POPULARITY
Kawasan Mina masih menjadi salah satu titik krusial dalam layanan haji. Hal tersebut disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, menanggapi masukan dari DPR mengenai keterbatasan kapasitas tenda dan lahan di Mina. (BEH/MCH2026)#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 3 Juni 2026Bacaan: "Pergilah! Tuhan menyertai engkau." (1 Samuel 17:37b)Bacaan: Suatu hari, seorang pemuda melamar pekerjaan ke suatu perusahaan. "Selamat, Anda diterima menjadi supir di kantor ini. Mulai besok Anda sudah bisa bekerja," ucap manajer HRD kepada seorang pelamar. "Hmmm... maaf pak, bagaimana kalau saya bekerja mulai minggu depan saja?" jawab si pelamar. "Lho, mengapa begitu?" tanya manajer HRD keheranan. "Karena satu minggu ini saya harus kursus mengemudi terlebih dahulu, pak," jawab pelamar itu dengan mantap. Cerita tersebut memang hanya humor belaka. Terlepas dari itu, ada pelajaran menarik yang bisa kita ambil, yakni sikap berani si pelamar menerima tantangan sebagai supir padahal ia sendiri belum bisa mengendarai mobil. Sikap berani itu juga pernah ditunjukkan oleh Daud saat memutuskan untuk melawan Goliat. Kita tahu bahwa Daud tidak memiliki pengalaman perang sebelumnya, apalagi perang melawan raksasa yang selama ini ditakuti oleh bangsa-bangsa lain. la hanya mempunyai pengalaman melawan binatang buas, seperti singa atau beruang. Mengapa Daud berhasil mengalahkan Goliat padahal ia belum mempunyai pengalaman di medan perang? Karena Daud memutuskan dan maju berperang bersama Allah (ay. 45). Seperti halnya Daud, tantangan dalam kehidupan ini juga pasti ada. Tantangan dapat membuat nyali kita ciut, tetapi tantangan dapat membuat kita bertumbuh. Ini tergantung bagaimana kita merespon tantangan tersebut. Belajar dari Daud, hadapilah tantangan dalam hidup kita bersama Tuhan. Pandanglah Tuhan, bukan tantangan yang ada di hadapan kita! Dengan demikian, keberanian kita untuk menaklukkan tantangan akan semakin besar dan tantangan akan semakin kecil. Saat ini, sebelum kita beraktivitas, pastikan diri sendiri bahwa Tuhan ada dipihak kita, karena Dia adalah Sumber kekuatan dan keberanian kita untuk menaklukkan tantangan apapun yang ada di hadapan kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap tantangan yang aku hadapi selama ini. Aku bersyukur, selama aku mengandalkan Engkau, semua tantangan itu dapat aku lewati dengan baik. Amin. (Dod).
Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar di dunia, namun tantangan stabilitas harga minyak goreng di pasar domestik masih sering terjadi.Di tengah rencana penerapan mandatori Biodiesel B50, muncul pertanyaan besar: Akankah kebijakan energi ini akan berdampak pada masyarakat?Apa saja tantangan dan langkah yang harus diambil agar kebijakan ini tidak menjadi beban bagi masyarakat?Simak wawancaranya dalam Elshinta Podcast bersama Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) dan Peneliti Sawit Universitas Indonesia yang juga Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Dr. Eugenia Mardanugraha. S,Si., M.E.
Pancasila kembali menjadi refleksi penting bagi bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan zaman. Mulai dari persoalan sosial, derasnya arus informasi di ruang digital, hingga konflik yang masih terjadi di berbagai belahan dunia, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai perekat persatuan dan pedoman kehidupan berbangsa.Dalam rangka Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", bagaimana implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi dinamika saat ini? Sejauh mana Pancasila dapat menjadi kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia?Simak perbincangan bersama Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Dr. Darmansjah Djumala, S.E., M.A., https://elshinta.com/indeks/dalam-negeri/bpip-pancasila-diakui-dunia-dan-tetap-relevan-hadapi-disrupsi-digital-165605
Pergumulan orang Kristen mengerti apa yang harus dikerjakan di dunia ini.
In Indonesia, many alternative and independent media have been born, amid a mass of media that is increasingly feared to be declining in quality. - Di Indonesia banyak lahir media-media alternatif dan independen, di tengah kepungan media yang semakin dikhawatirkan mengalami penurunan kualitas.
Industri perunggasan nasional saat ini tengah menghadapi sejumlah tantangan berat. Permasalahan tersebut mulai dari fluktuasi harga di pasaran, lonjakan biaya produksi, hingga struktur pasar yang dinilai masih belum berpihak kepada para peternak rakyat.
Diskusi Interaktif : RAPBN/KEM-PPKF 2027, Optimisme di tengah tantangan ekonomi? 1. Fungsionaris Kadin Indonesia, yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi (HIPPI) Jakarta Timur, Muhammad Sirod& 2. Pengamat Ekonomi, Irwan Ibrahim
Di tengah budaya patriarki yang masih mengakar, ketidakadilan gender masih menghantui. Berbagai faktor multidimensional semakin menekan kelompok rentan terutama perempuan yang harus memikul beban berlapis. Kondisi ini kian diperparah oleh krisis iklim, yang membuat akses terhadap sumber daya semakin terbatas. Berangkat dari keresahan tersebut, berbagai inisiatif di tingkat tapak di Timor Tengah Selatan mulai tumbuh. Mulai dari pembentukan sekolah perempuan dan sekolah ayah (laki-laki) untuk membangun kesadaran atas kesetaraan dan keadilan gender, hingga gerakan ayah sebagai konselor pangan dan gizi keluarga. Melalui proyek Land4Lives, CIFOR-ICRAF turut mendampingi petani—baik laki-laki maupun perempuan—dalam menerapkan pertanian cerdas iklim. Pendampingan ini mencakup pengembangan kebun belajar dan kebun dapur, serta penguatan kelompok usaha berbasis agroforestri dalam menyusun rencana bisnis dan mengembangkan usaha produktif. Bagaimana gerakan-gerakan ini tumbuh dan berkembang? Simak perbincangan inspiratif bersama Pendeta Saprianus dan Ratnasari hanya di Podcast Bincang Hutan
Plastic is a global problem that has a greater risk of environmental impact than its functional benefits for human life. Now there are various environmentally friendly alternatives to replace it. - Plastik merupakan permasalahan global yang memiliki risiko dampak lingkungan lebih besar dibandingkan manfaat fungsionalnya bagi kehidupan manusia. Kini muncul berbagai alternatif ramah lingkungan sebagai penggantinya.
Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026 mengajak kita bertanya lebih dalam: ke mana arah pendidikan Indonesia hari ini? Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pendidikan tidak lagi sekadar soal angka kelulusan atau nilai akademik, tetapi tentang bagaimana membentuk manusia yang adaptif, kritis, dan berkarakter.Tantangan yang dihadapi pun semakin kompleks. Mulai dari kesenjangan akses pendidikan, kualitas tenaga pengajar, hingga relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Di sisi lain, digitalisasi membuka peluang besar, namun juga menuntut kesiapan semua pihak agar tidak semakin memperlebar jurang ketimpangan.Momentum Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, keluarga, dan dunia usaha. Kolaborasi menjadi kunci untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu.Ke depan, arah pendidikan kita ditentukan oleh sejauh mana kita mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial. Karena pada akhirnya, pendidikan adalah fondasi utama dalam menentukan masa depan bangsa.TALK :: Ketua Pengurus Besar (PB) PGRI, Dr. Dudung Abdul Qodir, M.Si. & Koodinator Komunitas Peduli Pendidikan Jawa Barat, M.S. Iriyanto
Pelantikan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup oleh Prabowo Subianto langsung dihadapkan pada persoalan krusial: darurat sampah nasional. Bersama Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto, mengulas fakta mencengangkan produksi sampah Indonesia yang mencapai 60 juta ton per tahun, target penghapusan open dumping 2027, hingga solusi waste to energy.Tak hanya itu, dibahas pula tantangan menekan emisi karbon, komitmen terhadap standar global, serta sejauh mana kesiapan Indonesia menuju net zero emission. Apakah kepemimpinan baru mampu menjawab persoalan lingkungan yang kian kompleks? Simak analisis lengkapnya.
Ustadz Nizar Saad Jabal Lc. M.Pd. - Tantangan Besar Dalam Mendidik Anak Di Masa Kini
Tanggal 24 April diperingati sebagai Hari Transportasi Nasional yang menjadi momentum mendorong penggunaan transportasi publik di tengah kemacetan dan tantangan mobilitas perkotaan. Berbagai kebijakan seperti penggratisan tarif dan kampanye naik transportasi umum terus dilakukan untuk menggeser ketergantungan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Diskusi bersama Dosen PWK ITERA dan Peneliti CURS bidang infrastruktur dan studi perkotaan, Dr. Eng. IB Ilham Malik.
Cinta saja tidak cukup dalam pernikahan. Relationship check perlu dilakukan setelah bertahun - tahun menikah. Kalau tidak bahagia, buat apa bertahan? Conscious Marriage Advocate Certified Couple Therapist & PreMarital Consultant, Rani Anggraeni Dewi menjawab semuanya.#ranianggraenidewi #marriageadvocate #talkshow #podcast #podcastindonesia #cauldrontalks #andinieffendi—Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya.୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldrontalks/https://www.youtube.com/channel/UCIs1JAa6LciLsjwkQ-caGaw https://fb.watch/dv-wICk08O/☆ Dengarkan juga podcast kami ☆https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280☆ Host Andini Effendi ☆https://www.instagram.com/andinieffendi/☆ Rani Anggraeni Dewi ☆https://www.instagram.com/rani_anggraeni_dewi_/—Timestamps00:00 Intro02:31 Latar belakang Rani Anggraeni Dewi08:13 Alasan mengubah identitas10:56 Membangun masyarakat yang penuh cinta kasih15:58 Holistic approach18:13 Untuk apa bertahan dalam pernikahan?21:16 Love is not enough30:15 Pernikahan is not a business partner36:49 Akar dari perselingkuhan41:15 Orang tua harus menciptakan rasa aman53:31 Tantangan besar dalam pernikahan
Ustadz Nizar Saad Jabal Lc. M.Pd. - Tantangan Keluarga Akhir Zaman [Versi Lebih Lengkap]
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Menghadapi Tantangan Keluarga di Zaman Fitnah
Era kestabilan tunggal pasca-Perang Dingin telah berakhir, digantikan oleh dunia yang terfragmentasi di mana persaingan sistemik menjadi norma baru. Dalam lanskap yang berbahaya ini, statecraft atau seni bernegara tidak lagi boleh dipandang secara sempit sebagai urusan diplomasi di meja perundingan atau sekadar unjuk kekuatan militer. Sebaliknya, ia adalah orkestrasi total dari seluruh instrumen kekuatan nasional—mulai dari ketahanan rantai pasok ekonomi hingga keunggulan teknologi mutakhir. Jack Watling mengingatkan kita bahwa negara yang akan bertahan dan memimpin adalah negara yang mampu menyatukan kebijakan domestik dengan ambisi luar negeri secara koheren, mengubah birokrasi yang kaku menjadi mesin strategi nasional yang terintegrasi sepenuhnya. Persaingan modern kini berpindah ke ruang-ruang yang sering kali tidak terlihat, yakni "Zona Abu-abu" dan titik-titik sumbat (chokepoints) strategis. Kekuatan tidak lagi diukur hanya dari jumlah hulu ledak nuklir, melainkan dari kontrol atas aliran data, kabel bawah laut, dan dominasi produksi semikonduktor canggih. Dalam lingkungan ini, konsep ketergantungan telah dipersenjatai; hubungan ekonomi yang dulunya dianggap sebagai jembatan perdamaian kini menjadi alat pemerasan politik. Oleh karena itu, memiliki "Wawasan" (Insight) yang mendalam untuk memahami lensa budaya dan motivasi lawan menjadi sangat kritikal guna menghindari salah kalkulasi yang bisa memicu eskalasi konflik yang tidak diinginkan. Pada akhirnya, keberhasilan strategi sebuah negara sangat bergantung pada ketahanan internal dan visi jangka panjangnya. Tantangan terbesar bagi negara demokrasi adalah menyelaraskan siklus politik jangka pendek dengan kebutuhan strategis yang melampaui dekade. Tanpa basis industri yang kuat dan masyarakat yang memiliki resiliensi tinggi terhadap disinformasi, kedaulatan sebuah negara akan terus tergerus. Statecraft di era perpecahan ini menuntut kepemimpinan yang berani untuk menentukan prioritas yang sulit, menjaga integritas nilai-nilai nasional, dan terus berinovasi dalam mengejar penemuan teknologi. Hanya dengan tangan yang teguh dan visi yang jernih, sebuah negara dapat menavigasi jaringan ketergantungan global tanpa kehilangan jati diri dan kekuasaannya.
Pemerintah mulai membatasi pembelian BBM maksimal 50 liter per kendaraan sebagai upaya menekan konsumsi energi dan menjaga beban subsidi. Kebijakan ini bukan sekadar langkah teknis, tetapi juga dorongan untuk membangun kebiasaan penggunaan energi yang lebih bijak di tengah tantangan pasokan ke depan.Lalu, seperti apa praktik penggunaan BBM yang efisien dalam kehidupan sehari-hari? Bersama Ekonom INDEF, Abra Talattov, kami mengulas dampak kebijakan ini, tantangan di lapangan, serta peran masyarakat dalam mendukung pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Felicia Chandra dari Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yesaya 50: 4-9a; Mazmur tg 69: 8-10.21bcd-22.31.33-34; Matius 26: 14-25.TANTANGAN YUDAS ISKARIOT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tantangan YudasIskariot. Salah satu dari 12 rasul Yesus yang mati lebih dahulu ini bernasibtragis yang sangat negatif. Kita katakan begini untuk membedakan nasib tragisyang dialami hampir semua rasul lainnya yang kemudian hari mati sebagai martirGereja. Yudas mati sungguh tragis dan sangat tidak bermartabat. Kisah itu terjadi lebih dari 2000 tahun lalu, persisnyapada saat hukuman mati dijatuhkan kepada Yesus melalui pengadilan yang tidakadil. Kita yang mengenang peristiwa ini khususnya dalam setiap tahun sekitarhari-hari pekan suci, memandangnya sebagai pelajaran yang kaya dengannilai-nilainya. Semua pelajaran itu merupakan tantangan Yudas Iskariot yangperlu kita hadapi sebagai bagian dari pembentukan iman kita kepada Kristusdalam sepanjang hidup kita masing-masing. Tantangan Yudas yang paling menonjol bagi kita saat iniialah cinta akan materi. Gaya hidup yang bertumpu hanya pada materi, atau hiduphanya diukur oleh materi seperti uang dan harta benda, lazim kita kenal dengansebutan materialisme. Dari gaya ini timbul aneka kejahatan lain sepertipencurian, korupsi, diskriminasi, perang, dan terorisme. Kita sebagai pengikutKristus yang baik, tentu saja tidak ingin bernasib seperti Yudas, hanya karenaberjuang untuk materi orang akhirnya menemukan kehampaan dalam hidupnyasendiri. Tantangan politisasi agama merupakan aspek yang lumayanpenting bagi kita. Baik Yudas dan para rasul lainnya maupun para pemuka Yahudirupanya punya kepentingan politik. Mereka ingin supaya ada Mesias yang hadirbagi mereka. Dengan bantuan Mesias mereka harus dibebaskan dari penjajahRomawi. Tetapi mereka salah paham dan mati langkah. Yesus bukan untuk mereka.Di dalam kehidupan bermasyarakat di negeri kita, kita ditantang untukbenar-benar menghindari politisasi agama. Jangan ada pengaruh politik masuk di dalamnya,demikian juga jangan pernah gaya hidup beriman memberlakukan cara-caraberpolitik yang cenderung memecah belah. Tantangan lain yang dapat kita tandai dari peristiwasiasat yang dimainkan oleh Yudas ialah kemunafikan. Siasatnya ialah memelukYesus, mencium-Nya, lalu mengirim pesan kepada para algojo dan orang-orangYahudi untuk menangkap Yesus. Betapa ini merupakan cara-cara kemunafikan olehsiapa pun di antara kita yang menjual teman, saudara, kerabat, tetangga,kampung halaman, agama, bangsa dan tanah air sendiri. Motivasi apa pun itu yangsenantiasa sangat duniawi, gampang membuat seseorang menyangkal yang seharusnyaia lindungi dan hormati. Tantangan-tantangan ini harus kita lawan dan kitaatasi. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, terangilah kami selalu untukmenghindari sikap Yudas di dalam diri kami sehingga kami dapat hidup suciseperti diri-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
Industri kelapa sawit menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi devisa besar, serapan tenaga kerja tinggi, serta rantai pasok yang kuat di dalam negeri. Namun, di balik kinerjanya yang solid, sektor ini menghadapi tantangan serius—mulai dari menurunnya minat tenaga kerja hingga kenaikan upah minimum yang berpotensi menekan daya saing.Dalam episode ini, kami berbincang bersama Tauhid Ahmad, Ekonom Senior INDEF, membahas strategi menjaga keberlanjutan industri sawit serta masa depan daya saing nasional di tengah dinamika global.
Bayern jadi penopang koefisien Bundesliga, dengan berhasil lolos ke perempat final, dimana mereka akan ditantang oleh Real Madrid. Bayern punya rekor buruk kontra El Real, tapi musim ini situasi berbeda. Bisakah Kompany mengatasi pasukan Arbeloa kali ini? Selain itu kami juga membahas pemanggilan Timnas Jerman terbaru
Let's get to know Kajian Islam Adelaide or the Adelaide Islamic Studies, a Muslim community run by Indonesians in Adelaide that many aktivities especially during Ramadan. - Mari mengenal Kajian Islam Adelaide, salah satu komunitas Muslim yang digerakkan oleh warga Indonesia di Adelaide dan aktif berkegiatan terutama saat Ramadan.
Pada tahun 2060, Indonesia diprediksi akan menempati posisi sentral dalam peta kekuatan dunia seiring bergesernya pusat gravitasi ekonomi ke Asia, sebuah fenomena yang oleh Stefan Hajkowicz disebut sebagai The Silk Highway. Transformasi ini tidak hanya terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu raksasa baru global, tetapi juga dari peralihan struktural menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan jasa digital yang masif. Melalui megatren Virtually Here, seluruh sendi kehidupan masyarakat telah terintegrasi dengan teknologi canggih, menciptakan ekosistem di mana inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk tetap relevan di tengah persaingan dunia yang semakin terkoneksi dan cepat berubah. Namun, kemakmuran ekonomi tersebut membawa tekanan besar terhadap daya dukung lingkungan dan ketersediaan sumber daya alam sesuai pola More from Less. Dengan populasi yang padat serta permintaan energi dan pangan yang melonjak, Indonesia di masa depan harus mengandalkan efisiensi radikal dan teknologi regeneratif untuk menjaga keberlangsungan hidup bangsanya. Tantangan terbesar terletak pada megatren Going, going… gone?, di mana kelestarian biodiversitas Indonesia menjadi aset tak ternilai sekaligus berada di titik kritis. Keberhasilan dalam menjaga hutan hujan dan ekosistem laut akan menentukan apakah Indonesia mampu melakukan "pendaratan lembut" menuju keberlanjutan yang sejati atau justru terjebak dalam krisis ekologi yang sulit untuk dipulihkan. Di sisi lain, dinamika sosial Indonesia 2060 akan sangat dipengaruhi oleh transisi demografi Forever Young dan perubahan ekspektasi manusia dalam Great Expectations. Setelah melewati masa puncak bonus demografi, Indonesia akan menghadapi tantangan populasi lansia yang memerlukan transformasi sistem kesehatan ke arah pencegahan serta model kerja fleksibel agar tetap produktif sebagai mentor bangsa. Seiring meningkatnya kesejahteraan, masyarakatnya pun mengalami "dematerialisasi", di mana kebahagiaan tidak lagi diukur dari kepemilikan barang materi semata, melainkan dari kualitas pengalaman, pendidikan, dan dampak sosial yang diberikan. Pada akhirnya, masa depan Indonesia di tahun tersebut adalah hasil dari keputusan strategis hari ini dalam merespons sinyal-sinyal perubahan global demi mencapai kemajuan yang bermakna bagi kemanusiaan.
Di era transparansi, kepercayaan adalah aset termahal organisasi. Bagaimana para pakar komunikasi mengelola reputasi agar tetap relevan dan berkelanjutan?Host Asmono Wikan mengupas tuntas strategi trust-building bersama lima praktisi ahli:Luqman Firmansyah (PT Pelindo Marine ServiceHanindito (InJourney)Mamit Setiawan (PLN Energi Primer Indonesia)Chrysanthi Tarigan (Chandra Asri Group)Rivan Tanjung (Praktisi Komunikasi)Highlight Episode:Mengapa transparansi menjadi kunci reputasi masa kini.Tantangan mengelola ekspektasi publik di berbagai industri.Langkah konkret menjaga narasi positif yang berkelanjutan.Dengarkan sekarang untuk memperdalam wawasan komunikasi strategis Anda!#MAWTalk #PublicRelations #Reputasi #CorporateCommunication #PodcastIndonesia
Istilah "surplus kognitif," yang dipopulerkan oleh pemikir internet Clay Shirky, merujuk pada fenomena luar biasa di mana miliaran jam waktu luang, energi, dan bakat dari masyarakat terdidik kini dapat diakumulasikan untuk tujuan kolektif. Selama beberapa dekade di abad ke-20, ledakan waktu luang pasca-industri ini sebagian besar dihabiskan secara pasif, terutama dengan duduk mengonsumsi tontonan di depan layar televisi. Namun, kehadiran teknologi digital dan internet telah mengubah paradigma tersebut secara drastis. Ruang digital memicu transisi masyarakat dari sekadar konsumen pasif menjadi produsen dan partisipan aktif yang mampu berkolaborasi menciptakan karya nyata dalam skala global. Transformasi peradaban ini digerakkan oleh perpaduan tiga elemen utama: sarana, motif, dan peluang. Teknologi digital menyediakan "sarana" murah yang menghapus monopoli publikasi masa lalu, sementara platform kolaboratif menciptakan "peluang" struktural bagi orang-orang untuk berkumpul tanpa batas geografis. Namun, mesin penggerak utamanya adalah "motif" manusiawi yang intrinsik; individu rela menyumbangkan waktu dan pikiran mereka bukan demi imbalan uang, melainkan karena dorongan psikologis untuk merasa kompeten, otonom, dan terhubung dengan sesama. Berkat perpaduan inilah, sebagian kecil dari triliunan jam waktu luang yang dulunya terbuang kini mampu melahirkan keajaiban kolaboratif raksasa seperti ensiklopedia bebas Wikipedia. Pada akhirnya, surplus kognitif merupakan bahan mentah baru bagi peradaban modern yang memiliki potensi tak terbatas. Nilai yang dihasilkan dari kolaborasi ini membentang dari sekadar hiburan komunal yang memuaskan hasrat pribadi hingga penciptaan nilai sipil yang mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat luas, seperti platform pelacakan krisis dan advokasi sosial. Tantangan terbesar dan paling menentukan bagi umat manusia saat ini adalah bagaimana kita mendesain tata kelola dan budaya partisipasi yang tepat. Tujuannya adalah agar triliunan jam energi kolektif ini tidak hanya menguap menjadi kesia-siaan, tetapi dapat secara efektif diarahkan untuk memecahkan berbagai masalah kemanusiaan yang mendesak di era yang saling terhubung ini.
Organisasi bukanlah sekadar struktur hierarki atau sekumpulan proses bisnis yang kaku, melainkan sebuah entitas hidup yang bernapas melalui interaksi manusia. Di dalamnya, terdapat kekuatan tak kasat mata yang menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah visi, yakni budaya organisasi. Budaya bertindak sebagai perekat sosial yang menyatukan individu dalam satu identitas kolektif yang unik. Budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai pola asumsi dasar yang ditemukan, ditemukan kembali, atau dikembangkan oleh kelompok tertentu saat mereka belajar menghadapi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Jika pola tersebut terbukti efektif, ia akan diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk mempersepsikan, memikirkan, dan merasakan masalah-masalah tersebut. Menurut Edgar Schein, budaya tidak bisa dipahami secara dangkal melalui survei belaka, melainkan harus dilihat melalui tiga tingkatan. Tingkat pertama adalah artifak, yaitu segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan secara fisik di lingkungan organisasi. Ini mencakup arsitektur kantor, cara berpakaian, hingga bahasa formal yang digunakan sehari-hari. Namun, artifak seringkali menyesatkan karena mudah diamati tetapi sulit untuk ditafsirkan maknanya. Di bawah artifak terdapat nilai-nilai yang dideklarasikan (espoused values), yang mencakup strategi, tujuan, dan filosofi yang secara sadar diungkapkan oleh pemimpin. Nilai-nilai ini adalah apa yang "seharusnya" dilakukan menurut norma kelompok. Tingkatan terdalam dan yang paling kuat adalah asumsi dasar (basic underlying assumptions). Asumsi ini bersifat tidak sadar dan dianggap sudah semestinya benar (taken for granted), sehingga anggota organisasi tidak lagi mempertanyakan keberadaannya. Inilah inti sebenarnya dari budaya yang menentukan bagaimana realitas dipahami oleh setiap individu di dalamnya. Asumsi dasar ini seringkali berakar pada sejarah panjang organisasi dalam mengatasi krisis atau merayakan kesuksesan. Ketika suatu tindakan secara konsisten membawa keberhasilan, tindakan tersebut berubah dari sekadar hipotesis menjadi keyakinan yang tidak tergoyahkan. Budaya, dalam hal ini, adalah hasil dari proses pembelajaran kolektif yang terakumulasi. Salah satu fungsi utama budaya adalah membantu organisasi dalam adaptasi eksternal. Budaya menentukan misi inti organisasi, strategi operasional, hingga kriteria keberhasilan yang mereka tetapkan sendiri. Tanpa kesepakatan budaya mengenai hal-hal fundamental ini, organisasi akan kehilangan arah di tengah persaingan pasar yang dinamis. Selain adaptasi ke luar, budaya juga berfungsi menjaga integrasi internal. Budaya memberikan bahasa bersama, menentukan batasan kelompok, menetapkan kriteria untuk kekuasaan dan status, serta menciptakan norma-norma tentang keintiman dan persahabatan. Hal ini menciptakan rasa aman dan stabilitas psikologis bagi setiap anggota. Pembentukan budaya sangat dipengaruhi oleh peran pendiri organisasi. Para pendiri membawa asumsi awal mereka tentang dunia dan cara terbaik untuk menjalankan bisnis. Melalui kepemimpinan mereka, nilai-nilai pribadi sang pendiri perlahan-lahan menyerap ke dalam struktur dan menjadi identitas permanen bagi organisasi tersebut. Seiring bertumbuhnya organisasi, budaya tidak lagi bersifat monolitik. Seringkali muncul subkultur yang berbeda berdasarkan fungsi departemen, lokasi geografis, atau tingkatan hierarki. Tantangan bagi seorang pemimpin adalah bagaimana menyelaraskan subkultur ini agar tidak terjadi konflik yang dapat melumpuhkan efektivitas kerja. Budaya juga berfungsi sebagai mekanisme pengurangan kecemasan (anxiety reduction). Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, budaya memberikan kerangka berpikir yang stabil sehingga individu tahu bagaimana harus bereaksi tanpa perlu menganalisis setiap situasi dari nol. Budaya memberikan prediktabilitas dalam interaksi sosial. Kepemimpinan dan budaya adalah dua sisi dari koin yang sama. Pemimpin menciptakan budaya melalui tindakan-tindakan mereka, namun di saat yang sama, budaya yang sudah mapan juga menentukan jenis pemimpin seperti apa yang akan diterima oleh organisasi. Pemimpin yang gagal memahami budaya organisasinya akan mengalami penolakan sistemik. Mendiagnosis budaya organisasi memerlukan pendekatan kualitatif yang mendalam daripada sekadar metode kuantitatif. Pemimpin harus mampu menjadi "detektif budaya" yang mengamati perilaku, mendengarkan cerita, dan menggali asumsi yang tersembunyi. Memahami budaya berarti memahami jiwa dari organisasi itu sendiri. Perubahan budaya adalah proses yang sangat menyakitkan karena melibatkan aspek "pembongkaran" identitas lama. Edgar Schein menekankan bahwa untuk mengubah budaya, seseorang harus melalui tahap unfreezing, di mana stabilitas lama digoyahkan untuk menciptakan motivasi bagi perubahan. Tanpa rasa urgensi, budaya lama akan selalu menang. Setelah tahap unfreezing, organisasi perlu melakukan restrukturisasi kognitif. Anggota organisasi harus belajar melihat realitas dengan cara baru dan mengadopsi asumsi-asumsi baru yang lebih relevan dengan tantangan zaman. Proses ini membutuhkan pendampingan yang intens dan contoh nyata dari para pemimpin puncak. Salah satu penghambat terbesar perubahan budaya adalah learning anxiety atau kecemasan untuk belajar hal baru. Manusia cenderung takut akan kegagalan atau kehilangan status saat mencoba cara-cara baru. Oleh karena itu, menciptakan rasa aman psikologis (psychological safety) adalah prasyarat mutlak dalam transformasi budaya. Kepemimpinan yang transformasional harus mampu mengomunikasikan visi baru secara konsisten melalui segala saluran. Bukan hanya melalui pidato, tetapi juga melalui kebijakan rekrutmen, sistem penghargaan, dan alokasi sumber daya. Apa yang diprioritaskan oleh pemimpin adalah apa yang akan dianggap penting oleh budaya. Budaya organisasi juga sangat dipengaruhi oleh budaya nasional atau makro di mana organisasi tersebut berada. Nilai-nilai tentang otoritas, waktu, dan individualisme yang dipegang oleh masyarakat sekitar akan mewarnai bagaimana budaya perusahaan terbentuk. Globalisasi menuntut organisasi untuk lebih peka terhadap perbedaan budaya ini. Teknologi modern juga turut mengubah wajah budaya organisasi. Cara kita berkomunikasi secara digital telah merubah pola interaksi sosial dan struktur otoritas dalam perusahaan. Meskipun teknologinya baru, asumsi dasar manusia tentang kebutuhan akan pengakuan dan rasa memiliki tetap menjadi inti dari budaya. Dalam organisasi yang matang, budaya bisa menjadi beban jika ia menjadi kaku dan menolak inovasi. Inilah yang disebut sebagai "kekakuan budaya" yang bisa menyebabkan organisasi runtuh meskipun pernah sukses di masa lalu. Kemampuan untuk melakukan pembelajaran berkelanjutan adalah ciri budaya yang sehat. Budaya yang kuat bukan berarti budaya yang seragam tanpa perbedaan pendapat. Budaya yang kuat adalah budaya yang memiliki nilai-nilai inti yang kokoh, namun tetap memberikan ruang bagi keberagaman ide dan kritik konstruktif. Fleksibilitas di dalam kerangka nilai adalah kunci ketahanan jangka panjang. Evaluasi terhadap budaya tidak boleh dilakukan secara menghakimi sebagai "baik" atau "buruk" secara abstrak. Budaya harus dinilai berdasarkan efektivitasnya dalam mendukung tujuan organisasi dan kesejahteraan anggotanya. Budaya yang efektif adalah budaya yang selaras dengan realitas lingkungan eksternal. Akhirnya, manajemen budaya adalah tugas berkelanjutan bagi setiap pemimpin. Budaya bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dalam satu program pelatihan, melainkan sesuatu yang dipelihara setiap hari melalui setiap keputusan kecil yang diambil. Budaya adalah akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang menjadi karakter. Kesadaran akan budaya memberikan kekuatan bagi organisasi untuk melampaui keterbatasan teknis. Dengan budaya yang sehat, sebuah organisasi mampu bertahan melewati krisis ekonomi, perubahan pasar, hingga pergantian kepemimpinan. Budaya adalah warisan abadi yang ditinggalkan oleh sebuah kelompok kepada generasi berikutnya. Sebagai penutup, memahami organisasi berarti memahami manusia di dalamnya dengan segala kompleksitas budaya yang mereka bangun. Organisasi yang hebat adalah organisasi yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga membangun budaya yang memuliakan martabat manusia dan mendorong pertumbuhan bersama menuju tujuan yang lebih besar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026, dengan fokus pada pengumpulan data terkini tentang kondisi dunia usaha di Indonesia. Menghadapi perubahan besar pasca pandemi COVID-19, kegiatan ini bertujuan untuk memperbarui indikator ekonomi yang lebih relevan dan akurat. Data dari usaha mikro hingga perusahaan besar akan menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih tepat. Seberapa siap Indonesia menghadapi tantangan ekonomi global.
Ini adalah cerita tentang pengalaman saya hidup di luar negeri selama lebih dari 10 tahun (nyaris 11 tahun). Ada banyak suka dan dukanya. Kali ini cerita tentang kesusahan hidup di sana. Tantangan berat adalah: kemandirian dan kesepian.#kehidupan
Menyoroti aksi tawuran sarung yang kerap muncul saat Ramadan, kami mengupas motivasi remaja, dampak modernisasi terhadap perilaku sosial, dan upaya pencegahan bersama Sosiolog dan Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Nasional Jakarta, Firdaus Syam.
Indonesia menatap Indonesia Emas 2045, momentum satu abad kemerdekaan dengan target ambisius: menjadi negara maju, berpendapatan per kapita sekitar 33 ribu dolar AS, serta masuk lima besar ekonomi dunia. Tantangan besarnya, bagaimana Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menjaga pertumbuhan ekonomi konsisten di atas 7 persen per tahun.Penguasaan inovasi sains dan teknologi, yang berpadu dengan penerapan Ekonomi Pancasila, dinilai menjadi kunci utama mencapai target tersebut. Lalu, langkah paling mendesak apa yang harus dilakukan pemerintah agar transformasi ekonomi berjalan efektif dan berkelanjutan?Simak perbincangan mendalam bersama Rokhmin Dahuri, membahas strategi konkret menuju Indonesia Emas 2045, hanya di Elshinta, suara fakta dan arah kebijakan.
Simak bersama Narasumber: 1. Fungsionaris Kadin Indonesia, Ketum HIPPI Jakarta Timur, Muhammad Sirod 2. Pengamat Ekonomi Politik, Salamudin Daeng3. Pengamat ekonomi internasional, Irwan ibrahim
Dalam rangka HUT ke-26 Radio Elshinta (14/02/2026), Kepala Badan Pelaksana BPKH, Dr. Fadlul Imansyah, mengungkap tantangan terbesar pengelolaan dana haji bukan pada investasi, melainkan ketidakpastian kebijakan dari otoritas Arab Saudi yang bisa berubah cepat.Ia menjelaskan dampak perubahan timeline, kewajiban pembayaran down payment layanan Armuzna jauh sebelum musim haji, hingga strategi menjaga likuiditas agar nilai manfaat tetap optimal. Fadlul juga memaparkan koordinasi dengan DPR, sinergi dengan Kementerian Haji, serta arah keberlanjutan BPKH Limited di tengah dinamika regulasi Saudi.
Menjelang bulan suci Ramadan tahun ini, berbagai laporan dari pasar tradisional di sejumlah daerah menunjukkan adanya tekanan kenaikan harga beberapa komoditas pangan pokok seperti telur ayam, bawang, cabai, dan daging seiring meningkatnya permintaan musiman// Fenomena ini berpotensi berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama pada kelompok rumah tangga berpendapatan rendah yang masih sangat bergantung pada pasar tradisional untuk kebutuhan harian// Seperti apa tantangan utama yang dihadapi pedagang dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menahan laju kenaikan harga di pasar tradisional? Talk: Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas), Andrian Lame Muhar
Data terbaru BPS menunjukkan lulusan SD ke bawah masih mendominasi tenaga kerja Indonesia. Apa dampaknya bagi produktivitas, upah, dan daya saing ekonomi menuju Indonesia Emas 2045? Bersama Prof. Payaman Simanjuntak.
Tanggal 9 Februari mendatang diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Di usia yang akan memasuki 8 dekade berbagai tantangan terus dihadapi, mulai dari disrupsi digital, banjir informasi, hoaks, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan menguji akurasi, independensi, dan kepercayaan publik terhadap media. Di sisi lain, tekanan ekonomi dan ancaman terhadap keselamatan jurnalis masih menjadi pekerjaan rumah serius. Namun ditengah kebisingan informasi, publik tentunya membutuhkan jurnalisme yang terverifikasi, kontekstual, dan bertanggung jawab. Bagaimana memperkuat pers nasional dan harapan kedepannya?TALK :: Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang
Pergantian Deputi Gubernur Bank Indonesia kembali jadi sorotan publik. Proses ini wajar dalam mekanisme kelembagaan, namun tantangan utama tetap menjaga independensi BI. Figur baru diharapkan profesional, berintegritas, dan mampu mengambil kebijakan moneter tanpa tekanan politik. Independensi bank sentral penting untuk stabilitas rupiah, inflasi, dan kepercayaan publik, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.Talk: - Pengamat Ekonomi Internasional, Irwan Ibrahim
Tim sar gabungan pagi ini melanjutkan evakuasi penumpang pesawat ATR42-500 yang mengalami insiden di bulusaraung. Tim sar telah menemukan 1 jenazah di jurang sedalam 200 meter dari utara puncak Gunung Bulusaraung. Namun, upaya evakuasi jenazah belum bisa dilakukan terkendala buruknya cuaca dan angin kencang. Bagaimana rencana evakuasi pagi ini? [Talk] : Kepala Kantor SAR Makassar, Muhammad Arif Anwar
Perairan dangkal Indonesia hingga 4 mil laut merupakan tumpuan hidup vital bagi mayoritas nelayan kecil dengan perahu mesin di bawah 5 Gross Tonnage. Tata kelola untuk kawasan pantai itu diperlukan karena itu merupakan area pemijahan, atau area di mana ikan berkembang biak dan juga potensi karangnya.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Kerangka kerja Three Horizons yang diperkenalkan oleh Bill Sharpe menawarkan cara pandang strategis untuk memahami dinamika perubahan sistemik melalui tiga lensa waktu yang berbeda. Horizon Pertama (H1) melambangkan sistem yang dominan saat ini atau "bisnis seperti biasa" yang memberikan stabilitas dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekarang. Namun, seiring berjalannya waktu, sistem H1 ini cenderung menjadi kaku dan kehilangan relevansinya karena lingkungan di sekitarnya terus berubah, menciptakan kesenjangan antara kemampuan sistem saat ini dengan tantangan masa depan yang baru muncul. Di sisi lain spektrum, Horizon Ketiga (H3) mewakili visi masa depan yang jauh berbeda dan lebih berkelanjutan, di mana benih-benihnya sebenarnya sudah ada di masa kini dalam bentuk ide-ide radikal atau eksperimen kecil. Di antara keduanya terdapat Horizon Kedua (H2), yaitu zona transisi dan inovasi yang penuh dengan gejolak. Di ruang H2 inilah para inovator bekerja untuk menjembatani kesenjangan antara realitas H1 dan aspirasi H3. Tantangan utamanya adalah membedakan antara inovasi yang hanya memperpanjang umur sistem lama yang mulai gagal (H2-) dengan inovasi transformatif yang benar-benar membuka jalan bagi terwujudnya visi masa depan (H2+). Esensi dari pemikiran ini bukanlah untuk memprediksi masa depan secara kaku, melainkan untuk menumbuhkan apa yang disebut Sharpe sebagai "Kesadaran Masa Depan" atau Future Consciousness. Dengan melihat ketiga horizon ini sebagai pola yang hadir secara simultan di masa kini, kita dapat mengubah konflik antara penjaga sistem lama dan pembawa visi masa depan menjadi dialog kolaboratif yang produktif. Pada akhirnya, Three Horizons menjadi sebuah "pola harapan" (patterning of hope) yang memungkinkan setiap individu dan organisasi untuk bertindak dengan lebih bijak, memastikan bahwa nilai-nilai terbaik dari masa lalu tetap terjaga sambil berani melangkah menuju transformasi yang bermakna bagi masa depan.
Pdt. Ellya Makarawung (TB) Yesaya 54:10Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.
“Produktivitas Rendah, Replanting Lambat: Tantangan Nyata Sawit Nasional”Mau tahu, seberapa penting industri Sawit? Simak perbincangannya dengan Prof. Bustanil Arifin Ekonom Senior INDEF.
Pengamat Bola : Ignatius Indro dan Jimmy S Harianto
The UN has officially declared Jakarta the world's most populous city with 42 million people, surpassing Tokyo. A demographer discusses the implications and whether the Indonesian diaspora should think twice about returning home. - Jakarta kini resmi menjadi kota terpadat di dunia dengan 42 juta jiwa, menggeser Tokyo, menurut PBB. Ahli demografi menjelaskan dampaknya dan apakah diaspora Indonesia perlu berpikir ulang untuk pulang.
With cruise ships soaring in popularity and consistently promising an idyllic mix of luxury and endless excitement, is the experience genuinely as advertised? We'll uncover the facts, outlining the key information and vital precautions needed before you jump aboard. - Dengan semakin polulernya bertamasya dengan kapal pesiar besar yang mengusung citra kemewahan dan hiburan non stop, perlukah kita mempertanyakan: apakah pengalaman berlayar tersebut benar-benar seindah yang diiklankan? Dan hal-hal penting apa saja yang harus diketahui sebelum 'terjun' ke dalam dunia pelayaran modern ini?
Cara Membantu Remaja Menghadapi Tantangan Hidupnya merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 30 Rabiul Awwal 1447 H / 23 September 2025 M. Kajian Tentang Cara Membantu Remaja Menghadapi Tantangan Hidupnya Pada pembahasan sebelumnya telah dibicarakan tentang kapan anak remaja memerlukan […] Tulisan Cara Membantu Remaja Menghadapi Tantangan Hidupnya ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
If every citizen of a country can get a quality primary education free of charge, many parties, especially parents of students, will feel that this is the ideal. - Apabila setiap penduduk warga sebuah negara bisa mendapatkan pendidikan dasar berkualitas secara cuma-cuma, banyak pihak, terutama orang tua anak usia pelajar, akan merasa bahwa itulah yang ideal.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 31 Juli 2025Bacaan: ...."Cukuplah kasih karuniaku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaku menjadi sempurna." (2 Korintus 12:9)Renungan: Suatu ketika seorang pemuda bernama Malcolm diserang oleh seekor induk beruang di dalam hutan. Induk beruang itu meremukkan tulang di tubuhnya dan menancapkan cakarnya pada wajah Malcolm dan mencakar lurus hingga ke kepala bagian belakang. Selama 8 tahun ia berulang-ulang menjalani operasi pemulihan, namun itu semua tidak memberi hasil yang baik. Ia memandang dirinya sebagai si buruk rupa.Suatu ketika karena kecewa, ia naik dengan kursi rodanya ke atap lantai 10 gedung pusat rehabilitasi dan siap untuk menterjunkan dirinya ke bawah. Tiba-tiba ia mendengar suara ayahnya yang berkata, "Malcolm, tunggu sebentar. Setiap manusia memiliki bekas luka di suatu tempat yang tersembunyi dalam dirinya. Rata-rata mereka menyembunyikannya dengan senyuman, kosmetik dan pakaian indah. Kebetulan kau harus memakai bekas luka itu pada bagian luar. Namun kita semua sama anakku. Kita sama-sama punya luka." Mendengar itu Malcolm menangis dan tidak jadi bunuh diri. Paul Jeffers seorang wiraniaga terkenal berkata, "Halangan diberikan kepada orang-orang biasa agar mereka menjadi luar biasa." Akhirnya Malcolm termotivasi, ia memutuskan untuk menjadikan kekurangannya sebagai modal utama. Setahun kemudian dia menjadi agen asuransi nomor 1 di Vancouver. Setiap orang memang memiliki keterbatasan, kelemahan dan pengalaman pahit yang bisa menghalanginya untuk maju. Rasul Paulus pun mempunyai duri di dalam dagingnya. Namun ia tidak menjadikan kelemahan itu sebagai penghalang baginya untuk menjadi alat Tuhan. Apakah yang menjadi penghalang hidup kita untuk maju? Jangan menyerah, jangan menyalahkan Tuhan atau orang lain. Sebab kasih karunia Tuhan cukup untuk memberi kemampuan bagi kita untuk menghadapi tantangan hidup itu. Tuhan dapat memakai setiap penghalang untuk menjadikan kita pribadi yang tangguh, sebab di dalam kelemahanlah kuasa-Nya akan nyata. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, biarlah semua penghalang yang ada dalam diriku dapat menjadikan aku kuat untuk bertahan dan bergantung sepenuhnya kepada-Mu. Amin. (Dod).
From supporting her parents from afar, celebrating religious events, to deciding on a surname—this is the story of an Indonesian-Australian navigating life in an intercultural marriage. - Dari memberi dukungan untuk orang tua, perayaan hari-hari besar keagamaan, hingga soal nama belakang, ini cerita warga Australia yang berasal dari Indonesia dan menikah dengan pasangan beda budaya.