POPULARITY
Categories
Natalie meets with Jeremy Ohayon, who made aliyah in 2013 from Montreal. Jeremy runs North Star Realty and caters to Olim, helping them navigate real estate in the Tel Aviv area. Jeremy shares his own story on how he was naive, given a bad deal, and says it was because he was trusting....Real Estate "sharks" do exist here. Pay attention and be smart. Listen to this episode and contact Jeremy for guidance for renting or buying in Israel; www.northstarrealty-tlv.com or contact Natalie@israelnewstalkradio.com Returning Home 16AUG2026 - PODCAST
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yehezkiel 12: 1-12; Mazmur tg 78: 56-59.61-62; Matius 18: 21 - 19: 1.JIWA BESAR PENGAMPUN Renungan kita pada hari ini bertema: Jiwa Besar Pengampun. Ada seorangmurid kelas 5 SD pada suatu pagi berkata kepada orang tuanya bahwa ia tidak maulagi masuk sekolah. Ia berkata demikian sambil menangis dan ketakutan. Setelahmenyelidikinya, mereka menjadi tahu bahwa anak ini takut diejek, dihina ataudibully lagi oleh teman-temannya di sekolah. Ia sudah berusaha sabar terhadapmereka, bermain dengan mereka, bahkan berbagi jajan dengan mereka, tetapi tetapsaja ia disakiti. Ia ingin saja berhenti sekolah. Orang tuanya ikut bersedihdan berusaha untuk menyelesaikan masalah itu dengan pihak sekolah. Pengalaman pahit murid itu jangan dianggap sekedar human error ataukekeliruan manusiawi, tetapi sebuah pola pergaulan jelek di sekolah yang harusdiperbaiki. Mungkin Anda sendiri pernah menjadi korban suatu pola perbuatanjahat seperti yang dialami murid tersebut. Dalam menghadapi kesulitan sepertiitu, ada orang yang mampu menyelesaikannya dengan kemampuannya sendiri, tetapiyang lain tidak mampu, sehingga mereka membutuhkan bantuan orang lain untukmengatasinya dengan segera. Cara penyelesaiannya dapat berupa pendekatanreaktif dan represif, yang berarti bahwa harus dilawan juga dengan kekerasan,tetapi dapat juga berupa pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Satu ajaran Kristiani yang selalu dekat di hati para pengikut Kristusketika mengalami peristiwa hidup seperti ini, ialah memiliki jiwa besar sebagaiseorang pengampun dan rela untuk mengampuni. Nabi Yehezkiel di dalam bacaanpertama menggambarkan suatu tindakan memberikan ampun melalui sebuah sikapmenolak kekerasan tetapi juga bukan suatu sikap pasif atau diam. Ia mengajarkansebuah sikap mengalah dan menjadikan diri sebagai korban dari perbuatan orang-orangjahat. Ini untuk mengingatkan bahwa mereka juga pada saatnya akan mengalamikesusahan yang setimpal dengan perbuatannya itu. Cara mengampuni seperti inisama dengan mengatakan: Tuhan ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apayang mereka perbuat. Tuhan Yesus mengajarkan ungkapan jiwa yang besar dalam mengampuni, yaitudengan pernyataan dan tindakan yang sangat eksplisit. Pihak yang berlaku jahatperlu melihat dan mengalami kalau kata-kata dan tindakan Anda sungguhmengampuni. Pengampunan seperti ini tidak boleh diukur sampai berapa kali yaitusecara kuantitas, dan juga secara kualitas seperti batas kesabaran, kelelahan,kebosanan, dan menyerah. Yesus menangkap kecenderungan pembatasan ini ada padapara murid-Nya dan kita semua. Oleh karena itu Ia menegaskan bahwa suatu jiwayang besar dalam memberikan pengampunan ialah yang tidak memperhitungkanbatasan baik jumlah maupun kualitasnya. Hal ini disebutkan-Nya sebagaipengampunan 70 kali 7 kali. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, lembutkan hati kami supaya kami dapat mengampunitanpa batas. Apabila kami tidak kuat lagi mengampuni, berilah kami Roh-Mu yangmembuat kami mampu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalamnama Bapa ...
Ancaman krisis iklim global telah menggeser fokus wacana dunia dari sekadar merumuskan target menuju tantangan mengeksekusinya di lapangan. Dalam gagasan The New Global Possible yang diusung oleh Ani Dasgupta, persoalan utama manusia hari ini bukanlah ketiadaan teknologi atau kesepakatan diplomasi, melainkan jurang implementasi (implementation gap) yang menganga lebar. Selama bertahun-tahun, komitmen ambisius seperti Perjanjian Paris sering kali terhenti di panggung konferensi tanpa diimbangi tindakan nyata yang terkoordinasi. Oleh karena itu, dunia memerlukan paradigma baru yang tidak lagi berfokus pada sekadar menentukan apa target yang ingin dicapai (what), melainkan menguasai seni dan sains tentang bagaimana menggerakkannya (how). Kunci untuk menutup celah tersebut adalah kemampuan mengorkestrasi perubahan sistemik lintas sektor melalui kolaborasi radikal. Mengatasi krisis lingkungan menuntut penyelarasan yang harmonis antara diplomasi multilateral, inovasi teknologi yang menciptakan transparansi radikal, aksi korporasi yang ditopang regulasi tegas, serta penghormatan terhadap keadilan sosial dan hak atas tanah masyarakat adat. Tanpa pengintegrasian elemen-elemen ini ke dalam satu ekosistem yang saling mempercayai dan menopang, berbagai solusi teknis maupun kucuran dana skala besar hanya akan menjadi tindakan parsial yang gagal memberikan dampak berkelanjutan. Pada akhirnya, The New Global Possible menawarkan optimisme radikal yang berpijak pada realitas (stubborn optimism), sekaligus membongkar mitos usang bahwa aksi lingkungan merusak pertumbuhan ekonomi. Pembangunan berkelanjutan, dekarbonisasi energi, dan penataan kota yang inklusif justru terbukti menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di abad ke-21. Dengan menempatkan manusia, keadilan, dan kelestarian alam di pusat kebijakan nasional maupun global, masa depan bumi yang aman dan sejahtera bukanlah sekadar impian, melainkan realitas baru yang sangat mungkin untuk diwujudkan bersama.
Bismillah,2175. SAYA TAKUT DIUJI OLEH ALLAH ﷻRiyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi, Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Santa Maria Assumpta, Paroki Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. 1 Raja-Raja 19: 9a.11-13a; Mazmur tg 85: 9ab-10.11-12.13-14; Roma 9: 1-5; Matius 14: 22-33.TUHAN INGIN KITA JUGA MENERJANG BADAI KEJAHATAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Ingin Kita Juga MenerjangBadai Kejahatan. Ada dua bocah, kakak dan adik, sedang bermain di tepi lautpada saat ombak sedang besar dan memecah di pasir dengan bunyi yang keras. Sangibu duduk di bawah pohon sedang mengawasi mereka. Ibu berpesan bahwa merekaagar tidak boleh masuk ke dalam laut untuk bermain dengan ombak, karena akanmembahayakan mereka. Mereka bermain saja di tepi dengan ombak yang memecah dipasir. Mereka harus saling menjaga satu sama lain. Menurut tradisi dan kepercayaan Yahudi, khususnya pada waktu Yesus masihhidup, gelombang laut, ombak, dan angin di permukaan laut adalah tanda setandan roh jahat sedang mengancam untuk menyerang siapa pun yang ada di situ.Ancaman ini dialami oleh rasul Petrus ketika ia ingin menemui Yesus denganberjalan di atas air yang sedang dikuasai penguasa jahat tersebut. Yesussendiri menginjak dan menerjang air itu dan berjalan di atasnya. Ia sedangmenuju kepada para rasul-Nya yang sedang ketakutan dengan ancaman tersebut. Kalau pengalaman Petrus dan para rasul lainnya di laut, pengalaman Eliajustru di daratan, di gunung dan khususnya di dalam gua batu. Di sana juga adapenguasa jahat yang mengancam dia. Ada tiga simbol berkuasanya Setan dan rohjahat, yaitu angin ribut, gempa bumi dan api. Semuanya mencobai dan hendakmenguasai Elia, tetapi nabi yang sangat kuat imannya ini tidak memberikanperhatian apa pun kepada godaan si jahat. Akhirnya ia dapat berjumpa denganTuhan yang berada di dalam angin sepoi basa, dan ia diberikan perutusannya. Baik Petrus maupun Elia akhirnya melewati cobaan yang serius untuk dapatbertemu dengan Tuhan. Justru ketika cobaan dan ancaman memang amat besar danmengerikan, Tuhan Yesus memberikan kita kekuatan supaya kita dapat menerjangdan mengalahkannya. Jika kita kehilangan iman, keberanian, dan kuasa yang sudahdiberikan kepada kita, kita akan jatuh dan binasa. Badai kejahatan mengancamkita dalam waktu yang tidak tentu, karena penguasa jahat mempunyai kehendaknyasendiri yang tidak pernah kita duga. Oleh karena itu kita harus tetap waspadadan bertumbuh sehat di dalam iman. Menurut bacaan-bacaan kita hari ini, setan atau penguasa jahat mengancamkita baik pada saat manusia seorang diri saja seperti Elia maupun sedangbersama saudara atau teman seperti para rasul Yesus. Ancaman itu dapatmenyerang kita pada saat sedang berdoa seperti Elia atau juga pada saat kitasedang bekerja seperti para rasul yang berada di dalam perahu mereka. Di dalamsituasi dan waktu apa pun ancaman itu datang, perintah Tuhan harus kita jalani,yaitu menginjak dan menerjangnya, sehingga kita dapat berjalan bebas dantenang. Menurut Santo Paulus, kita melakukan itu hanya demi kemuliaan Tuhan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga perayaan hari Minggu ini memperkuat imankami dan semakin taat kepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
Podcast kali ini menggarisbawahi urgensi reorientasi sistem ekonomi global dari model kapitalisme konvensional yang eksploitatif menuju "Kapitalisme Hijau" yang berkelanjutan. Model ekonomi saat ini dinilai gagal karena mengabaikan keterbatasan sumber daya alam dan mengeksternalisasi kerusakan lingkungan demi mengejar keuntungan jangka pendek,yang pada akhirnya memicu krisis iklim global. Sebagai solusinya, esai ini memperkenalkan konsep Natural Capitalism,sebuah kerangka kerja yang menuntut dunia usaha untuk memperhitungkan nilai modal alam dalam setiap keputusan presisi mereka, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak lagi harus mengorbankan integritas ekologis planet ini. Implementasi nyata dari ambisi rekonsiliasi antara keuntungan dan kepedulian lingkungan ini dieksplorasi melalui studi kasus dua pionir bisnis beretika, yaitu Anita Roddick dengan The Body Shop dan Tom Chappell dengan Tom's of Maine.Melalui pendekatan "Aktivisme sebagai Model Bisnis" dan "Kepemimpinan Berbasis Nilai," kedua tokoh ini berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai ekologis dapat diintegrasikan secara sukses ke dalam strategi korporasi arus utama,sekaligus membawa kesadaran lingkungan ke masyarakat luas. Namun, sejarah mencatat bahwa kedua perusahaan ini pada akhirnya diakuisisi oleh raksasa korporasi konvensional, L'Oréal dan Colgate-Palmolive, yang memicu perdebatan mengenai keberlanjutan idealisme tersebut. Kegagalan jangka panjang dalam mempertahankan integrasi nilai sosial-ekologis ini menjadi salah satu temuan kunci James O'Toole dalam bukunya, yang menyoroti pola melunturnya praktik etis pasca-pendiri akibat tekanan pasar modal dan masalah suksesi kepemimpinan. Hal ini memberikan pelajaran berharga bahwa integritas misi lingkungan sering kali rentan terhadap tekanan komersial, terutama ketika perusahaan masuk ke pasar saham atau diakuisisi oleh konglomerat yang fokus utamanya adalah margin keuntungan. Oleh karena itu, O'Toole menyimpulkan bahwa selain idealisme,diperlukan struktur tata kelola, hukum, dan sistem kepemilikan yang kuat—seperti yang diterapkan oleh Lincoln Electric dan John Lewis Partnership—untuk melindungi dan memastikan keberlanjutan praktik bisnis yang bertanggung jawab secara sosial di masa depan.
Police officers have a range of operational powers they can exercise under legislation, including to ask questions, give ‘move on' directions and conduct searches. Here's what you need to know about your basic rights and obligations in a police interaction. - Petugas kepolisian memiliki berbagai wewenang operasional yang dapat mereka jalankan berdasarkan ketentuan hukum, termasuk mengajukan pertanyaan, memberikan instruksi untuk meninggalkan lokasi, dan melakukan pemeriksaan atau penggeledahan. Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai hak dan kewajiban dasar Anda saat berinteraksi dengan polisi.Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Memiliki anak gifted bukan berarti perjalanan menjadi orang tua akan lebih mudah. Di balik kemampuan berpikir yang cepat, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kreativitas yang luar biasa, anak gifted juga sering menghadapi tantangan sosial dan emosional yang tidak sederhana.Mereka bisa merasa berbeda dari teman sebayanya, mudah frustrasi, perfeksionis, atau kesulitan menemukan lingkungan yang benar-benar memahami mereka. Karena itu, anak gifted membutuhkan bukan hanya stimulasi akademik, tetapi juga dukungan emosional dan penerimaan dari orang-orang terdekat. Memahami karakteristik anak gifted akan membantu orang tua mendampingi mereka berkembang secara utuh, bukan hanya mengejar prestasi. Menurut Moms & Dads, apakah anak gifted lebih membutuhkan tantangan belajar atau justru dukungan emosional? Yuk, bagikan pendapat Moms & Dads di kolom komentar.#tanambenih #tanambenihfoundation#tbf #AnakGifted #GiftedChild #Parenting #PsikologiAnak #ParentingIndonesia #KecerdasanAnak #PendidikanAnak #TumbuhKembangAnak #OrangTuaHebat #BahasPsikologi #GiftedEducation #anakberbakat
Tidak semua luka pada anak terlihat. Ada luka yang tidak meninggalkan bekas di kulit, tetapi membekas dalam cara anak berpikir, merasa, dan membangun hubungan ketika dewasa. Anak belajar tentang kasih sayang, rasa aman, dan cara berelasi pertama kali dari rumah. Karena itu, hubungan yang penuh bentakan, hinaan, ancaman, atau kekerasan dapat meninggalkan luka batin yang bertahan lama.
Kejaksaan Agung kembali memanggil Febri Adriansyah untuk diperiksa terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pemanggilan ini merupakan yang kedua setelah Febri tidak hadir pada panggilan pertama dengan alasan kesehatan.
Pembawa Renungan: Albertus Gregory Tan - Jakarta Pengantar Renungan: Magdalena Jamlean - Tangerang Sound Editing: Indah Larasati Sirait - Cibinong Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Yohanes 20: 1.11-18
Pembawa Renungan : Ali Antonius – Yogyakarta Pengantar Renungan : Maria Elsina - Ende, NTT. Sound Editing : Yohanes Edwin Kristianto – Surakarta Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Mat 12 : 46 - 50
Banyak orang tua memasukkan anak les dengan harapan suatu hari nanti menjadi juara, atlet, atau musisi hebat.Les membantu anak belajar disiplin, konsisten, percaya diri, bersosialisasi, dan menemukan minat serta bakatnya. Kalau akhirnya anak berprestasi, itu adalah bonus.Kalau menurut Moms & Dads, apa tujuan utama anak ikut les?Tulis pendapat Moms & Dads di kolom komentar.
Pembawa Renungan : Yohanes Edwin Kristianto – Surakarta Pengantar Renungan : Fernando - Padang Sound Editing : Yohanes Edwin Kristianto – Surakarta Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Mat 12:38-42
Kejaksaan Agung dikabarkan menghentikan pengumpulan data dan keterangan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi ini mencuat setelah beredarnya surat resmi bertanggal 10 Juli 2026 yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi.
Banyak orang tua mengira pendidikan seksual baru perlu diberikan saat anak memasuki masa pubertas. Padahal, pendidikan seksual dimulai jauh lebih awal. Mengajarkan nama organ tubuh yang benar, menjaga kebersihan area pribadi, memahami batas tubuh (body boundaries), serta membiasakan anak berkata "tidak" ketika merasa tidak nyaman merupakan bagian dari pendidikan seksual yang sesuai dengan usia anak. Dengan bekal ini, anak akan lebih memahami tubuhnya, menghargai dirinya sendiri, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.Menurut Moms & Dads, kapan waktu yang tepat untuk mulai mengenalkan pendidikan seksual kepada anak? Tulis pendapat Moms & Dads di kolom komentar.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Aloysius Langoday dan Nelti Cornelia dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Dekenat Lembata di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 6: 1-8; Mazmur tg 93: 1ab.1c-2.5; Matius 10: 24-33.MEMILIH KERAJAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Kerajaan Allah. Ada seorangpemuda ingin menikah karena usianya sudah dianggap cukup, yaitu 35 tahun. Iaberbicara kepada ibunya tentang rencana ini. Ibu bertanya tentang siapasebenarnya gadis pilihan putranya itu. Di situlah pokok masalahnya. Pemuda itubingung untuk memilih satu dari dua gadis yang menurutnya sama-sama penting danberharga baginya. Ia menjelaskan semua ciri kedua gadis itu kepada ibunya. Tetapi sang ibu yang memiliki intuisi lebih tajam, menghilangkankebingungan putranya dengan mengatakan bahwa dari dua gadis itu, ia harusmemilih gadis yang memiliki sikap rela berkorban. Apa saja yang ada padadirinya harus dapat dipersembahkan demi pasangan hidupnya. Maka konsekuensinya,putranya harus meninggalkan gadis yang bersikap posesif. Tanda seseorang yangposesif ialah ia sangat menuntut untuk diperhatikan, dipentingkan, atau diberitempat sangat istimewa. Pemuda itu akhirnya dapat mengambil keputusannya yangtepat dengan pilihan gadis idamannya untuk dijadikan pasangan hidupnya. Kerajaan Allah sudah ada bersama Tuhan Allah sendiri dan menjadi kenyataandengan kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Pusat kerajaan Allah itu ialah TuhanYesus Kristus dan seluruh karya-Nya kepada umat manusia. Ciri utama kerajaanini ialah penuh dengan karya rohani, pengorbanan dan persembahan diri dengantujuan terbesar ialah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian.Kerajaan ini ingin menyatukan semua umat manusia menjadi warganya. Kerajaan dunia penuh dengan ciri-ciri hidup duniawi dengan tanda utamanyaialah kedagingan dan materialisme. Oleh karena itu sikap manusia yang sangattepat untuk ini ialah posesif, dengan mengambil dan memilikinya. Setiap pribadimanusia memiliki sikap alami untuk terikat dengan dunia ini. Jika sikap inimenjadi sangat dominan maka dari sinilah dimulai persaingan dan konflik diantara orang-orang yang mengejar pemenuhan kepentingan dirinya sendiri. Bagi para pengikut Kristus, kerajaan Allah adalah pilihan satu-satunya demimencapai keselamatan hidupnya. Yesus adalah Guru sejati kita dan pada hari iniIa mengajak kita untuk memilih dan mengikuti Dia sampai kita menjadi sepertidiri-Nya. Kita adalah para hamba yang lemah, namun kita diberi tantangan untukdapat menjadi Tuan seperti Dia. Nabi Yesaya memberikan kesaksian tentangdirinya, bahwa meskipun ia seorang yang berdosa, ia memilih mengikuti KerajaanAllah, kemudian ia siap untuk diutus oleh Tuhan. Santo Benediktus Abas, padamasanya, memberikan alternatif Kerajaan Allah di dunia Eropa, yaitu jalanpertapaan dan hidup membiara.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga pada hari ini kami membuatdiri kami menjadi orang-orang berguna bagi sesama kami melalui kesaksiankehadiran kerajaan-Mu di dalam dunia, khususnya menjadi terang bagi orang-orangyang tersesat. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
Di tengah dinamika pasar yang kompetitif, memahami keunikan setiap pelanggan adalah kunci keberhasilan bisnis. Meskipun berada dalam segmen pasar yang sama, setiap konsumen memiliki preferensi dan kebutuhan yang berbeda, atau yang disebut dengan micro-segment. Oleh karena itu, pendekatan penetapan harga pun harus adaptif dan strategis. Dalam episode kali ini, kami akan membedah konsep Price Differentiation (Diferensiasi Harga) serta implementasinya dalam bisnis Anda.
Tim gabungan Polri melakukan penggeledahan delapan titik di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, termasuk sebuah restoran di kawasan Cipete dan sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor terkait kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dalam operasi tersebut, polisi menyita 74 kg emas dan uang tunai mata uang asing senilai sekitar Rp476 miliar dari brankas tersembunyi di sebuah rumah mewah kawasan Sentul, Bogor.Temuan fantastis ini langsung menjadi sorotan masyarakat. Bahkan publik menyoroti nilai sitaan yang sangat besar tersebut dan berspekulasi mengenai potensi rivalitas antara instansi penegak hukum.Mengurai polemik penggeledahan rumah diduga milik pejabat kejagung dan menyita uang serta emas bernilai ratusan milyar rupiah oleh polda metro jaya, apa yang harus dilakukan? Narasumber:1. Pakar hukum pidana Univ Tarumanegara Dr Heri Firmansyah 2. Pegiat Antikorupsi Lembaga koordinasi pemberantasan korupsi (LKPK ) - Bejo Suhendro,
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Hosea 11: 1b.3-4.8c-9; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16; Matius 10: 7-15.MENERIMA DENGAN CUMA-CUMA, MEMBERI JUGA CUMA-CUMA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menerima Dengan Cuma-Cuma, MemberiJuga Cuma-Cuma. Ada seorang bocah kelas 5 SD bertanya kepada ibunya: "Ma,mana yang duluan, memberi atau menerima?" Ibunya langsung menjawab,"Yang jelas memberi." Kata anak itu, "Kalau begitu berikan akuuang untuk membeli mainan." Kita semua sepatutnya setuju bahwa memberimemang yang pertama, karena hal ini adalah tindakan Tuhan terhadap kita. Hidupkita sebagai manusia dan karunia iman yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Di dalam Injil hari ini, tugas perutusan Yesus kepada para rasul ialahuntuk memberi, yaitu membawa nama Yesus kepada setiap orang dan menghadirkankerajaan-Nya untuk menyejahterakan mereka jiwa dan raga. Lalu pesan Yesuskepada mereka: Kalian telah menerima semua dari-Ku sebagai karunia cuma-cuma.Maka ketika kalian memberikan semua itu, harus juga dengan cuma-cuma. Contoh,para rasul mendapatkan pengetahuan tentang Allah dan rahasia-Nya secara gratis,maka mereka hendaknya mewartakan itu dengan gratis pula. Mereka tidak bolehmengambil keuntungan apa pun kegiatan pewartaan itu. Rahmat dan karunia yang gratis ini sejak dahulu sebelum zamannya pararasul, telah dialami oleh bangsa Israel yang mendapat segala perbuatan baikAllah yang membela, memelihara dan membesarkan mereka. Bahkan, menurut NabiAmos, ketika bangsa ini sangat menderita sebagai tawanan di Babel, Tuhan Allahjuga berbelas kasih kepada mereka. Tuhan mengangkat semua bentuk hukuman kepadamereka dan kembali mengasihani mereka. Oleh karena itu mereka harus mengikuticontoh dari Tuhan untuk selalu berbuat baik pertama-tama di antara mereka dankemudian kepada bangsa-bangsa lain. Menerima cuma-cuma dan memberi juga cuma-cuma merupakan cara kita meniruTuhan Yesus. Kita juga meniru Bunda Maria, Santo Yusuf, para rasul, santoPaulus, Yohanes Pembaptis dan semua orang kudus lainnya. Orang tua kita sendirijuga telah menjalani gaya hidup ini, karena mereka memberikan segala sesuatudemi kita masing-masing dan tak pernah mereka meminta balasan atau bayaran.Justru yang sangat tidak terpuji ialah jika ada anak-anak yang mestinyamembalas orang tua dengan menyenangkan mereka, tetapi sebaliknya menyusahkanbahkan menyakiti mereka sampai kematian mereka. Jadi pesan bijaksana hari ini adalah: kita hendaknya tetap dalam jalanYesus Kristus, yaitu karena kita telah menerima begitu banyak dan cuma-cumadari mana pun dan siapa pun, maka kita harus memberi dengan cuma-cuma juga.Jangan sampai terjadi bahwa kita hanya ingin untuk diberi dan dilayani sesuaidengan keinginan kita, sementara itu kita membatasi diri untuk memberi apa yangseharusnya dapat kita berikan kepada Tuhan dan sesama kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, kuatkanlah kami dengan Roh-Mu,yaitu semangat dalam pelayanan yang tanpa pamrih, sehingga berkat-Mu menjadinyata bagi kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan jika Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan usulan DPRD Provinsi Banten akan semakin memperkuat ekosistem pendidikan. Di Perda itu, keterlibatan seluruh stakeholder dalam peningkatan kualitas pendidikan akan semakin terarah dan terencana dengan baik. Hal itu diungkapkan Wagub Dimyati usai mengikuti paripurna DPRD terkait nota pengantar DPRD sebagai pengusul Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan yang dirangkaikan dengan Pandangan Umum Fraksi terhadap penjelasan Gubernur mengenai Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025. Untuk itu, Dimyati menyambut baik pembahasan Raperda itu. Apalagi itu merupakan hasil dari Pokok-pokok Pikiran (Pokir), reses serta berbagai kunjungan yang dilakukan oleh para anggota DPRD. Dengan Raperda itu, diharapkan semua yang diatur di dalamnya nanti benar-benar bisa diterapkan dengan baik oleh seluruh komponen yang terlibat di dalamnya. Kemudian berkenaan dengan pandangan umum fraksi terhadap penjelasan gubernur mengenai Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025, Dimyati mengaku akan mempelajari terlebih dahulu berbagai poin yang menjadi catatan DPRD Banten. Anggota Bapemperda DPRD Provinsi Banten Rika Kartikasari menilai, pendidikan merupakan salah satu urusan pemerintahan wajib dan memiliki peranan strategis dalam pembangunan daerah. Karena bagaimanapun juga kemajuan pembangunan daerah sangat tergantung pada kualitas SDM-nya dan itu sangat dipengaruhi oleh sistem pendidikan yang baik, merata dan berkeadilan. Provinsi Banten sebagai daerah yang terus berkembang membutuhkan regulasi yang dapat menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini. Oleh karena itu, Raperda ini disusun sebagai bentuk komitmen Pemda bersama DPRD Banten untuk menghadirkan tata kelola pendidikan yang lebih baik, terarah, akuntabel dan mampu memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pendidikan di Banten. Dalam pembahasan Raperda ini terdapat beberapa substansi penting, seperti di antaranya peningkatan akses dan pemerataan pendidikan tanpa diskriminasi, penguatan kompetensi tenaga pendidik dan sarpras serta pemanfaatan transformasi digital dalam proses pembelajaran.
follow Our Official Instagram:@nitasetiawan.gkaYoutube:https://www.youtube.com/@PsNitaSetiawan
Ustadz Azhar Khalid Seff,, - Khutbah Jum At Fase Kehidupan Nusia Oleh
Ustadz Nizar Saad Jabal,, - Fiqh Pria oleh - Part 2 - Mengikuti Manhaj Salaf
Dalam pidato resminya saat menutup agenda Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 Kepala Negara Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa universitas seharusnya menjadi wadah utama untuk melahirkan pandangan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Kepala Negara juga menyoroti pentingnya menjaga marwah kebebasan akademik di lingkungan perguruan tinggi serta menegaskan bahwa perbedaan pandangan di dalam kampus merupakan hal yang wajar dalam sebuah negara demokrasi. Oleh karena itu dinamika perbedaan ide dan gagasan tersebut seharusnya tidak menjadi pemicu perpecahan melainkan unsur yang saling menguatkan di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lebih lanjut Presiden mengingatkan bahwa seluruh lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta memegang tanggung jawab sosial yang besar karena turut menikmati dana subsidi dari negara untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Banyak orang tua sibuk menyiapkan anak belajar menulis sebelum masuk PAUD atau playgroup. Padahal, ada hal yang jauh lebih penting untuk dipersiapkan terlebih dahulu. Mulai dari kesiapan sosial dan emosional, kemampuan berpisah dengan orang tua, kemandirian dasar seperti mengenali dan membereskan barang sendiri, toileting, hingga kesiapan motorik kasar dan halus. Kalau kemampuan-kemampuan dasar ini sudah dilatih di rumah, proses adaptasi anak di sekolah biasanya akan jauh lebih mudah dan menyenangkan. Menurut Moms & Dads, bagian mana yang paling menantang untuk dipersiapkan sebelum anak masuk PAUD?
Tahukah Anda bahwa otak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu mengolahnya dengan berbagai cara? Kemampuan ini disebut cognitive flexibility, yaitu kemampuan otak untuk mengolah informasi secara fleksibel.Semakin baik kemampuan ini berkembang, semakin mudah seseorang beradaptasi, memahami informasi baru, dan menemukan solusi dari berbagai situasi.
Pdt Paulus Chandra
Pembawa Renungan : Ima Kristanti - Kota Batu Pengantar Renungan : Bobby Arianto - Semarang Sound Editing : Aris Kurniawan - Jakarta Cover Editing : Anastasia Sonia - Jakarta Mat. 10:26-33.
Pembawa Renungan : Primona Valentina Tarihoran – Jakarta Pengantar Renungan : Oskarius Nelson Bhato - Ende Sound Editing : Indah Larasati Sirait - Cibinong, Bogor Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Mat 6:24-34
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 13 Juni 2026Bacaan: "Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. " (Kisah Para Rasul 9:23)Renungan: Bukan hal mudah orang dapat menerima perubahan sesamanya dari tidak baik menjadi baik. Ibarat orang pernah punya "borok" (luka), sekalipun sudah sembuh, kebanyakan orang selalu melihat bekas lukanya daripada sembuhnya. Demikian juga, orang yang pernah berbuat salah dan sudah bertobat, kesalahan masa lalunya selalu dilihat dan diingat. Menjadi orang yang diragukan dan selalu dilihat kesalahan-kesalahan pada masa lalunya memang sangat tidak enak. Karena keadaan ini bisa mengganggu semangat yang bersangkutan dalam berkarya. Jangankan kita, pertobatan Saulus juga pernah diragukan. Pada masa lalu, Saulus memang penganiaya jemaat Tuhan, banyak merusak rumah ibadah dan membunuh orang-orang yang percaya kepada Kristus. Akan tetapi setelah Saulus bertemu Tuhan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap para pengikut Kristus, Saulus bertobat. Kemudian, ia memberitakan bahwa Yesus adalah anak Allah. Akibatnya, orang-orang yang pernah melihat dan mengenal latar belakang Saulus heran, setengah tidak percaya alias ragu akan perbuatannya. Bahkan orang-orang Yahudi juga merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. Akan tetapi, sekalipun Saulus diragukan pertobatannya dan hendak dibunuh, ia tetap bekerja memberitakan Injil. Hasilnya, jemaat bertumbuh. Jemaat di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Oleh pertolongan Roh Kudus jumlahnya terus bertambah. Apakah pertobatan kita diragukan dan mereka selalu melihat kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang kita perbuat pada masa lalu? Kalaupun demikian, janganlah situasi tersebut membuat diri sendiri kehilangan semangat untuk terus bekerja. Tunjukkan perubahan kita dengan tetap bekerja sepenuh hati dalam situasi apapun, dan percayalah Roh Kudus akan menolong kita untuk meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah pikiranku, sehingga aku tetap melihat dan berpikir hal yang baik dari setiap pribadi yang sudah bertobat. Jadikanlah mataku seperti mata-Mu, mata yang selalu melihat hal yang baik dalam diri setiap orang. Amin. (Dod).
Alia Siregar is one of Indonesian fashion designers from Jakarta who participated in the Fashion Show on May 22, 2026, at Federation Square, Melbourne. This event is part of the Sate & Reog Festival 2026, organized by PERWIRA (Indonesian Association of Victoria) in Melbourne. - Alia Siregar adalah salah satu perancang busana dari Jakarta yang mengikuti Fashion Show di Federation Square, Melbourne - 22 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Sate & Reog Festival 2026 yang diselenggarakan oleh PERWIRA ( Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria) di Melbourne 23 Mei 2026.
“Ketika TUHAN melihat bahwa Lea tidak dicintai, dibukanya kandungan Lea, tetapi Rahel mandul.”Kej. 29:31 1.TIDAK DIPANDANG MANUSIA 2.ALLAH MELIHAT LEA 3.NAMA ANAK ANAK LEA YANG MENJADI DOA 4.IRONI YANG INDAH DARI PROVIDENSI 5.PESAN UNTUK SDR HARI INI
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 27 Mei 2026Bacaan: " ...sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula." (Ayub 5:17-18)Renungan: Berbahagialah kita yang memiliki orangtua cerewet dan bawel. Mereka dianggap sebagai anugerah karena perhatian dan ketegasan mereka dalam mendidik anak-anak. Meskipun terkadang sikap ini terasa mengganggu. Sebagian besar orang setuju bahwa orangtua yang cerewet dan bawel berniat baik untuk membimbing anak-anak mereka agar menuju kesuksesan. Mereka tidak bosan menegur anak-anaknya. Sekecil apapun kesalahan kita, orangtua kita tidak lelah menegur kita. Semua itu mereka lakukan untuk kebaikan kita. Demikian juga dengan Allah. Dia tidak berhenti mengawasi, menegur, dan mendidik kita untuk hidup benar di jalan-Nya. Alkitab mencatat kisah Ayub yang dapat kita teladani, yaitu, pertama, Ayub adalah orang saleh, taat, dan setia kepada Allah. Ayub sungguh-sungguh percaya bahwa Allah menyertainya sehingga ia bersedia dibentuk Allah melalui setiap hal yang terjadi. Kedua, Ayub tidak mengutuk Tuhan meski dalam kesesakan dan berbagai peristiwa yang menyakitkan hatinya. Hal memprihatinkan terjadi, saat semua anaknya, ternaknya, hartanya diizinkan Tuhan lenyap. Bahkan, teman-temannya meninggalkannya saat ia penuh borok. Istrinya menyuruhnya untuk mengutuk Allah. Ketiga, dengan cara pandang dan kerendahanhati, Ayub memandang setiap kejadian yang dialami sebagai cara Tuhan untuk mendidik agar semakin mendekat, melekat, dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Ayub menerima didikan Tuhan dengan rendah hati. la percaya pada kasih setia Tuhan. Tuhan tidak akan meninggalkan umat-Nya dalam kondisi apapun. Tuhan akan mengobati, menguatkan, dan memulihkan umat-Nya. Mari kita terima didikan Tuhan dengan rendah hati sebagai cara kita bisa memahami kasih setia Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian, kita bisa merasakan bahwa semua didikan itu mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati, agar aku dapat dibentuk oleh-Mu menjadi pribadi yang baik, sehingga melalui hidupku banyak orang diberkati. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : Primona Valentina Tarihoran – Jakarta Pengantar Renungan : Erni Maria Samosir - Pekanbaru Sound Editing : Indah Larasati Sirait - Cibinong, Bogor Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Yoh. 21:15-19
Pembawa Renungan : Dommi Denita Naibaho Pekanbaru Pengantar Renungan : Sufi - Tangerang Sound Editing : Dommi Denita Naibaho - Pekanbaru Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Yoh 17:20-26.
Pembawa Renungan: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Pengantar Renungan: Felixitas Sylvana Mutiarani- Mojokerto Sound Editing: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Yohanes 17:11b–19
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 20 Mei 2026Bacaan: ".... Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14)Renungan: Adakah dari kita yang tidak pernah memikirkan masa depan kita? Perihal masa depan seringkali menggugah kecemasan diri sendiri karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Oleh sebab itu orang mulai menduga-duga, membuat prediksi, juga menyusun rencana untuk hidupnya di masa depan. Semua itu dilakukan karena manusia mengkhawatirkan kepastian dan keberlangsungan hidupnya. Ketidaktahuan manusia akan masa depan, menunjukkan ketidakberdayaan dan kelemahan manusia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya. Semua prediksi, perkiraan, rencana yang disusun, seringkali menunjukkan ego manusia yang hanya mengandalkan dirinya sendiri. Padahal kita tidak tahu rencana tersebut akan tercapai atau tidak. Dalam bacaan pada hari ini, kita ditanya, "Apa arti hidupmu? Apakah arti hidup kita yang tak berdaya ini? Terlebih bila kita hanya mengandalkan diri sendiri." Tentu hidup kita tidak akan ada artinya karena kita begitu lemah seperti yang digambarkan, yakni seperti uap yang hanya terlihat sebentar saja. Namun demikian di dalam ketidakberdayaan tersebut, Yakobus mengajak kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui kelemahan diri sendiri. Dalam pengakuan itu, kita diajak untuk hanya mengandalkan Tuhan dan sepenuhnya berserah kepada-Nya. Sekalipun tentunya kita diperbolehkan untuk memiliki rencana atas hidup kita, tetapi di dalam melakukan perencanaan kita tetap harus menyertakan Tuhan. Ini merupakan wujud penyerahan diri kepada Tuhan, yang membuahkan hidup bagi kita. Itulah arti hidup sesungguhnya. Mari maknai hidup ini dengan mengandalkan Tuhan dalam semua segi kehidupan kita. Libatkan Tuhan dalam membuat rencana, mengambil keputusan bahkan ketika mewujudkan rencana tersebut. Orang yang mengandalkan Tuhan adalah pribadi yang rendah hati karena ia menyadari akan keterbatasan dirinya sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengandalkan Engkau saja dalam hidup ini, sehingga damai sejahtera-Mu dapat tetap tinggal di hatiku, karena aku tahu bersama-Mu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 19 Mei 2026Bacaan: "Karena jika aku memberitakan Injil,... Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil." (1 Korintus 9:16)Renungan: Rasul Paulus adalah salah satu rasul luar biasa, yang dipakai Allah. Kehidupannya semula adalah musuh Allah. Namun, pada akhirnya ia berbalik menjadi saksi Allah. Keberanian dan kegigihan Paulus memberitakan Injil sangat besar. Keberhasilan pelayanan Paulus tidak hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga terhadap orang-orang hebat yang ia didik, seperti Timotius dan Titus. Ada beberapa teladan didikan Paulus yang dapat kita ambil, pertama, Paulus berani menyuarakan kebenaran Injil. Paulus tidak pernah takut mati dalam memberitakan Injil Kristus. la sangat berani bahkan ia menulis dalam Filipi 1:21 "karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan". Saat Paulus di penjara pun ia berani memberitakan Injil dan beberapa orang menjadi percaya kepada Kristus. Kedua, Paulus memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan. Oleh karena relasinya dekat dengan Tuhan, ia tidak pernah khawatir. la yakin segala perkara dapat ia tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadanya (Flp. 4:13). Ketiga, Paulus mampu memberi keteladanan yang baik. "Tetapi hendaklah terus menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" (1 Tim. 4:12). Teladan hidup Paulus mengajarkan kita untuk tidak ragu dalam melayani Tuhan dan berbicara tentang kasih-Nya kepada orang lain. Karena itu, mari jangan ragu menyediakan diri untuk melayani Tuhan dengan berkaca dari teladan Paulus. Meskipun ia berlatar belakang yang jauh dari Allah, ia berbalik menjadi pemberita Injil yang luar biasa. Meskipun masa lalu kita penuh dosa dan kesalahan, seperti Paulus, kita dapat menjadi "alat" Tuhan untuk memberitakan Injil sebagai didikan yang harus dilakukan dan dikerjakan sepanjang hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh-Mu yang kudus, agar seluruh keberadaan diriku dapat mencerminkan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Mei 2026Bacaan: Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)Renungan: Seorang pria sedang marah kepada Tuhan. Pagi ini muncul dua anak ayam di depan rumahnya. Padahal malam sebelumnya ia berdoa meminta telur ayam. "Bisa-bisanya Tuhan salah memberi!" katanya geram. "Tuhan tidak salah, Pak," sahut istrinya, "Anak ayam yang Tuhan berikan ini justru supaya nanti kau dapat sering makan telur ayam." Empat orang menggotong seorang lumpuh menuju rumah tempat Yesus berada. Mereka berharap Yesus memberikannya kesembuhan. Karena banyak orang berkerumun di rumah itu mereka tidak dapat masuk untuk menemui Yesus. Maka mereka membuka atap rumah, menurunkan si lumpuh bersama tikarnya di depan Yesus. Kata Yesus kepada si lumpuh, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (ay. 5). Tampaknya seolah Yesus salah memberi. Ia memberi pengampunan dosa bukan kesembuhan. Namun, bila kita perhatikan situasinya lebih saksama, kita tahu kalau pemberian Yesus tidak salah. Selama ini si lumpuh hidup dalam pemikiran bahwa keadaannya yang merana disebabkan oleh besar dosanya. Ia perlu mendengar dirinya diampuni, tidak dihukum oleh Allah. Pengampunan membuka pintu bagi kesembuhan. Si lumpuh menyadari Allah berkenan kepadanya. Saat itulah Yesus memberikan kesembuhan. Kata Yesus, "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan pulanglah ke rumahmu!" (ay. 11). Tuhan tidak pernah salah memberikan sesuatu kepada kita. Maka mulai hari ini jangan kita menjadi tawar hati bila pemberian Tuhan datang tidak seperti yang kita harapkan. Sadarilah bahwa pemberian Tuhan tersebut merupakan berkat awal sebelum berkat yang sebenarnya akan kita terima. Contoh sebelum datang kesuksesan, Tuhan memberi kita pengalaman kerendahan hati. Sebelum datang kelimpahan, Tuhan mengajar bagaimana supaya hati tidak terpaut kepada harta duniawi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kini aku mengerti bahwa terkadang apa yang aku harapkan tidak seperti yang Kau berikan, karena ternyata dibalik itu semua Engkau sudah mempersiapkan yang terbaik bagiku. Oleh karena itu ajarilah aku untuk tidak cepat kecewa bila yang kuterima tidak seperti harapanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 23 April 2026Bacaan: "TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?" (Mazmur 27:1)Renungan: Takut adalah "penyakit" yang menjangkiti manusia di abad ini. Padahal takut terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi adalah suatu kebodohan. Banyak orang takut terhadap usia yang mulai menua. Takut terhadap sakit-penyakit. Takut ditinggal pasangan hidup karena kematian. Takut terhadap kesepian meski ia tidak tinggal sendirian. Takut kehilangan mata pencaharian mewarnai orang yang mendekati usia pensiun. Dan banyak lagi berbagai ketakutan yang menghinggapi banyak orang. Pemazmur pernah mengalami ketakutan. la takut kepada lawan atau musuh-musuhnya karena mereka nyata ada di depan mata. Tetapi ia percaya bahwa Allah adalah sumber keselamatannya. Allah adalah terang jalannya. Oleh sebab itu ia tidak takut dan gemetar lagi. Allah menjadi jaminan pertolongannya. Bagaimana kondisi kita saat ini? Apakah kita mengalami ketakutan tertentu? Janganlah takut pada kematian. Jangan pula takut terhadap kesepian atau sakit-penyakit sebab Allah mampu dan senantiasa siap menolong kita. Dialah benteng kita. Hanya dengan beriman kepada-Nya sajalah rasa takut tidak dapat menguasai hidup kita. Buanglah ketakutan. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, terima kasih, untuk pemeliharaan-Mu sehingga aku tidak takut dan khawatir lagi. Aku percaya, bersama dengan-Mu ada jaminan keselamatan. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: Cynthia Carolina - Jakarta Pengantar Renungan: Margaretta Tinambunan - Jakarta Sound Editing: Aris Kurniyawan - Jakarta Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Yoh 6:22-29
Filipi 3:8 “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”(Fil 3:8) 1.Bedah Ayat: Dari Keuntungan Menjadi Kerugian 2.Konteks: Mengapa Paulus Begitu Berani? 3. Jebakan Kemilau Duniawi di Masa Kini 4.Aplikasi: Bagaimana Menilai ... Read more
Kencan Dengan Tuhan -Jumat, 17 April 2026Bacaan: "Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa." (2 Raja-raja 6:17)Renungan: Mata jasmani terbentur pada sebuah tembok tetapi mata iman melompati tembok. Mata jasmani terbatas pada sebuah sudut jalan tetapi mata iman melihat apa yang ada di balik sudut jalan. Mata jasmani melihat kegelapan tetapi mata iman menjangkau secercah sinar di balik kegelapan. Mata jasmani menimbulkan keputusasaan tetapi mata iman menimbulkan kekuatan dan pengharapan. Mata iman menjadikan tenang di kala badai menerpa, terhibur ketika kesedihan mendera, tersenyum di balik duka, berbahagia di tengah kepedihan, dan menemukan jalan ketika tiada jalan. Dalam 2 Raj 6:15-17 kita melihat tentara Raja Aram datang mengepung kota Dotan di mana Elisa berada. Dan ketika pelayan abdi Tuhan, Gehazi, melihat tentara Aram yang besar itu, maka ia ketakutan dan memberitahukan kepada Elisa, namun Elisa hanya berkata, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." Gehazi dengan mata jasmaninya, melihat tentara Aram yang besar sehingga membuat ia gemetar ketakutan. Sedangkan nabi Elisa dengan mata iman, melihat tentara Tuhan yang jauh lebih besar. Gehazi hanya mampu melihat situasi yang dia hadapi dengan mata jasmani. Oleh sebab itulah Nabi Elisa berdoa, "Ya Tuhan, bukalah kiranya matanya supaya ia melihat." Maka Gehazi mulai memiliki mata yang melihat. Nabi Elisa menjalani jenis kehidupan "hidup bukan karena melihat tetapi karena percaya" (2 Kor 5:7). Sedangkan pelayan abdi Tuhan itu menjalani kehidupan yang "memiliki mata namun tidak melihat" (Mrk 8:18). Banyak kali kita juga menjalani kehidupan kekristenan Gehazi, kehidupan yang tidak seimbang. Dengan kata lain, mata jasmani bertindak dan berpengaruh jauh lebih besar dari mata iman. Akhirnya, kehidupan kekristenan yang kita jalani adalah kehidupan yang uring-uringan karena sebuah masalah; penuh dengan kecemasan, ketakutan, dan kekalahan; tidak memiliki sikap iman di dalam Tuhan; kering akan campur tangan Tuhan. Ini bukanlah kehidupan yang Tuhan inginkan! Kita harus mempunyai keyakinan bahwa Tuhan mengontrol seluruh kehidupan kita. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang besar, yang bukan sekadar mampu menciptakan langit dan bumi, tetapi juga mampu mengubah situasi dan kesusahan yang kita hadapi. Untuk itulah kita harus dapat melihat segala keadaan dengan mata iman, agar di setiap sudut jalan kehidupan, kita menemukan campur tangan Tuhan. Jika kita hanya hidup dengan mata jasmani, maka kecillah kekuatan kita, tetapi ketika kita hidup dengan mata iman, maka kita lebih dari seorang pemenang. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu senantiasa menikmati campur tangan-Mu dalam hidupku. Bukalah mata imanku untuk melihat dan merasakan keajaiban-Mu. Amin. (Dod).
Jaranan is a traditional Javanese folk dance, where the dancers riding woven bamboo horses, often in a trance-like or possessed state. This performance which serves as both entertainment and ancestral ritual often involving mystical elements. Hence the role of Pawang or shaman is very important. - Jaranan adalah tarian rakyat tradisional Jawa, di mana para penari menunggangi kuda bambu anyaman, seringkali dalam keadaan seperti kesurupan atau kerasukan. Pertunjukan ini berfungsi sebagai hiburan dan ritual leluhur yang seringkali melibatkan unsur-unsur mistis dan filosofi. Oleh karena itu, peran Pawang atau dukun sangat penting.
To finish the first quarter of the year we get another excellent berlin-school mix from EM master, Erwin Broers. Just like his ECM mix posted last month, Erwin sent me this mix last year but I spaced out and forgot I had until this year. Luckily for historical mixes like this one, the post is evergreen and can be appreciated anytime. I'll repost what he said about volume 1: "Here's a follow-up on my mix "Back To The Roots Of Berlin School". As you recall it featured a collection of electronic music tracks from the 1990s, that were inspired by the patterns, sounds and analog instruments of the 1970s and early 1980s. Back then, nobody talked about "Berlin School Electronic Music". That label would only appear somewhere mid 1990s, probably to honour the place where the genre was born. Fans in the early days would rather use the term "Kosmische Musik" (German for "Cosmic Music"). An explanation for the "cosmic" element is to be found in the use of the step sequencer, which made it easy to create hypnotic rhythm loops with up to 32 notes or steps, set a tempo, and mix them over electronic drones, soundscapes, soloing, washes, white noise and space sounds. The effect was to “float” the listener through endless terrestrial or cosmic space. For those not keen on using illicit substances, it was an interesting and harmless alternative "trip"! I thought about creating a mix of some classic pieces from that first era, but soon found out one mix would not be enough to do justice to all the fantastic "Cosmic Music" that was made back then. So we get two mixes! This post is for volume 2 and you can find volume 1 here - https://lowlightmixes.blogspot.com/2025/06/kosmische-musik-starters-guide-vol-1.html Thanks, Erwin, for another great cosmic trip! Cheers! T R A C K L I S T : 00:00:00 Tim Blake - New Jerusalem (Blake's New Jerusalem, 1978) 00:16:01 Jean-Michel Jarre - Oxygène parts 1 & 2 (Oxygène, 1976) 00:31:14 Vangelis - Soil Festivities part 2 (Soil Festivities, 1984) 00:37:25 Alan Parsons Project - The Gold Bug (The Turn Of A Friendly Card, 1980) 00:41:47 Robert Schroeder - The Day After X (Harmonic Ascendant, 1979) 00:49:22 Edgar Froese - Maroubra Bay (Epsilon In Malaysian Pale, 1975) 00:53:24 Ole Højer Hansen - Song Blue (Nudity, 1988) 01:00:30 Synco - Silent Water ('85-'89, 1990) 01:02:40 Mergener & Weisser - Sunbeam (Beam-Scape, 1984) 01:12:52 Wavestar - Chase The Evening (Moonwind, 1987) 01:25:26 Tangerine Dream - Logos Live part 1 (2nd movement) (Logos, 1982) 01:38:46 Manuel Göttsching - Dream (Dream & Desire, rec.1977-pub.1991) 01:44:24 Klaus Schulze - Georg Trakl (X - Sechs Musikalische Biographien, 1978) 01:49:44 Michael Hoenig - Hanging Garden Transfer (Departure From The Northern Wasteland, 1977) 02:00:30 end
Pembawa Renungan: Ali Antonius - Yogyakarta. Pengantar Renungan: Chatarina Surani - Yogyakarta. Sound Editing: Yohanes Edwin Kristianto - Surakarta. Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta. Yoh. 11:1-45
Pembawa Renungan : Ima Kristanti - Kota Batu Pengantar Renungan : Romi Markus - Sekadau, Kalbar Sound Editing : Aris Kurniawan - Jakarta Cover Editing : Anastasia Sonia - Jakarta Yoh. 7:40-53.
Pembawa Renungan: Anastasia Sonia - Jakarta Pengantar Renungan: Gabrielle Vini Tanoehardjo - Jombang Sound Editing: Yohanes Edwin Kristianto - Surakarta Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Yoh. 7:1-2,10,25-30.
Altium Develop gives your entire electronics team — engineers, procurement, and manufacturers — real-time visibility into your PCB designs and supply chain, all in one platform: https://www.altium.com/develop?utm_source=youtube&utm_medium=video&utm_campaign=ontrack-podcast&utm_content=greenpak-for-automotive-reliability-integration-real-world-demos Renesas' Automotive GreenPAK is a configurable mixed-signal IC that's changing how engineers approach component integration in vehicle electronics. In this episode of the Altium OnTrack podcast, host Zach Peterson sits down with Michele Deviato, Senior Product Marketing Manager at Renesas, and Oleh Saphia, Applications Engineering Manager at Renesas, to break down what truly separates automotive-grade components from their industrial counterparts. Spoiler: it's far more than just temperature range. AEC-Q100 qualification, vibration-resistant packaging, minimum pin pitch requirements, and rigorous reliability testing all play a critical role — and GreenPAK is built to meet every one of them. Beyond the spec sheet, this episode dives into why Automotive GreenPAK is gaining rapid adoption across OEMs and Tier 1 suppliers — and even into space technology applications. Michele and Oleh walk through how GreenPAK consolidates entire boards of discrete components into a single reconfigurable IC, reducing BOM cost, board area by up to 90%, and failure rates all at once. Oleh then takes viewers through a live Go Configure Software demo, building a real LED animation circuit in minutes — no firmware required.