POPULARITY
Categories
Os meus convidados de hoje cresceram em cidades do interior da Argentina. Em comum, tiveram uma infância marcada pelas brincadeiras ao ar livre, pelo esporte e pela liberdade. Ele é filho de um ex-jogador e treinador de futebol. Cresceu jogando futebol, vôlei, softball e experimentando tudo o que aparecesse pela frente. Aos 13 anos, participou de uma prova de corrida de 1.500 metros pelas ruas da cidade. Voltou para casa com um troféu e descobriu a modalidade que passaria a fazer parte da sua rotina durante a década seguinte. Foram anos dedicados ao atletismo até ingressar na Faculdade de Educação Física. Ela, a segunda de cinco irmãos, tinha tanta energia que a mãe fazia questão de mantê-la sempre em alguma atividade esportiva. Ainda criança, conheceu modalidades como vôlei, atletismo, basquete, softball e ginástica artística. Aos sete anos, começou a nadar. Durante o inverno, fazia balé, judô e outras atividades. Mais tarde, passou a correr para manter o condicionamento físico, sem imaginar que logo encontraria o esporte que mudaria sua vida. Em dezembro de 1991, aos 17 anos, participou do primeiro triathlon realizado em sua cidade. Precisou competir com uma bicicleta emprestada, venceu a prova e nunca mais se afastou da modalidade. Pouco tempo depois, mudou-se para La Plata para cursar Educação Física, passou a treinar com uma equipe especializada e rapidamente conquistou espaço entre as principais atletas do país, iniciando uma longa trajetória representando a Argentina. Foi também em La Plata que suas histórias passaram a caminhar juntas. Enquanto ela já vivia intensamente o triathlon, ele ainda dividia seus dias entre a universidade e as corridas de rua. A convivência com os triatletas foi despertando sua curiosidade. Acompanhou treinos, participou de algumas competições e decidiu disputar todo o circuito argentino da modalidade. Bastou uma temporada para descobrir que havia encontrado um novo caminho. No ano seguinte, já competia na categoria elite. A carreira dos dois se desenvolveu na mesma medida que sua conexão pessoal. Representaram a Argentina em competições internacionais, conquistaram títulos, dividiram treinos, viagens e experiências que fortaleceram uma relação construída dentro e fora do esporte. Em 2003, decidiram mudar-se para o Brasil em busca de novos desafios. Aqui consolidaram suas carreiras profissionais, viveram alguns dos momentos mais marcantes de suas trajetórias e ajudaram a escrever parte da história do triathlon brasileiro. Casaram-se e tiveram um filho. Ao longo dos anos competindo na Argentina, ela foi heptacampeã estadual de triathlon, campeã da Copa Nacional de Triathlon, duas vezes vice-campeã nacional, integrou a Seleção Argentina em diversas competições continentais. No Brasil, foi terceira colocada no Ironman Brasil de 2010, campeã do Circuito Long Distance de 2009, vice-campeã em 2005 e vice-campeã do Troféu Brasil em 2004 e 2005. Na Argentina, ele foi pentacampeão estadual de triathlon, campeão da Copa Nacional em 2001 e vice-campeão argentino em 2001 e 2004. Também representou a Seleção Argentina em diversas competições pelo continente e venceu uma etapa do Pré-Olímpico da ITU realizada em La Paz, em 2006. Nas provas de longa distância, conquistou o título de campeão do Ironman Brasil de 2012, foi segundo colocado em 2010 e terceiro colocado em 2011. Venceu ainda o Ironman Wisconsin, em 2011, e o Ironman 70.3 Penha, em 2010. Encerradas suas carreiras como atletas profissionais, permaneceram onde sempre estiveram desde a juventude: no esporte. Compartilham, desde então, a experiência acumulada em décadas de competições à frente da EZK Team, em Niterói, formando atletas e acompanhando de perto novas histórias que começam a ser escritas. Conosco aqui, um casal que construiu toda uma vida tendo o esporte como ponto de encontro. Dois educadores físicos, ex-triatletas profissionais, treinadores e pais, argentinos que escolheram o Brasil para viver e que seguem inspirando atletas dentro e fora das competições: a concordiense Maria Soledad Omar e o lobense Ezequiel Alfredo Morales. Inspire-se! Race Smart - check your heart Este episódio é oferecido pela @z2perfomance Para quem quer aumentar o consumo de carboidratos, a Z2 tem um gel com uma composição pensada exatamente pra isso: a linha Load Up, com maltodextrina e frutose na proporção 1 pra 0.8, que garante um digestão mais eficiente e energia ultrarrápida. Você encontra o Z2 Load Up na versão 75g ou 40g de carboidratos, com ou sem cafeína. O Saltz, da Z2, é pensado pra reposição eficiente de eletrólitos e suporte real à performance em treinos e provas. Repõe sódio, potássio e magnésio, ajudando a manter o desempenho em treinos longos e dias de calor de acordo com a sua estratégia e necessidade. Siga @z2performance e fique por dentro do universo da Z2. SIGA e COMPARTILHE o Endörfina no Youtube ou através do seu app preferido de podcasts. Contribua também com este projeto através do Apoia.se.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tangan dan Kaki yang DipakuDiambil dari: Zakharia 12:10 “... mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapinya seperti orang meratapi anak tunggal...”Wonder Kids, ketika Tuhan Yesus sampai di tempat penyaliban, Ia dibaringkan di atas kayu salib. Lalu paku-paku besar ditancapkan pada tangan dan kaki-Nya. Itu adalah penderitaan yang sangat mengerikan. Bukan hanya sakit biasa, tetapi sakit yang amat dalam dan sangat menyiksa.Orang-orang zaman sekarang kadang membayangkan paku itu ditancapkan di telapak tangan seperti di banyak gambar. Tetapi para ahli menjelaskan bahwa kemungkinan besar paku itu dipasang di bagian pergelangan tangan, karena bagian itu lebih kuat untuk menahan berat tubuh di kayu salib. Kaki Yesus juga dipaku. Jadi seluruh tubuh-Nya tergantung dengan rasa sakit yang luar biasa.Bayangkan, Wonder Kids, setiap kali Yesus harus menahan tubuh-Nya, bergerak sedikit, atau mengambil napas, rasa sakit itu pasti makin terasa. Tangan dan kaki yang terluka itu terus menanggung beban tubuh-Nya. Ini bukan cerita yang ringan. Ini adalah penderitaan yang sungguh nyata.Mengapa Yesus rela mengalami semua itu? Karena kasih-Nya kepada kita. Tangan yang dipaku itu adalah tangan yang dulu menyentuh orang sakit dan menyembuhkan mereka. Kaki yang dipaku itu adalah kaki yang berjalan ke banyak tempat untuk menolong orang. Tetapi sekarang tangan dan kaki itu rela disakiti supaya kita bisa diselamatkan.Renungan hari ini menolong kita melihat bahwa keselamatan kita dibayar sangat mahal. Yesus tidak menyelamatkan kita dengan kata-kata saja. Ia menyelamatkan kita dengan tubuh-Nya sendiri yang diserahkan di kayu salib. Setiap luka-Nya berbicara tentang kasih yang besar.Kadang-kadang kita bisa terlalu biasa mendengar cerita salib. Kita tahu Yesus disalib, lalu kita cepat lewat begitu saja. Tetapi hari ini, berhentilah sejenak dan pikirkan: Tuhan Yesus sungguh rela dipaku untukku. Wah, itu kasih yang tidak kecil sama sekali.Dan ada satu pelajaran lagi, Wonder Kids. Tangan dan kaki kita sekarang tidak dipaku, tetapi bisa dipakai untuk dua arah: untuk dosa atau untuk Tuhan. Tangan kita bisa dipakai menolong atau menyakiti. Kaki kita bisa dipakai berjalan ke tempat yang baik atau ke tempat yang salah. Karena Yesus sudah menyerahkan tangan dan kaki-Nya bagiku, aku juga mau memakai hidupku bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah tanganmu hari ini dan katakan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena tangan-Mu rela dipaku bagiku. Tolong aku memakai tanganku untuk melakukan yang baik.” Lalu pikirkan juga ke mana kakimu akan melangkah hari ini.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela dipaku di kayu salib untuk menyelamatkanku. Terima kasih untuk kasih-Mu yang begitu besar. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi hidupku sungguh dipakai untuk melakukan yang baik bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tangan dan kaki Yesus rela dipaku karena kasih-Nya kepadamu, jadi pakailah hidupmu untuk berjalan dan bekerja bagi Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bagaimana Tubuh Bereaksi terhadap Kehilangan DarahDiambil dari: Yohanes 19:28 “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai untuk menggenapkan yang ada dalam Kitab Suci, berkatalah Ia: ‘Aku haus!'”Wonder Kids, sebelum paku ditancapkan ke tangan dan kaki-Nya, Tuhan Yesus sudah mengalami banyak penderitaan. Ia sangat tertekan di taman Getsemani, lalu dicambuk dengan kejam, dihina, dan dipermalukan. Semua itu membuat tubuh-Nya sangat lemah dan kehilangan banyak darah.Kalau seseorang kehilangan banyak darah, tubuhnya akan bereaksi. Jantungnya akan berdetak lebih cepat supaya darah yang tersisa tetap bisa mengalir. Orang itu bisa menjadi lemah, pusing, gemetar, dan sangat haus. Tubuhnya merasa sangat membutuhkan cairan karena darah yang hilang harus diganti. Itulah sebabnya, di kayu salib, Yesus berkata, “Aku haus.”Ini menunjukkan lagi bahwa penderitaan Yesus itu sungguh nyata. Yesus tidak hanya tampak menderita dari luar. Tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit, kelemahan, dan kehausan yang sangat berat. Yesus bukan menjalani semua itu seperti sandiwara. Ia sungguh menderita sebagai manusia sejati.Wah, Wonder Kids, ini membuat kita makin melihat betapa besar kasih Yesus. Ia rela menanggung semua itu untuk kita. Setiap rasa haus, setiap luka, setiap tetes darah, semuanya menunjukkan bahwa keselamatan kita bukan sesuatu yang murah. Yesus membayarnya dengan penderitaan yang nyata.Kadang-kadang saat kita haus atau sakit sedikit saja, kita sudah merasa tidak nyaman. Itu wajar. Tetapi renungan hari ini menolong kita berhenti sejenak dan memikirkan: betapa berat penderitaan Yesus di kayu salib. Ia tidak mundur. Ia tetap taat sampai akhir karena Ia mengasihi kita.Dan ada satu hal yang indah juga. Saat Yesus berkata, “Aku haus,” kita melihat bahwa Dia sungguh mengerti tubuh manusia. Jadi kalau kamu sakit, lemah, haus, atau capek, Yesus tahu rasanya. Dia bukan Tuhan yang jauh dari penderitaan manusia. Dia adalah Juruselamat yang pernah masuk ke dalam penderitaan itu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena penderitaan-Mu sungguh nyata dan semua itu Engkau tanggung karena kasih-Mu kepadaku. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi belajar bersyukur, mengasihi-Mu, dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu itu sungguh nyata dan sangat besar. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 11 Agustus 2026Bacaan: "Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan." (Lukas 11:10)Renungan: Pernahkah kita menyaksikan sebuah film yang berjudul 'Door to Door'? Door to Door adalah sebuah film yang menceritakan tentang sebuah kisah nyata dari seseorang yang bernama Bill Porter, seorang tokoh besar yang memulai bisnisnya dari nol. Sejak lahir Bill Porter terkenal mempunyai penyakit cerebral palsy, yaitu sebuah penyakit yang mengakibatkan gangguan pada fungsi tangan kanan, jalan terpincang, sulit bicara dan kadang meneteskan air liur saat berbicara. Meskipun demikian, ia memiliki semangat hidup yang tinggi, yang terlihat saat ia melamar kerja di The Watkins sebagai seorang salesman. Melihat kondisi Porter yang jauh dari kondisi normal, tentu saja pimpinan Watkins menolaknya. Namun, Porter tidak menyerah begitu saja. la malah meminta ditempatkan di daerah yang tidak diinginkan salesman lainnya, dan berkata, "Apa ruginya bagi anda jika memberi saya daerah yang tidak berpotensi?" Berkat kegigihan Porter, akhirnya ia diterima di The Watkins, dan pada awalnya benar-benar ditempatkan di daerah yang tidak memiliki potensi sama sekali untuk menghasilkan penjualan. Bill Porter awalnya mengalami jalan buntu, beberapa kali ia ditolak oleh para calon pembeli, namun, ia terus berusaha dan terus berusaha. Akhirnya dengan bermodalkan semangat pantang menyerah, ketekunan Bill Porter tidak sia-sia, sedikit demi sedikit ia mulai menghasilkan penjualan dan tidak hanya itu, pada akhirnya ia bahkan menerima penghargaan Best Salesman of The Year dari The Watkins. Bagaimana mungkin, di industry yang membutuhkan keterampilan berbicara, seseorang yang jalannya pincang, dan seringkali meneteskan air liur saat berbicara, justru dapat menjadi pemenang dan mengalahkan berpuluh-puluh orang normal lainnya? Hal itu karena semangat pantang menyerah dan kegigihan untuk menghasilkan yang terbaik. Bagaimana dengan kita? Ketika doa kita tidak kunjung dijawab Tuhan, ketika saat ini kita belum mendapatkan pekerjaan, atau banyak penolakan yang kita terima, bagaimanakah sikap kita? Apakah kita terlalu cepat menyerah sebelum mendapatkan apa yang kita inginkan? Firman Tuhan mengingatkan kita untuk terus meminta, mencari, dan mengetok. Itu bukanlah pekerjaan yang dilakukan hanya sekali atau dua kali, tapi berkali-kali sampai mukjizat terjadi. Jadi jangan berhenti mengetuk sampai pintu dibukakan bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, agar ketika apa yang kudapat tidak seperti yang kuinginkan, aku tetap percaya bahwa semua itu pasti akan membawa kebaikan bagiku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sungguh ManusiaDiambil dari: Ibrani 2:14 “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat penting: Yesus sungguh manusia. Artinya, Yesus bukan cuma kelihatan seperti manusia. Yesus benar-benar datang ke dunia sebagai manusia sejati.Sebelum kita bicara tentang kematian Yesus, kita harus mengerti hal ini dulu. Karena kalau Yesus tidak sungguh menjadi manusia, maka Ia juga tidak sungguh merasakan hidup seperti kita. Tetapi Alkitab berkata bahwa Yesus menjadi sama dengan kita dalam darah dan daging. Itu berarti Yesus benar-benar punya tubuh manusia.Yesus tahu rasanya lapar. Yesus tahu rasanya capek. Yesus tahu rasanya sedih. Yesus tahu rasanya disakiti orang. Yesus tahu bagaimana rasanya hidup di dunia yang penuh dosa dan penderitaan. Bahkan ketika Yesus menghadapi salib, Ia juga merasakan penderitaan yang sungguh berat sebagai manusia.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Kadang-kadang kita merasa, “Tidak ada yang mengerti aku.” Mungkin kamu sedih, kecewa, takut, atau terluka. Tetapi Yesus mengerti. Bukan hanya karena Dia Allah yang tahu segala sesuatu, tetapi juga karena Dia sungguh pernah hidup sebagai manusia di dunia ini.Tetapi jangan lupa: Yesus bukan hanya manusia. Yesus juga sungguh Allah. Jadi Yesus 100% Allah dan 100% manusia. Itu memang besar dan ajaib, tetapi itulah yang Alkitab ajarkan. Karena Yesus sungguh manusia, Ia bisa menggantikan kita. Dan karena Yesus sungguh Allah, Ia sanggup menyelamatkan kita dengan sempurna.Ibrani 2:14 berkata bahwa Yesus menjadi sama dengan kita supaya melalui kematian-Nya, Ia memusnahkan kuasa Iblis atas maut. Jadi, Yesus menjadi manusia bukan tanpa tujuan. Yesus datang untuk menyelamatkan kita. Ia masuk ke dalam dunia kita, merasakan hidup kita, lalu mati bagi dosa kita dan bangkit dengan kemenangan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu sedang sedih, takut, atau terluka, katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengerti aku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh menjadi manusia dan mengerti hidupku. Terima kasih karena Engkau tahu rasanya susah, sedih, dan sakit. Tolong aku supaya saat aku lemah atau terluka, aku datang kepada-Mu dan percaya bahwa Engkau mengerti serta menolongku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh manusia, jadi Dia benar-benar mengerti hidupmu dan sanggup menolongmu. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Sudut MedisDiambil dari: Markus 15:44 “Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya, apakah Yesus sudah mati.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar banyak bukti tentang Yesus. Ada bukti dari saksi mata, dari sejarah, dari arkeologi, dari perubahan hidup orang-orang, dan dari firman Tuhan sendiri. Hari ini kita melihat satu pertanyaan lain: benarkah Yesus sungguh mati di kayu salib?Ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh mati. Mereka bilang mungkin Yesus hanya pingsan, lalu nanti sadar lagi di dalam kubur. Pikiran seperti ini sering disebut teori pingsan. Kedengarannya mungkin seperti jalan keluar yang mudah, tetapi kalau dipikir baik-baik, penjelasan itu sangat lemah.Mengapa? Karena penyaliban adalah hukuman yang sangat kejam. Orang yang disalib mengalami penderitaan yang amat berat. Sebelum disalib, Yesus juga sudah dicambuk dengan sangat keras. Lalu di kayu salib, Yesus kehilangan banyak darah, sangat lemah, dan akhirnya mati. Bahkan ketika Pilatus mendengar Yesus sudah mati, ia memastikan hal itu kepada kepala pasukan. Jadi, kematian Yesus bukan kabar asal-asalan. Itu diperiksa.Kalau Yesus hanya pingsan, lalu bagaimana mungkin Ia bisa bertahan setelah semua penderitaan itu, keluar sendiri dari kubur, mengalahkan batu penutup, lalu muncul di depan murid-murid sebagai Tuhan yang bangkit dengan penuh kuasa? Itu tidak masuk akal. Murid-murid tidak akan melihat orang yang hampir mati lalu berkata, “Yesus bangkit dengan mulia!” Mereka justru akan melihat orang yang sangat terluka dan perlu ditolong.Jadi, Wonder Kids, bukti-bukti menunjukkan bahwa Yesus sungguh mati. Dan ini penting sekali. Mengapa? Karena kalau Yesus tidak sungguh mati, maka Ia juga tidak sungguh bangkit. Dan kalau Yesus tidak bangkit, maka tidak ada keselamatan yang sejati. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh mati bagi dosa kita, dan sungguh bangkit dengan kemenangan.Kadang-kadang orang mencoba mencari penjelasan yang membuat mereka tidak perlu percaya kepada mujizat kebangkitan. Tetapi semakin diteliti, semakin jelas bahwa penjelasan-penjelasan itu lemah. Kebenaran Injil tetap berdiri: Yesus benar-benar mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari yang ketiga.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau benar-benar mati di kayu salib untukku. Terima kasih karena kematian-Mu bukan pura-pura, tetapi sungguh untuk menanggung dosaku. Tolong aku percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Engkau juga bangkit dengan kemenangan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak hanya kelihatan mati, tetapi sungguh mati bagi dosamu dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 6 Agustus 2026Bacaan: "... tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN akan mencari seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN menetapkannya sebagai pemimpin atas umat-Nya, karena engkau tidak menaati apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu" (1 Samuel 13:14)Renungan: Betapa cepatnya hati manusia itu berubah. Ada orang yang tadinya menjalani hidup sederhana dan rendah hati, tapi di kemudian hari, hatinya berubah menjadi begitu sombong setelah ia mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ada orang yang tadinya kurang percaya diri dan merasa lemah, tetapi siapa sangka ia bisa menjadi seorang diktator kejam ketika berkuasa. Seperti itulah hati manusia, gampang berubah. Bisa jadi perubahan hatinya itu menjadi petunjuk bahwa ia tidak rela kehilangan rasa nyaman maupun kekuasaan yang didapatnya selama ini. Saul begitu rendah hati ketika Tuhan menunjuknya menjadi raja Israel. Sebenarnya, ia adalah orang yang diurapi Tuhan dengan janji pengokohan kerajaan Israel. Awalnya, Saul memang seorang yang taat dan rendah hati. Namun, ia lupa bahwa hati itu gampang berubah. Itu terjadi ketika ia tidak sabar menanti kedatangan Samuel dan dengan lancang mempersembahkan korban bakaran yang bukan menjadi tugasnya. Saul begitu angkuh. Ia menjadikan kedudukannya menjadi alasan bahwa ia bisa berbuat apa saja termasuk mengambil tugas keimaman. Sikapnya yang tidak sabar, angkuh, dan tidak taat dinilai Tuhan sebagai penolakan kepada Tuhan. Saul pun harus menerima konsekuensi: ditolak sebagai raja dan kehilangan janji Tuhan. la kehilangan apa yang coba ia pertahankan dengan kuat. Sikap Saul mengingatkan kepada kita bahwa bukan persembahan atau ritual agamawi yang memperkenan hati Tuhan. Tuhan lebih menyukai kasih setia dan ketaatan kepada firman-Nya. Mari renungkan: Hati manusia itu rapuh, gampang berubah oleh situasi. Bahkan hidup dalam berkat pun, jika tidak diwaspadai, bisa berubah menjadi angkuh dan melupakan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati agar hatiku tetap terpaut pada-Mu dan tidak pernah berubah. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Melihat Lewat Mata TuhanDiambil dari: Kolose 1:22 “Sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.”Wonder Kids, kalau kamu bercermin, mungkin kamu bisa langsung melihat hal-hal yang menurutmu kurang bagus. Misalnya rambut berantakan, baju kusut, wajah lelah, atau mungkin bekas luka dan noda di kulit. Kita memang sering cepat melihat kekurangan pada diri kita.Kadang-kadang kita juga berpikir Tuhan melihat kita seperti itu. Kita merasa Tuhan pasti kecewa terus, marah terus, atau hanya melihat dosa dan kegagalan kita. Memang benar, Tuhan melihat semua dosa kita dengan jelas. Tidak ada yang bisa disembunyikan dari-Nya. Tetapi bagi orang yang percaya kepada Yesus, ada kabar yang sangat indah: Tuhan melihat kita melalui karya Yesus.Kolose 1:22 berkata bahwa melalui kematian Kristus, kita diperdamaikan dengan Allah, dan kita ditempatkan di hadapan-Nya sebagai orang yang kudus, tak bercela, dan tak bercacat. Wah, itu luar biasa sekali. Bukan karena kita sudah sempurna dalam diri kita sendiri, tetapi karena Yesus sudah menanggung dosa kita dan memberi kita pengampunan.Artinya, Wonder Kids, saat Tuhan melihat anak-Nya yang percaya kepada Yesus, Tuhan tidak lagi melihat kita sebagai orang yang masih harus dihukum. Tuhan melihat kita sebagai orang yang sudah diampuni, diterima, dan diperdamaikan dengan-Nya. Itu tidak berarti kita boleh hidup sembarangan. Justru karena kita sudah diampuni, kita rindu hidup makin benar di hadapan Tuhan.Kadang-kadang kita masih jatuh dalam dosa. Kita masih bisa bohong, marah, iri, atau tidak taat. Tetapi identitas kita di hadapan Tuhan tidak berdiri di atas keberhasilan kita sendiri. Identitas kita berdiri di atas karya Yesus. Karena itu, kita tidak perlu hidup dalam putus asa. Kita bisa bertobat, bangkit lagi, dan terus belajar hidup seperti yang Tuhan mau.Menjadi makin serupa Kristus berarti kita terus dibentuk sedikit demi sedikit. Kita belum sempurna sekarang, tetapi Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita. Dan suatu hari nanti, Tuhan akan menyempurnakan pekerjaan-Nya itu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Waktu kamu bercermin hari ini, jangan hanya lihat kekuranganmu. Katakan dalam hati, “Tuhan Yesus, terima kasih karena di dalam Engkau aku diampuni dan diterima oleh Allah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui kematian-Mu aku diperdamaikan dengan Allah. Terima kasih karena di dalam Engkau aku diterima, diampuni, dan dikasihi. Tolong aku supaya tidak hidup dalam rasa malu terus, tetapi belajar bertobat, bangkit, dan hidup makin menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: di dalam Yesus, Tuhan tidak melihatmu hanya dari kegagalanmu, tetapi sebagai anak yang sudah diampuni dan sedang dibentuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Profil yang CocokDiambil dari: Yohanes 14:7–8“Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”Wonder Kids, selama beberapa waktu ini kita sudah belajar banyak tentang siapa Yesus. Kita sudah melihat bahwa sifat-sifat Allah juga terlihat pada Yesus. Misalnya, Yesus tahu segala sesuatu, Yesus selalu menyertai umat-Nya, Yesus punya segala kuasa, Yesus tidak berubah, dan Yesus sudah ada sejak semula. Wah, makin lama makin jelas ya siapa Yesus itu sebenarnya.Di Perjanjian Lama, Allah disebut dengan banyak nama dan gelar yang mulia. Allah adalah Pencipta, Penebus, Raja, Hakim, Terang, Gembala, dan Juruselamat. Nah, yang menarik, gelar-gelar seperti itu juga dipakai untuk Yesus di Perjanjian Baru. Itu menunjukkan bahwa Yesus bukan sekadar orang baik atau guru yang luar biasa. Yesus sungguh cocok dengan “profil” Allah yang dinyatakan dalam firman Tuhan.Karena itu, saat Filipus berkata, “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,” Yesus menjawab bahwa siapa yang sudah melihat Dia, sebenarnya sudah melihat Bapa. Tentu Yesus bukan sedang berkata bahwa Bapa dan Anak adalah Pribadi yang sama. Tetapi Yesus sedang menunjukkan bahwa Dia menyatakan Allah dengan sempurna. Kalau kita mau tahu seperti apa Allah itu, kita harus melihat kepada Yesus.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang berkata ingin mengenal Tuhan, tetapi tidak sungguh mau datang kepada Yesus. Padahal Yesus adalah jalan untuk mengenal Bapa. Kita tidak bisa punya gambaran yang benar tentang Allah kalau kita menolak Yesus. Justru melalui Yesus, kita melihat kasih Allah, kekudusan Allah, kuasa Allah, dan keselamatan Allah.Jadi, semakin kita mengenal Yesus, semakin kita mengenal Allah. Dan semakin kita melihat bahwa semua bukti itu cocok, semakin kita punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah dan Tuhan yang sejati.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang paling kamu kagumi dari Yesus. Lalu katakan kepada Tuhan, “Terima kasih, Tuhan Yesus, karena melalui Engkau aku boleh mengenal Allah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyatakan Bapa kepadaku. Terima kasih karena melalui Engkau aku bisa mengenal siapa Allah itu. Tolong aku supaya makin mengasihi-Mu, makin percaya kepada-Mu, dan makin melihat bahwa Engkau sungguh Tuhan yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau kamu ingin mengenal Allah dengan benar, lihatlah kepada Yesus, karena Dia menyatakan Bapa dengan sempurna. Tuhan Yesus memberkati
Kita semua diberkati oleh fasilitas yang diberikan kepada kita, baik itu ada di handphone, di laptop, dan mana saja yang sering kita temui yaitu kalender. Entah mengapa semua kita menghitung hari, menilai hari, apalagi kalau kita sedang menunggu kepada suatu hari yang ditetapkan dan disepakati bersama. Itu bisa ulang tahun, bisa hari jadi akan sesuatu, dan entah mengapa kalender memberi kita ekspektasi, akan hari-hari kedepan, dan bukan hanya ekspektasi tetapi kadang kita gugup tentang apa yang akan terjadi nanti. Sebab kita punya tanggal, kita tahu hari tersebut yang kita nanti-nantikan, namun kita tidak dapat mengendalikan apa yang hendak terjadi nanti di hari tersebut. Sadar atau tidak, tetapi dalam perjalanan kita di dunia ini, kita tidak hanya punya kalender untuk menjalani hidup secara normal, tetapi secara rohani kita sedang punya kalender iman, dan kita sedang menanti sesuatu. Dan kadang kalender itu terlalu lama bagi kita, kita menghitung, menganalisa, lalu karena kalender itu tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, kita lalu membawa kalender itu kepada Allah, dan memaksa Allah untuk melakukan sesuai apa yang kita inginkan, menurut kalender kita sendiri. Kita lupa bahwa kita tidak bisa menaruh Allah dalam sebuah kotak, lalu mengendalikan-Nya. Apakah kelihatannya Allah bekerja sangat lambat menurut kita? Atau justru Ia mau kita berjalan dalam proses "kalender" yang Ia sudah atur dalam hidup kita? Jawabannya ada dalam Seri 3 - Bertakhta | Ps. Charles Bessie, Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang KekalDiambil dari: Kolose 2:9 “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa Yesus bukan hanya hidup selama sekitar tiga puluh tiga tahun di bumi. Yesus sudah ada sebelum dunia diciptakan. Yesus tidak mulai ada saat lahir di Betlehem. Yesus adalah Anak Allah yang kekal.Kadang-kadang orang bertanya, “Kalau Yesus disebut yang sulung atau yang pertama, apakah itu berarti Yesus diciptakan?” Tidak. Dalam Alkitab, kata seperti itu sering dipakai untuk menunjukkan kedudukan dan kehormatan, bukan berarti mulai ada seperti makhluk ciptaan. Yesus bukan ciptaan. Yesus adalah Tuhan yang sudah ada sebelum segala sesuatu.Alkitab menunjukkan hal ini dengan jelas. Yohanes 1 berkata bahwa pada mulanya Firman itu sudah ada. Kolose juga berkata bahwa dalam Yesus berdiam seluruh kepenuhan ke-Allahan. Artinya, Yesus sungguh adalah Allah. Ia bukan setengah Allah, bukan juga makhluk yang sangat hebat. Yesus adalah Tuhan yang sejati.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau Yesus hanya manusia biasa yang lahir lalu mati, Ia tidak bisa menjadi Juruselamat bagi seluruh dunia. Tetapi karena Yesus adalah Anak Allah yang kekal, maka Ia sanggup menyelamatkan kita. Yesus yang datang ke dunia adalah Tuhan yang sudah ada sejak semula.Lalu apa artinya untuk hidup kita? Artinya, kita bisa sungguh percaya kepada Yesus. Yesus tidak berubah-ubah. Dia bukan tokoh sementara yang muncul sebentar lalu hilang. Yesus adalah Tuhan yang kekal. Jadi saat kita datang kepada-Nya, kita datang kepada Pribadi yang selalu ada, selalu berkuasa, dan selalu setia.Wonder Kids, kadang-kadang semua hal di dunia ini berubah. Teman bisa berubah, keadaan bisa berubah, tubuh kita bertumbuh, dan waktu terus berjalan. Tetapi Yesus tetap sama. Itu sangat menghibur, karena berarti kasih-Nya juga tidak berubah. Tuhan yang sudah ada sejak semula itu juga mengasihimu hari ini.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang kekal. Tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya hidup di dunia ini untuk sementara, tetapi Engkau adalah Tuhan yang kekal. Terima kasih karena Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya makin percaya dan mengasihi-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh sementara, tetapi Tuhan yang kekal, yang sudah ada sejak semula dan tetap mengasihimu hari ini. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahAllah yang KekalDiambil dari: Mazmur 90:2 “Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”Wonder Kids, semua yang ada di dunia ini punya awal. Kamu punya hari kelahiran. Pohon mulai dari benih. Rumah dibangun pada waktu tertentu. Bahkan gunung dan bumi pun diciptakan oleh Tuhan. Tetapi Tuhan berbeda dari semuanya. Tuhan tidak punya awal dan tidak punya akhir. Tuhan sudah ada dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.Itu sebabnya Tuhan disebut kekal. Artinya, Tuhan tidak dibatasi oleh waktu seperti kita. Kita hidup hari ini, lalu besok, lalu lusa. Kita bertumbuh, menjadi tua, dan waktu terus berjalan. Tetapi Tuhan tidak berubah oleh waktu. Bagi Tuhan, masa lalu, masa kini, dan masa depan semuanya ada di dalam kuasa-Nya.Wah, ini luar biasa sekali ya. Kadang-kadang kita bisa takut tentang masa depan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kita tidak tahu apakah nanti hidup akan mudah atau sulit. Tetapi Tuhan yang kita percaya adalah Tuhan yang kekal. Dia sudah ada sebelum dunia diciptakan, dan Dia tetap ada selamanya. Jadi tidak ada satu pun hari dalam hidup kita yang berada di luar tangan Tuhan.Mazmur 90 menolong kita melihat bahwa hidup manusia itu singkat, tetapi Tuhan tetap selama-lamanya. Itu bukan untuk membuat kita takut, tetapi untuk membuat kita bersandar kepada Tuhan. Karena kita berubah, kita butuh Tuhan yang tidak berubah. Karena kita lemah, kita butuh Tuhan yang tetap kuat. Karena hidup kita singkat, kita butuh Tuhan yang kekal.Dan ada satu hal yang sangat menghibur, Wonder Kids. Tuhan yang kekal itu juga mengasihi kita. Jadi kita tidak datang kepada Pribadi yang jauh dan dingin. Kita datang kepada Allah yang sudah ada selamanya dan tetap peduli kepada hidup kita hari ini. Tuhan yang besar itu juga dekat kepada anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu merasa takut tentang hari esok, katakan kepada Tuhan, “Tuhan, Engkau kekal dan tidak berubah. Tolong aku percaya kepada-Mu untuk hari ini dan hari esok.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang kekal. Engkau sudah ada sebelum segala sesuatu, dan Engkau tetap ada selamanya. Tolong aku supaya tidak takut menghadapi masa depan, tetapi percaya kepada-Mu yang tidak pernah berubah. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidupmu bisa berubah, tetapi Tuhan tidak pernah berubah, karena Dia adalah Allah yang kekal. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christopher dan Matve Audre Sembiring dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 14: 17-22; Mazmur tg 79: 8.9.11.13; Matius 13: 36-43.DUNIA NYATA ADALAH MEDAN KITA BERJUANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dunia Nyata adalah Medan KitaBerjuang. Ada seorang mahasiswa yang sedang kuliah di kota menelepon orangtuanya di kampung. Ia bercerita tentang banyaknya godaan yang mengganggunya,seperti pergaulan bebas laki-laki dan perempuan, perkelahian di antara teman,malas atau bosan belajar, dan banyak pengaruh jahat lainnya. Bapanya yangberbicara di telepon menanggapi, "Kami di kampung juga banyak gangguanseperti bertengkar dengan ibumu, adik-adikmu malas bekerja dan belajar dansinyal telepon yang hilang muncul sesukanya." Kehidupan kita sangat nyata penuh dengan gangguan. Dunia ini dan setiappribadi manusia yang mendiaminya menjadi pilihan Yesus Kristus yang diutus olehBapa ke dalam dunia. Ia rela mati demi kebaikan kita. Dosa, pengaruh jahat,gangguan dan kesulitan apa pun jenisnya selalu membuat hidup kita tidak damaidan tenang. Semua itu adalah lalang-lalang yang mengganggu hidup kita sebagaipengikut Kristus. Tidak ada seorang pun yang bebas dari gangguan apa pun didalam dunia ini. Namun Yesus tidak pernah menyerah atau berhenti memperhatikan kita. Andaberusaha berbuat baik dan senantiasa teratur dalam setiap kondisimu, namun disekitarmu tetap saja ada orang yang tidak puas, tidak setuju, tidak menyukai,masa bodoh, dan iri dengan dirimu. Semua itu adalah lalang yang tidak pernahmembuatmu bebas. Namun Yesus Kristus tidak lepas kontrol atas dirimu, dan RohKudus setia mendampingimu. Itu adalah kenyataan di dunia ini. Kenyataan di dunia ini tak bisa kita hindari. Kita hanya bisa mengambilsikap dan memiliki kemampuan yang dibekali dengan semua ajaran kebenaran dankebaikan dari Tuhan. Seperti nabi Yeremia yang meratapi kehidupan nyata iniyang rusak berantakan karena dosa dan sangat berharap belas kasih Allah, kitajuga berusaha untuk selalu optimis untuk kehidupan yang lebih baik. Sikap inimendukung rasa betah dan tetap berusaha aktif untuk membarui diri dan duniatempat kita berada. Orang mesti terlepas dari angan-angan, khayalan dan mimpiyang bisa membuatnya pesimis dan anti akan dunia nyata ini. Bermimpi untuk terlepas dari dunia nyata ini hanya karena tidak tahandengan situasinya saat ini, mungkin bisa disamakan dengan empat roda mobil yangberputar di atas bahu jalan berbatu dan aspal. Roda belakang terus sajabermimpi atau berkhayal: saya ingin berada di posisi depan biar tiba duluan,tapi kapan ya saya bisa... Banyak dari kita sering jatuh dalam angan-anganseperti ini, yang berarti bahwa mereka tidak betah, tidak optimis dan realististentang hidupnya di dunia ini. Semoga Anda dan saya tidak seperti ini, tetapitetap realistis dan optimis karena Tuhan ada bersama dengan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah Bapa maha murah, semoga Roh Kudus senantiasamemampukan kami untuk membarui dunia dan hidup kami, dan kesetiaan kami kepadaYesus Kristus tidak pernah pudar dari iman yang telah kami akui. Kemuliaankepada Bapa... Dalam nama Bapa...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah yang MahakuasaDiambil dari: Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”Wonder Kids, Allah itu mahakuasa. Artinya, Tuhan sanggup melakukan semua yang sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan. Tidak ada yang bisa menghalangi rencana-Nya. Apa yang Tuhan kehendaki, pasti bisa Ia lakukan.Kadang-kadang orang bertanya dengan pertanyaan yang membingungkan, misalnya, “Apakah Tuhan bisa membuat sesuatu yang mustahil bahkan bagi diri-Nya sendiri?” Pertanyaan seperti itu terdengar pintar, tetapi sebenarnya tidak menolong. Mengapa? Karena Tuhan tidak melakukan hal yang bertentangan dengan diri-Nya sendiri. Tuhan tidak berdosa, Tuhan tidak berdusta, dan Tuhan tidak bertindak bodoh. Kuasa Tuhan bukan berarti Tuhan melakukan hal yang salah atau tidak masuk akal. Kuasa Tuhan berarti Tuhan sanggup melakukan semua yang baik, benar, dan sesuai dengan sifat-Nya.Ini sangat penting, Wonder Kids. Saat kita berkata Tuhan mahakuasa, itu bukan berarti Tuhan asal melakukan apa saja. Tuhan selalu bekerja dengan hikmat dan kebaikan. Jadi kuasa Tuhan bukan kuasa yang menakutkan bagi anak-anak-Nya, tetapi kuasa yang menolong, menjaga, dan menjalankan rencana-Nya yang sempurna.Kadang-kadang kita bertanya, “Kalau Tuhan mahakuasa, mengapa ada hal yang sulit terjadi? Mengapa ada sakit, sedih, atau masalah?” Itu pertanyaan yang berat. Kita tidak selalu tahu semua jawabannya. Tetapi kita tahu satu hal: Tuhan tetap berkuasa, dan Tuhan tetap punya tujuan yang baik. Dalam kitab Ayub, Ayub mengalami banyak kesulitan yang sangat besar, tetapi pada akhirnya ia belajar bahwa Tuhan tetap berkuasa atas semuanya.Jadi, saat hidup terasa membingungkan, kita tidak harus mengerti semuanya dulu untuk tetap percaya. Kita bisa berkata, “Tuhan, aku tidak mengerti, tetapi aku tahu Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan rencana-Mu tidak pernah gagal.” Itu iman yang indah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu hal yang membuatmu bingung atau takut hari ini, bawalah itu kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan, Engkau mahakuasa. Tolong aku percaya kepada-Mu walaupun aku belum mengerti.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau mahakuasa dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Tolong aku supaya tetap percaya kepada-Mu saat hidup terasa sulit, membingungkan, atau menakutkan. Ajarku untuk bersandar pada kuasa dan kebaikan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak-Nya, dan rencana-Nya tidak pernah gagal. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Joafina Paramita Silalahi dan Isaura Joansari Gultom dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 2 Korintus 4: 7-15; Mazmur tg 126: 1-2ab.2cd-3.4-5.6; Matius 20: 20-28.HAK UNTUK SEBUAH POSISI Renungan kita pada hari ini bertema: Hak Untuk Sebuah Posisi. Marilah kitaberpikir sejenak dengan ilustrasi ini. Anda tiba di rumah dari suatu keperluandi luar. Saat pintu dibuka, Anda langsung menemukan seorang asing sedang dudukdi meja makan, menempati kursi yang biasa Anda pakai, dan sangat menikmatihidangan yang ada. Apa pikiran dan perasaan Anda tentang kejadian itu? Huff!Beraninya orang itu memasuki rumah tanpa ijin ya! Ilustrasi itu menggambarkan betapa penting dan sangat pribadi bahwa kitamasing-masing berhak atas posisi yang menjadi milik kita. Kita memiliki banyakposisi entah saat kita berdiri, duduk, berbaring, dan berada. Itu adalah hakasasi bahwa tempat dan ruang yang melingkupi kita adalah hak milik kita. Jikaseseorang sengaja mendesak atau menekan kita keluar dari posisi tersebut, pastiterjadi ketegangan. Reaksi yang kita berikan biasanya keras dan menolak. Tidakmudah bagi setiap orang untuk melepaskan hak milik posisinya diambil orang laindengan tidak melalui suatu cara yang layak dan beradab. Jadi di dunia ini keinginan dan kenyataan untuk mempunyai posisi sudahmenjadi pemahaman bersama bahwa setiap pribadi berhak atasnya di satu pihak danketersediaan posisi tersebut di lain pihak, yang menjadi kewajiban dari oranglain untuk menyediakannya. Kita mendengar kejadian dua rasul kakak-beradikYakobus dan Yohanes, dengan bantuan ibunya, menginginkan posisi keduanya didalam kerajaan Allah. Tidak salah jika mereka meng-claim haknya itu, karena memang itu adalah harga dari mengikutiKristus. Namun pada saat yang sama Tuhan Yesus mengajarkan bahwa penuntutan hakbukan suatu hal yang otomatis jadi. Suatu penuntutan hak hanya dapatterfasilitasi jika hak itu tepat dengan kewajiban yang dilakukan orang lain.Suatu penuntutan hak tidak boleh sebagai suatu tindakan buta, artinya hanyadipandang sebagai satu-satunya tindakan yang berdiri sendiri. Yesus mengajarkanbahwa hak dasar kita untuk mendapatkan tempat di dalam kerajaan Allahbergantung pada syarat ini: Kita harus menjalankan dahulu suatu kewajiban dasar, yaitu meminum cawanpahit yang juga diminum oleh Yesus. Itu adalah cara penyangkalan diri melaluihidup yang rendah hati, menanggung aneka kesulitan dan penderitaan. Allah Bapayang berkenan atas semua penyangkalan diri itu, bakal menyediakan posisi yangpantas bagi kita di dalam kerajaan-Nya. Salah satu cara penyangkalan diri yangpaling konkret dilakukan ialah melayani tanpa pamrih dan bukan dilayani. SantoPaulus dalam surat keduanya kepada jemaat di Korintus menyebutnya sebagaikematian atas tubuh kita yang selalu ingin diutamakan atas dasar nafsu dankeinginan daging. Kematian tubuh memberikan kehidupan bagi roh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, murnikanlah hati kami dari setiap kecongkakan dannafsu untuk menang sendiri. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
The provided sources explore the critical challenge of maintaining digital authenticity as generative AI makes deepfakes increasingly sophisticated and accessible. To combat the spread of misinformation, experts from organizations like the ITU and C2PA advocate for international technical standards, specifically focusing on AI watermarking and provenance metadata. These tools embed invisible, tamper-evident markers that allow users to verify a file's history and determine if content was algorithmically created. Investigative journalism networks further highlight the urgent need for these protections during elections, where audio and video clones pose significant threats to democratic integrity. In addition to technical safeguards, the materials emphasize public education and critical observation skills to help individuals identify subtle glitches in manipulated media. Together, these initiatives seek to rebuild transparency and trust in a landscape where the line between real and synthetic content is rapidly disappearing.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang Hadir di Mana-ManaDiambil dari: Matius 28:20 “... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”Wonder Kids, kadang-kadang orang bertanya begini: “Kalau Yesus itu sungguh Allah, mengapa Dia juga bisa ada di bumi sebagai manusia?” Pertanyaan itu memang tidak mudah. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa saat Yesus datang ke dunia, Ia sungguh menjadi manusia tanpa berhenti menjadi Allah. Itu adalah salah satu hal yang sangat besar dan ajaib tentang Yesus.Sesudah Yesus bangkit dan naik ke surga, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan selalu menyertai mereka sampai akhir zaman. Wah, itu luar biasa sekali. Manusia biasa tidak bisa berkata begitu dengan benar. Manusia hanya bisa ada di satu tempat pada satu waktu. Tetapi Yesus berkata bahwa Ia menyertai semua murid-Nya di segala tempat dan di segala zaman.Itu berarti Yesus bukan hanya dekat kepada murid-murid zaman dulu. Yesus juga dekat kepada kita hari ini. Saat kamu ada di rumah, di sekolah, di gereja, atau bahkan saat sendirian, Yesus tidak jauh. Ia mengetahui keadaanmu, mendengar doamu, dan sanggup menolongmu.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Kadang-kadang kita merasa sendiri. Mungkin saat sedang takut, sedih, sakit, atau bingung, kita merasa tidak ada yang benar-benar mengerti. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa Yesus menyertai kita senantiasa. Itu berarti kita tidak pernah benar-benar sendirian.Tetapi kehadiran Yesus juga mengingatkan kita untuk hidup sungguh-sungguh bagi-Nya. Kalau Yesus selalu menyertai kita, berarti kita tidak bisa hidup sembarangan. Tuhan melihat hidup kita. Tuhan tahu pikiran kita. Dan Tuhan mau kita tetap setia walaupun tidak ada orang lain yang melihat.Jadi, Wonder Kids, Yesus yang naik ke surga bukan berarti Yesus jadi jauh. Justru karena Dia adalah Tuhan yang mulia, Dia bisa menyertai semua anak-Nya. Ini salah satu bukti indah bahwa Yesus sungguh lebih dari manusia biasa. Yesus adalah Tuhan yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa sendirian atau takut hari ini, ucapkan pelan-pelan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkanku. Terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku di mana pun aku berada. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu, tidak takut, dan hidup setia karena Engkau selalu dekat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Tuhan yang pernah datang ke dunia, tetapi Tuhan yang tetap hidup dan selalu menyertai anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Genua dari Paroki St. Martinus Roworeke di Keuskupan Agung Ende, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 85: 2-4.5-6.7-8; Matius 12: 49-50.TONGKAT KUASA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tongkat Kuasa Tuhan. Tradisi dalambanyak budaya politik menjadikan tongkat sebagai simbol kekuasaan. Kitamengingat Musa memakai tongkat untuk menampilkan kuasa Allah yang bekerja dalamdirinya untuk memimpin bangsa dan umat Allah. Para raja dan presidennegara-negara juga memakai tongkat dengan makna simbolik kekuasaan yang merekamiliki. Di dalam Gereja, tongkat uskup juga memiliki makna serupa. Tongkat yang terbuat dari bahan entah kayu entah logam sangat melekatdengan kekuasaan atau otoritas orang yang memakainya. Bahkan rotan ataupotongan kayu lurus yang dipakai bapak atau ibu di rumah cukup memberikanpemahaman bahwa jika anak-anak melanggar aturan hukumannya ialah pukulan dengankayu itu. Dalam semua pemandangan dengan tongkat ini, kita dapat mengerti lebihlanjut mengapa Tuhan selalu mengungkapkan di dalam kitab suci kuasa-Nya yangdisimbolkan dengan tongkat. Ia berkata dalam nubuat Mikha dalam bacaan pertama hari ini bahwa Iamenggembalakan umat-Nya dengan tongkat-Nya. Yesus sang gembala yang baik jugamenjalankan tugas penggembalaan itu dengan memakai tongkat imam agung, yanghingga saat ini disimbolkan pada Paus dan para uskup. Dengan tongkat itu,tugas-tugas sebagai pemimpin dan gembala memiliki legitimasi dan kekuatan untukmendapatkan ketaatan atau kepatuhan dari orang-orang yang dipimpin. Tongkat kuasa Tuhan, memiliki fungsi untuk suatu pemurnian dan pembebasanmanusia dari kuasa kegelapan dan dosa. Setan dan penguasa kegelapan ketikaberhadapan dengan kuasa Allah yang dilambangkan dengan tongkat, ia menjadiketakutan. Itu terbukti dalam setiap tindakan Yesus yang selalu hadir melaluikata-kata dan hardikan, yang langsung membuat para setan menjadi takut danmemohon untuk tidak disiksa. Berkat tongkat kuasa Tuhan itu, segala dosa kitadapat dicampakkan ke dalam dasar laut, demikian kata nabi Mikha. Jadi kita mesti memandang tongkat saat ditunjukkan kepada kita apakah dalamposisi dipegang, dijadikan penopang pada saat berdiri, atau saat menunjukkandan menegaskan sesuatu dalam suatu proses pengajaran. Yesus menunjuk dengansegala kuasa yang ada pada-Nya, ketika Ia mengajarkan bahwa para murid danrasul sesungguhnya adalah ibu-Nya, dan saudara-saudara-Nya. Penegasan ituberisi suatu ajaran yang penuh kewibawaan dan prinsip. Ajaran itu ialah bahwamelaksanakan kehendak Allah merupakan tugas utama setiap pengikut Kristus.Tongkat kuasa Yesus itu sampai detik ini berada pada tangan Paus dan Uskup ditempat kita masing-masing. Kita harus mendengar dan mengikuti Bapa Suci danUskup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kesetiaan dan ketaatan kami kepada Gerejasenantiasa kuat dan bertahan, khususnya melalui ketaatan kami kepada Bapa Sucidan Uskup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pembohong, Gila, atau Tuhan? Diambil dari: Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”Wonder Kids, ada seorang penulis Kristen bernama C.S. Lewis yang pernah menjelaskan sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ia berkata kira-kira begini: kalau Yesus berkata bahwa Dia adalah Anak Allah, maka hanya ada beberapa kemungkinan. Bisa saja Yesus berbohong. Bisa saja Yesus gila. Atau, memang Yesus benar-benar adalah Tuhan.Mari kita pikirkan bersama. Apakah Yesus berbohong? Tidak. Orang yang berbohong biasanya ingin mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Tetapi Yesus justru hidup dalam kasih, kebenaran, dan pengorbanan. Ia tidak memakai orang lain untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia malah rela menderita dan mati di kayu salib. Itu bukan hidup seorang pembohong.Lalu, apakah Yesus gila? Juga tidak. Yesus berbicara dengan hikmat yang luar biasa. Ia tenang, penuh kasih, tahu apa yang Ia lakukan, dan mengerti hati manusia. Hidup-Nya tidak kacau. Justru hidup Yesus sangat benar, indah, dan penuh kuasa. Itu bukan tanda orang yang kehilangan akal.Kalau begitu, tinggal satu jawaban yang paling masuk akal: Yesus berkata benar. Yesus memang adalah Tuhan. Yesus bukan hanya guru yang baik. Yesus bukan cuma orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang ingin membuat Yesus terasa “aman,” misalnya hanya menyebut-Nya guru yang bijaksana atau orang baik. Tetapi Yesus tidak memberi kita pilihan itu. Kalau kita sungguh mendengar perkataan-Nya, kita harus mengambil keputusan: apakah kita menolak-Nya, atau percaya kepada-Nya sebagai Tuhan?Firman Tuhan dalam Roma 10:9 berkata bahwa kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kita akan diselamatkan. Jadi, yang Tuhan mau bukan hanya kita kagum kepada Yesus, tetapi sungguh percaya kepada-Nya dengan hati dan mulut kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau bukan pembohong atau orang gila. Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku dan berani mengaku bahwa Engkaulah Tuhanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan pembohong atau orang gila, tetapi Tuhan yang sejati dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sang Penghipnotis? Diambil dari: Yohanes 2:11 “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba menjelaskan mujizat Yesus dengan cara yang aneh. Mereka berkata, “Mungkin Yesus hanya menghipnotis orang.” Maksudnya, mereka berpikir bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh melakukan mujizat, tetapi hanya membuat orang-orang melihat atau merasakan sesuatu yang tidak benar-benar terjadi.Tetapi kalau kita membaca Alkitab dengan teliti, penjelasan itu tidak cocok. Dalam Yohanes 2, Yesus mengubah air menjadi anggur pada pesta pernikahan di Kana. Itu bukan mujizat yang terjadi hanya di dalam pikiran satu orang. Banyak orang terlibat di sana. Para pelayan tahu bahwa tempayan itu diisi air. Lalu air itu dibawa kepada pemimpin pesta, dan ia benar-benar mencicipinya sebagai anggur yang baik. Jadi ini bukan sekadar perasaan atau bayangan di kepala seseorang.Selain itu, banyak mujizat Yesus juga terjadi di depan banyak orang. Yesus menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, bahkan membangkitkan orang mati. Sulit sekali menjelaskan semua itu hanya dengan hipnotis. Apalagi Yesus juga melakukan mujizat atas alam, seperti meredakan badai. Angin dan ombak tidak bisa dihipnotis.Wonder Kids, renungan hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa Yesus itu nyata. Yesus tidak memakai tipu daya. Yesus tidak menipu orang supaya kelihatan hebat. Yesus melakukan tanda-tanda yang benar-benar menunjukkan kemuliaan-Nya. Mujizat-mujizat itu menolong orang melihat bahwa Yesus adalah Anak Allah yang datang dari Bapa.Tetapi yang paling penting bukan hanya kagum kepada mujizat-Nya. Yohanes 2:11 berkata bahwa lewat tanda itu, Yesus menyatakan kemuliaan-Nya dan murid-murid percaya kepada-Nya. Jadi tujuan mujizat Yesus adalah supaya orang mengenal siapa Dia sebenarnya dan percaya kepada-Nya.Kadang-kadang kita juga bisa tergoda untuk hanya mencari hal-hal yang luar biasa. Kita ingin sesuatu yang mengagetkan atau menakjubkan. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau kita melihat kemuliaan Yesus dan sungguh percaya kepada-Nya, entah saat kita melihat hal yang besar maupun saat kita belajar firman-Nya setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa kuasa-Mu nyata. Tolong aku bukan hanya kagum kepada-Mu, tetapi sungguh percaya dan mengasihi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak memakai tipu daya, tetapi menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Mu dengan nyata. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dan melihat bahwa Engkaulah Anak Allah yang mulia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan tipuan, tetapi tanda yang nyata bahwa Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa dan kemuliaan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Efek PlaseboDiambil dari: Matius 13:58 “Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.”Wonder Kids, pernahkah kamu mendengar tentang plasebo? Plasebo adalah sesuatu yang kelihatannya seperti obat, padahal sebenarnya bukan obat sungguhan. Kadang-kadang orang bisa merasa lebih baik karena mereka percaya itu akan menolong mereka. Jadi, ada perubahan yang terjadi karena pikiran atau perasaan mereka.Lalu ada orang yang bertanya, “Apakah mujizat Yesus cuma seperti itu? Apakah orang-orang sembuh hanya karena mereka percaya atau berharap akan sembuh?” Pertanyaan itu terdengar pintar, tetapi kalau kita melihat cerita-cerita Alkitab dengan teliti, jawabannya tidak cukup sesederhana itu.Mengapa? Karena Yesus bukan hanya menyembuhkan orang yang sakit biasa atau orang yang gampang dipengaruhi pikirannya. Yesus juga menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, orang kerasukan, bahkan membangkitkan orang mati. Ada juga mujizat seperti meredakan badai dan berjalan di atas air. Itu semua tidak bisa dijelaskan hanya dengan sugesti atau perasaan seseorang.Selain itu, banyak penyembuhan yang dilakukan Yesus terjadi dengan cepat dan jelas. Orang lain bisa melihatnya. Jadi, mujizat Yesus bukan sekadar orang merasa sedikit lebih baik. Mujizat Yesus menunjukkan kuasa Allah yang nyata bekerja di dunia ini.Wonder Kids, ini penting karena kita jadi tahu bahwa Yesus sungguh Anak Allah. Yesus bukan cuma membuat orang merasa tenang atau berpikir positif. Yesus benar-benar punya kuasa atas sakit, alam, roh jahat, bahkan kematian. Karena itu, saat Yesus melakukan mujizat, Ia sedang menunjukkan siapa diri-Nya sebenarnya.Tetapi renungan ini juga mengingatkan kita bahwa iman bukan berarti kita mengatur Tuhan sesuka kita. Kita tidak percaya kepada Yesus hanya supaya semua masalah langsung hilang. Kita percaya kepada Yesus karena Dia adalah Tuhan yang sejati. Kadang Tuhan menyembuhkan, kadang Tuhan memberi kekuatan untuk bertahan. Tetapi apa pun yang Tuhan lakukan, Dia tetap baik dan berkuasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu sedang sakit, takut, atau punya masalah, datanglah kepada Tuhan dan berdoalah dengan jujur. Katakan, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup menolongku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau punya kuasa yang nyata. Terima kasih karena mujizat-Mu menunjukkan bahwa Engkaulah Anak Allah. Tolong aku supaya tidak memandang Engkau kecil, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan sekadar membuat orang merasa lebih baik, tetapi menunjukkan kuasa Allah yang nyata dan mulia. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 Juli 2026Bacaan: "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian." (Efesus 6:1)Renungan: Dimas adalah murid kelas 4 SD. Suatu hari gurunya memberi tugas membuat video tentang "Tokoh Panutanku". Teman-temannya memih pemain bola, youtuber, artis dll. Ketika tiba giliran Dimas presentasi, dia maju sambil membawa foto. "Itu siapa?" tanya temannya. "Itu Bapakku," jawab Dimas. "Setiap pagi Bapak bangun jam 5 buat antar aku sekolah. Kalau aku sakit, Bapak begadang menjaga aku. Kalau aku nakal, Bapak tetap doain aku." Teman-temannya terdiam. Ada yang ketawa kecil. Tapi Bu Guru bilang, "Itu pahlawan yang paling hebat, Dim." Malamnya Dimas cerita ke Bapaknya. Bapaknya memeluk Dimas sambil berkata, "Nak, Bapak juga belajar jadi orang tua yang baik dari Tuhan." Sejak itu Dimas menjadi anak yang lebih taat. Kalau disuruh belajar, dia tidak menjawab "nanti". Kalau disuruh membantu mencuci piring, dia langsung melakukannya. Taatilah orang tuamu di dalam Tuhan artinya mendengar dan melakukan apa yang orang tua minta, selama itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Mengapa? Karena "haruslah demikian". Tuhan memberikan orang tua sebagai wakil-Nya di dalam keluarga. Melalui mereka Tuhan memberi kita makan, sekolah, nasihat, dan doa. Taat bukan karena takut dimarahi tapi karena kita mengasihi Tuhan. Anak zaman sekarang terlalu pandai. Mereka bisa buka HP sendiri dan bisa mencari jawaban di Google. Tapi kadang karena "merasa lebih tahu", mereka jadi sering meremehkan orang tua. Mereka susah mendengarkan nasihat orang tua. Kalau orang tua bicara, mereka menjawab "Tau... Tau..." tapi sambil main HP. Mereka juga suka membantah. Disuruh belajar jawabnya, "Ah ntar", disuruh beresin kamar jawabnya, "Ribet". Mereka juga kurang menghargai orang tua. Lupa mengucapkan terima kasih untuk makanan, baju, uang sekolah dll. Taat itu bukan berarti jadi anak penakut. Taat itu berarti jadi anak yang pintar, karena tahu siapa yang Tuhan pakai untuk menjaganya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk Papa dan Mama yang Engkau berikan kepadaku. Ampuni aku kalau sering membantah dan membuat mereka sedih. Ajarilah aku menjadi anak yang taat, seperti Yesus yang juga taat kepada Maria dan Yusuf. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Gila? Diambil dari: 1 Korintus 2:16 “Sebab: ‘Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?' Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”Wonder Kids, ada orang yang pernah berpikir bahwa Yesus pasti tidak waras. Mengapa? Karena Yesus berkata dan bertindak dengan cara yang sangat berbeda dari orang biasa. Yesus berkata bahwa Ia datang dari Allah. Yesus mengaku sebagai Anak Allah. Yesus juga berbicara dengan kuasa yang sangat besar. Bagi orang yang tidak percaya, semua itu bisa terdengar aneh sekali.Tetapi kalau kita melihat hidup Yesus dengan teliti, kita tidak menemukan tanda-tanda bahwa Yesus kehilangan akal atau tidak mengerti kenyataan. Justru sebaliknya. Yesus sangat tenang, sangat bijaksana, dan sangat tahu apa yang Ia lakukan. Yesus bisa menjawab orang-orang yang mencoba menjebak-Nya. Yesus mengerti hati manusia. Yesus peduli kepada orang sakit, orang lemah, dan orang berdosa. Itu bukan tanda orang yang kacau pikirannya.Yesus juga hidup dengan kasih yang luar biasa. Ia tidak hidup untuk membesarkan diri-Nya sendiri. Ia tidak seperti orang yang haus pujian atau ingin dipandang hebat. Yesus datang untuk melayani, menolong, mengajar, dan menyelamatkan. Orang yang benar-benar gila tidak hidup dengan kasih, hikmat, dan tujuan sejelas itu.Jadi, Wonder Kids, kalau ada orang bertanya, “Apakah Yesus gila?” jawabannya adalah tidak. Yesus bukan orang yang kehilangan akal. Yesus justru menunjukkan pikiran yang paling benar, paling murni, dan paling penuh kasih. Masalahnya bukan pada Yesus, tetapi pada manusia yang tidak mau menerima siapa Yesus sebenarnya.Firman Tuhan berkata bahwa kita memiliki pikiran Kristus. Artinya, saat kita percaya kepada Yesus, Tuhan menolong kita melihat segala sesuatu dengan cara yang benar. Dunia bisa salah menilai Yesus, tetapi anak-anak Tuhan dipanggil untuk mengenal Dia dengan benar melalui firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu pernah bingung dengan sesuatu tentang Yesus, jangan simpan sendiri. Ceritakan dalam doa kepada Tuhan, lalu tanyakan juga kepada orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh hikmat, kasih, dan kebenaran. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi makin memahami siapa Engkau sebenarnya melalui firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan orang yang kehilangan akal, tetapi Tuhan yang penuh hikmat, kasih, dan kebenaran. Tuhan Yesus memberkati.
Foundations of Amateur Radio The other day a friend of mine mentioned in passing that they'd hooked their Home Assistant dashboard to an RTL-SDR dongle to listen to the various ISM bands. If that sounds like gibberish, let me elaborate. "Home Assistant" is a tool that, among other things, allows you to control devices throughout your house, think lights, vacuum cleaner, air conditioning, and power sockets. It turns out that there are various plug-ins that allow you to connect it to a tool called "rtl_433", more on that in a moment. ISM, or Industrial Scientific and Medical, is a global collection of 13 radio bands, regulated by the ITU, the International Telecommunications Union, where devices are permitted to transmit all different types of signals, think microwave ovens, NFC, or Near Field Communications, Wi-Fi, Bluetooth, but also weather stations, security devices, battery monitors, tyre pressure monitors, remote keyless entry, garage door openers and plenty more. The most "well known" ISM band is 433 MHz, but the most used ones are those we think of as Wi-Fi bands, 2.4 and 5.8 GHz. It sometimes comes as a surprise that Bluetooth and Wi-Fi share the same frequencies with each other and many different bits of technology. While I'm here, I'll also point out that there are ISM allocations within the HF bands and up to 245 GHz, so plenty of spectrum to explore. A different friend heard about my challenges with two remote controls, came by for a coffee and dropped off a frequency counter and left me to determine what type of remotes I had in my hands, since labelling was absent. After charging this sparkly new gadget I spent a while trying to make it do the needful, but ultimately, despite trying in multiple locations without local interference was unsuccessful, this likely caused by the nincompoop behind the controls, but I digress. It occurred to me that an RTL-SDR dongle is perfectly suited to the job, as long as I can scan through the various frequencies and discover just which ones were associated with my cantankerous remotes. As is my want, I got distracted by installing "rtl_433". I have to tell you, just plugging in an antenna into an RTL-SDR dongle, I'm currently using my 2m and 70cm dual band antenna, running the tool and looking at the log, in the last half hour alone, I've seen 372 reports, across 16 devices, including several cars and a truck, weather stations, security devices and plenty more; half an hour later we're up to 22 devices and 771 reports, and 24 hours in we're up to 128 devices, nearing 17,000 reports. I'll note that this is using an RTL-SDR dongle, no fancy radio, no filtering, no interference rejection, all straight from the device. As you might expect, the reports keep trickling in, every 15 seconds or so there's a new decode and at this point I'm pretty sure I don't need to invest in a weather station in the near future, and if I figure out which Hyundai is driving around with low tyre pressure, I'll let them know. Also, because I'm not just lollygagging, my remotes don't appear to emit anything that rtl_433 can decode, but I did notice that the reports stopped coming in while the remote was active, so I suppose that's progress. In-case you're wondering, within "Fifty Things you can do with a Software Defined Radio", this is number "11: Read your neighbors'[sic] sensors". At this point I hear the calls from the peanut gallery: "But .. but .. but, this isn't amateur radio" .. to which I say, "Really?" In other words, amateur radio is what you make it and right now I'm interested in figuring out why my remotes are acting up and what better way than to play with radio, at whatever frequency takes my fancy. I wonder if there's any HF gadgets I can monitor. I'm Onno VK6FLAB
VOV1 - Cuộc đua trí tuệ nhân tạo AI bước sang một giai đoạn mới. Nếu trước đây trọng tâm là cạnh tranh về mô hình và công nghệ giữa các cường quốc, thì nay nhiều quốc gia chuyển sang cuộc đua thu hút các tập đoàn công nghệ toàn cầu đầu tư vào trung tâm dữ liệu, điện toán đám mây, bán dẫn và hạ tầngThay vì chỉ ban hành chính sách ưu đãi, nhiều nguyên thủ trực tiếp tham gia vận động các “Ông lớn” công nghệ, coi đây là đòn bẩy để nâng cao năng lực cạnh tranh quốc gia trong kỷ nguyên số. Tổng thống Pháp Emmanuel Macron và Thủ tướng Ấn Độ Narendra Modi được đánh giá là hai nhà lãnh đạo đi đầu trong xu hướng này. Trong năm nay, cả hai đã liên tục gặp gỡ lãnh đạo các tập đoàn công nghệ hàng đầu nhằm thu hút các dự án trung tâm dữ liệu, điện toán đám mây và sản xuất chip, những nền tảng cốt lõi của hệ sinh thái AI.Tại Pháp, Tổng thống Emmanuel Macron đã trực tiếp thuyết phục Chủ tịch kiêm Tổng Giám đốc điều hành SoftBank Masayoshi Son đầu tư vào các trung tâm dữ liệu AI. Theo kế hoạch công bố hồi tháng 5, SoftBank sẽ xây dựng 3,1 GW trung tâm dữ liệu AI tại Pháp vào năm 2031, thuộc chương trình phát triển hạ tầng AI trị giá 75 tỷ euro. Nhà lãnh đạo Pháp cũng tận dụng Hội nghị Thượng đỉnh G7 để tăng cường kết nối với các lãnh đạo doanh nghiệp AI hàng đầu thế giới.“Đây là thời điểm mang đến những cơ hội to lớn cho nhân loại. Vì vậy, tôi đón nhận giai đoạn này với sự quan tâm sâu sắc, quyết tâm hành động và niềm tin rằng Pháp, châu Âu cùng các đối tác lớn cần nắm bắt cơ hội. Những tiến bộ này sẽ giúp chúng ta sống tốt hơn, học tập hiệu quả hơn, làm việc năng suất hơn và chăm sóc sức khỏe tốt hơn. Điều quan trọng là chúng ta phải bảo đảm trí tuệ nhân tạo luôn phục vụ con người."Trong khi đó, Ấn Độ theo đuổi chiến lược thu hút đầu tư nhằm từng bước trở thành một trung tâm AI mới. Thủ tướng Narendra Modi đã liên tục gặp lãnh đạo Amazon, Microsoft, Google và Intel để kêu gọi đầu tư vào hạ tầng AI, điện toán đám mây và ngành bán dẫn. Amazon mới đây công bố khoản đầu tư 48 tỷ USD vào Ấn Độ, trong đó 21 tỷ USD dành cho hạ tầng AI và điện toán đám mây. Microsoft và Google cũng cam kết mở rộng đầu tư để hỗ trợ tham vọng phát triển hệ sinh thái AI của nước này. Phát biểu tại Hội nghị Thượng đỉnh AI toàn cầu hồi tháng 2, Thủ tướng Narendra Modi khẳng định: “AI không chỉ giúp máy móc trở nên thông minh hơn mà còn khuếch đại năng lực của con người lên gấp nhiều lần. Điều khác biệt của cuộc cách mạng này chính là tốc độ chưa từng có và quy mô chưa từng thấy...Vì vậy, chúng ta cần có tầm nhìn đủ lớn và sẵn sàng gánh vác trách nhiệm tương xứng."Điểm chung trong chiến lược của Pháp và Ấn Độ là coi hạ tầng AI, từ trung tâm dữ liệu, năng lực điện toán đến bán dẫn là yếu tố quyết định vị thế trong chuỗi giá trị AI toàn cầu. Tuy nhiên, cùng với làn sóng đầu tư, Liên hợp quốc cảnh báo AI có nguy cơ làm gia tăng khoảng cách phát triển nếu năng lực công nghệ tiếp tục tập trung vào một số ít quốc gia và doanh nghiệp. Trong khi đó, Liên minh Viễn thông quốc tế (ITU) cho biết hiện vẫn còn khoảng 2,2 tỷ người chưa được kết nối Internet, đồng nghĩa nhiều quốc gia có nguy cơ bị bỏ lại phía sau nếu khoảng cách hạ tầng số không được thu hẹp.Cuộc đua AI, vì thế, không còn chỉ là cuộc cạnh tranh về công nghệ, mà đã trở thành cuộc đua thu hút đầu tư, xây dựng hạ tầng và định hình lợi thế chiến lược của các quốc gia trong kỷ nguyên số./.Thu Hoài/Ban Thời sự VOV1
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengapa Murid-Murid Datang Kembali? Diambil dari: Matius 14:31 “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: ‘Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?'”Wonder Kids, murid-murid Tuhan Yesus pernah mendengar begitu banyak hal luar biasa dari Yesus. Mereka melihat mujizat-mujizat-Nya, mendengar pengajaran-Nya, dan berjalan bersama-Nya. Tetapi saat Yesus ditangkap, semuanya berubah. Mereka takut. Mereka lari. Petrus bahkan menyangkal bahwa ia mengenal Yesus. Wah, itu menyedihkan sekali.Kalau begitu, mengapa mereka bisa datang kembali? Mengapa mereka tidak pergi selamanya? Jawabannya sangat penting: karena mereka bertemu lagi dengan Yesus yang bangkit. Sesudah Yesus mati, mereka memang ketakutan dan putus harapan. Tetapi setelah mereka melihat Yesus hidup kembali, semuanya berubah. Ketakutan mereka berubah menjadi keberanian. Keraguan mereka berubah menjadi keyakinan.Ini menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita kosong. Kalau murid-murid hanya mengikuti Yesus karena kagum, mereka pasti sudah selesai saat Yesus mati. Tetapi mereka kembali karena mereka benar-benar bertemu dengan Tuhan yang bangkit. Mereka tahu bahwa Yesus sungguh hidup.Wonder Kids, ini juga menghibur kita. Kadang-kadang kita pun bisa seperti murid-murid. Kita bisa takut, ragu, sedih, atau menjauh dari Tuhan. Mungkin saat keadaan baik, kita semangat ikut Tuhan. Tetapi saat susah, kita mulai goyah. Renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus tidak meninggalkan murid-murid-Nya. Yesus datang kembali kepada mereka.Yesus juga sabar kepada Petrus. Waktu Petrus mulai tenggelam karena takut dan bimbang, Yesus segera mengulurkan tangan-Nya. Itu artinya, saat kita lemah, Yesus juga sanggup menolong kita. Tuhan tidak menolong hanya saat kita kuat. Tuhan juga menolong saat kita sedang goyah.Jadi, mengapa murid-murid datang kembali? Karena Yesus datang kembali kepada mereka. Dan itu juga berlaku bagi kita. Saat kita ragu, takut, atau jatuh, Yesus tetap adalah Tuhan yang hidup. Dia sanggup memegang kita dan menolong kita berdiri lagi.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu sedang takut, sedih, atau merasa jauh dari Tuhan, katakan dengan jujur dalam doamu, “Tuhan Yesus, pegang aku lagi dan tolong aku tetap percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang bangkit dan hidup. Terima kasih karena saat murid-murid-Mu takut dan goyah, Engkau datang menolong mereka. Tolong aku juga saat aku ragu, takut, atau lemah, supaya aku tetap datang kembali kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu goyah, Yesus yang hidup sanggup memegangmu dan menolongmu kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Gereja Mula-MulaDiambil dari: 1 Korintus 1:22 “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat.”Wonder Kids, selain apa yang tertulis di dalam Injil, kita juga bisa melihat satu hal penting: sejak awal, gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jadi, orang Kristen pertama bukan baru belakangan membuat Yesus terlihat hebat. Sejak sangat awal, mereka memang sudah mengerti bahwa Yesus itu sangat istimewa.Ada banyak tulisan dan doa dari gereja mula-mula yang menunjukkan hal itu. Mereka menyebut Yesus sebagai Tuhan. Mereka menyembah-Nya. Mereka percaya bahwa Yesus sungguh mati, sungguh bangkit, dan sungguh layak dihormati. Jadi, iman bahwa Yesus adalah Tuhan bukan ide yang muncul jauh belakangan. Itu sudah ada sejak awal.Mengapa ini penting, Wonder Kids? Karena ada orang yang berkata bahwa mungkin orang-orang Kristen baru kemudian membesar-besarkan Yesus. Tetapi kalau sejak gereja mula-mula orang-orang percaya sudah menyembah Yesus, berarti memang dari awal mereka melihat bahwa Yesus lebih dari sekadar guru atau nabi. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Bahkan ada orang-orang yang rela menderita karena iman itu. Mereka tidak akan melakukan itu kalau mereka tahu semuanya hanya cerita buatan. Mereka tetap setia karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus benar-benar hidup, mati bagi dosa, dan bangkit kembali. Itu sebabnya kesaksian gereja mula-mula sangat penting.Wonder Kids, renungan hari ini juga mengingatkan kita bahwa iman kita bukan iman yang baru dibuat-buat. Kita berdiri di dalam kabar yang sudah dipercayai oleh umat Tuhan sejak awal. Tuhan menjaga gereja-Nya dan membuat kabar tentang Yesus terus diberitakan dari generasi ke generasi.Dan sekarang, kita juga menjadi bagian dari orang-orang yang percaya kepada Yesus. Wah, indah sekali ya. Dari gereja mula-mula sampai hari ini, Tuhan terus memanggil orang untuk percaya kepada Anak-Nya. Jadi saat kita percaya kepada Yesus, kita sedang berdiri di dalam kebenaran yang sudah dipegang oleh banyak orang percaya sebelum kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena sejak dulu sampai sekarang Engkau tetap dikenal dan dipercaya oleh umat-Mu. Tolong aku juga percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah dikenal, disembah, dan dipercayai oleh gereja sejak awal. Tolong aku supaya tidak ragu, tetapi makin yakin bahwa Engkaulah Tuhan yang hidup dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan sampai hari ini Dia tetap Tuhan yang hidup dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Raja Orang YahudiDiambil dari: Yohanes 19:21 “Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: ‘Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.'”Wonder Kids, salah satu hal penting tentang Tuhan Yesus adalah bahwa Ia disebut Raja orang Yahudi. Waktu Yesus disalibkan, di atas kepala-Nya dipasang tulisan tentang siapa Dia. Tulisan itu berbunyi bahwa Yesus adalah Raja orang Yahudi. Menariknya, tulisan seperti itu dicatat dalam keempat Injil. Jadi, hal ini dianggap sangat penting.Mengapa itu penting? Karena gelar itu menunjukkan hubungan Yesus dengan para pemimpin Yahudi dan juga dengan pemerintah Romawi. Romawi biasanya tidak akan menghukum mati seseorang hanya karena mengajar atau bercerita. Tetapi kalau seseorang dianggap mengaku sebagai raja, itu menjadi masalah besar. Sebab itu berarti ada hubungan dengan kuasa, pemerintahan, dan ancaman terhadap kekuasaan yang sedang ada.Para imam kepala tidak suka tulisan itu. Mereka ingin tulisan itu diubah menjadi, “Orang ini berkata bahwa Ia Raja orang Yahudi.” Mereka tidak mau mengakui bahwa Yesus sungguh adalah Raja. Tetapi justru di situlah kita melihat sesuatu yang besar. Walaupun banyak orang menolak-Nya, Yesus tetap adalah Raja yang sejati.Wonder Kids, Yesus bukan raja seperti raja dunia yang memerintah dengan dosa, kesombongan, atau kekerasan. Yesus adalah Raja yang datang dengan kebenaran, kasih, dan pengorbanan. Ia bahkan rela mati di kayu salib. Itu sebabnya kerajaan-Nya berbeda dari kerajaan dunia ini. Tetapi tetap saja, Dia adalah Raja.Kadang-kadang orang ingin Yesus hanya menjadi penolong saat susah, guru saat butuh nasihat, atau teman saat merasa sendirian. Memang Yesus menolong, mengajar, dan dekat dengan kita. Tetapi Yesus bukan hanya itu. Yesus juga adalah Raja. Artinya, kita tidak hanya datang kepada-Nya untuk ditolong, tetapi juga untuk taat kepada-Nya.Kalau Yesus adalah Raja, maka hidup kita juga harus tunduk kepada-Nya. Kita perlu bertanya: apakah aku mau mengikuti perintah Raja Yesus? Apakah aku mau hidup dengan cara yang menyenangkan Dia? Raja yang baik layak ditaati, dan Yesus adalah Raja yang paling baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, Engkau adalah Rajaku. Tolong aku bukan hanya meminta pertolongan-Mu, tetapi juga mau taat kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Raja yang sejati. Terima kasih karena Engkau memerintah dengan kasih dan kebenaran. Tolong aku supaya mau tunduk kepada-Mu, percaya kepada-Mu, dan hidup sebagai anak yang taat kepada Raja yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Penolong dan Guru, tetapi juga Raja yang sejati dan layak ditaati. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Apolonia Lema dan Maria Tania Mosa dari Paroki Santo Simon Petrus Tarus di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Hosea 14: 2-10; Mazmur tg 51: 3-4.8-9.12-13.14.17; Matius 10: 16-23.BERSIAP MENGHADAPI RISIKO Renungan kita pada hari ini bertema: Bersiap Menghadapi Risiko. Ada duaorang remaja, kakak dan adik, belanja tas sekolah di toko. Sang kakak yangseorang perempuan membeli tas yang harganya lebih murah, sedangkan adiknya yanglaki-laki membeli yang lebih mahal. Tas yang lebih murah memiliki saku-sakuuntuk menyimpan botol air dan barang lain seperti payung dan benda-benda lainuntuk keperluan bermain di sekolah. Tas yang lebih mahal memang bentuk dan warnanya jauh lebih indah tetapitidak memiliki saku-saku untuk menyimpan air dan payung. Sang adik menyadaripentingnya tas seperti yang dibeli kakaknya, maka ia kembali ke toko untukmenggantikannya dengan tas yang sama dengan kakaknya. Kita melihat bahwa keduaremaja ini sungguh memperhitungkan risiko yang akan dihadapi ketika merekakembali ke sekolah pada tahun ajaran baru ini. Risiko bagi bangsa Israel yang disampaikan oleh Nabi Hosea ialah apa yangharus mereka hadapi setelah mereka sudah terlanjur jatuh ke dalam lumpur dosa.Jika mereka ingin mendapatkan hidup baru yang lebih baik, yang harus merekalakukan ialah meninggalkan hidup yang penuh dosa, kemudian kembali membawakata-kata penyesalan dan bertobat kepada Tuhan. Itu adalah sebuah risiko yanggampang dikatakan atau diajarkan, tetapi berat untuk dipraktikkan. Yesus memberikan sebuah daftar risiko dan bahaya yang sudah menunggu paramurid-Nya yang diutus atas nama-Nya. Yang paling serius ialah mereka harusmenderita segala bentuk penganiayaan seperti Yesus Kristus sendiri alami.Mereka siap untuk mengalami kehilangan nyawanya. Risiko ini berguna untuksebuah kelangsungan hidup dalam mengikuti kehendak Tuhan. Ini adalah hargasebuah panggilan dalam mengikuti Kristus. Jadi motivasinya sangat spiritual. Bersiap untuk risiko berbeda dengan berani menghadapi risiko. Bersiapdengan risiko menunjukkan bahwa seseorang itu tenang, optimis, percaya diri danrela untuk apa pun yang bakal dihadapi. Kalau risikonya berat dan tak terduga,ia akan menghadapi dengan bersemangat dan kerelaan. Kalau risikonya kecil iatidak meremehkan atau bersantai-santai. Sedangkan keberanian itu berkaitandengan reaksi dan perlawanan terhadap risiko yang sudah diketahui. Di sinidapat terjadi bentrok atau konflik di antara pihak-pihak yang bertentangan. Bagi kita, persiapan dan kewaspadaan adalah keutamaan. Kitab suci selalumenasihatkan kita untuk selalu bersiap-siaga dan penuh perhatian akantanda-tanda dari Tuhan karena di depan kita ada banyak risiko yang menunggu.Ketika kita memilih untuk beriman kepada Yesus Kristus dan memutuskan untukmenjalani panggilan kita masing-masing, kita harus bersiap dengan risikonya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, semoga kami selalu bersiap dan waspadaterhadap setiap risiko yang akan kami hadapi di dalam jalan panggilan kamimasing-masing. Bapa Kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Juli 2026Bacaan: "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21)Renungan: Suatu hari seorang istri mengeluh karena minggu ini ia terlalu lelah. Kerjaan menumpuk, anak rewel minta ditemenin belajar. Suaminya pulang kerja terus rebahan main HP. Tanpa sadar ia kesal dan berkata kepada suaminya: "Kamu sih tahunya cuma enak-enak rebahan. Gak pernah mikirin rumah ini!" Suaminya pun diam. Malam itu suasana rumah menjadi dingin. Dua hari kemudian giliran ia yang sakit. Anak-anak yang biasanya deket dengannya menjadi takut karena melihat papa mamanya tegang. Ia pun tersadar. Satu kalimat emosinya malam itu "mematikan" suasana rumah selama dua hari. Padahal kalau ia bilang: "Pa, aku capek. Boleh tolong temenin anak belajar 30 menit?" pasti jawabannya berbeda. Amsal 18:21 ini berisi peringatan keras dari Raja Salomo tentang kuasa dari kata-kata: "Hidup dan mati dikuasai lidah". Di rumah, lidah kita bisa jadi sumber kehidupan atau sumber kematian. Dengan kata-kata kita bisa menghidupkan semangat pasangan, menguatkan anak yang gagal, memberkati keluarga. Tapi dengan kata-kata juga kita bisa melukai hati pasangan, mematikan semangat anak, dan merusak keharmonisan rumah. Rumah tangga kita adalah cermin dari apa yang sering kita ucapkan. Suka mengeluh, maka rumah penuh keluhan. Suka mengucap syukur dan menguatkan, maka rumah penuh damai. Keluarga adalah tempat pertama kita latihan memakai lidah. Tiga hal yang bisa kita latih mulai saat ini: 1. Ganti kritik dengan permintaan. Dari perkataan, "Aku sibuk, jadi lupa" menjadi "Sayang, boleh tolong ingetin aku ya" 2. Perbanyak kata penguat untuk anak. Perkataan, "Mama bangga kamu sudah berusaha", lebih menghidupkan daripada "Nilainya kok segitu-segitu aja".3. Doa berkat sebelum tidur. Ucapkan satu kalimat berkat untuk tiap anggota keluarga. Itu seperti menyiram tanaman di rumah. Ingat, anak-anak kita tidak akan ingat seberapa rapi rumah kita. Tapi mereka akan ingat: "Di rumah ini, kata-kata apa yang paling sering ia dengar." Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini lidahku sering melukai orang-orang yang paling aku kasihi di rumah. Ajarilah aku menjadi pembawa damai di tengah keluargaku. Berikan hikmat supaya setiap kata yang keluar dari mulutku adalah kata yang membangun, menguatkan, dan memberkati. Amin. (Dod).
KATA PEMRED #50PinterPolitik.comPada Oktober 2026, negara akan mulai melihat.Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan Government Technology nasional. Sejak hari itu, 43 kabupaten/kota yang selama ini menjadi ruang uji coba berhenti menjadi uji coba. Mereka menjadi pola yang akan ditiru seluruh negeri.Selama ini negara cukup mengenali warganya dari satu hal: sebuah nama dalam daftar. Mulai Oktober, ia ingin tahu 4 hal sekaligus, dalam satu tarikan napas. Siapa seseorang. Apa yang menjadi haknya. Apa yang menjadi kewajibannya. Dan apakah wajahnya cocok dengan datanya.Itu bukan pembaruan aplikasi. Itu perubahan hubungan antara negara dan warganya.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 Juli 2026Bacaan: Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:32)Renungan: Ketika kita mendengar kata "jenius", siapa sosok yang terlintas di benak kita? Albert Einstein mungkin salah satunya. Einstein memang diakui dunia akan kejeniusannya. Tapi, ada hal-hal tertentu di mana kita mungkin "lebih cerdas" dari Einstein. Jika tiap hari kita bisa pulang ke rumah tanpa tersesat, kita lebih pintar dari Einstein. Ya, walau punya otak jenius, Einstein dikenal pelupa untuk hal sehari-hari seperti mengingat tanggal, bahkan nomor teleponnya sendiri. la juga sering kesulitan menemukan rumahnya. Itu sebabnya, konon pintu rumahnya lalu dicat merah menyala, kontras dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Dengan begitu, Einstein akan ingat yang manakah rumahnya. Orang jenius pun tidak selalu jenius di segala bidang. Demikian juga, meski kita tidak pernah meraih Nobel atau menemukan rumus dan teori tertentu, tapi kita pun kadang bisa juga menjadi jenius. Nah, kapan itu terjadi? Kita jenius saat berhasil menemukan solusi yang sebelumnya tidak disadari atau tidak terlihat dari sebuah masalah. Kita jenius ketika bisa mengatasi kebuntuan yang dialami orang-orang. Pernahkah kita menemukan jalan pintas atau cara mudah melakukan sesuatu yang belum dilakukan orang lain atau orang di sekitar kita? Apakah kita pernah menemukan cara untuk "menghidupkan lagi" sesuatu yang lama tidak dilakukan? Pernahkah kita menyelesaikan masalah yang selama ini memusingkan keluarga kita? Apakah kita pernah berhasil melakukan pendekatan pribadi kepada seseorang yang sebelumnya tak bisa didekati orang lain? Mungkin banyak di antara kita pernah melakukan hal-hal di atas. Memang, kejeniusan seperti itu sering kali tak dihargai masyarakat. Atau kadang kita enggan melakukan hal-hal itu demi menjaga ketenangan agar tidak dianggap cari muka, aneh, sok tahu, bahkan mengganggu. Di Alkitab pun, para pahlawan selalu adalah mereka yang berani bersuara dan berani bertindak meski sebagian orang bisa jadi menganggap mereka mengganggu. Jika Daud diam melihat Goliat, jika ia tak tergerak mendengar hujatan Goliat, atau ia menyerah saat diremehkan kakaknya dan Saul, tentu tak ada kisah heroik ini. Ya, jadilah Daud Daud di manapun kita berada, yang berani bersuara dan memberi solusi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas akal budi yang Kau berikan padaku. Bantulah aku agar akal budi yang Kau berikan dapat kugunakan untuk memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
For nearly 160 years, the International Telecommunication Union has helped the world communicate across borders, from the telegraph to the telephone, television, satellite, the internet, and now AI. In this episode of Tools and Weapons, Brad Smith sits down with Doreen Bogdan, Secretary-General of the ITU, to discuss why connectivity remains one of the world's most important foundations for opportunity. The conversation explores the 2.2 billion people who are still unconnected, the estimated $2.8 trillion needed to connect the world by 2030, and the partnerships required to reach the hardest-to-connect communities. Doreen shares stories from the field, including a refugee camp in Chad where a small computer center gives people access to learning, health care, financial tools, and family connections. Brad and Doreen also discuss the rise of AI for Good, the challenge of scaling solutions that address real-world needs, and the role of global cooperation in shaping responsible AI governance. From early warning systems that can help save lives during natural disasters to digital skilling and infrastructure investment, this episode examines how technology can create opportunity when access, trust, and partnership come together. Listen to the full episode and join the conversation about building a more connected and inclusive digital future.
In this episode of Elixir Wizards, Charles Suggs and Emma Whamond are joined by Mallory Knodel, executive director and founder of the Social Web Foundation, to talk about internet governance, open standards, and the future of the social web. Mallory shares how her work as an activist, systems administrator, and public interest technologist led her into the organizations and working groups that shape how the internet functions, including the IETF, W3C, ICANN, and ITU. The conversation explores how the internet shifted from a collection of open protocols toward a small number of dominant platforms, and what that centralization means for users, developers, and independent service providers. Mallory explains how decisions made at the protocol level can affect everything from email deliverability to identity, data portability, trust and safety, and the ability to move between platforms. We also discuss the Social Web Foundation, ActivityPub, the Fediverse, and the idea of building a more multipolar social web. Mallory also looks at what happens when AI agents, automated accounts, and algorithmic feeds enter open social ecosystems. She shares her perspective on privacy, usability, encrypted messaging, and designing technology around user needs rather than engagement alone. Key Topics Discussed What it means to be a public interest technologist How internet governance affects everyday software development The role of global internet standards organizations How the IETF and W3C develop technical standards Corporate influence inside internet governance and standards bodies The internet's shift from protocols to centralized platforms Email deliverability and the hidden costs of centralization How platform control affects identity and user autonomy Why data portability remains difficult across social platforms The mission behind the Social Web Foundation How the Fediverse connects independent social platforms ActivityPub and Activity Streams as open web protocols AT Protocol, an alternative to ActivityPub How federated servers exchange content and user activity Why a multipolar web differs from decentralization What Meta's ActivityPub adoption means for federation The embrace, extend, extinguish risk for open protocols Discoverability challenges across federated social networks Trust and safety for smaller platform operators How protocol decisions can affect human rights AI agents entering open social web ecosystems Whether federated platforms should block automated crawlers Designing algorithmic feeds around values and user choice Privacy-first principles for developers building social software Encrypted direct messaging for the open social web Elixir projects building across the Fediverse ecosystem Links Mentioned: Mallory's Website https://malloryknodel.net/ Internet Protocol (IP) https://en.wikipedia.org/wiki/Internet_Protocol Internet Engineering Task Force (IETF) https://www.ietf.org/ International Communication Union https://www.itu.int/en/ Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) https://www.icann.org/ World Wide Web Consortium (W3C) https://www.w3.org/ Huawei https://www.huawei.com/en/ Cisco https://www.cisco.com/ Messaging, Malware and Mobile Anti-Abuse Working Group (M³AAWG) https://www.m3aawg.org/ Social Web Foundation https://socialwebfoundation.org/ ActivityPub https://www.w3.org/TR/activitypub/ AT Protocol https://atproto.com/ MeWe Decentralized Social Networking Protocol (DNSP) https://dsnp.org/about/MeWe-use-case.html BlueSky https://bsky.app/ Mastodon https://joinmastodon.org/ Internet Society https://www.internetsociety.org/ Fediverse https://fediverse.party/ NCSA Mosaic Browser https://www.ncsa.illinois.edu/research/project-highlights/ncsa-mosaic/ Webring https://en.wikipedia.org/wiki/Webring https://tags.pub/ Elixir projects: Pleroma https://pleroma.social/ Akkoma https://akkoma.social/ Bonfire Networks https://bonfirenetworks.org/ Mobilizon https://mobilizon.org/
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 22 Juni 2026Bacaan: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:15-16)Renungan: Manusia memiliki banyak cara menghitung waktu. Kita juga mengenal banyak alat untuk melakukan itu semua, mulai dari kalender, jam, hingga stopwatch. Bahkan sebagian orang mengeluarkan uang berjuta-juta hingga milyaran rupiah untuk sebuah arloji saja. Apakah orang yang memiliki arloji senilai milyaran rupiah pasti lebih menghargai waktu daripada mereka yang melihat waktu hanya dari jam di ponsel? Belum tentu. Orang bisa menghargai waktu ketika ia bisa melihat waktu dengan cara yang benar. Sayang, masih banyak yang melihat waktu dengan cara salah. Ada yang memakai seluruh waktunya hanya untuk melakukan satu hal (misal: bekerja terus menerus, atau berhura-hura tak ada habisnya). Ada juga yang terpaku pada masa lalu. Ada yang hanya fokus pada hal-hal jangka pendek sehingga tidak siap menghadapi masa depan. Ada yang menilai seluruh waktunya dengan apa yang terjadi di satu waktu saja. Jika gagal, ia merasa hidupnya akan selalu gagal. Jika berhasil, ia sombong karena merasa tak akan bisa gagal. Tidak sedikit juga yang gagal menikmati masa sekarang. Daripada menikmati hal-hal yang ada di hadapan mereka, mereka lebih terpaku pada masa lalu ataupun terus mengejar ini itu dengan beralasan semuanya demi masa depan. Satu yang harus kita pahami adalah bahwa setiap waktu adalah berharga. Itu sebabnya kita harus belajar menghitung hari (Mzm. 90:12). Ya, hari, bukan bulan atau tahun. Artinya, hargai setiap waktu, dari waktu terkecil. Setiap waktu adalah berharga, bukan karena waktu adalah uang seperti pepatah dunia. Waktu berharga karena apa yang kita lakukan di setiap waktu kita di dunia ini akan berdampak pada waktu kita di kekekalan nanti. Karena itu, hanya memakai waktu untuk urusan dunia, mengejar kesuksesan jasmani atau ambisi pribadi, tentu tidak bijak. Memakai waktu untuk bersekutu dengan Allah, mengasihi keluarga, melayani sesama, serta juga beristirahat dan menjaga kesehatan, itu yang juga harus dilakukan. Hiduplah dengan fokus untuk melakukan kehendak Allah dalam segala hal, baik itu di pekerjaan, pergaulan, hingga waktu pribadi. Itulah cara bijak menghargai waktu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku dapat menghargai waktuku. Sehingga apapun yang aku lakukan semua dapat bermanfaat bagi hidupku saat ini maupun untuk persiapan masa depanku. Amin. (Dod).
Foundations of Amateur Radio The other day I was asked a question on social media. Having answered this question several times before, I admittedly .. initially .. groaned, then provided the bare bones of a response. A little while later, I recalled that I had provided a detailed response to this same question, as it turns out, five years earlier on a different social media platform, so I added another response that included the link to that answer. It all still felt very incomplete and inadequate and I couldn't leave it alone. Which leads me to the anxiety generating question and my response to it. Here goes: "[h]ow do you get into amateur radio? Is there like a 101 guide you could link me?" This is a question I've been answering for quite some time. Searching for the word "start" across the titles of my podcasts, there's 17 articles on the topic. So, having searched previously and fruitlessly for something resembling a universal answer, this to disclaim that I didn't look again and perhaps someone else has done something about it, I started a new project, because of course I did. I named it: "Getting Started in Amateur Radio" and published it on my GitHub repository. The intent of the project is to give the visitor a gentle introduction to the hobby, provide some idea of why you need a license, how it's different from things like the Citizen's Band, how you'll be starting on a life-long journey and introducing the concept that each country is slightly different. Think of it as an onramp into the hobby and our community. To deal with those, essentially legal differences between countries, I also consulted the International Telecommunications Union, the ITU, and created a folder structure of Regions and within it a folder for each country that the ITU as a United Nations specialised agency recognises. Before you ask, Yes, I'm aware that the UN doesn't recognise some countries that you might. I don't know how the International Amateur Radio Union, the IARU, our global representative body deals with that. If you know, get in touch. Since I'm based in Australia, I started with populating the information there. It contains some information about the regulator, representative bodies, callsigns, links to more information and hopefully initial information sufficient to "find" the community. It's still a work in progress, but it gives a good idea of the intent. Now comes the hard part. You. My log processing tool, "awstats", tells me that there are 209 different countries in my logs that represent you listening, reading and sharing my articles. So, I daresay that between all of us there is enough to cover pretty much all of the globe and with it, personal knowledge on how to become an amateur in your country. So, as one amateur to another, let's get on-air and make some noise! Let's try and document what's needed to become an amateur in your country. Please supply issue tickets, patches, emails, whatever you like, to get the information pertinent to your experience into one central place, so next time someone asks any of us: "How do you get into amateur radio?", there's a place we can share, that you contributed to and that contains the information pertinent to anyone who'd like to play. Look forward to hearing from you. I'm Onno VK6FLAB
Di Rapat Paripurna DPR/MPR, 20 Mei 2026, Prabowo spontan berkelakar mencari kopi saat berpidato – sebuah bahasa politik yang menarik bagi banyak pihak. Bagi seorang presiden, momen itu bukan sekadar kantuk. Itu adalah sinyal politik: bahwa kekuasaan pun butuh jeda, dan kenyamanan tak harus mewah. Kopi adalah simpul sejarah, politik dan kekuasaan Indonesia.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 Juni 2026Bacaan: "Sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yarig benar itu tersiksa." (2 Petrus 2:8)Renungan: Satu pepatah berkata, "Burung yang sejenis akan berkumpul bersama-sama. Burung yang sejenis akan hinggap di dahan yang sama." Pepatah ini sungguh benar adanya. Kalau kita amati sekumpulan burung yang berhenti di sebuah dahan pohon, ternyata memang adalah burung yang jenisnya sama. Burung yang terbang secara bersama-sama juga adalah burung dengan jenis yang sama. Bukankah kita tidak pernah menjumpai burung gereja, burung kakatua, burung walet, atau burung elang terbang secara bersama-sama dan berhenti di dahan yang sama? Manusia juga sama. Dalam sebuah kelompok pergaulan, kita juga sering menjumpai hal seperti itu. Manusia berkelompok menurut jenis yang sama. Memiliki tujuan yang sama. Memiliki niat yang sama. Memiliki hobi yang sama. Bahkan, kerap kali memiliki karakter dan tabiat yang sama. Itu sebabnya kalau mau sukses, tentukan seperti apa pergaulan dan komunitas yang tepat. Kita akan sulit sukses jika kita bergaul bersama para pengangguran, orang yang bermalas-malasan, atau kumpulan orang yang tidak punya tujuan hidup. Sebab suka tidak suka, kita akan terpengaruh dan menjadi sejenis dengan perkumpulan kita. Lot adalah orang benar. Firman Tuhan di dalam 2 Petrus 2:8 dengan jelas menyatakan hal itu. Sayang, Lot berada dalam kumpulan orang berdosa. Tak heran jika jiwanya tersiksa karena berada dalam perkumpulan orang-orang yang jahat. Tak hanya jiwa Lot yang tersiksa, tapi lama kelamaan tabiat Lot pun menjadi semakin mirip dengan orang-orang Sodom yang amoral! Hati-hati dengan pergaulan kita. Jangan remehkan hal ini. Jangan anggap bahwa kita bisa berjaga-jaga dan tidak akan menjadi sama dengan mereka. Sehebat apapun kita menjaga diri, sedikit banyak kita akan terpengaruh dengan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan semua hal yang terjadi di depan mata kita secara terus menerus. Pilihlah kumpulan orang yang baik dan benar, maka kita pun akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar aku dapat bijaksana memilih teman yang dapat memberkati kepribadianku, sehingga hidupku pun dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 15 Juni 2026Bacaan: Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN." (1 Samuel 2:12)Renungan: Setiap anak memiliki karakter dan sifat yang khas. Itu betul. Namun sifat anak kita menjadi seperti apa, itu sangat tergantung bagaimana kita mendidik dan mengajarnya. Jangan berkata, "Anak saya memang bawaannya seperti itu." Sifat dan karakter anak kita tidak bertumbuh dengan sendirinya, kitalah yang menentukan seperti apa sifat dan karakter anak kita. Ibarat kertas kosong, kitalah yang mengisi atau melukis kehidupan anak-anak kita dengan nilai-nilai kehidupan yang kita tanamkan kepadanya sejak dini. Mengapa seorang anak minder dan tidak percaya diri? Apakah karena bawaan? Tidak! Karena orang tuanya tidak memberinya semangat dan penghargaan. Mengapa ada anak yang pelitnya luar biasa? Karena orang tuanya tidak pernah mengajar dan memberi contoh bagaimana memberi dan berbagi. Mengapa ada anak yang pengecut? Karena kita selalu membelanya, tidak peduli benar atau salah. Mengapa ada anak yang selalu berusaha cari perhatian? Karena kita tidak cukup memberi perhatian dan kasih sayang kepadanya. Mengapa ada anak yang selalu mengeluh? Karena kita tak mengajarnya untuk selalu bersyukur. Mengapa Hofni dan Pinehas yang adalah anak seorang imam justru menjadi anak-anak dursila? Karena imam Eli ayahnya tidak mendidiknya dengan benar. Imam Eli terlalu lembek, acuh, dan tak tegas dalam mendidik anak-anaknya. Bandingkan dengan Timotius yang hidup dalam didikan iman, baik oleh ibu dan neneknya. Bagaimana cara kita mendidik anak, itulah yang membuat perbedaan, akankah kita melahirkan anak-anak hebat dengan karakter yang kuat, ataukah kita akan melahirkan anak-anak gampang dengan karakter buruk? Jika anak kita bertumbuh dengan karakter yang buruk, pertama-tama yang patut disalahkan bukanlah anak kita tapi justru kita sebagai orang tua. Mengapa? Karena tanggung jawab dalam mendidik anak sepenuhnya ada di tangan kita. Kita tidak bisa membiarkan anak kita bertumbuh dengan sendirinya, lalu berharap bahwa anak kita bertumbuh menjadi anak hebat dengan karakter yang hebat pula. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kuasa penuh untuk mendidik anak-anak yang Kau percayakan padaku, sehingga aku dapat mendidik mereka menjadi anak-anak yang memiliki karakter seperti Engkau. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 Juni 2026Bacaan: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu." (1 Korintus 10:13)Renungan: Ketika seorang guru memberi pertanyaan kepada muridnya, sesungguhnya guru tersebut bertanya bukan karena tidak tahu. Sang guru bertanya untuk menguji seperti apa pemahaman muridnya. Guru tersebut sebenarnya sudah punya jawaban dari pertanyaan yang ia berikan. Demikian juga halnya dengan hidup kita. Ketika Tuhan mengizinkan masalah, pergumulan, dan persoalan hidup datang dalam hidup kita, sesungguhnya Tuhan pun sudah punya solusi untuk tiap masalah yang kita hadapi. Dalam 1 Korintus 10:13 dikatakan, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. " Artinya, Tuhan sudah menakar masalah kita dan memastikan bahwa ujian hidup itu sudah terukur. Seorang guru tidak mungkin memberikan soal siswa SMU kepada siswa SD, bukan? Demikianlah Tuhan sudah mengetahui bahwa masalah kita ada di dalam kesanggupan kita. Berikutnya dikatakan bahwa, "Pada waktu kamu dicobai la akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." Kita yang dicobai, tapi Tuhan yang memberikan jalan keluar. Itu sebabnya, saat kita menghadapi masalah maka sudah seharusnya alamat pertama yang kita tuju adalah Tuhan. Ayat tersebut berkata dengan jelas bahwa Tuhanlah yang akan memberi jalan keluar, bukan orang lain, bukan juga diri kita sendiri. Tuhan memberi jalan keluar karena jawaban dari segala persoalan hidup kita sudah ada di tangan-Nya. Jika kita masih mencari-cari jawaban di luar Tuhan, alangkah bodohnya kita. Apakah saat ini kita sedang berhadapan dengan masalah besar? Jangan takut. Jangan khawatir. Serahkan masalah kita kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya dan jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Ketika kita mengandalkan Tuhan, kita akan melihat bagaimana dengan cara ajaib Tuhan akan menolong dan memberikan jalan keluar kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang menguatkan hatiku. Tambahkanlah imanku agar aku semakin percaya dan mengandalkan Engkau saat masalah melanda hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 6 Juni 2026Bacaan: "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:8)Renungan: Selama ini orang berpendapat bahwa pergi beribadah ke gereja hanya merupakan wujud rutinitas keagamaan. Bila kita termasuk orang yang berpendapat seperti itu, maka berubahlah. Sebab ada penelitian yang menyatakan bahwa pergi beribadah ke gereja berdampak positif pada kesehatan. Salah satunya mampu menurunkan tekanan darah. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan ketenangan yang diperoleh seseorang saat ada di gereja dan melakukan penyerahan diri kepada Tuhan. Rasul Paulus memang hidup berabad-abad silam, tetapi ternyata ia juga sependapat bahwa ibadah amat bermanfaat bagi yang melakukannya. Itu yang dimaksudkannya dalam kalimat "ibadah itu berguna dalam segala hal." Seharusnya memang ibadah tidak boleh dipandang sebagai kewajiban yang harus dilakukan setiap orang demi membuktikan dirinya memiliki agama, melainkan salah satu kebutuhan utama yang harus dilakukan demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik secara jasmani maupun rohani. Akan tetapi kesadaran bahwa beribadah merupakan kebutuhan utama juga harus diikuti oleh sikap yang benar ketika melakukannya. Firman Tuhan mengajarkan bahwa ibadah tidak semata-mata hadir di tempat ibadah, melainkan juga kesediaan kita untuk merendahkan diri kepada-Nya, mengaku dosa, mengampuni sesama, menyerahkan semua persoalan pada kehendak Tuhan, serta percaya bahwa campur tangan kuasa Tuhan akan membuat segala perkara berakhir dengan baik. Jika kita melakukannya, tentu tidak ada lagi alasan bagi kita untuk merasa khawatir. Saat itu terjadi, kita akan lebih damai sejahtera dan bersukacita. Pada gilirannya, sukacita dan damai sejahtera itulah yang akan membuat tubuh kita sehat. "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang" (Ams. 17:22). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar aku senantiasa mau datang ke rumah-Mu untuk ibadah tanpa paksaan tetapi karena aku membutuhkan Engkau. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 4 Juni 2026Bacaan: "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18)Renungan: Tabonya Siddiqui mengalami luka permanen Jakibat insiden yang dialaminya saat kecil di Dhaka, Bangladesh. Usianya masih 8 tahun saat lampu minyak yang ia nyalakan karena listrik padam, tiba-tiba meledak. Api melalap tubuhnya hingga memerlukan pemulihan yang lama dan melalui serangkaian operasi yang menyakitkan. Namun itu semua tidak menghalanginya meraih cita-cita menjadi model. Impiannya terwujud ketika dipercaya menjadi model Next, produk fesyen ternama. Tanpa memanipulasi cacat fisiknya, ia berhasil mewujudkan mimpi. Siapapun ingin memiliki masa depan yang baik, tetapi jika melihat masa lalu, latar belakang, tingkat pendidikan, dan lingkungan kita berada, tidak jarang diri sendiri merasa keinginan memiliki masa depan yang baik adalah sesuatu yang muluk. Padahal, tidak ada satu impian yang terlalu muluk bagi setiap orang yang bersungguh-sungguh berusaha mewujudkannya. Sebenarnya perasaan tersebut muncul karena kita telah membatasi kemampuan diri sendiri. Jika perasaan itu tidak disingkirkan dapat menjadi penghalang terbesar kita untuk mewujudkan impian. Alkitab mencatat banyak kisah orang yang tetap memegang mimpinya meski di tengah situasi sulit. Salah satunya adalah Yusuf yang tetap percaya bahwa kelak dirinya akan menjadi orang paling mulia di tengah keluarga dan saudara-saudaranya. Itu sebabnya, ia mampu bertahan saat menghadapi masa-masa sulit, baik ketika dijual oleh saudara-saudaranya, difitnah istri Potifar, hingga saat berada di penjara. Yusuf sadar, jika ia menyerah dengan keadaan maka masa depan yang indah itu pasti tidak akan pernah dimilikinya. Apapun situasi yang kita hadapi saat ini, mari katakan pada diri sendiri untuk selalu optimis. Percayalah bahwa ada masanya awan kelam kesukaran akan berlalu dari hidup kita untuk berganti dengan pelangi yang indah! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan keterbatasanku ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah apa yang menjadi kekuranganku, sehingga bagaimanapun keadaanku, asal Kau ada bersamaku, maka hidupku bisa berdampak bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 2 Juni 2026Bacaan: "Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab la akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu." (1 Korintus 3:13)Renungan: Lance Armstrong adalah pembalap sepeda yang berhasil memenangi 7 kali kejuaraan Lance Tour de France, sehingga ia dianggap salah satu legenda olahraga dunia. Sayangnya situasi berubah drastis setelah Badan Anti Doping Amerika Serikat mendapati bahwa Armstrong positif menggunakan doping selama kejuaraan Tour de France periode 1999-2005. Itu berarti prestasi Armstrong telah didapat dengan cara tidak benar. Akibatnya, 7 gelarnya dicopot, posisinya sebagai direktur yayasan kanker ditanggalkan, dan kontrak dengan perusahaan alat olahraga Nike diputus. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Meski kita telah berhati-hati, kesalahan pasti akan terjadi. Hal ini alamiah, sebab pada dasarnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ketika kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja, hal itu tentu masih bisa dimaafkan. Namun, bagaimana jika kesalahan tersebut adalah sesuatu yang disengaja? Sebenarnya untuk kesalahan yang disengaja, hal tersebut dapat dimaafkan apabila orang yang melakukannya bersedia mengakuinya dengan jujur dan mau berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau ini yang terjadi, maka firman Tuhan dalam Amsal 28:13 yaitu, "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayang," akan menjadi kenyataan dalam hidupnya. Sayangnya tidak semua orang yang sengaja melakukan kesalahan bersikap serupa, daripada mengaku, mereka malah berusaha menutup-nutupi kesalahannya dengan berbagai cara. Malahan, demi lebih meyakinkan orang, bersumpah demi nama Tuhanpun berani dilakukan. Menutupi kesalahan adalah perbuatan sia-sia. Sebab setiap kesalahan pasti akan terungkap seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, upaya menutupi kesalahan hanya akan memberikan beban psikologis yang akan membuat kita tidak merasa damai sejahtera. Jadi, jika kita melakukan kesalahan, pilihan terbaik adalah mau mengakuinya dengan jujur. Pertanyaannya, bersediakah kita dengan segala kerendahan hati melakukannya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering melakukan kesalahan dan berusaha untuk kututupi. Bantulah aku agar aku dapat terbuka untuk mengakui setiap kesalahan yang aku perbuat agar damai sejahtera-Mu kembali menguasaiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 1 Juni 2026Bacaan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7)Renungan: Ibrahim Hamadtou terus mengasihani dirinya sendiri setelah kedua lengannya diamputasi waktu kecil. Semangatnya kembali bangkit saat ia tahu bahwa ada atlet dengan kekurangan fisik di pusat pemuda setempat. lapun memilih menekuni tenis meja meski pada awalnya sulit memakai lengannya yang tersisa. Setelah gagal berkali-kali, akhirnya ia memegang gagang bet dengan mulutnya. Melekukkan leher, pinggul dan bahunya sambil menggunakan kakinya yang lincah, sedangkan kaki satunya menjemput bola dan melemparkannya ke udara. Gaya uniknya membawanya ke Paralimpiade Rio 2016. Kita sadari atau tidak, ketakutan yang menguasai diri kita dapat membuat gerakan kita menjadi terbatas, hingga timbul perasaan frustrasi dan putus asa. Padahal, Tuhan senantiasa mempunyai rencana yang indah atas hidup kita. Namun, jika Roh Tuhan berdiam dalam kita maka kita akan dimampukan untuk dapat menemukan visi-Nya, yang menjadikan hari-hari kita bersinar dan menimbulkan keyakinan bahwa masa depan kita selalu terjamin. Itu sebabnya, Rasul Paulus menuliskan dalam suratnya kepada Timotius, anak rohaninya, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." Paulus mengingatkan agar Timotius tidak ragu untuk memberitakan Injil Kristus, karena Dia sendiri yang akan memampukannya, sehingga ia selalu dapat memancarkan terang kasih-Nya. Mungkin hari-hari ini kita mempunyai kelemahan yang membuat diri sendiri berpikir kalau kita tidak akan bisa sukses. Ingat pesan Rasul Paulus kepada Timotius pagi ini! Daripada merasa minder karena kelemahan yang kita miliki, marilah kita melekat kepada Tuhan karena Dia dapat mengubah ketakutan kita menjadi semangat yang berkobar, untuk terus maju menuntaskan panggilan Tuhan atas hidup kita. Yakinlah bersama Tuhan, kita mampu mengalahkan kelemahan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah roh ketakutan dari dalam diriku dan gantikan dengan damai sejahtera-Mu, sehingga dengan damai-Mu aku dapat menjalani hari-hari hidupku dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahwa bersama Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Mei 2026Bacaan: "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia." (Matius 4:20)Renungan: Seorang pria menolak setiap kali ia diajak oleh sahabat-sahabatnya untuk pergi ke gereja. "Aku sibuk bekerja. Aku tidak punya waktu," katanya. Sehari-hari pria itu mengelola toko sembako. la tidak mau libur pada hari Minggu, karena pada hari inilah para pengunjung sangat ramai. Itu sebabnya, bagi pria tersebut pergi gereja pada hari Minggu seperti melewatkan keuntungan yang sangat besar. Berbeda dengan pria tersebut, saat Yesus berjalan menyusuri danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara Simon Petrus dan Andreas. Keduanya nelayan, sedang menebar jala untuk menangkap ikan. Kata Yesus kepadanya, "Mari, ikutlah Aku." Segera mereka meninggalkan jalanya untuk mengikut Yesus. Kemudian dilihat-Nya juga dua bersaudara lain, Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala mereka. Yesus memanggil mereka, lalu segera mereka meninggalkan perahu. Persamaan mereka adalah kaki mereka tidak terjerat jala. Jala adalah alat untuk menangkap ikan. Dalam kehidupan sehari-hari jala digambarkan sebagai berkat Tuhan. Menakjubkan saat dipanggil oleh Yesus, mereka segera mengikut Yesus. Sementara saat ini banyak orang percaya kakinya 'terjerat jala. Setiap hari terlalu sibuk mengejar berkat sampai tidak punya waktu untuk beribadah, apalagi melayani Tuhan. Berkat seolah menahan kaki hingga tidak bisa melangkah memenuhi panggilan Tuhan atas hidup mereka. Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing. Apapun panggilan Tuhan, ketahuilah ada hal-hal mulia yang Tuhan ingin kita lakukan dalam panggilan tersebut. Itu sebabnya, dalam mengikut Kristus jangan biarkan diri terlalu sibuk mengejar berkat. Namun, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan..." (Mat. 6:33). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas berkat-berkat itu dengan cara meluangkan waktuku yang terbaik untuk senantiasa berkencan dengan-Mu dan melayani-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 25 Mei 2026Bacaan: "Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)Renungan: Pascabayar dan prabayakit kedua istilah ini pasti tidak asing bagi kita, para pengguna telepon seluler atau jaringan internet tanpa kabel. Ya, ini adalah sistem pembayaran tagihan pulsa atau kuota kita. Mau bayar di muka atau bayar belakangan? Diri sendirilah yang menentukan pilihan. Namun, tahukah kita bahwa sistem pembayaran ini juga dipakai ketika kita menerima berkat dan melakukan dosa? Bacaan di atas menyatakan dengan jelas bahwa berkat itu datang dan menjadi bagian kita, kalau kita mendengarkan suara-Nya. Berkat itu ada syaratnya. Berkat itu ada harga yang harus dibayar di muka sebelum menerimanya. Jadi, tidak ada berkat yang dinikmati dahulu baru dibayar harganya. Tidak ada berkat yang gratis dan seenak kita dalam menggunakannya. Lain halnya dengan dosa bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena keinginan itu menyeret dan memikatnya (Yak. 1:14-15). Kalau keinginan itu memikat pasti keinginan itu menyenangkan, indah, dan memuaskan. Namun, jika keinginan yang memikat itu dibuahi dalam perbuatan, muncullah dosa. Lalu, dari dosa lahirlah maut. Dosa itu membayarnya selalu belakangan, karena dosa selalu menawarkan kenikmatan, kesenangan, kepuasan, dll. Itu sebabnya dosa selalu memikat manusia. Awalnya memang enak, tetapi akhirnya harus membayar mahal bahkan membayar dengan maut. Bagaimana dengan diri sendiri? Setelah membaca firman Tuhan dan renungan pagi ini, kiranya kita lebih menyukai berkat ketimbang dosa. Sekalipun untuk memperoleh berkat, kita harus membayar harganya dahulu, yaitu ketaatan serta kesetiaan kepada Tuhan dan firman-Nya. Pertanyaan sekali lagi untuk kita, pilih pascabayar atau prabayar? Pilih dosa atau berkat? Mari kita jalani kehidupan penuh berkat dengan membayarnya lebih dahulu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat, agar sebelum aku bertindak, aku senantiasa menyadari bahwa aku adalah anak-Mu, sehingga apa yang kulakukan seperti yang Kau inginkan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 9 Mei 2026Bacaan: "Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: " Tuhan, tolonglah aku! " (Matius 14:30)Renungan: Seorang atlet terkadang bisa bermain dengan sangat bagus. Sebut saja pemain badminton. Ketika bermain sedang bagus, permainannya terlihat sedemikian sempurna. Musuh pun kesulitan dibuatnya. Dia pun menjadi pemenang. Namun, kadang pemain badminton yang sama juga bisa bermain sangat buruk. Tidak memainkan pola permainan yang tepat. Permainan yang mudah ditebak oleh lawan. Bahkan, kerap melakukan kesalahan sendiri yang akhirnya menambah poin untuk lawan. Atlet terbaik sekelas dunia pun bisa mengalami hal-hal seperti ini. Jika demikian, apakah mereka harus gantung raket dan gantung sepatu? Tentu tidak! Bukannya menyerah, tapi mereka harus berlatih lebih keras sambil memperbaiki apa yang kurang dari permainan mereka yang sebelumnya. Perjalanan iman kita pun bisa mengalami seperti itu. Iman kita bisa naik turun. Ada waktunya kita punya iman yang sedemikian besar, tapi terkadang kita bahkan tidak punya iman sama sekali. Ada saat di mana kita bisa melangkah dengan sedemikian pasti, tapi ada saat kita dipenuhi dengan keraguan dan kebimbangan. Petrus dalam bacaan kita hari ini juga seperti itu. Ada waktu Petrus bisa punya iman yang sedemikian besar dan itu bisa membuatnya berjalan di atas air! Tapi saat ia merasakan hembusan angin, imannya tiba-tiba drop dan ia dipenuhi dengan kebimbangan sehingga akhirnya mulai tenggelam dalam air. Dalam situasi tenggelam itu, Yesus pun hadir. Ada hal penting yang bisa kita pelajari dari kisah ini. Jangan pernah menyombongkan diri seolah-olah kita tidak akan bisa lemah iman. Tentu bukan maksud untuk mengatakan bahwa iman yang lemah itu baik. Justru kita harus menyadari bahwa kita butuh kasih karunia Tuhan, bahkan dalam hal iman! Itu sebabnya murid-murid pun pernah meminta kepada Yesus, "Tambahkanlah iman kami" (Luk 17:5). Kabar baiknya, di saat kita lemah iman sesungguhnya Tuhan tidak pernah membiarkan kita tenggelam. Dia akan menyatakan menguatkan, meneguhkan, dan menyatakan pertolongan tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, sehingga dalam situasi apapun aku tetap setia mengiringi Engkau. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 5 Mei 2026Bacaan: sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan. (Markus 7:21)Renungan: Suatu ketika seorang suami keluar rumah dengan membanting pintu. la jengkel kepada istrinya karena saat hendak berangkat kerja, baju kerjanya belum disiapkan sementara si istri asyik dengan gadgetnya. Saat ditegur, si istri membalas, mestinya ia bisa menyiapkan sendiri baju kerjanya. Si suami tersinggung. la berpikir, bukankah tugas istri itu melayani suami. la pun merasa tidak dihormati. Dari perasaan itu, ia bersikap kasar dengan membanting pintu sambil mengumpat kepada sang istri. Pikiran, perasaan, dan tindakan adalah 3 hal yang selalu saling berkaitan. Pikiran negatif menghasilkan perasaan negatif dan darinya lahirlah tindakan negatif. Sebaliknya, dari pikiran positif akan muncul perasaan dan tindakan positif. Yesus mengingatkan ini dengan sangat jelas. Berzina bukan hanya soal tindakan, tapi itu dimulai sejak dari pikiran. Sebelum Kain membunuh Habel, Tuhan sudah memperingatkannya bahwa hati Kain yang panas itu bisa berujung kepada tindakan dosa. Segala kejahatan pun dimulai dari hati dan pikiran. Apa yang dilakukan oleh mulut, tangan, kaki dan seluruh bagian tubuh lainnya ditentukan oleh pikiran. Apa yang kita rasakan juga sangat dipengaruhi oleh apa yang kita pikirkan. Dan apa yang kita pikirkan sangat dipengaruhi oleh apa yang kita masukkan ke dalam pikiran tersebut. Jika yang kita masukkan adalah berita-berita negatif, gosip, perkara-perkara cabul, kebohongan, kejahatan, atau hal yang sia-sia lainnya, maka itulah yang akan kita pikirkan dan itu juga yang akan kita lakukan. Itu sebabnya, Filipi 4:8 mengingatkan agar kita menjaga pikiran dengan hanya memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Memang di zaman arus informasi begitu deras seperti saat ini, tantangan kita makin besar. Namun, seperti kata bijak berkata, kita tidak bisa menghalangi burung terbang di atas kita, tapi kita bisa menghalangi burung itu bersarang di kepala kita. Isi terus pikiran kita dengan hal-hal yang positif dan berkenan di mata Allah hingga hal-hal negatif dan berdosa tidak punya kesempatan untuk masuk ke pikiran kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar selalu berpikir positif, berperasaan positif dan akhirnya bertindak positif. Sehingga melalui kehadiranku banyak orang diberkati. Amin. (Dod).
Foundations of Amateur Radio The other day I went for a walk around the block for the first time in a while. It's something I did for a time and then for several reasons, mostly to do with health, didn't. For me it's the mental equivalent of having a shower with the added benefit of not having to dry my hair, in other words, it's a place I go to with the intent of generating shower thoughts. During my walk, away from the forces pulling me in all manner of directions, none of which have anything to do with amateur radio, away from my keyboard, away from my screen, away from technology challenges, although I'll admit that my phone was in my pocket, I took about twenty minutes to walk and daydream, to follow my thoughts and to see where they'd end up. I got to this point because sitting at my desk I was getting nowhere trying to put together my thoughts in any sequence at least resembling coherence. While it's happened before, it's not something that occurs often. The day before I'd started writing, almost as-if possessed, about what amateur radio means to me, but during my walk I started wondering about the people who leave this hobby and the community embracing it. I've often said that F-troop is a weekly net for new and returning amateurs, both people who have a license that's still hot off the printer, and others who have one typed up on an IBM Selectric, signed with a quill, ink faded with age, paper yellowed by sunlight, potentially with coffee mug rings on it, stashed somewhere in a drawer. I wondered about those returning amateurs and asked myself about the nature of leaving a hobby. It occurred to me that people leave for many different reasons, and it would be foolhardy to consider that all of those reasons are controllable by our community. While bullying and arguments exist, each responsible for their share of people leaving, it seems to me that some amateurs leave because there's too much other stuff going on in their lives, things that actively or passively prevent amateurs from participating. This is difficult for me to relate to because for me, amateur radio is an intrinsic part of my life, in that it often quietly shapes how I view the world and learn from it. I see it when I notice a television antenna pointing in the wrong direction, when I install a new Wi-Fi router somewhere, when a signal is lost to a manned mission around the Moon, when I open the garage door and when I read that researchers at the National Institute for Standards and Technology, better known as NIST, have developed a new method for creating chips that process photons similarly to how traditional chips process electrons which can generate a rainbow of colours, though they didn't use the letter "u" to describe them. While those examples might be somewhat obvious, amateur radio is also there when I see someone share a tiny electronic paper screen on social media and I consider how I might use that when I go portable. It's there when I'm walking in a park and when I'm looking at a beach, it's there when I see metal artworks or painters poles at the local hardware store and when I watch a movie with radios anywhere on screen. It's there when the topic of physics arises and when some electromagnetic phenomenon occurs. Like radio waves and air, it's pretty much part of my daily existence. I will add that this same depth of connection exists between me and computers. Watching "Flight of the Conchords" I cannot help but notice that Murray's computer keeps changing and that I miss the Commodore Vic 20 sitting behind him surrounded by ever changing New Zealand tourism posters. In other words, I cannot imagine ever not having radio or computers in my life. I'm mentioning all this because my experience isn't universal. While I'm sure that I'm not alone in this deep affinity, the community as a whole invariably ranges between people who could take or leave the hobby at a moment's notice and those who couldn't live without it and beyond our community there are people who are, depending on your perspective, blissfully or woefully, unaware of our existence. All this to say, your experience of this hobby is not the same as that for everyone else, neither is your experience of life. This is revealed more clearly in what we think the hobby means, whether or not FT8 is a blessing or a curse, contesting is ridiculous or amazing, why 40m is better than 20m or vice-versa and if the hobby died when the ITU stopped requiring Morse code, or saw a rebirth. It should be obvious by now, but I think it's important to be explicit. Amateur radio is your hobby. It's what it means for you. Not for your mate, not for me, not for the people in your club, the local email list or social media. Just you. So, use this as an opportunity to think about this, in my not so humble opinion, absolutely amazing hobby and what place it has in your life. I'm Onno VK6FLAB