POPULARITY
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH YOHANES?Diambil dari: Yohanes 21:24 (TB)“Dialah murid yang bersaksi tentang semuanya ini dan yang menuliskannya, dan kita tahu bahwa kesaksiannya itu benar.”Wonder Kdis, Hari ini kita belajar tentang Yohanes, penulis Injil Yohanes. Yohanes adalah salah satu dari dua belas murid Yesus dan termasuk murid yang sangat dekat dengan-Nya. Alkitab bahkan menyebut Yohanes sebagai murid yang dikasihi Yesus. Sebelum mengikut Yesus, Yohanes adalah seorang nelayan. Yesus memanggil Yohanes dan saudaranya Yakobus untuk mengikut Dia. Yesus memberi mereka julukan “anak-anak guruh”, karena mereka punya sifat yang berapi-api.Yohanes mengikuti Yesus hampir sepanjang pelayanan-Nya. Ia melihat mukjizat-mukjizat Yesus. Ia mendengar ajaran-ajaran Yesus. Ia bahkan berdiri dekat salib ketika Yesus disalibkan. Karena itulah Injil Yohanes ditulis sebagai kesaksian langsung dari seseorang yang benar-benar mengenal Yesus. Yohanes tidak menulis cerita yang ia dengar dari orang lain—ia menulis apa yang ia lihat, dengar, dan alami sendiri. Yohanes ingin setiap orang yang membaca Injilnya tahu satu hal: Yesus adalah Anak Allah, dan percaya kepada-Nya membawa hidup yang kekal.Wonder Kids, Tuhan bisa memakai siapa saja—nelayan biasa seperti Yohanes—untuk melakukan hal besar ketika hidupnya mau dipakai oleh Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu cara sederhana kamu bisa menunjukkan bahwa kamu pengikut Yesus—lewat perkataan, sikap, atau tindakanmu.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memanggil Yohanes dan memakainya untuk bersaksi tentang Engkau. Tolong aku juga hidup sebagai saksi-Mu lewat hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan bisa memakai hidupmu untuk menunjukkan siapa Yesus kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah JANDA YANG TIDAK MENYERAHDiambil dari: Lukas 18:1–8 (TB)“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.”Wonder Kids, Hari ini Yesus menceritakan sebuah cerita tentang seorang janda dan seorang hakim yang tidak adil. Hakim ini tidak takut akan Tuhan dan tidak peduli pada orang lain. Tapi janda ini terus datang kepadanya dan berkata, “Tolonglah aku! Berikan keadilan bagiku!” Awalnya hakim itu mengabaikan janda tersebut. Namun karena janda itu terus datang dan tidak menyerah, akhirnya hakim itu menolongnya—bukan karena dia baik, tetapi karena dia capek terus didatangi.Lalu Yesus mengajarkan sesuatu yang penting: Kalau hakim yang jahat saja akhirnya mau menolong, apalagi Allah yang baik dan mengasihi anak-anak-Nya. Yesus bukan sedang berkata bahwa Tuhan itu seperti hakim yang jahat. Justru sebaliknya! Yesus mau kita tahu bahwa Tuhan mendengar doa kita, dan Dia peduli.Kadang kita merasa doa kita belum dijawab. Kadang kita merasa Tuhan diam. Tapi cerita ini mengajarkan kita untuk tidak menyerah dalam berdoa. Wonder Kids, berdoa bukan soal seberapa sering kita minta, tetapi soal percaya bahwa Tuhan itu adil, baik, dan setia. Tuhan tidak pernah lelah mendengar doa anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu hal yang sudah lama kamu doakan. Hari ini, jangan menyerah. Datang lagi kepada Tuhan dan katakan dengan percaya.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang adil dan penuh kasih. Ajari aku untuk tidak menyerah dalam berdoa, walaupun jawabannya belum aku lihat. Tolong aku percaya bahwa Engkau selalu mendengar doaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak pernah bosan mendengar doa anak-anak-Nya. Jangan menyerah—teruslah berdoa. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENYEMBUHKAN 10 ORANG KUSTADiambil dari: Lukas 17:12–14 (TB)“Ketika Ia masuk ke suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: ‘Yesus, Guru, kasihanilah kami!' Lalu Ia memandang mereka dan berkata: ‘Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.' Dan sementara mereka di tengah jalan, mereka menjadi tahir.”Wonder Kids, hari ini kita baca kisah tentang sepuluh orang kusta. Pada zaman itu, orang yang punya penyakit kulit seperti kusta tidak boleh tinggal dekat orang lain, karena orang-orang takut penyakitnya menular. Makanya mereka berdiri jauh-jauh dan berteriak minta tolong kepada Yesus.Lalu Yesus melakukan sesuatu yang unik. Yesus tidak langsung bilang, “Sembuh sekarang!” Yesus berkata, “Pergi, perlihatkan dirimu kepada imam-imam.” Artinya, mereka harus taat dulu—melangkah dulu—percaya dulu pada perkataan Yesus. Dan Alkitab berkata sesuatu yang keren banget: “Sementara mereka di tengah jalan, mereka menjadi tahir.” Mereka sembuh sambil berjalan.Dari sini kita belajar 2 hal: Pertama, ketaatan itu penting. Mereka bisa saja berkata, “Ah, percuma… belum sembuh kok suruh pergi?” Tapi mereka memilih percaya dan taat—dan di tengah jalan Tuhan bekerja. Kedua, jangan lupa bersyukur. Di cerita ini, yang kembali untuk mengucap syukur cuma satu orang—dan orang itu bahkan bukan orang yang biasanya dianggap “paling benar” oleh orang banyak. Tapi dia justru datang kembali, sujud di kaki Yesus, dan berterima kasih.Wonder Kids, kadang kita juga begitu: kita minta tolong waktu susah, tapi setelah ditolong… kita lupa bilang, “Tuhan Yesus, terima kasih.” Yesus bukan cuma mau menyembuhkan tubuh kita—Yesus juga mau membersihkan hati kita dari dosa dan mengajar kita hidup untuk Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Sebutkan 1 hal yang kamu minta kepada Tuhan belakangan ini.Lalu sebutkan 1 hal yang Tuhan sudah tolong dalam hidupmu.Ucapkan dengan mulutmu: “Tuhan Yesus, terima kasih.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau peduli dan berkuasa menolong kami. Ajari aku untuk taat kepada firman-Mu, dan jangan lupa bersyukur saat Engkau menolongku. Bersihkan juga hatiku dari dosa dan tolong aku hidup menyenangkan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan suka anak yang taat—dan Tuhan juga suka anak yang tidak lupa bilang “terima kasih.” Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ANAK YANG HILANGDiambil dari: Lukas 15:24 (TB)“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali; ia telah hilang dan didapat kembali.”Wonder Kids, hari ini kita membaca perumpamaan yang sangat terkenal dan hanya dicatat oleh Lukas: kisah anak yang hilang. Yesus menceritakan tentang seorang anak bungsu, artinya anak terakhir, yang meminta bagiannya dari harta ayahnya. Setelah mendapatkan harta yang dia minta, ia pergi jauh, menghabiskan semuanya, dan akhirnya hidupnya hancur. Saat ia kehabisan segalanya, ia sadar bahwa hidup jauh dari ayahnya tidak membawa kebahagiaan.Kemudian karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia memilih untuk pulang. Ia tidak pulang dengan bangga. Ia pulang dengan hati menyesal. Tapi yang luar biasa adalah reaksi sang ayah. Ayah itu melihat anaknya dari jauh, berlari menyambutnya, memeluknya, dan mengadakan pesta. Bukan karena anak itu layak, tetapi karena ayah itu mengasihinya.Namun cerita ini belum selesai. Ada juga anak sulung, yang artinya anak pertama. Ia marah. Ia merasa tidak adil. Ia merasa lebih baik dari adiknya. Yesus memakai kisah ini untuk menunjukkan dua hal:Pertama, Allah mengasihi orang yang mau bertobat yang artinya meninggalkan dosa-dosa dan melakukan firman TuhanKedua, Allah juga menginginkan hati yang penuh kasih, bukan iri dan sombongBaik anak bungsu maupun anak sulung sama-sama perlu belajar tentang kasih Bapa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Tanyakan pada dirimu: Apakah aku pernah seperti anak bungsu yang menjauh dari Tuhan? Atau seperti anak sulung yang taat, tapi hatinya tidak penuh kasih?Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Bapa yang penuh kasih. Saat aku salah dan kembali kepada-Mu, Engkau menerimaku. Tolong aku juga memiliki hati yang penuh kasih kepada orang lain. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Allah bersukacita ketika satu anak-Nya yang hilang mau kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ORANG SAMARIA YANG BAIK HATIDiambil dari: Lukas 10:33–37 (TB)“Tetapi seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, datang ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan… Lalu kata Yesus: ‘Pergilah, dan perbuatlah demikian!'”Wonder Kids, hari ini kita membaca sebuah perumpamaan yang hanya dicatat oleh Lukas. Yesus menceritakan kisah tentang seorang pria yang dirampok dan ditinggalkan hampir mati di pinggir jalan. Beberapa orang lewat—imam dan orang Lewi—tetapi mereka tidak menolong. Mereka melihat… lalu pergi.Kemudian datanglah seorang Samaria. Orang Samaria biasanya tidak disukai oleh orang Yahudi. Tetapi justru orang inilah yang berhenti. Ia menolong orang yang terluka, membalut lukanya, menaikkan ke keledainya, dan merawatnya.Yesus memakai cerita ini untuk menjawab pertanyaan: “Siapakah sesamaku manusia?” Jawaban Yesus jelas: Sesama kita bukan hanya orang yang kita suka, bukan hanya orang yang mirip dengan kita, tetapi siapa pun yang membutuhkan kasih. Mengasihi bukan cuma soal kata-kata. Mengasihi berarti bertindak, meskipun itu tidak nyaman.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu orang yang biasanya kamu abaikan atau tidak terlalu kamu sukai. Tanya Tuhan bagaimana kamu bisa menunjukkan kasih Yesus kepadanya hari ini.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, ajari aku mengasihi semua orang, bukan hanya yang aku sukai. Tolong aku memiliki hati yang mau menolong seperti Engkau. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Mengasihi sesama berarti melakukan kasih, bukan hanya mengatakan kasih. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ANAK DI KOTA NAINDiambil dari: Lukas 7:14–15 (TB)“Maka Yesus menghampiri usungan itu dan menyentuhnya; sedang para pengusung berhenti. Lalu Ia berkata: ‘Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!' Maka bangkitlah orang mati itu lalu duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.”Wonder Kids, hari ini kita melihat satu kisah yang hanya dicatat oleh Lukas. Yesus datang ke sebuah kota bernama Nain. Di sana ada seorang ibu yang sedang sangat sedih. Ia adalah seorang janda, seorang janda artinya ia sudah tidak memiliki suami lagi dan sekarang anak laki-laki satu-satunya telah meninggal. Bagi ibu ini, kehilangan anak berarti kehilangan segalanya. Ia tidak punya suami, tidak punya penolong, dan tidak punya masa depan.Ketika Yesus melihat ibu itu, Alkitab berkata Yesus tergerak oleh belas kasihan. Yesus tidak menunggu diminta. Ia mendekat, menyentuh usungan jenazah, dan berkata, “Hai anak muda, bangkitlah!” Anak itu hidup kembali, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.Yesus bukan hanya menunjukkan kuasa-Nya, tetapi juga menunjukkan hati-Nya yang penuh kasih. Yesus peduli pada orang yang tidak punya siapa-siapa. Ia melihat air mata yang orang lain mungkin abaikan. Melalui kisah ini, Lukas ingin kita tahu: Yesus bukan hanya kuat, Yesus juga lembut dan penuh belas kasihan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan orang di sekitarmu yang sedang sedih atau kesepian. Doakan mereka, dan jika bisa, tunjukkan perhatian kecil—senyum, sapaan, atau bantuan sederhana.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau peduli pada orang yang sedih dan terluka. Ajari aku memiliki hati yang penuh belas kasihan seperti Engkau. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus melihat air mata kita dan peduli pada hati kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah APA YANG PENTING BAGI LUKAS?Diambil dari: Lukas 14:13–14 (TB)“Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang miskin, orang cacat, orang lumpuh dan orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak dapat membalasmu…”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang apa yang penting bagi Lukas. Lukas menulis Injilnya dengan satu tujuan besar: supaya orang-orang tahu siapa Yesus sebenarnya dan siapa yang dikasihi Yesus. Sebagai seorang dokter dan sejarawan, Lukas sangat teliti. Ia menyelidiki semua cerita tentang Yesus sejak awal dan menuliskannya dengan rapi. Namun Lukas tidak hanya peduli pada fakta, ia juga peduli pada orang-orang kecil.Di dalam Injil Lukas, kita sering melihat Yesus memperhatikan: orang miskin, orang sakit, orang buta, dan juga orang yang tertindas. Lukas menulis bagaimana Yesus datang untuk membawa kabar baik bagi orang miskin, membebaskan orang yang tertawan, dan menolong mereka yang terlupakan.Yesus pernah membaca kitab Yesaya dan berkata bahwa nubuat itu digenapi pada hari itu juga. Artinya, Yesus benar-benar datang untuk menolong mereka yang membutuhkan. Melalui Injil Lukas, kita belajar bahwa mengasihi Tuhan juga berarti mengasihi orang lain, terutama mereka yang sering tidak diperhatikan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan orang di sekitarmu yang mungkin sedang sedih, kesepian, atau membutuhkan bantuan. Tanyakan pada dirimu, “Apa yang bisa aku lakukan hari ini untuk menunjukkan kasih Yesus?”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, ajari aku mengasihi orang miskin dan orang yang menderita seperti Engkau mengasihi mereka. Pakai hidupku untuk membawa kebaikan bagi orang lain. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Mengasihi Yesus berarti peduli pada orang-orang yang sering dilupakan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH LUKAS?Diambil dari: Kolose 4:14 (TB)“Salam kepadamu dari Lukas, tabib yang kekasih…”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang Lukas, penulis Injil Lukas. Lukas bukan salah satu dari dua belas murid Yesus. Ia juga bukan saksi mata langsung dari semua peristiwa dalam hidup Yesus. Lukas adalah seorang dokter dan sahabat dekat Rasul Paulus. Lukas menulis Injilnya dengan sangat teliti. Ia mengumpulkan cerita dari banyak saksi mata, mendengarkan kesaksian mereka, dan menuliskannya dengan rapi dan jelas.Alkitab mencatat bahwa Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul ditulis untuk seseorang bernama Teofilus. Karena penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul sama, kita tahu bahwa Lukaslah penulis keduanya.Paulus menyebut Lukas sebagai “tabib yang kekasih.” Artinya, Lukas adalah orang yang setia,dapat dipercaya, dan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Melalui Injil Lukas, kita melihat bahwa Yesus datang untuk semua orang: orang berdosa, orang miskin, orang sakit, bahkan orang-orang yang sering diabaikan. Lukas ingin semua orang tahu bahwa kasih Yesus tidak terbatas.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan sikap atau perbuatan apa yang bisa membuat orang lain tahu bahwa kamu adalah pengikut Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan, tolong hidupku menjadi kesaksian yang jelas bahwa aku mengikut Engkau. Pakailah aku untuk menunjukkan kasih-Mu kepada semua orang. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Hidup kita bisa menjadi petunjuk yang menunjukkan bahwa kita milik Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PRIA TELANJANG DI GETSEMANIDiambil dari: Markus 14:51–52 (TB)“Ada seorang muda yang mengikuti Yesus, hanya memakai sehelai kain lenan pada tubuhnya. Mereka menangkap dia, tetapi ia melepaskan kain itu dan lari dengan telanjang.”Wonder Kids, hari ini kita membaca detail kecil tapi penting yang hanya dicatat oleh Injil Markus. Setelah Yesus selesai berdoa di Taman Getsemani, Yudas datang bersama para serdadu untuk menangkap Yesus. Para murid ketakutan. Mereka semua melarikan diri.Markus mencatat bahwa ada seorang pemuda yang juga mengikuti Yesus. Ketika para serdadu mencoba menangkapnya, ia begitu takut sampai meninggalkan pakaiannya dan lari telanjang. Pemuda ini sangat takut. Ia memilih rasa malu daripada tertangkap. Ia memilih lari daripada berdiri bersama Yesus.Yesus sebenarnya sudah memperingatkan murid-murid-Nya. Yesus berkata bahwa semua orang akan meninggalkan-Nya, tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan. Sayangnya, pada malam itu, tidak ada satu pun murid yang benar-benar berdiri teguh. Semua melarikan diri.Tetapi kabar baiknya adalah: kita memiliki sesuatu yang tidak dimiliki para murid saat itu.Kita memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Dengan pertolongan Tuhan, kita bisa berdiri teguh, bahkan ketika kita takut.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa takut untuk melakukan yang benar, ingat bahwa Tuhan menyertai kamu. Mintalah pertolongan-Nya untuk tetap setia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, ketika aku takut, tolong aku untuk tetap berdiri teguh dan setia kepada-Mu. Aku percaya Engkau menolongku. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan menolong kita berdiri teguh, bahkan saat kita takut. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PENYEMBUHAN DUA TAHAPDiambil dari: Markus 8:23–25 (TB)“Sesudah Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, Ia bertanya kepadanya: ‘Sudahkah kaulihat sesuatu?' Orang itu memandang ke depan, katanya: ‘Aku melihat orang-orang, sebab melihat mereka seperti pohon-pohon yang berjalan.' Kemudian Yesus meletakkan lagi tangan-Nya atas mata orang itu, dan orang itu sungguh-sungguh melihat.”Wonder Kids, hari ini kita membaca kisah penyembuhan yang unik. Biasanya, ketika Yesus menyembuhkan orang, kesembuhan terjadi langsung. Orang sakit langsung sembuh. Orang lumpuh langsung berjalan. Orang buta langsung melihat. Tetapi kisah orang buta dari Betsaida ini berbeda. Yesus menyembuhkannya dalam dua tahap.Pertama, orang itu mulai melihat, tetapi belum jelas. Ia berkata bahwa orang-orang terlihat seperti pohon yang berjalan. Lalu Yesus menyentuhnya sekali lagi. Baru setelah itu, penglihatannya pulih sepenuhnya, dan ia bisa melihat dengan jelas.Dari kisah ini kita belajar sesuatu yang penting: ketika kita berdoa kepada Tuhan, jawaban Tuhan tidak selalu datang langsung. Kadang Tuhan bekerja perlahan. Kadang kita perlu datang lagi kepada Yesus, berdoa lagi, percaya lagi, dan tetap berharap. Tuhan tidak sedang menolak kita. Ia sedang membentuk iman kita. Untuk kebutuhan jasmani, dan terutama untuk kebutuhan rohani, kita perlu terus datang kepada Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu sedang menunggu jawaban Tuhan, jangan menyerah. Terus datang kepada Yesus dan percaya pada waktu-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, ajar aku untuk tetap percaya kepada-Mu, meskipun jawabannya tidak langsung aku terima. Aku mau terus datang kepada-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan selalu bekerja, meskipun prosesnya bertahap. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ORANG TULI DAN BISUDiambil dari: Markus 7:33–35 (TB)“Lalu Ia menengadah ke langit dan menarik napas, serta berkata kepadanya: ‘Efata!' artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinganya, dan terlepaslah ikatan lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang Yesus yang menyembuhkan orang tuli dan bisu. Yesus menyembuhkan banyak orang selama pelayanan-Nya. Tetapi hanya Injil Markus yang mencatat kisah khusus tentang seorang yang tuli dan tidak dapat berbicara di daerah Dekapolis.Yesus melakukan sesuatu yang terlihat aneh. Ia menyentuh telinga orang itu, menyentuh lidahnya, menengadah ke langit, lalu berkata, “Efata!” yang artinya, “Terbukalah!” Dan saat itu juga, telinganya terbuka, lidahnya terlepas, dan orang itu bisa berbicara dengan jelas.Mukjizat ini bukan hanya menunjukkan kuasa Yesus, tetapi juga menggenapi nubuat dalam kitab Yesaya: “Pada waktu itu telinga orang tuli akan dibuka… dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.” (Yesaya 35:5–6). Artinya, Yesus bukan sekadar menyembuhkan. Ia sedang menunjukkan bahwa Dialah Mesias yang dijanjikan Allah.Sekarang Yesus memang tidak lagi menyentuh orang seperti dulu, tetapi kuasa-Nya tetap sama. Ia masih mendengar doa, masih sanggup menolong, dan masih bekerja dengan cara-Nya sendiri. Kadang cara Tuhan terasa aneh atau tidak kita mengerti, tetapi kita bisa percaya sepenuhnya kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu sedang berdoa dan belum melihat jawaban, ingatlah bahwa Tuhan tetap bekerja, meskipun caranya berbeda dari yang kamu bayangkan.Mari kita berdoa: Tuhan, ketika aku membutuhkan pertolongan, ajar aku untuk percaya kepada-Mu, meskipun cara-Mu terlihat aneh bagiku. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tetap berkuasa dan layak dipercaya, apa pun cara-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BENIH YANG BERTUMBUHDiambil dari: Markus 4:28 (TB)“Dengan sendirinya tanah itu mengeluarkan hasil: mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.”Wonder Kids, hari ini Yesus menceritakan perumpamaan tentang benih yang bertumbuh. Seorang petani menanam benih di tanah. Setiap hari, petani itu tidur dan bangun. Benih itu bertumbuh sedikit demi sedikit. Yang menarik, petani itu tidak tahu bagaimana benih itu bisa tumbuh. Benih itu tumbuh dengan sendirinya. Pertama muncul tangkai, lalu bulir, dan akhirnya bulir yang penuh berisi.Petani bisa menanam benih, tetapi ia tidak bisa memaksa benih itu tumbuh lebih cepat. Yesus mengajarkan bahwa kerajaan Allah bekerja seperti itu. Kita bisa menanam—belajar firman Tuhan, berdoa, berbuat baik— tetapi Tuhanlah yang membuat kita bertumbuh.Alkitab juga berkata: “Bukan yang menanam atau yang menyiram yang penting, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” (1 Korintus 3:7)Kadang kita ingin semuanya terjadi cepat. Kita ingin segera berubah, ingin segera bisa, ingin segera melihat hasil. Tetapi Tuhan bekerja sesuai waktu-Nya, bukan waktu kita. Bagian kita adalah percaya dan sabar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika ada hal yang terasa lama atau sulit, ingatlah bahwa Tuhan sedang bekerja, meskipun kita belum melihat hasilnya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau membuat aku bertumbuh. Tolong aku belajar sabar dan percaya pada waktu-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan membuat kita bertumbuh sedikit demi sedikit, tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ANAK-ANAK GURUHDiambil dari: Markus 3:16–19 (TB)“Inilah kedua belas orang yang dipilih-Nya: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus; Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudara Yakobus, yang diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti: anak-anak guruh…”Wonder Kids, hari ini kita belajar satu hal yang unik dari Injil Markus: Yesus memberi julukan kepada murid-murid-Nya! Dalam daftar dua belas murid, Markus mencatat sesuatu yang istimewa. Simon diberi nama Petrus, yang berarti “batu karang”. Yakobus dan Yohanes diberi nama Boanerges, yang artinya “anak-anak guruh.” Mengapa Yesus memberi julukan seperti itu?Alkitab tidak menjelaskan secara detail. Tetapi dari kisah-kisah mereka, kita tahu Yakobus dan Yohanes adalah orang yang berani, penuh semangat, dan cepat bereaksi. Mereka pernah ingin memanggil api dari langit untuk menghukum orang-orang yang menolak Yesus. Sikap mereka seperti guruh—keras dan menggelegar!Yang penting bukan julukannya, tetapi apa yang Yesus lakukan. Yesus melihat mereka bukan hanya seperti sekarang, tetapi seperti apa yang bisa Tuhan ubah dalam hidup mereka. Yesus tidak hanya memanggil orang, Ia juga memberi identitas baru.Ketika kita percaya kepada Yesus, kita juga menerima identitas baru. Kita disebut orang Kristen, artinya pengikut Kristus. Bukan karena kita hebat, tetapi karena Yesus mengubah siapa kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ingatlah bahwa Yesus mengenalmu dan mengasihimu. Ia melihat siapa kamu sekarang, dan siapa kamu bisa menjadi di dalam Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengenalku dan mengasihiku. Terima kasih karena Engkau memberiku identitas baru di dalam-Mu. Tolong aku hidup sesuai dengan identitasku sebagai anak Tuhan. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memberimu identitas baru dan mengubah hidupmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah APA YANG PENTING BAGI MARKUS?Diambil dari: Markus 8:34–35 (TB)“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa yang kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang apa yang penting bagi Markus saat menulis Injilnya. Markus adalah penulis Injil pertama yang ditulis. Ia menulis Injil berdasarkan kesaksian Petrus, dan tujuannya jelas: menunjukkan bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia.Markus ingin semua orang tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ia menceritakan bagaimana Yesus melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh Allah:mengampuni dosamenguasai alammenyembuhkan orang sakitTetapi Markus juga menekankan bahwa Yesus adalah manusia sejati. Yesus bisa merasa marah, lapar, lelah, sedih, dan bahkan menangis. Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia mati sebagai manusia yang sungguh-sungguh menderita. Bagi Markus, ini sangat penting. Karena Yesus yang kita ikuti bukan Allah yang jauh dan tidak peduli, tetapi Allah yang mengerti penderitaan kita.Yesus tahu bagaimana rasanya taat kepada Allah di tengah kesulitan. Dan walaupun jalan mengikuti Yesus tidak selalu mudah, Markus ingin kita tahu: mengikut Yesus itu layak diperjuangkan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu mengalami kesulitan, ingatlah bahwa Yesus mengerti perasaanmu.Datanglah kepada-Nya dan tetap setia mengikuti-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, aku mungkin tidak selalu mengerti bagaimana Engkau bisa menjadi Allah dan manusia, tetapi aku mau percaya dan mengikuti Engkau. Tolong aku tetap setia walaupun sulit. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus mengerti penderitaanmu dan tetap setia berjalan bersamamu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH MARKUS?Diambil dari: Kisah Para Rasul 12:11–12 (TB)“Setelah sadar akan hal itu, pergilah ia ke rumah Maria, ibu dari Yohanes yang disebut juga Markus, di mana banyak orang berkumpul dan berdoa.”Wonder Kids, hari ini kita berkenalan dengan seseorang bernama Markus. Markus adalah penulis Injil Markus, Injil kedua dalam Alkitab. Menariknya, Markus bukan salah satu dari dua belas murid Yesus.Nama Markus sering muncul dalam Perjanjian Baru. Ia adalah anak dari Maria, seorang wanita yang rumahnya sering dipakai sebagai tempat berkumpul dan berdoa orang-orang Kristen. Ketika Petrus dilepaskan dari penjara secara ajaib, ia langsung pergi ke rumah Maria, ibu Markus.Markus juga ikut melayani bersama Barnabas dan Paulus. Namun, dalam perjalanan misi pertama, Markus sempat meninggalkan Paulus. Hal itu membuat Paulus kecewa dan tidak mau mengajak Markus lagi. Tetapi cerita Markus tidak berhenti di sana. Beberapa tahun kemudian, Markus melayani bersama Petrus. Bahkan, Markus menulis Injilnya berdasarkan kesaksian Petrus tentang Yesus.Injil Markus kemungkinan ditulis untuk orang-orang Roma yang bukan orang Yahudi. Itulah sebabnya Injil Markus ditulis dengan singkat, cepat, dan penuh tindakan. Hal yang paling luar biasa dari Markus bukan hanya apa yang ia tulis, tetapi apa yang Tuhan lakukan melalui hidupnya. Markus pernah gagal, tetapi Tuhan tetap memakainya dengan luar biasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu pernah melakukan kesalahan, ingatlah Markus.Tuhan tidak menyerah padamu, dan Dia masih bisa memakai hidupmu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak berhenti mengasihi aku ketika aku gagal. Tolong aku mau belajar dan dipakai oleh-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan bisa memakai siapa pun yang mau kembali dan taat kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PEKERJA KEBUN ANGGURDiambil dari: Matius 20:1 (TB)“Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar untuk mempekerjakan pekerja-pekerja bagi kebun anggurnya.”Wonder Kids, Pada zaman Yesus, banyak orang bekerja di kebun anggur. Biasanya, seseorang yang bekerja seharian penuh akan dibayar satu dinar, yaitu upah yang cukup untuk hidup sehari. Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang seorang pemilik kebun anggur. Ia mempekerjakan beberapa orang pagi-pagi sekali. Lalu beberapa jam kemudian, ia mempekerjakan orang lain lagi. Bahkan menjelang sore, ia masih mempekerjakan pekerja baru.Saat hari kerja selesai, semua pekerja itu dibayar dengan upah yang sama. Pekerja yang bekerja sejak pagi menjadi marah. Mereka merasa itu tidak adil. Tetapi pemilik kebun berkata, “Aku tidak berbuat salah kepadamu. Bukankah kita sudah sepakat? Aku berhak bermurah hati.”Melalui cerita ini, Yesus mengajarkan bahwa kasih karunia Tuhan bukan soal siapa yang paling lama bekerja. Keselamatan adalah pemberian Tuhan, bukan upah karena usaha kita.Tuhan selalu adil, tetapi Ia juga sangat murah hati. Tidak ada satu pun dari kita yang pantas menerima kasih Tuhan—tetapi Ia memberikannya dengan sukacita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu melihat teman mendapat sesuatu yang lebih dulu atau lebih banyak, latih hatimu untuk bersyukur dan percaya bahwa Tuhan juga mengasihimu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu baik dan murah hati. Tolong aku untuk tidak iri hati, tetapi belajar bersyukur atas setiap kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kasih Tuhan bukan soal adil atau tidak—kasih Tuhan selalu lebih besar dari yang kita pantas terima. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PUKAT DAN IKANDiambil dari: Matius 13:47–48 (TB)“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu diseret ke pantai, lalu duduklah orang dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik dibuang.”Wonder Kids, Yesus sangat mengenal dunia nelayan. Ia mengajar dari perahu, dan banyak murid-Nya adalah penjala ikan. Yesus pernah menceritakan bahwa Kerajaan Surga seperti pukat yang ditebarkan ke laut. Pukat itu menangkap semua jenis ikan—ikan besar, kecil, bagus, dan tidak bagus. Pada saat jaring itu ditarik ke pantai, barulah ikan-ikan itu dipisahkan.Yesus sedang mengajarkan sesuatu yang penting. Selama masih di dunia ini, semua orang hidup bersama. Ada yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan, ada yang belum. Tugas kita bukan menilai orang lain. Yesus berkata bahwa Dia sendiri yang akan menghakimi pada akhirnya. Tugas kita hanyalah: mengikut Yesus dengan setia, bertumbuh, dan hidup menyenangkan hati Tuhan. Yesus tidak meminta kita menjadi “hakim”. Ia meminta kita menjadi murid yang setia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu melihat teman melakukan kesalahan, jangan cepat menghakimi. Berdoalah dan tetap bersikap baik seperti Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau yang berhak menghakimi. Tolong aku untuk fokus mengikut Engkau dan hidup setia setiap hari. Ajari aku mengasihi orang lain tanpa menghakimi. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tugas kita adalah mengikut Yesus, bukan menilai orang lain. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah HARTA TERSEMBUNYIDiambil dari: Matius 13:44 (TB)“Kerajaan sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”Wonder Kids, Pada zaman Yesus, belum ada bank seperti sekarang. Kalau seseorang ingin menyimpan uang atau harta dengan aman, mereka sering menguburnya di tanah. Yesus pernah menceritakan perumpamaan tentang seseorang yang menemukan harta terpendam di ladang. Harta itu begitu berharga, sampai orang itu rela menjual semua yang ia miliki demi mendapatkan ladang tersebut.Yesus memakai cerita ini untuk menjelaskan Kerajaan Surga. Yesus tidak berkata bahwa kita harus membuang semua barang kita supaya diselamatkan. Yesus sedang mengajarkan bahwa Kerajaan Allah lebih berharga daripada apa pun di dunia ini.Ketika seseorang sungguh mengenal Yesus, hidupnya akan berubah. Hal-hal yang dulu terasa paling penting, sekarang menjadi nomor dua. Yesus menjadi yang paling utama.Orang dalam perumpamaan itu rela melepas segalanya karena ia tahu: harta yang ia temukan jauh lebih berharga daripada apa pun yang ia miliki sebelumnya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Coba pikirkan satu hal yang sering membuatmu lupa berdoa atau lupa bersyukur. Mintalah Tuhan menolongmu menempatkan Yesus sebagai yang paling penting.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah harta yang paling berharga dalam hidupku. Tolong aku agar selalu menempatkan Engkau di atas segalanya. Ajari aku mengasihi Kerajaan-Mu lebih dari apa pun. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah harta terindah yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MEMBERI KELEGAANDiambil dari: Matius 11:28 (TB)“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”Wonder Kids, Pernahkah kamu merasa lelah karena terlalu banyak aturan? Aturan di sekolah, aturan di rumah, aturan di mana-mana. Kalau salah sedikit, langsung ditegur.Pada zaman Yesus, orang Farisi membuat banyak sekali aturan. Bukan hanya aturan dari Tuhan, tetapi juga aturan buatan manusia. Mereka bangga karena bisa menaati aturan-aturan itu, dan merasa lebih baik dari orang lain.Yesus tahu betapa beratnya hidup seperti itu. Karena itu Yesus tidak berkata, “Datanglah kepada-Ku, lalu lakukan semua aturan dengan sempurna.” Yesus berkata, “Datanglah kepada-Ku… Aku akan memberi kelegaan.”Yesus mengajarkan bahwa yang paling penting bukan daftar aturan, tetapi mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Kalau kita sungguh mengasihi Tuhan dan orang lain, kita sedang hidup sesuai dengan kehendak Allah. Yesus bukan Tuhan yang menambah beban. Yesus adalah Tuhan yang mengangkat beban.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Coba perhatikan satu orang di sekitarmu yang sedang lelah atau sedih. Tunjukkan kasih Yesus kepadanya dengan sikap yang baik atau kata yang menguatkan.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengerti ketika aku lelah. Terima kasih karena Engkau tidak menambah bebanku, tetapi memberi kelegaan. Tolong aku mengasihi Tuhan dan mengasihi orang lain seperti yang Engkau ajarkan. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Datang kepada Yesus bukan membuat hidup lebih berat—tetapi lebih lega. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENGGENAPI HUKUM TAURATDiambil dari: Matius 5:17 (TB)“Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”Wonder Kids, Ketika Yesus mulai melayani, banyak orang—terutama orang Farisi—tidak senang. Mereka sudah terbiasa hidup dengan aturan dan tradisi yang sangat ketat. Segala sesuatu harus bisa diprediksi dan dikendalikan. Mereka mengira Yesus datang untuk membuang hukum Taurat. Tetapi Yesus justru berkata dengan jelas: Ia tidak datang untuk menghapus hukum Taurat, melainkan menggenapinya.Artinya, Yesus melakukan apa yang tidak bisa dilakukan manusia. Manusia selalu gagal menaati hukum Tuhan dengan sempurna. Tetapi Yesus hidup taat sepenuhnya dan menggenapi semua yang Tuhan janjikan. Matius—yang menulis Injil ini—ingin kita tahu satu hal penting: Yesus bukan membawa agama baru. Yesus adalah penggenapan janji Allah sejak dahulu.Ketika kita percaya kepada Yesus, kita bukan hanya belajar aturan baru. Alkitab berkata bahwa kita menjadi ciptaan baru. Hidup lama kita ditinggalkan, dan Tuhan memberi kita hidup yang baru di dalam Kristus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu kebiasaan baik yang bisa kamu lakukan hari ini sebagai bentuk ketaatan kepada Yesus, bukan karena terpaksa, tetapi karena mengasihi-Nya.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menggenapi hukum Taurat untukku. Tolong aku mengikut Engkau dengan hati yang sungguh-sungguh, bukan hanya karena kebiasaan atau tradisi. Jadikan hidupku hidup yang baru di dalam Engkau. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak datang membawa aturan baru—Ia datang membawa hidup yang baru. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah APA YANG PENTING BAGI MATIUS?Diambil dari: Matius 7:13–14 (TB)“Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan… tetapi sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”Wonder Kids, Matius, Markus, dan Lukas disebut Injil Sinoptik karena mereka menceritakan banyak peristiwa yang sama tentang Yesus. Tetapi Injil Matius menunjukkan dengan jelas apa yang paling penting bagi Matius.Sebelum mengikut Yesus, Matius adalah pemungut cukai. Ia terbiasa hidup mengejar uang, kenyamanan, dan penerimaan orang. Namun setelah bertemu Yesus, yang penting baginya berubah. Matius mengerti bahwa mengikuti Yesus bukanlah jalan yang paling mudah. Yesus sendiri berkata bahwa jalan menuju kehidupan itu sempit, dan tidak semua orang mau memilihnya. Tetapi jalan itu adalah jalan yang benar.Matius tahu bahwa keselamatan tersedia bagi semua orang, tetapi tidak semua orang mau meninggalkan hidup lama mereka. Mengikut Yesus berarti rela meninggalkan prioritas lama dan memilih hidup yang menyenangkan Tuhan. Bagi Matius, yang terpenting bukan lagi pendapat orang lain. Yang terpenting adalah: apakah ia hidup sebagai orang yang sudah diterima oleh Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu hal kecil dalam hidupmu yang bisa kamu lakukan untuk memilih jalan Yesus—meskipun tidak selalu mudah.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, tolong aku memilih jalan-Mu, meskipun jalannya sempit dan tidak selalu mudah. Ajari aku hidup untuk menyenangkan-Mu, bukan hanya mengikuti apa yang disukai banyak orang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Jalan Yesus mungkin sempit, tetapi itulah jalan yang membawa hidup. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH MATIUS?Diambil dari: Matius 9:9 (TB)“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: ‘Ikutlah Aku.' Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.”Wonder Kids, Tahukah kamu siapa Matius itu sebelum ia mengikut Yesus? Matius adalah seorang pemungut cukai.Pada zaman Yesus, pemungut cukai tidak disukai orang. Mereka bekerja untuk pemerintah Romawi dan sering dianggap serakah serta tidak jujur. Banyak orang menganggap mereka sebagai pengkhianat bangsa sendiri. Tetapi Yesus melihat Matius dengan cara yang berbeda.Yesus tidak berkata, “Kamu terlalu berdosa,” atau “Kamu tidak layak.” Yesus justru berkata, “Ikutlah Aku.” Dan Matius langsung bangkit dan mengikut Yesus. Karena pekerjaannya sebelumnya, Matius terbiasa mencatat dengan rapi dan teliti. Allah memakai keahlian itu untuk menolong Matius menulis Injil Matius—sebuah catatan penting tentang kehidupan dan ajaran Yesus.Melalui Matius, kita belajar bahwa: Yesus bisa memakai siapa saja, dari latar belakang apa saja, untuk melakukan hal-hal besar bagi Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan merasa kamu tidak cukup baik untuk dipakai Tuhan. Yesus bisa memakai kemampuan dan pengalamanmu untuk kemuliaan-Nya.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau memanggil dan memakai orang-orang yang sering dianggap tidak layak. Tolong aku percaya bahwa Engkau juga mau memakai hidupku untuk melakukan hal-hal baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memanggil Matius apa adanya—dan Dia juga memanggilmu hari ini. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPA YANG SEBENARNYA MENULISKANNYA?Diambil dari: Lukas 1:3–4 (TB)“Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu… supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.”Wonder Kids, Ada orang yang berkata, “Memangnya Injil benar-benar ditulis oleh orang-orang yang namanya ada di Alkitab?” Mereka bertanya-tanya, apakah Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes benar-benar menulis Injil.Alkitab menunjukkan bahwa para penulis Injil tidak asal menulis. Lukas, misalnya, dengan jelas berkata bahwa ia menyelidiki semuanya dengan teliti. Ia berbicara dengan para saksi mata dan menulisnya dengan rapi supaya orang-orang bisa yakin bahwa cerita tentang Yesus itu benar.Para pemimpin gereja mula-mula juga sepakat tentang siapa penulis Injil. Mereka tidak ragu menyebut bahwa: Matius menulis Injil MatiusMarkus menulis Injil MarkusLukas menulis Injil Lukas dan Kisah Para RasulYohanes menulis Injil YohanesKalau Injil itu palsu, orang-orang pada zaman itu pasti akan menolaknya. Tetapi justru Injil diterima dan dipercaya karena kesaksian para penulisnya jujur dan dapat dipercaya. Allah memakai orang-orang nyata, di waktu nyata, untuk menuliskan kisah nyata tentang Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Percayalah bahwa Alkitab bukan cerita karangan. Firman Tuhan ditulis dengan sungguh-sungguh supaya kita bisa mengenal Yesus dengan pasti.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memberikan firman-Mu melalui orang-orang yang jujur dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk percaya dan berpegang pada kebenaran firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Alkitab ditulis supaya kita yakin bahwa Yesus sungguh nyata dan sungguh mengasihi kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Perbedaan Dalam InjilDiambil dari: Lukas 1:1–2 (TB)“Banyak orang telah menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah digenapi di antara kita, sesuai dengan yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka yang sejak semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.”Wonder Kids, Ada orang yang berkata bahwa Alkitab tidak benar karena ada perbedaan cerita di dalam Injil. Misalnya, Injil Lukas dan Injil Markus menceritakan kisah yang mirip, tetapi dengan kata-kata yang tidak sama persis.Apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak.Coba bayangkan ada satu peristiwa besar di keluargamu. Kakakmu menceritakannya dengan satu cara, dan orang tuamu menceritakannya dengan cara yang sedikit berbeda. Ceritanya tidak sama persis, tetapi peristiwanya tetap sama dan benar.Begitu juga dengan Injil. Para penulis Injil adalah saksi mata atau mendengar langsung dari saksi mata. Mereka menulis dari sudut pandang yang berbeda, tetapi pesan utamanya selalu sama: Yesus melakukan mujizat, mengampuni dosa, mengajarkan kebenaran, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian.Seorang ahli Alkitab bernama Daniel B. Wallace pernah ditantang untuk menjawab semua perbedaan dalam Injil. Jawabannya sederhana: Justru perbedaan kecil itu menunjukkan bahwa para penulis Injil tidak bersekongkol atau bekerjasama. Mereka menulis dengan jujur apa yang mereka lihat dan dengar.Dan yang luar biasa, pesan utama Injil tidak pernah berubah. Yesus adalah Juruselamat dunia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau kamu mendengar orang meragukan Alkitab karena ada perbedaan cerita, ingatlah bahwa kebenaran utama Injil tetap sama. Percayalah bahwa Tuhan memakai banyak orang untuk menyampaikan satu kebenaran yang besar.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih untuk Alkitab yang Engkau berikan. Tolong aku untuk tidak bingung atau ragu hanya karena perbedaan kecil, tetapi percaya bahwa firman-Mu adalah benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: perbedaan kecil dalam Injil tidak mengubah kebenaran besar—Yesus mengasihimu dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KESAKSIAN PARA SAKSI MATADiambil dari: 2 Petrus 1:16 (TB)“Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol yang licik, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.”Wonder Kids, Pernah dengar cerita yang katanya benar, tapi ternyata cuma karangan? Kalau sebuah cerita benar-benar terjadi, biasanya ada orang yang melihat langsung, bukan cuma dengar dari orang lain.Dalam penyelidikan kejahatan, kesaksian saksi mata itu sangat penting. Orang yang melihat langsung sebuah kejadian bisa membantu kita tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hal yang sama juga berlaku untuk cerita tentang Yesus.Para murid Yesus bukan hanya mendengar cerita tentang Yesus. Mereka melihat sendiri apa yang Yesus lakukan. Mereka melihat Yesus: menyembuhkan orang sakitmelakukan mujizatmati di kayu salibdan bahkan bangkit dari kematianRasul Petrus menegaskan bahwa mereka bukan mengarang cerita. Mereka adalah saksi mata dari kebesaran Yesus. Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes ditulis berdasarkan kesaksian nyata, bukan dongeng. Itu sebabnya kita bisa percaya bahwa Yesus benar-benar hidup, mati, dan bangkit untuk menyelamatkan kita.Kesaksian para saksi mata ini menjadi sidik jari berikutnya yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Yesus bukan hanya tokoh cerita. Yesus adalah Juruselamat yang benar-benar datang ke dunia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ingatlah bahwa iman kita berdiri di atas kebenaran yang nyata. Bersyukurlah karena Tuhan memberi kita saksi-saksi yang dapat dipercaya.Mari kita berdoa Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi kami kesaksian yang benar tentang Yesus. Tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup setia kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, ingatlah: iman kita bukan berdasarkan cerita karangan orang, tetapi kesaksian nyata tentang Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah AIR DI PADANG GURUNDiambil dari: 2 Timotius 2:24–25 (TB)“Sedangkan hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang; ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran.”Wonder Kids, Bayangkan kamu berada di padang gurun. Matahari panas sekali, dan air sangat sulit ditemukan. Tiba-tiba muncul seseorang dari kejauhan. Ia berkata dengan suara lembut dan penuh semangat, “Ayo ikut aku! Ada air segar dan tempat teduh di sini!”Pasti kita akan mengikuti orang itu. Tapi bayangkan kalau orang itu berteriak, “Hei, kenapa kalian bodoh sekali berjalan di sini? Airnya ada di sana! Sudah jelas!” Apa kita masih mau ikut?Mungkin tidak. Kita malah pergi ke arah lain. Sebagai orang Kristen, kita tahu Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Kita ingin orang lain juga mengenal Yesus, tetapi cara kita menyampaikan kabar baik sangat penting. Kalau kita kasar, marah-marah, atau merasa paling benar, orang akan menolak. Tapi kalau kita lembut, sabar, dan penuh kasih, orang akan lebih mudah mendengar. Tuhan meminta kita untuk:ramah kepada semua orang,penuh kasih,menunjukkan kebenaran dengan sikap yang baik.Doa kita adalah supaya orang yang belum mengenal Tuhan bisa melihat kasih Yesus melalui hidup kita, lalu mau mendengarkan kabar baik yang membawa keselamatan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu orang di sekitarmu yang mungkin belum mengenal Tuhan Yesus. Doakan dia, dan cari kesempatan untuk menunjukkan kebaikan kecil hari ini.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku memberitakan kabar baik tentang Engkau dengan hati yang lembut dan penuh kasih. Pakai hidupku untuk menuntun orang lain mengenal Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: cara kita berkata dan bertindak bisa menolong orang lain melihat kasih Yesus yang menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PERJANJIAN BARU DARI ALLAHDiambil dari: Yeremia 31:31 (TB)“Sesungguhnya, Akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda.”Wonder Kids, Selama beberapa hari ini, kita sudah melihat bagaimana Yesus menggenapi banyak nubuat dalam Perjanjian Lama: Ia lahir dari keturunan yang tepat, lahir di Betlehem, masuk ke Yerusalem dengan keledai, dikhianati, disalibkan, dan bangkit pada hari ketiga.Hari ini kita melihat nubuat tentang apa yang akan dilakukan Mesias—dan itu terdapat dalam Yeremia 31:33–34. Di sana Tuhan berkata bahwa Ia akan membuat perjanjian baru dengan umat-Nya. Bukan lagi seperti perjanjian lama, di mana orang Israel harus mempersembahkan korban untuk menebus dosa mereka. Dalam perjanjian baru:Tuhan akan menulis hukum-Nya di dalam hati umat-Nya.Umat-Nya akan mengenal Tuhan secara pribadi.Tuhan akan mengampuni dosa dan tidak mengingatnya lagi.Bagaimana semua itu terjadi? Melalui Yesus! Yesus menjadi korban yang sempurna untuk menanggung dosa seluruh dunia. Karena pengorbanan-Nya, kita tidak lagi perlu mempersembahkan korban hewan. Bahkan, Tuhan memberi kita Roh Kudus supaya kita bisa mengenal Dia secara pribadi dan hidup dekat dengan-Nya. Inilah perjanjian baru—dan kita semua diundang masuk ke dalamnya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ambil waktu untuk berdoa dan ucapkan dalam hati:“Tuhan, terima kasih untuk perjanjian baru-Mu. Aku mau mengenal Engkau lebih dekat.”Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih Engkau mengundang aku masuk ke dalam perjanjian baru lewat Yesus. Terima kasih karena Engkau mengampuni dosaku dan mau tinggal di dalam hatiku melalui Roh Kudus. Tolong aku hidup dekat dengan-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: karena Yesus, kita punya hubungan pribadi dengan Tuhan—ini adalah kabar terbaik yang bisa kita terima! Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PENGUIN DAN MESIASDiambil dari: 2 Petrus 1:21 (TB)“Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”Wonder Kids, Bayangkan kamu dan teman-teman diberi tugas kelompok untuk menulis laporan tentang penguin. Pasti kalian harus baca buku, mencari informasi, dan memastikan semua yang kalian tulis benar, bukan asal menebak. Alkitab itu seperti tugas kelompok—tetapi jauh lebih luar biasa. Banyak orang berbeda menulis bagian-bagiannya di waktu yang berbeda-beda, bahkan ratusan tahun berjauhan. Mereka menulis tentang rencana keselamatan Tuhan dan tentang Mesias, yaitu Yesus. Tapi ada hal yang menakjubkan:Semua tulisan para penulis Alkitab saling cocok! Sesuai satu dengan yang lain.Nubuat tentang Mesias ditulis oleh orang-orang yang hidup di zaman berbeda, namun semuanya mengarah pada Yesus—dan semuanya benar. Bagaimana bisa? Karena Alkitab tidak ditulis hanya oleh manusia. Roh Kudus membimbing para penulis Alkitab sehingga mereka menuliskan apa yang benar menurut Tuhan. Ketika Yesus datang dan menggenapi ratusan nubuat dalam Alkitab, itu membuktikan bahwa apa yang tertulis di dalam Alkitab adalah benar dan dapat dipercaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ambil satu ayat Alkitab yang kamu suka, lalu tulis di kertas kecil. Tempel di meja belajar atau pintu kamar sebagai pengingat bahwa Alkitab benar karena Tuhan sendiri yang menginspirasikannya.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku mendengarkan suara-Mu melalui Alkitab, sama seperti para nabi yang Engkau pimpin dengan Roh Kudus. Ajar aku mempercayai firman-Mu dan mematuhinya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Alkitab bukan buku biasa—Tuhan sendiri yang membimbing setiap kata di dalamnya. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ARGUMEN KONTEKSDiambil dari: Amsal 10:9 (TB)“Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya akan diketahui.”Wonder Kdis, Ada orang yang bilang bahwa nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama sebenarnya tidak cocok berbicara tentang Yesus. Mereka berkata bahwa ayat-ayat itu “diambil keluar dari maksud ayat tersebut.” Tapi, apakah itu benar? Ada seorang pendeta dan ahli Alkitab bernama Louis S. Lapides. Ia pernah meragukan kekristenan dan mencoba membuktikan bahwa nubuat-nubuat tentang Mesias tidak benar. Ia membaca banyak buku yang menyerang iman Kristen, dan ia memeriksa setiap ayat satu per satu dalam bahasa aslinya. Apa yang ia temukan? Setiap kali ia membaca konteksnya dengan teliti—semua nubuat itu justru benar-benar mengarah kepada Yesus!Tidak ada ayat yang dipaksa. Tidak ada yang dilebih-lebihkan. Semuanya pas dan sesuai.Lapides lalu memberi tantangan kepada siapa saja yang ragu: “Mintalah dengan tulus agar Tuhan menunjukkan apakah Yesus benar-benar Mesias atau bukan.” Itulah yang ia lakukan—dan tanpa ada yang membimbingnya, Tuhan membuka matanya untuk melihat kebenaran.Mazmur 145:18–19 berkata:“Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya… Ia memenuhi keinginan orang-orang yang takut akan Dia; Ia mendengar teriak mereka dan menyelamatkan mereka.”Artinya, Tuhan dekat dengan setiap anak yang sungguh-sungguh mencari kebenaran. Tuhan tidak bermain sembunyi-sembunyi. Jika kita mencari Dia, kita akan menemukan Dia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau ada satu bagian Alkitab yang kamu belum mengerti, coba berdoa sebelum membaca:“Tuhan, tolong aku mengerti maksud-Mu.”Dan percaya bahwa Tuhan akan menolongmu melihat kebenaran.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku hidup dalam kejujuran dan tetap mencari kebenaran-Mu. Bukalah hatiku supaya aku mengerti firman-Mu dan semakin percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang Engkau janjikan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan dekat dengan setiap anak yang dengan tulus mencari kebenaran. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KETIKA ADA ORANG BILANG INJIL DIUBAHDiambil dari: 2 Korintus 8:21 (TB)“Karena kami memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.”Ada orang-orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Kadang mereka berkata bahwa para penulis Injil mengubah ceritanya supaya terlihat seperti Yesus benar-benar memenuhi nubuat dalam Perjanjian Lama. Misalnya, ada yang bilang, “Bagaimana kalau Yohanes sengaja tidak menulis bagian tertentu supaya terlihat cocok dengan nubuat?”Tetapi itu tidak benar.Pada zaman Injil ditulis, sudah ada banyak orang yang hidup dan melihat kejadian-kejadian itu langsung. Kalau ada kesalahan, orang-orang itu pasti langsung berkata, “Itu tidak benar! Waktu terjadi bukan begitu!” Selain itu, orang-orang yang membenci kekristenan tentu akan senang sekali menunjukkan kesalahan kalau memang ada. Tapi tidak ada bukti bahwa penulis Injil memalsukan atau mengubah cerita.Para penulis Injil ingin jujur karena mereka tahu Tuhan melihat hati mereka. Mereka tidak perlu menipu untuk membuat Yesus terlihat sebagai Mesias—karena Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan. Kejujuran sangat penting. Kalau kita terbiasa berkata jujur, orang akan percaya ketika kita menyampaikan kebenaran tentang Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Cobalah ingat: apakah kamu sudah jujur dalam hal-hal kecil? Minta Tuhan menolongmu hidup jujur supaya orang lain bisa percaya ketika kamu bercerita tentang Yesus.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku untuk selalu berkata jujur.Aku ingin hidup benar di hadapan-Mu, dan juga di hadapan orang lain.Tolong supaya sikapku membuat orang lain percaya bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kejujuran membuat orang bisa melihat Yesus melalui hidupmu. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ARGUMEN “TERPENUHI DENGAN SENGAJA”?Diambil dari: Amsal 19:21“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.”Wonder Kids, Pernah nggak kalian membuat sesuatu “jadi kenyataan” hanya karena kalian sudah tahu sebelumnya? Misalnya, kalau ada teman bilang, “Kayaknya kamu akan makan roti selai kacang hari ini,” lalu kalian sengaja bikin roti selai kacang supaya perkataanmu terjadi terjadi. Mudah, kan?Ada orang yang berpikir Yesus juga begitu. Mereka bilang: “Mungkin Yesus tahu nubuat-nubuat Perjanjian Lama, lalu Ia sengaja melakukan semuanya supaya terlihat seperti Mesias.” Tapi… benarkah itu mungkin? Beberapa nubuat memang bisa “diwujudkan,” seperti naik keledai saat masuk Yerusalem. Namun ada banyak nubuat lain yang tidak mungkin dibuat manusia sendiri, seperti:– Yesus lahir di Betlehem.– Yesus berasal dari garis keturunan Abraham dan Daud.– Seorang sahabat mengkhianatinya.– Tentara Romawi membagi pakaiannya dan tidak mematahkan kaki-Nya.– Yesus mati dan bangkit kembali.Semua hal itu mustahil diatur oleh manusia. Itu hanya mungkin terjadi karena Yesus memang Mesias yang dijanjikan dan Allah sendiri yang menggenapinya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ingat bahwa Yesus tidak sedang berpura-pura menjadi Mesias.Semua nubuat tergenapi karena Ia benar-benar Tuhan.Katakan kepada Tuhan:“Terima kasih karena Engkaulah Mesias yang dijanjikan.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menggenapi semua nubuat dengan sempurna. Tolong aku percaya penuh kepada-Mu dan menjawab keraguan orang lain dengan bijaksana. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak membuat nubuat itu terjadi—Ia menggenapinya karena Ia adalah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ARGUMEN KEBETULAN?Diambil dari: Kisah Para Rasul 3:18 (TB)“...Allah telah menggenapi apa yang dari dahulu Ia firmankan dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias-Nya harus menderita.”Wonder Kids, Kadang-kadang, orang berpikir bahwa nubuat dalam Alkitab digenapi oleh Yesus hanya karena kebetulan. Seperti menebak hasil lemparan koin—kadang benar, kadang salah. Tapi ada satu ahli matematika bernama Peter W. Stoner yang mencoba menghitung kemungkinan seseorang menggenapi hanya delapan nubuat dalam Perjanjian Lama. Hasilnya mengejutkan: kemungkinannya hanya satu banding seratus juta miliar! Bayangkan seperti ini: Seolah-olah kita menandai satu koin, lalu mencampurnya dengan seratus juta miliar koin lainnya, lalu semua koin itu ditaruh di sebuah tanah kosong. Kemudian seseorang yang ditutup matanya disuruh mengambil satu koin saja dan ternyata yang dia ambil adalah koin yang ditandai itu. Hampir tidak mungkin, bukan? Kaoin begitu banyak dan orang yang mengambil matanya ditutup. Dia tidak bisa memilih, dia tidak bisa melihat koin yang ditandai. Dan Yesus bukan hanya menggenapi delapan nubuat—Ia menggenapi puluhan nubuat dalam hidup-Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya. Itu sebabnya kita percaya:Yesus bukan kebetulan. Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Allah merencanakan semuanya dengan penuh kasih dari sejak dahulu. Dan sama seperti Allah tidak bekerja secara kebetulan dalam hidup Yesus, Allah juga bekerja dengan tujuan dalam hidupmu.Mari kita berdoa:Tuhan, tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Terima kasih karena Engkau mengasihi aku dengan sengaja dan punya rencana yang indah untuk hidupku. Tolong aku mempercayai rencana-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin. Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bayangkan betapa besar kuasa Allah yang mengatur semuanya dengan tepat. Katakan pada Tuhan: “Tuhan, hidupku bukan kebetulan. Engkau punya rencana buatku.” Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MESIAS YANG BANGKITDiambil dari: Mazmur 16:10 (TB)“Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.”Wonder kids, Ada satu hal yang dimiliki semua orang di dunia: kita semua lahir, kita semua makan, kita semua bernafas… dan satu hari nanti, kita semua akan meninggal. Dan ketika seseorang meninggal, tubuhnya akan membusuk. Itu adalah bagian alami dari hidup manusia.Tapi Mazmur 16 berisi sesuatu yang berbeda.Raja Daud menulis bahwa Tuhan tidak akan membiarkan orang yang dikasihi-Nya mengalami kebinasaan, atau “membusuk” dalam kubur. Daud tahu ini tidak mungkin terjadi pada dirinya sendiri, karena ia adalah manusia biasa. Berarti Daud sedang membicarakan seseorang yang lebih besar—Mesias yang Tuhan janjikan. Ketika Yesus mati di kayu salib, tubuh-Nya tidak dibiarkan tinggal di kubur. Pada hari ketiga, Yesus bangkit dari antara orang mati, menggenapi Mazmur 16 dengan sempurna. Ini menjadi “sidik jari” terakhir dari Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa Yesus benar-benar Mesias. Kematian tidak bisa menahan Yesus. Kubur tidak bisa mengalahkan-Nya.Dan karena Yesus hidup kembali, kita memiliki pengharapan yang kekal bersama-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan apa artinya kalau Yesus benar-benar bangkit.Katakan kepada Tuhan:“Tuhan Yesus, Engkau hidup. Aku mau percaya dan berharap pada-Mu.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bangkit dan menang atas kematian. Engkau tidak diam terus di kubur, Engkau hidup. Dan karena itu aku punya harapan. Tolong aku percaya kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus hidup! Dan karena itu, kita memiliki harapan yang tidak akan pernah hilang. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah DAUD MENUBUATKAN PENYALIBANDiambil dari: Mazmur 22:15–17 “Aku seperti air yang tercurah… seluruh tulangku terlepas dari sendinya… anjing-anjing mengerumuni aku;… mereka menusuk tangan dan kakiku.”Wonder Kids, Saat Yesus tergantung di kayu salib, Ia mengutip Mazmur 22—Mazmur yang ditulis oleh Raja Daud sekitar seribu tahun sebelumnya. Yesus berkata, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Ketika Daud menulis Mazmur itu, ia sedang menggambarkan rasa sakit dan kesedihan yang ia alami. Ia tidak tahu bahwa kata-katanya itu akan menjadi gambaran yang sangat tepat tentang apa yang Yesus alami di salib. Mazmur 22 menggambarkan hal-hal seperti:Yesus diejek (ayat 7)tulang-tulang-Nya terlepas dari sendi (ayat 14)tangan dan kaki-Nya ditusuk (ayat 16)pakaian-Nya dibagi-bagikan (ayat 18)Yang luar biasa adalah: pada zaman Daud, penyaliban bahkan belum ditemukan!Belum ada hukuman salib. Namun Daud menggambarkannya dengan sangat tepat karena Roh Kudus yang memeberitahu dan menolong Daud untuk menuliskannya. Itu sebabnya nubuat ini menjadi “sidik jari ketujuh” yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Allah sudah mengetahui apa yang akan terjadi, dan Yesus rela datang untuk menanggung hukuman dosa kita. Yesus tidak terkejut oleh salib. Ia tahu apa yang akan Ia hadapi—dan Ia tetap memilih untuk melakukannya karena Ia mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Renungkan betapa besar kasih Yesus yang rela disalibkan untukmu. Katakan pada Tuhan:“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menanggung hukuman yang seharusnya untukku.”Mari kita berdoa:Tuhan, Engkau tidak terkejut dengan salib. Engkau sudah tahu semuanya, tetapi Engkau tetap memilih datang untuk menyelamatkanku. Terima kasih atas kasih-Mu yang begitu besar. Tolong aku hidup bersyukur kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu penderitaan yang akan Ia alami—dan Ia tetap memilih salib karena Ia mengasihimu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dikhianati Seorang TemanDiambil dari: Mazmur 41:10 “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan roti bersama-sama dengan aku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.”Wonder Kids, Saat jam makan siang di sekolah, kita biasanya duduk bersama siapa? Biasanya bersama teman-teman dekat kita. Makan bersama adalah waktu yang menyenangkan—kita bercanda, berbagi cerita, dan menikmati makanan bersama. Kita jarang makan dengan orang yang tidak kita sukai atau tidak kita percaya. Karena itu, dikhianati oleh teman sendiri adalah hal yang sangat menyakitkan. Raja Daud pernah mengalaminya. Ketika ia menulis Mazmur 41, ia sedang mengalami masa sulit. Ia merasa musuh-musuhnya senang melihat kesusahannya. Bahkan orang yang dekat dengannya, yang pernah makan bersama dia, ternyata mengkhianatinya. Meski begitu, Daud tetap percaya bahwa Tuhan akan memelihara dirinya.Yesus juga mengalami hal yang sama. Pada malam sebelum Ia disalibkan, Yesus sedang makan dengan para murid-Nya. Di saat yang sangat berat itu, Yesus tahu salah satu murid terdekat—Yudas—akan mengkhianati Dia. Yesus bahkan mengutip Mazmur 41 untuk menunjukkan bahwa apa yang terjadi sudah dinubuatkan sejak dulu. Pengkhianatan oleh Yudas adalah “sidik jari” keenam yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias.Yesus memahami rasa sakit ditinggalkan, dikhianati, dan dilukai oleh orang yang dekat.Itu sebabnya ketika kamu dikhianati atau dikecewakan teman, Yesus mengerti perasaanmu.Dia pernah mengalaminya, dan Dia ada untuk menolongmu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jika kamu pernah terluka karena teman, ceritakan kepada Tuhan. Katakan:“Tuhan, Engkau tahu rasanya disakiti. Tolong sembuhkan hatiku dan ajari aku menjadi teman yang setia.”Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau mengerti rasaku ketika aku disakiti oleh orang yang dekat denganku. Tolong aku belajar setia dalam persahabatan dan mengampuni seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memahami rasa sakitmu, dan Dia selalu setia—bahkan ketika manusia mengecewakan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah RAJA YANG MENUNGGANGI KELEDAI MUDADiambil dari: Zakharia 9:9 (TB)“Bersorak-sorailah, hai puteri Sion… Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya, ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai…” Wonder Kids, Kitab Zakharia ditulis pada masa sulit bagi bangsa Israel.Setelah raja-raja Israel jatuh ke dalam dosa, bangsa itu terpecah dan akhirnya dijajah oleh banyak musuh. Namun Tuhan tidak menyerah pada umat-Nya. Pada zaman nabi Zakharia, orang Israel diizinkan kembali ke Yerusalem dan membangun Bait Allah. Di saat itulah Tuhan memberi nubuat yang luar biasa:Akan datang Raja sejati, bukan dengan pasukan besar, bukan dengan kekuatan perang, tetapi dengan kerendahan hati—mengendarai seekor keledai muda. Biasanya raja datang naik kuda perang, tetapi Raja yang dijanjikan Tuhan datang dengan damai. Siapa Raja itu? Yesus!Dalam Yohanes 12:14–15, Yesus masuk Yerusalem dengan menunggang keledai muda, tepat seperti yang dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya. Inilah “sidik jari” kelima yang menunjukkan bahwa Yesus benar-benar Mesias. Yesus adalah Raja yang datang dengan lemah lembut, penuh kasih, bukan dengan kekerasan. Ia datang untuk membawa damai dan menyelamatkan dunia—bukan untuk berperang seperti raja dunia lainnya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu masa sulit yang pernah kamu alami.Bagaimana Tuhan memakainya untuk membuatmu lebih dekat kepada-Nya?Ucapkan syukur bahwa Yesus adalah Raja yang lembut dan peduli padamu.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, Engkau adalah Raja yang datang dengan kerendahan hati dan kedamaian. Tolong aku selalu dekat kepada-Mu, bukan hanya saat keadaan sulit. Terima kasih karena Engkau Raja yang penuh kasih. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah Raja sejati yang datang membawa damai, bukan perang. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KOTA KECIL BETLEHEMDiambil dari: Mikha 5:2 (TB)“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak zaman purbakala.” Wonder Kids, Betlehem mungkin terdengar seperti kota yang penting karena Raja Daud lahir di sana dan kisah Rut terjadi di sana. Tetapi pada zaman Perjanjian Lama, Betlehem hanyalah kota kecil, sederhana, bahkan tidak dianggap istimewa. Itulah sebabnya nubuat dari Nabi Mikha mengejutkan banyak orang: Mesias—Raja yang dijanjikan Tuhan—akan lahir di Betlehem? Bukankah kota itu terlalu kecil dan tidak berarti? Tetapi Tuhan memang sering bekerja dengan cara yang tidak kita duga. Ketika nabi Samuel mencari raja baru untuk Israel, Daud pun dianggap terlalu muda dan tidak penting. Namun justru dialah yang Tuhan pilih. Mengapa?Karena Tuhan suka memakai yang kecil dan lemah untuk menunjukkan betapa besar kuasa-Nya. Ketika kita merasa tidak mampu, Tuhan bisa memakai hidup kita untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Dan ketika Yesus lahir, hal itu menggenapi nubuat Mikha.Mesias benar-benar lahir di Betlehem, kota kecil yang Tuhan pilih untuk menggenapi rencana besar-Nya. Ini menjadi “sidik jari keempat” yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Tuhan tidak perlu tempat besar, orang hebat, atau hal-hal yang luar biasa untuk bekerja. Ia sering mulai dari hal yang kecil—bahkan dari kota kecil bernama Betlehem.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau kamu pernah merasa kecil, tidak penting, atau tidak mampu, ingatlah Betlehem.Katakan pada Tuhan:“Pakailah aku, Tuhan, walaupun aku kecil.”Mari kita berdoa:Tuhan, ketika aku merasa kecil dan tidak berarti, ingatkan aku bahwa Engkau memakai Daud dan Betlehem untuk melakukan hal besar. Tolong aku percaya bahwa Engkau juga bisa memakai hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan senang memakai hal yang kecil untuk melakukan hal yang besar. Tuhan Yesus memberkati.
19 Januari Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah TANDA UNTUK AHASDiambil dari:Yesaya 7:14 (TB)“Sebab itu Tuhan sendiri yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Wonder Kids, Ahas adalah raja Yehuda. Ia keturunan Raja Daud, tetapi memerintah di masa yang sangat sulit. Negeri Yehuda dikepung banyak musuh, dan Ahas pun menjadi takut.Saking takutnya, ia mencoba membuat perjanjian dengan bangsa Asyur untuk mendapat perlindungan, bukannya percaya kepada Tuhan. Nabi Yesaya datang dan menawarkan tanda dari Tuhan—tanda apa saja, bahkan yang paling mustahil—untuk menunjukkan bahwa Tuhan akan menjaga Yehuda. Tapi Ahas menolak, karena hatinya lebih percaya pada kekuatan manusia. Namun Tuhan tetap memberikan tanda: Akan ada seorang perempuan yang belum menikah dan tidak mungkin punya anak, tetapi ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Nama-Nya adalah Imanuel, yang berarti “Allah menyertai kita.”Tanda itu bukan hanya untuk Ahaz, tetapi untuk seluruh dunia.Bertahun-tahun kemudian, tanda mustahil itu digenapi melalui Maria, yang mengandung Yesus oleh kuasa Roh Kudus. Yesus adalah Imanuel yang sejati—Allah hadir dalam bentuk manusia. Ketika kita menghadapi sesuatu yang sulit atau tampak mustahil, kita sering merasa ingin mengandalkan kekuatan sendiri—seperti Ahas. Tetapi tanda untuk Ahas mengingatkan kita: Allah sanggup melakukan hal yang mustahil. Dan Ia menyertai kita. Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ingatlah satu hal sulit yang sedang kamu alami.Katakan kepada Tuhan:“Tuhan, aku percaya Engkau menyertai aku. Tolong aku tidak bergantung pada kekuatanku sendiri.” Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu bersama kami. Ajar aku percaya pada kuasa-Mu, bukan hanya pada diriku sendiri. Terima kasih karena Yesus adalah Imanuel—Allah yang menyertai kami. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin. Wonder Kids, ingatlah: ketika kita merasa takut atau tidak berdaya, Tuhan tetap menyertai kita dan sanggup melakukan yang mustahil. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah APA SIH SEBENARNYA ALKITAB ITU?Diambil dari:2 Timotius 3:16 (TB)“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”Wonder Kids, Kalau kita ingin mengenal siapa Yesus, kita tidak bisa jauh-jauh dari satu hal yang sangat penting, yaitu Alkitab. Alkitab bukan hanya buku yang laris dibaca banyak orang—Alkitab adalah Firman Tuhan. Alkitab terdiri dari enam puluh enam kitab yang ditulis oleh banyak orang selama ribuan tahun. Meski penulisnya berbeda-beda, semuanya dituntun oleh Roh Kudus sehingga apa yang mereka tulis adalah kebenaran dari Tuhan sendiri.Alkitab terbagi dua bagian. Perjanjian Lama berisi kisah penciptaan, sejarah bangsa Israel, hukum Tuhan, raja-raja, nabi-nabi, dan janji keselamatan. Perjanjian Baru berisi kisah Yesus, awal mula gereja, surat-surat untuk jemaat, dan janji tentang hal-hal yang akan datang.Dalam 2 Timotius 3:16, kita belajar bahwa seluruh Alkitab itu “diilhamkan Allah.”Itu berarti Firman Tuhan hidup, berkuasa, dan menolong kita.Melalui Alkitab, Tuhan mengajar kita, mengoreksi kita, memimpin kita, dan membentuk kita supaya hidup seperti yang Ia kehendaki.Semakin kita membaca Firman Tuhan, semakin kita mengenal Tuhan.Dan semakin kita mengenal Tuhan, semakin hidup kita berubah menjadi seperti Dia.Ketika kita masuk ke dalam Firman Tuhan, Firman Tuhan juga masuk ke dalam hidup kita!Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Luangkan waktu untuk membaca satu bagian kecil dari Alkitab—bahkan hanya beberapa ayat. Berdoalah, “Tuhan, ajari aku lewat Firman-Mu hari ini.”Mari kita berdoa:Tuhan, Engkaulah Penulis Alkitab yang hidup. Tolong aku mengerti Firman-Mu dan belajar menjadi seperti Engkau. Isi hatiku dengan kebenaran-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, ingatlah: ketika kamu membaca Firman Tuhan, Tuhan sendiri sedang berbicara kepadamu. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari iniAPAKAH IMAN KITA MENIRU?Diambil dari: 1 Yohanes 4:9 (TB)“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.”Wonder kids Ada tebak-tebakan lama yang berkata, “Ada sepuluh kucing di atas perahu. Satu melompat. Berapa yang tersisa?”Jawabannya: tidak ada, karena semuanya ikut melompar karena meniru 1 kuncing yang melompat duluan.Tiru-meniru ternyata bukan hal baru. Ada orang yang menuduh kekristenan hanyalah agama “copycat”—meniru cerita-cerita agama lama atau mitos kuno. Mereka berkata bahwa ajaran Yesus hanya tiruan dari kepercayaan lain. Tapi apakah benar begitu? Para ahli sejarah yang mempelajari bukti-buktinya berkata bahwa tuduhan itu tidak benar. Tidak ada mitos atau agama yang memiliki kisah Tuhan yang mati dan bangkit kembali sebelum kekristenan muncul. Sebaliknya, bukti sejarah menunjukkan bahwa inti iman Kristen adalah unik, asli, dan tidak meniru.Perbedaan terbesar antara kekristenan dan agama lain adalah Yesus Kristus.1 Yohanes 4:9 berkata bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup melalui Dia. Itu bukan tiruan.Itu adalah kasih Allah yang asli, unik, dan luar biasa. Jadi kalau ada orang berkata bahwa iman Kristen meniru agama lain, jangan bingung. Yesus tidak meniru siapa pun.Dialah satu-satunya Juruselamat yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu cara bagaimana Tuhan sudah menunjukkan kasih-Nya kepadamu — mungkin lewat keluargamu, sahabatmu, atau pertolongan yang kamu terima.Ucapkan syukur kepada Tuhan karena kasih-Nya nyata dan unik.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau mengutus Yesus, Anak-Mu yang tunggal, untuk menunjukkan kasih-Mu kepadaku. Tolong aku percaya bahwa iman Kristen itu benar, asli, dan unik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kita tidak meniru siapa pun — karena Yesus Kristus itu unik dan benar-benar nyata. Tuhan Yesus memberkati
Khutbah Jum'at - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc., MA. hafizhahullahu.Judul : 7 Golongan Manusia yang Dinaungi Allah.Sumber : YouTube.
Khutbah Jum'at - Ustadz Muhammad Abu Rivai, SH., MH. hafizhahullahu.Judul : 3 Sebab untuk Istiqomah.Sumber : YouTube.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari iniBUAH YANG MENARIKDiambil dari:Galatia 5:22–23 (TB)“Buah roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”Wonder Kids, Kalau kita melihat dua pohon kecil, misalnya pohon jambu dan pohon mangga, mungkin kita tidak bisa membedakannya. Keduanya terlihat hampir sama saat masih kecil.Tapi setelah bertumbuh dan mulai berbuah, barulah kita tahu pohon mana yang mangga dan mana yang jambu.Begitu juga dengan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Ketika seseorang menerima Yesus, Roh Kudus mulai bekerja di dalam hidupnya dan mengubah mereka menjadi manusia baru. Perubahan itu tidak langsung terlihat, tetapi ketika hidup seseorang mulai menghasilkan “buah,” semua orang bisa melihat perbedaan itu. Buah Roh Kudus adalah tanda bahwa Yesus hidup di dalam diri kita. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin buah itu terlihat—kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Anak Tuhan yang bertumbuh akan mulai mirip dengan Yesus: lebih sabar, lebih baik, lebih lembut, lebih mampu menahan diri. Orang lain akan bertanya-tanya, “Kenapa dia bisa berubah seperti itu?” Dan mereka akan melihat bahwa Tuhanlah yang mengubah kita dari dalam.Kita tidak bisa berubah sendiri. Tuhanlah yang menumbuhkan buah itu dalam hidup kita, dan Tuhan juga yang membuat orang lain melihat perubahan itu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pilih satu buah Roh yang ingin kamu latih hari ini — misalnya kesabaran, kebaikan, atau penguasaan diri. Mintalah Tuhan menumbuhkannya dalam hidupmu.Mari kita berdoa:Tuhan, Engkau sudah menjadikanku ciptaan baru. Tolong aku menghasilkan buah yang menunjukkan bahwa Engkau hidup di dalamku. Tumbuhkan buah Roh dalam hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang menghasilkan buah Roh menunjukkan siapa Tuhan yang tinggal di dalammu. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini CAMPUR-CAMPUR BOLEH UNTUK MAKANAN, TAPI BUKAN UNTUK IMANDiambil dari:Kisah Para Rasul 4:12 (TB)“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”Wonder Kids, Kita hidup di dunia yang suka mencampur-campur banyak hal.Misalnya, ketika kamu membeli makanan seperti soto atau bakso, kamu bisa menambah apa saja—sambal, kecap, bawang goreng, atau apa pun yang kamu suka. Campur-campur begitu boleh dan enak! Tapi masalahnya, ada orang yang memperlakukan iman seperti itu juga.Mereka suka bagian Yesus yang penuh kasih, yang menyembuhkan orang dan mengasihi anak-anak, tetapi mereka tidak suka ketika Yesus meminta kita untuk percaya dan taat sepenuh hati.Ada orang yang ingin mengambil sebagian dari ajaran kekristenan, lalu mencampurnya dengan kepercayaan lain. Itu disebut sinkretisme, dan itu adalah ide yang salah.Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada satu jalan untuk diselamatkan, yaitu jalan yang Tuhan tentukan. Ketika Yesus mati dan bangkit, murid-murid-Nya memberitakan Injil ke mana-mana. Di Kisah Para Rasul 4, Petrus dan Yohanes ditanya oleh para pemimpin agama, “Dengan kuasa siapa kamu melakukan semua ini?” Petrus menjawab dengan tegas bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Tidak ada jalan lain. Tidak ada nama lain.Hanya Yesus yang bisa menyelamatkan kita. Campur-campur itu enak untuk makanan, tetapi untuk iman, hanya ada satu pilihan yang benar, yaitu Yesus Kristus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan bagian dari ajaran Yesus yang paling kamu sukai.Lalu ingatlah: kita tidak boleh memilih-milih bagian yang enak saja—kita perlu menerima seluruh ajaran Tuhan dengan taat dan percaya.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, Engkau lebih dari sekadar Tuhan yang baik dan penuh kasih. Engkau adalah satu-satunya jalan keselamatan. Tolong aku menerima dan mengasihi seluruh ajaran-Mu, bukan hanya bagian yang kusukai. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: untuk iman, hanya Yesus Kristus yang benar dan menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari iniBANYAK AGAMA DI DUNIADiambil dari:Yesaya 44:6 (TB)“Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal yang sering membingungkan banyak orang: kenapa ada begitu banyak agama?Di dunia ini ada banyak sekali kepercayaan — seperti Yahudi, Islam, Buddha, Hindu, dan masih banyak lagi. Ada juga orang yang tidak percaya agama apa pun.Lalu muncul pertanyaan:Dengan begitu banyak kepercayaan, apa yang membuat kekristenan itu benar?Sejak zaman Perjanjian Lama, Tuhan tahu bahwa umat-Nya akan tergoda mengikuti cara-cara bangsa lain dan mencampur ibadah kepada Tuhan dengan kepercayaan lain.Dan itu benar terjadi — berkali-kali bangsa Israel meninggalkan Tuhan dan beralih ke ilah-ilah lain. Namun Tuhan selalu memanggil mereka kembali kepada-Nya, bukan karena takut “saingan,” tetapi karena Ia tahu hanya Dialah Allah yang hidup.Tuhan yang disembah bangsa Israel adalah Tuhan yang sama yang kita sembah hari ini.Ia bukan hanya Tuhan untuk satu bangsa, tetapi bagi seluruh dunia.Kabar baiknya: sekarang Tuhan membuka tangan-Nya bagi siapa saja yang mau percaya kepada-Nya. Jadi apa yang membuat kekristenan berbeda?Sederhana:Allah kita hidup. Ia berbicara, bekerja, mengasihi, dan menunjukkan diri kepada orang yang mau mencari-Nya. Ia datang ke dalam dunia, mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan kita dari dosa. Dia adalah yang pertama dan yang terakhir.Dialah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat yang benar, yaitu Tuhan YesusWonder Kids, hari ini lakukan ini:Ambil waktu sebentar dan katakan kepada Tuhan:“Tuhan Yesus, tolong aku mengerti bahwa Engkaulah satu-satunya Allah yang benar. Tunjukkan diri-Mu ketika aku mencari Engkau.”Mari kita berdoa:Tuhan, bukalah mataku untuk melihat bahwa Engkaulah Allah yang satu-satunya dan yang hidup. Tolong aku memahami kebenaran-Mu dan tidak bingung oleh banyaknya ajaran di dunia ini. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan kita hidup, berkuasa, dan tidak ada yang seperti Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan kita hari ini adalah MENGAPA ADA ORANG YANG MERAGUKANDiambil dari:Yudas 1:22 (TB)“Tunjukanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu.”Wonder kids, menurut sebuah artikel ilmu pengetahuan, ada jenis monyet yang menyapa temannya bukan dengan lambaian tangan, tetapi dengan cara menyentuh hidung satu sama lain. Aneh dan sulit dipercaya, kan? Begitu juga, ada hal-hal dalam hidup ini yang terlihat aneh atau sulit dimengerti sehingga orang menjadi ragu.Orang yang belum percaya Yesus bisa melihat kehidupan orang Kristen sebagai sesuatu yang berbeda dari pengalaman mereka. Kita ke gereja setiap minggu, menyanyi, berdoa, dan mendengar firman dari Alkitab. Bagi sebagian orang, itu terlihat tidak biasa.Ada juga orang yang ragu karena mereka belum benar-benar mengerti.Mereka bertanya:Benarkah Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta peduli pada setiap kita?Benarkah Yesus mati menggantikan kita dan bangkit kembali?Semua itu terdengar luar biasa—tetapi semuanya benar!Karena itu Tuhan mengingatkan kita untuk bersabar kepada orang-orang yang masih ragu.Kalau kita bersikap sombong atau merendahkan orang lain, mereka akan semakin sulit percaya. Tetapi ketika kita menunjukkan kasih, kerendahan hati, dan kebaikan, orang dapat melihat Yesus melalui hidup kita. Hidup kita bisa menjadi kesaksian yang membuat Injil lebih mudah dipercaya. Wonder Kids, mari kita menyapa dan memperlakukan semua orang dengan ramah—bukan dengan cara aneh seperti monyet tadi, tetapi dengan kasih dari Tuhan Yesus.Hari ini, Wonder Kids, lakukan ini:Tunjukkan satu tindakan kasih kepada seseorang yang mungkin belum percaya kepada Tuhan.Senyumlah, sapa, atau lakukan kebaikan kecil yang membuat mereka merasa diperhatikan.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku menjadi anak yang penuh kasih dan sabar kepada orang-orang yang masih ragu. Jadikan hidupku terang agar orang lain dapat melihat Engkau melalui perbuatanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: melalui tindakan kasihmu, orang lain bisa melihat bahwa Yesus itu nyata. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah MENJADI ANAK YANG BERHATI-HATIDiambil dari:1 Tesalonika 5:21 (TB)“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”Wonder Kids! Hari ini kita belajar tentang pentingnya mencari kebenaran.Di dunia ini, banyak informasi terdengar benar padahal tidak. Kadang ada orang yang bercerita sesuatu dengan meyakinkan, tapi apakah semuanya benar? Misalnya, ada seseorang bilang kalau kamu mengucapkan kata tertentu saat pesan makanan, kamu akan dapat bonus gratis. Kedengarannya menarik, tapi apakah itu benar? Kita tidak tahu sebelum mengeceknya. Itulah sebabnya kita tidak boleh mudah percaya sesuatu tanpa memeriksanya terlebih dahulu.Beberapa orang mengira bahwa percaya kepada Tuhan berarti percaya tanpa berpikir. Tetapi itu tidak benar. Tuhan tidak marah ketika kita bertanya, mencari, dan ingin memahami kebenaran. Justru Tuhan memberi kita banyak alasan untuk percaya kepada-Nya.Alkitab berkata dalam Amsal 8:17:“Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan aku.”Kalau kita sungguh-sungguh mencari kebenaran, kita akan menemukan Tuhan.Dan menemukan Tuhan jauh lebih berharga dari hal apa pun yang ditawarkan dunia. Cobalah ingat: adakah sesuatu yang pernah kamu dengar, tapi ternyata baru kamu percaya setelah kamu cek? Atau adakah hal tentang Tuhan yang membuatmu semakin yakin bahwa Dia nyata dan mengasihimu?Wonder Kids, hari ini kalau kamu mendengar suatu berita, gosip, atau informasi, jangan langsung percaya. Katakan dalam hatimu:“Tuhan, tolong aku membedakan yang benar dan yang tidak benar.”Mari kita berdoa, Tuhan, tolong aku menjadi anak yang mau mencari kebenaran. Ajari aku untuk menguji semua yang kudengar dan memegang apa yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonderkids, Tuhan sangat senang ketika kita mencari kebenaran, dan Dia berjanji menuntun kita menemukannya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahHARAPANMari kita membaca Firman Tuhan dariYOHANES 14: 27Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.Wonder Kids, Tuhan Yesus punya pesan khusus untukmu!Pesan-Nya ada di setiap kata di Alkitab.Seandainya kamu tahu…Bahwa Tuhan Yesus datang untuk menolongmu, bukan untuk menghukummu.Bahwa besok akan lebih baik dari hari ini.Bahwa Dia membawa anugerah keselamatan untukmu.Bahwa Dia ingin membawamu pulang ke surga bersama-Nya.Allah itu baik!Dia ingin kita mendengar suara-Nya dan percaya kepada-Nya.Wonder Kids, percayalah bahwa Allah menyertai kita dan ingin yang terbaik untuk kita.Maukah kamu belajar percaya kepada Allah?MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, segala sesuatu di dunia ini tidak bertahan selamanya.Liburan akan berakhir, tahun akan berganti, bahkan kehidupan pun sementara.Tetapi Allah tidak pernah berubah!Kasih-Nya, kesetiaan-Nya, janji-Nya, pengampunan-Nya—semuanya kekal!Percayalah kepada Allah dan Firman-Nya.Mari jadikan percaya sepenuhnya kepada Allah sebagai tujuan kita di tahun baru ini!Mari kita berdoaTuhan Yesus, terima kasih untuk damai yang Engkau berikan. Tolong aku untuk selalu merasakan damai-Mu dalam setiap langkahku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, YESUS MEMBERIKAN DAMAI SEJAHTERA YANG BERBEDA DARI DUNIA INI, DAN KITA TIDAK PERLU TAKUT KARENA DIA SELALU BERSAMA KITA. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahPEKERJAAN KITAMari kita membaca Firman Tuhan dariYOHANES 17: 10dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.Wonder Kids, Allah ingin membuat wajahmu bersinar!Bukan warna mata atau bentuk hidungmu, tetapi kemuliaan-Nya yang membuatmu terlihat penuh sukacita.Seperti Musa, yang wajahnya bercahaya setelah berbicara dengan TUHAN (Keluaran 34:29), Allah juga ingin memberimu sukacita yang nyata!Bagaimana caranya? Bukan dengan senyuman palsu, tetapi dengan hati yang siap menerima kasih Allah. Saat kamu berdoa, memuji, dan menyembah TUHAN, Dia akan menghapus kesedihanmu dan membuat wajahmu bersinar penuh damai!MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, mari siapkan hati kita untuk TUHAN!Tugas kita adalah datang kepada Allah dengan hati yang siap dan mau diubahkan oleh-Nya.Bagaimana caranya? Dengan membaca Firman Tuhan!Ayo baca Alkitab setiap hari—kamu bisa mulai dengan kitab Amsal atau Mazmur.Yuk, kita mulai dari tanggal 1 Januari yang akan datang!Mari kita berdoaTuhan Yesus, terima kasih karena Engkau membuat aku menjadi milik-Mu. Kiranya melalui hidupku, nama-Mu dimuliakan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, SEMUA YANG KITA MILIKI DAN YANG KITA LAKUKAN ADALAH UNTUK KEMULIAAN TUHAN, DAN KITA HARUS SALING MENDUKUNG SEBAGAI SATU TUBUH DALAM KRISTUS. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahALLAH SETIAMari kita membaca Firman Tuhan dariKISAH PARA RASUL 1: 14Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.Wonder Kids, sahabat itu istimewa!Mereka mendukung kita dan mau mendengarkan saat kita sedih. Tapi kadang sahabat juga bisa menyakiti hati kita—mungkin mereka berkata sesuatu yang menyakitkan, atau pergi jauh dari kita.Saat persahabatan terasa sulit, kita bisa merasa sedih dan kesepian. Tapi Tuhan Yesus mengerti perasaan itu! Sahabat-sahabat-Nya juga pernah mengkhianati dan meninggalkan-Nya.Meski sahabat bisa berubah, Allah selalu setia! Jika kamu merasa sedih karena sahabatmu, mintalah kepada Allah untuk menghiburmu. Biarkan Dia memenuhi hatimu dengan damai-Nya.Dan jangan lupa, doakan sahabatmu! Allah bisa menyentuh hati mereka juga.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, tidak semua orang mudah diajak berteman.Kadang ada teman yang sulit diajak bermain atau berbicara dengan baik.Meskipun kamu tidak bisa mengubah sikap mereka, kamu bisa memastikan bahwa kamu tetap berbuat baik. Jangan sampai kamu ikut membuat masalah. Tetaplah bersikap ramah dan penuh kasih seperti yang TUHAN ajarkan!Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti TUHAN telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian - Kolose 3: 12-13Mari kita berdoaTuhan Yesus, terima kasih untuk semua teman yang Engkau berikan. Ajar kami untuk selalu berdoa bersama dan saling mendukung. Jadikan hati kami penuh kasih dan persatuan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, KISAH PARA RASUL 1:14 MENGAJARKAN KITA UNTUK SELALU BERDOA BERSAMA DAN SALING MENDUKUNG SEPERTI YANG DILAKUKAN OLEH PARA MURID YESUS. Tuhan Yesus memberkati