POPULARITY
Categories
Jonny is joined by Maka, who is a certified Bond expert!fulcrumfilmclub@gmail.comFulcrum Film Club Main Intro Music: 'Young Americans' performed by Dwayne GretzkyMusic & video clips (in addition to short clips from the movie):Live and Let Die Original Trailer (1973) 'Overture' (The Persuaders) by John Barry'Live and Let Die (Live)' by Paul McCartney & Wings'We Have All The Time In The World' by John BarrySEASON 2 DUE THIS AUTUMN!Produced by Jonny Hennigan & The Fulcrum Crew. Recorded at the Fulcrum Studios, the Shire. England.Mixed and edited by Jonny Hennigan at the Fulcrum Studios, the Shire. England. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Have you ever wondered if where you stand on the dance floor changes how you experience the music?In this episode, I sit down with Maka, a Lindy Hop teacher, musician, DJ, bandleader, and jam facilitator from Toulouse, France.We recorded this conversation during Herräng Dance Camp, in the middle of a busy week filled with dancing, music, and late nights.We talk about:• Why dance offers a unique connection between body, emotions, culture, and music• The difference between playing music for dancers and for seated audiences• How lighting can shape the feeling of a performance without dancers even noticing it• Bringing new sounds, fresh ideas, and unexpected musical flavours into the swing scene• What really matters at the end of a dance• Why beginners should not be afraid to dance closer to the stageThere is something very honest and raw about this conversation. Maka speaks with humour and warmth while sharing observations about how dance communities work. From stories about metalheads hearing "only three songs" at swing events to reflections on musicality and belonging, this episode is full of small insights that stay with you.If you've ever felt like you were standing at the back of the room, unsure if you belonged, this episode might gently encourage you to take a few steps forward.A shout-out to Herräng Dance Camp:This episode has been recorded in the beginning of July 2026 during Herräng Dance Camp, Sweden. Thank you for the space, the music, and the people who make conversations like this possible.______________________________________________Subscribe & review the podcast to help me grow
Jacyn, Jonny, Maka, Rory and Tom celebrate Season 1 with a jovial quiz and plenty of tangents!Jonesy phones in to make an appearance too!The Fulcrum Film Club will return in the autumn, stay tuned for bonus episodes before that.fulcrumfilmclub@gmail.comFulcrum Film Club Main Intro Music: 'Young Americans' performed by Dwayne GretzkyMusic & video clips:Independence Day clip (1996)'Black Pearl' by Hans Zimmer'The Rock Suite' by Hans Zimmer'Crimson Tide' (Live in Prague) by Hans Zimmer'The Battle' by Hans Zimmer'Going for Gold Theme' by Hans Zimmer'Nothing on Earth Comes Close' Saab Advert - Tony ScottThe Rock clip (1996)'Bus Chase/Cocaine' by Harold Faltermeyer'A Way of Life' by Hans Zimmer'In Your Eyes' by Peter Gabriel'Blister in the Sun' Violent Femmes'The Oogum Boogum Song' by Brenton Wood'Let My Love Open The Door' by Pete Townshend'I Can See Clearly Now' by Johnny Nash'America' by Simon and Garfunkel'Sharks Can't Sleep' by Tracy Bonham'The Cover of The Rolling Stone' by Dr. HookProduced by Jonny Hennigan & The Fulcrum Crew. Recorded at the Fulcrum Studios, the Shire. England.Mixed and edited by Jonny Hennigan at the Fulcrum Studios, the Shire. England. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Bismillah,Saudaraku,Jangan sampai salah mindset. Harta kita bisa jadi jalan masuk surga tapi sebaliknya bisa menjerumuskan kita ke neraka. Maka mintalah pertolongan kepada Allah dan pelajari mindset yang membawa kita kepada keberuntungan di dunia dan akhirat.Mari simak cuplikan Kajian Rutin Riyaadhush Shaalihiin yang disampaikan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dengan judul “503. DIKIRA UNTUNG, TERNYATA BUNTUNG”berikut ini agar kita bisa ¬kembali bangkit dari kesedihan.Ingin tahu lebih banyak soal zakat?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 0822-1121-1136Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Sudut MedisDiambil dari: Markus 15:44 “Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya, apakah Yesus sudah mati.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar banyak bukti tentang Yesus. Ada bukti dari saksi mata, dari sejarah, dari arkeologi, dari perubahan hidup orang-orang, dan dari firman Tuhan sendiri. Hari ini kita melihat satu pertanyaan lain: benarkah Yesus sungguh mati di kayu salib?Ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh mati. Mereka bilang mungkin Yesus hanya pingsan, lalu nanti sadar lagi di dalam kubur. Pikiran seperti ini sering disebut teori pingsan. Kedengarannya mungkin seperti jalan keluar yang mudah, tetapi kalau dipikir baik-baik, penjelasan itu sangat lemah.Mengapa? Karena penyaliban adalah hukuman yang sangat kejam. Orang yang disalib mengalami penderitaan yang amat berat. Sebelum disalib, Yesus juga sudah dicambuk dengan sangat keras. Lalu di kayu salib, Yesus kehilangan banyak darah, sangat lemah, dan akhirnya mati. Bahkan ketika Pilatus mendengar Yesus sudah mati, ia memastikan hal itu kepada kepala pasukan. Jadi, kematian Yesus bukan kabar asal-asalan. Itu diperiksa.Kalau Yesus hanya pingsan, lalu bagaimana mungkin Ia bisa bertahan setelah semua penderitaan itu, keluar sendiri dari kubur, mengalahkan batu penutup, lalu muncul di depan murid-murid sebagai Tuhan yang bangkit dengan penuh kuasa? Itu tidak masuk akal. Murid-murid tidak akan melihat orang yang hampir mati lalu berkata, “Yesus bangkit dengan mulia!” Mereka justru akan melihat orang yang sangat terluka dan perlu ditolong.Jadi, Wonder Kids, bukti-bukti menunjukkan bahwa Yesus sungguh mati. Dan ini penting sekali. Mengapa? Karena kalau Yesus tidak sungguh mati, maka Ia juga tidak sungguh bangkit. Dan kalau Yesus tidak bangkit, maka tidak ada keselamatan yang sejati. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh mati bagi dosa kita, dan sungguh bangkit dengan kemenangan.Kadang-kadang orang mencoba mencari penjelasan yang membuat mereka tidak perlu percaya kepada mujizat kebangkitan. Tetapi semakin diteliti, semakin jelas bahwa penjelasan-penjelasan itu lemah. Kebenaran Injil tetap berdiri: Yesus benar-benar mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari yang ketiga.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau benar-benar mati di kayu salib untukku. Terima kasih karena kematian-Mu bukan pura-pura, tetapi sungguh untuk menanggung dosaku. Tolong aku percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Engkau juga bangkit dengan kemenangan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak hanya kelihatan mati, tetapi sungguh mati bagi dosamu dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Karolina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yeremia 30: 1-2.12-15.18-22; Mazmur tg 102: 16-21.29.22-23; Matius 15: 1-2.10-14.JANGANLAH YANG BUTA MENUNTUN YANG BUTA Renungan kita pada hari ini bertema: Janganlah yang Buta Menuntun yangButa. Yohanes Maria Vianey adalah seorang Santo yang mempertemukan dua kutubkualitas pribadi manusia, yaitu kerapuhan dan kebijaksanaan. Selama prosespembinaan dan sampai menjadi seorang imam, ia dikenal sangat rapuh karenakemampuan intelektualnya sangat rendah. Akibatnya ia bukan hanya diberikan pekerjaan yang sederhana, tetapi jugasecara alamiah tidak diperhitungkan atau diharapkan untuk berbuat banyak bagiorang lain. Maka wajar ia diremehkan dengan ujaran seperti ini: "Janganlahorang buta menuntun orang buta". Ia seorang manusia yang bodoh, mana bisaia sebagai imam untuk mengajar dan menuntun orang lain? Tetapi karena Tuhan hendak mengangkat orang-orang kecil, Yohanes mendapatberkat yang istimewa. Di suatu paroki terpencil ia abdikan hidupnya, ia penuhdengan kebijaksanaan dan kasih Tuhan. Orang-orang datang dari seluruh penjuruPrancis dan dunia untuk mencarinya supaya dilayani pengakuan dosa, diberikannasihat, didoakan, dan diberkati. Bagi Gereja kita, Santo dari desa L'ArchPrancis ini adalah pelindung para imam, khususnya pastor paroki. Tugas utama Yohanes Maria Vianney ialah menuntun umat beriman kepada Tuhan.Pekerjaan ini sama dengan membimbing, mengarahkan dan mengajarkan. Yangmenuntun pasti seseorang yang memiliki kualitas lebih dan dipercayai untukmelakukannya. Sebuah bimbingan, pengajaran atau tuntunan tidak dapat terjadikalau tidak ada kepercayaan. Tugas ini sangat mengandalkan dua kekuatan besar di dalam diri kita, yaituakal budi sebagai faktor intelektual dan iman yang menjadi kebijaksanaan Ilahi.Nabi Yeremia menggunakan dua kekuatan ini untuk membuka kesadaran dankepercayaan umat Israel tentang hukuman dan berkat yang layak diberikan. Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat dikecam Yesus karena selain merekaterang-terangan menolak Yesus, mereka juga menuntun orang lain bukan kepadakeselamatan tetapi kebinasaan. Mereka tidak seperti Yeremia, Yohanes MariaVianey dan Yesus Kristus, sang Guru yang agung. Mereka yang buta tentang imanyang benar menuntun banyak orang lain yang ingin bertumbuh dalam iman yangbenar dan yang masih perlu banyak belajar untuk lebih beriman. Maka tantangan kita yang amat besar saat ini ialah mencukupi diri kitadengan kualitas intelektual dan iman sebagai pengikut Kristus, sehingga kitatidak jatuh dalam kesalahan menjadi penyebab orang lain jatuh ke dalam dosa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, semoga perkataan dan perbuatan kamisdapat berguna menjadi tuntunan yang benar bagi sesama kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Halo, Sobat Abu!Pada kali ini Himmah Podcast menghadirkan salah satu penulis buku "32 Menjarah Alam" yakni AS Rimbawana sebagai pemantik. Maka dari itu, kami mengajak Sobat Abu untuk melihat bagaimana kondisi lingkungan hidup Indonesia di berbagai lini masa dan hubungannya dengan persoalan budaya, sosial, dan politik yang mempunyai dampak pada bencana ekologis hingga saat ini.Mari dengarkan selengkapnya!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kristina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 55: 1-3; Mazmur tg 145: 8-9.15-16.17-18; Roma 8: 35.37-39; Matius 14: 13-21.TUGAS KITA IALAH BERBAGI Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-18 ini ialah: Tugas Kita IalahBerbagi. Ada seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diberikan sebuah apel yangdibawa orang tuanya dari luar negeri. Ibu meminta dia untuk memberikan sebagiankepada adiknya perempuan yang berusia 9 tahun. Sebelum melakukan itu, iabertanya dahulu kepada ibunya: "Ma, sebaiknya aku bagi sama adik, atauberikan adik apel ini?" Ibunya agakbingung dengan pertanyaan anaknya itu. Maka anak itu menjelaskan kepada ibunya, bahwa kalau ia membagi apel itumaka ia akan membagikannya menjadi dua bagian, bisa sama besar atau tidak samabesar bagian-bagiannya untuk dirinya dan untuk adiknya. Sedangkan kalau iamemberikan apel itu, berarti ada kemungkinan ia dapat memberikan semuanya, atautidak memberikan sama sekali. Ibu sangat bangga dengan kemampuan berpikiranaknya tersebut. Bersama ibu tersebut, kita semua dapat memberikan apresiasidan persetujuan kita kepada bocah laki-laki tersebut. Ada sebagian dari kita memiliki keyakinan sebagai dasar perbuatan kasihkepada orang lain, yaitu tanggung jawab atau tugas kita untuk berbagikarunia-karunia yang ada pada kita. Tuhan yang mempunyai kekuasaan dankemampuan untuk memberikan kita yang pantas dan tepat sesuai dengan keadaan danpanggilan kita masing-masing. Bagi kita, sesungguhnya kita tidak perlu merepotkan diri untuk memberi danberusaha sekuat tenaga untuk memberi, tetapi kita perlu cukup kebaikan dankemurahan hati untuk berbagi yang sudah kita miliki. Keyakinan seperti ini sangatlah penting karena hal ini sejalan denganperutusan kita sebagai para pengikut Kristus. Karunia dari Tuhan bagi kitaadalah cukup kepada setiap orang untuk dapat menjalani hidupnya di dalam duniaini. Santo Paulus berkata di dalam suratnya kepada jemaat di Roma, bahwakarunia itu berwujud dalam kasih Kristus kepada kita. Kitab nabi Yesaya dalambacaan pertama hari ini menegaskan hal yang sama, yaitu karunia perjanjianabadi antara Tuhan dengan kita berwujud dalam kasih setia yang teguh, yangtelah dijanjikan sejak dahulu seperti yang dilakukan-Nya kepada Daud. Dengan menyadari bahwa kita memiliki karunia-karunia tersebut, kitahendaknya percaya diri untuk dapat membagikannya. Meskipun yang ada pada kitahanya sedikit seperti lima roti dan dua ikan, yang dikisahkan di dalam Injilpada hari ini, kita tentu rela untuk membagikannya. Persoalan apakah mencukupikita sendiri dan orang lain jika yang sedikit itu dibagi-bagikan, hal ituadalah pekerjaan-Nya Tuhan yang memberikan. Tuhan berkuasa melakukannya. Tuhan berkenan melipatgandakan itu ketika kita memiliki semangat kasih,suka cita, dan rela untuk berbagi, sehingga tanpa kita duga, keajaiban ataumujizat terjadi. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, kuatkanlah semangat kami untuk giat dan bersukacita berbagi karunia kepada sesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Makaói utazás Szeszler Szilviával - Családi Manna Ferencz Gabival 2026. 08. 01 by MannaFM
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Cathy Devina Siregar dan Rahel Septria dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 11-16.24; Mazmur tg 69: 15-16.30-31.33-34; Matius 14: 1-12MATI DEMI KEBENARAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mati Demi Kebenaran. Di gerbangsebuah kota, ada patung terkenal yang bernama "Anak di Pundak Ibu"untuk memberi makna kota tersebut. Pada zaman dahulu kota itu dibela olehseorang pemuda yang memimpin segenap masyarakat untuk melawan para musuh yangingin menduduki kota. Meskipun kota ini berhasil dipertahankan, tetapi pemudaini mati terbunuh dalam perang. Ibunya sendiri yang menaruh putranya di pundak,memikulnya dan membawa ke tengah kota untuk dihormati oleh semua orang. Bunda Maria melahirkan, membesarkan, sampai menyaksikan sendiri putranyaYesus Kristus dihukum mati lalu meniduri jenasah Yesus di pangkuannya (la pieta dari Michaelangelo). Mariamenyaksikan langsung Anak Domba Allah yang dikorbankan karena mempertahankankebenaran dari pihak-pihak yang anti kebenaran. Keponakan Maria, YohanesPembaptis, juga lebih dahulu rela untuk dibunuh oleh penguasa jahat demi menegakkankebenaran. Menyusul Yesus dan Yohanes Pembaptis ialah banyak pria dan wanitasepanjang zaman telah rela mengorbankan nyawanya karena mempertahankankebenaran yang berasal dari Tuhan. Para pahlawan adalah orang-orang yang matidemi kebenaran. Lalu pertanyaannya: apakah kebenaran itu harus dibayar dengan kematian?Jawaban paling pertama ialah bahwa pihak yang melawan kebenaran yaituorang-orang jahat berpotensi sangat kuat di dunia ini, yang tujuannya ialahmenghilangkan kebenaran dan segala yang baik. Salah satu targetnya yang utamaialah membinasakan orang-orang yang berjuang dalam kebenaran, yangmempertahankan kebenaran dan yang menghidupi kebenaran. Jawaban lain, jika memang tidak ada penentang berpotensi kuat bahkan pihakyang melawan kebenaran itu sangat lemah, kebenaran itu masih harusdipertahankan di dunia ini. Ancaman penumpahan darah tidak relevan. Ancamannyalebih rohani, sebenarnya sebagai tantangan untuk menghidupi kebenaran itu,memberikan kesaksian dan membuat banyak orang lain hidup di dalam kebenaranjuga. Di sini orang perlu mematikan kemalasan, kebosanan, masa bodoh, egois,lupa dan kekurangan-kekurangan pribadi lainnya. Kebenaran itu pada prinsipnya ialah sesuai kenyataan atau fakta. Maka iaberlawanan dengan bukan nyata atau bukan fakta. Kebenaran juga sesuai aturan,norma, moral; maka berlawanan dengan pelanggaran aturan. Kebenaran itu ialahmelakukan kehendak dan perintah Allah; maka berlawanan dengan kehendak bukandari Tuhan. Jadi marilah kita pertahankan kebenaran kita, bahkan sampai kita mati. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga usaha-usaha kami untukmempertahankan kebenaran dan memberikan kesaksian tentang itu kepada setiaporang di sekitar kami, dapat selalu berkenan kepada-Mu. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Welcome to Issue 338 of Critical Encounters, a podcast about Marvel Champions, a Living Card Game by Fantasy Flight Games. Here we take a good look at that most critical piece of the game, the Encounter Sets. We'll discuss those poorly understood characters, unfairly labeled Villains, and their various plans to shape humanity and benefit the planet, as well as those so-called heroes intent on thwarting them. In this Civil War Issue, we look at the over all Lore and Story of Civil War in the comics, as well as how to use the box, both in Co-Opand PVP, and we look at the Standard PVP Cards. You can find us on Discord as: Vardaen, bigfomlof, Lexicon and Maka (and WanderingTook) Email us at: criticalencounterspod@gmail.com Follow us on Facebook at: https://www.facebook.com/criticalencounterspod/ Subscribe to our YouTube Channel: https://www.youtube.com/channel/UCg-r6-EooHoJGa1RRsH7i3w Find our Patreon: https://www.patreon.com/criticalencounterspodcast Find our Twitch: https://www.twitch.tv/vardaen You can also find our Discord Channel on the Marvel Champions Monthly Discord Server. "I was a double agent for years. There isn't much I won't do for a just cause." - Spider-Woman
Pensada para crianças até aos seis anos, a Maka Kids pretende oferecer uma alternativa às plataformas de streaming tradicionais.O serviço dispensa publicidade e privilegia conteúdos selecionados para promover o desenvolvimento e o bem-estar infantil.
Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
Bismillah,2151. APAKAH IBLIS JUGA DIRAHMATI ALLAH ﷻ ?Riyaadhush ShaalihiinChapter 51 | HarapanQS. Al-A'raf: 156Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".
Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 Juli 2026Bacaan: "Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4)Renungan: Waktu kecil Thomas Alfa Edison pernah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap "terlalu bodoh". Gurunya berkata dia tidak bisa belajar. Waktu meneliti bola lampu, dia gagal ribuan kali. Wartawan bertanya: "Pak, bagaimana rasanya gagal ribuan kali?" Edison jawab: "Saya tidak gagal ribuan kali. Saya hanya menemukan ribuan cara yang tidak berhasil." Dia "bertolak ke tempat yang dalam" - terus mencoba walau semua orang berkata mustahil. Dari kegagalan itu lahirlah lampu pijar yang sampai hari ini menerangi dunia. Yang orang lihat gelap, tapi dia taat "menebar jala" terus, sampai akhirnya terang itu datang. Waktu itu Petrus sudah semalaman mencari ikan hasilnya mengecewakan. Ia capai, malu dan mau menyerah. Tetapi Yesus datang dan berkata, "Bertolaklah ke tempat yang dalam". Bertolak artinya bergerak. Jangan diam dalam kekecewaan. Tetap taat walau tidak masuk akal. Ke tempat yang dalam artinya menuju ke tempat yang berisiko, yang mungkin mustahil menurut manusia. Di sanalah mujizat akan terjadi. Tebarkanlah jalamu, artinya lakukan bagian kita dengan usaha dan iman, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya juga. Yesus tidak menyuruh Petrus kerja lebih keras. Dia menyuruh Petrus taat di tempat yang benar bersama Dia. Kita sering seperti Petrus yang "semalaman tidak mendapat apa-apa." Dalam pelayanan kita sudah mewartakan Injil dan mendoakan orang, tapi tidak ada yang berubah. Akhirnya godaan datang yaitu perkataan, "Sudahlah, capek." Di dalam keluarga kita sudah menasihati anak, sudah berdoa untuk pasangan, tapi ternyata situasinya sama tidak berubah. Maka godaan adalah perkataan, "Percuma." Di dalam kehidupan ini kita sudah mengirim lamaran, sudah berusaha, tapi pintu berkat tetap tertutup. Akhirnya kecewa dan godaannya adalah kata-kata pasrah karena kecewa, "Mungkin bukan jalanku." Yesus hari ini berkata kepada kita juga, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Mungkin "tempat yang dalam" itu adalah: tetap mengasihi musuh, tetap jujur walau rugi, tetap memuji walau hati sakit, tetap percaya walau doa belum dijawab. Di tempat dangkal kita hanya dapat ikan kecil. Tapi di kedalaman bersama Yesus, ada berkat yang bisa "mengoyakkan jala". Jangan berhenti sebelum Yesus berkata berhenti. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku sering menyerah terlalu cepat. Hari ini aku mendengar suara-Mu, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Berikan aku keberanian untuk taat, bahkan saat tidak mengerti. Tolonglah aku agar mau menebar jala lagi bersama-Mu. Aku percaya Engkau sanggup mengubah kegagalanku menjadi kesuksesan. Amin. (Dod).
Jonny is joined by Maka, who both think this film holds up better than perhaps many would think.fulcrumfilmclub@gmail.comFulcrum Film Club Main Intro Music: 'Young Americans' performed by Dwayne GretzkyMusic & video clips (in addition to short clips from the movie):'Return of the Mac' by Mark MorrisonPredator 2 Original Trailer (1990)Clip from 'Silverado' (1985)'Silverado' Trailer (1997)'Predator: Killer of Killers' (2025)Danny Glover and Predators dancing: https://youtu.be/iOw47NC_sxI'Trespass' Trailer (1992)Produced by Jonny Hennigan & The Fulcrum Crew. Recorded at the Fulcrum Studios, the Shire. England.Mixed and edited by Jonny Hennigan at the Fulcrum Studios, the Shire. England. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andreas Muhu Pukai dan Eugenesia Maria Tada Tolok dari Paroki Santo Yohanes Rasul di Keuskupan Tanjung Karang Lampung, Indonesia. Yesaya 1: 11-17; Mazmur tg 50: 8-9.16bc-17.21,23; Matius 10: 34 - 11: 1.PERANG ROHANI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perang Rohani. Ada seorang pemudipada suatu pagi bertengkar dengan ibunya. Mereka berteriak dan salingmempersalahkan atas sesuatu persoalan yang sepele. Saat meninggalkan rumahuntuk bekerja, ia masih marah dan selama di tempat kerja ia tetap marah. Tetapisang ibu di rumah tidak henti-hentinya berdoa bagi putrinya itu. Ibu hanyaingin supaya kemarahan putrinya segera berhenti. Pada sore hari ketika pemudiitu kembali dari kerja, tidak ada lagi kemarahan dan suasana kembali normal. Kemarahan merupakan satu dari banyak dosa lain yang bersumber dari sijahat, yaitu iblis atau setan. Pada saat kita membiarkan diri kita dikuasaioleh iblis ini, perbuatan dosa apa pun dapat terjadi dengan secepat mungkin.Sehebat dan sepandainya manusia itu, jika berhadapan dengan kuasa kegelapan inibakal takluk dan binasa. Kuasa ini masuk ke dalam diri manusia dengan tujuanmenghancurkan dan menyengsarakannya. Ia memanfaatkan kesempatan untuk masuk danbekerja, yaitu mereka yang lemah dalam mental dan rohani. Kejadian antara pemudi dengan ibunya tadi merupakan satu contoh perangrohani. Di dalam suatu perang rohani, tidak terjadi kekerasan fisik yangmelibatkan alat atau senjata, tetapi yang dipakai ialah kata-kata, pikiran,argumen, kritikan, nasihat, dan yang kekuatannya dahsyat yaitu doa. Perangrohani dalam wujud yang sesungguhnya ialah kekuatan yang benar berperangmelawan kekuatan yang salah atau jahat. Dari pihak Tuhan, kebenaran dankebaikan hendak ditegakkan atau dipertahankan karena kekuatan jahat sudahterlanjur menghadirkan kekacauan atau bahkan ancaman untuk berkuasa. Maka nabi Yesaya menegaskan kepada bangsa Israel di pembuangan, bahwamereka harus membersihkan dirinya dengan menjauhkan perbuatan-perbuatan yangjahat dari hadirat Allah yang maha kuasa. Pedang yang dipakai Yesus untukberperang secara rohani ialah Firman Allah. Pedang itu memiliki dua sisi samatajamnya yang membela roh dan jiwa, pertimbangan-pertimbangan pikiran danmaksud-maksud hati manusia. Firman Allah itu sesungguhnya ialah pedang Rohuntuk menghancurkan roh kegelapan yang menjerumuskan kita ke dalam dosa danakhirnya kehilangan martbat sebagai putra dan putri Allah. Jadi Yesuslah yang menggerakkan terjadinya pembinasaan itu bahkan dapatmembuat perpecahan di antara saudara dan sahabat, mengingat di situ memangsering terdapat kegelapan dan kebusukan yang dibiarkan tumbuh subur.Pembersihan memang harus terjadi, supaya memberikan kita kesempatan sebagaiputra dan putri Allah yang hidup benar, damai, dan bersuka cita dalam RohKudus. Hendaknya kita selalu menggunakan pedang rohani Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Semangati dan penuhi hidup kami hari ini ya Bapa, supaya apiRoh-Mu membakar semangat kami untuk giat dan tekun memerangi segala bentukkuasa kegelapan yang setiap saat dapat mengganggu dan menaklukkan kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Aloysius Langoday dan Nelti Cornelia dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Dekenat Lembata di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 6: 1-8; Mazmur tg 93: 1ab.1c-2.5; Matius 10: 24-33.MEMILIH KERAJAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Kerajaan Allah. Ada seorangpemuda ingin menikah karena usianya sudah dianggap cukup, yaitu 35 tahun. Iaberbicara kepada ibunya tentang rencana ini. Ibu bertanya tentang siapasebenarnya gadis pilihan putranya itu. Di situlah pokok masalahnya. Pemuda itubingung untuk memilih satu dari dua gadis yang menurutnya sama-sama penting danberharga baginya. Ia menjelaskan semua ciri kedua gadis itu kepada ibunya. Tetapi sang ibu yang memiliki intuisi lebih tajam, menghilangkankebingungan putranya dengan mengatakan bahwa dari dua gadis itu, ia harusmemilih gadis yang memiliki sikap rela berkorban. Apa saja yang ada padadirinya harus dapat dipersembahkan demi pasangan hidupnya. Maka konsekuensinya,putranya harus meninggalkan gadis yang bersikap posesif. Tanda seseorang yangposesif ialah ia sangat menuntut untuk diperhatikan, dipentingkan, atau diberitempat sangat istimewa. Pemuda itu akhirnya dapat mengambil keputusannya yangtepat dengan pilihan gadis idamannya untuk dijadikan pasangan hidupnya. Kerajaan Allah sudah ada bersama Tuhan Allah sendiri dan menjadi kenyataandengan kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Pusat kerajaan Allah itu ialah TuhanYesus Kristus dan seluruh karya-Nya kepada umat manusia. Ciri utama kerajaanini ialah penuh dengan karya rohani, pengorbanan dan persembahan diri dengantujuan terbesar ialah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian.Kerajaan ini ingin menyatukan semua umat manusia menjadi warganya. Kerajaan dunia penuh dengan ciri-ciri hidup duniawi dengan tanda utamanyaialah kedagingan dan materialisme. Oleh karena itu sikap manusia yang sangattepat untuk ini ialah posesif, dengan mengambil dan memilikinya. Setiap pribadimanusia memiliki sikap alami untuk terikat dengan dunia ini. Jika sikap inimenjadi sangat dominan maka dari sinilah dimulai persaingan dan konflik diantara orang-orang yang mengejar pemenuhan kepentingan dirinya sendiri. Bagi para pengikut Kristus, kerajaan Allah adalah pilihan satu-satunya demimencapai keselamatan hidupnya. Yesus adalah Guru sejati kita dan pada hari iniIa mengajak kita untuk memilih dan mengikuti Dia sampai kita menjadi sepertidiri-Nya. Kita adalah para hamba yang lemah, namun kita diberi tantangan untukdapat menjadi Tuan seperti Dia. Nabi Yesaya memberikan kesaksian tentangdirinya, bahwa meskipun ia seorang yang berdosa, ia memilih mengikuti KerajaanAllah, kemudian ia siap untuk diutus oleh Tuhan. Santo Benediktus Abas, padamasanya, memberikan alternatif Kerajaan Allah di dunia Eropa, yaitu jalanpertapaan dan hidup membiara.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga pada hari ini kami membuatdiri kami menjadi orang-orang berguna bagi sesama kami melalui kesaksiankehadiran kerajaan-Mu di dalam dunia, khususnya menjadi terang bagi orang-orangyang tersesat. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
Bismillah,2150. RAHMAT-KU MELIPUTI SEGALA SESUATURiyaadhush ShaalihiinBAB 51 | HarapanQS. Al A'raf: 156Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,۞ وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَٰتِنَا يُؤْمِنُونَDan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami". (QS. Al-A'raf: 156)
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Raja Orang YahudiDiambil dari: Yohanes 19:21 “Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: ‘Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.'”Wonder Kids, salah satu hal penting tentang Tuhan Yesus adalah bahwa Ia disebut Raja orang Yahudi. Waktu Yesus disalibkan, di atas kepala-Nya dipasang tulisan tentang siapa Dia. Tulisan itu berbunyi bahwa Yesus adalah Raja orang Yahudi. Menariknya, tulisan seperti itu dicatat dalam keempat Injil. Jadi, hal ini dianggap sangat penting.Mengapa itu penting? Karena gelar itu menunjukkan hubungan Yesus dengan para pemimpin Yahudi dan juga dengan pemerintah Romawi. Romawi biasanya tidak akan menghukum mati seseorang hanya karena mengajar atau bercerita. Tetapi kalau seseorang dianggap mengaku sebagai raja, itu menjadi masalah besar. Sebab itu berarti ada hubungan dengan kuasa, pemerintahan, dan ancaman terhadap kekuasaan yang sedang ada.Para imam kepala tidak suka tulisan itu. Mereka ingin tulisan itu diubah menjadi, “Orang ini berkata bahwa Ia Raja orang Yahudi.” Mereka tidak mau mengakui bahwa Yesus sungguh adalah Raja. Tetapi justru di situlah kita melihat sesuatu yang besar. Walaupun banyak orang menolak-Nya, Yesus tetap adalah Raja yang sejati.Wonder Kids, Yesus bukan raja seperti raja dunia yang memerintah dengan dosa, kesombongan, atau kekerasan. Yesus adalah Raja yang datang dengan kebenaran, kasih, dan pengorbanan. Ia bahkan rela mati di kayu salib. Itu sebabnya kerajaan-Nya berbeda dari kerajaan dunia ini. Tetapi tetap saja, Dia adalah Raja.Kadang-kadang orang ingin Yesus hanya menjadi penolong saat susah, guru saat butuh nasihat, atau teman saat merasa sendirian. Memang Yesus menolong, mengajar, dan dekat dengan kita. Tetapi Yesus bukan hanya itu. Yesus juga adalah Raja. Artinya, kita tidak hanya datang kepada-Nya untuk ditolong, tetapi juga untuk taat kepada-Nya.Kalau Yesus adalah Raja, maka hidup kita juga harus tunduk kepada-Nya. Kita perlu bertanya: apakah aku mau mengikuti perintah Raja Yesus? Apakah aku mau hidup dengan cara yang menyenangkan Dia? Raja yang baik layak ditaati, dan Yesus adalah Raja yang paling baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, Engkau adalah Rajaku. Tolong aku bukan hanya meminta pertolongan-Mu, tetapi juga mau taat kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Raja yang sejati. Terima kasih karena Engkau memerintah dengan kasih dan kebenaran. Tolong aku supaya mau tunduk kepada-Mu, percaya kepada-Mu, dan hidup sebagai anak yang taat kepada Raja yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Penolong dan Guru, tetapi juga Raja yang sejati dan layak ditaati. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Hosea 11: 1b.3-4.8c-9; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16; Matius 10: 7-15.MENERIMA DENGAN CUMA-CUMA, MEMBERI JUGA CUMA-CUMA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menerima Dengan Cuma-Cuma, MemberiJuga Cuma-Cuma. Ada seorang bocah kelas 5 SD bertanya kepada ibunya: "Ma,mana yang duluan, memberi atau menerima?" Ibunya langsung menjawab,"Yang jelas memberi." Kata anak itu, "Kalau begitu berikan akuuang untuk membeli mainan." Kita semua sepatutnya setuju bahwa memberimemang yang pertama, karena hal ini adalah tindakan Tuhan terhadap kita. Hidupkita sebagai manusia dan karunia iman yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Di dalam Injil hari ini, tugas perutusan Yesus kepada para rasul ialahuntuk memberi, yaitu membawa nama Yesus kepada setiap orang dan menghadirkankerajaan-Nya untuk menyejahterakan mereka jiwa dan raga. Lalu pesan Yesuskepada mereka: Kalian telah menerima semua dari-Ku sebagai karunia cuma-cuma.Maka ketika kalian memberikan semua itu, harus juga dengan cuma-cuma. Contoh,para rasul mendapatkan pengetahuan tentang Allah dan rahasia-Nya secara gratis,maka mereka hendaknya mewartakan itu dengan gratis pula. Mereka tidak bolehmengambil keuntungan apa pun kegiatan pewartaan itu. Rahmat dan karunia yang gratis ini sejak dahulu sebelum zamannya pararasul, telah dialami oleh bangsa Israel yang mendapat segala perbuatan baikAllah yang membela, memelihara dan membesarkan mereka. Bahkan, menurut NabiAmos, ketika bangsa ini sangat menderita sebagai tawanan di Babel, Tuhan Allahjuga berbelas kasih kepada mereka. Tuhan mengangkat semua bentuk hukuman kepadamereka dan kembali mengasihani mereka. Oleh karena itu mereka harus mengikuticontoh dari Tuhan untuk selalu berbuat baik pertama-tama di antara mereka dankemudian kepada bangsa-bangsa lain. Menerima cuma-cuma dan memberi juga cuma-cuma merupakan cara kita meniruTuhan Yesus. Kita juga meniru Bunda Maria, Santo Yusuf, para rasul, santoPaulus, Yohanes Pembaptis dan semua orang kudus lainnya. Orang tua kita sendirijuga telah menjalani gaya hidup ini, karena mereka memberikan segala sesuatudemi kita masing-masing dan tak pernah mereka meminta balasan atau bayaran.Justru yang sangat tidak terpuji ialah jika ada anak-anak yang mestinyamembalas orang tua dengan menyenangkan mereka, tetapi sebaliknya menyusahkanbahkan menyakiti mereka sampai kematian mereka. Jadi pesan bijaksana hari ini adalah: kita hendaknya tetap dalam jalanYesus Kristus, yaitu karena kita telah menerima begitu banyak dan cuma-cumadari mana pun dan siapa pun, maka kita harus memberi dengan cuma-cuma juga.Jangan sampai terjadi bahwa kita hanya ingin untuk diberi dan dilayani sesuaidengan keinginan kita, sementara itu kita membatasi diri untuk memberi apa yangseharusnya dapat kita berikan kepada Tuhan dan sesama kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, kuatkanlah kami dengan Roh-Mu,yaitu semangat dalam pelayanan yang tanpa pamrih, sehingga berkat-Mu menjadinyata bagi kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Jonny is joined by Jonesy and Maka for a double header - 'Escape From New York' AND 'Escape From L.A.'If you like John Carpenter - check out our 'Big Trouble in Little China' episode!fulcrumfilmclub@gmail.comFulcrum Film Club Main Intro Music: 'Young Americans' performed by Dwayne GretzkyMusic & video clips (in addition to short clips from both movies):'Escape From New York - Main Title' by John Carpenter & Alan Howarth'Escape From New York Trailer' 1981'Airwolf Theme' by Sylvester Levay'Now You See Him, Now You Don't Trailer' 1972'Dark Star Theme' by John Carpenter'Halloween Main Theme' by John CarpenterPhiladelphia Advert 1996 (extract)John Carpenter answering fan's question clip - unable to locate original video'Escape From L.A. Trailer' 1996'Escape From L.A. - Main Theme' by John Carpenter, Alan Howarth & Shirley Walker'Presidential Decree' by John Carpenter & Shirley Walker'Breakfast At Tiffany's' by Deep Blue Something'Due South Theme' by Jay SemkoProduced by Jonny Hennigan & The Fulcrum Crew. Recorded at the Fulcrum Studios, the Shire. England.Mixed and edited by Jonny Hennigan at the Fulcrum Studios, the Shire. England. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 Juli 2026Bacaan: "Maka ia memungut di ladang sampai petang lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya." (Rut 2:17)Renungan: Pada saat dihadapkan dengan ujian hidup yang berat maka ada beberapa respons yang muncul dalam hidup kita. Pertama, kita mengasihani diri secara berlebihan. Kita selalu bertanya kepada Tuhan, "Mengapa harus saya yang mengalami peristiwa pahit ini?" Kedua, kita mencari belas kasihan manusia untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Ketiga, kita berani menghadapi setiap masalah dengan tekad hati yang kuat, seberat apapun masalah itu. Salah seorang motivator di Indonesia mengambil ilustrasi tentang betapa dahsyat kekuatan tetesan air jika dilakukan secara terus menerus. Tetesan air bahkan dapat melubangi batu! Beliau berkata seperti ini, "Kerasnya batu bisa takluk dengan tetesan air. Begitu pula kerasnya ujian hidup di dunia bisa kalah oleh kekuatan tekad dan fokus perjuangan yang dilakukan." Seperti itulah perjuangan Rut menghadapi kerasnya ujian hidup yang datang kepadanya. Suaminya meninggal, keluarga suaminya juga meninggal semua, kecuali mertua perempuannya saja yaitu Naomi. Kini, Rut tinggal bersama Naomi dan mengambil tanggung jawab untuk memeliharanya. Kehidupan yang dijalani mereka persis seperti yang disebutkan Naomi, yaitu Mara yang artinya sangat pahit (Rut 1:20). Itulah kerasnya ujian hidup yang harus dijalani Rut. Namun dengan tekad dan perjuangan keras, Rut berhasil mengatasi masalahnya dan menjadi orang yang sangat berhasil. Perhatikan apa yang dilakukan Rut. la tak pernah mengasihani diri, Rut menjalani masalahnya dengan begitu tabah. Rut juga tidak pernah meminta belas kasihan orang lain, sebaliknya ia berjuang keras untuk menghidupi dirinya dan Naomi, meski harus memungut jelai yang tercecer dari pagi sampai petang. Ketekunan, tekad, dan perjuangan Rut akhirnya membuahkan hasil. Benarlah bahwa batu yang keras bisa takluk dengan tetesan air. Ujian hidup yang keras bisa kalah oleh tekad dan perjuangan yang terus menerus. Jika kita sedang mengalami pergumulan hidup yang keras, ingatlah bahwa batu pun takluk dengan tetesan air. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya ketika Engkau ada bersama-sama dengan aku, maka badai sehebat apapun dapat aku lalui. Karena aku tahu, kuasa-Mu lebih besar dari setiap badai kehidupanku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Priscilla Victory Lango Uran dan Hendrina Linong dari Paroki Santo Damian Bengkong, Batam, di Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. Efesus 2: 19-22; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 20: 24-29.YA TUHANKU DAN ALLAHKU Renungan kita pada hari ini bertema: Ya Tuhanku dan Allahku. Kalimat iniberasal dari Santo Tomas Rasul, yang pestanya kita rayakan pada hari ini. Iaadalah salah satu dari ke-12 rasul yang punya keunikan, selain namanya yangjuga disebut Didimus, ia sangat dikenal sebagai orang yang kurang percaya. Ia bersama para rasul lain dan banyak orang di zamannya mempunyai persepsitentang Yesus Mesias yang akan menjadi raja seperti Daud yang penuh kuasa danpembebas umat Israel dari segala bentuk penjajahan di dunia. Namun persepsi inisalah total. Yesus ternyata dihukum mati secara sangat memalukan dengandisalibkan dan wafat. Ini jelas sangat mengecewakan banyak orang yang sudahterlanjur percaya pada kekuatan seorang Mesias. Salah satu yang kecewa berat ialah Rasul Tomas. Akibatnya ia memilihmenjauh, sembunyi, menyendiri dan mungkin berpikir untuk memilih jalan hidupyang lain. Pokoknya ia sangat kecewa. Kesaksian para wanita yang menemui Yesusyang bangkit, berikut kisah rekan-rekan rasul lainnya yang melihat langsungYesus yang bangkit, tidak dipercayai Tomas. Ia memerlukan bukti lain yang lebihkuat dan bukan sekedar cerita-cerita. Bagi dia jika hanya narasi, itu samadengan omong kosong. Kecewa berat harus diatasi dengan semangat baru yang jauh lebih super.Semangat ini tak cukup diberikan oleh manusia, tapi harus diberikan dari atasyaitu Tuhan sendiri yang campur tangan. Maka Yesus sendiri yang datang untukmemberikan bukti dari diri-Nya sendiri yang bangkit. Ini baru namanya jauhlebih super. Dengan tindakan super ini, rasul Thomas dapat berubah secararadikal melalui pengakuan imannya yang amat kuat, “Tuhanku dan Allahku”. Setiap dari kita pernah mengalami kecewa, putus asa dan sakit hati.Kondisinya bervariasi dari yang ringan sampai yang berat. Apa pun kondisinya,penderitaan seperti ini memerlukan pemulihan. Bagi mereka yang mengalamikecewa, putus asa atau sakit hati yang berat, tentu sangat memerlukanpengobatan rohani yang hanya melalui campur tangan Tuhan. Sehingga hidup barudiperoleh kembali, semangatbertumbuh lagi, dan pengakuan iman kepadaTuhan dikuatkan. Maka nasihat yang bijak ialah, bila Anda mengalami penderitaan sepertikecewa berat, putus asa berat atau sakit hati berat, andalkan kekuatan dancampur tangan Tuhan. Hindari sikap menutup diri, menangisi diri bahkan yangpaling jelek ialah Tuhan dipersalahkan. Setiap kecewa, putus asa atau sakithati ada waktunya untuk berlalu pergi. Dan Tuhan menggantikan dengankehadiran-Nya yang menyelamatkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Di dalam penyelenggaraan dan kuasa-Mu, ya Bapa, kuatkanlahkami untuk selalu berada di dalam kasih-Mu terutama pada saat kecewa, putus asadan sakit hati menimpa diri kami. Semoga Bunda Maria, para malaikat pelindungdan khususnya rasul Tomas menemani kami di dalam saat-saat sulit itu. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Welcome to Issue 334 of Critical Encounters, a podcast about Marvel Champions, a Living Card Game by Fantasy Flight Games. Here we take a good look at that most critical piece of the game, the Encounter Sets. We'll discuss those poorly understood characters, unfairly labeled Villains, and their various plans to shape humanity and benefit the planet, as well as those so-called heroes intent on thwarting them. In this Minion Roundtable Issue we, well the Minions do something, we have no idea! You can find us on Discord as: Lexicon, Maka and Weenkster Email us at: criticalencounterspod@gmail.com Follow us on Facebook at: https://www.facebook.com/criticalencounterspod/ Subscribe to our YouTube Channel: https://www.youtube.com/channel/UCg-r6-EooHoJGa1RRsH7i3w Find our Patreon: https://www.patreon.com/criticalencounterspodcast Find our Twitch: https://www.twitch.tv/vardaen You can also find our Discord Channel on the Marvel Champions Monthly Discord Server. "Hey don't do that!" - Steve
The Hands of Compassion: Self-Reiki Through the Lens of Maka Shikan explores how the modern practice of self-Reiki can be understood through the Buddhist meditation teachings of Maka Shikan (Great Calming and Contemplation) by Grand Master Zhiyi. Rather than presenting Reiki as a separate religious tradition, this lecture examines how mindful touch, chanting Namu Myōhō Renge Kyō, and awareness of the body can be integrated with the principles of calming (śamatha) and insight (vipaśyanā). Participants will learn how self-Reiki may serve as a contemplative practice that supports relaxation, mindfulness, compassion, and spiritual growth while remaining firmly rooted in the Dharma and the teachings of the Lotus Sutra. Ideal for both Reiki practitioners and Buddhist meditators, this lecture offers a thoughtful and historically grounded approach to cultivating wisdom and compassionate presence through the hands.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 24 Juni 2026Bacaan: "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka." (Lukas 6:31)Renungan: Seorang pria bercerita: "Waktu kecil, aku ingat suatu malam ketika Ibu menyiapkan makan malam setelah seharian kerja yang melelahkan. Saat itu, la menghidangkan telur dadar, sosis, dan beberapa biskuit gosong di hadapan ayahku. Aku menunggu reaksi kaget atau protes ayahku. Tapi, yang Ayah lakukan saat itu justru langsung mengambil biskuit itu, memakannya, sambil bertanya apa yang terjadi di sekolahku hari itu. Sesaat setelah itu, aku mendengar Ibu meminta maaf pada Ayah karena biskuitnya sedikit gosong. Dan Ayah menjawab: 'Tidak apa-apa Sayang, enak kok biskuitnya. Penasaran, aku pun bertanya pada Ayah mengenai apakah ia benar-benar menyukai biskuit gosong ketika kami hanya berdua di kamar. Ayah pun memelukku sambil menjawab: 'Ibumu sudah bekerja keras seharian dan ia sudah lelah. Lagipula, biskuit yang sedikit gosong juga tidak akan membuat perut Ayah atau perutmu sakit, kan?'" Dalam hidup keseharian, kita akan sering menemukan ketidaksempurnaan seperti itu. Biskuit gosong di atas adalah perlambang dari segala kelemahan/perbedaan orang-orang yang ada di sekitar kita. Orang tua kita mungkin bukanlah orang kaya yang bisa memberi kita berbagai macam fasilitas. Sahabat kita orangnya mungkin sedikit lemot. Teman sekolah kita mungkin punya hobi suka menggosip. Atau, rekan kantor kita mungkin ada yang maunya di zona aman terus, cenderung pasif, dan susah diajak maju. Tapi, coba lihat diri kita sendiri, bukankah kita juga punya kelemahan? Sebagai rekan kerja, misalnya, kita mungkin cenderung berani dan punya ambisi kuat, tapi di sisi lain kita mungkin adalah seorang pelupa. Atau sebagai sahabat, kita mungkin pinter, tapi di sisi lain kita orangnya kurang tepat waktu. Maka, lebih baik syukuri kelemahan dan perbedaan itu daripada mengeluhkan apalagi mengutukinya. Kita tidak mungkin berharap semua orang punya karakter yang baik dan sesuai keinginan kita. Menerima kelemahan orang-orang yang ada di sekitar kita dan perbedaan yang ada, adalah salah satu kunci penting buat menciptakan relasi atau hubungan yang sehat, selalu bertumbuh, dan bertahan lama. Yang penting bukan "biskuit gosongnya", tapi "relasi" kita dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati sehingga dapat menerima kekurangan orang-orang di sekitarku dan mampu memotivasi mereka untuk melangkah lebih maju. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 Juni 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik baru. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus. Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan. Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah setiap kebaikan yang sedang aku rencanakan maupun yang akan aku lakukan, sehingga semua nya itu aku lakukan dengan tulus hati tanpa ada rencana yang tidak baik di baliknya. Amin. (Dod).
Go sports! Yay team! Dan & Phil are back for a fresh new instalment of your favourite dedicated Jonasi-hater themed podcast. In this episode of 2 Broke Twimbos, the dynamic duo react to the viral sensation that is Sue Nyathi's Netfilx-adaptation of her book The Polygamist, then they review the experience of the World Cup so far. There's room to wax lyrical as tech ombudsmen about the big AI companies and their shenanigans this week, from Anthropic's clash with the US Government over Claude Fable 5, to Open AI's leaked financials from their iPO filing. And also... how much should domestic workers be paid? Enjoy!Subscribe and listen to 2 Broke Twimbos everywhere podcasts are available and keep up with all things 2BT via this link:2BT LinkPlease rate and review, and support us on Patreon!
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 18 Juni 2026Bacaan: Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (Yesaya 26:3)Renungan: Hidup adalah sekumpulan pilihan. Banyak alasan untuk membuat kita tertawa, tapi banyak orang memilih untuk kecewa. Banyak hal yang seharusnya membuat kita tersenyum, tapi banyak orang justru memilih untuk bersedih. Banyak hal yang seharusnya kita abaikan, tapi banyak orang justru mempersoalkan. Banyak hal yang seharusnya mudah dan sederhana untuk dijalani, tapi banyak orang memilih untuk ribet dan mempersulitnya. Banyak hal yang seharusnya kita syukuri, tapi banyak orang memilih untuk mengeluhkan hal-hal yang tidak ia miliki. Jika kita mau merenungkan lebih dalam, sesungguhnya hidup kita penuh dengan kebahagiaan, sayangnya kita tidak menyadarinya. Sebagai gantinya, kita justru memandang bahwa hidup kita seolah-olah hanya berisi penderitaan dan masalah saja. Lupa bahwa di dalam penderitaan sekalipun, kita bisa menemukan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan. Pilihlah yang baik, bukan yang buruk. Pilihlah yang mendatangkan sukacita, bukan yang mengundang kecemasan. Pilihlah untuk berbahagia, bukan takut dan khawatir. Semuanya itu mungkin terjadi kalau kita bisa menguasai hati. Menguasai hati untuk terus bersyukur, dan bukan iri karena membandingkan diri dengan orang lain. Bukankah berkat tidak selalu urusan materi? Di saat jiwa kita tenang dan hati kita damai, bukankah itu kebahagiaan yang jauh lebih berharga daripada sekadar kekayaan dan materi saja? Itulah sebabnya untuk bahagia tidak selalu berarti harus memiliki segalanya, melainkan bersyukur untuk semuanya. Seperti halnya sebuah kalimat bijak berkata, "Bukan karena bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi karena kita bersyukur maka kita jadi bahagia." Jika kita mengerti rahasia kehidupan ini, tidak ada alasan untuk kita melupakan segala kebaikan dan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima. Bahkan, di saat kita mengalami masa-masa yang paling sulit sekalipun, kita akan tetap merasakan ketenangan di dalam Tuhan. Di tengah badai kita merasakan damai! Apakah kita ketenangan jiwa seperti ini terjadi dalam hidup kita? Marilah kita ubah cara pandang kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan, bahkan di masa-masa sulit pun aku rindu Engkau hadir untuk memberi ketenangan padaku. Amin. (Dod).
Full show: https://kNOwBETTERHIPHOP.com Artists Played: The Heart and Brain, conshus, Leisure Chief, Fly Anakin, Quelle Chris, Domo Genesis, Les Imprimes, Ama Li, Maka, Phlow, Nick Hakim, Dan Brown, Fleur, Odell, Bonobo, Mega Ran, DJ DN3, E-Turn, Chuck Strangers, Obii Say, Allison Russell, Joy Oladokun, Julie Williams, Awon, Jazzy Soto, Quadeca, corto.alto, anaiis, GAYANCE, Magi Merlin, funkywhat, Khujo, Cee Lo, OutKast, GOODie MOb, IMAKEMADBEATS
https://youtu.be/UM7SdAPuKYoSee omnystudio.com/listener for privacy information.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Juni 2026Bacaan: "..... janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana....." (Roma 12:16)Renungan: Ketika kita bercita-cita menjadi seorang penulis, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, kita harus banyak menulis. Kedua, kita harus banyak membaca. Ya, penulis harus banyak membaca, seperti juga musisi harus banyak mendengarkan musik, sineas harus banyak menonton film, barista harus suka minum kopi, dst. Pertanyaannya, buku apa yang harus dibaca agar kita bisa menjadi penulis yang baik? Seorang penulis memberi nasihat cukup unik, la menyarankan membaca dua jenis buku: buku yang benar-benar bagus dan buku yang benar-benar jelek. Membaca buku yang sangat bagus tentu agar kita terinspirasi dan bisa membuat tulisan yang makin berkualitas. Bagaimana dengan membaca buku yang sangat jelek? Menurut penulis itu, buku yang sangat jelek juga bisa membuat kita termotivasi. "Jika tulisan sejelek itu saja ada yang mau menerbitkan, tulisan kita pasti bisa diterbitkan juga." Ada benarnya juga. Nyatanya, kita sering kali takut, bahkan putus asa karena yang kita lihat saat baru memulai sesuatu hanyalah orang-orang yang sudah ada di level sangat tinggi. Kita berhenti menulis karena tidak bisa menulis sebaik peraih Nobel Sastra. Kita berhenti menjadi musisi karena minder melihat keahlian para musisi kelas nasional bahkan internasional. Kita putus asa karena usaha yang kita rintis tidak kunjung sebesar perusahaan top. Maka, ada kalanya kita perlu juga melihat kepada hal-hal yang lebih "membumi". Bukan berarti menurunkan standar atau tak punya cita-cita tinggi. Kadang kita memang harus melihat ke atas, tapi penting juga untuk bisa melihat ke samping atau ke bawah. Keseimbangan seperti ini perlu supaya kita tidak jatuh menjadi hidup sekadar mengejar ambisi yang tak pernah habis-habisnya. Melihat ke hal-hal yang di bawah atau di sekitar, juga membuat kita bisa lebih bersyukur daripada hanya mengeluh karena kondisi kita tidak seperti orang lain. Kepada jemaat di Roma, Paulus dua kali mengingatkan mereka untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang tinggi (Rm. 12:3, 16), tapi mengarahkan pikiran ke hal sederhana agar tetap rendah hati. Tak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar, tapi jangan sampai kita lalu menjadi tak menghargai hal-hal kecil dan sederhana, karena itupun adalah berkat Tuhan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas hal-hal besar dan kecil dalam hidupku karena semua itu adalah berkat-Mu yang Kau berikan untukku. Amin. (Dod).
La mejor música vuelve a sonar con fuerza en una nueva edición de Estación GNG, tu cita diaria con los éxitos del ayer, del hoy y de todo aquello que merece seguir sonando. En el programa de hoy disfrutamos de una selección musical tan variada como apasionante, con artistas que han marcado generaciones y nombres que están conquistando el presente. Sonarán temas de Estopa, Fangoria, Bebe Rexha, David Guetta, Miguel Chinchilla, Javi Medina, Maka, Mónica Naranjo, La Plazuela y muchos más artistas que forman parte de la banda sonora de nuestras vidas. Como siempre, en Estación GNG apostamos por una radio musical libre, cercana y sin etiquetas, mezclando pop, rock, indie, flamenco, remember, música internacional y grandes descubrimientos para que cada programa sea diferente y especial. Gracias por acompañarnos cada día y por hacer posible que este proyecto siga creciendo. Si te gusta lo que escuchas, suscríbete, comparte el programa y ayúdanos a seguir llevando paz y música a miles de oyentes en toda España y más allá. Estación GNG: la música que te acompaña, te emociona y te descubre nuevas canciones cada día. ¡Sube el volumen y disfruta del viaje musical! ✨ Etiquetas: Estopa, Fangoria, Bebe Rexha, David Guetta, Miguel Chinchilla, Javi Medina, Maka, Mónica Naranjo, La Plazuela, música, podcast musical, radio online, éxitos del momento, pop español, indie español, música internacional, Estación GNG, Guillermo Nieto, paz y música, iVoox, podcast España, novedades musicales, mejores canciones, música 2026, temazos, radio musical.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 312 (Matius 27:27-37): Setelah diputuskan bersalah, Yesus disesah oleh Pilatus, dan setelah itu Pilatus menyerahkan Yesus kepada para tentara untuk disalibkan. Maka dimulailah penderitaan Yesus Kristus di dalam jalan menuju bukit Golgota. Setelah dicambuk dengan sangat keji, Yesus harus menanggung olok-olok dari para serdadu Romawi. Mereka semua berkumpul untuk memulai proses penobatan Yesus menjadi raja.
Malaayiin xujey ah oo ka kala yimid waddamada Islaamka ayaa isugu yimid magaalada barakaysan ee Maka ee dalka Sacuudiga, si ay u gutaan waajibka Xajka ee sannadkan, iyadoo uu heerkul-kuna gaarey 48 degrees.
Maka Kids is building a streaming app for children ages zero to six featuring content designed for healthy development. The startup has now raised $3 million in seed funding to scale its platform. Also, Peec, which helps brands track their presence in AI searches, offers proof of a key trend among European startups. Learn more about your ad choices. Visit podcastchoices.com/adchoices
Josh, Rob and Shane are back for another fun Wests Tigers Life ep as they look forward to a huge game against the Bulldogs plus trivia, injury news and more. Watch us LIVE on YouTube at the Wests Tigers TV YouTube channel Help the show by becoming a Wests Tigers TV member and get exlusive access to videos, unique Wests Tigers Emojis for LIVE chats and more. Find our latest episodes on YouTube at linktr.ee/westslifepod ------------------------------------------------------ If you want to set up a home gym, Gym Direct are offering our listeners 5% off using the code WTGDX5 via this link here. We are also proudly supported by iChoice. For a great deal on your home loan, give Jason a call on (02) 9743 0000 or go to ichoice.com.au Click here to check out all our content! Wests Tigers TV's current podcast schedule: Sunday Night: Claws Out Podcast game review LIVE from the Mic'd Up Studios Coach's Report with Adel LIVE from the Mic'd Up Studios Tuesday afternoon: Claws Out Game Preview LIVE from the Mic'd Up Studios Wednesday night: Wests Tigers Life Podcast game preview, trivia and more. If you'd like to contribute to the show email us podcast@westslife.com Wests Tigers Life is also sponsored by Shayne and the team at MG Pump Solutions. See us on the socials: Wests Tigers TV YouTube channel WestsLife.com @WestsTigersTV on Instagram Wests Tigers LIFE on Twitter Facebook.com/WestsTigersTV Support and contribute to the show at Patreon.com/WestsLife
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 23 Mei 2026Bacaan: "Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya ia menjamah mereka. Melihat itu, murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu" (Lukas 18:15)Renungan: Di dalam suatu acara, semua yang hadir dikejutkan dengan penampilan Anna, anak Sekolah Bina Iman, yang dapat menyanyikan lagu pujian dengan sangat baik. "Hebat sekali anak ini, padahal orang dewasa saja kesulitan menghafalkan lagu ini meskipun sudah berlatih selama beberapa minggu!" kata Jeany, pelatih paduan suara. Rasa takjub berikutnya muncul setelah orang tuanya bercerita bahwa Ana tak berlatih secara khusus, tetapi hanya mendengarkan para orang dewasa berlatih sambil sesekali terlihat asyik bermain. Anak kecil kerap dianggap remeh atau disepelekan dalam banyak urusan, karena dianggap hanya akan merepotkan. Anggapan semacam itu juga tampak pada zaman Yesus ketika ada anak-anak ingin dibawa kepada Yesus, tetapi murid-murid Yesus malah marah. Untunglah Yesus segera bertindak dan mempersilakan anak-anak itu datang, bahkan menjadikan mereka contoh bagaimana harus menyambut Kerajaan Allah (ay. 16-17). Fakta kehidupan menunjukkan bahwa keberadaan anak-anak terkadang dianggap hanya sebagai pengganggu, bukan sebagai berkat yang Allah berikan. Dalam dunia kerja, para pegawai baru atau pemimpin yang berusia muda terkadang juga dianggap bak anak kecil, yang hanya bisa mengganggu, tidak mampu bekerja maksimal, dan kurang bisa diajak kerja sama dalam memajukan perusahaan. Padahal, fakta juga menunjukkan bahwa melalui orang-orang yang dianggap sepele karena usia muda mereka, Allah dapat memakai mereka untuk perkara yang luar biasa, yang tak pernah terpikirkan oleh mereka yang berusia dewasa atau para senior. Kalau kondisi ini yang terjadi, bukankah nantinya hanya akan terjadi penyesalan ketika orang yang diremehkan malah memperkuat dan memajukan usaha dari pesaing kita, hanya karena mereka pernah kita remehkan? Berhati-hatilah, dan marilah kita bekerja tanpa memandang senioritas! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk memandang setiap pribadi, khususnya anak-anak sebagaimana Engkau memandang mereka. Sehingga aku dapat melihat hal baik yang ada pada mereka, yang dapat memberkati kehidupanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Mei 2026Bacaan: Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)Renungan: Seorang pria sedang marah kepada Tuhan. Pagi ini muncul dua anak ayam di depan rumahnya. Padahal malam sebelumnya ia berdoa meminta telur ayam. "Bisa-bisanya Tuhan salah memberi!" katanya geram. "Tuhan tidak salah, Pak," sahut istrinya, "Anak ayam yang Tuhan berikan ini justru supaya nanti kau dapat sering makan telur ayam." Empat orang menggotong seorang lumpuh menuju rumah tempat Yesus berada. Mereka berharap Yesus memberikannya kesembuhan. Karena banyak orang berkerumun di rumah itu mereka tidak dapat masuk untuk menemui Yesus. Maka mereka membuka atap rumah, menurunkan si lumpuh bersama tikarnya di depan Yesus. Kata Yesus kepada si lumpuh, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (ay. 5). Tampaknya seolah Yesus salah memberi. Ia memberi pengampunan dosa bukan kesembuhan. Namun, bila kita perhatikan situasinya lebih saksama, kita tahu kalau pemberian Yesus tidak salah. Selama ini si lumpuh hidup dalam pemikiran bahwa keadaannya yang merana disebabkan oleh besar dosanya. Ia perlu mendengar dirinya diampuni, tidak dihukum oleh Allah. Pengampunan membuka pintu bagi kesembuhan. Si lumpuh menyadari Allah berkenan kepadanya. Saat itulah Yesus memberikan kesembuhan. Kata Yesus, "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan pulanglah ke rumahmu!" (ay. 11). Tuhan tidak pernah salah memberikan sesuatu kepada kita. Maka mulai hari ini jangan kita menjadi tawar hati bila pemberian Tuhan datang tidak seperti yang kita harapkan. Sadarilah bahwa pemberian Tuhan tersebut merupakan berkat awal sebelum berkat yang sebenarnya akan kita terima. Contoh sebelum datang kesuksesan, Tuhan memberi kita pengalaman kerendahan hati. Sebelum datang kelimpahan, Tuhan mengajar bagaimana supaya hati tidak terpaut kepada harta duniawi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kini aku mengerti bahwa terkadang apa yang aku harapkan tidak seperti yang Kau berikan, karena ternyata dibalik itu semua Engkau sudah mempersiapkan yang terbaik bagiku. Oleh karena itu ajarilah aku untuk tidak cepat kecewa bila yang kuterima tidak seperti harapanku. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Ibrani 8:10"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 7 Mei 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik batu. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus, Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Perbuata baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan, Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah hatiku saat melakukan perbuatan baik, sehingga kebaikan yang aku lakukan semata-mata hanya untuk kemuliaan nama-Mu dan bukan untuk menyombongkan diriku sendiri. Amin. (Dod).
TRANSCRIPT Gissele: [00:00:00] Gissele: hello and welcome to the Love and Compassion podcast with Gissele. We believe that love and compassion have the power to heal our lives and our world. Don’t forget to like and subscribe for more amazing content. Today we’re talking about extraordinary acts of forgiveness and love. Today’s guest is Abdul Munin. Gissele: Sombat Jitmoud, an educator faith leader and father whose response to unimaginable loss stunned the world in a courtroom in Lexington, Kentucky. After his son was murdered, Dr. Jitmoud publicly forgave the man responsible, embracing him. In choosing mercy over vengeance, what could have been a moment of rage became a living testament to faith, courage, and radical compassion. Gissele: Abdul Munin. Gissele: Sombat Jitmoud, Was featured in the National Geographic documentary, the series, the Story of God with Morgan Freeman. Since then, he has traveled internationally speaking [00:01:00] across faith and cultures about forgiveness, healing, and the transformative power of love in the face of violence. Please join me in welcoming Sombat. Gissele: Hello. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Good morning from Thailand Gissele. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: my make-believe daughter of the century, 21st century. Thank you. Thank God so much, Allah Almighty, to give us a daughter that have been waiting for 75 years. Gissele: thank you so much. Thank you for being on the show and for the incredible message that your act has done. Gissele: I was wondering if you could tell the audience a little bit about the loss of your son and how you came to be in the courtroom that day. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Yes. I like to go back to, when I marry righteous wife, her name Linda. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: her father from Greece and her mother [00:02:00] are from Germany, so she born and raised in St. Louis, Missouri. I came from Thailand from further of my higher education and I earned all of my degree, bachelor degree, master degree, EDS degree and doctorate degree in one of the university. I met this young lady, she’s also the minister of the Christian Church and she feel sorry for me for, she said Sombat, you are so nice person. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And you, talk so much about God because, at that time I was reading the Holy Quran is my friend, because as a foreign student, you don’t have many friend quickly. So the friend I have on my life is I, I read the holy [00:03:00] Quran, the word of God Almighty. And then she said that I feel sorry for you, that you are such a nice person. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: You are very kind and you’re very helpful to me as a college friend. But, I’m sorry to tell you that you will go to hell fire. She said, I said, Linda, why you said that? We just met and become good friend, college friend because you don’t believe in Jesus Christ our Savior. So as a Muslim from Thailand, Buddhist society, I start to share my faith for a few words because we just first met, we just met a few days. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: She said, Linda, actually as a Muslim, I believe in Jesus Christ, but not as God or Son of God. I believe Jesus Christ is one of the great prophet of Allah who came before Muhammad over [00:04:00] five, 500 years. She was stunned that I believe in Jesus Christ. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: After that, we didn’t see each other. for some time she went to the bookstore and start, reading the Holy, holy Book of Islam, quran in English. She, because she tried to find a mistake in holy, to come and convince me that you see, Gissele: yeah, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: your holy Quran has a lot of mistake. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: But she found none, finally one day, one 19 of Ramadan, actually, she came to us in the mosque near the campus, Truman State campus in northern Missouri. She said that I want to become Muslim. So my friend and I. Invite her and give her shahada that Morgan Freeman love this word shahada. All I [00:05:00] bear witness that no one will of worship except Allah Muhammad and Prophet Muhammad much is the servant and the messenger of Allah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: If you can see I have this, in the background here. That’s what Ilan, so she became Muslim. So we thank God for that. And then she start to learn more Islam. And then a year later I asked her to marry me. So not marry right away because she is become my sister in faith, but I nurture her along the way. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: She ask question. And of course, I left to pursue my PhD in Indiana. And then sometime we keep on communicating. And finally we met again and I asked her to, to marry [00:06:00] me and with her righteous nature, God give us six son. And Salahudin was number five, who passed away, with a murder case as you introduced. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And, go back. on the February 15, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: three o’clock, I was in St. Louis City, to be the principal of biggest Islamic school. In the morning I was sleeping. The phone woke me up, so I grabbed the phone. And the message said that, are you Dr. Jitmoud? I say, yes. your son is dead. I was really shocked. First shock. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I was this a dream or I has a nightmare. So I pinch myself pin the back of my hand. It’s hurt. I said, oh, I’m still alive. I awoke. So I said The word that the holy [00:07:00] register, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: the meaning we all belong to Allah, the creator. And until Allah, we all return back to him. I, it is calm as the first shock of the news. Then I said, if this real happened, I said, oh, Sadahudine, my, our dear son, you belong to Allah now. Allah called you back to him. I have to accept this. It is calm me down. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then I think of what the Prophet Muhammad peace and blessing me upon him do in the situation like this. In his life. We studied the life of mohamad. He, when he have a shock like this, he would pray. He didn’t go to the bar, he didn’t go crazy. He went and to make [00:08:00] abolition. And he start bowed out to Allah. Pray Lady. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I said, oh, I have to do what Prophet Moham used to do. I went to the bathroom and make Ablution wash up lady, wash myself real good. That’s the most ablution, the hardest one in my life because my mind was, my son is dead, but I have to pray. I have to pray to God. So I finished and start bow down to to Allah almighty, as prophet we used to do. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then I woke my son, Musa sitting with me right now. Let’s go to the mosque. We need to pray with the community. And we have to take seven hours to Lexington, Kentucky from St. Louis, to prepare for the funeral. And at that time, we didn’t know how he died. What? We learned that he’s dead. can I move on just a little [00:09:00] bit then? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Of Gissele: course. Yeah. That’s, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: this how Allah Mercy, his mercy was hidden in my crisis life. Crisis. that’s one, one verse, in Quran appear into me, it was revealed to Prophet Muhammad 1400 years ago. But tonight, it’s like a reveal to me. May I decide in Arabic? Gissele: Okay, of course, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: this in, surah, in Surah nine. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And, um, I verse verse number 51, before I move on, I just go like this amazingly, uh. I check the holy gra it, it’s miracle. After that, I said number nine and verse 51. You know what happened in my life? I’m number nine in birth ranking in my family. My mother, my [00:10:00] father in Thailand, in rural Thailand, they have 11 children. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I happen to be number nine. And in my passport, it just, my birthday was 1951 and this was 51. So I was amazed. I thank God, wow, God reviewed these words. 1400 years ago applied to me in 21st century. So I bowed out to God again. Thank him for like a. Help me to calm myself down at the time of crisis. So that’s what, um, the, the God said that[00:11:00] Abdul-Munin Sombat Jitmoud: is really comfort me so much. He said, oh, Muhammad, tell all mankind nothing happened to us by accident. All happened by the decree of Allah. It had been written, has been ordained before. Anything to happen. Let the believer put trust in Allah and Allah is the best of friend and put trust in Allah and Allah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: The most forgiving, the most merciful, forgiving at the time of shock there was of Allah at the end of verse said the most forgiving. At that [00:12:00] time, I don’t know what, our son died, how he died. There were forgiving and mercy came side by side, like a twin tower. Then we went to the mosque, we pray, and I called the school. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: My principle too, manage the school for me because I have to drive seven hours to Lexington to prepare the funeral. Then I asked the imam if I can say a few would about the death of our son, and then I didn’t know anything. I said, please pray for our son. He was dead last night. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I have no idea what he, how he die. And then Musa, my son, a man, a good friend of mine, asked him what on my way out to put the shoe on in Islam. You know when you enter the moss, you take the shoe off, put the shell on the shell. So I went ru rushed [00:13:00] going out. This gentleman, he, I will mention his names, alio. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: He asked my son what happened with your brother? And then my son said he, he got. Murder. Why? delivering pizza, very innocent, uh, honest earning. Then he suddenly, he ran after me, Dr. Chimo, congratulation. I said, I just announced you to the community that my son just got killed. We just on our way to, to prepare for funeral possession. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Okay? I’d like to thank you for congratulating me. What for? he said, you are the father of the righteous death of your son. Comfort death. He said, because it fits what God said in Quran and what Prophet Muhammad [00:14:00] said in his teaching. That’s another the comfort Gissele. My dear daughter, Allah comfort me at the time. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I don’t know what happened yet. So we drove off, to Lexington, Kentucky. Then I communicate with community in Lexington because I was the principal there for seven year. They communicate with me, we body. He said that Dr. Chen will at this time with, the ambulance took him to the Frankfort, the capital of Lexington, for the exam. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So his body about 50 miles away from Lexington. So, okay. Thank you. And then we keep on driving. So I told my son live in different state. They all met. We gonna meet in Lexington for. So finally we met each other halfway. I said, we have to pass [00:15:00] Frankfurt. Let’s stop by to, to see the doctor where the body of Saudi is there. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So I stopped by. The doctor asked me, are you the Saudi father? I say, yes. We just came from St. Louis City, my son in the bank. well, can you tell us about s She said, I have been practicing, this is my career over some year. He’s a very noble, doctor, and he start to, swallow, swallow his, saliva, compose himself from crying. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: he is a big man. Crying in front of the stranger is something, but he said, I feel so sorry for your son surrounding. I stop here sunshine. What happened? Because I didn’t know what happened. He said, uh, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: somebody slit his throat. I said, oh, and then before anything he said this, [00:16:00] you know what? The knife that somebody used to slit your son throat is so sharp. I say, to praise God. I thank God that because Prophet Muhammad peace and blessing say in his teaching, before you slaughter animal, make sure you sharp the knife because when you slaughter the cow or goat and sheep or chicken so that the animal will not feel so much pain. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then that’s what I say, Aham all praise and thank me to Allah. And he said, and then he followed it how Allah comfort me on this crisis harm. He said. However, your son probably have very few moment of pain because the knife is so sharp. I thank God and all our son in the back [00:17:00] a sigh of relief. This probably the beginning of forgiveness come to play in the role because number one, the man in Saint Louis where you are the father of the righteous son who have a noble death now. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: The doctor gave me all this and then asked, may I see his body? He said no. Um, the body has had been chief back, to Lexington for the Islamic funeral, tradition. I thank God again my daughter, Gissele, because I thought that the body gonna be, in the refrigerator, right? Because a murder case like this probably will exempt, the body cut the body and thing, but in Islam, not, uh, not permit to have anybody cut without [00:18:00] necessary without telling God already. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Tell the doctor that, this is enough for this young man, 22 years old who got killed. So the bodys already in Lexingtons. So we drove off, with comfort and the community in Lexington said, Dr. Jitmoud we cannot pray to Saudin in the mosque. because. Hundred upon, hundred people came to honor Saudin because, uh, people know me after seven year of principal in the, I know the mayor, I know the chief, the police, they all become my good friend during my service of community. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So people came upon hundred or become thousand, uh, before I even arrive. Gissele: Wow. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: then said, I want you to go to cemetery, because that’s what we are gonna, we gonna pray. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So I went directly there when I ride the street into the [00:19:00] cemetery was packed. Cannot drive in, so we have to walk in. To get to, to the grave sign when I arrived there. Hundred upon hundred two. Lie of male and female male, one lie, female other lie they want to come to, to comfort me, but I arrived late. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So I thank them and they were crying. I comfort them and tell them not to cry because this happen happened by the will of Allah. We all believe in Allah, right? They say yes, so don’t cry. And it’s not accident. God ordained this to happen. By the time I look up way, by the main street, I saw eight men carry the coffin of, Saudin I asked the, the guest who visit me, may I, excuse me, I have [00:20:00] to, receive my son. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Usually I. I carry the c oftentimes in, in Thailand and in America, because it is in Islam, it is rewarding to do the good deed of honoring the person who live this world. So when it came close to me, I went to the left side for, to support the coffin. Like this, it flew away. So I ran in the other side to grab on this side. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: It flew away. Again, it remind me of the teaching of Prophet Muhammad, that a righteous person see how Allah comfort me again. And our sons, the righteous person. He will request a. In Arabic. K. Hurry me. Hurry me to the grave. My knee bul [00:21:00] because he don’t care anymore about this world. So at the time I heard, four men in the back complain to the foreman in the front, why you pull so fast, so hard? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And the foreman in front said, no, you are the one who pushed so hard. I come to the teaching of prophet moment, the angel, he’ll carry the casket. Gissele: Mm-hmm Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Hurry me, hurry me, hurry me. Finally, I was able to catch up. with the coffin they put down by the grave and the leaders said, open the face from the cloth, the white claw, that cover, because when they have, uh, they wash the body, they have to put, they come to the teaching of Islam, white claw to the whole body, including face. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So they said [00:22:00] they carefully open the place and after to here, they don’t want me to see the neck that the doctor after to here, oh, Gissele, when I open, when they opened the face, I saw him smiling. a dead person got killed by the sharp knife, but smiling face. And like a happy dead person. So when then I, I saw something dark on his forehead, which is, is about the coin dark spot. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Uh, then I, remind me of the holy ground. God said Abdul-Munin Sombat Jitmoud: this dark spot is a mark of prayer. So he’s [00:23:00] 22 years old. His mother, Dr. Linda Jamila, she, she’s a new Muslim for 34 years before she die. She has spot two. She pray so hard because she thank God that, uh, she became Muslim and she has a wonderful. Family and she pray. Thank God the best way to thank God is to pray in Islam. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Now our Saudin has like his mom who passed away a year ago and they love each other. My wife love our six son so much, and then we saw, we found the dark spot Abdul-Munin Sombat Jitmoud: prostration and the forehead on the ground. I kiss him the last time I ever kissed my son in this world. I kiss on his dark spot and I said, oh my dear son, I love [00:24:00] you so much. I, I say it to you. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I love you so much for the sake of Allah, me, Allah is a prayer. Now me, Allah reunite us with your mom and you and all of us in the high is paradise. Oh my son. We meet you soon in Shaah, God willing, then they start closing the cloth over his faith. That’s the last scene I saw of him Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So the our four son, his big brother and young brother ine, went to the grave to receive his grave site to receive his coffin. And the community also came down to receive. They said that his body is very light. you believe in Angel? my daughter? [00:25:00] Yeah. Christian, Judah. We are these three about Abrahamic faith. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: We have very similar faith and we believe in the angel unseen, but God create the angel. They said as we carry and now we carry him to the resting place. His body was so light Gissele: Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So make the people who do the service very, very comfortable that he is a good man. So after of course we pray the imam, of the community. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I have to mention his name because he my best friend also, he, the Imam who lead our prayer and he the leader community for 30 some years in Lexington. And he used the lesson to, to teach. Hundred of people who came to pray. He said, and he cry. He said, look at this young man. He’s my friend [00:26:00] now. I miss him. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I pray for him. But this a young man that I adore because I have been the imam and pray the funeral, pray for many years I knew. So people come to honor his departure from this world in the ude of the prayer, and he cry and he will, he say, live yourself in the righteous, life and you’ll face the happy ending of this world, just like this young. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And he, and then we put the dirt over him. So I stop right here. You just a good listener. Gissele: thank you for sharing that. if I heard you correctly, one of the things that I’ve gotten from your story was that you had received signs along the way of the need for forgiveness and mercy, even before you knew what had happened, and [00:27:00] also that your son had a righteous death. Gissele: is that correct? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: uh, he is a righteous son. Gissele: Oh, okay. Well, the reason why I mentioned that is because, your son is a hero. He saved a woman’s life, right? Like there was somebody else who was supposed to go on that pizza delivery run who was afraid. is that accurate? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Oh, yes. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: let me, cross right here. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Okay. all this information came later after after offender opposition. We bur him and everything and pray. Last time, so the community announced that Dr. Jitmoud and his family will be in an Islamic school, Lexington Universal Academy. That’s why I used to be the principal, to receive condolences, please come to the school, after evening prayer. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So a lot of friends, hundred of them came to condo, me and my son. Then out of that, [00:28:00] a friend from Pizza Hut. Because they know the Saudi father work here So he came, he start, one of them start telling the story with Saudin delivered pizza not his order because he came back. Okay. He has a young brother named Nurodine, calling him at home about 10 o’clock. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Says it’s raining very hard. that night, the young brother said, Baba, is rain so hard? I worry about My brother Saudin So I called him. He answered right away. He said, uh, sa uh, um, it’s almost 10 o’clock. You’re supposed to be home by now. And it’s raining too. When you gonna come home? He said, I’m delivering the last pizza. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then I will be home soon. So when he deliver little pizza, he went back to Pizza Hut. The young lady pulled [00:29:00] out the order slip and saw the address. That’s her turn, to go. And she said, no, I’m not going to this place. These are section eight. You know, section eight, a housing, complex. I’m not going. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: It’s raining and dangerous. So Saudin just walk in. He said to his coworker, he said, don’t worry, I’m on my way out. my brother just called. I’m gonna stop by and I will come back and give you a tip. tomorrow. So he went, see how Allah ordained that he gonna die. The lady will be safe. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So the lady allow him to go. And when he went, it’s a fake address. He just look around to look for the receiver. I know, I’m sure, know for sure that he didn’t see who behind him. He’s a big tall man and s above my side. Gissele: [00:30:00] Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Probably he just lock him and then, finished the job and he took pizza, took Saudine`s purse and, then he even finished the pizza too. He must be very hungry. the murderer. And then that’s what it is, the story that the lady was saved. Now God want us to save the man who killed You want me to, uh, Gissele: uh, yeah, you can, you can keep going on the story for sure if you want to. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then what happened? next morning, the police team of the police above and detective came to our house. I still in have a house in Lexington. he said that, Dr Jitmoud, we’re gonna take you, to see the crime scene that your son got murdered yesterday. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I was so happy. So we went, when we went through the Section eight complex, a lot of neighbor [00:31:00] came running is no more rain. Last night was raining, before I forget, Gissele my daughter in Islam. when the righteous soul passed away from this world, the nature will cry. When we, because missing a person who worship a lot day and night, that’s one of the side that will lead to forgiveness because start to evaluate already our son have the righteous soul. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: We so many signs. Then when we arrive to the complex, the police, says, this is the place. And we look at this is the, his body lean on the wall. when we came to investigate all the blood was, wash up a few spot, still there, but pretty much clean now. Can I take a little break on the rain and the blood? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So [00:32:00] what happened while during the night, the police knocked on the door off. Iraqi family who just moved in about a month ago on this first floor. And, I need to mention his name because I want God to reward him and his wife, his name sad, and his wife name Amina. When the police knock on the door started open the door, and Amina came along too because he know that, something going on in front of her house because that is, 10 o’clock or plus. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Why police asking her husband about witnessing Amina looked through the door she saw Saudin lean against the wall and has one finger stick up like this. And then he has, he wear a cap at the piece of delivery. [00:33:00] So he said, oh. This man got murdered and his hand got cut off. His finger got cut off except one. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Whoa, poor guy. So she’s know that he’s a Muslim. Yet Now this is God honor Amina to see the finger. You know what has a finger in Islam before you die. If you say with the finger up, as I told Mr. Morgan Freeman, there is no God worthy of worship except Allah. That person will enter paradise. Prophet Muhammad reassure then next miracle happened in front of Armina. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: the wife. Why police talking to her husband? She said that because of the rain, the rain water brought. The [00:34:00] blood to her door because she was the first floor. The blood was so red and clean. On top of that, she smelled perfume from the blood. Not ugly smell, but perfume. This other side of the righteous soul who passed away. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I was being comfort after we bury him yesterday. I was comfort, so comfort of all the neighbor. The neighbor came crying apart, condolence. Sorry for the loss of your son, all the thing. But this family give me comfort and Gissele: yeah, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: so let me share with you this. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Two years and seven months later become the story of courtroom that we forgive the man because it’s stack up of righteous deed before death and after death. I share that with [00:35:00] you. Gissele: Yeah. Thank you just one of the things I wanted to touch on is the fundamental teachings of Islam of humanity and love and compassion that are often not emphasized in Muse. Gissele: AndI wanted to for you to talk a little bit about the fundamental beliefs, of Allah in terms of the unity of people, the oneness of people, and how you were able to see the perpetrator as somebody not separate from you. You talk a little bit about that. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Yes, yes. of course, as a Muslim, have to refer to the statement of God, Allah Almighty, himself in the holy Quran first of all, God say that whoever killed one innocent life he killed the whole humanity, then God follow Allah, follow his whole statement. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Whoever saved the life, saved the soul. One [00:36:00] soul, he saved the soul, the whole humanity. This is leading to forgiveness. After Saudin, we call about 15 righteous side. Within, uh, a short time after his death, he said, our son. People witness, we didn’t say it. The people who know us just said, um, Shahied, shahied, shahied. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Shahied means the righteous death, the word Arabic we just said in holy gra and the haddi of Prophet Muhammad, peace and blessing we are one he said. Then I think to myself, have not informed our son yet because they were angry because he loves Saudin. and people ask me, especially the student ask me, Dr. Jitmoud, is he the one who killed Saudin is your enemy? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: He said, no. he’s my friend, but he just misguided guy friend. he’s my [00:37:00] nephew. he’s like my son and my nephew, but he have been misguided by satan chatan, okay? Gissele: Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And then he asked. You have any enemy? I say, yes. Who? The devil. They said, whoa, the man who killed your son? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: still you call him nephew? I said, yes. He just like us. Only that because of drug, because of he, he robbed by the misguided guy friend. So all taking drugs and the money ran out. So he and his team plan to kill someone. they didn’t know that they’re gonna kill Saudin. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: They want to kill someone that robbed the money and take Pizza too. Enjoy then. That’s what it is. So all this happened, that’s why I said it not accident, had been ordained by Allah. Allah love Saudin. Allah [00:38:00] want to know that soul to return to him in the righteousness. And another thing, Gissele, my daughter, as at that time in America, Islamic phobia was high hate Islam, afraid of Muslim terrorist, all these thing, God with his wisdom chose our son to show the world that not what Islam being portrayed on media. Gissele: Mm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Islam forgive. Then I go back to Prophet Muhammad. He was 13 years in Maka. People want to kill him. Then God said, I want you to migrate to Medina and you’ll establish the city Medina so that Islam will be spread. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Islam established in Medina, eight years later, he came back and conquered, maka his [00:39:00] birthplace without a single fight, without a single life being lost. On top of that, he forgave all of those who tried to kill him. Gissele: Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Who am I? I’m not a prophet, but I should learn from my prophet of Allah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I said, son. Allah say this. Can I say the statement that finally change the family, the history of the world Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I seek refuse with Allah from the shaan said the curse, the Allah God. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So have to [00:40:00] forgive the one who cause harm to you. Command from God while just and overlook his shortcoming. His shortcoming was drug friend. And Abdul-Munin Sombat Jitmoud: an environment that he was raised, not friendly to him. And then God said, don’t you love that? Allah shall forgive you? And Allah is the most forgiving, the most merciful. I told my son this a lifetime opportunity to be forgiven by Allah. No one can go to paradise when you have sin within us. Even one spot of sin you have to go to serve time in this like jail, right? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So in next year, you have to go to hell fire for some time to erase the sin. So they all forgive [00:41:00] except the youngest one. Ludin, because he’s the one who received bad news that night. And we have a few minutes already left. Let’s go back to Ludin about, three o’clock. Lexington time was ahead of Sunday time. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: One hour Abdul-Munin Sombat Jitmoud: after he called his brother, he wait and he slept on the sofa. he heard somebody knock on the door. he afraid to open right away. So the police, the one who knock on the side, uh, can you open the door? We are the police officer. So he opened the door. Slowly, he saw three police officer it, this resident, he say, yes, I’m his brother. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And he, I’m waiting for him since 10 o’clock. And he’s not here yet. I dunno what happened with him. He’s 18 years old, so the, uh, Saudi not [00:42:00] coming home anymore. He’s got murdered. We just came to deliver the bad news for you and they left. Poor guy, home alone. Mother passed away. Older brother live far away. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Me musa live in in St. Louis, seven hour drive. So he was really, Gissele: yeah, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: shocked Yeah. then. When come to the courtroom he didn’t want to forgive. And the police, the chief of police chief will not ask him to stay in the hotel. They prepare everything fine. He said, you have to stay here because tomorrow it’s gonna be hard for him. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So the morning come, he said, Baba, I want to go, uh, to the courtroom. He said, so we took him with police, one side and one side grab his hand because the murderer just walk in. The last one, everyone waiting for him. He’s [00:43:00] the very, or man, of course, only on his third, every eye poke focus on him. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: He walk in, we look. Then in the process of court testimony, he cry, right? I give the tissue to him and he came, walked to him. I walked halfway. And he grabbed the tissue right away. I grabbed his hand and pulled, and I hug him. Nolin said, Baba right in front of Nolin. Nolin said, Baba. He’s not a monster. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: He’s a human being like him. He’s the misguided guy. So I forgive him right away, Baba. I say all praise and thank you to Allah. I am my family. That is your family. 100%. Forgive the man who murder. That’s what it is. So come back to forgiveness, prophet moment. Forgive the one who tried to murder him [00:44:00] also. So who am I? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Uh, not to forgive. Seen Aah. Offered opportunity to earn his blessing and mercy to go to paradise in the life he after. Gissele: I just wanted to mention the fact that, you said so many fundamental things. One being that there, there really is no evil. Gissele: Like most people are just misguided. Right? if they really truly understood how interconnected we are, if we really, truly understood that we are all made of the same God source energy, Allah or whatever God they believe in, they would understand that whatever they do impacts them as well. Gissele: We’re so connected. but I think many people have a hard time with forgiveness. I think because of the way they view death. I think many people view death as final and they don’t see it as a return to God. They see it as this is the end, there’s nothing else. Mm-hmm. And so in those circumstances, I think it can be hard to forgive and people’s [00:45:00] fear of death is quite strong Gissele: the fear can be overwhelming. did you have anyone that was. I didn’t really understand your ability to be able to forgive something. So monumentous, as a mother myself who has two children, being away from them, despite my connection to God would be really difficult. Which is why your behavior is so extraordinary. Gissele: and your connection to God is so extraordinary because I think, maybe my listeners might have a hard time saying or understanding the importance of needing to forgive for ourselves. Right. And for each other. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Yeah. Because I’m a very personal person Gissele. So before we move on, I have grandchildren in Canada too. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I pray now to Allah Almighty God. To, protect you from harm and to, and you. Amen. My [00:46:00] grandchildren and your, of course your son and your family from this trouble world, and I want you to be safe. And so live your life. with safety and security come back. I need to tell you also the teaching of Islam has three choice in term of the first degree murder, like this is mentioned in the holy Quran. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Also, one, if this man were to be seated in the electric chair, it’s okay for my family because life and life or life. Is okay because Islam allowed it. Second one say that the two family can negotiate blood money. Okay. Blood money. Uh, then [00:47:00] Allah and Prophet Muhammad peace and blessing be upon himself. The best is to forgive. Gissele: Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So my family chose number three. Forgive because we feel that if the man have to be seat in electric chair with a few moment and die, we gonna feel guilty. We the cause of the man sitting electric air. Right. All in the life sentence in the dark room for forever. Gissele: Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So we don’t want to cause that. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: To happen to him. We want to save this young man so that he can live. I told him that when you are in the prison, I want you to bow down to Allah of God Almighty. He’s created to you and he creates Saudin. So I want you to thank God that you able to breathe a few [00:48:00] more years, and I want you to grow up in righteousness. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Prison is a good place for you now to reflect upon your life. And I want you to think positively about your life. And I pray that may God keep your life safe in the prison. Prison is not always safe, right? Mm-hmm. So I pray for him. Yeah. And then I said that I am this age, and the judge. reduced his time from 36 years, through 31 years. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And I am this age, I don’t know if conceived that long. When I told him before we hug each other in the private room now, I said, if God Allah gave me life longer, I will come to the prison door to with your parents so we [00:49:00] can welcome you to the free world. Okay? Because this last, when you say, wow, I have to go back. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Last January, the year before my family went to Lexington to visit Saudin. So we in communication with his father. Okay, so we contact him that we are gonna visit Saudi. Can you come and meet us? So we invite him to have lunch with us. So he came, his father, and they said, when I come back from Thailand and we gonna go visit your son together in the prison, he was so happy that, and you will talk about his son or you, his, your son. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I blame nobody but satan the devil. That’s what I blame for. So that’s what in Islam, we choose the best choice for a human being and he have a good chance to live a good life. I say when you come out, be a good [00:50:00] citizen of our land and be productive citizen of the society because time for you to pay back to the community that raise you. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Even though put you in a tough time. Yeah. So this, I don’t know if I answered the question. Gissele: Yeah, you did actually. Um, and you raised some important things in terms of, there’s a lot of trauma and there’s a lot of environmental things that people have been raised with and they carry that trauma and they hurt other people, which is really difficult. Gissele: Do you know how he’s doing in prison? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Okay. these are often asked question when I travel to give at talk. even his father have a hard time especially during, COVID-19. Father not able to go. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Mm-hmm. And also he had been moved from jail to jail, but, we cause, tight security. Mm-hmm. Because he’s, first degree murderer. But now that’s why when I met him during [00:51:00] invitation for lunchtime with my family in Lexington, he said, I’m able to visit him, but I have to, declare, my identification even as a father, but now able to visit maybe once a month, something like that, or once a week based upon my availability. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: That’s why I said, let’s go together so that we can help comfort your son and make sure that he has hope outside the prison. So this what, we need to tell the world that everyone. In your life being sent by God Almighty. A good person is for you to live and care and be thankful to God. A person who give you hard time is also the test from God. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: That you have to be patient and you have to understand everyone, not alike, but we have to work together. And we have to understand that [00:52:00] if I teach the thousand of students in America, along with our six son, you have if you see somebody not good to you, you pray to God, to guide you for to be righteous and to guide the man. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Woman to become righteous as God, to be good citizen of the world because God create everyone the same God who, create the animal and birds and everything in the universe. So be good to everyone, especially the one that cause you harm. This is the challenge because you pass the test that all pays upon you because life is a test. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Life is journey to the hereafter. And our destination is paradise. In our, in Quran cause it general to And can you say Janna? Gissele: [00:53:00] Janna Gissele: Sah, Allah. Sorry. Because. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: It’s like I pray for you and me to go to this. the highest has seven rank, need the highest rank with the righteous, with the prophets. Okay? So that’s why we pray for the one who harm you with the best of prayer. And the angel will say, may you receive the same, we come back to the angel again Gissele. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Uh, yeah, Gissele: yeah, for sure. May you receive the same. we see right now the world that is so divided, and I know you travel a lot to give messages to people. my listeners are from all over the world, and some people are involved in war. Other people are, in different circumstances and seeing what’s happening.[00:54:00] Gissele: What’s one thing that I think you would like our fellow human beings to know and understand, about your experience and how maybe what things we could do to come closer together to one another instead of be more divisive and more hurtful towards one another? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Okay. Uh, my daughter Gissele. I have to go back to the words that I mentioned to you earlier in the program. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Yeah. Oh, Mankin. Along create all of you from the single and male and female, Adam and Eve. The purpose is for you to know each other, cooperate with one another in peace and harmony. the best among all of you, mankind that Allah create is the most righteous of you. My righteous wife. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Linda, she live righteous wife, righteous life, and our sonin live righteous life. And that’s why [00:55:00] in the criteria of Allah, the best of you, Allah want everyone, you and me and your two children to grow up in Righteous Way. And the best among you is the one who provides service to others. Right now you are performing, a program, podcast, right? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: This gonna go to a few viewers and this is a service you are doing for the humanity who will listen to your program. And of course, everyone has, God creates the rationale to think, to evaluate a situation. What good and what not so good. Which one is toxic situation we able to identify? And your program, I hope and pray that people will understand, the usefulness of your program and always think of you in the positive possible [00:56:00] contribution that you from Canada have done to the humanity. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So we together, and my thinking is that you as my make-believe, daughter have a joy reward from Allah Almighty because you spread good word, not violence, because God want us to be harmony, work together and know people are alike. But you have to overlook. Remember God said, you have to forgive the man who killed your son and overlook his shortcoming because everyone has strength and weakness. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: That’s why as wife and husband, when you look at your wife, look for her strength. And when she has weakness, overlook, don’t emphasize on the weakness because, you forgive her weakness. Okay, but strengthen. Oh, [00:57:00] Charla. Um, my dear darling, you are just a good mother. You’re just a good wife you are. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Cooking is so delicious. All the positive thing. If she didn’t wash the dishes, overlook her. You do too. Because I help my wife wash the dishes too, wash the clothes, do everything because how the Prophet Muhammad will do, be example for us, And of course the c Korean Indian is in Arabic in holy gra, Ana Africa Abdul-Munin Sombat Jitmoud: please us Bucket upon bucket of patience when you are a patient and Allah little patient. That’s why we don’t have enough patience. Somebody step on our toe. We just, just Right. We have to. Excuse me. Oh, no problem. Are you okay? [00:58:00] Be gentle, be quiet, be humble In Islam, whoever humble before God, I make you and humble before his. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: His creation. You are his creation and a lot will raise our rank very high because we live up to his test because life is a test right now. A lot test you and me because we are sometime don’t think alike, but we have to respect. You don’t have to agree, but you have to respect a person who you disagree with. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then in Shaah, God willing, with the help of Allah, the world will be a better place to live. And my grandson, which is behind you, should be a better the world that we left behind. Am I correct? We should establish environment for our grandchildren, great-grandchildren, more than we are within moment right now in Shaah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: That’s why the war [00:59:00] going on. I pray so much what’s going on in Middle East and how America react to the situation. Pray that, oh, Allah, God, by the please save the world. And, everything within it with your mercy because you are the most forgiving, and the most mercyful. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Oh, Allah, forgive the oppressor and then, and reward the oppressed because you know best in your wisdom. Who is best among your servant, the one who lived the righteous way. the one who live in the righteous life. That’s your criteria to judge who is the best. So we ask your kindness, your mercy, to judge your servant, with the best judgment in your wisdom. Gissele: Thank you for that. your life is a testament of how love can transform, and forgiveness can transform not only the young man who was involved in your son’s murder, but also the [01:00:00] inspiration that other people have gotten from your story and their willingness to forgive and through those actions, thus bringing the world closer together. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I love you. I love you too. I, I love you for the sake of Allah. May I say in Arabic one more time? I’m sure a lot Arab. Gissele: Yeah, of course. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: My friend. I have a hundred of Arab friend too. Yeah. And I plan on going to, oh, I need to tell you the, I need, I will go to Pilgrimme, after the court case, I went to Maka, performed Pilgrimme by the Kaba, GABA, right? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: the house of Allah that the Muslim pray every day face this house we pray for, the one who murder Saudin, to be guide, to be safe from all the harm may happen to him. Because, and we ask a lot to accept our [01:01:00] forgiveness. during this, hour, also with conversation. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: You know that I never mention his name. Yeah. Because I have to honor him. Gissele: Yeah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Because he’s not here to defend himself. Gissele: Yeah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Okay. So I went to, of course, when I went to gaba, I present his care to Allah. So I mentioned his name, but because the angel would write down the name Gissele: mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: That, oh, Allah, please forgive him. And let him, grow up to be righteous. And we went to harsh this coming harsh season, which is in. May I will go to H again. So I will be praying for him to my righteous wife, Linda, and then, and I will pray for you too. and you are children. Gissele: Thank you.[01:02:00] Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Please, hug them for me Gissele: Well, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: and convey my love to them for the sake of God. Gissele: Thank you. Same. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Yeah. Gissele: You extend to our family and thank you. thank you so much for sharing your story and your wisdom. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Thank you. Gissele: and your love and all the work that you do for humanity Gissele: Helping us come closer together. So appreciate it, appreciate you. and thank you for those who tuned into another episode of Love and Compassion podcast, with Gissele Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I pray that, uh, your program will be further of success in the future endeavor. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And I pray again that may almighty God, give you a healthy, good long life and stay in this world, to serve God for his pleasure. And may God guide you. Grant you the most happiest life in the life [01:03:00] hereafter And may God look after you, after your family and your friends. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: The friend of your program here, may God also have mercy upon them all and has a happy life and good long life forever. Okay, lemme thanking to you, lemme pray in Arabic to close. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: We ask God to forgive us in the word that we express you are to may not. Uh, please with each other, may God forgive us and everything. Forgiveness is the greatest gift of charity in Islam. My Islam. And in the, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I know, good life [01:04:00] in Canada and good late morning in Thailand.