POPULARITY
Categories
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Santo Arnoldus Jansen Waikomo, di Keuskupan Larantuka, Indonesia. T.Daniel 3: 25.34-43; Mazmur tg 25: 4b-5b.6.7c.8-9; Matthew 18: 21-35.SYARATPENGAMPUNAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: SyaratPengampunan. Meskipun Tuhan maha pengampun, dan karunia itu adalah cuma-cuma,tidak berarti kalau pengampunan dari-Nya langsung beres. Iman kita mengajarkanbahwa untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa itu, Gereja menyediakansakramen tobat. Di dalamnya ada elemen materialnya ialah dosa-dosa nyata yangdiakukan oleh si pendosa, dan elemen formalnya ialah formula absolusi yangdisampaikan bapak pengakuan, yang menyatakan pembebasan seseorang dari dosa-dosanya. Khususnya untuk elemen materialnya, ada syarat-syaratuntuk mendukung pengungkapan dosa-dosa pada kesempatan pengakuan dosa itu.Syarat-syarat tersebut menunjuk pada sikap dan cara orang mempersiapkan dirinyauntuk melakukan sebuah pengakuan dosa. Syarat-syarat resmi Gereja biasanyaterkait dengan bimbingan atau pedoman untuk diikuti oleh umat yangmempersiapkan diri menerima sakramen ini. Di samping itu, ada syarat-syaratpribadi yang penting sekali menjadi tanggung jawab setiap pribadi sehinggadapat menggambarkan iman dan penghayatannya akan sakramen ini. Untuk sikap-sikap pribadi, kedua bacaan pada hari ini,masing-masingnya memberikan petunjuk bagaimana pentingnya persiapan pengakuandosa itu. Nubuat Daniel dalam bacaan pertama menekankan tentang peran sikapmenyesal si pendosa. Penyesalan merupakan syarat yang sangat penting untukmemberikan kualitas pengakuan dosa sebagai sikap negatif dan tegas terhadapdosa-dosa. Jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah menandakan kalau sipendosa sedih sekaligus marah atas kehinaan dirinya. Ia kasihan dengan dirinya yangbernasib jelek. Dengan demikian Tuhan yang maha rahim dapat berpaling perhatiandan kasih-Nya kepadanya. Orang yang tidak menampakkan penyesalan, biasanyamencari kambing hitam dari dosa-dosanya atau bangga dan senang karena denganberdosa ia dapat memenuhi niatnya. Injil Matius mengatakan bahwa jika kita tidak maumengampuni orang yang telah bersalah kepada kita, Bapa di surga tidakmengampuni kita. Doa “Bapa Kami” menekankan hal ini, karena ini adalah tindakanTuhan sendiri. Itu berarti bahwa sebelum mendapatkan tindakan formalpengampunan saat melakukan pengakuan dosa, kita mesti lebih dahulu mengampunimereka yang telah bersalah kepada kita. Oleh karena itu selain menyampaikanelemen-elemen material yaitu dosa-dosa nyata, si pendosa perlu jujurmenyampaikan juga bahwa ia telah mengampuni orang-orang yang ia sebutkan didalam pengakuannya. Suatu pengakuan dosa yang efektif dan berbuah terjadikarena adanya pengampunan terhadap si pendosa yang bersalah kepada kita,sebelum kita mendapatkan pengampunan dari Tuhan melalui Gereja. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkanlah dansemangatilah kami untuk tidak malu dan takut untuk mengampuni. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ....
"Membangun kedisiplinan & kemandirian anak, tak bisa hanya dalam semalam. Terkadang malah sejak anak usia dini masih banyak kendala. Mari kita pelajari hal-hal dasar yang perlu diketahui orang tua sebelum membangun disiplin pada anak dari video berikut. Pengen tahu nih, apakah Moms & Dads punya pengalaman menarik ketika melatih disiplin anak? Boleh share di kolom komentar, ya"
Menulis sering kali disalahpahami hanya sebagai cara untuk menyampaikan apa yang sudah kita ketahui, padahal sebenarnya menulis adalah alat penemuan intelektual yang paling ampuh. Ketika seseorang mencoba menuangkan gagasan ke atas kertas, ia dipaksa untuk mengubah pemikiran yang abstrak dan tercerai-berai menjadi struktur yang logis dan linier. Dalam proses transisi dari pikiran ke tulisan inilah terjadi proses belajar yang sesungguhnya; kita tidak hanya mencatat informasi, tetapi juga mengorganisir ulang pemahaman kita sehingga menjadi lebih utuh dan terstruktur. Melalui menulis, kita juga dapat mengidentifikasi lubang-lubang dalam pengetahuan kita yang sebelumnya tidak terlihat. Sering kali kita merasa sudah memahami suatu subjek, namun saat mencoba menjelaskannya dalam kalimat yang jernih tanpa jargon, kita menyadari adanya bagian-bagian yang masih kabur. Menulis menuntut kejujuran intelektual; ia memaksa kita untuk menyederhanakan konsep yang kompleks menjadi bahasa yang manusiawi. Dengan cara ini, menulis berfungsi sebagai tes pemahaman yang memastikan bahwa kita benar-benar menguasai materi tersebut, bukan sekadar menghafalnya. Pada akhirnya, menjadikan menulis sebagai kebiasaan belajar akan memperkuat daya ingat jangka panjang dan mempertajam kemampuan kritis. Informasi yang diproses secara aktif melalui tulisan akan melekat lebih kuat dalam struktur kognitif kita dibandingkan dengan informasi yang hanya dibaca atau didengar secara pasif. Oleh karena itu, menulis tidak boleh dilihat sebagai beban tambahan dalam belajar, melainkan sebagai mesin utama yang menggerakkan pemahaman kita menuju tingkat yang lebih dalam dan jernih di bidang apa pun.
Menjadi sebuah "suara" bukan sekadar soal kefasihan teknis dalam berbicara, melainkan sebuah misi spiritual yang menuntut keberanian untuk berdiri tegak demi nilai-nilai yang lebih besar dari diri sendiri. Setiap kata yang dilepaskan ke dunia diibaratkan sebagai benih energi yang memiliki kekuatan untuk membangun struktur kehidupan dan masa depan. Oleh karena itu, integritas menjadi fondasi utama; seorang pembicara sejati adalah mereka yang mampu menyelaraskan pesan di atas panggung dengan realitas kehidupan di balik layar, sehingga setiap ucapan yang keluar memiliki "ruh" dan kejujuran yang mampu menyentuh relung hati pendengar. Kekuatan untuk memberikan dampak yang luas sering kali terhambat oleh luka batin dan hambatan psikologis seperti sindrom penipu (imposter syndrome). Hayley Mulenda menekankan pentingnya berbicara dari bekas luka yang telah sembuh sebagai simbol kemenangan, bukan dari luka terbuka yang masih mencari simpati. Dengan mengubah cara pandang terhadap penolakan sebagai bentuk pengarahan ulang dari Tuhan, seseorang dapat melangkah melampaui rasa takut. Imajinasi dan iman menjadi buku sketsa yang memetakan arah masa depan, memungkinkan suara seseorang bertransformasi dari sekadar bunyi menjadi instrumen penyembuhan dan pembebasan bagi orang lain. Pada akhirnya, penggunaan suara adalah sebuah pengabdian yang melampaui popularitas dan kejayaan pribadi. Kepemimpinan sejati ditemukan dalam kerelaan untuk melayani dan membangun komunitas, di mana keberhasilan tidak diukur dari seberapa viral sebuah pesan, melainkan dari seberapa dalam ia memengaruhi hidup manusia. Dengan membangun strategi yang matang melalui visibilitas dan identitas yang otentik, seseorang tidak hanya sedang mengejar pencapaian saat ini, tetapi sedang membangun sebuah warisan (legacy) yang abadi. Suara yang digunakan dengan integritas dan kasih akan terus bergema sebagai cahaya bagi dunia, bahkan setelah sang pembicara tiada.
"Moms & Dads, apakah menurut Moms & Dads pengasuhan selama ini sudah tepat? Gimana kita bisa tahu jika pola asuh kita perlu diperbaiki? Jawabannya ada di audio pakar ini, ya. Habis dengar, kira-kira adakah resolusi pola asuh yang ingin Moms & Dads lakukan tahun ini? Ceritain dong, kami ingin tau pendapat Moms & Dads di kolom comment. ❤️"
Di era modern yang serba cepat dan dinamis ini, cara kerja tradisional yang kaku sering kali membuat kita tertinggal. Banyak proyek berskala besar berujung pada kegagalan atau kehilangan relevansi karena kebutuhan klien dan pasar telah berubah drastis saat proyek tersebut selesai. Oleh karena itu, memahami Scrum bukan lagi sekadar pilihan pengembangan karier, melainkan sebuah kebutuhan esensial bagi siapa saja yang ingin bertahan dan unggul. Scrum hadir sebagai kerangka kerja Agile yang menawarkan solusi brilian: ia memberikan fleksibilitas tinggi yang memungkinkan tim untuk bergerak lebih cepat, beradaptasi dengan perubahan tak terduga, dan memberikan nilai nyata kepada pengguna secara bertahap tanpa harus menunggu proses panjang yang melelahkan. Mempelajari Scrum berarti Anda sedang berinvestasi pada budaya kerja kolaboratif yang jauh lebih cerdas, efisien, dan transparan. Melalui pembagian proyek besar ke dalam siklus-siklus waktu pendek yang disebut Sprint, setiap anggota tim dibiasakan untuk terus berkomunikasi, memamerkan hasil kerja, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Keindahan dari kerangka kerja ini adalah sifatnya yang universal; Scrum tidak lagi eksklusif milik para pengembang perangkat lunak atau industri IT. Baik Anda berada di tim pemasaran, pendidikan, manajemen acara, maupun pengembangan bisnis, prinsip-prinsip Scrum dapat diaplikasikan untuk memecah masalah yang paling rumit sekalipun menjadi langkah-langkah kecil yang terukur dan langsung bisa dieksekusi oleh tim. Mari kita tinggalkan pola pikir lama yang kerap terjebak pada perencanaan di atas kertas yang berlebihan, dan mulai beralih pada eksekusi nyata yang adaptif. Dengan meluangkan waktu untuk benar-benar memahami peran, artefak, dan acara di dalam Scrum, Anda dapat membangun budaya kerja tim yang tidak hanya sangat produktif, tetapi juga menyenangkan dan saling menghargai. Jangan biarkan potensi besar tim Anda tenggelam dalam kebingungan dan birokrasi yang lambat. Jadikan Scrum sebagai kompas pemandu Anda dalam menavigasi tantangan pekerjaan di masa depan, dan wujudkan kesuksesan proyek yang tidak hanya tepat waktu, tapi juga tepat sasaran!
"Tahu nggak Moms & Dads, ternyata ada cara meningkatkan skill bahasa dan berkomunikasi anak tanpa paksaan. Langsung aja dengar tekniknya di audio pakar ini, ya! Gak bosan kami selalu minta support Moms & Dads untuk like, share, & comment bila menurut Moms & Dads audionya bermanfaat. Thank you Parents.."
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Apolonia Lema dan Maria Tania Musa dari Paroki Santo Simon Petrus Tarus di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Daniel 9: 4b-10; Mazmur tg 79: 8.9.11.13; Lukas 6: 36-38.JANGANLAHPERHITUNGKAN DOSA KAMI Tema renungan kita pada hari ini ialah: JanganlahPerhitungkan Dosa Kami. Kalimat tema ini diambil dari doa “Damai” yang selalukita serukan sebelum Komuni Kudus dalam perayaan ekaristi. Ada kaitan eratpenghapusan atau pengampunan dosa dengan damai. Orang yang terhindar dariperbuatan-perbuatan dosa, bisa dipastikan ia mengalami hidup yang damai,tenang, dan nyaman. Di dalam kenyataan tidak mudah untuk selalu menghindaridosa, terutama kalau dosa-dosa itu disebabkan dari dalam diri sendiri, sepertidari pikiran, hati, dan mulut kita. Kita sering mengulang-ulang kesalahan yang sama. Kalau halini didukung dengan tidak atau jarang sekali ada penyesalan dan penerimaansakramen tobat, seseorang bisa saja merasa nyaman hidup di dalam dosa-dosa.Akibatnya dosa-dosa semakin menumpuk dan yang bersangkutan tidak menyadari lagisebagai pendosa meski ia secara nyata berbuat dosa. Oleh karena itu doa“Janganlah perhitungkan dosa kami” adalah ungkapan permohonan kita yang tiadahentinya selama kita di dunia ini. Jika Tuhan memang memperhitungkan dosa-dosakita, bisa jadi kita sangat rendah seperti debu tanah yang diinjak-injak saja. Sebaliknya kita memohon Tuhan supaya memperhatikan imansetiap orang dan kawanan umat-Nya. Kita orang-orang berdosa memiliki iman,bahkan mungkin iman yang sangat kuat. Hal ini diperlihatkan dalam tindakanpengakuan sebagai orang-orang yang berbuat dosa dan salah, seperti yangdiwartakan kitab Daniel dalam bacaan pertama. Yesus Kristus hanya satu kalisaja memperhitungkan dosa-dosa kita dengan pengorbanan diri-Nya. Yang lebihkita usahakan sekarang ialah pengakuan diri dan menjadi baru di hadapan Tuhan dansesama kita. Iman kita tidak langsung atau otomatis menghapus dosa-dosakita. Selain pengakuan dosa yang mencirikan iman, kita diajarkan Yesus untukmemperkuat iman kita dengan kebajikan-kebajikan agar membentengi kita dari dosadan kejahatan. Pada hari ini kitadiajarkan kemurahan hati seperti Bapa di surga yang murah hati. Salah satu ciriutama pribadi yang murah hati ialah menjadi yang pertama berbuat baik entahmelalui perkataan entah perbuatan. Maka itu berbalas kebaikan sebenarnya bukankemurahan hati tetapi berkeadilan. Dengan kualitas kemurahan hati ini, kita memang tidakmenghakimi, menghukum, atau memfitnah lebih dahulu. Kemurahan hati menuntunkita untuk lebih dahulu mengampuni, pertama yang memberi, mengambil langkahpertama untuk berlaku benar dan baik. Ini semua bukan untuk mencari muka ataupencitraan, tetapi karena cinta kasih sangat menuntut demikian. Ini dapatmencegah kita untuk menambah dosa-dosa kita.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa di surgajanganlah memperhitungkan dosa-dosa kami, tetapi perhatikanlah iman kami danbesarkanlah cinta kasih di dalam kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
Organisasi bukanlah sekadar struktur hierarki atau sekumpulan proses bisnis yang kaku, melainkan sebuah entitas hidup yang bernapas melalui interaksi manusia. Di dalamnya, terdapat kekuatan tak kasat mata yang menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah visi, yakni budaya organisasi. Budaya bertindak sebagai perekat sosial yang menyatukan individu dalam satu identitas kolektif yang unik. Budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai pola asumsi dasar yang ditemukan, ditemukan kembali, atau dikembangkan oleh kelompok tertentu saat mereka belajar menghadapi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Jika pola tersebut terbukti efektif, ia akan diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk mempersepsikan, memikirkan, dan merasakan masalah-masalah tersebut. Menurut Edgar Schein, budaya tidak bisa dipahami secara dangkal melalui survei belaka, melainkan harus dilihat melalui tiga tingkatan. Tingkat pertama adalah artifak, yaitu segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan secara fisik di lingkungan organisasi. Ini mencakup arsitektur kantor, cara berpakaian, hingga bahasa formal yang digunakan sehari-hari. Namun, artifak seringkali menyesatkan karena mudah diamati tetapi sulit untuk ditafsirkan maknanya. Di bawah artifak terdapat nilai-nilai yang dideklarasikan (espoused values), yang mencakup strategi, tujuan, dan filosofi yang secara sadar diungkapkan oleh pemimpin. Nilai-nilai ini adalah apa yang "seharusnya" dilakukan menurut norma kelompok. Tingkatan terdalam dan yang paling kuat adalah asumsi dasar (basic underlying assumptions). Asumsi ini bersifat tidak sadar dan dianggap sudah semestinya benar (taken for granted), sehingga anggota organisasi tidak lagi mempertanyakan keberadaannya. Inilah inti sebenarnya dari budaya yang menentukan bagaimana realitas dipahami oleh setiap individu di dalamnya. Asumsi dasar ini seringkali berakar pada sejarah panjang organisasi dalam mengatasi krisis atau merayakan kesuksesan. Ketika suatu tindakan secara konsisten membawa keberhasilan, tindakan tersebut berubah dari sekadar hipotesis menjadi keyakinan yang tidak tergoyahkan. Budaya, dalam hal ini, adalah hasil dari proses pembelajaran kolektif yang terakumulasi. Salah satu fungsi utama budaya adalah membantu organisasi dalam adaptasi eksternal. Budaya menentukan misi inti organisasi, strategi operasional, hingga kriteria keberhasilan yang mereka tetapkan sendiri. Tanpa kesepakatan budaya mengenai hal-hal fundamental ini, organisasi akan kehilangan arah di tengah persaingan pasar yang dinamis. Selain adaptasi ke luar, budaya juga berfungsi menjaga integrasi internal. Budaya memberikan bahasa bersama, menentukan batasan kelompok, menetapkan kriteria untuk kekuasaan dan status, serta menciptakan norma-norma tentang keintiman dan persahabatan. Hal ini menciptakan rasa aman dan stabilitas psikologis bagi setiap anggota. Pembentukan budaya sangat dipengaruhi oleh peran pendiri organisasi. Para pendiri membawa asumsi awal mereka tentang dunia dan cara terbaik untuk menjalankan bisnis. Melalui kepemimpinan mereka, nilai-nilai pribadi sang pendiri perlahan-lahan menyerap ke dalam struktur dan menjadi identitas permanen bagi organisasi tersebut. Seiring bertumbuhnya organisasi, budaya tidak lagi bersifat monolitik. Seringkali muncul subkultur yang berbeda berdasarkan fungsi departemen, lokasi geografis, atau tingkatan hierarki. Tantangan bagi seorang pemimpin adalah bagaimana menyelaraskan subkultur ini agar tidak terjadi konflik yang dapat melumpuhkan efektivitas kerja. Budaya juga berfungsi sebagai mekanisme pengurangan kecemasan (anxiety reduction). Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, budaya memberikan kerangka berpikir yang stabil sehingga individu tahu bagaimana harus bereaksi tanpa perlu menganalisis setiap situasi dari nol. Budaya memberikan prediktabilitas dalam interaksi sosial. Kepemimpinan dan budaya adalah dua sisi dari koin yang sama. Pemimpin menciptakan budaya melalui tindakan-tindakan mereka, namun di saat yang sama, budaya yang sudah mapan juga menentukan jenis pemimpin seperti apa yang akan diterima oleh organisasi. Pemimpin yang gagal memahami budaya organisasinya akan mengalami penolakan sistemik. Mendiagnosis budaya organisasi memerlukan pendekatan kualitatif yang mendalam daripada sekadar metode kuantitatif. Pemimpin harus mampu menjadi "detektif budaya" yang mengamati perilaku, mendengarkan cerita, dan menggali asumsi yang tersembunyi. Memahami budaya berarti memahami jiwa dari organisasi itu sendiri. Perubahan budaya adalah proses yang sangat menyakitkan karena melibatkan aspek "pembongkaran" identitas lama. Edgar Schein menekankan bahwa untuk mengubah budaya, seseorang harus melalui tahap unfreezing, di mana stabilitas lama digoyahkan untuk menciptakan motivasi bagi perubahan. Tanpa rasa urgensi, budaya lama akan selalu menang. Setelah tahap unfreezing, organisasi perlu melakukan restrukturisasi kognitif. Anggota organisasi harus belajar melihat realitas dengan cara baru dan mengadopsi asumsi-asumsi baru yang lebih relevan dengan tantangan zaman. Proses ini membutuhkan pendampingan yang intens dan contoh nyata dari para pemimpin puncak. Salah satu penghambat terbesar perubahan budaya adalah learning anxiety atau kecemasan untuk belajar hal baru. Manusia cenderung takut akan kegagalan atau kehilangan status saat mencoba cara-cara baru. Oleh karena itu, menciptakan rasa aman psikologis (psychological safety) adalah prasyarat mutlak dalam transformasi budaya. Kepemimpinan yang transformasional harus mampu mengomunikasikan visi baru secara konsisten melalui segala saluran. Bukan hanya melalui pidato, tetapi juga melalui kebijakan rekrutmen, sistem penghargaan, dan alokasi sumber daya. Apa yang diprioritaskan oleh pemimpin adalah apa yang akan dianggap penting oleh budaya. Budaya organisasi juga sangat dipengaruhi oleh budaya nasional atau makro di mana organisasi tersebut berada. Nilai-nilai tentang otoritas, waktu, dan individualisme yang dipegang oleh masyarakat sekitar akan mewarnai bagaimana budaya perusahaan terbentuk. Globalisasi menuntut organisasi untuk lebih peka terhadap perbedaan budaya ini. Teknologi modern juga turut mengubah wajah budaya organisasi. Cara kita berkomunikasi secara digital telah merubah pola interaksi sosial dan struktur otoritas dalam perusahaan. Meskipun teknologinya baru, asumsi dasar manusia tentang kebutuhan akan pengakuan dan rasa memiliki tetap menjadi inti dari budaya. Dalam organisasi yang matang, budaya bisa menjadi beban jika ia menjadi kaku dan menolak inovasi. Inilah yang disebut sebagai "kekakuan budaya" yang bisa menyebabkan organisasi runtuh meskipun pernah sukses di masa lalu. Kemampuan untuk melakukan pembelajaran berkelanjutan adalah ciri budaya yang sehat. Budaya yang kuat bukan berarti budaya yang seragam tanpa perbedaan pendapat. Budaya yang kuat adalah budaya yang memiliki nilai-nilai inti yang kokoh, namun tetap memberikan ruang bagi keberagaman ide dan kritik konstruktif. Fleksibilitas di dalam kerangka nilai adalah kunci ketahanan jangka panjang. Evaluasi terhadap budaya tidak boleh dilakukan secara menghakimi sebagai "baik" atau "buruk" secara abstrak. Budaya harus dinilai berdasarkan efektivitasnya dalam mendukung tujuan organisasi dan kesejahteraan anggotanya. Budaya yang efektif adalah budaya yang selaras dengan realitas lingkungan eksternal. Akhirnya, manajemen budaya adalah tugas berkelanjutan bagi setiap pemimpin. Budaya bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dalam satu program pelatihan, melainkan sesuatu yang dipelihara setiap hari melalui setiap keputusan kecil yang diambil. Budaya adalah akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang menjadi karakter. Kesadaran akan budaya memberikan kekuatan bagi organisasi untuk melampaui keterbatasan teknis. Dengan budaya yang sehat, sebuah organisasi mampu bertahan melewati krisis ekonomi, perubahan pasar, hingga pergantian kepemimpinan. Budaya adalah warisan abadi yang ditinggalkan oleh sebuah kelompok kepada generasi berikutnya. Sebagai penutup, memahami organisasi berarti memahami manusia di dalamnya dengan segala kompleksitas budaya yang mereka bangun. Organisasi yang hebat adalah organisasi yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga membangun budaya yang memuliakan martabat manusia dan mendorong pertumbuhan bersama menuju tujuan yang lebih besar.
Hubungan antara manusia dan ruang bukanlah sekadar interaksi fisik yang pasif, melainkan sebuah simbiose mendalam yang menentukan jati diri dan kualitas hidup kita. Sebagaimana ditekankan dalam filosofi Danish Kurani, setiap dinding, cahaya, dan tata letak di sekitar kita memiliki kekuatan tersembunyi untuk memengaruhi cara kita berpikir, merasakan emosi, hingga cara kita bersosialisasi. Ketika kita membentuk sebuah ruang, kita sebenarnya sedang menanamkan nilai-nilai dan aspirasi kita ke dalam bentuk fisik, yang kemudian secara terus-menerus akan memantul kembali untuk membentuk pola perilaku serta kesehatan mental kita setiap hari. Namun, realita dunia modern sering kali menunjukkan adanya kegagalan desain, di mana efisiensi biaya dan estetika dangkal lebih diutamakan daripada kesejahteraan manusia. Banyak ruang publik, sekolah, dan kantor yang dirancang secara kaku sehingga justru memicu stres kronis, membatasi kreativitas, dan mengikis rasa komunitas. Ruang yang mengabaikan kebutuhan dasar manusia akan koneksi dan kenyamanan ini membuktikan bahwa lingkungan yang dirancang dengan buruk tidak hanya merusak suasana hati, tetapi juga secara perlahan menghambat potensi terbaik dari individu yang tinggal di dalamnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari peran sebagai "arsitek" bagi kehidupan kita sendiri dengan menuntut desain yang lebih manusiawi dan berbasis empati. Ruang yang ideal seharusnya mampu memberikan rasa aman, memfasilitasi pertumbuhan pribadi, dan menghubungkan kembali manusia dengan elemen alam yang menenangkan. Dengan mentransformasi ruang di sekitar kita menjadi lingkungan yang mendukung kesehatan dan kebahagiaan, kita tidak hanya sekadar mengubah bangunan fisik, tetapi juga sedang membangun fondasi bagi peradaban yang lebih sehat dan masa depan yang lebih cerah bagi semua orang.
I denne episode kan du høre Torsten Andersen fortælle minder fra hans kampe med AB, KB og det danske landshold i Københavns Idrætspark.Undervejs i karrieren var han også et par år i Anderlecht og vandt både mesterskab, pokal og Europa Cup for pokalvindere - og takkede nej til blandt andet Bayern München og Barcelona for i stedet at vende hjem til København.Her scorede han i anden halvdel af 70'erne mål på samlebånd for et stærkt KB-hold med klub- og landsholdskammerater som Ole Qvist, Ole Højgaard, Klaus Nørregaard, Finn Laudrup og mange andre - og under ledelse af Torstens favorittræner, Mario Astorri.Samtidig var Torsten Andersen formand for Spillerforeningen i netop den periode, hvor DBU indførte betalt fodbold i Danmark.Alvorlige skader satte desværre en tidlig stopper for hans spillerkarriere, men uden for banen fortsatte han med at beskæftige sig med fodbold i Spillerforeningen og i mediebranchen som kommentator for en række TV-stationer.
"Teknik memberikan perintah agar anak menurut ada beragam ya, Moms & Dads. Tapi, pada intinya, orang tua ingin agar anak melakukan perintah orang tua dengan senang hati. Gimana ya caranya? Di audio ini kita bisa mempelajari beberapa contohnya, lho! Langsung simak yuk! Apakah parents punya tips tersendiri agar anak senang dan mau menurut orang tua? Bagi idenya di komen postingan ini sekarang juga yuk !"
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Oleh-Oleh Kaṭhina 2025".
TRAGIS! KASUS NYAWA HILANG OLEH IBU TIRI
Bekerja efektif dimulai dengan pengelolaan waktu yang sadar akan keterbatasan energi dan kecenderungan manusia untuk menunda. Berdasarkan Hukum Parkinson, tugas cenderung berkembang untuk memenuhi durasi waktu yang kita sediakan, sehingga kunci utama efektivitas adalah menetapkan tenggat waktu yang tegas dan realistis untuk mencegah pemborosan waktu. Dengan menerapkan Metode 333, seseorang dapat membagi hari kerja menjadi struktur yang seimbang: tiga jam untuk kerja mendalam (deep work) pada proyek utama, menyelesaikan tiga tugas administratif kecil, dan melakukan tiga aktivitas perawatan diri. Struktur ini memastikan bahwa kemajuan signifikan tetap tercapai tanpa mengorbankan kesehatan mental atau kebugaran fisik. Selain manajemen waktu, ketajaman dalam menentukan prioritas menjadi pilar kedua dalam produktivitas yang berdampak tinggi. Prinsip Pareto mengingatkan kita bahwa delapan puluh persen hasil biasanya berasal dari dua puluh persen upaya yang paling terarah. Oleh karena itu, pekerja yang efektif bukanlah mereka yang hanya terlihat sibuk, melainkan mereka yang mahir mengidentifikasi tugas-tugas krusial yang memberikan dampak terbesar bagi tujuan jangka panjang. Dengan berfokus pada substansi daripada terjebak dalam detail-detail sepele yang tidak produktif—atau yang sering disebut sebagai fenomena "membuat pagar sepeda"—kita dapat mengoptimalkan energi yang terbatas untuk mencapai hasil yang lebih bermakna. Terakhir, efektivitas jangka panjang sangat bergantung pada pola pikir yang fleksibel dan kemampuan menjaga identitas diri di luar pekerjaan. Kita perlu memandang berbagai strategi kerja bukan sebagai aturan mutlak, melainkan sebagai alat bantu yang sesuai dengan Hukum Box: semua model mungkin memiliki celah, tetapi beberapa di antaranya sangat berguna jika diterapkan pada situasi yang tepat. Di saat yang sama, menjaga agar identitas diri tidak sepenuhnya tertelan oleh profesi, sebagaimana ditekankan dalam Hukum Morrison, adalah kunci untuk mencegah kelelahan kronis (burnout). Dengan memahami bahwa efektivitas sejati mencakup pencapaian profesional sekaligus kesejahteraan pribadi, kita dapat mempertahankan performa tinggi secara konsisten tanpa kehilangan arah hidup yang lebih luas.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Februari 2026Bacaan: "Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan." (Amsal 12:18) Renungan: Ada seorang mahasiswa yang menderita kepahitan yang dalam selama bertahun-tahun terhadap salah seorang dosen, karena satu pernyataan yang diucapkan dosen tersebut. Suatu hari ketika ia sedang berbicara dengan pacarnya, mereka ditegur dengan sangat kasar oleh seorang dosen yang kebetulan lewat. Begitu melihat mereka berdua, dosen tersebut langsung mendatangi mereka dan berkata, "Saya muak melihat kalian berdua. Saya tidak bisa makan kalau melihat kalian berdua, mau muntah rasanya." Mahasiswa tersebut dan pacarnya begitu sakit hati sampai-sampai setiap kali dosen tersebut mengajar di kelas, mereka tidak mau mendengarkan. Semangat dan kemauan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas dari mata kuliah yang sedang diajar dosen tersebut itupun juga hilang. Akhirnya mereka mendapat nilai yang begitu rendah dari mata kuliah tersebut, bukan karena mereka bodoh tetapi semata2 karena kepahitan dalam hati mereka kepada dosen yang mengajarnya. Amsal 12:18 mengajar kita untuk tidak sembarangan berkata, sekalipun dalam persoalan yang kecil atau remeh, bahkan dalam bergurau. Pada saat kita meremehkan soal yang kita hadapi atau meremehkan pembicaraan kita, maka pada waktu itu akan ada banyak kata-kata yang mengalir keluar tanpa ditimbang dan dipikirkan, sehingga akhirnya tahu-tahu kita sudah membuat banyak kesalahan, kepahitan dan melukai orang lain dengan kata-kata itu. Banyak penderitaan batin dan kepahitan hidup itu berasal dari kata-kata yang keluar seenaknya tanpa dipertimbangkan. Kata-kata yang tidak dipertimbangkan terlebih dahulu, tanpa disengaja dapat melemahkan atau bahkan mematikan semangat, gairah bahkan kerohanian orang lain. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum mengucapkan suatu kalimat, teguran, nasihat atau canda gurau apapun juga, terlebih dahulu tanyakanlah kepada hati kita, adakah damai sejahtera untuk berkata-kata begitu? Adakah hati kita gelisah dan merasa tidak enak? Apakah akan ada orang yang terluka hatinya karena perkataan kita ini? Kalau hati kita tidak sejahtera, tidak ada ketenangan untuk berkata-kata sedemikian, tahan dulu, jangan terus bicara, pertimbangkan lagi, dan berdoa kepada Tuhan meminta hikmat dari Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dan kepekaan untuk selalu dapat membedakan kata-kata yang berguna dan kata-kata yang tidak beguna. Ampunilah semua perkataanku yang telah menyakiti hati orang lain, dan aku mohon balutlah hati orang2 yang telah kusakiti dengan kasih dan pengampunan dari-Mu. Amin. (Dod).
"Be yourself sampai kapanpun! Tak terkecuali, ketika sudah jadi orang tua. Moms & Dads tetap harus menjadi orang tua otentik. Lantas, apa sih maknanya? Klik untuk denger audionya. Eits, Moms & Dads yang merasa orang tua autentik kasih comment dong.."
Pembawa Renungan : Yohanes Edwin Kristianto – Surakarta Pengantar Renungan : Shelly Aprilia Suwito - Bekasi Sound Editing : Yohanes Edwin Kristianto – Surakarta Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Luk. 5:27-32
Ratusan rumah warga di Perumahan Boulevard Hijau, Kota Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir dengan ketinggian mencapai lima puluh centimeter. Selain itu, kondisi jalan yang tergenang air membuat aktivitas warga terganggu.Drainase buruk di sekitar permukiman warga menyebabkan air belum juga surut hingga Jumat siang. Selain itu, Perumahan Boulevard Hijau yang berada di dataran rendah membuat air dengan cepat menggenangi rumah-rumah warga.Warga mengatakan, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi turun sejak Kamis malam. Hingga kini, ketinggian air masih mencapai tiga puluh hingga lima puluh centimeter.
Pembawa Renungan : Primona Valentina Tarihoran – Jakarta Pengantar Renungan : Gabrielle Vini Tanoehardjo - Jombang Sound Editing : Aris Kurniyawan - Jakarta Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Mat. 9:14-15.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Februari 2026Bacaan: Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." (Keluaran 3:7) Renungan: Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat kecewa Napoleon. Oleh karena itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya. Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya dengan tulisan, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan itu bukan sekadar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok ke arah sel di mana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya ke rumah dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulianNya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kira sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan mempedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika aku kurang percaya kepada-Mu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Kristin MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 1-9a; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.18-19; Matius 9: 14-15.BERPUASA DALAMBERAMAL DAN BERDOA Renungan kita pada hari ini bertema: Berpuasa DalamBeramal dan Berdoa. Tiga kesalehan standar yang telah kita sebutkan kemarin,masing-masingnya tidak berdiri sendiri. Berdoa bukanlah suatu tindakan yangtidak punya kaitan dengan berpuasa dan beramal. Demikian juga berpuasa danberamal. Satu perbuatan saleh membutuhkan dua lainnya supaya menjadikanseseorang saleh dan benar di hadapan Tuhan Allah dan menjadi suri teladan bagisesamanya. Renungan ini ingin membawa perhatian kita kepada berpuasayang kita lakukan melalui tindakan amal dan berdoa. Di dalam setiap perbuatankasih itu seseorang menjalankan puasanya. Demikian juga di dalam kesempatanberdoa, seseorang mengisi dan memperkuatkan puasanya. Kedua bacaan kita padahari ini menerangi iman kita tentang berpuasa dalam beramal dan berdoa. Kitab nabi Yesaya menegaskan bahwa perbuatan puasa yangsangat mengena dalam hidup bersama dan sesuai dengan kehendak Allah ialahmembuka belenggu-belenggu kelaliman. Semua bentuk kehidupan yang tertindas danterbelenggu harus dihilangkan. Perbuatan atau perilaku yang memperdayai danmenyusahkan sesama harus dihentikan. Orang-orang lapar dan haus diberikankepuasan raga mereka. Yang tidak mempunyai rumah diberikan tumpangan. Yangtidak mempunyai pakaian dipakaikan pakaian yang perlu. Semua yang dikatakan nabi dibuat begitu konkret oleh Yesusyang menjalankan misi Bapa Allah dengan ditemani oleh para rasul. Selain pararasul, ada begitu banyak murid yang mengikuti dan menyertai-Nya ke mana saja Iapergi dan dalam setiap kesempatan keberadaan-Nya. Hidup bersama dengan TuhanYesus ialah memandang Dia, berbicara dengan Dia, mendengar Dia, bersentuhandengan Dia, mengakui Dia, percaya kepada-Nya, dan berikhtiar untuk tetapbersama Dia sampai mati. Ini semua adalah kenyataan setiap saat hidup bersamadan dalam Tuhan yang memenuhi semua kriteria doa. Oleh karena itu Yesus memberikan pencerahan kepada kitabahwa, berpuasa yang benar dan sesungguhnya ialah melakukan tindakan-tindakanbersama dan di dalam Tuhan. Kehadiran-Nya menjiwai seluruh hidup kita. JikaTuhan sudah merelakan diri-Nya berada bersama kita, lalu mengapa manusiamengarang-ngarang caranya untuk berpuasa? Semua tindakan berpuasa itusebenarnya untuk siapa, padahal Tuhan yang disembah dan dimuliakan itu beradadi tengah-tengah umat-Nya? Jadi dengan berada dan bersama Tuhan, kita menjalankantindakan kasih yang dilakukan atas nama Dia, sambil berbicara dan berinteraksidengan Dia yang menguatkan kita melalui sabda dan berkat-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah maha benar,perkuatkanlah ketetapan hati kami untuk menekuni disiplin iman kami di dalammasa penuh rahmat ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
"Sebagai orang tua, kita semua ingin yang terbaik untuk buah hati, tetapi bagaimana cara memastikan kita tidak jatuh pada pola asuh orang tua helikopter? Tipsnya akan kami share di audio ini, ya. Yuk, simak bersama! Kalo ada satu tips khusus Moms & Dads praktikkan dalam pola asuh agar tidak jadi orang tua helikopter parenting, jangan ragu berbagi di kolom komentar yaa, mungkin bisa menjadi inspirasi untuk yang lain! "#tanambenih #parenting#belajarparenting#orangtua#anak#remaja#parentingtips#parentinglife#komunitasparenting#pengasuhan#ayahbunda #orangtuahelikopter
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Yuliana MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Yosef Ampa di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Yakobus 1: 12-18; Mazmur tg 94: 12-13a.14-15.18-19; Markus 8: 14-21.KUAT MENGHADAPIUJIAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kuat MenghadapiUjian. Di dalam kitab suci perjanjian baru, Yesus Kristus mengajarkan kitauntuk kuat dalam menghadapi ujian. Pengalaman ujian sering disamakan dengancobaan, yang maksudnya ialah untuk mencobai seseorang apakah mampu melewaticobaan atau tidak. Misalnya di dalam Injil Matius 26: 41 yang sama denganMarkus 14: 38, dan Lukas 22: 40, Yesus mengingatkan supaya kita selalu kuatdalam doa dan berwaspada supaya tidak jatuh ke dalam pencobaan. Daging atau tubuhkita lemah sehingga gampang menjadi jalan masuk bagi musuh yang mencobai. Tuhan sendiri juga mengingatkan umat-Nya di dalamperjanjian lama supaya mereka kuat terhadap godaan, cobaan dan ujian hidup.Ketika Musa berhadapan dengan Firaun di Mesir, ia benar-benar di dalam ujianberat. Tetapi ia juga patuh pada tuntunan dan perintah Tuhan. Dengan berpegangpada prinsip ini bahwa Tuhan mengajarkan dan menguatkan kita, jelas sebagaisebuah permainan atau lelucon kalau Tuhan juga yang mencobai kita. Ada anggapandan keyakinan di antara kita bahwa Tuhan mencobai dan menggodai kita sehinggaitu semua dianggap saja sebagai ujian dalam hidup. Ini jelas tidak mungkin.Bagaimana Ia menguatkan kita, Ia juga mencobai apa yang Ia sendiri tetapkan,kuatkan dan lindungi? Oleh karena itu Santo Yakobus dalam bacaan pertamamenegaskan bahwa tidak mungkin Tuhan mencobai kita anak-anak kekasihnya. Tuhantidak punya sistem bermain seperti siapa pun makhluk manusia dan makhluk rohlainnya yang punya keinginan untuk mencoba-cobai, menggoda-godai, ataumemperdaya-dayai pihak lain. Pemimpin penggoda dan penyoba ialah setan.Pengaruh setan ini memprioritaskan kerjanya pada tingkah laku manusia yangbertentangan dengan jalan Tuhan. Karena manusia punya kebebasan, ia bisa jugamemilih untuk condong pada pengaruh setan. Jadi manusia dicobai dan digodaioleh keinginannya sendiri yang sudah dikuasai oleh si jahat. Bilamana kita tahu bahwa kita berada di dalam cobaan?Peristiwa yang dikisahkan di dalam Injil hari ini menggambarkan suatu situasiumum orang-orang berada di dalam cobaan. Situasi itu ialah ketika pikiran danhati kita mulai mengerti dan menganggap bahwa Tuhan jauh atau tidak beradabersama kita. Kekawatiran atau keprihatinan bahwa nasib kita bakal di dalamkesulitan karena di sekeliling kita ada begitu banyak tantangan, kesulitan, danancaman. Bahkan kita sangat dihantui oleh ketidakmampuan kita untuk menghadapisemua itu. Rasa tak percaya pada diri, anggapan bahwa di sekeliling ada banyakancaman, dan pandangan bahwa Tuhan jauh, merupakan keadaan pencobaan yang kitahadapi di dalam hidup ini. Maka nasihatnya ialah: kita mesti kuat! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,penuhilah diri kami dengan semangat iman yang berani dan kuat untuk menghadapisegala cobaan dan ujian hidup ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...
"Sudah berusaha memahami anak, tapi masih gagal dan kesulitan? Coba praktikkan tips di audio ini agar berhasil memahami anak. Pengen tahu, apa sih yang Moms & Dads upayakan kalo kesulitan memahami perasaan buah hati? Tulis di comment untuk menginspirasi orang tua lain."
Menulis laporan publik bukanlah sekadar menunaikan kewajiban administratif atau menyajikan tumpukan angka bagi auditor, melainkan sebuah seni membangun citra positif dan legitimasi di mata masyarakat. Paradigma utama yang harus diubah oleh setiap penulis laporan adalah berhenti menceritakan betapa lelahnya proses internal yang dilakukan dan mulai menonjolkan manfaat nyata bagi orang banyak. Laporan publik sejatinya adalah sebuah etalase; tempat di mana sebuah institusi atau proyek memajang keberhasilan terbaiknya untuk meyakinkan publik bahwa keberadaan mereka memiliki kegunaan yang valid bagi kehidupan sehari-hari. Inti dari laporan publik yang memikat terletak pada kemampuan mengubah data yang dingin menjadi cerita yang hangat melalui teknik storytelling. Alih-alih terjebak dalam jargon teknis yang membosankan seperti "optimalisasi infrastruktur," penulis harus mampu menggunakan bahasa populer yang menyentuh hati, seperti menceritakan kebahagiaan seorang anak yang kini bisa berangkat sekolah karena jembatan telah berdiri kokoh. Kekuatan narasi ini harus didukung oleh aspek visual yang bicara, di mana satu foto emosional yang menangkap ekspresi syukur penerima manfaat jauh lebih bertenaga dibandingkan puluhan halaman tabel angka yang sulit dipahami orang awam. Di era digital dan media sosial, laporan publik dituntut untuk lebih fleksibel dan mudah dibagikan agar dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Tujuan akhirnya bukan hanya sekadar memberi informasi, tetapi menciptakan rasa bangga dan kepercayaan yang mendalam sehingga pembaca tergerak untuk menyebarkannya. Keberhasilan sebuah laporan publik diukur dari kemampuannya membuat pembaca tersenyum bangga atau bahkan terharu melihat dampak nyata yang dihasilkan. Oleh karena itu, ketepatan dalam memilih gaya bahasa sangatlah krusial; karena jika laporan publik disusun dengan gaya laporan teknis, maka pesan yang ingin disampaikan dipastikan akan berakhir sia-sia atau ambyar.
Penulisan laporan bagi donor atau klien bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi, melainkan sebuah bentuk pertanggungjawaban moral atas "utang janji" yang telah disepakati dalam kontrak. Filosofi utamanya adalah akuntabilitas, di mana setiap rupiah yang dikelola dianggap memiliki tanggung jawab yang besar. Dalam konteks ini, kejujuran menjadi fondasi yang tidak boleh ditawar; sekali sebuah lembaga memanipulasi data atau menyembunyikan fakta, reputasi dan kepercayaan yang telah dibangun bertahun-tahun dapat hancur seketika. Oleh karena itu, laporan harus disusun dengan integritas tinggi sebagai upaya mencicil kepercayaan yang telah diberikan oleh pihak penyandang dana. Secara teknis, laporan donor berfungsi sebagai alat diplomasi strategis yang menuntut penggunaan bahasa yang formal, elegan, dan profesional. Penulis laporan harus memiliki kepekaan untuk mematuhi format dan kerangka kerja logis (logframe) yang telah ditentukan tanpa mencoba menjadi terlalu "kreatif" yang justru mempersulit proses verifikasi. Hal ini penting karena staf donor juga memiliki tanggung jawab untuk melaporkan keberhasilan proyek kepada atasan mereka. Dengan menyajikan laporan yang runtut, menggunakan istilah yang konsisten, dan menyertakan lampiran yang kuat, lembaga secara tidak langsung membantu donor untuk terlihat sukses dan kompeten di depan para pemangku kepentingan mereka sendiri. Esensi dari laporan yang bermutu tinggi terletak pada kemampuannya untuk menunjukkan dampak (outcome), bukan sekadar daftar kegiatan (output). Donor pada dasarnya sedang "membeli" perubahan positif di masyarakat, sehingga laporan harus mampu menceritakan bagaimana bantuan tersebut mengubah hidup penerima manfaat melalui data statistik dan bukti nyata di lapangan. Apabila terjadi kendala atau kegagalan, laporan yang baik tidak hanya memberikan alasan, melainkan membungkusnya dengan strategi mitigasi yang solutif. Melalui pendekatan yang jujur namun tetap berorientasi pada solusi, tantangan di lapangan justru menjadi bukti kematangan lembaga dalam mengelola proyek dan menjaga keberlanjutan dampak di masa depan.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 14 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku." (Rut 1:16-17)Renungan: Selama Perang Revolusi seorang perwira muda dalam ketentaraan Inggris, sebelum berlayar bersama resimennya, bertunangan dengan seorang wanita. Tapi dalam salah satu pertempuran, perwira itu terluka parah dan kehilangan sebuah kaki. Oleh karena itu, ia menulis surat kepada calon isterinya untuk memberitahu keadaannya. Surat balasannya pun tiba. Dengan harap-harap cemas, ia membukanya. Sebenarnya perwira tersebut sangat takut mendengar respon dari tunangannya itu. la berpikir pasti kekasihnya tidak akan mau lagi melanjutkan hubungan mereka. Namun dalam surat itu, si wanita menyangkali semua pemikiran tentang menolak meneruskan pertunangannya itu karena apa yang telah terjadi pada calon pengantinnya dalam pertempuran. la berkata bahwa dia bersedia menikah dengannya bila ada cukup tubuh untuk memuat jiwanya. Kisah kesetiaan ini mirip dengan kisah antara Rut dengan mertuanya, Naomi. Rut setia mengikut Naomi, bukan pada saat ia punya segala-galanya atau berada di posisi puncak. Sebaliknya, ia tetap mengiring wanita tersebut saat dia tidak punya apa-apa lagi. Tidak punya anak, tidak punya harta benda. Kalau direnungkan bisakah kita bersikap seperti itu? Kebanyakan kita bisa setia mendampingi pasangan, ingin terus bekerja di sebuah perusahaan bahkan mau berjalan dengan Allah, saat keadaan baik-baik saja. Namun ketika orang yang kita kasihi kehilangan pekerjaan, perusahaan kita terlilit hutang, bahkan Tuhan sendiri nampaknya diam, sikap kita cenderung berubah. Kesetiaan memang kadang-kadang terlihat seperti hal yang bodoh. "Sudah tahu tidak bisa diharapkan tapi masih berharap. Sudah tahu tidak diberkati, tapi tetap mengasihi," pikir kebanyakan orang. Namun sebenarnya situasi ini adalah penguji apakah kita mengiring seseorang dan Tuhan, hanya karena sesuatu ataukah benar-benar tulus. Ingatlah, siapa diri kita sebenarnya bukan terlihat pada saat hari-hari kita penuh bunga, namun nampak saat kita dipenuhi air mata. Bisakah kita setia? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesetiaan, baik setia pada-Mu, pada pasanganku, pada keluargaku dan pada pekerjaanku. Amin. (Dod).
"Mulailah dari pemilihan makanan!
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Februari 2026Bacaan: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." (Matius 7:1)Renungan: Suatu hari, di kereta api ada seorang anak gadis duduk di samping ibunya. Di dalam kereta, gadis itu memandang keluar jendela, dan tak henti-hentinya menyebut hal-hal yang ia lihat di sepanjang perjalanan dengan antusias. "Ma lihat, pohon-pohon itu. Wah, sawahnya benar-benar bagus ! Sungainya indah!" Di depan mereka duduk sepasang anak muda. Keduanya melihatnya dengan tatapan heran. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan anak gadis itu tampak begitu kekanak-kanakan dan berlebihan. Karena gadis tersebut terus saja menyebut hal-hal yang ia lihat, akhirnya salah satu dari anak muda itu mulai tidak tahan dan mengeluh kepada sang ibu. "Kenapa sih anak ibu lebay, sekali ? Masak, sungai, pohon, saja dibilang bagus? Norak! Kayak ga pernah lihat aja sebelumnya!" Si anak terdiam. Ibunya langsung menjawab, "Ya, anak saya ini memang sudah lama sekali tidak melihat hal-hal seperti ini. Beberapa tahun ini, matanya mengalami kebutaan, dan baru hari ini, setelah dioperasi seminggu yang lalu, penglihatannya kembali normal." Berapa banyak dari kita yang tanpa sadar juga bersikap demikian? Ketika melihat ada teman yang begitu bersemangat karena doanya dijawab, mungkin ada yang menilai bahwa ia berlebihan. Padahal, orang tidak tahu, berapa lama ia sudah menanti untuk jawaban doa itu. Saat pemilik Facebook, Mark Zuckerberg menikah dengan wanita yang parasnya biasa saja, banyak orang menilai bahwa pilihannya kurang tepat. Padahal, mereka tidak tahu dengan keadaan yang sebenarnya. Ya, orang hanya bisa menilai dari luar, cuma memerhatikan yang di permukaan saja. Mari kita belajar untuk tidak cepat menghakimi. Apa yang kita nilai benar, baik, salah, keliru atau tidak baik kadang-kadang faktanya tidak seperti yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah sebelum bicara. Pikirkan dulu sebelum berucap dan menilai. Jika kita melakukannya, maka kita tidak akan menyinggung perasaan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar tidak mudah menghakimi orang lain, karena apa yang kupikirkan belum tentu sama dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Amin. (Dod).
This week Howie is joined by Oleh Savytskyi, a Ukrainian climate and energy policy expert with Razom We Stand in Kyiv, for a discussion of Ukraine's current energy crisis and the corruption, security, and reconstruction implications of fossil fuels and nukes vs. green energy systems.Links Shared in the Stream: Razom We Stand, https://razomwestand.com/Oleh Savytskyi, "$100M stolen from Ukraine's nuclear proves the choice: Soviet monopolies Moscow corrupts, or green systems it can't,” Euromaidan Press, November 15, 2025, https://euromaidanpress.com/2026/01/18/russia-is-freezing-ukraine-to-death-the-west-must-respond-with-energy-aid-and-a-crackdown-on-putins-oil/Kateryna Kontsur and Oleh Savytskyi, "The West condemned Russia's attacks. Ukrainians are still freezing,” Europmaidan Press, January 18, 2026, https://euromaidanpress.com/2026/01/18/russia-is-freezing-ukraine-to-death-the-west-must-respond-with-energy-aid-and-a-crackdown-on-putins-oil/Streamed on 2/7/26Watch the video at: https://youtube.com/live/6jZLcmrJUQUGreen Socialist Notes is a weekly livestream/podcast hosted by 2020 Green Party/Socialist Party presidential nominee, Howie Hawkins. Started as a weekly campaign livestream in the spring of 2020, the streams have continued post elections and are now under the umbrella of the Green Socialist Organizing Project, which grew out of the 2020 presidential campaign. Green Socialist Notes seeks to provide both an independent Green Socialist perspective, as well as link listeners up with opportunities to get involved in building a real people-powered movement in their communities.Green Socialist Notes PodcastEvery Saturday at 3:00 PM EDT on Facebook, YouTube, and Twitch.Every Monday at 7:00 AM EDT on most major podcast outlets.Music by Gumbo le FunqueIntro: She Taught UsOutro: #PowerLoveFreedom
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Februari 2026Bacaan: "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah." (1 Petrus 4:2)Renungan: Suatu ketika seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah dilupakannya, bernama Harry. Harry yang dikirim untuk menjemput profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyumnya menghiasi wajahnya. "Darimana kamu belajar hal-hal seperti itu ?" tanya sang profesor. "Oh," jawab Harry. "Selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah," katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan saat mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan anugerah dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Jika kita bisa bangun pagi hari ini tanpa kekurangan suatu apa pun yang baik, itu semua merupakan sebuah anugerah dan kesempatan berharga yang Tuhan berikan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita memanfaatkan hari ini, dengan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang positif, yang Allah kehendaki. Berhentilah beranggapan bahwa keberadaan kita hanya sebuah hal yang biasa. Tidak. Jika Tuhan memberi nafas hidup yang baru, berarti ada hal baru pula yang ingin Dia beri, harapan, iman yang baru, terobosan yang baru dan masih banyak lagi hal-hal besar yang mau Dia nyatakan bagi karir dan kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belaskasih-Mu, sehingga hatiku pun mudah tergerak untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Februari 2026Bacaan: "Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab Tuhan menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau. " Lalu berjalanlah keduanya." (2 Raja-raja 2:6)Renungan: Seorang ayah berpesan kepada kedua orang anaknya yang akan mengikuti ujian sekolah. Katanya, "Asalkan nilai-nilai kalian tidak ada di bawah angka enam, ayah sudah sangat senang dan tidak akan marah!" Akan tetapi anak bungsunya melakukan lebih dari permintaan ayahnya. la mendapatkan nilai yang sangat memuaskan sehingga ia menjadi juara satu di kelas. Hebatnya, meski berulang-ulang ayahnya memberikan pesan yang sama keberhasilan si bungsu bukan karena pesan tersebut melainkan si bungsu memang sudah bertekad kuat untuk selalu mendapatkan juara satu. Kemudian sang ayah memberikannya hadiah istimewa. Meskipun rombongan nabi di Betel dan Yerikho mengetahui bahwa Nabi Elia akan terangkat ke surga pada hari itu juga, tetapi hanya Elisa yang mengikuti Nabi Elia. Meski Nabi Elia berkata supaya Elisa tinggal, tetapi Elisa untuk ketiga kalinya juga dengan tekad yang kuat tetap mengikuti Elia. Elisa menjawab bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Elia. Alhasil, tekad kuat Elisa tersebut membawa dirinya memperoleh kesempatan untuk meminta dua bagian roh Elia supaya dipenuhi kuasa Tuhan. Setelah Elisa melihat Nabi Elia terangkat ke surga, Elisa pun memperoleh yang dimintanya. Sementara itu rombongan nabi hanya mengetahui tetapi tidak melihat dan tak mendapatkan sesuatu. Banyak orang mengharapkan sesuatu yang istimewa tetapi tidak semua mendapatkan apa yang diharapkannya, karena masing-masing orang mempunyai tekad yang berbeda-beda. Orang yang bertekad kuat tidak akan tinggal diam dan berhenti begitu saja pada tantangan yang menghadang. Orang yang memiliki tekad yang kuat akan mengusahakan berbagai cara agar sesuatu yang diharapkannya terjadi. la akan bertindak berbeda melebihi orang-orang di sekitarnya hingga dirinya memperoleh hasil melebihi hasil rata-rata. Jadi milikilah tekad yang kuat kalau ingin berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, banyak impian dalam pikiranku demi kehidupan yang lebih indah. Oleh karena itu berilah aku semangat dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Aku percaya, dengan pertolongan-Mu dan tekad ku, apapun yang menjadi keinginanku sesuai juga dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" (2 Samuel 16:10) Renungan: Truk sampah adalah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sampah di pinggiran jalan raya menuju Tempat Pembuangan Akhir. Truk sampah selalu menebarkan aroma tak sedap di sepanjang jalan yang dia lalui. Kadang-kadang, kalau terlalu penuh dan pekerja pemungut sampahnya bekerja seenaknya, maka beberapa sampah, khususnya sampah plastik berjatuhan bahkan beterbangan ke mana-mana. Sehingga, aroma tak sedap itu tidak mudah berlalu dari tempat di mana sampah itu jatuh, sekalipun truk sampah itu sudah berlalu. Semakin penuh truk itu dengan sampah, semakin mudah sampah-sampah itu beterbangan. Kita bisa belajar sesuatu dari truk sampah. Karena diisi bahkan dipenuhi oleh sampah, maka ke manapun truk itu berada, hanya aroma tak sedap yang dia sebarkan, bahkan kadang sebagian sampah yang dia sebarkan. Di pihak lain, tidak mungkin ada orang yang mau terus menampung bau tak sedap atau menerima sampah tersebut. Demikian juga di dalam kehidupan kita, banyak orang yang hidupnya diisi bahkan dipenuhi dengan "sampah". Sehingga, ke manapun dia berada, baunya hanya bau "sampah". "Sampah-sampah" itu adalah kekuatiran, kegelisahan, kekecewaan, frustasi, kemarahan, kebencian dan dendam. "Sampah" itu tidak mungkin disembunyikan dan semakin banyak dia menampung "sampalı", maka dia semakin cepat membutuhkan tempat untuk membuangnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau di jalan-jalan, "sampah-sampah" itu bisa beterbangan dalam bentuk caci-maki, pertengkaran, dan perbuatan buruk lainnya. Kadang kitalah yang menjadi tempat pembuangan sampah-sampah itu. Hanya karena motor yang kita kendarai hampir menabrak mobilnya yang tiba-tiba mengambil jalur kita, dia marah dan mengeluarkan caci-maki yang sulit dihentikan. Seorang ibu pun bisa marah-marah kepada sopir angkot karena uang kembaliannya kurang lima ratus rupiah. Bahkan tanpa sebab seorang penyeberang jalan juga bisa marah-marah kepada kita sekalipun dia yang seenaknya menyeberang jalan. Tetapi, sebagaimana orang tidak mau menerima sampah, demikian juga seharusnya kita tidak perlu menerima caci-maki dan kemarahan itu di dalam hati kita. Jika kita menerimanya, maka lambat atau cepat kita juga akan membuang caci-maki dan kemarahan kepada orang lain. Dalam hal ini, Daud memberikan teladannya kepada kita. Ketika Simei mengutukinya, Daud berkata, "Biarkanlah dia dan biarkanlah ia mengutuk...." Sedangkan Abisai malah bereaksi keras, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkan aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Menarik sekali sikap Daud, dia, tidak menyimpan perkataan kutuk itu di dalam hatinya, tetapi dia mengharapkan sesuatu yang baik dari Tuhan untuk menggantikan perkataan kutuk tersebut. Cara seperti itu sedikit banyak menolongnya untuk sanggup melanjutkan perjalanan yang penuh perjuangan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang mampu menolak perkataan dan tindakan yang menyakitkan dan menerima yang baik dan membangun. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : Ali Antonius – Banyuwangi. Pengantar Renungan : Ayuni - Pontianak Sound Editing : Yohanes Edwin Kristianto - Surakarta Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta. Mrk. 3:7-12
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 22 Januari 2026Bacaan: "Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya." (Amsal 11:3)Renungan: Lear Jet pertama kali diluncurkan pada tahun 1963. Tahun 1964 seorang klien memesan Lear Jet, dan sejak sat itu Bill Lear menerima banyak pembelian pesawat Lear Jet. Namun beberapa waktu kemudian, dua pesawatnya jatuh tanpa diketahui penyebabnya. Padahal, sudah ada lima puluh lima buah pesawat yang terjual untuk keperluan pribadi. Bill Lear pun segera mengambil langkah menghubungi para pembelinya untuk tidak menggunakan Lear Jet hingga ia menemukan penyebab kecelakaan dua pesawat tersebut. Hal itu tentu membuat Lear mengalami kerugian, karena untuk sementara penjualan terhenti, tetapi ia lebih memilih rugi daripada orang lain kehilangan nyawa. Setelah diselidiki, Bill Lear menemukan penyebabnya, namun harus dibuktikan dengan menerbangkan pesawatnya terlebih dahulu. la sendiri yang harus melakukannya. Dengan demikian Bill Lear mempertaruhkan nyawanya untuk penyelidikan tersebut. Uji coba pun dilakukan, dan pesawatnya juga hampir mengalami nasib yang sama dengan kedua pesawat yang jatuh. Dari sini Bill Lear berhasil menemukan penyebabnya, dan ia pun membuatkan sebuah suku cadang yang baru dan dipasang pada setiap pesawat yang diproduksinya, bahkan pada pesawat yang telah dibeli oleh orang. Tanpa disadari ternyata ia telah menghabiskan waktu sekitar dua tahun untuk penyelidikan tersebut. Tentu saja Bill Lear kehilangan kepercayaan dari para konsumennya, tetapi ia tidak pernah menyesali keputusan itu. Bahkan, ia pun tidak pernah menyesali kerugian yang dialaminya. Tetapi pada akhirnya, ia kembali mendapatkan kepercayaan dari konsumennya. Menjaga kualitas diri bukanlah hal yang mudah, apalagi jika hal itu berkaitan dengan integritas. Ketika kita diperhadapkan dengan situasi yang sulit untuk memilih antara kepercayaan orang lain atau karier sendiri, manakah yang akan kita pilih? Hanya dengan hikmat Tuhan sajalah kita dapat membuat keputusan yang bijaksana. Percayalah bahwa kerugian apa pun yang kita alami demi menjaga integritas, akan membawa kita pada keuntungan yang jauh lebih besar. Dan mereka yang menggadaikan integritas demi kariernya mungkin dapat menuai keuntungan untuk sesaat, tetapi selanjutnya akan kehilangan segalanya. Oleh sebab itu, tetaplah berpegang teguh pada prinsip menjaga integritas diri kita, sehingga kita dapat dipercaya oleh orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk menjaga kepercayaan diriku dengan baik sehingga tidak merugikan orang lain. Amin. (Dod).
We'll hear from Oleh Zadoretskyy who came to Canada in 2023 after the war broke out in Ukraine. We'll also hear from Halifax immigration lawyer Elizabeth Wozniak about what options peel like Oleh have, and Senator Stan Kutcher who has been advocating for a permanent pathway to PR for the Ukrainians who came to Canada seeking safety, and now can't return home.
Pembawa Renungan : Anastasia Sonia – Jakarta Pengantar Renungan : Meri Yuliana - Makassar Sound Editing : Yohanes Edwin Kristianto - Surakarta Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Mrk. 3:1-6;
Pembawa Renungan: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Pengantar Renungan: Kalvin Laia - Riau Sound Editing: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mrk. 2:23-28.
Anti-government protests in Iran have now entered a third week. Human rights groups say more than 490 protesters and 48 security personnel have already been killed since the demonstrations began. - Aksi protes anti-pemerintah di Iran kini memasuki minggu ketiga. Kelompok hak asasi manusia mengatakan lebih dari 490 demonstran dan 48 personel keamanan telah tewas sejak demonstrasi dimulai.
Pembawa Renungan : RD. Willem Pau - Semarang Yoh 3:22-30
Bpk. Kin Liong (TB) Matius 13:44"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 7 Januari 2026Bacaan: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!" (Yeremia 18:6) Renungan: Suatu ketika Nabi Yeremia diutus oleh Tuhan untuk mewartakan hukuman pembuangan bangsa Israel ke Babel. Berita penghukuman yang keras ini sulit dimengerti oleh bangsa Israel, juga oleh Nabi Yeremia sendiri. Untuk memahami maksud di balik berita penghukuman ini, Tuhan menyuruh Nabi Yeremia untuk pergi ke tempat tukang periuk. Di sana, Nabi Yeremia menjumpai tukang periuk yang sedang membentuk bejana dari tanah liat dengan tangannya. Proses pembentukan bejana ini tidak dicatat secara rinci oleh Alkitab, namun kita percaya proses pembentukan bejana tanah liat pada zaman itu tidak berbeda jauh dengan zaman sekarang. Kalau kita perhatikan prosesnya, kita akan melihat bahwa tangan tukang periuk hampir tidak pernah lepas dari tanah liat yang dibentuk. Jari-jari dan telapak tangannya senantiasa memberikan tekanan-tekanan untuk membentuk bejana sesuai yang diinginkannya. Sekali-sekali salah satu tangannya dengan cepat akan mengambil sedikit air untuk membasahi tanah liat agar mudah dibentuk. Namun secara keseluruhan, tangan tukang periuk akan terus membentuk tanah liat hingga menjadi bentuk bejana yang diinginkannya. Tukang periuk yang hampir tidak pernah melepaskan tangannya dari tanah liat yang dibentuk menggambarkan juga tangan Tuhan yang terus-menerus menopang dan menyertai umat-Nya. Walaupun pada saat itu bangsa Israel akan menghadapi pembuangan karena dosa mereka, tetapi Tuhan akan menyertai dan menopang mereka. Dalam keadaan apa pun, bahkan dalam masa pembuangan pun, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dalam kehidupan iman, ketika kita mengalami pergumulan, kesulitan ataupun dukacita, kita merasa Tuhan jauh dan meninggalkan kita. Tentu saja itu hanya perasaan kita yang dapat membohongi kita. Namun faktanya, melalui kisah tukang periuk ini, kita melihat bahwa Tuhan tidak pernah melepaskan atau meninggalkan kita. Tangan-Nya akan selalu menyertai dan menopang kita dalam keadaan apa pun. Oleh karena itu, jangan mempercayai perasaan kita, tetapi percayalah kepada firman-Nya dan kepada Tuhan senantiasa. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kekuatan agar aku dapat menjalani setiap proses kehidupanku ini dengan tetap taat dan setia pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 5 Januari 2026Bacaan: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. " (Matius 7:24-25)Renungan: Ada seorang dosen yang sangat pandai dan hebat dalam mengajar. Karena itu, berbagai universitas sering mengundangnya untuk mengajar. Suatu kali ia diundang mengajar di satu universitas yang ia belum pernah mengajar sebelumnya. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia diantar sopirnya pergi ke universitas itu. Di tengah perjalanan ia iseng berkata kepada sopirnya, "Sebenarnya hari ini saya lelah sekali. Saya tidak ingin mengajar." Sopirnya berkata, "Bapak tidak usah mengajar sore ini, biar saya saja yang menggantikan Bapak." "Lho, kamu bisa gantiin saya?" tanya dosen tersebut. "Iya Pak. Saya kan sudah mengantar Bapak puluhan kali dan Bapak mengajar yang itu-itu juga, jadi saya sudah hafal Pak. Saya pasti bisa. Lagipula universitas itu belum tahu bagaimana wajah Bapak, jadi tidak perlu khawatir, Pak!" jawab sopir itu dengan yakinnya. Akhirnya dosen itu pun setuju. Lalu mereka bertukar tempat, dosen menyetir mobil dan sopir duduk di belakang layaknya seorang dosen. Tiba di universitas tersebut, sopir yang berlagak seperti dosen itu masuk kelas dan langsung mengajar. Sedangkan dosen yang asli mendengar dan melihat dari luar apa yang diajarkan oleh sopir itu. Dan ternyata, dengan mendengar puluhan kali saja, sopir itu betul-betul bisa mengajar persis dari A sampai Z. Namun di akhir perkuliahan timbul masalah, yaitu ketika sampai di sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa bertanya, "Pak, bagaimana menerapkan apa yang Bapak ajarkan itu ke dalam kehidupan sehari-hari?" Sopir itu bingung karena ia tidak bisa menjawab. Tetapi ia tidak habis akal. "Wah, ini pertanyaan yang sangat mudah. Saking mudahnya sopir saya saja bisa menjawabnya!" Lalu ia memanggil "sopirnya". Akhirnya "sopirnya" itu dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Seperti sopir itu, orang bisa memiliki banyak pengetahuan tanpa tahu mempraktikkannya. Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa juga seperti sopir ini yang tahu banyak kebenaran firman Tuhan, tetapi berhenti hanya sampai di pengetahuan saja, tanpa mempraktikkannya. Yesus berfirman, "Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." Perkataan ini diberikan oleh Yesus sebagai penutup dari khotbah di bukit. Oleh karena itu, mari kita menjadi orang yang bijaksana, yakni orang yang setelah mendengarkan firman Tuhan kemudian menjadi pelaku dari firman tersebut. Jauhkan diri dari menjadi orang bodoh, yang hanya mendengar tanpa mau melakukan. Keputusan ada di tangan kita masing-masing, mau menjadi orang bijak atau orang bodoh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menjadi orang yang bijaksana, dengan menjadi pelaku dari setiap firman Tuhan yang aku dengar setiap hari. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 3 Januari 2026Bacaan: "Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." (2 Petrus 1:10-11)Renungan: "Quo vadis Domine" adalah kalimat berbahasa Latin yang sangat terkenal. Kisahnya berawal dari pinggiran Kota Roma kuno, tahun 60-an Masehi. Pada masa itu yang memerintah Kerajaan Romawi adalah Kaisar Nero. Kaisar Nero adalah kaisar yang terkenal paling kejam dalam sejarah kekristenan. Dia melakukan penganiayaan dan pembunuhan orang-orang Kristen dengan cara-cara yang teramat kejam dan tidak manusiawi. Seperti dengan memberikan orang-orang Kristen kepada binatang-binatang buas, dan ini dipertontonkan. Atau dijadikan gladiator untuk saling membunuh di suatu arena yang juga dipertontonkan. Selain itu banyak orang Kristen yang diikat di tiang-tiang dan dibakar hidup-hidup sebagai hiasan dan sebagai obor penerang taman rekreasi Kaisar Nero di malam hari, dll. Pada masa itu Rasul Petrus melayani di Roma. Oleh para pengikutnya Petrus diminta pergi menyelamatkan dirinya, keluar dari kota Roma. Petrus mengikuti permintaan itu. Namun ketika dia sudah berada di pinggiran kota Roma, melewati Via Appia Antica dia melihat penampakan Yesus. Petrus terkejut, berlutut dan bertanya, "Quo vadis Domine?" Yang arti harafiahnya, "Hendak ke manakah Engkau pergi Tuhan?"Yesus menjawab, "Eo Romam crucifigi iterum." Yang artinya, "Aku pergi ke Roma untuk disalibkan kedua kalinya." Seketika itu juga Petrus sadar bahwa dia telah lari dari tanggung jawabnya. Petrus mengerti bahwa dia harus berkorban dan mati bagi Yesus. Dia menangis, menyesal, meminta ampun, bangkit, dan berputar kembali ke kota Roma. Akhir kisahnya kita tahu, Petrus ditangkap dan disalibkan dengan posisi kepala di bawah. Hari ini, ingatlah akan panggilanNya atas hidup kita. Kita semua dipanggil untuk menjadi anak-anak-Nya yang setia melayani Dia. Bagi kita yang telah jauh meninggalkan panggilan dari Tuhan, mari berbalik. Jangan teruskan perjalanan kita yang semakin menjauh dari-Nya, tetapi berputarlah dan kembali kepada-Nya. Walaupun ada banyak tantangan dan rintangan, teguhlah terhadap panggilan kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin tetap teguh dalam menjalani panggilan-Mu atas hidupku. Walaupun banyak tantangan dan rintangan aku tetap akan maju. Berkatilah niatku ini Yesus. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: Merry Kristianingrum - Batam Pengantar Renungan: Maria Adrini - Tanjung Pinang Sound Editing: Aris Kurniyawan - Jakarta Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Lukas 1:46-56
Pembawa Renungan : Dommi Denita Naibaho – Pekanbaru Pengantar Renungan : Bernadetha Aditya - Yogyakarta Sound Editing : Dommi Denita Naibaho - Pekanbaru Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Mat. 1:18-24
Pembawa Renungan: Albertus Gregory Tan - Jakarta Pengantar Renungan: Mustika Sitohang - MedanSound Editing: Indah Larasati Sirait - CibinongCover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Luk 1:26-38
Natalie interviews Mordechai Sopher, Oleh from Los Angeles, Personal Fitness Trainer and Author of "Frum Fitness." Mordechai made aliyah from L.A. in 2011 where he grew up a Conservative Jew involved in sports. Mordechai's life was athletics and he was a football player and runner....but, he was searching for more. When his first choice of college was delaying their acceptance Mordechai decided it was a sign...and he decided to go to Israel. Hear the interview for more..... Returning Home 14DEC2025 - PODCAST
Miriam Herschlag and Noah Efron talk about (1) the on-again-off-again fragility of the ceasefire, visiting death on both sides, and (2) whether or not Prime Minister Netanyahu's admirers have a point when they say that he steered us through the war just how he said he would, and managed to achieve things that matter. For our most unreasonably generous Patreon supporters, in our extra-special, special extra discussion: This week we celebrated Yom ha-Oleh, the National Day of the Immigrant. Miriam and Noah talk about the ups and downs of making a life here, after growing up there. Plus, the life (and death) of the last living Nokem, or avenger, a tiny group that set out after the war to kill ex-Nazis in great numbers. And Miriam's mother-in-laws pow-wow with the President on her 90th birthday. And some remarkable new music.