orang luar tinggal dalam rumah?” Mungkin ini antara komen yang ditujukan kepada ibu-ibu yang mengambil khidmat ‘confinement nanny’ - atau penjaga semasa tempoh berpantang. Dulu biasanya mak atau mak mertua yang jaga, tapi kini orang luar yang jaga? Dalam episod NoTapis kali ini, Cik Nurulshafiqa Subadi, seorang ibu muda ceritakan pengalaman sebenar selepas melahirkan anak pertamanya. Pengasas Beyond Bibik, Cik Yunisha Phillip dan Pengasas Ratu Confinement, Cik Nurindah Zafirah Sarman pula berkongsi manfaat khidmat penjaga berpantang bagi ibu yang baru saja bersalin.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Pernahkah Anda berpikir, "Untuk sukses, harga harus lebih murah dari kompetitor?" Faktanya, banyak brand justru makin mahal, makin diburu! Dari mengantri demi iphone baru hingga rela membayar lebih untuk Starbucks.Kenapa ini terjadi? Karena Anda tidak hanya membeli produk. Anda membeli cerita, status, rasa spesial, dan pengalaman.Episode akan membongkar rahasia di balik brand-brand yang sukses menjual nilai, bukan harga. Dengarkan sekarang dan ubah cara Anda melihat bisnis!
Gen Z adalah generasi paling cashless karena mereka terperangkap dalam daya tarik kecepatan, kemudahan, hingga gimmick promo dari pembayaran digital (seperti e-wallet, Paylater, dan QRIS).Dalam episode ini, kami membahas secara tuntas kekhawatiran Gen Z soal keamanan data dan privasi, membedah peran besar influencer dalam membentuk kebiasaan belanja, menelaah perbedaan perilaku cashless antara mereka yang tinggal di kota besar vs. daerah, serta mengungkap tantangan terbesar yang dihadapi Gen Z saat beralih ke dompet digital. Dengarkan sekarang dan pahami masa depan transaksi yang ada di tangan generasi digital native ini!
Kata orang, hidup selalu berubah-ubah dan gak bisa ditebak. Padahal, ada pola 7 tahun sekali yang bisa kita pelajari buat membantu kita memahami perjalanan hidup.Andra Alodita, bersama dengan Ibu Nucha membahas seperti apa siklus 7 tahunan ini, dan kemungkinan apa aja yang akan kita hadapi di masing-masing periodenya.Episode ini juga bisa jadi teguran untuk Parents yang sampai saat ini belum berani ambil keputusan untuk melepaskan orang-orang yang gak sejalan dengan visi hidup.Timestamp:00:00 Opening04:35 Kenapa angka 7 itu spesial?06:47 Rumus di tiap 7 tahunan18:35 Memahami jiwa dan misi jiwa23:12 Cara melatih diri untuk kurasi emosi31:20 Ambil keputusan jika udah terlalu menguras energi33:31 Your people will find you38:05 Let them talk about you43:20 Penderitaan akan mengajarkan hal baru55:38 Pentingnya jadi orang otentik karena jadi magnet buat banyak orang
Kami berbincang ringan ala anak muda — santai, brutal, jujur, dan yes… penuh umpatan yang udah lazim di antara kita dua. Tapi jangan salah, meskipun gaya ngobrolnya santai dan receh, topiknya nggak main-main: kita bakal bongkar dunia public relation (PR) dari sisi wanita, dan juga cerita kocak kenalan kita dari aplikasi mabar Lita yang menjadi mantri sunat di Banten. Iya, lo gak salah baca: mantri sunat di Banten.
Kenapa harga beras mahal, tapi kualitasnya nggak sesuai?Di balik beras kemasan premium, ternyata ada permainan sistematis yang merugikan masyarakat luas. Coach Tom MC Ifle membongkar praktik curang yang selama ini tersembunyi rapi di balik label dan kemasan — termasuk taktik para mafia pangan yang berkedok distribusi.
Mau atau pernah main game Pokemon terbaru belakangan ini dan ngerasa hal yang sangat-sangat jelas yaitu visualnya yang sangat kureng?Disini kita bahas bareng-bareng kenapa game Pokemon punya visual yang kalah jauh sama game lain yang rilis di tahun yang sama
Kencan Dengan Tuhan Sabtu, 25 Oktober 2025Bacaan: Yesaya 52:7 "Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!" Renungan: Lima belas tahun lalu tepatnya tanggal 25 Oktober 2010 setelah saya membeli handphone blackberry second, Tuhan menggerakkan saya untuk mengirim doa pagi untuk murid-murid, orang tua murid dan juga teman-teman yang juga memakai blackberry. Tujuan saya hanya sederhana, yaitu supaya saya dan mereka bisa meluangkan waktu beberapa menit untuk menyapa Tuhan. Setelah beberapa hari ada seorang murid yang memberikan komentar, "Pak Doddy, kenapa hanya doa pagi saja. Kenapa bapak gak buat satu paket, ada bacaan, renungan singkat dan doa singkat, sehingga kita bisa baca lengkap tiap hari." Kemudian saya pun memulai untuk mewujudkan usulan murid saya tersebut. Setiap hari dalam perjalan pulang pergi ke sekolah, di sekolah atau saat bertemu teman-teman, kalau ada kejadian menarik saya selalu tulis menjadi sebuah renungan harian yang saya beri nama "Kencan Dengan Tuhan". Terkadang kalau saya sedang kumpul dengan teman-teman dan kalau ada hal menarik, ada saja teman yang berkata, " Wah, hati-hati nih, besok bisa masuk Kencan Dengan Tuhan." Seiring berjalannya waktu saya pun mulai membeli buku-buku cerita singkat mengenai kehidupan yang menginspirasi dan sebagainya. Melalui kisah itu saya mengemas menjadi renungan singkat. Ternyata tanpa saya sadari ada banyak orang yang terberkati dengan renungan Kencan Dengan Tuhan. Banyak orang-orang baik hati yang Tuhan pilih menjadi kurir-kurir-Nya untuk juga menyebarkan renungan tersebut, sampai akhirnya pada tanggal 30 April 2021 melalui orang-orang yang baik, saya mendapatkan Rekor Indonesia Muri sebagai penulis naskah harian Kencan Dengan Tuhan. Tidak terasa hari ini sudah 15 tahun Kencan Dengan Tuhan menemani hari-hari banyak orang untuk memberi makanan bagi rohani mereka. Kita adalah kurir Tuhan. Sebagai kurir Tuhan yang baik, kita harus membawa sesuatu yang baik dalam diri kita. Sesuatu yang baik itu adalah firman Tuhan, bukan gosip, fitnah, cemoohan, berita dusta atau kata-kata yang menjatuhkan. Firman Tuhan akan menghibur, menguatkan dan menasihati orang, tetapi gosip dan "teman-temannya" tersebut akan menghancurkan orang. Sebagai kurir Tuhan yang baik, kita harus memastikan menjaga firman Tuhan itu hingga sampai kepada setiap orang. Kadang firman Tuhan ditolak gara-gara sang kurir yang berkelakuan buruk, sekalipun firman yang dibawanya adalah benar. Oleh sebab itu, mari, apa yang sudah ditanamkan dalam diri kita, yaitu karakter yang baik, kita wujudkan dalam sikap hidup dan perbuatan nyata sehari-hari. Saya sudah berusaha menjadi kurir Tuhan walau harus jatuh bangun. Kini saya mengajak kita semua yang setia membaca Kencan Dengan Tuhan, untuk juga menjadi kurir-kurir rohani sehingga banyak jiwa dibawa semakin dekat pada Tuhan. Terima kasih untuk kesetiaannya membaca renungan Kencan Dengan Tuhan selama 15 tahun ini. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah mulut, bibir, lidah dan suaraku dengan kuasa-Mu, agar setiap pemberitaan firman yang kusampaikan dapat diterima oleh setiap orang, sehingga mereka mendapatkan kelepasan, kesembuhan dan kelegaan. Perbaharui juga karakterku, agar melalui kehadiranku, nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Perundungan atau bullying sepertinya selalu ada dari tahun ke tahun tanpa adanya tindakan untuk mengatasinya. Peran masyarakat terutama keluarga, lingkungan sosial baik di dalam institusi pendidikan maupun tempat kerja. Apa sih yang menyebabkan perundungan itu tetap terjadi?Simak yuk di podcast Santai Shaaayyy
Pemerintah kucurkan dana raksasa ke bank-bank besar. Tapi, apakah uang itu bisa nyampe ke bisnis kamu?Dr. Sandy Wahyudi bongkar tuntas:1. Kenapa ini jadi momen terbaik untuk ekspansi usaha.2. 5 Bank besar penerima kucuran dana ini.3. 5 Langkah konkret agar bisnismu dilirik bank dan dapat modal!Tonton sampai habis! Jangan sampai kompetitor kamu gerak duluan. Ini waktunya UMKM Naik Kelas!
Apa pendapatmu tentang pajak? Rata-rata pada nggak suka ya karena duit kena potong atau mesti bayar lebih mahal. Ditambah lagi aturan dan hitungannya super njlimet bikin pusing. Tapi ya kalau dipikir-pikir, sebagai anak muda mestinya malah mau mantengin isu ini, soalnya pajak kan diambil dari duit kita. Kita ulas aja bareng konsultan pajak yang juga founder akun @pakarpajak Gabriel Christianto.Di episode ini kamu akan dapet:1.Apakah orang Indonesia taat pajak?2. Kenapa negara sulit menagih pajak ke orang kaya?3. Apakah PPN kita bisa turun?Kalau kamu ada pertanyaan soal pajak bisa komen atau langsung aja follow akun IG dan tiktok @pakarpajak buat tau konten dan isu seputar perpajakan.Kasih bintang 5 kalau kamu suka konten ini!
Welcome Back! Kali ini kita bahas Chelsea vs Sunderland, opsi aset MCI selain Haaland, dan kapten alternatif GW9. Cekidotz
Di episode ini, ngobrolin tentang hal yang paling bikin nyaman justru yang paling bikin sakit, tentang perasaan yang datang tanpa izin, cemburu tanpa hak, dan rindu yang harus disimpan rapat-rapat. Karena jatuh cinta sama sahabat itu lucu, nyesek, tapi juga… indah untuk diingat.Penyiar : IndahSP & Damar Editor : DivaJangan lupa follow kita ya!!Instagram : @polimedia_radioTiktok : @radio penyiaran polimedia
"Kenapa sih orang tua perlu membantu anaknya mencapai goal setting yang diinginkan agar growth mindset terwujud dengan baik? Karena dengan bimbingan yang tepat, anak-anak belajar pentingnya usaha bukan hasil akhir. Makanya, yuk dengar audio ini sampai akhir untuk dapatkan tips praktis dan inspirasi dari pakar kami! Pengen tau dong, apa sih goal anak tahun ini yang pengen Moms & Dads bantu? Share di kolom comment please"
Default action dari medsos saya adalah tidak membalas komentar. Kenapa? Simak di videonya
Kenapa guna pendidikan karakter? Mana pergi pendidikan Islam? Begini…Pendidikan karakter bukan lawan pendidikan Islam. Pendidikan karakter adalah istilah bidang pendidikan. Ia bermaksud, untuk bentuk akhlak (yang Islam ambil berat), ada strategi tertentu disediakan untuk mencapainya.Jemput dengar. Pertanyaan dan maklum balas saya alu-alukan. Komen tidak berakhlak, saya padam dan ban demi kebaikan kita bersama.#pendidikankarakter #charactereducation #shapingexcellentcharacter #khalifahmethod #pendidikanislam
Zahid: https://instagram.com/zahidibrAbiyu: https://instagram.com/sfbksZea: https://instagram.com/zeayusuf0:00 Intermezzo02:57 Kenapa suka ngikutin trend Indo?05:03 Pertemanan Genuine vs. Transaksional12:23 Gak Punya Pertemanan Long Last19:32 Cutting-Off Lingkungan yang Gak Sefrekuensi25:32 Mencari “Clipper”26:29 Kenapa berubah setelah ke luar negeri?35:00 “Adaptability” dalam kondisi dunia saat ini37:05 Cara upgrade diri kalau stuck dalam lingkungan sekarang?
berita UFC 323, bahas UFC Vancouver RDR vs Allen
Zahid: https://instagram.com/zahidibrAbiyu: https://instagram.com/sfbksZea: https://instagram.com/zeayusufTimestamps0:00 Kenapa waktu itu nyesel pertukaran pelajar?4:44 Merasa ketinggalan gak setelah gap year?8:22 Kerja yang nggak nyambung sama perkuliahan?11:52 Keluar negeri jadi strategi naik kelas sosial?15:14 Membiayai hidup dari kerja part-time?18:54 Kenapa banyak yang pengen masuk PTN?22:17 Meninggalkan lingkungan transformatif selama gap year?24:44 Kenapa nggak follow back orang di Instagram?25:56 Pertemanan genuine vs transaksional?
Filosofi Seth Godin dari empat bukunya mengerucut pada satu panggilan: Tinggalkan mentalitas pekerja pabrik. Kita terlampau lama nyaman dalam kepatuhan, padahal era kini menuntut gairah yang liar. Maka, tinggalkanlah barisan itu, sebab keputusan terpenting adalah: memilih diri sendiri sebelum dunia memilihkan nasib. Kepemimpinan, kata Godin, bukan tentang pangkat yang tertulis di kartu nama. "Managers have employees. Leaders have followers." Yang sesungguhnya adalah: keberanian mematrikan visi di hati banyak orang, bukan hanya memastikan mesin-mesin tua berdentang. Manusia modern mendambakan koneksi, ingin menjadi bagian dari suku (tribe) yang punya ide dan tujuan bersama. Dorongan afiliasi itu... sungguh mekanisme kuno yang tak pernah pudar. Maka, hadirkanlah inisiator yang dapat merajut kepingan jiwa menjadi satu getaran gerakan. Kepemimpinan tidak sama dengan manajemen; ini adalah tentang menetapkan cakrawala yang belum terjamah. Seorang pemimpin adalah heretik yang gelisah, memanfaatkan gairah yang membara, jauh dari jerat perintah dan ancaman. Kepemimpinan sejati selalu menuntut untuk berdiri paling depan. Status quo adalah musuh utama, benteng lama yang sulit digoyahkan karena semua orang sudah berinvestasi di dalamnya. Kita harus berani menjadi heretik, menciptakan yang luar biasa... yang justru mengundang gunjingan di pasar. Jika tak ada kegaduhan (make a ruckus), barangkali kita cuma patung di etalase. Kenapa kita takut memimpin? Bukan takut gagal, tapi takut disalahkan dan dikritik. Karya yang diam, tanpa kritik, adalah karya yang membosankan... tanpa daya ungkit apa-apa. Mengatasi rasa takut, itulah visa tunggal menuju tindakan. Pemimpin harus mengalihkan fokus dari kuantitas; cari kerapatan, tighter. Komunikasi yang bergetar cepat itu... adalah modal emosional yang tak ternilai, mengikat raga menjadi satu keyakinan. Nilai sejati selalu menyebar secara horizontal, dari satu hati ke hati lain. Kreativitas, ditegaskan Godin, bukanlah bakat langit yang langka. "The magic of the creative process is that there is no magic." Kreativitas adalah sepenuhnya keputusan, pilihan untuk bertindak. Siapa pun bisa menjadi seniman (artists), asalkan berhenti menanti ilham turun dari langit. Seorang profesional hidup dari praktik (practice) gigih, sebuah janji pada proses, terlepas dari jaminan hasil. Identitaskita menguat seiring tindakan itu; jika kau ingin menjadi penulis, menulislah hari ini, bukan esok. Hanya komitmen total pada praktik yang akan melahirkan skill baru. Mereka yang pemula selalu terjerat pada bayangan hasil (outcome), lupa bahwa itu hanyalah angin. Keberanian sejati terletak pada konsistensi proses, mengabaikan kilauan sesaat. Membuang kegagalan adalah bagian dari proses panen, bukan pengakuan dosa. Sindrom Imposter itu... adalah pertanda baik, suara yang muncul saat kita melangkah ke wilayah asing. Kita tidak perlu jaminan apa-apa, cukup mempercayai proses (trusting the process) yang membawa kita ke sana. Keraguan adalah bukti bahwa kita sedang berlayar, bukan berlabuh. Strategi... ia adalah filsafat menjadi (philosophy of becoming), yang menuntun keputusan kecil hari ini menuju bayangan masa depan. Kompasnya berputar di antara waktu, sistem, permainan, dan empati. Strategi yang elegan tidak butuh daftar kaku, melainkan kelenturan peta. Kita dikepung sistem (systems)... jaringan tak terlihat yang mempertahankan dirinya dengan gigih. Melawannya langsung adalah kesia-siaan, lebih baik mencari titik ungkit (leverage point) yang halus, mengubah alirannya dari dalam. Memahami hasrat tersembunyi sistem—status, kenyamanan—adalah kuncinya. Hidup adalah serangkaian permainan (games) yang dipandu oleh aturan dan kelangkaan yang tersembunyi. Kebijaksanaan adalah memilih permainan yang dapat kita menangkan, dan menyingkirkan memori pahit dari biaya hangus (sunk costs). Masa depan tak berutang apa-apa pada penyesalan masa lalu. Sekolah kita, sesungguhnya, adalah mesin cetak dari abad kesembilan belas, dirancang untuk melahirkan pekerja patuhbagi pabrik. Godin mengingatkan: "If you do a job where someone tells you exactly what to do, he will find someone cheaper than you to do it." Era koneksi menuntut imajinasi, bukan ketaatan. Ada tragedi senyap di ruang kelas: mimpi-mimpi yang dihancurkan perlahan, diganti dengan ilusi kompetensi yang fana. Kita terlalu sibuk mengejar penugasan daripada melatih penilaian (judgment) yang mandiri. Jika pendidikan adalah teka-teki, guru adalah kunci, sebagai pelatih gairah yang hilang. Di tengah riuh data, membaca dan menulis tetaplah mercusuar sunyi, memancarkan dampak eksponensial. Yang substansial bukanlah mengumpulkan fakta, melainkan keahlian menghubungkan titik-titik menjadi wawasan yang bergetar. Ajarkanlah keraguan rasional (reasonable doubt), kemauan untuk salah, dan kita akan memiliki mata yang tajam. Karya yang bernilai selalu lahir dari simpul kolaborasi, bukan dari ruang isolasi yang hening. Mengapa sekolah masih menyukai ujian individu, padahal koneksi adalah mata uang baru yang berharga? Kita harus menggalakkan proyek kelompok yang berisiko, di sanalah solusi kompleks terlahir. Kita sesungguhnya memiliki segala yang diperlukan... waktu, bakat, dan daya ungkit yang memadai. Mengapa kita menunda? Karena ketakutan selalu terasa lebih nyata daripada kewajiban. Waktu yang terbuang untuk khawatir(worrying) adalah energi yang seharusnya dilepaskan. Maka, segala pergeseran besar bermula dari asserti (assertion) yang sunyi, dari kemauan untuk memulai (begin) sebuah gerakan. Setiap kita memikul kewajiban yang agung, bukan sekadar inisiatif biasa. Praktik, strategi, dan kepemimpinan—mereka adalah trisula untuk menciptakan momentum yang tak mungkin lagi kembali.
Kenapa makin lama usia hubungan/pernikahan, biasanya makin berjarak dan berantakan?Karena kebanyakan orang terlalu pengen 'apa adanya' dan 'ngalir natural aja' sewaktu ngejalanin hubungannya.Tidak ada usaha, kerja keras, dsb. Jalanin senyamannya aja.Semoga kamu denger ini sebelum menikah ya, supaya engga kaget dengan kesalahan terpopuler married couples.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 September 2025Bacaan: "Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri." (Roma 14:7)Renungan: Ada seorang ibu yang seringkali pergi ke kantor pos untuk mengirim surat, paket atau wesel pos. Suatu hari ketika tiba di kantor pos, ia melihat antrean yang begitu panjang. Begitu banyak orang yang menunggu giliran untuk dilayani. Sebenarnya ia hanya membutuhkan beberapa perangko. Seseorang yang memperhatikan sang ibu kemudian berkata. "Kenapa ibu tidak memakai mesin perangko saja? Ibu bisa mendapatkan perangko yang ibu inginkan tanpa harus ikut mengantre." Ibu tersebut menjawab, "Ya, aku tahu. Tapi mesin itu tidak bisa menyapaku dan menanyakan penyakit rematikku." Dampak kemajuan di bidang teknologi ini semakin mendorong orang untuk bersikap individualistis. Orang bisa melakukan transaksi bisnis dengan cepat melalui internet. Melalui mesin kita dapat memesan makanan, mengukur tekanan darah, mengambil uang tanpa berhubungan langsung dengan seseorang. Hal inipun telah merambat dalam hal rohani, sehingga orang menganggap tidak perlu lagi ke gereja, karena mereka bisa mendengarkan khotbah melalui, radio atau televisi. Namun di luar itu semua, kita juga perlu tahu bahwa banyak orang yang membutuhkan perhatian dan sentuhan kasih kita. Ada orang yang ingin mendengar kita menanyakan bagaimana keadaan mereka, pergumulan apa yang sedang mereka hadapi, bantuan apa yang dapat kita berikan atau bisa saja mereka merasa diberkati hanya dengan melihat senyuman kita. Oleh karena, sudahkah hari ini kita menyapa suami, istri, orang tua, anak-anak, atau sahabat? Atau sudahkan kita memberikan senyum kita yang terbaik untuk orang-orang yang kita temui hari ini? Kalau belum, lakukanlah, karena Yesus membutuhkan sapaan dan senyuman kita hari ini untuk menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk mendengar sapaan, senyuman, nasihat, cerita dari pasanganku, orang tuaku, anak-anakku. Aku tahu, di luar sana banyak orang yang mengalami kerinduan sepertiku. Maka bantu aku agar aku mampu menyapa dan sekadar memberi senyuman terbaikku bagi mereka. Kirimkanlah hari ini seseorang yang dapat kuberkati dengan sapaan dan senyumanku. Amin. (Dod).
Menjalani peran baru sebagai ibu seringkali terasa berat dan dituntut sempurna. Tak jarang, ketika ada yang di luar rencana, ibu cenderung menyalahkan diri sendiri. "Masakanku gak dihabisin, apa aku kurang enak ya masaknya?" Ketakutan-ketakutan itu bisa diatasi dengan being gentle with ourselves, seperti yang dicontohkan Momma Icha pada Seiji saat mengalami fase picky eater.Selengkapnya, bisa Parents tonton di episode Dhannisa Cho: Gentle Parenting Bukan Cuma Cara Ngomong!Timestamp:00:00 Opening02:05 Kenapa being gentle bisa jadi jawaban05:35 Orang tua rentan menyalahkan diri sendiri saat ada sesuatu di luar ekspektasi12:10 Parenting bukan tentang checklist dalam kepala kita18:20 Atasi picky eater dengan ajak anak ikut masak30:15 Di atas 5 tahun, kegiatan makan dengan anak serasa seperti teman
The TTYL Trio is back! Kali ni kita memperkenalkan vertical #MidnightStories untuk cerita-cerita malam dan bersifat exposé. Klik timestamp di bawah untuk subtopik. Dengarkan versi audio di Spotify TTYL: Talk To You Later.LIKE, FOLLOW & SUBSCRIBE sebagai tanda sokongan jika inginkan content Youtube yang consistent daripada trio TTYL!- Panggilan pondan kasar, nak identify sebagai apa?- Lingua fondan: asal-usul panggilan ‘mak ayam'- Bila mula terdedah dengan budaya lorong- Jadi 'ratu' di all-boys school- Baba Nyonya & mixed blood- Kenapa pekerjaan mak nyah zaman dulu terhad kepada pekerja s3k$?- Apa itu non-binary- Cosmetic surgery transgender - Payudara palsu: surgeri, jenis dan kesan pemakaian- TS dalam pop culture entertainment Melayu- Sida-sida dan Dewi Guanyin- Ghazal parti dan darai- Pondan suara kepit- Sex change surgery- Hubungan homo sentiasa melibatkan s3ks?
Kata orang, rezeki udah ada yang ngatur. Tapi, masih banyak di antara kita yang ternyata mengalami kendala dalam menjaring rezeki. Kalau dari penjelasan Meilinda Sutanto, hal ini bisa jadi karena adanya Money Trauma yang belum diobati. Dan, Money Trauma ini ada kaitannya dengan hubungan kita bersama keluarga. Cerita selengkapnya, bisa didengarkan di episode ini: Money Trauma Bisa Bikin Bangkrut!Timestamp:00:00 Opening02:10 Family Constellation05:19 Kenapa quality time jadi kebutuhan gen Z11:30 Pentingnya memahami order of love15:53 Perempuan diajarkan untuk helpless19:09 Berdaya bukan soal nominal saja30:00 Pernah dihina dan dibully bisa jadi trigger over spending34:10 Money is the root of all evil42:22 Stigma single dan uang50:40 Marah adalah part of communication
Daftar Berita:NetEase dapat semua lisensi karakter Marvel untuk Marvel RivalsYang menarik di Capcom SpotlightXbox batalkan Perfect Dark dan tutup beberapa studio
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Juni 2025Bacaan: "Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya — juga itu pun karunia Allah." (Pengkhotbah 5:18)Renungan: Ada seorang wanita kaya raya dirundung rasa sepi yang mendalam. Meskipun ia dikelilingi kenalan yang berkelas dan mampu membeli barang-barang mewah yang diinginkannya, tapi semua itu tetap saja tak memberi kebahagiaan baginya. Hidupnya tidak nyaman karena ada ruang kosong di dalam hatinya yang tak terpuaskan oleh limpahan materi semata. Di puncak kegalauan batin itu ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. "Aku akan pergi ke sungai untuk mengakhiri hidupku," katanya dalam hati. Dengan pikiran yang melayang-layang ia berjalan ke sungai di mana ia akan mengakhiri hidupnya. Di perjalanan tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan kecil menarik-narik roknya. Dengan refleks matanya memandang ke bawah, ia melihat seorang bocah tak berdaya sedang menarik-narik roknya. "Nyonya, kami ada enam bersaudara dan sedang sekarat karena kelaparan," kata anak itu sambil merintih. Wanita itu terdiam, ia berpikir sejenak. "Kenapa aku tidak meringankan beban keluarga anak malang ini? Aku punya banyak harta dan aku tak akan memerlukan semua kekayaan itu kalau aku sudah mati nanti." Wanita itu menunda niatnya untuk bunuh diri dan mengajak anak itu berjalan ke rumah kesengsaraan mereka. Di sana ia mengosongkan isi dompetnya dan seketika terciptalah suasana bahagia di tengah-tengah keluarga yang kelaparan itu. Wanita itu terpaku, hatinya tersentuh tatkala melihat keluarga tersebut berulangkali mengucapkan terima kasih padanya. Tanpa disadarinya setitik kebahagiaan menerobos jiwanya yang kosong, bertepatan saat ia membuat orang lain berbahagia. Tergerak oleh belas kasihan yang mulai bertumbuh di hatinya, wanita itu pun berucap, "Besok saya akan kembali untuk membawa berkat yang lebih banyak. Saya akan membagikan apa yang telah Tuhan berikan pada saya secara berlimpah-limpah." Kemudian wanita itu berpamitan, ia pulang dengan satu semangat dan pemikiran yang baru. Kini ia memahami mengapa Tuhan menganugerahkan kekayaan yang melimpah kepadanya. Ia bertekad untuk tidak akan pernah mengakhiri hidupnya secara terpaksa, karena masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangannya. Tuhan merancang kita bukan untuk hidup bagi diri kita sendiri, tapi untuk berbagi dengan sesama. Kita akan merasa bahagia dan bangga ketika hidup kita memberi dampak yang membangun atau mendorong orang lain menjadi lebih baik. Jika kita berhasil mengembangkan sikap mulia ini maka kita akan merasakan kepuasan tersendiri, yang nilainya sangat tinggi. Untuk itu, bangkitkanlah kepedulian dan cinta kasih terhadap orang tua, anak, rekan sekerja, tetangga, teman atau mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Buatlah mereka bahagia, maka kita juga akan turut bahagia! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk dapat mengasihi, berbagi dan peduli pada orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).
Dalam Episod 3 Kena Soal, perbincangan hangat melibatkan beberapa isu besar serantau dan tempatan. Antara soalan-soalan yang dijawab termasuklah perkembangan terkini Pilihan Raya Singapura, kemungkinan pertembungan Timbalan Presiden PKR antara Rafizi dan Nurul Izzah, isu Gaji Bermaruah yang diutarakan oleh Bekas Gabenor Bank Negara serta ketegangan yang berterusan dalam krisis India-Pakistan.*00:00 INTRO**01:59 PILIHAN RAYA SINGAPURA*@aqmarjewelson: Mohon KS beri penerangan tentang keputusan Pilihan Raya di Singapura@isyrafnorizan: Parti pembangkang Singapore nampak dapat banyak sambutan pada pilihan raya, namun PAP tetap menang majoriti. Kenapa?@ajidabomb: Apa kesan dominasi PAP ke atas Singapore dan Malaysia?*19:08 ISU GAJI BERMARUAH*@mockymok: Apa comment KS mengenai comment bekas gabenor bank negara mengenaireal wages di MY?@hhaniza: Why is salary growth in Malaysia so slow, and what can be done to improve it?@emal_sabarudin : apa pendapat ks berkenaan harga barang lebih tinggi dari pendapatanbulanan (gaji)?*36:40 RAFIZI VS IZZAH*@talhahazlan: Banyak yang sudah nyatakan sokongan kepada Nurul Izzah untuk TimbalanPresiden PKR. Apa komen KS?@syabilsoberi: Adakah pemilihan PKR kali ini dilihat ingat menyingkirkan Rafizi dan teamnya.Nampak ramai dah sokong Izzah dan ada gerakan terancang. KS ada insider news ke?@zariframli_: Do you foresee cracks appearing in PKR if rafizi letak jawatan?*52:40 KRISIS INDIA - PAKISTAN*@mnajmiiqbal: Apa pandangan KS mengenai perang india-pakistan dan kesan terhadap malaysia?*01:08:20 PENGALAMAN DAN PANDANGAN PERIBADI K DAN S*@iman._i19: KS favourite memories while studying in UK?@mfaridgeo: Apa pendapat KS tentang popularity Pickleball. Sementara atau bertahan lama?@dennis_hii_: Can you share your experience on Uk Tour?@luq_manqeem: To KJ & SH, seeing the trend of rising locally-produced action movies in Malaysian cinemas (exp blood brothers), is Malaysian politics interesting or dramatic enough in your opinion to be made into movies / TV series in the political thriller category? And what should that movie/show should based on about if we can take one of the interesting aspect in Malaysian politics?
Menghadapi masa pubertas memang bikin deg-degan, bukan cuma masa puber anak, tapi juga masa puber kita dulunya. Yuk, siapkan diri untuk belajar menghadapi anak pubertas bareng Ario Nucha dan dokter Miza!Denger sampai habis, karena selain belajar kalau mens = akhir masa puber, bukan awal puber, kami juga cerita soal gimana kekalahan merupakan ajang belajar paling ampuh buat anak-anak.TIMESTAMP:00:01 Opening04:15 Lika-liku punya anak laki-laki10:20 Kegagalan memberi pelajaran 15:05 Nikmati momennya, hasil bisa dikejar belakangan17:35 Jadi dokter anak juga punya kesulitan27:05 Usia pubertas anak31:07 Ketika berbeda pendapat di depan anak37:02 Kenapa anak harus puber tepat waktu
Pembawa Renungan: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Pengantar Renungan: Yulita Iryani - Kupang Sound Editing: Alland Angelbarth Kewas - Surabaya Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mat. 28:8-15