POPULARITY
Categories
The following is a report on the commemoration of the 81th Indonesia's Independence Day in Sydney and Melbourne, Australia. - Berikut ini laporan peringatan HUT RI di Sydney dan Melbourne, Australia.Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.Follow us on Facebook and Instagram, and subscribe to our podcasts. - Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Hi Tetangga!Di Tetangga Kepo kali ini gue ditemani oleh Pak Mahfud MD yang akan bercerita tentang keadaan Indonesia yang sebenarnya. Apa dan siapa yang bisa membuat Indonesia lebih baik?Yuk, simak sampai akhir ya!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Katarina dan Agustinus dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 2: 8 - 3: 4; Mazmur tg 119: 14.24.72.103.111.131; Matius 18: 1-5.10.12-14.ANAK-ANAK YANG MEMBANGGAKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Anak-Anak Yang Membanggakan. Adasebuah reuni para alumni SD. Semua hadirin terdiri dari para petani, buruh,pegawai pemerintah, guru, rohaniwan, bahkan bupati untuk kabupaten setempat. Diantara semua ini, ada satu tamu yang sangat spesial, yaitu seorang lelaki tuaberusia 88 tahun, ia adalah kepala sekolah pertama sekolah dasar tersebut.Semua alumni memiliki kenangan indah tentang sang kepala sekolah. Semua alumni masih tetap mengingat bagaimana mantan guru mereka tersebutselalu memperlakukan setiap murid sebagai anaknya sendiri. Intinya, gurutersebut selalu menganggap setiap muridnya sebagai anak yang membanggakan.Setiap anak memiliki potensi dan bakat yang patut dikembangkan selanjutnya. Iaselalu memakai pendekatan persuasif untuk mengarahkan dan memperbaiki perilakumereka yang nakal atau kurang baik. Setiap selesai memberikan nasihat ataukoreksinya, ia selalu berkata begini: "Kamu anak yang membanggakan." Setiap anak di dalam keluarga, Gereja dan masyarakat kita sangat memerlukanperlakuan yang positif dan sehat. Dengan perlakuan ini, mereka akan tumbuhsecara positif dan sehat, sehingga mengurangi atau mematikan perilaku merekayang tidak disiplin atau di luar batas kewajaran. Mantan guru dan kepalasekolah tersebut sebenarnya mempraktikkan perbuatan Yesus sendiri yang menerimaanak-anak dan memberkati mereka. Yesus menempatkan anak kecil di tengah-tengahkita agar mengajarkan kita tentang menghargai dan memelihara kehidupan yangmenjadi karunia terindah Tuhan bagi kita. Sikap-sikap yang patuh, semangat belajar dan mengikuti disiplin hidupmerupakan sikap hidup yang melawan keras kepala dan hidup yang kacau.Kerendahan hati dan taat kepada Tuhan adalah semangat yang mengalahkankecongkakan, ingat diri, dan kekerasan. Kerajaan Surga disediakan bagiorang-orang yang hidup dalam semangat anak kecil seperti ini. Kita perlubelajar bahwa proses terjadinya sesuatu memang harus berawal dari yang kecildan lemah. Tuhan Allah memakai proses natural kita untuk mendirikan kerajaan-Nyadi dalam dunia. Iman kita tumbuh dari awal untuk menjadi dewasa. Kita dapat memiliki ide dan pemikiran tertentu, yang terbentuk darikumpulan fakta dan pengalaman kecil yang berbeda-beda. Sebuah bangunan rumahterbentuk dari elemen semen, pasir, batu dan genteng. Seorang profesor telahmelalui pengalaman belajar dan latihan dari kecil dan semua masa belajarnya.Jadi yang kecil, permulaan dan muda harus membuat kita bangga. Hendaknya kitasyukuri bahwa semua itu sudah dan seterusnya ikut membentuk diri kita sepertiapa adanya kita pada setiap waktu hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Berkatilah kami untuk hari ini, supaya setiap pengalamanyang terjadi hari ini menandakan bahwa Engkau senantiasa setia di dalamkehendak-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Tuti Andayani dan Lukas Martin Satryo Ariwibowo dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Habakuk 1: 12 - 2: 4; Mazmur tg 9: 8-9.10-11.12-13; Matius 17: 14-20.IMAN SEBESAR BIJI SESAWI Renungan kita pada ini bertema: Iman Sebesar Biji Sesawi. Ada kenyataanbahwa setelah sekian waktu mengikuti Sang Guru, Yesus Kristus, terbukti pararasul tidak dapat menyelesaikan suatu masalah yang mereka hadapi. Orang sakitdan kerasukan roh jahat tidak dapat mereka sembuhkan dan bebaskan dari rohjahat itu. Mereka jelas menyadari ada yang tidak beres dengan iman mereka,namun mereka tidak tahu persis apa sebenarnya yang tidak beres itu. Yesus Kristus menemukan bahwa yang kurang pada mereka ialah kekuatan,kualitas dan inti iman itu meski mereka hidup bersama-Nya setiap saat. Imandiumpamakan sebesar biji sesawi, yaitu meski kecil tetapi berisi, berkualitas,berkekuatan dan dikaruniai untuk tumbuh menjadi besar. Potensi yang sedemikianbesar itu akan mampu melakukan apa yang tidak mungkin. Dengan kekuatan itu,gunung juga dapat diperintahkan untuk berpindah tempatnya. Konkretnya, iman sebesar biji sesawi itu seperti apa? Aspek paling intiialah di dalam diri seorang beriman, Tuhan adalah penentu dan penggeraknya. Inimengikuti apa yang dikatakan oleh Santo Paulus, bahwa hidupnya adalah bukandirinya sendiri, tetapi Yesus Kristus yang hidup dalam di dalam dirinya.Misalnya Anda diminta oleh teman untuk membantu meringankan sakitnya. Andaberkeyakinan bahwa Tuhan yang akan berbuat semuanya. Anda berdoa dan memberikansegala perhatian untuk membantunya, tapi Tuhan tetap nomor satu yang diberikanruang atau kesempatan untuk melakukan bagian-Nya. Jika hanya kemampuan manusia yang diandalkan, akibatnya orang menjadi cepatmalas, bosan, marah dan menyerah. Mungkin Tuhan tidak diberikan ruang dankesempatan untuk melakukan apa yang menjadi bagian-Nya. Akhirnya kita akanmengeluh seperti para rasul, yaitu mengapa kita tak bisa menyembuhkan ataumenyelesaikan persoalan sendiri? Mungkin dari keheningan-Nya Tuhan hendak berbisik, kata-Nya, "Imanmu tidakkuat. Engkau tidak melibatkan Aku." Aspek berikutnya yang menandakan iman sebesar biji sesawi ialah kesadarandan kecintaan untuk mempertahankan iman yang sudah tumbuh di dalam diri kita.Meski kecilnya seperti biji sesawi, godaan untuk meremehkan atau lalaimerawatnya harus dapat dikalahkan. Santo Dominikus yang kita rayakan pada hariini, menekuni panggilannya dengan penuh perhatian dan tanpa kenal lelah dalamusaha untuk membuat Sabda Tuhan mengambil bagian dalam hidup manusia. Apa yangdilakukannya itu adalah sama dengan nabi Habakuk yang mengatakan bahwa imanadalah alasan satu-satunya bagi kita untuk hidup dalam kebenaran. Hanya denganitu iman kita dapat bertahan sampai akhir. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, Bunda-Mu dan juga Bunda kami, SantaPerawan Maria menjadi teladan bagi iman kami sehingga menjadi seperti bijisesawi yang sangat berguna. Tuntunlah kami untuk selalu meneladani iman Bunda Maria.Salam Maria... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Karolina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yeremia 30: 1-2.12-15.18-22; Mazmur tg 102: 16-21.29.22-23; Matius 15: 1-2.10-14.JANGANLAH YANG BUTA MENUNTUN YANG BUTA Renungan kita pada hari ini bertema: Janganlah yang Buta Menuntun yangButa. Yohanes Maria Vianey adalah seorang Santo yang mempertemukan dua kutubkualitas pribadi manusia, yaitu kerapuhan dan kebijaksanaan. Selama prosespembinaan dan sampai menjadi seorang imam, ia dikenal sangat rapuh karenakemampuan intelektualnya sangat rendah. Akibatnya ia bukan hanya diberikan pekerjaan yang sederhana, tetapi jugasecara alamiah tidak diperhitungkan atau diharapkan untuk berbuat banyak bagiorang lain. Maka wajar ia diremehkan dengan ujaran seperti ini: "Janganlahorang buta menuntun orang buta". Ia seorang manusia yang bodoh, mana bisaia sebagai imam untuk mengajar dan menuntun orang lain? Tetapi karena Tuhan hendak mengangkat orang-orang kecil, Yohanes mendapatberkat yang istimewa. Di suatu paroki terpencil ia abdikan hidupnya, ia penuhdengan kebijaksanaan dan kasih Tuhan. Orang-orang datang dari seluruh penjuruPrancis dan dunia untuk mencarinya supaya dilayani pengakuan dosa, diberikannasihat, didoakan, dan diberkati. Bagi Gereja kita, Santo dari desa L'ArchPrancis ini adalah pelindung para imam, khususnya pastor paroki. Tugas utama Yohanes Maria Vianney ialah menuntun umat beriman kepada Tuhan.Pekerjaan ini sama dengan membimbing, mengarahkan dan mengajarkan. Yangmenuntun pasti seseorang yang memiliki kualitas lebih dan dipercayai untukmelakukannya. Sebuah bimbingan, pengajaran atau tuntunan tidak dapat terjadikalau tidak ada kepercayaan. Tugas ini sangat mengandalkan dua kekuatan besar di dalam diri kita, yaituakal budi sebagai faktor intelektual dan iman yang menjadi kebijaksanaan Ilahi.Nabi Yeremia menggunakan dua kekuatan ini untuk membuka kesadaran dankepercayaan umat Israel tentang hukuman dan berkat yang layak diberikan. Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat dikecam Yesus karena selain merekaterang-terangan menolak Yesus, mereka juga menuntun orang lain bukan kepadakeselamatan tetapi kebinasaan. Mereka tidak seperti Yeremia, Yohanes MariaVianey dan Yesus Kristus, sang Guru yang agung. Mereka yang buta tentang imanyang benar menuntun banyak orang lain yang ingin bertumbuh dalam iman yangbenar dan yang masih perlu banyak belajar untuk lebih beriman. Maka tantangan kita yang amat besar saat ini ialah mencukupi diri kitadengan kualitas intelektual dan iman sebagai pengikut Kristus, sehingga kitatidak jatuh dalam kesalahan menjadi penyebab orang lain jatuh ke dalam dosa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, semoga perkataan dan perbuatan kamisdapat berguna menjadi tuntunan yang benar bagi sesama kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
MetroTV, Hujan deras memicu banjir di sejumlah wilayah negara bagian New York, Amerika Serikat. Peringatan banjir dikeluarkan setelah curah hujan ekstrem menyebabkan sejumlah jalan tertutup dan mengganggu aktivitas masyarakat.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Cathy Devina Siregar dan Rahel Septria dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 11-16.24; Mazmur tg 69: 15-16.30-31.33-34; Matius 14: 1-12MATI DEMI KEBENARAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mati Demi Kebenaran. Di gerbangsebuah kota, ada patung terkenal yang bernama "Anak di Pundak Ibu"untuk memberi makna kota tersebut. Pada zaman dahulu kota itu dibela olehseorang pemuda yang memimpin segenap masyarakat untuk melawan para musuh yangingin menduduki kota. Meskipun kota ini berhasil dipertahankan, tetapi pemudaini mati terbunuh dalam perang. Ibunya sendiri yang menaruh putranya di pundak,memikulnya dan membawa ke tengah kota untuk dihormati oleh semua orang. Bunda Maria melahirkan, membesarkan, sampai menyaksikan sendiri putranyaYesus Kristus dihukum mati lalu meniduri jenasah Yesus di pangkuannya (la pieta dari Michaelangelo). Mariamenyaksikan langsung Anak Domba Allah yang dikorbankan karena mempertahankankebenaran dari pihak-pihak yang anti kebenaran. Keponakan Maria, YohanesPembaptis, juga lebih dahulu rela untuk dibunuh oleh penguasa jahat demi menegakkankebenaran. Menyusul Yesus dan Yohanes Pembaptis ialah banyak pria dan wanitasepanjang zaman telah rela mengorbankan nyawanya karena mempertahankankebenaran yang berasal dari Tuhan. Para pahlawan adalah orang-orang yang matidemi kebenaran. Lalu pertanyaannya: apakah kebenaran itu harus dibayar dengan kematian?Jawaban paling pertama ialah bahwa pihak yang melawan kebenaran yaituorang-orang jahat berpotensi sangat kuat di dunia ini, yang tujuannya ialahmenghilangkan kebenaran dan segala yang baik. Salah satu targetnya yang utamaialah membinasakan orang-orang yang berjuang dalam kebenaran, yangmempertahankan kebenaran dan yang menghidupi kebenaran. Jawaban lain, jika memang tidak ada penentang berpotensi kuat bahkan pihakyang melawan kebenaran itu sangat lemah, kebenaran itu masih harusdipertahankan di dunia ini. Ancaman penumpahan darah tidak relevan. Ancamannyalebih rohani, sebenarnya sebagai tantangan untuk menghidupi kebenaran itu,memberikan kesaksian dan membuat banyak orang lain hidup di dalam kebenaranjuga. Di sini orang perlu mematikan kemalasan, kebosanan, masa bodoh, egois,lupa dan kekurangan-kekurangan pribadi lainnya. Kebenaran itu pada prinsipnya ialah sesuai kenyataan atau fakta. Maka iaberlawanan dengan bukan nyata atau bukan fakta. Kebenaran juga sesuai aturan,norma, moral; maka berlawanan dengan pelanggaran aturan. Kebenaran itu ialahmelakukan kehendak dan perintah Allah; maka berlawanan dengan kehendak bukandari Tuhan. Jadi marilah kita pertahankan kebenaran kita, bahkan sampai kita mati. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga usaha-usaha kami untukmempertahankan kebenaran dan memberikan kesaksian tentang itu kepada setiaporang di sekitar kami, dapat selalu berkenan kepada-Mu. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rossy Paulina Sitohang dan Daisy Manuela Widitomo dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 1-9; Mazmur tg 69: 5.8-10.14; Matius 13: 54-58.PERAYAAN IMAN Renungan kita pada hari ini bertema: Perayaan Iman. Seseorang dikatakanberiman dengan baik kalau dalam dirinya terpenuhi tiga unsur ini: pengetahuan,perayaan dan praktik atau penghayatan iman. Pengetahuan berisi doktrin, ajaranatau dogma-dogma. Perayaan berwujud pada ibadat, sakramen, doa dandevosi-devosi. Penghayatan terungkap dalam kesaksian, dedikasi dan pengabdianiman itu dalam kehidupan nyata. Khususnya tentang perayaan iman, institusi atau penetapan waktu, tata cara,tempat dan partisipasi merupakan unsur-unsur dasarnya. Penetapan dimaksudkanuntuk dirayakan bersama dan dalam persekutuan umat. Institusi perayaan-perayaan iman dalam perjanjian lama dimulai oleh Musadan diteruskan dalam masa para nabi dan para imam. Di dalam bacaan kita hariini oleh nabi Yeremia, digambarkan bagaimana Yeremia berdiri di pelataran rumahTuhan dan menyampaikan Sabda Tuhan kepada semua pemuka agama dan umat Allah.Umat berkumpul untuk bersyukur, bersujud dan menyembah Tuhan Allah. Nabimemiliki tugas untuk memberikan pewartaan Sabda Tuhan. Kebenaran dan kebaikandari Sabda Tuhan itu akan menentukan apakah para pendengar itu adalah umatAllah yang baik atau sebaliknya pendosa yang melawan Tuhan. Hukum Tuhan menetapkan ini sebagai perintah ketiga, yaitu kuduskanlah hariTuhan. Gereja memberikan ketetapannya tidak hanya berupa hari Minggu wajib,tetapi juga sejumlah hari raya dan pesta. Karena sebagai perintah Tuhan, makasifatnya ialah kewajiban. Tanpa menjalankannya berarti bersalah melawan Tuhan.Selain itu ada praktik devosi oleh anggota-anggota Gereja, meski bukankewajiban, tetapi sangat berguna untuk menyemangati iman kita. Misalnya doarosario dan lagu-lagu rohani ternyata sangat membantu menguatkan iman kita. Salah satu perayaan iman yang merupakan kewajiban kita ialah perayaan SabdaTuhan. Perayaan dibuat ketika Sabda Tuhan itu dibacakan, diperdengarkan,direnungkan dan dibagikan. Ibadat sabda di lingkungan, kapel atau gereja entahada ekaristi atau tanpa ekaristi merupakan kesempatan perayaan Sabda itu.Sinagoga ialah tempat Sabda Tuhan dirayakan menurut tata cara Yahudi. Namunketika Yesus hendak melakukan perayaan Sabda itu di tempat asalnya, orang-orangdari kalangan-Nya justru menolak dan tidak mau Sabda itu dirayakan. Akibatnya,tidak ada berkat Tuhan dan perbuatan Allah turun ke atas mereka. Perayaan iman itu bertujuan selain memuji dan memuliakan Tuhan, ialahmembuka diri kita untuk mendapatkan berkat-berkat dari Tuhan. Marilah kitabersemangat selalu merayakan iman kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga semangat kami selalu murniuntuk membuat Sabda-Mu mengakar dan bertumbuh di dalam hidup kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Beatris Julia Siahaan dan Priscilla Emanuel Mutu Pambudi dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 1 Yohanes 4: 7-16; Mazmur tg 34: 2-3.4-5.6-7.8-9.10-11; Yohanes 11: 19-27.MENGATASI KEKAWATIRAN Renungan kita pada hari ini bertema: Mengatasi Kekawatiran. Ada seorangwanita bernama Marta, yang sudah kawin dengan seorang suami yang sangat sabar,penyayang dan bertanggung jawab. Mereka dikaruniai tiga anak. Marta berceritabahwa tahun-tahun pertama hidup berkeluarga, suaminya yang sangat baik itusangat membantunya untuk mengatasi sikap bawaannya yang selalu kawatir. Banyakhal ia kawatirkan sehingga membuatnya dirinya sangat tertutup. Tetapi denganberjalannya waktu, sifat itu akhirnya berubah. Ibu Marta melihat dirinya bukan sebagai satu-satunya manusia yang pernahsangat tersiksa oleh sifat kawatirnya, tetapi ia menemukan bahwa profil Martadi dalam Injil juga memiliki sifat kawatir yang sama. Jadi rasa kawatir adalahsangat manusiawi dan setiap manusia memilikinya. Marta di dalam Injil, palingkurang disebutkan dalam dua peristiwa ketika ia ditegur oleh Yesus Kristuskarena sifat kawatirnya yang berakibat pada penghayatan iman yang rapuh. Iapernah ditegur oleh Yesus ketika ia begitu sibuk dengan pekerjaan di rumahuntuk melayani Yesus yang bertamu, sementara Maria saudarinya duduk dekatYesus. Ia juga pernah ditegur oleh Yesus ketika ia tidak yakin bahwa saudaranyaLazarus pasti bangkit dari kematian hanya dengan jalan iman kepada Kristus. Rasa kawatir juga ditunjukkan oleh nabi Yeremia, ketika ia memang menyukurikelahirannya ke dunia dari ibunya, tetapi ia sangat kawatir dengan hidupnyasebagai seorang abdi Allah yang tidak sanggup menghadapi musuh-musuhnya. Iasepertinya hilang keyakinan kepada Tuhan. Pengalaman-pengalaman kekawatiranyang kita sebutkan ini cukup memberikan kita gambaran bahwa sifat kawatirmemiliki kekurangan yang harus diatasi. Sebab kalau tidak diatasi, ia akanmenjadi ketakutan yang pasti lebih merugikan dari pada menjadi berkat. Sifat kawatir mesti diatasi supaya kita dapat menjadi orang yang terbukadan mengisi hidup kita dengan berbagai inisiatif serta kreativitas dalammembawa kebaikan bagi hidup bersama. Perlu diingat bahwa, satu saja rasakawatir yang menguasai dirimu, Anda sudah menghilangkan satu kesempatan untukberbuat baik. Sifat kawatir juga mesti dapat kita atasi supaya kita semakinmemiliki keyakinan kepada Tuhan yang selain menyertai kita setiap saat, tetapisedang bekerja di dalam diri kita. Satu rasa kawatir saja, sudah menjauhkankita satu meter dari Tuhan yang sesungguhnya berada bersama kita. Santa Marta, demikian juga Maria dan Lazarus yang kita rayakan hari inimengingatkan kita satu hal ini: yaitu bahwa meskipun kita kawatir akan siapadan apa saja di dalam hidup kita, satu hal yang tidak boleh hilang dari kitaialah selalu memandang dan mendengarkan Tuhan yang menegur, menyapa danmenerangi hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami mohon supaya hidup danpekerjaan-pekerjaan kami senantiasa berada di dalam penyelenggaraan-Mu. Bapakami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Australia is preparing to introduce a new national emergency warning system, designed to deliver critical alerts faster and more reliably during disasters. - Australia bersiap siaga untuk meluncurkan sistem peringatan darurat nasional yang baru, dirancang untuk penyampaian darurat lebih cepat saat terjadi bencana.
After receiving more than 2,000 complaints in just six months, Australia's eSafety Commissioner has issued a warning regarding the dangers of online sexual extortion. - Setelah menerima lebih dari 2.000 aduan hanya dalam kurun waktu enam bulan, Komisaris eSafety Australia memperingatkan bahaya pemerasan seksual secara daring.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 10: 5-7.13-16; Mazmur tg 94: 5-10.14-15; Matius 11: 25-27.MENGENALI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengenali Tuhan. Yuvita, muridkelas dua SD baru seminggu masuksekolah. Di dalam pelajaran agama, mereka diajarkan berdoa “Bapa Kami” dandoa-doa umum lainnya. Murid-murid diminta gurunya untuk mencatat rumusan doaBapa Kami. Tetapi Yuvita hanya menuliskan judul doa “Bapa Kami”, lalu dibawahnya ia menggambar wajah seorang lelaki: rambut agak tebal dan keriting,berkumis dan jenggot tipis. Ibu guru kemudian bertanya mengapa Yuvita menggambar wajah itu. Murid itumenjawab: "Doa Bapa Kami sudah aku hafal, padahal aku mau sesuatu yanglebih, yaitu wajah Bapa Allah. Karena aku tak tahu wajah Tuhan Allah, aku lebihbaik gambar wajah bapakku di rumah. Kan dia juga baik seperti TuhanAllah". Yuvita mewakili kita semua orang beriman yang ingin mengenali Tuhan Allahsecara nyata. Tetapi sama seperti dia, kita pasti kesulitan menentukanwajah-Nya seperti apa atau siapa. Tidak seorang pun manusia mampu melakukanini, tapi Yesus Kristus yang adalah Putra Allah justru melakukan bagi kita.Wajah Yesus tidak asing bagi kita. Mengenali Dia, melihat wajah-Nya danberjumpa Dia, ialah sama saja dengan mengalami Bapa Allah. Secara khusus pada hari ini kita bertemu Tuhan Allah sendiri yangmemperkenalkan diri-Nya kepada kita. Melalui perikop kitab nabi Yesaya bab 10,Tuhan Allah menyatakan diri-Nya sebagai penguasa alam semesta dan terutama atassegala bangsa di bumi. Kejahatan yang dibuat oleh bangsa-bangsa tidak ber-Tuhanakan dikalahkan oleh kuasa Surgawi, di mana Allah memakai bangsa Asyur untukmenindas mereka. Sesungguhnya Tuhan hendak menyadarkan mereka agar merekasegera bertobat dan berbalik kepada-Nya. Yesus memperkenalkan Allah sebagai Tuhan yang telah menjelma di dalamdiri-Nya. Ia sendiri mengenal Allah Bapa dan seperti apa Allah Bapa itu, kitahanya bisa mendapatkan itu dalam diri Yesus Kristus yang sedang berbicara danberjumpa dengan kita. Di dalam doa kepada Bapa, Yesus meminta supaya semuakebaikan dan kemurahan menjadi berkat-berkat bagi orang-orang sederhana, kecildan menderita. Orang-orang congkak, sombong dan cerdik susah sekali mengenaliTuhan. Banyak dari kita mengenali Tuhan sungguh-sungguh pada saat kesulitan danancaman penderitaan dan kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Kita jugamengenali Tuhan saat Ia membebaskan kita dari segala bentuk penindasan danpenganiayaan. Kita pun mengenali Tuhan ketika kita dalam situasi sakit dantidak berdaya. Di dalam hidup yang sederhana dan rendah hati kita juga mengenalTuhan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah yang maha kuasa, kuatkanlah kami denganberkat-berkat-Mu, supaya kami dapat mengenali Engkau dengan tanpa halangandalam segala situasi hidup kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Aloysius Langoday dan Nelti Cornelia dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Dekenat Lembata di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 6: 1-8; Mazmur tg 93: 1ab.1c-2.5; Matius 10: 24-33.MEMILIH KERAJAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Kerajaan Allah. Ada seorangpemuda ingin menikah karena usianya sudah dianggap cukup, yaitu 35 tahun. Iaberbicara kepada ibunya tentang rencana ini. Ibu bertanya tentang siapasebenarnya gadis pilihan putranya itu. Di situlah pokok masalahnya. Pemuda itubingung untuk memilih satu dari dua gadis yang menurutnya sama-sama penting danberharga baginya. Ia menjelaskan semua ciri kedua gadis itu kepada ibunya. Tetapi sang ibu yang memiliki intuisi lebih tajam, menghilangkankebingungan putranya dengan mengatakan bahwa dari dua gadis itu, ia harusmemilih gadis yang memiliki sikap rela berkorban. Apa saja yang ada padadirinya harus dapat dipersembahkan demi pasangan hidupnya. Maka konsekuensinya,putranya harus meninggalkan gadis yang bersikap posesif. Tanda seseorang yangposesif ialah ia sangat menuntut untuk diperhatikan, dipentingkan, atau diberitempat sangat istimewa. Pemuda itu akhirnya dapat mengambil keputusannya yangtepat dengan pilihan gadis idamannya untuk dijadikan pasangan hidupnya. Kerajaan Allah sudah ada bersama Tuhan Allah sendiri dan menjadi kenyataandengan kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Pusat kerajaan Allah itu ialah TuhanYesus Kristus dan seluruh karya-Nya kepada umat manusia. Ciri utama kerajaanini ialah penuh dengan karya rohani, pengorbanan dan persembahan diri dengantujuan terbesar ialah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian.Kerajaan ini ingin menyatukan semua umat manusia menjadi warganya. Kerajaan dunia penuh dengan ciri-ciri hidup duniawi dengan tanda utamanyaialah kedagingan dan materialisme. Oleh karena itu sikap manusia yang sangattepat untuk ini ialah posesif, dengan mengambil dan memilikinya. Setiap pribadimanusia memiliki sikap alami untuk terikat dengan dunia ini. Jika sikap inimenjadi sangat dominan maka dari sinilah dimulai persaingan dan konflik diantara orang-orang yang mengejar pemenuhan kepentingan dirinya sendiri. Bagi para pengikut Kristus, kerajaan Allah adalah pilihan satu-satunya demimencapai keselamatan hidupnya. Yesus adalah Guru sejati kita dan pada hari iniIa mengajak kita untuk memilih dan mengikuti Dia sampai kita menjadi sepertidiri-Nya. Kita adalah para hamba yang lemah, namun kita diberi tantangan untukdapat menjadi Tuan seperti Dia. Nabi Yesaya memberikan kesaksian tentangdirinya, bahwa meskipun ia seorang yang berdosa, ia memilih mengikuti KerajaanAllah, kemudian ia siap untuk diutus oleh Tuhan. Santo Benediktus Abas, padamasanya, memberikan alternatif Kerajaan Allah di dunia Eropa, yaitu jalanpertapaan dan hidup membiara.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga pada hari ini kami membuatdiri kami menjadi orang-orang berguna bagi sesama kami melalui kesaksiankehadiran kerajaan-Mu di dalam dunia, khususnya menjadi terang bagi orang-orangyang tersesat. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
ASIO has revealed it has foiled 14 terror plots since the December mass shooting in Bondi, with the current terror level remaining "probable". - ASIO mengungkapkan telah menggagalkan 14 rencana serangan teror sejak peristiwa penembakan massal di Bondi pada bulan Desember, sementara tingkat ancaman teror saat ini tetap berada pada kategori "kemungkinan besar terjadi" (“probable”).
Ketegangan kembali meningkat di kawasan Teluk Oman setelah Angkatan Laut Iran melepaskan tembakan peringatan terhadap dua kapal perusak Amerika Serikat. Menurut laporan media Iran, langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran aturan maritim dan tindakan terhadap kapal komersial. Insiden ini membuat kedua kapal perang AS bergerak meninggalkan wilayah Teluk Oman menuju Samudra Hindia.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Olivia, Andrew dan Shendy Jost dari Paroki Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Timotius 3: 10-17; Mazmur tg 119: 157.160.161.165.166.168; Markus 12: 35-37.RELASI YESUS KRISTUS DAN DAUD Tema renungan kita pada hari iniialah: Relasi Yesus Kristus dan Daud. Dalam suatu pengajaran-Nya, Yesusmengajak para ahli Taurat untuk merenungkan identitas Mesias secara mendalam.Menurut mereka Mesias adalah anak Daud, karena memang berasal dari keturunanRaja Daud. Namun Yesus mengajukan pertanyaan yang membuat mereka terdiam: jikaMesias hanya anak Daud, mengapa Daud sendiri menyebut-Nya sebagai “Tuhan”-nya?Ini berarti Mesias bukan hanya penerus takhta Daud yang manusiawi, melainkanDia yang memiliki martabat ilahi. Yesus adalah keturunan Daud menurut daging,tetapi juga Tuhan yang dinantikan Daud sendiri. Yesus sebenarnya menunjukkanbahwa mengenal Allah tidak cukup hanya dengan menguasai pengetahuan agama. Paraahli Taurat memiliki banyak pengetahuan tentang Kitab Suci, tetapi mereka gagalmemahami makna terdalam Sabda Tuhan yang mereka pelajari. Mereka kagum akankebijaksanaan Yesus, namun tidak mampu menerima kebenaran yang diwartakan-Nya.Kekaguman saja tidak cukup untuk menjadi murid. Iman menuntut kerendahan diriuntuk menerima terang Allah. Raja Daud sendiri menjadi teladankerendahan hati. Walaupun ia seorang raja besar yang disegani, ia mengakuibahwa Mesias yang akan datang jauh lebih agung daripada dirinya. Daud tidak menjadikandirinya pusat, melainkan mengarahkan pandangannya kepada Tuhan yang akanmenyelamatkan umat-Nya. Sikap inilah yang membedakan hati seorang berimandengan hati yang hanya mencari hormat dan pengakuan diri. Sebaliknya, dalam surat-suratPaulus kita melihat contoh relasi yang indah antara seorang guru dan murid.Paulus membimbing Timotius bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga denganteladan hidup. Timotius menerima pengajaran itu dengan kesetiaan dan ketaatan.Paulus menasihatinya agar tetap berpegang pada ajaran yang telah diterimanyaserta tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyesatkan. Timotius percayakepada Tuhan yang bekerja melalui bimbingan Paulus. Relasi Paulus dan Timotius menunjukkaniman yang bertumbuh melalui pendampingan dan kesetiaan. Tidak cukup hanyamendengar Sabda Tuhan atau mengagumi pewarta-Nya. Kita dipanggil untukmenghidupi kebenaran yang telah kita terima. Timotius tidak hanya mendengarkanPaulus, tetapi juga melaksanakan apa yang diajarkan kepadanya. Hari ini Tuhan mengajak kitauntuk bertanya kepada diri sendiri: apakah kita hanya mengagumi Yesus, atausungguh mengikuti-Nya? Apakah kita hanya mengetahui ajaran-Nya, atau berusahamelaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari? Semoga kita memiliki kerendahanhati yang sesungguhnya sebagai tanda iman yang benar.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami kepada-Mu agarkami dapat menjadi tanda kehadiran dan karya-Mu di dalam dunia ini. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 2 Timotius 1: 1-3.6-12; Mazmur tg 123: 1-2a.2bcd; Markus 12: 18-27.JIKA TERJADI SALAH PAHAM Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Terjadi SalahPaham. Seorang pemuda menaksir seorang gadis yang sudah ia kenal beberapa bulanlamanya. Gadis itu lebih muda sepuluh tahun darinya. Sang pemuda selalumenyempatkan diri untuk bertemu dengan gadis pilihannya itu. Pada suatu ketikaia menyatakan secara langsung cintanya kepada gadis cantik itu. Pemuda itu berkata: "Saya jatuh cinta padamu. Apakahkamu dapat menerima saya, mengingat perbedaan usia kita 10 tahun. Selama inisaya kuatir untuk berbicara karena faktor perbedaan usia ini." Gadis itumenjawab: "Tidak apa-apa. Saya terima kok. Yang penting harus terpenuhisatu syaratnya." "Syarat apa?" tanya si pemuda. "Syaratnyaialah, kamu menunggu saja sampai usia saya sama dengan usiamu." Selama kita sebagai manusia di dunia ini kita akanmengalami banyak salah paham. Cerita di atas adalah salah satu contohnya. Salahpaham umumnya terjadi karena di antara kita tidak ada satu pemahaman ataupemikiran yang sama. Jika kita tidak berusaha mengatasinya, ini akan berpotensimenjadi konflik dan pemicu perpecahan di antara kita. Kita hendaknyamenghindari contoh-contoh salah paham yang kita temukan di dalam kitab suci. Kisah tentang Tobit yang ditunjukkan dalam Perjanjian Lamamenggambarkan salah paham orang tentang penderitaan sebagai orang beriman.Penderitaan karena Yesus jangan dianggap sebagai kutukan dan nasib yang sangatmemalukan. Justru penderitaan adalah kesempatan mendapatkan rahmat dan berkatTuhan. Salah paham yang kedua ialah pandangan bahwa kebaikan dan panggilankudus didapatkan adalah semata-semata karena perbuatan manusia. Tuhan dipandangtidak berperan apa-apa. Seharusnya, ini adalah karena maksud dan kasih TuhanAllah sendiri yang memilih dan memberikan kita martabat yang tinggi. Orang-orang Saduki salah paham bahwa nanti di dalam hidupabadi suami-istri biologis akan melanjutkan lagi perkawinan mereka di sana.Mereka berpikir bahwa manusia hanya akan pindah alamat tempat tinggal ketikananti memasuki kehidupan di alam baka. Yesus menegaskan bahwa mereka sungguhsalah paham dan itu membuat arah hidup mereka menjadi salah. Jika terjadi salah paham, apa yang mesti kita lakukan?Hendaklah kita sadar bahwa Tuhan adalah tempat kita mendapatkan terang, nasihatdan jalan untuk berbalik ke paham yang benar. Hendaklah kita juga salingmengingatkan supaya salah paham itu jangan diteruskan dan berpeluang untukmenjadi besar. Konflik sudah siap menyerang jika salah paham ini tidakdihentikan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkan dan kuatkanlahkami selalu untuk berada dalam jalan dan paham yang benar sesuai dengankebijaksanaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Diana Ho dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Petrus 1: 1-7; Mazmur tg 91: 1-2.14-15ab.15c-16; Markus 12: 1-12.ANTARA BERBUAH BAIK ATAU BURUK Renungan kita pada hari ini bertema: Antara berbuah baikatau buruk. Injil dari Santo Markus yang baru saja kita dengar menggambarkansuatu perumpamaan tentang para pekerja (petani), yang menunjuk pada parapimpinan agama di zamannya Yesus. Maksudnya ialah untuk memperingatkan merekasupaya menerima Yesus sebagai Putra Allah dan jangan menyandera Dia dengananeka persepsi yang negatif. Yesus sendiri mengalami langsung bagaimana mereka melawancinta kasih yang Ia ajarkan dan lakukan. Mereka memusuhi, menganiaya, bahkanmembunuh semua utusan Allah, termasuk Yesus sendiri. Orang-orang itu merasatelah melakukan kebaikan dengan cara menegakkan hukum mereka, hukum Taurat. Itu terjadi pada zamannya Yesus Kristus dulu. Apa yangterjadi sekarang ini? Kita tidak mempunyai sikap sama seperti para pekerja yangbrutal terhadap Tuhan Yesus. Kita justru menerima dan mengakui Dia sebagaiTuhan yang baik. Kita tidak sampai hati mengkhianati Dia, karena kalau ituterjadi sia-sia saja kita bertekun tiap hari mendengar dan merenungkanfirman-Nya. Satu hal yang penting adalah ini, bahwa setelah kitadicurahkan oleh Roh Kudus pada hari Pentakosta, Yesus ingin ingatkan bahwa dibawah bimbingan dan pengajaran Roh Kudus kita mestinya dapat berbuah dandiharapkan buah-buah itu baik, bukan sebaliknya buruk. Kalau Roh Kudus yanghidup bersama kita buah-buah kita memang harus baik dan berguna baik bagi dirisendiri maupun bagi orang lain. Tujuh karunia Roh Kudus itu mesti menjadi target sepertiapa buah-buah dari kita. Kita kiranya berusaha untuk berbuah baik dalamkebijaksanaan, pengertian, nasihat, kekuatan, pengetahuan, kesalehan, dan takutakan Allah. Kalau salah satu atau dua karunia ini kita abaikan, bisa saja kitamenjadi brutal dan jahat seperti para pekerja kebun anggur itu. Misalnya, jika Anda tidak punya kebijaksanaan, pengertiandan pengetahuan yang baik, sangat mungkin Anda menggantikannya dengankemarahan, menang sendiri dan bertindak membabi-buta kepada orang lain. Jikaseseorang mungkin nampak saleh, tetapi tak ada takut akan Allah, bisa saja iaakan menjadi seorang pendendam yang diam-diam akan meledak dan sangatberbahaya. Jadi karunia Roh Kudus itu, paling kurang menjadi salahsatu indikasi kalau kita ingin berbuah baik, caranya ialah tunduk dan tekundalam bimbingan Roh Kudus. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang maha baik, terima kasih atas hariyang baru ini yang memberi kami kesempatan satu hari lagi untuk menekuni hidupini di dalam bimbingan Roh-Mu. Semoga pikiran dan hati kami selalu terbukaterhadap sapaan melalui firman yang disampaikan kepada kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 10-16; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3c-4; Markus 10: 28-31.PERTOBATAN YANG TIDAK SIA-SIA Renungan kita pada hari ini bertema: Pertobatan yang TidakSia-Sia. Santo Petrus sebagai pemimpin Gereja perdana memiliki tanggung jawabsangat besar untuk memelihara dan mempertahankan iman umatnya. Para anggotaGereja yang kian hari kian bertambah merupakan para baptisan baru. Sebelumnya,mereka adalah penganut kepercayaan, falsafah atau ideologi lain, yangkebanyakan dianggap sebagai kafir oleh kaum Yahudi. Pilihan mereka untuk meninggalkan kepercayaan atau alirankeyakinan yang lama dan menganut Kristen yang dikepalai oleh Kristus dipandangsecara umum sebagai suatu pertobatan. Petrus mengajarkan dan membimbing merekauntuk bertobat yang sungguh-sungguh atau bertobat yang tidak sia-sia. Petrusbukan berbicara tanpa dasar tentang pertobatan yang tidak sia-sia. Dasarnyaialah pengalamannya sendiri bersama rekan-rekan rasul dan para murid Yesus yangpertama. Pada awalnya di sekitar Galilea di daerah Yudea, Petrusdan rekan-rekannya itu adalah penganut Yahudi. Mereka sama dengan semua umatYahudi yang lain. Mereka memiliki kitab-kitab hukum Musa dan semua tradisikeberagamaannya. Tetapi Yesus Kristus datang dan membawa perubahan dalam hidupmereka. Kehidupan yang baru yang dibawa oleh Yesus menyempurnakan apa yangsudah diwariskan oleh agama Yahudi dan tradisinya. Itu yang kemudian haridinamakan Kristen. Petrus dan rekan-rekannya mengalami sendiri pertobatan, danpertobatan itu bukan suatu kesia-siaan. Apa yang dimaksud dengan pertobatan tidak sia-sia itu?Penginjil Markus pada hari ini memberikan satu definisinya. Pertobatan itubukan sekedar meninggalkan suatu hidup lama dan mengakui hidup baru. Itu samadengan orang yang meninggalkan satu tempat dan tiba di tempat tujuan yang baru.Cukup saja di situ. Di tempat yang baru ia tidak tahu mau berbuat apa ataubersikap seperti apa. Ini bukan sebuah pertobatan yang diminta oleh Tuhan. Itusama saja dengan pertobatan yang sia-sia. Sebaliknya, Petrus dan rekan-rekannya membuat pertobatandengan isinya ialah penyangkalan diri dan semua saja yang melekat pada dirisendiri bahkan seperti anggota-anggota keluarga, lalu yang lebih menantang lagiialah rela menjalani hidup dalam penderitaan dan penganiayaan. Ini adalah suatupertobatan yang sangat bermakna. Jadi seseorang yang bertobat sungguh-sungguhialah dia yang tetap sebagai pribadi manusia di dunia tetapi dengan pakaian,tubuh, dan sikap-perilaku Yesus Kristus. Seorang pribadi yang melekat denganbudaya dan tradisinya, tetapi isi hati, pikiran, kehendak, pola hidup, dansemangat hidup adalah Yesus Kristus. Itu adalah pertobatan yang tidak sia-siaatau suatu hidup baru yang radikal. Pertobatan ini yang menghidupkan Gerejasepanjang zaman.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga, berkatilah kami supaya imanyang kami akui kepada Kristus bertahan hari ini dan sampai selama-lamanya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 87: 1-2.3.5.6-7; Yohanes 19: 25-34.KARUNIA SEORANG IBU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatuhari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yangmemimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkatpenutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu ituada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakanmereka. Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatudari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Merekasemua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yangberbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun.Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang laindiancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancamtidak disiapkan makanan favoritnya. Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagirumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinyadengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketigabapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapisesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupanyang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita iniadalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatanyang ingin merusak dan membinasakan kehidupan. Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini,yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untukseluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan palingkentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putra-nya sendiri, YesusKristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itusecara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagiakan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”! Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungidan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerjasama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruhanggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu,Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setandan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkanGereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawananitu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yangdiwartakan oleh bacaan pertama hari ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami didalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancamanmusuh yang mematikan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Keutamaan Alhamdulillah adalah kajian Fiqih Do’a dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 11 Dzulqa’dah 1447 H / 28 April 2026 M. Kajian Tentang Keutamaan Alhamdulillah Pembahasan kali ini memasuki bab ke-25 mengenai peringatan dari penyimpangan terhadap […] Tulisan Peringatan terhadap Penyimpangan Nama-Nama Allah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Filicia Chandra dari Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 44-52; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3cd-4; Yohanes 14: 7-14.GEMBALA YANGBAIK MENGHADIRKAN BAPA KEPADA KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Gembala Yang Baik Menghadirkan BapaKepada Kita. Kemarin dalam menjawab kekurang-pahaman rasul Thomas, Yesusmenunjuk diri-Nya sendiri sebagai perantara kita untuk sampai kepada Bapa. Hariini, rasul Filipus yang mewakili banyak di antara kita memperlihatkankekurang-pahaman dan pencariannya akan sosok Bapa seperti apa. Jawaban Yesus merupakan yang paling telak, kalau boleh dikatakan jawabankunci, karena memperlihatkan tujuan semua pencarian dan ziarah kita di duniaini. Yesus menjawab dengan menghadirkan Bapa sendiri, maka Ia berkata begini: melihatAku, berarti melihat Bapa, mendengar Aku, berarti mendengar Bapa, hidup bersamaAku berarti hidup bersama Bapa. Ini gunanya supaya semua menjadi tahu danpercaya bahwa Bapa berada di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. Bapa dan Akuadalah satu. Persekutuan Bapa dan Putra itu terjadi dalam hubungan kasih dengankomunikasi di antara mereka, dan hubungan ini terjadi di dalam Roh Kudus. Justrujawaban yang diberikan kepada Filipus dan semua orang yang mencari tujuanterakhir hidup ini ialah Tritunggal Allah. Tak ada jawaban lain lagi yangmelebih jawaban ini. Berjumpa Bapa dalam diri Yesus dan dalam persekutuan RohKudus telah mempertegas komitmen para rasul, dan mereka bertahan dengankomitmen itu sampai mati. Yesus menghadirkan Bapa kepada kita berarti tentang kenyataan Tuhan Allahsesungguhnya. Tuhan tampak dengan segala kemurahan dan belas kasih, sementarakita manusia tampak terangkat sampai pada level untuk berjumpa dengan Dia. Saatinkarnasi, Tritunggal hadir dalam Putra yang dikandung dalam rahim PerawanMaria, dilahirkan dan diasuh dalam sebuah keluarga bersahaja. Dalam seluruhpelayanan publik Yesus, Tritunggal juga ada di sana untuk bekerja bagipenebusan umat manusia. Di penghujung karya di dunia, Tritunggal di surgamenyambut kita dalam kehidupan abadi sebagai tanda keselamatan kekal yang sudahtersedia abadi bagi kita. Bagi kita sebagai pengikut Kristus, pertanyaan seperti Filipus dan Thomassepatutnya tidak relevan. Kita bukan dalam posisi untuk mempertanyakan bahkanmeragukan apakah Yesus dan Bapa adalah satu. Posisi kita sesungguhnya adalahsaudara dan saudari Yesus, atas dasar itulah kita diajarkan doa “Bapa Kami”untuk menjadi doa kita yang fundamental. Doa itu sungguh menjadikan kitaanak-anak atau putra dan putri Bapa yang mahabaik. Yesus sungguh gembala yangbaik, karena Dia tahu yang kita butuhkan: menjadi putra-putri kesayangan Bapadi Surga.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang mahabaik, terima kasih berlimpah atas martabatkami sebagai putra dan putri-Mu terkasih karena kami mengambil bagian dalamkehidupan Putra-Mu Yesus Kristus. Semoga kami tetap hidup dengan martabat inidan mempertanggung jawabkannya pada saat ajal kami nanti. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Presiden Prabowo disebut bakal menghadiri peringatan Hari Buruh yang berlangsung esok, 1 Mei 2026.
Hari Otonomi Daerah ke-30 diperingati di Jakarta dengan semangat membangun komunikasi efektif antara pemerintah pusat dan daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya tata kelola yang efisien dan mendorong kemandirian ekonomi daerah.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elisabeth Yunyun Vinsur dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Kisah Para Rasul 12: 24 - 13: 5a; Mazmur tg 67: 2-3.5.6.8; Yohanes 12: 44-50.SELURUH BANGSAMEMUJI TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Seluruh Bangsa Memuji Tuhan. Kalimatini merupakan ulangan mazmur tanggapan dari liturgi pada hari ini. Kemarin kitamenyinggung tentang kenyataan kehadiran identitas Katolik di seluruh pelosokbumi dan bagaimana kita merasa terhubung satu sama lain sebagai orang-orangKatolik. Salah satu cara untuk mengungkapkan semua bentuk rasa dan koneksi ituialah bahwa seluruh bangsa di dunia memuji Tuhan. Kisah Para Rasul dalam bacaan pertama mengatakan bahwa firman Tuhan terustersebar dan semakin menumbuhkan hidup Gereja. Pesan, kata-kata, informasisampai di telinga dan hati orang-orang lebih cepat bahkan mengalahkan kendaraanatau mesin apa pun yang berkecepatan tinggi. Sampai saat ini dengan adanyaalat-alat teknologi informasi, cepatnya jangkauan firman Tuhan memang takterbantahkan. Hasilnya, tidak hanya jauh lebih banyak orang, tetapi pentingsekali bahwa setiap pribadi manusia menerima pesan-pesan Yesus Kristus. Ini merupakan satu alasan seluruh bangsamemuji Tuhan. Terwujudnya kenyataan bahwa firman Tuhan mencapai hati setiap manusia diseluruh dunia, sangat bergantung pada pekerja-pekerja pembawa kabar gembiraitu. Gereja Perdana menggambarkan ini misalnya dengan mengutus Barnabas danPaulus untuk suatu perutusan lebih luas dan melebar melampaui batas wilayahyang sudah ditargetkan. Kita berterima kasih atas inisiatif Gereja, tentu sajaberkat gerakan karya-karya Roh Kudus, yang selalu bersemangat dalam perutusandan evangelisasi. Para pekerjanya tidak hanya para imam, biarawan dan biarawati yang telahmemenuhi sejarah pertumbuhan Gereja di seluruh dunia. Saat ini justru banyaksekali orang beriman awam yang bergiat sungguh-sungguh menjadi misionaris disetiap tempat hidup dan kerja mereka. Kesaksian mereka sungguh-sungguh kuat danmembumi karena mereka bersentuhan langsung dengan suasana kehidupan nyata danorang lain yang ada bersama dengan mereka setiap saat. Ini juga sebagai alasanpenting seluruh bangsa memuji Tuhan. Yesus sendiri berkata bahwa terang sungguh sudah ada di dalam dunia. KarenaIa sendiri adalah terang itu, kegelapan pun hilang. Bagaimana mungkin para pengikut-Nyajustru tidak menikmati terang itu? Mereka mestinya yang pertama mengalaminya,lalu menjadi terang itu sendiri dan pada gilirannya menerangi juga dunia ini.Bentuk paling konkret kehadiran terang itu ialah Firman Tuhan Yesus Kristusyang Ia dapatkan langsung dari Bapa di surga. Jadi, bertekun dalam Firman Tuhan dan menghidupinya secara benar merupakancara kita menerangi dunia ini. Ini juga menjadi alasan mengapa kita harusmemuji Tuhan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, bantulah kami selalu untuk menjadi terangbagi dunia ini melalui firman-Mu yang kami tekuni tiap hari. Dengan demikiankami selalu bersemangat untuk memuji Tuhan. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa...
Anggota Komisi XI DPR RI, Amin A.K., memberikan peringatan keras terkait dugaan kebocoran ekspor batu bara akibat manipulasi invoice. Nilai kebocoran diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS, yang dapat merugikan penerimaan pajak dan royalti negara. Praktik mis-invoicing ini mengancam kredibilitas pengawasan nasional dan menurunkan potensi devisa negara. Amin juga menegaskan bahwa dana tersebut seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan layanan pendidikan serta kesehatan.
Anzac Day is celebrated every April 25, not only in Australia and New Zealand, but also in Indonesia, particularly in Balikpapan, East Kalimantan. - Anzac Day setiap tanggal 25 April, tidak hanya diperingati di Australia dan Selandia Baru, tetapi juga di Indonesia, khususnya di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Learn how to talk about commemorating Anzac Day, plus find out why it's important for all Australians. - Mari belajar bagaimana berbicara tentang peringatan Hari Anzac, serta ketahui mengapa hari itu penting bagi semua warga Australia.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Sisilia MCFSM dan Sr Rini MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 12: 26-32; 13: 33-34; Mazmur tg 106: 6-7a.19-20.21-22; Markus 8: 1-10.SANTAPAN ROHANIYANG MEMPERSATUKAN Tema renungan kita pada hari ialah: Santapan Rohani YangMempersatukan. Persekutuan di dalam satu keluarga tampak amat jelas ketikasemua anggota keluarga kompak menghadiri Misa Kudus, lalu melanjutkannya denganmakan siang bersama. Ini adalah sebuah kegiatan rutin. Persekutuan seperti inisangat bertentangan dengan nasib umat Allah di bawah raja-raja setelah matinyaSalomo. Yang paling tragis ialah raja Yerobeam memperbesar dosanya denganmelawan Roh Allah karena ia percaya kepada dewa-dewa. Santapan rohani yang tersedia bagi orang-orang beriman,pengikut Kristus, ialah persembahan diri Yesus sebagai bagian utamapekerjaan-Nya menjalani kehendak Bapa. Dalam seluruh karya pelayanan, Iamenampakkan tindakan pemberian diri-Nya dengan disaksikan oleh para rasul danbanyak orang di sekeliling-Nya. Mereka semua dibuat kagum, bangga, senang danpercaya akan tindakan-tindakan itu. Tetapi di atas semua itu ialah tindakanpuncak, yaitu mati untuk menebus semua umat manusia. Ia tandai peristiwa puncak ini dengan tindakan kenangan didalam Gereja untuk mengalami langsung kehadiran diri-Nya yang menjadi santapanbagi seluruh umat-Nya, demi memperkuat dan memelihara persekutuan yang sudah Iabangun. Kita mengenalnya sampai detik ini dengan nama Ekaristi. Yesus pertamakali membawa para pengikut-Nya dan semua orang yang mendengar-Nya, dengan penuhiman ke sebuah pengalaman menyantap diri-Nya sendiri, ialah pada waktu iamemperbanyak roti bagi ribuan orang yang lapar dan haus di padang rumput yangluas. Pemberian makan kepada ribuan orang ini kemudiandipertegas lagi maknanya pada saat menjelang wafat-Nya, ketika Ia makanperjamuan malam bersama para rasul, dan di sana Ia membagi-bagikan roti dananggur. Sabda-Nya ialah supaya mereka terus melanjutkan peristiwa merayakansantapan rohani ini sebagai kenangan akan Dia, sekaligus menjadi penguatanrohani bagi semua yang mengambil bagian di dalamnya. Di dalam perjamuan makanitu, satu tindakan Yesus dengan pemecahan dirinya dan dibagi-bagikan menandakansakramen Ekaristi dan Imamat. Jadi persekutuan yang kita perkuat terus-menerus baikmelalui doa dan tindakan nyata bergantung sekali pada dua unsur dasar ini: Ekaristidan Imamat. Sakramen ekaristi sebagai santapan rohani, sedangkan imamat sebagaihak istimewa untuk menjalankan dan memimpin peristiwa kenangan itu supayamemiliki legitimasinya dari Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus,semoga persekutuan kami di dalam dan bersama Dikau menjadi kekuatan yang sangatnyata di dunia ini untuk menghadirkan kerajaan Allah yang dapat membaharuiseluruh muka bumi ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Waldetrudis MCFSM dan Suster Sisilia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 22-23.27-30; Mazmur tg 84: 3.4.5.10.11; Markus 7: 1-13.LAIN DI TINDAKANLAIN DI BIBIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lain Di TindakanLain Di Bibir. Seorang remaja perempuan sudah berpacaran tiga tahun denganpemuda yang sedang kuliah hukum. Akhir-akhir ini gadis itu menjadi kecewadengan sikap pemuda cakap dan pintar tersebut. Pemuda itu bicara sangat memikatdan membuat banyak janji, tetapi perwujudannya nol. Ia hanya akan menjadisangat terpukul jika cintanya hanya di bibir, dan akhirnya tidak bisa berwujudnyata. Ia selalu mengingatkan pacarnya: cinta bukan sekedar "lain di tindakanlain di bibir". Kritik remaja perempuan ini hanya suatu porsi kecil darikritik besar Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat di dalamkitab suci. Mereka turun dari Yerusalem ke tempat Yesus berada sekitar ratusankilometer dengan maksud membuktikan kalau Yesus dan pengikut-Nya melanggaraturan adat dan agama Yahudi. Aturan yang mereka tekankan ialah interpretasimanusia atas perintah Allah dari Musa. Contohnya mereka temukan para rasulYesus tidak mencuci tangan dahulu sebelum makan. Kemunafikan adalah kata yang pas bagi kaum farisi dan paraahli Taurat. Yesus langsung menyebutkan pelanggaran mereka yang terberat ialahmengkhianati firman Tuhan yang sebenarnya. Misalnya, perintah dari Musa untukmenghormati dan mengasihi orang tua, terlebih-lebih yang menderita dan sakit didalam keluarga sendiri. Biaya yang sebenarnya untuk mengobati anggota keluargaini, dialihkan untuk berbagai jenis pajak di rumah ibadat alias persembahan.Umat diharuskan untuk penuhi ini dan ternyata uangnya untuk kerakusan mereka.Jenis korupsi ini sudah menjadi mental hidup mereka bahkan mendarah-dagingsampai saat ini. Motivasi mereka ialah uang. Hidup agama mereka bukan untukmengudus manusia melalui kepatuhan pada firman Tuhan dan melakukankehendak-Nya, tetapi mendapatkan uang melalui praktik beragama. Untukmemperkuat strategi utama ini mereka harus mengarang-mengarang semua aturanpenampilan yang jumlahnya begitu banyak, termasuk yang disebutkan tadi ialahmencuci semua perkakas makan-minum dan tangan. Tampilan diri mereka harus suci,bibir dan mulut mereka harus berkata-kata bagus, dan gerak-gerik mereka harus sempurna.Orang-orang mesti percaya akan mereka dan terdorong untuk selalu taat pajakrumah ibadat. Ini yang sangat dilawan dan dikecam Yesus. Raja Salomo mengulangi kehendak Allah yang utama ialahtinggal selama-lamanya di bumi ini bersama umat manusia, tetapi bukan di dalamdiri manusia yang munafik seperti kaum farisi dan para ahli Taurat. Hanyakebenaranlah yang membuat kerajaan Allah besar di dunia bukan kemunafikan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,perkuatkanlah kami untuk mampu melawan semua kepalsuan yang kami hadapi.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Yulia MCFSM dan Suster Clarisa MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Aloysius Gonzaga Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Sirakh 47: 2-11; Mazmur tg 18: 31.47.50.51; Markus 6: 14-29.KATA HATI KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Kata Hati Kita.Seorang pemuda disukai tiga orang teman wanitanya. Masing-masing mempunyaikeinginan yang sama, yaitu supaya dikawini pemuda itu. Dalam keadaan dilema, iaberkonsultasi dengan orang tuanya. Bapa dan ibunya memberikan semuapertimbangan yang diperlukan. Kemudian anaknya diberikan segala kebebasan untukmemutuskan. Ibu berkata, "Dengarkan kata hatimu, dan tentukan pilihan yangterbaik." Umumnya kita mengerti kata hati kita sebagai kebenaranyang memiliki tuntutan moral yang tinggi. Kata hati sebagai keputusan terakhirsetelah melalui berbagai pertimbangan dan analisa. Diskusi, pembahasan dankonsultasi pada umumnya berguna untuk memberikan pencerahan dan pemahaman yanglebih luas. Usulan atau kritikan juga sering kita jadikan sebagai faktor yangdiperlukan untuk memberikan keseimbangan dalam pemikiran dan pembahasan. Padaakhirnya keputusan itu memang benar-benar hasil dari kata hati yang jujur danjernih. Kita mengetahui bahwa kata hati itu adalah suara hatinurani kita. Tuhan memilih untuk tinggal di dalam hati nurani kita. Maka ketikakita memikirkan dengan tenang, damai, positif dan dalam suasana berdoa, katahati nurani kita tentu akan berisi kebaikan, pujian dan syukur kepada Tuhan,kebenaran yang membebaskan, dan suka cita yang membawa kedamaian. Sebaliknya,jika kita diliputi kebencian, kemarahan, kesombongan dan hawa nafsu, kata hatinurani akan berisi kejahatan dan dosa. Kata hati kita sangat bergantung padaniat, intensi, dan perasaan kita sebagai manusia. Bacaan-bacaan kita pada hari ini menggambarkan dua contohkata hati nurani yang sangat berlawanan. Yang pertama ialah kata hati seorangyang beriman, yang diwakili oleh raja Daud. Ini adalah sebuah gambaran orangberiman yang menyadari diri sebagai orang berdosa, tetapi imannya kepada Tuhansemakin bertambah. Ia percaya akan belas kasih Tuhan untuk mengampuninya, dania lebih percaya lagi bahwa hidupnya sangat dirahmati dan diberkati oleh Tuhan.Pada gilirannya, ia akan menjadi berkat dan penyalur rahmat bagi orang lain. Yang kedua ialah kata hati seorang yang tidak beriman danyang hidup dalam sebuah sistem hukum rimba. Sistem hidup ini membenarkan merekayang kuat dan berkuasa mematikan mereka yang lemah dan yang membawa kebenaran.Herodes memiliki kata hati yang jahat dan penuh dosa. Tidak ada kasih dankebenaran di dalam hatinya. Kata hatinya memerintahkan dia untuk melakukankebohongan dari pada kebenaran, kegelapan dari pada terang, kekacauan dari padakedamaian, kebencian dari pada cinta. Setiap niat dan perbuatan jahatdiproduksi dari kata hati yang jahat. Kita dapat bertanya pada diri kita sendiri: keadaan sayasaat ini, apakah diwarnai kata hati yang baik dan benar, ataukah kata hati yangsalah dan jahat? Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,murnikanlah hati kami supaya kami kembali hidup dalam kebenaran-Mu, denganselalu mendengar bisikan nurani kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Kristin MCFSM dan Suster MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Fransiskus Catholic Center Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. 1 Raja-Raja 2: 1-4.10-12; Mazmur tg: 1 Taw 29: 10.11ab.11d-12a.12bcd; Markus 6: 7-13.KEKUATAN SEBUAHKEPERCAYAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan SebuahKepercayaan. Secara umum kita bisa kategorikan kepercayaan, mandat, tanggungjawab, atau komitmen menjadi dua. Yang pertama ialah kepercayaan untukmelakukan perbuatan-perbuatan jasmani seperti bekerja mencari nafkah, memimpinorganisasi, dan menjual atau membeli barang-barang. Yang kedua ialahkepercayaan terkait dengan melakukan kegiatan-kegiatan rohani seperti pelayananfirman Tuhan, beribadat, berdoa, dan berpuasa. Raja Daud memberikan kepercayaan kepemimpinan kerajaankepada putranya Salomo, dan ini kita bisa menganggapnya sebagai wakil darisuatu kepercayaan jasmani. Orang tua atau orang dewasa memberikan kepercayaankepada anak-anaknya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai denganharapan mereka. Banyak sekali kehidupan jasmani kita ditentukan olehkepercayaan yang diberikan kepada kita, baik di dalam keluarga maupun diluarnya. Sementara itu, Yesus Kristus memberikan kepercayaan danmengutus para murid-Nya, dapat kita anggap sebagai wakil dari suatu kepercayaanrohani yang kita miliki. Kehidupan kita kapan dan di mana pun yang berkaitandengan aspek rohani, semuanya ditentukan oleh kepercayaan atau nasihat danbimbingan rohani yang diberikan kepada kita. Seseorang menghadiri Misa padahari Minggu, dan dari sana ia membawa suatu kepercayaan untuk menjalani perutusan yang disampaikanoleh imam pada akhir perayaan ekaristi. Pertanyaan yang penting adalah ini: apakah yang menjadikekuatannya sehingga kepercayaan baik jasmani maupun rohani itu memilikimartabat, kewibawaan, dan membuahkan kepercayaan yang lebih besar lagi dariorang lain di sekitar kita? Kedua bacaan kita hari ini memberikan satu jawabanpokok, ialah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan yang memberikan kepercayaanitu. Nasihat, perintah, dan aturan-aturan yang ditetapkan senantiasa dijalani.Semua itu untuk menjamin kalau kepercayaan itu berasal dari sebuah kuasa yangjauh lebih besar dan menjamin legitimasi terlaksananya tugas-tugas kita. Ketaatan berarti Tuhan yang memberikan kepercayaan adalahbenar dan kehendaknya bersifat tetap. Jadi tidak ada pertimbangan apa pundari kita untuk berdebat bahkanmemperbaikinya. Yang kita perbuat ialah mendengar, memahami, danmenjalankannya. Kesetiaan merupakan sisi mata uang untuk ketaatan. Kesetiaanbertahan sampai ujung kehidupan karena orang taat tanpa syarat. Banyak kalikita menjadi seperti Daud atau Petrus, yang mengakui iman untuk taat, namunterkadang kita tidak setia dalam berkomitmen. Yang penting ada penyesalan, lalu membaharui diri untukkembali setia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, pakailah kami dengan apa adanya kami ini untuk menunaikan kepercayaanyang Engkau berikan kepada kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Pdm. Handoyo Salim (TB) Efesus 6:4Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh pasangan suami istri Yustina dan Ignasius dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 12: 1-7a.10-17; Mazmur tg 51: 12-13.14-15.16-17; Markus 4: 35-41.KEKUATAN UNTUK TUMBUH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan UntukTumbuh. Santo Yohanes Bosco yang lahir pada tanggal 16 Agustus 1815, mengalamihidup dalam zaman bertumbuhnya industri di Eropa, sebagai hasil langsung darirevolusi industri pada abat ke-19. Ia menemukan bagian lapisan masyarakat yangsangat terkena dampak ialah remaja dan orang-orang muda. Mereka tidak bisa diandalkan untuk dunia industri. Orangtua mereka dan orang dewasa lain, bagi yang mampu akan mengikuti industritetapi yang tidak mampu akan jatuh dalam kemiskinan. Orang muda terpaksamemenuhi jalan-jalan kota untuk menyambung hidup dengan berbagai aktivitas yangtidak berguna. Sering mereka menjadi sasaran eksploitasi kekerasan dankejahatan lainnya. Pastor Yohanes Bosco jatuh kasihan dan rasa cinta kepadamereka. Ia mengumpulkan mereka untuk hidup di asrama dan menyediakan berbagaikegiatan pendidikan, pembinaan iman dan moral, serta ketrampilan kepada mereka.Tujuannya supaya mereka di kemudian hari menjadi berguna bagi dirinya,keluarganya, Gereja dan masyarakat. Bagi Santo Yohanes Bosco, setiap remaja dan orang mudaadalah benih-benih unggul bagi Tuhan. Tidak ada satu pun dari orang muda inidilahirkan jahat atau tidak baik. Karena sebagai benih, mereka harus diberikankesempatan dan segala kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang. Sistempendidikan Don Bosco sangat memperhatikan ini. Sistem ini bernama SistemPencegahan. Seperti Don Bosco dan orang-orang muda zamannya, kita jugabagai benih sesawi dalam keadaan kita masing-masing. Biji sesawi karunia Tuhankepada setiap orang itu unik, dan tak pernah sama untuk dua orang. Itu adalahkepribadian, pengalaman iman, dan panggilan suci setiap orang. Dengan keunikanini, kita sebenarnya tidak boleh iri satu sama lain lantaran ada yang punyakekhususan di satu sisi, di sini lain dipunyai orang lain. Yang penting adalahkita saling menghormati dan memerlukan. Sikap lain yang juga tidak layak ialah copy paste keunikan orang lain lalukeaslian diri sendiri hampir tidak tampak. Ini adalah kepalsuan yang serius.Orang tidak menjadi orisinal, independen dan percaya pada kemampuan sendiri.Sikap copy paste hampir sama denganmencuri. Sedangkan manja dan selalu bergantung adalah sikap menempel saja. Inimerupakan kemunduran seorang murid Tuhan Yesus yang baik. Dengan menghindarisikap-sikap yang kurang atau negatif itu, seseorang lalu menemukan dirinya yangmempunyai kekuatan untuk tumbuh. Ia pantas sebagai murid yang diutus oleh YesusKristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yangbijaksana, kuatkanlah iman kami supaya tetap menjadi murid-murid Yesus Kristusyang sejati. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Lusia dan Yohanes dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 7: 4-17; Mazmur tg 89: 4-5.27-28.29-30; Markus 4: 1-20.TEMPAT TINGGALTUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tempat TinggalTuhan. Di dalam sebuah sesi pelajaran agama di kelas 5 sd, seorang muridbertanya kepada gurunya: "Di manakah tempat tinggal Tuhan?" Anak itumendapatkan dua jawaban, yang bagi dia merupakan jawaban yang memuaskan.Jawaban pertama ialah bahwa Tuhan tinggal di surga dan juga di hati setiaporang. Di setiap tempat kita berada dan pada suatu waktutertentu, Tuhan berada di surga yang di atas sehingga Ia melihat setiap gerakdan keadaan kita. Tuhan berdiam di dalam hati kita, sehingga ia berbisik danmenyadarkan kita melalui suara hati dan buah-buah pikiran yang sehat danpositif, dan kita menerimanya sebagai kebenaran. Menurut Santo Tomas Aquino,teolog terkemuka Gereja, Tuhan Allah berdiam di dalam hati manusia melaluirahmat dan kehadiran-Nya itu kita alami dalam iman dan kasih. Rahmat merupakanberkat dari-Nya yang menghasilan iman dan kasih pada kita. Ada kemungkinan orang-orang yang tidak mengenal danpercaya kepada Tuhan merasa bahwa tidak ada Tuhan di dalam hati mereka. Namunsebenarnya Tuhan sungguh ada di dalam mereka, tetapi mereka memilih untukmenolaknya. Jadi Kehadiran Tuhan dimana-mana dan di dalam hati manusia ini mau ditegaskan Allah kepada Daud supayatidak membangun sebuah tenda atau rumah kotak sebagai tempat tinggal TuhanAllah. Tuhan telah menyertai Daud sampai ke mana-mana dalam setiap perangnya,akan lucu kalau Tuhan dikurungkan saja di dalam sebuah rumah. Tuhan dapat kita jumpai dan alami karena Ia datang ke hatikita dan di dalam rumah keluarga atau komunitas kita masing-masing. Ia datangsebagai firman-Nya yang menyebar dan tertanam di sana, bertumbuh, dan berbuahuntuk dinikmati. Kita sebagai pribadi, keluarga, kelompok, dan Gereja selainsebagai tempat tinggal Tuhan sejak pembaptisan, juga menjadi tanah subur untukbertumbuh dan berbuahnya firman Tuhan. Adalah sebuah mujizat yang tak pernahdibuat oleh siapa pun, selain Yesus Kristus. Ia memilih untuk masuk ke dalamdiri setiap pengikut-Nya untuk membuatnya tumbuh, hidup sesuai dengankehendak-Nya, dan berbuah seperti yang dikehendaki-Nya. Hendaknya kita menyadari sampai detik ini, bahwa diri kitadimasuki oleh firman Allah yang memanggil, lalu kita ikuti dan Firman itubertumbuh sedemikian sampai membuat seseorang memantapkan pilihan hidupnya. Iamenjalani pilihan hidupnya itu dan berbuah, yaitu menjadi seorang denganpanggilan khusus atau hidup sebagai orang awam pada umumnya. Kitamasing-masing, di dalam doa dan renungan pribadi, perlu merenungkan selalubetapa pilihan Tuhan untuk tumbuh di dalam diri kita itu tidak salah. Sampaidetik ini, Dia tetap membutuhkan kita supaya firman-Nya itu tumbuh. Kita perluselalu menyadarinya dan menyanggupinya di dalam suka cita.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha kuasa,bersabdalah selalu dan hamba-hamba-Mu ini setia mendengarkan. Semoga sabda-Mutumbuh dan berbuah demi kebaikan kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Jovita dan Agus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Titus 1: 1-5; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.7-8a.10; Lukas 10: 1-9.KEPERCAYAAN ANTARA GURU DAN MURID Renungan kita pada hari ini bertema: Kepercayaan AntaraGuru dan Murid. Kepercayaan antara guru dan murid adalah fondasi yang membuatsebuah panggilan bertumbuh, sebuah perutusan menjadi kuat, dan pewartaanmenjadi berbuah. Kita melihat hal ini dengan jelas dalam relasi Santo Paulusdengan dua muridnya, Timotius dan Titus. Paulus bukan hanya “mengajar”, tetapimempercayakan tugas, menaruh harapan, dan membentuk karakter rohani mereka. Demikian juga Yesus ketika mengutus tujuh puluh muriduntuk pergi berdua-dua: Ia tidak hanya memberi perintah, tetapi memberikankepercayaan bahwa mereka mampu membawa damai, menyembuhkan, dan mewartakanKerajaan Allah. Dalam iman, kepercayaan bukan sekadar perasaan aman, melainkankeputusan untuk berjalan bersama dalam kebenaran dan misi. Keunggulan terbesar dari kepercayaan adalah lahirnyakekuatan batin untuk bertanggung jawab. Seorang murid yang dipercaya akanmerasa hidupnya bermakna: ia berani melangkah, tidak mudah menyerah, dan maubelajar dari kesalahan. Kepercayaan juga menciptakan ruang untukbertumbuh—murid tidak takut gagal karena ia tahu ia dibimbing, bukan dihakimi.Selain itu, kepercayaan memperkuat kesatuan visi: guru dan murid melayani bukanuntuk nama diri, melainkan untuk misi Tuhan. Maka, ketika Paulus mengutusTimotius dan Titus dalam pelayanan Gereja perdana, ia sedang menegaskan bahwakepercayaan dapat menghidupkan keberanian, kesetiaan, dan ketekunan dalamtugas. Namun, kepercayaan adalah sesuatu yang rapuh dan harusdijaga. Agar kepercayaan tidak hilang, yang paling penting adalah kejujuran,konsistensi, dan kerendahan hati. Kepercayaan runtuh bukan hanya karenakesalahan besar, tetapi sering karena kebiasaan kecil: tidak menepati janji,tidak transparan, menutupi kebenaran, atau mulai bekerja dengan motivasi ganda.Kepercayaan juga harus dipelihara lewat komunikasi yang jelas—seperti Paulusyang terus menulis surat, meneguhkan, mengingatkan, dan mengarahkan Timotiusdan Titus. Jika hubungan guru-murid tidak dirawat, maka jarak akan tumbuh,salah paham mudah terjadi, dan misi perlahan kehilangan daya rohaninya. Berikut contoh-contoh sederhana. Seorang guru memberi tugas nyata kepada murid, lalumendampingi dengan evaluasi yang sehat. Seorang pembina meminta murid memimpindoa atau membuat pelayanan kecil, lalu setelah selesai, guru tidak langsungmengkritik, tetapi mengapresiasi dulu, kemudian memberi koreksi dengan kasih:jelas, konkret, dan membangun. Murid pun belajar bahwa ia dipercaya, tetapitetap diarahkan agar bertumbuh. Inilah semangat Yesus yang mengutus murid-muridberdua-dua: ada tanggung jawab, ada dukungan, dan ada kebersamaan. Kepercayaanyang sejati bukan membiarkan orang berjalan sendiri, melainkan membuat orangberani berjalan karena tahu ia tidak berjalan sendirian.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahakasih, kuatkanlah iman kami pada setiap bentukpenyelenggaraan-Mu kepada kami, sehingga bertumbuhlah kepercayaan kamikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Katarina Siwi dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 8: 23b - 9: 3; Mazmur tg 27: 1.4.13-14; 1 Korintus 1: 10-13.17; Matius 4: 12-17.PERSEKUTUANDIBANGUN DARI KAPERNAUM Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-3 ini ialah:Persekutuan Dibangun Dari Kapernaum. Pada zaman pelayanan publiknya, YesusKristus menjadikan Kapernaum sebagai kota-Nya. Semua kegiatan pengajaran,mujisat-mujisat, pemilihan para murid dimulai dan berkembang di sana. Tempatini aman buat Yesus untuk bekerja maksimal. Ia menyingkir ke sini setelahYohanes Pembaptis ditangkap, dan itu berarti ia meninggalkan tempat sebelumnyayang penuh dengan tekanan dan ancaman. Biasanya itu datang dari para penguasa. Kapernaum adalah kota idaman. Menurut kitab Yesaya dalambacaan pertama dan Injil Matius pada hari ini, kota itu terletak di seberangSungai Yordan. Semua yang didapatkan dan dibuat di seberang Yordan adalahistimewa, dan hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu ketika bangsa Israelsudah melewati Yordan. Di seberang Yordan adalah tanda sebuah kehidupan baru.Di dalam kehidupan baru itu, Yesus Kristus melakukan tugas-Nya untuk membangunpersekutuan. Kekuasaan yang dipakai untuk mempersatukan orang-oranguntuk bersama Dia dan di dalam Kerajaan Allah ialah dari Bapa yangmengutus-Nya. Sabda dan tindakan Yesus bertujuan untuk membangun persekutuansejati orang-orang yang Ia panggil dan pilih sebagai bagian dari KerajaanAllah. Ia memulai menanamkan benih persekutuan itu dari panggilan para muridyang pertama. Pada waktunya mereka dijadikan kedua belas rasul yang menjadipilar-pilar Gereja. Bersama dengan Bunda Maria, saat Pentakosta, merekamewujudkan terbentuknya Gereja sebagai tanda persekutuan sejati di dalam dunia. Cinta kasih adalah ajaran utama Yesus Kristus dan menjadihukum Tuhan yang paling utama. Cinta mempersatukan dan bukan mencari perbedaanatau bahkan memecah belah. Meskipun perbedaan-perbedaan itu adalah kodrat dasarkehidupan di dalam dunia ini, tetapi cinta kasih selalu bekerja untukmenjadikan perbedaan-perbedaan yang ada mendapatkan jalan untuk membangunpersatuan. Dari Kapernaum Tuhan Yesus merintis persekutuan itu dengan potensiperbedaan di antara para rasul yang sangat mencolok. Tetapi mereka mendapatkanTuhan dan Guru mereka sebagai Cinta yang menyatukan. Di dalam bacaan kedua hari ini Santo Paulus merenungkantentang semangat persatuan yang diwariskan dari Yesus Kristus. Komunitas umatAllah yang dibangun oleh Paulus dan rekan-rekannya diharapkan tetap setiakepada Yesus Kristus yang menjadikan cinta di atas segala perbedaan. Kepadamereka Paulus menasihatkan supaya mereka hidup seia sekata, dan jangan adaperpecahan di antara mereka. Peringatan ini menjadi sangat kuat, mengingatpengalaman Paulus sendiri bersama Petrus dan para rasul lainnya. Kita semuamemang memiliki aneka perbedaan, namun di dalam satu Tuhan Yesus, kita bersatu. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semogaibadat hari Minggu ini menguatkanpersekutuan di antara kami dan jadikanlah kami saksi-saksiMu dalam membangundan mempertahankan persekutuan di antara kami umat-Mu. Kemuliaan kepada Bapadan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Juvita dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 1: 1-4.11-12.19.23-27; Mazmur tg 80: 2-3.5-7; Markus 3: 20-21.JALAN TUHAN BEBAS HAMBATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jalan Tuhan BebasHambatan. Di dalam Injil Markus bab 3, Yesus digambarkan melayani begitu banyakorang sampai-sampai Ia dan para rasul-Nya tidak sempat makan. Kerumunan datangdengan harapan, sakit dan luka batin dibawa, doa-doa dinaikkan, dan Yesus tetaphadir sepenuhnya bagi mereka. Pelayanan-Nya seperti arus rahmat yang terus mengalir, taktertahan oleh lelah, waktu, maupun keterbatasan manusia. Dalam kacamata iman,ini bukan sekadar kesibukan, melainkan tanda bahwa kehendak Allah sedangbekerja nyata: menyelamatkan, memulihkan, dan membebaskan. Allah tidak pernahberhenti bekerja. Ia tidak tidur. Namun, menariknya, semakin besar karya yang dikerjakan,semakin besar pula salah paham yang muncul. Sanak keluarga Yesus menganggap Iasudah tidak waras, karena mereka melihat-Nya seolah tidak menjaga diri danmelampaui batas kewajaran manusia. Situasi ini menggambarkan kenyataan bahwajalan Tuhan tidak selalu mudah dipahami oleh logika manusia. Bahkan orang-orangterdekat pun dapat menjadi “hambatan” melalui penilaian yang keliru, bukankarena jahat, tetapi karena tidak mengerti tindakan Tuhan yang tersebut. Jika kita menengok kisah Raja Daud, berbagai keberhasilannyadalam peperangan memperlihatkan satu prinsip rohani yang kuat: jalan Tuhantidak terhentikan. Daud bukan menang karena kekuatan pribadi semata, tetapikarena ia berjalan dalam kehendak Allah. Ketika Tuhan menghendaki pemulihan dankemenangan bagi umat-Nya, rintangan sebesar apa pun akan disingkirkan. Sejarahkeselamatan menunjukkan bahwa karya Allah selalu bergerak maju, melampauiketerbatasan manusia dan menembus situasi yang tampak mustahil. Maka kitaselalu berpandangan bahwa di dalam Tuhan ada banyak surprise-nya. Ini tidak berarti bahwa hidup orang beriman bebas darimasalah. Hambatan, tantangan, dan pergumulan adalah bagian wajar dari duniayang terluka oleh dosa dan kelemahan. Tetapi iman mengajarkan sesuatu yanglebih dalam: hambatan tidak pernah mampu membuat jalan Tuhan buntu. Dalampenyelenggaraan ilahi, bahkan halangan dapat dipakai menjadi jalan pembentukan,pemurnian motivasi, dan pendewasaan kasih. Yang tampak sebagai penundaan,sering kali menjadi ruang bagi Tuhan untuk menegaskan arah dan memurnikan hati.Di kala situasi yang amat sulit, Tuhan masih menyediakan ruang untuk jalankeluarnya. Karena itu, “Jalan Tuhan bebas hambatan” bukan berarti tanpasalib, melainkan jalan yang pasti mencapai tujuannya. Kehendak Allah akan terusberlangsung, sampai mencapai kepenuhannya: persatuan dengan Allah Tritunggalyang abadi. Tugas kita adalah tetap setia melangkah, meski disalahpahami, meskilelah, meski doa belum segera terjawab. Sebab ketika seseorang berjalan dalamkehendak Tuhan, ia tidak sedang mengejar keberhasilan dunia, tetapi sedangmengikuti arus keselamatan yang tak pernah berhenti—jalan yang selalu terbukamenuju hidup yang kekal. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Allah yang mahabaik, bebaskanlah kami selaludari segala halangan yang mengaburkan kami di jalan-Mu untuk membawa kamikepada keselamatan yang kekal. Kemuliaan kepada Bapa dan Putran dan Roh Kudus…Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agnes Ambariliani dan Tarsisius Agung Marsono dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 17: 32-33.37.40-51; Mazmur tg 144: 1.2.9-10; Markus 3: 1-6.KEJAHATAN MELAWAN KEBAIKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kejahatan MelawanKebaikan. Dalam sejarah manusia, kita berkali-kali melihat benturan besarantara kejahatan melawan kebaikan. Kisah Daud melawan Goliat dalam PerjanjianLama adalah gambaran yang sangat kuat: seorang muda kecil, tanpa baju zirah dantanpa senjata perang yang “layak”, berdiri di hadapan raksasa bersenjatalengkap. Secara manusiawi, itu seperti perlawanan yang mustahil. Namun Daudtidak maju dengan kekuatannya sendiri; ia maju dengan iman, dengan keberanianyang lahir dari keyakinan bahwa hidup ini berada dalam tangan Allah. Di sinikita melihat bahwa kejahatan sering tampil mengintimidasi, besar, keras, danpenuh ancaman, tetapi kebaikan memiliki daya yang lebih dalam: kebenaran yangberasal dari Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, benturan itu tampak lebih kelam. KaumFarisi, Herodian, dan para pemuka agama bersatu melawan Yesus bukan karenaYesus melakukan kejahatan, tetapi justru karena Ia membawa terang yangmenyingkapkan kepalsuan. Kejahatan sering takut pada kebenaran, sebab kebenaranmembuka topengnya. Maka Yesus dihadang dengan berbagai cara: fitnah, jebakan,manipulasi massa, hingga hukuman mati. Secara lahiriah, kebaikan seolahkalah—sang Putra Allah disalibkan. Tetapi kebaikan bukan menurut ukuran dunia.Kebaikan menang karena Yesus tidak membalas kebencian dengan kebencian; Iamenaklukkan kekerasan dengan kasih, dan maut dengan kebangkitan. Mengapa dalam “perang” ini kebaikan selalu menang? Pertama,karena kebaikan berakar pada Allah yang kekal, sedangkan kejahatan adalahpenyimpangan yang rapuh. Kedua, karena kebaikan menyatukan, sementara kejahatanpada akhirnya menghancurkan dirinya sendiri: ia bertumbuh lewat dusta, tetapidusta selalu memerlukan dusta baru, sampai akhirnya runtuh oleh kontradiksi.Ketiga, kebaikan memiliki daya hidup yang kreatif—ia membangun, memulihkan, danmemberi harapan—sedangkan kejahatan hanya mampu merusak dan mengosongkan. Makaketika kebaikan tampak kalah sementara, sebenarnya ia sedang menanam benihkemenangan yang lebih besar dan lebih murni. Mengapa kejahatan itu kalah, tetapi tidak pernah menyerah?Karena kejahatan tidak memiliki “hidup” sejati; ia hidup dari menempel padayang baik dan memutarbalikkannya. Ia tidak dapat mencipta, hanya dapatmemalsukan. Sebab itu ia terus melawan Tuhan, manusia, dan bahkan tatanan alamsemesta, karena dalam perlawanan itulah ia mencoba bertahan. Kejahatan jugatumbuh dari kesombongan: ia ingin menjadi pusat, ingin menguasai, ingin diakui.Maka ia tidak berhenti, sebab berhenti berarti mengakui bahwa dirinya bukanTuhan. Di sinilah tragisnya: kejahatan terus berjuang, tetapi setiap perjuanganitu justru memperlihatkan bahwa ia tidak memiliki kemenangan yang final. Namun kita juga harus jujur: kejahatan tidak hanya ada “diluar” sana, pada musuh besar atau sistem yang jahat, melainkan juga mengintaidalam hati manusia: iri, dendam, manipulasi, egoisme, ketidakadilan kecil yangdianggap biasa. Kejahatan sering kalah dalam skala besar karena Tuhan setia,tetapi ia tetap bertahan dalam skala kecil karena manusia bisa lengah. Karenaitu, kemenangan kebaikan bukan sekadar kisah heroik Daud atau Yesus; ia menjadipanggilan rohani harian: memilih jujur ketika mudah berbohong, memilihmengampuni ketika hati ingin membalas, memilih merawat ketika dunia terbiasamerusak. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Allah yang mahabenar dan mahabaik, di dalamDikau kami berlindung dan pada-Mu kami bersandar untuk selalu diberkati denganpemberian-Mu yang baik dan benar. Bapa kami yang ada di surga … Dalam nama Bapa…
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yustina Armastiti dan Ignasius Sunaryo dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 9: 1-4.17-19; 20: 1a; Mazmur tg 21: 2-3.4-5.6-7; Markus 2: 13-17.JURUS MENGUBAHSI PENDOSA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jurus Mengubah SiPendosa. Keberpihakan Yesus kepada orang sakit, lumpuh, miskin, kerasukan rohjahat sama kuat dengan belas kasih-Nya kepada orang-orang berdosa. Para pendosaadalah mereka yang sedang sakit secara rohani. Pendosa publik seperti pencuri,pemerkosa, prostitusi, dan pemungut bea, mengalami sakit yang parah karenadikucilkan oleh masyarakat. Mereka sama dengan sampah. Pendosa publik sebenarnya ialah mereka yang berdosa ditengah masyarakat bahkan keluarganya sendiri secara terang-terangan. Merekadikontrol sebuah sistem yang berlaku. Pria atau wanita prostitusi misalnya,mereka dikontrol oleh beban hidup dan sistem kehidupan masyarakat. Injil hariini memperkenalkan kita seorang pendosa publik, yaitu Lewi anak Alfeus, sipemungut bea rakyat karena ia adalah pelayan bangsa penjajah, Romawi. Tentu saja ia dianggap sangat berdosa karena dalammemungut pajak ia banyak berbuat curang soal pungutan uang dan barang.Masyarakat sangat membencinya, tetapi ia tetap berbuat dosa karena ada hukumyang melindunginya. Lewi ini dikenal dalam lingkaran kedua belas rasul dengannama Matius. Penginjil Matius menyebutnya sebagai si pemungut cukai. Dosapublik sangat menyakitkan masyarakat dan pendosa sendiri tidak bisa menghindariitu. Oleh karena itu Yesus harus turun tangan. Jurus yang Iapakai ialah datang bertemu langsung, memanggil dia dengan namanya, dan tidaksekedar mengajak tetapi memerintahkan untuk menghentikan perbuatannya itu. Inimengandung arti, dosa yang tidak hanya mencelakakan diri sendiri tetapi sangatmerugikan orang banyak dan menjadi dosa serius, harus dihentikan. Dosa besaryang serius jangan dibiarkan berkembang dan menyebar. Kalau dibiarkan, itunamanya berkolaborasi dengan penjahat atau bekerja sama dengan setan. Israel sebagai bangsa tidak dibiarkan terus berkeraskepala dan berdosa. Tuhan Allah menghentikan ini dengan menjadikan Saul sebagairaja atas mereka. Satu sistem baru diubah demi kebaikan dan sistem lama harusditinggalkan. Yesus mengubah pribadi pendosa seperti Lewi, demikian juga banyakorang lain termasuk Paulus, karena mereka ini berpotensi dalam kejahatan yangbesar dan merugikan banyak orang. Mereka harus dipakai secara positif untuksistem baru dalam beriman yang Yesus jalankan. Melalui pembaptisan, Yesus Kristus membuat kita menjadibagian dari sistem baru yang Ia bangun. Dosa-dosa yang kita perbuat setelahpembaptisan beraneka dan banyak, tetapi Tuhan Yesus punya jurus untuk mengubahhidup kita. Gereja menjalankan tugas ini dengan menjadi sarana bagi perubahandiri umatnya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,bebaskanlah kami dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan negatif yang seringmenjerumuskan kami ke dalam dosa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam nama Bapa ...
Peringatan mendesak telah dikeluarkan bagi para pelajar internasional yang akan meninggalkan Australia agar tidak menjual rekening bank dan kartu identitas mereka kepada pelaku kriminal.
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Lukas 17 : 26-2817:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: 17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. 17:28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
Sebuah laporan baru mengungkapkan jumlah yang besar anggota komunitas migran yang terdampak hepatitis.
Classy People, sebagai warga di daerah rawan bencana, kita harus tanggap dan sigap bencana nih! Dalam Special Talkshow bersama Bapak Rudy Rinaldy, Kalaksa BPBD Sumatra Barat, kita akan mendapatkan insight baru perihal upaya BPBD Sumbar dalam menjadikan Sumbar sebagai daerah tanggap bencana, salah satunya penyediaan lampu rotari sebagai alat peringatan bencana bagi teman tuli. Dipandu Clasier Edo Prussiano, cermati obrolan menarik ini onlu on ClassyFM!
Udara bersih yang Tuhan sediakan bagi kita pada hari kedua penciptaan telah terkontaminasi secara berbahaya oleh berbagai temuan manusia. Asap, adalah pembunuh yang lambat namun mematikan, udara yang kotor dan beracun---dan kita menghirupnya!
Europe is preparing to mark 80 years since VE Day… which marked the surrender of the Nazi regime and the end of World War II on the continent. But while Europe is remembering the end of one war, in the continent's East, another is still raging. - Eropa bersiap untuk memperingati 80 tahun sejak Hari Kemenangan Eropa, yang menandai menyerahnya rezim Nazi dan berakhirnya Perang Dunia II di benua itu. Sementara Eropa mengenang berakhirnya satu perang, di wilayah Timur benua itu, perang lain masih berkecamuk.
Thousands of people gathered across Australia to celebrate ANZAC Day. - Ribuan orang berkumpul di seluruh Australia untuk merayakan Hari ANZAC.
According to South Australia Health, about a third of the Australian population is estimated to drink alcohol every week. - Menurut South Australia Health, sekitar sepertiga penduduk Australia diperkirakan minum alkohol setiap minggu.
SOLII TALKS PERINGATAN DARURAT, SR021, VERY DEMURE