POPULARITY
Categories
Latest news SBS Audio Indonesian Program – Thursday 13 August 2026. - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia – Kamis 13 Agustus 2026.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 13 Agustus 2026Bacaan: "Maka Engkau akan memanggil, dan aku pun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu." (Ayub 14:15)Renungan: Seorang ayah dan putrinya memiliki hubungan yang sangat dekat dan mereka menghabiskan banyak waktu bersama-sama. Lalu suatu hari, si ayah melihat perubahan dalam perilaku putrinya. Jika ia mengajaknya pergi berjalan-jalan, putrinya menyampaikan berbagai alasan untuk tidak pergi. Jika la menawari untuk mentraktir es krim di sebuah toko soda dekat rumah, putrinya menolak tawaran itu, namun mendorong si ayah untuk pergi sendiri. Jika si ayah berkata ia hendak pergi mengantarkan sesuatu ke luar kota dan mengajak putrinya itu untuk turut serta, dimana sebelumnya hal ini adalah sebuah kegiatan yang sangat disukai putrinya, maka kini putrinya itu memberi suatu alasan mengapa ia tak bisa pergi. Si ayah sangatlah bersedih hati karena kini putrinya itu sudah tidak mau menemaninya lagi, dan walaupun ia seringkali menyelidiki hati dan ingatannya, berusaha untuk mencari suatu kejadian yang mungkin telah merusak hubungan mereka, tetap saja ia tak dapat menemukan alasan bagi perilaku putrinya yang mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Suatu hari saat ulang tahunnya tiba, putrinya dengan bangga datang menghampiri sang ayah dan menghadiahinya sepasang sandal sulam yang cantik, sambil berkata, "Aku membuatnya sendiri, khusus untuk Ayah." Saat itulah, ia mengerti di mana putrinya berada selama tiga bulan terakhir. la berkata kepada putrinya, "Sayangku, aku sangat menyukai sepasang sandal sulam ini, tapi lain kali, biarlah aku membeli saja sandal sulam agar aku dapat menghabiskan bersamamu semua waktu yang kaugunakan untuk membuatnya. Karena, aku lebih senang berada bersamamu dari pada apa pun yang dapat kaubuat untukku." Demikian pulalah halnya dengan Bapa Sorgawi kita. la jauh lebih menyukai kehadiran kita, daripada pekerjaan atau perbuatan baik apa pun yang kita persembahkan kepada-Nya. Melayani pekerjaan Tuhan adalah suatu kegiatan yang sangat baik, menghadiri pertemuan-pertemuan ibadah memang harus dilakukan, namun jangan sampai semua hal yang tampaknya baik itu, membuat kita kehilangan waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan Bapa Sorgawi kita, karena Dia jauh lebih menginginkan dan merindukan kehadiran kita dibandingkan dengan hal-hal baik yang dapat kita perbuat bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jamahlah hatiku agar aku mau menyediakan waktuku yang terbaik untuk kuberikan pada-Mu dalam doa dan penyembahan ku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yehezkiel 12: 1-12; Mazmur tg 78: 56-59.61-62; Matius 18: 21 - 19: 1.JIWA BESAR PENGAMPUN Renungan kita pada hari ini bertema: Jiwa Besar Pengampun. Ada seorangmurid kelas 5 SD pada suatu pagi berkata kepada orang tuanya bahwa ia tidak maulagi masuk sekolah. Ia berkata demikian sambil menangis dan ketakutan. Setelahmenyelidikinya, mereka menjadi tahu bahwa anak ini takut diejek, dihina ataudibully lagi oleh teman-temannya di sekolah. Ia sudah berusaha sabar terhadapmereka, bermain dengan mereka, bahkan berbagi jajan dengan mereka, tetapi tetapsaja ia disakiti. Ia ingin saja berhenti sekolah. Orang tuanya ikut bersedihdan berusaha untuk menyelesaikan masalah itu dengan pihak sekolah. Pengalaman pahit murid itu jangan dianggap sekedar human error ataukekeliruan manusiawi, tetapi sebuah pola pergaulan jelek di sekolah yang harusdiperbaiki. Mungkin Anda sendiri pernah menjadi korban suatu pola perbuatanjahat seperti yang dialami murid tersebut. Dalam menghadapi kesulitan sepertiitu, ada orang yang mampu menyelesaikannya dengan kemampuannya sendiri, tetapiyang lain tidak mampu, sehingga mereka membutuhkan bantuan orang lain untukmengatasinya dengan segera. Cara penyelesaiannya dapat berupa pendekatanreaktif dan represif, yang berarti bahwa harus dilawan juga dengan kekerasan,tetapi dapat juga berupa pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Satu ajaran Kristiani yang selalu dekat di hati para pengikut Kristusketika mengalami peristiwa hidup seperti ini, ialah memiliki jiwa besar sebagaiseorang pengampun dan rela untuk mengampuni. Nabi Yehezkiel di dalam bacaanpertama menggambarkan suatu tindakan memberikan ampun melalui sebuah sikapmenolak kekerasan tetapi juga bukan suatu sikap pasif atau diam. Ia mengajarkansebuah sikap mengalah dan menjadikan diri sebagai korban dari perbuatan orang-orangjahat. Ini untuk mengingatkan bahwa mereka juga pada saatnya akan mengalamikesusahan yang setimpal dengan perbuatannya itu. Cara mengampuni seperti inisama dengan mengatakan: Tuhan ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apayang mereka perbuat. Tuhan Yesus mengajarkan ungkapan jiwa yang besar dalam mengampuni, yaitudengan pernyataan dan tindakan yang sangat eksplisit. Pihak yang berlaku jahatperlu melihat dan mengalami kalau kata-kata dan tindakan Anda sungguhmengampuni. Pengampunan seperti ini tidak boleh diukur sampai berapa kali yaitusecara kuantitas, dan juga secara kualitas seperti batas kesabaran, kelelahan,kebosanan, dan menyerah. Yesus menangkap kecenderungan pembatasan ini ada padapara murid-Nya dan kita semua. Oleh karena itu Ia menegaskan bahwa suatu jiwayang besar dalam memberikan pengampunan ialah yang tidak memperhitungkanbatasan baik jumlah maupun kualitasnya. Hal ini disebutkan-Nya sebagaipengampunan 70 kali 7 kali. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, lembutkan hati kami supaya kami dapat mengampunitanpa batas. Apabila kami tidak kuat lagi mengampuni, berilah kami Roh-Mu yangmembuat kami mampu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalamnama Bapa ...
Sapaan Lansia GKP Jemaat BandungKamis, 13 Agustus 2026Tema : "Peran Orangtua dalam Pelayanan Gereja"Bahan Alkitab : Keluaran 18:13-27 Pelayan Firman : Pdt. Edward Tureay, S.Th.Episode 33 - Season 6@GKP Bandung Agustus 2026
Latest news SBS Audio Indonesian Program – Thursday 6 August 2026 - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia – Kamis 6 Agustus 2026
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 6 Agustus 2026Bacaan: "... tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN akan mencari seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN menetapkannya sebagai pemimpin atas umat-Nya, karena engkau tidak menaati apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu" (1 Samuel 13:14)Renungan: Betapa cepatnya hati manusia itu berubah. Ada orang yang tadinya menjalani hidup sederhana dan rendah hati, tapi di kemudian hari, hatinya berubah menjadi begitu sombong setelah ia mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ada orang yang tadinya kurang percaya diri dan merasa lemah, tetapi siapa sangka ia bisa menjadi seorang diktator kejam ketika berkuasa. Seperti itulah hati manusia, gampang berubah. Bisa jadi perubahan hatinya itu menjadi petunjuk bahwa ia tidak rela kehilangan rasa nyaman maupun kekuasaan yang didapatnya selama ini. Saul begitu rendah hati ketika Tuhan menunjuknya menjadi raja Israel. Sebenarnya, ia adalah orang yang diurapi Tuhan dengan janji pengokohan kerajaan Israel. Awalnya, Saul memang seorang yang taat dan rendah hati. Namun, ia lupa bahwa hati itu gampang berubah. Itu terjadi ketika ia tidak sabar menanti kedatangan Samuel dan dengan lancang mempersembahkan korban bakaran yang bukan menjadi tugasnya. Saul begitu angkuh. Ia menjadikan kedudukannya menjadi alasan bahwa ia bisa berbuat apa saja termasuk mengambil tugas keimaman. Sikapnya yang tidak sabar, angkuh, dan tidak taat dinilai Tuhan sebagai penolakan kepada Tuhan. Saul pun harus menerima konsekuensi: ditolak sebagai raja dan kehilangan janji Tuhan. la kehilangan apa yang coba ia pertahankan dengan kuat. Sikap Saul mengingatkan kepada kita bahwa bukan persembahan atau ritual agamawi yang memperkenan hati Tuhan. Tuhan lebih menyukai kasih setia dan ketaatan kepada firman-Nya. Mari renungkan: Hati manusia itu rapuh, gampang berubah oleh situasi. Bahkan hidup dalam berkat pun, jika tidak diwaspadai, bisa berubah menjadi angkuh dan melupakan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati agar hatiku tetap terpaut pada-Mu dan tidak pernah berubah. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Renny Wulansari Marselina dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Daniel 7: 9-10.13-14; Mazmur tg 97: 1-2.5-6.9; 2 Petrus 1: 16-19; Matius 17: 1-9.MATA DAN TELINGA YANG BERJAGA Renungan kita pada hari ini bertema: Mata dan Telinga Yang Berjaga. Seorangpemuda untuk kali ketiganya berpacaran dan ia berpikir kalau kali ini mestimemberikan hasil positif. Dua kali sebelumnya selalu berakhir dengan kesedihanlantaran ada banyak ketidak-sesuaian. Ia mengevaluasi diri dan mengetahui bahwaada sisi negatif dari dirinya yang ikut menyebabkan kegagalan pacaran selamadua kali. Lalu ia bicarakan itu dengan kedua orang tuanya. Nasihat kedua orangtuanya begini: keputusan hati kita untuk berkata dan bertindak sangatbergantung pada kemampuan melihat dan mendengar. Mata dan telinga kita harus senantiasa aktif untuk mendapatkan kenyataantentang orang lain yang kita kasihi. Ketika melihat bahwa orang di sampingmusedang sibuk dengan berbagai pekerjaan, atau ketika telinga mendengar kalauorang tersebut suaranya sudah tidak berdaya, keputusan hatimu akan menentukantindakan untuk memperhatikan dia. Pemuda itu mengamini nasihat itu dan bertekatuntuk membuat kesempatan pacaran yang ketiga kali itu berbuah baik dan bisameningkat menjadi hubungan ke jenjang perkawinan. Pada hari pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya ini, Sabda Tuhanmengajarkan kita untuk mengalami kemuliaan dan kebesaran Tuhan melalui matakita yang melihat dan telinga kita yang mendengar. Ketiga bacaan menggambarkanpenglihatan dan pendengaran fisik yang dialami oleh nabi Daniel, rasul Petrusdan kedua rekannya. Mereka melihat penampakan Tuhan dan mendengar suara yangdatang langsung dari Tuhan. Suatu pengalaman iman yang secara langsung sepertiini sangat didambakan oleh banyak dari kita. Kita bagaikan terangkat setinggigunung Tabor tempat para rasul menyaksikan penampakan kemuliaan Tuhan. Saat ini hampir semua pengalaman iman kita ialah kejadian-kejadian tidaklangsung namun dipertandai secara langsung. Yesus bersabda dan menampakkankemuliaan-Nya melalui diri Bapa Suci, atau seorang imam, atau seorang saudarayang berbuat baik dan mengasihi kita. Yesus hadir secara pribadi langsungtetapi diperlambangkan oleh Roti Ekaristi yang selalu kita sembah dan santap.Yesus juga berdiri di mimbar dan bersabda secara langsung tetapi ditandai olehseorang pewarta. Pengalaman-pengalaman seperti ini sangat bernilai tinggi danmembantu pertumbuhan iman kita. Mata dan telinga kita sangat berperan untukpertumbuhan iman ini. Yang menjadi masalah ialah jika kita tidak mendengar dan melihat dengansuatu perhatian yang baik, kita tentu saja akan kehilangan pengalaman akankemuliaan Tuhan yang hadir di dalam diri sesama, alam lingkungan, dan peristiwahidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... ya Yesus yang baik, semoga kami selalu ingin melihat danmendengarkan Dikau dalam setiap situasi hidup kami. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus berpihak kepada petani sawit melalui pembenahan tata niaga, pengawasan harga tandan buah segar (TBS), hingga pemberantasan praktik under invoicing dan transfer pricing yang dinilai merugikan negara dan petani.“Saya Menteri Pertanian selalu berpihak kepada petani kecil. Apa pun risikonya saya tanggung,” tegas Amran dalam Podcast Elshinta bersama Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Haryo Ristamaji yang tayang Kamis (30/7/2026).Amran meminta seluruh perusahaan membeli TBS sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, bahkan mengikuti kenaikan harga CPO dunia dan nilai tukar dolar. Ia juga meminta petani segera melapor jika masih ada perusahaan yang membeli TBS di bawah harga resmi. Menurutnya, pembenahan tata niaga bertujuan menciptakan sistem yang lebih adil agar petani tidak dirugikan saat harga CPO dunia meningkat. Dalam podcast tersebut, Amran mengungkap praktik under invoicing dan transfer pricing telah menyebabkan kerugian negara sangat besar selama puluhan tahun. Pemerintah kini membenahi tata niaga melalui kebijakan ekspor satu pintu untuk memutus praktik tersebut.“Kerugian negara akibat under invoicing selama 34 tahun mencapai sekitar 908 miliar dolar AS atau sekitar Rp15.000 triliun. Apakah ini mau terus dilanjutkan?” ujarnya. Amran menjelaskan modus yang terjadi adalah perusahaan mengekspor CPO ke perusahaan afiliasinya di luar negeri dengan harga jauh di bawah pasar, kemudian menjual kembali dengan harga sebenarnya sehingga keuntungan berpindah ke luar negeri. Akibatnya, penerimaan pajak dan devisa negara berkurang.
Sapaan Lansia GKP Jemaat BandungKamis, 6 Agustus 2026Tema : "Hidup Dalam Hikmat Allah"Bahan Alkitab : Pengkotbah 4:3 ; Amsal 2:6a ; Amsal 9:10 ; 2 Taw 1:10 ; 1 Raj 3Pelayan Firman : Ibu Nani AdamEpisode 32 - Season 6@GKP Bandung Agustus 2026
Keterkaitan Antara Petunjuk, Karunia, Nikmat, dan Rahmat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Fawaidul Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 8 Safar 1448 H / 23 Juli 2026 M. Kajian Islam Tentang Keterkaitan Antara Petunjuk, Karunia, Nikmat, dan Rahmat Sebagaimana petunjuk (al-huda) senantiasa digandengkan […] Tulisan Keterkaitan Antara Petunjuk, Karunia, Nikmat, dan Rahmat ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Latest news SBS Audio Indonesian Program – Thursday 30 July 2026. - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia – Kamis 30 Juli 2026.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Joel Butar Butar dan Nabiana Butar Butar dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 18: 1-6; Mazmur tg 146: 2abc.2c-4.5-6; Matius 13: 47-53.TUHAN YANG MENENTUKAN DI AKHIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Yang Menentukan di Akhir.Kita sering mengambil sikap pasrah ketika suatu persoalan yang dihadapi takkunjung mendapatkan solusi. Pasrah berarti menyerah dan berhenti untukmelanjutkan entah itu pembicaraan atau perbuatan. Pasrah bukan putus asaditambah dengan kekecewaan dan kesedihan. Orang yang pasrah masih memilikiruang yang cukup untuk berharap, bahwa solusi bisa datang dari luar dirinyaseperti waktu, orang lain, keberuntungan, dan Tuhan. Yang paling umum ialah pasrah kita kepada Tuhan. Misalnya pertengkaranantara dua pihak yang tak kunjung selesai. Solusi dari aspek kekeluargaan,keagamaan dan hukum sipil sudah tak mampu menyelesaikannya. Pihak yang merasatidak beruntung selalu mempersoalkan sehingga masalah semakin berlarut-larut.Karena yakin tak ada gunanya lagi berusaha, mereka memilih pasrah saja. Harapanterakhir ialah pada Tuhan yang memutuskan dan mengadili. Pengadilannya nantisetelah kematian, di mana setiap orang akan diadili menurut perilaku dalamkehidupannya di dunia. Contoh ini menggambarkan bagaimana Tuhan yang menentukan di akhirperjalanan hidup kita, atas persoalan-persoalan yang kita hadapi. Yesusmemberikan kita perumpamaan yang pas untuk ini, yaitu bahwa pada akhirnyapengadilan di surga itu akan memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah.Tuhan mempunyai strategi yang begitu bijaksana. Ia tidak memberikan keputusanbesar dan terakhir ketika masih ada waktu bagi manusia untuk berproses. Tuhanmempunyai kesabaran dan toleransi supaya manusia yang terlanjur jelek danberdosa dapat bertobat sebelum kematiannya. Strategi ini tentu saja berbanding terbalik dengan cara kita manusia yangingin menikmati siapa yang menang dan siapa yang kalah di dunia. Seakan-akansuka cita kemenangan yang dicapai sudah final atau kesedihan karena kalah sudahselesai. Padahal itu hanyalah sepotong-sepotong persoalan yang tidak bisadikatakan final. Standar pengadilan kita memang hanya untuk memenuhi tuntutanhidup di dunia ini, sedangkan pengadilan yang jauh lebih tinggi dan final ialahstandarnya Tuhan. Karena itu penentuannya adalah dari Tuhan. Menurut nabi Yeremia, selama kita hidup di dunia ini, hidup kita hendaknyamengikuti penentuan Tuhan, seperti cara tukang periuk membentuk ukiran-ukirandari tanah liat. Melalui kehendak dan kebijaksanaan-Nya, Tuhan ingin membentukkita dalam kata dan perbuatan kita setiap hari sehingga kita dapat mengalamibagaimana Ia menentukan hidup kita dari saat ke saat, sejak bangun pagi hinggakita tidur pada malam hari. Ini adalah cara hidup kita menuju kepadapenentuan-Nya yang terakhir atas diri kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami senantiasa menantikansaat terakhir penentuan-Mu dengan penuh iman dan pengharapan. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 30 Juli 2026Bacaan: "Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan kokoh kedudukannya, ia membunuh semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel dengan pedang." (2 Tawarikh 21:4)Renungan: Abraham Lincoln, mantan Presiden Amerika Serikat, pernah berkata, "Bila Anda ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan." Pernyataan ini telah teruji kepada banyak orang dalam berbagai situasi. Bahwa banyak orang yang tadinya bersikap rendah hati, sederhana, dan tulus, tetapi berubah menjadi sombong, egois, dan serakah ketika mereka berkuasa. Kekuasaan menyingkapkan sifat asli mereka. Mereka menggunakannya sebagai alat untuk mengendalikan, bahkan menindas orang lain demi kepentingan sendiri. Sebagai anak sulung, Yoram mewarisi kerajaan Yehuda dari ayahnya. Sedangkan untuk adik-adiknya, sang ayah memberikan berbagai barang berharga, juga beberapa kota untuk mereka kuasai. Seiring waktu, ketika kedudukannya sebagai raja semakin kokoh, Yoram membunuh semua adik-adiknya, juga beberapa pembesar Israel. Ia memandang mereka sebagai ancaman yang harus ditumpas agar jabatannya tetap kokoh. Namun, ia hanya berkuasa delapan tahun dengan dua tahun penderitaan hebat karena sakit. Hukuman itu telah dinubuatkan Nabi Elia sebelumnya, tetapi Yoram mengabaikannya. la mati sebagai orang yang dibenci oleh rakyatnya sehingga ia bahkan tidak dikuburkan dalam pekuburan raja-raja. Sesungguhnya, kekuasaan itu ibarat sebuah pisau tajam. Sangat bermanfaat jika berada di tangan yang tepat, tetapi sangat berbahaya di tangan yang salah. Kekuasaan dapat digunakan untuk menyejahterakan atau menyengsarakan banyak orang. Dalam kapasitas yang beragam, kita semua memiliki kekuasaan. Kiranya kita mempergunakannya seturut kehendak Allah, demi kebaikan banyak orang. Karena sesungguhnya, Dialah pemilik kekuasaan sejati, termasuk atas hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati yang tulus agar saat Engkau memercayakan aku menjabat satu jabatan tertentu aku tetap rendah hati dan menjalankan tugas itu sesuai kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Sapaan Lansia GKP Jemaat BandungKamis, 30 Juli 2026Tema : "Iman Di Tengah Badai"Bahan Alkitab : Yesaya 43:1-4Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.Episode 31 - Season 6@GKP Bandung Juli 2026
KATA PEMRED #56PinterPolitik.comKaus itu sudah dipakai sebelum Presiden naik podium. Kamis malam, 23 Juli 2026, di Jakarta Convention Center, kader Partai Kebangkitan Bangsa menyambut Presiden Prabowo Subianto dengan satu kata tercetak di dada: Prabowonomics.Tema resmi malam itu jauh lebih panjang, Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi. Di kaus, kalimat itu memendek menjadi satu nama. Presiden naik podium dan menolaknya. “Sesungguhnya terus terang saja tidak pantas Saudara pakai nama saya di situ,” katanya. Ia menambahkan, seandainya izin diminta, izin itu tidak akan diberikan.
Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Spanyol terus meluas sejak Kamis lalu dan belum berhasil dikendalikan. Kobaran api di kawasan Madrid dan Valencia memaksa sekitar 116.000 warga mengungsi meninggalkan kediaman mereka. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan secara masif guna menahan laju penyebaran titik api di lokasi-lokasi strategis. Rangkaian bencana ini juga telah menelan korban jiwa pertama, yakni seorang pria di kawasan Manises. Otoritas Spanyol terus menjalankan prosedur evakuasi secara intensif demi meminimalkan risiko bahaya bagi masyarakat di daerah terdampak.
Latest News SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Thursday 23 July 2026 - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia – Kamis 23 Juli 2026
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 23 Juli 2026Bacaan: “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.” (Mazmur 4:5)Renungan: Suatu hari di jam sebelas malam, Andrea baru saja membaca chat dari teman kantor di grup. Temannya menyindir dia di depan bosnya. Darahnya langsung naik. Jempolnya sudah mau mengetik balasan panjang, sebagai pelampiasan kemarahannya. Tapi kemudian dia ingat bahwa besok mereka akan ketemu lagi di kantor. Kalau dia membalas malam ini, pasti besok pagi akan menyesel. Akhirnya dia meletakkan HPnya kemudian ke kamar, tutup mata, dan berbicara dalam hati kepada Tuhan, “Tuhan, aku marah banget dan sakit sekali hati ini. Tapi aku tidak mau berdosa karena marah ini." Pagi harinya, kepalanya lebih tenang. Dia bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara yang benar. Malam itu dia belajar, marah boleh, tapi jangan sampai marah menguasai hati ini. Daud menulis mazmur ini waktu dikejar-kejar musuh dan difitnah. Dia juga marah, kecewa, sakit hati. Tetapi dia diberi 3 nasihat. Pertama, “Biarlah kamu marah” Marah itu manusiawi. Yesus juga pernah marah. Kedua, “Tetapi jangan berbuat dosa”. Bahayanya di sini. Marah bisa jadi memaki, balas dendam dan fitnah. Itulah yang membuat kita berdosa. Ketiga, “Berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam”. Artinya bawalah permasalahan kita kepada Tuhan dulu. Kita belajar mendiamkan mulut dan menenangkan hati sambil mengevaluasi di hadapan Tuhan sebelum bertindak. Intinya: Jangan mengambil keputusan saat kita sedang emosi. Mazmur 4:5 mengajar kita untuk "pause". Sebelum chat, sebelum berbicara, sebelum mengambil keputusan, diamlah dahulu kemudian bawalah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku adalah manusia yang gampang marah dan gampang salah langkah. Ampunilah aku kalau selama ini aku cepat melampiaskan amarah sehingga menjadi berdosa. Ajarilah aku seperti Daud, saat marah, aku datang kepada-Mu dahulu, bukan ke orang lain. Tolonglah aku untuk diam, berpikir, dan bicara dengan-Mu sebelum aku bertindak. Yesus, tolong jaga hati dan mulutku hari ini. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Yeremia 2: 1-3.7-8.12-13; Mazmur tg 36: 6-7ab.8-11; Matius 13: 10-17.CARA UNTUK MENGERTI DIA Renungan kita pada hari ini bertema: Cara Untuk Mengerti Dia. Ada tigagadis jatuh cinta kepada satu pemuda yang hampir seumur dengan mereka.Masing-masing gadis berusaha tampil sebaik mungkin untuk memenangkan pujaanhatinya itu. Kadang mereka bersaing kurang sehat karena yang satu menonjolkankejelekan temannya yang lain. Kadang-kadang mereka bersaing sehat dan positifseperti menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. Pemuda itu juga mempunyai strategi untuk tampil secara positif kepadamasing-masing gadis yang menyukainya. Sekian waktu berjalan, masing-masing darimereka menjadi bosan dan lelah. Khususnya ketiga gadis itu, masing-masing darimereka justru bingung tentang siapa sesungguhnya yang pantas dipilih, karenatidak mungkin ketiga-tiganya dipilih. Mereka bertiga berdiskusi tentang ini,dan mereka akhirnya sepakat bahwa pemuda itu mempunyai caranya sendiri untukmengerti dan memilih salah satu yang dicintainya. Ilustrasi ini menunjukkan seperti apa cinta itu diungkapkan. Ungkapan diriseseorang tentu memiliki kekhasan sehingga orang lain yang mendapatkan kesannyasesuai dengan daya tariknya. Seorang pemain gitar tampil begitu berbakat, makamereka yang mempunyai kesukaan dengan musik tertarik kepadanya. Ungkapan diriseseorang itu bertujuan untuk membuat orang lain mengerti tentang dia danmendukung dia. Kalau hal ini merupakan tindakan manusia yang layak untuk diapresiasi,justru tindakan kasih Tuhan yang jauh lebih meyakinkan dan menarik perhatiankita. Ia telah lebih dahulu mengungkapkan diri-Nya kepada manusia. Kualitas dankekuatan ungkapan cintanya jauh melebihi ungkapan manusia, karena Tuhan ituberinkarnasi. Ia membuat yang suci, mulia dan sempurna masuk ke dalam hidupkita di dunia. Ia mengungkapkan diri untuk menguduskan dunia dan kita semua. Kepada bangsa Israel, Allah mengungkapkan diri-Nya sebagai Tuhan yangberbaik hati ketika umat-Nya taat dan beriman dengan benar, tetapi juga Tuhanyang menghukum kalau mereka melawan dan berbuat dosa. Yesus juga membuat parapendengar-Nya mengerti Dia melalui pengajaran-Nya. Ia memakaiperumpamaan-perumpamaan, agar mereka mengerti bahwa Ia sangat memperhatikanmereka yang kecil, rendah hati, menderita, terasing dan teraniaya. Ia jugamembuka pemahaman kepada orang-orang besar, penguasa, kaya, congkak, namunmereka tidak rela menerima dan mengerti Dia. Jadi kita memiliki tugas untuk selalu ingin mengerti Tuhan yangmengungkapkan diri-Nya melalui firman-Nya dan ungkapan iman kita. Tetapi kitajuga mempunyai tugas yang sama pentingnya yaitu membuat sesama kita dapatmengerti kita. Ini adalah juga cara kita melayani orang lain. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami untuk selalu memilikipengertian yang baik dalam berhubungan dengan sesama kami. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa...
Sapaan Lansia GKP Jemaat BandungKamis, 23 Juli 2026Tema : "Menapak Usia Lanjut, pengharapan bukan penyesalan"Bahan Alkitab : Yesaya 46:4 ; Mazmur 92:15Pelayan Firman : Bpk. Antonius GurningEpisode 30 - Season 6@GKP Bandung Juli 2026
Hubungan Antara Hidayah dan Rahmat Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Fawaidul Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 1 Safar 1448 H / 16 Juli 2026 M. Kajian Islam Tentang Hubungan Antara Hidayah dan Rahmat Allah Pembahasan kali ini melanjutkan bab mengenai Al-Qur’an […] Tulisan Hubungan Antara Hidayah dan Rahmat Allah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Yordania mengumumkan berhasil mencegat delapan rudal yang ditembakkan Iran pada Kamis dini hari. Aksi pencegatan dilakukan saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas.
The latest news SBS Audio Indonesian Program – Thursday 16 July 2026. - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia – Kamis 16 Juli 2026.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 Juli 2026Bacaan: "Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4)Renungan: Waktu kecil Thomas Alfa Edison pernah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap "terlalu bodoh". Gurunya berkata dia tidak bisa belajar. Waktu meneliti bola lampu, dia gagal ribuan kali. Wartawan bertanya: "Pak, bagaimana rasanya gagal ribuan kali?" Edison jawab: "Saya tidak gagal ribuan kali. Saya hanya menemukan ribuan cara yang tidak berhasil." Dia "bertolak ke tempat yang dalam" - terus mencoba walau semua orang berkata mustahil. Dari kegagalan itu lahirlah lampu pijar yang sampai hari ini menerangi dunia. Yang orang lihat gelap, tapi dia taat "menebar jala" terus, sampai akhirnya terang itu datang. Waktu itu Petrus sudah semalaman mencari ikan hasilnya mengecewakan. Ia capai, malu dan mau menyerah. Tetapi Yesus datang dan berkata, "Bertolaklah ke tempat yang dalam". Bertolak artinya bergerak. Jangan diam dalam kekecewaan. Tetap taat walau tidak masuk akal. Ke tempat yang dalam artinya menuju ke tempat yang berisiko, yang mungkin mustahil menurut manusia. Di sanalah mujizat akan terjadi. Tebarkanlah jalamu, artinya lakukan bagian kita dengan usaha dan iman, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya juga. Yesus tidak menyuruh Petrus kerja lebih keras. Dia menyuruh Petrus taat di tempat yang benar bersama Dia. Kita sering seperti Petrus yang "semalaman tidak mendapat apa-apa." Dalam pelayanan kita sudah mewartakan Injil dan mendoakan orang, tapi tidak ada yang berubah. Akhirnya godaan datang yaitu perkataan, "Sudahlah, capek." Di dalam keluarga kita sudah menasihati anak, sudah berdoa untuk pasangan, tapi ternyata situasinya sama tidak berubah. Maka godaan adalah perkataan, "Percuma." Di dalam kehidupan ini kita sudah mengirim lamaran, sudah berusaha, tapi pintu berkat tetap tertutup. Akhirnya kecewa dan godaannya adalah kata-kata pasrah karena kecewa, "Mungkin bukan jalanku." Yesus hari ini berkata kepada kita juga, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Mungkin "tempat yang dalam" itu adalah: tetap mengasihi musuh, tetap jujur walau rugi, tetap memuji walau hati sakit, tetap percaya walau doa belum dijawab. Di tempat dangkal kita hanya dapat ikan kecil. Tapi di kedalaman bersama Yesus, ada berkat yang bisa "mengoyakkan jala". Jangan berhenti sebelum Yesus berkata berhenti. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku sering menyerah terlalu cepat. Hari ini aku mendengar suara-Mu, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Berikan aku keberanian untuk taat, bahkan saat tidak mengerti. Tolonglah aku agar mau menebar jala lagi bersama-Mu. Aku percaya Engkau sanggup mengubah kegagalanku menjadi kesuksesan. Amin. (Dod).
Sapaan Lansia GKP Jemaat BandungKamis, 16 Juli 2026Tema : "Tetap Berkarya dan Bersaksi Bagi KristusBahan Alkitab : Mazmur 71:17-18Pelayan Firman : Sdr. Alphonso ManullangEpisode 29 - Season 6@GKP Bandung Juli 2026
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 26: 7-9.12.16-19; Mazmur tg 102: 13-14ab.15.16-18.19-21; Matius 11: 28-30.MENGENALI TUHAN DENGAN NAMA-NYA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengenali Tuhan Dengan Nama-Nya.Ada seorang bocah berusia sepuluh tahun bernama Bastian, menulis surat kepadaTuhan. Ia sudah banyak kali berdoa dengan lisan untuk menanyakan apa sebenarnyanama Tuhan, seperti dirinya yang bernama Bastian. Karena tidak menemukanjawaban, maka ia menulis surat itu. Isi surat itu adalah seperti ini:"Tuhan Allah, seperti Putra-Mu yang bernama Yesus Kristus, sebenarnyaTuhan sendiri bernama apa?" Ia menaruh surat itu di kaki salib di dalamgereja. Pastor paroki menemukan surat itu pada suatu pagi. Diambilnya surat itu dania menulis di bawah tulisan Bastian, bunyinya ialah: "Nama Tuhan Allahialah 'AKU'. Ini memang bukan jawaban langsung dari Tuhan, tetapi pastor parokimemberikan jawaban yang sesungguhnya, seperti yang dikatakan di dalam kitabKejadian. Kemudian pada saat Bastian dan keluarganya datang ke gereja, si bocahmengambil suratnya dan menemukan jawaban yang sedang ia tunggu. Allah menyebut nama-Nya “AKU” berarti bahwa Ia sempurna, total dan abadi. Untuk nama “AKU” tersebut, hanya Tuhan yang bisa menegaskan demikian karenaIa maha esa dan maha kuasa. Dengan keunggulan-Nya seperti ini, nabi Musa didalam perjanjian lama dan kita semua pada saat ini diberkati dengan keunggulanyang istimewa ini. Tuhan tidak mementingkan diri-Nya sendiri, tetapi Iasenantiasa berbagi dengan kita, khususnya melibatkan diri-Nya dengan kita dankita dengan Dia, melalui Yesus Kristus. Kita diharapkan untuk membawa keunggulan Ilahi tersebut untuk menghadapimusuh-musuh yang jahat dan yang melawan kehendak Allah, bahkan sampaimengalahkan musuh-musuh itu. Jika kita hanya memakai kekuatan dan ego kitasendiri sebagai manusia, kita pasti sangat lemah ketika berhadapan dengankompleksitas pekerjaan, aneka tantangan atau ancaman musuh-musuh. Namun denganmemakai identitas "Aku" dari Tuhan Allah, kita akan selalu dimampukanoleh Dia dan kita dapat berhasil melewati semua ancaman dan kesulitan. Yesus Kristus menegaskan hal ini ketika Ia selalu berkata: Aku berkatakepadamu. Yesus menyatakan nama Allah sendiri dalam bersabda dan berbuat. Yesustak pernah menyebut dirinya sendiri, seperti: "Yesus berkatakepadamu". Penegasan “Aku” untuk diri-Nya ini, juga berarti hendak membawasemua orang yang mendengar dan percaya, datang kepada-Nya, tinggal bersama-Nyadan menghayati cara hidup-Nya. Pada hari ini Yesus mengajak kita untuk datangkepada-Nya untuk menimba kekayaan belas kasih-Nya. “Datanglah kepada-Ku, karenaAku lemah lembut dan rendah hati.” Marilah kita selalu percaya dan mengandalkannama Tuhan sebagai AKU. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah maha baik, terima kasih berlimpah karena telahmenunjukkan kepada kami diri-Mu sebagai pribadi, semoga kami selalumengandalkan ke-esa-an dan kekuasaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Nicholas F. Goselin, an American pilot, was the victim of an attack by the West Papua National Liberation Army (TPNPB) at Ipdeheik Airport in Yahukimo Regency, Papua Pegunungan, on Thursday, July 2. Indonesian police have named seven suspects and are currently pursuing them. - Seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, menjadi korban serangan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB di Bandara Ipdeheik, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis 2 Juli yang lalu. Polisi Indonesia sudah menetapkan 7 tersangka, dan masih memburu mereka.Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.Follow us on Facebook and Instagram, and subscribe to our podcasts. - Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Latest News SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Thursday 9 July 2026 - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Kamis 9 Juli 2026
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Juli 2026Bacaan: "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21)Renungan: Suatu hari seorang istri mengeluh karena minggu ini ia terlalu lelah. Kerjaan menumpuk, anak rewel minta ditemenin belajar. Suaminya pulang kerja terus rebahan main HP. Tanpa sadar ia kesal dan berkata kepada suaminya: "Kamu sih tahunya cuma enak-enak rebahan. Gak pernah mikirin rumah ini!" Suaminya pun diam. Malam itu suasana rumah menjadi dingin. Dua hari kemudian giliran ia yang sakit. Anak-anak yang biasanya deket dengannya menjadi takut karena melihat papa mamanya tegang. Ia pun tersadar. Satu kalimat emosinya malam itu "mematikan" suasana rumah selama dua hari. Padahal kalau ia bilang: "Pa, aku capek. Boleh tolong temenin anak belajar 30 menit?" pasti jawabannya berbeda. Amsal 18:21 ini berisi peringatan keras dari Raja Salomo tentang kuasa dari kata-kata: "Hidup dan mati dikuasai lidah". Di rumah, lidah kita bisa jadi sumber kehidupan atau sumber kematian. Dengan kata-kata kita bisa menghidupkan semangat pasangan, menguatkan anak yang gagal, memberkati keluarga. Tapi dengan kata-kata juga kita bisa melukai hati pasangan, mematikan semangat anak, dan merusak keharmonisan rumah. Rumah tangga kita adalah cermin dari apa yang sering kita ucapkan. Suka mengeluh, maka rumah penuh keluhan. Suka mengucap syukur dan menguatkan, maka rumah penuh damai. Keluarga adalah tempat pertama kita latihan memakai lidah. Tiga hal yang bisa kita latih mulai saat ini: 1. Ganti kritik dengan permintaan. Dari perkataan, "Aku sibuk, jadi lupa" menjadi "Sayang, boleh tolong ingetin aku ya" 2. Perbanyak kata penguat untuk anak. Perkataan, "Mama bangga kamu sudah berusaha", lebih menghidupkan daripada "Nilainya kok segitu-segitu aja".3. Doa berkat sebelum tidur. Ucapkan satu kalimat berkat untuk tiap anggota keluarga. Itu seperti menyiram tanaman di rumah. Ingat, anak-anak kita tidak akan ingat seberapa rapi rumah kita. Tapi mereka akan ingat: "Di rumah ini, kata-kata apa yang paling sering ia dengar." Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini lidahku sering melukai orang-orang yang paling aku kasihi di rumah. Ajarilah aku menjadi pembawa damai di tengah keluargaku. Berikan hikmat supaya setiap kata yang keluar dari mulutku adalah kata yang membangun, menguatkan, dan memberkati. Amin. (Dod).
Latest News SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Thursday 2 July 2026. - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Kamis 2 Juli 2026.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 2 Juli 2026Bacaan: "Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana." (Bilangan 13:28)Renungan: Kita mungkin sering mendengar orang berkata, "Orangnya cantik, sayangnya judes sekali." "Dia pintar, sayangnya kuper sekali." "Orang itu kaya sekali, sayangnya pelit minta ampun." Perkataan itu memuji, sekaligus mencela. Mengangkat ke langit, sekaligus menjatuhkannya ke bumi. Jika seperti ini, maka pujian setinggi langit pun tidak ada artinya, sebab penekanannya bukan lagi pada kelebihannya melainkan pada kekurangannya. Yang baik sudah hilang, yang buruk ditonjolkan! Hal yang sama pernah terjadi ketika Musa memerintahkan dua belas orang terbaik untuk mengintai negeri Kanaan. Kedua belas pengintai tersebut pulang untuk melaporkannya kepada Musa dan segenap bangsa Israel. Kedua belas pengintai tersebut sependapat bahwa negeri Kanaan sungguh berlimpah-limpah susu dan madunya. Mereka membawa bukti berupa buah-buahan yang mereka ambil dari negeri Kanaan. Kedua belas pengintai itu sepakat soal itu. Tapi, setelah itu terjadilah perbedaan pendapat. Sepuluh pengintai berkata, "Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana." (ay. 28). Hanya Yosua dan Kaleb yang tetap positif dalam memberikan laporan. Sepuluh pengintai tersebut mirip dengan perkataan orang-orang di atas. Awalnya memuji, tapi berikutnya muncul kata "sayangnya". Yang baik hilang, yang buruk ditonjolkan. Akibatnya tidak main-main. Seluruh bangsa Israel panik. Mereka menangis, bersungut-sungut kepada Musa dan Harun, bahkan memutuskan untuk mengangkat pemimpin lalu pulang ke Mesir (Bil. 14). Betapa dahsyatnya kata "hanya" atau "sayangnya". Kisah ini kiranya memberi pelajaran berharga bagi kita, janganlah kita menggunakan kata "hanya saja" atau "sayangnya" ketika menilai seseorang atau sebuah peristiwa. Jangan sampai hal yang harusnya kita syukuri akhirnya menjadi hal yang kita keluhkan. Berkat yang harusnya kita terima dengan sukacita, akhirnya berubah menjadi persungutan. Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang bersyukur dalam segala perkara. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku masih sering memandang orang lain dari sisi negatifnya. Kuduskan pikiranku agar aku selalu berpikir yang positif, baik untuk diriku maupun orang lain. Amin. (Dod).
Latest news SBS Audio Indonesian Program – Thursday 25 June 2026 - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia – Kamis 25 Juni 2026
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Juni 2026Bacaan: "Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian." (Lukas 6:33)Renungan: Senyum adalah salah satu gestur universal manusia. Bahasa manusia boleh berbeda-beda, budaya juga bisa beragam macamnya, tapi di hampir semua tempat, senyuman dimengerti sebagai tanda kegembiraan, keramahan, dan penerimaan. Ketika kita melakukan kebaikan kepada seseorang, maka senyuman dan ucapan terima kasih darinya bukanlah hal yang mengejutkan. Namun ketika kita melakukan kesalahan, ketika kita menumpahkan minuman ke baju seseorang, kita datang terlambat ke satu pertemuan penting, kita berbelok di tikungan yang salah saat mengantarkan seseorang yang sedang buru-buru, tapi orang itu tetap memberikan senyuman, maka perasaan kita akan sangat berbeda dengan situasi pertama tadi. Kita jelas lebih lega. Senyuman itu menjadi lebih berkesan karena kita akan mengingat orang tersebut sebagai orang yang baik, sabar, rendah hati, dst. Ketika kebaikan tampak sulit didapatkan tapi kita justru menerimanya, saat itu akan menjadi momen yang tak terlupakan. Inilah yang diajarkan Yesus kepada kita. Bukan hanya berbuat baik kepada mereka yang baik kepada kita, tapi juga kepada mereka yang telah melukai atau berbuat jahat pada kita. Bukan memberi sesuai apa yang diperintahkan, tapi memberi lebih dari itu. Bukan memberkati dan mendoakan orang yang kita sayangi saja, tapi memberkati dan mendoakan mereka yang mengutuki dan memusuhi kita. Jika itu semua yang kita lakukan, percayalah tindakan itu akan jauh lebih diingat orang. Itulah sesungguhnya yang disebut hidup yang menjadi berkat. Jika kita ingin hidup kita bisa menjadi berkat bagi orang lain, itu tidak cukup dengan banyak memberi atau berbuat baik saja. Tapi, berilah, nyatakan kasih, dan buatlah kebaikan juga kepada mereka yang seolah tidak pantas untuk menerimanya, yaitu mereka yang membenci, memusuhi, dan menyakiti kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan cinta-Mu, agar aku dapat membagikan cinta-Mu itu kepada orang lain tanpa memandang apakah dia baik bagiku atau mengecewakanku. Amin. (Dod).
Latest News SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Thursday 18 June 2026. - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Kamis 18 Juni 2026.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 18 Juni 2026Bacaan: Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (Yesaya 26:3)Renungan: Hidup adalah sekumpulan pilihan. Banyak alasan untuk membuat kita tertawa, tapi banyak orang memilih untuk kecewa. Banyak hal yang seharusnya membuat kita tersenyum, tapi banyak orang justru memilih untuk bersedih. Banyak hal yang seharusnya kita abaikan, tapi banyak orang justru mempersoalkan. Banyak hal yang seharusnya mudah dan sederhana untuk dijalani, tapi banyak orang memilih untuk ribet dan mempersulitnya. Banyak hal yang seharusnya kita syukuri, tapi banyak orang memilih untuk mengeluhkan hal-hal yang tidak ia miliki. Jika kita mau merenungkan lebih dalam, sesungguhnya hidup kita penuh dengan kebahagiaan, sayangnya kita tidak menyadarinya. Sebagai gantinya, kita justru memandang bahwa hidup kita seolah-olah hanya berisi penderitaan dan masalah saja. Lupa bahwa di dalam penderitaan sekalipun, kita bisa menemukan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan. Pilihlah yang baik, bukan yang buruk. Pilihlah yang mendatangkan sukacita, bukan yang mengundang kecemasan. Pilihlah untuk berbahagia, bukan takut dan khawatir. Semuanya itu mungkin terjadi kalau kita bisa menguasai hati. Menguasai hati untuk terus bersyukur, dan bukan iri karena membandingkan diri dengan orang lain. Bukankah berkat tidak selalu urusan materi? Di saat jiwa kita tenang dan hati kita damai, bukankah itu kebahagiaan yang jauh lebih berharga daripada sekadar kekayaan dan materi saja? Itulah sebabnya untuk bahagia tidak selalu berarti harus memiliki segalanya, melainkan bersyukur untuk semuanya. Seperti halnya sebuah kalimat bijak berkata, "Bukan karena bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi karena kita bersyukur maka kita jadi bahagia." Jika kita mengerti rahasia kehidupan ini, tidak ada alasan untuk kita melupakan segala kebaikan dan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima. Bahkan, di saat kita mengalami masa-masa yang paling sulit sekalipun, kita akan tetap merasakan ketenangan di dalam Tuhan. Di tengah badai kita merasakan damai! Apakah kita ketenangan jiwa seperti ini terjadi dalam hidup kita? Marilah kita ubah cara pandang kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan, bahkan di masa-masa sulit pun aku rindu Engkau hadir untuk memberi ketenangan padaku. Amin. (Dod).
Latest News SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Thursday 11 June 2026 - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Kamis 11 Juni 2026
Sifat Cinta Allah ‘Azza wa Jalla Menurut Ahlus Sunnah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Shahih Jami’ Ash-Shaghir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 18 Dzulhijjah 1447 H / 4 Juni 2026 M. Kajian Tentang Sifat Cinta Allah ‘Azza wa Jalla Menurut Ahlus Sunnah Allah […] Tulisan Sifat Cinta Allah ‘Azza wa Jalla Menurut Ahlus Sunnah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Sabar dan Syukur Sebagai Fondasi Keimanan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Fawaidul Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 4 Dzulhijjah 1447 H / 21 Mei 2026 M. Kajian Islam Tentang Sabar dan Syukur Sebagai Fondasi Keimanan Kajian rutin pada Kamis pagi ini kembali […] Tulisan Sabar dan Syukur Sebagai Fondasi Keimanan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Juni 2026Bacaan: "..... janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana....." (Roma 12:16)Renungan: Ketika kita bercita-cita menjadi seorang penulis, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, kita harus banyak menulis. Kedua, kita harus banyak membaca. Ya, penulis harus banyak membaca, seperti juga musisi harus banyak mendengarkan musik, sineas harus banyak menonton film, barista harus suka minum kopi, dst. Pertanyaannya, buku apa yang harus dibaca agar kita bisa menjadi penulis yang baik? Seorang penulis memberi nasihat cukup unik, la menyarankan membaca dua jenis buku: buku yang benar-benar bagus dan buku yang benar-benar jelek. Membaca buku yang sangat bagus tentu agar kita terinspirasi dan bisa membuat tulisan yang makin berkualitas. Bagaimana dengan membaca buku yang sangat jelek? Menurut penulis itu, buku yang sangat jelek juga bisa membuat kita termotivasi. "Jika tulisan sejelek itu saja ada yang mau menerbitkan, tulisan kita pasti bisa diterbitkan juga." Ada benarnya juga. Nyatanya, kita sering kali takut, bahkan putus asa karena yang kita lihat saat baru memulai sesuatu hanyalah orang-orang yang sudah ada di level sangat tinggi. Kita berhenti menulis karena tidak bisa menulis sebaik peraih Nobel Sastra. Kita berhenti menjadi musisi karena minder melihat keahlian para musisi kelas nasional bahkan internasional. Kita putus asa karena usaha yang kita rintis tidak kunjung sebesar perusahaan top. Maka, ada kalanya kita perlu juga melihat kepada hal-hal yang lebih "membumi". Bukan berarti menurunkan standar atau tak punya cita-cita tinggi. Kadang kita memang harus melihat ke atas, tapi penting juga untuk bisa melihat ke samping atau ke bawah. Keseimbangan seperti ini perlu supaya kita tidak jatuh menjadi hidup sekadar mengejar ambisi yang tak pernah habis-habisnya. Melihat ke hal-hal yang di bawah atau di sekitar, juga membuat kita bisa lebih bersyukur daripada hanya mengeluh karena kondisi kita tidak seperti orang lain. Kepada jemaat di Roma, Paulus dua kali mengingatkan mereka untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang tinggi (Rm. 12:3, 16), tapi mengarahkan pikiran ke hal sederhana agar tetap rendah hati. Tak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar, tapi jangan sampai kita lalu menjadi tak menghargai hal-hal kecil dan sederhana, karena itupun adalah berkat Tuhan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas hal-hal besar dan kecil dalam hidupku karena semua itu adalah berkat-Mu yang Kau berikan untukku. Amin. (Dod).
Menghadapi Masalah Rumah Tangga Menantu adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Shahih Jami’ Ash-Shaghir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 11 Dzulhijjah 1447 H / 28 Mei 2026 M. Kajian Islam Tentang Menghadapi Masalah Rumah Tangga Menantu Beberapa riwayat dari hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa […] Tulisan Menghadapi Masalah Rumah Tangga Menantu ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Latest news SBS Audio Indonesian Program - Thursday 4 June 2026. - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Kamis 4 Juni 2026.Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 4 Juni 2026Bacaan: "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18)Renungan: Tabonya Siddiqui mengalami luka permanen Jakibat insiden yang dialaminya saat kecil di Dhaka, Bangladesh. Usianya masih 8 tahun saat lampu minyak yang ia nyalakan karena listrik padam, tiba-tiba meledak. Api melalap tubuhnya hingga memerlukan pemulihan yang lama dan melalui serangkaian operasi yang menyakitkan. Namun itu semua tidak menghalanginya meraih cita-cita menjadi model. Impiannya terwujud ketika dipercaya menjadi model Next, produk fesyen ternama. Tanpa memanipulasi cacat fisiknya, ia berhasil mewujudkan mimpi. Siapapun ingin memiliki masa depan yang baik, tetapi jika melihat masa lalu, latar belakang, tingkat pendidikan, dan lingkungan kita berada, tidak jarang diri sendiri merasa keinginan memiliki masa depan yang baik adalah sesuatu yang muluk. Padahal, tidak ada satu impian yang terlalu muluk bagi setiap orang yang bersungguh-sungguh berusaha mewujudkannya. Sebenarnya perasaan tersebut muncul karena kita telah membatasi kemampuan diri sendiri. Jika perasaan itu tidak disingkirkan dapat menjadi penghalang terbesar kita untuk mewujudkan impian. Alkitab mencatat banyak kisah orang yang tetap memegang mimpinya meski di tengah situasi sulit. Salah satunya adalah Yusuf yang tetap percaya bahwa kelak dirinya akan menjadi orang paling mulia di tengah keluarga dan saudara-saudaranya. Itu sebabnya, ia mampu bertahan saat menghadapi masa-masa sulit, baik ketika dijual oleh saudara-saudaranya, difitnah istri Potifar, hingga saat berada di penjara. Yusuf sadar, jika ia menyerah dengan keadaan maka masa depan yang indah itu pasti tidak akan pernah dimilikinya. Apapun situasi yang kita hadapi saat ini, mari katakan pada diri sendiri untuk selalu optimis. Percayalah bahwa ada masanya awan kelam kesukaran akan berlalu dari hidup kita untuk berganti dengan pelangi yang indah! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan keterbatasanku ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah apa yang menjadi kekuranganku, sehingga bagaimanapun keadaanku, asal Kau ada bersamaku, maka hidupku bisa berdampak bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Latest News SBS Audio Program Bahasa Indonesia — Thursday 28 May 2026 - Berita terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia – Kamis 28 Mei 2026
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Mei 2026Bacaan: "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia." (Matius 4:20)Renungan: Seorang pria menolak setiap kali ia diajak oleh sahabat-sahabatnya untuk pergi ke gereja. "Aku sibuk bekerja. Aku tidak punya waktu," katanya. Sehari-hari pria itu mengelola toko sembako. la tidak mau libur pada hari Minggu, karena pada hari inilah para pengunjung sangat ramai. Itu sebabnya, bagi pria tersebut pergi gereja pada hari Minggu seperti melewatkan keuntungan yang sangat besar. Berbeda dengan pria tersebut, saat Yesus berjalan menyusuri danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara Simon Petrus dan Andreas. Keduanya nelayan, sedang menebar jala untuk menangkap ikan. Kata Yesus kepadanya, "Mari, ikutlah Aku." Segera mereka meninggalkan jalanya untuk mengikut Yesus. Kemudian dilihat-Nya juga dua bersaudara lain, Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala mereka. Yesus memanggil mereka, lalu segera mereka meninggalkan perahu. Persamaan mereka adalah kaki mereka tidak terjerat jala. Jala adalah alat untuk menangkap ikan. Dalam kehidupan sehari-hari jala digambarkan sebagai berkat Tuhan. Menakjubkan saat dipanggil oleh Yesus, mereka segera mengikut Yesus. Sementara saat ini banyak orang percaya kakinya 'terjerat jala. Setiap hari terlalu sibuk mengejar berkat sampai tidak punya waktu untuk beribadah, apalagi melayani Tuhan. Berkat seolah menahan kaki hingga tidak bisa melangkah memenuhi panggilan Tuhan atas hidup mereka. Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing. Apapun panggilan Tuhan, ketahuilah ada hal-hal mulia yang Tuhan ingin kita lakukan dalam panggilan tersebut. Itu sebabnya, dalam mengikut Kristus jangan biarkan diri terlalu sibuk mengejar berkat. Namun, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan..." (Mat. 6:33). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas berkat-berkat itu dengan cara meluangkan waktuku yang terbaik untuk senantiasa berkencan dengan-Mu dan melayani-Mu. Amin. (Dod).
Latest News SBS Audio Program Bahasa Indonesia — Thursday 21 May 2026 - Berita terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia – Kamis 21 Mei 2026
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 21 Mei 2026Bacaan: "TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu." (Mazmur 5:4)Renungan: Seorang pemuda terbiasa berdoa pagi sebelum ia memulai aktivitasnya. Kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak lama, karena sejak kecil ayahnya mendidiknya untuk bertindak begitu. Suatu hari pemuda itu pernah bertanya kepada sang ayah, "Mengapa harus berdoa terlebih dahulu?" "Berdoa menunjukkan kalau kita tidak sombong," jawab ayahnya. "Dengan berdoa kita juga menyatakan bahwa diri sendiri tidak sanggup menjalani hari tanpa pimpinan dan penyertaan Tuhan, ucapnya lagi" Sudah bukan rahasia lagi jika kehidupan di dunia ini tidak mudah untuk dijalani. Di dalamnya ada banyak tantangan dan pergumulan, sehingga bukankah suatu kesombongan jika kita menjalani hari tanpa melibatkan Tuhan? Alkitab mencatat bahwa Daud merupakan seorang yang berkenan di hati Tuhan (Kis. 13:22). Sebutan ini disematkan padanya, karena Daud tidak sombong. Pada waktu pagi Daud mengatur persembahan bagi Tuhan, yang artinya Daud memulai setiap hari dengan berdoa. Kitab Mazmur memuat salah satu doa yang dilayangkan Daud pada pagi hari. Di situ ia meminta pimpinan dari Tuhan, katanya, "Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu." (ay. 9a). la juga meminta penyertaan berupa pagar anugerah dan berkat (ay. 13). Tidak heran Daud dapat melewatkan setiap tantangan dengan kemenangan. la dapat mengatasi setiap pergumulan yang menerpanya. Berkaca dari pengalaman Daud tersebut, jika kita sering merasa frustasi boleh jadi penyebabnya adalah kesombongan diri sendiri. Begitu bangun tidur langsung sibuk dengan berbagai urusan, lupa akan Tuhan. Marilah kita menjadi pribadi yang rendah hati dengan berdoa terlebih dahulu sebelum memulai hari. Setiap sebelum memulai aktivitas, mari meminta pimpinan dan penyertaan Tuhan. Begitupun sebelum tidur malam, mari kembali berdoa. Kita bersyukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan sepanjang hari itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati di hadapan-Mu, sehingga aku selalu meluangkan waktu terbaikku untuk duduk tenang dan bercakap-cakap dengan-Mu melalui doa harianku. Amin. (Dod).
Adab Jeda Antara Adzan dan Iqamah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Shahih Jami’ Ash-Shaghir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 20 Dzulqa’dah 1447 H / 7 Mei 2026 M. Kajian Islam Tentang Adab Jeda Antara Adzan dan Iqamah Pembahasan kali ini melanjutkan penjelasan mengenai beberapa hadits, diawali dengan […] Tulisan Adab Jeda Antara Adzan dan Iqamah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Latest news SBS Audio Indonesian Program - Thursday 7 May 2026 - Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia - Kamis 7 Mei 2026.
Empat Syarat Mengambil Manfaat dari Al-Qur’an adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Fawaidul Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 13 Dzulqa’dah 1447 H / 30 April 2026 M. Kajian Islam Tentang Empat Syarat Mengambil Manfaat dari Al-Qur’an Pembahasan kali ini melanjutkan tafsir Al-Qur’an surah Qaf yang pada pertemuan sebelumnya telah […] Tulisan Empat Syarat Mengambil Manfaat dari Al-Qur’an ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
This is it — the finale of our 10-part series on grief, and we're closing with a Gate that might be the most quietly powerful one yet: Other. That's right, the catchall. The one that says: if your loss doesn't fit neatly into a framework, it still counts. If you're feeling it, it counts. Losses that fall into this category include: Identity shifts, infertility, retirement, faded friendships, the life you thought you'd have — and anything else. We also reflect on the full arc of the series, sharing four essential takeaways about grief, and perhaps most importantly, making the case that grief and joy aren't opposites. They're companions. And working with one deepens your capacity for both. If you've been putting off your grief because it seemed too small, too strange, or too hard to explain to anyone else — this episode is your permission slip. This episode is part of a 10-part series on grief. You can jump in here and circle back to Episode 248 when you're ready. p.s. Find a Simple Joy practice for this episode right here at our blog. About: The Joy Lab Podcast is an Ambie-nominated podcast that blends science and soul to help you cope better with stress, ease anxiety, and uplift mood. Join Dr. Henry Emmons and Dr. Aimee Prasek for practical, mindfulness-based tools and positive psychology strategies to build resilience and create lasting joy. Take the next leap in your wellbeing journey with the Joy Lab Program. If you enjoyed this episode, please rate and review us wherever you listen to your favorite podcasts! And... if you want to spread some joy and keep this podcast ad-free, then please join our mission by donating (Joy Lab is powered by the nonprofit Pathways North and your donations are tax-deductible). Like and follow Joy Lab on Socials: Instagram TikTok Linkedin Watch on YouTube Key moments: [00:00:00] — This is the final episode of Joy Lab's 10-part Grief Series, beginning with episode 248. Overview of the framework: Francis Weller's Five Gates of Grief, with additional gates from other practitioners. [00:01:00] — Introducing the Ninth Gate: Other. Examples include: identity transitions, infertility, miscarriage, abortion, aging, retirement, relocating, faded friendships, missed opportunities, a diagnosis. The message of this Gate: your grief is valid, even if it doesn't fit a category. [00:02:00] — Why the "Other" Gate matters: it gives permission to grieve things we didn't think were grievable. Henry reflects on grief he carried about the life he imagined for his later years. Sometimes the losses that linger longest are the ones we felt we weren't allowed to name. [00:03:00] — The Ninth Gate as permission: no framework, however good, can contain all of grief. If it feels like a loss, it is a loss. This Gate honors grief's vastness and individuality. [00:04:00] — Connecting grief to our Element of Joy for this month: Equanimity. Real equanimity isn't about avoiding highs and lows — it includes grief. [00:05:00] — Real equanimity is the ability to stay present with whatever's happening — joy, fear, sorrow, love — without being swept away. Grief can be a storm, but we can learn to work with it rather than be destroyed by it. [00:06:00] — How grief becomes workable: by practicing with smaller emotions when they're less overwhelming, we build capacity. Touching grief lightly, letting it move through — that's how the storm becomes survivable. The whole series has been about building exactly this capacity. [00:07:00] — Four Key Takeaways from the Grief Series: Takeaway 1: Grief is not a problem to solve or something to get over. It's a natural response to loss — and loss is part of living. Takeaway 2: Grief is communal. Billions of people are working with these gates. You are not alone. Takeaway 3: Grief is a skill we have to practice — consistent, regular grief-hygiene rituals help us work with frequent losses before they accumulate. The small "Other" griefs percolating in the background? Name them. Work with them. That's great training. Takeaway 4: Grief isn't just about death or obvious losses. Curiosity about how loss touches us is itself a powerful mental health skill. When we're willing to see and hold our losses, we can also see and hold the love around us — and within us. [00:09:00] — The gifts of grief, Part 1: Henry reflects on what this series — and his own prolonged experience of grief — has given him. Grief opens us to compassion. When you've been through real loss, you recognize it in others. You understand their struggle at a level you couldn't before. That's profound connection. [00:10:00] — The gifts of grief, Part 2: Grief brings wisdom. You learn what really matters. You stop wasting time on what doesn't. Henry shares something personal: "I am more tender now. More permeable. I feel things more deeply." And because of that, he's more open to joy — because you can't close yourself off to pain without also closing yourself off to beauty, love, and wonder. [00:11:00] — Grief and joy are not opposites — they're companions. The deeper your capacity for grief, the deeper your capacity for joy. Both require an open heart. Henry's closing encouragement: "Don't be afraid of grief. Let it be your teacher. Let it make you more of who you really are." [00:12:00] — Closing wisdom from Kahlil Gibran: "The deeper that sorrow carves into your being, the more joy you can contain." Full transcipt here Sources and Notes for this full grief series: Joy Lab Program: Take the next leap in your wellbeing journey with step-by-step practices to help you build and maintain the elements of joy in your life. Grief Series: The Grief Series: The Wholeness of Being Human [part 1, ep 248] Everything We Love, We Will Lose: Navigating the First Gate of Grief[part 2, ep 249] Welcoming Back the Parts of You That Have Not Known Love [part 3, ep 250] Why You Can't Escape the Sorrows of the World (and why that's a good thing) [part 4, ep 251] Born to Belong: Grieving What Should Have Been There From the Start [part 5, ep 252] Breaking the Cycle: Ancestral Grief, Epigenetics, and the Power to Change Your Legacy [part 6, ep 253] How Facing the Harm You've Done Can Set You Free [part 7, ep 254] How the World's Pain Enters Your Body and What to Do Next [part 8, ep 255] Related Episodes: Savoring the Present and Overcoming FOBO (it's kinda like FOMO...) [ep 45] Wild Edge of Sorrow by Francis Weller The Four Things That Matter Most by Ira Byock, M.D. Beckes & Sbarra, Social baseline theory: State of the science and new directions. Access here Beckes, et al. (2011). Social Baseline Theory: The Role of Social Proximity in Emotion and Economy of Action. Access here Bunea et al. (2017). Early-life adversity and cortisol response to social stress: a meta-analysis. Access here. Eisma, et al. (2019). No pain, no gain: cross-lagged analyses of posttraumatic growth and anxiety, depression, posttraumatic stress and prolonged grief symptoms after loss. Access here Hirschberger G. (2018). Collective Trauma an d the Social Construction of Meaning. Frontiers in psychology, 9, 1441. Access here Kamis, et al. (2024). Childhood maltreatment associated with adolescent peer networks: Withdrawal, avoidance, and fragmentation. Access here Lehrner, et al. (2014). Maternal PTSD associates with greater glucocorticoid sensitivity in offspring of Holocaust survivors. Access here Maier & Seligman. (2016). Learned helplessness at fifty: Insights from neuroscience. Access here Sheehy, et al. (2019). An examination of the relationship between shame, guilt and self-harm: A systematic review and meta-analysis. Access here Strathearn, et al. (2020). Long-term Cognitive, Psychological, and Health Outcomes Associated With Child Abuse and Neglect. Access here Yehuda et al. (1998). Vulnerability to posttraumatic stress disorder in adult offspring of Holocaust survivors. Access here. Yehuda, et al. (2018). Intergenerational transmission of trauma effects: putative role of epigenetic mechanisms. Access here Please remember that this content is for informational and educational purposes only. It is not intended to provide medical advice and is not a replacement for advice and treatment from a medical professional. Please consult your doctor or other qualified health professional before beginning any diet change, supplement, or lifestyle program. Please see our terms for more information. If you or someone you know is struggling or in crisis, help is available. Call the NAMI HelpLine: 1-800-950-6264 available Monday through Friday, 10 a.m. – 10 p.m., ET. OR text "HelpLine" to 62640 or email NAMI at helpline@nami.org. Visit NAMI for more. You can also call or text SAMHSA at 988 or chat 988lifeline.org.