POPULARITY
Categories
A stunning discovery in Sulawesi reveals Rock Art in the form of the oldest cave paintings on earth estimated to be more than 51,200 years old, breaking the previous record for human creativity. - Sebuah penemuan menakjubkan di Sulawesi mengungkap Seni Cadas berupa lukisan gua tertua di bumi yang diperkirakan berusia lebih dari 51.200 tahun, memecahkan rekor sebelumnya untuk kreativitas manusia.
Kuliah Khas Ramadan yang berlangsung di Surau Lake Homes, Bertam, Pulau Pinang pada 19 Ogos 2011.~ Sejarah permulaan solat sunat malam Ramadan~ Nabi bimbang solat tarawih di fardhukan~ Asal usul nama solat sunat Tarawih~ Nabi buat 8 rakaat berserta 3 solat witir~ Ibadah rehat yang enjoy~ Qunut di dalam witir~ Saidina Umar seorang pemimpin "Batman" ~ Asal usul solat berjemaah tarawih~ Inilah bidaah yang baik~ Solat sepertiga akhir malam lebih baik~ Islam adalah agama yang suka kepada perpaduan, dan tidak sukakan pepecahan~ Pepecahan sangat merugikan dan mengundang kepada kebinasaan~ Kejadian di Iraq akhirnya menguntungkan musuh~ Solat tarawih dua rakaat, duduk tahiyat macam mana?~ Duduk tahiyat akhir yang disepakati oleh semua mazhab dalam solat 3 rakaat~ Perbezaan pendapat antara ulama mazhab tentang duduk tahiyat~ Kafir berbeza agama, tapi bersatu~ Alasan 8 dan 20 rakaat tarawih~ Kejadian Nabi terkejut jaga dari tidur~ Apalah fitnah yang Allah nak datangkan kepada umat Nabi?~ Umat akhir zaman akan diuji dengan soal akidah~ Kenapa Ustaz Shamsuri suka sentuh isu murtad?~ Kerana cinta sanggup tinggal Islam~ Orang agama kita nak berdakwah minta duit~ Satu ceramah minta RM1500~ Guru Tuisyen ajar agama Kristian~ Tangkapan malam tahun baru~ Apalah kemewahan yang Allah nak datangkan kepada umat Nabi?~ Umat Islam semakin kaya~ Kekayaan boleh mengubah manusia~ Kisah orang Melayu di Subang Jaya~ Sembunyi mini bar penuh arak~ Cahaya hidayah, "I tak sangka minum arak ni berdosa besar"--Dapatkan External SSD 512GB Sempena 11 Tahun Zonkuliah : https://toyyibpay.com/Zonkuliah-External-SSD-512GB--Sokong Projek Zonkuliah Dengan Menyumbang Ke Akaun Berikut : ➢ https://payment.tngdigital.com.my/sc/bDLnYClrWk➢ MAYBANK (Produksi Zonkita) - 557250054584➢ PAYPAL - paypal.me/DanaZK---☑● Doakan Dimurahkan Rezeki dan Diberikan Kesihatan Yang Baik Untuk Kami Teruskan Projek ZonKuliah ☑●✚ Untuk update terkini sila like Facebook Page kami : www.facebook.com/zonkuliah---#Zonkuliah #UstazShamsuri #KuliahAgama
#DiskusiInteraktif Bagaimana mempertahankan performa timnas Futsal Indonesia yang sukses cetak sejarah pada turnamen Piala Asia 2026 agar bisa masuk Piala Dunia Futsal 2028?[TALK] Pemerhati Olahraga, Mantan Wartawan Olahraga Kompas, Jimmy S. Harianto&Pengamat Futsal, M. Wildan
Cendekiawan Islah Bahrawi berapi - api bahas cara pikir Muslim yang tidak toleran. Simak bagaimana putra Madura yang besar di pesantren, mengadu nasib di Amerika Serikat dan selalu berpikir kritis mengenai beragama. #cauldroncontent #uncensored #uncensoredwithandinieffendi #podcast #podcastindonesia #islahbahrawi #islam #politik #sejarahislam #pesantren #hakasasimanusia #tafsir #poligami — Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya. ୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧ ☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆ https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw ☆ Dengarkan juga podcast kami ☆ https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280 ☆ Host Andini Effendi ☆ https://www.instagram.com/andinieffendi/ ☆ Islah Bahrawi ☆ https://www.instagram.com/islah_bahrawi/ ☆ Wardrobe by Lanivatti☆ https://www.instagram.com/lanivatti_official/ ☆ Location at Addition living ☆ https://www.instagram.com/addition.living/ — Time stamp00.00 Intro 02.23 Sejarah membunuh bangsa Yahudi 06.25 Alasan tafsir bisa jadi berbahaya 10.35 Penganut agama atau penganut tafsir agama? 12.30 Kenapa takut Kristenisasi? 16.05 Ketika politik selalu menunggangi agama? 21.30 Ketika agama dijadikan alasan menolak Pancasila 33.32 Kebenaran tentang poligami 40.01 Masuk surga tak harus Islam 59.56 Membakar buku = membunuh pikiran 1.04.47 Kegelisahan tentang masa depan Indonesia
Pathway sosiologi mencari profit di market mengulas Sejarah sosiologi dan tokoh teori klasik Auguste Comte, Ibnu Khaldun, Karl Marx, Max Weber, Emile Durkheim. Langkah menuju profit, pahami teori dan realitas sosial. Kenalan dengan aset investasi dan platformnya.
Rian Fahardhi adalah seorang konten kreator sosial & politik.Timestamps:01:44 — Kenapa penting buat naik level dalam memahami sejarah sendiri: engage sama sejarah, belajar dari masa lalu, dan kenapa generasi muda jangan sampai tercerabut dari akar10:19 — Belajar dari China: cara mereka menjaga sejarah, nyambungin aspirasi lintas generasi, dan pentingnya dialog antargenerasi17:35 — Kolektivisme Cina vs. Gotong Royong Indonesia21:00 — Versi “bahagia”-nya Indonesia vs versi “bahagia”-nya kamu: seperti apa blueprint Indonesia yang ideal?25:52 — Wong deso itu mimpi2nya apa sih?32:42 — Pajak, kenapa banyak orang nggak punya mental resilience buat bermimpi besar, Sekolah Tanah Air, menjadi wakil generasi, dan 'the long path thinking'50:15 — Kalau Rian dan Indah masuk pemerintahan, pengen ngapain aja sih? Dari Make Indonesia Speak English (MISE) sampai National Study Abroad Program
Sosialisme hadir bagai mimpi yang datang terlalu pagi—sebuah kerinduan akan martabat manusia yang sempat tercuri oleh deru mesin industrialisasi abad ke-19. Di balik ribuan teori Karl Marx, ia sesungguhnya adalah janji sederhana namun mendalam: bahwa keadilan perut tidak boleh dibayar dengan penghambaan jiwa. Sejarah memang mencatat tikungan tajam dan pengkhianatan di baliknya, namun sebagai ikhtiar melawan ketidakadilan, sosialisme tetap menjadi cermin bagi dunia untuk menjinakkan ketamakan dan menghidupkan kembali api solidaritas. Di tanah Indonesia, sosialisme bersemi bukan di ruang steril, melainkan di denyut pelabuhan dan rel kereta api sebagai ruh pembebasan anti-kolonial. Kita mewarisi spektrum pemikiran yang kaya: dari intelektualisme demokratis Sjahrir yang memuliakan individu, ekonomi gotong royong Hatta melalui koperasi, hingga api "Massa Actie" Tan Malaka yang meledak dari rakyat jelata. Meski jejaknya sempat berdarah dalam tragedi 1965 dan dikubur dalam sunyi Orde Baru, ruh keadilan sosialnya tetap menjadi akar yang menolak mati, bersembunyi di balik baris-baris Pancasila yang menunggu untuk diwujudkan. Hari ini, di hadapan algoritma kapitalisme global dan ancaman krisis iklim, sosialisme kembali memanggil sebagai kompas moral yang relevan, bukan dogma kaku yang usang. Ia adalah suara lirih di pinggiran kekuasaan yang mengingatkan bahwa pendidikan, kesehatan, dan martabat manusia adalah hak yang tidak boleh menjadi barang dagangan. Sebagai sebuah perjalanan yang tak pernah usai, sosialisme tetap menjadi hati nurani yang menjaga agar bangsa ini tidak bangkrut secara moral di tengah jurang ketimpangan yang kian menganga.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat tiga kali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah ekonomi nasional. Rekor dimulai dari level 8.017 (15 Agustus 2025), berlanjut ke 9.002 (8 Januari 2026), hingga kembali mencetak rekor baru di 9.095 (15 Januari 2026).Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai capaian tersebut sebagai refleksi ekspektasi tinggi pasar terhadap fase perbaikan ekonomi dan konsistensi kebijakan pemerintah yang selaras dengan bank sentral. Di sisi lain, analis mengingatkan agar pelaku pasar tetap tenang dan tidak berlebihan menyikapi euforia, mengingat potensi aksi ambil untung jangka pendek setelah kenaikan yang cukup signifikan.
Ini adalah episode terakhir Ray Janson Radio di tahun 2025. Kita akan mengulas kembali kejadian-kejadian yang terjadi selama tahun 2025, khususnya di dunia F&B bersama Kade Chandra dan Glenden Tikando. Mulai dari MBG, Demo Kerusuhan, & Recap Ray Janson Radio Industry Night 2025. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioEnjoy the show!Instagram:Kade Chandra https://www.instagram.com/kadeechuandra/Glenden Tikando https://www.instagram.com/odentikando/Maple Brasserie https://www.instagram.com/maple.brasserie/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/rayjanson#RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia #2025Recap
For this new episode of #WomenInSports, kita bersama Farah Ain, the lawn bowl star who made history for Malaysia dengan menjadi World Champion pada tahun 2024. Let's hear her journey dari childhood sampai ke moment she chose this path, how she found her passion, and what she went through to compete with athletes around the world #jomsembang
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersikukuh meluncurkan buku sejarah Indonesia versi baru, meski prosesnya diselimuti polemik. Buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" terdiri dari sepuluh jilid, mencakup perjalanan panjang Indonesia mulai dari akar peradaban Nusantara, interaksi global, masa kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga era Reformasi dan konsolidasi demokrasi sampai 2024.Meski mengaku belum membaca satu lembar pun, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengklaim buku sejarah yang diluncurkan pada Minggu (14/10) itu murni ditulis 113 sejarawan tanpa campur tangan pemerintah. Karya tersebut semacam buku sejarah resmi Indonesia dan bakal menjadi acuan yang diajarkan di sekolah-sekolah.Seperti apa isi sejarah Indonesia versi pemerintah ini? Apakah tragedi pemerkosaan massal 1998 masuk di dalamnya? Bagaimana dengan sejarah '65? Seperti apa tanggapan masyarakat sipil dan akademisi yang konsisten menolak proyek penulisan ulang sejarah nasional? Apakah ada celah untuk melakukan revisi? Bagaimana prosesnya? Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Direktur Sejarah dan Kemuseuman Kementerian Kebudayaan Prof. Agus Mulyana dan Profesor Riset Purna Bakti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Asvi Warman Adam.
Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah meresmikan Rumah Dinas Bupati Jepara sebagai Museum R.A. Kartini. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.
Penutupan pemerintah Amerika Serikat selama 43 hari akhirnya berakhir setelah Presiden Donald Trump menandatangani RUU pendanaan pemerintah. Dampak shutdown ini terasa secara nasional, mulai dari pegawai federal tanpa gaji hingga kekacauan layanan publik. Berikut laporan lengkapnya.
Evolusi sering disalahpahami. Kita membayangkannya sebagai perang. Yang kuat memangsa yang lemah. Tapi Lynn Margulis, dalam Symbiotic Planet, menawarkan sebuah catatan baru: bahwa kehidupan justru dibangun oleh kerja sama, oleh persekutuan yang tak terduga. Pandangan Darwin tak sepenuhnya salah. Tapi ia juga tak lengkap. Ada yang luput dari catatannya. Margulis berkeras bahwa kebaruan terbesar dalam evolusi—lompatan-lompatan besar—bukan datang dari kompetisi, melainkan dari penggabungan intim yang kita sebut simbiosis. Simbiosis adalah kehidupan bersama. Makhluk berbeda spesies bersentuhan. Mereka tinggal dalam kontak fisik. Ini bukan anomali yang ganjil atau cerita minor, melainkan sebuah aturan dasar yang mengatur tatanan biologis di mana-mana. Kita melihat pohon di hutan. Kita melihat akar di tanah. Kita tak melihat jamurnya. Padahal, ratusan jamur mikoriza memeluk akar itu, sebuah kemitraan kuno yang memungkinkan pohon itu hidup, persis seperti bakteri di usus kita. Kontak fisik ini bisa menjadi abadi. Dua makhluk melebur menjadi satu. Sebuah spesies baru lahir. Proses inilah yang disebut simbiogenesis: penciptaan kebaruan, bukan melalui mutasi acak, melainkan melalui akuisisi seluruh genom dari makhluk lain. Margulis memulai dengan keraguan. Dogma biologi terasa kaku. Fokus hanya pada inti sel (nukleus). Ia justru terusik oleh apa yang ada di luar inti, oleh genetika sitoplasma yang dianggap "tidak jelas" oleh rekan-rekannya. Genetika itu ada di mitokondria. Ia juga ada di kloroplas. Mereka punya DNA sendiri. Bagi Margulis, ini bukan "ketidakjelasan", melainkan jejak sejarah—tanda bahwa organel-organel itu dulunya adalah bakteri merdeka. Teori ini disebut Endosimbiosis Serial. Sel-sel kompleks kita adalah komunitas. Mereka adalah mosaik kuno. Sel eukariotik yang membangun tubuh kita berevolusi dari serangkaian penggabungan permanen antara berbagai jenis bakteri. Penggabungan ini terjadi bertahap. Itulah mengapa disebut "serial". Ada urutan dalam sejarah ini. Setiap langkah adalah sebuah peristiwa simbiotik yang menambahkan kemampuan baru pada sel inang, membangun kompleksitas lapis demi lapis. Nenek moyang kita menelan bakteri. Bakteri ini pandai bernapas oksigen. Ia tidak dicerna. Bakteri itu justru tinggal secara permanen, berevolusi menjadi mitokondria, "pembangkit tenaga" yang kini mendesah di setiap sel kita. Kita bernapas dengan paru-paru. Tapi sel kita bernapas dengan mitokondria. Mitokondria adalah "yang lain". Fakta bahwa DNA mitokondria lebih mirip bakteri daripada DNA inti sel kita adalah bukti tak terbantahkan dari asal-usul simbiotik ini. Sejarah berulang kembali. Sel beroksigen itu menelan lagi. Kali ini, bakteri fotosintetik. Bakteri biru-hijau (sianobakteri) ini kemudian menjadi kloroplas, organel yang mengubah cahaya matahari menjadi kehidupan bagi semua alga dan tumbuhan. Ada satu langkah lagi. Ini langkah paling radikal. Ini tentang gerakan kita. Margulis berspekulasi bahwa undulipodia—ekor sperma dan silia—berevolusi dari bakteri perenang lincah yang disebut spirochete. Bakteri itu melekat. Ia menjadi cambuk sel. Ia menggerakkan inangnya. Meski buktinya masih samar, bagi Margulis, gerakan kita—bahkan mungkin pikiran kita yang bergantung pada mikrotubulus—adalah warisan dari spirochete purba itu. Sistem klasifikasi kita buta. Kita hanya mengenal Tumbuhan dan Hewan. Ini adalah dikotomi yang salah. Pandangan kaku ini mengaburkan fakta bahwa pemisahan terbesar dalam hidup adalah antara bakteri (Prokariota) dan kita (Eukariota). Margulis mengusung Lima Kerajaan. Bakteri, Protista, Jamur, Tumbuhan, Hewan. Protista adalah kuncinya. Dari rahim Protista—eukariota bersel satu yang beragam—lahirlah tiga kerajaan kompleks lainnya, termasuk kita, hewan. Seks juga punya cerita simbiotik. Ia dimulai dalam stres. Mungkin kelaparan. Margulis menduga seks eukariotik lahir dari "kanibalisme yang gagal", ketika satu protista mencoba memakan yang lain namun akhirnya bergabung. Bakteri pada dasarnya abadi. Mereka membelah diri. Kita tidak. Kematian yang terprogram—keharusan untuk menua dan mati—adalah harga yang kita bayar untuk kompleksitas yang lahir dari seks. Simbiosis tak berhenti di sel. Ia meluas ke seluruh planet. Ini adalah hipotesis Gaia. Bersama James Lovelock, Margulis melihat Bumi sebagai sistem tunggal yang diatur oleh kehidupan, di mana atmosfer dan iklim adalah produk dari metabolisme kolektif. Jadi, siapa kita? Kita bukan individu berdaulat. Kita adalah koloni. Pada akhirnya, Symbiotic Planet adalah sebuah pengingat bahwa kita adalah mosaik berjalan, sebuah komunitas kuno, yang hidup di dalam planet yang juga merupakan komunitas raksasa.
Sejarah tentang Wewegombel
Satu tahun Kementerian Agama mengawal program Asta Cita mencatat capaian bersejarah: indeks kerukunan nasional tertinggi sepanjang masa. Pencapaian ini menunjukkan komitmen Kemenag dalam memperkuat toleransi dan harmoni antarumat beragama.
Gilang menceritakan pengalamannya ketika ia sedang main di kontrakan temannya, diawal ia sudah melihat ada kejanggalan ketika masuk gilang melihat ada sosok yang menggantung di atas toren airBagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2025, Lentera Malam
Jebolan pesantren jatuh cinta dengan filosofi teh yang akhirnya menjadi Tea Master. Ikuti diskusi bersama Oza Sudewo, Master Blender of OZA Tea bagaimana teh bisa merubah cara kita berpikir dan merasa. #cauldroncontent #andinieffendi #uncensoredwithandinieffendi #podcastindonesia #ozasudewo #ozatea #teamaster #specialtytea #businessowner — Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya.୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldroncontent/https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw☆ Dengarkan juga podcast kami ☆https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280☆ Host Andini Effendi ☆https://www.instagram.com/andinieffendi/☆ Oza Sudewo ☆https://www.instagram.com/ozasudewo/☆ Love, Bonito ☆https://www.instagram.com/lovebonito/—Time stamp00:00 Intro 01:02 Latar belakang 09:44 Teh reguler vs speciality tea14:19 Budaya minum teh di Indonesia17:08 Sejarah afternoon tea di Inggris23:16 Kandungan teh & efek menenangkan31:57 Momen Spiritual39:38 Teh celup & mikroplastik48:13 Perbedaan matcha dengan greentea powder
Kapitalisme Hijau sering dielu-elukan sebagai jalan keluar revolusioner dari krisis ekologis kita, sebuah sintesis harmonis antara keuntungan dan planet. Namun, sejarah membisikkan kebenaran yang lebih sinis: ini bukanlah sebuah revolusi, melainkan sebuah penjenamaan ulang yang brilian. Sejak awal industrialisasi, bisnis selalu pandai menyerap tekanan eksternal—baik itu peraturan anti-asap di abad ke-19 yang didukung oleh para pedagang untuk melindungi keuntungan mereka, maupun inisiatif "keberlanjutan" korporat modern yang dirancang untuk memoles citra publik. Kapitalisme Hijau, pada intinya, bukanlah tentang menyelamatkan bumi, melainkan tentang menyelamatkan kapitalisme itu sendiri dari kemarahan konsumen dan ancaman regulasi. Ini adalah strategi bertahan hidup yang cerdik, mengubah krisis menjadi peluang pasar baru, di mana "kesadaran lingkungan" itu sendiri menjadi komoditas yang dapat dijual, sementara logika dasar sistem—pertumbuhan tanpa akhir di planet yang terbatas—tetap tak tersentuh dan tak terbantahkan. Ironisnya, "solusi" yang ditawarkan oleh Kapitalisme Hijau seringkali melahirkan monster ekologis baru, sebuah paradoks yang terus berulang sepanjang sejarah. Peningkatan efisiensi, yang seringkali menjadi andalan utamanya, justru menjadi bumerang melalui "efek pantulan" (rebound effect): mobil yang lebih hemat bahan bakar mendorong kita untuk lebih banyak mengemudi, dan peralatan hemat energi hanya membuat kita merasa nyaman untuk mengonsumsi lebih banyak. Sejarah penuh dengan contoh teknologi "hijau" yang menjadi bencana. Biofuel yang dipuji sebagai bahan bakar terbarukan ternyata memicu deforestasi dan krisis pangan. Cincin plastik six-pack, yang awalnya dirancang untuk mengurangi limbah kardus, kini menjadi simbol polusi plastik yang mencekik kehidupan laut. Kapitalisme Hijau, dengan keyakinannya yang naif pada solusi teknologi, hanya mengganti satu masalah dengan masalah lain, mengaburkan fakta bahwa masalah sebenarnya adalah sistem produksi dan konsumsi itu sendiri. Maka, pertanyaan yang sesungguhnya bukanlah "Bisakah kapitalisme menjadi hijau?", melainkan "Apakah kita berani mengakui bahwa kapitalisme hijau adalah sebuah ilusi yang menenangkan?" Ini adalah dongeng pengantar tidur yang memungkinkan kita untuk terus mengonsumsi tanpa rasa bersalah, sementara planet ini terus memanas. Sejarah yang terdokumentasi menunjukkan bahwa setiap upaya "penghijauan" pada akhirnya tunduk pada satu imperatif utama: keuntungan. Selama pertumbuhan ekonomi tetap menjadi dewa yang tak bisa diganggu gugat, maka "keberlanjutan" hanyalah sebuah kata kunci pemasaran. Kapitalisme Hijau bukanlah penyelamat; ia adalah bentuk penyesuaian terbaru dari sistem yang sama yang membawa kita ke tepi jurang, memastikan bahwa satu-satunya warna hijau yang benar-benar penting pada akhirnya adalah warna uang.
Tragedi 1965 menjadi utang sejarah yang tak kunjung dilunasi negara. Enam dekade berlalu, tak ada upaya serius mengungkap apa yang sebetulnya terjadi dibalik peristiwa berdarah 1965-1966 yang telah merenggut jutaan jiwa itu.Sebaliknya, negara justru berupaya mengukuhkan narasi tunggal rezim Orde Baru, lewat penulisan ulang sejarah nasional yang dikebut Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Disinyalir, proyek ini untuk memuluskan gelar pahlawan bagi Soeharto.Untuk kesekian kalinya, para penyintas dan keluarga korban tragedi 65 melawan upaya pengingkaran. Simak kisah perjuangan mereka di SAGA KBR.Editorial:Heru Haetami, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer:Bintang Elian
Sejarah singkat mengenai terbentuknya Alkitab Katolik, dari latar belakang penulisannya, pengumpulannya, hingga pemakaiannya.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 September 2025Bacaan: "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13)Renungan: Sejak Musa membunuh orang Mesir yang menganiaya seorang laki-laki sebangsanya, ia melarikan diri ke Midian. Impiannya untuk membela dan membebaskan bangsanya dari perbudakan orang Mesir terkubur sudah. Tetapi meskipun harapan untuk membebaskan bangsanya sudah terkubur, ternyata Tuhan masih mempunyai urusan dengan Musa. Tuhan mau memakai Musa untuk membawa bangsanya keluar dari Mesir. Pertolongan Tuhan membuat Musa yang merasa tidak mampu, menjadi orang hebat yang dapat mengerjakan perkara yang besar. Kerinduan untuk menyelamatkan bangsanya menjadi kenyataan. Sebuah kata-kata bijak mengatakan, "Jangan membubuhkan tanda titik, di mana Tuhan masih membutuhkan tanda koma." Sejarah hidup Musa mengajarkan kepada kita agar jangan pernah menyerah dan berhenti pada satu titik di mana kita merasa tidak mampu berbuat sesuatu. Ketika kita mempercayakan hidup ini kepada Tuhan, maka Ia yang akan merendanya menjadi karya yang indah di pemandangan mata-Nya. Kemustahilan akan terhalau jika tangan Tuhan yang bekerja. Jika keadaan kita saat ini seolah tidak bersahabat dan kita seolah tergilas, jangan menyerah dulu. Mungkin saja Tuhan belum selesai bekerja dan Ia masih membutuhkan tanda koma dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku percaya bahwa rencana-Mu indah bagi hidupku. Bekerjalah secara bebas dalam hidupku dan bentuklah aku seturut kehendak Mu. Aku percaya bahwa kehendak-Mu adalah yang terbaik bagi hidupku. Engkau yang telah memulai kehidupanku, maka kuserahkan penyelesaiannya ke dalam rencana dan karya-Mu. Kuatkanlah dan yakinkanlah aku bahwa bersama Engkau aku dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh pengharapan. Amin. (Dod).
“Golekana Pitulungan Ilahi kanggo ngalahake Sipat Gampang Nesu” ”Sinaonana kitab Wahyu sing ana sesambungane karo Daniel, amarga sejarah bakal mbaleni”
Di dunia yang terus bergerak, gagasan adaptabilitas menjadi kunci fundamental untuk bertahan dan berhasil. Adaptabilitas bukanlah sekadar kemampuan pasif untuk beraksi terhadap perubahan, melainkan sebuah seni proaktif untuk mengukir kemenangan di tengah ketidakpastian. Konsep ini melampaui kelenturan sederhana atau kemampuan untuk bertahan hidup. Ini adalah tindakan yang disengaja dan strategis untuk mengubah aturan main, menciptakan permainan baru di mana kesuksesan bukan hanya milik segelintir orang, tetapi bisa diraih oleh banyak pihak. Gagasan ini berakar pada premis bahwa setiap kegagalan, baik dalam skala pribadi maupun organisasi, adalah kegagalan untuk beradaptasi. Sejarah penuh dengan contoh perusahaan raksasa dan peradaban yang runtuh karena stagnasi dan ketidakmauan untuk berubah. Sebaliknya, mereka yang berhasil adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan cerdas dan cepat. Dalam era di mana inovasi teknologi dan pergeseran sosial terus terjadi, rasa aman yang ditawarkan oleh stabilitas adalah ilusi yang berbahaya. Untuk bergerak maju, kita harus menyingkirkan pemikiran usang dan bersedia untuk belajar dari kesalahan, bahkan dari mereka yang dianggap radikal. Lantas, bagaimana kita dapat menguasai seni adaptabilitas ini? Proses ini dapat diuraikan menjadi tiga langkah utama yang saling terhubung: mengenali kebutuhan untuk beradaptasi, memahami sifat adaptasi yang diperlukan, dan melakukan tindakan yang diperlukan. Ini bukan hanya tentang merespons, tetapi tentang merencanakan, bereksperimen, dan berani melawan arus. Adaptabilitas sejati adalah tentang ambisi untuk melampaui batasan dan kesediaan untuk melihat setiap tantangan sebagai sebuah awal yang baru.
Pengajian Pesantren Al Istiqlaliyyah Cilongok Pasar Kemis 17 Desember 2017
The Indonesian political observer, who has spent 50 years in Australia, offers a special message for young people to help maintain Indonesian unity amid ongoing demonstrations. - Pengamat politik Indonesia yang telah 50 tahun di Australia ini memberikan pesan khusus bagi anak muda agar tetap menjaga persatuan Indonesia di tengah gelombang demonstrasi.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 31 Agustus 2025Bacaan: "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17) Renungan: Seseorang pernah berkata, "Kalau seekor kucing pernah duduk di atas tungku panas, kucing itu tidak akan duduk di atas tungku panas lagi. Kucing itu juga tidak akan duduk lagi di atas tungku dingin." Apa yang kita alami di masa lalu biarlah itu menjadi sejarah karena kita tidak bisa mengubah masa lalu kita. Jika kita telah menuliskan sejarah yang hitam di masa lalu, putuskanlah mulai hari ini untuk menulis sejarah baru berisikan kisah yang manis dan menginspirasi. Paulus memiliki sejarah yang hitam, ia memburu semua pengikut Yesus dan dengan sukacita membinasakan mereka. Namun, setelah ia bertemu Tuhan di jalan menuju Damsyik, ia berkeputusan untuk memulai sejarah yang baru sebagai seorang yang paling bersemangat memberitakan Injil ke seluruh suku bangsa. Tak peduli seberapa kelam hidup kita di masa lalu, yang terpenting saat ini kita bisa memutuskan untuk memulai menuliskan satu lembaran baru dalam hidup kita, maka Tuhan akan membuka jalan sehingga hidup kita menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, waktu-waktu ini berjalan begitu cepat. Belum banyak yang bisa kubuat untuk menyenangkan hati-Mu. Di hari yang lalu begitu banyak sikap, perkataan dan perbuatanku yang membuat Engkau kecewa. Kini aku bersimpuh di hadapan-Mu untuk memohon ampun dan memohon berkat gar mulai hari ini aku dapat mengubah segala sesuatu yang ada pada diriku menjadi lebih baik dari hari yang lalu. Yesus, merajalah dalam hatiku. Amin. (Dod).
سيرة النبيّ محمد ﷺ من المولد إلى الوفاة
Apa jadinya jika keimanan hanya berhenti pada konsep, tanpa akar sejarah dan cita-cita akhirat?Dalam episode kali ini, kita membedah Al-Baqarah ayat 4 dan menggali profil orang-orang bertakwa menurut para ulama tafsir. Mereka tidak hanya beriman kepada wahyu yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ, tapi juga kepada risalah yang dibawa oleh para nabi sebelumnya — menunjukkan bahwa Islam tidak terputus dari sejarah kenabian.Kita juga merenungkan peran iman kepada akhirat sebagai fondasi dalam melawan arus materialisme modern, serta bagaimana nilai-nilai takwa mengakar dalam identitas spiritual yang utuh.
Indonesia genap berusia 80 tahun sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Delapan dekade bukan hanya angka, melainkan cermin perjalanan panjang bangsa ini dalam menghadapi berbagai dinamika sejarah, dari perjuangan fisik, transisi politik, hingga pembangunan karakter dan ideologi bangsa.Di tengah arus globalisasi, perubahan zaman, serta tantangan kebangsaan hari ini, penting bagi kita untuk kembali merenungkanApa arti kemerdekaan yang sesungguhnya? Bagaimana perjalanan sejarah membentuk identitas kita sebagai bangsa? Dan sejauh mana Pancasila tetap relevan sebagai dasar ideologis dalam menjawab tantangan masa depan?Rektor UM (Universitas Negeri Malang)2022-2027, yang juga Mantan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) - Prof. Dr. Hariyono, M.Pd
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 11 Agustus 2025Bacaan:"Tuhan membuat Salomo luar biasa besar di mata seluruh orang Israel dan mengaruniakan kepadanya keagungan kerajaan seperti tidak pernah ada pada semua raja sebelum dia yang memerintah atas Israel." (1 Taw 29:25) Renungan: Air minum adalah hal biasa yang kita lihat sehari-hari. Namun ketika dikemas dalam bentuk lain, air tersebut mempunyai daya tarik sendiri dan nilai jual yang tinggi. Tadinya orang pesimis dan menganggap tindakan bodoh menjual air minum dalam kemasan. Namun, karena dibuat tampil beda dari biasanya, air mineral dalam kemasan sangat menguntungkan. Untuk menjadi pribadi yang luar biasapun kita harus mampu menciptakan hal yang luar biasa dari yang biasa-biasa. Seseorang dapat maju dan berkembang karena ia mampu menciptakan sesuatu yang baru. Ia berani tampil berbeda dengan orang pada umumnya. Ini baru disebut luar biasa. Jangan hanya puas menjadi orang biasa-biasa saja. Walaupun kita biasa, semangat kita harus luar biasa. Tuhan telah memberi potensi pada manusia untuk berkembang dan mengembangkan alam ciptaan ini dan Tuhan memberikan potensi kepada manusia untuk menciptakan sejarah. Orang yang dapat menciptakan sejarah adalah orang yang mampu tampil beda dari biasanya. Kalau air kemasan saja bisa menarik perhatian, apalagi anda dan saya. Mari kita bersama-sama berjuang untuk menjadi pribadi yang luar biasa baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan sesama. Tuhan Yesus memberkati,Doa: Tuhan Yesus, jangan biarkan aku hanya puas dengan diriku yang biasa-biasa saja. Berilah aku kemampuan untuk menjadi pribadi yang luar biasa, sehingga kehadiranku mampu menciptakan sejarah baru yang dapat memberkati banyak orang. Amin. (Dod).
”Wulangen Anak-anak kanthi Sabar” ”Rawuhe Putraning Manungsa kang kaping pindo kudune dadi underan kang éndah kang dicekel déning wong-wong”
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Eland Parera dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Imamat 25: 1.8-17; Mazmur tg 67: 2-3.5.7-8; Matius 14: 1-12.MATI DEMI KEBENARAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mati Demi Kebenaran. Tradisimanusia yang mempertontonkan seseorang manusia mati demi kebenaran dikenal luasdi dalam budaya-budaya di dunia. Sejarah dunia dan agama kita memilikiprofil-profil pribadi yang merelakan dirinya disiksa dan dibunuh karenamempertahankan kebenaran yang dipengangnya teguh. Biasanya, yang menyiksa danmembunuh ialah penguasa yang merasa terganggu oleh kebenaran yang diangkat,karena perilaku hidupnya menyimpang dari kebenaran itu. Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus merupakan dua contoh dari banyakkematian atas nama kebenaran yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.Menyusul Yesus dan Yohanes Pembaptis ialah banyak pria dan wanita sepanjangzaman yang telah rela mengorbankan nyawanya karena mempertahankan kebenaranyang berasal dari Tuhan. Para pahlawan apa pun agamanya, adalah orang-orangyang mati demi kebenaran. Lalu pertanyaanya: apakah kebenaran itu harus dibayar dengan kematian?Jawaban paling pertama ialah bahwa pihak yang melawan kebenaran seperti orangjahat, pembohong, pengkhianat dan sebagainya berpotensi sangat kuat di duniaini, yang tujuannya ialah menghilangkan kebenaran dan segala yang baik. Salahsatu targetnya yang utama ialah membinasakan orang-orang yang berjuang dalamkebenaran, yang mempertahankan kebenaran dan yang menghidupi kebenaran. Jawaban lain, jika memang tidak ada penentang berpotensi kuat bahkan pihakyang melawan kebenaran itu sangat lemah, kebenaran itu masih harusdipertahankan di dunia ini. Ancaman penumpahan darah tak relevan. Ancamannyalebih rohani, sebenarnya sebagai tantangan untuk menghidupi kebenaran itu,memberikan kesaksian dan membuat banyak orang lain hidup di dalam kebenaranjuga. Di sini orang perlu mematikan kemalasan, kebosanan, masah bodoh, egois,lupa dan kekurangan pribadi lainnya. Kebenaran itu para prinsipnya ialah sesuai kenyataan atau fakta. Maka iaberlawanan dengan bukan nyata atau bukanfakta. Kebenaran juga sesuai aturan, norma, moral; maka berlawanan denganpelanggaran aturan. Kebenaran itu ialah melakukan kehendak dan perintah Allah;maka berlawanan dengan kehendak bukan dari Tuhan. Jadi marilah kita pertahankankebenaran kita, bahkan sampai mati demi kebenaran itu. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, kami bersyukur atassegala kebijakan dan kebenaran dari-Mu, yang disampaikan kepada kami oleh YesusKristus, Putra-Mu. Semoga hidup kami selalu berkomitmen untuk menjalankan dan mempertahankanyahingga saat Engkau memanggil kami kembali mengahap-Mu. Salam Maria penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
Gencatan senjata tanpa syarat telah berlaku antara Thailand dan Kamboja, yang dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Kedua belah pihak saling menuduh sebagai pihak yang memulai pertempuran yang berlangsung selama lima hari dan menewaskan sedikitnya 38 orang.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 30 Juli 2025Bacaan: ...."Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." (Matius 13:33)Renungan: James William Sidis adalah seorang yang sangat cerdas. Sejarah mencatat bahwa ia termasuk orang yang jenius melebihi Einstein, Da Vinci dan John Stuart Mills. Ia memiliki IQ 250-300, menguasai 200 jenis bahasa, menjadi profesor sebelum berumur 20 tahun. Namun karena ia memutuskan untuk tidak memberikan kontribusi apa-apa, maka pengaruhnya pada duniapun tidak ada sehingga namanya terhapus dari catatan sejarah dunia. Einstein dan tokoh-tokoh besar lainnya bisa mencapai sukses melalui kecerdasan mereka, itu dikarenakan ada dampak yang diberikan dari kecerdasan mereka bagi dunia. Tidaklah penting berapa lama kita hidup di dunia. Hal yang benar-benar penting adalah apakah ada yang telah kita lakukan selama hidup kita yang bermanfaat bagi orang lain? Sebagai orang percaya, kita adalah orang-orang yang telah tercatat dalam buku sejarahnya Tuhan, yaitu buku kehidupan. Jika nama kita telah tercatat dalam buku kehidupan Tuhan, dampak apa yang akan kita berikan selama kita hidup di dunia? Yesus mengatakan bahwa hal kerajaan sorga itu bagaikan ragi yang mengkhamiri adonan, artinya hidup kita harus bisa membawa pengaruh yang baik kepada keluarga, sahabat, lingkungan dan dunia yang kita tempati. Seseorang yang memiliki hidup yang berarti bukan diukur dari seberapa banyak yang bisa ia miliki untuk dirinya, tetapi diukur dengan seberapa besar pengaruh positif yang sudah ia berikan kepada sesama dan lingkungan. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang memberi dampak bagi kemuliaan nama Tuhan sebagaimana Tuhan menginginkannya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, banyak orang di sekitarku yang menderita baik jasmani maupun rohani dan mereka membutuhkan uluran tangan banyak orang untuk sekadar memberikan senyum dan penghiburan serta doa bagi mereka. Mampukan aku agar aku dapat menjadi berkat bagi mereka, sehingga hidupku yang hanya sekali ini dapat berarti bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Cerita Penciptaan Adam As. Di kelas 2A/DU. Malam sabtu, 25/07/25
Terbaik ini episode guys, banyak kami belajar dari Dr Shari Jeffri ni,Sejarahwan Sabah yang ramai tidak kenal. Dia tahu semua Sejarah dan garis masa Sejarah sabah. Mungkin ada yang tidak tahu penjajahan Kerajaan Brunei dulu di Sabah, bagaimana kelebihan serta kekurangan dengan colonial British di Sabah ini. Asal usul kita dan sebagainya….Fuhhh padat dengan informasi penting, episode Kita Jaga Sabah ini, kami bawakan Tn Shari Jeffri masuk studio khas buat anda semua! Jom layan episode ini dan share2 guys!KITA JAGA SABAH, KITA BANGKIT, satu gerakan atau movements yang menyatupadukan rakyat Sabah, tidak kira usia, agama serta bangsa. Siri KJS ini memberi focus kepada knowledge based lifestyle dengan penerapan informasi strategik secara santai terhadap rasa cinta kita kepada Sabah, negeri kesayangan semua. Ayuh, kenali kami di semua social media kami hari ini. Iklankan product kamu dan perkhidmatan kamu bersama dengan podcast no 1 di Sabah hari ini. Email kami di kinabalupodcast@gmail.com Dengarkan Podcast No #1 di Sabah di Spotify dan YouTube hari ini. #fyp #no1podcastinsabah #podcastno1sabah #no1podcast #viralpodcast #podcastviral #fyp #kinabalupodcast. #kitajagasabahkitabangkit #kitajagasabah #kitabangkit #podcastsabah #kjskb
Menteri Kebudayaan Fadli Zon sejak 2004 konsisten menyangkal kejahatan manusia pada 1998. Dalam tragedi pemerkosaan itu, Fadli menyoal kata “massal”. Padahal Presiden BJ Habibie dan Jokowi mengakui kejahatan tersebut. Muncul kecurigaan motif politik di balik upaya memanipulasi sejarah kerusuhan Mei 1998. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Setelah kemenangan telak Partai Buruh dalam pemilu awal bulan ini dan banyaknya jumlah perempuan di parlemen, apakah ini akan menjamin layanan atau kebijakan yang lebih baik terkait perempuan?
A tourism project of Malang City that has achieved a national charter, Kampung Heritage Kayutangan. - Sebuah proyek wisata Kota Malang yang berhasil meraih piagam tingkat nasional, Kampung Heritage Kayutangan.
BUNYI BUNYI BUMI is a cross cultural collaborative work that celebrates interconnected cultures. Its world premier was presented by Bunjil Place, in association with BlakDance, Asia TOPA 2025, from the 20th to 23rd of Feb in Melbourne. - BUNYI BUNYI BUMI adalah karya kolaborasi lintas budaya yang merayakan budaya yang saling berhubungan. Pertunjukan perdana dunianya dipersembahkan oleh Bunjil Place, bekerja sama dengan BlakDance, Asia TOPA 2025, dari tanggal 20 hingga 23 Februari di Melbourne.
Di tahun 1864, seorang teman lama Karl Marx meninggal dunia. Sang teman ini, memberikan Karl Marx warisan sebesar £820. Jumlah uang tersebut sangat besar di zaman itu. Saya menghitung dengan kalkulator inflasi dan nilainya setara dengan £133 ribu saat ini – kalau dirupiahkan artinya mencapai sekitar Rp2,3 miliar. Marx yang hidupnya rada-rada susah karena bergantung dari karier jurnalis, penulis dan juga sumbangan dari rekan-rekannya, tentu akhirnya mendapatkan duit lebih. Rumahnya di London dapat perabotan baru, anak-anaknya dibelikan hewan peliharan berupa anjing, kucing dan burung. Marx bersama keluarganya bahkan ngambil liburan 3 minggu di wilayah Ramsgate, Kent – ini wilayah pesisir paling terkenal di Inggris pada abad ke-19. Walaupun saat liburan itu, si Marx rada-rada ngenes karena dia kena bisul di selangkangan yang bikin dirinya lebih banyak tinggal di penginapan. Anyway, di momen dapat durian runtuh duit warisan ini, Marx menulis sepucuk surat untuk pamannya di Belanda yang adalah seorang pengusaha kaya di daerah Zaltbommel. Ia menyebutkan bahwa dirinya juga spending beberapa dari duit itu di pasar saham. Yes, Marx main saham, walaupun, kisah ini masih jadi perdebatan karena para sejarawan belum menemukan bukti Marx main saham. Hanya dibuktikan dari kata-kata dia di surat ini. Nah, pertanyaannya, siapa sosok paman Marx yang kaya raya, kerap ngasih duit juga untuk dia, bahkan Marx sering numpang di rumah pamannya itu? Well, namanya adalah Lion Philips, dan yes, ada nama Philips di sana. Faktanya, dia adalah kakek dari Gerard dan Anton Philips – dua orang yang mendirikan Philips Electronics – perusahaan elektronik terkemuka di dunia yang kita kenal dengan slogan “terus terang terang terus”!
How was the designation of December 25 as the birth of Jesus Christ by the church at the beginning of Christianity? - Bagaimana penetapan tanggal 25 Desember sebagai kelahiran Yesus Kristus oleh gereja pada awal Kekristenan?
Di tengah rivalitas Amerika dengan Tiongkok, bagaimana Indonesia harus bersikap? #Endgame #GitaWirjawan #MartyNatalegawa ------------------ Direkam 14 September 2024 dalam konferensi terbesar siniar kami, Endgame Town Hall. ------------------ Percakapan sebelumnya dengan Marty: • Marty Natalegawa: ASEAN Must Have a S... Episode Endgame lainnya yang mungkin juga Anda sukai: • James Robinson: The World Is Rebalanc... • Trump, Biden, and Foreign Policy Miss... • Graham Allison: China-Russia Axis is ... ------------------ Gabung Langganan Channel Endgame agar kami dapat terus memberikan konten yang berkualitas: https://sgpp.me/becomemember ------------------ Jelajahi dan diskusikan lebih lanjut episode ini di https://endgame.id/ ------------------ Untuk ajakan kolaborasi dan kerja sama, hubungi kami di sini: https://sgpp.me/contactus ------------------ 0:00:00 - Intro 0:01:06 - Pandangan realis-idealis terhadap geopolitik hari ini 0:07:35 - Sentralitas ASEAN mulai digerogoti 0:11:56 - Pesan Connie Rahakundini Bakrie dari Rusia 0:16:43 - Politik LN kita bebas aktif, bukan netral 0:19:20 - BRICS: Apakah itu risiko bagi ASEAN? 0:22:41 - Sejarah kedamaian Asia Tenggara 0:27:58 - Indonesia harus pimpin arah diskursus Global South 0:32:25 - Hati-hati dengan istilah ‘Middle Power' 0:36:43 - Indonesia, jembatan bangsa-bangsa 0:44:32 - Haruskah kita was-was di Laut Cina Selatan 0:54:56 - Astro-politics 1:00:33 - Kesetaraan intelektual untuk isu-isu frontier
A new million-dollar project from the University of Melbourne and La Trobe University is compiling the largest ever documentary history of Australia from an Indigenous perspective. - Sebuah proyek bernilai jutaan dolar dibuat untuk menyusun sejarah dokumenter terbesar tentang Australia dari sudut pandang penduduk asli.
Referring Indonesia as "Australia's oldest brother", the Maritime Museum in Australia celebrates the anniversary of Indonesia's independence and looks at the relationship between the two countries in an effort to keep the history alive. - Menyebut Indonesia sebagai "saudara tertua" dari Australia, Museum Maritim di Australia ikut merayakan peringatan kemerdekaan Indonesia dan menilik kembali hubungan kedua negara dalam upaya untuk menjaga sejarah agar tetap hidup.
A team of archaeologists from the Australian National University conducted excavations in the Tanimbar Islands, Province, Indonesia. - Sekelompok arkeologi dari Australian National University melakukan penggalian di Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia.
Tim Pengungsi Olimpiade telah menetap di desa Olimpiade di Paris, sebagai bagian dari persiapan akhir menjelang upacara pembukaan.