Podcasts about Maka

  • 1,228PODCASTS
  • 3,659EPISODES
  • 26mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Jun 12, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about Maka

Show all podcasts related to maka

Latest podcast episodes about Maka

The Bootleg Kev Podcast
#671 - Maka on Linking With OhGeesy, OTX Boyz, Polynesian Culture, Pacioma, Musical Journey & More

The Bootleg Kev Podcast

Play Episode Listen Later Jun 12, 2026 39:02 Transcription Available


https://youtu.be/UM7SdAPuKYoSee omnystudio.com/listener for privacy information.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 11 Juni 2026 - Bersyukur atas segala hal baik kecil maupun besar

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 11, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Juni 2026Bacaan: "..... janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana....." (Roma 12:16)Renungan: Ketika kita bercita-cita menjadi seorang penulis, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, kita harus banyak menulis. Kedua, kita harus banyak membaca. Ya, penulis harus banyak membaca, seperti juga musisi harus banyak mendengarkan musik, sineas harus banyak menonton film, barista harus suka minum kopi, dst. Pertanyaannya, buku apa yang harus dibaca agar kita bisa menjadi penulis yang baik? Seorang penulis memberi nasihat cukup unik, la menyarankan membaca dua jenis buku: buku yang benar-benar bagus dan buku yang benar-benar jelek. Membaca buku yang sangat bagus tentu agar kita terinspirasi dan bisa membuat tulisan yang makin berkualitas. Bagaimana dengan membaca buku yang sangat jelek? Menurut penulis itu, buku yang sangat jelek juga bisa membuat kita termotivasi. "Jika tulisan sejelek itu saja ada yang mau menerbitkan, tulisan kita pasti bisa diterbitkan juga." Ada benarnya juga. Nyatanya, kita sering kali takut, bahkan putus asa karena yang kita lihat saat baru memulai sesuatu hanyalah orang-orang yang sudah ada di level sangat tinggi. Kita berhenti menulis karena tidak bisa menulis sebaik peraih Nobel Sastra. Kita berhenti menjadi musisi karena minder melihat keahlian para musisi kelas nasional bahkan internasional. Kita putus asa karena usaha yang kita rintis tidak kunjung sebesar perusahaan top. Maka, ada kalanya kita perlu juga melihat kepada hal-hal yang lebih "membumi". Bukan berarti menurunkan standar atau tak punya cita-cita tinggi. Kadang kita memang harus melihat ke atas, tapi penting juga untuk bisa melihat ke samping atau ke bawah. Keseimbangan seperti ini perlu supaya kita tidak jatuh menjadi hidup sekadar mengejar ambisi yang tak pernah habis-habisnya. Melihat ke hal-hal yang di bawah atau di sekitar, juga membuat kita bisa lebih bersyukur daripada hanya mengeluh karena kondisi kita tidak seperti orang lain. Kepada jemaat di Roma, Paulus dua kali mengingatkan mereka untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang tinggi (Rm. 12:3, 16), tapi mengarahkan pikiran ke hal sederhana agar tetap rendah hati. Tak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar, tapi jangan sampai kita lalu menjadi tak menghargai hal-hal kecil dan sederhana, karena itupun adalah berkat Tuhan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas hal-hal besar dan kecil dalam hidupku karena semua itu adalah berkat-Mu yang Kau berikan untukku. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada Hari Minggu, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, 7 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 6, 2026 13:38


Dibawakan oleh Elan Parera, Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komuntias Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 8: 2-3.14b-16a; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; 1 Korintus 10: 16-17; Yohanes 6: 51-58.KITA HIDUP OLEH TUBUH DAN DARAHKRISTUS Tema renungan kita pada hariMinggu ini ialah: Kita Hidup Oleh Tubuh Dan Darah Kristus. Hari Raya Tubuh danDarah Kristus yang Mahakudus mengundang kita untuk merenungkan kebenaran yangmendalam: Kristus tidak hanya mengajar kita dari kejauhan. Dia memberikandiri-Nya sepenuhnya kepada kita. Dalam Ekaristi, Yesus menjadi makanan danminuman kita sehingga kita dapat memiliki hidup di dalam Dia dan melanjutkanperjalanan kita dengan kekuatan, harapan, dan kasih. Dalam Injil, Yesus berkata terusterang bahwa tubuh-Nya sebagai daging Anak Manusia dan darah-Nya adalah makananyang sepatutnya kita santap. Ini mengungkapkan lebih dari sekadar kuasa-Nyauntuk menyediakan makanan materi, tetapi suatu karunia yang lebih dalam. Sama seperti orang-orang dipelihara secarafisik, Kristus memelihara kita secara rohani melalui Tubuh dan Darah-Nya.Manusia lapar akan banyak hal seperti: penerimaan, kedamaian, makna,pengampunan, dan cinta. Tidak ada suatu pemberian dari dunia ini yang dapatsepenuhnya memuaskan rasa lapar Kita. Hanya Kristus yang dapat memenuhikerinduan terdalam hati manusia. Ekaristi mengingatkan kita bahwa Tuhan memahamikelemahan kita. Kita sering menjadi lelah, putus asa, dan terbebani olehpergumulan hidup. Kadang-kadang kita mungkin merasa tidak memadai dalampanggilan, tanggung jawab keluarga, pelayanan, studi, atau pekerjaan kita.Namun Yesus tidak membiarkan kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri.Setiap kali kita menerima Ekaristi dengan iman, Dia berbagi hidup-Nya sendiridengan kita. Kesabaran-Nya memperkuat ketidaksabaran kita. Kasih-Nya menyembuhkanhati kita yang terluka. Keberaniannya menopang kita ketika kita merasa takut. Ekaristi juga merupakan panggilan untuk menjadi apayang kita terima. Kita menerima Tubuh Kristus supaya kita dapat menjadi TubuhKristus bagi orang lain. Roti yang dipecahkan untuk kita menantang kita untukberbagi diri kita dengan murah hati. Cawan keselamatan mengundang kita untukmencurahkan hidup kita dalam pelayanan, belas kasihan, dan pengampunan.Dipelihara oleh Kristus, kita diutus untuk memelihara orang lain melaluikata-kata, kehadiran, dan tindakan kebaikan kita. Ada seorang bapa berbagi cerita tentang Ekaristiharian dan mingguan yang menopang dirinya dan keluarga. Beban hidup dantanggung jawab memelihara keluarga merupakan tugas setiap hari yang tidak bolehdiabaikan. Maka setiap kali menghadiri Ekaristi menjadi kesempatan untukmenerima Tuhan Yesus dan membawa Dia ke dalam setiap situasi dan kegiatanhidupnya. Seperti bapa itu, kita sering menemukan bahwa kekuatan kita tidakmencukupi. Ekaristi mengingatkan kita bahwa kita tidak ditopang oleh upaya kitasaja. Kita hidup oleh Kristus sendiri. Dia memberi kita makan sehingga kitadapat melanjutkan perjalanan kita dengan setia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Tuhan Yesus, Engkau berikan kepada kami Tubuhdan Darah-Mu sebagai makanan hidup yang kekal. Ketika kami lemah, kuatkan kami.Ketika kami putus asa, perbarui harapan kami. Ketika kami tergoda untuk hanyamengandalkan diri kami sendiri, ingatkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami.Semoga setiap Ekaristi memperdalam persatuan kami dengan-Mu dan mengubah kamimenjadi instrumen kasih-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-9 masa biasa, 4 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 3, 2026 8:55


Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. 2 Timotius 2: 8-15; Mazmur tg 25: 4bc-5ab.8-9.10.14; Markus 12: 28b-34.JANTUNGNYA CINTA Renungan kita pada hari ini bertema: Jantungnya Cinta.Biasanya cinta itu indah dalam kata-kata. Tetapi cinta itu menjadi sempurnajika dilakukan atau dipraktikkan. Jadi cinta yang terungkap dalam kata-kata dandiwujudkan dalam tindakan yang sesuai dengan kata-kata, sebenarnya itu adalahjantungnya cinta. Tetapi ada masalah dengan cinta di sini. Persoalannyaialah orang menjalankan cinta sebagai sebuah teori atau rumusan, jadi bentuknyaialah ide, gagasan dan norma-norma. Misalnya jangan bicara kasar, jangan nampakkotor pada orang lain, dan banyak jangan atau larangan lainnya.  Itu yang dibuat oleh orang-orang Yahudi, khususnya kaumcendekia dan ahli taurat. Mereka memiliki 600 lebih rumusan aturan agar orang-orang menjadi lebih baik dan beriman. Tapi ternyatajantung cinta atau inti cintanya tidak mereka miliki. Terlalu larut dalam teoridan rumusan, mereka lupa untuk menghidupi cinta itu. Dan Yesus sendiri yangmengajarkan mereka: jantung cinta ialah mencintai Allah dan sesama, keduanyasama penting dan sama sejatinya.  Maka syarat fundamental ialah jangan berbuat ekstrem yaitufanatik untuk yang satu, sementara melupakan atau membenci yang lain. RasulPaulus menasihatkan Timotius di dalam suratnya yang kedua bahwa pewartaan danpendalaman keyakinan tentang kematian dan kebangkitan Kristus adalah metodedasar dalam pertumbuhan iman. Isi pewartaan itu sudah dimulai oleh Rasul Petruspada hari-hari pertama setelah Yesus bangkit. Ia berkotbah di hadapan semuaorang yang percaya dan yang belum. Aspek lain yang juga sangat penting ialah menghidupikeyakinan dan pemahaman iman tersebut. Rasul Paulus melanjutkan nasihatnya itu,bahwa muridnya itu dan kita semua pengikut Kristus hendaknya mati juga bersamaKristus supaya kita nanti hidup bersama Dia. Kita hendaknya bertekun agar kitaikut memerintah bersama Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia akan menyangkalkita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, sebab Yesus tidak dapatmenyangkal diri-Nya sendiri. Mungkin hidup kita saat ini berlebur dalam urusan cintaberupa kata-kata, ilusi, gambar, janji, teori, rumusan, aturan, mimpi, ambisipribadi, uang, karir dan semua kaitan dengan kebutuhan duniawi. Bisa jadijantung cintanya, yaitu perbuatan mencintai sesama dan Tuhan yang nyata,langsung, dan berguna jauh dari perhitungan. Batin terasa sedang mencarijantung cinta yang kabur atau hilang. Apakah jantung cinta sekarang bersamamuatau jauh darimu? Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tetapdalam bimbingan Roh-Mu dalam kesetiaan dan ketaatan mencintai Dikau dan sesamakami, sebab dengan demikian kami sanggup menunjukkan diri sebagaimurid-murid-Mu yang sesungguhnya. Berkatilah kami untuk intensi ini. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Estación GNG - Guillermo Nieto
Estopa, Fangoria, Bebe Rexha, David Guetta, Miguel Chinchilla, Javi Medina, Maka, Monica Naranjo, La Plazuela y más

Estación GNG - Guillermo Nieto

Play Episode Listen Later Jun 1, 2026 86:21


La mejor música vuelve a sonar con fuerza en una nueva edición de Estación GNG, tu cita diaria con los éxitos del ayer, del hoy y de todo aquello que merece seguir sonando. En el programa de hoy disfrutamos de una selección musical tan variada como apasionante, con artistas que han marcado generaciones y nombres que están conquistando el presente. Sonarán temas de Estopa, Fangoria, Bebe Rexha, David Guetta, Miguel Chinchilla, Javi Medina, Maka, Mónica Naranjo, La Plazuela y muchos más artistas que forman parte de la banda sonora de nuestras vidas. Como siempre, en Estación GNG apostamos por una radio musical libre, cercana y sin etiquetas, mezclando pop, rock, indie, flamenco, remember, música internacional y grandes descubrimientos para que cada programa sea diferente y especial. Gracias por acompañarnos cada día y por hacer posible que este proyecto siga creciendo. Si te gusta lo que escuchas, suscríbete, comparte el programa y ayúdanos a seguir llevando paz y música a miles de oyentes en toda España y más allá. Estación GNG: la música que te acompaña, te emociona y te descubre nuevas canciones cada día. ¡Sube el volumen y disfruta del viaje musical! ✨ Etiquetas: Estopa, Fangoria, Bebe Rexha, David Guetta, Miguel Chinchilla, Javi Medina, Maka, Mónica Naranjo, La Plazuela, música, podcast musical, radio online, éxitos del momento, pop español, indie español, música internacional, Estación GNG, Guillermo Nieto, paz y música, iVoox, podcast España, novedades musicales, mejores canciones, música 2026, temazos, radio musical.

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #312: Yesus Disalib

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later May 31, 2026 12:46


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 312 (Matius 27:27-37): Setelah diputuskan bersalah, Yesus disesah oleh Pilatus, dan setelah itu Pilatus menyerahkan Yesus kepada para tentara untuk disalibkan. Maka dimulailah penderitaan Yesus Kristus di dalam jalan menuju bukit Golgota. Setelah dicambuk dengan sangat keji, Yesus harus menanggung olok-olok dari para serdadu Romawi. Mereka semua berkumpul untuk memulai proses penobatan Yesus menjadi raja. 

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Yohanes: Sumur Yakub (1 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 31, 2026 3:53


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Sumur Yakub Diambil dari: Yohanes 4:5–6  “Maka sampailah Ia ke suatu kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.”Wonder Kids, di Yohanes 4 kita membaca cerita tentang Yesus bertemu dengan seorang perempuan Samaria di dekat sumur Yakub. Yohanes menuliskan tempat itu dengan jelas, seolah-olah ia ingin kita tahu bahwa ini bukan cerita khayalan. Dan memang, tempat itu dikenal dalam sejarah. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab berbicara tentang tempat yang nyata dan peristiwa yang sungguh terjadi.Tetapi yang lebih indah dari sekadar tempatnya adalah apa yang Yesus lakukan di sana. Yesus sengaja datang ke daerah Samaria dan duduk di dekat sumur itu. Lalu datanglah seorang perempuan untuk menimba air. Biasanya orang Yahudi dan orang Samaria tidak akrab. Bahkan sering saling menjauh. Tetapi Yesus justru berbicara kepadanya. Yesus tidak menjauh seperti banyak orang lain. Yesus datang mendekat.Perempuan itu sebenarnya datang untuk mengambil air biasa. Tetapi Yesus ingin menunjukkan bahwa ia membutuhkan sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu air hidup. Air dari sumur hanya bisa menghilangkan haus untuk sementara. Tetapi Yesus bisa memberi kehidupan yang sejati. Yesus bisa memuaskan hati yang kosong dan menyelamatkan orang berdosa.Wonder Kids, ini sangat menghibur. Kadang-kadang kita juga seperti perempuan itu. Di luar kelihatannya biasa saja, tetapi di dalam hati bisa ada rasa takut, sedih, malu, atau kosong. Mungkin orang lain tidak tahu. Tetapi Yesus tahu. Yesus tahu isi hati kita dan tetap mau datang kepada kita. Yesus tidak jijik kepada orang berdosa yang mau datang kepada-Nya. Ia justru datang untuk menyelamatkan.Jadi, saat kita membaca kisah ini, kita bukan hanya belajar bahwa sumur Yakub itu benar-benar ada. Kita juga belajar bahwa Yesus sungguh mengasihi orang yang haus akan kasih dan keselamatan. Yesus tahu siapa kita, tetapi Ia tetap mau menolong kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Datanglah kepada Tuhan dalam doa dan katakan dengan jujur satu hal yang ada di hatimu hari ini, entah itu sedih, takut, malu, atau bingung. Ceritakan itu kepada Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengenalku dan tetap mau datang kepadaku. Tolong aku supaya datang kepada-Mu saat hatiku haus dan kosong, karena hanya Engkau yang bisa memberi hidup yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu isi hatimu, dan Dia tetap mengasihimu serta mau memberi hidup yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Yohanes: Kolam Siloam (31 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 30, 2026 4:49


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam SiloamDiambil dari: Yohanes 9:7 “dan berkata kepadanya: ‘Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.' Siloam artinya: Yang Diutus. Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.”Wonder Kids, dalam Injil Yohanes ada cerita tentang seorang yang buta sejak lahir. Tuhan Yesus bertemu dengan dia, lalu menyuruhnya pergi membasuh diri di kolam Siloam. Dulu ada orang yang mungkin mengira tempat ini hanya bagian dari cerita. Tetapi kemudian para peneliti menemukan bahwa kolam Siloam itu benar-benar ada. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Yohanes menulis dengan teliti dan Alkitab berbicara tentang tempat yang nyata.Kolam Siloam pada zaman itu memang penting. Tempat itu dipakai oleh banyak orang, dan airnya sangat berarti bagi kehidupan mereka. Yohanes tidak sedang menulis dongeng. Ia mencatat peristiwa yang sungguh terjadi di dunia nyata. Dan di tempat nyata itu, Yesus melakukan mujizat yang nyata.Tetapi yang paling penting bukan hanya bahwa kolam itu ada. Yang paling penting adalah siapa Yesus itu. Dalam cerita ini, Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas kebutaan. Murid-murid sempat berpikir bahwa kebutaan orang itu pasti langsung berhubungan dengan dosa tertentu. Tetapi Yesus menunjukkan bahwa pekerjaan Allah bisa dinyatakan melalui hidup orang itu. Lalu Yesus menyembuhkan dia.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga mudah salah menilai. Kita melihat seseorang yang susah, sakit, atau berbeda, lalu cepat-cepat berpikir yang tidak benar. Tetapi Tuhan Yesus mengajar kita untuk melihat dengan hati yang benar. Yesus penuh kuasa, tetapi juga penuh belas kasihan. Dia bukan hanya tahu masalah orang itu, tetapi juga menolongnya.Dan ada satu hal lagi yang indah. Orang buta itu taat pada perkataan Yesus. Ia pergi ke kolam Siloam dan membasuh diri. Lalu ia sembuh. Ini mengingatkan kita bahwa saat Tuhan berbicara, kita perlu taat. Kadang-kadang kita belum mengerti semuanya, tetapi kita tetap bisa percaya dan melakukan apa yang Tuhan mau.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang Tuhan mau kamu taati hari ini, entah itu berkata jujur, meminta maaf, atau mendengar orang tua. Lalu lakukan itu dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh kuasa dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak cepat menilai orang lain, tetapi belajar taat kepada-Mu dan percaya pada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus yang bekerja di tempat nyata pada zaman dulu juga sanggup bekerja nyata dalam hidupmu hari ini. Tuhan Yesus memberkati.

SBS Somali - SBS Afomali
Malaayiin xujey ah oo gudanaya waajibaadka Xajka, iyo kuleyl aad u daran oo ka jira Makka

SBS Somali - SBS Afomali

Play Episode Listen Later May 26, 2026 7:34


Malaayiin xujey ah oo ka kala yimid waddamada Islaamka ayaa isugu yimid magaalada barakaysan ee Maka ee dalka Sacuudiga, si ay u gutaan waajibka Xajka ee sannadkan, iyadoo uu heerkul-kuna gaarey 48 degrees.

TechCrunch Startups – Spoken Edition
Maka Kids is redefining kids' screen time with a streaming app; also, Peec, one of Berlin's rising startups, more than doubled ARR

TechCrunch Startups – Spoken Edition

Play Episode Listen Later May 26, 2026 9:52


Maka Kids is building a streaming app for children ages zero to six featuring content designed for healthy development. The startup has now raised $3 million in seed funding to scale its platform. Also, Peec, which helps brands track their presence in AI searches, offers proof of a key trend among European startups. Learn more about your ad choices. Visit podcastchoices.com/adchoices

WestsLife Podcast
Wests Tigers Life - Api, Twally, Jahream and Maka are back!

WestsLife Podcast

Play Episode Listen Later May 26, 2026 70:48


Josh, Rob and Shane are back for another fun Wests Tigers Life ep as they look forward to a huge game against the Bulldogs plus trivia, injury news and more. Watch us LIVE on YouTube at the Wests Tigers TV YouTube channel Help the show by becoming a Wests Tigers TV member and get exlusive access to videos, unique Wests Tigers Emojis for LIVE chats and more. Find our latest episodes on YouTube at linktr.ee/westslifepod     ------------------------------------------------------ If you want to set up a home gym, Gym Direct are offering our listeners 5% off using the code WTGDX5 via this link here. We are also proudly supported by iChoice. For a great deal on your home loan, give Jason a call on (02) 9743 0000 or go to ichoice.com.au Click here to check out all our content! Wests Tigers TV's current podcast schedule: Sunday Night: Claws Out Podcast game review LIVE from the Mic'd Up Studios Coach's Report with Adel LIVE from the Mic'd Up Studios Tuesday afternoon: Claws Out Game Preview LIVE from the Mic'd Up Studios Wednesday night: Wests Tigers Life Podcast game preview, trivia and more. If you'd like to contribute to the show email us podcast@westslife.com Wests Tigers Life is also sponsored by Shayne and the team at MG Pump Solutions.  See us on the socials: Wests Tigers TV YouTube channel WestsLife.com @WestsTigersTV on Instagram Wests Tigers LIFE on Twitter Facebook.com/WestsTigersTV Support and contribute to the show at Patreon.com/WestsLife

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 23 Mei 2026 - Memandang setiap pribadi berharga

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 22, 2026 5:40


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 23 Mei 2026Bacaan: "Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya ia menjamah mereka. Melihat itu, murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu" (Lukas 18:15)Renungan: Di dalam suatu acara, semua yang hadir dikejutkan dengan penampilan Anna, anak Sekolah Bina Iman, yang dapat menyanyikan lagu pujian dengan sangat baik. "Hebat sekali anak ini, padahal orang dewasa saja kesulitan menghafalkan lagu ini meskipun sudah berlatih selama beberapa minggu!" kata Jeany, pelatih paduan suara. Rasa takjub berikutnya muncul setelah orang tuanya bercerita bahwa Ana tak berlatih secara khusus, tetapi hanya mendengarkan para orang dewasa berlatih sambil sesekali terlihat asyik bermain. Anak kecil kerap dianggap remeh atau disepelekan dalam banyak urusan, karena dianggap hanya akan merepotkan. Anggapan semacam itu juga tampak pada zaman Yesus ketika ada anak-anak ingin dibawa kepada Yesus, tetapi murid-murid Yesus malah marah. Untunglah Yesus segera bertindak dan mempersilakan anak-anak itu datang, bahkan menjadikan mereka contoh bagaimana harus menyambut Kerajaan Allah (ay. 16-17). Fakta kehidupan menunjukkan bahwa keberadaan anak-anak terkadang dianggap hanya sebagai pengganggu, bukan sebagai berkat yang Allah berikan. Dalam dunia kerja, para pegawai baru atau pemimpin yang berusia muda terkadang juga dianggap bak anak kecil, yang hanya bisa mengganggu, tidak mampu bekerja maksimal, dan kurang bisa diajak kerja sama dalam memajukan perusahaan. Padahal, fakta juga menunjukkan bahwa melalui orang-orang yang dianggap sepele karena usia muda mereka, Allah dapat memakai mereka untuk perkara yang luar biasa, yang tak pernah terpikirkan oleh mereka yang berusia dewasa atau para senior. Kalau kondisi ini yang terjadi, bukankah nantinya hanya akan terjadi penyesalan ketika orang yang diremehkan malah memperkuat dan memajukan usaha dari pesaing kita, hanya karena mereka pernah kita remehkan? Berhati-hatilah, dan marilah kita bekerja tanpa memandang senioritas! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk memandang setiap pribadi, khususnya anak-anak sebagaimana Engkau memandang mereka. Sehingga aku dapat melihat hal baik yang ada pada mereka, yang dapat memberkati kehidupanku. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-7 Paskah, 21 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 20, 2026 9:36


Dibawakan oleh Agustina Maria Nawang Mulan dari Paroki Santa Maria Assumpta Klaten di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 22: 30; 23: 6-11; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Yohanes 17: 20-26.SEMOGA KITA BERSATU Renungan kita pada hari ini bertema: Semoga Kita Bersatu.  Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahunsedang berdoa di dalam kamarnya. Kedua orang tuanya mendengar dari luar kamarsepertinya anak itu sedang berbicara dengan seseorang. Mereka mengintip dilubang pintu, dan melihat anaknya memandang ke atas dengan kedua tangannyaterbuka. Ia berseru di dalam doanya: "Tuhan Yesus, aku sering berdoakepada-Mu, tapi aku belum pernah mendengar Engkau berdoa untuk aku. Sekarangaku ingin dengar doamu untuk aku." Bocah itu sebenarnya ingin mengetahui apakah Tuhan Yesus mendoakan kitamanusia. Ini juga sering menjadi pertanyaan dari banyak orang di antara kita.Pada hari ini bacaan Injil kita menguraikan tentang sebuah doa Yesus yangsangat spesial, yaitu ia berdoa supaya terciptalah persatuan di antara Allahdan manusia dan di antara manusia dengan sesamanya. Jadi Yesus berdoa bagisetiap pribadi kita dan semua orang yang ada di sekitar kita, semoga kitabersatu. Mengapa doa-Nya adalah semoga kita bersatu dan bukan kita harusbersatu?    Alasan paling kentara ialah bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada setiapmanusia untuk memilih persatuan atau memilih perpecahan. Ini sama dengankebebasan memilih untuk menaati Dia atau melawan Dia. Hidup kita adalah arenabermain dan berjuang untuk menentukan siapa yang memilih Tuhan dan siapa yangtidak. Jadi kebebasan manusia ialah karunia kodrati yang ikut menentukankondisi iman dan pertumbuhan rohani kita. Alasan lain yang mungkin kurang kita sadari ialah bahwa persiapan sebagaiunsur yang sangat penting dalam hidup kita. Doa Yesus semoga kita bersatu hendaknyamendorong kita untuk menyiapkan suatu persekutuan yang sejati di antara kitaputra dan putri Allah. Persiapan ini berguna untuk meningkatkan selera kitamerindukan suatu persatuan abadi di surga. Maka kita tidak boleh menganggapremeh atau bermain-main dengan setiap jenis persatuan yang kita bangunbersama-sama di dunia ini. Tuhan kecewa kalau kita meremehkannya. Alasan yang paling tinggi nilainya ialah bahwa Tuhan Allah itu esa dantempat Ia berdiam ialah satu saja selamanya, di surga. Untuk sampai ke sanakita harus melewati perjalanan dan proses panjang. Tidak ada permainan sulapatau transportasi kilat untuk bisa sampai di sana. Kalau seandainya tak adaproses maka cukup satu saja mujisat untuk membawa semua orang bersatu di surga.Tetapi ada prosesnya, maka kita memakai “semoga kita bersatu”.  Kita diberi karunia untuk memiliki pengharapan. Tuhan tidak menghilangkanpengharapan kita dan menggantinya dengan harus. Oleh karena itu doa-doa selaluberupa “semoga”, “kiranya” dan “akan”, sebagai tanda pengharapan kita.  Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Roh Kudus yang diutus kepada kamimempersatukan kami di dunia ini dan mempersiapkan kami untuk persatuan yangabadi bersama-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

Radio Muhajir Project
Riyaadhush Shaalihiin 2095. "BAGAIMANA AKU BISA SENANG-SENANG"

Radio Muhajir Project

Play Episode Listen Later May 19, 2026 20:28


Bismillah,2095. BAGAIMANA AKU BISA SENANG-SENANGRiyaadhush ShaalihiinBab 50Hadits ke-414Hadits Abu Sa'id Al-Khudhri -radhiyallahu anhuDari Abu Sa'id Al-Khudri -radhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah -shalallahu 'alaihi wasalam bersabda, كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ ، وَاسْتَمَعَ الإِذْنَ مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ » فَكَأَنَّ ذلِكَ ثَقُلَ عَلى أَصْحَابِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقالَ لَهُمْ : « قُولُوا: حَسْبُنَا اللَّه وَنِعْمَ الْوكِيلُ "Bagaimana saya bisa bersenang-senang sedangkan sang peniup sangkakala telah memasukkan sangkakala ke dalam mulutnya dan menunggu izin kapan ia diperintah untuk meniupnya?" Maka hal itu memberatkan para sahabat Rasulullah ﷺ , maka beliau berkata kepada mereka, "Ucapkanlah, 'Hasbunallah Wani'mal Wakil (cukupkanlah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik pelindung)'." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.")

Radio Muhajir Project
Riyaadhush Shaalihiin 2096. "KALA HIDUPKU TERASA BERAT"

Radio Muhajir Project

Play Episode Listen Later May 19, 2026 14:31


Bismillah,2096. KALA HIDUPKU TERASA BERATRiyaadhush ShaalihiinBab 50Hadits ke-414Hadits Abu Sa'id Al-Khudhri -radhiyallahu anhuDari Abu Sa'id Al-Khudri -radhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah -shalallahu 'alaihi wasalam bersabda, كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ ، وَاسْتَمَعَ الإِذْنَ مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ » فَكَأَنَّ ذلِكَ ثَقُلَ عَلى أَصْحَابِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقالَ لَهُمْ : « قُولُوا: حَسْبُنَا اللَّه وَنِعْمَ الْوكِيلُ "Bagaimana saya bisa bersenang-senang sedangkan sang peniup sangkakala telah memasukkan sangkakala ke dalam mulutnya dan menunggu izin kapan ia diperintah untuk meniupnya?" Maka hal itu memberatkan para sahabat Rasulullah ﷺ , maka beliau berkata kepada mereka, "Ucapkanlah, 'Hasbunallah Wani'mal Wakil (cukupkanlah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik pelindung)'." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.")

Radio Muhajir Project
Riyaadhush Shaalihiin 2097. "AGAR KESULITANMU MENJADI KENIKMATAN "

Radio Muhajir Project

Play Episode Listen Later May 19, 2026 16:53


Bismillah,2097. AGAR KESULITANMU MENJADI KENIKMATAN Riyaadhush ShaalihiinBab 50Hadits ke-414Hadits Abu Sa'id Al-Khudhri -radhiyallahu anhuDari Abu Sa'id Al-Khudri -radhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah -shalallahu 'alaihi wasalam bersabda, كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ ، وَاسْتَمَعَ الإِذْنَ مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ » فَكَأَنَّ ذلِكَ ثَقُلَ عَلى أَصْحَابِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقالَ لَهُمْ : « قُولُوا: حَسْبُنَا اللَّه وَنِعْمَ الْوكِيلُ "Bagaimana saya bisa bersenang-senang sedangkan sang peniup sangkakala telah memasukkan sangkakala ke dalam mulutnya dan menunggu izin kapan ia diperintah untuk meniupnya?" Maka hal itu memberatkan para sahabat Rasulullah ﷺ , maka beliau berkata kepada mereka, "Ucapkanlah, 'Hasbunallah Wani'mal Wakil (cukupkanlah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik pelindung)'." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.")

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-7 Paskah, 20 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 19, 2026 8:44


Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 28-38; Mazmur tg 68: 29-30.33-35a.35b-36c; Yohanes 17: 11b-19.BERBAGI KARUNIA ROHKUDUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Karunia Roh Kudus. Ada satukelompok orang muda masuk ke dalam gereja untuk berdoa. Mereka berjumlah tujuhorang, empat perempuan dan tiga laki-laki. Mereka semua heran dengan dekorasidi samping altar berupa gambar tujuh karunia Roh Kudus. Masing-masing memilihsatu karunia Roh yang dianggapnya paling cocok dengan karakter dan keadaanpribadinya, yaitu karunia kebijaksanaan, pengertian, nasihat, pengetahuan,kesalehan, keperkasaan (kekuatan), dan takut akan Tuhan. Setelah berdoa, merekakembali dengan hati yang penuh gembira.   Ada sebuah niat yang baik dan mulia dari mereka sebagai satu kelompok orangmuda Katolik dan sebagai pribadi masing-masing. Mereka ingin memberikankesaksian kepada orang muda Katolik lain, supaya membawa semua orang mudaKatolik di dalam persekutuan dan persaudaraan Kristiani yang baik. Mereka jugaingin menjadi rasul-rasul Kristus yang dengan rela dan tekun berbagikarunia-karunia Roh Kudus kepada sesamanya, khususnya di tempat mereka hidupdan bertumbuh. Mereka menjadi berguna kalau mereka berbagi karunia Roh Kudus. Mengapa harus berbagi Roh Kudus? Ada beberapa alasan mendasar. Pertamakarena Tuhan Allah sendiri sudah berbagi dari diri-Nya sendiri. Tuhan Allahberbagi hidup-Nya dengan manusia sehingga Putra Allah menjadi Yesus Kristus,kemudian Yesus sendiri mengutus Roh-Nya bagi kita. Allah sudah berbagi, makakita harus juga bisa berbagi. Tujuan utama berbagi ini ialah supaya persatuandan kesatuan itu dapat diwujudkan, seperti inti doa Yesus yang diwartakanbacaan Injil pada hari ini. Berbagi karunia Roh bertujuan untuk persatuan. Kedua, Roh Kudus bergerak dan berkegiatan. Ia menggerakkan setiap pribadidalam Gereja Perdana lalu menginisiatifkan kegiatan-kegiatan mereka sehinggamereka tidak tinggal diam atau bersembunyi. Santo Paulus harus bergerak danberpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena ia harus mengembangkan Gerejake seluruh pelosok bumi. Kita juga dipenuhi dan digerakkan oleh Roh Kudus agarkita dapat berbagi kasih karunia Tuhan kepada orang lain. Ketiga, Gereja itu inklusif dan menaati perintah Yesus untuk menjadikanseluruh bangsa murid-murid-Nya. Maka tak ada cara lain yang paling pas kecualimenggerakkan setiap pengikut Kristus untuk berbagi karunia-karunia Roh Kudus,yaitu menyampaikan segala kebaikan, suka cita dan kebenaran kepada seluruhdunia. Berbagi kepada sesama di dalam persekutuan Yesus Kristus merupakan hukumyang tidak dilalaikan. Berbagi kepada sesama manusia yang lain merupakan perwujudantugas Gereja kita yang apostolik. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, di dalam saat-saat penantian datangnya RohKudus, kami menaruh iman kami kepada-Mu sebagai guru dan Tuhan kami. Kuatkanlahkami dengan berkat dan kasih-Mu supaya dalam penantian ini kami selalu fokusdengan penuh devosi dan mawas diri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Paskah ke-7, 17 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 16, 2026 10:55


Dibawakan oleh Thres Woen, Celine, Maria Delie dan Bryan dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus, Katedral, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 1: 12-14; Mazmur tg 27: 1.4.7-8a; 1 Petrus 4: 13-16; Yohanes 17: 1-11a.SEMUA SEHATI DI DALAM DOA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-7 ini ialah: Semua Sehati di Dalam Doa. Anjing dan kucingselalu berkumpul dan menjadi teman di belakang gereja. Makanan sisa dari dapurpastoran dan dari kantin paroki mempersatukan mereka. Tetapi ketika sedang adarenovasi gedung pastoran dan kantin paroki semua kegiatan memasak dan penjualanmakanan berhenti untuk sementara. Maka tidak ada makanan lagi bagi anjing dankucing.  Kucing berkata kepada temannya:"Bagaimana caranya ya, untuk mendapatkan makanan, karena suplai makanandari dapur dan kantin nyaris tidak ada. Di manakah ibu-ibu dan kakak-kakak yangbiasanya memasak dan menjual di kantin?" Anjing yang mengerti keluhankucing, langsung menjawab: "Kamu tidak tahu? Mereka selalu memesan makananpakai online. Itu namanya dunia online. Makanya harus melek online danrajin-rajin ikut ke mana mereka pergi, kamu akan dapat makanan." Binatang-binatang dapat mengalamikehilangan kita. Tetapi Kita hanya berpindah dari gereja atau kapel ke ruangpublik media online. Dalam zaman sekarang, kita selalu berinteraksi secaraonline. Bahkan kegiatan rohani seperti berdoa, sharing iman, Misa Kudus danpengajaran iman dapat dilakukan melalui media online. Gereja kecil adalah hatikita masing-masing dan media online menjadi bangunan gereja virtual yang dapatmempertemukan setiap orang beriman yang bersama-sama ungkapkan imannya. Semangat kita untuk berdoasetelah hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dan menantikan Pentakosta tetapberkobar. Kita semua menjadi sehati dalam berdoa sebagai syarat yang harus kitapenuhi untuk menantikan pencurahan Roh Kudus. Kita mengikuti teladan para rasuldan Bunda Maria yang telah melakukan itu di dalam salah satu ruangan di kotaYerusalem, lebih dari 2000 tahun yang lalu. Persiapan untuk menyambut Roh Kudusharus dalam bentuk berdoa bersama dengan satu hati, dan bukan dengankegiatan-kegiatan lain yang bukan berdoa. Pada hari ini Tuhan Yesusmengajarkan kita tentang berdoa dengan sepenuh hati kita sendiri dan sehatidengan saudara-saudari seiman. Berdoa sebagai pribadi yang sungguh-sungguhtekun akan membuat doa bersama sebagai satu Gereja menjadi mantap dan berkenankepada Tuhan. Terlebih-lebih karena di dalam doa bersama itu selalu adakehadiran Bunda Maria sebagai Bunda Gereja, partisipasi aktif kita di dalam doabersama harus menjadi sebuah disposisi rohani yang terbaik. Sebagai Ibu yangpenuh perhatian, ia tentu mengingatkan atau menegur kita kalau sikap kitaberdoa tidak sesuai dengan tata cara Gerejawi yang benar. Dengan semangat berdoa sepertiini, kita dapat mewujudkan apa yang dikatakan Yesus di dalam Injil hari ini,yaitu: kita dapat mengenal Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar danmengenal Yesus Kristus yang telah diutus Bapa. Roh Kudus membantu kita untukbertumbuh dalam semangat doa seperti ini. Marilahkita berdoa. Dalam nama... Ya Bapa di surga, jadikanlah kami para pendoa yangbaik agar kami bertumbuh menjadi anggota-anggota Gereja-Mu yang senantiasamemuliakan Dikau dengan doa-doa kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 14 Mei 2026 - Dia selalu memberikan yang terbaik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 13, 2026 4:51


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Mei 2026Bacaan: Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)Renungan: Seorang pria sedang marah kepada Tuhan. Pagi ini muncul dua anak ayam di depan rumahnya. Padahal malam sebelumnya ia berdoa meminta telur ayam. "Bisa-bisanya Tuhan salah memberi!" katanya geram. "Tuhan tidak salah, Pak," sahut istrinya, "Anak ayam yang Tuhan berikan ini justru supaya nanti kau dapat sering makan telur ayam." Empat orang menggotong seorang lumpuh menuju rumah tempat Yesus berada. Mereka berharap Yesus memberikannya kesembuhan. Karena banyak orang berkerumun di rumah itu mereka tidak dapat masuk untuk menemui Yesus. Maka mereka membuka atap rumah, menurunkan si lumpuh bersama tikarnya di depan Yesus. Kata Yesus kepada si lumpuh, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (ay. 5). Tampaknya seolah Yesus salah memberi. Ia memberi pengampunan dosa bukan kesembuhan. Namun, bila kita perhatikan situasinya lebih saksama, kita tahu kalau pemberian Yesus tidak salah. Selama ini si lumpuh hidup dalam pemikiran bahwa keadaannya yang merana disebabkan oleh besar dosanya. Ia perlu mendengar dirinya diampuni, tidak dihukum oleh Allah. Pengampunan membuka pintu bagi kesembuhan. Si lumpuh menyadari Allah berkenan kepadanya. Saat itulah Yesus memberikan kesembuhan. Kata Yesus, "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan pulanglah ke rumahmu!" (ay. 11). Tuhan tidak pernah salah memberikan sesuatu kepada kita. Maka mulai hari ini jangan kita menjadi tawar hati bila pemberian Tuhan datang tidak seperti yang kita harapkan. Sadarilah bahwa pemberian Tuhan tersebut merupakan berkat awal sebelum berkat yang sebenarnya akan kita terima. Contoh sebelum datang kesuksesan, Tuhan memberi kita pengalaman kerendahan hati. Sebelum datang kelimpahan, Tuhan mengajar bagaimana supaya hati tidak terpaut kepada harta duniawi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kini aku mengerti bahwa terkadang apa yang aku harapkan tidak seperti yang Kau berikan, karena ternyata dibalik itu semua Engkau sudah mempersiapkan yang terbaik bagiku. Oleh karena itu ajarilah aku untuk tidak cepat kecewa bila yang kuterima tidak seperti harapanku. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-6 Paskah, 13 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 12, 2026 9:37


Dibawakan oleh Rosalia dari Gereja Santo Yohanes Penginjil, Paroki Blok B, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 17: 15.22 - 18: 1; Mazmur tg 148: 1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd; Yohanes 16: 12-15.KITA TIDAK HANYAMENGEJAR JUMLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Kita Tidak Hanya Mengejar Jumlah. Tepatpukul 7 pagi Pastor Paroki sudah bersiap di sakristi untuk berarak menuju altardan Misa dapat segera dimulai. Pemimpin koor dan anggotanya merasa gelisahkarena umat yang hadir baru seperempat kapasitas gereja. Mereka meminta pastorsupaya sebaiknya menunggu umat lain datang baru dapat dimulai Misa kudus.Tetapi sang Pastor menjawab: "Misa tidak bergantung pada jumlah yang hadirdi dalam gereja."  Sikap Pastor Paroki ini merupakan refleksi atas kenyataan di dalampertumbuhan iman dan Gereja kita, bahwa kita tidak hanya mengejar jumlah. Kitajuga sangat membutuhkan kualitas. Dalam konteks penyebaran Injil yang dilakukanPaulus dan rekan-rekannya di Athena, di arena Aeropagus, banyak sekali yangmenolak semua ajaran Paulus tentang Yesus Kristus, dan hanya satu dua orangsaja yang percaya. Jumlah ini sangat sedikit kalau dibandingkan dengan sejumlahdaerah lain yang telah mereka kunjungi.  Kalau yang dikejar terutama ialah jumlah atau sebanyak mungkin pengikutbaru, hasil ini pasti sangat mengecewakan. Namun Paulus dan rombongannya tahubahwa ini adalah pekerjaan milik Tuhan, semuanya biar Tuhan saja yangmenghendaki. Di dalam Tuhan tak ada rivalitas atau perhitungan untung rugijumlah dan kualitas. Bagi Tuhan, pokoknya ada orang yang percaya, mengikuti Diadan menghidupi imannya itu dengan berkualitas. Jumlah yang ada sekarang inimerupakan realisasi pilihan Yesus atas kita dari dunia ini. Kualitas hidup kitasangat bergantung pada kemampuan kita hidup dalam terang dan bimbingan RohKudus. Bersama Roh Kudus, kita memiliki tempat di dalam Yesus Kristus. Dua kecenderungan manusia untuk mengejar jumlah dan kualitas seringmendatangkan masalah. Mereka yang mengejar jumlah saja bisa jadi lebihberambisi material, jasmani, sosial dan kesuksesan duniawi. Mereka yangmengejar kualitas saja bisa jadi lebih elitis, eksklusif, kurang mendarat dantidak realistis. Maka jalan paling baik ialah keseimbangannya, yaitu jumlahkita perlukan sekaligus kita berikan kualitas pada jumlah yang ada.  Misalnya, kehadiran kita di dalam komunitas atau keluarga kurang banyak,tetapi dari kehadiran yang hanya sedikit itu dibuat sangat berkualitas yangmembawa pengaruh yang baik dan sehat. Kalau Anda berkecukupan rezeki, hendaknyakualitas kesejahteraan hidup lebih diperhatikan dan bermurah hati kepada oranglain yang kurang beruntung. Anda mungkin bertubuh kurus, namun kesehatan harusbaik. Anda kurang pintar, namun bertanggung jawab. Kita wajib membuatkeseimbangan hidup agar Tuhan berkenan kepada kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, semoga melalui bimbingan Roh-Mu, kamimenjadi pribadi-pribadi yang bijaksana dalam membuat hidup kami seimbangjasmani dan rohani, sehingga hidup kami berkenan kepada-Mu dan sesama kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-6 Paskah, 12 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 11, 2026 8:19


Dibawakan oleh Monika Fiona dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 22-34; Mazmur tg 138: 1-2a.2bc-3.7c-8; Yohanes 16: 5-11.PENGADILANTERHADAP DUNIA Tema renungan pada hari ini ialah: Pengadilan Terhadap Dunia. Ada ceritabahwa di dalam neraka pemimpin Setan memberikan instruksi kepada parapembantunya, supaya jangan pernah berhenti menggodai manusia dan menjatuhkanmereka ke dalam dosa. Salah satu pembatunya bertanya, "Mengapa tidak bolehberhenti?" Pimpinan menjawab: "Karena semua orang akan hilangpekerjaan, baik kita maupun Roh Kudus."                                                          Yesus Kristus menyebutkan tugas Roh Kudus sebagai pengadil, kata-Nya“ketika Ia datang, ia akan mengadili dunia”. Jika Setan berhenti menjatuhkandunia dan manusia ke dalam dosa, tidak ada lagi cerita tentang pengadilanterhadap dunia dan manusia. Roh Pengadil itu datang pada kondisi telah adatitik pembaharuan. Yesus dan para anggota Gereja Perdana berdiri tegak ditengah dunia untuk membuktikan bahwa yang benar, yang baik dan yang adil itutetap ada. Kehidupan yang dikehendaki Allah tidak hilang lenyap setelahwafat-Nya Yesus Kristus dan naik ke surga.  Roh Kuduslah yang mengadili dan menentukan siapa sesungguhnya yang benardan siapa yang salah dan harus dihukum. Roh Kudus tidak bertubuh dan berdaging,jadi pengadilannya akan sangat adil dan bijaksana. Roh akan membuat setiaporang dan seluruh dunia tahu sebenarnya dosa itu seperti apa. Dosa ialahperbuatan melawan Tuhan dan tidak percaya akan Yang diutus Allah yaitu Yesussendiri. Orang yang tidak menerima Tuhan berarti ia tidak dapat menikmati sukacita dan hidup yang abadi. Orang-orang berdosa diingatkan bahwa hidup setelahdi dunia ini adalah yang sangat mengerikan dan menderita. Roh Kudus juga memperlihatkan seperti apa kebenaran, kebaikan dan keadilan itu. Hidup Yesus adalah benar dan ia pertahankan itu sampai mati. Setelahkematian-Nya, Yesus menuju kepada Bapa di surga. Ini adalah sebuah kebenaranyang membebaskan, sama seperti kebebasan Paulus dan Silas dari penjara sepertiyang dikisahkan dalam bacaan pertama liturgi hari ini. Ini yang akan diperoleh orang-orangbenar, baik dan adil, sebagai karunia abadi baginya. Roh Kudus membuka mata seluruh dunia bahwa penghakiman terhadap parapendosa sudah sangat jelas. Para pendosa, dan terutama para pembuat skandalyang telah menjerumuskan banyak orang ke dalam dosa, harus mendapatkan hukumanyang  luar biasa. Mereka tidak mendapattempat di dalam Tuhan. Di dunia ini, penghakiman akan terus terjadi untukmemastikan bahwa perbuatan dosa hanya membawa kesengsaraan jiwa dan ragamanusia. Kesengsaraan di dalam neraka akan jauh lebih dahsyat lagi. Maka kitahendaknya selalu membuka diri kepada pengadilan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga kami membuka diri secara tulusuntuk menerima Roh Kudus utusan-Mu, untuk memastikan bahwa kami tetap berada didalam jalan kebenaran, jalan Yesus Kristus sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

Lifehouse Jakarta
Renungan Harian - Landasan Perjanjian Baru : Kasih

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later May 10, 2026 3:52


Pdm. Handoyo Salim (TB) Ibrani 8:10"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Radio Muhajir Project
Kajian Wanita 272. "AKU GELISAH" | Kitab Al-Wabilush Shayyib

Radio Muhajir Project

Play Episode Listen Later May 10, 2026 0:12


Bismillah,272. AKU GELISAHKajian WanitaKitab Al-Wabilush ShayyibAllah Ta'ala memerintahkan orang-orang yang beriman untuk memperbanyak dzikir dan jihad secara bersamaan agar mereka mendapatkan keberuntungan dan kemenangan yang mereka harapkan. Allah Ta'ala berfirman dalam ayat lainnya: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا"Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan me-nyebut Nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)Dan Allah Ta'ala berfirman,فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَٰسِكَكُمْ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَذِكْرِكُمْ ءَابَآءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍApabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (QS. Al-Baqarah: 200)Pada ayat-ayat ini terdapat perintah untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dengannya karena besarnya kebutuhan setiap hamba kepadanya dan tidak merasa cukup darinya meski sekejap mata sekalipun. Setiap detik yang kosong dari berdzikir ke-pada Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah kerugian baginya, bukan keuntungan; dan kerugiannya karena tidak berdzikir itu lebih besar daripada ke-untungannya karena lalainya ia dari Allah Ta'ala.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Paskah ke-6, 10 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 9, 2026 12:10


Dibawakan oleh Maria dari Paroki Santo Yohanes Bosco Danau Sunter di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 8: 5-8.14-17; Mazmur tg 66: 1-3a.4-5.6-7a.16.20; 1 Petrus 3: 15-18; Yohanes 14: 15-21.PENOLONG DARI SURGA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-6 ini ialah: Penolong dari Surga. Ada dua orang laki-lakiberasal dari satu kampung dan berteman sejak kecil. Saat masih sekolah, merekaselalu saling membantu bila ada kesulitan apa pun yang mereka hadapi. Tetapibentuk dan besarnya bantuan itu hanya sejauh kemampuan mereka sebagai anak-anak.Beberapa puluh tahun kemudian, salah satu dari mereka menjadi Bupati di daerahasal mereka dan teman masa kecilnya itu bekerja sebagai guru di satu sekolahdasar terpencil. Mereka berdua kadang-kadang bertemu dan dapat mengenang masalalu yang indah. Mereka sepakat tentang satu hal yaitu, untuk dapat memberikanperhatian dan bantuan yang lebih besar dan lebih banyak kepada sesama,seseorang harus memiliki kedudukan atau jabatan yang besar dan tinggi.  Sang bupati tentu saja memilikisegala kemungkinan untuk membantu dan melayani orang lain jauh lebih besar danlebih banyak, dibandingkan dengan sang guru sekolah dasar. Seorang pejabat baikpemerintah maupun swasta juga memiliki keistimewaan yang sama dalam melayanidan menolong orang lain. Kuncinya ialah ia berbuat atas dasar cinta, kebenarandan kebaikan. Ia hanya dapat dipercayai dan dicintai orang lain kalau semuapelayanan dan pertolongan yang ia berikan ialah bukan untuk dirinya ataukelompoknya sendiri, tetapi semata-mata bagi banyak orang yang dilayani.  Kita mendasari iman kita kepadaTuhan di atas suatu kebenaran bahwa Tuhan adalah penolong setia yang tidakingin kita binasa dan hilang, tetapi keselamatan kita. Pada hari ini TuhanYesus memberikan kita kepastian tentang datangnya Roh Kudus sebagai penolongkita. Roh ini diutus-Nya dari tempat yang tinggi dan memiliki kuasa yangsungguh besar, sehinga Ia tentu saja menolong dengan tidak ada batas waktu,tempat dan orang. Ia melayani dan menolong semua tanpa kecuali. Dari sejakPentekosta pertama sampai saat ini, menjelang kita merayakan peringatanPentekosta untuk kesekian kalinya, Penolong itu tetap setia menolong kita. Iamenolong kita karena esensi diri-Nya ialah Penolong. Kita semua pengikut Kristusmendapatkan pengurapan Roh Kudus dan diutus oleh kuasa Ilahi yang maha tinggi.Maka kita memang memikiki kemampuan untuk melayani dan menolong dalam ukuranbesar dan banyak sesuai dengan tugas dan kepercayaan yang ada pada kita. Tugasitu dimulai dengan para rasul dan murid-murid Yesus dahulu sampai dengan saatini. Dunia dan sekitarnya sangat membutuhkan pertolongan dari kita. Makanasihat bijaksana menjadi sangat penting bagi kita, yaitu kita hendaknya selalubersiap sedia untuk menolong orang lain yang datang meminta dari kita tentangpengharapan yang ada pada kita. Roh Kudus membuat kita mampu menolong siapasaja.  Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kurnia Roh-Mu,agar kami semakin setia menjadi penolong sesama kami tanpa berharapdiperhatikan dan dibalas. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 7 Mei 2026 - Melakukan kebaikan dengan tulus

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 6, 2026 5:34


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 7 Mei 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik batu. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus, Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Perbuata baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan, Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah hatiku saat melakukan perbuatan baik, sehingga kebaikan yang aku lakukan semata-mata hanya untuk kemuliaan nama-Mu dan bukan untuk menyombongkan diriku sendiri. Amin. (Dod).

Missiodei
Eps. 238 Dua Simbol Kekristenan (Salib & Baptisan)

Missiodei

Play Episode Listen Later May 3, 2026 71:53


*DUA SIMBOL IMAN KRISTEN*(Luk.24:13-35; Rom.6:4-6;)Kisah Yesus berjalan bersama dua orang murid-Nya menuju ke kampung Emaus yang terletak kira-kira 7 mil dari Yerusalem ini menjadi momen yang Tuhan kehendaki untuk menampakkan diri pasca hari kebangkitan-Nya. Percakapan Kleopas dan satu murid (nama tidak disebutkan) itu berisi pengharapan yang mulai pupus oleh karena mereka telah menaruh ekspektasi besar bahwa Yesuslah yang akan memimpin dan menolong bangsa Israel, tetapi Yesus telah mati disalib dan tidak ditemukan lagi tubuh-Nya di kuburannya.*Dua Simbol Kekristenan:*- Salib --> simbol kematian Yesus Kristus (kematian Yesus menghasilkan pengampunan dosa dan kehidupan kekal (secara roh). Kristus mati untuk melepaskan kuasa dosa yang telah membelenggu manusia. Mengapa salib? Sebab salib merupakan peristiwa penderitaan namun bila dilihat dari sisi rohani salib Kristus memberikan pembebasan dan pengampunan sehingga manusia lama - manusia berdosa kita sudah disalibkan / mati bersama-sama dengan Kristus)- Baptisan --> setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus dibaptis (dia yg sungguh-sungguh bertobat pasti mau meberi dirinya dibaptis, atau mungkin jika dia mau dibaptis tetapi cara hidupnya tidak mau berubah berarti dia suda mempermainkan kasih karunia dan kebenaran Allah). Bapto (Yn) = dicelupkanPercaya kepada Yesus dan baptisan itu tidak bisa dipisahkan sebab baptisan menjadi bukti karya Allah atas hidup manusia yang percaya kepada Kristus Yesus untuk mengalami pembasuhan, penyucian dan pengampunan. Maka kita disebut sebagai hamba-hamba Kristus yang mana kita melakukan kebenaran, bukan lagi perbuatan-perbuatan dosa.

Missiodei
Eps. 237 Miliki Relasi Pribadi dengan Yesus

Missiodei

Play Episode Listen Later May 3, 2026 72:16


*DUA SIMBOL IMAN KRISTEN*(Luk.24:13-35; Rom.6:4-6;)Kisah Yesus berjalan bersama dua orang murid-Nya menuju ke kampung Emaus yang terletak kira-kira 7 mil dari Yerusalem ini menjadi momen yang Tuhan kehendaki untuk menampakkan diri pasca hari kebangkitan-Nya. Percakapan Kleopas dan satu murid (nama tidak disebutkan) itu berisi pengharapan yang mulai pupus oleh karena mereka telah menaruh ekspektasi besar bahwa Yesuslah yang akan memimpin dan menolong bangsa Israel, tetapi Yesus telah mati disalib dan tidak ditemukan lagi tubuh-Nya di kuburannya.*Dua Simbol Kekristenan:*- Salib --> simbol kematian Yesus Kristus (kematian Yesus menghasilkan pengampunan dosa dan kehidupan kekal (secara roh). Kristus mati untuk melepaskan kuasa dosa yang telah membelenggu manusia. Mengapa salib? Sebab salib merupakan peristiwa penderitaan namun bila dilihat dari sisi rohani salib Kristus memberikan pembebasan dan pengampunan sehingga manusia lama - manusia berdosa kita sudah disalibkan / mati bersama-sama dengan Kristus)- Baptisan --> setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus dibaptis (dia yg sungguh-sungguh bertobat pasti mau meberi dirinya dibaptis, atau mungkin jika dia mau dibaptis tetapi cara hidupnya tidak mau berubah berarti dia suda mempermainkan kasih karunia dan kebenaran Allah). Bapto (Yn) = dicelupkanPercaya kepada Yesus dan baptisan itu tidak bisa dipisahkan sebab baptisan menjadi bukti karya Allah atas hidup manusia yang percaya kepada Kristus Yesus untuk mengalami pembasuhan, penyucian dan pengampunan. Maka kita disebut sebagai hamba-hamba Kristus yang mana kita melakukan kebenaran, bukan lagi perbuatan-perbuatan dosa.

BUN DA MIX SESSION
FILE_12_MAKA_ENCRYPTED.key

BUN DA MIX SESSION

Play Episode Listen Later May 1, 2026 1:15


"Février 2026. Une expédition de recherche dans le permafrost arctique déterre un boîtier d'ordinateur customisé, scellé dans une couche de glace noire. À l'intérieur, un disque dur miraculeusement préservé contenant 15 fichiers corrompus. Pas de noms d'artistes, pas de métadonnées. Juste une date de modification illisible et ce mot gravé sur le métal : AVALANCHE."

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-4 Paskah, 30 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 29, 2026 9:14


Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 13-25; Mazmur tg 89: 2-3.21-22.25.27; Yohanes 13: 16-20.GEMBALA YANGBAIK MENCERAHKAN PENGERTIAN                    Renungan kita pada hari ini bertema:Gembala yang Baik Mencerahkan Pengertian. Sang Gembala Yesus Kristus menerangidunia dan hati kita dengan firman-Nya. Jika firman itu hanya sampai padatelinga manusia, pekerjaan evangelisasi itu dianggap masih sangat mentah. Darimendengar, kemampuan kita perlu berkembang sampai pada pengertian. Tuhan terusberperan membuat kita mengerti Dia, yaitu melalui firman-Nya yang disampaikanitu.  Sejak pembaptisan kita dicurahkan Roh Kudus dan melalui Sakramen Penguatankita diurapi kepenuhannya. Salah satu karunia yang diberikan kepada kita ialah karuniapengertian. Di dalam Injil pada hari ini Tuhan Yesus gembala yang baikmengajarkan kita bahwa dengan mengerti pengajaran-Nya kita menjadi orang-orangyang terberkati. Ia sangat berkenan kepada orang-orang yang tidak hanyamendengarkan, tetapi juga mengerti. Sebab melalui pengertian itulah sikap orangterbentuk dan dari sana ia mulai bersikap dan bertindak.  Tidak berarti bahwa tak ada sama sekali pengertian pada setiap manusia,kelompok orang atau sebuah kultur. Yang sering menjadi soal ialah bahwapengertian manusia terbatas dan cenderung berbeda-beda  atas sesuatu hal. Apalagi dalam soal ajaraniman tertentu, bahaya kurang pengertian dan penafsiran yang berbeda-beda seringberakibat pada konflik sosial di antara kita.  Hal ini sungguh menjadi pengalaman Santo Paulus. Ia mengalami bagaimanaYesus membuat pemikiran dan pengertiannya menjadi baru. Kini giliran Paulusyang mencerahkan pikiran dan pengertian orang-orang yang belum tahu apa-apatentang Yesus Kristus. Sering urusan menjelaskan orang-orang dari tidak tahuuntuk mendapatkan suatu pengertian dasar akan suatu ajaran baru menjadi tugasyang lebih muda. Sedangkan memberikan pemahaman kepada orang-orang yang sudah mempunyaipemikiran sendiri akan menjadi lebih sulit.  Bagi kita, pengertian tentang Tuhan Yesus Kristus dan segala hal mengenaiiman kita memang sudah ada dengan ukuran berbeda-beda dari seorang ke oranglain. Tetapi urusan mencerahkan atau menyegarkan pengertian itu merupakan suatuhal yang lain. Lalu bagaimana caranya? Mungkin usulan ini sangatlah sederhana,tapi siapa tahu bisa sangat berguna. Anak sekolah harus membaca satu bukupelajaran sepuluh kali untuk bisa hadapi ujian, daripada membaca sepuluh bukusatu kali saja. Maka hal yang sama, kita mesti bertemu dan belajar pada Yesusberulang-ulang dan banyak kali. Tidak efektif kalau hanya sesekali atau jarang. Hendaklah kita saling mengajarkan untuk mengembangkan pengertian di antarakita. Bagi yang lebih mengerti, usahakan untuk mengajarkan yang belum. Yangbelum mengerti hendaknya meminta kepada mereka yang lebih mengerti. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, terima kasih berlimpah atas Putera-MuYesus Kristus yang menjadi gembala yang baik bagi kami. Ajarilah kami untukmenjadi gembala yang baik seperti Dia. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

AMAZING GRACE PROGRAM
LEKAT DI HATI HATI ALLAH MAKA DOA...

AMAZING GRACE PROGRAM

Play Episode Listen Later Apr 23, 2026 29:30


AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-3 Paskah, 24 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 23, 2026 7:13


Dibawakan oleh Angelina Tanardi dari Paroki Katedral Kristus Raja di Keuskupan Jayapura, Indonesia. Kisah Para Rasul 9: 1-20; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 6: 52-59.MENJADI ALAT PILIHAN TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menjadi Alat Pilihan Tuhan. Ketikaseorang anak yang masih dalam kandungan, kemudian dilahirkan dan mengalamihidupnya sebagai kanak-kanak, banyak perkiraan yang baik diharapkan kelakterjadi padanya. Pasangan suami dan istri yang baru satu tahun menikah, jugamemiliki bayangan tentang anak mereka yang baru beberapa hari lahir dengansehat. Seorang bayi laki-laki yang sangat dibanggakan kedua orang tuanya. Suami berkata bahwa anaknya itu bakal memiliki kemiripan dengan dirinyayang cocok mengabdi kepada masyarakat di bidang politik dan sosial. Berbedadengan istri, bayi laki-laki, yang katanya memiliki wajah mirip dengannya itu,lebih tepat mengabdikan diri sebagai pendidik seperti dirinya yang adalahseorang guru. Namun siapa yang tahu dengan pasti bahwa di masa depan anak inimenjadi seperti yang diperkirakan atau sangat berbeda dari perkiraan itu? Kitaharus mengakui sebagai sebuah kebenaran bahwa kepastian itu hanya ada padaTuhan.  Maka benar seperti yang dikatakan oleh pandangan umum bahwa manusia yangmerencanakan atau mempersiapkan, tetapi pada akhirnya Tuhan-lah yangmenentukan. Sebuah persiapan tetap sebagai syarat yang tidak bisa dihindari,karena hal itu merupakan bagian dari perintah dan kehendak Tuhan. Firman Tuhandalam kitab suci tentang bersiap sedia atau berjaga-jagalah, merupakan poinutama dari perintah tentang persiapan itu. Tujuan yang penting sekali sebuahpersiapan ialah supaya siapa pun orang yang bersangkutan, akan dipakai olehTuhan sebagai alat-Nya untuk suatu tanggung jawab atau tugas tertentu. Ada sebuah misi Tuhan yang besar setelah Yesus Kristus yang bangkit naik kesurga, yaitu Gereja perdana yang harus dibuat menjadi Gereja dunia. Injil harusdiwartakan ke seluruh dunia, maka jangan hanya diketahui oleh orang-orangYerusalem dan sekitar Palestina. Maka sebuah persiapan besar harus dibuat.Semua orang dibuat amat kaget, karena persiapan itu harus melalui sebuahmujizat besar, yaitu pertobatan Saulus yang dikenal luas sebagai musuh Tuhandan penganiaya ulung Gereja Perdana. Ia ditobatkan dan dijadikan rasul ulunguntuk menginjili dunia di luar Palestina. Ia mendapat gelar rasul tetapi bukanmenjadi bagian yang ditetapkan sebagai lingkaran kedua-belas rasul. Pengalaman pertobatan Saulus, yang nanti berubah nama menjadi Paulus,merupakan titik baliknya untuk menjadi seorang rasul sejati. Sekali ia menjadibagian dari Yesus, ia tidak pernah menyerah akan tugas yang berat di depannya,bahkan mundur selangkah pun dalam menjalankan misinya sebagai seorang rasul.Tuhan Yesus pada hari ini mengajarkan bahwa untuk menjadi seorang murid danrasul-Nya yang sejati seperti Paulus, kita harus dapat makan tubuh-Nya danminum darah-Nya. Kita dibaptis untuk tujuan tersebut. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, baharuilah diri kami agar kami dapat menjadipengikut-Mu yang sejati. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Missiodei
Eps. 236 PEWAHYUAN KEMENANGAN

Missiodei

Play Episode Listen Later Apr 19, 2026 68:28


Khotbah Minggu, 19 April 2026PEWAHYUAN KEMENANGAN - Kebangkitan Yesus Kristus menjadi pewahyuan Allah yang nyata agar manusia beroleh hidup dan kemenangan(Yohanes 20:31; Yoh.15:7)Pewahyuan adalah sesuatu yang sebelumnya tersembunyi namun kini telah dinyatakan / diungkapkan. Bukan hanya menyatakan Pribadi-Nya, tetapi Allah juga mampu mengalahkan maut melalui kebangkitan-Nya. Kebangkitan Yesus Kristus adalah kemenangan kita umat manusia sebab oleh karena kebangkitan-Nya kita beroleh hidup!Untuk masuk dalam kemenangan atas kebangkitan-Nya, langkah-langkah yang harus kita lakukan yaitu:Percaya kepada Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit dari maut, sehingga oleh karena iman kita beroleh hidup yang kekal di dalam nama-Nya (Yoh.20:31);Tinggal di dalam Yesus, berarti tetap dan selalu bersekutu, berkomunikasi, berjalan, atau melakukan segala firman-Nya dengan pimpinan dan kuasa Roh Kudus (Yoh.15:7). Maka perlu dilakukan pemberitaan dan pembelajaran akan firman-Nya;Berdoa, atau meminta merupakan ketetapan yang Tuhan berikan kepada setiap orang percaya. Berdoa merupakan aktivitas iman orang percaya. Orang yang sungguh-sungguh telah menerima penyataan dan pewahyuan Allah pasti dan akan selalu melakukan 3 langkah di atas. Allah menghendaki persekutuan dan kehidupan kekal bersama kita umat-Nya yang hanya bisa diperoleh dalam Kristus Yesus. Jadi, jika tanpa kehadiran Yesus Kristus, kematian dan kebangkitan-Nya, konsepsi Allah tidak akan terwujud.

Newnormal
Qs. Ali-Imran : 94

Newnormal

Play Episode Listen Later Apr 19, 2026 5:40


Maka barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah1 setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim

Ini Koper
#988 Jangan Jadi Kalkun di Dunia Black Swan

Ini Koper

Play Episode Listen Later Apr 16, 2026 6:56


Jangan pernah terlalu percaya pada deretan data masa lalu yang terlihat begitu mulus dan meyakinkan. Lihatlah nasib si kalkun itu. Selama seribu hari hidupnya, ia selalu diberi makan tepat waktu oleh sang peternak hingga ia merasa sangat disayang dan merasa paling aman di dunia. Berdasarkan statistik seribu hari yang tak pernah meleset itu, si kalkun membuat kesimpulan ilmiah yang mantap: peternak adalah sahabat terbaik yang akan selalu menjamin perutnya kenyang sampai kapan pun. Namun, statistik seribu hari itu justru berubah menjadi jebakan maut tepat di hari ke-seribu satu. Ketika hari raya tiba, teori kebahagiaan si kalkun runtuh seketika bersamaan dengan ayunan pisau tajam yang hinggap di lehernya. Itulah hakekat Black Swan: sebuah peristiwa tunggal yang benar-benar tak terduga, namun memiliki kekuatan dahsyat untuk menghapus seluruh sejarah kenyamanan kita dalam sekejap mata. Apa yang dianggap sebagai bukti keamanan selama ribuan hari ternyata hanyalah akumulasi risiko yang sedang menunggu waktu untuk meledak. Maka, pesan moralnya jelas: jangan pernah mau jadi kalkun di tengah badai ketidakpastian dunia modern ini. Jangan mudah terbuai oleh ramalan-ramalan indah para ahli yang hanya pandai melihat spion masa lalu tanpa sadar ada jurang di depan mata. Kita butuh sikap waspada yang ekstra, butuh keraguan yang sehat terhadap kemapanan, dan jangan pernah menaruh seluruh nasib kita pada satu kebaikan "peternak" yang bisa berubah jadi algojo kapan saja. Di dunia yang cair ini, mereka yang selamat bukanlah yang paling banyak punya data, melainkan mereka yang paling siap menghadapi kejutan yang paling pahit sekalipun.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 16 April 2026 - Bangkit dari kegagalan, berani memulai sesuatu yang baru

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 15, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 April 2026Bacaan: "Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya." (Matius 9:17)Renungan: Seorang seniman Italia bernama Michelangelo Buonarrotti mendapat perintah membuat lukisan untuk gereja. Ia telah mencoba merombak lukisannya berulang kali, namun ia belum dapat menciptakan lukisan yang baik menurutnya. Suatu hari ketika sedang berada di warung minuman, ia mendengar seorang laki-laki berkata kepada pelayannya, "Anggur ini sudah asam, segeralah membuangnya." Maka pelayan itu pun memecahkan guci berisi anggur yang sudah asam tersebut sehingga air anggur mengalir keluar dan terbuang. Segera pelayan itu membawa sebuah guci berisi anggur baru. Melihat itu, Michelangelo segera pulang ke rumah dan membuang lukisan-lukisannya yang lama dan malam itu ia berhasil menciptakan sebuah lukisan baru yang sangat bagus. Terus memelihara sesuatu yang tidak baik di dalam hati dan pikiran, akan merampas semua sukacita, peluang untuk maju dan hidup berkemenangan. Memang masing-masing kita pasti mempunyai pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain. Kita semua tidak terlepas dari dua sisi kehidupan, yaitu sisi suka dan sisi duka. Suka dan duka di dalam kehidupan berumah tangga, di dalam bisnis serta pekerjaan, di dalam penderitaan karena sakit penyakit, di dalam menjalin hubungan dengan seseorang, bahkan di dalam pelayanan. Tentu saja sisi suka akan senantiasa menjadi kenangan manis yang dapat membuat wajah kita berseri-seri bahkan tersenyum mengingatnya. Tetapi yang biasanya jadi masalah adalah sisi duka yang tidak jarang membuat kita sedih, atau bahkan menyebabkan kita menyimpan dendam serta kepahitan yang tidak pernah hilang. Ada sebuah doa singkat yang cukup bagus, "Tuhan, ajarilah aku bersyukur bukan hanya untuk banyak perkara-perkara besar yang sudah Engkau kerjakan, tetapi juga untuk jutaan perkara-perkara kecil yang Engkau kerjakan di dalam hidupku selama ini." Kejadian-kejadian yang menurut kita sangat menyakitkan, tentunya tidak pernah terlepas dari kemahatahuan Tuhan. Roma 8:28 berbunyi, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Seseorang pernah berkata, "Waktu yang lalu tidak akan pernah sama dengan waktu yang akan datang." Apakah kita mengalami banyak kegagalan, kekalahan dan pengalaman menyakitkan selama beberapa waktu ini? Bangkit dan bangunlah iman kita kembali. Taruh harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan lihat, bagaimana Diaa akan berkarya di dalam hidup kita. Buanglah anggur asam beserta kirbat lama itu dan milikilah anggur baru beserta kirbat baru yang telah tersedia bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar berani untuk meninggalkan semua kegagalan dan kepahitanku dan memulai sesuatu yang baru mulai hari ini. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 6 April 2026 - Firman Tuhan yang bertumbuh dalam hidupku

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 5, 2026 5:42


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 6 April 2026Bacaan: "Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." (Matius 13:8)Renungan: Pernahkah kita berpikir mengapa kehidupan para pengikut Yesus berbeda satu sama lainnya? Sebagian menghasilkan buah pertobatan dengan karakter yang baik, sebagian lagi tidak menunjukkan buah pertobatan. Sebagian selalu menjaga kekudusan hidup, sebagian lagi masih suka berbuat dosa. Sebagian sungguh-sungguh mengikut Tuhan, sebagian lagi hanya ikut-ikutan. Sebagian aktif melayani Tuhan, sebagian lagi hanya pasif di gereja. Sebagian bersemangat untuk menjangkau jiwa bagi Tuhan Yesus, sebagian lagi tidak memedulikannya. Apakah yang menyebabkan perbedaan itu? Ternyata hanya satu: respons mereka terhadap Kabar Baik. Hal ini menjadi jelas jika kita melihat perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang penabur. Tuhan Yesus menceritakan tentang seorang petani yang menaburkan benih di ladangnya. Sebagian dari benih itu jatuh di pinggir jalan sehingga burung memakannya sampai habis. Sebagian lagi jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan karena tanahnya tipis, ia segera tumbuh, tetapi ketika matahari terbit maka ia menjadi layu. Sebagian lagi benih itu jatuh di tengah semak duri, dan ketika semak duri itu semakin besar maka ia menghimpitnya. Tetapi sebagian lagi jatuh di tempat yang subur, lalu tumbuh dan berbuah, ada yang 100 kali lipat, 60 kali lipat dan 30 kali lipat. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa benih yang jatuh di pinggir jalan itu adalah orang yang menerima Kabar Baik atau firman Tuhan tetapi dia tidak mengerti firman Tuhan tersebut. Maka datanglah Iblis merampasnya dari orang itu. Benih yang jatuh di tempat berbatu-batu menggambarkan orang yang menerima firman dengan gembira, tetapi firman itu tidak berakar di hatinya. Ketika cobaan dan penganiayaan datang dalam hidupnya, ia menjadi murtad. Benih yang tumbuh di semak duri menggambarkan orang yang menerima firman Tuhan tetapi kekhawatiran dunia dan tipu daya kekayaan menghimpitnya sehingga tidak berbuah. Sedangkan benih yang tumbuh di tanah yang subur dan menghasilkan buah 100 kali lipat, 60 kali lipat dan 30 kali lipat menggambarkan firman yang ditanam dalam hati orang yang menerimanya dan dapat dimengertinya. Perumpamaan ini menggambarkan bagaimana firman Tuhan diberitakan kepada semua orang, tetapi sikap dan respons mereka berbeda-beda sehingga hasilnya pun berbeda. Bagaimana firman tumbuh dalam hidup kita tergantung pada sikap kita terhadapnya. Apakah kita membiarkan Iblis mengambilnya dari kita, membiarkan pencobaan menekan firman tersebut, membiarkan kekhawatiran dan kekayaan dunia ini menghimpitnya, ataukah kita bertekun di dalamnya sehingga menghasilkan buah dalam kehidupan kita. Semuanya tergantung pada pilihan kita. Untuk itu, jadikanlah hati kita sebagai tanah yang subur untuk firman Tuhan sehingga menghasilkan buah yang menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati seperti tanah yang subur, sehingga firman-Mu dapat tumbuh dan berbuah dalam hidupku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 2 April 2026 - Fokus pada Berkat dan kebaikan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 1, 2026 5:26


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 2 April 2026Bacaan: "Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia." (Lukas 15:28)Renungan: Kisah anak yang hilang tentu sudah sering kita dengar. Kisah ini sering dipakai untuk menunjukkan betapa besar kasih Bapa kepada mereka yang mau bertobat, bahwa la bukan hanya mengampuni, tapi juga akan memberi segala yang baik kepadanya. Selain itu, kisah anak yang hilang juga sering dipakai untuk menunjukkan bagaimana anak Tuhan juga bisa "hilang" walau sehari-hari tampak dekat dengan Tuhan. Tandanya adalah ketika ia tidak lagi bisa mengasihi orang yang berdosa, tapi justru iri ketika Tuhan menerima kembali mereka yang mau bertobat. Tanda lainnya adalah ketika ia merasa tak diberkati padahal ia sendiri tak pernah meminta kepada Bapa yang sangat baik. Kisah ini begitu luar biasa karena memberikan harapan bagi mereka yang belum percaya tapi juga mengingatkan orang percaya bahwa sebagai anak Tuhan, kita tidak hanya harus punya hati seperti Tuhan tapi juga harus bersyukur karena telah dilayakkan menerima kasih karunia dan berkat-Nya. Nah, ada satu hal yang mungkin luput kita perhatikan. Lihatlah bagaimana perhatian bapa kepada si sulung. Meski si sulung merasa dikesampingkan, sesungguhnya perhatian sang bapa kepadanya sangat istimewa. Sang bapa memang rindu kepada si bungsu, tapi ia tidak pergi mencarinya. Setelah anak itu bertobat, baru ia menyongsong dan menerima si bungsu dengan sukacita. Lain halnya dengan si sulung saat ia "terhilang". Saat ia marah karena ada pesta untuk adiknya, si sulung tak mau masuk ke rumah. Namun, apa yang dilakukan bapanya? Bapanya melangkahkan kaki ke luar untuk bertemu dia. Jangan pernah mengira Tuhan itu seperti Bapa yang cuek. Apalagi kepada orang percaya, yang telah bekerja keras melayani Tuhan, sesungguhnya perhatian Tuhan sangat istimewa. la sendiri yang akan datang menghampiri dan menghibur kita. Pertanyaannya, apakah kita menyadarinya? Atau kita justru terus fokus pada masalah, atau bahkan merasa iri kepada orang lain yang tampak diberkati lebih dari kita? Ingat kita punya Bapa yang baik dan penuh kasih, peduli pada anak-anak-Nya. Tidak perlu urusi berkat orang lain, ingatlah bahwa hidup dekat pada Allah pun sudah jadi berkat tersendiri, karena asal dekat Allah, maka kita bisa tenang sebab Dialah sumber pertolongan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku, karena adanya rasa iri dan dendam di hatiku, membuat aku terhilang dari hadapan-Mu. Lepaskanlah perasaan negatif itu dari diriku agar aku dapat kembali masuk dalam hati-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 30 Maret 2026 - Waktu untuk Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 29, 2026 3:26


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 30 Maret 2026Bacaan: "....tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:2)Renungan: Ada seorang Profesor Jerman yang begitu baik sehingga membuat para mahasiswanya kagum dan bertanya-tanya. Beberapa dari mereka bertekad mencari tahu apa rahasianya. Pada suatu hari, mereka menyuruh seseorang untuk bersembunyi di ruang belajar tempat sang profesor melewatkan waktunya setiap malam. Akhirnya ia datang juga dalam keadaan sangat capai. Tapi ia duduk dan selama satu jam mempelajari Alkitab. Lalu menundukkan kepala serta memanjatkan doa, kemudian menutup Kitab Sucinya. Setelah itu ia berkata, "Tuhan Yesus, kita masih memiliki hubungan lama yang sama." Hubungan kita dengan Tuhan Yesus merupakan hal yang paling utama dalam hidup ini. Itulah sebabnya kita wajib memeliharanya baik-baik. Bagaimana caranya? Seperti kata Pemazmur: suka melakukan perintah Tuhan dan merenungkannya siang malam. Bukankah kita punya waktu untuk menyalurkan hobi atau kegemaran kita di tengah kesibukan sehari-hari? Alasannya, karena itu penting bagi kita. Maka apabila hubungan akrab dengan Tuhan Yesus kita anggap penting, tentunya kita selalu rindu menyediakan waktu bagi Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengutamakan Engkau di atas segala sesuatu. Ingatkanlah aku agar senantiasa menjaga hubungan akrab dengan-Mu. Amin. (Dod).

Pinter Politik
Saatnya Bubarkan Garuda?

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Mar 27, 2026 8:29


Skytrax turunkan peringkat Garuda Indonesia dari bintang 5 ke 4. Rugi bersih 2025 melonjak 4,5 kali lipat jadi Rp5,4 triliun. Penumpang turun 10,5 persen. Dari ratusan pesawat, hanya 60-an yang bisa terbang. Maka wajar, wacana pembubaran sempat bergulir di DPR tahun lalu. Pertanyaannya: haruskah dilakukan?

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 26 Maret 2026 - Dia selalu memberimu kekuatan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 25, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Maret 2026Bacaan: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana." (1 Raja-raja 19:3)Renungan: Pernahkah kita kehilangan kekuatan iman ketika diperhadapkan pada suatu keadaan yang tidak terlalu genting? Seringkali kita menghadapi situasi sulit yang sangat menantang iman dan mampu melewatinya dengan iman yang terfokus pada Tuhan. Namun, ada kalanya kita mengalami kekhawatiran dan ketakutan hanya karena persoalan kecil. Di gunung Karmel, Elia menantang Raja Ahab beserta 400 orang Nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia memanjatkan doa yang super beriman, "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah... dan bahwa aku ini hamba Mu... Jawablah aku, ya TUHAN, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu, turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 Nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. Ia menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mzm 22:2). Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika tapak perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).

Love and Compassion Podcast with Gissele Taraba
Ep. 91 – Would you forgive your son’s killer? How one man got beyond revenge.

Love and Compassion Podcast with Gissele Taraba

Play Episode Listen Later Mar 21, 2026 64:36


TRANSCRIPT Gissele: [00:00:00] Gissele: hello and welcome to the Love and Compassion podcast with Gissele. We believe that love and compassion have the power to heal our lives and our world. Don’t forget to like and subscribe for more amazing content. Today we’re talking about extraordinary acts of forgiveness and love. Today’s guest is Abdul Munin. Gissele: Sombat Jitmoud, an educator faith leader and father whose response to unimaginable loss stunned the world in a courtroom in Lexington, Kentucky. After his son was murdered, Dr. Jitmoud publicly forgave the man responsible, embracing him. In choosing mercy over vengeance, what could have been a moment of rage became a living testament to faith, courage, and radical compassion. Gissele: Abdul Munin. Gissele: Sombat Jitmoud, Was featured in the National Geographic documentary, the series, the Story of God with Morgan Freeman. Since then, he has traveled internationally speaking [00:01:00] across faith and cultures about forgiveness, healing, and the transformative power of love in the face of violence. Please join me in welcoming Sombat. Gissele: Hello. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Good morning from Thailand Gissele. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: my make-believe daughter of the century, 21st century. Thank you. Thank God so much, Allah Almighty, to give us a daughter that have been waiting for 75 years. Gissele: thank you so much. Thank you for being on the show and for the incredible message that your act has done. Gissele: I was wondering if you could tell the audience a little bit about the loss of your son and how you came to be in the courtroom that day. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Yes. I like to go back to, when I marry righteous wife, her name Linda. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: her father from Greece and her mother [00:02:00] are from Germany, so she born and raised in St. Louis, Missouri. I came from Thailand from further of my higher education and I earned all of my degree, bachelor degree, master degree, EDS degree and doctorate degree in one of the university. I met this young lady, she’s also the minister of the Christian Church and she feel sorry for me for, she said Sombat, you are so nice person. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And you, talk so much about God because, at that time I was reading the Holy Quran is my friend, because as a foreign student, you don’t have many friend quickly. So the friend I have on my life is I, I read the holy [00:03:00] Quran, the word of God Almighty. And then she said that I feel sorry for you, that you are such a nice person. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: You are very kind and you’re very helpful to me as a college friend. But, I’m sorry to tell you that you will go to hell fire. She said, I said, Linda, why you said that? We just met and become good friend, college friend because you don’t believe in Jesus Christ our Savior. So as a Muslim from Thailand, Buddhist society, I start to share my faith for a few words because we just first met, we just met a few days. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: She said, Linda, actually as a Muslim, I believe in Jesus Christ, but not as God or Son of God. I believe Jesus Christ is one of the great prophet of Allah who came before Muhammad over [00:04:00] five, 500 years. She was stunned that I believe in Jesus Christ. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: After that, we didn’t see each other. for some time she went to the bookstore and start, reading the Holy, holy Book of Islam, quran in English. She, because she tried to find a mistake in holy, to come and convince me that you see, Gissele: yeah, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: your holy Quran has a lot of mistake. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: But she found none, finally one day, one 19 of Ramadan, actually, she came to us in the mosque near the campus, Truman State campus in northern Missouri. She said that I want to become Muslim. So my friend and I. Invite her and give her shahada that Morgan Freeman love this word shahada. All I [00:05:00] bear witness that no one will of worship except Allah Muhammad and Prophet Muhammad much is the servant and the messenger of Allah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: If you can see I have this, in the background here. That’s what Ilan, so she became Muslim. So we thank God for that. And then she start to learn more Islam. And then a year later I asked her to marry me. So not marry right away because she is become my sister in faith, but I nurture her along the way. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: She ask question. And of course, I left to pursue my PhD in Indiana. And then sometime we keep on communicating. And finally we met again and I asked her to, to marry [00:06:00] me and with her righteous nature, God give us six son. And Salahudin was number five, who passed away, with a murder case as you introduced. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And, go back. on the February 15, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: three o’clock, I was in St. Louis City, to be the principal of biggest Islamic school. In the morning I was sleeping. The phone woke me up, so I grabbed the phone. And the message said that, are you Dr. Jitmoud? I say, yes. your son is dead. I was really shocked. First shock. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I was this a dream or I has a nightmare. So I pinch myself pin the back of my hand. It’s hurt. I said, oh, I’m still alive. I awoke. So I said The word that the holy [00:07:00] register, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: the meaning we all belong to Allah, the creator. And until Allah, we all return back to him. I, it is calm as the first shock of the news. Then I said, if this real happened, I said, oh, Sadahudine, my, our dear son, you belong to Allah now. Allah called you back to him. I have to accept this. It is calm me down. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then I think of what the Prophet Muhammad peace and blessing me upon him do in the situation like this. In his life. We studied the life of mohamad. He, when he have a shock like this, he would pray. He didn’t go to the bar, he didn’t go crazy. He went and to make [00:08:00] abolition. And he start bowed out to Allah. Pray Lady. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I said, oh, I have to do what Prophet Moham used to do. I went to the bathroom and make Ablution wash up lady, wash myself real good. That’s the most ablution, the hardest one in my life because my mind was, my son is dead, but I have to pray. I have to pray to God. So I finished and start bow down to to Allah almighty, as prophet we used to do. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then I woke my son, Musa sitting with me right now. Let’s go to the mosque. We need to pray with the community. And we have to take seven hours to Lexington, Kentucky from St. Louis, to prepare for the funeral. And at that time, we didn’t know how he died. What? We learned that he’s dead. can I move on just a little [00:09:00] bit then? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Of Gissele: course. Yeah. That’s, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: this how Allah Mercy, his mercy was hidden in my crisis life. Crisis. that’s one, one verse, in Quran appear into me, it was revealed to Prophet Muhammad 1400 years ago. But tonight, it’s like a reveal to me. May I decide in Arabic? Gissele: Okay, of course, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: this in, surah, in Surah nine. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And, um, I verse verse number 51, before I move on, I just go like this amazingly, uh. I check the holy gra it, it’s miracle. After that, I said number nine and verse 51. You know what happened in my life? I’m number nine in birth ranking in my family. My mother, my [00:10:00] father in Thailand, in rural Thailand, they have 11 children. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I happen to be number nine. And in my passport, it just, my birthday was 1951 and this was 51. So I was amazed. I thank God, wow, God reviewed these words. 1400 years ago applied to me in 21st century. So I bowed out to God again. Thank him for like a. Help me to calm myself down at the time of crisis. So that’s what, um, the, the God said that[00:11:00] Abdul-Munin Sombat Jitmoud: is really comfort me so much. He said, oh, Muhammad, tell all mankind nothing happened to us by accident. All happened by the decree of Allah. It had been written, has been ordained before. Anything to happen. Let the believer put trust in Allah and Allah is the best of friend and put trust in Allah and Allah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: The most forgiving, the most merciful, forgiving at the time of shock there was of Allah at the end of verse said the most forgiving. At that [00:12:00] time, I don’t know what, our son died, how he died. There were forgiving and mercy came side by side, like a twin tower. Then we went to the mosque, we pray, and I called the school. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: My principle too, manage the school for me because I have to drive seven hours to Lexington to prepare the funeral. Then I asked the imam if I can say a few would about the death of our son, and then I didn’t know anything. I said, please pray for our son. He was dead last night. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I have no idea what he, how he die. And then Musa, my son, a man, a good friend of mine, asked him what on my way out to put the shoe on in Islam. You know when you enter the moss, you take the shoe off, put the shell on the shell. So I went ru rushed [00:13:00] going out. This gentleman, he, I will mention his names, alio. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: He asked my son what happened with your brother? And then my son said he, he got. Murder. Why? delivering pizza, very innocent, uh, honest earning. Then he suddenly, he ran after me, Dr. Chimo, congratulation. I said, I just announced you to the community that my son just got killed. We just on our way to, to prepare for funeral possession. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Okay? I’d like to thank you for congratulating me. What for? he said, you are the father of the righteous death of your son. Comfort death. He said, because it fits what God said in Quran and what Prophet Muhammad [00:14:00] said in his teaching. That’s another the comfort Gissele. My dear daughter, Allah comfort me at the time. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I don’t know what happened yet. So we drove off, to Lexington, Kentucky. Then I communicate with community in Lexington because I was the principal there for seven year. They communicate with me, we body. He said that Dr. Chen will at this time with, the ambulance took him to the Frankfort, the capital of Lexington, for the exam. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So his body about 50 miles away from Lexington. So, okay. Thank you. And then we keep on driving. So I told my son live in different state. They all met. We gonna meet in Lexington for. So finally we met each other halfway. I said, we have to pass [00:15:00] Frankfurt. Let’s stop by to, to see the doctor where the body of Saudi is there. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So I stopped by. The doctor asked me, are you the Saudi father? I say, yes. We just came from St. Louis City, my son in the bank. well, can you tell us about s She said, I have been practicing, this is my career over some year. He’s a very noble, doctor, and he start to, swallow, swallow his, saliva, compose himself from crying. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: he is a big man. Crying in front of the stranger is something, but he said, I feel so sorry for your son surrounding. I stop here sunshine. What happened? Because I didn’t know what happened. He said, uh, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: somebody slit his throat. I said, oh, and then before anything he said this, [00:16:00] you know what? The knife that somebody used to slit your son throat is so sharp. I say, to praise God. I thank God that because Prophet Muhammad peace and blessing say in his teaching, before you slaughter animal, make sure you sharp the knife because when you slaughter the cow or goat and sheep or chicken so that the animal will not feel so much pain. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then that’s what I say, Aham all praise and thank me to Allah. And he said, and then he followed it how Allah comfort me on this crisis harm. He said. However, your son probably have very few moment of pain because the knife is so sharp. I thank God and all our son in the back [00:17:00] a sigh of relief. This probably the beginning of forgiveness come to play in the role because number one, the man in Saint Louis where you are the father of the righteous son who have a noble death now. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: The doctor gave me all this and then asked, may I see his body? He said no. Um, the body has had been chief back, to Lexington for the Islamic funeral, tradition. I thank God again my daughter, Gissele, because I thought that the body gonna be, in the refrigerator, right? Because a murder case like this probably will exempt, the body cut the body and thing, but in Islam, not, uh, not permit to have anybody cut without [00:18:00] necessary without telling God already. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Tell the doctor that, this is enough for this young man, 22 years old who got killed. So the bodys already in Lexingtons. So we drove off, with comfort and the community in Lexington said, Dr. Jitmoud we cannot pray to Saudin in the mosque. because. Hundred upon, hundred people came to honor Saudin because, uh, people know me after seven year of principal in the, I know the mayor, I know the chief, the police, they all become my good friend during my service of community. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So people came upon hundred or become thousand, uh, before I even arrive. Gissele: Wow. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: then said, I want you to go to cemetery, because that’s what we are gonna, we gonna pray. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So I went directly there when I ride the street into the [00:19:00] cemetery was packed. Cannot drive in, so we have to walk in. To get to, to the grave sign when I arrived there. Hundred upon hundred two. Lie of male and female male, one lie, female other lie they want to come to, to comfort me, but I arrived late. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So I thank them and they were crying. I comfort them and tell them not to cry because this happen happened by the will of Allah. We all believe in Allah, right? They say yes, so don’t cry. And it’s not accident. God ordained this to happen. By the time I look up way, by the main street, I saw eight men carry the coffin of, Saudin I asked the, the guest who visit me, may I, excuse me, I have [00:20:00] to, receive my son. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Usually I. I carry the c oftentimes in, in Thailand and in America, because it is in Islam, it is rewarding to do the good deed of honoring the person who live this world. So when it came close to me, I went to the left side for, to support the coffin. Like this, it flew away. So I ran in the other side to grab on this side. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: It flew away. Again, it remind me of the teaching of Prophet Muhammad, that a righteous person see how Allah comfort me again. And our sons, the righteous person. He will request a. In Arabic. K. Hurry me. Hurry me to the grave. My knee bul [00:21:00] because he don’t care anymore about this world. So at the time I heard, four men in the back complain to the foreman in the front, why you pull so fast, so hard? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And the foreman in front said, no, you are the one who pushed so hard. I come to the teaching of prophet moment, the angel, he’ll carry the casket. Gissele: Mm-hmm Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Hurry me, hurry me, hurry me. Finally, I was able to catch up. with the coffin they put down by the grave and the leaders said, open the face from the cloth, the white claw, that cover, because when they have, uh, they wash the body, they have to put, they come to the teaching of Islam, white claw to the whole body, including face. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So they said [00:22:00] they carefully open the place and after to here, they don’t want me to see the neck that the doctor after to here, oh, Gissele, when I open, when they opened the face, I saw him smiling. a dead person got killed by the sharp knife, but smiling face. And like a happy dead person. So when then I, I saw something dark on his forehead, which is, is about the coin dark spot. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Uh, then I, remind me of the holy ground. God said Abdul-Munin Sombat Jitmoud: this dark spot is a mark of prayer. So he’s [00:23:00] 22 years old. His mother, Dr. Linda Jamila, she, she’s a new Muslim for 34 years before she die. She has spot two. She pray so hard because she thank God that, uh, she became Muslim and she has a wonderful. Family and she pray. Thank God the best way to thank God is to pray in Islam. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Now our Saudin has like his mom who passed away a year ago and they love each other. My wife love our six son so much, and then we saw, we found the dark spot Abdul-Munin Sombat Jitmoud: prostration and the forehead on the ground. I kiss him the last time I ever kissed my son in this world. I kiss on his dark spot and I said, oh my dear son, I love [00:24:00] you so much. I, I say it to you. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I love you so much for the sake of Allah, me, Allah is a prayer. Now me, Allah reunite us with your mom and you and all of us in the high is paradise. Oh my son. We meet you soon in Shaah, God willing, then they start closing the cloth over his faith. That’s the last scene I saw of him Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So the our four son, his big brother and young brother ine, went to the grave to receive his grave site to receive his coffin. And the community also came down to receive. They said that his body is very light. you believe in Angel? my daughter? [00:25:00] Yeah. Christian, Judah. We are these three about Abrahamic faith. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: We have very similar faith and we believe in the angel unseen, but God create the angel. They said as we carry and now we carry him to the resting place. His body was so light Gissele: Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So make the people who do the service very, very comfortable that he is a good man. So after of course we pray the imam, of the community. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I have to mention his name because he my best friend also, he, the Imam who lead our prayer and he the leader community for 30 some years in Lexington. And he used the lesson to, to teach. Hundred of people who came to pray. He said, and he cry. He said, look at this young man. He’s my friend [00:26:00] now. I miss him. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I pray for him. But this a young man that I adore because I have been the imam and pray the funeral, pray for many years I knew. So people come to honor his departure from this world in the ude of the prayer, and he cry and he will, he say, live yourself in the righteous, life and you’ll face the happy ending of this world, just like this young. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And he, and then we put the dirt over him. So I stop right here. You just a good listener. Gissele: thank you for sharing that. if I heard you correctly, one of the things that I’ve gotten from your story was that you had received signs along the way of the need for forgiveness and mercy, even before you knew what had happened, and [00:27:00] also that your son had a righteous death. Gissele: is that correct? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: uh, he is a righteous son. Gissele: Oh, okay. Well, the reason why I mentioned that is because, your son is a hero. He saved a woman’s life, right? Like there was somebody else who was supposed to go on that pizza delivery run who was afraid. is that accurate? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Oh, yes. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: let me, cross right here. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Okay. all this information came later after after offender opposition. We bur him and everything and pray. Last time, so the community announced that Dr. Jitmoud and his family will be in an Islamic school, Lexington Universal Academy. That’s why I used to be the principal, to receive condolences, please come to the school, after evening prayer. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So a lot of friends, hundred of them came to condo, me and my son. Then out of that, [00:28:00] a friend from Pizza Hut. Because they know the Saudi father work here So he came, he start, one of them start telling the story with Saudin delivered pizza not his order because he came back. Okay. He has a young brother named Nurodine, calling him at home about 10 o’clock. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Says it’s raining very hard. that night, the young brother said, Baba, is rain so hard? I worry about My brother Saudin So I called him. He answered right away. He said, uh, sa uh, um, it’s almost 10 o’clock. You’re supposed to be home by now. And it’s raining too. When you gonna come home? He said, I’m delivering the last pizza. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then I will be home soon. So when he deliver little pizza, he went back to Pizza Hut. The young lady pulled [00:29:00] out the order slip and saw the address. That’s her turn, to go. And she said, no, I’m not going to this place. These are section eight. You know, section eight, a housing, complex. I’m not going. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: It’s raining and dangerous. So Saudin just walk in. He said to his coworker, he said, don’t worry, I’m on my way out. my brother just called. I’m gonna stop by and I will come back and give you a tip. tomorrow. So he went, see how Allah ordained that he gonna die. The lady will be safe. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So the lady allow him to go. And when he went, it’s a fake address. He just look around to look for the receiver. I know, I’m sure, know for sure that he didn’t see who behind him. He’s a big tall man and s above my side. Gissele: [00:30:00] Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Probably he just lock him and then, finished the job and he took pizza, took Saudine`s purse and, then he even finished the pizza too. He must be very hungry. the murderer. And then that’s what it is, the story that the lady was saved. Now God want us to save the man who killed You want me to, uh, Gissele: uh, yeah, you can, you can keep going on the story for sure if you want to. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then what happened? next morning, the police team of the police above and detective came to our house. I still in have a house in Lexington. he said that, Dr Jitmoud, we’re gonna take you, to see the crime scene that your son got murdered yesterday. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I was so happy. So we went, when we went through the Section eight complex, a lot of neighbor [00:31:00] came running is no more rain. Last night was raining, before I forget, Gissele my daughter in Islam. when the righteous soul passed away from this world, the nature will cry. When we, because missing a person who worship a lot day and night, that’s one of the side that will lead to forgiveness because start to evaluate already our son have the righteous soul. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: We so many signs. Then when we arrive to the complex, the police, says, this is the place. And we look at this is the, his body lean on the wall. when we came to investigate all the blood was, wash up a few spot, still there, but pretty much clean now. Can I take a little break on the rain and the blood? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So [00:32:00] what happened while during the night, the police knocked on the door off. Iraqi family who just moved in about a month ago on this first floor. And, I need to mention his name because I want God to reward him and his wife, his name sad, and his wife name Amina. When the police knock on the door started open the door, and Amina came along too because he know that, something going on in front of her house because that is, 10 o’clock or plus. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Why police asking her husband about witnessing Amina looked through the door she saw Saudin lean against the wall and has one finger stick up like this. And then he has, he wear a cap at the piece of delivery. [00:33:00] So he said, oh. This man got murdered and his hand got cut off. His finger got cut off except one. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Whoa, poor guy. So she’s know that he’s a Muslim. Yet Now this is God honor Amina to see the finger. You know what has a finger in Islam before you die. If you say with the finger up, as I told Mr. Morgan Freeman, there is no God worthy of worship except Allah. That person will enter paradise. Prophet Muhammad reassure then next miracle happened in front of Armina. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: the wife. Why police talking to her husband? She said that because of the rain, the rain water brought. The [00:34:00] blood to her door because she was the first floor. The blood was so red and clean. On top of that, she smelled perfume from the blood. Not ugly smell, but perfume. This other side of the righteous soul who passed away. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I was being comfort after we bury him yesterday. I was comfort, so comfort of all the neighbor. The neighbor came crying apart, condolence. Sorry for the loss of your son, all the thing. But this family give me comfort and Gissele: yeah, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: so let me share with you this. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Two years and seven months later become the story of courtroom that we forgive the man because it’s stack up of righteous deed before death and after death. I share that with [00:35:00] you. Gissele: Yeah. Thank you just one of the things I wanted to touch on is the fundamental teachings of Islam of humanity and love and compassion that are often not emphasized in Muse. Gissele: AndI wanted to for you to talk a little bit about the fundamental beliefs, of Allah in terms of the unity of people, the oneness of people, and how you were able to see the perpetrator as somebody not separate from you. You talk a little bit about that. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Yes, yes. of course, as a Muslim, have to refer to the statement of God, Allah Almighty, himself in the holy Quran first of all, God say that whoever killed one innocent life he killed the whole humanity, then God follow Allah, follow his whole statement. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Whoever saved the life, saved the soul. One [00:36:00] soul, he saved the soul, the whole humanity. This is leading to forgiveness. After Saudin, we call about 15 righteous side. Within, uh, a short time after his death, he said, our son. People witness, we didn’t say it. The people who know us just said, um, Shahied, shahied, shahied. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Shahied means the righteous death, the word Arabic we just said in holy gra and the haddi of Prophet Muhammad, peace and blessing we are one he said. Then I think to myself, have not informed our son yet because they were angry because he loves Saudin. and people ask me, especially the student ask me, Dr. Jitmoud, is he the one who killed Saudin is your enemy? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: He said, no. he’s my friend, but he just misguided guy friend. he’s my [00:37:00] nephew. he’s like my son and my nephew, but he have been misguided by satan chatan, okay? Gissele: Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And then he asked. You have any enemy? I say, yes. Who? The devil. They said, whoa, the man who killed your son? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: still you call him nephew? I said, yes. He just like us. Only that because of drug, because of he, he robbed by the misguided guy friend. So all taking drugs and the money ran out. So he and his team plan to kill someone. they didn’t know that they’re gonna kill Saudin. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: They want to kill someone that robbed the money and take Pizza too. Enjoy then. That’s what it is. So all this happened, that’s why I said it not accident, had been ordained by Allah. Allah love Saudin. Allah [00:38:00] want to know that soul to return to him in the righteousness. And another thing, Gissele, my daughter, as at that time in America, Islamic phobia was high hate Islam, afraid of Muslim terrorist, all these thing, God with his wisdom chose our son to show the world that not what Islam being portrayed on media. Gissele: Mm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Islam forgive. Then I go back to Prophet Muhammad. He was 13 years in Maka. People want to kill him. Then God said, I want you to migrate to Medina and you’ll establish the city Medina so that Islam will be spread. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Islam established in Medina, eight years later, he came back and conquered, maka his [00:39:00] birthplace without a single fight, without a single life being lost. On top of that, he forgave all of those who tried to kill him. Gissele: Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Who am I? I’m not a prophet, but I should learn from my prophet of Allah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I said, son. Allah say this. Can I say the statement that finally change the family, the history of the world Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I seek refuse with Allah from the shaan said the curse, the Allah God. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So have to [00:40:00] forgive the one who cause harm to you. Command from God while just and overlook his shortcoming. His shortcoming was drug friend. And Abdul-Munin Sombat Jitmoud: an environment that he was raised, not friendly to him. And then God said, don’t you love that? Allah shall forgive you? And Allah is the most forgiving, the most merciful. I told my son this a lifetime opportunity to be forgiven by Allah. No one can go to paradise when you have sin within us. Even one spot of sin you have to go to serve time in this like jail, right? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So in next year, you have to go to hell fire for some time to erase the sin. So they all forgive [00:41:00] except the youngest one. Ludin, because he’s the one who received bad news that night. And we have a few minutes already left. Let’s go back to Ludin about, three o’clock. Lexington time was ahead of Sunday time. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: One hour Abdul-Munin Sombat Jitmoud: after he called his brother, he wait and he slept on the sofa. he heard somebody knock on the door. he afraid to open right away. So the police, the one who knock on the side, uh, can you open the door? We are the police officer. So he opened the door. Slowly, he saw three police officer it, this resident, he say, yes, I’m his brother. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And he, I’m waiting for him since 10 o’clock. And he’s not here yet. I dunno what happened with him. He’s 18 years old, so the, uh, Saudi not [00:42:00] coming home anymore. He’s got murdered. We just came to deliver the bad news for you and they left. Poor guy, home alone. Mother passed away. Older brother live far away. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Me musa live in in St. Louis, seven hour drive. So he was really, Gissele: yeah, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: shocked Yeah. then. When come to the courtroom he didn’t want to forgive. And the police, the chief of police chief will not ask him to stay in the hotel. They prepare everything fine. He said, you have to stay here because tomorrow it’s gonna be hard for him. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So the morning come, he said, Baba, I want to go, uh, to the courtroom. He said, so we took him with police, one side and one side grab his hand because the murderer just walk in. The last one, everyone waiting for him. He’s [00:43:00] the very, or man, of course, only on his third, every eye poke focus on him. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: He walk in, we look. Then in the process of court testimony, he cry, right? I give the tissue to him and he came, walked to him. I walked halfway. And he grabbed the tissue right away. I grabbed his hand and pulled, and I hug him. Nolin said, Baba right in front of Nolin. Nolin said, Baba. He’s not a monster. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: He’s a human being like him. He’s the misguided guy. So I forgive him right away, Baba. I say all praise and thank you to Allah. I am my family. That is your family. 100%. Forgive the man who murder. That’s what it is. So come back to forgiveness, prophet moment. Forgive the one who tried to murder him [00:44:00] also. So who am I? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Uh, not to forgive. Seen Aah. Offered opportunity to earn his blessing and mercy to go to paradise in the life he after. Gissele: I just wanted to mention the fact that, you said so many fundamental things. One being that there, there really is no evil. Gissele: Like most people are just misguided. Right? if they really truly understood how interconnected we are, if we really, truly understood that we are all made of the same God source energy, Allah or whatever God they believe in, they would understand that whatever they do impacts them as well. Gissele: We’re so connected. but I think many people have a hard time with forgiveness. I think because of the way they view death. I think many people view death as final and they don’t see it as a return to God. They see it as this is the end, there’s nothing else. Mm-hmm. And so in those circumstances, I think it can be hard to forgive and people’s [00:45:00] fear of death is quite strong Gissele: the fear can be overwhelming. did you have anyone that was. I didn’t really understand your ability to be able to forgive something. So monumentous, as a mother myself who has two children, being away from them, despite my connection to God would be really difficult. Which is why your behavior is so extraordinary. Gissele: and your connection to God is so extraordinary because I think, maybe my listeners might have a hard time saying or understanding the importance of needing to forgive for ourselves. Right. And for each other. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Yeah. Because I’m a very personal person Gissele. So before we move on, I have grandchildren in Canada too. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I pray now to Allah Almighty God. To, protect you from harm and to, and you. Amen. My [00:46:00] grandchildren and your, of course your son and your family from this trouble world, and I want you to be safe. And so live your life. with safety and security come back. I need to tell you also the teaching of Islam has three choice in term of the first degree murder, like this is mentioned in the holy Quran. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Also, one, if this man were to be seated in the electric chair, it’s okay for my family because life and life or life. Is okay because Islam allowed it. Second one say that the two family can negotiate blood money. Okay. Blood money. Uh, then [00:47:00] Allah and Prophet Muhammad peace and blessing be upon himself. The best is to forgive. Gissele: Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So my family chose number three. Forgive because we feel that if the man have to be seat in electric chair with a few moment and die, we gonna feel guilty. We the cause of the man sitting electric air. Right. All in the life sentence in the dark room for forever. Gissele: Mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So we don’t want to cause that. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: To happen to him. We want to save this young man so that he can live. I told him that when you are in the prison, I want you to bow down to Allah of God Almighty. He’s created to you and he creates Saudin. So I want you to thank God that you able to breathe a few [00:48:00] more years, and I want you to grow up in righteousness. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Prison is a good place for you now to reflect upon your life. And I want you to think positively about your life. And I pray that may God keep your life safe in the prison. Prison is not always safe, right? Mm-hmm. So I pray for him. Yeah. And then I said that I am this age, and the judge. reduced his time from 36 years, through 31 years. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And I am this age, I don’t know if conceived that long. When I told him before we hug each other in the private room now, I said, if God Allah gave me life longer, I will come to the prison door to with your parents so we [00:49:00] can welcome you to the free world. Okay? Because this last, when you say, wow, I have to go back. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Last January, the year before my family went to Lexington to visit Saudin. So we in communication with his father. Okay, so we contact him that we are gonna visit Saudi. Can you come and meet us? So we invite him to have lunch with us. So he came, his father, and they said, when I come back from Thailand and we gonna go visit your son together in the prison, he was so happy that, and you will talk about his son or you, his, your son. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I blame nobody but satan the devil. That’s what I blame for. So that’s what in Islam, we choose the best choice for a human being and he have a good chance to live a good life. I say when you come out, be a good [00:50:00] citizen of our land and be productive citizen of the society because time for you to pay back to the community that raise you. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Even though put you in a tough time. Yeah. So this, I don’t know if I answered the question. Gissele: Yeah, you did actually. Um, and you raised some important things in terms of, there’s a lot of trauma and there’s a lot of environmental things that people have been raised with and they carry that trauma and they hurt other people, which is really difficult. Gissele: Do you know how he’s doing in prison? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Okay. these are often asked question when I travel to give at talk. even his father have a hard time especially during, COVID-19. Father not able to go. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Mm-hmm. And also he had been moved from jail to jail, but, we cause, tight security. Mm-hmm. Because he’s, first degree murderer. But now that’s why when I met him during [00:51:00] invitation for lunchtime with my family in Lexington, he said, I’m able to visit him, but I have to, declare, my identification even as a father, but now able to visit maybe once a month, something like that, or once a week based upon my availability. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: That’s why I said, let’s go together so that we can help comfort your son and make sure that he has hope outside the prison. So this what, we need to tell the world that everyone. In your life being sent by God Almighty. A good person is for you to live and care and be thankful to God. A person who give you hard time is also the test from God. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: That you have to be patient and you have to understand everyone, not alike, but we have to work together. And we have to understand that [00:52:00] if I teach the thousand of students in America, along with our six son, you have if you see somebody not good to you, you pray to God, to guide you for to be righteous and to guide the man. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Woman to become righteous as God, to be good citizen of the world because God create everyone the same God who, create the animal and birds and everything in the universe. So be good to everyone, especially the one that cause you harm. This is the challenge because you pass the test that all pays upon you because life is a test. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Life is journey to the hereafter. And our destination is paradise. In our, in Quran cause it general to And can you say Janna? Gissele: [00:53:00] Janna Gissele: Sah, Allah. Sorry. Because. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: It’s like I pray for you and me to go to this. the highest has seven rank, need the highest rank with the righteous, with the prophets. Okay? So that’s why we pray for the one who harm you with the best of prayer. And the angel will say, may you receive the same, we come back to the angel again Gissele. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Uh, yeah, Gissele: yeah, for sure. May you receive the same. we see right now the world that is so divided, and I know you travel a lot to give messages to people. my listeners are from all over the world, and some people are involved in war. Other people are, in different circumstances and seeing what’s happening.[00:54:00] Gissele: What’s one thing that I think you would like our fellow human beings to know and understand, about your experience and how maybe what things we could do to come closer together to one another instead of be more divisive and more hurtful towards one another? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Okay. Uh, my daughter Gissele. I have to go back to the words that I mentioned to you earlier in the program. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Yeah. Oh, Mankin. Along create all of you from the single and male and female, Adam and Eve. The purpose is for you to know each other, cooperate with one another in peace and harmony. the best among all of you, mankind that Allah create is the most righteous of you. My righteous wife. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Linda, she live righteous wife, righteous life, and our sonin live righteous life. And that’s why [00:55:00] in the criteria of Allah, the best of you, Allah want everyone, you and me and your two children to grow up in Righteous Way. And the best among you is the one who provides service to others. Right now you are performing, a program, podcast, right? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: This gonna go to a few viewers and this is a service you are doing for the humanity who will listen to your program. And of course, everyone has, God creates the rationale to think, to evaluate a situation. What good and what not so good. Which one is toxic situation we able to identify? And your program, I hope and pray that people will understand, the usefulness of your program and always think of you in the positive possible [00:56:00] contribution that you from Canada have done to the humanity. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: So we together, and my thinking is that you as my make-believe, daughter have a joy reward from Allah Almighty because you spread good word, not violence, because God want us to be harmony, work together and know people are alike. But you have to overlook. Remember God said, you have to forgive the man who killed your son and overlook his shortcoming because everyone has strength and weakness. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: That’s why as wife and husband, when you look at your wife, look for her strength. And when she has weakness, overlook, don’t emphasize on the weakness because, you forgive her weakness. Okay, but strengthen. Oh, [00:57:00] Charla. Um, my dear darling, you are just a good mother. You’re just a good wife you are. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Cooking is so delicious. All the positive thing. If she didn’t wash the dishes, overlook her. You do too. Because I help my wife wash the dishes too, wash the clothes, do everything because how the Prophet Muhammad will do, be example for us, And of course the c Korean Indian is in Arabic in holy gra, Ana Africa Abdul-Munin Sombat Jitmoud: please us Bucket upon bucket of patience when you are a patient and Allah little patient. That’s why we don’t have enough patience. Somebody step on our toe. We just, just Right. We have to. Excuse me. Oh, no problem. Are you okay? [00:58:00] Be gentle, be quiet, be humble In Islam, whoever humble before God, I make you and humble before his. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: His creation. You are his creation and a lot will raise our rank very high because we live up to his test because life is a test right now. A lot test you and me because we are sometime don’t think alike, but we have to respect. You don’t have to agree, but you have to respect a person who you disagree with. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Then in Shaah, God willing, with the help of Allah, the world will be a better place to live. And my grandson, which is behind you, should be a better the world that we left behind. Am I correct? We should establish environment for our grandchildren, great-grandchildren, more than we are within moment right now in Shaah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: That’s why the war [00:59:00] going on. I pray so much what’s going on in Middle East and how America react to the situation. Pray that, oh, Allah, God, by the please save the world. And, everything within it with your mercy because you are the most forgiving, and the most mercyful. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Oh, Allah, forgive the oppressor and then, and reward the oppressed because you know best in your wisdom. Who is best among your servant, the one who lived the righteous way. the one who live in the righteous life. That’s your criteria to judge who is the best. So we ask your kindness, your mercy, to judge your servant, with the best judgment in your wisdom. Gissele: Thank you for that. your life is a testament of how love can transform, and forgiveness can transform not only the young man who was involved in your son’s murder, but also the [01:00:00] inspiration that other people have gotten from your story and their willingness to forgive and through those actions, thus bringing the world closer together. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I love you. I love you too. I, I love you for the sake of Allah. May I say in Arabic one more time? I’m sure a lot Arab. Gissele: Yeah, of course. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: My friend. I have a hundred of Arab friend too. Yeah. And I plan on going to, oh, I need to tell you the, I need, I will go to Pilgrimme, after the court case, I went to Maka, performed Pilgrimme by the Kaba, GABA, right? Abdul-Munin Sombat Jitmoud: the house of Allah that the Muslim pray every day face this house we pray for, the one who murder Saudin, to be guide, to be safe from all the harm may happen to him. Because, and we ask a lot to accept our [01:01:00] forgiveness. during this, hour, also with conversation. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: You know that I never mention his name. Yeah. Because I have to honor him. Gissele: Yeah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Because he’s not here to defend himself. Gissele: Yeah. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Okay. So I went to, of course, when I went to gaba, I present his care to Allah. So I mentioned his name, but because the angel would write down the name Gissele: mm-hmm. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: That, oh, Allah, please forgive him. And let him, grow up to be righteous. And we went to harsh this coming harsh season, which is in. May I will go to H again. So I will be praying for him to my righteous wife, Linda, and then, and I will pray for you too. and you are children. Gissele: Thank you.[01:02:00] Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Please, hug them for me Gissele: Well, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: and convey my love to them for the sake of God. Gissele: Thank you. Same. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Yeah. Gissele: You extend to our family and thank you. thank you so much for sharing your story and your wisdom. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: Thank you. Gissele: and your love and all the work that you do for humanity Gissele: Helping us come closer together. So appreciate it, appreciate you. and thank you for those who tuned into another episode of Love and Compassion podcast, with Gissele Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I pray that, uh, your program will be further of success in the future endeavor. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: And I pray again that may almighty God, give you a healthy, good long life and stay in this world, to serve God for his pleasure. And may God guide you. Grant you the most happiest life in the life [01:03:00] hereafter And may God look after you, after your family and your friends. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: The friend of your program here, may God also have mercy upon them all and has a happy life and good long life forever. Okay, lemme thanking to you, lemme pray in Arabic to close. Abdul-Munin Sombat Jitmoud: We ask God to forgive us in the word that we express you are to may not. Uh, please with each other, may God forgive us and everything. Forgiveness is the greatest gift of charity in Islam. My Islam. And in the, Abdul-Munin Sombat Jitmoud: I know, good life [01:04:00] in Canada and good late morning in Thailand.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 13 Maret 2026 - Selalu bersyukur

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 13, 2026 4:47


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Suatu hari, seorang anak yang bekerja sebagai penyemir sepatu, sedang merenungi nasibnya di depan sebuah supermarket. Di situ ia biasa mencari uang dengan menyemir sepatu pengunjung yang sedang makan di sekitar tempat itu. Siang itu ia sedang menyesali keadaannya yang tidak seenak orang-orang kaya yang setiap hari berbelanja di situ. Pada saat itu sebuah mobil mewah tiba-tiba masuk ke halaman supermarket. Seorang anak dari keluarga kaya ada di dalam mobil mewah itu, di antar oleh sopirnya untuk membeli sesuatu di supermarket tersebut. Penyemir sepatu tadi, mengawasi mobil mewah itu sambil berpikir, "Alangkah bahagianya jika saja aku yang ada di dalam mobil itu. Tentu aku tidak harus menyemir sepatu lagi, makananku enak-enak dan rumahku tentu menyenangkan. Begitulah keinginan si penyemir sepatu itu. Setelah mobil mewah di parkir, sopirnya masuk ke dalam supermarket, tetapi anak kaya itu tetap tinggal di dalamnya. Tanpa sengaja pandangan anak kaya dan si penyemir sepatu itu bertemu. Ternyata, si anak kaya juga berpikir, "Alangkah senangnya bila aku dapat hidup bebas seperti tukang semir itu"Tiba-tiba si anak kaya itu melambaikan tangan kepada penyemir sepatu itu sambil tersenyum. Si penyemir sepatu segera mendatangi si anak kaya tersebut, sebab pikirnya ia akan dapat order menyemir sepatu. Setelah dekat, anak kaya tersebut lalu bertanya kepada penyemir itu,: "Maukah kau menggantikan saya duduk di mobil ini dan aku menggantikanmu?" Di tengah-tengah keheranan si penyemir sepatu ini, si anak kaya membuka mobilnya. Anak penyemir sepatu itu sangat terkejut ketika melihat bahwa si anak kaya itu ternyata tidak mempunyai kaki sama sekali. Maka anak penyemir sepatu itu segera berbalik dan sambil berlari menjauh ia menjawab, "Tidak ! Tidak! saya tidak mau, saya mau seperti keadaan saya sekarang saja!" Bukankah dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering iri hati terhadap kawan atau tetangga kita yang kelihatannya berhasil? Padahal kita tidak tahu apakah kesuksesannya itu membahagiakan mereka atau tidak. Jadi janganlah kita iri hati terhadap sesama kita namun mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kudus kanlah hatiku, sehingga iri hati tidak dapat menguasai diriku. Amin. (Dod).

AWR Indonesian - Daily Devotional
SABAT DAN PENGLIHATAN DAN APOCALIPTIC BAGIAN 2

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Mar 13, 2026 6:44


Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

AWR Indonesian - Daily Devotional
SABAT DAN PENGLIHATAN DAN APOCALIPTIC BAGIAN 1

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Mar 12, 2026 6:32


Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 27 Februari 2026 - Kenali diri sendiri dan tidak menghakimi orang lain

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 26, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? " Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembala kanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17)Renungan: Di sebuah sekolah dasar, ada seorang anak laki-laki yang bandel dan suka ribut di kelas. Hampir setiap hari, anak ini membuat masalah dan membuat kelas menjadi gaduh sehingga kerap kali dia menjadi sasaran kemarahan para guru. Anak ini kemudian dipanggil dengan sapaan "Surib" yang berarti "Suka Ribut". Suatu hari, ketika ada tugas melukis, seorang guru menyuruh para murid untuk melukis potret diri masing-masing. Surib pun dengan penuh antusias melukis dirinya sendiri. Dalam lukisannya, Surib menulis satu kalimat yang berbunyi, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Lukisan ini kemudian menjadi salah satu lukisan terbaik di sekolahnya. Suatu hari, seorang guru mendapati bahwa kelas Surib sangat gaduh. Dan seperti biasa, Suriblah yang menjadi penyebabnya. Ketika guru itu hendak memarahi Surib, beliau melihat lukisan Surib yang dipajang didepan kelas, yang bertuliskan, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Wajah sang guru langsung berubah. Dalam hati Sang Guru berkata, "Ya! Tuhan belum selesai menciptkannya, aku harus sabar." Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita begitu mudah untuk menghakimi orang lain. Banyak orang cenderung memberi penilaian kepada orang lain dengan harga mati, seolah-olah orang lain sama sekali tidak akan berubah selamanya. Terlebih ketika, orang lain melakukan kesalahan. Akan sangat mudah baginya untuk melihat segala sisi dengan cara pandang negatif yang berlebihan. Banyak orang lupa bahwa Tuhan belum selesai menciptakan sesamanya. Kita pasti ingat dengan Petrus. Petrus bukanlah orang yang sempurna. Sebaliknya, Petrus selalu mendapat teguran keras dari Yesus, bahkan pernah menyangkal Yesus. Demikian pula dengan Rahab, Maria Magdalena dan Paulus. Mereka adalah para pendosa. Kendati begitu, mereka justru dipakai Tuhan secara luar biasa. Seseorang bisa saja berubah menjadi baik bahkan menjadi sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Namun demikian, Tuhan juga membutuhkan bantuan kita, jadi janganlah kita buru-buru menghakimi dan menjauhi orang-orang yang mungkin berbuat salah terhadap kita. Namun tegurlah mereka dengan penuh kasih. Jangan lupa doakanlah dan berkatilah mereka selalu. Percayalah bahwa suatu saat mereka juga bisa berubah meski sekarang mereka melakukan kesalahan. Bimbinglah mereka untuk kembali di jalan yang benar agar mereka segera bertobat mendapat pemulihan dan akhirnya dapat diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku mudah menghakimi orang lain. Kini aku sadar bahwa kekuranganku lebih banyak daripada orang yang sering aku hakimi. Amin. (Dod).

Boot Boy Ska Show
Episode 7765: Maka Velli Dennis Brown Tribute 15th Feb 2026 on www.bootboyradio.co.uk

Boot Boy Ska Show

Play Episode Listen Later Feb 21, 2026 181:48


Maka Velli Dennis Brown Tribute 15th Feb 2026 on www.bootboyradio.co.uk Please Play, Like, Comment, Follow, Download & Share.

Paano Ba 'To: The Podcast
Paano Lumandi/Mag-Date/Maka-Meet in 2026?!

Paano Ba 'To: The Podcast

Play Episode Listen Later Feb 16, 2026 47:41


Paano nga ba lumandi kung ayaw mo ng dating apps?! Posible ba talaga ang organic encounter in 2026?! US certified matchmaker and Singles Events Manila Founder Coach Vee Antonio joins us on Paano Ba ‘To to share empowering landi and dating tips! Sana makatulong!Follow #PaanoBaTo on our socials!IG: www.instagram.com/paanobatoFB Group: www.facebook.com/groups/paanobatoTiktok: www.tiktok.com/@askpaanobato To know more about the work of Bianca Gonzalez, check out her pages on IG/FB/X/YouTube/Tiktok: @iamsuperbianca Paano Ba ‘To?!Created by Bianca GonzalezEst. 2014

Zen Jaskiniowca – zrozumieć i wcielić
o czym jest BYĆ i MIEĆ 2 [oraz krótki fragment programu]

Zen Jaskiniowca – zrozumieć i wcielić

Play Episode Listen Later Feb 11, 2026 25:23


To nie jest "typowy" wpis - chciałem Cię tylko poinformować, że po 9 miesiącach (uffff!) skończyłem pracę nad BYĆ i MIEĆ 2: High Performance. Nie chcę tu go wychwalać albo reklamować, dlatego zrobimy tak: wypiszę to co w BiM 2 omówiłem i to pomoże podjąć Ci decyzję, czy chcesz go kupić czy też nie. W pierwszej kolejności o tym, dla kogo jest BYĆ i MIEĆ 2: dla ludzi w biznesie dla ludzi w korporacjach dla ludzi w polityce dla sportowców dla ludzi w jednostkach specjalnych oraz dla wszystkich tych, których interesuje sięganie po więcej Dla kogo NIE jest BiM2? Bez wątpienia nie jest to program dla początkujących. NIE polecam również zaczynania przygody z ZenJaskiniowca od tego właśnie programu... Najbardziej skorzystają ci, którzy już znają moją twórczość, moje programy, moje podcasty, szczególnie BYĆ i MIEĆ 1. Pomimo tego, że BYĆ i MIEĆ 2 pomyślane jest jako program niezależny. Czyli - dobrze jest mieć bazę i przerobić to co było wcześniej, jeśli jednak tak się nie stało, nie ma szczególnego problemu. Jest to zatem program dla tych, którzy pracowali już z moimi materiałami i dla tych, którzy chcą spojrzeć na siebie, swoje możliwości oraz na świat w inny, lepszy sposób. Wiele w programie tym elementów, z którymi ja się spotkałem po raz pierwszy. WSTĘP - wstępu nie ma, bo od razu przechodzimy do rzeczy. ROZDZIAŁ 1 - Obi Wan Nairobi Czy aby napewno mental jest najważniejszym elementem High Performance? I czy aby na pewno najlepszym sposobem poprawy swojego mentalu jest praca nad nim bezpośrednio? Czym jest model MUSK? Jakie są dwie podstawowe przeszkody na drodze do wyjątkowych osiągnięć? Czego i High Performance uczą nas MrBeast, Matthew McConaughey i Anthony Hopkins? oraz czy skupianie się na detalach ma jakikolwiek sens? ROZDZIAŁ 2 - ALL BLACKS  Czy High Performance polega na połączeniu się pod tradycję czy też na odrzuceniu jej? Dlaczego Juliusz Cezar popłakał się na widok pomnika Aleksandra Wielkiego? Jak pracować nad tym czego nikt nie będzie mógł ci odebrać? TO-DO-LIST vs TO-BE-LIST Jakie jest 5 pytań, które pomogą kształtować twoją nową, lepszą tożsamość? Jakich 3 mantra uczeni się wszyscy zawodnicy All Blacks? Jak postrzegać presję by cię wzmacniała? oraz na czym polega model czerwonej głowy / niebieskiej głowy? Czego tresura psów uczy o High Performance u ludzi? Jak w 3 krokach radzić sobie w sytuacji presji przy bardzo wysokich stawkach? Jakie są pułapki pogoni za większą pewnością siebie oraz do czego prowadzi wygrywanie tylko tego momentu... ROZDZIAŁ 3 - MACHIAVELLI dlaczego silni potrzebują konfliktów i godnego wroga? Czy jest jego prawie nieznana ale absolutnie rewolucyjna koncepcja UNO SOLO (oraz jakie są dalekosiężne jej konsekwencje) Do jakiej pozycji powinien dążyć każdy ambitny człowiek? Czy ekspansja jest dobrym pomysłem - a jeśli tak, to jaka? Jaka była główna - a często jedyna - motywacja wielkich historycznych postaci? (nie, nie chodzi o próżność) W jaki sposób High Performance wiąże się z koniecznością - czyli de facto z brakiem wyboru i wolności Która z konieczności musi być dla Księcia najważniejsza? Co powinno być jedynym hamulcowym pogoni za więcej? Na czym polega myślenie w kategoriach konieczności? i dlaczego starożytni byli silniejszymi ludźmi niż współcześni? Jaki jest jedyny sposób na osiągnięcie nieśmiertelności? Czym dla Machiavellego było "dobre, szczęśliwe życie"? W jaki sposób zrozumieli ludzkiej kondycji prowadzi w logiczny sposób do sięgania po więcej? Czym u Maka było pojęcie prawdy faktycznej (rzeczywistej) i jakie są konsekwencje tego pojęcia? Czy twoja religia aby na pewno cię wzmacnia? Co jest jedynym gwarantem skutecznego działania? Jaką jest "etyka" w wykonaniu Machiavellego? Jaka jest jego psychologia High Performance i czym są LEW, LIS, SPIRITO i AMINO? Dlaczego musisz być bardziej zwierzęciem niż człow...

Critical Encounters - A Marvel Champions Podcast
Critical Encounters - Issue 304 - God of Lies - Part II

Critical Encounters - A Marvel Champions Podcast

Play Episode Listen Later Jan 6, 2026 96:51


Welcome to Issue 304 of Critical Encounters, a podcast about Marvel Champions, a Living Card Game by Fantasy Flight Games. Here we take a good look at that most critical piece of the game, the Encounter Sets. We'll discuss those poorly understood characters, unfairly labeled Villains, and their various plans to shape humanity and benefit the planet, as well as those so-called heroes intent on thwarting them. In this MAssive Multiplayer Villain Issue we look at Loki the God of Lies, Part II You can find us on Discord as: Vardaen, bigfomlof, Lexicon, Maka, ScarletRhodey, and BGL Email us at: criticalencounterspod@gmail.com Follow us on Facebook at: https://www.facebook.com/criticalencounterspod/ Subscribe to our YouTube Channel: https://www.youtube.com/channel/UCg-r6-EooHoJGa1RRsH7i3w Find our Patreon: https://www.patreon.com/criticalencounterspodcast Find our Twitch: https://www.twitch.tv/vardaen You can also find our Discord Channel on the Marvel Champions Monthly Discord Server. "I'd never stab anyone in the back. That's such a boring form of betrayal." - Loki

Animal Writes - Animal Writers and Best-selling Authors - Pets & Animals on Pet Life Radio (PetLifeRadio.com)
Animal Writes - Episode 237 Sara Driscoll - Deadly Trade

Animal Writes - Animal Writers and Best-selling Authors - Pets & Animals on Pet Life Radio (PetLifeRadio.com)

Play Episode Listen Later Dec 9, 2025 26:49 Transcription Available


Joining me for this episode is multi-series author Sara Driscoll. We chat about her latest novel in the FBI K-9 Series, Deadly Trade. The novel takes place in the Pu'u Maka'ala Natural Area Reserve on the Big Island of Hawaii. Follow the cast of characters while they go after and take-down animal poachers in the remote areas of the reserve. Also, learn what it takes to write not one but two multi-series novels. Have a listen and learn from one of the best. Enjoy!EPISODE NOTES: Sara Driscoll - Deadly TradeBecome a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/animal-writes-animal-writers-and-best-selling-authors-pets-animals--6666984/support.