POPULARITY
Categories
Generasi sandwich adalah sebutan untuk orang dewasa yang harus menanggung kebutuhan ekonomi diri sendiri, keluarga inti, dan orang tua.Dalam sebuah survey Sun Life disebutkan 90 persen pekerja di Indonesia mengaku terjebak dalam fenomena sandwich generation atau tekanan finansial tersebut.Kondisi beban finansial ganda ini secara signifikan memengaruhi ekspektasi masa tua para pekerja, beberapa terpaksa menurunkan standar gaya hidup saat pensiun, yang lain memilih untuk menunda masa pensiun atau memperkirakan akan tetap bekerja setelah memasuki usia non-produktif.Bagaimana mengatasi tekanan finansial para pekerja Indonesia yang menurut survei 90 persen adalah sandwich generation?Bersama Narasumber:1. Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) Mirah Sumirat2. Sosiolog Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi
Episode podcast kali ini membahas bagaimana bisnis keluarga bisa tetap bertumbuh tanpa terjebak konflik generasi, ego, atau keputusan impulsif. Tamu di episode ini adalah seorang CFO dari Cendrawasih Group yaitu Lisdawaty Hendrawan. Beliau akan berbagi pengalaman bagaimana membangun sistem keuangan dan tata kelola pada organisasi yang sudah berkembang besar. Salah satu keypoint dari Beliau adalah adanya pemisahan yang tegas antara uang pribadi dan uang perusahaan, struktur gaji yang jelas untuk keluarga yang terlibat, dan disiplin dalam pengambilan keputusan agar bisnis tidak berjalan memakai perasaan. Episode ini terasa begitu relevan karena pembahasannya tentang pola komunikasi lintas generasi dimana generasi muda cepat mengambil keputusan karena terbiasa teknologi tetapi sering perlu dibantu untuk lebih matang dalam manajemen risiko. Di sini kita akan menemukan pendekatan yang seimbang antara diberi ruang untuk berkarya dan batasan atau filter agar kebebasan tidak berubah menjadi keputusan seenaknya.Selain itu, episode ini juga membahas bagaimana membangun organisasi yang tidak bergantung pada orang tertentu melainkan pada sistem. Contoh konkretnya mulai dari KPI, ritme meeting tim, sampai keputusan tegas ketika performa tidak sesuai target. Semuanya diarahkan agar bisnis bisa tetap berjalan meski orangnya berganti. Salah satu hal yang penting juga adalah perspektif tentang keluarga sebagai fondasi. Bagaimana keharmonisan rumah tangga, kebiasaan komunikasi, dan pola pikir untuk memperbaiki saat terjadi kesalahan bukan sibuk mencari siapa yang salah.
Membangun bisnis hijau di tengah krisis iklim saat ini menuntut lebih dari sekadar niat baik dan semangat yang meluap; ia membutuhkan kerangka kerja kewirausahaan yang sangat disiplin. Berbeda dengan industri digital yang lincah, sektor energi dan iklim melibatkan tantangan infrastruktur fisik, rantai nilai yang kompleks, serta regulasi yang ketat. Dengan mengadopsi pendekatan sistematik seperti yang diajarkan oleh Ben Soltoff, para inovator muda harus mampu membedah lanskap masalah secara mendalam sebelum meluncurkan solusi teknis. Kunci keberhasilan terletak pada kemampuan menyelaraskan misi penyelamatan planet dengan unit ekonomi yang sehat, sehingga dampak lingkungan yang diciptakan dapat berjalan beriringan dengan kelangsungan bisnis yang mandiri. Bagi anak muda di Indonesia, tantangan sebagai negara kepulauan yang rentan terhadap dampak iklim justru menjadi laboratorium inovasi yang paling subur. Melalui Riset Pasar Primer (PMR) yang jujur dan strategi Beachhead Market, wirausahawan dapat menemukan ceruk pasar kecil yang memiliki masalah paling akut—baik itu di sektor energi terbarukan, manajemen sampah kota, maupun pertanian regeneratif. Fokus pada pasar awal ini memungkinkan inovator untuk memvalidasi solusi mereka, membangun kredibilitas, dan menurunkan hambatan ekonomi seperti green premium. Di sini, kolaborasi antar pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah desa hingga korporasi besar—menjadi jauh lebih krusial dibandingkan kompetisi untuk memastikan solusi hijau tersebut dapat terintegrasi dengan kearifan lokal. Pada akhirnya, perjalanan menjadi changemaker di sektor hijau adalah sebuah maraton yang membutuhkan ketangguhan mental dan literasi finansial yang mumpuni. Generasi muda Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin revolusi industri hijau global dengan memanfaatkan kekayaan biodiversitas dan potensi ekonomi rendah karbon di tanah air. Dengan disiplin dalam mengeksekusi ide, keberanian untuk belajar dari kegagalan, dan integritas dalam mengukur dampak karbon yang nyata, setiap langkah kecil yang diambil akan menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih layak huni. Krisis iklim saat ini adalah panggilan sejarah bagi para pemuda untuk bertindak sebagai garda terdepan yang membawa keadilan dan kemakmuran hijau bagi seluruh penghuni bumi.
Tayangan Doraemon resmi dihentikan di TV nasional. Apakah ini pertanda kita harus berhenti berharap pada “jalan pintas” politik ala Gibran?
Renungan D'Message || MENGUNGSIKAN GENERASI KE LB3 || Ps. Steven Liem
Renungan D'Message || WARISAN GENERASI ILAHI || Ps. Steven Liem
Beberapa hari yang lalu di acara BREED Insight (Bandung) dibahas tentang buku "10 to 25". Salah satu key takeaways yang saya perhatikan adalah bagaimana berkomunikasi dengan generasi muda. Bagaimana menghilangkan kecurigaan2.
Implementasi PP Tunas: Meningkatkan pemahaman Literasi Digital pada generasi muda mampu menangkap bahaya ruang digital.
Generasi bangsa Israel berikutnya, mengikuti teladan para raksasa iman: Kaleb dan Yosua. Ketika generasi yang lebih tua menutup pelayanan mereka, ada generasi baru yang siap menghadapi tantangan dan terus menggenapi rencana Allah bagi Israel.
Generasi bangsa Israel berikutnya, mengikuti teladan para raksasa iman: Kaleb dan Yosua. Ketika generasi yang lebih tua menutup pelayanan mereka, ada generasi baru yang siap menghadapi tantangan dan terus menggenapi rencana Allah bagi Israel.
Pada peringatan HUT ke-39 Pemuda Tani Indonesia, Budi Satrio Djiwandono menegaskan komitmen PTI mendukung ketahanan pangan dan regenerasi petani. Program penanaman 100 ribu batang tanaman kebun menjadi langkah nyata memperkuat sektor pertanian dan lingkungan.
Generasi muda Indonesia saat ini, memiliki banyak karakteristik yang beragam. Sama halnya dengan keberagaman pemuda pada 28 Oktober 1928 saat mendeklarasikan sumpah pemuda.Pada episode podcast kali ini, sosok pemuda milenial penggiat Whats Is Up, Indonesia? (WIUI), Abigail Lumuria bercerita tentang sumpah pemuda dari sudut pandang anak muda zaman now. Bukan sekadar sejarah, tapi bagaimana semangatnya bisa relate sama keresahan kita hari ini: soal identitas, keberagaman, dan suara anak muda yang kadang dianggap sebelah mata namunmemiliki semangat yang sama untuk mengubah Indonesia lebih baju dengan banyak kompetensi yang dimiliki.
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama organisasi kepemudaan menggelar Kemah Kebangsaan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini bertujuan menanamkan jiwa nasionalisme sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya narkoba kepada ribuan pelajar.Acara ini menjelaskan berbagai jenis narkotika yang sering disalahgunakan, mulai dari yang terkandung dalam rokok elektrik, permen, hingga makanan ringan. Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menekankan pentingnya informasi bagi pelajar untuk menjauhi narkoba dan mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Kalau buku adalah jendela dunia, maka komik adalah jendela petualangan dan imajinasi. Termasuk dunia bajak laut One Piece!
Spraakmaker is vandaag fotograaf Ilvy Njiokitjien. In het Mediaforum zijn Kees Boonman en Irene de Kruif te gast. Bij Stand.nl de stelling: 'De opmars van crack moet zo snel mogelijk de kop in worden gedrukt.' In het tweede uur gaan we het hebben over kinderrechten in Nederland en de tentoonstelling Generasi 3.0 van het Fotomuseum Den Haag.
Wafatnya Orang-Orang Shalih dan Tersisanya Generasi Buruk adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 23 Rabiul Awwal 1447 H / 16 September 2025 M. Kajian sebelumnya: Ciri-Ciri Dajjal Secara Rinci Kajian Tentang Wafatnya […] Tulisan Wafatnya Orang-Orang Shalih dan Tersisanya Generasi Buruk ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
“Penyerang ‘maut’ Noh Alam Shah suatu ketika dulu seperti tak boleh dipisahkan dengan kontroversi di padang. Kini beliau beralih peranan, membimbing generasi baru agar tidak ulangi kesilapannya, sambil komited melatih pemain muda bermain dengan lebih matang dan berdisiplin. 01:57 — Asal-usul gelaran ‘Along’ 02:52 — Minat berputik: “tiang gol” tong sampah 05:30 — Dibesarkan dua “mak”: berdikari tanpa bapa 06:45 — “Kebolehan jaringkan gol, tak boleh diajar” 10:31 — “Pada usia 14 tahun, saya terpaksa berhenti sekolah…” 17:04 — Insiden Bennett: Apa yang terjadi? 22:02 — Pengajaran “jangan selalu jadi hero” 27:03 — Keluarga & anak-anak ‘Along’ 28:12 — Ketua Jurulatih Tanjong Pagar: identiti, disiplin & sasaran 34:38 — Generasi baru: mentaliti dan ‘loyalty’ 36:36 — “Saya terhutang budi pada Teo Hock Seng” 41:30 — Pemain Jepun di SPL & pemain asing 43:35 — Penyerang masa depan berpotensi 47:20 — Identiti bola sepak S’pura & harapan terhadap FASSee omnystudio.com/listener for privacy information.
Ditunjuk menempati jabatan yang seharusnya melindungi para pekerja, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer malah ditengarai memperalat jabatan untuk memperkaya diri sendiri. Ironisnya, modus korupsi serupa terus berulang di kementerian itu. Mengganti satu orang saja tak cukup. Memotong generasi layak dipertimbangkan untuk menghapus budaya korupsi yang sudah mengakar. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
The Indonesian political observer, who has spent 50 years in Australia, offers a special message for young people to help maintain Indonesian unity amid ongoing demonstrations. - Pengamat politik Indonesia yang telah 50 tahun di Australia ini memberikan pesan khusus bagi anak muda agar tetap menjaga persatuan Indonesia di tengah gelombang demonstrasi.
PODCAST ini membahas Generasi Alpha, yaitu individu yang lahir antara tahun 2010 dan 2025, yang merupakan generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di era digital dan sangat akrab dengan teknologi. Teks tersebut mengulas karakteristik utama Gen Alpha, seperti keakraban teknologi, dominasi visual, dan potensi besar di industri digital, serta pengaruh pandemi COVID-19 terhadap perkembangan mereka. Secara kritis, sumber ini menanggapi kutipan populer tentang mendidik anak di luar zamannya, memperdebatkan validitasnya dan menekankan bahwa prinsip-prinsip moral dan adab syar'iyyah bersifat universal, tidak terikat waktu. Selain itu, dijelaskan berbagai pola pengasuhan (otoritatif, otoriter, permisif, abai), kaidah mendidik anak sepanjang zaman dengan pondasi tauhid, serta kebutuhan esensial anak seperti iman, fisiologis, emosi, dan sosial. Terakhir, dibahas secara mendalam pentingnya ketegasan yang santun dalam mendidik, membedakannya dari kekerasan, dan memberikan panduan praktis untuk membangun resiliensi anak melalui pendekatan A.B.C.D.E (Ada untuk anak, Beri kesempatan, Cintai tanpa syarat, Dukung positif, dan Emotional & Social wellbeing).
Apakah Anda merasa tenggelam dalam lautan informasi setiap hari? Di era digital ini, kita bukan lagi hanya konsumen, melainkan kurator yang terus-menerus memilah fakta dan fiksi. Namun, bagaimana kita bisa yakin bahwa yang kita serap itu benar-benar bernilai? Ringkasan audio ini akan membawa Anda pada perjalanan mendalam ke dunia pemikiran kritis, sebuah keterampilan yang akan mengubah cara Anda belajar, berpikir, dan membuat keputusan. Pemikiran kritis adalah kekuatan tersembunyi di balik setiap keputusan bijak. Ini bukan tentang menjadi sinis atau skeptis, tetapi tentang kemampuan untuk bertanya, menganalisis, dan menghubungkan ide-ide secara mendalam. Dalam edisi ini, kita akan mengungkap mengapa pemikiran kritis adalah fondasi untuk pembelajaran yang bermakna dan bagaimana ia menjadi alat vital bagi Generasi Z untuk menavigasi disinformasi di media sosial. Bersiaplah untuk mendengarkan bagaimana otak Anda benar-benar belajar dan cara mengoptimalkan proses tersebut. Ringkasan audio ini akan memberikan wawasan berharga tentang varian-varian pemikiran kritis dan langkah-langkah praktis untuk menerapkannya, mengubah Anda dari penerima informasi pasif menjadi pemikir yang aktif dan independen.
Khutbah Jum'atMasjid As-sofia, Kota Bogor Tanggal 22 Agustus 2025 / 25 Safar 1147H Khotib: DR. H. Ending Bahrudin, MA.Tema: Siapkan Generasi Sesuai ZamannyaImam: Ust. Ahmad Fathoni, SE. ME.Muadzin: Ust. Ginanjar Natasasmita, ST.LIVE Streaming :-- Youtube LIVE Event https://youtube.com/live/rv5Nxq6JWwU?feature=share-- Youtube: https://youtube.com/@DiMediaTV -- Instagram: @DiMediaTV LIVE Delay : -- Instagram @MasjidAsSofia-- Podcast: Spotify, Apple Podcats: "Dimedia Radio" Masjid As-Sofia, Jl. RE. Martadinata 46-48, Kel. Ciwaringin, Kota Bogor, Phone: 0811 1226 242, IG @MasjidAsSofia Rekening Donasi:BSI 7158 607 195 a.n. Masjid As Sofia (Infaq Kajian & Majelis Ilmu)BSI 7265 516 078 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) BRI 0387-01-111222-30-1 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) Mari beramal jariyah bagi tersebarnya ilmu, dakwah & perjuangan dijalan Allah melalui donasi biaya operasional dan wakaf peralatan LIVE Streaming, via QRIS atau transfer ke Rekening BSI 7149 665 026 an. DiMediaTV. "Di era informasi sekarang ini penting memanfaatkan media untuk dakwah dan menghadapi opini negatif. Kita manfaatkan semua sarana dan prasana untuk menyiarkan Islam dengan baik, dan lakukan klarifikasi atau membantah jika ada fitnah terhadap Islam." (KH Didin Hafidhuddin).#dimediatv #MasjidAssofia #dimedia #dimediaradio #masjidassofiabogor #khutbahjumat #khotbahjumat #khotbahjummuah #khutbah #kajianbogor #infokajianbogor #infokajian #live #livestream #livestreaming #nasehat #nasehatislami #nasehatulama #obs #obsstudio #obsstudiolive #obslivestream #ending #endingbahrudin Jadikan Dakwah Sebagai Poros dari Aktifitas kita sehari-hari sebagaimana Rasulallah SAW, oleh sebab itu jadikan video ini sebagai amal jariyah dakwah Anda juga dengan cara "Like, Comment, Save, Subscribe & Share"
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Di episode podcast kali ini, Tanadi Santoso bersama dengan Nita, seorang konsultan bisnis berpengalaman, akan membahas bagaimana membimbing generasi penerus agar bisa memimpin tanpa memecah keharmonisan keluarga. Dalam pengalaman dunia bisnis keluarga di Indonesia, seringkali masih dalam tahap peralihan dari generasi pertama ke generasi kedua. Bedanya karakter, gaya komunikasi, bahkan pola kepemimpinan, sering menjadi pemicu gesekan. Nita membagikan pengalaman langsung menangani klien-klien bisnis keluarga, lengkap dengan kisah lucu dan dramatis yang ternyata menyimpan pelajaran penting, mulai dari konflik di meja makan yang berujung 'Perang Dunia ke-3' di kantor, hingga tantangan bagaimana memisahkan komunikasi formal dan informal.Selain itu, episode ini juga memberikan berbagai resep untuk mengatasi permasalahan dalam bisnis keluarga. Dimulai dari pentingnya membuat family constitution, menetapkan alur komunikasi yang jelas, hingga membangun kepercayaan timbal balik antara generasi pertama dan kedua. Anda akan belajar bagaimana menetapkan batas otoritas, mengelola ego, dan memberi ruang bagi generasi penerus untuk berinovasi tanpa membuat generasi pendahulu merasa kehilangan kendali.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Tembang Nusntara 2025 ini dikelola oleh para kawula muda atau musisi generasi muda di Melbourne. Jadi apa yang dapat kita harapkan dari Tembang Nusantara kali ini?
Generasi Z adalah pribumi digital sejati yang tumbuh dengan ponsel pintar, internet, dan media sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Mereka tidak pernah mengenal dunia tanpa konektivitas instan, membentuk cara mereka berinteraksi, belajar, dan bersosialisasi. Generasi ini sangat mahir mengkurasi persona daring mereka, sering kali mengukur nilai sosial melalui "likes" dan interaksi digital. Namun, ketergantungan pada teknologi ini juga membawa tantangan, seperti potensi rentang perhatian yang lebih pendek, tekanan sosial dari perbandingan daring, dan risiko masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan harga diri rendah akibat perundungan siber atau paparan konten yang tidak sehat. Memahami Generasi Z sangatlah penting karena mereka adalah kekuatan transformatif yang akan membentuk masa depan masyarakat, ekonomi, dan budaya. Sebagai kelompok demografi pertama yang sepenuhnya digital, cara mereka mengonsumsi informasi, berbelanja, dan bekerja akan memengaruhi tren global. Mereka cenderung pragmatis, sadar sosial, dan lebih skeptis terhadap otoritas tradisional dibandingkan generasi sebelumnya. Bagi bisnis, pendidik, dan pembuat kebijakan, mengakui karakteristik unik ini—termasuk preferensi mereka untuk komunikasi visual dan interaktif—adalah kunci untuk terhubung secara efektif dan memanfaatkan daya beli serta pengaruh sosial mereka yang signifikan. Untuk menjangkau dan belajar bersama Generasi Z, diperlukan pendekatan yang autentik, digital-sentris, dan berorientasi solusi. Ini berarti berkomunikasi di platform yang mereka gunakan dengan bahasa mereka sendiri, mempromosikan transparansi dan tujuan sosial yang jelas, serta menyediakan peluang untuk partisipasi dan kreasi. Dalam konteks pendidikan, terutama untuk isu-isu seperti pelestarian hutan dan perubahan iklim, strategi harus mencakup konten interaktif dan visual, gamifikasi, proyek berbasis aksi nyata, kolaborasi dengan influencer, dan penyajian data yang didukung bukti. Dengan memberdayakan mereka untuk menjadi advokat yang terinformasi dan mendukung kesejahteraan digital mereka, kita dapat berkolaborasi dengan Generasi Z untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Sekjen Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) Dr. Nirwan Satria, SpAn-TIPendiri LBH Kesehatan, Iskandar Sitorus
Credit Bali TV: https://www.youtube.com/watch?v=jAu3lJ1I6YYDalam episode ini, kita berbincang bersama Melati Wijsen, aktivis lingkungan sekaligus pendiri Bye Bye Plastic Bags dan YOUTHTOPIA, yang baru saja merilis buku pertamanya berjudul “Change Starts Now”. Dengan semangat membara, Melati mengajak generasi muda untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Lewat cerita perjuangan dan langkah-langkah kecil yang berdampak besar, Melati menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari diri sendiri—dan dimulai sekarang juga. Yuk, dengarkan inspirasinya!
The Master of Indigenous Business Leadership aims to encourage the next generation and diversify the sector. - Magister Kepemimpinan Bisnis Pribumi bertujuan untuk mendorong generasi berikutnya dan mendiversifikasi sektor tersebut.
Keberhasilan Timnas Jerman U21 di Euro 2025, seolah mematahkan anggapan mandeknya regenerasi timnas Jerman. Namun apakah ini hanya sekadar pemain yang siap diorbitkan atau talenta yang akan bertahan selama satu generasi? Bagaimana jika dibandingkan dengan generasi U21 sebelumnya? Selain itu kami juga membahas Bayern & BVB di Club World Cup 2025
Khutbah Jum'atMasjid As-sofia, Kota Bogor Tanggal 13 Juni 2025 / 17 Dzullhijjah 1446HKhotib: Dr. H. Nirwan Syafrin, M.A.Tema: Mempersiapkan Generasi Muslim yang TangguhImam: Ustadz Ahmad Fathoni, SE., ME.Muadzin: Ust. Ginanjar Natasasmita, ST.LIVE Streaming :-- Youtube LIVE Event https://youtube.com/live/GAog-2aToM8?feature=share-- Youtube: https://youtube.com/@DiMediaTV -- Instagram: @DiMediaTV LIVE Delay : -- Instagram @MasjidAsSofia-- Podcast: Spotify, Apple Podcats: "Dimedia Radio" Masjid As-Sofia, Jl. RE. Martadinata 46-48, Kel. Ciwaringin, Kota Bogor, Phone: 0811 1226 242, IG @MasjidAsSofia Rekening Donasi:BSI 7158 607 195 a.n. Masjid As Sofia (Infaq Kajian & Majelis Ilmu)BSI 7265 516 078 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) BRI 0387-01-111222-30-1 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) Mari beramal jariyah bagi tersebarnya ilmu, dakwah & perjuangan dijalan Allah melalui donasi biaya operasional dan wakaf peralatan LIVE Streaming, via QRIS atau transfer ke Rekening BSI 7149 665 026 an. DiMediaTV. "Di era informasi sekarang ini penting memanfaatkan media untuk dakwah dan menghadapi opini negatif. Kita manfaatkan semua sarana dan prasana untuk menyiarkan Islam dengan baik, dan lakukan klarifikasi atau membantah jika ada fitnah terhadap Islam." (KH Didin Hafidhuddin).#dimediatv #MasjidAssofia #dimedia #dimediaradio #masjidassofiabogor #khutbahjumat #khotbahjumat #khotbahjummuah #khutbah #kajianbogor #live #livestream #livestreaming #nasehat #nasehatislami #nasehatulama #nirwansyafrin #nirwansyafrinmanurungJadikan Dakwah Sebagai Poros dari Aktifitas kita sehari-hari sebagaimana Rasulallah SAW, oleh sebab itu jadikan video ini sebagai amal jariyah dakwah Anda juga dengan cara "Like, Comment, Save, Subscribe & Share"
Berbagai acara diadakan di seluruh Australia untuk memperingati Hari Penyesalan Nasional (National Sorry Day), sebuah pengakuan atas pemindahan paksa anak-anak Bangsa Pertama dari keluarga dan budaya mereka.
Perjalanan dengan Tuhan, bukanlah perjalanan yang pasif atau membosankan. Ada kehidupan di dalamnya, ada firman dan tuntunan diberikan-Nya. Waktu yang Tuhan janjikan sebagai jawaban-Nya atas keluhan ke-10 pengintai Israel telah hampir usai, generasi yang padanya Tuhan murka karena tidak menghargai janji-Nya. Lalu, apakah generasi Israel yang baru ini layak menerima kegenapan janji Tuhan? Bagaimana dengan kita yang juga telah menerima penyataan Tuhan? Apakah kita sudah hidup berjalan tanpa keluhan sehingga dapat ikut masuk ke Tanah Perjanjian?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 4 Mei 2025.Kirim pesan
Apa sebenarnya radikalisme itu? Bagaimana cara agar kita, terutama generasi muda, tidak terjebak dalam paham-paham yang menyesatkan?Dalam episode #PodcastAlwiShihab ke-113 ini, kami membahas "Cara Cerdas Menangkal Radikalisme: Langkah Praktis untuk Generasi Muda" dari lingkungan, media sosial, hingga pergaulan sehari-hari.Video ini cocok untuk guru, pelajar, orang tua, dan siapa pun yang ingin membangun ketahanan diri dan komunitas terhadap ideologi kekerasan. Yuk, jadikan Literasi Keagamaan Lintas Budaya sebagai bagian dari solusi damai dan bijak di tengah perbedaan!Jangan lupa like, comment, dan share agar semakin banyak yang tercerahkan.Apa saja yang bisa Anda dapatkan dari video ini: 0.55: Menulusuri (mencari informasi) rekam jejak tentang kelompok radikal (tokoh dan pandangannya)2.56: Tidak mengeneralisir dan mampu memilah-milah3.88: Tidak memonopoli kebenaran dan tidak mudah menghakimi orang lain4.27: Tidak mentafsirkan teks keagamaan secara ketat dan kaku4.56: Senantiasa waspada terhadap berbagai faham keagamaan5.11: Bersikap moderat, tidak melonggarkan dan mengetatkan ajaran agama5.22: Mampu menerima perbedaan5.39: Mengikuti atau menjadi tokoh agama yang moderat
Wawancara bersama Wakil Ketua Ikatan Penerjemah dan Pengalih Bahasa Tersumpah di Indonesia (IPPTI), Zenzia Sianica Ihza
Apakah kamu pernah mendengar istilah the anxious generation? Kali ini, saya akan membahas buku The Anxious Generation karya Jonathan Haidt, yang mengupas bagaimana teknologi memengaruhi generasi Z. Kamu tahu nggak sih, generasi ini sering disebut generasi emas karena tumbuh di era inovasi, tapi juga generasi cemas karena dampak teknologi yang besar, seperti media sosial dan internet. Bayangkan, dari kecil mereka sudah akrab dengan smartphone, berbeda dengan masa kecil kita yang lebih sering main di luar. Apakah perubahan ini bikin generasi Z lebih cemas? Atau malah membawa manfaat? Yuk, kita bahas tantangan dan peluang yang dihadapi anak muda di era digital, serta cari tahu bagaimana menghadapi pengaruh teknologi pada kehidupan sehari-hari. Jangan lupa share pendapat kamu di kolom komentar ya! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Episode adalah anthem buat semua yang udah kenyang digempur kehidupan dewasa dan doktrin finansial. Tidak bermaksud sok filosofis—lebih kayak ngebongkar realita pahit tanpa basa-basi. #PodcastBercanda
Keistimewaan Belajar Menurut Para Ulama dari Sahabat, Tabi’in, hingga Generasi Setelahnya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Sabtu, 16 Rabiul Akhir 1446 H / 19 Oktober 2024 M. Kajian sebelumnya: Dalil Keistimewaan Ilmu Kajian Islam Tentang Dalil Keistimewaan […] Tulisan Keistimewaan Belajar Menurut Para Ulama dari Sahabat, Tabi’in, hingga Generasi Setelahnya ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Gen Z dan faktor yang mempengaruhi mereka memilih sebuah brand atau produk
Nigeria mengalami krisis ekonomi terburuk dalam satu generasi yang mengakibatkan meluasnya kesulitan dan kemarahan warga. Pemerintahan Presiden Bola Tinubu telah memulai reformasi ekonomi yang berani termasuk menghapus subsidi BBM, tapi hal ini memicu kenaikan biaya transportasi dan harga makanan.
Klaim tiket eksklusif kamu untuk pengalaman berpodcast terbaik bersama Firstory disini. Klik link https://firstory.me/id/ sekarang juga, jangan sampai kelewat ya! —— Firstory DAI —— Selamat datang di video kami dengan judul Apakah Gen Z, Generasi yang Paling Tidak Bahagia?. Dalam video ini, kita akan membahas apakah benar Gen Z adalah generasi yang paling tidak bahagia. Banyak label negatif yang diberikan kepada Generasi Z, seperti mental yang lemah. Namun, apakah ini benar adanya? Kita akan mengeksplorasi realita sebenarnya tentang menavigasi hidup di usia muda. Video ini memberikan tips menghadapi usia 20an, termasuk cara mengatasi stres di usia muda dan mengatasi krisis usia 20an. Usia 20an memang dikenal sebagai fase umur 20an yang penuh tantangan, tapi bukan berarti kita tidak bisa menemukan kebahagiaan di dalamnya. Temukan strategi untuk menghadapi tekanan dan stres, serta bagaimana menjalani usia 20an dengan lebih baik. Tonton sampai habis untuk mendapatkan wawasan berharga ini dan jangan lupa bagikan dengan teman-temanmu! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Seven youths have been arrested in a counter-terrorism operation in connection to a church stabbing in the city's west in April. - Tujuh pemuda telah ditangkap dalam operasi kontra-terorisme sehubungan dengan penikaman sebuah gereja di barat Sydney kota pada bulan April.
Every year many young Australians take part in commemorating Anzac Day at Anzac cove, in Gallipoli. But how far do they actually appreciate the event itself? What does it mean to them? - Setiap tahunnya banyak kawula muda Australia mengikuti peringatan Hari Anzac di Anzac cove, di Gallipoli. Namun sebenarnya sejauh mana penghayatan mereka terhadap peristiwa itu sendiri?
In Australia, Anzac Day is a national day in memory of fallen soldiers. - Di Australia, Hari Anzac adalah hari nasional untuk mengenang para prajurit yang gugur.
Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023 oleh BPS menunjukkan, 68,29% kelompok muda (16-30 tahun) belum menikah. Apa penyebab dan dampaknya? Utami Hussin membahasnya bersama dosen Sosiologi Universitas Brawijaya Siti Kholifah dan peneliti Lembaga Demografi FEB UI Merry Sri Widyanti Kusumaryani.
Pemerintah Federal menghadapi lebih banyak seruan untuk memerangi masalah perjudian.
Mulai perjalanan investasimu dengan Pluang dengan memasukkan kode promo ENDGAMEPLUANG pada saat registrasi untuk mendapatkan bonus Saham AS senilai Rp25.000, klik di sini untuk memulai: https://pluang.onelink.me/jTjO/e8hivunw (S&K berlaku, baca selengkapnya di sini: http://bit.ly/endgamepluang) Jika kamu pengguna setia Pluang, kamu juga bisa mendapatkan bonus aset Kripto berupa Bitcoin senilai Rp50.000. Masukkan kode promo PLUANG50RB pada halaman misi, klik di sini untuk memulai: https://pluang.onelink.me/jTjO/h1amcc0z (S&K berlaku, selengkapnya di sini: http://get.pluang.com/bonus-bitcoin-50ribu-tnc) Lihat bagaimana Pluang telah berkontribusi terhadap Indonesia dalam perjalanan 4 tahun ini, klik di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai Laporan Dampak Pluang 2023: http://bit.ly/bpuiendgamepluang. ----------------------- Gita Wirjawan membahas lanskap investasi hari ini dan masa depan Indonesia bersama Founder & CEO Pluang, Claudia Kolonas — menitikberatkan pentingnya diversifikasi di tengah volatilitas pasar, serta peran peran sentral ‘finfluencer' dalam meningkatkan literasi finansial di Indonesia. #Endgame #GitaWirjawan #ClaudiaKolonas ----------------------- Pahami Episode Ini Lebih Baik: https://sgpp.me/eps159notes ----------------------- Berminat menjadi pemimpin visioner berikutnya? Hubungi SGPP Indonesia di: admissions@sgpp.ac.id https://admissions.sgpp.ac.id https://wa.me/628111522504 Playlist episode "Endgame" lainnya: Daring Entrepreneurs | Wandering Scientists | The Take Kunjungi dan subscribe: SGPP Indonesia | Visinema Pictures
Dalam episod ini, kita bercakap tentang generasi Z yang sering minta nasihat pada Nell dan Haze, walaupun diorang tahu possibility untuk diorang kena marah balik sangat tinggi. Kisah student tak habis belajar dah sibuk nak kahwin [plot twist] Jagalah 'vessel' masing-masing Tak semua orang ingin berjaya Kenapa aku kerja keras Mileage sebagai seorang manusia CREDITS: Podcasters: Nell Hanan (@soimnell), Zul Zamir (@zul.zamir) & Hazeman Huzir (@hazemanhuzir) Sound engineer: Zul Zamir Offline editor: Nell Hanan | Online editor: Zul Zamir Jangan lupa rate TTYL dengan 5 stars di Spotify. Let us know if you enjoy this episode and follow our official podcast Instagram @ttylpodcast. Gunakan common sense dan bahasa yang beretika ketika meninggalkan komen di laman sosial #TTYLcult