POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Maret 2026Bacaan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)Renungan: Suatu hari, seorang Pastor pergi ke rumah sakit untuk menjenguk umatNya yang bernama Ruth. Ruth dan suaminya telah melayani di gereja selama lebih dari duapuluh tahun. Sang Pastor merasa bahwa wanita tersebut tidak sepantasnya menderita kanker paru-paru stadium akhir yang tak dapat dioperasi. la tak pernah merokok atau melakukan apa pun yang biasanya berkaitan dengan penyakit paru-paru. Banyaknya kemoterapi yang menyakitkan, telah menunjukkan akibatnya dan kini perawatan itu telah ditinggalkan. Ruth hanya dapat menunggu kematian yang tak terelakkan. Sang Pastor segera berdoa dalam hatinya, memohon petunjuk Roh kudus tentang apa yang harus dia doakan dan katakan kepada Ruth. Namun ia segera menyadari bahwa Tuhan menuntun dia ke kamar Ruth justru untuk mendengarkan, bukan berbicara. Selain rambut rontok, Ruth tidak menunjukkan tanda-tanda menderita kanker stadium akhir. la memancarkan kedamaian saat ia mulai bercerita kepada sang Pastor. Betapa bersyukurnya dia karena Tuhan mengizinkannya mengalami penderitaan ini. "Sebelum ini, saya selalu menjadi seorang Martha, terlalu sibuk melayani sehingga tidak bisa mengambil waktu untuk duduk di kaki Yesus, namun Tuhan menggunakan kanker ini untuk memperlambat saya supaya saya dapat mengenal Dia dengan cara-cara yang tak saya lakukan sebelumnya," katanya. Tidak berapa lama kemudian, sang Pastor meninggalkan kamar Ruth dengan perasaan dikuatkan, bukan lagi bersedih. Sebelumnya, ia memang bertanya kepada Tuhan, mengapa Ruth harus menderita. Padahal, Ruth sendiri justru bersyukur kepada-Nya atas pengalamannya itu. Tuhan memang tidak pernah mencobai kita melampaui kekuatan kita, karena Dia adalah Allah yang baik dan selalu baik apa yang Dia kerjakan. Jika Allah mengizinkan sesuatu terjadi dalam kehidupan kita, percayalah bahwa Dia selalu merancangkannya untuk kebaikan kita dan bukan untuk menyengsarakan kita. Jadi, percayalah selalu bahwa apa yang semula digunakan musuh untuk menghancurkan kita, justru dapat digunakan Tuhan untuk kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas suka dan duka hidup yang aku alami. Aku percaya dalam keadaan apapun Engkau selalu ada untukku. Sebab rancangan-Mu pada akhirnya selalu indah untukku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT KORINTUSDiambil dari: 1 Korintus 10:23–24 “Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorang pun mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.”Wonder Kids, Paulus tinggal cukup lama di kota Korintus dan mendirikan gereja di sana. Kota Korintus terkenal sebagai kota yang ramai dan penuh kesenangan. Banyak orang hidup hanya untuk diri mereka sendiri dan tidak peduli kepada orang lain.Sayangnya, cara hidup seperti itu mempengaruhi sebagian jemaat di Korintus. Mereka sudah percaya kepada Yesus, tetapi masih sering mementingkan diri sendiri. Mereka berpikir, “Kalau aku mau melakukan sesuatu dan itu tidak salah, ya aku lakukan saja.” Mereka lupa bahwa sebagai anak Tuhan, mereka harus memikirkan juga orang lain.Paulus mengingatkan mereka bahwa tidak semua hal yang boleh dilakukan itu baik untuk dilakukan. Ada hal-hal yang bisa melukai hati orang lain atau membuat orang lain jatuh dalam dosa.Yesus mengajarkan kita untuk tidak hidup hanya untuk diri sendiri. Yesus berkata bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia harus menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari. Artinya, kita belajar berkata “tidak” pada keinginan diri sendiri supaya bisa mengasihi orang lain.Wonder Kids, hidup sebagai orang Kristen berarti belajar memikirkan orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Kita diajar untuk peduli kepada teman, membantu orang yang membutuhkan, dan tidak egois.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Coba pikirkan satu hal hari ini yang bisa kamu lakukan untuk menolong orang lain, meskipun itu berarti kamu harus mengalah atau berbagi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk tidak hidup egois. Tolong aku supaya mau memikirkan orang lain dan belajar mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Mengasihi Yesus berarti belajar mengasihi orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT GALATIADiambil dari: Galatia 5:1 “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”Wonder Kids, kitab Galatia menceritakan tentang perjalanan misi Paulus bersama Barnabas. Mereka memberitakan Injil kepada banyak orang, termasuk orang-orang yang bukan orang Yahudi. Banyak orang percaya kepada Yesus, dan gereja-gereja baru didirikan.Tetapi setelah Paulus dan Barnabas pergi, ada guru-guru palsu yang datang. Mereka berkata bahwa untuk menjadi pengikut Yesus, orang harus melakukan semua hukum Taurat seperti orang Yahudi. Mereka mengatakan bahwa iman kepada Yesus saja tidak cukup.Paulus sangat sedih mendengar hal itu. Ia menulis surat kepada jemaat Galatia untuk mengingatkan mereka bahwa keselamatan hanya oleh iman kepada Yesus, bukan karena perbuatan baik atau karena menaati hukum Taurat.Paulus berkata, kita diselamatkan oleh iman, bukan oleh usaha kita sendiri. Karena itu, kita tidak boleh kembali hidup seperti budak dosa atau merasa harus melakukan banyak aturan supaya Tuhan mau mengasihi kita.Yesus sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Ia membebaskan kita supaya kita hidup sebagai anak-anak Allah, bukan sebagai orang yang takut dihukum terus-menerus.Wonder Kids, hidup sebagai orang Kristen berarti hidup dalam kebebasan yang Yesus berikan. Kita taat kepada Tuhan bukan supaya diselamatkan, tetapi karena kita sudah diselamatkan dan mengasihi Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, ingatlah bahwa Yesus sudah menyelamatkanmu. Tunjukkan rasa syukurmu dengan hidup taat, bukan karena takut dihukum, tetapi karena mengasihi Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah membebaskan aku dari dosa. Terima kasih karena keselamatanku bukan karena perbuatanku, tetapi karena kasih-Mu. Tolong aku supaya hidup taat kepada-Mu sebagai tanda syukur dan kasihku kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kita diselamatkan oleh iman kepada Yesus, bukan oleh usaha kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT TESALONIKADiambil dari: 1 Tesalonika 4:11–12 “Dan berusahalah hidup tenang, dan mengurus perkara-perkaramu sendiri, serta bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.”Wonder Kids, Tesalonika adalah sebuah kota pelabuhan yang besar dan ramai. Paulus datang ke kota itu untuk memberitakan Injil. Ia mengajar orang-orang tentang Yesus, bahwa Yesus adalah Mesias yang harus menderita dan bangkit dari kematian.Paulus tidak hanya mengajar dengan kata-kata. Ia juga memberi contoh dengan hidupnya. Ia bekerja keras supaya tidak merepotkan orang lain. Hidup Paulus menjadi kesaksian tentang imannya kepada Yesus.Paulus mengajarkan bahwa orang Kristen harus rajin dan tidak malas. Kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh, melakukan tugas kita dengan baik, dan hidup tertib supaya orang lain bisa melihat bahwa kita adalah pengikut Yesus.Wonder Kids, hidup kita adalah kesaksian. Cara kita belajar di sekolah, cara kita membantu orang tua, dan cara kita bersikap kepada teman-teman menunjukkan apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.Tuhan ingin kita menjadi anak-anak yang rajin, bertanggung jawab, dan bisa dipercaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, lakukan tugasmu hari ini dengan sungguh-sungguh, entah itu belajar, membantu orang tua, atau melayani di gereja. Ingatlah bahwa kerja kerasmu bisa memuliakan Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk hidup rajin dan bertanggung jawab. Tolong aku supaya tidak malas, tetapi mau melakukan setiap tugasku dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk kasihku kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kerajinan dan kerja keras kita bisa menjadi kesaksian tentang Yesus kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BAGAIMANA KEHIDUPAN GEREJA MULA-MULA?Diambil dari: Matius 18:20 “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”Wonder Kids, Injil ditulis untuk menceritakan tentang kehidupan Yesus. Sedangkan kitab Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana para pengikut Yesus hidup setelah Yesus naik ke surga. Dari situlah kita bisa tahu seperti apa kehidupan gereja mula-mula.Orang-orang percaya pada waktu itu berkumpul setiap hari. Mereka berdoa bersama, belajar firman Tuhan, dan saling berbagi. Mereka bahkan menjual harta milik mereka untuk menolong teman-teman yang kekurangan. Mereka hidup sebagai satu keluarga di dalam Tuhan.Setiap hari mereka memuji Tuhan dengan sukacita dan hidup saling mengasihi. Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan setiap hari. Gereja bertumbuh bukan karena gedungnya besar, tetapi karena kasih Tuhan nyata di antara mereka.Wonder Kids, gereja bukan hanya bangunan, tetapi kumpulan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Ketika kita datang ke gereja, kita belajar firman Tuhan, berdoa, menyanyi memuji Tuhan, dan saling menguatkan.Karena itu, pergi ke gereja itu penting. Di gereja, iman kita dikuatkan. Kita belajar mengasihi sesama dan hidup sebagai anak-anak Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, datanglah ke gereja dengan hati yang rindu belajar tentang Tuhan. Cobalah menyapa teman di gereja dan tunjukkan kasih Yesus lewat sikapmu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk gereja yang Engkau berikan. Tolong aku supaya suka datang ke gereja, belajar firman-Mu, dan mengasihi teman-temanku. Pakailah aku supaya bisa menjadi berkat bagi orang lain di gereja. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, gereja adalah keluarga Tuhan tempat kita bertumbuh bersama di dalam Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MENGURUTKAN PERJANJIAN BARUDiambil dari: 2 Tesalonika 3:17 “Salam dari Paulus kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap suratku; beginilah caraku menulis.”Wonder Kids, mungkin kamu pernah melihat Alkitab dan berpikir bahwa semua kitab di dalam Perjanjian Baru ditulis sesuai urutan waktu. Tetapi sebenarnya, urutan kitab dalam Alkitab tidak selalu sesuai dengan waktu penulisannya.Sebagian besar surat Paulus ditulis lebih awal daripada Injil. Paulus berkeliling banyak tempat untuk memberitakan Injil, lalu ia menulis surat kepada jemaat-jemaat yang sudah percaya kepada Yesus. Surat-surat itu ditulis sekitar tahun 50-an Masehi.Paulus sendiri bertemu dengan Yesus yang bangkit di jalan ke Damsyik. Setelah itu, ia percaya kepada Yesus dan menjadi pemberita Injil. Tidak lama kemudian, ia mulai mengajar banyak orang tentang Tuhan Yesus dan menulis surat-surat untuk menolong jemaat hidup benar.Barulah setelah itu, Injil-Injil ditulis oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Injil-injil itu menceritakan kembali tentang kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus supaya semakin banyak orang mengenal-Nya.Wonder Kids, Tuhan memakai banyak orang dan banyak cara untuk menyampaikan firman-Nya. Ada yang menulis Injil, ada yang menulis surat, tetapi semuanya dipakai Tuhan untuk satu tujuan: supaya kita mengenal Yesus dan hidup bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, bersyukurlah kepada Tuhan karena firman-Nya ditulis dengan begitu rapi dan lengkap. Saat membaca Alkitab, ingatlah bahwa setiap bagian ditulis untuk menolong kita percaya kepada Yesus dan hidup taat kepada-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai banyak orang untuk menuliskan firman-Mu. Terima kasih karena melalui Alkitab aku bisa mengenal Yesus. Tolong aku supaya rajin membaca firman-Mu dan mau hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, semua bagian Alkitab ditulis supaya kita mengenal Yesus dan hidup bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahKABAR SEJARAH YANG DAPAT DIPERCAYADiambil dari: Yesaya 40:8 “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”Wonder Kids, kalau seseorang menulis cerita tentang hidupmu puluhan tahun setelah kamu lahir, ceritanya bisa saja salah atau bercampur dengan cerita yang tidak benar. Tetapi Alkitab tidak ditulis seperti itu.Banyak penulis Injil menulis tentang Yesus tidak lama setelah peristiwa itu terjadi. Lukas menulis Injil dan Kisah Para Rasul sebagai dua bagian dari satu cerita besar. Ia meneliti dengan teliti dan menuliskan apa yang benar-benar terjadi. Markus juga menulis Injil tidak lama setelah Yesus naik ke surga. Para ahli Alkitab mengatakan bahwa Injil Markus ditulis sekitar tahun 60 Masehi, tidak terlalu jauh dari waktu Yesus hidup di dunia.Bandingkan dengan kisah tokoh besar dunia seperti Aleksander Agung. Kisah tentang dia baru ditulis ratusan tahun setelah ia meninggal, tetapi banyak orang tetap mempercayainya. Kalau begitu, mengapa kita meragukan Injil yang ditulis jauh lebih dekat dengan waktu kejadian?Para sejarawan sudah mempelajari tulisan-tulisan tentang Yesus dan menyimpulkan bahwa berita tentang Yesus itu dapat dipercaya. Alkitab bukan cerita dongeng, tetapi kesaksian nyata tentang apa yang Allah lakukan di dunia.Wonder Kids, Tuhan tidak mau kita percaya kepada cerita bohong. Tuhan memberi kita firman-Nya yang dapat dipercaya supaya kita tahu siapa Yesus dan bagaimana kita diselamatkan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, bersyukurlah kepada Tuhan karena kita punya Alkitab yang dapat dipercaya. Bacalah Alkitab dengan rajin dan percaya bahwa firman Tuhan itu benar.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk Alkitab yang Engkau berikan. Terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya suka membaca firman-Mu dan percaya kepada setiap perkataan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Alkitab bukan cerita buatan manusia, tetapi firman Allah yang benar dan dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENERIMA PENYEMBAHANDiambil dari: Matius 14:33 “Dan orang-orang yang ada di perahu itu menyembah Dia, katanya: ‘Sesungguhnya Engkau Anak Allah.'”Wonder Kids, di dalam Alkitab, kata “menyembah” berarti memberikan hormat dan pujian kepada Allah. Hanya Allah yang layak disembah. Karena itu, dalam Sepuluh Perintah Allah tertulis bahwa kita tidak boleh menyembah allah lain selain Tuhan saja.Namun, ada sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ketika orang-orang datang dan menyembah Yesus, Yesus tidak menolak mereka. Misalnya, setelah Yesus berjalan di atas air dan menolong murid-murid-Nya, mereka menyembah Dia. Yesus menerima penyembahan itu. Mengapa Yesus boleh disembah? Karena Yesus bukan hanya manusia. Yesus adalah Anak Allah. Ia adalah Tuhan yang datang ke dunia menjadi manusia.Dalam kitab Wahyu, Yohanes pernah ingin menyembah malaikat, tetapi malaikat itu berkata, “Jangan berbuat demikian!” Malaikat tahu bahwa hanya Allah yang boleh disembah. Tetapi Yesus tidak berkata seperti itu, karena Yesus memang layak disembah.Wonder Kids, karena Yesus adalah Tuhan, kita juga harus menyembah Dia dengan hidup kita. Menyembah Tuhan bukan hanya dengan bernyanyi di gereja, tetapi juga dengan taat kepada firman-Nya, bersikap baik kepada orang lain, dan mengasihi Tuhan setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, pikirkan satu cara hari ini untuk menyembah Yesus, misalnya dengan berdoa sungguh-sungguh, membaca Alkitab, atau taat kepada orang tua karena mengasihi Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, Engkau layak disembah. Terima kasih karena Engkau adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan kami. Tolong aku supaya hidupku boleh memuliakan Engkau setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus layak menerima penyembahan kita karena Ia adalah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENGAMPUNI DOSADiambil dari: Markus 2:5 “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ‘Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.'”Wonder Kids, Yesus sering menyembuhkan orang sakit. Tetapi di dalam kisah orang lumpuh yang diturunkan dari atap rumah, Yesus melakukan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar menyembuhkan tubuh.Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Dosamu sudah diampuni.” Mendengar itu, para pemimpin agama menjadi marah. Mereka berpikir, “Siapa Yesus ini sampai bisa mengampuni dosa? Hanya Allah yang bisa mengampuni dosa!” Mereka benar tentang satu hal: hanya Allah yang bisa mengampuni dosa. Dan Yesus mengatakan hal itu karena Ia memang adalah Anak Allah.Lalu Yesus berkata, “Manakah yang lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah dan berjalanlah?” Supaya semua orang tahu bahwa Ia berkuasa mengampuni dosa, Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu juga.Yesus ingin semua orang tahu bahwa Ia bukan hanya bisa menyembuhkan tubuh, tetapi juga bisa menyelamatkan hati manusia dari dosa. Pengampunan itu tidak gratis. Yesus membayarnya dengan nyawa-Nya di kayu salib. Ia menerima hukuman yang seharusnya kita terima karena dosa kita.Wonder Kids, karena Yesus sudah membayar dosa kita, kita bisa datang kepada-Nya, mengaku dosa, dan menerima pengampunan dari Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu sadar sudah berbuat salah, jangan sembunyikan dosamu. Datanglah kepada Tuhan, minta ampun, dan percayalah bahwa Yesus mau mengampunimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau mengampuni dosaku. Tolong aku supaya berani mengaku dosa dan hidup dalam ketaatan kepada-Mu. Terima kasih karena Engkau sudah mati di kayu salib untukku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus bukan hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga mengampuni dosa kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS, ANAK MANUSIADiambil dari: Lukas 19:10 “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”Wonder Kids, di keempat Injil, Yesus sering menyebut diri-Nya sebagai “Anak Manusia.” Di Matius 16:13 dan Yohanes 3:13, Yesus memakai sebutan ini ketika berbicara tentang diri-Nya.Sebagian orang mengira bahwa dengan menyebut diri-Nya “Anak Manusia,” Yesus hanya mau mengatakan bahwa Ia adalah manusia biasa. Tetapi sebenarnya, Yesus sedang menunjuk kepada nubuat dalam kitab Daniel.Dalam Daniel 7:13–14, Daniel melihat dalam penglihatannya seseorang seperti Anak Manusia yang datang kepada Yang Lanjut Usianya. Orang ini menerima kuasa, kemuliaan, dan pemerintahan, sehingga semua bangsa dan suku bangsa melayani Dia. Pemerintahan-Nya kekal dan tidak akan berakhir.Jadi ketika Yesus menyebut diri-Nya “Anak Manusia,” Ia sedang mengatakan bahwa Dialah yang dinubuatkan dalam kitab Daniel itu. Yesus bukan hanya manusia, tetapi juga Raja yang kekal, yang diberi kuasa oleh Allah.Yesus datang ke dunia bukan untuk menjadi raja dunia seperti yang diharapkan banyak orang, tetapi untuk mencari dan menyelamatkan manusia yang berdosa.Wonder Kids, Yesus adalah Tuhan yang berkuasa, tetapi Ia datang dengan rendah hati untuk menolong kita. Ia berkuasa atas seluruh dunia, tetapi juga mengasihi setiap anak satu per satu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Ingatlah bahwa Yesus adalah Raja yang berkuasa, tetapi juga Juruselamat yang mengasihimu. Hormatilah Yesus sebagai Tuhan dan taatilah firman-Nya dalam hidupmu setiap hari.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Anak Manusia yang dijanjikan Allah. Terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan kami. Tolong aku supaya mau taat kepada-Mu dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus adalah Raja yang kekal, tetapi Ia datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah THOMAS YANG RAGUDiambil dari: Yohanes 20:27 “Kemudian Ia berkata kepada Tomas: ‘Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.'”Wonder Kids, setelah Yesus bangkit dari kematian, Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Tetapi waktu itu, Tomas tidak bersama mereka. Murid-murid yang lain berkata kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!” Namun Tomas tidak percaya. Ia berkata bahwa ia baru mau percaya kalau ia bisa melihat dan menyentuh bekas luka Yesus.Satu minggu kemudian, Yesus datang lagi dan Tomas ada di sana. Yesus tahu keraguan Tomas. Dengan penuh kasih, Yesus berkata kepadanya supaya ia melihat tangan-Nya dan lambung-Nya. Yesus tidak marah kepada Tomas. Yesus justru menolong Tomas untuk percaya.Tomas memang ragu, tetapi ia tidak menjauh dari teman-temannya dan tidak meninggalkan Yesus. Ia tetap tinggal bersama murid-murid yang lain. Dan ketika Yesus datang lagi, keraguannya dijawab.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga bisa ragu tentang Tuhan atau tentang firman-Nya. Itu tidak berarti kita harus menjauh dari Tuhan. Justru saat kita ragu, kita perlu datang kepada Yesus, membaca Alkitab, dan berdoa.Yesus ingin kita percaya kepada-Nya, bukan hanya karena melihat, tetapi karena firman Tuhan itu benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu punya pertanyaan atau keraguan tentang Tuhan, jangan dipendam sendiri. Ceritakan kepada orang tua, guru Sekolah Minggu, dan terutama kepada Tuhan dalam doa. Tetaplah dekat dengan Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sabar kepada kami. Saat aku ragu atau bingung, tolong aku untuk tetap datang kepada-Mu dan percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus tidak menolak orang yang ragu, tetapi menolong mereka untuk percaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENGAKU SEBAGAI ALLAHDiambil dari: Yohanes 8:58 “Yesus berkata kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.'”Wonder Kids, banyak orang Yahudi menantikan Mesias yang akan mengalahkan bangsa Romawi dan mendirikan kerajaan di bumi. Karena itu, ketika Yesus datang, mereka kecewa. Yesus tidak memimpin pasukan atau menjadi raja dunia. Ia mengajar, menolong orang sakit, dan berbicara tentang Kerajaan Allah.Banyak orang bingung: Siapakah Yesus sebenarnya? Dalam Yohanes 8, orang-orang bertanya kepada Yesus tentang siapa diri-Nya. Lalu Yesus berkata sesuatu yang sangat mengejutkan: “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”Kalimat ini sangat penting. Yesus sedang mengingatkan mereka pada kisah Musa di padang gurun. Ketika Musa bertanya kepada Allah tentang nama-Nya, Allah menjawab, “AKU ADALAH AKU.” (Keluaran 3:14). Dengan mengatakan “Aku telah ada”, Yesus sedang menyatakan bahwa Ia adalah Allah sendiri.Artinya, Yesus bukan hanya guru yang baik atau nabi. Yesus adalah Allah yang datang ke dunia menjadi manusia. Ia selalu ada sejak kekal dan tidak pernah berubah.Wonder Kids, mungkin kita tidak selalu mengerti semua perkataan Yesus, tetapi kebenarannya tetap sama. Kita boleh bertanya dan belajar, tetapi kita perlu percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Kalau kamu bingung tentang Yesus, jangan menjauh. Datanglah kepada Tuhan lewat doa dan firman-Nya. Percayalah bahwa Yesus adalah Allah yang mengasihimu dan selalu ada untukmu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang hidup. Tolong aku supaya sungguh-sungguh percaya bahwa Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Tolong aku untuk terus belajar mengenal-Mu lebih dalam. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus bukan hanya guru yang baik, tetapi Allah yang datang untuk menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Maret 2026Bacaan: Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat. Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga in melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekelling Elisa." (2 Raja-raja 6:17).Renungan: Sebuah kata-kata bijak berbunyi seperti ini: "Semua manusia hidup dibawah langit yang sama. Tetapi tidak semua orang memiliki cakrawala yang sama." Semua manusia entah dibelahan bumi yang mana memiliki langit yang sama, tetapi cakrawalanya pasti berbeda. Kita yang berada di Pulau Jawa misalnya, pada bulan Agustus kita cerah berawan, tetapi yang berada di Sulawesi mendung dan gelap karena sudah turun hujan. Langitnya sama tetapi cakrawala dan cuacanya berbeda. Dari gambaran di atas kita mendapatkan hikmat bahwa, semua manusia itu hidup di dunia yang sama, tetapi terkadang kita harus mengalami keadaan yang berbeda. Bahkan mungkin kita sama-sama anak Tuhan yang percaya pada Yesus suatu saat keadaan kita pun bisa berbeda. Bagi seorang petani hujan itu sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu tetapi bagi orang yang akan mengadakan pesta pernikahan kalau bisa jangan sampai hujan. Tergantung dari sudut mana seorang memandangnya. Bayangkan jika di bumi ini hanya musim kemarau terus, pasti manusia akan mengalami krisis karena kekeringan. Sebaliknya jika di bumi ini hanya ada musim hujan saja, maka kita pasti akan mengalami air bah dan tenggelam. Panas kita butuhkan, hujanpun kita butuhkan. Tertawa itu perlu tetapi air mata itu juga berguna. Karena itu jika hari ini kita sedang mengalami kesuksesan ingatlah bahwa satu saat kita akan mengalami tantangan dan masalah. Sebaliknya jika saat ini kita sedang tertekan karena masalah, maka ingatlah bahwa tidak selamanya kita akan terus menangis, suatu saat kelak kita pasti akan tertawa. Jangan pernah menyesali dan meratapi kehidupan ini. Kita perlu menjadi petani di musim hujan namun percayalah kita akan menjadi seorang yang akan mengadakan pesta saat musim kemarau. Sikap hati dan cara pandang yang benar akan membantu kita untuk dapat selalu mensyukuri cakrawala dan keadaan kita. Mari, lihatlah hal yang buruk dengan cara pandang yang baik, secara mengejutkan kita akan melihat hal-hal yang positif. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap musim dalam hidupku, sebab aku percaya Engkau selalu hadir di setiap suka dan duka hidupku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENYEMBUHKAN DI KOLAMDiambil dari: Yohanes 5:6 & 8 “Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa sudah lama orang itu dalam keadaan demikian, berkatalah Ia kepadanya: ‘Maukah engkau sembuh?' … Kata Yesus kepadanya: ‘Bangunlah, angkat tilammu dan berjalanlah.'”Wonder Kids, ketika Yesus berada di Yerusalem untuk salah satu hari raya orang Yahudi, Ia datang ke sebuah kolam di dekat Pintu Gerbang Domba, di sebelah utara Bait Allah. Dulu, kolam itu dipakai oleh pelayanBait Allah untuk membersihkan domba-domba yang akan dipersembahkan sebagai korban.Lama-kelamaan, orang-orang percaya bahwa kolam itu bisa menyembuhkan penyakit. Suatu hari, Yesus melihat seorang laki-laki yang sudah sakit selama tiga puluh delapan tahun. Ia sudah lama menunggu di sana supaya bisa sembuh.Ketika Yesus bertanya apakah ia mau sembuh, orang itu mungkin bingung. Jelas Ia ingin sembuh karena itu ia berada di pinggir kolam. Ia tidak tahu siapa Yesus saat itu, sehingga orang lumpuh ini tidak berpikir Yesus bisa menyembuhkannya. Padahal, Yesus adalah Anak Domba Allah yang sejati, yang datang untuk menolong dan menyelamatkan manusia.Wonder Kids, saat kita membutuhkan pertolongan, kita perlu ingat dari mana pertolongan kita berasal. Kita boleh pergi ke dokter dan minum obat saat sakit, tetapi harapan terbesar kita tidak boleh hanya pada manusia atau benda. Harapan kita ada pada Yesus. Dokter, obat, makanan dan minuman adalah alat yang Tuhan pakai untuk menyembuhkan kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu sakit atau menghadapi masalah, tetaplah berdoa dan percaya kepada Tuhan. Ingatlah bahwa Yesuslah sumber pengharapan kita, bukan hanya obat atau pertolongan manusia.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah sumber pengharapan kami. Tolong aku supaya tidak hanya berharap pada hal-hal dunia ini, tetapi percaya penuh kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah pengharapan kita bukan pada kolam atau benda apa pun, tetapi pada Yesus Kristus yang hidup. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS DAN NIKODEMUSDiambil dari: Yohanes 3:1–6, 16 (TB)“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”Wonder Kids, hari ini kita bertemu dengan seseorang bernama Nikodemus. Nikodemus adalah orang yang pintar. Ia seorang pemimpin agama. Ia sangat tahu tentang Alkitab. Tetapi Nikodemus masih punya pertanyaan besar tentang hidup dan tentang Allah. Karena itu, ia datang kepada Yesus pada malam hari untuk berbicara secara pribadi. Yesus berkata sesuatu yang mengejutkan Nikodemus: “Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Nikodemus bingung. Ia berpikir Yesus berbicara tentang lahir secara fisik. Tetapi Yesus sedang berbicara tentang lahir baru secara rohani.Yesus menjelaskan bahwa menjadi pengikut-Nya bukan hanya soal pintar, bukan hanya soal berbuat baik, tetapi soal percaya kepada Yesus dan menerima hidup baru dari Allah. Lalu Yesus mengatakan ayat yang sangat terkenal: bahwa Allah sangat mengasihi dunia ini dan mengutus Yesus supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan hidup yang kekal.Wonder Kids, Tuhan tidak hanya mau kita tahu tentang Yesus. Tuhan mau kita percaya kepada Yesus dan hidup sebagai anak-anak Allah yang baru.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tanyakan pada dirimu sendiri: “Aku sudah percaya kepada Yesus, atau aku baru sekadar tahu tentang Yesus?”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengasihiku. Tolong aku untuk sungguh-sungguh percaya kepada-Mu dan hidup sebagai anak Allah yang baru. Pimpin aku setiap hari untuk mengikuti-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Mengenal Yesus itu baik, tetapi percaya kepada Yesus itu yang menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? " Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembala kanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17)Renungan: Di sebuah sekolah dasar, ada seorang anak laki-laki yang bandel dan suka ribut di kelas. Hampir setiap hari, anak ini membuat masalah dan membuat kelas menjadi gaduh sehingga kerap kali dia menjadi sasaran kemarahan para guru. Anak ini kemudian dipanggil dengan sapaan "Surib" yang berarti "Suka Ribut". Suatu hari, ketika ada tugas melukis, seorang guru menyuruh para murid untuk melukis potret diri masing-masing. Surib pun dengan penuh antusias melukis dirinya sendiri. Dalam lukisannya, Surib menulis satu kalimat yang berbunyi, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Lukisan ini kemudian menjadi salah satu lukisan terbaik di sekolahnya. Suatu hari, seorang guru mendapati bahwa kelas Surib sangat gaduh. Dan seperti biasa, Suriblah yang menjadi penyebabnya. Ketika guru itu hendak memarahi Surib, beliau melihat lukisan Surib yang dipajang didepan kelas, yang bertuliskan, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Wajah sang guru langsung berubah. Dalam hati Sang Guru berkata, "Ya! Tuhan belum selesai menciptkannya, aku harus sabar." Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita begitu mudah untuk menghakimi orang lain. Banyak orang cenderung memberi penilaian kepada orang lain dengan harga mati, seolah-olah orang lain sama sekali tidak akan berubah selamanya. Terlebih ketika, orang lain melakukan kesalahan. Akan sangat mudah baginya untuk melihat segala sisi dengan cara pandang negatif yang berlebihan. Banyak orang lupa bahwa Tuhan belum selesai menciptakan sesamanya. Kita pasti ingat dengan Petrus. Petrus bukanlah orang yang sempurna. Sebaliknya, Petrus selalu mendapat teguran keras dari Yesus, bahkan pernah menyangkal Yesus. Demikian pula dengan Rahab, Maria Magdalena dan Paulus. Mereka adalah para pendosa. Kendati begitu, mereka justru dipakai Tuhan secara luar biasa. Seseorang bisa saja berubah menjadi baik bahkan menjadi sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Namun demikian, Tuhan juga membutuhkan bantuan kita, jadi janganlah kita buru-buru menghakimi dan menjauhi orang-orang yang mungkin berbuat salah terhadap kita. Namun tegurlah mereka dengan penuh kasih. Jangan lupa doakanlah dan berkatilah mereka selalu. Percayalah bahwa suatu saat mereka juga bisa berubah meski sekarang mereka melakukan kesalahan. Bimbinglah mereka untuk kembali di jalan yang benar agar mereka segera bertobat mendapat pemulihan dan akhirnya dapat diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku mudah menghakimi orang lain. Kini aku sadar bahwa kekuranganku lebih banyak daripada orang yang sering aku hakimi. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Santo Agustinus Karawaci di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yehezkiel 18: 21-28; Mazmur tg 130: 1-2.3-4ab.4c-6.7-8; Matthew 5: 20-26.HUKUM LAMADIGANTI Renungan pada hari ini bertema: Hukum Lama Diganti. Didalam hidup kita, perubahan seseorang dari sikap yang baik menjadi jahat sudahbanyak terjadi. Demikian juga seseorang dari sikap yang jahat menjadi baik jugabanyak terjadi. Hal ini bukan karena otomatis atau bonus bagi dirinya.Perubahan itu terjadi umumnya karena disengaja atau dimungkinkan. Kebebasanyang ada pada kita menjadi semacam lisensi untuk terjadinya perubahan tersebut.Kitab nabi Yeheskiel dalam bacaan pertama membandingkan dua alam yang dihidupioleh manusia, alam gelap dan terang. Setiap orang bebas dan sengaja memilihnya. Mereka yang hidup dalam dunia gelap yang penuh kejahatansebenarnya pernah menjadi orang-orang baik. Pemimpin setan sebelum memelukkejahatan, ia adalah malaikat. Begitulah, banyak orang jahat justru sebelumnyaadalah orang-orang baik dan benar. Nabi mengatakan bahwa perubahan seperti ini,jalannya yang pasti ialah menuju kepada kebinasaan. Hasil terakhir yangdidapatkan dari pilihan untuk hidup jahat dan menjalaninya ialah kematian. Takada lagi pertolongan apa pun baginya. Orang yang sudah di dalam neraka tidakbisa tertolong lagi. Mereka yang hidup dalam rahmat Tuhan adalah mereka yanghidup penuh dengan terang Tuhan, yang terwujud dalam kata dan perbuatannya.Justru yang sangat dipuji oleh Tuhan dan diberikan harapan untuk hidup ialahmereka yang melepaskan kehidupan yang gelap dan menjalani hidup dalam terang.Masa Pra Paskah adalah kesempatan untuk memiliki pengalaman seperti ini.Melalui usaha-usaha yang berbentuk disiplin, seperti berpuasa, pemeriksaanbatin dan pengakuan dosa, kita membaharui diri untuk menjadi pribadi-pribadi yangbaru. Pembaharuan ini dibuat secara sempurna oleh Yesus, yaitumenciptakan suatu cara baru dalam mematuhi perintah-perintah Tuhan dan untukmenghindari perbuatan-perbuatan jahat. Hukum lama menetapkan sejumlah syaratuntuk tidak menajiskan dan menjerumuskan diri ke dalam dosa sesuai dengan carapandang pada waktu itu. Hukum lama tersebut diganti oleh Yesus dengan lebihmenekankan aspek kemanusiaan dan bukan pada aturan adat, kebiasaan, danpandangan orang-orang besar atau pemuka agama. Hukum baru oleh Yesus Kristus ialah cinta kasih. Menurutprinsip hukum cinta kasih, tindakan apa pun yang dimulai dari niat, pikiran,dan rencana yang jahat sudah dianggap sebagai dosa. Ini menggantikan hukum lamayang hanya melihat dosa kalau sudah terjadi pembunuhan, pengrusakan,pemfitnahan, pengutukan, dan perampasan. Padahal ketika sudah ada niat ataupikiran jahat, seseorang sudah membentuk amarah dan benci, untuk nantidilakukan secara konkret. Dengan demikian, dosa dan kejahatan memang dimulai daripemahaman, konsep, niat, dan pikiran-pikiran yang jahat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang mulia,sempurnakanlah di dalam hati kami hukum cinta kasih-Mu dan mampukanlah kamimenggunakannya untuk mengasihi sesama kami seperti yang Engkau kehendaki. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS DAN NAZARETDiambil dari: Yohanes 1:45–46 (TB)“Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: ‘Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.' Kata Natanael kepadanya: ‘Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang Nazaret, kota tempat Yesus dibesarkan. Pada zaman Yesus, Nazaret bukan kota yang terkenal. Bukan kota besar. Bukan kota penting. Bahkan tidak disebut dalam Perjanjian Lama. Karena itu, ketika Natanael mendengar bahwa Mesias datang dari Nazaret, ia meragukannya dan berkata, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”Bagi banyak orang, Nazaret dianggap biasa saja— bahkan diremehkan. Tetapi Allah sering melakukan hal yang berbeda dari yang manusia harapkan. Allah memilih tempat yang sederhana untuk menunjukkan bahwa kuasa-Nya tidak bergantung pada nama besar atau tempat yang terkenal. Yesus tidak datang untuk menjadi terkenal menurut ukuran dunia. Ia datang untuk taat kepada kehendak Bapa dan menyelamatkan manusia dari dosa.Wonder Kids, Tuhan juga bisa memakai orang yang dianggap kecil, biasa, atau tidak terkenal, untuk melakukan hal yang besar bagi-Nya. Yang penting bukan dari mana kita berasal, tetapi siapa yang kita ikuti.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu pernah merasa tidak penting atau diremehkan, ingatlah bahwa Tuhan Yesus pernah diremehkan juga— dan tetap taat kepada Allah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau datang dari tempat yang sederhana. Tolong aku untuk tetap taat dan setia kepada-Mu, meskipun aku merasa kecil atau tidak diperhatikan. Pakailah hidupku sesuai kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan bisa melakukan hal besar melalui hidup yang sederhana. Tuhan Yesus memberkati.
Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah APA YANG PENTING BAGI YOHANES?Diambil dari: Yohanes 1:1–2 (TB)“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.”Wonder Kids, Setiap penulis Injil punya penekanan yang berbeda. Kalau Matius ingin menunjukkan bahwa Yesus adalah Raja yang dijanjikan, dan Markus menekankan Yesus sebagai Hamba yang menderita, Yohanes ingin semua orang tahu satu hal yang paling penting: Yesus adalah Allah.Yohanes tidak memulai Injilnya dengan kisah kelahiran Yesus. Ia tidak bercerita tentang palungan atau para gembala. Yohanes langsung membawa kita kembali ke awal sekali—sebelum dunia diciptakan. Yohanes berkata bahwa Yesus adalah Firman, dan Firman itu sudah ada sejak awal, bersama Allah, dan bahkan adalah Allah.Yohanes ingin pembacanya tahu bahwa Yesus bukan hanya guru yang baik, bukan hanya pembuat mukjizat, dan bukan hanya orang yang penuh kasih. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Yohanes menulis Injilnya supaya orang percaya kepada Yesus, dan dengan percaya itu, mereka memperoleh hidup yang kekal.Wonder Kids, percaya kepada Yesus bukan hanya soal tahu cerita-Nya, tetapi sungguh-sungguh percaya bahwa Dia adalah Tuhan dan mau hidup mengikuti-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan dengan sungguh-sungguh dalam hati atau dengan suara pelan: “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau adalah Anak Allah.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Firman yang hidup. Terima kasih karena Engkau adalah Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkanku. Tolong aku hidup percaya dan setia mengikuti-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya tokoh cerita—Dia adalah Tuhan yang hidup dan mengasihimu. Tuhan Yesus memberkati.
Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan.
"Ya Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Mengapa Engkau terlalu jauh untuk menolongku, dan untuk mendengar kata-kata rintihanku? Ya Allahku, aku meratap sepanjang siang, tetapi Engkau tidak mendengar, dan semalaman aku tidak berhenti merayu" (Mazmur 22:1-2)
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Februari 2026Bacaan: "Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku." (Mazmur 31:8) Renungan: Apabila permasalahan datang, kita seperti hendak tenggelam dan hanyut terbawa arus yang deras, bahkan kita seperti ada di dalam bara api yang panas, sehingga kita berusaha keras dengan cara dan kemampuan kita sendiri untuk keluar dari permasalahan itu. Tetapi apa yang kita dapatkan? Kita pusing tujuh keliling, gelisah, tidak dapat tidur, uring-uringan, sulit berkonsentrasi dan akhirnya justru membuat permasalahan menjadi lebih besar. Padahal sesungguhnya, Tuhan siap memberikan pertolongan bila kita segera berlutut dan berdoa memohon hikmat-Nya agar kita dapat menyelesaikan permasalahan kita dengan baik. la berjanji, "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan dan nyala api tidak akan membakar engkau." (Yesaya 43:2). Alangkah indahnya hidup di dalam Tuhan, Tuhan telah berjanji dan hanya Tuhan yang tidak pernah mengingkari janji-Nya. Ia menyediakan segala sesuatu bagi kita anak-anak-Nya yang sangat diperhatikan dan dikasihi-Nya. Hanya saja kita yang sering tidak menyadari dan bahkan tidak mau menyerahkan permasalahan kita kepada-Nya atau pun menagih janji-Nya di dalam doa, karena kita cenderung menggunakan akal kita, pengalaman dan jalan kita sendiri. Kita sibuk ke sana ke mari mencari pertolongan dan jalan keluar. Kita berusaha keras untuk keluar dari masalah, tetapi justru satu hal yang terpenting tidak kita lakukan, yaitu berlutut di dalam doa dan memohon pertolongan-Nya yang ajaib. Apa pun permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini, janganlah buru-buru mencari pertolongan dari manusia dulu, mendekatlah kepada Tuhan di dalam doa dan utarakan segala beban, kerinduan serta permohonan kita kepada-Nya. Sebenarnya Tuhan bukan tidak mempedulikan keberadaan kita, tetapi seringkali kitalah yang melupakan Dia. Kita lebih percaya pada kekuatan dan jalan keluar melalui usaha kita sendiri, padahal kita memiliki Tuhan yang berkuasa, peduli serta mempunyai banyak jalan keluar bagi anak-anak-Nya. Masalahnya sekarang, pernahkah kita berdoa dan memohon dengan sungguh kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk terus berjalan bersamaMu, juga pada saat aku menghadapi permasalahan. Aku tahu Engkau adalah tempat perlindungan dan di dalam Engkau ada jalan keluar. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH YOHANES?Diambil dari: Yohanes 21:24 (TB)“Dialah murid yang bersaksi tentang semuanya ini dan yang menuliskannya, dan kita tahu bahwa kesaksiannya itu benar.”Wonder Kdis, Hari ini kita belajar tentang Yohanes, penulis Injil Yohanes. Yohanes adalah salah satu dari dua belas murid Yesus dan termasuk murid yang sangat dekat dengan-Nya. Alkitab bahkan menyebut Yohanes sebagai murid yang dikasihi Yesus. Sebelum mengikut Yesus, Yohanes adalah seorang nelayan. Yesus memanggil Yohanes dan saudaranya Yakobus untuk mengikut Dia. Yesus memberi mereka julukan “anak-anak guruh”, karena mereka punya sifat yang berapi-api.Yohanes mengikuti Yesus hampir sepanjang pelayanan-Nya. Ia melihat mukjizat-mukjizat Yesus. Ia mendengar ajaran-ajaran Yesus. Ia bahkan berdiri dekat salib ketika Yesus disalibkan. Karena itulah Injil Yohanes ditulis sebagai kesaksian langsung dari seseorang yang benar-benar mengenal Yesus. Yohanes tidak menulis cerita yang ia dengar dari orang lain—ia menulis apa yang ia lihat, dengar, dan alami sendiri. Yohanes ingin setiap orang yang membaca Injilnya tahu satu hal: Yesus adalah Anak Allah, dan percaya kepada-Nya membawa hidup yang kekal.Wonder Kids, Tuhan bisa memakai siapa saja—nelayan biasa seperti Yohanes—untuk melakukan hal besar ketika hidupnya mau dipakai oleh Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu cara sederhana kamu bisa menunjukkan bahwa kamu pengikut Yesus—lewat perkataan, sikap, atau tindakanmu.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memanggil Yohanes dan memakainya untuk bersaksi tentang Engkau. Tolong aku juga hidup sebagai saksi-Mu lewat hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan bisa memakai hidupmu untuk menunjukkan siapa Yesus kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah JANDA YANG TIDAK MENYERAHDiambil dari: Lukas 18:1–8 (TB)“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.”Wonder Kids, Hari ini Yesus menceritakan sebuah cerita tentang seorang janda dan seorang hakim yang tidak adil. Hakim ini tidak takut akan Tuhan dan tidak peduli pada orang lain. Tapi janda ini terus datang kepadanya dan berkata, “Tolonglah aku! Berikan keadilan bagiku!” Awalnya hakim itu mengabaikan janda tersebut. Namun karena janda itu terus datang dan tidak menyerah, akhirnya hakim itu menolongnya—bukan karena dia baik, tetapi karena dia capek terus didatangi.Lalu Yesus mengajarkan sesuatu yang penting: Kalau hakim yang jahat saja akhirnya mau menolong, apalagi Allah yang baik dan mengasihi anak-anak-Nya. Yesus bukan sedang berkata bahwa Tuhan itu seperti hakim yang jahat. Justru sebaliknya! Yesus mau kita tahu bahwa Tuhan mendengar doa kita, dan Dia peduli.Kadang kita merasa doa kita belum dijawab. Kadang kita merasa Tuhan diam. Tapi cerita ini mengajarkan kita untuk tidak menyerah dalam berdoa. Wonder Kids, berdoa bukan soal seberapa sering kita minta, tetapi soal percaya bahwa Tuhan itu adil, baik, dan setia. Tuhan tidak pernah lelah mendengar doa anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu hal yang sudah lama kamu doakan. Hari ini, jangan menyerah. Datang lagi kepada Tuhan dan katakan dengan percaya.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang adil dan penuh kasih. Ajari aku untuk tidak menyerah dalam berdoa, walaupun jawabannya belum aku lihat. Tolong aku percaya bahwa Engkau selalu mendengar doaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak pernah bosan mendengar doa anak-anak-Nya. Jangan menyerah—teruslah berdoa. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENYEMBUHKAN 10 ORANG KUSTADiambil dari: Lukas 17:12–14 (TB)“Ketika Ia masuk ke suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: ‘Yesus, Guru, kasihanilah kami!' Lalu Ia memandang mereka dan berkata: ‘Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.' Dan sementara mereka di tengah jalan, mereka menjadi tahir.”Wonder Kids, hari ini kita baca kisah tentang sepuluh orang kusta. Pada zaman itu, orang yang punya penyakit kulit seperti kusta tidak boleh tinggal dekat orang lain, karena orang-orang takut penyakitnya menular. Makanya mereka berdiri jauh-jauh dan berteriak minta tolong kepada Yesus.Lalu Yesus melakukan sesuatu yang unik. Yesus tidak langsung bilang, “Sembuh sekarang!” Yesus berkata, “Pergi, perlihatkan dirimu kepada imam-imam.” Artinya, mereka harus taat dulu—melangkah dulu—percaya dulu pada perkataan Yesus. Dan Alkitab berkata sesuatu yang keren banget: “Sementara mereka di tengah jalan, mereka menjadi tahir.” Mereka sembuh sambil berjalan.Dari sini kita belajar 2 hal: Pertama, ketaatan itu penting. Mereka bisa saja berkata, “Ah, percuma… belum sembuh kok suruh pergi?” Tapi mereka memilih percaya dan taat—dan di tengah jalan Tuhan bekerja. Kedua, jangan lupa bersyukur. Di cerita ini, yang kembali untuk mengucap syukur cuma satu orang—dan orang itu bahkan bukan orang yang biasanya dianggap “paling benar” oleh orang banyak. Tapi dia justru datang kembali, sujud di kaki Yesus, dan berterima kasih.Wonder Kids, kadang kita juga begitu: kita minta tolong waktu susah, tapi setelah ditolong… kita lupa bilang, “Tuhan Yesus, terima kasih.” Yesus bukan cuma mau menyembuhkan tubuh kita—Yesus juga mau membersihkan hati kita dari dosa dan mengajar kita hidup untuk Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Sebutkan 1 hal yang kamu minta kepada Tuhan belakangan ini.Lalu sebutkan 1 hal yang Tuhan sudah tolong dalam hidupmu.Ucapkan dengan mulutmu: “Tuhan Yesus, terima kasih.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau peduli dan berkuasa menolong kami. Ajari aku untuk taat kepada firman-Mu, dan jangan lupa bersyukur saat Engkau menolongku. Bersihkan juga hatiku dari dosa dan tolong aku hidup menyenangkan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan suka anak yang taat—dan Tuhan juga suka anak yang tidak lupa bilang “terima kasih.” Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 22 Februari 2026Bacaan: "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:14) Renungan: Seseorang pernah berkata demikian tentang jawaban dari sebuah doa, "Masalah terbesar dari doa adalah bagaimana membiarkan doa terus mengalir dan mengizinkan Allah menjawab sesuai dengan cara-Nya." Ada satu kisah yang menarik dari seorang anak, tentang sikap dan ketulusannya di dalam menerima jawaban doa. Hari itu Adi dititipkan oleh mamanya di rumah neneknya, tetapi neneknya pergi bersama teman-temannya sehingga Erny, yaitu tantenya yang harus menjaga Adi. Adi segera mengambil kelerengnya dan bermain bersama beberapa orang temannya, tetapi tiba-tiba ia berlari dan menghampiri Erny yang sedang memasak di dapur. Dengan lugu Adi berkata, "Tante kelereng Adi hilang satu. Tante boleh nggak Adi sekarang berlutut dan meminta Tuhan untuk membantu Adi menemukan kelerang Adi yang hilang itu?" Tanpa pikir panjang, Erny pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Kemudian Adi berlutut, ia melipat kedua belah tangannya dan berdoa, katanya, "Bapa yang baik, kelereng Adi hilang satu dan Adi mau supaya Engkau membantu Adi untuk menemukannya. Amin Setelah selesai berdoa, Adi segera bangkit dan bermain kembali. Ketika hari telah sore, Erny teringat pada perbuatan Adi tadi. Karena khawatir Adi akan kecewa terhadap Tuhan, maka Erny memanggil dan menanyakan kepada Adi, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu yang hilang?" "Belum Tante, tetapi Tuhan telah membuat Adi tidak menginginkan kelereng itu lagi," jawab Adi. Alangkah indahnya sikap dan iman Adi yang begitu tulus dalam menerima jawaban doanya. Banyak orang yang bersungut-sungut dan kecewa kepada Tuhan karena doa mereka tidak dijawab sesuai dengan keinginan hati mereka. Doa bukanlah masalah dijawab atau tidaknya setiap permohonan doa yang kita panjatkan, tetapi doa adalah sikap dan tindakan penyerahan segala masalah hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Dijawab atau tidaknya doa-doa kita adalah keputusan mutlak Tuhan. Tidak menjadi soal apakah Tuhan menjawab "Tidak," "Ya," atau "Ya, tetapi tunggu dulu," terhadap permohonan doa yang kita panjatkan. Yang penting adalah kita tetap setia berdoa dan selebihnya adalah bagian Tuhan untuk memutuskan yang terbaik bagi kita, karena Tuhan tahu dengan pasti apa yang menjadi kebutuhan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang selalu khawatir dan memaksakan kehendak dalam doa-doa yang kupanjatkan kapada-Mu. Kini kuserahkan semua pengharapanku hanya pada-Mu, karena Engkau lebih mengetahui kebutuhanku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ANAK YANG HILANGDiambil dari: Lukas 15:24 (TB)“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali; ia telah hilang dan didapat kembali.”Wonder Kids, hari ini kita membaca perumpamaan yang sangat terkenal dan hanya dicatat oleh Lukas: kisah anak yang hilang. Yesus menceritakan tentang seorang anak bungsu, artinya anak terakhir, yang meminta bagiannya dari harta ayahnya. Setelah mendapatkan harta yang dia minta, ia pergi jauh, menghabiskan semuanya, dan akhirnya hidupnya hancur. Saat ia kehabisan segalanya, ia sadar bahwa hidup jauh dari ayahnya tidak membawa kebahagiaan.Kemudian karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia memilih untuk pulang. Ia tidak pulang dengan bangga. Ia pulang dengan hati menyesal. Tapi yang luar biasa adalah reaksi sang ayah. Ayah itu melihat anaknya dari jauh, berlari menyambutnya, memeluknya, dan mengadakan pesta. Bukan karena anak itu layak, tetapi karena ayah itu mengasihinya.Namun cerita ini belum selesai. Ada juga anak sulung, yang artinya anak pertama. Ia marah. Ia merasa tidak adil. Ia merasa lebih baik dari adiknya. Yesus memakai kisah ini untuk menunjukkan dua hal:Pertama, Allah mengasihi orang yang mau bertobat yang artinya meninggalkan dosa-dosa dan melakukan firman TuhanKedua, Allah juga menginginkan hati yang penuh kasih, bukan iri dan sombongBaik anak bungsu maupun anak sulung sama-sama perlu belajar tentang kasih Bapa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Tanyakan pada dirimu: Apakah aku pernah seperti anak bungsu yang menjauh dari Tuhan? Atau seperti anak sulung yang taat, tapi hatinya tidak penuh kasih?Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Bapa yang penuh kasih. Saat aku salah dan kembali kepada-Mu, Engkau menerimaku. Tolong aku juga memiliki hati yang penuh kasih kepada orang lain. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Allah bersukacita ketika satu anak-Nya yang hilang mau kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ORANG SAMARIA YANG BAIK HATIDiambil dari: Lukas 10:33–37 (TB)“Tetapi seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, datang ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan… Lalu kata Yesus: ‘Pergilah, dan perbuatlah demikian!'”Wonder Kids, hari ini kita membaca sebuah perumpamaan yang hanya dicatat oleh Lukas. Yesus menceritakan kisah tentang seorang pria yang dirampok dan ditinggalkan hampir mati di pinggir jalan. Beberapa orang lewat—imam dan orang Lewi—tetapi mereka tidak menolong. Mereka melihat… lalu pergi.Kemudian datanglah seorang Samaria. Orang Samaria biasanya tidak disukai oleh orang Yahudi. Tetapi justru orang inilah yang berhenti. Ia menolong orang yang terluka, membalut lukanya, menaikkan ke keledainya, dan merawatnya.Yesus memakai cerita ini untuk menjawab pertanyaan: “Siapakah sesamaku manusia?” Jawaban Yesus jelas: Sesama kita bukan hanya orang yang kita suka, bukan hanya orang yang mirip dengan kita, tetapi siapa pun yang membutuhkan kasih. Mengasihi bukan cuma soal kata-kata. Mengasihi berarti bertindak, meskipun itu tidak nyaman.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu orang yang biasanya kamu abaikan atau tidak terlalu kamu sukai. Tanya Tuhan bagaimana kamu bisa menunjukkan kasih Yesus kepadanya hari ini.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, ajari aku mengasihi semua orang, bukan hanya yang aku sukai. Tolong aku memiliki hati yang mau menolong seperti Engkau. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Mengasihi sesama berarti melakukan kasih, bukan hanya mengatakan kasih. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Februari 2026Bacaan: Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." (Keluaran 3:7) Renungan: Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat kecewa Napoleon. Oleh karena itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya. Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya dengan tulisan, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan itu bukan sekadar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok ke arah sel di mana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya ke rumah dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulianNya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kira sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan mempedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika aku kurang percaya kepada-Mu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ANAK DI KOTA NAINDiambil dari: Lukas 7:14–15 (TB)“Maka Yesus menghampiri usungan itu dan menyentuhnya; sedang para pengusung berhenti. Lalu Ia berkata: ‘Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!' Maka bangkitlah orang mati itu lalu duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.”Wonder Kids, hari ini kita melihat satu kisah yang hanya dicatat oleh Lukas. Yesus datang ke sebuah kota bernama Nain. Di sana ada seorang ibu yang sedang sangat sedih. Ia adalah seorang janda, seorang janda artinya ia sudah tidak memiliki suami lagi dan sekarang anak laki-laki satu-satunya telah meninggal. Bagi ibu ini, kehilangan anak berarti kehilangan segalanya. Ia tidak punya suami, tidak punya penolong, dan tidak punya masa depan.Ketika Yesus melihat ibu itu, Alkitab berkata Yesus tergerak oleh belas kasihan. Yesus tidak menunggu diminta. Ia mendekat, menyentuh usungan jenazah, dan berkata, “Hai anak muda, bangkitlah!” Anak itu hidup kembali, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.Yesus bukan hanya menunjukkan kuasa-Nya, tetapi juga menunjukkan hati-Nya yang penuh kasih. Yesus peduli pada orang yang tidak punya siapa-siapa. Ia melihat air mata yang orang lain mungkin abaikan. Melalui kisah ini, Lukas ingin kita tahu: Yesus bukan hanya kuat, Yesus juga lembut dan penuh belas kasihan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan orang di sekitarmu yang sedang sedih atau kesepian. Doakan mereka, dan jika bisa, tunjukkan perhatian kecil—senyum, sapaan, atau bantuan sederhana.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau peduli pada orang yang sedih dan terluka. Ajari aku memiliki hati yang penuh belas kasihan seperti Engkau. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus melihat air mata kita dan peduli pada hati kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah APA YANG PENTING BAGI LUKAS?Diambil dari: Lukas 14:13–14 (TB)“Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang miskin, orang cacat, orang lumpuh dan orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak dapat membalasmu…”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang apa yang penting bagi Lukas. Lukas menulis Injilnya dengan satu tujuan besar: supaya orang-orang tahu siapa Yesus sebenarnya dan siapa yang dikasihi Yesus. Sebagai seorang dokter dan sejarawan, Lukas sangat teliti. Ia menyelidiki semua cerita tentang Yesus sejak awal dan menuliskannya dengan rapi. Namun Lukas tidak hanya peduli pada fakta, ia juga peduli pada orang-orang kecil.Di dalam Injil Lukas, kita sering melihat Yesus memperhatikan: orang miskin, orang sakit, orang buta, dan juga orang yang tertindas. Lukas menulis bagaimana Yesus datang untuk membawa kabar baik bagi orang miskin, membebaskan orang yang tertawan, dan menolong mereka yang terlupakan.Yesus pernah membaca kitab Yesaya dan berkata bahwa nubuat itu digenapi pada hari itu juga. Artinya, Yesus benar-benar datang untuk menolong mereka yang membutuhkan. Melalui Injil Lukas, kita belajar bahwa mengasihi Tuhan juga berarti mengasihi orang lain, terutama mereka yang sering tidak diperhatikan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan orang di sekitarmu yang mungkin sedang sedih, kesepian, atau membutuhkan bantuan. Tanyakan pada dirimu, “Apa yang bisa aku lakukan hari ini untuk menunjukkan kasih Yesus?”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, ajari aku mengasihi orang miskin dan orang yang menderita seperti Engkau mengasihi mereka. Pakai hidupku untuk membawa kebaikan bagi orang lain. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Mengasihi Yesus berarti peduli pada orang-orang yang sering dilupakan. Tuhan Yesus memberkati.
"Penyelamatan-Mu memberinya kemuliaan yang besar; Engkau mengurniainya kehormatan dan kedaulatan. Kerana Engkau telah menjadikannya paling diberkati selama-lamanya Engkau membuatnya paling bahagia dengan kehadiran-Mu. Kerana raja percaya penuh kepada TUHAN; dengan kasih setia Yang Maha Tinggi dia tidak akan dapat digugat" (Mazmur 21:5-7)
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH LUKAS?Diambil dari: Kolose 4:14 (TB)“Salam kepadamu dari Lukas, tabib yang kekasih…”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang Lukas, penulis Injil Lukas. Lukas bukan salah satu dari dua belas murid Yesus. Ia juga bukan saksi mata langsung dari semua peristiwa dalam hidup Yesus. Lukas adalah seorang dokter dan sahabat dekat Rasul Paulus. Lukas menulis Injilnya dengan sangat teliti. Ia mengumpulkan cerita dari banyak saksi mata, mendengarkan kesaksian mereka, dan menuliskannya dengan rapi dan jelas.Alkitab mencatat bahwa Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul ditulis untuk seseorang bernama Teofilus. Karena penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul sama, kita tahu bahwa Lukaslah penulis keduanya.Paulus menyebut Lukas sebagai “tabib yang kekasih.” Artinya, Lukas adalah orang yang setia,dapat dipercaya, dan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Melalui Injil Lukas, kita melihat bahwa Yesus datang untuk semua orang: orang berdosa, orang miskin, orang sakit, bahkan orang-orang yang sering diabaikan. Lukas ingin semua orang tahu bahwa kasih Yesus tidak terbatas.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan sikap atau perbuatan apa yang bisa membuat orang lain tahu bahwa kamu adalah pengikut Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan, tolong hidupku menjadi kesaksian yang jelas bahwa aku mengikut Engkau. Pakailah aku untuk menunjukkan kasih-Mu kepada semua orang. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Hidup kita bisa menjadi petunjuk yang menunjukkan bahwa kita milik Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PRIA TELANJANG DI GETSEMANIDiambil dari: Markus 14:51–52 (TB)“Ada seorang muda yang mengikuti Yesus, hanya memakai sehelai kain lenan pada tubuhnya. Mereka menangkap dia, tetapi ia melepaskan kain itu dan lari dengan telanjang.”Wonder Kids, hari ini kita membaca detail kecil tapi penting yang hanya dicatat oleh Injil Markus. Setelah Yesus selesai berdoa di Taman Getsemani, Yudas datang bersama para serdadu untuk menangkap Yesus. Para murid ketakutan. Mereka semua melarikan diri.Markus mencatat bahwa ada seorang pemuda yang juga mengikuti Yesus. Ketika para serdadu mencoba menangkapnya, ia begitu takut sampai meninggalkan pakaiannya dan lari telanjang. Pemuda ini sangat takut. Ia memilih rasa malu daripada tertangkap. Ia memilih lari daripada berdiri bersama Yesus.Yesus sebenarnya sudah memperingatkan murid-murid-Nya. Yesus berkata bahwa semua orang akan meninggalkan-Nya, tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan. Sayangnya, pada malam itu, tidak ada satu pun murid yang benar-benar berdiri teguh. Semua melarikan diri.Tetapi kabar baiknya adalah: kita memiliki sesuatu yang tidak dimiliki para murid saat itu.Kita memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Dengan pertolongan Tuhan, kita bisa berdiri teguh, bahkan ketika kita takut.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa takut untuk melakukan yang benar, ingat bahwa Tuhan menyertai kamu. Mintalah pertolongan-Nya untuk tetap setia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, ketika aku takut, tolong aku untuk tetap berdiri teguh dan setia kepada-Mu. Aku percaya Engkau menolongku. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan menolong kita berdiri teguh, bahkan saat kita takut. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BENIH YANG BERTUMBUHDiambil dari: Markus 4:28 (TB)“Dengan sendirinya tanah itu mengeluarkan hasil: mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.”Wonder Kids, hari ini Yesus menceritakan perumpamaan tentang benih yang bertumbuh. Seorang petani menanam benih di tanah. Setiap hari, petani itu tidur dan bangun. Benih itu bertumbuh sedikit demi sedikit. Yang menarik, petani itu tidak tahu bagaimana benih itu bisa tumbuh. Benih itu tumbuh dengan sendirinya. Pertama muncul tangkai, lalu bulir, dan akhirnya bulir yang penuh berisi.Petani bisa menanam benih, tetapi ia tidak bisa memaksa benih itu tumbuh lebih cepat. Yesus mengajarkan bahwa kerajaan Allah bekerja seperti itu. Kita bisa menanam—belajar firman Tuhan, berdoa, berbuat baik— tetapi Tuhanlah yang membuat kita bertumbuh.Alkitab juga berkata: “Bukan yang menanam atau yang menyiram yang penting, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” (1 Korintus 3:7)Kadang kita ingin semuanya terjadi cepat. Kita ingin segera berubah, ingin segera bisa, ingin segera melihat hasil. Tetapi Tuhan bekerja sesuai waktu-Nya, bukan waktu kita. Bagian kita adalah percaya dan sabar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika ada hal yang terasa lama atau sulit, ingatlah bahwa Tuhan sedang bekerja, meskipun kita belum melihat hasilnya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau membuat aku bertumbuh. Tolong aku belajar sabar dan percaya pada waktu-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan membuat kita bertumbuh sedikit demi sedikit, tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya." (Kejadian 40:23)Renungan: Suatu kali seorang karyawan terlibat dalam sebuah proyek yang sangat sulit. Dengan tekun ia mengerjakan proyek itu, hingga akhirnya ia berhasil membawa divisinya memperoleh penghargaan. Sebagai tanda penghargaan, ia dijanjikan akan dikirim pelatihan ke Hong Kong. Namun hal itu tidak pernah terjadi. Setahun kemudian ia kembali terlibat dalam sebuah proyek berat. Sekali lagi ia berhasil memecahkannya. la kembali dijanjikan akan dikirim pelatihan ke luar negeri, kali ini ke Singapura. Namun hal serupa kembali terulang. la lagi-lagi tidak menerima penghargaan apapun atas usahanya. Namun karyawan tersebut tetap bekerja dengan setia. Empat tahun kemudian, ia dikirim ke Hong Kong, dan dua bulan kemudian Tuhan memberinya berkat sehingga ia dapat mengajak istrinya untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Singapura. Saat Yusuf bisa menerangkan arti dari mimpi juru minuman, ia berpesan kepada orang itu agar mengingatnya dan menyampaikan perkaranya kepada Firaun agar ia bisa keluar dari penjara, tetapi juru minum malah melupakannya. Selama dua tahun, mungkin Yusuf bertanya-tanya, "Mengapa tidak ada pertolongan? Bagaimana keadaan orang yang sudah aku tolong itu? Apakah ia menyampaikan pesanku kepada raja?" Yusuf benar-benar merasa dilupakan, dan diperlakukan tidak adil. Beruntung, ia tidak putus asa dan tetap menaruh harapan kepada Allah. Dan yang terpenting adalah, ia tetap bekerja dengan baik. Yusuf sama sekali tidak mengurangi kualitas kerjanya selama di penjara. Sampai akhirnya, pertolongan dari Allah tiba, la bukan saja dibebaskan, tapi juga diangkat menjadi orang kepercayaan raja. Manusia bisa lupa, bisa lalai dan melupakan kita. Tidak peduli seberapa kecewanya kita terhadap orang tua, anak, sahabat, pimpinan dan rekan kerja, tapi jangan pernah tawar hati terhadap Allah. Dia tidak pernah melupakan jerih lelah kita. Dia selalu memperhitungkan pengorbanan kita. Dan yakinlah, Allah akan memberi upah tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena pernah tawar hati pada-Mu, padahal Engkau tidak pernah berbuat salah padaku. Hal ini diakibatkan karena perlakuan orang lain yang mengecewakanku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ANAK-ANAK GURUHDiambil dari: Markus 3:16–19 (TB)“Inilah kedua belas orang yang dipilih-Nya: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus; Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudara Yakobus, yang diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti: anak-anak guruh…”Wonder Kids, hari ini kita belajar satu hal yang unik dari Injil Markus: Yesus memberi julukan kepada murid-murid-Nya! Dalam daftar dua belas murid, Markus mencatat sesuatu yang istimewa. Simon diberi nama Petrus, yang berarti “batu karang”. Yakobus dan Yohanes diberi nama Boanerges, yang artinya “anak-anak guruh.” Mengapa Yesus memberi julukan seperti itu?Alkitab tidak menjelaskan secara detail. Tetapi dari kisah-kisah mereka, kita tahu Yakobus dan Yohanes adalah orang yang berani, penuh semangat, dan cepat bereaksi. Mereka pernah ingin memanggil api dari langit untuk menghukum orang-orang yang menolak Yesus. Sikap mereka seperti guruh—keras dan menggelegar!Yang penting bukan julukannya, tetapi apa yang Yesus lakukan. Yesus melihat mereka bukan hanya seperti sekarang, tetapi seperti apa yang bisa Tuhan ubah dalam hidup mereka. Yesus tidak hanya memanggil orang, Ia juga memberi identitas baru.Ketika kita percaya kepada Yesus, kita juga menerima identitas baru. Kita disebut orang Kristen, artinya pengikut Kristus. Bukan karena kita hebat, tetapi karena Yesus mengubah siapa kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ingatlah bahwa Yesus mengenalmu dan mengasihimu. Ia melihat siapa kamu sekarang, dan siapa kamu bisa menjadi di dalam Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengenalku dan mengasihiku. Terima kasih karena Engkau memberiku identitas baru di dalam-Mu. Tolong aku hidup sesuai dengan identitasku sebagai anak Tuhan. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memberimu identitas baru dan mengubah hidupmu. Tuhan Yesus memberkati.
Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/cli77xv0u00bj01307mtm9zlp/commentsBismillah...MasyaAllah la hawlaa walaa quwwata ilaa billah. BarokallohfiikumPlaylist Dzikir Sehari-hari https://open.firstory.me/playlists/cm0uaxwoc004301ur9bc1eoozJangan Takut Resign atau Dipecat https://open.firstory.me/playlists/cm0sxz0od026p01y2g31h4hqdMy Story Hijrah Riba https://open.firstory.me/playlists/cm0sx7wrt026301y2dr8z4ocsLunas Hutang Tanpa Tersiksa https://open.firstory.me/playlists/cm0sx1fat01eg01w5b46y01d9Tentang Karir dan Pekerjaan https://open.firstory.me/playlists/cm0sxsu8j02ic01u9dmxz4a9bAgar Doa Mudah Terkabul https://open.firstory.me/playlists/cm0t1z1pc01nd01w53982h7paKarakter Golongan Darah https://open.firstory.me/playlists/cm0sxwizm007401zr94jge8u7Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.Artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-MuProfil & dapatkan buku ku di msha.ke/riamarliana87 Powered by Firstory Hosting
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah APA YANG PENTING BAGI MARKUS?Diambil dari: Markus 8:34–35 (TB)“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa yang kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang apa yang penting bagi Markus saat menulis Injilnya. Markus adalah penulis Injil pertama yang ditulis. Ia menulis Injil berdasarkan kesaksian Petrus, dan tujuannya jelas: menunjukkan bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia.Markus ingin semua orang tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ia menceritakan bagaimana Yesus melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh Allah:mengampuni dosamenguasai alammenyembuhkan orang sakitTetapi Markus juga menekankan bahwa Yesus adalah manusia sejati. Yesus bisa merasa marah, lapar, lelah, sedih, dan bahkan menangis. Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia mati sebagai manusia yang sungguh-sungguh menderita. Bagi Markus, ini sangat penting. Karena Yesus yang kita ikuti bukan Allah yang jauh dan tidak peduli, tetapi Allah yang mengerti penderitaan kita.Yesus tahu bagaimana rasanya taat kepada Allah di tengah kesulitan. Dan walaupun jalan mengikuti Yesus tidak selalu mudah, Markus ingin kita tahu: mengikut Yesus itu layak diperjuangkan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu mengalami kesulitan, ingatlah bahwa Yesus mengerti perasaanmu.Datanglah kepada-Nya dan tetap setia mengikuti-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, aku mungkin tidak selalu mengerti bagaimana Engkau bisa menjadi Allah dan manusia, tetapi aku mau percaya dan mengikuti Engkau. Tolong aku tetap setia walaupun sulit. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus mengerti penderitaanmu dan tetap setia berjalan bersamamu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Februari 2026Bacaan: "Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." (1 Korintus 1:26)Renungan: Ada seorang pemuda yang telah berumur masih terus mencari pasangan hidup yang ideal. Suatu hari, ia menemukannya. Si gadis cantik dan pintar namun ia tidak jadi menikahinya sebab gadis itu tidak bisa memasak! Lalu ia mencari lagi dan akhirnya menemukan gadis yang bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Bahkan si gadis pandai memasak. Ya, masakannya luar biasa lezat karena ia punya usaha restoran sendiri. Hebat bukan? Namun pemuda ini tak bisa menikahinya karena sang wanita tak pandai merawat diri. la tidak bisa make up sendiri, memakai pakaian pun tak pernah mengikuti mode dan tren yang ada. Jadi pemuda itu pun pergi meninggalkannya. la mencari lagi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya menemukan seorang gadis yang menurutnya sangat sempurna. la begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, dan yang terpenting ia begitu cerdas. la sempurna! Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Mengapa? Sebab gadis ini sedang mencari pria yang sempurna ! Ada orang yang juga demikian, ia mencari perusahaan yang sempurna. la ingin punya pendapatan seperti yang diharapkan. la mau memiliki atasan dan teman kerja yang ideal, yang semuanya sesuai dengan kriterianya. Apa itu mungkin? Sepertinya tidak. Mengapa? Karena dunia penuh dengan kekurangan di sana-sini. Ketidaksesuaian yang ada sudah semestinya tidak membuat kita stress, namun menyikapinya dengan bijak. Misalnya, teman kerja yang tak bersahabat, yang tak sempurna dapat memacu kita untuk belajar memahami orang, belajar bersabar, dan seterusnya. Renungkanlah, Allah pun saat menerima kita, la tidak melihat dan tidak mencari kesempurnaan dalam diri kita, lalu mengapa kita malah menuntut agar orang di sekitar kita sempurna? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku agar akupun dapat menerima keberadaan orang-orang di sekitarku apa adanya. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH MARKUS?Diambil dari: Kisah Para Rasul 12:11–12 (TB)“Setelah sadar akan hal itu, pergilah ia ke rumah Maria, ibu dari Yohanes yang disebut juga Markus, di mana banyak orang berkumpul dan berdoa.”Wonder Kids, hari ini kita berkenalan dengan seseorang bernama Markus. Markus adalah penulis Injil Markus, Injil kedua dalam Alkitab. Menariknya, Markus bukan salah satu dari dua belas murid Yesus.Nama Markus sering muncul dalam Perjanjian Baru. Ia adalah anak dari Maria, seorang wanita yang rumahnya sering dipakai sebagai tempat berkumpul dan berdoa orang-orang Kristen. Ketika Petrus dilepaskan dari penjara secara ajaib, ia langsung pergi ke rumah Maria, ibu Markus.Markus juga ikut melayani bersama Barnabas dan Paulus. Namun, dalam perjalanan misi pertama, Markus sempat meninggalkan Paulus. Hal itu membuat Paulus kecewa dan tidak mau mengajak Markus lagi. Tetapi cerita Markus tidak berhenti di sana. Beberapa tahun kemudian, Markus melayani bersama Petrus. Bahkan, Markus menulis Injilnya berdasarkan kesaksian Petrus tentang Yesus.Injil Markus kemungkinan ditulis untuk orang-orang Roma yang bukan orang Yahudi. Itulah sebabnya Injil Markus ditulis dengan singkat, cepat, dan penuh tindakan. Hal yang paling luar biasa dari Markus bukan hanya apa yang ia tulis, tetapi apa yang Tuhan lakukan melalui hidupnya. Markus pernah gagal, tetapi Tuhan tetap memakainya dengan luar biasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu pernah melakukan kesalahan, ingatlah Markus.Tuhan tidak menyerah padamu, dan Dia masih bisa memakai hidupmu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak berhenti mengasihi aku ketika aku gagal. Tolong aku mau belajar dan dipakai oleh-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan bisa memakai siapa pun yang mau kembali dan taat kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Februari 2026Bacaan: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)Renungan: Suatu hari, ada dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Bahkan sepanjang melayani, wajahnya terlihat cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Namun orang kedua tetap santai, tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Bahkan ketika membayar dan hendak pergi dari sana, ia bersikap sopan kepada penjual itu. Di sebuah kafe, orang pertama berkata kepada sahabatnya, "Saya tidak habis pikir, mengapa kamu masih bisa bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan tadi itu." Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain." "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama yang masih merasa jengkel. "Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh itu tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri." Seringkali orang memang terpengaruh oleh sesamanya. Jika mereka baik, kita akan berbuat sebaliknya. Kalau orang-orang menghargai kita, kita akan dengan senang hati menghargai mereka juga. Namun jika orang berlaku buruk, kurang ramah, ketus dalam bicara, tidak sopan, kita pun cenderung melakukan hal yang sama. Tanpa sadar orang jadi ikut-ikutan kesal, tidak terima, dan seterusnya. Bila ini terjadi, berarti kita sudah membiarkan diri dikontrol orang. Mari kita belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. Kita bersikap sopan, bukan karena orang layak menerimanya, bukan karena mereka sudah melakukan kebaikan pada kita, akan tetapi kita melakukannya karena kita adalah orang-orang yang baik, santun dan terhormat, yang tetap sopan sekalipun diperlakukan arogan. Pastikan perilaku buruk orang sekitar tidak memengaruhi kualitas kerja dan keberadaan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga walau pun banyak orang mengecewakanku, hatiku tetap tenang karena Engkau telah menguasaiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 19 Januari 2026Bacaan: "Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan "Tuhan setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Lukas 19:8)Renungan: Ketika merayakan ulang tahun, selalu ada momen tiup lilin. Di momen tiup lilin inilah biasanya ada sedikit masalah: bingung cari korek api. Hal ini sering terjadi ketika yang hadir tidak ada yang merokok. Beda cerita kalau perayaan tersebut dihadiri oleh perokok, tentu saja sangat mudah mendapatkan korek api. Kita tidak mungkin bisa memberikan apa yang tidak kita punya. Jika Anda minta korek api kepada saya, jelas saya sulit untuk memberikannya. Bukan karena saya pelit, tapi karena saya memang tidak merokok. Sebaliknya, jika Anda memintanya kepada perokok, dengan mudah Anda mendapatkannya. Mengapa? Karena setiap saat mereka membawanya! Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang menarik pajak lebih dari jumlah yang seharusnya. Suka memeras dan bertindak semena-mena terhadap rakyat. Sulit bagi Zakheus untuk berbuat baik kepada orang lain. Tapi begitu berjumpa dengan Yesus dan mengalami kasih-Nya, tiba-tiba saja Zakheus jadi murah hati. la membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. la mengembalikan uang berkali-kali lipat kepada orang yang telah ia peras. Bagaimana mungkin tiba-tiba Zakheus jadi murah hati? Sebenarnya ini bukan terjadi secara tiba-tiba, sebab sebelumnya Zakheus lebih dulu menerima kemurahan hati Tuhan. la menerima kasih, sebab itu ia bisa memberikan kasih itu kepada orang lain. Kisah tersebut di atas mungkin bisa menjawab pertanyaan, "Mengapa saya sulit mengasihi? Mengapa saya tidak bisa mengampuni?" Bukan karena kita memiliki watak keras. Bukan karena kita pendendam. Bukan juga karena kesalahan orang tersebut sangatlah besar. Tapi jawabannya adalah karena kita tidak mengalami kasih Allah. Kita tidak mungkin memberi dari sesuatu yang tidak kita punya. Kita tidak mungkin bisa mengasihi orang lain selama kita sendiri belum mengalami kasih Tuhan. Kita sulit mengampuni karena kita belum membuka hati untuk menerima pengampunan Tuhan. Begitu kita mengalami kasih Tuhan, mengasihi dan mengampuni bukan lagi menjadi sebuah kemustahilan, bahkan tidak lagi menjadi hal yang sulit bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang mau mengampuni, mengasihi dan menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 16 Januari 2026Bacaan: "Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia." (Lukas 15:28) Renungan: Kisah anak yang hilang tentu sudah sering kita dengar. Kisah ini sering dipakai untuk menunjukkan betapa besar kasih Bapa kepada mereka yang mau bertobat, bahwa la bukan hanya mengampuni, tapi juga akan memberi segala yang baik. Selain itu, kisah anak yang hilang juga sering dipakai untuk menunjukkan bagaimana anak Tuhan juga bisa "hilang" walau sehari-hari tampak dekat dengan Tuhan. Tandanya adalah ketika ia tidak lagi bisa mengasihi orang yang berdosa, tapi justru iri ketika Tuhan menerima kembali mereka yang mau bertobat. Tanda lainnya adalah ketika ia merasa tak diberkati padahal ia sendiri tak pernah meminta kepada Bapa yang sangat baik. Kisah ini begitu luar biasa karena memberikan harapan bagi mereka yang belum percaya tapi juga mengingatkan orang percaya bahwa sebagai anak Tuhan, kita tidak hanya harus punya hati seperti Tuhan tapi juga harus bersyukur karena telah dilayakkan menerima kasih karunia dan berkat-Nya. Nah, ada satu hal yang mungkin luput kita perhatikan. Lihatlah bagaimana perhatian bapa kepada si sulung. Meski si sulung merasa dikesampingkan, sesungguhnya perhatian sang bapa kepadanya sangat istimewa. Sang bapa memang rindu kepada si bungsu, tapi ia tak pergi mencarinya. Setelah anak itu bertobat, baru ia menyongsong dan menerima si bungsu dengan sukacita. Lain dengan saat si sulung yang "terhilang". Saat ia marah karena ada pesta untuk adiknya, si sulung tak mau masuk ke rumah. Namun, apa yang dilakukan bapanya? Ayahnya melangkahkan kaki ke luar untuk bertemu dia. Jangan pernah mengira Tuhan itu seperti Bapa yang cuek. Apalagi kepada kita, yang telah bekerja keras melayani-Nya, sesungguhnya perhatian Tuhan sangat istimewa. la sendiri yang akan datang menghampiri dan menghibur kita. Pertanyaannya, apakah kita menyadarinya? Atau kita justru terus fokus pada masalah, atau bahkan merasa iri kepada orang lain yang tampak diberkati lebih dari kita? Ingat kita punya Bapa yang baik, penuh kasih dan peduli pada anak-anak-Nya. Tidak perlu urusi berkat orang lain, ingatlah bahwa hidup dekat pada Allah pun sudah jadi berkat tersendiri, karena asal dekat Allah, maka kita bisa tenang sebab Dialah sumber pertolongan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena aku sering merasa Engkau meninggalkan aku saat masalah mendera dalam hidupku. Kini aku tahu bahwa Engkau selalu peduli padaku dan senantiasa mencari aku saat hatiku mulai menjauh dari-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 15 Januari 2026Bacaan: "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya." (Mazmur 37:23-24) Renungan: Apakah kita pernah mendengar seorang pengikut Kristus atau mungkin kita sendiri mengeluh seperti ini, "Semenjak saya jadi pengikut Yesus, mengapa justru masalah datang silih berganti? Dulu ketika saya belum bertobat, malah tidak mengalami berbagai macam masalah seperti sekarang ini." Sebenarnya itu keluhan yang berlebihan. Coba jujur kepada diri sendiri, benarkah saat kita belum mengikut Yesus kita tidak pernah mengalami masalah sama sekali? Tidak, bukan? Lalu mengapa ada pengikut Yesus yang mengeluh seperti itu? Sederhana, saat memutuskan mengikut Yesus yang muncul di benak pikirannya adalah kehidupan tanpa masalah dan diberkati secara berlimpah-limpah. Maka ketika ia sudah jadi pengikut Yesus dan tetap mengalami masalah, ia pun menjadi kecewa dan melebih-lebihkan masalah serta pergumulan hidupnya. Kenapa makin dekat dengan Tuhan, masalah kita seakan makin banyak? Dekat Tuhan memang ada masalah, tapi jauh dengan Yesus bukan berarti tanpa masalah. Lalu apa bedanya? Bedanya, kalau dekat Yesus kita bisa saja menghadapi masalah, bahkan mengalami jatuh dan gagal, tapi kita tidak akan dibiarkan jatuh tergeletak, sebab Tuhan akan selalu menopang kita! Bagaimana jika kita menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan? Saat kita jatuh, selesai sudah! Seperti yang tertulis dalam Mazmur 73:19, ketika orang fasik jatuh maka mereka binasa dalam sekejap mata, habis oleh karena kedahsyatan. Jangan sampai kita memiliki pandangan yang keliru dalam hal mengikut Yesus, seolah-olah mengikut Yesus berarti tidak mengalami masalah. Kita bisa sakit. Kita bisa bangkrut. Kita bisa jatuh. Kita bisa gagal. Tapi bersama Tuhan, kita jatuh dan bangkit kembali. Kita gagal dan diberikan semangat untuk bangun lagi. Kita bangkrut, tapi Tuhan menolong dan memulihkan lagi. Kita sakit, tapi Tuhan menyembuhkan. Derigan iman seperti ini, kita tidak akan menjadi pengikut Yesus yang cengeng, yang sedikit-sedikit mengeluhkan keadaan, bahkan menyalahkan Tuhan. Jadilah dewasa dalam Tuhan dan jangan pernah menjauhkan diri dari kasih karunia-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Ajarilah aku percaya bahwa bersama Engkau apapun masalah yang ku hadapi, selalu ada jalan keluarnya ketika aku hanya berharap pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 9 Januari 2026Bacaan: "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." (Yesaya 55:8) Renungan: Maria, Marta, dan Lazarus adalah tiga bersaudara yang cukup dekat dengan Yesus. Ketika Lazarus sakit, kedua saudarinya mengirim pesan kepada Yesus. Saat itu, Yesus terkesan sengaja berlama-lama untuk datang bahkan hingga akhirnya Lazarus meninggal dunia pun, Yesus tidak kunjung datang. Tetapi sebelumnya Yesus sudah meyakinkan mereka bahwa penyakit yang diderita Lazarus tidak akan membawanya kepada kematian, namun oleh karena penyakit itulah nama Tuhan akan dipermuliakan. Ketika Lazarus sudah dikubur empat hari lamanya, barulah Yesus datang. Saat mengetahui kedatangan Yesus, Marta dan Maria berkata kepada-Nya, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. "(Yoh 11:21). Namun, hal ini dilakukan-Nya bukan tanpa alasan, Yesus menginginkan banyak orang menjadi percaya. Jika Yesus datang pada saat Lazarus sakit, maka hanya akan ada sedikit orang yang menjadi percaya, tetapi Dia membuat segala sesuatu tepat pada waktunya dan akhirnya banyak orang menjadi percaya. Alkitab mencatat, "Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya." (Yoh 11:45) Terkadang kita bersikap seperti Marta dan Maria. Ketika permasalahan menghimpit, kita meminta Tuhan untuk menolong kita dengan segera. Bahkan seiring berjalannya waktu, kita merasa bahwa Tuhan terlalu lama merespon atau tidak merespon doa-doa kita. Bukankah Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib, cara yang tidak akan pernah terselami oleh pemikiran manusia? Dan, bukankah waktu Tuhan itu tepat dan indah? Mungkin saat ini kita mengalami masalah yang sangat menguras air mata kita, menguras habis tenaga, waktu, bahkan pikiran kita. Mungkin saat ini kita merasa Tuhan terlalu lama merespon doa-doa kita, bahkan merasa Tuhan tidak meresponnya. Atau, mungkin saat ini kita merasa hanya ada sedikit harapan yang tersisa untuk percaya bahwa mujizat akan terjadi. Ingatlah, waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Tuhan meminta kita untuk sedikit lebih lama menunggu, agar kemuliaan-Nya dapat dinyatakan dalam hidup kita, bahkan dalam kehidupan orang banyak. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan tidak pernah ada kata terlambat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesabaran dan kesetiaan di dalam menanti pertolongan-Mu, sehingga kemuliaan-Mu bisa dinyatakan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 6 Januari 2026Bacaan: "Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal. " (Ibrani 2:2) Renungan: Seorang ibu muda yang bernama Rosa memulai bisnis bersama tantenya, yaitu bisnis jual beli rumah dan tanah. Rosa sangat percaya kepada tantenya tersebut dalam hal mengelola keuangan. Bisnis mereka berjalan dengan baik dan menghasilkan banyak uang. Seiring dengan berjalannya waktu, tantenya berubah tidak taat pada peraturan yang berlaku dan memanipulasi data dan menipu Rosa senilai Rp. 300 juta. Hubungan persaudaraan tetap baik tetapi Rosa tidak percaya lagi kepada tantenya dan Rosa pun keluar dari usaha yang mereka buka bersama. Akhirnya usaha itu tidak berjalan dengan baik dan tutup. Begitulah jika seseorang memiliki sifat serakah, tidak peduli pada peraturan yang ada, yang penting dirinya mendapat keuntungan besar. Jika Tuhan memberi kepercayaan kepada kita untuk mengerjakan sebuah tugas, itu adalah anugerah dan berkat yang tak ternilai karena tidak semua orang mendapatkan kepercayaan itu. Ini adalah mandat atau tugas yang harus dipertanggungjawabkan. Kita teringat kepada tokoh Alkitab yang bernama Saul. Tuhan sendirilah yang memilih Saul menjadi raja pertama bangsa Israel melalu Nabi Samuel. Awal kepemimpinan Saul berjalan dengan baik, dan dipertegas dengan kemenangannya di Yabesh-Gilead. Kemudian ia dinyatakan sebagai raja di Gilgal setelah ia memimpin bangsanya memenangkan pertempuran di medan perang. Akan tetapi, Raja Saul berubah tidak taat kepada Tuhan. Apa yang dilakukan Raja Saul? Raja Saul melakukan penyembelihan korban yang seharusnya adalah tugas Samuel. Hal inilah yang mengawali kejatuhan Raja Saul sebagai raja atas Israel. Kejatuhan Raja Saul berlanjut dalam peristiwa perang melawan Amalek, di mana dia tidak memusnahkan seluruh kaum Amalek dan ternak milik mereka seperti yang telah diperintahkan oleh Tuhan. Raja Saul mengabaikan perintah Tuhan dengan tidak membunuh Raja Agag beserta ternak yang dipilihnya. Raja Saul lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan. Akibatnya pun fatal, yakni Tuhan menarik Roh-Nya dari Raja Saul dan Tuhan tidak percaya lagi kepadanya. Raja Saul menanggung akibat dari perbuatannya yang melanggar perintah Tuhan, yang dia lakukan tidak hanya sekali tetapi beberapa kali. Apa pelajaran yang kita dapat dari dua kisah di atas? Pelajaran pertama adalah jika kita diberikan kepercayaan oleh Tuhan, taatilah dan lakukanlah kehendak-Nya dengan setia. Jika kita dipercaya dalam berbisnis, taatilah peraturan yang telah ditetapkan atau kesepakatan yang telah ditentukan bersama. Pelajaran kedua yang dapat kita renungkan adalah jangan menyalahgunakan kekuasaan yang dipercayakan kepada kita, baik itu dari Tuhan atau rekan bisnis kita, bahkan dari siapa pun yang telah memberikan kepercayaan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tetap menjaga kepercayaan yang telah Kau berikan kepadaku dan jangan biarkan aku mengecewakan Engkau dan orang lain yang selama ini percaya padaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 4 Januari 2026Bacaan: "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:22, 25) Renungan: Ada sebuah ungkapan hati Stephanie kepada suaminya Daniel. Wanita ini mencatatnya dalam buku harian, "Percuma jika pernikahan ini diteruskan, Daniel tampak tidak bahagia setiap hari. Terkadang aku melihat dia termenung dengan tatapan kosong dan sedih. Hatiku begitu pilu! Ini semua pasti salahku, karena aku tidak dapat memberikannya keturunan! Padahal sudah 9 tahun kami menikah, hina sekali aku ini! Mungkin lebih baik aku pergi dan berharap Daniel dapat melupakan aku serta segera mencari penggantiku, yang jauh lebih baik dan dapat membuatnya bahagia setiap saat!" Kemudian dengan diam-diam Stephanie membereskan pakaiannya dan pergi ketika suaminya sedang bekerja. Satu bulan lamanya Stephanie tinggal di rumah sahabat karibnya di daerah yang jauh dari rumah suaminya. Stephanie merasa sakit hati, karena ternyata dugaannya benar, Daniel tidak mencintainya. Daniel tidak pernah menghubunginya sekalipun! Akhirnya, setelah beberapa waktu lamanya, ada telepon masuk ke ponsel Stephanie. Telepon itu berasal dari seorang ibu yang adalah tetangga mereka. Betapa terkejutnya Stephanie ketika dikabarkan bahwa saat ini Daniel sedang terbaring lemas di rumahnya, dan tidak dapat bangun sama sekali! Tanpa pikir panjang, Stephanie segera pulang ke rumah. Yang ia temukan di rumah ternyata begitu aneh, di luar dugaannya. Taman kecil di depan rumah begitu rapi dan bersih. Ketika memasuki rumah, ruangan pun harum dan terlihat sejuk. Namun yang paling menarik perhatiannya adalah dinding rumah mereka kini dipenuhi oleh bingkai-bingkai foto yang tidak pernah ada sebelumnya! Itu adalah foto-foto sejak Daniel dan Stephanie berkenalan pertama kali sampai foto dari 3 tahun yang lalu. Ia baru teringat, bahwa sejak 3 tahun terakhir mereka tidak pernah berfoto lagi seperti dulu. Segera ia masuk ke ruang tengah dan mendapati sebuah kain putih besar yang bertuliskan, "Jangan cemas, aku tidak sakit. Ketika engkau pergi, aku menemukan buku harianmu dan membaca semua isinya. Betapa sedihnya aku karena yang kau pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan. Aku termenung setiap saat karena sedih memikirkan dirimu yang tidak terlihat bahagia. Sayangku, aku tidak pernah berhenti mencintaimu. Kehadiran anak tidak lebih berarti daripada kehadiranmu di sampingku. Engkau jauh lebih berharga! Sayang, selamat ulang tahun ya. I Love You." Stephanie langsung berderai air mata, ia bahkan tidak ingat kalau hari ini dirinya ulang tahun! Segera ia berlari ke kamar tidur dan mendapati suaminya berpakaian sangat rapi dan memegang kue tart coklat kesukaan Stephanie di tangannya. Mereka pun berpelukan dan kini Stephanie sangat bahagia! Pernikahan sangatlah mahal dan berharga. Jadi apa pun yang terjadi, sebagai orang percaya kita harus tetap menjaga gairah kasih itu menyala dalam hidup pernikahan kita. Pahamilah pribadi masing-masing, dan tetaplah katakan, "I love you!" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kami ingin agar kasih-Mu itu dapat tetap menyala dalam hidup pernikahan kami walau masalah yang kami hadapi sangat berat. Hadirlah selalu dalam kehidupan pernikahan kami. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 3 Januari 2026Bacaan: "Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." (2 Petrus 1:10-11)Renungan: "Quo vadis Domine" adalah kalimat berbahasa Latin yang sangat terkenal. Kisahnya berawal dari pinggiran Kota Roma kuno, tahun 60-an Masehi. Pada masa itu yang memerintah Kerajaan Romawi adalah Kaisar Nero. Kaisar Nero adalah kaisar yang terkenal paling kejam dalam sejarah kekristenan. Dia melakukan penganiayaan dan pembunuhan orang-orang Kristen dengan cara-cara yang teramat kejam dan tidak manusiawi. Seperti dengan memberikan orang-orang Kristen kepada binatang-binatang buas, dan ini dipertontonkan. Atau dijadikan gladiator untuk saling membunuh di suatu arena yang juga dipertontonkan. Selain itu banyak orang Kristen yang diikat di tiang-tiang dan dibakar hidup-hidup sebagai hiasan dan sebagai obor penerang taman rekreasi Kaisar Nero di malam hari, dll. Pada masa itu Rasul Petrus melayani di Roma. Oleh para pengikutnya Petrus diminta pergi menyelamatkan dirinya, keluar dari kota Roma. Petrus mengikuti permintaan itu. Namun ketika dia sudah berada di pinggiran kota Roma, melewati Via Appia Antica dia melihat penampakan Yesus. Petrus terkejut, berlutut dan bertanya, "Quo vadis Domine?" Yang arti harafiahnya, "Hendak ke manakah Engkau pergi Tuhan?"Yesus menjawab, "Eo Romam crucifigi iterum." Yang artinya, "Aku pergi ke Roma untuk disalibkan kedua kalinya." Seketika itu juga Petrus sadar bahwa dia telah lari dari tanggung jawabnya. Petrus mengerti bahwa dia harus berkorban dan mati bagi Yesus. Dia menangis, menyesal, meminta ampun, bangkit, dan berputar kembali ke kota Roma. Akhir kisahnya kita tahu, Petrus ditangkap dan disalibkan dengan posisi kepala di bawah. Hari ini, ingatlah akan panggilanNya atas hidup kita. Kita semua dipanggil untuk menjadi anak-anak-Nya yang setia melayani Dia. Bagi kita yang telah jauh meninggalkan panggilan dari Tuhan, mari berbalik. Jangan teruskan perjalanan kita yang semakin menjauh dari-Nya, tetapi berputarlah dan kembali kepada-Nya. Walaupun ada banyak tantangan dan rintangan, teguhlah terhadap panggilan kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin tetap teguh dalam menjalani panggilan-Mu atas hidupku. Walaupun banyak tantangan dan rintangan aku tetap akan maju. Berkatilah niatku ini Yesus. Amin. (Dod).