POPULARITY
Categories
Malam hari itu bukan sekadar soal gelap. Dalam kacamata kuantum, malam adalah saat noise mereda. Gangguan elektromagnetik dari hiruk-pikuk aktivitas manusia menyusut drastis. Saat itulah antena batin kita berada dalam kondisi paling tajam. Paling peka untuk menangkap "sinyal langit" yang sepanjang siang tertutup oleh bisingnya urusan duniawi. Itulah saat terbaik untuk melakukan Quantum Entanglement—keterikatan murni dengan Sang Pencipta. Begitu Tarawih dimulai, simfoni itu bekerja secara kolektif. Gerakannya ritmis. Serentak. Berjamaah. Dalam fisika, ini mirip cahaya laser yang semua fotonnya bergerak dalam satu fase yang selaras. Inilah koherensi. Getaran fisik kita disetel ulang melalui gerakan rukuk dan sujud agar tidak lagi "kemresek". Seluruh sel dan zarah dalam tubuh mulai bergetar mengikuti nada kosmik yang agung, menciptakan resonansi yang menenangkan jiwa. Puncaknya ada pada lantunan ayat suci. Itu bukan sekadar suara merdu, melainkan transmisi data informasi kosmik yang dahsyat. Membaca Al-Quran di keheningan malam adalah proses re-programming besar-besaran terhadap "kode sumber" jiwa kita. Kita sedang mengunduh frekuensi kedamaian untuk memformat ulang batin yang selama ini berantakan. Hasilnya? Anda bukan lagi sekadar orang yang menahan lapar, melainkan instrumen Tuhan yang paling merdu. Luar biasa!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Skolastika MCFSM dan Sr Emiliana MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Palanga Sampit Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Yakobus 1: 1-11; Mazmur tg 119: 67.68.71.72.75.76; Markus 8: 11-13.MENIKMATI UJIAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menikmati Ujian.Di dalam semua aspek kehidupan kita, ujian terjadi dalam suatu proses untukmembuktikan sesuatu hasil baik untuk jumlah maupun kualitas. Apa pun bentuk dankarakternya ujian itu, aspek dasarnya ialah orang yang mengalaminya berada didalam situasi dicoba atau diuji kemampuannya. Sikap yang umum ialah keadaan jiwa dan raga orang yangmenghadapi ujian berada dalam suatu keadaan negatif atau positif. Orang bisagugup, berdebar, takut, kurang yakin, dan mengeluh. Orang bisa juga berani,konsentrasi, fokus, percaya diri, dan yakin untuk menghadapi lalu akhirnyamelewati ujian. Situasi bisa terlihat di wajah mereka, namun justru lebih seruialah di dalam jiwanya. Kedua situasi ini menggambarkan bagaimana seseorangmenikmati ujian itu. Orang bersikap negatif ketika menghadapi ujian disebabkanoleh aneka alasan. Yang paling umum ialah karena yang bersangkutan kurang atautidak siap. Ketidaksiapan mental dan semangat biasanya langsung membuat tubuhmenjadi gugup, gemetar, keringatan, dan lemah. Dalam keadaan seperti ini, sikapmenyerah bukan mustahil di mana yang bersangkutan bisa menolak untuk menghadapiatau menghadapi saja tetapi dengan risiko pada hasil di bawah harapan. Ini berbanding terbalik dengan sikap positif dan optimisdalam menghadapi ujian, yaitu orang yang siap jiwa dan raga. Bahkan kesiapanini diungkapkan dengan suatu kegirangan dan kerinduan untuk mengantisipasiujian. Sikap seperti ini bisa membuktikan bahwa yang bersangkutan yakin akanhasil yang bakal dicapai memuaskan dan memenuhi harapan. Atau sikap ini jugamerepresentasi sebuah sikap mental pada orang yang percaya bahwa hasil baikatau buruk bukanlah hal yang prioritas, tetapi ini menjadi kesempatan untuk menempah danmelatih diri. Dua sikap positif ini ditunjukkan oleh kedua bacaan kitahari ini. Santo Yakobus dalam bacaan pertama memberikan nasihat bahwa ujiandalam hidup memang mesti dilalui karena hasilnya adalah sebuah ketekunan yangmerupakan jalan menuju kesempurnaan. Yesus diuji terus menerus oleh kaum Farisidan para cendekia ahli Taurat. Tetapi biasanya Yesus membungkam mereka. Diaadalah Tuhan maka tak perlu ujian. Tetapi yang Ia anggap sebagai kemunduranialah mereka yang mengujinya tak mendapatkan keuntungan apa-apa. Itu berartibahwa Yesus yang siap, sedangkan mereka tidak siap dalam medan ujian. Jadihukumnya pasti: sebelum ujian utama, harus awali dulu dengan banyak ujianpemanasan alias persiapan-persiapan dan antisipasi dalam segala bentuknya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, ajarilah kami selalu dengan meletakkan kata-kata dan tindakan yangbenar dan tepat dalam setiap kesempatan kami hadapi ujian hidup ini. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Ludgardis MCFSM, Sr Vinsensia MCFSM dan Sr Aurelia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 15: 15-20; Mazmur tg 119: 1-2.4-5.17-18.33-34; 1 Korintus 2: 6-10; Matius 5: 17-37.MENERIMA YANGMUNGKIN DARI MISTERI ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Menerima Yang Mungkindari Misteri Allah. Sepasang orang muda baru sebulan ini berpacaran. Memangbanyak kesamaan di antara mereka yang membuat hubungan ini penuh dengan sukacita. Namun banyak juga perbedaan yang sering memicu perdebatan, prasangka,pikiran negatif dan saling marah. Mereka harus belajar untuk menerima semua inisebagai dinamika di dalam menjalin cinta sebagai pribadi-pribadi yang unik satusama lain. Mereka berdua sempat menghadiri acara pernikahan seorangteman mereka. Di dalam Misa pernikahan, Pastor yang berkotbah mengatakan, imanyang ditaburkan dan ditanam oleh Yesus ke dalam diri para pengikut-Nya ialahsesuatu yang mengalahkan semua bentuk logika yang ada. Iman bukan seperti ilmupengetahuan dan teknologi, yang selalu berusaha memberikan bukti untuk dilihat,dijumpai, dipakai dan diubah. Semua itu ada batasnya dan ada waktunya. Tetapi iman sesungguhnya mengajarkan kita tentang tidakmungkin. Semua kebaikan dan kebenaran dari Tuhan adalah mungkin bagi Dia.Tetapi bagi manusia adalah tidak mungkin. Kedua pasangan yang sedang dalamsuasana nikah, demikian juga pasangan yang sedang berpacaran, harus menyadaribahwa masing-masing pribadi unik, berbeda latar belakang dan keadaan, merupakansesuatu yang tidak mungkin. Cinta sejati adalah cinta tidak mungkin. Banyak nasihat, petunjuk dan perintah Tuhan, yang baginalar, logika dan perasaan kita sebagai manusia, sangat jelas tidak mungkin.Misalnya kita diminta untuk mengampuni tanpa batas, memasuki pintu yang sempituntuk bisa selamat, menggarami seluruh dunia, memberikan pipi kiri ditamparsetelah kanannya, mengasihi dan mendoakan musuh, meninggalkan segala-galanya didunia ini untuk mengikuti Kristus. Semua menjadi bagian dari iman kita. Alasan utama Tuhan menetapkan karakter iman kita sebagaisesuatu yang tidak mungkin, ialah supaya harapan kita tidak berhenti dan kitaselalu tertantang untuk mencapainya. Semangat iman kita ialah mencapai danmenjadi seperti Kristus. Yesus meminta kita untuk berbuat lebih jauh daristandar dunia ini, supaya kita mencapai standar-Nya. Intinya, Ia meminta supayaiman dan hidup agama kita harus melebihi para ahli Taurat dan kaum Farisi, yangmerupakan pemegang kunci hidup beragama dan pengajaran iman. Jadi, yang tidak mungkin itu adalah hikmat Allah, yangmeskipun tersembunyi dan selalu tidak kita pahami, kita tetap menerima danmenaatinya. Itu adalah cara kita menjawab panggilan-Nya dan jalan yang kitapilih untuk mencapai kesempurnaan. Kita selalu dinasihatkan oleh kitab suciuntuk memilih jalan ini, dan bukan jalan atau cara hidup yang lain. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa, semogadengan perayaan hari Minggu ini, kami tetapi setia dalam jalan panggilan kamidan menjadi saksi Kristus yang sesungguhnya di tengah dunia ini. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...
In her speech, Ms Bogdan-Martin addresses the role of the International Telecommunication Union (ITU) in securing universal connectivity for all, particularly how ICT can be used to assist developing countries to ensure that no one is left behind and that the ITU programmes reach the furthest behind first. She explores how AI can be used for inclusion, providing access to healthcare and education in developing countries, and presents an innovative ITU programme which focuses on migration and connecting refugees from camp to camp. Finally, she highlights developments in cybersecurity and protection of critical infrastructure, from energy to subsea cables. This event is part of the IIEA's Development Matters Series which is kindly sponsored by Irish Aid. Doreen Bogdan-Martin is the Secretary-General of the Internation Telecommunication Union (ITU), taking office in January 2023, becoming the first woman ever to head the organisation. Ms Bogdan-Martin has held leadership positions in the field of international telecommunications policy for over three decades, with a track-record of brokering innovative partnerships to expand digital inclusion and connectivity for everyone around the world. Previously, Ms Bogdan-Martin served as the Executive Director of the Broadband Commission for Sustainable Development, focusing on delivering new partnerships, global initiatives on connectivity innovation, digital transformation, and youth engagement. She was also co-founder of the EQUALS Global Partnership to bridge the digital divide, and co-creator of the GIGA school initiative. She has been awarded the IEEE President's Award for ‘distinguished leadership and contributions to the public' and the SIA Leadership in Government Award for her ‘distinguished career in both domestic and international space policy. In 2025, Forbes named Ms Bogdan-Martin in its 50 over 50 Impact list recognising women using their experience to benefit the world.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Imelda MCFSM dan Suster Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 1-7.9-13; Mazmur tg 132: 6-7.8-10; Markus 6: 53-56.RUANG BAGI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ruang Bagi Tuhan.Ruang dimaksudkan di sini bukan sebuah tempat atau lokasi. Karena prinsipnyaTuhan tidak bisa dikondisikan ke dalam sebuah tempat. Sebaliknya, Tuhan beradadi dalam ruang yang melingkupi dan menaungi kita. Ruang itu menandakan sebuahkehadiran dan keberadaan. Tuhan menyediakan ruang itu dan Dia sendiri berada disana. Raja Salomo dan umat Allah menaruh tabut perjanjian padatempat berdiam yang sudah dibangun, namun raja berseru bahwa Tuhan akan tinggaldi bumi selama-lamanya bersama umat-Nya. Ia menyertai, menemui, menjangkau, danbergaul dengan setiap orang di segala tempat seperti yang dilakukan oleh YesusKristus. Ruang buat Tuhan adalah seluruh permukaan bumi ini, tempat semuamanusia berdiam. Ruang bagi Tuhan yang jaraknya paling jauh ialah kota-kotadan desa-desa seberapa pun jaraknya, yang memperlihatkan orang-orangberbondong-bondong datang menemui Yesus untuk mendapatkan kesembuhan danpenghiburan. Itu namanya ruang publik yang terbuka dan menjurus dengan jarakpuluhan bahkan ratusan kilometer. Yesus mencapai sebuah tempat dan orang-orang mengenal-Nyalalu mereka segera mendekati untuk menyalami dan berbicara, say hello atauperkenalkan diri. Itu adalah ruang sosialnya Yesus. Pasti orang-orang bersorakgembira karena bisa memandang Yesus dari dekat, melambaikan tangan, dan suaramereka dapat didengar oleh Yesus. Sebagian mereka mendapatkan suka cita danpenghiburan karena perjumpaan itu. Mereka yang sakit bahkan mencapai ruang pribadi dan ruangintim Yesus melalui jamahan tangan Tuhan atau mereka sendiri yang menjamahjumbai juba Yesus. Di sini Yesus mengajarkan kalau the power of touch atau kekuatan menyentuh sangatlah penting untukpenguatan dan penyembuhan. Dalam menyentuh tak ada jarak lagi yang tampak. Itu adalah ruang tubuh kita yang mengijinkan kontak danenergi dari tubuh yang satu terserap oleh tubuh yang lain. Energinya Yesusmasuk ke dalam orang-orang sakit dan mereka menjadi sembuh. Ini adalahpelajaran amat berharga, yaitu ruang tubuh, ruang pribadi bahkan ruang sosialdan publik kita sangat instrumental untuk terjadinya kontak dengan orang lain.Tuntutan kedekatan dan kehadiran kita sangatlah penting, karena kita dapatberbagi ruang dari diri kita dan ini selalu menjadi tanda penguatan dan pembaharuanhidup. Ini adalah cara kita menghadirkan ruang bagi Tuhan yang bekerja melaluikita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, mampukanlahkami untuk memanfaatkan semua kehadiran kami sebagai ungkapan cinta kasih.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 6 Februari 2026Bacaan: "Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam Itu ke dalamnya serta Berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi." (2 Raja-raja 2:21)Renungan: Sejumlah pemburu ular menyerah untuk menangkap dan membunuh ular-ular besar yang sering memangsa ternak masyarakat di sekitar desa-desa. Setelah satu bulan perburuan meski sudah banyak ular yang dibunuh, ular-ular itu tetap ada dan berkeliaran. Pemerintah pun turun tangan dan mengerahkan beberapa ahli untuk meneliti. Hasilnya ditemukan sarang ular yang menampung ribuan ular dewasa dan puluhan ribu yang masih kecil. Akhirnya, semua aman kembali setelah sarang ular dihancurkan menggunakan bahan peledak. Ketika dilaporkan oleh penduduk Yerikho bahwa air di tempat itu tidak baik dan sering menyebabkan keguguran bayi, Nabi Elisa meminta sebuah pinggan baru yang berisikan garam. Kemudian pergilah Nabi Elisa ke mata air itu lalu melemparkan garam ke dalamnya untuk menyehatkan air, agar air tersebut menjadi sehat untuk diminum. Alasan Nabi Elisa melemparkan garam tersebut bukan di sembarang tempat, melainkan ke dalam mata airnya, karena Elisa tahu mata air adalah sumber dari aliran air yang tidak baik bagi penduduk setempat sehingga ketika permasalahan di sumber air diatasi otomatis air yang akan mengalir berikutnya menjadi air sehat. Air yang mendatangkan manfaat bagi warga di tempat itu. Begitu pun dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mengalami hal-hal yang tidak baik hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu akar permasalahan tersebut. Kemudian selesaikan masalah pada akarnya sampai tuntas, maka masalah akan dapat teratasi dan tak akan berlarut-larut. Menemukan akar dari suatu masalah memang bukan perkara mudah, maka itu mintalah hikmat Tuhan untuk kita dapat menemukan sumber permasalahan dan mengatasi permasalahan itu hingga tuntas. Kita perlu hikmat Tuhan, sebab Dia Mahatahu sedangkan hikmat manusia sangat terbatas. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk dapat menemukan akar dari permasalahan yang aku hadapi saat ini, sehingga dengan hikmat-Mu itu juga aku dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya. Amin. (Dod).
In a Nutshell: The Plant-Based Health Professionals UK Podcast
This week on the podcast we speak with nutritionist, author, and retired ITU nurse, Karen Lee. Karen shares her journey of following a whole-food plant-based diet to help manage her symptoms of the autoimmune disease, multiple sclerosis. We cover the research showing how whole-food, plant-based dietary patterns may help reduce systemic inflammation, improve gut microbiome diversity, and improve symptoms relevant to many autoimmune diseases.To find out more and connect with Karen:https://thesensitivefoodiekitchen.com/To buy Karen's latest book:https://www.hammersmithbooks.co.uk/product/healing-from-the-inside-out/Published case study discussed:https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/15598276221141403PBHP Fact Sheet on MS:https://plantbasedhealthprofessionals.com/wp-content/uploads/MS-factsheet-210519.pdfTo find out more on OMS:https://overcomingms.org/Clare's vegan omelette recipe:300g silken tofu140g firm tofu 3tbsp gram flour2 tbsp tapioca flour1 tbsp of ground flaxseed in 2tbsp water1/2 tsp turmeric Good pinch of Kala namak (if available)Ground pepperDash of plant milk if the mixture is a bit stiffOil of your choice for frying (optional)Filling of your choice e.g vegan cheese, mushrooms, spring onions, kimchi!Blend together the silken tofu, gram flour, tapioca flour, flaxseed, turmeric, Kala namak and pepper. Crumble in the firm tofu and give it a final mix. Heat a small amount of oil in a frying pan. Add the mixture and give the pan a wobble to level it out. Adjust the hob heat so that you can see a bit of steam coming from the pan but it shouldn't be bubbling too vigorously. It will take up to about 20 minutes for the omelette to fully set. When it is starting to look set you can add the filling to the top to start heating through, or melting if it's vegan cheese. Just before serving, fold over the omelette in the pan, then you can slide it onto a plate and decorate with fresh herbs or chopped spring onions.And please don't forget to rate, review and subscribe to the podcast, and share this episode with one other person today.If you'd like to support our work and be part of a growing community of like-minded people working towards creating a healthier and more sustainable future please join the Plant-Based Health Professionals UK following the link below:https://plantbasedhealthprofessionals.com/membershipYou don't have to be a health care professional to join, but by doing so you're not only supporting our work, you'll be improving your own health; with membership starting from as little as £15 a year, join us now and be part of the change you want to see.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KESAKSIAN PARA SAKSI MATADiambil dari: 2 Petrus 1:16 (TB)“Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol yang licik, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.”Wonder Kids, Pernah dengar cerita yang katanya benar, tapi ternyata cuma karangan? Kalau sebuah cerita benar-benar terjadi, biasanya ada orang yang melihat langsung, bukan cuma dengar dari orang lain.Dalam penyelidikan kejahatan, kesaksian saksi mata itu sangat penting. Orang yang melihat langsung sebuah kejadian bisa membantu kita tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hal yang sama juga berlaku untuk cerita tentang Yesus.Para murid Yesus bukan hanya mendengar cerita tentang Yesus. Mereka melihat sendiri apa yang Yesus lakukan. Mereka melihat Yesus: menyembuhkan orang sakitmelakukan mujizatmati di kayu salibdan bahkan bangkit dari kematianRasul Petrus menegaskan bahwa mereka bukan mengarang cerita. Mereka adalah saksi mata dari kebesaran Yesus. Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes ditulis berdasarkan kesaksian nyata, bukan dongeng. Itu sebabnya kita bisa percaya bahwa Yesus benar-benar hidup, mati, dan bangkit untuk menyelamatkan kita.Kesaksian para saksi mata ini menjadi sidik jari berikutnya yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Yesus bukan hanya tokoh cerita. Yesus adalah Juruselamat yang benar-benar datang ke dunia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ingatlah bahwa iman kita berdiri di atas kebenaran yang nyata. Bersyukurlah karena Tuhan memberi kita saksi-saksi yang dapat dipercaya.Mari kita berdoa Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi kami kesaksian yang benar tentang Yesus. Tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup setia kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, ingatlah: iman kita bukan berdasarkan cerita karangan orang, tetapi kesaksian nyata tentang Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh pasangan suami istri Yustina dan Ignasius dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 12: 1-7a.10-17; Mazmur tg 51: 12-13.14-15.16-17; Markus 4: 35-41.KEKUATAN UNTUK TUMBUH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan UntukTumbuh. Santo Yohanes Bosco yang lahir pada tanggal 16 Agustus 1815, mengalamihidup dalam zaman bertumbuhnya industri di Eropa, sebagai hasil langsung darirevolusi industri pada abat ke-19. Ia menemukan bagian lapisan masyarakat yangsangat terkena dampak ialah remaja dan orang-orang muda. Mereka tidak bisa diandalkan untuk dunia industri. Orangtua mereka dan orang dewasa lain, bagi yang mampu akan mengikuti industritetapi yang tidak mampu akan jatuh dalam kemiskinan. Orang muda terpaksamemenuhi jalan-jalan kota untuk menyambung hidup dengan berbagai aktivitas yangtidak berguna. Sering mereka menjadi sasaran eksploitasi kekerasan dankejahatan lainnya. Pastor Yohanes Bosco jatuh kasihan dan rasa cinta kepadamereka. Ia mengumpulkan mereka untuk hidup di asrama dan menyediakan berbagaikegiatan pendidikan, pembinaan iman dan moral, serta ketrampilan kepada mereka.Tujuannya supaya mereka di kemudian hari menjadi berguna bagi dirinya,keluarganya, Gereja dan masyarakat. Bagi Santo Yohanes Bosco, setiap remaja dan orang mudaadalah benih-benih unggul bagi Tuhan. Tidak ada satu pun dari orang muda inidilahirkan jahat atau tidak baik. Karena sebagai benih, mereka harus diberikankesempatan dan segala kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang. Sistempendidikan Don Bosco sangat memperhatikan ini. Sistem ini bernama SistemPencegahan. Seperti Don Bosco dan orang-orang muda zamannya, kita jugabagai benih sesawi dalam keadaan kita masing-masing. Biji sesawi karunia Tuhankepada setiap orang itu unik, dan tak pernah sama untuk dua orang. Itu adalahkepribadian, pengalaman iman, dan panggilan suci setiap orang. Dengan keunikanini, kita sebenarnya tidak boleh iri satu sama lain lantaran ada yang punyakekhususan di satu sisi, di sini lain dipunyai orang lain. Yang penting adalahkita saling menghormati dan memerlukan. Sikap lain yang juga tidak layak ialah copy paste keunikan orang lain lalukeaslian diri sendiri hampir tidak tampak. Ini adalah kepalsuan yang serius.Orang tidak menjadi orisinal, independen dan percaya pada kemampuan sendiri.Sikap copy paste hampir sama denganmencuri. Sedangkan manja dan selalu bergantung adalah sikap menempel saja. Inimerupakan kemunduran seorang murid Tuhan Yesus yang baik. Dengan menghindarisikap-sikap yang kurang atau negatif itu, seseorang lalu menemukan dirinya yangmempunyai kekuatan untuk tumbuh. Ia pantas sebagai murid yang diutus oleh YesusKristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yangbijaksana, kuatkanlah iman kami supaya tetap menjadi murid-murid Yesus Kristusyang sejati. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
In this episode, we break down the composition of the Neo-Assyrian Army under the Sargonid dynasty (Tiglath-Pileser III, Sargon II, and their successors) and explain why Assyria's battlefield dominance in the 8th–7th centuries BCE was not just “more men” or “more brutality,” but a specific military system built around logistics, organization, and a flexible combined-arms force.You'll learn what the core Assyrian infantryman looked like in practice: a general-purpose soldier equipped for multiple battlefield roles (spear, sword, bow, and shield), and why that versatility mattered for campaigns, garrisons, policing, construction, and sieges. We also examine how Assyrian military service worked, including seasonal call-ups, corvée-style obligations, land-grant service (ilkum), and the expectation of plunder—structures that helped sustain long campaigns without a fully modern “paid army” model.From there, we move to the elite infantry (often associated with the royal guard) and the implications of lamellar armor in the Near Eastern heat. Armor, discipline, conditioning, and unit performance are treated as connected variables, not isolated trivia. We then reconstruct the iconic Assyrian shield-wall-and-archer system: tower shields, spear line behavior, the archer line directly behind the shields, and how this formation changes the psychology of spear-range fighting by making “safe distance” impossible.The episode also covers the auxiliary/light infantry contingents organized along ethnic lines across the Assyrian Empire—why they were valued, how unit cohesion and veterancy can create tactical flexibility, and how these forces complemented the main line. Finally, we examine mounted forces during the Sargonid period: the maturation of true cavalry, the decline of chariotry into more limited roles, early spear cavalry, horse archery, equipment constraints before saddles and widespread horse armor, and how Assyria used mobility to exploit gaps, pursue breaks, and keep operational tempo high.If you are interested in ancient warfare, the Bronze Age collapse aftermath, Neo-Assyrian history, Near Eastern military organization, imperial logistics, siege warfare, and the military reforms that shaped the ancient world, this episode is a deep, practical reconstruction grounded in how armies actually functioned on campaign and in battle.Key topics and terms for search: Neo-Assyrian Empire, Sargon II, Sargonids, Tiglath-Pileser III, Sennacherib, Assyrian army, Assyrian infantry, Assyrian royal guard, lamellar armor, scale armor, tower shields, shield wall, Assyrian archers, composite recurve bow, ancient logistics, corvée labor, ilkum land grants, plunder economy, auxiliary troops, Itu'eans, Arameans, Hittites, Elamites, Urartu, cavalry origins, chariots to cavalry transition, combined arms in antiquity, ancient battle tactics, Near East military history, 8th century BCE, 7th century BCE.Next episode preview: the campaign of 714 BCE against Urartu—one of the best documented operations of the ancient world, including intelligence, logistics, and royal correspondence.I am also doing daily history facts again, at least until I run out of time again. You can find Oldest Stories daily on Tiktok and Youtube Shorts.If you like the show, consider sharing with your friends, leaving a like, subscribing, or even supporting financially:Buy the Oldest Stories books: https://a.co/d/7Wn4jhSDonate here: https://oldeststories.net/or on patreon: https://patreon.com/JamesBleckleyor on youtube: https://www.youtube.com/channel/UCCG2tPxnHNNvMd0VrInekaA/joinYoutube and Patreon members get access to bonus content produced when and as I have time.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KETIKA ADA ORANG BILANG INJIL DIUBAHDiambil dari: 2 Korintus 8:21 (TB)“Karena kami memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.”Ada orang-orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Kadang mereka berkata bahwa para penulis Injil mengubah ceritanya supaya terlihat seperti Yesus benar-benar memenuhi nubuat dalam Perjanjian Lama. Misalnya, ada yang bilang, “Bagaimana kalau Yohanes sengaja tidak menulis bagian tertentu supaya terlihat cocok dengan nubuat?”Tetapi itu tidak benar.Pada zaman Injil ditulis, sudah ada banyak orang yang hidup dan melihat kejadian-kejadian itu langsung. Kalau ada kesalahan, orang-orang itu pasti langsung berkata, “Itu tidak benar! Waktu terjadi bukan begitu!” Selain itu, orang-orang yang membenci kekristenan tentu akan senang sekali menunjukkan kesalahan kalau memang ada. Tapi tidak ada bukti bahwa penulis Injil memalsukan atau mengubah cerita.Para penulis Injil ingin jujur karena mereka tahu Tuhan melihat hati mereka. Mereka tidak perlu menipu untuk membuat Yesus terlihat sebagai Mesias—karena Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan. Kejujuran sangat penting. Kalau kita terbiasa berkata jujur, orang akan percaya ketika kita menyampaikan kebenaran tentang Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Cobalah ingat: apakah kamu sudah jujur dalam hal-hal kecil? Minta Tuhan menolongmu hidup jujur supaya orang lain bisa percaya ketika kamu bercerita tentang Yesus.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku untuk selalu berkata jujur.Aku ingin hidup benar di hadapan-Mu, dan juga di hadapan orang lain.Tolong supaya sikapku membuat orang lain percaya bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kejujuran membuat orang bisa melihat Yesus melalui hidupmu. Tuhan Yesus memberkati
Halo sobat podcast INIKOPER. Pernah pusing karena kas yayasan kosong? Saya baru saja membaca buku yang sangat bagus karya Evan Wildstein. Judulnya The Nonprofiteer's Fundraising Field Guide. Isinya membongkar cara lama. Mencari dana itu ternyata bukan soal jadi tukang rayu yang agresif. Bukan juga soal jualan proposal. Wildstein justru menawarkan konsep Servant-Leadership. Intinya sederhana: penggalangan dana akan sukses besar kalau kita mau jadi pelayan bagi donatur. Kepemimpinan di sini bukan soal jabatan mentereng, tapi soal bagaimana kita bisa memengaruhi orang untuk mau bergerak bersama demi tujuan mulia. Kunci suksesnya ada di telinga, bukan di lidah. Wildstein punya aturan unik: bicaralah hanya 25 persen, sisanya 75 persen gunakan untuk mendengarkan donatur. Di podcast INIKOPER ini, kita harus belajar: jangan jualan kemiskinan atau poverty porn hanya supaya orang merasa iba. Itu merendahkan martabat manusia. Gunakan cara yang jujur. Bangun kepercayaan. Ingat, donatur itu menitipkan amanah. Jadi, tugas kita bukan cuma kirim kuitansi, tapi ceritakan dampak nyatanya. Biarkan donatur merasa bangga karena sudah membantu, bukan merasa hanya dijadikan mesin ATM. Hasilnya nyata. Riset buku ini menunjukkan organisasi yang pakai pola "pelayan" ini punya hasil dana 24,2 persen lebih tinggi. Jauh di atas lembaga biasa. Pada akhirnya, mencari dana itu soal hubungan hati, bukan sekadar transaksi bank. Kita perlu rajin bertanya ke donatur: kenapa mereka masih setia membantu kita? Kalau staf yayasan kerjanya senang dan donatur merasa dihargai, dana akan mengalir dengan sendirinya. Inilah pesan baru untuk Anda para pejuang sosial: memimpinlah dengan cara melayani. Selamat mendengarkan di INIKOPER!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ARGUMEN “TERPENUHI DENGAN SENGAJA”?Diambil dari: Amsal 19:21“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.”Wonder Kids, Pernah nggak kalian membuat sesuatu “jadi kenyataan” hanya karena kalian sudah tahu sebelumnya? Misalnya, kalau ada teman bilang, “Kayaknya kamu akan makan roti selai kacang hari ini,” lalu kalian sengaja bikin roti selai kacang supaya perkataanmu terjadi terjadi. Mudah, kan?Ada orang yang berpikir Yesus juga begitu. Mereka bilang: “Mungkin Yesus tahu nubuat-nubuat Perjanjian Lama, lalu Ia sengaja melakukan semuanya supaya terlihat seperti Mesias.” Tapi… benarkah itu mungkin? Beberapa nubuat memang bisa “diwujudkan,” seperti naik keledai saat masuk Yerusalem. Namun ada banyak nubuat lain yang tidak mungkin dibuat manusia sendiri, seperti:– Yesus lahir di Betlehem.– Yesus berasal dari garis keturunan Abraham dan Daud.– Seorang sahabat mengkhianatinya.– Tentara Romawi membagi pakaiannya dan tidak mematahkan kaki-Nya.– Yesus mati dan bangkit kembali.Semua hal itu mustahil diatur oleh manusia. Itu hanya mungkin terjadi karena Yesus memang Mesias yang dijanjikan dan Allah sendiri yang menggenapinya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ingat bahwa Yesus tidak sedang berpura-pura menjadi Mesias.Semua nubuat tergenapi karena Ia benar-benar Tuhan.Katakan kepada Tuhan:“Terima kasih karena Engkaulah Mesias yang dijanjikan.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menggenapi semua nubuat dengan sempurna. Tolong aku percaya penuh kepada-Mu dan menjawab keraguan orang lain dengan bijaksana. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak membuat nubuat itu terjadi—Ia menggenapinya karena Ia adalah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati
The severity of online child abuse has prompted the UN and partners from the private sector, civil society and government, to commit to working together to ensure AI-tools benefit children, rather than endangering them.A joint statement was released earlier this week by the UN's International Telecommunications Union (ITU), children's agency, UNICEF, and offices across the UN system involved in safeguarding children.It is hoped the new shared commitment will lead to a clear roadmap for protecting youngsters worldwide.Cosmas Zavazava, the Director of the ITU's Telecommunication Development Bureau, told UN News's Conor Lennon about the many threats children face, and how UN is working with the tech companies to boost protection.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ARGUMEN KEBETULAN?Diambil dari: Kisah Para Rasul 3:18 (TB)“...Allah telah menggenapi apa yang dari dahulu Ia firmankan dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias-Nya harus menderita.”Wonder Kids, Kadang-kadang, orang berpikir bahwa nubuat dalam Alkitab digenapi oleh Yesus hanya karena kebetulan. Seperti menebak hasil lemparan koin—kadang benar, kadang salah. Tapi ada satu ahli matematika bernama Peter W. Stoner yang mencoba menghitung kemungkinan seseorang menggenapi hanya delapan nubuat dalam Perjanjian Lama. Hasilnya mengejutkan: kemungkinannya hanya satu banding seratus juta miliar! Bayangkan seperti ini: Seolah-olah kita menandai satu koin, lalu mencampurnya dengan seratus juta miliar koin lainnya, lalu semua koin itu ditaruh di sebuah tanah kosong. Kemudian seseorang yang ditutup matanya disuruh mengambil satu koin saja dan ternyata yang dia ambil adalah koin yang ditandai itu. Hampir tidak mungkin, bukan? Kaoin begitu banyak dan orang yang mengambil matanya ditutup. Dia tidak bisa memilih, dia tidak bisa melihat koin yang ditandai. Dan Yesus bukan hanya menggenapi delapan nubuat—Ia menggenapi puluhan nubuat dalam hidup-Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya. Itu sebabnya kita percaya:Yesus bukan kebetulan. Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Allah merencanakan semuanya dengan penuh kasih dari sejak dahulu. Dan sama seperti Allah tidak bekerja secara kebetulan dalam hidup Yesus, Allah juga bekerja dengan tujuan dalam hidupmu.Mari kita berdoa:Tuhan, tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Terima kasih karena Engkau mengasihi aku dengan sengaja dan punya rencana yang indah untuk hidupku. Tolong aku mempercayai rencana-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin. Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bayangkan betapa besar kuasa Allah yang mengatur semuanya dengan tepat. Katakan pada Tuhan: “Tuhan, hidupku bukan kebetulan. Engkau punya rencana buatku.” Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MESIAS YANG BANGKITDiambil dari: Mazmur 16:10 (TB)“Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.”Wonder kids, Ada satu hal yang dimiliki semua orang di dunia: kita semua lahir, kita semua makan, kita semua bernafas… dan satu hari nanti, kita semua akan meninggal. Dan ketika seseorang meninggal, tubuhnya akan membusuk. Itu adalah bagian alami dari hidup manusia.Tapi Mazmur 16 berisi sesuatu yang berbeda.Raja Daud menulis bahwa Tuhan tidak akan membiarkan orang yang dikasihi-Nya mengalami kebinasaan, atau “membusuk” dalam kubur. Daud tahu ini tidak mungkin terjadi pada dirinya sendiri, karena ia adalah manusia biasa. Berarti Daud sedang membicarakan seseorang yang lebih besar—Mesias yang Tuhan janjikan. Ketika Yesus mati di kayu salib, tubuh-Nya tidak dibiarkan tinggal di kubur. Pada hari ketiga, Yesus bangkit dari antara orang mati, menggenapi Mazmur 16 dengan sempurna. Ini menjadi “sidik jari” terakhir dari Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa Yesus benar-benar Mesias. Kematian tidak bisa menahan Yesus. Kubur tidak bisa mengalahkan-Nya.Dan karena Yesus hidup kembali, kita memiliki pengharapan yang kekal bersama-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan apa artinya kalau Yesus benar-benar bangkit.Katakan kepada Tuhan:“Tuhan Yesus, Engkau hidup. Aku mau percaya dan berharap pada-Mu.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bangkit dan menang atas kematian. Engkau tidak diam terus di kubur, Engkau hidup. Dan karena itu aku punya harapan. Tolong aku percaya kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus hidup! Dan karena itu, kita memiliki harapan yang tidak akan pernah hilang. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah DAUD MENUBUATKAN PENYALIBANDiambil dari: Mazmur 22:15–17 “Aku seperti air yang tercurah… seluruh tulangku terlepas dari sendinya… anjing-anjing mengerumuni aku;… mereka menusuk tangan dan kakiku.”Wonder Kids, Saat Yesus tergantung di kayu salib, Ia mengutip Mazmur 22—Mazmur yang ditulis oleh Raja Daud sekitar seribu tahun sebelumnya. Yesus berkata, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Ketika Daud menulis Mazmur itu, ia sedang menggambarkan rasa sakit dan kesedihan yang ia alami. Ia tidak tahu bahwa kata-katanya itu akan menjadi gambaran yang sangat tepat tentang apa yang Yesus alami di salib. Mazmur 22 menggambarkan hal-hal seperti:Yesus diejek (ayat 7)tulang-tulang-Nya terlepas dari sendi (ayat 14)tangan dan kaki-Nya ditusuk (ayat 16)pakaian-Nya dibagi-bagikan (ayat 18)Yang luar biasa adalah: pada zaman Daud, penyaliban bahkan belum ditemukan!Belum ada hukuman salib. Namun Daud menggambarkannya dengan sangat tepat karena Roh Kudus yang memeberitahu dan menolong Daud untuk menuliskannya. Itu sebabnya nubuat ini menjadi “sidik jari ketujuh” yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Allah sudah mengetahui apa yang akan terjadi, dan Yesus rela datang untuk menanggung hukuman dosa kita. Yesus tidak terkejut oleh salib. Ia tahu apa yang akan Ia hadapi—dan Ia tetap memilih untuk melakukannya karena Ia mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Renungkan betapa besar kasih Yesus yang rela disalibkan untukmu. Katakan pada Tuhan:“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menanggung hukuman yang seharusnya untukku.”Mari kita berdoa:Tuhan, Engkau tidak terkejut dengan salib. Engkau sudah tahu semuanya, tetapi Engkau tetap memilih datang untuk menyelamatkanku. Terima kasih atas kasih-Mu yang begitu besar. Tolong aku hidup bersyukur kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu penderitaan yang akan Ia alami—dan Ia tetap memilih salib karena Ia mengasihimu. Tuhan Yesus memberkati.
中国最近向国际电信联盟(ITU)申报了20万颗通讯卫星的发射规划,这个创纪录数字震撼了商业航天行业,也刺激了国内的投资者。与之紧密相关的另一个名词,则是“火箭回收”。这两件事则共同指向了SpaceX——这家公司以一己之力,定义了商业航天的商业模式,如今中国的商业航天创业者们,本质上都希望追赶SpaceX的步伐。SpaceX究竟是靠什么赚钱?中国公司的追赶进度究竟如何?当所有公司都涌向特定的近地轨道时,人类离星辰大海是更近了,还是更远了?【好消息】2026年2月9月,《商业就是这样》将迎来开播五周年。我们将在当日上线一期,与你共同创作的,特别节目。我们想向所有听友征集投稿:你所在的城市里,你觉得印象最深、最有意思、或是最独特的商业现象或事物是什么?可以是人物、商品、商店、品牌、现象、规则等等各种形式。另外我们还想听听:过去五年,你认为对自己改变最大的一件事是什么?它可以与商业有关,也可以没有。当然如果与商业就是这样有关,那我们会特别荣幸。因平台限制,投稿方式参见微信公众号“第一财经YiMagazine” 1月6日发布的头条内容。如果你想让自己的声音上节目,我们也很欢迎。你可以向我们的邮箱 thatisbiz@yicai.com 投稿音频文件。请在邮件主题备注【5周年听友共创+昵称】,不要忘记添加音频附件。本次征集将会持续到2026年1月26日。感谢听友们的支持和理解!| 主播 |肖文杰、约小亚| 时间轴 |05:08 距离上一次做节目时,SpaceX的商业模式已经彻底改变06:35 重复利用的交通工具才能支撑物流生意10:41 星舰会让太空运输的价格“回到地面”15:48 星链的三类客户23:18 接近SpaceX在2010至2012年的水平26:17 抢椅子游戏32:52 更是一种叫牌36:25 人类的太空探索是被打开了,还是被限制了?| 延伸资料 |第一财经YiMagazine - 火箭回收的中国路线Vol.17 SpaceX和“红顶商人”马斯克Bao Tran, Patent Attorney - Rocket Launch Costs (2020-2030)BASM's Substack - 一文看懂SpaceX估值和商业模式| 后期制作 |潘鑫| 声音设计 |刘三菜| 收听方式 |你可以通过小宇宙、苹果播客、Spotify、喜马拉雅、网易云音乐、QQ音乐、荔枝、豆瓣等平台收听节目。| 认识我们 |微信公众号:第一财经YiMagazine联系我们:thatisbiz@yicai.com
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dikhianati Seorang TemanDiambil dari: Mazmur 41:10 “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan roti bersama-sama dengan aku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.”Wonder Kids, Saat jam makan siang di sekolah, kita biasanya duduk bersama siapa? Biasanya bersama teman-teman dekat kita. Makan bersama adalah waktu yang menyenangkan—kita bercanda, berbagi cerita, dan menikmati makanan bersama. Kita jarang makan dengan orang yang tidak kita sukai atau tidak kita percaya. Karena itu, dikhianati oleh teman sendiri adalah hal yang sangat menyakitkan. Raja Daud pernah mengalaminya. Ketika ia menulis Mazmur 41, ia sedang mengalami masa sulit. Ia merasa musuh-musuhnya senang melihat kesusahannya. Bahkan orang yang dekat dengannya, yang pernah makan bersama dia, ternyata mengkhianatinya. Meski begitu, Daud tetap percaya bahwa Tuhan akan memelihara dirinya.Yesus juga mengalami hal yang sama. Pada malam sebelum Ia disalibkan, Yesus sedang makan dengan para murid-Nya. Di saat yang sangat berat itu, Yesus tahu salah satu murid terdekat—Yudas—akan mengkhianati Dia. Yesus bahkan mengutip Mazmur 41 untuk menunjukkan bahwa apa yang terjadi sudah dinubuatkan sejak dulu. Pengkhianatan oleh Yudas adalah “sidik jari” keenam yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias.Yesus memahami rasa sakit ditinggalkan, dikhianati, dan dilukai oleh orang yang dekat.Itu sebabnya ketika kamu dikhianati atau dikecewakan teman, Yesus mengerti perasaanmu.Dia pernah mengalaminya, dan Dia ada untuk menolongmu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jika kamu pernah terluka karena teman, ceritakan kepada Tuhan. Katakan:“Tuhan, Engkau tahu rasanya disakiti. Tolong sembuhkan hatiku dan ajari aku menjadi teman yang setia.”Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau mengerti rasaku ketika aku disakiti oleh orang yang dekat denganku. Tolong aku belajar setia dalam persahabatan dan mengampuni seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memahami rasa sakitmu, dan Dia selalu setia—bahkan ketika manusia mengecewakan. Tuhan Yesus memberkati.
Anda sudah tahu: dunia tahun 2026 ini bukan lagi milik para pakar yang duduk di menara gading. Dulu, banyak yang menganggap Donald Trump hanyalah sebuah "kecelakaan" sejarah. Tapi sekarang, kita harus jujur melihat kenyataan: dia adalah realitas baru yang merombak total tatanan liberal dunia. Ekonomi tidak lagi diatur oleh teori-teori rumit dari University of Chicago, melainkan oleh satu kompas tunggal: kepentingan nasional yang sangat transaksional. Peter Oborne dalam bukunya How Trump Thinks sebenarnya sudah meramalkan hal ini sejak lama. Trump berhasil menghancurkan dominasi para ahli yang selama ini merasa paling tahu. Kata Oborne, Trump mempermalukan mereka, lalu menghancurkan wibawanya. Di tahun 2026 ini, politik benar-benar dikembalikan ke tangan pemilih. Suara massa di wilayah industri seperti Rust Belt kini jauh lebih berharga daripada analisis canggih dari Wall Street. Bagi Trump, perdagangan global itu bukan kerja sama, melainkan perang. Dan dalam pikirannya, Amerika sudah terlalu lama kalah. Anda mungkin ingat cuitannya bertahun-tahun lalu: "Bangunlah Amerika, China sedang memakan jatah makan siang kita." Maka, di tahun 2026 ini, tarif impor bukan lagi sekadar hambatan dagang. Tarif telah berubah menjadi pentungan besar untuk memaksa pabrik-pabrik asing pulang kampung ke tanah Amerika. Senjata paling ampuh Trump tetap ada pada jempolnya. Twitter—atau apa pun nama platformnya sekarang—adalah medan tempurnya. Oborne menjelaskan bahwa media sosial memungkinkan Trump bicara tanpa filter sama sekali. Kebijakan ekonomi penting seringkali diputuskan hanya lewat sebuah gertakan digital. Cukup satu cuitan, dan nilai tukar mata uang dunia bisa langsung meriang seketika. Lalu bagaimana dengan soal fakta? Di era ini, fakta seringkali menjadi masalah persepsi belaka. Ingat istilah "alternative facts" yang dulu dipopulerkan Kellyanne Conway? Di tahun 2026, angka inflasi pun jadi subjek debat selera. Kalau pendukungnya merasa sejahtera, maka angka statistik resmi yang menunjukkan hal sebaliknya akan langsung dicap sebagai fake news. Baginya, fakta adalah apa yang dirasakan rakyat, bukan apa yang ditulis oleh birokrat. Urusan energi pun Trump tidak mau main-main. Slogannya tetap sama: "Drill, Baby, Drill." Masalah perubahan iklim? Itu dianggap urusan nomor sekian. Trump pernah bilang bahwa isu pemanasan global hanyalah ciptaan China agar manufaktur Amerika tidak kompetitif. Di tahun 2026, pengerukan bahan bakar fosil secara besar-besaran menjadi jalan utama untuk menjaga kedaulatan ekonomi Amerika. Kitab sucinya masih tetap satu: The Art of the Deal. Trump sangat percaya pada kekuasaan daya tawar atau leverage. Jangan harap ada lagi bantuan gratis dari Washington. Setiap dolar yang keluar harus ada untungnya bagi Amerika. Hubungan luar negeri Amerika di tahun 2026 adalah cermin dari transaksi murni: ada uang, ada barang, dan harus ada keuntungan yang nyata. Kelompok yang dia sebut sebagai "The Forgotten Man" tetap menjadi jualan politik utamanya. Janjinya dulu sangat jelas: orang-orang yang terlupakan ini tidak akan dilupakan lagi. Di tahun 2026, janji itu diwujudkan lewat kebijakan membawa kembali industri ke dalam negeri secara paksa. Pabrik yang nekat beroperasi di luar negeri diancam pajak perbatasan yang setinggi langit. Efisiensi global dibuang, kedaulatan kerja lokal dijunjung tinggi. Pajak korporasi juga dipangkas habis-habisan. Tujuannya agar Amerika menjadi magnet bagi modal dunia. Trump tidak peduli meskipun defisit anggaran membengkak sangat besar. Teorinya sederhana: pertumbuhan ekonomi yang cepat nantinya akan menutup lubang defisit itu. Ini adalah ekonomi sisi penawaran atau supply-side dengan dosis tinggi, jauh lebih berani jika dibandingkan dengan zaman Presiden Reagan dulu. Namun, kritik terhadapnya tetap nyaring terdengar. Tony Schwartz, pria yang menuliskan buku The Art of the Dealuntuknya, pernah menyatakan penyesalan mendalam karena telah "mempercantik" sosok Trump. Di tahun 2026, ketidakstabilan sistemik akibat gaya kepemimpinannya yang impulsif makin terasa. Seluruh dunia seolah bergetar setiap kali Trump berubah pikiran secara mendadak. Institusi dunia seperti WTO kini hampir lumpuh total. Bagi Trump, lembaga semacam itu hanyalah beban yang menghambat langkahnya. Peter Oborne mencatat pandangan mendasar Trump: dunia itu tempat yang keras dan berbahaya. Maka, Amerika harus kuat sendirian. Aliansi-aliansi lama rontok satu per satu, digantikan oleh kesepakatan bilateral pendek yang bisa dibatalkan hanya dalam semalam. Bagaimana dampaknya bagi kita di Indonesia? Tentu saja sangat terasa. Tidak ada lagi zona nyaman dalam berdiplomasi. Kita dipaksa memilih: mau ikut aturan main Amerika yang sangat berat atau siap menghadapi tembok tarif yang tinggi. Diplomasi ekonomi kini tidak lagi diisi kata-kata manis. Semuanya telah berubah menjadi transaksi dagang yang sangat dingin dan hitung-hitungan. Di dalam negeri Amerika sendiri, polarisasi justru makin parah. Kota-kota besar yang melek teknologi terus berantem dengan masyarakat pedesaan yang mendukung industri fosil. Trump sengaja memelihara perbedaan ini. Dia butuh narasi "Kita lawan Mereka" untuk melanggengkan setiap kebijakan fiskalnya yang seringkali memicu kontroversi besar. Keamanan bahkan dijadikan alat untuk membenarkan kebijakan ekonomi. Pakar sejarah Sir Richard Evans pernah memperingatkan bahwa gaya bahasa Trump mirip dengan pemimpin otoritarian abad ke-20. Ancaman dari luar dijadikan alasan untuk menutup perbatasan. Di tahun 2026, urusan ekonomi dan keamanan nasional telah menjadi dua sisi dari mata uang yang sama. Teknologi pun kini dipagari oleh semangat nasionalisme yang kental. Trump lebih suka melihat robot-robot bekerja di pabrik Ohio daripada melihat buruh murah bekerja di Vietnam. Ini adalah nasionalisme teknologi tingkat tinggi. Kekayaan intelektual Amerika dijaga ketat bak benteng pertahanan. Automasi dianggap sebagai jalan ninja bagi Trump untuk tetap menguasai industri masa depan. Hubungan Trump dengan dunia perbankan juga terbilang unik. Dia sangat suka dengan deregulasi, tapi dia benci setengah mati kalau suku bunga naik. Bank sentral Federal Reserve seringkali menjadi sasaran serangannya. Trump ingin uang tetap murah agar ambisi pembangunannya bisa terus jalan. Dia tidak peduli dengan risiko moneter jangka panjang, yang penting ekonomi bisa "ngegas" sekarang juga. Dinasti keluarga pun makin nyata terlihat di tahun 2026 ini. Nama-nama seperti Ivanka dan Jared Kushner tetap berada di lingkaran inti kekuasaan. Oborne sudah menyebut mereka sebagai figur dominan sejak awal karir politik Trump. Birokrasi yang diisi para profesional kini kalah oleh sistem patronase. Kepercayaan pribadi jauh lebih berharga daripada deretan gelar akademik. Kekuatan utama Trumpisme sebenarnya bukan terletak pada data statistik, melainkan pada emosi massa. Ingat ajaran Norman Vincent Peale, pendeta masa kecil Trump tentang berpikir positif? Pikiran yang optimis dianggap bisa mengalahkan kenyataan pahit sekalipun. Di tahun 2026, optimisme buta dari para pendukungnya menjadi bahan bakar politik yang sangat luar biasa kekuatannya. Rakyat pada akhirnya memang tidak butuh angka statistik GDP yang rumit untuk dipahami. Mereka hanya butuh sosok pahlawan, seorang pendekar. Trump memposisikan dirinya sebagai satu-satunya orang yang berani mengeluarkan "Jurus Sapu Jagat"—sebuah gerakan politik yang menyapu bersih semua sistem lama yang dianggap korup. Tujuannya cuma satu: merebut kembali hak Amerika yang dia klaim telah "dicuri" oleh dunia selama ini. Kesimpulannya, fenomena Trump 2026 adalah campuran antara proteksionisme kuno dan manajemen merek modern yang sangat canggih. "Jurus Sapu Jagat" ini mungkin membuat para pemimpin dunia lainnya sakit kepala hebat, tapi bagi pendukung setianya, inilah sapuan bersih yang sudah lama dinanti. Anda boleh saja tidak setuju dengan caranya, tapi faktanya, jurus ini telah berhasil menyapu habis hampir semua tatanan lama yang pernah kita kenal.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudul JANJI TUHAN KEPADA ABRAMDiambil dari:Kejadian 12:3 (TB)“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”Wonder Kids, Sebelum bangsa Israel ada, Tuhan sudah mulai merencanakan cara untuk menyelamatkan dunia. Rencana besar itu dimulai ketika Tuhan memanggil seorang pria bernama Abram, sebelum namanya diubah menjadi Abraham. Pada waktu itu, Abram sudah berusia 75 tahun. Tuhan meminta Abram dan istrinya meninggalkan rumah, keluarga, dan negeri mereka untuk pergi ke tempat yang belum mereka kenal. Itu bukan hal yang mudah.Tapi Tuhan memberi Abram sebuah janji besar yang membuat semuanya layak dilakukan.Tuhan berfirman bahwa Ia akan membuat Abram menjadi bangsa yang besar, membuat namanya terkenal, memberkatinya, dan—yang paling penting—melalui keturunan Abram, semua orang di bumi akan diberkati. Janji ini bukan hanya untuk Abram atau Abraham, tetapi untuk seluruh dunia. Dan ketika Yesus lahir ke dunia, Ia berasal dari garis keturunan Abraham. Itulah salah satu “sidik jari” pertama yang Tuhan tinggalkan untuk menunjukkan bahwa Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan. Tuhan menepati janji-Nya, bahkan jika perlu waktu lama. Sama seperti Abram, kita pun bisa percaya bahwa Tuhan bekerja dalam hidup kita, meski kita belum melihat hasilnya sekarang.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Coba pikirkan satu janji Tuhan yang kamu ingat.Katakan pada Tuhan bahwa kamu mau menunggu dan percaya bahwa Ia pasti menepatinya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih atas setiap janji-Mu. Aku percaya Engkau selalu menepati apa yang Engkau katakan, sama seperti Engkau menepati janji-Mu kepada Abraham. Tolong aku untuk tetap percaya meski harus menunggu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: janji Tuhan kadang memerlukan waktu, tetapi selalu layak untuk ditunggu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 14 Januari 2026Bacaan: "Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah." (3 Yohanes 1:11) Renungan: Pada dasarnya manusia adalah makhluk peniru. Sejak lahir, kita belajar bicara, berjalan, melakukan sesuatu, dll, dari meniru orang tua dan orang di sekitar kita. Semakin besar, hal itu terus berlanjut. Saat remaja, kita suka meniru artis idola atau orang dewasa lainnya. Saat bekerja atau berbisnis, kita meniru orang yang kita anggap sukses. Dalam memilih model pakaian atau rambut, kita juga meniru. Dalam belajar sesuatu, kita pun banyak meniru. Banyak orang juga punya keinginan bisa seperti si ini atau si itu. Lagi-lagi itu juga meniru. Tuhan tidak pernah melarang kita meniru. Tuhan tahu dan la pun menciptakan kita sebagai makhluk sosial yang belajar dengan saling meniru. Namun, firman Tuhan di 3 Yohanes 1:11 ini mengingatkan kita untuk selektif dalam meniru. Tirulah hal yang baik, jangan yang jahat/buruk! Sederhana, tapi sangat penting diperhatikan. Ada banyak tokoh Alkitab juga peniru. Timotius adalah seorang peniru, tapi yang ia tiru adalah Lois, neneknya, Eunike, ibunya, dan kemudian Paulus. Melalui nenek dan ibunya, Timotius belajar memiliki iman kepada Allah. Melalui Paulus, Timotius belajar meniru bagaimana bisa memberikan ajaran Injil yang sehat dan bagaimana agar imannya dapat ia hidupi dengan sempurna. Paulus memang sosok yang patut ditiru. Meski demikian Paulus pun juga meniru, yaitu meniru teladan Kristus. Mari renungkan, siapa yang kehidupannya secara tidak sadar sudah kita tiru selama ini? Alangkah indah jika kita seperti Timotius, yang bisa menemukan sosok panutan yang tepat, yang kehidupannya berpadanan dengan teladan Kristus! Tapi, waspadalah jika kita ternyata lebih tergoda meniru sosok yang membuat kita memikirkan dan melakukan hal-hal yang salah, yang tidak sesuai teladan Kristus. Demikian pula, sadarilah juga bahwa bisa jadi ada orang yang juga meniru kita. Nah, apakah kita selama ini sudah memberikan teladan yang baik atau buruk? Itu kembali lagi, dimulai dari siapa yang kita tiru dan teladani dalam hidup ini. Semoga kita bisa meneladani yang baik dan bisa menjadi teladan yang baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berteman, agar aku tidak salah memilih teman. Sehingga melalui hikmat-Mu aku mendapatkan teman yang bisa membawa aku lebih dekat pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 11 Januari 2026Bacaan: la mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:30-31)Renungan: Setetes embun jatuh di sebuah daun. Lama kelamaan, daun itu tidak bisa menahan butiran embun dan menetes ke bebatuan di bawahnya. Ternyata setiap hari, bebatuan itu basah terkena titik embun segar yang jatuh dari daun-daun. Makin hari, batu yang lembab menumbuhkan lumut pada permukaan batu-batu tersebut. Tidak hanya itu, pada bebatuan itu juga, para semut mulai membuat sarangnya. Melihat itu, banyak burung hinggap untuk mematuk semut, binatang yang menjadi makanan favoritnya. Bebatuan yang awalnya gersang, kini ditumbuhi lumut, rumput-rumput kecil, sarang semut hingga membentuk habitat baru. Itu semua terjadi karena ada peran setetes embun. Sekalipun cuma setetes, tapi embun sudah menjalankan fungsinya dengan maksimal. Sebagai manusia, sudah seharusnya kita berlaku demikian. Lihatlah Yusuf, meskipun seorang narapidana namun perannya di penjara tidaklah kecil. Paulus dan Silas pun sama. Walaupun ada di penjara, itu tidak menghalangi mereka untuk melakukan sesuatu bagi orang-orang. Bahkan di tempat gelap, sepi, kotor, dingin pun, mereka tetap berfungsi optimal, memberitakan Injil, menyelamatkan jiwa-jiwa. Tidak peduli di mana pun kita berkarya hari ini, di ruang kerja yang kecil, di garasi yang sempit, di toko yang terpencil, di gudang paling belakang, di kantor yang jauh dari keramaian, di lapangan yang kotor, panas, tetaplah jalankan fungsi kita dengan baik. Tetap berilah yang terbaik meskipun mungkin tidak dilihat banyak orang. Tetaplah giat sambil terus percaya dan berharap kalau sesuatu yang besar, yang dari Tuhan pasti akan datang. Seringkali bukan tempat yang membesarkan seseorang namun kualitas diri orang itu sendirilah yang menentukan apakah kelak ia akan menjelma menjadi orang hebat, atau tetap menjadi individu yang biasa-biasa saja. Mari tingkatkan kemampuan diri, terus menjadi berkat bagi orang, terus berdampak positif bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku agar melalui hidupku aku dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudul MANISNYA FIRMAN TUHANDiambil dari: Mazmur 119:103 (TB)“Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari madu bagi mulutku!”Wonder Kids, Sejak ribuan tahun lalu, orang sudah tahu bahwa madu itu menyehatkan.Penelitian modern juga membuktikan hal itu—madu punya zat antibakteri, membantu penyembuhan luka, menenangkan batuk, bahkan baik untuk kulit. Tidak heran madu sering dianggap sebagai makanan yang “manis dan bermanfaat.”Di dalam Alkitab, Firman Tuhan sering dibandingkan dengan madu.Tapi firman Tuhan bukan hanya manis, firman Tuhan jauh lebih berharga dan bermanfaat bagi hidup kita. Amsal 24:14 berkata, “Hikmat itu seperti madu… kalau engkau mendapatnya, ada masa depan yang baik bagimu.” Itu berarti membaca Alkitab memberi kita hikmat, pengharapan, dan kekuatan untuk menjalani hidup.Kalau kita jujur, mungkin ada kalanya kita merasa membaca Alkitab tidak semenarik makan makanan manis—misalnya es krim, cokelat, atau kue.Tapi sebenarnya, Firman Tuhan memberi manfaat yang jauh lebih besar.Ketika kita membaca dan merenungkannya, Tuhan membentuk hati kita menjadi lebih bijak, lebih mengasihi, dan lebih serupa dengan Dia.Supaya pengalaman membaca Alkitab lebih menyenangkan, kita bisa membuatnya kreatif!Kita bisa menulis jurnal, menggambar cerita Alkitab, membuat lagu kecil dari satu ayat, atau menghafalkan ayat dengan cara yang seru.Semakin kita menemukan cara baru untuk menikmati Firman Tuhan, semakin dalam firman itu tinggal di hati kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Coba pilih satu cara kreatif untuk menikmati Firman Tuhan:menulis, menggambar, menyanyi, atau membuat kartu ayat.Lakukan satu saja hari ini dan lihat betapa manisnya Firman Tuhan!Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku merasakan manisnya hikmat-Mu. Buat aku senang membaca firman-Mu dan belajar menghidupinya setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Firman Tuhan itu manis, menguatkan, dan membuat hidup kita menjadi lebih indah. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah APA SIH SEBENARNYA ALKITAB ITU?Diambil dari:2 Timotius 3:16 (TB)“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”Wonder Kids, Kalau kita ingin mengenal siapa Yesus, kita tidak bisa jauh-jauh dari satu hal yang sangat penting, yaitu Alkitab. Alkitab bukan hanya buku yang laris dibaca banyak orang—Alkitab adalah Firman Tuhan. Alkitab terdiri dari enam puluh enam kitab yang ditulis oleh banyak orang selama ribuan tahun. Meski penulisnya berbeda-beda, semuanya dituntun oleh Roh Kudus sehingga apa yang mereka tulis adalah kebenaran dari Tuhan sendiri.Alkitab terbagi dua bagian. Perjanjian Lama berisi kisah penciptaan, sejarah bangsa Israel, hukum Tuhan, raja-raja, nabi-nabi, dan janji keselamatan. Perjanjian Baru berisi kisah Yesus, awal mula gereja, surat-surat untuk jemaat, dan janji tentang hal-hal yang akan datang.Dalam 2 Timotius 3:16, kita belajar bahwa seluruh Alkitab itu “diilhamkan Allah.”Itu berarti Firman Tuhan hidup, berkuasa, dan menolong kita.Melalui Alkitab, Tuhan mengajar kita, mengoreksi kita, memimpin kita, dan membentuk kita supaya hidup seperti yang Ia kehendaki.Semakin kita membaca Firman Tuhan, semakin kita mengenal Tuhan.Dan semakin kita mengenal Tuhan, semakin hidup kita berubah menjadi seperti Dia.Ketika kita masuk ke dalam Firman Tuhan, Firman Tuhan juga masuk ke dalam hidup kita!Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Luangkan waktu untuk membaca satu bagian kecil dari Alkitab—bahkan hanya beberapa ayat. Berdoalah, “Tuhan, ajari aku lewat Firman-Mu hari ini.”Mari kita berdoa:Tuhan, Engkaulah Penulis Alkitab yang hidup. Tolong aku mengerti Firman-Mu dan belajar menjadi seperti Engkau. Isi hatiku dengan kebenaran-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, ingatlah: ketika kamu membaca Firman Tuhan, Tuhan sendiri sedang berbicara kepadamu. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan kita hari ini berjudul SIAPA SEBENARNYA YESUS?Diambil dari:Markus 8:27 (TB)Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"Wonder Kids, suatu hari, Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Itu bukan karena Yesus bingung tentang diri-Nya. Dia tahu persis siapa diri-Nya — pada waktu itu dan sampai sekarang. Tapi Yesus ingin murid-murid-Nya memikirkan dengan sungguh-sungguh siapa yang mereka percayai. Sampai hari ini, banyak orang mengenal Yesus sebagai bayi yang lahir di Betlehem pada Natal. Tapi Alkitab mengajarkan lebih dari itu. Kita percaya bahwa Yesus lahir dari Maria perawan, dan Allah sendiri adalah Bapa-Nya. Yesus tidak pernah berbuat dosa.Dia mengajar, menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan bahkan menantang pemimpin agama pada zaman-Nya. Murid-murid Yesus percaya bahwa kedatangan-Nya adalah jawaban dari nubuat Allah sejak zaman dahulu — Mesias yang dijanjikan.Dan kita percaya bahwa Yesus disalibkan, dikuburkan, dan bangkit kembali, lalu dilihat oleh banyak saksi mata. Semakin kita belajar tentang siapa Yesus sebenarnya, semakin kita mengerti bahwa Dia bukan hanya tokoh sejarah biasa. Dia adalah Tuhan yang datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. Dan setelah kita tahu semua kebenaran tentang Yesus, ada pertanyaan yang harus kita jawab:Jika semua ini benar, apa yang akan kita lakukan?Apakah kita sungguh-sungguh percaya dan mengikut Dia?Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Luangkan waktu sebentar untuk menjawab dalam hatimu: “Siapa Yesus bagiku?” Mintalah Tuhan menolongmu mengenal Dia lebih dalam.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, meskipun aku sering merasa sudah mengenal-Mu, tolong aku memahami Engkau lebih dalam lagi. Ajar aku percaya kepada-Mu bukan hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dengan benar akan mengubah cara kita hidup setiap hari. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari iniAPAKAH IMAN KITA MENIRU?Diambil dari: 1 Yohanes 4:9 (TB)“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.”Wonder kids Ada tebak-tebakan lama yang berkata, “Ada sepuluh kucing di atas perahu. Satu melompat. Berapa yang tersisa?”Jawabannya: tidak ada, karena semuanya ikut melompar karena meniru 1 kuncing yang melompat duluan.Tiru-meniru ternyata bukan hal baru. Ada orang yang menuduh kekristenan hanyalah agama “copycat”—meniru cerita-cerita agama lama atau mitos kuno. Mereka berkata bahwa ajaran Yesus hanya tiruan dari kepercayaan lain. Tapi apakah benar begitu? Para ahli sejarah yang mempelajari bukti-buktinya berkata bahwa tuduhan itu tidak benar. Tidak ada mitos atau agama yang memiliki kisah Tuhan yang mati dan bangkit kembali sebelum kekristenan muncul. Sebaliknya, bukti sejarah menunjukkan bahwa inti iman Kristen adalah unik, asli, dan tidak meniru.Perbedaan terbesar antara kekristenan dan agama lain adalah Yesus Kristus.1 Yohanes 4:9 berkata bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup melalui Dia. Itu bukan tiruan.Itu adalah kasih Allah yang asli, unik, dan luar biasa. Jadi kalau ada orang berkata bahwa iman Kristen meniru agama lain, jangan bingung. Yesus tidak meniru siapa pun.Dialah satu-satunya Juruselamat yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu cara bagaimana Tuhan sudah menunjukkan kasih-Nya kepadamu — mungkin lewat keluargamu, sahabatmu, atau pertolongan yang kamu terima.Ucapkan syukur kepada Tuhan karena kasih-Nya nyata dan unik.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau mengutus Yesus, Anak-Mu yang tunggal, untuk menunjukkan kasih-Mu kepadaku. Tolong aku percaya bahwa iman Kristen itu benar, asli, dan unik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kita tidak meniru siapa pun — karena Yesus Kristus itu unik dan benar-benar nyata. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 4 Januari 2026Bacaan: "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:22, 25) Renungan: Ada sebuah ungkapan hati Stephanie kepada suaminya Daniel. Wanita ini mencatatnya dalam buku harian, "Percuma jika pernikahan ini diteruskan, Daniel tampak tidak bahagia setiap hari. Terkadang aku melihat dia termenung dengan tatapan kosong dan sedih. Hatiku begitu pilu! Ini semua pasti salahku, karena aku tidak dapat memberikannya keturunan! Padahal sudah 9 tahun kami menikah, hina sekali aku ini! Mungkin lebih baik aku pergi dan berharap Daniel dapat melupakan aku serta segera mencari penggantiku, yang jauh lebih baik dan dapat membuatnya bahagia setiap saat!" Kemudian dengan diam-diam Stephanie membereskan pakaiannya dan pergi ketika suaminya sedang bekerja. Satu bulan lamanya Stephanie tinggal di rumah sahabat karibnya di daerah yang jauh dari rumah suaminya. Stephanie merasa sakit hati, karena ternyata dugaannya benar, Daniel tidak mencintainya. Daniel tidak pernah menghubunginya sekalipun! Akhirnya, setelah beberapa waktu lamanya, ada telepon masuk ke ponsel Stephanie. Telepon itu berasal dari seorang ibu yang adalah tetangga mereka. Betapa terkejutnya Stephanie ketika dikabarkan bahwa saat ini Daniel sedang terbaring lemas di rumahnya, dan tidak dapat bangun sama sekali! Tanpa pikir panjang, Stephanie segera pulang ke rumah. Yang ia temukan di rumah ternyata begitu aneh, di luar dugaannya. Taman kecil di depan rumah begitu rapi dan bersih. Ketika memasuki rumah, ruangan pun harum dan terlihat sejuk. Namun yang paling menarik perhatiannya adalah dinding rumah mereka kini dipenuhi oleh bingkai-bingkai foto yang tidak pernah ada sebelumnya! Itu adalah foto-foto sejak Daniel dan Stephanie berkenalan pertama kali sampai foto dari 3 tahun yang lalu. Ia baru teringat, bahwa sejak 3 tahun terakhir mereka tidak pernah berfoto lagi seperti dulu. Segera ia masuk ke ruang tengah dan mendapati sebuah kain putih besar yang bertuliskan, "Jangan cemas, aku tidak sakit. Ketika engkau pergi, aku menemukan buku harianmu dan membaca semua isinya. Betapa sedihnya aku karena yang kau pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan. Aku termenung setiap saat karena sedih memikirkan dirimu yang tidak terlihat bahagia. Sayangku, aku tidak pernah berhenti mencintaimu. Kehadiran anak tidak lebih berarti daripada kehadiranmu di sampingku. Engkau jauh lebih berharga! Sayang, selamat ulang tahun ya. I Love You." Stephanie langsung berderai air mata, ia bahkan tidak ingat kalau hari ini dirinya ulang tahun! Segera ia berlari ke kamar tidur dan mendapati suaminya berpakaian sangat rapi dan memegang kue tart coklat kesukaan Stephanie di tangannya. Mereka pun berpelukan dan kini Stephanie sangat bahagia! Pernikahan sangatlah mahal dan berharga. Jadi apa pun yang terjadi, sebagai orang percaya kita harus tetap menjaga gairah kasih itu menyala dalam hidup pernikahan kita. Pahamilah pribadi masing-masing, dan tetaplah katakan, "I love you!" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kami ingin agar kasih-Mu itu dapat tetap menyala dalam hidup pernikahan kami walau masalah yang kami hadapi sangat berat. Hadirlah selalu dalam kehidupan pernikahan kami. Amin. (Dod).
Menjadi pemimpin itu ternyata bukan soal memindahkan bidak catur di atas papan kayu. Itu gaya lama. Gaya yang mengira semua kecerdasan hanya menumpuk di kepala sang komandan, sementara yang lain cuma pelaksana. Sekarang, zaman yang serba cepat ini menuntut kita berubah menjadi tukang kebun. Ingat: tukang kebun tidak pernah "menumbuhkan" tanaman—tanaman tumbuh sendiri secara organik. Tugas sang pemimpin hanyalah memastikan lingkungannya pas, tanahnya subur, dan airnya cukup agar kehidupan bisa mekar dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa. Di dalam kebun organisasi itu, sang pemimpin sibuk menjaga "iklim" agar tetap sehat. Ia harus berani meruntuhkan tembok-tembok penyekat atau silo yang membuat informasi mandek di satu pojok saja. Ia tidak lagi sibuk mendikte setiap daun harus tumbuh ke arah mana. Sebaliknya, ia memberikan kepercayaan penuh kepada mereka yang berada di garis depan untuk mengambil keputusan kilat saat badai datang. Syaratnya cuma satu: semua orang harus sudah memegang konteks besar yang sama—sebuah kesadaran bersama yang membuat instruksi dari atas tak lagi diperlukan untuk hal-hal teknis. Inilah masa depan kepemimpinan, terutama bagi para penggerak perubahan sosial di tanah air. Kita tidak bisa lagi bekerja sendirian seperti pahlawan kesiangan dalam struktur yang kaku. Masalah yang kita hadapi sudah berbentuk jaringan yang rumit, maka obatnya pun harus berupa ekosistem yang saling terhubung. Dengan menjadi tukang kebun yang tekun, kita sebenarnya sedang membangun sebuah sistem yang bukan hanya kuat menahan guncangan, tapi juga lentur dan mampu belajar dari ketidakpastian dunia yang makin tidak terprediksi ini.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini CAMPUR-CAMPUR BOLEH UNTUK MAKANAN, TAPI BUKAN UNTUK IMANDiambil dari:Kisah Para Rasul 4:12 (TB)“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”Wonder Kids, Kita hidup di dunia yang suka mencampur-campur banyak hal.Misalnya, ketika kamu membeli makanan seperti soto atau bakso, kamu bisa menambah apa saja—sambal, kecap, bawang goreng, atau apa pun yang kamu suka. Campur-campur begitu boleh dan enak! Tapi masalahnya, ada orang yang memperlakukan iman seperti itu juga.Mereka suka bagian Yesus yang penuh kasih, yang menyembuhkan orang dan mengasihi anak-anak, tetapi mereka tidak suka ketika Yesus meminta kita untuk percaya dan taat sepenuh hati.Ada orang yang ingin mengambil sebagian dari ajaran kekristenan, lalu mencampurnya dengan kepercayaan lain. Itu disebut sinkretisme, dan itu adalah ide yang salah.Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada satu jalan untuk diselamatkan, yaitu jalan yang Tuhan tentukan. Ketika Yesus mati dan bangkit, murid-murid-Nya memberitakan Injil ke mana-mana. Di Kisah Para Rasul 4, Petrus dan Yohanes ditanya oleh para pemimpin agama, “Dengan kuasa siapa kamu melakukan semua ini?” Petrus menjawab dengan tegas bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Tidak ada jalan lain. Tidak ada nama lain.Hanya Yesus yang bisa menyelamatkan kita. Campur-campur itu enak untuk makanan, tetapi untuk iman, hanya ada satu pilihan yang benar, yaitu Yesus Kristus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan bagian dari ajaran Yesus yang paling kamu sukai.Lalu ingatlah: kita tidak boleh memilih-milih bagian yang enak saja—kita perlu menerima seluruh ajaran Tuhan dengan taat dan percaya.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, Engkau lebih dari sekadar Tuhan yang baik dan penuh kasih. Engkau adalah satu-satunya jalan keselamatan. Tolong aku menerima dan mengasihi seluruh ajaran-Mu, bukan hanya bagian yang kusukai. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: untuk iman, hanya Yesus Kristus yang benar dan menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati
Ele nasceu em São Paulo e, aos dois anos, mudou-se com a família para Bebedouro, onde passou a infância. Começou a nadar aos quatro anos e, ainda criança, participou das primeiras competições. Em 1999 venceu uma etapa regional do Troféu Gustavo Borges, resultado que marcou seus anos na natação competitiva. Aos quatorze anos convenceu a mãe a deixá-lo mudar-se sozinho para Ribeirão Preto em busca do sonho olímpico. Alguns anos depois percebeu que seu futuro não seria nas piscinas e decidiu focar nos estudos para o vestibular. Ingressou na faculdade de medicina da USP de Ribeirão Preto, nadou pouco, mas praticou handebol e futebol. Após um ano sabático em Londres, onde trabalhou como bike courier, voltou ao Brasil, concluiu a faculdade e foi aprovado na residência de oftalmologia. Voltou a nadar e conheceu uma triatleta que despertou nele o interesse pela modalidade. Quando finalmente pôde comprar uma bicicleta, passou a treinar para o triathlon e estreou em 2013, em Pirassununga. No ano seguinte completou sua primeira maratona e também seu primeiro meio Ironman. Em 2015 concluiu a residência e passou mais um ano sabático, desta vez na praia de Maresias. Motivado pelo triathlon, voltou decidido a iniciar uma nova residência, agora em Medicina do Esporte na UNIFESP. Simultaneamente ingressou no doutorado em fisiologia do exercício e passou a trabalhar com a seleção brasileira de natação. Em 2019 disputou seus primeiros campeonatos mundiais, de Ironman 70.3 em Nice e da ITU de Lausanne. Doutorado concluído, em 2021 foi convidado pelo amigo Victor Castello Branco a participar da criação da Z2 Foods, mesmo ano em que mudou-se para Curitiba para trabalhar no Club Athletico Paranaense. A falta de uma rotina que lhe permitisse manter seu estilo de vida praticando triathlon o levou a deixar o futebol e retornar a São Paulo, decidido a lançar o projeto Meu Doc. Aqui retomou o controle da própria agenda e viveu uma temporada marcante no triathlon, estreando em um Ironman, que concluiu abaixo de dez horas. Conquistou a terceira colocação no Ironman 70.3 de São Paulo, participou do Mundial de Ironman em Kona e estreou no Patagonman. Em 2023 correu a Maratona de Boston e venceu o Challenge Floripa entre os amadores. No ano seguinte registrou seu melhor tempo de maratona, em Tóquio, e iniciou o trabalho como docente no Centro Universitário São Camilo. Em 2025 alcançou sua melhor colocação em um Ironman, conquistando o segundo lugar no Japão, e recentemente correu 85 km em sua primeira backyard. Conosco aqui, o médico do esporte, doutor em fisiologia do exercício, médico da seleção brasileira de natação com três participações olímpicas, professor, empreendedor e criador do Meu Doc, que apesar de gostar mais da medicina do que do triathlon, não vive sem o esporte. Um triatleta amador de alta performance e maratonista, o paulistano Paulo José Gomes Puccinelli. Inspire-se! Um oferecimento @oakleybr e @2peaksbikes A 2 Peaks Bikes é a importadora e distribuidora oficial no Brasil da Factor Bikes, Santa Cruz Bikes e de diversas outras marcas e conta com três lojas: Rio de Janeiro, São Paulo e Los Angeles. Lá, ninguém vende o que não conhece: todo produto é testado por quem realmente pedala. A 2 Peaks Bikes foi pensada e criada para resolver os desafios de quem leva o pedal a sério — seja no asfalto, na terra ou na trilha. Mas também acolhe o ciclista urbano, o iniciante e até a criança que está começando a brincar de pedalar. Para a 2 Peaks, todo ciclista é bem-vindo. Conheça a 2 Peaks Bikes, distribuidora oficial da Factor, da Santa Cruz e da Yeti no Brasil. @2peaksbikesla SIGA e COMPARTILHE o Endörfina no Youtube ou através do seu app preferido de podcasts. Contribua também com este projeto através do Apoia.se.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 Desember 2025Bacaan: "Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Ada sebuah kapal laut yang berlayar selama sekitar 3 tahun. Kapal laut tersebut dalam perjalanan menangkap ikan paus. Ayah dari seorang pelaut yang bekerja di kapal itu bertugas di mercusuar. Ia menanti putranya pulang karena memang sudah waktunya kapal penangkap ikan paus itu kembali pulang. Suatu malam terjadi badai besar, dan sang ayah tertidur. Waktu ia tertidur lampu mercusuar padam. Ketika terbangun, ia melihat ke tepi laut, dan melihat sebuah kapal laut yang telah karam. Segera ia bergegas turun dan melihat siapa yang masih hidup agar dapat ia selamatkan. Ternyata tubuh pertama yang ia temukan mengambang di tepi pantai adalah tubuh puteranya sendiri. Itu membawa dukacita besar baginya. la telah menantinya berhari-hari saat kepulangan itu, setelah puteranya pergi selama 3 tahun. Akhirnya, ketika putranya sudah dekat ke rumahnya, ia justru binasa karena ayahnya tertidur dan membiarkan lampu mercusuar padam. Ilustrasi ini mau mengingatkan bahwa saat ini banyak ayah dan ibu yang membiarkan lampu mercusuar "rohani"nya padam. Mereka hanya memberikan perhatian secara jasmani, kebutuhan sehari-hari dan sekolah, tetapi mereka belum mengajarkan firman Tuhan, belum berdoa ataupun menunjukkan kesaksian kehidupan kristiani bagi anak-anaknya. Sehingga banyak anak-anak yang akhirnya mengalami kekeringan rohani dan mudah jatuh dalam jerat dosa. Marilah semua ayah dan ibu untuk mulai menyalakan kembali "mercusuar rohani" dengan menanamkan benih-benih firman Allah dalam hati anak-anak anda, agar mereka bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Allah dan menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat dan dunia. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, saat ini banyak jiwa-jiwa muda yang terhilang daripada-Mu. Orang tua mereka terlalu sibuk bekerja mencari nafkah, sehingga kebutuhan rohani anak-anaknya terabaikan. Banyak di antara mereka yang menyatakan diri pengikut Yesus, tetapi hidup rohani mereka seperti pohon kering yang tidak pernah disiram air, sehingga batang-batangnya kering dan mudah patah. Nyalakanlah kembali ya Yesus, lampu mercusuar rohani para ayah dan ibu yang sudah mulai padam, agar anak-anak mereka tidak binasa karena jerat dan tipu daya kegelapan. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahSUKACITA SEJATIMari kita membaca Firman Tuhan dariMAZMUR 30: 11Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita,Wonder Kids, pernahkah kalian sangat ingin melakukan sesuatu?Mungkin kalian ingin masuk tim olahraga, ikut bermain drama, atau pergi berlibur. Saat berhasil, pasti rasanya senang sekali! Tapi, kenapa ya kegembiraan itu tidak bertahan lama?Itu karena kegembiraan biasa berbeda dengan sukacita sejati. Sukacita sejati datang dari Allah! Sukacita sejati tidak hanya muncul saat kita berhasil melakukan sesuatu, tetapi saat kita percaya bahwa ada hal yang hanya Allah bisa lakukan—seperti mengampuni dosa kita dan menyelamatkan kita.Di dunia ini, mengakui kelemahan kadang terasa tidak menyenangkan. Tapi Allah itu luar biasa! Sukacita yang Allah berikan bukan sukacita biasa—sukacita dari Allah itu kekal!MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, sebentar lagi kita memasuki tahun yang baru. Banyak orang membuat daftar impian mereka, seperti berolahraga lebih rajin, makan lebih sehat, atau mendapatkan nilai bagus di sekolah. Bagaimana kalau tahun depan kamu juga punya tujuan rohani? Salah satunya, kamu bisa berusaha menemukan sukacita dari Allah setiap hari!Mari kita berdoaBapa, terima kasih telah mengubah kesedihanku menjadi sukacita. Bantu saya selalu melihat kasih dan kebesaran-Mu dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ALLAH DAPAT MENGUBAH KESEDIHAN KITA MENJADI SUKACITA. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahALLAH MENJADI MANUSIAMari kita membaca Firman Tuhan dariFILIPI 2: 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.Wonder Kids, lebih dari dua ribu tahun yang lalu, di malam yang penuh bintang, Tuhan Yesus lahir. Itu adalah momen yang sangat luar biasa!Allah yang Kudus, yang tinggal di surga, menjadi manusia. Ia lahir sebagai bayi kecil di tengah keluarga yang sederhana.Allah yang besar dan menciptakan alam semesta, menjadi bayi mungil. Ia yang berkuasa atas segalanya, memilih bergantung pada Maria, seorang perempuan muda, untuk menjaga-Nya sebagai bayi.Allah datang dari surga ke dunia untuk mendekat kepada kita dan menunjukkan jalan pulang ke surga.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, Ayo, baca kisah tentang kelahiran Tuhan Yesus di Lukas 1:26-38 dan Lukas 2:1-20. Kemudian, baca Yohanes 3:1-21 untuk tahu kenapa Tuhan Yesus datang ke dunia. Inilah arti Natal yang sesungguhnya.Mari kita berdoaTuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau merendahkan diri dan menjadi manusia. Ajar aku untuk memiliki hati yang rendah hati dan melayani orang lain seperti yang Engkau lakukan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, KITA HARUS MENELADANI SIKAP RENDAH HATI DAN PELAYANAN YESUS, YANG DATANG BUKAN UNTUK DILAYANI, TETAPI UNTUK MELAYANI. Tuhan Yesus memberkati
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Maleakhi 3: 1-4; 4: 5-6; Mazmur tg 25: 4bc-5ab.8-9.10.14; Lukas 1: 57-66.MAKNA KELAHIRAN YOHANES PEMBAPTIS Renungan kita pada hari inibertema: Makna Kelahiran Yohanes Pembaptis. Kisah kelahiran Yohanes Pembaptisdalam Injil Lukas membawa kita pada sebuah peristiwa yang menakjubkan dan saratmakna iman. Orang-orang di sekitar Elisabet beranggapan bahwa anak ituseharusnya dinamai menurut nama ayahnya atau kerabatnya. Kebudayaan menjadistandar yang dipakai untuk pemberian nama. Itu adalah kebiasaan yang wajar,tanda kesinambungan keluarga dan tradisi. Namun Elisabet berdiri teguh danberkata, “Namanya Yohanes.” Elisabet berpendirian yang melampaui budaya dantradisi. Iman kepada Allah lebih mengusasi dirinya dan keluarganya. KetikaZakaria pun menuliskan hal yang sama pada batu tulis, terungkaplah bahwa yangsedang terjadi bukan sekadar pilihan nama, melainkan ketaatan pada kehendakAllah. Zakaria kemudian pulih dari kebisuannya. Yohanes berasal dari bahasa Ibrani Yohanan,yang berarti “Tuhan berbelaskasih” atau “Tuhan berkenan.” Dengan nama ini,Allah menyatakan sejak awal bahwa hidup Yohanes bukan miliknya sendiri, bukanpula sekadar kelanjutan garis keturunan manusia, melainkan tanda kasih danrahmat Allah bagi umat-Nya. Yohanes lahir sebagai wujud campur tangan Allahyang penuh belas kasih, terutama bagi Elisabet dan Zakaria yang telah lamamenantikan seorang anak. Sikap Elisabet dan Zakariamengajak kita untuk merenung: beranikah kita melepaskan kebiasaan, harapan,atau rencana pribadi demi menaati kehendak Tuhan? Dalam kisah ini, iman bukanhanya diungkapkan lewat doa, tetapi lewat ketaatan yang konkret. Menamai anakitu Yohanes berarti mengakui bahwa Allah lebih tahu, lebih berdaulat, dan lebihberbelaskasih daripada logika manusia. Kelahiran Yohanes sendiri adalahsebuah keajaiban. Namun Injil dengan jelas menunjukkan bahwa keajaiban inibukanlah tujuan akhir. Yohanes lahir untuk mempersiapkan jalan, membuka hati,dan membangunkan kesadaran umat agar siap menyambut karya Allah yang lebihbesar. Hidup Yohanes sejak awal sudah diarahkan keluar dari dirinya sendiri,menuju Dia yang akan datang sesudahnya. Di sinilah makna iman bagi kitasebagai pengikut Kristus semakin diperdalam. Kita diajak untuk menyadari bahwahidup kita pun memiliki tujuan yang melampaui diri sendiri. Seperti Yohanes,kita dipanggil untuk menjadi penunjuk jalan, saksi kasih Allah, dan pembukahati bagi kehadiran Tuhan dalam dunia. Hidup beriman berarti rela menjadisarana, bukan pusat. Pada akhirnya, keajaibankelahiran Yohanes mempersiapkan kita untuk menyambut keajaiban yang jauh lebihbesar: kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat. Yohanes mengingatkan kitabahwa Allah yang berbelaskasih setia menepati janji-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan yangmahabaik, jadikanlah kami abdi-abdi-Mu untuk mewartakan kedatangan YesusKristus untuk memperkuat dan membebaskan manusia dari semua halangan yangmenyesatkan mereka di jalan menuju kepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
Another set of intriguing cases from the latest issue of the journal, pored over by the Case Reports team. In the first case, a 24-yo man presents acutely with reduced consciousness, following 3 days of right-sided headache. His mother reports sudden behavioural changes with jerky movements and enlarged pupils. He is agitated, not obeying commands and not moving his left-side limbs. He had a history of autism and vascular Ehlers-Danlos syndrome and was on medication for stroke prevention. An MRI scan led to a differential diagnosis of Posterior Reversible Encephalopathy Syndrome (PRES), but the final conclusion came post-discharge after a further review of his scans. https://pn.bmj.com/content/25/6/549 The second report (19:37) describes two curious instances of functional neurological disorder (FND), both of which improved after the patients were in comatose states. The first patient is a 59-yo man who had developed muscle weakness shortly after at car crash at age 49, and had subsequently been reliant on a wheelchair for more than 8 years. Recently the patient had been infected simultaneously with severe cases of flu and COVID-19, during which he had been sedated and placed in an induced coma for several weeks. Awakening from the coma, the patient showed surprising signs of new mobility. In the second patient, a 40-yo woman presented with flaccid paralysis of her left arm, with loss of sensation up to the shoulder. She had a history of bipolar disorder and agoraphobia. She was diagnosed with FND and participated in physiotherapy and hypnotherapy with no improvement. Thirteen months later she was readmitted following an overdose on a mix of analgesics and sedatives, and was ventilated in the ITU for several hours. Upon waking the patient noticed that her previously paralyzed arm had completely recovered. https://pn.bmj.com/content/25/6/562 Further reading: Advances in functional Neurological disorder (BMJ Neurology Open) The case reports discussion is hosted by Prof. Martin Turner¹, who is joined by Dr. Ruth Wood² and Dr. Babak Soleimani³ for a group examination of the features of each presentation, followed by a step-by-step walkthrough of how the diagnosis was made. These case reports and many others can be found in the October 2025 issue of the journal. (1) Professor of Clinical Neurology and Neuroscience at the Nuffield Department of Clinical Neurosciences, University of Oxford, and Consultant Neurologist at John Radcliffe Hospital. (2) Neurology Registrar, University Hospitals Sussex. (3) Clinical Research Fellow, Oxford Laboratory for Neuroimmunology and Immunopsychiatry, Nuffield Department of Medicine, University of Oxford Please subscribe to the Practical Neurology podcast on your favourite platform to get the latest podcast every month. If you enjoy our podcast, you can leave us a review or a comment on Apple Podcasts (https://apple.co/3vVPClm) or Spotify (https://spoti.fi/4baxjsQ). We'd love to hear your feedback on social media - @PracticalNeurol. Production and editing by Brian O'Toole. Thank you for listening.
Haloooo...Lama tak jumpa ya... Apa kabar? Ada Ibu Tildy Rodrigues di podcast episode 014. Salam dari Ruteng bikin kontens khusus untuk Hari Guru Nasional 2022 ini dan berharap obrolan ini akan menginspirasi. Para guru yang menyaksikannya, semoga bisa lebih bersemangat dan mengajar dengan lebih ceria dan menyenangkan. Ada kurikulum merdeka belajar to? Itu bagus sekali! Selamat menonton, kaka-kaka semua!Simak episode ini di Youtube: Tildy Rodrigues
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahMEMILIH UNTUK MENGAMPUNIMari kita membaca Firman Tuhan dariAMSAL 15: 9Jalan orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya.Wonder Kids, pernahkah kamu disakiti?Mungkin orang tuamu pernah memarahimu padahal itu bukan salahmu. Atau gurumu tidak memperhatikanmu. Mungkin temanmu berhutang tapi membeli HP baru, atau kamu tidak diundang ke pesta ulang tahun teman. Itu membuat hatimu terluka dan kamu merasa marah.Sebagian dari dirimu ingin menangis, tapi sebagian lagi ingin marah atau melawan. Hatimu seperti terbakar oleh api kemarahan.Sekarang, kamu harus memilih:Apakah kamu akan memadamkan api di hati ini, atau malah membuatnya makin besar? Apakah kamu akan memaafkan dan melupakan, atau memilih untuk membalas dendam?Ingat, Wonder Kids:Balas dendam itu tidak baik, dan malah membuat hatimu semakin penuh dengan kemarahan. Tapi jika kamu memilih untuk mengampuni, hatimu akan terasa lebih ringan.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, jika kamu marah kepada seseorang, buatlah kartu Natal untuknya. Saat membuat kartu, berdoalah agar TUHAN membantumu mengampuni orang itu. Ketika kamu memberi kartunya, lepaskan semua amarahmu kepada TUHAN. Mari kita berdoaBapa, ajariku untuk mencintai jalan yang benar dan menjauhkan diriku dari jalan yang jahat. Bimbinglah langkahku agar selalu berkenan di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, TUHAN MENYUKAI ORANG YANG MEMILIH UNTUK HIDUP DENGAN CARA YANG BAIK DAN BENAR. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 3 Desember 2025Bacaan: "Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus." (Yesaya 45:19)Renungan: Pada suatu subuh seorang bapak pergi ke stasiun kereta api untuk menjemput seorang kerabat berusia lanjut yang datang dengan naik kereta api. Setiba di stasiun, kerabatnya itu tidak berada di tempat yang ia pikir kerabatnya ada di sana. Dengan penuh kecemasan bapak itu menjelajah stasiun itu dengan teliti, tapi hasilnya sia-sia saja. Karena mengira kerabatnya tidak datang karena ketinggalan kereta, bapak itupun bersiap untuk pergi sambil melirik ke arah lorong yang menuju ke tempat pengambilan barang bawaan. Ternyata kerabatnya tersebut ada di tempat itu dengan barang bawaan di dekat kakinya, sedang menanti kedatangan sang bapak dengan sabarnya. Kerabatnya itu menunggu di tempat itu selama sang bapak mencarinya. Bapak itu bertambah malu karena mengetahui bahwa kerabatnya itu berada di tempat sesuai yang dijanjikan padanya, sementara ia mencari di tempat lain. Demikian juga dengan Allah. Dia ada di tempat-Nya dan menanti kita dengan sabar. Dia memberi jaminan kepada kita, "Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia!" (Yes 45:19). Jika demikian, mengapa kita sering mengalami kesulitan ketika mencari-Nya? Mungkin karena kita mencari diri-Nya di tempat-tempat yang keliru. Kita akan menemukan Allah di tempat Dia seharusnya berada di dalam firman-Nya, dalam doa, dan dalam suara Roh Kudus yang hidup di dalam diri kita. Allah yang berkata, "Carilah maka kamu akan mendapat" (Mat 7:7) juga berjanji bahwa "Allah akan memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (Ibr 11:6). Jadi kita dapat bersukacita karena Allah ada di tempat Dia seharusnya berada, dan Dia sedang menanti kita sekarang juga dalam doa harian kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Bapa di surga, aku bersyukur pada-Mu karena Putera-Mu Yesus mengajarkan aku untuk memanggil-Mu dengan sebutan Bapa. Itu artinya, Engkau adalah Allah yang dekat dengan diriku. Ampunilah aku, karena kesibukkanku, aku sering melupakan Engkau dalam jam-jam doaku, dalam pembacaan firmanMu dan dalam perayaan ibadahku. Hal itulah yang menyebabkan aku sering merasa Engkau tinggalkan ketika masalah datang mendera hidupku. Bantulah aku ya Bapa, agar aku dapat menyediakan waktuku yang singkat ini untuk mau berbagi dengan Engkau dalam jam-jam doaku, sehingga apapun masalah yang terjadi dalam hidupku, aku tetap percaya bahwa Engkau senantiasa ada dan hadir dalam diriku. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin. (Dod)
In this episode of The People Behind the Progress, we explore a question at the heart of every technological leap: how do you write the rules for innovation? Few people can answer that with more insight than Mike Thompson, who has spent more than thirty-five years shaping the policies and regulatory frameworks that allow new technologies to take flight. From the UK Radiocommunications Agency and Inmarsat to co-founding Access Partnership, Mike has helped define how spectrum is shared, how satellite networks coexist, and how global agreements are built. His work has influenced everything from Ultra Wide Band adoption to the protection of critical C-band infrastructure, from fair-play procedures at the ITU to new spectrum allocations that improved aviation and maritime safety. In conversation with Tamara Bond-Williams, Executive Director of SSPI, Mike reflects on the diplomacy, technical understanding, and strategic patience needed to develop rules that don't restrict progress, but enable it. He shares what he has learned about aligning governments and industries, anticipating future technologies, and building trust into the very architecture of global communications. This episode celebrates Mike's selection as a finalist for the UK Space & Satellite Personality of the Year Award, honoring a career spent ensuring that innovation has the stable, thoughtful foundations it needs to thrive.
The interview is also on Youtube: https://youtu.be/oSIFewGWnNE?si=efQOrP5YXeoWuYYAGuest Carlos Moreira Founder & CEO of SealSQ Ticker: (Nasdaq: LAES)Website: https://www.sealsq.com/BioCarlos Creus Moreira is a global technology entrepreneur and cybersecurity authority, serving as Founder, Chairman, and CEO of WISeKey (NASDAQ: WKEY) and SEALSQ (LAES). For decades, he has been a leading voice in securing the internet, developing trusted digital identity ecosystems, and advocating for the ethical use of artificial intelligence.Moreira began his career as a United Nations expert on CyberSecurity and Trust Models, working with agencies such as ILO, UNCTAD, ITC/WTO, World Bank, UNDP, and ESCAP (1983–1999). He is also the Founder of OISTE.org, a global non-profit dedicated to strengthening digital identity standards.From 1995 to 1999, he served as an Adjunct Professor and Head of the Trade Efficiency Lab at RMIT University in Australia, contributing to advances in trade facilitation and cybersecurity. His academic and professional work has consistently focused on enhancing trust in digital systems.Moreira holds influential roles in numerous international organizations. He is a Founding Member of the Geneva Government's E-Voting Steering Committee, a UN Global Compact Member, and has contributed extensively to the World Economic Forum (WEF). His WEF roles include: Founding Member of Global Growth Companies, WEF New Champion (2007–2016), Vice-Chair of the Agenda Council on Illicit Trade (2012–2015), Member of the WEF Selection Committee for Growth Companies, and contributor to the Agenda Council on the Future of IT Software & Services (2014–2016). He has been recognized as one of the WEF's Trailblazers, Shapers, and Innovators.He also serves on the Blockchain Advisory Board of the Government of Mexico, the Blockchain Research Institute, and is Founder of the Geneva Security Forum, the Blockchain Center of Excellence, and TrustValley.Moreira has received numerous honors, including:• One of Switzerland's 300 most influential people (Bilan.CH 2011, 2013)• Top 100 in the Net Economy• Most Exciting EU Company (Microsoft MERID 2005)• Man of the Year (AGEFI 2007)• One of Switzerland's 100 most important digital leaders (Bilanz 2016)• Best EU M&A Award (2017)• Blockchain Davos Award of Excellence (GBBC 2018)• CGI Award HolderHe is co-author of the global best-selling book “The TransHuman Code,” a leading work on managing technology's impact on humanity. As a multilingual keynote speaker (English, Spanish, Italian, French, Portuguese), Moreira has spoken at the UN, WEF, CGI, ITU, Bloomberg, Munich Security Conference, World Policy Conference, Zermatt Summit, Microsoft, IMD, INSEAD, MIT Sloan, HEC, UBS, and the CEO Summit.Pioneering Work During the Dawn of the World Wide Web (WWW)During the early 1990s in Geneva, at the same time Tim Berners-Lee was creating the World Wide Web at CERN, Moreira was deeply involved in advancing secure digital identity and trust models. His UN cybersecurity work positioned him as a key advocate for building security into the fabric of the emerging web. This vision led him to found WISeKey in 1999, which has become a global leader in digital identity, authentication, and securing online transactions.He later established the Geneva Security Forum and Geneva Philanthropy Forum, reinforcing Geneva's role as a center for digital trust, innovation, and global cybersecurity dialogue.Married with six children, Carlos Creus Moreira remains committed to building a secure, transparent, and human-centered digital future. More information can be found at carloscreusmoreira.com.
No terceiro episódio da série Tomada de Decisão, o diretor médico da Afya e editor-chefe do Whitebook, Dr. Ronaldo Gismondi, recebe a Dra. Dayanna Quintanilha, médica formada pela Universidade Federal Fluminense (UFF), com residência em Clínica Médica pelo HUAP e doutoranda em Ciências Médicas pela UFF.Ronaldo e Dayanna discutem um caso real de infecção urinária febril em uma mulher jovem com histórico de ITU de repetição. A partir de uma apresentação com febre, dor lombar e sinais de gravidade, eles analisam o raciocínio clínico necessário para responder às grandes perguntas: internar ou tratar ambulatorialmente? Qual antibiótico escolher? Quais exames realmente importam? Quando solicitar imagem?Um episódio prático e direto, ideal para estudantes e médicos em formação que querem entender o pensamento clínico aplicado à beira do leito.#TomadaDeDecisão #CasosClínicos #InfecçãoUrinária #ITU #Pielonefrite #RaciocínioClínico #ClínicaMédica #Afya #Whitebook #MedStudent #ResidênciaMédica #SaúdeDaMulher #MedicinaInterna #DiagnósticoDiferencial #Antibioticoterapia #EmergênciaMédica #DiscussãoDeCasos #PráticaMédica #FormaçãoMédica #MedicinaBaseadaEmEvidências #DayannaQuintanilha #RonaldoGismondi #HealthTech #IAnaSaúde #MachineLearning
until imagination ear and eye - #4335 (95R57 percent 201) by chair house 251027.mp3until imagination ear and eye◆《ピアノ万葉集》セレクションアルバムの第31アルバムが完成して、世界中の音楽配信サイトから配信が始まりました。最近は海外からの視聴頂く方も増えていて嬉しい限りです。このアルバムの1曲目はちょっと好きな音楽なので是非聴いてみて下さいね。★アルバム購入iTu..
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 Oktober 2025Bacaan: "Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit." (Lukas 12:6-7)Renungan: Di suatu kelab malam di New Jersey ada seorang wanita yang untuk pertama kalinya menyanyi di depan umum. Agar kekurangan di bibir dan giginya tidak terlalu kelihatan, maka ia bernyanyi dengan cukup hati-hati tanpa membuka mulut dengan lebar. Akibatnya justru la ditertawakan. Selesai menyanyi, seseorang yang sejak tadi memperhatikan berkata, "Saya melihat penampilanmu dan saya tahu apa yang kau risaukan. Sebenarnya kau tak perlu malu dengan kekurangan fisikmu. Itu bukan suatu kejahatan. Suaramu akan kelihatan lebih merdu jika kau berani membuka mulutmu lebar-lebar dan menyanyi dengan wajar." Kemudian gadis itu melakukan apa yang dikatakan orang tersebut. Akhirnya ia berhasil menjadi juara, baik sebagai bintang film maupun bintang radio. Gadis itu bernama Cass Daley, anak seorang dirigen orkes. Ketika ia berusaha menjadi dirinya sendiri, banyak aktor dan aktris ingin menjadi Cass Daley dan meniru dirinya. Seseorang mengatakan bahwa orang yang selalu ingin menjadi seperti orang lain dan tidak pernah menemukan diri pribadinya sebenarnya hanya mengembangkan 10 persen dari kemampuan yang ia miliki. Masih banyak kemampuan di dalam dirinya yang bisa digunakan secara maksimal kalau seseorang mau menjadi dirinya sendiri. Tuhan berkata bahwa kita ini berharga dan mulia di matanya (Yes 43:4). Ia melengkapi kita dengan segudang kemampuan dan potensi yang tidak dimiliki oleh orang lain. Bagaimanapun kita berusaha menyamakan diri dengan orang lain, itu tidak akan pernah berhasil, karena Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan dan keunikan masing-masing. Saya adalah saya dan anda adalah anda. Saya mungkin memiliki apa yang tidak anda miliki, tetapi sebaliknya anda juga memiliki apa yang tidak saya miliki. Maka, jadilah diri anda sendiri dan jangan ingin menjadi orang lain karena kelebihan yang telah Tuhan taruh dalam diri anda hanya akan maksimal jika anda menjadi diri anda sendiri. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar dapat menerima diriku apa adanya dan dapat menggunakan semua kemampuan yang ada pada diriku dengan maksimal. Orang lain memang hebat, tapi aku percaya Engkau pun memberikan kehebatan tersendiri dalam diriku. Biarlah semua kemampuan dan kehebatan yang telah Kau berikan padaku dapat kugunakan untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).
Sichere dir jetzt 40 Euro als Android-Nutzer. Ganz einfach mit Privacy ReClaim: https://wbs.law/android (Werbung) Jetzt Strom- und Gas wechseln & jährlich sparen: https://wbs.law/remind-me Du bist OnlyFans-Creatorin oder Creator und hast rechtliche Fragen? Dann melde ich bei uns unter: https://wbs.law/onlyfans Hier bekommst du Tickets für meine Jura-Comedy Show am 5.11.25 in Köln https://www.eventim.de/event/christian-solmecke-live-die-lustigsten-rechtsfaelle-der-welt-kulturkirche-koeln-20027427 Klengans Video: https://www.youtube.com/watch?v=yFwawwYr1Ho Beschluss: https://www.bestfans.com/20250528.pdf § 5 UWG: https://www.gesetze-im-internet.de/uwg_2004/__5.html Art. 9 DSGVO: https://dsgvo-gesetz.de/art-9-dsgvo/ Art. 13 DSGVO: https://dsgvo-gesetz.de/art-13-dsgvo/ Stell dir mal vor, du bist mega Fan von einem bekannten Internet-Star, sagen wir MontanaBlack, und du bekommst die Gelegenheit, gegen Geld mit ihm zu chatten und ihr baut sogar eine richtige „Beziehung“ auf. Würden viele von euch machen, oder? Tja, aber was, wenn die Sache den „kleinen“ Haken hat, die ganze Zeit gar nicht Monte, sondern mit einem Mitarbeiter einer Agentur chattest, der Montes Schreibstil imitiert. Nicht so cool, oder? Dieser Vorwurf wurde aber gegen die Plattform Fanblast erhoben, bei der das Internet-Phänomen Knossi Gesellschafter war. Das LG Hamburg hat nun einen Beschluss in der Sache erlassen. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ WBS.LEGAL sucht dich! Du bist auf der Suche nach einem attraktiven, spannenden und anspruchsvollen Job? Dann bewirb dich bei uns und komm in unser Team. Bei WBS.LEGAL arbeitest du im Herzen der Medienhauptstadt Köln und bist im Berufsleben immer am Puls der Zeit – garantiert. Hier unsere offenen Stellenangebote: https://www.wbs.legal/karriere/#jobs Was erwartet dich bei uns? Hier bekommst du weitere Infos: https://www.wbs.legal/karriere/. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Rechtsanwalt Prof. Christian Solmecke Prof. Christian Solmecke hat sich als Rechtsanwalt und Partner der Kölner Medienrechtskanzlei WBS.LEGAL auf die Beratung der Internet-, IT- und Medienbranche spezialisiert. So hat er in den vergangenen Jahren den Bereich Internetrecht/E-Commerce der Kanzlei stetig ausgebaut und betreut zahlreiche Medienschaffende, Web-2.0-Plattformen und App- Entwickler. Neben seiner Tätigkeit als Rechtsanwalt ist Prof. Christian Solmecke vielfacher Buchautor und als Gründer der cloudbasierten Kanzleisoftware Legalvisio.de auch erfolgreicher LegalTech-Unternehmer. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Virtueller Kanzlei-Rundgang: https://wbs.law/rundgang Startet euren Rundgang in 3D und 360° durch die Kanzlei WBS.LEGAL (inkl. YouTube- Studio) ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Social-Media-Kanäle von WBS.LEGAL Wir freuen uns, wenn du uns auch auf unseren weiteren Social-Media-Kanälen besuchst und uns dort folgst. Jeder unserer Kanäle steht für sich und bringt dir garantiert einen Mehrwert. ▬Instagram und TikTok▬ Auf unseren erfolgreichen Kanälen auf Instagram und TikTok räumen wir täglich mit Rechtsirrtümern auf und präsentieren dir rechtliche Lifehacks. Damit bist du immer auf dem Laufendem und bekommst deine tägliche Dosis Alltagsrecht. Kurz, knackig und immer auf den Punkt. Folge uns auf Instagram und TikTok und du kannst vor deinen Freunden mit neuem Wissen glänzen. ➥ Instagram: https://wbs.law/recht2go ➥ TikTok: https://wbs.law/recht2goTikTok ▬Facebook▬ Auf Facebook sind wir inzwischen schon alte Hasen, denn seit Jahren informieren wir dich dort täglich über aktuelle Rechts-News. Gerne kannst du uns dort auch eine Anfrage als private Nachricht schicken. Schau vorbei! Hier der Link: ➥ https://wbs.law/facebook ▬X / Twitter▬ Erfahre als Erster, wenn es wichtige Rechts-News gibt. Knackige Statements zu aktuellen Themen bekommst du auf unserem X-Account (ehemals Twitter)! Hier der Link: ➥ https://wbs.law/twitter ▬Podcasts▬ Du bist unterwegs, unter der Dusche oder hörst einfach gerne Podcasts? Dann haben wir etwas für dich: Höre die Tonspur unserer Videos täglich auf Spotify, Soundcloud und iTu
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 23 September 2025Bacaan: "Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan." (Ulangan 8:3)Renungan: Membaca Alkitab secara teratur bukan hanya baik bagi jiwa, tetapi juga bagi tubuh jasmani kita. Sehubungan dengan hal itu, Dr. Jeffrey Leven dan Dr. David Larsen melakukan penelitian terhadap lebih dari 500 orang selama berbulan-bulan. Riset panjang ini menghasilkan kesimpulan bahwa mereka yang membaca Alkitab secara teratur cenderung mempunyal tekanan darah lebih rendah dan tingkat depresi lebih rendah, lebih sedikit menderita penyakit jantung, jarang yang kecanduan obat maupun alkohol, jarang yang mengalami perpecahan dalam perkawinan, kesehatannya jauh lebih baik dari mereka yang tidak membaca Alkitab. Hasil riset ini mereka publikasikan di Washington Times pada 30 Juli 1996. Membaca Alkitab secara teratur berarti:1. memberi makanan bergizi kepada jiwa secara teratur, sehingga kesehatan jiwa kita terjaga. Jiwa yang sehat akan membuat hati kita bebas dari rasa gelisah, cemas dan stres.2. Salah satu bentuk disiplin rohani yang akan membuat hidup kita bertumbuh dan hati kita akan mengalami perubahan.Firman Tuhan yang hidup akan mengubah pola pikir kita yang umumnya dikuasai oleh kedagingan, sehingga kita lebih memilih hidup dipimpin oleh keinginan Roh. Berkomitmenlah untuk mengadakan waktu secara teratur membaca Firman Tuhan, dan bukan mencari waktu yang kosong baru membacanya, karena kita sulit sekali menemukan waktu yang kosong. Bangunlah setengah jam lebih awal dari biasanya untuk bersaat teduh. Pakai waktu itu untuk membaca firman Tuhan dan berdoa. Hari-hari yang kita lalui akan menjadi berbeda jika kita mengawali hari itu bersama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk mendisiplinkan diriku membaca Firman-Mu. Ingatkan aku bahwa jiwaku membutuhkan makanan rohani yang dapat menunjang untuk keselamatanku kelak. Ada banyak permasalahan dan badai kehidupan yang menerpa diriku, dan aku butuh ketenangan untuk mengatasinya. Ketenangan itu hanya kudapat ketika aku membiarkan Engkau turut bekerja dalam setiap permasalahan hidupku. Itu semua kudapat saat aku mau datang sejenak dalam hadirat-Mu melalui saat teduhku. Yesus, taruhlah roh doa dalam diriku, agar aku menjadi kuat karenanya. Amin. (Dod).
Rocket Lab has completed the acquisition of the parent holding company of Geost. The Indian National Space Promotion and Authorisation Centre (IN-SPACe), has selected a consortium led by PixxelSpace to build a commercial sovereign constellation of Earth observation satellites. The European Space Agency (ESA) is deliberating moves to become less dependent on NASA programs, and more. Remember to leave us a 5-star rating and review in your favorite podcast app. Be sure to follow T-Minus on LinkedIn and Instagram. T-Minus Guest Our guest is Bryce Kennedy, Space Connectivity Senior Officer, International Telecommunication Union (ITU). You can connect with Bryce on LinkedIn, and learn more about the ITU on their website. Selected Reading Rocket Lab Closes Acquisition of Geost, Expanding Its National Security Capabilities with Launch, Spacecraft, and Now Payloads India's space regulator picks Google-backed PixxelSpace for home-grown satellite constellation- Reuters Europe's space ambitions at risk over dependence on Nasa, agency warns NASA Explores Industry Possibilities to Raise Swift Mission's Orbit European VV27 victory. LeoLabs and NASA Enter Space Act Agreement for Flight Safety Data Integration & Coordination Road to Space - Arianespace ULA Vulcan to launch USSF-106 national security mission Tuesday from Cape Canaveral, Florida AST SpaceMobile Provides Business Update and Second Quarter 2025 Results BlackSky Secures Two-Year Gen-3 Early Access Agreement with New International Gen-2 On-Demand Customer Six Months from Initial Contract Redwire Announces Major Release of Acorn 2.0 Software Product, Expanding its AI-Powered Digital Engineering Tools for Aerospace and Defense Customers Is astronomy safe from organized scientific fraud?- Space The entities enabling scientific fraud at scale are large, resilient, and growing rapidly- PNAS T-Minus Crew Survey Complete our annual audience survey before August 31. Want to hear your company in the show? You too can reach the most influential leaders and operators in the industry. Here's our media kit. Contact us at space@n2k.com to request more info. Want to join us for an interview? Please send your pitch to space-editor@n2k.com and include your name, affiliation, and topic proposal. T-Minus is a production of N2K Networks, your source for strategic workforce intelligence. © N2K Networks, Inc. Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices
Foundations of Amateur Radio Recently I came across a series of strident posts about the injustice associated with a non-amateur service using the 70cm band. Complete with links to discussions, spectrum plots, angst and even incoherent outrage, all related to the notion that whomever "allowed" this user to transmit on this band was clearly incompetent. Except, that this is probably not the case, or the full story. So, what's going on and why are people incensed? This all started at least six years ago. Since then AST SpaceMobile has deployed seven low Earth orbit satellites and used the 70cm band to communicate with them. Although in the trial phase, there's plans for an additional 243 satellites, and there's at least one other company playing in the same space, Atmos Space Cargo. The outcry from amateurs is around the commercial use of "their" 70cm amateur band. It's an emotional statement, but what is the reality? Before I dig in, let's set some terms. Radio frequencies are globally coordinated because electromagnetism doesn't care about sovereign borders. This coordination is conducted at the United Nations by a body called the ITU, the International Telecommunications Union. Within that body, amateur radio gets a seat at the table from an organisation called the IARU, the International Amateur Radio Union. For the purposes of the ITU, the world is divided into three, Region 1, or essentially Europe, Russia and Africa, Region 2, the Americas and Greenland, and Region 3, the rest of the world. There's more to it, for example, Antarctica is split across all three, but for the moment, that really doesn't matter. Of interest is that the band plan, the agreements that outline which frequencies are set aside for what service, might be defined differently across each of those three regions. To add complexity, each country can be granted exceptions. I don't know the exact mechanics of how this is achieved, but I can guarantee that there's lots of haggling and foot stomping, diplomatically of course. If you're curious how I come to that observation, just look at the absurd list of exceptions associated with each band plan allocation. Further complexity is added by the fact that not all allocations occupy the same frequency range. For example, in Region 1, the 2m band for Amateurs exists between 144 and 146 MHz, in Region 2 and 3 it's between 144 and 148 MHz. Within an allocation there is the concept of shared and exclusive priorities. These determine who "wins" if two stations with a different service are transmitting on the same frequency. Essentially, a secondary user may not interfere with a primary user and a tertiary user may not interfere with either a secondary or a primary user and so on. A primary user can pretty much do what they want, as long as they stay within the allocation and don't interfere with other primary users. As a result, the order in which services are listed, matters. An exclusive allocation doesn't have to be shared at all. Between regions these service priorities might not be the same. For example, in Region 1 between 430 and 432 MHz is allocated to Amateurs and Radio Location, but in Region 2 and 3 it's between Radio Location and Amateurs. So an amateur using that frequency whilst in Region 1 would be a primary user, but in Region 2 or 3 they wouldn't. As an added wrinkle, for example in Australia, that slice is "primarily for the purposes of defence and national security", even though Radio Location is the primary service and Amateurs the secondary one. As a bonus, amateurs in Australia have access to 420.8 to 421.2 MHz as a secondary service, even though the ITU designates this as Fixed, then Mobile, except Aeronautical Mobile, and then Radio Location. Although amateurs are a secondary service, they come after the Department of Defence who are the primary users for those frequencies in Australia. Between 420 and 430 MHz, and from 440 to 450 MHz in several countries, Australia included, the Amateur Service is explicitly designated as a secondary service even though the band plan doesn't actually show this. If you're confused, you're in good company, since this tapestry of regulation isn't as straightforward as the "70cm band is an amateur band", in fact, I'd go so far as to say that it's not an amateur band at all, except perhaps in Region 1 between 430 and 440 MHz where Amateur is designated as the non-exclusive primary service. Back to the blow up. AST was at one time authorised to use 430 to 440 MHz for trial purposes by a regulator in Region 2, the FCC, the United States Federal Communications Commission. I suspect that at the time, the Blue Walker 1 nano satellite was experimental and the approval made sense. You can argue that whomever initially allowed this made a mistake, but, reality is whatever the regulator says it is, unless someone at the ITU objects. It appears that the FCC has since been attempting to make AST comply, instead with billions of dollars at stake, AST continues to apply for more spectrum, which they apparently originally filed with the ITU through the Papua New Guinea administration. It's unclear if the FCC has since capitulated. There is evidence that the new commercial AST satellites are transmitting outside of their authorisation, euphemistically described as "IARU Uncoordinated". Ask yourself, how is it possible, or even allowable, that a regulator permits use of radio spectrum outside its borders and what penalties and remedies exist? The ground stations using these disputed frequencies are all outside the USA. One of the five ground stations is in my own city, Perth in Western Australia. I haven't noticed any discussion on this topic within my local community, even though this has been brewing for years. It does raise a bigger question. How is the band plan enforced? I mean, the 40m band is pretty much unusable in VK6 between sunset and midnight thanks to the fishing fleet of our northern neighbours, it's been like that for as long as I've been an amateur and I expect no change during my lifetime. How is this satellite fleet operating on the 70cm band any different? That said, I cannot help but wonder, will the originally authorised 50 kHz signal every eight seconds, not for phone calls to space, and only for 24 hours after launch or in the unlikely event of an emergency, for Telemetry, Tracking and Command, actually cause issues, or will it be an opportunity for radio amateurs to learn how to deal with interference? Speaking of interference and considering the allocated services, who is interfering with whom here and what priorities and remedies exist? Recently I talked about promotion, and the lack thereof, across our community. This is an example of promotion, and despite the uproar this week, a very poor example at that. Searching for "AST SpaceMobile", the oldest post I could find was on the German AMSAT, or Amateur Satellite forums back in September 2022 by Peter DB2OS who has been very active on this matter. His original post was in English, but went on to discuss the issue in German. I only found it after specifically looking for the names of the organisation involved. Peter's posts supplied links to many of the documents I consulted. Despite having links to specific pages, I found no search results for "AST SpaceMobile" on the websites for the regulators in the US, UK, Germany or Australia, and none on the ARRL, RSGB or DARC. The WIA produced two glowing news reports around the beginning of 2023 about this wonderful new mobile phone service. No mention of the 70cm band. The only active discussions appear to be the German and UK AMSAT forums, that and all the glowing investor posts. In other words. This is the equivalent of publishing the information at your local planning department in Alpha Centauri, 50 years before the event and hoping for a good outcome. As a potential path forward, in January 2023 the German regulator forced AST to shut off 70cm operations whilst it was within radio visibility of Germany. I don't know if that's still in effect, or how and if it's being enforced. It appears that AST has been lobbying for the use of this spectrum for a long time, not just the 340 page submission made last month. For example, NASA made its first response to this satellite constellation in October 2020. It appears that the WIA responded four years later, but I have yet to see it, and this week the Bulgarian Federation of Radio Amateurs, the ARRL, and RSGB added theirs. The IARU issued a statement this week too. The fact that we're still arguing about it over half a decade later is a good indication that how we're responding as a global community is clearly ineffectual. Perhaps that is what we should be arguing stridently about. So, where do you stand on this? Should something be done about this, and if-so, what, and more importantly, how? I'm Onno VK6FLAB
Hoje temos a presença da Adriana Oliveira, Consultora de Imagem que, a partir da cidade de Itu e com mais de um milhão e quatrocentos mil seguidores no Instagram, ajuda a mulher que deseja ter um armário inteligente voltado pra vida real, sem acúmulos de peças, calçados ou bolsas. Mas Adriana vai muito mais longe. Ela contribui para a redescoberta da essência e a libertação de paradigmas que possam as impedir de terem autoconfiança e se sentirem seguras com sua imagem em qualquer ambiente. Uma conversa sobre imagem, cores, moda, estilo, simplicidade e, acima de tudo, valorização da imagem pessoal, do estar bem consigo mesmo. ....................................................................................................................................................................