Audio ini membantu anak-anak untuk bisa melakukan renungan firman Tuhan. Renungan akan diposting setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahApakah Ada Kubur Yesus yang Lain? Diambil dari: Yohanes 20:1 “Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.”Wonder Kids, pada tahun 2007 pernah muncul sebuah film dokumenter berjudul The Lost Tomb of Jesus. Film itu mengatakan bahwa sebuah kubur kuno di daerah Talpiot, Yerusalem, mungkin merupakan kubur keluarga Yesus. Di dalamnya ditemukan beberapa kotak tulang dengan nama-nama seperti Yesus, Maria, Matius, Yusuf, dan Yudas.Wah, nama-nama itu terdengar mirip dengan tokoh-tokoh dalam Alkitab. Apakah itu berarti tubuh Yesus ditemukan di sana? Tidak. Nama-nama tersebut sangat umum pada zaman itu. Menemukan tulisan “Yesus anak Yusuf” tidak langsung membuktikan bahwa orang itu adalah Yesus dari Nazaret. Sama seperti sekarang ada banyak orang bernama Yohanes, Maria, atau Michael, tetapi mereka tentu bukan orang yang sama.Selain itu, film tersebut membuat banyak dugaan yang tidak mempunyai bukti kuat. Misalnya, mereka menduga bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus dan ada seorang anak bernama Yudas. Alkitab tidak pernah mengajarkan hal itu, dan tidak ada bukti sejarah yang dapat dipercaya untuk mendukungnya.Yang paling penting, para murid memberitakan bahwa kubur Yesus kosong dan mereka bertemu dengan Yesus yang telah bangkit. Kalau tubuh Yesus masih berada di sebuah kubur keluarga, musuh-musuh orang Kristen saat itu dapat dengan mudah menunjukkannya dan menghentikan berita kebangkitan. Namun, mereka tidak pernah berhasil melakukannya.Jadi, kita tidak perlu langsung percaya pada judul film atau berita yang terdengar mengejutkan. Kita perlu memeriksa bukti dengan teliti. Iman Kristen bukan dibangun di atas sensasi, tetapi pada kesaksian para saksi mata dan firman Tuhan yang dapat dipercaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu mendengar berita aneh tentang Yesus, jangan langsung percaya atau takut. Tanyakan kepada orang tua atau guru Sekolah Minggu dan periksalah apa yang Alkitab katakan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, tolong aku tidak mudah dibingungkan oleh berita yang belum tentu benar. Berikan aku hikmat untuk memeriksa segala sesuatu berdasarkan firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama-nama yang mirip di sebuah kubur tidak membuktikan bahwa tubuh Yesus ada di sana—Yesus sungguh bangkit dan hidup. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti Penampakan YesusDiambil dari: Yohanes 20:29 “Kata Yesus kepadanya: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.'”Wonder Kids, setelah mempelajari kubur yang kosong, kita perlu melihat bukti lain tentang kebangkitan Yesus, yaitu penampakan-Nya kepada banyak orang. Sesudah bangkit, Yesus memperlihatkan diri kepada Maria Magdalena, para murid, Tomas, dan banyak orang lainnya.Ada orang yang berkata, “Tetapi tidak ada seorang pun yang berada di dalam kubur dan melihat saat tubuh Yesus mulai hidup kembali.” Memang benar, Alkitab tidak menceritakan ada orang yang menyaksikan tepat pada detik Yesus bangkit. Namun, apakah itu berarti kebangkitan-Nya tidak dapat dipercaya? Tentu tidak.Coba bayangkan polisi menemukan sebuah rumah yang sudah dibobol. Tidak ada polisi yang melihat langsung ketika pencuri masuk. Namun, mereka dapat memeriksa pintu yang rusak, sidik jari, rekaman kamera, dan barang yang hilang. Dari berbagai bukti itu, mereka dapat mengetahui apa yang terjadi.Begitu juga dengan kebangkitan Yesus. Tidak ada orang yang melihat saat tubuh-Nya hidup kembali di dalam kubur. Namun, mereka menemukan batu sudah terguling, kubur sudah kosong, dan kain kafan tertinggal. Sesudah itu, banyak orang bertemu dengan Yesus yang hidup. Mereka berbicara dengan-Nya, menyentuh-Nya, bahkan makan bersama-Nya.Para murid yang sebelumnya takut dan bersembunyi juga berubah menjadi saksi yang berani. Mereka rela menghadapi penderitaan karena yakin bahwa Yesus benar-benar hidup. Bukti-bukti ini menolong kita menyimpulkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita buatan.Wonder Kids, kita memang tidak melihat Yesus dengan mata seperti para murid. Namun, Tuhan memberikan kesaksian yang cukup supaya kita dapat percaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu alasan mengapa kamu percaya bahwa Yesus sungguh bangkit, lalu ceritakan kepada seseorang.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk bukti-bukti kebangkitan-Mu. Tolong aku percaya kepada-Mu dan berani menceritakan bahwa Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita tidak melihat saat Yesus keluar dari kubur, tetapi kubur kosong dan penampakan-Nya membuktikan bahwa Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kerinduan yang Belum TerpenuhiDiambil dari: 1 Korintus 2:9–10 “Tetapi seperti ada tertulis: ‘Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.' Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.”Wonder Kids, kita semua pernah merasa senang, sedih, lapar, haus, atau puas. Namun, pernahkah kamu merasakan kerinduan yang sulit dijelaskan? Seperti ada sesuatu yang kamu cari, tetapi kamu tidak tahu apa itu.Dalam bahasa Jerman ada satu kata yang memiliki arti kerinduan yang sangat dalam kepada sesuatu yang indah, sempurna, dan terasa seperti “rumah,” padahal kita belum pernah menemukannya di dunia ini. Kita mungkin mencoba mengisinya dengan mainan, prestasi, teman, liburan, atau hiburan. Semua itu bisa membuat kita senang, tetapi tidak dapat memuaskan hati kita selamanya.Mengapa kita memiliki kerinduan seperti itu? Karena kita diciptakan untuk mengenal Allah dan hidup bersama-Nya. Dunia ini memang memiliki banyak hal yang baik, tetapi semuanya terbatas. Hanya Tuhan yang dapat memenuhi kerinduan terdalam dalam hati manusia.Firman Tuhan berkata bahwa Allah sudah menyediakan sesuatu yang jauh melampaui apa yang pernah kita lihat, dengar, atau bayangkan. Melalui Roh Kudus, Tuhan menolong kita mengenal kasih-Nya, memahami firman-Nya, dan menantikan kehidupan kekal bersama-Nya.Wonder Kids, saat hatimu merasa kosong, jangan langsung mencoba mengisinya dengan lebih banyak barang atau hiburan. Datanglah kepada Tuhan. Bacalah firman-Nya, berdoalah, dan ingatlah bahwa kerinduanmu yang terdalam hanya dapat dipenuhi oleh-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa bosan atau kosong, ambillah waktu untuk berkata, “Tuhan, hatiku membutuhkan-Mu. Tolong aku menemukan sukacita di dalam Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku untuk mengenal dan mengasihi-Mu. Tolong aku tidak mencari kepuasan hanya dari dunia, tetapi menemukan sukacita sejati di dalam-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kerinduan terdalam dalam hatimu tidak dapat dipenuhi oleh dunia, karena hatimu diciptakan untuk Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Keberadaan KasihDiambil dari: 1 Yohanes 4:8 “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”Wonder Kids, sebelumnya kita sudah belajar bahwa keteraturan alam, matematika, dan hati nurani dapat menolong kita melihat bahwa Allah sungguh ada. Namun, hari ini kita melihat sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita, yaitu kasih.Ada orang yang berkata bahwa kasih hanyalah reaksi kimia di dalam otak. Memang, tubuh kita mempunyai perasaan dan reaksi tertentu saat kita mengasihi seseorang. Namun, kasih jauh lebih dalam daripada sekadar perasaan senang.Coba pikirkan seorang ibu yang rela bangun tengah malam untuk merawat anaknya yang sakit. Atau seseorang yang rela memberikan waktunya untuk menolong teman, walaupun ia sendiri sedang lelah. Kasih yang sejati bahkan bisa membuat seseorang mengorbankan kenyamanan dan kepentingannya sendiri demi orang lain.Kalau manusia hanya hidup untuk melindungi diri sendiri, mengapa kita bisa berkorban bagi orang lain? Alkitab memberikan jawabannya: manusia diciptakan menurut gambar Allah yang penuh kasih. Kita dapat mengasihi karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita.Kasih yang paling besar terlihat di dalam Yesus. Ia tidak hanya berkata bahwa Ia mengasihi kita. Yesus datang ke dunia, melayani orang berdosa, lalu menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib. Kita sebenarnya tidak layak menerima kasih sebesar itu, tetapi Yesus tetap mengasihi dan menyelamatkan kita.Karena itu, kasih bukan hanya perasaan hangat di dalam hati. Kasih juga merupakan pilihan untuk melakukan yang baik bagi orang lain. Kita menunjukkan kasih ketika mau berbagi, memaafkan, mendengarkan, menolong, dan tidak mementingkan diri sendiri.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tunjukkan kasih kepada satu orang melalui tindakan sederhana, misalnya membantu tanpa diminta, mendengarkan dengan baik, atau memberikan semangat.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau terlebih dahulu mengasihiku. Tolong aku mengenal kasih-Mu melalui Yesus dan belajar mengasihi orang lain dengan tindakan yang nyata. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita dapat mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Hukum dalam Hati ManusiaDiambil dari: Roma 7:21 “Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.”Wonder Kids, hampir semua manusia mempunyai pengertian bahwa ada perbuatan yang benar dan ada yang salah. Kita tahu bahwa menolong teman itu baik, sedangkan berbohong, mencuri, dan menyakiti orang lain itu salah. Bahkan orang yang tidak mengenal Alkitab pun biasanya mempunyai kesadaran seperti ini.Seorang penulis Kristen bernama C.S. Lewis menyebutnya sebagai “hukum moral” atau “hukum dalam diri manusia.” Misalnya, ketika dua anak berebut mainan, salah satu mungkin berkata, “Aku yang memegangnya lebih dahulu!” Mengapa ia berkata begitu? Karena ia percaya ada aturan tentang keadilan yang seharusnya ditaati oleh semua orang.Menariknya, kita bukan hanya mengetahui aturan itu. Kita juga sering melanggarnya. Kita tahu harus berkata jujur, tetapi kita masih berbohong. Kita tahu harus berbagi, tetapi kita masih egois. Kita tahu harus mengampuni, tetapi kita tetap menyimpan kemarahan. Rasul Paulus juga merasakan pergumulan ini. Ia ingin melakukan yang baik, tetapi dosa terus menariknya kepada yang jahat.Kesadaran tentang benar dan salah menunjukkan bahwa manusia bukan sekadar makhluk yang hidup sesuka hati. Allah yang kudus telah menaruh kesadaran moral dalam diri manusia. Namun, hukum itu juga memperlihatkan bahwa kita adalah orang berdosa. Kita mengetahui yang benar, tetapi tidak selalu mampu melakukannya.Karena itu, kita membutuhkan Yesus. Yesus bukan hanya mengajarkan apa yang benar. Ia juga mati untuk mengampuni dosa kita dan memberikan Roh Kudus supaya kita sanggup belajar hidup benar. Kita tidak diselamatkan karena selalu berhasil menjadi baik, tetapi karena karya Yesus yang sempurna.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ketika kamu tergoda melakukan sesuatu yang salah, berhentilah dan berdoa, “Tuhan Yesus, tolong aku memilih yang benar.”Mari kita berdoa: Tuhan, Engkau mengetahui bahwa aku sering gagal melakukan yang benar. Ampuni dosaku dan tolong aku menaati-Mu melalui pertolongan Roh Kudus. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hati nurani menunjukkan mana yang benar, tetapi hanya Yesus yang dapat mengampuni dan menolong kita hidup benar. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Keajaiban MatematikaDiambil dari: Ayub 38:4 “Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!”Wonder Kids, pernahkah kamu berpikir mengapa matematika bisa menjelaskan begitu banyak hal di dunia? Dengan angka dan rumus, manusia dapat menghitung gerakan planet, merancang gedung tinggi, membuat pesawat terbang, bahkan mengirimkan wahana ke luar angkasa.Seorang pemikir Kristen bernama William Lane Craig mengatakan bahwa kemampuan matematika untuk menjelaskan alam semesta merupakan sesuatu yang sangat menakjubkan. Matematika bukan benda yang bisa kita pegang atau lihat. Namun, hukum-hukum matematika ternyata cocok dengan cara alam semesta bekerja.Coba bayangkan kalau alam semesta berjalan tanpa aturan. Matahari kadang terbit dari timur, kadang dari utara. Benda yang dilempar kadang jatuh ke bawah, tetapi besok malah terbang ke atas. Kalau semuanya tidak teratur, manusia tidak akan bisa mempelajari alam atau membuat teknologi.Namun, Tuhan menciptakan dunia dengan keteraturan. Pergerakan planet, pergantian musim, bentuk kristal, dan banyak hal lainnya mengikuti pola yang dapat dipelajari. Keteraturan itu menunjukkan bahwa alam semesta bukan muncul secara sembarangan, tetapi dirancang oleh Allah yang penuh hikmat.Ayub 38:4 mengingatkan bahwa Tuhanlah yang meletakkan dasar bumi. Manusia dapat mempelajari ciptaan, tetapi kita bukan penciptanya. Setiap penemuan seharusnya membuat kita semakin kagum kepada Tuhan, bukan menjadi sombong.Matematika juga menunjukkan bahwa Tuhan menyukai keteraturan, ketepatan, dan keindahan. Karena itu, saat kamu belajar menghitung, mengerjakan soal, atau menemukan pola, ingatlah bahwa kamu sedang mempelajari sebagian kecil dari keteraturan yang Tuhan tanamkan dalam ciptaan-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan satu pola di sekitarmu, seperti bentuk daun, susunan kelopak bunga, atau pergantian siang dan malam. Bersyukurlah kepada Tuhan atas keteraturan ciptaan-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan dunia dengan teratur dan penuh hikmat. Tolong supaya aku rajin belajar dan memakai pengetahuanku untuk memuliakan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: keteraturan alam dan keajaiban matematika menunjukkan hikmat Tuhan, Sang Perancang seluruh ciptaan. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tujuan Akhir dari Segala SesuatuDiambil dari: Kolose 1:16 “Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”Wonder Kids, Thomas Aquinas memberikan alasan terakhir untuk menolong manusia memahami keberadaan Allah. Alasan ini disebut “tujuan akhir.”Coba perhatikan sebuah pohon mangga. Pohon itu bertumbuh dari biji, memiliki akar, batang, daun, bunga, lalu menghasilkan buah. Setiap bagiannya seolah bekerja menuju suatu tujuan. Akar menyerap air, daun menerima sinar matahari, dan bunga akhirnya menjadi buah.Begitu juga dengan banyak hal di alam. Burung memiliki sayap untuk terbang. Mata kita dapat melihat. Hujan membantu tumbuhan bertumbuh. Alam semesta tidak tampak seperti sesuatu yang bergerak tanpa arah. Ada susunan, keteraturan, dan tujuan di dalamnya.Thomas Aquinas berkata bahwa sesuatu yang tidak memiliki pikiran tidak mungkin menentukan tujuannya sendiri. Karena itu, harus ada Pribadi yang penuh hikmat, yang merancang dan mengarahkan seluruh ciptaan. Pribadi itu adalah Allah.Kolose 1:16 mengajarkan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Kristus dan untuk Kristus. Artinya, dunia ini bukan hanya berasal dari Tuhan, tetapi juga memiliki tujuan untuk memuliakan-Nya. Hidup kita pun demikian. Kita tidak diciptakan hanya untuk makan, bermain, belajar, menjadi sukses, lalu meninggal. Kita diciptakan untuk mengenal Tuhan, mengasihi-Nya, dan memakai hidup kita bagi kemuliaan-Nya.Wonder Kids, mungkin kamu belum tahu akan menjadi apa saat dewasa nanti. Namun, kamu sudah dapat mengetahui tujuan terpenting hidupmu: hidup bagi Tuhan. Kamu dapat memulainya sekarang dengan belajar sungguh-sungguh, menaati orang tua, menolong sesama, dan memakai kemampuanmu untuk melakukan yang baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu kegiatan yang biasa kamu lakukan, lalu lakukanlah dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk kasihmu kepada Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan hidupku dengan tujuan. Tolong aku memakai seluruh hidupku untuk memuliakan dan menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu tidak diciptakan tanpa tujuan—hidupmu berasal dari Tuhan dan seharusnya dipakai untuk kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tingkat KesempurnaanDiambil dari: Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”Wonder Kids, waktu masih kecil, mungkin kamu pernah menggambar dirimu sendiri. Hasilnya belum tentu sempurna. Wajahnya mungkin tidak simetris, tangannya terlalu panjang, atau hidungnya lupa digambar. Semakin sering berlatih, gambarmu mungkin semakin baik. Namun, tetap saja sulit membuat gambar yang benar-benar sempurna.Thomas Aquinas memakai pemikiran tentang tingkat kesempurnaan untuk menolong manusia memahami keberadaan Allah. Di dunia ini, kita melihat ada sesuatu yang baik, lebih baik, dan sangat baik. Ada orang yang penyayang, ada yang lebih sabar, dan ada yang lebih rajin berbuat benar. Tetapi bagaimana kita bisa menyebut sesuatu “lebih baik” kalau tidak ada ukuran kebaikan yang sempurna?Aquinas berkata bahwa harus ada Pribadi yang menjadi ukuran tertinggi dari segala kebaikan dan kesempurnaan. Pribadi itu adalah Allah. Tuhan bukan hanya sedikit lebih baik daripada manusia. Tuhan itu sempurna dalam kasih, keadilan, kekudusan, kebenaran, dan kebaikan-Nya.Lalu bagaimana dengan kita? Roma 3:23 berkata bahwa semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Kita tidak sempurna. Kita bisa marah, berbohong, iri hati, dan mementingkan diri sendiri. Walaupun kita berusaha keras, kita tidak dapat menjadi sempurna dengan kekuatan sendiri.Itulah sebabnya kita membutuhkan Yesus. Yesus hidup tanpa dosa dan memenuhi semua tuntutan Allah dengan sempurna. Ia mati untuk menanggung hukuman dosa kita. Ketika kita percaya kepada-Nya, Tuhan mengampuni kita dan menerima kita bukan karena kita sempurna, tetapi karena karya Yesus yang sempurna.Wonder Kids, Tuhan tetap mau membentuk kita supaya semakin serupa dengan Yesus. Kita memang belum sempurna, tetapi kita dapat terus belajar menjadi lebih jujur, penuh kasih, taat, dan rendah hati.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu sikap yang masih perlu Tuhan ubah dalam dirimu, lalu mintalah pertolongan-Nya untuk bertumbuh.Mari kita berdoa: Tuhan, Engkau sempurna dalam segala hal. Ampuni dosaku dan bentuklah aku semakin serupa dengan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita tidak sempurna, tetapi Yesus sempurna dan karya-Nya cukup untuk menyelamatkan serta mengubah kita. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pribadi yang Harus AdaDiambil dari: Mazmur 90:1 “Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.”Wonder Kids, Thomas Aquinas memberikan alasan ketiga untuk menolong kita memahami bahwa Allah sungguh ada. Alasan ini disebut “Pribadi yang Harus Ada” atau Necessary Being.Di dunia ini ada banyak hal yang bisa ada, tetapi juga bisa tidak ada. Misalnya, sebuah meja ada karena seseorang membuatnya. Sebuah pohon ada karena sebelumnya ada benih. Kita juga ada karena orang tua kita melahirkan kita. Artinya, keberadaan kita bergantung pada sesuatu yang lain.Coba bayangkan seandainya semua yang ada di dunia hanya bergantung pada sesuatu yang lain. Kalau kita terus bertanya, “Dari mana asalnya?” akhirnya kita membutuhkan satu Pribadi yang tidak bergantung pada siapa pun. Pribadi itu tidak diciptakan, tidak mempunyai awal, dan tidak mungkin berhenti ada. Thomas Aquinas berkata bahwa Pribadi itu adalah Allah.Allah tidak membutuhkan siapa pun supaya Ia dapat hidup. Sebaliknya, semua ciptaan membutuhkan Allah. Dunia ini ada karena Allah menciptakannya. Kita hidup karena Allah memberi kita napas, kekuatan, makanan, dan segala sesuatu yang kita perlukan.Mazmur 90:1 berkata bahwa Tuhan adalah tempat perteduhan umat-Nya turun-temurun. Manusia datang dan pergi. Generasi terus berganti. Keadaan hidup juga berubah. Namun, Tuhan tetap ada dan tidak pernah berubah. Karena itu, kita dapat bersandar kepada-Nya.Wonder Kids, mungkin kadang-kadang kita merasa tidak membutuhkan Tuhan. Kita merasa bisa mengandalkan kepandaian, uang, keluarga, atau kekuatan sendiri. Tetapi semua itu terbatas dan bisa berubah. Hanya Tuhan yang selalu ada, selalu setia, dan selalu sanggup menopang hidup kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ketika kamu merasa membutuhkan pertolongan, jangan hanya mengandalkan dirimu sendiri. Berdoalah, “Tuhan, aku membutuhkan-Mu. Tolong aku bersandar kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu ada dan tidak bergantung kepada siapa pun. Terima kasih karena hidupku bergantung kepada-Mu. Tolong aku mempercayai dan mengandalkan-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: segala sesuatu membutuhkan sesuatu yang lain untuk ada, tetapi Allah selalu ada dan menjadi sumber kehidupan bagi semuanya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Penyebab PertamaDiambil dari: Yesaya 46:10 “yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan.”Wonder Kids, Thomas Aquinas memberikan alasan lain untuk menolong kita melihat bahwa Allah sungguh ada. Alasannya disebut “Penyebab Pertama.”Coba pikirkan prinsip sebab dan akibat. Kalau jari kakimu terasa sakit, mungkin penyebabnya karena terbentur meja. Meja itu ada karena dibuat oleh seseorang. Kayunya berasal dari pohon yang ditebang. Pohon itu tumbuh dari benih. Jadi, setiap akibat mempunyai penyebab.Kalau kita terus bertanya, “Apa yang menyebabkan itu terjadi?” kita akan berjalan semakin jauh ke belakang. Namun, rangkaian sebab itu tidak mungkin berlangsung tanpa awal. Harus ada Penyebab Pertama yang tidak disebabkan oleh siapa pun. Thomas Aquinas berkata bahwa Penyebab Pertama itu adalah Allah.Allah tidak diciptakan dan tidak bergantung kepada siapa pun. Dialah yang menciptakan segala sesuatu. Alam semesta, bumi, tumbuhan, hewan, dan manusia ada karena Allah menghendakinya. Bahkan sampai hari ini, Allah tetap memelihara seluruh ciptaan-Nya.Yesaya 46:10 mengatakan bahwa keputusan Tuhan akan terlaksana dan segala kehendak-Nya akan dilakukan. Ini berarti tidak ada sesuatu pun yang bisa menggagalkan rencana-Nya. Kita memang bisa membuat rencana yang gagal karena sakit, lupa, atau mengalami masalah. Namun, Tuhan tidak pernah gagal menjalankan kehendak-Nya.Wonder Kids, hidupmu juga bukan terjadi secara kebetulan. Tuhanlah yang menciptakanmu dan memberikan tujuan bagi hidupmu. Karena itu, kita dapat percaya bahwa hidup kita berada dalam tangan-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah satu benda di sekitarmu dan pikirkan dari mana benda itu berasal. Lalu bersyukurlah kepada Tuhan, Penyebab Pertama yang menciptakan dan memelihara segala sesuatu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Pencipta segala sesuatu. Tolong aku percaya bahwa hidupku berasal dari-Mu dan rencana-Mu tidak pernah gagal. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: segala sesuatu mempunyai penyebab, tetapi Allah adalah Penyebab Pertama yang tidak diciptakan oleh siapa pun. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Penggerak yang Tidak DigerakkanDiambil dari: Wahyu 4:11 “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”Wonder Kids, pada abad ke-13 ada seorang teolog dan filsuf bernama Thomas Aquinas. Ia menuliskan beberapa pemikiran untuk menolong manusia melihat bahwa Allah sungguh ada. Salah satu pemikirannya disebut “Penggerak yang Tidak Digerakkan.”Coba bayangkan sebuah batu yang sedang diam. Batu itu tidak akan bergerak sendiri. Batu itu harus ditendang, didorong, atau digerakkan oleh sesuatu yang lain. Lalu, benda yang menggerakkannya mungkin juga digerakkan oleh benda lain.Misalnya, sebuah bola bergerak karena ditendang oleh kaki. Kaki bergerak karena otot bekerja. Otot bergerak karena tubuh menerima perintah dari otak. Kita bisa terus bertanya, “Apa yang menyebabkan ini bergerak?” Namun, rangkaian itu tidak mungkin berjalan mundur tanpa awal untuk selama-lamanya. Harus ada Pribadi pertama yang memulai semuanya, tetapi Dia sendiri tidak membutuhkan siapa pun untuk menggerakkan-Nya. Thomas Aquinas menyebut Pribadi itu sebagai Allah.Tuhan berbeda dari segala ciptaan. Kita membutuhkan makanan, udara, tenaga, dan pertolongan orang lain. Namun, Tuhan tidak bergantung kepada siapa pun. Tuhan sudah ada sebelum segala sesuatu. Dialah yang menciptakan dunia dan membuat segala sesuatu mulai ada serta bergerak menurut kehendak-Nya.Wahyu 4:11 mengajarkan bahwa segala sesuatu ada karena kehendak Tuhan. Jadi alam semesta bukan muncul sendiri tanpa tujuan. Kita juga bukan berada di dunia secara kebetulan. Tuhan menciptakan kita, memelihara kita, dan memberi hidup kita tujuan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan sebuah benda yang bergerak, seperti kipas angin, sepeda, atau mobil. Ingatlah bahwa di balik seluruh alam semesta ada Tuhan, Sang Pencipta yang memulai dan menopang segala sesuatu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan dan menopang seluruh alam semesta. Tolong aku percaya bahwa hidupku berasal dari-Mu dan menggunakannya untuk memuliakan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: segala sesuatu bergerak karena ada penyebabnya, tetapi Tuhan adalah Pencipta kekal yang tidak bergantung kepada siapa pun. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Taruhan PascalDiambil dari: Mazmur 119:16 “Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.”Wonder Kids, Blaise Pascal adalah seorang ilmuwan, ahli matematika, penemu, filsuf, dan pemikir Kristen yang sangat cerdas. Ia membuat alat hitung mekanis dan menemukan prinsip ilmiah yang kemudian dikenal sebagai Hukum Pascal.Pada tahun 1654, Pascal mengalami peristiwa rohani yang membuatnya semakin sungguh-sungguh mengikut Tuhan. Ia lalu menulis banyak pemikiran tentang iman Kristen. Salah satu gagasannya yang terkenal disebut “Taruhan Pascal.”Pascal mengajak orang berpikir seperti ini: jika seseorang percaya kepada Allah dan ternyata Allah sungguh ada, ia memperoleh kehidupan kekal bersama-Nya. Jika ia menolak Allah dan ternyata Allah sungguh ada, akibatnya sangat serius. Namun, jika Allah tidak ada, orang yang percaya hanya kehilangan beberapa kesenangan dunia yang sementara. Karena itu, menurut Pascal, lebih masuk akal untuk memilih percaya kepada Allah.Pemikiran ini menarik, tetapi kita perlu berhati-hati. Iman kepada Tuhan bukan sekadar taruhan supaya kita mendapatkan keuntungan atau terhindar dari hukuman. Kita juga tidak percaya kepada Allah hanya karena merasa pilihan itu lebih aman. Iman Kristen memiliki dasar yang kuat: Allah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan, firman-Nya, dan terutama melalui Yesus Kristus yang mati dan bangkit.Kita datang kepada Tuhan bukan hanya untuk mendapatkan surga. Kita datang karena Dia adalah Pencipta, Tuhan, dan Juruselamat yang layak dikasihi. Kita percaya bukan hanya dengan pikiran, tetapi juga menyerahkan hati dan hidup kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Bacalah satu bagian firman Tuhan dan mintalah Tuhan menolongmu mengenal-Nya lebih sungguh, bukan sekadar mengetahui tentang Dia.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau bukan sekadar pilihan. Engkau adalah Allah yang benar dan layak dipercaya. Tolong aku mengenal-Mu, mengasihi-Mu, dan tidak melupakan firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman bukan sekadar taruhan, tetapi jawaban hati kepada Allah yang sudah lebih dahulu menyatakan kasih-Nya kepada kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Jika Allah Benar-Benar AdaDiambil dari: Mazmur 119:160 “Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.”Wonder Kids, selama beberapa hari ini kita sudah melihat banyak bukti bahwa Yesus sungguh mati dan bangkit. Tetapi ada satu pertanyaan yang lebih mendasar: apakah Allah benar-benar ada? Sebab kalau Allah tidak ada, mujizat dan kebangkitan tentu tidak mungkin terjadi.Kita percaya Allah ada bukan hanya karena Alkitab berkata demikian. Memang Alkitab adalah firman Allah yang benar dan dapat dipercaya. Namun, Tuhan juga meninggalkan banyak tanda tentang keberadaan-Nya di sekitar kita.Lihatlah alam semesta yang begitu luas dan teratur. Matahari, bumi, bintang-bintang, tumbuhan, hewan, dan tubuh manusia bekerja dengan cara yang sangat menakjubkan. Semua itu tidak muncul begitu saja tanpa Pencipta. Seperti sebuah lukisan menunjukkan adanya pelukis, ciptaan juga menunjukkan adanya Sang Pencipta.Kita juga memiliki hati nurani yang mengingatkan bahwa ada yang benar dan ada yang salah. Mengapa manusia di berbagai tempat tahu bahwa mencuri, berbohong, dan menyakiti orang lain adalah salah? Karena Allah yang kudus menaruh kesadaran tentang kebaikan dan keadilan dalam hati manusia.Namun, bukti terbesar bahwa Allah ada adalah Yesus Kristus. Allah tidak hanya memberikan tanda melalui alam. Ia datang mendekat kepada kita melalui Anak-Nya. Yesus hidup, mengajar, melakukan mujizat, mati menanggung dosa, dan bangkit mengalahkan kematian. Kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa Allah sungguh ada dan berkuasa.Tentu kita tidak bisa mengetahui segala sesuatu tentang Allah. Tetapi kita memiliki cukup alasan untuk percaya kepada-Nya. Iman Kristen bukanlah kepercayaan tanpa dasar. Kita percaya karena Allah telah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan, firman-Nya, dan terutama melalui Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan satu bagian dari ciptaan Tuhan, lalu ucapkan, “Tuhan, terima kasih karena ciptaan-Mu menolongku melihat bahwa Engkau sungguh ada.”Mari kita berdoa: Tuhan, bukalah mataku supaya aku melihat tanda-tanda keberadaan dan kasih-Mu. Tolong aku semakin percaya kepada Engkau dan firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Allah sungguh ada, dan Dia telah menyatakan diri-Nya dengan jelas melalui ciptaan, firman, dan Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tiga Alasan Lain tentang Kubur yang KosongDiambil dari: 1 Korintus 15:20 “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.”Wonder Kids, selain kesaksian para rasul, ada beberapa alasan lain mengapa kita dapat percaya bahwa kubur Yesus benar-benar kosong.Pertama, berita tentang kubur kosong sudah muncul sejak masa gereja mula-mula. Rasul Paulus menyebut bahwa Yesus mati, dikuburkan, lalu dibangkitkan. Kalau Yesus masih berada di dalam kubur, orang-orang yang menolak Injil bisa dengan mudah menunjukkan tubuh-Nya.Kedua, kubur Yesus berada dekat Yerusalem, tempat Yesus disalibkan dan berita kebangkitan pertama kali diberitakan. Para pemimpin agama tahu lokasi kubur itu. Namun, mereka tidak pernah menunjukkan tubuh Yesus untuk menghentikan pemberitaan para rasul.Ketiga, ada banyak saksi yang mengaku melihat Yesus hidup setelah kematian-Nya. Jadi, bukan hanya tubuh-Nya tidak ditemukan di kubur, tetapi Yesus juga menampakkan diri kepada para murid.Semua bukti ini membawa kita pada penjelasan yang paling masuk akal: Allah sungguh membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Kubur yang kosong bukan hasil kebohongan atau kesalahan. Kubur itu kosong karena Yesus hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada seseorang, “Yesus sungguh bangkit. Kubur-Nya kosong dan Dia hidup!”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh bangkit dari kematian. Tolong aku supaya makin percaya kepada-Mu dan berani menyampaikan kabar kebangkitan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: penjelasan terbaik untuk kubur yang kosong adalah bahwa Yesus sungguh telah bangkit. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengapa Orang Kristen Tidak Menyebut Kubur Kosong? Diambil dari: Kisah Para Rasul 2:24 “Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata, “Kalau kubur Yesus benar-benar kosong, mengapa para rasul tidak selalu memakai kata-kata ‘kubur kosong' dalam khotbah mereka?”Sebenarnya, para rasul tetap memberitakan hal yang sama. Dalam khotbahnya, Petrus berkata bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari kematian. Ia juga mengutip Mazmur yang berkata bahwa tubuh Sang Mesias tidak akan mengalami kebinasaan. Artinya jelas: tubuh Yesus tidak tetap berada di dalam kubur.Para rasul tidak harus selalu memakai kalimat “kubur itu kosong.” Ketika mereka berkata bahwa Yesus telah mati, dikuburkan, lalu bangkit dan menampakkan diri kepada para saksi, hal itu sudah menunjukkan bahwa kubur-Nya kosong.Yang paling penting, para rasul tidak hanya mengetahui berita itu. Mereka memberitakannya dengan berani, bahkan ketika mereka diancam dan dianiaya. Mereka yakin bahwa Yesus sungguh hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada seseorang, “Yesus tidak tinggal dalam kubur. Ia telah bangkit dan hidup!”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena maut tidak dapat menahan-Mu. Tolong aku percaya bahwa Engkau sungguh bangkit dan berani menceritakan kabar ini kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: para rasul mungkin tidak selalu mengucapkan kata “kubur kosong,” tetapi mereka dengan jelas memberitakan bahwa Yesus telah bangkit. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dapatkah Para Saksi Dipercaya? Diambil dari: Matius 28:8 “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.”Wonder Kids, keempat Injil sepakat bahwa para perempuanlah yang pertama kali menemukan kubur Yesus sudah kosong. Mereka juga menjadi orang-orang pertama yang menyampaikan kabar bahwa Yesus telah bangkit.Apakah kesaksian mereka dapat dipercaya? Tentu saja. Namun, ada satu hal menarik. Pada zaman itu, kesaksian perempuan sering tidak dianggap penting oleh masyarakat. Kalau para penulis Injil hanya ingin membuat cerita palsu yang mudah dipercaya orang, mereka mungkin akan memilih tokoh laki-laki terkenal sebagai saksi pertama.Tetapi mereka tidak melakukan itu. Mereka tetap menulis apa yang sungguh terjadi: Maria Magdalena dan perempuan-perempuan lain datang ke kubur, menemukan kubur itu kosong, lalu menyampaikan kabar kebangkitan kepada para murid.Hal ini justru membuat catatan Injil semakin dapat dipercaya. Para penulis tidak mengubah cerita supaya terlihat lebih hebat atau lebih mudah diterima. Mereka dengan jujur mencatat apa yang terjadi, meskipun masyarakat pada waktu itu mungkin memandang rendah para saksi perempuan.Ini juga menunjukkan bahwa Tuhan menghargai setiap orang. Dunia mungkin menganggap seseorang kurang penting, tetapi Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menyampaikan kabar besar. Para perempuan itu dipercaya Tuhan untuk menjadi pembawa berita pertama bahwa Yesus telah bangkit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jangan meremehkan seseorang karena penampilan, jenis kelamin, usia, atau kedudukannya. Belajarlah menghargai setiap orang seperti Tuhan menghargai mereka.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai para perempuan untuk menyampaikan kabar kebangkitan Yesus. Tolong aku untuk menghargai semua orang dan berani menyampaikan kebenaran tentang Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menyampaikan kabar besar bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Nubuat Yunus Bertentangan? Diambil dari Matius 12:40“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”Wonder Kids, Tuhan Yesus disalibkan dan meninggal pada hari Jumat. Pada hari Minggu pagi, Ia bangkit dari kematian. Namun, ada orang yang bertanya, “Bukankah Yesus berkata bahwa Ia akan berada dalam kubur selama tiga hari tiga malam? Dari Jumat sampai Minggu pagi tidak sampai tujuh puluh dua jam.”Apakah Tuhan Yesus salah? Tentu tidak. Kita perlu memahami cara orang Yahudi pada zaman Alkitab menghitung waktu. Pada masa itu, sebagian dari satu hari dapat dihitung sebagai satu hari penuh.Begini cara menghitungnya. Hari Jumat, Yesus mati dan dikuburkan sebelum matahari terbenam. Itu dihitung sebagai hari pertama. Hari Sabtu, tubuh Yesus berada di dalam kubur. Itu hari kedua. Hari Minggu pagi, Yesus bangkit. Itu dihitung sebagai hari ketiga.Karena itu, ungkapan “tiga hari tiga malam” tidak harus berarti tepat tiga kali dua puluh empat jam seperti cara kita menghitung sekarang. Ungkapan tersebut biasa dipakai untuk menyebut peristiwa yang terjadi dalam bagian dari tiga hari berbeda.Cara menghitung seperti ini juga terlihat dalam kisah Ester. Ester meminta orang Yahudi berpuasa selama tiga hari, siang dan malam. Namun, pada hari ketiga ia sudah pergi menghadap raja. Jadi, sebagian hari dapat dihitung sebagai satu hari.Wonder Kids, jangan cepat berkata bahwa Alkitab salah hanya karena ada bagian yang belum kita mengerti. Kadang-kadang kita perlu mempelajari bahasa, kebiasaan, dan cara berpikir orang pada zaman Alkitab.Namun, yang terutama bukan hanya cara menghitung harinya. Yesus memakai kisah Yunus sebagai tanda tentang diri-Nya. Ia sungguh mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga dengan kemenangan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu pertanyaan tentang Alkitab yang belum kamu pahami, lalu tanyakan kepada orang tua atau guru Sekolah Minggu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar. Berikan aku hati yang sabar untuk belajar dan pikiran yang terbuka terhadap kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Jumat, Sabtu, dan Minggu dihitung sebagai tiga hari, dan Yesus sungguh bangkit pada hari ketiga. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Nama Para Perempuan Bertentangan? Diambil dari Lukas 24:1“Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.”Wonder Kids, pada pagi hari setelah hari Sabat, beberapa perempuan pergi ke kubur Yesus. Mereka membawa rempah-rempah yang sudah dipersiapkan untuk tubuh-Nya. Namun, ketika membaca keempat Injil, kita menemukan bahwa nama-nama perempuan yang dicatat tidak selalu sama.Matius menyebut Maria Magdalena dan Maria yang lain. Markus menyebut Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome. Lukas menyebut Maria Magdalena, Yohana, Maria ibu Yakobus, serta beberapa perempuan lainnya. Sementara itu, Yohanes lebih banyak menyoroti Maria Magdalena.Apakah ini berarti keempat Injil saling bertentangan? Tidak. Tidak ada satu pun penulis Injil yang berkata, “Hanya perempuan-perempuan inilah yang datang dan tidak ada orang lain.” Setiap penulis memilih beberapa nama yang dianggap penting bagi cerita yang sedang disampaikannya.Coba bayangkan beberapa anak pergi bersama-sama mengunjungi seorang teman. Seorang anak berkata, “Aku pergi bersama Andi.” Anak lainnya berkata, “Aku pergi bersama Andi, Budi, dan Citra.” Apakah anak pertama berbohong? Tentu tidak. Ia hanya tidak menyebutkan semua orang yang ikut pergi.Begitu juga dengan para perempuan yang datang ke kubur. Semua catatan itu dapat benar secara bersamaan. Maria Magdalena hadir, tetapi ia tidak sendirian. Para penulis Injil hanya menyoroti nama yang berbeda sesuai dengan tujuan penulisan mereka.Yang terutama, semua Injil sepakat pada satu kabar besar: para perempuan datang ke kubur pada pagi hari pertama dalam minggu dan menemukan kubur itu kosong. Yesus tidak ada di sana karena Dia sudah bangkit!Menariknya, pada zaman itu kesaksian perempuan sering kurang dihargai masyarakat. Namun, Tuhan justru memakai mereka sebagai saksi pertama kubur kosong. Tuhan menghargai dan memakai siapa saja yang setia kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada seseorang bahwa perbedaan nama tidak mengubah kebenaran bahwa Yesus sungguh bangkit.Mari kita berdoa: Tuhan, tolong aku membaca firman-Mu dengan teliti dan tidak mudah bingung. Buat aku berani menyampaikan bahwa Yesus sungguh hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama-nama yang dicatat mungkin berbeda, tetapi kabar besarnya tetap sama—kubur Yesus kosong karena Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Inti Sejarah dari Kisah Kubur YesusDiambil dari Lukas 24:6“Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea.”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa ada beberapa perbedaan kecil dalam catatan Injil tentang kebangkitan Yesus. Misalnya, ada Injil yang menyebut satu malaikat, sedangkan Injil lain menyebut dua. Ada juga perbedaan mengenai nama para perempuan yang datang ke kubur dan urutan beberapa peristiwa.Ada orang yang memakai perbedaan-perbedaan itu untuk berkata bahwa kisah kebangkitan Yesus tidak dapat dipercaya. Namun, seorang ahli bernama William Lane Craig mengajak kita melihat inti utama dari semua catatan tersebut.Walaupun para penulis Injil menceritakannya dari sudut pandang yang berbeda, mereka sepakat mengenai fakta-fakta yang paling penting. Yusuf dari Arimatea mengambil tubuh Yesus dan meletakkannya di dalam sebuah kubur. Pada hari Minggu pagi, beberapa perempuan datang ke kubur itu. Mereka menemukan bahwa kubur tersebut sudah kosong dan menerima berita bahwa Yesus telah bangkit.Perbedaan dalam beberapa detail tidak menghilangkan inti sejarah dari ceritanya. Bayangkan beberapa orang menyaksikan sebuah acara di gereja. Satu orang mungkin lebih mengingat lagu yang dinyanyikan. Orang lain mengingat siapa yang berbicara. Seorang lagi mengingat apa yang terjadi setelah acara selesai. Cerita mereka tidak harus sama persis, tetapi semuanya tetap dapat menceritakan peristiwa yang sama.Justru karena setiap penulis mempunyai sudut pandang sendiri, catatan mereka terlihat seperti kesaksian yang alami, bukan cerita yang disusun supaya setiap kalimatnya sama.Di tengah semua perbedaan itu, inti beritanya tetap sama: Yesus sungguh mati, dikuburkan, kubur-Nya ditemukan kosong, dan Ia sungguh bangkit. Inilah dasar pengharapan kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kembali kisah kebangkitan Yesus kepada keluarga atau temanmu dengan menekankan tiga hal: Yesus sudah mati, kubur-Nya kosong, dan Dia sungguh bangkit.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk kesaksian yang dapat dipercaya tentang kebangkitan Yesus. Tolong aku tidak mudah bingung, tetapi semakin yakin bahwa Yesus sungguh hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: detailnya mungkin diceritakan dari sudut yang berbeda, tetapi kebenarannya tetap sama—Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Ada Kontradiksi di Kubur Yesus? Diambil dari: Matius 28:2–3 “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa cerita tentang kubur kosong itu tidak bisa dipercaya, karena ada beberapa perbedaan kecil di antara Injil-injil. Misalnya, ada yang menulis tentang satu malaikat, ada yang menulis dua. Ada yang menyebut nama perempuan-perempuan tertentu, ada yang menambahkan nama yang lain. Ada juga yang menceritakan bagian peristiwanya dari sudut yang berbeda.Lalu, apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak. Justru ini seperti beberapa orang yang melihat peristiwa besar lalu menceritakannya dari sudut yang berbeda. Misalnya, satu orang menyorot bagian yang paling penting baginya, sementara orang lain menambahkan detail lain yang juga benar. Ceritanya tidak harus sama persis kata demi kata untuk tetap benar.Coba bayangkan begini, Wonder Kids. Kalau ada dua orang melihat kejadian yang sama, yang satu bisa berkata, “Aku melihat guru berdiri di depan kelas,” dan yang lain berkata, “Aku melihat guru berdiri di depan kelas sambil memegang buku.” Kedua cerita itu tidak bertentangan. Yang satu hanya memberi detail lebih banyak. Begitu juga dengan kisah kebangkitan Yesus.Malah, kalau semua cerita persis sama dalam setiap detail kecil, orang bisa curiga bahwa semuanya hanya hasil salin-tempel. Tetapi karena tiap penulis menulis dengan sudut pandang masing-masing, kita justru melihat bahwa mereka benar-benar sedang memberi kesaksian yang jujur tentang peristiwa yang sama: kubur Yesus kosong, batu terguling, dan Yesus bangkit.Jadi, Wonder Kids, perbedaan kecil dalam cara menceritakan tidak menghancurkan kebenaran besar. Semua Injil tetap sejalan dalam hal yang paling penting: Yesus sungguh mati, sungguh dikuburkan, dan sungguh bangkit. Itulah kabar besar yang tidak berubah.Renungan hari ini juga mengajar kita untuk tidak cepat bingung hanya karena kita belum mengerti semua detail. Kadang-kadang kita perlu belajar lebih teliti, lebih sabar, dan melihat keseluruhan cerita. Tuhan tidak takut diperiksa. Firman-Nya tetap kokoh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu menemukan bagian Alkitab yang terasa membingungkan, jangan langsung takut atau ragu. Berdoalah, lalu tanyakan kepada orang tua, guru Sekolah Minggu, atau pembimbing rohanimu supaya kamu bisa belajar lebih dalam.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan kokoh. Tolong aku supaya tidak cepat bingung saat ada bagian yang belum kupahami, tetapi belajar dengan sabar dan percaya bahwa kebenaran-Mu tetap teguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: perbedaan detail kecil tidak membatalkan kebenaran besar bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapa yang Menjaga Kubur Itu, dan Mengapa? Diambil dari: Matius 27:65–66 “Kata Pilatus kepada mereka: ‘Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi, jagalah kubur itu sebaik-baiknya.' Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.”Wonder Kids, sesudah Tuhan Yesus dikuburkan, para pemimpin agama masih belum tenang. Mereka ingat bahwa Yesus pernah berkata bahwa Ia akan bangkit. Karena itu, mereka datang kepada Pilatus dan meminta supaya kubur itu dijaga dengan ketat. Mereka takut kalau murid-murid Yesus akan datang dan mengambil tubuh-Nya.Jadi kubur Yesus bukan hanya ditutup dengan batu besar. Kubur itu juga dijaga. Ini penting sekali, karena menunjukkan bahwa musuh-musuh Yesus sendiri berusaha keras supaya tidak ada yang bisa menyentuh kubur itu. Mereka ingin memastikan semuanya aman dan tertutup rapat.Lalu siapa penjaganya? Ada pembahasan apakah itu penjaga Bait Allah atau tentara Romawi. Tetapi yang paling penting bukan itu. Yang paling penting adalah: kubur Yesus benar-benar dijaga. Artinya, tidak mudah bagi siapa pun untuk datang diam-diam lalu mengambil tubuh Yesus begitu saja.Mengapa mereka sampai sebegitu takut? Karena mereka tahu bahwa kalau kubur itu kosong, orang-orang akan makin percaya kepada Yesus. Jadi tanpa sadar, tindakan mereka justru membuat bukti kebangkitan menjadi makin kuat. Sebab kalau kubur yang ditutup, dimeterai, dan dijaga ketat itu tetap kosong, maka jelas ada kuasa Tuhan yang bekerja.Wonder Kids, ini mengingatkan kita pada sesuatu yang indah. Kadang-kadang orang berusaha melawan rencana Tuhan. Mereka merasa bisa menutup, menghentikan, atau mengalahkan pekerjaan Tuhan. Tetapi tidak ada siapa pun yang bisa menggagalkan apa yang Tuhan sudah tetapkan. Kubur yang dijaga pun tidak bisa menahan Yesus.Renungan ini juga berbicara tentang hati kita. Kadang-kadang kita juga seperti orang-orang itu. Kita bisa mencoba “menutup” bagian hidup kita dari Tuhan. Kita menyimpan dosa, menolak ditegur, atau tidak mau sungguh-sungguh percaya. Tetapi Tuhan melihat semuanya. Dan Tuhan tetap sanggup bekerja menembus kekerasan hati manusia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena tidak ada batu, meterai, atau penjaga yang bisa menghentikan kuasa-Mu. Tolong aku supaya tidak keras hati atau menutup diri dari-Mu, tetapi percaya dan taat kepada-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau kubur yang dijaga ketat pun tidak bisa menahan Yesus, maka tidak ada yang bisa menghentikan rencana dan kuasa Tuhan. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Penjaga KuburDiambil dari: Matius 28:13 “Dan mereka menyuruh mengatakan begini: Murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kami sedang tidur.”Wonder Kids, Injil Matius menceritakan bahwa kubur Yesus dijaga. Ada penjaga-penjaga yang ditempatkan di sana. Mengapa? Karena para pemimpin agama takut kalau nanti ada orang yang mengambil tubuh Yesus lalu berkata bahwa Yesus sudah bangkit. Jadi kubur itu bukan hanya ditutup dengan batu besar, tetapi juga dijaga.Ini penting sekali, Wonder Kids. Sebab kalau memang ada penjaga di sana, maka cerita bahwa murid-murid Yesus diam-diam datang lalu mencuri tubuh-Nya jadi sangat lemah. Murid-murid pada waktu itu sedang takut dan bingung. Mereka bukan kelompok pemberani yang siap melawan penjaga dan membuka kubur yang tertutup rapat.Lalu sesudah kubur itu kosong, para pemimpin agama menyebarkan cerita bahwa murid-murid datang mencuri tubuh Yesus waktu para penjaga tidur. Tetapi pikirkan baik-baik, Wonder Kids. Kalau penjaganya tidur, bagaimana mereka tahu siapa yang mencuri? Dan kalau benar para penjaga tidur saat bertugas, itu justru menunjukkan mereka gagal total. Jadi cerita itu tidak kuat.Justru keberadaan para penjaga membuat kesaksian tentang kebangkitan Yesus makin kuat. Kubur itu dijaga, ditutup, dan tetap kosong. Artinya, bukan manusia yang diam-diam berhasil mengambil tubuh Yesus. Yang terjadi adalah kuasa Tuhan bekerja. Yesus bangkit dengan kemenangan.Kadang-kadang orang memang mencoba membuat alasan supaya tidak perlu percaya kepada kebangkitan. Mereka mencari cerita lain yang terdengar masuk akal. Tetapi semakin diperiksa, alasan-alasan itu tidak kokoh. Kebenaran tetap berdiri: Yesus sungguh mati, sungguh dikuburkan, dan sungguh bangkit.Wonder Kids, ini mengingatkan kita bahwa tidak ada penjaga, batu, atau rencana manusia yang bisa menghentikan kuasa Tuhan. Kalau Tuhan sudah menetapkan kemenangan Yesus, tidak ada yang bisa menahannya. Dan itu berarti kita juga boleh percaya bahwa Tuhan sanggup menolong kita, walaupun ada banyak hal yang tampaknya menghalangi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena tidak ada penjaga atau rencana manusia yang bisa menghentikan kebangkitan-Mu. Tolong aku supaya tidak mudah percaya pada alasan-alasan yang salah, tetapi berdiri teguh pada firman-Mu yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau kubur yang dijaga pun tidak bisa menahan Yesus, maka tidak ada kuasa apa pun yang bisa menghentikan kemenangan-Nya. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Batu Penutup KuburDiambil dari: Markus 16:3–4 “Mereka berkata seorang kepada yang lain: ‘Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?' Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah batu itu sudah terguling. Batu itu memang sangat besar.”Wonder Kids, sesudah Tuhan Yesus mati dan dikuburkan, kubur-Nya ditutup dengan batu yang sangat besar. Bukan batu kecil yang gampang didorong, tetapi batu besar yang dipakai untuk menutup kubur dengan rapat. Jadi, kubur Yesus bukan tempat yang mudah dibuka atau dimasuki begitu saja.Perempuan-perempuan yang datang ke kubur pada pagi hari pertama juga tahu hal itu. Itulah sebabnya mereka bertanya, “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita?” Mereka sadar bahwa batu itu terlalu besar untuk mereka pindahkan sendiri. Jadi, mereka tidak datang dengan pikiran bahwa Yesus pasti sudah bangkit dan semuanya akan mudah. Mereka datang dengan pertanyaan yang nyata dan masuk akal.Lalu ketika mereka tiba, batu itu sudah terguling. Wah, ini sangat penting. Batu yang besar itu tidak bisa dianggap hal sepele. Kubur Yesus sungguh tertutup, dan itu membuat kesaksian tentang kubur kosong menjadi makin kuat. Kalau batunya kecil dan gampang dipindah, orang mungkin bisa membuat banyak alasan. Tetapi karena batunya besar, semua ini menjadi lebih jelas: Tuhan sungguh bekerja.Wonder Kids, batu itu juga mengingatkan kita pada banyak hal dalam hidup kita. Kadang-kadang kita merasa ada “batu besar” di depan kita. Mungkin itu masalah, ketakutan, kesedihan, rasa bersalah, atau sesuatu yang kelihatannya terlalu berat. Kita bisa bertanya seperti perempuan-perempuan itu, “Siapa yang akan memindahkan ini untukku?”Dan kabar baiknya adalah: apa yang terlalu berat bagi kita, tidak terlalu berat bagi Tuhan. Batu besar di depan kubur pun tidak bisa menghentikan rencana Allah. Jadi, saat hidup terasa tertutup dan buntu, kita bisa ingat bahwa Tuhan tetap berkuasa.Tetapi yang paling penting, batu yang terguling itu bukan sekadar tanda bahwa kubur bisa dibuka. Itu adalah tanda bahwa kematian tidak bisa menahan Yesus. Kubur tertutup pun tidak bisa mengurung Dia. Rencana Allah lebih besar dari batu mana pun.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah ada “batu besar” dalam hidupmu hari ini, sesuatu yang terasa berat atau menakutkan. Bawalah itu kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan, ini terlalu berat bagiku, tetapi tidak terlalu berat bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena batu besar di kubur pun tidak bisa menghentikan kuasa-Mu. Saat hidupku terasa berat dan tertutup, tolong aku supaya percaya bahwa Engkau tetap bekerja. Ajarku berharap kepada-Mu dan tidak takut. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: batu yang besar sekalipun tidak bisa menghentikan kuasa Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Kebangkitan Yesus Hanya Roh Saja? Diambil dari: Roma 8:11 “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa mungkin Yesus tidak sungguh bangkit dengan tubuh-Nya. Mereka berpikir mungkin yang bangkit hanya roh-Nya saja. Tetapi Alkitab tidak mengajarkan seperti itu. Alkitab menunjukkan bahwa Yesus sungguh bangkit, dan kebangkitan-Nya benar-benar nyata.Mengapa ini penting? Karena bagi orang Yahudi pada zaman itu, kebangkitan bukan berarti roh seseorang hidup terus tanpa tubuh. Mereka mengerti kebangkitan sebagai tubuh yang dibangkitkan dari kematian. Jadi waktu para murid memberitakan bahwa Yesus bangkit, mereka tidak sedang berkata bahwa hanya jiwa-Nya hidup di surga. Mereka sedang berkata bahwa kubur-Nya kosong dan Yesus hidup kembali dengan nyata.Kalau kebangkitan Yesus hanya rohani saja, tubuh-Nya pasti masih ada di kubur. Tetapi kita sudah belajar bahwa kubur itu kosong. Itulah sebabnya kebangkitan Yesus sangat penting. Yesus menang atas kematian dengan sungguh-sungguh. Bukan pura-pura. Bukan hanya di dalam perasaan murid-murid. Yesus benar-benar hidup.Roma 8:11 juga berkata sesuatu yang indah sekali. Roh yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati juga akan menghidupkan tubuh kita yang fana. Artinya, keselamatan Tuhan bukan hanya untuk jiwa kita. Tuhan juga punya rencana kemuliaan bagi tubuh kita. Suatu hari nanti, orang-orang yang percaya kepada Yesus akan dibangkitkan dan hidup bersama-Nya selama-lamanya.Wonder Kids, ini memberi kita pengharapan yang besar. Tubuh kita sekarang bisa sakit, lelah, lemah, dan akhirnya mati. Tetapi kematian bukan akhir bagi anak Tuhan. Karena Yesus bangkit, kita juga punya pengharapan akan kebangkitan. Tuhan tidak hanya menyelamatkan sebagian dari hidup kita. Tuhan menebus kita sepenuhnya.Jadi, kebangkitan Yesus bukan sekadar ide yang indah. Kebangkitan Yesus adalah peristiwa nyata yang menjadi dasar pengharapan kita. Kalau Yesus sungguh bangkit, maka kita tidak perlu takut menghadapi kematian. Dan kalau Roh Tuhan diam di dalam kita, kita punya jaminan bahwa hidup kita ada di tangan-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak hanya bangkit secara rohani, tetapi sungguh hidup dengan kemenangan atas maut. Terima kasih karena kebangkitan-Mu memberi aku pengharapan yang besar. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dan hidup dengan sukacita karena Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh bangkit dengan nyata, dan karena itu anak-anak Tuhan punya pengharapan yang hidup. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yusuf dari Arimatea? Diambil dari: Lukas 23: 50-51. “Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan mereka. Yusuf berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah.”Wonder Kids, sesudah Tuhan Yesus mati di kayu salib, muncul seorang yang bernama Yusuf dari Arimatea. Yusuf bukan orang sembarangan. Ia adalah anggota Majelis Besar, yaitu kelompok pemimpin agama Yahudi yang punya kuasa besar. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa Yusuf adalah seorang yang baik dan benar, dan ia tidak setuju dengan keputusan jahat yang dibuat terhadap Yesus.Mengapa Yusuf penting? Karena Yusuf berani melakukan hal yang benar pada saat yang sulit. Saat banyak orang menjauh dari Yesus, Yusuf justru maju. Ia meminta tubuh Yesus kepada Pilatus dan memberi Yesus penguburan yang layak. Itu tindakan yang berani, karena ia bisa saja dipandang aneh atau tidak disukai oleh teman-temannya sendiri.Ini juga menunjukkan bahwa cerita tentang kematian dan penguburan Yesus bukan cerita yang dibuat-buat. Kalau orang Kristen mau mengarang cerita, mereka tidak akan mudah memasukkan nama seorang anggota Majelis Besar yang nyata dan dikenal orang banyak. Tetapi justru nama Yusuf disebut, karena memang ia sungguh terlibat dalam peristiwa itu. Jadi, kesaksian Alkitab makin kuat.Wonder Kids, dari Yusuf kita belajar bahwa kadang-kadang mengikuti Tuhan butuh keberanian. Mungkin kamu pernah takut melakukan yang benar karena teman-temanmu bisa tidak suka. Mungkin kamu takut terlihat berbeda. Tetapi Yusuf menunjukkan bahwa lebih baik berdiri di pihak yang benar daripada ikut arus yang salah.Yusuf juga menolong kita melihat bahwa Tuhan bisa memakai orang dari tempat yang tidak kita sangka. Siapa sangka seorang anggota Majelis Besar justru menjadi orang yang memberi penghormatan kepada tubuh Yesus? Tuhan bisa bekerja di hati siapa saja. Jadi kita tidak boleh cepat-cepat menilai bahwa seseorang pasti tidak akan berpihak kepada Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk teladan Yusuf dari Arimatea yang berani melakukan yang benar. Tolong aku supaya tidak takut berdiri di pihak yang benar, walaupun orang lain mungkin tidak setuju. Beri aku hati yang berani dan setia kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan senang memakai orang yang berani melakukan yang benar, bahkan saat itu tidak mudah. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dikuburkan di Makam YusufDiambil dari: Matius 27:59–60 “Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu; kemudian ia menggulingkan batu yang besar ke pintu kubur itu, lalu pergi.”Wonder Kids, setelah Tuhan Yesus mati di kayu salib, tubuh-Nya tidak dibuang begitu saja. Seorang yang bernama Yusuf dari Arimatea datang kepada Pilatus dan meminta tubuh Yesus. Lalu tubuh Yesus dibungkus dengan kain lenan yang bersih dan diletakkan di dalam kubur yang baru, milik Yusuf sendiri. Setelah itu, sebuah batu besar digulingkan menutup pintu kubur itu.Mengapa bagian ini penting? Karena ini menunjukkan bahwa Yesus sungguh mati dan sungguh dikuburkan di tempat yang nyata. Kubur itu bukan tempat yang tidak jelas. Kubur itu diketahui. Orang-orang tahu di mana Yesus dibaringkan. Jadi, waktu nanti kubur itu kosong, orang tidak bisa berkata, “Mungkin salah kubur,” atau “Mungkin tubuh-Nya tidak pernah benar-benar diletakkan di sana.”Bagian ini juga sangat penting karena Rasul Paulus kemudian menyebut penguburan Yesus sebagai bagian dari inti Injil. Dalam 1 Korintus 15, Paulus menjelaskan bahwa Kristus mati karena dosa-dosa kita, dikuburkan, dan dibangkitkan pada hari yang ketiga. Jadi penguburan Yesus bukan detail kecil yang bisa dilewatkan. Itu bagian penting dari berita keselamatan.Wonder Kids, kubur itu juga menunjukkan bahwa Yesus sungguh masuk ke dalam keadaan manusia yang paling dalam: kematian. Ia tidak hanya menderita, tetapi sungguh mati dan sungguh dibaringkan di kubur. Itu berarti Yesus benar-benar mengambil tempat kita sepenuhnya. Ia tidak menyelamatkan kita dari jauh. Ia masuk sampai ke dalam kematian itu sendiri.Tetapi syukur kepada Tuhan, cerita tidak berhenti di kubur. Kubur itu memang tertutup batu besar, tetapi itu bukan akhir. Justru karena Yesus sungguh dikuburkan, maka kebangkitan-Nya menjadi makin jelas dan makin mulia. Kubur yang benar-benar dipakai itu nantinya akan menjadi kubur yang kosong.Kadang-kadang hidup kita juga terasa seperti ada batu besar di depan kita. Ada masalah, ketakutan, atau kesedihan yang terasa menutup semuanya. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa bahkan kubur yang tertutup batu pun tidak bisa menghentikan rencana Tuhan. Yesus masuk ke kubur, tetapi Ia keluar dengan kemenangan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh mati dan sungguh dikuburkan bagiku. Terima kasih karena Engkau rela masuk sampai ke dalam kematian demi menyelamatkanku. Tolong aku supaya makin menghargai kasih-Mu dan percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh dikuburkan di kubur yang nyata, supaya kita tahu bahwa kebangkitan-Nya juga sungguh nyata dan penuh kemenangan. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengapa Tubuh Yesus yang Hilang Itu Penting? Diambil dari: 1 Korintus 6:14 “Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.”Wonder Kids, sesudah Tuhan Yesus disalibkan, tubuh-Nya diletakkan di dalam kubur. Semua orang tahu itu. Murid-murid-Nya sedih. Musuh-musuh Yesus merasa semuanya sudah selesai. Tetapi pada pagi hari yang ketiga, sesuatu yang luar biasa terjadi: tubuh Yesus tidak ada lagi di kubur.Mengapa hal itu penting? Karena tubuh Yesus yang hilang bukan berarti ada orang sekadar memindahkannya. Kubur yang kosong berarti Yesus sungguh bangkit. Kalau Yesus hanya mati lalu tubuh-Nya hilang entah ke mana, itu tidak menyelamatkan siapa pun. Tetapi kalau Yesus bangkit, itu berarti maut dikalahkan, dosa dikalahkan, dan semua yang Yesus ajarkan terbukti benar.Rasul Paulus berkata bahwa kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah iman kita. Artinya, kebangkitan Yesus bukan tambahan kecil dalam iman Kristen. Kebangkitan adalah pusatnya. Karena Yesus bangkit, kita tahu bahwa salib-Nya berhasil. Dosa sudah dibayar. Kematian tidak menang. Dan orang yang percaya kepada Yesus punya pengharapan yang hidup.Wonder Kids, kubur yang kosong memberi kabar sukacita yang besar. Yesus tidak tetap di dalam kematian. Ia hidup. Dan karena Ia hidup, kita juga punya hidup yang baru. Mungkin sekarang kita masih menghadapi masalah, air mata, rasa takut, bahkan kematian. Tetapi kebangkitan Yesus memberi tahu kita bahwa itu bukan akhir cerita. Tuhan punya kemenangan.Ini juga berarti kita tidak mengikuti Tuhan yang sudah mati dan tinggal di masa lalu. Kita mengikuti Juruselamat yang hidup sekarang. Yesus yang bangkit mendengar doa kita, menyertai kita, dan menolong kita setiap hari. Wah, indah sekali ya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak tinggal di dalam kubur, tetapi bangkit dengan kemenangan. Terima kasih karena kebangkitan-Mu memberiku pengharapan yang hidup. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dan hidup dengan sukacita karena Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kubur yang kosong berarti Yesus sungguh bangkit, dan karena itu iman kita tidak sia-sia. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Kubur yang KosongDiambil dari: Yohanes 14:19 “Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.”Wonder Kids, kalau polisi sedang menyelidiki sebuah kejahatan, tubuh korban bisa menjadi bukti yang sangat penting. Dari tubuh itu, orang bisa mengetahui apa yang terjadi. Tetapi bagaimana kalau tubuh itu hilang? Tentu itu membuat semuanya menjadi misteri besar.Ada sebuah kisah terkenal tentang seorang perempuan yang hilang dan tubuhnya tidak pernah ditemukan. Karena itu, sampai bertahun-tahun orang masih bingung dan tidak bisa menjelaskan semuanya dengan pasti. Nah, itu membuat kita berpikir tentang satu hal penting dalam kisah Yesus: tubuh Yesus juga tidak ada lagi di kubur. Kubur itu kosong.Bedanya, tubuh Yesus tidak hilang karena dibuang atau disembunyikan orang. Alkitab menunjukkan bahwa Yesus benar-benar mati, benar-benar dikuburkan, lalu bangkit dari kematian. Jadi, kubur yang kosong bukan tanda kebingungan, melainkan tanda kemenangan. Kubur kosong menunjukkan bahwa kematian tidak bisa menahan Yesus.Ada orang yang mencoba mencari penjelasan lain. Mereka berkata mungkin tubuh Yesus dicuri, atau mungkin para murid salah kubur, atau mungkin ada cerita yang dibesar-besarkan. Tetapi penjelasan-penjelasan itu lemah. Para murid yang tadinya takut tidak mungkin tiba-tiba menjadi berani mati demi kebohongan. Musuh-musuh Yesus juga tidak bisa menunjukkan tubuh-Nya. Jadi, kubur kosong lebih masuk akal kalau Yesus memang sungguh bangkit.Wonder Kids, ini sangat penting. Kalau tubuh Yesus masih ada di kubur, maka tidak ada kebangkitan. Tetapi karena kubur itu kosong, kita punya alasan untuk percaya bahwa Yesus hidup. Dan karena Yesus hidup, maka kita yang percaya kepada-Nya juga punya hidup yang sejati dan pengharapan yang kekal.Kadang-kadang hidup bisa terasa gelap, seperti semuanya berakhir. Tetapi kubur yang kosong mengingatkan kita bahwa di tangan Tuhan, kematian bukan kata terakhir. Tuhan Yesus hidup. Itu berarti harapan kita juga hidup.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau benar-benar mati, tetapi Engkau juga benar-benar bangkit. Terima kasih karena kubur-Mu kosong dan Engkau hidup untuk selama-lamanya. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup dengan pengharapan yang kuat di dalam Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kubur Yesus yang kosong adalah kabar sukacita, karena itu berarti Yesus sungguh hidup dan pengharapan kita tidak sia-sia. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Hati yang Paling PentingDiambil dari: Efesus 3:17 “Sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”Wonder Kids, jantung kita memang sangat penting. Jantung terus berdetak siang dan malam untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Kalau jantung berhenti bekerja, tubuh kita tidak bisa hidup. Karena itu, orang sering berkata bahwa jantung adalah bagian yang sangat penting dalam tubuh.Tetapi firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa ada hal yang lebih penting lagi, yaitu hati kita di hadapan Tuhan. Bukan hati yang memompa darah, tetapi hati yang percaya kepada Yesus. Kalau tubuh butuh jantung untuk hidup, hidup rohani kita butuh Yesus untuk benar-benar hidup.Efesus 3:17 berkata bahwa Kristus diam di dalam hati kita oleh iman. Artinya, saat kita percaya kepada Yesus, hidup kita tidak kosong lagi. Yesus tinggal di dalam hati kita. Lalu firman Tuhan juga berkata bahwa kita harus berakar dan berdasar di dalam kasih. Wah, indah sekali ya. Itu seperti pohon yang akarnya masuk dalam ke tanah, sehingga kuat dan tidak mudah roboh.Wonder Kids, banyak orang bisa terlihat baik di luar, tetapi yang paling penting adalah apakah hati mereka sungguh percaya kepada Tuhan. Mungkin ada anak yang rajin ke gereja, hafal lagu rohani, dan tahu banyak cerita Alkitab. Itu baik. Tetapi yang lebih penting adalah: apakah Yesus sungguh ada di dalam hatinya? Apakah ia sungguh percaya dan mengasihi Tuhan?Kalau hati kita dipenuhi oleh Yesus, hidup kita juga akan berubah. Kita jadi belajar mengasihi orang lain, lebih sabar, lebih jujur, lebih taat, dan lebih kuat saat menghadapi masalah. Bukan karena kita hebat, tetapi karena Yesus bekerja di dalam hati kita.Kadang-kadang kita lebih sibuk memikirkan hal luar: nilai, mainan, teman, penampilan, atau hal-hal yang orang lihat. Tetapi Tuhan melihat lebih dalam. Tuhan melihat hati kita. Dan Tuhan mau hati kita menjadi tempat yang penuh kasih, iman, dan kebenaran karena Yesus tinggal di sana.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Taruh tanganmu di dada sebentar, rasakan detak jantungmu, lalu katakan, “Tuhan Yesus, terima kasih untuk hidup yang Engkau beri. Tinggallah di hatiku dan buat aku hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau tinggal di dalam hati orang yang percaya kepada-Mu. Tolong aku supaya tidak hanya terlihat baik di luar, tetapi sungguh mengasihi-Mu dari dalam hati. Buat aku berakar kuat di dalam kasih-Mu dan hidup menyenangkan hati-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: jantung penting untuk tubuhmu, tetapi hati yang diisi oleh Yesus adalah yang paling penting untuk hidupmu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengerti Arti PenderitaanDiambil dari: 1 Petrus 5:10 “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”Wonder Kids, penderitaan itu tidak enak. Tidak ada orang yang senang saat harus sakit, sedih, ditolak, gagal, atau mengalami hal yang berat. Bahkan orang-orang percaya pun tetap bisa mengalami penderitaan. Rasul Paulus juga mengalami banyak hal yang tidak mudah. Ia pernah dipenjara, dipukul, ditolak, dan mengalami banyak kesulitan saat melayani Tuhan.Tetapi Paulus belajar sesuatu yang penting. Dalam Roma 5:3–4, Paulus mengatakan bahwa penderitaan bisa menghasilkan ketekunan, tahan uji, dan pengharapan. Artinya, Tuhan bisa memakai masa-masa sulit untuk membentuk sesuatu yang baik di dalam hidup kita. Penderitaan memang tidak menyenangkan, tetapi Tuhan tidak pernah bekerja dengan sia-sia.Kadang-kadang saat hidup terasa berat, kita ingin cepat menyerah. Kita bisa berpikir, “Tuhan, kenapa harus begini?” Itu perasaan yang wajar. Tetapi firman Tuhan menolong kita melihat bahwa dalam penderitaan, Tuhan sedang bekerja membentuk hati kita. Tuhan bisa memakai masa sulit untuk melatih kita supaya lebih sabar, lebih kuat, lebih bergantung kepada-Nya, dan lebih berharap kepada-Nya.Ini bukan berarti kita harus pura-pura senang waktu sedang menderita. Bukan begitu. Tetapi kita bisa tetap punya pengharapan di tengah air mata. Kita bisa percaya bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita. Tuhan tahu apa yang sedang kita alami, dan Tuhan sanggup memakai semuanya untuk kebaikan anak-anak-Nya.1 Petrus 5:10 berkata bahwa setelah kita menderita seketika lamanya, Tuhan akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kita. Wah, indah sekali ya. Artinya, penderitaan tidak akan jadi kata terakhir. Tuhanlah yang akan menguatkan kita dan menolong kita berdiri teguh.Wonder Kids, mungkin hari ini kamu sedang mengalami sesuatu yang sulit. Mungkin kamu sedang sedih, kecewa, takut, sakit, atau merasa sendirian. Ingatlah bahwa Tuhan tetap mengasihimu. Dia tidak meninggalkanmu. Dia bisa memakai bahkan hal yang berat untuk membentuk hidupmu menjadi lebih kuat di dalam Dia.Mari kita berdoa: Tuhan, saat aku menderita, tolong aku supaya tidak putus asa. Ajarku untuk tetap berharap kepada-Mu. Bentuk hatiku supaya lebih kuat, lebih teguh, dan lebih dekat kepada-Mu melalui semua yang aku alami. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan bisa memakai penderitaan untuk membentukmu, menguatkanmu, dan menolongmu berharap kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tetapi Mengapa Yesus Mati? Diambil dari: Titus 2:14 “yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar bahwa Tuhan Yesus sungguh mati di kayu salib. Bukti-buktinya kuat sekali. Tetapi sekarang ada pertanyaan yang lebih penting: mengapa Yesus rela mati? Untuk apa semua penderitaan itu?Jawabannya bukan cuma satu. Yesus mati untuk melakukan banyak hal indah bagi kita. Yesus mati untuk menggenapi firman Tuhan. Yesus mati supaya kita bisa dibawa kepada Allah. Yesus mati untuk menyelamatkan kita dari murka Allah atas dosa. Yesus mati untuk mengampuni dosa kita. Yesus mati supaya kita dikuduskan, dibersihkan, dan dipakai bagi Tuhan. Yesus mati supaya kita dibebaskan dari kuasa dosa dan belajar hidup dalam terang.Wah, besar sekali ya artinya salib itu. Jadi, Yesus tidak mati sia-sia. Yesus mati dengan tujuan yang penuh kasih. Ia ingin membuat kita yang tadinya jauh dari Tuhan menjadi dekat kepada Tuhan. Ia ingin membuat kita yang tadinya kotor oleh dosa menjadi bersih. Ia ingin membuat kita yang tadinya hidup sembarangan menjadi umat milik-Nya yang rajin melakukan yang baik.Titus 2:14 berkata bahwa Yesus menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan menguduskan bagi diri-Nya suatu umat kepunyaan-Nya sendiri. Artinya, Yesus bukan hanya ingin mengampuni kita lalu selesai. Yesus juga mau mengubah hidup kita. Ia mau kita menjadi anak-anak Tuhan yang sungguh berbeda.Kadang-kadang kita berpikir, “Yang penting aku diampuni.” Memang, pengampunan itu sangat penting. Tetapi Tuhan juga mau lebih dari itu. Tuhan mau kita hidup baru. Tuhan mau kita belajar meninggalkan dosa, mengasihi sesama, melakukan yang baik, dan hidup menyenangkan hati-Nya. Itulah buah dari keselamatan yang diberikan Yesus.Jadi, Wonder Kids, kalau kamu bertanya, “Mengapa Yesus mati?” jawabannya adalah: karena Yesus sangat mengasihimu dan ingin menyelamatkanmu sepenuhnya. Bukan cuma dari hukuman dosa, tetapi juga dari hidup lama yang jauh dari Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menyerahkan diri-Mu bagiku. Terima kasih karena Engkau datang untuk mengampuni, membersihkan, dan mengubah hidupku. Tolong aku supaya tidak hidup dalam dosa lagi, tetapi menjadi anak-Mu yang rajin melakukan yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus mati bukan tanpa tujuan, tetapi untuk menyelamatkanmu, membersihkanmu, dan menjadikanmu milik-Nya yang hidup bagi kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menjawab Teori PingsanDiambil dari: Markus 15:37 “Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh mati di kayu salib. Mereka berpikir mungkin Yesus hanya pingsan, lalu nanti sadar lagi di dalam kubur. Pikiran seperti ini disebut teori pingsan. Tetapi kalau kita melihat bukti-buktinya, teori ini sangat lemah.Setelah semua yang dialami Yesus, tubuh-Nya sudah sangat hancur. Ia mengalami tekanan berat di taman Getsemani, dicambuk dengan kejam, dipaku di kayu salib, kehilangan banyak darah, sulit bernapas, lalu lambung-Nya juga ditikam. Jadi, dari sisi tubuh manusia, sangat jelas bahwa Yesus sungguh mati.Bahkan tentara Romawi yang memeriksa-Nya juga tahu bagaimana memastikan seseorang benar-benar mati. Mereka tidak mungkin salah sembarangan. Kalau Yesus masih hidup, mereka bisa kena hukuman berat. Karena itu, saat mereka menyatakan Yesus sudah mati, itu adalah keputusan yang serius.Lalu coba pikirkan begini, Wonder Kids. Kalau Yesus hanya pingsan, bagaimana mungkin Ia bisa bertahan di dalam kubur tanpa pertolongan, lalu keluar sendiri, menggeser batu besar, dan datang kepada murid-murid seperti Raja yang menang atas maut? Murid-murid tidak akan melihat orang yang hampir mati lalu berkata, “Yesus bangkit dengan mulia!” Itu tidak masuk akal.Jadi, teori pingsan tidak cocok dengan apa yang Alkitab ceritakan. Yesus sungguh menyerahkan nyawa-Nya. Dan ini sangat penting. Mengapa? Karena kalau Yesus tidak sungguh mati, maka Ia juga tidak sungguh bangkit. Tetapi Injil memberitakan bahwa Yesus benar-benar mati bagi dosa kita dan benar-benar bangkit dengan kemenangan.Wonder Kids, ini membuat kita makin bersyukur. Keselamatan kita bukan dibangun di atas cerita yang lemah atau pura-pura. Keselamatan kita berdiri di atas karya Yesus yang sungguh nyata. Ia mati menanggung dosa kita, lalu bangkit mengalahkan maut.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau benar-benar mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Terima kasih karena Engkau tidak hanya pingsan atau tampak mati, tetapi sungguh menyerahkan nyawa-Mu bagiku. Tolong aku percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Engkau juga bangkit dengan kemenangan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak hanya kelihatan mati, tetapi sungguh mati dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggantikan Tempat TawananDiambil dari: Yohanes 15:13 “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus tidak sungguh mati di kayu salib. Tetapi sebenarnya para tentara Romawi sangat tahu bagaimana memastikan seseorang benar-benar mati. Itu adalah bagian dari tugas mereka. Mereka terbiasa menghukum dan mengeksekusi orang. Jadi, mereka bukan orang yang bingung atau asal menebak.Bahkan, kalau seorang tahanan somehow lolos hidup-hidup, tentara yang bertugas bisa kena hukuman berat juga. Karena itu, mereka akan memastikan bahwa orang yang disalib memang benar-benar sudah mati. Jadi saat mereka menyatakan Yesus sudah mati, itu bukan perkiraan asal-asalan. Mereka tahu apa yang mereka lakukan.Tetapi yang paling penting dalam renungan hari ini bukan cuma soal apakah Yesus sungguh mati. Yang paling penting adalah mengapa Yesus mati. Yesus tidak mati sebagai korban yang tidak punya tujuan. Yesus mati dengan sengaja untuk menggantikan kita. Ia mengambil tempat orang berdosa. Ia menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung.Wah, ini kasih yang luar biasa sekali. Kadang-kadang kita mungkin pernah menolong teman, berbagi makanan, atau mengalah dalam permainan. Itu sudah baik. Tetapi Yesus melakukan jauh lebih besar dari itu. Ia memberikan nyawa-Nya sendiri. Itulah sebabnya Yohanes 15:13 berkata bahwa tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya.Dan sebenarnya, Wonder Kids, kita bukan orang yang pantas menerima kasih sebesar itu. Kita adalah orang berdosa. Tetapi justru kepada orang berdosa seperti kita, Yesus datang. Ia tidak menunggu kita menjadi baik dulu. Ia lebih dulu mengasihi kita dan rela mengambil tempat kita di kayu salib.Ini juga menolong kita mengerti arti kasih yang sejati. Kasih bukan cuma berkata, “Aku sayang kamu.” Kasih sejati rela berkorban. Kasih sejati mau memberi diri. Tentu kita mungkin tidak diminta mati bagi orang lain. Tetapi kita bisa belajar kasih seperti Yesus lewat hal-hal kecil: mengalah, menolong, berbagi, mengampuni, dan memikirkan orang lain lebih dulu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu cara untuk berkorban bagi orang lain hari ini. Mungkin dengan menolong tanpa disuruh, berbagi sesuatu yang kamu suka, atau mengampuni teman yang membuatmu kesal.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mengambil tempatku dan memberikan nyawa-Mu bagiku. Kasih-Mu begitu besar dan sungguh nyata. Tolong aku supaya belajar mengasihi orang lain dengan tulus dan rela berkorban seperti yang Engkau ajarkan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus menunjukkan kasih yang terbesar dengan rela mengambil tempatmu di kayu salib. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Darah dan AirDiambil dari: Yohanes 19:33–34 “Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.”Wonder Kids, setelah seseorang disalibkan, biasanya para tentara akan mematahkan kakinya supaya ia lebih cepat mati. Tetapi saat mereka datang kepada Yesus, mereka melihat bahwa Yesus sudah mati. Jadi kaki-Nya tidak dipatahkan. Sebagai gantinya, seorang prajurit menikam lambung Yesus dengan tombak.Lalu terjadilah sesuatu yang sangat menarik. Dari lambung Yesus keluar darah dan air. Yohanes, yang melihat atau mendengar kesaksian tentang peristiwa itu, mencatatnya dengan sangat teliti. Mengapa? Karena hal itu menunjukkan bahwa Yesus sungguh sudah mati. Ini bukan pura-pura. Ini bukan sekadar pingsan. Yesus benar-benar menyerahkan nyawa-Nya.Banyak orang mungkin membaca bagian ini dengan cepat lalu lewat begitu saja. Tetapi sebenarnya bagian ini sangat penting. Darah dan air yang keluar dari lambung Yesus menjadi tanda bahwa kematian-Nya sungguh nyata. Jadi, salib bukan cerita yang dibuat-buat. Yesus benar-benar mati untuk menanggung dosa kita.Dan ada satu hal yang sangat indah, Wonder Kids. Darah Yesus mengingatkan kita bahwa keselamatan kita dibayar mahal. Kita diampuni bukan karena kita baik, tetapi karena Yesus mencurahkan darah-Nya bagi kita. Itulah sebabnya kita tidak boleh main-main dengan dosa. Dosa kita dibayar dengan sangat mahal oleh Tuhan Yesus.Air yang keluar bersama darah itu juga mengingatkan kita bahwa apa yang terjadi pada tubuh Yesus benar-benar nyata. Tuhan Yesus tidak menyelamatkan kita dari jauh. Ia masuk ke dalam penderitaan yang sungguh-sungguh, memakai tubuh manusia yang sungguh nyata, lalu mati bagi kita.Kadang-kadang kita bisa lupa betapa dekatnya salib dengan hidup kita. Kita mendengar tentang darah Yesus, tetapi tidak sungguh memikirkannya. Padahal darah Yesus adalah alasan mengapa kita bisa datang dekat kepada Allah. Karena Yesus mati bagi kita, hubungan kita dengan Allah bisa dipulihkan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh mati di kayu salib bagiku. Terima kasih karena darah-Mu dicurahkan untuk menebus dosaku. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi hidup dekat kepada Allah dengan hati yang penuh syukur. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: darah Yesus menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu sungguh nyata dan keselamatanmu dibayar sangat mahal. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Hati yang Terus MengasihiDiambil dari: Lukas 23:46 “Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.' Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.”Wonder Kids, saat Tuhan Yesus tergantung di kayu salib, tubuh-Nya makin lemah. Ia harus terus menahan rasa sakit, menarik napas dengan susah, dan menanggung penderitaan yang sangat besar. Semua itu membuat jantung-Nya bekerja sangat berat. Tubuh manusia memang bisa menjadi sangat lemah ketika terus menanggung sakit dan kehilangan banyak darah.Tetapi yang paling penting bukan hanya apa yang terjadi pada tubuh Yesus. Yang paling penting adalah apa yang ada di hati-Nya. Sampai akhir, hati Yesus tetap taat kepada Bapa. Yesus tidak memberontak. Yesus tidak berhenti mengasihi. Bahkan dalam penderitaan-Nya yang paling berat, Yesus tetap menyerahkan diri-Nya kepada Bapa.Itulah sebabnya kata-kata terakhir Yesus sangat indah: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Itu menunjukkan bahwa Yesus mati bukan dalam putus asa, tetapi dalam penyerahan yang penuh iman dan ketaatan. Ia tahu bahwa Bapa memegang-Nya. Ia tahu bahwa semua ini sedang menggenapi rencana keselamatan Allah.Wah, Wonder Kids, ini sangat menghibur. Kadang-kadang saat kita sakit, takut, atau sedih, hati kita bisa jadi gelisah. Kita bisa merasa bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Tetapi Yesus memberi teladan yang sempurna. Dalam penderitaan terbesar sekalipun, hati-Nya tetap percaya kepada Bapa.Dan lebih dari itu, hati Yesus juga tetap penuh kasih kepada kita. Ia tidak turun dari salib untuk menyelamatkan diri-Nya sendiri. Ia tetap tinggal di sana supaya kita bisa diselamatkan. Jadi saat kita melihat salib, kita melihat hati Yesus yang taat kepada Bapa dan hati Yesus yang mengasihi orang berdosa.Renungan hari ini juga mengajak kita memikirkan hati kita sendiri. Apakah hatiku cepat marah saat susah? Apakah aku tetap percaya kepada Tuhan saat keadaan berat? Apakah aku masih mau mengasihi orang lain walaupun aku sendiri sedang tidak nyaman? Kita memang belum sempurna seperti Yesus, tetapi Tuhan mau membentuk hati kita makin serupa dengan hati-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena sampai akhir Engkau tetap taat kepada Bapa dan tetap mengasihiku. Tolong aku supaya saat hidup terasa berat, aku tetap percaya kepada Tuhan dan punya hati yang lembut, taat, dan mengasihi. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tubuh Yesus sangat menderita, tetapi hati-Nya tetap taat dan penuh kasih sampai akhir. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Nafas dari AllahDiambil dari: Ayub 33:4 “Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.”Wonder Kids, saat Tuhan Yesus tergantung di kayu salib, salah satu penderitaan yang sangat berat adalah kesulitan bernapas. Tubuh-Nya yang tergantung membuat setiap tarikan dan hembusan napas menjadi sangat menyakitkan. Untuk bisa bernapas, Yesus harus menahan tubuh-Nya yang penuh luka. Jadi, penyaliban bukan hanya soal luka di tangan dan kaki, tetapi juga soal tubuh yang perlahan-lahan kehabisan tenaga untuk bernapas.Wah, itu mengerikan sekali ya. Sesuatu yang biasanya kita lakukan tanpa berpikir, seperti bernapas, menjadi sangat sulit bagi Yesus. Setiap napas-Nya di kayu salib dibayar dengan rasa sakit. Ini menunjukkan lagi bahwa penderitaan Yesus itu sungguh nyata dan sangat berat.Lalu renungan hari ini menghubungkan hal itu dengan sesuatu yang sangat indah: napas adalah pemberian dari Tuhan. Ayub 33:4 berkata bahwa Roh Allah telah membuat kita, dan nafas dari Yang Mahakuasa membuat kita hidup. Artinya, setiap kali kita bernapas, kita sedang menikmati pemberian Tuhan. Kita hidup hari ini karena Tuhan memberi napas kepada kita.Jadi, Wonder Kids, saat kita memikirkan napas Yesus yang begitu berat di kayu salib, kita juga diingatkan bahwa Yesus rela menderita supaya kita bisa hidup. Dia yang memberi hidup, rela menanggung sesak dan penderitaan demi menyelamatkan kita. Wah, kasih Yesus benar-benar besar.Ini juga menolong kita untuk bersyukur atas hal-hal yang sering kita anggap biasa. Bernapas, berjalan, makan, tidur, bangun pagi, semua itu adalah karunia dari Tuhan. Kita sering tidak sadar betapa berharganya hidup yang Tuhan beri. Tetapi salib mengingatkan kita bahwa hidup ini mahal, dan keselamatan kita bahkan dibayar dengan penderitaan yang sangat besar.Wonder Kids, kalau hari ini kamu merasa lelah, capek, atau sesak oleh banyak hal, ingatlah bahwa Yesus mengerti kelemahan tubuh manusia. Dia tahu rasanya menderita. Dan Dia juga adalah Tuhan yang memberi hidup dan kekuatan bagi kita setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambil satu tarikan napas dalam-dalam hari ini, lalu katakan, “Tuhan, terima kasih untuk napas yang Engkau beri. Tolong aku memakai hidupku untuk memuliakan-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi aku hidup dan napas setiap hari. Terima kasih juga karena Yesus rela menderita begitu berat di kayu salib demi menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak menganggap hidup ini hal yang biasa, tetapi belajar bersyukur dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap napasmu adalah pemberian Tuhan, dan Yesus rela menderita supaya kamu bisa hidup dan menjadi milik-Nya. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tulang-Tulang Terkilir Supaya Kita DisembuhkanDiambil dari: Mazmur 22:15 “Aku tercurah seperti air, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku.”Wonder Kids, saat Tuhan Yesus digantung di kayu salib, tubuh-Nya menanggung penderitaan yang sangat berat. Tangan dan kaki-Nya dipaku, tubuh-Nya tergantung, dan seluruh berat badan-Nya menarik ke bawah. Karena itulah, tubuh Yesus meregang dengan sangat kuat. Mazmur 22 menggambarkan keadaan ini dengan kata-kata, “segala tulangku terlepas dari sendinya.”Artinya, penderitaan Yesus bukan hanya soal luka di kulit atau darah yang keluar. Seluruh tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit yang dalam sekali. Bahu, tangan, dan bagian-bagian tubuh lain merasakan tekanan yang luar biasa. Ditambah lagi, Yesus sudah dicambuk, dipukul, dihina, dan sangat lemah sebelum penyaliban itu dimulai.Wah, Wonder Kids, ini menolong kita melihat betapa mahalnya keselamatan kita. Yesus tidak menyelamatkan kita dengan cara yang mudah. Ia rela menanggung rasa sakit yang sangat besar di tubuh-Nya sendiri. Semua itu Ia alami karena kasih-Nya kepada kita.Mazmur 22 juga menunjukkan sesuatu yang indah: jauh sebelum Yesus disalibkan, firman Tuhan sudah lebih dulu menggambarkan penderitaan itu. Jadi, apa yang terjadi pada Yesus bukan kecelakaan. Semua ada dalam rencana Allah. Yesus tahu apa yang akan Ia hadapi, tetapi Ia tetap rela menjalaninya demi menyelamatkan manusia berdosa.Lalu apa hasilnya bagi kita? Karena Yesus rela menderita, kita bisa menerima pengampunan dan hidup yang baru. Alkitab berkata bahwa Yesus menanggung dosa kita di tubuh-Nya di kayu salib supaya kita hidup untuk kebenaran. Jadi, penderitaan Yesus tidak sia-sia. Dari salib itu, Tuhan membuka jalan supaya kita diperdamaikan dengan Allah.Kadang-kadang kita bisa lupa betapa seriusnya dosa kita. Kita menganggap dosa hanya kesalahan kecil. Tetapi salib menunjukkan bahwa dosa begitu berat sampai Yesus harus menderita sedemikian besar. Namun, salib juga menunjukkan bahwa kasih Yesus lebih besar dari dosa kita.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menderita di kayu salib untuk menanggung dosaku. Terima kasih karena tidak ada penderitaan-Mu yang sia-sia. Tolong aku supaya tidak menganggap dosa hal yang kecil, tetapi sungguh menghargai kasih-Mu yang begitu besar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu sangat besar dan keselamatanmu dibayar sangat mahal. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tangan dan Kaki yang DipakuDiambil dari: Zakharia 12:10 “... mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapinya seperti orang meratapi anak tunggal...”Wonder Kids, ketika Tuhan Yesus sampai di tempat penyaliban, Ia dibaringkan di atas kayu salib. Lalu paku-paku besar ditancapkan pada tangan dan kaki-Nya. Itu adalah penderitaan yang sangat mengerikan. Bukan hanya sakit biasa, tetapi sakit yang amat dalam dan sangat menyiksa.Orang-orang zaman sekarang kadang membayangkan paku itu ditancapkan di telapak tangan seperti di banyak gambar. Tetapi para ahli menjelaskan bahwa kemungkinan besar paku itu dipasang di bagian pergelangan tangan, karena bagian itu lebih kuat untuk menahan berat tubuh di kayu salib. Kaki Yesus juga dipaku. Jadi seluruh tubuh-Nya tergantung dengan rasa sakit yang luar biasa.Bayangkan, Wonder Kids, setiap kali Yesus harus menahan tubuh-Nya, bergerak sedikit, atau mengambil napas, rasa sakit itu pasti makin terasa. Tangan dan kaki yang terluka itu terus menanggung beban tubuh-Nya. Ini bukan cerita yang ringan. Ini adalah penderitaan yang sungguh nyata.Mengapa Yesus rela mengalami semua itu? Karena kasih-Nya kepada kita. Tangan yang dipaku itu adalah tangan yang dulu menyentuh orang sakit dan menyembuhkan mereka. Kaki yang dipaku itu adalah kaki yang berjalan ke banyak tempat untuk menolong orang. Tetapi sekarang tangan dan kaki itu rela disakiti supaya kita bisa diselamatkan.Renungan hari ini menolong kita melihat bahwa keselamatan kita dibayar sangat mahal. Yesus tidak menyelamatkan kita dengan kata-kata saja. Ia menyelamatkan kita dengan tubuh-Nya sendiri yang diserahkan di kayu salib. Setiap luka-Nya berbicara tentang kasih yang besar.Kadang-kadang kita bisa terlalu biasa mendengar cerita salib. Kita tahu Yesus disalib, lalu kita cepat lewat begitu saja. Tetapi hari ini, berhentilah sejenak dan pikirkan: Tuhan Yesus sungguh rela dipaku untukku. Wah, itu kasih yang tidak kecil sama sekali.Dan ada satu pelajaran lagi, Wonder Kids. Tangan dan kaki kita sekarang tidak dipaku, tetapi bisa dipakai untuk dua arah: untuk dosa atau untuk Tuhan. Tangan kita bisa dipakai menolong atau menyakiti. Kaki kita bisa dipakai berjalan ke tempat yang baik atau ke tempat yang salah. Karena Yesus sudah menyerahkan tangan dan kaki-Nya bagiku, aku juga mau memakai hidupku bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah tanganmu hari ini dan katakan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena tangan-Mu rela dipaku bagiku. Tolong aku memakai tanganku untuk melakukan yang baik.” Lalu pikirkan juga ke mana kakimu akan melangkah hari ini.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela dipaku di kayu salib untuk menyelamatkanku. Terima kasih untuk kasih-Mu yang begitu besar. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi hidupku sungguh dipakai untuk melakukan yang baik bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tangan dan kaki Yesus rela dipaku karena kasih-Nya kepadamu, jadi pakailah hidupmu untuk berjalan dan bekerja bagi Dia. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bagaimana Tubuh Bereaksi terhadap Kehilangan DarahDiambil dari: Yohanes 19:28 “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai untuk menggenapkan yang ada dalam Kitab Suci, berkatalah Ia: ‘Aku haus!'”Wonder Kids, sebelum paku ditancapkan ke tangan dan kaki-Nya, Tuhan Yesus sudah mengalami banyak penderitaan. Ia sangat tertekan di taman Getsemani, lalu dicambuk dengan kejam, dihina, dan dipermalukan. Semua itu membuat tubuh-Nya sangat lemah dan kehilangan banyak darah.Kalau seseorang kehilangan banyak darah, tubuhnya akan bereaksi. Jantungnya akan berdetak lebih cepat supaya darah yang tersisa tetap bisa mengalir. Orang itu bisa menjadi lemah, pusing, gemetar, dan sangat haus. Tubuhnya merasa sangat membutuhkan cairan karena darah yang hilang harus diganti. Itulah sebabnya, di kayu salib, Yesus berkata, “Aku haus.”Ini menunjukkan lagi bahwa penderitaan Yesus itu sungguh nyata. Yesus tidak hanya tampak menderita dari luar. Tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit, kelemahan, dan kehausan yang sangat berat. Yesus bukan menjalani semua itu seperti sandiwara. Ia sungguh menderita sebagai manusia sejati.Wah, Wonder Kids, ini membuat kita makin melihat betapa besar kasih Yesus. Ia rela menanggung semua itu untuk kita. Setiap rasa haus, setiap luka, setiap tetes darah, semuanya menunjukkan bahwa keselamatan kita bukan sesuatu yang murah. Yesus membayarnya dengan penderitaan yang nyata.Kadang-kadang saat kita haus atau sakit sedikit saja, kita sudah merasa tidak nyaman. Itu wajar. Tetapi renungan hari ini menolong kita berhenti sejenak dan memikirkan: betapa berat penderitaan Yesus di kayu salib. Ia tidak mundur. Ia tetap taat sampai akhir karena Ia mengasihi kita.Dan ada satu hal yang indah juga. Saat Yesus berkata, “Aku haus,” kita melihat bahwa Dia sungguh mengerti tubuh manusia. Jadi kalau kamu sakit, lemah, haus, atau capek, Yesus tahu rasanya. Dia bukan Tuhan yang jauh dari penderitaan manusia. Dia adalah Juruselamat yang pernah masuk ke dalam penderitaan itu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena penderitaan-Mu sungguh nyata dan semua itu Engkau tanggung karena kasih-Mu kepadaku. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi belajar bersyukur, mengasihi-Mu, dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu itu sungguh nyata dan sangat besar. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dicambuk dan DihinaDiambil dari: Yohanes 19:1–3 “Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan jubah ungu kepada-Nya dan sambil maju ke depan mereka berkata: ‘Salam, hai raja orang Yahudi!' Lalu mereka menampar muka-Nya.”Wonder Kids, sebelum Tuhan Yesus disalibkan, Ia mengalami penderitaan yang sangat berat. Ia dicambuk dengan kejam oleh tentara. Tubuh-Nya disakiti, dan setelah itu Ia juga dihina. Mereka membuat mahkota dari duri lalu menaruhnya di kepala Yesus. Mereka memakaikan jubah kepada-Nya, bukan untuk menghormati-Nya, tetapi untuk mengejek-Nya seolah-olah Yesus hanyalah raja palsu. Bahkan mereka juga menampar-Nya.Wah, ini sangat menyedihkan. Yesus tidak hanya merasakan sakit di tubuh-Nya, tetapi juga malu, hinaan, dan perlakuan yang sangat jahat. Orang-orang itu mempermainkan Yesus dan tidak menghormati-Nya sama sekali. Padahal Yesus adalah Raja yang sejati. Mahkota duri itu bukan mahkota kemuliaan, tetapi mahkota ejekan.Mengapa Yesus rela mengalami semua itu? Karena Yesus datang untuk menyelamatkan kita. Ia rela menanggung penderitaan dan kehinaan yang seharusnya menjadi bagian kita sebagai orang berdosa. Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia tetap diam, tetap taat kepada Bapa, dan tetap berjalan menuju salib karena kasih-Nya kepada kita.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga bisa mengalami diejek, dipermalukan, atau diperlakukan tidak baik. Memang mungkin tidak seperti yang dialami Yesus, tetapi tetap terasa sakit. Saat itu terjadi, kita bisa ingat bahwa Yesus mengerti rasa sakit itu. Yesus tahu rasanya dihina. Yesus tahu rasanya diperlakukan tidak adil. Karena itu, kita bisa datang kepada-Nya dan minta pertolongan-Nya.Renungan hari ini juga mengingatkan kita supaya kita tidak ikut-ikutan mengejek atau merendahkan orang lain. Tentara-tentara itu menghina Yesus dengan sangat jahat. Tuhan tidak mau kita punya hati seperti itu. Tuhan mau kita menghormati orang lain, menjaga perkataan kita, dan tidak memakai mulut atau tangan kita untuk menyakiti.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah kamu pernah mengejek, merendahkan, atau mempermalukan orang lain. Kalau iya, akuilah itu kepada Tuhan dan minta Dia menolongmu berubah. Kalau ada kesempatan, mintalah maaf juga kepada orang itu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menanggung hinaan dan penderitaan untuk menyelamatkanku. Ampuni aku kalau aku pernah menyakiti orang lain dengan kata-kata atau perbuatanku. Tolong aku supaya belajar menghormati orang lain dan tetap datang kepada-Mu saat aku sendiri terluka. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus rela dihina dan disakiti karena kasih-Nya kepadamu, jadi hiduplah dengan hati yang lembut dan penuh hormat kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Berkeringat DarahDiambil dari: Lukas 22:44 “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”Wonder Kids, karena Tuhan Yesus sungguh memiliki tubuh manusia, Ia juga sungguh bisa merasakan penderitaan yang besar. Menjelang kematian-Nya di kayu salib, Yesus mengalami tekanan yang sangat berat. Alkitab mencatat bahwa saat berdoa di taman Getsemani, peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang menetes ke tanah.Ini menunjukkan bahwa penderitaan Yesus bukan pura-pura. Yesus sungguh menghadapi sesuatu yang mengerikan. Ia tahu bahwa sebentar lagi Ia akan ditangkap, dihina, dipukul, disalibkan, dan yang paling berat, Ia akan menanggung hukuman dosa. Karena itu, hati Yesus sangat tertekan.Ada kondisi medis yang sangat jarang, ketika seseorang mengalami tekanan yang begitu berat sampai pembuluh darah kecil di dekat kelenjar keringat pecah. Akibatnya, keringat bisa bercampur dengan darah. Jadi, saat Alkitab mencatat bahwa Yesus berkeringat seperti darah, itu menunjukkan betapa berat pergumulan yang sedang Ia hadapi.Wah, Wonder Kids, ini sangat menyentuh. Yesus tahu apa yang akan terjadi, tetapi Ia tidak lari. Ia tetap maju untuk menjalankan kehendak Bapa. Yesus rela menanggung semua itu karena kasih-Nya kepada kita. Ia tidak hanya tahu tentang penderitaan manusia. Ia sendiri masuk ke dalam penderitaan itu untuk menyelamatkan kita.Kadang-kadang kita juga merasa sangat takut atau tertekan. Mungkin karena masalah di rumah, di sekolah, atau karena sesuatu yang membuat hati kita gelisah. Saat itu terjadi, kita bisa ingat bahwa Yesus mengerti pergumulan yang berat. Yesus tahu rasanya takut dan tertekan, tetapi Ia tetap datang kepada Bapa dalam doa.Jadi, renungan hari ini mengajar kita dua hal. Pertama, kasih Yesus kepada kita sangat besar, sampai Ia rela menghadapi penderitaan yang sedemikian berat. Kedua, saat kita sendiri takut atau gelisah, kita juga harus belajar datang kepada Tuhan dalam doa seperti Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada sesuatu yang membuatmu takut atau tertekan, jangan simpan sendiri. Ceritakan itu kepada Tuhan dalam doa dengan jujur.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menanggung penderitaan yang begitu berat untuk menyelamatkanku. Terima kasih karena Engkau mengerti saat aku takut atau gelisah. Tolong aku supaya belajar datang kepada Bapa dalam doa dan percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh menderita karena kasih-Nya kepadamu, dan Dia juga mengerti saat hatimu sedang berat. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Seperti Apa Wajah Yesus? Diambil dari: Yesaya 53:2 “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.”Wonder Kids, sekarang kita hidup di dunia yang sangat mementingkan penampilan. Banyak orang berpikir bahwa supaya disukai, seseorang harus terlihat keren, cantik, gagah, atau menarik. Dunia sering menilai orang dari wajah, pakaian, dan penampilan luar.Tetapi waktu Alkitab berbicara tentang Yesus, kita diberi tahu sesuatu yang berbeda. Yesaya 53 berkata bahwa Yesus tidak datang dengan penampilan yang membuat orang langsung kagum. Yesus tidak datang seperti tokoh yang kelihatan luar biasa dari luar. Penampilan-Nya bukanlah hal yang membuat orang tertarik kepada-Nya.Lalu mengapa orang mengikuti Yesus? Karena yang membuat Yesus indah bukan penampilan luar-Nya, tetapi siapa Dia sebenarnya. Yesus penuh kasih, penuh kebenaran, penuh kuasa, dan penuh kemurnian. Orang-orang yang sungguh melihat Yesus bukan hanya melihat tubuh-Nya, tetapi melihat hati, perkataan, dan perbuatan-Nya.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang kita juga bisa terlalu sibuk memikirkan penampilan. Kita bisa takut tidak keren, takut tidak cantik, takut tidak ganteng, atau takut tidak diterima orang lain. Tetapi Tuhan mengingatkan bahwa yang paling penting bukanlah luar kita, melainkan hati kita di hadapan-Nya.Bukan berarti penampilan sama sekali tidak penting. Kita tetap perlu menjaga tubuh, kebersihan, dan kerapian. Tetapi kita tidak boleh menjadikan penampilan sebagai hal yang paling utama. Yesus tidak membangun hubungan dengan orang lewat penampilan luar, tetapi lewat kasih, kebenaran, dan kehidupan-Nya yang kudus.Jadi, Wonder Kids, Tuhan mau kita belajar melihat dengan cara yang benar. Jangan terlalu cepat kagum pada penampilan luar. Dan jangan juga terlalu stres dengan penampilanmu sendiri. Yang Tuhan lihat terutama adalah hati. Tuhan ingin hatimu bersih, lembut, jujur, dan mengasihi Dia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak datang untuk menarik orang dengan penampilan luar, tetapi dengan kasih, kebenaran, dan kekudusan-Mu. Tolong aku supaya tidak terlalu sibuk dengan penampilan, tetapi belajar memiliki hati yang indah di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: yang paling penting bukan penampilan luar, tetapi hati yang dikasihi dan dibentuk oleh Tuhan. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sungguh ManusiaDiambil dari: Ibrani 2:14 “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat penting: Yesus sungguh manusia. Artinya, Yesus bukan cuma kelihatan seperti manusia. Yesus benar-benar datang ke dunia sebagai manusia sejati.Sebelum kita bicara tentang kematian Yesus, kita harus mengerti hal ini dulu. Karena kalau Yesus tidak sungguh menjadi manusia, maka Ia juga tidak sungguh merasakan hidup seperti kita. Tetapi Alkitab berkata bahwa Yesus menjadi sama dengan kita dalam darah dan daging. Itu berarti Yesus benar-benar punya tubuh manusia.Yesus tahu rasanya lapar. Yesus tahu rasanya capek. Yesus tahu rasanya sedih. Yesus tahu rasanya disakiti orang. Yesus tahu bagaimana rasanya hidup di dunia yang penuh dosa dan penderitaan. Bahkan ketika Yesus menghadapi salib, Ia juga merasakan penderitaan yang sungguh berat sebagai manusia.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Kadang-kadang kita merasa, “Tidak ada yang mengerti aku.” Mungkin kamu sedih, kecewa, takut, atau terluka. Tetapi Yesus mengerti. Bukan hanya karena Dia Allah yang tahu segala sesuatu, tetapi juga karena Dia sungguh pernah hidup sebagai manusia di dunia ini.Tetapi jangan lupa: Yesus bukan hanya manusia. Yesus juga sungguh Allah. Jadi Yesus 100% Allah dan 100% manusia. Itu memang besar dan ajaib, tetapi itulah yang Alkitab ajarkan. Karena Yesus sungguh manusia, Ia bisa menggantikan kita. Dan karena Yesus sungguh Allah, Ia sanggup menyelamatkan kita dengan sempurna.Ibrani 2:14 berkata bahwa Yesus menjadi sama dengan kita supaya melalui kematian-Nya, Ia memusnahkan kuasa Iblis atas maut. Jadi, Yesus menjadi manusia bukan tanpa tujuan. Yesus datang untuk menyelamatkan kita. Ia masuk ke dalam dunia kita, merasakan hidup kita, lalu mati bagi dosa kita dan bangkit dengan kemenangan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu sedang sedih, takut, atau terluka, katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengerti aku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh menjadi manusia dan mengerti hidupku. Terima kasih karena Engkau tahu rasanya susah, sedih, dan sakit. Tolong aku supaya saat aku lemah atau terluka, aku datang kepada-Mu dan percaya bahwa Engkau mengerti serta menolongku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh manusia, jadi Dia benar-benar mengerti hidupmu dan sanggup menolongmu. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Sudut MedisDiambil dari: Markus 15:44 “Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya, apakah Yesus sudah mati.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar banyak bukti tentang Yesus. Ada bukti dari saksi mata, dari sejarah, dari arkeologi, dari perubahan hidup orang-orang, dan dari firman Tuhan sendiri. Hari ini kita melihat satu pertanyaan lain: benarkah Yesus sungguh mati di kayu salib?Ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh mati. Mereka bilang mungkin Yesus hanya pingsan, lalu nanti sadar lagi di dalam kubur. Pikiran seperti ini sering disebut teori pingsan. Kedengarannya mungkin seperti jalan keluar yang mudah, tetapi kalau dipikir baik-baik, penjelasan itu sangat lemah.Mengapa? Karena penyaliban adalah hukuman yang sangat kejam. Orang yang disalib mengalami penderitaan yang amat berat. Sebelum disalib, Yesus juga sudah dicambuk dengan sangat keras. Lalu di kayu salib, Yesus kehilangan banyak darah, sangat lemah, dan akhirnya mati. Bahkan ketika Pilatus mendengar Yesus sudah mati, ia memastikan hal itu kepada kepala pasukan. Jadi, kematian Yesus bukan kabar asal-asalan. Itu diperiksa.Kalau Yesus hanya pingsan, lalu bagaimana mungkin Ia bisa bertahan setelah semua penderitaan itu, keluar sendiri dari kubur, mengalahkan batu penutup, lalu muncul di depan murid-murid sebagai Tuhan yang bangkit dengan penuh kuasa? Itu tidak masuk akal. Murid-murid tidak akan melihat orang yang hampir mati lalu berkata, “Yesus bangkit dengan mulia!” Mereka justru akan melihat orang yang sangat terluka dan perlu ditolong.Jadi, Wonder Kids, bukti-bukti menunjukkan bahwa Yesus sungguh mati. Dan ini penting sekali. Mengapa? Karena kalau Yesus tidak sungguh mati, maka Ia juga tidak sungguh bangkit. Dan kalau Yesus tidak bangkit, maka tidak ada keselamatan yang sejati. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh mati bagi dosa kita, dan sungguh bangkit dengan kemenangan.Kadang-kadang orang mencoba mencari penjelasan yang membuat mereka tidak perlu percaya kepada mujizat kebangkitan. Tetapi semakin diteliti, semakin jelas bahwa penjelasan-penjelasan itu lemah. Kebenaran Injil tetap berdiri: Yesus benar-benar mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari yang ketiga.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau benar-benar mati di kayu salib untukku. Terima kasih karena kematian-Mu bukan pura-pura, tetapi sungguh untuk menanggung dosaku. Tolong aku percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Engkau juga bangkit dengan kemenangan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak hanya kelihatan mati, tetapi sungguh mati bagi dosamu dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Tugas Kita?Diambil dari: Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”Wonder Kids, kalau kamu melihat sebuah alat, biasanya kamu tahu alat itu dibuat untuk suatu tujuan. Pensil dibuat untuk menulis. Sendok dipakai untuk makan. Sepatu dipakai untuk melindungi kaki saat berjalan. Nah, hidup kita juga tidak dibuat tanpa tujuan. Tuhan menciptakan kita dengan maksud yang baik.Renungan hari ini mengingatkan bahwa kita adalah buatan Allah. Artinya, hidup kita bukan kebetulan. Tuhan yang menciptakan kita. Dan bukan hanya itu, Tuhan juga menciptakan kita di dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik. Jadi, sebagai anak Tuhan, kita tidak dipanggil untuk hidup asal-asalan, malas, atau hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan mau kita hidup melakukan hal-hal yang baik.Apa itu pekerjaan baik? Pekerjaan baik bukan berarti harus selalu hal besar dan hebat. Pekerjaan baik bisa berupa hal-hal sederhana yang menyenangkan hati Tuhan. Misalnya, taat kepada orang tua, berkata jujur, rajin belajar, menolong teman, berbagi, tidak membalas kejahatan, dan menunjukkan kasih kepada orang lain. Saat kita melakukan itu dengan hati yang mau memuliakan Tuhan, kita sedang hidup sesuai tujuan Tuhan.Kadang-kadang kita bisa bingung tentang masa depan. Kita bertanya, “Nanti aku akan jadi apa? Apa rencana Tuhan untuk hidupku?” Memang kita tidak selalu tahu semua jawabannya sekarang. Tetapi kita tidak perlu takut. Tuhan sudah menyiapkan jalan bagi anak-anak-Nya. Yang penting sekarang adalah hidup setia hari demi hari dalam hal-hal baik yang Tuhan taruh di depan kita.Jadi, Wonder Kids, tugas kita hari ini bukan menunggu sampai jadi orang besar dulu baru hidup bagi Tuhan. Sekarang juga kita sudah bisa hidup bagi Tuhan. Di rumah, di sekolah, di gereja, di tempat bermain, kita bisa melakukan pekerjaan baik yang Tuhan suka.Dan kabar baiknya, Tuhan tidak hanya memberi perintah, tetapi juga menolong kita. Karena kita ada di dalam Kristus, Tuhan memberi kekuatan supaya kita bisa belajar hidup benar. Memang kita masih bisa gagal dan jatuh, tetapi Tuhan terus membentuk kita sedikit demi sedikit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu pekerjaan baik yang mau kamu lakukan hari ini dengan sengaja. Misalnya, membantu di rumah tanpa disuruh, belajar dengan sungguh-sungguh, atau berkata baik kepada seseorang.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku dengan tujuan yang baik. Tolong aku supaya tidak hidup sembarangan, tetapi mau melakukan pekerjaan baik yang Engkau siapkan bagiku. Ajarku setia dalam hal-hal kecil dan pakailah hidupku untuk menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu diciptakan oleh Tuhan bukan tanpa tujuan, tetapi untuk hidup melakukan hal-hal baik bagi kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Melihat Lewat Mata TuhanDiambil dari: Kolose 1:22 “Sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.”Wonder Kids, kalau kamu bercermin, mungkin kamu bisa langsung melihat hal-hal yang menurutmu kurang bagus. Misalnya rambut berantakan, baju kusut, wajah lelah, atau mungkin bekas luka dan noda di kulit. Kita memang sering cepat melihat kekurangan pada diri kita.Kadang-kadang kita juga berpikir Tuhan melihat kita seperti itu. Kita merasa Tuhan pasti kecewa terus, marah terus, atau hanya melihat dosa dan kegagalan kita. Memang benar, Tuhan melihat semua dosa kita dengan jelas. Tidak ada yang bisa disembunyikan dari-Nya. Tetapi bagi orang yang percaya kepada Yesus, ada kabar yang sangat indah: Tuhan melihat kita melalui karya Yesus.Kolose 1:22 berkata bahwa melalui kematian Kristus, kita diperdamaikan dengan Allah, dan kita ditempatkan di hadapan-Nya sebagai orang yang kudus, tak bercela, dan tak bercacat. Wah, itu luar biasa sekali. Bukan karena kita sudah sempurna dalam diri kita sendiri, tetapi karena Yesus sudah menanggung dosa kita dan memberi kita pengampunan.Artinya, Wonder Kids, saat Tuhan melihat anak-Nya yang percaya kepada Yesus, Tuhan tidak lagi melihat kita sebagai orang yang masih harus dihukum. Tuhan melihat kita sebagai orang yang sudah diampuni, diterima, dan diperdamaikan dengan-Nya. Itu tidak berarti kita boleh hidup sembarangan. Justru karena kita sudah diampuni, kita rindu hidup makin benar di hadapan Tuhan.Kadang-kadang kita masih jatuh dalam dosa. Kita masih bisa bohong, marah, iri, atau tidak taat. Tetapi identitas kita di hadapan Tuhan tidak berdiri di atas keberhasilan kita sendiri. Identitas kita berdiri di atas karya Yesus. Karena itu, kita tidak perlu hidup dalam putus asa. Kita bisa bertobat, bangkit lagi, dan terus belajar hidup seperti yang Tuhan mau.Menjadi makin serupa Kristus berarti kita terus dibentuk sedikit demi sedikit. Kita belum sempurna sekarang, tetapi Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita. Dan suatu hari nanti, Tuhan akan menyempurnakan pekerjaan-Nya itu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Waktu kamu bercermin hari ini, jangan hanya lihat kekuranganmu. Katakan dalam hati, “Tuhan Yesus, terima kasih karena di dalam Engkau aku diampuni dan diterima oleh Allah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui kematian-Mu aku diperdamaikan dengan Allah. Terima kasih karena di dalam Engkau aku diterima, diampuni, dan dikasihi. Tolong aku supaya tidak hidup dalam rasa malu terus, tetapi belajar bertobat, bangkit, dan hidup makin menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: di dalam Yesus, Tuhan tidak melihatmu hanya dari kegagalanmu, tetapi sebagai anak yang sudah diampuni dan sedang dibentuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Profil yang CocokDiambil dari: Yohanes 14:7–8“Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”Wonder Kids, selama beberapa waktu ini kita sudah belajar banyak tentang siapa Yesus. Kita sudah melihat bahwa sifat-sifat Allah juga terlihat pada Yesus. Misalnya, Yesus tahu segala sesuatu, Yesus selalu menyertai umat-Nya, Yesus punya segala kuasa, Yesus tidak berubah, dan Yesus sudah ada sejak semula. Wah, makin lama makin jelas ya siapa Yesus itu sebenarnya.Di Perjanjian Lama, Allah disebut dengan banyak nama dan gelar yang mulia. Allah adalah Pencipta, Penebus, Raja, Hakim, Terang, Gembala, dan Juruselamat. Nah, yang menarik, gelar-gelar seperti itu juga dipakai untuk Yesus di Perjanjian Baru. Itu menunjukkan bahwa Yesus bukan sekadar orang baik atau guru yang luar biasa. Yesus sungguh cocok dengan “profil” Allah yang dinyatakan dalam firman Tuhan.Karena itu, saat Filipus berkata, “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,” Yesus menjawab bahwa siapa yang sudah melihat Dia, sebenarnya sudah melihat Bapa. Tentu Yesus bukan sedang berkata bahwa Bapa dan Anak adalah Pribadi yang sama. Tetapi Yesus sedang menunjukkan bahwa Dia menyatakan Allah dengan sempurna. Kalau kita mau tahu seperti apa Allah itu, kita harus melihat kepada Yesus.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang berkata ingin mengenal Tuhan, tetapi tidak sungguh mau datang kepada Yesus. Padahal Yesus adalah jalan untuk mengenal Bapa. Kita tidak bisa punya gambaran yang benar tentang Allah kalau kita menolak Yesus. Justru melalui Yesus, kita melihat kasih Allah, kekudusan Allah, kuasa Allah, dan keselamatan Allah.Jadi, semakin kita mengenal Yesus, semakin kita mengenal Allah. Dan semakin kita melihat bahwa semua bukti itu cocok, semakin kita punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah dan Tuhan yang sejati.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang paling kamu kagumi dari Yesus. Lalu katakan kepada Tuhan, “Terima kasih, Tuhan Yesus, karena melalui Engkau aku boleh mengenal Allah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyatakan Bapa kepadaku. Terima kasih karena melalui Engkau aku bisa mengenal siapa Allah itu. Tolong aku supaya makin mengasihi-Mu, makin percaya kepada-Mu, dan makin melihat bahwa Engkau sungguh Tuhan yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau kamu ingin mengenal Allah dengan benar, lihatlah kepada Yesus, karena Dia menyatakan Bapa dengan sempurna. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan PerbudakanDiambil dari: Galatia 3:28 “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal, yaitu perbudakan. Pada zaman dulu, perbudakan ada di banyak tempat. Ada orang yang diperlakukan seperti milik orang lain. Tentu itu sangat menyedihkan dan tidak sesuai dengan hati Tuhan.Lalu ada orang yang bertanya, “Kalau Yesus sungguh sempurna, mengapa Ia tidak langsung menghapus perbudakan saat itu juga?” Pertanyaan itu tidak ringan. Tetapi kita perlu melihat dengan teliti apa yang Yesus lakukan.Yesus datang bukan untuk sekadar memperbaiki sedikit bagian luar hidup manusia. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dan dosa itulah akar dari banyak kejahatan, termasuk perbudakan, kekerasan, kesombongan, dan ketidakadilan. Jadi Yesus bekerja dari bagian yang paling dalam: hati manusia.Ketika seseorang sungguh diubah oleh Yesus, cara dia memandang orang lain juga berubah. Ia tidak lagi melihat orang lain sebagai barang, alat, atau orang yang lebih rendah. Ia belajar melihat sesamanya sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan dan berharga di hadapan-Nya. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata bahwa di dalam Kristus tidak ada hamba atau orang merdeka, karena semua sama-sama satu di dalam Kristus.Ini bukan berarti Yesus setuju dengan perbudakan. Justru ajaran Yesus menghancurkan akar dosa yang membuat perbudakan bisa hidup. Yesus mengajar manusia untuk mengasihi sesama, memperlakukan orang lain dengan hormat, dan hidup dalam kebenaran. Kalau hati manusia sungguh tunduk kepada Kristus, maka ia tidak akan mau menindas, merendahkan, atau memperbudak orang lain.Wonder Kids, mungkin hari ini kita tidak hidup dalam zaman perbudakan seperti dulu. Tetapi kita tetap bisa berdosa dengan merendahkan orang lain. Misalnya, mengejek teman, merasa diri lebih hebat, mempermainkan orang yang lemah, atau bersikap kasar kepada orang yang berbeda dari kita. Tuhan tidak mau kita hidup seperti itu. Tuhan mau kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.Jadi, renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus datang untuk mengubah hati kita. Dan saat hati diubah, hidup kita juga berubah. Kita belajar melihat orang lain dengan kasih, hormat, dan kebaikan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang sering kamu abaikan, remehkan, atau mungkin kurang kamu sukai. Hari ini, cobalah perlakukan dia dengan lebih baik, lebih sopan, dan lebih penuh kasih.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Tolong aku supaya tidak merendahkan atau menyakiti orang lain, tetapi belajar mengasihi sesama seperti Engkau mengasihiku. Ubah hatiku supaya hidupku menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang bukan hanya untuk mengubah aturan di luar, tetapi untuk mengubah hati kita supaya kita belajar mengasihi sesama dengan benar. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pertanyaan tentang Neraka dan DosaDiambil dari Matius 5:30 “Dan jika tangan kananmu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang hal yang cukup serius, yaitu dosa dan hukuman dosa. Mungkin ada orang bertanya begini: “Kalau Tuhan itu kasih, mengapa ada neraka? Mengapa dosa harus dihukum?” Pertanyaan itu memang berat, tetapi firman Tuhan menolong kita memikirkannya dengan benar.Pada mulanya, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dekat dengan-Nya. Manusia diciptakan segambar dengan Allah, supaya mengenal Dia, mengasihi Dia, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Jadi, sejak awal, manusia dibuat untuk menikmati hubungan yang indah dengan Tuhan. Itulah keadaan yang benar dan baik.Tetapi dosa merusak semuanya. Dosa bukan hal kecil. Dosa bukan cuma salah sedikit lalu selesai. Dosa adalah pemberontakan terhadap Tuhan. Dosa membuat manusia menjauh dari Allah, melawan kehendak-Nya, dan hidup menurut cara sendiri. Karena itu, dosa membawa hukuman. Bukan karena Tuhan kejam, tetapi karena Tuhan itu suci dan adil.Coba pikirkan begini, Wonder Kids. Kalau seseorang benar-benar baik dan adil, ia tidak akan berkata bahwa kejahatan itu tidak apa-apa. Justru karena Tuhan baik, Dia tidak bisa berpura-pura bahwa dosa bukan masalah. Kalau Tuhan menganggap dosa sepele, itu berarti Tuhan tidak sungguh kudus dan tidak sungguh adil. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan sempurna dalam kasih dan juga sempurna dalam keadilan.Itulah sebabnya Yesus berbicara dengan sangat serius tentang dosa. Dalam Matius 5:30, Yesus memakai kata-kata yang keras untuk menunjukkan bahwa dosa itu berbahaya sekali. Yesus tidak sedang mengajarkan kita benar-benar melukai tubuh kita, tetapi Yesus mau kita mengerti bahwa dosa harus diperangi dengan sungguh-sungguh. Lebih baik kehilangan sesuatu yang kita suka daripada terus hidup dalam dosa dan menjauh dari Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, kabar Alkitab tidak berhenti pada hukuman. Tuhan yang adil juga adalah Tuhan yang penuh kasih. Karena itu, Tuhan mengutus Yesus untuk menanggung hukuman dosa bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Jadi, saat kita memikirkan neraka dan dosa, kita juga harus melihat salib. Di salib kita melihat betapa seriusnya dosa, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah ada dosa yang sedang kamu pelihara atau anggap enteng. Bawalah itu kepada Tuhan dan katakan dengan jujur, “Tuhan, tolong aku membenci dosa dan sungguh-sungguh bertobat.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang kudus, adil, dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak menganggap dosa sebagai hal kecil, tetapi sungguh bertobat dan datang kepada Yesus yang sudah menanggung hukuman dosaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: dosa itu serius, tetapi kasih Tuhan di dalam Yesus lebih besar bagi orang yang mau bertobat dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Lebih Rendah dari Allah? Diambil dari: Yohanes 14:28 “Kamu telah mendengar, bahwa Aku berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”Wonder Kids, ayat ini kadang membuat orang bingung. Yesus berkata, “Bapa lebih besar dari pada Aku.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah itu berarti Yesus bukan Allah? Apakah Yesus lebih rendah dari Bapa?” Pertanyaan itu penting, jadi kita harus melihatnya dengan hati-hati.Kalau kita membaca seluruh Alkitab, kita tahu bahwa Yesus sungguh adalah Allah. Yesus memiliki sifat-sifat Allah, melakukan pekerjaan Allah, dan menerima penghormatan yang layak bagi Allah. Jadi ayat ini tidak berarti Yesus lebih rendah dalam sifat ke-Allahan-Nya. Lalu apa maksudnya?Yesus sedang berbicara tentang keadaan-Nya saat datang ke dunia sebagai manusia. Ketika Yesus menjadi manusia, Ia rela merendahkan diri-Nya. Ia datang bukan dalam kemuliaan surga yang penuh, tetapi dalam kerendahan. Ia lapar, lelah, menderita, dan taat kepada Bapa dalam tugas-Nya sebagai Juruselamat. Dalam keadaan itulah Bapa disebut “lebih besar,” bukan karena Yesus bukan Allah, tetapi karena Yesus sedang menjalankan peran-Nya dengan merendahkan diri.Coba bayangkan begini, Wonder Kids. Seorang raja bisa saja turun dari tahtanya, memakai pakaian sederhana, lalu datang menolong rakyatnya secara langsung. Waktu ia melakukan itu, ia tidak berhenti menjadi raja. Ia tetap raja, hanya saja ia sedang merendahkan diri untuk menjalankan tugas tertentu. Nah, itu menolong kita sedikit memahami apa yang dilakukan Yesus. Yesus tidak berhenti menjadi Allah, tetapi Ia rela datang dalam kerendahan sebagai manusia.Dan justru itu yang indah sekali. Karena Yesus rela merendahkan diri, kita bisa diselamatkan. Kalau Yesus hanya tinggal jauh di surga, kita tetap binasa dalam dosa. Tetapi Yesus datang, taat kepada Bapa, mati di kayu salib, lalu bangkit. Jadi ayat ini bukan membuat Yesus terlihat kecil, tetapi menunjukkan kerendahan hati-Nya yang luar biasa.Wonder Kids, ini juga mengajar kita untuk rendah hati. Yesus yang mulia saja rela merendahkan diri untuk taat kepada Bapa. Kalau begitu, kita pun harus belajar tidak sombong, tidak merasa diri paling hebat, tetapi mau taat kepada Tuhan dan melayani orang lain.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak berhenti menjadi Allah, tetapi rela datang ke dunia dalam kerendahan untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengerti firman-Mu, tetapi makin mengenal siapa Engkau sebenarnya dan belajar rendah hati seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan lebih kecil dari Allah, tetapi Ia rela merendahkan diri supaya kita bisa diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang Tidak BerubahDiambil dari: Ibrani 13:8 “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa bukan hanya Allah Bapa yang tidak berubah, tetapi Tuhan Yesus juga tidak berubah. Firman Tuhan berkata bahwa Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya. Artinya, Yesus tidak berubah menjadi kurang baik, kurang berkuasa, atau kurang mengasihi. Dia tetap sama.Ini sangat menghibur. Mengapa? Karena kita sering berubah-ubah. Kadang kita semangat, kadang malas. Kadang kita taat, kadang jatuh dalam dosa lagi. Kadang kita percaya, kadang kita takut. Tetapi Yesus tidak seperti kita. Yesus tetap setia, tetap benar, tetap penuh kasih, dan tetap sanggup menolong.Kitab Ibrani mengingatkan orang-orang percaya untuk tetap bertahan dalam iman, walaupun mereka sedang mengalami kesulitan. Di tengah keadaan yang sulit, mereka perlu ingat bahwa Yesus tidak berubah. Juruselamat yang mereka percayai dulu tetap sama sampai sekarang. Jadi mereka tidak perlu takut bahwa Yesus akan meninggalkan mereka atau berubah pikiran terhadap janji-Nya.Ibrani juga menunjukkan bahwa Yesus adalah Imam Besar yang sempurna. Imam-imam lain harus terus-menerus mempersembahkan korban. Tetapi Yesus mempersembahkan diri-Nya satu kali untuk selama-lamanya. Karena itu, karya keselamatan-Nya tidak perlu diulang lagi. Pengorbanan Yesus cukup. Keselamatan yang diberikan-Nya kokoh dan tidak berubah.Wonder Kids, ini penting sekali untuk kita. Kadang-kadang kita bisa merasa, “Apakah Tuhan masih mengasihiku? Apakah Tuhan masih mau menolongku? Apakah janji Tuhan masih berlaku?” Jawabannya: ya. Karena Yesus tidak berubah. Kasih-Nya tidak berubah. Kuasa-Nya tidak berubah. Janji-Nya tidak berubah.Tetapi renungan ini juga mengingatkan kita untuk hidup setia kepada-Nya. Kalau Yesus begitu setia kepada kita, seharusnya kita juga belajar setia kepada-Nya. Memang kita masih lemah, tetapi kita bisa terus datang kepada Yesus yang tidak berubah dan minta Dia menolong kita bertahan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu merasa goyah, takut, atau sedih, katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak berubah. Tolong aku tetap percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tetap sama, baik kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya. Terima kasih karena kasih-Mu, kuasa-Mu, dan janji-Mu tidak pernah berubah. Tolong aku supaya tetap percaya kepada-Mu dan bertahan di dalam iman. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat hatimu berubah-ubah, Yesus tetap sama—setia, penuh kasih, dan cukup untuk menolongmu. Tuhan Yesus memberkati.