POPULARITY
Categories
Bensin pertamax mangamuk, hampir mirip pertamax Turbo. Harga tipis.
In this episode, Dr. Neil Naik and I unpack a foundational question—is obesity actually linked to cancer, and what's really driving that connection? We explore the underlying biology, from chronic inflammation and insulin resistance to the hormonal activity of adipose tissue, and why visceral fat may matter more than we think.We then move beyond risk and into what happens after a diagnosis—how obesity can influence treatment response, toxicity, dosing, and outcomes across chemotherapy, surgery, and radiation. The conversation also highlights the often-overlooked phase of survivorship, including the role of metabolic health in recurrence risk and long-term prognosis.We close by discussing where emerging therapies like GLP-1 medications fit, how clinicians can move beyond BMI toward more individualized care, and how to talk about the obesity–cancer connection in a way that informs without adding shame.My Guest Dr. Neil NaikDr. Neil Naik, a family physician, educator, and innovator based in Waterloo, Ontario. Trained at the Royal College of Surgeons in Ireland, he completed residencies in Newfoundland and Nunavut and holds an Executive MBA from Ivey, where he focused on technology-driven healthcare innovation. He runs a Family Practice and an obesity medicine clinic in Waterloo, along with an AI-enabled skin cancer screening program, while teaching medical students at both McMaster University and the University of Waterloo.Dr. Naik advises startups, leads regional primary care and cancer prevention initiatives, and champions universal healthcare, leveraging AI to make safe, high-quality care accessible to everyone, everywhere.LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/neil-naik/
Kementerian Keuangan akan memberlakukan sanksi denda berlapis bagi importir yang menimbun barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah ini diambil untuk menekan kepadatan arus logistik dan menurunkan waktu tunggu (dwelling time) pelabuhan yang selama ini tinggi akibat penumpukan kontainer.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sidak di pelabuhan dan menemukan lebih dari 3.000 unit kontainer menumpuk karena tarif denda pelabuhan yang jauh lebih murah dibandingkan sewa gudang. Formula denda baru akan diterapkan secara adil dan transparan, namun tegas menindak importir nakal agar segera mengosongkan lapangan penumpukan.
In this Review series episode, Blood associate editor Dr. Diane Krause interviews contributing authors from the Review Series on Clonal tracking in Hematopoiesis published in volume 147 issue 23 of Blood. Dr. Alejo E. Rodriguez-Fraticelli speaks to the development of his paper, "Clonal tracing of blood stem cells across mouse and human lifespans”, which provides a detailed overview of the experimental approaches that make clonal analysis possible, and which approaches are most appropriate to use to address specific questions. Dr. Shalin H. Naik speaks about how different clonal tracking approaches have been used to address the central question of clonal fate specification of stem and progenitor cells to specific lineages in “The evolution of hematopoietic models through a clonal lens”. Finally, Dr. Federico Gaiti speaks about “Methylation-based lineage tracing in cancer”, which takes these ideas into the context of cancer, focusing on how DNA methylation can be used to reconstruct clonal relationships.
Welcome back to the Homeopathy247 podcast! In Episode 204, Mary Greensmith sits down with the brilliant homeopath Madhavi Naik to demystify one of the most common—and often misunderstood—terms in holistic health: constitutional prescribing. If you have ever wondered why homeopaths ask such detailed questions about your personality, sleep habits, and food cravings, this episode will clear it all up! What is Constitutional Prescribing? When you visit a conventional doctor, the focus is usually on your specific physical complaint (like a headache or a cough). Homeopathy works beautifully in reverse! Madhavi explains that a constitutional prescription looks at the totality of your symptoms, prioritizing them in a specific hierarchy: Mental Generals: Your emotional state, intellect, and memory. This is the most important layer! Physical Generals: How your body interacts with the environment. Do you run hot or cold? What are your sleep patterns, energy levels, and food cravings? Physical Particulars: Your chief complaint (the main reason you sought help). By looking at the complete picture, a homeopath finds a remedy that matches your current, unique state of being. Layers of Healing and Evolving States Madhavi highlights that nobody is locked into a single "remedy personality" for life. We are constantly evolving, and so are our remedy needs! She shares a great case of a 50-year-old caregiver who needed Arnica for physical soreness, Bryonia for an acute allergy cough, and finally Sepia to address the deeper, constitutional layer of caregiver overwhelm and insomnia. Obstacles to Cure A homeopathic remedy cannot override a physical obstacle. Madhavi shares a funny personal story from her days as a medical student: she took Staphysagria for severe eye pain, only to realize two days later that she simply had a stray eyelash trapped against her cornea! Homeopathy works with your body, but maintaining causes—like poor nutrition, environmental toxins, or physical irritants—must be addressed for true healing to take place. Important links mentioned in this episode: Visit Madhavi's website: https://naturalbridgeshomeopathy.com/ Know more about Madhavi: https://homeopathy247.com/professional-homeopaths-team/madhavi-naik/ You can also subscribe to our podcast channels available on your favourite podcast listening app below: Apple Podcast: https://podcasts.apple.com/us/podcast/homeopathy247-podcast/id1628767810 Spotify: https://open.spotify.com/show/39rjXAReQ33hGceW1E50dk Follow us on our social media accounts: Facebook: https://www.facebook.com/homeopathy247 Instagram: https://www.instagram.com/homeopathy247 You can also visit our website at https://homeopathy247.com/
Pemerintah Bangladesh kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi 145 taka atau sekitar Rp20.200 per liter. Kenaikan ini memicu kekecewaan warga yang sebelumnya sudah menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di ibu kota Dhaka, sementara pengemudi mengeluhkan meningkatnya biaya transportasi dan beban ekonomi yang semakin berat.
Daftar Berita:Valve naikan harga Steam Deck OLEDDragon Quest XII Beyond Dreams diumumkanThe Witcher 3 dapatkan expansion ke-3Activision umumkan Call of Duty Modern Warfare 4, rilis di Switch 2Unreal Engine 6 akan digunakan untuk Rocket League
Consultation nationale sur le cannabis : « Nous recherchons des contributions sérieuses et documentées », déclare Kunal Naik, CEO de la NADC by TOPFM MAURITIUS
Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, sementara harga perak justru naik.Di New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman Juni turun 0,46% menjadi $4.502,30 per ons, sedangkan harga perak berjangka untuk pengiriman Juli naik 0,53% menjadi $76,606 per ons.Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia dan potensi pengaruh terhadap investasi global serta perdagangan komoditas.
Ketika negara memilih reformasi yang paling aman secara politik, apakah mungkin negara sedang menunjukan political will-nya dalam mereformasi tubuhnya? Mungkin belum cukup.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Renungan D'Message || HATI YANG NAIK KE SURGA II Ps. Steven Liem
“Kenapa Rupiah Melemah?” adalah obrolan tentang keresahan yang makin terasa di kehidupan sehari-hari: harga bakso naik, warteg makin mahal, tapi statistik katanya inflasi terkendali. Podcast ini membahas jarak antara teori ekonomi di atas kertas dengan realita di lapangan. Kenapa uang terasa makin kecil? Kenapa harga kebutuhan naik terus walau angka-angka terlihat ‘aman'? Dibawakan dengan sudut pandang sederhana, jujur, dan dekat dengan keseharian masyarakat.
Bismillah,Naik Haji, Garansi Anti KemiskinanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video pendek diambil dari Khutbah Jumat“Allah ﷻ Mengundangmu! Bagaimana Responmu?”
[Sabar, Semua Ada Waktunya]Sabar. Semua ada waktunya.Kalimat ini sering aku ucapkan pelan pada diri sendiri, saat harapan belum sampai di tempat yang aku inginkan.Sabar. Semua ada waktunya.Aku ulangi kalimat yang sama, ketika tanpa sadar mulai membandingkan hidupku dengan hidup orang lain.Sabar. Semua ada waktunya.Aku pegang kalimat ini erat-erat, saat sesuatu yang sudah aku usahakan dengan sungguh-sungguh ternyata belum juga berhasil tercapai.Sebagai manusia, kita sering terjebak pada kebiasaan yang melelahkan: membandingkan diri dengan orang lain, merasa hampa ketika gagal, dan menganggap usaha yang sudah dilakukan sebagai sesuatu yang sia-sia.Kita ingin banyak hal tercapai dalam satu waktu. Kita ingin semuanya berjalan cepat, seolah hidup punya garis waktu yang sama untuk setiap orang. Padahal, ga ada satu pun usaha yang benar-benar sia-sia. Semua yang kita jalani—bahkan yang terasa gagal— adalah bagian dari jalan menuju tujuan kita. Jadi lebih baik, jadi lebih bijaksana, jadi lebih pintar.Kalau cita-citanya besar, wajar aja perjalanannya tidak selalu lurus. Naik dan turun bukan jadi tanda salah jalan, tapi tanda bagus kalau kita sedang berjalan.Kalau cita-cita nya besar,wajar aja rasanya sedih, karena ini tandanya kalau kita masi peduli dan masih ingin tumbuh.Kadang kalau ada kegagalan, seringnya kita fokus sama hal buruknya. Kalau gak berhasil, kalo ada yang salah, kalo gagal. Tapi kita suka lupa apa yang bikin kita cinta sama tujuannya, apa yang bikin kita masih berjalan, apa yang udah kita buat, semua ide yang udah keluar dari kepala kita. Selalu inget semua hal baik yang udha berhasil tercapai, semua progress yang udah dibuat. Kamu tidak gagal, ini cuman jadi salah satu cerita dalam perjalanan. Hidup masih panjang, masih banyak hal yang bisa di coba. tenang… jangan lupa buat nikmatin hidup.. jangan lupa jangan jadi terlalu keras buat diri sendiri..tenang.. ada waktunyaayang terpenting: jangan menyerah, jangan takut, dan teruslah mengusahakan yang terbaik, jangan berhenti percaya sama diri sendiri Nikmati apa yang ada hari ini. Nikmati prosesnya. Karena perjalanan yang panjang tidak hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang siapa kita yang tumbuh di sepanjang jalan.Hadir sepenuhnya di hari ini, di masa sekarang. Kadang kita terlalu ingin sampai cepat sampai kadang lupa hidup di masaa sekarang. Padahal, saat tujuan itu akhirnya tercapai, justru momen-momen kecil di perjalannya yang buat warna. Selalu ada harapan. Untuk setiap orang.Karena setiap kita diciptakan dengan tujuan yang berbeda, melalui jalan yang berbeda,Punya ritme nya sendiri, punya waktunya senndiri. Tenang. Semua ada waktunya.——————- “Between Pause and Purpose”Your twenties are messy.Full of chaos, mistakes, questions, and moments that shape who you are becoming.This METANOIA album captures that journey—learning when to pause, when to keep going, and how to find meaning in the middle of it all.A soundtrack for the in-between phase of life.Available every Friday, only on Spotify.METANOIAHappy listening ✨
Summary: In this episode of the Future of Dermatology podcast, host Dr. Faranak Kamangar sits down with Dr. Haley Naik, board-certified dermatologist, professor at UCSF, and Stanford and Harvard-trained expert, for a timely and eye-opening conversation on two major fronts: the rapidly evolving treatment landscape for Hidradenitis Suppurativa (HS) and the critical California state legislation that could reshape how dermatologists practice and how patients access care. Dr. Naik opens with exciting updates in the HS space, including the three currently FDA-approved therapies and two promising agents anticipated to cross the finish line by 2027. She also shares a major advocacy win: HS has been designated a highlighted research topic by the NIH across three institutes, opening a one-year funding window starting April 7, 2026 that researchers should act on now. The conversation then dives deep into the broken prior authorization system, with striking data points: 25% of dermatology visits require prior auth, 75% of denial letters have no listed decision maker, and the average dermatology practice spends $40,000 per year staffing for prior authorizations. Against this backdrop, Dr. Naik breaks down three California bills - two to support and one to oppose - that directly affect how dermatologists can care for their patients. Whether you're a dermatologist, researcher, or patient advocate, this episode is packed with actionable information, from NIH grant deadlines to how to contact your state representative before late June voting deadlines. Learn more and take action: AB539 (prior authorization reform): https://legiscan.com/CA/bill/AB539/2025 SB895 (California Science and Health Research Bond Act): https://lnkd.in/gTjXXxtU Find your California representative to advocate for these bills: https://findyourrep.legislature.ca.gov/ Information about the May 4th Rally for California Science: https://www.fundcascience.org/rally
(0:00) Intro(0:31) Khutba, Qurani aayaat aur dua(3:24) “Laa ilaha illallah” ki fazilat(4:21) Susti ki burai(5:10) Pakistani susti mein aage(5:43) Kalma Tayyaba ki khandani misaal Quran mein(8:06) Stress(8:27) Vehmi mareez aur psychiatrists ki double fees(9:37) Insan par mahol ka asar(10:00) Tauheed parast ki stress-free zindagi (dono jahan mein)(11:44) Na-maloom rasty par chalne walay ki pareshani(12:41) Kafir andheron mein zindagi guzarta hai(14:56) Khwahishat ko khuda bana kar jeene walay(16:36) “Jeo aur jeene do” vs entertainment(18:11) Sarab (illusion) ka picha karne wala nakaam(20:11) Mutanabbi ka sher(20:42) Khwahishat ka la-mehdood silsila(21:06) Jawani mein buraiyan na chhori to bura burhapa(23:46) 1981 ka waqia (kanjoos dukandaar)(24:49) Jawani ki tauba(25:10) Ghair Muslim jawanon ki tauba ka ratio(25:42) Mutanabbi ke mutabiq stress ki wajah(26:15) Handsome nazar aane ki stress (showbiz)(27:31) Burhapy ki alamat(28:53) Safaid balon par actors ki stress(29:28) Lunda bazar wali misaal(30:27) Safaid balon ka hal (doctor se sawal)(31:00) Burhapy ki bemariyan, janaza aur tadfeen(32:37) Ghair Muslimon ki tadfeen(33:17) Duniya ki taraqqi vs insan ki taraqqi(33:53) 2010 ka gaon wala tajzia(35:53) Gilgit ke logon ki lambi umr ka raaz(38:51) Aaj ka qabil-e-taras insan(40:47) Zindagi ki umr vs maut(41:50) Allah ka hukm vs taraqqi(42:15) Mufti sahab ki personality(43:09) Hazrat Sulaiman (AS) – duniya ke sath Allah ka hukm afzal(43:51) Duniya se muhabbat ki miqdar(45:12) PIA ka zikr(46:18) Musalmanon ki taraqqi na hone se Islam ka nuqsan(47:11) Hazrat Sulaiman (AS) ki dua ki barkat(48:11) Hazrat Yusuf (AS) ki dua ki barkat(49:01) Break(49:55) Allah ko bhoolne walay(50:29) Canada mein doctor se mulaqat (qareeb-ul-marg mareez)(51:22) Maut ki haqeeqat(52:26) Hubb-ul-watni (
Bismillah,Berawal dari Drone, Berujung Naik Haji(It started with a drone and led to hajj)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-
Bismillah,Harta Untuk Naik Haji Tidak Akan Sia-Sia(Wealth spent for hajj will never be wasted)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-
Dunia sedang tidak baik-baik saja. Rantai pasok global kian tidak stabil dan operasional bisnis makin terasa berat. Namun, bagi seorang leader, ini bukan waktunya panik. Ini waktunya mengatur ulang strategi.Dengarkan episode ini untuk mendapatkan breakdown mendalam tentang:Menentukan market niche yang tetap kuat saat ekonomi lesu.Taktik efisiensi cerdas agar bisnis tetap inovatif dengan biaya minimal.Membangun mindset leadership yang resilien di tengah ketidakpastian.Saya ingin dengar dari Anda: Dari kenaikan solar hingga turunnya daya beli, mana tantangan yang paling membuat Anda sulit tidur minggu ini? Mari kita bahas bersama.
Kepatuhan pada arahan ketua rombongan sangat penting agar proses naik ke bus berjalan rapi sesuai nomor urut yang ditempel, saat Jemaah haji gelombang pertama bergerak dari Madinah menuju Mekah, NS : Kepala Daerah Kerja Madinah Khalilurrahman. LAPORAN BHERY HAMZAH
Kenaikan harga aftur kembali mengguncang biaya haji dan potensinya tembus hingga 1,7 tiliun rupiah, disisi lain pemerintah berjanji akan menutupi selisihnya supaya jamaah haji tidak perlu nombok.
Mbah Sarjo Jemaah Haji Lansia Tunanetra asal wates Kulonprogo Yogyakarta lebih memilih gunakan uang hasil jual kebunnya untuk naik haji dibanding untuk pengobatan matanya, karena pergi haji menurut mbah sarjo Adalah bekal baginya di akhirat
Ustadz Abdullah Zaen M.A. - Naik Kelas
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Naik Kelas dalam Menghadapi Ujian
Gus Ipul mengungkap bahwa kondisi menarik di sejumlah perpustakaan dalam program sekolah rakyat bahwa ternyata minat baca siswa ini yang paling diminati adalah buku bertema superhero.
In this insightful episode of the Homeopathy247 podcast, host Mary sits down with homeopath Madhavi Naik to discuss a modern epidemic: adrenal fatigue and burnout. They explore why so many high-functioning individuals find themselves completely depleted and how homeopathy offers a unique, individualized path to restoring the body's natural energy and balance. Understanding Adrenal Fatigue and Burnout Adrenal fatigue isn't an official medical diagnosis, but rather a collection of symptoms resulting from prolonged stress without adequate recovery. Madhavi explains that burnout is not just physical tiredness; it is a vital force depletion that affects a person mentally, emotionally, and intellectually. In our modern, overstimulated world, long work hours, excessive screen time, and a lack of downtime prevent our nervous systems from resetting. High-functioning, ambitious individuals, students, and active caregivers are particularly prone to pushing themselves until their bodies simply cannot keep up. The Medical vs. Homeopathic Approach When a patient visits a conventional doctor for chronic exhaustion, standard blood tests (like liver function or cortisol levels) often return "normal" or inconclusive results. Because there is no official diagnosis, patients are frequently dismissed and simply told to rest or take supplements. A homeopath, however, looks at the whole person. They dive deep into the emotional causes (stress, grief, mental overload) and observe the patient's unique energy patterns—whether they are "wired" and pushing through or have completely collapsed. Individualized Care: Two Contrasting Cases Madhavi shares two powerful cases that illustrate why homeopathy requires personalized prescribing: The Nux Vomica Case: A male tech worker in his 40s came in with severe bloating, acidity, and constipation. He was juggling multiple time zones, sacrificing sleep, and relying heavily on caffeine, nicotine, and alcohol to cope. He became highly irritable and impatient with his coworkers. After a single dose of Nux Vomica 30c, his emotional irritability calmed first, followed by improved sleep and the slow return of his physical energy. The Phosphoric Acid Case: A woman in her 30s, also in tech, experienced profound exhaustion and apathy after her hard work on a year-long project was ignored. Her disappointment led to total indifference—she stopped engaging at work to the point of risking her job. Unlike the irritable Nux Vomica patient, she was completely drained. After receiving Phosphoric Acid 200c, she began emotionally engaging with her life and work again. The Role of Lifestyle and Supplements Madhavi notes that while homeopathic remedies balance the vital force, lifestyle changes are essential. Setting boundaries, reducing screen time, practicing gentle movement (like yoga or walking), and ensuring proper nutrition are vital steps to prevent and recover from burnout. She also clarifies that while caffeine borrows energy from the body, and supplements only address nutritional deficiencies, homeopathy provides the necessary "reset" for a dysregulated nervous system. Important links mentioned in this episode Madhavi Naik's website: https://naturalbridgeshomeopathy.com/ Read more about Madhavi: https://homeopathy247.com/professional-homeopaths-team/madhavi-naik/ Download Joanna's ebooks: Getting Started with Homeopathy: https://free.homeopathy247.com/homeopathy-getting-started Homeopathy for Chronic Kidney Disease: https://free.homeopathy247.com/chronic-kidney-disease Homeopathy for Thyroid Balance: https://free.homeopathy247.com/thyroid-balance Subscribe to our YouTube channel and be updated with our latest episodes. You can also subscribe to our podcast channels available on your favourite podcast listening app below: Apple Podcast: https://podcasts.apple.com/us/podcast/homeopathy247-podcast/id1628767810 Spotify: https://open.spotify.com/show/39rjXAReQ33hGceW1E50dk Follow us on our social media accounts: Facebook: https://www.facebook.com/homeopathy247 Instagram: https://www.instagram.com/homeopathy247 You can also visit our website at https://homeopathy247.com/
Kenaikan biaya haji 2026 akibat lonjakan harga avtur dan fluktuasi kurs memicu respons dari DPR. Ketua Komisi VIII, Marwan Dasopang, menegaskan beban tambahan tidak seharusnya ditanggung jemaah, melainkan oleh negara. Di sisi lain, pemerintah juga didorong mempercepat pengadaan koper dan seragam demi kelancaran keberangkatan. Lalu bagaimana sikap dan pandangan Komnas Haji terhadap wacana ini? Simak perbincangan bersama Ketua Komnas Haji dan Umroh, Mustolih Siradj.
Indonesia punya 127 gunung berapi aktif.Dan di hampir setiap aktivasinya, pola yang samaterulang: data sudah benar, peringatan sudah keluar,tapi komunikasi gagal mengubah perilaku.Episode ini membedah MENGAPA — dan apa solusinya.Yang dibahas:• 3 komponen: Hazard, Exposure, Vulnerability• Framework CERC — Barbara Reynolds (CDC)• Hazard-Outrage Model — Peter Sandman• Optimism Bias & knowledge-action gap• Komunikasi risiko inklusif• Koordinasi multi-lembaga & single point of truth• Etika jurnalisme bencana
This week, we're joined by Sreeram Kannan and Gajesh Naik from EigenCloud to discuss EigenCloud's evolution, the architecture behind Eigen's data, compute, and AI stack, agent property ownership via verifiable compute, and a live demo of Sovra, the first sovereign agent. Thanks for tuning in! Resources Agentkit: https://www.eigencloud.xyz/agentkit Sovra: https://www.sovra.dev/ – Follow Eigen: https://x.com/EigenCloud Follow Sovra: https://x.com/TrulyAutonomous Follow Sreeram: https://x.com/sreeramkannan Follow Gajesh: https://x.com/gajesh Follow Mike: https://twitter.com/MikeIppolito_ Subscribe on YouTube: https://bit.ly/3R1D1D9 Subscribe on Apple: https://apple.co/3pQTfmD Subscribe on Spotify: https://spoti.fi/3cpKZXH —- Timestamps (00:00) Introduction (01:11) Eigen Cloud's Origin Story (13:26) The Future of DA (22:56) Why Build on EigenCloud? (41:52) Agents as the New Companies (57:07) Sovra: The First Sovereign Agent —-- Disclaimer: Nothing said on Bell Curve is a recommendation to buy or sell securities or tokens. This podcast is for informational purposes only, and any views expressed by anyone on the show are solely our opinions, not financial advice. Mike, Xavier, Myles, and our guests may hold positions in the companies, funds, or projects discussed.
Pemerintah menurunkan biaya haji 2026 sekitar Rp2 juta per jemaah meski harga avtur meningkat. Kebijakan ini diklaim hasil efisiensi, namun publik mempertanyakan transparansi dan sumber penghematannya. Bersama Hidayat Nur Wahid, dibahas bagaimana DPR memastikan kebijakan ini tetap berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas layanan jemaah.
Pemerintah resmi menetapkan batas atas biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge sebesar 38 persen untuk seluruh jenis pesawat. Kebijakan ini diambil guna meredam pembengkakan biaya operasional maskapai akibat lonjakan harga avtur dunia.
Tak hanya komoditas pangan yang naik, komoditas plastik juga mengalami kenaikan tajam. Akibat kenaikan harga plastik, para pedagang terpaksa memangkas keuntungan agar tidak membebani pengeluaran masyarakat.
Rencana penyesuaian harga BBM per 1 April 2026 ramai diperbincangkan di tengah naik-turunnya harga minyak global. Meski PT Pertamina menegaskan belum ada keputusan resmi, potensi kenaikan terutama BBM nonsubsidi tetap terbuka. Lalu, apa dampaknya jika pemerintah terus menahan harga? Simak analisis Kepala Center Makroekonomi dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurrahman.
(0:00) Intro(0:48) Khutba – Qur'ani Aayat(1:16) Ramazan ka Aakhri Ashrah(1:24) Khawateen ki Dilchaspi(2:09) Qur'an – Roshni ka Rasta(2:43) 3 Bare Mazahib(3:12) Ramazan aur Pakoray(3:30) Ghair-Nabuwati Mazahib(4:13) Yahudi Hukumat(4:21) Esai Hukumat(4:32) Listeners Contact(4:58) Muslim Hukumat(5:15) Muslim Arooj(5:28) Muslim Scientists(6:53) Mufti Sahab ke Bachay(6:59) Science aur Musalman(7:34) Bani Israel Arooj o Zawal(8:50) Christians Arooj o Zawal(10:16) Mazhab ka Tijarat(11:16) Ummat-e-Muhammad ﷺ ki Shan(12:02) Bida'ati Musalman(13:53) “Jitna Naik Utna Gol”(14:00) Motapa Discussion(15:22) Sahaba (RA)(16:13) Karachi Weather(17:12) Sahaba ka Daur(17:28) Imam Shafai (RA)(18:06) Fasting Research(18:33) North Pole Waqia(18:48) Kamyab Musalman(19:13) Nakaam Musalman(19:33) Sugar Patient Example(20:39) Meetha Khana(21:00) Nabi ﷺ ki Diet(22:04) Sabzi Khany ka Tariqa(22:32) Sunnat ki Barkat(23:14) Christmas Cake(23:38) Holi(23:50) Eid ul Fitr – Khajoor(24:47) Eid ul Azha – Gosht(26:00) Charbi(27:00) Yahudiyon par Charbi Haram(28:17) Organic vs Artificial(29:20) Waleema(30:11) Aqeeqa(31:01) Meat Benefits(31:52) Motapa – Yahud o Nasara(32:09) Hadis – Motapa & Jhoot(33:13) Ziada Khana Kiyun Bura(35:11) Zyada Khany walay(36:10) Target Example(37:40) “Tagarr Tagarr”(38:28) Fajar miss karnay ki wajah(39:13) Mayyat aur Auratain(40:39) “Munny ke Abba”(41:17) Jail Latifa(41:40) Khatoon ka Case(42:22) Canada vs Pakistan Health(42:59) Zyada Khana Kiyun Na Pasand(44:33) Sust Damaad(45:08) Susti se Panah(45:19) Meetha aur Susti(45:51) Original Islam(46:03) Farz vs Nafl Rozy(47:10) Rozy ka Maqsad(47:35) Taqwa ka Matlab(47:41) Naik vs Tharki(48:19) Taqwa(49:29) Chinese(50:08) Memon vs Chinese(51:51) Bachny ka Hukam(52:19) Lazzat se Bachna(53:07) Roza – Control(53:38) Panadol Example(54:07) Ramazan se Taqwa(54:57) Namaz Zaya Karna(55:47) Be-Namazi(56:43) Sahih Hadis(57:08) Jang me Namaz(58:02) Indian Relative – Namaz(59:08) Ahl-e-Kitab ki Kharabi(59:40) Walid Sahab ka Waqia(1:00:35) Dil – Sabse Bara Mufti(1:01:01) Hakeem Akhtar (RA)(1:01:22) Insan Kab Set Hota Hai(1:03:25) Marhoom Family(1:03:38) Death Causes(1:03:50) Mayyat Rasoom(1:04:16) Namaz ka Husn(1:05:04) Sadaqat ki Ahmiyat(1:05:26) Kanjoosi(1:06:21) Kanjoos Bap Latifa(1:07:59) Sakhi Shaair(1:09:51) Sakhi Log(1:10:15) Biwi par Kharch(1:10:48) Beghairat Shohr(1:11:10) Achha Shohr(1:11:32) Walidain par Kharch(1:11:45) Walid Sahab Training(1:12:37) Ghaar wali Hadis(1:14:30) Khushi me Allah ko Yaad(1:14:42) Nafl Namaz Todna(1:15:46) Walidain ka Haq(1:16:43) Ghar ka Kharcha(1:18:51) Sakhawat(1:19:10) Nabi ﷺ ka Zarf(1:20:32) Nikah aur Rizq(1:23:09) Mustaghni vs Bhikari(1:25:17) Pardah ka Hukam(1:25:52) Sahabiyaat ka Amal(1:26:27) Mehram vs Na-Mehram(1:27:49) Maryam (AS)(1:27:58) Be-Pardagi ka Wabal(1:29:09) Wife vs Colleague(1:31:11) Khulasa(1:31:39) Dua Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Kenaikan harga minyak dunia kembali menjadi alasan pemerintah mendorong efisiensi mulai dari Work From Home sampai sekolah daring.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Maret 2026Bacaan: "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (2 Korintus 4:17)Renungan: Suatu hari seseorang bermimpi bertemu Tuhan. Tuhan bertanya, "Mengapa engkau bersedih?" Orang itu menjawab, "Tuhan, hidupku penuh dengan penderitaan, rasanya aku tidak dapat menatap hari esok." Lalu tuhan duduk di sampingnya, meraih tangannya dengan penuh kasih dan berkata, "Biarkan Aku menjelaskan padamu dan engkau akan mengerti. Setiap penderitaan merupakan batu pijakan yang harus engkau tapaki setiap hari. Setiap kali engkau melalui sebuah penderitaan, itu merupakan batu pijakan yang akan membawamu naik lebih tinggi. Jalan kehidupan bagaikan perjalanan mendaki sebuah gunung. Ada batu-batu terjal berupa kesulitan dan penderitaan yang harus dijadikan tempat berpijak. Ketika engkau mengalami masalah, Aku Sang Batu Karang akan menopangmu. Setiap batu pijakan yang engkau lalui akan membuat jiwamu semakin kuat. Memang batu-batu itu cukup banyak dan terasa menyakitkan, tapi karakter dan imanmu akan terbentuk. Aku tahu bahwa engkau lelah, karena Akupun sudah melalui jalan ini dan Aku meninggalkan kisah perjalananku agar engkau tetap kuat. Tetaplah mendaki dengan tekun ke tempat yang penuh kemuliaan. Ingatlah, bahwa Aku menyertai langkahmu." Jika saat ini kita sedang melalui batu-batu terjal berupa penderitaan, tekanan, aniaya, cemooh, penyakit, ketidakadilan dll, jadikan itu sebagai batu pijakan dan bukan batu sandungan. Banyak orang percaya yang tersandung, jatuh dan tidak mau bangkit lagi karena menilai kesulitan hidup dengan cara penilaian mereka sendiri dan bukan dengan cara penilaian Tuhan. Pegang erat janji Tuhan dan jangan lagi menganggap janji-janji Tuhan sebagai cerita dongeng belaka. Mereka yang percaya pada tuntunan, penyertaan dan pertolongan Tuhan akan mengalami kuasa-Nya. Pergumulan hidup hendaknya menjadi batu pijakan yang harus anda lalui untuk naik lebih tinggi. Jangan menyerah ketika beban hidup terasa semakin berat. Di saat kita tidak berdaya, pandang Yesus Sang Batu Karang kehidupan di mana kita bisa berlindung dan mengalami kemenangan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau mau menjadi batu karang dalam kehidupanku. Ada begitu banyak batu-batu kerikil yang harus kulalui dalam perjalanan hidup ini. Terkadang aku tidak sanggup untuk melaluinya. Tapi aku bersyukur karena Engkau telah lebih dulu menjalaninya, sehingga kalau saat ini aku menjalaninya, Engkau dapat memberi kekuatan khusus kepadaku. Berilah Roh kekuatan Mu ya Yesus, sehingga aku dapat melalui perjalanan hidupku ini dengan tetap setia memegang tanganMu sampai aku tiba pada kesudahannya dan berkumpul bersamaMu di surga. Amin. (Dod).
Konflik geopolitik kembali memanas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga mendekati 120 dolar AS per barel. Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat dalam APBN 2026 pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 70 dolar AS per barel.Namun, riset terbaru dari Next Indonesia Center menilai ruang fiskal Indonesia masih relatif aman. Bahkan jika harga minyak meningkat dalam beberapa bulan ke depan, defisit APBN diperkirakan tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto sesuai amanat Undang-Undang Keuangan Negara.Lalu bagaimana sebenarnya dampak lonjakan harga minyak terhadap APBN? Seberapa kuat ketahanan fiskal Indonesia menghadapi gejolak global?Simak wawancara bersama Ade Holis, Kepala Peneliti Next Indonesia Center, yang membahas analisis serta langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah agar APBN tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik dunia.
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan ajudannya mengingatkan satu pola menarik dalam politik Indonesia: banyak ajudan justru melesat menjadi elite negara—dari Try Sutrisno, Budi Gunawan, hingga Teddy Indra Wijaya. Mengapa kedekatan dengan pusat kekuasaan kerap menjadi jalan sunyi menuju puncak politik?
Antrean panjang terlihat di sejumlah pompa bensin di Hanoi, Vietnam, setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar sekitar 22 persen. Kenaikan ini terjadi akibat gangguan produksi dan distribusi energi di Timur Tengah yang mempengaruhi pasar minyak global. Pengendara sepeda motor dan mobil harus rela menunggu berjam-jam, bahkan di tengah hujan, untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka. Warga khawatir kenaikan harga ini akan berdampak luas pada biaya hidup dan ekonomi Vietnam.
Pembawa Renungan: RP. Agustinus Hutrin, SVD Surabaya Mat. 17:1-9.
(0:00) Intro(0:02) Khutba & Ramadan 2026 bayan(0:49) Ikhtitam Surah Nisa, ibtida Surah Maaida(1:02) Zalim se intiqam: Islami ehkam(2:11) Hazrat Musa as ka waqia (aaj ke daur ka tanazur)(3:11) Muaf karne ki sooratein(4:18) Musa as aur Qibti ka waqia(4:34) Masjid Al-Falahia waqia(5:48) Ghussa aur zaujain ka nizaam(6:38) Biwi par haath uthanay ki hadd(8:18) Mufti sb ke paas case(9:04) Sarbrah ka sakht hona(9:53) Motorway overspeed waqia(10:28) Naik biwiyan(11:00) Ghar ki riyasat aur sarbrah(12:00) Hakumati qawaneen ki haqeeqat(13:10) Sarbrah ki power(13:52) Retired case (2 thapparr)(15:56) Ghar jorrnay vs torrnay walay(16:32) Europe mein divorce ki wajah(17:37) Bahir mulkon ki khoobiyan(18:21) Pakistan vs abroad living standard(18:51) Mazloom ki tehqeeq(19:10) Celebrity news viral honay ka reason(19:46) Gaari ke samnay khatoon ka waqia(21:00) Bike vs bari gaari case(21:22) Karachi blackmailing business(22:02) Karachi 4K Chorangi(22:34) Yahudiyon ke mutalibay aur Allah ki tasalli(23:39) Qanooni usool: muddai par daleel(24:28) Ahl-e-Hadith ko jawab(24:58) Khawateen aur Hajj: ummat ka amal(25:50) 20 rakaat Taraweeh (4 Imam muttafiq)(26:53) Taraweeh par upcoming bayan(28:03) Yahudi mutalibat aur Nabi ﷺ ka mission(29:11) Azab ka waqia(29:33) Bani Israel ki nalaiqi(30:11) Sahaba ra ki shaan(30:26) Abdullah bin Ubay (munafiq)(30:36) Hazrat Maryam as par tohmat(31:22) Ziddi mizaj ka ilaaj(31:34) Esa as ko qatal karne ka daawa(31:57) Yahudi confusion(33:36) Hazrat Esa as aasman par(34:52) Light humour(35:19) Esa as ko zinda uthanay ki hikmat(35:48) Afzal anbiya(36:12) Hazrat Esa as ki shaan(36:28) Qurb-e-Qayamat peshgoi(37:34) Gaza conflict(37:56) Esaiyon ke liye khush-khabri(38:09) Esa as ka nuzool aur intiqam(38:56) Nuzool-e-Esa as(39:12) Deen ki takmeel(39:33) Teacher wish(39:45) Mirza Ghulam Ahmad Qadiyani(40:15) Esa as zinda hain(40:26) Aayat ki 2 tafaseer(40:41) Esaiyon ka maut se pehle iman(40:58) Esa as se pehle tamam Esai Musalman(42:00) Esai ke Islam qabool karne ka waqia(42:49) Mufti sb ke aankhon dekhe waqiaat(43:57) Yahudiyon ki burai: sood(44:23) Sood ki hurmat(44:48) Yahudi aitraz ka jawab(46:16) Ramadan mein larai se parhez(47:20) Sawal-o-jawab(47:45) Ramadan aur roohaniyat(48:16) Insanon se Allah ka khitab(49:29) Ahl-e-Kitab se khitab(49:56) Rasulullah ﷺ ka lafz(50:40) Hazrat Esa as ka maqaam(51:38) “Khuda teen nahi”(52:10) Allah aik hai(53:21) Padri se manazra(54:08) Nemat vs zehmat(55:03) Hazrat Esa as ki taleemat(55:49) Halal-haram khanay ke ehkam(56:03) Har murdar haram(56:16) Samandari makhlooq ka masla(56:30) Kekra, jheenga(58:10) Murdar se faida(58:34) Janwaron ko murdar khilana(59:50) Murghiyon ko keerray(1:00:40) Haram khoon(1:00:59) Pig haram(1:01:40) Allah ka naam liye baghair zabeeha(1:01:56) Goli / pathar se shikar(1:03:30) Gir kar marna / seengh(1:04:40) Mazar ke naam ka zabeeha(1:04:50) Darindon ka shikar(1:05:23) Kutte ka shikar haram(1:07:18) Baaz / shaheen ka shikar halal(1:08:06) Arab shikar(1:08:32) Ahl-e-Kitab auraton se nikah Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Episod 9 Kena Soal menampilkan gandingan host Zaidel, Luqman Hariz, dan Ibrahim Sani yang membincangkan pelbagai isu semasa, termasuk pilihan raya DBKL, isu pemansuhan AUKU, prestasi ringgit yang semakin mengukuh, serta pendedahan berkaitan fail Epstein.PILIHAN RAYA DBKL•syahazzly — Kenapa Datuk Bandar KL tidak dipilih secara undi seperti New York, London dan lain-lain? •qiuril — Mengapa Dr Akmal menolak cadangan pilihan raya Datuk Bandar KL?AUKU•sylthegreat._ — Bahas isu AUKU. •arif_radzwan — Pandangan KS mengenai AUKU: mansuh atau hanya perlu dipinda? •scopethelegend — AUKU: mansuh sepenuhnya atau reform sahaja?RINGGIT NAIK •jx_kek — Kesan ringgit semakin kuat. Bagaimana rakyat biasa boleh dapat manfaat? •docaptr — Nilai MYR vs USD makin baik — boleh jadi petunjuk kejayaan PMX? •backpacker_travelog — Adakah ringgit kuat mengurangkan eksport negara? •rjnobody — Patutkah kita bimbang data center investment melihat kadar USD yang makin buruk? •nazhan87 — Keluaran RM naik cepat terutama dengan USD — baik atau buruk untuk negara?FAIL EPSTEIN •rahmanjunaidi — Epstein file, please ulas. •aiymi.njzm — Kes fail Epstein yang didedahkan kepada umum — pandangan KS? •maarufi23 — Epstein file: beberapa nama PMX disebut — apa pandangan KS? •redzuanm — Epstein Files: impak pada US, DOJ & kredibiliti. Patutkah ada pendakwaan? •hafizhuffaz_ — Epstein filesssss. •mhhbht — Cuba bincangkan tentang Epstein Files.
Episode SummaryIn this deeply human and heartfelt conversation, Chris Schembra sits down with his longtime friend Kirti Naik, a powerhouse brand leader turned soulful storyteller, for an episode that moves beyond titles and accolades into the raw, unfiltered truth of a life well-lived. On this crisp New York City fall day, amid Yom Kippur reflections and the festive spirit of Diwali, Chris and Kirti explore the intertwined forces of fate, love, resilience, and identity.Kirti opens up about her unexpected journey into motherhood and how her daughter, Kiran, became her North Star, pushing her to finish business school while pregnant, guiding her to build a better life, and teaching her lessons in forgiveness and courage. Together, Chris and Kirti unpack the subtle art of pausing in a world obsessed with speed: pausing before responding to an email, pausing to think, pausing to realign with who we are and who we want to become.They delve into the heavy weight and quiet liberation of reputation, how cultural expectations and personal setbacks (like divorce) shape us, and how we can reclaim our own narrative even after painful turning points. Kirti shares how love and partnership with Greg have reshaped her family and her understanding of commitment — beyond paperwork and traditions — into something deeply chosen and resilient.The conversation moves fluidly from practical life strategies (like managing anxiety, editing before you send, embracing imperfection) to profound reflections on destiny (or “amor fati”), legacy, and the humility that comes with decades of personal and professional growth. We hear about parenting in New York City, the courage to let go of perfectionism, and how success is measured not just by business milestones but by the depth of relationships we nurture along the way.This is not a business episode, it's a blueprint for living with greater presence, courage, and gratitude. Whether you're navigating big career decisions, untangling old expectations, or learning to pause before reacting, Kirti's story is an invitation to slow down, reflect, and embrace the beautiful messiness of life.10 Great Quotes“Kids, don't worry about people knowing you. Make yourself worth knowing.” — Chris (quoting Fiorello LaGuardia) “She was my North Star — the reason I wanted to be a better person, to work harder, and to finish what I started.” — Kirti “Progress comes from movement, not perfection.” — Chris “I've shifted from people pleasing to teaching and communicating what I authentically think.” — Kirti “Precision requires pause. Sometimes waiting 15 minutes changes everything.” — Chris “Reputation is hard to rewrite — but it's not impossible when you lead with honesty and vulnerability.” — Kirti “Material things don't really matter. We don't actually need anything but each other and some Netflix.” — Kirti “We have to rise above business success and find success in our personal lives — the world needs that.” — Chris “Love doesn't have to be defined by societal milestones. Commitment can be something deeply chosen.” — Kirti “It's humbling to realize we're still learning — not about tools or tactics, but about ourselves.” — Kirti 10 Key TakeawaysPause Before You React — Writing a draft and waiting before sending helps you edit, clarify, and prevent future missteps. Redefine Reputation — Your past doesn't have to define you; vulnerability and new actions can reshape how others see you. Parenthood as Catalyst — Unexpected life events, like surprise motherhood, can bring purpose and resilience you didn't know you had. Move from People Pleasing to Authenticity — Stop avoiding conflict; respectfully communicate your needs and boundaries. Love Beyond Paperwork — Lasting commitment isn't about traditional milestones but about shared choice and partnership. Cultural Expectations Can Be Rewritten — Even deeply ingrained norms can shift when you choose your own happiness and truth. Imperfection Is Human — Let go of needing to be flawless; aim for 80–90% and move forward. True Success Is Relational — The depth of mentorship, family bonds, and love defines life more than job titles. Anxiety Can Be Managed with Pause — Small intentional habits — like stepping back before acting — can reduce fear and increase control. Fate vs. Coincidence — Sometimes the unexpected (from your child's name to life detours) is guiding you toward who you're meant to become.
Is Air EMS Overutilized for Kids? Tune in to the latest PEC Podcast! Editors Maia Dorsett and Joelle Denofrio-Odmann sit down with authors Dr. Vishal Naik and Dr. Sriram Ramgopal to unpack their compelling research, "Rapid Discharge Following Air Transport in Children". This multicenter study, published in Prehospital Emergency Care, reveals that more than two-thirds (66.0%) of children transported to the Emergency Department (ED) by air EMS are either discharged directly from the ED (20.0%) or within 48 hours of admission. While air transport is crucial for critically ill children, these findings emphasize the need for additional research into the decision-making processes surrounding pediatric air EMS to support optimal resource utilization and patient care. Dr. Naik and Dr. Ramgopal discuss key factors associated with rapid discharge, including lower triage acuity and certain diagnoses like musculoskeletal and connective tissue diseases. Discover what this high rate of rapid discharge implies for potential over-triage in pediatric air medical transport systems. Read the full article here: https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/10903127.2025.2531074?src=#abstract. Featured Article Naik, V., Bhardwaj, P., & Ramgopal, S. (2025). Rapid Discharge Following Air Transport in Children. Prehospital Emergency Care, 1–8. https://doi.org/10.1080/10903127.2025.2531074
In this episode, Manish Naik, President of Dental and Vision at Cigna Healthcare, discusses workforce challenges, affordability barriers, and how innovations like teledentistry, AI, and integrated care models are improving access, equity, and whole person health.
In this episode, Manish Naik, President of Dental and Vision at Cigna Healthcare, discusses workforce challenges, affordability barriers, and how innovations like teledentistry, AI, and integrated care models are improving access, equity, and whole person health.
Welcome to Nerd Alert, a series of special episodes bridging the gap between marketing academia and practitioners. We're breaking down highly involved, complex research into plain language and takeaways any marketer can use.In this episode, Elena and Rob explore how advertising creates both immediate sales and long-term brand value through an integrated approach that connects thinking, feeling, and doing.Topics covered: [01:00] "Discovering How Advertising Grows Sales and Builds Brands"[02:00] Do marketers design campaigns for both short- and long-term goals?[04:00] The integrated hierarchy framework: think, feel, do[05:00] Five years of soft drink brand data across 30,000 interviews[07:00] Why this brand's path was experience, then think, then feel[08:00] Advertising's direct impact on feelings and immediate sales To learn more, visit marketingarchitects.com/podcast or subscribe to our newsletter at marketingarchitects.com/newsletter. Resources: Bruce, N. I., Peters, K., & Naik, P. A. (2012). Discovering how advertising grows sales and builds brands. Journal of Marketing Research. https://doi.org/10.1509/jmr.11.0060 Get more research-backed marketing strategies by subscribing to The Marketing Architects on Apple Podcasts, Spotify, or wherever you listen to podcasts.
In this deeply insightful episode, we welcome Ashka Naik, PhD candidate and Director of Research and Policy at Corporate Accountability, a global human rights and social justice NGO. Ashka joins Vera and Molly to explore how food systems have been colonized by powerful industry players, and why the words we use to describe what we eat matter more than ever. We unpack the political, historical, and spiritual dimensions of what Ashka calls “violent processing”—a system that has robbed us of biodiversity, cultural wisdom, ancestral practices, and even language itself. Drawing connections between ultra-processed food products, neocolonial economic models, and public health crises, Ashka makes the case for reclaiming food as power and justice. This is more than a conversation about nutrition. It's a call to collective memory, systemic change, and grassroots action.