POPULARITY
Ustadz Abu Haidar As Sundawy - Syarat Syarat
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 2 Timotius 1: 1-3.6-12; Mazmur tg 123: 1-2a.2bcd; Markus 12: 18-27.JIKA TERJADI SALAH PAHAM Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Terjadi SalahPaham. Seorang pemuda menaksir seorang gadis yang sudah ia kenal beberapa bulanlamanya. Gadis itu lebih muda sepuluh tahun darinya. Sang pemuda selalumenyempatkan diri untuk bertemu dengan gadis pilihannya itu. Pada suatu ketikaia menyatakan secara langsung cintanya kepada gadis cantik itu. Pemuda itu berkata: "Saya jatuh cinta padamu. Apakahkamu dapat menerima saya, mengingat perbedaan usia kita 10 tahun. Selama inisaya kuatir untuk berbicara karena faktor perbedaan usia ini." Gadis itumenjawab: "Tidak apa-apa. Saya terima kok. Yang penting harus terpenuhisatu syaratnya." "Syarat apa?" tanya si pemuda. "Syaratnyaialah, kamu menunggu saja sampai usia saya sama dengan usiamu." Selama kita sebagai manusia di dunia ini kita akanmengalami banyak salah paham. Cerita di atas adalah salah satu contohnya. Salahpaham umumnya terjadi karena di antara kita tidak ada satu pemahaman ataupemikiran yang sama. Jika kita tidak berusaha mengatasinya, ini akan berpotensimenjadi konflik dan pemicu perpecahan di antara kita. Kita hendaknyamenghindari contoh-contoh salah paham yang kita temukan di dalam kitab suci. Kisah tentang Tobit yang ditunjukkan dalam Perjanjian Lamamenggambarkan salah paham orang tentang penderitaan sebagai orang beriman.Penderitaan karena Yesus jangan dianggap sebagai kutukan dan nasib yang sangatmemalukan. Justru penderitaan adalah kesempatan mendapatkan rahmat dan berkatTuhan. Salah paham yang kedua ialah pandangan bahwa kebaikan dan panggilankudus didapatkan adalah semata-semata karena perbuatan manusia. Tuhan dipandangtidak berperan apa-apa. Seharusnya, ini adalah karena maksud dan kasih TuhanAllah sendiri yang memilih dan memberikan kita martabat yang tinggi. Orang-orang Saduki salah paham bahwa nanti di dalam hidupabadi suami-istri biologis akan melanjutkan lagi perkawinan mereka di sana.Mereka berpikir bahwa manusia hanya akan pindah alamat tempat tinggal ketikananti memasuki kehidupan di alam baka. Yesus menegaskan bahwa mereka sungguhsalah paham dan itu membuat arah hidup mereka menjadi salah. Jika terjadi salah paham, apa yang mesti kita lakukan?Hendaklah kita sadar bahwa Tuhan adalah tempat kita mendapatkan terang, nasihatdan jalan untuk berbalik ke paham yang benar. Hendaklah kita juga salingmengingatkan supaya salah paham itu jangan diteruskan dan berpeluang untukmenjadi besar. Konflik sudah siap menyerang jika salah paham ini tidakdihentikan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkan dan kuatkanlahkami selalu untuk berada dalam jalan dan paham yang benar sesuai dengankebijaksanaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
Ketegasan dalam menegakkan syarat istitha'ah kesehatan menjadi fokus utama Kementerian Haji dan Umrah dalam memitigasi risiko fatalitas jemaah selama fase Armuzna. Keseriusan ini dibuktikan dengan pembatalan keberangkatan 345 calon jemaah haji saat pemeriksaan akhir di embarkasi tanah air karena dinilai tidak memenuhi kriteria kelaikan fisik. (BEH/MCH 2026)LAPORAN : BHERY HAMZAH
Seorang lelaki mengikut rakannya pulang ke sebuah rumah kampung di Raub tanpa mengetahui tujuan sebenar. Rupanya, rakannya perlu melepasi “7 syarat” misteri sebelum dibenarkan meminang gadis pilihan keluarga itu. Namun semakin malam menjelma, rumah kayu lama tersebut mula menampakkan rahsia menyeramkan. Ada suara memberi salam tanpa rupa, bunyi langkah di tingkat atas yang kosong, suara “aamiin” yang bukan daripada manusia… dan makhluk yang seolah-olah tinggal bersama mereka. Persoalannya… sanggupkah anda bermalam di rumah itu demi cinta?See omnystudio.com/listener for privacy information.
Bismillah,2087. DUA SYARAT KEBERKAHAN HARTARiyaadhush ShaalihiinBab 50 | Hadits ke-412Hadits Abu Barzah Nadhlah bin Ubaid Al-Aslami -Radhiallahu anhuDari Abu Barzah Nadhlah bin Ubaid al-Aslami Radhiallahu 'anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,لا تَزُولُ قَدمَا عبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيم فَعَلَ فِيهِ ، وعَنْ مالِهِ منْ أَيْنَ اكْتَسبهُ ، وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَن جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلاهُ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح ."Tidak akan beranjak kedua telapak kaki hamba pada Hari Kiamat sehingga dia ditanya tentang umurnya, untuk apa dia dihabiskan, tentang ilmunya dalam apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan untuk apa dia belanjakan, dan tentang badannya dalam hal apa ia gunakan hingga usang (tua)." (HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata, "Hadits hasan shahih")
Empat Syarat Mengambil Manfaat dari Al-Qur’an adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Fawaidul Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 13 Dzulqa’dah 1447 H / 30 April 2026 M. Kajian Islam Tentang Empat Syarat Mengambil Manfaat dari Al-Qur’an Pembahasan kali ini melanjutkan tafsir Al-Qur’an surah Qaf yang pada pertemuan sebelumnya telah […] Tulisan Empat Syarat Mengambil Manfaat dari Al-Qur’an ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
EP260. Nak Cerai, Tapi Suami Letak SyaratBila suami letak syarat kalau isteri sangat 'desperate' nak cerai. Perlukah isteri terima syarat-syarat tersebut? Mengapa tidak? ==Podcast ini dibawakan oleh YusriYusoff Consulting. Syarikat konsultasi yang menawarkan khidmat kaunseling berteraskan Islam bagi pasangan rumahtangga, isu kekeluargaan, anak remaja atau bagi individu yang memerlukan bantuan. Sila hubungi menerusi whatsapp ke no: 8949 4642 atau emel: yusri@yusriyusoff.com atau lungsuri ke lelaman: www.yusriyusoff.com/islamic-counselling==Sokong kami dengan sumbangan ikhlas anda sebagai amal jariah yang berkekalan, melalui paynow ke: UEN No: 53436797J (YusriYusoff Consulting)==For sponsorship and collaboration, please email us at: podcast2beradik@gmail.com
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - Catat Ini, 3 Syarat Utama Diterimanya Amal
Ustadz Abu Haidar As Sundawy - Syarat-Syarat لا إله إلاّ الله
Kuliah Tafsir Nurul Ehsan Jilid 1 yang berlangsung di Masjid At-Taqwa, Taman Brown, Pulau Pinang pada 16 Jun 2014.~ Sahabat Nabi bernama Ubadah As Samid~ Antara 10 orang yang dijamin syurga~ Pahlawan yang hebat dan handsome~ Baiah (janji) para sahabat dengan Nabi~ Balasan untuk orang yang mungkir janji~ Kisah semasa selesai perang Khaibar~ Disangka syahid tapi berada dalam neraka~ Tidak akan masuk syurga, melainkan betul-betul beriman kepada Allah~ Jangan ambil hak orang~ Kematian lelaki bernama Kirkirah yang berkhidmat kepada Nabi~ Balasan mencuri masuk neraka~ Jangan ambil duit masjid walau sekupang~ Jangan ambil duit yang menjadi amanah orang-- TAFSIR NURUL EHSAN JILID 1 MUKA SURAT 222 --~ Orang Islam disuruh bertaqwa (takut kepada Allah)~ Surah Al-Maidah Ayat 35~ Garis panduan umum, untuk takut Allah~ Lain orang lain cara dekatkan diri dengan Allah~ Doa dalam hati setiap kali sujud~ Seseorang yang sangat hampir dengan Allah, seumpama wali~ Kekayaan dunia tidak akan mampu tebus neraka di akhirat~ Balasan untuk orang yang ingkar di hari akhirat~ Kepanasan api neraka berbanding api dunia~ Berapa ramai orang yang dalam kubur, nak jadi ahli sembahyang~ Cita-cita para ahli neraka~ Bunyi batu jatuh ke dasar neraka~ Neraka ni bukan macam pesta Pulau Pinang~ Hukum mencuri~ Kita tidak ada hak untuk pakai dulu duit masjid~ Hukuman orang yang ulang mencuri walaupun sudah dihukum hudud kali pertama~ Hukuman untuk orang yang rasuah~ Rasuah umpama anai-anai~ CCTV dan undang-undang hudud berkaitan zina~ Dalam hukum qisas itu ada "kehidupan"~ Jangan fokus kepada kegagalan perlaksanaan~ Orang yang sesat dengan sesat yang cukup nyata~ Matlamat hukum Islam~ Pakej untuk jaga nyawa keseluruhannya~ Islam bukan gelut nak hukum orang~ Zaman ramainya orang susah~ Syarat sebelum dijatuhkan hukum hudud mencuri
Bismillah,Tiga Syarat agar Bisa Istiqamah(Three Requirements to Be Consistent)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Animasi dari Kajian Serial Istiqamah“3 Kunci Istiqamah”
Kuliah Tafsir Nurul Ehsan Jilid 1 yang berlangsung di Masjid At-Taqwa, Taman Brown, Pulau Pinang pada 21 Oktober 2013.~ Sabda Nabi yang menyebabkan sahabat rasa takjub~ Syarat yang perlu dipenuhi sebelum seseorang perempuan dibolehkan bermusafir lebih daripada sehari~ Dua hari yang dilarang berpuasa~ Dua waktu yang tidak dibolehkan bersolat sunat~ Tiga masjid yang dibolehkan bersusah-susah simpan duit untuk dilawati~ Apabila selesai Nabi Sulaiman dan Nabi Daud membina Masjid Aqsa~ Tiga permintaan yang diminta oleh Nabi Sulaiman dan Nabi Daud~ Minta kuasa seumpama kuasa Allah - Super power dan kerajaan hebat~ Bersihkan daripada dosa seperti anak yang baru lahir~ Kuasa yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Daud dan Nabi Sulaiman~ Nabi Sulaiman boleh kawal Jin~ Satu tempat yang sangat istimewa, sebagai kiblat pertama umat Islam~ Maksud hadis daif~ Fatwa berkaitan Baitul Maqdis~ Jangan lepaskan peluang solat di Masjid Aqsa~ Akan berlaku perang besar sebelum kiamat~ Kena ada niat nak ke Baitul Maqdis, Masjidil Aqsa-- TAFSIR NURUL EHSAN JILID 1 MUKA SURAT 215 --~ Tafsir Surah Al Maidah ~ Yahudi dan Nasrani dakwa mereka anak Allah dan orang yang paling disayangi Allah~ Mak ayah sanggup buat apa saja demi anak-anak~ Orang yang mulia disisi Allah adalah orang bertaqwa~ Apa yang dimaksudkan dengan zaman fatrah?~ Perbalahan tentang hadis bapa Nabi di neraka~ Hujah orang Kristian boleh guna kalimah Allah~ Kebimbangan dengan apa yang berlaku di Indonesia~ Orang yang dianggap hidup dalam zaman fatrah~ Agama yang dibawa oleh Nabi Isa telah diselewengkan~ 600 tahun kehilangan petunjuk~ Ulama adalah pewaris para Nabi~ Banyaknya Nabi yang dibangkitkan dari kalangan Bani Israel~ Zalimnya Namrud terhadap Nabi Ibrahim~ Raja nakal yang kenyit mata pada isteri Nabi Ibrahim~ Perasaan orang yang tidak dikurniakan anak~ Bermulanya sejarah Mekah~ Kisah ringkas kaum Nabi Luth~ Keturunan Nabi-Nabi, asal usul dan maksud Israel~ Kisah ringkas Nabi Musa~ Hebatnya pengaruh dan hujah seorang "bini"~ "Siapakah gerangan pemuda ini?"~ Peristiwa Nabi Musa diangkat menjadi Nabi~ Ini bukan ilmu sihir, ini mukjizat daripada tuhan~ Tindakan gila dari Firaun~ Bala yang Allah timpakan kepada penduduk Mesir zaman Nabi Musa~ Siapa yang bangun pagi dalam keadaan badan sihat, negeri aman dan ada makan di rumah, seolah-olah dapat dunia dan isinya~ Berebut nak masuk hospital ~ Ada orang yang Allah mewahkan dengan makanan penuh peti ais~ Jangan jadi orang yang tak bersyukur~ Allah kurniakan makanan dari langit sebagai tanda kasih sayang~ Permintaan Nabi Musa sebelum wafat~ Bumi yang Allah bagi secara ekslusif kepada Israel
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Santo Arnoldus Jansen Waikomo, di Keuskupan Larantuka, Indonesia. T.Daniel 3: 25.34-43; Mazmur tg 25: 4b-5b.6.7c.8-9; Matthew 18: 21-35.SYARATPENGAMPUNAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: SyaratPengampunan. Meskipun Tuhan maha pengampun, dan karunia itu adalah cuma-cuma,tidak berarti kalau pengampunan dari-Nya langsung beres. Iman kita mengajarkanbahwa untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa itu, Gereja menyediakansakramen tobat. Di dalamnya ada elemen materialnya ialah dosa-dosa nyata yangdiakukan oleh si pendosa, dan elemen formalnya ialah formula absolusi yangdisampaikan bapak pengakuan, yang menyatakan pembebasan seseorang dari dosa-dosanya. Khususnya untuk elemen materialnya, ada syarat-syaratuntuk mendukung pengungkapan dosa-dosa pada kesempatan pengakuan dosa itu.Syarat-syarat tersebut menunjuk pada sikap dan cara orang mempersiapkan dirinyauntuk melakukan sebuah pengakuan dosa. Syarat-syarat resmi Gereja biasanyaterkait dengan bimbingan atau pedoman untuk diikuti oleh umat yangmempersiapkan diri menerima sakramen ini. Di samping itu, ada syarat-syaratpribadi yang penting sekali menjadi tanggung jawab setiap pribadi sehinggadapat menggambarkan iman dan penghayatannya akan sakramen ini. Untuk sikap-sikap pribadi, kedua bacaan pada hari ini,masing-masingnya memberikan petunjuk bagaimana pentingnya persiapan pengakuandosa itu. Nubuat Daniel dalam bacaan pertama menekankan tentang peran sikapmenyesal si pendosa. Penyesalan merupakan syarat yang sangat penting untukmemberikan kualitas pengakuan dosa sebagai sikap negatif dan tegas terhadapdosa-dosa. Jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah menandakan kalau sipendosa sedih sekaligus marah atas kehinaan dirinya. Ia kasihan dengan dirinya yangbernasib jelek. Dengan demikian Tuhan yang maha rahim dapat berpaling perhatiandan kasih-Nya kepadanya. Orang yang tidak menampakkan penyesalan, biasanyamencari kambing hitam dari dosa-dosanya atau bangga dan senang karena denganberdosa ia dapat memenuhi niatnya. Injil Matius mengatakan bahwa jika kita tidak maumengampuni orang yang telah bersalah kepada kita, Bapa di surga tidakmengampuni kita. Doa “Bapa Kami” menekankan hal ini, karena ini adalah tindakanTuhan sendiri. Itu berarti bahwa sebelum mendapatkan tindakan formalpengampunan saat melakukan pengakuan dosa, kita mesti lebih dahulu mengampunimereka yang telah bersalah kepada kita. Oleh karena itu selain menyampaikanelemen-elemen material yaitu dosa-dosa nyata, si pendosa perlu jujurmenyampaikan juga bahwa ia telah mengampuni orang-orang yang ia sebutkan didalam pengakuannya. Suatu pengakuan dosa yang efektif dan berbuah terjadikarena adanya pengampunan terhadap si pendosa yang bersalah kepada kita,sebelum kita mendapatkan pengampunan dari Tuhan melalui Gereja. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkanlah dansemangatilah kami untuk tidak malu dan takut untuk mengampuni. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ....
From January 5, 2026, eligible families are now guaranteed three days per week of childcare subsidies without having to prove hours worked. How does this policy affect the work decisions and activities of Indonesian mothers in Australia? - Mulai 5 Januari 2026, keluarga yang memenuhi syarat kini dijamin mendapat tiga hari per minggu subsidi penitipan anak tanpa harus membuktikan jam kerja. Bagaimana kebijakan ini mempengaruhi keputusan kerja dan aktivitas para ibu Indonesia di Australia?
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. - 4 Syarat Masuk Surga Tanpa Hisab Dan Azab
Bismillah,SYARAT AGAR ALLAH TA'ALA MENOLONG KITA(Conditions for Attaining Allah's Assistance)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Pendek dari Khutbah Jumat“Syarat Agar Allah Ta'ala Menolong Kita”
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Monika Miselia dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Daniel 1: 1-6.8-20; Mazmur tg: T.Dan 3: 52.53.54.55.56; Lukas 21: 1-4.UANG SERIBUUNTUK TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Uang Seribu UntukTuhan. Seorang anak bertanya kepada bapaknya, alasan mereka sekeluarga selalududuk di bangku urutan ke-5 dari depan, setiap kali perayaan misa di gerejaparoki. Anak itu memastikan bahwa orang tuanya akan membawa seluruh keluargaduduk di bangku tersebut. Mereka selalu berada di tempat itu sebelum misadimulai. Kaki mereka menginjak lantai yang sama dan kepala mereka lurus ke atapyang sama. Setelah Misa, bapak menjelaskan alasannya kepada sanganak. Alasannya ialah karena uang seribu rupiah. Sejak masih muda dan sebelumkawin, ia yang masih remaja dibuat terkesan dengan perkataan pastor paroki padawaktu itu. Pastor berkata bahwa setiap kolekte, yang besar kecilnya bergantungpada setiap orang, ikut membangun rumah ibadat mereka di paroki. Sejak saat ituia tidak pernah absen memberikan kolekte seribu rupiah. Pada waktu ia sudah menikah dan berkeluarga, ia biasakanketiga anaknya membawa seribu rupiah untuk kolekte pada setiap kali perayaanMisa. Keluarga itu ikut melihat secara langsung bagaimana gereja itu direnovasisampai mencapai bentuknya seperti saat ini. Biaya renovasi gereja itu antaralain bersumber dari kolekte yang rutin sebesar seribu rupiah keluarga tersebutdan keluarga-keluarga lain. Dengan pemahaman yang demikian, bapak dan ibu keluarga ituselalu memastikan bahwa tempat atau posisi mereka di dalam gereja harus nyatadan tetap. Mereka secara simbolik menempati suatu posisi yang spesial, supayamengingatkan mereka sebagai bagian yang spesial di dalam keanggotaan Gereja.Biarpun peran dan sumbangan mereka tidak seberapa kepada Gereja, tetapi merekatelah menjadi bagian yang menyatu dalam pembangunan Gereja sebagai umat Allah.Mereka hanya ingin memastikan bahwa mereka memiliki Gereja dan sebaliknyaGereja memiliki mereka. Penjelasan bapak sungguh membuat sang anak paham dansemakin giat di dalam hidup menggereja di parokinya. Bagi kita semua, salah satu tanda kita aktifdan menjadi bagian dari Gereja, ialah karena kita memberikan sumbangan kitamasing-masing. Syarat memberikan sumbangan itu sangat sederhana, yaitumemberikan dengan tulus dan dengan segenap hati. Pemberian itu sangat pantasuntuk mewakili diri kita, meski jumlahnya seribu rupiah, tetapi menjelaskandiri kita sebenarnya sebagai orang yang mempunyai sesuatu untuk diberikan. Persembahan janda yang miskin yang dikisahkan di dalamInjil hari ini memberikan kita inspirasi untuk memberikan kepada Tuhan apa yangpantas kepada Tuhan dan apa yang membuat hati kita puas dan bahagia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, jadikanlahdiri kami bermurah hati dan penuh kasih seperti diri-Mu yang selalu bermurahhati dan penuh kasih kepada kami. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah:DIKASIHI TANPA SYARATMari kita membaca Firman Tuhan dariROMA 5:8“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”Wonder Kids, siapa yang di sini pernah berbuat salah, lalu takut tidak disayang lagi? Misalnya kamu dimarahi karena malas belajar, atau kamu berbuat nakal kepada adikmu. Kadang kita berpikir, “Kalau aku nakal, pasti aku tidak disayang lagi.” Tapi Firman Tuhan berkata: justru ketika kita masih berdosa, Kristus mati untuk kita.Itu artinya, kasih Tuhan tidak tergantung pada kebaikan kita. Tuhan Yesus mengasihi kita lebih dulu, bahkan sebelum kita minta ampun. Ia rela mati di kayu salib, supaya dosa kita diampuni. Inilah kasih yang sejati—kasih tanpa syarat.Kasih Tuhan itu seperti matahari. Matahari tetap bersinar, entah langit cerah atau mendung. Begitu juga kasih Allah—tidak berhenti sekalipun kita jatuh. Tugas kita adalah menerima kasih itu dengan rendah hati, lalu belajar hidup taat karena kita sudah dikasihi.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, hari ini ingatlah: kamu dikasihi Tuhan bukan karena nilai bagus, bukan karena juara lomba, tapi karena kamu berharga di mata-Nya. Jadi, jangan pernah merasa ditolak. Katakan pada dirimu: “Aku dikasihi Tuhan Yesus tanpa syarat.”Mari kita berdoaBapa, terima kasih untuk kasih-Mu yang begitu besar. Engkau mengasihiku bahkan ketika aku berdosa. Tolong aku untuk hidup bersyukur dan taat karena kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, KASIH ALLAH TIDAK BERDASARKAN PERBUATAN KITA, TETAPI KASIH KARUNIA-NYA DI DALAM KRISTUS. Tuhan Yesus memberkati.
Untuk kedua kalinya, Mahkamah Konstitusi menolak gugatan soal syarat pendidikan capres-cawapres minimal S-1. Putusan ini menegaskan bahwa aturan tersebut masuk dalam ranah kebijakan pembentuk undang-undang dan tidak bertentangan dengan konstitusi. Apa dasar pertimbangan hakim MK hingga gugatan kembali ditolak?Simak penjelasan Praktisi Hukum sekaligus Mantan Hakim Konstitusi periode 2003–2006, Maruarar Siahaan, yang mengulas dampak putusan, posisi hak warga negara, hingga bagaimana DPR dan pemerintah seharusnya merespons tuntutan rakyat terkait syarat pendidikan capres-cawapres.
Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan terkait syarat pendidikan minimal S-1 bagi calon presiden (Capres), calon legislatif (Caleg), dan calon kepala daerah.Putusan ini menegaskan bahwa ketentuan mengenai syarat pendidikan bagi calon pejabat publik merupakan ranah kebijakan pembentuk undang-undang, bukan kewenangan MK untuk menetapkannya. Artinya, persyaratan pendidikan tetap mengacu pada Undang-Undang yang berlaku saat ini, yaitu minimal lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.Dampak dari putusan MK ini cukup signifikan. Pertama, pintu politik tetap terbuka lebih lebar bagi masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan untuk ikut serta dalam kontestasi demokrasi. Hal ini dapat memperkuat prinsip keterwakilan rakyat, terutama bagi kalangan akar rumput yang mungkin tidak memiliki akses ke pendidikan tinggi.Kedua, dari sisi kualitas kepemimpinan, putusan ini juga memunculkan pro dan kontra. Sebagian pihak menilai pengalaman, integritas, dan kemampuan manajerial tidak semata-mata ditentukan oleh gelar akademik. Namun, ada juga kekhawatiran bahwa tanpa syarat pendidikan tinggi, kualitas perumusan kebijakan bisa terpengaruh, mengingat tantangan tata kelola pemerintahan semakin kompleks.Ketiga, bagi partai politik, putusan ini memberi ruang lebih fleksibel dalam merekrut dan mencalonkan kader. Partai bisa mengusung tokoh masyarakat dengan basis dukungan kuat meski latar belakang pendidikannya tidak tinggi, asalkan dianggap mampu meraih suara rakyat.Dengan demikian, keputusan MK ini menegaskan semangat inklusivitas dalam demokrasi Indonesia, meskipun sekaligus membuka ruang perdebatan soal keseimbangan antara akses yang merata dengan tuntutan kualitas pemimpin di masa depan.TALK : Mantan Ketua Panwaslu Jakarta, Pengawas Pemilu, Ramdansyah.&Pengamat Politik/Mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Joko Purnomo.
Bismillah,1873. SYARAT YANG TERLUPAKAN UNTUK MENJADI ORANG BERTAQWARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahKesimpulan Bab
Syarat menjadi anggota DPR diusulkan untuk diperketat sebagai buntut dari ucapan dan tingkah laku sejumlah wakil rakyat di parlemen, Senayan.
Pembawa Renungan : RP. Agustinus Hutrin, SVD Surabaya Luk. 14:25-33
Lahir dalam lingkungan keluarga nahdliyin, Irfan Asy'ari Sudirman Wahid atau Ipang Wahid justru dibesarkan oleh dunia iklan sebagai sutradara. Bermodal kreativitas dan network, kini Gus Ipang adalah pembisik sejumlah tokoh politik. Nyaris jadi Menteri namun terjegal. Apa yang terjadi?#ipangwahid #komunikasipolitik #politik #sutradara #iklan #podcast #podcastindonesia #cauldrontalks #andinieffendi—Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya.୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldrontalks/https://www.youtube.com/channel/UCIs1JAa6LciLsjwkQ-caGawhttps://fb.watch/dv-wICk08O/☆ Dengarkan juga podcast kami ☆https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3ahttps://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280☆ Host Andini Effendi ☆https://www.instagram.com/andinieffendi/☆ Ipang Wahid ☆https://www.instagram.com/ipangwahid/—Timestamps00:00 Intro02:09 Latar belakang Gus Ipang10:50 Agama lebih dari sekedar atribut17:48 Iklan pertama26:00 Konsultan komunikasi politik pertama di Indonesia27:35 Strategi di balik 900 iklan38:54 Syarat untuk menjadi seorang sutradara iklan49:18 Rezeki di balik kegagalan52:48 Lebih dari sekedar relasi54:19 Skema tersembunyi dalam MRT
Bismillah,1844. SYARAT KETUJUH LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' dia menyebut nama beberapa orang dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.'
Bismillah,1843. SYARAT KEENAM LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' dia menyebut nama beberapa orang dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.'
Bismillah,1842. SYARAT KELIMA LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' dia menyebut nama beberapa orang dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.'
Bismillah,1837. SYARAT KEEMPAT LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' dia menyebut nama beberapa orang dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.' Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah' apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.' Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah' apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
Bismillah,1836. SYARAT KETIGA LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' dia menyebut nama beberapa orang dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.' Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah' apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.' Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah' apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
Bismillah,1835. SYARAT KEDUA LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' dia menyebut nama beberapa orang dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.' Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah' apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.' Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah' apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
Bismillah,1834. SYARAT PERTAMA LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' dia menyebut nama beberapa orang dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.' Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah' apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.' Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah' apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
Syarat Mengambil Manfaat dari Al-Qur'an adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Al-Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 6 Shafar 1447 H / 31 Juli 2025 M. Kajian Islam Tentang Syarat Mengambil Manfaat dari Al-Qur'an Kita masih melanjutkan pembahasan tentang Al-Qur'an dan tafsirnya. Kali ini, kita akan membahas perenungan terhadap firman […] Tulisan Syarat Mengambil Manfaat dari Al-Qur'an ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Gubernur Sulawesi Barat menginstruksikan siswa SMA dan SMK untuk membaca minimal 20 buku sebagai syarat kelulusan.
Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materi mengenai syarat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) minimal Sarjana Strata Satu (S-1), yang dimohonkan oleh Konsultan Hukum Hanter Oriko Siregar dan Mahasiswa Horison Sibarani. Putusan ini membuka peluang luas, Capres tidak harus Sarjana. Namun apa dampaknya terhadap kualitas demokrasi dan pemilu? Talk bersama Pengamat Politik/Direktur Riset TRUST Indonesia, Ahmad Fadli.
Ditengah kontroversi masalah Perpanjangan masa pensiun ASN yg dikhawatirkan dapat berdampak pada peluang kerja generasi muda, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/V/2025 menghapus sejumlah syarat rekrutmen kerja yang menunjukkan praktik diskriminasi, mulai dari batas usia, penampilan, hingga status pernikahan. Bagaimana mengawal agar Putusan Menteri ini benar berjalan, tanpa ada resistensi dari Pengusaha? Wawancara bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan - Immanuel Ebenezer
Kementerian Ketenagakerjaan berencana menghapus batas usia sebagai salah satu syarat perekrutan kerja di Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, mengungkapkan bahwa kriteria usia maksimal menjadi suatu hambatan dalam penyerapan tenaga kerja// kebijakan ini akan dikeluarkan dalam bentuk Surat Edaran (SE) namun masih dalam proses. bagaimana sejauh ini pembahasan kebijakan tersebut? Wawancara bersama Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemnaker, Anwar Sanusi
Perbedaan Pandangan Ulama dalam Syarat Periwayatan Hadits adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Syarah Muqaddimah Shahih Muslim. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 21 Sya’ban 1446 H / 20 Februari 2025 M. Kajian sebelumnya: Menjelaskan Kesalahan Perawi dalam Ilmu Hadits Kajian Islam Tentang Menjelaskan Kesalahan Perawi dalam Ilmu Hadits […] Tulisan Perbedaan Pandangan Ulama dalam Syarat Periwayatan Hadits ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 5 April 2025Bacaan: "Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu." (Yeremia 31:3)Renungan: Saat ini persaingan sangat ketat di segala bidang kehidupan, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, bisnis, politik, dlsb. Hal ini jika tidak dimaknai dengan benar akan menimbulkan efek yang negatif bahkan yang sangat fatal dalam hidup kita. Salah satu contohnya adalah kisah berikut ini. Seorang pelajar perempuan berusia 15 tahun di Malaysia ditemukan gantung diri hanya karena ia mendapat ranking 2 di kelasnya! Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah bahwa nilai remaja tersebut semuanya adalah A, hanya saja dia bukan ranking I tetapi ranking 2. Tentu bagi kita ranking 2 bukanlah suatu hal yang buruk, itu sudah prestasi yang sangat bagus. Orang yang berhasil masuk 10 besar saja biasanya sudah dianggap cerdas. Namun rupanya bagi remaja tersebut, hal itu adalah sebuah aib yang tak dapat diobati, sehingga ia lebih memilih bunuh diri. Hal ini tidak terlepas dari cara mendidik yang tidak benar dari orang tua remaja tersebut. Remaja itu memang berasal dari sebuah keluarga terpandang di Malaysia. Ayahnya adalah seorang pengacara yang cerdas dan punya karier yang cemerlang. la ingin agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik dan menjadi ranking 1 di kelasnya. Dan memang anak-anaknya dikenal sangat pintar. Itulah sebabnya keluarga tersebut sangat disegani oleh masyarakat sekitarnya. Namun, tanpa disadari, sebenarnya ayah tersebut sudah menyiksa anak-anaknya, bukan saja secara fisik tetapi juga secara batin. Secara fisik, sebab sejak belia, anak-anak sudah dipaksa untuk belajar dengan keras dan jarang diberi waktu bermain serta dilarang untuk bergaul dengan anak-anak seusianya. Sehari-hari anak-anak tersebut hanya disibukkan dengan membaca buku dan belajar. Secara batin, karena sang ayah selalu mengaitkan kasih sayangnya dengan prestasi anak-anaknya. Konon remaja yang bunuh diri itu pernah bertanya kepada ayahnya, apa yang akan dilakukan ayahnya jika ia tak bisa menjadi juara 1 di kelasnya. Sang ayah menjawab bahwa jika anak gadis itu tidak mendapat ranking 1, maka ia tak lagi mengakuinya sebagai anak! Dari sini dapat kita lihat bahwa ayah tersebut tidak memperlakukan anaknya dengan kasih sayang yang sepatutnya. la hanya menyayangi anaknya jika menjadi ranking 1, yang sebenarnya bukan demi kebaikan anak tersebut, tetapi demi harga diri sang ayah di hadapan banyak orang! Sebagai orang tua, janganlah kita lebih mengutamakan prestasi anak-anak kita daripada kasih sayang kita kepada mereka. Apa pun keadaan mereka, kita tetap harus mengasihi mereka. Sudah seharusnya kasih sayang kita tidak berubah hanya karena prestasi mereka tidak seperti yang kita harapkan. Sebaliknya, kasihilah mereka secara tulus dan tanpa syarat. Sebab, Tuhan juga telah mengasihi kita secara tulus dan tanpa syarat, bahkan rela mati bagi kita, ketika kita masih berdosa! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku mengasihi anak-anakku secara tulus bagaimanapun keadaan mereka. Amin. (Dod).
Wigand Sugandi - Lukas 14:33 (TB) Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Jessica Wahyu - Matius 16:24 (TB) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
In order to be recognized as a country, there are two important elements that must be fulfilled, namely constitutive and declarative elements. Constitutive elements consist of territory, population, and government. While the declarative element is recognition from other countries. - Agar bisa diakui sebagai sebuah negara, ada dua unsur penting yang harus terpenuhi, yakni unsur konstitutif dan deklaratif. Unsur konstitutif terdiri atas wilayah, penduduk, dan pemerintahan. Sedangkan unsur deklaratif, yaitu pengakuan dari negara lain.
Jessica Wahyu - Matius 22
Warga negara Eropa di seluruh dunia akan segera memberikan suaranya untuk memilih Parlemen Eropa berikutnya.
Khutbah Jumat #28 Dr. Gusnam Haris, M. Ag. - Syarat Bahagia Dunia dan Akhirat Jum'at, 30 September 2022 Bertempat di Masjid Jendral Sudirman Kolombo, Jln. Rajawali No. 10 Kompleks Kolombo, Demangan Baru, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281 --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/masjid-jendral-sudirman/message
Around three million Australians have a government loan through HELP, the Higher Education Loan Program. You too may be eligible to defer your tertiary tuition fees until you secure a job. - Sekitar tiga juta warga Australia memiliki pinjaman pemerintah melalui HELP (Higher Education Loan Program) atau Program Pinjaman Pendidikan Tinggi. Anda juga mungkin memenuhi syarat untuk menunda biaya kuliah tersier Anda sampai Anda mendapatkan pekerjaan.
Episode kali ini adalah episode kompilasi bahasan tuntas dari Kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, Kitab Shalat yang dipandu oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc. Ini adalah bahasan ringkas yang bersumber dari Syarh para ulama terutama dari Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram karya Syekh ‘Abdullah Al-Fauzan, Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram bi Syarh Bulugh Al-Maram karya Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, dan Subul As-Salam Al-Muwshilah ila Bulugh Al-Maram karya Muhammad bin Isma'il Al-Amir Ash-Shan'ani. Silakan catat faedah berharga dari pembahasan ini dan amalkan ilmu yang telah didapat. Semoga bermanfaat :)
Pembawa Renungan : RD. Antonius Haryanto Cirebon Luk. 14:25-33.
Episode kali ini adalah episode kompilasi bahasan tuntas dari Kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, Kitab Shalat yang dipandu oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc. Ini adalah bahasan ringkas yang bersumber dari Syarh para ulama terutama dari Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram karya Syekh ‘Abdullah Al-Fauzan, Fath Dzi Al-Jalali wa Al-Ikram bi Syarh Bulugh Al-Maram karya Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, dan Subul As-Salam Al-Muwshilah ila Bulugh Al-Maram karya Muhammad bin Isma'il Al-Amir Ash-Shan'ani. Silakan catat faedah berharga dari pembahasan ini dan amalkan ilmu yang telah didapat. Semoga bermanfaat :)
Pembawa Renungan : Anastasia Sonia – Jakarta Mat. 5:43-48.Pengantar Renungan : Juliarto Wongosari - Surabaya Sound Editing : Indah Larasati Sirait – Cibinong, Bogor Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta
Pembawa Renungan : Sr. Renata, MASF Balikpapan Mat. 5:38-42.