POPULARITY
Categories
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A - Tema Kajian Dan Tanya Jawab Riba (bunga) Menghancurkan Negara - Ustadz Dr Erwandi Tarmizi Ma
Lima negara resmi terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk masa jabatan dua tahun mulai awal 2027. Austria, Kyrgyzstan, Portugal, Trinidad dan Tobago, serta Zimbabwe akan menggantikan Denmark, Yunani, Pakistan, Panama, dan Somalia. Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara di Majelis Umum PBB dengan dukungan minimal dua pertiga negara anggota. Simak update dan implikasi politik global dari hasil pemilihan ini.
Bagaimana jika negara adidaya dipimpin oleh sosok yang sering membuat pernyataan kontroversial dan keputusan yang mengguncang dunia? Dalam episode Helmy Yahya Bicara kali ini, Dinna Prapto Raharja mengupas tuntas gaya kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang kerap dianggap impulsif, penuh kejutan, dan mengandalkan komunikasi yang memecah opini publik.Mengapa banyak anak muda di Amerika mulai merasa jenuh dan skeptis terhadap pola kepemimpinan semacam ini? Apakah gaya komunikasi yang kontroversial justru menjadi kekuatan politik Trump, atau malah menjadi ancaman bagi demokrasi dan stabilitas global?Tak hanya membahas dinamika politik dalam negeri Amerika Serikat, podcast ini juga mengulas bagaimana kebijakan-kebijakan Trump berdampak langsung pada Indonesia.Saksikan pembahasan lengkapnya hanya di Helmy Yahya Bicara!
Menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara apakah sudah diimplementasikan?Narasumber: Pkl 23.00 ::: Pakar Hukum Konstitusi Fakultas Hukum Tata negara Universitas Brawijaya, Dr. Aan Eko Widiarto, S.H. M.Hum. &Pkl 24.00 ::: Sosiolog Unika Soegijapranata, Hermawan Pancasiwi
KATA PEMRED #33PinterPolitik.comGeopolitik jarang mengetuk pintu.Ia datang seperti hujan yang turun jauh di seberang laut. Kita tidak melihat awan pertamanya. Kita tidak mendengar guntur yang mendahuluinya. Beberapa hari kemudian, sesuatu sudah berubah. Harga naik. Pasokan terlambat. Kecemasan hadir tanpa pernah diundang.Begitulah cara Selat Hormuz masuk ke dapur.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahKetelitian Lukas: Gelar, Negara, dan Banyak LagiDiambil dari: Kisah Para Rasul 1:3 “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Dalam kitab Kisah Para Rasul, ia menulis banyak nama jabatan, nama tempat, nama kota, bahkan urutan perjalanan dengan sangat hati-hati. Dan yang menarik, berkali-kali para peneliti menemukan bahwa Lukas menulis dengan tepat. Ia benar saat menyebut gelar seseorang, benar saat menuliskan nama daerah, dan benar saat menggambarkan berbagai tempat.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau seseorang teliti dan dapat dipercaya dalam hal-hal kecil, kita punya alasan untuk percaya saat ia juga menulis hal-hal yang lebih besar. Lukas tidak asal bercerita. Ia menulis dengan hati-hati supaya pembacanya tahu bahwa berita tentang Yesus berdiri di dunia yang nyata, bukan di dunia dongeng.Tetapi tentu yang paling penting bukan hanya soal nama kota atau jabatan orang. Yang paling penting adalah berita yang Lukas sampaikan tentang Yesus. Lukas menulis bahwa Yesus yang sudah mati itu hidup kembali. Dan bukan hanya hidup kembali diam-diam, tetapi Ia menunjukkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya dengan banyak tanda. Yesus benar-benar bangkit!Jadi, ketelitian Lukas dalam hal-hal sejarah menolong kita semakin yakin bahwa berita besarnya juga layak dipercaya. Kalau Lukas begitu cermat menulis hal-hal kecil, kita tidak perlu cepat-cepat meragukan saat ia menulis tentang kebangkitan Yesus. Tuhan memakai Lukas untuk memberi kita catatan yang dapat dipercaya.Wonder Kids, ini juga mengajarkan kita untuk hidup jujur dan teliti. Tuhan senang saat kita sungguh-sungguh dalam tugas kita, tidak asal-asalan, dan mau setia dalam hal kecil. Kesetiaan dalam hal kecil bisa menjadi bagian dari hidup yang menyenangkan Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca Alkitab hari ini, perhatikan satu detail kecil yang biasanya kamu lewatkan. Lalu katakan, “Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar sampai pada hal-hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi firman-Mu dengan benar dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan juga belajar setia dalam hal-hal kecil. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: firman Tuhan dapat dipercaya dalam hal-hal kecil maupun hal-hal besar, termasuk berita yang mulia bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Akademi Bela Negara Partai NasDem melanjutkan rangkaian pemotongan daging kurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriyah pada hari ini. Kegiatan ini menjadi upaya Partai NasDem untuk terus memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat.
Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah tercatat sebagai salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia dan Asia Tenggara. Di saat dolar Amerika Serikat memang masih kuat secara global, sejumlah mata uang negara tetangga seperti ringgit Malaysia, dolar Singapura, hingga baht Thailand justru mulai menunjukkan penguatan ataupun stabilitas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik, mengapa rupiah terlihat lebih terpukul dibanding negara-negara lain di kawasan? Apakah pelemahan ini murni dipengaruhi faktor global seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik dunia, atau ada persoalan domestik yang ikut memengaruhi kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia? Talk bersama Ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli.
KATA PEMRED #30PinterPolitik.comSelama 33 tahun Indonesia bisa menimbang setiap ton batu bara yang berlayar keluar dari pelabuhannya. Tapi berapa nilainya, dan berapa yang diam-diam lolos, tak pernah ia tahu. Di dermaga, segalanya bisa dihitung. Tongkang merapat, conveyor berderak, tonase tercatat sampai desimal terakhir. Harga yang sesungguhnya diputuskan di tempat lain. Di layar dagang yang jauh, di kontrak yang diteken di kota berpajak rendah, di selisih yang memilih untuk tidak pulang.Pada 20 Mei 2026, dari mimbar Rapat Paripurna DPR, Presiden Prabowo Subianto memutuskan menutup jarak antara kedua angka itu. Lewat Peraturan Pemerintah, ekspor 3 komoditas strategis kini menempuh satu pintu saja: kelapa sawit, batu bara, dan ferroalloy harus keluar lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia, pengekspor tunggal milik negara. Transisi dimulai 1 Juni, berlaku penuh 1 September. Bahasanya bahasa tata kelola. Tujuannya menutup kebocoran, menertibkan transfer pricing, dan memaksa devisa pulang.Tapi di balik bahasa teknis itu, ada peristiwa yang jauh lebih tua. Sebuah negara sedang belajar melihat.
Presiden mengungkap adanya dugaan praktik under invoicing dan under counting yang disebut telah berlangsung selama 34 tahun dan merugikan negara hingga Rp15.400 triliun. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan publik, mengapa dugaan praktik sebesar itu baru diungkap sekarang? Sejumlah pihak menilai, pengungkapan ini harus diikuti dengan transparansi data, penegakan hukum, serta penjelasan menyeluruh agar tidak sekadar menjadi wacana, tetapi benar-benar membuka akar persoalan kebocoran penerimaan negara yang terjadi selama puluhan tahun.TALK :: Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gigih Prihantono & Pengamat Ekonomi, Irwan Ibrahim
Felix Siauw kembali menjadi tamu saya! Kita berbincang mengenai sejarah dan kejayaan Islam hingga berpikir ulang mengenai negara-negara maju yang mayoritas adalah negara sekuler. Apa yang salah dengan negara muslim di era modern sekarang yang susah maju? Temukan jawabannya di Helmy Yahya Bicara!
Penegakan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap sistem satu komando menjadi harga mati dalam operasional puncak haji tahun ini. Langkah proteksi ini diambil sebagai bentuk komitmen penuh negara dalam mengawal visi Haji Ramah Lansia dan Disabilitas, sehingga tidak ada oknum lembaga bimbingan yang mengorbankan kenyamanan jamaah demi kepentingan kelompoknya. (BEH/MCH2026)#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI
Hari kedua pertemuan Menteri Keuangan negara-negara G7 di Paris, Prancis, berfokus pada pembahasan dampak krisis global dan penguatan ketahanan ekonomi dunia. Menteri Keuangan Prancis, Roland Lescure, menyatakan bahwa G7 sengaja memperluas jangkauan kerja sama dengan melibatkan negara-negara strategis di luar kelompok mereka, seperti Brasil, India, Korea Selatan, dan Kenya, guna mewakili kepentingan empat kawasan dunia. Dalam pertemuan intensif ini, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral membahas serangkaian isu krusial, mulai dari mengatasi ketimpangan global, rantai pasok mineral kritis dan logam tanah jarang, hingga dampak nyata krisis kawasan Teluk terhadap negara-negara ekonomi rentan.
KATA PEMRED #28PinterPolitik.comPada 7 Mei 2026, di sebuah ruangan di Jakarta, sesuatu yang lebih besar daripada rilis resminya sedang dimulai. Sekitar 60 pimpinan holding BUMN berkumpul. Yang memimpin bukan Menteri, melainkan seorang Chief Technology Officer, Sigit Puji Santosa. Yang dibicarakan kelihatan teknis: sovereign AI, sovereign cloud, kesiapan keamanan siber pasca-kuantum, satu gugus tugas bersama bernama Danantara Digital Transformation Task Force.Pertanyaan yang lebih sulit datang belakangan. Apa, sebenarnya, yang dimulai pada hari itu?
KATA PEMRED #25PinterPolitik.comPada Oktober 2024, ketika Prabowo Subianto mengucapkan sumpah sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, sebuah peta yang lebih besar dari peta apa pun mulai ditulis ulang. Bukan peta di dinding, tetapi peta di kepala lingkar terdekatnya — peta tentang bagaimana negara ini akan bekerja, bukan sekadar tentang siapa yang akan memerintah. Di banyak rumah tangga Indonesia pada pertengahan 2026, peta yang sama dibaca dengan cara yang lebih sederhana: apakah harga beras turun dari minggu lalu, apakah anak di sekolah dasar mendapat sarapan, apakah jalan ke pasar masih utuh setelah hujan. Antara peta di kepala dan peta di dapur itulah politik Indonesia sedang ditulis ulang.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjumpai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM Jakarta. Bahlil mengatakan, dirinya bersama Purbaya berupaya untuk saling berkolaborasi dalam mendongkrak penerimaan negara bukan pajak dari sektor energi.
Dalam Episod 198 Keluar Sekejap, kami menampilkan Tan Sri Dr. Chua Soi Lek, Mantan Menteri Kesihatan dan Mantan Presiden MCA bagi membincangkan punca kejatuhan MCA serta perubahan pola sokongan pengundi Cina terhadap Barisan Nasional sejak PRU 2008.Episod ini turut mengupas trend pengundi Cina menjelang PRU16, dominasi DAP dalam politik masyarakat Cina, serta kemungkinan berlakunya hakisan sokongan terhadap DAP susulan reformasi yang dilihat perlahan dan kegagalan memenuhi sebahagian janji politik.Turut disentuh ialah PRN Johor yang dijangka berlangsung dalam masa terdekat serta cabaran dan hala tuju sistem kesihatan negara berdasarkan pengalaman beliau sebagai bekas Menteri Kesihatan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi memperketat regulasi mengenai pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi PPN melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2026. Kebijakan ini menurunkan batas maksimal restitusi yang semula lima miliar rupiah menjadi hanya satu miliar rupiah guna menekan potensi kerugian negara akibat ketidaktepatan perhitungan pajak. Menkeu mengungkapkan adanya indikasi beban negara hingga 25 triliun rupiah pada sektor industri batubara, sehingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kini tengah melakukan audit investigasi untuk periode 2016 hingga 2025. Selain itu, pemerintah juga memperketat persyaratan bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) tertentu dengan batas nilai penyerahan maksimal sebesar 4,2 miliar rupiah sebagai upaya menjaga akuntabilitas keuangan negara
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A. - Tema Kajian dan Tanya Jawab: RIBA (bunga) MENGHANCURKAN NEGARA
Negara-negara kapitalis maju saat ini terjebak dalam apa yang disebut sebagai "Trilema Baru," sebuah kebuntuan politik di mana tujuan pertumbuhan ekonomi, legitimasi demokrasi, dan aksi iklim yang efektif saling bertabrakan secara struktural. Pertumbuhan ekonomi selama ini telah menjadi mesin utama yang melegitimasi demokrasi kapitalis dengan menjanjikan peningkatan standar hidup bagi semua lapisan masyarakat, namun tuntutan sains iklim saat ini mewajibkan dekarbonisasi radikal yang sering kali bertentangan dengan logika akumulasi modal tanpa batas. Ketidaksinkronan antara urgensi ekologis yang menuntut tindakan instan dengan proses demokrasi yang inheren lambat dan terjebak dalam siklus elektoral jangka pendek menjadikan ketiga tujuan ini mustahil untuk dicapai secara utuh dalam waktu yang bersamaan. Dalam upaya menavigasi trilema ini, muncul tiga jalur utama yang masing-masing menuntut pengorbanan yang berat, yaitu status quo liberal, negara hijau besar, atau penurunan pertumbuhan (degrowth). Jalur status quo liberal cenderung memprioritaskan mekanisme pasar dan pertumbuhan namun sering kali gagal dalam efektivitas iklim, sementara model "Negara Hijau Besar" seperti di China mampu melakukan transformasi industri yang sangat cepat melalui perencanaan pusat namun berisiko mengabaikan partisipasi dan hak-hak demokrasi. Di sisi lain, gagasan degrowth menawarkan solusi paling jujur secara ekologis dengan membatasi konsumsi material, namun secara politik jalur ini hampir mustahil diwujudkan karena fondasi kesejahteraan masyarakat modern dan sistem fiskal negara sangat bergantung pada pendapatan yang dihasilkan dari pertumbuhan ekonomi yang terus menerus. Pada akhirnya, kunci untuk menghadapi trilema ini bukanlah melalui solusi teknokratis semata, melainkan melalui perjuangan politik yang mampu membangun koalisi lintas kelas antara masyarakat perkotaan dan pedesaan. Aksi iklim tidak akan pernah mendapatkan dukungan mayoritas jika hanya dianggap sebagai proyek elit yang memberikan beban biaya hidup kepada rakyat kecil; sebaliknya, transisi hijau harus dibingkai sebagai proyek pembaruan ekonomi yang menjamin keamanan material, lapangan kerja, dan kesejahteraan bagi kelas pekerja serta menengah. Dengan membangun kembali kapasitas perencanaan negara dan memastikan keadilan distributif menjadi inti dari kebijakan, masyarakat demokratis dapat menavigasi krisis iklim tanpa harus kehilangan fondasi kebebasan sipil mereka.
Sebuah bus yang mengangkut 40 warga negara Tiongkok mengalami kecelakaan tragis di wilayah Zabaikalsky, Timur Jauh Rusia, pada Sabtu siang waktu setempat. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 14 orang lainnya mengalami luka-luka setelah bus keluar dari jalur dan terguling. Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi kehilangan kendali saat menempuh perjalanan dari Manzhouli menuju Chita. Seluruh korban luka telah dievakuasi oleh petugas penyelamat ke rumah sakit terdekat di Kota Chita untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kenaikan biaya haji 2026 akibat lonjakan harga avtur dan fluktuasi kurs memicu respons dari DPR. Ketua Komisi VIII, Marwan Dasopang, menegaskan beban tambahan tidak seharusnya ditanggung jemaah, melainkan oleh negara. Di sisi lain, pemerintah juga didorong mempercepat pengadaan koper dan seragam demi kelancaran keberangkatan. Lalu bagaimana sikap dan pandangan Komnas Haji terhadap wacana ini? Simak perbincangan bersama Ketua Komnas Haji dan Umroh, Mustolih Siradj.
Pengamat Apresiasi Upaya Pemerintah dalam Penyelamatan Uang Negara
Episode PutCast kali ini berbincang dengan pasangan suami istri Kalis Mardiasih dan Agus Mulyadi. Obrolan diawali dengn membedah konsep buku baru Kalis Mardiasih "Parenting di Negara Gagal". Kemudian berlanjut dengan bagaimana cara memahami pola asuh anak-anak kita hari ini. Perlukah tindakan politis yang memerlukan kekuatan kolektif? Simak selengkapnya di podcast ini.
Simak pembahasannya bersama:1. Pakar Komunikasi Politik/Founder Go Go Bangun negeri, Dr. Emrus Sihombing2. Pegiat Antikorupsi Lembaga koordinasi pemberantasan korupsi (LKPK ) - Bejo Suhendro,
Presiden Prabowo Subianto menghadiri dan memberikan arahannya dalam penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI di Kejaksaan Agung RI.
Negara-negara Teluk kini berada di garis depan dampak Perang Iran—bukan sebagai pelaku utama, tetapi sebagai pihak yang menanggung konsekuensinya; lalu, pelajaran strategis apa yang sebenarnya tersimpan di balik dilema ini?
Dalam part 2 kita akan lebih mendalami soal Iran, Syiah dan Negara-Negara Islam selain Iran yang tidak membantu Palestine. Sebenarnya apa penyebabnya? Simak selengkapnya..
Progres 104 sekolah, 32 provinsi — bukan sekadar angka. Sekolah Rakyat adalah pernyataan struktural paling berani Indonesia sejak berdirinya Republik, bahwa tempat dan kondisi atau “takdir” lahir tidak boleh lagi menentukan nasib. Negara kini membangun bukan sekadar sekolah, melainkan ekosistem mobilitas sosial yang nyata.
Bayangkan sebuah bangsa di mana setiap notifikasi berita di ponsel terasa seperti ancaman fisik yang memicu detak jantung lebih kencang. "Negara yang Cemas" bukan sekadar kiasan politik, melainkan realitas psikologis mendalam di mana politik telah bermutasi dari sekadar perdebatan kebijakan menjadi sumber ketegangan emosional yang konstan bagi warga negaranya. Melalui gejolak pemilihan umum yang penuh kejutan dan retorika tajam, fenomena ini mengungkap bagaimana ketidakpastian politik telah menyandera ketenangan batin masyarakat, mengubah partisipasi demokrasi yang seharusnya sehat menjadi beban mental yang berat dan melelahkan. Di balik layar, algoritma media sosial dan siklus berita tanpa henti bekerja layaknya mesin pemicu stres kronis yang memaksa tubuh manusia berada dalam kondisi siaga tinggi secara permanen. Fenomena ini telah berkembang menjadi krisis kesehatan masyarakat yang nyata; politik kini bukan lagi soal siapa yang menang, melainkan tentang bagaimana stres tersebut merusak kualitas tidur, meningkatkan tekanan darah, hingga menghancurkan hubungan harmonis di meja makan keluarga. Buku ini menyoroti bahwa beban ini tidak terbagi rata, dengan kelompok dewasa muda dan perempuan seringkali memikul dampak psikologis yang paling hebat di tengah lingkungan yang semakin toksik. Namun, di tengah badai polarisasi yang membuat kita cenderung melihat lawan politik sebagai musuh eksistensial, sebenarnya terdapat "Mayoritas yang Lelah"—kelompok besar warga yang merindukan kewarasan dan dialog yang manusiawi. Memahami kondisi "Negara yang Cemas" adalah langkah krusial untuk memutus rantai kebencian dan merebut kembali kendali atas kesejahteraan mental kita dari tangan politik yang manipulatif. Dengan membangun kembali literasi informasi dan memperkuat empati sosial, kita memiliki peluang untuk memulihkan kesehatan demokrasi sekaligus kewarasan kolektif sebagai sebuah bangsa.
Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, perhatian dunia tertuju pada satu titik krusial: Selat Hormuz—jalur sempit yang dilalui hampir seperlima pasokan minyak dunia.Iran memang tidak sepenuhnya menutup jalur ini. Namun, ada satu pesan tegas: hanya negara yang dianggap “bukan musuh” dan mematuhi aturan mereka yang bisa melintas. Lalu muncul pertanyaan penting… bagaimana dengan Indonesia?Faktanya, Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang secara eksplisit diberi akses khusus. Artinya, posisi Indonesia berada di wilayah abu-abu—tidak dilarang, tapi juga tidak dijamin aman.Situasi ini bukan sekadar soal diplomasi… tapi soal energi, ekonomi, dan stabilitas nasional. Jika jalur ini terganggu, pasokan minyak Indonesia bisa ikut terdampak, bahkan lebih dari 20 persen. Jadi, apa yang harus dilakukan?Indonesia harus bermain cerdas.Memperkuat diplomasi, menjaga posisi netral, dan memastikan hubungan tetap terbuka dengan semua pihak.Di saat yang sama, pemerintah perlu menyiapkan langkah darurat—mulai dari diversifikasi sumber energi, hingga strategi logistik alternatif.Karena di dunia yang penuh ketegangan ini…yang paling bertahan bukan yang paling kuat,tapi yang paling siap.TALK :: Pakar Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Agus Haryanto, S.IP, M.Si & Pengamat Ekonomi, Irwan Ibrahim
Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan CDM dengan terdakwa mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, resmi ditunda. Penundaan dilakukan karena kondisi kesehatan terdakwa yang memburuk hingga harus menjalani rawat inap.
Pada 11 Maret 2011, pukul 14.46, bumi di lepas pantai Tohoku bergerak. Gempa M 9,1 memicu tsunami setinggi 40 meter yang menewaskan hampir 18.500 jiwa — lalu melumpuhkan tiga reaktor nuklir Fukushima Daiichi. Jepang, negara dengan sistem peringatan dini terbaik di dunia, tetap berduka. Di episode ini, Talk Disaster membedah mengapa — dan apa yang harus Indonesia pelajari sebelum giliran kita tiba.
Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, mengunjungi para korban luka akibat peristiwa terbaru di tengah situasi perang yang sedang berlangsung. Dalam kunjungan ke rumah sakit pada 6 Maret 2026, Presiden menjenguk lima korban sipil yang berasal dari berbagai negara, termasuk warga Emirat, India, Sudan, dan Iran.Dalam pernyataannya, Sheikh Mohamed menegaskan komitmen pemerintah UEA untuk melindungi seluruh warga dan penduduk yang tinggal di negaranya serta memastikan para korban mendapatkan perawatan terbaik hingga pulih. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada angkatan bersenjata, aparat keamanan, serta tim pertahanan sipil yang terus menjaga stabilitas negara selama masa konflik.Presiden UEA menegaskan bahwa kondisi negara tetap terkendali dan optimistis Uni Emirat Arab akan mampu melewati situasi perang ini dengan lebih kuat. Seperti apa situasi terkini di UEA dan pesan yang disampaikan Presiden kepada rakyat serta dunia internasional? Simak laporan lengkapnya dalam podcast ini.
Pernah kebayang gak sih kalau olahraga musim dingin bisa jadi topik pembahasan yang seru, bahkan buat negara yang nggak punya salju?
Apakah China akan menjadi poros baru sebagai negara superpower di dunia? Setelah penyerangan Amerika-Israel ke Iran, yang memunculkan perlawanan habis-habisan dari Iran. Apakah Amerika akan kalah dan akhirnya China menjadi negara superpower? Simak selengkapnya!
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan terhadap Pesantren yang ada di daerah, terutama yang jauh dari Ibu Kota. Pembinaan dan pengawasan ini sangatlah penting untuk menjamin keberadaan Pesantren tetap menjadi perhatian negara dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta layanan kepada masyarakat. Kepala Kantor Wilayah Kemenag bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap Pesantren di daerah, memastikan bahwa mereka mematuhi standar pendidikan dan regulasi yang berlaku. Kepala Kantor Wilayah K Kemenag juga bertanggung jawab untuk melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap Pesantren, termasuk peningkatan kualitas guru, kurikulum, dan fasilitas. Kepala Kantor Wilayah Kemenag harus melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan lembaga lainnya untuk meningkatkan kualitas Pesantren. Kami bahas dalam Program Pesantren di Radio, "Pesantren diujung Negeri, Negara kini lebih hadir " bersama DR. H. Muliardi, M. Pd. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.
MetroTV, Program beasiswa LPDP merupaka program pemerintah untuk ribuan putra-putri terbaik Indonesia dikirim menempuh pendidikan di luar negeri dengan harapan kembali dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Namun, realitanya justru membuka peluang baru: sebagian lulusan justru memilih menetap, bekerja, bahkan berganti kewarganegaraan.
Satu nyawa melayang. Publik bertanya. Negara diuji.Kasus dugaan kekerasan oleh oknum Brimob yang menewaskan seorang pelajar di Tual, Maluku, bukan sekadar peristiwa hukum—ini alarm keras tentang relasi kekuasaan, pengawasan aparat, dan rasa keadilan masyarakat.Kapolri memerintahkan pengusutan tuntas. Tapi pertanyaannya: cukupkah?Di mana celah pengawasan? Apa yang harus dibenahi agar tragedi serupa tak berulang?Episode ini mengajak pendengar menyelami akar persoalan bersama Ketua Harian Kompolnas, Arief Wicaksono Sudiotomo—membuka lapis demi lapis masalah, dari budaya institusi hingga akuntabilitas hukum.
Negara panen Rp300 T dari sawit ilegal & aset koruptor. Mengapa “uang panas” ini bisa buat LPDP dan program-program lain “menyala”?
Although we enjoy our own arts and culture, we often neglect to give serious attention to what we love. - Walau kita merasa senang akan seni budaya kita sendiri, namun sering kita tidak memberikan perhatian yang serius terhadap apa yang kita gemari itu.
Marilah kita melawat muzium negara!
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------#Endgame #GitaWirjawan #TomLembong------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/Ss6ud71pmvQ?si=UGN5BNqWsPBFnbpGhttps://youtu.be/sXa4hU3PlZo?si=fZvaa5ZSRP3kdIo2https://youtu.be/9D9XG33maJs?si=oRtXAlmTyhhYGsRa------------------
Negara menyita jutaan hektare lahan dan menyerahkannya ke Agrinas. Apakah ini sekadar kebijakan ekonomi atau strategi baru di bawah Prabowo?
Upaya Komnas HAM memulai kembali penyelidikan kasus pembunuhan Munir mendapat gangguan. Sejumlah anggota DPR ditengarai mengintervensi dan meminta penyelidikan dihentikan. Kasus pembunuhan berencana Munir semakin gelap. Tanpa komitmen negara, derasnya dominasi militer di pemerintahan dan konstelasi politik membuat dalang kejahatan sulit tersentuh hukum. Negara hukum yang gagal menegakkan hukum. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
"Immerse yourself in the timeless symphony of Taman Negara, one of the the world's oldest rainforest, standing tall for 130 million years. As you close your eyes and listen, you'll be transported to a lush, vibrant world. The gentle rustling of ancient trees swaying in the breeze creates a soothing, whispering backdrop. Birds, with their exotic calls, flit through the canopy, their songs echoing through the stillness. The rhythmic croak of a distant frog and the soft splash of a hidden stream add depth to the tranquil ambiance. Above, the persistent hum of cicadas rises and falls, their resonant calls weaving a pulsating energy through the forest, like nature's heartbeat. These ancient insects, whose songs have filled the air for millennia, provide a steady and meditative rhythm, blending perfectly with the forest's natural cadence. The entire soundscape is slow, steady, and serene—ideal for unwinding, relaxing, or helping you drift into a peaceful sleep. Let the sounds of Taman Negara's ageless rainforest lull you into a state of calm, as nature's timeless harmony envelops your sense". Recorded in Malaysia by Jake Edwards.
EP 176 | Tuntutan 40% SabahKes FIFA-FAMPerkembangan Badminton Negara
Di episode kali ini, Glennaldy Erari akan ngobrol bareng di Ray Janson Radio. Beliau akan cerita soal perjalanan hidupnya dari yang awalnya seorang atlet Field Hockey, sampai bisa jadi Head Chef di Semaja. Beliau juga akan bercerita tentang pengalamannya selama 2 tahun menjadi Private Chef di Kedutaan Besar Indonesia di Chile. Tonton video selengkapnya di #rayjansonradio #539 GLENN: GUE BANGGA JADI CHEF YANG NGENALIN MAKANAN INDONESIA DI 32 NEGARA! WITH GLENNALDY ERARI | RAY JANSON RADIOEnjoy the show!Instagram:Chef Glennaldy https://www.instagram.com/glenn.erari/Semaja https://www.instagram.com/semaja_id/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/rayjanson#rayjansonradio #FnBPodcast #Indonesia #GlennaldyErari #Semaja #DiplomasiMakanan
France has formally recognised the state of Palestine in what President Emmanuel Macron hailed as a historic step towards Middle East peace. - Prancis telah secara resmi mengakui negara Palestina, sebuah langkah bersejarah menuju perdamaian Timur Tengah yang dipuji oleh Presiden Emmanuel Macron.
Audio Siar Keluar Sekejap Episod 170 bersama tetamu khas Ts Syed Saggaf Syed Ahmad, Presiden Malaysian Oil, Gas & Energy Services Council (MOGSC) membincangkan dengan terperinci mengenai peranan sektor O&G terhadap hasil negara, langkah right-sizing Petronas, ekosistem vendor OGSE, serta cabaran transisi tenaga bersih di bawah NETR dan teknologi baharu seperti CCUS menuju sasaran 2050.Episod ini turut membincangkan isu Projek Pembangunan Kampung Sungai Baru yang mencetuskan polemik pampasan, hak pemilik tanah, dan kuasa kerajaan dalam dasar urbanisasi.Di peringkat antarabangsa, episod ini mengulas signifikan China Victory Day Parade ke-80 sebagai simbol kebangkitan kuasa besar, ketegangan di Asia Barat termasuk serangan Israel ke atas Qatar, serta krisis politik di Nepal yang menguji ketahanan demokrasi negara tersebut.Ingin jenama anda dikenali oleh ribuan pendengar?Taja episod Keluar Sekejap 2025!Hubungi +6011-1919 1783 atau emel commercial@ksmedia.my