POPULARITY
Kepala Misi Perdamaian PBB untuk Republik Demokratik Kongo, James Swan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Bunia untuk memastikan seluruh personel MONUSCO mematuhi protokol kesehatan di tengah wabah Ebola jenis Bundibugyo. Upaya penanganan virus ini menghadapi tantangan akibat konflik bersenjata di wilayah timur Kongo dan skeptisisme masyarakat lokal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kekhawatiran mendalam atas cepatnya penyebaran wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut skala dan kecepatan penularan virus mematikan ini berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. WHO mencatat sedikitnya ada 30 kasus terkonfirmasi di Provinsi Ituri (Kongo), serta lebih dari 500 kasus suspek dan 130 kematian yang kini masih dalam proses penyelidikan. Mengkhawatirkannya lagi, virus ini telah menjangkau wilayah perkotaan padat penduduk seperti Kampala di Uganda dan Goma di Kongo, bahkan hingga merenggut nyawa sejumlah tenaga kesehatan di fasilitas medis akibat tingginya mobilitas penduduk.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO resmi menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global terhadap wabah ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Langkah tegas ini diambil menyusul adanya lonjakan signifikan pada jumlah kasus penularan dan angka kematian di wilayah tersebut. Wabah yang dipicu oleh virus jenis Bundibugyo ini dilaporkan telah menyebar ke beberapa wilayah dan terdeteksi di sedikitnya tiga zona kesehatan di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo. Hingga data terakhir pada hari Sabtu, otoritas kesehatan setempat mencatat ada delapan kasus positif laboratorium, 246 kasus suspek, serta 80 korban jiwa dengan status suspek. Meski situasi terkini dinilai belum memenuhi kriteria pandemi global, pihak WHO menegaskan bahwa kondisi ini memerlukan penanganan internasional yang cepat dan terkoordinasi demi menekan penyebaran virus lebih luas.
Sejumlah penumpang yang diduga merupakan warga negara Amerika Serikat telah dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius setelah terjadi dugaan wabah Hantavirus di dalam kapal tersebut. Evakuasi dilakukan pada hari Minggu setelah kapal bersandar di Tenerife, Spain.
Bencana di Sumatra meninggalkan ribuan pengungsi yang membutuhkan perhatian khusus. Pemerintah dan relawan terus bekerja untuk menjaga kesehatan para pengungsi serta mencegah penyebaran penyakit pasca bencana. Dukungan dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko kesehatan
Pernahkah Anda berada di tengah percakapan, menceritakan sesuatu yang penting bagi Anda—mungkin tentang stres di tempat kerja atau masalah pribadi—namun Anda sadar lawan bicara Anda tidak benar-benar ada di sana? Mereka mungkin mengangguk, tapi mata mereka melirik ponsel, atau mereka menunggu jeda hanya untuk menceritakan kisah mereka sendiri. Ini bukan imajinasi Anda; ini adalah gejala dari wabah senyap yang sedang melanda kita: Wabah Kegagalan Mendengar. Kita hidup di dunia yang paling bising dalam sejarah. Lihatlah media sosial, debat politik di televisi, atau bahkan kolom komentar di internet. Semua orang berteriak, semua orang menyiarkan pendapat mereka, semua orang menuntut untuk didengar. Namun, di tengah hiruk pikuk untuk berekspresi ini, sangat sedikit orang yang benar-benar berhenti untuk memahami. Kita telah menciptakan budaya di mana berbicara adalah tindakan utama, sementara mendengarkan dianggap sebagai tindakan pasif—sesuatu yang kita lakukan sambil menunggu giliran berbicara. Kegagalan ini memiliki dampak yang menghancurkan, tidak hanya pada produktivitas kita di tempat kerja, tetapi juga pada hubungan pribadi kita. Kita sering kali jatuh ke dalam perangkap "mendengarkan untuk merespons," bukan "mendengarkan untuk memahami." Kita mendengar kata-kata, tetapi kita melewatkan pesannya. Kita gagal menangkap emosi, kebutuhan, dan validasi yang sebenarnya sedang dicari oleh lawan bicara kita. Ini adalah akar dari begitu banyak kesalahpahaman, konflik, dan rasa keterputusan yang kita rasakan dalam interaksi sehari-hari. Mengapa kita menjadi begitu buruk dalam hal ini? Sebagian, kita tidak pernah benar-benar diajari cara mendengarkan. Sejak sekolah, kita diajari untuk "diam," yang berbeda dengan "mendengarkan." Kita dilatih untuk merumuskan jawaban, bukan untuk menyerap perspektif. Ditambah lagi, di era modern ini, perhatian kita adalah komoditas yang terus-menerus diserang. Dengan rentang perhatian yang diklaim lebih pendek dari ikan mas, dan gangguan notifikasi yang tak ada habisnya, mendengarkan secara mendalam telah menjadi keterampilan super yang hampir terlupakan. Dalam episode INIKOPER hari ini, kita akan membedah wabah kegagalan mendengar ini. Kita akan mengeksplorasi mengapa otak kita secara alami lebih suka berbicara daripada mendengarkan. Dan yang paling penting, kita akan membahas langkah-langkah praktis dan nyata untuk melatih kembali otak kita—untuk beralih dari pendengar pasif menjadi pendengar aktif yang mampu memahami, berempati, dan pada akhirnya, membangun koneksi yang lebih dalam dan lebih bermakna.
Solusi Islam Menghadapi Wabah Penyakit Oleh. Maman El Hakiem(Kontributor NarasiPost.Com) Voice over talent: Dewi Fitriana NarasiPost.Com-Saat ini berbagai media melaporkan tentang hebohnya Virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang tengah mewabah di Cina, terutama wilayah utara, dengan peningkatan kasus signifikan pada anak-anak di bawah usia 14 tahun. Dikutip dari laman berita CNBC Indonesia (4-1-2025), HMPV adalah virus pernapasan yang menyebabkan gejala mirip flu atau pilek, seperti batuk, demam, dan hidung tersumbat. Pada individu dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis, infeksi HMPV dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti bronkitis atau pneumonia. Disebabkan belum adanya vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV, tindakan yang perlu dilakukan adalah seperti istirahat yang cukup, hidrasi, dan pengendalian demam dapat membantu meringankan gejala. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/opini/01/2025/solusi-islam-menghadapi-wabah-penyakit/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipostx
Akhir-akhir ini terlihat fenomena banyaknya sapi yang terkena wabah PMK.
IDI Yakin HMPV Tak Bakal Jadi Wabah | DPR Bentuk Tim Pengawas Haji 2025 | Malaysia Open 2025: Jojo, Ginting, Fajar/Rian, dan Sabar/Reza Bakal Bertanding *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke podcast@kbrprime.id
Membahas epidemi kesepian di dunia modern dan apa dampaknya pada kesehatan jiwa anak muda.
Sobat Essentials! Kasus DBD melonjak di 2024, mencapai 88.593 kasus hingga April dengan 621 kematian. Kabupaten Bandung mencatat kasus tertinggi dengan 3.468 kasus. Perubahan iklim jadi penyebab utama, dengan pola hujan berubah dan suhu yang lebih hangat, menciptakan tempat berkembang biak nyamuk DBD. Tidak hanya DBD, namun peningkatan merebaknya penyakit nyamuk lainnya diproyeksi akan membebani sistem kesehatan dan anggaran negara. Simak perbincangan Olivia Herlinda, Chief Research & Policy CISDI, dan dr. Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dipandu oleh Sicha Alifa Makahekum. #DengueFever #PerubahanIklim #KesehatanIndonesia #CegahDBD #PodcastKesehatan
Mpox Mengguncang Dunia, Bagaimana Nasib Manusia? Oleh. Siti Komariah (Tim Penulis Inti NarasiPost.Com) Voice over talent: Dewi Nasjag NarasiPost.Com-Cacar monyet atau Monkeypox (Mpox) telah mengguncang dunia. Pasalnya, penyakit ini terus mengalami peningkatan jumlah kasus di Republik Demokratik Kongo. Menteri Kesehatan Samuel-Roger Kamba mengatakan, ada peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir ini, yakni dari 16.000 kasus menjadi 16.700 kasus. Sementara itu, jumlah kematian juga mengalami peningkatan dari 548 menjadi 570 kematian (cnbcindonesia.com, 20-08-2024). Wabah ini terus menyebar ke berbagai negara, bahkan terkonfirmasi telah sampai di negara Asia, yakni Thailand dan Indonesia. Dengan penyebaran penyakit yang terus meningkat tersebut, World Health Organization (WHO) sempat mengumumkan cacar monyet atau Mpox sebagai darurat kesehatan publik yang harus menjadi perhatian dunia internasional pada 23 Juni 2024. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/medical/09/2024/mpox-mengguncang-dunia-bagaimana-nasib-manusia/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipostx
Wabah Demam Lassa Menghantui Nigeria Oleh. Mariyah Zawawi(Tim Penulis Inti NarasiPost.Com) Voice over talent: Yeni M NarasiPost.Com-Demam merupakan keluhan yang sering dialami oleh banyak orang. Sering kali demam hanya merupakan gejala dari suatu penyakit. Namun, di Nigeria ada penyakit bernama demam Lassa yang sangat berbahaya. Demam Lassa merupakan penyakit endemik di wilayah tersebut. Penyakit ini telah membuat panik masyarakat Nigeria. Pasalnya, sebanyak 163 orang telah meninggal dunia setelah terserang penyakit ini. (liputan6.com, 10-08-2024) Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/world-news/08/2024/wabah-demam-lassa-menghantui-nigeria/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipostx
Pada episode pertama MGM (Mahasiswa Gagal Magang) podcast ini membawakan kisah dari masing-masing anggota berdasarkan pengalaman mereka mengenai kehidupan perkuliahan secara umum di era pandemi Covid-19 dan bagaimana cara mereka bertahan pasca pandemi Covid. Produce by: Kiagus Kevin Akmal Bakrie Lievanes Rusli Lunetta Sapphira P Maghfirah Khazanah I Mercy Meidivia Kosasih Muhammad Dandy Reyzan Muhammad Farhan Barwisuda
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menemukan partikel virus H5N1 atau virus flu burung pada susu sapi, meski tetap nyatakan susu seperti in aman dikonsumsi. Penularan virus yang tadinya hanya tulari unggas ini terus dipantau pejabat medis di AS.
Dunia kembali dirundung khawatir merebaknya wabah baru, menyusul munculnya pneumonia misterius di China sejak November 2023. Melanisr Bisnis.com semua berawal ketika pada tanggal 13 November, Komisi Kesehatan Nasional China mengumumkan peningkatan penyakit pernapasan. Program Pemantauan Penyakit Baru (ProMED) melaporkan kelompok pneumonia yang tidak terdiagnosis pada anak-anak di China utara pada tanggal 21 November.Infeksi ini terutama menyebar di Beijing dan Liaoning, yang berjarak sekitar 800 km. #WabahPneumonia #Beijing --- Support this podcast: https://podcasters.spotify.com/pod/show/broad-cash/support
Wabah Menari Dan Keanehan Dunia Kita - Conspiracy & Chillhttps://open.firstory.me/user/clmexlan200ms01x16n1060ya/comments Powered by Firstory Hosting
Wabah-wabah yang menyebar pada ternak dari tahun lalu hingga sekarang menimbulkan satu pertanyaan: Bagaimana caranya agar ternak bisa pulih dan lanjut berkembang menjadi sapi perah yang berkualitas? Radio Bewara kali ini membahas regenerasi yang ideal untuk sapi perah. Yuk simak siaran Radio Bewara, persembahan dari Frisian Flag Indonesia.
Berita hari ini: Berbagai dugaan penyebab kebakaran di Depo Pertamina Plumpang; Keputusan Bapanas menetapkan harga batas atas pembelian gabah petani menuai kritik; Wabah campak menyerang Papua Tengah. --- Baca informasi harian komprehensif lainnya dengan mengunjungi website koran.tempo.co atau mengunduh aplikasi Tempo. Kritik dan saran: podcast@tempo.co.id
Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan tersangka korupsi. KPK menyebut Enembe diduga menerima gratifiksi sebesar Rp1 miliar. Selain itu, PPATK menduga ada aliran dana kasino judi Rp560 miliar Lukas Enembe. Uganda telah mengumumkan kejadian luar biasa (KLB) wabah Ebola setelah otoritas kesehatan memastikan satu kasus galur Sudan yang relatif jarang ditemukan. Sebuah hasil penelitian mengungkap tim bubur tidak diaduk memiliki kecerdasan emosional lebih tinggi dibandingkan dengan tim bubur diaduk. Apa iya?
• Para ekonom mengkritik alasan di balik keputusan pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi. • Perdana menteri baru Inggris, Liz Truss, menjanjikan kebijakan yang berani, dengan memangkas pajak dan mengatasi tingginya biaya energi. • Wabah cacar monyet di Spanyol dilaporkan mengalami penurunan.
Jeratan UU Cilaka Berimbas Wabah PMK Oleh. Asyifa'un Nisa (Pegiat Literasi dan Mahasiswa Pascasarjana) Voice over talent: Maya Rohmah NarasiPost.Com- Peternak sapi di Indonesia sedang diterpa kekawatiran dan badai kerugian, pasalnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dianggap mematikan ternak mereka sedang mewabah meluas diseluruh penjuru Indonesia. Dikutip dari katadata.co.id (22/06), hingga Senin 20 Juni 2022 telah tercatat 211.034 ekor ternak yang terinfeksi. Dari jumlah tersebut, 66.582 ekor sudah dinyatakan sembuh, 1.888 ekor dipotong bersyarat, dan 1.222 ekor mati. Padahal Indonesia sejak tahun 1986 telah dinyatakan bebas PMK, dan telah mendapat pengakuan dari Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) pada 1990 sebagai salah satu dari 67 negara yang bebas PMK tanpa vaksinasi. Namun, sangat disayangkan capaian bebas PMK ini justru berakhir di tahun 2022 akibat dari terbukanya keran impor sapi dan daging sapi secara besar-besaran. Bahkan berdasarkan data BPS yang terlampir, terjadi peningkatan impor yang begitu signifikan setiap tahunnya. Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/06/27/jeratan-uu-cilaka-berimbas-wabah-pmk/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost
Foot and Mouth Disease (FMD) is very feared because it causes huge losses to the livestock sector. Many countries that are already free of PMK have set very strict rules for the entry of meat and processed products, in order to maintain the FMD-free status. - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sangat ditakuti karena menimbulkan kerugian sangat besar bagi sektor peternakan. Banyak negara yang sudah bebas PMK, menetapkan aturan sangat ketat untuk masuknya produk daging dan olahan, demi menjaga status bebas PMK itu.
Berita hari ini: Komando penangan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) beralih dari Kementerian Pertanian ke BNPB; Bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Joko Widodo menawarkan diri sebagai jembatan dialog antara Ukraina dan Rusia; Pendaftaran di subsiditepat.mypertamina.id dan penerapan aplikasi MyPertamina saat pembelian Pertalite dikhawatirkan mempersulit konsumen. --- Baca informasi harian komprehensif lainnya dengan mengunjungi website koran.tempo.co atau mengunduh aplikasi Tempo. Saran & kritik: podcast@tempo.co.id
The World Health Organization [[WHO]] says it's vital organisers of festivals during the European summer inform attendees about how to avoid contracting monkey pox. - Organisasi Kesehatan Dunia [[WHO]] mengatakan bahwa penting bagi penyelenggara festival selama musim panas Eropa, memberi tahu peserta tentang cara menghindari cacar monyet.
Pemprov Kalsel Usulkan Geopark Meratus Menjadi UNESCO Global Geopark | Tren Wabah PMK di Bangka Tengah Mulai Menurun | Proyek Kereta Api Sulsel Terkendala Pembebasan Lahan di Makassar | DKI Jakarta Berulang Tahun ke-495 KILAS KABAR NUSANTARA. Sejumlah peristiwa penting yang telah kami rangkum pada hari Kamis, 23 Juni 2022. BANJARMASIN (00:47) Pemprov Kalsel melalui Badan Pengembangan Geopark Meratus Kalsel akan memasukkan usulan Geopark Meratus menjadi UNESCO Global Geopark ke Komite Nasional Geopark Indonesia. BANGKA (01:40) Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menginfeksi hewan ternak berkuku belah, kini masih terus mengintai masyarakat. MAKASSAR (02:32) Tahapan proyek kereta api segmen Makassar ditunda sementara waktu. Hal Itu dikarenakan belum ada kepastian penetapan lokasi dan desain dari proyek tersebut. JAKARTA (03:31) DKI Jakarta berulang tahun ke-495, Rabu kemarin. Perayaan yang digelar setelah dua tahun pandemi Covid-19 bertema ”Jakarta Hajatan”. Kontributor: Smart FM Banjarmasin - Eva Rizkiyana Sonora Bangka Smart FM Makassar - News Anchor: Deddy Detars l Reporter: Dian Mega Safitri Sonora Jakarta - Rara Saran dan Kolaborasi: podcast@kgmedia.id
Jokowi bakal dukung siapa?
Surut Wabah Covid-19 Pasang Kasus Monkeypox, Pertanda Apakah Ini? Oleh. Wening Cahyani (Kontributor Tetap NarasiPost.Com) Voice over talent: Anita Yulianti NarasiPost.Com-Belum usai wabah Covid-19 mengguncang dunia, kini kasus cacar monyet (monkeypox) telah membuat resah warga bumi. Tidak sedikit negara yang menyumbang kasus ini sehingga penderita penyakit cacar monyet melonjak jumlahnya. Perkara ini tidak bisa dianggap sepele karena penyakit ini disebabkan oleh virus sangat cepat penyebarannya. Tentu kita tidak ingin kasus monkeypox seperti Covid-19 yang tidak bisa tertangani dengan tuntas, sehingga hampir dua tahun lebih wabah ini masih menjadi tanda tanya sudah selesai atau belum. Oleh karena itu, butuh solusi cerdas bagaimana mengentaskan monkeypox ini dalam bingkai Islam. Kabar yang membuat gempar adalah monkeypox telah menyebar begitu cepat ke berbagai negara di Eropa. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa penyebarannya hingga 200 kasus tersebar di 12 negara. WHO memberi peringatan sebagaimana dikutip dari CNCB International bahwa lonjakan kasus terjadi di kelompok penyuka sesama jenis. Bahkan menurut peneliti cacar WHO, Dr. Rosamund Lewis, bahwa kasus di Eropa dalam lima tahun terakhir (sebelumnya) menimpa pelancong. Namun, kasus saat ini adalah pertama kali yang terjadi di banyak negara, pada saat yang sama, dan pada orang yang tidak bepergian ke daerah endemik Afrika. (cncbindonesia.com, 24/5/2022) Monkeypox di Spanyol telah mencapai 30 kasus. Menurut Enrique Ruiz Escudero (Kepala Kesehatan Regional Madrid) pihak berwenang di Madrid telah melakukan pelacakan kasus-kasus itu terutama satu wabah yang berasal dari sauna. Sauna terkenal bernama Paraiso (surga) ini menjadi tempat popular bagi para gay yang mencari hubungan seks, bukan hanya pemandian. Selain itu, Paraiso terkenal sebagai tempat yang ramah bagi komunitas gay. (cncbindonesia.com, 23/5/2022) Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/05/30/surut-wabah-covid-19-pasang-kasus-monkeypox-pertanda-apakah-ini/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on: instagram: http://instagram.com/narasipost Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter: Http://twitter.com/narasipost
As in Australia and New Zealand, Indonesia has been free from FMD Foot and Mouth Diseases in livestock since 1990. But recently the disease caused by the virus has resurfaced. - Seperti halnya dengan Australia dan Selandia baru, Indonesia sudah bebas dari Penyakit Mulut dan Kaki PMK pada ternak, sejak 1990. Namun baru-baru ini penyakit yang disebabkan oleh virus itu, timbul kembali.
Penyakit cacar monyet yang umum ditemukan di Afrika kini menyebar di kawasan Eropa. Sebenarnya, dari mana asal cacar monyet?
Rancak:kursi yang berbahan serba bambu; kalong: Kelelawar; mbangir: Mancung; Gulu Ambi sikil Menjangan: Leher dan kaki (eksotik) bak kijang; Apak: Bapak; Padang Ulan: Bulan Purnama; Kembang Kanthil: Jenis Bunga yang memiliki nama Latin Michja champaca; Ginjah Arum: Jenis padi khs Kemiren; Jemblem: Kue berbahan singkong yang dihaluskan, dalamnya berisi gula aren selanjutnya diolah/digoreng; Cengkaruk: Nasi yang dikeringkan; Pageblug: wabah penyakit yang menyerang. Jika terkena pagi, sorenya mati, begitu pula sebaliknya. Wabah tersebut tidak hanya menyerang manusia, tetapi semua tanaman (sawah dan ladang), sehingga masyarakat menjadi sangat ketakutan; Sintru: Angker; Udeng: Ikat kepala untuk laki-laki. #Romoiyes
Masyarakat diminta tidak panik dengan adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak.
Berita hari ini: Wabah penyakit mulut dan kuku pada sapi di Jawa Timur terus meluas; Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan bisa mencapai 5,2 persen pada tahun ini; Peningkatan suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia berkorelasi dengan pemanasan global. --- Baca informasi harian komprehensif lainnya dengan mengunjungi website koran.tempo.co atau mengunduh aplikasi Tempo. Saran & kritik: podcast@tempo.co.id
Beliau (رحمه الله) menyampaikan: Saya tidak melihat ada hal yang lebih bermanfaat untuk menghilangkan wabah dibanding bertasbih (kepada ALLAH). (Hilyatul Awliya': 9/136) Saudaraku, di saat kita berikhtiar; menjaga imun tubuh, kesehatan dan mengikuti himbauan pemerintah untuk menerapkan social distancing, hendaknya kita pun mengikuti nasehat ulama kita seperti Imam Syafi'i -rahimahullah- untuk memperbanyak bertasbih kepada ALLAH, dan mensucikan ALLAH.
Saat Diri Tersakiti - Ustadz Muhammad Halid Syar'ie & Ustadz Harits Abu Naufal Yuk Brothers&Sisters, yang kangen kajian Rabu malam Al Azhar, markipul - Mari kita ngumpul. Wabah ternyata masih ada dan nyata. Semua ini ujian kawan. Tak usah gundah dan risau. Kita hadapi dengan iman. Perjuangan ini hanyalah sesaat. Bersabarlah, karena setelah ini, ada waktunya nikmat sejati beristirahat.
Keadaan desa semakin mencekam , saat hari semakin malam warga tidak ada sama sekali yang keluar rumah namun warga tetap bergiliran mengadakan ronda. Beberapa rumor tersebar dari desa lain bahwa ini adalah perbuatan makhluk halus , sehingga warga berjaga-jaga hingga lewat tengah malam di rumah masing-masing agar makhluk itu tidak memasuki rumah. Hal ini berlanjut hingga beberapa minggu ,dan benar keadaan kembali menjadi aman dan tidak ada korban lagi. Hari ini bapak terlihat lelah , seharian ini ia bekerja di kebun salah seorang juragan yang sedang panen. Biasanya Bapak lah yang tidak pernah absen untuk Lek-Lek'an (begadang) namun karena merasa keadaan sudah aman hari ini tidak ada yang begadang untuk menjaga rumah. --- Support this podcast: https://anchor.fm/night-story/support
Hanya Islam - Ustadz Masykur Abu Mawaddah Yuk Brothers&Sisters, yang kangen kajian Rabu malam Al Azhar, markipul - Mari kita ngumpul. Wabah ternyata masih ada dan nyata. Semua ini ujian kawan. Tak usah gundah dan risau. Kita hadapi dengan iman. Perjuangan ini hanyalah sesaat. Bersabarlah, karena setelah ini, ada waktunya nikmat sejati beristirahat.
Zaman sekarang dikit-dikit cancel! Salah upload foto, cancel. Salah nulis caption, cancel. Baju kebuka dikit, cancel. Salah dikit aja, pokoknya cancel!!! Diliat-liat bakal jadi budaya nih.. Episode kali ini Adam, Viona, dan Achmad bakal obrolin soal Cancel Culture yang udah melekat di netijen-netijen zaman sekarang. Penasaran kan?? Yuk dengerin terus obrolan seru mereka.. CAMPUS UNCENSORED - When controversial become exposed.
Hubungan Abadi - Ustadz Masykur Abu Mawaddah Yuk Brothers&Sisters, yang kangen kajian Rabu malam Al Azhar, markipul - Mari kita ngumpul. Wabah ternyata masih ada dan nyata. Semua ini ujian kawan. Tak usah gundah dan risau. Kita hadapi dengan iman. Perjuangan ini hanyalah sesaat. Bersabarlah, karena setelah ini, ada waktunya nikmat sejati beristirahat.
Di dalam situasi wabah, seseorang seharusnya mempertahankan sikap dan pikiran yang positif, dan tidak dicemaskan oleh ketakutan dan kekhawatiran berlebihan. Seperti yang diyakini banyak orang, penyakit adalah berasal dari pikiran, dan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Saksikan video kami: Youtube ☛ www.youtube.com/ntdkehidupan Dailymotion ☛ www.dailymotion.com/ntdkehidupan Facebook ☛ https://web.facebook.com/ntdkehidupan Terhubung dengan kami di Twitter ☛ twitter.com/indonesia_ntd Youmaker ☛ https://www.youmaker.com/c/ntdkehidupan Dengarkan Podcast kami: Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu
Kunjungi dan ikuti: Website: www.rasyaad.tv YouTube: www.youtube.com/user/rasyaadtv Instagram: www.instagram.com/rasyaadtv Facebook: www.facebook.com/rasyaadtv Mari beramal jariyah dengan mendukung operasional dan membantu pembangunan studio Rasyaad TV agar tersebarnya dakwah sunnah di Medan dan sekitarnya. BANK SYARIAH MANDIRI / BANK SYARIAH INDONESIA NO. REK: 7128-333-333 A.N: YAYASAN LAJNAH DAKWAH MEDAN
Dompet Digital - Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., BA. Yuk Brothers&Sisters, yang kangen kajian Rabu malam Al Azhar, markipul - Mari kita ngumpul. Wabah ternyata masih ada dan nyata. Semua ini ujian kawan. Tak usah gundah dan risau. Kita hadapi dengan iman. Perjuangan ini hanyalah sesaat. Bersabarlah, karena setelah ini, ada waktunya nikmat sejati beristirahat.
Bela Ulama (Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani) - Ustadz Fachri Basyrahil, Lc., MA. Yuk Brothers&Sisters, yang kangen kajian Rabu malam Al Azhar, markipul - Mari kita ngumpul Wabah ternyata masih ada dan nyata. Semua ini ujian kawan. Tak usah gundah dan risau. Kita hadapi dengan iman. Perjuangan ini hanyalah sesaat. Bersabarlah, karena setelah ini, ada waktunya nikmat sejati beristirahat.
Lebih dekat dengan kita di Instagram @lenteramalam.id Farid adalah seorang pemuda yang sedang mencari pekerjaan, lalu ia pergi ketempat pamannya yang berada di desa, namun farid tidak tahu bahwa di desa itu ada sebuah pantangan bahwa jangan keluar rumah pada di waktu senja, dan farid ini ketempat pamannya pada waktu malam hari, dan ia bertemu dengan sosok nenek-nenek yang meminta air minum kepadanya, ternyata nenek-nenek itu adalah sosok yang membawa petaka. --- Support this podcast: https://anchor.fm/lentera-malam8/support
Tetangga Kok Gitu - Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc. Yuk Brothers&Sisters, yang kangen kajian Rabu malam Al Azhar, markipul - Mari kita ngumpul Saat hari hari dibanjiri dengan angka 'positif' dan kabar duka. Sirine kereta keranda hilir mudik di hadapan muka. Wabah ternyata masih ada dan nyata. Semua ini ujian kawan. Tak usah gundah dan risau. Kita hadapi dengan iman. Perjuangan ini hanyalah sesaat. Bersabarlah, karena setelah ini, ada waktunya nikmat sejati beristirahat.
Pebisnis Tersesat - Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., BA. Yuk Brothers&Sisters, yang kangen kajian Rabu malam Al Azhar, markipul - Mari kita ngumpul Saat hari hari dibanjiri dengan angka 'positif' dan kabar duka. Sirine kereta keranda hilir mudik di hadapan muka. Wabah ternyata masih ada dan nyata. Semua ini ujian kawan. Tak usah gundah dan risau. Kita hadapi dengan iman. Perjuangan ini hanyalah sesaat. Bersabarlah, karena setelah ini, ada waktunya nikmat sejati beristirahat.
Maraknya Konflik di Tengah Wabah, Siapa Tanggung Jawab? Oleh. Deny Setyoko Wati, SH Voice Over Talent : Giriyani NarasiPost.Com-Pandemi yang tak kunjung mereda, ternyata juga memberi dampak pada psikososial masyarakat. Hal ini tampak pada maraknya kasus kekerasan dan konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kekerasan dan konflik tersebut menimpa antaranggota masyarakat, antara masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes) serta petugas pemakaman. Sebagaimana yang dilansir oleh kompas.com (24/07/2021) aksi kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sianipar Bulu Silape, Silaen, Sumatera Utara terhadap seorang penderita Covid-19. Warga menganiaya penderita tersebut lantaran tidak berkenan, jika penderita melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Awalnya, warga dan aparat desa meminta kepada penderita tersebut untuk isolasi mandiri di sebuah gubuk di hutan. Penderita pun menuruti keinginan warga dan aparat desa tersebut. Namun, karena merasa tidak betah dan merasa depresi, si penderita akhirnya pulang dan ingin melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Warga yang mengetahui hal itu merasa geram kemudian terjadilah aksi penganiayaan tersebut. Aksi serupa juga dilakukan oleh masyarakat dari Desa Jatian, Pakusari, Jember terhadap tim pemakaman jenazah Covid-19. Masyarakat desa tersebut melakukan penganiayaan, pemukulan, pelemparan batu dan berusaha membanting tim relawan serta ingin merebut peti jenazah Covid-19. (Kompas.com,24/07/2021). Demikianlah segelintir peristiwa miris yang terekspos media mewarnai kehidupan di tengah wabah hari ini. Kehidupan di masa pandemi yang semestinya menjadikan antarmasyarakat saling berempati, tolong menolong dan bahu membahu, namun sayangnya belum sepenuhnya tercapai. Hal ini menunjukkan masih minimnya pemahaman masyarakat tentang Covid-19. Ditambah lagi masyarakat mengalami tekanan ekonomi sehingga menyebabkan merebaknya stress, mudah tersulut emosi, sikap egois dan saling curiga muncul di kalangan masyarakat. Alhasil, terjadilah peristiwa-peristiwa naas nan menyesakkan dada sebagaimana yang diberitakan di atas. Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/09/maraknya-konflik-di-tengah-wabah-siapa-tanggung-jawab/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on : instagram : http://instagram.com/narasipost Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Maraknya Konflik di Tengah Wabah, Siapa Tanggung Jawab? Oleh. Deny Setyoko Wati, SH Voice Over Talent : Giriyani NarasiPost.Com-Pandemi yang tak kunjung mereda, ternyata juga memberi dampak pada psikososial masyarakat. Hal ini tampak pada maraknya kasus kekerasan dan konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kekerasan dan konflik tersebut menimpa antaranggota masyarakat, antara masyarakat dan tenaga kesehatan (nakes) serta petugas pemakaman. Sebagaimana yang dilansir oleh kompas.com (24/07/2021) aksi kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sianipar Bulu Silape, Silaen, Sumatera Utara terhadap seorang penderita Covid-19. Warga menganiaya penderita tersebut lantaran tidak berkenan, jika penderita melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Awalnya, warga dan aparat desa meminta kepada penderita tersebut untuk isolasi mandiri di sebuah gubuk di hutan. Penderita pun menuruti keinginan warga dan aparat desa tersebut. Namun, karena merasa tidak betah dan merasa depresi, si penderita akhirnya pulang dan ingin melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Warga yang mengetahui hal itu merasa geram kemudian terjadilah aksi penganiayaan tersebut. Aksi serupa juga dilakukan oleh masyarakat dari Desa Jatian, Pakusari, Jember terhadap tim pemakaman jenazah Covid-19. Masyarakat desa tersebut melakukan penganiayaan, pemukulan, pelemparan batu dan berusaha membanting tim relawan serta ingin merebut peti jenazah Covid-19. (Kompas.com,24/07/2021). Demikianlah segelintir peristiwa miris yang terekspos media mewarnai kehidupan di tengah wabah hari ini. Kehidupan di masa pandemi yang semestinya menjadikan antarmasyarakat saling berempati, tolong menolong dan bahu membahu, namun sayangnya belum sepenuhnya tercapai. Hal ini menunjukkan masih minimnya pemahaman masyarakat tentang Covid-19. Ditambah lagi masyarakat mengalami tekanan ekonomi sehingga menyebabkan merebaknya stress, mudah tersulut emosi, sikap egois dan saling curiga muncul di kalangan masyarakat. Alhasil, terjadilah peristiwa-peristiwa naas nan menyesakkan dada sebagaimana yang diberitakan di atas. Selain itu, para nakes, pejuang garda terdepan dalam menghadapi pandemi ini pun juga turut menjadi sasaran fitnah dan kekerasan oleh masyarakat. Padahal dari para nakes pun banyak juga yang menjadi korban Covid-19 ini. Mereka bertaruh nyawa menghadapi Covid-19, sementara rakyat yang lain sibuk memfitnah dan tidak menjalankan prokes bahkan masih sibuk berkoar-koar bahwa adanya Covid-19 adalah konspirasi. Menyoal kejadian ini memang tak elok juga jika sepenuhnya menyalahkan masyarakat. Sebab sejatinya ada sosok yang lebih bertanggung jawab atas segala hal yang dilakukan dan menimpa masyarakat, yakni penguasa. Dalam hal ini, tampak terdapat kelalaian dari penguasa untuk mengurusi segala hal yang berkaitan dengan rakyat. Terlebih di masa pandemi, sejak awal rakyat membutuhkan peran penguasa untuk menjelaskan dan memahamkan kepada mereka terkait berbagai hal seputar pandemi. Penguasalah yang memiliki perangkat yang efektif dan wewenang untuk mengedukasi masyarakat. Naskah Selengkapnya : https://narasipost.com/2021/08/09/maraknya-konflik-di-tengah-wabah-siapa-tanggung-jawab/ Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini, Follow us on : instagram : http://instagram.com/narasipost Facebook : https://www.facebook.com/narasi.post.9 Fanpage : Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/ Twitter : Http://twitter.com/narasipost
Kajian ini juga bisa disimak lewat aplikasi android "MP3 Gus Baha Lengkap". Silahkan download aplikasinya di: https://bit.ly/playstoremp3gusbaha
Ustadz Muflih Safitra, M.sc. & Ustadz Muhammad Halid Syar'ie, Lc. - Ada Apa dengan Asyuro. Yuk Brothers&Sisters, yang kangen kajian Rabu malam Al Azhar, markipul - Mari kita ngumpul Saat hari hari dibanjiri dengan angka 'positif' dan kabar duka. Sirine kereta keranda hilir mudik di hadapan muka. Wabah ternyata masih ada dan nyata. Semua ini ujian kawan. Tak usah gundah dan risau. Kita hadapi dengan iman. Perjuangan ini hanyalah sesaat. Bersabarlah, karena setelah ini, ada waktunya nikmat sejati beristirahat.