Type of Chopper (knife)
POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 Juli 2026Bacaan: "Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenang! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27)Renungan: Pada tahun 1993, Nelson Mandela baru 3 tahun keluar dari penjara setelah 27 tahun dipenjara di Afrika Selatan. Negaranya sedang di ujung tanduk. Kulit putih takut kehilangan kuasa. Kulit hitam marah dan mau membalas dendam. Perang saudara hampir meledak setiap hari. Semua penasihatnya berkata, "Pakai kekuatan dan balas. Amankan posisi dulu." Tapi Mandela masuk ke ruangannya, berdoa, lalu mengambil keputusan yang membuat dunia kaget. Dia undang mantan sipir penjaranya makan siang di istana. Dia membentuk "Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi". Dia memilih mengampuni daripada membalas. Ketika ia ditanya mengapa berani ambil risiko sebesar itu, dia menjawab, "Saya sudah 27 tahun hidup dalam ketakutan dan kebencian. Saat saya keluar dari penjara, saya sadar kalau saya tidak melepaskan itu, maka saya masih di dalam penjara." Mandela memilih tenang di tengah badai, karena dia percaya ada panggilan yang lebih besar daripada rasa takutnya. Bacaan Injil di atas terjadi saat murid-murid ada di tengah danau Galilea. Angin kencang, ombak besar dan perahu hampir tenggelam. Mereka melihat "sesuatu" jalan di atas air dan berteriak ketakutan, mengira itu adalah hantu. Di titik paling panik itu, Yesus datang. Kalimat pertama-Nya bukan, "Aku akan meredakan badai", tetapi kalimat pertama-Nya adalah, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Yesus dalam hal ini mau mengingatkan bahwa sebelum Ia membereskan masalah kita, ketahuilah dulu siapa yang ada bersama kita. Badai boleh tetap ada. Tapi kalau "Aku ini" ada di perahu, maka kita tidak akan tenggelam. "Danau" kita saat ini mungkin berbeda, tetapi ombaknya sama kencang, yaitu pertama badai Ketidakpastian, contohnya dalam hal kerja, ekonomi, masa depan dll. Kita seperti para murid melihat gelombang, bukan melihat Yesus. Yesus berkata, 'Tenanglah! Aku pegang kendali hidupmu." Kedua badai hubungan. Ada luka, kecewa, pengkhianatan dll. Godaannya adalah kita mau membalas atau menghindar. Mandela mengajar kita memilih tenang dan memilih pengampunan, karena ada Yesus bersama kita. Ketiga badai batin. Ada kecemasan, kegagalan dan merasa tidak cukup. Kita berteriak dalam hati. Yesus datang dan berkata hal yang sama, "Tenanglah! Aku ini. Kamu tidak sendirian. Kita sering meminta Tuhan membereskan badainya dulu baru kita tenang. Tapi Tuhan minta kita percaya dulu bahwa Dia ada, barulah kita bisa tenang di tengah badai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering lebih fokus pada badai daripada kehadiran-Mu. Hari ini aku mau mendengar suara-Mu: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Mampukan aku seperti Mandela, untuk tidak dikuasai takut dan benci. Peganglah tanganku di tengah gelombang hidupku. Amin. (Dod).
Selamat Mendengarkan, dan jangan bosen2 ya.Happy Listening and Enjoy.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."
Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
Episod 203 Keluar Sekejap membawa anda menelusuri perkembangan antarabangsa yang semakin mencorakkan dunia hari ini, sebelum beralih kepada dinamika politik tempatan yang kian menarik perhatian.KJ dan Shahril memulakan perbincangan dengan konflik Amerika Syarikat-Iran dan perkembangan terbaharu ke arah perdamaian, diikuti peranan kecerdasan buatan (AI) dalam peperangan moden serta amaran Pope Leo XIV mengenai risiko apabila teknologi semakin mengambil alih keputusan hidup dan mati di medan perang.Perbincangan kemudian beralih kepada politik tanah air, dengan meneliti masa depan Perikatan Nasional susulan keputusan PAS untuk berpisah dengan Bersatu. KJ dan Shahril turut membincangkan kebarangkalian Parti Wawasan Negara yang baru ditubuhkan oleh Hamzah Zainudin menyertai PN, implikasi pertikaian penggunaan logo gabungan tersebut, serta bagaimana perkembangan ini berpotensi mengubah landskap politik pembangkang menjelang pilihan raya akan datang.
Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Jangan membunuh.
“Pawiatan-pawiatan Dhuwur Kita Ditetepke dening Allah” ” Pungkasaning samubarang wis cedhak Saiki manungsa kudu nganggo gegaman lan piranti kanggo perang kanggo Gusti Allah”
Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A. - Fakta Perang Mutah
Ketegangan kembali meningkat di kawasan Teluk Oman setelah Angkatan Laut Iran melepaskan tembakan peringatan terhadap dua kapal perusak Amerika Serikat. Menurut laporan media Iran, langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran aturan maritim dan tindakan terhadap kapal komersial. Insiden ini membuat kedua kapal perang AS bergerak meninggalkan wilayah Teluk Oman menuju Samudra Hindia.
Di episode kali ini, kita akan mendengar cerita dari Jonathan & Catherina, yang sekarang sama-sama bekerja sebagai Chef di Dubai. Mereka akan cerita seputar ribetnya regulasi hygiene di Dubai, sampai cerita soal pengalamannya saat beberapa minggu yang lalu memanas soal peperangan yang terjadi di wilayah Timur Tengah, yang juga ber-impact ke Dubai itu sendiri. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioEnjoy the show!Instagram:Catherina https://www.instagram.com/caatrinn/Jonathan Adriel https://www.instagram.com/jonathanadriiel/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/rayjanson#RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia #Dubai #DubaiLifestyle
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar pembicaraan dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di Teheran. Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah diplomatik untuk mencegah eskalasi konflik dan mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat.
Perang antar suku kembali terjadi di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma). Bentrokan yang menggunakan senjata tajam dan panah tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang dan memicu peningkatan pengamanan di lokasi kejadian oleh aparat TNI.Situasi pasca bentrokan masih dalam penjagaan ketat untuk mencegah potensi konflik susulan. Penanganan di lapangan terus dilakukan melalui pendekatan keamanan dan komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat.Dalam pembahasan ini, kami berbincang dengan Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Ilham Datu Ramang, untuk mengetahui perkembangan situasi terkini, langkah pengamanan, serta upaya meredam konflik agar tidak kembali meluas di wilayah tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan tahap pertama pertukaran tawanan perang antara Ukraina dan Rusia telah dimulai. Sebanyak 205 prajurit Ukraina yang sebelumnya ditahan Rusia kini telah dibebaskan.Para prajurit tersebut berasal dari berbagai wilayah pertempuran seperti Mariupol, Donetsk, Kharkiv hingga Chernobyl. Pemerintah Ukraina menyebut langkah ini sebagai bagian penting dari upaya kemanusiaan di tengah konflik berkepanjangan dengan Rusia
Ketidakpastian akibat perang dan serangan Amerika Serikat di Iran memaksa para pemimpin Asia Tenggara menyiapkan langkah mitigasi. Dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, sebuah rencana darurat resmi diadopsi guna membentengi kawasan dari ancaman krisis energi dan ekonomi yang semakin nyata.Digelar tanpa kemewahan sebagai bentuk keprihatinan ekonomi, KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, berfokus pada mitigasi dampak konflik di Iran.Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menegaskan bahwa perang di Iran telah mengungkap kerentanan kawasan terhadap guncangan eksternal.Rencana darurat yang disepakati mencakup percepatan distribusi bahan bakar antarnegara, diversifikasi sumber minyak mentah, hingga pengembangan energi nuklir sipil.Marcos juga mengakui bahwa membangun cadangan energi dan jaringan listrik regional bukan hal yang mudah serta membutuhkan waktu yang panjang.Prioritas utama lainnya adalah perlindungan lebih dari satu juta pekerja migran ASEAN di Timur Tengah. Di tengah ketegangan yang masih membara di Selat Hormuz, para pemimpin juga mendesak perpanjangan gencatan senjata demi menjamin keamanan jalur perdagangan global.
Perang konflik Amerika-Iran hingga kini masih berlanjut. Kami mengundang kembali Bapak Pitan Daslani, seorang pengamat politik internasional yang mengamati perang ini. Ia berpendapat, bahwa tidak akan ada yang menang di Perang atau konflik ini, tapi siapakah yang paling rugi?? Temukan jawabannya di video ini!
The war in the Middle East has impacted the cost of living in Australia and affecting communities across the country. - Perang di Timur Tengah telah berdampak pada biaya hidup di Australia, yang memengaruhi komunitas di seluruh negeri.
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - Akidah Hilang karena Perang Sesi 2
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru untuk mengakhiri perang dengan Iran. Ia menyebut situasi kepemimpinan Iran saat ini sedang tidak stabil.Hal itu ia sampaikan pada Kamis waktu setempat di Oval Office, Gedung Putih. Trump juga menangkis kritik terkait target waktu empat hingga enam pekan yang sebelumnya disebutkan untuk menyelesaikan konflik. Ia mengklaim bahwa operasi militer utama telah selesai dalam empat pekan pertama, dan saat ini Amerika Serikat hanya menunggu hasil kesepakatan dengan Iran.
Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berakhir pada Rabu, 22 April, justru membuka babak baru ketegangan yang lebih kompleks. Alih-alih menjadi jalan menuju deeskalasi, momentum ini memperlihatkan kebuntuan serius dalam upaya diplomasi kedua negara.Di satu sisi, Iran menunjukkan sikap enggan untuk melanjutkan perundingan lanjutan, terutama terkait pembatasan aktivitas nuklir yang mereka anggap bukan berada dalam otoritas Amerika Serikat. Sikap ini menegaskan posisi Teheran yang kian tegas dalam menjaga kedaulatan strategisnya.Di sisi lain, Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan dengan ultimatum yang keras: Iran harus menyepakati perundingan sebelum tenggat waktu berakhir. Jika tidak, Amerika Serikat mengancam akan melanjutkan blokade Selat Hormuz—jalur vital energi dunia—serta membuka kemungkinan aksi militer lanjutan, termasuk serangan udara.Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah di ambang eskalasi baru dengan dampak global yang signifikan. Apakah dunia sedang menuju konflik terbuka, atau masih ada ruang bagi diplomasi untuk menyelamatkan keadaan?
Situasi di Teheran, Iran, masih diliputi ketidakpastian setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu. Meski ketegangan militer melandai sesaat, AS tetap mempertahankan blokade laut yang ketat, memicu kebingungan di kalangan warga Iran. Di sisi lain, perundingan damai di Islamabad, Pakistan, mengalami kebuntuan setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, menunda kunjungannya. Di tengah kebuntuan diplomasi ini, jalanan kota Teheran justru dipenuhi baliho propaganda perlawanan yang menampilkan narasi konfrontatif terhadap kekuatan militer AS dan Israel.
Episod 195 Keluar Sekejap membincangkan kesan ketegangan perang Iran–AS terhadap ekonomi Malaysia serta global, khususnya implikasinya kepada Malaysia dari sudut harga minyak, perdagangan dan kestabilan pasaran.Seterusnya, tumpuan diberikan kepada langkah UMNO melalui gagasan Rumah Bangsa, termasuk keputusan menerima semula bekas ahli tanpa syarat. Adakah ini strategi penyatuan yang mampu menguatkan parti, atau sekadar langkah survival politik?Turut dibincangkan adalah spekulasi mengenai kemungkinan penangguhan PRN — sejauh mana ia realistik, dan apakah implikasinya terhadap landskap politik serta persepsi rakyat.Akhir sekali, episod ini menyentuh tentang pemerkasaan perusahaan kecil dan sederhana (PKS) dalam suasana ketidaktentuan ekonomi global. 00:00:00 Pengenalan00:02:07 Kesan Perang Iran-AS Kepada Malaysia00:18:52 Pemerkasaan PKS00:28:49 Pergolakan Politik di Perlis & Negeri Sembilan00:30:40 UMNO & Rumah Bangsa00:43:52 Pencaturan Untuk PRN dan PRU00:54:45 Tangguh PRN?CTOS SME Biz Day 2026 merupakan acara perniagaan tahunan utama yang menghimpunkan pembuat keputusan, usahawan dan peneraju industri untuk membincangkan cabaran utama PKS, termasuk akses kepada pembiayaan, pertumbuhan dan kelestarian perniagaan serta transformasi digital.Dapatkan tiket SME Biz Day 2026 sekarang:- Petaling Jaya (9 June 2026): https://www.ticketmelon.com/ctos/smebizday2026pj?aff1=pjbiz26ks- Penang (28 July 2026): https://www.ticketmelon.com/ctos/smebizday2026pg?aff1=pgbiz26ks- Johor Bahru (8 September 2026): https://www.ticketmelon.com/ctos/smebizday2026jhb?aff1=jbbiz26ks
Ketika perang tak lagi sekadar strategi, melainkan dibungkus sebagai mandat suci, yang dipertaruhkan bukan hanya kemenangan—tapi juga kemampuan manusia untuk meredam eskalasi konflik.
Serangan udara Zionis Israel di Lebanon selatan telah menghancurkan ribuan bangunan sipil, pusat kesehatan, dan bahkan mobil ambulans, meninggalkan infrastruktur yang lumpuh total. Meskipun gencatan senjata telah dimulai, warga yang kembali ke rumah mereka menghadapi kenyataan pahit dengan kerusakan luar biasa pada permukiman dan fasilitas publik. Desa Hanouiyeh di Provinsi Tyre, Lebanon Selatan, menjadi saksi bisu kehancuran yang disebabkan oleh konflik yang telah berlangsung selama enam pekan. Perang yang dimulai pada 28 Februari lalu menyebabkan lebih dari dua ribu korban tewas dan enam ribu lainnya terluka. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai jutaan dolar, dan banyak warga memilih bertahan di tanah kelahiran mereka meski dalam kondisi yang sangat sulit.
Dinamika politik domestik AS turut memanas dengan kencangnya wacana impeachment terhadap presiden Donald Trump. Lalu apakah tekanan ini bisa mengubah arah kebijakan AS terhadap Iran?
Hidangan favorit yang dinikmati oleh masyarakat Turkiye dan Yunani telah memicu ketegangan budaya baru antara kedua negara.
Setelah hampir tiga tahun konflik, Sudan masih menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat serius dengan jutaan warga terdampak. Konflik yang dimulai pada 2023 ini telah memicu kekurangan pangan, pengungsian massal, serta kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah.Program Pangan Dunia atau World Food Programme menyebut situasi ini sebagai salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini. Lebih dari 20 juta orang menghadapi ancaman kelaparan akut, bahkan beberapa wilayah telah memasuki kondisi kelaparan parah.Bantuan kemanusiaan terus disalurkan, namun sering terhambat akibat situasi keamanan yang tidak stabil dan gangguan terhadap distribusi. Jutaan warga juga terpaksa mengungsi dan hidup di kamp-kamp dengan akses terbatas terhadap air bersih dan layanan dasar.Sementara itu, United Nations memperingatkan bahwa tanpa tambahan dukungan dana internasional, krisis ini berpotensi semakin memburuk dalam waktu dekat.
Pasca gagalnya negosiasi antara AS dan Iran di Pakistan, aksi protes berlangsung di Milan, Italia. Massa menuntut penghentian operasi militer Amerika Serikat-Israel di Iran.
Ratusan orang berkumpul di Berlin pada hari Minggu, menyuarakan penolakan terhadap perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Iran, Lebanon, dan Gaza
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - Aqidah Hilang Karena Perang (Bagian 2)
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - MERINDING!! Perang Dunia 3 Masih Berlanjut Awal Peristiwa Akhir Zaman
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - Aqidah Hilang Karena Perang
Di tengah krisis minyak global akibat blokade Selat Hormuz, Tiongkok mengirim kapal tanker berisi lebih dari 260.000 barel diesel ke Filipina dan 100.000 barel ke Vietnam. Filipina yang mengimpor 90% minyaknya dari Timur Tengah sudah menyatakan darurat energi nasional. Beijing hadir sebagai penyelamat saat tak ada yang bisa memasok. Nyatanya, jangan-jangan saat dunia sibuk menonton bom jatuh di Teheran, Beijing duduk tenang — menghitung keuntungan.
KIRIM CERITA BISA KESINI https://bit.ly/Isengcurhat atau bisa kirim ke email isengpodcast.project@gmail.comCeritanya bebas, mau itu asmara, pertemanan, uneg-uneg, horor, pertanyaan, atau mau sapa-sapa penonton dan pendengar Iseng Podcast lainnya.Episode kali ini mau ngebahas soal BBM langka di pertengahan bulan Februari sampai pertengahan bulan April, terutama di wilayah Kalimantan Barat. Kelangkaan meluas di daerah Hulu Kalbar seperti Sintang, Sanggau, Sekadau, Melawi, dan Kapuas Hulu. Kemudian diperparah dengan mitigasi bencana Pertamina yang dinilai kurang adaptif (karena isu kekeringan hampir terjadi setiap tahunnya). Tak lupa komunikasi publik Pemerintah memperkeruh suasana, seperti Bahlil yang bilang BBM tahan 22 hari karena perang di timur tengah, Pemda yang bilang Stock BBM aman tapi antrean mengular, dsb.Selengkapnya cek di episode berikut ini.
Episode kali ini membaca analisis mendalam mengenai dinamika konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran melalui lensa Teori Permainan (Game Theory). Analisis ini mengeksplorasi rasionalitas di balik eskalasi militer serta logika yang mendasari keputusan untuk melakukan gencatan senjata. Perang dan gencatan senjata akan terus berlangsung sebelum mereka menemukan jalan kolaborasi yang menguntungkan semua negara. Informasi yang asimetri menjadi perang akan terus berlanjut dan berulang. Demikian juga gencatan senjata akan berlanjut dan berulang. Ke depannya, selama akar penyebab informasi asimetris dan dilema keamanan tidak diselesaikan, kawasan ini akan terus berada dalam siklus perang dan gencatan senjata. Teori Permainan mengajarkan kita bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika struktur insentif diubah secara fundamental, di mana kerjasama memberikan hasil yang jauh lebih besar daripada konfrontasi. Sebagai kesimpulan, dinamika AS, Israel, dan Iran adalah pengingat bahwa di panggung global, emosi sering kali tunduk pada logika matematika kekuasaan. Memahami aturan permainan ini adalah langkah pertama untuk memprediksi arah konflik dan mengidentifikasi peluang untuk de-eskalasi yang lebih permanen di masa depan.
Simak penjelasannya bersama Narasumber:1. Wakil Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo)/Ketua Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO) Seluruh Indonesia - Lasiman2. Ketua Koordinator Warteg Nusantara - Mukroni
Dalam Keluar Sekejap Episod 193, perbincangan tertumpu kepada konflik yang semakin memuncak antara AS–Israel dan Iran, serta implikasi geopolitik dan ekonomi yang mungkin dirasai oleh Malaysia.Turut disentuh ialah kontroversi melibatkan ahli perniagaan Victor Chin, yang mendakwa kewujudan rangkaian “mafia korporat” berkait urusan NexG Bhd, termasuk dakwaan tentang seorang perantara dikenali sebagai “Mr R” yang dikaitkan dengan pembayaran RM9.5 juta.Selain itu, episod ini membincangkan laporan mengenai BYD yang didakwa menilai semula rancangan membuka kilang pemasangan CKD di Tanjong Malim, susulan syarat yang dikatakan dikenakan oleh MITI, walaupun kementerian tersebut telah menafikan dakwaan berkenaan.Episod ini juga menyentuh insiden kemalangan maut akibat pemandu mabuk di Klang, yang meragut nyawa Amirul Hafiz Omar (33), seorang bapa kepada tiga orang anak, dan kembali mencetuskan perbahasan tentang penguatkuasaan serta keselamatan jalan raya.Ingin jenama anda dikenali oleh ribuan pendengar?Taja episod Keluar Sekejap 2026!Hubungi +6011-1919 1783 atau emel commercial@ksmedia.my
The Iran war has entered its fifth week, but there are no signs of an end in sight. Meanwhile, concerns about crude oil supplies are growing due to the continued closure of the Strait of Hormuz. - Perang di Iran telah memasuki minggu ke lima, namun belum ada tanda-tanda kapan berakhirnya. Sementara itu kerisauan akan pasokan minyak mentah semakin terasa akibat masih tertutupnya selat Hormuz.
Pasokan bantuan pangan internasional terancam terhenti akibat dampak meluasnya perang di Timur Tengah. Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan adanya keterlambatan distribusi serius yang mengancam keselamatan jutaan warga di Sudan dan Afghanistan. Sebanyak 70.000 metrik ton bantuan darurat kini terhambat di pelabuhan dan kapal, termasuk pasokan nutrisi penting untuk ibu dan anak yang terjebak di Pakistan. Untuk menjaga kelancaran distribusi, jalur pengiriman menuju Sudan kini dialihkan melalui Tanjung Harapan di Afrika, yang menambah waktu pengiriman hingga 25 hari dan membengkakkan biaya logistik 25%. Dampak perang ini juga dirasakan oleh 17 juta warga rawan pangan di Afghanistan, yang kini memerlukan rute pengiriman yang lebih panjang dengan biaya tambahan signifikan. Meskipun menghadapi kendala besar, WFP menegaskan akan terus melanjutkan operasi bantuan untuk memastikan bantuan tetap sampai ke tangan yang membutuhkan di tengah krisis global ini.
The Australian Government has decided to ban Iranians holding visitor visas from entering Australia for six months starting from the 26 of March 2026. - Pemerintah Australia telah memutuskan untuk melarang warga Iran yang memegang visa kunjungan memasuki Australia selama enam bulan mulai tanggal 26 Maret 2026.
Anggota parlemen Iran Alaeddin Boroujerdi menyebutkan soal tarif US$2 juta per kapal di Selat Hormuz. Bloomberg mengonfirmasi pungutan ini bersifat ad hoc dan sudah dibayar beberapa kapal. Iran membingkai ini bukan sebagai hukuman, melainkan revenue stream: “Perang memiliki ongkos.” Untuk pertama kalinya dalam 47 tahun pasca-Revolusi Islam, Hormuz bukan hanya senjata strategis — ia menjadi sumber pendapatan langsung.
KATA PEMRED #1PinterPolitik.com“Ketika negara-negara besar tidak lagi bertempur dengan senjata, mereka bertempur dengan narasi, jaringan, dan pendanaan yang terstruktur — halus seperti embun, namun dalam seperti akar yang menembus karang.”– Wim Tangkilisan
Kekerasan, atas nama apa pun, tak pernah bisa dibenarkan. Jika kini Amerika Serikat dan Israel mengklaim menyerang Iran demi membebaskan rakyatnya dari tirani, adalah dalih yang dibuat-buat. Serangan yang menewaskan Khamenei satu paket dengan serangan terhadap sekolah dan rumah sakit. Indonesia seharusnya lebih khawatir dengan dampak ekonomi, bukan hanya terburu-buru menyatakan siaga satu keamanan. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Perang di Iran bukan hanya soal rudal dan strategi militer—di baliknya ada perputaran uang global yang diam-diam menggeser keuntungan, risiko, dan kekuatan ekonomi dunia.
Episod 191 Keluar Sekejap membincangkan dakwaan terhadap keluarga Almarhum Tun Daim yang dikaitkan dengan komplot bersama kelompok Zionis dalam usaha menggulingkan kerajaan. Turut dibincangkan ialah tindakan SPRM yang sedang mengesan bekas pegawai kepada Rafizi Ramli, James Chai, bagi membantu siasatan berhubung dakwaan penyelewengan dana RM1.1 bilion melibatkan syarikat semikonduktor British, Arm Holdings.Episod ini juga mengulas kenyataan Presiden UMNO yang membuka pintu kepada bekas ahli parti yang pernah dipecat atau digantung keahlian, serta individu yang ingin kembali bersama dalam perjuangan UMNO.Selain itu, KS turut menyentuh beberapa isu sensitif berkaitan 3R yang hangat diperdebatkan kebelakangan ini, termasuk polemik rumah ibadat tanpa kebenaran serta kontroversi insiden pijak al-Quran.Di peringkat antarabangsa, Keluar Sekejap turut meneliti perkembangan konflik antara Amerika Syarikat dan Iran, serta kemungkinan implikasinya terhadap ekonomi dan kepentingan Malaysia.Ingin jenama anda dikenali oleh ribuan pendengar?Taja episod Keluar Sekejap 2026!Hubungi +6011-1919 1783 atau emel commercial@ksmedia.my
Double pivot andalan anda ngomongin tentang perang yang mempengaruhi sepakbola dan sebaliknya
Lukas 12:15 Luka Rohani Bernama Keserakahan Godaan Zaman Modern Jalan Pemulihan: Syukur dan Kesederhanaan Iman di Atas Materialisme
Istilah “Zeitenwende” pertama kali diucapkan Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Februari 2022, tiga hari setelah Rusia menginvasi Ukraina. Kata Jerman yang berarti “titik balik era” ini menandai perubahan radikal kebijakan pertahanan Berlin: dari pasifisme pascaperang menjadi kekuatan militer yang siap bertindak. Akankah ini juga terjadi di Greenland?