POPULARITY
Categories
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Kenapa Ada Tawa Ketika Ada Kotoran Batin yang Selalu Berkobar".
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 21 Februari 2026Bacaan: "Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; ....maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita ke sengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga." (2 Korintus 1:6)Renungan: Dua ekor penguin, yang sedang berpelukan manis di St. Kilda, pinggiran Melbourne, Australia, adalah momen berkesan yang ditangkap oleh fotografer Tobias Baumgaertner pada tahun 2019. Ternyata kedua penguin tersebut sama-sama telah kehilangan pasangan mereka sehingga mereka memutuskan untuk secara rutin bertemu dan saling menghibur dengan menonton gemerlap lampu kota berjam-jam. Foto yang menyentuh hati itu pun dinobatkan sebagai finalis Ocean Photography Awards. Saat hati kita sedang berduka, saat itu pula penghiburan dari Tuhan berlimpah-limpah, sebagaimana yang Paulus alami dalam pelayanan pemberitaan Injilnya yang tak luput dari penderitaan. Daripada tenggelam dalam kesedihan atau keputusasaan hebat, ia memilih untuk tetap dapat memperhatikan jemaat di Korintus, karena ia menyadari bahwa di balik sengsara yang dialaminya, kekuatannya untuk tetap bergiat bagi Tuhan tidak akan habis dengan penghiburan-Nya yang begitu besar. Sering kali kita tidak lagi mempunyai waktu untuk peduli terhadap orang lain karena merasa bahwa masalah kita sehari-hari sudah "menggunung". Sesungguhnya, kalau kita melibatkan Tuhan setiap waktu dalam hidup kita, dalam kesesakan sekalipun Dia dapat memakai kita untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan dan hidup kita pun akan semakin diberkati. Hari ini bukanlah saatnya untuk meratapi penderitaan yang sudah lama mendera kita, melainkan inilah saatnya untuk melupakan yang di belakang untuk melangkah maju bersama Tuhan yang selalu mengasihi kita sehingga "pintu-pintu" berkat-Nya akan terbuka dan kita dapat juga menjadi kesaksian hidup yang dipakai oleh-Nya untuk menuntun orang lain pada jalan-Nya yang penuh damai sejahtera. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk peduli pada penderitaan orang lain walaupun diriku masih mengalami permasalahan. Aku percaya, saat aku peduli pada orang lain, maka kasih karunia-Mu melimpah atasku, sehingga aku pun dapat mendapatkan jalan keluar dari permasalahan yang aku alami saat ini. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Tania MCFSM dan Sr Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 9b-14; Mazmur tg 86: 1-2.3-4.5-6; Lukas 5: 27-32.PUASA BERBUAHPEMBAHARUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Puasa BerbuahPembaharuan. Kemarin kita diterangi dalam renungan bahwa puasa kita di dalammasa Pra Paskah ini dilakukan melalui beramal dan berdoa. Ini merupakancara-cara kita berpuasa. Lalu hal berikut yang amat penting ialah buah atauhasil melakukan puasa. Apakah yang didapatkan setelah melakukan puasa? Hari inikita merenungkan bahwa dengan berpuasa orang mendapatkan pembaharuan hidup. Nabi Yesaya mengatakan bahwa orang yang berhentimenyusahkan dan menyakiti sesamanya, lalu berbalik untuk berbuat baik danberamal kasih kepada sesamanya itu, pembaharuan yang ia peroleh adalah TuhanAllah berkenan kepadanya. Tuhan akan menuntunnya senantiasa. Tuhan akanmemuaskan semua kepentingannya untuk menjadi bahagia dan selamat di dalamkehidupannya. Pembaharuan ini berkaitan dengan kehidupan rohaninya yangberkembang, di mana hubungannya dengan Tuhan ialah dalam satu keterikatan yangmenyatu. Dasarnya ialah karena ia melakukan semua perbuatan Tuhan sendiri. Yang digambarkan oleh Yesaya ini terungkap dengan sangatjelas dalam pengalaman orang-orang yang mengalami sendiri hidup dan bekerjabersama Yesus Kristus. Kita semua yang berada di dalam Gereja saat ini jugadalam situasi yang berbeda-beda memiliki pengalaman ini, terlebih-lebih selamamasa Pra Paskah, kita ingin memantapkan dan memperkuat hubungan kita denganTuhan untuk semakin menyatu dengan-Nya. Syaratnya ialah bertahan dalam iman dankesetiaan menjadi murid-murid Tuhan yang baik seperti para rasul. Pembaharuan hidup yang dampaknya kuat bagi diri seseorangatau dalam suatu kebersamaan dengan orang lain ialah pertobatan. Tandanya ialahorang meninggalkan hidup yang lama dalam kegelapan dosa dan memilih hidup barudi dalam Tuhan. Melalui berpuasa, yaitu pengalaman berjumpa dan hidup bersamadengan Tuhan, kekuatan pengaruh-Nya dapat mengubah jalan hidup seseorang.Pengalaman ini ditunjukkan oleh Lewi, si pemungut cukai yang bertemu denganYesus dan selanjutnya mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Si pemungutcukai ini kemudian menjadi salah satu dari ke-12 rasul Yesus. Jika puasa dalam masa Pra Paskah ini belum menunjukkantanda-tanda akan ada pertobatan di dalam diri Anda dan keluarga atau kelompokAnda, memasuki minggu pertama Pra Paskah kiranya dapat dibuatkan suatuperencanaan dalam menata kehidupan baik pribadi maupun bersama. Perencanaan itumesti dapat dikonkretkan untuk suatu pertobatan yang kemudian diwujudkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha rahim,terangi perjalanan hidup kami pribadi dan bersama di dalam masa Pra Paskah ini,sehingga kami berjalan di dalam terang untuk pertobatan kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Renungan SeRoJa, Sabtu sesudah Rabu Abu, 21 Februari2026
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Melenyapkan Āsava dengan Kesabaran".
Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyambut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, terkait penguatan sektor kelapa sawit sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menilai kebijakan tersebut sangat relevan dengan potensi daerah yang memiliki perkebunan sawit cukup besar dan terus berkembang. Hal itu disampaikan Ardiansyah saat ditemui usai kegiatan di Ruang Akasia Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Sabtu (14/2/2026). Ia menjelaskan, dalam pertemuan beberapa minggu lalu di Jakarta, Presiden menekankan pentingnya memandang kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang memiliki nilai tambah besar bagi Indonesia, baik dari sisi ekonomi maupun kemandirian nasional.
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Empat Tipe Orang".
Jelang bulan Ramadan 1447 H, Polda Metro Jaya menggelar Apel Siaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu pagi 14 Februari 2025.
Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu pagi ini terpantau macet. Petugas kepolisian pun memberlakukan rekayasa sistem one way untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak.
Tahapan Dalam Belajar adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Sabtu, 19 Sya’ban 1447 H / 7 Februari 2026 M. Kajian sebelumnya: Mengawali Pendidikan dengan Hafalan Al-Qur’an Kajian Islam Tentang Tahapan Dalam Belajar Pembahasan kali ini menitikberatkan pada poin […] Tulisan Tahapan Dalam Belajar ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 14 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku." (Rut 1:16-17)Renungan: Selama Perang Revolusi seorang perwira muda dalam ketentaraan Inggris, sebelum berlayar bersama resimennya, bertunangan dengan seorang wanita. Tapi dalam salah satu pertempuran, perwira itu terluka parah dan kehilangan sebuah kaki. Oleh karena itu, ia menulis surat kepada calon isterinya untuk memberitahu keadaannya. Surat balasannya pun tiba. Dengan harap-harap cemas, ia membukanya. Sebenarnya perwira tersebut sangat takut mendengar respon dari tunangannya itu. la berpikir pasti kekasihnya tidak akan mau lagi melanjutkan hubungan mereka. Namun dalam surat itu, si wanita menyangkali semua pemikiran tentang menolak meneruskan pertunangannya itu karena apa yang telah terjadi pada calon pengantinnya dalam pertempuran. la berkata bahwa dia bersedia menikah dengannya bila ada cukup tubuh untuk memuat jiwanya. Kisah kesetiaan ini mirip dengan kisah antara Rut dengan mertuanya, Naomi. Rut setia mengikut Naomi, bukan pada saat ia punya segala-galanya atau berada di posisi puncak. Sebaliknya, ia tetap mengiring wanita tersebut saat dia tidak punya apa-apa lagi. Tidak punya anak, tidak punya harta benda. Kalau direnungkan bisakah kita bersikap seperti itu? Kebanyakan kita bisa setia mendampingi pasangan, ingin terus bekerja di sebuah perusahaan bahkan mau berjalan dengan Allah, saat keadaan baik-baik saja. Namun ketika orang yang kita kasihi kehilangan pekerjaan, perusahaan kita terlilit hutang, bahkan Tuhan sendiri nampaknya diam, sikap kita cenderung berubah. Kesetiaan memang kadang-kadang terlihat seperti hal yang bodoh. "Sudah tahu tidak bisa diharapkan tapi masih berharap. Sudah tahu tidak diberkati, tapi tetap mengasihi," pikir kebanyakan orang. Namun sebenarnya situasi ini adalah penguji apakah kita mengiring seseorang dan Tuhan, hanya karena sesuatu ataukah benar-benar tulus. Ingatlah, siapa diri kita sebenarnya bukan terlihat pada saat hari-hari kita penuh bunga, namun nampak saat kita dipenuhi air mata. Bisakah kita setia? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesetiaan, baik setia pada-Mu, pada pasanganku, pada keluargaku dan pada pekerjaanku. Amin. (Dod).
Renungan SeRoJa, PW. S. Sirilus, Rahib dan S. Metodius, Uskup. Sabtu, 14 Februari 2026
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Sisilia MCFSM dan Sr Rini MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 12: 26-32; 13: 33-34; Mazmur tg 106: 6-7a.19-20.21-22; Markus 8: 1-10.SANTAPAN ROHANIYANG MEMPERSATUKAN Tema renungan kita pada hari ialah: Santapan Rohani YangMempersatukan. Persekutuan di dalam satu keluarga tampak amat jelas ketikasemua anggota keluarga kompak menghadiri Misa Kudus, lalu melanjutkannya denganmakan siang bersama. Ini adalah sebuah kegiatan rutin. Persekutuan seperti inisangat bertentangan dengan nasib umat Allah di bawah raja-raja setelah matinyaSalomo. Yang paling tragis ialah raja Yerobeam memperbesar dosanya denganmelawan Roh Allah karena ia percaya kepada dewa-dewa. Santapan rohani yang tersedia bagi orang-orang beriman,pengikut Kristus, ialah persembahan diri Yesus sebagai bagian utamapekerjaan-Nya menjalani kehendak Bapa. Dalam seluruh karya pelayanan, Iamenampakkan tindakan pemberian diri-Nya dengan disaksikan oleh para rasul danbanyak orang di sekeliling-Nya. Mereka semua dibuat kagum, bangga, senang danpercaya akan tindakan-tindakan itu. Tetapi di atas semua itu ialah tindakanpuncak, yaitu mati untuk menebus semua umat manusia. Ia tandai peristiwa puncak ini dengan tindakan kenangan didalam Gereja untuk mengalami langsung kehadiran diri-Nya yang menjadi santapanbagi seluruh umat-Nya, demi memperkuat dan memelihara persekutuan yang sudah Iabangun. Kita mengenalnya sampai detik ini dengan nama Ekaristi. Yesus pertamakali membawa para pengikut-Nya dan semua orang yang mendengar-Nya, dengan penuhiman ke sebuah pengalaman menyantap diri-Nya sendiri, ialah pada waktu iamemperbanyak roti bagi ribuan orang yang lapar dan haus di padang rumput yangluas. Pemberian makan kepada ribuan orang ini kemudiandipertegas lagi maknanya pada saat menjelang wafat-Nya, ketika Ia makanperjamuan malam bersama para rasul, dan di sana Ia membagi-bagikan roti dananggur. Sabda-Nya ialah supaya mereka terus melanjutkan peristiwa merayakansantapan rohani ini sebagai kenangan akan Dia, sekaligus menjadi penguatanrohani bagi semua yang mengambil bagian di dalamnya. Di dalam perjamuan makanitu, satu tindakan Yesus dengan pemecahan dirinya dan dibagi-bagikan menandakansakramen Ekaristi dan Imamat. Jadi persekutuan yang kita perkuat terus-menerus baikmelalui doa dan tindakan nyata bergantung sekali pada dua unsur dasar ini: Ekaristidan Imamat. Sakramen ekaristi sebagai santapan rohani, sedangkan imamat sebagaihak istimewa untuk menjalankan dan memimpin peristiwa kenangan itu supayamemiliki legitimasinya dari Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus,semoga persekutuan kami di dalam dan bersama Dikau menjadi kekuatan yang sangatnyata di dunia ini untuk menghadirkan kerajaan Allah yang dapat membaharuiseluruh muka bumi ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
Mengapa Aku Memilih Dakwah Salafiyyah? adalah tabligh akbar yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Muhammad Hisyam Thahiri dan diterjemahkan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah Hafidzahumullah pada Sabtu, 19 Sya’ban 1447 H / 7 Februari 2026 M. Tabligh Akbar Tentang Mengapa Aku Memilih Dakwah Salafiyyah? Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum berada di atas petunjuk dan jalan yang […] Tulisan Mengapa Aku Memilih Dakwah Salafiyyah? ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Biku Makan Daging".
Sedikitnya 2000 warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman, setelah mengungsi akibat tanah bergerak, sejak Sabtu lalu. Sebagaimana yg beredar di video, fenomena tanah bergerak tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga rusak. Bagaimana menangani fenomena tanah bergerak tersebut? Talk bersama Pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) - Prof Amien Widodo.
Menuju Puncak Haji 1447 H: Lebih Nyaman, Lebih Aman, Lebih Mabrur! ✨Persiapan Haji 2026 sudah di depan mata! Dengan semangat Tri Sukses Haji, pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif—Ramah Lansia, Ramah Perempuan, dan Ramah Disabilitas.Jangan lewatkan ulasan mendalam mengenai:
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengunjungi desa-desa yang terdampak perang di wilayah selatan Lebanon pada Sabtu waktu setempat. Meski serangan udara Israel masih terus berlangsung, Salam menegaskan bahwa proses rekonstruksi total akan segera dimulai, tanpa menunggu mundurnya pasukan Israel. Desa Tayr Harfa, yang menjadi salah satu titik terparah akibat konflik antara Hizbullah dan Israel, menyambut kedatangan Salam dengan penuh harapan. Kerugian yang tercatat akibat perang ini mencapai 11 miliar dolar AS, dengan lebih dari 120 korban jiwa sejak gencatan senjata diterapkan.
Penonaktifan mendadak BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak 1 Februari 2026 memicu kegelisahan pasien penyakit kronis, khususnya pasien cuci darah. Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Richard Samosir, mengungkap banyak pasien baru mengetahui status BPJS-nya nonaktif saat hendak menjalani hemodialisa di rumah sakit.Dalam wawancara Radio Elshinta edisi pagi Sabtu (07/2/2026), Tony menjelaskan dampak serius penonaktifan tersebut terhadap keselamatan pasien, beban ekonomi keluarga, serta menyoroti lemahnya kepastian hukum bagi rumah sakit. Ia menilai kebijakan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan menyentuh sisi kemanusiaan dan hak dasar warga negara atas layanan kesehatan.
Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya, kali ini dengan meluncurkan awan panas guguran yang melintasi lereng barat, berbatasan antara Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Awan panas ini bergerak ke hulu Sungai Krasak, yang menjadi batas kedua provinsi. Material vulkanik panas tersebut tercatat meluncur sejauh 1,3 kilometer dari puncak Merapi pada Sabtu sore, 6 Februari 2026. BPP-TKG Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada dan menjauh dari daerah bahaya.
Wawancara Radio Elshinta Talk Higlight, Sabtu (07/02/2026), bersama Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir. Dalam perbincangan ini, Munir mengulas kondisi pers nasional yang dinilai sedang tidak baik-baik saja akibat disrupsi digital, hegemoni platform global, algoritma media sosial, hingga tantangan kecerdasan buatan (AI). Dibahas pula ancaman terhadap independensi pers, maraknya wartawan bodrek, pentingnya sertifikasi wartawan, serta perlunya peran negara dalam memperkuat ekosistem pers nasional yang sehat dan berdaulat.
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Keraguan Raja Mahānāma".
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Februari 2026Bacaan: "Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab Tuhan menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau. " Lalu berjalanlah keduanya." (2 Raja-raja 2:6)Renungan: Seorang ayah berpesan kepada kedua orang anaknya yang akan mengikuti ujian sekolah. Katanya, "Asalkan nilai-nilai kalian tidak ada di bawah angka enam, ayah sudah sangat senang dan tidak akan marah!" Akan tetapi anak bungsunya melakukan lebih dari permintaan ayahnya. la mendapatkan nilai yang sangat memuaskan sehingga ia menjadi juara satu di kelas. Hebatnya, meski berulang-ulang ayahnya memberikan pesan yang sama keberhasilan si bungsu bukan karena pesan tersebut melainkan si bungsu memang sudah bertekad kuat untuk selalu mendapatkan juara satu. Kemudian sang ayah memberikannya hadiah istimewa. Meskipun rombongan nabi di Betel dan Yerikho mengetahui bahwa Nabi Elia akan terangkat ke surga pada hari itu juga, tetapi hanya Elisa yang mengikuti Nabi Elia. Meski Nabi Elia berkata supaya Elisa tinggal, tetapi Elisa untuk ketiga kalinya juga dengan tekad yang kuat tetap mengikuti Elia. Elisa menjawab bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Elia. Alhasil, tekad kuat Elisa tersebut membawa dirinya memperoleh kesempatan untuk meminta dua bagian roh Elia supaya dipenuhi kuasa Tuhan. Setelah Elisa melihat Nabi Elia terangkat ke surga, Elisa pun memperoleh yang dimintanya. Sementara itu rombongan nabi hanya mengetahui tetapi tidak melihat dan tak mendapatkan sesuatu. Banyak orang mengharapkan sesuatu yang istimewa tetapi tidak semua mendapatkan apa yang diharapkannya, karena masing-masing orang mempunyai tekad yang berbeda-beda. Orang yang bertekad kuat tidak akan tinggal diam dan berhenti begitu saja pada tantangan yang menghadang. Orang yang memiliki tekad yang kuat akan mengusahakan berbagai cara agar sesuatu yang diharapkannya terjadi. la akan bertindak berbeda melebihi orang-orang di sekitarnya hingga dirinya memperoleh hasil melebihi hasil rata-rata. Jadi milikilah tekad yang kuat kalau ingin berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, banyak impian dalam pikiranku demi kehidupan yang lebih indah. Oleh karena itu berilah aku semangat dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Aku percaya, dengan pertolongan-Mu dan tekad ku, apapun yang menjadi keinginanku sesuai juga dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Yolastri MCFSM dan Suster Tania MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 3: 4-13; Mazmur tg 119: 9.10.11.12.13.14; Markus 6: 30-34.CHAS ENERGI Renungan kita pada hari ini bertema: Chas Energi. Ada banyak kesaksian baik secara langsung maupunmelalui media sosial tentang bahaya memakai hp atau telpon seluler saat sedangdi-chas. Orang-orang saling memberikan peringatan untuk tidak menelpon atauberaktivitas dengan hp ketika sedang di-chas. Katanya hp bisa terbakar ataumeledak. Sudah ada banyak bukti tentang ini dan disebarkan secara viral untukdiperhatikan oleh banyak orang. Maksudnya, hp itu harus dalam keadaan diam atau istirahatsehingga proses penambahan energi listrik ke dalam baterainya, tidak terganggudengan penggunaan energi yang sama untuk proses komunikasi. Pertimbangan ituada benarnya, karena baterai itu seperti gudang. Ia menerima dahulu energi,lalu nanti selesai baru ia menyalurkan keluar untuk berbagai pemakaian. Iabukan selang yang menerima dan langsung mengalirkan energinya. Pengalaman chas energi secara rohani digambarkan olehbacaan-bacaan kita pada hari ini. Raja Salomo mewariskan kerajaan yang begitubesar dan kuat dari bapaknya Daud. Tapi ia berhenti sejenak untuk pergi kebukit persembahan yang paling besar, namanya Gibeon. Di sana ia berdoa danmembuat persembahan kepada Allah. Sebagai jawabannya, ia mendapat kebijaksanaandari Tuhan setelah ia disuruh untuk membuat satu permintaan yang terbaik bagidia dan kerajaannya. Sebuah energi baru akan membantu untuk suatu pekerjaanbaru. Yesus dan para rasul menyempatkan suasana sepi untukmereka sendiri dalam istirahat, berdoa, dan memperkuat persekutuan di antaramereka di tengah-tengah kesibukan pelayanan mereka terhadap begitu banyakorang. Namun kenyataannya orang banyak tidak surut keinginannya untukmendengarkan dan mendapatkan penyembuhan dari Tuhan. Mereka mengikuti terus kemana pun tempat menyepinya Yesus dan para rasul. Setelah proses chas kembalienergi itu, kekuatan dan semangat baru bangkit dengan passion, bela rasa, gerakan hati, kobaran semangat, yaitu“tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka sepertidomba yang tidak mempunyai gembala.” Chas energi yang baru atau menambah dan memperkuat yangsudah ada sangat penting untuk tugas selanjutnya, tantangan baru, perjuanganyang berkelanjutan, dan kesulitan-kesulitan yang bakal dihadapi. Kita memilikisaat-saat pemeriksaan batin, pengakuan dosa, ekaristi harian dan mingguan,puasa, rekoleksi, dan retret; semua ini adalah kesempatan chas kembali energirohani. Ini bukan sekedar kegiatan-kegiatan rohani, karena nantinyamenghasilkan orang-orang seperti selang: terima chas energi langsung menguap dankeluar. Ini adalah cara kita mengisi gudang rohani kita, supaya padasaat-saatnya kita menyalurkannya dalam aneka kegunaannya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,perkuatkanlah kami dalam memberikan kesaksian yang benar tentang Dikau.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Kisah Bhante Kumārakassapa".
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Māra Mencoba Menggoyahkan Iman Sūrambaṭṭha".
MetroTV, [HEADLINE NEWS 31/01/2026, 15.00 WIB] Cuaca ekstrem di Kabupaten Magelang kembali memicu longsor. Di Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, tebing setinggi tujuh meter ambrol dan menutup total saluran irigasi.Hujan deras menjadi pemicu utama runtuhnya tebing di Dusun Sangubanyu. Material longsor sepanjang 25 meter menyumbat aliran irigasi yang menjadi sumber air vital bagi pertanian warga.Sebanyak 27 hektare lahan pertanian terancam gagal panen jika aliran air tidak segera dibuka.Penanganan darurat baru bisa dilakukan pada Sabtu pagi dengan mengerahkan 50 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan.Selain untuk mengairi sawah, pembersihan harus cepat dilakukan guna mencegah tekanan air yang bisa memicu longsor susulan.
MetroTV, [HEADLINE NEWS 31/01/2026, 15.00 WIB]Jenazah Serda Rein Pasau, prajurit Marinir korban longsor Cisarua, dimakamkan secara militer di pemakaman keluarga, Bone Bolango, Gorontalo, Sabtu pagi. Isak tangis mewarnai prosesi penghormatan terakhir bagi almarhum yang gugur dalam tugas.Isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah yang tiba di rumah duka, Desa Pauwo, Kecamatan Kabila.Usai diterima pihak keluarga, jenazah dilepas dengan upacara kedinasan. Tembakan salvo mengiringi penurunan jenazah ke liang lahat.Almarhum merupakan prajurit Batalyon Komunikasi dan Elektronika 1 Marinir. Ia gugur tertimbun longsor saat mengikuti latihan pratugas menuju perbatasan Indonesia-Papua Nugini.Di mata keluarga, almarhum adalah sosok disiplin dan tulang punggung keluarga sepeninggal ayahnya. Almarhum meninggalkan seorang ibu dan lima saudara.Hingga Jumat kemarin, tim SAR telah mengevakuasi 5 jenazah prajurit, sementara 18 lainnya masih dalam pencarian.
MetroTV, [HEADLINE NEWS 31/01/2026, 19.00 WIB] Hari ke-8 pencarian dan evakuasi korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah selesai dilaksanakan. Tim gabungan berhasil menemukan 10 kantung jenazah.Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan tim berhasil melakukan proses evakuasi dengan cukup baik. Sebanyak 10 kantung jenazah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan untuk dibawa ke posko yang dikelola oleh Tim DVI Polda Jawa Barat.Ade menyebut capaian tersebut didukung kondisi cuaca yang kondusif pada Sabtu ini, sehingga tim gabungan yang bekerja di lapangan dapat memaksimalkan proses pencarian korban.Meski demikian, Ade menyatakan tim gabungan masih harus mencari 10 korban yang masuk dalam daftar pencarian orang.Berdasarkan data Tim DVI, sebanyak 53 jenazah korban telah berhasil diidentifikasi dari total 54 kantung jenazah yang diterima.Sementara itu, masih terdapat 16 kantung jenazah yang hingga kini masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Barat.Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat bersama tim gabungan menargetkan proses pencarian dan evakuasi korban dapat diselesaikan hingga 6 Februari mendatang.
MetroTV, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi makam mendiang pemimpin Ruhollah Khomeini pada Sabtu, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemungkinan serangan militer Amerika Serikat.Televisi pemerintah Iran menayangkan rekaman Khamenei memberikan penghormatan dan berdoa di samping makam pendahulunya. Kunjungan ini terjadi saat kekuatan militer AS meningkat di kawasan, dengan spekulasi bahwa Khamenei bisa menjadi target potensial.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo menegaskan pentingnya penguatan struktur dan jaringan PSI hingga tingkat RT/RW dalam Rakernas PSI 2026 di Makassar, Sabtu (31/1/2026). Jokowi juga menyoroti militansi kader, soliditas partai, serta peran PSI dalam menghadirkan politik kebaikan bagi Indonesia.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh pasangan suami istri Yustina dan Ignasius dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 12: 1-7a.10-17; Mazmur tg 51: 12-13.14-15.16-17; Markus 4: 35-41.KEKUATAN UNTUK TUMBUH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan UntukTumbuh. Santo Yohanes Bosco yang lahir pada tanggal 16 Agustus 1815, mengalamihidup dalam zaman bertumbuhnya industri di Eropa, sebagai hasil langsung darirevolusi industri pada abat ke-19. Ia menemukan bagian lapisan masyarakat yangsangat terkena dampak ialah remaja dan orang-orang muda. Mereka tidak bisa diandalkan untuk dunia industri. Orangtua mereka dan orang dewasa lain, bagi yang mampu akan mengikuti industritetapi yang tidak mampu akan jatuh dalam kemiskinan. Orang muda terpaksamemenuhi jalan-jalan kota untuk menyambung hidup dengan berbagai aktivitas yangtidak berguna. Sering mereka menjadi sasaran eksploitasi kekerasan dankejahatan lainnya. Pastor Yohanes Bosco jatuh kasihan dan rasa cinta kepadamereka. Ia mengumpulkan mereka untuk hidup di asrama dan menyediakan berbagaikegiatan pendidikan, pembinaan iman dan moral, serta ketrampilan kepada mereka.Tujuannya supaya mereka di kemudian hari menjadi berguna bagi dirinya,keluarganya, Gereja dan masyarakat. Bagi Santo Yohanes Bosco, setiap remaja dan orang mudaadalah benih-benih unggul bagi Tuhan. Tidak ada satu pun dari orang muda inidilahirkan jahat atau tidak baik. Karena sebagai benih, mereka harus diberikankesempatan dan segala kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang. Sistempendidikan Don Bosco sangat memperhatikan ini. Sistem ini bernama SistemPencegahan. Seperti Don Bosco dan orang-orang muda zamannya, kita jugabagai benih sesawi dalam keadaan kita masing-masing. Biji sesawi karunia Tuhankepada setiap orang itu unik, dan tak pernah sama untuk dua orang. Itu adalahkepribadian, pengalaman iman, dan panggilan suci setiap orang. Dengan keunikanini, kita sebenarnya tidak boleh iri satu sama lain lantaran ada yang punyakekhususan di satu sisi, di sini lain dipunyai orang lain. Yang penting adalahkita saling menghormati dan memerlukan. Sikap lain yang juga tidak layak ialah copy paste keunikan orang lain lalukeaslian diri sendiri hampir tidak tampak. Ini adalah kepalsuan yang serius.Orang tidak menjadi orisinal, independen dan percaya pada kemampuan sendiri.Sikap copy paste hampir sama denganmencuri. Sedangkan manja dan selalu bergantung adalah sikap menempel saja. Inimerupakan kemunduran seorang murid Tuhan Yesus yang baik. Dengan menghindarisikap-sikap yang kurang atau negatif itu, seseorang lalu menemukan dirinya yangmempunyai kekuatan untuk tumbuh. Ia pantas sebagai murid yang diutus oleh YesusKristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yangbijaksana, kuatkanlah iman kami supaya tetap menjadi murid-murid Yesus Kristusyang sejati. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
Tim SAR Gabungan akan melanjutkan pencarian dan evakuasi warga korban longsor di Desa Pasirlangu, Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasir Kuda di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. Bencana longsor terjadi pada Sabtu dinihari pukul 03.00 WIB menimpa sekitar 30 rumah. 10 orang ditemukan meninggal dunia dan diperkirakan 82 orang dilaporkan hilang. Bagaimana kondisi terkini dan proses pencarian korban? Wawancara bersama Kepala Kantor Basarnas Jawa Barat (Bandung) - Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si
Longsor melanda Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu pagi. Enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 84 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Seperti apa kondisi terkini di lokasi bencana dan upaya evakuasi yang dilakukan? Berikut laporan selengkapnya dari Agus Sachir
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 24 Januari 2026Bacaan: "Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku." (Bilangan 14:29) Renungan: Bersungut-sungut adalah hal yang sering dilakukan oleh setiap orang. Jika keadaan yang kita alami tidak sesuai dengan harapan, maka kita akan cenderung bersungut-sungut atau mengomel. Sungut-sungut yang demikian sebenarnya tidaklah ada artinya. Sungut-sungut dan omelan hanya menimbulkan hal-hal yang negatif dalam hidup kita. Ada beberapa efek negatif jika kita selalu bersungut-sungut. Pertama, sungut-sungut dapat membuat kita kehilangan damai sejahtera, yang memberi dampak buruk bagi kehidupan kita. Kedua, sungut-sungut akan mengurangi produktivitas kerja kita. Orang yang bersungut-sungut pasti tidak akan bekerja dengan maksimal. Ketiga, sungut-sungut akan memberi efek negatif kepada orang lain. Jika kita selalu bersungut-sungut, maka orang lain akan merasa terganggu dan tidak merasa diberkati. Namun alasan utama mengapa kita tidak boleh bersungut-sungut adalah karena hal itu sangat tidak disukai oleh Tuhan. Di mata Tuhan, bersungut-sungut berarti memberontak kepada-Nya. Hal ini dapat kita lihat dari kisah bangsa Israel yang bersungut-sungut ketika mereka berada di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Sebelumnya Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir menuju tanah Kanaan. Itulah Tanah Perjanjian yang berlimpah susu dan madunya, yang Tuhan janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak, dan Yakub. Namun di tengah perjalanan di padang gurun, mereka bersungut-sungut kepada Tuhan. Mata mereka hanya fokus pada permasalahan yang sedang mereka hadapi di padang gurun, bukan fokus pada janji Tuhan di tanah Kanaan. Mereka tidak percaya bahwa rencana Tuhan indah bagi mereka. Hal ini membuat Tuhan murka atas mereka, sehingga semua laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas, Tuhan tewaskan di padang gurun, kecuali Yosua dan Kaleb. Yosua dan Kaleb adalah orang-orang yang tidak termasuk ke dalam kelompok mereka yang bersungut-sungut tersebut. Ketika kita sedang menghadapi berbagai pergumulan hidup dan seolah-olah sedang berada di padang gurun, janganlah kita bersungut-sungut. Sebaliknya, kita harus senantiasa mengucap syukur dalam hidup ini. Sebab, Tuhan selalu merencanakan hal yang indah di dalam hidup kita, walaupun saat ini mungkin kita belum melihatnya. Tetapi percayalah, akan tiba saatnya kita berada di "Tanah Perjanjian". Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku selalu mengucap syukur dan tidak bersungut-sungut dalam hidupku, karena aku percaya rencana-Mu indah bagiku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Juvita dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 1: 1-4.11-12.19.23-27; Mazmur tg 80: 2-3.5-7; Markus 3: 20-21.JALAN TUHAN BEBAS HAMBATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jalan Tuhan BebasHambatan. Di dalam Injil Markus bab 3, Yesus digambarkan melayani begitu banyakorang sampai-sampai Ia dan para rasul-Nya tidak sempat makan. Kerumunan datangdengan harapan, sakit dan luka batin dibawa, doa-doa dinaikkan, dan Yesus tetaphadir sepenuhnya bagi mereka. Pelayanan-Nya seperti arus rahmat yang terus mengalir, taktertahan oleh lelah, waktu, maupun keterbatasan manusia. Dalam kacamata iman,ini bukan sekadar kesibukan, melainkan tanda bahwa kehendak Allah sedangbekerja nyata: menyelamatkan, memulihkan, dan membebaskan. Allah tidak pernahberhenti bekerja. Ia tidak tidur. Namun, menariknya, semakin besar karya yang dikerjakan,semakin besar pula salah paham yang muncul. Sanak keluarga Yesus menganggap Iasudah tidak waras, karena mereka melihat-Nya seolah tidak menjaga diri danmelampaui batas kewajaran manusia. Situasi ini menggambarkan kenyataan bahwajalan Tuhan tidak selalu mudah dipahami oleh logika manusia. Bahkan orang-orangterdekat pun dapat menjadi “hambatan” melalui penilaian yang keliru, bukankarena jahat, tetapi karena tidak mengerti tindakan Tuhan yang tersebut. Jika kita menengok kisah Raja Daud, berbagai keberhasilannyadalam peperangan memperlihatkan satu prinsip rohani yang kuat: jalan Tuhantidak terhentikan. Daud bukan menang karena kekuatan pribadi semata, tetapikarena ia berjalan dalam kehendak Allah. Ketika Tuhan menghendaki pemulihan dankemenangan bagi umat-Nya, rintangan sebesar apa pun akan disingkirkan. Sejarahkeselamatan menunjukkan bahwa karya Allah selalu bergerak maju, melampauiketerbatasan manusia dan menembus situasi yang tampak mustahil. Maka kitaselalu berpandangan bahwa di dalam Tuhan ada banyak surprise-nya. Ini tidak berarti bahwa hidup orang beriman bebas darimasalah. Hambatan, tantangan, dan pergumulan adalah bagian wajar dari duniayang terluka oleh dosa dan kelemahan. Tetapi iman mengajarkan sesuatu yanglebih dalam: hambatan tidak pernah mampu membuat jalan Tuhan buntu. Dalampenyelenggaraan ilahi, bahkan halangan dapat dipakai menjadi jalan pembentukan,pemurnian motivasi, dan pendewasaan kasih. Yang tampak sebagai penundaan,sering kali menjadi ruang bagi Tuhan untuk menegaskan arah dan memurnikan hati.Di kala situasi yang amat sulit, Tuhan masih menyediakan ruang untuk jalankeluarnya. Karena itu, “Jalan Tuhan bebas hambatan” bukan berarti tanpasalib, melainkan jalan yang pasti mencapai tujuannya. Kehendak Allah akan terusberlangsung, sampai mencapai kepenuhannya: persatuan dengan Allah Tritunggalyang abadi. Tugas kita adalah tetap setia melangkah, meski disalahpahami, meskilelah, meski doa belum segera terjawab. Sebab ketika seseorang berjalan dalamkehendak Tuhan, ia tidak sedang mengejar keberhasilan dunia, tetapi sedangmengikuti arus keselamatan yang tak pernah berhenti—jalan yang selalu terbukamenuju hidup yang kekal. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Allah yang mahabaik, bebaskanlah kami selaludari segala halangan yang mengaburkan kami di jalan-Mu untuk membawa kamikepada keselamatan yang kekal. Kemuliaan kepada Bapa dan Putran dan Roh Kudus…Dalam nama Bapa …
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 17 Januari 2026Bacaan: "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17)Renungan: Amsal 27:17 berkata, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." Jika tidak ada besi yang lain, besi kita tidak akan pernah tajam. Jika tidak ada orang lain, karakter kita tidak akan terbentuk. Tanpa kita sadari, karakter kita selalu diasah, dibentuk, dan dipertajam oleh orang-orang di sekitar kita. Bukan saja oleh orang-orang baik dan menyenangkan, tapi juga dibentuk oleh "orang-orang sulit dan menjengkelkan." Terkadang kita protes dengan Tuhan, mengapa Dia menempatkan orang-orang yang sedemikian menyebalkan di sekeliling kita. Sekarang kita tahu bahwa tanpa "orang-orang sulit" karakter kita juga "sulit" terbentuk! Teman yang keras mengajarkan kita untuk jadi orang yang berani dan bersikap tegas. Teman yang lembut mengajarkan kita akan cinta dan keluwesan. Kalaupun kita dikelilingi orang-orang yang berperangai buruk, kita tetap bisa belajar dari mereka, tentu saja dalam arti kita jangan sampai seperti mereka. Teman yang cuek justru mengajarkan kepedulian dengan sesama. Teman yang sombong itu membuat kita tidak nyaman, itu sebabnya kita mau belajar rendah hati. Kita mungkin pernah dikecewakan oleh teman kita yang mengumbar janji, tapi biarlah hal itu mengajarkan kepada kita untuk hati-hati dalam perkataan. Kita mungkin pernah dikhianati, itu menyakitkan, karena itu kita ingin menjadi orang yang setia. Bukankah benar bahwa karakter kita bisa terbentuk karena orang-orang dengan berbagai karakter yang ada di sekeliling kita? Yang terpenting adalah kita bisa belajar dari pengalaman hidup yang terjadi bersama mereka. Ambil hal yang baik dan positif, jauhi hal-hal yang buruk. Sekarang kita tidak perlu protes kepada Tuhan, "Mengapa Engkau menempatkan orang-orang menjengkelkan ini di sekelilingku?" Ada dua alasan. Pertama, jelas semua orang itu akan membentuk karakter kita. Kedua. jangan-jangan di mata orang lain kita justru termasuk orang yang menjengkelkan juga. Pertemanan itu indah. Jadilah berkat bagi teman-teman kita, pada saat yang sama kita juga terberkati dalam pertemanan itu karena karakter kita juga terbentuk dari pertemanan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang-orang baik dan orang-orang yang menjengkelkan yang senantiasa Kau hadirkan dalam hidupku. Melalui kehadiran mereka karakterku sebagai anak-Mu yang baik dapat terbentuk. Amin. (Dod).
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Empat Jenis Rasa Takut".
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 10 Januari 2026Bacaan: "Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." (Lukas 19:5) Renungan: Zakheus, seorang pemungut cukai, sangat penasaran ketika mendengar bahwa Tuhan Yesus datang ke kotanya. Mungkin saja Zakheus sudah sering mendengar cerita orang-orang tentang Tuhan Yesus, namun ia belum pernah melihat seperti apakah Tuhan Yesus itu. Karena badannya yang pendek dan banyak orang yang mengerubungi Tuhan Yesus, la harus berlari dan memanjat pohon ara untuk dapat melihat Tuhan Yesus. Sepertinya Zakheus tidak berharap lebih selain hanya untuk melihat Tuhan Yesus. Rasa penasarannya mungkin sudah terjawab, namun Tuhan Yesus tidak berhenti sampai di situ saja. Tuhan Yesus melihat Zakheus di atas pohon ara, lalu berbicara kepadanya, dan menginginkan perjumpaan yang lebih pribadi dengannya di rumah Zakheus. Zakheus merespons permintaan Tuhan Yesus dengan segera turun dari pohon dan menerima Tuhan Yesus di rumahnya dengan sukacita. Menerima Tuhan Yesus di rumahnya mengundang cibiran dari banyak orang yang tidak menyukai dirinya. Namun sepertinya Zakheus tidak terlalu mempedulikannya, karena ia sudah lama menantikan untuk bisa berjumpa dengan Tuhan Yesus. Bahkan melalui perjumpaan ini, Zakheus mengalami pertobatan dan perubahan hidup yang dengan rela membagikan hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan harta jika ada orang yang ia peras melalui pekerjaannya. Suatu "hadiah tidak terduga" diterima Zakheus. Bukan hanya melihat, namun ia berjumpa dan mengalami pertobatan di dalam Tuhan Yesus. Dalam berdoa, kita terbiasa untuk menyampaikan permintaan dan harapan kita kepada Tuhan. Kita berharap agar Tuhan menjawab sesuai permintaan kita. Namun terkadang Tuhan menjawabnya melebihi dari yang kita doakan. Melalui anugerah-Nya, Tuhan akan menjawab doa-doa kita dan membawa kita semakin dekat dan memuliakan-Nya. Seperti Zakheus yang dengan gigih hanya ingin melihat Tuhan Yesus, namun ia mendapatkan "hadiah" terindah, yaitu keselamatan bagi dirinya dan seisi rumahnya. Yang penting adalah kita tekun di dalam doa-doa kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk berkat-berkat-Mu yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya. Aku menjadi semakin yakin untuk memercayai-Mu. Amin. (Dod).
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Ājīvaṭṭhamakasīla (Sila dengan Penghidupan sebagai yang Kedelapan)".
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 3 Januari 2026Bacaan: "Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." (2 Petrus 1:10-11)Renungan: "Quo vadis Domine" adalah kalimat berbahasa Latin yang sangat terkenal. Kisahnya berawal dari pinggiran Kota Roma kuno, tahun 60-an Masehi. Pada masa itu yang memerintah Kerajaan Romawi adalah Kaisar Nero. Kaisar Nero adalah kaisar yang terkenal paling kejam dalam sejarah kekristenan. Dia melakukan penganiayaan dan pembunuhan orang-orang Kristen dengan cara-cara yang teramat kejam dan tidak manusiawi. Seperti dengan memberikan orang-orang Kristen kepada binatang-binatang buas, dan ini dipertontonkan. Atau dijadikan gladiator untuk saling membunuh di suatu arena yang juga dipertontonkan. Selain itu banyak orang Kristen yang diikat di tiang-tiang dan dibakar hidup-hidup sebagai hiasan dan sebagai obor penerang taman rekreasi Kaisar Nero di malam hari, dll. Pada masa itu Rasul Petrus melayani di Roma. Oleh para pengikutnya Petrus diminta pergi menyelamatkan dirinya, keluar dari kota Roma. Petrus mengikuti permintaan itu. Namun ketika dia sudah berada di pinggiran kota Roma, melewati Via Appia Antica dia melihat penampakan Yesus. Petrus terkejut, berlutut dan bertanya, "Quo vadis Domine?" Yang arti harafiahnya, "Hendak ke manakah Engkau pergi Tuhan?"Yesus menjawab, "Eo Romam crucifigi iterum." Yang artinya, "Aku pergi ke Roma untuk disalibkan kedua kalinya." Seketika itu juga Petrus sadar bahwa dia telah lari dari tanggung jawabnya. Petrus mengerti bahwa dia harus berkorban dan mati bagi Yesus. Dia menangis, menyesal, meminta ampun, bangkit, dan berputar kembali ke kota Roma. Akhir kisahnya kita tahu, Petrus ditangkap dan disalibkan dengan posisi kepala di bawah. Hari ini, ingatlah akan panggilanNya atas hidup kita. Kita semua dipanggil untuk menjadi anak-anak-Nya yang setia melayani Dia. Bagi kita yang telah jauh meninggalkan panggilan dari Tuhan, mari berbalik. Jangan teruskan perjalanan kita yang semakin menjauh dari-Nya, tetapi berputarlah dan kembali kepada-Nya. Walaupun ada banyak tantangan dan rintangan, teguhlah terhadap panggilan kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin tetap teguh dalam menjalani panggilan-Mu atas hidupku. Walaupun banyak tantangan dan rintangan aku tetap akan maju. Berkatilah niatku ini Yesus. Amin. (Dod).
Adab Murid Tidak Mendahului Guru adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Sabtu, 29 Jumadil Akhir 1447 H / 20 Desember 2025 M. Kajian sebelumnya: Sopan Santun dalam Berbicara kepada Guru Kajian Islam Tentang Adab Murid Tidak Mendahului Guru […] Tulisan Adab Murid Tidak Mendahului Guru ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 Desember 2025Bacaan: "Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari. " (Pengkhotbah 9:9)Renungan: Tragedi gempa bumi yang terjadi pada tanggal 12 Mei 2008, yang mengguncang Wenchuan, Tiongkok menyisakan satu kisah mengharukan. Wu Jiafang, seorang pegawai restoran menemukan jenazah istrinya, Shi Huaqing di belakang reruntuhan restoran di mana dia bekerja. Tentu saja ini membuat air matanya tak terbendung lagi. Namun, dia tetap sabar menunggu bantuan datang untuk membawa pulang jenazah istrinya. Ternyata, setelah lama menunggu, bantuan tidak kunjung tiba. Wu Jiafang pun menggunakan tali kain merah untuk mengikatkan istrinya ke punggungnya. Lalu, dia naik sepeda motor dan dengan perlahan membawa mayat istrinya ke rumah yang berjarak empat kilometer. "Saat itu saya tidak berani menangis lagi karena takut mata kabur nanti terjadi kecelakaan, sehingga dia akan menderita lagi," katanya. Adegan ini mengharukan banyak orang dan dia disebut sebagai "suami yang paling berperasaan dalam gempa". Sesampainya di rumah, Wu Jiafang langsung menguburkan istrinya di samping rumahnya. Dia kemudian membuat tenda menemani istrinya yang sudah meninggal. Selama 100 hari masa berkabung itu dia hanya makan satu kali sehari. "Shi Huaqing tidak pernah meninggalkan saya ketika saya sedang menderita. Saya merasa berhutang budi kepadanya," katanya. Ternyata apa yang dilakukan Wu Jiafang ini menjadi buah bibir masyarakat dan sudah pasti sampai ke telinga banyak orang. Bukan hanya itu, cerita itu menyentuh hati perempuan-perempuan. Tidak berapa lama kemudian, 16 perempuan menulis surat kepadanya dan menyatakan diri ingin menjadi pendamping hidupnya. Tanggal 16 Oktober 2008, seorang wanita di Shenzhen yang bernama Liu Rurong juga meneleponnya. Dalam dua minggu mereka berkomunikasi jarak jauh setiap hari. Tanggal 9 November 2008, mereka bertemu dan merasa cocok. Sekalipun bukan perkara mudah bagi Wu Jiafang, tetapi kemudian dia memutuskan untuk menerima Liu Rurong untuk menjadi pendamping hidupnya. Dia berkata, "Dia jatuh cinta sama saya karena tersentuh akan kasih sayang saya terhadap istri saya terdahulu, dan juga karena dia menaruh belas kasih ke saya sebagai korban gempa. Saya tidak memiliki apa-apa, namun dia mau menikah dengan saya tanpa syarat. Karena itulah saya mencintainya." Hal senada dikatakan oleh Liu Rurong, "Dia adalah seorang petani biasa, pria yang ramah, kesederhanaannya menyentuh saya." Ketulusan cinta seseorang kepada pasangannya tidak diukur dari seberapa banyak harta yang bisa dia berikan, tetapi dari seberapa keras usaha untuk melindungi, merawat, mendampingi, dan memerhatikan pasangannya. Akan sangat mudah untuk memerhatikan pasangan ketika sehat dan banyak harta, tetapi tidak mudah ketika pasangan dalam keadaan menderita. Mari kita tanamkan dalam diri kita cinta yang tulus sehingga apa pun keadaan pasangan kita, kita tetap menunjukkan cinta itu dalam tindakan nyata. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang sanggup mengasihi pasanganku dengan tulus dan terwujud di dalam tindakan nyata. Amin. (Dod).
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Para Dewa Satullapa".
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 20 Desember 2025Bacaan: Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN. " (Ayub 1:21)Renungan: Pelari berkebangsaan Amerika, Eddie Hart melewatkan lomba pemanasan untuk perlombaan lari 100 meter dalam Olimpiade 1972 di Munich. Akibatnya, dia kehilangan kesempatan untuk memenangkan medali emas dalam perorangan. Akan tetapi dia tidak menyerah. Dia menerima kenyataan itu dengan cara pandang yang baik. Eddie berkata, "Tidak semua yang kita kejar selalu berhasil kita raih. Itulah mungkin pelajaran yang saya dapatkan dalam hal ini. Ada kalanya dalam hidup ini kita mungkin tidak mendapatkan kenaikan gaji seperti yang kita inginkan. Kita harus belajar hidup dengan kekalahan-kekalahan kita. Dan atletik itu sangat berharga karena semuanya adalah menyangkut menang kalah. Sebelum kita menjadi pemenang yang baik, kita harus tahu bagaimana caranya menerima kekalahan". Kenyataan hidup ini terkadang sulit kita terima. Terutama ketika apa yang kita harapkan tidak terwujud. Dan terlebih saat apa yang kita takutkan justru terjadi. Penulis Amsal mengatakan, "Harapan yang tertunda menyedihkan hati, apalagi jika harapan, impian, dan cita-cita yang begitu diinginkan harus gugur begitu saja." (Amsal 13:12). Karena itu, kita perlu belajar menerima kenyataan dengan tabah dan berlapang dada. Seperti Ayub yang mengembalikan segalanya pada Tuhan, "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil." Bahkan Ayub mempersembahkan korban jika saja anak-anaknya melakukan kesalahan di hadapan Tuhan. Kita juga perlu mengoreksi diri kita sendiri, apakah kegagalan yang terjadi adalah kesalahan kita ataukah ada faktor-faktor lain yang di luar kendali kita. Kita harus terus segera bangkit dari kegagalan kita dan memperbaiki semua kesalahan yang kita lakukan. Kita harus terus maju dan optimis dalam melangkah. Kita harus terus menabur agar kelak kita menuai hasil yang berkelimpahan. Kenyataan tidak selalu seperti yang kita harapkan, tetapi jika kita tekun, sabar, dan mau berusaha maka segalanya tidak akan sia-sia. Tuhan akan selalu memberkati kita dan memberi yang terbaik jika kita mau berusaha dan terus bangkit dari kegagalan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk percaya pada kehendak dan rencana-Mu, sehingga ketika sesuatu terjadi tidak seperti yang aku inginkan, aku tidak kecewa karena aku tahu rencana-Mu lebih indah dari rencanaku. Amin. (Dod).
Sampaikanlah Walau Satu Ayat adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Ushul ad-Dakwah as-Salafiyah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Sabtu, 22 Jumadil Akhir 1447 H / 13 Desember 2025 M. Kajian Tentang Sampaikanlah Walau Satu Ayat Penting untuk diketahui bahwa berdakwah kepada Allah ‘Azza wa Jalla tidak mensyaratkan seseorang untuk […] Tulisan Sampaikanlah Walau Satu Ayat ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 13 Desember 2025Bacaan: "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6:2) Renungan: Satu kali, Ibu Teresa pernah menulis begini, "Kalau kamu belum bisa memberi makan 100 orang, berilah makan satu orang saja dulu." la juga menulis, "Tidak semua kita bisa melakukan hal-hal besar. Tapi semua kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar." Dari pikirannya yang belajar membatasi hidup dengan cara yang sangat sederhana, ia telah menemukan banyak hikmat untuk disampaikan tentang bagaimana kita melayani sesama. la membantu kemanusiaan untuk melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain, bahwa kebesaran itu adalah jalan yang menurun, bukan naik. la juga mengajari kita orang modern bahwa milik kita saat ini belum tentu mewakili perkenanan Tuhan, tapi kita mendapatkan kewajiban memikul kesusahan sesama. Setiap kali bencana terjadi, terutama bencana alam, kita menarik napas panjang dan menghembuskan dengan cepat sebagai tanda, "Kenapa yang seperti itu terjadi lagi?" Kita tidak suka mendengar kabar buruk tentang kesusahan orang lain. Tahu apa sebabnya? Karena kesusahan yang kita dengar, langsung mewajibkan kita untuk menanggung sedikit atau banyak dari kesusahan itu. Tanpa kita sadari, semua kejadian itu memanggil kita untuk bertindak. Jika kita mengabaikan panggilan itu maka secara alamiah hati kita menimbun sejumlah rasa bersalah. Suatu kali nanti rasa bersalah itulah yang akan turut menentukan seberapa kuat kita bisa berdiri di hadapan Tuhan. Bencana alam adalah cara Tuhan menyadarkan kita bahwa kita adalah sesama manusia, kita sepenanggungan, kita harus mengatasinya bersama. Hari ini kita membantu, mungkin besok kitalah yang dibantu. Firman-Nya tegas berbicara, "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." Mari kita memenuhi hukum Kristus dengan saling tolong menolong. Jangan pandang bulu dalam menolong. Tolonglah dengan tulus hati. Jangan ada pamrih dalam menolong. Semua bagi kemuliaan nama Tuhan saja. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, taruhlah roh belas kasih-Mu dalam hatiku, sehingga aku selalu tergerak untuk menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Amin. (Dod).
Tafsir Surah Al-Fatihah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Muqaddimah Tafsir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Nasrullah, M.A. pada Sabtu, 15 Jumadil Akhir 1447 H / 6 Desember 2025 M. Kajian Islam Tentang Tafsir Surah Al-Fatihah Surah Al-Fatihah tergolong surah Makkiyah, yaitu surah yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Salah […] Tulisan Tafsir Surah Al-Fatihah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Gelar Wahabi adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Minhaj Al-Firqah an-Najiyah wa ath-Tha’ifah Al-Manshurah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Sabtu, 8 Jumadil Akhir 1447 H / 29 November 2025 M. Kajian Tentang Gelar Wahabi Permusuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang menentang dakwah tauhid —semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan hati […] Tulisan Gelar Wahabi ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.