POPULARITY
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan “Secret Mark”Diambil dari: Yohanes 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang berkata, “Mungkin ada kitab rahasia tentang Yesus yang menunjukkan bahwa Yesus sebenarnya tidak seperti yang diajarkan Alkitab.” Salah satu hal yang pernah dibicarakan orang adalah tulisan yang disebut “Secret Mark.” Ada yang menganggap tulisan ini sangat penting, bahkan lebih benar daripada Injil Markus yang ada di Alkitab.Tetapi setelah diteliti, ternyata tidak ada bukti kuat bahwa tulisan itu sungguh asli dan bisa dipercaya. Bahkan banyak ahli justru meragukannya. Jadi, kita tidak punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa ada “rahasia besar” tentang Yesus yang tersembunyi lalu baru ditemukan belakangan.Nah, ini penting, Wonder Kids. Kadang-kadang sesuatu yang terdengar misterius atau rahasia memang bisa membuat orang penasaran. Tetapi tidak semua yang terdengar heboh itu benar. Tuhan tidak membangun iman kita di atas gosip, cerita aneh, atau dokumen yang tidak jelas. Tuhan memberi kita firman-Nya yang kokoh dan dapat dipercaya.Yang kita tahu dengan jelas adalah ini: ada banyak bukti yang kuat bahwa Injil-injil dalam Alkitab dapat dipercaya. Di sanalah kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup, sungguh mati di kayu salib untuk dosa kita, dan sungguh bangkit. Jadi kita tidak perlu gelisah saat ada orang membawa cerita-cerita aneh tentang Yesus. Kita bisa tetap tenang dan berpegang pada firman Tuhan.Firman Tuhan dalam Yohanes 14:1 berkata, “Janganlah gelisah hatimu.” Mengapa? Karena Yesus sendiri meminta kita percaya kepada-Nya. Saat dunia penuh suara yang membingungkan, kita tidak perlu panik. Kita tetap bisa berkata, “Aku mau percaya kepada Yesus yang dinyatakan dalam firman Tuhan.”Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu mendengar hal yang membuatmu bingung tentang Tuhan atau Alkitab, jangan langsung takut. Katakan kepada orang dewasa yang bisa membimbingmu, lalu berdoalah, “Tuhan, tolong aku tetap berpegang pada firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak mudah bingung oleh hal-hal yang aneh atau menakutkan, tetapi tetap percaya kepada-Mu dengan hati yang tenang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu tidak perlu takut pada cerita yang membingungkan, karena firman Tuhan tetap kokoh dan Yesus tetap dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Agama-Agama MisteriDiambil dari: 1 Timotius 3:16 “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: ‘Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, yang dibenarkan dalam Roh, yang dilihat oleh malaikat-malaikat, yang diberitakan di antara bangsa-bangsa, yang dipercayai di dalam dunia, yang terangkat dalam kemuliaan.'”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa kekristenan cuma meniru cerita-cerita dari agama lain pada zaman Romawi. Mereka bilang, “Kan ada juga cerita tentang dewa-dewa dan hal-hal ajaib. Jadi mungkin cerita tentang Yesus juga cuma mirip begitu.” Kedengarannya mungkin pintar, tetapi ternyata tidak tepat.Mengapa? Karena cerita-cerita dalam agama-agama misteri itu sangat berbeda dengan berita tentang Yesus. Banyak cerita mereka berhubungan dengan alam, musim, atau dongeng tentang dewa-dewa. Tetapi berita tentang Yesus bukan dongeng seperti itu. Berita tentang Yesus berbicara tentang Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Yesus lahir, hidup di dunia ini, mati di kayu salib, bangkit, lalu diberitakan kepada bangsa-bangsa. Ini bukan cerita yang dibuat untuk mengikuti kebiasaan agama lain.Selain itu, para pengikut Yesus pertama adalah orang-orang Yahudi yang sangat percaya kepada Allah yang esa. Mereka tidak gampang mencampur iman mereka dengan cerita-cerita dewa kafir. Justru mereka memberitakan bahwa Yesus adalah penggenapan rencana Allah yang sudah dijanjikan dalam firman Tuhan. Jadi kekristenan tidak meminjam inti beritanya dari agama misteri. Berita Injil berdiri sendiri, unik, dan benar.Firman Tuhan dalam 1 Timotius 3:16 menunjukkan betapa mulianya berita tentang Yesus. Yesus menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia. Ia datang ke dunia ini, diberitakan, dipercayai, lalu terangkat dalam kemuliaan. Ini adalah kabar besar tentang karya keselamatan Allah, bukan cerita khayalan manusia.Wonder Kids, kadang-kadang orang mencoba membuat Yesus terlihat biasa saja, seolah-olah sama dengan semua cerita lain. Tetapi kita harus ingat: Yesus berbeda. Yesus bukan tokoh dongeng. Yesus adalah Tuhan yang benar-benar datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, kita tidak perlu bingung saat mendengar tuduhan-tuduhan seperti itu. Kita bisa tetap percaya bahwa Injil adalah kabar yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Juruselamat yang sejati, bukan cerita buatan manusia. Tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh datang ke dunia ini untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perkataan orang lain, tetapi tetap percaya bahwa Injil adalah kebenaran. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan dongeng atau cerita agama lain, karena Yesus adalah Juruselamat yang sejati dan kabar tentang-Nya adalah kebenaran. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Apolonius dari TianaDiambil dari: Yohanes 14:12 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba membandingkan Yesus dengan tokoh-tokoh lain dari zaman dahulu yang katanya juga melakukan hal-hal luar biasa. Salah satu nama yang kadang disebut adalah Apolonius dari Tiana. Ada cerita-cerita yang dibuat tentang dia, dan beberapa orang berkata, “Lihat, mungkin Yesus tidak istimewa, karena ada tokoh lain yang mirip.”Tetapi kalau kita melihat lebih teliti, perbandingan itu tidak kuat. Cerita tentang Apolonius ditulis jauh lebih belakangan, setelah zaman Yesus. Selain itu, banyak bagian ceritanya terdengar seperti kisah yang dibesar-besarkan untuk membuat dia tampak hebat. Berbeda dengan Injil, yang ditulis jauh lebih dekat dengan kehidupan Yesus dan didasarkan pada kesaksian para saksi.Yang lebih penting lagi, Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun. Yesus bukan hanya melakukan mujizat. Yesus mengajar dengan kuasa, mengampuni dosa, menyatakan diri sebagai Anak Allah, mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia, lalu bangkit dari kematian. Tidak ada tokoh lain yang seperti Yesus. Yesus itu unik. Yesus tidak bisa disamakan dengan orang lain.Kadang-kadang orang memang mencoba membuat Yesus terlihat biasa saja, seolah-olah Dia hanya salah satu tokoh hebat di antara banyak tokoh lain. Tetapi firman Tuhan menunjukkan bahwa Yesus jauh lebih besar. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan siapa pun membuat Yesus terlihat kecil di mata kita.Wonder Kids, saat kamu mendengar orang membandingkan Yesus dengan tokoh lain, ingatlah ini: Yesus bukan sekadar orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Hanya Yesus yang mati bagi dosa kita dan bangkit untuk memberi hidup yang kekal.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak sama dengan siapa pun. Tolong aku untuk mengenal Engkau dengan benar dan semakin percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau unik, mulia, dan tidak dapat disamakan dengan siapa pun. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perkataan orang lain, tetapi tetap percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun di dunia ini, karena hanya Dia Anak Allah dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Hanya Pembuat Keajaiban? Diambil dari: Lukas 11:20 “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”Wonder Kids, pada zaman dahulu memang ada orang-orang yang dianggap bisa melakukan hal-hal aneh atau luar biasa. Karena itu, ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus mungkin hanya seperti salah satu dari mereka. Tetapi kalau kita melihat lebih teliti, Yesus sama sekali tidak sama.Mengapa? Karena mujizat-mujizat Yesus berbeda. Yesus bukan hanya melakukan hal yang mengagumkan. Yesus menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, orang sakit kusta, orang tuli, bahkan membangkitkan orang mati. Ia juga mengusir setan dengan kuasa Allah. Dan semua itu tidak dilakukan seperti tukang sulap atau orang yang mau pamer. Yesus melakukan semuanya dengan kuasa, otoritas, dan tujuan yang jelas.Yang paling penting, Yesus tidak pernah berkata bahwa kuasa itu berasal dari diri-Nya sebagai manusia biasa yang hebat. Yesus menunjukkan bahwa Ia datang dari Allah dan bahwa Kerajaan Allah sedang hadir melalui diri-Nya. Jadi mujizat Yesus bukan pertunjukan. Mujizat Yesus adalah tanda yang menunjukkan siapa Dia sebenarnya.Bayangkan, Wonder Kids, kalau ada orang yang bisa melakukan hal luar biasa, tetapi semua yang ia katakan tentang dirinya juga terbukti benar, itu berarti kita harus sungguh-sungguh memperhatikan dia. Nah, Yesus bukan hanya membuat orang kagum. Ia menyatakan bahwa Dia diutus oleh Bapa, bahwa kuasa Allah bekerja melalui-Nya, dan bahwa manusia harus percaya kepada-Nya.Jadi, Yesus bukan sekadar “pembuat keajaiban.” Yesus adalah Anak Allah yang berkuasa. Mujizat-mujizat-Nya menunjukkan bahwa Dia benar-benar Tuhan yang datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kuasa jahat.Wonder Kids, kadang-kadang orang bisa tertarik kepada Yesus hanya karena hal-hal luar biasa yang Dia lakukan. Tetapi Tuhan mau kita lebih dari itu. Tuhan mau kita percaya kepada siapa Yesus sebenarnya. Bukan hanya kagum pada kuasa-Nya, tetapi juga tunduk kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya kagum kepada-Mu. Aku mau sungguh percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh kuasa dan Engkau datang dari Allah. Tolong aku supaya tidak hanya kagum pada mujizat-Mu, tetapi sungguh percaya dan taat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan sekadar pembuat keajaiban, tetapi Anak Allah yang penuh kuasa dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Itu Naturalisme? Diambil dari: Lukas 18:27 “Kata Yesus: ‘Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu cara berpikir yang disebut naturalisme. Naturalisme adalah cara berpikir yang mengatakan bahwa semua hal harus dijelaskan hanya dengan apa yang biasa terjadi di dunia ini. Jadi, kalau ada sesuatu yang ajaib atau mujizat, orang yang berpikir seperti ini akan langsung berkata, “Itu tidak mungkin,” karena mereka tidak mau percaya bahwa Tuhan bisa bertindak di luar hal-hal biasa.Coba bayangkan begini. Kalau sebuah pohon tumbang saat ada angin besar, itu hal yang biasa terjadi. Tetapi kalau Tuhan melakukan sesuatu yang ajaib, seperti menyembuhkan orang sakit dengan kuasa-Nya, orang yang berpikir secara naturalisme akan langsung menolak kemungkinan itu. Bukan karena mereka sudah memeriksa semuanya dengan jujur, tetapi karena sejak awal mereka sudah memutuskan bahwa mujizat tidak mungkin ada.Nah, di situlah masalahnya, Wonder Kids. Kalau seseorang dari awal sudah menutup pintu bagi kuasa Tuhan, maka ia tidak akan mau menerima apa pun yang menunjukkan bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi. Kalau Tuhan bisa menciptakan semuanya, tentu Tuhan juga sanggup melakukan hal yang mustahil bagi manusia.Firman Tuhan dalam Lukas 18:27 berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” Itu berarti kita tidak boleh membatasi Tuhan hanya pada apa yang biasa kita lihat setiap hari. Tuhan memang sering bekerja melalui hal-hal biasa, tetapi Tuhan juga sanggup melakukan hal-hal luar biasa menurut kehendak-Nya.Wonder Kids, ini tidak berarti kita harus percaya sembarang cerita aneh. Kita tetap perlu belajar dengan bijak dan hati-hati. Tetapi kita juga tidak boleh sombong seolah-olah Tuhan tidak mungkin melakukan mujizat. Anak Tuhan percaya bahwa Allah itu besar, berkuasa, dan tidak terbatas oleh pikiran manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu menghadapi sesuatu yang terasa sulit atau mustahil, katakan dalam doamu, “Tuhan, bagi manusia ini sulit, tetapi bagi-Mu tidak ada yang mustahil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang mahakuasa. Tolong aku supaya tidak membatasi Engkau dengan pikiranku yang kecil, tetapi percaya bahwa Engkau sanggup melakukan apa yang mustahil bagi manusia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: manusia punya batas, tetapi Tuhan tidak. Apa yang mustahil bagi manusia tetap mungkin bagi Allah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang Menolak Tuduhan SalahDiambil dari: Markus 6:3 “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang salah menilai seseorang? Misalnya, ada anak yang dianggap biasa saja, padahal sebenarnya dia sangat baik. Atau ada orang yang langsung menuduh tanpa benar-benar melihat buktinya. Itu bisa terjadi juga saat orang berbicara tentang Yesus.Ada orang yang mau menerima bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, tetapi mereka tetap menolak siapa Yesus sebenarnya. Mereka berkata bahwa Yesus hanya manusia biasa. Ada yang bilang Yesus hanya guru yang baik. Ada yang bilang Yesus hanya orang yang pandai berbicara. Tetapi mereka tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.Masalahnya, kalau kita sungguh melihat semua yang Yesus lakukan dan semua yang Alkitab katakan, tuduhan-tuduhan itu tidak cukup. Yesus bukan hanya orang baik biasa. Yesus mengampuni dosa, melakukan mujizat, menerima penyembahan, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Tidak ada manusia biasa yang seperti itu. Karena itu, kita harus hati-hati supaya tidak membuat Yesus menjadi lebih kecil daripada yang Alkitab nyatakan.Dalam Markus 6:3, orang-orang di kampung Yesus sulit menerima Dia karena mereka merasa sudah mengenal-Nya. Mereka melihat Yesus hanya dari luar. Mereka tahu keluarga-Nya, tahu tempat asal-Nya, tetapi hati mereka tidak mau percaya. Mereka dekat secara lahiriah, tetapi tidak sungguh mengenal siapa Yesus sebenarnya.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Kita bisa sering mendengar nama Yesus, sering datang ke gereja atau Sekolah Minggu, tetapi tetap belum sungguh percaya kepada-Nya. Kita bisa tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum benar-benar mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tuhan mau kita tidak berhenti pada pengetahuan luar saja. Tuhan mau kita sungguh percaya kepada Yesus sebagaimana Dia dinyatakan dalam firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau dari luar. Tolong aku sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya manusia biasa, tetapi Anak Allah yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dari luar tidak cukup. Kamu perlu sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Bukan Dongeng Diambil dari: 1 Petrus 2:24 “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”Wonder Kids, kamu pasti tahu bahwa ada banyak cerita yang sebenarnya tidak sungguh terjadi. Misalnya tokoh-tokoh dongeng atau cerita yang dibuat untuk menghibur. Cerita-cerita itu bisa menarik, lucu, atau seru, tetapi tetap saja itu hanya cerita.Kadang-kadang ada orang yang berpikir bahwa Yesus juga seperti itu, seolah-olah hanya tokoh dalam cerita lama. Tetapi itu tidak benar. Yesus bukan dongeng. Yesus sungguh hidup di dunia ini. Yesus sungguh datang ke dalam sejarah manusia. Dan yang lebih penting lagi, Yesus sungguh mati di kayu salib dan bangkit untuk menyelamatkan manusia berdosa.Memang ada banyak tradisi dan cerita yang tersebar di dunia ini. Beberapa tradisi mungkin bermula dari sedikit kisah lalu berubah menjadi cerita yang dicampur dengan hal-hal lain. Tetapi berita tentang Yesus berbeda. Berita tentang Yesus bukan hanya diwariskan sebagai cerita, melainkan diteguhkan oleh firman Tuhan, oleh para saksi, dan oleh banyak bukti sejarah. Karena itu, kita tidak percaya kepada Yesus seperti percaya pada dongeng. Kita percaya kepada Yesus yang sungguh nyata.Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24 mengingatkan bahwa Yesus benar-benar memikul dosa kita di tubuh-Nya di kayu salib. Itu bukan pura-pura. Itu bukan simbol saja. Itu sungguh terjadi. Yesus benar-benar menderita karena kasih-Nya kepada kita. Ia mati supaya kita yang berdosa bisa diampuni dan hidup bagi Tuhan.Wonder Kids, ini penting sekali. Kalau Yesus hanya dongeng, maka tidak ada keselamatan yang sejati. Tetapi karena Yesus sungguh hidup, sungguh mati, dan sungguh bangkit, maka kita punya pengharapan yang nyata. Kita punya Juruselamat yang benar-benar mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan mengasihiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata. Terima kasih karena Engkau mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup, sungguh mati bagimu, dan sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Gulungan Laut Mati Diambil dari: Matius 11:4–5 “Jawab Yesus kepada mereka: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.'”Wonder Kids, pernahkah kamu merasa bingung lalu bertanya, “Benarkah Yesus itu Mesias?” Yohanes Pembaptis juga pernah berada dalam keadaan yang sulit. Saat ia dipenjara, ia mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?” Itu pertanyaan yang jujur.Lalu bagaimana Yesus menjawab? Yesus tidak marah. Yesus menjawab dengan menunjukkan apa yang sedang Ia kerjakan. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, dan kabar baik diberitakan kepada orang miskin. Jawaban Yesus menunjukkan bahwa Dialah Mesias yang sudah dijanjikan Allah.Menariknya, para peneliti juga menemukan gulungan-gulungan kuno yang menolong kita melihat bahwa orang-orang Yahudi pada zaman itu memang sedang menantikan karya besar dari Mesias. Jadi saat Yesus menjawab seperti itu, jawaban-Nya bukan asal-asalan. Yesus sedang menunjukkan bahwa janji Allah sedang digenapi di dalam diri-Nya.Wonder Kids, ini mengajarkan kita sesuatu yang penting. Saat kita punya keraguan atau pertanyaan, kita tidak perlu lari dari Tuhan. Yohanes membawa pertanyaannya kepada Yesus. Dan Yesus menjawab dengan menunjukkan kebenaran. Tuhan tidak takut pada pertanyaan yang jujur. Tuhan mau kita datang kepada-Nya dan melihat siapa Dia sebenarnya.Kadang-kadang kita juga bisa ragu. Mungkin kita bertanya, “Apakah Yesus sungguh mendengar doaku?” atau “Apakah Tuhan sungguh bekerja?” Saat itu terjadi, lihatlah kembali kepada Yesus. Lihat firman-Nya. Lihat apa yang sudah Ia lakukan. Yesus adalah Juruselamat yang dijanjikan, dan Dia tidak pernah berubah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu pertanyaan atau keraguan di hatimu, katakan itu dengan jujur kepada Tuhan dalam doa. Lalu bacalah satu kisah tentang Yesus dalam Injil dan perhatikan apa yang Yesus lakukan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Tolong aku supaya saat aku ragu atau bingung, aku datang kepada-Mu dan belajar percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu punya pertanyaan, datanglah kepada Yesus, karena Dialah Mesias yang sejati dan jawaban yang kamu butuhkan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Arkeologi #3: Bayi-Bayi di BetlehemDiambil dari: Matius 2:16 “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.”Wonder Kids, kisah tentang Herodes yang memerintahkan pembunuhan bayi-bayi di Betlehem adalah kisah yang sangat sedih dan mengerikan. Karena itu, ada orang yang bertanya, “Apakah ini sungguh pernah terjadi?” Mereka merasa kisah ini terlalu berat untuk dipercaya.Tetapi kalau kita melihat seperti apa Herodes itu, kisah ini justru tidak aneh. Herodes dikenal sebagai raja yang sangat kejam. Ia sangat takut kehilangan kuasa. Karena itu, ia bisa melakukan hal-hal yang jahat untuk melindungi tahtanya. Jadi saat Herodes mendengar tentang seorang anak yang disebut raja orang Yahudi, sangat masuk akal kalau ia menjadi marah dan bertindak kejam.Betlehem sendiri adalah kota kecil. Jadi jumlah anak yang dibunuh mungkin tidak sebanyak yang dibayangkan orang. Karena itulah, peristiwa ini mungkin tidak dicatat oleh banyak penulis sejarah lain. Tetapi itu tidak berarti peristiwa ini tidak terjadi. Justru kisah ini cocok dengan sifat Herodes yang memang kejam dan tanpa belas kasihan.Wonder Kids, dari kisah ini kita belajar bahwa dunia ini sungguh rusak oleh dosa. Ada kejahatan yang nyata, ada orang yang tega menyakiti orang lain, bahkan anak-anak kecil. Tetapi di tengah dunia yang gelap itu, Tuhan tetap bekerja. Herodes yang jahat tidak bisa menghentikan rencana Allah. Yesus tetap hidup, dan Yesus tetap datang untuk menjadi Juruselamat.Kadang-kadang kita juga melihat hal-hal yang jahat dan tidak adil, lalu bertanya, “Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?” Kisah ini mengingatkan kita bahwa kejahatan manusia itu nyata, tetapi Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Rencana keselamatan-Nya tetap berjalan. Dan Yesus datang justru ke dunia yang penuh dosa ini untuk menyelamatkan manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Berdoalah bagi anak-anak yang sedang mengalami kesedihan, ketakutan, atau perlakuan yang tidak baik. Mintalah Tuhan melindungi mereka dan menolong kita punya hati yang mengasihi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, dunia ini penuh dosa dan kejahatan, tetapi terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan. Tolong aku supaya tidak menjadi anak yang keras hati atau jahat, tetapi anak yang mengasihi, lembut, dan peduli kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kejahatan manusia tidak pernah bisa menggagalkan rencana Tuhan, karena Yesus tetap datang untuk menjadi Juruselamat dunia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Arkeologi 2: Apakah Nazaret Benar-Benar Ada? Diambil dari: Lukas 4:16 “Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Kitab Suci.”Wonder Kids, ada orang yang pernah meragukan apakah Nazaret itu benar-benar sebuah kota pada zaman Tuhan Yesus. Mereka berpikir mungkin Nazaret terlalu kecil, terlalu tidak terkenal, atau bahkan mungkin belum ada. Karena itu mereka bertanya, “Benarkah Yesus dibesarkan di sana?”Tetapi para peneliti menemukan bahwa Nazaret memang adalah tempat yang nyata. Di daerah itu ditemukan sisa-sisa rumah, bangunan, dan tanda-tanda kehidupan dari zaman kuno. Semua itu menunjukkan bahwa Nazaret memang dihuni pada masa Tuhan Yesus. Jadi, sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab tidak menceritakan dongeng, tetapi peristiwa yang benar-benar terjadi di tempat yang nyata.Menariknya, Nazaret bukan kota besar dan terkenal. Nazaret hanyalah kota kecil. Tetapi justru di tempat kecil itulah Yesus dibesarkan. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan sering bekerja melalui hal-hal yang dianggap kecil oleh manusia. Orang mungkin memandang rendah tempat kecil, orang kecil, atau hal kecil. Tetapi Tuhan tidak demikian. Tuhan bisa memakai apa yang sederhana untuk menjalankan rencana-Nya yang besar.Wonder Kids, mungkin kadang-kadang kamu merasa dirimu biasa saja. Mungkin kamu bukan anak yang paling pintar, paling berani, atau paling menonjol. Mungkin kamu merasa hidupmu kecil dan tidak terlalu penting. Tetapi ingat, Yesus dibesarkan di Nazaret, kota kecil yang dipandang sederhana. Itu berarti Tuhan tidak perlu tempat besar atau hal yang hebat menurut manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya. Tuhan bisa memakai hidupmu juga.Yang paling penting bukan apakah kita berasal dari tempat besar atau kecil, tetapi apakah kita mau hidup bagi Tuhan. Tuhan melihat hati. Tuhan bisa memakai anak yang sederhana, yang mau taat, mau belajar firman Tuhan, dan mau hidup benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan, walaupun aku kecil, pakailah hidupku untuk melakukan yang baik bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak memandang seperti manusia memandang. Terima kasih karena Engkau bisa memakai hal-hal yang kecil untuk pekerjaan-Mu yang besar. Tolong aku supaya tidak rendah diri, tetapi percaya bahwa Engkau juga bisa memakai hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan bisa memakai anak yang sederhana dan tempat yang kecil untuk menjalankan rencana-Nya yang besar. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Arkeologi: SensusDiambil dari: Lukas 2:1 “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.”Wonder Kids, saat kita membaca kisah Natal, kita menemukan cerita tentang sensus, yaitu pendataan orang-orang oleh pemerintah. Karena sensus itulah Yusuf dan Maria pergi ke Betlehem. Tetapi ada orang yang bertanya, “Apakah sensus seperti itu benar-benar pernah terjadi? Mengapa orang harus pergi mendaftar?”Ternyata, dari catatan-catatan kuno, kita tahu bahwa pada zaman itu pemerintah memang sering melakukan sensus. Sensus dipakai untuk mengetahui jumlah penduduk, mengatur pajak, dan mengurus pemerintahan. Bahkan ada bukti bahwa dalam beberapa keadaan, orang memang diminta kembali ke tempat asal keluarganya untuk didaftarkan. Jadi, kisah yang ditulis Lukas bukan cerita aneh atau asal dibuat. Lukas menulis tentang hal yang cocok dengan dunia nyata pada zamannya.Ini penting, Wonder Kids, karena sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab berdiri di dalam sejarah yang sungguh terjadi. Tuhan tidak bekerja di dunia dongeng. Tuhan bekerja di tengah kerajaan, kota, pemerintah, dan perjalanan manusia yang nyata. Bahkan sensus yang kelihatannya hanyalah urusan pemerintah dipakai Tuhan untuk membawa Yusuf dan Maria ke Betlehem, tepat seperti yang sudah Tuhan janjikan sebelumnya.Wah, ini indah sekali. Kadang-kadang ada hal dalam hidup kita yang kelihatannya biasa saja, bahkan merepotkan. Misalnya harus pergi ke suatu tempat, menunggu, ikut aturan, atau mengalami perubahan rencana. Tetapi Tuhan bisa memakai hal-hal biasa itu untuk menggenapi rencana-Nya. Sensus pada zaman itu bukan kebetulan. Tuhan memakainya supaya Yesus lahir di Betlehem, sesuai dengan firman-Nya.Jadi, saat kita membaca Alkitab, kita boleh percaya bahwa Tuhan sungguh memegang sejarah. Pemerintah, perjalanan, dan keputusan manusia tetap ada di dalam tangan Tuhan. Tidak ada yang terlalu besar atau terlalu kecil bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat ada rencana hari ini yang berubah atau terasa merepotkan, jangan langsung mengeluh. Cobalah berdoa, “Tuhan, tolong aku percaya bahwa Engkau tetap bekerja dalam hal-hal biasa.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memegang sejarah dan hidupku juga. Tolong aku untuk percaya bahwa Engkau tetap bekerja bahkan melalui hal-hal yang kelihatannya biasa atau tidak menyenangkan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan sanggup memakai hal-hal biasa dalam hidup untuk menjalankan rencana-Nya yang besar dan baik. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Markus: Perjalanan ke DekapolisDiambil dari: Markus 7:31 “Kemudian Yesus meninggalkan lagi daerah Tirus dan melalui Sidon pergi ke Danau Galilea, ke daerah Dekapolis.”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang mencoba meragukan Alkitab. Mereka berkata bahwa penulis Alkitab mungkin tidak tahu tempat-tempat yang mereka ceritakan. Salah satu contohnya adalah saat Markus menulis perjalanan Yesus dari Tirus, melalui Sidon, lalu ke Danau Galilea dan ke daerah Dekapolis. Ada orang yang berkata, “Ah, rute itu aneh. Markus pasti salah.”Tetapi setelah dipelajari dengan lebih teliti, ternyata perjalanan itu tetap masuk akal. Pada zaman itu, orang tidak selalu berjalan seperti kita naik kendaraan hari ini yang mencari jalan tercepat. Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih jalan tertentu. Bisa jadi karena kondisi jalan, daerah yang dilewati, tujuan pelayanan, atau kota-kota yang ingin dikunjungi. Jadi, Markus bukan asal menulis. Ia mencatat perjalanan Yesus dengan masuk akal dan sesuai dengan keadaan zaman itu.Ini mengajarkan kita sesuatu yang penting, Wonder Kids. Kadang-kadang manusia cepat sekali berkata bahwa Alkitab salah, padahal mereka belum mengerti semuanya. Tetapi semakin diteliti, kita sering melihat bahwa firman Tuhan tetap dapat dipercaya. Jadi saat ada hal yang belum kita pahami, kita tidak perlu buru-buru ragu. Kita bisa tetap percaya dan terus belajar.Yang lebih indah lagi, perjalanan Yesus ini menunjukkan bahwa Yesus tidak diam di satu tempat saja. Ia berjalan dari satu daerah ke daerah lain untuk melayani orang. Yesus datang mendekat kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan-Nya. Itu berarti Yesus adalah Tuhan yang aktif mencari dan melayani manusia.Wonder Kids, mungkin hari ini kamu merasa jauh, bingung, atau lelah. Ingatlah bahwa Yesus bukan Tuhan yang diam dan jauh. Ia adalah Tuhan yang datang mendekat. Ia tahu jalan hidupmu, dan Ia sanggup memimpinmu ke mana kamu harus berjalan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu berjalan ke sekolah, ke gereja, atau ke tempat lain hari ini, ucapkan dalam hati, “Tuhan Yesus, pimpin langkahku hari ini.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang datang mendekat kepada manusia. Tolong aku supaya percaya kepada firman-Mu dan menyerahkan setiap langkah hidupku kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu jalan yang benar, dan Dia sanggup memimpin setiap langkah hidupmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Sumur Yakub Diambil dari: Yohanes 4:5–6 “Maka sampailah Ia ke suatu kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.”Wonder Kids, di Yohanes 4 kita membaca cerita tentang Yesus bertemu dengan seorang perempuan Samaria di dekat sumur Yakub. Yohanes menuliskan tempat itu dengan jelas, seolah-olah ia ingin kita tahu bahwa ini bukan cerita khayalan. Dan memang, tempat itu dikenal dalam sejarah. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab berbicara tentang tempat yang nyata dan peristiwa yang sungguh terjadi.Tetapi yang lebih indah dari sekadar tempatnya adalah apa yang Yesus lakukan di sana. Yesus sengaja datang ke daerah Samaria dan duduk di dekat sumur itu. Lalu datanglah seorang perempuan untuk menimba air. Biasanya orang Yahudi dan orang Samaria tidak akrab. Bahkan sering saling menjauh. Tetapi Yesus justru berbicara kepadanya. Yesus tidak menjauh seperti banyak orang lain. Yesus datang mendekat.Perempuan itu sebenarnya datang untuk mengambil air biasa. Tetapi Yesus ingin menunjukkan bahwa ia membutuhkan sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu air hidup. Air dari sumur hanya bisa menghilangkan haus untuk sementara. Tetapi Yesus bisa memberi kehidupan yang sejati. Yesus bisa memuaskan hati yang kosong dan menyelamatkan orang berdosa.Wonder Kids, ini sangat menghibur. Kadang-kadang kita juga seperti perempuan itu. Di luar kelihatannya biasa saja, tetapi di dalam hati bisa ada rasa takut, sedih, malu, atau kosong. Mungkin orang lain tidak tahu. Tetapi Yesus tahu. Yesus tahu isi hati kita dan tetap mau datang kepada kita. Yesus tidak jijik kepada orang berdosa yang mau datang kepada-Nya. Ia justru datang untuk menyelamatkan.Jadi, saat kita membaca kisah ini, kita bukan hanya belajar bahwa sumur Yakub itu benar-benar ada. Kita juga belajar bahwa Yesus sungguh mengasihi orang yang haus akan kasih dan keselamatan. Yesus tahu siapa kita, tetapi Ia tetap mau menolong kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Datanglah kepada Tuhan dalam doa dan katakan dengan jujur satu hal yang ada di hatimu hari ini, entah itu sedih, takut, malu, atau bingung. Ceritakan itu kepada Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengenalku dan tetap mau datang kepadaku. Tolong aku supaya datang kepada-Mu saat hatiku haus dan kosong, karena hanya Engkau yang bisa memberi hidup yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu isi hatimu, dan Dia tetap mengasihimu serta mau memberi hidup yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam SiloamDiambil dari: Yohanes 9:7 “dan berkata kepadanya: ‘Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.' Siloam artinya: Yang Diutus. Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.”Wonder Kids, dalam Injil Yohanes ada cerita tentang seorang yang buta sejak lahir. Tuhan Yesus bertemu dengan dia, lalu menyuruhnya pergi membasuh diri di kolam Siloam. Dulu ada orang yang mungkin mengira tempat ini hanya bagian dari cerita. Tetapi kemudian para peneliti menemukan bahwa kolam Siloam itu benar-benar ada. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Yohanes menulis dengan teliti dan Alkitab berbicara tentang tempat yang nyata.Kolam Siloam pada zaman itu memang penting. Tempat itu dipakai oleh banyak orang, dan airnya sangat berarti bagi kehidupan mereka. Yohanes tidak sedang menulis dongeng. Ia mencatat peristiwa yang sungguh terjadi di dunia nyata. Dan di tempat nyata itu, Yesus melakukan mujizat yang nyata.Tetapi yang paling penting bukan hanya bahwa kolam itu ada. Yang paling penting adalah siapa Yesus itu. Dalam cerita ini, Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas kebutaan. Murid-murid sempat berpikir bahwa kebutaan orang itu pasti langsung berhubungan dengan dosa tertentu. Tetapi Yesus menunjukkan bahwa pekerjaan Allah bisa dinyatakan melalui hidup orang itu. Lalu Yesus menyembuhkan dia.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga mudah salah menilai. Kita melihat seseorang yang susah, sakit, atau berbeda, lalu cepat-cepat berpikir yang tidak benar. Tetapi Tuhan Yesus mengajar kita untuk melihat dengan hati yang benar. Yesus penuh kuasa, tetapi juga penuh belas kasihan. Dia bukan hanya tahu masalah orang itu, tetapi juga menolongnya.Dan ada satu hal lagi yang indah. Orang buta itu taat pada perkataan Yesus. Ia pergi ke kolam Siloam dan membasuh diri. Lalu ia sembuh. Ini mengingatkan kita bahwa saat Tuhan berbicara, kita perlu taat. Kadang-kadang kita belum mengerti semuanya, tetapi kita tetap bisa percaya dan melakukan apa yang Tuhan mau.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang Tuhan mau kamu taati hari ini, entah itu berkata jujur, meminta maaf, atau mendengar orang tua. Lalu lakukan itu dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh kuasa dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak cepat menilai orang lain, tetapi belajar taat kepada-Mu dan percaya pada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus yang bekerja di tempat nyata pada zaman dulu juga sanggup bekerja nyata dalam hidupmu hari ini. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam BetesdaDiambil dari: Yohanes 5:2 “Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya.”Wonder Kids, penulis Injil Yohanes juga menulis dengan teliti. Dalam Injilnya, Yohanes menceritakan bahwa di Yerusalem ada sebuah kolam bernama Betesda, dan kolam itu mempunyai lima serambi. Dulu ada orang yang meragukan cerita ini. Mereka berpikir mungkin Yohanes salah menulis, atau mungkin tempat itu sebenarnya tidak pernah ada.Tetapi kemudian, para peneliti menemukan bahwa memang ada tempat seperti yang Yohanes tulis. Mereka menemukan sisa-sisa kolam itu, dan ternyata gambarnya cocok dengan penjelasan Yohanes. Wah, ini menarik sekali. Sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab bukan cerita buatan, tetapi berbicara tentang tempat yang sungguh nyata dalam sejarah.Apa artinya untuk kita, Wonder Kids? Artinya, Tuhan memberi firman-Nya dengan benar dan dapat dipercaya. Kadang-kadang manusia cepat meragukan Alkitab hanya karena belum menemukan jawabannya. Tetapi sering kali, setelah diteliti lebih jauh, justru Alkitab terbukti benar. Jadi kita tidak perlu takut saat ada orang yang meragukan firman Tuhan. Tuhan tahu apa yang benar, dan kebenaran-Nya akan tetap berdiri.Di kolam Betesda itu juga Yohanes menceritakan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang sudah lama sakit. Jadi tempat itu bukan hanya penting karena benar-benar ada, tetapi juga karena di sana Yesus menunjukkan kuasa dan kasih-Nya. Yesus bukan hanya tokoh dalam cerita, tetapi Tuhan yang sungguh hadir dan bekerja di dunia nyata.Kadang-kadang iman kita juga seperti terkubur oleh keraguan atau pertanyaan. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa firman Tuhan tetap kokoh. Saat kita belum mengerti semuanya, kita tetap bisa percaya kepada Tuhan dan terus belajar mengenal-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya satu pertanyaan tentang Alkitab, jangan simpan sendiri. Tanyakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahKetelitian Lukas: Gelar, Negara, dan Banyak LagiDiambil dari: Kisah Para Rasul 1:3 “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Dalam kitab Kisah Para Rasul, ia menulis banyak nama jabatan, nama tempat, nama kota, bahkan urutan perjalanan dengan sangat hati-hati. Dan yang menarik, berkali-kali para peneliti menemukan bahwa Lukas menulis dengan tepat. Ia benar saat menyebut gelar seseorang, benar saat menuliskan nama daerah, dan benar saat menggambarkan berbagai tempat.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau seseorang teliti dan dapat dipercaya dalam hal-hal kecil, kita punya alasan untuk percaya saat ia juga menulis hal-hal yang lebih besar. Lukas tidak asal bercerita. Ia menulis dengan hati-hati supaya pembacanya tahu bahwa berita tentang Yesus berdiri di dunia yang nyata, bukan di dunia dongeng.Tetapi tentu yang paling penting bukan hanya soal nama kota atau jabatan orang. Yang paling penting adalah berita yang Lukas sampaikan tentang Yesus. Lukas menulis bahwa Yesus yang sudah mati itu hidup kembali. Dan bukan hanya hidup kembali diam-diam, tetapi Ia menunjukkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya dengan banyak tanda. Yesus benar-benar bangkit!Jadi, ketelitian Lukas dalam hal-hal sejarah menolong kita semakin yakin bahwa berita besarnya juga layak dipercaya. Kalau Lukas begitu cermat menulis hal-hal kecil, kita tidak perlu cepat-cepat meragukan saat ia menulis tentang kebangkitan Yesus. Tuhan memakai Lukas untuk memberi kita catatan yang dapat dipercaya.Wonder Kids, ini juga mengajarkan kita untuk hidup jujur dan teliti. Tuhan senang saat kita sungguh-sungguh dalam tugas kita, tidak asal-asalan, dan mau setia dalam hal kecil. Kesetiaan dalam hal kecil bisa menjadi bagian dari hidup yang menyenangkan Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca Alkitab hari ini, perhatikan satu detail kecil yang biasanya kamu lewatkan. Lalu katakan, “Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar sampai pada hal-hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi firman-Mu dengan benar dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan juga belajar setia dalam hal-hal kecil. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: firman Tuhan dapat dipercaya dalam hal-hal kecil maupun hal-hal besar, termasuk berita yang mulia bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Lukas: PolitarkhisDiambil dari: Kisah Para Rasul 17:6 “Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara kepada pembesar-pembesar kota sambil berteriak: ‘Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari.'”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Dalam Kisah Para Rasul, ia menulis banyak nama, tempat, dan jabatan orang dengan sangat hati-hati. Salah satu contohnya adalah kata yang dipakai Lukas untuk menyebut para pemimpin kota di Tesalonika. Lukas memakai istilah “pembesar-pembesar kota.”Dulu ada orang yang mengira Lukas salah. Mereka berpikir istilah itu tidak tepat. Tetapi kemudian para ahli menemukan tulisan-tulisan kuno yang menunjukkan bahwa istilah yang dipakai Lukas memang benar-benar digunakan di kota itu pada zaman itu. Jadi, sekali lagi Lukas terbukti menulis dengan tepat.Apa artinya untuk kita, Wonder Kids? Artinya, Alkitab dapat dipercaya bahkan dalam hal-hal yang kelihatannya kecil. Tuhan tidak asal memberi firman-Nya. Tuhan memakai penulis-penulis yang teliti. Hal-hal kecil seperti nama jabatan, nama tempat, dan urutan peristiwa ternyata penting. Semua itu menolong kita melihat bahwa Alkitab berdiri di dalam sejarah yang nyata.Kadang-kadang kita juga suka berpikir, “Ah, hal kecil tidak penting.” Misalnya, mengerjakan tugas dengan asal-asalan, tidak teliti saat merapikan barang, atau tidak sungguh-sungguh saat melakukan tanggung jawab. Tetapi Tuhan mau kita belajar setia juga dalam hal kecil. Kalau Lukas bisa menulis dengan teliti, kita juga bisa belajar hidup dengan teliti, jujur, dan bertanggung jawab.Dan yang paling penting, ketelitian Lukas bukan hanya supaya kita kagum pada sejarah. Ketelitian itu menolong kita semakin yakin bahwa berita tentang Yesus itu benar. Yesus sungguh hidup, sungguh bekerja, dan sungguh diberitakan oleh para rasul. Jadi kita bisa percaya kepada firman Tuhan dengan penuh keyakinan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kerjakan satu tugas hari ini dengan sangat teliti, misalnya menulis, merapikan barang, atau mengerjakan PR. Lalu katakan, “Tuhan, tolong aku setia juga dalam hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak meremehkan hal-hal kecil, tetapi belajar setia, teliti, dan bertanggung jawab di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang memberi firman dengan teliti juga mau anak-anak-Nya hidup dengan setia dalam hal-hal kecil. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Lukas: LisaniasDiambil dari: Lukas 3:1 “Dalam tahun yang kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene.”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Ia sering menuliskan nama orang, tempat, dan waktu dengan jelas. Mengapa? Karena Lukas ingin menunjukkan bahwa apa yang ia tulis benar-benar terjadi dalam sejarah, bukan dongeng.Salah satu contohnya adalah saat Lukas menulis nama Lisanias. Dulu, ada orang yang mengira Lukas salah menulis. Mereka berpikir bahwa Lisanias yang dikenal dalam sejarah hidup pada zaman yang berbeda, jadi sepertinya Lukas keliru. Tetapi kemudian ditemukan bukti-bukti sejarah yang menunjukkan bahwa memang ada seorang Lisanias lain yang memerintah pada waktu yang cocok dengan catatan Lukas. Jadi, ternyata Lukas benar.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang bisa cepat berkata bahwa Alkitab salah, padahal mereka belum tahu semuanya. Penemuan-penemuan sejarah sering kali justru menolong kita melihat bahwa Alkitab sangat dapat dipercaya. Lukas menulis dengan hati-hati, dan Tuhan memakai ketelitian itu untuk menguatkan iman kita.Ini juga mengajarkan sesuatu untuk hidup kita. Tuhan peduli pada hal-hal kecil. Nama, waktu, dan tempat yang terlihat sepele ternyata penting. Begitu juga dalam hidupmu. Mungkin kamu merasa hal kecil yang kamu lakukan tidak penting, seperti berkata jujur, mengerjakan tugas dengan rapi, atau menaati orang tua dalam hal sederhana. Tetapi Tuhan melihat dan menghargai kesetiaan dalam hal-hal kecil.Kalau firman Tuhan begitu teliti dan dapat dipercaya, maka kita pun bisa datang kepada Alkitab dengan keyakinan. Saat kita membacanya, kita tidak sedang membaca cerita buatan, tetapi firman Tuhan yang benar dan kokoh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba kerjakan satu tugas kecil hari ini dengan sungguh-sungguh dan teliti, lalu katakan dalam hatimu, “Tuhan, aku mau setia juga dalam hal-hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk menghargai hal-hal kecil dan belajar setia seperti yang Engkau kehendaki. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang benar dalam hal-hal besar juga benar dalam hal-hal kecil, jadi firman-Nya selalu dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Lukas Sang SejarawanDiambil dari: Kisah Para Rasul 1:1–2 “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.”Wonder Kids, tahukah kamu bahwa Lukas menulis dua kitab dalam Perjanjian Baru? Ia menulis Injil Lukas dan juga Kisah Para Rasul. Lukas menulis dengan sangat teliti. Ia ingin supaya orang-orang yang membaca tulisannya tahu bahwa apa yang ia ceritakan sungguh dapat dipercaya.Lukas bukan asal menulis. Ia mencari tahu dengan sungguh-sungguh, mengumpulkan keterangan, dan menuliskan peristiwa-peristiwa dengan rapi. Dalam Kisah Para Rasul, Lukas juga menulis banyak hal dengan sangat jelas, seperti perjalanan, tempat-tempat, dan orang-orang yang ikut serta. Karena itu, banyak orang melihat bahwa Lukas adalah penulis yang hati-hati dan teliti.Bayangkan kalau kamu menulis jurnal perjalanan saat pergi ke luar kota. Kamu mungkin akan menulis siapa yang ikut, ke mana kamu pergi, apa yang terjadi di jalan, dan apa yang kamu lihat. Nah, Lukas juga menulis seperti itu. Ia memberikan banyak rincian yang menunjukkan bahwa ia sungguh memperhatikan apa yang terjadi. Ini menolong kita semakin yakin bahwa berita tentang Yesus dan gereja mula-mula bukan dongeng, tetapi benar-benar terjadi dalam sejarah.Tetapi yang paling penting, Wonder Kids, Lukas tidak hanya ingin kita tahu fakta. Lukas ingin kita mengenal Yesus. Ia mencatat apa yang Yesus kerjakan dan ajarkan supaya kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Jadi saat kita membaca Injil Lukas atau Kisah Para Rasul, kita bukan hanya belajar sejarah, tetapi juga belajar mengenal Tuhan yang hidup.Tuhan juga mau kita menjadi orang yang setia dalam hal-hal kecil. Lukas teliti dalam menulis. Kita pun bisa belajar teliti, jujur, dan sungguh-sungguh dalam tugas kita. Saat kita melakukan hal kecil dengan baik, kita sedang belajar hidup setia di hadapan Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca satu bagian Alkitab hari ini, perhatikan satu hal kecil yang biasanya kamu lewatkan. Lalu ceritakan kepada orang di rumahmu apa yang kamu pelajari dari bagian itu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu yang dapat dipercaya. Tolong aku supaya saat membaca Alkitab, aku tidak asal lewat, tetapi sungguh memperhatikan dan mengenal Engkau lebih dalam. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan memberi firman-Nya dengan benar dan teliti, supaya kita sungguh percaya dan mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggali KebenaranDiambil dari: Yesaya 61:4 “Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan membangkitkan kembali tempat-tempat yang sudah lama sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang telah menjadi reruntuhan, yang turun-temurun sunyi.”Wonder Kids, kadang-kadang orang bertanya, “Apakah cerita dalam Alkitab itu sungguh benar?” Pertanyaan seperti itu tidak selalu salah. Justru kadang pertanyaan bisa mendorong orang untuk mencari lebih dalam. Hari ini kita belajar tentang seorang ahli arkeologi bernama John McRay. Ia meneliti tempat-tempat kuno yang berhubungan dengan cerita Alkitab.Salah satu hal yang ia teliti adalah sebuah pelabuhan kuno di tepi laut Israel. Dulu ada orang yang meragukan catatan seorang penulis sejarah bernama Yosefus tentang pelabuhan itu. Mereka pikir Yosefus membesar-besarkan ceritanya. Tetapi setelah para peneliti menggali dan mempelajari tempat itu dengan lebih teliti, ternyata banyak bagian dari catatan Yosefus memang cocok dengan kenyataan.Apa artinya, Wonder Kids? Artinya, kadang-kadang manusia terlalu cepat meragukan sesuatu sebelum melihat lebih banyak bukti. Penelitian seperti ini menolong kita melihat bahwa catatan kuno tidak boleh langsung dianggap salah. Dan hal ini juga menolong kita semakin yakin bahwa banyak hal dalam Alkitab dan sejarah di sekitarnya berdiri di dunia yang nyata.Tetapi yang paling penting bukan hanya soal menemukan bukti-bukti lama. Yang paling penting adalah hati yang mau datang kepada firman Tuhan dengan sikap rendah hati. Saat kita punya pertanyaan, kita tidak perlu lari dari Alkitab. Justru kita bisa datang kepada Tuhan, membaca firman-Nya, belajar dengan sungguh-sungguh, dan percaya bahwa Tuhan tidak takut diperiksa. Kebenaran Tuhan tetap berdiri.Mungkin ada saatnya kamu juga bingung atau punya pertanyaan tentang Alkitab. Itu tidak apa-apa. Jangan simpan sendiri. Tanyakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau pembimbing rohanimu. Belajarlah mencari jawaban dengan sungguh-sungguh. Tuhan bisa memakai pertanyaanmu untuk membuat imanmu semakin kuat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu hal tentang Alkitab yang pernah membuatmu bingung, coba tanyakan hari ini kepada orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu adalah benar. Tolong aku supaya saat aku punya pertanyaan, aku tidak menjauh dari-Mu, tetapi mau belajar mencari kebenaran-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: pertanyaan yang dibawa kepada Tuhan dan firman-Nya bisa menolong imanmu bertumbuh semakin kuat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kebenaran di Bawah, Kekudusan di AtasDiambil dari: Mazmur 85:12 “Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.”Wonder Kids, bukti tentang Tuhan tidak hanya bisa kita lihat saat memandang langit, bintang, atau gunung. Kadang-kadang bukti itu juga ditemukan di bawah tanah, lewat benda-benda lama yang digali oleh para arkeolog. Arkeolog adalah orang yang mempelajari benda-benda kuno, seperti bangunan lama, kota-kota kuno, tulisan, atau barang-barang dari zaman dulu.Banyak penemuan arkeologi menolong kita melihat bahwa tempat-tempat, kota-kota, dan orang-orang yang disebut dalam Alkitab memang benar-benar ada dalam sejarah. Ini menunjukkan bahwa Alkitab bukan dongeng. Alkitab berbicara tentang dunia yang nyata. Apa yang ditulis di dalamnya terjadi di tempat dan waktu yang sungguh ada.Tetapi kita juga harus mengerti sesuatu yang penting, Wonder Kids. Penemuan arkeologi memang bisa menolong kita melihat bahwa cerita Alkitab berdiri di dalam sejarah yang nyata. Namun, penemuan itu tidak bisa membuktikan segala sesuatu tentang Tuhan. Misalnya, arkeologi bisa menunjukkan bahwa sebuah kota itu benar-benar ada, tetapi hanya firman Tuhan yang bisa membuat kita mengerti siapa Tuhan sebenarnya dan bagaimana hati kita harus datang kepada-Nya.Jadi, saat kita belajar tentang penemuan-penemuan kuno, kita boleh bersyukur karena itu menolong kita semakin yakin bahwa Alkitab dapat dipercaya. Tetapi yang paling penting tetap firman Tuhan itu sendiri. Firman Tuhan bukan hanya memberi kita informasi, tetapi membawa kita mengenal Tuhan yang kudus, benar, dan penuh kasih.Kadang-kadang orang mencari bukti tentang Tuhan hanya dengan pikiran mereka. Itu tidak salah. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau kita bukan hanya tahu bahwa Alkitab benar, tetapi juga hidup dalam kebenaran itu. Tuhan mau hati kita mengenal Dia, menghormati Dia, dan taat kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca satu ayat Alkitab hari ini, katakan, “Tuhan, tolong aku bukan hanya tahu firman-Mu benar, tetapi juga mau hidup menurut firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi banyak bukti bahwa firman-Mu benar. Tolong aku supaya bukan hanya percaya di kepala, tetapi juga mengasihi Engkau dan hidup dalam kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: bukti-bukti bisa menolong kita percaya, tetapi firman Tuhanlah yang membawa kita sungguh mengenal Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Alam Semesta yang Membesar dan Langit BaruDiambil dari: Mazmur 147:4–5 “Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.”Wonder Kids, kalau kita melihat langit malam yang cerah, kita bisa melihat banyak bintang. Kelihatannya tenang dan diam. Tetapi para ilmuwan belajar bahwa alam semesta ini sangat besar, dan bahkan terus membesar. Jarak antara benda-benda langit makin jauh. Itu membuat banyak orang berpikir tentang betapa luar biasanya dunia yang Tuhan ciptakan.Bagi anak Tuhan, hal ini tidak perlu membuat kita takut. Justru ini mengingatkan kita bahwa Tuhan jauh lebih besar daripada seluruh alam semesta. Tuhan bukan bagian kecil dari dunia ini. Tuhan adalah Pencipta langit, bumi, bintang-bintang, dan semuanya. Firman Tuhan berkata bahwa Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Wah, luar biasa sekali, ya. Bintang yang begitu banyak saja Tuhan kenal satu per satu.Alkitab juga mengajarkan bahwa dunia ini punya awal. Tuhanlah yang menciptakannya. Dan bukan hanya itu, Tuhan juga berjanji bahwa suatu hari nanti Ia akan membawa langit dan bumi kepada pembaruan yang sempurna. Jadi sejarah dunia ini tidak berjalan tanpa arah. Tuhan yang memulai, dan Tuhan juga yang akan menyelesaikan semuanya menurut rencana-Nya yang baik.Itu berarti hidup kita juga tidak berjalan tanpa tujuan. Kadang-kadang kita bisa merasa kecil sekali di dunia yang begitu luas. Tetapi Tuhan yang menciptakan bintang-bintang juga mengenal namamu. Tuhan tahu hidupmu, doamu, ketakutanmu, dan masa depanmu. Jadi kita tidak perlu hidup dengan takut. Kita boleh hidup dengan percaya, taat, dan penuh pengharapan kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Malam ini, kalau kamu sempat melihat langit, ucapkan, “Tuhan, Engkau besar sekali, tetapi Engkau juga mengenal aku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Pencipta alam semesta yang begitu besar. Terima kasih juga karena Engkau mengenal aku dan memeliharaku. Tolong aku hidup dengan percaya dan penuh pengharapan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang menciptakan bintang-bintang yang sangat besar juga mengenalmu dan memegang masa depanmu. Tuhan Yesus Memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Karya Seni AllahDiambil dari: Mazmur 19:2 “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat sesuatu yang sangat indah lalu langsung berkata, “Wah, bagus sekali!” Misalnya saat melihat langit sore yang berwarna oranye, bunga yang cantik, gunung, laut, atau pelangi setelah hujan. Saat melihat hal-hal indah seperti itu, kita biasanya tahu bahwa keindahan itu tidak muncul begitu saja. Keindahan membuat kita berpikir tentang siapa yang membuatnya.Begitu juga dengan dunia ini. Alam semesta yang kita lihat menunjukkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang luar biasa. Ada orang yang menganggap semua keindahan di dunia hanya terjadi begitu saja. Tetapi semakin kita memperhatikan ciptaan Tuhan, semakin kita bisa melihat bahwa dunia ini penuh dengan rancangan, keindahan, dan keteraturan. Semua itu menunjukkan pekerjaan tangan Allah.Bayangkan sebuah lukisan yang sangat indah. Tidak mungkin cat itu terciprat sendiri lalu menjadi gambar yang bagus. Pasti ada pelukisnya. Demikian juga saat kita melihat langit, bintang-bintang, pepohonan, bunga, hewan, dan tubuh kita sendiri. Semua itu seperti karya seni yang menunjukkan kebesaran Tuhan. Dunia ini bukan hasil kebetulan. Dunia ini adalah ciptaan Allah yang penuh hikmat.Firman Tuhan dalam Mazmur 19:2 berkata bahwa langit menceritakan kemuliaan Allah. Artinya, saat kita melihat ciptaan, kita sedang diingatkan bahwa Tuhan itu mulia, hebat, dan penuh kuasa. Dan yang indah lagi, Tuhan bukan hanya menciptakan dunia ini, tetapi juga memberi kita kesempatan untuk menikmatinya. Tuhan mau kita melihat keindahan ciptaan-Nya lalu bersyukur kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah satu hal yang indah di sekitarmu hari ini, lalu katakan, “Tuhan, terima kasih. Ciptaan-Mu indah sekali.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan dunia ini dengan indah. Tolong aku supaya saat melihat keindahan ciptaan-Mu, aku semakin kagum dan bersyukur kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: keindahan dunia ini menolong kita melihat bahwa Tuhan adalah Pencipta yang mulia dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Betapa Ajaibnya Tubuh KitaDiambil dari: Ibrani 3:4 “Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.”Wonder Kids, saat kita berjalan di taman atau di jalan, kita bisa melihat banyak hal yang indah. Ada pohon, batu, sinar matahari, dan angin yang terasa di kulit kita. Tetapi pernahkah kamu berhenti dan memikirkan tubuhmu sendiri? Tubuhmu juga sangat luar biasa. Jantungmu berdetak, paru-parumu bernapas, matamu melihat, telingamu mendengar, dan semua itu bekerja dengan teratur.Kalau kamu melihat sebuah jam, kamu tahu bahwa jam itu tidak muncul begitu saja. Ada orang yang membuatnya. Jam punya bagian-bagian yang rumit, tetapi semuanya bekerja bersama. Nah, tubuh manusia jauh lebih rumit daripada jam. Tubuh kita memiliki banyak bagian yang bekerja bersama dengan sangat teratur. Itu menunjukkan bahwa tubuh kita bukan hasil kebetulan. Tuhanlah yang merancangnya dengan ajaib.Firman Tuhan dalam Ibrani 3:4 berkata bahwa setiap rumah ada pembangunnya, tetapi Allah adalah pembangun segala sesuatu. Artinya, kalau kita melihat sesuatu yang teratur dan luar biasa, kita tahu ada Pribadi yang merancangnya. Begitu juga saat kita melihat tubuh manusia dan seluruh ciptaan, kita diingatkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang bijaksana dan penuh kuasa.Wonder Kids, kadang-kadang kita terlalu biasa dengan tubuh yang Tuhan beri. Kita bisa lupa bersyukur untuk tangan yang bisa menolong, kaki yang bisa berjalan, mulut yang bisa berbicara, dan otak yang bisa berpikir. Padahal semua itu adalah hadiah dari Tuhan. Tubuh kita bukan milik kita untuk dipakai sembarangan, tetapi pemberian Tuhan yang harus kita syukuri dan gunakan dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih tiga bagian tubuhmu yang paling ingin kamu syukuri hari ini. Lalu ucapkan kepada Tuhan, “Terima kasih, Tuhan, untuk tubuh yang Engkau ciptakan dengan ajaib.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku dengan indah dan ajaib. Tolong aku untuk bersyukur atas tubuh yang Engkau berikan dan memakainya untuk melakukan hal-hal yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tubuhmu yang ajaib mengingatkan bahwa kamu diciptakan oleh Tuhan yang hebat dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Batas Ilmu PengetahuanDiambil dari: Ibrani 11:3 (TB) “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”Wonder Kids, ilmu pengetahuan menolong manusia mempelajari banyak hal. Dengan ilmu pengetahuan, orang bisa melihat, meneliti, dan memahami bagaimana sesuatu bekerja. Misalnya, orang bisa belajar tentang tumbuhan, bintang, tubuh manusia, dan banyak hal lainnya. Tetapi ilmu pengetahuan juga punya batas. Tidak semua hal bisa dilihat langsung dengan mata atau dibuktikan dengan percobaan sederhana.Contohnya, ada banyak hal yang kita tahu itu nyata walaupun kita tidak melihatnya secara langsung setiap saat. Kita tidak melihat angin, tetapi kita bisa melihat pohon bergerak. Kita tidak melihat listrik, tetapi kita tahu listrik bekerja saat lampu menyala. Begitu juga, ada hal-hal yang manusia pelajari dari petunjuk-petunjuk yang ada.Firman Tuhan dalam Ibrani 11:3 mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Alam semesta ini dijadikan oleh firman Allah. Artinya, dunia ini ada bukan karena kebetulan, tetapi karena Tuhan menciptakannya. Memang kita tidak melihat saat Tuhan menciptakan langit dan bumi, tetapi kita percaya kepada firman-Nya yang benar. Tuhan memberi kita iman untuk memahami bahwa Dia adalah Pencipta.Wonder Kids, ini bukan berarti kita menolak belajar. Justru kita boleh belajar dengan sungguh-sungguh. Tetapi kita juga harus ingat bahwa manusia tidak tahu segalanya. Ada batas dalam pengetahuan manusia, tetapi tidak ada batas dalam hikmat Tuhan. Saat ada hal yang belum kita mengerti, kita tidak perlu cepat-cepat berkata bahwa Tuhan tidak ada. Sebaliknya, kita belajar rendah hati dan percaya bahwa Tuhan jauh lebih besar dari pikiran kita.Karena itu, saat kamu melihat dunia ini, ingatlah bahwa semua ini tidak muncul sendiri. Langit, bumi, pohon, hujan, hewan, dan hidupmu sendiri adalah karya Tuhan. Dan semakin kita melihat ciptaan-Nya, semakin kita bisa bersyukur kepada Dia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu hal di sekitarmu yang membuatmu kagum, misalnya langit, bunga, tubuhmu, atau hujan. Lalu ucapkan, “Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Pencipta yang hebat.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan alam semesta dengan firman-Mu. Tolong aku supaya mau belajar dengan baik, tetapi juga percaya kepada-Mu dengan rendah hati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: ilmu pengetahuan punya batas, tetapi Tuhan Sang Pencipta tidak terbatas dan firman-Nya selalu benar. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dan ImanDiambil dari: Amsal 14:15 “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa Tuhan tidak mau kita percaya dengan sembarangan. Firman Tuhan berkata bahwa orang yang bijak memperhatikan langkahnya. Artinya, kita belajar untuk melihat, memikirkan, dan memahami dengan hati-hati.Di sekolah, mungkin kamu pernah belajar untuk mengamati sesuatu. Misalnya, saat guru meminta kamu melihat bagaimana tanaman bertumbuh, atau apa yang terjadi ketika air dicampur dengan sesuatu. Kita belajar melihat dengan teliti supaya kita mengerti. Itu bukan hal yang salah. Justru Tuhan memberi kita pikiran untuk belajar, bertanya, dan memahami dunia yang Dia ciptakan.Begitu juga saat kita belajar tentang Tuhan. Iman kepada Tuhan bukan berarti kita percaya secara asal-asalan. Tuhan sudah memberi banyak hal untuk menolong kita mengenal Dia. Kita punya Alkitab, kita bisa melihat ciptaan Tuhan, kita bisa belajar dari sejarah, dan kita bisa melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup orang percaya. Semua itu menolong kita semakin yakin bahwa Tuhan itu nyata dan firman-Nya benar.Tetapi kita juga harus ingat, Wonder Kids, tidak semua hal tentang Tuhan bisa dijadikan percobaan seperti pelajaran di kelas. Tuhan jauh lebih besar dari manusia. Kita mengenal Tuhan terutama karena Dia menyatakan diri-Nya melalui firman-Nya. Jadi, kita memakai pikiran kita dengan baik, tetapi kita juga datang dengan hati yang mau percaya dan taat.Anak Tuhan bukan anak yang asal percaya, tetapi juga bukan anak yang sombong dan merasa bisa mengerti semuanya sendiri. Tuhan mau kita menjadi anak yang bijak: mau belajar, mau bertanya, dan mau percaya kepada firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu hal dari ciptaan Tuhan yang kamu lihat hari ini, misalnya langit, pohon, hujan, atau tubuhmu sendiri. Lalu ucapkan, “Tuhan, terima kasih karena melalui ciptaan-Mu aku bisa belajar bahwa Engkau hebat dan bijaksana.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi aku pikiran untuk belajar dan hati untuk percaya. Tolong aku supaya tidak percaya dengan sembarangan, tetapi belajar mengenal Engkau dengan sungguh-sungguh melalui firman-Mu dan ciptaan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak takut untuk dipelajari, karena semakin kita mengenal kebenaran-Nya, semakin kita melihat bahwa Dia sungguh nyata dan ajaib. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Surat-Surat IgnatiusDiambil dari: Yohanes 11:25 “Jawab Yesus: ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang seorang tokoh gereja mula-mula bernama Ignatius. Ignatius adalah seorang pemimpin jemaat yang hidup tidak lama setelah zaman para rasul. Ia menulis beberapa surat yang sangat penting bagi orang Kristen pada masa itu. Dalam surat-suratnya, Ignatius menegaskan bahwa Yesus sungguh-sungguh manusia dan sungguh-sungguh Allah.Mengapa itu penting? Karena pada waktu itu ada orang-orang yang mengajarkan hal yang salah. Mereka berkata bahwa Yesus hanya kelihatan seperti manusia, tetapi sebenarnya tidak sungguh-sungguh menderita atau mati. Ignatius melawan ajaran itu. Ia menulis dengan tegas bahwa Yesus benar-benar lahir, benar-benar menderita, benar-benar disalibkan, benar-benar mati, dan benar-benar bangkit. Jadi, iman Kristen bukan cerita pura-pura, tetapi kebenaran yang sungguh terjadi.Yang lebih kuat lagi, Ignatius bukan hanya menulis tentang Yesus. Ia sendiri rela menderita karena imannya. Bahkan ia tetap setia kepada Tuhan Yesus walaupun harus menghadapi kematian. Itu menunjukkan bahwa Ignatius sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup. Orang yang rela tetap setia sampai akhir menunjukkan bahwa imannya bukan main-main.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa percaya kepada Yesus bukan hanya soal tahu jawaban yang benar. Percaya kepada Yesus berarti sungguh yakin bahwa Dia hidup, lalu tetap setia kepada-Nya. Mungkin kita tidak menghadapi bahaya besar seperti Ignatius, tetapi kita tetap perlu berani mengikut Yesus saat diejek, saat sulit taat, atau saat harus memilih yang benar.Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup.” Itu berarti orang yang percaya kepada Yesus memiliki pengharapan yang besar. Karena Yesus hidup, kita juga boleh hidup dengan berani dan setia kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan dalam doamu, “Tuhan Yesus, tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan tetap setia walaupun tidak mudah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh hidup dan Engkau adalah kebangkitan dan hidup. Tolong aku supaya tidak hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh percaya dan setia mengikut Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh hidup, sungguh bangkit, dan anak-anak Tuhan dipanggil untuk percaya kepada-Nya dengan setia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Paulus yang MenguatkanDiambil dari: Filipi 2:1–2 “Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.”Wonder Kids, Paulus tidak pernah bertemu Yesus sebelum Yesus mati di kayu salib. Tetapi setelah Yesus bangkit, Paulus bertemu dengan Tuhan Yesus dan hidupnya berubah total. Dari orang yang dulu memusuhi orang Kristen, Paulus menjadi orang yang justru memberitakan Yesus ke mana-mana.Yang menarik, surat-surat Paulus ditulis sangat awal, bahkan lebih dekat ke masa hidup Yesus daripada banyak catatan lain. Dalam surat-surat itu, Paulus menulis tentang kematian dan kebangkitan Yesus. Ia juga menuliskan siapa Yesus itu. Paulus menyebut Yesus sebagai Tuhan, Anak Allah, dan gambar Allah yang sempurna. Jadi, dari tulisan Paulus, kita melihat bahwa sejak awal orang Kristen memang percaya bahwa Yesus sungguh hidup, mati, bangkit, dan adalah Tuhan.Tetapi bukan hanya itu. Hidup Paulus sendiri juga menjadi bukti yang kuat. Paulus berubah karena bertemu dengan Yesus. Tuhan mengubah hatinya, tujuannya, dan seluruh hidupnya. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya tokoh dalam cerita, tetapi Tuhan yang benar-benar hidup dan sanggup mengubah manusia.Wonder Kids, mungkin kamu juga pernah merasa sulit berubah. Mungkin kamu gampang marah, suka membantah, atau susah taat. Tetapi ingat, Tuhan Yesus sanggup mengubah hidup seseorang, sama seperti Ia mengubah Paulus. Kalau kita sungguh datang kepada Yesus, Tuhan juga bisa bekerja di dalam hati kita sedikit demi sedikit.Dan saat Tuhan mengubah hidup kita, itu bisa menjadi kesaksian bagi orang lain. Orang bisa melihat bahwa Yesus sungguh hidup karena mereka melihat perubahan dalam hidup anak-anak Tuhan. Karena itu, jangan hanya berkata bahwa kamu percaya kepada Yesus. Biarlah hidupmu juga menunjukkan bahwa Yesus benar-benar bekerja di dalam dirimu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal dalam hidupmu yang perlu diubah oleh Tuhan. Lalu berdoalah dengan sungguh-sungguh, “Tuhan Yesus, ubahlah aku di bagian ini.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sanggup mengubah hidup manusia. Tolong aku supaya bukan hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh mengalami perubahan karena Engkau hidup di dalamku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang diubah oleh Tuhan Yesus adalah kesaksian yang kuat bahwa Yesus sungguh hidup dan bekerja. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengenal Yesus dari Luar AlkitabDiambil dari: 1 Petrus 3:15 “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.”Wonder Kids, pernahkah kamu bertanya, “Kalau tidak ada Alkitab, apakah orang tetap bisa tahu bahwa Yesus sungguh hidup?” Pertanyaan itu menarik sekali. Ternyata, dari tulisan-tulisan sejarah kuno di luar Alkitab, orang masih bisa mengetahui banyak hal tentang Yesus.Ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa dari catatan-catatan non-Kristen, kita tetap bisa melihat gambaran tentang hidup Yesus. Misalnya, Yesus dikenal sebagai guru orang Yahudi. Banyak orang percaya bahwa Ia melakukan mujizat. Ada yang mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Kita juga tahu bahwa Yesus ditolak oleh beberapa pemimpin Yahudi, lalu disalibkan pada zaman Pontius Pilatus. Setelah itu, berita tentang Yesus terus menyebar ke banyak tempat, bahkan sampai ke Roma. Banyak orang dari berbagai latar belakang juga mulai percaya dan menyembah Dia.Apa artinya ini, Wonder Kids? Artinya, iman kita bukan berdiri di atas cerita yang dibuat-buat. Tuhan memberi banyak kesaksian supaya kita tahu bahwa Yesus sungguh hidup dalam sejarah. Alkitab tetap adalah firman Tuhan yang paling penting, tetapi menarik sekali karena catatan-catatan lain juga ikut meneguhkan bahwa Yesus benar-benar nyata.Karena itu, saat ada orang yang bertanya tentang Yesus, kita tidak perlu takut atau bingung. Kita boleh belajar dan semakin yakin. Tetapi ingat, saat menjawab orang lain, kita harus melakukannya dengan lemah lembut dan hormat, seperti yang diajarkan dalam 1 Petrus 3:15. Jadi bukan dengan marah-marah atau sombong, tetapi dengan hati yang tenang dan percaya kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan dengan bahasamu sendiri kepada satu orang di rumah, “Yesus itu bukan tokoh dongeng. Yesus sungguh hidup, dan ada banyak kesaksian tentang Dia.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh hidup dan nyata. Tolong aku untuk semakin yakin kepada-Mu dan berani menjawab orang lain dengan lemah lembut dan hormat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan cerita buatan manusia, tetapi Tuhan yang sungguh hidup dan dikenal dalam sejarah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus di Antara Agama-Agama DuniaDiambil dari: 1 Korintus 8:6 “Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.”Wonder Kids, di dunia ini ada banyak agama dan banyak tokoh yang dihormati orang. Ada juga banyak ajaran yang ditulis dalam buku-buku keagamaan. Tetapi saat kita belajar tentang Yesus, kita melihat sesuatu yang istimewa. Tentang Yesus, ada banyak catatan sejarah yang menunjukkan bahwa Ia sungguh hidup di dunia ini. Bukan hanya Alkitab yang berbicara tentang Yesus, tetapi juga ada tulisan-tulisan lain dari zaman dahulu yang menolong kita melihat bahwa Yesus benar-benar ada dalam sejarah.Ini berbeda dengan banyak tokoh agama lain yang kisah hidupnya baru ditulis jauh sesudah mereka hidup. Tetapi tentang Yesus, catatan-catatan tentang Dia muncul lebih dekat dengan waktu hidup-Nya. Itu sebabnya kita punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa Yesus bukan tokoh dongeng atau cerita buatan manusia. Yesus sungguh datang ke dunia.Tetapi yang lebih penting lagi, Wonder Kids, Yesus bukan hanya tokoh sejarah. Yesus adalah Tuhan. Alkitab tidak mengatakan bahwa Yesus hanya salah satu jalan di antara banyak jalan. Firman Tuhan berkata bahwa hanya ada satu Allah yang benar dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus. Artinya, kita tidak menyamakan Yesus dengan tokoh-tokoh agama lain. Yesus itu unik. Yesus adalah Anak Allah yang datang menyelamatkan manusia berdosa.Karena itu, saat kita mengenal Yesus, kita tidak sedang memilih satu tokoh yang terkenal. Kita sedang datang kepada satu-satunya Tuhan dan Juruselamat yang sejati. Hanya Yesus yang mati untuk dosa manusia dan bangkit mengalahkan kematian. Hanya Yesus yang layak kita percaya dan sembah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan dengan sungguh-sungguh dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya hanya Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.” Lalu ingat kembali satu alasan mengapa kamu bersyukur mengenal Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya tokoh dalam sejarah, tetapi Tuhan dan Juruselamat yang sejati. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan tetap setia mengikut Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan sekadar salah satu tokoh besar di dunia, tetapi satu-satunya Tuhan dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dalam TalmudDiambil dari: Matius 10:32 “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang tulisan orang Yahudi yang disebut Talmud. Talmud bukan Alkitab, tetapi kumpulan ajaran dan pembahasan dari guru-guru Yahudi. Di dalam beberapa bagian Talmud, ada pembicaraan tentang Yesus. Menariknya, mereka tidak menulis hal-hal yang baik tentang Yesus. Ada yang menolak Dia dan ada yang tidak mau mengakui siapa Dia sebenarnya.Tetapi justru di situ kita melihat sesuatu yang penting. Walaupun mereka menolak Yesus, mereka tetap menunjukkan bahwa Yesus benar-benar pernah hidup. Mereka tidak berkata bahwa Yesus hanyalah tokoh dongeng. Mereka justru berbicara tentang Dia sebagai seorang yang nyata dalam sejarah. Jadi, walaupun mereka tidak percaya kepada Yesus sebagai Mesias, tulisan mereka tetap menolong kita melihat bahwa Yesus sungguh ada.Bayangkan begini, Wonder Kids. Kalau ada seseorang yang tidak menyukaimu, tetapi tetap mengakui bahwa kamu benar-benar ada dan melakukan sesuatu, itu tetap menjadi kesaksian bahwa kamu nyata. Begitu juga dengan Yesus. Bahkan dari orang-orang yang tidak menerima-Nya, tetap ada kesaksian bahwa Yesus sungguh hidup.Tetapi kita tidak berhenti hanya pada mengetahui bahwa Yesus benar-benar ada. Yang paling penting adalah: apakah kita mau mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Banyak orang pada zaman dulu melihat atau mendengar tentang Yesus, tetapi tidak semua mau percaya kepada-Nya. Tuhan mau kita bukan hanya tahu tentang Yesus, tetapi sungguh-sungguh percaya dan berani mengakui Dia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan dengan berani di dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku.” Kalau kamu bisa, katakan juga kepada satu orang di rumah bahwa kamu mau mengikut Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh hidup dan nyata. Tolong aku supaya tidak hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh percaya dan berani mengakui bahwa Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: bukan hanya penting mengetahui bahwa Yesus benar-benar ada, tetapi lebih penting lagi percaya dan mengakui Dia sebagai Tuhanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Pontius Pilatus Orang yang Kaku? Diambil dari: Markus 15:8–9 “Lalu datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang juga Pilatus berbuat sama seperti yang selalu dilakukannya bagi mereka. Pilatus menjawab mereka dan bertanya: ‘Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini bagimu?'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang Pontius Pilatus, orang yang memutuskan bahwa Yesus harus disalibkan. Ada orang yang berkata bahwa cerita di Alkitab tentang Pilatus terasa aneh. Mengapa? Karena dalam Injil, Pilatus terlihat seperti orang yang ragu-ragu dan seolah-olah terdesak oleh orang banyak. Padahal, biasanya seorang penguasa Romawi dikenal tegas dan keras.Lalu, apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak. Justru ini menunjukkan bahwa keadaan saat itu memang sangat khusus. Pilatus memang seorang penguasa, tetapi pada waktu itu posisinya tidak sekuat yang terlihat. Ia sedang berada dalam situasi sulit. Karena itu, tidak aneh kalau ia menjadi takut, bingung, dan akhirnya memilih jalan yang salah.Tetapi yang lebih penting, Wonder Kids, Alkitab menunjukkan bahwa di tengah keputusan manusia yang jahat, Tuhan tetap bekerja. Walaupun Pilatus, imam-imam kepala, dan orang banyak membuat keputusan yang berdosa, semua itu tidak berada di luar kendali Tuhan. Tuhan sedang menggenapi rencana keselamatan-Nya melalui kematian Yesus di kayu salib.Kadang-kadang dalam hidup kita juga ada situasi yang terasa kacau. Ada hal yang tidak adil, membingungkan, atau membuat kita merasa tidak tenang. Kita bisa bertanya, “Tuhan, apakah Engkau masih pegang kendali?” Kisah Pilatus mengingatkan kita bahwa jawabannya adalah ya. Tuhan tetap memerintah, bahkan saat manusia membuat keputusan yang salah. Tidak ada yang bisa menggagalkan rencana Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa bingung atau takut karena sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu mau, ucapkan doa singkat ini: “Tuhan, aku percaya Engkau tetap pegang kendali.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah kehilangan kendali. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu, bahkan saat hidup terasa membingungkan atau tidak adil. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: sekalipun manusia bisa membuat keputusan yang salah, Tuhan tetap memegang kendali atas semuanya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Hari Ketika Bumi Menjadi GelapDiambil dari: Matius 27:45 “Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.”Wonder Kids, saat Tuhan Yesus disalibkan, Alkitab mencatat bahwa ada kegelapan yang menutupi daerah itu selama beberapa jam. Itu adalah peristiwa yang sangat luar biasa. Bukan sesuatu yang biasa terjadi setiap hari. Karena itu, ada orang yang bertanya, “Apakah ini sungguh terjadi?”Beberapa penulis zaman dulu juga menulis tentang kegelapan besar yang terjadi pada masa itu. Mereka mencoba menjelaskan apa yang mereka lihat atau dengar. Ada yang mencatat tentang gelap yang tidak biasa, ada juga yang mencoba menerangkannya dengan cara mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa saat Yesus disalibkan benar-benar menarik perhatian banyak orang.Tetapi yang paling penting, Wonder Kids, Alkitab memberitahu kita arti dari peristiwa itu. Kegelapan itu bukan sekadar hal aneh di langit. Kegelapan itu menunjukkan bahwa sesuatu yang sangat besar sedang terjadi. Tuhan Yesus sedang menanggung hukuman dosa. Yesus yang tidak berdosa rela mati menggantikan orang berdosa. Saat itu, Yesus sedang menjalankan rencana keselamatan Allah.Kadang-kadang kita juga bisa merasa heran terhadap hal-hal yang tertulis dalam Alkitab. Ada bagian yang besar, ajaib, dan sulit dibayangkan. Tetapi ingat, firman Tuhan adalah benar. Kalau Tuhan sanggup menciptakan langit dan bumi, Tuhan juga sanggup melakukan hal-hal yang luar biasa untuk menyatakan kuasa dan rencana-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca kisah penyaliban Yesus, berhentilah sejenak dan ucapkan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menanggung dosa untukku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku untuk percaya bahwa firman-Mu itu benar dan mengingat kasih-Mu yang besar bagiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kegelapan saat Yesus disalibkan mengingatkan kita bahwa Yesus sedang melakukan karya keselamatan yang besar bagimu dan bagiku. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Plinius dan Hidup Orang KristenDiambil dari: Roma 13:9–10 “Karena firman: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini, dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.”Wonder Kids, Plinius Muda pernah menulis sesuatu yang menarik tentang orang-orang Kristen pada zaman gereja mula-mula. Ia melihat bahwa mereka bukan hanya berkumpul untuk beribadah, tetapi juga berusaha hidup dengan benar. Mereka berjanji untuk tidak mencuri, tidak menipu, tidak berbuat jahat, dan tidak hidup sembarangan. Mereka mau hidup dengan cara yang menyenangkan Tuhan.Ini penting sekali, Wonder Kids. Menjadi orang Kristen bukan hanya soal datang ke ibadah atau berkata bahwa kita percaya kepada Yesus. Menjadi orang Kristen juga terlihat dari cara hidup kita sehari-hari. Apakah kita jujur? Apakah kita mengasihi orang lain? Apakah kita menolak berbuat jahat? Orang-orang Kristen mula-mula menunjukkan bahwa iman kepada Yesus mengubah hidup mereka.Firman Tuhan dalam Roma 13:9–10 mengajarkan bahwa kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama. Jadi, kalau kita sungguh mengasihi Tuhan, itu akan terlihat juga dari cara kita memperlakukan orang lain. Anak yang suka menolong, berkata jujur, tidak mencuri, tidak memukul, dan mau berbuat baik sedang menunjukkan kasih Tuhan dalam hidupnya.Mungkin kadang-kadang kita tergoda untuk berbuat salah. Misalnya, ingin mengambil barang yang bukan milik kita, berkata tidak jujur supaya tidak dimarahi, atau membalas teman yang menyebalkan. Tetapi Tuhan memanggil kita untuk hidup berbeda. Tuhan mau hidup kita menjadi kesaksian bahwa Yesus sungguh bekerja di dalam hati kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu cara untuk menunjukkan kasih kepada orang di rumah atau di sekolah hari ini. Misalnya, berkata jujur, menolong tanpa disuruh, atau tidak membalas saat diganggu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarku untuk hidup benar dan mengasihi sesama. Tolong aku supaya imanku tidak hanya terlihat dari kata-kata, tetapi juga dari hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: orang yang sungguh mengasihi Yesus akan belajar hidup benar dan mengasihi sesamanya. Tuhan Yesus memberkati.
Khutbah Jum'at - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. hafizhahullahu.Judul asli : Agar Tidak Ngeluh Melulu.Sumber : YouTube.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Plinius dan Orang-Orang yang BeribadahDiambil dari: Yohanes 4:23 “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi dari surat Plinius Muda. Ia menulis bahwa orang-orang Kristen pada zaman dulu biasa berkumpul pagi-pagi sekali pada hari tertentu untuk menyanyikan pujian kepada Kristus. Mereka berkumpul bukan karena dipaksa, tetapi karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus layak disembah.Bayangkan, Wonder Kids, pada waktu itu menjadi orang Kristen tidak mudah. Mereka bisa dihukum, dimusuhi, atau diperlakukan tidak baik. Tetapi mereka tetap datang untuk beribadah. Mereka tetap berkumpul bersama orang percaya lain. Itu menunjukkan bahwa Yesus sangat berharga bagi mereka. Mereka tahu bahwa beribadah kepada Tuhan bukan hal kecil, melainkan hal yang penting.Firman Tuhan dalam Yohanes 4:23 mengingatkan bahwa Bapa mencari penyembah-penyembah yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Artinya, Tuhan tidak hanya melihat apakah kita hadir di tempat ibadah, tetapi juga melihat hati kita. Apakah kita sungguh datang untuk Tuhan? Apakah kita mau memuji Dia, mendengar firman-Nya, dan belajar taat kepada-Nya?Kadang-kadang kita bisa datang ke Sekolah Minggu atau ibadah hanya karena sudah biasa, karena diajak orang tua, atau karena bertemu teman. Memang itu bisa menjadi awal yang baik. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau hati kita sungguh menyembah-Nya. Tuhan mau kita belajar bahwa beribadah adalah kesempatan indah untuk datang kepada Dia yang mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu datang beribadah berikutnya, sebelum ibadah dimulai ucapkan doa singkat ini: “Tuhan, tolong aku beribadah dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang senang kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau layak disembah. Tolong aku supaya tidak datang beribadah dengan hati yang asal-asalan, tetapi dengan hati yang sungguh mengasihi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan senang melihat anak-anak-Nya datang menyembah Dia dengan hati yang sungguh-sungguh. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Plinius Muda? Diambil dari: 2 Korintus 12:10 “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang seorang tokoh bernama Plinius Muda. Ia adalah seorang pejabat Romawi yang hidup pada zaman gereja mula-mula. Plinius Muda bukan orang Kristen. Bahkan, ia tidak suka kepada orang-orang Kristen. Tetapi ia pernah menulis surat tentang mereka, dan surat itu masih disimpan sampai sekarang.Dalam salah satu suratnya, Plinius Muda menceritakan bahwa orang-orang Kristen tetap setia kepada Kristus. Mereka berkumpul untuk menyanyi bagi Kristus dan hidup dengan sungguh-sungguh. Ini penting sekali, karena dari surat itu kita bisa melihat bahwa sejak awal, orang Kristen memang benar-benar percaya kepada Yesus dan beribadah kepada-Nya.Plinius Muda mungkin tidak mengerti mengapa orang-orang Kristen begitu setia. Bagi dia, mungkin itu aneh. Tetapi bagi orang-orang percaya, kekuatan mereka bukan berasal dari diri sendiri. Kekuatan mereka datang dari Tuhan. Itulah sebabnya firman Tuhan dalam 2 Korintus 12:10 berkata, “jika aku lemah, maka aku kuat.” Saat kita merasa lemah, takut, atau sedih, Tuhan bisa memberi kekuatan supaya kita tetap setia.Wonder Kids, mungkin kamu juga pernah merasa lemah. Mungkin kamu takut diejek karena percaya kepada Yesus. Mungkin kamu merasa sulit untuk tetap jujur, tetap baik, atau tetap taat. Tetapi ingat, Tuhan bisa memberi kekuatan pada saat kita merasa lemah. Kita tidak harus menjadi kuat dengan kekuatan kita sendiri. Kita bisa bersandar kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa lemah atau takut hari ini, berhentilah sebentar dan berdoalah singkat, “Tuhan Yesus, tolong kuatkan aku untuk tetap setia kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena saat aku lemah, Engkau bisa membuatku kuat. Tolong aku untuk tidak mengandalkan diriku sendiri, tetapi bersandar kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu lemah, Tuhan Yesus sanggup memberi kamu kekuatan untuk tetap setia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tacitus dan Kesaksian yang KuatDiambil dari: Matius 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Tacitus. Tacitus adalah seorang penulis sejarah Romawi. Ia bukan orang Kristen, bahkan ia memandang orang Kristen dengan buruk. Ia menyebut kekristenan sebagai kepercayaan yang aneh dan tidak disukai banyak orang. Tetapi justru karena itu, tulisannya menjadi sangat menarik.Tacitus menulis bahwa setelah Yesus mati, orang-orang Kristen tetap terus bertambah. Padahal mengikuti Yesus pada waktu itu tidak mudah. Banyak orang Kristen dimusuhi, dihina, bahkan dianiaya. Coba pikirkan, Wonder Kids, kalau sebuah cerita itu bohong, apakah orang-orang akan tetap mau mempertahankannya sampai menderita? Tentu itu aneh. Tetapi orang-orang Kristen mula-mula tetap setia. Mereka rela menderita karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Inilah yang membuat kesaksian tentang Yesus semakin kuat. Bukan hanya karena ada tulisan-tulisan sejarah, tetapi juga karena ada orang-orang yang sungguh berubah dan tetap setia kepada Yesus walaupun harus membayar harga. Mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Mereka belajar mengasihi, bahkan mendoakan orang yang menyakiti mereka. Itu sebabnya firman Tuhan dalam Matius 5:44 sangat penting. Mengasihi musuh bukan hal yang mudah, tetapi itulah jalan yang diajarkan Yesus.Wonder Kids, mungkin kamu tidak mengalami penganiayaan besar seperti orang Kristen zaman dulu. Tetapi mungkin ada teman yang mengejekmu, tidak mau berteman, atau berkata jahat kepadamu. Saat itu terjadi, ingatlah bahwa Yesus mengajar kita untuk tetap mengasihi dan berdoa. Saat kita hidup seperti itu, orang lain bisa melihat bahwa Yesus benar-benar bekerja di dalam hidup kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang pernah menyakitimu atau membuatmu kesal. Hari ini, doakan orang itu dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah lebih dulu mengasihiku. Tolong aku untuk tetap setia kepada-Mu dan belajar mengasihi orang yang tidak baik kepadaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang diubahkan oleh Yesus adalah kesaksian yang kuat bahwa Dia sungguh hidup dan bekerja. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tacitus dan Kebakaran di RomaDiambil dari: 1 Petrus 3:17 “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Tacitus, seorang penulis sejarah Romawi. Tacitus menulis bahwa pada zaman Kaisar Nero, kota Roma pernah mengalami kebakaran besar. Setelah itu, Nero menuduh orang-orang Kristen sebagai penyebabnya. Padahal, orang-orang Kristen bukan pelakunya. Mereka dijadikan kambing hitam supaya orang lain tidak curiga kepada Nero.Tacitus juga menulis bahwa orang-orang Kristen disebut demikian karena mereka adalah pengikut Kristus. Kristus sendiri, kata Tacitus, pernah dihukum mati pada zaman Pontius Pilatus. Jadi dari catatan ini, kita melihat dua hal penting: Yesus sungguh hidup dalam sejarah, dan orang-orang yang percaya kepada-Nya benar-benar pernah mengalami penderitaan karena iman mereka.Wonder Kids, mungkin kamu belum pernah mengalami penderitaan seperti orang Kristen pada zaman dulu. Tetapi bisa saja kamu pernah diejek karena berbuat benar, atau dianggap aneh karena memilih jujur, taat, dan tidak ikut-ikutan berbuat salah. Kadang-kadang melakukan yang benar memang tidak mudah. Tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa lebih baik menderita karena berbuat baik daripada karena berbuat jahat.Orang-orang Kristen pada zaman dulu tetap setia walaupun diperlakukan tidak adil. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa Yesus juga pernah menderita. Yesus tidak membalas dengan kejahatan. Ia tetap taat kepada Bapa. Karena itu, saat kita mengalami hal yang tidak enak karena mau ikut Tuhan, kita bisa ingat bahwa Tuhan Yesus mengerti dan menolong kita untuk tetap setia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ingat satu kejadian saat kamu pernah diejek, disalahpahami, atau merasa tidak enak karena memilih melakukan yang benar. Lalu berdoalah dan minta Tuhan memberi kamu hati yang tetap setia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tahu rasanya menderita dan diperlakukan tidak adil. Tolong aku supaya tetap berani melakukan yang benar dan tidak takut mengikuti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: walaupun doing yang benar kadang tidak mudah, Tuhan Yesus selalu menolong anak-Nya untuk tetap setia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Tacitus? Diambil dari: Daniel 4:32 “... Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorang pun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: Apa yang Kaubuat?”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang seorang penulis sejarah Romawi bernama Tacitus. Ia dikenal sebagai salah satu penulis sejarah yang penting pada zaman Romawi. Tacitus menulis banyak hal tentang kekaisaran Romawi, para pemimpinnya, dan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada masa itu.Yang menarik, Tacitus bukanlah orang Kristen. Bahkan, ia tidak suka kekristenan. Tetapi justru karena itu, tulisannya menjadi penting. Dalam salah satu catatannya, Tacitus menulis tentang Kristus dan orang-orang Kristen. Ia menjelaskan bahwa Kristus pernah dihukum mati pada zaman Pontius Pilatus. Ini menjadi salah satu bukti sejarah yang menolong kita melihat bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, bukan tokoh dongeng.Bayangkan begini, Wonder Kids. Kalau hanya teman dekatmu yang bercerita tentang kamu, mungkin orang lain bisa berkata, “Ah, itu karena dia temanmu.” Tetapi kalau orang yang bukan teman dekatmu juga mengatakan hal yang sama, kesaksiannya jadi makin kuat. Begitu juga dengan Yesus. Bukan hanya pengikut-Nya yang menulis tentang Dia, tetapi juga orang luar seperti Tacitus ikut mencatat bahwa Yesus sungguh ada.Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan sanggup memakai siapa saja untuk menunjukkan kebenaran-Nya. Bahkan orang yang tidak mengasihi Tuhan pun bisa dipakai untuk meneguhkan bahwa berita tentang Yesus itu benar. Tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi rencana Tuhan. Tuhan tetap bekerja dan kebenaran-Nya tetap bersinar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada satu orang di rumahmu bahwa ada penulis sejarah Romawi yang juga mencatat tentang Yesus. Lalu katakan, “Jadi, Yesus itu sungguh nyata dalam sejarah.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Terima kasih karena Engkau memberi banyak kesaksian bahwa Yesus sungguh hidup dan nyata. Tolong aku untuk makin percaya kepada-Mu dan tidak ragu pada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tidak ada yang dapat menghentikan kebenaran Tuhan, dan Yesus sungguh nyata dalam sejarah maupun dalam hidupmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yosefus dan Kesaksian tentang YesusDiambil dari: Galatia 2:20 “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Yosefus, seorang penulis sejarah Yahudi. Yosefus pernah menulis tentang Yesus dalam bukunya. Tetapi ada bagian terkenal dalam tulisannya yang oleh banyak ahli dianggap pernah ditambah-tambahi oleh orang lain di kemudian hari. Jadi, kemungkinan ada beberapa kalimat yang bukan benar-benar ditulis Yosefus.Apakah itu berarti semua catatan tentang Yesus jadi tidak bisa dipercaya? Tidak. Justru para ahli yang mempelajari hal ini sedang berusaha jujur dan teliti. Mereka membandingkan kalimat-kalimat itu dan melihat bagian mana yang cocok dengan gaya tulisan Yosefus, dan bagian mana yang tampaknya kemudian ditambahkan. Dari situ, mereka melihat bahwa tetap ada bagian-bagian penting yang sangat mungkin asli, misalnya bahwa Yesus benar-benar hidup, dikenal sebagai orang bijaksana, melakukan hal-hal yang luar biasa, mengajar banyak orang, dan disalibkan.Bayangkan seperti ini: misalnya kamu punya cerita asli di buku catatanmu, lalu ada orang lain menambahkan beberapa kalimat di pinggirnya. Walaupun tambahan itu tidak seharusnya ada, cerita aslinya tetap bisa dipelajari. Begitu juga dalam sejarah. Walaupun ada bagian yang diperdebatkan, tetap ada banyak kesaksian yang menolong kita melihat bahwa Yesus bukan tokoh dongeng. Yesus sungguh hidup dalam sejarah.Yang paling penting, Wonder Kids, iman kita tidak berdiri di atas satu kalimat dari satu penulis saja. Tuhan memberi kita Alkitab, para saksi mata, dan juga catatan-catatan sejarah lain yang menolong kita melihat bahwa kabar tentang Yesus itu benar. Jadi kita tidak perlu takut saat ada hal yang sulit dipelajari. Justru kita bisa belajar bahwa kebenaran tidak takut diperiksa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Cobalah ceritakan kepada satu orang di rumahmu satu alasan mengapa kamu percaya bahwa Yesus sungguh nyata dan bukan cerita buatan manusia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh hidup dan nyata. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup menunjukkan bahwa Engkau ada di dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya tokoh dalam cerita, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan nyata. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yosefus dan YakobusDiambil dari: Yakobus 1:12 “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”Wonder Kids, pernahkah kamu mendengar nama Yakobus? Yakobus adalah adik Tuhan Yesus. Pada awalnya, Yakobus tidak langsung percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi setelah Yesus bangkit, hidup Yakobus berubah. Ia menjadi salah satu pemimpin penting dalam jemaat mula-mula di Yerusalem.Menariknya, tentang Yakobus ini bukan hanya Alkitab yang menulis. Seorang penulis sejarah Yahudi bernama Yosefus juga menuliskan tentang kematian Yakobus. Yosefus menceritakan bahwa Yakobus dibawa ke depan Mahkamah Agama lalu dihukum mati. Ini penting, karena catatan ini menolong kita melihat bahwa Yakobus benar-benar melayani, dan mati karena imannya kepada Tuhan.Coba pikirkan, Wonder Kids. Kalau seseorang dulu tidak percaya, lalu akhirnya rela hidup bagi Yesus, bahkan sampai mati karena percaya kepada-Nya, itu menunjukkan sesuatu yang besar. Yakobus berubah bukan karena dipaksa, tetapi karena ia sungguh yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias. Perubahan hidup Yakobus menjadi salah satu kesaksian yang kuat bahwa kebangkitan Yesus itu bukan cerita kosong.Tuhan juga bisa mengubah hati seseorang. Mungkin hari ini ada orang yang masih ragu, masih belum sungguh-sungguh percaya, atau masih setengah hati mengikut Yesus. Tetapi seperti Yakobus, Tuhan sanggup mengubahkan hati itu menjadi hati yang percaya dan setia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu bagian hidupmu yang masih sulit sungguh-sungguh taat kepada Yesus. Lalu berdoalah secara khusus dan minta Tuhan menolongmu percaya dan setia kepada-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sanggup mengubah hati manusia. Tolong aku supaya aku tidak ragu kepada-Mu, tetapi percaya dan setia mengikuti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan sanggup mengubah orang yang ragu menjadi orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yosefus? Diambil dari: Roma 15:4 “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”Wonder Kids, hari ini kita akan belajar tentang seorang tokoh bernama Yosefus. Yosefus adalah seorang penulis sejarah Yahudi yang hidup pada zaman yang tidak terlalu jauh dari masa Tuhan Yesus. Ia bukan penulis Alkitab, dan ia juga bukan salah satu murid Yesus. Tetapi ia menulis tentang banyak hal yang terjadi pada zaman itu, termasuk tentang Yesus.Yosefus adalah seorang imam dan juga orang Farisi. Ia menulis buku sejarah tentang bangsa Yahudi. Menariknya, walaupun Yosefus bukan pengikut Tuhan Yesus, ia tetap menuliskan hal-hal tentang Yesus dan tentang orang-orang Kristen mula-mula. Ini penting, karena catatan Yosefus menolong kita melihat bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, bukan tokoh dongeng atau cerita buatan manusia.Bayangkan kalau ada satu peristiwa besar di sekolah atau di gerejamu. Lalu bukan hanya teman dekatmu yang menceritakannya, tetapi juga orang lain yang bukan bagian dari kelompokmu ikut menulis tentang peristiwa itu. Tentu itu membuat cerita itu makin kuat, bukan? Begitu juga dengan Yesus. Bukan hanya Alkitab yang bersaksi tentang-Nya, tetapi juga ada catatan sejarah lain yang meneguhkan bahwa Yesus sungguh pernah hidup.Wonder Kids, ini menolong kita untuk semakin yakin bahwa iman Kristen berdiri di atas kebenaran. Kita percaya kepada Yesus bukan karena cerita yang dibuat-buat, tetapi karena Dia benar-benar datang ke dunia, hidup di tengah manusia, mati, dan bangkit. Tuhan memberi kita banyak kesaksian supaya iman kita makin teguh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba ceritakan kepada satu orang di rumahmu mengapa kamu percaya bahwa Yesus bukan tokoh dongeng, melainkan sungguh hidup dalam sejarah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh datang ke dunia ini untuk menyelamatkanku. Tolong aku untuk semakin yakin kepada-Mu dan berani percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh cerita, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang MenguatkanDiambil dari: Yeremia 17:8 “Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”Wonder Kids, tahukah kamu bahwa ada pohon yang sangat tinggi dan bisa hidup sangat lama? Salah satunya adalah pohon redwood. Pohon ini bisa tumbuh sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari banyak gedung. Mungkin kita mengira akar pohon sebesar itu pasti masuk sangat dalam ke tanah. Tetapi ternyata tidak. Akar pohon redwood justru tidak terlalu dalam. Akar-akar itu melebar ke samping dan saling terjalin dengan akar pohon redwood yang lain. Karena itulah mereka bisa saling menguatkan dan tetap berdiri kokoh.Begitu juga saat kita belajar tentang Tuhan Yesus. Ada orang yang meragukan apakah kisah tentang Yesus dalam Alkitab itu sungguh benar. Tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita tanpa bukti. Selain dari kitab-kitab Injil, ada juga penulis-penulis sejarah pada zaman dahulu yang menulis tentang Yesus. Hal ini menolong kita melihat bahwa berita tentang Yesus bukan cerita yang dibuat-buat. Injil adalah berita yang benar dan dapat dipercaya.Seorang ahli bernama Edwin Yamauchi pernah berkata bahwa catatan sejarah tentang Yesus justru lebih kuat daripada catatan tentang pendiri agama-agama kuno lainnya. Jadi, Wonder Kids, kita tidak percaya kepada Yesus secara buta. Iman kita punya dasar. Firman Tuhan itu benar, dan kesaksian tentang Yesus itu kuat.Sama seperti akar-akar pohon redwood saling menguatkan, Tuhan juga memberi kita firman-Nya, gereja, dan sesama orang percaya untuk meneguhkan iman kita. Karena itu, jangan berjalan sendirian. Teruslah bertumbuh dalam firman Tuhan bersama orang-orang yang juga mengasihi Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau temanmu satu alasan mengapa kamu percaya bahwa kisah tentang Yesus dalam Alkitab adalah benar.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu adalah benar. Tolong aku supaya imanku makin kuat dan berakar di dalam-Mu. Pakailah juga orang-orang percaya di sekitarku untuk menolongku tetap teguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kepada Yesus bukan iman yang kosong, karena Tuhan telah memberi kesaksian yang benar tentang Anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Gunakan atau Kehilangan. Diambil dari: Yosua 1:8 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”Wonder Kids, pernah tidak kamu selesai ujian lalu merasa otakmu ingin libur total? Rasanya maunya main terus, nonton terus, atau santai saja. Memang menyenangkan, tetapi kalau pikiran kita tidak dipakai untuk hal yang baik, lama-lama kita bisa jadi malas berpikir dan malas belajar. Pikiran kita itu seperti otot. Kalau tidak dipakai, akan jadi lemah. Tetapi kalau terus dilatih, akan jadi kuat.Hal yang sama juga bisa terjadi dalam hidup rohani kita. Kalau kita mulai jarang berdoa, jarang membaca Alkitab, dan malas datang kepada Tuhan, hati kita bisa menjadi dingin. Kita jadi kurang peka pada suara Tuhan dan lebih mudah mengikuti keinginan sendiri. Karena itu, Tuhan memberi nasihat dalam Yosua 1:8 supaya firman Tuhan terus kita pikirkan siang dan malam. Artinya, firman Tuhan bukan hanya dibaca sekali lalu dilupakan, tetapi direnungkan dan dilakukan.Tuhan mau supaya kita terus memakai pikiran dan hati kita untuk mengenal Dia. Semakin kita membaca firman Tuhan, semakin kita tahu apa yang benar. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin hidup kita diarahkan oleh-Nya. Jadi jangan “libur” dari Tuhan, ya, Wonder Kids. Tetaplah dekat kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambillah waktu 5 menit untuk membaca satu bagian pendek dari Alkitab, lalu ceritakan dengan bahasamu sendiri apa yang kamu pelajari tentang Tuhan hari ini.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu. Tolong aku supaya tidak malas membaca Alkitab dan tidak menjauh dari-Mu. Ajarku untuk terus mengenal Engkau setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kalau kamu terus dekat dengan Tuhan dan firman-Nya, hati dan pikiranmu akan terus bertumbuh kuat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahApakah Orang Kristen Pikirannya Sempit?Diambil dari: Keluaran 20:3 (TB)“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”Wonder Kids, kadang ada orang yang berkata, “Orang Kristen terlalu sempit pikirannya karena mereka percaya bahwa hanya ada satu Allah dan hanya satu jalan keselamatan.” Memang Alkitab dengan jelas berkata bahwa Allah adalah satu-satunya Allah yang benar. Dan Yesus berkata bahwa Ia adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Itu bukan sikap sombong. Itu adalah keyakinan berdasarkan apa yang Allah sendiri nyatakan.Tetapi ada hal penting yang juga harus kita ingat. Walaupun kita percaya Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan, kita tetap harus hidup dengan kasih, hormat, dan kerendahan hati. Percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat tidak berarti kita merendahkan orang lain. Justru kita dipanggil untuk menunjukkan kasih Kristus melalui perkataan dan perbuatan kita. Kita tidak memaksakan iman dengan kemarahan. Kita bersaksi dengan kasih dan kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pegang teguh imanmu kepada Yesus. Tetapi tunjukkan kasih kepada semua orang, bahkan kepada mereka yang berbeda denganmu.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku tetap teguh percaya kepada-Mu, tetapi juga hidup dengan kasih dan hormat kepada semua orang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kebenaran tanpa kasih menjadi keras.Kasih tanpa kebenaran menjadi lemah.Di dalam Yesus, keduanya berjalan bersama.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBerharga di Mata TuhanDiambil dari: Amsal 31:30 (TB)“Pesona adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”Wonder Kids, di salah satu bagian Injil Thomas, ada perkataan yang terdengar seperti mengatakan bahwa perempuan harus “menjadi laki-laki” supaya bisa diselamatkan. Itu bukan ajaran yang kita temukan dalam Alkitab. Dalam Injil yang asli — Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes — Yesus justru menghormati perempuan.Yesus berbicara dengan perempuan Samaria ketika orang lain menghindarinya. Yesus menyembuhkan dan menguatkan banyak perempuan. Perempuan-perempuan adalah saksi pertama kebangkitan Yesus. Paulus juga menyebut banyak perempuan sebagai rekan pelayanan (misalnya dalam Filipi 4:3).Alkitab mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:27). Nilai seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh kenyataan bahwa ia diciptakan dan dikasihi Tuhan. Itulah sebabnya ajaran yang merendahkan perempuan tidak sejalan dengan firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hormati semua orang. Ingat bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan setiap orang dengan nilai yang sama di hadapan-Mu. Tolong aku menghormati dan mengasihi semua orang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Di dalam Kristus, setiap orang berharga. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahAllah Sang Pencipta, Bukan CiptaanDiambil dari: Roma 1:25 (TB)“Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja serta menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya…”Wonder Kids, dalam beberapa bagian Injil Thomas, ada ajaran yang berbeda dengan Alkitab. Salah satu perbedaannya adalah tentang siapa Allah itu. Ada bagian yang terdengar seperti mengatakan bahwa Allah dan dunia ini pada dasarnya adalah satu. Cara berpikir seperti itu disebut pantheisme — yaitu keyakinan bahwa segala sesuatu adalah Allah. Tetapi Alkitab mengajarkan sesuatu yang berbeda.Dalam Kejadian 1:1 dikatakan: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Artinya Allah adalah Pencipta. Dunia ini adalah ciptaan. Allah tidak sama dengan pohon, batu, gunung, atau manusia. Ia menciptakan semuanya, tetapi Ia berbeda dan lebih tinggi dari ciptaan-Nya.Dalam Yohanes 1:14 dikatakan bahwa Firman itu menjadi manusia. Itu berarti Yesus datang ke dunia — bukan karena Ia bagian dari dunia, tetapi karena Ia adalah Tuhan yang datang menyelamatkan dunia. Perbedaan ini sangat penting. Kalau kita menyembah ciptaan, kita salah arah. Kita harus menyembah Pencipta.Itulah sebabnya gereja mula-mula sangat berhati-hati. Tulisan yang mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran tentang Allah tidak bisa diterima sebagai firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pastikan kamu menyembah Allah yang benar — Allah yang menciptakanmu dan mengasihimu.Mari kita berdoa:Tuhan, Engkaulah Pencipta langit dan bumi. Tolong aku tidak menyembah hal-hal yang salah, tetapi hanya Engkau saja. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Kita menyembah Sang Pencipta — bukan ciptaan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBagaimana dengan Injil Thomas?Diambil dari: 2 Timotius 4:3-4 (TB)“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat… mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya…”Wonder Kids, mungkin kamu pernah mendengar tentang “Injil Thomas.” Apakah itu bagian dari Alkitab? Pada tahun 1945 ditemukan kumpulan tulisan kuno di Nag Hammadi, Mesir. Salah satunya disebut Injil Thomas. Tulisan ini berisi sekitar 114 perkataan yang dikaitkan dengan Yesus. Namun tulisan ini muncul jauh lebih belakangan dibandingkan Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.Sebagian besar ahli percaya Injil Thomas ditulis sekitar tahun 140 Masehi atau lebih lambat. Itu berarti sudah lewat beberapa generasi setelah para rasul hidup. Selain itu, isi dan ajarannya tidak sepenuhnya sejalan dengan ajaran Injil yang sudah dikenal sejak awal. Itu sebabnya tulisan ini tidak termasuk dalam kanon. Ingat tiga ujian kanon yang sudah kita pelajari?Apakah berasal dari rasul atau saksi mata?Apakah sesuai dengan aturan iman?Apakah dipakai dan diterima secara luas sejak awal?Injil Thomas tidak memenuhi semua kriteria itu.Jadi bukan karena gereja “menyembunyikannya,” tetapi karena sejak awal tulisan itu tidak diakui sebagai firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan langsung percaya semua yang terdengar “rahasia” atau “baru.” Ujilah semuanya dengan firman Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku mencintai ajaran yang sehat dan benar. Jauhkan aku dari ajaran yang menyesatkan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tidak semua tulisan tentang Yesus adalah firman Tuhan. Tetapi firman Tuhan yang sejati telah diuji dan dipegang teguh sejak awal.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahJalan TerbaikDiambil dari: Mazmur 119:105 (TB)“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”Wonder Kids, ada seorang guru yang pernah berkata kepada murid-muridnya: “Jalan terbaik di Eropa adalah jalan yang paling banyak dilalui.” Mengapa? Karena kalau banyak orang memakai satu jalan, berarti jalan itu memang bisa dipercaya dan membawa orang sampai ke tujuan. Begitu juga dengan kitab-kitab Perjanjian Baru.Kitab-kitab Injil dan surat-surat rasuli tidak menjadi kanon karena seseorang memaksakannya.Mereka diakui karena sejak awal dipakai, dibaca, dan dipercaya oleh banyak jemaat. Tidak ada yang bisa menghentikan kitab-kitab itu untuk dipakai dalam ibadah dan pengajaran. Semakin lama, semakin jelas bahwa kitab-kitab itu memang membawa umat kepada Yesus yang sejati. Dan apa yang diajarkan Injil? Bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ia mati untuk dosa kita. Ia bangkit. Ia adalah jalan, kebenaran, dan hidup (Yohanes 14:6).Firman Tuhan seperti jalan yang terbaik. Banyak orang sudah berjalan di atasnya dan membuktikan bahwa jalan itu benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pilih berjalan di jalan yang terang. Jangan ikut jalan yang terlihat menarik tetapi tidak membawa kepada Yesus.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu adalah terang bagi jalanku. Pimpin aku selalu berjalan di jalan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Jalan yang paling aman adalah jalan yang membawa kita kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.