POPULARITY
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti Penampakan YesusDiambil dari: Yohanes 20:29 “Kata Yesus kepadanya: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.'”Wonder Kids, setelah mempelajari kubur yang kosong, kita perlu melihat bukti lain tentang kebangkitan Yesus, yaitu penampakan-Nya kepada banyak orang. Sesudah bangkit, Yesus memperlihatkan diri kepada Maria Magdalena, para murid, Tomas, dan banyak orang lainnya.Ada orang yang berkata, “Tetapi tidak ada seorang pun yang berada di dalam kubur dan melihat saat tubuh Yesus mulai hidup kembali.” Memang benar, Alkitab tidak menceritakan ada orang yang menyaksikan tepat pada detik Yesus bangkit. Namun, apakah itu berarti kebangkitan-Nya tidak dapat dipercaya? Tentu tidak.Coba bayangkan polisi menemukan sebuah rumah yang sudah dibobol. Tidak ada polisi yang melihat langsung ketika pencuri masuk. Namun, mereka dapat memeriksa pintu yang rusak, sidik jari, rekaman kamera, dan barang yang hilang. Dari berbagai bukti itu, mereka dapat mengetahui apa yang terjadi.Begitu juga dengan kebangkitan Yesus. Tidak ada orang yang melihat saat tubuh-Nya hidup kembali di dalam kubur. Namun, mereka menemukan batu sudah terguling, kubur sudah kosong, dan kain kafan tertinggal. Sesudah itu, banyak orang bertemu dengan Yesus yang hidup. Mereka berbicara dengan-Nya, menyentuh-Nya, bahkan makan bersama-Nya.Para murid yang sebelumnya takut dan bersembunyi juga berubah menjadi saksi yang berani. Mereka rela menghadapi penderitaan karena yakin bahwa Yesus benar-benar hidup. Bukti-bukti ini menolong kita menyimpulkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita buatan.Wonder Kids, kita memang tidak melihat Yesus dengan mata seperti para murid. Namun, Tuhan memberikan kesaksian yang cukup supaya kita dapat percaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu alasan mengapa kamu percaya bahwa Yesus sungguh bangkit, lalu ceritakan kepada seseorang.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk bukti-bukti kebangkitan-Mu. Tolong aku percaya kepada-Mu dan berani menceritakan bahwa Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita tidak melihat saat Yesus keluar dari kubur, tetapi kubur kosong dan penampakan-Nya membuktikan bahwa Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
GKP Jemaat BandungMinggu, 13 September 2026 pukul 07.00 WIBTema : "Sabda Ilahi Menginspirasi Budaya Digital"Bacaan Alkitab : Yohanes 1:14Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.@GKP Bandung September 2026-----------Musik Pengiring Opening : Ruly Rinaldi Siregar -----------Pengisi Pujian :- Kebaktian 1 : PS Gloria - Kebaktian 2 : - Kebaktian Rehuel :
Kebaktian 2 Minggu XVI Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 13 September 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Sabda Ilahi Menginspirasi Budaya Digital"Bacaan Alkitab : Yohanes 1:14Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.@GKP Bandung September 2026
Kebaktian 1 Minggu XIV Sesudah PentakostaBulan Budaya - Nuansa Budaya BugisGKP Jemaat BandungMinggu, 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIBTema : "Mengingat Untuk Mengampuni"Bacaan Alkitab : Kejadian 45 : 1-28Pelayan Firman : Vik. Norman Kyrieleison Nainggolan, S.Si.@GKP Bandung Agustus 2026
Khotbah kebaktian 2 Minggu XIV Sesudah PentakostaBulan Budaya - Nuansa Budaya BugisGKP Jemaat BandungMinggu, 30 Agustus 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Mengingat Untuk Mengampuni"Bacaan Alkitab : Kejadian 45 : 1-28Pelayan Firman : Pdt. Cliff Edward Kasakeyan, S.Si.@GKP Bandung Agustus 2026
Kebaktian 1Minggu XIII Sesudah PentakostaBulan Budaya - Nuansa Budaya AcehGKP Jemaat BandungMinggu, 23 Agustus 2026 pukul 07.00 WIBTema : "Menurut Kamu Siapakah Aku"Bacaan Alkitab : Matius 16:13-20 Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Agustus 2026
Kebaktian 2 Minggu XIII Sesudah Pentakosta Bulan Budaya - Nuansa Budaya Aceh GKP Jemaat Bandung Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 09.30 WIB Tema : "Menurut Kamu Siapakah Aku"Bacaan Alkitab : Matius 16:13-20 Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Agustus 2026
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 23 Agustus 2026Bacaan:"Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40) Renungan: Suatu ketika sepasang suami-istri pulang berpergian bersama. Mereka kemudian mampir ke sebuah toko roti. Sang suami mengambil roti kesukaannya, yaitu roti daging isi tiga. Sesudah membayar mereka segera melanjutkan perjalanan. Setibanya di lampu merah, sang istri melihat seorang anak kecil menghampiri mobil mereka dan berharap beberapa keping uang. Sang istri langsung menolaknya, namun tanpa ia perhatikan suaminya memotong roti isinya dan menyuruh istrinya memberikannya kepada gadis kecil tadi. Langsung saja sang istri berteriak memanggilnya dan anak itu kembali mendekatinya. Setelah di berikannya roti, anak kecil itu mengucapkan terimakasih dan berlalu. Namun, diam-diam ia masih memperhatikan suami istri tersebut. Ia menghampiri seorang ibu dengan pakaian lusuh dan memberikan setengah roti tersebut kepadanya, sambil menunjuk mobil yang ditumpangi suami istri tersebut. Saat akan melanjutkan perjalanan, suami istri tersebut melihat anak dan ibu tadi tersenyum ke arah mereka. Sebenarnya, berbagi kasih tidaklah terlalu sulit, cukup mulai dari apa yang kita punya, kita bisa membagi kasih itu. Tak perlu hal yang besar untuk membuat orang lain bahagia, cukup dengan hal yang sederhana namun disertai dengan ketulusan. Seperti firman Tuhan berkata, apa yang kau lakukan untuk saudaraku yang paling hina ini kamu sudah melakukannya juga untuk Aku. Jadi, dimanapun kita berada, di sekolah, di lingkungan kerja, di lingkungan pelayanan, bahkan dimanapun, mari mulai menjadi berkat untuk hal yang kecil, maka kita akan melihat orang lain bahagia dengan apa yang kita perbuat. Karena yang membuat kita menjadi orang hebat, bukan karena kita melakukan hal-hal yang besar dan luar biasa, namun yang menjadikan kita hebat adalah disaat kita melakukan hal-hal yang kecil, namun dengan Kasih yang Besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah hatiku dengan belas kasih-Mu, sehingga aku selalu tergerak untuk menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Amin. (Dod).
Khotbah Kebaktian 2 Minggu XII Sesudah PentakostaBulan Budaya - Nuansa Budaya SundaGKP Jemaat BandungMinggu, 16 Agustus 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Terbentur lalu Terbentuk"Bacaan Alkitab : Yeremia 15:10-21 Pelayan Firman : Pdt. Em. Aam R. Sairoen, S.Th., M.Min.@GKP Bandung Agustus 2026
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bagaimana Tubuh Bereaksi terhadap Kehilangan DarahDiambil dari: Yohanes 19:28 “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai untuk menggenapkan yang ada dalam Kitab Suci, berkatalah Ia: ‘Aku haus!'”Wonder Kids, sebelum paku ditancapkan ke tangan dan kaki-Nya, Tuhan Yesus sudah mengalami banyak penderitaan. Ia sangat tertekan di taman Getsemani, lalu dicambuk dengan kejam, dihina, dan dipermalukan. Semua itu membuat tubuh-Nya sangat lemah dan kehilangan banyak darah.Kalau seseorang kehilangan banyak darah, tubuhnya akan bereaksi. Jantungnya akan berdetak lebih cepat supaya darah yang tersisa tetap bisa mengalir. Orang itu bisa menjadi lemah, pusing, gemetar, dan sangat haus. Tubuhnya merasa sangat membutuhkan cairan karena darah yang hilang harus diganti. Itulah sebabnya, di kayu salib, Yesus berkata, “Aku haus.”Ini menunjukkan lagi bahwa penderitaan Yesus itu sungguh nyata. Yesus tidak hanya tampak menderita dari luar. Tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit, kelemahan, dan kehausan yang sangat berat. Yesus bukan menjalani semua itu seperti sandiwara. Ia sungguh menderita sebagai manusia sejati.Wah, Wonder Kids, ini membuat kita makin melihat betapa besar kasih Yesus. Ia rela menanggung semua itu untuk kita. Setiap rasa haus, setiap luka, setiap tetes darah, semuanya menunjukkan bahwa keselamatan kita bukan sesuatu yang murah. Yesus membayarnya dengan penderitaan yang nyata.Kadang-kadang saat kita haus atau sakit sedikit saja, kita sudah merasa tidak nyaman. Itu wajar. Tetapi renungan hari ini menolong kita berhenti sejenak dan memikirkan: betapa berat penderitaan Yesus di kayu salib. Ia tidak mundur. Ia tetap taat sampai akhir karena Ia mengasihi kita.Dan ada satu hal yang indah juga. Saat Yesus berkata, “Aku haus,” kita melihat bahwa Dia sungguh mengerti tubuh manusia. Jadi kalau kamu sakit, lemah, haus, atau capek, Yesus tahu rasanya. Dia bukan Tuhan yang jauh dari penderitaan manusia. Dia adalah Juruselamat yang pernah masuk ke dalam penderitaan itu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena penderitaan-Mu sungguh nyata dan semua itu Engkau tanggung karena kasih-Mu kepadaku. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi belajar bersyukur, mengasihi-Mu, dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu itu sungguh nyata dan sangat besar. Tuhan Yesus memberkati
Khotbah Kebaktian 1 Minggu XI Sesudah PentakostaBulan Budaya - Nusa Tenggara BaratGKP Jemaat BandungMinggu, 9 Agustus 2026 pukul 07.00 WIBTema : "Tuhan Mengiringi Kita"Bacaan Alkitab : 1 Raja-raja 19 : 1-18Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.@GKP Bandung Agustus 2026
Khotbah Kebaktian 2 Minggu XI Sesudah PentakostaBulan Budaya - Nusa Tenggara BaratGKP Jemaat BandungMinggu, 9 Agustus 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Tuhan Mengiringi Kita"Bacaan Alkitab : 1 Raja-raja 19 : 1-18Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.@GKP Bandung Agustus 2026
Kebaktian 1 Minggu X Sesudah Pentakosta GKP Jemaat Bandung Minggu, 02 Augst 2026 pukul 07.00 WIB Tema : "Ulat menjadi kupu - kupu "Bacaan Alkitab : Kejadian 32 : 22 - 32 (TB) Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Augst 2026
Kebaktian 2 Minggu X Sesudah PentakostaBulan Budaya - MinangGKP Jemaat BandungMinggu, 2 Agustus 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Ulat Menjadi Kupu-Kupu"Bacaan Alkitab : Kejadian 32:22-32Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Agustus 2026
Kebaktian 1 Minggu IX Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 26 Juli 2026 pukul 07.00 WIBTema : "Hati Yang Bijaksana"Bacaan Alkitab : 1 Raja-raja 3:1-15Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Yohanes Nyman, M.Si.@GKP Bandung Juli 2026
Khotbah Kebaktian 2 Minggu IX Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 26 Juli 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Hati Yang Bijaksana"Bacaan Alkitab : 1 Raja-raja 3:1-15Pelayan Firman : Sdr. Alphonso SImanullang@GKP Bandung Juli 2026
Kebaktian 2 Minggu VIII Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 19 Juli 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Aku Tuhan Yang Mengenal Dan Mengasihimu"Bacaan Alkitab : Yesaya 44:1-8Pelayan Firman : Pdt. Dr. Magyolin Carolina Tuasuun, M.Th.@GKP Bandung Juli 2026
Khotbah Kebaktian 2 Minggu VII Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 12 Juli 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Berbuah dalam Firman"Bacaan Alkitab : Matius 13:1-23Pelayan Firman : Pdt. Obertina M. Yohanis, M.Th.@GKP Bandung Juli 2026
Khotbah Kebaktian 1 Minggu VII Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 12 Juli 2026 pukul 07.00 WIBTema : "Berbuah dalam Firman"Bacaan Alkitab : Matius 13:1-23Pelayan Firman : Pdt. Obertina M. Yohanis, M.Th.@GKP Bandung Juli 2026
Kebaktian 1 Minggu VI Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungKebaktian Perjamuan Kudus & Pertukaran Pelayan FirmanMinggu, 5 Juli 2026 pukul 07.00 WIBTema : "Rendah Hati Dalam Tanggung Jawab Yang Besar"Bacaan Alkitab : Matius 11:25-30Pelayan Firman : Pdt. Em. Lelly Frida Sundoro, S.Th., M.Pd.@GKP Bandung Juli 2026
Kebaktian 2 Minggu VI Sesudah Pentakosta GKP Jemaat Bandung Kebaktian Perjamuan Kudus & Pertukaran Pelayan Firman Minggu, 5 Juli 2026 pukul 09.30 WIB Tema : "Rendah Hati Dalam Tanggung Jawab Yang Besar "Bacaan Alkitab : Matius 11:25-30 Pelayan Firman : Pdt. Em. Johan H Mentang, S.Th., @GKP Bandung Juli 2026
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Amos 7: 10-17; Mazmur tg 19: 8.9.10.11; Matius 9: 1-8.KESEMBUHAN TOTAL Renungan kita pada hari ini bertema: Kesembuhan Total. Ada seorang lelakiterkenal sebagai pengacau ulung di lingkungannya. Orang-orang di situ takutkepadanya. Ia mabuk seenaknya, pengguna sekaligus pengedar narkoba sangat aktifdan bertindak brutal kepada siapa pun yang menghalangi segala urusannya.Singkatnya, mental, moral dan imannya sudah sangat buruk. Namun pihak polisi akhirnya berhasil melumpuhkan dia setelah terjaditindakan kekerasan di wilayah itu dan ia sebagai tokoh utama kejadian tersebut.Kedua kakinya terkena tembakan peluru dan ia nyaris lumpuh total. Pada akhirnyaia melewatkan hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun di penjara. Wilayahnyamenjadi aman dan damai tanpa dia. Untuk kesekian kalinya lelaki ini dikunjungi pemimpin agamanya supaya iamemperoleh pembinaan rohani. Banyak sekali pengalaman rohani dan bimbinganmoral yang ia peroleh selama di penjara. Semua itu membantunya untuk membuathidupnya menjadi baru. Perlahan-lahan perubahan itu terjadi. Setelah keluarpenjara, ia sungguh seorang pribadi yang baru. Fisiknya menjadi segar dansehat, tutur kata, sopan santun, sikap hidup menjadi sangat baik.Pengetahuannya tentang kehidupan luas dan terbuka. Imannya tumbuh kembali. Pengalaman lelaki ini merupakan contoh tentang kesembuhan total. Jeniskesembuhan ini yang diinginkan Yesus Kristus, yang meliputi fisik, mental,rohani, relasi sosial. Yesus mengetahui bahwa orang yang disembuhkan itu penuhdengan dosa. Maka yang dilakukan-Nya pertama ialah menghapus dosa-dosanyadengan mengampuninya. Sesudah itu baru menyembuhkan dia dari sakit fisiknya danmemulihkan pikiran serta jiwanya. Banyak di antara kita ingin sembuh sebagian saja, bukan total. Mungkinmereka hanya mencari kesembuhan fisik atau mental tertentu sementara kesembuhandiri secara total diabaikan. Seorang mungkin telah sembuh dari stress dan sakit hati, namun ia masihdendam dan marah kepada orang yang telah mengecewakannya. Orang mungkin merasanyaman setelah menerima sakramen tobat, tetapi ia tidak menyesaliperbuatan-perbuatannya maka ia jatuh kembali ke dosa-dosa yang sama. Semua inimenandakan kesembuhan yang hanya sebagian. Dengan demikian berarti mereka masihsakit. Kita perlu menandai bagian-bagian mana di dalam diri kita yang masih belumdisembuhkan karena selama ini tidak diupayakan untuk sembuh. Bagian itu sangatmungkin menjadi penghalang untuk terjadinya kesembuhan total di dalam diriKita. Berikan perhatian kepadanya agar dapat sembuh total. Marilah kita berdoa...Dalam nama Bapa... Ya Bapa, jika ternyata masih ada bagian-bagian di dalam dirikami yang belum sembuh semuanya, karena kami cenderung mengelakkan diri untukdisembuhkan, berikanlah kami kesembuhannya. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
Kebaktian 1 Minggu V Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 28 Juni 2026 pukul 07.00 WIBTema : "JanjiMu kupegang"Bacaan Alkitab : Kejadian 22:1-19Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Juni 2026
Kebaktian 2 Minggu V Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 28 Juni 2026 pukul 09.30 WIBTema : "JanjiMu kupegang"Bacaan Alkitab : Kejadian 22:1-19Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Juni 2026
Kebaktian 2 Minggu IV Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungKebaktian Ekspresif KreatifMinggu, 21 Juni 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Bimbingan Tuhan Memulihkan Keluarga"Bacaan Alkitab : Kejadian 21:8-21Pelayan Firman : Pdt. Em. Krisna Ludia Suryadi, S.Th., PC@GKP Bandung Juni 2026
Khotbah Kebaktian 2 Minggu III Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 14 Juni 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Penggenapan Janji Allah Dalam Ketaatan Yang Teruji"Bacaan Alkitab : Kejadian 21:1-7Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.@GKP Bandung Juni 2026
Kebaktian 1 Minggu III Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 14 Juni 2026 pukul 07.00 WIBTema : "Penggenapan Janji Allah Dalam Ketaatan Yang Teruji"Bacaan Alkitab : Kejadian 21:1-7Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.@GKP Bandung Juni 2026
Sesudah 2 tahun abstracted-eh hiatus, Pak Kucing kembali dengan episode Rant and Review perdana di 2026!Bersama Melosic, ngebahas film dari web series yang akmi sudah tunggu-tunggu! Join us, as we delve into The Amazing Digital Circus, The Last Act movie!
Kebaktian 1 Minggu II Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 7 Juni 2026 pukul 07.00 WIBTema : "Ku Turut Kehendak Allahku"Bacaan Alkitab : Kejadian 12:1-9Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Juni 2026
Kebaktian 2 Minggu II Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 7 Juni 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Ku Turut Kehendak Allahku"Bacaan Alkitab : Kejadian 12:1-9Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Juni 2026-----------
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 22 Mei 2026Bacaan: Tetapi la berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." (Markus 6:38)Renungan: Louis Armstrong hidup sangat menderita dan serba kekurangan pada masa kecilnya. Sejak bayi, Louis sudah ditinggalkan oleh ayahnya. la baru bisa mengenyam pendidikan pada usia 12 tahun. Namun demikian, seorang guru musik Peter Davis menemukan potensi besar dalam diri Louis berupa kemampuan bermain terompet. Melihat potensi tersebut, Peter Davis mengasah bakatnya hingga Louis bisa sukses sebagai pemain terompet kelas dunia. Bacaan di atas mengisahkan kesuksesan para murid Yesus dalam menjamu ribuan orang, yang dimulai dari potensi kecil dan situasi krisis. Dikatakan demikian, situasi pada saat itu ada lima ribu orang lebih yang mendengarkan khotbah Yesus, dan Yesus menyuruh para murid untuk memberi mereka makan, sementara di tempat tersebut tidak ada orang yang berjualan. Menanggapi perintah itu, murid-murid bertanya kepada-Nya, "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Kemudian Yesus berkata, "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Ternyata masih ada potensi lima roti dan dua ikan. Potensi yang ada itu dibawa kepada Yesus, lalu didoakan dan dipecah-pecahkan-Nya, kemudian diberikan kepada para murid untuk dibagikan kepada banyak orang itu (ay. 41). Akhirnya, semua orang bisa makan dan kenyang, bahkan masih ada sisa 12 bakul. Apakah saat ini kita sedang dalam kondisi krisis, atau sedang menghadapi masalah besar dan seolah kita tidak berdaya? Jangan putus asa! Cobalah kita periksa, cari dan temukan potensi yang ada dalam diri maupun di luar diri kita. Jika sudah menemukannya, bawalah kepada Tuhan Yesus dan kerjakan apa yang menjadi bagian kita. Tuhan Yesus pasti sanggup melipatgandakannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan segenap bakat dan kemampuan yang aku miliki. Bantulah aku agar melalui berkat-Mu maka bakat dan kemampuan yang aku miliki dapat berkembang dan berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Tania MCFSM dan Sr Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 9b-14; Mazmur tg 86: 1-2.3-4.5-6; Lukas 5: 27-32.PUASA BERBUAHPEMBAHARUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Puasa BerbuahPembaharuan. Kemarin kita diterangi dalam renungan bahwa puasa kita di dalammasa Pra Paskah ini dilakukan melalui beramal dan berdoa. Ini merupakancara-cara kita berpuasa. Lalu hal berikut yang amat penting ialah buah atauhasil melakukan puasa. Apakah yang didapatkan setelah melakukan puasa? Hari inikita merenungkan bahwa dengan berpuasa orang mendapatkan pembaharuan hidup. Nabi Yesaya mengatakan bahwa orang yang berhentimenyusahkan dan menyakiti sesamanya, lalu berbalik untuk berbuat baik danberamal kasih kepada sesamanya itu, pembaharuan yang ia peroleh adalah TuhanAllah berkenan kepadanya. Tuhan akan menuntunnya senantiasa. Tuhan akanmemuaskan semua kepentingannya untuk menjadi bahagia dan selamat di dalamkehidupannya. Pembaharuan ini berkaitan dengan kehidupan rohaninya yangberkembang, di mana hubungannya dengan Tuhan ialah dalam satu keterikatan yangmenyatu. Dasarnya ialah karena ia melakukan semua perbuatan Tuhan sendiri. Yang digambarkan oleh Yesaya ini terungkap dengan sangatjelas dalam pengalaman orang-orang yang mengalami sendiri hidup dan bekerjabersama Yesus Kristus. Kita semua yang berada di dalam Gereja saat ini jugadalam situasi yang berbeda-beda memiliki pengalaman ini, terlebih-lebih selamamasa Pra Paskah, kita ingin memantapkan dan memperkuat hubungan kita denganTuhan untuk semakin menyatu dengan-Nya. Syaratnya ialah bertahan dalam iman dankesetiaan menjadi murid-murid Tuhan yang baik seperti para rasul. Pembaharuan hidup yang dampaknya kuat bagi diri seseorangatau dalam suatu kebersamaan dengan orang lain ialah pertobatan. Tandanya ialahorang meninggalkan hidup yang lama dalam kegelapan dosa dan memilih hidup barudi dalam Tuhan. Melalui berpuasa, yaitu pengalaman berjumpa dan hidup bersamadengan Tuhan, kekuatan pengaruh-Nya dapat mengubah jalan hidup seseorang.Pengalaman ini ditunjukkan oleh Lewi, si pemungut cukai yang bertemu denganYesus dan selanjutnya mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Si pemungutcukai ini kemudian menjadi salah satu dari ke-12 rasul Yesus. Jika puasa dalam masa Pra Paskah ini belum menunjukkantanda-tanda akan ada pertobatan di dalam diri Anda dan keluarga atau kelompokAnda, memasuki minggu pertama Pra Paskah kiranya dapat dibuatkan suatuperencanaan dalam menata kehidupan baik pribadi maupun bersama. Perencanaan itumesti dapat dikonkretkan untuk suatu pertobatan yang kemudian diwujudkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha rahim,terangi perjalanan hidup kami pribadi dan bersama di dalam masa Pra Paskah ini,sehingga kami berjalan di dalam terang untuk pertobatan kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Renungan SeRoJa, Sabtu sesudah Rabu Abu, 21 Februari2026
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Kristin MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 1-9a; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.18-19; Matius 9: 14-15.BERPUASA DALAMBERAMAL DAN BERDOA Renungan kita pada hari ini bertema: Berpuasa DalamBeramal dan Berdoa. Tiga kesalehan standar yang telah kita sebutkan kemarin,masing-masingnya tidak berdiri sendiri. Berdoa bukanlah suatu tindakan yangtidak punya kaitan dengan berpuasa dan beramal. Demikian juga berpuasa danberamal. Satu perbuatan saleh membutuhkan dua lainnya supaya menjadikanseseorang saleh dan benar di hadapan Tuhan Allah dan menjadi suri teladan bagisesamanya. Renungan ini ingin membawa perhatian kita kepada berpuasayang kita lakukan melalui tindakan amal dan berdoa. Di dalam setiap perbuatankasih itu seseorang menjalankan puasanya. Demikian juga di dalam kesempatanberdoa, seseorang mengisi dan memperkuatkan puasanya. Kedua bacaan kita padahari ini menerangi iman kita tentang berpuasa dalam beramal dan berdoa. Kitab nabi Yesaya menegaskan bahwa perbuatan puasa yangsangat mengena dalam hidup bersama dan sesuai dengan kehendak Allah ialahmembuka belenggu-belenggu kelaliman. Semua bentuk kehidupan yang tertindas danterbelenggu harus dihilangkan. Perbuatan atau perilaku yang memperdayai danmenyusahkan sesama harus dihentikan. Orang-orang lapar dan haus diberikankepuasan raga mereka. Yang tidak mempunyai rumah diberikan tumpangan. Yangtidak mempunyai pakaian dipakaikan pakaian yang perlu. Semua yang dikatakan nabi dibuat begitu konkret oleh Yesusyang menjalankan misi Bapa Allah dengan ditemani oleh para rasul. Selain pararasul, ada begitu banyak murid yang mengikuti dan menyertai-Nya ke mana saja Iapergi dan dalam setiap kesempatan keberadaan-Nya. Hidup bersama dengan TuhanYesus ialah memandang Dia, berbicara dengan Dia, mendengar Dia, bersentuhandengan Dia, mengakui Dia, percaya kepada-Nya, dan berikhtiar untuk tetapbersama Dia sampai mati. Ini semua adalah kenyataan setiap saat hidup bersamadan dalam Tuhan yang memenuhi semua kriteria doa. Oleh karena itu Yesus memberikan pencerahan kepada kitabahwa, berpuasa yang benar dan sesungguhnya ialah melakukan tindakan-tindakanbersama dan di dalam Tuhan. Kehadiran-Nya menjiwai seluruh hidup kita. JikaTuhan sudah merelakan diri-Nya berada bersama kita, lalu mengapa manusiamengarang-ngarang caranya untuk berpuasa? Semua tindakan berpuasa itusebenarnya untuk siapa, padahal Tuhan yang disembah dan dimuliakan itu beradadi tengah-tengah umat-Nya? Jadi dengan berada dan bersama Tuhan, kita menjalankantindakan kasih yang dilakukan atas nama Dia, sambil berbicara dan berinteraksidengan Dia yang menguatkan kita melalui sabda dan berkat-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah maha benar,perkuatkanlah ketetapan hati kami untuk menekuni disiplin iman kami di dalammasa penuh rahmat ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Renungan SeRoJa, Jumat sesudah Rabu Abu, 20 Februari 2026
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Kresen MCFSM dan Sr Krista MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Fransiskus Catholic Center di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Ulangan 30: 15-20; Mazmur tg 1: 1-2.3.4.6; Lukas 9: 22-25.MEMILIH BERKAT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Berkat.Setelah Rabu Abu, liturgi hari pertama yang menyusulnya mengajak kita untukmerenungkan tentang berkat Allah. Masa Pra Paskah sangat spesial mengenaidisiplin beriman dengan tuntutan volume dan kualitas yang lebih kuat kalaudibandingkan dengan masa-masa liturgi lainnya. Maka berkat Tuhan sangat kitaperlukan demi terwujudnya proses pendisiplinan ini hanya karena Tuhan berkenandengan berkat-Nya bagi setiap orang yang mengharapkan keselamatan dirinya. Dengan memilih berkat, lalu apakah yang tidak kita pilih?Atau jika Tuhan memberikan kita berkat-Nya, hal apakah yang tidak Tuhanberikan? Kitab Ulangan dalam bacaan pertama menegaskan kalau kutuk danpenyiksaan dosa bukan pilihan kita. Dalam kenyataan, ada orang memilih kutukatau sengsara karena dituntun oleh kebebasan kodratinya. Tuhan menyelenggarakanhidup ini pada awal adalah baik. Namun karena kejatuhan kodrati manusia, makakehadiran kebaikan itu harus berhadapan dengan kutukan dosa. Jadi orang bisamemilih untuk berdosa. Orang beriman dinasihatkan untuk memilih berkat. Memilih berkat berarti memilih Tuhan. Sedangkan memilihkutuk berarti memilih musuh Tuhan, yaitu setan. Yang ada pada Tuhan ialahkehidupan, cinta, dan pengharapan akan suatu keberlangsungan yang abadi.Sedangkan yang ada pada kutuk ialah kematian, kebencian, dan kesengsaraanabadi. Yesus Kristus diutus oleh Bapa ke dunia untuk mendirikan sebuah kerajaankehidupan supaya memerintah dan membawa semua orang kepada berkat. Ajaran danteladan hidup-Nya menjadi pelita dan sumber air yang menjamin keberlangsunganberkat ini dalam bentuk rahmat karunia yang dicurahkan kepada setiap orang yangmemerlukan. Hari ini Yesus Kristus memaparkan isi pilihan kita untukmengikuti Dia supaya daripada-Nya mengalir semua berkat yang kita perlukan. Didalam masa Pra Paskah berkat-berkat kita dapatkan melalui berdoa, berpuasa, danberamal kasih. Ketiga perbuatan ini mesti dapat dijalankan dalam semangat salibyang kita pikul dan ketekunan dalam penyangkalan diri. Salib selalu bermaknapengorbanan dan menghadirkan beban yang harus ditanggung. Kita berdoa, berpuasaatau bermati raga, dan beramal kasih dengan sebuah volume jumlah dan kualitassedemikian yang membuat kita menanggung beratnya seperti yang Yesus lakukan.Ketiga perbuatan saleh itu mesti juga membawa kita untuk fokus kepada penyatuanhati kita dengan Tuhan, dan bukan kepada diri sendiri dan semua kepentingan duniawi.Dari sana berkat-berkat akan mengalir kepada kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, firman-Mu menguatkan niat kami untuk memanggul salib dan menyangkaldiri kami untuk dengan tekun mengikuti-Mu. Berkatilah kami supaya sepanjangjalan mengikuti-Mu kami menemukan diri kami yang sebenarnya. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Renungan SeRoja, Kamis Sesudah Rabu Abu, 19 Februari 2026
Kebaktian 1 Minggu V Sesudah EpifaniGKP Jemaat BandungMinggu, 8 Februari 2026 pukul 07.00 WIB Tema : "Bersyukur : Mengasihi Sesama" Bacaan Alkitab : Matius 5:13-20Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Februari 2026
Kebaktian 2 Minggu V Sesudah EpifaniGKP Jemaat BandungMinggu, 8 Februari 2026 pukul 09.30 WIB Tema : "Bersyukur : Mengasihi Sesama" Bacaan Alkitab : Matius 5:13-20Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Februari 2026
Kebaktian 2 Minggu IV Sesudah EpifaniGKP Jemaat BandungMinggu, 1 Februari 2026 pukul 09.30 WIB Tema : "Berbahagialah Walaupun Sedang Tidak Baik-Baik Saja" Bacaan Alkitab : Matius 5:1-12Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.@GKP Bandung Februari 2026-----------Musik Pengiring Opening : by Ruly Rinaldi Siregar-----------Pengisi Pujian - Keb 1 : - PS Judea
Kebaktian 2 Minggu IV Sesudah EpifaniGKP Jemaat BandungMinggu, 1 Februari 2026 pukul 09.30 WIB Tema : "Berbahagialah Walaupun Sedang Tidak Baik-Baik Saja" Bacaan Alkitab : Matius 5:1-12Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.@GKP Bandung Februari 2026
Kebaktian 1 Minggu III Sesudah Epifanidan Peneguhan PHRG 2026GKP Jemaat BandungMinggu, 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB Tema : "Kabar Baik Nyata Dalam Kata dan Laku" Bacaan Alkitab : Matius 4 : 12-25Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Januari 2026
Khotbah Kebaktian 2 Minggu III Sesudah Epifanidan Peneguhan PHRG 2026GKP Jemaat BandungMinggu, 25 Januari 2026 pukul 09.30 WIB Tema : "Kabar Baik Nyata Dalam Kata dan Laku" Bacaan Alkitab : Matius 4 : 12-25Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Januari 2026
Khotbah Keb 2 - Minggu Kedua Sesudah Epifani GKP Jemaat Bandung - Minggu, 18 Januari 2026 pukul 09.30 WIB - Tema : "Penyerahan Diri" - Bacaan Alkitab : Yohanes 1 : 29-51 - Pelayan Firman : Pdt. Dr. Magyolin Carolina Tuasuun, M.Th.@GKP Bandung Januari 2026
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 1 November 2025Bacaan: "Sebab barangsiapa malu karena Aku dan perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus." (Lukas 9:26)Renungan: Suatu ketika ada seorang petani membawa muatan gandum untuk digiling ke suatu kota tetangga. Dia berhenti di sebuah restoran dan duduk dekat sekelompok anak muda yang sedang berpesta sambil setengah mabuk. Ketika makanan pesanannya telah dihidangkan di depannya, orang tua itu menundukkan kepalanya dan berdoa. Sekelompok anak muda tersebut menertawakan apa yang dilakukan petani itu. Salah seorang dari mereka berteriak, "Hai, orang tua, apakah orang-orang di rumahmu selalu berdoa sebelum makan?" Dengan tenang orang tua itu berpaling ke arah anak muda itu, dan dengan suara yang keras ia menjawab, "Ya, anakku, kecuali hewan-hewan peliharaan di rumahku." Makanan jasmani adalah berkat yang Tuhan berikan kepada kita. Oleh karena itu patutlah kita mensyukurinya sebelum menyantapnya. Doa sebelum makan berguna untuk menguduskan setiap makanan dan minuman yang akan kita santap. Pernahkah kita makan di sebuah rumah makan atau restoran dan melihat di belakang pintu masuk ada benda semacam jimat yang digantung untuk melariskan makananan di tempat itu? Kalau kita pernah melihatnya, saat kita makan di tempat tersebut, itu artinya makanan di tempat itu sudah dicemari dan dinajiskan oleh kuasa kegelapan yang mereka minta dalam bentuk jimat-jimat penglaris. Oleh karena itu doa sebelum makan dibutuhkan untuk menguduskan kembali makanan tersebut dan ditutup dengan doa ucapan syukur sesudah makan. Yesus tidak pernah malu mengakui kita sebagai anak-Nya, oleh karena itu, kita pun tidak perlu malu untuk berdoa pada saat makan di tempat umum. Doa kita mendatangkan berkat bagi kesehatan jasmani dan juga rohani kita. Tuhan Yesus memberkati.Don:Tuhan Yesus, terima kasih atas makanan dan minuman yang Kau berikan padaku. Kuduskanlah setiap makanan dan minuman yang akan kusantap sepanjang hari ini, agar melalui rahmat pengudusan-Mu, Engkau akan memberikan kekuatan baru pada tubuh, jiwa dan rohku dalam menjalankan setiap tugasku sepanjang hari ini, Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 3 Agustus 2025Bacaan: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:20b)Renungan: Ada seorang raja yang hendak menikah dan ia harus membuat suatu perjalanan yang lama dan panjang. Tahun tahun telah berlalu, tunangan raja menanti dengan sedih hati, tetapi tanpa kehilangan harapan bahwa sang raja akan kembali. Beberapa teman gadisnya berkata, "Nampaknya kekasihmu sudah melupakan engkau dan tidak akan kembali." Gadis ini bertambah sedih dan sakit hati. Ia pun menangis sejadinya dan mengurung diri. Kemudian gadis itu mengambil surat terakhir dari sang raja di mana sang raja bersumpah bahwa dia tetap setia dan sungguh dalam cintanya. Setelah membaca surat itu, hatinya merasakan adanya kedamaian, semangatnya pulih kembali dan dia terus menanti dengan sabar sampai sang raja kembali. Sesudah bertahun-tahun sang raja itu pulang. Dengan keheranan dia bertanya kepada calon istrinya, "Bagaimana mungkin engkau tetap tinggal setia kepadaku dalam waktu sekian lama?" Gadis itu menjawab, "Rajaku, saya masih tetap menyimpan suratmu dan saya percaya padamu." Apakah saat ini mulai ada keragu-raguan di hati kita untuk mengikuti Yesus? Apakah kita merasa saat ini beban hidup terlalu berat sehingga merasa bahwa Yesus tidak bisa berbuat apa-apa? Ataukah saat ini kekasih kita yang berbeda iman telah menawan hati kita sehingga diam-diam kita mulai meninggalkan Yesus? Hari ini kembali kita diingatkan, bahwa apapun masalah dan keadaan kita saat ini, tetaplah setia pada-Nya, karena janji penyertaan-Nya senantiasa ada untuk kita. Jangan sampai janji itu terhilang dari diri kita, karena kita mulai meragukan dan meninggalkan-Nya. Peganglah firman ini, "Kata Yesus kepadanya, 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.'". (Yoh 14:6) Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk setia mengiring Engkau dalam perjalanan hidupku. Jangan biarkan kesusahan, penderitaan, sakit penyakit, dan pergumulan hidupku membuat aku meragukan kuasaMu dan meninggalkan Engkau. Tanamkan dalam hidupku bahwa pergumulan hidup yang Kau ijinkan terjadi dalam hidupku adalah alat uji untuk membentuk kepribadianku dan kesetiaanku pada-Mu. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Yohanes 21 : 18-1921:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." 21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku. "
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 26 April 2025Bacaan: "Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya." (2 Samuel 11: 2, 4) Renungan: Perhatikanlah, ketika seseorang tidak menyibukkan dirinya dan pikirannya untuk sesuatu yang benar, maka dia akan menyibukkan dirinya dan pikirannya dengan sesuatu yang tidak benar. Sebaliknya, perhatikan kata-kata orang bijak, "Maaf, saya tidak sempat memikirkan ajakan Anda untuk berbuat hal yang tidak benar, karena pikiran dan diri saya sibuk dengan hal-hal berguna." Kira-kira seperti itulah kaitannya perbuatan dosa yang dilakukan Daud yang diawali dari sotoh istana. Daud adalah seorang raja dari bangsa yang terbilang besar saat itu. Sebagai raja, Daud mempunyai kekuasaan atas apa saja di kerajaannya, termasuk kekuasaannya atas bawahannya, untuk menyuruh mereka maju berperang. Dikatakan bahwa pada waktu itu musim perang telah dimulai. Sementara pasukan bangsa Israel maju untuk berperang. Daud malah enak-enakan berada di istananya. Alkitab tidak menjelaskan apakah saat itu Daud sibuk untuk melakukan urusan di istananya, namun jelas dikatakan bahwa Daud sempat berjalan-jalan di atas sotoh istananya. Dari sotoh inilah dosa itu muncul. 2 Samuel 11:2 menjelaskan bahwa suatu kali pada waktu petang, yaitu ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, ia lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana. Dari sotoh itu Daud melihat seorang perempuan sedang mandi, yang dikatakan bahwa perempuan itu sangat elok rupanya. Sotoh sama artinya dengan atap atau pelataran atas rumah, di mana rumah, termasuk istana kerajaan orang Yahudi bentuknya datar, tidak lancıp. Kalau sotoh di rumah, biasanya difungsikan untuk menjemur jerami, sehingga menjadi biasa seorang perempuan bekerja di sotoh. Juga, bisa digunakan untuk merenung atau bermeditasi. Namun, apa pun itu fungsinya, baik di rumah maupun di istana, orang bisa berjalan-jalan di atas sotoh. Dijelaskan bahwa saat itu Daud sedang memanjakan dirinya dengan berjalan-jalan di sotoh, yang ternyata dosa menghampiri dirinya di sana. Tanpa sengaja, Daud melihat Batsyeba yang sedang mandi. Naluri kelaki-lakiannya muncul! Andai saja Daud bisa menguasai diri, maka penglihatan yang tidak disengaja ini tentu tidak akan menimbulkan perbuatan dosa. Namun, kita tahu bahwa akhirnya Daud berbuat dosa. Di satu sisi, terlalu sibuk bekerja sehingga kita melupakan istirahat dan kebutuhan rohani, itu tidak baik. Di sisi lain, terlalu santai juga tidak baik, karena biasanya orang yang santai akan tergoda dengan pikiran-pikiran yang tidak benar, apalagi jika ditambah dengan penglihatan yang tidak benar juga. Oleh sebab itu, kita tidak boleh terlalu bermalas-malasan. Kalau pun kita akan santai untuk beristirahat, tetaplah berusaha untuk selalu memikirkan hal-hal yang benar. Kita juga harus senantiasa mengisi kehidupan dengan berbagai macam kegiatan yang berguna. Jangan sampai sementara orang lain sibuk, kita malah malas. Ini berguna untuk menghindari atau mengalahkan datangnya godaan untuk berbuat dosa. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk mengalahkan kemalasan dan untuk terus berpikir hal yang benar, sehingga aku tidak tergoda untuk berbuat dosa. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 8 April 2025Bacaan: Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya." (Kejadian 41:41-42) Renungan: Pada awalnya fungsi dari labirin adalah untuk memenjarakan seekor monster yang bernama Minotaurus, monster yang akhirnya berhasil dikalahkan oleh seorang pahlawan bernama Theseus. Labirin ini sangat memusingkan bahkan sampai sang pencipta sendiri, Daedalus, nyaris tidak bisa keluar lagi ketika dia mencoba untuk memasukinya. Seiring dengan perkembangan zaman dan bercampurnya negara-negara dengan berbagai bahasanya, maka labirin bukan lagi hanya mengacu kepada sebuah tempat dari mitos Yunani tersebut, melainkan labirin di dalam bahasa Inggris menjadi sebuah sinonim dari kata "maze", yang berarti sebuah jalinan yang ruwet dan berliku. Pernahkah kita terjebak pada situasi yang sangat rumit, ruwet, memusingkan, dan sepertinya tiada akhir? Kita terasa seperti sedang berada di dalam sebuah labirin yang menyesatkan dan tanpa jalan keluar. Ke mana pun kita melangkah, yang ada hanyalah jalan buntu. Banyak orang yang sampai kepada situasi ini, dan pada akhirnya menyerah untuk terus berjuang dan berharap. Mereka pasrah pada nasibnya tanpa mau berusaha untuk membuat perubahan. Banyak juga yang pada akhirnya melakukan perbuatan tercela berupa upaya bunuh diri. Ingatlah bahwa situasi seperti ini bukan hanya kita yang mengalami. Pertanyaannya, apakah kita ingin menyerah atau bangkit untuk membuat perubahan besar dalam hidup kita? Apakah kita akan menjadi pecundang atau pemenang? Mari kita lihat pada kehidupan seseorang yang sangat terkenal di dalam Alkitab. Kita mungkin sering mendengar kisah hidup orang ini. Namun kali ini, mari kita renungkan baik-baik dan coba untuk aplikasikan ke dalam hidup kita. Orang itu adalah Yusuf, anak kesayangan ayahnya. Semua saudaranya membencinya, mereka membully dirinya, membuangnya ke dalam sumur, dan bahkan hendak membunuhnya. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk menjualnya kepada orang Mesir. Di Mesir dia bekerja sebagai budak. Apakah kondisi ini masih kurang buruk? Ternyata memang masih kurang, karena selanjutnya dia difitnah bertindak mesum kepada nyonyanya. Dia di penjarakan. Sampai di sini coba kita tempatkan diri pada posisi Yusuf. Bagaimana kira-kira perasaan kita jika saudara kandung kita sendiri melakukan hal yang sangat jahat kepada kita? Singkat cerita, Yusuf tidak menyerah dan lihatlah akhir hidupnya, dia diangkat Tuhan ke atas puncak gunung tertinggi. Labirin macam apa yang ada di depan kita saat ini? Jangan menyerah! Hadapilah bersama Tuhan, maka Dia akan menuntun kita kepada jalan keluar dari semua kesesatan dan kebuntuan hidup kita, serta membawa kita kepada puncak kehidupan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku menyerahkan diriku dan segala permasalahan yang aku hadapi ke dalam tangan-Mu, sebab tanpa-Mu aku tidak bisa menemukan jalan keluar. Amin. (Dod).