POPULARITY
Categories
Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A. - Jangan Remehkan Istighfar Bisa Mengubah Hidupmu
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahHADIAH TERBESAR DARI ALLAHMari kita membaca Firman Tuhan dari2 KORINTUS 9: 15Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!Wonder Kids, pernahkah kalian bertanya kenapa burung bisa bernyanyi? Atau kenapa gunung punya puncak? Kenapa zebra punya garis-garis dan unta punya punuk? TUHAN menciptakan semua itu karena Dia ingin dunia ini indah. TUHAN juga memberikan banyak hal luar biasa untuk kita.Bagaimana dengan kalian? Kalian pasti pernah membuat hadiah untuk orang yang kalian sayangi. Tangan kalian belepotan lem, rambut kalian kena cat dan glitter, tapi kalian tetap semangat membuatnya. Kenapa? Karena kalian ingin membuat mama senang, atau ingin papa berkata, “Wah, ini untukku?”Itulah juga alasan TUHAN menciptakan dunia ini. Saat kalian melihat matahari terbit yang cantik, bayangkan TUHAN berkata, “Apakah kamu suka? Aku membuatnya khusus untukmu.”MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, ayo, buat hadiah untuk orang yang kalian kasihi. Bisa lukisan, kalung manik-manik, atau menghias cookies. Berikan hadiah itu dengan senyum lebar dan pelukan hangat. Mereka akan senang bukan karena hadiahnya, tapi karena kalian membuatnya dengan kasih.Mari kita berdoaBapa, terima kasih atas karunia-Mu yang luar biasa. Tolong aku untuk selalu bersyukur dan berbagi dengan orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, SETIAP HARI, KITA DIAJARKAN UNTUK BERSYUKUR ATAS ANUGERAH TUHAN YANG BESAR DAN MEMBAGIKANNYA KEPADA ORANG LAIN. Tuhan Yesus memberkati
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Guru Besar IPB University (Institut Pertanian Bogor) sekaligus pakar hutan dan lingkungan Prof. Dr. Ir. Sudarsono Soedomo, MSc., menegaskan pentingnya melihat isu sawit dan pengelolaan lahan secara jernih, ilmiah, dan tidak emosional. Menurutnya, sawit tidak bisa serta-merta disalahkan atas berbagai persoalan lingkungan, terutama jika dikelola sesuai tata ruang dan kaidah yang berlaku. Dalam wawancara khusus bersama Radio Elshinta, Senin (22/12/2025), Prof. Soedarsono menilai, perdebatan publik terkait bencana alam kerap dibumbui emosi berlebihan dan saling menyalahkan, tanpa melihat akar persoalan secara utuh. “Kita tidak akan menyelesaikan masalah dengan emosi. Mari melihat dengan kepala dingin dan secara fair,” ujar Prof. Soedarsono.
Ini adalah opini saya tentang bagaimana saya berkarya. Mencari sesuatu yang tidak mudah dilakukan oleh orang lain. Kalau hanya sekedar berfoto (selfie) dan berjoged-joged juga semua orang bisa. Terlalu mudah. Harus cari yang lebih susah.
Kabarnya dia sering datang ke event band-band-an. Terus dia lihat, “Oh, kalau event kayak gini, ternyata biasanya MC-nya ada 2 orang. Wooo...berarti kalo event-nya mau sukses, MC-nya harus 2 orang.”Event = MC 2 orangE = MC2Kandani og, Einstein ki asline cah Temanggung!
On this episode I'm joined by Bisa Butler. We discuss her pivot from painting to quilting, what it was like for her to study at an HBCU, she earned her BFA in Painting at Howard University, how that experience shaped her and what she hopes her work does in the world. Bisa talks about her recent exhibition Hold Me Close that was previously on view at Jeffrey Deitch Gallery in LA.Bisa Butler (b. 1973) lives and works in New Jersey. She earned her BFA in Painting at Howard University and holds a MA in Teaching Art from Montclair State University. In 2020, Portraits at the Art Institute of Chicago and the Katonah Museum of Art was the artist's first institutional solo exhibition. Her quilts were prominently featured in Black American Portrait at LACMA, Los Angeles (2022) and Fabric of a Nation: American Quilt Stories at the Museum of Fine Arts, Boston (2021), and graced the cover of both exhibition catalogs. Her work can be found in the permanent collections of several institutions, including Art Institute of Chicago; The Smithsonian American Museum of Art; The Pérez Art Museum, Miami; High Museum of Art, Atlanta; MFA Houston; and de Young Museum, San Francisco. Butler is the recipient of the 2022 Gordon Parks Foundation Fellowship and of the inaugural “Faith in The Arts Award,” presented by Broadway Housing Communities in recognition of the legacy of Faith Ringgold. The World Is Yours, Butler's first exhibition with Jeffrey Deitch in New York in 2023, attracted thousands of visitors. Hold Me Close is the artist's first solo exhibition in Los Angeles.--------------------------------- Follow & Subscribe Website - Sign up for the Light Work newsletter Follow Light Work on Instagram Follow Folasade Ologundudu on Instagram YouTube - Subscribe to the Light Work YouTube Channel
A solid CRM strategy is crucial for any financial institution that wants to thrive in today's competitive environment. This discussion shares strategies and best practices to enhance your customer relationships and grow your program by leveraging data and your CRM solution. Subjects include:Creating a single Source of TruthLeveraging AI for CRM optimizationData and the 360-degree client viewAdvisor adoptionThis episode is recorded from a BISA sponsored webinar where we were joined by Solomon Schmidt of KeyCorp and Brian Venn of California Credit Union, with cross-channel insights and commentary provided by Chris Melton from Ameriprise.
Pernah Sahabat MIKA merasakan nyeri tajam seperti disetrum di satu sisi wajah yang datang tiba-tiba?Bisa jadi itu trigeminal neuralgia, gangguan saraf wajah yang menyebabkan nyeri hebat dan berulang.Di video ini, dr. Yohanna, Sp.N, Dokter Spesialis Saraf Mitra Keluarga Grand Wisata, menjelaskan mengenai apa itu trigeminal neuralgia, penyebab, hingga pengobatannya.Jika Sahabat MIKA pernah merasakan nyeri di wajah, yuk tonton sampai selesai untuk tahu langkah terbaik menanganinya!----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Lebih dekat dengan kami
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diyakini akan menggerakkan perekonomian rakyat, di seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah yakin, dengan terlaksananya program MBG secara menyeluruh di seluruh Indonesia, maka pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 7 sampai 8 persen. Sebab ekonomi tumbuh dari bawah, pertumbuhan ekonomi bukan dari atas lagi. Karena itu pula, Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Kementerian/Lembaga untuk Penyelenggaraan Program MBG itu meminta agar para mitra dan yayasan memahami persoalan hal ini. Salah satunya, ia meminta agar orientasi mitra dan yayasan tidak hanya sekadar bisnis. Nanik lalu menceritakan latar belakang pelibatan yayasan dalam program MBG. Sejak awal, saat merancang program MBG Oktober tahun lalu sebelum dilantik, Presiden Prabowo Subianto tidak membolehkan PT dan CV, sebagai mitra SPPG. “Saya kasihan lihat yayasan sosial, keagamaan, pendidikan, nggak punya uang. Tolong dapur-dapur itu dimitrakan dengan mereka,” kata Nanik mengutip ucapan Presiden Prabowo saat itu.
Bismillah,234. DUA UNSUR AGAR KITA BISA SABARTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
Yaël Pericard has been to 133 countries Hey now, I am your host, Ric Gazarian. In this episode, I have the pleasure to speak with traveler Yael Pericard. I met Yael briefly at the ETF in Bangkok and follow him on FB, but here is another case of a traveler who I really did not know well. Of course that is no longer the case after our conversation. Yael leads an adventurous life from summiting 7000 meters in Pakistan, to giving back in the Phillipines, to risking it all to explore a remote airstrip in Lesotho (this one is a pretty crazy story). And, you will get to meet him at the Extraordinary Travel Festival in Bangkok as he is coming back for the next event in 2026. I would like to thank everyone for their support of Counting Countries, especially my Patrons. You know them, you love them! Bisa "fully nomadic" Myles, Ted Nims, Adam "one-away" Hickman, Steph "Phuket" Rowe, Simen Flotvik Mathisen, Ed Hotchkiss, Barry Hoffner, Katelyn Jarvis, Philippe "BC" Izedian, Gin Liutkeviciute, Sunir Joshi, Carole Southam, Sonia Zimmermann, Justine, Per Flisberg, Jorge Serpa, Sam Williams, Scott Day, Dana Mahoutchian, Mihai Dascalu and Ryan Knott for supporting this podcast. You can support this podcast by going to Patreon.com/CountingCountries. My patrons will hear the entire conversation with Thomas. Please remember the next Extraordinary Travel Festival will be on October 22-25 in 2026. You can join the event and use code BANGKOK to save $110 for this incredibly packed event. We have announced a new speaker, Roberto Helou, who you might know from IG as ExploRob. I followed him last year as he biked from Cairo to Cape Town on an epic journey. I am excited to hear him speak next year. Consider joining our Instagram and Facebook groups and signing up for the ETF newsletter. Any questions, please let me know. I was in Bangkok while Yael was in Norway for this recording. Please listen in and enjoy. Thank you to my Patrons - you rock!! … Bisa Myles, Ted Nims, Adam Hickman, Steph Rowe, Simen Flotvik Mathisen, Ed Hotchkiss, Barry Hoffner, Katelyn Jarvis, Philippe Izedian, Gin Liutkeviciute, Sunir Joshi, Carole Southam, Sonia Zimmermann, Justine, Per Flisberg, Jorge Serpa, Sam Williams, Scott Day, Dana Mahoutchian, Mihai Dascalu, and Ryan Knott. Be the first on your block to sport official Counting Countries apparel! And now you can listen to Counting Countries on Spotify! And Alexa! Subscribe on Apple Podcasts today! And write a review! More about Yaël Pericard Counting Countries: Yael on IG: Instagram Yael on YT: https://www.youtube.com/@yaelpericard The Impossible Journey (Amazon US Kindle (affiliate)): https://amzn.to/46pRuDi Other book options: Thor Pedersen | Instagram, Facebook, TikTok | Linktree About Counting Countries Counting Countries is the only podcast to bring you the stories from the dedicated few who've spent their lives on the singular quest of traveling to every country in the world. Less people have traveled to every country in the world than have been to outer space. Theme music for this podcast is Demeter's Dance, written, performed, and provided by Mundi. About GlobalGaz Ric Gazarian is the host of Counting Countries. He is the author of three books: Hit The Road: India, 7000 KM To Go, and Photos From Chernobyl. He is the producer of two travel documentaries: Hit The Road: India and Hit The Road: Cambodia. Ric is also on his own quest to visit every country in the world. You can see where he has traveled so far and keep up with his journey at GlobalGaz.com How Many Countries Are There? Well… that depends on who you ask! The United Nations states that there are 193 member states. The British Foreign and Commonwealth office states that there are 226 countries and territories. The Traveler's Century Club states that there are 329 sovereign nations, territories, enclaves, and islands. The Nomad Mania divides the world into 1301 regions. The Most Traveled Person states that there are 1500 unique parts of the world. SISO says there are 3,978 places in the world. And the video that explains it all! Me? My goal is the 193 countries that are recognized by the UN, but I am sure I will visit some other places along the way. An analysis of these lists and who is the best traveled by Kolja Spori. Disclaimer: There are affiliates in this post. Yaël Pericard Counting Countries
Pernah ngak sih kita berfikir apakah takdir yang sudah di tentukan oleh Allah bisa di ubah ????
Di episode ini kita bahas soal Far Cry series bakal dijadiin serial tv antalogi.Terus lanjut bahas dikit soal Gamesradar Golden Joystick Awards dan terakhir kita ngomongin soal trailer terbaru Agni: Village of Calamity dan proyek terbaru Gamecom Team yang muncul di acara Gamers2Gamers kemarin!
Di kelas kali ini Ashin Kheminda akan menyampaikan teladan dari kitab suci tentang kualitas-kualitas baik yang seharusnya kita miliki, yaitu kepatuhan dan lain-lain.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah:MASUK DENGAN SYUKURMari kita membaca Firman Tuhan dariMAZMUR 100:4“Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian; bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!”Wonder Kids, pernahkah kamu menerima hadiah istimewa? Mungkin ulang tahunmu dirayakan dan kamu mendapat kado dari papa, mama, atau teman. Apa yang pertama kamu ucapkan? Pasti: “Terima kasih!” Ucapan syukur itu muncul karena kamu merasa senang dan dihargai.Mazmur ini mengingatkan kita untuk datang kepada Tuhan dengan ucapan syukur dan puji-pujian. Mengapa? Karena Tuhan sudah memberikan banyak hal baik. Ia memberi kita keluarga, teman, makanan, sekolah, bahkan udara untuk bernapas. Semua itu adalah berkat yang sering kita anggap biasa.Ucapan syukur bukan hanya diucapkan saat kita senang, tapi juga saat keadaan sulit. Orang yang percaya kepada Tuhan tahu bahwa Allah tetap baik dan berdaulat, bahkan ketika hidup tidak sesuai harapan. Yesus sudah memberikan keselamatan terbesar di kayu salib, itu alasan utama kita selalu bersyukur.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, cobalah membuat daftar berkat setiap hari. Tulis tiga hal yang kamu syukuri, sekecil apa pun. Bisa makanan enak, nilai ujian yang baik, atau senyum dari teman. Saat kamu melihat daftar itu, hatimu akan dipenuhi sukacita dan kamu belajar untuk selalu bersyukur.Mari kita berdoaBapa, terima kasih karena Engkau begitu baik kepadaku. Tolong aku untuk selalu datang kepada-Mu dengan ucapan syukur dan pujian. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, BERSYUKUR MEMBUKA HATI KITA UNTUK MELIHAT BETAPA BAIKNYA TUHAN. Tuhan Yesus memberkati.
Bekerja di pabrik berniat mencari rejeki, ternyata justru dipersiapkan untuk dijadikan tumbal. Kisah kali ini dialami oleh narasumber yang bekerja di salah satu pabrik di Bekasi. Pada saat dia bekerja ternyata rekan kerjanya mengalami tanda-tanda menjadi tumbal sampai akhirnya meninggal dunia. Aryo menjadi salah satu saksi hidup bagaimana dia melihat penderitaan yang dialami rekan kerjanya sebelum meninggal. Dan setelah rekannya meninggal, ternyata aryo lah tumbal berikutnya. Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2024, Lentera Malam
Masih ngobrol bersama Yemima Lim dan Marisa, tentang rental service di Jepang.イェミマ・リンさんとまりささんとともに、日本のレンタルサービス。Follow Instagram @night.in.tokyoFor any inquiries dan pertanyaan seputar kehidupan di Jepang: nightintokyo.podcast@gmail.comWebsite www.nightintokyo.com
Bismillah,1933. SAAT ITU TIDAK ADA YANG BISA MENOLONG KITARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
Bismillah,Hari ini, kita mungkin tak memikirkan dan membutuhkannya. Padahal, hari “besar” itu pasti akan datang. Karena setiap yang berjiwa, pasti akan merasakan kematian. Bisa terjadi pada kita, keluarga, atau orang-orang terdekat lainnya.Simpan informasi layanan pengurusan jenazah Muhajir Project Janaiz, ajukan layanan ini di hari kematian kerabat Anda. Semoga bermanfaat bagi kita dan keluarga di kemudian hari.Muhajir Project JanaizFacebook, Instagram:@muhajirprojectjanaiz
Bismillah,Saudaraku, terkadang masalah datang bertubi-tubi, jalan keluar terasa sempit, dan semua usaha sudah dicoba, tapi tetap saja belum menemukan titik terang.Bisa jadi, ada satu amalan sederhana yang terlewat, yaitu sedekah.Sedekah bukan hanya tentang memberi, tapi cara lain untuk memohon Allah Ta'ala agar menolong kita dengan cara yang tidak pernah kita duga. Betapa banyak musibah yang Allah Ta'ala hindarkan, betapa banyak jalan yang kembali terbuka, semata karena kita menggerakkan tangan untuk memberi meski sedang sulit.Saat hidup mulai terasa berat, jangan lupa ingat satu hal: sedekah sering kali menjadi solusi yang besar maknanya.Cuplikan Kajian Wanita Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Hafizhahullah “Sedekah Mengurai Masalah”Untuk informasi lebih lengkap mengenai zakat Insya Allah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 081288388501.Nikmati juga kemudahan berzakat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 1111091036 atas nama LAZ Muhajir.Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah:FIRMAN TUHAN, PELITA HIDUPKUMari kita membaca Firman Tuhan dariMAZMUR 119:105“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”Wonder Kids, pernahkah kamu berjalan di tempat yang gelap tanpa lampu? Mungkin saat listrik padam malam-malam, kamu harus meraba-raba jalan dan rasanya menakutkan. Bisa saja kamu tersandung kursi, menabrak meja, atau jatuh karena tidak melihat apa-apa. Tapi begitu ada senter, lilin, atau lampu HP, semuanya berubah. Jalan yang tadinya menakutkan menjadi jelas, dan kamu bisa melangkah dengan tenang.Firman Tuhan bekerja seperti pelita itu. Dunia ini penuh dengan kegelapan dosa dan kebingungan. Kadang kita bingung harus memilih teman, sikap, atau keputusan yang benar. Tanpa Firman Tuhan, kita mudah jatuh dalam dosa. Tapi ketika kita membaca dan menaati Firman, kita punya terang untuk melangkah. Firman Tuhan menolong kita membedakan mana yang benar dan salah, mana yang berkenan kepada Allah dan mana yang tidak.Yesus sendiri adalah Firman yang hidup. Ketika kita mengikuti ajaran-Nya, hidup kita tidak lagi berjalan dalam kegelapan, tetapi dalam terang. Itu berarti kita bisa tetap kuat sekalipun dunia sekitar kacau, karena ada terang Kristus yang menuntun kita.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, jangan biarkan Alkitab hanya menjadi hiasan di rak. Bacalah setiap hari. Kalau sulit, bacalah bersama papa atau mama. Kamu juga bisa menuliskan ayat favoritmu di kertas lalu menempelkannya di meja belajar. Dengan begitu, setiap hari kamu diingatkan bahwa Firman Tuhan adalah pelita yang menuntun hidupmu.Mari kita berdoaBapa, terima kasih karena Firman-Mu adalah terang bagiku. Tolong aku untuk rajin membaca dan melakukan Firman-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, FIRMAN TUHAN ADALAH TERANG HIDUP YANG MEMBIMBINGI LANGKAH KITA. Tuhan Yesus memberkati.
Baca buku saya, 'What It Takes: Southeast Asia', sekarang di:https://sgpp.me/what-it-takes-ytatau di Periplus: https://sgpp.me/what-it-takes-periplus------------Kali kedua hadir di Endgame, dr. Roslan Yusni Hasan (akrab dipanggil dr. Ryu Hasan) membahas konsep-konsep yang kerap kali disalahpahami dan dipolarisasi seperti: kebahagiaan v.s. kekayaan, keamanan v.s. ketenangan, empirisme v.s. abstraksi, kesadaran dan penderitaan, kebenaran dan otoritas, hingga kecerdasan dan kebahagiaan.Direkam 20 September 2025; bagian dari Endgame Town Hall 2025.#Endgame #GitaWirjawan #RyuHasan-----------------Tonton juga episode Ryu Hasan sebelumnya di Endgame:https://youtu.be/iFghbhtpcUI?si=0aC5ihkz4OeeJ8IBEpisode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/g8F5nd-eAyU?si=YZdmhKBzzGL0U7YHhttps://youtu.be/r_Px7xjtkWA?si=jh6Mi_NQV3VJrGquhttps://youtu.be/Io40wI5Abac?si=wiNoiFLHKnrVD89x------------------Special thanks to our ‘Future Narrators' channel members:Mariko Yoshihara, Yemotto IBRAHIM, hobi kluyuran, Fajar Prasetyo, Dyah Firgiani, keetkaat, Excel-lent, Arie Gunardi, Yayi Trisnawati D, Teddy Chow, Wwertyssnb, Crispy_Cracker58, Priyanithi Dharsania Negara, Widi Aphrian, hndraable, Muhammad Taufik Evendi, hendro trihatmojo, QunÔºáan Syukrilah, Charles Andrew Tang, Ariyo Arinsa Putra, Reda Bellarbi, Jaz Simbolon, Muhammad Ismail Mubarak, Wahyu Jaka, Stefanus B. W., KATE WOLSKA, pixelcadet, Itje Chodidjah, Elmi CK Ong, Geralt Fajar Bukan, Jack Duan, Lucy March, masni eritrina, auliaali05, Anggun Noventina, Irawan Purwono, Krishna Putra, Agnes Pranindita, Darso Arafa, nazaruddin nasir, 747sgw, benget yakub, Patricia S, ferra febrianti, De Guda Kessa, Gusko Adnyana, mjk939, Jerry Budiman, Mawan Darmawan, diah anggraini, Ainur Rofiq, Adrian Baskoro, Bambang Haryanto, Ezwan Zakaria, liza dewi, Marilyn C, Kianti Darusman, Revolution R, Joanna FKG, Taswin Munier, M Firaldi Akbar Zulkarnain, Super ‚ÄúBuupy Pub‚Äù Bondon, Ferdy Reza, Elnasdi Moda, Hendry Ahen, Aria Widyanto, Ayu Arman, Ilham R, Haju Ara Podcast, Meilisva AA Taniel, Flores Exotic Tours, nonik martyastuti, Salwaluna Maryam, Niki S, Anita Amalia, Dewi Risnawati, birgietta katherine, Derry Harnanda, Aleyandra Rizka Amalia, Ridwan Sakidja, Rita Sahara, Sanityas Prawatyani, Teddy Sutendi, erna girirachman, Joshi Putriasih, Alvin Rivaldi, Ronny Wijaya, Budianto Wu, ahmad suparlan, Sam K Nugraha, Arif R3 Vibration, FBC Ponto, Stella sinaga, Muhammad Rizal Akbar, chandrawati Saragih, KP------------------00:00 - Intro01:41 - Empirisme vs. Abstraksi09:12 - Melatih cara kerja otak15:57 - Nihilisme dan Spiritualisme17:09 - GenZ dan 'Parasocial Relationship Disorder'22:52 - Mungkinkah lompatan kognitif?31:51 - Kecerdasan, Kebahagiaan, Kekayaan41:18 - Gembira vs. Bahagia46:30 - Tertib vs. Tenang51:16 - Jangan respons masalah pakai masalah
Punya asuransi kesehatan tuh kadang bikin kita ngerasa aman banget. Tapi, yakin semua perawatan yang mahal itu selalu yang terbaik? Bisa jadi malah kebalikannya — berlebihan dan nggak efisien.Bareng Mitchell Nathaniel, Head of Health Sequis, kita ngobrol soal sisi lain dunia asuransi yang jarang dibahas: gimana perusahaan asuransi ternyata ikut mikirin perawatan kamu biar gak salah langkah. Di episode ini bakal ngebahas:1. Kenapa “mahal” belum tentu “manjur”?2. Peran asuransi sebagai second opinion buat pasien.Gimana cara milih produk asuransi yang bener-bener ngelindungi, bukan cuma janji. Kalau kamu peduli sama kesehatan (dan dompetmu), wajib banget dengerin sampai habis. Masih penasaran dengan produk-produk asuransi Sequis, jangan lupa follow IG @sequisofficial atau kunjungi laman www.sequis.co.id.Jangan lupa kasih rating ★★★★★ kalau suka obrolannya!IG: @sequisofficial
Bismillah,1906. KETIKA MANUSIA TIDAK BISA BICARA & SUSAH BERNAFASRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
Sering kesemutan, kebas, atau terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk di tangan dan kaki?Hati-hati, ya! Itu bisa jadi tanda neuropati diabetik, kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi.Supaya lebih kenal dan waspada dengan kondisi yang satu ini, yuk, simak penjelasan dari dr. Johannes Siringoringo, Sp.N, Dokter Spesialis Saraf Mitra Keluarga Bekasi Timur!#MitraKeluarga #MitraKeluargaBekasiTimur #HDIW #NeuropatiDiabetik #Diabetes #MasalahSaraf #Kesemutan #Kebas
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kebijaksanaan 18: 14-16; 19: 6-9; Mazmur tg 105: 2-3.36-37.42-43; Lukas 18: 1-8.TUHAN BERTINDAKCEPAT DAN TEPAT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan BertindakCepat Dan Tepat. Seorang bocah perempuanberusia 6 tahun sering diajak ibunya belanja di pasar. Ia perhatikan bahwaibunya selalu menawarkan barang-barang yang akan dibeli. Tidaktanggung-tanggung, tawaran potongan harga itu bisa lebih dari setengah hargapas. Ketika penjual keberatan dengan potongan harga, ibu itu selalu berkata:"Maaf, kami orang kecil, kami miskin sekali." Pada suatu ketika bocah itu memakai uang tabungannya untukmembeli sesuatu di toko. Ia juga ingin menawarkan barang dengan meniru apa yangbiasa dibuat ibunya. Sebelum mengatakan barang yang hendak dibeli, ia lebihdahulu berkata kepada pemilik toko, "Maaf, kami orang kecil, kami miskinsekali." Lalu ia menunjukkan barang yang hendak dibelinya. Pemilik tokoitu mengambil barang tersebut dan memberikan gratis kepada gadis ciliktersebut. Di dalam hidup ini terjadi pertemuan biasa antara orangkecil dan besar, orang miskin dan kaya, tuan dan hamba. Teriakan dan tangisanorang kecil atau miskin selalu menarik perhatian. Mereka berteriak entahlangsung kepada orang-orang tertentu yang segera memberikan perhatian, entahsecara terbuka kepada publik dan terserah siapa saja yang akan memperhatikan.Teriakan mereka hanya dapat berhenti setelah permintaan mereka terpenuhi atauterjawab. Tuhan memiliki belas kasih terhadap orang-orang ini. Tuhanbertindak cepat dan menjadi pembebas mereka pada saat yang pas dan tepat.Mereka itu ialah orang-orang yang tidak punya pendukung, pembela dan penopang.Perumpamaan tentang janda dan perkaranya yang ditangani oleh si pengacara dalamperumpamaan hari ini merupakan contohnya. Di dalam kitab suci banyak sekalicontoh-contoh sejenis, ketika Tuhan menolong pada waktu yang cepat dan tepat. Banyak di antara kita yang mendapat pertolongan Tuhandalam waktu yang cepat. Ada orang mengakui doa-doanya belum terkabulkan. Makaitu, mereka berpandangan kalau Tuhan belum berpihak pada mereka. Ada yang cukupsabar menantikan datangnya jawaban pada saat yang tepat. Ada yang sudahmenyerah karena mereka menunggu lama, lalu menjadi pasif dan apatis. Bahkan adayang pakai emosi sampai menjadi marah-marah kepada Tuhan. Bisa jadi waktunya belum pas. Mengapa belum, karena Tuhansedang menggunakan sesama kita untuk membantu. Harus diakui, pertolongan yangpaling dekat mestinya datang dari situ, karena sebenarnya pertolongan itu dariTuhan sendiri, yang memakai orang-orang di sekitar untuk melakukannya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... ya Tuhan, kamimenaruh harapan untuk kelayakan hidup saudara dan saudari kami yang sangatberkekurangan dan tak berdaya lagi; semoga mereka mendapatkan pertolongandari-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
[Season 6]Eps 11 | Podcast Motivasi"Menemukan Ritme Antara Akademik, Organisasi, dan Passion!" ⚖✨Discover your potential with small steps to success.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ratna dan Raymond dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kebijaksanaan 2: 23 - 3: 9; Mazmur tg 34: 2-3.16-17.18-19; Lukas 17: 7-10.ORANG BENAR ADADI TANGAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Orang Benar Ada DiTangan Allah. Kalimat dari tema ini merupakan kutipan dari kitab Kebijaksanaanbacaan pertama liturgi hari ini. Seorang murid SD membagi ceritanya sebagairefleksi atas tema ini. Ia pintar, selalu juara di kelas, dan bersikap baiksehingga dipuji guru-gurunya. Ia selalu dijadikan model bagi teman-temannya.Tetapi ia selalu saja menjadi sasaran bully, cemoohan dan fitnah. Maka iasering menangis dan takut bermain bersama teman-temannya. Sekolah dan orangtuannya berusaha keras untuk mengatasi permasalahan ini. Sikap yang paling umum diambil ketika orang menghadapimasalah seperti anak SD itu ialah mengadu dan menyerahkannya saja kepada Tuhan.Biar Tuhan saja yang memberikan keadilan-Nya. Ini dilakukan dengan pembenarandiri begini: orang benar ada di tangan Tuhan. Tuhan tidak melupakan orang yangbenar. Mungkin Anda sendiri sering mengalami seperti itu. Hidupmu baik, berbuatbenar, mengikuti prosedur, dan tidak pernah menyusahkan orang lain, tetapiternyata dirimulah yang disalahkan dan difitnah macam-macam. Prinsip iman kita menjelaskan bahwa perlakukan kefasikandunia yang menghukum orang-orang benar itu hanyalah sebuah tahap yang harusdilewati. Siapakah orang-orang benar itu? Bisa saja Anda, saudara-saudarimu,atau kita sebagai satu kawanan dalam penggembalaan Gereja kita yang kudus.Sudah sekian lama dan sekian besar kerelaan kita mengikuti Kristus sampai kini,tidak berlebihan dan tidak salah jika kita membuat pengakuan ini atas diri kitasendiri, saudara-saudari dan keluarga kita. Kita memang berada di tangan Tuhan. Ada banyak tanda yang mengungkapkan diri seseorang itubenar. Misalnya orang menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawabnya,hadir dan berkegiatan pada waktu dan tempat yang sesungguhnya, mengikutiprosedur dan tata caranya, mengatakan dan memberikan keterangan sesuai faktabeserta bukti-buktinya, mempertanggung-jawabkan komitmen, mengakui kesalahandan kemauan untuk memperbaikinya, mengoreksi kesalahan dan berani mengambilresiko atas sebuah perbaikan. Dan masih banyak lagi. Tuhan Yesus memberikan satu pengajaran hidup dalamkebenaran pada hari ini. Kita menjalankan tugas dan tanggung jawab dengansebaik-baiknya sesuai kewenangan dan kepercayaan kepada kita, dan dengan sikaprendah hati. Jangan ada anggapan bahwa kita hebat atau sukses. Kerendahan hatiitu mengantar kita untuk berkata: kita ini hanya hamba yang tak berguna, karenahanya melakukan yang diwajibkan. Lebih dari itu, kerendahan hati akanmemotivasi kita untuk berbuat lebih dari sekedar kewajiban atau yang diharuskan.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,penuhilah kami dengan semangat ketekunan dan tanggung jawab untuk memenuhitugas-tugas kami dalam kerendahan hati. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Renungan D'Message || BISA DIPERCAYA LEBIH || Ps. Steven Liem
Two-time Emmy and Three-time NAACP Image Award-winning, television Executive Producer Rushion McDonald interviewed Dr. Bisa Lewis.
Two-time Emmy and Three-time NAACP Image Award-winning, television Executive Producer Rushion McDonald interviewed Dr. Bisa Lewis.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah:ALLAH MENGASIHIMUMari kita membaca Firman Tuhan dari1 Yohanes 4:19“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”Wonder Kids, coba bayangkan ini: ketika kamu lahir, sebelum kamu bisa bicara, berjalan, atau melakukan apa pun, orang tuamu sudah mengasihimu. Kamu tidak perlu membuktikan apa pun. Kasih itu sudah ada lebih dulu. Nah, seperti itulah kasih Allah kepada kita, bahkan jauh lebih besar.Alkitab berkata bahwa Allah sudah mengasihi kita sejak sebelum kita dilahirkan. Ia tahu kita akan melakukan kesalahan, tetapi Ia sudah menyediakan jalan agar kita bisa diselamatkan melalui Yesus Kristus. Allah melihat semua orang, di mana saja dan kapan saja. Entah kamu tinggal di kota besar seperti Jakarta, di desa kecil, atau bahkan di pulau terpencil, kasih Allah tetap sama.Ingat, kasih Allah tidak pernah berubah. Kadang kita merasa sendiri, tidak dihargai, atau ditolak teman. Tapi kebenarannya: Allah memandang kita dengan penuh kasih dan berkata, “Kamu adalah anak-Ku yang Kukasihi.”MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, cobalah hari ini untuk menunjukkan kasih kepada orang lain. Bisa dengan memberi senyum, menolong teman yang kesulitan, atau mendoakan orang yang kamu tahu sedang sedih. Ingatlah, kita bisa mengasihi karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita.Mari kita berdoaBapa, terima kasih karena Engkau mengasihi aku terlebih dahulu. Tolong aku untuk belajar mengasihi orang lain seperti Engkau mengasihiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, KITA MENGASIHI KARENA ALLAH LEBIH DAHULU MENGASIHI KITA. Tuhan Yesus memberkati.
Thomas Preinl has been to 190 countries Hey now, I am your host, Ric Gazarian. On this episode I have the pleasure to speak with Thomas Preinl who I met at the NomadMania meeting in Uzbekistan and spent time with him during a recent visit to Thailand. Thomas is one of those characters who has been Chasing 193 but only recently found the extreme travel community. Thomas has benefited with flight benefits due to his employment with Lufthansa for years. As Thomas will share, he is German by birth, but not by character, having a flexible and adaptable travel persona. You will get to meet him at the Extraordinary Travel Festival in Bangkok. I would like to thank everyone for their support of Counting Countries, especially my Patrons. You know them, you love them! Bisa "fully nomadic" Myles, Ted Nims, Adam "one-away" Hickman, Steph "Phuket" Rowe, Simen Flotvik Mathisen, Ed Hotchkiss, Barry Hoffner, Katelyn Jarvis, Philippe "BC" Izedian, Gin Liutkeviciute, Sunir Joshi, Carole Southam, Sonia Zimmermann, Justine, Per Flisberg, Jorge Serpa, Sam Williams, Scott Day, Dana Mahoutchian, Mihai Dascalu and Ryan Knott for supporting this podcast. You can support this podcast by going to Patreon.com/CountingCountries. My patrons will hear the entire conversation with Thomas. Please remember the next Extraordinary Travel Festival will be on October 22-25 in 2026. You can join the event and use code BANGKOK to save $110 for this incredibly packed event. Thor Pedersen will be hosting a screening of his travel documentary, The Impossible Journey, which will also include a Q&A. Consider joining our Instagram and Facebook groups and signing up for the ETF newsletter. Any questions, please let me know. We are also adding in a Travel Content Creation day at the ETF, where we will screen travel documentaries and host travel authors. Thomas and I recorded together in Bangkok. Please listen in and enjoy. Thank you to my Patrons - you rock!! … Bisa Myles, Ted Nims, Adam Hickman, Steph Rowe, Simen Flotvik Mathisen, Ed Hotchkiss, Barry Hoffner, Katelyn Jarvis, Philippe Izedian, Gin Liutkeviciute, Sunir Joshi, Carole Southam, Sonia Zimmermann, Justine, Per Flisberg, Jorge Serpa, Sam Williams, Scott Day, Dana Mahoutchian, Mihai Dascalu, and Ryan Knott. Be the first on your block to sport official Counting Countries apparel! And now you can listen to Counting Countries on Spotify! And Alexa! Subscribe on Apple Podcasts today! And write a review! The Impossible Journey (Amazon US Kindle (affiliate)): https://amzn.to/46pRuDi Other book options: Thor Pedersen | Instagram, Facebook, TikTok | Linktree About Counting Countries Counting Countries is the only podcast to bring you the stories from the dedicated few who've spent their lives on the singular quest of traveling to every country in the world. Less people have traveled to every country in the world than have been to outer space. Theme music for this podcast is Demeter's Dance, written, performed, and provided by Mundi. About GlobalGaz Ric Gazarian is the host of Counting Countries. He is the author of three books: Hit The Road: India, 7000 KM To Go, and Photos From Chernobyl. He is the producer of two travel documentaries: Hit The Road: India and Hit The Road: Cambodia. Ric is also on his own quest to visit every country in the world. You can see where he has traveled so far and keep up with his journey at GlobalGaz.com How Many Countries Are There? Well… that depends on who you ask! The United Nations states that there are 193 member states. The British Foreign and Commonwealth office states that there are 226 countries and territories. The Traveler's Century Club states that there are 329 sovereign nations, territories, enclaves, and islands. The Nomad Mania divides the world into 1301 regions. The Most Traveled Person states that there are 1500 unique parts of the world. SISO says there are 3,978 places in the world. And the video that explains it all! Me? My goal is the 193 countries that are recognized by the UN, but I am sure I will visit some other places along the way. An analysis of these lists and who is the best traveled by Kolja Spori. Disclaimer: There are affiliates in this post.
Akademia Makassar, siapa di sini yang kalau lagi jalan sendiri suka ngerasa kayak lagi di video klip? Atau setiap liat bayangan di jendela langsung mikir, “wow, ini aku banget—pemeran utama yang misunderstood tapi kuat.”Eits, hati-hati! Bisa jadi kamu lagi kena Main Character Syndrome Di episode Spotcast kali ini, Lely dan Nafa bakal ngobrol santai soal fenomena ini — kenapa sih kita suka ngerasa jadi pusat cerita, gimana bedain antara self-love yang sehat dan delulu yang kebablasan, sampai cara biar tetap jadi tokoh utama tanpa ngegeser spotlight orang lain.Stay tuned sampai akhir ya, karena siapa tau setelah ini kamu bisa jadi main character yang bukan cuma keren di story, tapi juga berani di real life
Send us a textPernah merasa sudah punya lokasi bisnis yang strategis, tapi pelanggan tetap sepi datang?Banyak bisnis masih mengandalkan lokasi sebagai faktor utama menarik pelanggan, padahal kini perilaku konsumen sudah berubah. Orang tidak lagi berjalan mencari toko, tapi mengetik dan menemukan bisnis lewat Google.Calon pelanggan yang mencari produk atau layanan Anda di Google bisa langsung menemukan bisnis Anda di posisi teratas, lengkap dengan ulasan positif, foto menarik, dan informasi yang jelas. Itulah kekuatan relevansi digital yang membantu bisnis tetap jadi pilihan utama, bahkan di tengah persaingan ketat.
Baca buku saya, 'What It Takes: Southeast Asia', sekarang di:https://sgpp.me/what-it-takes-ytatau di Periplus: https://sgpp.me/what-it-takes-periplus---------------Gen Z kedua yang hadir di siniar Endgame, Rian Fahardhi membahas bagaimana tantangan dan potensi yang dimiliki pemuda Indonesia hari ini. Selain itu, Rian juga mengupas berbagai polemik pendidikan serta solusi-solusi yang dimungkinkan untuk mengentaskan itu semua. Ia bercerita tentang bagaimana kepeduliannya terhadap isu kepemudaan dan pendidikan memantiknya untuk membentuk inisiasi Distrik Berisik dan Sekolah Tanah Air.Dalam percakapan ini, Rian menekankan pentingnya diskursus dan empati lintas generasi untuk masa depan yang lebih baik.#Endgame #GitaWirjawan #RianFahardhi ---------------Episode lainnya yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/FZ8S9ug5DsQ?si=cmQAQ-2CyS2e1ULUhttps://youtu.be/8VgOjyMl9YQ?si=c7ts08Dx1uLwWg53https://youtu.be/TTxxp--l4I4?si=kOh1aPnobqc_vbkYv---------------Jelajahi dan jadi bagian dari komunitas kamihttps://www.instagram.com/gamechangers.id/---------------Untuk ajakan kolaborasi dan kerja sama, hubungi kami di sini:https://sgpp.me/contactus---------------
Keputusan Menteri Energi Bahlil Lahadalia mengatur impor BBM (bahan bakar minyak) nonsubsidi memicu kelangkaan bensin dan solar di SPBU swasta. Kebijakan itu tidak hanya menyusahkan masyarakat, tapi seperti ingin mendorong konsumen kembali memakai BBM bersubsidi. Solusi yang dipilih Menteri Bahlil menjadi blunder karena logika terbalik. Bisa merusak daya saing investasi Indonesia. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Double pivot andalan anda ngomongin tentang peluang Timnas Indonesia ke piala dunia
Jika pesta pernikahan direncanakan sedemikian detail, persiapan kehamilan dan penanganan pasca kehamilan juga harusnya mendapat perhatian yang sama besarnya.Sayangnya, kesadaran ini masih belum menyeluruh, dan angka resiko kematian ibu melahirkan di Indonesia masih termasuk tinggi.Bersama Prof Iko dan dokter Yassin, Bapak Ibu membahas tuntas seputar kesuburan, kanker serviks, dan resiko kematian ibu melahirkan.Timestamp:00:00 Opening04:55 Menurunnya angka pernikahan11:20 Bahaya pendarahan pasca persalinan15:05 When you educate a woman..21:00 Pentingnya vaksin HPV29:00 Pregnancy organizer sama pentingnya dengan wedding organizer36:32 Kemampuan sel telur mereparasi sel sperma
Pdt. Wigand Sugandi (TB) 1 Yonahes 2 : 15-162:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
Al-Quran memiliki kekuatan yang luar biasa untuk merubah kehidupan manusia ke arah yang lebih baik, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surah Al-Isra ayat 82 yang menyatakan bahwa Al-Quran adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Melalui tadabbur dan pengamalan isi kandungannya, seseorang dapat mengalami transformasi spiritual, moral, dan sosial yang mendalam, sesuai dengan teladan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup utama. Dengan mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran suci ini, hati menjadi tenang, akhlak mulia terbentuk, dan kehidupan dunia maupun akhirat menjadi lebih bermakna dan berkah.
Two-time Emmy and Three-time NAACP Image Award-winning, television Executive Producer Rushion McDonald interviewed Dr. Bisa Lewis.
BRI terus menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam mengapresiasi putra-putri terbaik bangsa berprestasi yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) serta seluruh tenaga pendukung Paskibraka, yang berada di balik suksesnya pelaksanaan upacara kenegaraan yang berlangsung pada 17 Agustus 2025 lalu.Melalui BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI secara konsisten selama 15 tahun berturut-turut telah menyalurkan dana apresiasi kepada Paskibraka dan Tenaga Pendukung Paskibraka tingkat nasional.BRI Peduli memberikan apresiasi berupa dana pendidikan kepada 76 Paskibraka Nasional dan 70 Tenaga Pendukung yang telah menyelesaikan tugasnya pada Upacara Bendera 17 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta. Pemberian apresiasi dilakukan pada Rabu (20/08/2025) di BRILian Center Jakarta dengan mengambil tema “Semangat Bangsa dari Paskibraka”.Direktur Human Capital & Compliance BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa BRI selalu memberikan dukungan yang signifikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.“Apresiasi ini merupakan dukungan nyata terhadap dedikasi, kedisiplinan, dan semangat juang Paskibraka dan Tenaga Pendukung Paskibraka dalam menjalankan tugas mulia sebagai simbol persatuan Indonesia,” ujarnya.Selain anggota Paskibraka, BRI juga memberikan apresiasi kepada 70 Tenaga Pendukung yang telah mendampingi anggota Paskibraka yang bertugas. Dalam pelaksanaanya, para tenaga pendukung telah memberikan kontribusinya dalam membantu memberikan pendampingan bagi anggota Paskibraka sehingga dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.Perjuangan dan kegigihan dalam mengemban tugas menjadi Anggota Paskibraka dirasakan langsung oleh salah satu anggota Paskibraka Nasional 2025 yang menerima dana pendidikan Paskibraka dari BRI yaitu Bianca Alessia Christabella Lantang (16). Sebagai anggota Paskibraka Nasional 2025, Bianca bertugas sebagai pembawa baki Bendera Pusaka Merah Putih. Perempuan kelahiran Kota Tomohon, 28 Februari 2009 ini merupakan perwakilan dari Provinsi Sulawesi Utara. Saat ini Ia menempuh pendidikan di SMA Lentera Harapan Tomohon dan mengikuti seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sulawesi Utara.“Saya sangat senang dan bangga. Bisa menjadi bagian dari anggota Paskibraka Nasional dan juga mendapat tugas sebagai pembawa baki sehingga membanggakan dan mengharumkan nama daerah saya. Selama ini kami telah melewati persiapan dan latihan yang baik sehingga upacara bendera berjalan dengan baik. Apresiasi dari BRI ini menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan besar bagi kami”, ungkapnya.Solichin menambahkan, komitmen BRI untuk terus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya ditunjukkan melalui aktivitas bisnis perbankan semata, namun juga tanggung jawab sosial BRI berupa pengembangan sosial dan kemasyarakatan yang diwujudkan dalam bentuk program BRI Peduli.“Apresiasi ini telah dilakukan oleh BRI selama 15 Tahun berturut-turut. Tentunya BRI berharap dapat memberikan motivasi di kemudian hari, karena setelah penugasan ini mereka harus mengemban tugas utama yaitu untuk belajar dan meraih cita-cita yang diinginkan,” pungkas Solichin.
Pembawa Renungan : RP. Albertus Joni, SCJ (Romo Koko) Palembang Luk. 13:22-30
Pre-order buku 'What It Takes' sekarang di:https://sgpp.me/what-it-takes-yt______________________________________________Saya sering menyampaikan 5 atribut yang membuat Asia Tenggara ketinggalan dari Tiongkok selama 30 tahun terakhir ini.Salah satu atribut itu adalah infrastruktur—dan kali ini, saya diskusi panjang, lebar, dan dalam terkait topik tersebut bersama Reynaldi Hermansjah, Dirut PT SMI yang sudah lebih dari 30 tahun berkecimpung di sektor keuangan.Mengapa kita bahas dari perspektif keuangan? Karena mau apapun itu, ujung-ujungnya butuh ‘fulus'—termasuk membangun dan merawat infrastruktur yang sifatnya jangka panjang (atau yang Reynaldi sebut “marathon game”).Percakapan ini niche, tapi penting untuk bangsa ke depan. Penuh realisme, tapi juga optimisme sekaligus.Kalau Anda investor, episode ini harus Anda simak.Tentang host:Gita adalah seorang pengusaha dan pendidik asal Indonesia. Ia merupakan mitra pendiri Ikhlas Capital dan menjabat sebagai ketua Ancora Group. Saat ini, ia mengajar di Stanford sebagai peneliti tamu di Precourt Institute for Energy, serta menjadi fellow di Belfer Center for Science and International Affairs, Harvard Kennedy School.Tentang pembicara:Reynaldi Hermansjah, seorang profesional di bidang keuangan dan infrastruktur yang telah menempati berbagai posisi strategis di perusahaan nasional dan internasional. Ia merupakan alumni Teknik Elektro Universitas Trisakti dan meraih gelar doktor di bidang Manajemen dari Universitas Pelita Harapan. Kariernya dimulai di Nomura Securities pada tahun 1991, dan ia pernah menjabat sebagai CFO di PT Jasa Marga serta Presiden Direktur di PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).#Endgame #GitaWirjawan #ReynaldiHermansjah___________________________________________________Tahun kedua Endgame Town Hall segera menantimu!Dapatkan tiketnya di:https://sgpp.me/endgametownhall-ticketsAtau jadilah bagian dari gerakan intelektual ini:https://sgpp.me/endgametownhall-partnership_________________________________________________Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/Xi6USMoORB0?si=nyYfxy-SjskIyBN9https://youtu.be/cSt2cPYxYpw?si=-orGtAY8KTFV7aHphttps://youtu.be/xu7RsG54fLg?si=sYOQbtZG9ZaWyiUM
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 12 Agustus 2025Bacaan: "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu." (Ulangan 28:1-2) Renungan: Kegagalan adalah bagian dari hidup manusia. Apakah dengan kegagalan manusia itu Allah gagal memelihara umat-Nya? Tidak! Kegagalan yang dialami umat Tuhan bukan menunjukkan bahwa Allah lemah, tapi justru dalam kegagalan-kegagalan itu, Allah hendak melatih kita agar tetap gigih dalam memperjuangkan hidup. Perhatikanlah bahwa setiap keberhasilan tidak pernah lepas dari kegagalan. Sekecil apapun kita pasti pernah merasakan kegagalan. Tetapi hendaklah kegagalan itu tidak membuat kita kapok berusaha, kapok bekerja dan kapok mencoba. Bisa jadi dengan banyaknya kegagalan yang kita alami, Allah sedang mempersiapkan keberhasilan yang gilang gemilang. Seperti contohnya Thomas Alfa Edison. Setelah melewati ribuan kali kegagalan, pada akhirnya ia bisa membuat bola lampu listrik yang bisa kita nikmati sampai hari ini. Bacaan di atas mengingatkan kita perlunya mendengarkan suara Tuhan dan melakukan segala perintah-Nya. Hal itu akan mendatangkan banyak berkat dalam kehidupan kita. Karena itu jika hidup kita ingin behasil, dengarkanlah suara Tuhan dan lakukanlah segala perintah-Nya. Jangan pernah menyerah karena kegagalan yang kita alami, karena Yesus kita jauh lebih besar dari kegagalan yang kita alami. Dan Yesus kita terlalu sanggup untuk melakukan segala perkara. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini yang memberiku semangat untuk tetap berjuang walau hidup semakin susah. Aku bersyukur karena Engkau lebih besar dari semua kegagalan, semua ketakutan, semua kecemasan, semua masalah dan semua penyakitku. Kini aku datang padaMu, memohon berkat-Mu untuk semua usaha dan pekerjaan yang akan aku lakukan sepanjang hari ini. Beracaralah dalam semuanya itu, dan yakinkan aku bahwa ada berkat dalam setiap jerih payahku sepanjang hari ini. Amin. (Dod).
Thor Pedersen has been to every country in the world Hey now, I am your host, Ric Gazarian. Thor returns for the 4th time to Counting Countries in addition to 7 other episodes for patrons. During this conversation, we speak about his newly published book, The Impossible Journey (). Despite knowing his journey well, this book shares more stories and additional context to his quest. We also overview what he has been doing over the last 2 years since his return from his nearly 10 year journey. I would like to thank everyone for their support of Counting Countries, especially my Patrons. You know them, you love them! Bisa “fully nomadic” Myles, Ted Nims, Adam “one-away” Hickman, Steph “Phuket” Rowe, Simen Flotvik Mathisen, Ed Hotchkiss, Barry Hoffner, Katelyn Jarvis, Philippe “BC” Izedian, Gin Liutkeviciute, Sunir Joshi, Carole Southam, Sonia Zimmermann, Justine, Per Flisberg, Jorge Serpa, Sam Williams, Scott Day, Dana Mahoutchian, Mihai Dascalu and Ryan Knott for supporting this podcast. You can support this podcast by going to . My patrons will hear the entire conversation with Thor. And, we also have partnered with Ahmed at Aknaf Tours in Iraq who offers monthly fixed date trips from Baghdad to the marshes. Of course it is a bit too hot. But start planning those trips starting in September and beyond. . And ask me for the discount code. Remember to keep up to date with the Extraordinary Travel Festival by joining our Instagram and Facebook groups and signing up for the . I do have some news to share at this time … a save the date, ETF will be October 22-25, 2026. Destination to be announced soon. So if interested in the ETF, block those dates off. And speaking of the ETF, one of the sponsors of the ETF in Bangkok was Visit Mogadishu, a well known provider for travelers going to Somalia. I am sorry to share that Omar and Visit Mogadishu are unfortunately untrustworthy. Omar, the founder, when he came to Bangkok informed me he could not pay the full amount of his sponsorship. I accommodated Omar for many months, and unfortunately after 8 months, Visit Mogadishu never settled their bill, continually making excuses on why they were unable to fulfill their commitments. This is a poor reflection on their organization and would make me second guess traveling with them to a volatile region. Just my two cents on why you might want to avoid them for any future trips to the region. I was in Bangkok and Thor was in Copenhagen for this recording. Please listen in and enjoy. Thank you to my - you rock!! … Bisa Myles, Ted Nims, Adam Hickman, Steph Rowe, Simen Flotvik Mathisen, Ed Hotchkiss, Barry Hoffner, Katelyn Jarvis, Philippe Izedian, Gin Liutkeviciute, Sunir Joshi, Carole Southam, Sonia Zimmermann, Justine, Per Flisberg, Jorge Serpa, Sam Williams, Scott Day, Dana Mahoutchian, Mihai Dascalu, and Ryan Knott. And now you can listen to ! And Alexa! And write a review! More About Thor Pedersen Counting Countries Instagram: The Impossible Journey (Amazon US Kindle (affiliate)): Other book options: About Counting Countries Counting Countries is the only podcast to bring you the stories from the dedicated few who've spent their lives on the singular quest of traveling to every country in the world. Less people have traveled to every country in the world than have been to outer space. Theme music for this podcast is Demeter's Dance, written, performed, and provided by . About GlobalGaz Ric Gazarian is the host of Counting Countries. He is the author of three books: , , and . He is the producer of two travel documentaries: and . Ric is also on his own quest to visit every country in the world. You can see where he has and keep up with his journey at How Many Countries Are There? Well… that depends on who you ask! The United Nations states that there are . The British Foreign and Commonwealth office states that there are . The Traveler's Century Club states that there are . The Nomad Mania The Most Traveled Person states that there are 1500 . SISO says there are . Me? My goal is the 193 countries that are recognized by the UN, but I am sure I will visit some other places along the way. Disclaimer: There are affiliates in this post. Thor Pedersen Counting Countries
Zsuzsanna Berencsi has been to every country in the world Hey now, I am your host, Ric Gazarian. Zsu Berencsi shares with us her awesome travel adventures to every country in the world with a big celebration this past December in her last country, Jamaica. I have met Zsu twice before at both ETFs and she promises a third. I got it on tape. I also reconnected with Zsu at April Peregrino's 193 party in Bratislava where Zsu arranged a special field trip. I would like to thank everyone for their support of Counting Countries, especially my Patrons. You know them, you love them! Bisa “fully nomadic” Myles, Ted Nims, Adam “one-away” Hickman, Steph “Phuket” Rowe, Simen Flotvik Mathisen, Ed Hotchkiss, Barry Hoffner, Katelyn Jarvis, Philippe “BC” Izedian, Gin Liutkeviciute, Sunir Joshi, Carole Southam, Sonia Zimmermann, Justine, Per Flisberg, Jorge Serpa, Sam Williams, Scott Day, and Dana Mahoutchian for supporting this podcast. You can support this podcast by going to . My patrons will hear extra content with Zsu that you will not hear and you can be part of our members only FB group. And my patrons will get behind the scene video and audio from a unique roadtrip that Zsu hosted to her favorite ice cream parlor! And now I want to take a moment for one of my parts of the podcast and that is to welcome two new patrons to the Counting Countries family. First up is Mihai Dascalu. He recently retired, and after a NM survey, he and his wife decided to officially Chase 193. They have a passion for UNESCOs and Mihai plays classical piano. And I got to meet him last November at the ETF, so you know he is a cool guy! And also welcome Ryan Knott, who has listened to over 100 episodes in the last two years, especially while driving on some roadtrips. He visited all 50 US states with his Dad by the age of 20. And he is planning on 100 countries by 2030. Good luck Ryan! And congratulations to Phil Marcus who just hit 100,000 on his Youtube channel, Phil's Guide To The World. Occasionally, I make some cameos. And one more and, congratulations to Alvaor Rojas for his second time to every country in the world. And, we also have partnered with Ahmed at Aknaf Tours in Iraq who offers monthly fixed date trips from Baghdad to the marshes. Of course it is a bit too hot. But start planning those trips starting in September and beyond. . And ask me for the discount code. Remember to keep up to date with the Extraordinary Travel Festival by joining our Instagram and Facebook groups and signing up for the on our ETF will be sometime, somewhere in 2026 around October/November, destination unknown. I was in Bangkok and Zsu was in Dubai for this recording. Please listen in and enjoy. Thank you to my - you rock!! … Bisa Myles, Ted Nims, Adam Hickman, Steph Rowe, Simen Flotvik Mathisen, Ed Hotchkiss, Barry Hoffner, Katelyn Jarvis, Philippe Izedian, Gin Liutkeviciute, Sunir Joshi, Carole Southam, Sonia Zimmermann, Justine, Per Flisberg, Jorge Serpa, Sam Williams, Scott Day, Dana Mahoutchian, Mhai Dascalu, and Ryan. And now you can listen to ! And Alexa! And write a review! More About Zsuzsanna Berencsi Counting Countries Instagram: Her Story: https://jamaica-gleaner.com/article/lifestyle/20241229/zsuzsanna-berencsi-journeys-across-196-countries About Counting Countries Counting Countries is the only podcast to bring you the stories from the dedicated few who've spent their lives on the singular quest of traveling to every country in the world. Less people have traveled to every country in the world than have been to outer space. Theme music for this podcast is Demeter's Dance, written, performed, and provided by . About GlobalGaz Ric Gazarian is the host of Counting Countries. He is the author of three books: , , and . He is the producer of two travel documentaries: and . Ric is also on his own quest to visit every country in the world. You can see where he has and keep up with his journey at How Many Countries Are There? Well… that depends on who you ask! The United Nations states that there are . The British Foreign and Commonwealth office states that there are . The Traveler's Century Club states that there are . The Nomad Mania The Most Traveled Person states that there are 1500 . SISO says there are . Me? My goal is the 193 countries that are recognized by the UN, but I am sure I will visit some other places along the way. Disclaimer: There are affiliates in this post. Zsuzsanna Berencsi Counting Countries