Podcasts about itulah

  • 332PODCASTS
  • 1,113EPISODES
  • 17mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Sep 15, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about itulah

Show all podcasts related to itulah

Latest podcast episodes about itulah

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 16 September 2026 - Miliki Harapan dan Ketekunan dalam hidup

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 15, 2026 5:15


Kencan Dengan TuhanRabu, 16 September 2026Bacaan: Kisah Para Rasul 3:4-5 "Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka."Renungan: Dalam kisah si lumpuh di Gerbang Indah, si lumpuh hanya mempunyai harapan yang standar. Dia adalah orang lumpuh yang dibawa ke Gerbang Indah untuk meminta sedekah dari setiap orang yang mau masuk ke Bait Suci. Harapannya hanya menerima sedekah, termasuk sedekah dari Petrus dan Yohanes ketika mereka melewati gerbang tersebut. Itulah sebabnya dikatakan di dalam Kis 3:5, "Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka." Seseorang menjelaskan, "Berharap untuk menerima sesuatu dari mereka - Karena itu adalah kebiasaan yang umum bagi semua yang memasuki Bait Suci untuk membawa uang untuk diberikan ke perbendaharaan, atau kepada orang miskin, atau keduanya. Di tempat inilah teman-teman lelaki lumpuh membaringkannya di gerbang Bait Suci, karena ini adalah tempat yang paling mungkin untuk menerima sedekah." Jelas bahwa tidak ada yang lain yang diharapkan selain sedekah. Dengan kata lain, yang ada di dalam pikiran si lumpuh ini hanya menerima sedekah dari orang-orang yang lewat di depannya, tidak ada yang lain. Harapan si lumpuh ini memang masuk akal, sesuai kebutuhan, tetapi dia telah kehilangan fokus kepada harapan yang lain, yaitu kesembuhan. Tentu ada sesuatu yang membuat si lumpuh itu hanya mempunyai harapan yang standar. Sangat mungkin dia sudah putus asa karena kelumpuhan yang dia alami adalah sejak lahir. Tidak ada yang menolong dan menyembuhkannya. Namun, bisa jadi karena desakan keluarga, khususnya orang tuanya yang mungkin malu atau teman-temannya, yaitu daripada hidup tidak berguna, lebih baik meminta-minta, sehingga bisa mendapatkan penghasilan. Apa pun itu, yang jelas si lumpuh hanya punya harapan yang standar saja. "Ah, cuma lulusan SD, biarlah asal bisa makan dan minum," "Yah, hanya anak seorang petani, sekolah sampai SMA juga sudah cukup," "Hanya orang desa, nggak perlulah berharap meniti karier di kota." Mungkin nada-nada kepasrahan seperti itu yang saat ini menguasai diri kita, sehingga kita tidak mau berharap yang lebih dari harapan standar. Ingat, mempunyai harapan yang di atas standar itu tidak salah, hanya perlu dibarengi ketekunan. Oleh sebab itu, ubah pola pikir kita dan naikkan tingkat pengharapan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk keadaanku saat ini. Aku ingin lebih maju lagi. Aku berharap bisa menjalani kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 12 September 2026 - Mengasihi dan menjadi berkat bagi keluarga

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 11, 2026 7:22


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 12 September 2026Bacaan: Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" — maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya." (Kejadian 37:22) Renungan: Perang itu sangat kejam. Inilah yang terjadi dalam perang Korea. Tidak peduli apakah mereka satu bangsa atau tidak, perang tetap menghancurleburkan baik benda hidup atau pun benda mati. Pengungsian besar-besaran terjadi dari utara ke selatan. Dalam keadaan yang memprihatinkan dengan barang seadanya, mereka berusaha melintasi batas kedua belah pihak yang berseteru. Karena kemiskinan itu, membuat mereka suka mencuri, khususnya barang-barang yang dibawa oleh tentara Amerika dengan memakai kereta api. Hasil dari curian itu biasanya dijual untuk mendapatkan uang guna membeli makanan. Suatu ketika beberapa orang anak kecil sedang mencuri arang dari kereta api yang diangkut oleh tentara Amerika. Tanpa diketahui tiba-tiba tentara Amerika datang dan mengusir mereka. Dengan penuh ketakutan mereka lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Ada seorang anak kecil yang ikut mencuri, menghentikan larinya saat ia melihat sebuah arang yang jatuh di bawah kereta api. Ia mulai merangkak di bawah kereta api itu hanya untuk mengambil sebuah arang, padahal kereta api sudah mulai berangkat. Orang-orang berteriak memberitahu anak tersebut, tetapi mereka hanya berteriak dan tidak bertindak apa-apa. Kemudian ada seorang muda berusaha menarik anak itu dari bahaya terlindas kereta api, tetapi malang, ia terpeleset jatuh. Masih dalam keadaan terjatuh ia berteriak kepada anak tersebut, "Cepat lari, jauhi saya!" Anak tersebut tidak tega dan sambil menangis berkata, "Tidak!" Tetapi dengan tenaga yang ada dan dengan tangan yang masih bisa menjangkau tubuh anak tersebut, orang muda itu mendorong kuat2 anak tersebut sehingga terlempar jauh dari kereta. Tak lama berselang terdengar suara kertakan tulang-tulang yang terlindas roda-roda kereta api. Itu adalah suara tulang-tulang orang muda tersebut. Orang muda itu mati secara mengenaskan dengan beberapa bagian tubuh yang terlepas. Anak tersebut hanya bisa menangis dan terus menangis di tengah kesibukan orang mengumpulkan potongan mayat orang muda itu. Orang muda yang mati untuk menolong anak itu adalah kakaknya sendiri. Itulah kasih seorang kakak, yang sudi menolong adiknya sampai mengorbankan dirinya sendiri. Kasih yang terbukti besar di tengah-tengah perang yang sedang berkecamuk. Walaupun saat ini kasih kebanyakan orang sudah menjadi hambar, termasuk kepada keluarga, tetapi kita dituntut untuk tetap menampakkan kasih itu. Kisah pembunuhan seorang anggota keluarga terhadap saudara-saudaranya, pembunuhan anak terhadap ayahnya, pemerkosaan ayah terhadap anaknya, membuktikan bahwa kasih terhadap keluarga pun semakin hambar Di tengah-tengah situasi seperti itu. Marilah kita membangkitkan semangat mengasihi anggota keluarga kita, seperti yang ditunjukkan Ruben kepada Yusuf. Kita mulai dari diri kita untuk mengasihi anggota keluarga kita yang lain. Niscaya Allah akan memberkati keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur Engkau menempatkan aku di tengah-tengah keluargaku. Kuatkan aku untuk bisa menunjukkan kasih kepada anggota keluargaku. Aku rindu semua anggota keluargaku mengutamakan kasih. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Tingkat Kesempurnaan (12 September)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Sep 11, 2026 3:47


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tingkat KesempurnaanDiambil dari: Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”Wonder Kids, waktu masih kecil, mungkin kamu pernah menggambar dirimu sendiri. Hasilnya belum tentu sempurna. Wajahnya mungkin tidak simetris, tangannya terlalu panjang, atau hidungnya lupa digambar. Semakin sering berlatih, gambarmu mungkin semakin baik. Namun, tetap saja sulit membuat gambar yang benar-benar sempurna.Thomas Aquinas memakai pemikiran tentang tingkat kesempurnaan untuk menolong manusia memahami keberadaan Allah. Di dunia ini, kita melihat ada sesuatu yang baik, lebih baik, dan sangat baik. Ada orang yang penyayang, ada yang lebih sabar, dan ada yang lebih rajin berbuat benar. Tetapi bagaimana kita bisa menyebut sesuatu “lebih baik” kalau tidak ada ukuran kebaikan yang sempurna?Aquinas berkata bahwa harus ada Pribadi yang menjadi ukuran tertinggi dari segala kebaikan dan kesempurnaan. Pribadi itu adalah Allah. Tuhan bukan hanya sedikit lebih baik daripada manusia. Tuhan itu sempurna dalam kasih, keadilan, kekudusan, kebenaran, dan kebaikan-Nya.Lalu bagaimana dengan kita? Roma 3:23 berkata bahwa semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Kita tidak sempurna. Kita bisa marah, berbohong, iri hati, dan mementingkan diri sendiri. Walaupun kita berusaha keras, kita tidak dapat menjadi sempurna dengan kekuatan sendiri.Itulah sebabnya kita membutuhkan Yesus. Yesus hidup tanpa dosa dan memenuhi semua tuntutan Allah dengan sempurna. Ia mati untuk menanggung hukuman dosa kita. Ketika kita percaya kepada-Nya, Tuhan mengampuni kita dan menerima kita bukan karena kita sempurna, tetapi karena karya Yesus yang sempurna.Wonder Kids, Tuhan tetap mau membentuk kita supaya semakin serupa dengan Yesus. Kita memang belum sempurna, tetapi kita dapat terus belajar menjadi lebih jujur, penuh kasih, taat, dan rendah hati.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu sikap yang masih perlu Tuhan ubah dalam dirimu, lalu mintalah pertolongan-Nya untuk bertumbuh.Mari kita berdoa: Tuhan, Engkau sempurna dalam segala hal. Ampuni dosaku dan bentuklah aku semakin serupa dengan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita tidak sempurna, tetapi Yesus sempurna dan karya-Nya cukup untuk menyelamatkan serta mengubah kita. Tuhan Yesus memberkati

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 4 September 2026 - Hidup berguna bagi sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 3, 2026 6:10


Kencan Dengan Tuhan -Jumat, 4 September 2026Bacaan: "Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya." (Ulangan 26:17)Renungan: Ada seekor burung elang berulang kali hinggap di dahan pohon yang sama karena tertarik mengamati kegiatan segerombolan tawon yang sibuk bekerja bersama membuat sarang yang berjuntai di sebuah dahan. Tampak seekor tawon sebentar terbang hinggap di antara bunga-bunga hutan yang mekar, mengisap sari madu, dan terbang kembali ke dahan memberikan sari madu ke sarangnya, dan begitu seterusnya. Burung elang dengan tidak sabar menegur seekor tawon yang sedang terbang di dekatnya, "Hai tawon kecil, kamu sibuk terbang dari satu bunga ke tempat sarangmu, memangnya apa yang sedang kamu kerjakan?" Tawon menjawab, "Aku dan kawan-kawan sedang membuat sarang." Elang berkata lagi, "Untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu? Umur tawon kan sangat pendek. Sudahlah..., tidak perlu susah-susah bekerja! Santai-santai saja dan nikmati kehidupanmu yang singkat itu." Demikian burung elang menasihati si tawon. Tawon berkata, "Umurku memang tidak sepanjang umurmu burung elang. Tapi justru karena pendeknya waktu yang aku punya, aku tidak boleh menyia-nyiakan nya. Itulah arti keberadaan kami." Mendengar ucapan tawon kecil, si burung elang terdiam. la tidak mampu berkata-kata lagi dan bersombong diri. Seberapa pun panjang dan pendeknya sebuah kehidupan, itu adalah misteri alam Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, kita tidak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir. Tetapi jika di setiap penggal waktu yang kita punya, kita punya kesetiaan untuk melakukan yang terbaik serta mampu bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri juga bermanfaat bagi orang lain, maka tiap hari yang kita jalani adalah hari yang penuh gairah, gembira, optimis, produktif, dan dinamis! Jadi, jangan sekadar hidup, tapi buatlah kehidupan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur atas rahmat kehidupanku. Bantulah aku agar hidupku yang singkat ini berguna bagi sesamaku, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Apakah Ada Kontradiksi di Kubur Yesus? (31 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 30, 2026 3:38


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Ada Kontradiksi di Kubur Yesus? Diambil dari: Matius 28:2–3 “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa cerita tentang kubur kosong itu tidak bisa dipercaya, karena ada beberapa perbedaan kecil di antara Injil-injil. Misalnya, ada yang menulis tentang satu malaikat, ada yang menulis dua. Ada yang menyebut nama perempuan-perempuan tertentu, ada yang menambahkan nama yang lain. Ada juga yang menceritakan bagian peristiwanya dari sudut yang berbeda.Lalu, apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak. Justru ini seperti beberapa orang yang melihat peristiwa besar lalu menceritakannya dari sudut yang berbeda. Misalnya, satu orang menyorot bagian yang paling penting baginya, sementara orang lain menambahkan detail lain yang juga benar. Ceritanya tidak harus sama persis kata demi kata untuk tetap benar.Coba bayangkan begini, Wonder Kids. Kalau ada dua orang melihat kejadian yang sama, yang satu bisa berkata, “Aku melihat guru berdiri di depan kelas,” dan yang lain berkata, “Aku melihat guru berdiri di depan kelas sambil memegang buku.” Kedua cerita itu tidak bertentangan. Yang satu hanya memberi detail lebih banyak. Begitu juga dengan kisah kebangkitan Yesus.Malah, kalau semua cerita persis sama dalam setiap detail kecil, orang bisa curiga bahwa semuanya hanya hasil salin-tempel. Tetapi karena tiap penulis menulis dengan sudut pandang masing-masing, kita justru melihat bahwa mereka benar-benar sedang memberi kesaksian yang jujur tentang peristiwa yang sama: kubur Yesus kosong, batu terguling, dan Yesus bangkit.Jadi, Wonder Kids, perbedaan kecil dalam cara menceritakan tidak menghancurkan kebenaran besar. Semua Injil tetap sejalan dalam hal yang paling penting: Yesus sungguh mati, sungguh dikuburkan, dan sungguh bangkit. Itulah kabar besar yang tidak berubah.Renungan hari ini juga mengajar kita untuk tidak cepat bingung hanya karena kita belum mengerti semua detail. Kadang-kadang kita perlu belajar lebih teliti, lebih sabar, dan melihat keseluruhan cerita. Tuhan tidak takut diperiksa. Firman-Nya tetap kokoh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu menemukan bagian Alkitab yang terasa membingungkan, jangan langsung takut atau ragu. Berdoalah, lalu tanyakan kepada orang tua, guru Sekolah Minggu, atau pembimbing rohanimu supaya kamu bisa belajar lebih dalam.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan kokoh. Tolong aku supaya tidak cepat bingung saat ada bagian yang belum kupahami, tetapi belajar dengan sabar dan percaya bahwa kebenaran-Mu tetap teguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: perbedaan detail kecil tidak membatalkan kebenaran besar bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Batu Penutup Kubur (28 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 27, 2026 4:29


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Batu Penutup KuburDiambil dari: Markus 16:3–4 “Mereka berkata seorang kepada yang lain: ‘Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?' Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah batu itu sudah terguling. Batu itu memang sangat besar.”Wonder Kids, sesudah Tuhan Yesus mati dan dikuburkan, kubur-Nya ditutup dengan batu yang sangat besar. Bukan batu kecil yang gampang didorong, tetapi batu besar yang dipakai untuk menutup kubur dengan rapat. Jadi, kubur Yesus bukan tempat yang mudah dibuka atau dimasuki begitu saja.Perempuan-perempuan yang datang ke kubur pada pagi hari pertama juga tahu hal itu. Itulah sebabnya mereka bertanya, “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita?” Mereka sadar bahwa batu itu terlalu besar untuk mereka pindahkan sendiri. Jadi, mereka tidak datang dengan pikiran bahwa Yesus pasti sudah bangkit dan semuanya akan mudah. Mereka datang dengan pertanyaan yang nyata dan masuk akal.Lalu ketika mereka tiba, batu itu sudah terguling. Wah, ini sangat penting. Batu yang besar itu tidak bisa dianggap hal sepele. Kubur Yesus sungguh tertutup, dan itu membuat kesaksian tentang kubur kosong menjadi makin kuat. Kalau batunya kecil dan gampang dipindah, orang mungkin bisa membuat banyak alasan. Tetapi karena batunya besar, semua ini menjadi lebih jelas: Tuhan sungguh bekerja.Wonder Kids, batu itu juga mengingatkan kita pada banyak hal dalam hidup kita. Kadang-kadang kita merasa ada “batu besar” di depan kita. Mungkin itu masalah, ketakutan, kesedihan, rasa bersalah, atau sesuatu yang kelihatannya terlalu berat. Kita bisa bertanya seperti perempuan-perempuan itu, “Siapa yang akan memindahkan ini untukku?”Dan kabar baiknya adalah: apa yang terlalu berat bagi kita, tidak terlalu berat bagi Tuhan. Batu besar di depan kubur pun tidak bisa menghentikan rencana Allah. Jadi, saat hidup terasa tertutup dan buntu, kita bisa ingat bahwa Tuhan tetap berkuasa.Tetapi yang paling penting, batu yang terguling itu bukan sekadar tanda bahwa kubur bisa dibuka. Itu adalah tanda bahwa kematian tidak bisa menahan Yesus. Kubur tertutup pun tidak bisa mengurung Dia. Rencana Allah lebih besar dari batu mana pun.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah ada “batu besar” dalam hidupmu hari ini, sesuatu yang terasa berat atau menakutkan. Bawalah itu kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan, ini terlalu berat bagiku, tetapi tidak terlalu berat bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena batu besar di kubur pun tidak bisa menghentikan kuasa-Mu. Saat hidupku terasa berat dan tertutup, tolong aku supaya percaya bahwa Engkau tetap bekerja. Ajarku berharap kepada-Mu dan tidak takut. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: batu yang besar sekalipun tidak bisa menghentikan kuasa Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Apakah Kebangkitan Yesus Hanya Roh Saja? (27 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 26, 2026 4:17


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Kebangkitan Yesus Hanya Roh Saja? Diambil dari: Roma 8:11 “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa mungkin Yesus tidak sungguh bangkit dengan tubuh-Nya. Mereka berpikir mungkin yang bangkit hanya roh-Nya saja. Tetapi Alkitab tidak mengajarkan seperti itu. Alkitab menunjukkan bahwa Yesus sungguh bangkit, dan kebangkitan-Nya benar-benar nyata.Mengapa ini penting? Karena bagi orang Yahudi pada zaman itu, kebangkitan bukan berarti roh seseorang hidup terus tanpa tubuh. Mereka mengerti kebangkitan sebagai tubuh yang dibangkitkan dari kematian. Jadi waktu para murid memberitakan bahwa Yesus bangkit, mereka tidak sedang berkata bahwa hanya jiwa-Nya hidup di surga. Mereka sedang berkata bahwa kubur-Nya kosong dan Yesus hidup kembali dengan nyata.Kalau kebangkitan Yesus hanya rohani saja, tubuh-Nya pasti masih ada di kubur. Tetapi kita sudah belajar bahwa kubur itu kosong. Itulah sebabnya kebangkitan Yesus sangat penting. Yesus menang atas kematian dengan sungguh-sungguh. Bukan pura-pura. Bukan hanya di dalam perasaan murid-murid. Yesus benar-benar hidup.Roma 8:11 juga berkata sesuatu yang indah sekali. Roh yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati juga akan menghidupkan tubuh kita yang fana. Artinya, keselamatan Tuhan bukan hanya untuk jiwa kita. Tuhan juga punya rencana kemuliaan bagi tubuh kita. Suatu hari nanti, orang-orang yang percaya kepada Yesus akan dibangkitkan dan hidup bersama-Nya selama-lamanya.Wonder Kids, ini memberi kita pengharapan yang besar. Tubuh kita sekarang bisa sakit, lelah, lemah, dan akhirnya mati. Tetapi kematian bukan akhir bagi anak Tuhan. Karena Yesus bangkit, kita juga punya pengharapan akan kebangkitan. Tuhan tidak hanya menyelamatkan sebagian dari hidup kita. Tuhan menebus kita sepenuhnya.Jadi, kebangkitan Yesus bukan sekadar ide yang indah. Kebangkitan Yesus adalah peristiwa nyata yang menjadi dasar pengharapan kita. Kalau Yesus sungguh bangkit, maka kita tidak perlu takut menghadapi kematian. Dan kalau Roh Tuhan diam di dalam kita, kita punya jaminan bahwa hidup kita ada di tangan-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak hanya bangkit secara rohani, tetapi sungguh hidup dengan kemenangan atas maut. Terima kasih karena kebangkitan-Mu memberi aku pengharapan yang besar. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dan hidup dengan sukacita karena Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh bangkit dengan nyata, dan karena itu anak-anak Tuhan punya pengharapan yang hidup. Tuhan Yesus memberkati

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 26 Agustus 2026 - Tetap percaya dan bertekun dalam doa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 25, 2026 4:22


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 26 Agustus 2026Bacaan: "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22)Renungan: Suatu hari ada seorang pendoa yang sudah frustasi dengan apa yang ia doakan. Bertahun-tahun sudah ia berdoa, tapi ia belum menerima jawabannya. Hingga, akhirnya ia menemui pembimbing rohaninya dan berkata, "Bapak, mengapa Tuhan tidak adil. Tuhan belum menjawab doaku sampai saat ini. Teman saya yang di kantor, baru saja ia berdoa, namun Tuhan sudah menjawabnya."Dengan santai pembimbing rohaninya itu menjawab, "Anakku, jika engkau melihat ada seorang pengamen dengan suara yang merdu dan berpakaian rapi bernyanyi di hadapanmu, apakah kamu akan memberikannya uang?" Pendoa tersebut menjawab, "Tentu saja. Saya akan memberinya, namun saya akan tunggu hingga ia menyelesaikan lagunya. Namun itu akan berbeda jika aku melihat seorang pengamen dengan suara yang berantakan, aku akan segera memberinya dan menyuruhnya pergi." Pembimbing rohaninya tersenyum dan berkata,"Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita dengan Tuhan. Ketika Tuhan melihat engkau taat dan setia datang kepada-Nya, Dia betah mendengarkan dan melihatmu. Tuhan rindu untuk sering bertemu denganmu dalam waktu yang lama. Bagi Tuhan menjawab doamu adalah gampang, namun Tuhan rindu untuk terus dekat dengan-Mu. la rindu menahanmu supaya engkau lebih intim dengan-Nya. Pada akhirnya, Tuhan akan memberikann apa yang engkau minta. Janganlah kita frustasi saat doa kita belum dijawab, karena ada sesuatu yang besar yang sedang Tuhan siapkan untuk kita. Tuhan masih rindu bersama dengan kita. Ia menginginkan kita intim dengan-Nya. Jadi, marilah kita terus berdoa dan tidak lelah dengan setiap doa kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering marah pada-Mu ketika doaku tidak Engkau kabulkan. Kini aku mengerti, bahwa Engkau senantiasa merindukan kehadiranku setiap saat dalam jam doaku. Aku percaya, akan tiba saat nya doaku Engkau kabulkan bila aku setia datang pada-Mu. Amin. (Dod).

Radio Elshinta
Industri Sawit semakin siap hadapi El Niño, Pakar IPB: Kunci utamanya cegah karhutla

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Aug 24, 2026 2:43


Industri perkebunan kelapa sawit dinilai semakin siap menghadapi ancaman El Niño yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun demikian, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan sarana pemadaman, melainkan harus didukung sistem pencegahan yang terintegrasi sejak dini. Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, M.P., dalam program TalkHighlight Radio Elshinta yang dipandu Bherry Hamzah, Kamis (13/8/2026).Dalam dialog tersebut hadir pula Dr. Ir. Basuki Sumawinata, M.Agr., Ahli Gambut dan Hidrologi Lahan Gambut IPB University. Prof. Yanto mengatakan, selama ini industri sawit kerap menjadi sorotan setiap kali terjadi karhutla. Padahal, secara ilmiah kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan yang kompleks dan tidak bisa hanya dikaitkan dengan keberadaan perkebunan sawit. "Kita perlu sangat berhati-hati mengatakan bahwa karhutla identik dengan sawit. Itu merupakan penyederhanaan yang tidak kuat secara ilmiah, karena karhutla merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi cuaca, kondisi ekosistem, tata guna lahan, aktivitas manusia, hingga kapasitas pengelolaan di lapangan," ujar Prof. Yanto.Meski demikian, ia menegaskan industri sawit tetap memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola risiko kebakaran. Menurutnya, perusahaan-perusahaan sawit kini telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam membangun sistem kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang."Saya melihat dari sisi kewaspadaan, pelatihan petugas pemadam, pemantauan hotspot, hingga kesiapan di lapangan telah mengalami kemajuan yang signifikan. Karena itu saya menduga industri sawit akan lebih siap menghadapi El Niño dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya.Prof. Yanto menjelaskan, El Niño bukan penyebab utama kebakaran, tetapi menjadi faktor yang melipatgandakan risiko karena menyebabkan vegetasi dan lahan menjadi lebih kering sehingga mudah terbakar.Menurutnya, perusahaan perkebunan sawit yang berada di wilayah rawan harus meningkatkan kewaspadaan karena ancaman yang dihadapi bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap keberlangsungan produksi."El Niño bukan menciptakan api, tetapi membuat bentang alam jauh lebih mudah terbakar. Karena itu yang harus kita kelola adalah risikonya sebelum api muncul. Strategi terpenting bukan memadamkan api, melainkan deteksi dini agar kebakaran tidak sempat berkembang," tegasnya.Ia menambahkan, saat ini sebagian besar perusahaan sawit telah memiliki embung, tim patroli, sistem pemantauan hotspot, serta peralatan pemadaman. Namun seluruh fasilitas tersebut hanya akan efektif apabila menjadi bagian dari sistem pengendalian yang terintegrasi.Prof. Yanto juga mengapresiasi kebijakan yang mewajibkan perusahaan perkebunan sawit tidak hanya menjaga area konsesinya, tetapi ikut melakukan pengawasan hingga radius lima kilometer di luar konsesi melalui kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan akademisi."Ukuran keberhasilan pengendalian karhutla bukan tergantung banyaknya embung atau fasilitas yang dimiliki, tetapi seberapa cepat api terdeteksi, seberapa cepat ditangani, dan seberapa kecil area yang terdampak. Itulah ukuran keberhasilan sesungguhnya," ungkapnya.Menurut Prof. Yanto, kolaborasi antara perusahaan sawit, pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi menjadi faktor penting untuk memastikan produktivitas perkebunan tetap terjaga tanpa mengabaikan perlindungan lingkungan, terutama saat Indonesia menghadapi ancaman El Niño tahun ini.

Renungan Anak GKY Mabes
Tetapi Mengapa Yesus Mati? (20 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 19, 2026 4:28


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tetapi Mengapa Yesus Mati? Diambil dari: Titus 2:14 “yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar bahwa Tuhan Yesus sungguh mati di kayu salib. Bukti-buktinya kuat sekali. Tetapi sekarang ada pertanyaan yang lebih penting: mengapa Yesus rela mati? Untuk apa semua penderitaan itu?Jawabannya bukan cuma satu. Yesus mati untuk melakukan banyak hal indah bagi kita. Yesus mati untuk menggenapi firman Tuhan. Yesus mati supaya kita bisa dibawa kepada Allah. Yesus mati untuk menyelamatkan kita dari murka Allah atas dosa. Yesus mati untuk mengampuni dosa kita. Yesus mati supaya kita dikuduskan, dibersihkan, dan dipakai bagi Tuhan. Yesus mati supaya kita dibebaskan dari kuasa dosa dan belajar hidup dalam terang.Wah, besar sekali ya artinya salib itu. Jadi, Yesus tidak mati sia-sia. Yesus mati dengan tujuan yang penuh kasih. Ia ingin membuat kita yang tadinya jauh dari Tuhan menjadi dekat kepada Tuhan. Ia ingin membuat kita yang tadinya kotor oleh dosa menjadi bersih. Ia ingin membuat kita yang tadinya hidup sembarangan menjadi umat milik-Nya yang rajin melakukan yang baik.Titus 2:14 berkata bahwa Yesus menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan menguduskan bagi diri-Nya suatu umat kepunyaan-Nya sendiri. Artinya, Yesus bukan hanya ingin mengampuni kita lalu selesai. Yesus juga mau mengubah hidup kita. Ia mau kita menjadi anak-anak Tuhan yang sungguh berbeda.Kadang-kadang kita berpikir, “Yang penting aku diampuni.” Memang, pengampunan itu sangat penting. Tetapi Tuhan juga mau lebih dari itu. Tuhan mau kita hidup baru. Tuhan mau kita belajar meninggalkan dosa, mengasihi sesama, melakukan yang baik, dan hidup menyenangkan hati-Nya. Itulah buah dari keselamatan yang diberikan Yesus.Jadi, Wonder Kids, kalau kamu bertanya, “Mengapa Yesus mati?” jawabannya adalah: karena Yesus sangat mengasihimu dan ingin menyelamatkanmu sepenuhnya. Bukan cuma dari hukuman dosa, tetapi juga dari hidup lama yang jauh dari Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menyerahkan diri-Mu bagiku. Terima kasih karena Engkau datang untuk mengampuni, membersihkan, dan mengubah hidupku. Tolong aku supaya tidak hidup dalam dosa lagi, tetapi menjadi anak-Mu yang rajin melakukan yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus mati bukan tanpa tujuan, tetapi untuk menyelamatkanmu, membersihkanmu, dan menjadikanmu milik-Nya yang hidup bagi kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Menggantikan Tempat Tawanan (18 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 17, 2026 5:01


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggantikan Tempat TawananDiambil dari: Yohanes 15:13 “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus tidak sungguh mati di kayu salib. Tetapi sebenarnya para tentara Romawi sangat tahu bagaimana memastikan seseorang benar-benar mati. Itu adalah bagian dari tugas mereka. Mereka terbiasa menghukum dan mengeksekusi orang. Jadi, mereka bukan orang yang bingung atau asal menebak.Bahkan, kalau seorang tahanan somehow lolos hidup-hidup, tentara yang bertugas bisa kena hukuman berat juga. Karena itu, mereka akan memastikan bahwa orang yang disalib memang benar-benar sudah mati. Jadi saat mereka menyatakan Yesus sudah mati, itu bukan perkiraan asal-asalan. Mereka tahu apa yang mereka lakukan.Tetapi yang paling penting dalam renungan hari ini bukan cuma soal apakah Yesus sungguh mati. Yang paling penting adalah mengapa Yesus mati. Yesus tidak mati sebagai korban yang tidak punya tujuan. Yesus mati dengan sengaja untuk menggantikan kita. Ia mengambil tempat orang berdosa. Ia menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung.Wah, ini kasih yang luar biasa sekali. Kadang-kadang kita mungkin pernah menolong teman, berbagi makanan, atau mengalah dalam permainan. Itu sudah baik. Tetapi Yesus melakukan jauh lebih besar dari itu. Ia memberikan nyawa-Nya sendiri. Itulah sebabnya Yohanes 15:13 berkata bahwa tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya.Dan sebenarnya, Wonder Kids, kita bukan orang yang pantas menerima kasih sebesar itu. Kita adalah orang berdosa. Tetapi justru kepada orang berdosa seperti kita, Yesus datang. Ia tidak menunggu kita menjadi baik dulu. Ia lebih dulu mengasihi kita dan rela mengambil tempat kita di kayu salib.Ini juga menolong kita mengerti arti kasih yang sejati. Kasih bukan cuma berkata, “Aku sayang kamu.” Kasih sejati rela berkorban. Kasih sejati mau memberi diri. Tentu kita mungkin tidak diminta mati bagi orang lain. Tetapi kita bisa belajar kasih seperti Yesus lewat hal-hal kecil: mengalah, menolong, berbagi, mengampuni, dan memikirkan orang lain lebih dulu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu cara untuk berkorban bagi orang lain hari ini. Mungkin dengan menolong tanpa disuruh, berbagi sesuatu yang kamu suka, atau mengampuni teman yang membuatmu kesal.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mengambil tempatku dan memberikan nyawa-Mu bagiku. Kasih-Mu begitu besar dan sungguh nyata. Tolong aku supaya belajar mengasihi orang lain dengan tulus dan rela berkorban seperti yang Engkau ajarkan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus menunjukkan kasih yang terbesar dengan rela mengambil tempatmu di kayu salib. Tuhan Yesus memberkati

Renungan Anak GKY Mabes
Darah dan Air (17 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 16, 2026 3:39


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Darah dan AirDiambil dari: Yohanes 19:33–34 “Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.”Wonder Kids, setelah seseorang disalibkan, biasanya para tentara akan mematahkan kakinya supaya ia lebih cepat mati. Tetapi saat mereka datang kepada Yesus, mereka melihat bahwa Yesus sudah mati. Jadi kaki-Nya tidak dipatahkan. Sebagai gantinya, seorang prajurit menikam lambung Yesus dengan tombak.Lalu terjadilah sesuatu yang sangat menarik. Dari lambung Yesus keluar darah dan air. Yohanes, yang melihat atau mendengar kesaksian tentang peristiwa itu, mencatatnya dengan sangat teliti. Mengapa? Karena hal itu menunjukkan bahwa Yesus sungguh sudah mati. Ini bukan pura-pura. Ini bukan sekadar pingsan. Yesus benar-benar menyerahkan nyawa-Nya.Banyak orang mungkin membaca bagian ini dengan cepat lalu lewat begitu saja. Tetapi sebenarnya bagian ini sangat penting. Darah dan air yang keluar dari lambung Yesus menjadi tanda bahwa kematian-Nya sungguh nyata. Jadi, salib bukan cerita yang dibuat-buat. Yesus benar-benar mati untuk menanggung dosa kita.Dan ada satu hal yang sangat indah, Wonder Kids. Darah Yesus mengingatkan kita bahwa keselamatan kita dibayar mahal. Kita diampuni bukan karena kita baik, tetapi karena Yesus mencurahkan darah-Nya bagi kita. Itulah sebabnya kita tidak boleh main-main dengan dosa. Dosa kita dibayar dengan sangat mahal oleh Tuhan Yesus.Air yang keluar bersama darah itu juga mengingatkan kita bahwa apa yang terjadi pada tubuh Yesus benar-benar nyata. Tuhan Yesus tidak menyelamatkan kita dari jauh. Ia masuk ke dalam penderitaan yang sungguh-sungguh, memakai tubuh manusia yang sungguh nyata, lalu mati bagi kita.Kadang-kadang kita bisa lupa betapa dekatnya salib dengan hidup kita. Kita mendengar tentang darah Yesus, tetapi tidak sungguh memikirkannya. Padahal darah Yesus adalah alasan mengapa kita bisa datang dekat kepada Allah. Karena Yesus mati bagi kita, hubungan kita dengan Allah bisa dipulihkan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh mati di kayu salib bagiku. Terima kasih karena darah-Mu dicurahkan untuk menebus dosaku. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi hidup dekat kepada Allah dengan hati yang penuh syukur. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: darah Yesus menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu sungguh nyata dan keselamatanmu dibayar sangat mahal. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Hati yang Terus Mengasihi (16 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 15, 2026 4:08


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Hati yang Terus MengasihiDiambil dari: Lukas 23:46 “Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.' Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.”Wonder Kids, saat Tuhan Yesus tergantung di kayu salib, tubuh-Nya makin lemah. Ia harus terus menahan rasa sakit, menarik napas dengan susah, dan menanggung penderitaan yang sangat besar. Semua itu membuat jantung-Nya bekerja sangat berat. Tubuh manusia memang bisa menjadi sangat lemah ketika terus menanggung sakit dan kehilangan banyak darah.Tetapi yang paling penting bukan hanya apa yang terjadi pada tubuh Yesus. Yang paling penting adalah apa yang ada di hati-Nya. Sampai akhir, hati Yesus tetap taat kepada Bapa. Yesus tidak memberontak. Yesus tidak berhenti mengasihi. Bahkan dalam penderitaan-Nya yang paling berat, Yesus tetap menyerahkan diri-Nya kepada Bapa.Itulah sebabnya kata-kata terakhir Yesus sangat indah: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Itu menunjukkan bahwa Yesus mati bukan dalam putus asa, tetapi dalam penyerahan yang penuh iman dan ketaatan. Ia tahu bahwa Bapa memegang-Nya. Ia tahu bahwa semua ini sedang menggenapi rencana keselamatan Allah.Wah, Wonder Kids, ini sangat menghibur. Kadang-kadang saat kita sakit, takut, atau sedih, hati kita bisa jadi gelisah. Kita bisa merasa bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Tetapi Yesus memberi teladan yang sempurna. Dalam penderitaan terbesar sekalipun, hati-Nya tetap percaya kepada Bapa.Dan lebih dari itu, hati Yesus juga tetap penuh kasih kepada kita. Ia tidak turun dari salib untuk menyelamatkan diri-Nya sendiri. Ia tetap tinggal di sana supaya kita bisa diselamatkan. Jadi saat kita melihat salib, kita melihat hati Yesus yang taat kepada Bapa dan hati Yesus yang mengasihi orang berdosa.Renungan hari ini juga mengajak kita memikirkan hati kita sendiri. Apakah hatiku cepat marah saat susah? Apakah aku tetap percaya kepada Tuhan saat keadaan berat? Apakah aku masih mau mengasihi orang lain walaupun aku sendiri sedang tidak nyaman? Kita memang belum sempurna seperti Yesus, tetapi Tuhan mau membentuk hati kita makin serupa dengan hati-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena sampai akhir Engkau tetap taat kepada Bapa dan tetap mengasihiku. Tolong aku supaya saat hidup terasa berat, aku tetap percaya kepada Tuhan dan punya hati yang lembut, taat, dan mengasihi. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tubuh Yesus sangat menderita, tetapi hati-Nya tetap taat dan penuh kasih sampai akhir. Tuhan Yesus memberkati

Renungan Anak GKY Mabes
Bagaimana Tubuh Bereaksi terhadap Kehilangan Darah (12 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 11, 2026 4:00


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bagaimana Tubuh Bereaksi terhadap Kehilangan DarahDiambil dari: Yohanes 19:28 “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai untuk menggenapkan yang ada dalam Kitab Suci, berkatalah Ia: ‘Aku haus!'”Wonder Kids, sebelum paku ditancapkan ke tangan dan kaki-Nya, Tuhan Yesus sudah mengalami banyak penderitaan. Ia sangat tertekan di taman Getsemani, lalu dicambuk dengan kejam, dihina, dan dipermalukan. Semua itu membuat tubuh-Nya sangat lemah dan kehilangan banyak darah.Kalau seseorang kehilangan banyak darah, tubuhnya akan bereaksi. Jantungnya akan berdetak lebih cepat supaya darah yang tersisa tetap bisa mengalir. Orang itu bisa menjadi lemah, pusing, gemetar, dan sangat haus. Tubuhnya merasa sangat membutuhkan cairan karena darah yang hilang harus diganti. Itulah sebabnya, di kayu salib, Yesus berkata, “Aku haus.”Ini menunjukkan lagi bahwa penderitaan Yesus itu sungguh nyata. Yesus tidak hanya tampak menderita dari luar. Tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit, kelemahan, dan kehausan yang sangat berat. Yesus bukan menjalani semua itu seperti sandiwara. Ia sungguh menderita sebagai manusia sejati.Wah, Wonder Kids, ini membuat kita makin melihat betapa besar kasih Yesus. Ia rela menanggung semua itu untuk kita. Setiap rasa haus, setiap luka, setiap tetes darah, semuanya menunjukkan bahwa keselamatan kita bukan sesuatu yang murah. Yesus membayarnya dengan penderitaan yang nyata.Kadang-kadang saat kita haus atau sakit sedikit saja, kita sudah merasa tidak nyaman. Itu wajar. Tetapi renungan hari ini menolong kita berhenti sejenak dan memikirkan: betapa berat penderitaan Yesus di kayu salib. Ia tidak mundur. Ia tetap taat sampai akhir karena Ia mengasihi kita.Dan ada satu hal yang indah juga. Saat Yesus berkata, “Aku haus,” kita melihat bahwa Dia sungguh mengerti tubuh manusia. Jadi kalau kamu sakit, lemah, haus, atau capek, Yesus tahu rasanya. Dia bukan Tuhan yang jauh dari penderitaan manusia. Dia adalah Juruselamat yang pernah masuk ke dalam penderitaan itu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena penderitaan-Mu sungguh nyata dan semua itu Engkau tanggung karena kasih-Mu kepadaku. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi belajar bersyukur, mengasihi-Mu, dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu itu sungguh nyata dan sangat besar. Tuhan Yesus memberkati

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Perbudakan (3 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 2, 2026 4:52


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan PerbudakanDiambil dari: Galatia 3:28 “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal, yaitu perbudakan. Pada zaman dulu, perbudakan ada di banyak tempat. Ada orang yang diperlakukan seperti milik orang lain. Tentu itu sangat menyedihkan dan tidak sesuai dengan hati Tuhan.Lalu ada orang yang bertanya, “Kalau Yesus sungguh sempurna, mengapa Ia tidak langsung menghapus perbudakan saat itu juga?” Pertanyaan itu tidak ringan. Tetapi kita perlu melihat dengan teliti apa yang Yesus lakukan.Yesus datang bukan untuk sekadar memperbaiki sedikit bagian luar hidup manusia. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dan dosa itulah akar dari banyak kejahatan, termasuk perbudakan, kekerasan, kesombongan, dan ketidakadilan. Jadi Yesus bekerja dari bagian yang paling dalam: hati manusia.Ketika seseorang sungguh diubah oleh Yesus, cara dia memandang orang lain juga berubah. Ia tidak lagi melihat orang lain sebagai barang, alat, atau orang yang lebih rendah. Ia belajar melihat sesamanya sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan dan berharga di hadapan-Nya. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata bahwa di dalam Kristus tidak ada hamba atau orang merdeka, karena semua sama-sama satu di dalam Kristus.Ini bukan berarti Yesus setuju dengan perbudakan. Justru ajaran Yesus menghancurkan akar dosa yang membuat perbudakan bisa hidup. Yesus mengajar manusia untuk mengasihi sesama, memperlakukan orang lain dengan hormat, dan hidup dalam kebenaran. Kalau hati manusia sungguh tunduk kepada Kristus, maka ia tidak akan mau menindas, merendahkan, atau memperbudak orang lain.Wonder Kids, mungkin hari ini kita tidak hidup dalam zaman perbudakan seperti dulu. Tetapi kita tetap bisa berdosa dengan merendahkan orang lain. Misalnya, mengejek teman, merasa diri lebih hebat, mempermainkan orang yang lemah, atau bersikap kasar kepada orang yang berbeda dari kita. Tuhan tidak mau kita hidup seperti itu. Tuhan mau kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.Jadi, renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus datang untuk mengubah hati kita. Dan saat hati diubah, hidup kita juga berubah. Kita belajar melihat orang lain dengan kasih, hormat, dan kebaikan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang sering kamu abaikan, remehkan, atau mungkin kurang kamu sukai. Hari ini, cobalah perlakukan dia dengan lebih baik, lebih sopan, dan lebih penuh kasih.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Tolong aku supaya tidak merendahkan atau menyakiti orang lain, tetapi belajar mengasihi sesama seperti Engkau mengasihiku. Ubah hatiku supaya hidupku menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang bukan hanya untuk mengubah aturan di luar, tetapi untuk mengubah hati kita supaya kita belajar mengasihi sesama dengan benar. Tuhan Yesus memberkati

Renungan Anak GKY Mabes
Pertanyaan tentang Neraka dan Dosa (2 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 1, 2026 4:58


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pertanyaan tentang Neraka dan DosaDiambil dari Matius 5:30 “Dan jika tangan kananmu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang hal yang cukup serius, yaitu dosa dan hukuman dosa. Mungkin ada orang bertanya begini: “Kalau Tuhan itu kasih, mengapa ada neraka? Mengapa dosa harus dihukum?” Pertanyaan itu memang berat, tetapi firman Tuhan menolong kita memikirkannya dengan benar.Pada mulanya, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dekat dengan-Nya. Manusia diciptakan segambar dengan Allah, supaya mengenal Dia, mengasihi Dia, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Jadi, sejak awal, manusia dibuat untuk menikmati hubungan yang indah dengan Tuhan. Itulah keadaan yang benar dan baik.Tetapi dosa merusak semuanya. Dosa bukan hal kecil. Dosa bukan cuma salah sedikit lalu selesai. Dosa adalah pemberontakan terhadap Tuhan. Dosa membuat manusia menjauh dari Allah, melawan kehendak-Nya, dan hidup menurut cara sendiri. Karena itu, dosa membawa hukuman. Bukan karena Tuhan kejam, tetapi karena Tuhan itu suci dan adil.Coba pikirkan begini, Wonder Kids. Kalau seseorang benar-benar baik dan adil, ia tidak akan berkata bahwa kejahatan itu tidak apa-apa. Justru karena Tuhan baik, Dia tidak bisa berpura-pura bahwa dosa bukan masalah. Kalau Tuhan menganggap dosa sepele, itu berarti Tuhan tidak sungguh kudus dan tidak sungguh adil. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan sempurna dalam kasih dan juga sempurna dalam keadilan.Itulah sebabnya Yesus berbicara dengan sangat serius tentang dosa. Dalam Matius 5:30, Yesus memakai kata-kata yang keras untuk menunjukkan bahwa dosa itu berbahaya sekali. Yesus tidak sedang mengajarkan kita benar-benar melukai tubuh kita, tetapi Yesus mau kita mengerti bahwa dosa harus diperangi dengan sungguh-sungguh. Lebih baik kehilangan sesuatu yang kita suka daripada terus hidup dalam dosa dan menjauh dari Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, kabar Alkitab tidak berhenti pada hukuman. Tuhan yang adil juga adalah Tuhan yang penuh kasih. Karena itu, Tuhan mengutus Yesus untuk menanggung hukuman dosa bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Jadi, saat kita memikirkan neraka dan dosa, kita juga harus melihat salib. Di salib kita melihat betapa seriusnya dosa, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah ada dosa yang sedang kamu pelihara atau anggap enteng. Bawalah itu kepada Tuhan dan katakan dengan jujur, “Tuhan, tolong aku membenci dosa dan sungguh-sungguh bertobat.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang kudus, adil, dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak menganggap dosa sebagai hal kecil, tetapi sungguh bertobat dan datang kepada Yesus yang sudah menanggung hukuman dosaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: dosa itu serius, tetapi kasih Tuhan di dalam Yesus lebih besar bagi orang yang mau bertobat dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-16 masa biasa, 24 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 23, 2026 6:22


Dibawakan oleh Gregorius Danar Damanihuruk and Aldi Noel Silalahi dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 3: 14-17; Mazmur tg: Yer 31: 10.11-12ab.13; Matius 13: 18-23.MENDENGAR DAN MENGERTI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mendengar Dan Mengerti. Adapertanyaan yang sering diutarakan kepada umat dan juga para imam yang bunyinyakira-kira begini: mengapa di dalam sesi pengajaran, renungan, dan homili, parapendengar tidak cukup betah dalam mendengar namun mereka lebih sering kedapatanmengantuk? Lihat saja pada waktu imam memberikan homili dalam misa, cukupbanyak umat yang mengantuk.  Ada begitu banyak alasan. Kesalahan atau kekurangan dapat diuraikan dandidaftar, baik itu dari pihak imam maupun umat. Baik itu dari pihak pewartamaupun dari pendengar. Cukup banyak orang mengatakan bahwa umat atau pendengarrupanya dapat mendengarkannya tetapi tidak mengerti. Ini dipandang sebagaisalah satu penyebab mereka mengantuk. Dua kemampuan intelektual ini, mendengardan mengerti, sama-sama berperan penting dalam pertumbuhan kejiwaan,kerohanian, dan hidup sosial seseorang. Mendengar merupakan kegiatan yang ditopang oleh indra telinga, oleh karenaitu harus menjadi yang pertama menerima pesan yang datang. Kegiatan ini samaseperti melihat dengan mata dan merasakan dengan kulit. Pesan yang datang dandidengar masih mentah. Kita merasakan sentuhan seperti terkena air pada kulitkita. Perasaan ini belum berarti apa-apa sebelum ia diproses di dalam otaksehingga menjadi sebuah pikiran. Di sini baru bisa terjadi pemahaman ataupengertian. Sebuah pengertian baru dibuat dari proses mendengar yang kemudiandiolah oleh pikiran, yang akhirnya membentuk sikap, perilaku dan cara hidupyang baru pula. Itulah sebabnya Yesus sangat tegas mengatakan bahwa seorang pribadi yangbaik ialah ia yang dapat mendengar dan mengerti Sabda Tuhan yang disampaikankepadanya. Kalau ia hanya mendengar, ia baru setengah baik. Ia juga tidak bisalangsung mengerti jika belum mendengar Sabda itu. Orang seperti ini diumpamakansebagai tanah yang baik, yaitu kemampuannya untuk mendengar dan mengerti secarabaik, sehingga ketika Sabda Tuhan datang kepadanya Sabda itu akan tumbuh danberbuah banyak di dalam hidupnya. Dalam proses mendengar dan mengerti itu kita mesti dapat menghindaribeberapa hal ini: hati dan pikiran kita seperti jalanan besar dan kecil di manasabda Tuhan jatuh di situ lalu burung dan ayam datang memakannya, akhirnyasabda Tuhan tidak tumbuh. Kita juga seperti bebatuan dengan tanah tipis diatasnya, di mana sabda Tuhan tumbuh tapi tidak berakar, akhirnya layu ketikakena panas matahari dan mati. Hati dan pikiran kita seperti duri-duri dan semakbelukar, di mana sabda Tuhan akan terhimpit dan terancam mati. Denganmenghindari semua itu, yang tinggal adalah diri kita sebagai tanah yang subur. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah maha kuasa, jadikanlah diri kami tanah subur supayaSabda-Mu bertumbuh subur dan akhirnya berbuah melimpah. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 23 Juli 2026 - Jaga Hati dan Perkataan, Kendalikan Diri

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 22, 2026 6:32


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 23 Juli 2026Bacaan: “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.” (Mazmur 4:5)Renungan: Suatu hari di jam sebelas malam, Andrea baru saja membaca chat dari teman kantor di grup. Temannya menyindir dia di depan bosnya. Darahnya langsung naik. Jempolnya sudah mau mengetik balasan panjang, sebagai pelampiasan kemarahannya. Tapi kemudian dia ingat bahwa besok mereka akan ketemu lagi di kantor. Kalau dia membalas malam ini, pasti besok pagi akan menyesel. Akhirnya dia meletakkan HPnya kemudian ke kamar, tutup mata, dan berbicara dalam hati kepada Tuhan, “Tuhan, aku marah banget dan sakit sekali hati ini. Tapi aku tidak mau berdosa karena marah ini." Pagi harinya, kepalanya lebih tenang. Dia bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara yang benar. Malam itu dia belajar, marah boleh, tapi jangan sampai marah menguasai hati ini. Daud menulis mazmur ini waktu dikejar-kejar musuh dan difitnah. Dia juga marah, kecewa, sakit hati. Tetapi dia diberi 3 nasihat. Pertama, “Biarlah kamu marah” Marah itu manusiawi. Yesus juga pernah marah. Kedua, “Tetapi jangan berbuat dosa”. Bahayanya di sini. Marah bisa jadi memaki, balas dendam dan fitnah. Itulah yang membuat kita berdosa. Ketiga, “Berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam”. Artinya bawalah permasalahan kita kepada Tuhan dulu. Kita belajar mendiamkan mulut dan menenangkan hati sambil mengevaluasi di hadapan Tuhan sebelum bertindak. Intinya: Jangan mengambil keputusan saat kita sedang emosi. Mazmur 4:5 mengajar kita untuk "pause". Sebelum chat, sebelum berbicara, sebelum mengambil keputusan, diamlah dahulu kemudian bawalah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku adalah manusia yang gampang marah dan gampang salah langkah. Ampunilah aku kalau selama ini aku cepat melampiaskan amarah sehingga menjadi berdosa. Ajarilah aku seperti Daud, saat marah, aku datang kepada-Mu dahulu, bukan ke orang lain. Tolonglah aku untuk diam, berpikir, dan bicara dengan-Mu sebelum aku bertindak. Yesus, tolong jaga hati dan mulutku hari ini. Amin. (Dod).

Padepokan Budi Rahardjo
Kopi: kekasaran biji kopi

Padepokan Budi Rahardjo

Play Episode Listen Later Jul 14, 2026 11:22


Salah satu aspek utama dari penyeduhan kopi adalah kekasaran (kehalusan) biji kopi. Ini terkait dengan banyaknya air bertemu dengan kopi, yaitu luas permukaan kopi. Semakin halus, semakin banyak air bertemu dengan kopi. Kehalusan ini ditentukan oleh grinder yang kita gunakan. Itulah sebabnya investasi di grinder kopi sangat penting.#kopi #coffee

Pinter Politik
Rudal di Depan, Nikel di Belakang

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Jul 9, 2026 13:05


KATA PEMRED #51PinterPolitik.comTiga jet tempur mengawal pesawat Narendra Modi memasuki langit Indonesia, Senin sore itu. Di landasan Halim, Prabowo menyambutnya sendiri. Keesokan harinya, di Istana Merdeka, kamera merekam yang paling mudah dibaca. Kontrak sistem rudal jelajah BrahMos. Senjata supersonik, hasil patungan India dan Rusia, kini akan dimiliki Indonesia.Itulah judul yang berkeliling dunia. Reuters, Washington Post, kantor berita India, semua menautkan kata Modi, Prabowo, dan rudal dalam satu tarikan napas.Tetapi tanda tangan yang paling penting hari itu bukan pada rudal.

C3 Reach Pemulihan Kupang
Seri 3 - Race & Grace | Ps. Charles Bessie

C3 Reach Pemulihan Kupang

Play Episode Listen Later Jul 9, 2026 54:18


Hati kita adalah sumber dari kehidupan. Kalau hati kita bersih, hati kita jernih dan dari sumber hati ini ialah hal yang baik maka apa yang Alkitab katakan, yaitu akan terpancar kehidupan. Aliran-aliran jiwa kita ditentukan dari keadaan hati kita. Itulah mengapa sangat penting untuk menaruh sumber yang tepat kepada siapa kita memberi sesuatu untuk berada di takhta hati kita. Lalu pertanyaannya mengapa hati? Mengapa Alkitab dan firman Allah sangat tertarik dengan hati? Sampai Yesus ketika datang ke dunia, Ia hanya tertarik kepada hati dan bukan penampilan, sebab Yesus tahu sumber kehidupan terpancar dari hati. Dalam kehidupan ini, apa yang kita kejar dan perbaiki? Apakah soal penampilan atau tentang hati kita? Mari sama-sama belajar dalam Seri 3 - Race & Grace, Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 4 Juli 2026 - Tekad dan perjuangan mengalahkan ujian hidup

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 3, 2026 5:02


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 Juli 2026Bacaan: "Maka ia memungut di ladang sampai petang lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya." (Rut 2:17)Renungan: Pada saat dihadapkan dengan ujian hidup yang berat maka ada beberapa respons yang muncul dalam hidup kita. Pertama, kita mengasihani diri secara berlebihan. Kita selalu bertanya kepada Tuhan, "Mengapa harus saya yang mengalami peristiwa pahit ini?" Kedua, kita mencari belas kasihan manusia untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Ketiga, kita berani menghadapi setiap masalah dengan tekad hati yang kuat, seberat apapun masalah itu. Salah seorang motivator di Indonesia mengambil ilustrasi tentang betapa dahsyat kekuatan tetesan air jika dilakukan secara terus menerus. Tetesan air bahkan dapat melubangi batu! Beliau berkata seperti ini, "Kerasnya batu bisa takluk dengan tetesan air. Begitu pula kerasnya ujian hidup di dunia bisa kalah oleh kekuatan tekad dan fokus perjuangan yang dilakukan." Seperti itulah perjuangan Rut menghadapi kerasnya ujian hidup yang datang kepadanya. Suaminya meninggal, keluarga suaminya juga meninggal semua, kecuali mertua perempuannya saja yaitu Naomi. Kini, Rut tinggal bersama Naomi dan mengambil tanggung jawab untuk memeliharanya. Kehidupan yang dijalani mereka persis seperti yang disebutkan Naomi, yaitu Mara yang artinya sangat pahit (Rut 1:20). Itulah kerasnya ujian hidup yang harus dijalani Rut. Namun dengan tekad dan perjuangan keras, Rut berhasil mengatasi masalahnya dan menjadi orang yang sangat berhasil. Perhatikan apa yang dilakukan Rut. la tak pernah mengasihani diri, Rut menjalani masalahnya dengan begitu tabah. Rut juga tidak pernah meminta belas kasihan orang lain, sebaliknya ia berjuang keras untuk menghidupi dirinya dan Naomi, meski harus memungut jelai yang tercecer dari pagi sampai petang. Ketekunan, tekad, dan perjuangan Rut akhirnya membuahkan hasil. Benarlah bahwa batu yang keras bisa takluk dengan tetesan air. Ujian hidup yang keras bisa kalah oleh tekad dan perjuangan yang terus menerus. Jika kita sedang mengalami pergumulan hidup yang keras, ingatlah bahwa batu pun takluk dengan tetesan air. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya ketika Engkau ada bersama-sama dengan aku, maka badai sehebat apapun dapat aku lalui. Karena aku tahu, kuasa-Mu lebih besar dari setiap badai kehidupanku. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Siapakah Yeremia? (26 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 25, 2026 5:23


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yeremia? Diambil dari: Yeremia 31:33  “Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”Wonder Kids, saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” salah satu jawaban yang muncul adalah Yeremia. Mengapa orang bisa berpikir begitu? Yeremia adalah nabi Tuhan yang hidup pada masa yang sangat sulit. Ia dipakai Tuhan untuk memperingatkan bangsa Israel dan Yehuda supaya bertobat. Yeremia berbicara dengan berani kepada para pemimpin dan kepada bangsa itu, walaupun banyak orang tidak suka mendengarnya. Karena dosa mereka, Yerusalem akhirnya jatuh dan bangsa itu dibuang. Jadi Yeremia dikenal sebagai nabi yang menyampaikan firman Tuhan dengan tegas, sedih, dan serius.Ada alasan mengapa orang membandingkan Yesus dengan Yeremia. Yesus juga berbicara dengan berani. Yesus juga menegur dosa, mengingatkan orang untuk bertobat, dan menegur para pemimpin agama yang keras hati. Jadi, dari luar, orang bisa melihat ada kemiripan antara Yeremia dan Yesus.Tetapi ada satu hal yang sangat penting, Wonder Kids. Yeremia bukan hanya menegur dosa. Ia juga dipakai Tuhan untuk menyampaikan janji yang indah, yaitu janji tentang perjanjian baru. Tuhan berkata bahwa suatu hari Ia akan menaruh firman-Nya dalam hati umat-Nya. Artinya, Tuhan tidak hanya mau memperbaiki bagian luar, tetapi mengubah hati manusia dari dalam. Nah, janji itu digenapi di dalam Yesus. Yeremia hanya menyampaikan janji itu, tetapi Yesus datang untuk menggenapinya. Jadi Yesus bukan Yeremia. Yesus jauh lebih besar. Yeremia adalah nabi yang menunjuk ke depan, tetapi Yesus adalah Juruselamat yang membawa penggenapan janji Allah.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang kita berpikir yang kita butuhkan hanyalah nasihat, aturan, atau teguran supaya hidup kita lebih baik. Tetapi sebenarnya kita butuh lebih dari itu. Kita butuh hati yang baru. Kita butuh Tuhan bekerja di dalam hati kita. Dan itu hanya bisa terjadi karena Yesus.Kalau hati kita diubah oleh Tuhan, kita tidak lagi hanya tahu apa yang benar, tetapi juga mau hidup bagi Tuhan. Kita jadi rindu taat, rindu mengenal Tuhan, dan rindu mengasihi Dia. Itulah yang Tuhan kerjakan di dalam hidup orang yang percaya kepada Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Berdoalah kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan Yesus, aku tidak hanya butuh tahu yang benar. Aku butuh Engkau mengubah hatiku supaya aku mau hidup bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya memberi firman, tetapi juga sanggup mengubah hati manusia. Tolong aku supaya tidak keras hati, tetapi mau dibentuk oleh-Mu dan hidup taat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yeremia menyampaikan janji tentang hati yang baru, tetapi Yesus datang untuk menggenapi janji itu di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 25 Juni 2026 - Nyatakan Kasih dan Kebaikan kepada sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 24, 2026 5:20


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Juni 2026Bacaan: "Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian." (Lukas 6:33)Renungan: Senyum adalah salah satu gestur universal manusia. Bahasa manusia boleh berbeda-beda, budaya juga bisa beragam macamnya, tapi di hampir semua tempat, senyuman dimengerti sebagai tanda kegembiraan, keramahan, dan penerimaan. Ketika kita melakukan kebaikan kepada seseorang, maka senyuman dan ucapan terima kasih darinya bukanlah hal yang mengejutkan. Namun ketika kita melakukan kesalahan, ketika kita menumpahkan minuman ke baju seseorang, kita datang terlambat ke satu pertemuan penting, kita berbelok di tikungan yang salah saat mengantarkan seseorang yang sedang buru-buru, tapi orang itu tetap memberikan senyuman, maka perasaan kita akan sangat berbeda dengan situasi pertama tadi. Kita jelas lebih lega. Senyuman itu menjadi lebih berkesan karena kita akan mengingat orang tersebut sebagai orang yang baik, sabar, rendah hati, dst. Ketika kebaikan tampak sulit didapatkan tapi kita justru menerimanya, saat itu akan menjadi momen yang tak terlupakan. Inilah yang diajarkan Yesus kepada kita. Bukan hanya berbuat baik kepada mereka yang baik kepada kita, tapi juga kepada mereka yang telah melukai atau berbuat jahat pada kita. Bukan memberi sesuai apa yang diperintahkan, tapi memberi lebih dari itu. Bukan memberkati dan mendoakan orang yang kita sayangi saja, tapi memberkati dan mendoakan mereka yang mengutuki dan memusuhi kita. Jika itu semua yang kita lakukan, percayalah tindakan itu akan jauh lebih diingat orang. Itulah sesungguhnya yang disebut hidup yang menjadi berkat. Jika kita ingin hidup kita bisa menjadi berkat bagi orang lain, itu tidak cukup dengan banyak memberi atau berbuat baik saja. Tapi, berilah, nyatakan kasih, dan buatlah kebaikan juga kepada mereka yang seolah tidak pantas untuk menerimanya, yaitu mereka yang membenci, memusuhi, dan menyakiti kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan cinta-Mu, agar aku dapat membagikan cinta-Mu itu kepada orang lain tanpa memandang apakah dia baik bagiku atau mengecewakanku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 22 Juni 2026 - Menghargai waktu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 21, 2026 5:35


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 22 Juni 2026Bacaan: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:15-16)Renungan: Manusia memiliki banyak cara menghitung waktu. Kita juga mengenal banyak alat untuk melakukan itu semua, mulai dari kalender, jam, hingga stopwatch. Bahkan sebagian orang mengeluarkan uang berjuta-juta hingga milyaran rupiah untuk sebuah arloji saja. Apakah orang yang memiliki arloji senilai milyaran rupiah pasti lebih menghargai waktu daripada mereka yang melihat waktu hanya dari jam di ponsel? Belum tentu. Orang bisa menghargai waktu ketika ia bisa melihat waktu dengan cara yang benar. Sayang, masih banyak yang melihat waktu dengan cara salah. Ada yang memakai seluruh waktunya hanya untuk melakukan satu hal (misal: bekerja terus menerus, atau berhura-hura tak ada habisnya). Ada juga yang terpaku pada masa lalu. Ada yang hanya fokus pada hal-hal jangka pendek sehingga tidak siap menghadapi masa depan. Ada yang menilai seluruh waktunya dengan apa yang terjadi di satu waktu saja. Jika gagal, ia merasa hidupnya akan selalu gagal. Jika berhasil, ia sombong karena merasa tak akan bisa gagal. Tidak sedikit juga yang gagal menikmati masa sekarang. Daripada menikmati hal-hal yang ada di hadapan mereka, mereka lebih terpaku pada masa lalu ataupun terus mengejar ini itu dengan beralasan semuanya demi masa depan. Satu yang harus kita pahami adalah bahwa setiap waktu adalah berharga. Itu sebabnya kita harus belajar menghitung hari (Mzm. 90:12). Ya, hari, bukan bulan atau tahun. Artinya, hargai setiap waktu, dari waktu terkecil. Setiap waktu adalah berharga, bukan karena waktu adalah uang seperti pepatah dunia. Waktu berharga karena apa yang kita lakukan di setiap waktu kita di dunia ini akan berdampak pada waktu kita di kekekalan nanti. Karena itu, hanya memakai waktu untuk urusan dunia, mengejar kesuksesan jasmani atau ambisi pribadi, tentu tidak bijak. Memakai waktu untuk bersekutu dengan Allah, mengasihi keluarga, melayani sesama, serta juga beristirahat dan menjaga kesehatan, itu yang juga harus dilakukan. Hiduplah dengan fokus untuk melakukan kehendak Allah dalam segala hal, baik itu di pekerjaan, pergaulan, hingga waktu pribadi. Itulah cara bijak menghargai waktu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku dapat menghargai waktuku. Sehingga apapun yang aku lakukan semua dapat bermanfaat bagi hidupku saat ini maupun untuk persiapan masa depanku. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Nama Baik Yesus (20 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 19, 2026 3:25


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Nama Baik YesusDiambil dari: Amsal 22:1  “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”Wonder Kids, coba bayangkan ada cap stempel yang ditekan ke kertas. Kalau cap itu bagus, gambarnya akan terlihat jelas dan rapi. Tetapi kalau capnya rusak, hasilnya juga jadi jelek. Nah, hidup seseorang juga seperti itu. Apa yang ia lakukan terus-menerus akan meninggalkan “jejak” tentang siapa dia sebenarnya. Itulah yang disebut reputasi atau nama baik.Nama baik tidak dibangun dalam satu hari. Nama baik dibentuk lewat banyak pilihan kecil: berkata jujur, menepati janji, bersikap baik, tidak curang, dan melakukan yang benar berulang kali. Tetapi nama baik juga bisa rusak karena satu pilihan yang salah. Karena itu, firman Tuhan berkata bahwa nama baik itu sangat berharga.Kalau kita memikirkan Yesus, kita melihat Pribadi yang tidak pernah mempunyai reputasi buruk karena dosa. Yesus sempurna. Semua yang Yesus lakukan selalu benar, penuh kasih, penuh hikmat, dan suci. Memang ada orang-orang yang menolak Yesus dan berbicara jahat tentang Dia. Tetapi itu bukan karena Yesus berbuat salah. Itu karena hati mereka tidak mau menerima kebenaran. Yesus tetap menunjukkan lewat hidup-Nya bahwa Ia adalah Pribadi yang kudus dan dapat dipercaya.Bahkan saat banyak orang salah paham tentang Yesus, Yesus tidak membalas dengan dosa. Ia tetap mengasihi, tetap mengajar kebenaran, dan tetap melakukan kehendak Bapa. Dari hidup Yesus, kita belajar bahwa nama baik yang sejati bukan dibangun dengan pura-pura terlihat baik di depan orang, tetapi dengan hidup yang sungguh benar di hadapan Tuhan.Wonder Kids, ini penting juga untuk hidup kita. Tuhan mau kita punya nama baik. Bukan supaya kita dipuji orang, tetapi supaya hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan. Saat kamu jujur, bertanggung jawab, tidak suka bohong, tidak curang, dan baik kepada orang lain, kamu sedang membangun nama baik yang menyenangkan hati Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu kebiasaan kecil yang bisa membantumu punya nama baik, misalnya berkata jujur, menepati janji, atau mengakui kesalahan. Lalu lakukan itu hari ini dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu benar, suci, dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya hidupku juga menunjukkan kejujuran, kebaikan, dan kesetiaan, sehingga aku boleh memiliki nama baik yang memuliakan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama baik dibangun lewat banyak pilihan kecil yang benar, dan Yesus adalah teladan sempurna bagi hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 18 Juni 2026 - Kita bersyukur maka kita Bahagia

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 17, 2026 5:04


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 18 Juni 2026Bacaan: Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (Yesaya 26:3)Renungan: Hidup adalah sekumpulan pilihan. Banyak alasan untuk membuat kita tertawa, tapi banyak orang memilih untuk kecewa. Banyak hal yang seharusnya membuat kita tersenyum, tapi banyak orang justru memilih untuk bersedih. Banyak hal yang seharusnya kita abaikan, tapi banyak orang justru mempersoalkan. Banyak hal yang seharusnya mudah dan sederhana untuk dijalani, tapi banyak orang memilih untuk ribet dan mempersulitnya. Banyak hal yang seharusnya kita syukuri, tapi banyak orang memilih untuk mengeluhkan hal-hal yang tidak ia miliki. Jika kita mau merenungkan lebih dalam, sesungguhnya hidup kita penuh dengan kebahagiaan, sayangnya kita tidak menyadarinya. Sebagai gantinya, kita justru memandang bahwa hidup kita seolah-olah hanya berisi penderitaan dan masalah saja. Lupa bahwa di dalam penderitaan sekalipun, kita bisa menemukan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan. Pilihlah yang baik, bukan yang buruk. Pilihlah yang mendatangkan sukacita, bukan yang mengundang kecemasan. Pilihlah untuk berbahagia, bukan takut dan khawatir. Semuanya itu mungkin terjadi kalau kita bisa menguasai hati. Menguasai hati untuk terus bersyukur, dan bukan iri karena membandingkan diri dengan orang lain. Bukankah berkat tidak selalu urusan materi? Di saat jiwa kita tenang dan hati kita damai, bukankah itu kebahagiaan yang jauh lebih berharga daripada sekadar kekayaan dan materi saja? Itulah sebabnya untuk bahagia tidak selalu berarti harus memiliki segalanya, melainkan bersyukur untuk semuanya. Seperti halnya sebuah kalimat bijak berkata, "Bukan karena bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi karena kita bersyukur maka kita jadi bahagia." Jika kita mengerti rahasia kehidupan ini, tidak ada alasan untuk kita melupakan segala kebaikan dan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima. Bahkan, di saat kita mengalami masa-masa yang paling sulit sekalipun, kita akan tetap merasakan ketenangan di dalam Tuhan. Di tengah badai kita merasakan damai! Apakah kita ketenangan jiwa seperti ini terjadi dalam hidup kita? Marilah kita ubah cara pandang kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan, bahkan di masa-masa sulit pun aku rindu Engkau hadir untuk memberi ketenangan padaku. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Sejarah dan Iman (16 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 15, 2026 4:54


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Sejarah dan ImanDiambil dari: 1 Korintus 15:17  “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus tidak perlu sungguh-sungguh bangkit. Mereka berpikir mungkin cerita tentang Yesus cukup dipahami sebagai lambang saja. Maksudnya, mereka ingin berkata bahwa ajaran Yesus tetap baik walaupun kebangkitan-Nya tidak benar-benar terjadi. Tetapi Alkitab tidak pernah mengajarkan seperti itu.Firman Tuhan justru berkata dengan sangat jelas: kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka iman kita sia-sia. Wah, keras sekali ya. Artinya, iman Kristen tidak dibangun di atas cerita yang indah saja, tetapi di atas peristiwa yang sungguh terjadi. Yesus benar-benar mati, benar-benar dikuburkan, dan benar-benar bangkit. Kalau kebangkitan itu tidak nyata, maka tidak ada keselamatan yang sejati.Itulah sebabnya para rasul memberitakan Yesus sebagai Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Mereka tidak berkata, “Anggap saja ini lambang.” Mereka berkata bahwa Yesus benar-benar datang dari keturunan Daud, benar-benar disalibkan, dan benar-benar dibangkitkan oleh Allah. Jadi, iman Kristen adalah iman yang berdiri di atas kebenaran yang nyata.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang suka hal-hal yang terasa rohani, tetapi tidak mau menerima bahwa Tuhan sungguh bekerja dalam dunia nyata. Padahal Yesus tidak datang hanya untuk memberi ide bagus atau ajaran yang menyentuh hati. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia harus sungguh mati menggantikan kita dan sungguh bangkit mengalahkan maut.Kalau Yesus tidak bangkit, maka dosa kita masih belum dibereskan. Tetapi syukur kepada Tuhan, Yesus sungguh bangkit. Itu berarti dosa kita bisa diampuni, hidup kita bisa diubahkan, dan kita punya pengharapan yang hidup. Jadi kita tidak percaya kepada lambang kosong. Kita percaya kepada Juruselamat yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh bangkit. Tolong aku hidup sebagai anak yang percaya kepada Juruselamat yang hidup.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak tinggal dalam kematian, tetapi sungguh bangkit dengan kemenangan. Tolong aku supaya imanku tidak kosong, tetapi sungguh berdiri di atas kebenaran-Mu yang hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman Kristen bukan cerita kosong, karena Yesus sungguh mati dan sungguh bangkit untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 14 JUni 2026 - Lepaskan Kekhawatiran hadirkan damai

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 13, 2026 4:08


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 Juni 2026Bacaan: Sikap yang tenang memanjangkan umur; iri hati memendekkannya." (Amsal 14:30)Renungan: Kesehatan tubuh kita memang sangat berkaitan dengan suasana hati kita. Ini bukan karena faktor makanan atau gaya hidup yang tidak sehat saja, melainkan lebih dari itu, yaitu tidak menjaga hati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres dan kondisi emosional yang tidak seimbang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik seseorang. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan yang kompleks antara pikiran, emosi, dan tubuh manusia. Ketika seseorang mengalami stres atau ketidakseimbangan emosional, sistem kekebalan tubuhnya dapat terpengaruh, meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. Hati yang tenang merupakan kondisi ketika ia tenang, damai, dan tenteram. Amsal 4:23 menyatakan "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan". Hati yang tenang dapat diartikan sebagai hati yang kudus, bebas dari dosa seperti kepahitan, dendam, iri hati, kesombongan. Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga hati karena hati yang bersih membawa ketenangan. Orang benar merasakan damai sejahtera, ketenangan, dan ketenteraman abadi karena "Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya (Yes. 32:17). Karena itu, menjaga hati agar tetap bersih dan penuh dengan kebenaran adalah kunci untuk mencapai ketenangan batin. Mari kita berusaha hidup benar sehingga hidup kita menjadi tenang dan tentram. Biarlah kita selalu menjaga hati kita agar tetap tenang dan serahkanlah segala kekhawatiran kita kepada Tuhan karena Tuhan yang lebih mengetahui segala isi hati kita. Sementara itu, kita juga berjalan di dalam kebenaran firman-Nya. Itulah yang akan menyegarkan tubuh, jiwa, dan hati kita. Hanya dekat Tuhan saja hati kita akan tenang karena hati yang tenang akan memperoleh kesegaran jiwa dan raga. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah kepahitan dari dalam hatiku, agar damai sejahtera-Mu menguasai hatiku. Amin. (Dod).

C3 Reach Pemulihan Kupang
Seri 2 - Makna & Respon | Ps. Charles Bessie

C3 Reach Pemulihan Kupang

Play Episode Listen Later Jun 11, 2026 53:20


3 miliar lebih, merupakan uang yang sangat banyak yang mungkin kalau kita terima sampai saat ini, kita bisa saja bingung mau menggunakan untuk apa uang sebanyak itu. Itulah yang terjadi dengan perumpamaan talenta yang diberikan kepada 3 hamba dari seorang tuan yang akan pergi ke negeri yang jauh, dan berharap untuk ketiga hambanya mengelola dengan baik setiap talenta yang diberikan. Tetapi dalam perumpamaan ini, bukan soal angka, jumlah dan banyaknya yang dipercayakan atau diberikan, tetapi bagaimana hikmat, respon dan sikap kita dalam menanggapi setiap tanggung jawab yang di taruh di dalam tangan kita. Inilah yang Yesus mau ajarkan kepada kita tentang kerajaan sorga. Banyak dari kita Tuhan percayakan, anugerahkan sesuatu, tetapi terkadang respon kita dan cara kita memaknai setiap pemberian dari Allah tidak ada dalam perspektif yang benar. Lalu seperti apa respon yang benar dalam menyikapi setiap hal yang Allah taruh di tangan kita? Simak dalam Seri 2 - Makna & Respon, Ps. Charles Bessie | Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
SJV: A relatively new band but with high aspirations - SJV: Sebuah band yang relatif baru namun memiliki aspirasi yang tinggi

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later May 28, 2026 18:47


SJV: A relatively new band but with high aspirations When someone loves what they do, no matter how challenging it is, they will definitely do it. That's what happened in the life of Jessie Paath, a wife, mother of her children, working three jobs, and also the vocalist of the SJV band (Sedulur Jawa Victoria). - Ketika seseorang menyukai apa yang dikerjakan, seberapa berat pun tantangannya, pasti akan dilakukan. Itulah yang terjadi dalam hidup seorang Jessie Paath, seorang istri, ibu dari anaknya, mempunyai tiga pekerjaan yang juga sebagi vokalis dari band SJV (Sedulur Jawa Victoria).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #311: Yesus, Pilatus dan Barabas

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later May 24, 2026 14:08


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 311 (Matius 27:11-26): Karena para imam kepala dan tua-tua Israel tidak memiliki kuasa politik, maka setiap keputusan hukuman mati harus datang dari otoritas Romawi. Itulah sebabnya mereka menyerahkan Yesus kepada Pilatus untuk dihukum mati. Bagaimana cara mereka mendesak Pilatus untuk menghukum mati Yesus?

Ini Koper
#1013 Punan Batu: Suku Penjelajah Terakhir di Kalimantan

Ini Koper

Play Episode Listen Later May 22, 2026 7:35


Hutan Bulungan yang berpagar benteng karst raksasa kembali menyentak kesadaran antropologi kita lewat sebuah penemuan tak sengaja pada tahun 2018. Di sanalah sekelompok kecil pengembara yang menyebut diri mereka Punan Batu terbukti masih merawat denyut kehidupan nomaden yang murni. Mereka tidak sekadar bertahan hidup dari kemurahan rimba, melainkan menjadi penjaga setia rantai sejarah evolusi manusia yang kian terkikis zaman. Bagi saya, eksistensi mereka adalah cermin paling jernih untuk melihat bagaimana leluhur kita dahulu membangun harmoni sosial tanpa sekat kepemilikan. Di tengah lebatnya tajuk pohon, mereka tidak memerlukan gawai modern melainkan sepotong kayu sederhana yang ditancapkan tegak di tanah sebagai media sosial purba. Itulah tongkat pesan, sebuah mahakarya komunikasi non-verbal yang mampu menyampaikan sandi rahasia mulai dari rute perjalanan hingga jeritan darurat kelaparan. Setiap takikan dan gulungan daun yang disematkan di sana adalah simbol kebersamaan yang mengikat kelompok-kelompok cair ini dalam satu ekosistem sosial yang solid. Ketika tongkat-tongkat ini mulai patah dan ditinggalkan akibat pemukiman paksa, kita sebenarnya sedang menyaksikan runtuhnya sistem komunikasi paling jujur di bumi. Namun, di atas semua itu, jiwa terdalam Punan Batu justru tersimpan rapat dalam sayup nyanyian puitis Latala yang bergema di sela dinding gua. Bahasa lagu yang terisolasi secara genetis ini bukan sekadar alat hiburan sunyi, melainkan sejarah lisan yang meratapi takdir ruang hidup mereka yang kian menyempit. Kini, deru traktor kelapa sawit dan konsesi penebangan kayu mulai merangsek masuk merusak bentang alam tempat senandung purba ini dilahirkan. Menyelamatkan mereka berarti mendengarkan bait terakhir Latala sebelum hutan Bulungan kehilangan suara aslinya untuk selamanya.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 20 Mei 2026 - Mengandalkan Tuhan dalam segala hal

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 19, 2026 4:46


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 20 Mei 2026Bacaan: ".... Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14)Renungan: Adakah dari kita yang tidak pernah memikirkan masa depan kita? Perihal masa depan seringkali menggugah kecemasan diri sendiri karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Oleh sebab itu orang mulai menduga-duga, membuat prediksi, juga menyusun rencana untuk hidupnya di masa depan. Semua itu dilakukan karena manusia mengkhawatirkan kepastian dan keberlangsungan hidupnya. Ketidaktahuan manusia akan masa depan, menunjukkan ketidakberdayaan dan kelemahan manusia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya. Semua prediksi, perkiraan, rencana yang disusun, seringkali menunjukkan ego manusia yang hanya mengandalkan dirinya sendiri. Padahal kita tidak tahu rencana tersebut akan tercapai atau tidak. Dalam bacaan pada hari ini, kita ditanya, "Apa arti hidupmu? Apakah arti hidup kita yang tak berdaya ini? Terlebih bila kita hanya mengandalkan diri sendiri." Tentu hidup kita tidak akan ada artinya karena kita begitu lemah seperti yang digambarkan, yakni seperti uap yang hanya terlihat sebentar saja. Namun demikian di dalam ketidakberdayaan tersebut, Yakobus mengajak kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui kelemahan diri sendiri. Dalam pengakuan itu, kita diajak untuk hanya mengandalkan Tuhan dan sepenuhnya berserah kepada-Nya. Sekalipun tentunya kita diperbolehkan untuk memiliki rencana atas hidup kita, tetapi di dalam melakukan perencanaan kita tetap harus menyertakan Tuhan. Ini merupakan wujud penyerahan diri kepada Tuhan, yang membuahkan hidup bagi kita. Itulah arti hidup sesungguhnya. Mari maknai hidup ini dengan mengandalkan Tuhan dalam semua segi kehidupan kita. Libatkan Tuhan dalam membuat rencana, mengambil keputusan bahkan ketika mewujudkan rencana tersebut. Orang yang mengandalkan Tuhan adalah pribadi yang rendah hati karena ia menyadari akan keterbatasan dirinya sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengandalkan Engkau saja dalam hidup ini, sehingga damai sejahtera-Mu dapat tetap tinggal di hatiku, karena aku tahu bersama-Mu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod)

Pinter Politik
Hormuz, dan Pena yang Berpindah Tangan

Pinter Politik

Play Episode Listen Later May 17, 2026 11:44


KATA PEMRED #27PinterPolitik.comMata uang sesungguhnya di Zhongnanhai bukan dolar dan bukan yuan. Ia adalah Taiwan, ditukar diam-diam dengan akses kapal-kapal Tiongkok yang sudah mulai melintasi Hormuz di bawah aturan baru Tehran.Itulah pertukaran sejati di balik foto 15 Mei lalu, ketika Donald Trump dan Xi Jinping berjalan beriringan di taman Zhongnanhai. Komunike menyebut Hormuz dan Taiwan di paragraf terpisah, tetapi tautannya sengaja tidak dituliskan. South China Morning Post mencatat paket persenjataan 11 miliar dolar untuk Taipei, disetujui Kongres Desember 2025, hingga hari ini belum dikirim dari Pentagon. Beijing tidak memintanya dibatalkan; cukup memintanya tetap di rak.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-6 Paskah, 15 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 14, 2026 7:18


Dibawakan oleh Sherly dari Paroki Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 18: 9-18; Mazmur tg 47: 2-3.4-5.6-7; Yohanes 16: 20-23a.JANGAN REMEHKANPENYESALAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jangan Remehkan Penyesalan. Untukkesekian kalinya Sandro, remaja yang hendak masuk universitas itu, minta maafkepada ibunya: "Maafkan aku Mama, saya sangat menyesali perbuatan saya.Saya berjanji tak ulangi lagi perbuatan itu". Sandro hanya menggunakanuang untuk jalan-jalan dan pacaran, uang yang sebenarnya untuk persiapannyamasuk kuliah. Ia menunduk dan memeluk ibunya. Semua berharap supaya janjiSandro untuk berubah itu menjadi kenyataan. Tetapi setiap janji kita untuk berubah dari kesalahan atau dosa akanterwujud seperti yang diharapkan harus melalui penyesalan. Penyesalan adalahrasa malu, sedih, sakit, derita dan tidak menyenangkan karena telah berbuatkesalahan dan dosa. Bahkan sikap benci, marah dan tidak suka terhadap kesalahandan dosa juga menjadi bagian penting dari suatu penyesalan. Orang yang menyesalmenunjukkan bahwa ia marah dan sakit dengan perbuatan tersebut.  Jadi orang tidak boleh menganggap remeh penyesalan, menyangkal ataumempermainkannya. Yesus Kristus memberikan nasihat bahwa penyesalan mestidinikmati. Setiap pengikut-Nya akan menangis dan diliputi rasa sedih ataspengalaman kekurangan atau suatu ketidakmampuan seperti yang dialami para muridYesus. Ini merupakan suatu hal yang biasa dan selalu kita hadapi.  Tetapi semua itu akan diatasi dengan penghiburan dari Roh Kudus.Penghiburan dan pertolongan yang kita terima setelah penyesalan juga merupakan suatupengalaman rutin kita. Setelah menangis dan sedih, orang tersenyum danbersemangat kembali. Namun suatu penyesalan dipandang paling efektif yaitu jikaitu dilakukan atas dosa-dosa dan kesalahan yang kita lakukan.  Bayangkan saja, ada sebuah kesalahan yang dilakukan lalu yang bersangkutanmau bertobat, memperbaiki diri, tetapi tidak mau menyesali perbuatannya! Sayamencuri uang teman. Lalu mengakui perbuatan itu, saya akan mengembalikan uangdan berjanji tak mencuri lagi, tapi saya tak menyesali perbuatan saya.  Apa yang terjadi? Saya tidak punya perasaan malu dan sedih. Saya juga tidakmerasakan betapa sakit dan ruginya teman saya. Tak ada lagi ruang di hati sayauntuk maaf dan respek pada orang lain. Itulah akibatnya kalau kita tak punyapenyesalan. Menyesali diri secara benar akan membuat maaf kita tulus, dan akanmembantu kita untuk tidak tergoda melakukan kesalahan yang sama lagi.  Jadi sekali lagi, jangan pernah menganggap remeh penyesalan itu. SemogaAnda dan saya termasuk orang-orang yang menganggap positif dan penting untuksebuah penyesalan. Setiap kesalahan menuntut adanya penyesalan.  Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, bantulah kami selalu untuk memiliki penyesalanmendalam atas setiap kesalahan dan dosa yang kami lakukan, agar kami dapatbertobat sesungguhnya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Siapakah Plinius Muda? (9 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 8, 2026 3:39


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Plinius Muda? Diambil dari: 2 Korintus 12:10  “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang seorang tokoh bernama Plinius Muda. Ia adalah seorang pejabat Romawi yang hidup pada zaman gereja mula-mula. Plinius Muda bukan orang Kristen. Bahkan, ia tidak suka kepada orang-orang Kristen. Tetapi ia pernah menulis surat tentang mereka, dan surat itu masih disimpan sampai sekarang.Dalam salah satu suratnya, Plinius Muda menceritakan bahwa orang-orang Kristen tetap setia kepada Kristus. Mereka berkumpul untuk menyanyi bagi Kristus dan hidup dengan sungguh-sungguh. Ini penting sekali, karena dari surat itu kita bisa melihat bahwa sejak awal, orang Kristen memang benar-benar percaya kepada Yesus dan beribadah kepada-Nya.Plinius Muda mungkin tidak mengerti mengapa orang-orang Kristen begitu setia. Bagi dia, mungkin itu aneh. Tetapi bagi orang-orang percaya, kekuatan mereka bukan berasal dari diri sendiri. Kekuatan mereka datang dari Tuhan. Itulah sebabnya firman Tuhan dalam 2 Korintus 12:10 berkata, “jika aku lemah, maka aku kuat.” Saat kita merasa lemah, takut, atau sedih, Tuhan bisa memberi kekuatan supaya kita tetap setia.Wonder Kids, mungkin kamu juga pernah merasa lemah. Mungkin kamu takut diejek karena percaya kepada Yesus. Mungkin kamu merasa sulit untuk tetap jujur, tetap baik, atau tetap taat. Tetapi ingat, Tuhan bisa memberi kekuatan pada saat kita merasa lemah. Kita tidak harus menjadi kuat dengan kekuatan kita sendiri. Kita bisa bersandar kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa lemah atau takut hari ini, berhentilah sebentar dan berdoalah singkat, “Tuhan Yesus, tolong kuatkan aku untuk tetap setia kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena saat aku lemah, Engkau bisa membuatku kuat. Tolong aku untuk tidak mengandalkan diriku sendiri, tetapi bersandar kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu lemah, Tuhan Yesus sanggup memberi kamu kekuatan untuk tetap setia. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Berharga di Mata Tuhan (29 April)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Apr 28, 2026 3:22


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBerharga di Mata TuhanDiambil dari: Amsal 31:30 (TB)“Pesona adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”Wonder Kids, di salah satu bagian Injil Thomas, ada perkataan yang terdengar seperti mengatakan bahwa perempuan harus “menjadi laki-laki” supaya bisa diselamatkan. Itu bukan ajaran yang kita temukan dalam Alkitab. Dalam Injil yang asli — Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes — Yesus justru menghormati perempuan.Yesus berbicara dengan perempuan Samaria ketika orang lain menghindarinya. Yesus menyembuhkan dan menguatkan banyak perempuan. Perempuan-perempuan adalah saksi pertama kebangkitan Yesus. Paulus juga menyebut banyak perempuan sebagai rekan pelayanan (misalnya dalam Filipi 4:3).Alkitab mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:27). Nilai seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh kenyataan bahwa ia diciptakan dan dikasihi Tuhan. Itulah sebabnya ajaran yang merendahkan perempuan tidak sejalan dengan firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hormati semua orang. Ingat bahwa setiap orang berharga di mata Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan setiap orang dengan nilai yang sama di hadapan-Mu. Tolong aku menghormati dan mengasihi semua orang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Di dalam Kristus, setiap orang berharga. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Allah Sang Pencipta, Bukan Ciptaan (28 April)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Apr 27, 2026 3:14


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahAllah Sang Pencipta, Bukan CiptaanDiambil dari: Roma 1:25 (TB)“Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja serta menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya…”Wonder Kids, dalam beberapa bagian Injil Thomas, ada ajaran yang berbeda dengan Alkitab. Salah satu perbedaannya adalah tentang siapa Allah itu. Ada bagian yang terdengar seperti mengatakan bahwa Allah dan dunia ini pada dasarnya adalah satu. Cara berpikir seperti itu disebut pantheisme — yaitu keyakinan bahwa segala sesuatu adalah Allah. Tetapi Alkitab mengajarkan sesuatu yang berbeda.Dalam Kejadian 1:1 dikatakan: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Artinya Allah adalah Pencipta. Dunia ini adalah ciptaan. Allah tidak sama dengan pohon, batu, gunung, atau manusia. Ia menciptakan semuanya, tetapi Ia berbeda dan lebih tinggi dari ciptaan-Nya.Dalam Yohanes 1:14 dikatakan bahwa Firman itu menjadi manusia. Itu berarti Yesus datang ke dunia — bukan karena Ia bagian dari dunia, tetapi karena Ia adalah Tuhan yang datang menyelamatkan dunia. Perbedaan ini sangat penting. Kalau kita menyembah ciptaan, kita salah arah. Kita harus menyembah Pencipta.Itulah sebabnya gereja mula-mula sangat berhati-hati. Tulisan yang mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran tentang Allah tidak bisa diterima sebagai firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pastikan kamu menyembah Allah yang benar — Allah yang menciptakanmu dan mengasihimu.Mari kita berdoa:Tuhan, Engkaulah Pencipta langit dan bumi. Tolong aku tidak menyembah hal-hal yang salah, tetapi hanya Engkau saja. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Kita menyembah Sang Pencipta — bukan ciptaan.

Renungan Anak GKY Mabes
Ujian Kanon: Dipakai dan Diaku (25 April)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Apr 24, 2026 2:53


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Dipakai dan DiakuiDiambil dari: Kisah Para Rasul 2:42 (TB)“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan…”Wonder Kids, ada satu ujian lagi yang dipakai gereja mula-mula untuk mengenali kitab-kitab Perjanjian Baru. Ujian ketiga adalah: Apakah kitab itu dipakai secara luas dan diterima oleh jemaat sejak awal?Kalau sebuah kitab benar-benar berasal dari Tuhan, maka jemaat-jemaat di berbagai tempat akan membacanya, mengajarkannya, dan mengakuinya sebagai firman Tuhan. Kitab-kitab seperti Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan surat-surat Paulus sudah digunakan sejak awal oleh banyak gereja. Mereka dibacakan dalam ibadah, diajarkan kepada jemaat, dan diterima sebagai pengajaran rasuli.Sebaliknya, ada tulisan-tulisan lain yang muncul belakangan dan tidak digunakan secara luas oleh gereja mula-mula. Tulisan-tulisan itu tidak lulus ujian ini. Artinya, kanon bukan diputuskan hanya oleh satu orang atau satu pertemuan. Itu adalah pengakuan yang bertumbuh secara alami di antara jemaat-jemaat yang setia kepada ajaran rasul. Seperti dalam Kisah Para Rasul 2:42, jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Itulah standar mereka.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bangun hidupmu di atas firman yang telah dipegang teguh oleh gereja sejak awal.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memimpin gereja-Mu sejak awal untuk mengenali firman-Mu yang benar. Tolong aku bertekun dalam pengajaran yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan bukan hanya benar — ia telah diuji dan dipegang teguh oleh umat Tuhan sepanjang sejarah. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 30 Maret 2026 - Waktu untuk Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 29, 2026 3:26


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 30 Maret 2026Bacaan: "....tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:2)Renungan: Ada seorang Profesor Jerman yang begitu baik sehingga membuat para mahasiswanya kagum dan bertanya-tanya. Beberapa dari mereka bertekad mencari tahu apa rahasianya. Pada suatu hari, mereka menyuruh seseorang untuk bersembunyi di ruang belajar tempat sang profesor melewatkan waktunya setiap malam. Akhirnya ia datang juga dalam keadaan sangat capai. Tapi ia duduk dan selama satu jam mempelajari Alkitab. Lalu menundukkan kepala serta memanjatkan doa, kemudian menutup Kitab Sucinya. Setelah itu ia berkata, "Tuhan Yesus, kita masih memiliki hubungan lama yang sama." Hubungan kita dengan Tuhan Yesus merupakan hal yang paling utama dalam hidup ini. Itulah sebabnya kita wajib memeliharanya baik-baik. Bagaimana caranya? Seperti kata Pemazmur: suka melakukan perintah Tuhan dan merenungkannya siang malam. Bukankah kita punya waktu untuk menyalurkan hobi atau kegemaran kita di tengah kesibukan sehari-hari? Alasannya, karena itu penting bagi kita. Maka apabila hubungan akrab dengan Tuhan Yesus kita anggap penting, tentunya kita selalu rindu menyediakan waktu bagi Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengutamakan Engkau di atas segala sesuatu. Ingatkanlah aku agar senantiasa menjaga hubungan akrab dengan-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 28 Maret 2026 - Jadilah Saudara yang baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 28, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Maret 2026Bacaan: Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" (Kejadian 4:9)Renungan: Seseorang berkata, "Seorang kakak kadang suka memosisikan dirinya sebagai bos, tetapi dalam masa-masa sulit, dia akan membela saudaranya yang lebih muda, berapa pun harga yang harus dia tanggung. Di dalam diri seorang kakak, kita bisa melihat gambar seorang ayah. Siapa pun saudara kita, kita tidak punya pilihan. Kita hanya harus menerimanya dengan bangga dan sukacita. Seorang saudara akan mendengarkan masalah kita dan memberi nasihat yang baik Seorang saudara dapat membawa sukacita bagi keluarga, pelukan yang baik, tertawa dan menyenangkan." Itulah 'The Good Brother'! Tidak demikian dengan Kain. Kain bukan 'The Good Brother', tetapi 'The Bad Brother'. Beberapa hal berikut membuktikan bahwa Kain adalah 'The Bad Brother'. 1. Kain iri hati kepada saudaranya sendiri. Kain dan persembahannya memang tidak diperkenan Tuhan, tetapi bukan berarti itu bisa dijadikan alasan yang layak untuk dia iri hati kepada Habel. Bukankah tanggung jawab ada di masing-masing pribadi? Seharusnya Kain introspeksi diri, dan sebagai saudara, seharusnya dia tetap bersyukur karena Habel dan persembahannya diperkenan Tuhan, bukannya iri hati. Orang yang iri hati dengan keberhasilan saudaranya adalah seorang saudara yang buruk.2. Kain merasa bukan seorang penjaga saudara mudanya. Dengan lantang Kain berkata, "Apakah aku penjaga adikku?" "Penjaga" bisa dimengerti seperti seorang bodyguard, juga bisa dimengerti sebagai seorang pengawas. Kalaupun tidak bertindak seperti seorang bodyguard, jawaban Kain tersebut tetap salah, karena dia menyangkal bahwa dirinya adalah orang yang seharusnya mengawasi adiknya. Artinya, dia tidak bertindak sebagai pengganti ayahnya, terutama ketika mereka berada jauh dari rumah. Masakan dia sama sekali tidak tahu keberadaan Habel, adiknya? Jawaban Kain menunjukkan bahwa dia adalah seorang 'the bad brother', yaitu tidak ada kepedulian sama sekali kepada saudaranya.3.Kain membunuh adiknya. Tidak bisa dimungkiri lagi bahwa inilah wujud nyata seorang 'the bad brother'. Lebih parah lagi, pembunuhan ini sudah direncanakan dan disertai dengan tipu muslihat. Pasti Habel tidak menyangka kalau kakaknya merencanakan sesuatu yang jahat. Kita bisa bayangkan betapa tenang dan tulusnya hati Habel ketika Kain mengajaknya pergi ke padang. Sungguh, pembunuhan keji, pembunuhan tingkat satu. Tidak jarang hubungan antar saudara diselingi dengan perselisihan atau pertengkaran. Sekalipun begitu, tetaplah menjadi seorang 'the good brother'. Jauhkan iri hati, dendam, rencana jahat, dan tipu muslihat terhadap saudara kita, sebab tanpa curiga dia hidup bersama dengan kita. Jangan menjadi 'the bad brother', karena Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban dari kita atas kepercayaan yang Dia berikan untuk menjagai saudara kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk keberadaan saudaraku. Mampukan aku untuk terus bersikap benar kepadanya, sehingga dia merasa nyaman hidup bersamaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 31 Januari 2026 - Selalu Mengingat Kebaikan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 30, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 24 Desember 2025 - Berkat dari jalan yang tak terduga

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 23, 2025 5:18


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 24 Desember 2025Bacaan: "Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora." (Kejadian 13:10)Renungan: Walter Elias Disney atau lebih dikenal dengan nama Walt Disney dulunya adalah seorang pengangguran. Karena punya bakat menggambar, ia mencoba mengirim hasil gambarnya kepada beberapa penerbit namun ditolak. Keadaan itu membuatnya frustrasi. Bahkan saking tak punya uang, la mesti tinggal di sembarang tempat, di sebuah gudang tua yang kotor dan dipenuhi tikus-tikus. Siapa sangka berkat justru datang dari tempat yang kotor tersebut. Ya, saat melihat tikus-tikus berkeliaran itu, muncul ide di pikiran Disney untuk membuat tokoh kartun dari sosok tikus. Itulah awal bagaimana Mickey Mouse tercipta. Ide ini begitu unik sehingga menarik industry film untuk membuat film animasinya. Selanjutnya, kita tahu bagaimana cerita akhirnya. Saat Lot melihat tanah Sodom yang sangat subur, ia melihat tempat itu penuh berkat. Apa yang kelihatan menjanjikan, nyatanya di kemudian hari malah menjerumuskan. Sebaliknya, Abraham mulanya mungkin hanya melihat tanah Kanaan yang gersang, yang jauh dari kata subur, namun ujungnya tanah itu limpah dengan susu dan madu. Apa yang kita lihat hari-hari ini dalam pekerjaan kita ? Mungkin kita melihat hal yang masih kecil, sesuatu yang belum menjanjikan apa-apa, atau hal yang jauh dari berkat. Namun apa yang kita lihat hari ini seolah nampak hanya 'batu', suatu saat dapat berubah menjadi 'berlian' jika saja kita mau tetap setia ada di situ. Ketahuilah, Allah mampu memunculkan berkat dan kebaikan dari hal-hal, dari tempat yang tak pernah kita duga sama sekali. Maka, jangan mengecilkan pekerjaan dan usaha kita hari ini. Jangan meremehkan tempat kerja yang kecil, perusahaan yang belum maju. Ingatlah bahwa yang memberi berkat itu adalah Kristus sendiri. Pekerjaan, atasan, usaha hanyalah saluran-Nya. Jika hubungan kita dengan Allah benar, tidak mungkin berkat-Nya tidak mengalir dalam hidup kita. Maka dari itu, mari jalin relasi yang intim, yang rukun, yang tak ada permusuhan dengan Tuhan. Niscaya, la akan memerintahkan berkat-berkat tercurah dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk setia dan bersyukur atas pekerjaan yang saat ini aku kerjakan. Lepaskanlah sungut-sungut dan gerutuanku, agar tidak menjadi penghalang bagi berkat-Mu masuk dalam diriku dan tempat kerjaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 20 Desember 2025 - Berusaha bangkit dari kegagalan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 20, 2025 6:13


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 20 Desember 2025Bacaan: Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN. " (Ayub 1:21)Renungan: Pelari berkebangsaan Amerika, Eddie Hart melewatkan lomba pemanasan untuk perlombaan lari 100 meter dalam Olimpiade 1972 di Munich. Akibatnya, dia kehilangan kesempatan untuk memenangkan medali emas dalam perorangan. Akan tetapi dia tidak menyerah. Dia menerima kenyataan itu dengan cara pandang yang baik. Eddie berkata, "Tidak semua yang kita kejar selalu berhasil kita raih. Itulah mungkin pelajaran yang saya dapatkan dalam hal ini. Ada kalanya dalam hidup ini kita mungkin tidak mendapatkan kenaikan gaji seperti yang kita inginkan. Kita harus belajar hidup dengan kekalahan-kekalahan kita. Dan atletik itu sangat berharga karena semuanya adalah menyangkut menang kalah. Sebelum kita menjadi pemenang yang baik, kita harus tahu bagaimana caranya menerima kekalahan". Kenyataan hidup ini terkadang sulit kita terima. Terutama ketika apa yang kita harapkan tidak terwujud. Dan terlebih saat apa yang kita takutkan justru terjadi. Penulis Amsal mengatakan, "Harapan yang tertunda menyedihkan hati, apalagi jika harapan, impian, dan cita-cita yang begitu diinginkan harus gugur begitu saja." (Amsal 13:12). Karena itu, kita perlu belajar menerima kenyataan dengan tabah dan berlapang dada. Seperti Ayub yang mengembalikan segalanya pada Tuhan, "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil." Bahkan Ayub mempersembahkan korban jika saja anak-anaknya melakukan kesalahan di hadapan Tuhan. Kita juga perlu mengoreksi diri kita sendiri, apakah kegagalan yang terjadi adalah kesalahan kita ataukah ada faktor-faktor lain yang di luar kendali kita. Kita harus terus segera bangkit dari kegagalan kita dan memperbaiki semua kesalahan yang kita lakukan. Kita harus terus maju dan optimis dalam melangkah. Kita harus terus menabur agar kelak kita menuai hasil yang berkelimpahan. Kenyataan tidak selalu seperti yang kita harapkan, tetapi jika kita tekun, sabar, dan mau berusaha maka segalanya tidak akan sia-sia. Tuhan akan selalu memberkati kita dan memberi yang terbaik jika kita mau berusaha dan terus bangkit dari kegagalan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk percaya pada kehendak dan rencana-Mu, sehingga ketika sesuatu terjadi tidak seperti yang aku inginkan, aku tidak kecewa karena aku tahu rencana-Mu lebih indah dari rencanaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 8 Desember 2025 - Selalu mengingat Tuhan dalam segala situasi

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 7, 2025 5:02


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 8 Desember 2025Bacaan: "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadamu, ke dalam bait Mu yang kudus." (Yunus 2:7) Renungan: Ketika Yunus berada dalam perut ikan, ia pun memanjatkan doanya, "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadamu, ke dalam bait Mu yang kudus." Tidak dapat dibayangkan bagaimana perih dan letihnya hati Yunus ketika ia memanjatkan doa tersebut. Doa itu menyadarkan kita, bahwa terkadang kita hanya ingat kepada Tuhan saat melalui masa sukar dan penderitaan. Menariknya, kasih Tuhan itu tidak dibatasi dengan kesalahan kita. Keluarbiasaan kasih Tuhan itu digambarkan melalui kisah seorang anak hilang yang pergi menghabiskan harta bapanya, setelah kehabisan uang dan mengalami penderitaan, ia pun kembali kepada bapanya dan bapanya menerimanya dengan penuh sukacita. Itulah gambaran kasih Tuhan, suatu hal yang sulit diterima oleh akal manusia. Kasih Tuhan tidak terhalang oleh apapun. Tuhan tidak menutup telinga di saat kita benar-benar tertekan, terdesak, butuh pertolongan-Nya dan merasakan keletihan jiwa.Ketika keletihan jiwa menerpa kita, seruan kepada Tuhan menjadi kemenangan yang akan menghampiri hidup kita. Adalah baik jika kita mengingat Tuhan ketika jiwa kita merasa letih. Tetapi lebih baik lagi, jika dalam keadaan aman dan nyaman, kita tetap memelihara hubungan dengan-Nya. Jangan hanya saat genting dan bahaya menyerang, kita baru berseru kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berikanlah kekuatan kepadaku saat aku mengalami keletihan jiwa. Ampuni aku kalau terkadang aku hanya mengingat dan mencari Engkau saat hidupku dalam bahaya dan terdesak oleh berbagai masalah. Kini sendengkanlah telinga-Mu dan dengarlah seruanku di masa kesesakanku ini. Jangan biarkan aku putus asa dalam menghadapi masalahku ini tetapi bersegeralah menolong aku. Yesus, kasihanilah aku yang saat ini mengalami keletihan jiwa. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 6 Desember 2025 - Menerima dan Ijinkan Dia masuk dalam Hidup

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 5, 2025 4:23


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 6 Desember 2025Bacaan: "Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita." (Lukas 19:6)Renungan: Menjadi buah bibir bisa menyenangkan dan juga bisa tidak menyenangkan. Akan menyenangkan bila apa yang dibicarakan adalah hal-hal yang baik. Tetapi menjadi tidak menyenangkan bila yang dibicarakan adalah hal-hal yang tidak baik. Hal itu seperti yang dialami Zakheus. Pada mulanya Zakheus adalah sosok yang tidak menyenangkan. Ke mana saja ia melangkah pastilah sorot mata sinis dan benci selalu mengikutinya. Itulah risikonya sebagai seorang pemungut cukai. Cap orang berdosa sudah begitu melekat pada diri Zakheus sehingga orang-orangpun heran melihat Yesus yang suci mau menginap di rumahnya. Tetapi setelah Zakheus bertobat, ia menjadi buah bibir malaikat-malaikat di sorga karena pertobatannya. Apakah kita telah menjadi buah bibir karena hal-hal yang tidak baik yang telah kita lakukan? Kita tidak akan dapat meredam semua pembicaraan orang yang jelek-jelek tentang kita kecuali kita mampu menghasilkan buah roh yang baik dalam hidup kita. Kita tidak akan mampu menghasilkan buah roh kecuali kita menerima Yesus dalam hidup kita. Mari kita belajar seperti Zakheus, yang menerima Yesus masuk di dalam hatinya, sehingga ia menjadi buah bibir yang baik. Yesus akan mengubahkan kehidupan kita sehingga kita yang tadinya selalu menjadi buah bibir yang jelek karena sifat kikir, pemarah, suka gosip, suka ngutang, suka berdukun dan sebagainya sekarang berubah menjadi baik. Perubahan hidup kita adalah Injil terbuka yang siap dibaca semua orang. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, masuklah dalam hidupku, aku mau menerima Engkau sebagai Tuhan dan juruselamat dalam hidupku. Ubahlah setiap pikiran, perkataan dan perbuatanku, sehingga apa yang kupikirkan, kukatakan dan kuperbuat sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 15 November 2025 - Hadiah Terindah dari Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Nov 14, 2025 7:16


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 15 November 2025Bacaan: "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibrani 12:15)Renungan: Suatu ketika saat saya naik bus Transjakarta, jalur bus dipakai oleh kendaraan lain karena macet maka bus Transjakarta yang saya tumpangi keluar jalur dan berjalan di sebelah kiri mepet dengan trotoar. Tiba-tiba bus tersebut menyerempet seorang ibu yang sedang mengendarai motor, motornya terbalik dan kaki si ibu tertindih motor sementara badannya tengkurep di trotoar jalan. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba bermunculan anak remaja tanggung yang jumlahnya sekitar 15 an, mereka terlihat seperti preman-preman yang kemudian berteriak-teriak menyuruh bus berhenti sambil memukul mukul bus tersebut dan menghadang di depannya. Wajah mereka begitu beringas. Namun akhirnya masalah dapat diselesaikan oleh petugas patroli. Keadaan ekonomi yang kurang dan pendidikan yang rendah dapat membuat seseorang melakukan sesuatu kebrutalan tanpa pikir panjang. Itulah yang sering terjadi di negara kita saat ini. Banyak orang yang mempunyai hobby baru yaitu merusak, menyerang, membunuh dan menghancurkan. Kitab Suci sendiri sudah menubuatkan bahwa keadaan manusia pada akhir zaman itu tidak dapat mengekang diri, garang, tidak berpikir panjang dan lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah (2 Tim 3:1-4) Lalu bagaimana dengan kita sebagai pengikut Yesus? Apakah kita termasuk dalam bilangan orang-orang yang seperti dinubuatkan tersebut? Sering secara tidak sadar perkataan kita menyakiti orang banyak, tatapan mata sinis kita telah menyinggung perasaan orang lain. Kalau bisa kita tanyakan kepada suami, istri, anak-anak, orang tua dan sahabat, sudah berapa sering kita menyakiti dan mengecewakan mereka? Mungkin sudah terlalu banyak sampai pasangan kita sudah terlalu muak dan ingin meninggalkan kita. Atau anak-anak menjadi takut setiap kali papa pulang, karena sudah terlalu sering disakiti olehnya. Marilah kita menyadari bahwa setiap pribadi yang hadir dalam hidup kita adalah hadiah Tuhan yang terindah untuk kita. Mungkin ia terlalu menjengkelkan buat kita, tetapi orang tersebut tetap hadiah terindah dari Tuhan untuk kita. Mulailah untuk mengampuni dan menerima keberadaannya sebagaimana Tuhan menerima kita apa adanya, maka Tuhan akan ubahkan dia menjadi berkat bagi hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ada begitu banyak orang yang kehilangan cinta dan perhatian dari orang-orang yang dikasihinya, sehingga membawa dampak negatif bagi kepribadiannya. Akupun menyadari bahwa ada sisi gelap dalam hidupku di masa lalu, yang membuat karakterku seperti sekarang ini, sehingga kehadiranku sering menjadi batu sandungan bagi orang lain. Masuklah dalam hatiku, dan selidikilah batinku. Hancurkan semua luka batin, dendam, akar kepahitan yang selama ini mengikat aku. Pulihkan hatiku, sehingga kehadiranku sungguh dinantikan oleh suami, istri, anak-anak, orang tua dan orang lain. Yesus, jadikan hatiku seperti hati-Mu, hati yang penuh cinta dan pengampunan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 12 Oktober 2025 - Pertobatan, pengampunan dan perubahan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Oct 11, 2025 3:50


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 Oktober 2025Bacaan: "Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. la berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek." (Lukas 19:2-3)Renungan: Apa yang kita ketahui tentang Zakheus? Pasti yang kita ingat, dia orangnya pendek, pemungut cukai, tukang korupsi, jahat karena suka memeras orang. Sekalipun banyak orang menilai Zakheus negatif, namun Yesus melihat bahwa ada kemurnian di dalam hati Zakheus untuk bertemu dengan-Nya. Itulah sebabnya Zakheus tidak peduli pada orang lain ketika mereka tidak memberinya kesempatan. Mungkin semua mata memandang sinis kepadanya, tetapi dia tidak peduli. Oleh sebab kemurnian hatinya, Yesus memberikan respon. Kemurnian hati Zakheus terbukti dengan ia mau memberikan segala-galanya bagi orang miskin dan orang-orang yang diperasnya. Kemurnian hatinya membawanya pada pertobatan yang benar. Mari kita belajar memandang dan menilai orang lain seperti Yesus memandang dan menilai Zakheus. Ingat Zakheus bukan lagi ingat soal pemungut cukainya, tetapi ingat kemurnian hatinya. Saat kita ingat seorang yang pernah menyakiti kita, bukan lagi mengingat kesalahannya melainkan ingatlah kebutuhannya untuk diampuni oleh kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku selalu mudah berpikir yang negatif tentang orang lain. Bantulah aku untuk mengubah cara berpikir dan cara pandangku menjadi cara berpikir dan cara pandang-Mu sendiri yang positif, sehingga melalui penilaianku yang positif terhadap seseorang, mampu menjadikannya pribadi yang baik di mataku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 9 Oktober 2025 - Mendekat dalam doa untuk lebih mendengar suaraNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Oct 8, 2025 6:02


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Oktober 2025Bacaan: "Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa." (1 Petrus 4:7b)Renungan: Ada seorang anak muda yang bersahabat akrab dengan seorang pengkhotbah tua. Suatu hari, anak muda ini kehilangan pekerjaannya dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari si pengkhotbah tua itu. Ketika berada di ruang belajar si pengkhotbah, si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya. Akhirnya dengan kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya, sambil berteriak, "Saya memohon Tuhan agar menolong saya. Tapi hai pengkhotbah, mengapa Dia tidak menjawab saya?" Si pengkhotbah tua itu pergi ke ruang lain dan duduk di sana. Lalu dia berbicara sesuatu dan menanti jawaban si pemuda. Tentu saja si pemuda itu tidak mendengarkan dengan jelas, sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan. "Apa sih katamu?" tanya si pemuda penasaran. Si pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dengan perlahan sekali, seperti sedang bergumam sendiri. Tetapi si pemuda belum menangkap bisikan si pengkhotbah. Dia terus mendekati si pengkhotbah tua ini dan duduk di bangku sebelahnya. Si pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya." Dengan lembut, si pengkhotbah memegang pundak si pemuda, "Saudaraku, Allah kadang-kadang berbisik, jadi kita perlu lebih dekat menghampiri-Nya, agar dapat mendengar Dia dengan lebih jelas lagi. Si pemuda itu tertegun dan akhirnya dia mengerti. Kita seringkali menginginkan jawaban Tuhan bak petir yang menggelegar di udara dan sekaligus meneriakkan jawaban dari-Nya. Tetapi Allah sering diam, kadang Dia bicara dengan lembut, bahkan berbisik. Hanya dengan satu alasan: agar kita mau menghampiri takhta kemuliaan-Nya dan lebih dekat kepada-Nya. Setelah kita berada di dekat-Nya, kita baru bisa mendengar jawaban Tuhan dengan jelas. Indah sekali untuk mengetahui bahwa kita melakukan sesuatu yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama orang-orang yang tepat. Itulah yang terjadi apabila hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur punya Allah seperti Engkau. Allah yang begitu dekat di hatiku. Ajarilah aku untuk senantiasa mempercayai-Mu. Yesus, jadikanlah hatiku seperti hatimu, hati yang senantiasa tenang dalam menghadapi setiap pergumulan hidupku, karena aku tahu Engkau selalu ada untukku. Amin. (Dod).