POPULARITY
Categories
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Genua dari Paroki St. Martinus Roworeke di Keuskupan Agung Ende, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 85: 2-4.5-6.7-8; Matius 12: 49-50.TONGKAT KUASA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tongkat Kuasa Tuhan. Tradisi dalambanyak budaya politik menjadikan tongkat sebagai simbol kekuasaan. Kitamengingat Musa memakai tongkat untuk menampilkan kuasa Allah yang bekerja dalamdirinya untuk memimpin bangsa dan umat Allah. Para raja dan presidennegara-negara juga memakai tongkat dengan makna simbolik kekuasaan yang merekamiliki. Di dalam Gereja, tongkat uskup juga memiliki makna serupa. Tongkat yang terbuat dari bahan entah kayu entah logam sangat melekatdengan kekuasaan atau otoritas orang yang memakainya. Bahkan rotan ataupotongan kayu lurus yang dipakai bapak atau ibu di rumah cukup memberikanpemahaman bahwa jika anak-anak melanggar aturan hukumannya ialah pukulan dengankayu itu. Dalam semua pemandangan dengan tongkat ini, kita dapat mengerti lebihlanjut mengapa Tuhan selalu mengungkapkan di dalam kitab suci kuasa-Nya yangdisimbolkan dengan tongkat. Ia berkata dalam nubuat Mikha dalam bacaan pertama hari ini bahwa Iamenggembalakan umat-Nya dengan tongkat-Nya. Yesus sang gembala yang baik jugamenjalankan tugas penggembalaan itu dengan memakai tongkat imam agung, yanghingga saat ini disimbolkan pada Paus dan para uskup. Dengan tongkat itu,tugas-tugas sebagai pemimpin dan gembala memiliki legitimasi dan kekuatan untukmendapatkan ketaatan atau kepatuhan dari orang-orang yang dipimpin. Tongkat kuasa Tuhan, memiliki fungsi untuk suatu pemurnian dan pembebasanmanusia dari kuasa kegelapan dan dosa. Setan dan penguasa kegelapan ketikaberhadapan dengan kuasa Allah yang dilambangkan dengan tongkat, ia menjadiketakutan. Itu terbukti dalam setiap tindakan Yesus yang selalu hadir melaluikata-kata dan hardikan, yang langsung membuat para setan menjadi takut danmemohon untuk tidak disiksa. Berkat tongkat kuasa Tuhan itu, segala dosa kitadapat dicampakkan ke dalam dasar laut, demikian kata nabi Mikha. Jadi kita mesti memandang tongkat saat ditunjukkan kepada kita apakah dalamposisi dipegang, dijadikan penopang pada saat berdiri, atau saat menunjukkandan menegaskan sesuatu dalam suatu proses pengajaran. Yesus menunjuk dengansegala kuasa yang ada pada-Nya, ketika Ia mengajarkan bahwa para murid danrasul sesungguhnya adalah ibu-Nya, dan saudara-saudara-Nya. Penegasan ituberisi suatu ajaran yang penuh kewibawaan dan prinsip. Ajaran itu ialah bahwamelaksanakan kehendak Allah merupakan tugas utama setiap pengikut Kristus.Tongkat kuasa Yesus itu sampai detik ini berada pada tangan Paus dan Uskup ditempat kita masing-masing. Kita harus mendengar dan mengikuti Bapa Suci danUskup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kesetiaan dan ketaatan kami kepada Gerejasenantiasa kuat dan bertahan, khususnya melalui ketaatan kami kepada Bapa Sucidan Uskup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pembohong, Gila, atau Tuhan? Diambil dari: Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”Wonder Kids, ada seorang penulis Kristen bernama C.S. Lewis yang pernah menjelaskan sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ia berkata kira-kira begini: kalau Yesus berkata bahwa Dia adalah Anak Allah, maka hanya ada beberapa kemungkinan. Bisa saja Yesus berbohong. Bisa saja Yesus gila. Atau, memang Yesus benar-benar adalah Tuhan.Mari kita pikirkan bersama. Apakah Yesus berbohong? Tidak. Orang yang berbohong biasanya ingin mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Tetapi Yesus justru hidup dalam kasih, kebenaran, dan pengorbanan. Ia tidak memakai orang lain untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia malah rela menderita dan mati di kayu salib. Itu bukan hidup seorang pembohong.Lalu, apakah Yesus gila? Juga tidak. Yesus berbicara dengan hikmat yang luar biasa. Ia tenang, penuh kasih, tahu apa yang Ia lakukan, dan mengerti hati manusia. Hidup-Nya tidak kacau. Justru hidup Yesus sangat benar, indah, dan penuh kuasa. Itu bukan tanda orang yang kehilangan akal.Kalau begitu, tinggal satu jawaban yang paling masuk akal: Yesus berkata benar. Yesus memang adalah Tuhan. Yesus bukan hanya guru yang baik. Yesus bukan cuma orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang ingin membuat Yesus terasa “aman,” misalnya hanya menyebut-Nya guru yang bijaksana atau orang baik. Tetapi Yesus tidak memberi kita pilihan itu. Kalau kita sungguh mendengar perkataan-Nya, kita harus mengambil keputusan: apakah kita menolak-Nya, atau percaya kepada-Nya sebagai Tuhan?Firman Tuhan dalam Roma 10:9 berkata bahwa kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kita akan diselamatkan. Jadi, yang Tuhan mau bukan hanya kita kagum kepada Yesus, tetapi sungguh percaya kepada-Nya dengan hati dan mulut kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau bukan pembohong atau orang gila. Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku dan berani mengaku bahwa Engkaulah Tuhanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan pembohong atau orang gila, tetapi Tuhan yang sejati dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sang Penghipnotis? Diambil dari: Yohanes 2:11 “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba menjelaskan mujizat Yesus dengan cara yang aneh. Mereka berkata, “Mungkin Yesus hanya menghipnotis orang.” Maksudnya, mereka berpikir bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh melakukan mujizat, tetapi hanya membuat orang-orang melihat atau merasakan sesuatu yang tidak benar-benar terjadi.Tetapi kalau kita membaca Alkitab dengan teliti, penjelasan itu tidak cocok. Dalam Yohanes 2, Yesus mengubah air menjadi anggur pada pesta pernikahan di Kana. Itu bukan mujizat yang terjadi hanya di dalam pikiran satu orang. Banyak orang terlibat di sana. Para pelayan tahu bahwa tempayan itu diisi air. Lalu air itu dibawa kepada pemimpin pesta, dan ia benar-benar mencicipinya sebagai anggur yang baik. Jadi ini bukan sekadar perasaan atau bayangan di kepala seseorang.Selain itu, banyak mujizat Yesus juga terjadi di depan banyak orang. Yesus menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, bahkan membangkitkan orang mati. Sulit sekali menjelaskan semua itu hanya dengan hipnotis. Apalagi Yesus juga melakukan mujizat atas alam, seperti meredakan badai. Angin dan ombak tidak bisa dihipnotis.Wonder Kids, renungan hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa Yesus itu nyata. Yesus tidak memakai tipu daya. Yesus tidak menipu orang supaya kelihatan hebat. Yesus melakukan tanda-tanda yang benar-benar menunjukkan kemuliaan-Nya. Mujizat-mujizat itu menolong orang melihat bahwa Yesus adalah Anak Allah yang datang dari Bapa.Tetapi yang paling penting bukan hanya kagum kepada mujizat-Nya. Yohanes 2:11 berkata bahwa lewat tanda itu, Yesus menyatakan kemuliaan-Nya dan murid-murid percaya kepada-Nya. Jadi tujuan mujizat Yesus adalah supaya orang mengenal siapa Dia sebenarnya dan percaya kepada-Nya.Kadang-kadang kita juga bisa tergoda untuk hanya mencari hal-hal yang luar biasa. Kita ingin sesuatu yang mengagetkan atau menakjubkan. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau kita melihat kemuliaan Yesus dan sungguh percaya kepada-Nya, entah saat kita melihat hal yang besar maupun saat kita belajar firman-Nya setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa kuasa-Mu nyata. Tolong aku bukan hanya kagum kepada-Mu, tetapi sungguh percaya dan mengasihi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak memakai tipu daya, tetapi menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Mu dengan nyata. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dan melihat bahwa Engkaulah Anak Allah yang mulia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan tipuan, tetapi tanda yang nyata bahwa Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa dan kemuliaan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Efek PlaseboDiambil dari: Matius 13:58 “Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.”Wonder Kids, pernahkah kamu mendengar tentang plasebo? Plasebo adalah sesuatu yang kelihatannya seperti obat, padahal sebenarnya bukan obat sungguhan. Kadang-kadang orang bisa merasa lebih baik karena mereka percaya itu akan menolong mereka. Jadi, ada perubahan yang terjadi karena pikiran atau perasaan mereka.Lalu ada orang yang bertanya, “Apakah mujizat Yesus cuma seperti itu? Apakah orang-orang sembuh hanya karena mereka percaya atau berharap akan sembuh?” Pertanyaan itu terdengar pintar, tetapi kalau kita melihat cerita-cerita Alkitab dengan teliti, jawabannya tidak cukup sesederhana itu.Mengapa? Karena Yesus bukan hanya menyembuhkan orang yang sakit biasa atau orang yang gampang dipengaruhi pikirannya. Yesus juga menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, orang kerasukan, bahkan membangkitkan orang mati. Ada juga mujizat seperti meredakan badai dan berjalan di atas air. Itu semua tidak bisa dijelaskan hanya dengan sugesti atau perasaan seseorang.Selain itu, banyak penyembuhan yang dilakukan Yesus terjadi dengan cepat dan jelas. Orang lain bisa melihatnya. Jadi, mujizat Yesus bukan sekadar orang merasa sedikit lebih baik. Mujizat Yesus menunjukkan kuasa Allah yang nyata bekerja di dunia ini.Wonder Kids, ini penting karena kita jadi tahu bahwa Yesus sungguh Anak Allah. Yesus bukan cuma membuat orang merasa tenang atau berpikir positif. Yesus benar-benar punya kuasa atas sakit, alam, roh jahat, bahkan kematian. Karena itu, saat Yesus melakukan mujizat, Ia sedang menunjukkan siapa diri-Nya sebenarnya.Tetapi renungan ini juga mengingatkan kita bahwa iman bukan berarti kita mengatur Tuhan sesuka kita. Kita tidak percaya kepada Yesus hanya supaya semua masalah langsung hilang. Kita percaya kepada Yesus karena Dia adalah Tuhan yang sejati. Kadang Tuhan menyembuhkan, kadang Tuhan memberi kekuatan untuk bertahan. Tetapi apa pun yang Tuhan lakukan, Dia tetap baik dan berkuasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu sedang sakit, takut, atau punya masalah, datanglah kepada Tuhan dan berdoalah dengan jujur. Katakan, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup menolongku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau punya kuasa yang nyata. Terima kasih karena mujizat-Mu menunjukkan bahwa Engkaulah Anak Allah. Tolong aku supaya tidak memandang Engkau kecil, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan sekadar membuat orang merasa lebih baik, tetapi menunjukkan kuasa Allah yang nyata dan mulia. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 Juli 2026Bacaan: "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian." (Efesus 6:1)Renungan: Dimas adalah murid kelas 4 SD. Suatu hari gurunya memberi tugas membuat video tentang "Tokoh Panutanku". Teman-temannya memih pemain bola, youtuber, artis dll. Ketika tiba giliran Dimas presentasi, dia maju sambil membawa foto. "Itu siapa?" tanya temannya. "Itu Bapakku," jawab Dimas. "Setiap pagi Bapak bangun jam 5 buat antar aku sekolah. Kalau aku sakit, Bapak begadang menjaga aku. Kalau aku nakal, Bapak tetap doain aku." Teman-temannya terdiam. Ada yang ketawa kecil. Tapi Bu Guru bilang, "Itu pahlawan yang paling hebat, Dim." Malamnya Dimas cerita ke Bapaknya. Bapaknya memeluk Dimas sambil berkata, "Nak, Bapak juga belajar jadi orang tua yang baik dari Tuhan." Sejak itu Dimas menjadi anak yang lebih taat. Kalau disuruh belajar, dia tidak menjawab "nanti". Kalau disuruh membantu mencuci piring, dia langsung melakukannya. Taatilah orang tuamu di dalam Tuhan artinya mendengar dan melakukan apa yang orang tua minta, selama itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Mengapa? Karena "haruslah demikian". Tuhan memberikan orang tua sebagai wakil-Nya di dalam keluarga. Melalui mereka Tuhan memberi kita makan, sekolah, nasihat, dan doa. Taat bukan karena takut dimarahi tapi karena kita mengasihi Tuhan. Anak zaman sekarang terlalu pandai. Mereka bisa buka HP sendiri dan bisa mencari jawaban di Google. Tapi kadang karena "merasa lebih tahu", mereka jadi sering meremehkan orang tua. Mereka susah mendengarkan nasihat orang tua. Kalau orang tua bicara, mereka menjawab "Tau... Tau..." tapi sambil main HP. Mereka juga suka membantah. Disuruh belajar jawabnya, "Ah ntar", disuruh beresin kamar jawabnya, "Ribet". Mereka juga kurang menghargai orang tua. Lupa mengucapkan terima kasih untuk makanan, baju, uang sekolah dll. Taat itu bukan berarti jadi anak penakut. Taat itu berarti jadi anak yang pintar, karena tahu siapa yang Tuhan pakai untuk menjaganya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk Papa dan Mama yang Engkau berikan kepadaku. Ampuni aku kalau sering membantah dan membuat mereka sedih. Ajarilah aku menjadi anak yang taat, seperti Yesus yang juga taat kepada Maria dan Yusuf. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Gila? Diambil dari: 1 Korintus 2:16 “Sebab: ‘Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?' Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.”Wonder Kids, ada orang yang pernah berpikir bahwa Yesus pasti tidak waras. Mengapa? Karena Yesus berkata dan bertindak dengan cara yang sangat berbeda dari orang biasa. Yesus berkata bahwa Ia datang dari Allah. Yesus mengaku sebagai Anak Allah. Yesus juga berbicara dengan kuasa yang sangat besar. Bagi orang yang tidak percaya, semua itu bisa terdengar aneh sekali.Tetapi kalau kita melihat hidup Yesus dengan teliti, kita tidak menemukan tanda-tanda bahwa Yesus kehilangan akal atau tidak mengerti kenyataan. Justru sebaliknya. Yesus sangat tenang, sangat bijaksana, dan sangat tahu apa yang Ia lakukan. Yesus bisa menjawab orang-orang yang mencoba menjebak-Nya. Yesus mengerti hati manusia. Yesus peduli kepada orang sakit, orang lemah, dan orang berdosa. Itu bukan tanda orang yang kacau pikirannya.Yesus juga hidup dengan kasih yang luar biasa. Ia tidak hidup untuk membesarkan diri-Nya sendiri. Ia tidak seperti orang yang haus pujian atau ingin dipandang hebat. Yesus datang untuk melayani, menolong, mengajar, dan menyelamatkan. Orang yang benar-benar gila tidak hidup dengan kasih, hikmat, dan tujuan sejelas itu.Jadi, Wonder Kids, kalau ada orang bertanya, “Apakah Yesus gila?” jawabannya adalah tidak. Yesus bukan orang yang kehilangan akal. Yesus justru menunjukkan pikiran yang paling benar, paling murni, dan paling penuh kasih. Masalahnya bukan pada Yesus, tetapi pada manusia yang tidak mau menerima siapa Yesus sebenarnya.Firman Tuhan berkata bahwa kita memiliki pikiran Kristus. Artinya, saat kita percaya kepada Yesus, Tuhan menolong kita melihat segala sesuatu dengan cara yang benar. Dunia bisa salah menilai Yesus, tetapi anak-anak Tuhan dipanggil untuk mengenal Dia dengan benar melalui firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu pernah bingung dengan sesuatu tentang Yesus, jangan simpan sendiri. Ceritakan dalam doa kepada Tuhan, lalu tanyakan juga kepada orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh hikmat, kasih, dan kebenaran. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi makin memahami siapa Engkau sebenarnya melalui firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan orang yang kehilangan akal, tetapi Tuhan yang penuh hikmat, kasih, dan kebenaran. Tuhan Yesus memberkati.
Foundations of Amateur Radio The other day a friend of mine mentioned in passing that they'd hooked their Home Assistant dashboard to an RTL-SDR dongle to listen to the various ISM bands. If that sounds like gibberish, let me elaborate. "Home Assistant" is a tool that, among other things, allows you to control devices throughout your house, think lights, vacuum cleaner, air conditioning, and power sockets. It turns out that there are various plug-ins that allow you to connect it to a tool called "rtl_433", more on that in a moment. ISM, or Industrial Scientific and Medical, is a global collection of 13 radio bands, regulated by the ITU, the International Telecommunications Union, where devices are permitted to transmit all different types of signals, think microwave ovens, NFC, or Near Field Communications, Wi-Fi, Bluetooth, but also weather stations, security devices, battery monitors, tyre pressure monitors, remote keyless entry, garage door openers and plenty more. The most "well known" ISM band is 433 MHz, but the most used ones are those we think of as Wi-Fi bands, 2.4 and 5.8 GHz. It sometimes comes as a surprise that Bluetooth and Wi-Fi share the same frequencies with each other and many different bits of technology. While I'm here, I'll also point out that there are ISM allocations within the HF bands and up to 245 GHz, so plenty of spectrum to explore. A different friend heard about my challenges with two remote controls, came by for a coffee and dropped off a frequency counter and left me to determine what type of remotes I had in my hands, since labelling was absent. After charging this sparkly new gadget I spent a while trying to make it do the needful, but ultimately, despite trying in multiple locations without local interference was unsuccessful, this likely caused by the nincompoop behind the controls, but I digress. It occurred to me that an RTL-SDR dongle is perfectly suited to the job, as long as I can scan through the various frequencies and discover just which ones were associated with my cantankerous remotes. As is my want, I got distracted by installing "rtl_433". I have to tell you, just plugging in an antenna into an RTL-SDR dongle, I'm currently using my 2m and 70cm dual band antenna, running the tool and looking at the log, in the last half hour alone, I've seen 372 reports, across 16 devices, including several cars and a truck, weather stations, security devices and plenty more; half an hour later we're up to 22 devices and 771 reports, and 24 hours in we're up to 128 devices, nearing 17,000 reports. I'll note that this is using an RTL-SDR dongle, no fancy radio, no filtering, no interference rejection, all straight from the device. As you might expect, the reports keep trickling in, every 15 seconds or so there's a new decode and at this point I'm pretty sure I don't need to invest in a weather station in the near future, and if I figure out which Hyundai is driving around with low tyre pressure, I'll let them know. Also, because I'm not just lollygagging, my remotes don't appear to emit anything that rtl_433 can decode, but I did notice that the reports stopped coming in while the remote was active, so I suppose that's progress. In-case you're wondering, within "Fifty Things you can do with a Software Defined Radio", this is number "11: Read your neighbors'[sic] sensors". At this point I hear the calls from the peanut gallery: "But .. but .. but, this isn't amateur radio" .. to which I say, "Really?" In other words, amateur radio is what you make it and right now I'm interested in figuring out why my remotes are acting up and what better way than to play with radio, at whatever frequency takes my fancy. I wonder if there's any HF gadgets I can monitor. I'm Onno VK6FLAB
VOV1 - Cuộc đua trí tuệ nhân tạo AI bước sang một giai đoạn mới. Nếu trước đây trọng tâm là cạnh tranh về mô hình và công nghệ giữa các cường quốc, thì nay nhiều quốc gia chuyển sang cuộc đua thu hút các tập đoàn công nghệ toàn cầu đầu tư vào trung tâm dữ liệu, điện toán đám mây, bán dẫn và hạ tầngThay vì chỉ ban hành chính sách ưu đãi, nhiều nguyên thủ trực tiếp tham gia vận động các “Ông lớn” công nghệ, coi đây là đòn bẩy để nâng cao năng lực cạnh tranh quốc gia trong kỷ nguyên số. Tổng thống Pháp Emmanuel Macron và Thủ tướng Ấn Độ Narendra Modi được đánh giá là hai nhà lãnh đạo đi đầu trong xu hướng này. Trong năm nay, cả hai đã liên tục gặp gỡ lãnh đạo các tập đoàn công nghệ hàng đầu nhằm thu hút các dự án trung tâm dữ liệu, điện toán đám mây và sản xuất chip, những nền tảng cốt lõi của hệ sinh thái AI.Tại Pháp, Tổng thống Emmanuel Macron đã trực tiếp thuyết phục Chủ tịch kiêm Tổng Giám đốc điều hành SoftBank Masayoshi Son đầu tư vào các trung tâm dữ liệu AI. Theo kế hoạch công bố hồi tháng 5, SoftBank sẽ xây dựng 3,1 GW trung tâm dữ liệu AI tại Pháp vào năm 2031, thuộc chương trình phát triển hạ tầng AI trị giá 75 tỷ euro. Nhà lãnh đạo Pháp cũng tận dụng Hội nghị Thượng đỉnh G7 để tăng cường kết nối với các lãnh đạo doanh nghiệp AI hàng đầu thế giới.“Đây là thời điểm mang đến những cơ hội to lớn cho nhân loại. Vì vậy, tôi đón nhận giai đoạn này với sự quan tâm sâu sắc, quyết tâm hành động và niềm tin rằng Pháp, châu Âu cùng các đối tác lớn cần nắm bắt cơ hội. Những tiến bộ này sẽ giúp chúng ta sống tốt hơn, học tập hiệu quả hơn, làm việc năng suất hơn và chăm sóc sức khỏe tốt hơn. Điều quan trọng là chúng ta phải bảo đảm trí tuệ nhân tạo luôn phục vụ con người."Trong khi đó, Ấn Độ theo đuổi chiến lược thu hút đầu tư nhằm từng bước trở thành một trung tâm AI mới. Thủ tướng Narendra Modi đã liên tục gặp lãnh đạo Amazon, Microsoft, Google và Intel để kêu gọi đầu tư vào hạ tầng AI, điện toán đám mây và ngành bán dẫn. Amazon mới đây công bố khoản đầu tư 48 tỷ USD vào Ấn Độ, trong đó 21 tỷ USD dành cho hạ tầng AI và điện toán đám mây. Microsoft và Google cũng cam kết mở rộng đầu tư để hỗ trợ tham vọng phát triển hệ sinh thái AI của nước này. Phát biểu tại Hội nghị Thượng đỉnh AI toàn cầu hồi tháng 2, Thủ tướng Narendra Modi khẳng định: “AI không chỉ giúp máy móc trở nên thông minh hơn mà còn khuếch đại năng lực của con người lên gấp nhiều lần. Điều khác biệt của cuộc cách mạng này chính là tốc độ chưa từng có và quy mô chưa từng thấy...Vì vậy, chúng ta cần có tầm nhìn đủ lớn và sẵn sàng gánh vác trách nhiệm tương xứng."Điểm chung trong chiến lược của Pháp và Ấn Độ là coi hạ tầng AI, từ trung tâm dữ liệu, năng lực điện toán đến bán dẫn là yếu tố quyết định vị thế trong chuỗi giá trị AI toàn cầu. Tuy nhiên, cùng với làn sóng đầu tư, Liên hợp quốc cảnh báo AI có nguy cơ làm gia tăng khoảng cách phát triển nếu năng lực công nghệ tiếp tục tập trung vào một số ít quốc gia và doanh nghiệp. Trong khi đó, Liên minh Viễn thông quốc tế (ITU) cho biết hiện vẫn còn khoảng 2,2 tỷ người chưa được kết nối Internet, đồng nghĩa nhiều quốc gia có nguy cơ bị bỏ lại phía sau nếu khoảng cách hạ tầng số không được thu hẹp.Cuộc đua AI, vì thế, không còn chỉ là cuộc cạnh tranh về công nghệ, mà đã trở thành cuộc đua thu hút đầu tư, xây dựng hạ tầng và định hình lợi thế chiến lược của các quốc gia trong kỷ nguyên số./.Thu Hoài/Ban Thời sự VOV1
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengapa Murid-Murid Datang Kembali? Diambil dari: Matius 14:31 “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: ‘Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?'”Wonder Kids, murid-murid Tuhan Yesus pernah mendengar begitu banyak hal luar biasa dari Yesus. Mereka melihat mujizat-mujizat-Nya, mendengar pengajaran-Nya, dan berjalan bersama-Nya. Tetapi saat Yesus ditangkap, semuanya berubah. Mereka takut. Mereka lari. Petrus bahkan menyangkal bahwa ia mengenal Yesus. Wah, itu menyedihkan sekali.Kalau begitu, mengapa mereka bisa datang kembali? Mengapa mereka tidak pergi selamanya? Jawabannya sangat penting: karena mereka bertemu lagi dengan Yesus yang bangkit. Sesudah Yesus mati, mereka memang ketakutan dan putus harapan. Tetapi setelah mereka melihat Yesus hidup kembali, semuanya berubah. Ketakutan mereka berubah menjadi keberanian. Keraguan mereka berubah menjadi keyakinan.Ini menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita kosong. Kalau murid-murid hanya mengikuti Yesus karena kagum, mereka pasti sudah selesai saat Yesus mati. Tetapi mereka kembali karena mereka benar-benar bertemu dengan Tuhan yang bangkit. Mereka tahu bahwa Yesus sungguh hidup.Wonder Kids, ini juga menghibur kita. Kadang-kadang kita pun bisa seperti murid-murid. Kita bisa takut, ragu, sedih, atau menjauh dari Tuhan. Mungkin saat keadaan baik, kita semangat ikut Tuhan. Tetapi saat susah, kita mulai goyah. Renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus tidak meninggalkan murid-murid-Nya. Yesus datang kembali kepada mereka.Yesus juga sabar kepada Petrus. Waktu Petrus mulai tenggelam karena takut dan bimbang, Yesus segera mengulurkan tangan-Nya. Itu artinya, saat kita lemah, Yesus juga sanggup menolong kita. Tuhan tidak menolong hanya saat kita kuat. Tuhan juga menolong saat kita sedang goyah.Jadi, mengapa murid-murid datang kembali? Karena Yesus datang kembali kepada mereka. Dan itu juga berlaku bagi kita. Saat kita ragu, takut, atau jatuh, Yesus tetap adalah Tuhan yang hidup. Dia sanggup memegang kita dan menolong kita berdiri lagi.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu sedang takut, sedih, atau merasa jauh dari Tuhan, katakan dengan jujur dalam doamu, “Tuhan Yesus, pegang aku lagi dan tolong aku tetap percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang bangkit dan hidup. Terima kasih karena saat murid-murid-Mu takut dan goyah, Engkau datang menolong mereka. Tolong aku juga saat aku ragu, takut, atau lemah, supaya aku tetap datang kembali kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu goyah, Yesus yang hidup sanggup memegangmu dan menolongmu kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Gereja Mula-MulaDiambil dari: 1 Korintus 1:22 “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat.”Wonder Kids, selain apa yang tertulis di dalam Injil, kita juga bisa melihat satu hal penting: sejak awal, gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jadi, orang Kristen pertama bukan baru belakangan membuat Yesus terlihat hebat. Sejak sangat awal, mereka memang sudah mengerti bahwa Yesus itu sangat istimewa.Ada banyak tulisan dan doa dari gereja mula-mula yang menunjukkan hal itu. Mereka menyebut Yesus sebagai Tuhan. Mereka menyembah-Nya. Mereka percaya bahwa Yesus sungguh mati, sungguh bangkit, dan sungguh layak dihormati. Jadi, iman bahwa Yesus adalah Tuhan bukan ide yang muncul jauh belakangan. Itu sudah ada sejak awal.Mengapa ini penting, Wonder Kids? Karena ada orang yang berkata bahwa mungkin orang-orang Kristen baru kemudian membesar-besarkan Yesus. Tetapi kalau sejak gereja mula-mula orang-orang percaya sudah menyembah Yesus, berarti memang dari awal mereka melihat bahwa Yesus lebih dari sekadar guru atau nabi. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Bahkan ada orang-orang yang rela menderita karena iman itu. Mereka tidak akan melakukan itu kalau mereka tahu semuanya hanya cerita buatan. Mereka tetap setia karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus benar-benar hidup, mati bagi dosa, dan bangkit kembali. Itu sebabnya kesaksian gereja mula-mula sangat penting.Wonder Kids, renungan hari ini juga mengingatkan kita bahwa iman kita bukan iman yang baru dibuat-buat. Kita berdiri di dalam kabar yang sudah dipercayai oleh umat Tuhan sejak awal. Tuhan menjaga gereja-Nya dan membuat kabar tentang Yesus terus diberitakan dari generasi ke generasi.Dan sekarang, kita juga menjadi bagian dari orang-orang yang percaya kepada Yesus. Wah, indah sekali ya. Dari gereja mula-mula sampai hari ini, Tuhan terus memanggil orang untuk percaya kepada Anak-Nya. Jadi saat kita percaya kepada Yesus, kita sedang berdiri di dalam kebenaran yang sudah dipegang oleh banyak orang percaya sebelum kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena sejak dulu sampai sekarang Engkau tetap dikenal dan dipercaya oleh umat-Mu. Tolong aku juga percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah dikenal, disembah, dan dipercayai oleh gereja sejak awal. Tolong aku supaya tidak ragu, tetapi makin yakin bahwa Engkaulah Tuhan yang hidup dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan sampai hari ini Dia tetap Tuhan yang hidup dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Raja Orang YahudiDiambil dari: Yohanes 19:21 “Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: ‘Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.'”Wonder Kids, salah satu hal penting tentang Tuhan Yesus adalah bahwa Ia disebut Raja orang Yahudi. Waktu Yesus disalibkan, di atas kepala-Nya dipasang tulisan tentang siapa Dia. Tulisan itu berbunyi bahwa Yesus adalah Raja orang Yahudi. Menariknya, tulisan seperti itu dicatat dalam keempat Injil. Jadi, hal ini dianggap sangat penting.Mengapa itu penting? Karena gelar itu menunjukkan hubungan Yesus dengan para pemimpin Yahudi dan juga dengan pemerintah Romawi. Romawi biasanya tidak akan menghukum mati seseorang hanya karena mengajar atau bercerita. Tetapi kalau seseorang dianggap mengaku sebagai raja, itu menjadi masalah besar. Sebab itu berarti ada hubungan dengan kuasa, pemerintahan, dan ancaman terhadap kekuasaan yang sedang ada.Para imam kepala tidak suka tulisan itu. Mereka ingin tulisan itu diubah menjadi, “Orang ini berkata bahwa Ia Raja orang Yahudi.” Mereka tidak mau mengakui bahwa Yesus sungguh adalah Raja. Tetapi justru di situlah kita melihat sesuatu yang besar. Walaupun banyak orang menolak-Nya, Yesus tetap adalah Raja yang sejati.Wonder Kids, Yesus bukan raja seperti raja dunia yang memerintah dengan dosa, kesombongan, atau kekerasan. Yesus adalah Raja yang datang dengan kebenaran, kasih, dan pengorbanan. Ia bahkan rela mati di kayu salib. Itu sebabnya kerajaan-Nya berbeda dari kerajaan dunia ini. Tetapi tetap saja, Dia adalah Raja.Kadang-kadang orang ingin Yesus hanya menjadi penolong saat susah, guru saat butuh nasihat, atau teman saat merasa sendirian. Memang Yesus menolong, mengajar, dan dekat dengan kita. Tetapi Yesus bukan hanya itu. Yesus juga adalah Raja. Artinya, kita tidak hanya datang kepada-Nya untuk ditolong, tetapi juga untuk taat kepada-Nya.Kalau Yesus adalah Raja, maka hidup kita juga harus tunduk kepada-Nya. Kita perlu bertanya: apakah aku mau mengikuti perintah Raja Yesus? Apakah aku mau hidup dengan cara yang menyenangkan Dia? Raja yang baik layak ditaati, dan Yesus adalah Raja yang paling baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, Engkau adalah Rajaku. Tolong aku bukan hanya meminta pertolongan-Mu, tetapi juga mau taat kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Raja yang sejati. Terima kasih karena Engkau memerintah dengan kasih dan kebenaran. Tolong aku supaya mau tunduk kepada-Mu, percaya kepada-Mu, dan hidup sebagai anak yang taat kepada Raja yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Penolong dan Guru, tetapi juga Raja yang sejati dan layak ditaati. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Apolonia Lema dan Maria Tania Mosa dari Paroki Santo Simon Petrus Tarus di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Hosea 14: 2-10; Mazmur tg 51: 3-4.8-9.12-13.14.17; Matius 10: 16-23.BERSIAP MENGHADAPI RISIKO Renungan kita pada hari ini bertema: Bersiap Menghadapi Risiko. Ada duaorang remaja, kakak dan adik, belanja tas sekolah di toko. Sang kakak yangseorang perempuan membeli tas yang harganya lebih murah, sedangkan adiknya yanglaki-laki membeli yang lebih mahal. Tas yang lebih murah memiliki saku-sakuuntuk menyimpan botol air dan barang lain seperti payung dan benda-benda lainuntuk keperluan bermain di sekolah. Tas yang lebih mahal memang bentuk dan warnanya jauh lebih indah tetapitidak memiliki saku-saku untuk menyimpan air dan payung. Sang adik menyadaripentingnya tas seperti yang dibeli kakaknya, maka ia kembali ke toko untukmenggantikannya dengan tas yang sama dengan kakaknya. Kita melihat bahwa keduaremaja ini sungguh memperhitungkan risiko yang akan dihadapi ketika merekakembali ke sekolah pada tahun ajaran baru ini. Risiko bagi bangsa Israel yang disampaikan oleh Nabi Hosea ialah apa yangharus mereka hadapi setelah mereka sudah terlanjur jatuh ke dalam lumpur dosa.Jika mereka ingin mendapatkan hidup baru yang lebih baik, yang harus merekalakukan ialah meninggalkan hidup yang penuh dosa, kemudian kembali membawakata-kata penyesalan dan bertobat kepada Tuhan. Itu adalah sebuah risiko yanggampang dikatakan atau diajarkan, tetapi berat untuk dipraktikkan. Yesus memberikan sebuah daftar risiko dan bahaya yang sudah menunggu paramurid-Nya yang diutus atas nama-Nya. Yang paling serius ialah mereka harusmenderita segala bentuk penganiayaan seperti Yesus Kristus sendiri alami.Mereka siap untuk mengalami kehilangan nyawanya. Risiko ini berguna untuksebuah kelangsungan hidup dalam mengikuti kehendak Tuhan. Ini adalah hargasebuah panggilan dalam mengikuti Kristus. Jadi motivasinya sangat spiritual. Bersiap untuk risiko berbeda dengan berani menghadapi risiko. Bersiapdengan risiko menunjukkan bahwa seseorang itu tenang, optimis, percaya diri danrela untuk apa pun yang bakal dihadapi. Kalau risikonya berat dan tak terduga,ia akan menghadapi dengan bersemangat dan kerelaan. Kalau risikonya kecil iatidak meremehkan atau bersantai-santai. Sedangkan keberanian itu berkaitandengan reaksi dan perlawanan terhadap risiko yang sudah diketahui. Di sinidapat terjadi bentrok atau konflik di antara pihak-pihak yang bertentangan. Bagi kita, persiapan dan kewaspadaan adalah keutamaan. Kitab suci selalumenasihatkan kita untuk selalu bersiap-siaga dan penuh perhatian akantanda-tanda dari Tuhan karena di depan kita ada banyak risiko yang menunggu.Ketika kita memilih untuk beriman kepada Yesus Kristus dan memutuskan untukmenjalani panggilan kita masing-masing, kita harus bersiap dengan risikonya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, semoga kami selalu bersiap dan waspadaterhadap setiap risiko yang akan kami hadapi di dalam jalan panggilan kamimasing-masing. Bapa Kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Juli 2026Bacaan: "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21)Renungan: Suatu hari seorang istri mengeluh karena minggu ini ia terlalu lelah. Kerjaan menumpuk, anak rewel minta ditemenin belajar. Suaminya pulang kerja terus rebahan main HP. Tanpa sadar ia kesal dan berkata kepada suaminya: "Kamu sih tahunya cuma enak-enak rebahan. Gak pernah mikirin rumah ini!" Suaminya pun diam. Malam itu suasana rumah menjadi dingin. Dua hari kemudian giliran ia yang sakit. Anak-anak yang biasanya deket dengannya menjadi takut karena melihat papa mamanya tegang. Ia pun tersadar. Satu kalimat emosinya malam itu "mematikan" suasana rumah selama dua hari. Padahal kalau ia bilang: "Pa, aku capek. Boleh tolong temenin anak belajar 30 menit?" pasti jawabannya berbeda. Amsal 18:21 ini berisi peringatan keras dari Raja Salomo tentang kuasa dari kata-kata: "Hidup dan mati dikuasai lidah". Di rumah, lidah kita bisa jadi sumber kehidupan atau sumber kematian. Dengan kata-kata kita bisa menghidupkan semangat pasangan, menguatkan anak yang gagal, memberkati keluarga. Tapi dengan kata-kata juga kita bisa melukai hati pasangan, mematikan semangat anak, dan merusak keharmonisan rumah. Rumah tangga kita adalah cermin dari apa yang sering kita ucapkan. Suka mengeluh, maka rumah penuh keluhan. Suka mengucap syukur dan menguatkan, maka rumah penuh damai. Keluarga adalah tempat pertama kita latihan memakai lidah. Tiga hal yang bisa kita latih mulai saat ini: 1. Ganti kritik dengan permintaan. Dari perkataan, "Aku sibuk, jadi lupa" menjadi "Sayang, boleh tolong ingetin aku ya" 2. Perbanyak kata penguat untuk anak. Perkataan, "Mama bangga kamu sudah berusaha", lebih menghidupkan daripada "Nilainya kok segitu-segitu aja".3. Doa berkat sebelum tidur. Ucapkan satu kalimat berkat untuk tiap anggota keluarga. Itu seperti menyiram tanaman di rumah. Ingat, anak-anak kita tidak akan ingat seberapa rapi rumah kita. Tapi mereka akan ingat: "Di rumah ini, kata-kata apa yang paling sering ia dengar." Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini lidahku sering melukai orang-orang yang paling aku kasihi di rumah. Ajarilah aku menjadi pembawa damai di tengah keluargaku. Berikan hikmat supaya setiap kata yang keluar dari mulutku adalah kata yang membangun, menguatkan, dan memberkati. Amin. (Dod).
KATA PEMRED #50PinterPolitik.comPada Oktober 2026, negara akan mulai melihat.Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan Government Technology nasional. Sejak hari itu, 43 kabupaten/kota yang selama ini menjadi ruang uji coba berhenti menjadi uji coba. Mereka menjadi pola yang akan ditiru seluruh negeri.Selama ini negara cukup mengenali warganya dari satu hal: sebuah nama dalam daftar. Mulai Oktober, ia ingin tahu 4 hal sekaligus, dalam satu tarikan napas. Siapa seseorang. Apa yang menjadi haknya. Apa yang menjadi kewajibannya. Dan apakah wajahnya cocok dengan datanya.Itu bukan pembaruan aplikasi. Itu perubahan hubungan antara negara dan warganya.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Datang dengan Sebuah MisiDiambil dari: Yohanes 5:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang telah mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”Wonder Kids, dalam banyak cerita petualangan, biasanya ada seorang tokoh utama yang mendapat tugas penting. Ia harus menyelesaikan misinya. Kadang jalannya sulit, penuh bahaya, dan banyak rintangan. Tetapi tujuan akhirnya tetap jelas.Nah, Tuhan Yesus juga datang ke dunia dengan sebuah misi. Yesus tidak datang ke bumi tanpa tujuan. Yesus datang karena manusia berdosa sudah jauh dari Allah. Kita tersesat, dan kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Karena itu, Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan kita.Misi Yesus bukan misi yang mudah. Yesus datang untuk menolong orang berdosa, mengajar tentang Kerajaan Allah, dan akhirnya mati di kayu salib menggantikan manusia. Itu sangat berat. Tetapi Yesus rela melakukannya karena kasih-Nya yang besar. Yesus datang bukan hanya untuk memberi contoh yang baik, tetapi untuk benar-benar menyelamatkan.Dalam Yohanes 5:24, Yesus berkata bahwa orang yang mendengar perkataan-Nya dan percaya kepada Dia yang mengutus-Nya mempunyai hidup yang kekal. Artinya, misi Yesus berhasil membawa keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Karena Yesus datang, mati, dan bangkit, kita bisa dipindahkan dari maut kepada hidup. Wah, itu kabar yang luar biasa.Wonder Kids, ini berarti hidup Yesus bukan cerita biasa. Yesus adalah Juruselamat yang datang dengan tugas dari Bapa. Dan Yesus menyelesaikan tugas itu dengan sempurna. Ia tidak menyerah. Ia tidak gagal. Ia setia sampai akhir supaya kita bisa memiliki hidup yang kekal.Kadang-kadang kita juga punya tugas kecil dalam hidup kita, seperti belajar, taat kepada orang tua, menolong orang lain, atau berkata jujur. Kita bisa belajar dari Yesus untuk setia melakukan apa yang Tuhan mau. Tetapi yang paling penting, kita harus ingat bahwa hanya Yesus yang bisa menyelesaikan misi penyelamatan bagi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkanku. Tolong aku percaya kepada-Mu dan hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang dengan misi yang mulia untuk menyelamatkan manusia berdosa. Terima kasih karena Engkau rela mati dan bangkit supaya aku memiliki hidup yang kekal. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dan hidup taat kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang ke dunia bukan tanpa tujuan, tetapi dengan misi kasih untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 Juli 2026Bacaan: Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:32)Renungan: Ketika kita mendengar kata "jenius", siapa sosok yang terlintas di benak kita? Albert Einstein mungkin salah satunya. Einstein memang diakui dunia akan kejeniusannya. Tapi, ada hal-hal tertentu di mana kita mungkin "lebih cerdas" dari Einstein. Jika tiap hari kita bisa pulang ke rumah tanpa tersesat, kita lebih pintar dari Einstein. Ya, walau punya otak jenius, Einstein dikenal pelupa untuk hal sehari-hari seperti mengingat tanggal, bahkan nomor teleponnya sendiri. la juga sering kesulitan menemukan rumahnya. Itu sebabnya, konon pintu rumahnya lalu dicat merah menyala, kontras dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Dengan begitu, Einstein akan ingat yang manakah rumahnya. Orang jenius pun tidak selalu jenius di segala bidang. Demikian juga, meski kita tidak pernah meraih Nobel atau menemukan rumus dan teori tertentu, tapi kita pun kadang bisa juga menjadi jenius. Nah, kapan itu terjadi? Kita jenius saat berhasil menemukan solusi yang sebelumnya tidak disadari atau tidak terlihat dari sebuah masalah. Kita jenius ketika bisa mengatasi kebuntuan yang dialami orang-orang. Pernahkah kita menemukan jalan pintas atau cara mudah melakukan sesuatu yang belum dilakukan orang lain atau orang di sekitar kita? Apakah kita pernah menemukan cara untuk "menghidupkan lagi" sesuatu yang lama tidak dilakukan? Pernahkah kita menyelesaikan masalah yang selama ini memusingkan keluarga kita? Apakah kita pernah berhasil melakukan pendekatan pribadi kepada seseorang yang sebelumnya tak bisa didekati orang lain? Mungkin banyak di antara kita pernah melakukan hal-hal di atas. Memang, kejeniusan seperti itu sering kali tak dihargai masyarakat. Atau kadang kita enggan melakukan hal-hal itu demi menjaga ketenangan agar tidak dianggap cari muka, aneh, sok tahu, bahkan mengganggu. Di Alkitab pun, para pahlawan selalu adalah mereka yang berani bersuara dan berani bertindak meski sebagian orang bisa jadi menganggap mereka mengganggu. Jika Daud diam melihat Goliat, jika ia tak tergerak mendengar hujatan Goliat, atau ia menyerah saat diremehkan kakaknya dan Saul, tentu tak ada kisah heroik ini. Ya, jadilah Daud Daud di manapun kita berada, yang berani bersuara dan memberi solusi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas akal budi yang Kau berikan padaku. Bantulah aku agar akal budi yang Kau berikan dapat kugunakan untuk memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dengan Jari AllahDiambil dari: Lukas 11:20 “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”Wonder Kids, waktu Tuhan Yesus melakukan mujizat, ada orang-orang yang tidak mau percaya kepada-Nya. Saat Yesus mengusir roh jahat, mereka malah menuduh bahwa Yesus bekerja dengan kuasa yang jahat. Wah, itu tuduhan yang serius sekali.Tetapi Yesus menjawab mereka dengan bijaksana. Yesus berkata bahwa kerajaan yang terpecah tidak akan bisa bertahan. Maksud Yesus begini: kalau setan melawan setan, kerajaannya akan hancur sendiri. Jadi tidak masuk akal kalau Yesus mengusir roh jahat dengan kuasa setan. Lalu Yesus menjelaskan yang sebenarnya: Ia mengusir setan dengan kuasa Allah. Itu berarti Kerajaan Allah sedang datang.Apa artinya, Wonder Kids? Artinya, mujizat Yesus bukan sekadar pertunjukan supaya orang kagum. Mujizat Yesus menunjukkan bahwa Allah sedang bekerja dengan kuasa-Nya. Yesus datang membawa kuasa Allah untuk mengalahkan kuasa dosa dan kejahatan. Jadi saat Yesus mengusir roh jahat, itu adalah tanda bahwa Yesus benar-benar datang dari Allah.Di Alkitab, kita juga melihat murid-murid Yesus melakukan mujizat. Tetapi ada perbedaan penting. Murid-murid melakukan semuanya dalam nama Yesus. Mereka tidak punya kuasa dari diri sendiri. Sedangkan Yesus menunjukkan kuasa Allah dengan otoritas-Nya sendiri. Jadi, Yesus bukan hanya utusan biasa. Yesus adalah Pribadi yang sangat istimewa.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga bisa lupa bahwa kita tidak kuat dengan kekuatan sendiri. Saat takut, saat dicobai, saat marah, atau saat menghadapi hal yang sulit, kita sering ingin mengandalkan diri sendiri. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa yang sejati berasal dari Tuhan. Kita perlu bergantung kepada-Nya.Kalau Yesus sanggup mengalahkan kuasa jahat, berarti Yesus juga sanggup menolong kita. Mungkin kita tidak sedang berhadapan dengan roh jahat seperti dalam cerita ini, tetapi kita tetap berhadapan dengan dosa, ketakutan, dan kelemahan kita. Dan kabar baiknya, Yesus berkuasa menolong anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa lemah atau takut hari ini, ucapkan doa singkat, “Tuhan Yesus, tolong aku mengandalkan kuasa-Mu, bukan kekuatanku sendiri.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkuasa dan datang dengan kuasa Allah. Tolong aku supaya tidak mengandalkan diriku sendiri, tetapi belajar percaya dan bergantung kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus menunjukkan kuasa Allah yang sejati, dan Dia sanggup menolongmu saat kamu lemah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Para MuridDiambil dari: Matius 16:16 “Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'”Wonder Kids, saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya siapa kata orang tentang Dia, lalu siapa kata mereka sendiri tentang Dia, Petrus menjawab dengan sangat indah: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Itu adalah jawaban yang benar. Petrus dan murid-murid mulai melihat bahwa Yesus bukan sekadar guru atau nabi. Yesus adalah Mesias yang dijanjikan Allah.Tetapi ada hal yang menarik. Walaupun murid-murid hidup dekat dengan Yesus, melihat mujizat-Nya, mendengar pengajaran-Nya, dan berjalan bersama-Nya, mereka tetap tidak selalu mengerti semuanya dengan cepat. Kadang-kadang mereka masih ragu, masih takut, dan masih bingung. Jadi, mengenal Yesus dengan benar bukan sesuatu yang otomatis terjadi hanya karena dekat secara luar.Yesus sendiri berkata bahwa pengenalan Petrus itu bukan datang dari manusia, tetapi dari Bapa di surga. Artinya, mengenal siapa Yesus sebenarnya adalah anugerah dari Tuhan. Kita memang bisa melihat bukti-bukti tentang Yesus, tetapi akhirnya Tuhanlah yang membuka hati kita supaya sungguh percaya.Ini menolong kita, Wonder Kids. Mungkin kadang-kadang kamu juga punya pertanyaan, keraguan, atau belum mengerti semuanya tentang Yesus. Itu tidak berarti kamu harus menjauh. Justru kamu perlu datang kepada Tuhan dan meminta Dia menolongmu mengenal Yesus dengan benar. Murid-murid pun belajar sedikit demi sedikit, dan Tuhan tetap sabar memimpin mereka.Yesus juga pernah berkata kepada murid-murid bahwa di dunia ini mereka akan mengalami kesusahan, tetapi mereka harus kuat hati karena Yesus telah mengalahkan dunia. Jadi, percaya kepada Yesus bukan berarti hidup selalu mudah. Tetapi kita bisa tetap percaya karena Yesus sungguh adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.Dan yang indah, Wonder Kids, kita sekarang bahkan punya lebih banyak kesaksian daripada para murid pada saat itu. Kita tahu bahwa Yesus bukan hanya mati, tetapi juga bangkit. Jadi kita punya alasan yang kuat untuk percaya kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, tolong aku mengenal Engkau dengan benar, bukan hanya dari cerita orang lain, tetapi sungguh percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Tolong aku saat aku ragu, takut, atau bingung, supaya aku tetap datang kepada-Mu dan belajar percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dengan benar adalah anugerah yang indah, dan Dia sabar menolong anak-anak-Nya untuk semakin percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
For nearly 160 years, the International Telecommunication Union has helped the world communicate across borders, from the telegraph to the telephone, television, satellite, the internet, and now AI. In this episode of Tools and Weapons, Brad Smith sits down with Doreen Bogdan, Secretary-General of the ITU, to discuss why connectivity remains one of the world's most important foundations for opportunity. The conversation explores the 2.2 billion people who are still unconnected, the estimated $2.8 trillion needed to connect the world by 2030, and the partnerships required to reach the hardest-to-connect communities. Doreen shares stories from the field, including a refugee camp in Chad where a small computer center gives people access to learning, health care, financial tools, and family connections. Brad and Doreen also discuss the rise of AI for Good, the challenge of scaling solutions that address real-world needs, and the role of global cooperation in shaping responsible AI governance. From early warning systems that can help save lives during natural disasters to digital skilling and infrastructure investment, this episode examines how technology can create opportunity when access, trust, and partnership come together. Listen to the full episode and join the conversation about building a more connected and inclusive digital future.
Itu menurutku sih.Gmn Menurut kalian?Happy Listening and Enjoy
In this episode of Elixir Wizards, Charles Suggs and Emma Whamond are joined by Mallory Knodel, executive director and founder of the Social Web Foundation, to talk about internet governance, open standards, and the future of the social web. Mallory shares how her work as an activist, systems administrator, and public interest technologist led her into the organizations and working groups that shape how the internet functions, including the IETF, W3C, ICANN, and ITU. The conversation explores how the internet shifted from a collection of open protocols toward a small number of dominant platforms, and what that centralization means for users, developers, and independent service providers. Mallory explains how decisions made at the protocol level can affect everything from email deliverability to identity, data portability, trust and safety, and the ability to move between platforms. We also discuss the Social Web Foundation, ActivityPub, the Fediverse, and the idea of building a more multipolar social web. Mallory also looks at what happens when AI agents, automated accounts, and algorithmic feeds enter open social ecosystems. She shares her perspective on privacy, usability, encrypted messaging, and designing technology around user needs rather than engagement alone. Key Topics Discussed What it means to be a public interest technologist How internet governance affects everyday software development The role of global internet standards organizations How the IETF and W3C develop technical standards Corporate influence inside internet governance and standards bodies The internet's shift from protocols to centralized platforms Email deliverability and the hidden costs of centralization How platform control affects identity and user autonomy Why data portability remains difficult across social platforms The mission behind the Social Web Foundation How the Fediverse connects independent social platforms ActivityPub and Activity Streams as open web protocols AT Protocol, an alternative to ActivityPub How federated servers exchange content and user activity Why a multipolar web differs from decentralization What Meta's ActivityPub adoption means for federation The embrace, extend, extinguish risk for open protocols Discoverability challenges across federated social networks Trust and safety for smaller platform operators How protocol decisions can affect human rights AI agents entering open social web ecosystems Whether federated platforms should block automated crawlers Designing algorithmic feeds around values and user choice Privacy-first principles for developers building social software Encrypted direct messaging for the open social web Elixir projects building across the Fediverse ecosystem Links Mentioned: Mallory's Website https://malloryknodel.net/ Internet Protocol (IP) https://en.wikipedia.org/wiki/Internet_Protocol Internet Engineering Task Force (IETF) https://www.ietf.org/ International Communication Union https://www.itu.int/en/ Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) https://www.icann.org/ World Wide Web Consortium (W3C) https://www.w3.org/ Huawei https://www.huawei.com/en/ Cisco https://www.cisco.com/ Messaging, Malware and Mobile Anti-Abuse Working Group (M³AAWG) https://www.m3aawg.org/ Social Web Foundation https://socialwebfoundation.org/ ActivityPub https://www.w3.org/TR/activitypub/ AT Protocol https://atproto.com/ MeWe Decentralized Social Networking Protocol (DNSP) https://dsnp.org/about/MeWe-use-case.html BlueSky https://bsky.app/ Mastodon https://joinmastodon.org/ Internet Society https://www.internetsociety.org/ Fediverse https://fediverse.party/ NCSA Mosaic Browser https://www.ncsa.illinois.edu/research/project-highlights/ncsa-mosaic/ Webring https://en.wikipedia.org/wiki/Webring https://tags.pub/ Elixir projects: Pleroma https://pleroma.social/ Akkoma https://akkoma.social/ Bonfire Networks https://bonfirenetworks.org/ Mobilizon https://mobilizon.org/
A infecção do trato urinário (ITU) é uma das doenças bacterianas mais comuns na infância e adolescência e pode causar desde desconfortos leves até complicações mais graves, como danos aos rins, quando não diagnosticada e tratada adequadamente. O problema pode afetar meninos e meninas, embora seja mais frequente no sexo feminino após os primeiros anos de vida. Sobre o assunto, o âncora Jota Batista conversa com o pediatra Arthur Aguiar, no Canal Saúde desta quinta-feira (25).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Elia? Diambil dari: 1 Raja-raja 17:23 “Elia mengambil anak itu, lalu membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan menyerahkannya kepada ibunya. Kata Elia: ‘Lihat, anakmu hidup!'”Wonder Kids, saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” salah satu jawaban yang muncul adalah Elia. Mengapa orang bisa berpikir begitu?Elia adalah salah satu nabi besar dalam Perjanjian Lama. Ia dipakai Tuhan dengan sangat luar biasa. Elia berani menegur raja yang jahat, berani berdiri melawan nabi-nabi Baal, dan Tuhan juga melakukan banyak mujizat melalui hidupnya. Karena itu, nama Elia sangat terkenal di antara orang Yahudi. Mereka tahu bahwa Elia adalah nabi yang besar dan dipakai Tuhan dengan kuat.Selain itu, orang Yahudi juga menantikan kedatangan Elia sebelum datangnya hari Tuhan. Karena itu, saat mereka melihat Yesus melakukan mujizat, mengajar dengan kuasa, dan memanggil orang kembali kepada Tuhan, beberapa orang berpikir mungkin Yesus adalah Elia yang datang kembali.Memang ada beberapa hal yang mirip. Elia pernah dipakai Tuhan untuk membangkitkan seorang anak yang sudah mati. Yesus juga membangkitkan orang mati. Elia adalah nabi yang berani. Yesus juga berbicara dengan kuasa dan keberanian. Tetapi tetap saja, Yesus bukan Elia. Yesus jauh lebih besar daripada Elia.Elia hanyalah nabi, tetapi Yesus adalah Anak Allah. Elia dipakai Tuhan, tetapi Yesus sendiri adalah Tuhan yang datang ke dunia. Elia menunjuk kepada karya Allah, tetapi Yesus adalah penggenapan rencana Allah itu sendiri. Jadi, walaupun ada kemiripan, orang yang berkata Yesus adalah Elia tetap belum mengenal Yesus dengan benar.Wonder Kids, ini mengingatkan kita bahwa Yesus tidak bisa disamakan dengan tokoh besar mana pun. Sebesar apa pun seorang nabi atau pelayan Tuhan, mereka tetap berbeda dengan Yesus. Yesus itu unik. Yesus adalah Juruselamat yang sejati.Dan ada satu hal lagi yang indah. Elia dipakai Tuhan untuk membawa hidup kembali kepada seorang anak. Itu mengingatkan kita bahwa Tuhan berkuasa atas kematian. Tetapi di dalam Yesus, kita melihat kuasa itu dengan jauh lebih besar. Yesus bukan hanya memberi hidup kepada orang lain. Yesus sendiri adalah kebangkitan dan hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau lebih besar dari semua nabi. Tolong aku sungguh mengenal Engkau dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya nabi besar, tetapi Anak Allah dan Juruselamatku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan Elia atau nabi besar lainnya, karena hanya Yesus adalah Anak Allah dan sumber hidup yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 22 Juni 2026Bacaan: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:15-16)Renungan: Manusia memiliki banyak cara menghitung waktu. Kita juga mengenal banyak alat untuk melakukan itu semua, mulai dari kalender, jam, hingga stopwatch. Bahkan sebagian orang mengeluarkan uang berjuta-juta hingga milyaran rupiah untuk sebuah arloji saja. Apakah orang yang memiliki arloji senilai milyaran rupiah pasti lebih menghargai waktu daripada mereka yang melihat waktu hanya dari jam di ponsel? Belum tentu. Orang bisa menghargai waktu ketika ia bisa melihat waktu dengan cara yang benar. Sayang, masih banyak yang melihat waktu dengan cara salah. Ada yang memakai seluruh waktunya hanya untuk melakukan satu hal (misal: bekerja terus menerus, atau berhura-hura tak ada habisnya). Ada juga yang terpaku pada masa lalu. Ada yang hanya fokus pada hal-hal jangka pendek sehingga tidak siap menghadapi masa depan. Ada yang menilai seluruh waktunya dengan apa yang terjadi di satu waktu saja. Jika gagal, ia merasa hidupnya akan selalu gagal. Jika berhasil, ia sombong karena merasa tak akan bisa gagal. Tidak sedikit juga yang gagal menikmati masa sekarang. Daripada menikmati hal-hal yang ada di hadapan mereka, mereka lebih terpaku pada masa lalu ataupun terus mengejar ini itu dengan beralasan semuanya demi masa depan. Satu yang harus kita pahami adalah bahwa setiap waktu adalah berharga. Itu sebabnya kita harus belajar menghitung hari (Mzm. 90:12). Ya, hari, bukan bulan atau tahun. Artinya, hargai setiap waktu, dari waktu terkecil. Setiap waktu adalah berharga, bukan karena waktu adalah uang seperti pepatah dunia. Waktu berharga karena apa yang kita lakukan di setiap waktu kita di dunia ini akan berdampak pada waktu kita di kekekalan nanti. Karena itu, hanya memakai waktu untuk urusan dunia, mengejar kesuksesan jasmani atau ambisi pribadi, tentu tidak bijak. Memakai waktu untuk bersekutu dengan Allah, mengasihi keluarga, melayani sesama, serta juga beristirahat dan menjaga kesehatan, itu yang juga harus dilakukan. Hiduplah dengan fokus untuk melakukan kehendak Allah dalam segala hal, baik itu di pekerjaan, pergaulan, hingga waktu pribadi. Itulah cara bijak menghargai waktu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku dapat menghargai waktuku. Sehingga apapun yang aku lakukan semua dapat bermanfaat bagi hidupku saat ini maupun untuk persiapan masa depanku. Amin. (Dod).
Foundations of Amateur Radio The other day I was asked a question on social media. Having answered this question several times before, I admittedly .. initially .. groaned, then provided the bare bones of a response. A little while later, I recalled that I had provided a detailed response to this same question, as it turns out, five years earlier on a different social media platform, so I added another response that included the link to that answer. It all still felt very incomplete and inadequate and I couldn't leave it alone. Which leads me to the anxiety generating question and my response to it. Here goes: "[h]ow do you get into amateur radio? Is there like a 101 guide you could link me?" This is a question I've been answering for quite some time. Searching for the word "start" across the titles of my podcasts, there's 17 articles on the topic. So, having searched previously and fruitlessly for something resembling a universal answer, this to disclaim that I didn't look again and perhaps someone else has done something about it, I started a new project, because of course I did. I named it: "Getting Started in Amateur Radio" and published it on my GitHub repository. The intent of the project is to give the visitor a gentle introduction to the hobby, provide some idea of why you need a license, how it's different from things like the Citizen's Band, how you'll be starting on a life-long journey and introducing the concept that each country is slightly different. Think of it as an onramp into the hobby and our community. To deal with those, essentially legal differences between countries, I also consulted the International Telecommunications Union, the ITU, and created a folder structure of Regions and within it a folder for each country that the ITU as a United Nations specialised agency recognises. Before you ask, Yes, I'm aware that the UN doesn't recognise some countries that you might. I don't know how the International Amateur Radio Union, the IARU, our global representative body deals with that. If you know, get in touch. Since I'm based in Australia, I started with populating the information there. It contains some information about the regulator, representative bodies, callsigns, links to more information and hopefully initial information sufficient to "find" the community. It's still a work in progress, but it gives a good idea of the intent. Now comes the hard part. You. My log processing tool, "awstats", tells me that there are 209 different countries in my logs that represent you listening, reading and sharing my articles. So, I daresay that between all of us there is enough to cover pretty much all of the globe and with it, personal knowledge on how to become an amateur in your country. So, as one amateur to another, let's get on-air and make some noise! Let's try and document what's needed to become an amateur in your country. Please supply issue tickets, patches, emails, whatever you like, to get the information pertinent to your experience into one central place, so next time someone asks any of us: "How do you get into amateur radio?", there's a place we can share, that you contributed to and that contains the information pertinent to anyone who'd like to play. Look forward to hearing from you. I'm Onno VK6FLAB
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Nama Baik YesusDiambil dari: Amsal 22:1 “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”Wonder Kids, coba bayangkan ada cap stempel yang ditekan ke kertas. Kalau cap itu bagus, gambarnya akan terlihat jelas dan rapi. Tetapi kalau capnya rusak, hasilnya juga jadi jelek. Nah, hidup seseorang juga seperti itu. Apa yang ia lakukan terus-menerus akan meninggalkan “jejak” tentang siapa dia sebenarnya. Itulah yang disebut reputasi atau nama baik.Nama baik tidak dibangun dalam satu hari. Nama baik dibentuk lewat banyak pilihan kecil: berkata jujur, menepati janji, bersikap baik, tidak curang, dan melakukan yang benar berulang kali. Tetapi nama baik juga bisa rusak karena satu pilihan yang salah. Karena itu, firman Tuhan berkata bahwa nama baik itu sangat berharga.Kalau kita memikirkan Yesus, kita melihat Pribadi yang tidak pernah mempunyai reputasi buruk karena dosa. Yesus sempurna. Semua yang Yesus lakukan selalu benar, penuh kasih, penuh hikmat, dan suci. Memang ada orang-orang yang menolak Yesus dan berbicara jahat tentang Dia. Tetapi itu bukan karena Yesus berbuat salah. Itu karena hati mereka tidak mau menerima kebenaran. Yesus tetap menunjukkan lewat hidup-Nya bahwa Ia adalah Pribadi yang kudus dan dapat dipercaya.Bahkan saat banyak orang salah paham tentang Yesus, Yesus tidak membalas dengan dosa. Ia tetap mengasihi, tetap mengajar kebenaran, dan tetap melakukan kehendak Bapa. Dari hidup Yesus, kita belajar bahwa nama baik yang sejati bukan dibangun dengan pura-pura terlihat baik di depan orang, tetapi dengan hidup yang sungguh benar di hadapan Tuhan.Wonder Kids, ini penting juga untuk hidup kita. Tuhan mau kita punya nama baik. Bukan supaya kita dipuji orang, tetapi supaya hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan. Saat kamu jujur, bertanggung jawab, tidak suka bohong, tidak curang, dan baik kepada orang lain, kamu sedang membangun nama baik yang menyenangkan hati Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu kebiasaan kecil yang bisa membantumu punya nama baik, misalnya berkata jujur, menepati janji, atau mengakui kesalahan. Lalu lakukan itu hari ini dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu benar, suci, dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya hidupku juga menunjukkan kejujuran, kebaikan, dan kesetiaan, sehingga aku boleh memiliki nama baik yang memuliakan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama baik dibangun lewat banyak pilihan kecil yang benar, dan Yesus adalah teladan sempurna bagi hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti Tentang Siapa YesusDiambil dari: Yohanes 18:4–5 “Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: ‘Siapakah yang kamu cari?' Jawab mereka: ‘Yesus dari Nazaret.' Kata-Nya kepada mereka, ‘Akulah Dia.' Yudas yang menghianati Dia berdiri juga di situ bersama mereka.”Wonder Kids, pada zaman Tuhan Yesus, orang-orang Yahudi sudah lama menantikan Mesias, yaitu Raja dan Juruselamat yang dijanjikan Allah. Mereka membaca Kitab Suci dan menunggu kapan janji itu digenapi. Tetapi saat Yesus datang, tidak semua orang mau percaya kepada-Nya. Ada yang mengira Yesus hanya guru yang baik. Ada yang menganggap Yesus hanya nabi. Ada juga yang menolak-Nya sama sekali.Mengapa begitu? Karena banyak orang ingin menentukan sendiri siapa Yesus menurut pikiran mereka. Mereka tidak mau sungguh-sungguh melihat semua bukti tentang Yesus. Padahal, kalau kita memperhatikan hidup Yesus, perkataan-Nya, mujizat-Nya, cara-Nya mengasihi orang, dan bagaimana Ia menggenapi janji-janji Allah, kita bisa melihat bahwa Yesus bukan orang biasa. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia.Yesus tidak datang sambil berkata sembarangan, “Percaya saja pada-Ku.” Sebaliknya, hidup Yesus penuh dengan bukti. Ia mengajar dengan kuasa, melakukan mujizat, mengampuni dosa, menggenapi nubuat, lalu akhirnya rela mati dan bangkit. Semua itu menunjukkan identitas-Nya. Jadi, untuk mengenal siapa Yesus sebenarnya, kita tidak cukup hanya mendengar pendapat orang. Kita harus melihat kepada Yesus sendiri seperti yang dinyatakan dalam firman Tuhan.Dalam Yohanes 18, saat orang-orang datang menangkap Yesus, Yesus justru maju ke depan. Ia tahu apa yang akan terjadi pada-Nya. Ia tidak lari. Ia tidak bersembunyi. Itu menunjukkan bahwa Yesus sungguh tahu siapa diri-Nya dan sungguh datang untuk menjalankan rencana Bapa. Yesus bukan korban yang bingung. Yesus adalah Juruselamat yang dengan rela menyerahkan diri-Nya bagi kita.Wonder Kids, kadang-kadang orang di sekitarmu bisa punya banyak pendapat tentang Yesus. Tetapi pertanyaan yang paling penting bukan “Kata orang siapa Yesus itu?” melainkan “Menurutmu, siapakah Yesus?” Apakah kamu hanya tahu tentang Yesus? Ataukah kamu sungguh percaya bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamatmu?Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambil waktu sebentar dan katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, tolong aku mengenal Engkau bukan hanya dari kata orang, tetapi dari firman-Mu. Aku mau sungguh percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menunjukkan dengan jelas siapa diri-Mu. Tolong aku supaya tidak bingung oleh pendapat orang, tetapi sungguh mengenal Engkau melalui firman-Mu dan percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak perlu dibuat cocok dengan pendapat manusia, karena Dia sudah menunjukkan dengan jelas bahwa Dia adalah Anak Allah dan Juruselamat dunia. Tuhan Yesus memberkati.
Di Rapat Paripurna DPR/MPR, 20 Mei 2026, Prabowo spontan berkelakar mencari kopi saat berpidato – sebuah bahasa politik yang menarik bagi banyak pihak. Bagi seorang presiden, momen itu bukan sekadar kantuk. Itu adalah sinyal politik: bahwa kekuasaan pun butuh jeda, dan kenyamanan tak harus mewah. Kopi adalah simpul sejarah, politik dan kekuasaan Indonesia.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 Juni 2026Bacaan: "Sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yarig benar itu tersiksa." (2 Petrus 2:8)Renungan: Satu pepatah berkata, "Burung yang sejenis akan berkumpul bersama-sama. Burung yang sejenis akan hinggap di dahan yang sama." Pepatah ini sungguh benar adanya. Kalau kita amati sekumpulan burung yang berhenti di sebuah dahan pohon, ternyata memang adalah burung yang jenisnya sama. Burung yang terbang secara bersama-sama juga adalah burung dengan jenis yang sama. Bukankah kita tidak pernah menjumpai burung gereja, burung kakatua, burung walet, atau burung elang terbang secara bersama-sama dan berhenti di dahan yang sama? Manusia juga sama. Dalam sebuah kelompok pergaulan, kita juga sering menjumpai hal seperti itu. Manusia berkelompok menurut jenis yang sama. Memiliki tujuan yang sama. Memiliki niat yang sama. Memiliki hobi yang sama. Bahkan, kerap kali memiliki karakter dan tabiat yang sama. Itu sebabnya kalau mau sukses, tentukan seperti apa pergaulan dan komunitas yang tepat. Kita akan sulit sukses jika kita bergaul bersama para pengangguran, orang yang bermalas-malasan, atau kumpulan orang yang tidak punya tujuan hidup. Sebab suka tidak suka, kita akan terpengaruh dan menjadi sejenis dengan perkumpulan kita. Lot adalah orang benar. Firman Tuhan di dalam 2 Petrus 2:8 dengan jelas menyatakan hal itu. Sayang, Lot berada dalam kumpulan orang berdosa. Tak heran jika jiwanya tersiksa karena berada dalam perkumpulan orang-orang yang jahat. Tak hanya jiwa Lot yang tersiksa, tapi lama kelamaan tabiat Lot pun menjadi semakin mirip dengan orang-orang Sodom yang amoral! Hati-hati dengan pergaulan kita. Jangan remehkan hal ini. Jangan anggap bahwa kita bisa berjaga-jaga dan tidak akan menjadi sama dengan mereka. Sehebat apapun kita menjaga diri, sedikit banyak kita akan terpengaruh dengan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan semua hal yang terjadi di depan mata kita secara terus menerus. Pilihlah kumpulan orang yang baik dan benar, maka kita pun akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar aku dapat bijaksana memilih teman yang dapat memberkati kepribadianku, sehingga hidupku pun dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 15 Juni 2026Bacaan: Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN." (1 Samuel 2:12)Renungan: Setiap anak memiliki karakter dan sifat yang khas. Itu betul. Namun sifat anak kita menjadi seperti apa, itu sangat tergantung bagaimana kita mendidik dan mengajarnya. Jangan berkata, "Anak saya memang bawaannya seperti itu." Sifat dan karakter anak kita tidak bertumbuh dengan sendirinya, kitalah yang menentukan seperti apa sifat dan karakter anak kita. Ibarat kertas kosong, kitalah yang mengisi atau melukis kehidupan anak-anak kita dengan nilai-nilai kehidupan yang kita tanamkan kepadanya sejak dini. Mengapa seorang anak minder dan tidak percaya diri? Apakah karena bawaan? Tidak! Karena orang tuanya tidak memberinya semangat dan penghargaan. Mengapa ada anak yang pelitnya luar biasa? Karena orang tuanya tidak pernah mengajar dan memberi contoh bagaimana memberi dan berbagi. Mengapa ada anak yang pengecut? Karena kita selalu membelanya, tidak peduli benar atau salah. Mengapa ada anak yang selalu berusaha cari perhatian? Karena kita tidak cukup memberi perhatian dan kasih sayang kepadanya. Mengapa ada anak yang selalu mengeluh? Karena kita tak mengajarnya untuk selalu bersyukur. Mengapa Hofni dan Pinehas yang adalah anak seorang imam justru menjadi anak-anak dursila? Karena imam Eli ayahnya tidak mendidiknya dengan benar. Imam Eli terlalu lembek, acuh, dan tak tegas dalam mendidik anak-anaknya. Bandingkan dengan Timotius yang hidup dalam didikan iman, baik oleh ibu dan neneknya. Bagaimana cara kita mendidik anak, itulah yang membuat perbedaan, akankah kita melahirkan anak-anak hebat dengan karakter yang kuat, ataukah kita akan melahirkan anak-anak gampang dengan karakter buruk? Jika anak kita bertumbuh dengan karakter yang buruk, pertama-tama yang patut disalahkan bukanlah anak kita tapi justru kita sebagai orang tua. Mengapa? Karena tanggung jawab dalam mendidik anak sepenuhnya ada di tangan kita. Kita tidak bisa membiarkan anak kita bertumbuh dengan sendirinya, lalu berharap bahwa anak kita bertumbuh menjadi anak hebat dengan karakter yang hebat pula. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kuasa penuh untuk mendidik anak-anak yang Kau percayakan padaku, sehingga aku dapat mendidik mereka menjadi anak-anak yang memiliki karakter seperti Engkau. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Sejarah dan ImanDiambil dari: 1 Korintus 15:17 “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus tidak perlu sungguh-sungguh bangkit. Mereka berpikir mungkin cerita tentang Yesus cukup dipahami sebagai lambang saja. Maksudnya, mereka ingin berkata bahwa ajaran Yesus tetap baik walaupun kebangkitan-Nya tidak benar-benar terjadi. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan seperti itu.Firman Tuhan justru berkata dengan sangat jelas: kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka iman kita sia-sia. Wah, keras sekali ya. Artinya, iman Kristen tidak dibangun di atas cerita yang indah saja, tetapi di atas peristiwa yang sungguh terjadi. Yesus benar-benar mati, benar-benar dikuburkan, dan benar-benar bangkit. Kalau kebangkitan itu tidak nyata, maka tidak ada keselamatan yang sejati.Itulah sebabnya para rasul memberitakan Yesus sebagai Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Mereka tidak berkata, “Anggap saja ini lambang.” Mereka berkata bahwa Yesus benar-benar datang dari keturunan Daud, benar-benar disalibkan, dan benar-benar dibangkitkan oleh Allah. Jadi, iman Kristen adalah iman yang berdiri di atas kebenaran yang nyata.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang suka hal-hal yang terasa rohani, tetapi tidak mau menerima bahwa Tuhan sungguh bekerja dalam dunia nyata. Padahal Yesus tidak datang hanya untuk memberi ide bagus atau ajaran yang menyentuh hati. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia harus sungguh mati menggantikan kita dan sungguh bangkit mengalahkan maut.Kalau Yesus tidak bangkit, maka dosa kita masih belum dibereskan. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh bangkit. Itu berarti dosa kita bisa diampuni, hidup kita bisa diubahkan, dan kita punya pengharapan yang hidup. Jadi kita tidak percaya kepada lambang kosong. Kita percaya kepada Juruselamat yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh bangkit. Tolong aku hidup sebagai anak yang percaya kepada Juruselamat yang hidup.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak tinggal dalam kematian, tetapi sungguh bangkit dengan kemenangan. Tolong aku supaya imanku tidak kosong, tetapi sungguh berdiri di atas kebenaran-Mu yang hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman Kristen bukan cerita kosong, karena Yesus sungguh mati dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 Juni 2026Bacaan: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu." (1 Korintus 10:13)Renungan: Ketika seorang guru memberi pertanyaan kepada muridnya, sesungguhnya guru tersebut bertanya bukan karena tidak tahu. Sang guru bertanya untuk menguji seperti apa pemahaman muridnya. Guru tersebut sebenarnya sudah punya jawaban dari pertanyaan yang ia berikan. Demikian juga halnya dengan hidup kita. Ketika Tuhan mengizinkan masalah, pergumulan, dan persoalan hidup datang dalam hidup kita, sesungguhnya Tuhan pun sudah punya solusi untuk tiap masalah yang kita hadapi. Dalam 1 Korintus 10:13 dikatakan, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. " Artinya, Tuhan sudah menakar masalah kita dan memastikan bahwa ujian hidup itu sudah terukur. Seorang guru tidak mungkin memberikan soal siswa SMU kepada siswa SD, bukan? Demikianlah Tuhan sudah mengetahui bahwa masalah kita ada di dalam kesanggupan kita. Berikutnya dikatakan bahwa, "Pada waktu kamu dicobai la akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." Kita yang dicobai, tapi Tuhan yang memberikan jalan keluar. Itu sebabnya, saat kita menghadapi masalah maka sudah seharusnya alamat pertama yang kita tuju adalah Tuhan. Ayat tersebut berkata dengan jelas bahwa Tuhanlah yang akan memberi jalan keluar, bukan orang lain, bukan juga diri kita sendiri. Tuhan memberi jalan keluar karena jawaban dari segala persoalan hidup kita sudah ada di tangan-Nya. Jika kita masih mencari-cari jawaban di luar Tuhan, alangkah bodohnya kita. Apakah saat ini kita sedang berhadapan dengan masalah besar? Jangan takut. Jangan khawatir. Serahkan masalah kita kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya dan jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Ketika kita mengandalkan Tuhan, kita akan melihat bagaimana dengan cara ajaib Tuhan akan menolong dan memberikan jalan keluar kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang menguatkan hatiku. Tambahkanlah imanku agar aku semakin percaya dan mengandalkan Engkau saat masalah melanda hidupku. Amin. (Dod).
In 2026, 40 new submarine cables go live. Most won't land in Europe. Europe is losing the sea cable race, and most people haven't noticed yet.In this second part of our sea cables conversation, host Peter Ernst sits down with Ernst Noorman, the Netherlands' Cyber Ambassador-at-Large and a member of the ITU Advisory Body on Submarine Cable Resilience, to move from the “how” of sea cables to the “why it matters.”We compare two places that were once called the two hardest spots in the world to build digital infrastructure, Amsterdam and Singapore, and unpack how Singapore solved its crunch with 32 cable landings, five years of zero cable faults, and a green-energy-first tender process, while the Netherlands risks resting on a 30-year-old head start.Along the way: the difference between sovereignty and autonomy, why “always the cheapest option” no longer works, the EU Cyber Resilience Act and security by design, what NIS2 means for boards and CEOs personally, and why Europe needs to stop being modest about Airbus-sized wins.Chapters00:00 — 40 new cables, most skip Europe00:30 — Meet Ernst Noorman & the ITU advisory body02:00 — The sea cable map is being redrawn04:08 — Why the Netherlands risks losing its head start06:26 — How Singapore solved it: 32 landings, zero faults08:09 — Tax cuts for digital, would Europe ever?08:59 — Sovereignty vs autonomy: it's about choice15:02 — You can't own the whole stack (ASML, Nokia, Ericsson)15:53 — Why “always the cheapest” stops working17:47 — The Cyber Resilience Act & security by design18:51 — The water-from-the-tap analogy19:51 — What boards and CEOs must actually ask25:30 — Back to Singapore: government-led, by design29:39 — The good news: Europe's real strengths36:15 — What needs to happen in the next 3–5 yearsThreat Talks is a podcast by ON2IT and AMS-IX. Subscribe for more on Zero Trust, cyber resilience, and the infrastructure behind the internet.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Itu Naturalisme? Diambil dari: Lukas 18:27 “Kata Yesus: ‘Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu cara berpikir yang disebut naturalisme. Naturalisme adalah cara berpikir yang mengatakan bahwa semua hal harus dijelaskan hanya dengan apa yang biasa terjadi di dunia ini. Jadi, kalau ada sesuatu yang ajaib atau mujizat, orang yang berpikir seperti ini akan langsung berkata, “Itu tidak mungkin,” karena mereka tidak mau percaya bahwa Tuhan bisa bertindak di luar hal-hal biasa.Coba bayangkan begini. Kalau sebuah pohon tumbang saat ada angin besar, itu hal yang biasa terjadi. Tetapi kalau Tuhan melakukan sesuatu yang ajaib, seperti menyembuhkan orang sakit dengan kuasa-Nya, orang yang berpikir secara naturalisme akan langsung menolak kemungkinan itu. Bukan karena mereka sudah memeriksa semuanya dengan jujur, tetapi karena sejak awal mereka sudah memutuskan bahwa mujizat tidak mungkin ada.Nah, di situlah masalahnya, Wonder Kids. Kalau seseorang dari awal sudah menutup pintu bagi kuasa Tuhan, maka ia tidak akan mau menerima apa pun yang menunjukkan bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi. Kalau Tuhan bisa menciptakan semuanya, tentu Tuhan juga sanggup melakukan hal yang mustahil bagi manusia.Firman Tuhan dalam Lukas 18:27 berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” Itu berarti kita tidak boleh membatasi Tuhan hanya pada apa yang biasa kita lihat setiap hari. Tuhan memang sering bekerja melalui hal-hal biasa, tetapi Tuhan juga sanggup melakukan hal-hal luar biasa menurut kehendak-Nya.Wonder Kids, ini tidak berarti kita harus percaya sembarang cerita aneh. Kita tetap perlu belajar dengan bijak dan hati-hati. Tetapi kita juga tidak boleh sombong seolah-olah Tuhan tidak mungkin melakukan mujizat. Anak Tuhan percaya bahwa Allah itu besar, berkuasa, dan tidak terbatas oleh pikiran manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu menghadapi sesuatu yang terasa sulit atau mustahil, katakan dalam doamu, “Tuhan, bagi manusia ini sulit, tetapi bagi-Mu tidak ada yang mustahil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang mahakuasa. Tolong aku supaya tidak membatasi Engkau dengan pikiranku yang kecil, tetapi percaya bahwa Engkau sanggup melakukan apa yang mustahil bagi manusia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: manusia punya batas, tetapi Tuhan tidak. Apa yang mustahil bagi manusia tetap mungkin bagi Allah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang Menolak Tuduhan SalahDiambil dari: Markus 6:3 “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang salah menilai seseorang? Misalnya, ada anak yang dianggap biasa saja, padahal sebenarnya dia sangat baik. Atau ada orang yang langsung menuduh tanpa benar-benar melihat buktinya. Itu bisa terjadi juga saat orang berbicara tentang Yesus.Ada orang yang mau menerima bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, tetapi mereka tetap menolak siapa Yesus sebenarnya. Mereka berkata bahwa Yesus hanya manusia biasa. Ada yang bilang Yesus hanya guru yang baik. Ada yang bilang Yesus hanya orang yang pandai berbicara. Tetapi mereka tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.Masalahnya, kalau kita sungguh melihat semua yang Yesus lakukan dan semua yang Alkitab katakan, tuduhan-tuduhan itu tidak cukup. Yesus bukan hanya orang baik biasa. Yesus mengampuni dosa, melakukan mujizat, menerima penyembahan, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Tidak ada manusia biasa yang seperti itu. Karena itu, kita harus hati-hati supaya tidak membuat Yesus menjadi lebih kecil daripada yang Alkitab nyatakan.Dalam Markus 6:3, orang-orang di kampung Yesus sulit menerima Dia karena mereka merasa sudah mengenal-Nya. Mereka melihat Yesus hanya dari luar. Mereka tahu keluarga-Nya, tahu tempat asal-Nya, tetapi hati mereka tidak mau percaya. Mereka dekat secara lahiriah, tetapi tidak sungguh mengenal siapa Yesus sebenarnya.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Kita bisa sering mendengar nama Yesus, sering datang ke gereja atau Sekolah Minggu, tetapi tetap belum sungguh percaya kepada-Nya. Kita bisa tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum benar-benar mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tuhan mau kita tidak berhenti pada pengetahuan luar saja. Tuhan mau kita sungguh percaya kepada Yesus sebagaimana Dia dinyatakan dalam firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau dari luar. Tolong aku sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya manusia biasa, tetapi Anak Allah yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dari luar tidak cukup. Kamu perlu sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatmu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 6 Juni 2026Bacaan: "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:8)Renungan: Selama ini orang berpendapat bahwa pergi beribadah ke gereja hanya merupakan wujud rutinitas keagamaan. Bila kita termasuk orang yang berpendapat seperti itu, maka berubahlah. Sebab ada penelitian yang menyatakan bahwa pergi beribadah ke gereja berdampak positif pada kesehatan. Salah satunya mampu menurunkan tekanan darah. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan ketenangan yang diperoleh seseorang saat ada di gereja dan melakukan penyerahan diri kepada Tuhan. Rasul Paulus memang hidup berabad-abad silam, tetapi ternyata ia juga sependapat bahwa ibadah amat bermanfaat bagi yang melakukannya. Itu yang dimaksudkannya dalam kalimat "ibadah itu berguna dalam segala hal." Seharusnya memang ibadah tidak boleh dipandang sebagai kewajiban yang harus dilakukan setiap orang demi membuktikan dirinya memiliki agama, melainkan salah satu kebutuhan utama yang harus dilakukan demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik secara jasmani maupun rohani. Akan tetapi kesadaran bahwa beribadah merupakan kebutuhan utama juga harus diikuti oleh sikap yang benar ketika melakukannya. Firman Tuhan mengajarkan bahwa ibadah tidak semata-mata hadir di tempat ibadah, melainkan juga kesediaan kita untuk merendahkan diri kepada-Nya, mengaku dosa, mengampuni sesama, menyerahkan semua persoalan pada kehendak Tuhan, serta percaya bahwa campur tangan kuasa Tuhan akan membuat segala perkara berakhir dengan baik. Jika kita melakukannya, tentu tidak ada lagi alasan bagi kita untuk merasa khawatir. Saat itu terjadi, kita akan lebih damai sejahtera dan bersukacita. Pada gilirannya, sukacita dan damai sejahtera itulah yang akan membuat tubuh kita sehat. "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang" (Ams. 17:22). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar aku senantiasa mau datang ke rumah-Mu untuk ibadah tanpa paksaan tetapi karena aku membutuhkan Engkau. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 4 Juni 2026Bacaan: "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18)Renungan: Tabonya Siddiqui mengalami luka permanen Jakibat insiden yang dialaminya saat kecil di Dhaka, Bangladesh. Usianya masih 8 tahun saat lampu minyak yang ia nyalakan karena listrik padam, tiba-tiba meledak. Api melalap tubuhnya hingga memerlukan pemulihan yang lama dan melalui serangkaian operasi yang menyakitkan. Namun itu semua tidak menghalanginya meraih cita-cita menjadi model. Impiannya terwujud ketika dipercaya menjadi model Next, produk fesyen ternama. Tanpa memanipulasi cacat fisiknya, ia berhasil mewujudkan mimpi. Siapapun ingin memiliki masa depan yang baik, tetapi jika melihat masa lalu, latar belakang, tingkat pendidikan, dan lingkungan kita berada, tidak jarang diri sendiri merasa keinginan memiliki masa depan yang baik adalah sesuatu yang muluk. Padahal, tidak ada satu impian yang terlalu muluk bagi setiap orang yang bersungguh-sungguh berusaha mewujudkannya. Sebenarnya perasaan tersebut muncul karena kita telah membatasi kemampuan diri sendiri. Jika perasaan itu tidak disingkirkan dapat menjadi penghalang terbesar kita untuk mewujudkan impian. Alkitab mencatat banyak kisah orang yang tetap memegang mimpinya meski di tengah situasi sulit. Salah satunya adalah Yusuf yang tetap percaya bahwa kelak dirinya akan menjadi orang paling mulia di tengah keluarga dan saudara-saudaranya. Itu sebabnya, ia mampu bertahan saat menghadapi masa-masa sulit, baik ketika dijual oleh saudara-saudaranya, difitnah istri Potifar, hingga saat berada di penjara. Yusuf sadar, jika ia menyerah dengan keadaan maka masa depan yang indah itu pasti tidak akan pernah dimilikinya. Apapun situasi yang kita hadapi saat ini, mari katakan pada diri sendiri untuk selalu optimis. Percayalah bahwa ada masanya awan kelam kesukaran akan berlalu dari hidup kita untuk berganti dengan pelangi yang indah! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan keterbatasanku ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah apa yang menjadi kekuranganku, sehingga bagaimanapun keadaanku, asal Kau ada bersamaku, maka hidupku bisa berdampak bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 2 Juni 2026Bacaan: "Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab la akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu." (1 Korintus 3:13)Renungan: Lance Armstrong adalah pembalap sepeda yang berhasil memenangi 7 kali kejuaraan Lance Tour de France, sehingga ia dianggap salah satu legenda olahraga dunia. Sayangnya situasi berubah drastis setelah Badan Anti Doping Amerika Serikat mendapati bahwa Armstrong positif menggunakan doping selama kejuaraan Tour de France periode 1999-2005. Itu berarti prestasi Armstrong telah didapat dengan cara tidak benar. Akibatnya, 7 gelarnya dicopot, posisinya sebagai direktur yayasan kanker ditanggalkan, dan kontrak dengan perusahaan alat olahraga Nike diputus. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Meski kita telah berhati-hati, kesalahan pasti akan terjadi. Hal ini alamiah, sebab pada dasarnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ketika kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja, hal itu tentu masih bisa dimaafkan. Namun, bagaimana jika kesalahan tersebut adalah sesuatu yang disengaja? Sebenarnya untuk kesalahan yang disengaja, hal tersebut dapat dimaafkan apabila orang yang melakukannya bersedia mengakuinya dengan jujur dan mau berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau ini yang terjadi, maka firman Tuhan dalam Amsal 28:13 yaitu, "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayang," akan menjadi kenyataan dalam hidupnya. Sayangnya tidak semua orang yang sengaja melakukan kesalahan bersikap serupa, daripada mengaku, mereka malah berusaha menutup-nutupi kesalahannya dengan berbagai cara. Malahan, demi lebih meyakinkan orang, bersumpah demi nama Tuhanpun berani dilakukan. Menutupi kesalahan adalah perbuatan sia-sia. Sebab setiap kesalahan pasti akan terungkap seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, upaya menutupi kesalahan hanya akan memberikan beban psikologis yang akan membuat kita tidak merasa damai sejahtera. Jadi, jika kita melakukan kesalahan, pilihan terbaik adalah mau mengakuinya dengan jujur. Pertanyaannya, bersediakah kita dengan segala kerendahan hati melakukannya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering melakukan kesalahan dan berusaha untuk kututupi. Bantulah aku agar aku dapat terbuka untuk mengakui setiap kesalahan yang aku perbuat agar damai sejahtera-Mu kembali menguasaiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 1 Juni 2026Bacaan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7)Renungan: Ibrahim Hamadtou terus mengasihani dirinya sendiri setelah kedua lengannya diamputasi waktu kecil. Semangatnya kembali bangkit saat ia tahu bahwa ada atlet dengan kekurangan fisik di pusat pemuda setempat. lapun memilih menekuni tenis meja meski pada awalnya sulit memakai lengannya yang tersisa. Setelah gagal berkali-kali, akhirnya ia memegang gagang bet dengan mulutnya. Melekukkan leher, pinggul dan bahunya sambil menggunakan kakinya yang lincah, sedangkan kaki satunya menjemput bola dan melemparkannya ke udara. Gaya uniknya membawanya ke Paralimpiade Rio 2016. Kita sadari atau tidak, ketakutan yang menguasai diri kita dapat membuat gerakan kita menjadi terbatas, hingga timbul perasaan frustrasi dan putus asa. Padahal, Tuhan senantiasa mempunyai rencana yang indah atas hidup kita. Namun, jika Roh Tuhan berdiam dalam kita maka kita akan dimampukan untuk dapat menemukan visi-Nya, yang menjadikan hari-hari kita bersinar dan menimbulkan keyakinan bahwa masa depan kita selalu terjamin. Itu sebabnya, Rasul Paulus menuliskan dalam suratnya kepada Timotius, anak rohaninya, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." Paulus mengingatkan agar Timotius tidak ragu untuk memberitakan Injil Kristus, karena Dia sendiri yang akan memampukannya, sehingga ia selalu dapat memancarkan terang kasih-Nya. Mungkin hari-hari ini kita mempunyai kelemahan yang membuat diri sendiri berpikir kalau kita tidak akan bisa sukses. Ingat pesan Rasul Paulus kepada Timotius pagi ini! Daripada merasa minder karena kelemahan yang kita miliki, marilah kita melekat kepada Tuhan karena Dia dapat mengubah ketakutan kita menjadi semangat yang berkobar, untuk terus maju menuntaskan panggilan Tuhan atas hidup kita. Yakinlah bersama Tuhan, kita mampu mengalahkan kelemahan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah roh ketakutan dari dalam diriku dan gantikan dengan damai sejahtera-Mu, sehingga dengan damai-Mu aku dapat menjalani hari-hari hidupku dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahwa bersama Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Mei 2026Bacaan: "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia." (Matius 4:20)Renungan: Seorang pria menolak setiap kali ia diajak oleh sahabat-sahabatnya untuk pergi ke gereja. "Aku sibuk bekerja. Aku tidak punya waktu," katanya. Sehari-hari pria itu mengelola toko sembako. la tidak mau libur pada hari Minggu, karena pada hari inilah para pengunjung sangat ramai. Itu sebabnya, bagi pria tersebut pergi gereja pada hari Minggu seperti melewatkan keuntungan yang sangat besar. Berbeda dengan pria tersebut, saat Yesus berjalan menyusuri danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara Simon Petrus dan Andreas. Keduanya nelayan, sedang menebar jala untuk menangkap ikan. Kata Yesus kepadanya, "Mari, ikutlah Aku." Segera mereka meninggalkan jalanya untuk mengikut Yesus. Kemudian dilihat-Nya juga dua bersaudara lain, Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala mereka. Yesus memanggil mereka, lalu segera mereka meninggalkan perahu. Persamaan mereka adalah kaki mereka tidak terjerat jala. Jala adalah alat untuk menangkap ikan. Dalam kehidupan sehari-hari jala digambarkan sebagai berkat Tuhan. Menakjubkan saat dipanggil oleh Yesus, mereka segera mengikut Yesus. Sementara saat ini banyak orang percaya kakinya 'terjerat jala. Setiap hari terlalu sibuk mengejar berkat sampai tidak punya waktu untuk beribadah, apalagi melayani Tuhan. Berkat seolah menahan kaki hingga tidak bisa melangkah memenuhi panggilan Tuhan atas hidup mereka. Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing. Apapun panggilan Tuhan, ketahuilah ada hal-hal mulia yang Tuhan ingin kita lakukan dalam panggilan tersebut. Itu sebabnya, dalam mengikut Kristus jangan biarkan diri terlalu sibuk mengejar berkat. Namun, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan..." (Mat. 6:33). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas berkat-berkat itu dengan cara meluangkan waktuku yang terbaik untuk senantiasa berkencan dengan-Mu dan melayani-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 25 Mei 2026Bacaan: "Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)Renungan: Pascabayar dan prabayakit kedua istilah ini pasti tidak asing bagi kita, para pengguna telepon seluler atau jaringan internet tanpa kabel. Ya, ini adalah sistem pembayaran tagihan pulsa atau kuota kita. Mau bayar di muka atau bayar belakangan? Diri sendirilah yang menentukan pilihan. Namun, tahukah kita bahwa sistem pembayaran ini juga dipakai ketika kita menerima berkat dan melakukan dosa? Bacaan di atas menyatakan dengan jelas bahwa berkat itu datang dan menjadi bagian kita, kalau kita mendengarkan suara-Nya. Berkat itu ada syaratnya. Berkat itu ada harga yang harus dibayar di muka sebelum menerimanya. Jadi, tidak ada berkat yang dinikmati dahulu baru dibayar harganya. Tidak ada berkat yang gratis dan seenak kita dalam menggunakannya. Lain halnya dengan dosa bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena keinginan itu menyeret dan memikatnya (Yak. 1:14-15). Kalau keinginan itu memikat pasti keinginan itu menyenangkan, indah, dan memuaskan. Namun, jika keinginan yang memikat itu dibuahi dalam perbuatan, muncullah dosa. Lalu, dari dosa lahirlah maut. Dosa itu membayarnya selalu belakangan, karena dosa selalu menawarkan kenikmatan, kesenangan, kepuasan, dll. Itu sebabnya dosa selalu memikat manusia. Awalnya memang enak, tetapi akhirnya harus membayar mahal bahkan membayar dengan maut. Bagaimana dengan diri sendiri? Setelah membaca firman Tuhan dan renungan pagi ini, kiranya kita lebih menyukai berkat ketimbang dosa. Sekalipun untuk memperoleh berkat, kita harus membayar harganya dahulu, yaitu ketaatan serta kesetiaan kepada Tuhan dan firman-Nya. Pertanyaan sekali lagi untuk kita, pilih pascabayar atau prabayar? Pilih dosa atau berkat? Mari kita jalani kehidupan penuh berkat dengan membayarnya lebih dahulu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat, agar sebelum aku bertindak, aku senantiasa menyadari bahwa aku adalah anak-Mu, sehingga apa yang kulakukan seperti yang Kau inginkan. Amin. (Dod).
Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 9 Mei 2026Bacaan: "Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: " Tuhan, tolonglah aku! " (Matius 14:30)Renungan: Seorang atlet terkadang bisa bermain dengan sangat bagus. Sebut saja pemain badminton. Ketika bermain sedang bagus, permainannya terlihat sedemikian sempurna. Musuh pun kesulitan dibuatnya. Dia pun menjadi pemenang. Namun, kadang pemain badminton yang sama juga bisa bermain sangat buruk. Tidak memainkan pola permainan yang tepat. Permainan yang mudah ditebak oleh lawan. Bahkan, kerap melakukan kesalahan sendiri yang akhirnya menambah poin untuk lawan. Atlet terbaik sekelas dunia pun bisa mengalami hal-hal seperti ini. Jika demikian, apakah mereka harus gantung raket dan gantung sepatu? Tentu tidak! Bukannya menyerah, tapi mereka harus berlatih lebih keras sambil memperbaiki apa yang kurang dari permainan mereka yang sebelumnya. Perjalanan iman kita pun bisa mengalami seperti itu. Iman kita bisa naik turun. Ada waktunya kita punya iman yang sedemikian besar, tapi terkadang kita bahkan tidak punya iman sama sekali. Ada saat di mana kita bisa melangkah dengan sedemikian pasti, tapi ada saat kita dipenuhi dengan keraguan dan kebimbangan. Petrus dalam bacaan kita hari ini juga seperti itu. Ada waktu Petrus bisa punya iman yang sedemikian besar dan itu bisa membuatnya berjalan di atas air! Tapi saat ia merasakan hembusan angin, imannya tiba-tiba drop dan ia dipenuhi dengan kebimbangan sehingga akhirnya mulai tenggelam dalam air. Dalam situasi tenggelam itu, Yesus pun hadir. Ada hal penting yang bisa kita pelajari dari kisah ini. Jangan pernah menyombongkan diri seolah-olah kita tidak akan bisa lemah iman. Tentu bukan maksud untuk mengatakan bahwa iman yang lemah itu baik. Justru kita harus menyadari bahwa kita butuh kasih karunia Tuhan, bahkan dalam hal iman! Itu sebabnya murid-murid pun pernah meminta kepada Yesus, "Tambahkanlah iman kami" (Luk 17:5). Kabar baiknya, di saat kita lemah iman sesungguhnya Tuhan tidak pernah membiarkan kita tenggelam. Dia akan menyatakan menguatkan, meneguhkan, dan menyatakan pertolongan tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, sehingga dalam situasi apapun aku tetap setia mengiringi Engkau. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 5 Mei 2026Bacaan: sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan. (Markus 7:21)Renungan: Suatu ketika seorang suami keluar rumah dengan membanting pintu. la jengkel kepada istrinya karena saat hendak berangkat kerja, baju kerjanya belum disiapkan sementara si istri asyik dengan gadgetnya. Saat ditegur, si istri membalas, mestinya ia bisa menyiapkan sendiri baju kerjanya. Si suami tersinggung. la berpikir, bukankah tugas istri itu melayani suami. la pun merasa tidak dihormati. Dari perasaan itu, ia bersikap kasar dengan membanting pintu sambil mengumpat kepada sang istri. Pikiran, perasaan, dan tindakan adalah 3 hal yang selalu saling berkaitan. Pikiran negatif menghasilkan perasaan negatif dan darinya lahirlah tindakan negatif. Sebaliknya, dari pikiran positif akan muncul perasaan dan tindakan positif. Yesus mengingatkan ini dengan sangat jelas. Berzina bukan hanya soal tindakan, tapi itu dimulai sejak dari pikiran. Sebelum Kain membunuh Habel, Tuhan sudah memperingatkannya bahwa hati Kain yang panas itu bisa berujung kepada tindakan dosa. Segala kejahatan pun dimulai dari hati dan pikiran. Apa yang dilakukan oleh mulut, tangan, kaki dan seluruh bagian tubuh lainnya ditentukan oleh pikiran. Apa yang kita rasakan juga sangat dipengaruhi oleh apa yang kita pikirkan. Dan apa yang kita pikirkan sangat dipengaruhi oleh apa yang kita masukkan ke dalam pikiran tersebut. Jika yang kita masukkan adalah berita-berita negatif, gosip, perkara-perkara cabul, kebohongan, kejahatan, atau hal yang sia-sia lainnya, maka itulah yang akan kita pikirkan dan itu juga yang akan kita lakukan. Itu sebabnya, Filipi 4:8 mengingatkan agar kita menjaga pikiran dengan hanya memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Memang di zaman arus informasi begitu deras seperti saat ini, tantangan kita makin besar. Namun, seperti kata bijak berkata, kita tidak bisa menghalangi burung terbang di atas kita, tapi kita bisa menghalangi burung itu bersarang di kepala kita. Isi terus pikiran kita dengan hal-hal yang positif dan berkenan di mata Allah hingga hal-hal negatif dan berdosa tidak punya kesempatan untuk masuk ke pikiran kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar selalu berpikir positif, berperasaan positif dan akhirnya bertindak positif. Sehingga melalui kehadiranku banyak orang diberkati. Amin. (Dod).
Confira nesta edição do JR 24 Horas: Governo do RJ amplia exonerações e chega a 668 demissões em um mês. Emprego feminino cresce, mas mulheres ainda ganham 21,3% menos no Brasil. Bloqueio do estreito de Ormuz derruba exportações do Brasil ao Oriente Médio. Fórum em Itu, no interior de SP, reúne lideranças para debater desenvolvimento e inovação.
Foundations of Amateur Radio The other day I went for a walk around the block for the first time in a while. It's something I did for a time and then for several reasons, mostly to do with health, didn't. For me it's the mental equivalent of having a shower with the added benefit of not having to dry my hair, in other words, it's a place I go to with the intent of generating shower thoughts. During my walk, away from the forces pulling me in all manner of directions, none of which have anything to do with amateur radio, away from my keyboard, away from my screen, away from technology challenges, although I'll admit that my phone was in my pocket, I took about twenty minutes to walk and daydream, to follow my thoughts and to see where they'd end up. I got to this point because sitting at my desk I was getting nowhere trying to put together my thoughts in any sequence at least resembling coherence. While it's happened before, it's not something that occurs often. The day before I'd started writing, almost as-if possessed, about what amateur radio means to me, but during my walk I started wondering about the people who leave this hobby and the community embracing it. I've often said that F-troop is a weekly net for new and returning amateurs, both people who have a license that's still hot off the printer, and others who have one typed up on an IBM Selectric, signed with a quill, ink faded with age, paper yellowed by sunlight, potentially with coffee mug rings on it, stashed somewhere in a drawer. I wondered about those returning amateurs and asked myself about the nature of leaving a hobby. It occurred to me that people leave for many different reasons, and it would be foolhardy to consider that all of those reasons are controllable by our community. While bullying and arguments exist, each responsible for their share of people leaving, it seems to me that some amateurs leave because there's too much other stuff going on in their lives, things that actively or passively prevent amateurs from participating. This is difficult for me to relate to because for me, amateur radio is an intrinsic part of my life, in that it often quietly shapes how I view the world and learn from it. I see it when I notice a television antenna pointing in the wrong direction, when I install a new Wi-Fi router somewhere, when a signal is lost to a manned mission around the Moon, when I open the garage door and when I read that researchers at the National Institute for Standards and Technology, better known as NIST, have developed a new method for creating chips that process photons similarly to how traditional chips process electrons which can generate a rainbow of colours, though they didn't use the letter "u" to describe them. While those examples might be somewhat obvious, amateur radio is also there when I see someone share a tiny electronic paper screen on social media and I consider how I might use that when I go portable. It's there when I'm walking in a park and when I'm looking at a beach, it's there when I see metal artworks or painters poles at the local hardware store and when I watch a movie with radios anywhere on screen. It's there when the topic of physics arises and when some electromagnetic phenomenon occurs. Like radio waves and air, it's pretty much part of my daily existence. I will add that this same depth of connection exists between me and computers. Watching "Flight of the Conchords" I cannot help but notice that Murray's computer keeps changing and that I miss the Commodore Vic 20 sitting behind him surrounded by ever changing New Zealand tourism posters. In other words, I cannot imagine ever not having radio or computers in my life. I'm mentioning all this because my experience isn't universal. While I'm sure that I'm not alone in this deep affinity, the community as a whole invariably ranges between people who could take or leave the hobby at a moment's notice and those who couldn't live without it and beyond our community there are people who are, depending on your perspective, blissfully or woefully, unaware of our existence. All this to say, your experience of this hobby is not the same as that for everyone else, neither is your experience of life. This is revealed more clearly in what we think the hobby means, whether or not FT8 is a blessing or a curse, contesting is ridiculous or amazing, why 40m is better than 20m or vice-versa and if the hobby died when the ITU stopped requiring Morse code, or saw a rebirth. It should be obvious by now, but I think it's important to be explicit. Amateur radio is your hobby. It's what it means for you. Not for your mate, not for me, not for the people in your club, the local email list or social media. Just you. So, use this as an opportunity to think about this, in my not so humble opinion, absolutely amazing hobby and what place it has in your life. I'm Onno VK6FLAB
Beginilah jadinya bila partai politik bergantung pada sosok: ketika pamor dan pengaruh ketua melorot, partai menjadi ringkih. Itu yang terjadi pada Surya Paloh di Partai NasDem. Presiden Prabowo yang mengetahui kondisi internal NasDem, disebut-sebut menggagas penggabungan NasDem dengan Gerindra. Partai personal mudah terjerumus privatisasi, saat paceklik terjadi pendiri dapat menawarkan merger atau menyerahkan partainya untuk diakuisisi partai lain. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 April 2026Bacaan: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2) Renungan: Seorang wanita mendatangi George Crane untuk berkonsultasi, karena ia membaca artikel yang ditulis oleh George Crane di salah satu surat kabar. la bercerita tentang suaminya dengan kebencian yang sangat besar. la berkata bahwa ia tidak tahan lagi hidup dengan suaminya dan akan segera minta diceraikan. Tetapi sebelum ia diceraikan, ia harus membuat rencana balas dendam atas semua rasa sakit yang dialaminya. George Crane berpikir sejenak, kemudian ia berkata, "Nyonya, sekarang pulanglah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bersabarlah sedikit waktu lagi agar Anda dapat membalaskan sakit hati itu. Saran saya, cobalah untuk menunjukkan seolah-olah Anda sangat mencintainya. Setiap pagi berikan ia secangkir kopi dan roti, sambil mengatakan bahwa Anda mengasihinya. Ketika ia melakukan sesuatu yang tidak baik, cobalah untuk tersenyum kepadanya. Berusahalah sabar untuk mendengar keluh kesah atau petualangan-petualangannya sepanjang hari, sehingga ia berpikir bahwa Anda sangat mengerti akan dia. Kemudian setelah dua bulan, barulah Anda menyatakan bahwa Anda ingin bercerai dengannya. Itu akan menjadi seperti sebuah bom yang menghancurkan hatinya." "Wah, ide Anda bagus sekali Pak." sahut wanita itu. Kemudian wanita itu pulang dengan suatu rencana yang jitu. Dua bulan kemudian wanita itu kembali menemui George Crane. Setelah ia duduk, George Crane bertanya, "Apakah sekarang Anda siap menceraikan suami Anda?" "Bercerai? Saya tidak akan pernah menceraikan suami saya Pak. Sekarang saya benar-benar mengasihinya!" jawabnya dengan yakin. Jika kita menginginkan situasi yang lebih baik di rumah atau di kantor, kita tidak perlu menuntut orang lain untuk berubah terlebih dulu, mulailah perubahan itu dari diri kita sendiri. Ketika kita menunjukkan bahwa kita mau memulai perubahan dari diri kita sendiri, maka itu akan memberi inspirasi dan memotivasi orang-orang di sekitar kita untuk berubah. Pada awalnya perubahan yang kita mulai memang akan membuat orang lain bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi sehingga ia yang tadinya sangat cerewet kini jadi lebih bisa menguasai lidahnya; dia yang tadinya kasar, kini lebih lemah lembut, dia yang tadinya cuek habis, kini mulai perhatian; dia yang tadinya pelit, kini mulai murah hati; dia yang tadinya pemalas, kini mulai rajin, dan seterusnya. Tetapi, seiring dengan perubahan yang kita mulai, orang-orang di sekeliling kita juga akan mulai berubah. Marilah kita berubah dari hari ke hari menjadi pribadi yang karakternya semakin serupa dengan Kristus. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Rm 12:2). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mau dibentuk supaya menjadi seperti Yesus di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Baharuilah hati dan pikiranku setiap hari. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 April 2026Bacaan: "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja." (Amsal 14:23) Renungan: Dahulu kala di sebuah desa, hiduplah dua orang pengikut Yesus, yang satu miskin dan yang satunya lagi lebih berada. Suatu hari, orang yang miskin itu berkata kepada temannya yang lebih berada, bahwa ia akan pergi ke sebuah negeri untuk belajar memperdalam ilmu. Setengah mengejek, temannya berkata, "Kamu tidak usah berangan-angan. Pergi ke negeri seberang itu tidaklah mudah karena butuh uang yang banyak. Lagi pula kamu belum pernah keluar dari desa kecil kita ini." Orang yang miskin pun menjawab, "Aku akan membawa sebuah cangkir untuk menampung air dan sebuah piring untuk menampung nasi dan itu sudah cukup bagiku." "Itu semua omong kosong, kamu mimpi," jawab temannya yang lebih berada itu. Dua tahun kemudian, si miskin kembali setelah berhasil mewujudkan semua impiannya. Mendengar si miskin telah berhasil, temannya menjadi sangat malu karena sampai saat itu hidupnya masih seperti dulu, tidak ada perubahan dan kemajuan sedikitpun. Napoleon Hill berkata, "Ketika Anda mengambil satu keputusan, berusahalah secepatnya untuk mewujudkannya. Sekecil apapun langkah yang Anda ambil, itu akan cukup menjadi pemacu semangat Anda." Angan-angan dan perencanaan besar akan tetap menjadi angan-angan jika kita tidak segera mewujudkannya. Keputusan dan rencana apapun yang telah diambil, harus kita mulai dengan langkah-langkah nyata. Jangan menunggu sampai keadaan menjadi baik atau kondisi terlihat menguntungkan baru kita mulai bertindak, karena hanya dengan tindakan sebuah impian akan menjadi kenyataan. Abraham tidak akan pernah merasakan perbuatan-perbuatan Allah yang dahsyat dan ajaib kalau ia tidak mengambil keputusan untuk meninggalkan negerinya. Mengapa sampai saat ini kita belum melihat suatu perubahan di dalam pekerjaan maupun pelayanan kita? Mungkin saja ini disebabkan karena kita belum juga bertindak. Program-program pelayanan maupun ide-ide yang bagus untuk pekerjaan kita tidak ada gunanya kalau kita hanya mencanangkan dan membicarakannya saja. Demikian juga dengan impian-impian besar mengenai suatu usaha atau bisnis, tidak akan pernah terwujud kalau kita tidak bertindak. Mulailah dari apa yang dapat kita kerjakan, kerjakan itu dengan kesungguhan dan ketekunan dan di dalam semuanya itu, izinkan Tuhan yang menuntun. Andalkan Dia dan bukan kemampuan kita. Jangan lupa bahwa langkah pertama itu sangatlah penting. Kalau kita tidak pernah mengambil langkah pertama, maka langkah-langkah selanjutnya tidak akan pernah ada. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku keberanian untuk bertindak dan mewujudkan impian-impianku. Aku percaya, bersama-Mu selalu ada jalan keluar menuju kesuksesan. Amin. (Dod).
Send us Fan MailToday, we are diving deep into the science of speed and the nuances of endurance with a guest who has been at the forefront of the UK triathlon scene for years.Joining us is Paul Gardner, a performance coach and competitor whose credentials speak for themselves. Paul was a true pioneer in the industry, becoming the very first person in the UK to pass the BTF Diploma in Triathlon Coaching. He's also a certified Ironman and ITU coach, with a world-renowned reputation as a specialist in swim technique, providing tuition to athletes on both national and international stages.But Paul isn't just about traditional coaching; he's a disruptor. Driven by the belief that the market needs to move away from "one size fits all" training, he created racestronger® custom—a platform dedicated to recognizing and catering to athlete abilities with a level of granularity the industry has been missing.Whether you're looking to shave seconds off your swim split or want to understand how data-driven customization can transform your performance, you won't want to miss this.Follow Paul on Instagram racestrongerFacebook Paul Gardenerhis website is www.racestronger.comYoutube - LovetriSwimwerxYou Can Follow us onYouTube - AMP GBInstagram @amp_podcastFacebook : Richard Joseph Conwayfind all our episodes on our websiteWebsite is : https://agegroupmultisportpodcast.buzzsprout.com/email: agegroupmultisportpodcast@gmail.comIf you are an agegroup athlete and would like to come on the pod, get in touch.Support the show