Renungan harian Katolik dengan merefleksikan ayat Kitab Suci. Renungan ini disusun oleh Bapak Dodi Albertus dan telah lama viral di jagat WA Grup, kini hadir dalam media audio digital. selamat mendengarkan. Untuk kritik dan saran dapat dikirimkan ke email kencandengantuhan@gmail.com

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 18 September 2026Bacaan: Kisah Para Rasul 3:9 "Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah."Renungan: Ketika seorang anak berhasil di dalam studinya, tentu dia akan sangat senang. Di sisi lain, orang tuanya menjadi bangga. Apalagi kalau dia mencapai nilai tertinggi dan mendapat penghargaan atas prestasinya, maka sangat mungkin orang lain akan bertanya, "Anak siapakah dia?" atau "Siapa sih orang tuanya?" Anak itu telah mengangkat nama orang tuanya. Demikian juga ketika seseorang menerima berkat atau mujizat, maka sudah seharusnya itu menjadi jalan untuk sebuah kesaksian di hadapan orang lain. Si lumpuh di Gerbang Indah telah memberikan contoh untuk hal itu. Dikatakan bahwa, "Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah." Mujizat kesembuhan itu tidak mungkin disembunyikan dan si lumpuh pun tak mau menyembunyikan dengan berpura-pura lumpuh lagi. Dia berjalan kian kemari, yang mau tidak mau membuat orang-orang di sekitarnya melihat dia. Menariknya adalah, dia berjalan sambil memuji Tuhan. Situasi menjadi berubah, di mana biasanya orang-orang melewati Gerbang Indah itu dengan pandangan yang biasa-biasa saja ketika melihat si lumpuh, namun sekarang mereka melihatnya dengan penuh keheranan. Dikatakan, "Sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya."Tidak menutup kemungkinan di antara mereka ada orang-orang yang suka menghakimi sesamanya, seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Sepertinya tentang mujizat masih tidak begitu populer pada saat itu, meskipun Yesus sudah "mempopulerkannya" selama pelayanan di negeri Israel. Terbukti bahwa mereka takjub dan tercengang, di mana ini bukan saja merupakan sikap kekaguman, namun juga karena mereka tidak tahu. Dengan meminjam bahasa kita, mungkin mereka berkata, "Bagaimana orang yang lumpuh sejak lahir itu tiba-tiba bisa berjalan?" Padahal, dengan mendengar si lumpuh itu memuji Tuhan, seharusnya pikiran mereka tertuju kepada mujizat Tuhan, sebab apa yang terjadi itu di luar nalar manusia. Tetapi, dengan kejadian itu membuat Petrus dan Yohanes berkesempatan untuk memberitakan Kabar Baik. Tidak perlu berpanjang lebar lagi, Petrus langsung menjelaskan tentang Yesus. Bayangkan seandainya si lumpuh berpura-pura lumpuh lagi, mungkin karena takut tidak lagi mendapat sedekah, dan tidak mau berjalan sambil memuji Tuhan, maka tidak ada kesempatan untuk bersaksi tentang Yesus saat itu, karena tidak ada orang yang berkumpul karena terheran-heran. Namun, kenyataannya si lumpuh sudah menjadi sarana kesaksian tentang Yesus, bahkan dirinya juga bisa dikatakan sudah menjadi saksi, karena sudah memuji Tuhan atas berkat kesembuhan yang dia terima. Kalau kita disembuhkan dari sakit kita, sesungguhnya itu harus menjadi sarana kesaksian. Kalau kita dilepaskan dari jerat masalah ekonomi dan keuangan, maka itu pun harus menjadi sarana kesaksian. Apalagi jika kita diberi kesempatan untuk memperoleh keberhasilan dalam usaha dan karier, maka biarlah nama Yesus menjadi dikenal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku keberanian untuk bersaksi tentang-Mu, terutama ketika aku mengalami mujizat-Mu, sehingga banyak orang diselamatkan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 17 September 2026Bacaan: "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibrani 12:15) Renungan: Love Canal adalah sebuah terusan yang letaknya berdekatan dengan Niagara Falls. Tempat ini menjadi perhatian dunia ketika ditemukan 21.000 ton limbah beracun. Ternyata diketahui bahwa sebelumnya beberapa perusahaan Amerika yang telah diberikan wewenang oleh pemerintahan AS berusaha menguburkan produk-produk sampah beracun di bawah tanah. Mereka mengisi wadah-wadah logam besar dengan sampah kimia dan produk-produk lain yang membahayakan nyawa, lalu menutup drumnya rapat-rapat dan menguburkannya jauh di bawah permukaan tanah. Mereka mengira bahwa hal itu akan berakhir di situ. Namun seiring berjalannya waktu, banyak wadah tersebut mulai bocor dan sampah beracun itu mulai merembes ke permukaan, serta menyebabkan berbagai macam masalah. Masalah itu awalnya terdeteksi setelah kelahiran anak-anak di daerah ini disertai dengan kecacatan, dan banyak orang yang mulai meninggal karena kanker. Di samping itu, hewan peliharaan juga kehilangan bulu-bulu mereka. Akhirnya dilakukan investigasi setelah majalah Niagara Falls Gazette mempublikasikannya pada tahun 1976. Setelah sekian lama, blok-blok tersebut ditumbuhi oleh rumput-rumput dan dikenang sebagai tragedi lingkungan terburuk sepanjang sejarah Amerika. Sebagaimana limbah pabrik telah mencemari kehidupan orang-orang yang ada di daerah Love Canal, walaupun telah berusaha disembunyikan, demikianlah juga jikalau kita menyimpan akar pahit, suatu saat pasti akan menimbulkan efek yang merusak baik bagi diri sendiri maupun bagi banyak orang. Efek dari akar pahit itu dapat merembes keluar melalui kemarahan, depresi, perasaan tidak berharga, atau juga sikap dan omongan yang kasar, serta berbagai sikap negatif lainnya, yang pada akhirnya tidak menjadi berkat bagi orang lain. Daud, dalam hubungannya dengan Saul, tidak berusaha menyimpan akar pahit, padahal pengalamannya dengan Saul sangat tidak menyenangkan. Alkitab mencatat bahwa tanpa kesalahan yang dia buat, Saul selalu berusaha membunuhnya. Daud harus hidup dalam pelarian, tetapi dia tetap tidak menyimpan akar pahit, sehingga dia sanggup memaafkan Saul. Adalah baik kalau kita memerhatikan firman Tuhan ini, "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibr 12:15). Atasilah akar pahit itu dengan tidak menjauh dari kasih karunia Tuhan, yaitu selalu menjaga hubungan dengan Tuhan dan mengenal-Nya lebih dalam melalui firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika selama ini aku menyimpan akar pahit. Mampukan aku untuk mendekatkan diri lagi kepada-Mu sehingga akar pahit itu bisa tercabut dari diriku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan TuhanRabu, 16 September 2026Bacaan: Kisah Para Rasul 3:4-5 "Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka."Renungan: Dalam kisah si lumpuh di Gerbang Indah, si lumpuh hanya mempunyai harapan yang standar. Dia adalah orang lumpuh yang dibawa ke Gerbang Indah untuk meminta sedekah dari setiap orang yang mau masuk ke Bait Suci. Harapannya hanya menerima sedekah, termasuk sedekah dari Petrus dan Yohanes ketika mereka melewati gerbang tersebut. Itulah sebabnya dikatakan di dalam Kis 3:5, "Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka." Seseorang menjelaskan, "Berharap untuk menerima sesuatu dari mereka - Karena itu adalah kebiasaan yang umum bagi semua yang memasuki Bait Suci untuk membawa uang untuk diberikan ke perbendaharaan, atau kepada orang miskin, atau keduanya. Di tempat inilah teman-teman lelaki lumpuh membaringkannya di gerbang Bait Suci, karena ini adalah tempat yang paling mungkin untuk menerima sedekah." Jelas bahwa tidak ada yang lain yang diharapkan selain sedekah. Dengan kata lain, yang ada di dalam pikiran si lumpuh ini hanya menerima sedekah dari orang-orang yang lewat di depannya, tidak ada yang lain. Harapan si lumpuh ini memang masuk akal, sesuai kebutuhan, tetapi dia telah kehilangan fokus kepada harapan yang lain, yaitu kesembuhan. Tentu ada sesuatu yang membuat si lumpuh itu hanya mempunyai harapan yang standar. Sangat mungkin dia sudah putus asa karena kelumpuhan yang dia alami adalah sejak lahir. Tidak ada yang menolong dan menyembuhkannya. Namun, bisa jadi karena desakan keluarga, khususnya orang tuanya yang mungkin malu atau teman-temannya, yaitu daripada hidup tidak berguna, lebih baik meminta-minta, sehingga bisa mendapatkan penghasilan. Apa pun itu, yang jelas si lumpuh hanya punya harapan yang standar saja. "Ah, cuma lulusan SD, biarlah asal bisa makan dan minum," "Yah, hanya anak seorang petani, sekolah sampai SMA juga sudah cukup," "Hanya orang desa, nggak perlulah berharap meniti karier di kota." Mungkin nada-nada kepasrahan seperti itu yang saat ini menguasai diri kita, sehingga kita tidak mau berharap yang lebih dari harapan standar. Ingat, mempunyai harapan yang di atas standar itu tidak salah, hanya perlu dibarengi ketekunan. Oleh sebab itu, ubah pola pikir kita dan naikkan tingkat pengharapan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk keadaanku saat ini. Aku ingin lebih maju lagi. Aku berharap bisa menjalani kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 15 September 2026Bacaan: "Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya." (2 Samuel 11:2) Renungan: Daud adalah seorang raja dari bangsa yang terbilang besar saat itu. Sebagai raja, Daud mempunyai kekuasaan atas apa saja di kerajaannya, termasuk kekuasaannya atas bawahannya, untuk menyuruh mereka maju berperang. Dikatakan bahwa pada waktu itu musim perang telah dimulai. Sementara pasukan bangsa Israel maju untuk berperang, Daud malah enak-enakan berada di istananya. Alkitab tidak menjelaskan apakah saat itu Daud sibuk untuk melakukan urusan di istananya, namun jelas dikatakan bahwa Daud sempat berjalan-jalan di atas sotoh istananya. Dari sotoh inilah dosa itu muncul. 2 Samuel 11:2 menjelaskan bahwa suatu kali pada waktu petang, yaitu ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, ia lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana. Dari sotoh itu Daud melihat seorang perempuan sedang mandi, yang dikatakan bahwa perempuan itu sangat elok rupanya. Sotoh sama artinya dengan atap atau pelataran atas rumah, di mana rumah, termasuk istana kerajaan orang Yahudi bentuknya datar, tidak lancip. Kalau sotoh di rumah, biasanya difungsikan untuk menjemur jerami, sehingga menjadi biasa seorang perempuan bekerja di sotoh. Juga, bisa digunakan untuk merenung atau bermeditasi. Namun, apa pun itu fungsinya, baik di rumah maupun di istana, orang bisa berjalan-jalan di atas sotoh. Dijelaskan bahwa saat itu Daud sedang memanjakan dirinya dengan berjalan-jalan di sotoh, yang ternyata dosa menghampiri dirinya di sana. Tanpa sengaja, Daud melihat Batsyeba yang sedang mandi. Naluri kelaki-lakiannya muncul! Andai saja Daud bisa menguasai diri, maka penglihatan yang tidak disengaja ini tentu tidak akan menimbulkan perbuatan dosa. Namun, kita tahu bahwa akhirnya Daud berbuat dosa. Di satu sisi, terlalu sibuk bekerja sehingga kita melupakan istirahat dan kebutuhan rohani, itu tidak baik. Di sisi lain, terlalu santai juga tidak baik, karena biasanya orang yang santai akan tergoda dengan pikiran-pikiran yang tidak benar, apalagi jika ditambah dengan penglihatan yang tidak benar juga. Oleh sebab itu, kita tidak boleh terlalu bermalas-malasan. Kalau pun kita akan santai untuk beristirahat, tetaplah berusaha untuk selalu memikirkan hal-hal yang benar. Kita juga harus senantiasa mengisi kehidupan dengan berbagai macam kegiatan yang berguna. Jangan sampai sementara orang lain sibuk, kita malah malas. Ini berguna untuk menghindari atau mengalahkan datangnya godaan untuk berbuat dosa. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk mengalahkan kemalasan dan untuk terus berpikir hal yang benar, sehingga aku tidak tergoda untuk berbuat dosa. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 14 September 2026Bacaan: "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah." (Roma 15:7) Renungan: Rebecca duduk di ruang istirahat setelah selesai membawakan seminar bertema keluarga. "Apa yang engkau bawakan tadi sangat memberkati para pendengar, "kata Jane, seorang ibu yang saat itu menemaninya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, mata Rebbeca mulai memerah dan genangan air mata memenuhi pelupuk matanya. "Mereka pasti berpikir bahwa aku ini istri yang baik dan bahagia," jawab Rebecca. "Apakah kamu punya masalah serius?" tanya Jane. "Aku sudah menikah selama 14 tahun dan suamiku adalah pria yang sangat baik. Ia jujur, sabar, penyayang dan memiliki pekerjaan yang mapan. la penuh perhatian dan selalu menanyakan keadaanku. Ketika aku harus pergi ke suatu tempat untuk membawakan seminar ataupun acara-acara lainnya, ia selalu menawarkan diri untuk menemani jika ia sedang tidak ada acara. Ia dengan senang hati menyiapkan alat peraga yang kubutuhkan untuk membawakan seminar, termasuk membawa alat peraga dan perlengkapan lainnya ke tempat di mana aku membawakan seminar. la baik dan menyayangiku." "Sepertinya tidak ada yang kurang?" kata Jane. "Jane, sudah kukatakan bahwa suamiku sangat baik. Tapi aku menginginkan sosok suami yang bisa memimpin dan bukan melayaniku. Aku mengharapkan agar dia yang lebih terkenal dan menjadi pembicara daripada aku," jawab Rebecca. Jane memeluk Rebecca dan memberikan nasihat yang cukup singkat, "Ingatkah engkau janji pernikahan yang kau ucapkan 14 tahun lalu? Bukankah engkau sudah berjanji untuk menerima dia apa adanya?" Rebecca terdiam sejenak, ia mulai menangis dan sejak saat itu ia tidak lagi mengharapkan agar suaminya menjadi sosok yang ia inginkan. Ia mulai mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri suaminya dan menerima segala kekurangannya. Terkadang kita tidak merasa puas hanya dengan kebaikan, perhatian dan sikap melayani yang pasangan kita lakukan terhadap kita. Idealisme yang terlalu tinggi tidak jarang membuat kita menetapkan standar tertentu untuk pasangan kita, misalnya: dia harus menjadi orang yang tegas, pintar, berwawasan luas, dll., padahal pasangan kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan. Kekecewaan karena pasangan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan akan semakin terasa ketika kita mulai membanding-bandingkannya dengan orang lain. Suami ataupun istri kita pasti memiliki kekurangan, tetapi ingatlah bahwa dia juga memiliki kelebihan. Bantu pasangan kita untuk mengubah kekurangan di dalam dirinya menjadi kebaikan, tetapi terimalah apa yang tidak dapat kita ubah. 1 Ptr 4:8 berkata, "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." Kasih dan penerimaan yang tulus terhadap pasangan membuat kita menerima ketidaksempurnaannya dan tidak mempermasalahkan apalagi meributkannya. Bukankah kita sudah berjanji untuk menerima dia? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk pasangan terbaik yang sudah kupilih. Mampukan aku menerima dan mengasihi dia dengan sepenuh hatiku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 13 September 2026Bacaan: Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?" (Kejadian 12:18) Renungan: Lianti adalah wanita yang memiliki pesona karena hidup takut akan Tuhan, tetapi beberapa tahun setelah menikah pesonanya itu sempat memudar. Hal itu terjadi karena ia terlalu sibuk bekerja, mengurus rumah tangga, dan ditambah lagi semakin banyak persoalan yang dihadapinya. Ia sering mengeluh, bahkan mulai depresi karena berhadapan dengan rutinitas yang sama setiap hari. Lianti memohon agar suaminya turut memikirkan jalan keluar dari masalah dan depresi yang dihadapinya. Ia juga minta suaminya untuk lebih memperhatikan kedua anak mereka, tetapi hal itu pun tak banyak membantu. Lianti akhirnya menyadari bahwa ia tidak bisa mengatasi masalah itu tanpa pertolongan Tuhan. Menyadari akan keterbatasannya, akhirnya ia berdoa dan membangun kembali hubungan intimnya dengan Tuhan. Dekat dengan Tuhan membuat Lianti lebih tegar dalam menghadapi keadaan pasang-surut dalam hidupnya. Dalam hidup yang begitu taat, Abraham pun mengalami masa-masa pasang-surut itu. Setelah beberapa waktu sejak Tuhan mengikat perjanjian dengannya, Abraham mengalami banyak persoalan yang membuatnya mengalami pasang-surut. Kadang-kadang Abraham begitu percaya kepada perlindungan dan janji-janji Tuhan, tetapi di lain waktu ia seakan meragukan perlindungan dan janji-janji Tuhan. Tetapi semua itu justru membuat Abraham belajar mengandalkan Tuhan. Ada tiga rentetan peristiwa yang menggambarkan bahwa Abraham pernah meragukan perlindungan dan janji-janji Tuhan dalam hidupnya, yaitu:Pertama, ketika kelaparan menimpa tanah Negeb, Abraham dan Sara pergi ke Mesir. Firaun terpikat oleh kecantikan Sara dan ingin menyunting Sara sebagai isteri. Hal itu terjadi karena Abraham mengakuinya sebagai saudara, bukan isterinya. Abraham takut dibunuh.Kedua, ketika Sara tidak juga hamil, ia menyarankan agar Abraham menghampiri Hagar untuk memperoleh keturunan. Tanpa menghiraukan janji Tuhan, ia mengikuti saran Sara itu.Ketiga, sekitar 24 tahun setelah peristiwa kelaparan di Negeb, Abraham kembali mengakui Sara sebagai saudaranya kepada Abimelekh. Hal itu juga diperbuatnya karena ia takut kalau-kalau Abimelekh akan membunuhnya karena mengetahui bahwa ia adalah suami Sara. Menjadi pengikut Kristus tidak berarti bahwa kita tidak akan mengalami masa-masa pasang-surut dalam kehidupan ini. Keadaan pasang-surut mengajar kita untuk hidup bergantung kepada Tuhan. Ketika kita mengalami pasang-surut, kita harus tetap maju, tetap taat kepada Tuhan dan tetap yakin bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita lewat keadaan itu. Satu hal yang harus kita ingat adalah: Dalam keadaan pasang maupun surut, Tuhan Yesus tetap beserta kita dan selalu memberkati kita. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau selalu menjagaku di setiap waktu dan keadaan. Terima kasih untuk kesetiaan-Mu di sepanjang hidupku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 12 September 2026Bacaan: Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" — maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya." (Kejadian 37:22) Renungan: Perang itu sangat kejam. Inilah yang terjadi dalam perang Korea. Tidak peduli apakah mereka satu bangsa atau tidak, perang tetap menghancurleburkan baik benda hidup atau pun benda mati. Pengungsian besar-besaran terjadi dari utara ke selatan. Dalam keadaan yang memprihatinkan dengan barang seadanya, mereka berusaha melintasi batas kedua belah pihak yang berseteru. Karena kemiskinan itu, membuat mereka suka mencuri, khususnya barang-barang yang dibawa oleh tentara Amerika dengan memakai kereta api. Hasil dari curian itu biasanya dijual untuk mendapatkan uang guna membeli makanan. Suatu ketika beberapa orang anak kecil sedang mencuri arang dari kereta api yang diangkut oleh tentara Amerika. Tanpa diketahui tiba-tiba tentara Amerika datang dan mengusir mereka. Dengan penuh ketakutan mereka lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Ada seorang anak kecil yang ikut mencuri, menghentikan larinya saat ia melihat sebuah arang yang jatuh di bawah kereta api. Ia mulai merangkak di bawah kereta api itu hanya untuk mengambil sebuah arang, padahal kereta api sudah mulai berangkat. Orang-orang berteriak memberitahu anak tersebut, tetapi mereka hanya berteriak dan tidak bertindak apa-apa. Kemudian ada seorang muda berusaha menarik anak itu dari bahaya terlindas kereta api, tetapi malang, ia terpeleset jatuh. Masih dalam keadaan terjatuh ia berteriak kepada anak tersebut, "Cepat lari, jauhi saya!" Anak tersebut tidak tega dan sambil menangis berkata, "Tidak!" Tetapi dengan tenaga yang ada dan dengan tangan yang masih bisa menjangkau tubuh anak tersebut, orang muda itu mendorong kuat2 anak tersebut sehingga terlempar jauh dari kereta. Tak lama berselang terdengar suara kertakan tulang-tulang yang terlindas roda-roda kereta api. Itu adalah suara tulang-tulang orang muda tersebut. Orang muda itu mati secara mengenaskan dengan beberapa bagian tubuh yang terlepas. Anak tersebut hanya bisa menangis dan terus menangis di tengah kesibukan orang mengumpulkan potongan mayat orang muda itu. Orang muda yang mati untuk menolong anak itu adalah kakaknya sendiri. Itulah kasih seorang kakak, yang sudi menolong adiknya sampai mengorbankan dirinya sendiri. Kasih yang terbukti besar di tengah-tengah perang yang sedang berkecamuk. Walaupun saat ini kasih kebanyakan orang sudah menjadi hambar, termasuk kepada keluarga, tetapi kita dituntut untuk tetap menampakkan kasih itu. Kisah pembunuhan seorang anggota keluarga terhadap saudara-saudaranya, pembunuhan anak terhadap ayahnya, pemerkosaan ayah terhadap anaknya, membuktikan bahwa kasih terhadap keluarga pun semakin hambar Di tengah-tengah situasi seperti itu. Marilah kita membangkitkan semangat mengasihi anggota keluarga kita, seperti yang ditunjukkan Ruben kepada Yusuf. Kita mulai dari diri kita untuk mengasihi anggota keluarga kita yang lain. Niscaya Allah akan memberkati keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur Engkau menempatkan aku di tengah-tengah keluargaku. Kuatkan aku untuk bisa menunjukkan kasih kepada anggota keluargaku. Aku rindu semua anggota keluargaku mengutamakan kasih. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 11 September 2026Bacaan: "Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan. " (Mazmur 37:39) Renungan: Ada suami-isteri atheis yang memiliki seorang anak perempuan. Pasangan ini tidak pernah menceritakan apapun yang berhubungan dengan Tuhan kepada anak perempuannya itu. Ketika anak perempuan itu berusia lima tahun, kedua orang tuanya berselisih paham dan akibatnya sang ayah menembak sang ibu di hadapan anak itu. Setelah itu, sang ayah menembak dirinya sendiri. Anak perempuan itu menyaksikan peristiwa yang seharusnya tidak dilihatnya. Pemerintah memutuskan untuk mengirim anak itu ke sebuah panti asuhan Kristen. Di sana ia diasuh oleh para pembina dengan kasih dan mulai diajar untuk mengenal Yesus. Pada hari Minggu, anak itu diajak ke sekolah minggu. Pengasuh yang mengantarkannya ke gereja meminta kepada guru sekolah minggu untuk bersabar menghadapinya, karena ia adalah anak suami-isteri atheis. Sambil memegang gambar Yesus, guru sekolah minggu itu berkata, "Adik-adik, apakah kalian tahu gambar siapa ini?" Anak perempuan itu tiba-tiba berdiri dan menjawab, "Saya tahu! Itu adalah gambar pria yang memegangi dan melindungi saya pada malam saat papa dan mama meninggal." Bentuk perlindungan dan pemeliharaan Tuhan tidak pernah dapat kita duga. Tuhan memelihara setiap orang dengan cara yang unik. Ketika berhadapan dengan situasi yang mengancam ketenangan dan keselamatan kita, biasanya kita langsung diserang kepanikan. Saat menghadapi situasi yang pelik, kita biasanya segera mencari perlindungan, tetapi kepada siapa kita harus berlindung? Kepada Tuhan pencipta alam semesta, Yesus Kristus nama-Nya. Persoalan apa yang saat ini membuat kita khawatir? Pekerjaan yang tidak dapat juga? Umur yang semakin tua? Jodoh yang belum dapat? Biaya sekolah yang tersendat-sendat? Anak yang membangkang? Teman sekantor yang mencoba "menggulingkan"? Tuhan berjanji untuk memelihara kita dalam keadaan yang terburuk sekalipun. Kalau anak perempuan atheis itu saja dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan, apalagi kita orang yang berharap kepada-Nya. Saat rasa khawatir dan gentar menyerang hidup kita, ingatlah firman ini, "TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku. Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu." (Mazmur 116:6). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Engkaulah perlindungan yang teguh bagiku, Pribadi yang selalu memelihara hidup-ku. Terpujilah nama-Mu yang Agung. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 10 September 2026Bacaan: "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." (Matius 6:11) Renungan: Salah satu faktor yang menjadi penyebab ketidak-bahagiaan seseorang adalah perasaan tidak puas atau tidak cukup. Setiap orang tentu menginginkan agar segala kebutuhannya tercukupi. Namun apakah dengan tercukupinya segala kebutuhan secara otomatis akan membuat seseorang merasa puas lalu menemukan kebahagiaan? Pengkhotbah mengatakan, "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia." (Pkh 5:9). Ketika seseorang mendapatkan gaji 2 juta rupiah/bulan, ia berpikir bahwa hidupnya akan lebih dari cukup dan bahagia bila gajinya 5 juta rupiah/bulan. Namun ketika ia mendapatkan gaji 5 juta rupiah/bulan, ia merasakan bahwa masih banyak hal yang tidak bisa dipenuhi dengan gajinya tersebut. Sering kali kita menganggap bahwa ada hubungan yang erat antara kepuasan dengan jumlah uang atau kekayaan yang dimiliki. Kita mengira jika orang mempunyai uang dalam jumlah besar ia akan merasa puas dan bahagia. Tetapi pengkhotbah mengatakan, orang yang mencintai uang dan kekayaan sampai kapan pun tidak akan pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Karenanya yang harus menjadi pertanyaan besar bagi kita adalah, benarkah kebutuhan yang saat ini sedang kita cukupi, ataukah keinginan kita? Ketidakpuasan adalah salah satu sifat manusia, dan Tuhan tahu persis hal ini. Karenanya Ia mengajarkan kepada kita untuk berdoa demikian, "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." Ini tidak hanya mengingatkan kita pada kata cukup tetapi juga agar menggantungkan hidup sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan. Tuhan menginginkan agar kita hidup secukupnya, sewajarnya, tidak berlimpah-limpah menuruti ketamakan diri. Hal ini dimaksudkan bukan hanya agar kita mengucap syukur dengan apa yang ada, tetapi agar kita juga mengingat orang lain, berbagi berkat dengan sesama kita yang membutuhkan (2 Kor 8:15). Setiap harinya Tuhan pun ingin agar kita menggantungkan hidup hanya kepada-Nya. Dengan begitu kita tidak perlu menjadi khawatir atau berbangga diri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang kurang bersyukur ini. Terima kasih untuk firman-Mu. Bantulah aku agar hatiku selalu melimpah dengan syukur. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 9 September 2026Bacaan: "Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN. " (1 Samuel 1:15) Renungan: Kita mengenal cerita tentang Hana yang memikul beban berat dan kepedihan hati karena ia tidak memiliki anak. Bahkan tahun demi tahun, setiap kali Hana pergi ke rumah Tuhan, Penina menyakiti hatinya supaya ia gusar karena Tuhan telah menutup kandungannya. Di tengah tekanan dan beban yang berat ini, Hana tidak tinggal diam menerima nasib sebagai perempuan mandul, namun ia terus berseru di hadapan Tuhan sampai situasi dan keadaannya berubah. la tidak tahu pada tahun ke berapa Tuhan akan menjawab doanya, namun tahun demi tahun, ia terus melangkahkan kakinya, sampai ia mencapai tahun di mana ia melangkahkan kakinya ke Bait Suci dengan membawa seorang anak kecil dalam pelukannya, yang kelak menjadi nabi dan pemimpin besar bangsanya, Nabi Samuel. Kita melihat bahwa semakin besar dan beratnya tekanan yang menimpanya, semakin keras dan bersungguh-sungguh ia mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan. Semakin kuat tekanan yang menghimpitnya, semakin dalam ia tertancap dalam hadirat Tuhan. Demikianlah seharusnya kita mengerti sebuah kebenaran dasar iman kekristenan, "My prayer is my foundation." Artinya, jika badai hidup datang menerpa, kita tidak hanya sibuk meminta doa sana-sini dari para hamba Tuhan ataupun rekan seiman, namun kita sendiri harus tahu bagaimana membangun sebuah altar bagi Tuhan dari serpihan-serpihan hati yang hancur. Para hamba Tuhan dan rekan seiman hanya mampu menopang dalam doa, karena mereka sendiri adalah manusia yang terbatas. Seperti imam Eli yang hanya mampu berkata, "Allah akan memberikan kepadamu apa yang kau minta daripadaNya." Karena hanya Tuhanlah Pembela kehidupan kita. Berapa banyak orang percaya yang lebih mengandalkan kuasa doa orang lain daripada dirinya sendiri. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh meminta dukungan doa dari saudara seiman kita. Namun lebih dari itu, kita sendiri harus siap berada di garis depan medan peperangan, dan mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa untuk mencari wajah Tuhan, serta mengambil seluruh perlengkapan senjata Tuhan untuk memenangkan peperangan. Janji kemenangan telah la berikan kepada setiap orang percaya, namun tidak setiap orang percaya tahu dan mengerti bagaimana menjadi seorang pemenang. Dengan demikian, kita harus belajar dari Hana yang memfokuskan setiap beban dan sakit hatinya menjadi persoalan antara dia dengan Tuhan. Dia tidak terfokus pada pelakunya, Penina, namun hanya pada Tuhan. Inilah yang menjadi kunci kemenangan kita melewati setiap pergumulan yang ada. Kita tidak peduli kepada mereka yang membuat kita menangis, yang membuat kita sengsara, yang selalu mencibirkan bibirnya menghina kita, namun kita hanya peduli kepada Dia yang mampu mengubah setiap ratapan menjadi tarian. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hanya kepada-Mu aku serahkan segala persoalan hidupku. Aku percaya suatu hari kelak Engkau akan menjawab doaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 8 September 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Suatu kali saya membaca pengalaman para pengemudi online ketika menghantar penumpang. Kisah pertama, "Pernah saya kesal banget sama seorang pelanggan yang minta berhenti di tukang martabak. Saat berhenti dia bilang cuma sebentar tetapi sampai lima belas menit menunggu, dia masih belum selesai. Ternyata dia beli martabaknya nggak satu, pantesan lama. Sepanjang jalan saya menggerutu. Hati saya panas karena rasa jengkel. Hati saya benar-benar sebal sama pelanggan ini. Pas sampai di rumahnya, dia menyodorkan sekotak martabak sambil berkata, 'Ini buat mas, maaf ya nunggu lama tadi. Saya sengaja beli lebih buat mas. Jleb, saya langsung merasa bersalah. Sudah terlanjur sebal dan kesal sama pelanggan, ternyata dia baik banget." Yang kedua adalah kisah ojol yang mengantar GoFood malam hari. "Pelanggan pesan seafood tiga bungkus. Dan itu hampir jam sembilan malam, sebenarnya saya malas, apalagi rumahnya jauh. Tetapi karena seharian belum dapat banyak pelanggan, akhirnya saya ambil juga. Pesan seafood nggak bisa sebentar. Agak lama masaknya. Beberapa kali yang pesan sudah telepon. Ketika sudah selesai dan saya antar ke rumahnya, pelanggan ke luar rumah. lalu dia ambil satu bungkus dari tiga bungkus yang dipesan serta memberikan dua bungkus buat saya, sambil berkata, 'Buat mas saja, anak-anak saya sudah tidur.' Ya ampun ini rezeki, tadi sore istri saya yang lagi hamil kirim WA katanya ngidam kepengen makan seafood." Pelajaran menarik apa yang kita dapatkan ketika membaca kisah di atas? Kita langsung teringat kepada nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di kota Roma, "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia." Mari kita jalani hidup ini dengan penuh ucapan syukur. Jangan mudah menggerutu dan mengeluh ketika menghadapi sesuatu yang tidak mengenakkan. Mulai miliki kepercayaan bahwa Tuhan pegang kendali atas semuanya dan Dia bekerja bagi kebaikan anak-anak-Nya, walau terkadang kita tidak mengerti jalan-jalan-Nya. Tetaplah bersyukur! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan, aku mau menjalani hidupku dengan penuh ucapan syukur dan tetap dalam iman bahwa Engkau masih pegang kendali atas semuanya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 7 September 2026Bacaan: "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar." (Yakobus 3:5) Renungan: Siapakah di antara kita yang tidak pernah tersakiti oleh perkataan seseorang? Demikian pula sebaliknya, siapakah di antara kita yang tidak pernah menyakiti hati seseorang dengan perkataan kita? Tidak ada! Suatu hari saya sangat terkejut dengan perkataan seorang teman yang sangat menusuk hati. Berhari-hari perkataannya yang tajam terngiang-ngiang di telinga. la bersikap biasa saja tanpa menyadari bahwa perkataannya telah melukai hati orang lain. Peristiwa ini adalah contoh sederhana yang seringkali terjadi di dalam kehidupan kita. Dengan demikian, berhati-hatilah dengan lidah kita. Firman Tuhan mengatakan bahwa lidah adalah anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara besar, baik perkara yang membangun kehidupan seseorang, ataukah perkara menaburkan kepahitan dan luka hati. Dengan demikian, jadilah bijak dalam berkata-kata. Jauhilah perkataan-perkataan yang tajam di dalam kosa kata kita, dan belajarlah untuk berkomunikasi dengan baik dan benar sehingga kita tidak melihat perlunya mempergunakan perkataan-perkataan yang tajam dan menusuk hati untuk melampiaskan kemarahan ataupun kekesalan hati kita. Memang tidaklah mudah untuk mengekang lidah, namun bukan berarti kita tidak mampu untuk melakukannya. Yakobus memberikan contoh tentang tali kekang pada kuda yang harus diatur dan dipegang oleh si penunggang, sehingga ia dapat mengendalikan seluruh tubuhnya. Pertanyaannya, siapakah si penunggang kuda yang mengontrol lidah kita? Apakah diri kita, ataukah firman Tuhan? Jika kita belajar untuk membiarkan Tuhan menjadi pemegang tali kekang perkataan kita, maka kita akan memiliki kepekaan yang lebih tajam ketika perkataan kita menyakiti seseorang. Demikian pula, ketika kita disakiti, kita lebih mampu untuk mengontrol rasa sakit hati kita dengan bereaksi lebih cepat untuk melepaskan pengampunan. Jika saat ini kita berada dalam situasi yang tersakiti dengan perkataan orang lain, ingatlah bahwa kita pun memiliki catatan sejarah kehidupan menyakiti orang lain. Jadi ampunilah karena betapa ruginya diri kita ketika menyimpan kesalahan orang lain. Jika saat ini kita di pihak yang menyakiti karena kita tidak dapat mengontrol emosi kita, perhatikanlah, dan belajarlah dari tugas seorang customer service di mana mereka dituntut oleh perusahaan untuk tetap memakai kata-kata yang baik dan sopan, sekalipun mereka diperhadapkan pada customer yang menyebalkan dan marah-marah kepadanya. Mereka bisa melakukannya karena sudah terlatih. Mengapakah kita tidak melatih diri kita menjadi Customer Service Kerajaan Sorga? Akhirnya, hikmat kesadaran kita yang tinggi akan jabatan kita sebagai anak-anak Tuhan akan memberikan kita kekuatan supranatural untuk mengontrol perkataan lidah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemampuan untuk mengekang lidahku, sehingga aku tidak ceroboh di dalam berkata-kata yang bisa menyakitkan hati orang lain. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 6 September 2026Bacaan: "Saudara-saudaraku, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan." (Roma 10:1)Renungan: Pada tahun 1965, selama acara reuni keluarga di Florida, seorang nenek membangunkan semua orang dirumahnya pada pukul 02.00 pagi. Dia memberikan perintah-perintah untuk mengambilkan botol-botol coca cola kosong, penyumbah-penyumbat botol, dan kertas, ia berkata, "Aku telah menerima sebuah pesan dari Allah, orang-orang harus mendengar firman-Nya." la menulis ayat-ayat pada kertas tersebut, sementara cucu-cucunya memasukkannya ke dalam botol dan menutup botol-botol tersebut. Kemudian semua penghuni rumah melemparkan lebih dari dua ratus botol ke dalam gelombang pantai di Cocoa Beach. Setelah peristiwa pagi itu, selama bertahun-tahun kemudian, banyak orang menghubungi dan berterima kasih kepadanya atas ayat-ayat Alkitab yang mereka temukan di dalam botol-botol itu. Nenek itu meninggal pada bulan November 1974 dan satu bulan berikutnya surat terakhir tiba:Yth. Nyonya Gause,Saya sedang menulis surat ini di bawah nyala lilin. Kami tidak lagi mendapatkan listrik di tanah pertanian. Suami saya meninggal pada musim gugur saat traktornya terbalik. la meninggalkan 11 anak yang masih kecil-kecil dan saya. Bank akan segera menyita harta kami. Hanya ada satu bongkah roti yang tersisa, tanah bersalju, dan Hari Natal hanya dua minggu lagi. Saya berdoa untuk meminta pengampunan sebelum berniat pergi untuk menenggelamkan diri saya sendiri. Sungai telah beku selama beberapa minggu, jadi saya kira tidak diperlukan waktu lama untuk saya mati. Saat saya memecahkan esnya, sebuah botol coca cola terapung ke atas. Saya membukanya, dan dengan air mata berlinang serta tangan gemetar, saya membaca tentang harapan. Pengkotbah 9:4 "Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan." Saya lalu pulang ke rumah, membaca Alkitab saya, dan bersyukur kepada Allah. Tolong doakan kami, tetapi keadaan kami akan membaik sekarang. Kiranya Allah memberkati Anda dan keluarga Anda. -Sebuah tanah pertanian di Ohio Cara Tuhan untuk menyelamatkan anak-anak-Nya memang selalu luar biasa. Yang Dia inginkan hanyalah orang-orang yang mau dipakai-Nya dan mentaati perintah-Nya. Sebuah botol coca cola dari Cocoa Beach Florida dapat sampai ke sebuah sungai di Ohio sembilan tahun kemudian, pada waktu dan tempat yang tepat, sehingga dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Hal ini diikarenakan ada seorang nenek yang mau mentaati perintah Tuhan. Jadi mari mentaati perintah-Nya dan menjadi alat-Nya untuk menyelamatkan banyak jiwa bagi Kerajaan Allah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, pakailah seluruh keberadaan diriku sebagai alat-Mu, sehingga melalui kehadiranku banyak jiwa kupersembahkan pada-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 5 September 2026Bacaan: "Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu." (Yesaya 43:4) Renungan: Seorang penulis bernama Marry Ann Bird mengisahkan tentang masa kecilnya. Dia menulis, "Saya bertumbuh dengan keadaan sadar betul bahwa saya berbeda, dan saya membencinya. Saya lahir dengan keadaan langit-langit mulut tidak sempurna, dan ketika saya mulai sekolah, teman sekolah saya membuat saya sadar betul bagaimana mereka melihat saya: seorang gadis kecil dengan cacat di bibirnya, hidung yang bengkok, gigi miring, dan cara bicara yang aneh. Ketika teman sekelas saya bertanya, 'Apa yang terjadi dengan bibirmu?" Saya akan mengatakan kepada mereka bahwa saya jatuh dan sepotong kaca membuat bibir saya seperti ini. Bagaimanapun lebih mudah diterima cerita mengalami kecelakaan daripada saya dilahirkan dalam keadaan yang berbeda. Saya begitu yakin bahwa tidak ada yang bisa mengasihi saya selain keluarga saya. Hingga suatu saat, ada seorang guru di kelas dua yang begitu kami kagumi namanya Ibu Leonard. Dia pendek, bulat namun periang. Ia seorang wanita yang mempesona. Secara rutin, sekolah kami melakukan tes pendengaran. Bu Leonard memberikan tes pendengaran kepada setiap anak di kelas, dan akhirnya tiba giliran saya. Saya tahu bagaimana tes pendengaran dilakukan karena sudah pernah mengalaminya di kelas satu. Kami berdiri menghadap pintu dan menutup satu telinga, dan guru duduk dimejanya lalu membisikkan sesuatu dimana kami harus mengulanginya kembali seperti "langit berwarna biru" atau "Apakah Anda memiliki sepatu baru?" Saya menunggu kalimat apa yang Tuhan taruh di mulutnya. Kemudian dia mengucapkan tujuh kata yang mengubah hidup saya, "Saya harap kamu adalah gadis kecil saya." Seperti Mary Ann Bird, setiap orang dilahirkan dengan sebuah kekurangan. Namun mari kita belajar seperti Ibu guru Leonard, yaitu tidak melihat kekurangan dari hidup orang lain namun menyatakan kasihnya yang tulus kepada setiap orang melalui kata-kata dan tindakannya, sehingga melalui dirinya kehidupan seorang gadis cilik diubahkan. Jadi, keluarkanlah kata-kata yang mampu mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Gunakan kata-kata kita untuk menghargai dan memberi semangat kepada setiap orang. karena setiap orang adalah berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk bisa menerima kekurangan orang lain sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya dengan semua kekuranganku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan -Jumat, 4 September 2026Bacaan: "Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya." (Ulangan 26:17)Renungan: Ada seekor burung elang berulang kali hinggap di dahan pohon yang sama karena tertarik mengamati kegiatan segerombolan tawon yang sibuk bekerja bersama membuat sarang yang berjuntai di sebuah dahan. Tampak seekor tawon sebentar terbang hinggap di antara bunga-bunga hutan yang mekar, mengisap sari madu, dan terbang kembali ke dahan memberikan sari madu ke sarangnya, dan begitu seterusnya. Burung elang dengan tidak sabar menegur seekor tawon yang sedang terbang di dekatnya, "Hai tawon kecil, kamu sibuk terbang dari satu bunga ke tempat sarangmu, memangnya apa yang sedang kamu kerjakan?" Tawon menjawab, "Aku dan kawan-kawan sedang membuat sarang." Elang berkata lagi, "Untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu? Umur tawon kan sangat pendek. Sudahlah..., tidak perlu susah-susah bekerja! Santai-santai saja dan nikmati kehidupanmu yang singkat itu." Demikian burung elang menasihati si tawon. Tawon berkata, "Umurku memang tidak sepanjang umurmu burung elang. Tapi justru karena pendeknya waktu yang aku punya, aku tidak boleh menyia-nyiakan nya. Itulah arti keberadaan kami." Mendengar ucapan tawon kecil, si burung elang terdiam. la tidak mampu berkata-kata lagi dan bersombong diri. Seberapa pun panjang dan pendeknya sebuah kehidupan, itu adalah misteri alam Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, kita tidak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir. Tetapi jika di setiap penggal waktu yang kita punya, kita punya kesetiaan untuk melakukan yang terbaik serta mampu bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri juga bermanfaat bagi orang lain, maka tiap hari yang kita jalani adalah hari yang penuh gairah, gembira, optimis, produktif, dan dinamis! Jadi, jangan sekadar hidup, tapi buatlah kehidupan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur atas rahmat kehidupanku. Bantulah aku agar hidupku yang singkat ini berguna bagi sesamaku, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 3 September 2026Bacaan: "TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. " (Mazmur 145:14)Renungan: George Frederick Handel adalah seorang komponis, walaupun namanya tidak setenar Beethoven atau Mozart. Namun kita semua pasti mengenal lagu "Halleluyah", atau lebih tepatnya opera "The Messiah". Lagu itu adalah masterpiece Handel. Seorang penulis biografi Handel menulis, "Karya tersebut akan tetap menjadi karya terbesar dalam sejarah penggubahan lagu/musik, bahkan mungkin untuk selamanya." Handel sebenarnya sudah mulai terkenal sejak usia 8 tahun. Sejak usia itu ia sudah mahir bermain organ dan pernah tampil di depan Pangeran Frederick III dari Berlin. Namun nama besar bukanlah jaminan. Karena situasi, Handel kehabisan uang, nyaris bangkrut dan penonton tidak lagi antusias menonton konsernya. la pun terkena stroke hingga tangan kanannya lumpuh. Meski akhirnya bisa disembuhkan, Handel memutuskan untuk pensiun dari dunia musik yang telah membesarkan namanya. Empat bulan setelah konser perpisahannya, seorang bernama Charles Jennings memberikan sebuah buku berdasarkan kehidupan Yesus kepada Handel. Tak disangka, buku itu mengubah hidup Handel, ia pun menulis karya-karyanya lagi. Kreatifitasnya kini mengalir terus menerus selama 21 hari tanpa henti dan ia berhasil merampungkan Messiah setebal 260 halaman, dengan bobot karya yang tak tertandingi. Kita tahu bahwa Handel pernah mengalami kegagalan, namun itu bukan penghambat untuk bangkit kembali dan meraih kesuksesan. Hal ini seperti yang dikatakan di Alkitab oleh Nabi Yoel, "Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" (Yoel 3:10) Gagal bukanlah aib, namun yang paling penting adalah bagaimana kita bisa bangkit lagi, berani memulai lagi dan siap menanggung risiko. Bukan mustahil saat ada dalam kegagalan, lalu kita bangkit kembali, maka kebangkitan kita ini akan menghasilkan karya masterpiece! Bagaimanapun "Terpuruk tidaklah buruk, berani bangkit akan melejit". Sebagaimana sebuah ungkapan yang berkata: " Orang bijaksana tidak pernah duduk meratapi kegagalannya, namun dengan gembira hati mencari jalan keluar bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat aku mengalami kegagalan, yakinkan aku ketika aku mengandalkan Engkau maka aku dapat bangkit lagi untuk meraih kesuksesanku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 2 September 2026Bacaan: "Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" (Markus 4:38)Renungan: Pernahkah kita mendengar istilah senjata pamungkas? Senjata pamungkas adalah senjata terakhir yang digunakan sebagai andalan. Demikian juga halnya dengan istilah jurus pamungkas. Jurus pamungkas adalah jurus andalan yang disimpan dan hanya digunakan jika dalam keadaan sangat terpaksa karena situasi sudah gawat. Doa adalah senjata orang percaya. Ketika sedang membahas tentang perlengkapan senjata Allah, Paulus mengingatkan agar orang percaya berdoa setiap waktu di dalam Roh. Sayangnya, doa sering dijadikan senjata pamungkas. Lho, bukannya itu bagus, sebab berarti doa dianggap senjata andalan kita? Ingat, senjata pamungkas hanya akan dikeluarkan di saat-saat terakhir, yaitu ketika semuanya sudah mentok! Berdoa kalau sudah kepepet. Kalau belum? Berarti belum saatnya berdoa! Seseorang berkata, "Kita cenderung menggunakan doa sebagai upaya terakhir, tetapi Tuhan ingin doa menjadi garis pertahanan pertama kita. Kita berdoa ketika tidak ada lagi yang bisa kita lakukan, tetapi Tuhan ingin kita berdoa sebelum melakukan apapun." Doa bukan senjata pamungkas, tapi senjata terpenting yang akan langsung kita gunakan setiap kali kita berada di medan peperangan rohani. Doa menjadi garis pertahanan pertama, bukan menjadi benteng terakhir. Berdoalah dalam segala keadaan, bukan berdoa kalau sudah kepepet. Jangan sampai kita berusaha mengatasi masalah dengan cara dan dengan kekuatan kita sendiri, dan begitu kita sudah mentok, barulah kita menyerahkan masalah kita kepada Tuhan. Jangan sampai kita seperti murid-murid, membiarkan Yesus tidur di buritan dan membangunkan-Nya hanya ketika perahu mereka hampir tenggelam. Niat mereka mungkin "baik", tidak mau mengganggu Yesus yang sedang tidur. Tapi nyatanya, usaha mereka untuk mengatasi badai tersebut sia-sia dan mentok juga. Saat sakit, segeralah berdoa. Jangan tunggu dokter sudah angkat tangan baru kita berdoa. Saat pekerjaan kita menghadapi masalah, segeralah berdoa. Jangan tunggu usaha kita hendak bangkrut baru kita berdoa. Berdoa sekarang juga, bukan nunggu mentok! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, saat ini sebelum aku beraktivitas, aku mohon berkat-Mu, agar apapun yang aku lakukan sepanjang hari ini dapat membawa kebaikan yang dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 1 September 2026Bacaan: "Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik... " (3 Yohanes 1:11)Renungan: Manusia adalah makhluk peniru. Sejak lahir, kita belajar bicara, berjalan dan melakukan sesuatu dari meniru orang tua dan orang di sekitar kita. Semakin besar, hal itu terus berlanjut. Saat remaja, kita suka meniru artis idola atau orang dewasa lainnya. Saat bekerja atau berbisnis, kita meniru orang yang kita anggap sukses. Dalam memilih model pakaian atau rambut, kita juga meniru. Dalam belajar sesuatu, kita pun banyak meniru. Banyak orang juga punya keinginan bisa seperti si ini atau si itu. Lagi lagi itu juga meniru. Tuhan tidak pemah melarang kita meniru. Tuhan tahu dan la pun menciptakan kita sebagai makhluk sosial yang belajar dengan saling meniru. Namun, firman Tuhan di 3 Yohanes 1:11 ini mengingatkan kita untuk selektif dalam meniru. Tirulah hal yang baik, jangan yang jahat/buruk! Demikian ayat ini berkata, sederhana, tapi sangat penting diperhatikan. Ada banyak tokoh Alkitab juga peniru. Timotius adalah seorang peniru, tapi yang ia tiru adalah Lois, neneknya, Eunike, ibunya, dan kemudian Paulus, yang menjadi mentornya. Melalui nenek dan ibunya, Timotius belajar memiliki iman kepada Allah. Melalui Paulus, Timotius belajar meniru bagaimana bisa memberitakan ajaran Injil yang sehat dan bagaimana agar imannya dapat ia hidupi dengan sempurna. Paulus memang sosok yang patut ditiru. Meski demikian Paulus pun juga meniru, yaitu meniru teladan Kristus. Mari renungkan, siapa yang kehidupannya secara tidak sadar sudah kita tiru selama ini? Alangkah indah jika kita seperti Timotius, yang bisa menemukan sosok panutan yang tepat, yang kehidupannya berpadanan dengan teladan Kristus. Tapi, waspadalah jika kita ternyata lebih tergoda meniru sosok yang membuat kita memikirkan dan melakukan hal-hal yang salah, yang tidak sesuai teladan Kristus. Demikian pula, sadari juga bahwa bisa jadi ada orang yang juga meniru kita. Nah, apakah kita selama ini sudah memberikan teladan yang baik atau buruk? Itu kembali lagi, dimulai dari siapa yang kita tiru dan teladani dalam hidup ini. Semoga kita bisa meneladani yang baik dan bisa menjadi teladan yang baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa;Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu sehingga menguasai seluruh keberadaanku, agar melalui kehadiranku aku dapat menjadi teladan yang baik bagi orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 31 Agustus 2026Bacaan: "Tidak seorang pun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya." (Lukas 11:33) Renungan: Caesar adalah seorang mahasiswa asal Meksiko yang berada dalam satu kelompok dengan mahasiswa-mahasiswa lain dalam suatu program pendidikan yang dibiayai Erasmus, di sebuah kota di Eropa. Kebiasaan hidup sebagian besar mahasiswa yang hedonis, tidak mempengaruhi pendiriannya untuk melakukan kebiasaan pergi ke gereja setiap hari Minggu. Sementara teman-teman yang lain tidur dan bersantai di hari Minggu, Caesar justru seringkali mengajak beberapa teman untuk pergi bersama ke gereja. Dalam komunitas lingkungan pertemanan di kampus, ia tidak dipengaruhi oleh perilaku buruk orang lain, tetapi ia berperan dalam memberikan pengaruh yang baik. la tidak menjauhi mereka, tapi ia tinggal bersama mereka, menjadi teman bagi mereka, dan menjadi saksi Kristus. Kadang-kadang kita mendengar, ada pengikut Yesus yang berkata, "Sulit bagi saya untuk menghindari pengaruh buruk dari teman-teman saya. Saya terpaksa harus ikut-ikutan dengan mereka." Pendapat ini keliru karena orang percaya dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia bagi orang-orang di sekitarnya. Bukan sebaliknya, dipengaruhi oleh dunia sekitarnya. Ingatlah bahwa pergaulan yang baik bukanlah ditentukan dari orang-orang di sekitar kita, melainkan dari sikap diri kita sendiri. Pergaulan itu dapat dikatakan baik, bilamana kita dapat menjadi terang Kristus dan memberi teladan hidup bagi teman-teman di lingkungan pergaulan kita. Sebatang lilin akan diletakkan di tempat yang gelap untuk menerangi kegelapan. Bahkan firman Tuhan pernah berkata bahwa kita akan diutus seperti domba di tengah-tengah serigala. Jadi, tidak ada sebuah tempat yang sempurna seperti surga di dunia ini, pasti di setiap lingkungan kita, kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang berperilaku buruk. Bisakah kita menjadi terang untuk orang-orang tersebut? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk berkata-kata yang penuh kuasa, sehingga ketika ada seseorang yang mulai menjauh dari-Mu, perkataanku dapat membawa mereka kembali pada jalan-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 30 Agustus 2026Bacaan: "Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2)Renungan: Ada sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya membentak istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena bentak merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir, "Hari ini suamiku menyakiti hatiku." Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si istri mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang, dia menulis di sebuah batu: "Hari Ini suamiku yang baik menyelamatkan nyawaku." Suaminya bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu?" Istrinya sambil tersenyum menjawab, "Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar ketika angin maaf datang berhembus, maka akan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku agar tidak bisa hilang tertiup angin, sehingga akan teringat selalu dalam hidupku." Pernahkah kita mendengar sebuah pepatah yang berkata, "Karena nila setitik rusak susu sebelanga?" Artinya adalah kebaikan yang besar akan hilang hanya karena kesalahan kecil. Sifat dasar manusia adalah lebih mudah mengingat keburukan orang lain daripada kebaikannya. Oleh karena itu, hari ini marilah kita belajar untuk membalik hal tersebut, yakni kita lebih mudah mengingat kebaikan orang lain daripada keburukannya. Janganlah kita menjadi orang yang tidak tahu membalas budi, dengan selalu melupakan atau tidak membalas perbuatan baik orang lain kepada kita. Mari kita renungkan lagi saat ini, apakah benar setiap orang yang pernah menyakiti kita, tidak pernah menolong atau membantu kita? Jika, kita mau jujur saat ini, setiap orang disekeliling kita pasti akan tetap memiliki kebaikan yang bisa kita ingat. Jadi, kunci untuk hidup damai dengan siapapun sebenarnya sederhana, yaitu ingatlah yang baik dan lupakan yang buruk. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengingat setiap kebaikan yang telah ku terima dari-Mu dan dari orang-orang sekitarku. Ajarilah aku juga untuk mengucapkan syukur atas semua kebaikan yang telah kuterima itu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 29 Agustus 2026Bacaan: "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22) Renungan: Di sebuah gereja kecil yang terletak di daerah pedesaan, diadakan persekutuan doa setiap hari Rabu sore. Hal ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Persekutuan doa tersebut biasanya hanya dihadiri lima sampai tujuh orang saja dan hal ini rupanya membuat pimpinan gereja agak berkecil hati, sehingga dibuatlah sebuah keputusan untuk meniadakan saja persekutuan doa yang kelihatannya sukar untuk bertumbuh itu. Tetapi apa yang terjadi? Seorang ibu tua yang selama bertahun-tahun senantiasa hadir dalam persekutuan doa itu, sama sekali tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dengan keyakinan penuh, ja menyatakan protes keras atas keputusan tersebut, sehingga pada hari Rabu berikutnya ia tetap hadir di ruang doa gereja tersebut untuk berdoa walaupun kali ini dirinya hanya seorang diri saja. Keesokan harinya ibu ini bertemu dengan seorang anggota persekutuan doa Rabu sore, yang bertanya, "Apakah Ibu kemarin tetap datang ke persekutuan doa?" Dengan mantap, Ibu ini berkata: "Ya, kemarin saya tetap berdoa di sana." Lalu temannya itu melanjutkan pertanyaannya: "Berapa orang yang hadir dalam persekutuan doa kemarin itu?" Dengan tenang ibu ini kembali menjawab: "Yang hadir ada empat." Temannya menjawab: "Ah, jangan mengada-ada Bu. Kudengar yang hadir hanya satu orang, yaitu Ibu sendiri." Dengan tenang ibu tua ini kembali menjawab: "Engkau salah! Yang terlihat dengan mata jasmani memang hanya aku seorang diri, tetapi Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus juga hadir, walaupun orang lain tak dapat melihatnya dengan mata biasa, namun kami berempat sepakat dalam doa bersama-sama!" Demikianlah dari hari Rabu ke Rabu berikutnya Ibu ini dengan setia, tetap datang untuk berdoa. Akhirnya pemimpin gereja meralat keputusannya. Persekutuan doa itu dibuka kembali karena melihat teladan kesetiaan dari Ibu tua ini. Pada akhirnya umat yang lain mulai tergerak hatinya. Mereka mulai menyediakan waktu untuk hadir dalam persekutuan doa Rabu sore. Dalam waktu kurang lebih enam bulan sudah ada lebih dari seratus orang yang berdoa bersama-sama pada setiap hari Rabu sore. Tidak lama kemudian terjadilah kebangunan rohani besar dan berkat Tuhan dicurahkan secara luar biasa kepada umat di gereja tersebut. Bila ada satu orang saja, yang mau membayar harga dan memberi teladan untuk setia, maka itu sudah cukup bagi Tuhan untuk membawa gelombang kebangunan rohani yang dashyat. Pertanyaannya adalah, bagaimana kalau satu orang itu dimulai dari diri kita sendiri? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan roh doa-Mu, sehingga pada saat aku berdoa ada kuasa yang mengalir menjangkau banyak jiwa untuk datang pada-Mu. Amin. (Dod)

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 28 Agustus 2026Bacaan: "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna." (1 Korintus 13:2) Renungan: Di negeri Tiongkok, ada seorang yang sangat kaya raya mempunyai seorang hamba yang sangat lugu, sehingga orang-orang menyebutnya si bodoh. Suatu hari, sang tuan meminta hambanya yang lugu ini, untuk menagih hutang kepada penduduk di suatu desa. Uang hasil tagihannya itu harus dibelikan sesuatu yang belum dimiliki oleh tuannya. Akhirnya berangkatlah hamba ini dan menagih hutang. Setelah semuanya selesai ia mulai berpikir apa yang harus dia beli untuk tuannya. Akhirnya, ia kembali ke desa itu dan membagi-bagikan uang itu kepada penduduk setempat sambil berkata, "Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian." Para penduduk pun bergembira dan memuji kebaikan hati sang tuan tersebut. Kemudian pulanglah hamba yang lugu ini dan memberitahukan kepada tuannya bahwa tugas yang diberikan kepadanya selesai. Sang tuan hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebodohan hambanya ini. Suatu ketika terjadilah kelaparan yang hebat. Karena bencana kelaparan tak kunjung selesai, akhirnya tuan ini mengalami kebangkrutan. Harta yang dimiliki dijualnya untuk biaya hidupnya. Pada akhirnya tuannya terpaksa mengungsi ke kampung sebelah bersama hambanya yang lugu tadi. Mereka disambut oleh penduduk setempat dengan ramah, diberi makan dan tumpangan. Tentu saja sang tuan bingung. Akhirnya si hamba bercerita bahwa mereka adalah masyarakat yang pernah ia berikan uang atas nama tuannya, pada saat tuannya menyuruhnya membelikan sesuatu yang belum dipunyainya. Menurut hambanya ini, yang belum dipunya sang tuan adalah cinta di hati masyarakat tersebut. Saat ini adalah saat tuannya tersebut menerima hasil dari cinta kasih yang dulu pernah ditaburkan oleh hambanya dalam bentuk pembagian uang tersebut. Apa yang kita lakukan saat ini, mungkin hasilnya tidak dapat kita rasakan dengan segera. Namun, satu hal yang harus kita tahu, Tuhan tidak pernah berhutang. Apapun yang pernah kita berikan kepada orang lain yang paling membutuhkan, sesungguhnya sedang kita berikan untuk Tuhan. Mari menabur dengan cinta untuk orang lain, karena suatu hari kelak, kita akan mendapatkan tuaiannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah roh cinta kasih-Mu dalam diriku agar hatiku selalu peka melihat penderitaan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 27 Agustus 2026Bacaan: "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa." (1 Petrus 2:11) Renungan: Dalam perjalanan pulang dari pelayanan seumur hidup sebagai pewarta Injil di Afrika, sepasang suami istri yang sudah tua mendapati bahwa mereka berada dalam kapal yang sama dengan Presiden Teddy Roosevelt, yang sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah ekspedisi perburuan besar. Pasangan tersebut menyaksikan dengan takjub kemeriahan yang diberikan kepada Presiden dan rombongannya. Ketika kapal itu berlabuh di New York, sebuah band tengah menanti untuk menyambut dan sang walikota ada di sana untuk mengucapkan selamat datang kepadanya, dan berbagai surat kabar mengelu-elukan kepulangannya. Sementara itu, pasangan tua itu keluar diam-diam dari kapal dan menemukan sebuah apartemen murah. Mereka tidak memiliki uang pensiun, kesehatan mereka buruk, dan mereka merasa kecil hati dan takut. Si suami, khususnya, tampaknya tak habis pikir bagaimana sang Presiden menerima sorak-sorai seperti itu, sedangkan bertahun-tahun pelayanan mereka berlalu tanpa perhatian ataupun upah. Sambil tertunduk lesu, ia mengeluh pahit pada istrinya. "Tuhan memperlakukan kita dengan tidak adil," "Mengapa kamu tidak berdoa saja tentang hal itu?" istrinya memberi saran. Sang suami menuruti saran dari istrinya, dan mulailah dia berdoa mencari tahu, jawaban Tuhan. Tak berapa lama kemudian, si istri melihat perubahan dalam perilaku suaminya. Karena penasaran si istri segera bertanya kepada suaminya "Apa yang telah terjadi, sehingga sikapmu kini berubah menjadi penuh sukacita ?" Dengan tersenyum, suaminya menjawab, Aku bertanya kepada Tuhan mengapa kepulangan kita dari melayani Dia, tidak mendapat sambutan sama sekali, dan Tuhan telah memberi penjelasan kepadaku tentang hal ini, Tuhan meletakkan tanganNya di bahuku dan hanya berkata, "Karena engkau belum sampai di rumah!" Dunia ini bukanlah rumah kita, dunia ini bukanlah tempat tinggal kita, dan dunia ini bukanlah tempat perhentian kita. Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara bagi kita, karena rumah dan tempat tinggal kita yang sesungguhnya adalah di surga. Jadi jangan pernah kecewa dan berputus asa, kalau mungkin saat ini kita belum mendapat penghargaan dan sorak sorai atas apa yang telah kita lakukan bagi Tuhan. Karena bila saatnya telah tiba, ketika kita berpulang ke surga, akan ada sorak sorai dan penyambutan yang sesungguhnya bagi setiap kita yang dikasihi Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kebesaran hati jika tidak ada orang yang memuji pelayanan ku. Jangan biarkan aku mencuri kemuliaan-Mu dengan mengharapkan pujian atas segala sesuatu yang kulakukan. Ajarilah aku rendah hati saat aku melayani-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 26 Agustus 2026Bacaan: "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22)Renungan: Suatu hari ada seorang pendoa yang sudah frustasi dengan apa yang ia doakan. Bertahun-tahun sudah ia berdoa, tapi ia belum menerima jawabannya. Hingga, akhirnya ia menemui pembimbing rohaninya dan berkata, "Bapak, mengapa Tuhan tidak adil. Tuhan belum menjawab doaku sampai saat ini. Teman saya yang di kantor, baru saja ia berdoa, namun Tuhan sudah menjawabnya."Dengan santai pembimbing rohaninya itu menjawab, "Anakku, jika engkau melihat ada seorang pengamen dengan suara yang merdu dan berpakaian rapi bernyanyi di hadapanmu, apakah kamu akan memberikannya uang?" Pendoa tersebut menjawab, "Tentu saja. Saya akan memberinya, namun saya akan tunggu hingga ia menyelesaikan lagunya. Namun itu akan berbeda jika aku melihat seorang pengamen dengan suara yang berantakan, aku akan segera memberinya dan menyuruhnya pergi." Pembimbing rohaninya tersenyum dan berkata,"Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita dengan Tuhan. Ketika Tuhan melihat engkau taat dan setia datang kepada-Nya, Dia betah mendengarkan dan melihatmu. Tuhan rindu untuk sering bertemu denganmu dalam waktu yang lama. Bagi Tuhan menjawab doamu adalah gampang, namun Tuhan rindu untuk terus dekat dengan-Mu. la rindu menahanmu supaya engkau lebih intim dengan-Nya. Pada akhirnya, Tuhan akan memberikann apa yang engkau minta. Janganlah kita frustasi saat doa kita belum dijawab, karena ada sesuatu yang besar yang sedang Tuhan siapkan untuk kita. Tuhan masih rindu bersama dengan kita. Ia menginginkan kita intim dengan-Nya. Jadi, marilah kita terus berdoa dan tidak lelah dengan setiap doa kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering marah pada-Mu ketika doaku tidak Engkau kabulkan. Kini aku mengerti, bahwa Engkau senantiasa merindukan kehadiranku setiap saat dalam jam doaku. Aku percaya, akan tiba saat nya doaku Engkau kabulkan bila aku setia datang pada-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 25 Agustus 2026Bacaan: "Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya." (Ibrani 12:11)Renungan: Setelah toko dagingnya di Brooklyn dirampok di bawah todongan senjata sebanyak empat kali dalam satu bulan, William Levine sang pemilik toko, mulai berpikir bahwa hidupnya ada dalam bahaya! la lalu mencari cara untuk membuat dirinya lebih aman dan terlindungi. Akhirnya ia membeli sebuah jaket anti peluru pada tahun 1980. Para pemilik tanah di area itu mendengar tentang pembelian itu dan satu demi satu, mendatanginya untuk bertanya di mana mereka bisa membeli jaket semacam itu. Levine mulai menerima pesanan dari mereka sebagai pekerjaan sampingan. Tidak lama kemudian, Levine sadar bahwa ada sesuatu yang lebih di dalam bisnis jaket pengaman ini dibandingkan toko dagingnya. la akhirnya menjadi presiden full time dari Body Armor International. Pada akhir tahun 1980, perusahaannya memiliki empat puluh agen penjualan di seluruh negeri dan menjual lima ratus hingga enam ratus rompi anti peluru dalam sebulan. Kini kehidupan William Levine jauh lebih makmur dan jauh lebih diberkati daripada saat dirinya membuka usaha toko daging. Semua kesuksesannya saat ini, sesungguhnya berasal dari seringnya toko dagingnya dirampok orang. Selalu ada peluang dibalik setiap masalah ataupun tantangan yang kita hadapi. Memang kita tidak perlu mengalami perampokan terlebih dahulu untuk bisa sukses. Hal yang ingin disampaikan disini adalah, diperlukan kejelian dan sikap positif kita dalam memandang sebuah masalah ataupun persoalan sehingga kita tidak hanya melihat masalah yang sedang kita alami namun biarlah kita juga dapat melihat berbagai kesempatan yang seringkali tersembunyi dibalik masalah ataupun persoalan itu. Jadi, bila suatu saat kita diperhadapkan pada sebuah masalah ataupun persoalan, jangan langsung bersikap negatif, jangan langsung bersungut-sungut, dan jangan langsung menyerah, namun biarlah kita tetap dapat bersikap positif dan mencari hikmat Tuhan, supaya kita dapat melihat berkat yang sedang tersamar dibalik masalah kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk tetap berpikir positif di saat aku mengalami masalah dalam hidupku. Aku percaya ada berkat di balik masalah yang aku alami saat ini. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 24 Agustus 2026Bacaan: "Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun." (Mazmur 133:1)Renungan: Ada sebuah keluarga yang memiliki dua orang anak. Pekerjaan sehari-hari mereka adalah petani, yang seorang telah menikah dan yang lainnya belum. Ketika hari mulai senja, mereka selalu membagi hasil ladang secara merata. Hal ini berlangsung hingga orang tua mereka meninggal. Suatu hari, setelah kepergian orang tua mereka, saudara yang masih lajang berpikir," Tentulah kakakku membutuhkan lebih banyak padi di banding aku, ia memiliki keluarga sedangkan aku belum." Akhirnya setiap malam, dengan diam-diam si adik menyelinap masuk ke lumbung saudaranya dan meletakkan sekarung padi dari lumbung miliknya. Sementara itu, saudaranya yang telah menikah berpikir, Tidak adil jika kami membaginya sama, seharusnya adikku mendapat bagian yang lebih banyak, aku memiliki istri dan anak-anak yang akan merawatku nanti di maša tua, sedangkan adikku tidak." Akhirnya setiap malam sang kakak juga dengan diam-diam meletakkan sekarung padi ke lumbung adiknya tanpa diketahui oleh adiknya. Keadaan itu terus berlangsung hingga suatu malam, tanpa disengaja mereka bertemu di lumbung padi milik sang kakak. Dan saat itulah mereka tersadar apa yang selama ini terjadi yaitu bahwa mereka sama-sama rela berkorban demi saudaranya terkasih, dan sama-sama lebih memikirkan saudaranya dibandingkan memikirkan dirinya sendiri. Malam itu mereka saling berpelukan dan menangis dengan penuh haru dan sukacita, karena masing-masing menyadari bahwa mereka berdua memiliki harta yang jauh lebih berharga dibandingkan padi itu, yaitu cinta kasih dan persaudaraan satu sama lainnya. Persaudaraan harusnya didasari dengan kasih, bukan dengan yang lain. Namun seberapa banyak kita melihat persaudaraan pecah karena uang, karena masing-masing lebih mementingkan dirinya sendiri dibandingkan orang lain. Bahkan ada anak membunuh orang tua hanya karena harta, istri membunuh suami hanya karena marah, ayah menjual anak karena butuh uang, kakak dan adik bertengkar karena berebut harta, dan lain sebagainya. Marilah kita kembali ke dasar sebuah keluarga sebenarnya. Dasar dari sebuah keluarga adalah kasih dan bukan harta. Jadi, stop bertengkar hanya karena masalah harta dan mari berhenti saling berebut dan mementingkan diri sendiri, tetapi mari hadirkan persatuan dalam keluarga kita. Kalau kita bisa mengasihi orang lain yang bukan saudara kita, mengapa kita sulit mengasihi orang-orang yang adalah saudara kita sendiri? Karena harta terindah yang sesungguhnya bukan terletak pada apa yang kita miliki, melainkan pada apa yang bisa kita beri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang mau mengasihi saudaraku dengan tulus. Jangan biarkan harta duniawi memecah belah rasa persaudaraan kami. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 23 Agustus 2026Bacaan:"Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40) Renungan: Suatu ketika sepasang suami-istri pulang berpergian bersama. Mereka kemudian mampir ke sebuah toko roti. Sang suami mengambil roti kesukaannya, yaitu roti daging isi tiga. Sesudah membayar mereka segera melanjutkan perjalanan. Setibanya di lampu merah, sang istri melihat seorang anak kecil menghampiri mobil mereka dan berharap beberapa keping uang. Sang istri langsung menolaknya, namun tanpa ia perhatikan suaminya memotong roti isinya dan menyuruh istrinya memberikannya kepada gadis kecil tadi. Langsung saja sang istri berteriak memanggilnya dan anak itu kembali mendekatinya. Setelah di berikannya roti, anak kecil itu mengucapkan terimakasih dan berlalu. Namun, diam-diam ia masih memperhatikan suami istri tersebut. Ia menghampiri seorang ibu dengan pakaian lusuh dan memberikan setengah roti tersebut kepadanya, sambil menunjuk mobil yang ditumpangi suami istri tersebut. Saat akan melanjutkan perjalanan, suami istri tersebut melihat anak dan ibu tadi tersenyum ke arah mereka. Sebenarnya, berbagi kasih tidaklah terlalu sulit, cukup mulai dari apa yang kita punya, kita bisa membagi kasih itu. Tak perlu hal yang besar untuk membuat orang lain bahagia, cukup dengan hal yang sederhana namun disertai dengan ketulusan. Seperti firman Tuhan berkata, apa yang kau lakukan untuk saudaraku yang paling hina ini kamu sudah melakukannya juga untuk Aku. Jadi, dimanapun kita berada, di sekolah, di lingkungan kerja, di lingkungan pelayanan, bahkan dimanapun, mari mulai menjadi berkat untuk hal yang kecil, maka kita akan melihat orang lain bahagia dengan apa yang kita perbuat. Karena yang membuat kita menjadi orang hebat, bukan karena kita melakukan hal-hal yang besar dan luar biasa, namun yang menjadikan kita hebat adalah disaat kita melakukan hal-hal yang kecil, namun dengan Kasih yang Besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah hatiku dengan belas kasih-Mu, sehingga aku selalu tergerak untuk menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 22 Agustus 2026Bacaan: "Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya." (Efesus 5:23)Renungan: Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi suami terhadap istri. Salah seorang malaikat berkata, "Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang didominasi oleh istri." Setelah beberapa saat, malaikat mulai memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu suami yang berada pada barisan "suami yang mendominasi istri", yang lainnya berada dalam barisan" suami yang didominasi istri." Melihat hal itu, marahlah malaikat, "Aku sangat kecewa melihat kenyataan ini, bukankah suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, dan bukan sebaliknya? Lihat pria ini, kalian semua harus mencontoh pria satu ini!" sambung malaikat, "Kau membuatku bangga. Coba katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang berada di barisan ini." Pria itu berkata, "Nggak tau, tadi saya disuruh isri saya berdiri di sini, nggak boleh ke mana-mana." Kita mungkin tersenyum mendengar kisah di atas, namun seringkali kita juga melupakan panggilan kita masing-masing, entah itu panggilan sebagai suami, sebagai istri, sebagai orang tua, ataupun sebagai anak. Tuhan memberikan tanggung jawab kepada setiap pria untuk menjadi suami yang baik dan sebagai kepala keluarga. Seorang suami harus mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri, sementara istri juga harus tunduk kepada suami, sama seperti kepada Kristus, Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya supaya kebenaran Alkitab ini dapat diterapkan dalam setiap kehidupan keluarga kristiani? siapa yang harus memulai terlebih dahulu ? Jawabannya adalah mulailah dari diri sendiri terlebih dahulu, bila kita sebagai suami ingin dihormati, maka kasihilah istri kita terlebih dahulu dan jadilah orang yang pantas untuk dihormati. Bila kita sebagai istri ingin dikasihi, maka hormati dan tunduklah kepada suami kita terlebih dahulu dan jadilah orang yang pantas untuk dikasihi. Bila kita sebagai anak, ingin orang tua kita lebih memperhatikan dan semakin menyayangi kita, mari hormati dan taati orang tua kita terlebih dahulu, dan bila kita sebagai orang tua, ingin agar anak-anak bisa menghormati kita, maka jangan kita abaikan anak-anak kita, namun mari kita perhatikan mereka dengan kasih sayang yang besar. Karena apa yang kita ingin orang lain perbuat pada kita, biarlah itu yang kita lakukan terlebih dahulu kepada mereka dan jangan terkejut, bila pada akhirnya kita menuai hal-hal yang jauh lebih besar dari apa yang sudah kita berikan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk menjalankan tugas panggilan yang telah Kau tetapkan untukku di dalam keluargaku, sehingga hidupku dapat menjadi berkat untuk keluargaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 21 Agustus 2026Bacaan: "Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!" (Yesaya 28:16) Renungan: Jean Henri Fabre adalah seorang ahli serangga dari Perancis. Saat berjalan-jalan di hutan, ia tertarik pada perilaku ulat-ulat bulu yang berjalan berurutan dalam sebuah barisan. Seekor ulat bulu berjalan mengikuti ulat bulu yang ada di depannya, demikian mereka terus berjalan beriringan. Mereka mengikuti secara persis ulat bulu yang ada di depan mereka, tidak menyimpang ke kanan ataupun ke kiri. Fabre lalu menangkap beberapa ulat bulu dan membawanya pulang. Di laboratoriumnya, ia mengatur ulat bulu itu membentuk lingkaran mengelilingi pot bunga. Ternyata ulat-ulat itu kemudian kembali berjalan beriringan mengitari pot bunga tanpa berhenti, seperti komidi putar. Meski ada makanan di tengah lingkaran, mereka tidak berusaha keluar dari lintasan itu untuk mengambil makanan yang ada di tengah-tengah mereka. Setiap ulat bulu itu hanya berjalan dan terus berjalan saja mengikuti jalur yang dilewati ulat bulu di depannya, tanpa tahu dan menyadari apa yang sedang mereka lakukan. Dalam hidup ini pun, tanpa sadar kita seringkali juga bersikap seperti para ulat bulu tadi. Seringkali kita hanya ikut-ikutan orang lain saja, tanpa menyadari apa yang sedang kita lakukan. Bila teman-teman kita ke diskotik, maka kita pun ke diskotik. Bila orang lain membeli mobil baru, maka kita pun harus ikut memiliki mobil baru. Bila orang lain menerobos lampu merah, maka kita pun ikut menerobos lampu merah. Kita melakukan suatu tindakan karena hal tersebut banyak dilakukan oleh orang lain. Kita mencari pekerjaan yang banyak dicari oleh kelompok mayoritas, tanpa mempertimbangkan bakat dan kompetensi kita. Seringkali kita hanya melakukan sesuatu yang umum dan tidak berani melakukan hal yang berbeda. Namun, seseorang justru berpesan kepada kita, "Jangan pergi mengikuti jejak orang lain, tapi pergilah ke tempat di mana tidak ada jejak dan tinggalkan jejak Anda di sana." Jadi, kalau benar-benar ingin mendapatkan hasil yang berbeda dari kebanyakan orang, hasil yang lebih besar dan lebih baik, kita harus mempunyai alasan dan prinsip yang teguh terhadap apa yang sedang kita lakukan. Jangan hanya melakukan sesuatu karena ikut-ikutan, namun mari melakukan sesuatu karena mempunyai alasan dan prinsip hidup yang jelas. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar aku dapat menemukan hal-hal baru yang dapat kulakukan untuk membawa kebaikan bagi orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod)

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 20 Agustus 2025Bacaan: "Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan Tangan-Mu." (Yesaya 64:8)Renungan: Di satu kota, ada seorang pria setengah baya yang sangat terkenal karena kemampuan sulapnya. Pria setengah baya tersebut memiliki keunikan, dan banyak orang yang terkagum-kagum akan kemampuannya tersebut, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Pria setengah baya tersebut adalah seorang pesulap handal. Pria setengah baya ini memiliki banyak trik sulap yang dapat ditunjukkan kepada para penonton bila ia mengadakan suatu pertunjukkan. Tidak heran, orang-orang di kota tersebut tidak bosan bila ia mengadakan pertunjukkan sulap.Suatu ketika, dalam suatu pertunjukkan besar, seperti biasa pria setengah baya ini menunjukkan kemampuan sulapnya. Dari satu aksi sulap ke aksi sulap lainnya, pria setengah baya ini selalu memukau penonton dan membuat banyak orang tersenyum puas atas apa yang dilakukannya di atas panggung. Sampailah pada akhir pertunjukkan. Pria setengah bayatersebut mengatakan sesuatu yang mengagetkan penonton yang ada tersebut, "Terima kasih atas apresiasi Anda-anda terhadap setiap penampilan saya di atas panggung ini. Tidak terasa, saya melakukan atraksi sulap di atas panggung ini sudah 28 tahun dan itu tidaklah mudah," kata pria setengah baya tersebut. Lalu dia menambahkan lagi, "Anda-anda mungkin terkesan dengan pertunjukkan ini, tetapi ada satu hal yang harus Anda-anda ingat, bahwa saya adalah orang biasa. Benar, saya bisa mengubah benda-benda dengan trik-trik sulap yang saya pelajari. Tapi, akhir-akhir ini saya sadar bahwa hidup ini tidak dapat disulap seperti yang saya mau. Hanya ada satu pribadi yang dapat melakukannya, yakni Yesus. DIA tidak menyulap kehidupan, tetapi mengubah kehidupan." Setelah berbicara kepada para penonton, pria setengah baya tersebut membungkukkan diri sebagai ungkapan ucapan terima kasih. Orang-orang yang hadir pada pertunjukkan tersebut, mereka semua berdiri dari tempat duduk dan memberikan tepuk tangan meriah kepada pesulap handal tersebut. Pertunjukkan itu pun berakhir dengan sukses. Dalam kehidupan ini, seringkali kita ingin mengubah kehidupan kita secara instan seperti sulapan. Kita berpikir bahwa hidup ini seperti sulap sehingga seringkali mengandalkan seseorang yang katanya "orang pintar" untuk menyulap hidup kita. Hal itu mungkin dapat terjadi dalam hidup kita, tetapi itu tidak kekal, dan ujungnya menuju kepada maut. Hanya Yesus yang dapat mengubah kehidupan kita, bersifat kekal, dan ujungnya menuju ke surga. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ubahlah hidupku sehingga menjadi baru. Baru dalam pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 19 Agustus 2026Bacaan: "Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun." (Yakobus 1:3-4)Renungan: Seorang atlet renang nasional yang baru saja memecahkan rekor nasional 200 meter gaya bebas sedang diwawancarai beberapa wartawan televisi dan surat kabar nasional. Adapun rekor nasional yang dipecahkannya sempat bertahan selama dua puluh lima tahun tanpa ada seorang atlet pun yang mampu memecahkannya. Namun, setelah dua puluh lima tahun kemudian akhirnya perenang tersebut dapat memecahkan rekor dengan catatan waktu empat detik lebih cepat daripada rekor lama. Beberapa wartawan mencoba bertanya tentang rahasia serta kiatnya sehingga ia mampu memecahkan rekor yang sudah bertahan sekian puluh tahun tersebut. Perenang itu menjawab, "Untuk waktu empat detik lebih cepat, saya memerlukan latihan terus-menerus selama empat tahun." Wow....hanya untuk selisih waktu empat detik, dibutuhkan latihan terus menerus selama empat tahun, sungguh luar biasa. Bila kita perhatikan, rata-rata orang yang mengalami sukses memiliki kesamaan, yaitu ketekunan dalam berlatih. Kita sering terpukau atas kemenangan yang diraih seorang atlet atau pun kesuksesan seseorang tanpa pernah memikirkan proses latihan dan usaha serta ketekunan mereka, yang begitu memakan waktu dan sulit. Latihan yang serius, penuh disiplin diri, dan konsisten akan mempermudah seseorang meraih prestasi. Seseorang bertanya pada seorang motivator kelas dunia, "Berapa lama anda mempersiapkan bahan untuk sebuah konferensi?" "Saya terus berlatih selama tiga jam sehari." Ia tidak pernah mengambil jalan pintas, dan tidak pernah menganggap remeh sebuah konferensi ataupun seminar, sekalipun ia telah menjadi motivator kelas dunia. Karena justru latihan itulah yang telah mengantarnya menjadi motivator kelas dunia. Salah satu hal yang membedakan seseorang mengalami sukses atau tidak adalah: latihan yang terarah dan disipin diri. Mari mulai hari ini kita menetapkan hati untuk terus berusaha, berlatih dan memperhebat setiap kemampuan yang kita miliki, baik dalam pekerjaan, pelayanan, maupun dalam segala aktivitas lainnya, sampai akhirnya kita mencapai keberhasilan. Karena, hanya orang yang pandai melatih diri saja yang akan menjadi pemenang sejati. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesetiaan, kedisiplinan dan tekun belajar untuk setiap tugas yang telah Kau percayakan padaku, sehingga hasil yang kuperoleh dapat memberkati banyak orang dan memuliakan nama-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 18 Agustus 2026Bacaan: "Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang." (Efesus 5:8)Renungan: Sepulang dari sebuah perjalanan ke luar negeri, seorang pria membelikan oleh-oleh bagi istrinya berupa sebuah kotak korek api yang bercahaya dalam gelap. Saat ia memberikan kepada istrinya, ia ingin memperlihatkan bahwa kotak itu bisa bercahaya dalam gelap, namun sewaktu lampu dipadamkan kotak itu tidak mengeluarkan Cahaya. "Apanya yang unik kalau seperti ini?" demikian seru istrinya. Dengan kecewa pria itu berkata, "Aku telah tertipu." Tapi saat istrinya membolak balik kotak korek api itu, dia melihat sederet kalimat dalam bahasa Perancis. Setelah bertanya pada seorang teman, ternyata kalimat itu berbunyi, "Jika Anda ingin saya bersinar pada malam hari, jemurlah saya di bawah terik matahari." Karena itu si istri lalu menempatkan kotak itu di jendela, agar terkena sinar matahari. Sorenya saat sang suami pulang, ia memadamkan lampu dan memperlihatkan pada suaminya bagaimana kotak itu sekarang bisa bercahaya. Suaminya heran dan bertanya, "Apa yang kau lakukan?" Istrinya menjawab, "Sekarang aku sudah tahu rahasianya. Kotak itu harus di jemur di bawah terang terlebih dahulu supaya dapat bercahaya." Sama halnya dengan kita pengikut Yesus, jika kita ingin bersaksi di tengah kegelapan dunia ini, kita harus berada di dalam terang Tuhan dulu. Berjemurlah dalam terang firman Tuhan, penuhilah hidup kita dengan hadirat Tuhan, dan izinkan Roh Kudus memakai hidup kita untuk bercahaya dalam kegelapan. Jadi mari berada di dalam terang Tuhan terlebih dahulu, karena kita tidak bisa bersinar dengan kekuatan kita sendiri. Kita hanya bisa bersinar jika kita berada di bawah terang Kristus Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, inilah diriku kuserahkan pada-Mu. Mampukan aku untuk mau membaca dan memahami firman-Mu, sehingga hidupku dapat diubahkan menjadi baru. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 17 Agustus 2026Bacaan: "Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab Tuhan Allah telah berbuat baik kepadamu." (Mazmur 116:7)Renungan: Bruce Larson menulis dalam Wind and Fire, "Beberapa tahun yang lalu saya hampir tenggelam akibat badai di laut di Teluk Mexico ketika saya mendapati diri saya berenang jauh dari pantai, berusaha mencapai perahu saya yang terhanyut. Saya terjebak dalam keadaan sulit itu karena kebodohan saya sendiri, sesuatu yang sama sekali tidak biasanya terjadi. Saya masih ingat mengatakan, 'Yah, inilah saatku.' Ombaknya setinggi tujuh atau delapan kaki, dan langit gelap dengan angin kencang dan kilat menyambar-nyambar. Saya sedang terhanyut di laut saat Firman Tuhan datang pada saya dan menyelamatkan nyawa saya. Yang saya rasa la katakan adalah, 'Aku di sini, Larson, dan engkau tidak akan pulang secepat yang engkau kira. Bisakah engkau menjejak-jejakkan kaki di air?' Entah bagaimana itu tak pernah terpikirkan oleh saya, karena sebelumnya saya hanya berusaha berenang dengan kalap. Seandainya saya terus saja dengan kalap berusaha berenang kembali ke pantai, tenaga saya pasti terkuras dan tenggelamlah saya. Dalam segala macam keadaan, kita dapat membuat masalah menjadi lebih buruk dengan upaya-upaya kalap kita untuk menyelamatkan diri kita sendiri, padahal Tuhan sedang berusaha mengatakan kepada kita, 'Tenanglah.' Seringkali, bukannya tenang, kita membuat diri kita berada dalam keadaan berbahaya dan semakin kita berusaha justru semakin buruk jadinya." Apakah saat ini kita sedang berusaha menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan kehidupan yang kita hadapi dengan ketakutan dan kecemasan sehingga kita mulai menjadi kalap? Kalau kita merasa seolah tiada lagi jalan keluar, mungkin inilah saatnya yang paling tepat bagi kita untuk berhenti sejenak dari upaya menggebu-gebu kita dalam mencari penyelesaian atau jawaban dengan cara kita sendiri. Beri Tuhan Yesus waktu untuk melakukan karya-Nya, dan untuk menyampaikan hikmat-Nya kepada kita. Tenanglah, karena Dia tetap Tuhan yang memegang kendali secara penuh atas seluruh aspek kehidupan kita. Karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik, kepada mereka yang menyerahkan pilihannya kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan setiap permasalahan yang terjadi dalam hidupku kepada-Mu. Aku mengimani sabda-Mu, "Tenanglah, Aku ini jangan takut." Inilah sumber kekuatan hidupku, tenang bersama-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 16 Agustus 2026Bacaan: "Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya." (Yesaya 40:28-29)Renungan: Suatu ketika, di tahun 1968 ada seseorang yang sedang dalam perjalanan dengan pesawat terbang menuju New York. Saat pesawat bersiap untuk mendarat, pilotnya menyadari bahwa roda tidak bisa diturunkan. Penumpang akhirnya diberitahu untuk menundukkan kepala dan menempatkannya di antara kedua kaki mereka sambil memegang pergelangan kaki untuk mengurangi dampak kecelakaan. Kemudian, hanya beberapa menit sebelum mendarat, pilot membuat pengumuman melalui pengeras suara: "Kita akan mulai pendaratan. Pada saat ini, sesuai dengan peraturan penerbangan internasional di Jenewa, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memberitahu bagi Anda yang percaya kepada Tuhan untuk memanjatkan doa." Puji Tuhan Yesus bahwa pendaratan dapat dilakukan dengan baik. Tidak ada yang terluka, walau ada kerusakan besar pada pesawat, dan maskapai penerbangan akan mengingat hal itu dalam waktu yang lama. Luar biasa. Satu-satunya yang memunculkan aturan "rahasia" penerbangan tadi adalah Krisis. Ketika menghadapi masalah dan jalan buntu, maka saat itulah masyarakat kita membuat sebuah pengakuan untuk Tuhan -"Jika Anda percaya... maka Anda harus berdoa." Inilah yang terjadi dalam kehidupan, ketika kita menghadapi krisis baru kita ingat bahwa dengan iman percaya kepada Tuhan dan sebuah doa sederhana, pertolongan Tuhan mungkin datang. Penderitaan mengingatkan kita pada Tuhan. Bahwa di atas kondisi kita yang paling buruk sekalipun, ada satu pribadi yang berdaulat yang dapat mengubah situasi dan kondisi tersebut dalam sekejab. Pribadi itu adalah Yesus Kristus. Dan bagi kita yang percaya kepada-Nya... dalam kondisi apapun, tidak perlu menunggu krisis terjadi dalam hidup kita, mari panjatkan doa kita kepada-Nya dengan disertai ucapan syukur. Percayalah bahwa Dia mendengarkan kita, bahkan Dia bersama dengan kita setiap waktu. Jadi jangan menunggu krisis datang, untuk mulai berdoa dan bercakap-cakap dengan Tuhan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Engkaulah andalanku. Dalam situasi apapun hanya Engkaulah yang menjadi sumber kekuatanku. Ajarilah aku selalu memberikan waktuku yang terbaik untuk hidup dekat dengan-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 15 Agustus 2026Bacaan: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu." (Yohanes 14:12)Renungan: Di San Yidro ada sebuah peternakan kuda. Pemiliknya adalah Monty Robert. Saat masih sekolah ia pernah mendapat tugas menulis apa yang ia impikan setelah dewasa. Dengan mantap ia menulis impiannya yaitu ingin mempunyai peternakan kuda seluas 200 hektar, la menuliskan impiannya dengan sangat detail, lengkap dengan gambarnya. Besoknya ia menyerahkan tugas itu kepada gurunya. Namun, sang guru hanya memberi nilai F untuk tugas itu. Karena penasaran Monty bertanya, "Mengapa aku mendapat nilai F?" Gurunya menjawab, "Karena itu adalah mimpi yang tidak realistis untuk anak seusiamu, kamu tidak akan punya uang yang cukup. Kamu berasal dari keluarga pelatih kuda." Monty berkata lagi, "Bapak boleh saja memberikan nilai F, tetapi aku akan tetap memelihara impianku." Sekian tahun berlalu, akhirnya Monty berhasil mewujudkan impiannya, dia benar-benar memiliki sebuah peternakan kuda. Suatu hari, guru yang pernah memberi nilai F itu datang bersama 30 orang siswa untuk berkemah di peternakannya. Setelah mengenali Monty, gurunya terkejut dan malu, lalu berkata, "Monty selama ini aku telah menjadi pencuri impian banyak siswa. Tetapi untunglah kamu punya cukup kekuatan untuk tidak menyerah pada impianmu." Sebuah kata bijak berkata, "Gantungkanlah cita-cita Anda setinggi mungkin. Jangan biarkan siapa pun juga menghalangi Anda." Ya, apapun jalan yang kita pilih, akan selalu ada orang yang mengatakan bahwa kita keliru. Dan tugas kita adalah berhenti mendengarkan apa yang dikatakan orang lain tentang apa yang bisa atau tidak bisa kita lakukan. Karena apapun tidak akan terjadi dalam hidup kita kecuali didahului oleh sebuah mimpi. Jadi bermimpilah besar dan wujudkan betapapun sulitnya itu, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk mewujudkan mimpiku untuk masa depanku. Biarlah melalui berkat-Mu apa yang menjadi impianku dapat sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 14 Agustus 2026Bacaan: "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan." (Yeremia 17:7)Renungan: Bertahun-tahun yang silam ada seorang laki-laki muda yang bermaksud memulai bisnis kecil di Chicago. Bisnis yang akan dijalankannya adalah bisnis keju. Namun, bisnis tersebut ternyata terlilit utang yang sangat besar. Menanggapi kegagalannya itu, salah seorang temannya berkata, "Anda telah melakukan kesalahan. Anda tidak menyertakan Tuhan di dalam bisnis Anda. Anda tidak bekerja sama dengan-Nya." Laki-laki muda itu berpikir sejenak, "Benar juga, saya tidak menyertakan Tuhan di dalam bisnis ini padahal Tuhan sanggup memberkati pekerjaan saya dan Dia bisa melakukan mukjizat." Sejak saat itu laki-laki muda ini lalu menjadikan Tuhan sebagai " partner senior" di dalam bisnisnya. la mulai melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan-keputusan penting yang dia ambil, ia mulai bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan, setiap hendak melakukan keputusan-keputusan penting dan bisnis tersebut akhirnya benar-benar berkembang menjadi bisnis keju terbesar di dunia. Tahukah anda siapa nama laki-laki muda itu? Namanya adalah J. L. Kraft, yang dikenal sebagai pimpinan Perusahaan Keju Kraft! Siapa yang tidak kenal keju Kraft yang sering kita pakai ketika membuat kue atau dimakan dengan roti? Siapa yang akan kita cari dahulu ketika hendak membuka sebuah usaha atau memulai sebuah pekerjaan? Atau hendak membuat sebuah keputusan penting ? Kepada siapa kita meminta pendapat tentang rencana-rencana kita? Jika selama ini kita sering mengandalkan diri sendiri, mari mulai hari ini kita belajar untuk menjadikan Tuhan sebagai partner bisnis kita. Begitu banyak produk-produk terkenal di dunia ini yang ternyata pemiliknya adalah orang-orang yang menjadikan Tuhan sebagai teman kerja mereka. Mereka tidak bekerja sendiri tetapi mempunyai partner bisnis yang andal dan tidak tertandingi. Tidak heran bila mereka berhasil. Hari ini sudahkah kita meminta Tuhan untuk menjadi rekan kerja kita? Ingatlah, hubungan antar manusia mungkin memang pernah membantu kita melalui rintangan-rintangan besar, tapi tidak semuanya. Hanya hubungan dengan Tuhanlah yang dapat memungkinkan kita untuk melewati semua rintangan, dan menyelesaikannya dengan sempurna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berkatilah usaha yang aku jalani saat ini. Kuserahkan semuanya dalam kuasa-Mu, sehingga Engkau yang memegang kendali atasnya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 13 Agustus 2026Bacaan: "Maka Engkau akan memanggil, dan aku pun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu." (Ayub 14:15)Renungan: Seorang ayah dan putrinya memiliki hubungan yang sangat dekat dan mereka menghabiskan banyak waktu bersama-sama. Lalu suatu hari, si ayah melihat perubahan dalam perilaku putrinya. Jika ia mengajaknya pergi berjalan-jalan, putrinya menyampaikan berbagai alasan untuk tidak pergi. Jika la menawari untuk mentraktir es krim di sebuah toko soda dekat rumah, putrinya menolak tawaran itu, namun mendorong si ayah untuk pergi sendiri. Jika si ayah berkata ia hendak pergi mengantarkan sesuatu ke luar kota dan mengajak putrinya itu untuk turut serta, dimana sebelumnya hal ini adalah sebuah kegiatan yang sangat disukai putrinya, maka kini putrinya itu memberi suatu alasan mengapa ia tak bisa pergi. Si ayah sangatlah bersedih hati karena kini putrinya itu sudah tidak mau menemaninya lagi, dan walaupun ia seringkali menyelidiki hati dan ingatannya, berusaha untuk mencari suatu kejadian yang mungkin telah merusak hubungan mereka, tetap saja ia tak dapat menemukan alasan bagi perilaku putrinya yang mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Suatu hari saat ulang tahunnya tiba, putrinya dengan bangga datang menghampiri sang ayah dan menghadiahinya sepasang sandal sulam yang cantik, sambil berkata, "Aku membuatnya sendiri, khusus untuk Ayah." Saat itulah, ia mengerti di mana putrinya berada selama tiga bulan terakhir. la berkata kepada putrinya, "Sayangku, aku sangat menyukai sepasang sandal sulam ini, tapi lain kali, biarlah aku membeli saja sandal sulam agar aku dapat menghabiskan bersamamu semua waktu yang kaugunakan untuk membuatnya. Karena, aku lebih senang berada bersamamu dari pada apa pun yang dapat kaubuat untukku." Demikian pulalah halnya dengan Bapa Sorgawi kita. la jauh lebih menyukai kehadiran kita, daripada pekerjaan atau perbuatan baik apa pun yang kita persembahkan kepada-Nya. Melayani pekerjaan Tuhan adalah suatu kegiatan yang sangat baik, menghadiri pertemuan-pertemuan ibadah memang harus dilakukan, namun jangan sampai semua hal yang tampaknya baik itu, membuat kita kehilangan waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan Bapa Sorgawi kita, karena Dia jauh lebih menginginkan dan merindukan kehadiran kita dibandingkan dengan hal-hal baik yang dapat kita perbuat bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jamahlah hatiku agar aku mau menyediakan waktuku yang terbaik untuk kuberikan pada-Mu dalam doa dan penyembahan ku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 12 Agustus 2026Bacaan: "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23-24)Renungan: Andre mendapat pekerjaan di sebuah toko bahan makanan. Suatu hari seorang pelanggan memasuki toko itu dan setelah membeli beberapa buah, lalu berbisik kepada Andre, "Berilah kepadaku beberapa buah lagi! Karyawan yang dahulu di sini, biasa melakukannya untuk mendapatkan uang persenan." "Tidak," kata Andre, "Saya tidak bisa melakukannya, atasanku tidak akan memperbolehkannya." "Tapi," kata orang itu, "Atasanmu tidak ada di sini." "Oh, dia ada," kata Andre, "Tuhan selalu ada di sini dan mengawasiku. Dialah atasanku." Bagaimanakah sikap kita dalam bekerja? Apakah kita hanya bekerja dengan baik bila atasan kita ada di kantor atau hanya bila kita sedang diawasi? Bila kita menyadari bahwa atasan kita adalah Tuhan, dan pimpinan ataupun perusahaan tempat kita bekerja hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk memberkati kita, maka sikap kita adalah:Pertama, melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, seolah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Bila kita menyadari bahwa Tuhan adalah pimpinan kita, akankah kita memberikan kepada Raja di atas segala raja itu hasil yang buruk? Tentu tidak bukan? Sebaliknya, kita akan mempersembahkan karya kita yang terbaik. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkan hati-Nya.Kedua, bekerja dengan kejujuran atau integritas. Meskipun atasan kita tidak ada di tempat, tidak mengawasi, kita akan tetap bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan bersemangat. Namun kebanyakan yang terjadi justru sebaliknya, ketika atasan kita keluar kantor, kita merasa merdeka karena sang mandor tidak lagi mengawasi kita. Mari mulai saat ini kita belajar untuk memiliki kebiasaan dan sikap yang baik dalam bekerja, mari menjadikan Tuhan sebagai atasan kita. Karena manusia, baik itu pimpinan ataupun atasan kita, bisa saja mengecewakan kita, namun Tuhan tidak pernah mengecewakan kita, Dia akan selalu memberikan upah yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Terima kasih untuk kesempatan sekolah dan bekerja yang Kau izinkan aku jalani. Bantulah aku agar aku dapat menjalankannya dengan baik, sehingga semuanya dapat berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 11 Agustus 2026Bacaan: "Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan." (Lukas 11:10)Renungan: Pernahkah kita menyaksikan sebuah film yang berjudul 'Door to Door'? Door to Door adalah sebuah film yang menceritakan tentang sebuah kisah nyata dari seseorang yang bernama Bill Porter, seorang tokoh besar yang memulai bisnisnya dari nol. Sejak lahir Bill Porter terkenal mempunyai penyakit cerebral palsy, yaitu sebuah penyakit yang mengakibatkan gangguan pada fungsi tangan kanan, jalan terpincang, sulit bicara dan kadang meneteskan air liur saat berbicara. Meskipun demikian, ia memiliki semangat hidup yang tinggi, yang terlihat saat ia melamar kerja di The Watkins sebagai seorang salesman. Melihat kondisi Porter yang jauh dari kondisi normal, tentu saja pimpinan Watkins menolaknya. Namun, Porter tidak menyerah begitu saja. la malah meminta ditempatkan di daerah yang tidak diinginkan salesman lainnya, dan berkata, "Apa ruginya bagi anda jika memberi saya daerah yang tidak berpotensi?" Berkat kegigihan Porter, akhirnya ia diterima di The Watkins, dan pada awalnya benar-benar ditempatkan di daerah yang tidak memiliki potensi sama sekali untuk menghasilkan penjualan. Bill Porter awalnya mengalami jalan buntu, beberapa kali ia ditolak oleh para calon pembeli, namun, ia terus berusaha dan terus berusaha. Akhirnya dengan bermodalkan semangat pantang menyerah, ketekunan Bill Porter tidak sia-sia, sedikit demi sedikit ia mulai menghasilkan penjualan dan tidak hanya itu, pada akhirnya ia bahkan menerima penghargaan Best Salesman of The Year dari The Watkins. Bagaimana mungkin, di industry yang membutuhkan keterampilan berbicara, seseorang yang jalannya pincang, dan seringkali meneteskan air liur saat berbicara, justru dapat menjadi pemenang dan mengalahkan berpuluh-puluh orang normal lainnya? Hal itu karena semangat pantang menyerah dan kegigihan untuk menghasilkan yang terbaik. Bagaimana dengan kita? Ketika doa kita tidak kunjung dijawab Tuhan, ketika saat ini kita belum mendapatkan pekerjaan, atau banyak penolakan yang kita terima, bagaimanakah sikap kita? Apakah kita terlalu cepat menyerah sebelum mendapatkan apa yang kita inginkan? Firman Tuhan mengingatkan kita untuk terus meminta, mencari, dan mengetok. Itu bukanlah pekerjaan yang dilakukan hanya sekali atau dua kali, tapi berkali-kali sampai mukjizat terjadi. Jadi jangan berhenti mengetuk sampai pintu dibukakan bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, agar ketika apa yang kudapat tidak seperti yang kuinginkan, aku tetap percaya bahwa semua itu pasti akan membawa kebaikan bagiku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 10 Agustus 2026Bacaan: Kata perempuan Samaria Itu kepada-Nya, "Bagaimana mungkin Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang perempuan Samaria?" Adapun orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria." (Yohanes 4:9)Renungan: Suatu ketika seorang bernama jo menceritakan masa lalunya dan bagaimana Kristus mengubah hidupnya. Ia adalah seorang pria yang suka berkelahi, berbicara kasar, mabuk-mabukan dan suka menyeleweng. Akibatnya, semua orang malas berhubungan dengannya. Istrinya hampir minta cerai karena tak tahan dengan kelakuannya. Jo lalu bertemu satu orang saat makan di warung dan mereka berbicara cukup lama. Orang ini bersaksi tentang Yesus dan imannya. Jo terbuka dengan Injil, belajar Alkitab, dan dibaptis. Seiring dengan pertumbuhan imannya, Jo mulai berbicara dengan sopan, mampu mengendalikan emosi, dan mengasihi istrinya. Sering kali orang yang kita sangka tertutup dan menolak pewartaan Injil, ternyata sangat terbuka untuk menerima pewartaan Injil tersebut. Pada zaman Yesus, laki-laki tidak berbicara kepada perempuan di depan umum, terutama seorang Rabi. Orang Samaria dibenci orang Yahudi karena beberapa alasan. Perempuan Samaria yang diajak bicara oleh Yesus adalah orang bermasalah, hatinya telah mengalami banyak penderitaan. Orang-orang melihat perempuan ini sebagai sosok yang harus dihindari. Yesus melihatnya sebagai sosok yang harus diperhatikan dan dikasihi. Hasilnya, bukan hanya perempuan ini percaya kepada Yesus, tapi banyak orang Sikhar menerima pewartaan Injil yang disampaikan wanita tersebut. Yesus adalah Sang Pembuka Mata. Marilah kita menjadi seperti Yesus. Kita tahu ada orang yang hidupnya berantakan, buruk kelakuannya dan dijauhi banyak orang. pandanglah mereka seperti Yesus memandang kita. Mari sediakan waktu untuk menemui dan berbicara dengan mereka, lakukan tindakan kasih sesuai kebutuhan mereka, dan mohonlah kepada Tuhan untuk menjamah hati mereka sehingga hidup mereka bisa berubah dan berbuah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar hatiku selalu terpaut pada-Mu, sehingga apa yang kupikirkan, kurasakan, ku katakan dan kuperbuat sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 9 Agustus 2026Bacaan: Jawab Hizkia kepada Yesaya, "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Namun, pikirnya, "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" (2 Raja-raja 20:19)Renungan: Hizkia mendapat takhta kerajaan Israel di usia yang terbilang muda, 25 tahun. la "berperilaku" baik dibanding dengan raja-raja yang pernah memerintah sebelumnya. la takut akan Tuhan dan berusaha membawa umat Israel kembali hidup di jalan Tuhan. la melakukan banyak pembaruan radikal dan menghidupkan kembali berbagai perayaan yang bertahun-tahun terlupakan. Hingga suatu ketika Hizkia sakit keras dan ia dinubuatkan akan mati. la pun berseru-seru kepada Tuhan memohon belas kasihan-Nya. Doanya dijawab. Tuhan menyembuhkannya, menambah masa hidupnya 15 tahun lagi. Selama 15 tahun itu pula Tuhan membuat kerajaannya begitu kuat dan disegani. Sayang, semua ini membuat Hizkia berubah menjadi tinggi hati. Tujuan hidupnya tidak lagi memuliakan Tuhan, sebaliknya mencari pujian bagi dirinya sendiri. la lupa diri bahwa semua pencapaiannya adalah berasal dari Tuhan. Hati manusia memang rentan berubah karena sebuah situasi. Ketika dalam situasi tertekan, ia tampak mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Hatinya dilimpahi sukacita besar karena semua pertolongan dan berkat Tuhan. Namun, betapa sulitnya menjaga hati tetap murni. Jika tidak waspada, hati lambat laun berubah. Jika tidak waspada, hati mudah terbuai oleh pujian orang-orang di sekitarnya. Jika sudah demikian, ia pun mulai lupa diri dan lupa kepada Tuhan. Semua pencapaian yang diperolehnya pun diakui sebagai usaha pribadi dan bukan lagi karena berkat dari Tuhan. Dari lupa diri ia menjadi keras hati. Setiap teguran firman Tuhan yang berusaha mengingatkannya pun tidak lagi dihormatinya. Jika sudah begini, ia tak lama lagi pasti direndahkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jagalah hatiku agar senantiasa terarah pada-Mu saja. Jangan biarkan godaan dunia membelokkan hatiku kepadanya agar damai-Mu senantiasa ada padaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 8 Agustus 2026Bacaan: "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melintasi sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau au tidak akan dihanguskan, nyala api tidak akan membakar engkau." (Yesaya 43:2)Renungan: Untuk menghasilkan sebuah biola yang berkualitas dibutuhkan serangkain proses yang tidak mudah. Sang seniman awalnya memilih potongan kayu yang halus. Kemudian ia memulai memahat bagian depan dan belakang hingga memperoleh ketebalan yang diinginkan. Setelah itu, ia mulai membengkokkan dan menekan kayu itu. Seniman itu tahu persis seberapa kuat tekanan yang dibutuhkan agar kayu itu menjadi alat musik yang indah. Setelah selesai, ia pun menggoreskan inisial namanya di bagian belakang untuk menyempurnakan biola ciptaannya itu. Demikianlah Tuhan membentuk dan memproses hidup umat pilihan-Nya itu. Sekalipun umat itu harus dibawa Tuhan dan berjalan melewati tempat-tempat yang menyakitkan, tetapi Tuhan memberi jaminan bahwa semua itu tidak akan "mematahkan" hidup mereka. Umat Israel harus melewati air dan sungai, tetapi Tuhan berjanji menyertai mereka sehingga sungai pun tak akan menghanyutkan. Bahkan jika mereka melewati api, mereka tidak akan dihanguskan. Tuhan tahu persis seberapa kuat kita sanggup menanggung beban ketika kita ditekan, dibengkokkan, walaupun kita sendiri merasa seolah tak mampu memikulnya. Tuhan tidak akan membiarkan hidup kita rusak. Setiap tekanan yang kita lewati hanyalah bagian proses penyempurnaan dan setelahnya la menuliskan nama-Nya pada hidup kita. Kita adalah karya-Nya yang mulia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap masalah kehidupan yang aku terima. Dulu aku begitu rapuh. Tapi ketika hidupku semakin dekat pada-Mu, aku menjadi mengerti bahwa ketika aku mengandalkan-Mu saja, maka semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 7 Agustus 2026Bacaan: "Mengapa engkau memandang rendah kurban sembelihan dan kurban sajian-Ku yang telah Kuperintahkan di kediaman-Ku? Mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih daripada-Ku, dan kamu sekalian menggemukkan diri dengan bagian terbaik dari setiap persembahan umat-Ku Israel?" (1 Samuel 2:29)Renungan: Seringkali terjadi bahwa orang tua yang terobsesi dengan kebahagiaan anaknya bisa jadi justru sedang menjadikan anak-anak mereka bertumbuh menjadi orang dewasa yang tidak bahagia. Tidak sedikit anak begitu dimanja dan dan tidak dibekali untuk menghadapi dunia nyata. Bahkan ketika anak-anak itu berbuat salah, orang tua lebih banyak menutup mata dan lalai dalam menegakkan disiplin dengan alasan perasaan sayang. Hari ini kita mendengar bagaimana Tuhan menegur dengan keras Imam Eli. la ditegur berkaitan dengan tindakan kedua anaknya yang jahat. Pembiaran yang dilakukan Imam Eli ini disamakan dengan tindakan yang tidak menghormati Tuhan. Dari buah perbuatan Hofni dan Pinehas, kita dapat menyimpulkan didikan seperti apa yang diberikan Imam Eli kepada mereka. Pelanggaran demi pelanggaran dibuat, tetapi Imam Eli tidak berkuasa menghentikannya. Orang tualah yang pada akhirnya harus bertanggung jawab atas kejahatan yang diperbuat anak-anaknya. Alkitab mengingatkan bahwa kita mempunyai tanggung jawab besar untuk mengajar anak-anak kita dalam kasih Tuhan. Kiranya apa yang terjadi dalam keluarga Imam Eli menjadi pembelajaran bagi para orang tua agar tidak abai apalagi "menutup mata" pada pelanggaran anak-anaknya. Jika kita mengasihi mereka, kita akan menegur mereka "tepat pada waktunya". Orang tua yang mengasihi Tuhan adalah orang tua yang mampu menerapkan disiplin kepada anak-anaknya agar menghormati Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kuasa penuh sebagai orang tua untuk mendidik anak-anakku sesuai dengan jalan-Mu. Jangan biarkan aku melalaikan tugasku membawa mereka dekat dengan-Mu agar kelak hidup mereka bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 6 Agustus 2026Bacaan: "... tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN akan mencari seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN menetapkannya sebagai pemimpin atas umat-Nya, karena engkau tidak menaati apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu" (1 Samuel 13:14)Renungan: Betapa cepatnya hati manusia itu berubah. Ada orang yang tadinya menjalani hidup sederhana dan rendah hati, tapi di kemudian hari, hatinya berubah menjadi begitu sombong setelah ia mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ada orang yang tadinya kurang percaya diri dan merasa lemah, tetapi siapa sangka ia bisa menjadi seorang diktator kejam ketika berkuasa. Seperti itulah hati manusia, gampang berubah. Bisa jadi perubahan hatinya itu menjadi petunjuk bahwa ia tidak rela kehilangan rasa nyaman maupun kekuasaan yang didapatnya selama ini. Saul begitu rendah hati ketika Tuhan menunjuknya menjadi raja Israel. Sebenarnya, ia adalah orang yang diurapi Tuhan dengan janji pengokohan kerajaan Israel. Awalnya, Saul memang seorang yang taat dan rendah hati. Namun, ia lupa bahwa hati itu gampang berubah. Itu terjadi ketika ia tidak sabar menanti kedatangan Samuel dan dengan lancang mempersembahkan korban bakaran yang bukan menjadi tugasnya. Saul begitu angkuh. Ia menjadikan kedudukannya menjadi alasan bahwa ia bisa berbuat apa saja termasuk mengambil tugas keimaman. Sikapnya yang tidak sabar, angkuh, dan tidak taat dinilai Tuhan sebagai penolakan kepada Tuhan. Saul pun harus menerima konsekuensi: ditolak sebagai raja dan kehilangan janji Tuhan. la kehilangan apa yang coba ia pertahankan dengan kuat. Sikap Saul mengingatkan kepada kita bahwa bukan persembahan atau ritual agamawi yang memperkenan hati Tuhan. Tuhan lebih menyukai kasih setia dan ketaatan kepada firman-Nya. Mari renungkan: Hati manusia itu rapuh, gampang berubah oleh situasi. Bahkan hidup dalam berkat pun, jika tidak diwaspadai, bisa berubah menjadi angkuh dan melupakan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati agar hatiku tetap terpaut pada-Mu dan tidak pernah berubah. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 5 Agustus 2026Bacaan: "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu." (Filipi 1:3)Renungan: Ηanya dengan mengingat nama seseorang kita dapat memberikan beragam respons. Ada nama yang mungkin meninggalkan sakit hati, kebencian, kepahitan, atau rasa kecewa bagi kita. Namun, ada juga nama yang menghangatkan hati atau membawa sukacita bagi kita. Kesan-kesan itu tentunya tidak muncul tanpa alasan, melainkan berasal dari jejak-jejak yang mereka tinggalkan sebelumnya. Ketika Rasul Paulus mengingat jemaat di kota Filipi, hatinya dipenuhi syukur. Tiap kali ia berdoa bagi mereka, ia bersukacita. Ia juga sangat merindukan mereka. Alasannya ialah karena mereka memiliki persekutuan yang erat dalam Kristus sejak mereka mendengar Injil dan terus bertumbuh di dalamnya. Mereka juga tak henti-hentinya menunjukkan kasih dengan mendukung pelayanan Paulus, termasuk ketika ia dipenjarakan karena Kristus. Dukungan itu juga ditunjukkan dengan mengirimkan uang untuk mendukung pelayanan Paulus, bahkan mereka secara khusus mengutus Epafroditus untuk melayani keperluan Paulus. Tidak heran jika sang rasul berkata, "Kamu ada di dalam hatiku". Kira-kira, kesan apakah yang kita tinggalkan dalam kehidupan orang-orang? Apakah nama kita membangkitkan syukur dan sukacita di hati mereka? Ataukah sebaliknya? Selagi Tuhan memberi kita anugerah kehidupan, kita masih dapat melakukan berbagai perbuatan kasih, yang kelak akan meninggalkan jejak-jejak yang mendatangkan sukacita dalam hidup banyak orang. Seperti itulah seharusnya kehidupan yang dijalani oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerima kasih karena Engkau telah memilih aku menjadi sahabat-Mu. Bantulah aku agar hidupku dapat menyerupai-Mu dalam berpikir, berkata-kata dan bertindak. Sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 4 Agustus 2026Bacaan: "Dalam keadaan terdesak, ia berusaha melunakkan hati Tuhan, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya." (2 Tawarikh 33:12)Renungan: Manasye lahir dalam masa perpanjangan umur Hizkia. Hanya saja, di kemudian hari, Manasye tidak mengikuti jejak ayahnya yang saleh. Manasye adalah raja Yehuda yang paling jahat. Penyembahan berhala dilakukan besar-besaran. Bait Allah dijadikannya rumah bagi berhala, dan jalanan di kota Yerusalem dipenuhi dengan darah orang yang tidak bersalah. Manasye berbuat sesuka hatinya ketika berkuasa. Namun, satu hari datanglah pasukan Asyur dari utara menghancurkan semua kejayaan Manasye. la dibelenggu dan dibawa bagaikan hewan ke Babel. Di dalam penderitaan itulah Manasye merendahkan dirinya amat sangat di hadapan TUHAN. "Merendahkan diri" dalam pengertian aslinya diartikan sebagai seruan yang disertai jerit tangis yang mendalam. Akibatnya? TUHAN mau mendengar doanya dan Manasye dibebaskan, bahkan dipulihkan ke dalam kedudukannya yang semula. Manasye pada akhirnya mengakui TUHAN Allah sajalah yang patut ia sembah. Seringkali Tuhan mengizinkan datangnya badai menimpa sebagai bentuk didikan untuk merendahkan diri kita. Ketika hati manusia disadarkan dari dosanya dan ia memutuskan untuk merendahkan diri, bertobat, dan mencari Tuhan maka Tuhan pun memulihkan keadaannya. Sehingga nyatalah pengakuan pemazmur: kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam dan penuh penyesalan tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati yang tulus sehingga aku dapat mengerti kehendak-Mu di dalam hidupku ini. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 3 Agustus 2026Bacaan: Aku tahu segala pekerjaanmu. Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!" (Wahyu 3:1)Renungan: Semua orang tentunya ingin memiliki reputasi yang baik. Reputasi atau nama baik ini tidak datang begitu saja, melainkan sebagai hasil perbuatan atau tindakan kita. Namun, banyak orang ingin dikenal dengan reputasi yang baik sekalipun sebenarnya hidup mereka berbeda dengan yang dicitrakan di depan orang lain. Mereka lebih khawatir tentang anggapan orang dibandingkan fakta yang sebenarnya. Bahkan ada tokoh publik yang membayar konsultan untuk melekatkan citra tertentu pada diri mereka. Berbagai lembaga atau perusahaan melakukan banyak cara, bahkan membayar biaya iklan yang mahal demi mendapatkan reputasi yang baik, tentunya dengan tujuan memperoleh untung yang lebih besar. Kita dapat menjalani hidup bersandiwara di hadapan manusia dengan hanya menampilkan hal-hal yang baik sambil menyembunyikan sifat buruk kita. Namun, semua ini tak dapat kita tutupi dari Allah Yang Maha Tahu. Pendapat-Nya tentang kitalah yang terpenting dan paling menentukan. Orang-orang menilai jemaat di Sardis sebagai gereja yang hidup. Namun, Tuhan menilai mereka sebagai gereja yang mati. Sekalipun mereka melakukan berbagai macam pelayanan, tetapi ternyata tak satu pun pekerjaan itu beres menurut Tuhan. Karenanya, Dia meminta mereka untuk bangun, serta menguatkan apa yang masih tersisa yang masih dapat diperjuangkan. Tuhan memperingatkan agar mereka bertobat serta kembali kepada firman yang telah mereka terima sebelumnya. Sehebat apa pun anggapan orang tentang diri, keluarga, karir, atau pelayanan kita, semuanya tak berarti jika Tuhan menilai sebaliknya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berkata-kata dan bertindak, agar aku tetap ada di jalan-Mu sehingga orang bisa menilai aku baik sesuai dengan penilaian-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 2 Agustus 2026Bacaan: "Selama empat puluh tahun Engkau memberikan mereka makan di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki mereka tidak bengkak." (Nehemia 9:21)Renungan: Brian sejak kecil diajarkan untuk mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. Kondisi ekonomi orang tuanya yang terbatas membuat keluarga ini hanya bisa bergantung kepada Tuhan. Suatu ketika, saat tiba waktunya membayar uang sekolah, orang tua Brian belum memiliki cukup uang karena usaha penjualan kacamata sedang sepi. Namun, mereka yakin bahwa Tuhan akan menyediakan. Akhirnya, lewat pertemuan "tanpa sengaja" dengan seseorang, ada tiga kacamata yang laku. Uang hasil penjualan kacamata itu pun dipakai untuk membiayai uang sekolah yang Brian perlukan. Membaca kisah tersebut, mungkin ada orang tergoda menimpali, "Ah, itu kan hanya kebetulan." Memang kita tak bisa melarang orang berkomentar seperti itu, tetapi bagi kita yang percaya kepada Allah, sampai hari ini Allah masih bekerja secara ajaib dalam memelihara keperluan umat-Nya. Kisah-kisah yang tertulis di Alkitab tentang penyediaan dan pemeliharaan Allah, hingga janji berkat yang tertulis di sana, ditujukan agar setiap orang percaya senantiasa beriman akan pemeliharaan Allah. Tentu saja, meyakini pemeliharaan Allah tidak lantas meniadakan kewajiban kita untuk bekerja. Biasanya Allah memberkati umat-Nya lewat apa yang mereka kerjakan. Namun, bukan berarti kita hanya mengandalkan kekuatan, kemampuan, atau hasil dari pekerjaan kita. Allah, dengan cara-Nya yang ajaib, sanggup menyediakan dan memelihara kehidupan umat-Nya, seperti yang pernah Allah lakukan kepada bangsa Israel ketika mereka di padang gurun selama empat puluh tahun. Sudahkah kita percaya akan pemeliharaan-Nya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas rahmat pemeliharaan yang Kau berikan padaku selama ini. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas pemeliharaan-Mu, sehingga dalam keadaan apapun aku tetap tenang karena aku tahu Engkau selalu ada bersamaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 1 Agustus 2026Bacaan: "Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)Renungan: Saat Yesus sedang mengajar di sebuah rumah di Kapernaum, datang kepada-Nya empat orang menggotong seorang yang lumpuh. Harapan dari orang-orang itu ialah kesembuhan bagi si lumpuh. Mereka pulang dengan harapan yang telah terpenuhkan. Yesus mengampuni dosa, lalu menyembuhkan kaki si lumpuh. Alkitab menuliskan ada satu hal terjadi sebelum kesembuhan dinyatakan. Satu hal yang Yesus lakukan sebelum Dia menyembuhkan si lumpuh. Yesus melihat iman mereka. Artinya, orang-orang itu memiliki iman yang dapat dilihat. Terlihatnya iman dikarenakan adanya perbuatan. Di rumah itu penuh berkerumun orang-orang, bahkan sampai depan pintu. Namun, kondisi itu tidak juga mengurungkan niat mereka untuk masuk. Saat tidak didapati juga jalan untuk masuk, mereka membuka atap rumah, lalu menurunkan si lumpuh. Sejauh itu mereka berbuat karena segenap hati percaya kepada Yesus. Pada kita ada juga harapan. Ada aspek-aspek kehidupan yang kita inginkan untuk Tuhan turun tangan, seperti keuangan, kesehatan atau hubungan rumah tangga. Pertanyaannya, apakah kita memiliki iman yang dapat dilihat? Dapatkah Tuhan menemukan perbuatan yang menunjukkan bahwa segenap hati kita percaya kepada-Nya? Tanpa perbuatan, hakikat iman adalah mati, atau dapat dikatakan, sama sekali tidak ada iman. Bagi kita yang rindu melihat harapan menjadi kenyataan, nyatakanlah iman kita! Berbuatlah sesuatu, jangan hanya berdiam! Cara paling sederhana kita memperlihatkan iman ialah tidak berhenti berdoa kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mempraktikkan imanku melalui perbuatan baikku. Sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 31 Juli 2026Bacaan: “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mazmur 94:19)Renungan: Setelah Elia mengalahkan 450 nabi Baal di gunung Karmel, dia seharusnya bersukacita. Tapi sehari kemudian, dia lari ketakutan karena ancaman Izebel. Elia duduk di bawah pohon arar dan berkata, “Cukuplah! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku.” Kekhawatiran, ketakutan, dan rasa gagal bertumpuk di hatinya. Di gua Horeb, Tuhan tidak langsung menegurnya. Tuhan memberi dia makan dan kesempatan beristirahat, lalu berbisik pelan: “Apakah yang kaulakukan di sini, hai Elia?” Di tengah kekhawatiran yang bertambah banyak, penghiburan Tuhan itulah yang menguatkan dan membangkitkan Elia lagi. Tuhan mengingatkan dia, “Aku masih punya pekerjaan untukmu.” Pemazmur Daud berkata jujur pada Tuhan, “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku." Kekhawatiran itu nyata. Soal uang, pekerjaan, keluarga, masa depan, kesehatan. Kadang datangnya bukan satu-satu, tapi bertumpuk. Namun Tuhan tetap menjanjikan penghiburan. Kata "penghiburan" di sini artinya "penguatan, dorongan, penenang". Bukan sekadar kata "sabar ya". Tapi hadirat Tuhan sendiri yang masuk dan menenangkan badai di dalam hati kita. Daud tidak berkata, "kekhawatiranku hilang". Tapi dia berkata, "Jiwaku disenangkan". Artinya, di tengah masalah yang sama, hati kita bisa tenang karena ada Tuhan. Sebagai pengikut Yesus, kita juga sering cemas, antara lain cemas masalah finansial, cemas masa depan, cemas keluarga. Tuhan tidak berjanji menghapus semua masalah. Tapi Dia berjanji menemani dan memberi kita kelegaan dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Bagaimana caranya dapat penghiburan dan kelegaan dari Tuhan? Pertama jujur di dalam doa dengan menceritakan semua kekhawatiran kita seperti Daud pada Tuhan. Kedua membaca Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah surat cinta-Nya yang menghibur kita. Ketiga, diam dan rasakan hadirat-Nya. Seperti Elia, kadang Tuhan berbicara melalui bisikan yang lembut. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat ini kekhawatiranku bertambah banyak. Aku serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu. Aku membutuhkan penghiburan-Mu. Tenangkanlah jiwaku. Ingatkan aku bahwa aku tidak sendiri. Engkau Allah yang melihat dan memelihara. Penuhilah hatiku dengan damai-Mu yang melampaui segala akal. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 30 Juli 2026Bacaan: "Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan kokoh kedudukannya, ia membunuh semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel dengan pedang." (2 Tawarikh 21:4)Renungan: Abraham Lincoln, mantan Presiden Amerika Serikat, pernah berkata, "Bila Anda ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan." Pernyataan ini telah teruji kepada banyak orang dalam berbagai situasi. Bahwa banyak orang yang tadinya bersikap rendah hati, sederhana, dan tulus, tetapi berubah menjadi sombong, egois, dan serakah ketika mereka berkuasa. Kekuasaan menyingkapkan sifat asli mereka. Mereka menggunakannya sebagai alat untuk mengendalikan, bahkan menindas orang lain demi kepentingan sendiri. Sebagai anak sulung, Yoram mewarisi kerajaan Yehuda dari ayahnya. Sedangkan untuk adik-adiknya, sang ayah memberikan berbagai barang berharga, juga beberapa kota untuk mereka kuasai. Seiring waktu, ketika kedudukannya sebagai raja semakin kokoh, Yoram membunuh semua adik-adiknya, juga beberapa pembesar Israel. Ia memandang mereka sebagai ancaman yang harus ditumpas agar jabatannya tetap kokoh. Namun, ia hanya berkuasa delapan tahun dengan dua tahun penderitaan hebat karena sakit. Hukuman itu telah dinubuatkan Nabi Elia sebelumnya, tetapi Yoram mengabaikannya. la mati sebagai orang yang dibenci oleh rakyatnya sehingga ia bahkan tidak dikuburkan dalam pekuburan raja-raja. Sesungguhnya, kekuasaan itu ibarat sebuah pisau tajam. Sangat bermanfaat jika berada di tangan yang tepat, tetapi sangat berbahaya di tangan yang salah. Kekuasaan dapat digunakan untuk menyejahterakan atau menyengsarakan banyak orang. Dalam kapasitas yang beragam, kita semua memiliki kekuasaan. Kiranya kita mempergunakannya seturut kehendak Allah, demi kebaikan banyak orang. Karena sesungguhnya, Dialah pemilik kekuasaan sejati, termasuk atas hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati yang tulus agar saat Engkau memercayakan aku menjabat satu jabatan tertentu aku tetap rendah hati dan menjalankan tugas itu sesuai kehendak-Mu. Amin. (Dod).