POPULARITY
Categories
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
Shugaban hukumar kula da iyakokin Najeriya Adamu Adaji, ya ce ƙasar na dab da kammala aikin shata iyakarta da Kamaru, bayan kwashe kusan shekaru 24 da kotun duniya ta ICJ ta yanke hukuncin mallaka yankin Bakassi ga Kamaru. A yayin wata zantawa da yayi da kamfanin dillancin labarai na Najeriya NAN a Abuja, ya ce a yanzu abinda ya yi saura a aikin bai wuce kafa tubali 260 a ɓangaren jihar Adamawa ba, wanda kuma ya ce suna saran kammalawa nan da ƙarshen wannan shekara. Game da wannan lamari ne Khamis Saleh ya tattauna da Malam Nazifi Alaramma, masanin tasawirar ƙasa. Ku latsa alamar sauti don sauraron tattaunawarsu.................
See omnystudio.com/listener for privacy information.
La asociación Volby pro všechny (Elecciones para todos) facilita el registro de europeos residentes en Chequia para que puedan votar | ¿Mejor comida mexicana en Brno que en Praga?
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau belum membuahkan hasil. Pada Kamis malam, proses pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pagi ini.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada sebaran abu vulkanik hingga sejumlah wilayah Jawa bagian barat. Pakar Klimatologi BRIN Erma Yulihastin menjelaskan mekanisme penyebaran abu berdasarkan arah angin di berbagai lapisan atmosfer, potensi dampaknya terhadap kualitas udara, serta perkiraan waktu hingga kondisi kembali normal.Dalam wawancara sore Radio Elshinta, Erma mengingatkan masyarakat di wilayah Jakarta, Tangerang dan sekitarnya untuk tetap menggunakan masker, terutama pada malam hari ketika polutan lebih mudah terperangkap di dekat permukaan. Ia juga menjelaskan peran hujan dalam membantu membersihkan abu dan polutan di atmosfer, serta kondisi yang dapat mempercepat pemulihan kualitas udara.Simak wawancara lengkap Radio Elshinta bersama Erma Yulihastin, Pakar Klimatologi BRIN, mengenai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan kondisi atmosfer terkini.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
YEИDRY, la estrella dominico-italiana, habla con La Clave Pop apenas 24 horas después de lanzar "Mentira", su tercer sencillo de 2026 y el cierre de la trilogía que adelanta su álbum debut Como Agua (18 de septiembre). En esta conversación, YEИDRY cuenta cómo escribió "Mentira" mientras luchaba contra el síndrome de la impostora, por qué se inspiró en el mito de Ícaro para el puente de la canción y por qué llevó a su abuela, doña Monga, a debutar en el video grabado en Santo Domingo.También habla de "Mala Mía", su carta de despedida a la vida que dejó en Italia, y de "Espejo", la canción sobre el reencuentro con su padre biológico, que grabó en una sola toma en Ámsterdam. Además, YEИDRY reflexiona sobre la migración, la identidad dividida entre dos culturas, y lo que significa crear un álbum definido por tres pilares: el remedio, el ritual y el espejo.Sigue a Marysabel Huston en sus redes sociales: Instagram y Threads: @marysabelhuston TikTok: @marysabelhuston Facebook: Marysabel.HustonX (antes Twitter): @hustonmarysabelYouTube: Marysabel HustonCréditos: Producción ejecutiva, edición y mezcla por Marysabel HustonMúsica: Una producción de Techy Fatule
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
Cerramos la trilogía veraniega con la costa mediterránea española que casi nunca suena en la radio: Valencia, Murcia y Alicante, camino de Baleares y Canarias. Doce canciones entre lo consolidado y lo emergente, con Quevedo cerrando el viaje desde su Gran Canaria natal.Suena en Mediterráneo:La Maria — Perdona, MariaMaestro Espada — MurcianaEl Diluvi — I tu, sols tuMaría José Llergo — Mala MíaTarta Relena — Crit premonitoriEl Petit de Cal Eril — Ara no sé què dir-teMaria del Mar Bonet — Blaus i sol de roses blanquesAntònia Font — Clint EastwoodPierre Bauzerand — SerenityTaburiente — Folía del campesinoValeria Castro — Tiene que ser más fácilQuevedo — El BaifoEscuchar audio
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 24 Agustus 2026Bacaan: "Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun." (Mazmur 133:1)Renungan: Ada sebuah keluarga yang memiliki dua orang anak. Pekerjaan sehari-hari mereka adalah petani, yang seorang telah menikah dan yang lainnya belum. Ketika hari mulai senja, mereka selalu membagi hasil ladang secara merata. Hal ini berlangsung hingga orang tua mereka meninggal. Suatu hari, setelah kepergian orang tua mereka, saudara yang masih lajang berpikir," Tentulah kakakku membutuhkan lebih banyak padi di banding aku, ia memiliki keluarga sedangkan aku belum." Akhirnya setiap malam, dengan diam-diam si adik menyelinap masuk ke lumbung saudaranya dan meletakkan sekarung padi dari lumbung miliknya. Sementara itu, saudaranya yang telah menikah berpikir, Tidak adil jika kami membaginya sama, seharusnya adikku mendapat bagian yang lebih banyak, aku memiliki istri dan anak-anak yang akan merawatku nanti di maša tua, sedangkan adikku tidak." Akhirnya setiap malam sang kakak juga dengan diam-diam meletakkan sekarung padi ke lumbung adiknya tanpa diketahui oleh adiknya. Keadaan itu terus berlangsung hingga suatu malam, tanpa disengaja mereka bertemu di lumbung padi milik sang kakak. Dan saat itulah mereka tersadar apa yang selama ini terjadi yaitu bahwa mereka sama-sama rela berkorban demi saudaranya terkasih, dan sama-sama lebih memikirkan saudaranya dibandingkan memikirkan dirinya sendiri. Malam itu mereka saling berpelukan dan menangis dengan penuh haru dan sukacita, karena masing-masing menyadari bahwa mereka berdua memiliki harta yang jauh lebih berharga dibandingkan padi itu, yaitu cinta kasih dan persaudaraan satu sama lainnya. Persaudaraan harusnya didasari dengan kasih, bukan dengan yang lain. Namun seberapa banyak kita melihat persaudaraan pecah karena uang, karena masing-masing lebih mementingkan dirinya sendiri dibandingkan orang lain. Bahkan ada anak membunuh orang tua hanya karena harta, istri membunuh suami hanya karena marah, ayah menjual anak karena butuh uang, kakak dan adik bertengkar karena berebut harta, dan lain sebagainya. Marilah kita kembali ke dasar sebuah keluarga sebenarnya. Dasar dari sebuah keluarga adalah kasih dan bukan harta. Jadi, stop bertengkar hanya karena masalah harta dan mari berhenti saling berebut dan mementingkan diri sendiri, tetapi mari hadirkan persatuan dalam keluarga kita. Kalau kita bisa mengasihi orang lain yang bukan saudara kita, mengapa kita sulit mengasihi orang-orang yang adalah saudara kita sendiri? Karena harta terindah yang sesungguhnya bukan terletak pada apa yang kita miliki, melainkan pada apa yang bisa kita beri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang mau mengasihi saudaraku dengan tulus. Jangan biarkan harta duniawi memecah belah rasa persaudaraan kami. Amin. (Dod).
See omnystudio.com/listener for privacy information.
Karena terdesak kebutuhan ekonomi, tahun 2005 silam Pak Yana terpaksa beralih profesi dari pekerjaan sebelumnya, menjadi pengemudi Ojek Pangkalan. Akan tetapi, pekerjaan yang awalnya terbilang lancar, seketika berubah menjadi momen yang hingga kini belum bisa ia lupakan.Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaFollow dan nyalakan notifikasi Spotify Lentera Malam untuk update episode selanjutnya.https://open.spotify.com/show/0H9OgzHgHVos0GNwz0wsHsCopyright 2026, Lentera Malam
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
See omnystudio.com/listener for privacy information.
The Australian Bureau of Statistics (ABS) has designated Tuesday, 11 August 2026 as Census night. This nationwide count, conducted every five years, requires everyone in Australia, including tourists, international students, and temporary visa holders, to complete the Census form either online or on paper. - Biro Statistik Australia (ABS) menetapkan Selasa, 11 Agustus 2026 sebagai Malam Sensus. Penghitungan lima tahunan ini mewajibkan seluruh orang yang berada di Australia, termasuk wisatawan, mahasiswa internasional, dan pemegang visa sementara, untuk mengisi formulir sensus secara daring maupun kertas.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 Juli 2026Bacaan: “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” (Amsal 25:11)Renungan: Ada seorang bapak bernama Pak Adi. Ia mempunyai anak yang duduk di kelas 2 SMP. Saat pulang sekolah wajahnya kusut karena mendapat nilai jelek. Reaksi Pak Adi pertama hampir keluar kata-kata, “Dasar pemalas! Bodoh kamu!" Tetapi dia ingat Amsal 25:11. Dia menarik napas, memeluk anaknya dulu, lalu berkata pelan: “Nak, Papa kecewa sama nilainya. Tapi Papa bangga kamu masih mau cerita ke Papa. Yuk, kita cari jalan keluarnya untuk memperbaiki nilaimu." Malam itu anaknya menangis bukan karena dimarahi, tapi karena merasa diterima. Tiga bulan kemudian anaknya mendapat ranking 5 saat kenaikan kelas. Dia berkata, “Aku belajar karena kata-kata Papa waktu itu. Nggak bikin aku down, tapi bikin aku semangat.” Satu kalimat di waktu yang tepat, bisa mengubah arah hidup seseorang. Salomo dalam bacaan di atas memakai dua gambaran yang mahal yaitu apel emas dan pinggan perak. Dalam bacaan itu dijelaskan bahwa "perkataan yang diucapkan” ini adalah soal isinya yaitu benar, membangun, jujur, penuh kasih. Bukan gosip, bukan sindiran, bukan kebohongan. Sedangkan "tepat pada waktunya" adalah saat yang paling baik untuk dikatakan. Emas paling berharga kalau diberikan saat seseorang membutuhkan. Demikian juga ketika kita menghibur seseorang saat ia sedih, menegur seseorang saat ia bersikap sombong dan memuji seseorang saat ia putus asa. Perkataan "seperti buah apel emas di pinggan perak" merupakan isi dari perkataan dan cara penyampaian yang sama-sama baik dan tidak menyakitkan. Intinya adalah Tuhan mau kita jadi orang yang bukan hanya “benar” dalam berkata-kata tetapi juga “tepat” pada waktunya ketika seseorang membutuhkan perkataan itu. Sebagai pengikut Yesus, lidah kita adalah alat. Bisa jadi pedang atau bisa jadi obat, tergantung saat kita mengatakannya. Kalau kita mengatakannya saat marah, maka bisa saja menjadi pedang yang menusuk sampai lubuk hati terdalam. Tapi kalau kita mengatakannya dengan penuh kasih dan kesabaran, bisa menjadi obat ketika hati seseorang sedang galau dan sakit. Efesus 4:29 berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun.” itu artinya kita harus bertanya dulu dalam hati kita sebelum bicara, “Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini tepat waktunya?” Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jagalah mulutku hari ini. Ajarilah aku untuk berpikir sebelum berbicara. Berikan aku hikmat untuk tahu kata apa yang harus diucapkan, dan kapan harus diam. Pakai perkataanku menjadi "apel emas" yang menguatkan orang di sekitarku, seperti Engkau yang selalu tahu kata yang tepat untuk dikatakan pada orang yang datang pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 25 Juli 2026Bacaan: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Keluarga Pak Budi baru aja kena musibah. Usaha kecilnya bangkrut saat menjelang Natal. Tabungan habis untuk membayar utang. Malam itu di meja makan suasananya hening. Anak sulungnya berkata, “Pa, kita masih bisa makan nasi sama telur. Berarti Tuhan masih pelihara kita ya.” Istri Pak Budi menyambung, “Iya. Listrik masih menyala. Rumah masih ada. Kita masih lengkap 4 orang di sini.” Mereka tidak pura-pura bahagia. Tapi malam itu mereka memutuskan untuk berdoa dan mengucap syukur dahulu, sebelum memikirkan jalan keluarnya. Tiga bulan kemudian, pelan-pelan ada pintu berkat baru terbuka. Paulus menulis ayat ini kepada jemaat yang sedang tertekan. Dia tidak berkata, "Bersyukur kalau segala hal baik". Tetapi "bersyukur dalam segala hal". Ada 2 pesa penting dari bacaan tersebut. Pertama, “Mengucap syukurlah dalam segala hal”. Dalam segala hal itu artinya baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, berkecukupan maupun berkekurangan. Bersyukur bukan karena situasinya baik-baik saja, tetapi karena Tuhan kita tetap baik. Kedua, “Sebab itulah yang dikehendaki Allah”. Ini bukan saran, tetapi ini adalah kehendak Tuhan. Waktu kita bersyukur, kita sedang taat. Dan ketaatan akan membuka pintu berkat baru dan damai Tuhan. Bersyukur itu bukan menyangkal masalah. Bersyukur itu memilih fokus kepada Tuhan yang memegang masalah itu. Kita gampang bersyukur kalau gaji naik, anak lulus, badan sehat. Tapi bagaimana kalau dalam kerjaan bos tidak menyenangkan, target tidak tercapai, di-PHK? Yang terjadi adalah kita akan gampang mengeluh dan menyalahkan. Bagaimana jika dalam keluarga anak susah diatur, pasangan cuek, orang tua sakit? Rasanya capai dan tidak dihargai. Bagaimana juga di dalam iman? Doa udah lama tidak dijawab. Melihat orang lain diberkati, kita pun bertanya, "Tuhan, Engkau di mana?". 1 Tesalonika 5:18 mengajak kita memasang "kacamata bersyukur" tiap hari. Bukan bersyukur karena masalahnya, tapi bersyukur bahwa di tengah masalah Tuhan masih ada, Tuhan masih mengasihi, Tuhan masih bekerja. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau sering mengeluh dan lupa bersyukur. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku mengucap syukur dalam segala hal, karena Engkau tetap baik. Ajarilah aku melihat kebaikan-Mu bahkan di tengah kesulitan dan isi hatiku dengan ucapan syukur. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 23 Juli 2026Bacaan: “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.” (Mazmur 4:5)Renungan: Suatu hari di jam sebelas malam, Andrea baru saja membaca chat dari teman kantor di grup. Temannya menyindir dia di depan bosnya. Darahnya langsung naik. Jempolnya sudah mau mengetik balasan panjang, sebagai pelampiasan kemarahannya. Tapi kemudian dia ingat bahwa besok mereka akan ketemu lagi di kantor. Kalau dia membalas malam ini, pasti besok pagi akan menyesel. Akhirnya dia meletakkan HPnya kemudian ke kamar, tutup mata, dan berbicara dalam hati kepada Tuhan, “Tuhan, aku marah banget dan sakit sekali hati ini. Tapi aku tidak mau berdosa karena marah ini." Pagi harinya, kepalanya lebih tenang. Dia bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara yang benar. Malam itu dia belajar, marah boleh, tapi jangan sampai marah menguasai hati ini. Daud menulis mazmur ini waktu dikejar-kejar musuh dan difitnah. Dia juga marah, kecewa, sakit hati. Tetapi dia diberi 3 nasihat. Pertama, “Biarlah kamu marah” Marah itu manusiawi. Yesus juga pernah marah. Kedua, “Tetapi jangan berbuat dosa”. Bahayanya di sini. Marah bisa jadi memaki, balas dendam dan fitnah. Itulah yang membuat kita berdosa. Ketiga, “Berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam”. Artinya bawalah permasalahan kita kepada Tuhan dulu. Kita belajar mendiamkan mulut dan menenangkan hati sambil mengevaluasi di hadapan Tuhan sebelum bertindak. Intinya: Jangan mengambil keputusan saat kita sedang emosi. Mazmur 4:5 mengajar kita untuk "pause". Sebelum chat, sebelum berbicara, sebelum mengambil keputusan, diamlah dahulu kemudian bawalah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku adalah manusia yang gampang marah dan gampang salah langkah. Ampunilah aku kalau selama ini aku cepat melampiaskan amarah sehingga menjadi berdosa. Ajarilah aku seperti Daud, saat marah, aku datang kepada-Mu dahulu, bukan ke orang lain. Tolonglah aku untuk diam, berpikir, dan bicara dengan-Mu sebelum aku bertindak. Yesus, tolong jaga hati dan mulutku hari ini. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 21 Juli 2026Bacaan: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10) Renungan: Ada seorang pemuda bernama Riko berusia 27 tahun. Pagi-pagi dia scroll instagram melihat teman-teman seangkatannya. Ada yang sudah menjadi manager, menikah, punya anak dan punya rumah. Siang harinya dia mendapat email, lamaran kerjanya ditolak lagi. Ini adalah penolakan yang ke-8 selama satu bulan ini. Malam harinya orang tuanya bertanya: “Kapan kerja? Kapan nikah?” Kemudian dia masuk kamar dan duduk di tempat tidurnya. Kepalanya penuh dan dia menjerit pelan, “Aku gagal. Aku ketinggalan. Aku sendirian.” Diapun takut akan masa depannya dan mulai bimbang dengan keputusan yang akan diambilnya. Ia merasa capek namun pura-pura kuat di depan orangnya. Saat hendak tidur tiba-tiba hatinya tergerak untuk membaca Alkitab. Pada saat ia membuka Alkitab, tanpa disengaja ia membaca Yesaya 41:10. Setelah membacanya ia menjadi tenang dan malam itu ia bisa tidur dengan nyenyak. Pada saat bangsa Israel hidup dalam pembuangan, mereka merasa takut, bimbang dan merasa dibuang oleh Tuhan. Tetapi melalui bacaan di atas Tuhan memberikan kekuatan kepada mereka. Ada 4 janji yang Tuhan nyatakan yaitu, pertama, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau”. Dalam hal ini Tuhan mau mengatakan bahwa apapun masalah yang dialami bangsa Israel saat itu, Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Allah selalu menyertai mereka. Kedua, “Janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu”. Kalimat ini mau menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa Allah dekat pada bangsa Israel. Ketiga, “Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau”. Saat mereka lemah, Allah menguatkan. Saat mereka tidak punya harapan, Aku menolong mereka. Keempat, “Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku”. Tuhan mau mengingatkan bahwa tangan kanan-Nya penuh kuasa dan kemenangan. Tuhan tidak pernah berkata, "Hidupmu aman dan tidak ada masalah", tapi Dia berjanji, "Di tengah masalahmu, Aku menyertai, meneguhkan dan memegang engkau." Ketakutan kita dijawab dengan kehadiran Tuhan. Kebimbangan kita dijawab dengan janji Tuhan. Jadi ketika besok bangun pagi dan kecemasan muncul lagi, ingatlah bahwa kita tidak sedang berjuang sendirian. Ada tangan kanan Tuhan yang sedang memegang dan menuntun kita selangkah demi selangkah menuju kemenangan-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hari ini aku mengakui bahwa aku takut dan bimbang akan masa depanku. Tapi hari ini juga firman-Mu berkata, "Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau." Tolong pegang tanganku, Tuhan. Teguhkan hatiku yang lemah. Aku percaya Engkau Allahku dan Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Amin. (Dod).
The printmaking exhibition "Pasar Malam" is now showing at Walyalup Fremantle Arts Centre in Perth, featuring works by 15 artists from Indonesia and Australia. - Pameran seni cetak grafis "Pasar Malam" kini digelar di Walyalup Fremantle Arts Centre, Perth, menampilkan karya 15 seniman dari Indonesia dan Australia.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Juli 2026Bacaan: "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21)Renungan: Suatu hari seorang istri mengeluh karena minggu ini ia terlalu lelah. Kerjaan menumpuk, anak rewel minta ditemenin belajar. Suaminya pulang kerja terus rebahan main HP. Tanpa sadar ia kesal dan berkata kepada suaminya: "Kamu sih tahunya cuma enak-enak rebahan. Gak pernah mikirin rumah ini!" Suaminya pun diam. Malam itu suasana rumah menjadi dingin. Dua hari kemudian giliran ia yang sakit. Anak-anak yang biasanya deket dengannya menjadi takut karena melihat papa mamanya tegang. Ia pun tersadar. Satu kalimat emosinya malam itu "mematikan" suasana rumah selama dua hari. Padahal kalau ia bilang: "Pa, aku capek. Boleh tolong temenin anak belajar 30 menit?" pasti jawabannya berbeda. Amsal 18:21 ini berisi peringatan keras dari Raja Salomo tentang kuasa dari kata-kata: "Hidup dan mati dikuasai lidah". Di rumah, lidah kita bisa jadi sumber kehidupan atau sumber kematian. Dengan kata-kata kita bisa menghidupkan semangat pasangan, menguatkan anak yang gagal, memberkati keluarga. Tapi dengan kata-kata juga kita bisa melukai hati pasangan, mematikan semangat anak, dan merusak keharmonisan rumah. Rumah tangga kita adalah cermin dari apa yang sering kita ucapkan. Suka mengeluh, maka rumah penuh keluhan. Suka mengucap syukur dan menguatkan, maka rumah penuh damai. Keluarga adalah tempat pertama kita latihan memakai lidah. Tiga hal yang bisa kita latih mulai saat ini: 1. Ganti kritik dengan permintaan. Dari perkataan, "Aku sibuk, jadi lupa" menjadi "Sayang, boleh tolong ingetin aku ya" 2. Perbanyak kata penguat untuk anak. Perkataan, "Mama bangga kamu sudah berusaha", lebih menghidupkan daripada "Nilainya kok segitu-segitu aja".3. Doa berkat sebelum tidur. Ucapkan satu kalimat berkat untuk tiap anggota keluarga. Itu seperti menyiram tanaman di rumah. Ingat, anak-anak kita tidak akan ingat seberapa rapi rumah kita. Tapi mereka akan ingat: "Di rumah ini, kata-kata apa yang paling sering ia dengar." Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini lidahku sering melukai orang-orang yang paling aku kasihi di rumah. Ajarilah aku menjadi pembawa damai di tengah keluargaku. Berikan hikmat supaya setiap kata yang keluar dari mulutku adalah kata yang membangun, menguatkan, dan memberkati. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 Juni 2026Bacaan: "Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya." (Amsal 11:6)Renungan: Ada sebuah kisah yang menceritakan ketika Abraham Lincoln bekerja sebagai penjaga toko di New Salem, Illinois, jauh sebelum Abraham Lincoln terjun di dunia politik. Suatu sore, saat mencatat neraca keuangan, Lincoln mendapati bahwa ia telah memungut bayaran 6 sen lebih banyak dari seorang pelanggan. Sebenarnya bisa saja Lincoln tutup mata soal itu karena nilainya tidak seberapa dan pelanggan tersebut juga tidak merasa kehilangan. Namun yang dilakukan Lincoln sungguh baik. Malam itu juga ia berjalan kaki beberapa mil ke rumah pelanggan untuk mengembalikan kelebihan uang tersebut! Integritas dan sikap jujur inilah yang akhirnya membawa Abraham Lincoln dipercaya dan menjadi salah satu presiden Amerika Serikat yang berhasil dan dicintai rakyatnya. Sesungguhnya kejujuran menjadi hal yang langka di zaman modern seperti sekarang. Kalau menerima kelebihan pembayaran, banyak orang "tutup mata". Banyak alasannya. Pertama, ia merasa kadang juga dirugikan, jadi kalau gantian dapat "untung", apa salahnya? Kedua, salah sendiri mereka yang tidak teliti dalam menghitung. Ketiga, buat apa repot-repot mengurus kembalian kalau konsumen bahkan tidak merasa bayar lebih mahal. Keempat, nilainya tidak seberapa, buat apa dipersoalkan. Firman Tuhan dalam Amsal 11:6 mengatakan, "Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya." Kejujuran akan menolong kita, sebaliknya kecurangan akan mencelakakan kita. Kejujuran akan menjadi "pembela" bagi kita, sedangkan kecurangan akan menjerumuskan kita. Orang dunia mungkin akan mentertawakan kebodohan kita di saat kita bersikap jujur. Mereka mungkin saja tidak percaya masih ada orang jujur di dunia ini. Walau demikian, sebagai murid Kristus marilah kita tunjukkan gaya hidup yang berbeda dari orang dunia. Jadilah orang yang punya integritas dan bisa dipercaya. Semakin kita dipercaya, semakin besar promosi itu akan datang kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sejak aku mengenal-Mu hatiku begitu tenang. Ketenangan itu juga yang membuat karakter ku berubah. Bantu aku untuk terus mempertahankan kejujuran sebagai bagian dari pengenalanku akan Engkau. Amin. (Dod).
In this episode Rosie Moss speaks with Corinne Longland-Malam, known online as the “Fairy Grief Mother,” about losing her partner Lee after a rare and devastating illness turned their lives upside down in the space of months.Corinne shares the story of meeting Lee “very romantically on Facebook,” falling quickly into a relationship that felt less like fireworks and more like finally feeling safe. Together they built a blended family, a quiet life, and the kind of love rooted in contentment, companionship and being fully yourself with another person.Everything changed when Lee was diagnosed with cardiac amyloidosis caused by myeloma, a rare condition affecting both the heart and blood. What follows is a brutally honest conversation about sudden illness, complicated treatment decisions, and the impossible balance between hope and reality.Corinne speaks candidly about becoming Lee's advocate while trying to protect their children, the trauma of repeated cardiac arrests at home, and the night he died beside her after another emergency. She describes performing CPR, waiting for the coroner, making impossible phone calls, and the surreal practical reality of grief in its earliest hours.Rosie and Corinne also talk about what comes afterwards: the secondary losses that ripple through blended families, being forced to leave the home they shared, parenting while grieving, and using TikTok as an outlet for pain that felt too raw to share anywhere else.This episode covers:• Falling in love after difficult past relationships and finding safety in another person• Cardiac amyloidosis and myeloma, including missed symptoms and delayed diagnosis • The emotional impact of rare illness and navigating uncertainty around treatment• Advocacy, medical trauma, and protecting loved ones from frightening realities• Cardiac arrests at home, CPR, and the shock of sudden death• Parenting grieving children while trying to survive your own grief• Wills, legal planning, and the practical chaos that follows loss• Social media, community, and why sharing grief online can sometimes feel safer than doing it face to face• Rebuilding safety, identity and family life after losing your person