POPULARITY
Categories
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago, menegaskan perbaikan data PBI BPJS Kesehatan harus melalui rapat desa dan verifikasi berlapis, bukan sekadar survei. Ia juga mengkritik lemahnya pembaruan data serta pelayanan rumah sakit terhadap pasien BPJS dalam Talk Radio Elshinta, Jumat (13/02/2026).
Penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) nonaktif yang terbukti tidak mampu dinilai harus dilakukan secara humanis, otomatis, dan tanpa prosedur berbelit. Kebijakan ini tidak semata soal administrasi atau potensi moral hazard, melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.Bagaimana DPR mengkritisi dan mengawal kebijakan ini agar benar-benar berpihak pada rakyat kecil?Simak pembahasannya bersama Netty Prasetiyani Aher, Anggota Komisi IX DPR RI.
Simak pembahasannya bersama: 1. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Aris Adi Leksono2. Sosiolog Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi
Simak pembahasannya bersama:1. Koordinator Advokasi BPJS Wacth, Timbul Siregar 2. Pemerhati Kesehatan, Iskandar Sitorus
"Kalau aku meninggal duluan, kamu nanti nikah lagi gak?"Obrolan soal kematian memang cukup menakutkan untuk dibahas..Tapi hal ini perlu diagendakan karena duka adalah sebuah keniscayaan.Episode kali ini, Parents akan mendengarkan cerita Bucha (Rissa Riandini) tentang perjuangannya bersahabat dengan duka dan menjalani hari-hari setelah kepergian suami.Timestamp:00:00 Opening04:30 Sosok almarhum Bimo sejak pacaran hingga kepergiannya09:15 Tidak akan pernah ada manusia yang siap ditinggalkan16:32 Rasa takut saat menyaksikan yang berhubungan dengan momen kepergian suami17:15 Masa down dan ngerop sampai harus didampingi profesional25:50 Harus kuat demi anak, apakah benar menguatkan?30:10 Pentingnya kehadiran ayah untuk menguatkan mental si Kecil38:00 Apa saja bantuan yang dibutuhkan seseorang yang berduka?43:17 Bimo selalu bilang "I love you" apapun kondisinya
IHSG sempat menyentuh 9.000, tapi isu MSCI membuat pasar berguncang lagi. Sebagian saham terdorong karena berlatar belakang sentimen saja, sementara sebagian lain tertinggal meski fundamentalnya solid.Di Bareksa Insight, Rivan Kurniawan membahas bagaimana pendekatan value investing membaca kondisi ini: kapan mengikuti arus indeks, dan kapan fokus ke saham yang masih undervalued di luar sorotan MSCI.Dengarkan selengkapnya di Bareksa Insight!Install sekarang!https://bareksa.onelink.me/bLEI/YTBareksa———————————————————————————Disclaimer: Setiap investasi mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Seluruh transaksi saham dilakukan dengan izin sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek dari OJK yang diberikan kepada PT Bareksa Portal Investasi bekerja sama dengan PT Ciptadana Sekuritas Asia. Seluruh produk investasi keuangan yang dipasarkan melalui aplikasi Bareksa Super App Investasi serta informasi yang terdapat pada channel ini, dikelola, dikembangkan serta dibuat oleh PT Bareksa Marketplace Indonesia yang telah mendapatkan Izin Penyelenggara Sistem Elektronik dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Siapa sangka, salah satu akar masalah stunting bukan hanya soal makanan, tetapi juga ketimpangan peran gender di dalam keluarga. Di episode perdana Bincang Hutan 2026, kami mengajak Anda menyelami perjalanan CIFOR–ICRAF dalam mendukung program pemerintah daerah untuk memperkuat peran ayah dalam ketahanan pangan dan gizi keluarga. Salah satu praktik yang dibahas dalam episode ini berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui inisiatif GASELOR (Gerakan Ayah sebagai Konselor) Pangan dan Gizi. Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemuka agama, GASELOR mendorong praktik pengasuhan yang lebih setara—menegaskan bahwa peran ayah sangat menentukan tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga. Pendekatan ini dilakukan lewat pelatihan, pendampingan, serta penyusunan bersama panduan praktis yang kontekstual. Bagaimana mengubah cara pandang dan perilaku di tengah masyarakat yang patriarkis? Simak perbincangan inspiratif bersama Pak Jusuf Amnifu dan Laeli Sukmahayani, hanya di Bincang Hutan.
Anggota Komisi V DPR RI Firman Subagyo menegaskan pentingnya keberanian negara dalam melindungi kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional dan sumber energi baru terbarukan. Dalam wawancara bersama Radio Elshinta, Firman menyoroti kontribusi besar sawit bagi perekonomian, perlunya kepastian hukum, serta pembenahan regulasi agar industri sawit berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Kasus penetapan tersangka seorang suami di Sleman yang melindungi istrinya dari jambret ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Classy People, tahun baru, suasana rumah juga harus baru dong! Yuk, cermati obrolan next level edisi new year 2026 bareng Informa Living Plaza Padang, apa sih tren rumah di tahun 2026 ini yang bikin nyaman ngapain aja di rumah. Jangan ketinggalan juga informasi diskon, cashback dan promo menarik dari Informa Living Plaza Padang.
Bismillah,1972. LALAI MENGERJAKAN IBADAH SUNNAH, HARUS BAGAIMANA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta'ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta'ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah di:YouTube / muhammadnuzuldzikri Audioradio.muhajirproject.com/
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Mengupas cerita di balik layar Danantara langsung bersama sang CIO, Pandu SjahrirPercakapan yang diramu untuk menjawab rasa penasaran kita semua: Apa sebenernya yang dilakukan Danantara? Mengapa penting? Bagaimana ejawantah ide dan gagasan yang dibawa? Siapa saja orang-orang di baliknya?#Endgame #GitaWirjawan #PanduSjahrirTopik selengkapnya:00:00 - Intro01:08 - Masuk ke ‘kampus militer'-nya ekonomi05:36 - Pentingya berjejaring08:35 - 5 nilai yang diajarkan orang tua Pandu13:31 - Danantara17:28 - Yang dicari dari investasi23:05 - Passion Pandu sesungguhnya: Pendidikan dan Guru27:06 - Patahkan mitos tentang Danantara38:27 - Korupsi43:19 - Ketahanan Pangan46:51 - Ketahanan Energi54:02 - Kenapa investasi asing itu penting1:04:46 - Harus lihat 50—100 tahun ke depan1:11:25 - Narasi dari Asia Tenggara1:17:03 - Waste to Energy------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/Ss6ud71pmvQ?si=4fgqA2LlfICPLpArhttps://youtu.be/lpQrUTWXHZU?si=1gpeWZBUH6lydFeYhttps://youtu.be/Ne6hcWoWzDo?si=bvlj1YiMlSWqDL-g------------------
Harus Bahagia di Rumah & Pahala Berlimpah di Dalamnya
Yuni pulang ke Kalimantan dan tinggal di sebuah ruko bersama orang tuanya. Semua berjalan normal hingga sebuah tragedi tragis terjadi di depan ruko. Setelah itu, teror mulai muncul terutama ketika anaknya yang masih kecil merasakan kehadiran sosok tak terlihat, seolah ada yang mengincarnya. Yuni pun percaya ada sosok yang mengincar sukma anaknya.Siapakah sosok itu, dan apa yang sebenarnya terjadi pada anak Yuni?Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2025, Lentera Malam
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji. Kasus ini menambah panjang daftar buruknya penyelenggaraan haji Indonesia. Lantas, bagaimana penyelenggaraan haji tahun ini di bawah Kementerian Haji dan Umroh yang baru?
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Semua tahu kekayaan alam yang ada di dalam dan di atas tanah air Indonesia. Namun siapa benar-benar memahami sejarah, kekuatan, dan potensi kita… di ruang angkasa?Endgame menghadirkan Adi Rahman Adiwoso, pimpinan Pasifik Satelit Nusantara, untuk membahas ekosistem antariksa di Indonesia dari perspektif industri.Adi secara khusus menekankan pentingnya kedaulatan antariksa bagi Indonesia. Ia juga menerangkan besarnya peluang ekonomi luar angkasa (space economy) jika dapat dimanfaatkan secara maksimal.Sebuah topik yang undernarrated, tetapi sangat penting untuk dibahas.#Endgame #GitaWirjawan #AdiRahmanAdiwoso------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/1eD_sZEzSCAhttps://youtu.be/woPxrqw4-qYhttps://youtu.be/6BMIM5iwI9s------------------
RUU Perampasan Aset mulai dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Aturan ini dinilai penting untuk memperkuat pemberantasan korupsi, terutama dalam merampas aset hasil kejahatan yang selama ini sulit dikembalikan ke negara.Namun, pembahasannya perlu dicermati. Jaminan hak asasi manusia, kepastian hukum, serta mekanisme pengawasan harus diatur jelas agar tidak membuka ruang penyalahgunaan kewenangan.RUU ini diharapkan efektif memulihkan kerugian negara, sekaligus tetap menjunjung prinsip keadilan dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.Talk: - Manajer Riset Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Badiul Hadi-Praktisi Hukum dari Pusat Bantuan Hukum Masyarakat, Ralian Jawalsen
D'Message || PERILAKU HIDUPMU HARUS BERUBAH || Ps. Steven Liem
Bismillah,1966. AYAHKU SELALU MENYAKITI IBUKU, HARUS BAGAIMANA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta'ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta'ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah di:YouTube / muhammadnuzuldzikri Audioradio.muhajirproject.com/
Bismillah,1965. SULIT IBADAH SAAT SAKIT, HARUS BAGAIMANA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta'ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta'ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah di:YouTube / muhammadnuzuldzikri Audioradio.muhajirproject.com/
Indonesia bukanlah sebuah proyek dengan tenggat waktu, melainkan sebuah entitas yang hidup dalam Infinite Game—permainan tanpa garis finis. Seringkali kita terjebak dalam pola pikir jangka pendek, di mana kesuksesan hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi tahunan atau kemenangan politik sesaat. Padahal, esensi sebuah bangsa bukanlah tentang mengalahkan negara lain dalam sebuah kompetisi global, melainkan tentang kemampuan untuk terus bertahan dan menjadi lebih baik dari hari kemarin. Dalam kacamata ini, tantangan yang kita hadapi saat ini bukanlah tanda kegagalan, melainkan dinamika dalam perjalanan panjang untuk menjaga agar "permainan" Indonesia ini tetap berjalan hingga generasi-generasi mendatang. Alasan mengapa Indonesia sangat relevan dengan konsep Infinite Game terletak pada Just Cause atau tujuan mulia yang kita miliki: Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Di dunia yang semakin terpolarisasi, kemampuan untuk menyatukan ribuan pulau dan keberagaman budaya adalah sebuah keunggulan strategis yang tidak ternilai. Masalah-masalah kronis seperti birokrasi yang lamban atau isu integritas harus dipandang sebagai hambatan operasional, bukan akhir dari cerita. Fokus utama kita seharusnya bukan pada mencari kemenangan mutlak atas masalah tersebut dalam satu malam, melainkan pada pembangunan fondasi kepercayaan (trust) dan ketangguhan yang memungkinkan bangsa ini tetap utuh meski badai ketidakpastian global datang silih berganti. Bagi generasi muda, memahami Infinite Game berarti mengubah orientasi hidup dari sekadar mengejar kesuksesan materi yang instan menuju kontribusi yang berkelanjutan. Kepemimpinan masa depan tidak lagi tentang siapa yang paling pintar atau paling berkuasa di ruangan, melainkan tentang siapa yang paling mampu membangun "lingkaran keselamatan" bagi orang-orang di sekitarnya. Dengan semangat manufacturing hope, ketidakpastian masa depan justru menjadi peluang bagi anak muda untuk berinovasi melalui semangat gotong royong. Selama kita tetap memegang teguh alasan "mengapa" kita berdiri sebagai satu bangsa, Indonesia akan selalu memiliki energi yang cukup untuk terus melangkah dalam permainan tanpa batas ini.
Kasus dugaan korupsi kuota haji kembali mencuat setelah mantan Menteri Agama ditetapkan sebagai tersangka. Perkara ini menyoroti lemahnya tata kelola dan pengawasan dalam pengaturan kuota haji yang seharusnya transparan dan adil bagi jemaah.Apa yang perlu dibenahi? Mulai dari sistem penentuan kuota, mekanisme pengawasan internal, hingga peran lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi agar kasus serupa tidak terulang.Talk: - Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan- Pegiat Antikorupsi Lembaga Koordinasi Pemberantasan Korupsi (LKPK ) - Bejo Suhendro
Bismillah,Saat Calon Ragu, Aku Harus Bagaimana?(when a potential partner hesitates, what should I do?)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Tanya Jawab dari Kajian Wanita No. 247“Apapun Masalahmu Berserah Dirilah Kepada Allah -Ta'ala-”
Bismillah,Nggak Cukup Baca, Harus Nyebur(Reading Is Not Enough, You Need to Dive In)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Pendek dari Kajian Tadzkiratus Saami' No. 233“Bersabarlah, Allah -Ta'ala- Akan Tolong Kita”
Retret kabinet di awal tahun menjadi momentum penting menyatukan visi Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Agenda ini diharapkan tidak sekadar seremonial, melainkan mampu memperkuat evaluasi kinerja, menegaskan prioritas nasional, dan mendorong eksekusi kebijakan yang lebih efektif.Pertanyaannya, bagaimana memastikan penyatuan visi ini benar-benar berdampak pada percepatan pembangunan dan dirasakan langsung oleh masyarakat?Talk: -Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan-Pengamat Politik yang juga Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara
NS: 1. Pakar Hukum Tata Negara dari STIH IBLAM, Bapak Radian Syam2. Pengacara publik dari Pusat Bantuan Hukum Masyarakat Ralian Jawalsen
Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) pada masa liburan sekolah terutama ditujukan kepada kelompok penerima manfaat dari kalangan ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita. Dalam klasifikasi kelompok penerima MBG, mereka biasa disebut sebagai kelompok 3B. “Yang tidak libur, atau tetap diberikan MBG, dalah untuk 3B. Siapa yang mengantar? Ya seperti biasa, para petugas yang selama ini sudah berjalan,” kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang di Yogyakarta, Selasa (23/12/2025)BGN menyadari bahwa perbaikan gizi siswa perlu konsistensi. Namun, BGN pun memahami bahwa anak-anak sekolah sedang memasuki masa liburan. Maka, SPPG menawarkan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat, jika mau menerima MBG, mereka dipersilakan mengajukannya. Hidangan MBG akan diantarkan SPPG sesui dengan permintaan sekolah, dalam bentuk makanan kering. “Jadi anak-anak tidak dipaksa harus datang ke sekolah. Silakan saja kalau makanan MBG diambil ibunya, ayahnya, atau saudaranya. Kalau misalnya sekolah tidak mau menerima, wali murid juga tidak mau, maka juga tidak apa-apa, dan tidak dipaksa,” katanya.“Jadi tidak ada yang memaksa anak-anak libur ke sekolah untuk mengambil MBG. Mohon jangan dipelintir,” tambah Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi antar Kementerian dan Lembaga untuk pengelolaan program MBG itu. Nanik juga meluruskan tudingan beberapa kalangan yang mengatakan bahwa pemberian MBG di saat liburan adalah untuk menghabiskan anggaran. “Justru sebaliknya, kami menghemat anggaran luar biasa di tahun 2025. Bayangkan, anggaran MBG tahun 2025 itu 71 T, targetnya untuk 6 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah dan 3B. Namun ternyata kami bisa memberi manfaat kepada 50 juta anak Indonesia dan kelompok 3B,” paparnya.Penghematan bisa dilakukan karena semula ada banyak dapur yang harus dibangun BGN, tapi ternyata banyak yayasan/mitra yang mau membangun dapur MBG yang disebut sebagai Dapur Mandiri. “Akhirnya cost yang dikeluarkan BGN hanya untuk program MBG 15 ribu/MBG; gaji karyawan BGN, termasuk SPPI, Ahli Gizi, dan Akuntan di tiap-tiap SPPG, yang saat ini hampir 100 ribu dan tersebar dari Sabang sampai Merauke; dan juga untuk operasional. Data yang saya sampaikan ini bisa dicek ke Kementerian Keuangan,” jelasnya.Nanik pun menegaskan bahwa Pemerintah terus bekerja keras meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. “Pesan Pak Prabowo, tidak boleh satu anak Indonesia pun, baik (anak usia sekolah) yang berada di jalanan bila belum Sekolah Rakyat, anak-anak di pondok-pondok pesantren baik yang terdaftar di Kementerian Agama, maupun yang tidak terdaftar, semua harus dapat makan bergizi gratis,” ujar mantan wartawan senior itu Sementara itu, mengenai pemberian BGN untuk orang-orang lanjut usia dan para difable, menurut Nanik, yaitu yang akan memberikan makan gratis adalah Kementerian Sosial. “Program itu masih wacana Kemensos, jadi bukan progam BGN ya,” kata Nanik menutup penjelasannya. (Ter)
Ketika muncul dugaan teror terhadap aktivis dan influencer yang kritis terhadap pemerintah, pertanyaannya bukan lagi soal perbedaan pendapat, tapi soal jaminan rasa aman warga negara.Aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia, dituntut hadir secara tegas, profesional, dan transparan. Langkah pertama yang krusial adalah menyelidiki secara menyeluruh setiap laporan ancaman, tanpa prasangka dan tanpa melihat posisi politik korban. Negara tidak boleh abai ketika ruang demokrasi terancam oleh intimidasi.Perlindungan terhadap korban juga harus menjadi prioritas, baik secara fisik maupun hukum. Di saat yang sama, aparat perlu menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara terbuka agar kepercayaan publik tetap terjaga.Kritik adalah bagian dari demokrasi, bukan kejahatan. Maka tugas aparat bukan membungkam suara, melainkan menjaga agar perbedaan pendapat bisa disampaikan tanpa rasa takut. Di situlah wibawa hukum diuji—bukan pada siapa yang dikritik, tapi pada keberpihakan terhadap keadilan.[TALK] Pengamat Politik Hukum Magister Hukum Universitas Sahid Jakarta, Saiful Anam & Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan
Guru Besar IPB dan Pakar Agribisnis, Bayu Krisnamurthi, menilai penyederhanaan bencana banjir dengan menyalahkan sawit tidak tepat. Ia menegaskan akar persoalan ada pada lemahnya tata kelola sumber daya alam, pelanggaran hukum, dan buruknya perencanaan ruang. Menurutnya, penanganan harus fokus pada penegakan hukum dan pengelolaan lingkungan berbasis data, tanpa menstigma sawit yang merupakan sektor strategis bagi jutaan masyarakat.Selengkapnya : https://elshinta.com/kategori/1/lingkungan/isu-sawit-harus-dilihat-proporsional-penegakan-hukum-dan-tata-ruang-kunci-cegah-bencana-147447
#DiskusiInteraktif Dana bantuan bencana Sumatera di Samosir dikorupsi, apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi lagi?[TALK] Pakar hukum pidana - Dosen Fakultas Hukum (FH) UnTar - Dr. Hery Firmansyah, S.H., M.Hum., MPA&Pegiat Antikorupsi Lembaga koordinasi pemberantasan korupsi (LKPK) - Bejo Suhendro
#DiskusiInteraktif Skor Tes Kemampuan Akademis (TKA) SMA 2025 rendah, apa yg harus dievaluasi?[TALK] Sekjen PB PGRI, Dudung Abdul Qodir, S.Pd., M.Pd.&Teacherpreneurs Merdeka Belajar - Founder dan Pembina Backpacker Teaching Assoc. Prof. Dr. Dirgantara Wicaksono
Khutbah Jum'at - Ustadz Muhammad Abu Rivai, SH., MH. hafizhahulllahu.Judul : Mengapa Harus Amanah?Sumber : Youtube.
Insiden kericuhan antara warga yang membawa bendera GAM dengan aparat TNI di Aceh kembali memantik perdebatan publik. Di satu sisi, aparat menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas dan keamanan. Di sisi lain, muncul klaim bahwa aksi warga merupakan ekspresi solidaritas pascabencana di wilayah terdampak.Lalu, bagaimana seharusnya negara merespons simbol-simbol sensitif di wilayah pascakonflik seperti Aceh? Apakah pendekatan keamanan masih relevan, atau justru dibutuhkan kebijakan publik yang lebih persuasif, dialogis, dan kontekstual?Dalam episode ini, Pakar Kebijakan Publik sekaligus Guru Besar Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, membedah dinamika relasi negara dan masyarakat Aceh serta menawarkan perspektif kebijakan yang berorientasi pada perdamaian dan keadilan sosial.
Libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru selalu menjadi momen favorit masyarakat untuk berwisata. Namun, di balik euforia liburan, ada sejumlah hal penting yang perlu diwaspadai agar perjalanan wisata tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.Pertama, perencanaan perjalanan. Pastikan tujuan wisata, rute perjalanan, hingga akomodasi sudah direncanakan sejak awal. Pilih waktu keberangkatan yang tepat untuk menghindari kepadatan lalu lintas, dan selalu siapkan rencana alternatif jika terjadi kemacetan atau perubahan cuaca.Kedua, kondisi transportasi dan keselamatan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Patuhi aturan lalu lintas, istirahat cukup bagi pengemudi, serta gunakan perlengkapan keselamatan. Untuk perjalanan laut dan udara, perhatikan jadwal serta informasi resmi dari operator dan otoritas terkait.Ketiga, antisipasi cuaca dan bencana. Libur Nataru kerap bertepatan dengan musim hujan. Oleh karena itu, penting untuk memantau informasi cuaca dari BMKG, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai, pegunungan, atau daerah rawan bencana.Keempat, keamanan dan kesehatan. Waspadai potensi tindak kriminal di kawasan wisata yang ramai, jaga barang bawaan, serta patuhi imbauan petugas. Jangan lupa menjaga kondisi tubuh, membawa obat pribadi, dan menerapkan pola hidup bersih selama perjalanan.Terakhir, patuhi aturan di destinasi wisata. Ikuti arahan pengelola dan petugas, hormati kearifan lokal, serta jaga kebersihan lingkungan agar liburan tidak hanya aman, tetapi juga bertanggung jawab.Dengan perencanaan matang, kewaspadaan, dan kepatuhan pada aturan, libur Nataru dapat dinikmati dengan rasa aman dan nyaman, tanpa mengurangi makna kebersamaan bersama keluarga dan orang-orang terdekat.
Ini adalah opini saya tentang bagaimana saya berkarya. Mencari sesuatu yang tidak mudah dilakukan oleh orang lain. Kalau hanya sekedar berfoto (selfie) dan berjoged-joged juga semua orang bisa. Terlalu mudah. Harus cari yang lebih susah.
Ustadz Nizar Saad Jabal, Lc., M.Pd. - Syirik Kecil Harus Di Hindari
Lumajang – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat SOP (Standar Operational Procedure) pengantaran Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengetatan SOP ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebagaimana terjadi dalam insiden mobil pengantar makanan program MBG yang menabrak 20 siswa dan seorang guru SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025). Salah satu SOP yang ditetapkan adalah mobil pengantar MBG hanya di luar pagar, dan tidak perlu masuk pekarangan sekolah. “Usahakan tidak masuk membawa makanan ke halaman. Cukup diantar di depan pagar. Kenapa? Karena meskipun tidak ada upacara, anak-anak itu kan sering lari-lari di halaman,” kata Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang dalam pengarahannya di acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG, Serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG, di Ballroom Aston Inn, Lumajang, Sabtu, 13 Desember 2025.
Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.
Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.
Aceh dan Sumatra masih berjuang di tengah luka mendalam pasca banjir dan longsor. Ribuan warga menghadapi kehilangan, keterpisahan keluarga, serta ketidakpastian pemulihan. Di saat masyarakat berusaha bangkit, muncul kritik terhadap lambatnya penanganan pasca bencana dan desakan agar pemerintah menetapkan Status Bencana Nasional semakin menguat.Apa arti peningkatan status tersebut? Kapan syaratnya terpenuhi? Dan langkah apa yang seharusnya diambil pemerintah untuk mempercepat recovery di wilayah terdampak?Dalam Talk Highlight Jumat, 12 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, kami menghadirkan Letjen TNI (Purn) Bambang Dharmono, mantan Komandan Satgas Bantuan TNI untuk Penanganan Tsunami Aceh, untuk memberikan analisis mendalam tentang urgensi, konsekuensi, serta keputusan strategis yang perlu dipertimbangkan negara.
Episode #AnimalWelfareIndonesia dari podcast #KesejahteraanHewan ini adalah bukan gaya-gayaan: membawaa kucing harus mengutamakan kesejahteraan, bukan estetika.adalah Drh. Mikeu Paujiah, S.KH, M.M. (Manager Edukasi JAAN Domestic membahas hal ini.Yuk dengarkan Podcast #KesejahteraanHewan ini!Btw, semua podcast dan materi edukasi bisa dikunjungi di website www.animalwelfare.id dan email kami di education@animalwelfare.id, instagram kami di @animalwelfare_id.Sumber : Animalwelfare.Id | Voice over opening & Closing : Eria Michelletti | Audio Editor : Tiwi
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
Sayadaw Kheminda melanjutkan pembahasan Kitab Buddhavamsa. Di kelas ini beliau menjelaskan makna setiap kata di Bab II Kitab Buddhavamsa Stanza 130-159 hanya berdasarkan Kitab Komentar.
Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata;
Pembawa Renungan : F.X Warindrayana, S.T.B Yogyakarta Luk. 18:1-8
Komisioner Diskriminasi Ras Australia, Giridharan Sivaraman: "Australia membutuhkan penyelidikan nasional mengenai rasisme di tempat kerja."
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 27 Oktober 2025Bacaan: "Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki." (Amsal 28:27) Renungan: Suatu kali sehari sebelum lebaran saya bersama beberapa murid berbagi paket sembako untuk tukang sapu jalanan dan pemulung. Saat itu ada seorang kakek pemulung yang duduk dipinggir jalan di samping gerobaknya. Lalu seorang murid saya memberikan paket sembako itu. Wajah kakek itu kelihatan sukacita sekali. Saat murid saya mengucapkan, "Tuhan memberkati ya, kek, " kakek itu terlihat hampir menangis dengan air mata tergenang di pelupuk matanya sambil mengucapkan terima kasih. Mereka itu adalah obyek kasih yang membutuhkan sedikit uluran tangan kita. Dalam pelayanan-Nya di dunia, Yesus sering diperhadapkan pada obyek kasih yang harus ditolongnya. Ketika Yesus keluar dari kota Yeriko, ada orang buta duduk di pinggir jalan mendengar bahwa Yesus lewat, lalu ia berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Saat Tuhan Yesus mendengar seruan orang buta itu, Ia segera menghampirinya. Dalam hati Tuhan Yesus timbul belas kasihan, lalu Ia menjamah mata orang tersebut dan seketika itu juga mata orang buta itu disembuhkan, sehingga bisa melihat lagi. Yesus memberikan pertolongan sesuai kebutuhan mereka. Di sekitar kita banyak obyek kasih yang membutuhkan uluran tangan kita. Mungkin mereka adalah tetangga kita yang membutuhkan beras untuk makan, mungkin itu adalah teman sekolah kita yang mengalami kesulitan untuk membayar uang sekolah, mungkin dia adalah anak kita yang membutuhkan sedikit perhatian karena orang tua yang terlalu sibuk bekerja sehingga jarang di rumah, mungkin itu orang tua kita yang tinggal di suatu tempat yang jarang kita sapa dan kunjungi. Mengapa kita menutup mata dan seolah-olah tidak melihat kebutuhan mereka? Memang sebagian obyek kasih adalah bukan keluarga, sahabat atau teman seiman kita, tetapi Yesus tidak pernah mengajarkan kepada kita untuk pilih bulu di dalam berbagi kasih. Ingatlah, Tuhan menempatkan mereka di tengah-tengah kita untuk menguji kita, apakah ada kasih di dalam hati kita? Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, ada banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kasihku. Pakailah keberadaanku untuk menjadi berkat bagi banyak orang, sehingga kehadiranku bisa memberikan kelegaan bagi yang berbeban, kepuasan bagi yang haus dan lapar, sukacita bagi yang bersedih dan pengharapan bagi yang berputus asa. Yesus, jadikah kehadiranku menjadi kehadiran-Mu sendiri di tengah-tengah keluarga dan masyarakatku. Amin. (Dod).
Di episode kali ini, Ardika Dwitama, Head Pastry Chef dari August Jakarta akan berbagi cerita tentang kariernya dan pengalamannya bekerja di salah satu restoran terbaik di Asia. Ia juga membagikan pandangannya tentang tantangan dan peluang bekerja di dunia kuliner yang dinamis, serta bagaimana tim August beradaptasi dengan tren dan generasi baru di industri ini, khususnya Gen Z. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadio#536 "BELAJAR ITU PASTI, TAPI DI AUGUST LU HARUS PERFORM!" WITH ARDIKA DWITAMA | RAY JANSON RADIOEnjoy the show!Instagram:Ardika Dwitama https://www.instagram.com/ardikadwitama/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/rayjanson#RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia #ArdikaDwitama #AugustJakarta #50BestRestaurant
Kesiapan jadi ayah bukanlah sesuatu yang bisa direncanakan, karena perasaan itu lahir dari momen-momen yang dijalani bersama anak, sebagaimana cerita Mang Dedi di film Panggil Aku Ayah.Dalam prosesnya pun, Ringgo juga masih diliputi kekhawatiran apakah bisa jadi orang tua yang baik, atau masih penuh rasa egois?Sisi kesiapan perempuan saat menyambut peran sebagai ibu dan bagaimana proses mengikhlaskan kepergian sosok ayah juga secara lugas diceritakan oleh Teh Anggia Kharisma di episode ini.Timestamp:00:00 Opening02:34 Ketakutan Ringgo dalam membesarkan anak06:36 Titik kesadaran kenapa mau jadi orang tua yang lebih baik17:30 Masih merasa jadi orang tua yang buruk21:52 Harus siap menghadapi kesendirian dalam diri26:04 Memeluk nervous system, biar gak menyampah dalam diri38:10 Kenangan tentang Ayah dirayakan selama proses berkarya45:20 Musuh pertama anak adalah orang tua yang belum sembuh