POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENYEMBUHKAN 10 ORANG KUSTADiambil dari: Lukas 17:12–14 (TB)“Ketika Ia masuk ke suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: ‘Yesus, Guru, kasihanilah kami!' Lalu Ia memandang mereka dan berkata: ‘Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.' Dan sementara mereka di tengah jalan, mereka menjadi tahir.”Wonder Kids, hari ini kita baca kisah tentang sepuluh orang kusta. Pada zaman itu, orang yang punya penyakit kulit seperti kusta tidak boleh tinggal dekat orang lain, karena orang-orang takut penyakitnya menular. Makanya mereka berdiri jauh-jauh dan berteriak minta tolong kepada Yesus.Lalu Yesus melakukan sesuatu yang unik. Yesus tidak langsung bilang, “Sembuh sekarang!” Yesus berkata, “Pergi, perlihatkan dirimu kepada imam-imam.” Artinya, mereka harus taat dulu—melangkah dulu—percaya dulu pada perkataan Yesus. Dan Alkitab berkata sesuatu yang keren banget: “Sementara mereka di tengah jalan, mereka menjadi tahir.” Mereka sembuh sambil berjalan.Dari sini kita belajar 2 hal: Pertama, ketaatan itu penting. Mereka bisa saja berkata, “Ah, percuma… belum sembuh kok suruh pergi?” Tapi mereka memilih percaya dan taat—dan di tengah jalan Tuhan bekerja. Kedua, jangan lupa bersyukur. Di cerita ini, yang kembali untuk mengucap syukur cuma satu orang—dan orang itu bahkan bukan orang yang biasanya dianggap “paling benar” oleh orang banyak. Tapi dia justru datang kembali, sujud di kaki Yesus, dan berterima kasih.Wonder Kids, kadang kita juga begitu: kita minta tolong waktu susah, tapi setelah ditolong… kita lupa bilang, “Tuhan Yesus, terima kasih.” Yesus bukan cuma mau menyembuhkan tubuh kita—Yesus juga mau membersihkan hati kita dari dosa dan mengajar kita hidup untuk Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Sebutkan 1 hal yang kamu minta kepada Tuhan belakangan ini.Lalu sebutkan 1 hal yang Tuhan sudah tolong dalam hidupmu.Ucapkan dengan mulutmu: “Tuhan Yesus, terima kasih.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau peduli dan berkuasa menolong kami. Ajari aku untuk taat kepada firman-Mu, dan jangan lupa bersyukur saat Engkau menolongku. Bersihkan juga hatiku dari dosa dan tolong aku hidup menyenangkan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan suka anak yang taat—dan Tuhan juga suka anak yang tidak lupa bilang “terima kasih.” Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Priscilla Victory Lamauran, Hendrina Linong dan Germanus Asan Uran dari Paroki Santo Damian Bengkong, Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. Kejadian 2: 7-9; 3: 1-7; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.12-13.14.17; Roma 5: 12-19; Matius 4: 1-11.TUHANMELIHAT DAN MENGIZINKAN MANUSIA DIGODAI SETAN Tema renungan kita pada hari Minggu Pertama Prapaskahini ialah: Tuhan Melihat dan Mengizinkan Manusia Digodai Setan. Sering kalikita bertanya dalam hati: kalau Tuhan itu baik, mengapa Ia membiarkan manusiadigodai? Mengapa Ia tidak langsung menghentikan iblis sejak awal? Di TamanEden, Tuhan melihat ketika manusia pertama digoda. Di padang gurun, Tuhan jugamelihat ketika Putra-Nya sendiri, Yesus Kristus, dicobai berulang kali. Tuhantidak buta, Tuhan tidak lalai. Ia melihat. Ia tahu. Dan Ia mengizinkan. Tetapiizin Tuhan bukanlah tanda Ia setuju dengan kejahatan. Izin Tuhan selalu beradadalam rencana kasih dan keselamatan. Tuhan mengizinkan godaan karena Ia menciptakan manusiadengan kebebasan. Cinta tanpa kebebasan bukanlah cinta sejati. Kesetiaan tanpapilihan bukanlah kesetiaan. Bila manusia tidak pernah bisa memilih yang salah,maka memilih yang benar pun tidak lagi bermakna. Maka di hadapan godaan,manusia sebenarnya sedang berdiri di hadapan kesempatan: apakah ia mau percayakepada Tuhan, atau percaya pada suara lain. Di situlah iman menjadi nyata,bukan sekadar kata-kata. Kisah di Eden menunjukkan betapa manusia bisa jatuh.Ketika mendengarkan suara iblis, manusia memilih jalan yang menjauh dari Tuhan.Namun bahkan di saat jatuh itu, Tuhan tidak pergi. Ia mencari manusia,memanggil mereka, dan membuka jalan keselamatan. Jadi Tuhan tidak pernahmengizinkan godaan untuk menghancurkan manusia, melainkan untuk menuntunmanusia melihat betapa ia membutuhkan Tuhan. Dosa itu melukai, tetapi kesadaranakan dosa membuka pintu pertobatan. Lalu kita melihat Yesus di padang gurun. Ia digodaibukan sekali, tetapi berkali-kali. Iblis mencoba menggoyahkan-Nya melaluilapar, kuasa, dan kemuliaan dunia. Tetapi Yesus tidak jatuh. Ia menjawab denganSabda Tuhan, dengan kepercayaan penuh kepada Bapa. Di sinilah ada terangpengharapan: godaan tidak harus berakhir dengan dosa. Dalam Yesus, kita belajarbahwa manusia bisa berdiri teguh. Ia menunjukkan bahwa kesetiaan itu mungkin,bahwa rahmat Tuhan cukup kuat untuk menolong kita. Mungkin dalam hidup kita hari ini juga ada “padanggurun”: godaan untuk putus asa, godaan untuk marah, godaan untuk mencari jalanpintas, godaan untuk hidup jauh dari Tuhan. Jangan langsung berpikir Tuhanmeninggalkan kita. Justru sebaliknya. Tuhan melihat. Tuhan menyertai. Dan Iamengizinkan pergulatan itu agar iman kita dimurnikan, agar hati kita belajarkembali bersandar pada-Nya. Maka jangan takut terhadap godaan. Takutlah bila kitaberhenti kembali kepada Tuhan. Bila jatuh, bangkitlah melalui pertobatan. Bilakuat, bersyukurlah atas rahmat-Nya. Sebab dalam setiap pergulatan, Tuhan sedangbekerja membentuk hati kita. Ia tidak pernah meninggalkan manusia di dalampencobaan. Ia justru membuka jalan pulang. Dan di jalan pulang itu, kitamenemukan bahwa kasih Tuhan selalu lebih besar daripada godaan apa pun di duniaini. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Bapa di surga, penuhilah kami dengan kuasa-Mu sehingga kami mampumengatasi godaan-godaan di dalam hidup kami dan memilih jalan untuk kembalikepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga … Dalam nama Bapa …
Indonesia menatap Indonesia Emas 2045, momentum satu abad kemerdekaan dengan target ambisius: menjadi negara maju, berpendapatan per kapita sekitar 33 ribu dolar AS, serta masuk lima besar ekonomi dunia. Tantangan besarnya, bagaimana Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menjaga pertumbuhan ekonomi konsisten di atas 7 persen per tahun.Penguasaan inovasi sains dan teknologi, yang berpadu dengan penerapan Ekonomi Pancasila, dinilai menjadi kunci utama mencapai target tersebut. Lalu, langkah paling mendesak apa yang harus dilakukan pemerintah agar transformasi ekonomi berjalan efektif dan berkelanjutan?Simak perbincangan mendalam bersama Rokhmin Dahuri, membahas strategi konkret menuju Indonesia Emas 2045, hanya di Elshinta, suara fakta dan arah kebijakan.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ORANG SAMARIA YANG BAIK HATIDiambil dari: Lukas 10:33–37 (TB)“Tetapi seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, datang ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan… Lalu kata Yesus: ‘Pergilah, dan perbuatlah demikian!'”Wonder Kids, hari ini kita membaca sebuah perumpamaan yang hanya dicatat oleh Lukas. Yesus menceritakan kisah tentang seorang pria yang dirampok dan ditinggalkan hampir mati di pinggir jalan. Beberapa orang lewat—imam dan orang Lewi—tetapi mereka tidak menolong. Mereka melihat… lalu pergi.Kemudian datanglah seorang Samaria. Orang Samaria biasanya tidak disukai oleh orang Yahudi. Tetapi justru orang inilah yang berhenti. Ia menolong orang yang terluka, membalut lukanya, menaikkan ke keledainya, dan merawatnya.Yesus memakai cerita ini untuk menjawab pertanyaan: “Siapakah sesamaku manusia?” Jawaban Yesus jelas: Sesama kita bukan hanya orang yang kita suka, bukan hanya orang yang mirip dengan kita, tetapi siapa pun yang membutuhkan kasih. Mengasihi bukan cuma soal kata-kata. Mengasihi berarti bertindak, meskipun itu tidak nyaman.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu orang yang biasanya kamu abaikan atau tidak terlalu kamu sukai. Tanya Tuhan bagaimana kamu bisa menunjukkan kasih Yesus kepadanya hari ini.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, ajari aku mengasihi semua orang, bukan hanya yang aku sukai. Tolong aku memiliki hati yang mau menolong seperti Engkau. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Mengasihi sesama berarti melakukan kasih, bukan hanya mengatakan kasih. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Tania MCFSM dan Sr Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 9b-14; Mazmur tg 86: 1-2.3-4.5-6; Lukas 5: 27-32.PUASA BERBUAHPEMBAHARUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Puasa BerbuahPembaharuan. Kemarin kita diterangi dalam renungan bahwa puasa kita di dalammasa Pra Paskah ini dilakukan melalui beramal dan berdoa. Ini merupakancara-cara kita berpuasa. Lalu hal berikut yang amat penting ialah buah atauhasil melakukan puasa. Apakah yang didapatkan setelah melakukan puasa? Hari inikita merenungkan bahwa dengan berpuasa orang mendapatkan pembaharuan hidup. Nabi Yesaya mengatakan bahwa orang yang berhentimenyusahkan dan menyakiti sesamanya, lalu berbalik untuk berbuat baik danberamal kasih kepada sesamanya itu, pembaharuan yang ia peroleh adalah TuhanAllah berkenan kepadanya. Tuhan akan menuntunnya senantiasa. Tuhan akanmemuaskan semua kepentingannya untuk menjadi bahagia dan selamat di dalamkehidupannya. Pembaharuan ini berkaitan dengan kehidupan rohaninya yangberkembang, di mana hubungannya dengan Tuhan ialah dalam satu keterikatan yangmenyatu. Dasarnya ialah karena ia melakukan semua perbuatan Tuhan sendiri. Yang digambarkan oleh Yesaya ini terungkap dengan sangatjelas dalam pengalaman orang-orang yang mengalami sendiri hidup dan bekerjabersama Yesus Kristus. Kita semua yang berada di dalam Gereja saat ini jugadalam situasi yang berbeda-beda memiliki pengalaman ini, terlebih-lebih selamamasa Pra Paskah, kita ingin memantapkan dan memperkuat hubungan kita denganTuhan untuk semakin menyatu dengan-Nya. Syaratnya ialah bertahan dalam iman dankesetiaan menjadi murid-murid Tuhan yang baik seperti para rasul. Pembaharuan hidup yang dampaknya kuat bagi diri seseorangatau dalam suatu kebersamaan dengan orang lain ialah pertobatan. Tandanya ialahorang meninggalkan hidup yang lama dalam kegelapan dosa dan memilih hidup barudi dalam Tuhan. Melalui berpuasa, yaitu pengalaman berjumpa dan hidup bersamadengan Tuhan, kekuatan pengaruh-Nya dapat mengubah jalan hidup seseorang.Pengalaman ini ditunjukkan oleh Lewi, si pemungut cukai yang bertemu denganYesus dan selanjutnya mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Si pemungutcukai ini kemudian menjadi salah satu dari ke-12 rasul Yesus. Jika puasa dalam masa Pra Paskah ini belum menunjukkantanda-tanda akan ada pertobatan di dalam diri Anda dan keluarga atau kelompokAnda, memasuki minggu pertama Pra Paskah kiranya dapat dibuatkan suatuperencanaan dalam menata kehidupan baik pribadi maupun bersama. Perencanaan itumesti dapat dikonkretkan untuk suatu pertobatan yang kemudian diwujudkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha rahim,terangi perjalanan hidup kami pribadi dan bersama di dalam masa Pra Paskah ini,sehingga kami berjalan di dalam terang untuk pertobatan kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Sunday Service @ Grace Chapel, Bangalore
Libur panjang perayaan Tahun Baru Imlek di Simpang Gadog, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, terpantau ramai dipadati oleh kendaraan yang mengarah ke sejumlah destinasi wisata. Satlantas Polres Bogor mencatat lebih dari 4.000 kendaraan roda empat memasuki kawasan Puncak pada pagi hari ini.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Februari 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3)Renungan: Suatu ketika ada satu keluarga tengah berada dalam perjalanan menuju sebuah kota. Lalu mereka singgah di satu kedai kecil untuk beristirahat. "Bapak dan keluarga mau ke mana?" tanya si pemilik kedai. Bapak itu memberitahukan tujuannya. "Oh, kota itu. Saya tahu," jawabnya. "Kalau begitu dapatkah Anda menceritakan bagaimana orang-orang yang ada di sana?" tanya kepala keluarga tersebut. Bukannya menjawab, pemilik kedai malah bertanya balik, "Orang-orang seperti apakah yang kalian temukan di tempat asal kalian?" "Mereka adalah orang-orang yang payah," isteri bapak itu segera menjawab. "Benar. Mereka senang bergosip, cuek, egois. Kami senang bisa pindah dari sana," jawab anak-anaknya. "Saya rasa kalian juga akan menemukan orang-orang dengan sikap yang sama di kota tujuan kalian nanti." Keesokan paginya, rombongan keluarga lain singgah ke kedai itu dan ingin ke kota yang sama seperti keluarga kemarin. Mereka pun menanyakan kepada pemilik kedai tentang sifat orang-orang yang nanti akan ditemui. "Jenis tetangga macam apa yang dulu kalian miliki?" pemilik kedai itu bertanya. "Mereka baik, suka menolong, peduli. Sebenarnya kami sangat berat hati meninggalkan tempat yang dulu itu," jawab pemimpin rombongan. Pemilik kedai menjawab, "Tenang, nanti kalian juga akan mendapat tetangga yang serupa." Salah satu alasan yang dikemukakan oleh para pegawai mengapa mereka mau berhenti bekerja dan pindah ke tempat lain adalah karena orang-orang di kantor mereka yang tidak bersahabat. "Di sini orang-orangnya suka menusuk dari belakang. Mereka berkompetisi dengan curang. Pribadinya tidak menyenangkan," begitulah ungkapan mereka. Namun yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah orang-orang tapi kita sendiri. Selama kita tidak mau belajar mengerti, belajar rendah hati dan mengalah, ke mana pun kita pergi, di mana pun kita bekerja, kita memang akan senantiasa bertemu dengan orang-orang sulit'. Selama kita selalu melihat 'selumbar' di mata pihak lain, selalu mencari kekurangan dan kejelekan mereka, maka itulah yang akan kita dapatkan. Dengan kasih Tuhan, ubahlah sikap kita, maka situasi pun akan berubah dengan sendirinya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, sehingga setiap orang yang berada dekat denganku akan merasa nyaman. Amin. (Dod)
TERIMA HADIAH, WHAT'S NEXT?Ibadah Natal Para Mitra Yayasan MIKASekolah Kristen MakedoniaSTT Makedonia(Ngabang, Kab. Landak, Kalimantan Barat)Sabtu, 10 Jan 2026
Karena cinta dan kasih, kita sering merasa sakit hati dan kecewa. Berharap dimengerti, tapi justru terluka.Lalu kita bertanya: apakah ada cinta yang benar-benar tulus dan tidak mengecewakan?www.youtube.com/@JakartaCityBlessing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif kemarin, ditutup di zona hijau. Lalu, bagaimana dengan pergerakan IHSG hari ini? Kita akan bergabung dengan Ardhana Anugrah dari Bursa Efek Indonesia untuk memberikan update terkini.
Sebuah benih yang kecil ternyata mempunyai sebuah potensi untuk menghasilkan kehidupan yang besar. Seperti layaknya biji sesawi, yang bentuknya sangat kecil tetapi memiliki potensi menghasilkan kehidupan. Dalam kehidupan kita, Allah sudah memberi masing-masing kita "benih." Tetapi persoalannya, yang membedakan satu orang dengan orang yang lain ialah bukan banyaknya benih, sebab ada orang yang memiliki segenggam benih, ada yang memiliki satu karung benih, tetapi yang membedakan mereka ialah "tangan yang menabur." Sebab benih akan tetap menjadi benih yang sama, kecuali benih itu di tabur lalu kemudian dia menghasilkan potensi yang ada di dalam benih. Sebab jikalau benih itu tidak di taburkan, ia akan tetap pada jumlah yang sama, tidak menghasilkan dan tetaplah benih. Masalah yang sering kita alami, ada banyak benih yang Tuhan taruh dalam hidup kita berupa potensi, skil, talenta, karunia, "waktu & kesempatan," tetap menjadi hal yang sama, keadaan yang sama, kecuali kita mau menaburkan sesuatu. Lalu apa yang harus kita lakukan, ketika Allah menaruh benih kepada setiap kita untuk ditaburkan? Mari simak sebab dalam Seri 1 - Benih, Ps. Charles Bessie, kita akan mendapatkan prinsip dalam menabur benih yang Allah percayakan bagi kita. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Ratusan guru madrasah honorer menggelar aksi unjuk rasa dan beraudiensi dengan DPR untuk menuntut kejelasan status dan pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), setelah mengabdi selama bertahun-tahun.Berdasarkan data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) per 1 Februari 2026, dari total 6,69 juta Aparatur Sipil Negara (ASN), sebanyak 2,3 juta atau sekitar 34 persen merupakan ASN guru yang terdiri dari PNS, PPPK, dan PPPK paruh waktu. Sementara itu, jutaan lainnya masih berstatus guru honorer, bahkan sebagian hanya menerima gaji sekitar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.Lalu, solusi apa yang bisa ditawarkan untuk menjamin kesejahteraan dan kepastian status para guru honorer? Kami akan membahasnya dalam perbincangan bersama Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Februari 2026Bacaan: "Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." (1 Korintus 1:26)Renungan: Ada seorang pemuda yang telah berumur masih terus mencari pasangan hidup yang ideal. Suatu hari, ia menemukannya. Si gadis cantik dan pintar namun ia tidak jadi menikahinya sebab gadis itu tidak bisa memasak! Lalu ia mencari lagi dan akhirnya menemukan gadis yang bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Bahkan si gadis pandai memasak. Ya, masakannya luar biasa lezat karena ia punya usaha restoran sendiri. Hebat bukan? Namun pemuda ini tak bisa menikahinya karena sang wanita tak pandai merawat diri. la tidak bisa make up sendiri, memakai pakaian pun tak pernah mengikuti mode dan tren yang ada. Jadi pemuda itu pun pergi meninggalkannya. la mencari lagi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya menemukan seorang gadis yang menurutnya sangat sempurna. la begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, dan yang terpenting ia begitu cerdas. la sempurna! Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Mengapa? Sebab gadis ini sedang mencari pria yang sempurna ! Ada orang yang juga demikian, ia mencari perusahaan yang sempurna. la ingin punya pendapatan seperti yang diharapkan. la mau memiliki atasan dan teman kerja yang ideal, yang semuanya sesuai dengan kriterianya. Apa itu mungkin? Sepertinya tidak. Mengapa? Karena dunia penuh dengan kekurangan di sana-sini. Ketidaksesuaian yang ada sudah semestinya tidak membuat kita stress, namun menyikapinya dengan bijak. Misalnya, teman kerja yang tak bersahabat, yang tak sempurna dapat memacu kita untuk belajar memahami orang, belajar bersabar, dan seterusnya. Renungkanlah, Allah pun saat menerima kita, la tidak melihat dan tidak mencari kesempurnaan dalam diri kita, lalu mengapa kita malah menuntut agar orang di sekitar kita sempurna? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku agar akupun dapat menerima keberadaan orang-orang di sekitarku apa adanya. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Maria Goreti MCFSM dan Suster Ursula MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 10: 1-10; Mazmur tg 37: 5-6.30-31.39-40; Markus 7: 14-23.HATI BARU Renungan kita pada hari ini bertema: Hati Baru. Sepasangsuami dan istri dalam satu tahun terakhir hidup dalam konflik dan sepertinyatidak ada tanda berhenti. Lalu mereka berdua sepakat untuk bercerai melaluibeberapa proses. Salah satu hal dari proses itu ialah mereka berdua bertemuPastor Paroki untuk meminta pendapatnya. Masing-masing menyampaikan pendiriandan alasannya untuk bercerai. Menurutnya keputusan itu sudah bulat. Kepentingandiri masing-masing sangat kuat, dan bagi Pastor ini adalah contoh dua hati yanglama. Maka sang Pastor memiliki tugas amat penting untukmengubah hati yang lama itu menjadi hati yang baru. Setelah memberikan pendapatdan nasihatnya, Pastor mempersilakan masing-masingnya untuk adorasi di depanSakramen maha kudus. Di dalam gereja, mereka duduk berjauhan untuk berdoa.Sekitar satu jam berlalu, mereka kembali bertemu Pastor di kantornya.Masing-masing menyampaikan bahwa ia sadar akan kesalahan dan kesombongannya. Iaberniat mengampuni pasangannya. Ia memutuskan untuk tidak bercerai. Pasangan tersebut akhirnya mendapatkan sebuah hati yangbaru. Masing-masingnya menjadi orang yang baru. Pengalaman ini menunjukkanbahwa terciptanya sebuah hati yang baru tidak bisa hanya dengan urusan seorangdiri. Kalau tanpa campur tangan Tuhan dan sesama ia tidak bisa apa-apa, tidak bisa menjadi baru.Sakramen-sakramen dan bimbingan rohani adalah dua dari banyak cara yangmembantu seseorang untuk mengalami dirinya menjadi baru. Salah satu isi firman Tuhan yang menggerakkan kita untukmenciptakan hati yang baru ialah seperti yang diwartakan oleh bacaan-bacaanhari ini. Firman Tuhan pada prinsipnya berisi kebijaksanaan Tuhan tentangbagaimana hidup semestinya dalam mengikuti Kristus. Pilihan kita mesti ke sana,seperti yang dilakukan oleh Salomo yang membuat hikmat hidupnya bisa menarikperhatian Ratu dari Syeba dan seluruh dunia. Kalau kita memilih dan menggunakanselalu kebijaksanaan, Tuhan menyediakan itu dan menyempurnakannya di dalamkita. Hati yang baru ialah hati yang bersih. Kotoran, kenajisan,fitnah, benci, dengki, dan marah mestinya dikeluarkan dari sana. Yesus memintakita supaya semua itu tidak disimpan di hati seperti kita menyimpan hartakekayaan dengan begitu aman. Semua itu menajiskan atau mengotori kita, jadiharus dikeluarkan melalui pemeriksaan batin lalu melepaskannya dengan bantuanorang lain dan Gereja. Ini sama sekali tak ada hubungan dengan makanan yanghalal dan tidak halal. Makanan atau minuman itu tidak pernah punya kaitandengan menciptakan hati yang baru. Hati yang baru adalah urusan rohani,sementara makanan dan minuman urusan perut dan jasmani. Sangatlah beda! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahabijaksana, semoga Roh-Mu memimpin kami selalu di dalam kebijaksanaan untukmenyatu dalam Yesus Kristus melalui hidup kami, dalam kata dan perbuatan kami.Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Februari 2026Bacaan: "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah." (1 Petrus 4:2)Renungan: Suatu ketika seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah dilupakannya, bernama Harry. Harry yang dikirim untuk menjemput profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyumnya menghiasi wajahnya. "Darimana kamu belajar hal-hal seperti itu ?" tanya sang profesor. "Oh," jawab Harry. "Selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah," katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan saat mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan anugerah dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Jika kita bisa bangun pagi hari ini tanpa kekurangan suatu apa pun yang baik, itu semua merupakan sebuah anugerah dan kesempatan berharga yang Tuhan berikan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita memanfaatkan hari ini, dengan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang positif, yang Allah kehendaki. Berhentilah beranggapan bahwa keberadaan kita hanya sebuah hal yang biasa. Tidak. Jika Tuhan memberi nafas hidup yang baru, berarti ada hal baru pula yang ingin Dia beri, harapan, iman yang baru, terobosan yang baru dan masih banyak lagi hal-hal besar yang mau Dia nyatakan bagi karir dan kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belaskasih-Mu, sehingga hatiku pun mudah tergerak untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PEKERJA KEBUN ANGGURDiambil dari: Matius 20:1 (TB)“Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar untuk mempekerjakan pekerja-pekerja bagi kebun anggurnya.”Wonder Kids, Pada zaman Yesus, banyak orang bekerja di kebun anggur. Biasanya, seseorang yang bekerja seharian penuh akan dibayar satu dinar, yaitu upah yang cukup untuk hidup sehari. Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang seorang pemilik kebun anggur. Ia mempekerjakan beberapa orang pagi-pagi sekali. Lalu beberapa jam kemudian, ia mempekerjakan orang lain lagi. Bahkan menjelang sore, ia masih mempekerjakan pekerja baru.Saat hari kerja selesai, semua pekerja itu dibayar dengan upah yang sama. Pekerja yang bekerja sejak pagi menjadi marah. Mereka merasa itu tidak adil. Tetapi pemilik kebun berkata, “Aku tidak berbuat salah kepadamu. Bukankah kita sudah sepakat? Aku berhak bermurah hati.”Melalui cerita ini, Yesus mengajarkan bahwa kasih karunia Tuhan bukan soal siapa yang paling lama bekerja. Keselamatan adalah pemberian Tuhan, bukan upah karena usaha kita.Tuhan selalu adil, tetapi Ia juga sangat murah hati. Tidak ada satu pun dari kita yang pantas menerima kasih Tuhan—tetapi Ia memberikannya dengan sukacita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu melihat teman mendapat sesuatu yang lebih dulu atau lebih banyak, latih hatimu untuk bersyukur dan percaya bahwa Tuhan juga mengasihimu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu baik dan murah hati. Tolong aku untuk tidak iri hati, tetapi belajar bersyukur atas setiap kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kasih Tuhan bukan soal adil atau tidak—kasih Tuhan selalu lebih besar dari yang kita pantas terima. Tuhan Yesus memberkati.
Jutaan dokumen rahasia milik terpidana kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, satu per satu mulai terbuka ke publik. Selain mengungkap kejahatan seksual berat yang melibatkan puluhan anak serta menyeret nama sejumlah elite dunia, dokumen tersebut juga memunculkan korespondensi sensitif terkait pembahasan awal kesiapan menghadapi wabah penyakit global.Media Rusia Izvestia, Rabu 4 Februari 2026, melaporkan adanya email tahun 2015 yang dikirim kepada Epstein, diduga kuat berasal dari Bill Gates. Berkas lain yang diunggah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) juga mengungkap komunikasi bertanggal 3 Maret 2017 antara Jeffrey Epstein dan kontak bernama Bill Gates, dengan subjek “Cakupan dan Hasil Kerja BGC3”, perusahaan investasi yang mengelola sebagian kekayaan Bill Gates, yang membahas simulasi pandemi.Temuan ini kembali memunculkan pertanyaan publik: benarkah dokumen-dokumen tersebut terkait dengan konspirasi di balik pandemi COVID-19? Di Indonesia, keraguan terhadap narasi resmi pandemi pernah disuarakan sejumlah tokoh dan pakar, namun kerap dianggap kontroversial dan tidak berdasar. Lalu, bukti apa yang sebenarnya dapat menguatkan dugaan bahwa pandemi COVID-19 merupakan bagian dari kepentingan bisnis dan alat politik global?Bersama Pakar Kebijakan Publik, Politik, dan Ekonomi, Dr. Ichsanuddin Noorsy, BSc, SH, MSi.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Februari 2026Bacaan: "Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab Tuhan menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau. " Lalu berjalanlah keduanya." (2 Raja-raja 2:6)Renungan: Seorang ayah berpesan kepada kedua orang anaknya yang akan mengikuti ujian sekolah. Katanya, "Asalkan nilai-nilai kalian tidak ada di bawah angka enam, ayah sudah sangat senang dan tidak akan marah!" Akan tetapi anak bungsunya melakukan lebih dari permintaan ayahnya. la mendapatkan nilai yang sangat memuaskan sehingga ia menjadi juara satu di kelas. Hebatnya, meski berulang-ulang ayahnya memberikan pesan yang sama keberhasilan si bungsu bukan karena pesan tersebut melainkan si bungsu memang sudah bertekad kuat untuk selalu mendapatkan juara satu. Kemudian sang ayah memberikannya hadiah istimewa. Meskipun rombongan nabi di Betel dan Yerikho mengetahui bahwa Nabi Elia akan terangkat ke surga pada hari itu juga, tetapi hanya Elisa yang mengikuti Nabi Elia. Meski Nabi Elia berkata supaya Elisa tinggal, tetapi Elisa untuk ketiga kalinya juga dengan tekad yang kuat tetap mengikuti Elia. Elisa menjawab bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Elia. Alhasil, tekad kuat Elisa tersebut membawa dirinya memperoleh kesempatan untuk meminta dua bagian roh Elia supaya dipenuhi kuasa Tuhan. Setelah Elisa melihat Nabi Elia terangkat ke surga, Elisa pun memperoleh yang dimintanya. Sementara itu rombongan nabi hanya mengetahui tetapi tidak melihat dan tak mendapatkan sesuatu. Banyak orang mengharapkan sesuatu yang istimewa tetapi tidak semua mendapatkan apa yang diharapkannya, karena masing-masing orang mempunyai tekad yang berbeda-beda. Orang yang bertekad kuat tidak akan tinggal diam dan berhenti begitu saja pada tantangan yang menghadang. Orang yang memiliki tekad yang kuat akan mengusahakan berbagai cara agar sesuatu yang diharapkannya terjadi. la akan bertindak berbeda melebihi orang-orang di sekitarnya hingga dirinya memperoleh hasil melebihi hasil rata-rata. Jadi milikilah tekad yang kuat kalau ingin berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, banyak impian dalam pikiranku demi kehidupan yang lebih indah. Oleh karena itu berilah aku semangat dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Aku percaya, dengan pertolongan-Mu dan tekad ku, apapun yang menjadi keinginanku sesuai juga dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Tidak ada apapun yang bisa menghalangi Allah untuk memberkati, memulihkan, mengangkat, mempromosikan, dan membawa kita semua dalam rencana besar Allah di dalam hidup kita. Untuk itu rancangan kita tidak sama seperti rancangan Tuhan, dan setiap masa depan yang sudah Ia sediakan bagi kita ialah masa depan yang penuh harapan. Lalu apa persoalannya sehingga banyak dari kita tidak bisa mencapai rencana Allah? Apa masalahnya sehingga banyak dari kita tertatih-tatih dalam perjuangan perjalanan iman kita, meraih apa yang Allah sediakan di depan namun prosesnya begitu lama dan kita tidak bisa mencapai apa yang Allah mau, mencapai apa yang menjadi tujuan-Nya? Lalu dimana letak permasalahannya? Temukan dalam Seri 4 - Merawat Hati | Ps. Charles Bessie, Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 3 Februari 2026Bacaan: Kata Daud kepada Salomo: "Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku." (1 Tawarikh 22:7)Renungan: Salah satu ambisi terbesar Daud Dialah membangun Bait Allah. Saat itu, ia telah menjadi raja Israel dan telah membangun istananya yang megah, setelah ia mengalahkan musuh-musuh Israel. Daud tahu, semua yang diperolehnya adalah karena anugerah Tuhan. Saat itu, tabut Tuhan simbol kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya-tetap berada di bawah tenda. Lalu, ia ingin membangun sebuah rumah yang megah untuk Tuhan. Namun, Tuhan menolak kerinduan hati Daud. Alasannya, karena Daud telah menumpahkan banyak darah. Tuhan pun memberitahunya bahwa Salomo, anaknya, yang akan mendirikan rumah itu bagi-Nya. Bagaimana reaksi Daud? la sepenuhnya tunduk kepada Tuhan. la menerima kehendak Tuhan dengan rendah hati. Namun ia tidak begitu saja lepas tangan. la membagikan kerinduan itu kepada Salomo. la juga menunjukkan dukungannya dengan menyediakan berbagai persiapan yang dibutuhkan agar kelak Salomo lebih mudah melaksanakannya. Daud menyediakan sangat banyak emas, perak, tembaga, besi, kayu, batu, serta para ahli bangunan. Tindakan Daud ini menolong kita memahami bahwa jika kita ingin melakukan sesuatu yang kita yakini menyenangkan hati Tuhan, namun Dia memilih orang lain yang melakukannya, maka tindakan terbaik kita ialah mendukungnya sepenuh hati. Karena Tuhan tahu siapa yang paling tepat untuk Dia pakai. Yang lebih penting ialah, Tuhan dimuliakan melalui pekerjaan-pekerjaan dan pelayanan anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kelapangan hati untuk menerima kelebihan orang lain. Lepaskan iri hati dalam diriku, sebab aku percaya di dalam kekuranganku selalu ada kelebihan yang telah Kau percayakan untukku. Amin. (Dod).
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Jumat lalu. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan bangsa dan negara di tengah dinamika nasional yang terus berkembang.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara langsung menerima masukan dan pandangan dari para tokoh yang hadir. Salah satu di antaranya adalah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Susno Duadji.Lalu, isu apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut? Bagaimana pandangan para tokoh terhadap kondisi bangsa saat ini, serta arah kebijakan ke depan?Dalam episode ini, kita akan mendengarkan langsung penjelasan dari mantan Kabareskrim Susno Duadji, mengulas isi pertemuan bersama Presiden Prabowo dan makna penting dialog tersebut bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan.
Danantara bersama Otoritas Jasa Keuangan menggelar konferensi pers usai pertemuan dengan para pelaku pasar modal. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kepercayaan di tengah dinamika pasar keuangan nasional.Dalam konferensi pers tersebut, Danantara dan OJK menyampaikan sejumlah poin penting terkait kondisi pasar modal, arah kebijakan, serta langkah-langkah penguatan stabilitas dan perlindungan investor.Lalu, isu apa saja yang menjadi perhatian utama dalam pertemuan dengan pelaku pasar? Bagaimana respons otoritas terhadap masukan dan kekhawatiran para investor?Simak rangkuman lengkap hasil konferensi pers Danantara bersama OJK.
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menyatakan kesiapannya untuk turun langsung mendukung Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Pernyataan ini memunculkan beragam respons dan spekulasi di ruang publik.Lalu, apa implikasi politik dari langkah tersebut? Sejauh mana pengaruh Jokowi dapat mendongkrak posisi PSI di tengah persaingan partai politik nasional? Dan bagaimana dampaknya terhadap dinamika hubungan antarpartai ke depan?Talk: - Direktur Emrus Corner/Pakar Komunikasi Politik/Komunikolog Indonesia, Dr. Emrus Sihombing- Pengamat Politik/Mantan Anggota MPR RI, Jusuf Suroso
Wacana ambang batas parlemen nol persen kembali mengemuka dalam Revisi UU Pemilu. Kebijakan ini dinilai dapat memperluas keterwakilan suara rakyat karena tidak ada suara pemilih yang terbuang. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran parlemen menjadi terlalu terfragmentasi dan kurang efektif. Untuk mengantisipasi hal tersebut, opsi pembentukan fraksi gabungan ikut dibahas. Lalu, sejauh mana kebijakan ini membawa manfaat, dan apa risiko yang perlu diantisipasi bagi demokrasi ke depan?Talk: - Pengamat Politik/Mantan Pengurus Parpol, Inas Nasrullah Zubir - Pengamat Politik Sumatera Utara, Shohibul Anshor Siregar
Kasus Hogi Minaya di Sleman kembali memantik perdebatan soal rasa keadilan dan ketepatan penerapan hukum pidana. Seorang warga yang mengejar pelaku penjambretan terhadap istrinya sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sleman, hingga menuai sorotan DPR RI dan kritik dari dua mantan Kapolda dalam rapat Komisi III bersama Kapolres Sleman. DPR menilai terdapat kekeliruan dalam penerapan pasal pada kasus tersebut. Lalu, bagaimana kapabilitas penegakan hukum dalam menangani perkara ini? Simak analisis Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hajar.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).
Segala sesuatu di dunia ini ada batasnya. Apa yang diciptakan Allah ada batasnya, dan manusia ialah ciptaan Allah maka apa yang diciptakan manusia pun ada batasnya. Ada batas antara hikmat, akal dan pengetahuan manusia, ada batas bagi setiap kita untuk memahami hal-hal yang terjadi di sekeliling kita, dan untuk itulah ada batas untuk kita semua memahami jalan Allah. Dalam seri ini kita akan belajar bagaimana Elia bersama dengan seorang janda di Sarfat dimurnikan Allah dalam level yang lebih tinggi. Mengapa Elia dan janda di Sarfat mereka harus dimurnikan Allah dalam level tertinggi? Sedangkan kita tahu bahwa Elia adalah nabi Allah, lalu mengapa itu terjadi bersama dengan janda yang sudah merawat dan memberi makan nabi Allah itu? Mari simak sebab ada rencana Allah yang tidak dapat kita mengerti dalam kehidupan kita, namun sebenarnya ada tujuan dan rencana Allah didalamnya. Lalu seperti apa rencana Allah itu? Silahkan mendengarkan Seri 3 - Merawat Hati | Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus memberkati.
Lebih dari seribu WNI mendatangi KBRI Phnom Penh, Kamboja, meminta difasilitasi untuk kembali ke Indonesia. Dalam periode 16–23 Januari 2026, tercatat 2.117 aduan diterima KBRI terkait permohonan kepulangan tersebut. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan adanya dugaan kuat bahwa sebagian dari mereka bukan korban TPPO, melainkan terlibat dalam kejahatan penipuan digital atau scammer, sehingga opsi ekstradisi dinilai perlu dipertimbangkan.Di sisi lain, muncul kesaksian sejumlah WNI yang mengaku dijebak dan dipaksa bekerja di perusahaan scamming, bahkan mengalami penyiksaan jika menolak atau tidak memenuhi target. Lalu, bagaimana membedakan korban TPPO dengan pelaku kejahatan siber? Apa langkah hukum dan perlindungan negara yang paling tepat?Simak pembahasan mendalam bersama Guru Besar STIK–Lemdiklat Polri sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Myanmar, Prof. Dr. Iza Fadri, S.I.K., S.H., M.H., hanya di Radio Elshinta.
Episode: E1164 Inside Scoop 283 – The Other Way, Diaries, Sister Wives, Scoop and MUCH more Description: Recaps of The Other Way, 90 Day Diaries, Sister Wives, Angela, LALU, Geoffrey updates and MUCH more. Coupled with Chaos full episodes and bonus content subscriptions are available here: Premium Content, including Additional 90 Day Fiancé episodes, Other TLC and A&E shows, and the personal podcast available by subscription at: Supercast: https://coupledwithchaosnetwork.supercast.tech/ Patreon: https://www.patreon.com/coupledwithchaos Apple: Coupled with Chaos Channel: https://podcasts.apple.com/us/channel/coupled-with-chaos/id6442522170 Contacts us: Email: Coupledwithchaos@gmail.com Web site: https://coupledwithchaos.com Facebook: @Coupledwithchaos Instagram: @Coupledwithchaos Twitter: @CoupledwChaos
Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.
Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 16 Januari 2026Bacaan: "Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia." (Lukas 15:28) Renungan: Kisah anak yang hilang tentu sudah sering kita dengar. Kisah ini sering dipakai untuk menunjukkan betapa besar kasih Bapa kepada mereka yang mau bertobat, bahwa la bukan hanya mengampuni, tapi juga akan memberi segala yang baik. Selain itu, kisah anak yang hilang juga sering dipakai untuk menunjukkan bagaimana anak Tuhan juga bisa "hilang" walau sehari-hari tampak dekat dengan Tuhan. Tandanya adalah ketika ia tidak lagi bisa mengasihi orang yang berdosa, tapi justru iri ketika Tuhan menerima kembali mereka yang mau bertobat. Tanda lainnya adalah ketika ia merasa tak diberkati padahal ia sendiri tak pernah meminta kepada Bapa yang sangat baik. Kisah ini begitu luar biasa karena memberikan harapan bagi mereka yang belum percaya tapi juga mengingatkan orang percaya bahwa sebagai anak Tuhan, kita tidak hanya harus punya hati seperti Tuhan tapi juga harus bersyukur karena telah dilayakkan menerima kasih karunia dan berkat-Nya. Nah, ada satu hal yang mungkin luput kita perhatikan. Lihatlah bagaimana perhatian bapa kepada si sulung. Meski si sulung merasa dikesampingkan, sesungguhnya perhatian sang bapa kepadanya sangat istimewa. Sang bapa memang rindu kepada si bungsu, tapi ia tak pergi mencarinya. Setelah anak itu bertobat, baru ia menyongsong dan menerima si bungsu dengan sukacita. Lain dengan saat si sulung yang "terhilang". Saat ia marah karena ada pesta untuk adiknya, si sulung tak mau masuk ke rumah. Namun, apa yang dilakukan bapanya? Ayahnya melangkahkan kaki ke luar untuk bertemu dia. Jangan pernah mengira Tuhan itu seperti Bapa yang cuek. Apalagi kepada kita, yang telah bekerja keras melayani-Nya, sesungguhnya perhatian Tuhan sangat istimewa. la sendiri yang akan datang menghampiri dan menghibur kita. Pertanyaannya, apakah kita menyadarinya? Atau kita justru terus fokus pada masalah, atau bahkan merasa iri kepada orang lain yang tampak diberkati lebih dari kita? Ingat kita punya Bapa yang baik, penuh kasih dan peduli pada anak-anak-Nya. Tidak perlu urusi berkat orang lain, ingatlah bahwa hidup dekat pada Allah pun sudah jadi berkat tersendiri, karena asal dekat Allah, maka kita bisa tenang sebab Dialah sumber pertolongan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena aku sering merasa Engkau meninggalkan aku saat masalah mendera dalam hidupku. Kini aku tahu bahwa Engkau selalu peduli padaku dan senantiasa mencari aku saat hatiku mulai menjauh dari-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 15 Januari 2026Bacaan: "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya." (Mazmur 37:23-24) Renungan: Apakah kita pernah mendengar seorang pengikut Kristus atau mungkin kita sendiri mengeluh seperti ini, "Semenjak saya jadi pengikut Yesus, mengapa justru masalah datang silih berganti? Dulu ketika saya belum bertobat, malah tidak mengalami berbagai macam masalah seperti sekarang ini." Sebenarnya itu keluhan yang berlebihan. Coba jujur kepada diri sendiri, benarkah saat kita belum mengikut Yesus kita tidak pernah mengalami masalah sama sekali? Tidak, bukan? Lalu mengapa ada pengikut Yesus yang mengeluh seperti itu? Sederhana, saat memutuskan mengikut Yesus yang muncul di benak pikirannya adalah kehidupan tanpa masalah dan diberkati secara berlimpah-limpah. Maka ketika ia sudah jadi pengikut Yesus dan tetap mengalami masalah, ia pun menjadi kecewa dan melebih-lebihkan masalah serta pergumulan hidupnya. Kenapa makin dekat dengan Tuhan, masalah kita seakan makin banyak? Dekat Tuhan memang ada masalah, tapi jauh dengan Yesus bukan berarti tanpa masalah. Lalu apa bedanya? Bedanya, kalau dekat Yesus kita bisa saja menghadapi masalah, bahkan mengalami jatuh dan gagal, tapi kita tidak akan dibiarkan jatuh tergeletak, sebab Tuhan akan selalu menopang kita! Bagaimana jika kita menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan? Saat kita jatuh, selesai sudah! Seperti yang tertulis dalam Mazmur 73:19, ketika orang fasik jatuh maka mereka binasa dalam sekejap mata, habis oleh karena kedahsyatan. Jangan sampai kita memiliki pandangan yang keliru dalam hal mengikut Yesus, seolah-olah mengikut Yesus berarti tidak mengalami masalah. Kita bisa sakit. Kita bisa bangkrut. Kita bisa jatuh. Kita bisa gagal. Tapi bersama Tuhan, kita jatuh dan bangkit kembali. Kita gagal dan diberikan semangat untuk bangun lagi. Kita bangkrut, tapi Tuhan menolong dan memulihkan lagi. Kita sakit, tapi Tuhan menyembuhkan. Derigan iman seperti ini, kita tidak akan menjadi pengikut Yesus yang cengeng, yang sedikit-sedikit mengeluhkan keadaan, bahkan menyalahkan Tuhan. Jadilah dewasa dalam Tuhan dan jangan pernah menjauhkan diri dari kasih karunia-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Ajarilah aku percaya bahwa bersama Engkau apapun masalah yang ku hadapi, selalu ada jalan keluarnya ketika aku hanya berharap pada-Mu. Amin. (Dod).
Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 5 Januari 2026Bacaan: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. " (Matius 7:24-25)Renungan: Ada seorang dosen yang sangat pandai dan hebat dalam mengajar. Karena itu, berbagai universitas sering mengundangnya untuk mengajar. Suatu kali ia diundang mengajar di satu universitas yang ia belum pernah mengajar sebelumnya. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia diantar sopirnya pergi ke universitas itu. Di tengah perjalanan ia iseng berkata kepada sopirnya, "Sebenarnya hari ini saya lelah sekali. Saya tidak ingin mengajar." Sopirnya berkata, "Bapak tidak usah mengajar sore ini, biar saya saja yang menggantikan Bapak." "Lho, kamu bisa gantiin saya?" tanya dosen tersebut. "Iya Pak. Saya kan sudah mengantar Bapak puluhan kali dan Bapak mengajar yang itu-itu juga, jadi saya sudah hafal Pak. Saya pasti bisa. Lagipula universitas itu belum tahu bagaimana wajah Bapak, jadi tidak perlu khawatir, Pak!" jawab sopir itu dengan yakinnya. Akhirnya dosen itu pun setuju. Lalu mereka bertukar tempat, dosen menyetir mobil dan sopir duduk di belakang layaknya seorang dosen. Tiba di universitas tersebut, sopir yang berlagak seperti dosen itu masuk kelas dan langsung mengajar. Sedangkan dosen yang asli mendengar dan melihat dari luar apa yang diajarkan oleh sopir itu. Dan ternyata, dengan mendengar puluhan kali saja, sopir itu betul-betul bisa mengajar persis dari A sampai Z. Namun di akhir perkuliahan timbul masalah, yaitu ketika sampai di sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa bertanya, "Pak, bagaimana menerapkan apa yang Bapak ajarkan itu ke dalam kehidupan sehari-hari?" Sopir itu bingung karena ia tidak bisa menjawab. Tetapi ia tidak habis akal. "Wah, ini pertanyaan yang sangat mudah. Saking mudahnya sopir saya saja bisa menjawabnya!" Lalu ia memanggil "sopirnya". Akhirnya "sopirnya" itu dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Seperti sopir itu, orang bisa memiliki banyak pengetahuan tanpa tahu mempraktikkannya. Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa juga seperti sopir ini yang tahu banyak kebenaran firman Tuhan, tetapi berhenti hanya sampai di pengetahuan saja, tanpa mempraktikkannya. Yesus berfirman, "Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." Perkataan ini diberikan oleh Yesus sebagai penutup dari khotbah di bukit. Oleh karena itu, mari kita menjadi orang yang bijaksana, yakni orang yang setelah mendengarkan firman Tuhan kemudian menjadi pelaku dari firman tersebut. Jauhkan diri dari menjadi orang bodoh, yang hanya mendengar tanpa mau melakukan. Keputusan ada di tangan kita masing-masing, mau menjadi orang bijak atau orang bodoh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menjadi orang yang bijaksana, dengan menjadi pelaku dari setiap firman Tuhan yang aku dengar setiap hari. Amin. (Dod).
Bpk. Andrew S (TB) Matius 15:23Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 28 Desember 2025Bacaan: "Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya, maka tinggallah Ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." (Kejadian 39:2)Renungan: Edwin Cole berkata, "Anda tidak tenggelam karena jatuh ke dalam air, kecuali anda tetap tinggal di dalam air. Umumnya ketika seseorang sudah merasa nyaman, Ia tidak suka akan perubahan. Mereka yang berada dalam zona nyaman, akan menganggap perubahan seperti langit yang akan runtuh. Artinya perubahan tersebut begitu mengagetkan sekaligus mendatangkan ketakutan yang hebat. Sebagai contoh seorang karyawan yang di PHK, orang yang tadinya kaya sekarang jatuh miskin, anak pandai tapi nilainya hancur. Perubahan seperti ini dapat membuat orang menjadi putus asa. sehingga tidak bisa melihat peluang yang lebih baik di depannya. Kisah Yusuf mengingatkan kita untuk tidak takut terhadap perubahan apapun selama kita berpaut pada Tuhan. Terkadang untuk menyatakan kuasa dan mujizatNya, Tuhan menghendaki kita untuk berani melangkah dan meninggalkan kenyamanan kita. Tuhan lebih besar dari segalanya. Ia sanggup melakukan yang lebih baik dan lebih besar ketika kita berserah kepada-Nya. Dibalik tantangan, perubahan atau kesulitan terdapat kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Perubahan tidak selamanya berarti kemunduran, tetapi bisa berarti kemajuan. Jika saat ini Tuhan mengizinkan kita mengalami perubahan dalam bidang tertentu, melangkahlah dengan berani. Jangan tinggal dalam bayang-bayang masa lalu, karena itu akan menghambat langkah kita untuk meraih keberhasilan berikutnya. Percayalah, bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:24). Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk dapat menerima setiap perubahan yang terjadi dalam hidupku. Aku percaya, jika Engkau melepaskan aku dari kenyamananku, pekerjaanku. kesalahanku hari ini, Engkau sudah mempersiapkan sesuatu yang baru, yang lebih indah untuk masa depanku. Penuhilah aku dengan Roh Kekuatan Mu, agar apapun yang akan terjadi hari ini, adalah perbaikan yang harus kujalani untuk menggapai masa depan yang penuh harapan bersama-Mu. Amin. (Dod).
Pdt. Ellya Makarawung (TB) Matius 2:16-18Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 Desember 2025Bacaan: "Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari. " (Pengkhotbah 9:9)Renungan: Tragedi gempa bumi yang terjadi pada tanggal 12 Mei 2008, yang mengguncang Wenchuan, Tiongkok menyisakan satu kisah mengharukan. Wu Jiafang, seorang pegawai restoran menemukan jenazah istrinya, Shi Huaqing di belakang reruntuhan restoran di mana dia bekerja. Tentu saja ini membuat air matanya tak terbendung lagi. Namun, dia tetap sabar menunggu bantuan datang untuk membawa pulang jenazah istrinya. Ternyata, setelah lama menunggu, bantuan tidak kunjung tiba. Wu Jiafang pun menggunakan tali kain merah untuk mengikatkan istrinya ke punggungnya. Lalu, dia naik sepeda motor dan dengan perlahan membawa mayat istrinya ke rumah yang berjarak empat kilometer. "Saat itu saya tidak berani menangis lagi karena takut mata kabur nanti terjadi kecelakaan, sehingga dia akan menderita lagi," katanya. Adegan ini mengharukan banyak orang dan dia disebut sebagai "suami yang paling berperasaan dalam gempa". Sesampainya di rumah, Wu Jiafang langsung menguburkan istrinya di samping rumahnya. Dia kemudian membuat tenda menemani istrinya yang sudah meninggal. Selama 100 hari masa berkabung itu dia hanya makan satu kali sehari. "Shi Huaqing tidak pernah meninggalkan saya ketika saya sedang menderita. Saya merasa berhutang budi kepadanya," katanya. Ternyata apa yang dilakukan Wu Jiafang ini menjadi buah bibir masyarakat dan sudah pasti sampai ke telinga banyak orang. Bukan hanya itu, cerita itu menyentuh hati perempuan-perempuan. Tidak berapa lama kemudian, 16 perempuan menulis surat kepadanya dan menyatakan diri ingin menjadi pendamping hidupnya. Tanggal 16 Oktober 2008, seorang wanita di Shenzhen yang bernama Liu Rurong juga meneleponnya. Dalam dua minggu mereka berkomunikasi jarak jauh setiap hari. Tanggal 9 November 2008, mereka bertemu dan merasa cocok. Sekalipun bukan perkara mudah bagi Wu Jiafang, tetapi kemudian dia memutuskan untuk menerima Liu Rurong untuk menjadi pendamping hidupnya. Dia berkata, "Dia jatuh cinta sama saya karena tersentuh akan kasih sayang saya terhadap istri saya terdahulu, dan juga karena dia menaruh belas kasih ke saya sebagai korban gempa. Saya tidak memiliki apa-apa, namun dia mau menikah dengan saya tanpa syarat. Karena itulah saya mencintainya." Hal senada dikatakan oleh Liu Rurong, "Dia adalah seorang petani biasa, pria yang ramah, kesederhanaannya menyentuh saya." Ketulusan cinta seseorang kepada pasangannya tidak diukur dari seberapa banyak harta yang bisa dia berikan, tetapi dari seberapa keras usaha untuk melindungi, merawat, mendampingi, dan memerhatikan pasangannya. Akan sangat mudah untuk memerhatikan pasangan ketika sehat dan banyak harta, tetapi tidak mudah ketika pasangan dalam keadaan menderita. Mari kita tanamkan dalam diri kita cinta yang tulus sehingga apa pun keadaan pasangan kita, kita tetap menunjukkan cinta itu dalam tindakan nyata. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang sanggup mengasihi pasanganku dengan tulus dan terwujud di dalam tindakan nyata. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 26 Desember 2025Bacaan: "Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah." (Ibrani 13:16)Renungan: Seorang pria sedang mengendarai mobilnya, ketika dia melihat seorang wanita setengah baya kebingungan di pinggir jalan karena mobilnya mogok. Pria ini melihat dia membutuhkan bantuan. Jadi dia menghentikan kendaraannya. Dia tersenyum saat mendekati wanita tersebut. Dia bisa melihat betapa ketakutannya wanita tersebut, mungkin karena pakaiannya yang lusuh. Dia mencoba menenangkannya, "Saya ingin membantu Anda, jangan khawatir. Saya Bryan Anderson." Ternyata ban mobil wanita itu kempes, jadi dia harus merangkak di bawah mobil untuk memasang dongkrak. Saat mengganti ban, pakaiannya menjadi kotor dan tangannya terluka. Ketika pekerjaannya selesai, wanita itu bertanya berapa yang dia harus bayar untuk bantuannya. Bryan tersenyum dan berkata, "Jika Anda benar-benar ingin membayar saya kembali, lain kali ketika anda melihat seseorang yang membutuhkan bantuan, berikanlah bantuan yang dibutuhkan orang itu. Dan ingatlah akan aku." Pada malam hari yang sama, wanita itu mampir ke sebuah kafe kecil. Dia melihat seorang pelayan, dalam kondisi hamil delapan bulan, sedang menyeka rambutnya yang basah dengan handuk. Pelayan ini memiliki senyum ramah yang manis, meskipun dia telah menghabiskan sepanjang hari untuk berdiri melayani orang-orang. Wanita itu bertanya-tanya di dalam hatinya bagaimana seseorang yang terlihat lusuh, bisa begitu baik, tersenyum ramah kepada para pembeli yang tidak dikenalnya. Lalu dia ingat Bryan. Selesai makan, wanita ini membayar dengan uang seratus dolar. Pelayan pergi untuk mengambil kembalian dan ketika dia kembali, wanita itu sudah pergi. Dia meninggalkan catatan di serbet: "Kamu tidak berhutang apa pun kepadaku. Seseorang pernah membantu saya, sama seperti sekarang saya membantu anda. Jika anda benar-benar ingin membayar saya kembali, jangan biarkan rantai cinta ini berakhir di anda, bantulah orang lain yang memerlukan bantuan." Pelayan itu menemukan empat lembar lagi ratusan dollar di bawah serbet. Malam itu, pelayan itu pulang lebih awal. Dia memikirkan wanita yang baik hati itu dan uang yang dia tinggalkan. Dia bertanya-tanya, bagaimana mungkin wanita itu bisa tahu, betapa dia dan suaminya sangat membutuhkan uang, apalagi sekarang, ketika bayinya akan segera lahir. Dia tahu bahwa suaminya mengkhawatirkan hal itu, jadi dengan senang hati dia menyampaikan kabar baik itu kepada suaminya. Dia mencium suaminya dan berbisik, "Sekarang semuanya akan baik-baik saja. Aku mencintaimu, Bryan Anderson." Firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak lupa untuk berbuat baik dan memberikan bantuan. Berilah bantuan kepada orang yang betul-betul memerlukannya. Tapi kita juga harus ingat, jangan memberi bantuan yang dapat membuat orang menjadi malas bekerja dan manja. Berilah kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu yang senantiasa tergerak untuk membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Desember 2025Bacaan: Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu." (Matius 2:16) Renungan: Suatu ketika pada tanggal 25 Desember yang berkabut, sebuah kapal besar menabrak kapal yang lebih kecil. Kapal kecil mengalami kerusakan berat dan terpaksa diseret kembali ke Inggris. Pemilik kapal kecil lalu mengadukan perkara tabrakan tersebut ke pengadilan. Para saksi mata melihat bahwa kapal besar itu memang menabrak kapal kecil. Tetapi kapten kapal besar mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi tabrakan, kapalnya telah mengirimkan sinyal kepada kapal kecil. Hakim bertanya, "Siapa yang bertugas mengirim sinyal?" Seorang kelasi muda maju dan berkata, "Saya, Pak Hakim." Hakim bertanya kepada kelasi muda tersebut, "Coba beritahu saya, apa isi sinyal yang Anda kirimkan." Kelasi muda itu menjawab dengan muka merah, "MERRY CHRISTMAS & HAPPY NEW YEAR!" Mungkin kita tersenyum mendengar kisah ini, dan berpikir alangkah cerobohnya kelasi muda itu. Suatu tindakan yang sulit kita terima dengan akal sehat. Natal yang pertama pun tidak mendatangkan berkat bahkan merugikan bagi banyak orang! Mulanya Herodes mau memanfaatkan orang Majus, tetapi ketaatan orang Majus pada suara Tuhan menggagalkan rencana jahat Herodes. Kemudian ia membunuh semua anak-anak di Betlehem yang berusia di bawah 2 tahun karena ia tidak tahu kapan persisnya bayi Yesus itu dilahirkan. Apa yang diberikan Herodes kepada Tuhan Yesus pada Natal pertama? Kematian bayi-bayi yang tidak berdosa! Apa yang dilakukan oleh Herodes ini mirip dengan yang dilakukan oleh Firaun dalam Keluaran 1:15-22. Herodes mengulang kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh Firaun, yang mengakibatkan banyak orang kehilangan anak-anak mereka. Baik Herodes maupun Firaun adalah orang-orang yang melawan dan berusaha menggagalkan rencana Allah, tetapi merekalah yang akhirnya gagal, karena rencana Allah tidak mungkin gagal. Terkadang kita memberikan hadiah kepada Yesus, sama seperti sang kelasi muda dan Herodes, yaitu kematian iman dan bencana bagi orang lain. Kalau kita mau jujur dan menengok kembali kehidupan kita, sadar atau tidak sadar seringkali hal seperti itu juga yang kita lakukan saat kita merayakan Natal. Maksud kita merayakan dan mengucapkan "Selamat Natal" tetapi ternyata ada orang-orang yang kecewa dan dirugikan, misalnya oleh panitia Natal, oleh sikap kita yang glamour di dalam merayakannya atau sikap acuh tak acuh kita pada saudara yang berkekurangan. Dengan demikian Natal sudah kehilangan makna yang sesungguhnya, yaitu untuk mendatangkan sukacita dan damai sejahtera di bumi. Marilah pada hari Natal ini kita minta agar Tuhan memperbaharui seluruh keberadaan kita sehingga melalui kehadiran kita banyak orang diberkati dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu. Perbaharuilah seluruh keberadaanku agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
BRI Group sebagai bagian dari Danantara melaksanakan aksi kemanusiaan bertajuk "Satukan Langkah untuk Sumatra", yang bertujuan membantu masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-130 BRI yang dilaksanakan secara sederhana di Kantor Pusat BRI, Jakarta.Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan kegiatan "Satukan Langkah untuk Sumatra" merupakan inisiatif kolektif yang lahir dari semangat solidaritas dan kepedulian sosial seluruh elemen di BRI Group. Sebanyak 5.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan jalan sehat yang menempuh jarak sekitar 5 kilometer atau setara dengan 7.500 langkah. Setiap langkah peserta dikonversi menjadi donasi senilai Rp1.300.Melalui mekanisme tersebut, kegiatan ini diproyeksikan dapat menghimpun dana hingga Rp50 miliar, yang akan disalurkan ke pembangunan infrastruktur pascabencana yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana Sumatra.Di Provinsi Aceh, BRI menyiapkan program renovasi fasilitas pendidikan, puskesmas, layanan publik, serta perbaikan sistem air bersih dan sanitasi. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Utara, BRI akan melakukan renovasi sekolah dasar/negeri dan Puskesmas yang terdampak banjir/longsor, serta perbaikan sarana air bersih dan sanitasi.Lalu di Sumatra Barat, upaya pemulihan difokuskan pada perbaikan dan renovasi ruang kelas sekolah, fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta rehabilitasi drainase dan akses jalan lingkungan. Selain itu, bantuan juga akan disalurkan untuk pembangunan hunian sementara khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Lukas 1 : 38-39Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu ." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda
Episode: E1152 Inside Scoop 278 – TOW, Sister Wives, Baylen, Diaries, Scoop and MUCH more Description: Recaps of The Other Way, 90 Day Diaries, Sister Wives, Baylen Out Loud, along with Veronica, LALU...and much, MUCH more Coupled with Chaos full episodes and bonus content subscriptions are available here: Premium Content, including Additional 90 Day Fiancé episodes, Other TLC and A&E shows, and the personal podcast available by subscription at: Supercast: https://coupledwithchaosnetwork.supercast.tech/ Patreon: https://www.patreon.com/coupledwithchaos Apple: Coupled with Chaos Channel: https://podcasts.apple.com/us/channel/coupled-with-chaos/id6442522170 Contacts us: Email: Coupledwithchaos@gmail.com Web site: https://coupledwithchaos.com Facebook: @Coupledwithchaos Instagram: @Coupledwithchaos Twitter: @CoupledwChaos
Sunday Service @ Grace Chapel, BangaloreWith Pastors Michael and Chitra VargheseFor any further information, visit us at : www.gracechapel.org.inor please write to - info@gracechapel.org.inYouTube/ word of his grace broadcastFaceBook/Instagram - gracechapelbglrFaceBook/Instagram - superteensclubFor tithes and offerings, Pls use the below bank details : Name -Grace Chapel Acc No- 520101011534520IFSC code - UBIN0906204Type of Account- Savings Account Bank- Union Bank of India , Branch- Koramangala
Bpk. Kin Liong (TB) Ruth 1:9B-10" Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras dan berkata kepadanya: "Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu."
Underestimating Modi was a Mistake | Media Meltdown on Bihar | SIR in West Bengal | Lalu को सदमा
As NDA registers a landslide in Bihar Assembly Elections, ThePrint Editor-In-Chief Shekhar Gupta explains the ten big takeaways - From NDA stitching a better alliance to people of the state voting against Lalu's 'Jungle Raj'. #CutTheClutter Ep 1757 also looks at how this election marks the end of Lalu as a political force, and why BJP may be looking at a post-Nitish future in Bihar.----more----Read 10-point guide to Bihar election results: Lalu, Nitish & BJP's hawk eye by Shekhar Gupta: https://theprint.in/opinion/the-factivist/10-point-guide-to-bihar-election-results-lalu-nitish-bjps-hawk-eye/2784447/
Bihar has voted and elections result will be out tomorrow. Before the verdict, ThePrint Editor-In-Chief Shekhar Gupta revisits the 2014 #WritingsOnTheWall which predicted downturn in Nitish Kumar's electoral fortunes in Lok Sabha elections & how the fight was for or against Modi. He had also described how Biharis got a new sense of pride, and the growth story of rural Bihar. Stirrings in a Hopeless Land 26 February 2005 https://theprint.in/opinion/writings-on-the-wall/stirrings-in-a-hopeless-land/472370/ Glimmer in heart of darkness 19 November, 2005 https://theprint.in/sg-writings-on-the-wall/glimmer-in-heart-of-darkness-2/544364/ A mandate for Nitish Hope Kumar 22 November, 2010 https://theprint.in/sg-writings-on-the-wall/a-mandate-for-nitish-hope-kumar/544132/ When lonely Lalu misses gentleman Sonia,and a Muslim calls Nitish 'sher ka bachcha' 23 November, 2010 https://theprint.in/sg-writings-on-the-wall/when-lonely-lalu-misses-gentleman-sonia-and-a-muslim-calls-nitish-sher-ka-bachcha/544130/ --------------------------------------------------------------------------------------------- Bihar isn't ‘ruined' by agri reform. This ‘branded underwear theory' from 2010 shows why November 2010 https://theprint.in/sg-writings-on-the-wall/bihar-isnt-ruined-by-agri-reform-this-branded-underwear-theory-from-2010-shows-why/564396/ Huggies diapers in Vaishali, Muslim-Dalit IIT-Jee coalition 7 May 2014 https://indianexpress.com/article/opinion/columns/writings-on-the-wall-huggies-diapers-in-vaishali-muslim-dalit-iit-jee-coalition/ Gen Gana Mana of Youth 7 November 2015 https://theprint.in/sg-writings-on-the-wall/gen-gana-mana-of-youth/544361/ https://theprint.in/sg-writings-on-the-wall/writings-on-the-wall-huggies-diapers-in-vaishali-muslim-dalit-iit-jee-coalition/543990/ --------------------------------------------------------------------------------------------- Exclusive content, special privileges & more – Subscribe to ThePrint for Special benefits: https://theprint.in/subscribe/ --------------------------------------------------------------------------------------------- Connect with ThePrint » Subscribe to ThePrint: https://theprint.in/subscribe/ » Subscribe to our YouTube Channel: https://bit.ly/3nCMpht » Like us on Facebook: https://www.facebook.com/theprintindia » Tweet us on Twitter: https://twitter.com/theprintindia » Follow us on Instagram: https://www.instagram.com/theprintindia » Find us on LinkedIn : https://www.linkedin.com/company/theprint » Subscribe to ThePrint on Telegram: https://t.me/ThePrintIndia » Find us on Spotify: https://spoti.fi/2NMVlnB » Find us on Apple Podcasts: https://apple.co/3pEOta8