POPULARITY
Categories
Setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi program makan bergizi gratis, publik mulai menguliti satu persatu penggunaan anggaran di lembaga tersebut, dan ternyata ditemukan adanya berbagai belanja yang nilainya fantastis mencapai 250 miliar.
3 miliar lebih, merupakan uang yang sangat banyak yang mungkin kalau kita terima sampai saat ini, kita bisa saja bingung mau menggunakan untuk apa uang sebanyak itu. Itulah yang terjadi dengan perumpamaan talenta yang diberikan kepada 3 hamba dari seorang tuan yang akan pergi ke negeri yang jauh, dan berharap untuk ketiga hambanya mengelola dengan baik setiap talenta yang diberikan. Tetapi dalam perumpamaan ini, bukan soal angka, jumlah dan banyaknya yang dipercayakan atau diberikan, tetapi bagaimana hikmat, respon dan sikap kita dalam menanggapi setiap tanggung jawab yang di taruh di dalam tangan kita. Inilah yang Yesus mau ajarkan kepada kita tentang kerajaan sorga. Banyak dari kita Tuhan percayakan, anugerahkan sesuatu, tetapi terkadang respon kita dan cara kita memaknai setiap pemberian dari Allah tidak ada dalam perspektif yang benar. Lalu seperti apa respon yang benar dalam menyikapi setiap hal yang Allah taruh di tangan kita? Simak dalam Seri 2 - Makna & Respon, Ps. Charles Bessie | Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Kita merasa sudah berada di posisi yang aman dan tidak tergoncangkan. Namun kenyataannya, kita justru berada di tengah keadaan yang terombang-ambing. Lalu bagaimana kita harus menghadapinya?Simak obrolannya yang asyik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Yung Susilo hanya di OASIS (Obrolan Asyik Seputar Injil Surgawi).
Pdt. Rubin Ong (TB) 2 Samuel 5:19-20bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: "TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.
KATA PEMRED #37PinterPolitik.comPonsel itu retak di sudut kanan atas. Layarnya tidak pernah berhenti menyala. Ibu-ibu sedang ramai memperdebatkan harga cabai di grup chat keluarga. Seorang keponakan baru saja mengirim foto makan siangnya. Lalu, di sela percakapan itu, sebuah iklan melintas. Muncul kurang dari 1 detik, lalu hilang. Tidak ada yang mengkliknya. Tidak ada yang mengingatnya. Percakapan berlanjut seperti biasa.Iklan semacam itu melintas jutaan kali setiap hari di layar orang Indonesia. Baru pada Desember 2025 para peneliti keamanan menemukan apa yang bisa menumpang di baliknya.
Bismillah,Cara Ibu Berdamai dengan Trauma Masa Lalu(How a mother makes peace with her past trauma)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Tanya Jawab dari Kajian Wanita No. 272“Aku Gelisah”www.youtube.com/live/kYRiodHWjPw?si=auaJRlASQce8JYyA
Daya beli masyarakat kembali menjadi sorotan di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatnya tekanan biaya hidup. Salah satu indikator yang banyak dibicarakan adalah perubahan pola konsumsi di warung tegal atau warteg, yang selama ini dikenal sebagai pilihan makan terjangkau bagi pekerja, mahasiswa, hingga masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Belakangan, sejumlah pengelola warteg mengaku mulai merasakan perubahan perilaku pelanggan yg semakin selektif dalam memilih lauk, mengurangi jumlah menu yang dibeli, bahkan lebih sering memesan nasi dengan satu lauk dan sayur. Di sisi lain, para pelaku usaha warteg juga menghadapi dilema// Harga bahan baku pangan yang masih berfluktuasi membuat biaya operasional meningkat, sementara kenaikan harga jual dikhawatirkan justru akan mengurangi jumlah pelanggan. Lalu, seperti apa kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan?[TALK} Ketua Komunitas Warteg Nusantara (KOWANTARA), Mukroni
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang Menolak Tuduhan SalahDiambil dari: Markus 6:3 “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang salah menilai seseorang? Misalnya, ada anak yang dianggap biasa saja, padahal sebenarnya dia sangat baik. Atau ada orang yang langsung menuduh tanpa benar-benar melihat buktinya. Itu bisa terjadi juga saat orang berbicara tentang Yesus.Ada orang yang mau menerima bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, tetapi mereka tetap menolak siapa Yesus sebenarnya. Mereka berkata bahwa Yesus hanya manusia biasa. Ada yang bilang Yesus hanya guru yang baik. Ada yang bilang Yesus hanya orang yang pandai berbicara. Tetapi mereka tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.Masalahnya, kalau kita sungguh melihat semua yang Yesus lakukan dan semua yang Alkitab katakan, tuduhan-tuduhan itu tidak cukup. Yesus bukan hanya orang baik biasa. Yesus mengampuni dosa, melakukan mujizat, menerima penyembahan, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Tidak ada manusia biasa yang seperti itu. Karena itu, kita harus hati-hati supaya tidak membuat Yesus menjadi lebih kecil daripada yang Alkitab nyatakan.Dalam Markus 6:3, orang-orang di kampung Yesus sulit menerima Dia karena mereka merasa sudah mengenal-Nya. Mereka melihat Yesus hanya dari luar. Mereka tahu keluarga-Nya, tahu tempat asal-Nya, tetapi hati mereka tidak mau percaya. Mereka dekat secara lahiriah, tetapi tidak sungguh mengenal siapa Yesus sebenarnya.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Kita bisa sering mendengar nama Yesus, sering datang ke gereja atau Sekolah Minggu, tetapi tetap belum sungguh percaya kepada-Nya. Kita bisa tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum benar-benar mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tuhan mau kita tidak berhenti pada pengetahuan luar saja. Tuhan mau kita sungguh percaya kepada Yesus sebagaimana Dia dinyatakan dalam firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau dari luar. Tolong aku sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya manusia biasa, tetapi Anak Allah yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dari luar tidak cukup. Kamu perlu sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatmu. Tuhan Yesus memberkati.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini tidak lagi sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum untuk mengingatkan bahwa ancaman terhadap bumi semakin nyata. Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga persoalan polusi kini menjadi tantangan global yang dampaknya juga dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, mulai dari cuaca ekstrem, bencana hidrometeorologi, hingga menurunnya kualitas lingkungan hidup.Melalui tema #NowForClimate, pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama melakukan aksi nyata dan berkelanjutan. Namun, di tengah berbagai komitmen tersebut, muncul pertanyaan besar: sejauh mana kebijakan dan langkah yang sudah dilakukan mampu menjawab krisis lingkungan yang kian mendesak? Lalu, apa saja peran yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi? Untuk membahasnyaKami telah bersama Pakar bioteknologi lingkungan, tata air, dan infrastruktur sumber daya air dari Universitas Indonesia, Dr. Firdaus Ali PhD
Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapa pun.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Gulungan Laut Mati Diambil dari: Matius 11:4–5 “Jawab Yesus kepada mereka: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.'”Wonder Kids, pernahkah kamu merasa bingung lalu bertanya, “Benarkah Yesus itu Mesias?” Yohanes Pembaptis juga pernah berada dalam keadaan yang sulit. Saat ia dipenjara, ia mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?” Itu pertanyaan yang jujur.Lalu bagaimana Yesus menjawab? Yesus tidak marah. Yesus menjawab dengan menunjukkan apa yang sedang Ia kerjakan. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, dan kabar baik diberitakan kepada orang miskin. Jawaban Yesus menunjukkan bahwa Dialah Mesias yang sudah dijanjikan Allah.Menariknya, para peneliti juga menemukan gulungan-gulungan kuno yang menolong kita melihat bahwa orang-orang Yahudi pada zaman itu memang sedang menantikan karya besar dari Mesias. Jadi saat Yesus menjawab seperti itu, jawaban-Nya bukan asal-asalan. Yesus sedang menunjukkan bahwa janji Allah sedang digenapi di dalam diri-Nya.Wonder Kids, ini mengajarkan kita sesuatu yang penting. Saat kita punya keraguan atau pertanyaan, kita tidak perlu lari dari Tuhan. Yohanes membawa pertanyaannya kepada Yesus. Dan Yesus menjawab dengan menunjukkan kebenaran. Tuhan tidak takut pada pertanyaan yang jujur. Tuhan mau kita datang kepada-Nya dan melihat siapa Dia sebenarnya.Kadang-kadang kita juga bisa ragu. Mungkin kita bertanya, “Apakah Yesus sungguh mendengar doaku?” atau “Apakah Tuhan sungguh bekerja?” Saat itu terjadi, lihatlah kembali kepada Yesus. Lihat firman-Nya. Lihat apa yang sudah Ia lakukan. Yesus adalah Juruselamat yang dijanjikan, dan Dia tidak pernah berubah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu pertanyaan atau keraguan di hatimu, katakan itu dengan jujur kepada Tuhan dalam doa. Lalu bacalah satu kisah tentang Yesus dalam Injil dan perhatikan apa yang Yesus lakukan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Tolong aku supaya saat aku ragu atau bingung, aku datang kepada-Mu dan belajar percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu punya pertanyaan, datanglah kepada Yesus, karena Dialah Mesias yang sejati dan jawaban yang kamu butuhkan. Tuhan Yesus memberkati.
So this piece called Lalu is probably from about ten years ago, from this body of work kind of looking at fields, the visual of the motion of tall grass and the wind.这个叫“Lalu”的作品大约创作于十年前,出自这个以田野为主题的系列作品,探讨了高草随风摇曳的视觉效果。You never see the wind. You always see the effects of the wind.你看不见风。但是你总能感受到风带来的影响。But also for me is sort of calling to mind of the front end of a harvest or a reaper and the way that this machine enters the field, and sort of cuts the grain down and processes the grain.但对我来说,这让我想起了收割机的前端,以及这台机器进入田地、割倒谷物并加工谷物的方式。I don't think of it as a robot creating art. These are no more robots than just sort of like atoms that are moving through space right now.我不认为这是机器人在创作艺术。它们和此刻在太空中移动的原子没什么两样,称不上是机器人。This is just a sort of device that helps visualize or record that phenomenon. So it appears inorganic that's actually quite organic.这只是一种有助于直观呈现或记录该现象的工具。它看起来是无机的,但实际上是有机的。But the heart of it really is controlled chance that you create a barrier and make some selections in terms of color.但其实它的核心是可控的随机性,你打造一个屏障,并选择一些不同的色彩。Some of my favorite moments are like in the corner. This is like the highway roadmap business of LA.我最喜欢的一些效果往往出现在角落里。这就像洛杉矶的高速公路路线图。The overlay in a lot of cases comes out of more historical narratives.在很多情况下,这种色彩的重叠更多来自于历史叙述。A lot of the philosophical questions that are embedded in the work for me are ancient questions.作品中蕴含的很多哲学问题对我来说都是古老的问题。Where do you go when you die? Or what is the wind? Or where does the wind come from?人死后会去往哪里?风是什么?风是从哪里来的?I'm also very interested in getting out of my routine and seeing the world.我也非常渴望打破常规,去看看这个世界。Remarkable things can be found all over the place, sometimes just up the road from where you live. It's a question of deviating from your normal path. 非凡的事物随处可见,有时就在你居住地附近。关键在于偏离你惯常的路线。
Prabowo Subianto punya kebiasaan yang tak bisa diabaikan: ia kerap menyebut angka-angka spesifik dalam pidatonya. Terbaru, ia meresmikan 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Nganjuk dan menyinggung angka 8 (dari 1+0+6+1) — simbol kesinambungan (continuity). “Delapan itu garisnya tidak pernah putus,” ujarnya. Bukan kebetulan: Prabowo adalah Presiden RI ke-8, dan angka 8 sudah menjadi jangkarnya sejak bergabung di Sandi 81. Lalu, apa makna di balik kepemimpinan yang percaya angka keberuntungan?
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 5 Juni 2026Bacaan: Tetapi la berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." (Lukas 11:28)Renungan: Biksu Matthieu Ricard disebut oleh beberapa ilmuwan dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat, sebagai orang yang paling bahagia yang pernah mereka uji. Rahasianya terletak pada meditasi. Meditasi adalah kunci untuk melatih otak. Ricard mengatakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang melatih otaknya. Lalu, apa yang dipikirkan Ricard saat bermeditasi? Hasil scan otak menunjukkan bahwa ketika Ricard merenungkan kasih sayang, otaknya menghasilkan gelombang gamma. Gelombang ini erat kaitannya dengan kesadaran, perhatian, pembelajaran, dan memori. Gelombang inilah yang memicu seseorang merasakan kebahagiaan dan mengurangi kecenderungan terhadap hal negatif. Para peneliti menyebutnya sebagai neuroplastisitas dan mereka menganggap hal ini sungguh luar biasa. Dunia mengakui bahwa kebahagiaan bisa diraih dengan meditasi, dengan merenungkan kasih sayang, menenangkan diri, dsb. Bagaimana kata firman Tuhan mengenai kebahagiaan? Alkitab kaya sekali dengan kata "berbahagia". Salah satunya yang Tuhan Yesus katakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya. Meditasi bagi orang Kristen adalah sarana merenungkan firman Tuhan, bukan jalan untuk memperoleh kebahagiaan. Sedangkan kebahagiaan itu sendiri akan diperoleh ketika kita mampu menjaga keseimbangan antara merenungkan firman-Nya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Demikianlah, merenungkan firman Tuhan saja belumlah cukup, karena firman itu harus dilakukan agar utuh dan sempurna. Tuhan Yesus berfirman bahwa orang yang berbahagia bukanlah orang yang sekadar mendengarkan firman, tetapi juga yang mau melakukannya dengan taat dan setia. Apakah hidup kita sudah bahagia? Apakah kita sudah pantas disebut sebagai orang paling bahagia di dunia ini? Jika belum, marilah kita hari ini memperhatikan dan melakukan sabda-Nya dengan taat dan setia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap firman yang boleh aku baca setiap hari. Bantulah aku agar firman yang kubaca dapat ku laksanakan dalam hidupku sehari-hari, sehingga sukacita-Mu dapat tinggal di dalam hatiku. Amin. (Dod).
Fokus ketat pada perlindungan jemaah haji tahun ini membuahkan hasil signifikan. Angka wafat jemaah haji Indonesia turun drastis hingga hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.@kemenhaj_ri#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI
Rupiah Tertekan, Ekonomi RI Bagaimana?Bersama Narasumber : Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan KiryantoDalam beberapa waktu terakhir publik dihadapkan pada berbagai dinamika ekonomi yang menjadi perhatian bersama. Nilai tukar rupiah mengalami tekanan, pasar saham bergerak fluktuatif hingg menyentuh 18ribuan/dollar AS, sementara ketidakpastian ekonomi global masih membayangi berbagai sektor usaha dan investasi.Lalu bagaimana seharusnya pemerintah merespons berbagai tantangan ekonomi ini? Sejauh mana peran masing-masing lembaga ekonomi dan keuangan negara dalam menjaga stabilitas?Kita mengetahui bahwa Bank Indonesia memiliki mandat menjaga stabilitas nilai rupiah dan kebijakan moneter, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertugas mengawasi sektor jasa keuangan dan menjaga stabilitas pasar keuangan, sementara Kementerian Keuangan berperan melalui kebijakan fiskal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan ketahanan APBN.Nah, untuk membahas lebih jauh bagaimana kondisi ekonomi saat ini, tantangan yang dihadapi Indonesia, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah dan otoritas terkait, telah bergabung bersama kita Ryan Kiryanto, SE, MM, ekonom senior, bankir, dan pengamat kebijakan ekonomi yang selama ini dikenal luas melalui berbagai analisisnya mengenai perbankan, kebijakan moneter, dan perkembangan ekonomi nasional.
Di luar perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada hajat
Ternyata saraf kejepit dan penyakit saraf lainnya bisa diatasi dengan cepat tanpa operasi! Inilah fungsi dari interventional paint management dengan metode radiofrekuensi.Biasanya tanda Sahabat MIKA membutuhkan IPM adalah ketika sudah mulai merasakan nyeri pada kepala dan leher, bahu, lengan, siku, persendian, atau di punggung. Nyeri itu bisa bersumber dari trigeminal neuralgia, cervical facet pain, saraf kejepit, cedera saat berolahraga, efek dari kanker, dan lain-lain.Lalu, bagaimana cara kerja interventional pain management untuk mengatasi nyeri? Yuk, simak penjelasan Dokter Spesialis Saraf Mitra Keluarga Gading Serpong, dr. Poppy Chandra Dewi, Sp.N, M.Sc, FIPP, FMIN, AIFO-K, COMSK, DAIFIDN, CIPP, di episode HDIW kali ini!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Arkeologi #3: Bayi-Bayi di BetlehemDiambil dari: Matius 2:16 “Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.”Wonder Kids, kisah tentang Herodes yang memerintahkan pembunuhan bayi-bayi di Betlehem adalah kisah yang sangat sedih dan mengerikan. Karena itu, ada orang yang bertanya, “Apakah ini sungguh pernah terjadi?” Mereka merasa kisah ini terlalu berat untuk dipercaya.Tetapi kalau kita melihat seperti apa Herodes itu, kisah ini justru tidak aneh. Herodes dikenal sebagai raja yang sangat kejam. Ia sangat takut kehilangan kuasa. Karena itu, ia bisa melakukan hal-hal yang jahat untuk melindungi tahtanya. Jadi saat Herodes mendengar tentang seorang anak yang disebut raja orang Yahudi, sangat masuk akal kalau ia menjadi marah dan bertindak kejam.Betlehem sendiri adalah kota kecil. Jadi jumlah anak yang dibunuh mungkin tidak sebanyak yang dibayangkan orang. Karena itulah, peristiwa ini mungkin tidak dicatat oleh banyak penulis sejarah lain. Tetapi itu tidak berarti peristiwa ini tidak terjadi. Justru kisah ini cocok dengan sifat Herodes yang memang kejam dan tanpa belas kasihan.Wonder Kids, dari kisah ini kita belajar bahwa dunia ini sungguh rusak oleh dosa. Ada kejahatan yang nyata, ada orang yang tega menyakiti orang lain, bahkan anak-anak kecil. Tetapi di tengah dunia yang gelap itu, Tuhan tetap bekerja. Herodes yang jahat tidak bisa menghentikan rencana Allah. Yesus tetap hidup, dan Yesus tetap datang untuk menjadi Juruselamat.Kadang-kadang kita juga melihat hal-hal yang jahat dan tidak adil, lalu bertanya, “Tuhan, mengapa ini bisa terjadi?” Kisah ini mengingatkan kita bahwa kejahatan manusia itu nyata, tetapi Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Rencana keselamatan-Nya tetap berjalan. Dan Yesus datang justru ke dunia yang penuh dosa ini untuk menyelamatkan manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Berdoalah bagi anak-anak yang sedang mengalami kesedihan, ketakutan, atau perlakuan yang tidak baik. Mintalah Tuhan melindungi mereka dan menolong kita punya hati yang mengasihi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, dunia ini penuh dosa dan kejahatan, tetapi terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan. Tolong aku supaya tidak menjadi anak yang keras hati atau jahat, tetapi anak yang mengasihi, lembut, dan peduli kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kejahatan manusia tidak pernah bisa menggagalkan rencana Tuhan, karena Yesus tetap datang untuk menjadi Juruselamat dunia. Tuhan Yesus memberkati.
Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku?
Sunday Service @ Grace Chapel, BangaloreWith Pastor Joji Koshy LaluFor any further information, visit us at : www.gracechapel.org.inor please write to - info@gracechapel.org.inYouTube/ word of his grace broadcastFaceBook/Instagram - gracechapelbglrFaceBook/Instagram - superteensclubFor tithes and offerings, Pls use the below bank details : Name -Grace Chapel Acc No- 520101011534520IFSC code - UBIN0906204Type of Account- Savings Account Bank- Union Bank of India , Branch- Koramangala
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Sumur Yakub Diambil dari: Yohanes 4:5–6 “Maka sampailah Ia ke suatu kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.”Wonder Kids, di Yohanes 4 kita membaca cerita tentang Yesus bertemu dengan seorang perempuan Samaria di dekat sumur Yakub. Yohanes menuliskan tempat itu dengan jelas, seolah-olah ia ingin kita tahu bahwa ini bukan cerita khayalan. Dan memang, tempat itu dikenal dalam sejarah. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab berbicara tentang tempat yang nyata dan peristiwa yang sungguh terjadi.Tetapi yang lebih indah dari sekadar tempatnya adalah apa yang Yesus lakukan di sana. Yesus sengaja datang ke daerah Samaria dan duduk di dekat sumur itu. Lalu datanglah seorang perempuan untuk menimba air. Biasanya orang Yahudi dan orang Samaria tidak akrab. Bahkan sering saling menjauh. Tetapi Yesus justru berbicara kepadanya. Yesus tidak menjauh seperti banyak orang lain. Yesus datang mendekat.Perempuan itu sebenarnya datang untuk mengambil air biasa. Tetapi Yesus ingin menunjukkan bahwa ia membutuhkan sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu air hidup. Air dari sumur hanya bisa menghilangkan haus untuk sementara. Tetapi Yesus bisa memberi kehidupan yang sejati. Yesus bisa memuaskan hati yang kosong dan menyelamatkan orang berdosa.Wonder Kids, ini sangat menghibur. Kadang-kadang kita juga seperti perempuan itu. Di luar kelihatannya biasa saja, tetapi di dalam hati bisa ada rasa takut, sedih, malu, atau kosong. Mungkin orang lain tidak tahu. Tetapi Yesus tahu. Yesus tahu isi hati kita dan tetap mau datang kepada kita. Yesus tidak jijik kepada orang berdosa yang mau datang kepada-Nya. Ia justru datang untuk menyelamatkan.Jadi, saat kita membaca kisah ini, kita bukan hanya belajar bahwa sumur Yakub itu benar-benar ada. Kita juga belajar bahwa Yesus sungguh mengasihi orang yang haus akan kasih dan keselamatan. Yesus tahu siapa kita, tetapi Ia tetap mau menolong kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Datanglah kepada Tuhan dalam doa dan katakan dengan jujur satu hal yang ada di hatimu hari ini, entah itu sedih, takut, malu, atau bingung. Ceritakan itu kepada Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengenalku dan tetap mau datang kepadaku. Tolong aku supaya datang kepada-Mu saat hatiku haus dan kosong, karena hanya Engkau yang bisa memberi hidup yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu isi hatimu, dan Dia tetap mengasihimu serta mau memberi hidup yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam SiloamDiambil dari: Yohanes 9:7 “dan berkata kepadanya: ‘Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.' Siloam artinya: Yang Diutus. Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.”Wonder Kids, dalam Injil Yohanes ada cerita tentang seorang yang buta sejak lahir. Tuhan Yesus bertemu dengan dia, lalu menyuruhnya pergi membasuh diri di kolam Siloam. Dulu ada orang yang mungkin mengira tempat ini hanya bagian dari cerita. Tetapi kemudian para peneliti menemukan bahwa kolam Siloam itu benar-benar ada. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Yohanes menulis dengan teliti dan Alkitab berbicara tentang tempat yang nyata.Kolam Siloam pada zaman itu memang penting. Tempat itu dipakai oleh banyak orang, dan airnya sangat berarti bagi kehidupan mereka. Yohanes tidak sedang menulis dongeng. Ia mencatat peristiwa yang sungguh terjadi di dunia nyata. Dan di tempat nyata itu, Yesus melakukan mujizat yang nyata.Tetapi yang paling penting bukan hanya bahwa kolam itu ada. Yang paling penting adalah siapa Yesus itu. Dalam cerita ini, Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas kebutaan. Murid-murid sempat berpikir bahwa kebutaan orang itu pasti langsung berhubungan dengan dosa tertentu. Tetapi Yesus menunjukkan bahwa pekerjaan Allah bisa dinyatakan melalui hidup orang itu. Lalu Yesus menyembuhkan dia.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga mudah salah menilai. Kita melihat seseorang yang susah, sakit, atau berbeda, lalu cepat-cepat berpikir yang tidak benar. Tetapi Tuhan Yesus mengajar kita untuk melihat dengan hati yang benar. Yesus penuh kuasa, tetapi juga penuh belas kasihan. Dia bukan hanya tahu masalah orang itu, tetapi juga menolongnya.Dan ada satu hal lagi yang indah. Orang buta itu taat pada perkataan Yesus. Ia pergi ke kolam Siloam dan membasuh diri. Lalu ia sembuh. Ini mengingatkan kita bahwa saat Tuhan berbicara, kita perlu taat. Kadang-kadang kita belum mengerti semuanya, tetapi kita tetap bisa percaya dan melakukan apa yang Tuhan mau.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang Tuhan mau kamu taati hari ini, entah itu berkata jujur, meminta maaf, atau mendengar orang tua. Lalu lakukan itu dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh kuasa dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak cepat menilai orang lain, tetapi belajar taat kepada-Mu dan percaya pada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus yang bekerja di tempat nyata pada zaman dulu juga sanggup bekerja nyata dalam hidupmu hari ini. Tuhan Yesus memberkati.
Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) yang disebut bertujuan memperkuat pengawasan dan menutup kebocoran devisa negara. Namun di sisi lain, kebijakan ini juga memunculkan kekhawatiran dari kalangan petani sawit terkait potensi melemahnya persaingan pasar dan dampaknya terhadap harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.Lalu, apakah kebijakan ini akan memperkuat ekonomi nasional atau justru menekan kesejahteraan petani sawit? Simak pembahasannya dalam Talk High Light Radio Elshinta bersama Mansuetus Darto, Ketua Umum Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Kamis 21 Mei 2026 pukul 08.05 WIB hanya di Radio Elshinta 90 FM Jakarta dan jaringan Radio Elshinta.#TalkHighLight #RadioElshinta #SawitIndonesia #MansuetusDarto #POPSI #EksporSDA #PetaniSawit #HargaTBS #EkonomiIndonesia #Sawit #Elshinta90FM
Harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit di berbagai daerah sentra produksi dilaporkan turun drastis dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah asosiasi petani menyebut penurunan terjadi setelah munculnya rencana penataan ekspor sawit melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang akan menjadi pintu utama ekspor komoditas tersebut.Di beberapa wilayah, harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.800 hingga Rp3.500 per kilogram turun ratusan hingga lebih dari seribu rupiah per kilogram. Petani mengaku terpukul karena biaya produksi seperti pupuk, pestisida, hingga ongkos panen terus meningkat, sementara pendapatan mereka tergerus tajam.Pemerintah menilai penurunan harga ini lebih disebabkan oleh faktor psikologis pasar dan ketidakpastian pelaku usaha terhadap mekanisme kebijakan baru. Pemerintah juga menegaskan bahwa aktivitas ekspor tetap berjalan dan meminta pemerintah daerah mengawasi agar pabrik kelapa sawit membeli TBS sesuai aturan yang berlaku.Lalu apa solusinya?Pertama, pemerintah perlu segera menerbitkan aturan teknis yang jelas dan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di pasar. Ketidakjelasan mekanisme perdagangan dan ekspor menjadi pemicu utama kepanikan yang akhirnya berdampak langsung kepada petani.Kedua, pengawasan harga di tingkat pabrik harus diperketat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan membeli hasil panen petani di bawah harga yang wajar.Ketiga, pemerintah dapat memperkuat sistem harga acuan nasional yang lebih transparan sehingga petani memiliki kepastian harga dan tidak terlalu rentan terhadap gejolak pasar. Usulan ini juga muncul dari sejumlah organisasi petani sawit yang menginginkan tata niaga lebih terbuka dan akuntabel.Yang menjadi pertanyaan, apakah pembenahan tata kelola ekspor sawit melalui Danantara akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang, atau justru menambah ketidakpastian di lapangan? Di tengah kontribusi sawit sebagai penopang ekonomi jutaan keluarga Indonesia, kebijakan yang diambil pemerintah akan sangat menentukan nasib petani ke depan.TALK :: Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) Mansuetus Darto & Pengamat Ekonomi, Irwan Ibrahim
May 28th: The Chop Chop Lady (Lucila Lalu) (1967) Infamy doesn't grant justice. On May 28th 1967 a woman's murder came to light in a truly horrific manner. A case that, while infamous, remains unsolved to this day. *Suggested by Perrie* https://dokumentaryonijuantagalog.weebly.com/lucila-lalu.html, https://www.reddit.com/r/FilipinoTrueCrime/comments/1b4h46g/lucila_lalu_the_original_chopchop_lady/, https://true-crime.quora.com/The-murder-of-Lucila-Lalu, https://didoisux.wordpress.com/2016/01/16/lucila-lalu-the-original-chop-chop-lady/, https://chicagoreader.com/arts-culture/fall-books-special-my-dad-did-it/ Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahKetelitian Lukas: Gelar, Negara, dan Banyak LagiDiambil dari: Kisah Para Rasul 1:3 “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Dalam kitab Kisah Para Rasul, ia menulis banyak nama jabatan, nama tempat, nama kota, bahkan urutan perjalanan dengan sangat hati-hati. Dan yang menarik, berkali-kali para peneliti menemukan bahwa Lukas menulis dengan tepat. Ia benar saat menyebut gelar seseorang, benar saat menuliskan nama daerah, dan benar saat menggambarkan berbagai tempat.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau seseorang teliti dan dapat dipercaya dalam hal-hal kecil, kita punya alasan untuk percaya saat ia juga menulis hal-hal yang lebih besar. Lukas tidak asal bercerita. Ia menulis dengan hati-hati supaya pembacanya tahu bahwa berita tentang Yesus berdiri di dunia yang nyata, bukan di dunia dongeng.Tetapi tentu yang paling penting bukan hanya soal nama kota atau jabatan orang. Yang paling penting adalah berita yang Lukas sampaikan tentang Yesus. Lukas menulis bahwa Yesus yang sudah mati itu hidup kembali. Dan bukan hanya hidup kembali diam-diam, tetapi Ia menunjukkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya dengan banyak tanda. Yesus benar-benar bangkit!Jadi, ketelitian Lukas dalam hal-hal sejarah menolong kita semakin yakin bahwa berita besarnya juga layak dipercaya. Kalau Lukas begitu cermat menulis hal-hal kecil, kita tidak perlu cepat-cepat meragukan saat ia menulis tentang kebangkitan Yesus. Tuhan memakai Lukas untuk memberi kita catatan yang dapat dipercaya.Wonder Kids, ini juga mengajarkan kita untuk hidup jujur dan teliti. Tuhan senang saat kita sungguh-sungguh dalam tugas kita, tidak asal-asalan, dan mau setia dalam hal kecil. Kesetiaan dalam hal kecil bisa menjadi bagian dari hidup yang menyenangkan Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca Alkitab hari ini, perhatikan satu detail kecil yang biasanya kamu lewatkan. Lalu katakan, “Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar sampai pada hal-hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi firman-Mu dengan benar dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan juga belajar setia dalam hal-hal kecil. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: firman Tuhan dapat dipercaya dalam hal-hal kecil maupun hal-hal besar, termasuk berita yang mulia bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Dalam perjalanan pelayanan Yesus di dunia ini, ada lebih dari empat puluh perumpamaan yang Ia seberangkan. Dan dalam tiga setengah tahun pelayanan Yesus di dunia ini, Yesus melakukan tiga hal yaitu berkeliling, mengajar dan melakukan tanda mujizat yang selalu ia seberangkan dengan perumpamaan. Tidak gampang memaknai perumpamaan yang Yesus beri, apalagi konteks kita dengan konteks waktu jaman Yesus dan murid-murid terbentang jarak waktu yang sangat jauh. Tetapi dalam ke empat puluh perumpamaan yang Yesus beri ini, selalu ada satu tema yang Ia seberangkan yaitu tentang kerajaan Allah. Mengapa kerajaan Allah, sebab tujuan Yesus datang untuk menurunkan "raja-raja" yang menurut bangsa Israel, Yesus datang untuk memimpin bangsa Israel dan menjadi raja, tetapi justru Yesus datang untuk menurunkan pemahaman mereka tentang "raja" yang mereka maksud dalam kedatangan Yesus. Itu sebabnya Yesus selalu menyampaikan perumpamaan dengan selalu berpusat pada satu tema besar yaitu tentang kerajaan Allah. Banyak dari kita menaikan "raja-raja" kecil di hati kita, dan kemudian menurunkan Yesus dari takhta hati kita, lalu membiarkan hal-hal lain menjadi raja dan bertakhta atas hidup kita. Lalu bagaimana respon kita? Apakah setiap kita sudah memaknai setiap maksud atau tujuan yang Yesus taruh dalam hidup kita? Atau justru kita datang dan selalu punya pandangan dan perspektif lain sama seperti bangsa Israel? Responi bersama dalam firman Seri 1 - Makna & Respon | Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Aksi begal yang semakin meresahkan di sejumlah daerah memunculkan wacana pelibatan anggota TNI untuk membantu pengamanan dan pemberantasan kejahatan jalanan. Sebagian masyarakat mendukung langkah ini karena dianggap mampu memberi efek tegas dan rasa aman yang cepat. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran soal batas kewenangan aparat militer dalam penegakan hukum sipil.Lalu, sejauh mana pelibatan TNI diperlukan? Apakah langkah ini efektif menekan aksi kriminal, atau justru berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam penanganan keamanan dalam negeri?Dalam episode kali ini, kita akan membahas pro dan kontra pelibatan anggota TNI dalam memberantas begal, termasuk apa saja yang perlu diwaspadai agar upaya menjaga keamanan tetap berjalan tanpa mengabaikan aturan hukum dan hak masyarakat.TALK :: Sosiolog Kriminalitas, Dosen Purna UGM, Dr. Drs. Soeprapto, S.U. & Praktisi Hukum, Pengacara Publik, Ralian Jawalsen
Hampir tiga dekade setelah laporan penting Bringing Them Home tentang Generasi yang Dicuri, pemerintah baru mengimplementasikan enam persen dari rekomendasi tersebut.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Mei 2026Bacaan: "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia." (Matius 4:20)Renungan: Seorang pria menolak setiap kali ia diajak oleh sahabat-sahabatnya untuk pergi ke gereja. "Aku sibuk bekerja. Aku tidak punya waktu," katanya. Sehari-hari pria itu mengelola toko sembako. la tidak mau libur pada hari Minggu, karena pada hari inilah para pengunjung sangat ramai. Itu sebabnya, bagi pria tersebut pergi gereja pada hari Minggu seperti melewatkan keuntungan yang sangat besar. Berbeda dengan pria tersebut, saat Yesus berjalan menyusuri danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara Simon Petrus dan Andreas. Keduanya nelayan, sedang menebar jala untuk menangkap ikan. Kata Yesus kepadanya, "Mari, ikutlah Aku." Segera mereka meninggalkan jalanya untuk mengikut Yesus. Kemudian dilihat-Nya juga dua bersaudara lain, Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala mereka. Yesus memanggil mereka, lalu segera mereka meninggalkan perahu. Persamaan mereka adalah kaki mereka tidak terjerat jala. Jala adalah alat untuk menangkap ikan. Dalam kehidupan sehari-hari jala digambarkan sebagai berkat Tuhan. Menakjubkan saat dipanggil oleh Yesus, mereka segera mengikut Yesus. Sementara saat ini banyak orang percaya kakinya 'terjerat jala. Setiap hari terlalu sibuk mengejar berkat sampai tidak punya waktu untuk beribadah, apalagi melayani Tuhan. Berkat seolah menahan kaki hingga tidak bisa melangkah memenuhi panggilan Tuhan atas hidup mereka. Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing. Apapun panggilan Tuhan, ketahuilah ada hal-hal mulia yang Tuhan ingin kita lakukan dalam panggilan tersebut. Itu sebabnya, dalam mengikut Kristus jangan biarkan diri terlalu sibuk mengejar berkat. Namun, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan..." (Mat. 6:33). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas berkat-berkat itu dengan cara meluangkan waktuku yang terbaik untuk senantiasa berkencan dengan-Mu dan melayani-Mu. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Lukas: PolitarkhisDiambil dari: Kisah Para Rasul 17:6 “Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara kepada pembesar-pembesar kota sambil berteriak: ‘Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari.'”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Dalam Kisah Para Rasul, ia menulis banyak nama, tempat, dan jabatan orang dengan sangat hati-hati. Salah satu contohnya adalah kata yang dipakai Lukas untuk menyebut para pemimpin kota di Tesalonika. Lukas memakai istilah “pembesar-pembesar kota.”Dulu ada orang yang mengira Lukas salah. Mereka berpikir istilah itu tidak tepat. Tetapi kemudian para ahli menemukan tulisan-tulisan kuno yang menunjukkan bahwa istilah yang dipakai Lukas memang benar-benar digunakan di kota itu pada zaman itu. Jadi, sekali lagi Lukas terbukti menulis dengan tepat.Apa artinya untuk kita, Wonder Kids? Artinya, Alkitab dapat dipercaya bahkan dalam hal-hal yang kelihatannya kecil. Tuhan tidak asal memberi firman-Nya. Tuhan memakai penulis-penulis yang teliti. Hal-hal kecil seperti nama jabatan, nama tempat, dan urutan peristiwa ternyata penting. Semua itu menolong kita melihat bahwa Alkitab berdiri di dalam sejarah yang nyata.Kadang-kadang kita juga suka berpikir, “Ah, hal kecil tidak penting.” Misalnya, mengerjakan tugas dengan asal-asalan, tidak teliti saat merapikan barang, atau tidak sungguh-sungguh saat melakukan tanggung jawab. Tetapi Tuhan mau kita belajar setia juga dalam hal kecil. Kalau Lukas bisa menulis dengan teliti, kita juga bisa belajar hidup dengan teliti, jujur, dan bertanggung jawab.Dan yang paling penting, ketelitian Lukas bukan hanya supaya kita kagum pada sejarah. Ketelitian itu menolong kita semakin yakin bahwa berita tentang Yesus itu benar. Yesus sungguh hidup, sungguh bekerja, dan sungguh diberitakan oleh para rasul. Jadi kita bisa percaya kepada firman Tuhan dengan penuh keyakinan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kerjakan satu tugas hari ini dengan sangat teliti, misalnya menulis, merapikan barang, atau mengerjakan PR. Lalu katakan, “Tuhan, tolong aku setia juga dalam hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak meremehkan hal-hal kecil, tetapi belajar setia, teliti, dan bertanggung jawab di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang memberi firman dengan teliti juga mau anak-anak-Nya hidup dengan setia dalam hal-hal kecil. Tuhan Yesus memberkati.
Program Badan Gizi Nasional melalui skema Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada rencana pemberian susu formula dalam paket makanan bagi anak-anak sekolah. Kebijakan tersebut menuai kritik dari sejumlah pakar kesehatan dan organisasi profesi medis. Ikatan Dokter Anak Indonesia bahkan telah menyampaikan surat terbuka kepada BGN, yang menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam pemberian susu formula kepada anak, terutama jika dilakukan secara massal dalam program pemerintah.Lalu, apakah susu formula memang diperlukan dalam program MBG? Bagaimana standar medis memandang konsumsi susu formula bagi anak usia sekolah? Dan sejauh mana kebijakan ini tepat sasaran dalam mendukung perbaikan gizi nasional? kami akan membahasnya Bersama Ahli Gizi Komunitas dari Dr. Tan & Remanlay Institute - Dr. dr Tan Shot Yen, M.Hum
Puncak pelaksanaan ibadah haji berlangsung hari ini. Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia melalui petugas penyelenggara haji mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi kesehatan serta mematuhi aturan selama menjalani rangkaian ibadah di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina.Fase ini menjadi tahapan paling krusial dalam ibadah haji karena membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan kedisiplinan tinggi dari para jemaah. Di tengah cuaca ekstrem dan jutaan jemaah yang berkumpul di satu lokasi, aspek kesehatan serta manajemen pergerakan menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar.Lalu, bagaimana kesiapan petugas menghadapi puncak haji tahun ini? Sejauh mana kedisiplinan jemaah menentukan kelancaran pelaksanaan ibadah? Simak perbincangan bersama Wakil Ketua Umum MUI yang juga Ketua Musyrif Dini Haji 2026, KH. Dr. Cholil Nafis
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Lukas Sang SejarawanDiambil dari: Kisah Para Rasul 1:1–2 “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.”Wonder Kids, tahukah kamu bahwa Lukas menulis dua kitab dalam Perjanjian Baru? Ia menulis Injil Lukas dan juga Kisah Para Rasul. Lukas menulis dengan sangat teliti. Ia ingin supaya orang-orang yang membaca tulisannya tahu bahwa apa yang ia ceritakan sungguh dapat dipercaya.Lukas bukan asal menulis. Ia mencari tahu dengan sungguh-sungguh, mengumpulkan keterangan, dan menuliskan peristiwa-peristiwa dengan rapi. Dalam Kisah Para Rasul, Lukas juga menulis banyak hal dengan sangat jelas, seperti perjalanan, tempat-tempat, dan orang-orang yang ikut serta. Karena itu, banyak orang melihat bahwa Lukas adalah penulis yang hati-hati dan teliti.Bayangkan kalau kamu menulis jurnal perjalanan saat pergi ke luar kota. Kamu mungkin akan menulis siapa yang ikut, ke mana kamu pergi, apa yang terjadi di jalan, dan apa yang kamu lihat. Nah, Lukas juga menulis seperti itu. Ia memberikan banyak rincian yang menunjukkan bahwa ia sungguh memperhatikan apa yang terjadi. Ini menolong kita semakin yakin bahwa berita tentang Yesus dan gereja mula-mula bukan dongeng, tetapi benar-benar terjadi dalam sejarah.Tetapi yang paling penting, Wonder Kids, Lukas tidak hanya ingin kita tahu fakta. Lukas ingin kita mengenal Yesus. Ia mencatat apa yang Yesus kerjakan dan ajarkan supaya kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Jadi saat kita membaca Injil Lukas atau Kisah Para Rasul, kita bukan hanya belajar sejarah, tetapi juga belajar mengenal Tuhan yang hidup.Tuhan juga mau kita menjadi orang yang setia dalam hal-hal kecil. Lukas teliti dalam menulis. Kita pun bisa belajar teliti, jujur, dan sungguh-sungguh dalam tugas kita. Saat kita melakukan hal kecil dengan baik, kita sedang belajar hidup setia di hadapan Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca satu bagian Alkitab hari ini, perhatikan satu hal kecil yang biasanya kamu lewatkan. Lalu ceritakan kepada orang di rumahmu apa yang kamu pelajari dari bagian itu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu yang dapat dipercaya. Tolong aku supaya saat membaca Alkitab, aku tidak asal lewat, tetapi sungguh memperhatikan dan mengenal Engkau lebih dalam. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan memberi firman-Nya dengan benar dan teliti, supaya kita sungguh percaya dan mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Tawuran remaja kembali terjadi di kawasan Klender, Jakarta Timur, hingga meresahkan warga dan mengganggu aktivitas masyarakat. Polisi menyita petasan, busur panah, dan proyektil ketapel dari lokasi bentrokan. Lalu bagaimana pemerintah memetakan akar masalah dan mencegah kawasan rawan tawuran terus berulang? Simak perbincangan bersama Dr. Yayat Supriatna, MSP, Pakar Tata Kota dan Kebijakan Publik Universitas Trisakti.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 25 Mei 2026Bacaan: "Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)Renungan: Pascabayar dan prabayakit kedua istilah ini pasti tidak asing bagi kita, para pengguna telepon seluler atau jaringan internet tanpa kabel. Ya, ini adalah sistem pembayaran tagihan pulsa atau kuota kita. Mau bayar di muka atau bayar belakangan? Diri sendirilah yang menentukan pilihan. Namun, tahukah kita bahwa sistem pembayaran ini juga dipakai ketika kita menerima berkat dan melakukan dosa? Bacaan di atas menyatakan dengan jelas bahwa berkat itu datang dan menjadi bagian kita, kalau kita mendengarkan suara-Nya. Berkat itu ada syaratnya. Berkat itu ada harga yang harus dibayar di muka sebelum menerimanya. Jadi, tidak ada berkat yang dinikmati dahulu baru dibayar harganya. Tidak ada berkat yang gratis dan seenak kita dalam menggunakannya. Lain halnya dengan dosa bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena keinginan itu menyeret dan memikatnya (Yak. 1:14-15). Kalau keinginan itu memikat pasti keinginan itu menyenangkan, indah, dan memuaskan. Namun, jika keinginan yang memikat itu dibuahi dalam perbuatan, muncullah dosa. Lalu, dari dosa lahirlah maut. Dosa itu membayarnya selalu belakangan, karena dosa selalu menawarkan kenikmatan, kesenangan, kepuasan, dll. Itu sebabnya dosa selalu memikat manusia. Awalnya memang enak, tetapi akhirnya harus membayar mahal bahkan membayar dengan maut. Bagaimana dengan diri sendiri? Setelah membaca firman Tuhan dan renungan pagi ini, kiranya kita lebih menyukai berkat ketimbang dosa. Sekalipun untuk memperoleh berkat, kita harus membayar harganya dahulu, yaitu ketaatan serta kesetiaan kepada Tuhan dan firman-Nya. Pertanyaan sekali lagi untuk kita, pilih pascabayar atau prabayar? Pilih dosa atau berkat? Mari kita jalani kehidupan penuh berkat dengan membayarnya lebih dahulu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat, agar sebelum aku bertindak, aku senantiasa menyadari bahwa aku adalah anak-Mu, sehingga apa yang kulakukan seperti yang Kau inginkan. Amin. (Dod).
Mencermati cepatnya pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia yang sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, publik mulai bertanya: seberapa besar sebenarnya daya tawar Indonesia di panggung internasional?Pemerintah Indonesia menyebut pembebasan itu merupakan hasil diplomasi intensif dan koordinasi lintas negara. Para relawan yang sebelumnya ditahan di fasilitas penahanan Israel akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Istanbul, Turki.Di tengah hubungan diplomatik Indonesia dan Israel yang tidak resmi, langkah cepat pembebasan ini dinilai menarik. Sebab, Indonesia tetap memiliki sejumlah instrumen pengaruh. Mulai dari posisi politik luar negeri yang konsisten mendukung Palestina, kekuatan diplomasi di forum internasional, hingga jejaring hubungan dengan negara-negara Timur Tengah dan organisasi kemanusiaan global.Indonesia juga selama ini dikenal aktif dalam isu kemanusiaan dan perdamaian dunia. Sikap politik yang konsisten terhadap Palestina memberi Indonesia legitimasi moral yang cukup kuat di mata banyak negara berkembang dan dunia Islam.Namun di sisi lain, kasus ini juga memunculkan kritik publik. Sebagian menilai respons pemerintah belum cukup keras terhadap tindakan Israel terhadap para relawan. Reaksi itu ramai muncul di media sosial dan forum publik daring.Lalu pertanyaannya, apakah cepatnya pembebasan ini murni karena kekuatan diplomasi Indonesia? Atau justru karena tekanan internasional yang lebih luas terhadap Israel, terutama setelah sorotan global terhadap penahanan relawan kemanusiaan dari berbagai negara?Yang jelas, peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa perlindungan WNI di luar negeri tidak hanya bergantung pada hubungan diplomatik formal, tetapi juga pada kemampuan membangun jaringan internasional, tekanan opini global, dan posisi politik Indonesia dalam isu kemanusiaan dunia.Dan kini, tantangan berikutnya adalah: mampukah Indonesia mengubah pengaruh moral itu menjadi daya tawar politik yang lebih nyata di level global?TALK :: Pakar Hubungan Internasional Universitas Nasional Jakarta, Dr Robi Nurhadi & Pengamat Timur Tengah yang juga Pendiri situs Albalad.Co, Faisal Asegaf
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran berada pada fase kritis. Ketegangan kembali meningkat akibat provokasi baru dan kebuntuan diplomasi di wilayah selat. Manuver dua negara besar, Tiongkok dan Rusia, turut mengubah peta kekuatan. Ditambah lagi, penahanan armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang semakin mempertajam polarisasi antara kubu Amerika dan Iran.Lalu, apakah manuver Tiongkok dan Rusia mampu membawa Iran dan Amerika Serikat mencapai kata sepakat? Ataukah justru akan memicu provokasi yang berimbas pada terjadinya eskalasi baru?
Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar Rapat Kerja Teknis atau Rakernis Fungsi Lalu Lintas Tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan (stakeholder), mulai dari Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Menteri Perhubangan, hingga Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.
Di kelas ini Sayadaw Kheminda menjelaskan tentang Brahmajālasutta dan Komentarnya.
Di kelas ini Sayadaw Kheminda menjelaskan tentang Brahmajālasutta dan Komentarnya.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 13 Mei 2026Bacaan: Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut..." (Lukas 16:23)Renungan: Sebuah kisah kuno menceritakan tentang seorang pengemis yang tanpa sengaja menyenggol wanita kaya. Wanita tersebut marah besar. Sambil berteriak dia berkata, "Pengemis bodoh! Apakah kamu tidak tahu saya?" Pengemis tersebut dengan ketakutan berkata, "Maaf Nyonya. Saya benar-benar tidak tahu siapa Anda." Wanita tersebut berkata dengan sombongnya, "Saya adalah orang terkaya di kota ini!" Dengan polosnya, pengemis tadi menjawab, "Maaf Nyonya, setahu saya orang yang paling kaya di kota ini adalah tukang kayu yang tinggal di ujung jalan. la sering sekali mengundang pengemis seperti saya ini untuk makan bersama di rumahnya." Wanita kaya tersebut menjadi malu. Untuk menentukan kaya tidaknya seseorang, kita selalu mengukurnya dengan sebanyak apa materi yang dimilikinya. Entahkah itu perusahaan, aset, barang-barang mewah, uang, dan kekayaan lainnya. Padahal ukuran kekayaan yang sebenarnya tidak ditentukan dari apa yang dimilikinya, melainkan apa yang telah dibagikannya. Apa gunanya kita punya banyak hal tapi menyimpan semuanya itu untuk diri kita sendiri? Apa gunanya kaya benda tapi miskin hati? Kekayaan sejatinya tidak diukur dari seberapa banyak yang kita simpan, tapi seberapa banyak yang kita bagikan. Ingatlah perumpamaan Yesus tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Sungguh tragis apa yang dialami oleh orang kaya itu. Setelah ia mati, ia berada dalam neraka yang penuh dengan penderitaan. Kekayaan yang selama ini ia banggakan ternyata tidak bisa menyelamatkannya. Berulang kali Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang murah hati, bukan bersikap pelit atau kikir. Toh, kalau kita nanti mati, semua harta benda yang selama ini kita simpan dan genggam erat, tidak ada yang bisa kita bawa. Lalu apa gunanya itu? Justru saat kita punya kesempatan untuk berbagi. lakukanlah hal tersebut dengan sukacita. Ada yang lebih penting dari sekadar mengejar sukses, yaitu memiliki hidup yang bermakna untuk sesama. Ada yang lebih penting daripada sekadar kaya materi, yaitu kaya hati. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemurahan hati-Mu, sehingga aku selalu tergerak untuk menolong orang yang menderita. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 11 Mei 2026Bacaan: Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4)Renungan: Ada seorang pemuda yang ditawari rokok oleh temannya. "Kalau kamu tak merokok, berarti kamu banci," tantang temannya. Pemuda itu tak mau dikatakan banci. la merokok dan akhirnya ketagihan. Selanjutnya temannya menawari ganja. "Kalau kamu tak menghisap ganja, berarti kamu banci," tantang temannya lagi. Pemuda itu tak mau dikatakan banci. la menghisap ganja dan akhirnya kecanduan. Hanya karena tak mau dikatakan banci oleh temannya, pemuda itu "merusak" masa depan sendiri. Ditantang sering membuat kita panas hati. Namun bukan berarti kita meladeni semua tantangan yang dihadapkan kepada kita tanpa memikirkan risiko di belakangnya. Berbicara tentang tantangan, Yesus pernah menghadapinya. Si penantangnya tidak lain adalah Iblis. Pada pencobaan pertama dan kedua yang disodorkan Iblis, di situ diawali kata-kata: "Jika Engkau Anak Allah". Tampaknya, Iblis berusaha mengutak-atik ego Yesus supaya menunjukkan sisi kemahakuasaan-Nya. Lalu respons Yesus? Dia mengabaikannya sama sekali! Jawab Yesus kepada Iblis, "Ada tertulis," yang artinya semua tindakan harus didasarkan pada firman Tuhan, bukan keinginan sendiri. Lagipula, Yesus mengetahui bahwa tanpa Dia melakukan tantangan itu, identitas diri-Nya sebagai Anak Allah tidak pernah berubah. Seperti pengalaman Yesus tersebut, tantangan-tantangan yang disodorkan seseorang kepada kita bertujuan mengutak-atik ego kita. Terhadap semua tantangan itu, abaikan saja! Jangan hanya gara-gara panas hati, seperti pemuda tadi, ujungnya kita "merusak" masa depan sendiri. Ingatlah hidup kita tidak tergantung pada kata-kata orang lain, tetapi perkataan Tuhan! Tidak perlu resah bila ada orang menyebut atau melabeli kita begini dan begitu. Ketahuilah tanpa meladeni tantangan-tantangan itu, identitas kita sebagai anak-anak Tuhan yang terkasih tidak akan berubah! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, agar aku tidak mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang Engkau tidak suka dan yang dapat merusak masa depanku. Amin. (Dod).
Di kelas ini Sayadaw Kheminda menjelaskan tentang Brahmajālasutta dan Komentarnya.
Di kelas ini Sayadaw Kheminda menjelaskan tentang Brahmajālasutta dan Komentarnya.
Episode: Best of Sun Moon Lake, Taiwan Welcome to Dr. Mary Travelbest's 5 Steps to Solo Travel Guide for people like you who need extra support traveling (slowly) one at a time. We've been helping women find travel memories since 1993 and traveling solo since 1972. Please share the memories we create and tell a friend about them. I appreciate your feedback and travel questions. FAQ Should I use public transportation abroad? Episode: Sun Moon Lake, Taiwan Lesson Learned: Don't schedule everything Day 1 Travel Tip: Trust your gut instincts, if unsure, pivot fast. FAQ Response: Should I use public transportation abroad? Yes, you should try it at least, but not in rush hour with all of your luggage. One way to test it out is to try it early morning, before rushing workers get on, but while it's still light outside. Most times, you only need a card to swipe, and you can add money to the card when you need to. Your first care purchase is often at a self-service kiosk, and usually there is English translations here. Go for it and try. Episode: Sun Moon Lake, Taiwan Special episode: Sun Moon Lake, Taiwan March 2025 was my first visit to this scenic region, which reminded me of Lake Tahoe, California. I had to refer to my notes, which could be helpful to you. Arrive in Taoyuan airport and take the train to the Taipei Main Station and take the HSR train to Taichung City which comes about every 30 minutes and takes about an hour. Bus to Sun Moon Lake, which comes at least hourly. The total cost to get there is about $25, and it takes about 3 hours. To drive, you would take about 2.5 hours and save a few dollars. Where to Stay? There are several hotels and resorts. My room at the Harbor Resort was not ready when I arrived, so I walked around the lake in the meantime. Here are a few other places, the most expensive one listed first. Luxury/Comfort: Fleur de Chine Hotel – thermal spa access, lakeside views, wellness focus Midrange/Solo-Friendly: The Crystal Resort or Hotel Del Lago – walking distance to bike paths and pier Budget/Unique: Sun Moon Lake Youth Activity Center – traditional wooden lodge vibes Sun Moon Lake Itinerary (4 Days) Day 1 – Afternoon: Arrive via bus to the (Shoe-is-he) Shuishe Pier area Check in + light walk along the Shuishe Lakeside Trail (flat, peaceful) Evening: Early dinner of local fish and mountain vegetables at Full House Resort Restaurant or a local restaurant nearby. Sunset viewing from Wenwu Temple stairs (lit up at night) local tea tasting at Sun Moon Lake Antique Assam Tea Farm Day 2 – Biking the Lake & Culture Morning: Rent an e-bike or mountain bike and ride the Sun Moon Lake Cycle Route — voted one of the top cycling paths globally Stop at: Ci'en Pagoda, Xiangshan Visitor Center, and (May-he) Meihe Garden Full loop is ~29km; consider a half-loop if you're feeling leisurely. There are places where you need to dismount and walk it. Some days you may not be able to go the full distance around, so ask. Afternoon: Take the Sun Moon Lake Ropeway (cable car) to the Formosan Aboriginal Culture Village Learn about the Thao, spelled T-H-A-O) and other cultural groups Optional: garden strolls Return via cable car or ferry Evening: Relaxing soak at your hotel's onsen-style hot springs Dinner at The Lalu's Moon Pavilion Restaurant for lakeside fine dining (worth it solo!) Day 3 – Hiking + Temples Morning: Hike the Maolan Mountain Trail or Tsen Pagoda Trail for panoramic lake views and forest immersion Easy to moderate; solo-safe and well-marked Afternoon: Visit Xuanzang Temple – peaceful with Buddhist relics Snack on local tea eggs and tofu pudding from lakeside stalls Evening: Night market (seasonal, usually in Shuishe or Ita Thao area) – solo-friendly and fun for grazing Optional: Boat cruise at dusk (join a group tour or private hire) Day 4 – Tea + Departure Optional walk in Xiangshan Forest Trail for one last quiet moment Safety, Solo Vibes & Tips Taiwan is ranked one of the safest destinations for solo female travelers (source: Global Peace Index) English signage is plentiful in Sun Moon Lake; locals are helpful but modest Google Translate, and Pleco app help with communication. I used the Line app for texting here. Public bathrooms are clean and common Tap water is not typically drunk directly — use filtered water Sun Moon Lake Official Website Formosan Aboriginal Culture Village Lesson Learned: Don't schedule everything on Day 1 Leave several ideas for another day. Don't pack everything in right away. I tried to do that in Paris, but it did not work. I did return and enjoyed the visit much more that time. Imagine you'll be back if you like the destination. Travel Tip: Trust your gut instincts, if unsure, pivot fast. If you walk into a restaurant, store, or even your hotel and it does not look right, you can trust your gut. Consider a pivot to plan B. Be safe, not sorry. I want to bring meaning to your future travel. Sign up for the Dr. Travelbest newsletter. We can connect on my websites, Facebook page, group, or Instagram. Find the 5 Steps to Solo Travel series on Amazon. The show notes have more details for you to connect. Please support this podcast with a review. We need your help to help others. Connect with Dr. Travelbest 5 Steps to Solo Travel website Dr. Mary Travelbest X Dr. Mary Travelbest Facebook Page Dr. Mary Travelbest Facebook Group Dr. Mary Travelbest Instagram Dr. Mary Travelbest Podcast Dr. Travelbest on TikTok Dr.Travelbest onYouTube In the news
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 1 Mei 2026Bacaan: Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya." (2 Raja-raja 2:6)Renungan: Seorang ayah berpesan kepada kedua orang anaknya yang akan mengikuti ujian sekolah. Katanya, "Asalkan nilai-nilai kalian tidak ada di bawah angka enam, ayah sudah sangat senang dan tidak akan marah!" Akan tetapi anak bungsunya melakukan lebih dari permintaan ayahnya. la mendapatkan nilai yang sangat memuaskan sehingga ia menjadi juara satu di kelas. Hebatnya, meski berulang-ulang ayahnya memberikan pesan yang sama keberhasilan si bungsu bukan karena pesan tersebut melainkan si bungsu memang sudah bertekad kuat untuk selalu mendapatkan juara satu. Kemudian sang ayah memberikannya hadiah istimewa. Meskipun rombongan nabi di Betel dan Yerikho mengetahui bahwa Nabi Elia akan terangkat ke surga pada hari itu juga tetapi hanya Elisa yang mengikuti Nabi Elia. Meski Nabi Elia berkata supaya Elisa tinggal, tetapi Elisa untuk ketiga kalinya juga dengan tekad yang kuat tetap mengikuti Elia. Elisa menjawab bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Elia. Alhasil, tekad kuat Elisa tersebut membawa dirinya memperoleh kesempatan untuk meminta dua bagian roh Elia supaya dipenuhi kuasa Tuhan. Setelah Elisa melihat Nabi Elia terangkat ke surga, Elisa pun memperoleh yang dimintanya. Sementara itu rombongan nabi hanya mengetahui tetapi tidak melihat dan tak mendapatkan sesuatu. Banyak orang mengharapkan sesuatu yang istimewa tetapi tidak semua mendapatkan apa yang diharapkannya, karena masing-masing orang mempunyai tekad yang berbeda-beda. Orang yang bertekad kuat tidak akan tinggal diam dan berhenti begitu saja pada tantangan yang menghadang. Orang yang memiliki tekad yang kuat akan mengusahakan berbagai cara agar sesuatu yang diharapkannya terjadi. la akan bertindak berbeda melebihi orang-orang di sekitarnya hingga dirinya memperoleh hasil melebihi hasil rata-rata. Jadi milikilah tekad yang kuat kalau ingin berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku tekad yang kuat untuk menggapai apa yang kuinginkan sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Local communities in Murray Bridge, South Australia, are united in support of Ying-Hsi Chou, a mother of three threatened with deportation to Taiwan. - Komunitas lokal di Murray Bridge, Australia Selatan, tengah bersatu memberikan dukungan bagi Ying-Hsi Chou, seorang ibu tiga anak yang terancam dideportasi ke Taiwan.