POPULARITY
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 22 Juni 2026Bacaan: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:15-16)Renungan: Manusia memiliki banyak cara menghitung waktu. Kita juga mengenal banyak alat untuk melakukan itu semua, mulai dari kalender, jam, hingga stopwatch. Bahkan sebagian orang mengeluarkan uang berjuta-juta hingga milyaran rupiah untuk sebuah arloji saja. Apakah orang yang memiliki arloji senilai milyaran rupiah pasti lebih menghargai waktu daripada mereka yang melihat waktu hanya dari jam di ponsel? Belum tentu. Orang bisa menghargai waktu ketika ia bisa melihat waktu dengan cara yang benar. Sayang, masih banyak yang melihat waktu dengan cara salah. Ada yang memakai seluruh waktunya hanya untuk melakukan satu hal (misal: bekerja terus menerus, atau berhura-hura tak ada habisnya). Ada juga yang terpaku pada masa lalu. Ada yang hanya fokus pada hal-hal jangka pendek sehingga tidak siap menghadapi masa depan. Ada yang menilai seluruh waktunya dengan apa yang terjadi di satu waktu saja. Jika gagal, ia merasa hidupnya akan selalu gagal. Jika berhasil, ia sombong karena merasa tak akan bisa gagal. Tidak sedikit juga yang gagal menikmati masa sekarang. Daripada menikmati hal-hal yang ada di hadapan mereka, mereka lebih terpaku pada masa lalu ataupun terus mengejar ini itu dengan beralasan semuanya demi masa depan. Satu yang harus kita pahami adalah bahwa setiap waktu adalah berharga. Itu sebabnya kita harus belajar menghitung hari (Mzm. 90:12). Ya, hari, bukan bulan atau tahun. Artinya, hargai setiap waktu, dari waktu terkecil. Setiap waktu adalah berharga, bukan karena waktu adalah uang seperti pepatah dunia. Waktu berharga karena apa yang kita lakukan di setiap waktu kita di dunia ini akan berdampak pada waktu kita di kekekalan nanti. Karena itu, hanya memakai waktu untuk urusan dunia, mengejar kesuksesan jasmani atau ambisi pribadi, tentu tidak bijak. Memakai waktu untuk bersekutu dengan Allah, mengasihi keluarga, melayani sesama, serta juga beristirahat dan menjaga kesehatan, itu yang juga harus dilakukan. Hiduplah dengan fokus untuk melakukan kehendak Allah dalam segala hal, baik itu di pekerjaan, pergaulan, hingga waktu pribadi. Itulah cara bijak menghargai waktu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku dapat menghargai waktuku. Sehingga apapun yang aku lakukan semua dapat bermanfaat bagi hidupku saat ini maupun untuk persiapan masa depanku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tetap Tepat Sasaran Diambil dari: Ibrani 12:2 “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang yang sangat pandai, tetapi tetap bisa gagal karena fokusnya salah? Ada seorang atlet menembak yang sangat hebat. Ia menembak dengan baik, tetapi ternyata ia melihat sasaran yang salah. Matanya tertuju ke tempat yang keliru. Akibatnya, walaupun tembakannya bagus, hasilnya tetap tidak benar.Wah, ini pelajaran yang penting sekali. Ternyata bukan hanya soal bisa melakukan sesuatu dengan baik, tetapi juga soal apakah kita mengarahkan hidup kita kepada sasaran yang benar. Kalau sasaran kita salah, maka usaha kita yang besar pun bisa membawa kita ke arah yang salah.Begitu juga dalam hidup kita, Wonder Kids. Banyak orang rajin, pintar, dan semangat. Tetapi kalau hidup mereka tidak tertuju kepada Yesus, mereka sedang mengejar sasaran yang salah. Ada yang hanya mengejar pujian orang, nilai bagus, menang terus, atau jadi yang paling hebat. Semua itu bisa terlihat bagus, tetapi kalau Yesus bukan yang terutama, hati kita bisa meleset dari tujuan yang benar.Firman Tuhan dalam Ibrani 12:2 mengingatkan kita untuk menaruh mata kepada Yesus. Artinya, Yesus harus menjadi fokus hidup kita. Saat kita belajar, bermain, berteman, atau mengambil keputusan, kita perlu bertanya: “Apakah ini menyenangkan Tuhan? Apakah ini membuatku makin dekat kepada Yesus?” Yesus adalah sasaran yang benar bagi hidup kita.Kadang-kadang kita bisa tergoda melihat “papan skor” seperti atlet itu. Kita terlalu sibuk melihat siapa yang lebih hebat, siapa yang lebih dipuji, atau apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Tetapi Tuhan mau kita berhenti membandingkan diri dan kembali memandang kepada Yesus. Saat mata kita tertuju pada Yesus, hidup kita akan diarahkan dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Sebelum kamu melakukan satu kegiatan hari ini, berhentilah sejenak dan berdoa, “Tuhan Yesus, tolong aku melakukan ini dengan hati yang tertuju kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah sasaran yang benar bagi hidupku. Tolong aku supaya tidak salah fokus dan tidak mengejar hal yang salah. Ajarku untuk selalu memandang kepada-Mu dalam setiap keputusan dan langkah hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang hebat bukan hidup yang sekadar sibuk dan berhasil, tetapi hidup yang matanya tertuju kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggabungkan Sejarah dan ImanDiambil dari: Kolose 2:6–7 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar banyak hal tentang Yesus. Kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup dalam sejarah. Ada banyak bukti, banyak catatan, dan banyak kesaksian yang menolong kita melihat bahwa Yesus bukan tokoh dongeng. Tetapi apakah cukup hanya tahu fakta tentang Yesus? Belum.Coba bayangkan begini. Kamu bisa tahu banyak fakta tentang seseorang. Kamu tahu namanya, pekerjaannya, tempat tinggalnya, bahkan hal-hal yang pernah dia lakukan. Tetapi mengenal seseorang dengan sungguh-sungguh lebih dari sekadar tahu fakta. Ada hubungan, ada kepercayaan, ada kasih. Begitu juga dengan Yesus. Kita memang perlu tahu bahwa Yesus sungguh nyata dalam sejarah. Tetapi Tuhan juga mau kita lebih dari itu, yaitu percaya kepada-Nya dan hidup di dalam Dia.Firman Tuhan dalam Kolose 2:6–7 berkata bahwa karena kita sudah menerima Kristus Yesus, kita harus hidup tetap di dalam Dia, berakar di dalam Dia, dan makin teguh dalam iman. Artinya, iman Kristen bukan hanya percaya di kepala, tetapi juga hidup yang melekat kepada Yesus. Kita bukan hanya berkata, “Ya, Yesus itu nyata,” tetapi juga, “Ya, Yesus adalah Tuhanku, dan aku mau mengikut Dia.”Jadi sejarah dan iman tidak bertentangan. Fakta-fakta tentang Yesus menolong kita melihat bahwa iman kita punya dasar yang benar. Tetapi sesudah itu, kita dipanggil untuk datang kepada Yesus secara pribadi. Bukan hanya mengagumi bukti-buktinya, tetapi sungguh percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan taat kepada-Nya.Wonder Kids, mungkin ada anak yang tahu banyak cerita Alkitab tetapi belum sungguh hidup dekat dengan Yesus. Hari ini Tuhan mengingatkan kita: jangan berhenti hanya pada tahu. Datanglah kepada Yesus. Berakar di dalam Dia. Bangun hidupmu di atas Dia. Dan saat kamu hidup dekat dengan Yesus, hatimu akan penuh syukur.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau. Aku mau sungguh percaya, mengasihi, dan hidup dekat dengan Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak berhenti hanya pada mengetahui fakta tentang Engkau, tetapi sungguh hidup di dalam Engkau, berakar dalam iman, dan mengasihi-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengetahui bahwa Yesus itu nyata itu penting, tetapi yang lebih penting adalah percaya kepada-Nya dan hidup tetap di dalam Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Sejarah dan ImanDiambil dari: 1 Korintus 15:17 “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus tidak perlu sungguh-sungguh bangkit. Mereka berpikir mungkin cerita tentang Yesus cukup dipahami sebagai lambang saja. Maksudnya, mereka ingin berkata bahwa ajaran Yesus tetap baik walaupun kebangkitan-Nya tidak benar-benar terjadi. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan seperti itu.Firman Tuhan justru berkata dengan sangat jelas: kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka iman kita sia-sia. Wah, keras sekali ya. Artinya, iman Kristen tidak dibangun di atas cerita yang indah saja, tetapi di atas peristiwa yang sungguh terjadi. Yesus benar-benar mati, benar-benar dikuburkan, dan benar-benar bangkit. Kalau kebangkitan itu tidak nyata, maka tidak ada keselamatan yang sejati.Itulah sebabnya para rasul memberitakan Yesus sebagai Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Mereka tidak berkata, “Anggap saja ini lambang.” Mereka berkata bahwa Yesus benar-benar datang dari keturunan Daud, benar-benar disalibkan, dan benar-benar dibangkitkan oleh Allah. Jadi, iman Kristen adalah iman yang berdiri di atas kebenaran yang nyata.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang suka hal-hal yang terasa rohani, tetapi tidak mau menerima bahwa Tuhan sungguh bekerja dalam dunia nyata. Padahal Yesus tidak datang hanya untuk memberi ide bagus atau ajaran yang menyentuh hati. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia harus sungguh mati menggantikan kita dan sungguh bangkit mengalahkan maut.Kalau Yesus tidak bangkit, maka dosa kita masih belum dibereskan. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh bangkit. Itu berarti dosa kita bisa diampuni, hidup kita bisa diubahkan, dan kita punya pengharapan yang hidup. Jadi kita tidak percaya kepada lambang kosong. Kita percaya kepada Juruselamat yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh bangkit. Tolong aku hidup sebagai anak yang percaya kepada Juruselamat yang hidup.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak tinggal dalam kematian, tetapi sungguh bangkit dengan kemenangan. Tolong aku supaya imanku tidak kosong, tetapi sungguh berdiri di atas kebenaran-Mu yang hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman Kristen bukan cerita kosong, karena Yesus sungguh mati dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Berputar-putar dalam AlasanDiambil dari: Yohanes 8:28 “Maka kata Yesus: ‘Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.'”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang berkata, “Aku tidak mau percaya Alkitab, karena Alkitab memakai Alkitab untuk membuktikan dirinya sendiri.” Maksudnya, mereka merasa itu seperti berputar-putar. Seolah-olah kita berkata, “Alkitab benar karena Alkitab berkata begitu.” Memang, kalau hanya begitu saja, itu kurang kuat.Tetapi sebenarnya, saat kita percaya Alkitab, kita tidak hanya melihat satu ayat lalu langsung selesai. Kita melihat banyak hal bersama-sama. Kita melihat bahwa Alkitab ditulis dalam sejarah yang nyata. Kita melihat nama tempat, tokoh, dan peristiwa yang cocok dengan kenyataan. Kita melihat bagaimana berita tentang Yesus muncul sangat awal. Kita juga melihat banyak kesaksian dari luar Alkitab yang menolong kita mengetahui bahwa Yesus sungguh hidup.Jadi, kita tidak percaya secara buta atau asal percaya. Kita punya alasan untuk percaya. Tetapi kita juga harus ingat bahwa pada akhirnya, mengenal Yesus bukan hanya soal menang debat. Banyak orang melihat bukti, tetapi tetap tidak mau percaya. Mengapa? Karena masalahnya bukan hanya di kepala, tetapi juga di hati.Dalam Yohanes 8:28, Yesus berkata bahwa orang akan tahu siapa Dia ketika mereka melihat apa yang Yesus lakukan dan bahwa Ia datang dari Bapa. Artinya, Yesus tidak asal bicara. Seluruh hidup, perkataan, dan karya-Nya menunjukkan siapa Dia sebenarnya. Jadi saat kita bertanya, “Bagaimana kita tahu Yesus itu benar?” kita melihat kepada seluruh diri Yesus, bukan hanya satu kalimat saja.Wonder Kids, ini mengajarkan kita dua hal. Pertama, kita boleh belajar dan mencari alasan yang benar untuk percaya. Kedua, kita juga perlu hati yang mau tunduk kepada Tuhan. Orang yang sombong bisa terus mencari alasan untuk menolak. Tetapi orang yang rendah hati akan mau datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, tolong aku mengenal kebenaran-Mu.”Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya pertanyaan tentang mengapa Alkitab dapat dipercaya, coba tuliskan satu pertanyaanmu lalu tanyakan kepada guru Sekolah Minggu, orang tua, atau pembimbing rohanimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak menyuruhku percaya dengan asal-asalan. Tolong aku supaya mau belajar dengan sungguh-sungguh dan juga punya hati yang rendah untuk percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kepada Yesus bukan asal percaya, tetapi percaya dengan alasan yang benar dan hati yang mau tunduk kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 Juni 2026Bacaan: "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." (Amsal 24:16)Renungan: Kita mungkin sering mendengar kisah Thomas Alva Edison yang konon mengalami 1000 kegagalan sebelum akhirnya berhasil menciptakan bola lampu. Kita juga mendengar tentang JK Rowling yang naskah Harry Potter karangannya ditolak banyak penerbit sebelum akhirnya diterbitkan satu penerbit kecil dan sukses menjadikannya penulis terkaya dalam sejarah. Kita juga mendengar kisah Soichiro Honda yang berkali-kali gagal, terkena bencana alam, perang, dsb, sebelum akhirnya bisa mendirikan perusahaan otomotif Honda. Jika bertanya kepada para tokoh sukses, hampir selalu mereka mengalami lebih banyak kegagalan daripada keberhasilan. Di sinilah uniknya. Mereka bisa mengalami banyak kegagalan (dan berusaha lagi), tapi hanya dibutuhkan satu keberhasilan untuk mereka dapat sukses membuat perubahan besar. Kegagalan juga sering kali menjadi pengalaman penting yang menjadi titik balik orang meraih keberhasilannya. Sayang, lebih banyak orang yang begitu takut dan berusaha menghindari kegagalan. Banyak orang takut melakukan sesuatu yang berpotensi membuat mereka dikritik. Banyak orang tidak berani mencoba hal yang belum pernah dilakukan orang lain, sehingga ada kemungkinan untuk gagal. Dan salah satu cara yang sering dilakukan orang untuk menghindari hal-hal tersebut adalah dengan tak mau mencoba, tak mau berusaha, dan memilih diam. Banyak orang merasa mengalami satu kegagalan akan membuat mereka gagal selamanya. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Kegagalan bukanlah kata akhir. Amsal berkata, orang benar pun bisa jatuh atau gagal. Tak hanya sekali, tapi tujuh kali. Dalam budaya Yahudi, tujuh kali menunjukkan jumlah tak terhingga. Artinya, sekalipun kita sudah hidup benar, meski kita sudah melakukan yang terbaik, kegagalan masih bisa terjadi. Tapi, poin pentingnya adalah kita masih bisa bangkit kembali. Berapa kali Yusuf diperlakukan tak adil? Berapa banyak Daud hampir mati terbunuh? Jumlah masalah mereka jauh lebih banyak dari jumlah kemenangan mereka! Tapi, karena mereka tetap bangkit, maka kita kini mengenang mereka sebagai pribadi yang berkemenangan. Kita pun bisa mengalaminya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku semangat untuk bangkit lagi saat aku jatuh terpuruk karena suatu masalah. Jangan biarkan masalah membuat aku meragukan kuasa-Mu. Yesus, Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 Juni 2026Bacaan: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu." (1 Korintus 10:13)Renungan: Ketika seorang guru memberi pertanyaan kepada muridnya, sesungguhnya guru tersebut bertanya bukan karena tidak tahu. Sang guru bertanya untuk menguji seperti apa pemahaman muridnya. Guru tersebut sebenarnya sudah punya jawaban dari pertanyaan yang ia berikan. Demikian juga halnya dengan hidup kita. Ketika Tuhan mengizinkan masalah, pergumulan, dan persoalan hidup datang dalam hidup kita, sesungguhnya Tuhan pun sudah punya solusi untuk tiap masalah yang kita hadapi. Dalam 1 Korintus 10:13 dikatakan, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. " Artinya, Tuhan sudah menakar masalah kita dan memastikan bahwa ujian hidup itu sudah terukur. Seorang guru tidak mungkin memberikan soal siswa SMU kepada siswa SD, bukan? Demikianlah Tuhan sudah mengetahui bahwa masalah kita ada di dalam kesanggupan kita. Berikutnya dikatakan bahwa, "Pada waktu kamu dicobai la akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." Kita yang dicobai, tapi Tuhan yang memberikan jalan keluar. Itu sebabnya, saat kita menghadapi masalah maka sudah seharusnya alamat pertama yang kita tuju adalah Tuhan. Ayat tersebut berkata dengan jelas bahwa Tuhanlah yang akan memberi jalan keluar, bukan orang lain, bukan juga diri kita sendiri. Tuhan memberi jalan keluar karena jawaban dari segala persoalan hidup kita sudah ada di tangan-Nya. Jika kita masih mencari-cari jawaban di luar Tuhan, alangkah bodohnya kita. Apakah saat ini kita sedang berhadapan dengan masalah besar? Jangan takut. Jangan khawatir. Serahkan masalah kita kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya dan jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Ketika kita mengandalkan Tuhan, kita akan melihat bagaimana dengan cara ajaib Tuhan akan menolong dan memberikan jalan keluar kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang menguatkan hatiku. Tambahkanlah imanku agar aku semakin percaya dan mengandalkan Engkau saat masalah melanda hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Juni 2026Bacaan: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)Renungan: Ada seorang tentara yang bercerita bahwa selama karir militernya, sudah berkali-kali ia ditugaskan ke daerah konflik. Setiap kali akan berangkat, kesedihan mendalam dirasakannya karena harus berpisah dengan keluarga. Hal yang membuatnya sedih bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan kenyataan kalau ia bisa saja kelak pulang tinggal nama karena gugur dalam tugas. Namun, ia amat memahami tugas dan kewajibannya sebagai tentara sehingga ia tetap berangkat menunaikan tugas. Seperti tentara yang selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan padanya, demikian juga kita sebagai orang percaya harus selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan oleh Tuhan. Salah satu tugas tersebut adalah memberitakan firman. Sayangnya, banyak orang percaya yang masih beranggapan bahwa tugas tersebut merupakan tugas pastor, biarawan, biarawati, guru agama, dan para aktivis gereja. Pemikiran ini tentu saja keliru! Sebab, sesungguhnya Tuhan mempercayakan tugas memberitakan firman kepada semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari-Nya. Artinya, apapun profesi yang kita geluti, memberitakan firman dalam kehidupan sehari-hari adalah keharusan. Sekalipun kita adalah seorang ibu rumah tanggap sepenuh waktu, kita juga harus melakukannya. Memberitakan firman tidak identik dengan pengkhotbah mimbar, akan tetapi hal yang Tuhan inginkan adalah kita menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui tutur kata; sikap dan perbuatan; pola pikir; etos kerja; dan seluruh hidup kita. Singkat kata, memberitakan firman adalah menunjukkan kehidupan yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan panggilan Tuhan, yaitu memberitakan firman-Nya sampai keujung bumi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku aku dapat mewartakan kasih-Mu, sehingga banyak orang semakin mengenal Engkau sebagai Sang Sumber Kasih dan keselamatan. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Arthur J. Homeric dari Paroki St. Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Petrus 3: 12-15a.17-18; Mazmur tg 90: 2.3-4.10.14.16; Markus 12: 13-17.MENGAMBIL RUPAALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengambil Rupa Allah. Kita parapengikut Kristus ini seperti koin. Gambaran rupa Allah dicap pada kita padawaktu pembaptisan kita masing-masing. Kita dilekatkan meterai dan terikat matioleh Roh Kudus melalui Sakramen Penguatan. Rupa dan meterai itu mempertegaskepada dunia bahwa kita ini adalah milik Allah. Seperti sapi dan kerbau yang ditandai pada tubuh mereka oleh pemiliknya,orang yang melihat koin Romawi akan langsung mengatakan rupa atau milik siapasebenarnya. Pada setiap koin Romawi ditaruh wajah Kaisar. Oleh karena itu,Yesus begitu melihat koin yang ditanyakan orang-orang Ia langsung sajamengatakan bahwa itu miliknya Kaisar, maka perhatian dan pengabdian diberikankepada Kaisar. Pajak dan segala tagihan negara diberikan ke Kaisar. Sebaliknya kita yang sudah dicap dan dimeteraikan dengan rupa Allah,mestinya kita berikan perhatian, dedikasi dan penyembahan kepada Allah dalamseluruh hidup kita. Artinya kita tampilkan dan hadirkan rupa Allah kepadadunia: khususnya di hadapan kaisar, penguasa dan kekuatan dunia ini bahwa adarupa Allah yang mempunyai kualitas yang berbeda bahkan lebih tinggidibandingkan dengan yang dimiliki dunia ini. Koin-koin dapat dilihat dan diinginkan di mana-mana, bergantung padakegiatan manusia. Mereka punya harga dari yang murah sampai yang paling tinggi,dari membeli selembar kertas sampai yang miliaran untuk membeli tanah ataurumah. Sama dengan koin-koin itu, kitayang dicap dengan rupa Allah mesti dapat juga menjangkau dan berbuat di manapun di seluruh dunia, dalam berbagai tempat dan situasi untuk menjadi garam danterang dunia. Sebagai contoh, wajah Tuhan sebagai pengampun hadir pada diri Anda yangadalah seorang pengikut Kristus, ketika kebijakan publik atau institusi negaraditerapkan sedemikian sampai membuat hak Anda diperlakukan tidak adil. Di sini,tindakan pengampunan mestinya bisa sangat diperlukan meskipun penegakan hukumyang mengikuti ranahnya sendiri tentu akan dilakukan untuk menegakkan keadilandan kebenaran. Jika dunia atau kebanyakan orang tidak memperhatikan atau mengindahkanpengampunan, perdamaian, dan toleransi mungkin karena jiwa mereka dikuasai olehkaisar dunia ini. Sedangkan koin para pengikut Kristus, yaitu wajah Allahmestinya semakin bersinar terang supaya Kerajaan-Nya dapat menguasai seluruhdunia dan setiap pribadi manusia sehingga dapat menyelamatkannya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, kami menyadari bahwa rupa Bapa-Mu adapada-Mu dan kami mengambil rupa yang sama karena telah memilih dan mengikutiEngkau. Semoga kami tetap semangat dan tekun memakai wajah-Mu dalam setiap saathidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 31 Mei 2026Bacaan: Sungguh, alangkah baiknya dan Indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" (Mazmur 133:1)Renungan: Kita sering mendengar kesaksian bahwa keluarga yang hidupnya rukun, senantiasa dilimpahi berkat Tuhan. Berkebalikan dengan keluarga yang sering berantem, itu jauh dari berkat-Nya. Hal ini juga bisa terjadi dalam perusahaan. Perusahaan yang seluruh karyawannya bisa tinggal bersama dengan rukun dan satu sama lain bisa menjalin kerjasama dengan baik, akan punya peluang untuk bertumbuh sehat dan berhasil. Kebalikan dengan perusahaan yang karyawannya sering demo, bikin onar, satu sama lain saling menjegal, perusahaan sulit untuk bisa bertumbuh dan berkembang. Pemazmur memberikan kesaksian bahwa keluarga yang tinggal bersama dengan rukun senantiasa berkelimpahan berkat. "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" Pemazmur mengatakan hal ini karena di mana kita dapat tinggal bersama dengan rukun, Tuhan memerintahkan berkat dan kehidupan untuk selama-lamanya (ay. 3). Rukun disini digambarkan seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut dan ke leher jubah. Juga seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Artinya, ada pemerataan. Minyak yang baik tidak hanya ditampung di kepala saja, tetapi turun ke janggut dan leher jubah. Demikian juga embun yang adalah lambang kesuburan tidak ditampung oleh gunung Hermon yang besar saja, tetapi dibagi turun ke gunung-gunung yang kecil juga, yakni Sion. Apakah kita sebagai anggota masyarakat sudah diam bersama dengan rukun satu sama lain, atau sebaliknya? Meresponi firman Tuhan, marilah kita senantiasa mengusahakan hidup bersama dengan rukun, baik kita sebagai anggota keluarga, karyawan, maupun anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian, janji Tuhan akan digenapi-Nya, "kesanalah berkat-berkat Tuhan dicurahkan." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang penuh dengan damai sejahtera, sehingga aku dapat membina hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam BetesdaDiambil dari: Yohanes 5:2 “Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya.”Wonder Kids, penulis Injil Yohanes juga menulis dengan teliti. Dalam Injilnya, Yohanes menceritakan bahwa di Yerusalem ada sebuah kolam bernama Betesda, dan kolam itu mempunyai lima serambi. Dulu ada orang yang meragukan cerita ini. Mereka berpikir mungkin Yohanes salah menulis, atau mungkin tempat itu sebenarnya tidak pernah ada.Tetapi kemudian, para peneliti menemukan bahwa memang ada tempat seperti yang Yohanes tulis. Mereka menemukan sisa-sisa kolam itu, dan ternyata gambarnya cocok dengan penjelasan Yohanes. Wah, ini menarik sekali. Sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab bukan cerita buatan, tetapi berbicara tentang tempat yang sungguh nyata dalam sejarah.Apa artinya untuk kita, Wonder Kids? Artinya, Tuhan memberi firman-Nya dengan benar dan dapat dipercaya. Kadang-kadang manusia cepat meragukan Alkitab hanya karena belum menemukan jawabannya. Tetapi sering kali, setelah diteliti lebih jauh, justru Alkitab terbukti benar. Jadi kita tidak perlu takut saat ada orang yang meragukan firman Tuhan. Tuhan tahu apa yang benar, dan kebenaran-Nya akan tetap berdiri.Di kolam Betesda itu juga Yohanes menceritakan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang sudah lama sakit. Jadi tempat itu bukan hanya penting karena benar-benar ada, tetapi juga karena di sana Yesus menunjukkan kuasa dan kasih-Nya. Yesus bukan hanya tokoh dalam cerita, tetapi Tuhan yang sungguh hadir dan bekerja di dunia nyata.Kadang-kadang iman kita juga seperti terkubur oleh keraguan atau pertanyaan. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa firman Tuhan tetap kokoh. Saat kita belum mengerti semuanya, kita tetap bisa percaya kepada Tuhan dan terus belajar mengenal-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya satu pertanyaan tentang Alkitab, jangan simpan sendiri. Tanyakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Lukas: PolitarkhisDiambil dari: Kisah Para Rasul 17:6 “Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara kepada pembesar-pembesar kota sambil berteriak: ‘Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari.'”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Dalam Kisah Para Rasul, ia menulis banyak nama, tempat, dan jabatan orang dengan sangat hati-hati. Salah satu contohnya adalah kata yang dipakai Lukas untuk menyebut para pemimpin kota di Tesalonika. Lukas memakai istilah “pembesar-pembesar kota.”Dulu ada orang yang mengira Lukas salah. Mereka berpikir istilah itu tidak tepat. Tetapi kemudian para ahli menemukan tulisan-tulisan kuno yang menunjukkan bahwa istilah yang dipakai Lukas memang benar-benar digunakan di kota itu pada zaman itu. Jadi, sekali lagi Lukas terbukti menulis dengan tepat.Apa artinya untuk kita, Wonder Kids? Artinya, Alkitab dapat dipercaya bahkan dalam hal-hal yang kelihatannya kecil. Tuhan tidak asal memberi firman-Nya. Tuhan memakai penulis-penulis yang teliti. Hal-hal kecil seperti nama jabatan, nama tempat, dan urutan peristiwa ternyata penting. Semua itu menolong kita melihat bahwa Alkitab berdiri di dalam sejarah yang nyata.Kadang-kadang kita juga suka berpikir, “Ah, hal kecil tidak penting.” Misalnya, mengerjakan tugas dengan asal-asalan, tidak teliti saat merapikan barang, atau tidak sungguh-sungguh saat melakukan tanggung jawab. Tetapi Tuhan mau kita belajar setia juga dalam hal kecil. Kalau Lukas bisa menulis dengan teliti, kita juga bisa belajar hidup dengan teliti, jujur, dan bertanggung jawab.Dan yang paling penting, ketelitian Lukas bukan hanya supaya kita kagum pada sejarah. Ketelitian itu menolong kita semakin yakin bahwa berita tentang Yesus itu benar. Yesus sungguh hidup, sungguh bekerja, dan sungguh diberitakan oleh para rasul. Jadi kita bisa percaya kepada firman Tuhan dengan penuh keyakinan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kerjakan satu tugas hari ini dengan sangat teliti, misalnya menulis, merapikan barang, atau mengerjakan PR. Lalu katakan, “Tuhan, tolong aku setia juga dalam hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak meremehkan hal-hal kecil, tetapi belajar setia, teliti, dan bertanggung jawab di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang memberi firman dengan teliti juga mau anak-anak-Nya hidup dengan setia dalam hal-hal kecil. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggali KebenaranDiambil dari: Yesaya 61:4 “Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan membangkitkan kembali tempat-tempat yang sudah lama sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang telah menjadi reruntuhan, yang turun-temurun sunyi.”Wonder Kids, kadang-kadang orang bertanya, “Apakah cerita dalam Alkitab itu sungguh benar?” Pertanyaan seperti itu tidak selalu salah. Justru kadang pertanyaan bisa mendorong orang untuk mencari lebih dalam. Hari ini kita belajar tentang seorang ahli arkeologi bernama John McRay. Ia meneliti tempat-tempat kuno yang berhubungan dengan cerita Alkitab.Salah satu hal yang ia teliti adalah sebuah pelabuhan kuno di tepi laut Israel. Dulu ada orang yang meragukan catatan seorang penulis sejarah bernama Yosefus tentang pelabuhan itu. Mereka pikir Yosefus membesar-besarkan ceritanya. Tetapi setelah para peneliti menggali dan mempelajari tempat itu dengan lebih teliti, ternyata banyak bagian dari catatan Yosefus memang cocok dengan kenyataan.Apa artinya, Wonder Kids? Artinya, kadang-kadang manusia terlalu cepat meragukan sesuatu sebelum melihat lebih banyak bukti. Penelitian seperti ini menolong kita melihat bahwa catatan kuno tidak boleh langsung dianggap salah. Dan hal ini juga menolong kita semakin yakin bahwa banyak hal dalam Alkitab dan sejarah di sekitarnya berdiri di dunia yang nyata.Tetapi yang paling penting bukan hanya soal menemukan bukti-bukti lama. Yang paling penting adalah hati yang mau datang kepada firman Tuhan dengan sikap rendah hati. Saat kita punya pertanyaan, kita tidak perlu lari dari Alkitab. Justru kita bisa datang kepada Tuhan, membaca firman-Nya, belajar dengan sungguh-sungguh, dan percaya bahwa Tuhan tidak takut diperiksa. Kebenaran Tuhan tetap berdiri.Mungkin ada saatnya kamu juga bingung atau punya pertanyaan tentang Alkitab. Itu tidak apa-apa. Jangan simpan sendiri. Tanyakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau pembimbing rohanimu. Belajarlah mencari jawaban dengan sungguh-sungguh. Tuhan bisa memakai pertanyaanmu untuk membuat imanmu semakin kuat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu hal tentang Alkitab yang pernah membuatmu bingung, coba tanyakan hari ini kepada orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu adalah benar. Tolong aku supaya saat aku punya pertanyaan, aku tidak menjauh dari-Mu, tetapi mau belajar mencari kebenaran-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: pertanyaan yang dibawa kepada Tuhan dan firman-Nya bisa menolong imanmu bertumbuh semakin kuat. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 24 Mei 2026Bacaan: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." (Yohanes 4:34)Renungan: Suatu malam ada seorang pemuda pulang dari latihan drama kemalaman. Semua warung tenda kebanyakan sudah tutup, padahal dia lapar. Akhirnya, ia pun terpaksa makan mie goreng di salah satu warung tenda yang bukan langganannya. Ternyata, ketika subuh perutnya diare. Akibatnya, dia berkali-kali buang air besar, sehingga menjadi kurang tidur dan badannya sangat lemas. Ia pun memutuskan berobat ke dokter dan minta surat izin untuk tidak bekerja. Ia pun kemudian istirahat seharian dan berpantang makan beberapa jenis makanan. Fisik kita yang semula sehat dapat jatuh sakit atau kondisi drop karena mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, demikian halnya tubuh rohani kita. Untuk itu, demi menjaga tubuh jasmani dan rohani senantiasa sehat, kita harus mengonsumsi makanan yang sehat, bersih, dan bergizi. Rahasia Yesus bisa sehat rohani dan jasmani meski kegiatan sangat padat dan menghadapi berbagai pergumulan adalah Dia melakukan kehendak Bapa yang mengutus diri-Nya dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Artinya, Yesus melakukan kebenaran firman Tuhan. Hal ini juga berlaku bagi kita sebagai orang percaya. Kalau kita ingin rohani yang sehat, maka kita harus senantiasa melakukan kebenaran firman-Nya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita menolak memasukkan segala sesuatu yang bisa bikin rohani sakit seperti iri hati, amarah, perselisihan, atau percabulan. Makanan rohani sama pentingnya dengan makanan jasmani. Jangan sampai rohani sakit, bahkan mati karena kita enggan mempraktikkan firman Tuhan. Karena itu pastikan diri sendiri merenungkan firman-Nya dan berdoa. Jangan sampai kita 'rajin' membaca berita yang disuguhkan oleh media sosial, tetapi kita jarang membaca firman Tuhan. Ketika asupan rohani kita cukup, kita akan mampu menghadapi tantangan hidup. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu kehidupan rohaniku bertumbuh. Mampukan aku untuk dapat memberikan makan bagi rohaniku sehingga aku dapat menjalani hidup ini penuh dengan ketenangan, karena aku tahu bersama dengan Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Karya Seni AllahDiambil dari: Mazmur 19:2 “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat sesuatu yang sangat indah lalu langsung berkata, “Wah, bagus sekali!” Misalnya saat melihat langit sore yang berwarna oranye, bunga yang cantik, gunung, laut, atau pelangi setelah hujan. Saat melihat hal-hal indah seperti itu, kita biasanya tahu bahwa keindahan itu tidak muncul begitu saja. Keindahan membuat kita berpikir tentang siapa yang membuatnya.Begitu juga dengan dunia ini. Alam semesta yang kita lihat menunjukkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang luar biasa. Ada orang yang menganggap semua keindahan di dunia hanya terjadi begitu saja. Tetapi semakin kita memperhatikan ciptaan Tuhan, semakin kita bisa melihat bahwa dunia ini penuh dengan rancangan, keindahan, dan keteraturan. Semua itu menunjukkan pekerjaan tangan Allah.Bayangkan sebuah lukisan yang sangat indah. Tidak mungkin cat itu terciprat sendiri lalu menjadi gambar yang bagus. Pasti ada pelukisnya. Demikian juga saat kita melihat langit, bintang-bintang, pepohonan, bunga, hewan, dan tubuh kita sendiri. Semua itu seperti karya seni yang menunjukkan kebesaran Tuhan. Dunia ini bukan hasil kebetulan. Dunia ini adalah ciptaan Allah yang penuh hikmat.Firman Tuhan dalam Mazmur 19:2 berkata bahwa langit menceritakan kemuliaan Allah. Artinya, saat kita melihat ciptaan, kita sedang diingatkan bahwa Tuhan itu mulia, hebat, dan penuh kuasa. Dan yang indah lagi, Tuhan bukan hanya menciptakan dunia ini, tetapi juga memberi kita kesempatan untuk menikmatinya. Tuhan mau kita melihat keindahan ciptaan-Nya lalu bersyukur kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah satu hal yang indah di sekitarmu hari ini, lalu katakan, “Tuhan, terima kasih. Ciptaan-Mu indah sekali.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan dunia ini dengan indah. Tolong aku supaya saat melihat keindahan ciptaan-Mu, aku semakin kagum dan bersyukur kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: keindahan dunia ini menolong kita melihat bahwa Tuhan adalah Pencipta yang mulia dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Betapa Ajaibnya Tubuh KitaDiambil dari: Ibrani 3:4 “Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.”Wonder Kids, saat kita berjalan di taman atau di jalan, kita bisa melihat banyak hal yang indah. Ada pohon, batu, sinar matahari, dan angin yang terasa di kulit kita. Tetapi pernahkah kamu berhenti dan memikirkan tubuhmu sendiri? Tubuhmu juga sangat luar biasa. Jantungmu berdetak, paru-parumu bernapas, matamu melihat, telingamu mendengar, dan semua itu bekerja dengan teratur.Kalau kamu melihat sebuah jam, kamu tahu bahwa jam itu tidak muncul begitu saja. Ada orang yang membuatnya. Jam punya bagian-bagian yang rumit, tetapi semuanya bekerja bersama. Nah, tubuh manusia jauh lebih rumit daripada jam. Tubuh kita memiliki banyak bagian yang bekerja bersama dengan sangat teratur. Itu menunjukkan bahwa tubuh kita bukan hasil kebetulan. Tuhanlah yang merancangnya dengan ajaib.Firman Tuhan dalam Ibrani 3:4 berkata bahwa setiap rumah ada pembangunnya, tetapi Allah adalah pembangun segala sesuatu. Artinya, kalau kita melihat sesuatu yang teratur dan luar biasa, kita tahu ada Pribadi yang merancangnya. Begitu juga saat kita melihat tubuh manusia dan seluruh ciptaan, kita diingatkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang bijaksana dan penuh kuasa.Wonder Kids, kadang-kadang kita terlalu biasa dengan tubuh yang Tuhan beri. Kita bisa lupa bersyukur untuk tangan yang bisa menolong, kaki yang bisa berjalan, mulut yang bisa berbicara, dan otak yang bisa berpikir. Padahal semua itu adalah hadiah dari Tuhan. Tubuh kita bukan milik kita untuk dipakai sembarangan, tetapi pemberian Tuhan yang harus kita syukuri dan gunakan dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih tiga bagian tubuhmu yang paling ingin kamu syukuri hari ini. Lalu ucapkan kepada Tuhan, “Terima kasih, Tuhan, untuk tubuh yang Engkau ciptakan dengan ajaib.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku dengan indah dan ajaib. Tolong aku untuk bersyukur atas tubuh yang Engkau berikan dan memakainya untuk melakukan hal-hal yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tubuhmu yang ajaib mengingatkan bahwa kamu diciptakan oleh Tuhan yang hebat dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Batas Ilmu PengetahuanDiambil dari: Ibrani 11:3 (TB) “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”Wonder Kids, ilmu pengetahuan menolong manusia mempelajari banyak hal. Dengan ilmu pengetahuan, orang bisa melihat, meneliti, dan memahami bagaimana sesuatu bekerja. Misalnya, orang bisa belajar tentang tumbuhan, bintang, tubuh manusia, dan banyak hal lainnya. Tetapi ilmu pengetahuan juga punya batas. Tidak semua hal bisa dilihat langsung dengan mata atau dibuktikan dengan percobaan sederhana.Contohnya, ada banyak hal yang kita tahu itu nyata walaupun kita tidak melihatnya secara langsung setiap saat. Kita tidak melihat angin, tetapi kita bisa melihat pohon bergerak. Kita tidak melihat listrik, tetapi kita tahu listrik bekerja saat lampu menyala. Begitu juga, ada hal-hal yang manusia pelajari dari petunjuk-petunjuk yang ada.Firman Tuhan dalam Ibrani 11:3 mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Alam semesta ini dijadikan oleh firman Allah. Artinya, dunia ini ada bukan karena kebetulan, tetapi karena Tuhan menciptakannya. Memang kita tidak melihat saat Tuhan menciptakan langit dan bumi, tetapi kita percaya kepada firman-Nya yang benar. Tuhan memberi kita iman untuk memahami bahwa Dia adalah Pencipta.Wonder Kids, ini bukan berarti kita menolak belajar. Justru kita boleh belajar dengan sungguh-sungguh. Tetapi kita juga harus ingat bahwa manusia tidak tahu segalanya. Ada batas dalam pengetahuan manusia, tetapi tidak ada batas dalam hikmat Tuhan. Saat ada hal yang belum kita mengerti, kita tidak perlu cepat-cepat berkata bahwa Tuhan tidak ada. Sebaliknya, kita belajar rendah hati dan percaya bahwa Tuhan jauh lebih besar dari pikiran kita.Karena itu, saat kamu melihat dunia ini, ingatlah bahwa semua ini tidak muncul sendiri. Langit, bumi, pohon, hujan, hewan, dan hidupmu sendiri adalah karya Tuhan. Dan semakin kita melihat ciptaan-Nya, semakin kita bisa bersyukur kepada Dia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu hal di sekitarmu yang membuatmu kagum, misalnya langit, bunga, tubuhmu, atau hujan. Lalu ucapkan, “Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Pencipta yang hebat.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan alam semesta dengan firman-Mu. Tolong aku supaya mau belajar dengan baik, tetapi juga percaya kepada-Mu dengan rendah hati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: ilmu pengetahuan punya batas, tetapi Tuhan Sang Pencipta tidak terbatas dan firman-Nya selalu benar. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dan ImanDiambil dari: Amsal 14:15 “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa Tuhan tidak mau kita percaya dengan sembarangan. Firman Tuhan berkata bahwa orang yang bijak memperhatikan langkahnya. Artinya, kita belajar untuk melihat, memikirkan, dan memahami dengan hati-hati.Di sekolah, mungkin kamu pernah belajar untuk mengamati sesuatu. Misalnya, saat guru meminta kamu melihat bagaimana tanaman bertumbuh, atau apa yang terjadi ketika air dicampur dengan sesuatu. Kita belajar melihat dengan teliti supaya kita mengerti. Itu bukan hal yang salah. Justru Tuhan memberi kita pikiran untuk belajar, bertanya, dan memahami dunia yang Dia ciptakan.Begitu juga saat kita belajar tentang Tuhan. Iman kepada Tuhan bukan berarti kita percaya secara asal-asalan. Tuhan sudah memberi banyak hal untuk menolong kita mengenal Dia. Kita punya Alkitab, kita bisa melihat ciptaan Tuhan, kita bisa belajar dari sejarah, dan kita bisa melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup orang percaya. Semua itu menolong kita semakin yakin bahwa Tuhan itu nyata dan firman-Nya benar.Tetapi kita juga harus ingat, Wonder Kids, tidak semua hal tentang Tuhan bisa dijadikan percobaan seperti pelajaran di kelas. Tuhan jauh lebih besar dari manusia. Kita mengenal Tuhan terutama karena Dia menyatakan diri-Nya melalui firman-Nya. Jadi, kita memakai pikiran kita dengan baik, tetapi kita juga datang dengan hati yang mau percaya dan taat.Anak Tuhan bukan anak yang asal percaya, tetapi juga bukan anak yang sombong dan merasa bisa mengerti semuanya sendiri. Tuhan mau kita menjadi anak yang bijak: mau belajar, mau bertanya, dan mau percaya kepada firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu hal dari ciptaan Tuhan yang kamu lihat hari ini, misalnya langit, pohon, hujan, atau tubuhmu sendiri. Lalu ucapkan, “Tuhan, terima kasih karena melalui ciptaan-Mu aku bisa belajar bahwa Engkau hebat dan bijaksana.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi aku pikiran untuk belajar dan hati untuk percaya. Tolong aku supaya tidak percaya dengan sembarangan, tetapi belajar mengenal Engkau dengan sungguh-sungguh melalui firman-Mu dan ciptaan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak takut untuk dipelajari, karena semakin kita mengenal kebenaran-Nya, semakin kita melihat bahwa Dia sungguh nyata dan ajaib. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengenal Yesus dari Luar AlkitabDiambil dari: 1 Petrus 3:15 “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.”Wonder Kids, pernahkah kamu bertanya, “Kalau tidak ada Alkitab, apakah orang tetap bisa tahu bahwa Yesus sungguh hidup?” Pertanyaan itu menarik sekali. Ternyata, dari tulisan-tulisan sejarah kuno di luar Alkitab, orang masih bisa mengetahui banyak hal tentang Yesus.Ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa dari catatan-catatan non-Kristen, kita tetap bisa melihat gambaran tentang hidup Yesus. Misalnya, Yesus dikenal sebagai guru orang Yahudi. Banyak orang percaya bahwa Ia melakukan mujizat. Ada yang mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Kita juga tahu bahwa Yesus ditolak oleh beberapa pemimpin Yahudi, lalu disalibkan pada zaman Pontius Pilatus. Setelah itu, berita tentang Yesus terus menyebar ke banyak tempat, bahkan sampai ke Roma. Banyak orang dari berbagai latar belakang juga mulai percaya dan menyembah Dia.Apa artinya ini, Wonder Kids? Artinya, iman kita bukan berdiri di atas cerita yang dibuat-buat. Tuhan memberi banyak kesaksian supaya kita tahu bahwa Yesus sungguh hidup dalam sejarah. Alkitab tetap adalah firman Tuhan yang paling penting, tetapi menarik sekali karena catatan-catatan lain juga ikut meneguhkan bahwa Yesus benar-benar nyata.Karena itu, saat ada orang yang bertanya tentang Yesus, kita tidak perlu takut atau bingung. Kita boleh belajar dan semakin yakin. Tetapi ingat, saat menjawab orang lain, kita harus melakukannya dengan lemah lembut dan hormat, seperti yang diajarkan dalam 1 Petrus 3:15. Jadi bukan dengan marah-marah atau sombong, tetapi dengan hati yang tenang dan percaya kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan dengan bahasamu sendiri kepada satu orang di rumah, “Yesus itu bukan tokoh dongeng. Yesus sungguh hidup, dan ada banyak kesaksian tentang Dia.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh hidup dan nyata. Tolong aku untuk semakin yakin kepada-Mu dan berani menjawab orang lain dengan lemah lembut dan hormat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan cerita buatan manusia, tetapi Tuhan yang sungguh hidup dan dikenal dalam sejarah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus di Antara Agama-Agama DuniaDiambil dari: 1 Korintus 8:6 “Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.”Wonder Kids, di dunia ini ada banyak agama dan banyak tokoh yang dihormati orang. Ada juga banyak ajaran yang ditulis dalam buku-buku keagamaan. Tetapi saat kita belajar tentang Yesus, kita melihat sesuatu yang istimewa. Tentang Yesus, ada banyak catatan sejarah yang menunjukkan bahwa Ia sungguh hidup di dunia ini. Bukan hanya Alkitab yang berbicara tentang Yesus, tetapi juga ada tulisan-tulisan lain dari zaman dahulu yang menolong kita melihat bahwa Yesus benar-benar ada dalam sejarah.Ini berbeda dengan banyak tokoh agama lain yang kisah hidupnya baru ditulis jauh sesudah mereka hidup. Tetapi tentang Yesus, catatan-catatan tentang Dia muncul lebih dekat dengan waktu hidup-Nya. Itu sebabnya kita punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa Yesus bukan tokoh dongeng atau cerita buatan manusia. Yesus sungguh datang ke dunia.Tetapi yang lebih penting lagi, Wonder Kids, Yesus bukan hanya tokoh sejarah. Yesus adalah Tuhan. Alkitab tidak mengatakan bahwa Yesus hanya salah satu jalan di antara banyak jalan. Firman Tuhan berkata bahwa hanya ada satu Allah yang benar dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus. Artinya, kita tidak menyamakan Yesus dengan tokoh-tokoh agama lain. Yesus itu unik. Yesus adalah Anak Allah yang datang menyelamatkan manusia berdosa.Karena itu, saat kita mengenal Yesus, kita tidak sedang memilih satu tokoh yang terkenal. Kita sedang datang kepada satu-satunya Tuhan dan Juruselamat yang sejati. Hanya Yesus yang mati untuk dosa manusia dan bangkit mengalahkan kematian. Hanya Yesus yang layak kita percaya dan sembah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan dengan sungguh-sungguh dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya hanya Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.” Lalu ingat kembali satu alasan mengapa kamu bersyukur mengenal Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya tokoh dalam sejarah, tetapi Tuhan dan Juruselamat yang sejati. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan tetap setia mengikut Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan sekadar salah satu tokoh besar di dunia, tetapi satu-satunya Tuhan dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Plinius dan Orang-Orang yang BeribadahDiambil dari: Yohanes 4:23 “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi dari surat Plinius Muda. Ia menulis bahwa orang-orang Kristen pada zaman dulu biasa berkumpul pagi-pagi sekali pada hari tertentu untuk menyanyikan pujian kepada Kristus. Mereka berkumpul bukan karena dipaksa, tetapi karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus layak disembah.Bayangkan, Wonder Kids, pada waktu itu menjadi orang Kristen tidak mudah. Mereka bisa dihukum, dimusuhi, atau diperlakukan tidak baik. Tetapi mereka tetap datang untuk beribadah. Mereka tetap berkumpul bersama orang percaya lain. Itu menunjukkan bahwa Yesus sangat berharga bagi mereka. Mereka tahu bahwa beribadah kepada Tuhan bukan hal kecil, melainkan hal yang penting.Firman Tuhan dalam Yohanes 4:23 mengingatkan bahwa Bapa mencari penyembah-penyembah yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Artinya, Tuhan tidak hanya melihat apakah kita hadir di tempat ibadah, tetapi juga melihat hati kita. Apakah kita sungguh datang untuk Tuhan? Apakah kita mau memuji Dia, mendengar firman-Nya, dan belajar taat kepada-Nya?Kadang-kadang kita bisa datang ke Sekolah Minggu atau ibadah hanya karena sudah biasa, karena diajak orang tua, atau karena bertemu teman. Memang itu bisa menjadi awal yang baik. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau hati kita sungguh menyembah-Nya. Tuhan mau kita belajar bahwa beribadah adalah kesempatan indah untuk datang kepada Dia yang mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu datang beribadah berikutnya, sebelum ibadah dimulai ucapkan doa singkat ini: “Tuhan, tolong aku beribadah dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang senang kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau layak disembah. Tolong aku supaya tidak datang beribadah dengan hati yang asal-asalan, tetapi dengan hati yang sungguh mengasihi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan senang melihat anak-anak-Nya datang menyembah Dia dengan hati yang sungguh-sungguh. Tuhan Yesus memberkati.
Badan Pusat Statistik mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen. Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi masih cukup kuat, didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan kinerja ekspor di tengah dinamika global.Namun di saat yang sama, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN mencatat defisit hingga Rp240 triliun. Lalu, apa artinya?Secara sederhana, pertumbuhan ekonomi mencerminkan peningkatan aktivitas produksi dan konsumsi di dalam negeri. Sementara defisit APBN terjadi ketika pengeluaran pemerintah lebih besar dibandingkan pendapatan negara. Kondisi ini tidak selalu buruk, karena defisit kerap digunakan pemerintah sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan, misalnya melalui belanja infrastruktur, subsidi, hingga perlindungan sosial.Artinya, di satu sisi ekonomi masih tumbuh solid, tetapi di sisi lain pemerintah harus bekerja ekstra menjaga keseimbangan fiskal agar utang tetap terkendali dan defisit tidak melebar terlalu jauh.Ke depan, tantangannya adalah memastikan pertumbuhan ini berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kesehatan APBN agar tetap mampu menopang pembangunan tanpa membebani generasi berikutnya.TALK :: Fungsionaris Kadin Indonesia, yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi (HIPPI) Jakarta Timur, Muhammad Sirod & Pengamat Ekonomi, Irwan Ibrahim
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Gunakan atau Kehilangan. Diambil dari: Yosua 1:8 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”Wonder Kids, pernah tidak kamu selesai ujian lalu merasa otakmu ingin libur total? Rasanya maunya main terus, nonton terus, atau santai saja. Memang menyenangkan, tetapi kalau pikiran kita tidak dipakai untuk hal yang baik, lama-lama kita bisa jadi malas berpikir dan malas belajar. Pikiran kita itu seperti otot. Kalau tidak dipakai, akan jadi lemah. Tetapi kalau terus dilatih, akan jadi kuat.Hal yang sama juga bisa terjadi dalam hidup rohani kita. Kalau kita mulai jarang berdoa, jarang membaca Alkitab, dan malas datang kepada Tuhan, hati kita bisa menjadi dingin. Kita jadi kurang peka pada suara Tuhan dan lebih mudah mengikuti keinginan sendiri. Karena itu, Tuhan memberi nasihat dalam Yosua 1:8 supaya firman Tuhan terus kita pikirkan siang dan malam. Artinya, firman Tuhan bukan hanya dibaca sekali lalu dilupakan, tetapi direnungkan dan dilakukan.Tuhan mau supaya kita terus memakai pikiran dan hati kita untuk mengenal Dia. Semakin kita membaca firman Tuhan, semakin kita tahu apa yang benar. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin hidup kita diarahkan oleh-Nya. Jadi jangan “libur” dari Tuhan, ya, Wonder Kids. Tetaplah dekat kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambillah waktu 5 menit untuk membaca satu bagian pendek dari Alkitab, lalu ceritakan dengan bahasamu sendiri apa yang kamu pelajari tentang Tuhan hari ini.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu. Tolong aku supaya tidak malas membaca Alkitab dan tidak menjauh dari-Mu. Ajarku untuk terus mengenal Engkau setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kalau kamu terus dekat dengan Tuhan dan firman-Nya, hati dan pikiranmu akan terus bertumbuh kuat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Dipakai dan DiakuiDiambil dari: Kisah Para Rasul 2:42 (TB)“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan…”Wonder Kids, ada satu ujian lagi yang dipakai gereja mula-mula untuk mengenali kitab-kitab Perjanjian Baru. Ujian ketiga adalah: Apakah kitab itu dipakai secara luas dan diterima oleh jemaat sejak awal?Kalau sebuah kitab benar-benar berasal dari Tuhan, maka jemaat-jemaat di berbagai tempat akan membacanya, mengajarkannya, dan mengakuinya sebagai firman Tuhan. Kitab-kitab seperti Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan surat-surat Paulus sudah digunakan sejak awal oleh banyak gereja. Mereka dibacakan dalam ibadah, diajarkan kepada jemaat, dan diterima sebagai pengajaran rasuli.Sebaliknya, ada tulisan-tulisan lain yang muncul belakangan dan tidak digunakan secara luas oleh gereja mula-mula. Tulisan-tulisan itu tidak lulus ujian ini. Artinya, kanon bukan diputuskan hanya oleh satu orang atau satu pertemuan. Itu adalah pengakuan yang bertumbuh secara alami di antara jemaat-jemaat yang setia kepada ajaran rasul. Seperti dalam Kisah Para Rasul 2:42, jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Itulah standar mereka.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bangun hidupmu di atas firman yang telah dipegang teguh oleh gereja sejak awal.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memimpin gereja-Mu sejak awal untuk mengenali firman-Mu yang benar. Tolong aku bertekun dalam pengajaran yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan bukan hanya benar — ia telah diuji dan dipegang teguh oleh umat Tuhan sepanjang sejarah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Aturan ImanDiambil dari: 1 Yohanes 2:26 (TB)“Semuanya itu kutuliskan kepadamu tentang orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.”Wonder Kids, setelah gereja mula-mula memeriksa apakah sebuah kitab berasal dari rasul, mereka juga menguji hal lain. Ujian kedua disebut “aturan iman.” Apa maksudnya? Artinya, apakah isi kitab itu sesuai dengan ajaran yang sudah dipercayai dan diajarkan oleh para rasul sejak awal? Kalau ada tulisan yang mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Yesus, tentu itu tidak bisa diterima.Misalnya: Kalau ada tulisan yang berkata bahwa berbohong itu baik — padahal Alkitab jelas berkata Tuhan membenci dusta (Amsal 12:22) — maka tulisan itu tidak sesuai dengan iman Kristen. Atau kalau ada yang mengajarkan bahwa kita tidak perlu mengasihi sesama, itu jelas bertentangan dengan ajaran Yesus. Gereja mula-mula sudah mengenal inti pengajaran iman Kristen, yaitu siapa Yesus, apa yang Ia ajarkan, bahwa Ia mati dan bangkit, serta bahwa keselamatan adalah anugerah AllahSetiap kitab diuji: Apakah ini sejalan dengan kebenaran yang sudah diterima sejak awal? Jadi kitab-kitab dalam Alkitab bukan dipilih secara acak. Isinya diuji supaya tetap setia kepada kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kenali firman Tuhan dengan baik supaya kamu tidak mudah disesatkan oleh ajaran yang terdengar menarik tetapi tidak sesuai dengan Alkitab.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku mengenal firman-Mu dengan benar supaya aku tidak mudah tersesat. Jaga hatiku dalam kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Kebenaran sejati selalu sejalan dengan firman Tuhan yang sudah dinyatakan sejak awal. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Otoritas RasulDiambil dari: Mazmur 32:8 (TB)“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”Wonder Kids, ketika gereja mula-mula memutuskan kitab mana yang benar-benar firman Tuhan, mereka tidak asal memilih. Ada beberapa “ujian” atau kriteria penting. Ujian pertama adalah: Apakah kitab itu memiliki otoritas rasul? Artinya, apakah kitab itu ditulis oleh seorang rasul — orang yang dipilih langsung oleh Yesus — atau oleh seseorang yang sangat dekat dengan para rasul?Sebagai contoh, Matius dan Yohanes adalah rasul. Markus menulis berdasarkan kesaksian Petrus. Lukas adalah rekan pelayanan Paulus.Gereja mula-mula tidak menerima begitu saja tulisan siapa pun yang mengaku berbicara tentang Yesus. Mereka bertanya:Apakah orang ini benar-benar saksi mata?Apakah ia terhubung langsung dengan para rasul?Mengapa ini penting? Karena para rasul adalah saksi langsung kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Firman yang berasal dari mereka memiliki otoritas khusus. Seperti di sekolah: tidak semua orang bisa memberi nilai ujian. Hanya guru yang punya otoritas. Begitu juga, tidak semua tulisan tentang Yesus otomatis menjadi Kitab Suci.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hargai bahwa Alkitab kita berasal dari saksi-saksi yang benar-benar dekat dengan Yesus.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai para rasul untuk menyampaikan kebenaran tentang Yesus. Tolong aku percaya dan hidup menurut firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Alkitab berdiri di atas kesaksian para saksi yang benar-benar mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahFirman yang Dihidupi oleh Nafas AllahDiambil dari: Yohanes 16:13 (TB)“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran…”Wonder Kids, pernah dengar kata “diilhamkan”? Kadang orang berkata, “Aku terinspirasi!”Biasanya maksudnya merasa termotivasi atau punya ide bagus. Tapi ketika Alkitab berkata bahwa Kitab Suci “diilhamkan oleh Allah,” artinya jauh lebih dalam.Dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah…” Kata aslinya berarti “Allah menghembuskan.” Seperti dalam Kejadian 2:7, ketika Tuhan menghembuskan nafas kehidupan ke dalam manusia. Artinya, firman Tuhan bukan hanya ide manusia yang pintar. Itu adalah firman yang berasal dari Allah sendiri.Para penulis Alkitab memang manusia biasa — mereka punya gaya bahasa dan kepribadian masing-masing. Tetapi Roh Kudus memimpin mereka sehingga apa yang mereka tulis adalah apa yang Allah kehendaki. Itu sebabnya Alkitab memiliki otoritas. Karena sumbernya adalah Allah sendiri.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Saat kamu membaca Alkitab, jangan anggap itu hanya buku biasa. Mintalah Roh Kudus menolongmu memahami dan melakukannya.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu berasal dari-Mu sendiri. Tolong aku membaca dan mengerti firman-Mu dengan hati yang terbuka. Pimpin aku dalam kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Alkitab bukan hanya tentang Tuhan — Alkitab berasal dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMeriam atau Standar?Diambil dari: Ulangan 12:32 (TB)“Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia; janganlah engkau menambahi ataupun menguranginya.”Wonder Kids, kata “canon” (dibaca: kanon) sering terdengar seperti “cannon” (dibaca: kenon) yang artinya meriam. Tapi keduanya berbeda sekali. Cannon adalah meriam — alat besar untuk menembakkan peluru sementara Kanon berarti “standar” atau “ukuran.”Dalam Alkitab, kanon berarti daftar kitab-kitab yang diakui sebagai firman Tuhan. Jadi bagaimana gereja tahu kitab mana yang masuk kanon? Gereja mula-mula tidak duduk bersama lalu memilih kitab sesuka hati. Mereka mengenali kitab-kitab yang memang sudah dianggap berotoritas sejak awal.Beberapa pertanyaan penting yang dipakai:Apakah kitab itu berasal dari rasul atau nabi?Apakah ajarannya sesuai dengan pengajaran Yesus?Apakah dipakai secara luas oleh jemaat sejak awal?Kitab-kitab yang kita miliki hari ini sudah dibaca, diajarkan, dan dipercaya sejak gereja mula-mula. Artinya, gereja tidak membuat firman Tuhan menjadi berotoritas. Firman Tuhan memang sudah berotoritas sejak awal — gereja hanya mengenalinya. Seorang ahli, Bruce Metzger, menjelaskan bahwa kanon bukan hasil keputusan mendadak, tetapi hasil pengenalan bertahap terhadap kitab-kitab yang memang memiliki otoritas ilahi.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hormati Alkitab sebagai standar hidupmu. Jangan menambah atau mengurangi kebenarannya hanya supaya terasa lebih nyaman.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku menghormati firman-Mu sebagai standar hidupku. Ajari aku taat dan setia kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Alkitab bukan sekadar buku pilihan manusia — itu adalah standar kebenaran dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBoleh BertanyaDiambil dari: Yakobus 1:5 (TB)“Jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah…”Wonder Kids, Alkitab kita terdiri dari 66 kitab. 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Kadang orang bertanya:Kenapa kitab-kitab itu yang masuk ke dalam Alkitab?Apakah ada kitab lain yang sengaja dibuang?Apakah gereja memilih kitab-kitab itu sesuka hati?Pertanyaan seperti itu tidak salah. Justru bagus. Sejak awal, orang Kristen sudah sangat berhati-hati dalam mengenali kitab mana yang benar-benar berasal dari para rasul atau nabi, dan mana yang tidak. Kitab-kitab Perjanjian Baru tidak dipilih secara sembarangan. Mereka diuji dengan beberapa pertanyaan penting, seperti:Apakah ditulis oleh rasul atau orang yang sangat dekat dengan rasul?Apakah ajarannya sesuai dengan pengajaran Yesus?Apakah digunakan secara luas oleh gereja mula-mula?Kitab-kitab yang kita miliki hari ini sudah digunakan dan dipercaya sejak awal Kekristenan.Artinya, gereja tidak “menciptakan” Alkitab. Mereka hanya mengenali kitab-kitab yang memang sudah dipakai dan dipercaya sejak awal.Wonder Kids, iman yang kuat bukan iman yang takut bertanya. Tuhan tidak marah ketika kita mencari pengertian. Ia justru memberi hikmat kepada mereka yang meminta.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau ada pertanyaan tentang imanmu, jangan simpan sendiri. Tanyakan. Belajar. Cari jawaban yang benar.Mari kita berdoa:Tuhan, kalau aku punya pertanyaan, tolong aku mencari jawabannya kepada-Mu. Berikan aku hikmat untuk memahami firman-Mu dengan benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Bertanya bukan tanda ragu — bisa jadi itu awal dari iman yang makin kuat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahDipelihara dengan Luar BiasaDiambil dari: Yesaya 50:4 (TB)“Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”Wonder Kids, sebelum ada mesin cetak, semua Alkitab disalin dengan tangan. Bayangkan… satu huruf demi satu huruf. Kalau ada kesalahan kecil, salinan berikutnya bisa saja ikut salah. Tetapi yang luar biasa adalah ini: Setelah ribuan tahun dan ribuan salinan, pesan Perjanjian Baru tetap terjaga.Seorang ahli Alkitab, Bruce Metzger, pernah mengatakan bahwa Perjanjian Baru telah dipelihara dengan sangat baik — bahkan lebih baik dibandingkan dokumen kuno lainnya. Artinya apa? Artinya Tuhan tidak membiarkan firman-Nya hilang atau rusak. Ia memakai banyak orang sepanjang sejarah untuk menjaga kebenaran itu. Dan ketika para ahli membandingkan manuskrip-manuskrip kuno, mereka menemukan bahwa isi ajaran utamanya tetap sama. Itu sebabnya kita bisa membaca Alkitab hari ini dengan keyakinan bahwa ini benar-benar firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau Tuhan begitu serius menjaga firman-Nya, kita juga harus serius menghormatinya. Bacalah dengan hati yang siap belajar. Dengarkan seperti seorang murid.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memelihara firman-Mu sepanjang sejarah. Tolong aku menghargai dan mencintai firman-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan dipelihara dengan luar biasa — dan diberikan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahDapat Pesannya?Diambil dari: Ulangan 8:3 (TB)“Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.”Wonder Kids, coba bayangkan ada kalimat yang huruf-hurufnya diacak. Awalnya mungkin sulit dibaca. Tapi kalau kamu melihat keseluruhannya, kamu tetap bisa mengerti maksudnya. Begitulah juga dengan manuskrip-manuskrip Alkitab. Walaupun ada variasi kecil dalam beberapa salinan, para ahli bisa membandingkan ribuan manuskrip untuk memastikan pesan aslinya tetap jelas.Faktanya, Perjanjian Baru memiliki lebih dari 5.800 manuskrip Yunani kuno, belum termasuk terjemahan kuno dalam bahasa lain. Semakin banyak salinan yang kita miliki, semakin mudah kita membandingkannya dan memastikan isi aslinya. Seorang ahli tekstual, Daniel B. Wallace, menjelaskan bahwa jumlah dan kualitas manuskrip Perjanjian Baru sangat luar biasa dibandingkan dengan dokumen kuno lainnya.Artinya, kita tidak hanya percaya begitu saja. Kita punya bukti yang kuat bahwa pesan firman Tuhan tetap terjaga. Dan ingat, Tuhan memakai orang-orang biasa untuk menyalin dan menjaga firman-Nya. Ia juga memimpin melalui Roh Kudus agar pesan-Nya tidak hilang.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan hanya punya Alkitab di rumah. Bacalah. Mengertilah. Karena hidup kita bukan hanya dari makanan, tetapi dari firman Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku supaya tidak hanya memiliki Alkitab, tetapi sungguh membaca dan memahaminya. Jadikan firman-Mu makanan bagi jiwaku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Pesan Tuhan tetap jelas — dan itu untuk kamu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBerubah Sedikit, Tetap SamaDiambil dari: Yohanes 14:26 (TB)“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus… Dialah yang akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”Wonder Kids, bayangkan kamu menyalin catatan dari papan tulis. Kadang kamu bisa salah tulis satu huruf. Atau mungkin kamu menaruh titik di tempat yang salah. Tapi apakah itu langsung mengubah seluruh isi pelajaran? Tidak.Misalnya guru menulis: “Tuhan itu baik.” Lalu ada yang menyalin dan lupa satu tanda titik. Artinya tetap sama.Dulu, sebelum ada mesin cetak, Alkitab disalin dengan tangan. Karena itu, kadang muncul perbedaan-perbedaan kecil dalam penyalinan. Misalnya ada ejaan yang sedikit berbeda, ada urutan kata yang berubah, atau ada kata-kata kecil yang ditambahkan maupun terlewatTapi kabar baiknya adalah ini: Para ahli punya ribuan salinan kuno untuk dibandingkan.Dan mereka menemukan bahwa perbedaan kecil itu tidak mengubah ajaran penting tentang Yesus. Siapa Yesus? Ia Anak Allah. Ia mati untuk dosa kita. Ia bangkit. Semua itu tetap sama.Dan Yesus sudah berjanji bahwa Roh Kudus akan menolong murid-murid mengingat apa yang Ia ajarkan. Artinya Tuhan menjaga firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan takut kalau mendengar orang berkata, “Alkitab sudah berubah.”Pelajari firman Tuhan sendiri. Kamu akan melihat bahwa kebenarannya tetap sama.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau menjaga firman-Mu. Tolong aku percaya dan mencintai Alkitab setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kesalahan kecil tidak mengubah kebenaran besar. Firman Tuhan tetap teguh. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahRaja di Balik Fragmen KecilDiambil dari: Yohanes 18:37 (TB)“Maka kata Pilatus kepada-Nya: ‘Jadi Engkau adalah raja?' Jawab Yesus: ‘Engkau sendiri mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.'”Wonder Kids, tahukah kamu apa bagian Perjanjian Baru paling awal yang pernah ditemukan? Itu hanyalah sebuah potongan kecil kertas kuno. Sangat kecil. Hanya beberapa inci saja. Tapi potongan kecil ini sangat penting. Fragmen ini berisi bagian dari Yohanes 18:31–33 dan 37–38. Itu adalah percakapan Yesus dengan Pilatus tentang kebenaran dan tentang siapa Dia sebenarnya.Fragmen kecil ini disebut Papirus Rylands. Ditemukan di Mesir dan diperkirakan berasal sekitar tahun 100–150 Masehi. Mengapa ini penting? Karena Rasul Yohanes kemungkinan meninggal sekitar tahun 90–100 Masehi. Artinya, fragmen ini mungkin hanya berjarak beberapa puluh tahun saja dari waktu Injil itu pertama kali ditulis. Itu sangat dekat!Artinya Injil Yohanes sudah beredar sangat awal. Bukan ratusan tahun kemudian. Bukan cerita yang muncul lama sesudahnya. Dan yang luar biasa, fragmen kecil itu berisi bagian ketika Yesus berkata bahwa Dia adalah Raja dan datang untuk menyatakan kebenaran. Bayangkan… Potongan kecil itu mungkin tampak tidak penting. Tapi isinya berbicara tentang Raja segala raja.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan remehkan hal kecil. Satu ayat firman Tuhan yang kamu dengar dan taati bisa mengubah hidupmu. Dengarkan suara Yesus dan ikuti Dia.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, Engkau adalah Raja yang datang untuk menyatakan kebenaran. Tolong aku supaya mau mendengarkan suara-Mu dan hidup dalam kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Fragmen kecil bisa membawa kebenaran besar — karena Yesus adalah Raja yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahFondasi yang KuatDiambil dari: Lukas 6:49 (TB)“Barangsiapa mendengar perkataan-Ku tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar; ketika banjir melandanya, rumah itu segera roboh dan hebatlah kerusakannya.”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa Perjanjian Baru memiliki banyak manuskrip kuno. Hari ini kita melihat lebih dekat beberapa di antaranya. Para ahli menemukan papirus-papirus kuno yang berisi bagian dari Perjanjian Baru. Papirus adalah bahan tulis dari zaman dulu, seperti kertas kuno.Beberapa penemuan penting antara lain Papirus Chester Beatty, yang ditemukan sekitar tahun 1930. Di dalamnya terdapat bagian dari keempat Injil dan Kisah Para Rasul, dan berasal dari sekitar abad ketiga. Selain itu ada juga Papirus Bodmer, yang berisi sebagian besar Injil Yohanes dan juga berasal dari abad-abad awal Kekristenan.Mengapa ini penting? Karena papirus-papirus ini sangat dekat waktunya dengan peristiwa asli kehidupan Yesus. Artinya, kita tidak harus menunggu ratusan tahun sebelum Injil dicatat. Kita punya bukti tertulis yang sangat awal. Semakin dekat jarak waktu antara peristiwa dan penulisannya, semakin kecil kemungkinan cerita itu berubah-ubah.Ini menunjukkan bahwa iman Kristen berdiri di atas fondasi yang kuat — bukan cerita yang muncul lama setelah peristiwa itu terjadi. Dan seperti yang Yesus katakan, orang bijaksana membangun rumahnya di atas dasar yang kuat.Wonder Kids, iman kita dibangun di atas firman Tuhan yang kokoh dan dapat dipercaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan hanya mendengar firman Tuhan, tetapi lakukanlah. Fondasi yang kuat bukan hanya mengetahui kebenaran, tetapi juga hidup di dalamnya.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu adalah dasar yang kuat. Tolong aku supaya bukan hanya mendengar firman-Mu, tetapi juga melakukannya dalam hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Iman yang kuat dibangun di atas firman Tuhan yang kokoh. Tuhan Yesus Memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahGunung NaskahDiambil dari: 1 Petrus 1:23 (TB)“Kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang sesuatu yang sangat menakjubkan. Para ahli sejarah sering membandingkan dokumen-dokumen kuno untuk melihat mana yang paling banyak memiliki salinan. Mengapa ini penting? Karena semakin banyak salinan kuno yang ada, semakin kuat bukti bahwa isi dokumen itu dapat dipercaya.Mari kita bandingkan. Beberapa tulisan sejarah terkenal dari zaman Romawi hanya memiliki sedikit salinan kuno. Misalnya, ada karya sejarah yang hanya tersisa satu atau beberapa naskah saja — dan para ahli tetap menganggapnya sebagai sumber sejarah yang sah.Sekarang bagaimana dengan Perjanjian Baru? Perjanjian Baru memiliki ribuan naskah Yunani kuno, ditambah ribuan lagi dalam bahasa Latin dan bahasa kuno lainnya. Jumlahnya begitu banyak sehingga para ahli menyebutnya seperti sebuah “gunung naskah”.Artinya apa? Artinya, dibandingkan dengan hampir semua dokumen kuno lainnya, Perjanjian Baru memiliki dukungan naskah yang jauh lebih banyak. Kalau dokumen lain yang hanya punya sedikit salinan saja tetap dianggap sah oleh para ahli sejarah, maka Perjanjian Baru yang memiliki begitu banyak naskah justru memiliki dasar yang sangat kuat.Wonder Kids, Tuhan tidak hanya memberi firman-Nya. Ia juga mengizinkan firman itu disalin, disebarkan, dan dipelihara dalam jumlah yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa iman kita bukan berdiri di atas cerita tanpa dasar, tetapi di atas sejarah yang dapat diperiksa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan anggap Alkitab sebagai buku biasa. Itu adalah firman Tuhan yang memiliki dasar sejarah yang kuat.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu tidak hanya hidup dan kekal, tetapi juga dipelihara dengan begitu banyak bukti sepanjang sejarah. Tolong aku supaya semakin percaya dan mengasihi firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Firman Tuhan berdiri di atas dasar yang kokoh. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahApa Itu Legenda?Diambil dari: Mazmur 77:15 (TB)“Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang sesuatu yang disebut “legendary corruption” atau Kisah yang Berubah Seiring Waktu — artinya, sebuah cerita yang berubah menjadi legenda karena diceritakan berulang-ulang selama waktu yang sangat lama.Contohnya adalah cerita tentang Santa Claus. Tokoh aslinya adalah Nikolas dari Myra, seorang tokoh nyata yang hidup pada abad ketiga. Tetapi cerita tentang dirinya berkembang dan berubah selama ratusan tahun. Akhirnya, gambarnya menjadi seperti yang kita kenal sekarang — berjubah merah dan membawa hadiah.Legenda biasanya muncul karena cerita disampaikan dari generasi ke generasi dalam waktu yang sangat panjang, dan lama-kelamaan detailnya berubah. Sekarang pertanyaannya: Apakah kisah Yesus juga seperti itu? Para ahli mengatakan tidak. Mengapa?Karena Injil ditulis hanya beberapa puluh tahun setelah kehidupan Yesus. Masih ada banyak saksi mata yang hidup pada waktu itu. Kalau ada cerita yang salah atau dibesar-besarkan, orang-orang yang menyaksikan peristiwa aslinya bisa langsung membantahnya.Selain itu, kita punya banyak bukti dokumen yang menunjukkan bahwa Injil sudah beredar sejak awal dan tidak menunggu ratusan tahun untuk ditulis. Artinya, kisah Yesus tidak punya waktu yang cukup untuk berubah menjadi legenda seperti cerita-cerita rakyat lainnya.Wonder Kids, mukjizat Yesus bukan dongeng. Ia benar-benar hidup, benar-benar mati, dan benar-benar bangkit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bersyukurlah karena iman kita tidak berdiri di atas cerita khayalan, tetapi di atas peristiwa nyata dalam sejarah.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena mukjizat-Mu bukan legenda, tetapi kebenaran. Tolong aku supaya semakin percaya bahwa Engkau sungguh bekerja dalam sejarah dan dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan legenda. Ia adalah Tuhan yang benar-benar hidup dan bekerja. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBukti DokumenDiambil dari: Yeremia 30:2 (TB) “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala firman yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam sebuah kitab.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal penting: bukti tertulis. Dalam kehidupan sehari-hari, kalau ada hal penting — seperti surat resmi, perjanjian, atau bukti pembayaran — biasanya dibuat secara tertulis. Mengapa? Supaya bisa diperiksa dan dipercaya.Begitu juga dengan Alkitab. Kita sudah belajar bahwa Injil adalah kesaksian para saksi mata. Tetapi sekarang muncul pertanyaan: Bagaimana kita tahu bahwa dokumen yang kita baca hari ini benar-benar berasal dari zaman itu? Bagaimana kita tahu bahwa isinya tidak berubah?Di dunia hukum, sebelum sebuah dokumen diterima sebagai bukti, dokumen itu harus bisa diperiksa keasliannya. Apakah benar berasal dari waktu yang diklaim? Apakah salinannya bisa dipercaya? Hal yang sama juga dipelajari oleh para ahli Alkitab. Mereka meneliti naskah-naskah kuno yang ditemukan. Mereka membandingkan ribuan salinan untuk memastikan isinya tetap sama.Dan hasilnya? Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, adalah salah satu dokumen kuno yang paling banyak memiliki salinan kuno dan paling baik dipelihara dibandingkan dokumen kuno lainnya. Artinya, kita tidak hanya percaya karena tradisi. Kita juga punya bukti dokumen yang bisa diteliti.Wonder Kids, iman Kristen bukan dongeng yang muncul tiba-tiba. Firman Tuhan dicatat, disalin, dan dijaga sepanjang sejarah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah menghargai Alkitabmu. Itu bukan buku biasa. Itu adalah firman Tuhan yang dipelihara selama ribuan tahun supaya kamu bisa membacanya hari ini.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memerintahkan firman-Mu untuk dituliskan dan dipelihara. Tolong aku supaya menghargai Alkitab dan percaya bahwa itu adalah firman-Mu yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan bukan hanya diceritakan, tetapi juga dicatat dan dipelihara. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 7 April 2026Bacaan: "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku." (Amsal 30:8-9) Renungan: Di dalam Alkitab, kekayaan dipandang sebagai sesuatu yang netral, tidak dipuji tetapi juga tidak dicela. Artinya, benar-tidaknya suatu kekayaan tergantung pada sikap seseorang terhadapnya, apakah ia menjadi orang benar atau menjadi orang yang tidak benar dengan kekayaannya itu. Jika seseorang bergantung pada kekayaannya melebihi ketergantungannya kepada Tuhan, maka pada saat itulah suatu kekayaan menjadi tidak benar. Sebaliknya, jika seseorang dapat mengendalikan kekayaan itu dan memanfaatkannya untuk memuliakan Tuhan dan memberkati sesama, maka pada saat itulah kekayaaan tersebut menjadi benar. Jadi, kekayaan itu sendiri tidaklah salah, yang salah adalah sikap orang yang bergantung kepada kekayaannya. Alkitab tidak pernah mengecam kekayaan itu sendiri, tetapi mengecam sikap hati orang yang hanya bergantung pada kekayaannya. Ada banyak tokoh di Alkitab yang kaya. Sebagian mempergunakan kekayaan tersebut dengan baik, artinya tidak membuat mereka jauh dari Tuhan. Sebagian lagi adalah sebaliknya, mereka justru jauh dari Tuhan karena kekayaannya. Contoh tokoh Alkitab yang kaya namun tidak membuat mereka jauh dari Tuhan adalah Abraham, Ishak, Yakub, dan Ayub. Mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi orang-orang yang kaya di tengah masyarakat sezaman mereka. Tetapi, hati mereka tetap teguh berpaut kepada Tuhan. Demikian juga dengan Ayub, sekalipun ia adalah orang kaya, ia tidak bergantung pada kekayaannya. Terbukti, ketika ia dicobai dengan sangat berat dengan hilangnya seluruh harta kekayaannya dalam sekejap, ia tidak meninggalkan Tuhan. Namun banyak juga tokoh Alkitab yang kaya sehingga membuat mereka menjadi jauh dari Tuhan atau tidak datang kepada Tuhan. Contohnya adalah Hizkia, raja Yehuda. Secara keseluruhan, Hizkia termasuk orang yang benar di mata Tuhan, karena ia tidak menyembah berhala dan tetap berpaut kepada Tuhan. Namun ia tidak benar dalam hal kekayaan. Ketika dia diberkati Tuhan dengan kekayaan dan kerajaan yang kokoh, ia justru memamerkan kekayaannya itu kepada orang-orang Babel (2 Raj 20:12-18). Bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa membuat seseorang jauh dari Tuhan. Menarik menyimak doa Agur bin Yake. Ia memohon kepada Tuhan agar tidak diberikan kekayaan maupun kemiskinan. Sebab, jika ia kaya ia akan menyombongkan diri terhadap Tuhan, dan ketika ia miskin ia akan mengutuki Tuhan. Agur bin Yake menyadari bahwa banyak orang yang bersikap tidak benar kepada Tuhan karena kekayaan mereka, dan karena kemiskinan mereka! Namun makna doa Agur bin Yake adalah agar kita tetap cinta Tuhan, baik ketika masih miskin maupun ketika sudah kaya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku tetap takut dan setia kepada-Mu, baik ketika masih miskin maupun sesudah kaya. Amin. (Dod)
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Penguatan BuktiDiambil dari: Ulangan 32:7 (TB)“Ingatlah zaman purbakala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu; tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia akan memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka akan mengatakannya kepadamu.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu ujian lagi untuk melihat apakah kesaksian Injil bisa dipercaya. Ujian ini disebut corroboration test atau Ujian Penguatan Bukti, artinya: Apakah cerita dalam Injil didukung atau diperkuat oleh bukti lain?Kalau seseorang menceritakan suatu peristiwa, biasanya kita bisa mengecek:Apakah ada orang lain yang juga melihatnya? Dan Apakah ada catatan sejarah yang mendukungnya?Para ahli berkata bahwa semakin banyak detail yang bisa diperiksa — seperti nama tempat, nama orang, dan peristiwa sejarah — semakin besar kemungkinan cerita itu benar. Craig Blomberg, seorang ahli Perjanjian Baru, mengatakan bahwa semakin lama orang mempelajari Injil, semakin banyak detail yang justru dikonfirmasi oleh penemuan sejarah dan arkeologi.Memang, Yesus tidak sering muncul dalam catatan sejarah besar seperti catatan perang atau raja-raja besar. Tetapi ada sumber-sumber non-Kristen yang menyebut tentang Yesus dan orang-orang Kristen mula-mula. Selain itu, banyak penemuan arkeologi mendukung latar belakang sejarah yang disebutkan dalam Injil — seperti kota-kota, jabatan pemerintahan, dan kebiasaan pada zaman itu. Artinya, Injil bukan dongeng yang dibuat tanpa latar sejarah. Ada banyak detail yang bisa diperiksa.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa iman Kristen bukan iman yang buta. Tuhan tidak meminta kita percaya tanpa dasar. Sejarah dan bukti juga mendukung apa yang Alkitab katakan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah mencintai kebenaran. Jangan takut bertanya dan mencari jawaban. Tuhan tidak takut pada pertanyaan yang jujur.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu bukan cerita kosong, tetapi kebenaran yang bisa dipercaya. Tolong aku supaya memiliki iman yang teguh dan mau mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Iman kepada Yesus berdiri di atas kebenaran yang bisa dipercaya.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Maret 2026Bacaan: Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" (Kejadian 4:9)Renungan: Seseorang berkata, "Seorang kakak kadang suka memosisikan dirinya sebagai bos, tetapi dalam masa-masa sulit, dia akan membela saudaranya yang lebih muda, berapa pun harga yang harus dia tanggung. Di dalam diri seorang kakak, kita bisa melihat gambar seorang ayah. Siapa pun saudara kita, kita tidak punya pilihan. Kita hanya harus menerimanya dengan bangga dan sukacita. Seorang saudara akan mendengarkan masalah kita dan memberi nasihat yang baik Seorang saudara dapat membawa sukacita bagi keluarga, pelukan yang baik, tertawa dan menyenangkan." Itulah 'The Good Brother'! Tidak demikian dengan Kain. Kain bukan 'The Good Brother', tetapi 'The Bad Brother'. Beberapa hal berikut membuktikan bahwa Kain adalah 'The Bad Brother'. 1. Kain iri hati kepada saudaranya sendiri. Kain dan persembahannya memang tidak diperkenan Tuhan, tetapi bukan berarti itu bisa dijadikan alasan yang layak untuk dia iri hati kepada Habel. Bukankah tanggung jawab ada di masing-masing pribadi? Seharusnya Kain introspeksi diri, dan sebagai saudara, seharusnya dia tetap bersyukur karena Habel dan persembahannya diperkenan Tuhan, bukannya iri hati. Orang yang iri hati dengan keberhasilan saudaranya adalah seorang saudara yang buruk.2. Kain merasa bukan seorang penjaga saudara mudanya. Dengan lantang Kain berkata, "Apakah aku penjaga adikku?" "Penjaga" bisa dimengerti seperti seorang bodyguard, juga bisa dimengerti sebagai seorang pengawas. Kalaupun tidak bertindak seperti seorang bodyguard, jawaban Kain tersebut tetap salah, karena dia menyangkal bahwa dirinya adalah orang yang seharusnya mengawasi adiknya. Artinya, dia tidak bertindak sebagai pengganti ayahnya, terutama ketika mereka berada jauh dari rumah. Masakan dia sama sekali tidak tahu keberadaan Habel, adiknya? Jawaban Kain menunjukkan bahwa dia adalah seorang 'the bad brother', yaitu tidak ada kepedulian sama sekali kepada saudaranya.3.Kain membunuh adiknya. Tidak bisa dimungkiri lagi bahwa inilah wujud nyata seorang 'the bad brother'. Lebih parah lagi, pembunuhan ini sudah direncanakan dan disertai dengan tipu muslihat. Pasti Habel tidak menyangka kalau kakaknya merencanakan sesuatu yang jahat. Kita bisa bayangkan betapa tenang dan tulusnya hati Habel ketika Kain mengajaknya pergi ke padang. Sungguh, pembunuhan keji, pembunuhan tingkat satu. Tidak jarang hubungan antar saudara diselingi dengan perselisihan atau pertengkaran. Sekalipun begitu, tetaplah menjadi seorang 'the good brother'. Jauhkan iri hati, dendam, rencana jahat, dan tipu muslihat terhadap saudara kita, sebab tanpa curiga dia hidup bersama dengan kita. Jangan menjadi 'the bad brother', karena Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban dari kita atas kepercayaan yang Dia berikan untuk menjagai saudara kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk keberadaan saudaraku. Mampukan aku untuk terus bersikap benar kepadanya, sehingga dia merasa nyaman hidup bersamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Maret 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3) Renungan: Ketika kita hendak bepergian ke mana pun, hal yang paling wajar kita lakukan adalah mencari sebuah cermin. Mengapa kita membutuhkan cermin? Karena kita ingin berpenampilan menarik dan memperbaiki suatu hal yang jelek yang terdapat di wajah atau tubuh kita. Kita tidak mungkin bepergian dengan penampilan acak-acakan dan kotor. Kita perlu merapikan rambut dan pakaian kita. Cermin adalah alat yang paling "jujur" untuk menampakkan kepada kita diri kita yang sesungguhnya. Tanpa cermin, kita tidak akan tahu jika ada sesuatu yang membuat wajah kita kotor, dan kita tidak bisa membersihkannya dengan baik, kecuali jika orang lain membantu kita. Jadi, cermin sangatlah membantu kita untuk memperbaiki penampilan kita agar menjadi lebih baik, rapi, bersih, dan menarik. Tidak hanya becermin secara fisik, namun kita juga harus sering becermin terhadap kepribadian kita. Bagaimanakah kita bersikap kepada orang lain? Apakah kelakuan kita sudah mencerminkan pribadi Yesus sendiri atau mencerminkan kedagingan saja? Jangan sampai kita bisa menilai dan menghakimi orang lain, padahal diri kita sendiri masih banyak sekali kekurangan. Yesus memberikan perumpamaan yang serupa dengan hal ini, yaitu mengenai orang yang melihat selumbar di mata saudaranya, tetapi balok di matanya sendiri tidak kelihatan. Artinya, orang tersebut pandai mencari kesalahan atau kejelekan orang lain, namun kelakuan jeleknya sendiri tidak pernah ia ketahui dan ia perbaiki. Di sini Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak menjadi orang yang munafik. Setiap manusia pasti memiliki sifat yang baik dan sifat yang buruk pula. Sifat dan kebiasaan yang buruk itu harus kita perbaiki dan kita hilangkan. Namun, terkadang kita masih melakukan kesalahan. Karena itu, nasihat dari orang lain sangatlah kita butuhkan. Gunakanlah semua itu sebagai sarana untuk memperbaiki diri sendiri. Anggaplah teguran, nasihat, dan saran dari orang lain sebagai cermin, sehingga kita bisa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki, dirapikan, dan dibersihkan dari diri kita. "Karena siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Ams 10:17). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku memiliki hidup yang dapat mencerminkan kepribadian-Mu sehingga hidupku dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).
Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, perhatian dunia tertuju pada satu titik krusial: Selat Hormuz—jalur sempit yang dilalui hampir seperlima pasokan minyak dunia.Iran memang tidak sepenuhnya menutup jalur ini. Namun, ada satu pesan tegas: hanya negara yang dianggap “bukan musuh” dan mematuhi aturan mereka yang bisa melintas. Lalu muncul pertanyaan penting… bagaimana dengan Indonesia?Faktanya, Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang secara eksplisit diberi akses khusus. Artinya, posisi Indonesia berada di wilayah abu-abu—tidak dilarang, tapi juga tidak dijamin aman.Situasi ini bukan sekadar soal diplomasi… tapi soal energi, ekonomi, dan stabilitas nasional. Jika jalur ini terganggu, pasokan minyak Indonesia bisa ikut terdampak, bahkan lebih dari 20 persen. Jadi, apa yang harus dilakukan?Indonesia harus bermain cerdas.Memperkuat diplomasi, menjaga posisi netral, dan memastikan hubungan tetap terbuka dengan semua pihak.Di saat yang sama, pemerintah perlu menyiapkan langkah darurat—mulai dari diversifikasi sumber energi, hingga strategi logistik alternatif.Karena di dunia yang penuh ketegangan ini…yang paling bertahan bukan yang paling kuat,tapi yang paling siap.TALK :: Pakar Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Agus Haryanto, S.IP, M.Si & Pengamat Ekonomi, Irwan Ibrahim
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KARAKTER PARA PENULISDiambil dari: Amsal 11:3 “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusakkan oleh kecurangannya.”Wonder Kids, pernah dengar cerita tentang anak yang berteriak, “Serigala! Serigala!” padahal tidak ada serigala? Lama-lama, orang tidak percaya lagi kepadanya. Tetapi ketika serigala benar-benar datang, tidak ada yang percaya.Cerita itu mengajarkan kita bahwa orang yang suka berbohong tidak bisa dipercaya.Sekarang kita pikirkan para penulis Injil. Mereka menulis tentang Yesus, tetapi hidup mereka sendiri menunjukkan bahwa mereka orang-orang yang jujur dan berani mengatakan kebenaran, walaupun itu membuat mereka menderita.Mereka tidak mendapatkan uang atau kekuasaan karena menulis tentang Yesus. Justru sebaliknya, banyak dari mereka dipenjara, dianiaya, bahkan dibunuh karena memberitakan Injil. Kalau mereka berbohong, tentu mereka tidak mau menderita seperti itu.Artinya, para penulis Injil tidak sedang mengarang cerita. Mereka menulis apa yang benar-benar mereka lihat dan dengar, karena mereka mengasihi kebenaran lebih daripada kenyamanan hidup.Wonder Kids, Tuhan mau kita juga menjadi anak-anak yang jujur. Mengikuti Yesus berarti belajar berkata benar, meskipun itu sulit.Lebih baik berkata jujur dan dimarahi, daripada berbohong dan kelihatan baik di luar tetapi salah di dalam.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau hari ini kamu melakukan kesalahan, cobalah berkata jujur kepada orang tua atau gurumu. Mintalah ampun kepada Tuhan dan belajarlah hidup benar.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarkan kami untuk hidup jujur. Tolong aku supaya berani berkata benar, tidak suka berbohong, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, pengikut Yesus dikenal bukan karena pintar beralasan, tetapi karena hidup jujur dan benar. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KEMAMPUAN MENGINGATDiambil dari: Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”Wonder Kids, pada zaman dahulu belum ada buku cetak seperti sekarang, apalagi komputer atau ponsel. Banyak cerita penting diajarkan dari mulut ke mulut. Orang tua mengajarkan kepada anak-anak, guru mengajarkan kepada murid-murid, dan semua orang mengulanginya terus-menerus supaya tidak lupa.Begitu juga dengan cerita tentang Yesus. Kisah tentang hidup dan ajaran Yesus diceritakan berkali-kali oleh para murid kepada banyak orang sebelum akhirnya ditulis dalam Injil. Karena sering diceritakan, orang-orang bisa mengingat dengan baik apa yang Yesus lakukan dan ajarkan.Dalam budaya pada waktu itu, ada bagian-bagian cerita yang selalu diingat dan diulang dengan sama. Kalau ada yang salah mengingat, orang lain akan mengoreksi. Dengan cara ini, cerita tentang Yesus tetap terjaga dengan benar.Artinya, Injil tidak ditulis asal-asalan. Cerita tentang Yesus sudah dihafalkan, diajarkan, dan dijaga kebenarannya sejak awal oleh banyak orang.Wonder Kids, Tuhan mau firman-Nya bukan hanya ditulis di buku, tetapi juga diingat di hati kita. Kita diajak untuk sering membaca Alkitab, mendengarkan firman Tuhan, dan mengulanginya supaya kita semakin mengenal Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba hafalkan satu ayat Alkitab hari ini atau ceritakan kembali satu kisah tentang Yesus kepada orang lain, misalnya kepada orang tua atau teman.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu diajarkan dan dijaga dengan baik sejak dahulu. Tolong aku supaya rajin membaca, mengingat, dan melakukan firman-Mu dalam hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, firman Tuhan dijaga dengan baik supaya kita bisa mengenal Yesus dengan benar. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 17 Maret 2026Bacaan: "Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya." (Markus 10:22)Renungan: Suatu ketika datanglah seorang kaya kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Lalu, Yesus mengutip berbagai larangan berbuat jahat yang harus dihindari. Orang kaya ini berkata, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Artinya, orang kaya ini telah mengisi sebagian besar waktunya dengan kehidupan yang disertai akhlak dan moral yang baik. Yesus memandang penuh kasih dan berkata, "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin... Datanglah kemari dan ikutlah Aku." Ia yang datang dengan antusias yang tinggi, bahkan dikatakan ia berlari-lari dan bertelut di hadapan Yesus, namun kini, orang kaya ini berlalu dengan langkah yang berat karena hartanya banyak. la datang dengan sebuah pertanyaan yang bagus namun tidak siap untuk mendengarkan jawaban Yesus. Berapa banyak di antara kita yang memiliki sikap seperti orang kaya ini. Kita datang ke hadapan Tuhan dengan berbagai kerinduan hati yang bagus, namun kita tidak siap menerima jawaban dari Tuhan. Persis seperti yang terjadi dengan orang kaya ini! la rindu diselamatkan namun tidak rela menukarkan harta duniawinya dengan harta sorgawi. Padahal Yesus telah mengatakan, "Berikanlah itu kepada orang-orang miskin maka engkau akan beroleh harta di sorga. "Demikian pula dengan permasalahan orang percaya saat ini. Rindu untuk diberkati secara jasmani namun sulit untuk memberi. Padahal firman Tuhan berkata, "Berilah dan kamu akan diberi. "Kita rindu untuk dipakai oleh Tuhan namun hitung-hitungan dalam memberikan waktu dan tenaga yang terbaik untuk Tuhan. Sementara firman Tuhan memerintahkan, "Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." (Rm 12:11). Kita rindu untuk mengalami pertumbuhan rohani yang terus diperbaharui, namun kita malas membaca firman Tuhan. Sedangkan Mat 4:4 menegaskan, "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman Tuhan yang keluar dari mulut Allah." Apa yang menjadi kerinduan hati kita saat ini di hadapan Tuhan? Mari belajar menyiapkan hati kita untuk mau menerima dan melakukan apa yang firman Tuhan katakan. Hindarilah sikap hati seperti orang kaya ini yang berharap mendapatkan jawaban bagi kerinduan hatinya sesuai dengan konsep pikirannya sendiri. Akhirnya, kerinduan orang kaya ini tinggal hanya kerinduan karena ia tidak mau menyelaraskan hidupnya kepada perkataan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sering kali aku hanya memiliki kerinduan untuk diberkati oleh Mu namun hati ku jauh untuk mau taat kepada-Mu. Ampunilah aku ya Tuhan. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT KORINTUSDiambil dari: 1 Korintus 10:23–24 “Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorang pun mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.”Wonder Kids, Paulus tinggal cukup lama di kota Korintus dan mendirikan gereja di sana. Kota Korintus terkenal sebagai kota yang ramai dan penuh kesenangan. Banyak orang hidup hanya untuk diri mereka sendiri dan tidak peduli kepada orang lain.Sayangnya, cara hidup seperti itu mempengaruhi sebagian jemaat di Korintus. Mereka sudah percaya kepada Yesus, tetapi masih sering mementingkan diri sendiri. Mereka berpikir, “Kalau aku mau melakukan sesuatu dan itu tidak salah, ya aku lakukan saja.” Mereka lupa bahwa sebagai anak Tuhan, mereka harus memikirkan juga orang lain.Paulus mengingatkan mereka bahwa tidak semua hal yang boleh dilakukan itu baik untuk dilakukan. Ada hal-hal yang bisa melukai hati orang lain atau membuat orang lain jatuh dalam dosa.Yesus mengajarkan kita untuk tidak hidup hanya untuk diri sendiri. Yesus berkata bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia harus menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari. Artinya, kita belajar berkata “tidak” pada keinginan diri sendiri supaya bisa mengasihi orang lain.Wonder Kids, hidup sebagai orang Kristen berarti belajar memikirkan orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Kita diajar untuk peduli kepada teman, membantu orang yang membutuhkan, dan tidak egois.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Coba pikirkan satu hal hari ini yang bisa kamu lakukan untuk menolong orang lain, meskipun itu berarti kamu harus mengalah atau berbagi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk tidak hidup egois. Tolong aku supaya mau memikirkan orang lain dan belajar mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Mengasihi Yesus berarti belajar mengasihi orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENGAKU SEBAGAI ALLAHDiambil dari: Yohanes 8:58 “Yesus berkata kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.'”Wonder Kids, banyak orang Yahudi menantikan Mesias yang akan mengalahkan bangsa Romawi dan mendirikan kerajaan di bumi. Karena itu, ketika Yesus datang, mereka kecewa. Yesus tidak memimpin pasukan atau menjadi raja dunia. Ia mengajar, menolong orang sakit, dan berbicara tentang Kerajaan Allah.Banyak orang bingung: Siapakah Yesus sebenarnya? Dalam Yohanes 8, orang-orang bertanya kepada Yesus tentang siapa diri-Nya. Lalu Yesus berkata sesuatu yang sangat mengejutkan: “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”Kalimat ini sangat penting. Yesus sedang mengingatkan mereka pada kisah Musa di padang gurun. Ketika Musa bertanya kepada Allah tentang nama-Nya, Allah menjawab, “AKU ADALAH AKU.” (Keluaran 3:14). Dengan mengatakan “Aku telah ada”, Yesus sedang menyatakan bahwa Ia adalah Allah sendiri.Artinya, Yesus bukan hanya guru yang baik atau nabi. Yesus adalah Allah yang datang ke dunia menjadi manusia. Ia selalu ada sejak kekal dan tidak pernah berubah.Wonder Kids, mungkin kita tidak selalu mengerti semua perkataan Yesus, tetapi kebenarannya tetap sama. Kita boleh bertanya dan belajar, tetapi kita perlu percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Kalau kamu bingung tentang Yesus, jangan menjauh. Datanglah kepada Tuhan lewat doa dan firman-Nya. Percayalah bahwa Yesus adalah Allah yang mengasihimu dan selalu ada untukmu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang hidup. Tolong aku supaya sungguh-sungguh percaya bahwa Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Tolong aku untuk terus belajar mengenal-Mu lebih dalam. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus bukan hanya guru yang baik, tetapi Allah yang datang untuk menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 24 Februari 2026Bacaan: "Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya." (Matius 6:20) Renungan: Pada tahun 1957, majalah Fortune menobatkan Paul Getty sebagai orang terkaya di dunia. Namun demikian, Getty tidak suka dengan ketenarannya sebagai orang terkaya. Bukan karena ia seorang yang rendah hati, tetapi karena ia terlalu pelit untuk berurusan dengan orang-orang yang meminta bantuannya. la pindah ke Sutton Place hanya karena biaya hidup yang lebih murah daripada di London. la bahkan mencuci bajunya sendiri hanya karena tidak ingin mengeluarkan uang untuk laundry. la menolak membayar uang tebusan ketika cucunya diculik, sampai akhirnya telinga cucunya dikirim lewat pos. Namun sebaliknya, salah satu anaknya, yang menerima harta warisan Getty, menyumbangkan kekayaannya dan berkata, "Saya sumbangkan uang ini bagi orang-orang yang jauh lebih membutuhkan daripada saya. " Demikianlah kemurahan hati adalah sebuah proses pengalihan diri dari diri sendiri kepada orang lain. Salomo dengan tegas berkata dalam Ams 3:27, "Janganlah menahan kebaikan daripada orang-orang yang berhak menerimanya padahal engkau mampu melakukannya." Artinya kita selalu memiliki keterbukaan hati untuk selalu berbagi dengan orang lain. Kita belajar memunculkan potensi diri kita untuk selalu berbagi. Memberi menjadi prioritas dan sukacita kehidupan kita. Seseorang pernah berkata, "Lakukan semua kebaikan yang dapat kita lakukan bagi orang-orang di sekitar kita sebanyak mungkin, dengan berbagai cara dan jalan yang dapat kita lakukan. Dengan kata lain, temukan alasan untuk selalu berbagi karena kemegahan kehidupan ini tidaklah terletak pada apa yang dapat kita raih, melainkan pada apa yang dapat kita beri. Mari kita keluar dari jalan kehidupan orang kaya yang bodoh yang dikisahkan oleh Yesus, dan mulai belajar mengosongkan lumbung-lumbung yang ada, dan menemukan berbagai jalan untuk berbagi dengan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bermurah hati memang bukan hal yang mudah, namun aku rindu melakukannya. Berikanlah aku hati yang peduli kepada sesamaku yang membutuhkan, seperti hati-Mu sendiri yang penuh dengan belas kasihan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 28 Desember 2025Bacaan: "Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya, maka tinggallah Ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." (Kejadian 39:2)Renungan: Edwin Cole berkata, "Anda tidak tenggelam karena jatuh ke dalam air, kecuali anda tetap tinggal di dalam air. Umumnya ketika seseorang sudah merasa nyaman, Ia tidak suka akan perubahan. Mereka yang berada dalam zona nyaman, akan menganggap perubahan seperti langit yang akan runtuh. Artinya perubahan tersebut begitu mengagetkan sekaligus mendatangkan ketakutan yang hebat. Sebagai contoh seorang karyawan yang di PHK, orang yang tadinya kaya sekarang jatuh miskin, anak pandai tapi nilainya hancur. Perubahan seperti ini dapat membuat orang menjadi putus asa. sehingga tidak bisa melihat peluang yang lebih baik di depannya. Kisah Yusuf mengingatkan kita untuk tidak takut terhadap perubahan apapun selama kita berpaut pada Tuhan. Terkadang untuk menyatakan kuasa dan mujizatNya, Tuhan menghendaki kita untuk berani melangkah dan meninggalkan kenyamanan kita. Tuhan lebih besar dari segalanya. Ia sanggup melakukan yang lebih baik dan lebih besar ketika kita berserah kepada-Nya. Dibalik tantangan, perubahan atau kesulitan terdapat kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Perubahan tidak selamanya berarti kemunduran, tetapi bisa berarti kemajuan. Jika saat ini Tuhan mengizinkan kita mengalami perubahan dalam bidang tertentu, melangkahlah dengan berani. Jangan tinggal dalam bayang-bayang masa lalu, karena itu akan menghambat langkah kita untuk meraih keberhasilan berikutnya. Percayalah, bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:24). Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk dapat menerima setiap perubahan yang terjadi dalam hidupku. Aku percaya, jika Engkau melepaskan aku dari kenyamananku, pekerjaanku. kesalahanku hari ini, Engkau sudah mempersiapkan sesuatu yang baru, yang lebih indah untuk masa depanku. Penuhilah aku dengan Roh Kekuatan Mu, agar apapun yang akan terjadi hari ini, adalah perbaikan yang harus kujalani untuk menggapai masa depan yang penuh harapan bersama-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 Desember 2025Bacaan: "Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. " (Markus 10:22) Renungan: Suatu ketika datanglah seorang kaya kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Lalu, Yesus mengutip berbagai larangan berbuat jahat yang harus dihindari. Orang kaya ini berkata, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Artinya, orang kaya ini telah mengisi sebagian besar waktunya dengan kehidupan yang disertai akhlak dan moral yang baik. Yesus memandang penuh kasih dan berkata, "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin... Datanglah kemari dan ikutlah Aku." la yang datang dengan antusias yang tinggi, bahkan dikatakan ia berlari-lari dan bertelut di hadapan Yesus. Namun kini, orang kaya ini berlalu dengan langkah yang berat karena hartanya banyak. Ia datang dengan sebuah pertanyaan yang bagus namun tidak siap untuk mendengarkan jawaban Yesus. Berapa banyak di antara kita yang memiliki sikap seperti orang kaya ini. Kita datang ke hadapan Tuhan dengan berbagai kerinduan hati yang bagus, namun kita tidak siap menerima jawaban dari Tuhan. Persis seperti yang terjadi dengan orang kaya ini! la rindu diselamatkan namun tidak rela menukarkan harta duniawinya dengan harta sorgawi. Pada-hal Yesus telah mengatakan, "Berikanlah itu kepada orang-orang miskin maka engkau akan beroleh harta di sorga. Apa yang menjadi kerinduan hati kita saat ini di hadapan Tuhan? Mari belajar menyiapkan hati kita untuk mau menerima dan melakukan apa yang firman Tuhan katakan. Hindarilah sikap hati seperti orang kaya ini yang berharap mendapatkan jawaban bagi kerinduan hatinya sesuai dengan konsep pikirannya sendiri. Akhirnya, kerinduan orang kaya ini tinggal hanya kerinduan karena ia tidak mau menyelaraskan hidupnya kepada perkataan Tuhan. Ingatlah bahwa firman Tuhan adalah peraturan hidup yang akan menuntun kita kepada kesempurnaan. Bukan konsep kita, bukan cara kita, tapi konsep dan cara Tuhan. Ams 16:20 mengingatkan kita, "Siapa memperhatikan firman akan mendapatkan kebaikan." Orang kaya ini gagal menukarkan harta dunianya dengan harta sorgawi karena ia tidak memperhatikan firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa Tuhan Yesus, sering kali aku hanya memiliki kerinduan untuk diberkati oleh-Mu namun hatiku jauh dari mau taat kepada-Mu. Jamahlah hatiku, lepaskan kesombongan dan keegoisan dalam hatiku, gantikan dengan rahmat kerendahan hati, sehingga aku dapat taat untuk melakukan kehendak-Mu. Amin. (Dod).