POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bagaimana Tubuh Bereaksi terhadap Kehilangan DarahDiambil dari: Yohanes 19:28 “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai untuk menggenapkan yang ada dalam Kitab Suci, berkatalah Ia: ‘Aku haus!'”Wonder Kids, sebelum paku ditancapkan ke tangan dan kaki-Nya, Tuhan Yesus sudah mengalami banyak penderitaan. Ia sangat tertekan di taman Getsemani, lalu dicambuk dengan kejam, dihina, dan dipermalukan. Semua itu membuat tubuh-Nya sangat lemah dan kehilangan banyak darah.Kalau seseorang kehilangan banyak darah, tubuhnya akan bereaksi. Jantungnya akan berdetak lebih cepat supaya darah yang tersisa tetap bisa mengalir. Orang itu bisa menjadi lemah, pusing, gemetar, dan sangat haus. Tubuhnya merasa sangat membutuhkan cairan karena darah yang hilang harus diganti. Itulah sebabnya, di kayu salib, Yesus berkata, “Aku haus.”Ini menunjukkan lagi bahwa penderitaan Yesus itu sungguh nyata. Yesus tidak hanya tampak menderita dari luar. Tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit, kelemahan, dan kehausan yang sangat berat. Yesus bukan menjalani semua itu seperti sandiwara. Ia sungguh menderita sebagai manusia sejati.Wah, Wonder Kids, ini membuat kita makin melihat betapa besar kasih Yesus. Ia rela menanggung semua itu untuk kita. Setiap rasa haus, setiap luka, setiap tetes darah, semuanya menunjukkan bahwa keselamatan kita bukan sesuatu yang murah. Yesus membayarnya dengan penderitaan yang nyata.Kadang-kadang saat kita haus atau sakit sedikit saja, kita sudah merasa tidak nyaman. Itu wajar. Tetapi renungan hari ini menolong kita berhenti sejenak dan memikirkan: betapa berat penderitaan Yesus di kayu salib. Ia tidak mundur. Ia tetap taat sampai akhir karena Ia mengasihi kita.Dan ada satu hal yang indah juga. Saat Yesus berkata, “Aku haus,” kita melihat bahwa Dia sungguh mengerti tubuh manusia. Jadi kalau kamu sakit, lemah, haus, atau capek, Yesus tahu rasanya. Dia bukan Tuhan yang jauh dari penderitaan manusia. Dia adalah Juruselamat yang pernah masuk ke dalam penderitaan itu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena penderitaan-Mu sungguh nyata dan semua itu Engkau tanggung karena kasih-Mu kepadaku. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi belajar bersyukur, mengasihi-Mu, dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu itu sungguh nyata dan sangat besar. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan PerbudakanDiambil dari: Galatia 3:28 “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal, yaitu perbudakan. Pada zaman dulu, perbudakan ada di banyak tempat. Ada orang yang diperlakukan seperti milik orang lain. Tentu itu sangat menyedihkan dan tidak sesuai dengan hati Tuhan.Lalu ada orang yang bertanya, “Kalau Yesus sungguh sempurna, mengapa Ia tidak langsung menghapus perbudakan saat itu juga?” Pertanyaan itu tidak ringan. Tetapi kita perlu melihat dengan teliti apa yang Yesus lakukan.Yesus datang bukan untuk sekadar memperbaiki sedikit bagian luar hidup manusia. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dan dosa itulah akar dari banyak kejahatan, termasuk perbudakan, kekerasan, kesombongan, dan ketidakadilan. Jadi Yesus bekerja dari bagian yang paling dalam: hati manusia.Ketika seseorang sungguh diubah oleh Yesus, cara dia memandang orang lain juga berubah. Ia tidak lagi melihat orang lain sebagai barang, alat, atau orang yang lebih rendah. Ia belajar melihat sesamanya sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan dan berharga di hadapan-Nya. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata bahwa di dalam Kristus tidak ada hamba atau orang merdeka, karena semua sama-sama satu di dalam Kristus.Ini bukan berarti Yesus setuju dengan perbudakan. Justru ajaran Yesus menghancurkan akar dosa yang membuat perbudakan bisa hidup. Yesus mengajar manusia untuk mengasihi sesama, memperlakukan orang lain dengan hormat, dan hidup dalam kebenaran. Kalau hati manusia sungguh tunduk kepada Kristus, maka ia tidak akan mau menindas, merendahkan, atau memperbudak orang lain.Wonder Kids, mungkin hari ini kita tidak hidup dalam zaman perbudakan seperti dulu. Tetapi kita tetap bisa berdosa dengan merendahkan orang lain. Misalnya, mengejek teman, merasa diri lebih hebat, mempermainkan orang yang lemah, atau bersikap kasar kepada orang yang berbeda dari kita. Tuhan tidak mau kita hidup seperti itu. Tuhan mau kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.Jadi, renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus datang untuk mengubah hati kita. Dan saat hati diubah, hidup kita juga berubah. Kita belajar melihat orang lain dengan kasih, hormat, dan kebaikan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang sering kamu abaikan, remehkan, atau mungkin kurang kamu sukai. Hari ini, cobalah perlakukan dia dengan lebih baik, lebih sopan, dan lebih penuh kasih.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Tolong aku supaya tidak merendahkan atau menyakiti orang lain, tetapi belajar mengasihi sesama seperti Engkau mengasihiku. Ubah hatiku supaya hidupku menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang bukan hanya untuk mengubah aturan di luar, tetapi untuk mengubah hati kita supaya kita belajar mengasihi sesama dengan benar. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pertanyaan tentang Neraka dan DosaDiambil dari Matius 5:30 “Dan jika tangan kananmu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang hal yang cukup serius, yaitu dosa dan hukuman dosa. Mungkin ada orang bertanya begini: “Kalau Tuhan itu kasih, mengapa ada neraka? Mengapa dosa harus dihukum?” Pertanyaan itu memang berat, tetapi firman Tuhan menolong kita memikirkannya dengan benar.Pada mulanya, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dekat dengan-Nya. Manusia diciptakan segambar dengan Allah, supaya mengenal Dia, mengasihi Dia, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Jadi, sejak awal, manusia dibuat untuk menikmati hubungan yang indah dengan Tuhan. Itulah keadaan yang benar dan baik.Tetapi dosa merusak semuanya. Dosa bukan hal kecil. Dosa bukan cuma salah sedikit lalu selesai. Dosa adalah pemberontakan terhadap Tuhan. Dosa membuat manusia menjauh dari Allah, melawan kehendak-Nya, dan hidup menurut cara sendiri. Karena itu, dosa membawa hukuman. Bukan karena Tuhan kejam, tetapi karena Tuhan itu suci dan adil.Coba pikirkan begini, Wonder Kids. Kalau seseorang benar-benar baik dan adil, ia tidak akan berkata bahwa kejahatan itu tidak apa-apa. Justru karena Tuhan baik, Dia tidak bisa berpura-pura bahwa dosa bukan masalah. Kalau Tuhan menganggap dosa sepele, itu berarti Tuhan tidak sungguh kudus dan tidak sungguh adil. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan sempurna dalam kasih dan juga sempurna dalam keadilan.Itulah sebabnya Yesus berbicara dengan sangat serius tentang dosa. Dalam Matius 5:30, Yesus memakai kata-kata yang keras untuk menunjukkan bahwa dosa itu berbahaya sekali. Yesus tidak sedang mengajarkan kita benar-benar melukai tubuh kita, tetapi Yesus mau kita mengerti bahwa dosa harus diperangi dengan sungguh-sungguh. Lebih baik kehilangan sesuatu yang kita suka daripada terus hidup dalam dosa dan menjauh dari Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, kabar Alkitab tidak berhenti pada hukuman. Tuhan yang adil juga adalah Tuhan yang penuh kasih. Karena itu, Tuhan mengutus Yesus untuk menanggung hukuman dosa bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Jadi, saat kita memikirkan neraka dan dosa, kita juga harus melihat salib. Di salib kita melihat betapa seriusnya dosa, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah ada dosa yang sedang kamu pelihara atau anggap enteng. Bawalah itu kepada Tuhan dan katakan dengan jujur, “Tuhan, tolong aku membenci dosa dan sungguh-sungguh bertobat.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang kudus, adil, dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak menganggap dosa sebagai hal kecil, tetapi sungguh bertobat dan datang kepada Yesus yang sudah menanggung hukuman dosaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: dosa itu serius, tetapi kasih Tuhan di dalam Yesus lebih besar bagi orang yang mau bertobat dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Gregorius Danar Damanihuruk and Aldi Noel Silalahi dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 3: 14-17; Mazmur tg: Yer 31: 10.11-12ab.13; Matius 13: 18-23.MENDENGAR DAN MENGERTI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mendengar Dan Mengerti. Adapertanyaan yang sering diutarakan kepada umat dan juga para imam yang bunyinyakira-kira begini: mengapa di dalam sesi pengajaran, renungan, dan homili, parapendengar tidak cukup betah dalam mendengar namun mereka lebih sering kedapatanmengantuk? Lihat saja pada waktu imam memberikan homili dalam misa, cukupbanyak umat yang mengantuk. Ada begitu banyak alasan. Kesalahan atau kekurangan dapat diuraikan dandidaftar, baik itu dari pihak imam maupun umat. Baik itu dari pihak pewartamaupun dari pendengar. Cukup banyak orang mengatakan bahwa umat atau pendengarrupanya dapat mendengarkannya tetapi tidak mengerti. Ini dipandang sebagaisalah satu penyebab mereka mengantuk. Dua kemampuan intelektual ini, mendengardan mengerti, sama-sama berperan penting dalam pertumbuhan kejiwaan,kerohanian, dan hidup sosial seseorang. Mendengar merupakan kegiatan yang ditopang oleh indra telinga, oleh karenaitu harus menjadi yang pertama menerima pesan yang datang. Kegiatan ini samaseperti melihat dengan mata dan merasakan dengan kulit. Pesan yang datang dandidengar masih mentah. Kita merasakan sentuhan seperti terkena air pada kulitkita. Perasaan ini belum berarti apa-apa sebelum ia diproses di dalam otaksehingga menjadi sebuah pikiran. Di sini baru bisa terjadi pemahaman ataupengertian. Sebuah pengertian baru dibuat dari proses mendengar yang kemudiandiolah oleh pikiran, yang akhirnya membentuk sikap, perilaku dan cara hidupyang baru pula. Itulah sebabnya Yesus sangat tegas mengatakan bahwa seorang pribadi yangbaik ialah ia yang dapat mendengar dan mengerti Sabda Tuhan yang disampaikankepadanya. Kalau ia hanya mendengar, ia baru setengah baik. Ia juga tidak bisalangsung mengerti jika belum mendengar Sabda itu. Orang seperti ini diumpamakansebagai tanah yang baik, yaitu kemampuannya untuk mendengar dan mengerti secarabaik, sehingga ketika Sabda Tuhan datang kepadanya Sabda itu akan tumbuh danberbuah banyak di dalam hidupnya. Dalam proses mendengar dan mengerti itu kita mesti dapat menghindaribeberapa hal ini: hati dan pikiran kita seperti jalanan besar dan kecil di manasabda Tuhan jatuh di situ lalu burung dan ayam datang memakannya, akhirnyasabda Tuhan tidak tumbuh. Kita juga seperti bebatuan dengan tanah tipis diatasnya, di mana sabda Tuhan tumbuh tapi tidak berakar, akhirnya layu ketikakena panas matahari dan mati. Hati dan pikiran kita seperti duri-duri dan semakbelukar, di mana sabda Tuhan akan terhimpit dan terancam mati. Denganmenghindari semua itu, yang tinggal adalah diri kita sebagai tanah yang subur. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah maha kuasa, jadikanlah diri kami tanah subur supayaSabda-Mu bertumbuh subur dan akhirnya berbuah melimpah. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 23 Juli 2026Bacaan: “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.” (Mazmur 4:5)Renungan: Suatu hari di jam sebelas malam, Andrea baru saja membaca chat dari teman kantor di grup. Temannya menyindir dia di depan bosnya. Darahnya langsung naik. Jempolnya sudah mau mengetik balasan panjang, sebagai pelampiasan kemarahannya. Tapi kemudian dia ingat bahwa besok mereka akan ketemu lagi di kantor. Kalau dia membalas malam ini, pasti besok pagi akan menyesel. Akhirnya dia meletakkan HPnya kemudian ke kamar, tutup mata, dan berbicara dalam hati kepada Tuhan, “Tuhan, aku marah banget dan sakit sekali hati ini. Tapi aku tidak mau berdosa karena marah ini." Pagi harinya, kepalanya lebih tenang. Dia bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara yang benar. Malam itu dia belajar, marah boleh, tapi jangan sampai marah menguasai hati ini. Daud menulis mazmur ini waktu dikejar-kejar musuh dan difitnah. Dia juga marah, kecewa, sakit hati. Tetapi dia diberi 3 nasihat. Pertama, “Biarlah kamu marah” Marah itu manusiawi. Yesus juga pernah marah. Kedua, “Tetapi jangan berbuat dosa”. Bahayanya di sini. Marah bisa jadi memaki, balas dendam dan fitnah. Itulah yang membuat kita berdosa. Ketiga, “Berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam”. Artinya bawalah permasalahan kita kepada Tuhan dulu. Kita belajar mendiamkan mulut dan menenangkan hati sambil mengevaluasi di hadapan Tuhan sebelum bertindak. Intinya: Jangan mengambil keputusan saat kita sedang emosi. Mazmur 4:5 mengajar kita untuk "pause". Sebelum chat, sebelum berbicara, sebelum mengambil keputusan, diamlah dahulu kemudian bawalah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku adalah manusia yang gampang marah dan gampang salah langkah. Ampunilah aku kalau selama ini aku cepat melampiaskan amarah sehingga menjadi berdosa. Ajarilah aku seperti Daud, saat marah, aku datang kepada-Mu dahulu, bukan ke orang lain. Tolonglah aku untuk diam, berpikir, dan bicara dengan-Mu sebelum aku bertindak. Yesus, tolong jaga hati dan mulutku hari ini. Amin. (Dod).
Salah satu aspek utama dari penyeduhan kopi adalah kekasaran (kehalusan) biji kopi. Ini terkait dengan banyaknya air bertemu dengan kopi, yaitu luas permukaan kopi. Semakin halus, semakin banyak air bertemu dengan kopi. Kehalusan ini ditentukan oleh grinder yang kita gunakan. Itulah sebabnya investasi di grinder kopi sangat penting.#kopi #coffee
KATA PEMRED #51PinterPolitik.comTiga jet tempur mengawal pesawat Narendra Modi memasuki langit Indonesia, Senin sore itu. Di landasan Halim, Prabowo menyambutnya sendiri. Keesokan harinya, di Istana Merdeka, kamera merekam yang paling mudah dibaca. Kontrak sistem rudal jelajah BrahMos. Senjata supersonik, hasil patungan India dan Rusia, kini akan dimiliki Indonesia.Itulah judul yang berkeliling dunia. Reuters, Washington Post, kantor berita India, semua menautkan kata Modi, Prabowo, dan rudal dalam satu tarikan napas.Tetapi tanda tangan yang paling penting hari itu bukan pada rudal.
Hati kita adalah sumber dari kehidupan. Kalau hati kita bersih, hati kita jernih dan dari sumber hati ini ialah hal yang baik maka apa yang Alkitab katakan, yaitu akan terpancar kehidupan. Aliran-aliran jiwa kita ditentukan dari keadaan hati kita. Itulah mengapa sangat penting untuk menaruh sumber yang tepat kepada siapa kita memberi sesuatu untuk berada di takhta hati kita. Lalu pertanyaannya mengapa hati? Mengapa Alkitab dan firman Allah sangat tertarik dengan hati? Sampai Yesus ketika datang ke dunia, Ia hanya tertarik kepada hati dan bukan penampilan, sebab Yesus tahu sumber kehidupan terpancar dari hati. Dalam kehidupan ini, apa yang kita kejar dan perbaiki? Apakah soal penampilan atau tentang hati kita? Mari sama-sama belajar dalam Seri 3 - Race & Grace, Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 Juli 2026Bacaan: "Maka ia memungut di ladang sampai petang lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya." (Rut 2:17)Renungan: Pada saat dihadapkan dengan ujian hidup yang berat maka ada beberapa respons yang muncul dalam hidup kita. Pertama, kita mengasihani diri secara berlebihan. Kita selalu bertanya kepada Tuhan, "Mengapa harus saya yang mengalami peristiwa pahit ini?" Kedua, kita mencari belas kasihan manusia untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Ketiga, kita berani menghadapi setiap masalah dengan tekad hati yang kuat, seberat apapun masalah itu. Salah seorang motivator di Indonesia mengambil ilustrasi tentang betapa dahsyat kekuatan tetesan air jika dilakukan secara terus menerus. Tetesan air bahkan dapat melubangi batu! Beliau berkata seperti ini, "Kerasnya batu bisa takluk dengan tetesan air. Begitu pula kerasnya ujian hidup di dunia bisa kalah oleh kekuatan tekad dan fokus perjuangan yang dilakukan." Seperti itulah perjuangan Rut menghadapi kerasnya ujian hidup yang datang kepadanya. Suaminya meninggal, keluarga suaminya juga meninggal semua, kecuali mertua perempuannya saja yaitu Naomi. Kini, Rut tinggal bersama Naomi dan mengambil tanggung jawab untuk memeliharanya. Kehidupan yang dijalani mereka persis seperti yang disebutkan Naomi, yaitu Mara yang artinya sangat pahit (Rut 1:20). Itulah kerasnya ujian hidup yang harus dijalani Rut. Namun dengan tekad dan perjuangan keras, Rut berhasil mengatasi masalahnya dan menjadi orang yang sangat berhasil. Perhatikan apa yang dilakukan Rut. la tak pernah mengasihani diri, Rut menjalani masalahnya dengan begitu tabah. Rut juga tidak pernah meminta belas kasihan orang lain, sebaliknya ia berjuang keras untuk menghidupi dirinya dan Naomi, meski harus memungut jelai yang tercecer dari pagi sampai petang. Ketekunan, tekad, dan perjuangan Rut akhirnya membuahkan hasil. Benarlah bahwa batu yang keras bisa takluk dengan tetesan air. Ujian hidup yang keras bisa kalah oleh tekad dan perjuangan yang terus menerus. Jika kita sedang mengalami pergumulan hidup yang keras, ingatlah bahwa batu pun takluk dengan tetesan air. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya ketika Engkau ada bersama-sama dengan aku, maka badai sehebat apapun dapat aku lalui. Karena aku tahu, kuasa-Mu lebih besar dari setiap badai kehidupanku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yeremia? Diambil dari: Yeremia 31:33 “Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”Wonder Kids, saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” salah satu jawaban yang muncul adalah Yeremia. Mengapa orang bisa berpikir begitu? Yeremia adalah nabi Tuhan yang hidup pada masa yang sangat sulit. Ia dipakai Tuhan untuk memperingatkan bangsa Israel dan Yehuda supaya bertobat. Yeremia berbicara dengan berani kepada para pemimpin dan kepada bangsa itu, walaupun banyak orang tidak suka mendengarnya. Karena dosa mereka, Yerusalem akhirnya jatuh dan bangsa itu dibuang. Jadi Yeremia dikenal sebagai nabi yang menyampaikan firman Tuhan dengan tegas, sedih, dan serius.Ada alasan mengapa orang membandingkan Yesus dengan Yeremia. Yesus juga berbicara dengan berani. Yesus juga menegur dosa, mengingatkan orang untuk bertobat, dan menegur para pemimpin agama yang keras hati. Jadi, dari luar, orang bisa melihat ada kemiripan antara Yeremia dan Yesus.Tetapi ada satu hal yang sangat penting, Wonder Kids. Yeremia bukan hanya menegur dosa. Ia juga dipakai Tuhan untuk menyampaikan janji yang indah, yaitu janji tentang perjanjian baru. Tuhan berkata bahwa suatu hari Ia akan menaruh firman-Nya dalam hati umat-Nya. Artinya, Tuhan tidak hanya mau memperbaiki bagian luar, tetapi mengubah hati manusia dari dalam. Nah, janji itu digenapi di dalam Yesus. Yeremia hanya menyampaikan janji itu, tetapi Yesus datang untuk menggenapinya. Jadi Yesus bukan Yeremia. Yesus jauh lebih besar. Yeremia adalah nabi yang menunjuk ke depan, tetapi Yesus adalah Juruselamat yang membawa penggenapan janji Allah.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang kita berpikir yang kita butuhkan hanyalah nasihat, aturan, atau teguran supaya hidup kita lebih baik. Tetapi sebenarnya kita butuh lebih dari itu. Kita butuh hati yang baru. Kita butuh Tuhan bekerja di dalam hati kita. Dan itu hanya bisa terjadi karena Yesus.Kalau hati kita diubah oleh Tuhan, kita tidak lagi hanya tahu apa yang benar, tetapi juga mau hidup bagi Tuhan. Kita jadi rindu taat, rindu mengenal Tuhan, dan rindu mengasihi Dia. Itulah yang Tuhan kerjakan di dalam hidup orang yang percaya kepada Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Berdoalah kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan Yesus, aku tidak hanya butuh tahu yang benar. Aku butuh Engkau mengubah hatiku supaya aku mau hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya memberi firman, tetapi juga sanggup mengubah hati manusia. Tolong aku supaya tidak keras hati, tetapi mau dibentuk oleh-Mu dan hidup taat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yeremia menyampaikan janji tentang hati yang baru, tetapi Yesus datang untuk menggenapi janji itu di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Juni 2026Bacaan: "Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian." (Lukas 6:33)Renungan: Senyum adalah salah satu gestur universal manusia. Bahasa manusia boleh berbeda-beda, budaya juga bisa beragam macamnya, tapi di hampir semua tempat, senyuman dimengerti sebagai tanda kegembiraan, keramahan, dan penerimaan. Ketika kita melakukan kebaikan kepada seseorang, maka senyuman dan ucapan terima kasih darinya bukanlah hal yang mengejutkan. Namun ketika kita melakukan kesalahan, ketika kita menumpahkan minuman ke baju seseorang, kita datang terlambat ke satu pertemuan penting, kita berbelok di tikungan yang salah saat mengantarkan seseorang yang sedang buru-buru, tapi orang itu tetap memberikan senyuman, maka perasaan kita akan sangat berbeda dengan situasi pertama tadi. Kita jelas lebih lega. Senyuman itu menjadi lebih berkesan karena kita akan mengingat orang tersebut sebagai orang yang baik, sabar, rendah hati, dst. Ketika kebaikan tampak sulit didapatkan tapi kita justru menerimanya, saat itu akan menjadi momen yang tak terlupakan. Inilah yang diajarkan Yesus kepada kita. Bukan hanya berbuat baik kepada mereka yang baik kepada kita, tapi juga kepada mereka yang telah melukai atau berbuat jahat pada kita. Bukan memberi sesuai apa yang diperintahkan, tapi memberi lebih dari itu. Bukan memberkati dan mendoakan orang yang kita sayangi saja, tapi memberkati dan mendoakan mereka yang mengutuki dan memusuhi kita. Jika itu semua yang kita lakukan, percayalah tindakan itu akan jauh lebih diingat orang. Itulah sesungguhnya yang disebut hidup yang menjadi berkat. Jika kita ingin hidup kita bisa menjadi berkat bagi orang lain, itu tidak cukup dengan banyak memberi atau berbuat baik saja. Tapi, berilah, nyatakan kasih, dan buatlah kebaikan juga kepada mereka yang seolah tidak pantas untuk menerimanya, yaitu mereka yang membenci, memusuhi, dan menyakiti kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan cinta-Mu, agar aku dapat membagikan cinta-Mu itu kepada orang lain tanpa memandang apakah dia baik bagiku atau mengecewakanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 22 Juni 2026Bacaan: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:15-16)Renungan: Manusia memiliki banyak cara menghitung waktu. Kita juga mengenal banyak alat untuk melakukan itu semua, mulai dari kalender, jam, hingga stopwatch. Bahkan sebagian orang mengeluarkan uang berjuta-juta hingga milyaran rupiah untuk sebuah arloji saja. Apakah orang yang memiliki arloji senilai milyaran rupiah pasti lebih menghargai waktu daripada mereka yang melihat waktu hanya dari jam di ponsel? Belum tentu. Orang bisa menghargai waktu ketika ia bisa melihat waktu dengan cara yang benar. Sayang, masih banyak yang melihat waktu dengan cara salah. Ada yang memakai seluruh waktunya hanya untuk melakukan satu hal (misal: bekerja terus menerus, atau berhura-hura tak ada habisnya). Ada juga yang terpaku pada masa lalu. Ada yang hanya fokus pada hal-hal jangka pendek sehingga tidak siap menghadapi masa depan. Ada yang menilai seluruh waktunya dengan apa yang terjadi di satu waktu saja. Jika gagal, ia merasa hidupnya akan selalu gagal. Jika berhasil, ia sombong karena merasa tak akan bisa gagal. Tidak sedikit juga yang gagal menikmati masa sekarang. Daripada menikmati hal-hal yang ada di hadapan mereka, mereka lebih terpaku pada masa lalu ataupun terus mengejar ini itu dengan beralasan semuanya demi masa depan. Satu yang harus kita pahami adalah bahwa setiap waktu adalah berharga. Itu sebabnya kita harus belajar menghitung hari (Mzm. 90:12). Ya, hari, bukan bulan atau tahun. Artinya, hargai setiap waktu, dari waktu terkecil. Setiap waktu adalah berharga, bukan karena waktu adalah uang seperti pepatah dunia. Waktu berharga karena apa yang kita lakukan di setiap waktu kita di dunia ini akan berdampak pada waktu kita di kekekalan nanti. Karena itu, hanya memakai waktu untuk urusan dunia, mengejar kesuksesan jasmani atau ambisi pribadi, tentu tidak bijak. Memakai waktu untuk bersekutu dengan Allah, mengasihi keluarga, melayani sesama, serta juga beristirahat dan menjaga kesehatan, itu yang juga harus dilakukan. Hiduplah dengan fokus untuk melakukan kehendak Allah dalam segala hal, baik itu di pekerjaan, pergaulan, hingga waktu pribadi. Itulah cara bijak menghargai waktu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku dapat menghargai waktuku. Sehingga apapun yang aku lakukan semua dapat bermanfaat bagi hidupku saat ini maupun untuk persiapan masa depanku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Nama Baik YesusDiambil dari: Amsal 22:1 “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”Wonder Kids, coba bayangkan ada cap stempel yang ditekan ke kertas. Kalau cap itu bagus, gambarnya akan terlihat jelas dan rapi. Tetapi kalau capnya rusak, hasilnya juga jadi jelek. Nah, hidup seseorang juga seperti itu. Apa yang ia lakukan terus-menerus akan meninggalkan “jejak” tentang siapa dia sebenarnya. Itulah yang disebut reputasi atau nama baik.Nama baik tidak dibangun dalam satu hari. Nama baik dibentuk lewat banyak pilihan kecil: berkata jujur, menepati janji, bersikap baik, tidak curang, dan melakukan yang benar berulang kali. Tetapi nama baik juga bisa rusak karena satu pilihan yang salah. Karena itu, firman Tuhan berkata bahwa nama baik itu sangat berharga.Kalau kita memikirkan Yesus, kita melihat Pribadi yang tidak pernah mempunyai reputasi buruk karena dosa. Yesus sempurna. Semua yang Yesus lakukan selalu benar, penuh kasih, penuh hikmat, dan suci. Memang ada orang-orang yang menolak Yesus dan berbicara jahat tentang Dia. Tetapi itu bukan karena Yesus berbuat salah. Itu karena hati mereka tidak mau menerima kebenaran. Yesus tetap menunjukkan lewat hidup-Nya bahwa Ia adalah Pribadi yang kudus dan dapat dipercaya.Bahkan saat banyak orang salah paham tentang Yesus, Yesus tidak membalas dengan dosa. Ia tetap mengasihi, tetap mengajar kebenaran, dan tetap melakukan kehendak Bapa. Dari hidup Yesus, kita belajar bahwa nama baik yang sejati bukan dibangun dengan pura-pura terlihat baik di depan orang, tetapi dengan hidup yang sungguh benar di hadapan Tuhan.Wonder Kids, ini penting juga untuk hidup kita. Tuhan mau kita punya nama baik. Bukan supaya kita dipuji orang, tetapi supaya hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan. Saat kamu jujur, bertanggung jawab, tidak suka bohong, tidak curang, dan baik kepada orang lain, kamu sedang membangun nama baik yang menyenangkan hati Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu kebiasaan kecil yang bisa membantumu punya nama baik, misalnya berkata jujur, menepati janji, atau mengakui kesalahan. Lalu lakukan itu hari ini dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu benar, suci, dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya hidupku juga menunjukkan kejujuran, kebaikan, dan kesetiaan, sehingga aku boleh memiliki nama baik yang memuliakan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama baik dibangun lewat banyak pilihan kecil yang benar, dan Yesus adalah teladan sempurna bagi hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 18 Juni 2026Bacaan: Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (Yesaya 26:3)Renungan: Hidup adalah sekumpulan pilihan. Banyak alasan untuk membuat kita tertawa, tapi banyak orang memilih untuk kecewa. Banyak hal yang seharusnya membuat kita tersenyum, tapi banyak orang justru memilih untuk bersedih. Banyak hal yang seharusnya kita abaikan, tapi banyak orang justru mempersoalkan. Banyak hal yang seharusnya mudah dan sederhana untuk dijalani, tapi banyak orang memilih untuk ribet dan mempersulitnya. Banyak hal yang seharusnya kita syukuri, tapi banyak orang memilih untuk mengeluhkan hal-hal yang tidak ia miliki. Jika kita mau merenungkan lebih dalam, sesungguhnya hidup kita penuh dengan kebahagiaan, sayangnya kita tidak menyadarinya. Sebagai gantinya, kita justru memandang bahwa hidup kita seolah-olah hanya berisi penderitaan dan masalah saja. Lupa bahwa di dalam penderitaan sekalipun, kita bisa menemukan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan. Pilihlah yang baik, bukan yang buruk. Pilihlah yang mendatangkan sukacita, bukan yang mengundang kecemasan. Pilihlah untuk berbahagia, bukan takut dan khawatir. Semuanya itu mungkin terjadi kalau kita bisa menguasai hati. Menguasai hati untuk terus bersyukur, dan bukan iri karena membandingkan diri dengan orang lain. Bukankah berkat tidak selalu urusan materi? Di saat jiwa kita tenang dan hati kita damai, bukankah itu kebahagiaan yang jauh lebih berharga daripada sekadar kekayaan dan materi saja? Itulah sebabnya untuk bahagia tidak selalu berarti harus memiliki segalanya, melainkan bersyukur untuk semuanya. Seperti halnya sebuah kalimat bijak berkata, "Bukan karena bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi karena kita bersyukur maka kita jadi bahagia." Jika kita mengerti rahasia kehidupan ini, tidak ada alasan untuk kita melupakan segala kebaikan dan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima. Bahkan, di saat kita mengalami masa-masa yang paling sulit sekalipun, kita akan tetap merasakan ketenangan di dalam Tuhan. Di tengah badai kita merasakan damai! Apakah kita ketenangan jiwa seperti ini terjadi dalam hidup kita? Marilah kita ubah cara pandang kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan, bahkan di masa-masa sulit pun aku rindu Engkau hadir untuk memberi ketenangan padaku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Sejarah dan ImanDiambil dari: 1 Korintus 15:17 “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus tidak perlu sungguh-sungguh bangkit. Mereka berpikir mungkin cerita tentang Yesus cukup dipahami sebagai lambang saja. Maksudnya, mereka ingin berkata bahwa ajaran Yesus tetap baik walaupun kebangkitan-Nya tidak benar-benar terjadi. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan seperti itu.Firman Tuhan justru berkata dengan sangat jelas: kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka iman kita sia-sia. Wah, keras sekali ya. Artinya, iman Kristen tidak dibangun di atas cerita yang indah saja, tetapi di atas peristiwa yang sungguh terjadi. Yesus benar-benar mati, benar-benar dikuburkan, dan benar-benar bangkit. Kalau kebangkitan itu tidak nyata, maka tidak ada keselamatan yang sejati.Itulah sebabnya para rasul memberitakan Yesus sebagai Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Mereka tidak berkata, “Anggap saja ini lambang.” Mereka berkata bahwa Yesus benar-benar datang dari keturunan Daud, benar-benar disalibkan, dan benar-benar dibangkitkan oleh Allah. Jadi, iman Kristen adalah iman yang berdiri di atas kebenaran yang nyata.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang suka hal-hal yang terasa rohani, tetapi tidak mau menerima bahwa Tuhan sungguh bekerja dalam dunia nyata. Padahal Yesus tidak datang hanya untuk memberi ide bagus atau ajaran yang menyentuh hati. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia harus sungguh mati menggantikan kita dan sungguh bangkit mengalahkan maut.Kalau Yesus tidak bangkit, maka dosa kita masih belum dibereskan. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh bangkit. Itu berarti dosa kita bisa diampuni, hidup kita bisa diubahkan, dan kita punya pengharapan yang hidup. Jadi kita tidak percaya kepada lambang kosong. Kita percaya kepada Juruselamat yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh bangkit. Tolong aku hidup sebagai anak yang percaya kepada Juruselamat yang hidup.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak tinggal dalam kematian, tetapi sungguh bangkit dengan kemenangan. Tolong aku supaya imanku tidak kosong, tetapi sungguh berdiri di atas kebenaran-Mu yang hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman Kristen bukan cerita kosong, karena Yesus sungguh mati dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 Juni 2026Bacaan: Sikap yang tenang memanjangkan umur; iri hati memendekkannya." (Amsal 14:30)Renungan: Kesehatan tubuh kita memang sangat berkaitan dengan suasana hati kita. Ini bukan karena faktor makanan atau gaya hidup yang tidak sehat saja, melainkan lebih dari itu, yaitu tidak menjaga hati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres dan kondisi emosional yang tidak seimbang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik seseorang. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan yang kompleks antara pikiran, emosi, dan tubuh manusia. Ketika seseorang mengalami stres atau ketidakseimbangan emosional, sistem kekebalan tubuhnya dapat terpengaruh, meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. Hati yang tenang merupakan kondisi ketika ia tenang, damai, dan tenteram. Amsal 4:23 menyatakan "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan". Hati yang tenang dapat diartikan sebagai hati yang kudus, bebas dari dosa seperti kepahitan, dendam, iri hati, kesombongan. Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga hati karena hati yang bersih membawa ketenangan. Orang benar merasakan damai sejahtera, ketenangan, dan ketenteraman abadi karena "Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya (Yes. 32:17). Karena itu, menjaga hati agar tetap bersih dan penuh dengan kebenaran adalah kunci untuk mencapai ketenangan batin. Mari kita berusaha hidup benar sehingga hidup kita menjadi tenang dan tentram. Biarlah kita selalu menjaga hati kita agar tetap tenang dan serahkanlah segala kekhawatiran kita kepada Tuhan karena Tuhan yang lebih mengetahui segala isi hati kita. Sementara itu, kita juga berjalan di dalam kebenaran firman-Nya. Itulah yang akan menyegarkan tubuh, jiwa, dan hati kita. Hanya dekat Tuhan saja hati kita akan tenang karena hati yang tenang akan memperoleh kesegaran jiwa dan raga. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah kepahitan dari dalam hatiku, agar damai sejahtera-Mu menguasai hatiku. Amin. (Dod).
3 miliar lebih, merupakan uang yang sangat banyak yang mungkin kalau kita terima sampai saat ini, kita bisa saja bingung mau menggunakan untuk apa uang sebanyak itu. Itulah yang terjadi dengan perumpamaan talenta yang diberikan kepada 3 hamba dari seorang tuan yang akan pergi ke negeri yang jauh, dan berharap untuk ketiga hambanya mengelola dengan baik setiap talenta yang diberikan. Tetapi dalam perumpamaan ini, bukan soal angka, jumlah dan banyaknya yang dipercayakan atau diberikan, tetapi bagaimana hikmat, respon dan sikap kita dalam menanggapi setiap tanggung jawab yang di taruh di dalam tangan kita. Inilah yang Yesus mau ajarkan kepada kita tentang kerajaan sorga. Banyak dari kita Tuhan percayakan, anugerahkan sesuatu, tetapi terkadang respon kita dan cara kita memaknai setiap pemberian dari Allah tidak ada dalam perspektif yang benar. Lalu seperti apa respon yang benar dalam menyikapi setiap hal yang Allah taruh di tangan kita? Simak dalam Seri 2 - Makna & Respon, Ps. Charles Bessie | Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
SJV: A relatively new band but with high aspirations When someone loves what they do, no matter how challenging it is, they will definitely do it. That's what happened in the life of Jessie Paath, a wife, mother of her children, working three jobs, and also the vocalist of the SJV band (Sedulur Jawa Victoria). - Ketika seseorang menyukai apa yang dikerjakan, seberapa berat pun tantangannya, pasti akan dilakukan. Itulah yang terjadi dalam hidup seorang Jessie Paath, seorang istri, ibu dari anaknya, mempunyai tiga pekerjaan yang juga sebagi vokalis dari band SJV (Sedulur Jawa Victoria).
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 311 (Matius 27:11-26): Karena para imam kepala dan tua-tua Israel tidak memiliki kuasa politik, maka setiap keputusan hukuman mati harus datang dari otoritas Romawi. Itulah sebabnya mereka menyerahkan Yesus kepada Pilatus untuk dihukum mati. Bagaimana cara mereka mendesak Pilatus untuk menghukum mati Yesus?
Hutan Bulungan yang berpagar benteng karst raksasa kembali menyentak kesadaran antropologi kita lewat sebuah penemuan tak sengaja pada tahun 2018. Di sanalah sekelompok kecil pengembara yang menyebut diri mereka Punan Batu terbukti masih merawat denyut kehidupan nomaden yang murni. Mereka tidak sekadar bertahan hidup dari kemurahan rimba, melainkan menjadi penjaga setia rantai sejarah evolusi manusia yang kian terkikis zaman. Bagi saya, eksistensi mereka adalah cermin paling jernih untuk melihat bagaimana leluhur kita dahulu membangun harmoni sosial tanpa sekat kepemilikan. Di tengah lebatnya tajuk pohon, mereka tidak memerlukan gawai modern melainkan sepotong kayu sederhana yang ditancapkan tegak di tanah sebagai media sosial purba. Itulah tongkat pesan, sebuah mahakarya komunikasi non-verbal yang mampu menyampaikan sandi rahasia mulai dari rute perjalanan hingga jeritan darurat kelaparan. Setiap takikan dan gulungan daun yang disematkan di sana adalah simbol kebersamaan yang mengikat kelompok-kelompok cair ini dalam satu ekosistem sosial yang solid. Ketika tongkat-tongkat ini mulai patah dan ditinggalkan akibat pemukiman paksa, kita sebenarnya sedang menyaksikan runtuhnya sistem komunikasi paling jujur di bumi. Namun, di atas semua itu, jiwa terdalam Punan Batu justru tersimpan rapat dalam sayup nyanyian puitis Latala yang bergema di sela dinding gua. Bahasa lagu yang terisolasi secara genetis ini bukan sekadar alat hiburan sunyi, melainkan sejarah lisan yang meratapi takdir ruang hidup mereka yang kian menyempit. Kini, deru traktor kelapa sawit dan konsesi penebangan kayu mulai merangsek masuk merusak bentang alam tempat senandung purba ini dilahirkan. Menyelamatkan mereka berarti mendengarkan bait terakhir Latala sebelum hutan Bulungan kehilangan suara aslinya untuk selamanya.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 20 Mei 2026Bacaan: ".... Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14)Renungan: Adakah dari kita yang tidak pernah memikirkan masa depan kita? Perihal masa depan seringkali menggugah kecemasan diri sendiri karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Oleh sebab itu orang mulai menduga-duga, membuat prediksi, juga menyusun rencana untuk hidupnya di masa depan. Semua itu dilakukan karena manusia mengkhawatirkan kepastian dan keberlangsungan hidupnya. Ketidaktahuan manusia akan masa depan, menunjukkan ketidakberdayaan dan kelemahan manusia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya. Semua prediksi, perkiraan, rencana yang disusun, seringkali menunjukkan ego manusia yang hanya mengandalkan dirinya sendiri. Padahal kita tidak tahu rencana tersebut akan tercapai atau tidak. Dalam bacaan pada hari ini, kita ditanya, "Apa arti hidupmu? Apakah arti hidup kita yang tak berdaya ini? Terlebih bila kita hanya mengandalkan diri sendiri." Tentu hidup kita tidak akan ada artinya karena kita begitu lemah seperti yang digambarkan, yakni seperti uap yang hanya terlihat sebentar saja. Namun demikian di dalam ketidakberdayaan tersebut, Yakobus mengajak kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui kelemahan diri sendiri. Dalam pengakuan itu, kita diajak untuk hanya mengandalkan Tuhan dan sepenuhnya berserah kepada-Nya. Sekalipun tentunya kita diperbolehkan untuk memiliki rencana atas hidup kita, tetapi di dalam melakukan perencanaan kita tetap harus menyertakan Tuhan. Ini merupakan wujud penyerahan diri kepada Tuhan, yang membuahkan hidup bagi kita. Itulah arti hidup sesungguhnya. Mari maknai hidup ini dengan mengandalkan Tuhan dalam semua segi kehidupan kita. Libatkan Tuhan dalam membuat rencana, mengambil keputusan bahkan ketika mewujudkan rencana tersebut. Orang yang mengandalkan Tuhan adalah pribadi yang rendah hati karena ia menyadari akan keterbatasan dirinya sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengandalkan Engkau saja dalam hidup ini, sehingga damai sejahtera-Mu dapat tetap tinggal di hatiku, karena aku tahu bersama-Mu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod)
KATA PEMRED #27PinterPolitik.comMata uang sesungguhnya di Zhongnanhai bukan dolar dan bukan yuan. Ia adalah Taiwan, ditukar diam-diam dengan akses kapal-kapal Tiongkok yang sudah mulai melintasi Hormuz di bawah aturan baru Tehran.Itulah pertukaran sejati di balik foto 15 Mei lalu, ketika Donald Trump dan Xi Jinping berjalan beriringan di taman Zhongnanhai. Komunike menyebut Hormuz dan Taiwan di paragraf terpisah, tetapi tautannya sengaja tidak dituliskan. South China Morning Post mencatat paket persenjataan 11 miliar dolar untuk Taipei, disetujui Kongres Desember 2025, hingga hari ini belum dikirim dari Pentagon. Beijing tidak memintanya dibatalkan; cukup memintanya tetap di rak.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sherly dari Paroki Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 18: 9-18; Mazmur tg 47: 2-3.4-5.6-7; Yohanes 16: 20-23a.JANGAN REMEHKANPENYESALAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jangan Remehkan Penyesalan. Untukkesekian kalinya Sandro, remaja yang hendak masuk universitas itu, minta maafkepada ibunya: "Maafkan aku Mama, saya sangat menyesali perbuatan saya.Saya berjanji tak ulangi lagi perbuatan itu". Sandro hanya menggunakanuang untuk jalan-jalan dan pacaran, uang yang sebenarnya untuk persiapannyamasuk kuliah. Ia menunduk dan memeluk ibunya. Semua berharap supaya janjiSandro untuk berubah itu menjadi kenyataan. Tetapi setiap janji kita untuk berubah dari kesalahan atau dosa akanterwujud seperti yang diharapkan harus melalui penyesalan. Penyesalan adalahrasa malu, sedih, sakit, derita dan tidak menyenangkan karena telah berbuatkesalahan dan dosa. Bahkan sikap benci, marah dan tidak suka terhadap kesalahandan dosa juga menjadi bagian penting dari suatu penyesalan. Orang yang menyesalmenunjukkan bahwa ia marah dan sakit dengan perbuatan tersebut. Jadi orang tidak boleh menganggap remeh penyesalan, menyangkal ataumempermainkannya. Yesus Kristus memberikan nasihat bahwa penyesalan mestidinikmati. Setiap pengikut-Nya akan menangis dan diliputi rasa sedih ataspengalaman kekurangan atau suatu ketidakmampuan seperti yang dialami para muridYesus. Ini merupakan suatu hal yang biasa dan selalu kita hadapi. Tetapi semua itu akan diatasi dengan penghiburan dari Roh Kudus.Penghiburan dan pertolongan yang kita terima setelah penyesalan juga merupakan suatupengalaman rutin kita. Setelah menangis dan sedih, orang tersenyum danbersemangat kembali. Namun suatu penyesalan dipandang paling efektif yaitu jikaitu dilakukan atas dosa-dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Bayangkan saja, ada sebuah kesalahan yang dilakukan lalu yang bersangkutanmau bertobat, memperbaiki diri, tetapi tidak mau menyesali perbuatannya! Sayamencuri uang teman. Lalu mengakui perbuatan itu, saya akan mengembalikan uangdan berjanji tak mencuri lagi, tapi saya tak menyesali perbuatan saya. Apa yang terjadi? Saya tidak punya perasaan malu dan sedih. Saya juga tidakmerasakan betapa sakit dan ruginya teman saya. Tak ada lagi ruang di hati sayauntuk maaf dan respek pada orang lain. Itulah akibatnya kalau kita tak punyapenyesalan. Menyesali diri secara benar akan membuat maaf kita tulus, dan akanmembantu kita untuk tidak tergoda melakukan kesalahan yang sama lagi. Jadi sekali lagi, jangan pernah menganggap remeh penyesalan itu. SemogaAnda dan saya termasuk orang-orang yang menganggap positif dan penting untuksebuah penyesalan. Setiap kesalahan menuntut adanya penyesalan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, bantulah kami selalu untuk memiliki penyesalanmendalam atas setiap kesalahan dan dosa yang kami lakukan, agar kami dapatbertobat sesungguhnya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Plinius Muda? Diambil dari: 2 Korintus 12:10 “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang seorang tokoh bernama Plinius Muda. Ia adalah seorang pejabat Romawi yang hidup pada zaman gereja mula-mula. Plinius Muda bukan orang Kristen. Bahkan, ia tidak suka kepada orang-orang Kristen. Tetapi ia pernah menulis surat tentang mereka, dan surat itu masih disimpan sampai sekarang.Dalam salah satu suratnya, Plinius Muda menceritakan bahwa orang-orang Kristen tetap setia kepada Kristus. Mereka berkumpul untuk menyanyi bagi Kristus dan hidup dengan sungguh-sungguh. Ini penting sekali, karena dari surat itu kita bisa melihat bahwa sejak awal, orang Kristen memang benar-benar percaya kepada Yesus dan beribadah kepada-Nya.Plinius Muda mungkin tidak mengerti mengapa orang-orang Kristen begitu setia. Bagi dia, mungkin itu aneh. Tetapi bagi orang-orang percaya, kekuatan mereka bukan berasal dari diri sendiri. Kekuatan mereka datang dari Tuhan. Itulah sebabnya firman Tuhan dalam 2 Korintus 12:10 berkata, “jika aku lemah, maka aku kuat.” Saat kita merasa lemah, takut, atau sedih, Tuhan bisa memberi kekuatan supaya kita tetap setia.Wonder Kids, mungkin kamu juga pernah merasa lemah. Mungkin kamu takut diejek karena percaya kepada Yesus. Mungkin kamu merasa sulit untuk tetap jujur, tetap baik, atau tetap taat. Tetapi ingat, Tuhan bisa memberi kekuatan pada saat kita merasa lemah. Kita tidak harus menjadi kuat dengan kekuatan kita sendiri. Kita bisa bersandar kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa lemah atau takut hari ini, berhentilah sebentar dan berdoalah singkat, “Tuhan Yesus, tolong kuatkan aku untuk tetap setia kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena saat aku lemah, Engkau bisa membuatku kuat. Tolong aku untuk tidak mengandalkan diriku sendiri, tetapi bersandar kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu lemah, Tuhan Yesus sanggup memberi kamu kekuatan untuk tetap setia. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBerharga di Mata TuhanDiambil dari: Amsal 31:30 (TB)“Pesona adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”Wonder Kids, di salah satu bagian Injil Thomas, ada perkataan yang terdengar seperti mengatakan bahwa perempuan harus “menjadi laki-laki” supaya bisa diselamatkan. Itu bukan ajaran yang kita temukan dalam Alkitab. Dalam Injil yang asli — Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes — Yesus justru menghormati perempuan.Yesus berbicara dengan perempuan Samaria ketika orang lain menghindarinya. Yesus menyembuhkan dan menguatkan banyak perempuan. Perempuan-perempuan adalah saksi pertama kebangkitan Yesus. Paulus juga menyebut banyak perempuan sebagai rekan pelayanan (misalnya dalam Filipi 4:3).Alkitab mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:27). Nilai seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh kenyataan bahwa ia diciptakan dan dikasihi Tuhan. Itulah sebabnya ajaran yang merendahkan perempuan tidak sejalan dengan firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hormati semua orang. Ingat bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan setiap orang dengan nilai yang sama di hadapan-Mu. Tolong aku menghormati dan mengasihi semua orang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Di dalam Kristus, setiap orang berharga. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahAllah Sang Pencipta, Bukan CiptaanDiambil dari: Roma 1:25 (TB)“Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja serta menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya…”Wonder Kids, dalam beberapa bagian Injil Thomas, ada ajaran yang berbeda dengan Alkitab. Salah satu perbedaannya adalah tentang siapa Allah itu. Ada bagian yang terdengar seperti mengatakan bahwa Allah dan dunia ini pada dasarnya adalah satu. Cara berpikir seperti itu disebut pantheisme — yaitu keyakinan bahwa segala sesuatu adalah Allah. Tetapi Alkitab mengajarkan sesuatu yang berbeda.Dalam Kejadian 1:1 dikatakan: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Artinya Allah adalah Pencipta. Dunia ini adalah ciptaan. Allah tidak sama dengan pohon, batu, gunung, atau manusia. Ia menciptakan semuanya, tetapi Ia berbeda dan lebih tinggi dari ciptaan-Nya.Dalam Yohanes 1:14 dikatakan bahwa Firman itu menjadi manusia. Itu berarti Yesus datang ke dunia — bukan karena Ia bagian dari dunia, tetapi karena Ia adalah Tuhan yang datang menyelamatkan dunia. Perbedaan ini sangat penting. Kalau kita menyembah ciptaan, kita salah arah. Kita harus menyembah Pencipta.Itulah sebabnya gereja mula-mula sangat berhati-hati. Tulisan yang mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran tentang Allah tidak bisa diterima sebagai firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pastikan kamu menyembah Allah yang benar — Allah yang menciptakanmu dan mengasihimu.Mari kita berdoa:Tuhan, Engkaulah Pencipta langit dan bumi. Tolong aku tidak menyembah hal-hal yang salah, tetapi hanya Engkau saja. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Kita menyembah Sang Pencipta — bukan ciptaan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Dipakai dan DiakuiDiambil dari: Kisah Para Rasul 2:42 (TB)“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan…”Wonder Kids, ada satu ujian lagi yang dipakai gereja mula-mula untuk mengenali kitab-kitab Perjanjian Baru. Ujian ketiga adalah: Apakah kitab itu dipakai secara luas dan diterima oleh jemaat sejak awal?Kalau sebuah kitab benar-benar berasal dari Tuhan, maka jemaat-jemaat di berbagai tempat akan membacanya, mengajarkannya, dan mengakuinya sebagai firman Tuhan. Kitab-kitab seperti Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan surat-surat Paulus sudah digunakan sejak awal oleh banyak gereja. Mereka dibacakan dalam ibadah, diajarkan kepada jemaat, dan diterima sebagai pengajaran rasuli.Sebaliknya, ada tulisan-tulisan lain yang muncul belakangan dan tidak digunakan secara luas oleh gereja mula-mula. Tulisan-tulisan itu tidak lulus ujian ini. Artinya, kanon bukan diputuskan hanya oleh satu orang atau satu pertemuan. Itu adalah pengakuan yang bertumbuh secara alami di antara jemaat-jemaat yang setia kepada ajaran rasul. Seperti dalam Kisah Para Rasul 2:42, jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Itulah standar mereka.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bangun hidupmu di atas firman yang telah dipegang teguh oleh gereja sejak awal.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memimpin gereja-Mu sejak awal untuk mengenali firman-Mu yang benar. Tolong aku bertekun dalam pengajaran yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan bukan hanya benar — ia telah diuji dan dipegang teguh oleh umat Tuhan sepanjang sejarah. Tuhan Yesus memberkati.
Jangan pernah terlalu percaya pada deretan data masa lalu yang terlihat begitu mulus dan meyakinkan. Lihatlah nasib si kalkun itu. Selama seribu hari hidupnya, ia selalu diberi makan tepat waktu oleh sang peternak hingga ia merasa sangat disayang dan merasa paling aman di dunia. Berdasarkan statistik seribu hari yang tak pernah meleset itu, si kalkun membuat kesimpulan ilmiah yang mantap: peternak adalah sahabat terbaik yang akan selalu menjamin perutnya kenyang sampai kapan pun. Namun, statistik seribu hari itu justru berubah menjadi jebakan maut tepat di hari ke-seribu satu. Ketika hari raya tiba, teori kebahagiaan si kalkun runtuh seketika bersamaan dengan ayunan pisau tajam yang hinggap di lehernya. Itulah hakekat Black Swan: sebuah peristiwa tunggal yang benar-benar tak terduga, namun memiliki kekuatan dahsyat untuk menghapus seluruh sejarah kenyamanan kita dalam sekejap mata. Apa yang dianggap sebagai bukti keamanan selama ribuan hari ternyata hanyalah akumulasi risiko yang sedang menunggu waktu untuk meledak. Maka, pesan moralnya jelas: jangan pernah mau jadi kalkun di tengah badai ketidakpastian dunia modern ini. Jangan mudah terbuai oleh ramalan-ramalan indah para ahli yang hanya pandai melihat spion masa lalu tanpa sadar ada jurang di depan mata. Kita butuh sikap waspada yang ekstra, butuh keraguan yang sehat terhadap kemapanan, dan jangan pernah menaruh seluruh nasib kita pada satu kebaikan "peternak" yang bisa berubah jadi algojo kapan saja. Di dunia yang cair ini, mereka yang selamat bukanlah yang paling banyak punya data, melainkan mereka yang paling siap menghadapi kejutan yang paling pahit sekalipun.
Hai, Bibliobesties!
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 30 Maret 2026Bacaan: "....tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:2)Renungan: Ada seorang Profesor Jerman yang begitu baik sehingga membuat para mahasiswanya kagum dan bertanya-tanya. Beberapa dari mereka bertekad mencari tahu apa rahasianya. Pada suatu hari, mereka menyuruh seseorang untuk bersembunyi di ruang belajar tempat sang profesor melewatkan waktunya setiap malam. Akhirnya ia datang juga dalam keadaan sangat capai. Tapi ia duduk dan selama satu jam mempelajari Alkitab. Lalu menundukkan kepala serta memanjatkan doa, kemudian menutup Kitab Sucinya. Setelah itu ia berkata, "Tuhan Yesus, kita masih memiliki hubungan lama yang sama." Hubungan kita dengan Tuhan Yesus merupakan hal yang paling utama dalam hidup ini. Itulah sebabnya kita wajib memeliharanya baik-baik. Bagaimana caranya? Seperti kata Pemazmur: suka melakukan perintah Tuhan dan merenungkannya siang malam. Bukankah kita punya waktu untuk menyalurkan hobi atau kegemaran kita di tengah kesibukan sehari-hari? Alasannya, karena itu penting bagi kita. Maka apabila hubungan akrab dengan Tuhan Yesus kita anggap penting, tentunya kita selalu rindu menyediakan waktu bagi Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengutamakan Engkau di atas segala sesuatu. Ingatkanlah aku agar senantiasa menjaga hubungan akrab dengan-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Maret 2026Bacaan: Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" (Kejadian 4:9)Renungan: Seseorang berkata, "Seorang kakak kadang suka memosisikan dirinya sebagai bos, tetapi dalam masa-masa sulit, dia akan membela saudaranya yang lebih muda, berapa pun harga yang harus dia tanggung. Di dalam diri seorang kakak, kita bisa melihat gambar seorang ayah. Siapa pun saudara kita, kita tidak punya pilihan. Kita hanya harus menerimanya dengan bangga dan sukacita. Seorang saudara akan mendengarkan masalah kita dan memberi nasihat yang baik Seorang saudara dapat membawa sukacita bagi keluarga, pelukan yang baik, tertawa dan menyenangkan." Itulah 'The Good Brother'! Tidak demikian dengan Kain. Kain bukan 'The Good Brother', tetapi 'The Bad Brother'. Beberapa hal berikut membuktikan bahwa Kain adalah 'The Bad Brother'. 1. Kain iri hati kepada saudaranya sendiri. Kain dan persembahannya memang tidak diperkenan Tuhan, tetapi bukan berarti itu bisa dijadikan alasan yang layak untuk dia iri hati kepada Habel. Bukankah tanggung jawab ada di masing-masing pribadi? Seharusnya Kain introspeksi diri, dan sebagai saudara, seharusnya dia tetap bersyukur karena Habel dan persembahannya diperkenan Tuhan, bukannya iri hati. Orang yang iri hati dengan keberhasilan saudaranya adalah seorang saudara yang buruk.2. Kain merasa bukan seorang penjaga saudara mudanya. Dengan lantang Kain berkata, "Apakah aku penjaga adikku?" "Penjaga" bisa dimengerti seperti seorang bodyguard, juga bisa dimengerti sebagai seorang pengawas. Kalaupun tidak bertindak seperti seorang bodyguard, jawaban Kain tersebut tetap salah, karena dia menyangkal bahwa dirinya adalah orang yang seharusnya mengawasi adiknya. Artinya, dia tidak bertindak sebagai pengganti ayahnya, terutama ketika mereka berada jauh dari rumah. Masakan dia sama sekali tidak tahu keberadaan Habel, adiknya? Jawaban Kain menunjukkan bahwa dia adalah seorang 'the bad brother', yaitu tidak ada kepedulian sama sekali kepada saudaranya.3.Kain membunuh adiknya. Tidak bisa dimungkiri lagi bahwa inilah wujud nyata seorang 'the bad brother'. Lebih parah lagi, pembunuhan ini sudah direncanakan dan disertai dengan tipu muslihat. Pasti Habel tidak menyangka kalau kakaknya merencanakan sesuatu yang jahat. Kita bisa bayangkan betapa tenang dan tulusnya hati Habel ketika Kain mengajaknya pergi ke padang. Sungguh, pembunuhan keji, pembunuhan tingkat satu. Tidak jarang hubungan antar saudara diselingi dengan perselisihan atau pertengkaran. Sekalipun begitu, tetaplah menjadi seorang 'the good brother'. Jauhkan iri hati, dendam, rencana jahat, dan tipu muslihat terhadap saudara kita, sebab tanpa curiga dia hidup bersama dengan kita. Jangan menjadi 'the bad brother', karena Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban dari kita atas kepercayaan yang Dia berikan untuk menjagai saudara kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk keberadaan saudaraku. Mampukan aku untuk terus bersikap benar kepadanya, sehingga dia merasa nyaman hidup bersamaku. Amin. (Dod).
Terjemahan Bahasa IndonesiaBerikut lanjutan terjemahan Surah Al-Hadid ayat 11–19:(11) Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) baginya dan dia akan memperoleh pahala yang mulia.(12) (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka (dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada kabar gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung.”(13) Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami, agar kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.” Dikatakan (kepada mereka), “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu di antara mereka dipasang dinding yang memiliki pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada azab.(14) Mereka (orang-orang munafik) memanggil mereka (orang-orang mukmin), “Bukankah kami dahulu bersama kamu?” Mereka menjawab, “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, menunggu (kehancuran kami), ragu-ragu, dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang sangat penipu.”(15) Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu adalah neraka. Dialah pelindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.(16) Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusyuk mengingat Allah dan (mematuhi) kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah diberi Kitab sebelumnya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik.(17) Ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah matinya. Sungguh, Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti.(18) Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (balasannya) kepada mereka, dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.(19) Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka itu adalah orang-orang yang benar (shiddiqin) dan para saksi (syuhada') di sisi Tuhan mereka. Mereka memperoleh pahala dan cahaya mereka. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KONSISTENSIDiambil dari: Kolose 1:17 “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.”Wonder Kids, bayangkan ada dua orang yang menceritakan satu peristiwa yang sama. Kalau ceritanya benar-benar berbeda, kita akan ragu apakah peristiwa itu sungguh terjadi. Tetapi kalau ceritanya mirip, walaupun tidak persis sama, kita justru bisa percaya bahwa peristiwa itu memang benar.Begitu juga dengan Injil. Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes menuliskan kisah tentang Yesus. Ada bagian yang sama, ada bagian yang berbeda. Tetapi perbedaannya bukan karena mereka mengarang cerita, melainkan karena mereka melihat peristiwa yang sama dari sudut pandang yang berbeda.Kalau semua Injil ditulis persis sama kata demi kata, justru kita bisa curiga bahwa mereka bekerja sama untuk menyalin satu cerita. Tetapi karena ada perbedaan kecil dan juga banyak kesamaan besar, kita bisa melihat bahwa mereka menulis dengan jujur apa yang mereka ketahui.Semua Injil sepakat tentang hal yang paling penting: Yesus adalah Anak Allah, Ia mati di kayu salib untuk dosa kita, dan Ia bangkit dari kematian. Itulah inti Injil yang tidak pernah berubah.Wonder Kids, Tuhan tidak mau kita bingung karena perbedaan kecil dalam cerita Alkitab. Tuhan mau kita melihat kebenaran besar yang sama di dalam semua Injil.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu membaca dua cerita Alkitab yang mirip tetapi tidak sama persis, jangan bingung. Ingatlah bahwa Tuhan sedang mengajar kita lewat sudut pandang yang berbeda tentang Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami firman-Mu yang benar. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perbedaan kecil, tetapi melihat kebenaran besar tentang Yesus di dalam Alkitab. Ajari aku untuk semakin mengenal Engkau melalui firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, perbedaan kecil dalam Injil tidak merusak kebenaran besar—Yesus adalah Juruselamat kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah DAYA INGAT YANG LUAR BIASADiambil dari: Yohanes 21:25 “Masih banyak hal-hal lain yang diperbuat Yesus. Jika semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”Wonder Kids, pada zaman Tuhan Yesus, anak-anak Yahudi sudah mulai belajar menghafal Kitab Suci sejak kecil. Mereka menghafal Taurat: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Itu berarti mereka menghafal banyak sekali ayat Alkitab.Karena terbiasa menghafal, orang-orang pada zaman itu memiliki daya ingat yang sangat baik. Para murid Yesus juga terbiasa mendengarkan dan mengingat ajaran-Nya. Mereka menyimpan perkataan Yesus di dalam hati mereka sebelum semuanya dituliskan dalam Injil.Itulah sebabnya, ketika Injil ditulis, para penulis Injil dapat menuliskan kembali ajaran dan perbuatan Yesus dengan baik. Mereka tidak asal menulis, tetapi mengingat dan menceritakan apa yang benar-benar terjadi.Injil tidak hanya berisi cerita singkat, tetapi kesaksian yang lengkap tentang hidup Yesus: apa yang Ia ajarkan, apa yang Ia lakukan, bagaimana Ia mati, dan bagaimana Ia bangkit. Semua itu diingat dan disampaikan dengan setia oleh para murid.Wonder Kids, Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan untuk mengingat. Tuhan mau kita memakai kemampuan itu untuk mengingat firman-Nya dan perbuatan-Nya yang baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, cobalah menghafal satu ayat Alkitab hari ini atau mengingat kembali satu cerita tentang Yesus yang pernah kamu dengar, lalu ceritakan kembali kepada orang lain.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi kami kemampuan untuk mengingat. Tolong aku supaya memakai ingatanku untuk menyimpan firman-Mu di dalam hati dan menceritakan tentang Yesus kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Tuhan memberi kita ingatan supaya kita bisa mengenal dan mengingat Yesus dengan baik. Tuhan Yesus memberkati.
Episode "Menjual Berbasis Kelebihan Kita" mengajak kita melihat dunia sales dari sudut yang jauh lebih manusiawi bahwa menjual tidak selalu harus dimulai dari kemampuan bicara yang paling meyakinkan, penampilan yang paling mencolok, atau gaya persuasi yang paling agresif. Justru, kekuatan terbesar seorang penjual sering kali lahir dari kelebihan personal yang unik—cara berpikir, cara membangun relasi, cara menganalisis situasi, atau cara memahami kebutuhan orang lain. Itulah benang merah yang membuat episode ini terasa relevan, membumi, dan sangat layak didengarkan.Lewat kisah Sarah, kita akan diajak masuk ke sebuah cerita yang sederhana tetapi sangat kuat. Sarah bukan sosok sales yang "stereotip sukses", ia tidak nyaman menjual dengan cara keras, tidak menikmati presentasi yang penuh pamer keunggulan produk, dan bahkan sempat merasa ingin menyerah. Namun justru dari titik itu, muncul pelajaran penting bahwa performa penjualan bisa melonjak ketika seseorang menjual dengan kekuatan alaminya sendiri. Dalam kasus Sarah yaitu belajar cepat, berpikir analitis, dan menyusun solusi yang tepat bagi klien.Episode ini juga membahas refleksi lainnya yang lebih luas tentang para sales terbaik, yang ternyata unggul bukan karena satu formula tunggal, melainkan karena mereka mengenali kekuatan masing-masing. Ada yang hebat karena mampu menjelaskan dengan jernih, ada yang unggul karena jaringan sosialnya luas, ada yang menang karena piawai membangun kedekatan personal, dan ada juga yang kuat karena mampu menjaga relasi dengan detail yang tidak dilupakan pelanggan. Episode ini memperlihatkan bahwa tidak ada satu gaya jualan yang cocok untuk semua orang.
Berpuasa itu tujuannya mulia, namun apa jadinya jika pahala yang sudah dikumpulkan seharian mendadak minus gara-gara adu mulut dengan teman sok sukses saat acara bukber? Itulah mengapa matematika dosa dan pahala ("min kali min jadi plus") perlu dikaji ulang di sini.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 24 Desember 2025Bacaan: "Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora." (Kejadian 13:10)Renungan: Walter Elias Disney atau lebih dikenal dengan nama Walt Disney dulunya adalah seorang pengangguran. Karena punya bakat menggambar, ia mencoba mengirim hasil gambarnya kepada beberapa penerbit namun ditolak. Keadaan itu membuatnya frustrasi. Bahkan saking tak punya uang, la mesti tinggal di sembarang tempat, di sebuah gudang tua yang kotor dan dipenuhi tikus-tikus. Siapa sangka berkat justru datang dari tempat yang kotor tersebut. Ya, saat melihat tikus-tikus berkeliaran itu, muncul ide di pikiran Disney untuk membuat tokoh kartun dari sosok tikus. Itulah awal bagaimana Mickey Mouse tercipta. Ide ini begitu unik sehingga menarik industry film untuk membuat film animasinya. Selanjutnya, kita tahu bagaimana cerita akhirnya. Saat Lot melihat tanah Sodom yang sangat subur, ia melihat tempat itu penuh berkat. Apa yang kelihatan menjanjikan, nyatanya di kemudian hari malah menjerumuskan. Sebaliknya, Abraham mulanya mungkin hanya melihat tanah Kanaan yang gersang, yang jauh dari kata subur, namun ujungnya tanah itu limpah dengan susu dan madu. Apa yang kita lihat hari-hari ini dalam pekerjaan kita ? Mungkin kita melihat hal yang masih kecil, sesuatu yang belum menjanjikan apa-apa, atau hal yang jauh dari berkat. Namun apa yang kita lihat hari ini seolah nampak hanya 'batu', suatu saat dapat berubah menjadi 'berlian' jika saja kita mau tetap setia ada di situ. Ketahuilah, Allah mampu memunculkan berkat dan kebaikan dari hal-hal, dari tempat yang tak pernah kita duga sama sekali. Maka, jangan mengecilkan pekerjaan dan usaha kita hari ini. Jangan meremehkan tempat kerja yang kecil, perusahaan yang belum maju. Ingatlah bahwa yang memberi berkat itu adalah Kristus sendiri. Pekerjaan, atasan, usaha hanyalah saluran-Nya. Jika hubungan kita dengan Allah benar, tidak mungkin berkat-Nya tidak mengalir dalam hidup kita. Maka dari itu, mari jalin relasi yang intim, yang rukun, yang tak ada permusuhan dengan Tuhan. Niscaya, la akan memerintahkan berkat-berkat tercurah dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk setia dan bersyukur atas pekerjaan yang saat ini aku kerjakan. Lepaskanlah sungut-sungut dan gerutuanku, agar tidak menjadi penghalang bagi berkat-Mu masuk dalam diriku dan tempat kerjaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 20 Desember 2025Bacaan: Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN. " (Ayub 1:21)Renungan: Pelari berkebangsaan Amerika, Eddie Hart melewatkan lomba pemanasan untuk perlombaan lari 100 meter dalam Olimpiade 1972 di Munich. Akibatnya, dia kehilangan kesempatan untuk memenangkan medali emas dalam perorangan. Akan tetapi dia tidak menyerah. Dia menerima kenyataan itu dengan cara pandang yang baik. Eddie berkata, "Tidak semua yang kita kejar selalu berhasil kita raih. Itulah mungkin pelajaran yang saya dapatkan dalam hal ini. Ada kalanya dalam hidup ini kita mungkin tidak mendapatkan kenaikan gaji seperti yang kita inginkan. Kita harus belajar hidup dengan kekalahan-kekalahan kita. Dan atletik itu sangat berharga karena semuanya adalah menyangkut menang kalah. Sebelum kita menjadi pemenang yang baik, kita harus tahu bagaimana caranya menerima kekalahan". Kenyataan hidup ini terkadang sulit kita terima. Terutama ketika apa yang kita harapkan tidak terwujud. Dan terlebih saat apa yang kita takutkan justru terjadi. Penulis Amsal mengatakan, "Harapan yang tertunda menyedihkan hati, apalagi jika harapan, impian, dan cita-cita yang begitu diinginkan harus gugur begitu saja." (Amsal 13:12). Karena itu, kita perlu belajar menerima kenyataan dengan tabah dan berlapang dada. Seperti Ayub yang mengembalikan segalanya pada Tuhan, "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil." Bahkan Ayub mempersembahkan korban jika saja anak-anaknya melakukan kesalahan di hadapan Tuhan. Kita juga perlu mengoreksi diri kita sendiri, apakah kegagalan yang terjadi adalah kesalahan kita ataukah ada faktor-faktor lain yang di luar kendali kita. Kita harus terus segera bangkit dari kegagalan kita dan memperbaiki semua kesalahan yang kita lakukan. Kita harus terus maju dan optimis dalam melangkah. Kita harus terus menabur agar kelak kita menuai hasil yang berkelimpahan. Kenyataan tidak selalu seperti yang kita harapkan, tetapi jika kita tekun, sabar, dan mau berusaha maka segalanya tidak akan sia-sia. Tuhan akan selalu memberkati kita dan memberi yang terbaik jika kita mau berusaha dan terus bangkit dari kegagalan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk percaya pada kehendak dan rencana-Mu, sehingga ketika sesuatu terjadi tidak seperti yang aku inginkan, aku tidak kecewa karena aku tahu rencana-Mu lebih indah dari rencanaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 8 Desember 2025Bacaan: "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadamu, ke dalam bait Mu yang kudus." (Yunus 2:7) Renungan: Ketika Yunus berada dalam perut ikan, ia pun memanjatkan doanya, "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadamu, ke dalam bait Mu yang kudus." Tidak dapat dibayangkan bagaimana perih dan letihnya hati Yunus ketika ia memanjatkan doa tersebut. Doa itu menyadarkan kita, bahwa terkadang kita hanya ingat kepada Tuhan saat melalui masa sukar dan penderitaan. Menariknya, kasih Tuhan itu tidak dibatasi dengan kesalahan kita. Keluarbiasaan kasih Tuhan itu digambarkan melalui kisah seorang anak hilang yang pergi menghabiskan harta bapanya, setelah kehabisan uang dan mengalami penderitaan, ia pun kembali kepada bapanya dan bapanya menerimanya dengan penuh sukacita. Itulah gambaran kasih Tuhan, suatu hal yang sulit diterima oleh akal manusia. Kasih Tuhan tidak terhalang oleh apapun. Tuhan tidak menutup telinga di saat kita benar-benar tertekan, terdesak, butuh pertolongan-Nya dan merasakan keletihan jiwa.Ketika keletihan jiwa menerpa kita, seruan kepada Tuhan menjadi kemenangan yang akan menghampiri hidup kita. Adalah baik jika kita mengingat Tuhan ketika jiwa kita merasa letih. Tetapi lebih baik lagi, jika dalam keadaan aman dan nyaman, kita tetap memelihara hubungan dengan-Nya. Jangan hanya saat genting dan bahaya menyerang, kita baru berseru kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berikanlah kekuatan kepadaku saat aku mengalami keletihan jiwa. Ampuni aku kalau terkadang aku hanya mengingat dan mencari Engkau saat hidupku dalam bahaya dan terdesak oleh berbagai masalah. Kini sendengkanlah telinga-Mu dan dengarlah seruanku di masa kesesakanku ini. Jangan biarkan aku putus asa dalam menghadapi masalahku ini tetapi bersegeralah menolong aku. Yesus, kasihanilah aku yang saat ini mengalami keletihan jiwa. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 6 Desember 2025Bacaan: "Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita." (Lukas 19:6)Renungan: Menjadi buah bibir bisa menyenangkan dan juga bisa tidak menyenangkan. Akan menyenangkan bila apa yang dibicarakan adalah hal-hal yang baik. Tetapi menjadi tidak menyenangkan bila yang dibicarakan adalah hal-hal yang tidak baik. Hal itu seperti yang dialami Zakheus. Pada mulanya Zakheus adalah sosok yang tidak menyenangkan. Ke mana saja ia melangkah pastilah sorot mata sinis dan benci selalu mengikutinya. Itulah risikonya sebagai seorang pemungut cukai. Cap orang berdosa sudah begitu melekat pada diri Zakheus sehingga orang-orangpun heran melihat Yesus yang suci mau menginap di rumahnya. Tetapi setelah Zakheus bertobat, ia menjadi buah bibir malaikat-malaikat di sorga karena pertobatannya. Apakah kita telah menjadi buah bibir karena hal-hal yang tidak baik yang telah kita lakukan? Kita tidak akan dapat meredam semua pembicaraan orang yang jelek-jelek tentang kita kecuali kita mampu menghasilkan buah roh yang baik dalam hidup kita. Kita tidak akan mampu menghasilkan buah roh kecuali kita menerima Yesus dalam hidup kita. Mari kita belajar seperti Zakheus, yang menerima Yesus masuk di dalam hatinya, sehingga ia menjadi buah bibir yang baik. Yesus akan mengubahkan kehidupan kita sehingga kita yang tadinya selalu menjadi buah bibir yang jelek karena sifat kikir, pemarah, suka gosip, suka ngutang, suka berdukun dan sebagainya sekarang berubah menjadi baik. Perubahan hidup kita adalah Injil terbuka yang siap dibaca semua orang. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, masuklah dalam hidupku, aku mau menerima Engkau sebagai Tuhan dan juruselamat dalam hidupku. Ubahlah setiap pikiran, perkataan dan perbuatanku, sehingga apa yang kupikirkan, kukatakan dan kuperbuat sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 15 November 2025Bacaan: "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibrani 12:15)Renungan: Suatu ketika saat saya naik bus Transjakarta, jalur bus dipakai oleh kendaraan lain karena macet maka bus Transjakarta yang saya tumpangi keluar jalur dan berjalan di sebelah kiri mepet dengan trotoar. Tiba-tiba bus tersebut menyerempet seorang ibu yang sedang mengendarai motor, motornya terbalik dan kaki si ibu tertindih motor sementara badannya tengkurep di trotoar jalan. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba bermunculan anak remaja tanggung yang jumlahnya sekitar 15 an, mereka terlihat seperti preman-preman yang kemudian berteriak-teriak menyuruh bus berhenti sambil memukul mukul bus tersebut dan menghadang di depannya. Wajah mereka begitu beringas. Namun akhirnya masalah dapat diselesaikan oleh petugas patroli. Keadaan ekonomi yang kurang dan pendidikan yang rendah dapat membuat seseorang melakukan sesuatu kebrutalan tanpa pikir panjang. Itulah yang sering terjadi di negara kita saat ini. Banyak orang yang mempunyai hobby baru yaitu merusak, menyerang, membunuh dan menghancurkan. Kitab Suci sendiri sudah menubuatkan bahwa keadaan manusia pada akhir zaman itu tidak dapat mengekang diri, garang, tidak berpikir panjang dan lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah (2 Tim 3:1-4) Lalu bagaimana dengan kita sebagai pengikut Yesus? Apakah kita termasuk dalam bilangan orang-orang yang seperti dinubuatkan tersebut? Sering secara tidak sadar perkataan kita menyakiti orang banyak, tatapan mata sinis kita telah menyinggung perasaan orang lain. Kalau bisa kita tanyakan kepada suami, istri, anak-anak, orang tua dan sahabat, sudah berapa sering kita menyakiti dan mengecewakan mereka? Mungkin sudah terlalu banyak sampai pasangan kita sudah terlalu muak dan ingin meninggalkan kita. Atau anak-anak menjadi takut setiap kali papa pulang, karena sudah terlalu sering disakiti olehnya. Marilah kita menyadari bahwa setiap pribadi yang hadir dalam hidup kita adalah hadiah Tuhan yang terindah untuk kita. Mungkin ia terlalu menjengkelkan buat kita, tetapi orang tersebut tetap hadiah terindah dari Tuhan untuk kita. Mulailah untuk mengampuni dan menerima keberadaannya sebagaimana Tuhan menerima kita apa adanya, maka Tuhan akan ubahkan dia menjadi berkat bagi hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ada begitu banyak orang yang kehilangan cinta dan perhatian dari orang-orang yang dikasihinya, sehingga membawa dampak negatif bagi kepribadiannya. Akupun menyadari bahwa ada sisi gelap dalam hidupku di masa lalu, yang membuat karakterku seperti sekarang ini, sehingga kehadiranku sering menjadi batu sandungan bagi orang lain. Masuklah dalam hatiku, dan selidikilah batinku. Hancurkan semua luka batin, dendam, akar kepahitan yang selama ini mengikat aku. Pulihkan hatiku, sehingga kehadiranku sungguh dinantikan oleh suami, istri, anak-anak, orang tua dan orang lain. Yesus, jadikan hatiku seperti hati-Mu, hati yang penuh cinta dan pengampunan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 Oktober 2025Bacaan: "Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. la berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek." (Lukas 19:2-3)Renungan: Apa yang kita ketahui tentang Zakheus? Pasti yang kita ingat, dia orangnya pendek, pemungut cukai, tukang korupsi, jahat karena suka memeras orang. Sekalipun banyak orang menilai Zakheus negatif, namun Yesus melihat bahwa ada kemurnian di dalam hati Zakheus untuk bertemu dengan-Nya. Itulah sebabnya Zakheus tidak peduli pada orang lain ketika mereka tidak memberinya kesempatan. Mungkin semua mata memandang sinis kepadanya, tetapi dia tidak peduli. Oleh sebab kemurnian hatinya, Yesus memberikan respon. Kemurnian hati Zakheus terbukti dengan ia mau memberikan segala-galanya bagi orang miskin dan orang-orang yang diperasnya. Kemurnian hatinya membawanya pada pertobatan yang benar. Mari kita belajar memandang dan menilai orang lain seperti Yesus memandang dan menilai Zakheus. Ingat Zakheus bukan lagi ingat soal pemungut cukainya, tetapi ingat kemurnian hatinya. Saat kita ingat seorang yang pernah menyakiti kita, bukan lagi mengingat kesalahannya melainkan ingatlah kebutuhannya untuk diampuni oleh kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku selalu mudah berpikir yang negatif tentang orang lain. Bantulah aku untuk mengubah cara berpikir dan cara pandangku menjadi cara berpikir dan cara pandang-Mu sendiri yang positif, sehingga melalui penilaianku yang positif terhadap seseorang, mampu menjadikannya pribadi yang baik di mataku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Oktober 2025Bacaan: "Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa." (1 Petrus 4:7b)Renungan: Ada seorang anak muda yang bersahabat akrab dengan seorang pengkhotbah tua. Suatu hari, anak muda ini kehilangan pekerjaannya dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari si pengkhotbah tua itu. Ketika berada di ruang belajar si pengkhotbah, si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya. Akhirnya dengan kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya, sambil berteriak, "Saya memohon Tuhan agar menolong saya. Tapi hai pengkhotbah, mengapa Dia tidak menjawab saya?" Si pengkhotbah tua itu pergi ke ruang lain dan duduk di sana. Lalu dia berbicara sesuatu dan menanti jawaban si pemuda. Tentu saja si pemuda itu tidak mendengarkan dengan jelas, sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan. "Apa sih katamu?" tanya si pemuda penasaran. Si pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dengan perlahan sekali, seperti sedang bergumam sendiri. Tetapi si pemuda belum menangkap bisikan si pengkhotbah. Dia terus mendekati si pengkhotbah tua ini dan duduk di bangku sebelahnya. Si pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya." Dengan lembut, si pengkhotbah memegang pundak si pemuda, "Saudaraku, Allah kadang-kadang berbisik, jadi kita perlu lebih dekat menghampiri-Nya, agar dapat mendengar Dia dengan lebih jelas lagi. Si pemuda itu tertegun dan akhirnya dia mengerti. Kita seringkali menginginkan jawaban Tuhan bak petir yang menggelegar di udara dan sekaligus meneriakkan jawaban dari-Nya. Tetapi Allah sering diam, kadang Dia bicara dengan lembut, bahkan berbisik. Hanya dengan satu alasan: agar kita mau menghampiri takhta kemuliaan-Nya dan lebih dekat kepada-Nya. Setelah kita berada di dekat-Nya, kita baru bisa mendengar jawaban Tuhan dengan jelas. Indah sekali untuk mengetahui bahwa kita melakukan sesuatu yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama orang-orang yang tepat. Itulah yang terjadi apabila hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur punya Allah seperti Engkau. Allah yang begitu dekat di hatiku. Ajarilah aku untuk senantiasa mempercayai-Mu. Yesus, jadikanlah hatiku seperti hatimu, hati yang senantiasa tenang dalam menghadapi setiap pergumulan hidupku, karena aku tahu Engkau selalu ada untukku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 18 September 2025Bacaan "Pada hari mujur bergembiratah, tetapi pada hari malang ingatiah, bahwa hari malang Inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya." (Pengkhotbah 7:14)Renungan Susi gadis kecil berusia 8 tahun sangat gembira karena di akhir pekan ini ia dan ayahnya akan pergi memancing seharian. Ketika mereka akan berangkat, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Susi pun gelisah dan kecewa. Ayahnya berkata, "Nak, kamu mengerti betapa pentingnya hujan hari ini bagi para petani dan pemilik perkebunan untuk tanaman mereka." Namun penjelasan itu tidak dapat menenangkan hatinya. Pukul 3 siang hujan baru berhenti dan susi mengajak ayahnya untuk pergi memancing. Tidak disangka bahwa mereka akhirnya memperoleh hasil yang sangat banyak. Seseorang di danau menjelaskan bahwa hujan yang disertai angin kencang memang menguntungkan bagi para pemancing. Sesampai di rumah ikanpun digoreng. Saat akan makan, Susi diminta untuk memimpin doa makan. Di akhir doa ia berkata. "....dan Tuhan, kalau tadi aku marah-marah, itu karena aku tidak dapat melihat cukup jauh ke depan akan rencana-Mu. Amin." Kita memang tidak memiliki kemampuan untuk melihat apa yang akan terjadi jauh di depan, karena kita penuh dengan keterbatasan. Keterbatasan itu membuat kita datang pada Tuhan, sebagai pribadi yang mampu memberi masa depan yang cerah. Tuhan mampu mengubah sesuatu hal yang kita anggap sebagai kemalangan dan berpotensi memperburuk masa depan menjadi kemujuran bagi kita. Pengalaman yang baik dan buruk Tuhan pakai untuk membentuk kita menemukan satu pelajaran yang hebat sehingga semakin hari kita semakin kuat dan dewasa. Di sisi lain Allah mau memakai pengalaman hidup kita untuk dibagikan sehingga membangun saudara seiman. Biarlah hari ini kita belajar untuk memandang segala sesuatu secara positif, karena itu akan memberi perbedaan dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ada banyak peristiwa dalam hidupku yang terjadi tidak sesuai dengan yang aku harapkan. Hal itu seringkali membuat aku kecewa dan menyalahkan Engkau. Terkadang aku menjadi Tuhan untuk diriku sendiri, dengan mengatur Engkau agar kehendakku yang terjadi dan bukan kehendak Mu. Itulah yang membuat pada akhirnya aku kecewa ketika apa yang kuharapkan tidak terjadi sesuai dengan keinginanku. Kini aku sadar bahwa Engkau adalah Allahku. Engkau mengetahui yang terbaik untuk hidupku. Kini kuserahkan semua rencana untuk masa sekarang dan masa depanku. Berjalanlah dalam setiap rencanaku Tuhan, biar kehendak-Mu yang terjadi dalam hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 16 September 2025Bacaan: "Apapun juga yang kamu perbuat perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23)Renungan Apakah kita pernah terluka karena orang yang mengaku sangat mencintai kita, tetapi diam diam ternyata mencintai orang lain? Cinta dan kebaikan kita kepadanya diabaikan begitu saja dan kita dicampakkannya. Apakah kita pernah terluka karena orang-orang kepercayaan kita, yang diperjuangkan mati-matian agar mendapatkan posisi yang lebih baik dan taraf hidup yang meningkat, ternyata mengkhianati dan menjelek-jelekkan kita di belakang? Apakah kita pernah terluka karena sahabat-sahabat kita yang kelihatannya sangat mendukung dan berpihak kepada kita, namun mereka menusuk dari belakang dan menjatuhkan kita? Apakah kita pernah terluka, karena anak yang kita besarkan dengan kasih sayang dan pengorbanan, setelah dewasa tidak mempedulikan kita sebagai orang tuanya?Apakah kita pernah terluka pada orang-orang yang kita percaya untuk mencurahkan isi hati kita, namun mereka membeberkan rahasia tersebut kepada orang lain? Apakah kita pernah terluka karena orang-orang yang selalu menerima pertolongan dan pemberian dari kita, ternyata sering menggosipkan serta menjelekkan kita? Apakah kita pernah terluka karena orang-orang yang di depan berlaku manis, taat, hormat dan berpihak pada kita, ternyata mencemoohkan kita di belakang? Mungkin pernah terbersit penyesalan di dalam hati, untuk apa lagi berbuat baik kepada mereka yang munafik, yang ternyata tidak tulus mengasihi dan bersahabat dengan kita. Hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tetap terus melakukan kebaikan kepada semua orang. Itulah ciri pengikut Yesus, senantiasa menebar kasih walau di tanah berbatu-batu yang tidak ada harapan untuk bertumbuh. Yesus sudah menerima kita apa adanya, kini terimalah orang lain apa adanya. Tuhan Yesus memberkatiDoa:Tuhan Yesus, perbaharuilah kasihku agar aku dapat bersikap tulus terhadap orang lain sekalipun mereka mengecewakan dan menyakitiku. Jangan biarkan kasihku pudar karena perilaku mereka yang tidak sesuai dengan harapanku. Engkau sudah mau menerima aku apa adanya dengan segala kekuranganku, maka ajarilah aku menerima orang lain apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka. Tugasku hanya menebar kasih dengan tulus, dan Engkau yang akan menumbuhkannya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 22 Agustus 2025Bacaan: "Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair." (Mazmur 63:2)Renungan: Sebuah hotel di satu negara memperkenalkan makan prasmanan expres. Kita dapat makan sepuasnya selama 30 menit dengan hanya membayar setengah harga. Setelah mencobanya seorang pengunjung memberikan kesannya, "Sopan santunku hilang, aku menjejali mulutku dengan lebih banyak makanan. Kesopananku lenyap, dan aku kehilangan nafsu makan sepanjang hari, sakit sekali rasanya dadaku." Kadang-kadang kita dalam berdoa dan membaca firman Tuhan sama seperti makan prasmanan ekspres. Kita berdoa secepat mungkin, membaca dan merenungkan firman Tuhan secepat mungkin dan kemudian beertanya-tanya mengapa kita tidak banyak mempelajari apa yang kita renungkan. Seperti halnya makanan jasmani, makanan rohani juga perlu kita kunyah. Bagi kita yang sudah lama mengikuti Yesus, kita mempunyai kecenderungan untuk membaca secara cepat bagian firman Tuhan yang telah sering kita baca. Akhirnya kita kehilangan dan tidak menemukan apa yang dimaksudkan Allah dalam firman itu, sehingga tidak ada sesuatu yang baru yang kita dapatkan dari permenungan tersebut.Daud punya kerinduan yang benar ketika ia menuliskan Mazmur 119:15, "Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalanMu." Itulah cara yang tepat memperlakukan firman Tuhan, yaitu dengan menyediakan waktu untuk merenungkannya dan melakukannya dalam hidup sehari-hari. Marilah kita berdoa dan membaca serta merenungkan firman Tuhan jangan seperti seolah-olah kita menikmati makanan prasmanan ekspres. Hanya dengan berdoa dan meluangkan waktu untuk merenungkan firman Tuhan tanpa tergesa-gesa, kita akan mendapatkan apa yang paling berharga untuk kesejahteraan rohani kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur atas kesempatan untuk berdoa dan membaca firman-Mu dalam tiap kesempatan. Itu adalah saat yang sangat menggembirakan dan selalu dinanti-nantikan oleh Engkau. Karena pada saat itu Engkau mempunyai kesempatan untuk menatapku, berbincang-bincang denganku, tersenyum padaku, menangis bersamaku, memelukku dan memberkatiku. Namun seringkali aku menyia-nyiakan waktu untuk bersama-Mu itu dengan tergesa-gesa, sehingga aku tidak pernah memuaskan keinginan-Mu untuk diam dan mendengarkan diri-Mu. Utuslah Roh-Mu untuk mengubah hatiku, agar aku dapat meluangkan waktuku dengan cukup untuk berdoa dan membaca serta merenungkan firman-Mu, sehingga aku memperoleh pertumbuhan rohani yang sehat. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 18 Agustus 2025Bacaan: "Dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur kidung puji- pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19)Renungan: Suatu ketika ada seseorang yang sedang menunggu operasi bypass jantung. Ia mengetahui banyak orang meninggal ketika menjalani operasi ini. Ketika ia memikirkan tentang hal-hal buruk yang mungkin terjadi, ia merasa Ketakutan dan kesepian. Lalu seorang petugas rumah sakit masuk ke kamar untuk membawanya ke ruang operasi. Sambil mendorong ranjang si pasien, sang petugas muda tersebut menyenandungkan lagu rohani hymne Iriandia kuno, "Kaulah ya Tuhan, surya hidupku. Asal Kau ada, yang lain tak perlu. Siang dan malam Engkau kukenang. Di hadira-tMu jiwaku tenang." Senandung ini mengingatkan si pasien tentang padang rumput hijau dan reruntuhan batu kuno di Irlandia tempat kelahirannya. Hymne tersebut memenuhi jiwanya seperti angin segar dari kampung halaman. Setelah tiba di luar ruang operasi, si pasien mengucapkan terima kasih kepada si petugas karena telah menyenandungkan hymne tersebut. Lalu la berkata kepada petugas muda tersebut. "Allah telah memakaimu hari ini untuk melepaskanku dari ketakutan dan menyegarkan jiwaku." Si petugas muda bertanya padanya, "Apa yang telah kulakukan?" Pasien tersebut menjawab, "Senandungmu mendekatkanku kepada Allah sehingga aku tidak takut untuk dioperasi bypass jantung hari ini." Pernahkah kita merasa khawatir, cemas, takut, gelisah dan kemudian kita menyanyikan sebuah lagu rohani dan hati kita menjadi lega dan sukacita? Itulah salah satu cara Tuhan memulihkan jiwa kita melalui lagu pujian. Kalau hari ini kita melihat orang-orang yang kita kenal sedang bersusah hati, senandungkanlah salah satu lagu rohani dengan penuh ketulusan hati, maka kuasa Allah akan mengalir melalui suara dan lagu kita. Sehingga kalau kita pernah mengalami sukacita karenanya, maka orang lain akan mengalaminya. Marilah kita mulai melayani Tuhan dengan kidung pujian yang keluar dari mulut kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah bertakhta di atas puji-pujian. Mampukan aku untuk senantiasa menyenandungkan lagu rohani setiap saat, sehingga kuasa-Mu dapat mengalir secara penuh untuk menguduskan diriku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 5 Agustus 2025Bacaan: "Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi Nya, seperti ayah kepada anak yang disayangi." (Amsal 3:12)Renungan: Orang tua di dunia ini tidak satupun yang menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang gagal atau menderita di kemudian hari. Semuanya berharap anak-anaknya menjadi orang yang berhasil dalam studi, karir dan juga rumah tangga. Itulah sebabnya orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, bahkan mereka pun rela mengorbankan apa saja demi anak. Kasih, perhatian, perlindungan dan terkadang juga teguran diberikan orang tua kepada anak. Dalam kehidupan rohani, Tuhan pun bertindak demikian. Di satu sisi Tuhan senantiasa melimpahkan kasih, kemurahan, pemeliharaan, penyertaan dan pertolongan kepada kita; di sisi lain Dia juga akan memberikan teguran atau hajaran kepada kita bila kita melakukan pelanggaran atau dosa di hadapan-Nya. Tujuan teguran itu adalah agar kita menjadi jera dan tidak lagi mengulangi kesalahan sehingga kita dapat bertumbuh ke arah yang benar sesuai dengan kehendak-Nya. Teguran Tuhan kepada kita terkadang dapat berupa masalah atau persoalan: sakit penyakit, krisis keuangan, masalah keluarga dan sebagainya. Tuhan mengizinkan hal itu terjadi agar kita segera menyadari kesalahan dan berbalik ke jalan-Nya yang benar. Oleh karena itu, "...janganlah engkau menolak didikan Tuhan dan janganlah engkau bosan akan peringatanNya." (Amsal 3:11). Daud pernah melakukan pelanggaran besar di hadapan Tuhan. Ia berzinah dengan Batsyeba. Kemudian Tuhan memakai Natan untuk menegur Daud. Akhirnya Daud pun menyesal dan bertobat. Natanpun berkata kepada Daud: "Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menistai Tuhan, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati." (2 Samuel 12:13-14). Kunci utama ketika kita menerima teguran dari Tuhan adalah bertobat. Pengakuan diri bahwa kita telah melakukan dosa di hadapan Tuhan itu sangat penting, dan itu adalah kunci untuk mengalami pemulihan dan berkat dari Tuhan. Jadi bila kita mendapat teguran dari Tuhan, jangan menjadi kecewa atau marah. Ini artinya Tuhan sangat mengasihi kita, "Jika kamu harus menanggung ganjaran: Allah memperlakukan kamu sebagai anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?" (Ibrani 12:7). Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupku, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Aku bersyukur karena Engkau mengangkat aku sebagai anak-Mu. Kini aku menyadari bahwa sebagai seorang anak, aku harus senantiasa taat dan setia pada-Mu. Engkau tidak menghendaki aku jauh dan lari dari jalan-Mu. Maka terkadang ada hal-hal yang mungkin tidak kusukai terjadi dalam hidupku, yang kupercaya itu adalah teguran-Mu untukku agar aku tidak salah dalam melangkah. Amin. (Dod).
From tax breaks to 5 per cent down payments – the major parties have now put their offers to first-time home buyers. - Mulai dari penghapusan pajak hingga uang muka 5 persen - partai-partai besar kini telah mengajukan penawaran mereka kepada para pembeli rumah pertama.