POPULARITY
Categories
Pelaku kekerasan seksual wajib bayar ganti rugi (restitusi) ke korban? Harusnya iya. Tapi faktanya, LPSK mengungkapkan sekitar 65% pelaku tindak pidana kekerasan seksual ternyata tidak mampu membayar restitusi tersebut.Akibatnya, pemulihan hak korban jadi terhambat dan tidak berjalan optimal.Lalu, bagaimana bentuk kehadiran negara? Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2025, pemerintah memperkuat Dana Bantuan Korban (DBK) untuk menutupi celah ini. Tapi, apakah DBK bisa benar-benar jadi jawaban dan solusi nyata bagi pemulihan korban?Dengarkan pembahasan selengkapnya bersama narasumber : Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Sri Nurherwati. di episode kali ini!
Sunday Service @ Grace Chapel, BangaloreMessage by - Pastor Joji Koshy LaluFor any further information, visit us at : www.gracechapel.org.inor please write to - info@gracechapel.org.inYouTube/ word of his grace broadcastFaceBook/Instagram - gracechapelbgl
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai gaji kepala daerah saat ini belum sebanding dengan beban tugas maupun biaya operasional yang harus dikeluarkan selama menjabat. Karena itu, ia mengusulkan agar kepala daerah memperoleh insentif yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila berhasil meningkatkan penerimaan daerah. Selain mengusulkan insentif dari PAD, Tito juga membuka peluang untuk membahas peningkatan biaya operasional kepala daerah yang selama ini dinilai masih relatif rendah. Lalu, apakah skema ini tepat diterapkan? Bagaimana mekanisme agar insentif tidak justru mendorong kepala daerah hanya mengejar target PAD tanpa memperhatikan kualitas pelayanan publik? Pembasannya bersama Guru besar IPDN & Mantan Dirjen Otda Kemendagri periode 2010-2014, Prof. Djohermansyah Djohan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah dan Pengampunan DosaDiambil dari: Mazmur 130:3–4 “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”Wonder Kids, pernahkah kamu melakukan kesalahan lalu merasa takut? Mungkin kamu berbohong, membantah, marah, atau berbuat nakal. Setelah itu, hati kita jadi tidak tenang. Kita tahu kita sudah berbuat salah.Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa dosa itu serius. Dosa bukan hanya soal melanggar aturan orang tua atau guru. Dosa adalah melawan Tuhan yang sudah menciptakan kita dan mengasihi kita. Karena itu, kalau Tuhan menghitung semua dosa kita satu per satu, tidak ada satu pun dari kita yang bisa berkata, “Aku pasti aman.” Semua orang berdosa di hadapan Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, firman-Nya tidak berhenti sampai di situ. Mazmur 130 berkata, “Tetapi pada-Mu ada pengampunan.” Wah, indah sekali ya. Artinya, Tuhan bukan hanya Allah yang suci dan benar, tetapi juga Allah yang mau mengampuni orang berdosa yang datang kepada-Nya.Tentu, pengampunan itu bukan berarti dosa kita dianggap sepele. Dosa tetap jahat. Dosa tetap menyedihkan hati Tuhan. Tetapi Tuhan, dalam kasih-Nya, menyediakan jalan pengampunan bagi kita. Dan jalan itu ada di dalam Yesus. Karena Yesus mati menanggung dosa kita, kita bisa datang kepada Tuhan dan memohon ampun.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang saat kita berbuat salah, kita bisa ingin bersembunyi. Kita takut dimarahi. Kita malu. Tetapi Tuhan mau kita datang kepada-Nya dengan jujur. Mengaku dosa bukan berarti kita kalah. Mengaku dosa berarti kita percaya bahwa Tuhan itu benar dan Tuhan itu penuh belas kasihan.Kalau kamu hari ini merasa bersalah karena sesuatu, jangan simpan terus di hatimu. Bawalah itu kepada Tuhan. Katakan dengan jujur apa dosamu, lalu mintalah Tuhan mengampunimu. Tuhan senang pada hati yang mau bertobat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba pikirkan apakah ada dosa yang perlu kamu akui kepada Tuhan hari ini. Lalu berdoalah dengan jujur dan mintalah pengampunan-Nya. Kalau perlu, mintalah maaf juga kepada orang yang kamu sakiti.Mari kita berdoa: Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan jujur. Aku tahu aku sering berdosa. Terima kasih karena pada-Mu ada pengampunan. Tolong aku untuk berani mengaku dosa, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan itu suci, tetapi juga penuh pengampunan bagi anak yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Profil YesusDiambil dari: Yesaya 41:4 “Siapakah yang mengerjakan dan melakukan semuanya ini? Dia yang memanggil generasi-generasi sejak dari mulanya! Aku, TUHAN, adalah yang terdahulu dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.”Wonder Kids, kalau polisi sedang mencari seorang penjahat, mereka sering membuat gambaran tentang orang itu dari banyak petunjuk. Mereka melihat ciri-ciri, kebiasaan, dan hal-hal lain yang bisa menunjukkan siapa orang itu sebenarnya. Dari petunjuk-petunjuk itu, mereka menyusun “profil” orang yang sedang dicari.Nah, hari ini kita belajar sesuatu yang mirip. Waktu kita membaca Alkitab, kita juga bisa melihat “profil” tentang Allah. Alkitab menunjukkan bahwa Allah itu kekal, berkuasa, kudus, penuh kasih, tidak berubah, dan layak disembah. Lalu pertanyaannya: apakah Yesus cocok dengan profil itu?Jawabannya sangat menarik. Saat kita melihat hidup Yesus, kita menemukan bahwa Yesus menunjukkan banyak hal yang hanya cocok dengan Allah. Yesus berkuasa atas penyakit, atas roh jahat, atas alam, bahkan atas kematian. Yesus mengampuni dosa. Yesus menerima penyembahan. Yesus juga menunjukkan kasih, kekudusan, dan kebenaran yang sempurna. Jadi, semakin kita melihat “profil” tentang Allah dalam Alkitab, semakin kita melihat bahwa Yesus benar-benar cocok dengan gambaran itu.Ini berarti Yesus bukan sekadar guru yang hebat atau nabi yang istimewa. Yesus menunjukkan sifat-sifat yang hanya layak dimiliki Allah. Tentu, kita tidak bisa mengerti semua kebesaran Tuhan dengan sempurna. Tetapi Alkitab memberi cukup banyak petunjuk supaya kita mengenal bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah dan Tuhan yang sejati.Wonder Kids, kadang-kadang orang ingin memikirkan Yesus terlalu kecil. Mereka berkata, “Yesus itu orang baik saja,” atau “Yesus cuma guru.” Tetapi kalau kita sungguh memperhatikan semua bukti tentang hidup-Nya, perkataan-Nya, dan karya-Nya, kita tidak bisa berhenti pada jawaban sekecil itu. Yesus jauh lebih besar.Renungan ini juga mengajak kita untuk lebih sungguh-sungguh mengenal Yesus. Semakin kita membaca Alkitab, semakin kita melihat bahwa Yesus cocok dengan semua yang Allah nyatakan tentang diri-Nya. Dan itu membuat kita makin yakin bahwa percaya kepada Yesus bukanlah kesalahan, melainkan jawaban yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Bacalah satu kisah tentang Yesus hari ini, lalu tanyakan pada dirimu, “Apa yang kisah ini tunjukkan tentang siapa Yesus sebenarnya?”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui firman-Mu aku bisa makin mengenal siapa Engkau sebenarnya. Tolong aku supaya tidak memandang Engkau terlalu kecil, tetapi sungguh percaya bahwa Engkaulah Tuhan yang mulia dan layak diikuti. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: semakin kamu melihat siapa Allah itu dalam Alkitab, semakin kamu akan melihat bahwa Yesus sungguh cocok dengan gambaran itu. Tuhan Yesus memberkati.
Bismillah,Sering Teringat Dosa Masa Lalu, Salahkah?(I Often Remember Past Sins, is This Wrong?)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Tanya Jawab dari Kajian Wanita No. 216“Akhlak Tertinggi Ahli Surga”www.youtube.com/live/n6Fd9q3-qVI
Pengalihan penyidikan kasus yang menyeret mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah, dinilai sejumlah kalangan menyalahi ketentuan hukum acara pidana.Lalu, sejauh mana independensi dan keterbukaan Kejaksaan Agung dalam menangani kasus ini?Simak pembahasannya dalam Satu Meja The Forum: "Tangani Kasus Eks Jampidsus, Kenapa Kejagung Bukan KPK?"
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pembohong, Gila, atau Tuhan? Diambil dari: Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”Wonder Kids, ada seorang penulis Kristen bernama C.S. Lewis yang pernah menjelaskan sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ia berkata kira-kira begini: kalau Yesus berkata bahwa Dia adalah Anak Allah, maka hanya ada beberapa kemungkinan. Bisa saja Yesus berbohong. Bisa saja Yesus gila. Atau, memang Yesus benar-benar adalah Tuhan.Mari kita pikirkan bersama. Apakah Yesus berbohong? Tidak. Orang yang berbohong biasanya ingin mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Tetapi Yesus justru hidup dalam kasih, kebenaran, dan pengorbanan. Ia tidak memakai orang lain untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia malah rela menderita dan mati di kayu salib. Itu bukan hidup seorang pembohong.Lalu, apakah Yesus gila? Juga tidak. Yesus berbicara dengan hikmat yang luar biasa. Ia tenang, penuh kasih, tahu apa yang Ia lakukan, dan mengerti hati manusia. Hidup-Nya tidak kacau. Justru hidup Yesus sangat benar, indah, dan penuh kuasa. Itu bukan tanda orang yang kehilangan akal.Kalau begitu, tinggal satu jawaban yang paling masuk akal: Yesus berkata benar. Yesus memang adalah Tuhan. Yesus bukan hanya guru yang baik. Yesus bukan cuma orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang ingin membuat Yesus terasa “aman,” misalnya hanya menyebut-Nya guru yang bijaksana atau orang baik. Tetapi Yesus tidak memberi kita pilihan itu. Kalau kita sungguh mendengar perkataan-Nya, kita harus mengambil keputusan: apakah kita menolak-Nya, atau percaya kepada-Nya sebagai Tuhan?Firman Tuhan dalam Roma 10:9 berkata bahwa kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kita akan diselamatkan. Jadi, yang Tuhan mau bukan hanya kita kagum kepada Yesus, tetapi sungguh percaya kepada-Nya dengan hati dan mulut kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau bukan pembohong atau orang gila. Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku dan berani mengaku bahwa Engkaulah Tuhanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan pembohong atau orang gila, tetapi Tuhan yang sejati dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Punya garis keturunan, kedaulatan dan hak tidak menjamin seseorang dapat bertakhta, sebab perlu yang namanya perjuangan. Tidak semua orang dapat mencapai sebuah takhta dengan gampangnya tanpa adanya sebuah perjuangan. Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan berhak atas hidup kita semua, sebab semua kita diciptakan oleh Dia, karena semua kita milik-Nya. Dia berhak mengambil alih takhta hati kita, namun di saat yang sama semua kita diciptakan dan diberi 'kehendak bebas' untuk memilih siapa yang dapat menempati dan bertakhta atas hati kita. Apakah memilih menempatkan Allah sebagai raja di hati kita? Atau kita menginjinkan rival yang lain untuk menduduki takhta hati kita? Perjuangan yang tidak mudah untuk menaruh Allah bertakhta dalam hati kita, sebab tidak berarti tidak mungkin untuk dilakukan, sebab segala sesuatu mungkin jikalau kita mau mendisiplin diri kita untuk tetap menjadikan Dia sebagai raja di hati kita. Lalu pertanyaannya, siapa yang bertakhta atas hati kita saat ini? Seri kali ini menolong kita belajar, sebab semua kita pasti punya raja-raja yang lain, yang menjadi rival atas Allah, yang seharusnya menjadi satu-satunya raja di hati kita. Mari renungi bersama dalam Seri 1 - Bertakhta | Ps. Charles Bessie, Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Tidak semua yang berseru, “Tuhan, Tuhan,” akan masuk Surga, tetapi mereka yang melakukan kehendak Bapa.Lalu apa itu kehendak Bapa?Bukan sekadar perbuatan baik, tetapi hidup yang taat, percaya, dan selaras dengan hati-Nya.Simak obrolannya yang asyik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Agus Rianto hanya di OASIS (Obrolan Asyik Seputar Injil Surgawi).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sang Penghipnotis? Diambil dari: Yohanes 2:11 “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba menjelaskan mujizat Yesus dengan cara yang aneh. Mereka berkata, “Mungkin Yesus hanya menghipnotis orang.” Maksudnya, mereka berpikir bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh melakukan mujizat, tetapi hanya membuat orang-orang melihat atau merasakan sesuatu yang tidak benar-benar terjadi.Tetapi kalau kita membaca Alkitab dengan teliti, penjelasan itu tidak cocok. Dalam Yohanes 2, Yesus mengubah air menjadi anggur pada pesta pernikahan di Kana. Itu bukan mujizat yang terjadi hanya di dalam pikiran satu orang. Banyak orang terlibat di sana. Para pelayan tahu bahwa tempayan itu diisi air. Lalu air itu dibawa kepada pemimpin pesta, dan ia benar-benar mencicipinya sebagai anggur yang baik. Jadi ini bukan sekadar perasaan atau bayangan di kepala seseorang.Selain itu, banyak mujizat Yesus juga terjadi di depan banyak orang. Yesus menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, bahkan membangkitkan orang mati. Sulit sekali menjelaskan semua itu hanya dengan hipnotis. Apalagi Yesus juga melakukan mujizat atas alam, seperti meredakan badai. Angin dan ombak tidak bisa dihipnotis.Wonder Kids, renungan hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa Yesus itu nyata. Yesus tidak memakai tipu daya. Yesus tidak menipu orang supaya kelihatan hebat. Yesus melakukan tanda-tanda yang benar-benar menunjukkan kemuliaan-Nya. Mujizat-mujizat itu menolong orang melihat bahwa Yesus adalah Anak Allah yang datang dari Bapa.Tetapi yang paling penting bukan hanya kagum kepada mujizat-Nya. Yohanes 2:11 berkata bahwa lewat tanda itu, Yesus menyatakan kemuliaan-Nya dan murid-murid percaya kepada-Nya. Jadi tujuan mujizat Yesus adalah supaya orang mengenal siapa Dia sebenarnya dan percaya kepada-Nya.Kadang-kadang kita juga bisa tergoda untuk hanya mencari hal-hal yang luar biasa. Kita ingin sesuatu yang mengagetkan atau menakjubkan. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau kita melihat kemuliaan Yesus dan sungguh percaya kepada-Nya, entah saat kita melihat hal yang besar maupun saat kita belajar firman-Nya setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa kuasa-Mu nyata. Tolong aku bukan hanya kagum kepada-Mu, tetapi sungguh percaya dan mengasihi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak memakai tipu daya, tetapi menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Mu dengan nyata. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dan melihat bahwa Engkaulah Anak Allah yang mulia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan tipuan, tetapi tanda yang nyata bahwa Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa dan kemuliaan. Tuhan Yesus memberkati.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore, ditutup menguat tipis seiring adanya kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global. IHSG bertahan di level 6.000-an, setelah ditutup menguat 1,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.039,52.Lalu, bagaimana kondisi IHSG di pembukaan pada pagi hari ini? Bagaimana juga analisa perdagangan sepanjang hari ini? Kita telah tersambung dengan Ardhan Anugrah, dari Gedung Bursa Efek Indonesia.
Sedikitnya tujuh kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren terungkap di berbagai daerah sepanjang Mei hingga Juli 2026. Temuan ini memunculkan keprihatinan publik terhadap perlindungan anak di lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Lalu, bagaimana langkah Kementerian Agama dalam memperkuat pengawasan, pencegahan, dan penindakan terhadap pelaku? Simak penjelasan Direktur Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, dalam perbincangan bersama Radio Elshinta.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Efek PlaseboDiambil dari: Matius 13:58 “Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.”Wonder Kids, pernahkah kamu mendengar tentang plasebo? Plasebo adalah sesuatu yang kelihatannya seperti obat, padahal sebenarnya bukan obat sungguhan. Kadang-kadang orang bisa merasa lebih baik karena mereka percaya itu akan menolong mereka. Jadi, ada perubahan yang terjadi karena pikiran atau perasaan mereka.Lalu ada orang yang bertanya, “Apakah mujizat Yesus cuma seperti itu? Apakah orang-orang sembuh hanya karena mereka percaya atau berharap akan sembuh?” Pertanyaan itu terdengar pintar, tetapi kalau kita melihat cerita-cerita Alkitab dengan teliti, jawabannya tidak cukup sesederhana itu.Mengapa? Karena Yesus bukan hanya menyembuhkan orang yang sakit biasa atau orang yang gampang dipengaruhi pikirannya. Yesus juga menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, orang kerasukan, bahkan membangkitkan orang mati. Ada juga mujizat seperti meredakan badai dan berjalan di atas air. Itu semua tidak bisa dijelaskan hanya dengan sugesti atau perasaan seseorang.Selain itu, banyak penyembuhan yang dilakukan Yesus terjadi dengan cepat dan jelas. Orang lain bisa melihatnya. Jadi, mujizat Yesus bukan sekadar orang merasa sedikit lebih baik. Mujizat Yesus menunjukkan kuasa Allah yang nyata bekerja di dunia ini.Wonder Kids, ini penting karena kita jadi tahu bahwa Yesus sungguh Anak Allah. Yesus bukan cuma membuat orang merasa tenang atau berpikir positif. Yesus benar-benar punya kuasa atas sakit, alam, roh jahat, bahkan kematian. Karena itu, saat Yesus melakukan mujizat, Ia sedang menunjukkan siapa diri-Nya sebenarnya.Tetapi renungan ini juga mengingatkan kita bahwa iman bukan berarti kita mengatur Tuhan sesuka kita. Kita tidak percaya kepada Yesus hanya supaya semua masalah langsung hilang. Kita percaya kepada Yesus karena Dia adalah Tuhan yang sejati. Kadang Tuhan menyembuhkan, kadang Tuhan memberi kekuatan untuk bertahan. Tetapi apa pun yang Tuhan lakukan, Dia tetap baik dan berkuasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu sedang sakit, takut, atau punya masalah, datanglah kepada Tuhan dan berdoalah dengan jujur. Katakan, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup menolongku. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau punya kuasa yang nyata. Terima kasih karena mujizat-Mu menunjukkan bahwa Engkaulah Anak Allah. Tolong aku supaya tidak memandang Engkau kecil, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan sekadar membuat orang merasa lebih baik, tetapi menunjukkan kuasa Allah yang nyata dan mulia. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 Juli 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Nick Vujicic lahir tanpa tangan dan tanpa kaki. Waktu kecil dia sering dibully di sekolah. Dia sempat bertanya, "Tuhan, mengapa Engkau membuat aku seperti ini? Hidupku untuk apa? Pada umur 10 tahun dia mau bunuh diri. Tapi dia sadar dan mulai berpikir, "Kalau Tuhan bisa pakai segala sesuatu, berarti Dia juga bisa pakai tubuhku yang seperti ini." Nick kemudian belajar berenang, main bola, mengetik dengan jari kaki. Pelan-pelan dia mulai bicara di depan orang. Awalnya cuma 10 orang. Lalu 100, lalu ribuan orang. Sekarang Nick sudah keliling kepuluhan negara, menginspirasi jutaan orang. Dia berkata, "Saya tidak punya tangan untuk memeluk orang, tapi saya punya mulut untuk memberitahu mereka bahwa Tuhan mengasihi mereka." Yang tadinya dia menganggap dirinya sebagai kutukan, Tuhan ubah menjadi alat untuk mendatangkan kebaikan bagi banyak orang. "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu" artinya tidak ada kejadian yang kebetulan. Yang manis dan yang pahit, yang gagal dan yang berhasil, semua ada dalam tangan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan. Tuhan tidak mengatakan semua hal itu baik. Tapi Dia berjanji bisa mengubahnya menjadi lebih baik. Tuhan itu seperti seorang pelukis. Kita melihat coretan dari dekat. Tapi Tuhan sedang melukis gambar besar yang indah dari surga. Kita tidak perlu menunggu hidup menjadi "sempurna" dulu baru dipakai Tuhan. Mulai hari ini, bawalah semua kekurangan kita kepada Tuhan dan katakan pada-Nya, "Tuhan Engkau mau apa untuk hidupku ini? Aku siap untuk melakukan kehendak-Mu." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering bertanya "kenapa aku" saat ada masalah. Hari ini aku percaya bahwa Engkau turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Pakailah hidupku, kekuranganku, bahkan lukaku, untuk menjadi berkat bagi orang lain. Aku mau mengasihi-Mu dan percaya pada indahnya rencana-Mu. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Waikomo di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 7: 1-9; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.5-6.7-8; Matius 11: 20-24.MENGATASI KEKECEWAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengatasi Kekecewaan. Ada seorangremaja bernama Anto, ingin mengisi waktu di luar sekolah dengan latihan sepakbola. Ia mendaftarkan diri ke salah satu sekolah bola di dekat tempat iatinggal. Namun setelah dua minggu berlatih, ia berhenti dan pindah ke sekolahbola yang lain. Alasannya ialah bahwa ia sangat kecewa karena di sana tidak adasuasana saling memberi apresiasi dan mendukung kreativitas. Anto memiliki bakatbermain yang bagus tetapi ia tidak mendapat dukungan dari pelatih danteman-teman. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi kecewa dan dalamrenungan ini kita menyoroti faktor tidak ada apresiasi dan rasa bangga ataskebaikan dan kualitas yang kita miliki. Apresiasi adalah sama denganpenghargaan, mengindahkan, menghormati, mendukung dan memberikan perhatian.Ungkapan lain untuk ini ialah bersyukur. Orang yang bersyukur adalah dia yangmenghargai kebaikan dan kebenaran dan hidup di dalamnya. Bacaan-bacaan hari ini memberikan kita contoh pengalaman kekecewaan. Allahmengungkapkan kekecewaan atas Yerusalem bersama penguasa dan penduduknya, yangtidak mengandalkan kekuasaan Tuhan yang maha tinggi untuk menjaga dan membelamereka dari gangguan bangsa lain. Mereka kurang percaya kepada Tuhan, dandikuasai rasa takut serta ingin lari dari gertakan musuh. Yesus Kristus kecewaatas kota-kota yang telah menerima pengajaran dan kekuatan dari-Nya tetapimereka tak punya niat untuk bertobat. Menyertai rasa kecewa itu, Yesusmemberikan penegasan bahwa hukuman sudah disiapkan bagi mereka pada waktupenghakiman yang terakhir. Kita selalu menunjukkan rasa kecewa karena tidak ada apresiasi dan tidakada sikap bersyukur ini dalam berbagai bentuk seperti marah, teguran,peringatan bahkan perlawanan yang keras. Tak ada salah tentang ini. Yangpenting adalah ini sebagai tindakan untuk menyadarkan, mengingatkan dan membawaorang kembali kepada sikap bersyukur dan memberikan apresiasi. Kita selalumemiliki cara-cara seperti koreksi persaudaraan atau protes dengan cara sepertiyang dibuat oleh Anto tadi, supaya suasana hidup bersama yang kacau kembalimemberikan rasa betah dan salingmenerima satu terhadap yang lain. Lalu apa yang perlu dihindari dari sikap kecewa ini? Yang perlu kitahindari ialah kekecewaan yang mendorong seseorang untuk balas dendam, rencanajahat, atau menciptakan konflik dan perang. Ada kekecewaan yang konstruktifyang berguna untuk memperbaiki keadaan yang tidak beres dan kacau, dan ada jugakekecewaan yang menjurus destruktif, yaitu mendatangkan masalah yang lebihburuk. Jika kita selalu menggunakan kekecewaan kita yang konstruktif berartikita berkontribusi untuk memperbaiki dan membarui kehidupan kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha kuasa, kami bersyukur atas kebijaksanaan-Muuntuk menerangi jalan hidup kami, terutama ketika kami kecewa, sakit hati danputus asa. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Perubahan HidupDiambil dari: 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”Wonder Kids, ada satu bukti yang sangat kuat tentang siapa Yesus sebenarnya, yaitu hidup orang-orang yang diubah oleh-Nya. Banyak orang pada zaman Yesus, dan juga sesudah-Nya, berubah dengan sangat besar karena bertemu dengan Yesus. Orang yang tadinya takut menjadi berani. Orang yang tadinya jahat menjadi lembut. Orang yang tadinya hidup dalam dosa mulai belajar hidup benar.Mengapa perubahan itu penting? Karena perubahan seperti itu tidak terjadi hanya karena orang mendengar nasihat yang bagus. Memang nasihat yang baik bisa menolong, tetapi hati manusia tidak berubah hanya karena mendengar kata-kata indah. Kita butuh Tuhan bekerja di dalam hati kita. Dan itulah yang Yesus lakukan.Di Alkitab kita melihat banyak contohnya. Petrus yang pernah menyangkal Yesus kemudian menjadi saksi yang berani. Paulus yang dulu memusuhi orang Kristen berubah menjadi pemberita Injil. Banyak orang lain juga mengalami perubahan karena Yesus. Mereka bukan menjadi sempurna dalam sekejap, tetapi hidup mereka sungguh dibalikkan arahnya oleh Tuhan.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Mungkin kamu punya dosa yang susah ditinggalkan. Mungkin kamu mudah marah, suka membantah, iri hati, malas berdoa, atau tidak jujur. Kalau kamu datang kepada Yesus, Dia sanggup mengubah hidupmu. Mungkin tidak selalu langsung sempurna, tetapi Tuhan sungguh bekerja sedikit demi sedikit.Inilah yang diajarkan 2 Korintus 5:17. Siapa yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru. Artinya, Yesus bukan hanya mengampuni dosa kita, tetapi juga mulai membentuk hidup kita menjadi baru. Jadi, iman kepada Yesus bukan hanya soal tahu banyak hal tentang Dia. Iman kepada Yesus juga terlihat dari hidup yang terus diubahkan oleh-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu bagian hidupmu yang paling ingin kamu serahkan kepada Tuhan untuk diubah. Lalu berdoalah dengan jujur, “Tuhan Yesus, ubahlah aku di bagian ini.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sanggup mengubah hidup manusia. Tolong aku supaya tidak hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh datang kepada-Mu dan diubahkan oleh-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus yang sejati bukan hanya diketahui dengan pikiran, tetapi juga dikenali lewat hidup yang diubahkan oleh kuasa-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 Juli 2026Bacaan: "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." (Lukas 6:37)Renungan: Pada tahun 1947, Corrie ten Boom baru bebas dari kamp konsentrasi Nazi. Keluarganya dibunuh karena menyembunyikan orang Yahudi. Suatu hari setelah perang, ada seorang pria datang ke KKR yang dia pimpin. Pria itu dulu adalah penjaga kamp tempat adik Corrie meninggal. Dia ulurkan tangan dan berkata: "Bisakah anda mengampuni saya?" Sekujur tubuh Corrie kaku. Ingatan tentang adiknya, tentang kamar gas, semua kembali. Dalam hati dia berteriak: "Tuhan, aku tidak bisa!" Lalu dia berdoa singkat: "Yesus, tolong aku." Dan dengan kekuatan dari Tuhan, dia menjabat tangan pria itu. Air matanya jatuh. Beberapa tahun kemudian Corrie menulis: "Pengampunan adalah tindakan kehendak, bukan perasaan. Begitu kita mau mengampuni, Tuhan yang memberi rasa damainya." Ada tiga perintah yang saling terkait dalam bacaan Injil di atas. Pertama, "Janganlah kamu menghakimi" Berhentilah menjadi hakim atas hidup orang lain. Kita tidak tahu semua cerita di balik kesalahan orang tersebut. Kedua, "Janganlah kamu menghukum". Berhentilah membalas. Jangan memenjarakan orang dengan perkataan dan sikap dingin kita. Ketiga, "Ampunilah dan kamu akan diampuni". Inilah kuncinya. Ukuran pengampunan kita ke orang sama dengan ukuran pengampunan Tuhan ke kita. Yesus tidak berkata "lupakan kejahatan". Dia berkata "ampunilah". Orang yang terus menghakimi dan tidak mengampuni, dia yang paling tersiksa duluan. Corrie bisa menjabat tangan musuhnya bukan karena dia kuat. Tapi karena dia memilih taat dulu pada Tuhan, baru kemudian Tuhan memberinya kekuatan. Hari ini Yesus bertanya ke kita: "Ada nama siapa yang masih kau tahan di hatimu untuk diampuni?" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering cepat menghakimi dan lambat mengampuni. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku memilih mengampuni (sebutkan nama orang).... Isilah hatiku dengan kasih-Mu supaya aku bisa membebaskan orang lain, dan aku pun dibebaskan. Amin. (Dod).
Hati kita adalah sumber dari kehidupan. Kalau hati kita bersih, hati kita jernih dan dari sumber hati ini ialah hal yang baik maka apa yang Alkitab katakan, yaitu akan terpancar kehidupan. Aliran-aliran jiwa kita ditentukan dari keadaan hati kita. Itulah mengapa sangat penting untuk menaruh sumber yang tepat kepada siapa kita memberi sesuatu untuk berada di takhta hati kita. Lalu pertanyaannya mengapa hati? Mengapa Alkitab dan firman Allah sangat tertarik dengan hati? Sampai Yesus ketika datang ke dunia, Ia hanya tertarik kepada hati dan bukan penampilan, sebab Yesus tahu sumber kehidupan terpancar dari hati. Dalam kehidupan ini, apa yang kita kejar dan perbaiki? Apakah soal penampilan atau tentang hati kita? Mari sama-sama belajar dalam Seri 3 - Race & Grace, Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Sembilan kepala daerah terjaring KPK dalam enam bulan. Semua mata mengarah ke Tito sebagai Mendagri, terutama mata para anggota DPR. Lalu apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang paling dekat dengan masalah ini?
Polisi tengah menyidik dugaan korupsi dalam pengadaan dan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU yang diduga berlangsung sejak 2018 hingga 2026. Penyidik menduga terjadi manipulasi kualitas dan kuantitas batu bara, serta pembayaran yang tidak sesuai kontrak. Kasus ini diperkirakan merugikan negara hingga sekitar Rp5 triliun dan diduga berdampak pada terganggunya pasokan listrik di sejumlah wilayah. Lalu, bagaimana melihat dugaan korupsi ini dari sisi tata kelola sektor energi? Benarkah penyimpangan dalam rantai pasok batu bara dapat memengaruhi keandalan pembangkit hingga memicu pemadaman listrik? Talk bersama Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Hosea 11: 1b.3-4.8c-9; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16; Matius 10: 7-15.MENERIMA DENGAN CUMA-CUMA, MEMBERI JUGA CUMA-CUMA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menerima Dengan Cuma-Cuma, MemberiJuga Cuma-Cuma. Ada seorang bocah kelas 5 SD bertanya kepada ibunya: "Ma,mana yang duluan, memberi atau menerima?" Ibunya langsung menjawab,"Yang jelas memberi." Kata anak itu, "Kalau begitu berikan akuuang untuk membeli mainan." Kita semua sepatutnya setuju bahwa memberimemang yang pertama, karena hal ini adalah tindakan Tuhan terhadap kita. Hidupkita sebagai manusia dan karunia iman yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Di dalam Injil hari ini, tugas perutusan Yesus kepada para rasul ialahuntuk memberi, yaitu membawa nama Yesus kepada setiap orang dan menghadirkankerajaan-Nya untuk menyejahterakan mereka jiwa dan raga. Lalu pesan Yesuskepada mereka: Kalian telah menerima semua dari-Ku sebagai karunia cuma-cuma.Maka ketika kalian memberikan semua itu, harus juga dengan cuma-cuma. Contoh,para rasul mendapatkan pengetahuan tentang Allah dan rahasia-Nya secara gratis,maka mereka hendaknya mewartakan itu dengan gratis pula. Mereka tidak bolehmengambil keuntungan apa pun kegiatan pewartaan itu. Rahmat dan karunia yang gratis ini sejak dahulu sebelum zamannya pararasul, telah dialami oleh bangsa Israel yang mendapat segala perbuatan baikAllah yang membela, memelihara dan membesarkan mereka. Bahkan, menurut NabiAmos, ketika bangsa ini sangat menderita sebagai tawanan di Babel, Tuhan Allahjuga berbelas kasih kepada mereka. Tuhan mengangkat semua bentuk hukuman kepadamereka dan kembali mengasihani mereka. Oleh karena itu mereka harus mengikuticontoh dari Tuhan untuk selalu berbuat baik pertama-tama di antara mereka dankemudian kepada bangsa-bangsa lain. Menerima cuma-cuma dan memberi juga cuma-cuma merupakan cara kita meniruTuhan Yesus. Kita juga meniru Bunda Maria, Santo Yusuf, para rasul, santoPaulus, Yohanes Pembaptis dan semua orang kudus lainnya. Orang tua kita sendirijuga telah menjalani gaya hidup ini, karena mereka memberikan segala sesuatudemi kita masing-masing dan tak pernah mereka meminta balasan atau bayaran.Justru yang sangat tidak terpuji ialah jika ada anak-anak yang mestinyamembalas orang tua dengan menyenangkan mereka, tetapi sebaliknya menyusahkanbahkan menyakiti mereka sampai kematian mereka. Jadi pesan bijaksana hari ini adalah: kita hendaknya tetap dalam jalanYesus Kristus, yaitu karena kita telah menerima begitu banyak dan cuma-cumadari mana pun dan siapa pun, maka kita harus memberi dengan cuma-cuma juga.Jangan sampai terjadi bahwa kita hanya ingin untuk diberi dan dilayani sesuaidengan keinginan kita, sementara itu kita membatasi diri untuk memberi apa yangseharusnya dapat kita berikan kepada Tuhan dan sesama kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, kuatkanlah kami dengan Roh-Mu,yaitu semangat dalam pelayanan yang tanpa pamrih, sehingga berkat-Mu menjadinyata bagi kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Pati, Sudewo, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang dengan agenda pemeriksaan saksi. Persidangan berlangsung di tengah pengamanan ketat aparat kepolisian, menyusul adanya potensi mobilisasi massa pendukung di sekitar area pengadilan. Pihak pengadilan tetap memberikan ruang bagi penyampaian aspirasi publik, namun dengan sejumlah pembatasan ketat seperti larangan penggunaan pengeras suara yang mengganggu jalannya persidangan serta aturan agar aksi tidak menghambat perkara lain yang juga disidangkan di lokasi yang sama.Situasi ini kembali memunculkan perhatian publik, mengingat pada sidang sebelumnya sempat terjadi ketegangan hingga berujung kericuhan di area pengadilan. Di sisi lain, perkara yang disidangkan juga menyangkut dugaan suap, gratifikasi, hingga pemerasan dengan nilai miliaran rupiah, yang membuat atensi masyarakat terhadap jalannya persidangan semakin tinggi.Lalu, bagaimana hukum memandang pengaturan aksi massa di sekitar pengadilan dalam kasus-kasus berprofil tinggi seperti ini? ::NS:: Pakar Hukum Pidana sekaligus Dosen Fakultas Hukum UNDIP/ Gaza Carumna Iskadrenda//
Stem cell atau sel punca adalah sel khusus yang mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel baru untuk menggantikan sel tubuh yang rusak.Terapi stem cell saat ini banyak dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan, memperlambat penuaan, mengurangi nyeri sendi, hingga membantu pemulihan dari penyakit kronis.Di Mitra Keluarga, terapi stem cell dilakukan secara aman karena sudah tersertifikasi BPOM dan Kemenkes, serta tidak mengandung DNA hewan.Lalu, bagaimana cara kerja stem cell di dalam tubuh, dan siapa saja yang dapat menjalani terapi ini?Simak penjelasan lengkap dr. Paskalis Andrew Gunawan, Sp.PD, Subsp.Ger(K), FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri Mitra Keluarga Kemayoran, dalam video berikut!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Tidak Malu Menyatakan Siapa Diri-NyaDiambil dari: Yohanes 13:13 “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus sebenarnya tidak pernah dengan jelas menyatakan siapa diri-Nya. Mereka berpikir bahwa murid-murid Yesus saja yang membuat Yesus terlihat lebih besar daripada kenyataannya. Tetapi kalau kita membaca Injil Yohanes, kita melihat bahwa hal itu tidak benar.Di Injil Yohanes, Yesus berbicara dengan sangat jelas tentang siapa diri-Nya. Misalnya, Yesus berkata, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu di Yohanes 13:13, Yesus berkata bahwa Ia memang adalah Guru dan Tuhan. Di bagian lain, Yesus juga berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” Jadi, Yesus tidak malu atau ragu untuk menyatakan identitas-Nya.Tentu, Yesus tidak berdiri sambil berteriak-teriak supaya semua orang kagum. Tetapi melalui perkataan dan perbuatan-Nya, Yesus menunjukkan dengan jelas bahwa Dia lebih dari sekadar manusia biasa. Yesus tahu siapa diri-Nya. Yesus datang dari Bapa, berbicara dengan otoritas Allah, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau Yesus tahu diri-Nya hanya manusia biasa, tetapi berkata seperti itu, maka itu salah besar. Tetapi karena Yesus benar-benar adalah Tuhan, maka perkataan-Nya itu benar. Jadi saat Yesus berkata bahwa Ia adalah Guru dan Tuhan, kita harus mendengarkan-Nya dengan sungguh-sungguh.Renungan ini juga mengingatkan kita tentang hidup kita. Anak Tuhan juga dipanggil untuk tidak malu mengikut Yesus. Kita memang tidak boleh sombong, tetapi kita juga tidak perlu malu menunjukkan bahwa kita milik Kristus. Tentu caranya bukan dengan pamer, melainkan lewat hidup yang berbeda: berkata jujur, mengasihi orang lain, mau mengampuni, dan hidup taat kepada Tuhan.Saat orang melihat hidup kita, mereka seharusnya bisa melihat bahwa kita mengasihi Yesus. Bukan karena kita berteriak-teriak tentang diri kita, tetapi karena hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu cara sederhana untuk menunjukkan bahwa kamu milik Yesus hari ini, misalnya berkata jujur, menolong teman, atau tidak ikut-ikutan berbuat salah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau dengan jelas menyatakan siapa diri-Mu. Tolong aku supaya sungguh percaya bahwa Engkaulah Guru dan Tuhanku. Ajarku juga untuk tidak malu menjadi milik-Mu dan hidup dengan cara yang menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak malu menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan, jadi kita pun tidak perlu malu untuk hidup sebagai milik-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Temuan produk minyak goreng subsidi MinyaKita yang dilaporkan berbau minyak tanah atau solar menimbulkan keresahan di masyarakat. Produk yang diduga bermasalah telah ditarik dari peredaran di sejumlah wilayah Jawa Tengah setelah adanya hasil uji laboratorium dan tindak lanjut dari Bulog. Namun, publik masih menunggu penjelasan yang transparan mengenai penyebab pasti munculnya dugaan pencemaran tersebut serta jaminan agar kasus serupa tidak kembali terulang.Lalu, sejauh mana perlindungan terhadap hak-hak konsumen dalam kasus ini? Bagaimana tanggung jawab produsen dan pemerintah terhadap masyarakat yang telah terlanjur membeli atau mengonsumsi produk tersebut? Simak Wawancara Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah, Abdun Mufid.
Khutbah Jum'at - Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc., hafizahullahu.Judul : Cara Membersihkan Jiwa.Sumber : Youtube.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Sebutan “Abba”Diambil dari: Lukas 2:49 “Jawab-Nya kepada mereka: ‘Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?'”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat indah tentang Tuhan Yesus. Waktu Yesus masih berumur dua belas tahun, Ia pergi ke Bait Allah di Yerusalem. Saat Maria dan Yusuf mencari-Nya, Yesus berkata, “Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Dari perkataan ini, kita melihat bahwa Yesus memiliki hubungan yang sangat istimewa dengan Allah Bapa.Pada zaman itu, orang Yahudi memang mengenal Allah sebagai Bapa bagi umat-Nya. Tetapi Yesus berbicara dengan cara yang sangat dekat dan pribadi. Yesus tidak sedang berkata bahwa Allah adalah Bapa seperti semua orang bisa berkata begitu dengan cara yang sama. Yesus menunjukkan bahwa Ia mengenal Allah sebagai Bapa-Nya dengan cara yang sangat khusus.Lalu di bagian-bagian lain, Yesus juga sering berdoa kepada Bapa. Yesus mengajar murid-murid-Nya untuk mengenal Allah sebagai Bapa, tetapi hubungan Yesus dengan Bapa tetap unik. Yesus adalah Anak Allah. Jadi saat Yesus menyebut Allah sebagai Bapa-Nya, Yesus sedang menunjukkan siapa diri-Nya sebenarnya.Ini penting sekali, Wonder Kids. Yesus bukan sekadar orang baik yang dekat dengan Tuhan. Yesus adalah Anak Allah yang mengenal Bapa dengan sempurna. Karena itu, saat Yesus datang ke dunia, Yesus bukan hanya membawa pesan dari Allah. Yesus datang dari Bapa untuk menyatakan siapa Allah itu kepada kita.Dan ada kabar yang sangat indah juga untuk kita. Karena Yesus datang menyelamatkan kita, kita yang percaya kepada-Nya juga boleh datang kepada Allah sebagai Bapa. Bukan karena kita memang pantas, tetapi karena Yesus membuka jalan bagi kita. Jadi kalau kamu percaya kepada Yesus, kamu tidak perlu takut datang kepada Allah. Kamu boleh berdoa kepada-Nya dan tahu bahwa Dia mengasihimu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Waktu kamu berdoa hari ini, mulailah dengan berkata, “Bapa di surga, terima kasih karena melalui Yesus aku boleh datang kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Anak Allah yang datang dari Bapa. Terima kasih karena melalui Engkau aku boleh mengenal Allah sebagai Bapaku di surga. Tolong aku supaya makin mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah Anak Allah yang sejati, dan melalui Dia kita boleh datang kepada Allah sebagai Bapa yang mengasihi kita. Tuhan Yesus memberkati.
Berhala modern saat ini, ialah sesuatu yang kita kejar saat ini dengan alasan untuk sesuatu yang kita perlu, kebutuhan, keinginan, sesuatu yang sebenarnya tidak masalah dalam setiap pengejaran tersebut, namun yang menjadi masalah ialah ketika kita mengejar hal tersebut lalu hal-hal rohani berupa ibadah, waktu dengan Tuhan, hubungan yang dahulu pernah kita bangun bersama Dia kini tergeser oleh pengejaran-pengejaran yang dunia tawarkan kepada kita saat ini. Kita lupa bahwa, hidup bukan hanya soal apa yang kita kejar di bawah kolong langit dan di bawah sinar matahari ini, tetapi tentang kehidupan kekal yang tersedia di atas "matahari." Semua kita saat ini punya yang namanya "penyembahan berhala modern." Tetapi yang menjadi persoalan ialah ketika hal itu menjadi biasa dan hal rohani sudah menjadi asing dan dingin bagi kita. Lalu apa "penyembahan berhala modern" kita saat ini? Jika ada banyak dari kita yang belum mengetahui hal tersebut, maka seri ini menolong kita meresponi baik-baik setiap pengejaran-pengejaran kita yang sudah melenceng jauh dari yang Allah mau di hidup kita. Mari simak dalam Seri 2 - Race & Grace | Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan & Tuhan Yesus memberkati.
Belakangan ini, kekhawatiran terhadap masa depan industri manufaktur Indonesia kembali mencuat. Sejumlah investor asing dikabarkan mulai melirik Vietnam sebagai tujuan investasi baru. Faktor biaya produksi yang semakin tinggi, persoalan birokrasi yang dinilai belum sepenuhnya efisien, hingga ekosistem industri yang lebih matang di negara tetangga menjadi beberapa alasan yang sering disebut dalam berbagai kajian. Lalu apa kata Pakar Pengamat Hubungan Internasional & Investasi, Zenzia Sianica Ihza?
Fenomena calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri namun akhirnya tidak melakukan daftar ulang kembali menjadi perhatian. Dalam rapat bersama Komisi X DPR, sempat mencuat informasi mengenai puluhan ribu calon mahasiswa yang mundur, meski Panitia SNPMB menegaskan angka tersebut merupakan akumulasi seluruh jalur seleksi dan bukan hanya jalur SNBP. Di sejumlah kampus, seperti Universitas Tidar dan Universitas Jenderal Soedirman, memang tercatat ada calon mahasiswa yang memilih tidak melanjutkan proses registrasi dengan berbagai kemungkinan alasan, mulai dari diterima di perguruan tinggi lain, sekolah kedinasan, hingga faktor ekonomi.Lalu, bagaimana fenomena ini dibaca dari perspektif pendidikan tinggi? Dan evaluasi apa yang perlu dilakukan agar kursi di perguruan tinggi negeri dapat dimanfaatkan secara lebih optimal?::NS:: Pengamat Pendidikan UIN Walisongo Semarang / Dr. Saekan Muchith
Kematian lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih saat mengikuti program pelatihan dasar militer memicu perhatian publik dan pemerintah. Kementerian Pertahanan, Kementerian Hak Asasi Manusia, serta Ombudsman RI kini tengah mengusut tuntas penyebab meninggalnya para peserta pelatihan tersebut. Peristiwa ini menimbulkan sejumlah pertanyaan, mulai dari urgensi pelatihan bercorak militer bagi calon pengelola koperasi, standar keselamatan dan pengawasan selama pelatihan, hingga aspek perlindungan hak asasi manusia bagi peserta. Lalu, bagaimana seharusnya negara menempatkan program pembinaan sumber daya manusia sipil yang melibatkan pendekatan militer, dan pelajaran apa yang harus diambil dari peristiwa ini? NS : Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Suara dari SurgaDiambil dari: Matius 3:17 “Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.'”Wonder Kids, pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya kalau tiba-tiba terdengar suara dari surga? Pasti semua orang akan diam dan mendengarkan. Nah, itu benar-benar pernah terjadi saat Tuhan Yesus dibaptis. Ketika Yesus keluar dari air, langit terbuka, Roh Allah turun seperti burung merpati, lalu terdengar suara dari surga. Suara itu berkata bahwa Yesus adalah Anak Allah yang dikasihi Bapa.Peristiwa ini sangat penting, karena Tuhan sendiri yang memberi kesaksian tentang siapa Yesus. Jadi, kita tidak perlu menebak-nebak siapa Yesus sebenarnya. Bapa di surga sudah menyatakannya dengan jelas: Yesus adalah Anak-Nya yang dikasihi. Ini berarti Yesus bukan hanya guru yang baik, bukan hanya nabi, dan bukan hanya orang hebat. Yesus adalah Anak Allah.Di bagian lain, suara dari surga juga terdengar lagi saat Yesus dimuliakan di atas gunung. Jadi, Tuhan Bapa benar-benar memberi kesaksian berulang kali tentang Yesus. Wah, luar biasa ya. Kalau Allah sendiri sudah memberi kesaksian, maka kita seharusnya sungguh-sungguh mendengarkan dan percaya kepada Yesus.Tetapi ada satu hal yang menyedihkan. Saat Yesus disalibkan, tidak ada suara dari surga yang terdengar untuk menghentikan semua penderitaan itu. Mengapa? Karena Yesus memang harus menanggung hukuman dosa kita. Di kayu salib, Yesus rela menderita supaya kita bisa diampuni. Jadi, Anak yang dikasihi Bapa itu rela menyerahkan diri-Nya demi keselamatan kita.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa iman kita kepada Yesus punya dasar yang kuat. Kita percaya kepada Yesus bukan karena ikut-ikutan orang lain, tetapi karena firman Tuhan dan kesaksian Allah sendiri menunjukkan siapa Yesus itu. Dan kalau Bapa berkata bahwa Yesus adalah Anak-Nya yang dikasihi, maka kita juga harus datang kepada Yesus dengan hormat, kasih, dan iman.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah. Tolong aku mendengarkan-Mu dan mengikut Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Anak Allah yang dikasihi Bapa. Terima kasih karena Engkau rela datang dan mati bagiku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dan mau mendengarkan firman-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau Bapa di surga sudah menyatakan bahwa Yesus adalah Anak-Nya, maka kita bisa percaya kepada Yesus dengan penuh keyakinan. Tuhan Yesus memberkati.
Pdt. Ferry Felani (TB) Matius 12: 13-14Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain. Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
KATA PEMRED #41PinterPolitik.comSenja turun pelan di sebuah kantor yang mulai dikosongkan. Para pegawai pulang satu per satu. Sebuah lampu meja di sudut ruangan lupa dimatikan, dan cahayanya yang kuning jatuh ke atas setumpuk kertas. Kertas itu tidak disentuh siapa pun. Ia hanya menunggu.Malam berjalan tanpa peristiwa. Tidak ada tangan yang datang, tidak ada langkah di koridor, tidak ada tinta yang dibubuhkan. Hanya jarum jam yang bergerak di dinding, pelan dan setia. Lalu pagi tiba. Kertas yang sama, yang semalam hanya benda mati di atas meja, kini memiliki bobot yang tidak ia punya kemarin. Sesuatu telah terjadi justru karena tidak ada yang terjadi.
KATA PEMRED #40PinterPolitik.comSelama berminggu-minggu, air tersempit di dunia nyaris tanpa suara. Tanker-tanker berhenti. Layar radar di anjungan kapal kosong, seperti jalan tol yang ditinggalkan di tengah malam. Laut yang biasanya berisik oleh mesin diesel raksasa berubah menjadi cermin. Lalu, pada satu pagi di bulan Juni, sebuah kalimat dilemparkan ke dunia dari layar sebuah telepon. Nyalakan mesin kalian. Dan laut itu bangun kembali.
Season 01: Kitab Rut, Episode 09: Rut 3:1-18Naomi semula melihat kematian orang-orang yang dikasihinya sebagai titik akhir; tetapi Allah di dalam kasih setia-Nya sanggup menebus ratapan kematian menjadi awal pengharapan, dan kepahitan menjadi keindahan. Di balik kisah kecil Naomi, Rut, dan Boas, ada bayang-bayang penebusan oleh Kristus: Kematian dan kebangkitan-Nya membuat pengharapan kita -- umat tebusan-Nya -- tidak mungkin ditelan oleh kegelapan kematian. Lalu, sudahkah kita menghidupi bagian kita dalam kisah besar penebusan Allah bagi dunia ini?===PODCAST BIBLE DELIGHT - Menikmati Firman Tuhan melalui penggalian suatu Kitab, bagian demi bagian, dalam kaitannya dengan realita kehidupan kita. Mari ikuti Bible Delight, untuk memperlimpah renungan pribadi, ataupun mendiskusikannya dalam Kelompok Kecil Tumbuh Bersama.Pdt. Rudy Phen, Samuel Pamudji, Lisa Veronica PandeirotSaksikan juga Bible Delight Episode ini di:https://grii.to/BibleDelightS1E09
KATA PEMRED #37PinterPolitik.comPonsel itu retak di sudut kanan atas. Layarnya tidak pernah berhenti menyala. Ibu-ibu sedang ramai memperdebatkan harga cabai di grup chat keluarga. Seorang keponakan baru saja mengirim foto makan siangnya. Lalu, di sela percakapan itu, sebuah iklan melintas. Muncul kurang dari 1 detik, lalu hilang. Tidak ada yang mengkliknya. Tidak ada yang mengingatnya. Percakapan berlanjut seperti biasa.Iklan semacam itu melintas jutaan kali setiap hari di layar orang Indonesia. Baru pada Desember 2025 para peneliti keamanan menemukan apa yang bisa menumpang di baliknya.
Pdt. Rubin Ong (TB) 2 Samuel 5:19-20bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: "TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.
Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapa pun.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 5 Juni 2026Bacaan: Tetapi la berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." (Lukas 11:28)Renungan: Biksu Matthieu Ricard disebut oleh beberapa ilmuwan dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat, sebagai orang yang paling bahagia yang pernah mereka uji. Rahasianya terletak pada meditasi. Meditasi adalah kunci untuk melatih otak. Ricard mengatakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang melatih otaknya. Lalu, apa yang dipikirkan Ricard saat bermeditasi? Hasil scan otak menunjukkan bahwa ketika Ricard merenungkan kasih sayang, otaknya menghasilkan gelombang gamma. Gelombang ini erat kaitannya dengan kesadaran, perhatian, pembelajaran, dan memori. Gelombang inilah yang memicu seseorang merasakan kebahagiaan dan mengurangi kecenderungan terhadap hal negatif. Para peneliti menyebutnya sebagai neuroplastisitas dan mereka menganggap hal ini sungguh luar biasa. Dunia mengakui bahwa kebahagiaan bisa diraih dengan meditasi, dengan merenungkan kasih sayang, menenangkan diri, dsb. Bagaimana kata firman Tuhan mengenai kebahagiaan? Alkitab kaya sekali dengan kata "berbahagia". Salah satunya yang Tuhan Yesus katakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya. Meditasi bagi orang Kristen adalah sarana merenungkan firman Tuhan, bukan jalan untuk memperoleh kebahagiaan. Sedangkan kebahagiaan itu sendiri akan diperoleh ketika kita mampu menjaga keseimbangan antara merenungkan firman-Nya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Demikianlah, merenungkan firman Tuhan saja belumlah cukup, karena firman itu harus dilakukan agar utuh dan sempurna. Tuhan Yesus berfirman bahwa orang yang berbahagia bukanlah orang yang sekadar mendengarkan firman, tetapi juga yang mau melakukannya dengan taat dan setia. Apakah hidup kita sudah bahagia? Apakah kita sudah pantas disebut sebagai orang paling bahagia di dunia ini? Jika belum, marilah kita hari ini memperhatikan dan melakukan sabda-Nya dengan taat dan setia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap firman yang boleh aku baca setiap hari. Bantulah aku agar firman yang kubaca dapat ku laksanakan dalam hidupku sehari-hari, sehingga sukacita-Mu dapat tinggal di dalam hatiku. Amin. (Dod).
Prabowo Subianto punya kebiasaan yang tak bisa diabaikan: ia kerap menyebut angka-angka spesifik dalam pidatonya. Terbaru, ia meresmikan 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Nganjuk dan menyinggung angka 8 (dari 1+0+6+1) — simbol kesinambungan (continuity). “Delapan itu garisnya tidak pernah putus,” ujarnya. Bukan kebetulan: Prabowo adalah Presiden RI ke-8, dan angka 8 sudah menjadi jangkarnya sejak bergabung di Sandi 81. Lalu, apa makna di balik kepemimpinan yang percaya angka keberuntungan?
Di luar perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada hajat
Sunday Service @ Grace Chapel, BangaloreWith Pastor Joji Koshy LaluFor any further information, visit us at : www.gracechapel.org.inor please write to - info@gracechapel.org.inYouTube/ word of his grace broadcastFaceBook/Instagram - gracechapelbglrFaceBook/Instagram - superteensclubFor tithes and offerings, Pls use the below bank details : Name -Grace Chapel Acc No- 520101011534520IFSC code - UBIN0906204Type of Account- Savings Account Bank- Union Bank of India , Branch- Koramangala
May 28th: The Chop Chop Lady (Lucila Lalu) (1967) Infamy doesn't grant justice. On May 28th 1967 a woman's murder came to light in a truly horrific manner. A case that, while infamous, remains unsolved to this day. *Suggested by Perrie* https://dokumentaryonijuantagalog.weebly.com/lucila-lalu.html, https://www.reddit.com/r/FilipinoTrueCrime/comments/1b4h46g/lucila_lalu_the_original_chopchop_lady/, https://true-crime.quora.com/The-murder-of-Lucila-Lalu, https://didoisux.wordpress.com/2016/01/16/lucila-lalu-the-original-chop-chop-lady/, https://chicagoreader.com/arts-culture/fall-books-special-my-dad-did-it/ Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices
Hampir tiga dekade setelah laporan penting Bringing Them Home tentang Generasi yang Dicuri, pemerintah baru mengimplementasikan enam persen dari rekomendasi tersebut.
TERKUAK! VIRAL! SAATNYA MATI, LALU?Persekutuan Usia Emas - GRII PUSAT"BILA SAATKU TIBA"Kamis, 23 April 2026Apa beda kelahiran dengan kematian? Apa yang terjadi saat AJAL kita tiba? Kapan AJAL kita tiba? Kalau saatnya mati, lalu apa yang harus kita perbuat? Mari temukan jawabannya dalam khotbah kali ini.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Mei 2026Bacaan: "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia." (Matius 4:20)Renungan: Seorang pria menolak setiap kali ia diajak oleh sahabat-sahabatnya untuk pergi ke gereja. "Aku sibuk bekerja. Aku tidak punya waktu," katanya. Sehari-hari pria itu mengelola toko sembako. la tidak mau libur pada hari Minggu, karena pada hari inilah para pengunjung sangat ramai. Itu sebabnya, bagi pria tersebut pergi gereja pada hari Minggu seperti melewatkan keuntungan yang sangat besar. Berbeda dengan pria tersebut, saat Yesus berjalan menyusuri danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara Simon Petrus dan Andreas. Keduanya nelayan, sedang menebar jala untuk menangkap ikan. Kata Yesus kepadanya, "Mari, ikutlah Aku." Segera mereka meninggalkan jalanya untuk mengikut Yesus. Kemudian dilihat-Nya juga dua bersaudara lain, Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala mereka. Yesus memanggil mereka, lalu segera mereka meninggalkan perahu. Persamaan mereka adalah kaki mereka tidak terjerat jala. Jala adalah alat untuk menangkap ikan. Dalam kehidupan sehari-hari jala digambarkan sebagai berkat Tuhan. Menakjubkan saat dipanggil oleh Yesus, mereka segera mengikut Yesus. Sementara saat ini banyak orang percaya kakinya 'terjerat jala. Setiap hari terlalu sibuk mengejar berkat sampai tidak punya waktu untuk beribadah, apalagi melayani Tuhan. Berkat seolah menahan kaki hingga tidak bisa melangkah memenuhi panggilan Tuhan atas hidup mereka. Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing. Apapun panggilan Tuhan, ketahuilah ada hal-hal mulia yang Tuhan ingin kita lakukan dalam panggilan tersebut. Itu sebabnya, dalam mengikut Kristus jangan biarkan diri terlalu sibuk mengejar berkat. Namun, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan..." (Mat. 6:33). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas berkat-berkat itu dengan cara meluangkan waktuku yang terbaik untuk senantiasa berkencan dengan-Mu dan melayani-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 25 Mei 2026Bacaan: "Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)Renungan: Pascabayar dan prabayakit kedua istilah ini pasti tidak asing bagi kita, para pengguna telepon seluler atau jaringan internet tanpa kabel. Ya, ini adalah sistem pembayaran tagihan pulsa atau kuota kita. Mau bayar di muka atau bayar belakangan? Diri sendirilah yang menentukan pilihan. Namun, tahukah kita bahwa sistem pembayaran ini juga dipakai ketika kita menerima berkat dan melakukan dosa? Bacaan di atas menyatakan dengan jelas bahwa berkat itu datang dan menjadi bagian kita, kalau kita mendengarkan suara-Nya. Berkat itu ada syaratnya. Berkat itu ada harga yang harus dibayar di muka sebelum menerimanya. Jadi, tidak ada berkat yang dinikmati dahulu baru dibayar harganya. Tidak ada berkat yang gratis dan seenak kita dalam menggunakannya. Lain halnya dengan dosa bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena keinginan itu menyeret dan memikatnya (Yak. 1:14-15). Kalau keinginan itu memikat pasti keinginan itu menyenangkan, indah, dan memuaskan. Namun, jika keinginan yang memikat itu dibuahi dalam perbuatan, muncullah dosa. Lalu, dari dosa lahirlah maut. Dosa itu membayarnya selalu belakangan, karena dosa selalu menawarkan kenikmatan, kesenangan, kepuasan, dll. Itu sebabnya dosa selalu memikat manusia. Awalnya memang enak, tetapi akhirnya harus membayar mahal bahkan membayar dengan maut. Bagaimana dengan diri sendiri? Setelah membaca firman Tuhan dan renungan pagi ini, kiranya kita lebih menyukai berkat ketimbang dosa. Sekalipun untuk memperoleh berkat, kita harus membayar harganya dahulu, yaitu ketaatan serta kesetiaan kepada Tuhan dan firman-Nya. Pertanyaan sekali lagi untuk kita, pilih pascabayar atau prabayar? Pilih dosa atau berkat? Mari kita jalani kehidupan penuh berkat dengan membayarnya lebih dahulu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat, agar sebelum aku bertindak, aku senantiasa menyadari bahwa aku adalah anak-Mu, sehingga apa yang kulakukan seperti yang Kau inginkan. Amin. (Dod).
Episode: Best of Sun Moon Lake, Taiwan Welcome to Dr. Mary Travelbest's 5 Steps to Solo Travel Guide for people like you who need extra support traveling (slowly) one at a time. We've been helping women find travel memories since 1993 and traveling solo since 1972. Please share the memories we create and tell a friend about them. I appreciate your feedback and travel questions. FAQ Should I use public transportation abroad? Episode: Sun Moon Lake, Taiwan Lesson Learned: Don't schedule everything Day 1 Travel Tip: Trust your gut instincts, if unsure, pivot fast. FAQ Response: Should I use public transportation abroad? Yes, you should try it at least, but not in rush hour with all of your luggage. One way to test it out is to try it early morning, before rushing workers get on, but while it's still light outside. Most times, you only need a card to swipe, and you can add money to the card when you need to. Your first care purchase is often at a self-service kiosk, and usually there is English translations here. Go for it and try. Episode: Sun Moon Lake, Taiwan Special episode: Sun Moon Lake, Taiwan March 2025 was my first visit to this scenic region, which reminded me of Lake Tahoe, California. I had to refer to my notes, which could be helpful to you. Arrive in Taoyuan airport and take the train to the Taipei Main Station and take the HSR train to Taichung City which comes about every 30 minutes and takes about an hour. Bus to Sun Moon Lake, which comes at least hourly. The total cost to get there is about $25, and it takes about 3 hours. To drive, you would take about 2.5 hours and save a few dollars. Where to Stay? There are several hotels and resorts. My room at the Harbor Resort was not ready when I arrived, so I walked around the lake in the meantime. Here are a few other places, the most expensive one listed first. Luxury/Comfort: Fleur de Chine Hotel – thermal spa access, lakeside views, wellness focus Midrange/Solo-Friendly: The Crystal Resort or Hotel Del Lago – walking distance to bike paths and pier Budget/Unique: Sun Moon Lake Youth Activity Center – traditional wooden lodge vibes Sun Moon Lake Itinerary (4 Days) Day 1 – Afternoon: Arrive via bus to the (Shoe-is-he) Shuishe Pier area Check in + light walk along the Shuishe Lakeside Trail (flat, peaceful) Evening: Early dinner of local fish and mountain vegetables at Full House Resort Restaurant or a local restaurant nearby. Sunset viewing from Wenwu Temple stairs (lit up at night) local tea tasting at Sun Moon Lake Antique Assam Tea Farm Day 2 – Biking the Lake & Culture Morning: Rent an e-bike or mountain bike and ride the Sun Moon Lake Cycle Route — voted one of the top cycling paths globally Stop at: Ci'en Pagoda, Xiangshan Visitor Center, and (May-he) Meihe Garden Full loop is ~29km; consider a half-loop if you're feeling leisurely. There are places where you need to dismount and walk it. Some days you may not be able to go the full distance around, so ask. Afternoon: Take the Sun Moon Lake Ropeway (cable car) to the Formosan Aboriginal Culture Village Learn about the Thao, spelled T-H-A-O) and other cultural groups Optional: garden strolls Return via cable car or ferry Evening: Relaxing soak at your hotel's onsen-style hot springs Dinner at The Lalu's Moon Pavilion Restaurant for lakeside fine dining (worth it solo!) Day 3 – Hiking + Temples Morning: Hike the Maolan Mountain Trail or Tsen Pagoda Trail for panoramic lake views and forest immersion Easy to moderate; solo-safe and well-marked Afternoon: Visit Xuanzang Temple – peaceful with Buddhist relics Snack on local tea eggs and tofu pudding from lakeside stalls Evening: Night market (seasonal, usually in Shuishe or Ita Thao area) – solo-friendly and fun for grazing Optional: Boat cruise at dusk (join a group tour or private hire) Day 4 – Tea + Departure Optional walk in Xiangshan Forest Trail for one last quiet moment Safety, Solo Vibes & Tips Taiwan is ranked one of the safest destinations for solo female travelers (source: Global Peace Index) English signage is plentiful in Sun Moon Lake; locals are helpful but modest Google Translate, and Pleco app help with communication. I used the Line app for texting here. Public bathrooms are clean and common Tap water is not typically drunk directly — use filtered water Sun Moon Lake Official Website Formosan Aboriginal Culture Village Lesson Learned: Don't schedule everything on Day 1 Leave several ideas for another day. Don't pack everything in right away. I tried to do that in Paris, but it did not work. I did return and enjoyed the visit much more that time. Imagine you'll be back if you like the destination. Travel Tip: Trust your gut instincts, if unsure, pivot fast. If you walk into a restaurant, store, or even your hotel and it does not look right, you can trust your gut. Consider a pivot to plan B. Be safe, not sorry. I want to bring meaning to your future travel. Sign up for the Dr. Travelbest newsletter. We can connect on my websites, Facebook page, group, or Instagram. Find the 5 Steps to Solo Travel series on Amazon. The show notes have more details for you to connect. Please support this podcast with a review. We need your help to help others. Connect with Dr. Travelbest 5 Steps to Solo Travel website Dr. Mary Travelbest X Dr. Mary Travelbest Facebook Page Dr. Mary Travelbest Facebook Group Dr. Mary Travelbest Instagram Dr. Mary Travelbest Podcast Dr. Travelbest on TikTok Dr.Travelbest onYouTube In the news