Renungan harian Katolik dengan merefleksikan ayat Kitab Suci. Renungan ini disusun oleh Bapak Dodi Albertus dan telah lama viral di jagat WA Grup, kini hadir dalam media audio digital. selamat mendengarkan. Untuk kritik dan saran dapat dikirimkan ke email kencandengantuhan@gmail.com

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 April 2026Bacaan: "Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya." (2 Raja-raja 7:2)Renungan: Di sebuah desa, ada seorang ibu yang mulai rajin berdoa karena mendengar Pastor di gerejanya berkhotbah mengenai iman sebesar biji sesawi yang bisa memindahkan gunung. Ia berdoa agar anaknya yang sudah lama sakit bisa sembuh. Namun, setelah sebulan berdoa, tidak terjadi apa-apa. Ia pun menceritakan masalah tersebut kepada Pastornya. Akhirnya Pastornya sepakat berdoa bersama sang ibu di depan anak itu. Ketika selesai mengucapkan "Amin" dan melihat anaknya tidak sembuh, lantas sang ibu berkata, "Benar kan Pastor, dari awal pun saya sudah menduga bahwa hal itu tidak akan mungkin terjadi." Sambil menggelengkan kepala, sang Pastor pun berkata, "Lha Ibu saja tidak yakin, bagaimana mungkin itu terjadi?" Ibu itu hanya salah seorang dari sekian banyak orang percaya yang sikapnya seperti itu. Mereka mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi sering kali tidak memercayai bahwa Tuhan mau dan mampu menolong mereka. Memang tidak mudah untuk percaya di dalam situasi yang sulit, seperti seorang perwira yang menjadi ajudan raja di dalam kisah "krisis Samaria". Krisis Samaria terjadi karena saat itu Samaria dikepung oleh pasukan Aram. Harga pangan langsung melonjak tinggi. Seperempat kab tahi merpati saja harganya lima syikal perak (2 Raj 6:25). Bahkan, karena krisis itu, sampai terjadi peristiwa kanibalisme. Sungguh mengerikan! Raja tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi krisis ini. Sayangnya, bukannya dia mengaku salah karena tidak bisa bertanggung jawab untuk menyejahterakan rakyat, malah dia menyalahkan Elisa. Bahkan dia berniat membunuh Elisa. Lebih parah lagi, raja menyalahkan Tuhan atas terjadinya krisis Samaria yang sangat hebat itu. Jelas, raja tidak memercayai bahwa Tuhan sanggup menolong mereka. Sebagai seorang nabi, Elisa harus meyakinkan raja bahwa krisis itu akan segera berakhir, sehingga harga pangan menurun dan terjangkau oleh rakyat jelata. Tetapi sayangnya, ketidakpercayaan itu kini beralih kepada perwira yang menjadi ajudan raja. Perkataannya sangat jelas menunjukkan ketidakpercayaannya, "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Karena ketidakpercayaannya itu, maka ia tidak menikmati berkat Tuhan, bahkan ia akhirnya meninggal karena terinjak-injak oleh orang banyak. Kepercayaan akan memengaruhi sikap hidup seseorang, sekaligus memengaruhi hasil dari apa yang diharapkan. Orang yang percaya akan menunjukkan sikap hormat kepada Tuhan dan antusias di dalam berdoa. Tuhan pun tidak akan tinggal diam, pada waktu yang tepat la akan memenuhi apa yang diharapkan orang tersebut. Kalau saat ini kita sedang terhimpit masalah, entah itu penyakit yang tak kunjung sembuh atau kesulitan keuangan, jangan sekali-kali meragukan Tuhan. Percayalah dengan segenap hati bahwa Tuhan akan menunjukkan kasih dan kuasa-Nya. Percayalah sampai mujizat itu menjadi nyata! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat aku tidak melihat jalan-Mu dan tidak mengerti rencana-Mu, biarlah hatiku tetap percaya dan mengandalkan-Mu selalu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 19 April 2026Bacaan: "Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu." (Ulangan 30:19)Renungan: Hidup ini penuh dengan pilihan, dan setiap hari kita diperhadapkan pada beragam pilihan. Kita bisa memilih untuk tidur sampai siang dan bermalas-malasan, tetapi kita juga bisa memilih untuk bangun pagi-pagi dan mulai beraktivitas, bekerja serta mengusahakan sesuatu. Kita bisa memilih untuk berbuat baik, namun kita juga bisa memilih untuk berbuat jahat. Yang pasti, semua pilihan yang kita buat tentu ada akibatnya. Tangan orang malas mendatangkan kemiskinan, tetapi tangan orang rajin mendatangkan banyak rejeki. Orang yang berbuat baik akan menuai kebaikan, tetapi orang yang berbuat jahat akan menuai kejahatan juga. Di dalam hidupnya, Esau telah menentukan pilihan-pilihan yang mendatangkan penyesalan dan kesusahan baginya, karena jalan hidupnya selanjutnya ditentukan oleh akibat pilihan-pilihan yang sudah ia buat. Menukar hak kesulungannya dengan sepiring bubur kacang merah merupakan salah satu contoh dari pilihan Esau yang akhirnya melahirkan penyesalan yang teramat sangat, sehingga ia akhirnya menangis meraung-raung ketika mengetahui bahwa Ishak ayahnya telah memberikan berkat kesulungan itu kepada Yakub. Pilihan berikutnya yang dibuat oleh Esau adalah menikahi wanita-wanita Kanaan yang sangat tidak diharapkan oleh kedua orang tuanya dan hal itu pun membuatnya merasa bersalah kepada orang tuanya, sehingga untuk "mengobati" kekecewaan mereka, ia berusaha menikah lagi dengan Mahalat seorang wanita kerabatnya yang tidak lain adalah anak Ismael. Karena pilihan yang dibuatnya, Esau harus melewati saat-saat yang tidak menyenangkan, ia disiksa oleh rasa kebencian kepada adiknya Yakub, bahkan ia pernah bermaksud membunuh adiknya itu. Pilihan-pilihan yang diambil akan mempengaruhi hidup dan masa depan seseorang. Seperti sebuah kata bijak mengatakan, "Keputusan yang engkau ambil hari ini, akan menentukan apa yang akan terjadi pada hari esok". Tuhan telah memberikan banyak arahan atau rambu-rambu melalui firman-Nya, agar kita bisa memilih apa yang baik dan berkenan kepada-Nya. Jika kita menginginkan kehidupan yang diberkati, pilihlah apa yang baik dan yang berkenan kepada Tuhan. Kita tidak akan pernah bisa menarik kembali waktu yang sudah berlalu dan kemudian mengubah pilihan-pilihan yang sudah kita buat. Yang dapat kita lakukan adalah memilih yang baik dan benar hari ini, sehingga tidak ada penyesalan di hari esok! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku memohon hikmat-Mu di dalam setiap pilihan yang kuambil, sehingga aku dapat menyukakan hati-Mu dengan pilihanku itu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 18 April 2026Bacaan: "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibrani 12:15) Renungan: Penolakan, kekalahan, kegagalan yang pernah kita alami, dapat menciptakan perasaan negatif yang bisa menghancurkan kita. Berhati-hatilah dalam hal ini. Kejadian-kejadian itu bisa menimbulkan luka-luka yang memang tidak nampak dari luar, luka-luka tersebut tersembunyi jauh di dalam hati. Orang lain tidak tahu bahwa ada luka-luka yang terus dibiarkan menganga di dalam diri kita. Luka-luka tersebut setiap saat bisa membahayakan diri sendiri. Luka-luka itu akan menimbulkan kemerosotan rohani, mencuri sukacita dan damai sejahtera yang kita miliki, sehingga iman menjadi lemah. Luka-luka itu akan menghentikan keinginan kita untuk maju, sekalipun sebenarnya kita bisa mencapai kesuksesan. Jadi, jangan biarkan luka-luka itu melukai hati kita! Lihat bagaimana kehidupan Ayub. Orang yang saleh dan takut akan Allah, ia menjauhi kejahatan. la memiliki isteri, tujuh orang anak laki-laki dan tiga anak perempuan yang cantik-cantik. Ia memiliki banyak hal, kaya dan sukses. Sungguh lengkap kebahagiaannya. Namun dalam sekejap mata ia kehilangan semua yang ia miliki. Kekayaannya, keluarganya bahkan kesehatannya. Isterinya melukai hatinya, teman-temannya juga melukainya. Ayub kehilangan "kuasa" atau pengaruhnya, namun dalam kondisi di mana berbagai masalah menghimpit hidupnya, ia masih bisa berkata, "... Aku hendak melupakan keluh kesahku, mengubah air mukaku, dan bergembira." (Ayb 9:27). la tidak membiarkan hatinya terluka dan kecewa. Bagaimana Ayub bisa melakukan itu dan mengalami pemulihan dari Allah? Dengan iman yang tertuju kepada Allah! Hanya iman kepadaNya yang bisa menyembuhkan luka hati kita. Sakit rasanya ketika hati ini terluka, namun keyakinan yang kuat kepada Allah adalah obatnya. Isteri Ayub dan teman-temannya tidak dapat menyembuhkan luka hati Ayub, hanya Allah yang sanggup melakukannya. Pada akhirnya Allah memulihkan keberadaan Ayub, ia diberkati dan masih hidup 140 tahun lagi sesudah mengalami "luka" yang hebat melalui pencobaan yang dialaminya. Kita pun tidak perlu menyimpan luka di dalam hati, serahkan kepada Allah agar la yang menyembuhkan dengan sempurna. Arahkan iman kepada-Nya dan nantikanlah Dia. Jangan andalkan atau mencari pembelaan dari manusia, jangan pula berharap mereka akan melakukan sesuatu yang bisa menyembuhkan luka hati kita. Hanya Allah yang sanggup memulihkan dan membuat kita melupakan luka serta kecewa kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, pulihkanlah hatiku dari luka-luka yang pernah aku alami karena berbagai kejadian yang tidak kuharapkan, agar damai sejahtera-Mu kembali menguasai hatiku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan -Jumat, 17 April 2026Bacaan: "Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa." (2 Raja-raja 6:17)Renungan: Mata jasmani terbentur pada sebuah tembok tetapi mata iman melompati tembok. Mata jasmani terbatas pada sebuah sudut jalan tetapi mata iman melihat apa yang ada di balik sudut jalan. Mata jasmani melihat kegelapan tetapi mata iman menjangkau secercah sinar di balik kegelapan. Mata jasmani menimbulkan keputusasaan tetapi mata iman menimbulkan kekuatan dan pengharapan. Mata iman menjadikan tenang di kala badai menerpa, terhibur ketika kesedihan mendera, tersenyum di balik duka, berbahagia di tengah kepedihan, dan menemukan jalan ketika tiada jalan. Dalam 2 Raj 6:15-17 kita melihat tentara Raja Aram datang mengepung kota Dotan di mana Elisa berada. Dan ketika pelayan abdi Tuhan, Gehazi, melihat tentara Aram yang besar itu, maka ia ketakutan dan memberitahukan kepada Elisa, namun Elisa hanya berkata, "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." Gehazi dengan mata jasmaninya, melihat tentara Aram yang besar sehingga membuat ia gemetar ketakutan. Sedangkan nabi Elisa dengan mata iman, melihat tentara Tuhan yang jauh lebih besar. Gehazi hanya mampu melihat situasi yang dia hadapi dengan mata jasmani. Oleh sebab itulah Nabi Elisa berdoa, "Ya Tuhan, bukalah kiranya matanya supaya ia melihat." Maka Gehazi mulai memiliki mata yang melihat. Nabi Elisa menjalani jenis kehidupan "hidup bukan karena melihat tetapi karena percaya" (2 Kor 5:7). Sedangkan pelayan abdi Tuhan itu menjalani kehidupan yang "memiliki mata namun tidak melihat" (Mrk 8:18). Banyak kali kita juga menjalani kehidupan kekristenan Gehazi, kehidupan yang tidak seimbang. Dengan kata lain, mata jasmani bertindak dan berpengaruh jauh lebih besar dari mata iman. Akhirnya, kehidupan kekristenan yang kita jalani adalah kehidupan yang uring-uringan karena sebuah masalah; penuh dengan kecemasan, ketakutan, dan kekalahan; tidak memiliki sikap iman di dalam Tuhan; kering akan campur tangan Tuhan. Ini bukanlah kehidupan yang Tuhan inginkan! Kita harus mempunyai keyakinan bahwa Tuhan mengontrol seluruh kehidupan kita. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang besar, yang bukan sekadar mampu menciptakan langit dan bumi, tetapi juga mampu mengubah situasi dan kesusahan yang kita hadapi. Untuk itulah kita harus dapat melihat segala keadaan dengan mata iman, agar di setiap sudut jalan kehidupan, kita menemukan campur tangan Tuhan. Jika kita hanya hidup dengan mata jasmani, maka kecillah kekuatan kita, tetapi ketika kita hidup dengan mata iman, maka kita lebih dari seorang pemenang. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu senantiasa menikmati campur tangan-Mu dalam hidupku. Bukalah mata imanku untuk melihat dan merasakan keajaiban-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 April 2026Bacaan: "Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya." (Matius 9:17)Renungan: Seorang seniman Italia bernama Michelangelo Buonarrotti mendapat perintah membuat lukisan untuk gereja. Ia telah mencoba merombak lukisannya berulang kali, namun ia belum dapat menciptakan lukisan yang baik menurutnya. Suatu hari ketika sedang berada di warung minuman, ia mendengar seorang laki-laki berkata kepada pelayannya, "Anggur ini sudah asam, segeralah membuangnya." Maka pelayan itu pun memecahkan guci berisi anggur yang sudah asam tersebut sehingga air anggur mengalir keluar dan terbuang. Segera pelayan itu membawa sebuah guci berisi anggur baru. Melihat itu, Michelangelo segera pulang ke rumah dan membuang lukisan-lukisannya yang lama dan malam itu ia berhasil menciptakan sebuah lukisan baru yang sangat bagus. Terus memelihara sesuatu yang tidak baik di dalam hati dan pikiran, akan merampas semua sukacita, peluang untuk maju dan hidup berkemenangan. Memang masing-masing kita pasti mempunyai pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain. Kita semua tidak terlepas dari dua sisi kehidupan, yaitu sisi suka dan sisi duka. Suka dan duka di dalam kehidupan berumah tangga, di dalam bisnis serta pekerjaan, di dalam penderitaan karena sakit penyakit, di dalam menjalin hubungan dengan seseorang, bahkan di dalam pelayanan. Tentu saja sisi suka akan senantiasa menjadi kenangan manis yang dapat membuat wajah kita berseri-seri bahkan tersenyum mengingatnya. Tetapi yang biasanya jadi masalah adalah sisi duka yang tidak jarang membuat kita sedih, atau bahkan menyebabkan kita menyimpan dendam serta kepahitan yang tidak pernah hilang. Ada sebuah doa singkat yang cukup bagus, "Tuhan, ajarilah aku bersyukur bukan hanya untuk banyak perkara-perkara besar yang sudah Engkau kerjakan, tetapi juga untuk jutaan perkara-perkara kecil yang Engkau kerjakan di dalam hidupku selama ini." Kejadian-kejadian yang menurut kita sangat menyakitkan, tentunya tidak pernah terlepas dari kemahatahuan Tuhan. Roma 8:28 berbunyi, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Seseorang pernah berkata, "Waktu yang lalu tidak akan pernah sama dengan waktu yang akan datang." Apakah kita mengalami banyak kegagalan, kekalahan dan pengalaman menyakitkan selama beberapa waktu ini? Bangkit dan bangunlah iman kita kembali. Taruh harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan lihat, bagaimana Diaa akan berkarya di dalam hidup kita. Buanglah anggur asam beserta kirbat lama itu dan milikilah anggur baru beserta kirbat baru yang telah tersedia bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar berani untuk meninggalkan semua kegagalan dan kepahitanku dan memulai sesuatu yang baru mulai hari ini. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 April 2026Bacaan: "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari." (Mazmur 119:97)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak muda yang bertobat dan mulai menghadiri ibadah di gereja. Kemudian seseorang meletakkan tangan di atas bahunya sambil berkata, "Anak muda, ada tiga aturan yang dapat aku berikan kepadamu dan jika engkau berpegang pada peraturan itu maka engkau tidak akan kembali pada kehidupanmu yang lama." Orang itu pun berkata lagi, "Ambil waktu paling sedikit 15 menit setiap hari untuk mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepadamu, 15 menit untuk berbicara kepadaNya dan 15 menit untuk berbicara kepada orang lain mengenai Dia." Sebagai orang yang baru bertobat, ia sangat termotivasi dengan tiga aturan yang diberikan kepadanya dan saat itu juga ia memutuskan untuk berpegang pada ketiga aturan tersebut. Sejak hari itu dan hari-hari selanjutnya, ia melakukan ketiga aturan yang diberikan kepadanya dengan tekun. Salah satu bentuk ketaatannya pada aturan yang diberikan kepadanya adalah tekun berdiam diri di kaki Tuhan dan membaca firman-Nya. Ia memulai setiap hari dengan berdoa dan membaca firman Tuhan. Sebelum ia membaca surat dan surat kabar, ia selalu membaca Alkitab terlebih dahulu sehingga ia mendapatkan petunjuk dan penghiburan dari Tuhan setiap hari. Jika kita memperhatikan tiga aturan di atas, maka kita dapat menyimpulkannya dalam tiga hal yaitu, membaca Alkitab, berdoa dan bersaksi. Mengapa kita harus membaca Alkitab? Karena Tuhan rindu menyampaikan banyak hal kepada kita melalui firman-Nya. Jika kita ingin mendapatkan petunjuk, peringatan, kekuatan dan penghiburan dari-Nya setiap hari, maka kita harus membaca Alkitab. Begitu pula di dalam hal berdoa, sebagai orang percaya kita perlu berkomunikasi dengan Tuhan di dalam doa. Hubungan yang erat dengan-Nya akan menolong dan memampukan kita menghadapi kehidupan ini dengan ketabahan, kekuatan dan keyakinan yang diperbaharui setiap hari. Hal-hal ini tidak dapat kita peroleh begitu saja tanpa bergaul dengan Tuhan dan memberikan waktu bagi-Nya. Seberapa jauh kita telah belajar mendisiplinkan diri dalam hal berdoa dan membaca firman Tuhan? Kalau tontonan di tv, berita di internet, medsos, dan hobi lebih menarik hati kita daripada bersekutu dengan Tuhan di dalam doa dan pembacaan firman-Nya, kita harus mengadakan introspeksi. Demikian pula dengan bersaksi kepada orang lain tentang kasih Yesus yang telah menyelamatkan kita. Sudahkah kita menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan kasih-Nya? Coba renungkan, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk membicarakan berbagai hal yang tidak ada gunanya. Alangkah baiknya jika kita selalu menyediakan waktu untuk membicarakan kasih Yesus kepada orang lain sehingga mereka pun diberkati dan dapat mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerinduan hatiku, yaitu semakin mengenal Engkau. Aku mau belajar mendisiplin diri untuk membaca firman-Mu, berdoa dan bersaksi. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 April 2026Bacaan: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2) Renungan: Seorang wanita mendatangi George Crane untuk berkonsultasi, karena ia membaca artikel yang ditulis oleh George Crane di salah satu surat kabar. la bercerita tentang suaminya dengan kebencian yang sangat besar. la berkata bahwa ia tidak tahan lagi hidup dengan suaminya dan akan segera minta diceraikan. Tetapi sebelum ia diceraikan, ia harus membuat rencana balas dendam atas semua rasa sakit yang dialaminya. George Crane berpikir sejenak, kemudian ia berkata, "Nyonya, sekarang pulanglah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bersabarlah sedikit waktu lagi agar Anda dapat membalaskan sakit hati itu. Saran saya, cobalah untuk menunjukkan seolah-olah Anda sangat mencintainya. Setiap pagi berikan ia secangkir kopi dan roti, sambil mengatakan bahwa Anda mengasihinya. Ketika ia melakukan sesuatu yang tidak baik, cobalah untuk tersenyum kepadanya. Berusahalah sabar untuk mendengar keluh kesah atau petualangan-petualangannya sepanjang hari, sehingga ia berpikir bahwa Anda sangat mengerti akan dia. Kemudian setelah dua bulan, barulah Anda menyatakan bahwa Anda ingin bercerai dengannya. Itu akan menjadi seperti sebuah bom yang menghancurkan hatinya." "Wah, ide Anda bagus sekali Pak." sahut wanita itu. Kemudian wanita itu pulang dengan suatu rencana yang jitu. Dua bulan kemudian wanita itu kembali menemui George Crane. Setelah ia duduk, George Crane bertanya, "Apakah sekarang Anda siap menceraikan suami Anda?" "Bercerai? Saya tidak akan pernah menceraikan suami saya Pak. Sekarang saya benar-benar mengasihinya!" jawabnya dengan yakin. Jika kita menginginkan situasi yang lebih baik di rumah atau di kantor, kita tidak perlu menuntut orang lain untuk berubah terlebih dulu, mulailah perubahan itu dari diri kita sendiri. Ketika kita menunjukkan bahwa kita mau memulai perubahan dari diri kita sendiri, maka itu akan memberi inspirasi dan memotivasi orang-orang di sekitar kita untuk berubah. Pada awalnya perubahan yang kita mulai memang akan membuat orang lain bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi sehingga ia yang tadinya sangat cerewet kini jadi lebih bisa menguasai lidahnya; dia yang tadinya kasar, kini lebih lemah lembut, dia yang tadinya cuek habis, kini mulai perhatian; dia yang tadinya pelit, kini mulai murah hati; dia yang tadinya pemalas, kini mulai rajin, dan seterusnya. Tetapi, seiring dengan perubahan yang kita mulai, orang-orang di sekeliling kita juga akan mulai berubah. Marilah kita berubah dari hari ke hari menjadi pribadi yang karakternya semakin serupa dengan Kristus. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Rm 12:2). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mau dibentuk supaya menjadi seperti Yesus di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Baharuilah hati dan pikiranku setiap hari. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 13 April 2026Bacaan: "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yohanes 15:14) Renungan: Pada suatu siang, seorang Pasto berjalan melewati gerejanya. Dia berhenti sejenak untuk melihat siapa yang datang berdoa di gerejanya. Dia terkejut karena dari pintu samping gereja keluar seorang pria dengan kemeja lusuh, dengan rambut dan janggut panjang yang tidak terawat. Pria itu tersenyum kepadanya, lalu pergi. Hari-hari berikutnya, setiap Pastor ini lewat gerejanya, dia melihat orang yang sama, yang hanya berlutut sebentar lalu pergi. Mulailah timbul kecurigaan di hatinya. "Jangan-jangan dia sedang menyelidiki dan bermaksud merampok," katanya di dalam hati. Akhirnya Pastor memutuskan untuk menghentikan pria itu dan bertanya, "Apa yang kamu lakukan di sini?" Pria itu menjawab, "Saya bekerja di ujung sana. Waktu makan siang saya hanya setengah jam. Saya hanya berlutut sebentar untuk mendapatkan kekuatan dari Tuhan." "Dalam waktu sesingkat itu, apa yang Bapak doakan?" tanya Pastor. "Aku harus datang sekali lagi untuk mengatakan kepada-Mu Tuhan, aku sungguh bahagia sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Engkau sudah menghapus dosa-dosaku. Aku tidak tahu bagaimana berdoa banyak, tetapi aku memikirkan Mu setiap hari. Jadi Yesus, ini 'check in-ku hari ini," jawabnya. Mendengar itu, sang Pastor merasa bodoh dan berkata, "Kamu bebas untuk datang dan berdoa kapan saja." Pria itu tersenyum dan berkata, "Terima kasih." Setelah pria itu pergi, Pastor masuk ke gereja dan berdoa, "Aku harus datang sekali lagi untuk mengatakan kepadaMu Tuhan, aku sungguh bahagia sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Engkau sudah menghapus dosa-dosaku. Aku tidak tahu bagaimana berdoa banyak, tetapi aku memikirkan Mu setiap hari. Jadi Yesus, ini 'check in-ku' hari ini." Suatu hari, Pastor itu kembali lewat di gerejanya, tetapi dia tidak melihat pria lusuh yang biasa datang untuk berdoa. Demikian juga dengan hari-hari berikutnya. Dia mulai khawatir dan memutuskan untuk pergi ke pabrik di mana pria itu bekerja. Di sana dia mendapat kabar bahwa pria itu dirawat di rumah sakit. Tetapi, kabar lain yang menyenangkan adalah bahwa pria itu sudah membawa pengaruh besar di keluarga dan di kampungnya yang tempatnya jauh dari pabrik itu. Pastor itu pun senang dan bergegas pergi ke rumah sakit. Di rumah sakit, dia ditemui perawat yang berkata, "Sungguh memprihatinkan, tidak ada yang peduli kepadanya." Mendengar perkataan perawat itu, pria ini berkata, "Perawat ini keliru. la tidak tahu ada seorang sahabatku yang setia mendampingiku. Dia duduk di bawah, meraih tanganku dan berkata: Aku datang untuk mengatakan kepadamu, Aku sungguh bahagia, sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Aku telah menghapus dosa-dosamu dan Aku memikirkanmu setiap hari. Jadi, ini 'check in-ku' hari ini." Seisi ruangan itu pun heran dan akhirnya banyak dari mereka yang mau mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat karena kesaksian bapak ini yang begitu nyata dan menyentuh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menikmati hubungan persahabatan dengan-Mu dan berbagi sukacita kepada mereka yang belum mendapatkan sukacita karena belum menjadi sahabat-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 April 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Ada seorang raja yang mempunyai penasihat yang cukup bijak. Penasihat itu selalu ikut ke mana pun raja pergi. Kata-kata nasihat yang hampir selalu keluar dari mulut sang penasihat itu adalah, "Semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan." Suatu hari, raja pergi berburu dan mengalami sedikit kecelakaan. la tidak sengaja menembakkan anak panah ke kakinya sendiri, sehingga kakinya terluka. Ia bertanya kepada penasihatnya apa pendapatnya mengenai kecelakaan itu dan sang penasihat menjawab, "Semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan." Kali ini raja menjadi sangat marah atas jawaban yang selalu sama yang ia terima dari penasihatnya. Atas perintahnya, penasihat itu dimasukkan ke dalam penjara. "Sekarang apa lagi yang hendak engkau katakan?" tanya raja. "Apa yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan," lagi-lagi penasihat itu memberikan jawaban yang sama. Penasihat itu pun tetap dimasukkan ke dalam penjara. Beberapa waktu kemudian raja pergi berburu lagi, tapi kali ini tanpa penasihat yang mendampinginya. Segerombolan kanibal menangkap sang raja kemudian membawanya ke kamp mereka untuk dijadikan makan malam para kanibal. Sebelum dimasukkan ke dalam periuk besar, para kanibal terlebih dahulu memeriksa tubuhnya. Mereka melihat bahwa di kaki raja ada luka, maka mereka pun memutuskan untuk mengembalikannya ke hutan. Sesuai tradisi kanibal, mereka tidak akan memakan apa pun yang ada cacatnya. Raja pun merasa senang. la kini menyadari kebenaran dari apa yang pernah dikatakan oleh penasihatnya bahwa apa yang terjadi pasti akan mendatangkan kebaikan. Alkitab berkata bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. "Dalam segala sesuatu" berarti dalam setiap keadaan, bukan hanya keadaan ataupun kejadian yang menyenangkan, tetapi juga dalam keadaan yang menyakitkan dan tidak pernah kita harapkan. Benar sekali bahwa Allah bisa memakai semua yang terjadi dalam hidup kita untuk satu tujuan tertentu. Kita bersyukur bahwa tujuan yang dirancangkan Allah bagi kita adalah untuk kebaikan kita semata-mata. Jika kita kembali merenungkan, banyak kejadian di masa lalu yang kemudian membentuk serta mempersiapkan kita menjadi seperti sekarang ini. Pengalaman masa lalu bisa menjadikan kita satu pribadi yang lebih baik. Untuk itu kita perlu belajar melihat sisi positif dari setiap kejadian. Apa pun tantangan yang diperhadapkan kepada kita hari ini, ingatlah bahwa itu terjadi untuk membawa kita kepada tingkatan berikutnya. Asalkan kita bisa menyikapi semua yang terjadi dengan sikap positif dan keyakinan bahwa Allah selalu menyertai kita. Kita tidak akan mengerti sepenuhnya bagaimana kejadian buruk mendatangkan kebaikan bagi kita, namun percayakanlah semuanya kepada-Nya yang akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup bekerja dalam segala kejadian untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 April 2026Bacaan: "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja." (Amsal 14:23) Renungan: Dahulu kala di sebuah desa, hiduplah dua orang pengikut Yesus, yang satu miskin dan yang satunya lagi lebih berada. Suatu hari, orang yang miskin itu berkata kepada temannya yang lebih berada, bahwa ia akan pergi ke sebuah negeri untuk belajar memperdalam ilmu. Setengah mengejek, temannya berkata, "Kamu tidak usah berangan-angan. Pergi ke negeri seberang itu tidaklah mudah karena butuh uang yang banyak. Lagi pula kamu belum pernah keluar dari desa kecil kita ini." Orang yang miskin pun menjawab, "Aku akan membawa sebuah cangkir untuk menampung air dan sebuah piring untuk menampung nasi dan itu sudah cukup bagiku." "Itu semua omong kosong, kamu mimpi," jawab temannya yang lebih berada itu. Dua tahun kemudian, si miskin kembali setelah berhasil mewujudkan semua impiannya. Mendengar si miskin telah berhasil, temannya menjadi sangat malu karena sampai saat itu hidupnya masih seperti dulu, tidak ada perubahan dan kemajuan sedikitpun. Napoleon Hill berkata, "Ketika Anda mengambil satu keputusan, berusahalah secepatnya untuk mewujudkannya. Sekecil apapun langkah yang Anda ambil, itu akan cukup menjadi pemacu semangat Anda." Angan-angan dan perencanaan besar akan tetap menjadi angan-angan jika kita tidak segera mewujudkannya. Keputusan dan rencana apapun yang telah diambil, harus kita mulai dengan langkah-langkah nyata. Jangan menunggu sampai keadaan menjadi baik atau kondisi terlihat menguntungkan baru kita mulai bertindak, karena hanya dengan tindakan sebuah impian akan menjadi kenyataan. Abraham tidak akan pernah merasakan perbuatan-perbuatan Allah yang dahsyat dan ajaib kalau ia tidak mengambil keputusan untuk meninggalkan negerinya. Mengapa sampai saat ini kita belum melihat suatu perubahan di dalam pekerjaan maupun pelayanan kita? Mungkin saja ini disebabkan karena kita belum juga bertindak. Program-program pelayanan maupun ide-ide yang bagus untuk pekerjaan kita tidak ada gunanya kalau kita hanya mencanangkan dan membicarakannya saja. Demikian juga dengan impian-impian besar mengenai suatu usaha atau bisnis, tidak akan pernah terwujud kalau kita tidak bertindak. Mulailah dari apa yang dapat kita kerjakan, kerjakan itu dengan kesungguhan dan ketekunan dan di dalam semuanya itu, izinkan Tuhan yang menuntun. Andalkan Dia dan bukan kemampuan kita. Jangan lupa bahwa langkah pertama itu sangatlah penting. Kalau kita tidak pernah mengambil langkah pertama, maka langkah-langkah selanjutnya tidak akan pernah ada. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku keberanian untuk bertindak dan mewujudkan impian-impianku. Aku percaya, bersama-Mu selalu ada jalan keluar menuju kesuksesan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 April 2026Bacaan: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9)Renungan: Yacouba Sawadogo lahir di Burkina Faso, Afrika, tahun 1946. Sebagai petani kecil, ia berhasil menghijaukan 20 hektar lahan tandus di desanya. Tandusnya lahan di desanya disebabkan oleh kelebihan manusia dan sistem pertanian kasar yang menyebabkan erosi tanah. Banyak peneliti menyerah mengatasi masalah lahan itu. Yacouba prihatin. la lalu mencoba teknik menanam tradisional Afrika. Dengan alat seperti sekop dan kapak, la membuat lubang-lubang untuk diisi pupuk dan bibit. la ditertawakan karena teknik itu dianggap kuno. Namun, dalam 20 tahun terbukti bahwa lahan tandus itu berubah menjadi lahan hijau yang subur dan lebat. Perjuangan Yacouba didorong oleh hasrat ingin memajukan desanya. Hasrat dan perjuangan seperti inilah yang dimaksudkan Paulus dalam Galatia 6:9. Janganlah kita jemu-jemu mencoba dan berusaha melakukan pekerjaan baik. Ketika situasi memburuk dan kenyataan begitu getir, pada saat itulah komitmen kita dibutuhkan untuk tekun berbuat baik. Pekerjaan baik pasti akan membuahkan hasil yang baik. Setidaknya, itulah yang dibuktikan oleh Yacouba. la menuai hasil yang sangat baik, bahkan menjadi berkat bagi seluruh masyarakat Burkina Faso. Percayalah, setiap pekerjaan baik kita juga akan menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat membangun komitmen yang teguh untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik, dalam rangka memajukan keluarga, gereja, dan masyarakat di manapun aku berada. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 April 2026Bacaan: "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." (Matius 6:10) Renungan: Di dalam doa Bapa Kami terdapat kata-kata yang cukup terkenal, yaitu "jadilah kehendakMu". Dua kata ini merupakan salah satu prinsip doa yang diajarkan oleh Yesus kepada para pengikut-Nya. Di Taman Getsemani Yesus memohon kepada Bapa agar melalukan cawan penderitaan yang akan la hadapi, tetapi Yesus mengakhiri permohonan Nya dengan berkata, "Tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki." Kata-kata ini diucapkan oleh Yesus pastilah dengan kesadaran yang penuh bahwa kehendak Bapa adalah yang terbaik untuk-Nya. Salah satu kunci yang membuat doa kita dikabulkan oleh Tuhan, yaitu jika permohonan itu sesuai dengan kehendak-Nya. Kita boleh beriman bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa kita, tetapi bagaimana pun besarnya iman yang kita miliki, jika apa yang kita minta tidak sesuai dengan kehendak-Nya, maka la tidak akan mengabulkannya. Seseorang berkata, "Tuhan tidak selalu melakukan apa yang sanggup la lakukan, melainkan apa yang la kehendaki untuk la lakukan." Secara umum kita tahu bahwa kehendak Tuhan adalah sesuatu yang akan mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya dan kebaikan bagi manusia. Terkadang kita tidak tahu apakah yang kita doakan itu benar-benar akan mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya dan kebaikan bagi kita. Tetapi karena kita mempercayai Tuhan sebagai Bapa yang baik yang lebih mengetahui apa yang baik bagi anak-anak-Nya, maka kita perlu berserah pada kehendak-Nya. Karena keterbatasan kita untuk mengerti secara persis apa yang menjadi kehendak Tuhan dan bagaimana harus berdoa, kita perlu membuka hati pada tuntunan Roh Kudus. Ketika beban terasa demikian berat sehingga kita tidak bisa lagi berpikir dan berkata-kata, saat itulah Roh Kudus akan berdoa untuk kita dan juga membantu kita berdoa dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Roh Kudus juga mengajar kita untuk memiliki penyerahan diri kepada kehendak Bapa Semakin kita membuka diri pada tuntunan Roh Kudus, semakin kita mengerti apa yang menjadi kehendak-Nya dan semakin kita tahu bagaimana harus berdoa. Roh Kudus menyempurnakan doa-doa yang kita panjatkan sehingga Bapa dengan kasih dan hikmat-Nya akan menanggapinya. Roma 8:27 berbunyi, "Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa la, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." Biarkan Roh Kudus menuntun kita, karena jika kita terlatih mendengar bisikan-Nya, maka kita tidak akan menyerukan doa sia-sia yang berasal dari dorongan kedagingan kita. Ketika doa kita sesuai kehendak Tuhan, maka la akan mengabulkan permohonan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku menyerahkan segala kerinduan, harapan dan rencanaku ke dalam tangan-Mu. Jadilah sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 8 April 2026Bacaan: Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri." (Matius 27:5)Renungan: Ana dan Ani adalah dua sahabat yang saling mengasihi. Mereka selalu bersama-sama dalam suka maupun duka. Mereka juga saling terbuka satu sama lain, bahkan dalam hal-hal yang merupakan privasi masing-masing, seperti hubungan dengan pacar. Orang tua Ana bahkan sudah menganggap Ani sebagai anak kandungnya. Demikian juga sebaliknya, orang tua Ani sudah menganggap Ana seperti anak kandungnya sendiri. Ana berasal dari keluarga yang cukup berada, sedangkan Ani dari keluarga yang sederhana. Namun demikian, hal itu tidak memengaruhi persahabatan mereka.Suatu kali, Ani sedang membutuhkan sejumlah uang. Karena itu ia mencoba meminjam uang kepada Ana. Sebagai seorang teman, Ana pun bersedia memberikannya. Ani membayarnya tepat waktu. Suatu waktu, Ani punya kebutuhan yang cukup besar. Jadi, Ani meminta tolong lagi kepada Ana agar mau meminjamkan uang yang lebih besar kepadanya. Sebenarnya, Ana agak ragu untuk memberikannya, sebab ia tahu betul kemampuan Ani untuk membayarnya. Tetapi karena Ani sedang membutuhkannya dan berjanji akan membayarnya tepat waktu, maka Ana pun memberikannya. Namun, ketika tiba waktu untuk membayar uang tersebut, Ani tidak membayarnya. Bahkan, ia tidak mengatakan apa pun kepada Ana, padahal mereka masih sering ketemu. Setelah lewat beberapa hari dari waktu yang disepakati, Ani tidak juga ada inisiatif untuk membayarnya. Ana mencoba mendiamkannya untuk beberapa saat, karena ia tidak ingin temannya itu tersinggung. Sebulan setelah lewat dari janji Ani untuk mengembalikan uang Ana, akhirnya Ana tidak sabar lagi. Ia pun memberanikan diri berbicara kepada Ani. Ani hanya berkata bahwa ia belum ada uang, ia pasti membayarnya nanti kalau sudah punya uang. Mendengar itu Ana pun kecewa kepada Ani, karena Ani dianggapnya tidak bertanggung jawab dalam membayar utangnya. Ana mulai mengurangi pertemuannya dengan Ani. Lama-kelamaan mereka berdua semakin jarang bertemu, bahkan tidak pernah ada kontak lagi. Sejak itu pertemanan Ana dan Ani pun berakhir. Uang dapat membuat hubungan persahabatan menjadi rusak. Yesus adalah sahabat Yudas Iskariot (Mat 9:15), namun ia nekat "menjual" Sahabatnya itu kepada para pemimpin Yahudi. Yudas rela menjual Yesus hanya demi uang 30 keping perak, yang pada waktu itu bukanlah nilai yang besar. Pada akhirnya hal itu telah membuatnya sangat menyesal dan akhirnya gantung diri. Hati-hatilah dalam persahabatan kita. Jangan sampai uang membuat hubungan dengan sahabat kita menjadi rusak. Jadikanlah uang sebagai perekat persahabatan, bukan sebagai penghancur persahabatan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku menghargai persahabatanku melebihi uang. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 7 April 2026Bacaan: "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku." (Amsal 30:8-9) Renungan: Di dalam Alkitab, kekayaan dipandang sebagai sesuatu yang netral, tidak dipuji tetapi juga tidak dicela. Artinya, benar-tidaknya suatu kekayaan tergantung pada sikap seseorang terhadapnya, apakah ia menjadi orang benar atau menjadi orang yang tidak benar dengan kekayaannya itu. Jika seseorang bergantung pada kekayaannya melebihi ketergantungannya kepada Tuhan, maka pada saat itulah suatu kekayaan menjadi tidak benar. Sebaliknya, jika seseorang dapat mengendalikan kekayaan itu dan memanfaatkannya untuk memuliakan Tuhan dan memberkati sesama, maka pada saat itulah kekayaaan tersebut menjadi benar. Jadi, kekayaan itu sendiri tidaklah salah, yang salah adalah sikap orang yang bergantung kepada kekayaannya. Alkitab tidak pernah mengecam kekayaan itu sendiri, tetapi mengecam sikap hati orang yang hanya bergantung pada kekayaannya. Ada banyak tokoh di Alkitab yang kaya. Sebagian mempergunakan kekayaan tersebut dengan baik, artinya tidak membuat mereka jauh dari Tuhan. Sebagian lagi adalah sebaliknya, mereka justru jauh dari Tuhan karena kekayaannya. Contoh tokoh Alkitab yang kaya namun tidak membuat mereka jauh dari Tuhan adalah Abraham, Ishak, Yakub, dan Ayub. Mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi orang-orang yang kaya di tengah masyarakat sezaman mereka. Tetapi, hati mereka tetap teguh berpaut kepada Tuhan. Demikian juga dengan Ayub, sekalipun ia adalah orang kaya, ia tidak bergantung pada kekayaannya. Terbukti, ketika ia dicobai dengan sangat berat dengan hilangnya seluruh harta kekayaannya dalam sekejap, ia tidak meninggalkan Tuhan. Namun banyak juga tokoh Alkitab yang kaya sehingga membuat mereka menjadi jauh dari Tuhan atau tidak datang kepada Tuhan. Contohnya adalah Hizkia, raja Yehuda. Secara keseluruhan, Hizkia termasuk orang yang benar di mata Tuhan, karena ia tidak menyembah berhala dan tetap berpaut kepada Tuhan. Namun ia tidak benar dalam hal kekayaan. Ketika dia diberkati Tuhan dengan kekayaan dan kerajaan yang kokoh, ia justru memamerkan kekayaannya itu kepada orang-orang Babel (2 Raj 20:12-18). Bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa membuat seseorang jauh dari Tuhan. Menarik menyimak doa Agur bin Yake. Ia memohon kepada Tuhan agar tidak diberikan kekayaan maupun kemiskinan. Sebab, jika ia kaya ia akan menyombongkan diri terhadap Tuhan, dan ketika ia miskin ia akan mengutuki Tuhan. Agur bin Yake menyadari bahwa banyak orang yang bersikap tidak benar kepada Tuhan karena kekayaan mereka, dan karena kemiskinan mereka! Namun makna doa Agur bin Yake adalah agar kita tetap cinta Tuhan, baik ketika masih miskin maupun ketika sudah kaya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku tetap takut dan setia kepada-Mu, baik ketika masih miskin maupun sesudah kaya. Amin. (Dod)

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 6 April 2026Bacaan: "Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat." (Matius 13:8)Renungan: Pernahkah kita berpikir mengapa kehidupan para pengikut Yesus berbeda satu sama lainnya? Sebagian menghasilkan buah pertobatan dengan karakter yang baik, sebagian lagi tidak menunjukkan buah pertobatan. Sebagian selalu menjaga kekudusan hidup, sebagian lagi masih suka berbuat dosa. Sebagian sungguh-sungguh mengikut Tuhan, sebagian lagi hanya ikut-ikutan. Sebagian aktif melayani Tuhan, sebagian lagi hanya pasif di gereja. Sebagian bersemangat untuk menjangkau jiwa bagi Tuhan Yesus, sebagian lagi tidak memedulikannya. Apakah yang menyebabkan perbedaan itu? Ternyata hanya satu: respons mereka terhadap Kabar Baik. Hal ini menjadi jelas jika kita melihat perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang penabur. Tuhan Yesus menceritakan tentang seorang petani yang menaburkan benih di ladangnya. Sebagian dari benih itu jatuh di pinggir jalan sehingga burung memakannya sampai habis. Sebagian lagi jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan karena tanahnya tipis, ia segera tumbuh, tetapi ketika matahari terbit maka ia menjadi layu. Sebagian lagi benih itu jatuh di tengah semak duri, dan ketika semak duri itu semakin besar maka ia menghimpitnya. Tetapi sebagian lagi jatuh di tempat yang subur, lalu tumbuh dan berbuah, ada yang 100 kali lipat, 60 kali lipat dan 30 kali lipat. Tuhan Yesus menjelaskan bahwa benih yang jatuh di pinggir jalan itu adalah orang yang menerima Kabar Baik atau firman Tuhan tetapi dia tidak mengerti firman Tuhan tersebut. Maka datanglah Iblis merampasnya dari orang itu. Benih yang jatuh di tempat berbatu-batu menggambarkan orang yang menerima firman dengan gembira, tetapi firman itu tidak berakar di hatinya. Ketika cobaan dan penganiayaan datang dalam hidupnya, ia menjadi murtad. Benih yang tumbuh di semak duri menggambarkan orang yang menerima firman Tuhan tetapi kekhawatiran dunia dan tipu daya kekayaan menghimpitnya sehingga tidak berbuah. Sedangkan benih yang tumbuh di tanah yang subur dan menghasilkan buah 100 kali lipat, 60 kali lipat dan 30 kali lipat menggambarkan firman yang ditanam dalam hati orang yang menerimanya dan dapat dimengertinya. Perumpamaan ini menggambarkan bagaimana firman Tuhan diberitakan kepada semua orang, tetapi sikap dan respons mereka berbeda-beda sehingga hasilnya pun berbeda. Bagaimana firman tumbuh dalam hidup kita tergantung pada sikap kita terhadapnya. Apakah kita membiarkan Iblis mengambilnya dari kita, membiarkan pencobaan menekan firman tersebut, membiarkan kekhawatiran dan kekayaan dunia ini menghimpitnya, ataukah kita bertekun di dalamnya sehingga menghasilkan buah dalam kehidupan kita. Semuanya tergantung pada pilihan kita. Untuk itu, jadikanlah hati kita sebagai tanah yang subur untuk firman Tuhan sehingga menghasilkan buah yang menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati seperti tanah yang subur, sehingga firman-Mu dapat tumbuh dan berbuah dalam hidupku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 April 2026Bacaan: "Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut." (1 Yohanes 3:14)Renungan: Ada begitu banyak ayat Alkitab yang meneriakkan kata kasih agar yang tak mendengar dapat mendengar, dan yang tak mau mendengar menjadi terusik sehingga mau mendengar. Kasih adalah ciri khas dari kehidupan kekristenan, yang membedakan kita dengan dunia ini. Mengasihi bukanlah pilihan bagi para pengikut Kristus, melainkan sebuah keharusan, yang sama halnya seperti manusia dengan makanan. Mau tidak mau, atau enak tidak enak, manusia akan tetap makan agar dapat bertahan hidup. Jadi baik atau tidak baik situasi, kondisi dan tempatnya, kita harus tetap dapat mengasihi. Namun bila akhirnya kita menjadikan kasih sebagai sebuah pilihan, maka hari ini ada begitu banyak orang yang kita bunuh. Ya, menjadi pembunuh, itulah hasil akhir dari pilihan kita, karena kita gagal menjadi penunjuk jalan bagi orang-orang "dunia" untuk menuju kepada jalan kebenaran dan hidup. Inilah alasan mengapa kasih menjadi begitu penting, sehingga firman-Nya terus menggedor hati kita agar kita hidup sebagai anak-anak terang yang memancarkan kasih-Nya. Sebab, seperti apa dan bagaimana kita hidup, maka seperti itulah orang akan memandang Kristus. Jika kita hidup sebagai pemarah atau pendendam, maka seperti itulah Kristus di hadapan orang-orang yang tidak mengenal-Nya. Kristus yang adalah Kasih, berubah menjadi Pribadi yang buruk karena keangkuhan, keegoisan, dan kegengsian kita yang tidak mau mengampuni. Di dalam Kristus, hal mengasihi bukan lagi sebuah kemustahilan. Untuk itu, jika kita masih merasakan sebaliknya, maka sesungguhnya la tidak ada di dalam kita, dan kita tidak pernah mengenal-Nya. Saat dunia membutuhkan alasan atau syarat untuk mengasihi, la justru mengajarkan kita untuk mengasihi tanpa syarat, sama seperti Dia yang mengasihi kita tanpa syarat. Maukah kita belajar mengasihi? Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin belajar memiliki kasih yang Engkau ajarkan kepadaku, agar aku dapat mengasihi tanpa mencari alasan untuk apa aku mengasihi. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 April 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2)Renungan: Seorang bintang sepak bola asal Brazil, Neymar da Silva Santos Junior, yang dikenal dengan sapaan Neymar, ternyata tidak pernah melupakan kebaikan Tuhan yang ia alami di masa lampau. Hal itu dibuktikannya dengan menggunakan ikat kepala yang bertuliskan 100% Jesus, pada saat penyerahan medali emas Olimpiade Rio De Janeiro, Brasil, pada tanggal 21 Agustus 2016. Neymar sendiri adalah kapten tim sepak bola Brasil. Timnya menang dan meraih medali emas ketika di babak final mengalahkan Jerman. Ikat kepala yang digunakan Neymar pada penyerahan medali emas tersebut, menarik perhatian penonton. Rupanya, Neymar telah memakai ikat kepala ini mulai dari tim junior dan tim senior Santos, FC Barcelona, hingga di Olimpiade 2016 ini. Ikat kepala yang digunakan oleh Neymar tersebut bukan hanya memperlihatkan bahwa ia percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi juga ia bersaksi akan kebaikan Tuhan di dalam hidupnya. Peristiwa yang terjadi di masa lalu masih kental dalam ingatan Neymar. Saat itu ia baru saja bergabung dengan tim junior Santos FC, tetapi klub itu ditimpa krisis finansial. Imbasnya adalah tim tidak mampu membayar sewa lapangan untuk berlatih. Hampir saja tim junior Santos FC tutup buku. Tetapi, ayah Neymar menghubungi gereja lokal tempatnya beribadah untuk memohon bantuan, dan ternyata gereja tersebut bersedia memberikan bantuan membayar sewa lapangan tempat tim berlatih. Bagi Neymar hal itu adalah mujizat yang Tuhan berikan kepada dirinya dan teman-temannya di tim junior Santos FC. Sejak itu, Neymar terus berterima kasih atas bantuan tersebut dan ia pun menggunakan ikat kepala bertuliskan 100% Jesus untuk mengingat kebaikan Tuhan dan sebagai bentuk ucapan syukur atas pertolongan Tuhan. Walaupun Neymar merupakan salah satu pemain sepak bola terbaik dunia, namun hal itu tidak membuatnya lupa akan pertolongan Tuhan. Ia selalu menggunakan ikat kepala di akhir kemenangannya. Hal ini mengingatkan kita sebagai orang percaya agar jangan melupakan kebaikan Tuhan. Apa pun yang terjadi tetaplah setia kepada-Nya, janganlah pernah mengeluh atau bersungut-sungut, melainkan tetaplah bertekun di dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku selalu mengasihi-Mu dan selalu mengingat kebaikan-Mu atas hidupku, agar aku selalu berkenan di hadapan-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 3 April 2026Bacaan: "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8) Renungan: Kiera Larsen adalah seorang gadis kecil berusia 10 tahun. la pada akhirnya harus meninggalkan dunia ini pada usia yang masih sangat muda karena menyelamatkan orang lain. Peristiwa nahas itu terjadi ketika Kiera sedang bermain di halaman rumahnya bersama dengan Adison yang berusia satu tahun dan Emma, dua tahun, anak tetangganya. Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba sebuah mobil Mercedes-Benz terguling. Kiera pun dengan sigap mendorong kedua balita tersebut tanpa sempat menolong dirinya sendiri. Bahkan terlihat luka goresan pada tubuh kedua balita akibat cengkeraman dan dorongan yang kuat dari Kiera saat mendorong mereka. la pun meninggal akibat hantaman keras mobil tersebut. Kiera selalu diingat sebagai pahlawan bagi kedua anak itu oleh ibu mereka. Kisah di atas mengingatkan kita kepada pengorbanan Yesus untuk keselamatan umat-Nya. Kematian dan kebangkitan Yesus yang masih disangkal oleh para pembenci-Nya hingga saat ini memang hanya dapat dipahami oleh mereka yang telah merasakan arti dari pengorbanan-Nya. Yesus adalah Pahlawan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Ketika hidup kita terancam oleh maut, la datang dan mendorong kita ke tempat yang aman. Seperti kisah Kiera, yang bila diingat oleh orang-orang, akan selalu mengundang decak kagum bahkan tersentuh oleh pengorbanannya. Seharusnya kita pun tersentuh dan berdecak kagum setiap kali mengingat, mendengar, dan membaca kisah pengorbanan Sang Juruselamat. Kisah pengorbanan Yesus adalah kisah spektakuler sepanjang masa. Pengorbanan-Nya adalah nyata bukan hanya sekadar mitos. Kehidupan yang kita miliki saat ini adalah salah satu bukti dari pengorbanan Yesus. Kisah Yesus ini bukanlah sekadar sepenggal kisah yang diceritakan setiap kali umat Kristen hendak merayakan Paskah. Kisah ini benar-benar nyata dan wajib kita syukuri karena tanpa pengorbanan Yesus kita telah menjadi orang-orang yang tidak mengenal kebenaran dan bahkan hidup di dalam dosa. Yesus sangat mengasihi kita. la tidak mengasihi kita dengan kata-kata yang indah dan manis didengar, tetapi dengan bukti nyata. Manusia tidak perlu lagi menagih janji-janji-Nya untuk yakin bahwa la mengasihi manusia, tetapi cukup dengan melihat pengorbanan-Nya yang besar sebagai bukti kasih-Nya yang luar biasa. Pengorbanan-Nya tidak perlu lagi dipertanyakan karena itu sudah pasti. Bersyukurlah! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang tiada henti-hentinya bersyukur atas pengorbanan-Mu di kayu salib. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 2 April 2026Bacaan: "Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia." (Lukas 15:28)Renungan: Kisah anak yang hilang tentu sudah sering kita dengar. Kisah ini sering dipakai untuk menunjukkan betapa besar kasih Bapa kepada mereka yang mau bertobat, bahwa la bukan hanya mengampuni, tapi juga akan memberi segala yang baik kepadanya. Selain itu, kisah anak yang hilang juga sering dipakai untuk menunjukkan bagaimana anak Tuhan juga bisa "hilang" walau sehari-hari tampak dekat dengan Tuhan. Tandanya adalah ketika ia tidak lagi bisa mengasihi orang yang berdosa, tapi justru iri ketika Tuhan menerima kembali mereka yang mau bertobat. Tanda lainnya adalah ketika ia merasa tak diberkati padahal ia sendiri tak pernah meminta kepada Bapa yang sangat baik. Kisah ini begitu luar biasa karena memberikan harapan bagi mereka yang belum percaya tapi juga mengingatkan orang percaya bahwa sebagai anak Tuhan, kita tidak hanya harus punya hati seperti Tuhan tapi juga harus bersyukur karena telah dilayakkan menerima kasih karunia dan berkat-Nya. Nah, ada satu hal yang mungkin luput kita perhatikan. Lihatlah bagaimana perhatian bapa kepada si sulung. Meski si sulung merasa dikesampingkan, sesungguhnya perhatian sang bapa kepadanya sangat istimewa. Sang bapa memang rindu kepada si bungsu, tapi ia tidak pergi mencarinya. Setelah anak itu bertobat, baru ia menyongsong dan menerima si bungsu dengan sukacita. Lain halnya dengan si sulung saat ia "terhilang". Saat ia marah karena ada pesta untuk adiknya, si sulung tak mau masuk ke rumah. Namun, apa yang dilakukan bapanya? Bapanya melangkahkan kaki ke luar untuk bertemu dia. Jangan pernah mengira Tuhan itu seperti Bapa yang cuek. Apalagi kepada orang percaya, yang telah bekerja keras melayani Tuhan, sesungguhnya perhatian Tuhan sangat istimewa. la sendiri yang akan datang menghampiri dan menghibur kita. Pertanyaannya, apakah kita menyadarinya? Atau kita justru terus fokus pada masalah, atau bahkan merasa iri kepada orang lain yang tampak diberkati lebih dari kita? Ingat kita punya Bapa yang baik dan penuh kasih, peduli pada anak-anak-Nya. Tidak perlu urusi berkat orang lain, ingatlah bahwa hidup dekat pada Allah pun sudah jadi berkat tersendiri, karena asal dekat Allah, maka kita bisa tenang sebab Dialah sumber pertolongan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku, karena adanya rasa iri dan dendam di hatiku, membuat aku terhilang dari hadapan-Mu. Lepaskanlah perasaan negatif itu dari diriku agar aku dapat kembali masuk dalam hati-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 1 April 2026Bacaan: "Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! " (Filipi 4:5)Renungan: Suami Ibu Maria sudah lama meninggal. Kedua anaknya pun telah berumah tangga dan tinggal terpisah. Ajakan kedua anaknya untuk tinggal bersama mereka, ditolaknya. Ibu Maria memilih tinggal di rumahnya sendiri dan tetap berkarya. Hampir tiap hari ia merajut, membuat mantel-mantel kecil. Lalu, setiap akhir pekan, ia keluar membagikan mantel itu kepada anak-anak kecil yang ditemuinya, tanpa memungut bayaran. "Bahagia rasanya ketika melihat senyuman mereka yang menerima mantel rajutan saya. Sering saya membayangkan saat ini ada seorang anak yang merasakan kehangatan mantel buatan saya," ungkap Ibu Maria dengan mata berbinar. Kadang muncul anggapan, jika orang yang telah lanjut usia tinggal sendiri, pasti merasa kesepian. Ya, bisa saja anggapan itu benar. Tetapi, kita tahu, selama ada sesuatu yang bisa dikerjakan, maka rasa sepi tidak akan menguasai. Namun, yang utama adalah karena kita sadar masa hidup ada batasnya. Tuhan sudah dekat, sayang jika kita melewatkannya begitu saja. Teruslah berkarya dengan kata dan talenta yang Tuhan telah berikan, sehingga kehadiran kita dapat juga mendatangkan senyuman dan sukacita di hati sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat menyatakan kebaikan-Mu bagi setiap orang yang Engkau izinkan berjumpa dengan ku. Sehingga melalui kehadiranku mereka dapat merasakan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 31 Maret 2026Bacaan: "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." (1 Korintus 13:13)Renungan: Pagi itu, Oma Lisa dikejutkan oleh sebuah paket yang tertera namanya. Isinya adalah sebuah tas rajutan kesukaannya dan syal bermotif burung cenderawasih. Sungguh indah dan mengharukan hatinya. Bagaimana tidak? Pengirimnya adalah seorang wanita yang dulu pernah kos di rumahnya. Memang paket tersebut bukanlah yang pertama kali, tetapi selalu berhasil menyentuh hatinya. "Mereka tak pernah lupa hari ulang tahun saya," katanya. Mengapa mereka begitu perhatian padanya? Menurut kesaksian mereka, Oma Lisa pun sangat mengasihi mereka. la memperlakukan anak-anak kos itu bagai anak sendiri. Hubungan keluarga sering dipahami sebatas ikatan darah. Kenyataannya, kita tahu, tidaklah selalu demikian. Ketika Yesus tergantung di kayu salib, la membentuk satu hubungan keluarga yang melampaui ikatan darah. Kata Yesus kepada ibu-Nya, "Ibu, inilah anakmu!" Dan kepada murid yang dikasihi-Nya, "Inilah ibumu!" Sebuah hubungan yang di dalamnya ada ikatan kasih yang saling memberi perhatian, saling merawat, saling menopang. Tak harus sedarah, bukan? Hubungan keluarga seperti inilah yang mempersatukan kita dengan begitu banyak orang. Bahkan kadang, ikatan keluarga jenis ini bisa lebih kuat daripada hubungan sedarah, tapi kekurangan cinta kasih. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap orang yang Kau izinkan hadir dalam hidupku, sehingga walau mereka tidak sedarah dengan aku, tetapi kasih dan perhatian mereka melebihi saudara sedarah. Biarlah berkat-Mu senantiasa melimpah untuk mereka. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 30 Maret 2026Bacaan: "....tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:2)Renungan: Ada seorang Profesor Jerman yang begitu baik sehingga membuat para mahasiswanya kagum dan bertanya-tanya. Beberapa dari mereka bertekad mencari tahu apa rahasianya. Pada suatu hari, mereka menyuruh seseorang untuk bersembunyi di ruang belajar tempat sang profesor melewatkan waktunya setiap malam. Akhirnya ia datang juga dalam keadaan sangat capai. Tapi ia duduk dan selama satu jam mempelajari Alkitab. Lalu menundukkan kepala serta memanjatkan doa, kemudian menutup Kitab Sucinya. Setelah itu ia berkata, "Tuhan Yesus, kita masih memiliki hubungan lama yang sama." Hubungan kita dengan Tuhan Yesus merupakan hal yang paling utama dalam hidup ini. Itulah sebabnya kita wajib memeliharanya baik-baik. Bagaimana caranya? Seperti kata Pemazmur: suka melakukan perintah Tuhan dan merenungkannya siang malam. Bukankah kita punya waktu untuk menyalurkan hobi atau kegemaran kita di tengah kesibukan sehari-hari? Alasannya, karena itu penting bagi kita. Maka apabila hubungan akrab dengan Tuhan Yesus kita anggap penting, tentunya kita selalu rindu menyediakan waktu bagi Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengutamakan Engkau di atas segala sesuatu. Ingatkanlah aku agar senantiasa menjaga hubungan akrab dengan-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 29 Maret 2026Bacaan: Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia." (Lukas 24:16) Renungan: Ada sebuah kisah menarik dalam Injil Lukas 24:13-35, ketika Tuhan Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus. Suatu hari dua murid Yesus sedang berjalan menuju sebuah kampung. Mereka sibuk membahas apa yang sedang terjadi setelah wafatnya Yesus di kayu salib. Dalam perjalanan tersebut tiba-tiba Tuhan Yesus datang mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka, namun mereka tidak mengenal Dia. Kalau dipikir dengan logika sederhana, bagaimana mungkin kedua murid itu tidak mengenal Tuhan Yesus? Bukankah baru tiga hari Yesus meninggalkan mereka? Bukan waktu yang lama sampai bisa membuat mereka lupa akan wajah-Nya, tetapi itulah yang terjadi. Dalam kisah selanjutnya di ayat 16 dikatakan, "Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia." Ada sesuatu yang menghalangi mata mereka sehingga mereka tidak mengenal Tuhan Yesus! Sebagai murid yang ditinggal oleh Gurunya, wajar bila mereka merasa ketakutan, sedih, kecewa, dan bahkan mungkin kehilangan harapan. Rasa bingung dan putus asa telah menutupi pandangan mereka. Mata mereka seolah tertutup, tidak mengenali Tuhan Yesus meski Dia berada tepat bersama mereka. Masalah bisa menghalangi kita memandang Tuhan. Tuhan menjadi seolah hilang, tidak kelihatan. Jarak juga bisa mengubah persepsi kita tentang Tuhan. Kalau kita jauh dari Tuhan, la seolah terlihat kecil. Oleh sebab itu, selalulah berusaha untuk mendekat kepada Tuhan dan la pun mendekat kepada kita. Ketika kita terus mengarahkan pandangan kepada Tuhan, kita akan bertambah kuat. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menjauh, kitalah yang berubah menjadi tidak setia. Tuhan selalu mengarahkan pandangan-Nya kepada kita anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jika beban berat datang melanda hidupku, buka mataku Tuhan untuk selalu bisa memandang-Mu. Aku percaya tak ada masalah yang bisa memisahkan aku dari kasih-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Maret 2026Bacaan: Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" (Kejadian 4:9)Renungan: Seseorang berkata, "Seorang kakak kadang suka memosisikan dirinya sebagai bos, tetapi dalam masa-masa sulit, dia akan membela saudaranya yang lebih muda, berapa pun harga yang harus dia tanggung. Di dalam diri seorang kakak, kita bisa melihat gambar seorang ayah. Siapa pun saudara kita, kita tidak punya pilihan. Kita hanya harus menerimanya dengan bangga dan sukacita. Seorang saudara akan mendengarkan masalah kita dan memberi nasihat yang baik Seorang saudara dapat membawa sukacita bagi keluarga, pelukan yang baik, tertawa dan menyenangkan." Itulah 'The Good Brother'! Tidak demikian dengan Kain. Kain bukan 'The Good Brother', tetapi 'The Bad Brother'. Beberapa hal berikut membuktikan bahwa Kain adalah 'The Bad Brother'. 1. Kain iri hati kepada saudaranya sendiri. Kain dan persembahannya memang tidak diperkenan Tuhan, tetapi bukan berarti itu bisa dijadikan alasan yang layak untuk dia iri hati kepada Habel. Bukankah tanggung jawab ada di masing-masing pribadi? Seharusnya Kain introspeksi diri, dan sebagai saudara, seharusnya dia tetap bersyukur karena Habel dan persembahannya diperkenan Tuhan, bukannya iri hati. Orang yang iri hati dengan keberhasilan saudaranya adalah seorang saudara yang buruk.2. Kain merasa bukan seorang penjaga saudara mudanya. Dengan lantang Kain berkata, "Apakah aku penjaga adikku?" "Penjaga" bisa dimengerti seperti seorang bodyguard, juga bisa dimengerti sebagai seorang pengawas. Kalaupun tidak bertindak seperti seorang bodyguard, jawaban Kain tersebut tetap salah, karena dia menyangkal bahwa dirinya adalah orang yang seharusnya mengawasi adiknya. Artinya, dia tidak bertindak sebagai pengganti ayahnya, terutama ketika mereka berada jauh dari rumah. Masakan dia sama sekali tidak tahu keberadaan Habel, adiknya? Jawaban Kain menunjukkan bahwa dia adalah seorang 'the bad brother', yaitu tidak ada kepedulian sama sekali kepada saudaranya.3.Kain membunuh adiknya. Tidak bisa dimungkiri lagi bahwa inilah wujud nyata seorang 'the bad brother'. Lebih parah lagi, pembunuhan ini sudah direncanakan dan disertai dengan tipu muslihat. Pasti Habel tidak menyangka kalau kakaknya merencanakan sesuatu yang jahat. Kita bisa bayangkan betapa tenang dan tulusnya hati Habel ketika Kain mengajaknya pergi ke padang. Sungguh, pembunuhan keji, pembunuhan tingkat satu. Tidak jarang hubungan antar saudara diselingi dengan perselisihan atau pertengkaran. Sekalipun begitu, tetaplah menjadi seorang 'the good brother'. Jauhkan iri hati, dendam, rencana jahat, dan tipu muslihat terhadap saudara kita, sebab tanpa curiga dia hidup bersama dengan kita. Jangan menjadi 'the bad brother', karena Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban dari kita atas kepercayaan yang Dia berikan untuk menjagai saudara kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk keberadaan saudaraku. Mampukan aku untuk terus bersikap benar kepadanya, sehingga dia merasa nyaman hidup bersamaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Maret 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3) Renungan: Ketika kita hendak bepergian ke mana pun, hal yang paling wajar kita lakukan adalah mencari sebuah cermin. Mengapa kita membutuhkan cermin? Karena kita ingin berpenampilan menarik dan memperbaiki suatu hal yang jelek yang terdapat di wajah atau tubuh kita. Kita tidak mungkin bepergian dengan penampilan acak-acakan dan kotor. Kita perlu merapikan rambut dan pakaian kita. Cermin adalah alat yang paling "jujur" untuk menampakkan kepada kita diri kita yang sesungguhnya. Tanpa cermin, kita tidak akan tahu jika ada sesuatu yang membuat wajah kita kotor, dan kita tidak bisa membersihkannya dengan baik, kecuali jika orang lain membantu kita. Jadi, cermin sangatlah membantu kita untuk memperbaiki penampilan kita agar menjadi lebih baik, rapi, bersih, dan menarik. Tidak hanya becermin secara fisik, namun kita juga harus sering becermin terhadap kepribadian kita. Bagaimanakah kita bersikap kepada orang lain? Apakah kelakuan kita sudah mencerminkan pribadi Yesus sendiri atau mencerminkan kedagingan saja? Jangan sampai kita bisa menilai dan menghakimi orang lain, padahal diri kita sendiri masih banyak sekali kekurangan. Yesus memberikan perumpamaan yang serupa dengan hal ini, yaitu mengenai orang yang melihat selumbar di mata saudaranya, tetapi balok di matanya sendiri tidak kelihatan. Artinya, orang tersebut pandai mencari kesalahan atau kejelekan orang lain, namun kelakuan jeleknya sendiri tidak pernah ia ketahui dan ia perbaiki. Di sini Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak menjadi orang yang munafik. Setiap manusia pasti memiliki sifat yang baik dan sifat yang buruk pula. Sifat dan kebiasaan yang buruk itu harus kita perbaiki dan kita hilangkan. Namun, terkadang kita masih melakukan kesalahan. Karena itu, nasihat dari orang lain sangatlah kita butuhkan. Gunakanlah semua itu sebagai sarana untuk memperbaiki diri sendiri. Anggaplah teguran, nasihat, dan saran dari orang lain sebagai cermin, sehingga kita bisa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki, dirapikan, dan dibersihkan dari diri kita. "Karena siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Ams 10:17). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku memiliki hidup yang dapat mencerminkan kepribadian-Mu sehingga hidupku dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Maret 2026Bacaan: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana." (1 Raja-raja 19:3)Renungan: Pernahkah kita kehilangan kekuatan iman ketika diperhadapkan pada suatu keadaan yang tidak terlalu genting? Seringkali kita menghadapi situasi sulit yang sangat menantang iman dan mampu melewatinya dengan iman yang terfokus pada Tuhan. Namun, ada kalanya kita mengalami kekhawatiran dan ketakutan hanya karena persoalan kecil. Di gunung Karmel, Elia menantang Raja Ahab beserta 400 orang Nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia memanjatkan doa yang super beriman, "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah... dan bahwa aku ini hamba Mu... Jawablah aku, ya TUHAN, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu, turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 Nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. Ia menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mzm 22:2). Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika tapak perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Maret 2026Bacaan: "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (2 Korintus 4:17)Renungan: Suatu hari seseorang bermimpi bertemu Tuhan. Tuhan bertanya, "Mengapa engkau bersedih?" Orang itu menjawab, "Tuhan, hidupku penuh dengan penderitaan, rasanya aku tidak dapat menatap hari esok." Lalu tuhan duduk di sampingnya, meraih tangannya dengan penuh kasih dan berkata, "Biarkan Aku menjelaskan padamu dan engkau akan mengerti. Setiap penderitaan merupakan batu pijakan yang harus engkau tapaki setiap hari. Setiap kali engkau melalui sebuah penderitaan, itu merupakan batu pijakan yang akan membawamu naik lebih tinggi. Jalan kehidupan bagaikan perjalanan mendaki sebuah gunung. Ada batu-batu terjal berupa kesulitan dan penderitaan yang harus dijadikan tempat berpijak. Ketika engkau mengalami masalah, Aku Sang Batu Karang akan menopangmu. Setiap batu pijakan yang engkau lalui akan membuat jiwamu semakin kuat. Memang batu-batu itu cukup banyak dan terasa menyakitkan, tapi karakter dan imanmu akan terbentuk. Aku tahu bahwa engkau lelah, karena Akupun sudah melalui jalan ini dan Aku meninggalkan kisah perjalananku agar engkau tetap kuat. Tetaplah mendaki dengan tekun ke tempat yang penuh kemuliaan. Ingatlah, bahwa Aku menyertai langkahmu." Jika saat ini kita sedang melalui batu-batu terjal berupa penderitaan, tekanan, aniaya, cemooh, penyakit, ketidakadilan dll, jadikan itu sebagai batu pijakan dan bukan batu sandungan. Banyak orang percaya yang tersandung, jatuh dan tidak mau bangkit lagi karena menilai kesulitan hidup dengan cara penilaian mereka sendiri dan bukan dengan cara penilaian Tuhan. Pegang erat janji Tuhan dan jangan lagi menganggap janji-janji Tuhan sebagai cerita dongeng belaka. Mereka yang percaya pada tuntunan, penyertaan dan pertolongan Tuhan akan mengalami kuasa-Nya. Pergumulan hidup hendaknya menjadi batu pijakan yang harus anda lalui untuk naik lebih tinggi. Jangan menyerah ketika beban hidup terasa semakin berat. Di saat kita tidak berdaya, pandang Yesus Sang Batu Karang kehidupan di mana kita bisa berlindung dan mengalami kemenangan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau mau menjadi batu karang dalam kehidupanku. Ada begitu banyak batu-batu kerikil yang harus kulalui dalam perjalanan hidup ini. Terkadang aku tidak sanggup untuk melaluinya. Tapi aku bersyukur karena Engkau telah lebih dulu menjalaninya, sehingga kalau saat ini aku menjalaninya, Engkau dapat memberi kekuatan khusus kepadaku. Berilah Roh kekuatan Mu ya Yesus, sehingga aku dapat melalui perjalanan hidupku ini dengan tetap setia memegang tanganMu sampai aku tiba pada kesudahannya dan berkumpul bersamaMu di surga. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 24 Maret 2026Bacaan: "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17)Renungan: Bo Laoma adalah seorang tukang sol sepatu yang mengalami kelumpuhan dari pinggang hingga ke bawah. la terbilang sangat beruntung, karena dalam kondisinya yang demikian, ia memiliki sahabat yang begitu setia mendorong kursi rodanya menuju tempat reparasi sepatu di mana ia bekerja. Jalanan menuju ke tempat kerja juga menjadi perjuangan yang berat bagi sahabat Bo Laoma untuk mendorong kursi roda, sebab jalanannya menanjak, sehingga membutuhkan tenaga yang besar agar dapat mendorong kursi roda Bo Laoma. Bagi Bo, ia dan sahabatnya tidak akan bisa terpisahkan. Mereka saling menyayangi dan melengkapi satu sama lainnya. Namun, siapa sangka bahwa sosok sahabat yang begitu hebat di mata Bo itu ternyata adalah seekor anjing! Kehadiran sahabat berekornya sangat melengkapi kesendirian Bo, yang harus menghadapi kerasnya hidup dalam dunia ini. Bo menyayangi sahabatnya dan sebaliknya sahabatnya juga menyayanginya dan menjadi penolong dalam kesulitan Bo. Baginya, anjing tersebut jauh lebih pintar dari anjing yang biasa tampil di televisi. Ketika berkisah tentang sahabat, adakah seseorang yang terlintas dalam pikiran kita? Sudahkah kita memiliki sahabat, atau adakah seseorang yang menganggap kita sahabatnya?Persahabatan adalah hubungan yang sangat menyenangkan. Kita dapat berbagi suka-duka dan dapat menceritakan apa pun tanpa takut ia membuka rahasia kita. Sahabat adalah seseorang yang memahami segala sesuatu tentang kelebihan dan kekurangan kita, tetapi masih tetap mengasihi kita. Sahabat adalah seseorang yang akan selalu kita rindukan di kala senang maupun susah. Walau demikian pentingnya persahabatan itu, namun yang namanya "sahabat", saat ini sudah menjadi "barang langka" yang sulit ditemukan. Ini adalah akibat dari pembunuhan terhadap persahabatan itu dengan sikap yang egois dan tanpa kasih, sehingga lambat laun tanpa disadari persahabatan itu pun bisa punah. Bahkan beberapa orang berkata, "Mencari uang lebih mudah dibandingkan mencari sahabat sejati." Kini, kitalah yang bertanggung jawab untuk melestarikan hubungan persahabatan ini lagi. Hubungan dengan sesama harus dipupuk dengan kasih yang tulus sehingga persahabatan itu mulai bertumbuh kembali. Mari kita sama-sama mendemonstrasikan pelestarian sahabat di dalam dunia ini, sehingga ia tidak lagi menjadi barang langka yang sulit ditemukan. Jadikan diri kita sebagai pelestari persahabatan dengan cara menjadi sahabat yang setia bagi orang lain. Dengan demikian persahabatan tidak akan berakhir sebagai sejarah tetapi tetap bertumbuh di dalam dunia ini. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih telah mengingatkanku tentang persahabatan. Jadikan aku sahabat yang baik dan setia bagi para sahabatku. Amin. (Dod)

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Maret 2026Bacaan: "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)Renungan: Tidak ada yang lebih menyedihkan selain kehilangan orang-orang yang kita kasihi dan yang sangat dekat dengan kita. Ketika terjadi sesuatu yang tidak pernah disangka sebelumnya maka tanda tanya besar yang bernada kecewa muncul, "Mengapa Tuhan?" Hal ini juga dialami Catherine Marshall. Ia sangat terpukul oleh kematian suaminya Peter Marshall. Meskipun saat itu banyak sekali orang yang berdoa untuk kesembuhan Peter Marshall, tetapi tetap juga ia meninggal dan meninggalkan istri dan anaknya. Catherine seakan kehilangan segalanya, tetapi justru di saat-saat yang sulit seperti itu ia merasakan suatu pengalaman akan kehadiran Tuhan yang tidak hanya memberikan penghiburan setiap waktu kepadanya melainkan juga memberikan kekuatan untuk menanggung semuanya. Pengalaman akan kehadiran Tuhan tersebut membuatnya memanjatkan doa syukur atas cara-cara Tuhan yang tidak terpahami di dalam menyadarkan dia akan kebutuhan yang sesungguhnya. Tuhan pun tahu bagaimana caranya agar kita menemukan kebutuhan jiwa kita, kebutuhan akan penghiburan dan kekuatan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Mother Teresa berkata, "Pastikan bahwa engkau mengizinkan anugerah Allah bekerja dalam jiwamu dengan menerima apa saja yang Ia berikan dan merelakan apa saja yang Dia ambil darimu." Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, jangan biarkan kekecewaan menguasaiku ketika salah satu berkat yang Kau berikan terambil dari kehidupanku, tetapi biarlah ucapan syukur senantiasa keluar dari mulutku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 22 Maret 2026Bacaan: "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (Mikha 6:8) Renungan: Seorang pria Jordania yang benama Bakr Melhem merasa kesepian karena hidup terpisah dengan istrinya yang berada di luar kota. Karena kesepian, pria ini lalu iseng-iseng mencoba untuk berselingkuh dengan wanita lain dalam dunia maya melalui chatroom (ruang ngobrol) di internet. Setelah tiga bulan saling chatting, mereka benar-benar merasa cocok dan saling jatuh cinta. Bahkan sepasang kekasih di dunia maya ini berniat menikah. Mereka lantas membuat janji untuk bertemu sebuah tempat. Namun saat mereka berdua bertemu, mereka terkejut dan terkesima. Bukannya apa-apa, tapi ternyata wanita selingkuhan di internet ini adalah istrinya sendiri. Kontan saja mereka berdua saling menuduh bahwa ia pasangan yang tidak setia. Rencana perkawinanpun batal dan sebaliknya mereka berdua sepakat untuk cerai karena satu sama lain tidak setia! Kesetiaan memang menjadi barang langka bagi peradaban dunia modern ini. Begitu mudahnya seorang suami berselingkuh dengan wanita lain, sementara itu si istri juga tidak mau kalah dan segera mencari pria idaman lain. Ujung-ujungnya pun sudah bisa ditebak, mereka memutuskan untuk cerai. Semua ketidaksetiaan ini biasanya dipicu oleh pendapat umum yang berkata bahwa rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau dibandingkan dengan rumput di halaman kita sendiri. Terjebak dengan pandangan yang seperti ini membuat satu sama lain mengorbankan kesetiaan demi mendapatkan sesuatu yang lebih hijau dan bening, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Kesetiaan juga tidak hanya dibutuhkan oleh pasangan hidup yang sudah menikah, namun yang sedang berpacaran juga membutuhkan kesetiaan satu sama lainnya. Kesetiaan dibutuhkan juga dalam hubungan kita dengan dunia kerja, dengan mitra bisnis kita. Kesetiaan juga dibutuhkan dalam hubungan antara orang tua dengan anaknya, antara saudara yang satu dengan saudara yang lainnya. Kesetiaan juga dibutuhkan dalam pelayanan kita, pekerjaan Tuhan membutuhkan kesetiaan kita. Dan yang paling utama adalah dibutuhkan kesetiaan dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan Yesus. Sudahkah kita menjadi pribadi yang setia kepada Tuhan Yesus, ataukah kita terkadang melakukan "selingkuh rohani" dengan berpaling kepada ilah-ilah lain seperti dukun atau paranormal. Apakah kita lebih setia kepada tayangan di medsos dibandingkan dengan berdoa kepada Tuhan? Apakah kita lebih setia menjelajah di internet setiap hari dibandingkan dengan kesetiaan kita dalam membaca Firman Tuhan? Mari belajar untuk menjadi pribadi yang setia, karena Tuhan Yesus selalu setia kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesetiaan terhadap pasangan, keluarga, pekerjaan dan terlebih pada-Mu sendiri. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 21 Maret 2026Bacaan: "Sabarlahh kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13)Renungan: Seorang psikolog bernama Robert Ader mempublikasikan penelitiannya bahwa secara biologis, otak, emosi, dan fisik itu tidak terpisahkan. Inilah kenapa beberapa gangguan fisik sebenarnya berawal karena emosi yang tidak terorganisir dengan baik. Ada orang yang membiarkan diri terus menerus membenci orang lain, mengorbankan hubungan, sehingga sakit hipertensi atau jantung. Bahkan contoh sederhana saja, saat kita marah pada orang lain, degup jantung kita pun tentu akan makin cepat dan akibatnya kita akan mudah lelah. Ada seorang bapak tidak mau diajak melayat temannya yang meninggal. "Tidak bisa, saya tidak bisa," katanya menolak. Mereka memiliki perselisihan yang tak kunjung selesai. Padahal orangnya sudah meninggal, tapi kebenciannya tetap membara. Sungguh sia-sia, bukan? Ketika kita dapat memaafkan, berarti kita bisa pula melupakan. Melupakan bukan dalam arti kita sama sekali tidak ingat akan peristiwa masa lalu yang telah terjadi, melainkan peristiwa menyakitkan itu sudah tidak memiliki kuasa atas hidup kita. Kita memaafkan orang lain bukan berarti kita menyetujui perilaku mereka. Kita memaafkan mereka untuk diri kita sendiri, supaya kita bisa melepaskan pengampunan dan melanjutkan kehidupan kita. Sayangnya, banyak orang menganggap memaafkan itu akan menjadikan posisinya lemah sehingga mereka enggan melepaskan pengampunan. Apalagi bila yang salah tidak meminta maaf. "Apa yang mau dimaafkan? Yang salah saja tidak minta maaf," alasan mereka. Terlepas dari adanya permintaan maaf atau tidak, kita harus bisa memaafkan. Itu akan membebaskan kita. Kita tidak dapat mengontrol orang lain tetapi kita dapat mengendalikan diri kita: pikiran kita, perkataan kita, pilihan kita, tindakan kita, reaksi kita dan seterusnya. Bila telah dapat menguasai diri sendiri, kita akan menjadi nahkoda untuk setiap hal yang lain (Ams 16:32). Sebaliknya: bila kita tidak dapat menguasai diri sendiri, mustahil untuk bisa menahkodai hal-hal lainnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena aku dapat mengampuni seseorang yang selama ini telah menyakiti hatiku. Kini hatiku lega karena beban dendam yang selama ini mengikatku telah terlepas. Hatiku telah bebas merdeka. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Maret 2026Bacaan: "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" (Matius 16:26) Renungan: John D. Rockefeller pernah menjadi orang terkaya di dunia. Pada usia 25 tahun, John mengendalikan salah satu kilang minyak terbesar di Amerika Serikat. Usia 31 tahun, dia telah menjadi penyuling minyak terbesar di dunia. Pada usia 38 tahun, ia menguasai 90% penyulingan minyak di Amerika. Pada usia 50, ia adalah orang terkaya di negara itu. Namun pada usia 53 tahun dia jatuh sakit. Seluruh tubuhnya tersiksa oleh rasa sakit dan dia kehilangan semua rambutnya. Meskipun dia seorang miliarder yang dapat membeli jenis makanan apa pun yang diinginkannya, tetapi dia hanya bisa mencerna sup dan biskuit. Seorang rekannya menulis, "Dia tidak bisa tidur, tidak tersenyum dan tidak ada apa pun dalam hidup yang berarti baginya." Dokter pribadinya memperkirakan dia akan mati dalam waktu satu tahun. Tahun itu berlalu dengan sangat lambat. Saat dia mendekati kematian, dia terbangun pada suatu pagi dengan kesadaran samar-samar bahwa dia tidak dapat membawa kekayaannya ke dunia di balik kubur. John tiba-tiba menyadari bahwa dia tidak mengendalikan hidupnya sendiri. Kemudian, dia menelepon pengacara, akuntan, dan manajernya dan mengumumkan bahwa dia ingin menyalurkan asetnya ke rumah sakit, penelitian, dan pekerjaan amal. John D. Rockefeller mendirikan yayasannya. Arah baru ini akhirnya mengarah pada penemuan penisilin, obat malaria, obat TBC, dan obat difteri. Tapi mungkin bagian yang paling menakjubkan adalah saat dia mulai berubah, kimia tubuhnya berubah secara signifikan sehingga dia menjadi lebih baik. Walaupun diperkirakan akan meninggal pada usia 53 tahun, tetapi dia hidup sampai usia 98 tahun. John belajar bersyukur dan mengembalikan sebagian besar kekayaannya untuk amal. Melakukan hal itu membuatnya berguna untuk orang banyak Kebenaran penting yang dapat kita simak dari kehidupan John adalah kekayaan bukanlah segalanya. Tuhan Yesus berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" Bersyukur John segera menyadari hal tersebut dan mengambil tindakan yang benar. Kita tidak perlu mengalami sakit penyakit terlebih dahulu sebelum akhirnya berubah dalam cara pandang terhadap harta benda. Milikilah kesadaran itu sekarang, mumpung kesempatan itu masih ada dan terbuka bagi kita. Kita teringat kepada Zakheus yang mengubah cara pandang terhadap harta benda dan dia memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin. Kita juga teringat kepada Yohana isteri Khuza yang melayani rombongan Yesus dengan kekayaan mereka. Mari kita berbagi, baik untuk sesama maupun memberi untuk pekerjaan Tuhan. Tuhan disenangkan jika kita melakukannya dengan tulus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin memiliki hati yang siap berbagi dengan sesamaku. Aku mau melakukannya dengan tulus dan benar. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 19 Maret 2026Bacaan: "Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. " (Mazmur 16:9) Renungan: Darcie seorang bayi yang berusia delapan bulan menderita tujuh tumor yang berisiko kanker dalam tubuhnya. Namun, bayi yang tidak mengerti akan apa yang terjadi pada dirinya, selalu tersenyum. Bahkan orang tuanya mengatakan senyum Darcie itu yang selalu memberi mereka kekuatan. Senyum Darcie tidak pernah lepas dari bibir mungilnya. la juga jarang menangis. Pada akhirnya dengan mujizat Tuhan, Darcie telah mengalami kesembuhan total dari tumor-tumor itu. Kita sering menjumpai tulisan-tulisan "senyum itu sehat", "senyum itu indah", "senyum membawa kebahagiaan", dan sebagainya. Tulisan ini ingin memberitahu kita betapa pentingnya senyum yang lahir dari hati, bagi hidup kita. Namun, sepertinya kita kurang memahami bagaimana cara mengekspresikan diri melalui senyum bahagia jika kondisi hati kita sedang galau. Kita adalah orang-orang yang sudah dewasa, berbeda dengan Darcie. Terkadang kita perlu bersikap seperti anak kecil yang seolah-olah tidak mengetahui masalah apa yang terjadi dan hanya tetap tersenyum. Seperti Darcie, karena ia adalah anak kecil, yang biasanya menangis di saat ia menderita sakit, namun yang terjadi adalah ia selalu menghiasi wajahnya dengan senyuman. la sepertinya telah mengabaikan rasa sakitnya dan memberikan semangat kepada orang tuanya melalui senyum manisnya, walau ia sendiri belum mengerti apa itu tersenyum. Kita harus berusaha bagaimana cara menjaga kondisi hati agar tetap bahagia. Seseorang yang menderita cacat kaki pernah ditanyai oleh seorang teman, "Bagaimana kamu bisa berani menghadapi dunia yang kejam ini dan memiliki begitu banyak teman?" "Penyakit ini hanya menyentuh kakiku dan tidak akan pernah menyentuh hatiku," jawabnya. Keadaan yang paling sulit untuk membuat kita tersenyum adalah saat sakit, entah itu sakit secara fisik maupun sakit hati dan perasaan. Lalu mengapa kita harus tetap tersenyum di kala sedang sakit? Karena dengan senyum yang berasal dari hati akan membuat kita menjadi jauh lebih baik. Kita juga dapat menaklukkan sakit yang kita hadapi. Hanya dengan usaha untuk tetap menjaga hati agar tenang, maka kita bisa berbahagia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Engkau adalah sumber sukacitaku. Aku mohon berikan kedamaian di hatiku agar mampu tersenyum bahagia sekalipun keadaan menyakitkan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 18 Maret 2026Bacaan: "Peliharalah kasih persaudaraan!" (Ibrani 13:1) Renungan: Joe O'Donnell, adalah seorang fotografer yang ditugaskan untuk mengabadikan berbagai kerusakan yang terjadi setelah Perang Dunia II. Ia mengabadikan seorang bocah Jepang berumur sekitar 10 tahun yang sedang memanggul adiknya yang telah meninggal untuk dibawa ke tempat kremasi. Bocah ini menahan kesedihannya dengan menggigit bibir bawahnya sampai berdarah. Ia berdiri tegak tak bergeming ketika api menyala dan membakar habis tubuh adiknya, dan kemudian ia berlalu. Foto ini diambil di kota Nagasaki pada tahun 1945. Pada tanggal 8 Agustus 2020 dibuatlah film dokumenter dengan judul "The Standing Boy of Nagasaki". Sampai saat ini belum diketemukan jati diri dari bocah ini. Kita tidak tahu berapa jauh bocah ini telah berjalan bertelanjang kaki sambil memanggul jenazah adiknya agar dapat dikremasikan. Ia bisa saja meninggalkannya di jalanan, ataupun meletakkan beban tersebut di lokasi kremasi. Namun bocah ini memanggulnya sampai tiba gilirannya untuk menyerahkan jenazah adiknya ke petugas kremasi. Oleh karena itu, peristiwa ini diabadikan sebagai lambang dari kekuatan kasih persaudaraan. Allah melihat kasih kita kepada-Nya melalui kasih persaudaraan kita di dunia ini. "Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya... Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya." Namun di dalam fakta kehidupan ini, banyak orang percaya yang mengalami putusnya tali persaudaraan. Persoalan, pertengkaran, perebutan harta menimbulkan kebencian satu sama lain. Kakak dan adik saling tidak mau kenal lagi. Namun, anehnya kita tetap menjalani kehidupan yang beribadah dan mengasihi Allah karena kita tidak mampu melihat keterkaitan antara mengasihi Allah dan tali persaudaraan seperti yang Allah inginkan. Apapun persoalan yang ada, mari kita belajar mengasihi saudara-saudara yang ada di dunia ini. Dasar yang kuat bagi kita untuk mempraktikkan kasih persaudaraan adalah karena Yesus sudah mengasihi kita terlebih dahulu! Ibr 13:1 mengingatkan kepada kita, "Peliharalah kasih persaudaraan!" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku seringkali tidak memperhatikan perintah-Mu untuk saling mengasihi sama seperti Engkau mengasihi aku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 17 Maret 2026Bacaan: "Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya." (Markus 10:22)Renungan: Suatu ketika datanglah seorang kaya kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Lalu, Yesus mengutip berbagai larangan berbuat jahat yang harus dihindari. Orang kaya ini berkata, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Artinya, orang kaya ini telah mengisi sebagian besar waktunya dengan kehidupan yang disertai akhlak dan moral yang baik. Yesus memandang penuh kasih dan berkata, "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin... Datanglah kemari dan ikutlah Aku." Ia yang datang dengan antusias yang tinggi, bahkan dikatakan ia berlari-lari dan bertelut di hadapan Yesus, namun kini, orang kaya ini berlalu dengan langkah yang berat karena hartanya banyak. la datang dengan sebuah pertanyaan yang bagus namun tidak siap untuk mendengarkan jawaban Yesus. Berapa banyak di antara kita yang memiliki sikap seperti orang kaya ini. Kita datang ke hadapan Tuhan dengan berbagai kerinduan hati yang bagus, namun kita tidak siap menerima jawaban dari Tuhan. Persis seperti yang terjadi dengan orang kaya ini! la rindu diselamatkan namun tidak rela menukarkan harta duniawinya dengan harta sorgawi. Padahal Yesus telah mengatakan, "Berikanlah itu kepada orang-orang miskin maka engkau akan beroleh harta di sorga. "Demikian pula dengan permasalahan orang percaya saat ini. Rindu untuk diberkati secara jasmani namun sulit untuk memberi. Padahal firman Tuhan berkata, "Berilah dan kamu akan diberi. "Kita rindu untuk dipakai oleh Tuhan namun hitung-hitungan dalam memberikan waktu dan tenaga yang terbaik untuk Tuhan. Sementara firman Tuhan memerintahkan, "Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." (Rm 12:11). Kita rindu untuk mengalami pertumbuhan rohani yang terus diperbaharui, namun kita malas membaca firman Tuhan. Sedangkan Mat 4:4 menegaskan, "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman Tuhan yang keluar dari mulut Allah." Apa yang menjadi kerinduan hati kita saat ini di hadapan Tuhan? Mari belajar menyiapkan hati kita untuk mau menerima dan melakukan apa yang firman Tuhan katakan. Hindarilah sikap hati seperti orang kaya ini yang berharap mendapatkan jawaban bagi kerinduan hatinya sesuai dengan konsep pikirannya sendiri. Akhirnya, kerinduan orang kaya ini tinggal hanya kerinduan karena ia tidak mau menyelaraskan hidupnya kepada perkataan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sering kali aku hanya memiliki kerinduan untuk diberkati oleh Mu namun hati ku jauh untuk mau taat kepada-Mu. Ampunilah aku ya Tuhan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 16 Maret 2026Bacaan: "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." (Matius 25:13)Renungan: Suatu hari seseorang bertanya kepada seorang pemimpin agama, apakah yang akan ia lakukan jika ia mengetahui bahwa Tuhan akan datang menjemputnya esok hari. Dia menjawab, "Saya akan pergi tidur dan bangun esok paginya dan melanjutkan pekerjaan karena saya ingin la menemukan saya sedang melakukan tugas yang la perintahkan." Demikian kita pun akan memberikan jawaban ketika kita diberitahukan tentang "dead line' atau akhir dari kehidupan kita. Namun sayangnya kebanyakan kita tidak akan pernah tahu kapan 'dead line' kehidupan kita. Seperti perumpamaan tentang lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh yang tidak mengetahui kapan waktu kedatangan sang mempelai pria. Selanjutnya dikatakan bahwa pelita mereka hampir padam. Lima gadis bijaksana memiliki cadangan minyak dan segera membereskan pelita mereka. Sementara, lima gadis bodoh yang lain pergi membeli minyak, namun pada saat itulah mempelai datang. Lima gadis yang bijaksana masuk dalam perjamuan kawin, dan lima gadis bodoh lainnya tertinggal. Yesus mengakhiri perumpamaan ini dengan memberikan sebuah pernyataan, "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." Demikianlah, Yesus menyatakan bahwa hanya ada dua pilihan situasi ketika kita menghadapi 'dead line' kehidupan ini, yaitu: siap atau tidak! Lima gadis yang bijaksana mengambil sebuah tindakan yang tepat dan penuh hikmat untuk mengantisipasi waktu kedatangan mempelai yang tidak dapat diprediksi, yaitu dengan membawa cadangan minyak agar pelita mereka tetap bisa menyala selama masa penantian. Sementara lima gadis yang lainnya dikatakan bodoh karena sekalipun mereka melihat bagaimana lima rekan mereka membawa cadangan minyak, mereka tidak meneladani apa yang mereka lihat. Demikianlah kita pun akan mengalami akhir hidup yang sama dengan lima gadis yang bodoh ini ketika kita masa bodoh saat melihat begitu banyak orang percaya lainnya yang menjalani kehidupan yang takut akan Tuhan dan mengalami pertumbuhan rohani yang signifikan. Setiap minggu mereka yang bijaksana tekun beribadah, sementara kita tetap tinggal di rumah saja. Mereka tekun membaca Alkitab, kita tekun membaca WA dan medsos. Mereka rajin berdoa dan memuji Tuhan, kita rajin nonton drama Korea. Mereka belajar menyisihkan waktu untuk melayani, kita masih sibuk hidup hura-hura. Mereka melatih diri untuk hidup dalam kekudusan, kita masih berkutat dalam dosa. Mereka menggunakan kesempatan hidup dengan menjadi berkat, sementara kita menyia-nyiakan waktu yang ada. Demikianlah, Yesus menyampaikan perumpamaan ini agar kita menjadi bijak dengan berkaca pada tindakan yang tepat dan berhikmat yang dapat kita teladani dari kesalehan dan kedewasaan rohani orang-orang yang ada di sekitar kita. Ingatlah bahwa hidup ini adalah sebuah kesempatan agar kita bisa belajar menjadi lebih baik, lebih bijak, dan lebih berjaga-jaga! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk menjadi orang yang bijak dan berhikmat, dengan meneladani perbuatan baik dari orang-orang lain. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Maret 2026Bacaan: "Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, (1 Petrus 1:24-25)tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu."Renungan: Alkisah ada seorang pengusaha kaya yang mendirikan sebuah pabrik kertas yang besar. Ketika segala sesuatu telah siap untuk beroperasi sesuai dengan rencana, pengusaha itu lantas memerintahkan kepada orang kepercayaannya untuk menuliskan di gerbang pabrik itu sebuah kata, yaitu "Relinquenda" yang artinya "Aku akan meninggalkannya!" Pengusaha itu telah bersusah payah bertahun-tahun mengumpulkan modal untuk membangunnya dan dengan keberhasilannya membangun pabrik itu, ia dikagumi oleh kawan-kawannya dan dipuja oleh masyarakat. Pengusaha itu amat yakin bahwa ia akan memperoleh keuntungan yang besar, tetapi mengapa ia harus menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya yang megah dan besar itu? Ternyata ia sadar bahwa pada suatu ketika ia akan pergi menghadap Tuhannya dan segalanya akan ditinggalkannya. Di dalam keberhasilan hidup kadang kita lupa diri dan selalu menyombongkan keberhasilan yang telah kita capai. Kita lupa bahwa apa yang kita capai hanyalah kepercayaan yang sifatnya sementara. Jika kita renungkan tindakan pengusaha yang menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya, tentu harus diakui bahwa tindakannya itu sungguh arif sebab ternyata suka atau tidak suka, segala sesuatu akan kita tinggalkan. Banyak orang yang terikat pada dunia ini. Kita menganggap bahwa harta kekayaan adalah segala-galanya. Kita bahkan tidak segan-segan melakukan perbuatan jahat demi memperoleh kekayaan atau demi mempertahankan kekuasaan. Kita lupa bahwa semuanya hanya sementara dan akan ditinggalkan. Baik kita orang tak berharta ataupun orang berharta dan berkuasa, marilah kita bersikap arif. Tuliskanlah "Relinquenda" di atas seluruh kekayaan dan kekuasaan kita karena semua itu akan kita tinggalkan. Marilah kita memuliakan Kristus di atas segala yang kita kasihi dan di atas segala yang kita miliki sebab hanya dengan demikian kita akan berkenan kepada-Nya. Harta kekayaan serta kedudukan bersifat sementara. Sebab itu selama kita masih berada di dunia ini, kejarlah terutama harta rohani yang sifatnya kekal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari keterikatan dengan hal-hal duniawi agar ketika semua harus kutinggalkan, hatiku tetap bebas merdeka karena hatiku hanya terikat pada-Mu saja. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 14 Maret 2026Bacaan: "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25) Renungan: Tommy adalah jenis anjing gembala Jerman berusia 7 tahun, dia adalah anjing dari Maria Margherita Lochi. Lochi sebelumnya selalu membawa anjingnya tersebut menghadiri misa di gereja Santa Maria Assumpta di San Donaci, Italia. Suatu ketika, Lochi meninggal dunia. Di hari pemakaman, Tommy ikut dalam misa pemakaman, bahkan mengikuti peti Lochi ketika dibawa ke gereja. Setelah pemakaman tersebut, Tommy sepertinya merindukan tuannya. Setiap bel gereja berbunyi yang menandakan misa akan dilangsungkan, Tommy langsung berlari dan duduk di bagian depan altar. "Saya tidak mendengar satu gonggongan pun selama dia berada dalam gereja. Dia menunggu dengan sabar disamping altar hingga misa selesai. Saya tidak sampai hati mengusirnya. Saya sendiri juga pernah kehilangan anjing, jadi saya biarkan dia disana sampai misa selesai, baru saya keluarkan dia," kata Pastor gereja tersebut. Tommy mungkin tidak mengerti apa yang dilakukannya di gereja, ia hanya mengingat bahwa tuannya selalu pergi ke sana setiap kali lonceng gereja berbunyi. la begitu mencintai tuannya dan menjadikan gereja tersebut sebagai pengingat akan kasih sayang tuannya. Jika seekor anjing bisa menghargai cinta yang ia rasakan, bukankah kita sebagai manusia harus lebih dari itu? Tuhan kita, Yesus Kristus telah menunjukkan cinta-Nya kepada kita dengan mati di kayu salib agar kita tidak binasa. Bahkan dengan anugrah-Nya yang begitu besar, kita bisa menikmati segala yang baik dalam hidup ini. Tetapi apakah kita sudah merespon kasih sayang Tuhan kita seperti Tommy, dengan menunjukkan kesetiaan dan kasih kepada-Nya? Mari kita rajin datang ke gereja, mari kita rajin beribadah, dan biarlah kita beribadah ke gereja bukan karena kebiasaan ataupun karena tradisi, dan bukan pula hanya sekadar pengisi waktu luang. Mari kita beribadah karena kita betul-betul mengasihi dan meresponi cinta Tuhan. Jadikan ibadah sebagai salah satu prioritas kita, selain hubungan pribadi kita dengan Tuhan Yesus. Salah satu bukti bahwa kita mengasihi Tuhan Yesus, terlihat dari cara kita beribadah dan prioritas kita dalam bergaul dengan Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku membutuhkan Engkau. Jangan biarkan godaan dunia membuat aku menjauh dari-Mu dan meninggalkan jam-jam ibadahku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Suatu hari, seorang anak yang bekerja sebagai penyemir sepatu, sedang merenungi nasibnya di depan sebuah supermarket. Di situ ia biasa mencari uang dengan menyemir sepatu pengunjung yang sedang makan di sekitar tempat itu. Siang itu ia sedang menyesali keadaannya yang tidak seenak orang-orang kaya yang setiap hari berbelanja di situ. Pada saat itu sebuah mobil mewah tiba-tiba masuk ke halaman supermarket. Seorang anak dari keluarga kaya ada di dalam mobil mewah itu, di antar oleh sopirnya untuk membeli sesuatu di supermarket tersebut. Penyemir sepatu tadi, mengawasi mobil mewah itu sambil berpikir, "Alangkah bahagianya jika saja aku yang ada di dalam mobil itu. Tentu aku tidak harus menyemir sepatu lagi, makananku enak-enak dan rumahku tentu menyenangkan. Begitulah keinginan si penyemir sepatu itu. Setelah mobil mewah di parkir, sopirnya masuk ke dalam supermarket, tetapi anak kaya itu tetap tinggal di dalamnya. Tanpa sengaja pandangan anak kaya dan si penyemir sepatu itu bertemu. Ternyata, si anak kaya juga berpikir, "Alangkah senangnya bila aku dapat hidup bebas seperti tukang semir itu"Tiba-tiba si anak kaya itu melambaikan tangan kepada penyemir sepatu itu sambil tersenyum. Si penyemir sepatu segera mendatangi si anak kaya tersebut, sebab pikirnya ia akan dapat order menyemir sepatu. Setelah dekat, anak kaya tersebut lalu bertanya kepada penyemir itu,: "Maukah kau menggantikan saya duduk di mobil ini dan aku menggantikanmu?" Di tengah-tengah keheranan si penyemir sepatu ini, si anak kaya membuka mobilnya. Anak penyemir sepatu itu sangat terkejut ketika melihat bahwa si anak kaya itu ternyata tidak mempunyai kaki sama sekali. Maka anak penyemir sepatu itu segera berbalik dan sambil berlari menjauh ia menjawab, "Tidak ! Tidak! saya tidak mau, saya mau seperti keadaan saya sekarang saja!" Bukankah dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering iri hati terhadap kawan atau tetangga kita yang kelihatannya berhasil? Padahal kita tidak tahu apakah kesuksesannya itu membahagiakan mereka atau tidak. Jadi janganlah kita iri hati terhadap sesama kita namun mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kudus kanlah hatiku, sehingga iri hati tidak dapat menguasai diriku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Maret 2026Bacaan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)Renungan: Suatu hari, seorang Pastor pergi ke rumah sakit untuk menjenguk umatNya yang bernama Ruth. Ruth dan suaminya telah melayani di gereja selama lebih dari duapuluh tahun. Sang Pastor merasa bahwa wanita tersebut tidak sepantasnya menderita kanker paru-paru stadium akhir yang tak dapat dioperasi. la tak pernah merokok atau melakukan apa pun yang biasanya berkaitan dengan penyakit paru-paru. Banyaknya kemoterapi yang menyakitkan, telah menunjukkan akibatnya dan kini perawatan itu telah ditinggalkan. Ruth hanya dapat menunggu kematian yang tak terelakkan. Sang Pastor segera berdoa dalam hatinya, memohon petunjuk Roh kudus tentang apa yang harus dia doakan dan katakan kepada Ruth. Namun ia segera menyadari bahwa Tuhan menuntun dia ke kamar Ruth justru untuk mendengarkan, bukan berbicara. Selain rambut rontok, Ruth tidak menunjukkan tanda-tanda menderita kanker stadium akhir. la memancarkan kedamaian saat ia mulai bercerita kepada sang Pastor. Betapa bersyukurnya dia karena Tuhan mengizinkannya mengalami penderitaan ini. "Sebelum ini, saya selalu menjadi seorang Martha, terlalu sibuk melayani sehingga tidak bisa mengambil waktu untuk duduk di kaki Yesus, namun Tuhan menggunakan kanker ini untuk memperlambat saya supaya saya dapat mengenal Dia dengan cara-cara yang tak saya lakukan sebelumnya," katanya. Tidak berapa lama kemudian, sang Pastor meninggalkan kamar Ruth dengan perasaan dikuatkan, bukan lagi bersedih. Sebelumnya, ia memang bertanya kepada Tuhan, mengapa Ruth harus menderita. Padahal, Ruth sendiri justru bersyukur kepada-Nya atas pengalamannya itu. Tuhan memang tidak pernah mencobai kita melampaui kekuatan kita, karena Dia adalah Allah yang baik dan selalu baik apa yang Dia kerjakan. Jika Allah mengizinkan sesuatu terjadi dalam kehidupan kita, percayalah bahwa Dia selalu merancangkannya untuk kebaikan kita dan bukan untuk menyengsarakan kita. Jadi, percayalah selalu bahwa apa yang semula digunakan musuh untuk menghancurkan kita, justru dapat digunakan Tuhan untuk kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas suka dan duka hidup yang aku alami. Aku percaya dalam keadaan apapun Engkau selalu ada untukku. Sebab rancangan-Mu pada akhirnya selalu indah untukku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Maret 2026Bacaan: "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. " (Yakobus 4:17)Renungan: Andy adalah seorang anak yang miskin, la hidup bersama dengan ibunya yang memiliki ketergantungan pada obat-obatan. la dibesarkan dengan seadanya dan seringkali tak punya uang untuk makan. Andy sejak kecil tidak pernah sekolah. Ia hanya dididik oleh tantenya di rumah. Pada ulang tahunnya yang kedelapan, Andy diundang oleh salah seorang saudara ibunya untuk merayakan ulang tahun. la sama sekali tak pernah merayakan ulang tahun, apalagi menerima kue atau hadiah. Saudara jauhnya itu hanya kasihan pada Andy yang begitu kurus dan jarang makan. "Aku tak punya hadiah mewah untukmu, namun aku bisa menjamu kamu dan ibumu untuk makan malam merayakan ulang tahunmu. Datanglah ke rumahku nanti malam," begitulah kata saudara ibunya tersebut. Andy sangat bahagia. Ketika hari sudah sore, Andy bersama dengan ibu dan tante kesayangannya pergi ke rumah saudara itu. Di perjalanan, Andy melihat seorang pengemis, ayah dan anak. Mereka mengais-ngais tong sampah mencari makanan. Melihat itu, hati Andy sangat sedih. Anak itu usianya mungkin sama dengannya. Selesai pesta, Andy, tante dan ibunya pun berpamitan pulang. Saat berjalan pulang, mereka bertemu lagi dengan ayah dan anak yang tadi mengais-ngais sampah. Tanpa menunggu lama, Andy langsung berlari ke arah mereka. la mengambil amplop yang merupakan hadiah pemberian dari tantenya tadi lalu memberikan amplop itu pada ayah anak tersebut. Andy kemudian berkata, "Aku berulang tahun hari ini. Karena itu, aku punya sedikit hadiah untuk kalian. Gunakan uang ini untuk membeli makan ya. Juga belilah kebutuhan lain yang dibutuhkan." Awalnya ayah dan anak ini terlihat bingung, mereka lalu membuka amplop itu dan melihat uang 100 ribu di dalamnya. Ayah dan anak ini pun langsung menangis. Sang ayah kemudian berkata, "Nak, kamu serius memberikan uang ini untuk kami?" Tanpa ragu, Andy menjawab, "Ya, gunakan uang itu sesuka kalian. Belilah makan yang banyak untukmu dan anakmu, ya." Setelah mendapatkan ucapan terima kasih bertubi-tubi dari ayah dan anak itu, Andy pun kembali ke ibu dan tantenya. Sang ibu pun langsung sibuk memarahi dan membentak Andy, "Dasar bodoh kamu! Sudah bagus-bagus diberi uang malah diberikan pada para gembel! Anak bodoh!" Namun, di belakang, sang tante tersenyum sambil menangis haru. Dalam hati ia tahu, Andy kelak akan tumbuh menjadi orang yang baik. Kita sering mendengar sebuah kalimat yang bertuliskan bahwa untuk menolong seseorang tidak perlu menunggu kita kaya, ya kalimat tersebut seharusnya bukan hanya menjadi sebuah kalimat mati saja, namun marilah kita belajar menghidupkan kalimat tersebut dalam hati, pikiran dan juga tindakan kita. Stop berkata, "Kita saja tidak punya apa-apa, kok disuruh membantu orang itu." Dan kalimat-kalimat lain semacam itu. Tetapi firman Tuhan hari ini mencoba mengingatkan kepada kita bahwa, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. Jadi, masihkah kita menunggu untuk berbuat baik dengan alasan kita masih butuh ditolong juga? Ataukah kita mulai mau berkomitmen untuk melakukan perbuatan baik, tanpa peduli situasi dan kondisi kita ? Karena saat kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya kita sedang memiutangi Tuhan yang akan membalas perbuatan baik kita itu, jauh lebih besar dari apa yang sudah kita berikan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kasih-Mu, sehingga hatiku selalu tergerak untuk membantu orang lain yang membutuhkan pertolonganku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Maret 2026Bacaan: "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." (Yakobus 3:16)Renungan: Ada dua bersaudara dari keluarga yang berkecukupan. Setelah kematian kedua orang tuanya, mereka kini harus membagi harta warisan yang ditinggalkan. Namun setelah harta tersebut dibagikan, kedua bersaudara ini tidak pernah hidup rukun dan damai. Sang kakak menuding bahwa adiknya mewarisi lebih banyak dari yang dimilikinya. Sang adik juga menuding hal yang sama terhadap kakaknya. Mereka sudah melewati berbagai proses hukum, namun tetap saja persoalan mereka tak dapat diatasi secara memuaskan. Semua nasihat tak pernah berhasil. Setelah mencari dan mencari akhirnya mereka menemukan seorang guru yang bijak. Kedua bersaudara tersebut datang ke hadapannya dengan harapan bahwa duri yang selama ini menusuk daging dan menghancurkan hubungan persaudaraan mereka dapat dikeluarkan. Sang bijak bertanya kepada sang kakak, "Anda yakin bahwa harta yang dimiliki adikmu melebihi warisan yang engkau terima?" Sang kakak dengan penuh yakin menjawab, "Sungguh demikian!" Sang bijak lalu berpaling kepada sang adik dan mengulangi pertanyaan yang sama, "Anda yakin bahwa kakakmu mewarisi harta peninggalan orang tua lebih dari pada yang anda peroleh?" Dengan keyakinan yang sama sang adik menjawab, "Ya demikianlah!" Sang bijak lalu memberikan sebuah perintah kepada keduanya, "Kumpulkan semua harta yang telah diterima masing-masing dan serahkan itu kepada yang lain." Sang kakak menyerahkan semua harta warisan yang diperolehnya kepada adiknya, demikian pula sang adik menyerahkan harta warisan yang diperolehnya kepada sang kakak. Sejak itu tak ada lagi pertentangan akibat harta warisan di antara mereka berdua. Iri hati adalah sebuah perasaan tidak puas yang timbul akibat keuntungan atau kesuksesan orang lain. Iri hati membuat orang merasa tidak nyaman ketika ada orang lain yang lebih darinya. Kita cenderung memaklumi perasaan iri hati sebagai sesuatu yang wajar, tapi berhati-hatilah. Iri hati biasanya muncul sedikit demi sedikit, lalu terus membesar dengan tingkat kebencian dan tingkat kejahatan yang semakin besar pula apabila dibiarkan berdiam dalam diri kita. Iri hati mampu mengubah kasih menjadi kebencian, dan akibatnya melumpuhkan iman dalam kehidupan kita. Jadi, stop untuk iri hati, karena jika kita sedikit saja mengijinkannya masuk, maka seluruh kehidupan kita pun perlahan tapi pasti akan menjadi hancur. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena di hatiku masih ada sifat iri hati karena keberhasilan orang lain lebih dari aku. Hatiku begitu tidak nyaman dengan perasaan ini. Penuhilah aku dengan Roh-Mu agar sifat iri hati ini dapat keluar dari dalam diriku, sehingga damai sejahtera-Mu dapat tinggal di dalam hatiku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Maret 2026Bacaan: "Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." (Efesus 5:17)Renungan: Seorang anak kecil diberikan puzzle oleh Ibunya sambil berkata, "Nak, kalau kamu merangkainya dengan benar kamu akan mendapatkan gambar anak panda kesenanganmu." Sang anak mulai merangkainya sedikit demi sedikit dan sang ibu melihat disampingnya. Sang Ibu memberikan nasihat-nasihat kepada anaknya tentang bagaimana merangkai puzzle yang benar. Tetapi sang anak tidak mau taat. Ia seenaknya sendiri menaruh potongan puzzle itu tidak pada tempatnya. Sedikit demi sedikit potongan itu dirangkai dengan seenaknya sendiri, tetapi terangkai berantakan. Sang anak tidak melihat sedikitpun gambar anak panda pada rangkaian puzzle-nya itu. Sang anak pun mulai marah kepada ibunya. la berkata dengan kasar, "Ibu bohong, aku sudah lama merangkai puzzle ini yang katanya dapat menjadi gambar anak panda kesayanganku tetapi lihatlah gambar apa ini??" Sang ibu kemudian membongkar semua potongan puzzle yang dirangkai secara salah oleh anaknya itu. Saat itu sang anak pun tambah marah kepada ibunya, "Ibu jahat, mengapa ibu membongkar dan menyia-nyiakan hasil karyaku?" la kemudian membanting semua potongan puzzle itu ke lantai. Ibunya sangat sedih melihat hal itu. Tetapi sang ibu kemudian mulai membujuk anaknya lagi dengan lembut, "Nak mari ibu bantu menyusun yang benar."Sang anak pun sedikit demi sedikit menuruti ibunya. Memang kadang beberapa potongan dibongkar oleh ibunya dan sang anakpun mulai ngambek, tetapi karena ia mendengarkan nasihat ibunya maka ia pun mulai terhibur dan menyusun potongan-potongan itu sesuai dengan nasihat ibunya. Akhirnya jadilah puzzle itu. Sang anak melihat betapa indahnya gambar anak panda pemberian ibunya yang terbentuk saat potongan puzzle terakhir diletakkan. Sang anak lalu memeluk ibunya dan berkata "Terima kasih Ibu, ternyata ini benar-benar sebuah gambar yang sangat indah, aku mencintaimu Ibu." Kehidupan ini terdiri dari banyak pecahan puzzle yang apabila disatukan akan membentuk sebuah lukisan yang indah. Ada kepingan kesedihan, kepingan sukacita, kepingan kecewa dan berbagai kepingan yang lain. Namun, jika kita mau menjadi seperti anak kecil pada cerita di atas yang pada akhirnya menuruti apa kata ibunya, walaupun tidak sesuai dengan hatinya, maka di akhir setiap kehidupan kita, kita akan menemukan sebuah gambar yang indah yang dapat digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus. Jadi, jangan pernah lari dari apa yang Tuhan mau dalam kehidupan kita. Tetaplah setia dan taat walaupun itu tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Jangan berhenti merangkai kehidupan ini dan jangan merangkai kehidupan ini seorang diri, karena kita tidak akan pernah menghasilkan kehidupan yang indah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bimbinglah setiap langkahku, agar aku selalu ada di jalan-Mu, sehingga aku tidak tersesat. Jangan biarkan kesombongan menguasaiku sehingga aku tidak mau taat pada perintah-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Maret 2026Bacaan: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26)Renungan: Suatu hari, seorang ilmuwan bertanya kepada guru agamanya, "Pak, apakah inti yang terpenting dalam agama?" "Jangan melakukan segala dosa, sebaliknya jalankan semua amal dan kebaikan," jawab sang guru agama. Ilmuwan itu menganggap bahwa itu adalah jawaban standar yang terlalu luas dan kurang jelas. Karena itu dia berkata "Apa yang Bapak katakan itu terlalu sederhana. Anak berusia tiga tahun pun tahu dengan jawaban seperti itu," ujarnya. "Memang anak kecil juga akan mengerti, tetapi orang tua yang telah berusia delapan puluh tahun belum tentu bisa melakukannya," jawab sang guru. Banyak motivator, buku-buku laris, dan seminar yang memberi kita penjelasan bagaimana menempuh jalan sukses. Namun, hanya sebagian orang saja yang benar-benar mengecap kesuksesan. Setiap minggu, juga banyak hamba Tuhan di gereja, mulai dari Pastor ataupun Pendeta yang membagikan rahasia hidup dalam kedamaian, sukacita dan keberhasilan, namun, mengapa hanya sebagian kecil saja yang hidupnya berubah setelah mendengar kotbah dari mimbar? Di Alkitab, juga banyak rahasia untuk memperoleh keberhasilan dalam segala hal, namun mengapa orang yang rajin membaca Alkitab sekalipun, hidupnya bahkan tidak berubah? Jawabannya adalah, karena kita sering kali hanya sebatas membaca dan tahu, tetapi tidak berlanjut melakukannya dalam tindakan nyata. Seseorang berkata, "Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa tindakan." Berapa banyak kita mendengar tentang seseorang yang ingin kaya, ingin terkenal, ingin pintar, tetapi ia sendiri tidak melakukan apa-apa. No action, talk only. Segudang ilmu dan pengetahuan tidak akan berguna bila kita tidak menggunakannya. Tindakan nyata memang selalu lebih efektif dan membuat kita memiliki kemampuan dan keberhasilan yang lebih, dari pada orang yang hanya mempelajari teori saja. Jadi, mari jangan hanya mendengar kotbah dan membaca Alkitab saja, tapi mari melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, supaya hidup kita selalu dipenuhi dengan keberhasilan dan kedamaian. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku pribadi yang dewasa, bukan hanya dalam usia tetapi dalam pikiran, perkataan, tindakan dan karakterku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Maret 2026Bacaan: "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." (Matius 6:14)Renungan: Pengampunan sering kali merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Kita lebih suka melakukan balas dendam kepada orang-orang yang menyakiti kita. Karena hal itu akan lebih memuaskan kedagingan kita yang selalu cenderung untuk menuntut balas. Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Namun Tuhan Yesus mengajarkan hal yang lain kepada kita semua, Dia justru mengajar kita agar tidak membalas dendam, tetapi mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita, seperti Dia juga telah mengampuni kita. Corrie Ten Boom, juga mempunyai pengalaman dalam soal mengampuni. Ia dengan mata kepala sendiri menyaksikan kedua orang tuanya disiksa dan dibunuh oleh seorang tentara Nazi. la sendiri juga mengalami siksaan yang luar biasa sehingga hatinya dipenuhi kebencian terhadap orang itu. Setelah menjalani masa-masa penyiksaan yang berat di kamp konsentrasi, Corrie akhirnya dibebaskan. la pun mulai bersaksi dan memberitakan Injil. Suatu kali ketika memimpin Kebangunan Rohani, ia melihat pembunuh orang tuanya itu, sekaligus orang yang pernah menyiksanya ikut berdiri dan mengambil keputusan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Saat itu hatinya penuh dengan pergumulan luar biasa antara kebencian dan keinginan mengampuni. Dalam ketidakberdayaan, ia berseru meminta pertolongan Tuhan. Tuhan menjamah dan mengalirkan kasih-Nya kepada Corrie, sehingga Corrie mampu memandang orang itu dengan cara pandang yang baru. la mendekati orang itu dan memperkenalkan dirinya. la berkata bahwa ia sudah mengampuni orang itu karena Tuhan telah mengampuninya. Orang itu terkejut dan dengan air mata bercucuran ia meminta ampun atas dosa-dosanya. Corrie mengalami pemulihan yang luar biasa. Ia merasakan beban kebencian yang menindihnya selama ini terlepas. Orang itu pun merasakan sukacita yang besar karena dosa-dosanya diampuni Allah dan Corrie. Jika kita merasa tidak mampu mengampuni, Tuhan selalu siap untuk menolong asalkan kita mau berseru kepada-Nya. Jadi, mari memohon pertolongan Tuhan. Mintalah Dia untuk mengalirkan kasih-Nya kepada kita, karena dengan kemampuan sendiri, kita tidak akan dapat mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Hanya dengan pertolongan Tuhan, kita pasti akan dimampukan untuk memberikan pengampunan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mau mengampuni seseorang yang pernah menyakiti hatiku. Jangan biarkan rasa dendam menguasaiku sehingga aku kehilangan Damai sejahtera-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 6 Maret 2026Bacaan: "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1)Renungan: Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Setiap anak mendapat peran dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas. Di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyaksikan acara itu. Pertunjukkan drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai petani, ada juga yang menjadi nelayan. Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapatkan hadiah. Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama. Aha... ternyata anak yang menjadi pak tua pemarahlah yang menjadi juara. Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku menang...." begitu ucapnya. la pun bergegas menuju ke panggung diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan riuh terdengar. Sang orangtua menatap sekeliling, ke seluruh hadirin. Mereka sangat bangga. Sebelum menyerahkan hadiah, Pak Guru sedikit bertanya kepada sang juara, "Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini?" Sang anak menjawab, "Terima kasih atas hadiahnya Pak. Sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya. Karena dari Ayahlah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah. Kepada Ayahlah saya meniru perilaku ini. Ayah sering berteriak kepada saya, maka bukan hal yang sulit untuk menjadi pemarah seperti ayah." Tampak sang Ayah mulai tercenung. Sang anak melanjutkan, "Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini, jadi peran ini adalah peran yang mudah bagi saya." Suasana menjadi senyap. Kedua orangtua sang anak di atas panggung, tampak tertunduk. Jika sebelumnya mereka merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan mereka berdiri sebagai terdakwa di muka pengadilan. Mereka belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dengan perilaku mereka. Marilah berhati-hati dengan perilaku kita, karena ada banyak saksi yang mengelilingi kita, yang melihat apa yang kita katakan dan kita lakukan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga aku bisa mengendalikan setiap perkataan dan perbuatanku, agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 5 Maret 2026Bacaan: "Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!" (Yeremia 20:11) Renungan: Setiap orang biasanya memiliki tokoh idola, panutan atau pahlawan dalam hidupnya namun kita tahu bahwa sesungguhnya setiap orang, termasuk kita dapat juga menjadi tokoh idola, panutan atau pahlawan bagi orang lain. Yang paling dibutuhkan adalah hati yang tulus dan bersedia memberikan hal-hal positif bagi sesama. Jika saat ini kita ditanya, "Siapa nama lima wanita peraih penghargaan Putri Indonesia selama lima tahun terakhir ini?" atau, "Siapa nama lima Miss Universe yang kita tahu?", atau "Siapa nama lima sutradara yang meraih Piala Oscar?" atau "Siapa nama lima tokoh dunia peraih Nobel Perdamaian dalam lima tahun terakhir Ini?" Barangkali kita tidak akan bisa menjawab semuanya dengan benar, sekalipun mereka semua yang ditanyakan itu, adalah orang-orang yang hebat, terkenal dan berprestasi. Namun, jika pertanyaannya diganti menjadi, "Siapa nama lima orang yang paling berpengaruh positif dalam hidup kita?" hampir dapat dipastikan kita akan menyebutkan nama mereka dengan lancar. Mungkin kita akan membayangkan wajah mereka sambil tersenyum dan mengingat kebaikan mereka. Sebagian dari mereka barangkali telah berpulang atau sudah lama sekali tidak berjumpa dengan kita. Mereka membantu kita meraih banyak hal dalam hidup ini, baik secara langsung atau pun tidak langsung. Tanpa mereka, bisa jadi kita tidak akan seperti hari ini. Mereka bisa saja orang tua, saudara, pasangan hidup atau sahabat kita. Bisa jadi, pahlawan itu barangkali guru kita atau mentor kita. Kita mungkin teringat kepada beberapa sahabat dan guru yang selalu mendukung kita, ketika begitu banyak pihak yang meragukan kemampuan kita untuk bisa mencapai banyak hal yang kita capai sekarang ini. "Jangan takut! Maju terus! Kami senantiasa mendoakanmu," begitu kalimat-kalimat positif mereka yang selalu terekam indah dalam hati sanubari kita. Yang menarik, seringkali kehadiran para pahlawan ini bukanlah sesuatu yang istimewa bagi kita. Kita mungkin menganggapnya biasa-biasa saja sampai suatu ketika kita menyadari bahwa mereka adalah "mukjizat" yang dikirim oleh Tuhan untuk mampir dalam kehidupan kita. Kalau boleh jujur, sudahkah kita mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada mereka? Saat terbaik untuk menunjukkannya adalah saat ini. Jangan menunda sampai besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau pada hari ulang tahun mereka, karena bisa jadi waktu itu tidak akan pernah ada. Dan orang yang tahu berterimakasih adalah orang yang rendah hati dan disenangi Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang-orang baik yang Kau kirimkan untuk memberkati aku selama ini. Kuserahkan mereka pada kasih dan perlindungan-Mu, sehingga perbuatan baik mereka akan Kau berkati dengan kuasa-Mu agar dapat juga memberkati kehidupan mereka. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 4 Maret 2026Bacaan: "Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang." (1 Tesalonika 5:15)Renungan: Seorang petani merasa terganggu oleh tetangganya yang adalah seorang pemburu. Pemburu itu memiliki beberapa anjing galak, yang sering melompati pagar dan memangsa domba-domba petani tersebut. Petani itu sudah sering meminta tetangganya untuk mengendalikan anjing-anjingnya, tapi tidak juga ada tindakan yang nyata dari pihak si pemburu. Tiap kali anjing-anjing itu melompati pagar yang memisahkan rumah si petani dan si pemburu, beberapa ekor domba pasti terluka parah. Karena kesabaran si petani sudah sampai di ambang batas, ia pergi ke kota untuk menemui seorang hakim dan menceritakan duduk perkaranya dengan si pemburu. "Pak, saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan agar anjingnya dirantai atau dikurung. Kalau saya melakukan itu, Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang ingin Anda miliki, tetangga yang menjadi teman atau musuh?" tanya si hakim dengan bijak. Karena si petani lebih memilih untuk menambah satu orang teman lagi dalam hidupnya, maka si hakim menawarkan sebuah solusi, "Baiklah, saya akan memberikan sebuah jalan keluar yang baik bagi Anda, sehingga domba-domba Anda aman, dan tetangga Anda itu dapat menjadi sahabat yang sejati." Setelah mendengar penjelasan, si petani pun pulang. Sesampai di rumah, si petani menjalankan saran dari hakim tersebut. Dia mengambil tiga ekor domba dan memberikannya kepada ketiga orang putra tetangganya yang masih kecil. Ketiga bocah itu sangat senang dan selalu bermain dengan domba-domba pemberian si petani. Melihat kegembiraan putra-putranya, si pemburu pun membangun sebuah kandang yang tinggi bagi anjing-anjingnya sehingga domba-domba milik putranya aman. Sejak saat itu anjing-anjing si pemburu tidak pernah lagi mengganggu domba si petani. Efek lain dari sikap baik si petani adalah jembatan persahabatan yang lebih dulu dibangun si petani membuat si pemburu suka berbagi hasil buruan kepadanya. Di lain kesempatan si petani menibalasnya dengan mengirimkan daging domba atau keju kepada keluarga si pemburu. Dalam waktu yang relatif singkat mereka menjadi tetangga yang bersahabat. Tidak masalah di mana ia ditabur, kasih dan penerimaan selalu membawa dampak yang positif. Kita seharusnya mengembangkan sikap yang luhur, saling menghormati, dan penuh kasih ketika menjalani hidup dengan sesama, supaya kita dapat menikmati indahnya sebuah kerukunan seperti yang dikatakan dalam Mazmur 133:1, "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Rukun itu sebuah berkat Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk bisa hidup rukun dengan semua orang, sehingga dengan demikian aku bisa menjadi garam dan terang dunia. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 3 Maret 2026Bacaan: "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlahı tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:9)Renungan: Suatu hari ada seorang pria yang sedang mengemudikan mobil bermerk Ford. Tidak disangka, mobil Ford yang ia kendarai mogok ditengah jalan. Pria itu pun membuka kap mobilnya dan berusaha untuk mencari penyebab dan memperbaiki kerusakannya. Namun pria itu tidak juga menemukan solusinya. Tidak lama kemudian, datanglah seorang pria tua yang juga mengendarai mobil Ford. Melihat sesama pengendara Ford yang mogok ditengah jalan, pria itu langsung berhenti dan keluar dari mobil untuk membantu pria muda itu. Tanpa memakan waktu banyak, pria itu sukses memperbaiki mobil yang rusak itu. Pria muda itu kemudian berterima kasih dan pria tua itupun memperkenalkan diri katanya, "Saya Henry Ford. Saya yang telah merancang mobil ini." Kehidupan manusia tak ubahnya seperti kisah diatas, di mana sering kali "mobil yang kita kendarai" tiba-tiba saja mogok dan berhenti ditengah jalan karena masalah yang mungkin datang tanpa kita duga sebelumnya. Saat itu mungkin kita merasa jengkel, kecewa, marah, dan sedih karena apa yang kita harapkan ternyata berbeda jauh dengan kenyataan. Kita merasa gagal dan sering kali kita kehilangan pengharapan karena kita menganggap bahwa masalah yang kita hadapi adalah akhir dari segala-galanya. Kita sering lupa bahwa segala problema yang kita alami adalah bagian dari rencana Tuhan yang akan mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Sebenarnya Tuhan selalu menyediakan berkat yang melimpah dibalik semua masalah yang kita hadapi. Dia sanggup mengubah setiap kegagalan dan kesalahan kita menjadi sebuah berkat yang luar biasa dalam hidup kita. Tuhan sudah merancang segala yang baik dalam hidup kita. Dia tahu segala kelemahan dan kegagalan kita. Yang perlu kita lakukan adalah kembali kepada Tuhan. Kita percayakan hidup kita seluruhnya kepada-Nya. Berusahalah dan berdoa, sebab itulah bagian kita. Tuhan akan melakukan bagian-Nya. Tuhan selalu memberikan solusi atas segala masalah kita. Karena itu, jangan takut dan bimbang. Percayalah bahwa Tuhan adalah Bapa yang baik, dia tidak akan menjerumuskan kita. Percayalah bahwa rancangan-Nya selalu sempurna bagi hidup kita, jika kita selalu setia dan menaruh iman serta pengharapan kita kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kupercayakan hidupku pada rencana-Mu yang indah. Apapun yang terjadi, jika itu sesuai dengan kehendak-Mu, maka aku percaya semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod)

Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. " (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Seorang guru kelas satu memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menggambarkan sesuatu yang mereka syukuri. Tugas ini disambut bahagia oleh anak-anak. Sebagian besar dari mereka mulai berimajinasi dengan mainan, makanan kesukaanı, atau masa-masa liburannya. Namun ada satu anak yang bernama Douglas membuat gambar yang berbeda. Untuk hal yang disyukurinya, dia membuat gambar tangan. Douglas memang berbeda dari anak lainnya. Dia adalah seorang anak yang lemah dan jarang tersenyum. Ketika anak-anak lainnya bersemangat untuk bermain saat jam istirahat, Douglas lebih sering berdiri dekat gurunya. Selesai menggambar, masing-masing murid membawa gambarnya dan menunjukkan karyanya di depan kelas. Tiba giliran Douglas maju dan menunjukkan gambarnya, satu persatu temannya mulai menebak pemilik tangan tersebut. Seorang anak menduga bahwa itu adalah tangan petani karena berjasa dalam menanam sayur dan makanan lainnya. Ada pula yang menduga itu adalah tangan polisi karena mereka adalah aparat yang bertugas melindungi warga. Sedang beberapa anak lainnya menduga gambarnya adalah tangan Tuhan. Karena begitu ramai, diskusi itu akhirnya dihentikan dan anak-anak beranjak ke tugas lainnya. Setelah beberapa waktu, Sang Guru menghampiri meja Douglas sambil membungkuk ia bertanya tangan siapa yang ada dalam gambarnya. Douglas menatapnya dan mengatakan, "Ini tangan Ibu Guru". Douglas ternyata merasa bersyukur atas tangan gurunya Itu. Tangan yang sudah menuntunnya, menjangkaunya, mengajarinya dan memberikan kasih kepadanya selama ini. Di dalam kehidupan ini kita jarang bisa bersyukur dalam hal-hal kecil. Kita lebih mudah bersyukur saat Tuhan melakukan perkara-perkara yang besar. Padahal, setiap perkara yang kita alami ini semuanya terjadi karena kehendak Tuhan. Coba kita bayangkan, bagaimana jadinya jika alis atau bulu mata kita bertambah panjang. Namun, Tuhan sudah mengatur semuanya sehingga bulu mata kita tidak bertambah panjang. Atau bagaimana jadinya jika kita harus membayar oksigen yang harus kita hirup setiap hari. Tentu kita tidak akan sanggup membayar itu semua. Semuanya itu kelihatannya tampak kecil dan tidak berarti. padahal memiliki dampak yang begitu besar dalam kehidupan kita. Sudahkah kita mengucap syukur atas "hal-hal kecil yang seringkali kita abaikan? Jadi, mulai hari ini, saat kita bangun dari tidur kita, belajarlah untuk bisa mengucap syukur dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita, baik itu hal kecil atau pun hal yang besar, karena kehidupan kita juga terbentuk dari hal-hal yang kecil namun memberikan dampak dan akibat yang besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat, baik yang besar maupun kecil, yang aku terima dan alami setiap hari. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Maret 2026Bacaan: Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat. Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga in melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekelling Elisa." (2 Raja-raja 6:17).Renungan: Sebuah kata-kata bijak berbunyi seperti ini: "Semua manusia hidup dibawah langit yang sama. Tetapi tidak semua orang memiliki cakrawala yang sama." Semua manusia entah dibelahan bumi yang mana memiliki langit yang sama, tetapi cakrawalanya pasti berbeda. Kita yang berada di Pulau Jawa misalnya, pada bulan Agustus kita cerah berawan, tetapi yang berada di Sulawesi mendung dan gelap karena sudah turun hujan. Langitnya sama tetapi cakrawala dan cuacanya berbeda. Dari gambaran di atas kita mendapatkan hikmat bahwa, semua manusia itu hidup di dunia yang sama, tetapi terkadang kita harus mengalami keadaan yang berbeda. Bahkan mungkin kita sama-sama anak Tuhan yang percaya pada Yesus suatu saat keadaan kita pun bisa berbeda. Bagi seorang petani hujan itu sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu tetapi bagi orang yang akan mengadakan pesta pernikahan kalau bisa jangan sampai hujan. Tergantung dari sudut mana seorang memandangnya. Bayangkan jika di bumi ini hanya musim kemarau terus, pasti manusia akan mengalami krisis karena kekeringan. Sebaliknya jika di bumi ini hanya ada musim hujan saja, maka kita pasti akan mengalami air bah dan tenggelam. Panas kita butuhkan, hujanpun kita butuhkan. Tertawa itu perlu tetapi air mata itu juga berguna. Karena itu jika hari ini kita sedang mengalami kesuksesan ingatlah bahwa satu saat kita akan mengalami tantangan dan masalah. Sebaliknya jika saat ini kita sedang tertekan karena masalah, maka ingatlah bahwa tidak selamanya kita akan terus menangis, suatu saat kelak kita pasti akan tertawa. Jangan pernah menyesali dan meratapi kehidupan ini. Kita perlu menjadi petani di musim hujan namun percayalah kita akan menjadi seorang yang akan mengadakan pesta saat musim kemarau. Sikap hati dan cara pandang yang benar akan membantu kita untuk dapat selalu mensyukuri cakrawala dan keadaan kita. Mari, lihatlah hal yang buruk dengan cara pandang yang baik, secara mengejutkan kita akan melihat hal-hal yang positif. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap musim dalam hidupku, sebab aku percaya Engkau selalu hadir di setiap suka dan duka hidupku. Amin. (Dod).