POPULARITY
Categories
Ustadz Abdullah Zaen M.A. - Memahami Petunjuk Sang Pemberi Petunjuk
MATIUS 28:18-20 I.Landasan Mutlak: Otoritas dan Penyertaan Kristus II.Inti Perintah: Pemuridan yang Utuh dan Bijaksana III. Tugas Bersama: Tubuh Kristus, Bukan Beban Pribadi IV.Menepis Dakwaan Musuh dalam Kasih Karunia
About one in five Australian men will be diagnosed with prostate cancer in their lifetime. Understanding the prostate, your risk and the options for testing can help with early detection and treatment. In this episode of Australia Explained, learn about prostate cancer, PSA testing, treatment and support. - Sekitar satu dari lima pria Australia akan didiagnosis menderita kanker prostat semasa hidupnya. Memahami tentang prostat, risiko Anda, serta pilihan tes yang tersedia dapat membantu dalam deteksi dini dan pengobatan. Dalam Australia Explained episode ini, mari pelajari lebih lanjut mengenai kanker prostat, tes PSA, pengobatan, dan dukungan yang tersedia.
Memiliki anak gifted bukan berarti perjalanan menjadi orang tua akan lebih mudah. Di balik kemampuan berpikir yang cepat, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kreativitas yang luar biasa, anak gifted juga sering menghadapi tantangan sosial dan emosional yang tidak sederhana.Mereka bisa merasa berbeda dari teman sebayanya, mudah frustrasi, perfeksionis, atau kesulitan menemukan lingkungan yang benar-benar memahami mereka. Karena itu, anak gifted membutuhkan bukan hanya stimulasi akademik, tetapi juga dukungan emosional dan penerimaan dari orang-orang terdekat. Memahami karakteristik anak gifted akan membantu orang tua mendampingi mereka berkembang secara utuh, bukan hanya mengejar prestasi. Menurut Moms & Dads, apakah anak gifted lebih membutuhkan tantangan belajar atau justru dukungan emosional? Yuk, bagikan pendapat Moms & Dads di kolom komentar.#tanambenih #tanambenihfoundation#tbf #AnakGifted #GiftedChild #Parenting #PsikologiAnak #ParentingIndonesia #KecerdasanAnak #PendidikanAnak #TumbuhKembangAnak #OrangTuaHebat #BahasPsikologi #GiftedEducation #anakberbakat
Ustadz D.R. Erwandi Tarmizi M.A. - Memahami Tanda Baligh
Bismillah,Saudaraku, ternyata kasih sayang Allah itu ada level-levelnya. Sudah tahu?Mari simak cuplikan Kajian Rutin Riyaadhush Shaalihiin yang disampaikan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dengan judul “2150. RAHMATKU MELIPUTI SEGALA SESUATU.” berikut ini agar kita bisa kembali bangkit dari kesedihan.Ingin tahu lebih banyak soal zakat?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 0822-1121-1136Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Perubahan emosi yang intens sering membuat Borderline Personality Disorder (BPD) dan Bipolar Disorder dianggap sama. Padahal, keduanya memiliki pola, pemicu, durasi, dan pendekatan penanganan yang berbeda.BPD bukan sekadar “mood swing”, dan Bipolar juga bukan hanya perubahan emosi biasa. Memahami perbedaannya dapat membantu seseorang mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan mengurangi stigma terhadap kondisi kesehatan mental.Dengarkan episode lengkapnya dan bagikan kepada orang yang membutuhkan informasi ini.Terbaru dan Terbatas!KELAS ONLINE PRACTICAL DBT (Dialectical Behavior Therapy)Cocok untuk: • Konselor & Terapis • Psikolog • Mahasiswa Psikologi • Pendamping Kesehatan Mental • Coach & Helping Profession • Siapa saja yang ingin memahami skill DBT secara praktisHanya ada 1 tahun sekali, slot terbatas! Sudah ada 85 Peserta dari total 100 slot! Info Pendaftaran 0819-4544-1553 (febri)
Pembawa Renungan : Erna KusumaTangerang Mat 12:1-8.
Bismillah,Saudaraku, kegalauan dan kesedihan seringkali hadir dalam hidup kita. Tapi apakah kita sudah memahami esensinya?Mari simak cuplikan Kajian Rutin Tadzkiratus saami' yang disampaikan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dengan judul “214. JALAN KELUAR & REZEKI BAGI ORANG YANG BERTAQWA.” berikut ini agar kita bisa kembali bangkit dari kesedihan.Ingin tahu lebih banyak soal zakat?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 0822-1121-1136Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray - Kaidah Pertama Memahami Tauhid dan Syirik
Jemaah haji Indonesia yang berada di Madinah diimbau untuk memahami makna ibadah Arbain secara proporsional. Pemahaman yang tepat dinilai penting agar jemaah tetap semangat beribadah di Masjid Nabawi tanpa harus memaksakan kondisi fisik di tengah cuaca panas yang masih melanda Madinah(BEH/MCH 2026)
Pembawa Renungan: Ria Angelia Wibisono - Jakarta Pengantar Renungan: Kalvin Laia - Gunungsitoli Sound Editing: Aris Kurniyawan - Jakarta Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mat 7:1-5.
Bismillah,Saudaraku, jalan keluar dari permasalahan hidup kita seringkali tidak terlihat oleh kasat mata, seringkali kita tidak memahami jawaban yang Allah Ta'ala berikan. Sehingga, kita perlu belajar memahami jalan keluar atas masalah-masalah dan rezeki dalam hidup kita.Mari simak cuplikan Kajian Rutin Tadzkiratus saami' yang disampaikan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dengan judul “214. JALAN KELUAR & REZEKI BAGI ORANG YANG BERTAQWA.”berikut ini.Ingin tahu lebih banyak soal zakat?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 0822-1121-1136Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A - Memahami Akidah Asy'ariyah Secara Mendalam - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc. M.A
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Memahami Makna Takbir Ustadz Ammi Nur Baits
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Memahami Gharar Ustadz Ammi Nur Baits
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Memahami Cara Beragama Ustadz Ammi Nur Baits
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP17 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Menjelaskan sebab sulitnya memahami makna susunan Quran
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat - Bahayanya Memahami Agama Dengan Bahasa Saja
Ustadz Maududi Abdullah Lc. - Memahami Hakikat Tauhid
Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A. - Empat Kaidah Utama dalam Memahami Tauhid
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - Memahami Hal yang Ghaib
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - Memahami Hikmah kematian
Send us Fan Mail
Pusat Kesehatan Masyarakat sangat penting karena menyediakan layanan terpadu yang penting untuk perawatan kesehatan yang mudah diakses, terjangkau, dan komprehensif. Fokus mereka adalah pada pencegahan, kesejahteraan masyarakat, dan akses yang adil.
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - Memahami Syafaat
Workplace discrimination, gender-based violence and financial inequality—these are just some of the reasons why women need dedicated legal services. You don't have to navigate the legal system alone. In Australia, free legal services exist to advocate for vulnerable women in ways that are safe, confidential and culturally appropriate. - Diskriminasi di tempat kerja, kekerasan berbasis gender, dan ketidaksetaraan finansial — ini hanyalah beberapa alasan mengapa perempuan membutuhkan layanan hukum khusus. Anda tidak harus menavigasi sistem hukum sendirian. Di Australia, ada layanan hukum gratis untuk mengadvokasi wanita rentan dengan cara yang aman, rahasia, dan sesuai budaya.
Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Lc. -
Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Lc. - 4 Kaidah Memahami Tauhid & Syirik
Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Lc. - Memahami "Kaidah Sebab"
Episode kali ini membaca analisis mendalam mengenai dinamika konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran melalui lensa Teori Permainan (Game Theory). Analisis ini mengeksplorasi rasionalitas di balik eskalasi militer serta logika yang mendasari keputusan untuk melakukan gencatan senjata. Perang dan gencatan senjata akan terus berlangsung sebelum mereka menemukan jalan kolaborasi yang menguntungkan semua negara. Informasi yang asimetri menjadi perang akan terus berlanjut dan berulang. Demikian juga gencatan senjata akan berlanjut dan berulang. Ke depannya, selama akar penyebab informasi asimetris dan dilema keamanan tidak diselesaikan, kawasan ini akan terus berada dalam siklus perang dan gencatan senjata. Teori Permainan mengajarkan kita bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika struktur insentif diubah secara fundamental, di mana kerjasama memberikan hasil yang jauh lebih besar daripada konfrontasi. Sebagai kesimpulan, dinamika AS, Israel, dan Iran adalah pengingat bahwa di panggung global, emosi sering kali tunduk pada logika matematika kekuasaan. Memahami aturan permainan ini adalah langkah pertama untuk memprediksi arah konflik dan mengidentifikasi peluang untuk de-eskalasi yang lebih permanen di masa depan.
Teori permainan pada dasarnya adalah studi sistematis tentang interaksi strategis yang terjadi ketika keputusan satu individu secara langsung memengaruhi hasil yang didapat oleh individu lainnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Ken Binmore, "permainan" dalam konteks ini bukanlah sekadar hiburan, melainkan model matematika yang mencakup berbagai aspek kehidupan nyata, mulai dari manuver pengemudi di tengah kemacetan, tawar-menawar harga di pasar, hingga strategi politik dalam pemilihan umum. Dengan memandang interaksi sosial sebagai sebuah permainan, kita dapat mengidentifikasi pola-pola perilaku dan aturan main yang mendasari setiap keputusan yang kita ambil dalam kehidupan bermasyarakat. Landasan utama dari teori ini adalah asumsi rasionalitas, di mana setiap pemain dianggap berusaha memaksimalkan hasil atau "utilitas" mereka sendiri berdasarkan prediksi terhadap tindakan pemain lain. Konsep kunci seperti Ekuilibrium Nash menunjukkan titik keseimbangan di mana tidak ada pemain yang memiliki insentif untuk mengubah strateginya sendirian karena setiap orang sudah memberikan respons terbaik terhadap tindakan lawan. Namun, teori ini juga mengungkap fenomena kompleks seperti Dilema Tahanan, yang memperlihatkan bagaimana pengejaran kepentingan pribadi yang rasional justru dapat membawa kelompok pada hasil yang buruk secara kolektif. Pemahaman ini sangat penting untuk menyadari mengapa kerja sama sering kali sulit tercapai tanpa adanya konvensi atau mekanisme penegakan yang jelas. Manfaat praktis dari teori permainan sangatlah luas dan telah terbukti secara nyata dalam berbagai bidang melalui metode mechanism design. Dalam dunia ekonomi, teori ini telah digunakan untuk merancang lelang frekuensi telekomunikasi yang menghasilkan pendapatan miliaran dolar bagi negara dengan cara memastikan para peserta menawar secara jujur. Di bidang biologi, teori ini menjelaskan evolusi perilaku hewan melalui strategi stabil evolusioner (ESS), sementara dalam filsafat sosial, ia membantu kita memahami bagaimana konvensi dan norma keadilan muncul sebagai solusi atas masalah koordinasi. Dengan demikian, teori permainan bukan hanya alat analisis akademis, melainkan instrumen praktis untuk merancang sistem sosial dan ekonomi yang lebih efisien dan adil.
Kita harus jujur bahwa musuh terbesar dalam hidup bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri yang sering kali dikuasai oleh emosi irasional. Robert Greene mengingatkan lewat kisah Pericles bahwa logika hanyalah bungkus tipis untuk menutupi gejolak perasaan yang sebenarnya sedang membara di dalam dada. Tanpa kesadaran ini, kita hanya akan menjadi pion yang digerakkan oleh bias konfirmasi tanpa pernah benar-benar mampu menguasai nasib kita sendiri. Maka, langkah pertama menuju kematangan adalah dengan melepas kesombongan intelektual dan mulai menjinakkan arus emosi yang selama ini mendikte setiap keputusan kita. Karakter seseorang sebenarnya adalah nasib yang akan terus berulang dalam pola perilaku kompulsif yang sering kali sangat sulit untuk dipatahkan. Bukti sejarah menunjukkan banyak tokoh besar terjungkal bukan karena faktor eksternal, melainkan karena kegagalan mereka dalam mengenali cacat karakter sejak masa kecil. Memahami hukum ini membuat kita berhenti menyalahkan keadaan dan mulai fokus memperbaiki integritas diri agar tidak terus terperosok ke lubang yang sama. Pada akhirnya, keberhasilan jangka panjang hanya bisa diraih oleh mereka yang berani membedah karakter aslinya dengan penuh kejujuran serta disiplin yang kuat. Memahami sifat dasar manusia berarti kita harus belajar menanggalkan narsisme diri untuk masuk ke dalam kulit orang lain melalui kekuatan empati analitis. Greene menekankan bahwa pengaruh sosial yang sejati tidak didapat dari teknik manipulasi, melainkan dari kemampuan membaca sinyal non-verbal yang sering kali tersembunyi. Dengan menguasai seni membaca orang ini, kita tidak lagi mudah tertipu oleh topeng sosial dan bisa mulai membangun koneksi yang jauh lebih berdampak. Mari kita tutup buku ini dan mulai membuka mata untuk melihat dunia dengan cara baru demi menciptakan gerakan perubahan yang jauh lebih manusiawi.
The Tao of Fundraising karya John Kim mendefinisikan ulang penggalangan dana bukan sekadar taktik bisnis untuk mencari profit, melainkan sebuah disiplin filosofis dan psikologis untuk menguasai arus modal demi kemandirian pribadi. Menggunakan analogi feodalisme Jepang, Kim menggambarkan penggalang dana sebagai "Rōnin" modern—individu yang menguasai seni menarik kapital agar tidak terjebak dalam hierarki korporat yang kaku dan pasif. Filosofi ini beranjak dari realitas bahwa dalam sistem kapitalis, ide-ide hebat sekalipun membutuhkan nutrisi berupa modal untuk dapat tumbuh dan berdampak. Dengan demikian, kemampuan mempengaruhi aliran sumber daya bukan hanya soal uang, melainkan kunci untuk menentukan nasib sendiri serta mewujudkan visi yang dapat mengubah tatanan masyarakat. Inti dari "Tao" ini terletak pada penerapan sains persuasi yang terstruktur melalui pemahaman mendalam terhadap cara kerja otak manusia. Kim memperkenalkan teori "Copernican" dalam persuasi, di mana investor diposisikan sebagai pusat semesta (matahari) dan penggalang dana harus berputar mengelilingi kebutuhan, ketakutan, serta pengalaman investor tersebut. Melalui keseimbangan antara logos (logika), ethos (etika), dan pathos (emosi), seorang penggalang dana berusaha memicu "reaksi atomik" yang menggabungkan elemen kepercayaan, permintaan, dan perhatian. Dengan menguasai teknik untuk meredakan rasa takut melalui prinsip-prinsip Cialdini dan menyeimbangkan variabel dalam hukum penggalangan dana, proses ini bertransformasi dari sekadar meminta menjadi sebuah seni halus dalam menyelaraskan kepentingan antarmanusia. Pada tingkat yang paling dalam, praktik penggalangan dana ini menuntut integritas moral dan "deprivasi ego" untuk mencapai kehidupan yang berdampak luas. Kim mengajak praktisi Tao untuk keluar dari "Segitiga Drama" (Pahlawan, Penjahat, Korban) menuju proses "Penciptaan Bersama" (Co-creation), di mana solusi finansial dibangun atas dasar kemitraan yang transparan dan tulus. Tao penggalangan dana akhirnya melampaui dunia finansial karena melatih empati, kewaspadaan diri, dan kemampuan untuk melihat "apa yang benar" dari sudut pandang orang lain. Dengan fokus pada tujuan yang mulia, penggalangan dana menjadi sebuah instrumen etis untuk menyalurkan sumber daya kepada orang-orang baik agar mereka memiliki kekuatan untuk melakukan hal-hal luar biasa bagi kemanusiaan.
Bayangkan sebuah bangsa di mana setiap notifikasi berita di ponsel terasa seperti ancaman fisik yang memicu detak jantung lebih kencang. "Negara yang Cemas" bukan sekadar kiasan politik, melainkan realitas psikologis mendalam di mana politik telah bermutasi dari sekadar perdebatan kebijakan menjadi sumber ketegangan emosional yang konstan bagi warga negaranya. Melalui gejolak pemilihan umum yang penuh kejutan dan retorika tajam, fenomena ini mengungkap bagaimana ketidakpastian politik telah menyandera ketenangan batin masyarakat, mengubah partisipasi demokrasi yang seharusnya sehat menjadi beban mental yang berat dan melelahkan. Di balik layar, algoritma media sosial dan siklus berita tanpa henti bekerja layaknya mesin pemicu stres kronis yang memaksa tubuh manusia berada dalam kondisi siaga tinggi secara permanen. Fenomena ini telah berkembang menjadi krisis kesehatan masyarakat yang nyata; politik kini bukan lagi soal siapa yang menang, melainkan tentang bagaimana stres tersebut merusak kualitas tidur, meningkatkan tekanan darah, hingga menghancurkan hubungan harmonis di meja makan keluarga. Buku ini menyoroti bahwa beban ini tidak terbagi rata, dengan kelompok dewasa muda dan perempuan seringkali memikul dampak psikologis yang paling hebat di tengah lingkungan yang semakin toksik. Namun, di tengah badai polarisasi yang membuat kita cenderung melihat lawan politik sebagai musuh eksistensial, sebenarnya terdapat "Mayoritas yang Lelah"—kelompok besar warga yang merindukan kewarasan dan dialog yang manusiawi. Memahami kondisi "Negara yang Cemas" adalah langkah krusial untuk memutus rantai kebencian dan merebut kembali kendali atas kesejahteraan mental kita dari tangan politik yang manipulatif. Dengan membangun kembali literasi informasi dan memperkuat empati sosial, kita memiliki peluang untuk memulihkan kesehatan demokrasi sekaligus kewarasan kolektif sebagai sebuah bangsa.
Bagaimana SPI (Survei Penilaian Integritas) bisa jadi benteng pendidikan dan bukan sekadar event 2 tahunan? Pada Episode #250 ini, KPK bersama Kemendagri mengupas hasil SPI Pendidikan 2024, tindak lanjut monev yang terjadi di 2025 kemarin, serta persiapan SPI Pendidikan yang akan kembali diselenggarakan di tahun 2026 ini. Memahami potret kondisi integritas pendidikan, juga upaya pendampingan penanaman nilai antikorupsi. Dari mulai tingkat individu, ekosistem, hingga tata kelola, menjadi acuan rencana aksi di tiap daerah sebagai komitmen mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Dunia ini bukanlah panggung statis yang kita amati secara objektif, melainkan sebuah realitas yang terus kita bangun melalui model mental di dalam otak kita. Stephen Hawking menegaskan bahwa "Philosophy is dead" bukan untuk merendahkan pemikiran kritis, melainkan untuk menunjukkan bahwa sains kini telah melampaui batas-batas spekulasi metafisika lama. Melalui konsep Model-Dependent Realism, kita diajak menyadari bahwa realitas kita layaknya pandangan ikan mas dalam akuarium bulat; terdistorsi namun tetap konsisten secara hukum alam. Kita harus rendah hati menerima bahwa apa yang kita sebut sebagai "kebenaran" hanyalah salah satu cara paling nyaman bagi saraf-saraf kita untuk menerjemahkan keajaiban semesta yang jauh lebih kompleks. Dalam spektrum kuantum yang aneh, semesta tidak bergerak dalam satu garis waktu yang kaku, melainkan melalui jaring-jaring sejarah alternatif yang tak terbatas. Sebagaimana gagasan Richard Feynman, alam semesta memiliki setiap sejarah yang mungkin, dan tindakan pengamatan kitalah yang memilih narasi mana yang menjadi nyata bagi kita saat ini. Puncak dari keteraturan ini terangkum dalam M-Theory, sebuah orkestra dari $10^{500}$ kemungkinan alam semesta yang saling tumpang tindih. Keberadaan kita di sini bukanlah kebetulan mistis, melainkan sebuah keniscayaan antropik; kita ada karena hukum-hukum di sudut multiverse ini memang mengizinkan karbon dan kesadaran untuk bernapas, menjadikan kita saksi atas presisi yang tampak seperti mukjizat namun sebenarnya adalah logika murni. Pada akhirnya, Hawking menyodorkan sebuah kesimpulan yang menggetarkan jiwa: alam semesta mampu menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan karena adanya hukum seperti gravitasi. Dengan total energi yang tetap berjumlah nol, "Spontaneous creation" menjadi jawaban mengapa ada sesuatu alih-alih kekosongan abadi. Kita mungkin tampak kecil dan rapuh di hadapan miliaran galaksi, namun kemampuan kita untuk memahami "Desain Agung" ini menjadikan kita "Lords of Creation" dalam arti yang paling puitis. Memahami sains bukan berarti menghilangkan rasa takjub, melainkan merayakan kecerdasan akal budi yang mampu memecahkan kode-kode penciptaan tanpa perlu campur tangan eksternal, membawa kita pada rasa syukur yang mendalam atas kesempatan menjadi bagian dari simfoni kosmos ini.
Memahami Keagungan Al-Qur’an melalui Kisah Ulul Azmi adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Burhan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 5 Ramadhan 1447 H / 23 Februari 2026 M. Kajian Tentang Memahami Keagungan Al-Qur’an melalui Kisah Ulul Azmi Kajian ini merujuk pada kitab Al-Burhan min […] Tulisan Memahami Keagungan Al-Qur’an melalui Kisah Ulul Azmi ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Pembawa Renungan : Aji W. Suteja Surabaya Mrk. 8:11-13
January 26 is one of the most debated dates in Australia's history. Often described as the nation's birthday, the day marks neither the formal founding of the colony nor the creation of the Commonwealth. Instead, it reflects a layered history shaped by colonisation, political decisions, and ongoing First Nations resistance. Understanding what actually happened on January 26 reveals why the date is experienced so differently across the country. - 26 Januari adalah salah satu tanggal yang paling diperdebatkan dalam sejarah Australia. Sering digambarkan sebagai hari ulang tahun bangsa, hari itu tidak menandai pendirian resmi koloni maupun pembentukan Persemakmuran. Sebaliknya, ini mencerminkan sejarah berlapis yang dibentuk oleh kolonisasi, keputusan politik, dan perlawanan First Nations yang sedang berlangsung. Memahami apa yang sebenarnya terjadi pada 26 Januari mengungkapkan mengapa tanggal tersebut dialami dengan sangat berbeda di seluruh negeri.
Kata orang, hidup selalu berubah-ubah dan gak bisa ditebak. Padahal, ada pola 7 tahun sekali yang bisa kita pelajari buat membantu kita memahami perjalanan hidup.Andra Alodita, bersama dengan Ibu Nucha membahas seperti apa siklus 7 tahunan ini, dan kemungkinan apa aja yang akan kita hadapi di masing-masing periodenya.Episode ini juga bisa jadi teguran untuk Parents yang sampai saat ini belum berani ambil keputusan untuk melepaskan orang-orang yang gak sejalan dengan visi hidup.Timestamp:00:00 Opening04:35 Kenapa angka 7 itu spesial?06:47 Rumus di tiap 7 tahunan18:35 Memahami jiwa dan misi jiwa23:12 Cara melatih diri untuk kurasi emosi31:20 Ambil keputusan jika udah terlalu menguras energi33:31 Your people will find you38:05 Let them talk about you43:20 Penderitaan akan mengajarkan hal baru55:38 Pentingnya jadi orang otentik karena jadi magnet buat banyak orang
"Kamu lebih pilih meninggal duluan, atau ditinggalin?"Pertanyaan ini jarang sekali dibahas dan didiskusikan, padahal kedukaan adalah sebuah keniscayaan alias hal yang tak terhindarkan. Dee Lestari dalam episode ini bercerita bagaimana mengubah duka menjadi karya bersama mendiang.Timestamp:00:00 Opening05:15 Menjadikan karya sebagai obat rindu12:37 Duka di tahun pertama, kedua, dan ketiga..18:07 Penting untuk ngomongin kematian24:02 Memahami ada hal-hal yang tidak bisa diubah29:05 Definisi menjadi kuat dari Dee Lestari32:36 Agar duka bisa cepat pamitan
You may hear the protest chant, “what do we want? Land rights!” —but what does it really mean? Land is at the heart of Aboriginal and Torres Strait Islander identity, culture, and wellbeing. Known as “Country,” it includes land, waterways, skies, and all living things. In this episode of Australia Explained, we explore Indigenous land rights—what they involve, which land is covered, who can make claims, and the impact on First Nations communities. - Dikenal sebagai "Country" atau Negeri, tanah ini mencakup daratan, perairan, langit, dan semua makhluk hidup. Dalam episode Australia Explained ini, kita membahas hak atas tanah Pribumi — apa saja yang tercakup di dalamnya, lahan mana yang dicakup, siapa yang dapat mengajukan klaim, dan dampaknya terhadap komunitas Bangsa Pertama.
Memahami dan Mengamalkan Al-Qur'an adalah kajian Fiqih Do’a dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 26 Muharram 1447 H / 22 Juli 2025 M. Kajian Tentang Memahami dan Mengamalkan Al-Qur'an Yang diinginkan dari Al-Qur'an adalah memahami makna-maknanya […] Tulisan Memahami dan Mengamalkan Al-Qur'an ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Memahami Perubahan pada Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 21 Dzulhijjah 1446 H / 17 Juni 2025 M. Kajian Tentang Memahami Perubahan pada Remaja Poin yang ketiga dari pembahasan cara menyikapi prilaku negatif remaja, yaitu yakinlah bahwa mereka sebenarnya […] Tulisan Memahami Perubahan pada Remaja ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Indigenous knowledge is about the understandings, skills and philosophies created by indigenous peoples from their long-term interactions with their natural surroundings. - Pengetahuan masyarakat adat adalah tentang pemahaman, keterampilan, dan filosofi yang diciptakan oleh masyarakat adat dari interaksi jangka panjang mereka dengan alam sekitar.