Audio ini membantu anak-anak untuk bisa melakukan renungan firman Tuhan. Renungan akan diposting setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tulang-Tulang Terkilir Supaya Kita DisembuhkanDiambil dari: Mazmur 22:15 “Aku tercurah seperti air, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku.”Wonder Kids, saat Tuhan Yesus digantung di kayu salib, tubuh-Nya menanggung penderitaan yang sangat berat. Tangan dan kaki-Nya dipaku, tubuh-Nya tergantung, dan seluruh berat badan-Nya menarik ke bawah. Karena itulah, tubuh Yesus meregang dengan sangat kuat. Mazmur 22 menggambarkan keadaan ini dengan kata-kata, “segala tulangku terlepas dari sendinya.”Artinya, penderitaan Yesus bukan hanya soal luka di kulit atau darah yang keluar. Seluruh tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit yang dalam sekali. Bahu, tangan, dan bagian-bagian tubuh lain merasakan tekanan yang luar biasa. Ditambah lagi, Yesus sudah dicambuk, dipukul, dihina, dan sangat lemah sebelum penyaliban itu dimulai.Wah, Wonder Kids, ini menolong kita melihat betapa mahalnya keselamatan kita. Yesus tidak menyelamatkan kita dengan cara yang mudah. Ia rela menanggung rasa sakit yang sangat besar di tubuh-Nya sendiri. Semua itu Ia alami karena kasih-Nya kepada kita.Mazmur 22 juga menunjukkan sesuatu yang indah: jauh sebelum Yesus disalibkan, firman Tuhan sudah lebih dulu menggambarkan penderitaan itu. Jadi, apa yang terjadi pada Yesus bukan kecelakaan. Semua ada dalam rencana Allah. Yesus tahu apa yang akan Ia hadapi, tetapi Ia tetap rela menjalaninya demi menyelamatkan manusia berdosa.Lalu apa hasilnya bagi kita? Karena Yesus rela menderita, kita bisa menerima pengampunan dan hidup yang baru. Alkitab berkata bahwa Yesus menanggung dosa kita di tubuh-Nya di kayu salib supaya kita hidup untuk kebenaran. Jadi, penderitaan Yesus tidak sia-sia. Dari salib itu, Tuhan membuka jalan supaya kita diperdamaikan dengan Allah.Kadang-kadang kita bisa lupa betapa seriusnya dosa kita. Kita menganggap dosa hanya kesalahan kecil. Tetapi salib menunjukkan bahwa dosa begitu berat sampai Yesus harus menderita sedemikian besar. Namun, salib juga menunjukkan bahwa kasih Yesus lebih besar dari dosa kita.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menderita di kayu salib untuk menanggung dosaku. Terima kasih karena tidak ada penderitaan-Mu yang sia-sia. Tolong aku supaya tidak menganggap dosa hal yang kecil, tetapi sungguh menghargai kasih-Mu yang begitu besar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu sangat besar dan keselamatanmu dibayar sangat mahal. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tangan dan Kaki yang DipakuDiambil dari: Zakharia 12:10 “... mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapinya seperti orang meratapi anak tunggal...”Wonder Kids, ketika Tuhan Yesus sampai di tempat penyaliban, Ia dibaringkan di atas kayu salib. Lalu paku-paku besar ditancapkan pada tangan dan kaki-Nya. Itu adalah penderitaan yang sangat mengerikan. Bukan hanya sakit biasa, tetapi sakit yang amat dalam dan sangat menyiksa.Orang-orang zaman sekarang kadang membayangkan paku itu ditancapkan di telapak tangan seperti di banyak gambar. Tetapi para ahli menjelaskan bahwa kemungkinan besar paku itu dipasang di bagian pergelangan tangan, karena bagian itu lebih kuat untuk menahan berat tubuh di kayu salib. Kaki Yesus juga dipaku. Jadi seluruh tubuh-Nya tergantung dengan rasa sakit yang luar biasa.Bayangkan, Wonder Kids, setiap kali Yesus harus menahan tubuh-Nya, bergerak sedikit, atau mengambil napas, rasa sakit itu pasti makin terasa. Tangan dan kaki yang terluka itu terus menanggung beban tubuh-Nya. Ini bukan cerita yang ringan. Ini adalah penderitaan yang sungguh nyata.Mengapa Yesus rela mengalami semua itu? Karena kasih-Nya kepada kita. Tangan yang dipaku itu adalah tangan yang dulu menyentuh orang sakit dan menyembuhkan mereka. Kaki yang dipaku itu adalah kaki yang berjalan ke banyak tempat untuk menolong orang. Tetapi sekarang tangan dan kaki itu rela disakiti supaya kita bisa diselamatkan.Renungan hari ini menolong kita melihat bahwa keselamatan kita dibayar sangat mahal. Yesus tidak menyelamatkan kita dengan kata-kata saja. Ia menyelamatkan kita dengan tubuh-Nya sendiri yang diserahkan di kayu salib. Setiap luka-Nya berbicara tentang kasih yang besar.Kadang-kadang kita bisa terlalu biasa mendengar cerita salib. Kita tahu Yesus disalib, lalu kita cepat lewat begitu saja. Tetapi hari ini, berhentilah sejenak dan pikirkan: Tuhan Yesus sungguh rela dipaku untukku. Wah, itu kasih yang tidak kecil sama sekali.Dan ada satu pelajaran lagi, Wonder Kids. Tangan dan kaki kita sekarang tidak dipaku, tetapi bisa dipakai untuk dua arah: untuk dosa atau untuk Tuhan. Tangan kita bisa dipakai menolong atau menyakiti. Kaki kita bisa dipakai berjalan ke tempat yang baik atau ke tempat yang salah. Karena Yesus sudah menyerahkan tangan dan kaki-Nya bagiku, aku juga mau memakai hidupku bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah tanganmu hari ini dan katakan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena tangan-Mu rela dipaku bagiku. Tolong aku memakai tanganku untuk melakukan yang baik.” Lalu pikirkan juga ke mana kakimu akan melangkah hari ini.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela dipaku di kayu salib untuk menyelamatkanku. Terima kasih untuk kasih-Mu yang begitu besar. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi hidupku sungguh dipakai untuk melakukan yang baik bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tangan dan kaki Yesus rela dipaku karena kasih-Nya kepadamu, jadi pakailah hidupmu untuk berjalan dan bekerja bagi Dia. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bagaimana Tubuh Bereaksi terhadap Kehilangan DarahDiambil dari: Yohanes 19:28 “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai untuk menggenapkan yang ada dalam Kitab Suci, berkatalah Ia: ‘Aku haus!'”Wonder Kids, sebelum paku ditancapkan ke tangan dan kaki-Nya, Tuhan Yesus sudah mengalami banyak penderitaan. Ia sangat tertekan di taman Getsemani, lalu dicambuk dengan kejam, dihina, dan dipermalukan. Semua itu membuat tubuh-Nya sangat lemah dan kehilangan banyak darah.Kalau seseorang kehilangan banyak darah, tubuhnya akan bereaksi. Jantungnya akan berdetak lebih cepat supaya darah yang tersisa tetap bisa mengalir. Orang itu bisa menjadi lemah, pusing, gemetar, dan sangat haus. Tubuhnya merasa sangat membutuhkan cairan karena darah yang hilang harus diganti. Itulah sebabnya, di kayu salib, Yesus berkata, “Aku haus.”Ini menunjukkan lagi bahwa penderitaan Yesus itu sungguh nyata. Yesus tidak hanya tampak menderita dari luar. Tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit, kelemahan, dan kehausan yang sangat berat. Yesus bukan menjalani semua itu seperti sandiwara. Ia sungguh menderita sebagai manusia sejati.Wah, Wonder Kids, ini membuat kita makin melihat betapa besar kasih Yesus. Ia rela menanggung semua itu untuk kita. Setiap rasa haus, setiap luka, setiap tetes darah, semuanya menunjukkan bahwa keselamatan kita bukan sesuatu yang murah. Yesus membayarnya dengan penderitaan yang nyata.Kadang-kadang saat kita haus atau sakit sedikit saja, kita sudah merasa tidak nyaman. Itu wajar. Tetapi renungan hari ini menolong kita berhenti sejenak dan memikirkan: betapa berat penderitaan Yesus di kayu salib. Ia tidak mundur. Ia tetap taat sampai akhir karena Ia mengasihi kita.Dan ada satu hal yang indah juga. Saat Yesus berkata, “Aku haus,” kita melihat bahwa Dia sungguh mengerti tubuh manusia. Jadi kalau kamu sakit, lemah, haus, atau capek, Yesus tahu rasanya. Dia bukan Tuhan yang jauh dari penderitaan manusia. Dia adalah Juruselamat yang pernah masuk ke dalam penderitaan itu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena penderitaan-Mu sungguh nyata dan semua itu Engkau tanggung karena kasih-Mu kepadaku. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi belajar bersyukur, mengasihi-Mu, dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu itu sungguh nyata dan sangat besar. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dicambuk dan DihinaDiambil dari: Yohanes 19:1–3 “Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan jubah ungu kepada-Nya dan sambil maju ke depan mereka berkata: ‘Salam, hai raja orang Yahudi!' Lalu mereka menampar muka-Nya.”Wonder Kids, sebelum Tuhan Yesus disalibkan, Ia mengalami penderitaan yang sangat berat. Ia dicambuk dengan kejam oleh tentara. Tubuh-Nya disakiti, dan setelah itu Ia juga dihina. Mereka membuat mahkota dari duri lalu menaruhnya di kepala Yesus. Mereka memakaikan jubah kepada-Nya, bukan untuk menghormati-Nya, tetapi untuk mengejek-Nya seolah-olah Yesus hanyalah raja palsu. Bahkan mereka juga menampar-Nya.Wah, ini sangat menyedihkan. Yesus tidak hanya merasakan sakit di tubuh-Nya, tetapi juga malu, hinaan, dan perlakuan yang sangat jahat. Orang-orang itu mempermainkan Yesus dan tidak menghormati-Nya sama sekali. Padahal Yesus adalah Raja yang sejati. Mahkota duri itu bukan mahkota kemuliaan, tetapi mahkota ejekan.Mengapa Yesus rela mengalami semua itu? Karena Yesus datang untuk menyelamatkan kita. Ia rela menanggung penderitaan dan kehinaan yang seharusnya menjadi bagian kita sebagai orang berdosa. Yesus tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia tetap diam, tetap taat kepada Bapa, dan tetap berjalan menuju salib karena kasih-Nya kepada kita.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga bisa mengalami diejek, dipermalukan, atau diperlakukan tidak baik. Memang mungkin tidak seperti yang dialami Yesus, tetapi tetap terasa sakit. Saat itu terjadi, kita bisa ingat bahwa Yesus mengerti rasa sakit itu. Yesus tahu rasanya dihina. Yesus tahu rasanya diperlakukan tidak adil. Karena itu, kita bisa datang kepada-Nya dan minta pertolongan-Nya.Renungan hari ini juga mengingatkan kita supaya kita tidak ikut-ikutan mengejek atau merendahkan orang lain. Tentara-tentara itu menghina Yesus dengan sangat jahat. Tuhan tidak mau kita punya hati seperti itu. Tuhan mau kita menghormati orang lain, menjaga perkataan kita, dan tidak memakai mulut atau tangan kita untuk menyakiti.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah kamu pernah mengejek, merendahkan, atau mempermalukan orang lain. Kalau iya, akuilah itu kepada Tuhan dan minta Dia menolongmu berubah. Kalau ada kesempatan, mintalah maaf juga kepada orang itu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menanggung hinaan dan penderitaan untuk menyelamatkanku. Ampuni aku kalau aku pernah menyakiti orang lain dengan kata-kata atau perbuatanku. Tolong aku supaya belajar menghormati orang lain dan tetap datang kepada-Mu saat aku sendiri terluka. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus rela dihina dan disakiti karena kasih-Nya kepadamu, jadi hiduplah dengan hati yang lembut dan penuh hormat kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Berkeringat DarahDiambil dari: Lukas 22:44 “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”Wonder Kids, karena Tuhan Yesus sungguh memiliki tubuh manusia, Ia juga sungguh bisa merasakan penderitaan yang besar. Menjelang kematian-Nya di kayu salib, Yesus mengalami tekanan yang sangat berat. Alkitab mencatat bahwa saat berdoa di taman Getsemani, peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang menetes ke tanah.Ini menunjukkan bahwa penderitaan Yesus bukan pura-pura. Yesus sungguh menghadapi sesuatu yang mengerikan. Ia tahu bahwa sebentar lagi Ia akan ditangkap, dihina, dipukul, disalibkan, dan yang paling berat, Ia akan menanggung hukuman dosa. Karena itu, hati Yesus sangat tertekan.Ada kondisi medis yang sangat jarang, ketika seseorang mengalami tekanan yang begitu berat sampai pembuluh darah kecil di dekat kelenjar keringat pecah. Akibatnya, keringat bisa bercampur dengan darah. Jadi, saat Alkitab mencatat bahwa Yesus berkeringat seperti darah, itu menunjukkan betapa berat pergumulan yang sedang Ia hadapi.Wah, Wonder Kids, ini sangat menyentuh. Yesus tahu apa yang akan terjadi, tetapi Ia tidak lari. Ia tetap maju untuk menjalankan kehendak Bapa. Yesus rela menanggung semua itu karena kasih-Nya kepada kita. Ia tidak hanya tahu tentang penderitaan manusia. Ia sendiri masuk ke dalam penderitaan itu untuk menyelamatkan kita.Kadang-kadang kita juga merasa sangat takut atau tertekan. Mungkin karena masalah di rumah, di sekolah, atau karena sesuatu yang membuat hati kita gelisah. Saat itu terjadi, kita bisa ingat bahwa Yesus mengerti pergumulan yang berat. Yesus tahu rasanya takut dan tertekan, tetapi Ia tetap datang kepada Bapa dalam doa.Jadi, renungan hari ini mengajar kita dua hal. Pertama, kasih Yesus kepada kita sangat besar, sampai Ia rela menghadapi penderitaan yang sedemikian berat. Kedua, saat kita sendiri takut atau gelisah, kita juga harus belajar datang kepada Tuhan dalam doa seperti Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada sesuatu yang membuatmu takut atau tertekan, jangan simpan sendiri. Ceritakan itu kepada Tuhan dalam doa dengan jujur.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menanggung penderitaan yang begitu berat untuk menyelamatkanku. Terima kasih karena Engkau mengerti saat aku takut atau gelisah. Tolong aku supaya belajar datang kepada Bapa dalam doa dan percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh menderita karena kasih-Nya kepadamu, dan Dia juga mengerti saat hatimu sedang berat. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Seperti Apa Wajah Yesus? Diambil dari: Yesaya 53:2 “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.”Wonder Kids, sekarang kita hidup di dunia yang sangat mementingkan penampilan. Banyak orang berpikir bahwa supaya disukai, seseorang harus terlihat keren, cantik, gagah, atau menarik. Dunia sering menilai orang dari wajah, pakaian, dan penampilan luar.Tetapi waktu Alkitab berbicara tentang Yesus, kita diberi tahu sesuatu yang berbeda. Yesaya 53 berkata bahwa Yesus tidak datang dengan penampilan yang membuat orang langsung kagum. Yesus tidak datang seperti tokoh yang kelihatan luar biasa dari luar. Penampilan-Nya bukanlah hal yang membuat orang tertarik kepada-Nya.Lalu mengapa orang mengikuti Yesus? Karena yang membuat Yesus indah bukan penampilan luar-Nya, tetapi siapa Dia sebenarnya. Yesus penuh kasih, penuh kebenaran, penuh kuasa, dan penuh kemurnian. Orang-orang yang sungguh melihat Yesus bukan hanya melihat tubuh-Nya, tetapi melihat hati, perkataan, dan perbuatan-Nya.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang kita juga bisa terlalu sibuk memikirkan penampilan. Kita bisa takut tidak keren, takut tidak cantik, takut tidak ganteng, atau takut tidak diterima orang lain. Tetapi Tuhan mengingatkan bahwa yang paling penting bukanlah luar kita, melainkan hati kita di hadapan-Nya.Bukan berarti penampilan sama sekali tidak penting. Kita tetap perlu menjaga tubuh, kebersihan, dan kerapian. Tetapi kita tidak boleh menjadikan penampilan sebagai hal yang paling utama. Yesus tidak membangun hubungan dengan orang lewat penampilan luar, tetapi lewat kasih, kebenaran, dan kehidupan-Nya yang kudus.Jadi, Wonder Kids, Tuhan mau kita belajar melihat dengan cara yang benar. Jangan terlalu cepat kagum pada penampilan luar. Dan jangan juga terlalu stres dengan penampilanmu sendiri. Yang Tuhan lihat terutama adalah hati. Tuhan ingin hatimu bersih, lembut, jujur, dan mengasihi Dia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak datang untuk menarik orang dengan penampilan luar, tetapi dengan kasih, kebenaran, dan kekudusan-Mu. Tolong aku supaya tidak terlalu sibuk dengan penampilan, tetapi belajar memiliki hati yang indah di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: yang paling penting bukan penampilan luar, tetapi hati yang dikasihi dan dibentuk oleh Tuhan. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sungguh ManusiaDiambil dari: Ibrani 2:14 “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat penting: Yesus sungguh manusia. Artinya, Yesus bukan cuma kelihatan seperti manusia. Yesus benar-benar datang ke dunia sebagai manusia sejati.Sebelum kita bicara tentang kematian Yesus, kita harus mengerti hal ini dulu. Karena kalau Yesus tidak sungguh menjadi manusia, maka Ia juga tidak sungguh merasakan hidup seperti kita. Tetapi Alkitab berkata bahwa Yesus menjadi sama dengan kita dalam darah dan daging. Itu berarti Yesus benar-benar punya tubuh manusia.Yesus tahu rasanya lapar. Yesus tahu rasanya capek. Yesus tahu rasanya sedih. Yesus tahu rasanya disakiti orang. Yesus tahu bagaimana rasanya hidup di dunia yang penuh dosa dan penderitaan. Bahkan ketika Yesus menghadapi salib, Ia juga merasakan penderitaan yang sungguh berat sebagai manusia.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Kadang-kadang kita merasa, “Tidak ada yang mengerti aku.” Mungkin kamu sedih, kecewa, takut, atau terluka. Tetapi Yesus mengerti. Bukan hanya karena Dia Allah yang tahu segala sesuatu, tetapi juga karena Dia sungguh pernah hidup sebagai manusia di dunia ini.Tetapi jangan lupa: Yesus bukan hanya manusia. Yesus juga sungguh Allah. Jadi Yesus 100% Allah dan 100% manusia. Itu memang besar dan ajaib, tetapi itulah yang Alkitab ajarkan. Karena Yesus sungguh manusia, Ia bisa menggantikan kita. Dan karena Yesus sungguh Allah, Ia sanggup menyelamatkan kita dengan sempurna.Ibrani 2:14 berkata bahwa Yesus menjadi sama dengan kita supaya melalui kematian-Nya, Ia memusnahkan kuasa Iblis atas maut. Jadi, Yesus menjadi manusia bukan tanpa tujuan. Yesus datang untuk menyelamatkan kita. Ia masuk ke dalam dunia kita, merasakan hidup kita, lalu mati bagi dosa kita dan bangkit dengan kemenangan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu sedang sedih, takut, atau terluka, katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengerti aku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh menjadi manusia dan mengerti hidupku. Terima kasih karena Engkau tahu rasanya susah, sedih, dan sakit. Tolong aku supaya saat aku lemah atau terluka, aku datang kepada-Mu dan percaya bahwa Engkau mengerti serta menolongku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh manusia, jadi Dia benar-benar mengerti hidupmu dan sanggup menolongmu. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Sudut MedisDiambil dari: Markus 15:44 “Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya, apakah Yesus sudah mati.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar banyak bukti tentang Yesus. Ada bukti dari saksi mata, dari sejarah, dari arkeologi, dari perubahan hidup orang-orang, dan dari firman Tuhan sendiri. Hari ini kita melihat satu pertanyaan lain: benarkah Yesus sungguh mati di kayu salib?Ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh mati. Mereka bilang mungkin Yesus hanya pingsan, lalu nanti sadar lagi di dalam kubur. Pikiran seperti ini sering disebut teori pingsan. Kedengarannya mungkin seperti jalan keluar yang mudah, tetapi kalau dipikir baik-baik, penjelasan itu sangat lemah.Mengapa? Karena penyaliban adalah hukuman yang sangat kejam. Orang yang disalib mengalami penderitaan yang amat berat. Sebelum disalib, Yesus juga sudah dicambuk dengan sangat keras. Lalu di kayu salib, Yesus kehilangan banyak darah, sangat lemah, dan akhirnya mati. Bahkan ketika Pilatus mendengar Yesus sudah mati, ia memastikan hal itu kepada kepala pasukan. Jadi, kematian Yesus bukan kabar asal-asalan. Itu diperiksa.Kalau Yesus hanya pingsan, lalu bagaimana mungkin Ia bisa bertahan setelah semua penderitaan itu, keluar sendiri dari kubur, mengalahkan batu penutup, lalu muncul di depan murid-murid sebagai Tuhan yang bangkit dengan penuh kuasa? Itu tidak masuk akal. Murid-murid tidak akan melihat orang yang hampir mati lalu berkata, “Yesus bangkit dengan mulia!” Mereka justru akan melihat orang yang sangat terluka dan perlu ditolong.Jadi, Wonder Kids, bukti-bukti menunjukkan bahwa Yesus sungguh mati. Dan ini penting sekali. Mengapa? Karena kalau Yesus tidak sungguh mati, maka Ia juga tidak sungguh bangkit. Dan kalau Yesus tidak bangkit, maka tidak ada keselamatan yang sejati. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh mati bagi dosa kita, dan sungguh bangkit dengan kemenangan.Kadang-kadang orang mencoba mencari penjelasan yang membuat mereka tidak perlu percaya kepada mujizat kebangkitan. Tetapi semakin diteliti, semakin jelas bahwa penjelasan-penjelasan itu lemah. Kebenaran Injil tetap berdiri: Yesus benar-benar mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari yang ketiga.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau benar-benar mati di kayu salib untukku. Terima kasih karena kematian-Mu bukan pura-pura, tetapi sungguh untuk menanggung dosaku. Tolong aku percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Engkau juga bangkit dengan kemenangan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak hanya kelihatan mati, tetapi sungguh mati bagi dosamu dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Tugas Kita?Diambil dari: Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”Wonder Kids, kalau kamu melihat sebuah alat, biasanya kamu tahu alat itu dibuat untuk suatu tujuan. Pensil dibuat untuk menulis. Sendok dipakai untuk makan. Sepatu dipakai untuk melindungi kaki saat berjalan. Nah, hidup kita juga tidak dibuat tanpa tujuan. Tuhan menciptakan kita dengan maksud yang baik.Renungan hari ini mengingatkan bahwa kita adalah buatan Allah. Artinya, hidup kita bukan kebetulan. Tuhan yang menciptakan kita. Dan bukan hanya itu, Tuhan juga menciptakan kita di dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik. Jadi, sebagai anak Tuhan, kita tidak dipanggil untuk hidup asal-asalan, malas, atau hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan mau kita hidup melakukan hal-hal yang baik.Apa itu pekerjaan baik? Pekerjaan baik bukan berarti harus selalu hal besar dan hebat. Pekerjaan baik bisa berupa hal-hal sederhana yang menyenangkan hati Tuhan. Misalnya, taat kepada orang tua, berkata jujur, rajin belajar, menolong teman, berbagi, tidak membalas kejahatan, dan menunjukkan kasih kepada orang lain. Saat kita melakukan itu dengan hati yang mau memuliakan Tuhan, kita sedang hidup sesuai tujuan Tuhan.Kadang-kadang kita bisa bingung tentang masa depan. Kita bertanya, “Nanti aku akan jadi apa? Apa rencana Tuhan untuk hidupku?” Memang kita tidak selalu tahu semua jawabannya sekarang. Tetapi kita tidak perlu takut. Tuhan sudah menyiapkan jalan bagi anak-anak-Nya. Yang penting sekarang adalah hidup setia hari demi hari dalam hal-hal baik yang Tuhan taruh di depan kita.Jadi, Wonder Kids, tugas kita hari ini bukan menunggu sampai jadi orang besar dulu baru hidup bagi Tuhan. Sekarang juga kita sudah bisa hidup bagi Tuhan. Di rumah, di sekolah, di gereja, di tempat bermain, kita bisa melakukan pekerjaan baik yang Tuhan suka.Dan kabar baiknya, Tuhan tidak hanya memberi perintah, tetapi juga menolong kita. Karena kita ada di dalam Kristus, Tuhan memberi kekuatan supaya kita bisa belajar hidup benar. Memang kita masih bisa gagal dan jatuh, tetapi Tuhan terus membentuk kita sedikit demi sedikit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu pekerjaan baik yang mau kamu lakukan hari ini dengan sengaja. Misalnya, membantu di rumah tanpa disuruh, belajar dengan sungguh-sungguh, atau berkata baik kepada seseorang.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku dengan tujuan yang baik. Tolong aku supaya tidak hidup sembarangan, tetapi mau melakukan pekerjaan baik yang Engkau siapkan bagiku. Ajarku setia dalam hal-hal kecil dan pakailah hidupku untuk menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu diciptakan oleh Tuhan bukan tanpa tujuan, tetapi untuk hidup melakukan hal-hal baik bagi kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Melihat Lewat Mata TuhanDiambil dari: Kolose 1:22 “Sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.”Wonder Kids, kalau kamu bercermin, mungkin kamu bisa langsung melihat hal-hal yang menurutmu kurang bagus. Misalnya rambut berantakan, baju kusut, wajah lelah, atau mungkin bekas luka dan noda di kulit. Kita memang sering cepat melihat kekurangan pada diri kita.Kadang-kadang kita juga berpikir Tuhan melihat kita seperti itu. Kita merasa Tuhan pasti kecewa terus, marah terus, atau hanya melihat dosa dan kegagalan kita. Memang benar, Tuhan melihat semua dosa kita dengan jelas. Tidak ada yang bisa disembunyikan dari-Nya. Tetapi bagi orang yang percaya kepada Yesus, ada kabar yang sangat indah: Tuhan melihat kita melalui karya Yesus.Kolose 1:22 berkata bahwa melalui kematian Kristus, kita diperdamaikan dengan Allah, dan kita ditempatkan di hadapan-Nya sebagai orang yang kudus, tak bercela, dan tak bercacat. Wah, itu luar biasa sekali. Bukan karena kita sudah sempurna dalam diri kita sendiri, tetapi karena Yesus sudah menanggung dosa kita dan memberi kita pengampunan.Artinya, Wonder Kids, saat Tuhan melihat anak-Nya yang percaya kepada Yesus, Tuhan tidak lagi melihat kita sebagai orang yang masih harus dihukum. Tuhan melihat kita sebagai orang yang sudah diampuni, diterima, dan diperdamaikan dengan-Nya. Itu tidak berarti kita boleh hidup sembarangan. Justru karena kita sudah diampuni, kita rindu hidup makin benar di hadapan Tuhan.Kadang-kadang kita masih jatuh dalam dosa. Kita masih bisa bohong, marah, iri, atau tidak taat. Tetapi identitas kita di hadapan Tuhan tidak berdiri di atas keberhasilan kita sendiri. Identitas kita berdiri di atas karya Yesus. Karena itu, kita tidak perlu hidup dalam putus asa. Kita bisa bertobat, bangkit lagi, dan terus belajar hidup seperti yang Tuhan mau.Menjadi makin serupa Kristus berarti kita terus dibentuk sedikit demi sedikit. Kita belum sempurna sekarang, tetapi Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita. Dan suatu hari nanti, Tuhan akan menyempurnakan pekerjaan-Nya itu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Waktu kamu bercermin hari ini, jangan hanya lihat kekuranganmu. Katakan dalam hati, “Tuhan Yesus, terima kasih karena di dalam Engkau aku diampuni dan diterima oleh Allah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui kematian-Mu aku diperdamaikan dengan Allah. Terima kasih karena di dalam Engkau aku diterima, diampuni, dan dikasihi. Tolong aku supaya tidak hidup dalam rasa malu terus, tetapi belajar bertobat, bangkit, dan hidup makin menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: di dalam Yesus, Tuhan tidak melihatmu hanya dari kegagalanmu, tetapi sebagai anak yang sudah diampuni dan sedang dibentuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Profil yang CocokDiambil dari: Yohanes 14:7–8“Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”Wonder Kids, selama beberapa waktu ini kita sudah belajar banyak tentang siapa Yesus. Kita sudah melihat bahwa sifat-sifat Allah juga terlihat pada Yesus. Misalnya, Yesus tahu segala sesuatu, Yesus selalu menyertai umat-Nya, Yesus punya segala kuasa, Yesus tidak berubah, dan Yesus sudah ada sejak semula. Wah, makin lama makin jelas ya siapa Yesus itu sebenarnya.Di Perjanjian Lama, Allah disebut dengan banyak nama dan gelar yang mulia. Allah adalah Pencipta, Penebus, Raja, Hakim, Terang, Gembala, dan Juruselamat. Nah, yang menarik, gelar-gelar seperti itu juga dipakai untuk Yesus di Perjanjian Baru. Itu menunjukkan bahwa Yesus bukan sekadar orang baik atau guru yang luar biasa. Yesus sungguh cocok dengan “profil” Allah yang dinyatakan dalam firman Tuhan.Karena itu, saat Filipus berkata, “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,” Yesus menjawab bahwa siapa yang sudah melihat Dia, sebenarnya sudah melihat Bapa. Tentu Yesus bukan sedang berkata bahwa Bapa dan Anak adalah Pribadi yang sama. Tetapi Yesus sedang menunjukkan bahwa Dia menyatakan Allah dengan sempurna. Kalau kita mau tahu seperti apa Allah itu, kita harus melihat kepada Yesus.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang berkata ingin mengenal Tuhan, tetapi tidak sungguh mau datang kepada Yesus. Padahal Yesus adalah jalan untuk mengenal Bapa. Kita tidak bisa punya gambaran yang benar tentang Allah kalau kita menolak Yesus. Justru melalui Yesus, kita melihat kasih Allah, kekudusan Allah, kuasa Allah, dan keselamatan Allah.Jadi, semakin kita mengenal Yesus, semakin kita mengenal Allah. Dan semakin kita melihat bahwa semua bukti itu cocok, semakin kita punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah dan Tuhan yang sejati.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang paling kamu kagumi dari Yesus. Lalu katakan kepada Tuhan, “Terima kasih, Tuhan Yesus, karena melalui Engkau aku boleh mengenal Allah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyatakan Bapa kepadaku. Terima kasih karena melalui Engkau aku bisa mengenal siapa Allah itu. Tolong aku supaya makin mengasihi-Mu, makin percaya kepada-Mu, dan makin melihat bahwa Engkau sungguh Tuhan yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau kamu ingin mengenal Allah dengan benar, lihatlah kepada Yesus, karena Dia menyatakan Bapa dengan sempurna. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan PerbudakanDiambil dari: Galatia 3:28 “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal, yaitu perbudakan. Pada zaman dulu, perbudakan ada di banyak tempat. Ada orang yang diperlakukan seperti milik orang lain. Tentu itu sangat menyedihkan dan tidak sesuai dengan hati Tuhan.Lalu ada orang yang bertanya, “Kalau Yesus sungguh sempurna, mengapa Ia tidak langsung menghapus perbudakan saat itu juga?” Pertanyaan itu tidak ringan. Tetapi kita perlu melihat dengan teliti apa yang Yesus lakukan.Yesus datang bukan untuk sekadar memperbaiki sedikit bagian luar hidup manusia. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dan dosa itulah akar dari banyak kejahatan, termasuk perbudakan, kekerasan, kesombongan, dan ketidakadilan. Jadi Yesus bekerja dari bagian yang paling dalam: hati manusia.Ketika seseorang sungguh diubah oleh Yesus, cara dia memandang orang lain juga berubah. Ia tidak lagi melihat orang lain sebagai barang, alat, atau orang yang lebih rendah. Ia belajar melihat sesamanya sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan dan berharga di hadapan-Nya. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata bahwa di dalam Kristus tidak ada hamba atau orang merdeka, karena semua sama-sama satu di dalam Kristus.Ini bukan berarti Yesus setuju dengan perbudakan. Justru ajaran Yesus menghancurkan akar dosa yang membuat perbudakan bisa hidup. Yesus mengajar manusia untuk mengasihi sesama, memperlakukan orang lain dengan hormat, dan hidup dalam kebenaran. Kalau hati manusia sungguh tunduk kepada Kristus, maka ia tidak akan mau menindas, merendahkan, atau memperbudak orang lain.Wonder Kids, mungkin hari ini kita tidak hidup dalam zaman perbudakan seperti dulu. Tetapi kita tetap bisa berdosa dengan merendahkan orang lain. Misalnya, mengejek teman, merasa diri lebih hebat, mempermainkan orang yang lemah, atau bersikap kasar kepada orang yang berbeda dari kita. Tuhan tidak mau kita hidup seperti itu. Tuhan mau kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.Jadi, renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus datang untuk mengubah hati kita. Dan saat hati diubah, hidup kita juga berubah. Kita belajar melihat orang lain dengan kasih, hormat, dan kebaikan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang sering kamu abaikan, remehkan, atau mungkin kurang kamu sukai. Hari ini, cobalah perlakukan dia dengan lebih baik, lebih sopan, dan lebih penuh kasih.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Tolong aku supaya tidak merendahkan atau menyakiti orang lain, tetapi belajar mengasihi sesama seperti Engkau mengasihiku. Ubah hatiku supaya hidupku menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang bukan hanya untuk mengubah aturan di luar, tetapi untuk mengubah hati kita supaya kita belajar mengasihi sesama dengan benar. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pertanyaan tentang Neraka dan DosaDiambil dari Matius 5:30 “Dan jika tangan kananmu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang hal yang cukup serius, yaitu dosa dan hukuman dosa. Mungkin ada orang bertanya begini: “Kalau Tuhan itu kasih, mengapa ada neraka? Mengapa dosa harus dihukum?” Pertanyaan itu memang berat, tetapi firman Tuhan menolong kita memikirkannya dengan benar.Pada mulanya, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dekat dengan-Nya. Manusia diciptakan segambar dengan Allah, supaya mengenal Dia, mengasihi Dia, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Jadi, sejak awal, manusia dibuat untuk menikmati hubungan yang indah dengan Tuhan. Itulah keadaan yang benar dan baik.Tetapi dosa merusak semuanya. Dosa bukan hal kecil. Dosa bukan cuma salah sedikit lalu selesai. Dosa adalah pemberontakan terhadap Tuhan. Dosa membuat manusia menjauh dari Allah, melawan kehendak-Nya, dan hidup menurut cara sendiri. Karena itu, dosa membawa hukuman. Bukan karena Tuhan kejam, tetapi karena Tuhan itu suci dan adil.Coba pikirkan begini, Wonder Kids. Kalau seseorang benar-benar baik dan adil, ia tidak akan berkata bahwa kejahatan itu tidak apa-apa. Justru karena Tuhan baik, Dia tidak bisa berpura-pura bahwa dosa bukan masalah. Kalau Tuhan menganggap dosa sepele, itu berarti Tuhan tidak sungguh kudus dan tidak sungguh adil. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan sempurna dalam kasih dan juga sempurna dalam keadilan.Itulah sebabnya Yesus berbicara dengan sangat serius tentang dosa. Dalam Matius 5:30, Yesus memakai kata-kata yang keras untuk menunjukkan bahwa dosa itu berbahaya sekali. Yesus tidak sedang mengajarkan kita benar-benar melukai tubuh kita, tetapi Yesus mau kita mengerti bahwa dosa harus diperangi dengan sungguh-sungguh. Lebih baik kehilangan sesuatu yang kita suka daripada terus hidup dalam dosa dan menjauh dari Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, kabar Alkitab tidak berhenti pada hukuman. Tuhan yang adil juga adalah Tuhan yang penuh kasih. Karena itu, Tuhan mengutus Yesus untuk menanggung hukuman dosa bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Jadi, saat kita memikirkan neraka dan dosa, kita juga harus melihat salib. Di salib kita melihat betapa seriusnya dosa, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah ada dosa yang sedang kamu pelihara atau anggap enteng. Bawalah itu kepada Tuhan dan katakan dengan jujur, “Tuhan, tolong aku membenci dosa dan sungguh-sungguh bertobat.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang kudus, adil, dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak menganggap dosa sebagai hal kecil, tetapi sungguh bertobat dan datang kepada Yesus yang sudah menanggung hukuman dosaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: dosa itu serius, tetapi kasih Tuhan di dalam Yesus lebih besar bagi orang yang mau bertobat dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Lebih Rendah dari Allah? Diambil dari: Yohanes 14:28 “Kamu telah mendengar, bahwa Aku berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”Wonder Kids, ayat ini kadang membuat orang bingung. Yesus berkata, “Bapa lebih besar dari pada Aku.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah itu berarti Yesus bukan Allah? Apakah Yesus lebih rendah dari Bapa?” Pertanyaan itu penting, jadi kita harus melihatnya dengan hati-hati.Kalau kita membaca seluruh Alkitab, kita tahu bahwa Yesus sungguh adalah Allah. Yesus memiliki sifat-sifat Allah, melakukan pekerjaan Allah, dan menerima penghormatan yang layak bagi Allah. Jadi ayat ini tidak berarti Yesus lebih rendah dalam sifat ke-Allahan-Nya. Lalu apa maksudnya?Yesus sedang berbicara tentang keadaan-Nya saat datang ke dunia sebagai manusia. Ketika Yesus menjadi manusia, Ia rela merendahkan diri-Nya. Ia datang bukan dalam kemuliaan surga yang penuh, tetapi dalam kerendahan. Ia lapar, lelah, menderita, dan taat kepada Bapa dalam tugas-Nya sebagai Juruselamat. Dalam keadaan itulah Bapa disebut “lebih besar,” bukan karena Yesus bukan Allah, tetapi karena Yesus sedang menjalankan peran-Nya dengan merendahkan diri.Coba bayangkan begini, Wonder Kids. Seorang raja bisa saja turun dari tahtanya, memakai pakaian sederhana, lalu datang menolong rakyatnya secara langsung. Waktu ia melakukan itu, ia tidak berhenti menjadi raja. Ia tetap raja, hanya saja ia sedang merendahkan diri untuk menjalankan tugas tertentu. Nah, itu menolong kita sedikit memahami apa yang dilakukan Yesus. Yesus tidak berhenti menjadi Allah, tetapi Ia rela datang dalam kerendahan sebagai manusia.Dan justru itu yang indah sekali. Karena Yesus rela merendahkan diri, kita bisa diselamatkan. Kalau Yesus hanya tinggal jauh di surga, kita tetap binasa dalam dosa. Tetapi Yesus datang, taat kepada Bapa, mati di kayu salib, lalu bangkit. Jadi ayat ini bukan membuat Yesus terlihat kecil, tetapi menunjukkan kerendahan hati-Nya yang luar biasa.Wonder Kids, ini juga mengajar kita untuk rendah hati. Yesus yang mulia saja rela merendahkan diri untuk taat kepada Bapa. Kalau begitu, kita pun harus belajar tidak sombong, tidak merasa diri paling hebat, tetapi mau taat kepada Tuhan dan melayani orang lain.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak berhenti menjadi Allah, tetapi rela datang ke dunia dalam kerendahan untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengerti firman-Mu, tetapi makin mengenal siapa Engkau sebenarnya dan belajar rendah hati seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan lebih kecil dari Allah, tetapi Ia rela merendahkan diri supaya kita bisa diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang Tidak BerubahDiambil dari: Ibrani 13:8 “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa bukan hanya Allah Bapa yang tidak berubah, tetapi Tuhan Yesus juga tidak berubah. Firman Tuhan berkata bahwa Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya. Artinya, Yesus tidak berubah menjadi kurang baik, kurang berkuasa, atau kurang mengasihi. Dia tetap sama.Ini sangat menghibur. Mengapa? Karena kita sering berubah-ubah. Kadang kita semangat, kadang malas. Kadang kita taat, kadang jatuh dalam dosa lagi. Kadang kita percaya, kadang kita takut. Tetapi Yesus tidak seperti kita. Yesus tetap setia, tetap benar, tetap penuh kasih, dan tetap sanggup menolong.Kitab Ibrani mengingatkan orang-orang percaya untuk tetap bertahan dalam iman, walaupun mereka sedang mengalami kesulitan. Di tengah keadaan yang sulit, mereka perlu ingat bahwa Yesus tidak berubah. Juruselamat yang mereka percayai dulu tetap sama sampai sekarang. Jadi mereka tidak perlu takut bahwa Yesus akan meninggalkan mereka atau berubah pikiran terhadap janji-Nya.Ibrani juga menunjukkan bahwa Yesus adalah Imam Besar yang sempurna. Imam-imam lain harus terus-menerus mempersembahkan korban. Tetapi Yesus mempersembahkan diri-Nya satu kali untuk selama-lamanya. Karena itu, karya keselamatan-Nya tidak perlu diulang lagi. Pengorbanan Yesus cukup. Keselamatan yang diberikan-Nya kokoh dan tidak berubah.Wonder Kids, ini penting sekali untuk kita. Kadang-kadang kita bisa merasa, “Apakah Tuhan masih mengasihiku? Apakah Tuhan masih mau menolongku? Apakah janji Tuhan masih berlaku?” Jawabannya: ya. Karena Yesus tidak berubah. Kasih-Nya tidak berubah. Kuasa-Nya tidak berubah. Janji-Nya tidak berubah.Tetapi renungan ini juga mengingatkan kita untuk hidup setia kepada-Nya. Kalau Yesus begitu setia kepada kita, seharusnya kita juga belajar setia kepada-Nya. Memang kita masih lemah, tetapi kita bisa terus datang kepada Yesus yang tidak berubah dan minta Dia menolong kita bertahan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu merasa goyah, takut, atau sedih, katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak berubah. Tolong aku tetap percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tetap sama, baik kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya. Terima kasih karena kasih-Mu, kuasa-Mu, dan janji-Mu tidak pernah berubah. Tolong aku supaya tetap percaya kepada-Mu dan bertahan di dalam iman. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat hatimu berubah-ubah, Yesus tetap sama—setia, penuh kasih, dan cukup untuk menolongmu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah yang Tidak BerubahDiambil dari: Maleakhi 3:6 “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah; dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.”Wonder Kids, segala sesuatu di dunia ini bisa berubah. Cuaca berubah, tubuh kita bertumbuh, perasaan kita bisa berubah, dan keadaan hidup juga bisa berubah. Kadang hari ini kita senang, besok kita sedih. Hari ini semuanya terasa mudah, besok bisa terasa sulit. Tetapi ada satu Pribadi yang tidak pernah berubah, yaitu Tuhan.Firman Tuhan berkata, “Aku, TUHAN, tidak berubah.” Artinya, Tuhan tetap sama. Kasih-Nya tidak berubah. Kebenaran-Nya tidak berubah. Kekudusan-Nya tidak berubah. Janji-Nya tidak berubah. Tuhan tidak tiba-tiba menjadi jahat, tidak tiba-tiba berhenti mengasihi, dan tidak pernah berubah menjadi kurang baik dari sebelumnya. Tuhan selalu sempurna.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Mengapa? Karena kita hidup di dunia yang terus berubah. Kadang-kadang orang bisa mengecewakan kita. Kadang keadaan bisa membuat kita takut. Tetapi Tuhan tidak pernah berubah. Jadi saat kita datang kepada-Nya, kita datang kepada Allah yang tetap setia.Dalam Alkitab, Tuhan juga menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang penuh kasih, pengampunan, belas kasihan, dan kebenaran. Kalau Tuhan bisa berubah, itu akan menakutkan. Tetapi karena Tuhan tidak berubah, kita tahu bahwa kita bisa benar-benar percaya kepada-Nya. Tuhan yang mengasihi anak-anak-Nya pada zaman dulu juga adalah Tuhan yang sama yang mengasihi kita hari ini.Tetapi renungan ini juga mengajar kita sesuatu. Kita sering berubah-ubah. Kadang kita semangat mengikut Tuhan, kadang malas. Kadang kita ingin hidup benar, kadang kita tergoda berbuat dosa. Karena itu, kita perlu terus datang kepada Tuhan yang tidak berubah, supaya Dia membentuk hidup kita makin serupa dengan kehendak-Nya.Wonder Kids, bukan berarti kita tidak boleh berubah sama sekali. Kita justru harus berubah menjadi lebih baik. Kita harus berubah dari pemarah menjadi lebih lembut, dari pembohong menjadi jujur, dari malas menjadi rajin, dari egois menjadi peduli. Tetapi perubahan kita harus menuju hidup yang makin menyerupai Tuhan yang sempurna.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal dalam hidupmu yang sering berubah-ubah, misalnya semangat berdoa, sikap taat, atau kebiasaan berkata jujur. Lalu mintalah Tuhan menolongmu menjadi lebih setia.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah berubah. Terima kasih karena kasih-Mu, kebaikan-Mu, dan janji-Mu selalu tetap. Tolong aku supaya saat hidup berubah-ubah, aku tetap percaya kepada-Mu dan belajar menjadi anak yang makin setia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat segala sesuatu berubah, Tuhan tetap sama—setia, baik, dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang KekalDiambil dari: Kolose 2:9 “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa Yesus bukan hanya hidup selama sekitar tiga puluh tiga tahun di bumi. Yesus sudah ada sebelum dunia diciptakan. Yesus tidak mulai ada saat lahir di Betlehem. Yesus adalah Anak Allah yang kekal.Kadang-kadang orang bertanya, “Kalau Yesus disebut yang sulung atau yang pertama, apakah itu berarti Yesus diciptakan?” Tidak. Dalam Alkitab, kata seperti itu sering dipakai untuk menunjukkan kedudukan dan kehormatan, bukan berarti mulai ada seperti makhluk ciptaan. Yesus bukan ciptaan. Yesus adalah Tuhan yang sudah ada sebelum segala sesuatu.Alkitab menunjukkan hal ini dengan jelas. Yohanes 1 berkata bahwa pada mulanya Firman itu sudah ada. Kolose juga berkata bahwa dalam Yesus berdiam seluruh kepenuhan ke-Allahan. Artinya, Yesus sungguh adalah Allah. Ia bukan setengah Allah, bukan juga makhluk yang sangat hebat. Yesus adalah Tuhan yang sejati.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau Yesus hanya manusia biasa yang lahir lalu mati, Ia tidak bisa menjadi Juruselamat bagi seluruh dunia. Tetapi karena Yesus adalah Anak Allah yang kekal, maka Ia sanggup menyelamatkan kita. Yesus yang datang ke dunia adalah Tuhan yang sudah ada sejak semula.Lalu apa artinya untuk hidup kita? Artinya, kita bisa sungguh percaya kepada Yesus. Yesus tidak berubah-ubah. Dia bukan tokoh sementara yang muncul sebentar lalu hilang. Yesus adalah Tuhan yang kekal. Jadi saat kita datang kepada-Nya, kita datang kepada Pribadi yang selalu ada, selalu berkuasa, dan selalu setia.Wonder Kids, kadang-kadang semua hal di dunia ini berubah. Teman bisa berubah, keadaan bisa berubah, tubuh kita bertumbuh, dan waktu terus berjalan. Tetapi Yesus tetap sama. Itu sangat menghibur, karena berarti kasih-Nya juga tidak berubah. Tuhan yang sudah ada sejak semula itu juga mengasihimu hari ini.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang kekal. Tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya hidup di dunia ini untuk sementara, tetapi Engkau adalah Tuhan yang kekal. Terima kasih karena Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya makin percaya dan mengasihi-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh sementara, tetapi Tuhan yang kekal, yang sudah ada sejak semula dan tetap mengasihimu hari ini. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahAllah yang KekalDiambil dari: Mazmur 90:2 “Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”Wonder Kids, semua yang ada di dunia ini punya awal. Kamu punya hari kelahiran. Pohon mulai dari benih. Rumah dibangun pada waktu tertentu. Bahkan gunung dan bumi pun diciptakan oleh Tuhan. Tetapi Tuhan berbeda dari semuanya. Tuhan tidak punya awal dan tidak punya akhir. Tuhan sudah ada dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.Itu sebabnya Tuhan disebut kekal. Artinya, Tuhan tidak dibatasi oleh waktu seperti kita. Kita hidup hari ini, lalu besok, lalu lusa. Kita bertumbuh, menjadi tua, dan waktu terus berjalan. Tetapi Tuhan tidak berubah oleh waktu. Bagi Tuhan, masa lalu, masa kini, dan masa depan semuanya ada di dalam kuasa-Nya.Wah, ini luar biasa sekali ya. Kadang-kadang kita bisa takut tentang masa depan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kita tidak tahu apakah nanti hidup akan mudah atau sulit. Tetapi Tuhan yang kita percaya adalah Tuhan yang kekal. Dia sudah ada sebelum dunia diciptakan, dan Dia tetap ada selamanya. Jadi tidak ada satu pun hari dalam hidup kita yang berada di luar tangan Tuhan.Mazmur 90 menolong kita melihat bahwa hidup manusia itu singkat, tetapi Tuhan tetap selama-lamanya. Itu bukan untuk membuat kita takut, tetapi untuk membuat kita bersandar kepada Tuhan. Karena kita berubah, kita butuh Tuhan yang tidak berubah. Karena kita lemah, kita butuh Tuhan yang tetap kuat. Karena hidup kita singkat, kita butuh Tuhan yang kekal.Dan ada satu hal yang sangat menghibur, Wonder Kids. Tuhan yang kekal itu juga mengasihi kita. Jadi kita tidak datang kepada Pribadi yang jauh dan dingin. Kita datang kepada Allah yang sudah ada selamanya dan tetap peduli kepada hidup kita hari ini. Tuhan yang besar itu juga dekat kepada anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu merasa takut tentang hari esok, katakan kepada Tuhan, “Tuhan, Engkau kekal dan tidak berubah. Tolong aku percaya kepada-Mu untuk hari ini dan hari esok.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang kekal. Engkau sudah ada sebelum segala sesuatu, dan Engkau tetap ada selamanya. Tolong aku supaya tidak takut menghadapi masa depan, tetapi percaya kepada-Mu yang tidak pernah berubah. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidupmu bisa berubah, tetapi Tuhan tidak pernah berubah, karena Dia adalah Allah yang kekal. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang MahakuasaDiambil dari: Matius 28:18 “Yesus mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa Yesus itu mahakuasa. Artinya, Yesus memiliki kuasa yang sangat besar. Tidak ada yang terlalu sulit bagi-Nya. Tidak ada yang bisa mengalahkan kuasa-Nya. Yesus bukan hanya guru yang pandai atau nabi yang hebat. Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa.Di dalam Injil, kita melihat banyak contohnya. Yesus mengajar dengan kuasa. Yesus mengusir roh jahat. Yesus menyembuhkan orang sakit. Yesus meredakan badai. Yesus bahkan membangkitkan orang mati. Wah, semua itu menunjukkan bahwa kuasa Yesus bukan kuasa biasa.Yang menarik, para nabi dan rasul juga pernah melakukan mujizat. Tetapi ada perbedaan yang sangat penting. Para nabi dan rasul melakukan semuanya dengan kuasa dari Tuhan. Mereka berdoa dan Tuhan yang bekerja. Sedangkan Yesus bertindak dengan otoritas-Nya sendiri. Yesus tidak hanya meminta kuasa dari luar diri-Nya seperti manusia biasa. Ia bertindak sebagai Pribadi yang sungguh berkuasa.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau Yesus hanya manusia biasa, Ia tidak mungkin berkata bahwa segala kuasa di sorga dan di bumi diberikan kepada-Nya. Tetapi karena Yesus adalah Anak Allah, perkataan itu benar. Yesus memang layak menerima segala kuasa.Kadang-kadang kita merasa hidup ini berat. Mungkin ada masalah di rumah, di sekolah, atau di dalam hati kita. Kita bisa merasa lemah, takut, atau tidak sanggup. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus yang kita percaya adalah Tuhan yang mahakuasa. Jadi kita tidak perlu hidup dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kita bisa datang kepada Yesus dan percaya bahwa Dia sanggup menolong kita.Dan yang paling indah, Yesus memakai kuasa-Nya bukan untuk menindas, tetapi untuk menyelamatkan. Yesus yang mahakuasa itu rela mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Jadi kuasa Yesus adalah kuasa yang penuh kasih.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu menghadapi sesuatu yang terasa sulit hari ini, berdoalah dengan sederhana, “Tuhan Yesus, Engkau berkuasa. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang mahakuasa. Terima kasih karena kuasa-Mu begitu besar, tetapi juga penuh kasih. Tolong aku supaya tidak takut menghadapi hidup ini, tetapi percaya bahwa Engkau sanggup menolongku dalam segala hal. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah Tuhan yang mahakuasa, dan kuasa-Nya yang besar dipakai untuk menolong dan menyelamatkan anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah yang MahakuasaDiambil dari: Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”Wonder Kids, Allah itu mahakuasa. Artinya, Tuhan sanggup melakukan semua yang sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan. Tidak ada yang bisa menghalangi rencana-Nya. Apa yang Tuhan kehendaki, pasti bisa Ia lakukan.Kadang-kadang orang bertanya dengan pertanyaan yang membingungkan, misalnya, “Apakah Tuhan bisa membuat sesuatu yang mustahil bahkan bagi diri-Nya sendiri?” Pertanyaan seperti itu terdengar pintar, tetapi sebenarnya tidak menolong. Mengapa? Karena Tuhan tidak melakukan hal yang bertentangan dengan diri-Nya sendiri. Tuhan tidak berdosa, Tuhan tidak berdusta, dan Tuhan tidak bertindak bodoh. Kuasa Tuhan bukan berarti Tuhan melakukan hal yang salah atau tidak masuk akal. Kuasa Tuhan berarti Tuhan sanggup melakukan semua yang baik, benar, dan sesuai dengan sifat-Nya.Ini sangat penting, Wonder Kids. Saat kita berkata Tuhan mahakuasa, itu bukan berarti Tuhan asal melakukan apa saja. Tuhan selalu bekerja dengan hikmat dan kebaikan. Jadi kuasa Tuhan bukan kuasa yang menakutkan bagi anak-anak-Nya, tetapi kuasa yang menolong, menjaga, dan menjalankan rencana-Nya yang sempurna.Kadang-kadang kita bertanya, “Kalau Tuhan mahakuasa, mengapa ada hal yang sulit terjadi? Mengapa ada sakit, sedih, atau masalah?” Itu pertanyaan yang berat. Kita tidak selalu tahu semua jawabannya. Tetapi kita tahu satu hal: Tuhan tetap berkuasa, dan Tuhan tetap punya tujuan yang baik. Dalam kitab Ayub, Ayub mengalami banyak kesulitan yang sangat besar, tetapi pada akhirnya ia belajar bahwa Tuhan tetap berkuasa atas semuanya.Jadi, saat hidup terasa membingungkan, kita tidak harus mengerti semuanya dulu untuk tetap percaya. Kita bisa berkata, “Tuhan, aku tidak mengerti, tetapi aku tahu Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan rencana-Mu tidak pernah gagal.” Itu iman yang indah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu hal yang membuatmu bingung atau takut hari ini, bawalah itu kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan, Engkau mahakuasa. Tolong aku percaya kepada-Mu walaupun aku belum mengerti.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau mahakuasa dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Tolong aku supaya tetap percaya kepada-Mu saat hidup terasa sulit, membingungkan, atau menakutkan. Ajarku untuk bersandar pada kuasa dan kebaikan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak-Nya, dan rencana-Nya tidak pernah gagal. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang MahatahuDiambil dari: Yohanes 16:30 “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa Yesus mengetahui segala sesuatu. Di dalam Injil, ada beberapa kali orang menjadi heran karena Yesus tahu hal-hal yang tidak mungkin diketahui orang biasa. Yesus tahu pikiran para guru agama yang menuduh-Nya. Yesus tahu masa lalu perempuan Samaria di tepi sumur. Yesus tahu apa yang akan terjadi sesudah kematian-Nya. Yesus bahkan tahu bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya.Wah, itu luar biasa sekali ya. Tidak ada manusia biasa yang bisa mengetahui semua itu dengan tepat. Memang sebagai manusia, Yesus sungguh hidup di dunia ini. Ia bertumbuh seperti manusia sejati. Tetapi Alkitab juga menunjukkan bahwa Yesus lebih dari manusia biasa. Ia adalah Anak Allah yang mengetahui jauh melebihi manusia.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang kita merasa tidak ada yang benar-benar tahu isi hati kita. Orang tua mungkin tidak tahu semua pikiranmu. Teman-temanmu juga tidak tahu semua yang kamu rasakan. Tetapi Yesus tahu. Yesus tahu saat kamu takut. Yesus tahu saat kamu sedih. Yesus tahu saat kamu bingung. Yesus tahu bahkan sebelum kamu mengatakannya.Bagi anak Tuhan, ini adalah kabar yang menghibur. Mengapa? Karena Yesus yang mengetahui segala sesuatu itu juga mengasihi kita. Jadi kita tidak perlu pura-pura kuat di hadapan-Nya. Kita bisa datang dengan jujur. Kita bisa berkata apa adanya, karena Yesus sudah tahu, dan Dia tetap mau mendengar kita.Tetapi ini juga menjadi peringatan. Kalau Yesus tahu segala sesuatu, berarti kita tidak bisa menyembunyikan dosa dari-Nya. Kita bisa menyembunyikan sesuatu dari orang lain, tetapi tidak dari Tuhan. Karena itu, kita perlu hidup jujur di hadapan Yesus dan meminta Dia membersihkan hati kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Sebelum tidur nanti, ceritakan dengan jujur kepada Tuhan satu hal yang paling kamu rasakan hari ini, entah itu senang, takut, sedih, atau bingung. Katakan kepada-Nya dengan terbuka, karena Dia sudah tahu dan tetap peduli.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengetahui segala sesuatu. Terima kasih karena Engkau mengenal hatiku dan tetap mengasihiku. Tolong aku supaya hidup jujur di hadapan-Mu dan datang kepada-Mu dengan hati yang terbuka setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu segala sesuatu tentangmu, dan Dia tetap mengasihimu serta mau mendengarkanmu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah yang MahatahuDiambil dari: 1 Yohanes 3:20 “sebab Allah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.”Wonder Kids, Tuhan bukan hanya hadir di mana-mana. Tuhan juga tahu segala sesuatu. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari Tuhan. Tuhan tahu apa yang kita lakukan, apa yang kita katakan, bahkan apa yang kita pikirkan di dalam hati.Alkitab memberi banyak contoh tentang hal ini. Tuhan tahu isi hati manusia. Tuhan tahu kapan kita duduk dan kapan kita berdiri. Tuhan tahu bintang-bintang di langit dan memanggil semuanya dengan nama. Wah, luar biasa sekali, ya. Pengetahuan Tuhan tidak terbatas seperti pengetahuan manusia.Ini sangat berbeda dengan kita. Kita sering tidak tahu banyak hal. Kadang kita bingung harus bagaimana. Kadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kadang kita bahkan tidak mengerti hati kita sendiri. Tetapi Tuhan tidak pernah bingung. Tuhan tidak pernah salah. Tuhan tahu semuanya dengan sempurna.Bagi anak Tuhan, ini adalah kabar yang menghibur. Mengapa? Karena itu berarti Tuhan sungguh mengerti kita. Mungkin orang lain tidak paham perasaanmu. Mungkin tidak ada yang tahu apa yang sedang kamu pikirkan atau takutkan. Tetapi Tuhan tahu. Tuhan melihat air matamu, Tuhan tahu pergumulanmu, dan Tuhan mengerti isi hatimu.Tetapi ini juga menjadi peringatan. Kita tidak bisa pura-pura di hadapan Tuhan. Kita bisa saja terlihat baik di depan orang lain, tetapi Tuhan tahu hati kita yang sebenarnya. Tuhan tahu kalau kita bohong, iri, marah, atau menyimpan dosa. Karena itu, kita perlu datang kepada Tuhan dengan jujur dan minta Dia membersihkan hati kita.Lalu bagaimana kalau kita merasa kurang bijaksana atau tidak tahu harus berbuat apa? Kabar baiknya, Tuhan yang mahatahu itu juga mau menolong kita. Alkitab berkata bahwa kalau kita kekurangan hikmat, kita boleh memintanya kepada Tuhan. Jadi, kita tidak perlu sok tahu atau takut berlebihan. Kita bisa datang kepada Tuhan dan minta Dia menuntun kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu hal yang membuatmu bingung hari ini, bawalah itu kepada Tuhan dan berdoalah, “Tuhan, Engkau tahu segalanya. Tolong beri aku hikmat untuk melakukan yang benar.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau mengetahui segala sesuatu. Terima kasih karena saat aku bingung, takut, atau sedih, Engkau tetap mengerti aku sepenuhnya. Tolong aku supaya hidup jujur di hadapan-Mu dan mau meminta hikmat-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tahu segalanya, jadi kamu bisa percaya kepada-Nya dengan tenang dan jujur. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang Hadir di Mana-ManaDiambil dari: Matius 28:20 “... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”Wonder Kids, kadang-kadang orang bertanya begini: “Kalau Yesus itu sungguh Allah, mengapa Dia juga bisa ada di bumi sebagai manusia?” Pertanyaan itu memang tidak mudah. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa saat Yesus datang ke dunia, Ia sungguh menjadi manusia tanpa berhenti menjadi Allah. Itu adalah salah satu hal yang sangat besar dan ajaib tentang Yesus.Sesudah Yesus bangkit dan naik ke surga, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan selalu menyertai mereka sampai akhir zaman. Wah, itu luar biasa sekali. Manusia biasa tidak bisa berkata begitu dengan benar. Manusia hanya bisa ada di satu tempat pada satu waktu. Tetapi Yesus berkata bahwa Ia menyertai semua murid-Nya di segala tempat dan di segala zaman.Itu berarti Yesus bukan hanya dekat kepada murid-murid zaman dulu. Yesus juga dekat kepada kita hari ini. Saat kamu ada di rumah, di sekolah, di gereja, atau bahkan saat sendirian, Yesus tidak jauh. Ia mengetahui keadaanmu, mendengar doamu, dan sanggup menolongmu.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Kadang-kadang kita merasa sendiri. Mungkin saat sedang takut, sedih, sakit, atau bingung, kita merasa tidak ada yang benar-benar mengerti. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa Yesus menyertai kita senantiasa. Itu berarti kita tidak pernah benar-benar sendirian.Tetapi kehadiran Yesus juga mengingatkan kita untuk hidup sungguh-sungguh bagi-Nya. Kalau Yesus selalu menyertai kita, berarti kita tidak bisa hidup sembarangan. Tuhan melihat hidup kita. Tuhan tahu pikiran kita. Dan Tuhan mau kita tetap setia walaupun tidak ada orang lain yang melihat.Jadi, Wonder Kids, Yesus yang naik ke surga bukan berarti Yesus jadi jauh. Justru karena Dia adalah Tuhan yang mulia, Dia bisa menyertai semua anak-Nya. Ini salah satu bukti indah bahwa Yesus sungguh lebih dari manusia biasa. Yesus adalah Tuhan yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa sendirian atau takut hari ini, ucapkan pelan-pelan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkanku. Terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku di mana pun aku berada. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu, tidak takut, dan hidup setia karena Engkau selalu dekat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Tuhan yang pernah datang ke dunia, tetapi Tuhan yang tetap hidup dan selalu menyertai anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah yang Hadir di Mana-ManaDiambil dari: Mazmur 139:8–10 “Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.”Wonder Kids, tahukah kamu bahwa ada makhluk hidup yang sangat besar di dunia? Bukan hanya paus besar, tetapi ada juga kumpulan pohon yang saling terhubung lewat akar di bawah tanah. Dari atas mungkin kelihatan seperti banyak pohon, tetapi sebenarnya mereka terhubung satu sama lain. Wah, luar biasa ya.Tetapi ada yang jauh lebih luar biasa daripada itu: Tuhan tidak hanya besar, tetapi juga hadir di mana-mana. Tuhan tidak seperti manusia yang hanya bisa ada di satu tempat pada satu waktu. Tuhan ada di surga, di bumi, di laut, di gunung, di kota, di rumahmu, bahkan saat kamu sendirian. Tidak ada tempat yang terlalu jauh bagi Tuhan.Mazmur 139 berkata bahwa kalau Daud naik ke langit, Tuhan ada di sana. Kalau Daud pergi ke tempat yang paling jauh pun, Tuhan tetap ada. Artinya, ke mana pun kita pergi, kita tidak pernah keluar dari hadapan Tuhan. Tuhan selalu tahu di mana kita berada, dan Tuhan tetap sanggup menuntun kita.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Kadang-kadang kita bisa merasa sendirian. Mungkin saat di sekolah kamu takut, saat di rumah kamu sedih, atau saat malam kamu merasa sepi. Tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa anak Tuhan tidak pernah benar-benar sendirian. Tuhan ada di situ. Tuhan melihat, Tuhan tahu, dan Tuhan peduli.Tetapi ini juga menjadi peringatan. Kalau Tuhan ada di mana-mana, berarti Tuhan juga melihat saat kita berbuat dosa. Kita tidak bisa menyembunyikan apa pun dari Tuhan. Karena itu, kita perlu hidup jujur dan takut akan Tuhan, bukan hanya saat ada orang melihat, tetapi juga saat tidak ada siapa-siapa.Jadi, Allah yang hadir di mana-mana itu adalah kabar baik bagi anak Tuhan. Mengapa? Karena itu berarti Tuhan bisa menolong kita kapan saja dan di mana saja. Tuhan bukan hanya dekat saat kita di gereja atau saat sedang berdoa. Tuhan juga dekat saat kamu belajar, bermain, takut, menangis, atau bingung.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu merasa takut atau sendirian, ucapkan pelan-pelan, “Tuhan, Engkau ada di sini. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau hadir di mana-mana. Terima kasih karena aku tidak pernah sendirian. Tolong aku supaya percaya bahwa tangan-Mu selalu menuntun aku dan menolong aku dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: ke mana pun kamu pergi, Tuhan sudah ada di sana, menuntun dan memegangmu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Pengampunan DosaDiambil dari: Markus 2:9–10 “Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa...”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat penting tentang Tuhan Yesus. Suatu hari ada seorang lumpuh dibawa kepada Yesus. Orang-orang mungkin berharap Yesus langsung menyembuhkannya. Tetapi Yesus terlebih dahulu berkata, “Dosamu sudah diampuni.” Wah, itu mengejutkan sekali.Mengapa orang-orang menjadi marah? Karena mereka tahu bahwa hanya Allah yang berhak mengampuni dosa. Kalau seseorang berdosa, pada akhirnya dosanya adalah terhadap Allah. Jadi, saat Yesus berkata bahwa dosa orang itu diampuni, Yesus sedang mengatakan sesuatu yang sangat besar tentang diri-Nya.Lalu Yesus melakukan sesuatu yang luar biasa. Supaya orang-orang tahu bahwa perkataan-Nya benar, Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu. Orang itu bangun, mengangkat tempat tidurnya, dan berjalan pulang. Jadi, mujizat itu menjadi tanda bahwa Yesus sungguh mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang kita lebih cepat merasa butuh pertolongan untuk masalah luar, misalnya sakit, takut, sedih, atau susah. Memang Tuhan peduli pada semua itu. Tetapi masalah terbesar kita sebenarnya adalah dosa. Dosa memisahkan kita dari Allah. Karena itu, kabar terbaik bukan hanya bahwa Yesus bisa menolong hidup kita, tetapi bahwa Yesus bisa mengampuni dosa kita.Dan ini juga menunjukkan bahwa Yesus bukan manusia biasa. Kalau Yesus hanya guru yang baik, Dia tidak bisa berkata, “Dosamu sudah diampuni,” lalu membuktikannya dengan kuasa. Tetapi Yesus memang adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia punya hak dan kuasa untuk mengampuni.Wonder Kids, mungkin hari ini kamu ingat dosa-dosamu: berbohong, marah, iri, membantah, atau tidak taat. Jangan hanya merasa sedih. Datanglah kepada Yesus. Yesus sanggup mengampuni dosa orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Dan karena Yesus juga suci dan tidak berdosa, pengampunan yang Dia beri itu sungguh bersih dan penuh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambil waktu sebentar dan akuilah satu dosa yang paling mengganggumu hari ini kepada Tuhan. Katakan dengan jujur, “Tuhan Yesus, ampunilah dosaku dan bersihkan hatiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkuasa mengampuni dosa. Aku datang kepada-Mu dengan jujur membawa kesalahanku. Ampunilah aku, bersihkan hatiku, dan tolong aku hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya sanggup menolong hidupmu, tetapi juga berkuasa mengampuni dosamu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah dan Pengampunan DosaDiambil dari: Mazmur 130:3–4 “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”Wonder Kids, pernahkah kamu melakukan kesalahan lalu merasa takut? Mungkin kamu berbohong, membantah, marah, atau berbuat nakal. Setelah itu, hati kita jadi tidak tenang. Kita tahu kita sudah berbuat salah.Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa dosa itu serius. Dosa bukan hanya soal melanggar aturan orang tua atau guru. Dosa adalah melawan Tuhan yang sudah menciptakan kita dan mengasihi kita. Karena itu, kalau Tuhan menghitung semua dosa kita satu per satu, tidak ada satu pun dari kita yang bisa berkata, “Aku pasti aman.” Semua orang berdosa di hadapan Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, firman-Nya tidak berhenti sampai di situ. Mazmur 130 berkata, “Tetapi pada-Mu ada pengampunan.” Wah, indah sekali ya. Artinya, Tuhan bukan hanya Allah yang suci dan benar, tetapi juga Allah yang mau mengampuni orang berdosa yang datang kepada-Nya.Tentu, pengampunan itu bukan berarti dosa kita dianggap sepele. Dosa tetap jahat. Dosa tetap menyedihkan hati Tuhan. Tetapi Tuhan, dalam kasih-Nya, menyediakan jalan pengampunan bagi kita. Dan jalan itu ada di dalam Yesus. Karena Yesus mati menanggung dosa kita, kita bisa datang kepada Tuhan dan memohon ampun.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang saat kita berbuat salah, kita bisa ingin bersembunyi. Kita takut dimarahi. Kita malu. Tetapi Tuhan mau kita datang kepada-Nya dengan jujur. Mengaku dosa bukan berarti kita kalah. Mengaku dosa berarti kita percaya bahwa Tuhan itu benar dan Tuhan itu penuh belas kasihan.Kalau kamu hari ini merasa bersalah karena sesuatu, jangan simpan terus di hatimu. Bawalah itu kepada Tuhan. Katakan dengan jujur apa dosamu, lalu mintalah Tuhan mengampunimu. Tuhan senang pada hati yang mau bertobat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba pikirkan apakah ada dosa yang perlu kamu akui kepada Tuhan hari ini. Lalu berdoalah dengan jujur dan mintalah pengampunan-Nya. Kalau perlu, mintalah maaf juga kepada orang yang kamu sakiti.Mari kita berdoa: Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan jujur. Aku tahu aku sering berdosa. Terima kasih karena pada-Mu ada pengampunan. Tolong aku untuk berani mengaku dosa, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan itu suci, tetapi juga penuh pengampunan bagi anak yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Profil YesusDiambil dari: Yesaya 41:4 “Siapakah yang mengerjakan dan melakukan semuanya ini? Dia yang memanggil generasi-generasi sejak dari mulanya! Aku, TUHAN, adalah yang terdahulu dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.”Wonder Kids, kalau polisi sedang mencari seorang penjahat, mereka sering membuat gambaran tentang orang itu dari banyak petunjuk. Mereka melihat ciri-ciri, kebiasaan, dan hal-hal lain yang bisa menunjukkan siapa orang itu sebenarnya. Dari petunjuk-petunjuk itu, mereka menyusun “profil” orang yang sedang dicari.Nah, hari ini kita belajar sesuatu yang mirip. Waktu kita membaca Alkitab, kita juga bisa melihat “profil” tentang Allah. Alkitab menunjukkan bahwa Allah itu kekal, berkuasa, kudus, penuh kasih, tidak berubah, dan layak disembah. Lalu pertanyaannya: apakah Yesus cocok dengan profil itu?Jawabannya sangat menarik. Saat kita melihat hidup Yesus, kita menemukan bahwa Yesus menunjukkan banyak hal yang hanya cocok dengan Allah. Yesus berkuasa atas penyakit, atas roh jahat, atas alam, bahkan atas kematian. Yesus mengampuni dosa. Yesus menerima penyembahan. Yesus juga menunjukkan kasih, kekudusan, dan kebenaran yang sempurna. Jadi, semakin kita melihat “profil” tentang Allah dalam Alkitab, semakin kita melihat bahwa Yesus benar-benar cocok dengan gambaran itu.Ini berarti Yesus bukan sekadar guru yang hebat atau nabi yang istimewa. Yesus menunjukkan sifat-sifat yang hanya layak dimiliki Allah. Tentu, kita tidak bisa mengerti semua kebesaran Tuhan dengan sempurna. Tetapi Alkitab memberi cukup banyak petunjuk supaya kita mengenal bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah dan Tuhan yang sejati.Wonder Kids, kadang-kadang orang ingin memikirkan Yesus terlalu kecil. Mereka berkata, “Yesus itu orang baik saja,” atau “Yesus cuma guru.” Tetapi kalau kita sungguh memperhatikan semua bukti tentang hidup-Nya, perkataan-Nya, dan karya-Nya, kita tidak bisa berhenti pada jawaban sekecil itu. Yesus jauh lebih besar.Renungan ini juga mengajak kita untuk lebih sungguh-sungguh mengenal Yesus. Semakin kita membaca Alkitab, semakin kita melihat bahwa Yesus cocok dengan semua yang Allah nyatakan tentang diri-Nya. Dan itu membuat kita makin yakin bahwa percaya kepada Yesus bukanlah kesalahan, melainkan jawaban yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Bacalah satu kisah tentang Yesus hari ini, lalu tanyakan pada dirimu, “Apa yang kisah ini tunjukkan tentang siapa Yesus sebenarnya?”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui firman-Mu aku bisa makin mengenal siapa Engkau sebenarnya. Tolong aku supaya tidak memandang Engkau terlalu kecil, tetapi sungguh percaya bahwa Engkaulah Tuhan yang mulia dan layak diikuti. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: semakin kamu melihat siapa Allah itu dalam Alkitab, semakin kamu akan melihat bahwa Yesus sungguh cocok dengan gambaran itu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pembohong, Gila, atau Tuhan? Diambil dari: Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”Wonder Kids, ada seorang penulis Kristen bernama C.S. Lewis yang pernah menjelaskan sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ia berkata kira-kira begini: kalau Yesus berkata bahwa Dia adalah Anak Allah, maka hanya ada beberapa kemungkinan. Bisa saja Yesus berbohong. Bisa saja Yesus gila. Atau, memang Yesus benar-benar adalah Tuhan.Mari kita pikirkan bersama. Apakah Yesus berbohong? Tidak. Orang yang berbohong biasanya ingin mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Tetapi Yesus justru hidup dalam kasih, kebenaran, dan pengorbanan. Ia tidak memakai orang lain untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia malah rela menderita dan mati di kayu salib. Itu bukan hidup seorang pembohong.Lalu, apakah Yesus gila? Juga tidak. Yesus berbicara dengan hikmat yang luar biasa. Ia tenang, penuh kasih, tahu apa yang Ia lakukan, dan mengerti hati manusia. Hidup-Nya tidak kacau. Justru hidup Yesus sangat benar, indah, dan penuh kuasa. Itu bukan tanda orang yang kehilangan akal.Kalau begitu, tinggal satu jawaban yang paling masuk akal: Yesus berkata benar. Yesus memang adalah Tuhan. Yesus bukan hanya guru yang baik. Yesus bukan cuma orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang ingin membuat Yesus terasa “aman,” misalnya hanya menyebut-Nya guru yang bijaksana atau orang baik. Tetapi Yesus tidak memberi kita pilihan itu. Kalau kita sungguh mendengar perkataan-Nya, kita harus mengambil keputusan: apakah kita menolak-Nya, atau percaya kepada-Nya sebagai Tuhan?Firman Tuhan dalam Roma 10:9 berkata bahwa kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kita akan diselamatkan. Jadi, yang Tuhan mau bukan hanya kita kagum kepada Yesus, tetapi sungguh percaya kepada-Nya dengan hati dan mulut kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau bukan pembohong atau orang gila. Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku dan berani mengaku bahwa Engkaulah Tuhanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan pembohong atau orang gila, tetapi Tuhan yang sejati dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sang Penghipnotis? Diambil dari: Yohanes 2:11 “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba menjelaskan mujizat Yesus dengan cara yang aneh. Mereka berkata, “Mungkin Yesus hanya menghipnotis orang.” Maksudnya, mereka berpikir bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh melakukan mujizat, tetapi hanya membuat orang-orang melihat atau merasakan sesuatu yang tidak benar-benar terjadi.Tetapi kalau kita membaca Alkitab dengan teliti, penjelasan itu tidak cocok. Dalam Yohanes 2, Yesus mengubah air menjadi anggur pada pesta pernikahan di Kana. Itu bukan mujizat yang terjadi hanya di dalam pikiran satu orang. Banyak orang terlibat di sana. Para pelayan tahu bahwa tempayan itu diisi air. Lalu air itu dibawa kepada pemimpin pesta, dan ia benar-benar mencicipinya sebagai anggur yang baik. Jadi ini bukan sekadar perasaan atau bayangan di kepala seseorang.Selain itu, banyak mujizat Yesus juga terjadi di depan banyak orang. Yesus menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, bahkan membangkitkan orang mati. Sulit sekali menjelaskan semua itu hanya dengan hipnotis. Apalagi Yesus juga melakukan mujizat atas alam, seperti meredakan badai. Angin dan ombak tidak bisa dihipnotis.Wonder Kids, renungan hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa Yesus itu nyata. Yesus tidak memakai tipu daya. Yesus tidak menipu orang supaya kelihatan hebat. Yesus melakukan tanda-tanda yang benar-benar menunjukkan kemuliaan-Nya. Mujizat-mujizat itu menolong orang melihat bahwa Yesus adalah Anak Allah yang datang dari Bapa.Tetapi yang paling penting bukan hanya kagum kepada mujizat-Nya. Yohanes 2:11 berkata bahwa lewat tanda itu, Yesus menyatakan kemuliaan-Nya dan murid-murid percaya kepada-Nya. Jadi tujuan mujizat Yesus adalah supaya orang mengenal siapa Dia sebenarnya dan percaya kepada-Nya.Kadang-kadang kita juga bisa tergoda untuk hanya mencari hal-hal yang luar biasa. Kita ingin sesuatu yang mengagetkan atau menakjubkan. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau kita melihat kemuliaan Yesus dan sungguh percaya kepada-Nya, entah saat kita melihat hal yang besar maupun saat kita belajar firman-Nya setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa kuasa-Mu nyata. Tolong aku bukan hanya kagum kepada-Mu, tetapi sungguh percaya dan mengasihi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak memakai tipu daya, tetapi menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Mu dengan nyata. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dan melihat bahwa Engkaulah Anak Allah yang mulia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan tipuan, tetapi tanda yang nyata bahwa Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa dan kemuliaan. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Efek PlaseboDiambil dari: Matius 13:58 “Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.”Wonder Kids, pernahkah kamu mendengar tentang plasebo? Plasebo adalah sesuatu yang kelihatannya seperti obat, padahal sebenarnya bukan obat sungguhan. Kadang-kadang orang bisa merasa lebih baik karena mereka percaya itu akan menolong mereka. Jadi, ada perubahan yang terjadi karena pikiran atau perasaan mereka.Lalu ada orang yang bertanya, “Apakah mujizat Yesus cuma seperti itu? Apakah orang-orang sembuh hanya karena mereka percaya atau berharap akan sembuh?” Pertanyaan itu terdengar pintar, tetapi kalau kita melihat cerita-cerita Alkitab dengan teliti, jawabannya tidak cukup sesederhana itu.Mengapa? Karena Yesus bukan hanya menyembuhkan orang yang sakit biasa atau orang yang gampang dipengaruhi pikirannya. Yesus juga menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, orang kerasukan, bahkan membangkitkan orang mati. Ada juga mujizat seperti meredakan badai dan berjalan di atas air. Itu semua tidak bisa dijelaskan hanya dengan sugesti atau perasaan seseorang.Selain itu, banyak penyembuhan yang dilakukan Yesus terjadi dengan cepat dan jelas. Orang lain bisa melihatnya. Jadi, mujizat Yesus bukan sekadar orang merasa sedikit lebih baik. Mujizat Yesus menunjukkan kuasa Allah yang nyata bekerja di dunia ini.Wonder Kids, ini penting karena kita jadi tahu bahwa Yesus sungguh Anak Allah. Yesus bukan cuma membuat orang merasa tenang atau berpikir positif. Yesus benar-benar punya kuasa atas sakit, alam, roh jahat, bahkan kematian. Karena itu, saat Yesus melakukan mujizat, Ia sedang menunjukkan siapa diri-Nya sebenarnya.Tetapi renungan ini juga mengingatkan kita bahwa iman bukan berarti kita mengatur Tuhan sesuka kita. Kita tidak percaya kepada Yesus hanya supaya semua masalah langsung hilang. Kita percaya kepada Yesus karena Dia adalah Tuhan yang sejati. Kadang Tuhan menyembuhkan, kadang Tuhan memberi kekuatan untuk bertahan. Tetapi apa pun yang Tuhan lakukan, Dia tetap baik dan berkuasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu sedang sakit, takut, atau punya masalah, datanglah kepada Tuhan dan berdoalah dengan jujur. Katakan, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup menolongku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau punya kuasa yang nyata. Terima kasih karena mujizat-Mu menunjukkan bahwa Engkaulah Anak Allah. Tolong aku supaya tidak memandang Engkau kecil, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan sekadar membuat orang merasa lebih baik, tetapi menunjukkan kuasa Allah yang nyata dan mulia. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Pengakuan YesusDiambil dari: Yohanes 1:12 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus pasti tidak mungkin mengaku sebagai Allah, karena kalau begitu Ia pasti gila atau tidak waras. Memang, kalau manusia biasa tiba-tiba berkata, “Aku adalah Tuhan,” tentu itu sangat aneh. Tetapi saat kita melihat hidup Yesus, kita menemukan sesuatu yang berbeda.Yesus tidak hanya mengucapkan hal-hal besar tentang diri-Nya. Yesus juga hidup dengan cara yang menunjukkan bahwa perkataan-Nya itu benar. Yesus menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, mengajar dengan kuasa, mengenal isi hati manusia, membangkitkan orang mati, dan akhirnya bangkit dari kematian. Jadi pengakuan Yesus tentang diri-Nya tidak berdiri sendirian. Semua yang Ia lakukan mendukung siapa diri-Nya sebenarnya.Coba bayangkan, Wonder Kids, kalau ada orang mengaku sebagai presiden, tetapi tidak ada satu pun bukti yang mendukungnya, tentu kita akan tahu bahwa orang itu tidak benar. Tetapi kalau presiden sungguhan datang dengan kuasa, tugas, dan tanda-tanda yang cocok, kita tahu bahwa pengakuannya benar. Nah, begitu juga dengan Yesus. Pengakuan-Nya tentang diri-Nya didukung oleh hidup, kuasa, dan karya-Nya.Karena itu, kita tidak perlu berpikir bahwa Yesus gila. Justru sebaliknya, Yesus berkata benar. Yesus tahu siapa diri-Nya. Masalahnya adalah banyak orang tidak mau menerima kebenaran itu. Mereka lebih suka menolak daripada tunduk kepada-Nya.Renungan ini juga mengingatkan kita pada satu hal penting. Kalau Yesus benar-benar adalah Anak Allah, maka kita tidak bisa bersikap biasa saja kepada-Nya. Kita tidak bisa hanya berkata, “Oh, Yesus tokoh yang hebat.” Tidak. Kita harus mengambil keputusan: apakah kita mau percaya kepada-Nya, menerima-Nya, dan hidup sebagai milik-Nya?Yohanes 1:12 berkata bahwa semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Wah, indah sekali. Jadi saat kita percaya kepada Yesus, kita bukan hanya tahu siapa Dia, tetapi kita juga menjadi milik Allah dan hidup sebagai anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau sungguh Anak Allah. Tolong aku menerima-Mu dan hidup sebagai anak Tuhan.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena hidup dan karya-Mu menunjukkan bahwa Engkau sungguh Anak Allah. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup sebagai anak Allah yang taat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan orang gila yang berkata sembarangan, tetapi Anak Allah yang sejati, yang layak dipercaya dan diterima. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Gila? Diambil dari: 1 Korintus 2:16 “Sebab: ‘Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?' Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”Wonder Kids, ada orang yang pernah berpikir bahwa Yesus pasti tidak waras. Mengapa? Karena Yesus berkata dan bertindak dengan cara yang sangat berbeda dari orang biasa. Yesus berkata bahwa Ia datang dari Allah. Yesus mengaku sebagai Anak Allah. Yesus juga berbicara dengan kuasa yang sangat besar. Bagi orang yang tidak percaya, semua itu bisa terdengar aneh sekali.Tetapi kalau kita melihat hidup Yesus dengan teliti, kita tidak menemukan tanda-tanda bahwa Yesus kehilangan akal atau tidak mengerti kenyataan. Justru sebaliknya. Yesus sangat tenang, sangat bijaksana, dan sangat tahu apa yang Ia lakukan. Yesus bisa menjawab orang-orang yang mencoba menjebak-Nya. Yesus mengerti hati manusia. Yesus peduli kepada orang sakit, orang lemah, dan orang berdosa. Itu bukan tanda orang yang kacau pikirannya.Yesus juga hidup dengan kasih yang luar biasa. Ia tidak hidup untuk membesarkan diri-Nya sendiri. Ia tidak seperti orang yang haus pujian atau ingin dipandang hebat. Yesus datang untuk melayani, menolong, mengajar, dan menyelamatkan. Orang yang benar-benar gila tidak hidup dengan kasih, hikmat, dan tujuan sejelas itu.Jadi, Wonder Kids, kalau ada orang bertanya, “Apakah Yesus gila?” jawabannya adalah tidak. Yesus bukan orang yang kehilangan akal. Yesus justru menunjukkan pikiran yang paling benar, paling murni, dan paling penuh kasih. Masalahnya bukan pada Yesus, tetapi pada manusia yang tidak mau menerima siapa Yesus sebenarnya.Firman Tuhan berkata bahwa kita memiliki pikiran Kristus. Artinya, saat kita percaya kepada Yesus, Tuhan menolong kita melihat segala sesuatu dengan cara yang benar. Dunia bisa salah menilai Yesus, tetapi anak-anak Tuhan dipanggil untuk mengenal Dia dengan benar melalui firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu pernah bingung dengan sesuatu tentang Yesus, jangan simpan sendiri. Ceritakan dalam doa kepada Tuhan, lalu tanyakan juga kepada orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh hikmat, kasih, dan kebenaran. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi makin memahami siapa Engkau sebenarnya melalui firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan orang yang kehilangan akal, tetapi Tuhan yang penuh hikmat, kasih, dan kebenaran. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Perubahan HidupDiambil dari: 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”Wonder Kids, ada satu bukti yang sangat kuat tentang siapa Yesus sebenarnya, yaitu hidup orang-orang yang diubah oleh-Nya. Banyak orang pada zaman Yesus, dan juga sesudah-Nya, berubah dengan sangat besar karena bertemu dengan Yesus. Orang yang tadinya takut menjadi berani. Orang yang tadinya jahat menjadi lembut. Orang yang tadinya hidup dalam dosa mulai belajar hidup benar.Mengapa perubahan itu penting? Karena perubahan seperti itu tidak terjadi hanya karena orang mendengar nasihat yang bagus. Memang nasihat yang baik bisa menolong, tetapi hati manusia tidak berubah hanya karena mendengar kata-kata indah. Kita butuh Tuhan bekerja di dalam hati kita. Dan itulah yang Yesus lakukan.Di Alkitab kita melihat banyak contohnya. Petrus yang pernah menyangkal Yesus kemudian menjadi saksi yang berani. Paulus yang dulu memusuhi orang Kristen berubah menjadi pemberita Injil. Banyak orang lain juga mengalami perubahan karena Yesus. Mereka bukan menjadi sempurna dalam sekejap, tetapi hidup mereka sungguh dibalikkan arahnya oleh Tuhan.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Mungkin kamu punya dosa yang susah ditinggalkan. Mungkin kamu mudah marah, suka membantah, iri hati, malas berdoa, atau tidak jujur. Kalau kamu datang kepada Yesus, Dia sanggup mengubah hidupmu. Mungkin tidak selalu langsung sempurna, tetapi Tuhan sungguh bekerja sedikit demi sedikit.Inilah yang diajarkan 2 Korintus 5:17. Siapa yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru. Artinya, Yesus bukan hanya mengampuni dosa kita, tetapi juga mulai membentuk hidup kita menjadi baru. Jadi, iman kepada Yesus bukan hanya soal tahu banyak hal tentang Dia. Iman kepada Yesus juga terlihat dari hidup yang terus diubahkan oleh-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu bagian hidupmu yang paling ingin kamu serahkan kepada Tuhan untuk diubah. Lalu berdoalah dengan jujur, “Tuhan Yesus, ubahlah aku di bagian ini.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sanggup mengubah hidup manusia. Tolong aku supaya tidak hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh datang kepada-Mu dan diubahkan oleh-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus yang sejati bukan hanya diketahui dengan pikiran, tetapi juga dikenali lewat hidup yang diubahkan oleh kuasa-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengapa Murid-Murid Datang Kembali? Diambil dari: Matius 14:31 “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: ‘Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?'”Wonder Kids, murid-murid Tuhan Yesus pernah mendengar begitu banyak hal luar biasa dari Yesus. Mereka melihat mujizat-mujizat-Nya, mendengar pengajaran-Nya, dan berjalan bersama-Nya. Tetapi saat Yesus ditangkap, semuanya berubah. Mereka takut. Mereka lari. Petrus bahkan menyangkal bahwa ia mengenal Yesus. Wah, itu menyedihkan sekali.Kalau begitu, mengapa mereka bisa datang kembali? Mengapa mereka tidak pergi selamanya? Jawabannya sangat penting: karena mereka bertemu lagi dengan Yesus yang bangkit. Sesudah Yesus mati, mereka memang ketakutan dan putus harapan. Tetapi setelah mereka melihat Yesus hidup kembali, semuanya berubah. Ketakutan mereka berubah menjadi keberanian. Keraguan mereka berubah menjadi keyakinan.Ini menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita kosong. Kalau murid-murid hanya mengikuti Yesus karena kagum, mereka pasti sudah selesai saat Yesus mati. Tetapi mereka kembali karena mereka benar-benar bertemu dengan Tuhan yang bangkit. Mereka tahu bahwa Yesus sungguh hidup.Wonder Kids, ini juga menghibur kita. Kadang-kadang kita pun bisa seperti murid-murid. Kita bisa takut, ragu, sedih, atau menjauh dari Tuhan. Mungkin saat keadaan baik, kita semangat ikut Tuhan. Tetapi saat susah, kita mulai goyah. Renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus tidak meninggalkan murid-murid-Nya. Yesus datang kembali kepada mereka.Yesus juga sabar kepada Petrus. Waktu Petrus mulai tenggelam karena takut dan bimbang, Yesus segera mengulurkan tangan-Nya. Itu artinya, saat kita lemah, Yesus juga sanggup menolong kita. Tuhan tidak menolong hanya saat kita kuat. Tuhan juga menolong saat kita sedang goyah.Jadi, mengapa murid-murid datang kembali? Karena Yesus datang kembali kepada mereka. Dan itu juga berlaku bagi kita. Saat kita ragu, takut, atau jatuh, Yesus tetap adalah Tuhan yang hidup. Dia sanggup memegang kita dan menolong kita berdiri lagi.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu sedang takut, sedih, atau merasa jauh dari Tuhan, katakan dengan jujur dalam doamu, “Tuhan Yesus, pegang aku lagi dan tolong aku tetap percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang bangkit dan hidup. Terima kasih karena saat murid-murid-Mu takut dan goyah, Engkau datang menolong mereka. Tolong aku juga saat aku ragu, takut, atau lemah, supaya aku tetap datang kembali kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu goyah, Yesus yang hidup sanggup memegangmu dan menolongmu kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Gereja Mula-MulaDiambil dari: 1 Korintus 1:22 “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat.”Wonder Kids, selain apa yang tertulis di dalam Injil, kita juga bisa melihat satu hal penting: sejak awal, gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jadi, orang Kristen pertama bukan baru belakangan membuat Yesus terlihat hebat. Sejak sangat awal, mereka memang sudah mengerti bahwa Yesus itu sangat istimewa.Ada banyak tulisan dan doa dari gereja mula-mula yang menunjukkan hal itu. Mereka menyebut Yesus sebagai Tuhan. Mereka menyembah-Nya. Mereka percaya bahwa Yesus sungguh mati, sungguh bangkit, dan sungguh layak dihormati. Jadi, iman bahwa Yesus adalah Tuhan bukan ide yang muncul jauh belakangan. Itu sudah ada sejak awal.Mengapa ini penting, Wonder Kids? Karena ada orang yang berkata bahwa mungkin orang-orang Kristen baru kemudian membesar-besarkan Yesus. Tetapi kalau sejak gereja mula-mula orang-orang percaya sudah menyembah Yesus, berarti memang dari awal mereka melihat bahwa Yesus lebih dari sekadar guru atau nabi. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Bahkan ada orang-orang yang rela menderita karena iman itu. Mereka tidak akan melakukan itu kalau mereka tahu semuanya hanya cerita buatan. Mereka tetap setia karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus benar-benar hidup, mati bagi dosa, dan bangkit kembali. Itu sebabnya kesaksian gereja mula-mula sangat penting.Wonder Kids, renungan hari ini juga mengingatkan kita bahwa iman kita bukan iman yang baru dibuat-buat. Kita berdiri di dalam kabar yang sudah dipercayai oleh umat Tuhan sejak awal. Tuhan menjaga gereja-Nya dan membuat kabar tentang Yesus terus diberitakan dari generasi ke generasi.Dan sekarang, kita juga menjadi bagian dari orang-orang yang percaya kepada Yesus. Wah, indah sekali ya. Dari gereja mula-mula sampai hari ini, Tuhan terus memanggil orang untuk percaya kepada Anak-Nya. Jadi saat kita percaya kepada Yesus, kita sedang berdiri di dalam kebenaran yang sudah dipegang oleh banyak orang percaya sebelum kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena sejak dulu sampai sekarang Engkau tetap dikenal dan dipercaya oleh umat-Mu. Tolong aku juga percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah dikenal, disembah, dan dipercayai oleh gereja sejak awal. Tolong aku supaya tidak ragu, tetapi makin yakin bahwa Engkaulah Tuhan yang hidup dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan sampai hari ini Dia tetap Tuhan yang hidup dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Raja Orang YahudiDiambil dari: Yohanes 19:21 “Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: ‘Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.'”Wonder Kids, salah satu hal penting tentang Tuhan Yesus adalah bahwa Ia disebut Raja orang Yahudi. Waktu Yesus disalibkan, di atas kepala-Nya dipasang tulisan tentang siapa Dia. Tulisan itu berbunyi bahwa Yesus adalah Raja orang Yahudi. Menariknya, tulisan seperti itu dicatat dalam keempat Injil. Jadi, hal ini dianggap sangat penting.Mengapa itu penting? Karena gelar itu menunjukkan hubungan Yesus dengan para pemimpin Yahudi dan juga dengan pemerintah Romawi. Romawi biasanya tidak akan menghukum mati seseorang hanya karena mengajar atau bercerita. Tetapi kalau seseorang dianggap mengaku sebagai raja, itu menjadi masalah besar. Sebab itu berarti ada hubungan dengan kuasa, pemerintahan, dan ancaman terhadap kekuasaan yang sedang ada.Para imam kepala tidak suka tulisan itu. Mereka ingin tulisan itu diubah menjadi, “Orang ini berkata bahwa Ia Raja orang Yahudi.” Mereka tidak mau mengakui bahwa Yesus sungguh adalah Raja. Tetapi justru di situlah kita melihat sesuatu yang besar. Walaupun banyak orang menolak-Nya, Yesus tetap adalah Raja yang sejati.Wonder Kids, Yesus bukan raja seperti raja dunia yang memerintah dengan dosa, kesombongan, atau kekerasan. Yesus adalah Raja yang datang dengan kebenaran, kasih, dan pengorbanan. Ia bahkan rela mati di kayu salib. Itu sebabnya kerajaan-Nya berbeda dari kerajaan dunia ini. Tetapi tetap saja, Dia adalah Raja.Kadang-kadang orang ingin Yesus hanya menjadi penolong saat susah, guru saat butuh nasihat, atau teman saat merasa sendirian. Memang Yesus menolong, mengajar, dan dekat dengan kita. Tetapi Yesus bukan hanya itu. Yesus juga adalah Raja. Artinya, kita tidak hanya datang kepada-Nya untuk ditolong, tetapi juga untuk taat kepada-Nya.Kalau Yesus adalah Raja, maka hidup kita juga harus tunduk kepada-Nya. Kita perlu bertanya: apakah aku mau mengikuti perintah Raja Yesus? Apakah aku mau hidup dengan cara yang menyenangkan Dia? Raja yang baik layak ditaati, dan Yesus adalah Raja yang paling baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, Engkau adalah Rajaku. Tolong aku bukan hanya meminta pertolongan-Mu, tetapi juga mau taat kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Raja yang sejati. Terima kasih karena Engkau memerintah dengan kasih dan kebenaran. Tolong aku supaya mau tunduk kepada-Mu, percaya kepada-Mu, dan hidup sebagai anak yang taat kepada Raja yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Penolong dan Guru, tetapi juga Raja yang sejati dan layak ditaati. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tebusan bagi Banyak OrangDiambil dari: Markus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat penting tentang Tuhan Yesus. Yesus tahu betul siapa diri-Nya. Ia tahu bahwa Ia adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan, dan Juruselamat dunia. Karena itu, Yesus juga tahu untuk apa Ia datang ke dunia.Yesus berkata bahwa Ia datang untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Kata “tebusan” berarti ada harga yang dibayar supaya seseorang bisa dibebaskan. Bayangkan ada orang yang terikat dan tidak bisa melepaskan dirinya sendiri. Ia butuh seseorang lain datang dan membayar harga untuk membebaskannya. Nah, itulah yang Yesus lakukan bagi kita.Mengapa kita perlu ditebus? Karena kita semua adalah orang berdosa. Dosa memisahkan kita dari Allah, dan kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Kita tidak bisa membayar hutang dosa kita dengan kebaikan kita. Kita butuh Juruselamat. Karena itu, Yesus datang. Ia rela mati di kayu salib untuk membayar harga yang tidak bisa kita bayar.Wonder Kids, ini menunjukkan betapa besar kasih Yesus. Yesus tidak datang untuk minta dilayani seperti raja-raja dunia. Yesus datang untuk melayani. Bahkan pelayanan-Nya yang paling besar adalah saat Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Wah, itu kasih yang luar biasa. Yesus rela mengambil tempat kita supaya kita bisa diampuni dan dibebaskan dari hukuman dosa.Ini juga menunjukkan bahwa hanya Yesus yang bisa menjadi Juruselamat kita. Tidak ada manusia lain yang cukup suci untuk membayar dosa dunia. Hanya Yesus, Anak Allah yang sempurna, yang bisa menjadi tebusan bagi banyak orang. Karena itu, keselamatan kita tidak bergantung pada usaha kita, tetapi pada karya Yesus yang sudah selesai di kayu salib.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menjadi tebusan bagiku. Tolong aku menghargai kasih-Mu dan hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan nyawa-Mu bagiku. Terima kasih karena Engkau menebusku dari dosa. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup untuk memuliakan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sangat mengasihimu sampai rela memberikan nyawa-Nya untuk menebusmu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Datang dengan Sebuah MisiDiambil dari: Yohanes 5:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang telah mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”Wonder Kids, dalam banyak cerita petualangan, biasanya ada seorang tokoh utama yang mendapat tugas penting. Ia harus menyelesaikan misinya. Kadang jalannya sulit, penuh bahaya, dan banyak rintangan. Tetapi tujuan akhirnya tetap jelas.Nah, Tuhan Yesus juga datang ke dunia dengan sebuah misi. Yesus tidak datang ke bumi tanpa tujuan. Yesus datang karena manusia berdosa sudah jauh dari Allah. Kita tersesat, dan kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Karena itu, Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan kita.Misi Yesus bukan misi yang mudah. Yesus datang untuk menolong orang berdosa, mengajar tentang Kerajaan Allah, dan akhirnya mati di kayu salib menggantikan manusia. Itu sangat berat. Tetapi Yesus rela melakukannya karena kasih-Nya yang besar. Yesus datang bukan hanya untuk memberi contoh yang baik, tetapi untuk benar-benar menyelamatkan.Dalam Yohanes 5:24, Yesus berkata bahwa orang yang mendengar perkataan-Nya dan percaya kepada Dia yang mengutus-Nya mempunyai hidup yang kekal. Artinya, misi Yesus berhasil membawa keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Karena Yesus datang, mati, dan bangkit, kita bisa dipindahkan dari maut kepada hidup. Wah, itu kabar yang luar biasa.Wonder Kids, ini berarti hidup Yesus bukan cerita biasa. Yesus adalah Juruselamat yang datang dengan tugas dari Bapa. Dan Yesus menyelesaikan tugas itu dengan sempurna. Ia tidak menyerah. Ia tidak gagal. Ia setia sampai akhir supaya kita bisa memiliki hidup yang kekal.Kadang-kadang kita juga punya tugas kecil dalam hidup kita, seperti belajar, taat kepada orang tua, menolong orang lain, atau berkata jujur. Kita bisa belajar dari Yesus untuk setia melakukan apa yang Tuhan mau. Tetapi yang paling penting, kita harus ingat bahwa hanya Yesus yang bisa menyelesaikan misi penyelamatan bagi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkanku. Tolong aku percaya kepada-Mu dan hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang dengan misi yang mulia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Terima kasih karena Engkau rela mati dan bangkit supaya aku memiliki hidup yang kekal. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dan hidup taat kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang ke dunia bukan tanpa tujuan, tetapi dengan misi kasih untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Tidak Malu Menyatakan Siapa Diri-NyaDiambil dari: Yohanes 13:13 “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus sebenarnya tidak pernah dengan jelas menyatakan siapa diri-Nya. Mereka berpikir bahwa murid-murid Yesus saja yang membuat Yesus terlihat lebih besar daripada kenyataannya. Tetapi kalau kita membaca Injil Yohanes, kita melihat bahwa hal itu tidak benar.Di Injil Yohanes, Yesus berbicara dengan sangat jelas tentang siapa diri-Nya. Misalnya, Yesus berkata, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu di Yohanes 13:13, Yesus berkata bahwa Ia memang adalah Guru dan Tuhan. Di bagian lain, Yesus juga berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” Jadi, Yesus tidak malu atau ragu untuk menyatakan identitas-Nya.Tentu, Yesus tidak berdiri sambil berteriak-teriak supaya semua orang kagum. Tetapi melalui perkataan dan perbuatan-Nya, Yesus menunjukkan dengan jelas bahwa Dia lebih dari sekadar manusia biasa. Yesus tahu siapa diri-Nya. Yesus datang dari Bapa, berbicara dengan otoritas Allah, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau Yesus tahu diri-Nya hanya manusia biasa, tetapi berkata seperti itu, maka itu salah besar. Tetapi karena Yesus benar-benar adalah Tuhan, maka perkataan-Nya itu benar. Jadi saat Yesus berkata bahwa Ia adalah Guru dan Tuhan, kita harus mendengarkan-Nya dengan sungguh-sungguh.Renungan ini juga mengingatkan kita tentang hidup kita. Anak Tuhan juga dipanggil untuk tidak malu mengikut Yesus. Kita memang tidak boleh sombong, tetapi kita juga tidak perlu malu menunjukkan bahwa kita milik Kristus. Tentu caranya bukan dengan pamer, melainkan lewat hidup yang berbeda: berkata jujur, mengasihi orang lain, mau mengampuni, dan hidup taat kepada Tuhan.Saat orang melihat hidup kita, mereka seharusnya bisa melihat bahwa kita mengasihi Yesus. Bukan karena kita berteriak-teriak tentang diri kita, tetapi karena hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu cara sederhana untuk menunjukkan bahwa kamu milik Yesus hari ini, misalnya berkata jujur, menolong teman, atau tidak ikut-ikutan berbuat salah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau dengan jelas menyatakan siapa diri-Mu. Tolong aku supaya sungguh percaya bahwa Engkaulah Guru dan Tuhanku. Ajarku juga untuk tidak malu menjadi milik-Mu dan hidup dengan cara yang menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak malu menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan, jadi kita pun tidak perlu malu untuk hidup sebagai milik-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Gambaran Yesus dalam Injil YohanesDiambil dari: Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”Wonder Kids, Injil Yohanes menggambarkan Yesus dengan cara yang sangat indah dan mulia. Kalau Injil lain sering menceritakan banyak peristiwa dari hidup Yesus, Yohanes juga melakukannya, tetapi ia sangat menekankan siapa Yesus sebenarnya. Yohanes ingin kita melihat bahwa Yesus bukan hanya manusia biasa. Yesus adalah Firman yang bersama-sama dengan Allah sejak semula, dan Yesus sendiri adalah Allah.Di awal Injil Yohanes, kita membaca bahwa pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Lalu Yohanes berkata bahwa Firman itu menjadi manusia dan diam di antara kita. Artinya, Yesus yang mulia itu sungguh datang ke dunia. Ia bukan tokoh dongeng. Ia bukan roh yang hanya kelihatan seperti manusia. Yesus benar-benar datang dan hidup di tengah manusia.Mengapa ini penting, Wonder Kids? Karena kalau Yesus hanya manusia biasa, Ia tidak bisa menyelamatkan kita. Tetapi kalau Yesus sungguh Allah yang datang menjadi manusia, maka kita melihat kasih Tuhan yang sangat besar. Allah tidak tinggal jauh di surga saja. Ia datang mendekat kepada manusia berdosa untuk menyatakan kasih karunia dan kebenaran-Nya.Memang, ada orang yang berkata bahwa Injil Yohanes terlalu tinggi dalam menggambarkan Yesus. Tetapi justru Yohanes menulis seperti itu karena ia sungguh mengenal siapa Yesus. Yohanes tidak sedang membuat cerita lebih hebat. Yohanes sedang menunjukkan identitas Yesus yang sejati. Dan semakin kita mengenal Yesus seperti yang Yohanes gambarkan, semakin kita mengerti bahwa Yesus layak dipercaya, disembah, dan diikuti.Wonder Kids, kadang-kadang kita bisa berpikir tentang Yesus terlalu kecil. Kita hanya melihat Yesus sebagai Penolong saat kita susah, atau Guru yang memberi nasihat baik. Memang Yesus menolong kita dan mengajar kita. Tetapi Yesus jauh lebih besar. Yesus adalah Tuhan yang mulia, penuh kasih karunia dan kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Bacalah Yohanes 1:1 dan Yohanes 1:14, lalu katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang datang mendekat kepadaku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Firman yang menjadi manusia. Terima kasih karena Engkau datang ke dunia untuk menyatakan kasih karunia dan kebenaran. Tolong aku supaya makin mengenal siapa Engkau sebenarnya dan makin percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya manusia yang baik, tetapi Allah yang datang menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Sebutan “Abba”Diambil dari: Lukas 2:49 “Jawab-Nya kepada mereka: ‘Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?'”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat indah tentang Tuhan Yesus. Waktu Yesus masih berumur dua belas tahun, Ia pergi ke Bait Allah di Yerusalem. Saat Maria dan Yusuf mencari-Nya, Yesus berkata, “Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Dari perkataan ini, kita melihat bahwa Yesus memiliki hubungan yang sangat istimewa dengan Allah Bapa.Pada zaman itu, orang Yahudi memang mengenal Allah sebagai Bapa bagi umat-Nya. Tetapi Yesus berbicara dengan cara yang sangat dekat dan pribadi. Yesus tidak sedang berkata bahwa Allah adalah Bapa seperti semua orang bisa berkata begitu dengan cara yang sama. Yesus menunjukkan bahwa Ia mengenal Allah sebagai Bapa-Nya dengan cara yang sangat khusus.Lalu di bagian-bagian lain, Yesus juga sering berdoa kepada Bapa. Yesus mengajar murid-murid-Nya untuk mengenal Allah sebagai Bapa, tetapi hubungan Yesus dengan Bapa tetap unik. Yesus adalah Anak Allah. Jadi saat Yesus menyebut Allah sebagai Bapa-Nya, Yesus sedang menunjukkan siapa diri-Nya sebenarnya.Ini penting sekali, Wonder Kids. Yesus bukan sekadar orang baik yang dekat dengan Tuhan. Yesus adalah Anak Allah yang mengenal Bapa dengan sempurna. Karena itu, saat Yesus datang ke dunia, Yesus bukan hanya membawa pesan dari Allah. Yesus datang dari Bapa untuk menyatakan siapa Allah itu kepada kita.Dan ada kabar yang sangat indah juga untuk kita. Karena Yesus datang menyelamatkan kita, kita yang percaya kepada-Nya juga boleh datang kepada Allah sebagai Bapa. Bukan karena kita memang pantas, tetapi karena Yesus membuka jalan bagi kita. Jadi kalau kamu percaya kepada Yesus, kamu tidak perlu takut datang kepada Allah. Kamu boleh berdoa kepada-Nya dan tahu bahwa Dia mengasihimu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Waktu kamu berdoa hari ini, mulailah dengan berkata, “Bapa di surga, terima kasih karena melalui Yesus aku boleh datang kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Anak Allah yang datang dari Bapa. Terima kasih karena melalui Engkau aku boleh mengenal Allah sebagai Bapaku di surga. Tolong aku supaya makin mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah Anak Allah yang sejati, dan melalui Dia kita boleh datang kepada Allah sebagai Bapa yang mengasihi kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dengan Jari AllahDiambil dari: Lukas 11:20 “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”Wonder Kids, waktu Tuhan Yesus melakukan mujizat, ada orang-orang yang tidak mau percaya kepada-Nya. Saat Yesus mengusir roh jahat, mereka malah menuduh bahwa Yesus bekerja dengan kuasa yang jahat. Wah, itu tuduhan yang serius sekali.Tetapi Yesus menjawab mereka dengan bijaksana. Yesus berkata bahwa kerajaan yang terpecah tidak akan bisa bertahan. Maksud Yesus begini: kalau setan melawan setan, kerajaannya akan hancur sendiri. Jadi tidak masuk akal kalau Yesus mengusir roh jahat dengan kuasa setan. Lalu Yesus menjelaskan yang sebenarnya: Ia mengusir setan dengan kuasa Allah. Itu berarti Kerajaan Allah sedang datang.Apa artinya, Wonder Kids? Artinya, mujizat Yesus bukan sekadar pertunjukan supaya orang kagum. Mujizat Yesus menunjukkan bahwa Allah sedang bekerja dengan kuasa-Nya. Yesus datang membawa kuasa Allah untuk mengalahkan kuasa dosa dan kejahatan. Jadi saat Yesus mengusir roh jahat, itu adalah tanda bahwa Yesus benar-benar datang dari Allah.Di Alkitab, kita juga melihat murid-murid Yesus melakukan mujizat. Tetapi ada perbedaan penting. Murid-murid melakukan semuanya dalam nama Yesus. Mereka tidak punya kuasa dari diri sendiri. Sedangkan Yesus menunjukkan kuasa Allah dengan otoritas-Nya sendiri. Jadi, Yesus bukan hanya utusan biasa. Yesus adalah Pribadi yang sangat istimewa.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga bisa lupa bahwa kita tidak kuat dengan kekuatan sendiri. Saat takut, saat dicobai, saat marah, atau saat menghadapi hal yang sulit, kita sering ingin mengandalkan diri sendiri. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa yang sejati berasal dari Tuhan. Kita perlu bergantung kepada-Nya.Kalau Yesus sanggup mengalahkan kuasa jahat, berarti Yesus juga sanggup menolong kita. Mungkin kita tidak sedang berhadapan dengan roh jahat seperti dalam cerita ini, tetapi kita tetap berhadapan dengan dosa, ketakutan, dan kelemahan kita. Dan kabar baiknya, Yesus berkuasa menolong anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa lemah atau takut hari ini, ucapkan doa singkat, “Tuhan Yesus, tolong aku mengandalkan kuasa-Mu, bukan kekuatanku sendiri.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkuasa dan datang dengan kuasa Allah. Tolong aku supaya tidak mengandalkan diriku sendiri, tetapi belajar percaya dan bergantung kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus menunjukkan kuasa Allah yang sejati, dan Dia sanggup menolongmu saat kamu lemah. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Orang FarisiDiambil dari: Markus 7:15 “Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, melainkan apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”Wonder Kids, pada zaman Yesus ada kelompok orang yang disebut orang Farisi. Mereka sangat memperhatikan aturan-aturan agama. Mereka ingin hidup kelihatan bersih dan benar di luar. Karena itu, mereka sangat serius soal makanan, cuci tangan, dan banyak peraturan lainnya. Mereka berpikir bahwa orang bisa menjadi najis terutama karena hal-hal dari luar.Tetapi Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Yesus berkata bahwa yang paling menajiskan manusia bukanlah hal yang masuk dari luar, melainkan apa yang keluar dari hati. Maksudnya, masalah terbesar manusia bukan pertama-tama ada di makanan atau benda di luar dirinya, tetapi di dalam hatinya. Dari hati yang berdosalah keluar kebohongan, iri hati, kemarahan, kesombongan, dan banyak dosa lainnya.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang kita juga bisa seperti orang Farisi. Kita ingin terlihat baik di luar. Misalnya, kita duduk manis di gereja, bicara sopan di depan guru, atau terlihat taat di depan orang tua. Tetapi di dalam hati, kita bisa tetap marah, iri, suka bohong, atau tidak mengasihi Tuhan. Yesus mengingatkan bahwa Tuhan melihat hati kita, bukan hanya penampilan luar kita.Apakah itu berarti aturan Tuhan tidak penting? Bukan begitu. Aturan Tuhan tetap baik. Tuhan memberi perintah-perintah-Nya untuk menolong kita hidup benar. Tetapi aturan saja tidak bisa membuat hati kita bersih. Kita butuh Tuhan mengubah hati kita. Kita butuh mengasihi Tuhan terlebih dahulu, lalu dari hati yang diubah itu kita belajar hidup benar.Jadi, hidup yang murni bukan berarti cuma kelihatan bersih di luar. Hidup yang murni berarti hati kita makin dikasihi dan diubah oleh Tuhan, sehingga kita mau melakukan yang benar. Saat kita sungguh mengasihi Tuhan, kita akan belajar berkata jujur, tidak iri, tidak menyimpan kebencian, dan mau mengasihi orang lain.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba periksa hatimu hari ini. Apakah ada dosa seperti marah, iri, bohong, atau suka membantah? Bawalah itu kepada Tuhan dan mintalah Dia membersihkan hatimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarku bahwa yang paling penting adalah hati yang bersih di hadapan-Mu. Tolong aku supaya tidak hanya terlihat baik di luar, tetapi sungguh diubah di dalam hati. Bersihkan aku dari dosa dan ajar aku mengasihi Engkau serta orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak di luar, tetapi juga melihat hatimu, dan Dia mau membersihkannya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Para MuridDiambil dari: Matius 16:16 “Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'”Wonder Kids, saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya siapa kata orang tentang Dia, lalu siapa kata mereka sendiri tentang Dia, Petrus menjawab dengan sangat indah: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Itu adalah jawaban yang benar. Petrus dan murid-murid mulai melihat bahwa Yesus bukan sekadar guru atau nabi. Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah.Tetapi ada hal yang menarik. Walaupun murid-murid hidup dekat dengan Yesus, melihat mujizat-Nya, mendengar pengajaran-Nya, dan berjalan bersama-Nya, mereka tetap tidak selalu mengerti semuanya dengan cepat. Kadang-kadang mereka masih ragu, masih takut, dan masih bingung. Jadi, mengenal Yesus dengan benar bukan sesuatu yang otomatis terjadi hanya karena dekat secara luar.Yesus sendiri berkata bahwa pengenalan Petrus itu bukan datang dari manusia, tetapi dari Bapa di surga. Artinya, mengenal siapa Yesus sebenarnya adalah anugerah dari Tuhan. Kita memang bisa melihat bukti-bukti tentang Yesus, tetapi akhirnya Tuhanlah yang membuka hati kita supaya sungguh percaya.Ini menolong kita, Wonder Kids. Mungkin kadang-kadang kamu juga punya pertanyaan, keraguan, atau belum mengerti semuanya tentang Yesus. Itu tidak berarti kamu harus menjauh. Justru kamu perlu datang kepada Tuhan dan meminta Dia menolongmu mengenal Yesus dengan benar. Murid-murid pun belajar sedikit demi sedikit, dan Tuhan tetap sabar memimpin mereka.Yesus juga pernah berkata kepada murid-murid bahwa di dunia ini mereka akan mengalami kesusahan, tetapi mereka harus kuat hati karena Yesus telah mengalahkan dunia. Jadi, percaya kepada Yesus bukan berarti hidup selalu mudah. Tetapi kita bisa tetap percaya karena Yesus sungguh adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.Dan yang indah, Wonder Kids, kita sekarang bahkan punya lebih banyak kesaksian daripada para murid pada saat itu. Kita tahu bahwa Yesus bukan hanya mati, tetapi juga bangkit. Jadi kita punya alasan yang kuat untuk percaya kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, tolong aku mengenal Engkau dengan benar, bukan hanya dari cerita orang lain, tetapi sungguh percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Tolong aku saat aku ragu, takut, atau bingung, supaya aku tetap datang kepada-Mu dan belajar percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dengan benar adalah anugerah yang indah, dan Dia sabar menolong anak-anak-Nya untuk semakin percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian dari Roh-Roh JahatDiambil dari: Markus 1:24 “kata-Nya: ‘Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Apakah Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar hal yang agak mengejutkan. Ternyata, bukan hanya manusia yang pernah berkata sesuatu tentang Yesus. Roh-roh jahat pun tahu bahwa Yesus itu sangat istimewa. Dalam Markus 1:24, roh jahat berkata bahwa Yesus adalah “Yang Kudus dari Allah.”Wah, bagaimana bisa? Roh-roh jahat memang jahat, tetapi mereka tidak bodoh. Mereka tahu siapa Yesus sebenarnya. Mereka tahu bahwa Yesus bukan manusia biasa. Mereka tahu bahwa Yesus datang dari Allah dan punya kuasa atas mereka. Karena itu, saat Yesus datang, mereka takut.Tetapi ini penting sekali, Wonder Kids. Walaupun roh-roh jahat tahu siapa Yesus, itu tidak berarti mereka mengasihi atau taat kepada-Nya. Mereka tahu kebenaran, tetapi mereka tetap melawan Tuhan. Jadi, hanya tahu fakta tentang Yesus itu belum cukup. Seseorang bisa tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum sungguh percaya dan tunduk kepada-Nya.Mengapa Yesus tidak mau kesaksian dari roh-roh jahat dijadikan dasar? Karena Yesus mau orang mengenal-Nya dengan cara yang benar. Yesus tidak datang untuk dibuktikan oleh roh-roh jahat. Yesus menyatakan diri-Nya lewat firman-Nya, lewat perbuatan-Nya, lewat kasih-Nya, lewat mujizat-Nya, dan akhirnya lewat kematian dan kebangkitan-Nya.Ini jadi peringatan juga buat kita. Jangan sampai kita hanya tahu banyak hal tentang Yesus, tetapi hati kita tidak sungguh mengasihi Dia. Roh-roh jahat tahu Yesus itu Anak Allah, tetapi mereka tetap memberontak. Anak Tuhan seharusnya berbeda. Kita bukan hanya tahu siapa Yesus, tetapi juga percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan mau taat kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau. Aku mau sungguh percaya, mengasihi, dan taat kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Yang Kudus dari Allah. Tolong aku supaya tidak hanya mengetahui siapa Engkau, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dan hidup taat kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengetahui siapa Yesus itu penting, tetapi yang lebih penting adalah sungguh percaya, mengasihi, dan taat kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Yohanes PembaptisDiambil dari: Matius 3:14 “Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: ‘Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?'”Wonder Kids, selain suara dari surga, Tuhan juga memberi kesaksian lain tentang siapa Yesus. Salah satunya datang dari Yohanes Pembaptis. Yohanes adalah nabi yang mempersiapkan jalan bagi Yesus. Banyak orang sangat menghormati Yohanes, tetapi Yohanes sendiri tahu bahwa ia bukan Mesias. Ia tahu bahwa Yesus jauh lebih besar daripadanya.Saat Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis, Yohanes langsung merasa heran. Yohanes berkata, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu.” Mengapa Yohanes berkata begitu? Karena Yohanes tahu bahwa Yesus tidak berdosa. Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan bagi orang berdosa, tetapi Yesus tidak punya dosa yang harus diakui atau ditinggalkan. Yohanes tahu bahwa Yesus itu suci dan sempurna.Jadi, dari perkataan Yohanes, kita belajar sesuatu yang sangat penting: Yesus berbeda dari semua manusia lain. Semua manusia berdosa, tetapi Yesus tidak. Yohanes sendiri, walaupun nabi Tuhan, tahu bahwa ia masih orang berdosa dan membutuhkan Yesus. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya guru yang baik atau nabi besar. Yesus adalah Pribadi yang kudus, yang layak dihormati dan dipercaya.Tetapi lalu mengapa Yesus tetap dibaptis? Karena Yesus datang untuk taat sepenuhnya kepada kehendak Bapa dan untuk menyatakan diri-Nya sebagai Pribadi yang datang berdiri bersama umat-Nya. Yesus tidak dibaptis karena Ia berdosa, tetapi karena Ia datang untuk menjalankan rencana keselamatan Allah dengan sempurna. Ia datang untuk mengambil tempat orang berdosa, walaupun Ia sendiri tidak berdosa.Wonder Kids, ini sangat menghibur kita. Juruselamat kita bukan orang berdosa yang butuh diselamatkan. Juruselamat kita adalah Yesus yang suci, murni, dan tanpa dosa. Karena itu, Yesus benar-benar layak menjadi Juruselamat kita. Dan Yohanes Pembaptis, yang begitu dihormati banyak orang, justru menunjukkan kepada semua orang bahwa Yesus jauh lebih besar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau suci dan tidak berdosa, tetapi Engkau mau datang untuk menyelamatkanku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau kudus, suci, dan tanpa dosa. Terima kasih karena Engkau tetap datang untuk menjalankan rencana keselamatan bagiku. Tolong aku supaya menghormati-Mu, percaya kepada-Mu, dan mengasihi-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak pernah berdosa, dan justru karena itulah Dia layak menjadi Juruselamat yang sempurna bagimu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Suara dari SurgaDiambil dari: Matius 3:17 “Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.'”Wonder Kids, pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya kalau tiba-tiba terdengar suara dari surga? Pasti semua orang akan diam dan mendengarkan. Nah, itu benar-benar pernah terjadi saat Tuhan Yesus dibaptis. Ketika Yesus keluar dari air, langit terbuka, Roh Allah turun seperti burung merpati, lalu terdengar suara dari surga. Suara itu berkata bahwa Yesus adalah Anak Allah yang dikasihi Bapa.Peristiwa ini sangat penting, karena Tuhan sendiri yang memberi kesaksian tentang siapa Yesus. Jadi, kita tidak perlu menebak-nebak siapa Yesus sebenarnya. Bapa di surga sudah menyatakannya dengan jelas: Yesus adalah Anak-Nya yang dikasihi. Ini berarti Yesus bukan hanya guru yang baik, bukan hanya nabi, dan bukan hanya orang hebat. Yesus adalah Anak Allah.Di bagian lain, suara dari surga juga terdengar lagi saat Yesus dimuliakan di atas gunung. Jadi, Tuhan Bapa benar-benar memberi kesaksian berulang kali tentang Yesus. Wah, luar biasa ya. Kalau Allah sendiri sudah memberi kesaksian, maka kita seharusnya sungguh-sungguh mendengarkan dan percaya kepada Yesus.Tetapi ada satu hal yang menyedihkan. Saat Yesus disalibkan, tidak ada suara dari surga yang terdengar untuk menghentikan semua penderitaan itu. Mengapa? Karena Yesus memang harus menanggung hukuman dosa kita. Di kayu salib, Yesus rela menderita supaya kita bisa diampuni. Jadi, Anak yang dikasihi Bapa itu rela menyerahkan diri-Nya demi keselamatan kita.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa iman kita kepada Yesus punya dasar yang kuat. Kita percaya kepada Yesus bukan karena ikut-ikutan orang lain, tetapi karena firman Tuhan dan kesaksian Allah sendiri menunjukkan siapa Yesus itu. Dan kalau Bapa berkata bahwa Yesus adalah Anak-Nya yang dikasihi, maka kita juga harus datang kepada Yesus dengan hormat, kasih, dan iman.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah. Tolong aku mendengarkan-Mu dan mengikut Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Anak Allah yang dikasihi Bapa. Terima kasih karena Engkau rela datang dan mati bagiku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dan mau mendengarkan firman-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau Bapa di surga sudah menyatakan bahwa Yesus adalah Anak-Nya, maka kita bisa percaya kepada Yesus dengan penuh keyakinan. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Identitas Yesus dalam TritunggalDiambil dari: Matius 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”Wonder Kids, kita tahu bahwa orang Yahudi dan orang Kristen sama-sama percaya bahwa hanya ada satu Allah yang benar. Tetapi ketika Yesus datang, ada sesuatu yang makin jelas dinyatakan kepada kita, yaitu bahwa Allah yang esa itu menyatakan diri sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.Di Perjanjian Lama, orang-orang sudah mengenal Allah sebagai Bapa. Roh Allah juga sudah disebut, misalnya saat Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air pada waktu penciptaan. Tetapi ketika Yesus datang ke dunia, kita melihat dengan lebih jelas lagi bahwa Yesus adalah Anak Allah. Jadi, Tuhan tidak sedang memperkenalkan allah yang baru, melainkan menyatakan dengan lebih penuh siapa diri-Nya.Ini penting sekali, Wonder Kids. Yesus bukan hanya guru yang baik atau nabi yang hebat. Yesus adalah Anak Allah. Karena itu, saat Yesus berbicara tentang Bapa, Anak, dan Roh Kudus, Dia sedang menunjukkan identitas-Nya yang sangat mulia. Kalau Yesus bukan sungguh-sungguh Anak Allah, maka perkataan-Nya akan sangat salah. Tetapi karena Yesus benar, maka kita tahu bahwa Dia memang layak dipercaya.Kadang-kadang hal tentang Tritunggal memang sulit dimengerti sepenuhnya. Memang, kita tidak bisa memahami Allah yang besar hanya dengan pikiran kita yang kecil. Tetapi walaupun kita tidak bisa memahami semuanya dengan sempurna, kita bisa percaya kepada apa yang Tuhan nyatakan dalam firman-Nya. Tuhan menunjukkan kepada kita cukup banyak supaya kita mengenal Dia dengan benar.Dan ada satu hal yang indah sekali: Allah Tritunggal terlibat dalam keselamatan kita. Bapa mengutus Anak. Anak datang untuk menyelamatkan kita. Roh Kudus bekerja di dalam hati kita supaya kita percaya kepada Yesus. Jadi keselamatan kita bukan pekerjaan manusia, tetapi karya Allah yang mulia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan, terima kasih karena Engkau menyatakan diri-Mu kepadaku. Tolong aku percaya kepada-Mu walaupun ada hal-hal yang masih sulit kupahami.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang benar dan mulia. Terima kasih untuk Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang bekerja dalam rencana keselamatan. Tolong aku supaya makin mengenal Engkau dan percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita mungkin tidak mengerti seluruh kebesaran Allah, tetapi kita bisa percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang sungguh menyatakan siapa Allah itu. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sang NabiDiambil dari: Yesaya 6:8 “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?' Maka sahutku: ‘Ini aku, utuslah aku!'”Wonder Kids, ketika Yesus bertanya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” ada orang yang menjawab bahwa Yesus adalah salah satu nabi. Mengapa mereka berpikir begitu? Karena Yesus memang berbicara seperti nabi. Yesus menyampaikan kebenaran dari Allah. Yesus menegur dosa. Yesus mengajar orang untuk bertobat. Yesus juga memberitakan firman Tuhan dengan berani.Dalam Perjanjian Lama, nabi adalah orang yang diutus Tuhan untuk menyampaikan pesan-Nya. Kadang-kadang pesan itu berisi teguran keras. Kadang-kadang berisi penghiburan dan janji. Menjadi nabi bukan tugas yang mudah, karena sering kali orang tidak suka mendengar kebenaran. Tetapi para nabi tetap harus setia menyampaikan apa yang Tuhan katakan. Jadi, orang-orang melihat sesuatu yang benar saat mereka berkata bahwa Yesus seperti nabi. Yesus memang menyampaikan firman Allah dengan kuasa. Tetapi itu belum cukup. Yesus bukan hanya salah satu nabi. Yesus jauh lebih besar daripada nabi-nabi itu.Mengapa? Karena nabi hanya menyampaikan pesan dari Tuhan, tetapi Yesus adalah Firman itu sendiri. Nabi menunjuk orang kepada Allah, tetapi Yesus datang dari Allah sebagai Anak-Nya yang tunggal. Nabi memberitakan jalan keselamatan, tetapi Yesus sendiri adalah jalan itu. Seperti yang Yesus katakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Jadi Yesus bukan hanya pembawa berita dari Allah. Yesus adalah Juruselamat yang datang membawa keselamatan itu sendiri.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang mau menerima Yesus hanya sebagai guru yang baik atau nabi yang hebat. Tetapi Tuhan mau kita mengenal Yesus dengan benar. Kalau Yesus hanya nabi, maka kita cukup mendengar ajaran-Nya. Tetapi karena Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat, kita harus percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan mengikut Dia.Dan ada satu hal lagi yang indah. Allah mengutus para nabi untuk menyampaikan firman-Nya, tetapi Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan dunia. Yohanes 3:16 berkata bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Jadi di dalam Yesus, kita melihat kasih Allah yang paling besar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya nabi yang membawa pesan dari Allah, tetapi Juruselamat yang datang menyelamatkanku. Tolong aku sungguh percaya kepada-Mu.” Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyampaikan kebenaran Allah dan Engkau sendiri adalah Juruselamat yang sejati. Tolong aku supaya tidak mengenal Engkau dengan setengah-setengah, tetapi sungguh percaya dan mengikut Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memang menyampaikan firman Allah seperti nabi, tetapi Dia jauh lebih besar, karena Dia adalah Anak Allah dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yeremia? Diambil dari: Yeremia 31:33 “Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”Wonder Kids, saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” salah satu jawaban yang muncul adalah Yeremia. Mengapa orang bisa berpikir begitu? Yeremia adalah nabi Tuhan yang hidup pada masa yang sangat sulit. Ia dipakai Tuhan untuk memperingatkan bangsa Israel dan Yehuda supaya bertobat. Yeremia berbicara dengan berani kepada para pemimpin dan kepada bangsa itu, walaupun banyak orang tidak suka mendengarnya. Karena dosa mereka, Yerusalem akhirnya jatuh dan bangsa itu dibuang. Jadi Yeremia dikenal sebagai nabi yang menyampaikan firman Tuhan dengan tegas, sedih, dan serius.Ada alasan mengapa orang membandingkan Yesus dengan Yeremia. Yesus juga berbicara dengan berani. Yesus juga menegur dosa, mengingatkan orang untuk bertobat, dan menegur para pemimpin agama yang keras hati. Jadi, dari luar, orang bisa melihat ada kemiripan antara Yeremia dan Yesus.Tetapi ada satu hal yang sangat penting, Wonder Kids. Yeremia bukan hanya menegur dosa. Ia juga dipakai Tuhan untuk menyampaikan janji yang indah, yaitu janji tentang perjanjian baru. Tuhan berkata bahwa suatu hari Ia akan menaruh firman-Nya dalam hati umat-Nya. Artinya, Tuhan tidak hanya mau memperbaiki bagian luar, tetapi mengubah hati manusia dari dalam. Nah, janji itu digenapi di dalam Yesus. Yeremia hanya menyampaikan janji itu, tetapi Yesus datang untuk menggenapinya. Jadi Yesus bukan Yeremia. Yesus jauh lebih besar. Yeremia adalah nabi yang menunjuk ke depan, tetapi Yesus adalah Juruselamat yang membawa penggenapan janji Allah.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang kita berpikir yang kita butuhkan hanyalah nasihat, aturan, atau teguran supaya hidup kita lebih baik. Tetapi sebenarnya kita butuh lebih dari itu. Kita butuh hati yang baru. Kita butuh Tuhan bekerja di dalam hati kita. Dan itu hanya bisa terjadi karena Yesus.Kalau hati kita diubah oleh Tuhan, kita tidak lagi hanya tahu apa yang benar, tetapi juga mau hidup bagi Tuhan. Kita jadi rindu taat, rindu mengenal Tuhan, dan rindu mengasihi Dia. Itulah yang Tuhan kerjakan di dalam hidup orang yang percaya kepada Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Berdoalah kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan Yesus, aku tidak hanya butuh tahu yang benar. Aku butuh Engkau mengubah hatiku supaya aku mau hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya memberi firman, tetapi juga sanggup mengubah hati manusia. Tolong aku supaya tidak keras hati, tetapi mau dibentuk oleh-Mu dan hidup taat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yeremia menyampaikan janji tentang hati yang baru, tetapi Yesus datang untuk menggenapi janji itu di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Elia? Diambil dari: 1 Raja-raja 17:23 “Elia mengambil anak itu, lalu membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan menyerahkannya kepada ibunya. Kata Elia: ‘Lihat, anakmu hidup!'”Wonder Kids, saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” salah satu jawaban yang muncul adalah Elia. Mengapa orang bisa berpikir begitu?Elia adalah salah satu nabi besar dalam Perjanjian Lama. Ia dipakai Tuhan dengan sangat luar biasa. Elia berani menegur raja yang jahat, berani berdiri melawan nabi-nabi Baal, dan Tuhan juga melakukan banyak mujizat melalui hidupnya. Karena itu, nama Elia sangat terkenal di antara orang Yahudi. Mereka tahu bahwa Elia adalah nabi yang besar dan dipakai Tuhan dengan kuat.Selain itu, orang Yahudi juga menantikan kedatangan Elia sebelum datangnya hari Tuhan. Karena itu, saat mereka melihat Yesus melakukan mujizat, mengajar dengan kuasa, dan memanggil orang kembali kepada Tuhan, beberapa orang berpikir mungkin Yesus adalah Elia yang datang kembali.Memang ada beberapa hal yang mirip. Elia pernah dipakai Tuhan untuk membangkitkan seorang anak yang sudah mati. Yesus juga membangkitkan orang mati. Elia adalah nabi yang berani. Yesus juga berbicara dengan kuasa dan keberanian. Tetapi tetap saja, Yesus bukan Elia. Yesus jauh lebih besar daripada Elia.Elia hanyalah nabi, tetapi Yesus adalah Anak Allah. Elia dipakai Tuhan, tetapi Yesus sendiri adalah Tuhan yang datang ke dunia. Elia menunjuk kepada karya Allah, tetapi Yesus adalah penggenapan rencana Allah itu sendiri. Jadi, walaupun ada kemiripan, orang yang berkata Yesus adalah Elia tetap belum mengenal Yesus dengan benar.Wonder Kids, ini mengingatkan kita bahwa Yesus tidak bisa disamakan dengan tokoh besar mana pun. Sebesar apa pun seorang nabi atau pelayan Tuhan, mereka tetap berbeda dengan Yesus. Yesus itu unik. Yesus adalah Juruselamat yang sejati.Dan ada satu hal lagi yang indah. Elia dipakai Tuhan untuk membawa hidup kembali kepada seorang anak. Itu mengingatkan kita bahwa Tuhan berkuasa atas kematian. Tetapi di dalam Yesus, kita melihat kuasa itu dengan jauh lebih besar. Yesus bukan hanya memberi hidup kepada orang lain. Yesus sendiri adalah kebangkitan dan hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau lebih besar dari semua nabi. Tolong aku sungguh mengenal Engkau dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya nabi besar, tetapi Anak Allah dan Juruselamatku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan Elia atau nabi besar lainnya, karena hanya Yesus adalah Anak Allah dan sumber hidup yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.