POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menurut Orang, Siapakah Anak Manusia Itu? Diambil dari: Matius 16:13–14 “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: ‘Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?' Jawab mereka: ‘Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.'”Wonder Kids, pernah tidak kamu mendengar banyak orang punya pendapat yang berbeda tentang seseorang? Ada yang bilang orang itu baik, ada yang bilang biasa saja, ada yang bilang hebat, tetapi belum tentu semua pendapat itu benar. Nah, itu juga terjadi pada Tuhan Yesus. Banyak orang melihat Yesus, mendengar pengajaran-Nya, dan melihat mujizat-Nya, tetapi mereka tetap punya jawaban yang berbeda-beda tentang siapa Dia sebenarnya.Sebelum Yesus menanyakan pertanyaan ini, Ia sudah melakukan banyak hal yang luar biasa. Ia menyembuhkan orang sakit, membuat orang lumpuh berjalan, memberi makan ribuan orang, dan menolong banyak orang yang menderita. Melalui semua itu, Yesus menunjukkan kasih dan kuasa-Nya. Tetapi walaupun orang-orang melihat semua itu, tetap saja tidak semua orang mengenal Yesus dengan benar.Ada yang mengira Yesus hanyalah nabi besar. Ada yang berpikir Yesus seperti Yohanes Pembaptis atau Elia. Pendapat-pendapat itu memang terdengar baik, tetapi tetap belum cukup. Mengapa? Karena Yesus bukan sekadar nabi, bukan sekadar guru, dan bukan sekadar orang baik. Yesus jauh lebih besar dari semua itu. Yesus adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa melihat perbuatan Yesus saja belum cukup kalau hati kita tidak sungguh mau percaya. Orang banyak bisa punya banyak pendapat, tetapi yang paling penting adalah: siapakah Yesus menurut kamu? Apakah kamu hanya ikut kata orang? Ataukah kamu sungguh mengenal Yesus dari firman Tuhan?Kadang-kadang kita juga bisa seperti itu. Kita tahu cerita-cerita tentang Yesus, kita dengar guru Sekolah Minggu bercerita, kita ikut menyanyi tentang Yesus, tetapi kita belum sungguh bertanya dalam hati, “Siapakah Yesus bagiku?” Tuhan mau kita bukan hanya tahu pendapat orang lain, tetapi sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya ikut kata orang. Tolong aku mengenal Engkau dengan benar melalui firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah menunjukkan siapa diri-Mu melalui perkataan dan perbuatan-Mu. Tolong aku supaya tidak hanya mendengar pendapat orang lain, tetapi sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: yang paling penting bukan apa kata orang tentang Yesus, tetapi apakah kamu sungguh mengenal dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Kedua Belas MuridDiambil dari: Matius 10:1 “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.”Wonder Kids, kita tahu bahwa Tuhan Yesus sangat peduli supaya orang-orang mengerti siapa Dia sebenarnya. Yesus tidak pernah asal berkata, “Aku Mesias,” lalu memaksa orang untuk percaya. Sebaliknya, hidup Yesus menunjukkan dengan jelas siapa diri-Nya.Salah satu hal yang menarik adalah Yesus memilih dua belas murid. Mengapa dua belas? Apakah itu hanya kebetulan? Tidak. Angka dua belas sangat penting bagi bangsa Israel, karena Israel memiliki dua belas suku. Jadi saat Yesus memilih dua belas murid, Yesus sedang menunjukkan sesuatu yang besar. Yesus sedang membentuk umat Allah yang baru, dan menunjukkan bahwa di dalam diri-Nya, janji Allah sedang digenapi.Ini berarti Yesus bukan hanya guru biasa. Guru biasa tidak memilih dua belas murid untuk menunjukkan penggenapan rencana Allah. Tetapi Yesus melakukannya dengan sengaja. Melalui tindakan-Nya, Yesus sedang menunjukkan bahwa Dia datang sebagai Mesias yang dijanjikan.Yang menarik lagi, Yesus punya banyak pengikut, tetapi Ia memilih hanya dua belas sebagai kelompok khusus. Ini bukan tanpa alasan. Yesus sedang membentuk dasar bagi pekerjaan besar yang akan diteruskan setelah kematian dan kebangkitan-Nya. Murid-murid itu akan menjadi saksi tentang Yesus dan memberitakan Injil ke banyak tempat.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa Yesus melakukan segala sesuatu dengan tujuan. Tidak ada yang asal-asalan. Bahkan hal yang kelihatannya sederhana, seperti memilih jumlah murid, ternyata penuh arti. Tuhan Yesus sungguh tahu apa yang sedang Ia kerjakan.Dan untuk kita hari ini, ada satu pelajaran yang indah: Yesus bukan hanya memanggil murid-murid zaman dulu. Yesus juga memanggil kita untuk mengikut Dia. Mungkin kita bukan bagian dari dua belas murid itu, tetapi kita tetap dipanggil untuk menjadi pengikut Yesus yang setia, belajar dari-Nya, dan hidup bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memanggil orang untuk mengikut-Mu. Tolong aku menjadi murid-Mu yang setia.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Tolong aku supaya bukan hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh mau mengikut Engkau sebagai murid-Mu yang setia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus melakukan segala sesuatu dengan tujuan, dan Dia juga memanggilmu untuk menjadi murid-Nya yang setia. Tuhan Yesus memberkati.
Bismillah,277. INILAH PEMBERSIH HATIMUKajian WanitaKitab Al Wabilush ShayyibPasl: Keutamaan BerdzikirDan dari Mu'adz bin Jabal Radhiallahu 'anhu, ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ 'Amal apa yang paling Allah cintai dan paling utama?' Beliau ﷺ menjawab: أَنْ تَمُوْتَ وَلِسَانُكَ رَطْبُ مِنْ ذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ.'Engkau meninggal dunia, sementara lisanmu senantiasa basah karena dzikir kepada Allah '."
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pahlawan yang Rendah Hati Diambil dari: Filipi 2:3–4 “dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”Wonder Kids, ada orang yang sangat hebat dalam bidangnya, tetapi tidak suka membanggakan diri. Ia lebih senang membantu timnya daripada terus berbicara tentang dirinya sendiri. Sikap seperti itu jarang sekali, ya. Biasanya kalau orang berhasil, ia ingin semua orang tahu betapa hebatnya dia.Tetapi firman Tuhan mengajarkan hal yang berbeda. Tuhan mau kita rendah hati. Rendah hati bukan berarti kita pura-pura tidak bisa apa-apa. Rendah hati artinya kita tidak sibuk mengangkat diri sendiri, melainkan belajar memikirkan orang lain dan tidak mencari pujian untuk diri sendiri.Dan tahukah kamu, Wonder Kids? Yesus adalah teladan rendah hati yang paling sempurna. Yesus adalah Anak Allah. Ia punya kuasa yang sangat besar. Tetapi saat datang ke dunia, Yesus tidak datang untuk dilayani. Yesus datang untuk melayani. Ia menolong orang, mengajar, mengasihi, bahkan rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Wah, itu rendah hati yang sungguh luar biasa.Kadang-kadang kita juga ingin dipuji. Kita ingin dianggap paling pintar, paling hebat, paling cepat, atau paling baik. Kita bisa sedih kalau orang lain yang dipuji, bukan kita. Tetapi Tuhan mengajar kita untuk melihat kepada Yesus. Yesus tidak hidup untuk membesarkan diri-Nya sendiri. Yesus hidup untuk melakukan kehendak Bapa dan mengasihi orang lain.Wonder Kids, itu juga yang Tuhan mau dari hidup kita. Saat kamu membantu teman, mau berbagi, tidak pamer, tidak merasa diri paling penting, dan senang melihat orang lain ditolong, kamu sedang belajar rendah hati. Rendah hati itu indah di mata Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu cara untuk mendahulukan orang lain hari ini. Misalnya, membantu tanpa disuruh, memberi giliran kepada orang lain, atau tidak memaksa kehendakmu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah teladan yang sempurna dalam kerendahan hati. Tolong aku supaya tidak sibuk memikirkan diriku sendiri, tetapi belajar mengasihi, melayani, dan memperhatikan orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: orang yang sungguh hebat di mata Tuhan bukan yang suka meninggikan diri, tetapi yang rendah hati seperti Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 20 Juni 2026Bacaan: "Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?" (Roma 10:14)Renungan: Shoichi Yokoi adalah salah satu serdadu Jepang yang bertempur di Perang Dunia II. Pada tahun 1944, Yokoi berada di Guam saat pasukan Amerika menyerang dan merebut pulau itu. Yokoi enggan menyerah dan memilih bersembunyi di hutan dengan beberapa temannya. Meski satu persatu temannya pergi atau wafat, Yokoi terus bertahan di hutan itu hingga 27 tahun, tanpa tahu Jepang telah menyerah pada 1945. Ketika ditemukan oleh beberapa nelayan, Yokoi sempat memberontak karena mengira ia akan ditawan musuh (sesuatu yang dianggap memalukan bagi prajurit Jepang). Sampai akhimya ia diberi tahu bahwa perang sudah berakhir beberapa dekade lalu. Saat Proklamasi Kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945, mereka yang tinggal di pedesaan apalagi yang berada di pulau-pulau paling ujung Indonesia jelas belum tahu bahwa mereka telah menjadi bangsa merdeka. Teknologi dan komunikasi masih jauh dari saat ini. Harus ada orang yang memberi tahu mereka. Hingga akhirnya, cepat atau lambat berita tentang kemerdekaan Indonesia sampai ke telinga rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kini semua rakyat Indonesia telah mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari sebuah bangsa yang berdaulat. Demikian pula dengan berita tentang kemerdekaan yang lebih penting, yakni kemerdekaan manusia dari kutuk dosa. Dua ribu tahun lalu, di atas kayu salib, Yesus telah memerdekakan kita dari belenggu dosa. Namun hingga kini, masih banyak orang yang belum pernah mendengar kabar tentang hal itu. Seperti prajurit Yokoi tadi, mereka masih hidup dalam ketakutan, ketidakpastian, dan penderitaan. Ya, inilah tugas kita! Kita harus menyebarkan kabar tentang keselamatan itu kepada mereka yang belum juga mendengarnya. Cukup beritahukan kabar gembira ini kepada mereka. Jelaskan ketika mereka ingin lebih tahu tentang siapa Yesus. Tunjukkan kasih-Nya melalui sikap hidup kita. Mengenai respons mereka, itu urusan mereka dengan Tuhan. Inilah yang Tuhan mau untuk kita lakukan? Tuhan pun berjanji bahwa la akan menyertai kita, yang artinya la akan memampukan kita. Jadi, tunggu apa lagi? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemauan untuk memberitakan tentang kasih-Mu kepada orang lain melalui perkataan dan perbuatanku, sehingga semakin banyak orang mengenal Engkau melalui kehadiranku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Nama Baik YesusDiambil dari: Amsal 22:1 “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”Wonder Kids, coba bayangkan ada cap stempel yang ditekan ke kertas. Kalau cap itu bagus, gambarnya akan terlihat jelas dan rapi. Tetapi kalau capnya rusak, hasilnya juga jadi jelek. Nah, hidup seseorang juga seperti itu. Apa yang ia lakukan terus-menerus akan meninggalkan “jejak” tentang siapa dia sebenarnya. Itulah yang disebut reputasi atau nama baik.Nama baik tidak dibangun dalam satu hari. Nama baik dibentuk lewat banyak pilihan kecil: berkata jujur, menepati janji, bersikap baik, tidak curang, dan melakukan yang benar berulang kali. Tetapi nama baik juga bisa rusak karena satu pilihan yang salah. Karena itu, firman Tuhan berkata bahwa nama baik itu sangat berharga.Kalau kita memikirkan Yesus, kita melihat Pribadi yang tidak pernah mempunyai reputasi buruk karena dosa. Yesus sempurna. Semua yang Yesus lakukan selalu benar, penuh kasih, penuh hikmat, dan suci. Memang ada orang-orang yang menolak Yesus dan berbicara jahat tentang Dia. Tetapi itu bukan karena Yesus berbuat salah. Itu karena hati mereka tidak mau menerima kebenaran. Yesus tetap menunjukkan lewat hidup-Nya bahwa Ia adalah Pribadi yang kudus dan dapat dipercaya.Bahkan saat banyak orang salah paham tentang Yesus, Yesus tidak membalas dengan dosa. Ia tetap mengasihi, tetap mengajar kebenaran, dan tetap melakukan kehendak Bapa. Dari hidup Yesus, kita belajar bahwa nama baik yang sejati bukan dibangun dengan pura-pura terlihat baik di depan orang, tetapi dengan hidup yang sungguh benar di hadapan Tuhan.Wonder Kids, ini penting juga untuk hidup kita. Tuhan mau kita punya nama baik. Bukan supaya kita dipuji orang, tetapi supaya hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan. Saat kamu jujur, bertanggung jawab, tidak suka bohong, tidak curang, dan baik kepada orang lain, kamu sedang membangun nama baik yang menyenangkan hati Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu kebiasaan kecil yang bisa membantumu punya nama baik, misalnya berkata jujur, menepati janji, atau mengakui kesalahan. Lalu lakukan itu hari ini dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu benar, suci, dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya hidupku juga menunjukkan kejujuran, kebaikan, dan kesetiaan, sehingga aku boleh memiliki nama baik yang memuliakan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama baik dibangun lewat banyak pilihan kecil yang benar, dan Yesus adalah teladan sempurna bagi hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 19 Juni 2026Bacaan: Lalu kata malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." (Kejadian 16:9)Renungan: Bisakah kita membayangkan situasi ini? Di saat kita sedang menghadapi pergumulan besar, tiba-tiba Tuhan menjumpai kita melalui sebuah penglihatan. Apa yang kita harapkan dari perjumpaan itu? Tentu saja kita yang sakit, ingin Tuhan memberi mukjizat kesembuhan. Kita yang sedang kekurangan berharap Tuhan akan mencukupkan, bahkan memberikan kelimpahan. Kita yang tidak tahu jalan keluar, tentu berharap Tuhan akan memberikan petunjuk kepada kita. Perjumpaan dengan Tuhan sering dimaknai bahwa Tuhan pasti menjawab pergumulan umat-Nya. Sekarang kita beralih pada kisah Hagar yang pergi meninggalkan rumah Abraham dan Sara karena tidak tahan ditindas oleh nyonyanya itu. Ketika Hagar sampai di padang gurun, maka Malaikat Tuhan menjumpainya. Hagar mungkin membayangkan bahwa Tuhan akan memberikan tuan dan nyonya baru, yang lebih baik dari Sara. Hagar mungkin membayangkan bahwa Tuhan akan membawa ke tempat atau keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Nyatanya bukan seperti itu yang dikatakan oleh Tuhan. Tuhan berkata, "Kembalilah kepada nyonyamu...". Mendengar kalimat ini, Hagar mungkin berpikir kalau Tuhan menyuruh untuk kembali kepada nyonyanya, karena Tuhan akan melembutkan hati Sara supaya tidak menindas dia lagi. Tapi kalimat berikutnya sungguh mengejutkan, karena Tuhan berkata, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." (ay. 9). Bayangkan, disuruh kembali untuk ditindas lagi! Mengapa Tuhan menyuruh Hagar kembali kepada Sara? Karena prosesnya memang belum selesai! Tuhan memang mengizinkan Sara menindas Hagar, tapi pada saat yang sama Tuhan memberikan kekuatan kepada Hagar untuk kuat menanggung segala penindasan itu. Hal yang sama juga berlaku dalam hidup kita. Jika memang proses yang kita jalani belum selesai, jangan buru-buru keluar dari rencana Tuhan. Pastikan kita setia menjalani proses itu hingga tuntas. Percayalah kalau waktunya sudah tiba, Tuhan sendiri yang akan mengeluarkan kita dari semua proses itu dan karakter kita pun akan menjadi lebih indah dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk masalah yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku. Aku percaya melalui masalah tersebut, Engkau sedang membentuk aku menjadi pribadi yang kuat dan tahan uji. Amin. (Dod).
Bismillah,276. AMALAN YANG PALING ALLAH ﷻ CINTAIKajian WanitaKitab Al Wabilush ShayyibPasl: Keutamaan BerdzikirDan dari Mu'adz bin Jabal Radhiallahu 'anhu, ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ 'Amal apa yang paling Allah cintai dan paling utama?' Beliau ﷺ menjawab: أَنْ تَمُوْتَ وَلِسَانُكَ رَطْبُ مِنْ ذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ.'Engkau meninggal dunia, sementara lisanmu senantiasa basah karena dzikir kepada Allah '."
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti Tentang Siapa YesusDiambil dari: Yohanes 18:4–5 “Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: ‘Siapakah yang kamu cari?' Jawab mereka: ‘Yesus dari Nazaret.' Kata-Nya kepada mereka, ‘Akulah Dia.' Yudas yang menghianati Dia berdiri juga di situ bersama mereka.”Wonder Kids, pada zaman Tuhan Yesus, orang-orang Yahudi sudah lama menantikan Mesias, yaitu Raja dan Juruselamat yang dijanjikan Allah. Mereka membaca Kitab Suci dan menunggu kapan janji itu digenapi. Tetapi saat Yesus datang, tidak semua orang mau percaya kepada-Nya. Ada yang mengira Yesus hanya guru yang baik. Ada yang menganggap Yesus hanya nabi. Ada juga yang menolak-Nya sama sekali.Mengapa begitu? Karena banyak orang ingin menentukan sendiri siapa Yesus menurut pikiran mereka. Mereka tidak mau sungguh-sungguh melihat semua bukti tentang Yesus. Padahal, kalau kita memperhatikan hidup Yesus, perkataan-Nya, mujizat-Nya, cara-Nya mengasihi orang, dan bagaimana Ia menggenapi janji-janji Allah, kita bisa melihat bahwa Yesus bukan orang biasa. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia.Yesus tidak datang sambil berkata sembarangan, “Percaya saja pada-Ku.” Sebaliknya, hidup Yesus penuh dengan bukti. Ia mengajar dengan kuasa, melakukan mujizat, mengampuni dosa, menggenapi nubuat, lalu akhirnya rela mati dan bangkit. Semua itu menunjukkan identitas-Nya. Jadi, untuk mengenal siapa Yesus sebenarnya, kita tidak cukup hanya mendengar pendapat orang. Kita harus melihat kepada Yesus sendiri seperti yang dinyatakan dalam firman Tuhan.Dalam Yohanes 18, saat orang-orang datang menangkap Yesus, Yesus justru maju ke depan. Ia tahu apa yang akan terjadi pada-Nya. Ia tidak lari. Ia tidak bersembunyi. Itu menunjukkan bahwa Yesus sungguh tahu siapa diri-Nya dan sungguh datang untuk menjalankan rencana Bapa. Yesus bukan korban yang bingung. Yesus adalah Juruselamat yang dengan rela menyerahkan diri-Nya bagi kita.Wonder Kids, kadang-kadang orang di sekitarmu bisa punya banyak pendapat tentang Yesus. Tetapi pertanyaan yang paling penting bukan “Kata orang siapa Yesus itu?” melainkan “Menurutmu, siapakah Yesus?” Apakah kamu hanya tahu tentang Yesus? Ataukah kamu sungguh percaya bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamatmu?Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambil waktu sebentar dan katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, tolong aku mengenal Engkau bukan hanya dari kata orang, tetapi dari firman-Mu. Aku mau sungguh percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menunjukkan dengan jelas siapa diri-Mu. Tolong aku supaya tidak bingung oleh pendapat orang, tetapi sungguh mengenal Engkau melalui firman-Mu dan percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak perlu dibuat cocok dengan pendapat manusia, karena Dia sudah menunjukkan dengan jelas bahwa Dia adalah Anak Allah dan Juruselamat dunia. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 18 Juni 2026Bacaan: Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (Yesaya 26:3)Renungan: Hidup adalah sekumpulan pilihan. Banyak alasan untuk membuat kita tertawa, tapi banyak orang memilih untuk kecewa. Banyak hal yang seharusnya membuat kita tersenyum, tapi banyak orang justru memilih untuk bersedih. Banyak hal yang seharusnya kita abaikan, tapi banyak orang justru mempersoalkan. Banyak hal yang seharusnya mudah dan sederhana untuk dijalani, tapi banyak orang memilih untuk ribet dan mempersulitnya. Banyak hal yang seharusnya kita syukuri, tapi banyak orang memilih untuk mengeluhkan hal-hal yang tidak ia miliki. Jika kita mau merenungkan lebih dalam, sesungguhnya hidup kita penuh dengan kebahagiaan, sayangnya kita tidak menyadarinya. Sebagai gantinya, kita justru memandang bahwa hidup kita seolah-olah hanya berisi penderitaan dan masalah saja. Lupa bahwa di dalam penderitaan sekalipun, kita bisa menemukan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan. Pilihlah yang baik, bukan yang buruk. Pilihlah yang mendatangkan sukacita, bukan yang mengundang kecemasan. Pilihlah untuk berbahagia, bukan takut dan khawatir. Semuanya itu mungkin terjadi kalau kita bisa menguasai hati. Menguasai hati untuk terus bersyukur, dan bukan iri karena membandingkan diri dengan orang lain. Bukankah berkat tidak selalu urusan materi? Di saat jiwa kita tenang dan hati kita damai, bukankah itu kebahagiaan yang jauh lebih berharga daripada sekadar kekayaan dan materi saja? Itulah sebabnya untuk bahagia tidak selalu berarti harus memiliki segalanya, melainkan bersyukur untuk semuanya. Seperti halnya sebuah kalimat bijak berkata, "Bukan karena bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi karena kita bersyukur maka kita jadi bahagia." Jika kita mengerti rahasia kehidupan ini, tidak ada alasan untuk kita melupakan segala kebaikan dan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima. Bahkan, di saat kita mengalami masa-masa yang paling sulit sekalipun, kita akan tetap merasakan ketenangan di dalam Tuhan. Di tengah badai kita merasakan damai! Apakah kita ketenangan jiwa seperti ini terjadi dalam hidup kita? Marilah kita ubah cara pandang kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan, bahkan di masa-masa sulit pun aku rindu Engkau hadir untuk memberi ketenangan padaku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tetap Tepat Sasaran Diambil dari: Ibrani 12:2 “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang yang sangat pandai, tetapi tetap bisa gagal karena fokusnya salah? Ada seorang atlet menembak yang sangat hebat. Ia menembak dengan baik, tetapi ternyata ia melihat sasaran yang salah. Matanya tertuju ke tempat yang keliru. Akibatnya, walaupun tembakannya bagus, hasilnya tetap tidak benar.Wah, ini pelajaran yang penting sekali. Ternyata bukan hanya soal bisa melakukan sesuatu dengan baik, tetapi juga soal apakah kita mengarahkan hidup kita kepada sasaran yang benar. Kalau sasaran kita salah, maka usaha kita yang besar pun bisa membawa kita ke arah yang salah.Begitu juga dalam hidup kita, Wonder Kids. Banyak orang rajin, pintar, dan semangat. Tetapi kalau hidup mereka tidak tertuju kepada Yesus, mereka sedang mengejar sasaran yang salah. Ada yang hanya mengejar pujian orang, nilai bagus, menang terus, atau jadi yang paling hebat. Semua itu bisa terlihat bagus, tetapi kalau Yesus bukan yang terutama, hati kita bisa meleset dari tujuan yang benar.Firman Tuhan dalam Ibrani 12:2 mengingatkan kita untuk menaruh mata kepada Yesus. Artinya, Yesus harus menjadi fokus hidup kita. Saat kita belajar, bermain, berteman, atau mengambil keputusan, kita perlu bertanya: “Apakah ini menyenangkan Tuhan? Apakah ini membuatku makin dekat kepada Yesus?” Yesus adalah sasaran yang benar bagi hidup kita.Kadang-kadang kita bisa tergoda melihat “papan skor” seperti atlet itu. Kita terlalu sibuk melihat siapa yang lebih hebat, siapa yang lebih dipuji, atau apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Tetapi Tuhan mau kita berhenti membandingkan diri dan kembali memandang kepada Yesus. Saat mata kita tertuju pada Yesus, hidup kita akan diarahkan dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Sebelum kamu melakukan satu kegiatan hari ini, berhentilah sejenak dan berdoa, “Tuhan Yesus, tolong aku melakukan ini dengan hati yang tertuju kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah sasaran yang benar bagi hidupku. Tolong aku supaya tidak salah fokus dan tidak mengejar hal yang salah. Ajarku untuk selalu memandang kepada-Mu dalam setiap keputusan dan langkah hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang hebat bukan hidup yang sekadar sibuk dan berhasil, tetapi hidup yang matanya tertuju kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggabungkan Sejarah dan ImanDiambil dari: Kolose 2:6–7 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar banyak hal tentang Yesus. Kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup dalam sejarah. Ada banyak bukti, banyak catatan, dan banyak kesaksian yang menolong kita melihat bahwa Yesus bukan tokoh dongeng. Tetapi apakah cukup hanya tahu fakta tentang Yesus? Belum.Coba bayangkan begini. Kamu bisa tahu banyak fakta tentang seseorang. Kamu tahu namanya, pekerjaannya, tempat tinggalnya, bahkan hal-hal yang pernah dia lakukan. Tetapi mengenal seseorang dengan sungguh-sungguh lebih dari sekadar tahu fakta. Ada hubungan, ada kepercayaan, ada kasih. Begitu juga dengan Yesus. Kita memang perlu tahu bahwa Yesus sungguh nyata dalam sejarah. Tetapi Tuhan juga mau kita lebih dari itu, yaitu percaya kepada-Nya dan hidup di dalam Dia.Firman Tuhan dalam Kolose 2:6–7 berkata bahwa karena kita sudah menerima Kristus Yesus, kita harus hidup tetap di dalam Dia, berakar di dalam Dia, dan makin teguh dalam iman. Artinya, iman Kristen bukan hanya percaya di kepala, tetapi juga hidup yang melekat kepada Yesus. Kita bukan hanya berkata, “Ya, Yesus itu nyata,” tetapi juga, “Ya, Yesus adalah Tuhanku, dan aku mau mengikut Dia.”Jadi sejarah dan iman tidak bertentangan. Fakta-fakta tentang Yesus menolong kita melihat bahwa iman kita punya dasar yang benar. Tetapi sesudah itu, kita dipanggil untuk datang kepada Yesus secara pribadi. Bukan hanya mengagumi bukti-buktinya, tetapi sungguh percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan taat kepada-Nya.Wonder Kids, mungkin ada anak yang tahu banyak cerita Alkitab tetapi belum sungguh hidup dekat dengan Yesus. Hari ini Tuhan mengingatkan kita: jangan berhenti hanya pada tahu. Datanglah kepada Yesus. Berakar di dalam Dia. Bangun hidupmu di atas Dia. Dan saat kamu hidup dekat dengan Yesus, hatimu akan penuh syukur.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau. Aku mau sungguh percaya, mengasihi, dan hidup dekat dengan Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak berhenti hanya pada mengetahui fakta tentang Engkau, tetapi sungguh hidup di dalam Engkau, berakar dalam iman, dan mengasihi-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengetahui bahwa Yesus itu nyata itu penting, tetapi yang lebih penting adalah percaya kepada-Nya dan hidup tetap di dalam Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 15 Juni 2026Bacaan: Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN." (1 Samuel 2:12)Renungan: Setiap anak memiliki karakter dan sifat yang khas. Itu betul. Namun sifat anak kita menjadi seperti apa, itu sangat tergantung bagaimana kita mendidik dan mengajarnya. Jangan berkata, "Anak saya memang bawaannya seperti itu." Sifat dan karakter anak kita tidak bertumbuh dengan sendirinya, kitalah yang menentukan seperti apa sifat dan karakter anak kita. Ibarat kertas kosong, kitalah yang mengisi atau melukis kehidupan anak-anak kita dengan nilai-nilai kehidupan yang kita tanamkan kepadanya sejak dini. Mengapa seorang anak minder dan tidak percaya diri? Apakah karena bawaan? Tidak! Karena orang tuanya tidak memberinya semangat dan penghargaan. Mengapa ada anak yang pelitnya luar biasa? Karena orang tuanya tidak pernah mengajar dan memberi contoh bagaimana memberi dan berbagi. Mengapa ada anak yang pengecut? Karena kita selalu membelanya, tidak peduli benar atau salah. Mengapa ada anak yang selalu berusaha cari perhatian? Karena kita tidak cukup memberi perhatian dan kasih sayang kepadanya. Mengapa ada anak yang selalu mengeluh? Karena kita tak mengajarnya untuk selalu bersyukur. Mengapa Hofni dan Pinehas yang adalah anak seorang imam justru menjadi anak-anak dursila? Karena imam Eli ayahnya tidak mendidiknya dengan benar. Imam Eli terlalu lembek, acuh, dan tak tegas dalam mendidik anak-anaknya. Bandingkan dengan Timotius yang hidup dalam didikan iman, baik oleh ibu dan neneknya. Bagaimana cara kita mendidik anak, itulah yang membuat perbedaan, akankah kita melahirkan anak-anak hebat dengan karakter yang kuat, ataukah kita akan melahirkan anak-anak gampang dengan karakter buruk? Jika anak kita bertumbuh dengan karakter yang buruk, pertama-tama yang patut disalahkan bukanlah anak kita tapi justru kita sebagai orang tua. Mengapa? Karena tanggung jawab dalam mendidik anak sepenuhnya ada di tangan kita. Kita tidak bisa membiarkan anak kita bertumbuh dengan sendirinya, lalu berharap bahwa anak kita bertumbuh menjadi anak hebat dengan karakter yang hebat pula. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kuasa penuh untuk mendidik anak-anak yang Kau percayakan padaku, sehingga aku dapat mendidik mereka menjadi anak-anak yang memiliki karakter seperti Engkau. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 16 Juni 2026Bacaan: Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" (Markus 4:38)Renungan: Ada satu pertanyaan, "Kapan seseorang dikatakan tidak peduli?" Jawabnya adalah, "Ketika ia tidak mau tahu dengan apa yang terjadi, la menolak memahami, ia acuh, dan menganggap orang lain tidak penting." Orang yang tak peduli juga egois dan memikirkan dirinya sendiri. Sikap seperti itu tentu sangat jauh dari karakter Yesus. Namun, Alkitab mencatat bahwa setidaknya dua kali Yesus dituduh sebagai pribadi yang tidak peduli. Mereka yang mengatakan demikian adalah orang-orang terdekat-Nya. Yang pertama adalah para murid-Nya sendiri. Ketika badai menerjang perahu mereka dan Yesus tidur di buritan, para murid membangunkan-Nya dan menyebut-Nya tidak peduli (Mrk. 4:38). Yang kedua adalah Marta. Meski tidak termasuk ke dalam 12 murid, Marta adalah salah satu sahabat terdekat Yesus. Saat itu, Marta kerepotan menjamu para murid dan ia merasa kesal karena melihat Maria, saudarinya, hanya duduk mendengarkan Yesus mengajar. la menyebut Yesus tidak peduli melihat dirinya repot sementara Maria tidak membantunya (Luk. 10:40). Mengapa mereka bisa berpikir Yesus tak peduli? Di mata para murid, mereka merasa Yesus hanya peduli diri-Nya sendiri karena tetap tidur saat semuanya sibuk menguras perahu yang kemasukan air. Di mata Marta, Yesus tidak menganggap penting susah payah Marta dalam menjamu para tamunya itu. Respons Yesus terhadap tuduhan itu memberi alasan sebenarnya. Kekhawatiran (Luk. 10:41) dan ketakutan (Mrk. 4:40) membuat mereka merasa Yesus seolah tidak peduli. Demikian juga ketika kita merasa Tuhan diam saja, ketika kita merasa Tuhan bahkan tidak peduli pada kita. Daripada menuduh Dia, periksalah diri kita. Bukankah kekhawatiran dan ketakutan kita yang bicara demikian? Kekhawatiran sering kali muncul karena kita tidak mengenal Tuhan dengan benar. Karena itulah, Yesus berkata, daripada khawatir, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat. 6:33). Orang yang tidak mengenal Allah akan sibuk dengan kekhawatirannya (Mat. 6:31-32). Namun, ketika kita benar-benar mengenal Allah, kita tahu bahwa la tidak akan membiarkan kita. Kita juga akan bisa melihat apa yang ada di hadapan kita dengan cara yang benar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari rasa ketakutan dan kekhawatiran yang menyebabkan aku meragukan kuasa-Mu. Tambahkan imanku sehingga aku percaya bahwa Engkau lebih besar dari ketakutan dan kekhawatiranku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Sejarah dan ImanDiambil dari: 1 Korintus 15:17 “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus tidak perlu sungguh-sungguh bangkit. Mereka berpikir mungkin cerita tentang Yesus cukup dipahami sebagai lambang saja. Maksudnya, mereka ingin berkata bahwa ajaran Yesus tetap baik walaupun kebangkitan-Nya tidak benar-benar terjadi. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan seperti itu.Firman Tuhan justru berkata dengan sangat jelas: kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka iman kita sia-sia. Wah, keras sekali ya. Artinya, iman Kristen tidak dibangun di atas cerita yang indah saja, tetapi di atas peristiwa yang sungguh terjadi. Yesus benar-benar mati, benar-benar dikuburkan, dan benar-benar bangkit. Kalau kebangkitan itu tidak nyata, maka tidak ada keselamatan yang sejati.Itulah sebabnya para rasul memberitakan Yesus sebagai Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Mereka tidak berkata, “Anggap saja ini lambang.” Mereka berkata bahwa Yesus benar-benar datang dari keturunan Daud, benar-benar disalibkan, dan benar-benar dibangkitkan oleh Allah. Jadi, iman Kristen adalah iman yang berdiri di atas kebenaran yang nyata.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang suka hal-hal yang terasa rohani, tetapi tidak mau menerima bahwa Tuhan sungguh bekerja dalam dunia nyata. Padahal Yesus tidak datang hanya untuk memberi ide bagus atau ajaran yang menyentuh hati. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia harus sungguh mati menggantikan kita dan sungguh bangkit mengalahkan maut.Kalau Yesus tidak bangkit, maka dosa kita masih belum dibereskan. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh bangkit. Itu berarti dosa kita bisa diampuni, hidup kita bisa diubahkan, dan kita punya pengharapan yang hidup. Jadi kita tidak percaya kepada lambang kosong. Kita percaya kepada Juruselamat yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh bangkit. Tolong aku hidup sebagai anak yang percaya kepada Juruselamat yang hidup.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak tinggal dalam kematian, tetapi sungguh bangkit dengan kemenangan. Tolong aku supaya imanku tidak kosong, tetapi sungguh berdiri di atas kebenaran-Mu yang hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman Kristen bukan cerita kosong, karena Yesus sungguh mati dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Berputar-putar dalam AlasanDiambil dari: Yohanes 8:28 “Maka kata Yesus: ‘Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.'”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang berkata, “Aku tidak mau percaya Alkitab, karena Alkitab memakai Alkitab untuk membuktikan dirinya sendiri.” Maksudnya, mereka merasa itu seperti berputar-putar. Seolah-olah kita berkata, “Alkitab benar karena Alkitab berkata begitu.” Memang, kalau hanya begitu saja, itu kurang kuat.Tetapi sebenarnya, saat kita percaya Alkitab, kita tidak hanya melihat satu ayat lalu langsung selesai. Kita melihat banyak hal bersama-sama. Kita melihat bahwa Alkitab ditulis dalam sejarah yang nyata. Kita melihat nama tempat, tokoh, dan peristiwa yang cocok dengan kenyataan. Kita melihat bagaimana berita tentang Yesus muncul sangat awal. Kita juga melihat banyak kesaksian dari luar Alkitab yang menolong kita mengetahui bahwa Yesus sungguh hidup.Jadi, kita tidak percaya secara buta atau asal percaya. Kita punya alasan untuk percaya. Tetapi kita juga harus ingat bahwa pada akhirnya, mengenal Yesus bukan hanya soal menang debat. Banyak orang melihat bukti, tetapi tetap tidak mau percaya. Mengapa? Karena masalahnya bukan hanya di kepala, tetapi juga di hati.Dalam Yohanes 8:28, Yesus berkata bahwa orang akan tahu siapa Dia ketika mereka melihat apa yang Yesus lakukan dan bahwa Ia datang dari Bapa. Artinya, Yesus tidak asal bicara. Seluruh hidup, perkataan, dan karya-Nya menunjukkan siapa Dia sebenarnya. Jadi saat kita bertanya, “Bagaimana kita tahu Yesus itu benar?” kita melihat kepada seluruh diri Yesus, bukan hanya satu kalimat saja.Wonder Kids, ini mengajarkan kita dua hal. Pertama, kita boleh belajar dan mencari alasan yang benar untuk percaya. Kedua, kita juga perlu hati yang mau tunduk kepada Tuhan. Orang yang sombong bisa terus mencari alasan untuk menolak. Tetapi orang yang rendah hati akan mau datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, tolong aku mengenal kebenaran-Mu.”Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya pertanyaan tentang mengapa Alkitab dapat dipercaya, coba tuliskan satu pertanyaanmu lalu tanyakan kepada guru Sekolah Minggu, orang tua, atau pembimbing rohanimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak menyuruhku percaya dengan asal-asalan. Tolong aku supaya mau belajar dengan sungguh-sungguh dan juga punya hati yang rendah untuk percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kepada Yesus bukan asal percaya, tetapi percaya dengan alasan yang benar dan hati yang mau tunduk kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Sudahkah Engkau Mendapat Surga Di Dunia
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Berita SalibDiambil dari: 1 Korintus 1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”Wonder Kids, ada orang yang menolak berita tentang Yesus di kayu salib. Mereka berpikir, “Mana mungkin keselamatan datang dari seseorang yang mati di salib?” Bagi mereka, salib terlihat lemah, memalukan, dan aneh. Karena itu, mereka merasa cerita tentang Yesus tidak masuk akal.Memang, kalau dilihat hanya dengan pikiran manusia, salib bisa terlihat seperti kekalahan. Orang mungkin berpikir bahwa seorang raja seharusnya menang dengan kekuatan besar, bukan dengan mati. Tetapi justru di situlah cara kerja Allah yang luar biasa. Yesus datang bukan untuk menyelamatkan manusia dengan pedang atau kekuasaan dunia, tetapi dengan menyerahkan diri-Nya untuk menanggung dosa kita.Firman Tuhan dalam 1 Korintus 1:18 berkata bahwa berita salib adalah kebodohan bagi orang yang tidak percaya. Tetapi bagi orang yang diselamatkan, berita itu adalah kekuatan Allah. Mengapa? Karena di kayu salib, Yesus melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan sendiri. Kita tidak bisa membersihkan dosa kita. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Tetapi Yesus bisa. Yesus mati menggantikan kita supaya kita diampuni dan diperdamaikan dengan Allah.Wonder Kids, salib memang bukan cerita yang membuat orang berkata, “Wah, hebat seperti pahlawan super!” Salib adalah berita tentang kasih yang rela berkorban. Salib menunjukkan betapa seriusnya dosa kita, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Yesus rela menanggung penderitaan supaya kita bisa hidup.Kadang-kadang orang ingin Yesus yang hebat menurut dunia: kuat, terkenal, dan menang dengan cara yang kelihatan megah. Tetapi Yesus datang dengan jalan salib. Dan justru karena itulah kita punya keselamatan yang sejati. Salib bukan kelemahan Tuhan. Salib adalah jalan keselamatan yang penuh kuasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku menghargai kasih-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena berita salib adalah kabar keselamatan bagiku. Tolong aku supaya tidak malu pada salib-Mu, tetapi percaya bahwa di sanalah Engkau menunjukkan kasih dan kuasa-Mu yang besar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: salib mungkin terlihat lemah bagi dunia, tetapi bagi anak-anak Tuhan, salib adalah bukti kasih dan kekuatan Allah yang menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Agama-Agama MisteriDiambil dari: 1 Timotius 3:16 “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: ‘Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, yang dibenarkan dalam Roh, yang dilihat oleh malaikat-malaikat, yang diberitakan di antara bangsa-bangsa, yang dipercayai di dalam dunia, yang terangkat dalam kemuliaan.'”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa kekristenan cuma meniru cerita-cerita dari agama lain pada zaman Romawi. Mereka bilang, “Kan ada juga cerita tentang dewa-dewa dan hal-hal ajaib. Jadi mungkin cerita tentang Yesus juga cuma mirip begitu.” Kedengarannya mungkin pintar, tetapi ternyata tidak tepat.Mengapa? Karena cerita-cerita dalam agama-agama misteri itu sangat berbeda dengan berita tentang Yesus. Banyak cerita mereka berhubungan dengan alam, musim, atau dongeng tentang dewa-dewa. Tetapi berita tentang Yesus bukan dongeng seperti itu. Berita tentang Yesus berbicara tentang Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Yesus lahir, hidup di dunia ini, mati di kayu salib, bangkit, lalu diberitakan kepada bangsa-bangsa. Ini bukan cerita yang dibuat untuk mengikuti kebiasaan agama lain.Selain itu, para pengikut Yesus pertama adalah orang-orang Yahudi yang sangat percaya kepada Allah yang esa. Mereka tidak gampang mencampur iman mereka dengan cerita-cerita dewa kafir. Justru mereka memberitakan bahwa Yesus adalah penggenapan rencana Allah yang sudah dijanjikan dalam firman Tuhan. Jadi kekristenan tidak meminjam inti beritanya dari agama misteri. Berita Injil berdiri sendiri, unik, dan benar.Firman Tuhan dalam 1 Timotius 3:16 menunjukkan betapa mulianya berita tentang Yesus. Yesus menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia. Ia datang ke dunia ini, diberitakan, dipercayai, lalu terangkat dalam kemuliaan. Ini adalah kabar besar tentang karya keselamatan Allah, bukan cerita khayalan manusia.Wonder Kids, kadang-kadang orang mencoba membuat Yesus terlihat biasa saja, seolah-olah sama dengan semua cerita lain. Tetapi kita harus ingat: Yesus berbeda. Yesus bukan tokoh dongeng. Yesus adalah Tuhan yang benar-benar datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, kita tidak perlu bingung saat mendengar tuduhan-tuduhan seperti itu. Kita bisa tetap percaya bahwa Injil adalah kabar yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Juruselamat yang sejati, bukan cerita buatan manusia. Tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh datang ke dunia ini untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perkataan orang lain, tetapi tetap percaya bahwa Injil adalah kebenaran. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan dongeng atau cerita agama lain, karena Yesus adalah Juruselamat yang sejati dan kabar tentang-Nya adalah kebenaran. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Apolonius dari TianaDiambil dari: Yohanes 14:12 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba membandingkan Yesus dengan tokoh-tokoh lain dari zaman dahulu yang katanya juga melakukan hal-hal luar biasa. Salah satu nama yang kadang disebut adalah Apolonius dari Tiana. Ada cerita-cerita yang dibuat tentang dia, dan beberapa orang berkata, “Lihat, mungkin Yesus tidak istimewa, karena ada tokoh lain yang mirip.”Tetapi kalau kita melihat lebih teliti, perbandingan itu tidak kuat. Cerita tentang Apolonius ditulis jauh lebih belakangan, setelah zaman Yesus. Selain itu, banyak bagian ceritanya terdengar seperti kisah yang dibesar-besarkan untuk membuat dia tampak hebat. Berbeda dengan Injil, yang ditulis jauh lebih dekat dengan kehidupan Yesus dan didasarkan pada kesaksian para saksi.Yang lebih penting lagi, Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun. Yesus bukan hanya melakukan mujizat. Yesus mengajar dengan kuasa, mengampuni dosa, menyatakan diri sebagai Anak Allah, mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia, lalu bangkit dari kematian. Tidak ada tokoh lain yang seperti Yesus. Yesus itu unik. Yesus tidak bisa disamakan dengan orang lain.Kadang-kadang orang memang mencoba membuat Yesus terlihat biasa saja, seolah-olah Dia hanya salah satu tokoh hebat di antara banyak tokoh lain. Tetapi firman Tuhan menunjukkan bahwa Yesus jauh lebih besar. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan siapa pun membuat Yesus terlihat kecil di mata kita.Wonder Kids, saat kamu mendengar orang membandingkan Yesus dengan tokoh lain, ingatlah ini: Yesus bukan sekadar orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Hanya Yesus yang mati bagi dosa kita dan bangkit untuk memberi hidup yang kekal.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak sama dengan siapa pun. Tolong aku untuk mengenal Engkau dengan benar dan semakin percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau unik, mulia, dan tidak dapat disamakan dengan siapa pun. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perkataan orang lain, tetapi tetap percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun di dunia ini, karena hanya Dia Anak Allah dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 Juni 2026Bacaan: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu." (1 Korintus 10:13)Renungan: Ketika seorang guru memberi pertanyaan kepada muridnya, sesungguhnya guru tersebut bertanya bukan karena tidak tahu. Sang guru bertanya untuk menguji seperti apa pemahaman muridnya. Guru tersebut sebenarnya sudah punya jawaban dari pertanyaan yang ia berikan. Demikian juga halnya dengan hidup kita. Ketika Tuhan mengizinkan masalah, pergumulan, dan persoalan hidup datang dalam hidup kita, sesungguhnya Tuhan pun sudah punya solusi untuk tiap masalah yang kita hadapi. Dalam 1 Korintus 10:13 dikatakan, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. " Artinya, Tuhan sudah menakar masalah kita dan memastikan bahwa ujian hidup itu sudah terukur. Seorang guru tidak mungkin memberikan soal siswa SMU kepada siswa SD, bukan? Demikianlah Tuhan sudah mengetahui bahwa masalah kita ada di dalam kesanggupan kita. Berikutnya dikatakan bahwa, "Pada waktu kamu dicobai la akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." Kita yang dicobai, tapi Tuhan yang memberikan jalan keluar. Itu sebabnya, saat kita menghadapi masalah maka sudah seharusnya alamat pertama yang kita tuju adalah Tuhan. Ayat tersebut berkata dengan jelas bahwa Tuhanlah yang akan memberi jalan keluar, bukan orang lain, bukan juga diri kita sendiri. Tuhan memberi jalan keluar karena jawaban dari segala persoalan hidup kita sudah ada di tangan-Nya. Jika kita masih mencari-cari jawaban di luar Tuhan, alangkah bodohnya kita. Apakah saat ini kita sedang berhadapan dengan masalah besar? Jangan takut. Jangan khawatir. Serahkan masalah kita kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya dan jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Ketika kita mengandalkan Tuhan, kita akan melihat bagaimana dengan cara ajaib Tuhan akan menolong dan memberikan jalan keluar kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang menguatkan hatiku. Tambahkanlah imanku agar aku semakin percaya dan mengandalkan Engkau saat masalah melanda hidupku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Hanya Pembuat Keajaiban? Diambil dari: Lukas 11:20 “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”Wonder Kids, pada zaman dahulu memang ada orang-orang yang dianggap bisa melakukan hal-hal aneh atau luar biasa. Karena itu, ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus mungkin hanya seperti salah satu dari mereka. Tetapi kalau kita melihat lebih teliti, Yesus sama sekali tidak sama.Mengapa? Karena mujizat-mujizat Yesus berbeda. Yesus bukan hanya melakukan hal yang mengagumkan. Yesus menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, orang sakit kusta, orang tuli, bahkan membangkitkan orang mati. Ia juga mengusir setan dengan kuasa Allah. Dan semua itu tidak dilakukan seperti tukang sulap atau orang yang mau pamer. Yesus melakukan semuanya dengan kuasa, otoritas, dan tujuan yang jelas.Yang paling penting, Yesus tidak pernah berkata bahwa kuasa itu berasal dari diri-Nya sebagai manusia biasa yang hebat. Yesus menunjukkan bahwa Ia datang dari Allah dan bahwa Kerajaan Allah sedang hadir melalui diri-Nya. Jadi mujizat Yesus bukan pertunjukan. Mujizat Yesus adalah tanda yang menunjukkan siapa Dia sebenarnya.Bayangkan, Wonder Kids, kalau ada orang yang bisa melakukan hal luar biasa, tetapi semua yang ia katakan tentang dirinya juga terbukti benar, itu berarti kita harus sungguh-sungguh memperhatikan dia. Nah, Yesus bukan hanya membuat orang kagum. Ia menyatakan bahwa Dia diutus oleh Bapa, bahwa kuasa Allah bekerja melalui-Nya, dan bahwa manusia harus percaya kepada-Nya.Jadi, Yesus bukan sekadar “pembuat keajaiban.” Yesus adalah Anak Allah yang berkuasa. Mujizat-mujizat-Nya menunjukkan bahwa Dia benar-benar Tuhan yang datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kuasa jahat.Wonder Kids, kadang-kadang orang bisa tertarik kepada Yesus hanya karena hal-hal luar biasa yang Dia lakukan. Tetapi Tuhan mau kita lebih dari itu. Tuhan mau kita percaya kepada siapa Yesus sebenarnya. Bukan hanya kagum pada kuasa-Nya, tetapi juga tunduk kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya kagum kepada-Mu. Aku mau sungguh percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh kuasa dan Engkau datang dari Allah. Tolong aku supaya tidak hanya kagum pada mujizat-Mu, tetapi sungguh percaya dan taat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan sekadar pembuat keajaiban, tetapi Anak Allah yang penuh kuasa dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Itu Naturalisme? Diambil dari: Lukas 18:27 “Kata Yesus: ‘Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu cara berpikir yang disebut naturalisme. Naturalisme adalah cara berpikir yang mengatakan bahwa semua hal harus dijelaskan hanya dengan apa yang biasa terjadi di dunia ini. Jadi, kalau ada sesuatu yang ajaib atau mujizat, orang yang berpikir seperti ini akan langsung berkata, “Itu tidak mungkin,” karena mereka tidak mau percaya bahwa Tuhan bisa bertindak di luar hal-hal biasa.Coba bayangkan begini. Kalau sebuah pohon tumbang saat ada angin besar, itu hal yang biasa terjadi. Tetapi kalau Tuhan melakukan sesuatu yang ajaib, seperti menyembuhkan orang sakit dengan kuasa-Nya, orang yang berpikir secara naturalisme akan langsung menolak kemungkinan itu. Bukan karena mereka sudah memeriksa semuanya dengan jujur, tetapi karena sejak awal mereka sudah memutuskan bahwa mujizat tidak mungkin ada.Nah, di situlah masalahnya, Wonder Kids. Kalau seseorang dari awal sudah menutup pintu bagi kuasa Tuhan, maka ia tidak akan mau menerima apa pun yang menunjukkan bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi. Kalau Tuhan bisa menciptakan semuanya, tentu Tuhan juga sanggup melakukan hal yang mustahil bagi manusia.Firman Tuhan dalam Lukas 18:27 berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” Itu berarti kita tidak boleh membatasi Tuhan hanya pada apa yang biasa kita lihat setiap hari. Tuhan memang sering bekerja melalui hal-hal biasa, tetapi Tuhan juga sanggup melakukan hal-hal luar biasa menurut kehendak-Nya.Wonder Kids, ini tidak berarti kita harus percaya sembarang cerita aneh. Kita tetap perlu belajar dengan bijak dan hati-hati. Tetapi kita juga tidak boleh sombong seolah-olah Tuhan tidak mungkin melakukan mujizat. Anak Tuhan percaya bahwa Allah itu besar, berkuasa, dan tidak terbatas oleh pikiran manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu menghadapi sesuatu yang terasa sulit atau mustahil, katakan dalam doamu, “Tuhan, bagi manusia ini sulit, tetapi bagi-Mu tidak ada yang mustahil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang mahakuasa. Tolong aku supaya tidak membatasi Engkau dengan pikiranku yang kecil, tetapi percaya bahwa Engkau sanggup melakukan apa yang mustahil bagi manusia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: manusia punya batas, tetapi Tuhan tidak. Apa yang mustahil bagi manusia tetap mungkin bagi Allah. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 8 Juni 2026Bacaan: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" (Yeremia 17:7)Renungan: Seorang penebang pohon dari desa terpencil membeli gergaji mesin karena orang-orang berkata gergaji itu akan membuat pekerjaannya lebih cepat dan rapi. Tapi, beberapa hari kemudian ia kembali ke toko yang menjual gergaji itu dengan marah. "Gergaji apa ini! Pekerjaan saya malah tidak selesai-selesai dan hasilnya buruk!" Pemilik toko mengamati gergaji itu. Apakah rusak? Pikirnya. la menarik tuasnya dan gergaji itu menyala lancar. Penebang pohon itu tersentak. "Suara apa itu?" Rupanya, selama ini ia memakai gergaji mesin itu seperti gergaji manual, tanpa dinyalakan mesinnya! Banyak di antara kita sama saja seperti penebang pohon di cerita tadi. Ini terjadi saat kita mencoba mengubah hidup kita dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Ini terjadi ketika kita menghadapi masalah dan berusaha mengatasinya dengan cara kita sendiri. Pada akhirnya kita hanya akan kelelahan dan hasilnya pun jauh dari apa yang kita harapkan. Padahal, ada cara yang jauh lebih baik yaitu dengan mengandalkan kekuatan Tuhan. Jika gergaji mesin dapat memotong kayu dengan jauh lebih cepat dan rapi karena memakai teknologi mesin, maka mengandalkan kekuatan Tuhan juga akan membuat hidup kita berubah dengan lebih sempurna. Ketika Daud terjepit dan tak ada yang bisa menolongnya lagi, ia menguatkan kepercayaannya kepada Allah (1 Sam. 30:6). Ketika Simson sudah kehilangan kekuatan dan penglihatannya, bahkan menjadi bahan olok-olokan orang Filistin, ia berdoa minta kekuatan dari Tuhan dan di momen itulah ia berhasil menewaskan lebih banyak orang Filistin dibanding saat ia masih kuat (Hak. 16:28-30). Paulus pun memiliki apa yang ia sebut sebagai "duri dalam daging". Namun, ia justru bisa bermegah dalam kelemahannya itu, karena ia tahu kuasa Kristus turun atasnya (2 Kor. 12:7-10). Contoh-contoh itu menunjukkan betapa bodohnya jika berpikir kita bisa mengandalkan kekuatan sendiri. Kita hanya akan kelelahan, depresi, putus asa, dan tak puas. Andalkan dan berharaplah pada Tuhan, sebab dari Dialah berkat itu datang. Turuti petunjuk-Nya karena Dia saja yang tahu masa depan kita dan berkuasa atas hidup kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk senantiasa mengandalkan Engkau dalam setiap permasalahan hidupku, sehingga aku tetap kuat dan punya pengharapan. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang Menolak Tuduhan SalahDiambil dari: Markus 6:3 “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang salah menilai seseorang? Misalnya, ada anak yang dianggap biasa saja, padahal sebenarnya dia sangat baik. Atau ada orang yang langsung menuduh tanpa benar-benar melihat buktinya. Itu bisa terjadi juga saat orang berbicara tentang Yesus.Ada orang yang mau menerima bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, tetapi mereka tetap menolak siapa Yesus sebenarnya. Mereka berkata bahwa Yesus hanya manusia biasa. Ada yang bilang Yesus hanya guru yang baik. Ada yang bilang Yesus hanya orang yang pandai berbicara. Tetapi mereka tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.Masalahnya, kalau kita sungguh melihat semua yang Yesus lakukan dan semua yang Alkitab katakan, tuduhan-tuduhan itu tidak cukup. Yesus bukan hanya orang baik biasa. Yesus mengampuni dosa, melakukan mujizat, menerima penyembahan, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Tidak ada manusia biasa yang seperti itu. Karena itu, kita harus hati-hati supaya tidak membuat Yesus menjadi lebih kecil daripada yang Alkitab nyatakan.Dalam Markus 6:3, orang-orang di kampung Yesus sulit menerima Dia karena mereka merasa sudah mengenal-Nya. Mereka melihat Yesus hanya dari luar. Mereka tahu keluarga-Nya, tahu tempat asal-Nya, tetapi hati mereka tidak mau percaya. Mereka dekat secara lahiriah, tetapi tidak sungguh mengenal siapa Yesus sebenarnya.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Kita bisa sering mendengar nama Yesus, sering datang ke gereja atau Sekolah Minggu, tetapi tetap belum sungguh percaya kepada-Nya. Kita bisa tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum benar-benar mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tuhan mau kita tidak berhenti pada pengetahuan luar saja. Tuhan mau kita sungguh percaya kepada Yesus sebagaimana Dia dinyatakan dalam firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau dari luar. Tolong aku sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya manusia biasa, tetapi Anak Allah yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dari luar tidak cukup. Kamu perlu sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatmu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Juni 2026Bacaan: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)Renungan: Ada seorang tentara yang bercerita bahwa selama karir militernya, sudah berkali-kali ia ditugaskan ke daerah konflik. Setiap kali akan berangkat, kesedihan mendalam dirasakannya karena harus berpisah dengan keluarga. Hal yang membuatnya sedih bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan kenyataan kalau ia bisa saja kelak pulang tinggal nama karena gugur dalam tugas. Namun, ia amat memahami tugas dan kewajibannya sebagai tentara sehingga ia tetap berangkat menunaikan tugas. Seperti tentara yang selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan padanya, demikian juga kita sebagai orang percaya harus selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan oleh Tuhan. Salah satu tugas tersebut adalah memberitakan firman. Sayangnya, banyak orang percaya yang masih beranggapan bahwa tugas tersebut merupakan tugas pastor, biarawan, biarawati, guru agama, dan para aktivis gereja. Pemikiran ini tentu saja keliru! Sebab, sesungguhnya Tuhan mempercayakan tugas memberitakan firman kepada semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari-Nya. Artinya, apapun profesi yang kita geluti, memberitakan firman dalam kehidupan sehari-hari adalah keharusan. Sekalipun kita adalah seorang ibu rumah tanggap sepenuh waktu, kita juga harus melakukannya. Memberitakan firman tidak identik dengan pengkhotbah mimbar, akan tetapi hal yang Tuhan inginkan adalah kita menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui tutur kata; sikap dan perbuatan; pola pikir; etos kerja; dan seluruh hidup kita. Singkat kata, memberitakan firman adalah menunjukkan kehidupan yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan panggilan Tuhan, yaitu memberitakan firman-Nya sampai keujung bumi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku aku dapat mewartakan kasih-Mu, sehingga banyak orang semakin mengenal Engkau sebagai Sang Sumber Kasih dan keselamatan. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elan Parera, Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komuntias Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 8: 2-3.14b-16a; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; 1 Korintus 10: 16-17; Yohanes 6: 51-58.KITA HIDUP OLEH TUBUH DAN DARAHKRISTUS Tema renungan kita pada hariMinggu ini ialah: Kita Hidup Oleh Tubuh Dan Darah Kristus. Hari Raya Tubuh danDarah Kristus yang Mahakudus mengundang kita untuk merenungkan kebenaran yangmendalam: Kristus tidak hanya mengajar kita dari kejauhan. Dia memberikandiri-Nya sepenuhnya kepada kita. Dalam Ekaristi, Yesus menjadi makanan danminuman kita sehingga kita dapat memiliki hidup di dalam Dia dan melanjutkanperjalanan kita dengan kekuatan, harapan, dan kasih. Dalam Injil, Yesus berkata terusterang bahwa tubuh-Nya sebagai daging Anak Manusia dan darah-Nya adalah makananyang sepatutnya kita santap. Ini mengungkapkan lebih dari sekadar kuasa-Nyauntuk menyediakan makanan materi, tetapi suatu karunia yang lebih dalam. Sama seperti orang-orang dipelihara secarafisik, Kristus memelihara kita secara rohani melalui Tubuh dan Darah-Nya.Manusia lapar akan banyak hal seperti: penerimaan, kedamaian, makna,pengampunan, dan cinta. Tidak ada suatu pemberian dari dunia ini yang dapatsepenuhnya memuaskan rasa lapar Kita. Hanya Kristus yang dapat memenuhikerinduan terdalam hati manusia. Ekaristi mengingatkan kita bahwa Tuhan memahamikelemahan kita. Kita sering menjadi lelah, putus asa, dan terbebani olehpergumulan hidup. Kadang-kadang kita mungkin merasa tidak memadai dalampanggilan, tanggung jawab keluarga, pelayanan, studi, atau pekerjaan kita.Namun Yesus tidak membiarkan kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri.Setiap kali kita menerima Ekaristi dengan iman, Dia berbagi hidup-Nya sendiridengan kita. Kesabaran-Nya memperkuat ketidaksabaran kita. Kasih-Nya menyembuhkanhati kita yang terluka. Keberaniannya menopang kita ketika kita merasa takut. Ekaristi juga merupakan panggilan untuk menjadi apayang kita terima. Kita menerima Tubuh Kristus supaya kita dapat menjadi TubuhKristus bagi orang lain. Roti yang dipecahkan untuk kita menantang kita untukberbagi diri kita dengan murah hati. Cawan keselamatan mengundang kita untukmencurahkan hidup kita dalam pelayanan, belas kasihan, dan pengampunan.Dipelihara oleh Kristus, kita diutus untuk memelihara orang lain melaluikata-kata, kehadiran, dan tindakan kebaikan kita. Ada seorang bapa berbagi cerita tentang Ekaristiharian dan mingguan yang menopang dirinya dan keluarga. Beban hidup dantanggung jawab memelihara keluarga merupakan tugas setiap hari yang tidak bolehdiabaikan. Maka setiap kali menghadiri Ekaristi menjadi kesempatan untukmenerima Tuhan Yesus dan membawa Dia ke dalam setiap situasi dan kegiatanhidupnya. Seperti bapa itu, kita sering menemukan bahwa kekuatan kita tidakmencukupi. Ekaristi mengingatkan kita bahwa kita tidak ditopang oleh upaya kitasaja. Kita hidup oleh Kristus sendiri. Dia memberi kita makan sehingga kitadapat melanjutkan perjalanan kita dengan setia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Tuhan Yesus, Engkau berikan kepada kami Tubuhdan Darah-Mu sebagai makanan hidup yang kekal. Ketika kami lemah, kuatkan kami.Ketika kami putus asa, perbarui harapan kami. Ketika kami tergoda untuk hanyamengandalkan diri kami sendiri, ingatkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami.Semoga setiap Ekaristi memperdalam persatuan kami dengan-Mu dan mengubah kamimenjadi instrumen kasih-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa …
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 6 Juni 2026Bacaan: "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:8)Renungan: Selama ini orang berpendapat bahwa pergi beribadah ke gereja hanya merupakan wujud rutinitas keagamaan. Bila kita termasuk orang yang berpendapat seperti itu, maka berubahlah. Sebab ada penelitian yang menyatakan bahwa pergi beribadah ke gereja berdampak positif pada kesehatan. Salah satunya mampu menurunkan tekanan darah. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan ketenangan yang diperoleh seseorang saat ada di gereja dan melakukan penyerahan diri kepada Tuhan. Rasul Paulus memang hidup berabad-abad silam, tetapi ternyata ia juga sependapat bahwa ibadah amat bermanfaat bagi yang melakukannya. Itu yang dimaksudkannya dalam kalimat "ibadah itu berguna dalam segala hal." Seharusnya memang ibadah tidak boleh dipandang sebagai kewajiban yang harus dilakukan setiap orang demi membuktikan dirinya memiliki agama, melainkan salah satu kebutuhan utama yang harus dilakukan demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik secara jasmani maupun rohani. Akan tetapi kesadaran bahwa beribadah merupakan kebutuhan utama juga harus diikuti oleh sikap yang benar ketika melakukannya. Firman Tuhan mengajarkan bahwa ibadah tidak semata-mata hadir di tempat ibadah, melainkan juga kesediaan kita untuk merendahkan diri kepada-Nya, mengaku dosa, mengampuni sesama, menyerahkan semua persoalan pada kehendak Tuhan, serta percaya bahwa campur tangan kuasa Tuhan akan membuat segala perkara berakhir dengan baik. Jika kita melakukannya, tentu tidak ada lagi alasan bagi kita untuk merasa khawatir. Saat itu terjadi, kita akan lebih damai sejahtera dan bersukacita. Pada gilirannya, sukacita dan damai sejahtera itulah yang akan membuat tubuh kita sehat. "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang" (Ams. 17:22). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar aku senantiasa mau datang ke rumah-Mu untuk ibadah tanpa paksaan tetapi karena aku membutuhkan Engkau. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Bukan Dongeng Diambil dari: 1 Petrus 2:24 “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”Wonder Kids, kamu pasti tahu bahwa ada banyak cerita yang sebenarnya tidak sungguh terjadi. Misalnya tokoh-tokoh dongeng atau cerita yang dibuat untuk menghibur. Cerita-cerita itu bisa menarik, lucu, atau seru, tetapi tetap saja itu hanya cerita.Kadang-kadang ada orang yang berpikir bahwa Yesus juga seperti itu, seolah-olah hanya tokoh dalam cerita lama. Tetapi itu tidak benar. Yesus bukan dongeng. Yesus sungguh hidup di dunia ini. Yesus sungguh datang ke dalam sejarah manusia. Dan yang lebih penting lagi, Yesus sungguh mati di kayu salib dan bangkit untuk menyelamatkan manusia berdosa.Memang ada banyak tradisi dan cerita yang tersebar di dunia ini. Beberapa tradisi mungkin bermula dari sedikit kisah lalu berubah menjadi cerita yang dicampur dengan hal-hal lain. Tetapi berita tentang Yesus berbeda. Berita tentang Yesus bukan hanya diwariskan sebagai cerita, melainkan diteguhkan oleh firman Tuhan, oleh para saksi, dan oleh banyak bukti sejarah. Karena itu, kita tidak percaya kepada Yesus seperti percaya pada dongeng. Kita percaya kepada Yesus yang sungguh nyata.Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24 mengingatkan bahwa Yesus benar-benar memikul dosa kita di tubuh-Nya di kayu salib. Itu bukan pura-pura. Itu bukan simbol saja. Itu sungguh terjadi. Yesus benar-benar menderita karena kasih-Nya kepada kita. Ia mati supaya kita yang berdosa bisa diampuni dan hidup bagi Tuhan.Wonder Kids, ini penting sekali. Kalau Yesus hanya dongeng, maka tidak ada keselamatan yang sejati. Tetapi karena Yesus sungguh hidup, sungguh mati, dan sungguh bangkit, maka kita punya pengharapan yang nyata. Kita punya Juruselamat yang benar-benar mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan mengasihiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata. Terima kasih karena Engkau mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup, sungguh mati bagimu, dan sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Gulungan Laut Mati Diambil dari: Matius 11:4–5 “Jawab Yesus kepada mereka: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.'”Wonder Kids, pernahkah kamu merasa bingung lalu bertanya, “Benarkah Yesus itu Mesias?” Yohanes Pembaptis juga pernah berada dalam keadaan yang sulit. Saat ia dipenjara, ia mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?” Itu pertanyaan yang jujur.Lalu bagaimana Yesus menjawab? Yesus tidak marah. Yesus menjawab dengan menunjukkan apa yang sedang Ia kerjakan. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, dan kabar baik diberitakan kepada orang miskin. Jawaban Yesus menunjukkan bahwa Dialah Mesias yang sudah dijanjikan Allah.Menariknya, para peneliti juga menemukan gulungan-gulungan kuno yang menolong kita melihat bahwa orang-orang Yahudi pada zaman itu memang sedang menantikan karya besar dari Mesias. Jadi saat Yesus menjawab seperti itu, jawaban-Nya bukan asal-asalan. Yesus sedang menunjukkan bahwa janji Allah sedang digenapi di dalam diri-Nya.Wonder Kids, ini mengajarkan kita sesuatu yang penting. Saat kita punya keraguan atau pertanyaan, kita tidak perlu lari dari Tuhan. Yohanes membawa pertanyaannya kepada Yesus. Dan Yesus menjawab dengan menunjukkan kebenaran. Tuhan tidak takut pada pertanyaan yang jujur. Tuhan mau kita datang kepada-Nya dan melihat siapa Dia sebenarnya.Kadang-kadang kita juga bisa ragu. Mungkin kita bertanya, “Apakah Yesus sungguh mendengar doaku?” atau “Apakah Tuhan sungguh bekerja?” Saat itu terjadi, lihatlah kembali kepada Yesus. Lihat firman-Nya. Lihat apa yang sudah Ia lakukan. Yesus adalah Juruselamat yang dijanjikan, dan Dia tidak pernah berubah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu pertanyaan atau keraguan di hatimu, katakan itu dengan jujur kepada Tuhan dalam doa. Lalu bacalah satu kisah tentang Yesus dalam Injil dan perhatikan apa yang Yesus lakukan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Tolong aku supaya saat aku ragu atau bingung, aku datang kepada-Mu dan belajar percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu punya pertanyaan, datanglah kepada Yesus, karena Dialah Mesias yang sejati dan jawaban yang kamu butuhkan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Arkeologi #3: Bayi-Bayi di BetlehemDiambil dari: Matius 2:16 “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.”Wonder Kids, kisah tentang Herodes yang memerintahkan pembunuhan bayi-bayi di Betlehem adalah kisah yang sangat sedih dan mengerikan. Karena itu, ada orang yang bertanya, “Apakah ini sungguh pernah terjadi?” Mereka merasa kisah ini terlalu berat untuk dipercaya.Tetapi kalau kita melihat seperti apa Herodes itu, kisah ini justru tidak aneh. Herodes dikenal sebagai raja yang sangat kejam. Ia sangat takut kehilangan kuasa. Karena itu, ia bisa melakukan hal-hal yang jahat untuk melindungi tahtanya. Jadi saat Herodes mendengar tentang seorang anak yang disebut raja orang Yahudi, sangat masuk akal kalau ia menjadi marah dan bertindak kejam.Betlehem sendiri adalah kota kecil. Jadi jumlah anak yang dibunuh mungkin tidak sebanyak yang dibayangkan orang. Karena itulah, peristiwa ini mungkin tidak dicatat oleh banyak penulis sejarah lain. Tetapi itu tidak berarti peristiwa ini tidak terjadi. Justru kisah ini cocok dengan sifat Herodes yang memang kejam dan tanpa belas kasihan.Wonder Kids, dari kisah ini kita belajar bahwa dunia ini sungguh rusak oleh dosa. Ada kejahatan yang nyata, ada orang yang tega menyakiti orang lain, bahkan anak-anak kecil. Tetapi di tengah dunia yang gelap itu, Tuhan tetap bekerja. Herodes yang jahat tidak bisa menghentikan rencana Allah. Yesus tetap hidup, dan Yesus tetap datang untuk menjadi Juruselamat.Kadang-kadang kita juga melihat hal-hal yang jahat dan tidak adil, lalu bertanya, “Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?” Kisah ini mengingatkan kita bahwa kejahatan manusia itu nyata, tetapi Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Rencana keselamatan-Nya tetap berjalan. Dan Yesus datang justru ke dunia yang penuh dosa ini untuk menyelamatkan manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Berdoalah bagi anak-anak yang sedang mengalami kesedihan, ketakutan, atau perlakuan yang tidak baik. Mintalah Tuhan melindungi mereka dan menolong kita punya hati yang mengasihi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, dunia ini penuh dosa dan kejahatan, tetapi terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan. Tolong aku supaya tidak menjadi anak yang keras hati atau jahat, tetapi anak yang mengasihi, lembut, dan peduli kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kejahatan manusia tidak pernah bisa menggagalkan rencana Tuhan, karena Yesus tetap datang untuk menjadi Juruselamat dunia. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 3 Juni 2026Bacaan: "Pergilah! Tuhan menyertai engkau." (1 Samuel 17:37b)Bacaan: Suatu hari, seorang pemuda melamar pekerjaan ke suatu perusahaan. "Selamat, Anda diterima menjadi supir di kantor ini. Mulai besok Anda sudah bisa bekerja," ucap manajer HRD kepada seorang pelamar. "Hmmm... maaf pak, bagaimana kalau saya bekerja mulai minggu depan saja?" jawab si pelamar. "Lho, mengapa begitu?" tanya manajer HRD keheranan. "Karena satu minggu ini saya harus kursus mengemudi terlebih dahulu, pak," jawab pelamar itu dengan mantap. Cerita tersebut memang hanya humor belaka. Terlepas dari itu, ada pelajaran menarik yang bisa kita ambil, yakni sikap berani si pelamar menerima tantangan sebagai supir padahal ia sendiri belum bisa mengendarai mobil. Sikap berani itu juga pernah ditunjukkan oleh Daud saat memutuskan untuk melawan Goliat. Kita tahu bahwa Daud tidak memiliki pengalaman perang sebelumnya, apalagi perang melawan raksasa yang selama ini ditakuti oleh bangsa-bangsa lain. la hanya mempunyai pengalaman melawan binatang buas, seperti singa atau beruang. Mengapa Daud berhasil mengalahkan Goliat padahal ia belum mempunyai pengalaman di medan perang? Karena Daud memutuskan dan maju berperang bersama Allah (ay. 45). Seperti halnya Daud, tantangan dalam kehidupan ini juga pasti ada. Tantangan dapat membuat nyali kita ciut, tetapi tantangan dapat membuat kita bertumbuh. Ini tergantung bagaimana kita merespon tantangan tersebut. Belajar dari Daud, hadapilah tantangan dalam hidup kita bersama Tuhan. Pandanglah Tuhan, bukan tantangan yang ada di hadapan kita! Dengan demikian, keberanian kita untuk menaklukkan tantangan akan semakin besar dan tantangan akan semakin kecil. Saat ini, sebelum kita beraktivitas, pastikan diri sendiri bahwa Tuhan ada dipihak kita, karena Dia adalah Sumber kekuatan dan keberanian kita untuk menaklukkan tantangan apapun yang ada di hadapan kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap tantangan yang aku hadapi selama ini. Aku bersyukur, selama aku mengandalkan Engkau, semua tantangan itu dapat aku lewati dengan baik. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 1 Juni 2026Bacaan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7)Renungan: Ibrahim Hamadtou terus mengasihani dirinya sendiri setelah kedua lengannya diamputasi waktu kecil. Semangatnya kembali bangkit saat ia tahu bahwa ada atlet dengan kekurangan fisik di pusat pemuda setempat. lapun memilih menekuni tenis meja meski pada awalnya sulit memakai lengannya yang tersisa. Setelah gagal berkali-kali, akhirnya ia memegang gagang bet dengan mulutnya. Melekukkan leher, pinggul dan bahunya sambil menggunakan kakinya yang lincah, sedangkan kaki satunya menjemput bola dan melemparkannya ke udara. Gaya uniknya membawanya ke Paralimpiade Rio 2016. Kita sadari atau tidak, ketakutan yang menguasai diri kita dapat membuat gerakan kita menjadi terbatas, hingga timbul perasaan frustrasi dan putus asa. Padahal, Tuhan senantiasa mempunyai rencana yang indah atas hidup kita. Namun, jika Roh Tuhan berdiam dalam kita maka kita akan dimampukan untuk dapat menemukan visi-Nya, yang menjadikan hari-hari kita bersinar dan menimbulkan keyakinan bahwa masa depan kita selalu terjamin. Itu sebabnya, Rasul Paulus menuliskan dalam suratnya kepada Timotius, anak rohaninya, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." Paulus mengingatkan agar Timotius tidak ragu untuk memberitakan Injil Kristus, karena Dia sendiri yang akan memampukannya, sehingga ia selalu dapat memancarkan terang kasih-Nya. Mungkin hari-hari ini kita mempunyai kelemahan yang membuat diri sendiri berpikir kalau kita tidak akan bisa sukses. Ingat pesan Rasul Paulus kepada Timotius pagi ini! Daripada merasa minder karena kelemahan yang kita miliki, marilah kita melekat kepada Tuhan karena Dia dapat mengubah ketakutan kita menjadi semangat yang berkobar, untuk terus maju menuntaskan panggilan Tuhan atas hidup kita. Yakinlah bersama Tuhan, kita mampu mengalahkan kelemahan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah roh ketakutan dari dalam diriku dan gantikan dengan damai sejahtera-Mu, sehingga dengan damai-Mu aku dapat menjalani hari-hari hidupku dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahwa bersama Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 30 Mei 2026Bacaan: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20)Renungan: Tidak satupun manusia yang hidupnya tanpa masalah. Persoalannya, ketika kita sedang bermasalah, apakah masalah itu membuat kita jatuh atau bertumbuh? Hal ini tergantung kita menanggapinya. Ada kesaksian seorang karyawan yang diberhentikan dari pekerjaannya, karena terlalu berpegang pada kebenaran firman daripada perkataan atasannya. la jadi pengangguran untuk sementara waktu, tetapi masalah tersebut justru menghindarkannya dari penjara, karena setahun kemudian terbongkar kejahatan atasannya, kemudian dijebloskan ke dalam penjara. Yusuf juga pernah ditimpa masalah yang bermula hasil dari rekayasa saudara-saudaranya, hingga ia harus hidup jauh dari orang tua dan saudara-saudaranya, dan berakhir di Mesir. Akan tetapi Yusuf menghadapi masalah demi masalah yang datang padanya dengan tetap mengandalkan Allah, sehingga Yusuf menang atas setiap persoalan yang dialaminya. Akibatnya, ia dipercaya menjadi penguasa ekonomi di Mesir. Dari sini kita belajar bahwa masalah demi masalah yang menimpanya justru Tuhan pakai untuk menyiapkan rencana agung, guna memelihara hidup suatu bangsa yang besar, yakni keturunan Yakub. Mereka adalah saudara-saudara Yusuf. Berkat kesuksesannya, Yakub dan keturunannya terhindar dari bahaya kelaparan besar yang terjadi pada waktu itu. Saat ini, kita mungkin sedang menghadapi berbagai masalah, entah itu masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan atau lainnya. Kiranya masalah-masalah itu tidak membuat diri sendiri jatuh dan terpuruk, sebaliknya, masalah-masalah itu justru membuat kita menjadi semakin kuat dan bertumbuh di dalam Tuhan. Selama kita masih bernapas masalah pasti akan selalu ada dan kita alami. Tetapi kabar baiknya Tuhan itu setia, maka hadapilah masalah bersama Tuhan. Pandanglah Tuhan, bukan masalahnya maka kita akan melihat berkat Tuhan yang disediakan-Nya di balik masalah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk masalah yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku. Aku percaya melalui masalah tersebut Engkau sedang mendewasakan imanku agar aku selalu bergantung pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 29 Mei 2026Bacaan: Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua." (2 Raja-raja 4:14)Renungan: Suatu ketika ada seorang yang bercerita bahwa setiap kali ia memakai sepatu basket favorit, ia tidak bisa melupakan momen ketika kakaknya tiba-tiba mengajak ke mall, lalu menyuruhnya memilih sepatu basket yang ia inginkan. "Pilih mana yang kamu suka, nanti aku yang bayar," kata kakaknya. Segera ia memilih sepatu dan mencobanya, lalu menyerahkan pilihannya kepada pramuniaga setelah merasa cocok. Ingatan akan peristiwa itu juga membuatnya menyadari bahwa cara Tuhan memberkati hidupnya bisa melalui berbagai cara, termasuk cara yang sama sekali tak terduga! Elisa juga sempat memberi kejutan kepada pasangan yang telah menjamunya sekian waktu, karena pasangan itu menghormati Elisa sebagai seorang nabi Tuhan. Mereka bahkan menyiapkan sebuah kamar kecil, supaya Elisa dapat beristirahat dengan nyaman setiap kali melakukan pelayanan dan singgah ke rumah mereka. Namun, hari itu pasangan yang belum dikaruniai anak mendapat kejutan saat Allah memberi janji melalui Elisa bahwa mereka akan memiliki anak. Akhirnya terjadilah tepat sesuai dengan nubuat Elisa, yang bisa dianggap sebagai upah atas kemurahan hati dan kebaikan yang ditunjukkan oleh pasangan itu. Tanpa mereka sadari, Allah melihat kebaikan mereka kepada Elisa, hamba-Nya itu, lalu memberikan apa yang selama bertahun-tahun mereka nantikan sebagai pasangan suami istri. Allah tak pernah kehabisan cara untuk memberkati umat-Nya. Hanya, terkadang kitalah yang tidak memberikan cukup ruang untuk Allah bekerja dengan cara yang Dia kehendaki. Membaca kisah Elisa dan pasangan tadi membuat kita menyadari bahwa ketika hati kita terbuka untuk campur tangan Tuhan, maka kita dapat mengalami kebaikan-kebaikan Tuhan pada saat yang mungkin tak pernah kita duga. Pertanyaannya, maukah kita mengalaminya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat tak terduga yang sering aku terima. Bantulah aku agar aku tetap setia pada-Mu karena Engkau sungguh baik padaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 24 Mei 2026Bacaan: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." (Yohanes 4:34)Renungan: Suatu malam ada seorang pemuda pulang dari latihan drama kemalaman. Semua warung tenda kebanyakan sudah tutup, padahal dia lapar. Akhirnya, ia pun terpaksa makan mie goreng di salah satu warung tenda yang bukan langganannya. Ternyata, ketika subuh perutnya diare. Akibatnya, dia berkali-kali buang air besar, sehingga menjadi kurang tidur dan badannya sangat lemas. Ia pun memutuskan berobat ke dokter dan minta surat izin untuk tidak bekerja. Ia pun kemudian istirahat seharian dan berpantang makan beberapa jenis makanan. Fisik kita yang semula sehat dapat jatuh sakit atau kondisi drop karena mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, demikian halnya tubuh rohani kita. Untuk itu, demi menjaga tubuh jasmani dan rohani senantiasa sehat, kita harus mengonsumsi makanan yang sehat, bersih, dan bergizi. Rahasia Yesus bisa sehat rohani dan jasmani meski kegiatan sangat padat dan menghadapi berbagai pergumulan adalah Dia melakukan kehendak Bapa yang mengutus diri-Nya dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Artinya, Yesus melakukan kebenaran firman Tuhan. Hal ini juga berlaku bagi kita sebagai orang percaya. Kalau kita ingin rohani yang sehat, maka kita harus senantiasa melakukan kebenaran firman-Nya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita menolak memasukkan segala sesuatu yang bisa bikin rohani sakit seperti iri hati, amarah, perselisihan, atau percabulan. Makanan rohani sama pentingnya dengan makanan jasmani. Jangan sampai rohani sakit, bahkan mati karena kita enggan mempraktikkan firman Tuhan. Karena itu pastikan diri sendiri merenungkan firman-Nya dan berdoa. Jangan sampai kita 'rajin' membaca berita yang disuguhkan oleh media sosial, tetapi kita jarang membaca firman Tuhan. Ketika asupan rohani kita cukup, kita akan mampu menghadapi tantangan hidup. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu kehidupan rohaniku bertumbuh. Mampukan aku untuk dapat memberikan makan bagi rohaniku sehingga aku dapat menjalani hidup ini penuh dengan ketenangan, karena aku tahu bersama dengan Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 23 Mei 2026Bacaan: "Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya ia menjamah mereka. Melihat itu, murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu" (Lukas 18:15)Renungan: Di dalam suatu acara, semua yang hadir dikejutkan dengan penampilan Anna, anak Sekolah Bina Iman, yang dapat menyanyikan lagu pujian dengan sangat baik. "Hebat sekali anak ini, padahal orang dewasa saja kesulitan menghafalkan lagu ini meskipun sudah berlatih selama beberapa minggu!" kata Jeany, pelatih paduan suara. Rasa takjub berikutnya muncul setelah orang tuanya bercerita bahwa Ana tak berlatih secara khusus, tetapi hanya mendengarkan para orang dewasa berlatih sambil sesekali terlihat asyik bermain. Anak kecil kerap dianggap remeh atau disepelekan dalam banyak urusan, karena dianggap hanya akan merepotkan. Anggapan semacam itu juga tampak pada zaman Yesus ketika ada anak-anak ingin dibawa kepada Yesus, tetapi murid-murid Yesus malah marah. Untunglah Yesus segera bertindak dan mempersilakan anak-anak itu datang, bahkan menjadikan mereka contoh bagaimana harus menyambut Kerajaan Allah (ay. 16-17). Fakta kehidupan menunjukkan bahwa keberadaan anak-anak terkadang dianggap hanya sebagai pengganggu, bukan sebagai berkat yang Allah berikan. Dalam dunia kerja, para pegawai baru atau pemimpin yang berusia muda terkadang juga dianggap bak anak kecil, yang hanya bisa mengganggu, tidak mampu bekerja maksimal, dan kurang bisa diajak kerja sama dalam memajukan perusahaan. Padahal, fakta juga menunjukkan bahwa melalui orang-orang yang dianggap sepele karena usia muda mereka, Allah dapat memakai mereka untuk perkara yang luar biasa, yang tak pernah terpikirkan oleh mereka yang berusia dewasa atau para senior. Kalau kondisi ini yang terjadi, bukankah nantinya hanya akan terjadi penyesalan ketika orang yang diremehkan malah memperkuat dan memajukan usaha dari pesaing kita, hanya karena mereka pernah kita remehkan? Berhati-hatilah, dan marilah kita bekerja tanpa memandang senioritas! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk memandang setiap pribadi, khususnya anak-anak sebagaimana Engkau memandang mereka. Sehingga aku dapat melihat hal baik yang ada pada mereka, yang dapat memberkati kehidupanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 21 Mei 2026Bacaan: "TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu." (Mazmur 5:4)Renungan: Seorang pemuda terbiasa berdoa pagi sebelum ia memulai aktivitasnya. Kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak lama, karena sejak kecil ayahnya mendidiknya untuk bertindak begitu. Suatu hari pemuda itu pernah bertanya kepada sang ayah, "Mengapa harus berdoa terlebih dahulu?" "Berdoa menunjukkan kalau kita tidak sombong," jawab ayahnya. "Dengan berdoa kita juga menyatakan bahwa diri sendiri tidak sanggup menjalani hari tanpa pimpinan dan penyertaan Tuhan, ucapnya lagi" Sudah bukan rahasia lagi jika kehidupan di dunia ini tidak mudah untuk dijalani. Di dalamnya ada banyak tantangan dan pergumulan, sehingga bukankah suatu kesombongan jika kita menjalani hari tanpa melibatkan Tuhan? Alkitab mencatat bahwa Daud merupakan seorang yang berkenan di hati Tuhan (Kis. 13:22). Sebutan ini disematkan padanya, karena Daud tidak sombong. Pada waktu pagi Daud mengatur persembahan bagi Tuhan, yang artinya Daud memulai setiap hari dengan berdoa. Kitab Mazmur memuat salah satu doa yang dilayangkan Daud pada pagi hari. Di situ ia meminta pimpinan dari Tuhan, katanya, "Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu." (ay. 9a). la juga meminta penyertaan berupa pagar anugerah dan berkat (ay. 13). Tidak heran Daud dapat melewatkan setiap tantangan dengan kemenangan. la dapat mengatasi setiap pergumulan yang menerpanya. Berkaca dari pengalaman Daud tersebut, jika kita sering merasa frustasi boleh jadi penyebabnya adalah kesombongan diri sendiri. Begitu bangun tidur langsung sibuk dengan berbagai urusan, lupa akan Tuhan. Marilah kita menjadi pribadi yang rendah hati dengan berdoa terlebih dahulu sebelum memulai hari. Setiap sebelum memulai aktivitas, mari meminta pimpinan dan penyertaan Tuhan. Begitupun sebelum tidur malam, mari kembali berdoa. Kita bersyukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan sepanjang hari itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati di hadapan-Mu, sehingga aku selalu meluangkan waktu terbaikku untuk duduk tenang dan bercakap-cakap dengan-Mu melalui doa harianku. Amin. (Dod).
Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku; termasuk Figelus dan Hermogenes.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 20 Mei 2026Bacaan: ".... Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14)Renungan: Adakah dari kita yang tidak pernah memikirkan masa depan kita? Perihal masa depan seringkali menggugah kecemasan diri sendiri karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Oleh sebab itu orang mulai menduga-duga, membuat prediksi, juga menyusun rencana untuk hidupnya di masa depan. Semua itu dilakukan karena manusia mengkhawatirkan kepastian dan keberlangsungan hidupnya. Ketidaktahuan manusia akan masa depan, menunjukkan ketidakberdayaan dan kelemahan manusia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya. Semua prediksi, perkiraan, rencana yang disusun, seringkali menunjukkan ego manusia yang hanya mengandalkan dirinya sendiri. Padahal kita tidak tahu rencana tersebut akan tercapai atau tidak. Dalam bacaan pada hari ini, kita ditanya, "Apa arti hidupmu? Apakah arti hidup kita yang tak berdaya ini? Terlebih bila kita hanya mengandalkan diri sendiri." Tentu hidup kita tidak akan ada artinya karena kita begitu lemah seperti yang digambarkan, yakni seperti uap yang hanya terlihat sebentar saja. Namun demikian di dalam ketidakberdayaan tersebut, Yakobus mengajak kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui kelemahan diri sendiri. Dalam pengakuan itu, kita diajak untuk hanya mengandalkan Tuhan dan sepenuhnya berserah kepada-Nya. Sekalipun tentunya kita diperbolehkan untuk memiliki rencana atas hidup kita, tetapi di dalam melakukan perencanaan kita tetap harus menyertakan Tuhan. Ini merupakan wujud penyerahan diri kepada Tuhan, yang membuahkan hidup bagi kita. Itulah arti hidup sesungguhnya. Mari maknai hidup ini dengan mengandalkan Tuhan dalam semua segi kehidupan kita. Libatkan Tuhan dalam membuat rencana, mengambil keputusan bahkan ketika mewujudkan rencana tersebut. Orang yang mengandalkan Tuhan adalah pribadi yang rendah hati karena ia menyadari akan keterbatasan dirinya sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengandalkan Engkau saja dalam hidup ini, sehingga damai sejahtera-Mu dapat tetap tinggal di hatiku, karena aku tahu bersama-Mu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 16 Mei 2026Bacaan: "la ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikan kepada dia. " (Lukas 15:16)Renungan: Hidup manusia sering diibaratkan seperti putaran roda. Kadang di bawah, kadang di atas. Kadang susah, kadang senang. Sering kali, keadaan ini merupakan akibat dari pilihan-pilihan yang kita buat. Kondisi yang dialami si anak bungsu dalam perumpamaan Tuhan Yesus ini menunjukkan kebenaran ini. Tadinya ia tinggal di rumah bapanya yang menyenangkan serta mengalami berbagai kelimpahan. Kemudian dengan lancangnya ia meminta bagian warisannya, lalu menghamburkannya di negeri yang jauh sesuka hatinya. Saat hartanya habis, semua temannya pun menghilang. Tak ada yang peduli padanya, sekalipun sekadar memberinya ampas makanan babi untuk disantap. Kesusahannya ini adalah buah dari pilihan yang buruk, egois, tanpa pikir panjang, serta tak menghormati bapanya. Syukurnya, saat kondisinya begitu mengenaskan, ia mengingat kebaikan hati bapanya. la pun memilih untuk kembali kepada sang bapa, mengharapkan belas kasihannya. Menjadi pelayan pun ia rela. Namun, ternyata bukan ampas atau remah-remah yang ia terima dari bapanya. Melainkan yang terbaik. la diterima sepenuhnya. Hidupnya dipulihkan. Ini adalah gambaran Allah yang senantiasa menyambut ketika kita berbalik kepada-Nya. Tangan-Nya terbuka merangkul kita. Bahkan jika kita telah membuat berbagai keputusan atau pilihan yang buruk, lalu membuat hidup kita terpuruk, Dia tetap tidak mengutuk. Dia menerima kita dengan penuh kasih. Dia tidak menawari kita hal-hal yang serupa ampas, atau pemberian setengah hati. Melainkan pemberian terbaik. Segala yang Dia punyai. Bahkan hidup-Nya sendiri. Sepantasnyalah kita menghormati serta mengasihi-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku untuk selalu setia pada-Mu sebagaimana Engkau setia mendampingi hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 15 Mei 2026Bacaan: "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melintasi sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, nyala api tidak akan membakar engkau." (Yesaya 43:2)Renungan: Untuk menghasilkan sebuah biola yang berkualitas dibutuhkan serangkain proses yang tidak mudah. Sang seniman awalnya memilih potongan kayu yang halus. Kemudian ia memulai memahat bagian depan dan belakang hingga memperoleh ketebalan yang diinginkan. Setelah itu, ia mulai membengkokkan dan menekan kayu itu. Seniman itu tahu persis seberapa kuat tekanan yang dibutuhkan agar kayu itu menjadi alat musik yang indah. Setelah selesai, ia pun menggoreskan inisial namanya di bagian belakang untuk menyempurnakan biola ciptaannya itu. Demikianlah Tuhan membentuk dan memproses hidup Yakub dan umat pilihan-Nya itu. Sekalipun umat itu harus dibawa Tuhan dan berjalan melewati tempat-tempat yang menyakitkan, tetapi Tuhan memberi jaminan bahwa semua itu tidak akan "mematahkan" hidup mereka. Umat Israel harus melewati air dan sungai, tetapi Tuhan berjanji menyertai mereka sehingga sungai pun tak akan menghanyutkan. Bahkan jika mereka melewati api, mereka tidak akan dihanguskan. Tuhan tahu persis seberapa kuat kita sanggup menanggung beban ketika kita ditekan, dibengkokkan, walaupun kita sendiri merasa seolah tak mampu memikulnya. Tuhan tidak akan membiarkan hidup kita rusak. Setiap tekanan yang kita lewati hanyalah bagian proses penyempurnaan dan setelahnya la menuliskan nama-Nya pada hidup kita. Kita adalah karya-Nya yang mulia. Tuhan Yesus memberkati. Dia:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada di saat masalah dan pergumulan hidup melandaku, sehingga aku tetap kuat untuk menjalaninya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Mei 2026Bacaan: Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)Renungan: Seorang pria sedang marah kepada Tuhan. Pagi ini muncul dua anak ayam di depan rumahnya. Padahal malam sebelumnya ia berdoa meminta telur ayam. "Bisa-bisanya Tuhan salah memberi!" katanya geram. "Tuhan tidak salah, Pak," sahut istrinya, "Anak ayam yang Tuhan berikan ini justru supaya nanti kau dapat sering makan telur ayam." Empat orang menggotong seorang lumpuh menuju rumah tempat Yesus berada. Mereka berharap Yesus memberikannya kesembuhan. Karena banyak orang berkerumun di rumah itu mereka tidak dapat masuk untuk menemui Yesus. Maka mereka membuka atap rumah, menurunkan si lumpuh bersama tikarnya di depan Yesus. Kata Yesus kepada si lumpuh, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (ay. 5). Tampaknya seolah Yesus salah memberi. Ia memberi pengampunan dosa bukan kesembuhan. Namun, bila kita perhatikan situasinya lebih saksama, kita tahu kalau pemberian Yesus tidak salah. Selama ini si lumpuh hidup dalam pemikiran bahwa keadaannya yang merana disebabkan oleh besar dosanya. Ia perlu mendengar dirinya diampuni, tidak dihukum oleh Allah. Pengampunan membuka pintu bagi kesembuhan. Si lumpuh menyadari Allah berkenan kepadanya. Saat itulah Yesus memberikan kesembuhan. Kata Yesus, "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan pulanglah ke rumahmu!" (ay. 11). Tuhan tidak pernah salah memberikan sesuatu kepada kita. Maka mulai hari ini jangan kita menjadi tawar hati bila pemberian Tuhan datang tidak seperti yang kita harapkan. Sadarilah bahwa pemberian Tuhan tersebut merupakan berkat awal sebelum berkat yang sebenarnya akan kita terima. Contoh sebelum datang kesuksesan, Tuhan memberi kita pengalaman kerendahan hati. Sebelum datang kelimpahan, Tuhan mengajar bagaimana supaya hati tidak terpaut kepada harta duniawi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kini aku mengerti bahwa terkadang apa yang aku harapkan tidak seperti yang Kau berikan, karena ternyata dibalik itu semua Engkau sudah mempersiapkan yang terbaik bagiku. Oleh karena itu ajarilah aku untuk tidak cepat kecewa bila yang kuterima tidak seperti harapanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 12 Mei 2026Bacaan: "Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku." (Mazmur 19:15)Renungan: Setelah John. D. Rockefeller, pendiri Standard Oil, menemui tamu di kantornya, ia akan mengantar mereka hingga ke depan lift. Saat para tamu akan naik lift, seorang tak dikenal dengan penampilan lugu ikut masuk ke lift itu. la ikut turun dengan mereka dan menyeberang jalan bersama mereka. Setelah para tamu Rockefeller masuk mobil dan pergi, orang berpenampilan lugu itu kembali masuk ke gedung Rockefeller dan melaporkan dengan detail apa yang dikatakan para tamu selama di lift tadi. Ya, Rockefeller sudah punya "CCTV" dan "penyadap" sebelum teknologi tersebut dibuat. Rockefeller harus mengutus seseorang untuk memata-matai tamunya. Kita kini memakai teknologi untuk melakukannya. Namun, tanpa semua itu, Tuhan sudah mengetahui segala yang kita lakukan di tempat tersembunyi. la bahkan tahu apa yang kita pikirkan. Ada satu waktu ketika dua kakak Musa, Miryam dan Harun menggosipkan tentang Musa. Mulai soal istrinya yang bukan seorang Ibrani, merembet menjadi mempertanyakan tentang otoritas sang adik (benarkah Tuhan hanya berfirman melalui Musa saja, karena Tuhan juga pernah berfirman melalui Harun dan Miryam). Alkitab mencatat dengan jelas, "..kedengaranlah hal itu kepada TUHAN" (ay. 2). Miriam dan Harun mungkin berpikir hanya mereka berdua yang tahu pembicaraan itu, tapi kita bisa lihat bagaimana Tuhan tidak tinggal diam saat hamba-Nya difitnah dan digosipkan sembarangan. Ingatlah hal ini sebelum kita bergosip atau memikirkan hal-hal buruk tentang orang lain. Ingat bahwa Tuhan tahu apa yang kita katakan dan pikirkan. Kiranya ucapan, pikiran, dan perbuatan kita selalu berkenan di mata Tuhan (Mzm. 19:15). Biarlah semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji saja yang kita pikirkan (Flp. 4:8). Dua, kisah ini juga mengingatkan kita yang mungkin sering digosipkan bahkan menjadi korban fitnah, meski kita tak bersalah. Percayalah, Tuhan tidak akan membiarkan orang benar menderita. Tak perlu memikirkan cara membalas karena pada waktunya, Tuhan sendiri yang akan membela kita. Belajar dari kisah ini, biarlah kita bisa selalu menjaga sikap hati, pikiran, perbuatan, dan ucapan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah mulut dan perkataanku, sehingga dijauhkan dariku perkataan negatif dan gosip yang dapat melukai hati orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 11 Mei 2026Bacaan: Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4)Renungan: Ada seorang pemuda yang ditawari rokok oleh temannya. "Kalau kamu tak merokok, berarti kamu banci," tantang temannya. Pemuda itu tak mau dikatakan banci. la merokok dan akhirnya ketagihan. Selanjutnya temannya menawari ganja. "Kalau kamu tak menghisap ganja, berarti kamu banci," tantang temannya lagi. Pemuda itu tak mau dikatakan banci. la menghisap ganja dan akhirnya kecanduan. Hanya karena tak mau dikatakan banci oleh temannya, pemuda itu "merusak" masa depan sendiri. Ditantang sering membuat kita panas hati. Namun bukan berarti kita meladeni semua tantangan yang dihadapkan kepada kita tanpa memikirkan risiko di belakangnya. Berbicara tentang tantangan, Yesus pernah menghadapinya. Si penantangnya tidak lain adalah Iblis. Pada pencobaan pertama dan kedua yang disodorkan Iblis, di situ diawali kata-kata: "Jika Engkau Anak Allah". Tampaknya, Iblis berusaha mengutak-atik ego Yesus supaya menunjukkan sisi kemahakuasaan-Nya. Lalu respons Yesus? Dia mengabaikannya sama sekali! Jawab Yesus kepada Iblis, "Ada tertulis," yang artinya semua tindakan harus didasarkan pada firman Tuhan, bukan keinginan sendiri. Lagipula, Yesus mengetahui bahwa tanpa Dia melakukan tantangan itu, identitas diri-Nya sebagai Anak Allah tidak pernah berubah. Seperti pengalaman Yesus tersebut, tantangan-tantangan yang disodorkan seseorang kepada kita bertujuan mengutak-atik ego kita. Terhadap semua tantangan itu, abaikan saja! Jangan hanya gara-gara panas hati, seperti pemuda tadi, ujungnya kita "merusak" masa depan sendiri. Ingatlah hidup kita tidak tergantung pada kata-kata orang lain, tetapi perkataan Tuhan! Tidak perlu resah bila ada orang menyebut atau melabeli kita begini dan begitu. Ketahuilah tanpa meladeni tantangan-tantangan itu, identitas kita sebagai anak-anak Tuhan yang terkasih tidak akan berubah! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, agar aku tidak mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang Engkau tidak suka dan yang dapat merusak masa depanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 10 Mei 2026Bacaan: "Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi oreng yang pandai, berdiam diri." (Amsal 11:12)Renungan: Pada tahun 2020, perusahaan sepeda asal Belanda, VanMoof memutuskan akan menjual 90% barangnya secara online. Tentu saja, dalam berjualan online sangat penting untuk memastikan barang yang dikirimkan bisa tiba ke tangan konsumen dalam kondisi tetap sempurna. Apalagi penjualan mereka adalah ke seluruh dunia. Mereka amati banyak konsumen kompetitor mereka kecewa karena sepeda mereka tiba dalam kondisi cacat. Muncullah ide yang cukup unik. Mereka mengirim sepeda dengan boks kardus yang sangat besar, kira-kira seukuran boks TV layar datar ukuran 50 inch. Nah, di bagian depan boks itu, dicetak gambar TV selain tentu juga sepeda. Sepintas boks itu lebih mirip boks TV daripada sepeda, dan memang itulah tujuannya. Faktanya, pihak ekspedisi akan lebih berhati-hati jika mengirimkan TV. Dengan mendesain boks mereka mirip boks TV, maka sepeda mereka diperlakukan dengan lebih hati-hati, selayaknya membawa TV. Ketika kita sadar apa yang berada di dalam sebuah boks, maka sikap kita terhadap boks itu juga akan menyesuaikan. Sikap saat membawa boks berisi kue ulang tahun akan berbeda dengan sikap saat membawa boks berisi kue kering. Sikap saat membawa boks bertuliskan "Barang Pecah Belah" atau "Jangan Ditumpuk" akan beda dengan sikap saat membawa boks berisi boneka. Apakah hal serupa juga kita lakukan saat menilai manusia? Jika kita tahu bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:27), akankah kita bersikap semena-mena pada sesama? Jika kita mengimani Kristus telah mati demi menebus umat manusia, sadarkah kita jika itu berarti tiap manusia amatlah berharga? Dunia menilai manusia hanya dari sisi luarnya saja. Namun, anak Tuhan mesti melihat dengan cara yang berbeda. Lihat sesama kita seperti cara Tuhan memandang mereka. Bukan hanya melihat dari tampilan luar, tapi melihat mereka sebagai jiwa-jiwa yang harus dikasihi dan dihargai sebagai sesama ciptaan Tuhan yang mulia dan berharga. Pandang juga diri kita dengan cara yang sama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kemampuan untuk bisa melihat sesamaku seperti Engkau melihat mereka baik adanya, sehingga aku selalu melihat sesamaku dengan kacamata positif. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 9 Mei 2026Bacaan: "Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: " Tuhan, tolonglah aku! " (Matius 14:30)Renungan: Seorang atlet terkadang bisa bermain dengan sangat bagus. Sebut saja pemain badminton. Ketika bermain sedang bagus, permainannya terlihat sedemikian sempurna. Musuh pun kesulitan dibuatnya. Dia pun menjadi pemenang. Namun, kadang pemain badminton yang sama juga bisa bermain sangat buruk. Tidak memainkan pola permainan yang tepat. Permainan yang mudah ditebak oleh lawan. Bahkan, kerap melakukan kesalahan sendiri yang akhirnya menambah poin untuk lawan. Atlet terbaik sekelas dunia pun bisa mengalami hal-hal seperti ini. Jika demikian, apakah mereka harus gantung raket dan gantung sepatu? Tentu tidak! Bukannya menyerah, tapi mereka harus berlatih lebih keras sambil memperbaiki apa yang kurang dari permainan mereka yang sebelumnya. Perjalanan iman kita pun bisa mengalami seperti itu. Iman kita bisa naik turun. Ada waktunya kita punya iman yang sedemikian besar, tapi terkadang kita bahkan tidak punya iman sama sekali. Ada saat di mana kita bisa melangkah dengan sedemikian pasti, tapi ada saat kita dipenuhi dengan keraguan dan kebimbangan. Petrus dalam bacaan kita hari ini juga seperti itu. Ada waktu Petrus bisa punya iman yang sedemikian besar dan itu bisa membuatnya berjalan di atas air! Tapi saat ia merasakan hembusan angin, imannya tiba-tiba drop dan ia dipenuhi dengan kebimbangan sehingga akhirnya mulai tenggelam dalam air. Dalam situasi tenggelam itu, Yesus pun hadir. Ada hal penting yang bisa kita pelajari dari kisah ini. Jangan pernah menyombongkan diri seolah-olah kita tidak akan bisa lemah iman. Tentu bukan maksud untuk mengatakan bahwa iman yang lemah itu baik. Justru kita harus menyadari bahwa kita butuh kasih karunia Tuhan, bahkan dalam hal iman! Itu sebabnya murid-murid pun pernah meminta kepada Yesus, "Tambahkanlah iman kami" (Luk 17:5). Kabar baiknya, di saat kita lemah iman sesungguhnya Tuhan tidak pernah membiarkan kita tenggelam. Dia akan menyatakan menguatkan, meneguhkan, dan menyatakan pertolongan tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, sehingga dalam situasi apapun aku tetap setia mengiringi Engkau. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 4 Mei 2026Bacaan: 'Setelah selesai berbicara, la berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4) Renungan: Sehebat apapun manusia, pasti mempunyai kekurangan dan keterbatasan. Salah satu contoh, Ramesh Chandra, pebisnis real estate India. la adalah 1 dari 10 miliader dunia yang pernah bangkrut. Pada puncaknya, Ramesh Chandra memiliki kekayaan US$ 9,2 miliar. Namun pada 2001, perusahaan terlibat skandal telekomunikasi nasional hingga akhirnya bangkrut. Ramesh Chandra sebagai pebisnis pasti sudah mempunyai banyak pengalaman, pengetahuan dan keahlian di bidang bisnis. Akan tetapi karena keterbatasannya, akhirnya, Ramesh gagal juga dalam membangun bisnisnya. Seperti yang kita ketahui Simon Petrus adalah salah satu murid Tuhan Yesus yang berlatar belakang sebagai nelayan. Keahlian dalam mencari ikan di laut, tentu tidak diragukan lagi. Simon Petrus sebagai nelayan kawakan pasti bisa memprediksi tempat-tempat di laut yang banyak ikannya. Setiap bekerja mencari ikan, Simon Petrus pasti sudah menggunakan cara-cara yang benar sesuai pengetahuan dan pengalamannya sebagai nelayan. Namun demikian, karena keterbatasannya, ia juga pernah mengalami kegagalan dalam mencari ikan semalam suntuk. Ketika Tuhan Yesus berfirman supaya Simon Petrus menebarkan jalanya ke tempat yang dalam, dan ia melakukan seperti yang difirmankan Yesus kepadanya, sejumlah besar ikan pun ditangkapnya (Luk. 5:4-6). Setiap orang pasti memiliki pengetahuan, pengalaman dan keahlian sesuai bidang yang dijalani. Akan tetapi, bagaimanapun hebatnya diri sendiri, sebagai manusia biasa, tetap memiliki keterbatasan. Kita tidak boleh mengandalkan pengetahuan dan pengalaman diri sendiri sepenuhnya dalam bekerja. Sebagai orang percaya, kita mempunyai Tuhan Yesus yang firman-Nya penuh kuasa. Jika kita ingin berhasil dalam setiap pekerjaan yang kita jalani, sertakan Tuhan Yesus selalu di dalamnya. Dengar dan terimalah firman-Nya kemudian lakukan, maka apa yang kita kerjakan akan dibuat-Nya berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar dalam melaksanakan tugas dan pekerjaanku aku selalu mengandalkan Engkau. Karena tanpa-Mu aku tidak bisa berbuat apa-apa. Amin. (Dod).