POPULARITY
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 13 September 2026Bacaan: Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?" (Kejadian 12:18) Renungan: Lianti adalah wanita yang memiliki pesona karena hidup takut akan Tuhan, tetapi beberapa tahun setelah menikah pesonanya itu sempat memudar. Hal itu terjadi karena ia terlalu sibuk bekerja, mengurus rumah tangga, dan ditambah lagi semakin banyak persoalan yang dihadapinya. Ia sering mengeluh, bahkan mulai depresi karena berhadapan dengan rutinitas yang sama setiap hari. Lianti memohon agar suaminya turut memikirkan jalan keluar dari masalah dan depresi yang dihadapinya. Ia juga minta suaminya untuk lebih memperhatikan kedua anak mereka, tetapi hal itu pun tak banyak membantu. Lianti akhirnya menyadari bahwa ia tidak bisa mengatasi masalah itu tanpa pertolongan Tuhan. Menyadari akan keterbatasannya, akhirnya ia berdoa dan membangun kembali hubungan intimnya dengan Tuhan. Dekat dengan Tuhan membuat Lianti lebih tegar dalam menghadapi keadaan pasang-surut dalam hidupnya. Dalam hidup yang begitu taat, Abraham pun mengalami masa-masa pasang-surut itu. Setelah beberapa waktu sejak Tuhan mengikat perjanjian dengannya, Abraham mengalami banyak persoalan yang membuatnya mengalami pasang-surut. Kadang-kadang Abraham begitu percaya kepada perlindungan dan janji-janji Tuhan, tetapi di lain waktu ia seakan meragukan perlindungan dan janji-janji Tuhan. Tetapi semua itu justru membuat Abraham belajar mengandalkan Tuhan. Ada tiga rentetan peristiwa yang menggambarkan bahwa Abraham pernah meragukan perlindungan dan janji-janji Tuhan dalam hidupnya, yaitu:Pertama, ketika kelaparan menimpa tanah Negeb, Abraham dan Sara pergi ke Mesir. Firaun terpikat oleh kecantikan Sara dan ingin menyunting Sara sebagai isteri. Hal itu terjadi karena Abraham mengakuinya sebagai saudara, bukan isterinya. Abraham takut dibunuh.Kedua, ketika Sara tidak juga hamil, ia menyarankan agar Abraham menghampiri Hagar untuk memperoleh keturunan. Tanpa menghiraukan janji Tuhan, ia mengikuti saran Sara itu.Ketiga, sekitar 24 tahun setelah peristiwa kelaparan di Negeb, Abraham kembali mengakui Sara sebagai saudaranya kepada Abimelekh. Hal itu juga diperbuatnya karena ia takut kalau-kalau Abimelekh akan membunuhnya karena mengetahui bahwa ia adalah suami Sara. Menjadi pengikut Kristus tidak berarti bahwa kita tidak akan mengalami masa-masa pasang-surut dalam kehidupan ini. Keadaan pasang-surut mengajar kita untuk hidup bergantung kepada Tuhan. Ketika kita mengalami pasang-surut, kita harus tetap maju, tetap taat kepada Tuhan dan tetap yakin bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita lewat keadaan itu. Satu hal yang harus kita ingat adalah: Dalam keadaan pasang maupun surut, Tuhan Yesus tetap beserta kita dan selalu memberkati kita. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau selalu menjagaku di setiap waktu dan keadaan. Terima kasih untuk kesetiaan-Mu di sepanjang hidupku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Ecclesia, Yohanes Don Bosco Subekti, Fatima Hutabarat dan Dhies Sonya dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 27: 30 - 28: 9; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.9-10.11-12; Roma 14: 7-9; Matius 18: 21-35.JIWA BESAR PENGAMPUN Renungan kita pada hari ini bertema: Jiwa Besar Pengampun. Ada sepasangsuami dan istri yang merayakan 25 tahun perkawinan dan banyak orang ikutmemeriahkan pesta tersebut. Mereka berdua menyampaikan sambutan di hadapanbanyak orang yang hadir dan sambutan itu dibawakan dalam bentuk mengobrol. Padasaat salah satu bertanya, yang lain siap menjawab. Ketika yang satu mencurahkanperasaannya, yang lain menunjukkan simpatinya. Kalau yang satu memberikan saranatau kritik, yang lain terbuka untuk menerimanya. Dari seluruh kesempatan sambutan itu, satu bagian yang mendapatkan aplausdengan tepuk tangan meriah semua hadirin ialah ketika mereka mengobrol tentangkesalahan masing-masing dan saling mengampuni. Suami berkata kepada istribegini: "Saya dari awal selalu mengampunimu, dan saya akan selalumelakukan itu." Sang istri juga menyambut dengan berkata: "Saya jugaakan selalu mengampunimu, karena aku sudah membuktikan bahwa mengampuni adalahbukan hal yang sulit untuk dilakukan." Pasangan itu sudah membuktikan bahwa masing-masingnya memiliki jiwa yangbesar sebagai seorang pengampun. Untuk menjadi seorang pengampun sejati,diperlukan iman yang besar dari sebuah jiwa yang besar, yang tidak diberikanoleh siapa pun kecuali oleh Tuhan yang maha pengampun. Kitab Putra Sirakh didalam bacaan pertama mengatakan tentang betapa pentingnya mengampuni kesalahansesama kita sebagai bentuk ketaatan kita kepada perintah Tuhan untukmengampuni. Perintah yang sama juga ditekankan oleh Yesus Kristus ketikamenguraikan perumpamaan yang dikisahkan di dalam Injil pada hari ini. Dengancara memberikan teladan untuk mengampuni, maka perintah-Nya kepada kita untukmengampuni merupakan suatu perintah yang sangat kuat. Perintah seperti iniadalah sama dengan keyakinan bahwa kalau kita bersama dengan Tuhan kitaselamat, namun tidak bersama Dia kita binasa. Untuk itulah Santo Paulusmenegaskan bahwa hidup dan mati kita di dalam Tuhan. Tuhan Yesus mengajarkan ungkapan jiwa yang besar dalam mengampuni, yaitudengan pernyataan dan tindakan yang sangat eksplisit. Orang yang berlaku jahatperlu melihat dan mengalami kalau kata-kata dan tindakan kita sungguhmengampuni. Pengampunan seperti ini tidak boleh diukur sampai berapa kali yaitusecara kuantitas, dan juga secara kualitas seperti batas kesabaran, kelelahan,kebosanan, dan menyerah. Yesus menangkap kecenderungan pembatasan ini ada padapara murid-Nya dan kita semua. Oleh karena itu, Ia menegaskan bahwa suatu jiwayang besar yang mengampuni ialah yang tidak memperhitungkan batasan baik jumlahmaupun kualitasnya. Hal ini disebutkan-Nya sebagai pengampunan 70 kali 7 kali. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, lembutkan hati kami supaya kami dapat mengampunitanpa batas. Apabila kami tidak kuat lagi mengampuni, berilah kami Roh-Mu uangmembuat kami mampu. Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 6 September 2026Bacaan: "Saudara-saudaraku, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan." (Roma 10:1)Renungan: Pada tahun 1965, selama acara reuni keluarga di Florida, seorang nenek membangunkan semua orang dirumahnya pada pukul 02.00 pagi. Dia memberikan perintah-perintah untuk mengambilkan botol-botol coca cola kosong, penyumbah-penyumbat botol, dan kertas, ia berkata, "Aku telah menerima sebuah pesan dari Allah, orang-orang harus mendengar firman-Nya." la menulis ayat-ayat pada kertas tersebut, sementara cucu-cucunya memasukkannya ke dalam botol dan menutup botol-botol tersebut. Kemudian semua penghuni rumah melemparkan lebih dari dua ratus botol ke dalam gelombang pantai di Cocoa Beach. Setelah peristiwa pagi itu, selama bertahun-tahun kemudian, banyak orang menghubungi dan berterima kasih kepadanya atas ayat-ayat Alkitab yang mereka temukan di dalam botol-botol itu. Nenek itu meninggal pada bulan November 1974 dan satu bulan berikutnya surat terakhir tiba:Yth. Nyonya Gause,Saya sedang menulis surat ini di bawah nyala lilin. Kami tidak lagi mendapatkan listrik di tanah pertanian. Suami saya meninggal pada musim gugur saat traktornya terbalik. la meninggalkan 11 anak yang masih kecil-kecil dan saya. Bank akan segera menyita harta kami. Hanya ada satu bongkah roti yang tersisa, tanah bersalju, dan Hari Natal hanya dua minggu lagi. Saya berdoa untuk meminta pengampunan sebelum berniat pergi untuk menenggelamkan diri saya sendiri. Sungai telah beku selama beberapa minggu, jadi saya kira tidak diperlukan waktu lama untuk saya mati. Saat saya memecahkan esnya, sebuah botol coca cola terapung ke atas. Saya membukanya, dan dengan air mata berlinang serta tangan gemetar, saya membaca tentang harapan. Pengkotbah 9:4 "Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan." Saya lalu pulang ke rumah, membaca Alkitab saya, dan bersyukur kepada Allah. Tolong doakan kami, tetapi keadaan kami akan membaik sekarang. Kiranya Allah memberkati Anda dan keluarga Anda. -Sebuah tanah pertanian di Ohio Cara Tuhan untuk menyelamatkan anak-anak-Nya memang selalu luar biasa. Yang Dia inginkan hanyalah orang-orang yang mau dipakai-Nya dan mentaati perintah-Nya. Sebuah botol coca cola dari Cocoa Beach Florida dapat sampai ke sebuah sungai di Ohio sembilan tahun kemudian, pada waktu dan tempat yang tepat, sehingga dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Hal ini diikarenakan ada seorang nenek yang mau mentaati perintah Tuhan. Jadi mari mentaati perintah-Nya dan menjadi alat-Nya untuk menyelamatkan banyak jiwa bagi Kerajaan Allah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, pakailah seluruh keberadaan diriku sebagai alat-Mu, sehingga melalui kehadiranku banyak jiwa kupersembahkan pada-Mu. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Josephine Yuni Harnani, Patrick Maria, Elsinova Purba, dan Theodorus Kefi dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yehezkiel 33: 7-9; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Roma 13: 8-10; Matius 18: 15-20.SATU DALAM CINTA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Satu DalamCinta. Di dalam sebuah ruang keluarga, berkumpul seluruh anggota keluarga yangterdiri dari bapa, ibu dan ketiga anaknya yang berusia remaja. Ada juga duasepupu yang bergabung dengan mereka. Mereka bermain menyampaikan pesan yangbenar, yang telah diterima secara isyarat atau gerakan tubuh. Pesan itu dimulai dari bapa keluarga yang mendapatkansuatu pesan dalam bentuk tulisan tentang suatu kejadian atau seekor binatang.Ia menyampaikan pesan kepada istrinya dan semua anggota lainnya yang berdirisaling membelakangi, dalam bentuk gerakan tubuh. Kita dapat membayangkan betaparumit dan sulitnya untuk menerima pesan dan menyampaikannya dengan benar. Menurut salah seorang anaknya, kesulitan dalammenerima pesan dan menyampaikannya adalah suatu hal yang normal. Perbedaanpendapat dan tidak saling mengerti selalu terjadi di dalam keluarga, komunitas,Gereja dan masyarakat. Meskipun demikian, Tuhan tidak pernah berbeda pendapatdengan kita. Ia menerangi dan membimbing kita dengan Sabda-Nya yang mulia danbenar, namun pemahaman kita yang terbatas membuat kita sering berbeda pendapat. Pemilik sabda itu hanya satu, yaitu Tuhan. Sabdaitu berisi satu ajaran utama, yaitu cinta kasih, yang menjadi pokok untuk semuaajaran, aturan, nasihat, dan refleksi-refleksinya yang amat banyak. SantoPaulus yang terinspirasi oleh ajaran Yesus Kristus, berkata bahwa semua ajarantentang kebaikan dan kebenaran Tuhan tersimpul pada hukum yang utama ialahkasih kepada sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Salah satu fungsi kasih yang utama ialahmempersatukan. Orang yang berbuat atas nama cinta kasih melalui pengorbanan dankerja keras tetapi tidak membangun persatuan, tidak berbuat kasih. Sebuahperbuatan kasih dilarang merusak perbedaan-perbedaan yang ada dengan memecahbelah dan menciptakan konflik. Perbuatan kasih sangat menghargai perbedaan danmendorong supaya dapat tercipta persekutuan dan kebersamaan di antara kita. Bacaan-bacaan kita pada hari ini mendorong supayadengan kekuatan cinta kasih itu kita dapat mengatasi kesalahan dan kekurangandi antara kita, bukan dengan kutukan atau hukuman. Kita harus dapat mendekatkansatu sama lain, terutama di antara pihak-pihak yang berselisih atau konflikagar saling berkomunikasi atas permasalahan yang menimpa mereka. Pendekatan ituialah adanya koreksi persaudaraan yang mengutamakan saling menghormati. Suatukoreksi persaudaraan perlu diusahakan agar tidak menimbulkan sakit hati danperpecahan atau konflik yang berlanjut, tetapi membawa damai dan suka cita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa, melalui perayaan hari Minggu ini, kuduskanlah kamidengan berkat dan kasih-Mu sehingga kami dapat selalu hidup di dalam kasih-Muitu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Nubuat Yunus Bertentangan? Diambil dari Matius 12:40“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”Wonder Kids, Tuhan Yesus disalibkan dan meninggal pada hari Jumat. Pada hari Minggu pagi, Ia bangkit dari kematian. Namun, ada orang yang bertanya, “Bukankah Yesus berkata bahwa Ia akan berada dalam kubur selama tiga hari tiga malam? Dari Jumat sampai Minggu pagi tidak sampai tujuh puluh dua jam.”Apakah Tuhan Yesus salah? Tentu tidak. Kita perlu memahami cara orang Yahudi pada zaman Alkitab menghitung waktu. Pada masa itu, sebagian dari satu hari dapat dihitung sebagai satu hari penuh.Begini cara menghitungnya. Hari Jumat, Yesus mati dan dikuburkan sebelum matahari terbenam. Itu dihitung sebagai hari pertama. Hari Sabtu, tubuh Yesus berada di dalam kubur. Itu hari kedua. Hari Minggu pagi, Yesus bangkit. Itu dihitung sebagai hari ketiga.Karena itu, ungkapan “tiga hari tiga malam” tidak harus berarti tepat tiga kali dua puluh empat jam seperti cara kita menghitung sekarang. Ungkapan tersebut biasa dipakai untuk menyebut peristiwa yang terjadi dalam bagian dari tiga hari berbeda.Cara menghitung seperti ini juga terlihat dalam kisah Ester. Ester meminta orang Yahudi berpuasa selama tiga hari, siang dan malam. Namun, pada hari ketiga ia sudah pergi menghadap raja. Jadi, sebagian hari dapat dihitung sebagai satu hari.Wonder Kids, jangan cepat berkata bahwa Alkitab salah hanya karena ada bagian yang belum kita mengerti. Kadang-kadang kita perlu mempelajari bahasa, kebiasaan, dan cara berpikir orang pada zaman Alkitab.Namun, yang terutama bukan hanya cara menghitung harinya. Yesus memakai kisah Yunus sebagai tanda tentang diri-Nya. Ia sungguh mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga dengan kemenangan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu pertanyaan tentang Alkitab yang belum kamu pahami, lalu tanyakan kepada orang tua atau guru Sekolah Minggu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar. Berikan aku hati yang sabar untuk belajar dan pikiran yang terbuka terhadap kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Jumat, Sabtu, dan Minggu dihitung sebagai tiga hari, dan Yesus sungguh bangkit pada hari ketiga. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 30 Agustus 2026Bacaan: "Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2)Renungan: Ada sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya membentak istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena bentak merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir, "Hari ini suamiku menyakiti hatiku." Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si istri mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang, dia menulis di sebuah batu: "Hari Ini suamiku yang baik menyelamatkan nyawaku." Suaminya bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu?" Istrinya sambil tersenyum menjawab, "Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar ketika angin maaf datang berhembus, maka akan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku agar tidak bisa hilang tertiup angin, sehingga akan teringat selalu dalam hidupku." Pernahkah kita mendengar sebuah pepatah yang berkata, "Karena nila setitik rusak susu sebelanga?" Artinya adalah kebaikan yang besar akan hilang hanya karena kesalahan kecil. Sifat dasar manusia adalah lebih mudah mengingat keburukan orang lain daripada kebaikannya. Oleh karena itu, hari ini marilah kita belajar untuk membalik hal tersebut, yakni kita lebih mudah mengingat kebaikan orang lain daripada keburukannya. Janganlah kita menjadi orang yang tidak tahu membalas budi, dengan selalu melupakan atau tidak membalas perbuatan baik orang lain kepada kita. Mari kita renungkan lagi saat ini, apakah benar setiap orang yang pernah menyakiti kita, tidak pernah menolong atau membantu kita? Jika, kita mau jujur saat ini, setiap orang disekeliling kita pasti akan tetap memiliki kebaikan yang bisa kita ingat. Jadi, kunci untuk hidup damai dengan siapapun sebenarnya sederhana, yaitu ingatlah yang baik dan lupakan yang buruk. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengingat setiap kebaikan yang telah ku terima dari-Mu dan dari orang-orang sekitarku. Ajarilah aku juga untuk mengucapkan syukur atas semua kebaikan yang telah kuterima itu. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Seren Regina Wilhelmina Bupu Mame dari Gereja Santo Albertus Agung, Paroki Harapan Indah Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yeremia 20: 7-9; Mazmur tg 63: 2.3-4.5-6.8-9; Roma 12: 1-2; Matius 16: 21-27.TANTANGAN PENYANGKALAN DIRI Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-22 ini ialah: TantanganPenyangkalan Diri. Kita semua pengikut Kristus selalu mendengar, mengucapkandan melakukan tindakan penyangkalan diri. Hal ini terjadi juga dengan dua anak,kakak dan adik, yang masih sekolah di sekolah dasar, kelas enam dan empat.Mereka dilatih untuk membereskan tempat tidurnya setelah bangun. Mereka sering merasa bosan atau malas untuk melakukannya. Suasana bangunpagi sangat tidak menyenangkan untuk bekerja membereskan tempat tidur.Namun orang tua dengan sabar dan tekunmembimbing supaya kedua anak itu dapat mengalahkan rasa bosan dan malasnya.Sang kakak ikut memotivasi adiknya supaya mereka berusaha terus membereskantempat tidurnya masing-masing, dan ketika kebiasaan itu sudah rutin, merekatidak lagi bosan dan malas. Upaya mengalahkan rasa bosan dan malas serta ketekunan dalam mewujudkanupaya tersebut merupakan contoh penyangkalan diri. Inti setiap tindakanpenyangkalan diri ialah pengontrolan atau penyangkalan atas keinginan pribadiatau suatu kesenangan tertentu. Maksud penyangkalan ini ialah demi menjalankandan mencapai suatu tujuan lain yang bukan menjadi kehendak diri sendiri.Kehendak yang lain itu memberikan suatu harapan yang tinggi dan lebih bagusuntuk dicapai, meskipun harus melalui cara dan proses yang sulit. Semua bentuk cara penyangkalan diri yang kita lakukan di dunia ini mendapatsumber kekuatan dan inspirasinya dari Tuhan Yesus Kristus. Pada hari ini Iamengajarkan kita bahwa penyangkalan diri adalah cara satu-satunya yang kitapakai untuk mengikuti-Nya. Jalan Yesus adalah jalan salib dan kita dituntutuntuk dapat memanggul salib kita masing-masing agar kita menjadi seiring danseperjuangan dengan Yesus Kristus. Salib adalah tanda kesulitan dan penderitaanyang perlu kita nikmati dan pikul. Kita tidak boleh membuangnya. Nabi Yeremia menerangkan bahwa penyangkalan diri patut kita lakukan denganmengalahkan godaan untuk meniadakan firman Tuhan. Ketika kita mendengar Sabdayang tegas dan menuntut, hendaknya kita tidak boleh menghindarinya. SantoPaulus juga mengajarkan kita untuk membuat penyangkalan diri denganmempersembahkan tubuh kita, dan bukan hanya jiwa serta roh kita. Tubuh kitatidak boleh menjadi penjara bagi roh dan jiwa kita. Tubuh yang lelah dan sakit,kita tidak dapat berdoa dan melayani atas nama Tuhan. Jika mata, telinga dansentuhan kita tidak difungsikan dengan benar, kita mudah jatuh ke dalam dosa. Sesungguhnya, kita masih belum mantap dan konsisten dalam penyangkalan diridemi menjadi murid Yesus yang sejati. Semua bentuk pengorbanan menjaditantangan bagi kita. Kita harus menjalaninya dan tidak ada jalan mundur. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan semoga dengan perayaan hari ini, kami menjadisemakin menyatu dengan salib Putra-Mu dan rela memanggul salib kamimasing-masing. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 23 Agustus 2026Bacaan:"Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40) Renungan: Suatu ketika sepasang suami-istri pulang berpergian bersama. Mereka kemudian mampir ke sebuah toko roti. Sang suami mengambil roti kesukaannya, yaitu roti daging isi tiga. Sesudah membayar mereka segera melanjutkan perjalanan. Setibanya di lampu merah, sang istri melihat seorang anak kecil menghampiri mobil mereka dan berharap beberapa keping uang. Sang istri langsung menolaknya, namun tanpa ia perhatikan suaminya memotong roti isinya dan menyuruh istrinya memberikannya kepada gadis kecil tadi. Langsung saja sang istri berteriak memanggilnya dan anak itu kembali mendekatinya. Setelah di berikannya roti, anak kecil itu mengucapkan terimakasih dan berlalu. Namun, diam-diam ia masih memperhatikan suami istri tersebut. Ia menghampiri seorang ibu dengan pakaian lusuh dan memberikan setengah roti tersebut kepadanya, sambil menunjuk mobil yang ditumpangi suami istri tersebut. Saat akan melanjutkan perjalanan, suami istri tersebut melihat anak dan ibu tadi tersenyum ke arah mereka. Sebenarnya, berbagi kasih tidaklah terlalu sulit, cukup mulai dari apa yang kita punya, kita bisa membagi kasih itu. Tak perlu hal yang besar untuk membuat orang lain bahagia, cukup dengan hal yang sederhana namun disertai dengan ketulusan. Seperti firman Tuhan berkata, apa yang kau lakukan untuk saudaraku yang paling hina ini kamu sudah melakukannya juga untuk Aku. Jadi, dimanapun kita berada, di sekolah, di lingkungan kerja, di lingkungan pelayanan, bahkan dimanapun, mari mulai menjadi berkat untuk hal yang kecil, maka kita akan melihat orang lain bahagia dengan apa yang kita perbuat. Karena yang membuat kita menjadi orang hebat, bukan karena kita melakukan hal-hal yang besar dan luar biasa, namun yang menjadikan kita hebat adalah disaat kita melakukan hal-hal yang kecil, namun dengan Kasih yang Besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah hatiku dengan belas kasih-Mu, sehingga aku selalu tergerak untuk menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Driari Handayani, Marta Reni Wijayanti, Maria Noviana Sari dan Maria Retno Purwandani dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 22: 19-23; Mazmur tg 138: 1-2a.2bc-3.6.8bc; Roma 11: 33-36; Matius 16: 13-20.TUHAN MENGANGKAT PEMIMPIN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-21 ini: Tuhan MengangkatPemimpin. Ada seorang lelaki bercerita bahwa ia pernah mengikuti prosesipemilihan kepada desa. Ia harus memiliki uang banyak sebagai biaya seluruhpersiapan. Ia sangat menyadari bahwa dalam kegiatan politik seperti itu, uangmenjadi raja. Suara pemilih dapat dibeli demi menjadi pemimpin Lelaki itu ternyata tidak berhasil menjadi kepala desa. Ia sudahmengeluarkan uang yang banyak tetapi tidak memberinya keuntungan bagi dirinya.Hal ini disebabkan oleh kompetitornya yang memiliki uang lebih banyak. Iadengan kecewa dan menyesal menerima kenyataan bahwa ia kalah dalamberkompetisi. Namun ia lebih merasa sakit karena pemimpin yang terpilih adalahseorang yang memakai cara-cara yang curang untuk menjadi seorang pemimpinmasyarakat. Apakah pengangkatan seorang pemimpin untuk orang banyak dengan cara sepertiini juga terjadi di dalam Gereja Katolik. Secara prinsipiil tidak adakontestasi pemilihan atau pengangkatan pemimpin dalam Gereja, misalnya menjadipastor paroki, Uskup dan Paus, yang memakai cara-cara sipil. Gereja memilikisistem pemerintahan yang berbeda daripada sebuah negara atau suatu kelompokmasyarakat. Cara pemilihan pemimpinnya juga sangat berbeda. Menurut bacaan-bacaan kita pada hari ini, ada dua unsur sangat pentingdalam proses pengangkatan seorang pemimpin baik untuk hidup beragama maupunbermasyarakat. Kedua unsur tersebut ialah pendidikan atau pembinaan danpengangkatan. Nabi Yesaya mengatakan bahwa dengan pembinaan, pemimpin barudalam diri Elyakim terpilih oleh Tuhan, dengan tidak memberi jalan bagi oranglain yang tidak setia di dalam jalan Tuhan untuk menjadi pemimpin. Melalui pendidikan dan pembinaan dalam sekian waktu bersama Yesus, akhirnyaditemukan seorang pemimpin dalam diri rasul Petrus, yang terpilih dari kelompok12 rasul dan banyak murid yang lainnya. Setelah terpilih, mereka kemudiandiangkat atau ditetapkan secara resmi oleh Tuhan sendiri, dengan simbolpemberian kunci sebagai legitimasi kekuasaan yang ada pada mereka. Menurutkitab suci, kunci itu berguna membuka akses bagi orang-orang yang berimansampai kepada Tuhan dan mendapatkan tempat bersama dengan Dia. Tuhan Yesus hendak mengajarkan kita bahwa seorang pemimpin di dunia iniadalah utusan Tuhan. Bahkan lahirnya demokrasi modern telah membawa sebuahkeyakinan bersama bahwa semua anggota masyarakat mewakili suara Tuhan untukmemilih pemimpinnya. Seorang pemimpin yang menjalankan kehendak Tuhan, ialahdia yang selalu percaya bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, semua adakarena Tuhan dan menuju kepada Tuhan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami dan penuhilah kami dengankasih-Mu agar kami selalu setia kepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 16 Agustus 2026Bacaan: "Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya." (Yesaya 40:28-29)Renungan: Suatu ketika, di tahun 1968 ada seseorang yang sedang dalam perjalanan dengan pesawat terbang menuju New York. Saat pesawat bersiap untuk mendarat, pilotnya menyadari bahwa roda tidak bisa diturunkan. Penumpang akhirnya diberitahu untuk menundukkan kepala dan menempatkannya di antara kedua kaki mereka sambil memegang pergelangan kaki untuk mengurangi dampak kecelakaan. Kemudian, hanya beberapa menit sebelum mendarat, pilot membuat pengumuman melalui pengeras suara: "Kita akan mulai pendaratan. Pada saat ini, sesuai dengan peraturan penerbangan internasional di Jenewa, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memberitahu bagi Anda yang percaya kepada Tuhan untuk memanjatkan doa." Puji Tuhan Yesus bahwa pendaratan dapat dilakukan dengan baik. Tidak ada yang terluka, walau ada kerusakan besar pada pesawat, dan maskapai penerbangan akan mengingat hal itu dalam waktu yang lama. Luar biasa. Satu-satunya yang memunculkan aturan "rahasia" penerbangan tadi adalah Krisis. Ketika menghadapi masalah dan jalan buntu, maka saat itulah masyarakat kita membuat sebuah pengakuan untuk Tuhan -"Jika Anda percaya... maka Anda harus berdoa." Inilah yang terjadi dalam kehidupan, ketika kita menghadapi krisis baru kita ingat bahwa dengan iman percaya kepada Tuhan dan sebuah doa sederhana, pertolongan Tuhan mungkin datang. Penderitaan mengingatkan kita pada Tuhan. Bahwa di atas kondisi kita yang paling buruk sekalipun, ada satu pribadi yang berdaulat yang dapat mengubah situasi dan kondisi tersebut dalam sekejab. Pribadi itu adalah Yesus Kristus. Dan bagi kita yang percaya kepada-Nya... dalam kondisi apapun, tidak perlu menunggu krisis terjadi dalam hidup kita, mari panjatkan doa kita kepada-Nya dengan disertai ucapan syukur. Percayalah bahwa Dia mendengarkan kita, bahkan Dia bersama dengan kita setiap waktu. Jadi jangan menunggu krisis datang, untuk mulai berdoa dan bercakap-cakap dengan Tuhan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Engkaulah andalanku. Dalam situasi apapun hanya Engkaulah yang menjadi sumber kekuatanku. Ajarilah aku selalu memberikan waktuku yang terbaik untuk hidup dekat dengan-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 9 Agustus 2026Bacaan: Jawab Hizkia kepada Yesaya, "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Namun, pikirnya, "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" (2 Raja-raja 20:19)Renungan: Hizkia mendapat takhta kerajaan Israel di usia yang terbilang muda, 25 tahun. la "berperilaku" baik dibanding dengan raja-raja yang pernah memerintah sebelumnya. la takut akan Tuhan dan berusaha membawa umat Israel kembali hidup di jalan Tuhan. la melakukan banyak pembaruan radikal dan menghidupkan kembali berbagai perayaan yang bertahun-tahun terlupakan. Hingga suatu ketika Hizkia sakit keras dan ia dinubuatkan akan mati. la pun berseru-seru kepada Tuhan memohon belas kasihan-Nya. Doanya dijawab. Tuhan menyembuhkannya, menambah masa hidupnya 15 tahun lagi. Selama 15 tahun itu pula Tuhan membuat kerajaannya begitu kuat dan disegani. Sayang, semua ini membuat Hizkia berubah menjadi tinggi hati. Tujuan hidupnya tidak lagi memuliakan Tuhan, sebaliknya mencari pujian bagi dirinya sendiri. la lupa diri bahwa semua pencapaiannya adalah berasal dari Tuhan. Hati manusia memang rentan berubah karena sebuah situasi. Ketika dalam situasi tertekan, ia tampak mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Hatinya dilimpahi sukacita besar karena semua pertolongan dan berkat Tuhan. Namun, betapa sulitnya menjaga hati tetap murni. Jika tidak waspada, hati lambat laun berubah. Jika tidak waspada, hati mudah terbuai oleh pujian orang-orang di sekitarnya. Jika sudah demikian, ia pun mulai lupa diri dan lupa kepada Tuhan. Semua pencapaian yang diperolehnya pun diakui sebagai usaha pribadi dan bukan lagi karena berkat dari Tuhan. Dari lupa diri ia menjadi keras hati. Setiap teguran firman Tuhan yang berusaha mengingatkannya pun tidak lagi dihormatinya. Jika sudah begini, ia tak lama lagi pasti direndahkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jagalah hatiku agar senantiasa terarah pada-Mu saja. Jangan biarkan godaan dunia membelokkan hatiku kepadanya agar damai-Mu senantiasa ada padaku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi, Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Santa Maria Assumpta, Paroki Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. 1 Raja-Raja 19: 9a.11-13a; Mazmur tg 85: 9ab-10.11-12.13-14; Roma 9: 1-5; Matius 14: 22-33.TUHAN INGIN KITA JUGA MENERJANG BADAI KEJAHATAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Ingin Kita Juga MenerjangBadai Kejahatan. Ada dua bocah, kakak dan adik, sedang bermain di tepi lautpada saat ombak sedang besar dan memecah di pasir dengan bunyi yang keras. Sangibu duduk di bawah pohon sedang mengawasi mereka. Ibu berpesan bahwa merekaagar tidak boleh masuk ke dalam laut untuk bermain dengan ombak, karena akanmembahayakan mereka. Mereka bermain saja di tepi dengan ombak yang memecah dipasir. Mereka harus saling menjaga satu sama lain. Menurut tradisi dan kepercayaan Yahudi, khususnya pada waktu Yesus masihhidup, gelombang laut, ombak, dan angin di permukaan laut adalah tanda setandan roh jahat sedang mengancam untuk menyerang siapa pun yang ada di situ.Ancaman ini dialami oleh rasul Petrus ketika ia ingin menemui Yesus denganberjalan di atas air yang sedang dikuasai penguasa jahat tersebut. Yesussendiri menginjak dan menerjang air itu dan berjalan di atasnya. Ia sedangmenuju kepada para rasul-Nya yang sedang ketakutan dengan ancaman tersebut. Kalau pengalaman Petrus dan para rasul lainnya di laut, pengalaman Eliajustru di daratan, di gunung dan khususnya di dalam gua batu. Di sana juga adapenguasa jahat yang mengancam dia. Ada tiga simbol berkuasanya Setan dan rohjahat, yaitu angin ribut, gempa bumi dan api. Semuanya mencobai dan hendakmenguasai Elia, tetapi nabi yang sangat kuat imannya ini tidak memberikanperhatian apa pun kepada godaan si jahat. Akhirnya ia dapat berjumpa denganTuhan yang berada di dalam angin sepoi basa, dan ia diberikan perutusannya. Baik Petrus maupun Elia akhirnya melewati cobaan yang serius untuk dapatbertemu dengan Tuhan. Justru ketika cobaan dan ancaman memang amat besar danmengerikan, Tuhan Yesus memberikan kita kekuatan supaya kita dapat menerjangdan mengalahkannya. Jika kita kehilangan iman, keberanian, dan kuasa yang sudahdiberikan kepada kita, kita akan jatuh dan binasa. Badai kejahatan mengancamkita dalam waktu yang tidak tentu, karena penguasa jahat mempunyai kehendaknyasendiri yang tidak pernah kita duga. Oleh karena itu kita harus tetap waspadadan bertumbuh sehat di dalam iman. Menurut bacaan-bacaan kita hari ini, setan atau penguasa jahat mengancamkita baik pada saat manusia seorang diri saja seperti Elia maupun sedangbersama saudara atau teman seperti para rasul Yesus. Ancaman itu dapatmenyerang kita pada saat sedang berdoa seperti Elia atau juga pada saat kitasedang bekerja seperti para rasul yang berada di dalam perahu mereka. Di dalamsituasi dan waktu apa pun ancaman itu datang, perintah Tuhan harus kita jalani,yaitu menginjak dan menerjangnya, sehingga kita dapat berjalan bebas dantenang. Menurut Santo Paulus, kita melakukan itu hanya demi kemuliaan Tuhan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga perayaan hari Minggu ini memperkuat imankami dan semakin taat kepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 2 Agustus 2026Bacaan: "Selama empat puluh tahun Engkau memberikan mereka makan di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki mereka tidak bengkak." (Nehemia 9:21)Renungan: Brian sejak kecil diajarkan untuk mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. Kondisi ekonomi orang tuanya yang terbatas membuat keluarga ini hanya bisa bergantung kepada Tuhan. Suatu ketika, saat tiba waktunya membayar uang sekolah, orang tua Brian belum memiliki cukup uang karena usaha penjualan kacamata sedang sepi. Namun, mereka yakin bahwa Tuhan akan menyediakan. Akhirnya, lewat pertemuan "tanpa sengaja" dengan seseorang, ada tiga kacamata yang laku. Uang hasil penjualan kacamata itu pun dipakai untuk membiayai uang sekolah yang Brian perlukan. Membaca kisah tersebut, mungkin ada orang tergoda menimpali, "Ah, itu kan hanya kebetulan." Memang kita tak bisa melarang orang berkomentar seperti itu, tetapi bagi kita yang percaya kepada Allah, sampai hari ini Allah masih bekerja secara ajaib dalam memelihara keperluan umat-Nya. Kisah-kisah yang tertulis di Alkitab tentang penyediaan dan pemeliharaan Allah, hingga janji berkat yang tertulis di sana, ditujukan agar setiap orang percaya senantiasa beriman akan pemeliharaan Allah. Tentu saja, meyakini pemeliharaan Allah tidak lantas meniadakan kewajiban kita untuk bekerja. Biasanya Allah memberkati umat-Nya lewat apa yang mereka kerjakan. Namun, bukan berarti kita hanya mengandalkan kekuatan, kemampuan, atau hasil dari pekerjaan kita. Allah, dengan cara-Nya yang ajaib, sanggup menyediakan dan memelihara kehidupan umat-Nya, seperti yang pernah Allah lakukan kepada bangsa Israel ketika mereka di padang gurun selama empat puluh tahun. Sudahkah kita percaya akan pemeliharaan-Nya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas rahmat pemeliharaan yang Kau berikan padaku selama ini. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas pemeliharaan-Mu, sehingga dalam keadaan apapun aku tetap tenang karena aku tahu Engkau selalu ada bersamaku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kristina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 55: 1-3; Mazmur tg 145: 8-9.15-16.17-18; Roma 8: 35.37-39; Matius 14: 13-21.TUGAS KITA IALAH BERBAGI Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-18 ini ialah: Tugas Kita IalahBerbagi. Ada seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diberikan sebuah apel yangdibawa orang tuanya dari luar negeri. Ibu meminta dia untuk memberikan sebagiankepada adiknya perempuan yang berusia 9 tahun. Sebelum melakukan itu, iabertanya dahulu kepada ibunya: "Ma, sebaiknya aku bagi sama adik, atauberikan adik apel ini?" Ibunya agakbingung dengan pertanyaan anaknya itu. Maka anak itu menjelaskan kepada ibunya, bahwa kalau ia membagi apel itumaka ia akan membagikannya menjadi dua bagian, bisa sama besar atau tidak samabesar bagian-bagiannya untuk dirinya dan untuk adiknya. Sedangkan kalau iamemberikan apel itu, berarti ada kemungkinan ia dapat memberikan semuanya, atautidak memberikan sama sekali. Ibu sangat bangga dengan kemampuan berpikiranaknya tersebut. Bersama ibu tersebut, kita semua dapat memberikan apresiasidan persetujuan kita kepada bocah laki-laki tersebut. Ada sebagian dari kita memiliki keyakinan sebagai dasar perbuatan kasihkepada orang lain, yaitu tanggung jawab atau tugas kita untuk berbagikarunia-karunia yang ada pada kita. Tuhan yang mempunyai kekuasaan dankemampuan untuk memberikan kita yang pantas dan tepat sesuai dengan keadaan danpanggilan kita masing-masing. Bagi kita, sesungguhnya kita tidak perlu merepotkan diri untuk memberi danberusaha sekuat tenaga untuk memberi, tetapi kita perlu cukup kebaikan dankemurahan hati untuk berbagi yang sudah kita miliki. Keyakinan seperti ini sangatlah penting karena hal ini sejalan denganperutusan kita sebagai para pengikut Kristus. Karunia dari Tuhan bagi kitaadalah cukup kepada setiap orang untuk dapat menjalani hidupnya di dalam duniaini. Santo Paulus berkata di dalam suratnya kepada jemaat di Roma, bahwakarunia itu berwujud dalam kasih Kristus kepada kita. Kitab nabi Yesaya dalambacaan pertama hari ini menegaskan hal yang sama, yaitu karunia perjanjianabadi antara Tuhan dengan kita berwujud dalam kasih setia yang teguh, yangtelah dijanjikan sejak dahulu seperti yang dilakukan-Nya kepada Daud. Dengan menyadari bahwa kita memiliki karunia-karunia tersebut, kitahendaknya percaya diri untuk dapat membagikannya. Meskipun yang ada pada kitahanya sedikit seperti lima roti dan dua ikan, yang dikisahkan di dalam Injilpada hari ini, kita tentu rela untuk membagikannya. Persoalan apakah mencukupikita sendiri dan orang lain jika yang sedikit itu dibagi-bagikan, hal ituadalah pekerjaan-Nya Tuhan yang memberikan. Tuhan berkuasa melakukannya. Tuhan berkenan melipatgandakan itu ketika kita memiliki semangat kasih,suka cita, dan rela untuk berbagi, sehingga tanpa kita duga, keajaiban ataumujizat terjadi. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, kuatkanlah semangat kami untuk giat dan bersukacita berbagi karunia kepada sesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 26 Juli 2026Bacaan: “Tetaplah berdoa.” (1 Tesalonika 5:17)Renungan: Ibu Ani, 42 tahun divonis dokter terkena kanker stadium 3. Hari pertama di rumah sakit dia menangis seharian. Takut, marah dan ia bertanya kepada Tuhan, “Kenapa aku Tuhan?” Dokter mengatakan bahwa Ibu Ani harus kemoterapi panjang. Biaya besar dan keluarganya juga panik. Tiap malam sebelum tidur, suaminya memegang tangannya dan bekata, “Bu, kita nggak bisa apa-apa. Tapi kita bisa berdoa. Yuk tetap berdoa.” Mereka mulai berdoa pendek 1 menit setiap bangun tidur. Doa 1 menit setiap mau ke rumah sakit. Doa 1 menit setiap efek kemoterapi datang. Setahun kemudian, hasil labnya membaik. Ibu Ani berkata, “Aku nggak tahu Tuhan sembuhkan karena apa. Tapi aku tahu, doa itu yang bikin aku nggak sendirian. Tuhan menemani aku di tiap jarum infus.” Penyakitnya belum tentu langsung sembuh, tapi hatinya disembuhkan terlebih dahulu, ada damai. Paulus tidak menuliskan dalam suratnya tersebut "berdoa kalau sempat" atau "berdoa kalau ada masalah besar". Tetapi tetaplah berdoa, artinya: terus-menerus, tidak putus dan menjadi gaya hidup. Doa bukan cuma acara 30 menit di kamar. Doa itu seperti napas rohani kita. Bangun tidur berdoa, di jalan macet berdoa, mendapat kabar baik berdoa syukur. Mendapat kabar buruk berdoa minta tolong. Tuhan tidak menyuruh kita berdoa yang panjang dan indah. Dia hanya mau hati kita tetap terjalin dengan-Nya. Kita semua punya "ruang rumah sakit" versi kita yaitu pertama sakit hati. Dikhianati teman dan disakiti keluarga, rasanya kita tidak bisa memaafkan. Kedua sakit jiwa. Kecemasan, overthinking, depresi. Pikiran berputar terus sepanjang malam. Ketiga sakit keadaan. Banyak hutang, pengangguran, anak yang jauh dari Tuhan, sudah usaha tapi mentok. Di titik itu kita sering berpikir, “Percuma berdoa. Tuhan tidak menjawab." Padahal dalam 1 Tesalonika 5:17 kita diingatkan jangan berhenti berdoa. Tetap berdoa bukan untuk "menyogok" Tuhan. Tapi supaya kita tetap memegang tangan-Nya saat kita berjalan di lembah kekelaman. Mungkin jawabannya belum datang, tapi kekuatan, damai, dan hikmat-Nya akan datang terlebih dahulu waktu kita berdoa. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku datang kepada-Mu dengan segala sakit penyakitku. Ajarilah aku untuk tetap berdoa, bahkan saat aku lelah dan tidak mengerti. Jangan biarkan aku menjauh dari-Mu. Pegang tanganku hari ini. Aku percaya, bersama-Mu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Argita Febiola Oposumbu, Desi Manuela Widyotomo, Bianca Maria Talita, dan Bella Claudia Simanjuntak dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 1 Raja-Raja 3: 5.7-12; Mazmur tg 119: 57.72.76-77.127-128; Roma 8: 28-30; Matius 13: 44-52.PENGORBANAN YANG BIJAKSANA Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-17 ini ialah: Pengorbanan yangBijaksana. Ada suatu kejadian ketika seorang pemuda yang sangat mencintai gadisyang ditaksirnya sekian lama, ingin melamar wanita muda tersebut. Lamaran ituingin dilakukan di sebuah jembatan di atas sungai yang luas dan dalam, sertadisaksikan banyak orang di sekitar situ, dengan pemandangan yang begitu indah.Si pemuda membawa cincin, bunga dan sebuah bingkisan berharga. Tetapi sebelum menyatakan lamarannya, gadis cantik itu meminta supayapemuda itu terjun ke sungai untuk membuktikan cintanya itu. Si pemuda segeramenggeletakkan semua barang bawaannya, membuka sepatu dan terjun. Sesaatkemudian ia kembali ke jembatan dalam kondisi basah kuyup dan hendak menyatakanlamarannya. Tetapi alangkah kagetnya pemuda itu dan semua orang di sekitarnya,ternyata gadis itu menolak lamaran pemuda yang sudah berkorban menyiapkansegala sesuatu dan terjun ke sungai. Yang terjadi dengan kisah itu adalah contoh sebuah pengorbanan yangsia-sia. Baik gadis itu maupun si pemuda terlanjur melakukan pengorbanan,tetapi hasil akhirnya kosong. Ada begitu banyak pengalaman tentang pengorbananyang sia-sia yang ada di sekitar kita. Ada orang yang bekerja dengan modalkemauan yang baik, tetapi mereka tidak didukung oleh sumber daya baik manusiamaupun materi pendukung, maka pekerjaan itu sia-sia saja. Ada yang bekerja atauberbuat dengan dukungan sumber daya cukup bahkan memadai, tetapi tidak mencapaitujuan yang sudah direncanakan, itu pun pekerjaan yang sia-sia. Sebagian orang lebih cenderung santai, tidak fokus, malas dan menunda-nundauntuk bekerja dengan maksimal, akhirnya pekerjaan dan hasilnya yang diinginkanmenjadi sia-sia saja. Sebagian lagi yang memberikan pengorbanannya dalamberusaha dan bekerja namun hanya dalam kesempatan tertentu saja, sedangkan padakesempatan selanjutnya pekerjaan tersebut berhenti. Padahal yang sangatdiperlukan ialah konsistensi dan kontinuitas. Ini juga merupakan suatupengorbanan yang sia-sia. Masih ada banyak contoh lainnya yang serupa. Hari ini kita diajarkan untuk mengatasi semua pekerjaan atau pengorbananyang sia-sia itu dengan suatu pengorbanan yang bijaksana. Suatupengorbanan yang bijaksana menuntut kitauntuk fokus kepada tujuan tertinggi yang hendak kita capai. Segala pengorbanankita hanya untuk mencapai tujuan itu. Bagi kita orang beriman dan para pengikutKristus, tujuan kita terutama ialah Kerajaan Allah. Raja Salomo memintakebijaksanaan dari Kerajaan itu dan Allah memberikan itu kepadanya. Kitasebagai pengikut Kristus sudah terpanggil untuk tujuan yang tertinggi itu, olehkarena itu kita berkorban sekuat-kuatnya untuk mencapainya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah, pandanglah dan berkatilah kami, sehingga denganperayaan hari Minggu ini kami dapat menjadi anak-anak-Mu yang tekun dalam jalanyang menuju kepada-Mu. Bapa Kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 19 Juli 2026Bacaan: “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” (Lukas 6:31)Renungan: Fred Rogers adalah seorang pembawa acara TV anak-anak di Amerika selama 33 tahun. Acaranya sederhana: dia duduk, ganti sepatu, nyanyi, ngobrol dengan anak-anak. Suatu hari dia diundang ke Senat AS untuk meminta dana bagi TV publik anak-anak. Semua orang pikir dia akan kalah, karena waktu bicaranya cuma 6 menit. Tapi dia tidak bicara data. Dia cerita tentang anak yang merasa tidak dicintai, lalu berkata: “Saya ingin anak-anak tahu bahwa mereka dicintai apa adanya.” Anggota Senat yang awalnya mau potong dana, langsung menyetujui 20 juta dolar. Kenapa? Karena Rogers memperlakukan mereka seperti dia ingin diperlakukan, dengan hormat, tulus, dan tidak menghakimi. Lukas 6:31 ini merupakan "Aturan Emas" yang dikatakan Yesus di atas bukit. Kalimatnya pendek, tapi sungguh bermakna, “Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” Yesus tidak berkata, "Perlakukan orang seperti mereka memperlakukan kamu". Dia berkata, "Perlakukan seperti kamu ingin diperlakukan". Ini kasih yang aktif. Namun aturan ini paling susah dipraktikkan di tiga tempat yaitu pertama, di Media Sosial. Kita mau dihargai pendapatnya, tapi kita gampang menghakimi dan nyinyir di kolom komentar. Kita mau dimengerti, tapi kita cepat menyimpulkan orang. Kedua, di Keluarga dan Kantor. Kita mau disupport saat capek, tapi kita pelit memuji orang lain. Kita mau dimaafkan saat salah, tapi kita susah mengampuni. Ketiga, ke orang yang menyakiti kita. Kita mau diberi kesempatan kedua, tapi kita menutup pintu untuk orang yang pernah melukai kita. Yesus menantang kita hari ini: Jangan jadi cermin yang hanya memantulkan perlakuan orang. Jadilah lampu yang menyalakan kebaikan duluan. Mungkin hari ini ada orang yang perlu kita perlakukan seperti kita ingin diperlakukan yaitu kita meminta maaf duluan, membelikan kopi rekan kerja, diam dan mendengarkan pasangan kita dan senyum ke tukang ojek dll. Karena saat kita menabur perlakuan yang kita mau terima, kita sedang mencerminkan kehadiran Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menuntut orang lain berubah dulu, baru aku berubah. Hari ini ajarilah aku hidup dengan Aturan Emas-Mu untuk memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana aku mau diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Eduardus Bala, Yuliana dan Wiliam Aleksander Nopan dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Tanjung Isui di Keuskupan Agung Samarinda, Indonesia. Kebijaksanaan 12: 13.16-19; Mazmur tg 86: 5-6.9-10.15-16a; Roma 8: 26-27; Matius 13: 24-30.MUSUH MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-16 ini ialah: Musuh MemberikanKita Kesempatan. Seorang siswa SMA mendapatkan pujian dan hadiah dari orangtuanya karena mendapatkan nilai-nilai rapor yang bagus. Padahal semua di dalamkeluarga masih mengingat, bahwa nilai prestasinya di waktu permulaan sekolahjauh dari harapan. Ia bahkan memiliki sejumlah nilai merah. Mengapa ia berubah begitu cepat dengan prestasinya itu setelah naik kelasdua dan kelas tiga? Apakah ia bermain curang pada waktu ujian demi mendapatkannilai-nilai yang memuaskan? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang selaluditujukan kepadanya. Kepada semua yang bertanya, siswa tersebut menjawab dengansangat bijaksana, katanya: "Setiap temanku mendapat nilai lebih baik daripada aku, aku selalu tertantang untuk menjadi seperti dia, bahkan harusmelebihi dia." Ia tetap mengikuti prinsip itu selama belajar di SMA. Pengalaman si remaja itu merupakan sebuah contoh kompetisi yang sehat. Adajuga kompetisi atau perlawanan yang tidak sehat, yang melalui cara yang tidakbaik dan dengan tujuan yang tidak baik pula. Di dalam setiap kompetisi,masing-masing pihak yang bersaing menganggap lawannya sebagai musuh. Ada musuhyang menjadi teman persaingan atau perjuangan, sehingga kita dapat dibantuuntuk meraih kemajuan dan kesuksesan. Musuh dalam kualitas seperti ini adalahmusuh yang baik, yang memberikan kita kesempatan untuk menjadi lebih baik. Tetapi ada musuh yang menjadi lawan mematikan, yang karena didasari olehkebencian, marah dan iri hati, sehingga kita tidak mendapatkan bantuan untukmaju, tetapi sebaliknya kerugian dan bahkan kebinasaan. Secara kodrati danmengikuti akal sehat, kita ingin memiliki musuh yang baik. Tuhan sendiritermasuk dalam kategori musuh kita yang baik. Kita adalah orang-orang yangberdosa. Setiap menyadari diri sebagai orang berdosa, kita harus dapat melihatTuhan sebagai musuh kita yang baik, yang sabar terhadap kita dan menyediakansegala kesempatan supaya kita dapat bertobat dan kembali kepada-Nya. Perumpamaan tentang hidup berdampingan antara penabur benih dan musuhnyayaitu penabur lalang, kemudian antara benih yang tumbuh bersama dengan musuhnyalalang, sangat jelas mengajarkan kita tentang peran musuh yang membantu kita didalam hidup ini. Anggota keluarga sendiri, teman atau orang yang tidak kitakenal dapat menjadi musuh-musuh kita yang baik. Bahkan jika kita memang tidakdapat menghindari adanya musuh yang tidak baik atau yang mematikan, inimerupakan juga pengalaman Tuhan Yesus sendiri dan para martir yang sudahmendahului kita. Musuh yang demikian membuka kesempatan bagi kita untuk meminumpiala penderitaan seperti Yesus Kristus. Dalam hal ini, kita sepantasnyabersyukur dan mendoakan musuh-musuh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami sehingga kami dapat hidup dalamkebenaran dan kebijaksanaan-Mu. Semoga kami menjadi sesama yang baik bagiorang-orang di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 Juli 2026Bacaan: "Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenang! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27)Renungan: Pada tahun 1993, Nelson Mandela baru 3 tahun keluar dari penjara setelah 27 tahun dipenjara di Afrika Selatan. Negaranya sedang di ujung tanduk. Kulit putih takut kehilangan kuasa. Kulit hitam marah dan mau membalas dendam. Perang saudara hampir meledak setiap hari. Semua penasihatnya berkata, "Pakai kekuatan dan balas. Amankan posisi dulu." Tapi Mandela masuk ke ruangannya, berdoa, lalu mengambil keputusan yang membuat dunia kaget. Dia undang mantan sipir penjaranya makan siang di istana. Dia membentuk "Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi". Dia memilih mengampuni daripada membalas. Ketika ia ditanya mengapa berani ambil risiko sebesar itu, dia menjawab, "Saya sudah 27 tahun hidup dalam ketakutan dan kebencian. Saat saya keluar dari penjara, saya sadar kalau saya tidak melepaskan itu, maka saya masih di dalam penjara." Mandela memilih tenang di tengah badai, karena dia percaya ada panggilan yang lebih besar daripada rasa takutnya. Bacaan Injil di atas terjadi saat murid-murid ada di tengah danau Galilea. Angin kencang, ombak besar dan perahu hampir tenggelam. Mereka melihat "sesuatu" jalan di atas air dan berteriak ketakutan, mengira itu adalah hantu. Di titik paling panik itu, Yesus datang. Kalimat pertama-Nya bukan, "Aku akan meredakan badai", tetapi kalimat pertama-Nya adalah, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Yesus dalam hal ini mau mengingatkan bahwa sebelum Ia membereskan masalah kita, ketahuilah dulu siapa yang ada bersama kita. Badai boleh tetap ada. Tapi kalau "Aku ini" ada di perahu, maka kita tidak akan tenggelam. "Danau" kita saat ini mungkin berbeda, tetapi ombaknya sama kencang, yaitu pertama badai Ketidakpastian, contohnya dalam hal kerja, ekonomi, masa depan dll. Kita seperti para murid melihat gelombang, bukan melihat Yesus. Yesus berkata, 'Tenanglah! Aku pegang kendali hidupmu." Kedua badai hubungan. Ada luka, kecewa, pengkhianatan dll. Godaannya adalah kita mau membalas atau menghindar. Mandela mengajar kita memilih tenang dan memilih pengampunan, karena ada Yesus bersama kita. Ketiga badai batin. Ada kecemasan, kegagalan dan merasa tidak cukup. Kita berteriak dalam hati. Yesus datang dan berkata hal yang sama, "Tenanglah! Aku ini. Kamu tidak sendirian. Kita sering meminta Tuhan membereskan badainya dulu baru kita tenang. Tapi Tuhan minta kita percaya dulu bahwa Dia ada, barulah kita bisa tenang di tengah badai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering lebih fokus pada badai daripada kehadiran-Mu. Hari ini aku mau mendengar suara-Mu: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Mampukan aku seperti Mandela, untuk tidak dikuasai takut dan benci. Peganglah tanganku di tengah gelombang hidupku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek, Maria Saraswati Sukardi dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Yesaya 55: 10-11; Mazmur tg 65: 10abcd.10e-11.12-13.14; Roma 8: 18-23; Matius 13: 1-9.JANGAN SAMPAI HIDUP INI SIA-SIA Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-15 ini adalah: Jangan SampaiHidup ini Sia-Sia. Ada suatu kejadian yang cukup mengagetkan di sebuah wilayahpemukiman kota. Para suami mulai terbiasa berkumpul sampai tengah malam, darisatu rumah ke rumah yang lain. Biasanya mereka minum minuman beralkohol,berjudi dan menghabiskan waktu di situ. Hal ini membuat para istri di rumahnyamasing-masing semakin gelisah dan marah. Para istri berkumpul dan ingin melakukan sebuah gerakan protes. Merekamendapat restu dari semua warga di situ dan bersama-sama pergi ke tempatsuami-suami mereka berkumpul. Mereka membawa spanduk dengan tulisan besar:"Jangan Membuat Hidup Keluarga Sia-Sia". Mereka juga berteriakbersama-sama: "Suamiku, kembali ke rumah. Jangan membuat hidup keluargasia-sia." Atas desakkan para istri tersebut, pihak pemerintah setempatdengan paksa membubarkan aktivitas tersebut dan dilarang untuk terulangkembali. Tuhan tidak pernah merencanakan kehidupan kita yang sia-sia. Kitalah yangselalu membuatnya sia-sia. Kelemahan kita sebagai manusia yang ditambah denganpengaruh-pengaruh buruk di dunia selalu menjadi ancaman tanpa henti yangmembuat hidup kita pribadi atau bersama tidak berguna dan tidak bermakna. Ituberarti kita menyerah untuk dikuasai kelemahan kita sendiri danpengaruh-pengaruh jahat dari luar diri kita. Kita dapat menyebutkan sifat-sifat manusiawi seperti malas, malu, bosan,menyerah dan kurang percaya diri, sangat memberi kontribusi besar bagikehidupan yang sia-sia. Jika seseorang sampai pada saat ajalnya, hanya dikenaloleh orang-orang sekitar sebagai pemalas, pengacau, penjahat dan beban bagiorang lain, ini merupakan sebuah kehidupan yang sia-sia. Jika seseorang yangsampai mati tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah yang menyiksa dirinyajasmani dan rohani, berarti ia memang mengalami kesia-siaan dalam hidupnya. Bacaan-bacaan suci pada hari ini memberikan kita satu nasihat penting,yaitu agar jangan sampai hidup kita menjadi sia-sia, hanya karena sikap hidupkita yang kurang teratur atau tidak disiplin. Tuhan menghendaki supaya kitadisiplin dalam menghayati iman kita, yaitu kita tidak boleh memandang remehatau santai dengan ajaran-ajaran dan perintah-perintah-Nya. Kita harus memandangnya begitu penting dan kita menjalaninya dengan serius.Simbol yang dipakai oleh Yesus ialah diri kita yang harus menjadi tanah subursehingga firman yang ditanam dapat tumbuh. Hujan rahmat yang diturunkanoleh-Nya menumbuhkan hidup kita sehingga dapat berbuah melimpah. Kehidupan yanghanya sia-sia adalah tanda iman yang rapuh dan dangkal. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, semoga Firman-Mu yang diwartakan, tumbuh di dalamdiri kami dengan subur dan selanjutnya sampai berbuah dan kasih dan kebaikan.Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 Juli 2026Bacaan: Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:32)Renungan: Ketika kita mendengar kata "jenius", siapa sosok yang terlintas di benak kita? Albert Einstein mungkin salah satunya. Einstein memang diakui dunia akan kejeniusannya. Tapi, ada hal-hal tertentu di mana kita mungkin "lebih cerdas" dari Einstein. Jika tiap hari kita bisa pulang ke rumah tanpa tersesat, kita lebih pintar dari Einstein. Ya, walau punya otak jenius, Einstein dikenal pelupa untuk hal sehari-hari seperti mengingat tanggal, bahkan nomor teleponnya sendiri. la juga sering kesulitan menemukan rumahnya. Itu sebabnya, konon pintu rumahnya lalu dicat merah menyala, kontras dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Dengan begitu, Einstein akan ingat yang manakah rumahnya. Orang jenius pun tidak selalu jenius di segala bidang. Demikian juga, meski kita tidak pernah meraih Nobel atau menemukan rumus dan teori tertentu, tapi kita pun kadang bisa juga menjadi jenius. Nah, kapan itu terjadi? Kita jenius saat berhasil menemukan solusi yang sebelumnya tidak disadari atau tidak terlihat dari sebuah masalah. Kita jenius ketika bisa mengatasi kebuntuan yang dialami orang-orang. Pernahkah kita menemukan jalan pintas atau cara mudah melakukan sesuatu yang belum dilakukan orang lain atau orang di sekitar kita? Apakah kita pernah menemukan cara untuk "menghidupkan lagi" sesuatu yang lama tidak dilakukan? Pernahkah kita menyelesaikan masalah yang selama ini memusingkan keluarga kita? Apakah kita pernah berhasil melakukan pendekatan pribadi kepada seseorang yang sebelumnya tak bisa didekati orang lain? Mungkin banyak di antara kita pernah melakukan hal-hal di atas. Memang, kejeniusan seperti itu sering kali tak dihargai masyarakat. Atau kadang kita enggan melakukan hal-hal itu demi menjaga ketenangan agar tidak dianggap cari muka, aneh, sok tahu, bahkan mengganggu. Di Alkitab pun, para pahlawan selalu adalah mereka yang berani bersuara dan berani bertindak meski sebagian orang bisa jadi menganggap mereka mengganggu. Jika Daud diam melihat Goliat, jika ia tak tergerak mendengar hujatan Goliat, atau ia menyerah saat diremehkan kakaknya dan Saul, tentu tak ada kisah heroik ini. Ya, jadilah Daud Daud di manapun kita berada, yang berani bersuara dan memberi solusi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas akal budi yang Kau berikan padaku. Bantulah aku agar akal budi yang Kau berikan dapat kugunakan untuk memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Zakaria 9: 9-10; Mazmur tg 145: 1-2.8-9.10-11.13cd-14; Roma 8: 9.11-13; Matius 11: 25-30.IA MEMBERI KITA KELEGAAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-14 ini ialah: Ia Memberi KitaKelegaan. Ada dua orang bocah kakak-beradik, masing-masing kelas 6 dan 4 SD.Ibu mereka sangat terobsesi supaya anak-anaknya pintar dan sukses. Ia wajibkanmereka dengan banyak les tambahan. Ia menjadi malu kalau anak-anaknya mendapatnilai merah. Ia sangat disiplin dengan mereka sampai-sampai anak-anak tampaksangat takut dan kelelahan. Setiap mereka pulang ke rumah, wajah mereka sudah tampak kehilangansemangat. Tetapi mereka harus tetap diikuti sang ibu yang tidak inginanak-anaknya santai. Untung ada sang bapak yang bijaksana. Meskipun baru sajapulang kerja, ia meluangkan waktu untuk mendampingi kedua anaknya. Iamembawakan oleh-oleh yang menyenangkan. Ia memeluk mereka lalu menceritakanmereka banyak hal yang menghibur dan membuat tertawa. Apa yang dibuat oleh sang bapak kepada anak-anaknya itu merefleksikanperbuatan Yesus, ketika Ia membawa orang-orang kecil, sakit, lemah, terlantar,miskin, dan terlupakan untuk datang kepada-Nya. Ia berkata: "Marilahkepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikankelegaan kepadamu." Yesus mengundang kita semua untuk datang kepada-Nya. Namun demikian, apakah kita semua sedang lelah dan tidak berdaya? Tentusaja. Kelelahan dan ketidak-berdayaan itu berbeda tingkatnya dari satu orang keorang yang lain. Situasi, pekerjaan, dan kesulitan setiap orang berbeda-bedadengan beban atau masalah yang berbeda-beda pula. Berdasarkan terangbacaan-bacaan pada hari ini, ada tiga beban yang perlu kita sadari danrenungkan. Yang pertama ialah beban sebagai orang kecil dan lemah. Kalau kita sebagaiorang kecil, lemah dan tidak memiliki pengaruh, berarti selalu ada orang yangberkuasa dan kapan saja bertindak sewenang-wenang terhadap kita. Mereka seringtidak punya kasihan dan kepercayaan kepada kita. Beban yang lain ialah bebandosa. Kalau kita tidak memelihara jiwa kita dengan menyesali dosa, mengakuinyadan bertobat, berarti beban itu kian hari kian berat. Pada saatnya dosa ituakan menyiksa dan membinasakan kita. Santo Paulus sangat tegas bahwa hidup didalam kedagingan adalah beban dosa kita yang berat. Beban yang ketiga ialah beban kesombongan. Menurut Yesus Kristus,orang-orang pandai, bijak, yang berkuasa dan yang kaya, adalah mereka yangmemikul beban yang berat. Mereka sebenarnya sangat lelah, karena begitu banyakyang menjadi obsesi mereka dalam hidup. Anda misalnya, terlalu banyak urusandan ambisi, akan membuat dirimu amat lelah dan membosankan. Terhadap semua ini, ajakan Yesus menjadisangat penting, yaitu hendaknya kita datang kepada Dia, karena dari Dia kitamendapatkan kelegaan yang menyenangkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa di surga, semoga dengan perayaan hari Minggu ini,kami mendapatkan kelegaan hidup dan kesehatan lahir dan batin demi kelangsungnhidup kami di dunia. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam namaBapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 28 Juni 2026Bacaan: "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup. melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalarn Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (Galatia 2:20)Renungan: Charles Blondin adalah pemain akrobat terkenal asal Prancis yang hidup di abad 19. Atraksi utamanya adalah berjalan di atas tali. Ketika mengadakan tur di Amerika, Blondin membentangkan tali di atas air terjun Niagara di perbatasan Amerika dan Kanada. Blondin lalu berjalan di atas tali itu bolak balik dari Amerika ke Kanada dan sebaliknya. Di atraksi selanjutnya, ia berjalan mundur, berjalan dengan membawa gerobak dorong. la juga tiba-tiba salto. Di kesempatan lain, ia berjalan saat malam hanya dengan memakai lilin. la menaiki sepeda, juga egrang, berjalan dengan mata ditutup, membawa meja kursi lalu duduk di tengah tali sambil melipat kaki, bahkan membawa kompor dan memasak di seutas tali yang di bawahnya terbentang air terjun deras. Puncaknya, Blondin mengajak siapa yang mau ia gendong untuk berjalan di atas tali. Akhirnya, Harry Colcord, manajernya yang menjadi sukarelawan. Inilah yang Blondin katakan kepada Colcord: "Ingat, saat kugendong, kau bukan Colcord. Kau menjadi Blondin. Tubuh, pikiran, dan jiwamu harus menyatu denganku. Jangan coba menyeimbangkan dirimu karena itu akan membuat kita berdua mati." Blondin dan Colcord pun menjadi orang pertama yang bergendongan melintasi air terjun Niagara di atas tali. Apa yang diucapkan Blondin adalah deskripsi dari percaya. Menjalani hidup di dunia ini juga adalah perkara hidup mati. Bagaimana kita hidup di dunia menentukan apa yang akan kita alami di kekekalan nanti. Akankah kita mendapat hidup kekal atau kita akan mengalami maut dan siksaan kekal. Saat kita mau percaya bahwa Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita, kita ibarat digendong-Nya untuk menjalani hidup ini untuk selamat tiba sampai akhirnya. Percaya artinya kita harus menyatu dengan-Nya. Kita bukan lagi diri kita. Hidup kita bukan lagi milik kita (Gal. 2:20). Kehendak kita bukan lagi penentu keputusan kita, tapi semua harus sesuai dengan kehendak Bapa. Kita bisa menyebut diri kita sebagai orang percaya. Sudahkah kita benar-benar percaya pada Tuhan, yang berarti kita benar-benar mau menyerahkan setiap keputusan, setiap langkah, dan rencana kita kepada-Nya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk melakukan setiap kehendak-Mu agar hidupku dapat tenang, karena aku tahu kepada siapa aku percaya. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Raja-Raja 4: 8-11.14-16a; Mazmur tg 89: 2-3.16-17.18-19; Roma 6: 3-4.8-11; Matius 10: 37-42.BAHAGIA MEMIKUP SALIB Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bahagia Memikul Salib. Secaranatural, kita mengalami kebahagiaan karena ada hal atau sesuatu yang baik danmenyenangkan. Namun demikian, salib merupakan benda yang sangat memalukan danmenyakitkan. Salib menandakan hukuman yang paling berat. Maka kalau kitamenjadi bahagia dengan salib, ini merupakan ironi. Ada banyak ironi dan yang tidak masuk ke akal kita tentang Yesus Kristus.Kedatangan Putra Allah ke dalam dunia dan menjadi Yesus Kristus adalah di luarakal sehat kita. Pilihannya untuk taat kepada kehendak Bapa, dengan caramemikul salib yang hina dan wafat di atasnya, tidak bisa masuk ke pemahamannormal, bahwa Dia sebagai Tuhan tetapi bernasib sial seperti demikian. Namun demikian, Yesus sendiri telah membuktikan bahwa melalui salib itucinta kasih yang tertinggi diwujudkan. Salib merupakan simbol pengorbanan danpenderitaan yang ditandai Tuhan Yesus kepada kita. Pengalaman-Nya sendiri sudahcukup mengajarkan kita bahwa kita akan mendapatkan kebahagiaan setelahmenanggung salib kita di dunia ini. Pengajaran ini juga cocok dengan pemahamankebanyakan orang di dunia bahwa ada terang setelah gelap, ada kesuksesansetelah perjuangan, ada uang setelah bekerja keras. Dengan adanya konsep keyakinan ini, sangat pantas bagi kita untuk memilikisikap yang positif terhadap salib. Pada hari minggu ini kita diajak untukmenjadi bahagia dalam memikul salib apa pun yang ada pada kita, betapa punberatnya. Ada bermacam-macam salib dengan beratnya yang berbeda-beda. Dosa dankesalahan yang telah kita perbuat merupakan beban salib tersendiri dan hal itutentu memiliki beratnya tersendiri dan mempunyai pengaruh yang berbeda. Salib dalam bentuk pengorbanan kepentingan pribadi dan mati raga jugamemiliki beratnya yang sering membuat diri kita tertekan. Misalnya perintahYesus supaya kita harus dapat mencintai Dia lebih daripada kepada orang tua dansaudara-saudari kita sendiri, dan supaya kita dapat kehilangan nyawa kita demiDia, ini merupakan salib-salib yang berat. Perintah untuk bermurah hati danberbuat baik, seperti menyambut diri-Nya, seorang utusan Tuhan, dan sesamakita, juga merupakan bagian dari beban yang harus kita pikul. Penyambutan orang lain, terutama mereka yang tidak kita kenal dan yangmenjadi musuh kita, merupakan beban yang berat. Namun karena cinta kasih, kitaharus mengorbankan perasaan dan kebebasan kita supaya dapat bertemu danmemberikan pelayanan kepada mereka. Semua ini adalah salib. Dan nasihat bijakbuat kita ialah bahwa kita hendaknya bahagia dengan salib-salib ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, semoga perayaan hari minggu ini memberikankami semangat untuk memikul salib-salib kami dengan bahagia dan tanpa mengeluhatau menolaknya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 Juni 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik baru. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus. Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan. Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah setiap kebaikan yang sedang aku rencanakan maupun yang akan aku lakukan, sehingga semua nya itu aku lakukan dengan tulus hati tanpa ada rencana yang tidak baik di baliknya. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agata Tukan, Elen Making, Ester Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yeremia 20: 10-13; Mazmur tg 69: 8-10.14.17.33-35; Roma 5: 12-15; Matius 10: 26-33.JANGAN TAKUT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jangan Takut. Ada pasangan suamidan istri yang baru satu tahun menikah dan dikaruniai seorang putra. Merekamasing-masing memiliki sifat penakut sebelum menikah. Suami selalu takut dengandarah. Ia tidak bisa melihat langsung darah segar keluar dari tubuh manusiaatau binatang. Ia bahkan tidak bisa melihat langsung saat kelahiran putranya.Istri suka takut berada sendirian dan dalam tempat yang gelap. Ia selalumemiliki saudara dan teman yang menemaninya setiap saat. Tetapi setelah kelahiran anak pertama mereka, mereka berdua memutuskanuntuk meninggalkan kebiasaan memiliki rasa takut yang sebenarnya tidak perlu.Keputusan itu memiliki motivasinya pada pendidikan dan pertumbuhan anakpertamanya dan nanti pada anak-anak yang akan lahir. Mereka sangat menyadaribahwa apa yang ada pada orang tua dan yang mereka lakukan akan diterapkankepada anak-anak. Kalau orang tua suka takut yang tidak beralasan, mereka akanmempengaruhi anak-anak bersikap yang sama. Tuhan Yesus mengajarkan kita supaya jangan takut, sebagai bagian daripewartaan Injil-Nya. Ia ungkapkan perintah ini untuk menguatkan iman kitakepada-Nya. Demi tujuan ini, perintah tersebut ia sampaikan sebanyak 365 kali.Kalau satu tahun ada 365 hari maka setiap hari memiliki satu perintah atauperingatan "Jangan takut" yang harus kita jalankan. Mengapa perintah "Jangan takut" ini sangat penting bagi kita?Karena ini adalah kehidupan nyata Tuhan Yesus Kristus sendiri. Ia sendiri tidaktakut kepada siapa pun dan apa pun yang berhubungan dengan dunia dan manusia.Ia bahkan tidak takut dengan kematian-Nya sendiri. Ia ingin supaya kitamengikuti teladannya. Percuma Ia memerintah kita melakukan, tetapi Ia sendiritidak menjalankannya. Apa yang dilakukan oleh Yesus, dilakukan juga oleh nabiYeremia dan Santo Paulus. Dan kita semua berusaha di dalam iman untukmenjalankannya juga. Perintah Tuhan "Jangan takut" dimaksudkan untuk mencegah kitatidak begitu gampang menjadi takut. Perintah ini adalah yang paling seringdilanggar, karena secara kodrati kita manusia adalah bangsa penakut. Kitamewarisi rasa takut dari manusia pertama yang telah jatuh ke dalam dosa. Kitajuga memiliki sifat binatang penakut ketika lingkungan hidup kita diganggu oleh pihak yang lain. Di dalam dunia ini dan khususnya di sekeliling kita ada begitu banyakcobaan dan ancaman musuh, baik yang kelihatan maupun yang tidak. Maka TuhanYesus meyakinkan kita untuk tidak usah takut, karena ia memimpin hidup kita.Kalau hidup kita sungguh bersama Dia, ketakutan menjadi tidak mungkin. Marilah kita berdoa.Dalam nama... Ya Yesus, semoga dengan perayaan hari Minggu ini, kama dapatmengalahkan semua ketakutan di dalam dunia ini dan memberikan rasa nyaman satuterhadap yang lain. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 Juni 2026Bacaan: Sikap yang tenang memanjangkan umur; iri hati memendekkannya." (Amsal 14:30)Renungan: Kesehatan tubuh kita memang sangat berkaitan dengan suasana hati kita. Ini bukan karena faktor makanan atau gaya hidup yang tidak sehat saja, melainkan lebih dari itu, yaitu tidak menjaga hati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres dan kondisi emosional yang tidak seimbang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik seseorang. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan yang kompleks antara pikiran, emosi, dan tubuh manusia. Ketika seseorang mengalami stres atau ketidakseimbangan emosional, sistem kekebalan tubuhnya dapat terpengaruh, meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. Hati yang tenang merupakan kondisi ketika ia tenang, damai, dan tenteram. Amsal 4:23 menyatakan "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan". Hati yang tenang dapat diartikan sebagai hati yang kudus, bebas dari dosa seperti kepahitan, dendam, iri hati, kesombongan. Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga hati karena hati yang bersih membawa ketenangan. Orang benar merasakan damai sejahtera, ketenangan, dan ketenteraman abadi karena "Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya (Yes. 32:17). Karena itu, menjaga hati agar tetap bersih dan penuh dengan kebenaran adalah kunci untuk mencapai ketenangan batin. Mari kita berusaha hidup benar sehingga hidup kita menjadi tenang dan tentram. Biarlah kita selalu menjaga hati kita agar tetap tenang dan serahkanlah segala kekhawatiran kita kepada Tuhan karena Tuhan yang lebih mengetahui segala isi hati kita. Sementara itu, kita juga berjalan di dalam kebenaran firman-Nya. Itulah yang akan menyegarkan tubuh, jiwa, dan hati kita. Hanya dekat Tuhan saja hati kita akan tenang karena hati yang tenang akan memperoleh kesegaran jiwa dan raga. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah kepahitan dari dalam hatiku, agar damai sejahtera-Mu menguasai hatiku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Keluaran 19: 2-6a; Mazmur tg 100: 2.3.5; Roma 5: 6-11; Matius 9: 35 - 10:8.DIPANGGIL UNTUK DIUTUS, DIUTUS KARENA DIPANGGIL Tema renungan kita pada hari Minggu ini ialah:Dipanggil Untuk Diutus, Diutus Karena Dipanggil. Dalam kehidupan iman,sering kali kita berbicara tentang panggilan dan perutusan seolah-olah keduanyamerupakan dua hal yang berbeda. Padahal, keduanya tidak dapat dipisahkan.Panggilan tanpa perutusan akan kehilangan arah, sedangkan perutusan tanpa panggilanakan kehilangan dasar dan makna. Ketika Tuhan memanggil seseorang, di dalampanggilan itu sudah tersimpan tugas yang harus dijalankan. Sebaliknya, ketikaTuhan mengutus seseorang, perutusan itu lahir karena sebelumnya Tuhan telahmemanggil dan memilihnya. Kitab Suci menunjukkan kenyataan ini berulang kali.Abraham dipanggil untuk meninggalkan negerinya dan sekaligus diutus menjadiberkat bagi banyak bangsa. Musa dipanggil melalui semak yang menyala dankemudian diutus membebaskan bangsa Israel dari perbudakan. Para rasul dipanggilsatu per satu oleh Yesus, bukan sekadar untuk menjadi murid-Nya, melainkan jugauntuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Tidak ada panggilan yang berhenti padadiri sendiri. Setiap panggilan selalu mengarah pada pelayanan dan pengabdianbagi sesama. Kita kadang lebih menyukai salah satu dari keduanya.Ada yang suka berbicara tentang panggilan, tetapi kurang berani menjalankantugas yang dipercayakan. Ada pula yang begitu sibuk dengan berbagai pelayanansehingga lupa merawat hubungan pribadinya dengan Tuhan yang memanggil. Padahal,panggilan dan perutusan harus berjalan bersama. Perutusan memperoleh kekuatandari kedekatan dengan Tuhan, sedangkan panggilan menemukan maknanya ketikadiwujudkan dalam tindakan nyata. Sebagai orang beriman, kita dipanggil bukan hanya untukmenikmati kenyamanan rohani. Tuhan memanggil kita agar menjadi alat kasih-Nyadi tengah dunia. Panggilan menjadi orang tua, guru, imam, biarawan-biarawati,pekerja, atau pemimpin selalu mengandung tanggung jawab yang membawa kebaikanbagi orang lain. Setiap panggilan selalu membawa misi. Tidak ada panggilanuntuk dirinya sendiri. Dengan perutusan, yang pertama-tama bekerja bukanlahkemampuan kita, melainkan Tuhan yang memanggil. Ini membuat kita tetap rendahhati. Kita diutus bukan karena paling pandai, suci, atau kuat, tetapi karenaTuhan memilih dan mempercayai kita. Ketika menghadapi kesulitan, kegagalan,atau penolakan, kita dapat kembali kepada sumber perutusan itu, yaitu Tuhansendiri yang telah memanggil kita sejak awal. Hendaknya kita terus memelihara kesatuan antarapanggilan dan perutusan. Setiap kali mendengar suara Tuhan, hendaknya kita siapmelangkah menjalankan tugas yang dipercayakan-Nya. Dan setiap kali menjalankanperutusan, hendaknya kita tidak lupa kembali kepada Tuhan yang memanggil. Disanalah hidup beriman menemukan kepenuhannya, ketika panggilan menjadipelayanan dan pelayanan menjadi jawaban kasih kepada Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Tuhan, di hari Minggu ini, kami mohon supaya kasih-Mu yang Engkaucurahkan melalui ibadat Ekaristi, berbuah pula dalam kasih bagi diri kamisendiri dan yang kami bagikan kepada sasama kami. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Juni 2026Bacaan: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)Renungan: Ada seorang tentara yang bercerita bahwa selama karir militernya, sudah berkali-kali ia ditugaskan ke daerah konflik. Setiap kali akan berangkat, kesedihan mendalam dirasakannya karena harus berpisah dengan keluarga. Hal yang membuatnya sedih bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan kenyataan kalau ia bisa saja kelak pulang tinggal nama karena gugur dalam tugas. Namun, ia amat memahami tugas dan kewajibannya sebagai tentara sehingga ia tetap berangkat menunaikan tugas. Seperti tentara yang selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan padanya, demikian juga kita sebagai orang percaya harus selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan oleh Tuhan. Salah satu tugas tersebut adalah memberitakan firman. Sayangnya, banyak orang percaya yang masih beranggapan bahwa tugas tersebut merupakan tugas pastor, biarawan, biarawati, guru agama, dan para aktivis gereja. Pemikiran ini tentu saja keliru! Sebab, sesungguhnya Tuhan mempercayakan tugas memberitakan firman kepada semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari-Nya. Artinya, apapun profesi yang kita geluti, memberitakan firman dalam kehidupan sehari-hari adalah keharusan. Sekalipun kita adalah seorang ibu rumah tanggap sepenuh waktu, kita juga harus melakukannya. Memberitakan firman tidak identik dengan pengkhotbah mimbar, akan tetapi hal yang Tuhan inginkan adalah kita menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui tutur kata; sikap dan perbuatan; pola pikir; etos kerja; dan seluruh hidup kita. Singkat kata, memberitakan firman adalah menunjukkan kehidupan yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan panggilan Tuhan, yaitu memberitakan firman-Nya sampai keujung bumi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku aku dapat mewartakan kasih-Mu, sehingga banyak orang semakin mengenal Engkau sebagai Sang Sumber Kasih dan keselamatan. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elan Parera, Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komuntias Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 8: 2-3.14b-16a; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; 1 Korintus 10: 16-17; Yohanes 6: 51-58.KITA HIDUP OLEH TUBUH DAN DARAHKRISTUS Tema renungan kita pada hariMinggu ini ialah: Kita Hidup Oleh Tubuh Dan Darah Kristus. Hari Raya Tubuh danDarah Kristus yang Mahakudus mengundang kita untuk merenungkan kebenaran yangmendalam: Kristus tidak hanya mengajar kita dari kejauhan. Dia memberikandiri-Nya sepenuhnya kepada kita. Dalam Ekaristi, Yesus menjadi makanan danminuman kita sehingga kita dapat memiliki hidup di dalam Dia dan melanjutkanperjalanan kita dengan kekuatan, harapan, dan kasih. Dalam Injil, Yesus berkata terusterang bahwa tubuh-Nya sebagai daging Anak Manusia dan darah-Nya adalah makananyang sepatutnya kita santap. Ini mengungkapkan lebih dari sekadar kuasa-Nyauntuk menyediakan makanan materi, tetapi suatu karunia yang lebih dalam. Sama seperti orang-orang dipelihara secarafisik, Kristus memelihara kita secara rohani melalui Tubuh dan Darah-Nya.Manusia lapar akan banyak hal seperti: penerimaan, kedamaian, makna,pengampunan, dan cinta. Tidak ada suatu pemberian dari dunia ini yang dapatsepenuhnya memuaskan rasa lapar Kita. Hanya Kristus yang dapat memenuhikerinduan terdalam hati manusia. Ekaristi mengingatkan kita bahwa Tuhan memahamikelemahan kita. Kita sering menjadi lelah, putus asa, dan terbebani olehpergumulan hidup. Kadang-kadang kita mungkin merasa tidak memadai dalampanggilan, tanggung jawab keluarga, pelayanan, studi, atau pekerjaan kita.Namun Yesus tidak membiarkan kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri.Setiap kali kita menerima Ekaristi dengan iman, Dia berbagi hidup-Nya sendiridengan kita. Kesabaran-Nya memperkuat ketidaksabaran kita. Kasih-Nya menyembuhkanhati kita yang terluka. Keberaniannya menopang kita ketika kita merasa takut. Ekaristi juga merupakan panggilan untuk menjadi apayang kita terima. Kita menerima Tubuh Kristus supaya kita dapat menjadi TubuhKristus bagi orang lain. Roti yang dipecahkan untuk kita menantang kita untukberbagi diri kita dengan murah hati. Cawan keselamatan mengundang kita untukmencurahkan hidup kita dalam pelayanan, belas kasihan, dan pengampunan.Dipelihara oleh Kristus, kita diutus untuk memelihara orang lain melaluikata-kata, kehadiran, dan tindakan kebaikan kita. Ada seorang bapa berbagi cerita tentang Ekaristiharian dan mingguan yang menopang dirinya dan keluarga. Beban hidup dantanggung jawab memelihara keluarga merupakan tugas setiap hari yang tidak bolehdiabaikan. Maka setiap kali menghadiri Ekaristi menjadi kesempatan untukmenerima Tuhan Yesus dan membawa Dia ke dalam setiap situasi dan kegiatanhidupnya. Seperti bapa itu, kita sering menemukan bahwa kekuatan kita tidakmencukupi. Ekaristi mengingatkan kita bahwa kita tidak ditopang oleh upaya kitasaja. Kita hidup oleh Kristus sendiri. Dia memberi kita makan sehingga kitadapat melanjutkan perjalanan kita dengan setia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Tuhan Yesus, Engkau berikan kepada kami Tubuhdan Darah-Mu sebagai makanan hidup yang kekal. Ketika kami lemah, kuatkan kami.Ketika kami putus asa, perbarui harapan kami. Ketika kami tergoda untuk hanyamengandalkan diri kami sendiri, ingatkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami.Semoga setiap Ekaristi memperdalam persatuan kami dengan-Mu dan mengubah kamimenjadi instrumen kasih-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa …
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 31 Mei 2026Bacaan: Sungguh, alangkah baiknya dan Indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" (Mazmur 133:1)Renungan: Kita sering mendengar kesaksian bahwa keluarga yang hidupnya rukun, senantiasa dilimpahi berkat Tuhan. Berkebalikan dengan keluarga yang sering berantem, itu jauh dari berkat-Nya. Hal ini juga bisa terjadi dalam perusahaan. Perusahaan yang seluruh karyawannya bisa tinggal bersama dengan rukun dan satu sama lain bisa menjalin kerjasama dengan baik, akan punya peluang untuk bertumbuh sehat dan berhasil. Kebalikan dengan perusahaan yang karyawannya sering demo, bikin onar, satu sama lain saling menjegal, perusahaan sulit untuk bisa bertumbuh dan berkembang. Pemazmur memberikan kesaksian bahwa keluarga yang tinggal bersama dengan rukun senantiasa berkelimpahan berkat. "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" Pemazmur mengatakan hal ini karena di mana kita dapat tinggal bersama dengan rukun, Tuhan memerintahkan berkat dan kehidupan untuk selama-lamanya (ay. 3). Rukun disini digambarkan seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut dan ke leher jubah. Juga seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Artinya, ada pemerataan. Minyak yang baik tidak hanya ditampung di kepala saja, tetapi turun ke janggut dan leher jubah. Demikian juga embun yang adalah lambang kesuburan tidak ditampung oleh gunung Hermon yang besar saja, tetapi dibagi turun ke gunung-gunung yang kecil juga, yakni Sion. Apakah kita sebagai anggota masyarakat sudah diam bersama dengan rukun satu sama lain, atau sebaliknya? Meresponi firman Tuhan, marilah kita senantiasa mengusahakan hidup bersama dengan rukun, baik kita sebagai anggota keluarga, karyawan, maupun anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian, janji Tuhan akan digenapi-Nya, "kesanalah berkat-berkat Tuhan dicurahkan." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang penuh dengan damai sejahtera, sehingga aku dapat membina hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 24 Mei 2026Bacaan: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." (Yohanes 4:34)Renungan: Suatu malam ada seorang pemuda pulang dari latihan drama kemalaman. Semua warung tenda kebanyakan sudah tutup, padahal dia lapar. Akhirnya, ia pun terpaksa makan mie goreng di salah satu warung tenda yang bukan langganannya. Ternyata, ketika subuh perutnya diare. Akibatnya, dia berkali-kali buang air besar, sehingga menjadi kurang tidur dan badannya sangat lemas. Ia pun memutuskan berobat ke dokter dan minta surat izin untuk tidak bekerja. Ia pun kemudian istirahat seharian dan berpantang makan beberapa jenis makanan. Fisik kita yang semula sehat dapat jatuh sakit atau kondisi drop karena mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, demikian halnya tubuh rohani kita. Untuk itu, demi menjaga tubuh jasmani dan rohani senantiasa sehat, kita harus mengonsumsi makanan yang sehat, bersih, dan bergizi. Rahasia Yesus bisa sehat rohani dan jasmani meski kegiatan sangat padat dan menghadapi berbagai pergumulan adalah Dia melakukan kehendak Bapa yang mengutus diri-Nya dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Artinya, Yesus melakukan kebenaran firman Tuhan. Hal ini juga berlaku bagi kita sebagai orang percaya. Kalau kita ingin rohani yang sehat, maka kita harus senantiasa melakukan kebenaran firman-Nya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita menolak memasukkan segala sesuatu yang bisa bikin rohani sakit seperti iri hati, amarah, perselisihan, atau percabulan. Makanan rohani sama pentingnya dengan makanan jasmani. Jangan sampai rohani sakit, bahkan mati karena kita enggan mempraktikkan firman Tuhan. Karena itu pastikan diri sendiri merenungkan firman-Nya dan berdoa. Jangan sampai kita 'rajin' membaca berita yang disuguhkan oleh media sosial, tetapi kita jarang membaca firman Tuhan. Ketika asupan rohani kita cukup, kita akan mampu menghadapi tantangan hidup. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu kehidupan rohaniku bertumbuh. Mampukan aku untuk dapat memberikan makan bagi rohaniku sehingga aku dapat menjalani hidup ini penuh dengan ketenangan, karena aku tahu bersama dengan Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 17 Mei 2026Bacaan: Jawab Hizkia kepada Yesaya, "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Namun, pikirnya, "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" (2 Raja-raja 20:19)Renungan: Hizkia mendapat takhta kerajaan Israel di usia yang terbilang muda, 25 tahun. la "berperilaku" baik dibanding dengan raja-raja yang pernah memerintah sebelumnya. la takut akan Tuhan dan berusaha membawa umat Israel kembali hidup di jalan Tuhan. la melakukan banyak pembaruan radikal dan menghidupkan kembali berbagai perayaan yang bertahun-tahun terlupakan. Sungguh sebuah catatan kehidupan yang menakjubkan, bukan?Hingga suatu ketika Hizkia sakit keras dan ia dinubuatkan akan mati. la pun berseru-seru kepada Tuhan memohon belas kasihan-Nya. Doanya dijawab. Tuhan menyembuhkannya, menambah masa hidupnya 15 tahun lagi. Pengalaman rohani yang mengagumkan, bukan? Selama 15 tahun itu pula Tuhan membuat kerajaannya begitu kuat dan disegani. Sayang, semua ini membuat Hizkia berubah tinggi hati. Tujuan hidupnya tidak lagi memuliakan Tuhan, sebaliknya mencari pujian bagi dirinya sendiri. la lupa diri bahwa semua pencapaiannya adalah berasal dari Tuhan semata. Hati manusia memang rentan berubah karena sebuah situasi. Ketika dalam situasi tertekan, ia tampak mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Hatinya dilimpahi sukacita besar karena semua pertolongan dan berkat Tuhan. Namun, betapa sulitnya menjaga hati tetap murni. Jika tidak waspada, hati lambat laun berubah. Jika tidak waspada, hati mudah terbuai oleh pujian orang-orang di sekitarnya. Jika sudah demikian, ia pun mulai lupa diri dan lupa kepada Tuhan. Semua pencapaian yang diperolehnya pun diakui sebagai usaha pribadi dan bukan lagi karena berkat dari Tuhan. Dari lupa diri ia menjadi keras hati. Setiap teguran firman Tuhan yang berusaha mengingatkannya pun tidak lagi dihormatinya. Jika sudah begini, ia tidak lama lagi pasti direndahkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering mencuri kemuliaan-Mu. Ketika aku susah aku datang pada-Mu. Ketika aku dipulihkan aku merasa itu adalah hasil usahaku sendiri. Ampunilah aku Yesus, karena aku orang berdosa. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 10 Mei 2026Bacaan: "Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi oreng yang pandai, berdiam diri." (Amsal 11:12)Renungan: Pada tahun 2020, perusahaan sepeda asal Belanda, VanMoof memutuskan akan menjual 90% barangnya secara online. Tentu saja, dalam berjualan online sangat penting untuk memastikan barang yang dikirimkan bisa tiba ke tangan konsumen dalam kondisi tetap sempurna. Apalagi penjualan mereka adalah ke seluruh dunia. Mereka amati banyak konsumen kompetitor mereka kecewa karena sepeda mereka tiba dalam kondisi cacat. Muncullah ide yang cukup unik. Mereka mengirim sepeda dengan boks kardus yang sangat besar, kira-kira seukuran boks TV layar datar ukuran 50 inch. Nah, di bagian depan boks itu, dicetak gambar TV selain tentu juga sepeda. Sepintas boks itu lebih mirip boks TV daripada sepeda, dan memang itulah tujuannya. Faktanya, pihak ekspedisi akan lebih berhati-hati jika mengirimkan TV. Dengan mendesain boks mereka mirip boks TV, maka sepeda mereka diperlakukan dengan lebih hati-hati, selayaknya membawa TV. Ketika kita sadar apa yang berada di dalam sebuah boks, maka sikap kita terhadap boks itu juga akan menyesuaikan. Sikap saat membawa boks berisi kue ulang tahun akan berbeda dengan sikap saat membawa boks berisi kue kering. Sikap saat membawa boks bertuliskan "Barang Pecah Belah" atau "Jangan Ditumpuk" akan beda dengan sikap saat membawa boks berisi boneka. Apakah hal serupa juga kita lakukan saat menilai manusia? Jika kita tahu bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:27), akankah kita bersikap semena-mena pada sesama? Jika kita mengimani Kristus telah mati demi menebus umat manusia, sadarkah kita jika itu berarti tiap manusia amatlah berharga? Dunia menilai manusia hanya dari sisi luarnya saja. Namun, anak Tuhan mesti melihat dengan cara yang berbeda. Lihat sesama kita seperti cara Tuhan memandang mereka. Bukan hanya melihat dari tampilan luar, tapi melihat mereka sebagai jiwa-jiwa yang harus dikasihi dan dihargai sebagai sesama ciptaan Tuhan yang mulia dan berharga. Pandang juga diri kita dengan cara yang sama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kemampuan untuk bisa melihat sesamaku seperti Engkau melihat mereka baik adanya, sehingga aku selalu melihat sesamaku dengan kacamata positif. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 3 Mei 2026Bacaan: "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32)Renungan: Ada pepatah berkata, "Lebih mudah membangun daripada mempertahankan. Pepatah ini menggambarkan hubungan atau relasi antar manusia. Untuk menjalin relasi dengan orang lain bukan hal yang mudah, tetapi justru lebih mudah untuk menghancurkan relasi tersebut. Kenyataannya memang untuk mempertahankan relasi itu cukup sulit, karena kebanyakan orang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri. Hal inilah yang sering menjadi awal dari perpecahan. Permasalahan inilah yang menjadi keprihatinan Rasul Paulus terhadap orang-orang Kristen di Efesus. Relasi di dalam jemaat Efesus kala itu adalah relasi yang baru terbentuk sehingga memiliki resiko yang tinggi terhadap munculnya konflik dan perpecahan. Rasul Paulus menasihati mereka untuk membuang segala rasa sakit hati di antara satu dengan yang lain sebagai umat Tuhan. Mereka harus melandaskan hidup mereka dengan mengingat akan kasih Kristus yang telah diberikan kepada mereka. Harapan Paulus dengan berlandaskan kasih Kristus, dapat terbangun keramahan untuk saling merangkul dan sikap saling mengampuni. Akhirnya dapat terwujud kehidupan bersama sebagai Tubuh Kristus. Hal yang sama juga Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita sehari-hari. Membangun relasi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan dsb, bukan hal mudah karena setiap orang mempunyai ego masing-masing. Namun kita harus menyadari bahwa salah satu hal terindah dalam kehidupan adalah terjalinnya relasi yang baik antar sesama. Sebab itu ciptakanlah relasi yang dapat bertahan dan menyatu membentuk ikatan yang menghidupkan. Landaskan kehidupan ini dengan kasih Kristus, kasih yang mengajarkan keramahan dan saling memaafkan. Dengan demikian kita mampu membangun relasi yang indah, termasuk dengan mereka yang di luar Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar dapat menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 26 April 2026Bacaan: Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku." (Mazmur 101:2)Renungan: Semua orang pasti ingin hidup panjang umur. Bagaimana seandainya kita dikaruniai umur panjang, tapi tidak dapat berbuat apa-apa? Masihkah kita mau panjang usia? Banyak orang ingin memiliki usia yang panjang namun mereka tidak memikirkan kualitas hidup yang seperti apa yang akan mereka jalani. Mereka juga belum tentu berusaha memelihara hidup sehat dan berkualitas. Orang cenderung hanya memikirkan ingin panjang usia, sering tidak berpikir bagaimana harus meningkatkan kualitas hidupnya. Kitab Pengkhotbah 8:12 mengatakan, "walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya." Hidup yang berkualitas adalah hidup yang senantiasa berpegang pada Tuhan. Orang yang hidupnya betul-betul percaya akan pemeliharaan Tuhan akan selalu bersyukur. Orang yang tahu bersyukur, itulah yang menikmati kebahagiaan hidup. Tak peduli berapa lama ia akan hidup, yang terutama adalah hidup dijalani dengan iman percaya, berkualitas, disertai rasa syukur kepada Tuhan. Hiduplah dengan tulus dan berkenan kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu. Bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 19 April 2026Bacaan: "Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu." (Ulangan 30:19)Renungan: Hidup ini penuh dengan pilihan, dan setiap hari kita diperhadapkan pada beragam pilihan. Kita bisa memilih untuk tidur sampai siang dan bermalas-malasan, tetapi kita juga bisa memilih untuk bangun pagi-pagi dan mulai beraktivitas, bekerja serta mengusahakan sesuatu. Kita bisa memilih untuk berbuat baik, namun kita juga bisa memilih untuk berbuat jahat. Yang pasti, semua pilihan yang kita buat tentu ada akibatnya. Tangan orang malas mendatangkan kemiskinan, tetapi tangan orang rajin mendatangkan banyak rejeki. Orang yang berbuat baik akan menuai kebaikan, tetapi orang yang berbuat jahat akan menuai kejahatan juga. Di dalam hidupnya, Esau telah menentukan pilihan-pilihan yang mendatangkan penyesalan dan kesusahan baginya, karena jalan hidupnya selanjutnya ditentukan oleh akibat pilihan-pilihan yang sudah ia buat. Menukar hak kesulungannya dengan sepiring bubur kacang merah merupakan salah satu contoh dari pilihan Esau yang akhirnya melahirkan penyesalan yang teramat sangat, sehingga ia akhirnya menangis meraung-raung ketika mengetahui bahwa Ishak ayahnya telah memberikan berkat kesulungan itu kepada Yakub. Pilihan berikutnya yang dibuat oleh Esau adalah menikahi wanita-wanita Kanaan yang sangat tidak diharapkan oleh kedua orang tuanya dan hal itu pun membuatnya merasa bersalah kepada orang tuanya, sehingga untuk "mengobati" kekecewaan mereka, ia berusaha menikah lagi dengan Mahalat seorang wanita kerabatnya yang tidak lain adalah anak Ismael. Karena pilihan yang dibuatnya, Esau harus melewati saat-saat yang tidak menyenangkan, ia disiksa oleh rasa kebencian kepada adiknya Yakub, bahkan ia pernah bermaksud membunuh adiknya itu. Pilihan-pilihan yang diambil akan mempengaruhi hidup dan masa depan seseorang. Seperti sebuah kata bijak mengatakan, "Keputusan yang engkau ambil hari ini, akan menentukan apa yang akan terjadi pada hari esok". Tuhan telah memberikan banyak arahan atau rambu-rambu melalui firman-Nya, agar kita bisa memilih apa yang baik dan berkenan kepada-Nya. Jika kita menginginkan kehidupan yang diberkati, pilihlah apa yang baik dan yang berkenan kepada Tuhan. Kita tidak akan pernah bisa menarik kembali waktu yang sudah berlalu dan kemudian mengubah pilihan-pilihan yang sudah kita buat. Yang dapat kita lakukan adalah memilih yang baik dan benar hari ini, sehingga tidak ada penyesalan di hari esok! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku memohon hikmat-Mu di dalam setiap pilihan yang kuambil, sehingga aku dapat menyukakan hati-Mu dengan pilihanku itu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 April 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Ada seorang raja yang mempunyai penasihat yang cukup bijak. Penasihat itu selalu ikut ke mana pun raja pergi. Kata-kata nasihat yang hampir selalu keluar dari mulut sang penasihat itu adalah, "Semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan." Suatu hari, raja pergi berburu dan mengalami sedikit kecelakaan. la tidak sengaja menembakkan anak panah ke kakinya sendiri, sehingga kakinya terluka. Ia bertanya kepada penasihatnya apa pendapatnya mengenai kecelakaan itu dan sang penasihat menjawab, "Semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan." Kali ini raja menjadi sangat marah atas jawaban yang selalu sama yang ia terima dari penasihatnya. Atas perintahnya, penasihat itu dimasukkan ke dalam penjara. "Sekarang apa lagi yang hendak engkau katakan?" tanya raja. "Apa yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan," lagi-lagi penasihat itu memberikan jawaban yang sama. Penasihat itu pun tetap dimasukkan ke dalam penjara. Beberapa waktu kemudian raja pergi berburu lagi, tapi kali ini tanpa penasihat yang mendampinginya. Segerombolan kanibal menangkap sang raja kemudian membawanya ke kamp mereka untuk dijadikan makan malam para kanibal. Sebelum dimasukkan ke dalam periuk besar, para kanibal terlebih dahulu memeriksa tubuhnya. Mereka melihat bahwa di kaki raja ada luka, maka mereka pun memutuskan untuk mengembalikannya ke hutan. Sesuai tradisi kanibal, mereka tidak akan memakan apa pun yang ada cacatnya. Raja pun merasa senang. la kini menyadari kebenaran dari apa yang pernah dikatakan oleh penasihatnya bahwa apa yang terjadi pasti akan mendatangkan kebaikan. Alkitab berkata bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. "Dalam segala sesuatu" berarti dalam setiap keadaan, bukan hanya keadaan ataupun kejadian yang menyenangkan, tetapi juga dalam keadaan yang menyakitkan dan tidak pernah kita harapkan. Benar sekali bahwa Allah bisa memakai semua yang terjadi dalam hidup kita untuk satu tujuan tertentu. Kita bersyukur bahwa tujuan yang dirancangkan Allah bagi kita adalah untuk kebaikan kita semata-mata. Jika kita kembali merenungkan, banyak kejadian di masa lalu yang kemudian membentuk serta mempersiapkan kita menjadi seperti sekarang ini. Pengalaman masa lalu bisa menjadikan kita satu pribadi yang lebih baik. Untuk itu kita perlu belajar melihat sisi positif dari setiap kejadian. Apa pun tantangan yang diperhadapkan kepada kita hari ini, ingatlah bahwa itu terjadi untuk membawa kita kepada tingkatan berikutnya. Asalkan kita bisa menyikapi semua yang terjadi dengan sikap positif dan keyakinan bahwa Allah selalu menyertai kita. Kita tidak akan mengerti sepenuhnya bagaimana kejadian buruk mendatangkan kebaikan bagi kita, namun percayakanlah semuanya kepada-Nya yang akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup bekerja dalam segala kejadian untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 April 2026Bacaan: "Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut." (1 Yohanes 3:14)Renungan: Ada begitu banyak ayat Alkitab yang meneriakkan kata kasih agar yang tak mendengar dapat mendengar, dan yang tak mau mendengar menjadi terusik sehingga mau mendengar. Kasih adalah ciri khas dari kehidupan kekristenan, yang membedakan kita dengan dunia ini. Mengasihi bukanlah pilihan bagi para pengikut Kristus, melainkan sebuah keharusan, yang sama halnya seperti manusia dengan makanan. Mau tidak mau, atau enak tidak enak, manusia akan tetap makan agar dapat bertahan hidup. Jadi baik atau tidak baik situasi, kondisi dan tempatnya, kita harus tetap dapat mengasihi. Namun bila akhirnya kita menjadikan kasih sebagai sebuah pilihan, maka hari ini ada begitu banyak orang yang kita bunuh. Ya, menjadi pembunuh, itulah hasil akhir dari pilihan kita, karena kita gagal menjadi penunjuk jalan bagi orang-orang "dunia" untuk menuju kepada jalan kebenaran dan hidup. Inilah alasan mengapa kasih menjadi begitu penting, sehingga firman-Nya terus menggedor hati kita agar kita hidup sebagai anak-anak terang yang memancarkan kasih-Nya. Sebab, seperti apa dan bagaimana kita hidup, maka seperti itulah orang akan memandang Kristus. Jika kita hidup sebagai pemarah atau pendendam, maka seperti itulah Kristus di hadapan orang-orang yang tidak mengenal-Nya. Kristus yang adalah Kasih, berubah menjadi Pribadi yang buruk karena keangkuhan, keegoisan, dan kegengsian kita yang tidak mau mengampuni. Di dalam Kristus, hal mengasihi bukan lagi sebuah kemustahilan. Untuk itu, jika kita masih merasakan sebaliknya, maka sesungguhnya la tidak ada di dalam kita, dan kita tidak pernah mengenal-Nya. Saat dunia membutuhkan alasan atau syarat untuk mengasihi, la justru mengajarkan kita untuk mengasihi tanpa syarat, sama seperti Dia yang mengasihi kita tanpa syarat. Maukah kita belajar mengasihi? Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin belajar memiliki kasih yang Engkau ajarkan kepadaku, agar aku dapat mengasihi tanpa mencari alasan untuk apa aku mengasihi. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 29 Maret 2026Bacaan: Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia." (Lukas 24:16) Renungan: Ada sebuah kisah menarik dalam Injil Lukas 24:13-35, ketika Tuhan Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus. Suatu hari dua murid Yesus sedang berjalan menuju sebuah kampung. Mereka sibuk membahas apa yang sedang terjadi setelah wafatnya Yesus di kayu salib. Dalam perjalanan tersebut tiba-tiba Tuhan Yesus datang mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka, namun mereka tidak mengenal Dia. Kalau dipikir dengan logika sederhana, bagaimana mungkin kedua murid itu tidak mengenal Tuhan Yesus? Bukankah baru tiga hari Yesus meninggalkan mereka? Bukan waktu yang lama sampai bisa membuat mereka lupa akan wajah-Nya, tetapi itulah yang terjadi. Dalam kisah selanjutnya di ayat 16 dikatakan, "Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia." Ada sesuatu yang menghalangi mata mereka sehingga mereka tidak mengenal Tuhan Yesus! Sebagai murid yang ditinggal oleh Gurunya, wajar bila mereka merasa ketakutan, sedih, kecewa, dan bahkan mungkin kehilangan harapan. Rasa bingung dan putus asa telah menutupi pandangan mereka. Mata mereka seolah tertutup, tidak mengenali Tuhan Yesus meski Dia berada tepat bersama mereka. Masalah bisa menghalangi kita memandang Tuhan. Tuhan menjadi seolah hilang, tidak kelihatan. Jarak juga bisa mengubah persepsi kita tentang Tuhan. Kalau kita jauh dari Tuhan, la seolah terlihat kecil. Oleh sebab itu, selalulah berusaha untuk mendekat kepada Tuhan dan la pun mendekat kepada kita. Ketika kita terus mengarahkan pandangan kepada Tuhan, kita akan bertambah kuat. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menjauh, kitalah yang berubah menjadi tidak setia. Tuhan selalu mengarahkan pandangan-Nya kepada kita anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jika beban berat datang melanda hidupku, buka mataku Tuhan untuk selalu bisa memandang-Mu. Aku percaya tak ada masalah yang bisa memisahkan aku dari kasih-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 22 Maret 2026Bacaan: "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (Mikha 6:8) Renungan: Seorang pria Jordania yang benama Bakr Melhem merasa kesepian karena hidup terpisah dengan istrinya yang berada di luar kota. Karena kesepian, pria ini lalu iseng-iseng mencoba untuk berselingkuh dengan wanita lain dalam dunia maya melalui chatroom (ruang ngobrol) di internet. Setelah tiga bulan saling chatting, mereka benar-benar merasa cocok dan saling jatuh cinta. Bahkan sepasang kekasih di dunia maya ini berniat menikah. Mereka lantas membuat janji untuk bertemu sebuah tempat. Namun saat mereka berdua bertemu, mereka terkejut dan terkesima. Bukannya apa-apa, tapi ternyata wanita selingkuhan di internet ini adalah istrinya sendiri. Kontan saja mereka berdua saling menuduh bahwa ia pasangan yang tidak setia. Rencana perkawinanpun batal dan sebaliknya mereka berdua sepakat untuk cerai karena satu sama lain tidak setia! Kesetiaan memang menjadi barang langka bagi peradaban dunia modern ini. Begitu mudahnya seorang suami berselingkuh dengan wanita lain, sementara itu si istri juga tidak mau kalah dan segera mencari pria idaman lain. Ujung-ujungnya pun sudah bisa ditebak, mereka memutuskan untuk cerai. Semua ketidaksetiaan ini biasanya dipicu oleh pendapat umum yang berkata bahwa rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau dibandingkan dengan rumput di halaman kita sendiri. Terjebak dengan pandangan yang seperti ini membuat satu sama lain mengorbankan kesetiaan demi mendapatkan sesuatu yang lebih hijau dan bening, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Kesetiaan juga tidak hanya dibutuhkan oleh pasangan hidup yang sudah menikah, namun yang sedang berpacaran juga membutuhkan kesetiaan satu sama lainnya. Kesetiaan dibutuhkan juga dalam hubungan kita dengan dunia kerja, dengan mitra bisnis kita. Kesetiaan juga dibutuhkan dalam hubungan antara orang tua dengan anaknya, antara saudara yang satu dengan saudara yang lainnya. Kesetiaan juga dibutuhkan dalam pelayanan kita, pekerjaan Tuhan membutuhkan kesetiaan kita. Dan yang paling utama adalah dibutuhkan kesetiaan dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan Yesus. Sudahkah kita menjadi pribadi yang setia kepada Tuhan Yesus, ataukah kita terkadang melakukan "selingkuh rohani" dengan berpaling kepada ilah-ilah lain seperti dukun atau paranormal. Apakah kita lebih setia kepada tayangan di medsos dibandingkan dengan berdoa kepada Tuhan? Apakah kita lebih setia menjelajah di internet setiap hari dibandingkan dengan kesetiaan kita dalam membaca Firman Tuhan? Mari belajar untuk menjadi pribadi yang setia, karena Tuhan Yesus selalu setia kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesetiaan terhadap pasangan, keluarga, pekerjaan dan terlebih pada-Mu sendiri. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Maret 2026Bacaan: "Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, (1 Petrus 1:24-25)tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu."Renungan: Alkisah ada seorang pengusaha kaya yang mendirikan sebuah pabrik kertas yang besar. Ketika segala sesuatu telah siap untuk beroperasi sesuai dengan rencana, pengusaha itu lantas memerintahkan kepada orang kepercayaannya untuk menuliskan di gerbang pabrik itu sebuah kata, yaitu "Relinquenda" yang artinya "Aku akan meninggalkannya!" Pengusaha itu telah bersusah payah bertahun-tahun mengumpulkan modal untuk membangunnya dan dengan keberhasilannya membangun pabrik itu, ia dikagumi oleh kawan-kawannya dan dipuja oleh masyarakat. Pengusaha itu amat yakin bahwa ia akan memperoleh keuntungan yang besar, tetapi mengapa ia harus menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya yang megah dan besar itu? Ternyata ia sadar bahwa pada suatu ketika ia akan pergi menghadap Tuhannya dan segalanya akan ditinggalkannya. Di dalam keberhasilan hidup kadang kita lupa diri dan selalu menyombongkan keberhasilan yang telah kita capai. Kita lupa bahwa apa yang kita capai hanyalah kepercayaan yang sifatnya sementara. Jika kita renungkan tindakan pengusaha yang menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya, tentu harus diakui bahwa tindakannya itu sungguh arif sebab ternyata suka atau tidak suka, segala sesuatu akan kita tinggalkan. Banyak orang yang terikat pada dunia ini. Kita menganggap bahwa harta kekayaan adalah segala-galanya. Kita bahkan tidak segan-segan melakukan perbuatan jahat demi memperoleh kekayaan atau demi mempertahankan kekuasaan. Kita lupa bahwa semuanya hanya sementara dan akan ditinggalkan. Baik kita orang tak berharta ataupun orang berharta dan berkuasa, marilah kita bersikap arif. Tuliskanlah "Relinquenda" di atas seluruh kekayaan dan kekuasaan kita karena semua itu akan kita tinggalkan. Marilah kita memuliakan Kristus di atas segala yang kita kasihi dan di atas segala yang kita miliki sebab hanya dengan demikian kita akan berkenan kepada-Nya. Harta kekayaan serta kedudukan bersifat sementara. Sebab itu selama kita masih berada di dunia ini, kejarlah terutama harta rohani yang sifatnya kekal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari keterikatan dengan hal-hal duniawi agar ketika semua harus kutinggalkan, hatiku tetap bebas merdeka karena hatiku hanya terikat pada-Mu saja. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Maret 2026Bacaan: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26)Renungan: Suatu hari, seorang ilmuwan bertanya kepada guru agamanya, "Pak, apakah inti yang terpenting dalam agama?" "Jangan melakukan segala dosa, sebaliknya jalankan semua amal dan kebaikan," jawab sang guru agama. Ilmuwan itu menganggap bahwa itu adalah jawaban standar yang terlalu luas dan kurang jelas. Karena itu dia berkata "Apa yang Bapak katakan itu terlalu sederhana. Anak berusia tiga tahun pun tahu dengan jawaban seperti itu," ujarnya. "Memang anak kecil juga akan mengerti, tetapi orang tua yang telah berusia delapan puluh tahun belum tentu bisa melakukannya," jawab sang guru. Banyak motivator, buku-buku laris, dan seminar yang memberi kita penjelasan bagaimana menempuh jalan sukses. Namun, hanya sebagian orang saja yang benar-benar mengecap kesuksesan. Setiap minggu, juga banyak hamba Tuhan di gereja, mulai dari Pastor ataupun Pendeta yang membagikan rahasia hidup dalam kedamaian, sukacita dan keberhasilan, namun, mengapa hanya sebagian kecil saja yang hidupnya berubah setelah mendengar kotbah dari mimbar? Di Alkitab, juga banyak rahasia untuk memperoleh keberhasilan dalam segala hal, namun mengapa orang yang rajin membaca Alkitab sekalipun, hidupnya bahkan tidak berubah? Jawabannya adalah, karena kita sering kali hanya sebatas membaca dan tahu, tetapi tidak berlanjut melakukannya dalam tindakan nyata. Seseorang berkata, "Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa tindakan." Berapa banyak kita mendengar tentang seseorang yang ingin kaya, ingin terkenal, ingin pintar, tetapi ia sendiri tidak melakukan apa-apa. No action, talk only. Segudang ilmu dan pengetahuan tidak akan berguna bila kita tidak menggunakannya. Tindakan nyata memang selalu lebih efektif dan membuat kita memiliki kemampuan dan keberhasilan yang lebih, dari pada orang yang hanya mempelajari teori saja. Jadi, mari jangan hanya mendengar kotbah dan membaca Alkitab saja, tapi mari melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, supaya hidup kita selalu dipenuhi dengan keberhasilan dan kedamaian. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku pribadi yang dewasa, bukan hanya dalam usia tetapi dalam pikiran, perkataan, tindakan dan karakterku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Maret 2026Bacaan: Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat. Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga in melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekelling Elisa." (2 Raja-raja 6:17).Renungan: Sebuah kata-kata bijak berbunyi seperti ini: "Semua manusia hidup dibawah langit yang sama. Tetapi tidak semua orang memiliki cakrawala yang sama." Semua manusia entah dibelahan bumi yang mana memiliki langit yang sama, tetapi cakrawalanya pasti berbeda. Kita yang berada di Pulau Jawa misalnya, pada bulan Agustus kita cerah berawan, tetapi yang berada di Sulawesi mendung dan gelap karena sudah turun hujan. Langitnya sama tetapi cakrawala dan cuacanya berbeda. Dari gambaran di atas kita mendapatkan hikmat bahwa, semua manusia itu hidup di dunia yang sama, tetapi terkadang kita harus mengalami keadaan yang berbeda. Bahkan mungkin kita sama-sama anak Tuhan yang percaya pada Yesus suatu saat keadaan kita pun bisa berbeda. Bagi seorang petani hujan itu sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu tetapi bagi orang yang akan mengadakan pesta pernikahan kalau bisa jangan sampai hujan. Tergantung dari sudut mana seorang memandangnya. Bayangkan jika di bumi ini hanya musim kemarau terus, pasti manusia akan mengalami krisis karena kekeringan. Sebaliknya jika di bumi ini hanya ada musim hujan saja, maka kita pasti akan mengalami air bah dan tenggelam. Panas kita butuhkan, hujanpun kita butuhkan. Tertawa itu perlu tetapi air mata itu juga berguna. Karena itu jika hari ini kita sedang mengalami kesuksesan ingatlah bahwa satu saat kita akan mengalami tantangan dan masalah. Sebaliknya jika saat ini kita sedang tertekan karena masalah, maka ingatlah bahwa tidak selamanya kita akan terus menangis, suatu saat kelak kita pasti akan tertawa. Jangan pernah menyesali dan meratapi kehidupan ini. Kita perlu menjadi petani di musim hujan namun percayalah kita akan menjadi seorang yang akan mengadakan pesta saat musim kemarau. Sikap hati dan cara pandang yang benar akan membantu kita untuk dapat selalu mensyukuri cakrawala dan keadaan kita. Mari, lihatlah hal yang buruk dengan cara pandang yang baik, secara mengejutkan kita akan melihat hal-hal yang positif. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap musim dalam hidupku, sebab aku percaya Engkau selalu hadir di setiap suka dan duka hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 22 Februari 2026Bacaan: "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:14) Renungan: Seseorang pernah berkata demikian tentang jawaban dari sebuah doa, "Masalah terbesar dari doa adalah bagaimana membiarkan doa terus mengalir dan mengizinkan Allah menjawab sesuai dengan cara-Nya." Ada satu kisah yang menarik dari seorang anak, tentang sikap dan ketulusannya di dalam menerima jawaban doa. Hari itu Adi dititipkan oleh mamanya di rumah neneknya, tetapi neneknya pergi bersama teman-temannya sehingga Erny, yaitu tantenya yang harus menjaga Adi. Adi segera mengambil kelerengnya dan bermain bersama beberapa orang temannya, tetapi tiba-tiba ia berlari dan menghampiri Erny yang sedang memasak di dapur. Dengan lugu Adi berkata, "Tante kelereng Adi hilang satu. Tante boleh nggak Adi sekarang berlutut dan meminta Tuhan untuk membantu Adi menemukan kelerang Adi yang hilang itu?" Tanpa pikir panjang, Erny pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Kemudian Adi berlutut, ia melipat kedua belah tangannya dan berdoa, katanya, "Bapa yang baik, kelereng Adi hilang satu dan Adi mau supaya Engkau membantu Adi untuk menemukannya. Amin Setelah selesai berdoa, Adi segera bangkit dan bermain kembali. Ketika hari telah sore, Erny teringat pada perbuatan Adi tadi. Karena khawatir Adi akan kecewa terhadap Tuhan, maka Erny memanggil dan menanyakan kepada Adi, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu yang hilang?" "Belum Tante, tetapi Tuhan telah membuat Adi tidak menginginkan kelereng itu lagi," jawab Adi. Alangkah indahnya sikap dan iman Adi yang begitu tulus dalam menerima jawaban doanya. Banyak orang yang bersungut-sungut dan kecewa kepada Tuhan karena doa mereka tidak dijawab sesuai dengan keinginan hati mereka. Doa bukanlah masalah dijawab atau tidaknya setiap permohonan doa yang kita panjatkan, tetapi doa adalah sikap dan tindakan penyerahan segala masalah hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Dijawab atau tidaknya doa-doa kita adalah keputusan mutlak Tuhan. Tidak menjadi soal apakah Tuhan menjawab "Tidak," "Ya," atau "Ya, tetapi tunggu dulu," terhadap permohonan doa yang kita panjatkan. Yang penting adalah kita tetap setia berdoa dan selebihnya adalah bagian Tuhan untuk memutuskan yang terbaik bagi kita, karena Tuhan tahu dengan pasti apa yang menjadi kebutuhan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang selalu khawatir dan memaksakan kehendak dalam doa-doa yang kupanjatkan kapada-Mu. Kini kuserahkan semua pengharapanku hanya pada-Mu, karena Engkau lebih mengetahui kebutuhanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Februari 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3)Renungan: Suatu ketika ada satu keluarga tengah berada dalam perjalanan menuju sebuah kota. Lalu mereka singgah di satu kedai kecil untuk beristirahat. "Bapak dan keluarga mau ke mana?" tanya si pemilik kedai. Bapak itu memberitahukan tujuannya. "Oh, kota itu. Saya tahu," jawabnya. "Kalau begitu dapatkah Anda menceritakan bagaimana orang-orang yang ada di sana?" tanya kepala keluarga tersebut. Bukannya menjawab, pemilik kedai malah bertanya balik, "Orang-orang seperti apakah yang kalian temukan di tempat asal kalian?" "Mereka adalah orang-orang yang payah," isteri bapak itu segera menjawab. "Benar. Mereka senang bergosip, cuek, egois. Kami senang bisa pindah dari sana," jawab anak-anaknya. "Saya rasa kalian juga akan menemukan orang-orang dengan sikap yang sama di kota tujuan kalian nanti." Keesokan paginya, rombongan keluarga lain singgah ke kedai itu dan ingin ke kota yang sama seperti keluarga kemarin. Mereka pun menanyakan kepada pemilik kedai tentang sifat orang-orang yang nanti akan ditemui. "Jenis tetangga macam apa yang dulu kalian miliki?" pemilik kedai itu bertanya. "Mereka baik, suka menolong, peduli. Sebenarnya kami sangat berat hati meninggalkan tempat yang dulu itu," jawab pemimpin rombongan. Pemilik kedai menjawab, "Tenang, nanti kalian juga akan mendapat tetangga yang serupa." Salah satu alasan yang dikemukakan oleh para pegawai mengapa mereka mau berhenti bekerja dan pindah ke tempat lain adalah karena orang-orang di kantor mereka yang tidak bersahabat. "Di sini orang-orangnya suka menusuk dari belakang. Mereka berkompetisi dengan curang. Pribadinya tidak menyenangkan," begitulah ungkapan mereka. Namun yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah orang-orang tapi kita sendiri. Selama kita tidak mau belajar mengerti, belajar rendah hati dan mengalah, ke mana pun kita pergi, di mana pun kita bekerja, kita memang akan senantiasa bertemu dengan orang-orang sulit'. Selama kita selalu melihat 'selumbar' di mata pihak lain, selalu mencari kekurangan dan kejelekan mereka, maka itulah yang akan kita dapatkan. Dengan kasih Tuhan, ubahlah sikap kita, maka situasi pun akan berubah dengan sendirinya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, sehingga setiap orang yang berada dekat denganku akan merasa nyaman. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Februari 2026Bacaan: "Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu." (Yohanes 12:3) Renungan: Kisah Tuhan Yesus diurapi oleh Maria merupakan kisah yang memiliki makna yang sangat kaya dan sangat dalam. Namun kita akan melihat kisah ini dari permukaan yang nampak sangat jelas. Maria mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal. Tiga ratus dinar yang setara dengan upah pekerja hampir selama 1 tahun pada saat itu. Tuhan Yesus menerima perbuatan baik Maria, bahkan memujinya sebagai peringatan akan kematian-Nya. Namun Yudas menilai perbuatan tersebut sebagai pemborosan besar dengan kedok membantu orang-orang miskin. Dari fakta-fakta ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Tuhan Yesus menerima sepenuhnya kebaikan Maria, walaupun la sendiri adalah sumber kebaikan dan belas kasihan. Namun, salah satu murid Nya menentang hal tersebut karena menggunakan sudut pandang untung rugi. Mungkin saja penilaian Yudas tidak salah, mengingat secara ekonomis nilai minyak narwastu tersebut sangat tinggi. Namun Tuhan Yesus menggunakan sudut pandang yang melampaui perhitungan untung rugi secara ekonomi, yaitu sudut pandang kasih dan ucapan syukur Maria. Tindakan Maria ini merupakan ucapan syukur kepada Tuhan karena kasih, anugerah dan kebaikan yang telah ia terima. Ada kalanya kita merasa enggan untuk menerima kebaikan orang lain, terlebih lagi ketika kita melihat status ekonomi orang tersebut berada di bawah kita. Mungkin kita merasa bahwa kitalah yang seharusnya menolong dia, bukan sebaliknya. Namun terkadang dengan menolak kebaikan orang lain, itu merupakan salah satu bentuk kesombongan rohani yang tersembunyi. Kita menempatkan diri sendiri dalam posisi yang lebih tinggi, dan dia dalam posisi yang tidak berdaya. Dengan kata lain, kita menghalangi orang tersebut untuk mempraktikkan kasih atau ucapan syukur atas kebaikan yang pernah ia terima. Belajar dari Tuhan Yesus yang menggunakan sudut pandang melampaui perhitungan untung rugi, kita pun harus belajar untuk menerima kebaikan orang lain apa adanya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolong aku untuk bisa menghargai kebaikan orang lain, sehingga orang tersebut akan bersukacita bisa melakukan kebaikan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" (2 Samuel 16:10) Renungan: Truk sampah adalah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sampah di pinggiran jalan raya menuju Tempat Pembuangan Akhir. Truk sampah selalu menebarkan aroma tak sedap di sepanjang jalan yang dia lalui. Kadang-kadang, kalau terlalu penuh dan pekerja pemungut sampahnya bekerja seenaknya, maka beberapa sampah, khususnya sampah plastik berjatuhan bahkan beterbangan ke mana-mana. Sehingga, aroma tak sedap itu tidak mudah berlalu dari tempat di mana sampah itu jatuh, sekalipun truk sampah itu sudah berlalu. Semakin penuh truk itu dengan sampah, semakin mudah sampah-sampah itu beterbangan. Kita bisa belajar sesuatu dari truk sampah. Karena diisi bahkan dipenuhi oleh sampah, maka ke manapun truk itu berada, hanya aroma tak sedap yang dia sebarkan, bahkan kadang sebagian sampah yang dia sebarkan. Di pihak lain, tidak mungkin ada orang yang mau terus menampung bau tak sedap atau menerima sampah tersebut. Demikian juga di dalam kehidupan kita, banyak orang yang hidupnya diisi bahkan dipenuhi dengan "sampah". Sehingga, ke manapun dia berada, baunya hanya bau "sampah". "Sampah-sampah" itu adalah kekuatiran, kegelisahan, kekecewaan, frustasi, kemarahan, kebencian dan dendam. "Sampah" itu tidak mungkin disembunyikan dan semakin banyak dia menampung "sampalı", maka dia semakin cepat membutuhkan tempat untuk membuangnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau di jalan-jalan, "sampah-sampah" itu bisa beterbangan dalam bentuk caci-maki, pertengkaran, dan perbuatan buruk lainnya. Kadang kitalah yang menjadi tempat pembuangan sampah-sampah itu. Hanya karena motor yang kita kendarai hampir menabrak mobilnya yang tiba-tiba mengambil jalur kita, dia marah dan mengeluarkan caci-maki yang sulit dihentikan. Seorang ibu pun bisa marah-marah kepada sopir angkot karena uang kembaliannya kurang lima ratus rupiah. Bahkan tanpa sebab seorang penyeberang jalan juga bisa marah-marah kepada kita sekalipun dia yang seenaknya menyeberang jalan. Tetapi, sebagaimana orang tidak mau menerima sampah, demikian juga seharusnya kita tidak perlu menerima caci-maki dan kemarahan itu di dalam hati kita. Jika kita menerimanya, maka lambat atau cepat kita juga akan membuang caci-maki dan kemarahan kepada orang lain. Dalam hal ini, Daud memberikan teladannya kepada kita. Ketika Simei mengutukinya, Daud berkata, "Biarkanlah dia dan biarkanlah ia mengutuk...." Sedangkan Abisai malah bereaksi keras, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkan aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Menarik sekali sikap Daud, dia, tidak menyimpan perkataan kutuk itu di dalam hatinya, tetapi dia mengharapkan sesuatu yang baik dari Tuhan untuk menggantikan perkataan kutuk tersebut. Cara seperti itu sedikit banyak menolongnya untuk sanggup melanjutkan perjalanan yang penuh perjuangan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang mampu menolak perkataan dan tindakan yang menyakitkan dan menerima yang baik dan membangun. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 25 Januari 2026Bacaan: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. " (Yohanes 15:12)Renungan: Apakah kita pernah melihat anak kecil menangis tapi tangisannya segera berhenti saat ia didekap ibunya? Apakah kita pernah merasakan betapa leganya ketika kita melakukan kesalahan di tempat kerja tapi ternyata reaksi bos kita hanya berkata "Sudah, tidak apa-apa. Lain kali lebih hati-hati"? Apakah kita pernah merasakan saat seorang mau mendengarkan keluh kesah kita dengan penuh empati? Atau lihatlah betapa merdekanya hati seorang yang diampuni kesalahannya. Kesedihan istri diobati oleh ucapan lembut penuh kasih dari sang suami. Rasa lelah dan stres suami mendadak hilang karena sambutan hangat istri begitu ia tiba di rumah, dsb. Banyak pengikut Yesus bingung bagaimana cara mengalirkan kuasa Allah. Sebagian lagi berpikir bahwa orang yang dapat mengalirkan kuasa Allah itu hanyalah orang yang punya karunia tertentu, memenuhi standar rohani tertentu, telah mengikuti pelatihan tertentu, terlibat pelayanan tertentu atau memiliki jabatan rohani tertentu. Padahal sesungguhnya mengalirkan kuasa Allah bisa dimulai dengan satu langkah sederhana, yaitu MENGASIHI. Dan mengasihi juga tidak selalu tentang hal-hal yang begitu besar atau dramatis, tapi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal seperti di atas. Kebutuhan utama manusia adalah dikasihi. Dikasihi berarti diterima dan dihargai apa adanya, sebagai sesama manusia yang butuh disayangi, didengarkan, diperlakukan baik, dan dihargai. Bukankah itu juga yang kita inginkan? Kadang kita terlalu rumit memikirkan bagaimana mengalirkan kasih dan kuasa Allah. Tuhan tak akan memerintahkan sesuatu yang tak bisa kita lakukan. Ketika kita mau dengan tulus mengasihi, bisa dimulai dari melakukan tindakan-tindakan sederhana yang didasari kasih dan menunjukkan penerimaan, penghargaan serta kepedulian/empati terhadap orang lain. Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, sesungguhnya kita sedang mengalirkan kasih sorgawi yang memulihkan hidup mereka. Jadi, mari kita mulai mengasihi, mulailah dari mengasihi orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa kasih-Mu, sehingga aku mampu menjadi tanda kehadiran-Mu bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan dalam hidupnya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 18 Januari 2026Bacaan: "Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya! " (Daniel 6:6)Renungan: Setiap orang pasti memiliki masalah. Kalau seseorang ditanya apa masalahmu saat ini, beragam jawaban diberikan. Kalau kita bertanya pada seorang siswa, biasanya ia menjawab masalahnya seputar pelajaran di sekolah dan teman-temannya. Kalau kita bertanya pada seorang karyawan, biasanya ia menjawab masalahnya seputar keuangan dan pekerjaannya. Kalau kita bertanya pada orang tua, mereka menjawab masalahnya seputar keluarga dan anak. Kalau kita bertanya pada seorang jomblo, masalahnya pasti seputar cinta dan pasangan hidup. Namun, pernahkah kita bertemu orang yang mengalami masalah karena giat berdoa? Mungkin belum pernah, namun ada satu orang yang mengalaminya. Daniel namanya. Daniel mengalami masalah bukan karena berdosa tapi karena berdoa. Aneh, bukan? Bagaimana mungkin melakukan hal yang baik justru kena masalah? Namun itulah proses kehidupan yang harus dialami oleh Daniel. Jika kita mendapat ganjaran atas kesalahan yang kita buat, itu hal yang wajar. Namun jika kita mendapat masalah atas kebaikan yang kita lakukan, tidak semua kita bisa menerima kenyataan itu. Gua singa yang dihadapi Daniel sekaligus menjadi ujian imannya. Hasilnya, kualitas Daniel teruji! Melalui peristiwa itu, raja Darius dan seluruh rakyat Babel membuktikan betapa dahsyat dan luar biasa Allah Daniel! Jika kita sudah melakukan hal baik namun kita justru mendapatkan yang buruk, jangan putus asa. Jangan berburuk sangka. Apalagi kita berpendapat bahwa Tuhan tidak adil. Jangan berpikir bahwa kebaikan yang kita lakukan sia-sia belaka dan tidak menghasilkan apa-apa. Hari ini kita belum tahu, namun suatu saat nanti kita akan melihat rencana Tuhan yang sempurna atas hidup kita. Karena itu, jangan jemu-jemu berbuat baik. Ada waktunya kita menuai dari apa yang kita tabur saat ini. Bahkan, kebaikan yang kita tabur akan dilipatgandakan oleh Tuhan pada saatnya nanti. Bukankah Daniel diangkat menjadi orang penting di kerajaan Babel pada akhirnya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belas kasih-Mu, sehingga aku mampu menjalankan perintah-Mu untuk membagikan kasih-Mu pada sesamaku. Ajarilah aku melakukannya dengan tulus tanpa mengharapkan balasan dari siapapun. Amin. (Dod).