POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 24 Desember 2025Bacaan: "Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora." (Kejadian 13:10)Renungan: Walter Elias Disney atau lebih dikenal dengan nama Walt Disney dulunya adalah seorang pengangguran. Karena punya bakat menggambar, ia mencoba mengirim hasil gambarnya kepada beberapa penerbit namun ditolak. Keadaan itu membuatnya frustrasi. Bahkan saking tak punya uang, la mesti tinggal di sembarang tempat, di sebuah gudang tua yang kotor dan dipenuhi tikus-tikus. Siapa sangka berkat justru datang dari tempat yang kotor tersebut. Ya, saat melihat tikus-tikus berkeliaran itu, muncul ide di pikiran Disney untuk membuat tokoh kartun dari sosok tikus. Itulah awal bagaimana Mickey Mouse tercipta. Ide ini begitu unik sehingga menarik industry film untuk membuat film animasinya. Selanjutnya, kita tahu bagaimana cerita akhirnya. Saat Lot melihat tanah Sodom yang sangat subur, ia melihat tempat itu penuh berkat. Apa yang kelihatan menjanjikan, nyatanya di kemudian hari malah menjerumuskan. Sebaliknya, Abraham mulanya mungkin hanya melihat tanah Kanaan yang gersang, yang jauh dari kata subur, namun ujungnya tanah itu limpah dengan susu dan madu. Apa yang kita lihat hari-hari ini dalam pekerjaan kita ? Mungkin kita melihat hal yang masih kecil, sesuatu yang belum menjanjikan apa-apa, atau hal yang jauh dari berkat. Namun apa yang kita lihat hari ini seolah nampak hanya 'batu', suatu saat dapat berubah menjadi 'berlian' jika saja kita mau tetap setia ada di situ. Ketahuilah, Allah mampu memunculkan berkat dan kebaikan dari hal-hal, dari tempat yang tak pernah kita duga sama sekali. Maka, jangan mengecilkan pekerjaan dan usaha kita hari ini. Jangan meremehkan tempat kerja yang kecil, perusahaan yang belum maju. Ingatlah bahwa yang memberi berkat itu adalah Kristus sendiri. Pekerjaan, atasan, usaha hanyalah saluran-Nya. Jika hubungan kita dengan Allah benar, tidak mungkin berkat-Nya tidak mengalir dalam hidup kita. Maka dari itu, mari jalin relasi yang intim, yang rukun, yang tak ada permusuhan dengan Tuhan. Niscaya, la akan memerintahkan berkat-berkat tercurah dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk setia dan bersyukur atas pekerjaan yang saat ini aku kerjakan. Lepaskanlah sungut-sungut dan gerutuanku, agar tidak menjadi penghalang bagi berkat-Mu masuk dalam diriku dan tempat kerjaku. Amin. (Dod).
Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.
Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.
Joining me for this episode is multi-series author Sara Driscoll. We chat about her latest novel in the FBI K-9 Series, Deadly Trade. The novel takes place in the Pu'u Maka'ala Natural Area Reserve on the Big Island of Hawaii. Follow the cast of characters while they go after and take-down animal poachers in the remote areas of the reserve. Also, learn what it takes to write not one but two multi-series novels. Have a listen and learn from one of the best. Enjoy!EPISODE NOTES: Sara Driscoll - Deadly TradeBecome a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/animal-writes-animal-writers-and-best-selling-authors-pets-animals--6666984/support.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 26: 1-6; Mazmur tg 118: 1.8-9.19-21.25-27a; Matius 7: 21.24-27.FONDASI IMAN YANG KUAT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Fondasi Iman YangKuat. Tema utama kita dalam masa Adven ialah penantian akan kedatangan Tuhan.Secara kodrati, kita tidak merasa nyaman dan menjadi gelisah dengan menunggu.Janji dan harapan selalu kita anggap sebagai berkat, namun menunggu untukrealisasinya sering membuat kita frustrasi. Maka nasihat dasarnya ialah agarkita memiliki fondasi iman yang kuat. Menunggu dengan iman yang kuat adalahkeharusan. Kita manusia selalu begitu: terbuai atau terlena denganjanji, apalagi yang muluk-muluk. Masalah apakah janji itu benar direalisasikan,hal itu ikut membentuk imajinasi kita. Tapi sikap terlena itu hendaknya bukansebuah petualangan liar di luar kesadaran. Jika kita membayangkan sebuahperwujudan harapan yang tidak disertai dengan iman atau keyakinan bahwa harapanitu akan menjadi kenyataan, kita menjadi orang-orang yang sangat menderita. Yang penting adalah sikap realistis. Adven menghadirkankita janji akan pertemuan dengan Tuhan, sekaligus kita selalu berhadapan dengankenyataan sehari-hari yang penuh dengan tantangan dan perjuangan. Pada hari inifirman Tuhan menghadirkan tantangan yang tidak ringan bagi kita. Paling kurangada dua, yaitu pertama memperkuat iman kita dengan dasar dan bangunan yang kuatseperti batu karang, seperti gunung batu yang diwartakan Yesaya dalam bacaanpertama, dan kedua siap untuk menghadapi godaan, ancaman, ujian dan kesulitanserta penderitaan. Posisi kedua tantangan ini harus tetap. Yang pertamajangan menjadi kedua dan sebaliknya. Fondasi iman yang kuat harus yang pertama.Firman Tuhan, semua perintah-Nya dan keutamaan Kristen berguna untuk menguatkaniman. Aspek ini mesti diupayakan sedemikian rupa sampai memenuhi standarseperti biji sesawi yang menjadi berguna bagi semua yang menikmatinya, menjadiragi yang mengembangkan adonan, garam yang mengawetkan tanpa lelah, dan terangyang menghalau kegelapan. Dengan mencapai standar ini berarti kita siap danberani untuk menghadapi tantangan, dan menantikan perwujudan harapan. Masalah muncul kalau urutan itu dibalik: pertamamendapatkan tantangan, penderitaan, atau kesulitan, kemudian baru berupayamenguatkan iman. Bukankah banyak dari kita menemukan masalah atau kebutuhantertentu, baru sibuk mencari ayat-ayat kitab suci untuk dihafal atau didoakan?Pertanyaan ini mewakili semua sikap kita manusia yang sakit dulu baru mencariobat, kesulitan dulu baru berdoa, berdosa saja dulu nanti baru mengaku dosa,dan seterusnya. Ini semua adalah efek langsung dari gaya hidup yang terlalu terlenadengan janji-janji. Untuk mencegah ini, kita perlu selalu menguatkan iman kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa yang maha rahim,anugerahilah kami Roh kekuatan supaya kami semakin kuat dalam iman kami setiaphari. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 2: 1-5; Mazmur tg 122: 1-2.3-4a; Matius 8: 5-11.PANGGILAN TUHAN DIDENGAR DARI SEGALA PENJURU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Panggilan TuhanDidengar dari Segala Penjuru.Kotbah Romo paroki dalam Misa hari Minggu pertama Adven berpusat pada temapersiapan diri. Pada kesimpulannya, Romo mengatakan bahwa akhirnya ada duakelompok orang yang memberikan tanggapannya atas panggilan Tuhan untukpersiapan diri. Mereka yang mempersiapkan dirinya adalah mereka yang sungguhdan sepenuh hati menyambut Tuhan. Sedangkan mereka yang tidak mempersiapkandiri adalah yang tidak dengan sepenuh hati. Setelah Misa terjadi diskusi di sebuah rumah keluarga. Ibumenyampaikan sebuah kabar baik bagi seluruh keluarga. Suami dan anak-anaknyahampir percaya kalau rencana Ibu adalah persiapan perayaan Natal di rumah,tamu-tamu yang akan diundang, dan sampai ke perayaan Tahun Baru bagi segenapkeluarga besar. Tetapi ternyata kabar baik dari ibu justru di luar dugaanmereka semua. Kabar itu tidak akan mengurangi perayaan suka cita keluargamereka. Kabar baru itu ialah bahwa tetangga mereka yang terdiridari suami-istri dan tiga anak memutuskan untuk masuk menjadi anggota GerejaKatolik. Ibu yang juga sebagai pengurus lingkungan akan membantu keluarga ituuntuk pendaftaran katekumen dan selanjutnya persiapan seperlunya. Betapa kabarbaik itu datang pada permulaan masa Adven! Secara khusus, pada hari inibacaan-bacaan kita mewartakan tentang segala penjuru dunia mendengarkan suarapanggilan Tuhan, dan mereka mengikutinya. Dalam pandangan yang sempit, mereka yang biasanyadiharapkan mendengarkan Tuhan dan menunjukkan kepatuhannya ialah mereka yangsudah percaya dan tercatat sebagai anggota di dalam jemaat atau Gereja. Hal itusama dengan anak-anak yang dituntut sikap yang menuruti dan menyayangi keduaorang tua mereka. Mengharapkan sikap seperti itu dari anak-anak di luarkeluarga sendiri bahkan orang-orang asing jelas tidak mungkin. Kitab nabiYesaya terang-terangan menggambarkan bahwa sekelompok orang terpilih dan bertahanadalah kaum penerus yang mempertahankan kemuliaan rumah Tuhan. Di dalam rumah Tuhan itu berjayalah Kristus sebagai rajayang mulia, raja semua orang. Tuhan Yesus menyempurnakan panggilan itu kepadasemua orang di bumi. Ia diutus Bapa untuk semua orang, dan bukan hanya bagisegelintir orang. Maka orang asing dan tidak beriman Yahudi seperti perwira diKapernaum juga mendapat tempat di hati Tuhan. Justru ia mewakili umat manusiadari seluruh penjuru bumi yang mendengar dan datang berjumpa dengan Tuhan.Perwira ini mengingatkan kita semua agar di masa Adven ini kita tekunmendengarkan dan datang kepada Tuhan untuk mendapatkan berkat-berkat dari-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, semogadengan merayakan hari Minggu pertama Adven ini, kami tetap giat membuatpersiapan-persiapan untuk menyambut hari raya Natal. Kemuliaan kepada Bapa …Dalam nama Bapa …
Bismillah,Saudaraku, terkadang kita lupa bahwa kesenangan juga bisa jadi ujian. Setiap rezeki yang Allah Ta'ala titipkan bukan sekadar untuk dinikmati, tapi juga sebagai amanah yang wajib kita pertanggungjawabkan.Maka, ketika harta yang dititipkan padamu sudah mencapai nishab dan haulnya, segeralah untuk menzakati harta tersebut. Jangan biarkan nikmat ini menjadi istidraj yaitu kenikmatan duniawi yang Allah Ta'ala berikan kepada orang yang jauh dari-Nya. Sehingga membuat kita lalai dan melupakan kewajiban kita kepada Allah Ta'ala dan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.Untuk informasi lebih lengkap mengenai zakat Insya Allah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 081288388501.Nikmati juga kemudahan berzakat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 1111091036 atas nama LAZ Muhajir.Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Bismillah,Umrah dan haji bukanlah sekadar perjalanan ibadah. Lebih dari itu, ini adalah sebuah undangan untuk kita menjadi seorang tamu dari Sang Pemilik Dunia dan Seisinya, Tamu Allah. Ini gelar tamu paling prestisius yang pernah ada, tamu Sang Pencipta, selayaknya dengan orang-orang yang berperang di jalan-Nya.Rasulullah ﷺ bersabda,وَفْدُ اللهِ عز وجل ثلاثة: الغازي، والحاجُّ، والمُعْتَمِرُ“Tamu Allah Ta'ala ada tiga: orang yang berperang, orang yang berhaji, dan orang yang berumrah.” (HR An-Nasa'I, no. 3121, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).Maka, akankah kita sambut undangan tersebut?
The Fulcrum crew (Jonny and Rory) are joined again by Maka who recommended we check out Sean Connery in Outland (1981)Music & video clips:Ring doorbell tone'She Bangs the Drums' by The Stone RosesExcerpts from Outland (1981)Excerpt from AFI speech by Andy GarciaExcerpt from Richard Harris on Late Night with Conan O'Brien (full clip: https://youtu.be/gCcjvjlB_W8)millenniumfulcrum@gmail.com@mfulcrum2187 (X and Instagram)@millenniumfulcrum (Bluesky & TikTok)FB: millennium fulcrumProduced by Jonny Hennigan & The Fulcrum Crew. Recorded at the Fulcrum Studios, the Shire. England.Mixed and edited by Jonny Hennigan at the Fulcrum Studios, the Shire. England. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Pdm. Handoyo Salim (TB) Matius 16 :15-16Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ronald Gunawan dari Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Makabe 1: 10-15.41-43.54-57.62-64; Mazmur tg 119: 53.61.134.150.155.158; Lukas 18: 35-43.SEMOGA DAPATMELIHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Semoga DapatMelihat. Ada cerita di dalam perjanjianlama, tentang sejumlah orang Israel memilih untuk tunduk kepada raja AntiokusEpifanes dalam hal menyembah allah-allah orang yang tidak percaya kepada Tuhan.Sebagai hasilnya, mereka membangun sebuah gelanggang olah raga di Yerusalemserta banyak kuil di tengah tradisi mereka yang sangat religius. Namun tindakan mereka ini ditentang oleh sesama orangYahudi lain yang tetap bertahan dengan imannya kepada Tuhan Allah nenek moyang.Yang bertahan ini melihat Tuhan dengan amat jelas. Sedangkan yang berbalikuntuk menyembah berhala sudah tertutup matanya untuk dapat melihat danmenyembah Tuhan Allah yang benar. Ini merupakan isi bacaan pertama kita yangdiambil dari kitab pertama Makabe. Keadaan itu juga digambarkan di dalam Injil. Orang-orangyang sangat duniawi sifatnya ingin menghalangi pertemuan orang buta denganYesus supaya ia mendapatkan penyembuhan dan penglihatan. Sementara itu si butaitu punya iman. Ia melihat dan memanggil Tuhan. Kehidupan kita jugaterbagi-bagi antara mata iman yang jernih sehingga dapat melihat dengan jelasdan mata duniawi yang kabur bahkan buta, maka tidak dapat melihat rahasiakemuliaan Tuhan. Mereka yang konsisten dan setia dalam imannya dianggapmemiliki penglihatan iman yang jernih, nyata dan terang. Penglihatan inimenciptakan suatu keyakinan atau kepercayaan. Mata iman seperti ini membentukhidup seorang beriman, sehingga meskipun ia berada di dalam keadaan hidup yangsulit, terancam dan teraniaya, keyakinan imannya itulah yang mempertahankanhidupnya. Mereka melihat dan mengalami bencana, pembunuhan, kelaparan, penyakitdan keterlantaran, mereka akan menyikapi itu dengan suatu keyakinan iman yangmewarnai semua sikap hidupnya. Namun mungkin banyak di antara kita memiliki kesulitanuntuk melihat dengan memakai mata iman. Mungkin kita yang mendengar renunganini bukan termasuk orang-orang yang memuja berhala, atau yang meninggalkan imandan yang memusuhi orang-orang yang beriman. Tetapi bisa jadi, di tengahkesulitan atau penderitaan baik rohani maupun jasmani, ada orang yang tidaksanggup menghadapi itu dengan sikap imannya. Mungkin orang langsung berpikirnegatif, atau melihatnya hanya dari segi fisik, lahiriah, atau materi. Akibatnya,jiwa mereka menjadi rapuh dan mudah putus asa. Tetapi seandainya jiwanya kuat,keyakinan imannya teguh, penglihatan imannya jelas, mereka akan tetapmengandalkan Tuhan dalam seluruh sisi hidupnya. Maka doa yang pantas kitapanjatkan ialah: ya Tuhan, semoga aku dapat melihat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa maha bijaksana,semoga kami mampu melihat dengan mata iman semua kenyataan hidup ini, terutamadi dalam kesulitan dan penderitaan. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam namaBapa...
Maine Currents | WERU 89.9 FM Blue Hill, Maine Local News and Public Affairs Archives
Producer/Host: Amy Browne Deborah “Dee” Tonken and Elaine Parke, founders of MAKA – the “Make America Kind Again” movement About the Host: Amy Browne started out at WERU as a volunteer news & public affairs producer in 2000, co-hosting/co-producing RadioActive with Meredith DeFrancesco. She joined the team of Voices producers a few years later, and has been WERU’s News & Public Affairs Manager since January, 2006. In addition to RadioActive, Voices and Maine Currents, she also produced and hosted the WERU News Report for several years. She has produced segments for national programs including Free Speech Radio News, This Way Out, Making Contact, Workers Independent News, Pacifica PeaceWatch, and Live Wire News, and has contributed to Democracy Now and the WBAI News Report. She is the recipient of the 2014 Excellence in Environmental Journalism Award from the Sierra Club of Maine, and the First Place 2017 Radio News Award from the Maine Association of Broadcasters. The post Maine Currents 11/13/25: MAKA – Make America Kind Again first appeared on WERU 89.9 FM Blue Hill, Maine Local News and Public Affairs Archives.
Une émission spéciale qui débute par la venue de Ricky Saï et de Maka Lox qui nous présentent le riddim "Congo General" produit par Maka Lox suivi d'un live de Ricky Saï Saï. Pour la deuxième partie, c'est Vince irie qui nous joue un set spécial Cutty Ranks.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil,
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil,
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ratna dan Raymond dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kebijaksanaan 2: 23 - 3: 9; Mazmur tg 34: 2-3.16-17.18-19; Lukas 17: 7-10.ORANG BENAR ADADI TANGAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Orang Benar Ada DiTangan Allah. Kalimat dari tema ini merupakan kutipan dari kitab Kebijaksanaanbacaan pertama liturgi hari ini. Seorang murid SD membagi ceritanya sebagairefleksi atas tema ini. Ia pintar, selalu juara di kelas, dan bersikap baiksehingga dipuji guru-gurunya. Ia selalu dijadikan model bagi teman-temannya.Tetapi ia selalu saja menjadi sasaran bully, cemoohan dan fitnah. Maka iasering menangis dan takut bermain bersama teman-temannya. Sekolah dan orangtuannya berusaha keras untuk mengatasi permasalahan ini. Sikap yang paling umum diambil ketika orang menghadapimasalah seperti anak SD itu ialah mengadu dan menyerahkannya saja kepada Tuhan.Biar Tuhan saja yang memberikan keadilan-Nya. Ini dilakukan dengan pembenarandiri begini: orang benar ada di tangan Tuhan. Tuhan tidak melupakan orang yangbenar. Mungkin Anda sendiri sering mengalami seperti itu. Hidupmu baik, berbuatbenar, mengikuti prosedur, dan tidak pernah menyusahkan orang lain, tetapiternyata dirimulah yang disalahkan dan difitnah macam-macam. Prinsip iman kita menjelaskan bahwa perlakukan kefasikandunia yang menghukum orang-orang benar itu hanyalah sebuah tahap yang harusdilewati. Siapakah orang-orang benar itu? Bisa saja Anda, saudara-saudarimu,atau kita sebagai satu kawanan dalam penggembalaan Gereja kita yang kudus.Sudah sekian lama dan sekian besar kerelaan kita mengikuti Kristus sampai kini,tidak berlebihan dan tidak salah jika kita membuat pengakuan ini atas diri kitasendiri, saudara-saudari dan keluarga kita. Kita memang berada di tangan Tuhan. Ada banyak tanda yang mengungkapkan diri seseorang itubenar. Misalnya orang menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawabnya,hadir dan berkegiatan pada waktu dan tempat yang sesungguhnya, mengikutiprosedur dan tata caranya, mengatakan dan memberikan keterangan sesuai faktabeserta bukti-buktinya, mempertanggung-jawabkan komitmen, mengakui kesalahandan kemauan untuk memperbaikinya, mengoreksi kesalahan dan berani mengambilresiko atas sebuah perbaikan. Dan masih banyak lagi. Tuhan Yesus memberikan satu pengajaran hidup dalamkebenaran pada hari ini. Kita menjalankan tugas dan tanggung jawab dengansebaik-baiknya sesuai kewenangan dan kepercayaan kepada kita, dan dengan sikaprendah hati. Jangan ada anggapan bahwa kita hebat atau sukses. Kerendahan hatiitu mengantar kita untuk berkata: kita ini hanya hamba yang tak berguna, karenahanya melakukan yang diwajibkan. Lebih dari itu, kerendahan hati akanmemotivasi kita untuk berbuat lebih dari sekedar kewajiban atau yang diharuskan.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,penuhilah kami dengan semangat ketekunan dan tanggung jawab untuk memenuhitugas-tugas kami dalam kerendahan hati. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
V novej epizóde podcastu Michal Maťašovský privítal špeciálneho hosťa – Róberta Maka, slovenského futbalistu, ktorý má za sebou bohatú kariéru v zahraničí aj v našej reprezentácii
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Tuti Budiman dari Paroki Curug, Gereja Santa Helena di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Roma 9: 1-5; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Lukas 14: 1-6.BERSAKSI DEMI YESUS KRISTUS Renungan kita pada hari ini bertema: Bersaksi DemiYesus Kritsus. Ketika Rasul Paulus menulis kepada umat di Roma, ia menegaskandengan penuh keyakinan bahwa ia “mengatakan kebenaran dan tidak berdusta”tentang imannya kepada Yesus Kristus (Roma 9:1). Pernyataan ini bukan sekadarpembelaan diri, melainkan kesaksian dari seseorang yang berani melepaskansegala yang dahulu menjadi kebanggaannya. Sebagai seorang Yahudi yang taat dan terdidik dalamhukum Taurat, Paulus memiliki kedudukan yang terhormat di tengah bangsanya.Namun, ketika ia mengenal Kristus, seluruh hidupnya berubah. Ia harusmeninggalkan zona aman tradisi lamanya demi kebenaran Injil yang ia temukandalam Yesus. Ia menemukan hidup baru di dalam Yesus Kristus yang menobatkannyadan membimbingnya kepada kebenaran. Paulus mengalami pergulatan batin yang mendalam karenakeputusan imannya itu membuatnya terpisah dari saudara-saudaranya sebangsa. Iaberduka karena banyak orang Yahudi yang menolak Kristus, padahal dari merekalahjanji keselamatan itu berasal. Dalam penderitaan batin itu, Paulus menyadaribahwa kesetiaan kepada Kristus kadang berarti memikul salib perpisahan — bahkandari mereka yang kita kasihi. Namun, ia tidak berhenti di dalam kesedihan. Iamenjadikan luka itu sebagai kesempatan untuk bersaksi, karena baginya, mengenalKristus jauh lebih berharga daripada segala hal yang pernah ia miliki. Di sinilah kita belajar bahwa bersaksi demi Kristustidak selalu berarti berbicara lantang atau berkhotbah di hadapan banyak orang.Bersaksi juga berarti keberanian untuk tetap setia kepada kebenaran Injilmeskipun kita harus kehilangan kenyamanan, relasi, atau pengakuan dunia. Paulusmenunjukkan bahwa iman sejati tidak berhenti pada pengakuan bibir, tetapidiwujudkan dalam hidup yang berubah. Dalam Kristus, ia menemukan makna baru:bukan lagi hidup menurut hukum, melainkan hidup dalam kasih karunia yang memerdekakan. Yesus sendiri sudah menunjukkan bahwa kebenaran dankasih yang Ia bawa akan memisahkan antara yang percaya dan yang menolak.Ajaran-Nya tentang hari Sabat menjadi contoh nyata: sementara banyak orangmenaati aturan dengan buta, Yesus mengutamakan cinta kasih dan keselamatanmanusia. “Hari Sabat diadakan untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat,”kata-Nya (Mrk 2:27). Sabda ini menyingkapkan bahwa iman yang sejati bukan soalritual, tetapi soal hati yang rela mengasihi. Maka, mereka yang mengikuti Yesusharus siap menghadapi pemisahan — antara mereka yang menutup diri dalam aturan,dan mereka yang terbuka pada kasih yang menyelamatkan. Seperti Paulus, kita pun dipanggil untuk bersaksi demiYesus Kristus di zaman ini. Dunia modern menawarkan banyak hal yang tampakmenarik, tetapi sering menenggelamkan nilai kebenaran dan kasih. Bersaksi bagiKristus berarti berani memilih kasih di tengah kebencian, kejujuran di tengahkepalsuan, dan pengampunan di tengah dendam. Kesaksian seperti inilah yangmembuat Kristus tetap hadir di dunia: bukan hanya lewat kata, tetapi lewathidup yang menjadi cermin kasih-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah yang mahakuasa, jiwailah kami dengan Roh-Mu yang mengajarkankami dalam segala kebenaran. Semoga kami semakin mampu bersaksi tentangkebenaran-Mu. Kemuliaan kepada Bapa … Dalam nama Bapa …
Waktu terasa bergegas. Ada turbulensi di udara. Ketidakpastian menjadi sarapan pagi. Inilah dunia yang kita hadapi kini, sebuah zaman TUNA yang menuntut jawaban baru. Tapi kita sering terpaku. Kita rindu cara-cara lama. Kita berpegang pada hierarki yang mapan. Kita lupa bahwa peta yang kita pegang sudah usang dimakan zaman. Organisasi pun menjadi lamban. Seperti raksasa yang kaku. Gagal beradaptasi, gagal berkolaborasi. Solusi inovatif tersangkut di ruang-ruang rapat yang beku. Di sinilah INSPIRIT bermula. Sebuah ikhtiar. Sebuah misi menanam kapasitas baru. Misi untuk fasilitasi, presentasi, dan kepemimpinan yang kreatif, dinamis, dan hidup. Tujuannya? Mungkin terdengar muluk. Kemajuan bangsa yang inklusif. Sebuah tatanan yang vibrant. Sebuah ketangguhan kolektif yang harus dirajut bersama. Perubahan tak lahir dari ruang hampa. Ia butuh prasyarat. Ia butuh modal. INSPIRIT memulai dengan apa yang esensial: gagasan dan metodologi. Kurikulum yang unik dirancang. Metode yang relevan untuk konteks negeri ini. Inilah modal intelektual, sebuah peta baru untuk perjalanan yang tak pasti. Gagasan butuh kaki untuk berjalan. Para fasilitator ahli disiapkan. Para coach yang kompeten dan kredibel. Mereka adalah modal manusia, para penyampai pesan. Tapi pesan tak berarti tanpa jangkauan. Jaringan strategis dibangun. Kemitraan dirajut. Reputasi dan kepercayaan ditanam hari demi hari sebagai modal sosial. Lalu, intervensi kreatif dimulai. Ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah sebuah pengalaman. Program dirancang partisipatif, jauh dari ceramah satu arah yang membosankan. Lokakarya. Bootcamp. Pendampingan. Sebuah komunitas praktisi dibangun, tempat mereka yang resah bisa saling belajar dan bertumbuh bersama. Jika intervensi ini menyentuh para pemimpin perubahan. Para aktivis. Aparatur sipil negara. Akademisi dan manajer korporasi yang gelisah. Maka, sesuatu akan bergeser di dalam diri. Keterampilan baru akan tumbuh. Mindset yang lebih terbuka, adaptif, dan kolaboratif akan bersemi. Tentu, ada asumsi di sini. Asumsi bahwa metode ini relevan. Bahwa proses experiential ini mampu memindahkan pengetahuan. Bahwa benih akan menemukan tanah yang subur. Jika para pemimpin ini pulang membawa bekal baru. Keterampilan. Mindset. Kepercayaan diri. Maka, mereka akan menerapkan metode itu dalam kerja sehari-hari. Rapat yang kaku menjadi cair. Konflik dikelola dengan empati. Tapi ini pun butuh asumsi: bahwa organisasi mereka terbuka, bahwa atasan dan rekan kerja memberi ruang. Jika praktik baru ini diterapkan konsisten. Maka, ia akan menular. Seperti virus positif. Organisasi secara perlahan akan berubah wujud. Budaya kerja yang kaku akan luruh. Lahirlah resiliensi dan inovasi. Asumsnya adalah akumulasi: perubahan kecil dari banyak orang akan menjadi gelombang. Jika organisasi-organisasi kunci ini menjadi adaptif. Kolaboratif. Inklusif. Maka, kontribusi signifikan akan terasa pada tatanan yang lebih besar. Inilah tujuan akhirnya. Sebuah ekosistem yang tangguh. Tempat organisasi lintas sektor bekerja sama. Sebuah catatan, tentang kemajuan bangsa yang vibrant dan adil.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Patircia Yessika dari Paroki Santa Maria Tak Bercela di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Roma 8: 1-11; Mazmur tg 24: 1-2.3-4ab.5-6; Lukas 13: 1-9.JANGAN SAMPAITIDAK BERTOBAT Renungan kita pada hari ini bertema: Jangan Sampai TidakBertobat. Di sekolah itu, setiap siswa diberikan satu tas sekolah berwarnacampur hitam dan putih. Pada kedua sisinya ditulis dengan kalimat yang sama,yaitu: "Jangan sampai tidak lulus ujian." Setiap siswa dengan sendiridiingatkan baik di rumah maupun di sekolah, bahwa tujuan mereka belajar ialahlulus ujian dan akhirnya kelak menjadi orang-orang yang baik dan berguna. Tassekolah itu seperti malaikat yang senantiasa menarik perhatian dan yang mengingatkanmereka. Untuk hal terkait keselamatan hidup kita setelah kematian,peringatan yang mesti tertulis di dalam hati, pikiran, dan tubuh kita ialah:Jangan sampai kita tidak bertobat. Bagi setiap orang beriman, pertobatanmerupakan syarat mutlak untuk selamat dan hidup bahagia selamanya. Sebagaiorang beriman, kita mengerti tindakan bertobat. Kita diingatkan selalu bahwabertobat ialah mengubah diri dari keadaan tersiksa karena dosa-dosa, menjadipribadi yang terlepas dari dosa-dosa dan mendapatkan pengampunan dari Tuhan. Kepada orang-orang yang belum mengenal Kristus dan yangmemilih berlawanan dengan-Nya, pertobatan juga tetap penting bagi mereka. Padaakhirnya semua orang yang diciptakan Allah, harus menemukan dirinya dibuatlayak dan pantas untuk hidup di dalam Tuhan. Kepantasan itu tentu saja ditandaidengan pengalaman perubahan atau pertobatan. Tuhan Yesus sedang berhadapandengan orang-orang yang belum beriman dan yang menentang Dia. Lalu Ia dengan tegas menuntut mereka untuk bertobat dariperilaku mereka yang jahat dan kejam terhadap sesamanya. Mereka harus menjadiorang-orang yang penuh kasih, lemah lembut, dan cinta damai. Baik yang berimanmaupun yang belum beriman, pesan pertobatan merupakan panggilan yang menyentuhjiwa, karena yang hendak diubah adalah mental dan jiwanya. Bahkan dapatterjadi, orang-orang yang sudah beriman justru berbuat lebih jahat dari padayang belum beriman. Maka panggilan ini dapat menjadi titik balik bagi merekauntuk menciptakan hidupnya yang baru, yang berjalan di jalan Tuhan. Peringatan untuk bertobat sangat penting, selain untukkehidupan sehari-hari, namun juga sangat mendesak ketika seseorang berada didalam saat-saat dipanggil oleh Tuhan dari dunia ini. Dengan kata lain,menjelang kematian di dunia ini, seruan: "Jangan sampai tidakbertobat" ini menjadi sangat fundamental. Hal ini sangat berguna karenaseseorang yang meninggal dunia, ia harus membawa dirinya sebagai seorang yangsudah diampuni sebagian atau seluruh dosanya. Maka Ia akan sangat berkenan bagiTuhan, sang pengadil. Tetapi jika ia belum atau tidak bertobat, maka akibatfatal akan menimpanya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, bukakanlahhati kami untuk dengan mudah mengampuni sesama yang bersalah kepada kami.Jadikanlah kami pengampun seperti diri-Mu. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
Bismillah,Saudaraku, Saat kita bekerja, kita tak hanya untuk mencari nafkah tapi juga bagian dariperjalanan menuju ridha Allah Ta'ala.Mari jaga hak setiap pihak dalam kehidupan kita, jangan sampaiada orang-orang yang terzalimi dalam prosesnya. Karena dari kelalaian tersebut keberkahan bisa sirna.Semoga pada setiap harta yang dititipkan pada kita, tak ada doa orang-orang yang terzalimidan hak-hak saudara kita sesama muslim yang tertahan. Maka, bila harta yang dimiliki sudahmencapai nishab dan haul, segera tunaikan zakatnya.Untuk informasi lebih lengkap mengenai zakat Insya Allah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui081288388501.Nikmati juga kemudahan berzakat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening1111091036 atas nama LAZ Muhajir.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 22 Oktober 2025Bacaan: "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib, ajaib apa yang Kauperbuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mzm 139:13-14) Renungan: Pernahkah kita mendengar lagu "Nobody's Child?" Lagu ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki buta yang tinggal di panti asuhan. la mengatakan bahwa, "Aku bukan anak siapapun. Seperti bunga, aku tumbuh liar, tanpa ciuman ibu, tanpa senyuman bapa. Tak ada yang menginginkan aku, aku bukan anak siapa-siapa. Orang-orang datang mencari anak, lalu membawanya seperti anak sendiri, tapi mereka seolah-olah melewati aku, dan aku ditinggal di sini seorang diri. Kutahu, mereka ingin mengambil aku, tapi kalau mereka melihat aku buta, mereka selalu mengambil anak lain dan aku ditinggal seorang diri. Tiada tangan ibu yang mendekap aku, atau menghibur aku bila aku menangis. Kadang-kadang kesunyian mencekam sehingga kuingin mati saja. Maka aku akan berjalan di lorang-lorong surga, di mana semua orang buta dapat melihat. Dan seperti semua anak lainnya, akupun akan punya rumah." Anak adalah anugerah yang indah dari Tuhan, yang terkadang dibungkus dengan kertas bermotif indah, namun tak jarang terbungkus dengan kertas buram tanpa motif. Tetapi apapun keadaannya, seorang anak tidak hadir begitu saja. Ia berharga dan keberadaannya selalu membawa pesan atau pembelajaran tersendiri yang akan mendewasakan iman dan karakter orang tua, khususnya yang memiliki anak cacat. Tidak ada satupun orang tua yang menghendaki anaknya lahir dengan kondisi yang cacat. Tapi apapun kenyataannya, anak adalah berkat dari Tuhan kepada pasangan suami istri yang harus dirawat dan dibesarkan dalam cinta kasih. Jangan pernah membuang anak yang cacat, karena nilai dan kejadian mereka sama dahsyatnya dengan anak normal. Percayalah bahwa Tuhan juga menaruh benih yang baik di dalam hidup mereka, sehingga mereka dapat bertumbuh menjadi anak-anak yang memiliki keistimewaan sendiri. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk anak-anak yang telah Kau berikan padaku sebagai hadiah istimewa untukku. Bantu aku untuk menerima, menjaga dan merawat hadiah itu dengan baik, apapun keadaannya dia saat ini, agar ketika tiba saatnya Engkau menanyakan keadaan dan keberadaannya, aku dapat memberikan pertanggungjawaban yang benar pada-Mu. Yesus, berilah aku kuasa penuh untuk mendidik anak-anakku. Amin. (Dod).
Halo, sobat perubahan! Selamat datang kembali di INIKOPER, Inspirasi untuk Komunitas Perubahan. Senang sekali saya, Dani Wahyu Munggoro, bisa kembali menyapa Anda semua. Hari ini, saya ingin membahas sesuatu yang fundamental, yaitu sebuah buku yang baru saja saya selesaikan, berjudul "Fasilitasi Adaptif: Seni Memandu Perubahan Bersama". Mungkin Anda bertanya, mengapa sebuah buku? Jawabannya sederhana: selama lebih dari 25 tahun, saya menyaksikan dunia berubah begitu cepat hingga peta-peta lama tak lagi berguna. Kita kini menghadapi "tantangan adaptif"—masalah kompleks yang menuntut kita untuk belajar dan menemukan solusi bersama, bukan lagi sekadar menerapkan solusi teknis yang sudah ada. Percakapan di podcast atau lokakarya memang luar biasa untuk memantik energi, namun pengalaman dan ide yang terkumpul seringkali tersebar dan sulit diakses kembali. Di sinilah peran buku menjadi tak tergantikan. Buku ini adalah upaya saya untuk memadatkan lautan pengalaman menjadi sebuah alur belajar yang terstruktur, menawarkan kedalamanyang bisa dipelajari kapan saja. Saya harap, ia bisa menjadi "teman seperjalanan" yang setia—sebuah kompas praktis saat Anda merasa buntu. Dan yang terpenting, ini adalah wujud dari demokratisasi pengetahuan; cara saya berbagi "dapur" keilmuan INSPIRIT secara terbuka, agar setiap penggerak perubahan memiliki akses ke perangkat yang relevan. Jadi, buku "Fasilitasi Adaptif" ini lahir dari sebuah keresahan pribadi melihat banyaknya energi perubahan yang macet karena terjebak cara lama, sekaligus harapan untuk membekali kita semua dengan alat navigasi yang lebih baik. Maka dari itu, di episode kali ini, saya ingin mengajak sobat INIKOPER sekalian untuk membedah langsung buku ini bersama-sama. Kita akan gali lebih dalam apa sebenarnya esensi dari fasilitasi adaptif dan bagaimana kita bisa mempraktikkannya. Siapkan catatan dan buka pikiran Anda, mari kita mulai perjalanan ini.
Xeno Legendium Kisah Hikayat Senja Di Usia Tua Dan Taubat Nasuha Dari Hati Terdalam Podcast Edition by Muhammad Hamzah Sakura Ryuki.Ada seorang pemuda dari kalangan Bani Israil yang beribadah kepada Allah SWT selama dua puluh tahun lamanya. Namun kemudian, ia tergelincir dalam kelalaian, dan hidup dalam kemaksiatan selama dua puluh tahun berikutnya.Suatu hari, ketika ia menatap bayangannya di cermin, ia melihat helai-helai rambutnya telah memutih. Hatinya tertegun, dan matanya basah oleh rasa penyesalan yang tiba-tiba menyeruak. Maka ia pun berbisik dengan lirih.“Wahai Tuhanku, wahai Allah SWT, selama dua puluh tahun aku telah taat kepada-Mu, lalu dua puluh tahun aku durhaka kepada-Mu. Kini, jika aku kembali kepada-Mu, akankah Engkau menerima aku lagi?”
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 Oktober 2025Bacaan: "Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit." (Lukas 12:6-7)Renungan: Di suatu kelab malam di New Jersey ada seorang wanita yang untuk pertama kalinya menyanyi di depan umum. Agar kekurangan di bibir dan giginya tidak terlalu kelihatan, maka ia bernyanyi dengan cukup hati-hati tanpa membuka mulut dengan lebar. Akibatnya justru la ditertawakan. Selesai menyanyi, seseorang yang sejak tadi memperhatikan berkata, "Saya melihat penampilanmu dan saya tahu apa yang kau risaukan. Sebenarnya kau tak perlu malu dengan kekurangan fisikmu. Itu bukan suatu kejahatan. Suaramu akan kelihatan lebih merdu jika kau berani membuka mulutmu lebar-lebar dan menyanyi dengan wajar." Kemudian gadis itu melakukan apa yang dikatakan orang tersebut. Akhirnya ia berhasil menjadi juara, baik sebagai bintang film maupun bintang radio. Gadis itu bernama Cass Daley, anak seorang dirigen orkes. Ketika ia berusaha menjadi dirinya sendiri, banyak aktor dan aktris ingin menjadi Cass Daley dan meniru dirinya. Seseorang mengatakan bahwa orang yang selalu ingin menjadi seperti orang lain dan tidak pernah menemukan diri pribadinya sebenarnya hanya mengembangkan 10 persen dari kemampuan yang ia miliki. Masih banyak kemampuan di dalam dirinya yang bisa digunakan secara maksimal kalau seseorang mau menjadi dirinya sendiri. Tuhan berkata bahwa kita ini berharga dan mulia di matanya (Yes 43:4). Ia melengkapi kita dengan segudang kemampuan dan potensi yang tidak dimiliki oleh orang lain. Bagaimanapun kita berusaha menyamakan diri dengan orang lain, itu tidak akan pernah berhasil, karena Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan dan keunikan masing-masing. Saya adalah saya dan anda adalah anda. Saya mungkin memiliki apa yang tidak anda miliki, tetapi sebaliknya anda juga memiliki apa yang tidak saya miliki. Maka, jadilah diri anda sendiri dan jangan ingin menjadi orang lain karena kelebihan yang telah Tuhan taruh dalam diri anda hanya akan maksimal jika anda menjadi diri anda sendiri. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar dapat menerima diriku apa adanya dan dapat menggunakan semua kemampuan yang ada pada diriku dengan maksimal. Orang lain memang hebat, tapi aku percaya Engkau pun memberikan kehebatan tersendiri dalam diriku. Biarlah semua kemampuan dan kehebatan yang telah Kau berikan padaku dapat kugunakan untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).
Chciałbym się z wami podzielić wielkim osobistym sukcesem. Jak zapewne wiecie jestem ździebko bardzo wykluczony cyfrowo. Niby obsługuję komputer, zachodzę do Internetu, ale całą tę informatykę cyfrową traktuję z niedowierzaniem. Po co komu takie rzeczy. Nabyłem nową klawiaturę bezprzewodową, ale nie pasowała do mojego 20-stoletniego Maka. Musiałem nabyć takie małe coś co się wtyka, i trzeba było do tego ściągnąć sterowniki. Wiecie, sterownik to takie coś, z takim czymś, że coś tam, i to powoduje, że coś tam, teges i myk i jest. I uwaga, skupiamy się, bo przechodzę do sukcesu: samodzielnie ściągnąłem sterowniki z Internetu. I działa klawiatura. O tym dzisiaj Tomasz Olbratowski.
Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
chippen har tackat nej till ett välgörenhtesgig och framstår som oskönJonatan ska äntligen flytta ut från sin mamma. Hans mamma är mycket gladDet handlar om kamphundar och schimpanser och slutligen lite om sepsisMissa inte simons egna show Oförändrat tillstånd . Köp biljett på simonsvensson.se
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 30 September 2025Bacaan: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Lukas 18:24) Renungan: Banyak orang yang datang kepada Yesus dengan membawa kesedihan, namun mereka pulang dengan membawa sukacita. Tetapi apa yang terjadi pada orang muda yang kaya dalam Lukas 18:18-27 ini adalah sebaliknya, dia pulang dengan membawa kesedihan. Dia tidak bisa melepaskan hartanya yang banyak ketika Yesus menyuruhnya untuk menjualnya, membagikan pada orang miskin dan mengikuti Yesus agar dapat hidup yang kekal. Yesus tahu tidak ada cara lain bagi orang muda ini untuk bisa dekat dengan-Nya kecuali dengan meninggalkan hartanya. Karena apa yang ada pada hati dan pikiran orang muda itu hanyalah hartanya, artinya "tuhan" yang sebenarnya adalah hartanya. Maka, tanpa pusing-pusing berdebat dengan Yesus, diapun dengan sedih meninggalkan Yesus karena hatinya sudah melekat pada hartanya. Sangat disayangkan bahwa orang muda ini tidak menyadari bahwa kemudaan, jabatan, harta bukanlah kunci untuk mendapatkan kebahagiaan dan hidup kekal. Tetapi ketika kunci itu disodorkan kepadanya, yaitu meninggalkan segala kelekatannya pada harta duniawi dan mengikuti Yesus, dia justru menolaknya. Tidak ada yang salah untuk memiliki harta benda, yang salah adalah ketika hati seseorang terikat atau melekat kepada harta bendanya. Oleh sebab itu, mari kita gunakan harta benda yang kita miliki untuk mendekatkan diri kita kepada Tuhan dan bukan menghalanginya. Jangan sampai gara-gara harta benda itu, kita mengakhiri hidup dengan kekecewaan karena tidak sampai di Kerajaan Sorga. Tuhan memberkati.Doa: Tuhan Yesus, aku bersyukur atas harta duniawi yang Kau percayakan untuk aku miliki. Kuasai hatiku agar aku tidak melekat pada harta duniawi itu, dan tetap menjadikan Engkau sebagai yang nomor satu dalam hidupku sehingga biar harta duniawiku melimpah-limpah, tetapi hatiku tetap melekat pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 September 2025Bacaan: "... Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18) Renungan: Suatu ketika seorang anak lelaki diculik di London. Tahun-tahun berlalu dan ibunya terus berdoa, tanpa kehilangan harapan. Suatu hari seorang pemuda tanggung hendak membersihkan cerobong asap di rumah yang bersebelahan dengan rumah sang ibu yang anaknya diculik. Namun ternyata ia masuk ke cerobong asap yang salah. Setelah menuruni cerobong asap, ia mendapati dirinya berada di ruang keluarga ibu yang anaknya diculik. Lalu ada sesuatu yang membangkitkan kembali ingatan si penyapu cerobong asap itu. Ruangan itu tampak tidak asing baginya. Saat ia berdiri di sana dan memandang ke sekitarnya, tiba-tiba sang ibu masuk ke dalam. Walaupun pemuda itu berpakaian lusuh dan diselubungi jelaga hitam, sang ibu langsung mengenalinya sebagai anaknya yang hilang bertahun-tahun lalu. Apakah sang ibu meminta anaknya mandi lebih dulu sebelum memeluknya? Tentu tidak, itu anaknya sendiri. Maka, ia langsung menarik anak itu dan memeluknya, sambil menangis karena sukacita. Apakah Allah akan menanti sampai kita melakukan perbuatan baik atau menjadi orang baik dulu baru Dia akan membawa kita dekat ke hati-Nya? Tentu tidak!Apapun kondisi kita saat ini, bahkan mungkin kita merasa bahwa diri kita sudah kotor karena dosa dan kita merasa tidak layak lagi di hadapan-Nya, ketahuilah bahwa jika kita mau membuka hati untuk-Nya, maka Allah akan masuk dalam hati kita dan akan memeluk kita untuk kemudian Dia akan mengubah kita menjadi pribadi yang kembali berharga di mata-Nya. Jangan takut, kasih dan pengampunan Allah jauh lebih besar dari pada dosa kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena kasih dan pengampunan-Mu lebih besar dari pada dosaku. Saat ini kubawa hatiku yang penuh dosa kepada-Mu, ampunilah aku dan kuduskan aku kembali oleh belas kasih-Mu. Sembunyikan aku di dalam hati-Mu dan basuhlah aku dengan darah-Mu, agar aku menjadi pulih seperti yang Kau kehendaki. Yesus, terima kasih atas hadiah pengampunan-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 September 2025Bacaan: "Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri." (Roma 14:7)Renungan: Ada seorang ibu yang seringkali pergi ke kantor pos untuk mengirim surat, paket atau wesel pos. Suatu hari ketika tiba di kantor pos, ia melihat antrean yang begitu panjang. Begitu banyak orang yang menunggu giliran untuk dilayani. Sebenarnya ia hanya membutuhkan beberapa perangko. Seseorang yang memperhatikan sang ibu kemudian berkata. "Kenapa ibu tidak memakai mesin perangko saja? Ibu bisa mendapatkan perangko yang ibu inginkan tanpa harus ikut mengantre." Ibu tersebut menjawab, "Ya, aku tahu. Tapi mesin itu tidak bisa menyapaku dan menanyakan penyakit rematikku." Dampak kemajuan di bidang teknologi ini semakin mendorong orang untuk bersikap individualistis. Orang bisa melakukan transaksi bisnis dengan cepat melalui internet. Melalui mesin kita dapat memesan makanan, mengukur tekanan darah, mengambil uang tanpa berhubungan langsung dengan seseorang. Hal inipun telah merambat dalam hal rohani, sehingga orang menganggap tidak perlu lagi ke gereja, karena mereka bisa mendengarkan khotbah melalui, radio atau televisi. Namun di luar itu semua, kita juga perlu tahu bahwa banyak orang yang membutuhkan perhatian dan sentuhan kasih kita. Ada orang yang ingin mendengar kita menanyakan bagaimana keadaan mereka, pergumulan apa yang sedang mereka hadapi, bantuan apa yang dapat kita berikan atau bisa saja mereka merasa diberkati hanya dengan melihat senyuman kita. Oleh karena, sudahkah hari ini kita menyapa suami, istri, orang tua, anak-anak, atau sahabat? Atau sudahkan kita memberikan senyum kita yang terbaik untuk orang-orang yang kita temui hari ini? Kalau belum, lakukanlah, karena Yesus membutuhkan sapaan dan senyuman kita hari ini untuk menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk mendengar sapaan, senyuman, nasihat, cerita dari pasanganku, orang tuaku, anak-anakku. Aku tahu, di luar sana banyak orang yang mengalami kerinduan sepertiku. Maka bantu aku agar aku mampu menyapa dan sekadar memberi senyuman terbaikku bagi mereka. Kirimkanlah hari ini seseorang yang dapat kuberkati dengan sapaan dan senyumanku. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) 1 Raja-raja 19 : 13 - 15 19:13 Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" 19:14 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku." 19:15 Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.
DC's newest ska band the Maka Sticks are here to have a good time and bring their infectious ska sounds to the masses. I sat down with Barry, Andy, and Diego to chat about the band's history, upcoming out of town gigs, recording, sweaty lobster costumes, and much more. The Maka Sticks BandcampSleeping on the Beach VideoThe Maka Sticks InstagramEpisode Spotify Playlist
Para Miki Maka el mundo está fatal repartido, pero solo porque a él no le tocó eso de ser rock&roll star. Con su tono irónico, ácido y a veces absurdo, este humorista con alma de roquero nos habla de cantautores, piratería y de todas las cosas que le sacan de quicio de la industria musical.
Supertramp, Alleh y Yorghaki, Lola Indigo, Maka, Calvin Harris, G5, Fito y Fitipaldis, Ayla, Siloé, Demarco Flamenco y + Podcast Musical Estación GNG – Lunes 8 de septiembre 2025 Arrancamos la semana con un capítulo cargado de buena música, estilos diferentes y una playlist que viaja del recuerdo a las últimas tendencias. En este lunes sonaron, entre otros: ✨ Supertramp, una de las bandas más icónicas del rock progresivo, con himnos que nunca pasan de moda. Estopa, referentes del pop-rumba en España, capaces de animar cualquier jornada con su estilo único. Alleh y Yorghaki, dos artistas emergentes que aportan frescura y nuevas propuestas al panorama musical actual. Lola Índigo, la artista granadina que sigue brillando como una de las grandes estrellas del pop y la música urbana en español. Maka, mezclando flamenco con sonidos urbanos que llegan al corazón. ️ Calvin Harris, uno de los DJ y productores más importantes del mundo, garantía de energía en la pista de baile. Conrado, Mengui y Carmelo, talento joven con mucho que aportar, representando la nueva generación de músicos. G5, la banda que unió a grandes del rock y el flamenco como Kiko Veneno o Raimundo Amador, uniendo tradición y modernidad. ❤️ Fito & Fitipaldis, con sus letras que hablan directo al alma y que siempre emocionan. Just Luis, recordando aquellos grandes hits dance de los 90. Ayla y Siloé, dos propuestas actuales que demuestran que el pop español sigue reinventándose. Demarco Flamenco, uno de los grandes nombres del flamenco pop de la última década. El Último de la Fila, pura historia de la música española con Manolo García y Quimi Portet, que marcaron a toda una generación. Y como siempre… mucho más porque en Estación GNG cabe todo: pop, rock, indie, flamenco, remember, house y la mejor música para acompañarte cada día. Estación GNG es el podcast musical que no entiende de etiquetas: aquí lo importante es que disfrutes, descubras canciones y compartas con nosotros tu pasión por la música. Suscríbete en iVoox, Amazon Music, Apple Podcast, Google Podcast o YouTube, y únete a esta gran familia de oyentes que cada día hacen posible que sigamos creciendo. Estación GNG – Tu podcast musical de cada mañana.
En el episodio de hoy de Estación GNG, tu podcast musical y programa de radio de confianza, volvemos a demostrar que la música no tiene fronteras ni estilos cerrados. Nuestra apuesta sigue siendo clara: variedad, frescura y emociones atemporales. Hoy sonaron entre otros: Manuel Carrasco, con esa voz que ya es himno en España y Latinoamérica. Rusowsky, aportando el toque alternativo y urbano que marca tendencia. Rema, uno de los artistas afrobeats más potentes del planeta. Alleh, frescura emergente que no deja indiferente. Maka, con su mezcla única de flamenco y sonidos urbanos. Juan Magán, el rey del electrolatino que siempre levanta la energía. The Cranberries, eternos y atemporales, demostrando que la buena música no caduca. Cada programa de Estación GNG es un viaje donde lo clásico y lo actual conviven en armonía, donde lo alternativo se mezcla con lo popular, y donde lo único que importa es sentir la música. Escúchanos, compártelo y forma parte de esta comunidad musical que sigue creciendo cada día. Porque en Estación GNG, como siempre decimos: Paz y Música #EstacionGNG #PodcastMusical #ManuelCarrasco #Rusowsky #Rema #Maka #JuanMagan #TheCranberries #Música2025 #RadioEnDirecto
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Agustus 2025Bacaan: "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13)Renungan Ada seseorang yang mempunyal dua Kantong. Pada kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tetapi pada kantong yang lain tidak ada lubangnya. Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti kata-kata makian, sindiran, gosip dan kata-kata kotor dituliskannya di sebuah kertas, digulung kecil. kemudian dimasukkan ke dalam kantong yang berlubang. Tetapi semua yang indah, semua yang benar, semua yang menyukakan hati dan bermanfaat dituliskan di sebuah kertas kemudian dimasukkan ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya. Pada malam hari, la mengeluarkan semua yang ada di dalam kantong tak berlubang, membacanya dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian la merogoh kantong yang berlubang, tetapi tidak menemukan sesuatu. Maka lapun tertawa bahagia dan tetap bersukacita karena dari kantong tersebut tidak ada sesuatu yang merusak hati dan jiwanya. Memelihara pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati, hanya akan membuat kita tidak bisa menikmati kebahagiaan hidup. Jiwa menjadi tertekan dan tidak ada gairah menjalani kehidupan. Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa sikap hati yang tidak benar seperti sakit hati, iri hati dan kemarahan merupakan penyebab kematian yang cukup serius. Hati yang menyimpan luka juga dapat menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit seperti kanker hati, kanker payudara, mag, migrain, kanker paru-paru dan sebagainya. Sebab itu, janganlah menyimpan apa yang tidak baik dalam kantong hati dan hidup kita. Namun sayang sekali, banyak di antara kita yang melakukannya dengan terbalik, menaruh semua yang baik di kantong berlubang dan menyimpan semua yang jelek di kantong tak berlubang. Setiap hari kita pasti mengalami kejadian yang menggembirakan walau sedikit. Simpanlah itu semua di kantong tak berlubang. Semuanya ini akan menggembirakan kita. Sebaliknya abaikan dan jangan pedulikan perlakuan yang kasar, ketidakadilan, penolakan, kata-kata kotor dan kasar. Masukkan semuanya itu ke kantong berlubang. Kalau kita bisa melakukannya, maka akan banyak orang diberkati melalui kesaksian hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk menyimpan semua yang baik, yang pernah kuterima dari siapapun juga walau hanya seulas senyuman. Dan mampukan aku untuk membuang semua kebencian, dendam, iri hati yang berlebihan agar hatiku tetap penuh sukacita. Jangan biarkan iblis mencuri damai sejahtera-Mu dari dalam hatiku. Siram hatiku dengan Darah-Mu, sehingga menjadi benteng pertahanan dari segala hal-hal yang tidak baik yang kujumpai setiap hari. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 23 Agustus 2025Bacaan: "... sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu, ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya tanpa pedang di tangan" (1 Samuel 17: 49-50)Renungan: Tidak selamanya memiliki badan yang besar pasti akan selalu menang. Dalam dunia hewan kita mengetahui bahwa seekor gajah yang besar, bisa sangat takut kepada hewan kecil seperti tikus. Keadaan tersebut tentu berlaku juga bagi umat manusia, dimana tidak ada jaminan bahwa orang yang berbadan besar dan tinggi selalu bisa menang atas orang-orang yang lebih kurus atau kecil. Contoh nyata yang tercatat dalam firman Tuhan adalah seorang Daud yang berbadan kecil, bahkan tanpa pedang mampu mengalahkan Goliath seorang manusia berbadan besar seperti raksasa Filistin. Ilustrasi diatas juga berlaku untuk setiap masalah besar yang kita hadapi. Masalah sebesar apapun belum tentu bisa benar-benar mengalahkan iman serta keteguhan hati kita. Pertanyaanya adalah, apakah kita juga sering dikalahkan dan menyerah terhadap masalah besar di hadapan kita? Selama kita tahu kelemahan atau titik pusat permasalahan tersebut, maka kita bisa dengan mudah menaklukkan dan mengalahkan masalah sebesar apapun. Akan tetapi kita juga harus ingat satu hal, bahwa Daud juga tidak datang tanpa persiapan, sebelum maju perang, Daud tentu sudah datang terlebih dahulu kepada Tuhan. Jadi datanglah terlebih dahulu kepada Tuhan sebelum kita maju untuk menyelesaikan permasalahan kita! Mintalah agar Tuhan membukakan jalan, serta menunjukkan titik lemah dari permasalahan yang sangat besar tersebut. Maka kita dapat dengan mudah mengalahkan permasalahan besar dalam hidup kita! Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, bukalah hatiku untuk dapat menemukan akar dari permasalahan yang aku hadapi saat ini. Jangan biarkan imanku dikalahkan oleh permasalahan dalam hidupku ini. Yakinkan dalam hatiku bahwa Engkau lebih besar dari masalah yang kuhadapi saat ini. Amin. (Dod).
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 271 (Matius 19:7-12): Mengapa banyak pernikahan hancur? Karena banyak orang lebih senang memanfaatkan orang lain demi kesenangan sendiri. Mengapa menikah? Karena aku ingin bahagia. Bagaimana kalau tidak bahagia? Kalau aku gagal bahagia, ini pasti salah pasanganku. Maka aku ingin ceraikan dia. Inilah keberdosaan manusia.
Brandon Maka'awa'awa is a Native-Hawaiian sovereign leader from the island of O'ahu. He is the Vice-President, Deputy Head of State, and Executive Advisor at the Nation of Hawai'i, the oldest Hawaiian independence organization in Hawai'i. He is a long-time resident of the Waimanalo Hawaiian homestead community called Pu'uhonua O Waimanalo where he also helps to manage the community's broadband network. This passionate advocate for Hawaiian National Sovereignty helps to assist Dennis “Bumpy” Kanahele, the Head of State of the Nation of Hawai'i, with its day to day operations. In this episode we talk about being raised in Waimānalo, finding his path in life, Hawaiian sovereignty, ʻāina work days, the Metaverse, working together with people you may not agree with, and so much more.Find Brandon here: https://www.instagram.com/hawaiiannational/Buy our merch on:Official website: https://keepitaloha.com/Support us on:Patreon: https://www.patreon.com/kamakadiasFollow us on:Instagram: https://www.instagram.com/keepitalohapod/Facebook: https://www.facebook.com/keepitalohapodTikTok: https://www.tiktok.com/@keepitalohapod
Today we’re interviewing up-and-coming filmmaker John Salanoa about his latest film, “Who’s Chico.” The film is Salanoa’s second short, following his 2023 short, “Maka’i.” Salanao also voiced the narration in the 2023 Documentary “Sharkcano: Hawaii”... The post Extra Features Interviews: John Salanoa About his Film ‘Who’s Chico’ appeared first on Extra Features.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 5 Agustus 2025Bacaan: "Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi Nya, seperti ayah kepada anak yang disayangi." (Amsal 3:12)Renungan: Orang tua di dunia ini tidak satupun yang menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang gagal atau menderita di kemudian hari. Semuanya berharap anak-anaknya menjadi orang yang berhasil dalam studi, karir dan juga rumah tangga. Itulah sebabnya orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, bahkan mereka pun rela mengorbankan apa saja demi anak. Kasih, perhatian, perlindungan dan terkadang juga teguran diberikan orang tua kepada anak. Dalam kehidupan rohani, Tuhan pun bertindak demikian. Di satu sisi Tuhan senantiasa melimpahkan kasih, kemurahan, pemeliharaan, penyertaan dan pertolongan kepada kita; di sisi lain Dia juga akan memberikan teguran atau hajaran kepada kita bila kita melakukan pelanggaran atau dosa di hadapan-Nya. Tujuan teguran itu adalah agar kita menjadi jera dan tidak lagi mengulangi kesalahan sehingga kita dapat bertumbuh ke arah yang benar sesuai dengan kehendak-Nya. Teguran Tuhan kepada kita terkadang dapat berupa masalah atau persoalan: sakit penyakit, krisis keuangan, masalah keluarga dan sebagainya. Tuhan mengizinkan hal itu terjadi agar kita segera menyadari kesalahan dan berbalik ke jalan-Nya yang benar. Oleh karena itu, "...janganlah engkau menolak didikan Tuhan dan janganlah engkau bosan akan peringatanNya." (Amsal 3:11). Daud pernah melakukan pelanggaran besar di hadapan Tuhan. Ia berzinah dengan Batsyeba. Kemudian Tuhan memakai Natan untuk menegur Daud. Akhirnya Daud pun menyesal dan bertobat. Natanpun berkata kepada Daud: "Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menistai Tuhan, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati." (2 Samuel 12:13-14). Kunci utama ketika kita menerima teguran dari Tuhan adalah bertobat. Pengakuan diri bahwa kita telah melakukan dosa di hadapan Tuhan itu sangat penting, dan itu adalah kunci untuk mengalami pemulihan dan berkat dari Tuhan. Jadi bila kita mendapat teguran dari Tuhan, jangan menjadi kecewa atau marah. Ini artinya Tuhan sangat mengasihi kita, "Jika kamu harus menanggung ganjaran: Allah memperlakukan kamu sebagai anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?" (Ibrani 12:7). Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupku, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Aku bersyukur karena Engkau mengangkat aku sebagai anak-Mu. Kini aku menyadari bahwa sebagai seorang anak, aku harus senantiasa taat dan setia pada-Mu. Engkau tidak menghendaki aku jauh dan lari dari jalan-Mu. Maka terkadang ada hal-hal yang mungkin tidak kusukai terjadi dalam hidupku, yang kupercaya itu adalah teguran-Mu untukku agar aku tidak salah dalam melangkah. Amin. (Dod).
READING THE BIBLE WITH THE DEAD/RBWD - Season 02, Eps #03 [Meredith Kline]: Menjadi Vasal Allah atau Dunia?Pdt. Jimmy Pardede, Denni Girsang, dan Samuel C. PantouDi Sikhem, Yosua menantang umat Israel dengan pilihan yang tampak sederhana, namun sarat makna kekal: Setia kepada Allah yang telah bertindak dalam sejarah, atau berpaling kepada ilah yang tak berdaya. Sebab Yosua tahu—iman bukan diwariskan secara otomatis; ia harus dipilih, diperbarui, dan dihidupi. Maka kini, tantangan itu pun sampai kepada kita: Setelah Kristus, Sang Raja, mengalahkan dunia, kuasa dosa, dan maut, masihkah kita ragu kepada siapa kita akan berserah?Saksikan juga dan nikmati diskusinya di:https://grii.to/rbwd2-03
Welcome to Issue 280 of Critical Encounters, a podcast about Marvel Champions, a Living Card Game by Fantasy Flight Games. Here we take a good look at that most critical piece of the game, the Encounter Sets. We'll discuss those poorly understood characters, unfairly labeled Villains, and their various plans to shape humanity and benefit the planet, as well as those so-called heroes intent on thwarting them. In this issue first Elite Minion Roundtable we go to the bowels of the lair for some general talk with the Elite Minion on all sorts of topics. You can find us on Discord as: Vardaen, bigfomlof, WanderingTook, DArcy, BoardGameLawyer, Maka, Lexicon, ScarletRhodey, and Weenkster Email us at: criticalencounterspod@gmail.com Follow us on Facebook at: https://www.facebook.com/criticalencounterspod/ Subscribe to our YouTube Channel: https://www.youtube.com/channel/UCg-r6-EooHoJGa1RRsH7i3w Find our Patreon: https://www.patreon.com/criticalencounterspodcast Find our Twitch: https://www.twitch.tv/vardaen You can also find our Discord Channel on the Marvel Champions Monthly Discord Server. “Eat it Daniel!" - Mike
Pembawa Renungan : RD. Daniel Manik Medan Mat. 16:13-19
Support the show