POPULARITY
Categories
Investasi Jepang di Indonesia menjadi sorotan setelah muncul kritik bahwa banyak nota kesepahaman atau MoU kerja sama yang tidak berujung pada realisasi proyek. Namun, sejumlah pengamat menilai narasi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi investasi yang sebenarnya. Data menunjukkan realisasi investasi Jepang justru terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir dan tetap menjadi salah satu sumber investasi asing terbesar di Indonesia. Di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan dan penciptaan lapangan kerja, bagaimana kita melihat tren investasi Jepang saat ini? Apakah iklim investasi Indonesia masih cukup menarik bagi investor Jepang, dan apa yang perlu diperbaiki agar lebih banyak komitmen investasi yang benar-benar terealisasi?TALK: pengamat investasi dan hubungan internasional Zenzia Sianica Ihza
Harganya sih yang membuat diriku berangan-angan untuk meminang barang tersebut.Happy Listening and Enjoy
[POD] Kebaktian 2 Bulan OikumeneHUT ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)GKP Jemaat BandungMinggu, 31 Mei 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Keesaan Tubuh Kristus Yang Mengalami Syalom Allah Bersama Seluruh CIptaan"Bacaan Alkitab : Yesaya 42 : 10Pelayan Firman : Pdt. Williams D. Tanamal, S.Fil. @GKP Bandung Mei 2026
Tim Nasional Sepak Bola Oman resmi tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kedatangan skuad berjuluk Al-Ahmar yang memboyong kekuatan penuh—mulai dari jajaran pemain utama, tim pelatih, official, hingga didampingi langsung oleh Ketua Asosiasi Sepak Bola Oman (OFA)—ini merupakan bagian dari persiapan matang menjelang laga uji coba FIFA Matchday kontra Timnas Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
JAKARTA — Ketua Umum Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) yang juga Dewan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto, mengkritik rencana pemerintah memperketat tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA), khususnya sektor sawit. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi memicu ketidakpastian pasar, mengganggu rantai usaha sawit nasional, hingga menekan ekonomi masyarakat di daerah.Dalam wawancara di program Elshinta News and Talk, Kamis (21/5/2026), Darto mengatakan pemerintah terlalu fokus menghitung potensi tambahan penerimaan negara dari pencegahan praktik under invoicing dan transfer pricing, namun belum serius menghitung dampak ekonomi di tingkat akar rumput.“Pertanyaan baliknya adalah apakah pemerintah sudah menghitung dampak ekonomi di akar rumput? Karena ketika kita bicara sawit, ini bukan hanya soal ekspor dan devisa, tetapi menyangkut ekosistem ekonomi jutaan orang,” kata Darto.Menurutnya, industri sawit Indonesia berbeda dengan Malaysia yang kerap dijadikan pembanding pemerintah. Ia menilai struktur industri sawit Indonesia jauh lebih kompleks karena melibatkan petani plasma, petani mandiri, buruh sawit, hingga pelaku usaha kecil di daerah.“Di Indonesia ini sawit sudah menjadi ekosistem ekonomi sejak era transmigrasi tahun 1970-an. Ada sekitar 17 juta orang yang hidup dari sektor ini, mulai dari buruh sawit, petani plasma, sampai petani mandiri,” ujarnya.Darto mengungkapkan kekhawatiran bahwa rencana sentralisasi tata kelola ekspor justru telah memicu ketidakpastian di pasar. Ia menyebut harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani mulai turun sejak wacana kebijakan tersebut disampaikan pemerintah.“Hari ini harga TBS sudah turun sekitar Rp200 per kilogram. Bahkan harga CPO yang sebelumnya sekitar Rp15.800 per kilogram turun Rp800 setelah pengumuman Presiden. Ini dampak dari ketidakpastian pasar,” katanya.Menurut Darto, pelaku usaha kini mulai berhati-hati dalam membeli pasokan sawit dari pihak ketiga karena khawatir terhadap mekanisme baru ekspor yang belum jelas. Situasi itu dikhawatirkan akan memukul pabrik sawit skala kecil yang selama ini menjadi penampung hasil petani mandiri.Ia menjelaskan, jika perusahaan besar hanya menyerap pasokan dari kebun milik sendiri, maka pabrik-pabrik kecil akan kehilangan pasar. Dampaknya, petani kesulitan menjual hasil panen dan ekonomi daerah ikut terpukul.“Kalau serapan pasar berhenti, tanki penyimpanan penuh, pabrik berhenti produksi, akhirnya petani tidak bisa menjual TBS. Ini yang harus dipikirkan pemerintah karena risikonya sangat besar terhadap ekonomi pedesaan,” tegasnya.Darto juga mempertanyakan dasar perhitungan pemerintah terkait potensi kebocoran negara akibat praktik manipulasi ekspor sawit yang disebut mencapai miliaran dolar AS setiap tahun.“Pemerintah boleh menghitung keuntungan negara, tetapi angka kerugian akibat transfer pricing dan under invoicing itu juga harus dibuka metodologinya. Tidak semua pelaku usaha melakukan praktik seperti itu dan tidak bisa digeneralisasi,” ujarnya.Selain itu, ia menilai pemerintah belum melibatkan para pemangku kepentingan sawit secara memadai sebelum menggulirkan kebijakan tersebut.“Sampai sekarang belum ada diskusi serius dengan pelaku sawit dan para pemangku kepentingan. Padahal dampaknya akan sangat besar terhadap sektor sawit nasional,” kata Darto.
In Indonesia, many alternative and independent media have been born, amid a mass of media that is increasingly feared to be declining in quality. - Di Indonesia banyak lahir media-media alternatif dan independen, di tengah kepungan media yang semakin dikhawatirkan mengalami penurunan kualitas.
Menteri Luar Negeri Sugiono menungkapkan 9 Warga Negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan ke Gaza telah dibebaskan militer Israel. Ke 9 WNI, termasuk jurnalis nasional kini sedang dalam perjalanan menuju tanah air via Istanbul. Bagaimana tanggapan atas pembebasannya 9 relawan tsb?Talk bersama Pemred Republika Andi Muhyiddin (Mas Dio)
Pengembangan smart city di Indonesia harus menyesuaikan karakteristik, kebutuhan, dan potensi masing-masing daerah. Hal ini disampaikan menjelang The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026.
Sejarah buktikan negara yang tak terduga kerap menjadi kekuatan yang paling diperhitungkan — dan mengapa dunia sebaiknya mulai memperhatikan Indonesia.
Kerugian yang ditimbulkan oleh kecanduan judi online di Indonesia tidak hanya sebatas masalah untung-rugi namun juga seringkali dikaitkan dengan penipuan dan tindak pidana.
Dalam episode kali ini, Coach Rasiman membedah secara tuntas bagaimana ia menyusun batu bata di akademi PERSIS Solo, tantangan pembinaan di Indonesia, hingga visi besarnya untuk menjadikan Solo sebagai episentrum talenta sepakbola nasional.Episode Podcast Pagar Hijau Manahan kali ini dipandu oleh Addin Hanifa & Aditomo Susilo.
Simak pembahasannya bersama: 1. Analis Transportasi Perkeretaapian MTI, Muhammad Fahmi Arsyad2. Pakar Transportasi, yang juga mantan dirjen Perhubungan darat Kemenhub, Ir. Iskandar Abubakar, M.Sc
Menghadapi situasi turbulensi dan ketidakpastian dalam sektor kehutanan memerlukan kombinasi antara kecepatan bertindak dan ketajaman analisis data. Melalui metode OODA Loop, para pengambil kebijakan dapat terus memantau dinamika lapangan, seperti lonjakan titik api kebakaran hutan secara real-time, untuk mengambil keputusan pemadaman yang cepat dan tepat sasaran. Sementara itu, ketidakpastian masa depan, seperti fluktuasi nilai ekonomi karbon, dimitigasi dengan Scenario Planning yang memungkinkan organisasi membangun kesiapsiagaan terhadap berbagai kemungkinan kondisi, sehingga langkah strategis yang diambil tetap tangguh meskipun situasi eksternal berubah secara mendadak. Situasi kebaruan (novelty) yang muncul dari inovasi teknologi maupun target kebijakan baru, seperti FOLU Net Sink 2030, menuntut pendekatan eksperimental yang terukur melalui metode Probe-Sense-Respond. Dengan metode ini, organisasi dapat melakukan uji coba skala kecil (seperti penanaman drone di area sulit) untuk memahami pola keberhasilan sebelum melakukan implementasi besar-besaran. Jika hasil eksperimen awal menunjukkan ketidakefektifan, kemampuan untuk melakukan Pivoting atau pergeseran arah strategi menjadi sangat krusial agar sumber daya organisasi tetap fokus pada solusi yang paling berdampak tanpa kehilangan visi jangka panjang untuk pelestarian hutan. Terakhir, untuk mengatasi ambiguitas yang sering muncul akibat perbedaan interpretasi data atau tumpang tindih regulasi lahan, kolaborasi lintas sektor melalui proses Sense-making menjadi instrumen utama. Proses ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama di antara para pemangku kepentingan agar tidak terjadi dualisme kebijakan yang menghambat operasional di lapangan. Dengan memperkuat instrumen seperti One Map Policy dan dialog multipihak yang inklusif, makna yang samar dari sebuah aturan dapat diperjelas, sehingga konflik kepentingan dapat diminimalisir dan tata kelola hutan yang lestari dapat dicapai secara kolektif melalui konsensus yang kuat.
Anzac Day is celebrated every April 25, not only in Australia and New Zealand, but also in Indonesia, particularly in Balikpapan, East Kalimantan. - Anzac Day setiap tanggal 25 April, tidak hanya diperingati di Australia dan Selandia Baru, tetapi juga di Indonesia, khususnya di Balikpapan, Kalimantan Timur.
DJAMU's founder Elizabeth McCLean shares her story of empowering Indonesia's waste picker communities to create impactful upcycled products. - Pendiri DJAMU, Elizabeth McCLean, membagikan cerita perjuangannya memberdayakan komunitas pemulung di Indonesia untuk menciptakan produk daur ulang yang berdampak positif.
Psikolog klinis dan edukator seksualitas, Inez Kristanti ingin perempuan dan laki - laki lebih memahami kondisi seksualitas lebih dari sekedar urusan fisik. Perjalanannya berbicara kesehatan seksual di lingkungan yang masih memandang sebelah mata isu yang dianggap tabu tentunya menjadi tantangan tersendiri.#inezkristanti #seksualitas #psikolog #talkshow #podcast #podcastindonesia #cauldrontalks #andinieffendi—Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya.୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldrontalks/https://www.youtube.com/channel/UCIs1JAa6LciLsjwkQ-caGawhttps://fb.watch/dv-wICk08O/☆ Dengarkan juga podcast kami ☆https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3ahttps://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280☆ Host Andini Effendi ☆https://www.instagram.com/andinieffendi/☆ Inez Kristanti ☆https://www.instagram.com/inezkristanti/https://inezkristanti.com/—Timestamps00:00 Intro01:10 Latar belakang Inez03:39 Belajar seksualitas06:33 Seksualitas perempuan10:18 Masalah yang dihadapi22:58 Couple Therapy31:40 Conscious relationship40:48 Content creator & staying sane48:58 Kontribusi yang diinginkan
Dinamika identitas di Indonesia saat ini bermuara pada kontestasi nomenklatur antara Masyarakat Hukum Adat, Masyarakat Tradisional, dan Masyarakat Lokal yang bukan sekadar urusan semantik, melainkan arena politik pengakuan hak atas sumber daya alam. Penggunaan istilah "Masyarakat Hukum Adat" dalam konstitusi mencerminkan pengakuan atas kedaulatan politik lokal (beschikkingsrecht), sementara istilah "Masyarakat Adat" yang diusung gerakan sosial menekankan pada identitas budaya dan spiritual yang melampaui teks hukum formal. Ketegangan ini menunjukkan bahwa identitas kolektif sering kali didefinisikan secara kaku oleh negara melalui proses administrasi, yang ironisnya memaksa komunitas yang sudah ada sebelum republik berdiri untuk mencari legitimasi legal demi melindungi wilayah leluhur mereka dari arus pembangunan yang sering kali mengabaikan kondisi internal mereka. Aspek tenurial menjadi inti dari perjuangan ini, di mana tanah ulayat dipahami sebagai ruang hidup sakral yang memiliki struktur penguasaan kompleks antara kepentingan publik dan privat. Melalui "teori balon," terlihat bahwa hubungan antara hak kedaulatan komunitas (Kesatuan Masyarakat Hukum Adat/KMHA) dan hak pemanfaatan kelompok keluarga (Kelompok Anggota Masyarakat Hukum Adat/KAMHA) bersifat dinamis; menguatnya kewenangan publik sering kali terjadi saat mekanisme pewarisan privat macet, dan sebaliknya. Kompleksitas ini menuntut ketelitian luar biasa dalam identifikasi subjek dan objek agraria agar pendaftaran tanah oleh negara tidak justru menghancurkan tatanan sosial internal. Terlebih lagi, tantangan urbanisasi dan masyarakat kota yang heterogen semakin memperumit situasi, di mana hubungan transaksional dengan tanah mulai menggeser nilai-nilai komunal yang menjadi akar kekuatan masyarakat adat. Politik pengakuan di Indonesia saat ini terjebak dalam paradoks hukum, di mana eksistensi masyarakat adat baru dianggap sah secara legal jika telah "diakui" melalui produk hukum daerah seperti Perda atau SK Bupati. Hal ini menciptakan hambatan birokratis yang signifikan, di mana definisi yang kaku sering kali digunakan sebagai alat eksklusi bagi komunitas yang tidak memenuhi standar "keaslian" versi pemerintah. Oleh karena itu, pengesahan RUU Masyarakat Adat menjadi sangat mendesak untuk mensinkronkan berbagai regulasi sektoral yang tumpang tindih, mulai dari sektor kehutanan hingga agraria. Tanpa payung hukum yang kuat dan sensitif terhadap keragaman tipologi masyarakat—dari yang berburu-meramu hingga masyarakat agraris mapan—pengakuan negara hanya akan menjadi formalitas administratif belaka, alih-alih menjadi instrumen perlindungan hak asasi yang berkeadilan bagi pemilik sah tanah asal-usul.
Wacana pelarangan rokok elektrik atau vape kembali mencuat setelah temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait penyalahgunaan cairan vape yang mengandung zat terlarang. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menilai kebijakan ini perlu dipertimbangkan serius sebagai upaya melindungi kesehatan generasi muda. Namun, di tengah meningkatnya tren vape sebagai gaya hidup anak muda, muncul perdebatan mengenai efektivitas pelarangan total dalam menekan penyalahgunaan. Diskusi ini menghadirkan Kepala Divisi OKK DPP GERAM sekaligus Ketua DPD GERAM Jawa Tengah yang juga seorang advokat untuk membahas aspek pencegahan, regulasi, dan dampaknya bagi generasi muda.
KATA PEMRED #14PinterPolitik.comSetiap negara punya cara menyembunyikan rahasianya. Di beberapa tempat, lewat operasi intelijen dan ruang gelap. Di Indonesia, rahasia itu sering bersembunyi di tempat yang paling membosankan: tumpukan laporan yang sengaja ditulis agar tidak ada yang ingin membacanya.Sebuah buku laporan tergeletak di meja menteri. Ratusan halaman. Di dalamnya tersimpan jejak anggaran, nama-nama proyek, aliran uang yang berbelok-belok seperti sungai yang sudah lupa jalan pulang ke laut.Buku itu tidak pernah dimaksudkan untuk dibaca.
Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/posts/209-makanan-di-154745031?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/posts/eng-209-makanan-154745032?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkDi episode ini, kita membahas babi guling, makanan khas Bali, mulai dari cara memasaknya, isiannya, dan rasanya. Selamat mendengarkan!Gambar: Bali, 2026Terima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveIsmail OtchiChrisRussell BarlowMary Pope帥志 Shuai Chih LinBjornrappangeHossein KhoshtaghazaParis LuckowskiMatthew O'ConnorRussell OgdenYaszalixBart van de KampWC KonArthur NazaryanDaniel KaposiEmily HuangBenjamin SayHa Nguyen Jena StringerFrédéric UhrweillerQuran and sunnahEdward HearnJennifer Foley태용 심Cameron ClarkOxana SaimoAudrey DeliviaJoeJohn RichardsonFredoMarkRickLucaRuby den BoerTata HelenkiRowenaEmma MonteathK TaguchiRolandJoey ProwCarmen ChuiLynden AinslieAngelia OngCatherine Collier AntjePing PribadiAntjeChanatip TatiyakaroonwongHariyanto H.kaydee donkersDavid McLeanTomo振 袁Ryad BelkacemAndrew诺欣 吴Bali Sam RuRu_paBert Scholtengino GroenevelJeshua MorrisseDaniel GrahamKartikaTed ChanTomiGiacomo GrisonNaota YanagiharaTEMAN WINDAHJohn McBrideP. Clayton D. Causey, CT Vanessa HackJohn ShumLuis PaezCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchSicily FiennesMeredith R NormanTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerJustin WilsonZane RubaiiBenjaminDerynAlexH HMatt WintersAlec MitchellVinceBertiAtsuko MaenoMosaStephen GrahamColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopJan NedermeijerMatthewTakeshi YamafujiNatePatrickMiquelFeeJingle YanMathias朗 桑田Ben PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza Tropicale惠羽 蔡Sophie Hoestereyこ ぱるDouglas HerrickTim SomervilleMaxence AKFSF BEddoMarc EberJin Kimivy babyDevlin KuyekDawn TanNeoKimchiSpiritPaulie MoraPaula BradleyRoman PicardJarryd RMartin AwalYohiJosh LovellEnrico WelderYoichiroKatoRoanna MTacoButter동원 이MojaNabi KunisadaTDaniel Tanlego meister창호 이昭儒 吳Thanh-Nhi VoJ YonkmanMarjaAndrea Deckeroc RMatteo FarciJohan MiFrankMichael SpagonIsabel TeoVMasaDannyMark SeemanpillaiNicky BrownEstelle蕾 戴倫 阿PENDENGAR SETIAColumba TierneyHH JorgensenAmina AljehaniCamillelishan fengluanAninda P.A.F拓也 高山匠海 杉本 Iga KomarJonathan BaileyJaime NoriegaEdmund Tannina mengАндрей ТутаевAzharra Al FaridLitaTwindadfrankStephen Wellesley-Squires
Pukul 01.30 dini hari, 1 April 1946 — gempa Mw 8,6 mengguncang Kepulauan Aleutian, Alaska. Gelombang setinggi 42 meter menghancurkan Scotch Cap Lighthouse dalam hitungan detik. Lima penjaga pantai tewas seketika — tanpa sempat mengirim satu kata peringatan pun.Empat jam lima puluh sembilan menit kemudian — Hilo, Hawaii dilanda tsunami. 5.000 kilometer dari episentrum. Tanpa sistem peringatan. Tanpa sirene. Tanpa waktu untuk lari.165 jiwa melayang. 488 bangunan hancur. Dan 24 orang — 16 murid dan 5 guru — tidak pernah kembali dari pantai tempat mereka bermain setiap pagi.Di episode ini kita bahas:
Dulu, Idulfitri adalah urusan jiwa; kini, ia seolah berpindah ke mal dan layar ponsel. Di Indonesia dan Malaysia, hari raya telah bergeser menjadi proyek logistik yang melelahkan dan ajang flexing atau pamer kesuksesan sosial. Kita lebih sibuk memikirkan keseragaman baju sarimbit demi estetika konten media sosial daripada menyiapkan keheningan batin untuk bersilaturahmi. Mudik yang seharusnya menjadi perjalanan pulang menuju akar, sering kali hanya menjadi ajang pamer pencapaian kota yang justru memperlebar jarak emosional antarmanusia. Di belahan dunia lain, seperti Dubai, Doha, dan Arab Saudi, Idulfitri kini menjelma menjadi "spektakel" kemewahan dan festival belanja global. Tradisi komunal yang hangat, seperti makan bersama di jalanan, mulai digantikan oleh staycation privat di hotel berbintang atau perayaan tertutup yang eksklusif. Idulfitri tidak lagi dirayakan sebagai kemenangan atas nafsu setelah sebulan berpuasa, melainkan sebagai komoditas pariwisata yang didominasi oleh ledakan kembang api dan diskon besar-besaran, yang perlahan mengubur makna spiritual di bawah tumpukan materialisme. Pada akhirnya, kehampaan Idulfitri berakar pada hilangnya kehadiran hati (mindfulness) dalam setiap ritualnya. Kita terjebak dalam "sekularisasi ritual" di mana salat Id hanya menjadi pembuka sesi foto, dan permohonan maaf hanya tersampaikan melalui stiker WhatsApp yang masal dan tanpa rasa. Idulfitri hanya akan kembali bermakna jika kita berani mendekonstruksi gaya hidup konsumtif ini dan kembali pada esensi Tazkiyatun Nafs—penyucian jiwa yang sunyi, sederhana, namun menghubungkan kembali manusia dengan Tuhannya dan sesamanya secara otentik.
Kita telah terlalu lama memuja Produk Domestik Bruto (PDB) seolah itu adalah kitab suci kemajuan, padahal di balik angka yang mendaki, hutan kita luluh lantak dan kesenjangan sosial kian menganga. Di INSPIRIT, kami percaya bahwa mengejar pertumbuhan tanpa batas di planet yang terbatas adalah sebuah kegilaan kolektif yang harus segera diakhiri. Konsep Doughnut Economics (Ekonomi Donat) hadir sebagai kompas baru untuk memastikan kita tidak lagi jatuh ke dalam "lubang donat" kemiskinan, namun juga tidak melampaui "atap ekologis" yang menghancurkan sistem pendukung kehidupan bumi. Di Indonesia, Ekonomi Donat menemukan manifestasi paling konkretnya melalui kebijakan Perhutanan Sosial dan pengakuan Hutan Adat. Inilah ruang aman dan adil di mana "landasan sosial" masyarakat—seperti kedaulatan pangan dan akses ekonomi—dipenuhi tanpa harus merusak "atap ekologis" atau melampaui planetary boundaries (batas-batas planet). Melalui hak kelola hutan, komunitas lokal bertransformasi dari objek pembangunan menjadi subjek yang secara mandiri mendesain sistem ekonomi yang bersifat distributive by design (distributif melalui desain) sekaligus regenerative by design (regeneratif melalui desain). Masa depan kita tidak terletak pada obsesi pertumbuhan yang rakus lahan, melainkan pada keberanian untuk menjadi growth agnostic (agnostik terhadap pertumbuhan) demi kesejahteraan manusia yang hakiki. Kita harus segera beranjak dari model linear economy (ekonomi linier) yang eksploitatif menuju circular economy (ekonomi sirkular) yang meniru harmoni alam, sebagaimana yang telah dipraktikkan masyarakat adat kita selama berabad-abad melalui gotong royong. Saatnya kita mendesain ulang Indonesia agar menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh rakyatnya tanpa harus mengorbankan paru-paru dunia yang kita miliki.
Kita sering kali memuja "alat" perubahan—kebijakan baru, aplikasi canggih, atau angka statistik—namun lupa bahwa mesin penggerak sebenarnya adalah manusia yang saling terhubung. Bill Moggridge dalam Designing Interactionsmengingatkan kita bahwa esensi kemajuan bukan terletak pada perangkatnya, melainkan pada kualitas interaksi yang tercipta. Di Indonesia, merancang koneksi dalam gerakan sosial adalah seni memastikan setiap titik temu antara individu dan gagasan tidak berakhir sebagai formalitas administratif, melainkan meledak menjadi energi transformatif yang mampu meruntuhkan tembok-beton ketidakadilan. Membangun ekosistem kolaborasi yang tangguh menuntut kita untuk beralih dari sekadar mengelola organisasi menjadi merancang "pengalaman" kolektif yang berbasis empati. Sebuah gerakan akan layu jika "antarmukanya"—baik itu rapat desa maupun koordinasi digital—terasa berat, membingungkan, dan hierarkis. Kita harus mengadopsi prinsip affordance, di mana struktur sosial kita secara intuitif mengundang orang untuk masuk dan berkontribusi tanpa rasa takut. Dengan pendekatan prototyping yang berani gagal dan narasi penceritaan yang kuat, kita mengubah setiap interaksi menjadi jembatan emosional yang membuat para penggerak merasa dihargai dan memiliki makna dalam setiap langkah perjuangannya. Pada akhirnya, perubahan sosial yang berdampak luas adalah sebuah "meta-desain"—sebuah upaya merancang lingkungan yang memungkinkan setiap orang menjadi arsitek bagi solusinya sendiri. Kita tidak sedang membangun monumen kepahlawanan tunggal, melainkan sebuah ekosistem ubiquitous di mana solidaritas dan kepercayaan bekerja secara alami di latar belakang, sesenyap udara namun sekuat fondasi bumi. Dengan merancang interaksi yang memanusiakan sistem dan meminimalisir "kebisingan" birokrasi, kita sedang merajut benang-benang koneksi ini menjadi kain besar perubahan yang akan menyelimuti Nusantara dengan keadilan, martabat, dan kemakmuran yang berkelanjutan.
Bayangkan piring makan Anda di tahun 2050. Dengan hampir 10 miliar mulut yang harus diberi makan di seluruh dunia, setiap suapan nasi atau potongan daging yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari sistem global yang sedang berada di titik nadir. Krisis pangan bukan lagi sekadar ancaman jauh di masa depan, melainkan realitas yang dipicu oleh perubahan iklim sebagai "pengali ancaman" yang merusak siklus tanam dan mencuri ketersediaan air tawar. Brian Gardner dalam Global Food Futures memperingatkan bahwa air akan menjadi kendala paling kritis; tanpa pengelolaan yang radikal, piring kita di masa depan mungkin tidak lagi berisi keberlimpahan, melainkan kelangkaan yang harganya hanya bisa dibayar oleh segelintir orang. Di Indonesia, tantangan ini terasa jauh lebih personal dan mendesak. Kita sedang menyaksikan sawah-sawah subur di Jawa perlahan "tenggelam" oleh beton pemukiman, sementara kita masih membuang sepertiga dari total pangan kita ke tempat sampah sebagai limbah. Ketergantungan kita pada rantai pasok global membuat kedaulatan dapur kita sangat rapuh terhadap guncangan geopolitik dan kenaikan harga energi. Jika kita terus membiarkan sektor pertanian dianggap sebagai pekerjaan masa lalu yang kotor dan tidak menjanjikan, maka kita tidak hanya kehilangan petani, tetapi juga kehilangan kendali atas apa yang masuk ke dalam tubuh kita sendiri. Namun, masa depan pangan tidak harus menjadi cerita tentang keputusasaan. Inovasi seperti pertanian presisi, pemanfaatan protein lokal seperti tempe yang berkelanjutan, hingga regenerasi "petani milenial" berbasis teknologi menawarkan jalan keluar yang cerah. Peduli pada pangan berarti mulai menghargai setiap butir nasi, mendukung produsen lokal, dan menuntut kebijakan yang memihak pada keberlanjutan ekologis. Pada akhirnya, menjaga masa depan pangan adalah menjaga hak hidup generasi mendatang agar mereka tetap bisa berkumpul di meja makan dengan penuh rasa syukur, bukan dengan rasa cemas.
Isu keterlibatan dana asing kembali mencuat setelah muncul kabar bahwa investor Amerika, George Soros, disebut-sebut mendanai sejumlah aktivis dan organisasi masyarakat di Indonesia. Isu ini mengemuka setelah Presiden menyinggung adanya pihak-pihak yang diduga menjadi antek asing dalam dinamika politik dan sosial di dalam negeri. Benarkah ada aliran dana tersebut, dan bagaimana implikasinya terhadap kedaulatan serta ruang gerak masyarakat sipil di Indonesia? Pembahasan ini mengulas fakta, polemik, serta dampak yang mungkin timbul bagi kehidupan demokrasi dan stabilitas nasional.Talk: - Analis Netnography Politik dari pusat Literasi Komunikasi Politik Univ Nasional - Dr.Irfan Fauzi Arief MSI- Direktur Emrus Corner, pakar komunikasi politik UPH, Dr Emrus Sihombing
DIREKTORAT TINDAK PIDANA PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (PPA) serta PIDANA PERDAGANGAN ORANG (PPO) BARESKRIM POLRI berhasil membongkar jaringan tindak pidana perdagangan orang dengan modus jual beli bayi lintas daerah. Jaringan ini beroperasi sejak tahun 2024 dan melibatkan 12 tersangka, terdiri dari 8 orang perantara dan 4 orang tua kandung. Para pelaku menawarkan bayi kepada calon pengadopsi melalui media sosial seperti TikTok dan Facebook. Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan TPPO, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Mekanisme bursa karbon dan pajak emisi merupakan dua instrumen nilai ekonomi karbon yang dirancang untuk menekan pelepasan gas rumah kaca ke atmosfer dengan cara memberikan harga pada setiap unit emisi yang dihasilkan. Bursa karbon beroperasi melalui sistem cap and trade, di mana pemerintah menetapkan batas atas (cap) emisi bagi sektor tertentu dan menerbitkan izin atau kuota emisi. Di sisi lain, pajak emisi atau pajak karbon adalah pungutan langsung yang dikenakan atas kandungan karbon atau jumlah emisi yang dilepaskan. Kedua instrumen ini bertujuan untuk menginternalisasi biaya kerusakan lingkungan ke dalam biaya produksi, sehingga pelaku usaha terdorong untuk beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan. Dalam operasional bursa karbon, perusahaan yang berhasil menekan emisinya di bawah batas yang ditentukan akan memiliki kelebihan kuota yang dapat dijual kepada perusahaan lain yang emisinya melampaui batas. Proses perdagangan ini menciptakan harga pasar bagi karbon dan memberikan insentif finansial bagi perusahaan yang lebih efisien dan inovatif dalam penggunaan energi. Sebaliknya, bagi perusahaan yang memiliki emisi tinggi dan tidak melakukan mitigasi, mereka akan menghadapi beban biaya tambahan dengan membeli kredit karbon dari pasar atau dari proyek-proyek penyerapan karbon seperti reboisasi hutan. Hal ini memastikan bahwa secara kolektif, total emisi nasional tetap terjaga dalam batas yang telah ditetapkan. Sementara itu, pajak emisi berfungsi sebagai instrumen pelengkap atau alternatif yang memberikan kepastian harga bagi setiap unit polusi yang dihasilkan. Di Indonesia, sistem ini sering dipadukan menjadi mekanisme cap and tax, di mana pajak dikenakan jika suatu entitas gagal memenuhi kewajiban batas emisinya melalui bursa karbon. Pendapatan yang dihimpun dari pajak karbon ini dapat dialokasikan kembali oleh negara untuk mendanai investasi hijau, pengembangan energi terbarukan, serta program adaptasi perubahan iklim bagi masyarakat yang terdampak. Melalui sinergi antara perdagangan dan perpajakan karbon ini, diharapkan tercipta transisi ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengorbankan pertumbuhan industri secara keseluruhan.
Tahukah Anda bahwa lamun—tanaman laut yang seringdiabaikan—mampu mengurangi tinggi gelombang hingga 40% dan menyelamatkan ribuan nyawa saat tsunami? Episode kali ini mengupas tuntas bagaimana ekosistem lamunmenjadi benteng alami pesisir Indonesia terhadap bencana laut, ancaman degradasi yang dihadapi, dan best practice restorasi di Bali dan Sulawesi. Waspada Ya, Panik Jangan!
Di Indonesia, Ilmu Hubungan Internasional telah banyak dikembangkan oleh berbagai universitas. Apa saja konsentrasi dari berbagai institusi pengajaran HI tersebut? Apa keunikan riset mereka? HI Friends ingin daftar ke HI universitas mana setelah tahu konsentrasi studi masing-masing kampus?Pada episode khusus ini, Dr. Randy W. Nandyatama (HI UGM) berdiskusi dengan Ketua Departemen/Jurusan/Prodi (Ilmu) HI UNHAS, HI UNCEN, HI UNSOED, dan HI UGM. Yuk simak keunikan dan fasilitas layanan di masing-masing instansi. Selengkapnya hanya di Podcast Hubungan Internasional episode 103!================================
Jutaan dokumen rahasia milik terpidana kejahatan seksual asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, satu per satu mulai terbuka ke publik. Selain mengungkap kejahatan seksual berat yang melibatkan puluhan anak serta menyeret nama sejumlah elite dunia, dokumen tersebut juga memunculkan korespondensi sensitif terkait pembahasan awal kesiapan menghadapi wabah penyakit global.Media Rusia Izvestia, Rabu 4 Februari 2026, melaporkan adanya email tahun 2015 yang dikirim kepada Epstein, diduga kuat berasal dari Bill Gates. Berkas lain yang diunggah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) juga mengungkap komunikasi bertanggal 3 Maret 2017 antara Jeffrey Epstein dan kontak bernama Bill Gates, dengan subjek “Cakupan dan Hasil Kerja BGC3”, perusahaan investasi yang mengelola sebagian kekayaan Bill Gates, yang membahas simulasi pandemi.Temuan ini kembali memunculkan pertanyaan publik: benarkah dokumen-dokumen tersebut terkait dengan konspirasi di balik pandemi COVID-19? Di Indonesia, keraguan terhadap narasi resmi pandemi pernah disuarakan sejumlah tokoh dan pakar, namun kerap dianggap kontroversial dan tidak berdasar. Lalu, bukti apa yang sebenarnya dapat menguatkan dugaan bahwa pandemi COVID-19 merupakan bagian dari kepentingan bisnis dan alat politik global?Bersama Pakar Kebijakan Publik, Politik, dan Ekonomi, Dr. Ichsanuddin Noorsy, BSc, SH, MSi.
Di episode kali ini, Tamish cerita kalau Ageless Galaxy sebenarnya berawal dari tugas kuliah dan gimana dia berjuang bangkit dari kanker stadium 4 di usia muda. Tamish juga cerita alasan di balik brand-nya yang lebih milih jalur kolaborasi sama dunia F&B daripada saingan langsung sama brand streetwear lain. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioEnjoy the show!Instagram:Tamish https://www.instagram.com/prontopixel/Ageless Galaxy https://www.instagram.com/aglxyco/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/rayjanson#RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia #AgelessGalaxy
Bisnis pinjam meminjam lewat platform digital sekarang ini bukan bisnis yang mudah untuk digeluti, karena satu persatu perusahaan fintech lending angkat kaki dan yang terbaru adalah grub dari astra juga mengundurkan diri dari bisnis fintech lending.
Padel, a racquet sport played in pairs, is experiencing a surge in popularity in Indonesia and among diaspora in Australia because it is easy to learn and offers a strong social aspect. - Padel, olahraga raket yang dimainkan berpasangan, sedang mengalami lonjakan popularitas di Indonesia dan kalangan diaspora di Australia karena mudah dipelajari dan menawarkan aspek sosial yang kuat.
Korupsi di Indonesia masih menjadi persoalan besar. Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis kampus dalam mencetak sumber daya manusia yang berintegritas, jujur, dan berani menolak praktik korupsi sejak dini.Lalu, bagaimana merealisasikan pesan tersebut? Apakah pendidikan tinggi cukup dengan kurikulum dan seminar antikorupsi, atau dibutuhkan keteladanan nyata dari para pendidik, birokrasi kampus, hingga penegakan hukum yang konsisten?Dalam episode ini, kami membahas tantangan dan peluang membangun integritas dari bangku kuliah, peran dosen dan institusi pendidikan, serta realitas sistem yang kerap menguji idealisme generasi muda. Diskusi kritis untuk melihat apakah kampus benar-benar bisa menjadi garda terdepan melawan korupsi di Indonesia.Bersama: 1. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) PGRI Dr. Dudung Abdul Qodir2. Sekretaris Ikatan Guru Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Imron Wijaya
Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/posts/196-makanan-di-146266066?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/posts/eng-196-makanan-146266083?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkDi episode ini, kita membahas bubur ayam, rasanya, isinya, bahkan sampai cara makannya: tim bubur diaduk atau tanpa diaduk. Selamat mendengarkan!Gambar: Jakarta, 2025Terima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiAlastair JudsonKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveSam BayleyLivvieIsmail OtchiChrisRussell BarlowMary Pope帥志 Shuai Chih LinBjornrappangeHossein KhoshtaghazaParis LuckowskiMatthew O'ConnorRussell OgdenYaszalixBart van de KampWC KonArthur NazaryanDaniel KaposiEmily HuangBenjamin SayHa Nguyen Jena StringerFrédéric UhrweillerQuran and sunnahEdward HearnJennifer FoleyJP태용 심Cameron ClarkOxana SaimoAudrey DeliviaJoeJohn RichardsonFredoMarkRickAnnibaleLucaTEMAN WINDAHJohn McBride Kristofer Nivens P. Clayton D. Causey, CT Vanessa HackJohn ShumLuis PaezCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchSicily FiennesMeredith R NormanTom Simamora ThatcherTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerJustin WilsonJayZane RubaiiBenjaminDerynAlexH HMatt WintersAlec MitchellVinceBertiAtsuko MaenoMosaStephen GrahamHannah RowntreeColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopJan NedermeijerMatthewTakeshi YamafujiNatePatrickMiquelFeeJingle YanMathias朗 桑田Ben PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza TropicaleBill Dalton惠羽 蔡Sophie Hoestereyこ ぱるDouglas HerrickTim SomervilleMaxence AKFSF BEddoMarc EberJin Kimivy babyJessica BruntonDevlin KuyekDawn TanNeoKimchiSpiritPaulie MoraPaula Bradley蕾戴Jordan O.Roman PicardJarryd RMartin AwalYohiRicardo CorsaJosh LovellEnrico WelderYoichiroKatoRoanna MTacoButter한윤희동원 이Gabriel AdlerMojaNabi Kunisada詠訢 張TDaniel TanPENDENGAR SETIAColumba TierneyLuciano HespanholHH JorgensenAmina AljehaniJannedCamillelishan fengluanAninda P.A.F拓也 高山匠海 杉本 Nathalie GoudIga KomarJonathan Bailey
Komunitas kecil Pulau Pari menghadapi berbagai ancaman akibat iklim, termasuk terhadap seluruh keberadaannya.
Kenzie Ryvantya, Fatah Husni, dan Shofwan Al Banna ngomongin cara Indonesia keluar dari middle income trap dengan industrialisasi.
Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/posts/makanan-di-roll-141021931?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/posts/eng-makanan-di-141021932?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkDi episode ini, aku membahas lumpia, camilan khas Semarang, mulai dari rasanya sampai harganya. Selamat mendengarkan!Gambar: Jakarta, 2025Terima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDRamzan BAlex PepinnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiAlastair JudsonKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveSam BayleyLivvieIsmail OtchiChrisRussell BarlowMary PopeIga Komar帥志 Shuai Chih LinBjornrappangeHossein KhoshtaghazaParis LuckowskiMatthew O'ConnorRussell OgdenYaszalixBart van de KampWC KonArthur NazaryanDaniel KaposiEmily HuangBenjamin SaySussanGiomHa Nguyen Jena StringerFrédéric UhrweillerQuran and sunnahEdward HearnJennifer FoleyJP태용 심Cameron ClarkOxana SaimoAudrey DeliviaTEMAN WINDAHJohn McBride Kristofer Nivens P. Clayton D. Causey, CT Vanessa HackJohn ShumLuis PaezCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchSicily FiennesEm McDermottMeredith R NormanTom Simamora ThatcherTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MJensBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerJustin WilsonJayZane RubaiiBenjaminDerynAlexH HMatt WintersAlec MitchellVinceDanielBertiSugiyamaAtsuko MaenoMosaStephen GrahamHannah RowntreeColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopJan NedermeijerMatthewTakeshi YamafujiNatePatrickMiquelFeeJingle YanMathias朗 桑田Benedikt GanderBen PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza TropicaleBill Dalton惠羽 蔡Sophie Hoestereyこ ぱるDouglas HerrickTim SomervilleMaxence AKFSF BEddoMarc EberJaime NoriegaJin Kimivy babyJessica BruntonMark ChavezDevlin KuyekDawn TanNeoKimchiSpiritAnders RydbergPaulie MoraPaula Bradley蕾戴Jordan O.Roman PicardJarryd RMartin AwalYohiRicardo CorsaJosh LovellPENDENGAR SETIAColumba TierneyLuciano HespanholHH JorgensenAmina AljehaniJannedCamillelishan fengluanAninda P.A.F拓也 高山Nathalie Goud
Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/posts/rokok-di-and-in-139373232?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/posts/eng-rokok-di-and-139374659?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkDi episode ini, kita membahas rokok, efeknya, serta peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan rokok di Indonesia. Selamat mendengarkan!Sumber gambar: Dimas Rizki Pratama di UnsplashTerima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDRamzan BAlex PepinnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiAlastair JudsonKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveSam BayleyLivvieIsmail OtchiChrisRussell BarlowMary PopeIga Komar帥志 Shuai Chih LinBjornrappangeHossein KhoshtaghazaParis LuckowskiMatthew O'ConnorRussell OgdenYaszalixBart van de KampWC KonArthur NazaryanDaniel KaposiEmily HuangBenjamin SaySussanGiomHa Nguyen Jena StringerFrédéric UhrweillerQuran and sunnahEdward HearnJennifer FoleyJPTEMAN WINDAHJohn McBride Kristofer Nivens P. Clayton D. Causey, CT Vanessa HackJohn ShumLuis PaezCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchSicily FiennesEm McDermottMeredith R NormanTom Simamora ThatcherTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MJensBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerJustin WilsonJayZane RubaiiBenjaminDerynAlexH HMatt WintersAlec MitchellVinceDanielBertiSugiyamaAtsuko MaenoMosaStephen GrahamHannah RowntreeColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopJan NedermeijerMatthewTakeshi YamafujiNatePatrickMiquelFeeJingle YanMathias朗 桑田Benedikt GanderBen PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza TropicaleBill Dalton惠羽 蔡Sophie Hoestereyこ ぱるDouglas HerrickTim SomervilleMaxence AKFSF BEddoMarc EberJaime NoriegaJin Kimivy babyJessica BruntonMark ChavezDevlin KuyekDaniel TanDawn TanNeoKimchiSpiritAnders RydbergPaulie MoraPaula Bradley蕾戴Jordan O.Roman PicardJarryd RMartin AwalYohiPENDENGAR SETIAColumba TierneyLuciano HespanholHH JorgensenAmina AljehaniJannedCamillelishan fengluanAninda P.A.F拓也 高山
Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/posts/makanan-di-tahu-138849374?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/posts/eng-makanan-di-138849488?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkDi episode ini, kita membahas tahu gejrot, mulai dari rasanya, cara membuatnya, sampai arti namanya. Selamat mendengarkan!Gambar: Jakarta, 2025Terima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDRamzan BAlex PepinnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiAlastair JudsonKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveSam BayleyLivvieIsmail OtchiChrisRussell BarlowMary PopeIga Komar帥志 Shuai Chih LinBjornrappangeHossein KhoshtaghazaParis LuckowskiMatthew O'ConnorRussell OgdenYaszalix子强 孙Bart van de KampWC KonArthur NazaryanDaniel KaposiEmily HuangBenjamin SaySussanGiomHa Nguyen Jena StringerFrédéric UhrweillerQuran and sunnahEdward HearnTEMAN WINDAHJohn McBride Kristofer Nivens P. Clayton D. Causey, CT Vanessa HackJohn ShumLuis PaezCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchSicily FiennesEm McDermottMeredith R NormanTom Simamora ThatcherTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MJensBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerJustin WilsonJayZane RubaiiBenjaminDerynAlexH HMatt WintersAlec MitchellVinceDanielBertiSugiyamaAtsuko MaenoMosaStephen GrahamHannah RowntreeColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopJan NedermeijerMatthewTakeshi YamafujiNatePatrickMiquelFeeJingle YanMathias朗 桑田Benedikt GanderBen PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza TropicaleBill Dalton惠羽 蔡Sophie Hoestereyこ ぱるDouglas HerrickTim SomervilleMaxence AKFSF BEddoMarc EberJaime NoriegaJin Kimivy babyJessica BruntonMark ChavezDevlin KuyekDaniel TanDawn TanNeoKimchiSpiritAnders RydbergPaulie MoraPaula Bradley蕾戴Jordan O.ss ssRoman PicardJarryd RPENDENGAR SETIAColumba TierneyLuciano HespanholHH JorgensenAmina AljehaniJannedCamillelishan fengluanAninda P.A.FYohi拓也 高山
The vibes at the demonstration in Federation Square was orderly and emotional. The demonstrators are from various ethnic groups and religions, but they were united in voicing the aspirations of Indonesians. - Suasana demo di Federation Square terlihat tertib dan mengharukan. Para demonstran datang dari berbagai suku dan agama namun bersatu menyuarakan aspirasi rakyat.
Sampai dengan saat ini para pekerja rumah tangga yang sering disebut PRT di Indonesia itu masih belum mendapatkan hak-hak mereka sebagai pekerja. Hal itu disebabkan karena mereka bekerja di ranah domestik.
Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/posts/lima-kota-yang-136665697?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/posts/eng-lima-kota-di-136665809?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkDi episode ini, aku membagikan informasi dan pengalaman pribadiku tentang 5 kota yang paling toleran di Indonesia: Salatiga, Singkawang, Semarang, Magelang, dan Siantar. Selamat mendengarkan!Sumber daftar kota toleran: Setara Institutehttps://setara-institute.org/wp-content/uploads/2025/05/exsum-ikt-2024-bahasa.pdfSumber gambar: bckfwd di UnsplashTerima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDRamzan BAlex PepinnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiAlastair JudsonKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveSam BayleyLivvieIsmail OtchiChrisRussell BarlowMary PopeIga Komar帥志 Shuai Chih LinBjornrappangeHossein KhoshtaghazaAldoParis LuckowskiMatthew O'ConnorRussell OgdenYaszalix子强 孙Bart van de KampWC Kon태엽 주Arthur NazaryanDaniel KaposiEmily HuangBenjamin SaySussanKevin McCormickTEMAN WINDAHJohn McBride Kristofer Nivens P. Clayton D. Causey, CT Vanessa HackJohn ShumLuis PaezCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchSicily FiennesEm McDermottMeredith R NormanTom Simamora ThatcherTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MSusan & Ben SetiawanJensBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerJustin WilsonJayZane RubaiiBenjaminDerynAlexH HMatt WintersAlec MitchellVinceDanielBertiSugiyamaAtsuko MaenoMosaStephen GrahamHannah RowntreeColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopJan NedermeijerMatthewTakeshi YamafujiNatePatrickMiquelFeeJingle YanMathias朗 桑田Benedikt GanderBen PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza TropicaleBill Dalton惠羽 蔡Sophie Hoestereyこ ぱるDouglas HerrickTim SomervilleMaxence AKFSF BEddoMarc EberJaime NoriegaJin Kimivy babyJessica BruntonMark ChavezDevlin KuyekDaniel TanDawn TanNeoKimchiSpiritAnders RydbergPaulie MoraPaula Bradley蕾戴Jordan O.PENDENGAR SETIAColumba TierneyLuciano HespanholHH JorgensenAmina AljehaniJannedCamillelishan fengluan
If every citizen of a country can get a quality primary education free of charge, many parties, especially parents of students, will feel that this is the ideal. - Apabila setiap penduduk warga sebuah negara bisa mendapatkan pendidikan dasar berkualitas secara cuma-cuma, banyak pihak, terutama orang tua anak usia pelajar, akan merasa bahwa itulah yang ideal.
The economic situation in Indonesia in recent years has not been good enough. For people, meeting daily needs ends up being a priority issue, and to the exclusion of other important matters, such as efforts to eradicate corruption. - Situasi ekonomi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak cukup bagus. Bagi masyarakat, memenuhi kebutuhan sehari-hari akhirnya menjadi isu prioritas, dan mengesampingkan hal-hal lain yang penting, seperti upaya pemberantasan korupsi.
Aksi melestarikan lingkungan Nadine Chandrawinata bersama Dinni Septianingrum dan teman-teman Sea Soldiers lainnya sangat seru, menyenangkan dan patut di jadikan contoh.
What is Data Journalism and has it been implemented properly by the media in Indonesia? - Apa itu Jurnalisme Data dan apakah sudah diterapkan dengan tepat oleh media-media di Indonesia?
Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/posts/makanan-di-125500090?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/posts/eng-makanan-di-125500455?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkDi episode ini, kita akan membahas seblak, rasanya, dan cara memesannya, serta berbagai pengalamanku memesan makanan. Selamat mendengarkan!Gambar: Bandung, 2025Terima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDRamzan BAlex PepinnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiAlastair JudsonKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveSam BayleyLivvieIsmail OtchiChrisRussell BarlowWill FreudenheimKira SenseiMary PopeIga Komar帥志 Shuai Chih LinStefano LuzzattoBjornrappangeHossein Khoshtaghaza TEMAN WINDAHJohn McBride Kristofer Nivens P. Clayton D. Causey, CT Vanessa HackJohn ShumLuis PaezChloe ArianaCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchRussell OgdenSicily FiennesEm McDermottMeredith R NormanTom Simamora ThatcherWill HendersonTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerAsakoTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MSusan & Ben SetiawanJensBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerPham VyJustin WilsonNadiaJayElfin MoningkaZane RubaiiBenjaminDerynAlexH HMatt WintersHong WantingAlec MitchellVinceDanielBertiSugiyamaAtsuko MaenoMosaStephen GrahamHannah RowntreeCallum TrainorHildaColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyTan Jing YiYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimEdmund TanRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopJan NedermeijerMinh Vy Trần NgọcMatthewTakeshi YamafujiNateLauraPatrickMiquelFee 倫 阿Jingle YanMathias朗 桑田Benedikt GanderBen PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza TropicaleBill Dalton惠羽 蔡Widianingtyas YuniatiSophie HoestereyYuki Tsuchiyaこ ぱるDouglas HerrickTim Somerville PENDENGAR SETIAJoColumba TierneyLuciano HespanholHH JorgensenChingyu yangAmina AljehaniJannedCamille