Podcasts about sebuah

  • 1,959PODCASTS
  • 5,347EPISODES
  • 22mAVG DURATION
  • 1DAILY NEW EPISODE
  • Dec 30, 2025LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about sebuah

Show all podcasts related to sebuah

Latest podcast episodes about sebuah

TanadiSantosoBWI

Di episode "Nudge" ini, bahasan utamanya adalah melihat satu hal yang sering kita anggap sepele. Pilihan ternyata bisa "diarahkan" tanpa terasa. Salah satu cerita yang mewakili ini adalah cerita dari Venetian Hotel di Las Vegas. Bagaimana suasana kasino dibuat begitu nyaman sampai orang lupa waktu, lupa jalan keluar, dan betah berlama-lama. Semua detail itu bukan kebetulan tetapi itu adalah desain yang mendorong perilaku. Di sini, akan dibahas konsep yang "mind-blowing" tapi relevan yaitu libertarian paternalism. Kita tetap merasa bebas memilih, namun pilihan yang ada pelan-pelan menggiring kita ke arah tertentu. Menariknya, konsep ini bukan cuma untuk psikologi tetapi juga powerful untuk government, korporasi, sales, hingga leadership sehari-hari. Episode ini juga membahas contoh-contoh yang dekat dengan hidup kita, seperti diskon yang "menggoda" sehingga kita membeli lebih banyak, dan fenomena choice overload. Sebuah fenomena dimana pilihan terlalu banyak, orang justru makin bingung dan akhirnya tidak jadi membeli. Ada juga ilustrasi sederhana soal restoran dimana ketika opsi dibuat lebih ringkas, keputusan terasa jauh lebih mudah. Bagian yang membuat kita berpikir dalam adalah eksperimen tentang donor organ. Hanya dengan membalik format pertanyaan (opt-in vs opt-out), persentase persetujuan bisa berubah drastis. Ini membuat kita sadar bahwa cara kita menulis dan menyajikan pilihan bisa berdampak besar pada keputusan orang, bahkan saat mereka merasa sedang "memilih sendiri". Episode ini juga membawa Nudge ke konteks yang lebih luas, dari "honor statement" saat ujian yang bisa menurunkan kecenderungan menyontek, sampai contoh hotel yang menghemat biaya lewat pesan "peduli bumi" mengenai masalah handuk. Satu poin penting dari ini semua adalah meski kita tahu itu nudge, kita tetap bisa terpengaruh.

Bu Joko Podcast
EPISODE 198: REVIEW DRAKOR "THE PRICE OF CONFESSION"

Bu Joko Podcast

Play Episode Listen Later Dec 28, 2025 16:11


Sebuah drama thriller ter-SETRES di tahun 2025.

TanadiSantosoBWI
Think Again

TanadiSantosoBWI

Play Episode Listen Later Dec 23, 2025 14:02


Di episode podcast kali ini, kita diajak berhenti sebentar dan bertanya: "Apakah cara pikir saya masih relevan?". Lewat rangkuman dari buku Think Again, episode ini membahas jebakan tiga gaya berpikir yang bikin kita kaku seperti menjadi "preacher" (merasa paling benar), "prosecutor" (hobi menyalahkan), atau "politician" (benar-salah tergantung untung-rugi). Lalu, gaya berpikir yang lebih kuat juga diperkenalkan yaitu berpikir seperti scientist yang siap menguji hipotesis, siap menerima salah, dan justru bertumbuh karenanya.Episode ini juga membahas ide tentang confident humility dan the joy of being wrong. Tetap percaya diri, tapi tidak defensif. Berani punya pendapat, tapi juga berani memperbarui pendapat. Bukan cuma itu, ada juga ilustrasi riset yang bikin kita berpikir ulang soal performa. Sebuah studi pada entrepreneur di Milan menunjukkan kelompok yang dilatih untuk berpikir seperti scientist bisa melesat jauh, termasuk lebih berani pivot saat realitas menuntut perubahan.Episode ini mengingatkan kita bahwa "think again" bukan hanya skill individu. "Think again" juga merupakan sebuah budaya untuk menciptakan psychological safety agar orang bisa beda pendapat tanpa merasa dimusuhi, dan menantang diri dengan pertanyaan tajam yaitu "Setahun terakhir, bagaimana kalau apa yang saya pikir benar itu ternyata salah?"

Radio Elshinta
Bis terguling tewaskan 16 penumpang di tol Semarang diduga tidak laik jalan, bagaimana pengawasannya?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Dec 22, 2025 14:23


Sebuah kecelakaan maut terjadi di Tol Semarang, ketika sebuah bus terguling dan menewaskan 16 penumpang. Peristiwa tragis ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan kendaraan umum.Bus yang mengalami kecelakaan tersebut diduga tidak laik jalan. Indikasi awal mengarah pada kondisi kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan, mulai dari kelayakan teknis hingga administrasi operasional. Jika dugaan ini benar, maka kecelakaan ini bukan semata musibah, melainkan kelalaian sistemik.Dalam sistem transportasi nasional, pengawasan bus berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan bersama pemerintah daerah dan operator angkutan. Setiap kendaraan umum seharusnya menjalani uji KIR berkala, pemeriksaan rem, ban, sistem kemudi, hingga kelengkapan izin trayek.Namun faktanya, kecelakaan akibat kendaraan tidak laik jalan masih terus berulang. Ini menimbulkan pertanyaan besar:apakah pengawasan berjalan optimal, atau justru hanya formalitas di atas kertas?Tragedi di Tol Semarang ini menjadi peringatan keras bahwa keselamatan penumpang tidak boleh ditawar. Evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan, sanksi, dan tanggung jawab operator harus dilakukan, agar jalan tol tidak kembali menjadi saksi hilangnya nyawa akibat kelalaian yang seharusnya bisa dicegah.Karena keselamatan bukan sekadar prosedur —ia adalah hak setiap penumpang.[TALK] Ketua Presidium Indonesia Trafik Watch, Edison Siahaan & Pakar Transportasi, Dr Iskandar Abu Bakar M.Sc

METRO TV
9 Tewas dan 10 Terluka Akibat Penembakan Massal di Pub Johannesburg - Headline News Edisi News MetroTV 6945

METRO TV

Play Episode Listen Later Dec 21, 2025 1:40


Sebuah insiden penembakan massal terjadi di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Minggu dini hari, menewaskan 9 orang dan melukai 10 lainnya. Sekelompok pria bersenjata melepaskan tembakan secara acak di sebuah pub di Kota Bekkersdal, 46 kilometer dari Johannesburg. Penembakan ini menjadi yang kedua dalam tiga minggu terakhir, menambah kekhawatiran terhadap tingkat kekerasan di Afrika Selatan. Polisi setempat kini memburu pelaku yang menggunakan berbagai senjata api termasuk pistol dan senapan serbu.#PenembakanMassal #Johannesburg #AfrikaSelatan #Kekerasan #BeritaAfrika #PubPenembakan #Kejahatan #KekerasanSenjata #PolisiAfrikaSelatan #Penembakan

Ini Koper
#763 Tehnik "5 Whys" untuk Menemukan Akar Penyebab Masalah

Ini Koper

Play Episode Listen Later Dec 19, 2025 6:46


Dalam dunia manajemen dan penyelesaian masalah, metode "5 Whys" telah lama menjadi primadona karena kesederhanaannya. Kita diajarkan bahwa dengan bertanya "mengapa" sebanyak lima kali, kita akan secara otomatis sampai pada akar penyebab masalah. Namun, dalam realitas organisasi yang kompleks, metode linear ini sering kali gagal menangkap gambaran besar. Masalah di dunia nyata jarang sekali menyerupai rantai lurus; mereka lebih mirip jaring labirin yang saling bertautan, di mana satu kejadian dipicu oleh berbagai faktor yang saling memengaruhi secara simultan. Kelemahan utama dari pendekatan 5 Whys yang tradisional adalah kecenderungannya untuk mencari satu penyebab tunggal atau "peluru perak." Sering kali, tim berhenti pada jawaban yang nyaman seperti "kesalahan manusia" atau "kurangnya pelatihan." Padahal, dalam kacamata systems thinking, manusia hanyalah komponen dalam sebuah sistem. Jika kita hanya menyalahkan individu tanpa memperbaiki desain sistem di belakangnya, kita sebenarnya hanya sedang memadamkan api sementara, sementara puntung rokok yang menyebabkannya masih terus menyala di sudut yang tidak terlihat. James C. Paterson dalam konsep "Beyond the Five Whys" mengajak kita untuk beranjak dari pemikiran linear menuju pemikiran sistemik. Alih-alih hanya mengikuti satu jalur tanya-jawab, kita didorong untuk melihat masalah melalui "tiga kaki" penyebab: penyebab langsung, kegagalan deteksi, dan kelemahan sistemik atau budaya. Dengan cara ini, seorang fasilitator dapat membantu tim melihat bahwa sebuah kesalahan teknis bisa jadi berakar dari kebijakan anggaran yang kaku atau budaya kerja yang mengabaikan keselamatan demi kecepatan. Penerapan "Beyond 5 Whys" yang efektif menuntut ketegasan logika yang kita sebut sebagai "Uji Balik" atau Reverse Test. Sebuah rantai penyebab hanya dianggap valid jika kita bisa membacanya dari arah berlawanan menggunakan logika "Jika-Maka." Jika kita mengatakan "kabel putus menyebabkan mesin mati," maka secara logika "mesin mati harus bisa dijelaskan oleh kabel yang putus." Jika ada celah dalam logika ini, berarti ada faktor tersembunyi yang belum terungkap, dan di situlah kedalaman analisis dimulai. Salah satu tantangan terbesar bagi seorang fasilitator adalah menghindari "lompatan logika" yang prematur. Peserta sering kali ingin cepat-cepat menyimpulkan bahwa masalahnya adalah "budaya perusahaan yang buruk." Meskipun mungkin benar, jawaban tersebut terlalu abstrak untuk diperbaiki. Pendekatan yang mendalam memaksa kita untuk menelusuri tangga penyebab setapak demi setapak—dari suhu ruangan yang panas, menuju AC yang mati, hingga pemotongan anggaran perawatan—sehingga solusi yang dihasilkan bersifat konkret dan dapat dieksekusi. Selain itu, kita harus menyadari bahwa satu masalah bisa memiliki banyak akar penyebab yang bercabang. Dalam systems thinking, kita tidak hanya mencari satu jalur "Why," tetapi membangun sebuah pohon penyebab. Sebuah kegagalan operasional mungkin disebabkan oleh kombinasi antara desain alat yang buruk DAN kelelahan staf DAN prosedur yang ambigu. Dengan mengakui multi-kausalitas ini, organisasi tidak lagi terjebak pada solusi dangkal yang hanya mengobati satu gejala saja. Pergeseran dari 5 Whys biasa menuju analisis yang lebih dalam juga berdampak pada budaya organisasi. Ketika fokus beralih dari "siapa yang salah" menjadi "mengapa sistem ini membiarkan kesalahan terjadi," rasa takut akan digantikan oleh rasa ingin tahu. Karyawan akan lebih terbuka melaporkan anomali karena mereka tahu bahwa tujuan analisis ini adalah untuk membangun lingkungan kerja yang lebih tangguh, bukan untuk mencari kambing hitam di akhir sesi rapat. Seorang fasilitator profesional berperan sebagai "detektif sistem" yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan sakti untuk menggali lebih dalam. Pertanyaan seperti "Apa yang membuat tindakan ini terasa masuk akal bagi operator saat itu?" dapat membuka tabir tentang tekanan kerja atau instruksi yang membingungkan. Tugas fasilitator bukan memberikan jawaban, melainkan menjaga agar senter analisis tetap menyoroti sudut-sudut organisasi yang paling gelap dan paling jarang diperiksa. Pada akhirnya, efektivitas dari metode "Beyond 5 Whys" diukur dari ketahanan solusi yang dihasilkan. Jika masalah yang sama tidak lagi muncul dalam enam bulan ke depan, berarti kita telah berhasil menyentuh akar sistemiknya. Namun, jika masalah terus berulang dengan aktor yang berbeda, itu adalah sinyal bahwa kita masih bermain-main di permukaan. Kedalaman adalah kunci dari keberlanjutan, dan keberlanjutan adalah tujuan akhir dari setiap upaya perbaikan sistem. Sebagai penutup, memahami logika di balik pertanyaan "mengapa" adalah tentang melatih kerendahan hati untuk mengakui bahwa dunia ini tidak sesederhana yang terlihat. Dengan melampaui angka lima dan melangkah menuju pemahaman sistemik, kita tidak hanya memperbaiki proses, tetapi juga sedang meningkatkan kecerdasan kolektif organisasi kita. Mari kita berhenti hanya bertanya "mengapa" dan mulai bertanya "bagaimana sistem ini bekerja," agar setiap solusi yang kita lahirkan benar-benar menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik.

Endgame with Gita Wirjawan
Marty Natalegawa: Runtuhnya Kepercayaan Publik: Sebuah Perspektif Geopolitika

Endgame with Gita Wirjawan

Play Episode Listen Later Dec 18, 2025 54:06


Menentukan arah Indonesia di tengah perceraian Amerika Serikat dengan Tiongkok.Direkam 20 September 2025; bagian dari Endgame Town Hall 2025.#Endgame #GitaWirjawan #MartyNatalegawa-----------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:  / what-it-takes  -----------------Other Endgame episodes that you might like:   • Vijay Prashad: America's Finger-Wagging Pu...     • Kishore Mahbubani: The Biggest Mistakes of...     • John Mearsheimer: What's Behind Biden's Bl...  

Ini Koper
#756 Seni Reframing: Mengubah Sudut Pandang dalam Keseharian

Ini Koper

Play Episode Listen Later Dec 18, 2025 6:04


Seni framing dalam negosiasi sejatinya mirip dengan pekerjaan seorang fotografer profesional; realitas objeknya sama, namun angle atau sudut pengambilan gambar menentukan apakah hasilnya sebuah kekacauan yang membosankan atau mahakarya yang memikat. Dalam keseharian, framing bukanlah tentang memanipulasi kebenaran, melainkan tentang memilih bingkai mana yang paling tepat untuk menyajikan fakta agar diterima dengan baik oleh lawan bicara. Sebuah gelas yang berisi air setengah bisa dibingkai sebagai "hampir habis" untuk memicu urgensi, atau "setengah penuh" untuk membangun optimisme. Kemampuan untuk menyoroti aspek tertentu dari sebuah masalah—dan membiarkan aspek lain menjadi latar belakang—adalah kunci untuk mengubah resistensi menjadi kooperasi tanpa mengubah fakta dasar sedikitpun. Dalam konteks profesional dan pekerjaan, framing berfungsi sebagai mekanisme saving face (menjaga muka) yang paling ampuh. Seringkali, kebuntuan dalam rapat direksi atau konflik antar-divisi terjadi bukan karena substansi masalahnya, melainkan karena ego yang terancam oleh penyampaian yang terlalu tumpul. Seorang negosiator ulung tidak akan mengatakan, "Ide Anda gagal total," yang memicu pertahanan diri; sebaliknya, ia akan membingkainya kembali menjadi, "Kita telah menemukan cara yang belum berhasil, mari gunakan data ini untuk memitigasi risiko di fase berikutnya." Dengan mengubah narasi dari "kesalahan personal" menjadi "pembelajaran sistemik," kita mengizinkan rekan kerja atau atasan untuk menyetujui solusi baru tanpa merasa kehilangan wibawa, mengubah dinamika "Anda vs Saya" menjadi "Kita vs Masalah." Pada akhirnya, penguasaan teknik framing melampaui sekadar taktik taktis untuk memenangkan perdebatan; ia adalah manifestasi tertinggi dari empati strategis. Baik saat menegosiasikan gaji, menyelesaikan konflik sumber daya alam, atau sekadar memutuskan tujuan liburan keluarga, framing memaksa kita untuk masuk ke dalam sepatu orang lain dan melihat dunia dari lensa ketakutan serta harapan mereka. Ketika kita membingkai proposisi kita sebagai jawaban atas kebutuhan mereka—bukan sekadar tuntutan ego kita—kita tidak sedang mengalahkan lawan, melainkan sedang merangkul mitra. Inilah esensi negosiasi yang elegan: mencapai tujuan sendiri dengan cara membuat orang lain merasa bahwa merekalah yang menang.

METRO TV
Dugaan Tumpang Tindih Izin Tambang - Headline News Edisi News MetroTV 6923

METRO TV

Play Episode Listen Later Dec 17, 2025 1:44


Diduga izin pertambangan yang sah digunakan dan dipalsukan oleh pihak lain tanpa izin pemilik resmi. Sebuah perusahaan tambang melaporkan dugaan penyalahgunaan dokumen perizinan ke Satgas PKH di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

PERIPODCAST
Episode 201. An intimate BOOK TALK with Kania Annisa Anggiani: Can I Talk To You? Conversations with My Children: A Mother's Reflection

PERIPODCAST

Play Episode Listen Later Dec 17, 2025 95:38


Periplus Setiabudi One | CAN I TALK TO YOU https://www.periplus.com/p/9786238948512/can-i-talk-to-youAre you yearning for deeper, more meaningful conversations with your children? Do you believe that simple daily chats hold the key to healing and growth?Sebuah diskusi mendalam yang terinspirasi dari buku best seller Can I Talk To You? Conversations with My Children: A Mother's Reflection karya Kania Annisa Anggiani, mengajak orang tua menjadikan percakapan sebagai fondasi cinta dan kelekatan dalam pengasuhan. https://www.instagram.com/p/DSVFoWjE7qM/?img_index=1

METRO TV
DUKA SUMATRA, DUKA KITA - KONTROVERSI Edisi 052

METRO TV

Play Episode Listen Later Dec 15, 2025 48:55


Bencana melanda Sumatra di penghujung tahun ini. Sebuah tragedi yang tidak hanya meruntuhkan bangunan, tetapi juga menyingkap rapuhnya perlindungan yang seharusnya menjaga mereka. Harapan berubah menjadi kehilangan, bantuan yang dijanjikan terasa semakin jauh, dan pertanyaan “mengapa ini terjadi” terus menggantung tanpa jawaban yang pasti.Kini, saatnya melihat lebih dalam. Cerita warga yang terlewat, sistem yang goyah ketika diuji, serta upaya penyelamatan yang berjalan terlambat bagi terlalu banyak orang. Di balik setiap genangan yang belum surut, tersimpan kenyataan bahwa apa yang dilakukan sejauh ini belum cukup cepat, belum cukup kuat.

Radio Elshinta
Viral, Ajakan Patungan Beli Hutan, Selamatkan Alam

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Dec 13, 2025 24:15


Sebuah ajakan patungan membeli hutan agar tidak dialihfungsikan mendadak viral dan mendapat dukungan luas dari masyarakat. Gagasan yang digulirkan kelompok pemerhati lingkungan ini menjadi cermin kegelisahan publik terhadap laju deforestasi yang kerap dikaitkan dengan banjir, longsor, dan rusaknya ekosistem. Namun di balik antusiasme tersebut, muncul sejumlah pertanyaan penting: bagaimana legalitasnya, seperti apa mekanismenya, dan sejauh mana peran negara dalam melindungi kawasan hutan? Simak pembahasannya bersama Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik

Pinter Politik
Matinya Nalar Ekologis Zulhas?

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Dec 11, 2025 12:30


Sebuah video lama kembali viral di media sosial. Di dalamnya, eks Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan berdebat dengan aktor Hollywood Harrison Ford soal konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Ford, yang dikenal sebagai aktivis lingkungan, mempertanyakan dampak ekologis dari kebijakan kehutanan Indonesia. Zulhas, dengan nada defensif, membela program pemerintah.

Tirtalk
Asmara Kacau #17 | Menyimpanmu di dalam sebuah lagu

Tirtalk

Play Episode Listen Later Dec 11, 2025 4:58


Misteri Jam 12
MJ12 ORIGINAL EP68: SAKA TAK BERTUAN

Misteri Jam 12

Play Episode Listen Later Dec 10, 2025 13:02


Sebuah kisah nyata tentang arwah seorang pakcik yang nazak, namun berulang kali “pulih” dengan cara yang pelik, seolah-olah ada sesuatu yang tak mahu melepaskan dirinya. Satu demi satu ahli keluarga mengalami gangguan, dari penampakan kucing hitam, kerasukan, hinggalah bumbung rumah bergoyang pada malam tahlil. Segalanya berpunca daripada sebuah saka tak bertuan yang menuntut pewaris. See omnystudio.com/listener for privacy information.

AWR Indonesian - Sabbath School Lesson
“HIDUP DI NEGERI INI”

AWR Indonesian - Sabbath School Lesson

Play Episode Listen Later Dec 6, 2025 4:02


Sebuah tantangan muncul dari kesalahpahaman yang besar di antara bangsa Israel.

AWR in Indonesian -Pelajaran Sekolah Sabat

Sebuah tantangan muncul dari kesalahpahaman yang besar di antara bangsa Israel.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-1 Adven, 6 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 5, 2025 9:22


Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 30: 19-21.23-26; Mazmur tg 147: 1-2.3-4.5-6; Matius 9: 35 - 10: 1.6-8.YESUS MEMANGGIL DAN MEMBERI KITAKUASA-NYA Renungan kita pada hari ini bertema: Yesus Memanggildan Memberi Kita Kuasa-Nya. Ada seorang perawat yang bekerja di ruang gawatdarurat rumah sakit. Setiap hari ia melihat orang datang dengan berbagai lukadan kecemasan. Suatu malam, seorang pasien tua masuk dalam keadaan panik karenatidak ada keluarga yang menemaninya. Perawat itu duduk sebentar, menggenggamtangan pasien itu, dan berkata, “Saya di sini, Bapak tidak sendirian.” Kalimatitu sederhana, tetapi membuat pasien itu tenang. Perawat itu mungkin merasahanya melakukan tugas kecil, tetapi sesungguhnya ia sedang menjadi “gembala”yang hadir bagi seorang domba yang tersesat. Melalui dirinya, Allah berbicara: “Inilahjalannya, ikutilah jalan ini—jalan belas kasih.”  Di dalam Injil hari ini, kita melihat Yesus memandangkerumunan orang banyak dengan hati yang tergerak oleh belas kasih. Ia melihatmereka seperti domba tanpa gembala—lelah, tersesat, dan haus akan pengharapan.Pandangan Yesus ini lebih dari sekadar simpati; Ia melihat kebutuhan terdalammanusia, dan Ia merespons dengan tindakan. Yesus tidak tinggal diam melihatdunia yang terluka, tetapi Ia hadir sebagai Gembala Sejati yang menuntun,memulihkan, dan mencurahkan hidup. Selanjutnya, Yesus memanggil dua belas murid-Nya. Iatidak hanya memilih mereka, tetapi juga memberi mereka kuasa untukmelakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya hanya dilakukan oleh-Nya:menyembuhkan, memulihkan, menghalau roh jahat, dan mewartakan bahwa KerajaanAllah sudah dekat. Dengan tindakan ini, Yesus mempercayakan misi-Nya kepadapara murid. Mereka tidak berjalan dengan kekuatan sendiri, melainkan membawakuasa yang berasal dari Tuhan. Di sinilah kita melihat bahwa panggilan selaludisertai dengan perlengkapan dari Allah. Panggilan Yesus pada zaman para rasul terus berlanjuthingga hari ini. Setiap orang yang percaya, apa pun profesinya, dipanggil untukmenjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah. Ada yang dipanggil menjadi gembaladalam Gereja, ada yang menjadi pendidik, tenaga kesehatan, pelayan sosial, atauanggota keluarga yang setia. Dalam setiap panggilan itu, Yesus memberikankuasa-Nya: kuasa untuk mengasihi lebih besar, untuk bertahan dalam kesulitan,untuk menyembuhkan luka batin orang lain, serta untuk menjadi pembawa damai.Kita tidak diutus sendirian; Roh Kuduslah yang bekerja melalui kita. Sering kali, panggilan Tuhan datang dalam situasi yangtampaknya biasa saja. Sebuah kata kecil, kebutuhan seorang saudara, atau seruandari orang yang terluka bisa menjadi undangan bagi kita untuk bertindak. Yesusmemanggil kita bukan karena kita sempurna, tetapi karena Ia ingin menyatakankuasa-Nya melalui keterbatasan kita. Seperti para murid yang sederhana namundiutus untuk karya besar, begitu pula kita dipanggil untuk menyatakan wajahAllah di tengah dunia: menghadirkan pengharapan, membawa sukacita, danmenyembuhkan yang terluka. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahakuasa, penuhilah kami kuasa Roh-Mu dan mampukanlah kamiuntuk menjalankan kehendak-Mu seperti yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus,Tuhan dan Guru kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam namaBapa …

Radio Elshinta
Belajar dari bencana alam di utara Sumatera, bagaimana membangun sistem peringatan dini yang kompeten di masa mendatang?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Dec 5, 2025 12:41


Belajar dari rangkaian bencana alam yang terjadi di wilayah utara Sumatera, muncul kembali pertanyaan penting: bagaimana Indonesia dapat membangun sistem peringatan dini yang lebih kompeten di masa mendatang? Derasnya hujan, meningkatnya potensi longsor, dan meluapnya aliran sungai menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak.Para pakar kebencanaan menilai, sistem peringatan dini harus bertumpu pada tiga pilar utama: teknologi yang andal, alur komunikasi yang jelas, serta partisipasi masyarakat. Pemasangan sensor hidrologi dan geologi di titik-titik rawan dapat memberikan informasi cepat mengenai perubahan kondisi alam. Namun teknologi saja tidak cukup. Informasi yang muncul dari sistem sensor harus diteruskan melalui jalur komunikasi yang terintegrasi—mulai dari BMKG, BPBD, pemerintah daerah, hingga ke masyarakat paling dekat dengan titik risiko—tanpa hambatan, tanpa keterlambatan.Yang tak kalah penting, masyarakat harus menjadi bagian dari sistem itu sendiri. Edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi, hingga pembentukan relawan desa tangguh bencana menjadi elemen yang memperkuat rantai kesiapsiagaan. Ketika masyarakat memahami makna sinyal peringatan dini dan tahu langkah yang harus diambil, maka potensi penyelamatan jiwa akan jauh lebih besar.Dengan membangun sinergi antara teknologi, pemerintah, dan masyarakat, Indonesia dapat melangkah menuju sistem peringatan dini yang lebih adaptif dan responsif. Sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa ketika bencana datang, informasi tiba lebih awal, tindakan dilakukan lebih cepat, dan lebih banyak nyawa dapat diselamatkan.Talk :: Ahli Geologi UGM, Ir. Agus Hendratno, ST.MT & Pengamat Anggaran dan Kebijakan, Elfenda Ananda

Bu Joko Podcast
EPISODE 197: REVIEW DRAKORN "AS YOU STOOD BY"

Bu Joko Podcast

Play Episode Listen Later Dec 4, 2025 12:38


Sebuah drama yang mengangkat topic domestic violence. Kalau kamu ga cukup kuat nontonnya, harap dijeda yah nontonnya.

Ini Koper
#726 Manifesto "Forest Youthverse" Indonesia

Ini Koper

Play Episode Listen Later Dec 4, 2025 5:56


Selamat datang di podcast INIKOPER, inspirasi untuk komunitas perubahan. Sebuah ruang di mana kita tidak hanya berbicara tentang masalah lingkungan, tetapi merayakan solusinya. Dalam episode spesial kali ini, kita akan membedah sebuah manifesto luar biasa berjudul Sinaran Generasi Pelestari Hutan. Bayangkan, di tengah riuh rendah berita tentang krisis iklim, ada 50 ide brilian yang lahir dari tangan anak-anak muda Indonesia. Dari hutan Sawala Mandapa di Jawa, Pondok Buluh di Sumatera, hingga Tabo-Tabo di Sulawesi, mereka tidak sekadar bermimpi, tetapi membangun laboratorium hidup di tengah belantara. Kita akan menjelajahi bagaimana batas antara teknologi canggih dan kearifan lokal menjadi kabur di tangan mereka. Anda akan mendengar kisah tentang robot patroli anti-api yang bekerja dalam sunyi, sistem adopsi pohon berbasis blockchain dan NFT, hingga bagaimana limbah pelepah aren diubah menjadi emas hitam ekonomi desa. Ini bukan lagi soal konservasi kaku yang melarang manusia menyentuh hutan, melainkan tentang Forest Youthverse—sebuah semesta di mana ekonomi hijau, digitalisasi, dan kesehatan mental berpadu harmonis dengan pelestarian alam. Jadi, siapkan diri Anda untuk mengubah cara pandang. Kita akan meninggalkan narasi pesimisme dan beralih ke mode regenerasi. Apakah benar hutan bisa menjadi klinik kesehatan mental? Bisakah game monopoli menyelamatkan ekosistem? Temukan jawabannya saat kita menyelami "Sinaran 50 Inovasi Generasi Pelestari Hutan." Mari kita mulai perjalanan menuju Indonesia Emas yang hijau, langsung dari garis depan inovasi!

Bu Joko Podcast
EPISODE 196: REVIEW DRAKOR "BON APPETITE, YOUR MAJESTY"

Bu Joko Podcast

Play Episode Listen Later Dec 4, 2025 12:26


Sebuah drama sageuk yang bisa menjadi penawar korban k-trauma mba IU dan mas joon gi

Radio Elshinta
Indonesia Water Institute: Firdaus Ali Bedah Cuaca Ekstrem dan Bencana Longsor Aceh-Sumut

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Dec 1, 2025 34:28


Sebuah diskusi penting mengenai tragedi kemanusiaan di Sumatera. Hingga minggu malam, BNPB mencatat jumlah korban jiwa bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mencapai 442 orang, dengan lebih dari 400 orang hilang.Bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem, namun banyak pihak menilai adanya dugaan kerusakan lingkungan yang memperparah dampaknya.Kita akan berbincang dengan pakar yang sangat relevan: Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Pendiri Indonesia Water Institute dan juga Peneliti/Pengajar Teknik Lingkungan UI.Apa penyebab utama yang sebenarnya terjadi di balik bencana masif ini?Seberapa besar peran kerusakan lingkungan dalam meningkatkan korban jiwa dan kerugian?Bagaimana penanggulangannya secara permanen agar bencana serupa tidak terulang kembali di masa depan?Dengarkan analisis mendalam dari sisi teknis dan lingkungan untuk memahami krisis ini dan solusi yang harus segera diimplementasikan oleh pemerintah dan masyarakat.#BencanaSumatera #BanjirBandang #FirdausAli #TeknikLingkungan #UI #IndonesiaWaterInstitute #442Korban #PodcastBencana

Misteri Jam 12
MJ12 ORIGINAL EP65: MENDIANG MINTA TOLONG

Misteri Jam 12

Play Episode Listen Later Dec 1, 2025 14:46


Dalam episod ini, Helen berkongsi kisah lama arwah bapanya tentang seorang ibu muda bernama Nauri yang meninggal secara tragis… tetapi kembali pada malam-malam tertentu untuk menjenguk bayinya yang ditinggalkan. Sebuah kisah benar dari tahun 1940-an yang akan menyentuh hati dan meremangkan bulu roma.See omnystudio.com/listener for privacy information.

Daniel Tetangga Kamu
Momen Kecil yang Mengubah Hidup Maya Septha! Tentang Cinta & Iman - Daniel Tetangga Kamu

Daniel Tetangga Kamu

Play Episode Listen Later Nov 28, 2025 77:46


Hai Tetangga Kesayangan! Di episode kali ini, Maya Septha hadir dengan cerita yang hangat dan jujur tentang dua aspek penting dalam hidupnya yaitu perjalanan membangun pernikahan, dan perjalanan spiritual yang menuntunnya sampai merasa benar-benar menjadi anak Tuhan.Dalam obrolan ini, Maya berbagi bagaimana proses memahami pasangan, belajar komunikasi, dan merawat hubungan yang sehat itu nggak selalu mudah tapi selalu bermakna.Di sisi lain, ia juga bercerita tentang momen-momen kecil dalam hidupnya yang justru membawa dia semakin dekat dengan Tuhan dan membentuk keyakinan yang ia pegang sampai sekarang.Sebuah percakapan penuh refleksi tentang cinta, keluarga, dan imanyang mungkin kamu butuhkan hari ini.Jangan lewatkan kisah inspiratif yang dijamin akan menyentuh hati dan membuka mata kita tentang arti mengabdi tanpa pamrih.

Bingkai Suara
[Music] ROZIANA CINDY Talks About Emotional Arrangement, Disappointment, and “Teganya”

Bingkai Suara

Play Episode Listen Later Nov 28, 2025 38:20


Hello Listeners!Di episode kali ini Wulan ngobrol-ngobrol dengan penyanyi kelahiran Singapura berdarah Indonesia yang beberapa waktu lalu sempat hadir di Bingkai Karya segment International, Kini kembali dengan karya yang mengangkat tema rasa perih akibat pengkhianatan dan ketidakpercayaan ketika cinta berubah menjadi luka. Episode kali ini kita ditemani Roziana CindyRoziana Cindy adalah penyanyi Singapura berdarah Indonesia yang musiknya banyak dipengaruhi oleh warna budaya Asia Tenggara. Sejak awal kariernya, Roziana dikenal sebagai sosok multitalenta di bidang musik, televisi, akting, modeling dan juga sukses sebagai pebisnis muda. Single pertama Roziana yang berjudul “Paling Sejati” (2024), yang diproduseri oleh Ade Govinda beberapa lalu sempat hadir di Podcast Bingkai Karya bersama Lusiana. Setelah debut dengan “Paling Sejati” pada tahun 2024 dan melanjutkannya dengan “Tinggalkan Luka” pada April 2025, Roziana Cindy kembali dengan single terbarunya berjudul “Teganya”. Sebuah lagu tentang rasa perih akibat pengkhianatan dan ketidakpercayaan ketika cinta berubah menjadi luka. Dalam single “Teganya” menggambarkan kisah cinta yang dulu menenangkan namun berakhir dengan kekecewaan. Melalui paduan melodi melankolis dan penghayatan vokal yang kuat, lagu ini menciptakan atmosfer yang intim dan menyentuh bagi siapa saja yang pernah mencintai, dikhianati, terluka dan tersakiti.Untuk Cerita lebih lengkapnya yuk dengarkan obrolan Langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 7 di Spotify, Apple Podcast, Youtube atau kunjungi website kita di ⁠⁠⁠⁠www.bingkaikarya.com

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-34 masa biasa, 27 November 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Nov 26, 2025 9:32


Dibawakan oleh Maria Madona Lamatokan dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Daniel 6: 12-28; Mazmur tg: T.Dan 3: 68.69.70.71.72.73.74; Lukas 21: 20-28.HARUS MELEWATILUBANG JARUM Renungan kita pada hari ini bertema: Harus Melewati LubangJarum. Pengalaman pengasingan dan menjadi tertawan sangat tidak menyenangkan.Hidup di tempat asing dan dirimu tidak memiliki siapa-siapa untuk merasa dekat,memang menyedihkan. Bagi siapa pun yang ingin survive dan bertahan, ia harus melewati semua tantangan dankesulitan. Ia harus mengandalkan Tuhan yang diimaninya. Hidupnya bagai harusmelewati lubang jarum merupakan sebuah kenyataan yang dilalui dengan kesabarandan perjuangan. Pengalaman menjadi orang tertawan dan dalam pengasinganitu dialami oleh pemuda Daniel yang dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini.Pemuda Yahudi ini dimusuhi habis-habisan oleh para pembenci yang inginmenghancurkannya. Tetapi Sang Raja Darius yang menaruh hormat kepada Allahmerupakan salah satu yang berpihak kepada Daniel. Setelah terbukti bahwahukuman atas Daniel untuk dibinasakan di dalam gua singa tidak berhasil, Danielakhirnya dibebaskan dan pengakuan terhadap Tuhan yang adil dan benar dilakukan olehRaja serta kerajaannya, sedangkan para penjahat dan pembenci dihukum mati. Pada hari-hari menjelang akhir tahun liturgi ini,pewartaan firman Tuhan tentang akhir zaman menggambarkan suasana yangmenggemparkan dan menakutkan. Suasana ini dapat kita pahami sebagai peristiwaperalihan atau transisi. Setiap peralihan atau transisi memiliki lebih banyaksuasana kritis dibandingkan dengan keadaan tenang dan menyenangkan. Orang harusbekerja ekstra untuk menyiapkan segala sesuatu. Orang harus memutuskan untukmeninggalkan yang tidak perlu, dan mereka harus dipenuhi bayangan akan langkah-langkahselanjutnya yang belum tentu pasti.  Sebuah masa transisi dapat dipandang sebagai keadaanseperti harus melewati lubang jarum. Di dalam keadaan yang sulit dan tampaknyaharapan kecil untuk berhasil, panggilan untuk memperoleh kebebasan dankeselamatan terasa amatlah penting. Di situ iman seseorang diuji supaya semakinkuat dan membuatnya mampu bertahan. Pengharapan seseorang juga menjadi lebihkuat karena janji akan pencapaian indah dan luar biasa akan menjadi kenyataan.Inilah ciri khas iman Kristiani, yang bersumber dari jalan salib Yesus Kristus. Salib Tuhan Yesus Kristus pada prinsipnya adalah tandakemenangan. Padanya Tuhan Yesus menetapkan sebuah kehancuran dan kebinasaanyang fana dan duniawi. Namun Tuhan sekaligus menciptakan kemenangan dankehidupan sebagai karunia Ilahi yang tidak akan hancur atau binasa lagi. Semuagambaran yang mengerikan dalam masa transisi, seperti yang dilukiskan dalamInjil sebagai suatu peristiwa penggenapan waktu, adalah kesempatan yang wajibkita hadapi dan lalui di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, di dalamkeadaan terjepit dan sulit, semoga kami selalu menemukan Dikau. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Pinter Politik
Terbaik! Pasukan Baret Biru TNI Siap OTW Gaza

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Nov 24, 2025 6:52


Indonesia siap mengerahkan 20.000 putra-putri terbaiknya untuk membantu menjaga perdamaian di Gaza dan di belahan dunia lainnya. Kalimat itu—dengan nada mantap khas Prabowo Subianto—menggema di Sidang Majelis Umum PBB, akhir September lalu.Sebuah pernyataan yang bukan hanya simbolik, tapi sinyal politik global: bahwa Indonesia, di bawah kepemimpinan baru, siap kembali menegaskan peran geopolitiknya di panggung dunia.Statement ini segera menjadi headline internasional—dan di dalam negeri. Setelahnya, menuai dukungan penuh dari DPR hingga eksis dalam KTT Gaza di Mesir.Lantas, mengapa statement Presiden Prabowo menjadi penting? Serta bagaimana signifikansinya?

METRO TV
Jembatan Lamongan-Bojonegoro Jebol Diterjang Banjir - Headline News Edisi News MetroTV 6781

METRO TV

Play Episode Listen Later Nov 23, 2025 1:16


Sebuah jembatan penghubung antara Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro, Jawa Timur, jebol setelah diterjang banjir akibat hujan deras selama sepekan terakhir. Kerusakan ini mengganggu akses transportasi warga dan distribusi barang. Pemerintah setempat segera melakukan evakuasi dan perbaikan darurat untuk memulihkan konektivitas antar daerah.#Lamongan #Bojonegoro #BanjirJawaTimur #JembatanJebol #HujanDeras #BencanaAlam #BreakingNews #TransportasiTerhenti #BeritaIndonesia #Darurat

METRO TV
Mobil Pelajar di Serang Terbalik Usai Diteriaki Maling dan Mesum - Headline News Edisi News MetroTV 6779

METRO TV

Play Episode Listen Later Nov 21, 2025 2:39


Sebuah mobil yang dikendarai dua pelajar SMA terbalik di Jalan KH Sochari, Serang, Banten, setelah pengemudinya panik karena dikejar warga dan kelompok pelajar lain yang menuduh mereka maling dan berbuat mesum.Menurut polisi, mobil terbalik akibat pengemudi melaju kencang dan membanting setir untuk menghindari kendaraan di depannya. Pihak sekolah membantah keras tuduhan mesum dan menyayangkan fitnah yang memicu kecelakaan tersebut.

Radio Elshinta
Breaking News: Insiden Pesawat Latih di Karawang, 4 Korban Terluka

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Nov 21, 2025 5:45


Sebuah pesawat latih jenis GA8 Airvan dengan registrasi PK-WMP milik Wise Air dilaporkan melakukan pendaratan darurat di kawasan Desa Kerta Waluya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB. Kepala Kantor Basarnas Jawa Barat, Ade Dian Permana, menyebutkan pesawat yang sebelumnya terbang dari STPI mengalami kendala hingga akhirnya mendarat darurat di area persawahan.Dalam insiden tersebut, empat orang dilaporkan terluka, terdiri dari instruktur dan siswa penerbangan yang berada di dalam pesawat. Seluruh korban berhasil dievakuasi dan langsung mendapatkan perawatan medis. Tim Basarnas bersama TNI, Polri, serta relawan setempat turut melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan tidak ada korban lain dan mengamankan area kejadian.Hingga kini, penyebab pasti pendaratan darurat masih dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Sementara itu, otoritas penerbangan mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke lokasi agar proses evakuasi dan investigasi dapat berjalan aman.

Hasrizal
Pendidikan Yang Mengabaikan Sebuah 'Abasa

Hasrizal

Play Episode Listen Later Nov 19, 2025 9:10


“Aduhai, seorang lagi!” keluh seorang guru.Muridnya ramai. Tanggungjawabnya banyak.Hari ini, kelasnya menerima seorang murid berkeperluan khas.Maknanya, kelas akan kacau. Beban kerja bertambah.Mujurlah keluh guru tadi sekadar rengus di dalam hati. Tidak terluah dek lidah, kerana beliau tahu akan tanggungjawabnya. Mudah-mudahan murid tadi dan ibubapanya yang kelihatan cemas itu tidak ternampak dahinya yang berkerut.“Bukankah senang, kalau ajar budak pandai-pandai sahaja!” kata hati guru tadi.Namun Allah ﷻ takdirkan di kelas itu, murid sedia ada sedang mengaji. Ada yang membaca Surah ‘Abasa. Surah menegur. Teguran dari langit menggegar bumi. Menggegar hatinya. Hati seorang guru yang seharusnya tidak lupa kepada teguran Allah kepada mahagurunya, Nabi Muhammad ﷺ.SURAH ‘ABASASurah Abasa sering kita dengar, tetapi jarang kita tekuni dengan penuh kesedaran terhadap konteksnya. Ia bukan sekadar kisah seorang sahabat yang buta. Ia peringatan santun tetapi tegas tentang bagaimana manusia, termasuk seorang pendidik, boleh tersilap memposisikan keutamaan.Teguran ini ditujukan kepada insan paling mulia, Nabi Muhammad ﷺ.Bukan kerana Baginda mengasari Abdullah ibn Umm Maktum RA.Baginda ﷺ tidak mengangkat suara, tidak menghina, dan tidak sekali-kali meremehkan beliau.Namun teguran turun, kerana pada saat itu terdapat satu detik kecil – kerutan kening, gangguan hati – yang dalam timbang tara langit dianggap besar.https://saifulislam.com/pendidikan-yang-mengabaikan-sebuah-abasa/#PendidikanInklusif #tadabbur #inklusif #adhddewasa #ADHDMalaysia

Radio Elshinta
Media “Mingkem”: Mengapa Kritik ke Pemerintah Melemah?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Nov 17, 2025 17:43


Episode ini membahas melemahnya kritik media terhadap pemerintah, merujuk pada pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan analisis pengamat media Surya Aka. Dalam wawancara bersama Radio Elshinta, Surya menguraikan bagaimana tekanan ekonomi, dominasi platform digital global, maraknya buzzer politik, hingga meningkatnya laporan hukum terhadap jurnalis membuat ruang kritik menyempit. Ia juga menyinggung pentingnya keberpihakan pada kode etik serta perlunya dukungan kebijakan agar industri pers kembali kuat. Sebuah perbincangan mendalam tentang tantangan dan masa depan jurnalisme Indonesia.

Misteri Jam 12
MJ12 ORIGINAL EP59: ARWAH ABAH

Misteri Jam 12

Play Episode Listen Later Nov 10, 2025 13:59


Sebuah kisah seorang pendengar tentang gangguan yang dialami arwah ayahnya ketika sedang melawan kanser. Keluarga ini bertemu seorang ustaz yang mendakwa terdapat jin yang dihantar melalui tangkal. Perjalanan mereka ke kampung untuk memusnahkan tangkal itu membuka satu pengalaman paling mengerikan. See omnystudio.com/listener for privacy information.

Teruntuk Kamu
seorang pemalas yang membesar-besarkan sebuah duka

Teruntuk Kamu

Play Episode Listen Later Nov 8, 2025 3:31


diriku pergi tanpa membawa apapun selain duka

Ini Koper
#688 Forest Youthverse : Solusi Ajaib ala Kaum Muda

Ini Koper

Play Episode Listen Later Nov 7, 2025 9:11


Selamat Jumpa, pada podkes INIKOPER.  Saya, Dani Wahyu Munggoro dari Inspirasi Tanpa Batas.  Pada edisi kali ini, podkes yang didedikasikan untuk menginspirasi komunitas perubahan akan berbagi sebuah materi. Kali ini kita akan mendengarkan alur belajar atau learning path dalam program Forest Youthverse.  Sebuah inisiatif besutan dari Pusat Generasi Pelestari Hutan atau Pusgenri, Kementerian Kehutanan.  Program ini akan menjangkau ratusan kaum muda di sekitar Medan, Bandung dan Makassar.  Mereka ditantang untuk membuat inovasi nyata memecahkan masalah yang dihadapi Kawasan dengan Tujuan Khusus di tiga kota itu. Apa saja materi praktisnya, silakan menyimak edisi kali ini. 

Ini Koper
#692 Symbiotic Planet : Kehidupan Dibangun oleh Kerjasama, Kolaborasi dan Persekutuan

Ini Koper

Play Episode Listen Later Nov 7, 2025 9:16


Evolusi sering disalahpahami. Kita membayangkannya sebagai perang. Yang kuat memangsa yang lemah. Tapi Lynn Margulis, dalam Symbiotic Planet, menawarkan sebuah catatan baru: bahwa kehidupan justru dibangun oleh kerja sama, oleh persekutuan yang tak terduga. Pandangan Darwin tak sepenuhnya salah. Tapi ia juga tak lengkap. Ada yang luput dari catatannya. Margulis berkeras bahwa kebaruan terbesar dalam evolusi—lompatan-lompatan besar—bukan datang dari kompetisi, melainkan dari penggabungan intim yang kita sebut simbiosis. Simbiosis adalah kehidupan bersama. Makhluk berbeda spesies bersentuhan. Mereka tinggal dalam kontak fisik. Ini bukan anomali yang ganjil atau cerita minor, melainkan sebuah aturan dasar yang mengatur tatanan biologis di mana-mana. Kita melihat pohon di hutan. Kita melihat akar di tanah. Kita tak melihat jamurnya. Padahal, ratusan jamur mikoriza memeluk akar itu, sebuah kemitraan kuno yang memungkinkan pohon itu hidup, persis seperti bakteri di usus kita. Kontak fisik ini bisa menjadi abadi. Dua makhluk melebur menjadi satu. Sebuah spesies baru lahir. Proses inilah yang disebut simbiogenesis: penciptaan kebaruan, bukan melalui mutasi acak, melainkan melalui akuisisi seluruh genom dari makhluk lain. Margulis memulai dengan keraguan. Dogma biologi terasa kaku. Fokus hanya pada inti sel (nukleus). Ia justru terusik oleh apa yang ada di luar inti, oleh genetika sitoplasma yang dianggap "tidak jelas" oleh rekan-rekannya. Genetika itu ada di mitokondria. Ia juga ada di kloroplas. Mereka punya DNA sendiri. Bagi Margulis, ini bukan "ketidakjelasan", melainkan jejak sejarah—tanda bahwa organel-organel itu dulunya adalah bakteri merdeka. Teori ini disebut Endosimbiosis Serial. Sel-sel kompleks kita adalah komunitas. Mereka adalah mosaik kuno. Sel eukariotik yang membangun tubuh kita berevolusi dari serangkaian penggabungan permanen antara berbagai jenis bakteri. Penggabungan ini terjadi bertahap. Itulah mengapa disebut "serial". Ada urutan dalam sejarah ini. Setiap langkah adalah sebuah peristiwa simbiotik yang menambahkan kemampuan baru pada sel inang, membangun kompleksitas lapis demi lapis. Nenek moyang kita menelan bakteri. Bakteri ini pandai bernapas oksigen. Ia tidak dicerna. Bakteri itu justru tinggal secara permanen, berevolusi menjadi mitokondria, "pembangkit tenaga" yang kini mendesah di setiap sel kita. Kita bernapas dengan paru-paru. Tapi sel kita bernapas dengan mitokondria. Mitokondria adalah "yang lain". Fakta bahwa DNA mitokondria lebih mirip bakteri daripada DNA inti sel kita adalah bukti tak terbantahkan dari asal-usul simbiotik ini. Sejarah berulang kembali. Sel beroksigen itu menelan lagi. Kali ini, bakteri fotosintetik. Bakteri biru-hijau (sianobakteri) ini kemudian menjadi kloroplas, organel yang mengubah cahaya matahari menjadi kehidupan bagi semua alga dan tumbuhan. Ada satu langkah lagi. Ini langkah paling radikal. Ini tentang gerakan kita. Margulis berspekulasi bahwa undulipodia—ekor sperma dan silia—berevolusi dari bakteri perenang lincah yang disebut spirochete. Bakteri itu melekat. Ia menjadi cambuk sel. Ia menggerakkan inangnya. Meski buktinya masih samar, bagi Margulis, gerakan kita—bahkan mungkin pikiran kita yang bergantung pada mikrotubulus—adalah warisan dari spirochete purba itu. Sistem klasifikasi kita buta. Kita hanya mengenal Tumbuhan dan Hewan. Ini adalah dikotomi yang salah. Pandangan kaku ini mengaburkan fakta bahwa pemisahan terbesar dalam hidup adalah antara bakteri (Prokariota) dan kita (Eukariota). Margulis mengusung Lima Kerajaan. Bakteri, Protista, Jamur, Tumbuhan, Hewan. Protista adalah kuncinya. Dari rahim Protista—eukariota bersel satu yang beragam—lahirlah tiga kerajaan kompleks lainnya, termasuk kita, hewan. Seks juga punya cerita simbiotik. Ia dimulai dalam stres. Mungkin kelaparan. Margulis menduga seks eukariotik lahir dari "kanibalisme yang gagal", ketika satu protista mencoba memakan yang lain namun akhirnya bergabung. Bakteri pada dasarnya abadi. Mereka membelah diri. Kita tidak. Kematian yang terprogram—keharusan untuk menua dan mati—adalah harga yang kita bayar untuk kompleksitas yang lahir dari seks. Simbiosis tak berhenti di sel. Ia meluas ke seluruh planet. Ini adalah hipotesis Gaia. Bersama James Lovelock, Margulis melihat Bumi sebagai sistem tunggal yang diatur oleh kehidupan, di mana atmosfer dan iklim adalah produk dari metabolisme kolektif. Jadi, siapa kita? Kita bukan individu berdaulat. Kita adalah koloni. Pada akhirnya, Symbiotic Planet adalah sebuah pengingat bahwa kita adalah mosaik berjalan, sebuah komunitas kuno, yang hidup di dalam planet yang juga merupakan komunitas raksasa.

Ini Koper
#686 Apa itu Komunitas (dalam Ekosistem Perubahan Sosial)

Ini Koper

Play Episode Listen Later Nov 6, 2025 8:11


Refleksi sering lahir dari 'gangguan'. Sebuah pemikiran yang mengusik di tengah rutinitas. Esai ini berangkat dari sebuah obrolan sore di kedai kopi, ketika sebuah coretan sederhana menghentikan diskusi kami tentang Pasar Kolaboraya. Coretan itu memantik dua pertanyaan fundamental yang, meski tampak sederhana, ternyata membongkar seluruh asumsi kami. Apa sebetulnya 'komunitas' itu? Dan, lebih jauh, 'ekosistem' ideal seperti apa yang kita cita-citakan bersama? Pertanyaan tersebut tidak bisa kami jawab dengan mudah. Ia memaksa kami berefleksi mendalam. Kesepakatan awal kami—bahwa komunitas adalah 'node-node' dalam sebuah ekosistem—ternyata membuka konsekuensi-konsekuensi lain yang jauh lebih rumit dan menantang.

AWR Indonesian - Daily Devotional
SEBUAH BUKU YANG PENUH BERKAT

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Nov 4, 2025 7:15


Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

AWR in Indonesian - Renungan Harian
SEBUAH BUKU YANG PENUH BERKAT

AWR in Indonesian - Renungan Harian

Play Episode Listen Later Nov 4, 2025 7:15


Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

AWR Indonesian - Daily Devotional
SEBUAH BUKU YANG PENUH BERKAT

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Nov 3, 2025 7:10


Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 3 November 2025 - Rendah hati dan menghargai sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Nov 2, 2025 3:38


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 3 November 2025Bacaan: "Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Lukas 14:11)Renungan: Di sebuah padang yang hijau hiduplah bermacam-macam makhluk hidup. Tanaman dan binatang-binatang tinggal juga di situ. Sebuah pohon ara bersikap sombong karena menganggap diri lebih berguna daripada bunga bakung yang ada di bawahnya. "Apa yang bisa dihasilkan dari sekuntum bunga padang seperti dirimu? Tidak ada yang menghargaimul" ejeknya. Bunga bakung merasa sedih karena keberadaan dirinya. Hingga suatu hari seorang pria muda berbaju putih diikuti beberapa orang berhenti di sebelahnya dan berkata sambil menunjuk kepadanya: "Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, namun aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya tidak berpakaian seindah salah satu bunga itu." Ucapan orang itu begitu berpengaruh baginya. Ia merasa begitu berharga. Tetapi pohon ara tidak pernah jemu mengolok-oloknya. Waktu terus berjalan. Suatu hari laki-laki itu kembali berjalan ke arah pohon ara yang tidak menghasilkan buah sambil berkata: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya." Dan seketika itu keringlah pohon ara itu. Meskipun kita memiliki kekurangan, tetapi kita tidak boleh minder dan rendah diri. Tuhan menghargai kita siapapun dan bagaimanapun kita. Sebaliknya, jika kita memiliki kelebihan, belajarlah rendah hati, karena barangsiapa merendahkan diri dia akan ditinggikan. Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan. Tuhan Yesus memberkati,Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk menghargai setiap pribadi yang ada di sekitarku, sehingga mereka boleh tersapa dengan kerendahan hatiku. Yesus jadikan hatiku seperti hati-Mu. Amin. (Dod).

SPESIAL DIALOG CLASSY FM
Bebas Pusing: Story That Sells, Cara Mengubah Satu Pitch Biasa Jadi Sebuah Cerita Magnetis yang Membuat Audiens Percaya

SPESIAL DIALOG CLASSY FM

Play Episode Listen Later Oct 29, 2025 48:43


Classy People, pernah ada ide keren tapi bingung gimana cara menyampaikannya biar langsung “klik” di hati audiens? Nah, ternyata rahasianya ada di cara penyampaian cerita. Yuk, belajar bareng di Bebas Pusing: Belajar Bareng Seru Public Speaking bareng Coach Andahayani Joseph, Certified Public Speaking Trainer , di episode Story That Sells: Cara mengubah satu pitch biasa jadi sebuah cerita magnetis only on Classy FM!

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Buku Harian yang Telah Lama Hilang – Perang Dunia II

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Oct 21, 2025 5:07


Sebuah buku harian veteran perang Tiongkok yang telah lama hilang telah ditemukan, merinci keterlibatan Tiongkok dalam D-Day. Penemuan ini sungguh menakjubkan.

Keluar Sekejap
EP173 | Pengalaman ZRA Ke Palestin, Pelan Damai Trump, Belanjawan 2026

Keluar Sekejap

Play Episode Listen Later Oct 14, 2025 111:44


Audio Siar Keluar Sekejap Episod 173 yang menampilkan Zainal Rashid Ahmad (ZRA) telah membincangkan pengalaman beliau ke Palestin pada 2005, 2008 dan baru-baru ini setelah menyertai Global Sumud Flotilla (GSF) — misi kemanusiaan antarabangsa membawa bantuan ke Gaza melalui laut. Keluar Sekejap turut membincangkan tentang perjanjian gencatan senjata dan pelan damai Trump, serta masa depan Palestin.Keluar Sekejap juga berkesempatan mengulas belanjawan 2026 yang telah dibentangkan oleh Datuk Seri Anwar Ibrahim, Perdana Menteri merangkap Menteri Kewangan pada 10 Oktober, Jumaat lalu.Larian Keluarga Malaysia 2025 kembali diadakan pada 15 November 2025 (Sabtu) di Padang Merbok, Kuala Lumpur dengan tema ‘Berlari sambil menyumbang'. Terdapat tiga kategori yang anda boleh sertai iaitu 3KM, 5KM & 10KM dengan diskaun 20 peratus untuk pendengar setia KS (kod – KSLKM20). Tarikh tutup pendaftaran pada 30 Oktober 2025. Banyak juga hadiah cabutan bertuah disediakan seperti Sebuah Perodua Axia tajaan Hajoon Sdn Bhd, Sebuah motosikal Honda RS-X tajaan Perodua serta Sebuah skuter elektrik, Felo M One tajaan Good Buy E Vehicles Sdn Bhd! Berikut merupakan pautan https://budget2026.agmoai.com/ yang SH sebut mengenai podcast AI yang diperibadikan khas untuk anda untuk Belanjawan 2026 . Pilih persona anda — pelajar, pemilik perniagaan, pekerja, penjawat awam, pesara, pekerja gig, petani, suri rumah — atau cipta sendiri ringkasan audio Belanjawan 2026 yang sesuai dengan kehidupan anda.Ingin jenama anda dikenali oleh ribuan pendengar?Taja episod Keluar Sekejap 2025!Hubungi +6011-1919 1783 atau emel commercial@ksmedia.myTIMESTAMP EP17300:00 Intro5:30 HSN 10:00 Belanjawan 202642:56 Pengalaman ZRA ke Palestin 2005, 2008 & GSF52:34 Mood Masyarakat Barat 55:16 Permainan Elit Politik Barat atau Gerakan Kebangkitan Rakyat?1:02:59 Kritikan terhadap GSF1:14:13 Sambutan ke Trump di Malaysia1:17:11 Two-state solution 1:23:34 Bentuk Negara Palestin Yang Realistik & Pelan Damai Trump1:46:43 Palestin Merdeka

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 21 September 2025 - Tanda titik dari Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 20, 2025 4:08


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 September 2025Bacaan: "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13)Renungan: Sejak Musa membunuh orang Mesir yang menganiaya seorang laki-laki sebangsanya, ia melarikan diri ke Midian. Impiannya untuk membela dan membebaskan bangsanya dari perbudakan orang Mesir terkubur sudah. Tetapi meskipun harapan untuk membebaskan bangsanya sudah terkubur, ternyata Tuhan masih mempunyai urusan dengan Musa. Tuhan mau memakai Musa untuk membawa bangsanya keluar dari Mesir. Pertolongan Tuhan membuat Musa yang merasa tidak mampu, menjadi orang hebat yang dapat mengerjakan perkara yang besar. Kerinduan untuk menyelamatkan bangsanya menjadi kenyataan. Sebuah kata-kata bijak mengatakan, "Jangan membubuhkan tanda titik, di mana Tuhan masih membutuhkan tanda koma." Sejarah hidup Musa mengajarkan kepada kita agar jangan pernah menyerah dan berhenti pada satu titik di mana kita merasa tidak mampu berbuat sesuatu. Ketika kita mempercayakan hidup ini kepada Tuhan, maka Ia yang akan merendanya menjadi karya yang indah di pemandangan mata-Nya. Kemustahilan akan terhalau jika tangan Tuhan yang bekerja. Jika keadaan kita saat ini seolah tidak bersahabat dan kita seolah tergilas, jangan menyerah dulu. Mungkin saja Tuhan belum selesai bekerja dan Ia masih membutuhkan tanda koma dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku percaya bahwa rencana-Mu indah bagi hidupku. Bekerjalah secara bebas dalam hidupku dan bentuklah aku seturut kehendak Mu. Aku percaya bahwa kehendak-Mu adalah yang terbaik bagi hidupku. Engkau yang telah memulai kehidupanku, maka kuserahkan penyelesaiannya ke dalam rencana dan karya-Mu. Kuatkanlah dan yakinkanlah aku bahwa bersama Engkau aku dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh pengharapan. Amin. (Dod).

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 6 September 2025 – Luk. 6:1-5 : Ah sebuah pagi yang pahit…

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Sep 5, 2025


Pembawa Renungan : RP. Rudi Rahkito Jati, OMI Dangkan Silat – Kalimantan Barat Luk. 6:1-5

sebuah pagi fresh juice
Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 28 Agustus 2025 - Menyimpan yang baik, melepaskan yang buruk

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 27, 2025 6:20


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Agustus 2025Bacaan: "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13)Renungan Ada seseorang yang mempunyal dua Kantong. Pada kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tetapi pada kantong yang lain tidak ada lubangnya. Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti kata-kata makian, sindiran, gosip dan kata-kata kotor dituliskannya di sebuah kertas, digulung kecil. kemudian dimasukkan ke dalam kantong yang berlubang. Tetapi semua yang indah, semua yang benar, semua yang menyukakan hati dan bermanfaat dituliskan di sebuah kertas kemudian dimasukkan ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya. Pada malam hari, la mengeluarkan semua yang ada di dalam kantong tak berlubang, membacanya dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian la merogoh kantong yang berlubang, tetapi tidak menemukan sesuatu. Maka lapun tertawa bahagia dan tetap bersukacita karena dari kantong tersebut tidak ada sesuatu yang merusak hati dan jiwanya. Memelihara pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati, hanya akan membuat kita tidak bisa menikmati kebahagiaan hidup. Jiwa menjadi tertekan dan tidak ada gairah menjalani kehidupan. Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa sikap hati yang tidak benar seperti sakit hati, iri hati dan kemarahan merupakan penyebab kematian yang cukup serius. Hati yang menyimpan luka juga dapat menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit seperti kanker hati, kanker payudara, mag, migrain, kanker paru-paru dan sebagainya. Sebab itu, janganlah menyimpan apa yang tidak baik dalam kantong hati dan hidup kita. Namun sayang sekali, banyak di antara kita yang melakukannya dengan terbalik, menaruh semua yang baik di kantong berlubang dan menyimpan semua yang jelek di kantong tak berlubang. Setiap hari kita pasti mengalami kejadian yang menggembirakan walau sedikit. Simpanlah itu semua di kantong tak berlubang. Semuanya ini akan menggembirakan kita. Sebaliknya abaikan dan jangan pedulikan perlakuan yang kasar, ketidakadilan, penolakan, kata-kata kotor dan kasar. Masukkan semuanya itu ke kantong berlubang. Kalau kita bisa melakukannya, maka akan banyak orang diberkati melalui kesaksian hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk menyimpan semua yang baik, yang pernah kuterima dari siapapun juga walau hanya seulas senyuman. Dan mampukan aku untuk membuang semua kebencian, dendam, iri hati yang berlebihan agar hatiku tetap penuh sukacita. Jangan biarkan iblis mencuri damai sejahtera-Mu dari dalam hatiku. Siram hatiku dengan Darah-Mu, sehingga menjadi benteng pertahanan dari segala hal-hal yang tidak baik yang kujumpai setiap hari. Amin. (Dod)

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Dampak Penggunaan Sosial Media pada Otak Anda

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Aug 25, 2025 3:52


Sebuah penemuan baru mengatakan bahwa penggunaan Sosial Media dapat menyebabkan penurunan aktivitas otak yang penting dalam hitungan menit.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Hepatitis: Peringatan bagi Komunitas migran dampak dari pembunuh diam-diam ini

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jul 31, 2025 4:48


Sebuah laporan baru mengungkapkan jumlah yang besar anggota komunitas migran yang terdampak hepatitis.