POPULARITY
Konflik besar tidak pernah Meletus di Iran meski tensi geopolitik terus meningkat. Mengapa demikian?
Ketegangan geopolitik global kembali meningkat. Konflik bersenjata di berbagai kawasan, rivalitas kekuatan besar, hingga perang proksi yang melibatkan kepentingan ekonomi dan energi dunia, menjadi sorotan serius banyak negara — termasuk Indonesia. Presiden RI menaruh perhatian khusus terhadap dinamika peperangan dunia yang kian kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas kawasan, ketahanan nasional, hingga arah kebijakan luar negeri Indonesia.Dalam konteks itulah, kita akan mengupas secara mendalam bagaimana membaca peta konflik global hari ini, bagaimana posisi strategis Indonesia di tengah rivalitas kekuatan dunia, serta langkah antisipatif apa yang perlu disiapkan bangsa ini.Bersama Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, kita akan membedah perspektif ketahanan nasional, geopolitik, serta proyeksi risiko global ke depan.Perbincangan ini akan dipandu oleh Pemimpin Redaksi Elshinta, Haryo Ristamaji.
President Cyril Ramaphosa sê Suid-Afrika is diep bekommerd oor toenemende konflik en onbestendigheid op die vasteland. Ramaphosa het Afrika-leiers by die Afrika-Unie toegespreek en sy verbintenis tot Agenda 2063 herbevestig. Hy bepleit dringende politieke betrokkenheid wat weens ongrondwetlike regeringsveranderings in sekere lande verbied is. Ramaphosa versoek wapenstilstande en inklusiewe dialoog in Soedan en Suid-Soedan en veroordeel M23-rebelle se voortgesette grensbedreigings in die oostelike Demokratiese Republiek die Kongo:
The National Strategic Project (PSN) under President Prabowo Subianto's administration has now sparked a nationwide wave of protests. In Merauke, thousands of still-operating machines are accused of eroding forest and indigenous land, sparking a fierce clash between development ambitions and the rights of local communities. - Proyek Strategis Nasional (PSN) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini memicu gelombang protes nasional. Di Merauke, ribuan alat berat yang terus beroperasi dituding telah melumat hutan ulayat dan tanah adat, memicu benturan keras antara ambisi pembangunan dan hak masyarakat lokal.
Mag en moet daar konflik in die kerk wees? Hoe moet ons dit in die huisgesin van God hanteer? Wat is ons verantwoordelikhede teenoor God heel eerste, en teenoor ons broers en susters in die kerk? Kan ons bekostig om die waarheid op die altaar van vrede te offer? Watter groei sal daar dan wees? Moet ons konflik ten alle koste vermy in die kerk ter wille van die aanvaarding van mense, of moet ons die waarheid van God se woord heel eerste stel? Is God se vrede dieselfde as wêreldvrede? Wat dryf vrede in die kerk? Vier aspekte van konflik in die kerk is onder bespreking: - Wie se huis is die kerk? - Is alle konflik verkeerd? - Wat is elke lidmaat se verantwoordelikheid? - Hoe behoort ons konflik in die huisgesin van God te hanteer?
Kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan global. Dalam wawancara Radio Elshinta edisi pagi (15/1/2026) bersama News Anchor Suwiryo, dosen Hubungan Internasional UPN Veteran Jakarta sekaligus Ketua PKKD, Adi Rio Arianto, mengulas strategi geopolitik Amerika Serikat, potensi konflik di Iran dan Venezuela, retaknya solidaritas Barat, serta posisi politik luar negeri Indonesia di tengah dinamika global.
Konflik mendasar antara kapitalisme dan krisis iklim terletak pada benturan antara logika pertumbuhan ekonomi tanpa batas dengan batasan ekologis planet bumi yang terbatas. Naomi Klein dalam pemikirannya menegaskan bahwa krisis iklim bukan sekadar masalah lingkungan yang bersifat teknis, melainkan kegagalan sistemik dari model ekonomi pasar bebas yang secara inheren mengutamakan akumulasi laba di atas keberlangsungan hidup. Sistem ekstraktivisme yang agresif telah membuat kebijakan perdagangan internasional sering kali mengesampingkan regulasi iklim, sehingga menciptakan situasi di mana pengejaran kekayaan korporasi menjadi penghalang utama bagi tindakan kolektif yang mendesak untuk menyelamatkan ekosistem dunia. Hambatan besar lainnya dalam menangani krisis ini muncul dari fenomena "pemikiran ajaib", yaitu keyakinan semu bahwa teknologi canggih atau kedermawanan miliarder hijau akan menjadi juru selamat tanpa perlu mengubah struktur dasar kapitalisme. Solusi seperti rekayasa geoteknologi atau mekanisme pasar sering kali dipandang sebagai cara untuk mempertahankan status quo industri bahan bakar fosil sambil menunda perubahan radikal yang sebenarnya dibutuhkan oleh sains. Klein menunjukkan bahwa selama motif keuntungan tetap menjadi penggerak utama dalam pengambilan keputusan global, transisi menuju ekonomi rendah karbon akan selalu terhambat oleh kepentingan finansial yang sangat kuat dan lobi industri yang mencoba menghindari regulasi ketat. Namun, di tengah ancaman keruntuhan ekologi yang nyata, muncul harapan melalui gerakan mobilisasi akar rumput global yang menuntut keadilan transisi. Melalui gerakan "Blockadia" dan kampanye divestasi, masyarakat mulai menekan institusi besar untuk menarik dukungan finansial dari industri perusak iklim dan beralih ke investasi hijau yang berkelanjutan. Perjuangan ini menuntut perubahan paradigma total melalui konsep seperti "Rencana Marshall untuk Bumi", yang tidak hanya bertujuan menurunkan emisi tetapi juga memperbaiki ketimpangan sosial-ekonomi. Pada akhirnya, mengatasi krisis iklim berarti memilih untuk meninggalkan sistem yang eksploitatif demi membangun tatanan hidup yang menghormati kesehatan regeneratif bumi dan menjamin masa depan bagi generasi mendatang.
Yosua menyatakan tugas Israel bukanlah yang bersifat militer. Tugas ini bersifat Rohani, berkaitan dengan penurutan kepada kehendak Allah dalam Taurat. Konflik tergenting yang mereka hadapi adalah konflik Rohani.
Yosua menyatakan tugas Israel bukanlah yang bersifat militer. Tugas ini bersifat Rohani, berkaitan dengan penurutan kepada kehendak Allah dalam Taurat. Konflik tergenting yang mereka hadapi adalah konflik Rohani.
Seorang warga sipil Thailand tewas akibat serangan roket dari Kamboja yang menghantam desa perbatasan di Distrik Kantharalak. Serangan ini memperparah ketegangan kedua negara, di tengah konflik perbatasan yang kembali memanas setelah upaya gencatan senjata gagal.
MetroTV, Enam pasukan penjaga perdamaian PBB tewas dan delapan lainnya luka-luka setelah serangan drone menghantam fasilitas PBB di Kadugli, Sudan. Seluruh korban merupakan personel asal Bangladesh yang bertugas dalam misi UNISFA. PBB menegaskan serangan terhadap pasukan perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang dan menyerukan gencatan senjata segera.
Pernahkah Anda merasa bahwa konflik datang seperti badai yang tak diundang, mengacaukan ketenangan dan menuntut penyelesaian secepat kilat? Di sini, kita akan berhenti sejenak dari kepanikan itu. Alih-alih buru-buru mencari tempat berteduh atau sekadar memadamkan api, kita justru akan belajar bagaimana berselancar di atas ombak masalah tersebut. Hari ini, kita tidak hanya berbicara tentang bagaimana mengakhiri pertikaian, tetapi bagaimana mengubah energi kemarahan menjadi daya cipta yang luar biasa untuk kehidupan kita. Dalam episode spesial ini, kita akan menyelami pemikiran mendalam tentang Transformasi Konflik—sebuah kacamata baru yang melihat perselisihan bukan sebagai gangguan semata, melainkan sebagai motor perubahan yang alami dan tak terelakkan. Kita akan membedah mengapa sekadar "resolusi" sering kali tidak cukup, dan bagaimana kita perlu menyelam lebih dalam dari sekadar permukaan "episode" konflik menuju "episentrum" masalah untuk memulihkan retaknya hubungan antarmanusia. Ini bukan lagi soal memotong buah jeruk agar adil, melainkan tentang memastikan pohon dan tanah tempatnya tumbuh tetap subur dan berkeadilan. Jadi, siapkan diri Anda untuk melihat dunia dengan lensa yang berbeda. Apakah Anda siap naik kelas dari sekadar pemadam kebakaran menjadi arsitek perubahan sosial yang visioner? Mari pasang telinga dan buka hati, simak bahasan eksploratif dan menggugah ini hanya di podcast INIKOPER. Temukan bagaimana kita bisa melampaui resolusi yang kaku dan bergerak menuju transformasi yang sejati, demi merajut kembali benang-benang kemanusiaan yang sempat terurai. Selamat mendengarkan!
Bersukacitalah dan pujilah Tuhan ketika perdamaian kembali tercapai.
Bersukacitalah dan pujilah Tuhan ketika perdamaian kembali tercapai.
Pernahkah Anda membayangkan betapa rumitnya mengelola hutan Indonesia di era yang serba tidak pasti ini? Kita tidak lagi sekadar berbicara tentang menanam pohon atau menjaga batas wilayah, tetapi menghadapi era TUNA (Turbulent, Uncertain, Novel, Ambiguous) dan BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible). Konflik lahan yang meledak tiba-tiba, dampak krisis iklim yang sulit diprediksi, hingga disrupsi teknologi, membuat cara-cara lama birokrasi tak lagi mempan. Lantas, siapa yang siap menahkodai kapal besar ini di tengah badai? Dalam episode INIKOPER kali ini, kita akan menyelami sebuah inisiatif revolusioner dari Kementerian Kehutanan bernama Program MATAHARI ("Mangrove and Forest Gamechanger"). Ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan sebuah "kawah candradimuka" bagi para ASN Muda. Program ini hadir dengan misi besar: mengubah mindset dari sekadar Birokrat Administratif yang kaku menjadi seorang Ecosystem Builder yang adaptif dan lincah. Kita akan membedah bagaimana para calon pemimpin masa depan ini ditempa selama empat hari penuh. Mulai dari membongkar pola pikir lama dengan System Thinking untuk melihat hutan melampaui pepohonan, hingga melatih empati lewat Design Thinking agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Anda akan mendengar bagaimana mereka didorong untuk berpikir liar namun solutif, mengubah ide menjadi inovasi yang berdampak nyata. Tak hanya soal inovasi, episode ini juga akan mengupas sisi "keras" dari pengelolaan hutan: konflik dan diplomasi. Bagaimana seorang ASN muda dilatih menjadi mediator ulung di tengah sengketa lahan? Bagaimana mereka membangun aliansi strategis dan menavigasi kepentingan politik yang rumit? Kita akan membahas transformasi mental mereka dari sekadar petugas negara menjadi diplomat lapangan yang mampu mengubah konflik menjadi kolaborasi. Jadi, jika Anda peduli dengan masa depan hutan Indonesia, atau sekadar ingin tahu bagaimana reformasi birokrasi dijalankan dengan cara yang benar-benar berbeda, episode ini wajib Anda dengarkan. Siapkan diri Anda untuk terinspirasi oleh perjalanan transformasi para "Forest Gamechanger" yang siap menjawab tantangan zaman. Selamat mendengarkan INIKOPER!
Konflik internal elite Nahdlatul Utama dipicu perebutan konsesi batu bara. Setelah angin politik berubah, mereka terbelah ihwal pengusaha yang hendak digandeng untuk menggarap tambang. Sejak awal pemberian konsesi tambang ke ormas keagamaan menuai kritik karena dicurigai sebagai “gula-gula” pemerintah untuk memangkas independensi kelompok masyarakat sipil. - - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Tuhan mau kita menjaga hubungan keluarga kita, termasuk juga hubungan antara adik dan kakak. Dari cerita Kain dan Habel di Alkitab, kita bisa belajar bagaimana untuk mengatasi konflik yang bisa terjadi antara adik dan kakak. Beberapa solusi untuk mengatasi konflik adik kakak :1. Menjaga Hati (Amsal 4 : 23)2. Menjaga Panggilan (Matius 22 : 36 - 40)3. Menjaga Kesatuan (Mazmur 133 : 1 - 3)
Die Verenigde Nasies waarsku Suid-Soedan toon alle tekens dat volskaalse geweld weer binnekort kan uitbreek. Die Hersiene Vredesooreenkoms is in 2018 onderteken, wat die vyf jaar lange burgeroorlog beëindig het. Toenemende skendings van die skietstilstand die afgelope jaar laat die land egter op die punt van hernude konflik. Die VN Vroue se uitvoerende direkteur, Sima Bahous, sê Suid-Soedan het van die hoogste geslagsgeweldsyfers in die streek, met ʼn geraamde 2,7-miljoen mense wat in gevaar is:
Kejaksaan Agung menyelisik keganjilan investasi Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk senilai Rp 6,4 triliun. Transaksi ganjil yang berpotensi menimbulkan kerugian karena harga saham GoTo terus anjlok sejak mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tiga tahun lalu. Konflik kepentingan sangat terang dalam aksi korporasinya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi karpet merah dengan mengubah aturan agar GoTo bisa melantai bursa. Bahaya konflik kepentingan dalam investasi perusahaan negara. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Die oorlog in Soedan en mensregte vergrype wat tans deur die Rapid Support Forces in Al-Fasher gepleeg word, kry uiteindelik die media dekking wat meer as twee jaar skort. Die humanitêre krisis is reusagtig met meer as twee derdes van die land se amper 50 miljoen mense wat humanitêre hulp nodig het om te oorleef. Maar, daar is na raming meer as 13 buitelandse spelers betrokke. Uitvoerende hoof van die Internasionale Reddingskomitee, David Milliband.
Waktu terasa bergegas. Ada turbulensi di udara. Ketidakpastian menjadi sarapan pagi. Inilah dunia yang kita hadapi kini, sebuah zaman TUNA yang menuntut jawaban baru. Tapi kita sering terpaku. Kita rindu cara-cara lama. Kita berpegang pada hierarki yang mapan. Kita lupa bahwa peta yang kita pegang sudah usang dimakan zaman. Organisasi pun menjadi lamban. Seperti raksasa yang kaku. Gagal beradaptasi, gagal berkolaborasi. Solusi inovatif tersangkut di ruang-ruang rapat yang beku. Di sinilah INSPIRIT bermula. Sebuah ikhtiar. Sebuah misi menanam kapasitas baru. Misi untuk fasilitasi, presentasi, dan kepemimpinan yang kreatif, dinamis, dan hidup. Tujuannya? Mungkin terdengar muluk. Kemajuan bangsa yang inklusif. Sebuah tatanan yang vibrant. Sebuah ketangguhan kolektif yang harus dirajut bersama. Perubahan tak lahir dari ruang hampa. Ia butuh prasyarat. Ia butuh modal. INSPIRIT memulai dengan apa yang esensial: gagasan dan metodologi. Kurikulum yang unik dirancang. Metode yang relevan untuk konteks negeri ini. Inilah modal intelektual, sebuah peta baru untuk perjalanan yang tak pasti. Gagasan butuh kaki untuk berjalan. Para fasilitator ahli disiapkan. Para coach yang kompeten dan kredibel. Mereka adalah modal manusia, para penyampai pesan. Tapi pesan tak berarti tanpa jangkauan. Jaringan strategis dibangun. Kemitraan dirajut. Reputasi dan kepercayaan ditanam hari demi hari sebagai modal sosial. Lalu, intervensi kreatif dimulai. Ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah sebuah pengalaman. Program dirancang partisipatif, jauh dari ceramah satu arah yang membosankan. Lokakarya. Bootcamp. Pendampingan. Sebuah komunitas praktisi dibangun, tempat mereka yang resah bisa saling belajar dan bertumbuh bersama. Jika intervensi ini menyentuh para pemimpin perubahan. Para aktivis. Aparatur sipil negara. Akademisi dan manajer korporasi yang gelisah. Maka, sesuatu akan bergeser di dalam diri. Keterampilan baru akan tumbuh. Mindset yang lebih terbuka, adaptif, dan kolaboratif akan bersemi. Tentu, ada asumsi di sini. Asumsi bahwa metode ini relevan. Bahwa proses experiential ini mampu memindahkan pengetahuan. Bahwa benih akan menemukan tanah yang subur. Jika para pemimpin ini pulang membawa bekal baru. Keterampilan. Mindset. Kepercayaan diri. Maka, mereka akan menerapkan metode itu dalam kerja sehari-hari. Rapat yang kaku menjadi cair. Konflik dikelola dengan empati. Tapi ini pun butuh asumsi: bahwa organisasi mereka terbuka, bahwa atasan dan rekan kerja memberi ruang. Jika praktik baru ini diterapkan konsisten. Maka, ia akan menular. Seperti virus positif. Organisasi secara perlahan akan berubah wujud. Budaya kerja yang kaku akan luruh. Lahirlah resiliensi dan inovasi. Asumsnya adalah akumulasi: perubahan kecil dari banyak orang akan menjadi gelombang. Jika organisasi-organisasi kunci ini menjadi adaptif. Kolaboratif. Inklusif. Maka, kontribusi signifikan akan terasa pada tatanan yang lebih besar. Inilah tujuan akhirnya. Sebuah ekosistem yang tangguh. Tempat organisasi lintas sektor bekerja sama. Sebuah catatan, tentang kemajuan bangsa yang vibrant dan adil.
Benturan kuasa jahat & kuasa Allah tidak dapat dihindari. Tuhan yang berdaulat atas alam semesta, turun tangan. Bukan maksud Allah agar bangsa Israel memperoleh negeri itu melalui peperangan, melainkan melalui penurutan kepada perintah-perintah Allah.
Benturan kuasa jahat & kuasa Allah tidak dapat dihindari. Tuhan yang berdaulat atas alam semesta, turun tangan. Bukan maksud Allah agar bangsa Israel memperoleh negeri itu melalui peperangan, melainkan melalui penurutan kepada perintah-perintah Allah.
Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.
Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.
Membahas kesepakatan damai Israel-Hamas yang dibrokeri Trump. Juga soal Solusi Dua Negara dan sikap Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Mesir, sebuah forum penting yang mempertemukan berbagai pemimpin dunia untuk mendorong penghentian konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Dalam momentum ini, Indonesia memiliki peran strategis sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan komitmen kuat terhadap perdamaian internasional.Suara Indonesia di forum tersebut diharapkan tidak hanya sebatas menyerukan gencatan senjata, tetapi juga menegaskan pentingnya solusi permanen berbasis keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Beberapa hal penting yang perlu disuarakan Presiden Prabowo antara lain:Desakan gencatan senjata menyeluruh dan perlindungan warga sipil sebagai langkah awal menghentikan spiral kekerasan.Dorongan dimulainya proses perdamaian yang inklusif dan adil, termasuk pembukaan blokade serta akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.Dukungan terhadap solusi dua negara sesuai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagai jalan jangka panjang menuju perdamaian yang stabil.Penegasan tanggung jawab komunitas internasional untuk memastikan hukum internasional ditegakkan dan pelanggaran terhadap warga sipil tidak dibiarkan tanpa konsekuensi.Pentingnya peran negara-negara netral untuk menjadi jembatan dialog antara kedua pihak yang bertikai.Dengan menyuarakan pesan moral dan diplomatik yang kuat, kehadiran Indonesia di KTT ini dapat menjadi katalis bagi terbentuknya tekanan internasional guna menghentikan konflik secara permanen, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten membela perdamaian dan kemanusiaan.Talk :: Anggota Komisi 1 DPR, Oleh Soleh
Kerangka Tiga Horizon menawarkan cara pandang yang revolusioner terhadap masa depan, bukan sebagai tujuan yang jauh, tetapi sebagai tiga realitas yang hidup berdampingan di masa kini. Bayangkan Anda berdiri di puncak bukit: Horizon Pertama (H1) adalah lembah yang familier di bawah Anda, sistem "bisnis seperti biasa" yang menopang kehidupan kita saat ini namun perlahan kehilangan relevansinya. Jauh di kejauhan, Horizon Ketiga (H3) adalah puncak gunung impian, sebuah visi transformatif tentang dunia yang lebih baik yang ingin kita ciptakan. Di antara keduanya terbentang Horizon Kedua (H2), medan yang bergejolak dan tak terduga, tempat para inovator dan perintis berjuang, membangun jembatan dan jalur baru dari dunia lama menuju dunia baru. Kerangka ini bukanlah bola kristal; ini adalah peta hidup yang menunjukkan kepada kita di mana kekuatan kontinuitas, transisi, dan perubahan radikal sedang beraksi saat ini juga. Kejeniusan kerangka kerja ini terletak pada kemampuannya untuk mengungkap ketegangan dinamis antara ketiga horizon tersebut. Setiap horizon memiliki "pola pikir" yang berbeda: manajer H1 yang pragmatis berfokus menjaga agar lampu tetap menyala, visioner H3 yang aspiratif menarik kita ke arah yang baru, dan wirausahawan H2 yang ambisius melihat peluang dalam kekacauan transisi. Konflik sering kali muncul karena setiap perspektif, jika dilihat secara terpisah, tampak saling bertentangan. Namun, Tiga Horizon mengajarkan kita bahwa inovasi sejati (H2) harus secara cerdik menavigasi dilema ini, memilih apakah akan memperpanjang masa lalu atau secara sengaja membuka jalan menuju masa depan. Ini mengubah percakapan dari sekadar "apa selanjutnya?" menjadi "bagaimana kita secara bijaksana mengelola akhir dari sesuatu, sambil membidani kelahiran sesuatu yang baru?" Pada akhirnya, Tiga Horizon lebih dari sekadar alat analisis; ini adalah praktik untuk menumbuhkan "kesadaran masa depan" dan "memetakan pola harapan." Dengan memungkinkan kita untuk memegang ketiga perspektif—manajerial, wirausaha, dan visioner—secara bersamaan, kerangka kerja ini mengubah dialog yang penuh konflik menjadi percakapan strategis yang kreatif. Ini memberdayakan individu, organisasi, dan masyarakat untuk bertindak dengan lebih terampil di tengah ketidakpastian, membuat harapan menjadi strategi yang dapat ditindaklanjuti. Ini adalah undangan untuk berhenti hanya bereaksi terhadap masa depan dan mulai secara sadar membentuknya, dengan mengakui bahwa benih dunia esok hari sudah tertanam dalam tindakan, pilihan, dan visi kita hari ini.
Konflik kehutanan di Indonesia bukanlah serangkaian insiden yang terisolasi, melainkan manifestasi struktural dari sejarah panjang penguasaan lahan yang penuh sengketa. Akar permasalahannya tertanam dalam klaim kontrol negara atas kawasan hutan yang sangat luas, yang secara historis sering kali mengabaikan dan menyingkirkan hak-hak adat serta klaim masyarakat lokal. Konflik ini, pada esensinya, adalah pertarungan antara legitimasi hukum formal yang dipegang negara dan legitimasi historis-kultural yang dianut oleh masyarakat Konflik kehutanan di Indonesia telah mencapai titik krisis struktural yang mendalam, bukan lagi sekadar rangkaian sengketa insidental. Berakar dari paradigma pengelolaan hutan yang sentralistik dan mengabaikan hak-hak masyarakat adat serta lokal, konflik ini diperparah oleh model pembangunan ekstraktif yang memprioritaskan investasi di atas keadilan sosial dan kelestarian lingkungan. Diperkuat oleh legislasi seperti UU Cipta Kerja, ketidakseimbangan kekuasaan antara masyarakat, negara, dan korporasi semakin curam, melucuti perangkat hukum warga dan melegalkan praktik-praktik yang merusak. Mengabaikan akar masalah ini hanya akan melanggengkan siklus perampasan tanah, marginalisasi, dan kerusakan ekologis yang tak terpulihkan. Oleh karena itu, penyelesaian yang bersifat tambal sulam tidak lagi memadai; reformasi sistemik adalah satu-satunya jalan ke depan. Langkah ini menuntut perubahan fundamental dalam hukum, kebijakan, dan kelembagaan. Pemerintah harus mempercepat dan menyederhanakan pengakuan hutan adat, meninjau ulang secara komprehensif pasal-pasal bermasalah dalam UU Cipta Kerja, dan membentuk badan penyelesaian konflik sumber daya alam yang independen dari konflik kepentingan. Prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA/FPIC) harus menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar dalam setiap proyek yang bersinggungan dengan wilayah masyarakat, memastikan kedaulatan mereka dihormati sejak awal. Perubahan ini membutuhkan komitmen kolektif dari semua pihak. Pemerintah didesak untuk beralih dari peran regulator yang berpihak pada modal menjadi fasilitator keadilan sejati. Sektor korporasi harus melampaui retorika keberlanjutan dan secara proaktif mengintegrasikan penghormatan terhadap hak tenurial sebagai inti dari model bisnis mereka. Sementara itu, masyarakat sipil dan publik luas harus terus menjadi pengawas yang kritis, memperkuat pengorganisasian di tingkat tapak, dan tanpa lelah mengadvokasikan reformasi kebijakan yang berpihak pada rakyat dan alam. Inilah saatnya untuk bergerak bersama, mengubah konflik menjadi kolaborasi, dan memastikan bahwa hutan Indonesia menjadi sumber kehidupan dan keadilan bagi semua, bukan hanya untuk segelintir pihak.
Gareth Morgan menyajikan pandangan yang revolusioner tentang organisasi. Ia berpendapat bahwa semua teori manajemen berakar pada metafora yang tersirat. Metafora ini membentuk cara kita melihat, memahami, dan mengelola suatu organisasi sehari-hari. Buku "Images of Organization" karya Gareth Morgan ini mengajarkan bahwa tidak ada satu pun pandangan yang sempurna. Setiap metafora menawarkan wawasan yang kuat, namun sifatnya selalu parsial. Tantangannya kini adalah mengembangkan kemampuan untuk memanfaatkan banyak perspektif secara bersamaan. Ini adalah kunci untuk menjadi pemimpin yang efektif dalam menghadapi dunia yang penuh ambiguitas. Metafora tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga cara kita berpikir. Ketika kita menyebut "organisasi adalah mesin," kita menyoroti aspek rasional dan strukturalnya. Morgan mengajak kita untuk menyadari adanya distorsi yang diciptakan oleh setiap perumpamaan. Metafora pertama dan paling umum adalah organisasi sebagai mesin. Pandangan ini melahirkan sistem birokrasi yang terpusat dan berjenjang hierarki. Organisasi dirancang agar beroperasi secara efisien, andal, dan sangat terprediksi. Dasar pemikiran ini berasal dari era Revolusi Industri dan praktik militer klasik. Frederick Taylor, dengan konsep manajemen ilmiah-nya, memecah pekerjaan menjadi tugas-tugas kecil yang rutin dan spesifik. Tujuannya memastikan setiap orang bertindak persis seperti komponen mekanis. Kelebihan model mesin adalah efisiensi luar biasa dalam melaksanakan tugas yang sederhana dan stabil. Ini terbukti sukses di lini perakitan atau layanan cepat saji, seperti yang diterapkan McDonald's. Namun, kelemahannya adalah ketidakmampuan untuk beradaptasi cepat terhadap perubahan lingkungan. Model ini juga dapat menciptakan birokrasi yang kaku dan menghambat pemikiran kreatif. Pengkotak-kotakan tugas dan spesialisasi yang ketat cenderung menciptakan fragmentasi di dalam organisasi. Hal ini sering menimbulkan masalah seperti apatis dan minimnya inisiatif di kalangan karyawan. Morgan menyarankan kita harus siap beralih dari pola pikir mekanistik ini di tengah era perubahan yang cepat. Metafora kedua melihat organisasi sebagai organisme hidup. Organisasi dipandang sebagai sistem terbuka yang mutlak bergantung pada lingkungan luar. Ia memiliki "kebutuhan" yang harus dipenuhi untuk menjamin kelangsungan hidup. Konsep organisme menekankan pentingnya lingkungan dan kemampuan adaptasi. Teori ini melahirkan Teori Kontingensi, yang menegaskan bahwa tidak ada satu cara pun yang terbaik untuk berorganisasi. Bentuk organisasi yang tepat sangat bergantung pada jenis lingkungan dan tugas yang dihadapi. Stabilitas lingkungan memerlukan struktur yang mekanistik, sementara turbulensi membutuhkan struktur yang organik dan fleksibel. Organisasi organik dicirikan oleh fleksibilitas tinggi, jaringan komunikasi terbuka, dan desentralisasi kekuasaan. Contohnya adalah adhocracy atau organisasi yang berbasis tim proyek inovatif. Model ini lebih mampu beradaptasi karena fokus utamanya adalah kelangsungan hidup total, bukan sekadar pencapaian tujuan operasional. Morgan mengupas teori ekologi populasi yang menempatkan lingkungan sebagai kekuatan seleksi utama. Teori ini berpendapat bahwa hanya organisasi yang "paling cocok" yang akan bertahan di tengah kelangkaan sumber daya. Namun, pandangan ini dikritik karena dianggap terlalu deterministik dan meremehkan pilihan strategis manajemen. Batasan mendasar metafora organisme adalah asumsi kesatuan fungsional internal. Organisasi sebenarnya tidak seutuh atau seharmonis organisme biologis. Selain itu, organisasi pada dasarnya adalah konstruksi sosial yang dibentuk oleh ide dan keyakinan, bukan hanya struktur fisik yang kaku. Metafora otak menyajikan organisasi sebagai sistem pemrosesan informasi yang kompleks. Organisasi dipandang memiliki kemampuan belajar dan mengatur diri sendiri secara cerdas. Inti dari pandangan ini adalah cybernetics, yakni ilmu kontrol dan komunikasi. Terdapat konsep umpan balik negatif yang menjelaskan mekanisme regulasi diri sistematis. Ini membantu sistem mendeteksi dan mengoreksi penyimpangan dari norma yang telah ditetapkan. Pembelajaran sejati memerlukan "double-loop learning," yaitu kemampuan untuk mempertanyakan dan mengubah norma operasional yang mendasarinya. Birokrasi sering terjebak dalam "single-loop learning" yang statis dan repetitif. Morgan juga memperkenalkan konsep holografik dalam mendesain organisasi modern. Holografi menyiratkan bahwa visi dan kecerdasan keseluruhan dikodekan di setiap bagian. Ini memungkinkan adanya kecerdasan terdistribusi dan redundansi fungsi yang efektif. Organisasi yang cerdas harus menggabungkan spesialisasi yang kuat dengan desentralisasi penuh. Prinsip desain holografik mencakup requisite variety dan minimum specs. Requisite variety menuntut mekanisme internal harus mencerminkan keragaman lingkungan luar yang kompleks. Minimum specs memastikan karyawan memiliki otonomi yang cukup untuk mengatur pekerjaan mereka sendiri. Penerapan prinsip ini menciptakan "learning organizations" yang adaptif dan dinamis. Organisasi juga dapat dipahami sebagai budaya yang unik dan hidup. Metafora ini berfokus pada nilai, norma, keyakinan, ritual, dan makna bersama yang menuntun kehidupan organisasi. Budaya adalah realitas sosial yang diciptakan, dikomunikasikan, dan dipertahankan bersama-sama. Budaya ini seringkali jauh lebih kuat daripada struktur formal yang didokumentasikan. Contohnya adalah perusahaan Jepang yang sangat menekankan harmoni, komitmen total, dan rasa saling memiliki. Budaya korporat yang kuat dapat menyatukan karyawan dan memberikan panduan yang jelas saat ada ambiguitas. Budaya yang sehat mendorong inovasi dan adaptasi yang berkelanjutan dan organik. Budaya dapat dianggap sebagai DNA organisasi, yang memberikan cetak biru bagi reproduksi diri. Morgan menunjukkan bagaimana budaya terbentuk dari interaksi sehari-hari, termasuk humor, cerita, dan ritual kecil. Memahami budaya membantu manajer menyadari peran mereka sebagai pencipta realitas kolektif. Konsep Enactment of a Shared Reality menjelaskan proses penciptaan ini. Orang-orang "menjalankan" realitas bersama mereka melalui serangkaian tindakan dan interpretasi. Perubahan organisasi harus dimulai dari transformasi citra, asumsi, dan nilai-nilai inti, bukan sekadar mengganti struktur. Meskipun metafora budaya kuat, ia cenderung mengabaikan konflik dan dominasi kekuasaan. Terlalu fokus pada idealisme harmoni dapat menyamarkan isu politik dan kekuasaan yang nyata. Budaya yang terlalu kuat dan homogen justru bisa menjadi "penjara psikis" baru yang menghambat adanya kritik. Metafora politik melihat organisasi sebagai sistem yang didorong oleh kepentingan, konflik, dan kekuasaan. Pandangan ini menggeser fokus dari rasionalitas ideal ke perjuangan nyata untuk alokasi sumber daya. Organisasi adalah arena tempat individu dan kelompok mengejar tujuannya masing-masing. Kekuasaan bersumber dari banyak aspek, bukan hanya wewenang formal yang melekat pada posisi. Ini termasuk kontrol terhadap sumber daya yang langka dan kemampuan untuk menghadapi ketidakpastian. Kekuasaan juga dapat berasal dari aliansi interpersonal dan kontrol terhadap informasi atau pengetahuan. Konflik timbul karena perbedaan kepentingan, baik di tingkat individu maupun fungsional atau subkultur. Morgan membedakan berbagai sistem pemerintahan dalam organisasi, seperti otokrasi (kekuasaan absolut) dan teknokrasi (kekuasaan berdasarkan keahlian). Adanya demokrasi di tempat kerja, seperti serikat pekerja, menunjukkan upaya perimbangan kekuasaan yang terus-menerus. Kekuatan politik selalu ada dalam organisasi, meskipun tidak diakui secara eksplisit oleh manajemen. Memahami politik organisasi memungkinkan manajer untuk bersikap realistis dan strategis. Mereka dapat menganalisis kepentingan (Tugas, Karier, Ekstramural) yang berbeda untuk memprediksi perilaku yang muncul. Dengan demikian, manajemen yang efektif melibatkan negosiasi dan pembangunan koalisi yang strategis. Konflik tidak selalu bersifat disfungsional; ia dapat menjadi katalisator bagi perubahan dan inovasi yang diperlukan. Namun, manajemen harus berhati-hati agar tidak terperangkap dalam permainan kekuasaan yang berlarut-larut dan merusak. Metafora politik mengungkap drama nyata yang sering tersembunyi di balik fasad rasionalitas. Metafora ini adalah yang paling abstrak, melihat organisasi sebagai penjara yang diciptakan oleh pikiran sendiri. Kita sering terperangkap oleh ide, asumsi, dan gambaran mental yang tanpa sadar kita ciptakan. Morgan mengajak kita untuk menggali ranah alam bawah sadar organisasi. Morgan mengutip teori Freud dan Jung dalam konteks ini. Organisasi dapat mewujudkan obsesi bawah sadar terhadap kontrol dan ketertiban yang berlebihan. Kepemimpinan yang otoriter mungkin merefleksikan dinamika keluarga patriarkal yang telah direpresi. Organisasi juga dapat menjadi sarana pencarian keabadian kolektif atau proyeksi ketakutan. Beberapa praktik organisasi, seperti obsesi pertumbuhan yang tidak sehat atau kebutuhan akan warisan, mungkin didorong oleh kecemasan akan kematian. Metafora ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika irasional yang memengaruhi keputusan strategis. Kelemahan metafora ini adalah kecenderungannya untuk mengabaikan faktor eksternal dan terstruktur yang nyata. Fokus yang terlalu kuat pada psikodinamika dapat membuat kritik menjadi nihilistik atau pesimistis. Namun, metafora ini vital untuk memahami mengapa organisasi sulit melakukan perubahan yang rasional. Metafora ini memandang organisasi sebagai pola perubahan yang berkelanjutan, bukan entitas yang statis. Perubahanadalah logika yang tidak terhindarkan, yang membentuk dan mengubah realitas organisasi secara konstan dari waktu ke waktu. Ini secara langsung menantang pandangan linier tentang perencanaan dan kontrol. Morgan memperkenalkan konsep Autopoiesis, di mana organisasi adalah sistem yang memproduksi dan mereproduksi dirinya sendiri secara tertutup. Organisasi cenderung berinteraksi dengan proyeksi diri mereka sendiri, menciptakan narcissism organisasi yang merusak. Mereka seringkali memiliki "identitas" yang menghambat adaptasi dengan dunia luar. Konsep Chaos and Complexity menyoroti perubahan yang bersifat non-linier dan tak terduga. Pergeseran kecil dapat menghasilkan konsekuensi besar yang tak terduga dalam sistem yang sangat kompleks. Organisasi harus belajar untuk mengelola di tengah ketidakpastian, yakni dengan menemukan pola-pola yang muncul di dalam kekacauan. Konsep Dialectical Change menekankan perubahan yang didorong oleh kekuatan yang saling berlawanan (contradiction). Misalnya, ketegangan antara kontrol dan otonomi dapat memicu krisis yang melahirkan struktur baru. Metafora ini menuntut manajer untuk merangkul paradoks yang ada dalam organisasi. Metafora terakhir adalah Instrumen Dominasi, yang secara kritis menyoroti sisi eksploitatif dan manipulatif organisasi. Organisasi besar sering dilihat sebagai alat kekuasaan yang digunakan untuk mencapai kepentingan sekelompok kecil pemodal atau elit. Fokusnya adalah pada dampak negatif di tempat kerja dan masyarakat luas. Morgan mengkritik bagaimana organisasi menggunakan dan mengeksploitasi karyawan. Ini termasuk bahaya kerja, penyakit akibat kerja, dan stres mental yang ditimbulkan oleh ritme kerja yang brutal. Organisasi memperkuat sistem kelas dan kontrol sosial di dalam masyarakat. Peran perusahaan multinasional disoroti sebagai kekuatan global yang dominan. Mereka menggunakan sumber daya dan memengaruhi kebijakan ekonomi global demi keuntungan finansial mereka sendiri. Morgan mempertanyakan etika di balik operasi global yang sering mengorbankan komunitas lokal. Meskipun kuat untuk kritik yang radikal, metafora ini harus digunakan bersama dengan metafora yang lain. Ia cenderung mengabaikan potensi organisasi untuk kebaikan, kolaborasi, dan kemanusiaan. Metafora dominasi merupakan perpanjangan dari metafora politik, tetapi dengan fokus etika dan moral yang lebih tajam. Kekuatan utama buku Morgan terletak pada pluralisme metaforisnya yang kaya. Buku ini memberdayakan pembaca untuk "membaca" organisasi secara mendalam dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Tidak ada satu pun lensa yang dapat menangkap keseluruhan kompleksitas organisasi. Manajer yang mahir harus mampu berganti lensa tergantung pada situasi yang dihadapi. Mereka perlu melihat organisasi sebagai mesin, organisme, budaya, otak, dan sistem politik secara simultan. Morgan menyarankan agar kita menggunakan metafora sebagai alat diagnostik yang aktif dan terintegrasi dalam praktik. Tujuan utamanya bukan untuk menemukan teori yang "benar" secara absolut, melainkan untuk melihat organisasi sebagai fenomena yang kaya, kompleks, dan multidimensi. Inilah inti dari kebijaksanaan organisasi modern yang diperlukan saat ini. Kemampuan untuk mengintegrasikan pandangan-pandangan ini adalah kunci untuk memimpin di dunia yang terus berubah dengan cepat.
MetroTV, Sebuah alat peledak yang diduga peninggalan masa konflik ditemukan di Desa Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen. Belakangan diketahui amunisi tersebut jenis BMK-3 buatan Rusia biasanya digunakan oleh kenderaan tempur seperti tank.
EP195: mengomentari soal heckling jelek ke Oline di MC teater, paguyuban bergerak dan berkeringat bersama, dan menyambut setlist original
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hari ini sekitar 25 ribu petani bakal turun ke jalan, memeringati Hari Tani Nasional. Aksi yang melibatkan elemen buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil ini digelar serentak di berbagai wilayah, seperti Jakarta, Aceh, Medan, Palembang, Jambi, Lampung, Semarang, Makassar, Manado, hingga Kupang. Mereka menuntut penuntasan 24 permasalahan struktural agraria dan 9 langkah perbaikan.Petani juga menuntut pembentukan Badan Pelaksana Reforma Agraria Nasional yang lebih otoritatif. Pasalnya, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang digadang-gadang sejak era Jokowi dinilai gagal karena terbukti memperparah ketimpangan penguasaan tanah seiring meningkatnya petani yang kehilangan lahan.Janji reforma agraria kembali muncul di era Presiden Prabowo, bahkan menjadi agenda prioritas Asta Cita. Namun, hingga kini belum ada kebijakan dan program yang mendukung implementasinya. Yang terjadi adalah berbagai letupan konflik agraria, perampasan lahan, ketimpangan penguasaan tanah, kriminalisasi petani, serta tumpang tindih kebijakan.Data Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat sepanjang 2015–2024, terjadi 3.234 konflik agraria dengan luas mencapai 7,4 juta hektar. Konflik ini berdampak pada 1,8 juta keluarga yang kehilangan tanah dan mata pencaharian.Bagaimana situasi reforma agraria di era Prabowo? Bagaimana mendesak komitmen serius Prabowo dalam membenahi tata kelola agraria yang adil dan berkelanjutan?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Wakil Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Agus Ruli Ardiansyah, Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS Slamet, dan Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika.
Urusan bersih-bersih rumah walaupun terkesan sederhana, ternyata bisa jadi sumber masalah besar karena beban yang berat sebelah.Ayu Kartika Dewi, di episode ini menceritakan pentingnya konsep Fair Play yang bisa membantu pasangan dalam memahami beban domestik yang sering gak diliat itu.Dengerin sama pasangan, biar terhindar dari berantem-berantem yang gak perlu, dan lebih mengapresiasi satu sama lain.00:00 Opening03:55 Konflik pernikahan bisa disebabkan karena urusan beberes rumah05:02 Definisi Fair Play by eve Rodsky15:25 Pentingnya memahami Minimum Standart of Care38:00 Makna pernikahan bagi Ayu Kartika Dewi dan suami
Banyak orang berunjuk rasa dalam jumlah besar di Australia untuk memprotes tindakan militer Israel dan pembatasan bantuan ke Gaza. Pawai di lebih dari 40 lokasi ini didukung oleh lebih dari 250 organisasi masyarakat, termasuk serikat pekerja dan tokoh masyarakat terkemuka.
Membahas analisis di balik konflik Thailand-Kamboja, peran ASEAN, dan pasifnya Indonesia. Bersama Kenzie Ryvantya.
Dalam Episod 5 KenaSoal, perbincangan tertumpu kepada konflik di sempadan Thailand–Kemboja, wacana mengenai politik kiri di Malaysia, analisa kemerosotan ekonomi negara pasca-era “Asian Tigers”, serta persoalan hangat : Sekiranya Anwar Ibrahim turun, siapakah yang paling layak menggantikannya? Episod ini turut menyentuh isu Gaza dan kegagalan dunia Islam serta masyarakat antarabangsa dalam menangani krisis kemanusiaan yang berlarutan.00:00 INTRO02:38 KONFLIK THAILAND - KEMBOJA@safwankhai_ – What should Malaysia do to address the conflict between Thailand and Cambodia? @tarmizibakhri – Peranan kita besar tak dalam mencapai ceasefire antara Thai & Cambodia?@nashriqjumati – Sebab apa Thai dan Kemboja berperang?@ahmadfaizmohamad – Kalau Kemboja senang-senang serang Thailand, tak mustahil Malaysia pun bakal kena kan?@dizfaris – Impact of regional fighting (Cambodia) to Malaysia?@georgiabrownsugar – As ASEAN chair, what role should we play on the Thai/Cambodia conflict?17:54 PARTI HALUAN KIRI - MALAYSIA@j1mmy._11 – Adakah parti bercorak sosialis/kiri akan berjaya di Malaysia?38:58 TITIK PERALIHAN EKONOMI MALAYSIA@afiqxafiq – Where was the turning point for Malaysia from “Asian tiger” to now?@mrfirdausamin – Whats our economic direction for our country to have more job opportunities? Brain drain@naufalmhisham – How can Malaysia attract high-value investments without relying too much on cheap labour50:47 SIAPA PENGGANTI ANWAR? @maeok_ – Kalau bukan PMX, siapakah yang paling layak jadi perdana menteri Malaysia?@riefhan.adam – Pendapat KS tentang rakyat tidak tahu siapa pengganti PMX yang paling sesuai?@saudagarjepun – Siapakah calon yang layak untuk ganti tempat PMX?@memorykad – PN Leader who can be next PM?@arieflutfi – Apa pendapat KS tentang next PM?58:54 KS SINGAPORE TOUR@j1mmy._11 – KS Singapore tour here we go soon?01:05:24 GAZA DAN KEGAGALAN KOMUNITI ANTARABANGSA
Suid-Afrika is in 'n moeilike posisie met die konflik in die Midde-Ooste. Ramaphosa se Withuis-besoek het ook ontaard. Intussen het Iran se regering Namibiese belange deur sy aandele in die Rössing-myn. Kenners waarsku dat 'n duidelike standpunt deur enige van die twee regerings ekonomiese gevolge uit die VSA kan inhou. Kosmos 94.1 Nuus het met professor Andre Duvenhage, politieke ontleder van Suid Afrika, gepraat.
Kry die nuus soos dit breek.
President Cyril Ramaphosa sê Suid-Afrika is senuweeagtig oor die VSA se toetrede tot die Israel-Iran-oorlog. Amerika het oor die naweek drie belangrike kernfasiliteite in Iran aangeval. Die operasie het 125 Amerikaanse militêre vliegtuie betrek, insluitend sewe B-2-Stealth-bomwerpers. Ramaphosa se woordvoerder, Vincent Magwenya, sê Suid-Afrika het gehoop president Donald Trump gebruik sy invloed om die partye te oortuig om dialoog te voer oor hul geskilpunte:
Dalam Episod 4 Kena Soal, perbincangan hangat menyentuh beberapa isu-isu serantau dan tempatan yang menjadi tumpuan. Antara soalan-soalan yang dijawab termasuklah persoalan sama ada Parlimen perlu mengadakan pendengaran awam, ancaman perangkap pendapatan sederhana, kuasa penjawat awam, pengaruh Kelab Remaja PAS terhadap naratif politik belia, keperluan undang-undang AI, dan juga ketegangan Iran-Israel kebelakangan ini.00:00 INTRO00:50 REFORMASI PARLIMEN @wan.ali.imran: Should parliament hold hearings like US congress for cabinet confirmation or investigations?08:48 PERANGKAP PENDAPATAN SEDERHANA @ing_zheng: Why msia is still in the middle income trap? What will you do differently from other PM?23:18 KUASA PERKHIDMATAN AWAM@praveenmarkandu: Do the civil service have too much power? Why does it seem reforms are being blocked by the CS?33:33 PENUBUHAN KELAB REMAJA PAS MALAYSIA (KRPM)@nabil.ahnafff: Apa pandangan Saudara KJ & Shahril tentang Penubuhan Kelab Remaja PAS Malaysia (KRPM)43:54 KONFLIK IRAN-ISRAEL@epol_alberto: Pndgn KS berkenaan perang antara Iran dan Isra*l. Dan apakah kesannya terhadap Malaysia@nadnadkacangpendek: what are your thoughts on Iran giving Israel back what they deserve@aimannijem: Apa pandangan KS berkenaan Iran yang hilang penguasaan udaranya kepada Israel sekarang?@msyahmimohdkarim: Perang Israel - Iran dan genocide Gaza, apakah analisis KS masa depan geopolitik serantau58:41 MASA DEPAN AI@hadzrul_luqman: Perlukah Malaysia merangka akta tentang AI. Akta AI- Syed Hadzrul (Telegram): Dalam dunia yg semakin berkembang dengan AI, perlukah negara mewujudkan akta berkaitan AI bagi mengelakkan sebarang salah guna AI dan lain-lain isu? (Akta Kecerdasan Buatan 2025)1:08:52 GO-TO FRAGRANCE@al.shafiq22: Perhaps off topic sir, but what's your go-to fragrance?1:11:02 KL PODFEST 2025ia_am10016: Will KLPodfest be making a comeback?
Rafi (Host), Ikhlas dan Shofwan membahas eskalasi terbaru dari konflik India-Pakistan.Support kami dalam membangun media ini melalui Trakteer.Versi video di YouTube: KontekstualTikTok: @KontekstualcomInstagram: @KontekstualcomX: @KontekstualcomBusiness inquiries: kontekstual.indo@gmail.com
Israel halts aid entering Gaza as it pushes to extend and alter the conditions of phase one of the ceasefire deal. - Israel menghentikan bantuan yang masuk ke Gaza karena mereka berupaya untuk memperpanjang dan mengubah kondisi perjanjian gencatan senjata tahap pertama.
Die parlementêre staande komitee op natuurlike hulpbronne se verslag mens-dier-konflik is vrygestel. Die komitee stel onder meer voor dat vergoeding aan gemeenskappe gedesentraliseer moet word. Professor Morgan Hauptfleisch van die Namibiese Natuurstigting het met Kosmos 94.1 Nuus gepraat:
'n Verslag deur Access Now en die #KeepItOn koalisie wys daar was in 2024 'n rekordgetal van 296 internetafsluitings in 54 lande. Dit is hoër as die totaal van 283 in 2023. Felicia Anthonio van Access Now sê konflik is die grootste oorsaak van die afsluitings, wat gedoen word om kommunikasie te onderdruk en inligting te beheer. Sy beklemtoon dat daar dringend internasionale aksie moet wees om digitale sensorskap te verhoed.
Veertien Amerikaanse deelstate het 'n federale regsgeding teen president Donald Trump en Elon Musk aanhangig gemaak en Musk se rol as hoof van die nuwe departement van regeringsdoeltreffendheid uitgedaag. Hulle sê sy oënskynlik onbeperkte mag is ongrondwetlik. Daar is ook geen sekerheid in watter amp hy praat of, met wêreldleiers vergader nie – praat hy as sakeman of regeringsamptenaar, soos die kommentaar wat hy by die Doebai Wêreldberaad gemaak het...
Die voorsitter van die Suider-Afrikaanse Ontwikkelingsgemeenskap en president van Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, beklemtoon die streeksuitwerking van die konflik in die Demokratiese Republiek van die Kongo, en vra 'n standhoudende oplossing. Die SAOG en die Oos-Afrikaanse Gemeenskap het in Tanzanië vergader. Mnangagwa vra eenheid en lê klem op die behoefte om die Kongolese belange voorop te stel en die uitdagings te konfronteer wat vrede en bestendigheid in die streek kniehalter.
Die omgewingministerie gaan 'n baanbrekerprojek loods wat daarop gemik is om mens-dier konflik te verminder en wildmisdaad aan te spreek. Die Geïntegreerde Benadering tot Proaktiewe Bestuur van Mens-natuurlewe Konflik en Wildmisdaad Projek sal meer as 4 500 mense regstreeks bevoordeel, met 'n bykomende 18 100 mense wat indirek sal baat vind. Die projek fokus op drie belangrike landskappe. Dit is die Noord-Sentraal landskap, wat Etosha Nasionale Park insluit; die Noordwes-landskap, wat die Kunene-streek dek; en die Noordoostelike landskap, wat oor die Bwabwata-Mudumu Nasionale Park-kompleks in die KAZA-oorgrensbewaringsgebied strek. Kosmos 94.1 Nuus het gepraat met professor Morgan Hauptfleisch van die Namibiese Natuurstigting, wat meer inligting gee.
Kry die nuus soos dit breek.