POPULARITY
Hai Cablaka mania apa kabar ? Episode ini saya menceritakan persiapan saya setelah mentas menuju petualangan ke hutan Go Follow @blakasutapodcast On Instagram & Spotify Yuk Sawer yuk https://saweria.co/blakasutapodcast Apa pendapat anda tentang episode ini? https://open.firstory.me/user/clifsalru035001v75wx8gvwn/comments Powered by Firstory Hosting
Kebakaran hutan hebat melanda wilayah Tomsk, Rusia, dan mengakibatkan sedikitnya 16 rumah warga di sebuah desa hangus terbakar hanya dalam waktu singkat. Kobaran api yang dipicu oleh hembusan angin kencang tersebut merambat dengan sangat cepat hingga melahap seluruh bangunan hanya dalam durasi dua jam. Berdasarkan keterangan saksi mata, sejumlah warga terpaksa melompat keluar melalui jendela rumah mereka demi menyelamatkan diri saat api mulai mengepung area pemukiman. Meskipun kerugian material cukup besar, Kementerian Darurat Rusia pada Senin waktu setempat memastikan bahwa tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah ini, sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti munculnya titik api tersebut.
Kebakaran hutan melanda beberapa wilayah di Jepang, khususnya Prefektur Iwate, Ehime, dan Okayama, menghanguskan ratusan hingga ribuan hektar lahan sejak akhir Februari hingga April 2026.
Mas gondrong menceritakan pengalamannya saat pra acara event trabas di rembang, saat survei jalur ia sempat terpisah dari rombongannya, itulah awal mula ia mengalami banyak kejanggalan hingga panitia menyuruhkan untuk tidak speak up terlebih dahulu sebelum event selesai. Kira - kira ada apa ya yang dialami mas gondrong dan Pak G?Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2026, Lentera Malam
Kebakaran hebat melanda hutan di wilayah tenggara Amerika Serikat dengan intensitas yang terus meningkat pada Rabu waktu setempat.
Hutan hujan tropis, khususnya wilayah Amazon, merupakan laboratorium biologi raksasa yang menyimpan potensi tak terbatas dalam dunia medis, terutama sebagai sumber agen anti-kanker yang revolusioner. Berbeda dengan pendekatan kimiawi murni, tanaman hutan hujan seperti Graviola, Mullaca, dan Espinheira Santa mengandung ratusan fitokimia kompleks yang bekerja secara sinergis dalam menyerang sel kanker tanpa merusak sel sehat di sekitarnya. Keunggulan utama dari perspektif ilmiah adalah adanya senyawa spesifik seperti acetogenins yang mampu melumpuhkan produksi energi (ATP) pada sel kanker dan mematikan mekanisme resistensi obat (MDR). Hal ini menjadikan tanaman tropis bukan sekadar pengobatan alternatif tradisional, melainkan sumber daya biologis yang memiliki bukti empiris kuat dalam menghambat pertumbuhan tumor secara selektif. Secara praktis, penggunaan tanaman ini menuntut ketelitian tinggi dalam hal pemilihan produk, metode ekstraksi, dan dosis yang tepat agar manfaat terapeutiknya maksimal. Panduan medis menekankan bahwa efektivitas tanaman herbal sangat bergantung pada kualitas bahan baku; tanaman yang tumbuh liar di habitat aslinya cenderung memiliki potensi aktif yang lebih tinggi dibandingkan hasil budidaya massal. Pasien harus memahami bahwa setiap bentuk sediaan, baik itu teh, kapsul ekstrak, maupun tinktur, memiliki daya serap yang berbeda dalam tubuh. Oleh karena itu, penerapan praktisnya harus dilakukan melalui siklus penggunaan yang terukur untuk menjaga fungsi organ vital seperti hati dan ginjal, serta menghindari interaksi negatif dengan pengobatan konvensional yang mungkin sedang dijalani. Ke depannya, integrasi antara kearifan lokal etnobotani dan metodologi kedokteran modern menjadi kunci utama dalam memenangkan pertempuran melawan kanker. Harapan besar terletak pada penggunaan terapi komplementer ini sebagai pendukung kemoterapi untuk meminimalisir efek samping toksik sekaligus memperkuat sistem imun tubuh melalui peran imunomodulator dari tanaman seperti Bitter Melon atau Vassourinha. Namun, keberlanjutan pasokan obat alami ini sangat bergantung pada upaya pelestarian ekosistem hutan hujan yang kini kian terancam. Dengan menghormati alam dan menerapkan sains secara etis, manusia dapat memanfaatkan "apotek hijau" ini sebagai solusi kesehatan yang berkelanjutan dan lebih manusiawi bagi para penyintas kanker di seluruh dunia.
Limbah kaca atau Glass Waste merupakan material kaca yang sudah tidak terpakai, pecah, atau menjadi sisa produksi yang dibuang karena tidak lagi memiliki nilai guna bagi pemiliknya. Secara teknis, kaca adalah material anorganik padat yang dibuat melalui proses peleburan campuran pasir silika, soda abu, dan batu kapur pada suhu yang sangat tinggi. Karakteristik utama limbah ini adalah sifatnya yang non-biodegradable, artinya kaca tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme di alam meskipun terkubur selama ribuan tahun. Limbah kaca yang tidak dikelola dengan benar menyimpan risiko fisik yang signifikan terhadap keselamatan manusia dan hewan di lingkungan sekitar. Bahaya paling nyata berasal dari sifat mekanisnya; pecahan kaca memiliki tepian yang sangat tajam dan tidak mudah tumpul meskipun terpapar cuaca dalam waktu lama. Di area permukiman atau fasilitas umum, pecahan botol, cermin, atau kaca jendela yang berserakan dapat menyebabkan luka sayat dalam, laserasi, hingga pendarahan hebat bagi pejalan kaki atau petugas kebersihan yang tidak menggunakan alat pelindung diri yang memadai. Selain itu, limbah kaca yang menumpuk di lahan terbuka dapat bertindak sebagai lensa sferis. Melalui efek teodolit atau konsentrasi cahaya matahari, serpihan kaca bening dapat memfokuskan panas ke titik tertentu pada material mudah terbakar seperti daun kering atau plastik, yang berpotensi memicu kebakaran hutan atau lahan secara spontan di musim kemarau. Dari perspektif kesehatan masyarakat dan ekosistem, limbah kaca menimbulkan ancaman jangka panjang yang bersifat tidak langsung namun berbahaya. Karena sifatnya yang anorganik dan tidak dapat terurai (non-biodegradable), botol atau wadah kaca yang terbuang di selokan atau lahan kosong seringkali memerangkap air hujan, menciptakan genangan air statis yang menjadi sarang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak, sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit demam berdarah (DBD) yang cepat menular.
Malaysia is one of the world's megadiverse countries, and for decades, it has held itself to a global commitment to maintain at least 50 percent forest cover. But as pressure on land continues to grow, and new independent data points to large areas of forest already earmarked for conversion, questions are being raised about whether that promise is still being upheld in practice. Now, a group of six young Malaysians has taken the issue to court, in what is believed to be the country's first climate-focused lawsuit of its kind, challenging not just environmental policy, but the responsibilities of government to its people. Joining us to unpack what the “Mana Hutan Kami” lawsuit and case is about, and what it could mean going forward, are lawyer Lim Wei Jiet, the legal counsel for the applicants, and Abe Lim, a climate governance advocate and one of the applicants in the case.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri dan memberikan arahannya dalam penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI di Kejaksaan Agung RI.
Simak pembahasannya bersama:1. Pakar Komunikasi Politik/Founder Go Go Bangun negeri, Dr. Emrus Sihombing2. Pegiat Antikorupsi Lembaga koordinasi pemberantasan korupsi (LKPK ) - Bejo Suhendro,
Dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional, Bincang Hutan mengangkat peran penting ekonomi hutan, bagaimana hutan tidak hanya dijaga, tetapi juga dikelola sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan. Hutan bukan sekadar hamparan hijau, melainkan penopang kehidupan, penyerap karbon, rumah keanekaragaman hayati, sekaligus sumber ekonomi bagi jutaan orang. Namun, tekanan kebutuhan ekonomi sering mendorong eksploitasi hutan dan pembukaan lahan, menjadikan keberlanjutan sebagai tantangan nyata. Di sinilah pentingnya menggeser cara pandang: dari eksploitasi menuju pengelolaan hutan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ekonomi hijau, hutan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang tetap menjaga fungsi ekologisnya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lalu, bagaimana praktik ekonomi hutan berkelanjutan dapat diwujudkan di lapangan? Simak perbincangan inspiratif Bincang Hutan bersama Beria Leimona dan Erlangga.
Perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menandai era baru dalam tata kelola sumber daya alam Indonesia yang lebih adaptif terhadap dinamika hukum dan mandat konstitusi. Langkah fundamental dalam rancangan undang-undang ini adalah reposisi Hutan Adat yang kini secara tegas diakui sebagai bagian dari Hutan Hak, bukan lagi sekadar Hutan Negara. Perubahan status ini merupakan tindakan korektif yang signifikan untuk menjalankan mandat Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/2012 yang selama ini belum sepenuhnya terimplementasi. Dengan menggeser paradigma dari pengelolaan yang bersifat negara-sentris menuju pengakuan kedaulatan masyarakat hukum adat, RUU ini meletakkan fondasi kuat bagi terwujudnya keadilan agraria dan kepastian hukum bagi masyarakat yang telah menjaga hutan secara turun-temurun. Secara teknis dan ekologis, RUU ini menyinergikan kemajuan teknologi digital dengan agenda mitigasi perubahan iklim global melalui integrasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) ke dalam sistem inventarisasi hutan nasional. Penambahan asas-asas baru seperti ekoregion, kearifan lokal, dan partisipasi publik menunjukkan upaya sistemis untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan pemulihan ekosistem. Inovasi kebijakan yang memungkinkan rehabilitasi dilakukan di seluruh kawasan hutan, termasuk perluasan fungsi konservasi pada hutan produksi dan lindung, memberikan ruang bagi konektivitas lanskap yang lebih luas. Namun, integrasi data yang akurat melalui sistem informasi berbasis digital menjadi syarat mutlak agar potensi ekonomi karbon dan keanekaragaman hayati Indonesia dapat divalidasi secara transparan di mata dunia. Terlepas dari berbagai kemajuan tersebut, keberhasilan implementasi undang-undang ini sangat bergantung pada penyelesaian hambatan birokrasi di tingkat daerah, terutama terkait mekanisme penetapan masyarakat adat yang masih bergantung pada Peraturan Daerah. Analisis multidisiplin menunjukkan adanya risiko "bottleneck" hukum jika proses pengakuan hak tidak disederhanakan melalui kebijakan yang lebih progresif dan sinkron dengan kebijakan satu peta nasional. Oleh karena itu, rekomendasi strategis ke depan harus memastikan bahwa transformasi hukum ini diikuti dengan pembagian manfaat yang adil, perlindungan terhadap hak-hak sipil dalam gugatan lingkungan, serta pengawasan ketat terhadap aktivitas rehabilitasi di zona inti. Hanya dengan integrasi antara kepastian hukum, transparansi data, dan keadilan sosial, hutan Indonesia dapat dikelola secara berkelanjutan sebagai paru-paru dunia sekaligus pilar kesejahteraan rakyat.
KEBUMEN – Malam di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, biasanya sunyi. Namun di bulan puasa ini, suasana berbeda tampak di jalan penghubung Dukuh Lawangawu menuju Dukuh Beji. Sorot lampu menerangi hamparan tanah, suara mesin molen berputar memecah kesunyian, dan langkah-langkah warga berpadu dengan personel TNI dalam satu irama kerja. Senin (2/3/2026).
Hutan adat merupakan entitas yang telah eksis jauh sebelum fondasi negara ini berdiri, di mana masyarakat, pepohonan, dan memori leluhur menyatu dalam satu kesatuan organik. Namun, realitas historis ini sering kali terbentur oleh tembok birokrasi yang kaku segera setelah negara hadir dengan instrumen hukumnya. Keganjilan ini muncul ketika hubungan spiritual yang mendalam antara masyarakat adat dan tanahnya justru dianggap tidak sah sebelum mendapatkan stempel resmi, sebuah proses yang sering kali mengubah pengakuan hak menjadi labirin administrasi yang melelahkan dan penuh hambatan. Kegagalan utama dalam proses pengakuan ini terletak pada ketergantungan birokrasi terhadap "data dingin" seperti koordinat GPS dan peta satelit, yang sering kali mengabaikan "data hangat" atau dimensi emosional dan spiritual yang dimiliki masyarakat. Desain kebijakan yang ada saat ini terlalu rumit dan penuh dengan gesekan, menuntut petani di pelosok untuk memiliki kecakapan hukum layaknya konsultan profesional hanya untuk membuktikan identitas mereka. Akibatnya, hutan adat yang seharusnya menjadi sistem yang mengatur dirinya sendiri justru dipaksa masuk ke dalam skema kontrol mekanistik yang kaku, yang pada akhirnya sering memicu konflik agraria daripada memberikan perlindungan nyata. Secara moral, terdapat ketidakadilan yang mencolok ketika izin bagi korporasi besar dapat diterbitkan dengan cepat, sementara hak masyarakat adat atas tanah leluhurnya tertahan oleh syarat administrasi yang tidak masuk akal. Di tengah ancaman krisis iklim, negara seharusnya melihat masyarakat adat sebagai aset dan penjaga gawang oksigen dunia, bukan sebagai penghambat investasi atau ancaman keamanan. Mempermudah pengakuan hutan adat bukan sekadar soal teknis administrasi, melainkan soal keberanian politik untuk jujur bahwa cara-cara lama yang birokratis telah gagal menjaga kelestarian hutan sekaligus keadilan sosial bagi rakyatnya.
Sebuah pesawat ambulans udara jenis Beechcraft C90 jatuh di hutan lebat wilayah timur India, menyebabkan tujuh orang di dalamnya tewas. Pesawat tersebut dalam perjalanan dari Ranchi, Jharkhand menuju New Delhi, membawa pasien luka bakar kritis untuk perawatan medis lanjutan. Otoritas penerbangan menduga pesawat kehilangan kendali akibat turbulensi dan cuaca buruk. Tim investigasi diterjunkan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.
Selama berabad-abad, rumus ekonomi dunia itu sederhana tapi merusak: jika ingin ekonomi panas membara, cerobong asap juga harus mengepul hitam. Pertumbuhan ekonomi selalu dibayar dengan pemanasan global. Namun, paradigma usang itu kini sedang dibalik total. Mendinginkan bumi bukan lagi beban biaya, melainkan peluang bisnis raksasa. Inilah era di mana "hijau" bukan sekadar warna daun, tapi warna uang dolar yang mengalir deras ke kantong mereka yang peduli lingkungan. Mekanismenya ada pada transformasi nilai. Hutan yang dulu hanya bernilai saat ditebang menjadi kayu, kini justru bernilai mahal saat dibiarkan berdiri tegak menyerap karbon. Teknologi yang dulu mahal seperti panel surya dan mobil listrik, kini menjadi primadona pasar saham. Melalui perdagangan karbon, perusahaan yang berhasil menurunkan suhu bumi mendapatkan insentif finansial yang nyata. Mereka "menjual" dinginnya bumi kepada industri yang masih "panas", menciptakan siklus ekonomi baru yang saling menguntungkan. Indonesia berdiri di garis depan peluang ini. Kita punya modal alam yang dicari seluruh dunia: hutan tropis, mangrove, dan lahan gambut. Jika kita cerdas mengelolanya, kita tidak perlu memilih antara lingkungan atau kemajuan. Kita bisa mendapatkan keduanya. Dengan regulasi yang tepat dan teknologi yang mumpuni, kita bisa menjadi super power baru. Mendinginkan suhu bumi untuk anak cucu, sambil menghangatkan mesin ekonomi rakyat hari ini.
Polisi bersama masyarakat Desa Koto Baru, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, berhasil menangkap dua pelaku pembalakan liar di kawasan suaka margasatwa. Mereka ditemukan tengah melakukan penebangan pohon di hutan konservasi. Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk mesin pemotong dan kayu olahan. Kasus ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan aparat penting untuk melindungi lingkungan dan ekosistem.
Australia's hot, dry climate and unique landscapes make it one of the most bushfire-prone countries in the world. As climate change drives higher temperatures and drier conditions, we can expect more frequent and more intense bushfires in the future. But once the fire is out, how do you return home safely, find support, and look after yourself? - Iklim Australia yang panas, kering, dan bentang alam yang unik menjadikannya salah satu negara yang paling rawan kebakaran hutan di dunia. Karena perubahan iklim mendorong suhu yang lebih tinggi dan kondisi yang lebih kering, kita dapat mengharapkan kebakaran hutan yang lebih sering dan lebih intens di masa depan. Tapi begitu api padam, bagaimana Anda kembali ke rumah dengan selamat, mencari dukungan, dan menjaga diri sendiri?
Pemerintah resmi menerbitkan PP Nomor 45 Tahun 2025 yang mengatur sanksi administratif dan PNBP, termasuk penertiban kawasan hutan yang berdampak langsung pada industri kelapa sawit. Kebijakan ini memantik perdebatan, terutama soal besaran denda yang dinilai berpotensi menekan perusahaan, investasi, hingga tenaga kerja. Bersama ahli hukum kehutanan dan pengamat kebijakan agraria Universitas Al Azhar Jakarta, Dr. Sadino, SH, MH, kita kupas tuntas implikasi hukum, ekonomi, dan masa depan sektor sawit nasional.
Andi merantau ke kota Kalimantan, tanpa mengetahui bahwa ia akan mengalami kejadian kelam. Dari gaji yang tak pernah sesuai, konflik antarpekerja, hingga keputusan nekat meninggalkan pabrik kelapa sawit. Semua berujung pada peristiwa yang memakan korban jiwa.Sebenarnya apa yang terjadi sepanjang perjalanan kabur itu, dan siapa sosok yang mereka temui di dalam hutan?Saksikan kisah lengkapnya!Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2025, Lentera Malam
Kebakaran hutan di Argentina terus meluas, dengan sekitar 30.000 hektar lahan terbakar. Petugas pemadam dan relawan berjuang keras untuk menahan api dan mencegah kerusakan lingkungan lebih luas.
MetroTV, Kebakaran hutan besar melanda wilayah tengah dan selatan Chili, mengakibatkan sedikitnya 19 orang tewas dan sekitar 50 ribu warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Api yang melahap lahan luas ini menyebabkan kerusakan besar, mengancam kehidupan dan properti di daerah yang terdampak. Pihak berwenang terus berupaya memadamkan api, sementara penduduk yang terdampak berjuang untuk mendapatkan tempat aman. Kebakaran ini menjadi salah satu bencana alam terparah yang melanda negara tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
#DiskusiInteraktif Satgas PKH serahkan uang denda dari pelanggaran kawasan hutan Rp6,6 Triliun ke negara, Apa dampaknya terhadap penertiban kawasan hutan?[TALK] Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan&Pengamat Lingkungan Hidup Univ. Sumatera Utara Jaya, Arjuna
Rencana pemerintah untuk menetapkan status Hutan Adat seluas ±1,47 juta hektar pada periode 2025–2029 merupakan langkah strategis yang mencerminkan komitmen negara pasca-Putusan MK No. 35/PUU-X/2012. Angka ini bukan sekadar target statistik, melainkan representasi dari 95 usulan komunitas adat yang secara administratif telah lengkap namun tertunda penetapannya. Momentum ini menjadi ujian kredibilitas bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa pengembalian hak pengelolaan hutan kepada masyarakat adat bukan hanya wacana politik, melainkan upaya nyata dalam mewujudkan keadilan agraria dan perlindungan ekologis berbasis kearifan lokal di tengah ancaman krisis iklim global. Namun, realisasi target tersebut menghadapi tantangan struktural yang signifikan, terutama terkait "leher botol" administrasi di tingkat pemerintah daerah. Ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk proses identifikasi dan verifikasi subjek Masyarakat Hukum Adat (MHA) sering kali menjadi penghambat utama, mengingat minimnya alokasi dana dan komitmen politik di tingkat lokal. Situasi ini diperparah oleh konflik tenurial yang tumpang tindih dengan izin konsesi korporasi, menjadikan proses pengakuan hak sering kali terjebak dalam sengkarut birokrasi yang mahal dan berlarut-larut, seolah menyandera hak konstitusional masyarakat adat pada prosedur administratif yang kaku dan berbelit. Untuk memecah kebuntuan ini, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penetapan Hutan Adat melalui SK Menteri Kehutanan No. 144/2025 menawarkan harapan baru sebagai instrumen penerobos sekat sektoral. Keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada keberanian pemerintah pusat untuk melakukan intervensi fiskal dan menyederhanakan syarat pengakuan subjek cukup melalui SK Kepala Daerah, tanpa harus menunggu Peraturan Daerah yang rumit. Selain itu, integrasi isu Hutan Adat ke dalam narasi perubahan iklim global membuka peluang akses pendanaan internasional, yang dapat menutupi defisit anggaran domestik dan memastikan bahwa masyarakat adat diakui secara de facto dan de jure sebagai garda terdepan dalam penjagaan hutan tropis Indonesia.
Bayangkan sebuah kota di mana beton tidak lagi menjadi raja, melainkan tamu yang hormat di tengah kemegahan hutan hujan tropis. Ibu Kota Nusantara (IKN) hadir bukan sekadar sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi sebagai manifestasi berani dari konsep World Class Forest City. Ini adalah antitesis dari pembangunan urban konvensional; di sini, kita tidak membuka hutan untuk membangun kota, melainkan mengintegrasikan kehidupan modern ke dalam ritme alam. IKN adalah laboratorium hidup bagi dunia, sebuah bukti nyata bahwa kemajuan ekonomi dan pelestarian ekologi bukanlah dua kutub yang saling berlawanan, melainkan dua sayap yang menerbangkan Indonesia menuju masa depan yang lestari. Visi 2045 menjanjikan Nusantara sebagai "spons peradaban" yang cerdas dan inklusif. Kota ini dirancang untuk menyerap emisi karbon, menyimpan air, dan memulihkan keanekaragaman hayati yang sempat hilang. Bayangkan berjalan di koridor hijau yang sejuk tanpa polusi, di mana teknologi canggih bekerja dalam senyap untuk menjaga keseimbangan lingkungan, dan satwa endemik Kalimantan kembali menemukan rumahnya berdampingan dengan manusia. Ini adalah tawaran gaya hidup baru yang lebih sehat, di mana setiap jengkal pembangunan diukur dari dampaknya terhadap bumi, menjadikan IKN bukan hanya kota layak huni, tetapi juga kota yang layak dicintai. Namun, mewujudkan mimpi besar ini bukanlah tugas pemerintah semata; ini adalah panggilan bagi setiap anak bangsa. IKN membutuhkan partisipasi aktif kita semua—mulai dari ilmuwan, pelaku bisnis, hingga masyarakat umum—untuk menjaga nilai-nilai keberlanjutan ini. Mari kita ubah pola pikir dari sekadar penghuni menjadi penjaga alam, mendukung inovasi hijau, dan mengawal pertumbuhan kota ini agar tetap setia pada visi ekologisnya. Bergabunglah dalam gerakan sejarah ini, karena membangun IKN berarti menanam harapan baru bagi Indonesia dan memberikan hadiah paru-paru basah bagi dunia.
#DiskusiInteraktif Presiden instruksikan libatkan TNI/Polri tindak tegas pembabat hutan ilegal, Bagaimana implementasinya?[TALK] Dosen Teknik Geofisika dan peneliti senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Ir. Amin Widodo M.Si&Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik
Sebuah ajakan patungan membeli hutan agar tidak dialihfungsikan mendadak viral dan mendapat dukungan luas dari masyarakat. Gagasan yang digulirkan kelompok pemerhati lingkungan ini menjadi cermin kegelisahan publik terhadap laju deforestasi yang kerap dikaitkan dengan banjir, longsor, dan rusaknya ekosistem. Namun di balik antusiasme tersebut, muncul sejumlah pertanyaan penting: bagaimana legalitasnya, seperti apa mekanismenya, dan sejauh mana peran negara dalam melindungi kawasan hutan? Simak pembahasannya bersama Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik
Selamat malam, Auwwmania! Di episode kali ini, kita bahas soal bencana alam yang menyerang Sumatra, yang nggak cuma bikin tanah bergerak, tapi juga menghentak nurani kita.Hutan harus dijaga, bukan dikorbankan. Mari simak obrolannya di Meet Nite Live!#MeetNiteLive #BencanaAlam #Hutan #BanjirBandang #Longsor #PerusakanHutan
Bahaya masifnya deforestasi termasuk di Sumatra sudah nyaring disuarakan sedari lama. Namun, peringatan itu baru didengar pascabencana banjir-longsor melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, alias sudah terlambat.Pemerintah kalang-kabut. Kementerian Kehutanan merespons dengan menyegel 7 subyek hukum per Senin (8/12), yang terindikasi sebagai dalang terjadinya bencana. Sementara Kementerian Lingkungan Hidup menyetop sementara aktivitas perusahaan yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatra Utara, untuk audit lingkungan. Termasuk di dalamnya, perusahaan sawit, tambang, dan pembangkit listrik.Di Senayan, para wakil rakyat merespons dengan berencana membentuk panitia kerja (panja) alih fungsi lahan. Namun, mereka baru mulai rapat setelah reses, artinya paling cepat pertengahan Januari 2026.Apa yang bisa diharapkan dari kebijakan pemerintah dan DPR untuk pemulihan hutan Sumatra? Apakah ada strategi lain yang lebih tepat? Seperti apa data terbaru kerusakan lingkungan di Sumatra akibat alih fungsi lahan?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS Slamet dan Kepala Kampanye Global untuk Hutan Indonesia Greenpeace Kiki Taufik.
Ratusan warga di Kecamatan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terpaksa mengungsi dan tinggal di hutan setelah rumah mereka hancur diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. Tim evakuasi terus bekerja untuk membantu warga terdampak.#BanjirAceh #NaganRaya #Pengungsian #BencanaAlam #Evakuasi #KorbanBanjir #BeritaTerkini #Aceh
Prototipe Kehutanan Masa Depan bukanlah sekadar konsep utopis di atas kertas, melainkan sebuah realitas yang sedang dibangun oleh tangan-tangan terampil generasi muda melalui inisiatif Forest Youthverse. Di laboratorium hidup seperti KHDTK Sawala Mandapa, Pondok Buluh, dan Tabo-Tabo, paradigma lama pengelolaan hutan yang kaku dan ekstraktif sedang diinstal ulang (reset). Ini adalah wajah baru kehutanan yang menolak pasrah pada krisis iklim, menggantinya dengan keberanian untuk berinovasi dan semangat regenerasi yang memulihkan, bukan sekadar meminimalisir kerusakan. Dalam cetak biru masa depan ini, batas antara teknologi canggih dan kearifan lokal melebur menjadi satu kekuatan konservasi yang presisi. Hutan tidak lagi sunyi, tetapi "berbicara" melalui sensor IoT yang memantau api, robot patroli cerdas, hingga platform digital yang memungkinkan adopsi pohon lintas benua. Lebih dari itu, hutan masa depan adalah ruang inklusif yang memanusiakan manusia; tempat di mana ekonomi sirkular mengubah limbah menjadi berkah, dan setiap lapisan masyarakat—termasuk penyandang disabilitas—memiliki hak setara untuk menjaga dan menikmati napas bumi. Kumpulan inovasi ini merupakan fondasi kokoh bagi visi Indonesia Emas 2045, di mana kemajuan ekonomi dan kelestarian ekologi berjalan beriringan dalam satu tarikan napas. Prototipe ini menawarkan optimisme berbasis bukti (evidence-based hope) bahwa hutan Indonesia dapat kembali berjaya sebagai paru-paru dunia sekaligus jantung kesejahteraan rakyat. Dengan kolaborasi lintas sektor yang erat, benih-benih gagasan ini siap tumbuh menjadi pohon peradaban baru yang tangguh, lestari, dan berkeadilan bagi generasi mendatang.
Pernahkah Anda membayangkan sebuah negeri di mana kekayaan alam bukan dieksploitasi oleh pihak luar, melainkan dilindungi dan dikelola dengan bangga oleh rakyatnya sendiri demi kemakmuran bersama? Kita semua terpesona oleh Wakanda dan Vibranium-nya, namun tahukah Anda bahwa semangat kedaulatan dan kecanggihan yang sama sebenarnya sedang tumbuh di halaman rumah kita sendiri? Hutan tropis Indonesia adalah "Vibranium" kita, sebuah aset strategis yang menyimpan potensi tak terbatas jika kita berani melihatnya dengan kacamata baru. Dalam episode kali ini, kita akan menyelami sebuah visi revolusioner: bagaimana jika kita menerapkan "Imajinasi Wakanda" ke dalam gerakan Perhutanan Sosial di Indonesia? Kita tidak hanya bicara soal menanam pohon, tapi soal membangun peradaban ekologis di mana kearifan leluhur berpadu harmonis dengan teknologi mutakhir—persis seperti laboratorium Shuri. Kita akan membahas bagaimana masyarakat adat menjadi penjaga hutan yang tangguh, dan bagaimana peran perempuan dalam menjaga kelestarian alam ternyata setara dengan ketangguhan Jenderal Okoye dan Dora Milaje. Jadi, siapkan diri Anda untuk mengubah cara pandang terhadap hutan selamanya. Mari kita tinggalkan narasi lama yang melihat masyarakat sekitar hutan sebagai objek pasif, dan mulai melihat mereka sebagai inovator dan pahlawan iklim masa depan. Bersama-sama, kita akan menelusuri jalan menuju masa depan di mana hutan dan manusia hidup berdampingan dalam kejayaan, menciptakan "Wakanda" nyata di nusantara. Selamat mendengarkan, dan mari kita mulai eksplorasi ini!
Banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menimbulkan dugaan pembalakan liar dan aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan lindung. Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, menjelaskan rencana investigasi menyeluruh, rapat kerja dengan Kementerian Kehutanan, serta upaya rehabilitasi ekosistem Tapanuli untuk mencegah bencana serupa.
Bencana banjir dan longsor melanda 12 kabupaten di Sumatera Utara sejak Rabu (26/11) akibat hujan lebat, dengan Tapanuli Utara menjadi wilayah terparah.
In this inspiring episode of the UCM Podcast, Dr. Bill Davis sits down with Dr. Hutan Ghojallu, a seasoned upper cervical chiropractor from Mequon, Wisconsin, to explore his remarkable 30-year journey in chiropractic. From his humble beginnings as an international student discovering chiropractic at Palmer College to building his NUCCA-based practice from scratch, Dr. Ghojallu shares powerful insights on perseverance, purpose, and continual learning. He discusses the importance of principled chiropractic philosophy, team culture, accountability, and ongoing training in achieving lasting success. Dr. Ghojallu also opens up about his search for an associate who shares his passion for NUCCA and dedication to serving the community through excellence and purpose-driven care.
Perkenalkan, saya Jamur. Saya tidak punya daun untuk berfotosintesis. Saya tidak punya batang gagah untuk menopang langit. KTP pun saya tak punya. Saya hanya punya miselium. Benang-benang tipis dan rapuh yang merayap dalam gelap. Di atas saya, Tuan Pinus yang jangkung merasa paling hebat sedunia. Nyonya Beringin yang rimbun merasa paling mandiri se-RT. Mereka sibuk adu tinggi, sibuk saling pamer daun, lupa bahwa di bawah kaki mereka, saya sedang bekerja. Tuan Pinus kehausan di musim kering. Akarnya tak sampai ke mata air. Saya yang merayap diam-diam, saya carikan dia air. Nyonya Beringin kekurangan fosfor. Masakannya (fotosintesis) jadi tidak enak. Saya yang mengetuk akar Tuan Pakis di seberang jalan, saya mintakan sedikit fosfor untuknya. Saya ini apa, Tuan dan Puan? Saya adalah kabel fiber optik hutan. Saya adalah marketplace nutrisi. Saya adalah aplikasi pesan instan yang menghubungkan akar dengan akar. Saya adalah kurir gosend yang tak pernah minta bintang lima. Mereka pikir, mereka adalah raksasa yang hidup sendiri-sendiri. Padahal, mereka adalah jaringan. Mereka adalah simpul. Dan saya, si Jamur yang sering kalian injak, adalah jaringannya. Saya menghubungkan yang jauh. Saya mengakrabkan yang dekat. Saya menukar kelebihan si A dengan kekurangan si B. Saya tidak membangun monumen. Saya membangun koneksi. Saya tidak mencari panggung. Saya merawat kehidupan. Hutan, Saudara-saudara, adalah ekosistem yang hidup bukan karena kompetisi. Ia hidup karena kolaborasi. Ia hidup karena ia adalah sebuah simfoni, dan saya adalah konduktornya yang tak terlihat. Tugas kalian hari ini, para ecosystem builder, bukanlah menjadi pohon yang paling tinggi. Bukan menjadi yang paling rimbun. Tugas kalian adalah menjadi Jamur. Menjadi jaringan yang tak terlihat, yang diam-diam, menghidupi segalanya. Terima kasih.
Minggu Depan, PEKKA akan menyelenggarakan Perencanaan Strategis dan Kongres Organisasi PEKKA di Wisma Kinasih, Depok. Saya diminta memberikan materi tentang Kembali ke Semangat Komunitas, Mengapa penting? Karena komunitas yang sudah bertransformasi menjadi organisasi raksasa, sering kali kehilangan arah. Mereka berubah menjadi pohon besar namun lupa pada akarnya, Akar adalah cikal kehidupan. Bila akar membusuk makan pohon akan tumbang. Hutan akan kerontang. Tak ada lagi denyut nadi kehidupan. Semua berhenti menjadi seonggok ranting-ranting yang tak bernyawa. Pada organisasi perubahan sosial, akar harus tetap hidup dengan hangat. Mereka sumber kehidupan yang merawat alam semesta. Silakan simak pidato singkat ini.
The Indonesian government under President Joko Widodo launched a social forestry program. How is its implementation today? - Pemerintah Indonesia di era Presiden Joko Widodo meresmikan program perhutanan sosial. Bagaimana pelaksanaannya sekarang?
Di balik setiap cangkir kopi atau tetes minyak atsiri dari Pulau Alor, tersimpan sebuah kisah otentik yang belum pernah terungkap. Ini bukan sekadar produk, melainkan warisan dari hutan vulkanik yang subur dan tangan-tangan komunitas adat yang menjaganya. Bayangkan memasarkan Kopi "Alor Volcanic Brew" yang setiap bijinya menyerap mineral unik dari tanahnya, atau Minyak "Alor Healing Oil" yang disuling dengan metode modern untuk menjaga kemurniannya. Memasarkan produk Alor berarti menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar komoditas; Anda menawarkan sebuah pengalaman, keaslian yang murni dari salah satu sudut paling eksotis di Indonesia. Bergabung dalam pemasaran produk "Hutan Alor" adalah menjadi bagian dari sebuah inovasi sosial yang cerdas dan berkelanjutan. Komunitas di Alor telah bertransformasi; mereka tidak lagi hanya menjual bahan mentah. Melalui "Rumah Produksi Bersama", setiap produk diolah dengan standar kualitas tertinggi dan dikemas secara premium dengan sentuhan motif tenun ikat lokal. Lebih dari itu, setiap kemasan dilengkapi kode QR yang transparan, memungkinkan konsumen melacak perjalanan produk dari hutan hingga ke tangan mereka, serta mengenal petani yang membuatnya. Ini adalah nilai jual unik di pasar yang semakin sadar akan kualitas, keterlacakan, dan cerita otentik di balik sebuah produk. Ini adalah panggilan bagi para visioner di dunia pemasaran—pemilik kafe, distributor produk organik, atau manajer hotel butik—yang tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga ingin menciptakan dampak. Memasarkan produk "Hutan Alor" berarti Anda secara langsung memberdayakan ekonomi komunitas lokal, mendukung praktik agroforestri yang melestarikan alam, dan turut menjaga warisan budaya. Ini adalah kesempatan langka untuk menyelaraskan tujuan bisnis Anda dengan sebuah misi yang mulia. Mari bersama-sama kita bangun jembatan dari hutan Alor ke pasar global, dan buktikan bahwa bisnis yang baik dapat berjalan seiring dengan kebaikan bagi manusia dan bumi.
Pikiran Anda lelah dengan kebisingan kota yang tidak ada habisnya?
Neilisha Oakley started work as a ranger two years ago to get a better connection with the land and bear a unique responsibility passed on by Elders who've cared for the land before her. - Neilisha Oakley bekerja sebagai penjaga hutan agar menjalin hubungan yang lebih baik dengan daerah tersebut, dan memikul tanggung jawab unik yang diwariskan oleh para Tetua yang sudah terlebih dahulu merawat lahan tersebut sebelum nya.
Neilisha Oakley bekerja sebagai penjaga hutan agar menjalin hubungan yang lebih baik dengan daerah tersebut, dan memikul tanggung jawab unik yang diwariskan oleh para Tetua yang sudah terlebih dahulu merawat lahan tersebut sebelum nya.
On News Time today we're counting down five stories that all feature amazing animals. You'll hear about a itty bitty critter getting a boost from a biscuit, you'll meet a cheeky bird that's broken the law twice, and we'll bob along to the beat with a marine mammal in our Wow of the Week. Quiz Questions1. What is Harry the cocker spaniel's important job?2. What is the main food source of the mountain pygmy possum?3. How many of Hutan the tiger's teeth needed treatment?4. In which country was the duck caught speeding?5. What type of animal is Ronan?Bonus Tricky QuestionWhat machine trained Ronan to nod to the beat?Answers1. Therapy dog2. Bogong moth3. Three4. Switzerland5. Californian sea lionBonus Tricky AnswerMetronome
Episode 11 - Marc Ancrenaz and Amanda Shia discuss Hutan's challenges of habitat degradation, community involvement in reforestation, and surprisingly adaptable orangutang's. Disclaimer: Please note that all information and content on the UK Health Radio Network, all its radio broadcasts and podcasts are provided by the authors, producers, presenters and companies themselves and is only intended as additional information to your general knowledge. As a service to our listeners/readers our programs/content are for general information and entertainment only. The UK Health Radio Network does not recommend, endorse, or object to the views, products or topics expressed or discussed by show hosts or their guests, authors and interviewees. We suggest you always consult with your own professional – personal, medical, financial or legal advisor. So please do not delay or disregard any professional – personal, medical, financial or legal advice received due to something you have heard or read on the UK Health Radio Network.
In this week's episode we'll cover Hutan: Life in the Rainforest2, our Game of the Week, discuss Factors that Influence Expectations in The School of Gaming, and wrap it up by revealing our High-Five Transportation Games! We also Spotlight Middle Ages from Studio H!00:00:00 - Introductions & Awesomeness00:06:37 - Spotlight: Middle Ages00:18:11 - Game of the Week: Hutan - Life in the Rainforest00:41:02 - School of Gaming: Factors That Influence Expectations00:53:28 - High Five: Transportation Games
MALAM SERAM THE HORROR TALK SHOW | BUKAN SEKADAR CERITA SERAM | DAPATKAN TIKET MALAM SERAM TEATER & MUZIKSuka bacaan kisah-kisah seram, sila subscribe ke saluran Malam Seram! Malam Seram LIVE show Isnin hingga Khamis 11 malam dan Jumaat 11.59 malam MALAM SERAM adalah segmen LIVE perkongsian pengalaman seram dan misteri. Anggap ia hanya sekadar perkongsian sahaja. Jangan mudah percaya dan terlalu taksub dengan apa yang anda dengar! MALAM SERAM The Horror Talk Show Bukan Sekadar Cerita Seram.____________________________________________________________________________________________Hello Geng Momok dapatkan tiket untuk MALAM SERAM TEATER DAN MUZIK Malam Seram Teater dan MuzikSabtu, 24 May 2025, 8 malamDi The Star Theatre (The Star Performing Art Centre)Geng Momok jom dapatkan tiket untuk pementasan pertama Malam Seram.Tiket kategoriMomok Colonel VIP $195Momok Major $145Momok Captain $125Momok Leftenant $95 Lungsuri www.startix.sg untuk dapatkan tiket anda.Malam Seram Teater dan Muzik anjuran Muse+ ____________________________________________________________________________________________Become a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/malam-seram--3347472/support.
MALAM SERAM THE HORROR TALK SHOW | SALAAM RAMADAN / RAMADAN KAREEMDalam Malam Seram sempena dengan bulan Ramadan anda juga akan disajikan dengan Tazkirah Ramadan Malam Seram. Ini adalah kolaborasi Malam Seram dan Masjid Mujahidin untuk berkongsi sedikit ilmu Islam semoga sama-sama dapat kita manfaatkannya.Masjid Mijahidin masih memerlukan sedekah anda untuk Dana Ramadan mereka. Kedudukan Masjid Mujahidin adalah sangat memainkan peranan sebagai satu tempat untuk penduduk sekitar dan khususnya Warga Emas berbuka puasa serta beribadah. Sekiranya anda ingin berinqaf kepada Masjid Mujahidin, anda boleh kirimkan sedekah anda seperti melalui:Bank Transfer (OCBC Current): - 591-8741-10001PayNow UEN: S77MQ0056D (Ref: Sedekah Ramadan)Terima kasih semua sudi menonton dan derma untuk Masjid Mujaddin_______________________________________________________________________________________________Hello Geng Momok dapatkan tiket untuk MALAM SERAM TEATER DAN MUZIKMalam Seram Teater dan Muzik Sabtu,24 May 2025, 8 malamDi The Star Theatre (The Star Performing Art Centre)Geng Momok jom dapatkan tiket untuk pementasan pertama Malam Seram.Tiket kategoriMomok Colonel VIP $195Momok Major $145Momok Captain $125Momok Leftenant $95Lungsuri www.startix.sg untuk dapatkan tiket anda.Malam Seram Teater dan Muzik anjuran Muse+Suka bacaan kisah-kisah seram, sila subscribe ke saluran Malam Seram! Malam Seram LIVE show Isnin hingga Khamis 11 malam dan Jumaat 11.59 malam MALAM SERAM adalah segmen LIVE perkongsian pengalaman seram dan misteri. Anggap ia hanya sekadar perkongsian sahaja. Jangan mudah percaya dan terlalu taksub dengan apa yang anda dengar! MALAM SERAM The Horror Talk Show Bukan Sekadar Cerita Seram.Become a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/malam-seram--3347472/support.
With high temperatures and strong winds forecast this week across the country, bushfire authorities are on alert. - Dengan suhu tinggi dan angin kencang yang diperkirakan terjadi seluruh negeri, otoritas kebakaran hutan bersikap waspada.
The Australian supermarket giant is facing pressure to stop selling beef linked to deforestation because of concerns from environmental groups. - Raksasa supermarket Australia menghadapi tekanan untuk berhenti menjual daging sapi yang terkait dengan penggundulan hutan karena kekhawatiran dari kelompok lingkungan.
MALAM SERAM, PODCAST CERITA SERAM | DITAJA TOP EJEN HARTANAH TEAMMIRZAFAITeamMirzaFai pemenang TOP 1 Agent Hartanah sebanyak 9 kali (The Pegasus Awards). Dengan kepakaran serta pengalaman memguruskan hartanah HDB, Condo serta Landed property Mirza Subari, Fai Muni, Leha Ramli, Elfi Muni dan Amir Amzar akan memudahkan lagi proses jual beli hartanah anda. PEMILIK RUMAH BTO anda kemungkinan mempunyai harta yang lumayan hubungi TeamMirzaFai untuk ketahui berapa keuntungan menjual rumah anda. Tiada paksaan untuk membuat keputusan dan tiada bayaran untuk sebarang pertanyaan.Hubungi sekarang melalui whatsapp atau panggilan telifon 83832145, 83338555. Urusan jual beli hartanah anda menjadi mudah dan sempurna dengan TeamMirzaFai Selamat menyambut tahun 2024 semoga tahun ini KC dapat terus menyajikan lebih banyak kisah seram serta hiburan yang boleh dinikmati untuk seisi keluarga. Terima kasih atas sokongan anda pada tahun 2023 KC amat menghargainya! Jom Malam Seram!Suka bacaan kisah-kisah seram, sila subscribe ke saluran Malam Seram! Malam Seram LIVE show Isnin hingga Khamis 11 malam dan Jumaat 11.59 malamMALAM SERAM adalah segmen LIVE perkongsian pengalaman seram dan misteri. Anggap ia hanya sekadar perkongsian sahaja. Jangan mudah percaya dan terlalu taksub dengan apa yang anda dengar! MALAM SERAM The Horror Talk Show Bukan Sekadar Cerita Seram.Become a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/malam-seram--3347472/support.