POPULARITY
Cuaca ekstrem melanda wilayah timur Rusia, dengan badai salju dahsyat dilaporkan menghantam kawasan Chukotka pada Selasa waktu setempat. Badai salju ini menyebabkan kelumpuhan total di sejumlah titik, mengganggu aktivitas di wilayah tersebut.
Di episode kali ini cerita pengalaman pertama mereka menghadapi dingin yang nggak main-main—dari culture shock soal cuaca, drama salah kostum, sampai cara bertahan biar nggak cuma survive tapi juga bisa menikmati momennya.
Cuaca ekstrem mengakibatkan tebing di kawasan padat penduduk longsor dan menggerus rumah warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi rumah terdampak longsor mengalami rusak parah.
Cuaca ekstrem melanda wilayah Tatarstan, Rusia, dengan suhu mencapai di bawah minus 30 derajat Celsius.Kondisi ini memicu sejumlah kerusakan fasilitas publik.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memutuskan untuk memperpanjang operasi modifikasi cuaca hingga 27 Januari 2026 di tengah banjir yang melanda sejumlah titik di Jakarta. Keputusan ini mendapat kritik dari berbagai pihak, namun pemerintah daerah tetap mempertahankan kebijakan tersebut untuk mengurangi dampak banjir.
Menurut BMKG, pada hari Jumat ini wilayah Jakarta dan sekitarnya masih akan dilanda cuaca ekstrem. Meski demikian, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebut bahwa modifikasi cuaca yang telah dilakukan berhasil mengurangi debit hujan hingga tiga puluh persen.(ROLL SOT Andri Ramdhani – Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG)
Tim sar gabungan pagi ini melanjutkan evakuasi penumpang pesawat ATR42-500 yang mengalami insiden di bulusaraung. Tim sar telah menemukan 1 jenazah di jurang sedalam 200 meter dari utara puncak Gunung Bulusaraung. Namun, upaya evakuasi jenazah belum bisa dilakukan terkendala buruknya cuaca dan angin kencang. Bagaimana rencana evakuasi pagi ini? [Talk] : Kepala Kantor SAR Makassar, Muhammad Arif Anwar
MetroTV, Cuaca ekstrem melanda Serbia. Hujan salju lebat yang berlangsung berkepanjangan menyebabkan gangguan aktivitas warga dan transportasi, dengan ketebalan salju mencapai lebih dari 40 sentimeter di sejumlah wilayah.
MetroTV, Cuaca ekstrem melanda Gaza Selatan. Angin kencang dan udara dingin menghancurkan tenda-tenda pengungsian, memperparah kondisi warga yang terdampak perang.
Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Jabodetabek akibat hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tidak hanya Jabodetabek, banjir juga melanda sejumlah daerah lain, seperti Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Lalu, apakah cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan? Kita akan membahasnya bersama Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Guswanto.
MetroTV, Cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah menyebabkan abrasi pantai yang mengancam pemukiman warga. Gelombang tinggi dan angin kencang mengikis bibir pantai, merusak rumah-rumah dan infrastruktur sekitar. Dampak dari bencana alam ini membuat banyak warga terpaksa mengungsi dan kehilangan tempat tinggal. Pemerintah dan pihak terkait tengah berupaya melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Pembangunan hunian tetap sementara (huntara) di Agam, Sumatra Barat, molor dari target. Direncanakan selesai jelang akhir tahun, namun di lapangan baru satu barak yang sudah memasuki tahap pemasangan atap dan dinding. Keterlambatan ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang sering hujan dan kurangnya tenaga pekerja.#HuntaraAgam #PembangunanHuntara #sumatrabarat #KeterlambatanPembangunan #bencanaindonesia #cuacaekstrem #pemulihanbencana
Bagi Anda yang sedang menikmati liburan akhir tahun, mungkin ada juga yang sampai awal tahun depan, perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat bakal terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Bengkulu, sebagian Pulau Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Papua Selatan.Tak hanya mengganggu liburan, cuaca ekstrem juga berpotensi membahayakan jiwa, jika tak dibarengi strategi mitigasi. Peningkatan mobilitas masyarakat kian menambah kerentanan ketika terjadi bencana. Data Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 10 juta orang menggunakan angkutan umum pada masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, atau naik 4,85 persen ketimbang tahun lalu.Bagaimana kesiapsiagaan dan mitigasi daerah destinasi wisata di momentum liburan akhir tahun? Apa saja upaya asosiasi perjalanan wisata? Bagaimana situasi di lapangan?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catur dan Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Budijanto Ardiansjah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengeluarkan peringatan dini terkait perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S, yang berpotensi tumbuh menjadi sistem siklon tropis dan memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan Banten. Disampaikan bahwa meskipun sistem ini belum langsung menuju daratan, ia dapat meningkatkan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi, sehingga berimplikasi pada risiko hidrometeorologi. Apa yang perlu diwaspadai dan bagaimana mengantisipasinya?Talk bersama Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada sekaligus Tim Disaster Early Response Unit (DERU) UGM, Prof. Dr. Ir. Dwikorita Karnawati
MetroTV, BMKG memperingatkan kondisi cuaca ekstrem di Pelabuhan Merak dengan hujan deras dan gelombang setinggi 2,5 meter. Kecepatan angin mencapai 25 knot, yang mengakibatkan kapal kesulitan untuk keluar dari dermaga dan bersandar.
Antrean panjang truk tujuan Pulau Sumatera masih terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Meski dua pelabuhan tambahan telah dioperasikan, cuaca buruk di Selat Sunda mengganggu aktivitas penyeberangan kapal. Akibatnya, ribuan truk tertahan hingga mengular sejauh 3 kilometer.
Antrean truk ekspedisi tujuan Sumatra mencapai panjang 3 kilometer di luar Pelabuhan Merak, Banten hingga Rabu siang. Cuaca buruk dan gelombang tinggi di Selat Sunda mengganggu aktivitas kapal, sehingga petugas menerapkan sistem buka tutup untuk mengatur kepadatan. Saat ini ada 32 kapal yang beroperasi namun belum mampu mengurai antrean yang panjang.
Tingginya curah hujan pada bulan Desember ini menjadi kendala bagi tim relawan dan pemerintah daerah dalam proses pencarian korban serta rekonstruksi dan rehabilitasi lokasi bencana. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan modifikasi cuaca di wilayah Sumatera Barat.
Sebuah diskusi penting mengenai tragedi kemanusiaan di Sumatera. Hingga minggu malam, BNPB mencatat jumlah korban jiwa bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mencapai 442 orang, dengan lebih dari 400 orang hilang.Bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem, namun banyak pihak menilai adanya dugaan kerusakan lingkungan yang memperparah dampaknya.Kita akan berbincang dengan pakar yang sangat relevan: Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Pendiri Indonesia Water Institute dan juga Peneliti/Pengajar Teknik Lingkungan UI.Apa penyebab utama yang sebenarnya terjadi di balik bencana masif ini?Seberapa besar peran kerusakan lingkungan dalam meningkatkan korban jiwa dan kerugian?Bagaimana penanggulangannya secara permanen agar bencana serupa tidak terulang kembali di masa depan?Dengarkan analisis mendalam dari sisi teknis dan lingkungan untuk memahami krisis ini dan solusi yang harus segera diimplementasikan oleh pemerintah dan masyarakat.#BencanaSumatera #BanjirBandang #FirdausAli #TeknikLingkungan #UI #IndonesiaWaterInstitute #442Korban #PodcastBencana
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat, gelombang tinggi, dan angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir merendam ribuan rumah penduduk, memutus akses jalan, serta menyebabkan pemadaman listrik di berbagai titik. Di Provinsi Aceh, banjir melanda sembilan kabupaten/kota. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) telah menetapkan status Darurat Bencana Hidrometeorologi menyusul semakin luasnya wilayah terdampak. Pengurus PMI Pusat sekaligus Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Sudirman Said, yang sedang berada di NAD, turut menyampaikan kondisi terkini di lapangan. Menurutnya, banyak akses jalan terputus dan jaringan komunikasi terganggu akibat padamnya aliran listrik.“Saya sempat terdampar di Bireuen dan akan dievakuasi menggunakan helikopter, namun tidak memungkinkan karena cuaca sangat buruk,” ujar Sudirman Said. Ia meminta agar dilakukan pemindaian udara (air scanning) untuk menentukan titik distribusi bantuan yang paling membutuhkan. Sudirman Said juga mendorong agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) sementara waktu dialihkan untuk membantu para pengungsi terdampak banjir.
Banjir melanda Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Pidie akibat hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Di Aceh Tenggara, banjir mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang dilaporkan hilang. Selain itu, sedikitnya 50 kepala keluarga yang setara dengan 113 jiwa terpaksa mengungsi di tiga lokasi yang aman.Bencana ini melanda 16 kecamatan di Aceh Tenggara, dengan lokasi terdampak terparah di Gampong Uning Segugur dan Gampong Leuser. Pemerintah dan tim penyelamat terus berusaha memberikan bantuan kepada korban dan memastikan keselamatan para pengungsi.#BanjirAcehTenggara #BencanaAceh #AcehTenggara #BanjirPidie
Rentetan banjir dan longsor sebulan terakhir kembali menghantam wilayah selatan Jawa dan Sumatera. Cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Koto dan Senyar meningkatkan intensitas hujan hingga memicu rekahan tanah. Apa yang membuat bencana hidrometeorologi kini semakin parah? Dan apakah ketahanan tanah kita benar-benar melemah?Dalam episode ini, kami berbincang dengan Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN, Dr. Adrin Tohari, membahas penyebab, risiko, dan langkah mitigasi yang mendesak dilakukan.
Cuaca buruk yang melanda wilayah pesisir Polewali Mandar, Sulawesi Barat menyebabkan sebuah kapal bagan tenggelam setelah dihantam angin kencang. Seluruh bagian kapal rusak parah dan hanya menyisakan puing.Berbagai perlengkapan seperti mesin, alat tangkap, balon lampu, hingga peralatan lainnya turut rusak akibat terendam air laut. Pemilik kapal diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.#PolewaliMandar #Sulbar #CuacaBuruk #KapalTenggelam #Bencana
JAKARTA - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Reza Kordova mengungkap terkait isu mikroplastik yang kini mencemari udara Jakarta dan terbawa turun bersama air hujan. Setiap harinya, partikel mikroplastik diperkirakan jatuh antara 3 hingga 40 partikel per meter persegi yang menandakan tingginya tingkat polusi yang tak terlihat di udara ibu kota Jakarta. Sumber pencemaran tersebut tak hanya berasal dari aktivitas di Jakarta tetapi juga dari wilayah seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Banten.Minimnya tempat pengumpulan sampah di daerah-daerah itu membuat pembakaran terbuka masih marak dilakukan oleh warga hingga melepaskan partikel plastik dan zat berbahaya ke atmosfer. "Nah, ini asalnya dari mana sebenarnya? Asalnya memang karena wilayah Indonesia itu menurut Cuaca adalah secara regional dan mungkin dari BMKG bisa menambahkan karena regional, wilayah Jabodetabek dan sekitarnyalah sebenarnya yang berpotensi menjadi sumber dari mikroplastik tersebut.""Nah, sumbernya dari mana saja? Yang pertama dari pakaian.""Pakaian yang kita gunakan sebagian besar sekarang adalah polyester atau nylon atau polimer yang sintetis. Bukan katun misalnya yang memang tidak asli natural fiber.""Nah kemudian yang kedua adalah dari penggunaan plastik. Yang kedua adalah melakukan oleh masyarakat. Melakukan pembuangan secara sembarangan. Kalau terlalu banyak biasanya akan melakukan pembakaran secara terbuka. Ketika pembakaran secara terbuka itu dilakukan dan masif hampir setiap hari apalagi sekarang, mikroplastik itu akan lebih cepat kemungkinan terbang ke udara." Demikian Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Reza Kordova dalam media Briefing Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta membahas soal Mikroplastik Dalam Air Hujan Dan Fenomena Panas Ekstrem di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/10).Sementara itu, fenomena ini memperlihatkan bahwa mikroplastik kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Dr. Reza mengatakan jika tidak dikendalikan, polusi mikroplastik berpotensi memperburuk kualitas udara serta meningkatkan resiko pembakaran bahan kimia berbahaya bagi warga perkotaan di Jakarta. (Reynaldi Adi Surya)
Hujan dan angin kenjang disertai banjir melanda beberapa wilayah di Indonesia. Sejumlah rumah di Duren Sawit rusak akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.#cuacaekstrem #banjir #gresik #durensawit #anginkencang #headlinenews
MetroTV, Tim penyelamat melakukan evakuasi warga di kota Beihai saat topan Matmo menghantam wilayah Guangxi China dengan hujan deras dan angin kencang.
MetroTV, [HEADLINE NEWS, 06/10/25 | 03.00 WIB]China kembali diterjang cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat. Wilayah selatan kini bersiap menghadapi datangnya Topan Matmo yang diperkirakan membawa dampak signifikan terhadap aktivitas warga dan infrastruktur.
Provinsi Guangdong, China, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem akibat Topan Ragasa yang semakin mendekat. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk waspada dan mempersiapkan langkah-langkah antisipasi.
Badai Topan Kiko di Samudra Pasifik meningkat ke kategori 4 dengan kecepatan angin maksimum 233 kilometer per jam. Citra satelit menunjukkan awan berputar mengelilingi mata badai, yang terpantau berada 2.510 kilometer sebelah timur Hilo, Hawaii. Kiko bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 kilometer per jam. Meski berpotensi menguat dalam 24 jam ke depan, belum ada peringatan dini maupun ancaman langsung ke daratan.#TopanKiko #Pasifik #BadaiTropis #Hawaii #CuacaEkstrem
Badai tropis yang melanda Vietnam menyebabkan hujan deras dan banjir parah di Hanoi, ibu kota negara tersebut, serta sejumlah provinsi lainnya. Kendaraan bermotor dan pengendara sepeda motor terpaksa melintasi genangan air setinggi pinggang di berbagai titik kota.
Sebanyak 12 pemancing di kawasan DAM Merah, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa siang 19 Agustus 2025, disapu gelombang tinggi. Dari jumlah tersebut, tujuh orang berhasil selamat, sementara lima lainnya ditemukan meninggal dunia setelah dilakukan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.Musibah ini bermula ketika rombongan pemancing berangkat dari Dermaga Tambak Lorok pada pagi hari. Awalnya kondisi cuaca masih cerah, namun beberapa jam kemudian berubah menjadi gelap disertai hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi hingga akhirnya perahu yang mereka gunakan terhempas. Proses pencarian sempat terkendala cuaca buruk, namun akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.Bagaimana perkembangan terkini terkait operasi pencarian korban? Simak perbincangan Annisa Madina bersama Kasi Operasi Kantor Basarnas Semarang, Mul Wahyono.
Petugas pemadam kebakaran di Spanyol berjuang keras melawan kebakaran hutan yang terus meluas. Kondisi panas ekstrem dan kering membuat api sulit dikendalikan. Kebakaran tahun ini sudah membakar lebih dari 158 ribu hektar lahan.
Banjir besar kembali melanda Tiongkok Utara, menewaskan setidakya 70 warga dan ratusan ribu lainnya mengungsi, puluhan orang lainnya masih hilang dan ditengah upaya pencarian serta evakuasi yang terus berlangsung
BMKG Pekanbaru melaporkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau berpotensi bergerak menuju Malaysia. Jumlah titik panas meningkat tajam dari 392 menjadi 583 titik. Karhutla terparah terjadi di Sei Gajah Induk, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, dengan luasan lahan gambut terbakar mencapai 100 hektare dalam sepekan. Cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat meluas dan sulit dikendalikan.
Awal musim kemarau 2025 diperkirakan akan mengalami kemunduran di sekitar 29 persen zona musim di Indonesia. Anomali curah hujan di atas normal diprediksi masih dapat berlangsung hingga Oktober 2025. Sejumlah Provinsi khususnya wilayah Tengah dan Timur, saat ini sedang menghadapi curah hujan tinggi, yg berdampak terjadinya bencana Hidrometeorologi. Informasi apa yang penting Masyarakat ketahui tentang anomali cuaca saat ini berserta penanganannya ?Wawancara bersama Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) - Prof. Ir. Dwikorita Karnawati M.Sc., Ph.D
BMKG menyatakan akan dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari ini, untuk mengurangi curah hujan, khususnya untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem, yang masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga Oktober 2025. Kondisi ini disebabkan sejumlah faktor atmosfer dan laut yang memengaruhi pola hujan nasional.Talk: Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto
Meski sudah memasuki musim kemarau, namun hujan masih turun, hingga menyebabkan banjir di sejumlah daerah, termasuk di wilayah penyangga Jakarta, seperti Bogor. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, karena kondisi cuaca yang masih dinamis dan berpotensi ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Sementara mobilitas warga dan aktifitas masyarakat untuk berwisata di masa libur sekolah, diprediksi meningkat signifikan. Lalu bagaimana kesiapsiagaan pemerintah Kota Bogor menghadapi masih adanya potensi cuaca ekstrem? Talk: Walikota Bogor Dedi Rachim
Gelombang panas dan angin kencang melanda Spanyol, memicu kebakaran hutan besar di beberapa wilayah. Ribuan hektare lahan dilaporkan hangus, sementara ratusan warga dievakuasi dari area berisiko.
Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Italia, memicu banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur. Tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak serta mencari korban hilang.
Sebuah Puisi: BERITA CUACADitulis oleh Ardi Kamal KarimaDisuarakan: @insom_mia08Puisi ini menggunakan metafora cuaca untuk menggambarkan kekacauan psikologis yang mendalam. "Hujan tak kunjung reda" di langit pikiran melambangkan pikiran yang overthinking dan kata-kata yang terpendam. Ancaman "banjir bandang di wilayah ingatan" dan "angin kencang" yang menyapu nama-nama orang menunjuk pada trauma masa lalu yang mengikis identitas diri, membuat narator merasa seperti "pendatang asing tanpa nama". Cuaca ekstrem ini bukan fenomena alam, melainkan gambaran badai emosi yang menghancurkan ingatan dan rasa diri.Penyair menyoroti ironi antara ramalan optimis dari luar ("Besok akan cerah") dengan realitas internal yang suram. "Layar kaca" (media) yang menyampaikan mantra positif justru kontras dengan "awan hitam" yang mengancam detak jantungnya dan "petir yang membunuh segala doa". Penggunaan istilah teknis seperti "peta cuaca" dan "laporan cuaca" untuk menggambarkan dada yang dikepung kabut makian serta matahari yang padam di balik kelopak mata, menegaskan kegagalan sistem (eksternal maupun internal) dalam memahami atau meredakan penderitaannya. Suhu tubuh yang "mencairkan setengah kesadaran" menandakan disosiasi akibat beban yang tak tertahankan.Di tengah krisis, muncul figur "ahli cuaca" (mungkin suara hati atau naluri) yang memperingatkan bahaya di "wilayah perasaan". Namun, peringatannya sudah terlambat—"akar-akar cemasku" telah menjelma menjadi "air laut yang dewasa" dan menciptakan "fenomena bencana yang terasa tabu". Klimaks puisi hadir dalam kontras antara keputusasaan narator yang "tak punya payung" untuk menahan "hujan yang mementaskan gemuruh pekat", dengan seorang anak yang justru membuka jendela dan "membaca hujan sebagai nyawa". Anak ini mewakili kemungkinan penerimaan: melihat kesakitan bukan sebagai bencana, tapi sebagai "alfabet lumrah" dalam bahasa kehidupan—sebuah "sajak yang menetes pelan dari manusia". Puisi ditutup dengan penegasan bahwa penderitaan bukanlah akhir, melainkan bagian dari puisi hidup itu sendiri.#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi
Pemerintah pusatbergerak cepat mengirimkan bantuan ke Provinsi Riau setelah apel gabunganKesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar pada Selasapekan lalu
Cuaca buruk yang melanda wilayah perairan kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sejak beberapa hari terakhir membuat nelayan pesisir takut melaut. Nelayan yang sedang mencari ikan ditengah laut tepraksa harus pulang lebih awal karena tiba-tiba angin gelombang tinggi disertai kencang datang menerjang dan nyaris membuat perahu mereka tenggelam.
Potensi Cuaca Ekstrem Iringi Puncak Arus Mudik Hari Ini | Pengunjuk Rasa Tolak Keterlibatan TNI di Ranah Siber | Gubernur Jawa Barat Resmikan Satgas Anti-Premanisme*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Climate change whiplash is a term used to describe the increasing frequency and intensity of extreme weather events hitting the world in 2024. - Perubahan iklim whiplash adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan meningkatnya frekuensi dan intensitas peristiwa cuaca ekstrem yang melanda dunia pada tahun 2024.
You're probably familiar with the four seasons—Summer, Autumn, Winter, and Spring—but did you know that First Nations people have long recognised many more? Depending on the location, some Indigenous groups observe up to six distinct seasons each year. - Anda mungkin akrab dengan empat musim — Musim Panas, Musim Gugur, Musim Dingin, dan Musim Semi — tetapi tahukah Anda bahwa orang-orang First Nations telah lama mengenali lebih banyak lagi? Tergantung pada lokasinya, beberapa kelompok warga Pribumi mengamati hingga enam musim yang berbeda setiap tahun.
Australia has been hit with severe storms in the past few weeks. - Australia telah dilanda badai hebat dalam beberapa minggu terakhir.
Cold weather does not mean a pest-free home. Some pests, like termites, remain active all-year round and winter is peak season for mice and rats preferring your house instead of outdoors. Bed bugs and cockroaches are also on the list of invaders to look out for. Infestations have wide-ranging consequences, including hygiene risks and even home devaluation. Learn how to prevent, identify, and deal with them. - Cuaca dingin tidak berarti rumah bebas hama. Beberapa hama, seperti rayap, tetap aktif sepanjang tahun dan musim dingin adalah musim puncak bagi tikus dan tikus yang lebih memilih rumah Anda daripada di luar ruangan. Kutu busuk dan kecoak juga ada dalam daftar penjajah yang harus diwaspadai. Infestasi memiliki konsekuensi yang luas, termasuk risiko kebersihan dan bahkan devaluasi rumah. Pelajari cara mencegah, mengidentifikasi, dan menanganinya.
Banyak kota di AS tahun ini mengalami gelombang cuaca panas, dan setiap kali ini terjadi perhatian banyak ahli medis dan pekerja sosial adalah nasih mereka yang tidur di jalanan. Beragam program diluncurkan, termasuk di Miami, Florida.
Doctors are warning people to pay close attention to their bodies as exercising outdoors in high temperatures may permanently damage their organs. - Para dokter memperingatkan masyarakat untuk memperhatikan tubuh mereka, karena berolahraga di luar ruangan dengan suhu tinggi dapat merusak organ mereka secara permanen.
Learn how to start a conversation about extreme weather. Plus find out where you can find multilingual information about weather emergencies. - Ketahui cara memulai percakapan tentang cuaca ekstrem. Selain itu, cari tahu di mana Anda dapat menemukan informasi multibahasa tentang keadaan darurat cuaca.