POPULARITY
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia diprediksi akan melanjutkan penguatan pada hari ini. Informasi selengkapnya, kita bergabung dengan rekan Insan Suardi dari Bursa Efek Indonesia Jakarta.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG resmi dibuka pada perdagangan pagi hari ini di Bursa Efek Indonesia. Pergerakan awal indeks menjadi perhatian pelaku pasar yang memantau arah tren dan sentimen yang memengaruhi perdagangan saham hari ini.
Saksikan update terkini pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia yang baru saja dibuka pagi ini. Dapatkan informasi penting seputar pasar saham Indonesia!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif kemarin, ditutup di zona hijau. Lalu, bagaimana dengan pergerakan IHSG hari ini? Kita akan bergabung dengan Ardhana Anugrah dari Bursa Efek Indonesia untuk memberikan update terkini.
Pemirsa, pagi ini Bursa Efek Indonesia baru saja dibuka dan kita akan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dapat mempengaruhi pasar saham Indonesia. Untuk mendapatkan informasi terbaru, kita langsung terhubung dengan rekan kami Ardhan Anugrah dari Bursa Efek Indonesia Jakarta. Simak terus untuk analisis terkini!
IHSG ambruk dua hari berturut-turut, dana asing keluar, dan isu MSCI bikin pasar bergejolak.Di Podcast Bareksa, kami bahas apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana investor sebaiknya menyikapi kondisi ini bersama Michele Gabriela (Head of Research Sucor AM) dan Octavius Prakarsa (Head of Equity Allianz GI Indonesia).———————————————————————————Install sekarang!https://bareksa.onelink.me/bLEI/YTBareksaDisclaimerSetiap investasi mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Seluruh transaksi saham dilakukan dengan izin sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK yang diberikan kepada PT Bareksa Portal Investasi bekerja sama dengan PT Ciptadana Sekuritas Asia. Seluruh produk investasi keuangan yang dipasarkan melalui aplikasi Bareksa Super App Investasi serta informasi yang terdapat pada channel ini, dikelola, dikembangkan serta dibuat oleh PT Bareksa Marketplace Indonesia yang telah mendapatkan Izin Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Bursa Saham Indonesia dibuka dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah, tercatat berada di level 8.027. Investor masih terlihat cenderung wait and see, menyikapi kondisi pasar saat ini. Pergerakan IHSG pagi ini mencerminkan koreksi yang terjadi di pasar saham Indonesia.
OYA Talks Monolog Pod. 107
IHSG goyang bukan cuma soal sentimen, tapi juga soal persepsi risiko global.Di episode Bareksa Insight kali ini, kami membahas bagaimana pengaruh MSCI terhadap arus dana asing ke pasar saham Indonesia dan Indeks Harga Saham Gabungan. Lantas, bagaimana investor sebaiknya menyikapi volatilitas pasar? Temukan jawabannya bersama Liew Kong Qian, Direktur/Head of Investment Eastspring Indonesia.Tonton sampai akhir untuk insight lengkapnya!———————————————————————————Install sekarang!https://bareksa.onelink.me/bLEI/YTBareksaDisclaimerSetiap investasi mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Seluruh transaksi saham dilakukan dengan izin sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK yang diberikan kepada PT Bareksa Portal Investasi bekerja sama dengan PT Ciptadana Sekuritas Asia. Seluruh produk investasi keuangan yang dipasarkan melalui aplikasi Bareksa Super App Investasi serta informasi yang terdapat pada channel ini, dikelola, dikembangkan serta dibuat oleh PT Bareksa Marketplace Indonesia yang telah mendapatkan Izin Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
IHSG dibuka koreksi tipis atau alami penurunan tipis di level 8.144. Investor, apakah ini saatnya santai atau tetap waspada?
IHSG sempat anjlok 16,7% usai ‘disemprit' MSCI. Benarkah pasar kita bobrok, atau ini strategi Barat menekan ekonomi RI?
Pemirsa, kita akan melihat bagaimana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia yang baru saja dibuka pagi ini. Untuk informasi terkini, kami bergabung dengan rekan Insan Suardi dari Bursa Efek Indonesia Jakarta. Simak laporan selengkapnya!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melemah pada perdagangan hari ini. Dapatkan informasi terkini langsung dari Insan Suardi di Bursa Efek Indonesia Jakarta. Simak selengkapnya di video ini!
IHSG sempat menyentuh 9.000, tapi isu MSCI membuat pasar berguncang lagi. Sebagian saham terdorong karena berlatar belakang sentimen saja, sementara sebagian lain tertinggal meski fundamentalnya solid.Di Bareksa Insight, Rivan Kurniawan membahas bagaimana pendekatan value investing membaca kondisi ini: kapan mengikuti arus indeks, dan kapan fokus ke saham yang masih undervalued di luar sorotan MSCI.Dengarkan selengkapnya di Bareksa Insight!Install sekarang!https://bareksa.onelink.me/bLEI/YTBareksa———————————————————————————Disclaimer: Setiap investasi mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Seluruh transaksi saham dilakukan dengan izin sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK yang diberikan kepada PT Bareksa Portal Investasi bekerja sama dengan PT Ciptadana Sekuritas Asia. Seluruh produk investasi keuangan yang dipasarkan melalui aplikasi Bareksa Super App Investasi serta informasi yang terdapat pada channel ini, dikelola, dikembangkan serta dibuat oleh PT Bareksa Marketplace Indonesia yang telah mendapatkan Izin Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali bergerak naik pada Senin pagi. Menurutnya, respon cepat Bursa dan OJK, serta fundamental ekonomi yang kuat, menjadi jaminan kenaikan IHSG. Saksikan update langsung dari Bursa Efek Indonesia bersama Insan Suardi.
Ulasan ini melaporkan kondisi terkisi aset saham Indonesia, emas, dan bitcoin yang mengalami anjlok cukup dalam. Kejatuhan aset-aset strategis ini justru menjadi peluang bagi anda calon investor baru yang memikirkan kapan memulai dan aset apa yang dimiliki.Podcast ini mengulas kondisi terkini IHSG, Bitcoin, dan Emas serta alasan mengapa kondisi "anjlok" justru merupakan waktu terbaik bagi investor pemula untuk membangun portofolio.Podcast ini mengajak anda untuk bersiap sebagai investor dengan ketiga aset yang dalam kondisi diskon. Simak ulasannya, pilih asetmu, dan jadilah investor cerdas yang berani ambil langkah saat yang lain ragu. Jangan tunggu nanti, mulailah saat diskon!
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka melemah tajam lebih dari 6% ke level terendah 8.596,17 pada perdagangan hari ini, dipicu sentimen global terhadap kebijakan terbaru Morgan Stanley Capital International atau MSCI, terkait metodologi penghitungan free float. Meski demikian, para analis menilai koreksi ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih solid. Di tengah volatilitas pasar dan kekhawatiran investor, muncul pandangan bahwa tekanan IHSG justru bisa menjadi peluang sekaligus momentum penguatan struktural pasar modal Indonesia. Untuk mencermati arah pasar dan strategi yang dapat diambil investor, kita jumpai.. TALK: Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam hingga menembus 8 persen pada perdagangan hari ini dan memicu mekanisme Trading Halt di Bursa Efek Indonesia. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar global serta sentimen kehati-hatian investor terhadap pasar saham Indonesia seiring dengan statement MSCI. Langkah atau koreksi apa yang diperlukan? Talk bersama Ekonom Fakhrul Fulvian.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah berperan penting dalam mempengaruhi pergerakan pasar saham. Investor diimbau untuk mengikuti perkembangan kebijakan dan sektor unggulan.#IHSG #SahamIndonesia #Investasi #Menkeu #PurbayaYudhiSadewa #PertumbuhanEkonomi #BursaEfekIndonesia #MarketUpdate #KebijakanEkonomi #PasarSaham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 4,9 poin atau naik 0,05% ke level 8.980. Penguatan ini didorong oleh kenaikan saham di sektor teknologi, konsumen primer, infrastruktur, dan energi. Investor disarankan memantau pergerakan saham sektor unggulan hari ini.#ihsg #SahamIndonesia #PasarModal #Investasi #BursaEfekIndonesia #Teknologi #Infrastruktur #Energi #KonsumenPrimer #MarketUpdate
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat tiga kali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah ekonomi nasional. Rekor dimulai dari level 8.017 (15 Agustus 2025), berlanjut ke 9.002 (8 Januari 2026), hingga kembali mencetak rekor baru di 9.095 (15 Januari 2026).Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai capaian tersebut sebagai refleksi ekspektasi tinggi pasar terhadap fase perbaikan ekonomi dan konsistensi kebijakan pemerintah yang selaras dengan bank sentral. Di sisi lain, analis mengingatkan agar pelaku pasar tetap tenang dan tidak berlebihan menyikapi euforia, mengingat potensi aksi ambil untung jangka pendek setelah kenaikan yang cukup signifikan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini selasa 13 januari 2026 ditutup menguat di zona hijau. Indeks berakhir di level 8.948,30, menguat 3,58 poin atau 0,72 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Pada hari senin kemarin sekitar pukul 14.20 WIB, IHSG tiba-tiba turun hingga lebih dari 2%, Indeks sempat berada di level terendah atau 8.715,41 atau anjlok 2,48%. Sejumlah analis menilai ambruknya IHSG secara tiba-tiba pada senin kemarin dipicu aksi ambil untung investor di saham energi dan juga berkaitan dengan dinamika geopolitik. Apa faktor utama yang memicu IHSG sempat ambruk tajam pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026, dan apakah koreksi ini mencerminkan risiko struktural pasar atau sekadar aksi ambil untung jangka pendek?TALK: Praktisi Pasar Modal, Himawan Sutanto
Saham-saham konglomerasi lagi jadi motor penggerak IHSG sampai tembus 8.000. Tapi gimana pola big player di balik pergerakan ini, dan apakah investor ritel masih bisa ikut ambil peluang?Di episode Bareksa Insight, Joseph Gabetua, market enthusiast & founder Namora Hub, membahas cara membaca akumulasi–distribusi, dampak saham-saham konglo yang masuk ke MSCI Indonesia, hingga strategi agar investor pemula tidak mudah terbawa euforia agar tetap bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas.Install sekarang!https://bareksa.onelink.me/bLEI/YTBareksa———————————————————————————DisclaimerSetiap investasi mengandung risiko.Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. PT Bareksa Portal Investasi berizin sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari OJK.Seluruh produk investasi keuangan yang dipasarkan melalui aplikasi Bareksa Super App Investasi serta informasi yang terdapat pada email ini, dikelola, dikembangkan serta dibuat oleh PT Bareksa Marketplace Indonesia yang telah mendapatkan Izin Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, laju ekonomi Indonesia berkutat di kisaran 5%, masih jauh dari target ambisius 8% sebagaimana dijanjikan sejak kampanye.Sepanjang tahun ini, ekonomi juga bergolak, yang dipicu berbagai peristiwa di lingkup nasional maupun global. Misalnya anjloknya IHSG ke 5.900 akibat tarif Trump, kebijakan efisiensi anggaran, hingga reshuffle kursi menteri keuangan.Publik tengah menanti hasil nyata dari berbagai gebrakan Menteri Keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilai berbeda cara pikir dengan pendahulunya.Sejumlah kebijakan diluncurkan Purbaya sejak dilantik menggantikan Sri Mulyani, di antaranya penyaluran Rp200 triliun ke bank-bank Himbara, menunda kenaikan tarif cukai rokok 2026, hingga sentilannya soal dana daerah yang mengendap di bank.Selain itu, ada juga catatan tentang potensi merosotnya independensi Bank Indonesia, OJK, dan LPS serta kaburnya batas antara fiskal dan moneter.Seperti apa gambaran ekonomi Indonesia di tahun pertama Prabowo-Gibran? Apakah arah kebijakan ekonomi Prabowo berada di jalur yang tepat?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang dan Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 8.107 pada awal perdagangan Rabu, usai tekanan akibat perang tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meski sempat naik, IHSG kemudian bergerak fluktuatif dengan nilai transaksi mencapai Rp8,2 triliun.Simak laporan langsung dari Bursa Efek Indonesia bersama jurnalis Metro TV, Ardhan Anugrah.#IHSG #Saham #Ekonomi #BursaEfekIndonesia #MetroTVNews
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Selasa pagi dibuka menguat setelah mencatatkan pelemahan pada hari Senin. Kinerja pasar saham kembali menunjukkan tren positif, meski sebelumnya mengalami penurunan.
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan tren penguatannya pada Selasa pagi, meskipun pasar keuangan Indonesia mencatatkan net outflow yang mencapai 9,76 triliun rupiah.
Di Bulan Kemerdekaan, jelang HUT RI ke-80, IHSG sempat tembus 8000, all time high. Di awal bulan, RI juga dapat kabar baik, ekonomi Q2 tumbuh 5,12%. Pemerintah langsung sumringah, lanjut tebar optimisme bisa tekan defisit APBN 2026. Dua "kabar baik" itu bikin investor retail ikut sumringah ga sih?Di Uang Bicara episode ini kita bakal ngobrolin soal:1. Respon ritel soal pertumbuhan ekonomi dan rencana APBN 20262. Saham-saham yang resilien di kondisi saat ini3. Prediksi pasar modal di kuartal terakhir 2025Dengerin episodenya di kanal Youtube KBR Media, Spotify, Noice, dan platform mendengarkan podcast lainnya.Kalau kamu suka konten ini, kasih bintang 5 ya!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat saat Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di DPR RI, hari ini. IHSG berhasil menyentuh level psikologis baru di 8.000 dalam perdagangan intraday. IHSG terpantau naik 1,03% ke level 8.012,63 pada pukul 10:28 WIB. Melesatnya IHSG pagi ini merupakan rekor baru, setelah Tadi pagi, IHSG dibuka di posisi 7.931 dan sempat melemah ke 7.898. Lonjakan tersebut turut mendorong nilai kapitalisasi pasar alias market cap IHSG menjadi Rp 14.503,29 triliun. Sejak awal perdagangan, nilai transaksi sudah mencapai Rp 18,80 triliun. Apa yg bisa dijelaskan dari fenomena ini ?Wawancara bersama Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta
Di semester pertama 2025, investor dihadapkan kondisi pasar yang naik-turun penuh kejutan: tarif dagang baru dari Amerika, ketegangan geopolitik, hingga harga emas yang mencetak rekor. IHSG pun cenderung sideways, jadi bikin banyak calon investor/investor makin bingung strateginya harus gimana untuk hadapi semester II.Temukan tips-tips kelola portofolio aman dan cuan di episode Podcast Bareksa Insight kali ini bersama Rivan Kurniawan!————————————————Install sekarang!https://bareksa.onelink.me/bLEI/YTBareksa———————————————————————————#investasi #reksadana
Di video ringkas ini kami mengulas lagi tentang bagaimana kepercayaan kami akan strategi investasi jangka panjang. Kenapa ini penting? RALAT: Ada perbandingan kinerja Alpen Juni lalu yang masih lebih unggul dibanding IHSG, seharusnya kinerja Alpen bulan Mei 2025 masih unggul dibanding IHSG.***Riset Bolasalju: https://www.bolasalju.com/paket/Kinerja Bolasalju: https://www.bolasalju.com/kinerja/
IHSG, Wall Street hingga Bursa Asia 'Ceria' usai Kompak Menguat pada Kamis
Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan. Lesunya IHSG setelah Lebaran gak lepas dari faktor eksternal seperti perang dagang dan konflik geopolitik. Sementara di dalam negeri, peresmian Danantara direspon defensif oleh pasar. Kondisi ini bikin investor pusing karena sahamnya turun terus. Ada yang mulai mikir untuk cut loss atau ada juga yang gak buka aplikasi investasi supaya tak mental breakdown. Sebetulnya apa yang perlu investor dilakukan saat IHSG lagi di zona merah? Kapan investor bisa cut loss sahamnya? Dari pada penasaran, dengerin yuk Uang Bicara episode IHSG Masih Loyo, Hold atau Cut Loss?, Puri Anindita ngobrol bareng Ekonom & Financial Market Specialist, Lucky Bayu Purnomo.Simak podcastnya di KBR Prime, Spotify, Noice, dan platform mendengarkan podcast lainnya.Jangan lupa isi survey Master Class Uang Bicara di link ini https://bit.ly/SurveyMasterClassUB*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Perang dagang yang dimainkan oleh Pesiden AS, Donald Trump mengguncang perekonomian global. Ancaman resesi global ada di depan mata. Kecemasan melanda semua negara termasuk Indonesia. IHSG ambruk, rupiah melemah terhadap dolar dan gelombang PHK mengintai akibat ekonomi melambat.Namun Presiden Prabowo Subanto mengatakan, Indonesia siap menghadapi segala tantangan. Kata Presiden, Indonesia tidak gelap seperti yang banyak pihak kampanyekan.Lalu seburuk apa ancaman yang dihadapi Indonesia gara-gara gonjang-ganjing ekonomi saat ini? Sudah tepat kah langkah yang diambil pemerintah atau baru sebatas omon-omon saja?
HSG anjlok hingga minus 7,90% ke level 5.996! Perdagangan juga sempat dihentikan sementara, kala IHSG menyentuh level 5 ribu 912 atau melemah 9,19%. Perdagangan dihentikan selama 30 menit terhitung pukul 9 hingga 9.30.
Tarif timbal balik atau resiprokal yang dikenal sebagai tarif Trump resmi berlaku per Rabu, 9 April ini. Indonesia dikenai bea masuk 32 persen, menduduki peringkat kedelapan dengan tarif impor tertinggi. Kebijakan kontroversial Trump membuat guncangan hebat, terlihat dari reaksi IHSG di hari pertama usai libur panjang Lebaran. Bursa langsung rontok di awal pembukaan, sampai minus 9 persen dan disetop sementara atau trading halt sekitar 30 menit. Nilai rupiah juga masih terkapar. Para pelaku usaha ketar-ketir karena Amerika Serikat selama ini menjadi pasar ekspor berbagai komoditas padat karya, seperti tekstil, sepatu, elektronik, karet, hingga alat listrik. Presiden Prabowo berencana mengirim jajaran menterinya untuk bernegosiasi dengan Trump. Prabowo juga bertolak ke Malaysia untuk berkomunikasi dengan sejumlah pimpinan negara tetangga, membahas strategi mitigasi tarif Trump.Kemudian pada Selasa, 8 April, Prabowo menggelar sarasehan ekonomi, mengundang para ekonom, pengusaha, hingga kalangan buruh.Sejauh ini apakah kebijakan Prabowo merespons tarif Trump sudah tepat? Apa yang mestinya dilakukan untuk memitigasi dampaknya ke dunia usaha? Kita bincangkan bersama Ketua Umum di Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta dan Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Setelah perdagangan saham dihentikan selama 30 menit, perdagangan kembali dibuka.Pada pembukaan pagi hari ini, IHSG dibuka melemah 9,19 persen ke level 5.912,06 dan perdagangan langsung dihentikan sementara selama 30 menit.Tercatat, dana asing yang keluar mencapai lebih dari Rp4,1 triliun.Pelemahan IHSG ini menjadi penurunan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir dan memperpanjang tren negatif yang terjadi sejak akhir tahun lalu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan setelah libur panjang Lebaran, Selasa, 8 April 2025, langsung ambruk ke posisi 5.914,28.Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat jatuh ke level 5.912,06 atau turun sebanyak 598,55 poin setara 9,19 persen.Hal ini membuat pasar saham Indonesia langsung trading halt, yakni penghentian sementara perdagangan saham yang terjadi ketika IHSG mengalami penurunan yang signifikan.Adapun sebanyak 552 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, hanya sembilan saham yang berhasil menguat dan 65 saham yang stagnan.Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.05 WIB sebanyak Rp1,92 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 1,59 miliar saham.
IHSG Anjlok, Obligasi Menguat! Apa yang Sebenarnya Terjadi? Pasar modal sedang mengalami pergerakan yang kontras! IHSG turun sepanjang tahun berjalan (Feb 2025), tapi harga obligasi pemerintah justru menguat. Apa penyebabnya? Bagaimana dampak BI Rate, inflasi, dan kurs Rupiah terhadap investasi? Di episode kali ini, kita juga kupas tuntas strategi investor asing, kondisi pasar obligasi korporasi, hingga peluang cuan dari Sucor Monthly Income Fund yang menawarkan return hingga 8% setahun!
Tunjangan Hari Raya (THR) kerap kali menjadi hal yang ditunggu-tunggu di masa lebaran. Biasanya masyarakat suka memanfaatkan THR untuk berzakat, membeli keperluan lebaran, hingga berinvestasi.Meski begitu, kondisi ekonomi Indonesia dan global tidak begitu baik. Harga cabai sedang naik dan IHSG sempat anjlok. Belum lagi situasi politik Indonesia yang buruk juga turut memengaruhi situasi ekonomi saat ini.Bagaimana mengelola keuangan dan THR di saat ekonomi masih tidak stabil? Apakah masih bisa mengalokasikan THR untuk berinvestasi? Dan bagaimana mengatur supaya keuangan kita masih aman bahkan setelah lebaran selesai?Kita akan bincangkan hal ini bersama Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Rista Zwestika CFP WMI, Perencana Keuangan.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Presiden Diminta Tak Remehkan Pelemahan Pasar Saham | Timnas Indonesia Yakin Menang Lawan Bahrain | Demo Revisi UU TNI di Surabaya Ricuh*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Send us a textKevin and Erin spoke to Fabby Tumiwa of IESR on renewable energy. Also: the new military law, IHSG plunges, and Tempo received threats.For a free trial of Reformasi newsletter, go to reformasi.infoRead Erin's newsletter Dari Mulut Ke Mulut here: https://darimulut.beehiiv.com/It takes a lot of money to run a podcast. You need subscription fees for hosting, audio recording services, editor's salary and music licensing. Luckily, you, estemeed listeners of Reformasi Dispatch podcast can help us.You can donate to us on buymeacoffee.com/reformasi and help us grow!
Penghentian sementara atau trading halt saat IHSG rontok hingga 7 persen pada Selasa, 18 Maret lalu mengagetkan publik. Pasalnya, berkaca dari sejarah, tindakan ini hanya dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) di momen-momen krusial, yakni saat krisis moneter 1998, krisis 2008, dan pandemi Covid-19. Bergantian, para pejabat mulai dari pemerintah hingga DPR menyambangi BEI untuk meredakan gejolak pasar, dan memberikan pernyataan bernada menenangkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga merilis aturan membolehkan emiten membeli kembali saham mereka (buyback) tanpa harus Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), demi memulihkan IHSG. Bursa pada Rabu, 19 Maret 2025 atau sehari setelah trading halt, memang ditutup menghijau, naik 1,42 persen.Goncangan kali ini, oleh banyak kalangan dianggap sebagai sinyal merosotnya kepercayaan pasar. Selain karena terimbas kebijakan Presiden AS Donald Trump, situasi di dalam negeri juga dinilai memperburuk. Di antaranya, keraguan terhadap proyek Danantara, kinerja jeblok APBN di awal tahun, isu mundur Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga polemik pengesahan RUU TNI. Gejolak di masyarakat berpotensi terus menguat dan membesar karena DPR berencana mengesahkan RUU TNI pada Kamis, 20 Maret 2025. Masyarakat sipil dan mahasiswa bakal turun ke jalan, menggelar aksi menolak pengesahan.Apakah nasib RUU TNI ini akan menentukan kondisi pasar? Bagaimana dampaknya jika IHSG terus anjlok ke situasi ekonomi dan masyarakat bawah? Apa saja langkah cepat yang harus diambil pemerintah maupun pemangku kepentingan terkait? Bagaimana strategi investor menyikapi pasar yang tidak stabil?Kita bincangkan bersama Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Dipo Satria Ramli dan Co-founder Pasardana, Dr. Hans Kwee.*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
IHSG ditutup turun 6,12% di level 6.078 pada perdagangan sesi i hari ini. Angka tersebut menjadi yang terendah dalam 4 tahun perdagangan saham. Sementara pada sesi II, IHSG perlahan bangkit. Per pukul 14.35 WIB, koreksi IHSG terpangkas menjadi 3,48% ke level 6.246,98. Pelemahan indeks saham dipengaruhi oleh aksi jual, dengan volume mencapai 16,61 miliar saham, dan nilai transaksinya sebesar Rp10,3 triliun. Secara sektoral, indeks saham melemah karena terkoreksinya saham teknologi, saham barang baku, dan saham energi. Sejumlah analis membeberkan koreksi IHSG terjadi karena derasnya aksi jual yang mencerminkan panic selling dari para investor. Sementara analis lainnya menyebut penyebab pasar saham lesu hingga siang tadi adalah isu mundurnya Menkeu Sri Mulyani.
Airlangga Bantah IHSG Anjlok karena Kebijakan Pemerintah | IHSG Dibuka Melemah 30,59 Poin ke Posisi 6.192 | Dugaan SPBU Curang di Bogor, Rugikan Konsumen Rp3,4 Miliar*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
VOA This Morning Podcast - Voice of America | Bahasa Indonesia
Pembicaraan seputar tarif, ditambah ketakutan akan inflasi, membuat pasar saham AS jatuh pada Senin dan Selasa. Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama arah kebijakan perdagangan AS.
BEI dan OJK memperkenalkan kebijakan Penyedia Likuiditas (Liquidity Provider), yang bertujuan meningkatkan volume perdagangan dan membentuk harga lebih teratur melalui penawaran jual-beli Efek secara terus-menerus. Langkah ini diharapkan membawa manfaat besar bagi emiten, investor institusional, hingga investor retail.Terkait hal tersebut, bagaimana kebijakan Penyedia Likuiditas memengaruhi pasar modal Indonesia terutama saham-saham lapis kedua dan ketiga? Bisakah likuiditas yang lebih baik membuat IHSG semakin menarik tahun ini? Bersama Rivan Kurniawan (Value Investor) @RivanKurniawan pada Podcast Bareksa Insight Eps. 44 kali ini akan membahas dampaknya pada saham, pola trading, likuiditas, dan masa depan investasi di Indonesia. Yuk, simak!Install sekarang!https://bareksa.onelink.me/bLEI/YTBareksa
Menteri Rosan Sebut Penurunan IHSG Hal yang Wajar | Ketua KPK: Jabatan Bakal Perlihatkan Watak Asli Seseorang | Pemerintah Diminta Sigap Evakuasi Korban Terdampak Banjir*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
IHSG Dibuka Menguat pada Perdagangan Perdana di 2025.
Pasar saham punya potensi bagus. IHSG memberi return 951% selama 20 tahun. Mencari metode investasi yang bagus dan teruji tidaklah mudah. Padahal fluktuasi pasar bisa membuat hati tidak tenang jika tidak ada keyakinan dan kemantapan metode investasi. Untuk itulah kami hadirkan edukasi dan riset di Bolasalju yang kini bisa Anda ikuti dalam satu paket mentoring “PD Berinvestasi Saham”.