Audio ini membantu anak-anak untuk bisa melakukan renungan firman Tuhan. Renungan akan diposting setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMeriam atau Standar?Diambil dari: Ulangan 12:32 (TB)“Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia; janganlah engkau menambahi ataupun menguranginya.”Wonder Kids, kata “canon” (dibaca: kanon) sering terdengar seperti “cannon” (dibaca: kenon) yang artinya meriam. Tapi keduanya berbeda sekali. Cannon adalah meriam — alat besar untuk menembakkan peluru sementara Kanon berarti “standar” atau “ukuran.”Dalam Alkitab, kanon berarti daftar kitab-kitab yang diakui sebagai firman Tuhan. Jadi bagaimana gereja tahu kitab mana yang masuk kanon? Gereja mula-mula tidak duduk bersama lalu memilih kitab sesuka hati. Mereka mengenali kitab-kitab yang memang sudah dianggap berotoritas sejak awal.Beberapa pertanyaan penting yang dipakai:Apakah kitab itu berasal dari rasul atau nabi?Apakah ajarannya sesuai dengan pengajaran Yesus?Apakah dipakai secara luas oleh jemaat sejak awal?Kitab-kitab yang kita miliki hari ini sudah dibaca, diajarkan, dan dipercaya sejak gereja mula-mula. Artinya, gereja tidak membuat firman Tuhan menjadi berotoritas. Firman Tuhan memang sudah berotoritas sejak awal — gereja hanya mengenalinya. Seorang ahli, Bruce Metzger, menjelaskan bahwa kanon bukan hasil keputusan mendadak, tetapi hasil pengenalan bertahap terhadap kitab-kitab yang memang memiliki otoritas ilahi.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hormati Alkitab sebagai standar hidupmu. Jangan menambah atau mengurangi kebenarannya hanya supaya terasa lebih nyaman.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku menghormati firman-Mu sebagai standar hidupku. Ajari aku taat dan setia kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Alkitab bukan sekadar buku pilihan manusia — itu adalah standar kebenaran dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBoleh BertanyaDiambil dari: Yakobus 1:5 (TB)“Jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah…”Wonder Kids, Alkitab kita terdiri dari 66 kitab. 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Kadang orang bertanya:Kenapa kitab-kitab itu yang masuk ke dalam Alkitab?Apakah ada kitab lain yang sengaja dibuang?Apakah gereja memilih kitab-kitab itu sesuka hati?Pertanyaan seperti itu tidak salah. Justru bagus. Sejak awal, orang Kristen sudah sangat berhati-hati dalam mengenali kitab mana yang benar-benar berasal dari para rasul atau nabi, dan mana yang tidak. Kitab-kitab Perjanjian Baru tidak dipilih secara sembarangan. Mereka diuji dengan beberapa pertanyaan penting, seperti:Apakah ditulis oleh rasul atau orang yang sangat dekat dengan rasul?Apakah ajarannya sesuai dengan pengajaran Yesus?Apakah digunakan secara luas oleh gereja mula-mula?Kitab-kitab yang kita miliki hari ini sudah digunakan dan dipercaya sejak awal Kekristenan.Artinya, gereja tidak “menciptakan” Alkitab. Mereka hanya mengenali kitab-kitab yang memang sudah dipakai dan dipercaya sejak awal.Wonder Kids, iman yang kuat bukan iman yang takut bertanya. Tuhan tidak marah ketika kita mencari pengertian. Ia justru memberi hikmat kepada mereka yang meminta.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau ada pertanyaan tentang imanmu, jangan simpan sendiri. Tanyakan. Belajar. Cari jawaban yang benar.Mari kita berdoa:Tuhan, kalau aku punya pertanyaan, tolong aku mencari jawabannya kepada-Mu. Berikan aku hikmat untuk memahami firman-Mu dengan benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Bertanya bukan tanda ragu — bisa jadi itu awal dari iman yang makin kuat. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahDipelihara dengan Luar BiasaDiambil dari: Yesaya 50:4 (TB)“Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”Wonder Kids, sebelum ada mesin cetak, semua Alkitab disalin dengan tangan. Bayangkan… satu huruf demi satu huruf. Kalau ada kesalahan kecil, salinan berikutnya bisa saja ikut salah. Tetapi yang luar biasa adalah ini: Setelah ribuan tahun dan ribuan salinan, pesan Perjanjian Baru tetap terjaga.Seorang ahli Alkitab, Bruce Metzger, pernah mengatakan bahwa Perjanjian Baru telah dipelihara dengan sangat baik — bahkan lebih baik dibandingkan dokumen kuno lainnya. Artinya apa? Artinya Tuhan tidak membiarkan firman-Nya hilang atau rusak. Ia memakai banyak orang sepanjang sejarah untuk menjaga kebenaran itu. Dan ketika para ahli membandingkan manuskrip-manuskrip kuno, mereka menemukan bahwa isi ajaran utamanya tetap sama. Itu sebabnya kita bisa membaca Alkitab hari ini dengan keyakinan bahwa ini benar-benar firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau Tuhan begitu serius menjaga firman-Nya, kita juga harus serius menghormatinya. Bacalah dengan hati yang siap belajar. Dengarkan seperti seorang murid.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memelihara firman-Mu sepanjang sejarah. Tolong aku menghargai dan mencintai firman-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan dipelihara dengan luar biasa — dan diberikan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahDapat Pesannya?Diambil dari: Ulangan 8:3 (TB)“Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.”Wonder Kids, coba bayangkan ada kalimat yang huruf-hurufnya diacak. Awalnya mungkin sulit dibaca. Tapi kalau kamu melihat keseluruhannya, kamu tetap bisa mengerti maksudnya. Begitulah juga dengan manuskrip-manuskrip Alkitab. Walaupun ada variasi kecil dalam beberapa salinan, para ahli bisa membandingkan ribuan manuskrip untuk memastikan pesan aslinya tetap jelas.Faktanya, Perjanjian Baru memiliki lebih dari 5.800 manuskrip Yunani kuno, belum termasuk terjemahan kuno dalam bahasa lain. Semakin banyak salinan yang kita miliki, semakin mudah kita membandingkannya dan memastikan isi aslinya. Seorang ahli tekstual, Daniel B. Wallace, menjelaskan bahwa jumlah dan kualitas manuskrip Perjanjian Baru sangat luar biasa dibandingkan dengan dokumen kuno lainnya.Artinya, kita tidak hanya percaya begitu saja. Kita punya bukti yang kuat bahwa pesan firman Tuhan tetap terjaga. Dan ingat, Tuhan memakai orang-orang biasa untuk menyalin dan menjaga firman-Nya. Ia juga memimpin melalui Roh Kudus agar pesan-Nya tidak hilang.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan hanya punya Alkitab di rumah. Bacalah. Mengertilah. Karena hidup kita bukan hanya dari makanan, tetapi dari firman Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku supaya tidak hanya memiliki Alkitab, tetapi sungguh membaca dan memahaminya. Jadikan firman-Mu makanan bagi jiwaku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Pesan Tuhan tetap jelas — dan itu untuk kamu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBerubah Sedikit, Tetap SamaDiambil dari: Yohanes 14:26 (TB)“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus… Dialah yang akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”Wonder Kids, bayangkan kamu menyalin catatan dari papan tulis. Kadang kamu bisa salah tulis satu huruf. Atau mungkin kamu menaruh titik di tempat yang salah. Tapi apakah itu langsung mengubah seluruh isi pelajaran? Tidak.Misalnya guru menulis: “Tuhan itu baik.” Lalu ada yang menyalin dan lupa satu tanda titik. Artinya tetap sama.Dulu, sebelum ada mesin cetak, Alkitab disalin dengan tangan. Karena itu, kadang muncul perbedaan-perbedaan kecil dalam penyalinan. Misalnya ada ejaan yang sedikit berbeda, ada urutan kata yang berubah, atau ada kata-kata kecil yang ditambahkan maupun terlewatTapi kabar baiknya adalah ini: Para ahli punya ribuan salinan kuno untuk dibandingkan.Dan mereka menemukan bahwa perbedaan kecil itu tidak mengubah ajaran penting tentang Yesus. Siapa Yesus? Ia Anak Allah. Ia mati untuk dosa kita. Ia bangkit. Semua itu tetap sama.Dan Yesus sudah berjanji bahwa Roh Kudus akan menolong murid-murid mengingat apa yang Ia ajarkan. Artinya Tuhan menjaga firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan takut kalau mendengar orang berkata, “Alkitab sudah berubah.”Pelajari firman Tuhan sendiri. Kamu akan melihat bahwa kebenarannya tetap sama.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau menjaga firman-Mu. Tolong aku percaya dan mencintai Alkitab setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kesalahan kecil tidak mengubah kebenaran besar. Firman Tuhan tetap teguh. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahRaja di Balik Fragmen KecilDiambil dari: Yohanes 18:37 (TB)“Maka kata Pilatus kepada-Nya: ‘Jadi Engkau adalah raja?' Jawab Yesus: ‘Engkau sendiri mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.'”Wonder Kids, tahukah kamu apa bagian Perjanjian Baru paling awal yang pernah ditemukan? Itu hanyalah sebuah potongan kecil kertas kuno. Sangat kecil. Hanya beberapa inci saja. Tapi potongan kecil ini sangat penting. Fragmen ini berisi bagian dari Yohanes 18:31–33 dan 37–38. Itu adalah percakapan Yesus dengan Pilatus tentang kebenaran dan tentang siapa Dia sebenarnya.Fragmen kecil ini disebut Papirus Rylands. Ditemukan di Mesir dan diperkirakan berasal sekitar tahun 100–150 Masehi. Mengapa ini penting? Karena Rasul Yohanes kemungkinan meninggal sekitar tahun 90–100 Masehi. Artinya, fragmen ini mungkin hanya berjarak beberapa puluh tahun saja dari waktu Injil itu pertama kali ditulis. Itu sangat dekat!Artinya Injil Yohanes sudah beredar sangat awal. Bukan ratusan tahun kemudian. Bukan cerita yang muncul lama sesudahnya. Dan yang luar biasa, fragmen kecil itu berisi bagian ketika Yesus berkata bahwa Dia adalah Raja dan datang untuk menyatakan kebenaran. Bayangkan… Potongan kecil itu mungkin tampak tidak penting. Tapi isinya berbicara tentang Raja segala raja.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan remehkan hal kecil. Satu ayat firman Tuhan yang kamu dengar dan taati bisa mengubah hidupmu. Dengarkan suara Yesus dan ikuti Dia.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, Engkau adalah Raja yang datang untuk menyatakan kebenaran. Tolong aku supaya mau mendengarkan suara-Mu dan hidup dalam kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Fragmen kecil bisa membawa kebenaran besar — karena Yesus adalah Raja yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahFondasi yang KuatDiambil dari: Lukas 6:49 (TB)“Barangsiapa mendengar perkataan-Ku tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar; ketika banjir melandanya, rumah itu segera roboh dan hebatlah kerusakannya.”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa Perjanjian Baru memiliki banyak manuskrip kuno. Hari ini kita melihat lebih dekat beberapa di antaranya. Para ahli menemukan papirus-papirus kuno yang berisi bagian dari Perjanjian Baru. Papirus adalah bahan tulis dari zaman dulu, seperti kertas kuno.Beberapa penemuan penting antara lain Papirus Chester Beatty, yang ditemukan sekitar tahun 1930. Di dalamnya terdapat bagian dari keempat Injil dan Kisah Para Rasul, dan berasal dari sekitar abad ketiga. Selain itu ada juga Papirus Bodmer, yang berisi sebagian besar Injil Yohanes dan juga berasal dari abad-abad awal Kekristenan.Mengapa ini penting? Karena papirus-papirus ini sangat dekat waktunya dengan peristiwa asli kehidupan Yesus. Artinya, kita tidak harus menunggu ratusan tahun sebelum Injil dicatat. Kita punya bukti tertulis yang sangat awal. Semakin dekat jarak waktu antara peristiwa dan penulisannya, semakin kecil kemungkinan cerita itu berubah-ubah.Ini menunjukkan bahwa iman Kristen berdiri di atas fondasi yang kuat — bukan cerita yang muncul lama setelah peristiwa itu terjadi. Dan seperti yang Yesus katakan, orang bijaksana membangun rumahnya di atas dasar yang kuat.Wonder Kids, iman kita dibangun di atas firman Tuhan yang kokoh dan dapat dipercaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan hanya mendengar firman Tuhan, tetapi lakukanlah. Fondasi yang kuat bukan hanya mengetahui kebenaran, tetapi juga hidup di dalamnya.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu adalah dasar yang kuat. Tolong aku supaya bukan hanya mendengar firman-Mu, tetapi juga melakukannya dalam hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Iman yang kuat dibangun di atas firman Tuhan yang kokoh. Tuhan Yesus Memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahPerbandingan Perjanjian Baru dan Iliad Diambil dari: Kisah Para Rasul 14:11–12 (TB)“Ketika orang banyak itu melihat apa yang telah diperbuat Paulus, berserulah mereka dalam bahasa Likaonia: ‘Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.' Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang perbandingan yang menarik. Para ahli sejarah sering membandingkan jumlah manuskrip (salinan kuno) dari berbagai tulisan kuno. Salah satu tulisan kuno yang sangat terkenal adalah Iliad karya Homer, yang ditulis sekitar 800 tahun sebelum Yesus lahir.Iliad dianggap sebagai karya sastra besar dalam sejarah Yunani kuno. Dan tahukah kamu berapa banyak manuskrip Yunani kuno dari Iliad yang masih ada sekarang? Kurang dari 700.Sekarang bandingkan dengan Perjanjian Baru. Perjanjian Baru memiliki ribuan manuskrip Yunani kuno — jauh lebih banyak daripada Iliad. Belum lagi terjemahan-terjemahan kuno dalam bahasa Latin, Siria, Koptik, dan lainnya. Para ahli tetap menganggap Iliad sebagai karya yang dapat dipercaya secara tekstual, walaupun jumlah manuskripnya jauh lebih sedikit.Kalau begitu, mengapa sebagian orang meragukan Perjanjian Baru, padahal manuskripnya jauh lebih banyak? Ini menunjukkan satu hal penting, Wonder Kids: Perjanjian Baru memiliki dukungan naskah yang sangat kuat dibandingkan hampir semua karya kuno lainnya.Itu bukan berarti iman kita hanya bergantung pada jumlah naskah. Tetapi jumlah naskah itu menunjukkan bahwa teks Perjanjian Baru dipelihara dan bisa diperiksa dengan serius.Wonder Kids, firman Tuhan bukan sekadar cerita yang muncul tanpa dasar. Ia berdiri dalam sejarah yang nyata dan bisa diteliti.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah percaya bahwa imanmu tidak berdiri di atas mitos, tetapi di atas kebenaran yang bisa diuji dan diperiksa.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu kokoh dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya semakin yakin dan berani mempertahankan iman kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan bukan mitos. Ia adalah kebenaran yang berdiri dalam sejarah. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahGunung NaskahDiambil dari: 1 Petrus 1:23 (TB)“Kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang sesuatu yang sangat menakjubkan. Para ahli sejarah sering membandingkan dokumen-dokumen kuno untuk melihat mana yang paling banyak memiliki salinan. Mengapa ini penting? Karena semakin banyak salinan kuno yang ada, semakin kuat bukti bahwa isi dokumen itu dapat dipercaya.Mari kita bandingkan. Beberapa tulisan sejarah terkenal dari zaman Romawi hanya memiliki sedikit salinan kuno. Misalnya, ada karya sejarah yang hanya tersisa satu atau beberapa naskah saja — dan para ahli tetap menganggapnya sebagai sumber sejarah yang sah.Sekarang bagaimana dengan Perjanjian Baru? Perjanjian Baru memiliki ribuan naskah Yunani kuno, ditambah ribuan lagi dalam bahasa Latin dan bahasa kuno lainnya. Jumlahnya begitu banyak sehingga para ahli menyebutnya seperti sebuah “gunung naskah”.Artinya apa? Artinya, dibandingkan dengan hampir semua dokumen kuno lainnya, Perjanjian Baru memiliki dukungan naskah yang jauh lebih banyak. Kalau dokumen lain yang hanya punya sedikit salinan saja tetap dianggap sah oleh para ahli sejarah, maka Perjanjian Baru yang memiliki begitu banyak naskah justru memiliki dasar yang sangat kuat.Wonder Kids, Tuhan tidak hanya memberi firman-Nya. Ia juga mengizinkan firman itu disalin, disebarkan, dan dipelihara dalam jumlah yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa iman kita bukan berdiri di atas cerita tanpa dasar, tetapi di atas sejarah yang dapat diperiksa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan anggap Alkitab sebagai buku biasa. Itu adalah firman Tuhan yang memiliki dasar sejarah yang kuat.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu tidak hanya hidup dan kekal, tetapi juga dipelihara dengan begitu banyak bukti sepanjang sejarah. Tolong aku supaya semakin percaya dan mengasihi firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Firman Tuhan berdiri di atas dasar yang kokoh. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahKebenaran yang MengejutkanDiambil dari: Mazmur 33:11 (TB)“Rancangan TUHAN tetap selama-lamanya, rencana hati-Nya turun-temurun.”Wonder Kids, pada tahun 1947 terjadi sebuah penemuan yang sangat penting. Di dekat Laut Mati, seorang gembala menemukan gua-gua yang berisi gulungan-gulungan kuno. Gulungan itu sekarang dikenal sebagai Gulungan Laut Mati. Lebih dari 800 gulungan ditemukan. Banyak di antaranya berisi bagian-bagian dari Perjanjian Lama. Beberapa sangat rapuh dan harus disusun kembali seperti potongan puzzle.Mengapa penemuan ini penting? Karena gulungan-gulungan itu sangat tua — jauh lebih tua daripada salinan Alkitab yang sebelumnya kita miliki. Para ahli kemudian membandingkan isi Gulungan Laut Mati dengan Alkitab yang kita miliki sekarang. Dan hasilnya? Isinya sangat sama.Itu berarti selama ratusan bahkan ribuan tahun, firman Tuhan disalin dengan sangat hati-hati dan tetap terjaga. Bayangkan itu, Wonder Kids. Selama begitu banyak generasi, firman Tuhan tidak berubah secara sembarangan. Seperti yang dikatakan Mazmur, rancangan Tuhan tetap selama-lamanya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan bukan hanya berbicara dalam sejarah. Ia juga menjaga firman-Nya sepanjang sejarah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Bersyukurlah karena kamu memegang Alkitab yang sama isinya dengan yang dibaca oleh orang-orang percaya ribuan tahun yang lalu.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu tetap sama dari dulu sampai sekarang. Tolong aku supaya menghargai dan mempercayai firman-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan tidak berubah — Ia setia sepanjang generasi. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahNilai dari Banyaknya SalinanDiambil dari: 1 Petrus 1:24–25 (TB)“Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput; rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa Perjanjian Baru memiliki ribuan salinan kuno. Hari ini kita belajar satu hal lagi: mengapa banyaknya salinan itu sangat penting? Para ahli menemukan bahwa Injil bukan hanya disalin dalam bahasa Yunani, tetapi juga diterjemahkan sangat awal ke bahasa lain — seperti Latin, Siria, Koptik, Armenia, dan banyak bahasa kuno lainnya. Itu artinya, firman Tuhan menyebar dengan cepat ke banyak tempat.Sekarang pikirkan ini: Kalau kita tidak memiliki satu pun naskah Yunani asli hari ini, para ahli tetap bisa menyusun kembali isi Perjanjian Baru dari terjemahan-terjemahan kuno itu, karena begitu banyak salinan yang tersedia. Semakin banyak salinan yang kita miliki, semakin mudah kita membandingkannya dan memastikan isi yang benar.Ini seperti memiliki banyak saksi yang menceritakan hal yang sama. Kalau satu salinan rusak, masih ada banyak salinan lain untuk dibandingkan. Banyaknya naskah dan terjemahan justru menjadi bukti bahwa firman Tuhan dijaga dan disebarkan dengan serius oleh orang-orang Kristen mula-mula.Wonder Kids, Tuhan bukan hanya memberi firman-Nya. Ia juga memastikan firman itu tersebar dan dipelihara.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bersyukurlah karena kamu hidup di zaman di mana Alkitab bisa dibaca dalam bahasamu sendiri. Jangan sia-siakan kesempatan itu.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu tetap bertahan sepanjang sejarah. Tolong aku supaya menghargai Alkitab dan mau membacanya setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan tidak hilang — ia dijaga dan disebarkan ke seluruh dunia. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahSalinan dari SalinanDiambil dari: Matius 5:18 (TB)“Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”Wonder Kids, ketika Yesus hidup, belum ada komputer atau mesin cetak. Semua tulisan dibuat dengan tangan. Jadi ketika Injil disalin, orang harus menyalinnya satu per satu. Sekarang muncul pertanyaan penting: Kalau Alkitab adalah salinan dari salinan dari salinan, bagaimana kita bisa yakin isinya masih benar?Para ahli mempelajari ribuan naskah kuno Perjanjian Baru yang ditemukan di berbagai tempat. Mereka membandingkan semua salinan itu dengan teliti. Dan hasilnya sangat luar biasa. Perjanjian Baru memiliki lebih banyak naskah kuno dibandingkan dokumen kuno lainnya dari zaman yang sama. Bukan hanya ratusan, tetapi ribuan.Mengapa ini penting? Karena semakin banyak salinan yang kita miliki, semakin mudah kita membandingkannya dan menemukan jika ada kesalahan kecil dalam penyalinan. Kalau ada satu salinan yang berbeda sedikit, para ahli bisa membandingkannya dengan ratusan salinan lain untuk memastikan mana yang paling sesuai dengan naskah aslinya. Itu sebabnya banyak ahli mengatakan bahwa teks Perjanjian Baru adalah salah satu dokumen kuno yang paling terjamin keasliannya.Wonder Kids, Tuhan bukan hanya mengilhamkan firman-Nya. Ia juga memelihara firman-Nya sepanjang sejarah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hargailah Alkitabmu. Itu adalah firman Tuhan yang dipelihara selama ribuan tahun supaya kamu bisa membacanya hari ini.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menjaga firman-Mu dari generasi ke generasi. Tolong aku supaya membaca dan menaati firman-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Walaupun disalin berkali-kali, firman Tuhan tetap terpelihara. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahApa Itu Legenda?Diambil dari: Mazmur 77:15 (TB)“Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang sesuatu yang disebut “legendary corruption” atau Kisah yang Berubah Seiring Waktu — artinya, sebuah cerita yang berubah menjadi legenda karena diceritakan berulang-ulang selama waktu yang sangat lama.Contohnya adalah cerita tentang Santa Claus. Tokoh aslinya adalah Nikolas dari Myra, seorang tokoh nyata yang hidup pada abad ketiga. Tetapi cerita tentang dirinya berkembang dan berubah selama ratusan tahun. Akhirnya, gambarnya menjadi seperti yang kita kenal sekarang — berjubah merah dan membawa hadiah.Legenda biasanya muncul karena cerita disampaikan dari generasi ke generasi dalam waktu yang sangat panjang, dan lama-kelamaan detailnya berubah. Sekarang pertanyaannya: Apakah kisah Yesus juga seperti itu? Para ahli mengatakan tidak. Mengapa?Karena Injil ditulis hanya beberapa puluh tahun setelah kehidupan Yesus. Masih ada banyak saksi mata yang hidup pada waktu itu. Kalau ada cerita yang salah atau dibesar-besarkan, orang-orang yang menyaksikan peristiwa aslinya bisa langsung membantahnya.Selain itu, kita punya banyak bukti dokumen yang menunjukkan bahwa Injil sudah beredar sejak awal dan tidak menunggu ratusan tahun untuk ditulis. Artinya, kisah Yesus tidak punya waktu yang cukup untuk berubah menjadi legenda seperti cerita-cerita rakyat lainnya.Wonder Kids, mukjizat Yesus bukan dongeng. Ia benar-benar hidup, benar-benar mati, dan benar-benar bangkit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bersyukurlah karena iman kita tidak berdiri di atas cerita khayalan, tetapi di atas peristiwa nyata dalam sejarah.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena mukjizat-Mu bukan legenda, tetapi kebenaran. Tolong aku supaya semakin percaya bahwa Engkau sungguh bekerja dalam sejarah dan dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan legenda. Ia adalah Tuhan yang benar-benar hidup dan bekerja. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBukti DokumenDiambil dari: Yeremia 30:2 (TB) “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala firman yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam sebuah kitab.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal penting: bukti tertulis. Dalam kehidupan sehari-hari, kalau ada hal penting — seperti surat resmi, perjanjian, atau bukti pembayaran — biasanya dibuat secara tertulis. Mengapa? Supaya bisa diperiksa dan dipercaya.Begitu juga dengan Alkitab. Kita sudah belajar bahwa Injil adalah kesaksian para saksi mata. Tetapi sekarang muncul pertanyaan: Bagaimana kita tahu bahwa dokumen yang kita baca hari ini benar-benar berasal dari zaman itu? Bagaimana kita tahu bahwa isinya tidak berubah?Di dunia hukum, sebelum sebuah dokumen diterima sebagai bukti, dokumen itu harus bisa diperiksa keasliannya. Apakah benar berasal dari waktu yang diklaim? Apakah salinannya bisa dipercaya? Hal yang sama juga dipelajari oleh para ahli Alkitab. Mereka meneliti naskah-naskah kuno yang ditemukan. Mereka membandingkan ribuan salinan untuk memastikan isinya tetap sama.Dan hasilnya? Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, adalah salah satu dokumen kuno yang paling banyak memiliki salinan kuno dan paling baik dipelihara dibandingkan dokumen kuno lainnya. Artinya, kita tidak hanya percaya karena tradisi. Kita juga punya bukti dokumen yang bisa diteliti.Wonder Kids, iman Kristen bukan dongeng yang muncul tiba-tiba. Firman Tuhan dicatat, disalin, dan dijaga sepanjang sejarah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah menghargai Alkitabmu. Itu bukan buku biasa. Itu adalah firman Tuhan yang dipelihara selama ribuan tahun supaya kamu bisa membacanya hari ini.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memerintahkan firman-Mu untuk dituliskan dan dipelihara. Tolong aku supaya menghargai Alkitab dan percaya bahwa itu adalah firman-Mu yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan bukan hanya diceritakan, tetapi juga dicatat dan dipelihara. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah dan KebohonganDiambil dari: Amsal 12:22 (TB)“Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.”Wonder Kids, sebagai orang Kristen kita dipanggil untuk berkata benar. Mengapa? Karena Tuhan sendiri adalah Allah yang benar. Alkitab berkata bahwa Tuhan membenci kebohongan. Dalam Amsal 6:16–19 disebutkan beberapa hal yang dibenci Tuhan, dan kebohongan disebutkan lebih dari sekali. Tuhan membenci lidah dusta dan saksi palsu yang menyebarkan kebohongan. Mengapa Tuhan begitu serius tentang kebohongan?Karena kebohongan bertentangan dengan sifat Allah. Tuhan adalah sumber kebenaran. Ketika seseorang berbohong, ia sedang melawan karakter Allah sendiri. Selain itu, kebohongan merusak hubungan. Orang yang sering berbohong akan sulit dipercaya. Ketika kita tidak jujur, orang lain akan ragu untuk mempercayai kita lagi. Tuhan senang kepada orang yang setia dan dapat dipercaya. Bukan berarti kita selalu sempurna, tetapi kita mau hidup dalam kebenaran.Wonder Kids, ingat ini: Berbohong bukan hanya membuat orang lain sedih. Itu juga menyedihkan hati Tuhan. Sebaliknya, ketika kita berkata jujur, walaupun sulit, kita sedang menunjukkan bahwa kita ingin hidup seperti Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu pernah berbohong, beranilah mengakuinya. Minta maaf dan perbaiki. Tuhan lebih senang pada hati yang jujur daripada orang yang pura-pura tidak bersalah.Mari kita berdoa:Tuhan, Engkau adalah Allah yang benar. Tolong aku supaya tidak suka berbohong, tetapi belajar berkata jujur dalam segala hal. Jadikan aku anak yang bisa dipercaya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tuhan membenci kebohongan, tetapi Ia berkenan kepada orang yang hidup dalam kebenaran. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Saksi yang MenentangDiambil dari: Lukas 8:17 (TB)“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang ujian terakhir untuk melihat apakah Injil bisa dipercaya. Ujian ini disebut adverse witness test atau Ujian Saksi yang Menentang — artinya: Apa kata orang-orang yang menentang Yesus? Kalau sebuah cerita itu palsu, biasanya orang-orang yang menentangnya akan langsung membongkarnya dan berkata, “Itu tidak pernah terjadi!” Sekarang pikirkan tentang Yesus.Banyak orang pada zaman itu tidak menyukai Yesus. Mereka tidak percaya kepada-Nya. Mereka bahkan ingin menjatuhkan-Nya. Tetapi apakah mereka berkata bahwa Yesus tidak pernah melakukan mukjizat? Tidak. Mereka tidak mengatakan bahwa Yesus tidak menyembuhkan orang. Mereka juga tidak mengatakan bahwa Ia tidak mengusir setan.Yang mereka katakan adalah: “Yesus melakukan itu dengan kuasa lain.” Mereka menuduh bahwa kuasa-Nya berasal dari Beelzebul.Perhatikan ini baik-baik, Wonder Kids.Mereka tidak menyangkal bahwa mukjizat itu terjadi. Mereka hanya mencoba menjelaskan sumbernya dengan cara yang salah. Itu artinya bahkan musuh-musuh Yesus pun mengakui bahwa Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang luar biasa. Kalau mukjizat-mukjizat itu tidak pernah terjadi, tentu lebih mudah bagi mereka untuk berkata, “Itu bohong.” Tetapi mereka tidak bisa berkata begitu. Ini membuat kesaksian Injil semakin kuat.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa kebenaran tidak mudah dihancurkan. Bahkan orang yang menentang Yesus tidak bisa menghapus apa yang benar-benar terjadi.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan takut ketika ada orang yang meragukan imanmu. Belajarlah mengenal Yesus dengan lebih dalam, supaya imanmu berdiri di atas kebenaran.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena kebenaran-Mu tidak bisa disembunyikan. Tolong aku supaya berani percaya kepada-Mu dan tidak mudah goyah ketika ada orang yang meragukan iman Kristen. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Kebenaran Yesus tetap berdiri, bahkan ketika ditentang. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Penguatan BuktiDiambil dari: Ulangan 32:7 (TB)“Ingatlah zaman purbakala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu; tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia akan memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka akan mengatakannya kepadamu.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu ujian lagi untuk melihat apakah kesaksian Injil bisa dipercaya. Ujian ini disebut corroboration test atau Ujian Penguatan Bukti, artinya: Apakah cerita dalam Injil didukung atau diperkuat oleh bukti lain?Kalau seseorang menceritakan suatu peristiwa, biasanya kita bisa mengecek:Apakah ada orang lain yang juga melihatnya? Dan Apakah ada catatan sejarah yang mendukungnya?Para ahli berkata bahwa semakin banyak detail yang bisa diperiksa — seperti nama tempat, nama orang, dan peristiwa sejarah — semakin besar kemungkinan cerita itu benar. Craig Blomberg, seorang ahli Perjanjian Baru, mengatakan bahwa semakin lama orang mempelajari Injil, semakin banyak detail yang justru dikonfirmasi oleh penemuan sejarah dan arkeologi.Memang, Yesus tidak sering muncul dalam catatan sejarah besar seperti catatan perang atau raja-raja besar. Tetapi ada sumber-sumber non-Kristen yang menyebut tentang Yesus dan orang-orang Kristen mula-mula. Selain itu, banyak penemuan arkeologi mendukung latar belakang sejarah yang disebutkan dalam Injil — seperti kota-kota, jabatan pemerintahan, dan kebiasaan pada zaman itu. Artinya, Injil bukan dongeng yang dibuat tanpa latar sejarah. Ada banyak detail yang bisa diperiksa.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa iman Kristen bukan iman yang buta. Tuhan tidak meminta kita percaya tanpa dasar. Sejarah dan bukti juga mendukung apa yang Alkitab katakan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah mencintai kebenaran. Jangan takut bertanya dan mencari jawaban. Tuhan tidak takut pada pertanyaan yang jujur.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu bukan cerita kosong, tetapi kebenaran yang bisa dipercaya. Tolong aku supaya memiliki iman yang teguh dan mau mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Iman kepada Yesus berdiri di atas kebenaran yang bisa dipercaya.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMomen Memalukan: Murid-Murid yang Lambat MengertiDiambil dari: Lukas 18:34 (TB)“Tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.”Wonder Kids, Yesus adalah Guru yang luar biasa. Ia mengajar dengan penuh kuasa, memakai perumpamaan, dan menjelaskan tentang Kerajaan Allah. Tetapi tahukah kamu sesuatu yang mengejutkan? Murid-murid sering tidak mengerti.Bahkan setelah Yesus mengajar berkali-kali, mereka masih bingung. Alkitab mencatat banyak contoh: Matius 16:9, Markus 8:21, Markus 9:32, Lukas 9:45, Lukas 18:34, dan Yohanes 12:16. Berkali-kali dikatakan bahwa mereka tidak mengerti.Sekarang coba pikirkan: Kalau para murid ingin terlihat pintar dan rohani, apakah mereka akan menuliskan bahwa mereka sering tidak paham? Tentu tidak. Tetapi mereka tetap menuliskannya. Mengapa? Karena mereka tidak sedang membangun nama mereka sendiri. Mereka sedang bersaksi tentang apa yang benar-benar terjadi.Mereka tidak peduli terlihat lambat, bingung, atau salah paham. Yang penting adalah orang-orang mengenal Yesus. Ini menunjukkan bahwa Injil bukan cerita yang dihias supaya para murid tampak hebat. Justru mereka terlihat biasa saja, bahkan sering gagal memahami. Dan ada satu hal penting lagi: Walaupun mereka lambat mengerti, Yesus tetap sabar mengajar mereka. Roh Kudus kemudian menolong mereka mengerti dan mengingat semua yang Yesus ajarkan.Wonder Kids, ini kabar baik untuk kita juga. Kadang-kadang kita membaca Alkitab dan merasa tidak mengerti. Jangan takut. Murid-murid pun pernah begitu. Tuhan sabar mengajar kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau ada bagian Alkitab yang sulit, jangan menyerah. Mintalah Roh Kudus menolongmu memahami firman Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau sabar mengajar murid-murid-Mu. Tolong aku supaya tidak cepat menyerah ketika tidak mengerti firman-Mu, tetapi mau terus belajar dengan rendah hati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tuhan sabar mengajar murid-murid yang mau belajar. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah: Momen Memalukan: Kisah Petrus dalam Injil Markus.Diambil dari: Markus 8:33 (TB)“Tetapi Yesus berpaling dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: ‘Enyahlah Iblis. Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.'”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa Injil Markus banyak berhubungan dengan Petrus. Banyak ahli percaya bahwa Markus menuliskan kisah-kisah yang ia dengar langsung dari Petrus. Sekarang pikirkan ini: Kalau Petrus ingin terlihat hebat, apakah ia akan menceritakan bagian-bagian yang memalukan tentang dirinya?Di dalam Injil Markus, kita melihat beberapa kejadian yang memperlihatkan kelemahan Petrus dan murid-murid. Misalnya, dalam Markus 4:35–41, Petrus dan murid-murid ketakutan saat badai di Danau Galilea. Lalu dalam Markus 8 ayat 14 sampai 21, mereka tidak mengerti ajaran Yesus. Masih di Markus 8 ayat 14-21, setelah Petrus mengaku Yesus adalah Mesias, Yesus justru menegurnya dan berkata, “Enyahlah Iblis.” Dan dalam Markus 14, Petrus menyangkal Yesus tiga kali.Kalau Petrus ingin memperindah ceritanya, ia bisa saja menghapus bagian-bagian ini. Tetapi ia tidak melakukannya. Markus mencatat semuanya apa adanya. Ini menunjukkan bahwa Injil bukan cerita yang dibuat-buat untuk membuat para murid terlihat hebat. Justru mereka terlihat lemah, takut, dan sering salah. Mengapa? Karena mereka ingin menyampaikan kebenaran, bukan membela diri.Dan ada satu hal yang indah: Walaupun Petrus gagal, Yesus tetap memakainya. Yesus memulihkan Petrus dan memakainya menjadi pemimpin gereja mula-mula.Wonder Kids, ini kabar baik untuk kita juga. Kalau kita pernah gagal, pernah malu, atau pernah salah — Tuhan tetap bisa memakai kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan takut mengakui kesalahanmu. Tuhan lebih senang hati yang jujur daripada orang yang pura-pura sempurna.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak membuang Petrus walaupun ia gagal. Tolong aku supaya berani jujur tentang kesalahanku dan percaya bahwa Engkau masih mau memakai hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tuhan bisa memakai orang yang pernah gagal, asalkan ia mau kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMomen Memalukan: Yesus Tidak Tahu?Diambil dari: Markus 13:32 (TB)“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.”Wonder Kids, di dalam Injil Matius dan Markus, Yesus berbicara tentang akhir zaman. Ia berkata bahwa suatu hari Ia akan datang kembali. Tetapi ada satu bagian yang mengejutkan. Yesus berkata bahwa tidak seorang pun tahu kapan hari itu akan tiba — bahkan Anak Allah pun tidak — hanya Bapa saja yang tahu. Sekarang pertanyaannya: Kalau Yesus adalah Tuhan, bagaimana mungkin Ia tidak tahu?Sebagian orang menganggap ini memalukan atau aneh. Kalau murid-murid mau membuat Yesus terlihat hebat, mereka pasti akan menghapus bagian ini. Tetapi mereka tidak menghapusnya. Mereka tetap menuliskannya. Mengapa? Karena mereka menulis dengan jujur apa yang Yesus benar-benar katakan.Alkitab juga menjelaskan bahwa ketika Yesus datang ke dunia, Ia merendahkan diri-Nya. Dalam Filipi 2:6–8 dijelaskan bahwa Yesus yang adalah Allah mengambil rupa seorang hamba dan menjadi manusia. Ia sungguh-sungguh Allah, tetapi juga sungguh-sungguh manusia. Sebagai manusia, Yesus mengalami keterbatasan. Ia lapar, Ia lelah, Ia bisa sedih. Dan dalam peran-Nya sebagai Anak yang taat kepada Bapa, Ia tidak menyatakan waktu kedatangan-Nya kembali. Ini bukan berarti Yesus bukan Tuhan. Justru ini menunjukkan bahwa Ia benar-benar menjadi manusia untuk menyelamatkan kita.Wonder Kids, ini juga menunjukkan satu hal penting: Para penulis Injil tidak menutup-nutupi bagian yang sulit dimengerti. Mereka tidak menyaring cerita supaya Yesus selalu terlihat “lebih hebat.” Mereka menulis apa adanya. Karena itu kita bisa percaya bahwa Injil adalah kesaksian yang jujur.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang sungguh-sungguh menjadi manusia demi menyelamatkanmu. Dan belajarlah rendah hati seperti Yesus yang rela merendahkan diri.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela datang menjadi manusia untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dan belajar hidup dengan rendah hati seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia — dan Injil ditulis dengan jujur.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Hari ini tanggal 1 April. Banyak orang mengenal hari ini sebagai hari untuk bercanda atau bahkan menipu. Tapi hari ini kita belajar sesuatu yang penting. Judul renungan hari ini adalahUjian Tanpa Ditutup-TutupiDiambil dari: Roma 5:3–4 (TB)“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”Wonder Kids, ada satu pertanyaan penting tentang Injil: Apakah para penulisnya menutup-nutupi hal-hal yang memalukan? Kalau seseorang ingin membuat cerita supaya terlihat hebat, biasanya ia akan menyembunyikan bagian yang jelek. Misalnya, kalau murid-murid Yesus ingin terlihat berani, mereka pasti tidak akan menulis bahwa mereka pernah takut, lari, atau menyangkal Yesus. Tetapi apa yang terjadi di Alkitab?Murid-murid justru menuliskan bahwa Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali. Mereka juga mencatat bahwa para murid ketakutan ketika Yesus ditangkap. Selain itu, mereka mengakui bahwa mereka sering tidak mengerti ajaran Yesus. Kalau mereka mau “menutupi cerita”, bagian-bagian itu pasti dihapus. Tetapi tidak. Itu menunjukkan bahwa mereka menulis dengan jujur. Mereka tidak membuat cerita agar terlihat hebat. Mereka menulis apa yang benar-benar terjadi.Wonder Kids, kejujuran itu penting. Tuhan tidak senang pada kebohongan, walaupun itu terlihat lucu atau hanya bercanda. Di hari yang sering dipakai untuk menipu orang, kita diingatkan: Anak Tuhan dipanggil untuk hidup dalam kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pilih untuk berkata jujur, bahkan dalam hal kecil. Jadilah anak yang bisa dipercaya.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu ditulis dengan jujur dan apa adanya. Tolong aku supaya menjadi anak yang tidak suka menipu atau menutupi kesalahan, tetapi berani hidup dalam kebenaran. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Anak Tuhan tidak hidup dengan menutupi kebenaran, tetapi berjalan dalam terang. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN PRASANGKA ATAU BIASDiambil dari: Yakobus 2:1 “Saudara-saudaraku, janganlah imanmu kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia itu, kamu amalkan dengan memandang muka.”Wonder Kids, kata “prasangka” atau bias berarti cara kita melihat orang lain yang sudah dipengaruhi oleh perasaan atau pikiran kita sebelumnya. Misalnya, kalau kita sudah tidak suka pada seseorang, kita bisa langsung berpikir buruk tentang dia, walaupun kita belum tahu ceritanya yang sebenarnya. Hal seperti ini bisa membuat kita tidak adil kepada orang lain.Sekarang kita pikirkan para penulis Injil. Mereka menulis tentang Yesus, tetapi mereka juga manusia biasa. Apakah mungkin mereka menulis karena prasangka?Banyak ahli Alkitab mengatakan bahwa justru sebaliknya. Para penulis Injil sangat mengasihi Yesus dan percaya kepada-Nya, tetapi mereka juga menuliskan hal-hal yang sulit dan tidak menyenangkan tentang diri mereka sendiri: mereka pernah takut, pernah menyangkal Yesus, dan pernah gagal mengerti ajaran-Nya.Kalau mereka hanya ingin membuat Yesus terlihat hebat dan diri mereka terlihat baik, tentu mereka tidak akan menulis tentang kesalahan mereka sendiri. Tetapi mereka menulis dengan jujur, karena mereka mau menyampaikan kebenaran, bukan membela diri.Itu menunjukkan bahwa Injil tidak ditulis karena prasangka atau ingin mencari nama, tetapi karena mereka mau bersaksi tentang apa yang benar-benar terjadi.Wonder Kids, Tuhan mau kita belajar melihat orang lain dengan adil, bukan dengan prasangka. Tuhan mau kita mengasihi orang seperti Yesus mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba perhatikan, apakah kamu pernah langsung menilai temanmu tanpa tahu cerita yang sebenarnya? Mintalah Tuhan menolongmu supaya bisa melihat orang lain dengan kasih, bukan dengan prasangka.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk mengasihi tanpa pilih kasih. Tolong aku supaya tidak mudah menilai orang lain, tetapi belajar mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Mengikuti Yesus berarti belajar melihat orang lain dengan kasih, bukan dengan prasangka. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah SILSILAH YESUS YANG MANA YANG BENAR?Diambil dari: Matius 1:1 “Kitab silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.”Wonder Kids, di Alkitab ada dua silsilah (daftar keturunan) Yesus yang ditulis dalam Injil Matius dan Injil Lukas. Kalau dibaca, nama-namanya tidak persis sama. Ada orang yang bertanya, “Yang benar yang mana?” Apakah ini berarti Alkitab salah? Tidak.Silsilah dalam Injil Matius ditulis untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah keturunan Raja Daud secara hukum. Karena itu, Matius mencatat silsilah lewat Yusuf, ayah angkat Yesus. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa Yesus sah menjadi Raja sesuai janji Allah.Sedangkan silsilah dalam Injil Lukas ditulis untuk menunjukkan garis keturunan Yesus sebagai manusia. Karena itu, Lukas mencatat silsilah melalui Maria, ibu Yesus. Ini menunjukkan bahwa Yesus sungguh-sungguh manusia yang lahir dalam keluarga Daud. Jadi, kedua silsilah itu tidak bertentangan, tetapi saling melengkapi: Matius menunjukkan bahwa Yesus adalah Raja yang sah, Lukas menunjukkan bahwa Yesus adalah manusia sejati. Yang penting bukan daftar nama-namanya, tetapi berita besar di baliknya: Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah sejak zaman Abraham dan Daud.Wonder Kids, Tuhan menepati janji-Nya melalui sejarah yang panjang dan banyak orang. Nama-nama dalam silsilah mengingatkan kita bahwa Allah bekerja melalui keluarga dan kehidupan manusia biasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba tanyakan kepada orang tuamu atau kakek-nenekmu tentang silsilah keluargamu. Bersyukurlah karena Tuhan menempatkan kamu dalam keluargamu dengan rencana-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau setia menepati janji-Mu. Terima kasih karena Engkau mengutus Yesus sesuai rencana-Mu sejak dahulu. Tolong aku supaya percaya bahwa hidupku juga ada dalam rencana-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, silsilah Yesus mengingatkan kita bahwa Allah setia bekerja dari generasi ke generasi. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah GERASA ATAU GADARA?Diambil dari: Lukas 8:33 “Lalu setan-setan itu keluar dari orang itu dan masuk ke dalam babi-babi itu; dan kawanan babi itu terjun dari tebing yang curam ke dalam danau dan mati lemas.”Wonder Kids, ada satu cerita tentang Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan setan. Cerita ini ditulis dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas. Tetapi ada satu perbedaan kecil:Matius menulis bahwa peristiwa itu terjadi di daerah Gadara, sedangkan Markus dan Lukas menulis bahwa peristiwa itu terjadi di daerah Gerasa. Apakah ini berarti Alkitab salah? Tidak.Pada zaman itu, orang sering menyebut suatu daerah dengan nama kota besar terdekat atau nama wilayahnya. Gadara adalah kota yang terkenal, sedangkan Gerasa adalah nama daerah yang lebih luas. Bisa jadi tempat kejadian itu berada di wilayah Gerasa tetapi dekat dengan kota Gadara. Beberapa orang dari daerah yang kecil dan kurang dikenal biasa, bila ditanya tinggal dimana atau asalnya dari mana, maka akan menyebut nama kota yang dekat tetapi lebih besar dan terkenal. Kita menyebut kota yang lebih terkenal supaya orang lain mudah mengerti. Jadi, perbedaan nama tempat ini bukan kesalahan, tetapi cara orang zaman dulu menyebut lokasi dengan cara yang berbeda. Yang terpenting bukan nama kota itu, tetapi kuasa Yesus yang menyembuhkan orang yang menderita.Wonder Kids, Tuhan tidak pernah salah dalam firman-Nya. Perbedaan kecil seperti nama tempat tidak mengubah kebenaran besar tentang Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu menemukan perbedaan kecil dalam cerita Alkitab, jangan langsung bingung. Belajarlah bertanya dan membaca lebih teliti supaya kamu mengerti maksudnya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar. Tolong aku supaya tidak mudah ragu ketika membaca Alkitab, tetapi mau belajar dan memahami kebenaran-Mu dengan baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, perbedaan kecil dalam Alkitab tidak mengubah kebenaran besar tentang Yesus. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BAGAIMANA DENGAN HAMBA PERWIRA?Diambil dari: Matius 8:10 “Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikutinya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.'”Wonder Kids, ada sebuah cerita terkenal tentang seorang perwira Romawi yang datang kepada Yesus karena hambanya sakit keras. Cerita ini dicatat baik di Injil Matius maupun Injil Lukas.Perwira itu tidak meminta Yesus datang ke rumahnya. Ia berkata bahwa Yesus cukup mengucapkan sepatah kata saja, maka hambanya akan sembuh. Ia percaya bahwa Yesus memiliki kuasa, sama seperti seorang perwira yang memberi perintah kepada prajurit-prajuritnya.Yesus sangat kagum dengan iman perwira itu. Padahal, perwira itu bukan orang Yahudi dan bukan bagian dari bangsa pilihan Allah. Tetapi ia percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh.Dalam Injil Lukas, diceritakan bahwa perwira itu mengutus para tua-tua Yahudi untuk menyampaikan permintaannya kepada Yesus. Dalam Injil Matius, perwira itu digambarkan datang sendiri kepada Yesus. Apakah ini bertentangan? Tidak. Perwira itu memang tidak datang langsung pada awalnya, tetapi ia mengutus orang lain sebagai wakilnya. Alkitab sering menuliskan tindakan orang yang diwakili seolah-olah ia melakukannya sendiri. Jadi, kedua Injil itu menceritakan peristiwa yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Yang terpenting bukan siapa yang datang terlebih dahulu, tetapi iman perwira itu kepada Yesus.Wonder Kids, Tuhan melihat hati kita, bukan hanya tindakan luar kita. Tuhan senang kepada anak-anak yang percaya kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, belajarlah percaya kepada Yesus sepenuh hati, walaupun kamu tidak melihat-Nya secara langsung. Percayalah bahwa Yesus berkuasa menolongmu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau senang melihat iman yang sederhana tetapi sungguh-sungguh. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu seperti perwira itu, percaya pada kuasa-Mu dan kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus senang kepada anak-anak yang percaya kepada-Nya dengan sungguh-sungguh. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SISI LAIN DARI KONSISTENSIDiambil dari: Roma 12:16a “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Injil tidak bisa dipercaya karena ada perbedaan cerita di dalamnya. Mereka mengira bahwa kalau ceritanya tidak sama persis, berarti ceritanya salah.Tetapi pikirkan ini: Kalau dua murid mengerjakan ujian dan jawaban mereka sama persis kata demi kata, guru justru akan curiga bahwa mereka menyontek. Tetapi kalau jawaban mereka mirip, walaupun tidak sama persis, guru akan percaya bahwa mereka mengerjakan sendiri dengan jujur.Begitu juga dengan Injil. Kalau Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes menulis cerita yang sama persis kata demi kata, kita bisa curiga bahwa mereka bekerja sama untuk membuat cerita. Tetapi karena mereka menulis dengan gaya dan sudut pandang yang berbeda, justru itu menunjukkan bahwa mereka adalah saksi yang jujur.Para penulis Injil sepakat tentang hal yang paling penting: Yesus hidup, mengajar, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Itu adalah inti Injil yang tidak pernah berubah.Perbedaan kecil dalam cerita bukan tanda kebohongan, tetapi tanda bahwa mereka menceritakan peristiwa yang sama dari sudut pandang yang berbeda.Wonder Kids, Tuhan mau kita percaya kepada firman-Nya dengan bijaksana, bukan dengan curiga. Kita diajar untuk melihat kebenaran besar, bukan terjebak pada perbedaan kecil.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu membaca dua cerita Alkitab yang mirip tetapi tidak sama persis, bersyukurlah karena itu menunjukkan bahwa banyak saksi menceritakan hal yang sama tentang Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perbedaan kecil, tetapi semakin percaya kepada kebenaran besar tentang Yesus di dalam Alkitab. Ajari aku untuk mencintai firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kesamaan dalam Injil menunjukkan kebenaran, dan perbedaan kecil menunjukkan kejujuran para saksi. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KONSISTENSIDiambil dari: Kolose 1:17 “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.”Wonder Kids, bayangkan ada dua orang yang menceritakan satu peristiwa yang sama. Kalau ceritanya benar-benar berbeda, kita akan ragu apakah peristiwa itu sungguh terjadi. Tetapi kalau ceritanya mirip, walaupun tidak persis sama, kita justru bisa percaya bahwa peristiwa itu memang benar.Begitu juga dengan Injil. Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes menuliskan kisah tentang Yesus. Ada bagian yang sama, ada bagian yang berbeda. Tetapi perbedaannya bukan karena mereka mengarang cerita, melainkan karena mereka melihat peristiwa yang sama dari sudut pandang yang berbeda.Kalau semua Injil ditulis persis sama kata demi kata, justru kita bisa curiga bahwa mereka bekerja sama untuk menyalin satu cerita. Tetapi karena ada perbedaan kecil dan juga banyak kesamaan besar, kita bisa melihat bahwa mereka menulis dengan jujur apa yang mereka ketahui.Semua Injil sepakat tentang hal yang paling penting: Yesus adalah Anak Allah, Ia mati di kayu salib untuk dosa kita, dan Ia bangkit dari kematian. Itulah inti Injil yang tidak pernah berubah.Wonder Kids, Tuhan tidak mau kita bingung karena perbedaan kecil dalam cerita Alkitab. Tuhan mau kita melihat kebenaran besar yang sama di dalam semua Injil.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu membaca dua cerita Alkitab yang mirip tetapi tidak sama persis, jangan bingung. Ingatlah bahwa Tuhan sedang mengajar kita lewat sudut pandang yang berbeda tentang Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami firman-Mu yang benar. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perbedaan kecil, tetapi melihat kebenaran besar tentang Yesus di dalam Alkitab. Ajari aku untuk semakin mengenal Engkau melalui firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, perbedaan kecil dalam Injil tidak merusak kebenaran besar—Yesus adalah Juruselamat kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KARAKTER PARA PENULISDiambil dari: Amsal 11:3 “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusakkan oleh kecurangannya.”Wonder Kids, pernah dengar cerita tentang anak yang berteriak, “Serigala! Serigala!” padahal tidak ada serigala? Lama-lama, orang tidak percaya lagi kepadanya. Tetapi ketika serigala benar-benar datang, tidak ada yang percaya.Cerita itu mengajarkan kita bahwa orang yang suka berbohong tidak bisa dipercaya.Sekarang kita pikirkan para penulis Injil. Mereka menulis tentang Yesus, tetapi hidup mereka sendiri menunjukkan bahwa mereka orang-orang yang jujur dan berani mengatakan kebenaran, walaupun itu membuat mereka menderita.Mereka tidak mendapatkan uang atau kekuasaan karena menulis tentang Yesus. Justru sebaliknya, banyak dari mereka dipenjara, dianiaya, bahkan dibunuh karena memberitakan Injil. Kalau mereka berbohong, tentu mereka tidak mau menderita seperti itu.Artinya, para penulis Injil tidak sedang mengarang cerita. Mereka menulis apa yang benar-benar mereka lihat dan dengar, karena mereka mengasihi kebenaran lebih daripada kenyamanan hidup.Wonder Kids, Tuhan mau kita juga menjadi anak-anak yang jujur. Mengikuti Yesus berarti belajar berkata benar, meskipun itu sulit.Lebih baik berkata jujur dan dimarahi, daripada berbohong dan kelihatan baik di luar tetapi salah di dalam.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau hari ini kamu melakukan kesalahan, cobalah berkata jujur kepada orang tua atau gurumu. Mintalah ampun kepada Tuhan dan belajarlah hidup benar.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarkan kami untuk hidup jujur. Tolong aku supaya berani berkata benar, tidak suka berbohong, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, pengikut Yesus dikenal bukan karena pintar beralasan, tetapi karena hidup jujur dan benar. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ALKITAB BUKAN SEPERTI PERMAINAN TELEPON RUSAKDiambil dari: Amsal 30:5 “Setiap firman Allah adalah murni; Dia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.”Wonder Kids, mungkin kamu pernah bermain permainan “telepon rusak.” Satu orang membisikkan pesan ke temannya, lalu diteruskan ke teman berikutnya. Biasanya, di akhir permainan, pesannya sudah berubah dan tidak sama seperti pesan awal.Ada orang yang berkata bahwa Alkitab juga seperti itu: ceritanya berubah-ubah karena diceritakan dari satu orang ke orang lain selama bertahun-tahun. Mereka berpikir bahwa kisah tentang Yesus tidak bisa dipercaya lagi. Tetapi sebenarnya, Alkitab tidak seperti permainan telepon rusak.Mengapa? Karena cerita tentang Yesus dijaga bersama-sama oleh banyak orang percaya. Kisah tentang Yesus bukan hanya dibisikkan dari satu orang ke orang lain, tetapi diajarkan secara terbuka, diceritakan berulang-ulang, dan diperiksa bersama-sama oleh jemaat.Kalau ada orang yang menceritakan kisah Yesus dengan salah, orang lain akan langsung mengoreksinya. Karena itu, berita tentang Yesus tetap sama dan tidak berubah.Selain itu, ketika Injil akhirnya ditulis, masih banyak orang yang hidup dan bisa memastikan apakah ceritanya benar atau tidak. Jadi, Injil bukan cerita yang dibuat-buat, tetapi kesaksian nyata yang dijaga dengan sungguh-sungguh.Wonder Kids, Tuhan tidak membiarkan firman-Nya rusak atau berubah. Tuhan menjaga kebenaran tentang Yesus supaya kita bisa mengenal Dia dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu menceritakan kisah tentang Yesus kepada orang lain, ceritakanlah dengan jujur dan sesuai dengan Alkitab. Rajinlah membaca firman Tuhan supaya kamu tahu apa yang benar.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menjaga firman-Mu tetap benar. Tolong aku supaya mau belajar Alkitab dengan sungguh-sungguh dan menceritakan tentang Yesus dengan benar kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Firman Tuhan tidak berubah seperti permainan telepon rusak—firman Tuhan tetap benar sampai selama-lamanya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah DAYA INGAT YANG LUAR BIASADiambil dari: Yohanes 21:25 “Masih banyak hal-hal lain yang diperbuat Yesus. Jika semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”Wonder Kids, pada zaman Tuhan Yesus, anak-anak Yahudi sudah mulai belajar menghafal Kitab Suci sejak kecil. Mereka menghafal Taurat: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Itu berarti mereka menghafal banyak sekali ayat Alkitab.Karena terbiasa menghafal, orang-orang pada zaman itu memiliki daya ingat yang sangat baik. Para murid Yesus juga terbiasa mendengarkan dan mengingat ajaran-Nya. Mereka menyimpan perkataan Yesus di dalam hati mereka sebelum semuanya dituliskan dalam Injil.Itulah sebabnya, ketika Injil ditulis, para penulis Injil dapat menuliskan kembali ajaran dan perbuatan Yesus dengan baik. Mereka tidak asal menulis, tetapi mengingat dan menceritakan apa yang benar-benar terjadi.Injil tidak hanya berisi cerita singkat, tetapi kesaksian yang lengkap tentang hidup Yesus: apa yang Ia ajarkan, apa yang Ia lakukan, bagaimana Ia mati, dan bagaimana Ia bangkit. Semua itu diingat dan disampaikan dengan setia oleh para murid.Wonder Kids, Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan untuk mengingat. Tuhan mau kita memakai kemampuan itu untuk mengingat firman-Nya dan perbuatan-Nya yang baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, cobalah menghafal satu ayat Alkitab hari ini atau mengingat kembali satu cerita tentang Yesus yang pernah kamu dengar, lalu ceritakan kembali kepada orang lain.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi kami kemampuan untuk mengingat. Tolong aku supaya memakai ingatanku untuk menyimpan firman-Mu di dalam hati dan menceritakan tentang Yesus kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Tuhan memberi kita ingatan supaya kita bisa mengenal dan mengingat Yesus dengan baik. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KEMAMPUAN MENGINGATDiambil dari: Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”Wonder Kids, pada zaman dahulu belum ada buku cetak seperti sekarang, apalagi komputer atau ponsel. Banyak cerita penting diajarkan dari mulut ke mulut. Orang tua mengajarkan kepada anak-anak, guru mengajarkan kepada murid-murid, dan semua orang mengulanginya terus-menerus supaya tidak lupa.Begitu juga dengan cerita tentang Yesus. Kisah tentang hidup dan ajaran Yesus diceritakan berkali-kali oleh para murid kepada banyak orang sebelum akhirnya ditulis dalam Injil. Karena sering diceritakan, orang-orang bisa mengingat dengan baik apa yang Yesus lakukan dan ajarkan.Dalam budaya pada waktu itu, ada bagian-bagian cerita yang selalu diingat dan diulang dengan sama. Kalau ada yang salah mengingat, orang lain akan mengoreksi. Dengan cara ini, cerita tentang Yesus tetap terjaga dengan benar.Artinya, Injil tidak ditulis asal-asalan. Cerita tentang Yesus sudah dihafalkan, diajarkan, dan dijaga kebenarannya sejak awal oleh banyak orang.Wonder Kids, Tuhan mau firman-Nya bukan hanya ditulis di buku, tetapi juga diingat di hati kita. Kita diajak untuk sering membaca Alkitab, mendengarkan firman Tuhan, dan mengulanginya supaya kita semakin mengenal Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba hafalkan satu ayat Alkitab hari ini atau ceritakan kembali satu kisah tentang Yesus kepada orang lain, misalnya kepada orang tua atau teman.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu diajarkan dan dijaga dengan baik sejak dahulu. Tolong aku supaya rajin membaca, mengingat, dan melakukan firman-Mu dalam hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, firman Tuhan dijaga dengan baik supaya kita bisa mengenal Yesus dengan benar. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS AKAN SEGERA DATANG?Diambil dari: Matius 24:42 “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”Wonder Kids, orang-orang Kristen mula-mula sangat yakin bahwa Yesus akan segera datang kembali. Mereka percaya bahwa Yesus akan datang untuk menjemput umat-Nya dan mengalahkan kejahatan.Tetapi ada orang yang bertanya, “Kalau Yesus akan segera datang, mengapa sampai sekarang belum datang juga?” Apakah Yesus lupa akan janji-Nya?Jawabannya: tidak. Alkitab menunjukkan bahwa Yesus memang akan datang kembali, tetapi waktu-Nya ada di tangan Allah. Orang-orang Yahudi pada zaman Yesus menantikan “Hari Tuhan,” yaitu hari ketika Allah akan menyelamatkan umat-Nya dan menghakimi kejahatan. Para nabi sudah lama menubuatkan hal itu.Yesus mengajar bahwa kedatangan-Nya kembali pasti terjadi, tetapi tidak ada seorang pun yang tahu kapan waktunya. Karena itu, Tuhan mau kita hidup berjaga-jaga dan setia setiap hari.Menunggu Yesus datang bukan berarti kita diam saja. Kita tetap harus hidup benar, rajin berbuat baik, dan setia melakukan kehendak Tuhan. Wonder Kids, menantikan Yesus berarti:Tetap taat walau belum melihat-NyaTetap berbuat baik walau belum diberi upahTetap setia walau harus menunggu lamaTuhan ingin kita siap kapan saja, bukan takut, tetapi penuh pengharapan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, hiduplah hari ini seolah-olah Yesus bisa datang kapan saja. Taatilah Tuhan, berbuat baik kepada orang lain, dan kerjakan tugasmu dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berjanji akan datang kembali. Tolong aku supaya hidup setia menantikan Engkau, tidak malas, dan tidak hidup sembarangan. Ajari aku untuk taat dan rajin berbuat baik sambil menunggu Engkau datang kembali. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, menunggu Yesus datang berarti hidup setia setiap hari, bukan hidup sembarangan. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN NIAT PENULISAN INJILDiambil dari: Ibrani 4:12 “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Injil hanyalah cerita buatan manusia untuk menghibur atau memberi semangat. Tetapi kalau kita membaca Injil dengan teliti, kita bisa melihat bahwa para penulisnya punya tujuan yang jelas: mereka ingin menceritakan apa yang sungguh-sungguh terjadi tentang Yesus.Lukas memulai Injilnya dengan berkata bahwa ia meneliti semuanya dengan seksama dan menuliskannya dengan teratur supaya orang tahu bahwa berita tentang Yesus itu benar (Lukas 1:1–4). Ia tidak menulis cerita khayalan, tetapi kesaksian dari orang-orang yang melihat sendiri peristiwa itu.Injil Matius, Markus, dan Lukas sering disebut Injil Sinoptik karena banyak ceritanya mirip. Itu menunjukkan bahwa mereka menceritakan peristiwa yang sama dari sudut pandang yang berbeda, bukan mengarang cerita baru.Injil Yohanes juga menuliskan tujuannya dengan jelas: supaya orang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan oleh iman memperoleh hidup yang kekal (Yohanes 20:31).Jadi, Injil ditulis bukan untuk menghibur semata, tetapi untuk memberitakan kebenaran tentang Yesus supaya manusia percaya dan diselamatkan.Wonder Kids, Tuhan mau kita membaca Alkitab bukan hanya sebagai cerita, tetapi sebagai firman Tuhan yang mengajarkan kebenaran dan menunjukkan siapa Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, saat membaca Alkitab, ingatlah bahwa firman Tuhan ditulis dengan tujuan supaya kita mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya. Bacalah Alkitab dengan hati yang mau belajar dan taat.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami firman-Mu yang benar. Tolong aku supaya membaca Alkitab dengan sungguh-sungguh dan percaya bahwa semua yang tertulis tentang Yesus adalah kebenaran. Ajari aku untuk mengenal Engkau lebih dalam lewat firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Injil ditulis supaya kita mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MENGUJI KESAKSIAN PARA SAKSIDiambil dari: 1 Yohanes 4:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”Wonder Kids, kalau kita ingin tahu apakah sebuah cerita itu benar, kita perlu memeriksanya. Misalnya, di pengadilan ada saksi-saksi yang menceritakan apa yang mereka lihat. Hakim akan menilai apakah kesaksian para saksi itu dapat dipercaya atau tidak.Begitu juga dengan Injil. Kita membaca Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes untuk melihat kesaksian tentang Yesus. Mereka menuliskan apa yang mereka lihat dan dengar sendiri atau dari saksi mata yang bisa dipercaya. Karena itu, kisah tentang Yesus bukan cerita buatan-buatan, tetapi kesaksian nyata.Para penulis Injil tidak hanya menulis satu cerita saja. Mereka menuliskannya dari sudut pandang yang berbeda, supaya kita bisa melihat bahwa berita tentang Yesus itu benar dan saling menguatkan satu sama lain.Seperti di pengadilan, satu saksi saja belum cukup. Tetapi kalau banyak saksi mengatakan hal yang sama, kita bisa percaya bahwa peristiwa itu sungguh terjadi. Begitu juga dengan Injil: banyak saksi memberi kesaksian tentang Yesus yang sama.Tuhan mau kita percaya kepada Yesus dengan bijaksana, bukan asal percaya. Karena itu, Tuhan memberi kita Alkitab supaya kita bisa menguji dan mengenal kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu mendengar cerita tentang Tuhan, belajarlah untuk memeriksanya dengan firman Tuhan. Rajinlah membaca Alkitab supaya kamu tahu mana yang benar dan mana yang salah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami firman-Mu sebagai kebenaran. Tolong aku supaya tidak mudah percaya pada hal yang salah, tetapi mau belajar mengenal kebenaran-Mu lewat Alkitab. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kisah tentang Yesus dapat dipercaya karena banyak saksi yang memberi kesaksian tentang-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah INJIL YANG DIBERITAKAN PAULUSDiambil dari: 1 Korintus 15:1–2 “Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu berdiri, oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang kepadanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu—kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.”Wonder Kids, banyak surat Paulus ditulis kepada jemaat-jemaat mula-mula. Dari surat-surat itu, kita bisa tahu bahwa Injil tentang Yesus sudah diberitakan sejak awal kepada banyak orang.Dalam 1 Korintus 15, Paulus menjelaskan dengan jelas apa itu Injil. Ia berkata bahwa Yesus mati karena dosa-dosa kita, dikuburkan, dan dibangkitkan pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci. Setelah itu, Yesus menampakkan diri kepada banyak orang: kepada Petrus, kepada dua belas murid, dan bahkan kepada lebih dari lima ratus orang sekaligus.Berita ini bukan cerita buatan Paulus. Paulus menerima Injil itu dari para rasul dan dari kesaksian orang-orang yang melihat Yesus yang bangkit. Injil itu sudah dipercaya sejak gereja mula-mula berdiri.Orang-orang Kristen mula-mula yakin bahwa Yesus benar-benar mati dan benar-benar bangkit. Karena itu, mereka berani memberitakan Injil kepada banyak orang, walaupun mereka dianiaya dan disakiti.Wonder Kids, Injil bukan dongeng. Injil adalah kabar baik tentang apa yang Yesus sungguh-sungguh lakukan untuk menyelamatkan kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, ingatlah kembali Injil yang sudah kamu dengar: Yesus mati bagi dosamu dan bangkit supaya kamu hidup bersama-Nya. Bersyukurlah kepada Tuhan karena Injil itu benar dan dapat dipercaya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mati untuk dosaku dan bangkit supaya aku memiliki hidup yang baru. Terima kasih karena Injil adalah kebenaran yang menyelamatkan aku. Tolong aku supaya selalu percaya kepada-Mu dan tidak meragukan kabar baik ini. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Injil adalah kabar baik yang benar—Yesus mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI EFESUSDiambil dari: Efesus 6:10–11 “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.”Wonder Kids, kota Efesus terkenal sebagai kota yang penuh dengan penyembahan berhala dan praktik sihir. Banyak orang hidup jauh dari Tuhan. Ketika Paulus memberitakan Injil di sana, banyak orang percaya kepada Yesus dan meninggalkan kehidupan lama mereka.Paulus menulis surat kepada jemaat di Efesus untuk menguatkan mereka. Ia mengingatkan bahwa hidup sebagai orang Kristen bukan hanya tentang hal-hal yang terlihat, tetapi juga tentang perjuangan rohani. Kita bukan melawan manusia, tetapi melawan kuasa jahat yang ingin menjauhkan kita dari Tuhan.Karena itu, Paulus mengajarkan tentang perlengkapan senjata Allah: ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, perisai iman, ketopong keselamatan, pedang Roh yaitu firman Allah, dan sepatu kerelaan untuk memberitakan Injil.Dengan perlengkapan dari Tuhan, kita bisa tetap berdiri teguh dan tidak mudah jatuh dalam dosa atau takut menghadapi tantangan.Wonder Kids, sebagai anak Tuhan, kita juga menghadapi godaan setiap hari: malas berdoa, marah kepada teman, tidak jujur, atau tidak mau taat. Tetapi Tuhan memberi kita perlengkapan supaya kita bisa melawan godaan itu dengan firman Tuhan dan doa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, ingat satu bagian dari perlengkapan senjata Allah hari ini, misalnya perisai iman. Saat kamu takut atau ragu, berdoalah dan percayalah kepada Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami perlengkapan rohani. Tolong aku supaya kuat di dalam Tuhan, rajin berdoa, dan taat kepada firman-Mu. Lindungi aku dari godaan dan ajari aku hidup benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, dengan perlengkapan dari Tuhan, kita bisa tetap berdiri teguh menghadapi segala tantangan. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI KOLOSEDiambil dari: Kolose 2:8 “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.”Wonder Kids, Paulus menulis surat kepada jemaat di Kolose karena ada orang-orang yang mengajarkan hal-hal yang tidak benar tentang Yesus. Mereka berkata bahwa orang Kristen perlu melakukan banyak aturan tambahan atau menyembah malaikat supaya bisa diselamatkan.Paulus mengingatkan mereka bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus. Kita diselamatkan bukan karena menaati aturan atau karena melakukan hal-hal khusus, tetapi karena percaya kepada Yesus.Paulus juga mengajarkan bagaimana seharusnya hidup sebagai anak Tuhan. Ia berkata bahwa orang yang sudah diselamatkan harus hidup penuh kasih. Kita diajar untuk memiliki hati yang penuh belas kasihan, ramah, rendah hati, lemah lembut, dan sabar.Kalau ada teman yang berbuat salah kepada kita, kita juga harus belajar mengampuni, seperti Tuhan sudah mengampuni kita. Semua sikap baik itu disatukan oleh kasih.Wonder Kids, iman kepada Yesus bukan hanya soal percaya di hati, tetapi juga terlihat dalam cara kita hidup setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, pilih satu sikap baik hari ini, misalnya sabar, ramah, atau mengampuni teman, lalu lakukan itu sebagai bentuk kasihmu kepada Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyelamatkan aku oleh iman. Tolong aku supaya hidupku semakin menyerupai Engkau, penuh kasih, sabar, dan mau mengampuni orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, iman kepada Yesus harus terlihat dalam cara hidup kita setiap hari. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI FILIPIDiambil dari: Filipi 2:14 “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.”Wonder Kids, Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi ketika ia berada di penjara. Kota Filipi adalah kota yang cukup kaya dan penting. Di kota itulah Paulus pertama kali memberitakan Injil di Eropa.Berbeda dengan suratnya kepada jemaat di Galatia atau Korintus, surat kepada jemaat Filipi bukan untuk menegur kesalahan besar. Paulus menulis untuk mengucapkan terima kasih dan memberi semangat kepada mereka karena mereka setia mendukung pelayanan Paulus.Walaupun Paulus sedang dipenjara, ia tetap bersukacita. Ia tidak mengeluh atau marah kepada Tuhan. Paulus tahu bahwa Tuhan tetap bekerja melalui keadaannya yang sulit.Paulus mengingatkan jemaat Filipi supaya mereka juga hidup tanpa bersungut-sungut. Ia mengajak mereka untuk selalu bersukacita dan percaya bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup mereka.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga mudah mengeluh saat harus belajar, membantu orang tua, atau menghadapi hal yang tidak kita sukai. Tetapi Tuhan mau kita belajar bersyukur dan percaya bahwa Ia selalu menyertai kita.Bersyukur bukan berarti hidup selalu mudah, tetapi berarti kita percaya bahwa Tuhan tetap baik di setiap keadaan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba sebutkan satu hal yang bisa kamu syukuri hari ini, walaupun mungkin hari ini terasa sulit. Latihlah hatimu untuk bersyukur kepada Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu menyertai aku. Tolong aku supaya tidak mudah mengeluh, tetapi belajar bersyukur dalam setiap keadaan. Ajari aku untuk percaya bahwa Engkau selalu bekerja untuk kebaikanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, hati yang bersyukur membuat kita tetap bersukacita di dalam Tuhan, apa pun keadaannya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI ROMADiambil dari: Roma 1:8 “Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh karena Yesus Kristus tentang kamu sekalian, sebab imanmu diberitakan di seluruh dunia.”Wonder Kids, surat Paulus kepada jemaat di Roma itu unik. Paulus tidak mendirikan gereja di Roma, tetapi ia menulis surat untuk memperkenalkan dirinya dan menguatkan jemaat di sana.Gereja di Roma terdiri dari orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi. Kadang-kadang mereka sulit hidup rukun karena kebiasaan mereka berbeda. Ada yang merasa dirinya lebih benar, ada yang merasa kelompoknya lebih penting. Akibatnya, gereja bisa terpecah karena perbedaan pendapat.Paulus mengingatkan mereka bahwa semua orang diselamatkan dengan cara yang sama, yaitu oleh iman kepada Yesus Kristus. Baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi, semuanya berdosa dan semuanya membutuhkan Juruselamat yang sama.Paulus juga menekankan pentingnya hidup bersatu. Walaupun mereka tidak selalu setuju dalam segala hal, mereka harus tetap saling mengasihi dan tetap satu di dalam Kristus.Wonder Kids, di gereja atau di sekolah, kita juga bisa berbeda pendapat dengan teman-teman kita. Ada yang suka ini, ada yang suka itu. Kadang-kadang kita bisa bertengkar karena perbedaan itu.Tuhan mau kita belajar hidup rukun, bukan saling menjatuhkan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi kita tetap satu sebagai anak-anak Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu sedang tidak setuju dengan temanmu, cobalah untuk tetap bersikap baik. Ingatlah bahwa kita semua sama-sama dikasihi Tuhan dan mau belajar hidup rukun.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyatukan kami di dalam kasih-Mu. Tolong aku supaya bisa hidup rukun dengan teman-temanku, walaupun kami tidak selalu setuju. Ajari aku untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, walaupun kita berbeda-beda, kita tetap satu di dalam Yesus. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT KORINTUSDiambil dari: 1 Korintus 10:23–24 “Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorang pun mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.”Wonder Kids, Paulus tinggal cukup lama di kota Korintus dan mendirikan gereja di sana. Kota Korintus terkenal sebagai kota yang ramai dan penuh kesenangan. Banyak orang hidup hanya untuk diri mereka sendiri dan tidak peduli kepada orang lain.Sayangnya, cara hidup seperti itu mempengaruhi sebagian jemaat di Korintus. Mereka sudah percaya kepada Yesus, tetapi masih sering mementingkan diri sendiri. Mereka berpikir, “Kalau aku mau melakukan sesuatu dan itu tidak salah, ya aku lakukan saja.” Mereka lupa bahwa sebagai anak Tuhan, mereka harus memikirkan juga orang lain.Paulus mengingatkan mereka bahwa tidak semua hal yang boleh dilakukan itu baik untuk dilakukan. Ada hal-hal yang bisa melukai hati orang lain atau membuat orang lain jatuh dalam dosa.Yesus mengajarkan kita untuk tidak hidup hanya untuk diri sendiri. Yesus berkata bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia harus menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari. Artinya, kita belajar berkata “tidak” pada keinginan diri sendiri supaya bisa mengasihi orang lain.Wonder Kids, hidup sebagai orang Kristen berarti belajar memikirkan orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Kita diajar untuk peduli kepada teman, membantu orang yang membutuhkan, dan tidak egois.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Coba pikirkan satu hal hari ini yang bisa kamu lakukan untuk menolong orang lain, meskipun itu berarti kamu harus mengalah atau berbagi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk tidak hidup egois. Tolong aku supaya mau memikirkan orang lain dan belajar mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Mengasihi Yesus berarti belajar mengasihi orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT GALATIADiambil dari: Galatia 5:1 “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”Wonder Kids, kitab Galatia menceritakan tentang perjalanan misi Paulus bersama Barnabas. Mereka memberitakan Injil kepada banyak orang, termasuk orang-orang yang bukan orang Yahudi. Banyak orang percaya kepada Yesus, dan gereja-gereja baru didirikan.Tetapi setelah Paulus dan Barnabas pergi, ada guru-guru palsu yang datang. Mereka berkata bahwa untuk menjadi pengikut Yesus, orang harus melakukan semua hukum Taurat seperti orang Yahudi. Mereka mengatakan bahwa iman kepada Yesus saja tidak cukup.Paulus sangat sedih mendengar hal itu. Ia menulis surat kepada jemaat Galatia untuk mengingatkan mereka bahwa keselamatan hanya oleh iman kepada Yesus, bukan karena perbuatan baik atau karena menaati hukum Taurat.Paulus berkata, kita diselamatkan oleh iman, bukan oleh usaha kita sendiri. Karena itu, kita tidak boleh kembali hidup seperti budak dosa atau merasa harus melakukan banyak aturan supaya Tuhan mau mengasihi kita.Yesus sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Ia membebaskan kita supaya kita hidup sebagai anak-anak Allah, bukan sebagai orang yang takut dihukum terus-menerus.Wonder Kids, hidup sebagai orang Kristen berarti hidup dalam kebebasan yang Yesus berikan. Kita taat kepada Tuhan bukan supaya diselamatkan, tetapi karena kita sudah diselamatkan dan mengasihi Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, ingatlah bahwa Yesus sudah menyelamatkanmu. Tunjukkan rasa syukurmu dengan hidup taat, bukan karena takut dihukum, tetapi karena mengasihi Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah membebaskan aku dari dosa. Terima kasih karena keselamatanku bukan karena perbuatanku, tetapi karena kasih-Mu. Tolong aku supaya hidup taat kepada-Mu sebagai tanda syukur dan kasihku kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kita diselamatkan oleh iman kepada Yesus, bukan oleh usaha kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT TESALONIKADiambil dari: 1 Tesalonika 4:11–12 “Dan berusahalah hidup tenang, dan mengurus perkara-perkaramu sendiri, serta bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.”Wonder Kids, Tesalonika adalah sebuah kota pelabuhan yang besar dan ramai. Paulus datang ke kota itu untuk memberitakan Injil. Ia mengajar orang-orang tentang Yesus, bahwa Yesus adalah Mesias yang harus menderita dan bangkit dari kematian.Paulus tidak hanya mengajar dengan kata-kata. Ia juga memberi contoh dengan hidupnya. Ia bekerja keras supaya tidak merepotkan orang lain. Hidup Paulus menjadi kesaksian tentang imannya kepada Yesus.Paulus mengajarkan bahwa orang Kristen harus rajin dan tidak malas. Kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh, melakukan tugas kita dengan baik, dan hidup tertib supaya orang lain bisa melihat bahwa kita adalah pengikut Yesus.Wonder Kids, hidup kita adalah kesaksian. Cara kita belajar di sekolah, cara kita membantu orang tua, dan cara kita bersikap kepada teman-teman menunjukkan apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.Tuhan ingin kita menjadi anak-anak yang rajin, bertanggung jawab, dan bisa dipercaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, lakukan tugasmu hari ini dengan sungguh-sungguh, entah itu belajar, membantu orang tua, atau melayani di gereja. Ingatlah bahwa kerja kerasmu bisa memuliakan Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk hidup rajin dan bertanggung jawab. Tolong aku supaya tidak malas, tetapi mau melakukan setiap tugasku dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk kasihku kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kerajinan dan kerja keras kita bisa menjadi kesaksian tentang Yesus kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BAGAIMANA KEHIDUPAN GEREJA MULA-MULA?Diambil dari: Matius 18:20 “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”Wonder Kids, Injil ditulis untuk menceritakan tentang kehidupan Yesus. Sedangkan kitab Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana para pengikut Yesus hidup setelah Yesus naik ke surga. Dari situlah kita bisa tahu seperti apa kehidupan gereja mula-mula.Orang-orang percaya pada waktu itu berkumpul setiap hari. Mereka berdoa bersama, belajar firman Tuhan, dan saling berbagi. Mereka bahkan menjual harta milik mereka untuk menolong teman-teman yang kekurangan. Mereka hidup sebagai satu keluarga di dalam Tuhan.Setiap hari mereka memuji Tuhan dengan sukacita dan hidup saling mengasihi. Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan setiap hari. Gereja bertumbuh bukan karena gedungnya besar, tetapi karena kasih Tuhan nyata di antara mereka.Wonder Kids, gereja bukan hanya bangunan, tetapi kumpulan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Ketika kita datang ke gereja, kita belajar firman Tuhan, berdoa, menyanyi memuji Tuhan, dan saling menguatkan.Karena itu, pergi ke gereja itu penting. Di gereja, iman kita dikuatkan. Kita belajar mengasihi sesama dan hidup sebagai anak-anak Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, datanglah ke gereja dengan hati yang rindu belajar tentang Tuhan. Cobalah menyapa teman di gereja dan tunjukkan kasih Yesus lewat sikapmu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk gereja yang Engkau berikan. Tolong aku supaya suka datang ke gereja, belajar firman-Mu, dan mengasihi teman-temanku. Pakailah aku supaya bisa menjadi berkat bagi orang lain di gereja. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, gereja adalah keluarga Tuhan tempat kita bertumbuh bersama di dalam Yesus. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MENGURUTKAN PERJANJIAN BARUDiambil dari: 2 Tesalonika 3:17 “Salam dari Paulus kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap suratku; beginilah caraku menulis.”Wonder Kids, mungkin kamu pernah melihat Alkitab dan berpikir bahwa semua kitab di dalam Perjanjian Baru ditulis sesuai urutan waktu. Tetapi sebenarnya, urutan kitab dalam Alkitab tidak selalu sesuai dengan waktu penulisannya.Sebagian besar surat Paulus ditulis lebih awal daripada Injil. Paulus berkeliling banyak tempat untuk memberitakan Injil, lalu ia menulis surat kepada jemaat-jemaat yang sudah percaya kepada Yesus. Surat-surat itu ditulis sekitar tahun 50-an Masehi.Paulus sendiri bertemu dengan Yesus yang bangkit di jalan ke Damsyik. Setelah itu, ia percaya kepada Yesus dan menjadi pemberita Injil. Tidak lama kemudian, ia mulai mengajar banyak orang tentang Tuhan Yesus dan menulis surat-surat untuk menolong jemaat hidup benar.Barulah setelah itu, Injil-Injil ditulis oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Injil-injil itu menceritakan kembali tentang kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus supaya semakin banyak orang mengenal-Nya.Wonder Kids, Tuhan memakai banyak orang dan banyak cara untuk menyampaikan firman-Nya. Ada yang menulis Injil, ada yang menulis surat, tetapi semuanya dipakai Tuhan untuk satu tujuan: supaya kita mengenal Yesus dan hidup bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, bersyukurlah kepada Tuhan karena firman-Nya ditulis dengan begitu rapi dan lengkap. Saat membaca Alkitab, ingatlah bahwa setiap bagian ditulis untuk menolong kita percaya kepada Yesus dan hidup taat kepada-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai banyak orang untuk menuliskan firman-Mu. Terima kasih karena melalui Alkitab aku bisa mengenal Yesus. Tolong aku supaya rajin membaca firman-Mu dan mau hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, semua bagian Alkitab ditulis supaya kita mengenal Yesus dan hidup bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahKABAR SEJARAH YANG DAPAT DIPERCAYADiambil dari: Yesaya 40:8 “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”Wonder Kids, kalau seseorang menulis cerita tentang hidupmu puluhan tahun setelah kamu lahir, ceritanya bisa saja salah atau bercampur dengan cerita yang tidak benar. Tetapi Alkitab tidak ditulis seperti itu.Banyak penulis Injil menulis tentang Yesus tidak lama setelah peristiwa itu terjadi. Lukas menulis Injil dan Kisah Para Rasul sebagai dua bagian dari satu cerita besar. Ia meneliti dengan teliti dan menuliskan apa yang benar-benar terjadi. Markus juga menulis Injil tidak lama setelah Yesus naik ke surga. Para ahli Alkitab mengatakan bahwa Injil Markus ditulis sekitar tahun 60 Masehi, tidak terlalu jauh dari waktu Yesus hidup di dunia.Bandingkan dengan kisah tokoh besar dunia seperti Aleksander Agung. Kisah tentang dia baru ditulis ratusan tahun setelah ia meninggal, tetapi banyak orang tetap mempercayainya. Kalau begitu, mengapa kita meragukan Injil yang ditulis jauh lebih dekat dengan waktu kejadian?Para sejarawan sudah mempelajari tulisan-tulisan tentang Yesus dan menyimpulkan bahwa berita tentang Yesus itu dapat dipercaya. Alkitab bukan cerita dongeng, tetapi kesaksian nyata tentang apa yang Allah lakukan di dunia.Wonder Kids, Tuhan tidak mau kita percaya kepada cerita bohong. Tuhan memberi kita firman-Nya yang dapat dipercaya supaya kita tahu siapa Yesus dan bagaimana kita diselamatkan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, bersyukurlah kepada Tuhan karena kita punya Alkitab yang dapat dipercaya. Bacalah Alkitab dengan rajin dan percaya bahwa firman Tuhan itu benar.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk Alkitab yang Engkau berikan. Terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya suka membaca firman-Mu dan percaya kepada setiap perkataan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Alkitab bukan cerita buatan manusia, tetapi firman Allah yang benar dan dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENERIMA PENYEMBAHANDiambil dari: Matius 14:33 “Dan orang-orang yang ada di perahu itu menyembah Dia, katanya: ‘Sesungguhnya Engkau Anak Allah.'”Wonder Kids, di dalam Alkitab, kata “menyembah” berarti memberikan hormat dan pujian kepada Allah. Hanya Allah yang layak disembah. Karena itu, dalam Sepuluh Perintah Allah tertulis bahwa kita tidak boleh menyembah allah lain selain Tuhan saja.Namun, ada sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ketika orang-orang datang dan menyembah Yesus, Yesus tidak menolak mereka. Misalnya, setelah Yesus berjalan di atas air dan menolong murid-murid-Nya, mereka menyembah Dia. Yesus menerima penyembahan itu. Mengapa Yesus boleh disembah? Karena Yesus bukan hanya manusia. Yesus adalah Anak Allah. Ia adalah Tuhan yang datang ke dunia menjadi manusia.Dalam kitab Wahyu, Yohanes pernah ingin menyembah malaikat, tetapi malaikat itu berkata, “Jangan berbuat demikian!” Malaikat tahu bahwa hanya Allah yang boleh disembah. Tetapi Yesus tidak berkata seperti itu, karena Yesus memang layak disembah.Wonder Kids, karena Yesus adalah Tuhan, kita juga harus menyembah Dia dengan hidup kita. Menyembah Tuhan bukan hanya dengan bernyanyi di gereja, tetapi juga dengan taat kepada firman-Nya, bersikap baik kepada orang lain, dan mengasihi Tuhan setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, pikirkan satu cara hari ini untuk menyembah Yesus, misalnya dengan berdoa sungguh-sungguh, membaca Alkitab, atau taat kepada orang tua karena mengasihi Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, Engkau layak disembah. Terima kasih karena Engkau adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan kami. Tolong aku supaya hidupku boleh memuliakan Engkau setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus layak menerima penyembahan kita karena Ia adalah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENGAMPUNI DOSADiambil dari: Markus 2:5 “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ‘Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.'”Wonder Kids, Yesus sering menyembuhkan orang sakit. Tetapi di dalam kisah orang lumpuh yang diturunkan dari atap rumah, Yesus melakukan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar menyembuhkan tubuh.Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Dosamu sudah diampuni.” Mendengar itu, para pemimpin agama menjadi marah. Mereka berpikir, “Siapa Yesus ini sampai bisa mengampuni dosa? Hanya Allah yang bisa mengampuni dosa!” Mereka benar tentang satu hal: hanya Allah yang bisa mengampuni dosa. Dan Yesus mengatakan hal itu karena Ia memang adalah Anak Allah.Lalu Yesus berkata, “Manakah yang lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah dan berjalanlah?” Supaya semua orang tahu bahwa Ia berkuasa mengampuni dosa, Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu juga.Yesus ingin semua orang tahu bahwa Ia bukan hanya bisa menyembuhkan tubuh, tetapi juga bisa menyelamatkan hati manusia dari dosa. Pengampunan itu tidak gratis. Yesus membayarnya dengan nyawa-Nya di kayu salib. Ia menerima hukuman yang seharusnya kita terima karena dosa kita.Wonder Kids, karena Yesus sudah membayar dosa kita, kita bisa datang kepada-Nya, mengaku dosa, dan menerima pengampunan dari Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu sadar sudah berbuat salah, jangan sembunyikan dosamu. Datanglah kepada Tuhan, minta ampun, dan percayalah bahwa Yesus mau mengampunimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau mengampuni dosaku. Tolong aku supaya berani mengaku dosa dan hidup dalam ketaatan kepada-Mu. Terima kasih karena Engkau sudah mati di kayu salib untukku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus bukan hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga mengampuni dosa kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS, ANAK MANUSIADiambil dari: Lukas 19:10 “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”Wonder Kids, di keempat Injil, Yesus sering menyebut diri-Nya sebagai “Anak Manusia.” Di Matius 16:13 dan Yohanes 3:13, Yesus memakai sebutan ini ketika berbicara tentang diri-Nya.Sebagian orang mengira bahwa dengan menyebut diri-Nya “Anak Manusia,” Yesus hanya mau mengatakan bahwa Ia adalah manusia biasa. Tetapi sebenarnya, Yesus sedang menunjuk kepada nubuat dalam kitab Daniel.Dalam Daniel 7:13–14, Daniel melihat dalam penglihatannya seseorang seperti Anak Manusia yang datang kepada Yang Lanjut Usianya. Orang ini menerima kuasa, kemuliaan, dan pemerintahan, sehingga semua bangsa dan suku bangsa melayani Dia. Pemerintahan-Nya kekal dan tidak akan berakhir.Jadi ketika Yesus menyebut diri-Nya “Anak Manusia,” Ia sedang mengatakan bahwa Dialah yang dinubuatkan dalam kitab Daniel itu. Yesus bukan hanya manusia, tetapi juga Raja yang kekal, yang diberi kuasa oleh Allah.Yesus datang ke dunia bukan untuk menjadi raja dunia seperti yang diharapkan banyak orang, tetapi untuk mencari dan menyelamatkan manusia yang berdosa.Wonder Kids, Yesus adalah Tuhan yang berkuasa, tetapi Ia datang dengan rendah hati untuk menolong kita. Ia berkuasa atas seluruh dunia, tetapi juga mengasihi setiap anak satu per satu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Ingatlah bahwa Yesus adalah Raja yang berkuasa, tetapi juga Juruselamat yang mengasihimu. Hormatilah Yesus sebagai Tuhan dan taatilah firman-Nya dalam hidupmu setiap hari.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Anak Manusia yang dijanjikan Allah. Terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan kami. Tolong aku supaya mau taat kepada-Mu dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus adalah Raja yang kekal, tetapi Ia datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah TENTANG INJIL YOHANESDiambil dari: Yohanes 17:17 “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”Wonder Kids, ada empat Injil dalam Alkitab: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Tiga Injil pertama: yaitu Matius, Markus, dan Lukas - banyak menceritakan kisah yang mirip tentang Yesus. Tetapi Injil Yohanes terlihat berbeda.Mengapa Injil Yohanes berbeda? Karena Yohanes tidak hanya menceritakan apa yang Yesus lakukan, tetapi juga menekankan siapa Yesus sebenarnya. Yohanes menulis lebih banyak tentang bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ia menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah yang datang ke dunia menjadi manusia.Walaupun cara bercerita Yohanes berbeda dari Matius, Markus, dan Lukas, isinya tetap sama. Semua Injil memberitakan bahwa Yesus melakukan mujizat, mengajar kebenaran, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian.Para penulis Injil tidak saling meniru, tetapi menulis sesuai dengan tujuan yang Tuhan berikan kepada mereka. Itu sebabnya ceritanya tidak selalu sama persis, tetapi semuanya benar dan saling melengkapi.Wonder Kids, Tuhan memakai banyak orang dengan cara yang berbeda untuk menyampaikan satu kabar baik yang sama: Yesus adalah Juruselamat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Saat membaca Alkitab, jangan bingung kalau menemukan cerita yang mirip tapi tidak sama persis. Ingatlah bahwa Tuhan sedang mengajar kita dari sudut pandang yang berbeda supaya kita semakin mengenal Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu yang benar. Tolong aku supaya mau membaca dan percaya kepada Alkitab, walaupun kadang ceritanya berbeda-beda. Ajari aku untuk semakin mengenal Yesus melalui firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, walaupun cara ceritanya berbeda, semua Injil menyampaikan satu kebenaran: Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah THOMAS YANG RAGUDiambil dari: Yohanes 20:27 “Kemudian Ia berkata kepada Tomas: ‘Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.'”Wonder Kids, setelah Yesus bangkit dari kematian, Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Tetapi waktu itu, Tomas tidak bersama mereka. Murid-murid yang lain berkata kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!” Namun Tomas tidak percaya. Ia berkata bahwa ia baru mau percaya kalau ia bisa melihat dan menyentuh bekas luka Yesus.Satu minggu kemudian, Yesus datang lagi dan Tomas ada di sana. Yesus tahu keraguan Tomas. Dengan penuh kasih, Yesus berkata kepadanya supaya ia melihat tangan-Nya dan lambung-Nya. Yesus tidak marah kepada Tomas. Yesus justru menolong Tomas untuk percaya.Tomas memang ragu, tetapi ia tidak menjauh dari teman-temannya dan tidak meninggalkan Yesus. Ia tetap tinggal bersama murid-murid yang lain. Dan ketika Yesus datang lagi, keraguannya dijawab.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga bisa ragu tentang Tuhan atau tentang firman-Nya. Itu tidak berarti kita harus menjauh dari Tuhan. Justru saat kita ragu, kita perlu datang kepada Yesus, membaca Alkitab, dan berdoa.Yesus ingin kita percaya kepada-Nya, bukan hanya karena melihat, tetapi karena firman Tuhan itu benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu punya pertanyaan atau keraguan tentang Tuhan, jangan dipendam sendiri. Ceritakan kepada orang tua, guru Sekolah Minggu, dan terutama kepada Tuhan dalam doa. Tetaplah dekat dengan Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sabar kepada kami. Saat aku ragu atau bingung, tolong aku untuk tetap datang kepada-Mu dan percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus tidak menolak orang yang ragu, tetapi menolong mereka untuk percaya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENGAKU SEBAGAI ALLAHDiambil dari: Yohanes 8:58 “Yesus berkata kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.'”Wonder Kids, banyak orang Yahudi menantikan Mesias yang akan mengalahkan bangsa Romawi dan mendirikan kerajaan di bumi. Karena itu, ketika Yesus datang, mereka kecewa. Yesus tidak memimpin pasukan atau menjadi raja dunia. Ia mengajar, menolong orang sakit, dan berbicara tentang Kerajaan Allah.Banyak orang bingung: Siapakah Yesus sebenarnya? Dalam Yohanes 8, orang-orang bertanya kepada Yesus tentang siapa diri-Nya. Lalu Yesus berkata sesuatu yang sangat mengejutkan: “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”Kalimat ini sangat penting. Yesus sedang mengingatkan mereka pada kisah Musa di padang gurun. Ketika Musa bertanya kepada Allah tentang nama-Nya, Allah menjawab, “AKU ADALAH AKU.” (Keluaran 3:14). Dengan mengatakan “Aku telah ada”, Yesus sedang menyatakan bahwa Ia adalah Allah sendiri.Artinya, Yesus bukan hanya guru yang baik atau nabi. Yesus adalah Allah yang datang ke dunia menjadi manusia. Ia selalu ada sejak kekal dan tidak pernah berubah.Wonder Kids, mungkin kita tidak selalu mengerti semua perkataan Yesus, tetapi kebenarannya tetap sama. Kita boleh bertanya dan belajar, tetapi kita perlu percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Kalau kamu bingung tentang Yesus, jangan menjauh. Datanglah kepada Tuhan lewat doa dan firman-Nya. Percayalah bahwa Yesus adalah Allah yang mengasihimu dan selalu ada untukmu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang hidup. Tolong aku supaya sungguh-sungguh percaya bahwa Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Tolong aku untuk terus belajar mengenal-Mu lebih dalam. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus bukan hanya guru yang baik, tetapi Allah yang datang untuk menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.