Podcasts about tentu

  • 493PODCASTS
  • 1,237EPISODES
  • 20mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Sep 17, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about tentu

Show all podcasts related to tentu

Latest podcast episodes about tentu

Renungan Anak GKY Mabes
Bukti Penampakan Yesus (18 September)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Sep 17, 2026 3:19


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti Penampakan YesusDiambil dari: Yohanes 20:29 “Kata Yesus kepadanya: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.'”Wonder Kids, setelah mempelajari kubur yang kosong, kita perlu melihat bukti lain tentang kebangkitan Yesus, yaitu penampakan-Nya kepada banyak orang. Sesudah bangkit, Yesus memperlihatkan diri kepada Maria Magdalena, para murid, Tomas, dan banyak orang lainnya.Ada orang yang berkata, “Tetapi tidak ada seorang pun yang berada di dalam kubur dan melihat saat tubuh Yesus mulai hidup kembali.” Memang benar, Alkitab tidak menceritakan ada orang yang menyaksikan tepat pada detik Yesus bangkit. Namun, apakah itu berarti kebangkitan-Nya tidak dapat dipercaya? Tentu tidak.Coba bayangkan polisi menemukan sebuah rumah yang sudah dibobol. Tidak ada polisi yang melihat langsung ketika pencuri masuk. Namun, mereka dapat memeriksa pintu yang rusak, sidik jari, rekaman kamera, dan barang yang hilang. Dari berbagai bukti itu, mereka dapat mengetahui apa yang terjadi.Begitu juga dengan kebangkitan Yesus. Tidak ada orang yang melihat saat tubuh-Nya hidup kembali di dalam kubur. Namun, mereka menemukan batu sudah terguling, kubur sudah kosong, dan kain kafan tertinggal. Sesudah itu, banyak orang bertemu dengan Yesus yang hidup. Mereka berbicara dengan-Nya, menyentuh-Nya, bahkan makan bersama-Nya.Para murid yang sebelumnya takut dan bersembunyi juga berubah menjadi saksi yang berani. Mereka rela menghadapi penderitaan karena yakin bahwa Yesus benar-benar hidup. Bukti-bukti ini menolong kita menyimpulkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita buatan.Wonder Kids, kita memang tidak melihat Yesus dengan mata seperti para murid. Namun, Tuhan memberikan kesaksian yang cukup supaya kita dapat percaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu alasan mengapa kamu percaya bahwa Yesus sungguh bangkit, lalu ceritakan kepada seseorang.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk bukti-bukti kebangkitan-Mu. Tolong aku percaya kepada-Mu dan berani menceritakan bahwa Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita tidak melihat saat Yesus keluar dari kubur, tetapi kubur kosong dan penampakan-Nya membuktikan bahwa Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 16 September 2026 - Miliki Harapan dan Ketekunan dalam hidup

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 15, 2026 5:15


Kencan Dengan TuhanRabu, 16 September 2026Bacaan: Kisah Para Rasul 3:4-5 "Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka."Renungan: Dalam kisah si lumpuh di Gerbang Indah, si lumpuh hanya mempunyai harapan yang standar. Dia adalah orang lumpuh yang dibawa ke Gerbang Indah untuk meminta sedekah dari setiap orang yang mau masuk ke Bait Suci. Harapannya hanya menerima sedekah, termasuk sedekah dari Petrus dan Yohanes ketika mereka melewati gerbang tersebut. Itulah sebabnya dikatakan di dalam Kis 3:5, "Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka." Seseorang menjelaskan, "Berharap untuk menerima sesuatu dari mereka - Karena itu adalah kebiasaan yang umum bagi semua yang memasuki Bait Suci untuk membawa uang untuk diberikan ke perbendaharaan, atau kepada orang miskin, atau keduanya. Di tempat inilah teman-teman lelaki lumpuh membaringkannya di gerbang Bait Suci, karena ini adalah tempat yang paling mungkin untuk menerima sedekah." Jelas bahwa tidak ada yang lain yang diharapkan selain sedekah. Dengan kata lain, yang ada di dalam pikiran si lumpuh ini hanya menerima sedekah dari orang-orang yang lewat di depannya, tidak ada yang lain. Harapan si lumpuh ini memang masuk akal, sesuai kebutuhan, tetapi dia telah kehilangan fokus kepada harapan yang lain, yaitu kesembuhan. Tentu ada sesuatu yang membuat si lumpuh itu hanya mempunyai harapan yang standar. Sangat mungkin dia sudah putus asa karena kelumpuhan yang dia alami adalah sejak lahir. Tidak ada yang menolong dan menyembuhkannya. Namun, bisa jadi karena desakan keluarga, khususnya orang tuanya yang mungkin malu atau teman-temannya, yaitu daripada hidup tidak berguna, lebih baik meminta-minta, sehingga bisa mendapatkan penghasilan. Apa pun itu, yang jelas si lumpuh hanya punya harapan yang standar saja. "Ah, cuma lulusan SD, biarlah asal bisa makan dan minum," "Yah, hanya anak seorang petani, sekolah sampai SMA juga sudah cukup," "Hanya orang desa, nggak perlulah berharap meniti karier di kota." Mungkin nada-nada kepasrahan seperti itu yang saat ini menguasai diri kita, sehingga kita tidak mau berharap yang lebih dari harapan standar. Ingat, mempunyai harapan yang di atas standar itu tidak salah, hanya perlu dibarengi ketekunan. Oleh sebab itu, ubah pola pikir kita dan naikkan tingkat pengharapan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk keadaanku saat ini. Aku ingin lebih maju lagi. Aku berharap bisa menjalani kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Jika Allah Benar-Benar Ada (7 September)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Sep 6, 2026 3:48


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Jika Allah Benar-Benar AdaDiambil dari: Mazmur 119:160 “Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.”Wonder Kids, selama beberapa hari ini kita sudah melihat banyak bukti bahwa Yesus sungguh mati dan bangkit. Tetapi ada satu pertanyaan yang lebih mendasar: apakah Allah benar-benar ada? Sebab kalau Allah tidak ada, mujizat dan kebangkitan tentu tidak mungkin terjadi.Kita percaya Allah ada bukan hanya karena Alkitab berkata demikian. Memang Alkitab adalah firman Allah yang benar dan dapat dipercaya. Namun, Tuhan juga meninggalkan banyak tanda tentang keberadaan-Nya di sekitar kita.Lihatlah alam semesta yang begitu luas dan teratur. Matahari, bumi, bintang-bintang, tumbuhan, hewan, dan tubuh manusia bekerja dengan cara yang sangat menakjubkan. Semua itu tidak muncul begitu saja tanpa Pencipta. Seperti sebuah lukisan menunjukkan adanya pelukis, ciptaan juga menunjukkan adanya Sang Pencipta.Kita juga memiliki hati nurani yang mengingatkan bahwa ada yang benar dan ada yang salah. Mengapa manusia di berbagai tempat tahu bahwa mencuri, berbohong, dan menyakiti orang lain adalah salah? Karena Allah yang kudus menaruh kesadaran tentang kebaikan dan keadilan dalam hati manusia.Namun, bukti terbesar bahwa Allah ada adalah Yesus Kristus. Allah tidak hanya memberikan tanda melalui alam. Ia datang mendekat kepada kita melalui Anak-Nya. Yesus hidup, mengajar, melakukan mujizat, mati menanggung dosa, dan bangkit mengalahkan kematian. Kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa Allah sungguh ada dan berkuasa.Tentu kita tidak bisa mengetahui segala sesuatu tentang Allah. Tetapi kita memiliki cukup alasan untuk percaya kepada-Nya. Iman Kristen bukanlah kepercayaan tanpa dasar. Kita percaya karena Allah telah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan, firman-Nya, dan terutama melalui Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan satu bagian dari ciptaan Tuhan, lalu ucapkan, “Tuhan, terima kasih karena ciptaan-Mu menolongku melihat bahwa Engkau sungguh ada.”Mari kita berdoa: Tuhan, bukalah mataku supaya aku melihat tanda-tanda keberadaan dan kasih-Mu. Tolong aku semakin percaya kepada Engkau dan firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Allah sungguh ada, dan Dia telah menyatakan diri-Nya dengan jelas melalui ciptaan, firman, dan Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Dapatkah Para Saksi Dipercaya? (4 September)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Sep 3, 2026 3:13


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dapatkah Para Saksi Dipercaya? Diambil dari: Matius 28:8 “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.”Wonder Kids, keempat Injil sepakat bahwa para perempuanlah yang pertama kali menemukan kubur Yesus sudah kosong. Mereka juga menjadi orang-orang pertama yang menyampaikan kabar bahwa Yesus telah bangkit.Apakah kesaksian mereka dapat dipercaya? Tentu saja. Namun, ada satu hal menarik. Pada zaman itu, kesaksian perempuan sering tidak dianggap penting oleh masyarakat. Kalau para penulis Injil hanya ingin membuat cerita palsu yang mudah dipercaya orang, mereka mungkin akan memilih tokoh laki-laki terkenal sebagai saksi pertama.Tetapi mereka tidak melakukan itu. Mereka tetap menulis apa yang sungguh terjadi: Maria Magdalena dan perempuan-perempuan lain datang ke kubur, menemukan kubur itu kosong, lalu menyampaikan kabar kebangkitan kepada para murid.Hal ini justru membuat catatan Injil semakin dapat dipercaya. Para penulis tidak mengubah cerita supaya terlihat lebih hebat atau lebih mudah diterima. Mereka dengan jujur mencatat apa yang terjadi, meskipun masyarakat pada waktu itu mungkin memandang rendah para saksi perempuan.Ini juga menunjukkan bahwa Tuhan menghargai setiap orang. Dunia mungkin menganggap seseorang kurang penting, tetapi Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menyampaikan kabar besar. Para perempuan itu dipercaya Tuhan untuk menjadi pembawa berita pertama bahwa Yesus telah bangkit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jangan meremehkan seseorang karena penampilan, jenis kelamin, usia, atau kedudukannya. Belajarlah menghargai setiap orang seperti Tuhan menghargai mereka.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai para perempuan untuk menyampaikan kabar kebangkitan Yesus. Tolong aku untuk menghargai semua orang dan berani menyampaikan kebenaran tentang Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menyampaikan kabar besar bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Nadhira Encourages Listeners to Stay Calm with Her Single, “Tenang, Belum Tentu Itu yang Terjadi” - Nadhira Ajak Pendengar untuk Tenang Lewat Single 'Tenang, Belum Tentu Itu yang Terjadi'

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Sep 2, 2026 12:11


What if the bad things we fear may never actually happen? This is one of the main messages behind the single by Nadhira, one of the finalists of X Factor Indonesia. - Bagaimana jika hal buruk yang kita takutkan sebenarnya belum tentu terjadi? Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu pesan utama dari single karya Nadhira, salah satu finalis X Factor Indonesia.

Renungan Anak GKY Mabes
Apakah Nubuat Yunus Bertentangan? (3 September)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Sep 2, 2026 3:35


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Nubuat Yunus Bertentangan? Diambil dari Matius 12:40“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”Wonder Kids, Tuhan Yesus disalibkan dan meninggal pada hari Jumat. Pada hari Minggu pagi, Ia bangkit dari kematian. Namun, ada orang yang bertanya, “Bukankah Yesus berkata bahwa Ia akan berada dalam kubur selama tiga hari tiga malam? Dari Jumat sampai Minggu pagi tidak sampai tujuh puluh dua jam.”Apakah Tuhan Yesus salah? Tentu tidak. Kita perlu memahami cara orang Yahudi pada zaman Alkitab menghitung waktu. Pada masa itu, sebagian dari satu hari dapat dihitung sebagai satu hari penuh.Begini cara menghitungnya. Hari Jumat, Yesus mati dan dikuburkan sebelum matahari terbenam. Itu dihitung sebagai hari pertama. Hari Sabtu, tubuh Yesus berada di dalam kubur. Itu hari kedua. Hari Minggu pagi, Yesus bangkit. Itu dihitung sebagai hari ketiga.Karena itu, ungkapan “tiga hari tiga malam” tidak harus berarti tepat tiga kali dua puluh empat jam seperti cara kita menghitung sekarang. Ungkapan tersebut biasa dipakai untuk menyebut peristiwa yang terjadi dalam bagian dari tiga hari berbeda.Cara menghitung seperti ini juga terlihat dalam kisah Ester. Ester meminta orang Yahudi berpuasa selama tiga hari, siang dan malam. Namun, pada hari ketiga ia sudah pergi menghadap raja. Jadi, sebagian hari dapat dihitung sebagai satu hari.Wonder Kids, jangan cepat berkata bahwa Alkitab salah hanya karena ada bagian yang belum kita mengerti. Kadang-kadang kita perlu mempelajari bahasa, kebiasaan, dan cara berpikir orang pada zaman Alkitab.Namun, yang terutama bukan hanya cara menghitung harinya. Yesus memakai kisah Yunus sebagai tanda tentang diri-Nya. Ia sungguh mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga dengan kemenangan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu pertanyaan tentang Alkitab yang belum kamu pahami, lalu tanyakan kepada orang tua atau guru Sekolah Minggu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar. Berikan aku hati yang sabar untuk belajar dan pikiran yang terbuka terhadap kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Jumat, Sabtu, dan Minggu dihitung sebagai tiga hari, dan Yesus sungguh bangkit pada hari ketiga. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Apakah Nama Para Perempuan Bertentangan? (2 September)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Sep 1, 2026 4:36


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Nama Para Perempuan Bertentangan? Diambil dari Lukas 24:1“Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.”Wonder Kids, pada pagi hari setelah hari Sabat, beberapa perempuan pergi ke kubur Yesus. Mereka membawa rempah-rempah yang sudah dipersiapkan untuk tubuh-Nya. Namun, ketika membaca keempat Injil, kita menemukan bahwa nama-nama perempuan yang dicatat tidak selalu sama.Matius menyebut Maria Magdalena dan Maria yang lain. Markus menyebut Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome. Lukas menyebut Maria Magdalena, Yohana, Maria ibu Yakobus, serta beberapa perempuan lainnya. Sementara itu, Yohanes lebih banyak menyoroti Maria Magdalena.Apakah ini berarti keempat Injil saling bertentangan? Tidak. Tidak ada satu pun penulis Injil yang berkata, “Hanya perempuan-perempuan inilah yang datang dan tidak ada orang lain.” Setiap penulis memilih beberapa nama yang dianggap penting bagi cerita yang sedang disampaikannya.Coba bayangkan beberapa anak pergi bersama-sama mengunjungi seorang teman. Seorang anak berkata, “Aku pergi bersama Andi.” Anak lainnya berkata, “Aku pergi bersama Andi, Budi, dan Citra.” Apakah anak pertama berbohong? Tentu tidak. Ia hanya tidak menyebutkan semua orang yang ikut pergi.Begitu juga dengan para perempuan yang datang ke kubur. Semua catatan itu dapat benar secara bersamaan. Maria Magdalena hadir, tetapi ia tidak sendirian. Para penulis Injil hanya menyoroti nama yang berbeda sesuai dengan tujuan penulisan mereka.Yang terutama, semua Injil sepakat pada satu kabar besar: para perempuan datang ke kubur pada pagi hari pertama dalam minggu dan menemukan kubur itu kosong. Yesus tidak ada di sana karena Dia sudah bangkit!Menariknya, pada zaman itu kesaksian perempuan sering kurang dihargai masyarakat. Namun, Tuhan justru memakai mereka sebagai saksi pertama kubur kosong. Tuhan menghargai dan memakai siapa saja yang setia kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada seseorang bahwa perbedaan nama tidak mengubah kebenaran bahwa Yesus sungguh bangkit.Mari kita berdoa: Tuhan, tolong aku membaca firman-Mu dengan teliti dan tidak mudah bingung. Buat aku berani menyampaikan bahwa Yesus sungguh hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama-nama yang dicatat mungkin berbeda, tetapi kabar besarnya tetap sama—kubur Yesus kosong karena Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 28 Agustus 2026 - Peduli Sesama, Menabur dengan cinta

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 27, 2026 5:21


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 28 Agustus 2026Bacaan: "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna." (1 Korintus 13:2) Renungan: Di negeri Tiongkok, ada seorang yang sangat kaya raya mempunyai seorang hamba yang sangat lugu, sehingga orang-orang menyebutnya si bodoh. Suatu hari, sang tuan meminta hambanya yang lugu ini, untuk menagih hutang kepada penduduk di suatu desa. Uang hasil tagihannya itu harus dibelikan sesuatu yang belum dimiliki oleh tuannya. Akhirnya berangkatlah hamba ini dan menagih hutang. Setelah semuanya selesai ia mulai berpikir apa yang harus dia beli untuk tuannya. Akhirnya, ia kembali ke desa itu dan membagi-bagikan uang itu kepada penduduk setempat sambil berkata, "Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian." Para penduduk pun bergembira dan memuji kebaikan hati sang tuan tersebut. Kemudian pulanglah hamba yang lugu ini dan memberitahukan kepada tuannya bahwa tugas yang diberikan kepadanya selesai. Sang tuan hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebodohan hambanya ini. Suatu ketika terjadilah kelaparan yang hebat. Karena bencana kelaparan tak kunjung selesai, akhirnya tuan ini mengalami kebangkrutan. Harta yang dimiliki dijualnya untuk biaya hidupnya. Pada akhirnya tuannya terpaksa mengungsi ke kampung sebelah bersama hambanya yang lugu tadi. Mereka disambut oleh penduduk setempat dengan ramah, diberi makan dan tumpangan. Tentu saja sang tuan bingung. Akhirnya si hamba bercerita bahwa mereka adalah masyarakat yang pernah ia berikan uang atas nama tuannya, pada saat tuannya menyuruhnya membelikan sesuatu yang belum dipunyainya. Menurut hambanya ini, yang belum dipunya sang tuan adalah cinta di hati masyarakat tersebut. Saat ini adalah saat tuannya tersebut menerima hasil dari cinta kasih yang dulu pernah ditaburkan oleh hambanya dalam bentuk pembagian uang tersebut. Apa yang kita lakukan saat ini, mungkin hasilnya tidak dapat kita rasakan dengan segera. Namun, satu hal yang harus kita tahu, Tuhan tidak pernah berhutang. Apapun yang pernah kita berikan kepada orang lain yang paling membutuhkan, sesungguhnya sedang kita berikan untuk Tuhan. Mari menabur dengan cinta untuk orang lain, karena suatu hari kelak, kita akan mendapatkan tuaiannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah roh cinta kasih-Mu dalam diriku agar hatiku selalu peka melihat penderitaan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 26 Agustus 2026 - Tetap percaya dan bertekun dalam doa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 25, 2026 4:22


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 26 Agustus 2026Bacaan: "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22)Renungan: Suatu hari ada seorang pendoa yang sudah frustasi dengan apa yang ia doakan. Bertahun-tahun sudah ia berdoa, tapi ia belum menerima jawabannya. Hingga, akhirnya ia menemui pembimbing rohaninya dan berkata, "Bapak, mengapa Tuhan tidak adil. Tuhan belum menjawab doaku sampai saat ini. Teman saya yang di kantor, baru saja ia berdoa, namun Tuhan sudah menjawabnya."Dengan santai pembimbing rohaninya itu menjawab, "Anakku, jika engkau melihat ada seorang pengamen dengan suara yang merdu dan berpakaian rapi bernyanyi di hadapanmu, apakah kamu akan memberikannya uang?" Pendoa tersebut menjawab, "Tentu saja. Saya akan memberinya, namun saya akan tunggu hingga ia menyelesaikan lagunya. Namun itu akan berbeda jika aku melihat seorang pengamen dengan suara yang berantakan, aku akan segera memberinya dan menyuruhnya pergi." Pembimbing rohaninya tersenyum dan berkata,"Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita dengan Tuhan. Ketika Tuhan melihat engkau taat dan setia datang kepada-Nya, Dia betah mendengarkan dan melihatmu. Tuhan rindu untuk sering bertemu denganmu dalam waktu yang lama. Bagi Tuhan menjawab doamu adalah gampang, namun Tuhan rindu untuk terus dekat dengan-Mu. la rindu menahanmu supaya engkau lebih intim dengan-Nya. Pada akhirnya, Tuhan akan memberikann apa yang engkau minta. Janganlah kita frustasi saat doa kita belum dijawab, karena ada sesuatu yang besar yang sedang Tuhan siapkan untuk kita. Tuhan masih rindu bersama dengan kita. Ia menginginkan kita intim dengan-Nya. Jadi, marilah kita terus berdoa dan tidak lelah dengan setiap doa kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering marah pada-Mu ketika doaku tidak Engkau kabulkan. Kini aku mengerti, bahwa Engkau senantiasa merindukan kehadiranku setiap saat dalam jam doaku. Aku percaya, akan tiba saat nya doaku Engkau kabulkan bila aku setia datang pada-Mu. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Bukti dari Kubur yang Kosong (23 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 22, 2026 3:29


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Kubur yang KosongDiambil dari: Yohanes 14:19 “Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.”Wonder Kids, kalau polisi sedang menyelidiki sebuah kejahatan, tubuh korban bisa menjadi bukti yang sangat penting. Dari tubuh itu, orang bisa mengetahui apa yang terjadi. Tetapi bagaimana kalau tubuh itu hilang? Tentu itu membuat semuanya menjadi misteri besar.Ada sebuah kisah terkenal tentang seorang perempuan yang hilang dan tubuhnya tidak pernah ditemukan. Karena itu, sampai bertahun-tahun orang masih bingung dan tidak bisa menjelaskan semuanya dengan pasti. Nah, itu membuat kita berpikir tentang satu hal penting dalam kisah Yesus: tubuh Yesus juga tidak ada lagi di kubur. Kubur itu kosong.Bedanya, tubuh Yesus tidak hilang karena dibuang atau disembunyikan orang. Alkitab menunjukkan bahwa Yesus benar-benar mati, benar-benar dikuburkan, lalu bangkit dari kematian. Jadi, kubur yang kosong bukan tanda kebingungan, melainkan tanda kemenangan. Kubur kosong menunjukkan bahwa kematian tidak bisa menahan Yesus.Ada orang yang mencoba mencari penjelasan lain. Mereka berkata mungkin tubuh Yesus dicuri, atau mungkin para murid salah kubur, atau mungkin ada cerita yang dibesar-besarkan. Tetapi penjelasan-penjelasan itu lemah. Para murid yang tadinya takut tidak mungkin tiba-tiba menjadi berani mati demi kebohongan. Musuh-musuh Yesus juga tidak bisa menunjukkan tubuh-Nya. Jadi, kubur kosong lebih masuk akal kalau Yesus memang sungguh bangkit.Wonder Kids, ini sangat penting. Kalau tubuh Yesus masih ada di kubur, maka tidak ada kebangkitan. Tetapi karena kubur itu kosong, kita punya alasan untuk percaya bahwa Yesus hidup. Dan karena Yesus hidup, maka kita yang percaya kepada-Nya juga punya hidup yang sejati dan pengharapan yang kekal.Kadang-kadang hidup bisa terasa gelap, seperti semuanya berakhir. Tetapi kubur yang kosong mengingatkan kita bahwa di tangan Tuhan, kematian bukan kata terakhir. Tuhan Yesus hidup. Itu berarti harapan kita juga hidup.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau benar-benar mati, tetapi Engkau juga benar-benar bangkit. Terima kasih karena kubur-Mu kosong dan Engkau hidup untuk selama-lamanya. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup dengan pengharapan yang kuat di dalam Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kubur Yesus yang kosong adalah kabar sukacita, karena itu berarti Yesus sungguh hidup dan pengharapan kita tidak sia-sia. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Menggantikan Tempat Tawanan (18 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 17, 2026 5:01


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggantikan Tempat TawananDiambil dari: Yohanes 15:13 “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus tidak sungguh mati di kayu salib. Tetapi sebenarnya para tentara Romawi sangat tahu bagaimana memastikan seseorang benar-benar mati. Itu adalah bagian dari tugas mereka. Mereka terbiasa menghukum dan mengeksekusi orang. Jadi, mereka bukan orang yang bingung atau asal menebak.Bahkan, kalau seorang tahanan somehow lolos hidup-hidup, tentara yang bertugas bisa kena hukuman berat juga. Karena itu, mereka akan memastikan bahwa orang yang disalib memang benar-benar sudah mati. Jadi saat mereka menyatakan Yesus sudah mati, itu bukan perkiraan asal-asalan. Mereka tahu apa yang mereka lakukan.Tetapi yang paling penting dalam renungan hari ini bukan cuma soal apakah Yesus sungguh mati. Yang paling penting adalah mengapa Yesus mati. Yesus tidak mati sebagai korban yang tidak punya tujuan. Yesus mati dengan sengaja untuk menggantikan kita. Ia mengambil tempat orang berdosa. Ia menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung.Wah, ini kasih yang luar biasa sekali. Kadang-kadang kita mungkin pernah menolong teman, berbagi makanan, atau mengalah dalam permainan. Itu sudah baik. Tetapi Yesus melakukan jauh lebih besar dari itu. Ia memberikan nyawa-Nya sendiri. Itulah sebabnya Yohanes 15:13 berkata bahwa tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya.Dan sebenarnya, Wonder Kids, kita bukan orang yang pantas menerima kasih sebesar itu. Kita adalah orang berdosa. Tetapi justru kepada orang berdosa seperti kita, Yesus datang. Ia tidak menunggu kita menjadi baik dulu. Ia lebih dulu mengasihi kita dan rela mengambil tempat kita di kayu salib.Ini juga menolong kita mengerti arti kasih yang sejati. Kasih bukan cuma berkata, “Aku sayang kamu.” Kasih sejati rela berkorban. Kasih sejati mau memberi diri. Tentu kita mungkin tidak diminta mati bagi orang lain. Tetapi kita bisa belajar kasih seperti Yesus lewat hal-hal kecil: mengalah, menolong, berbagi, mengampuni, dan memikirkan orang lain lebih dulu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu cara untuk berkorban bagi orang lain hari ini. Mungkin dengan menolong tanpa disuruh, berbagi sesuatu yang kamu suka, atau mengampuni teman yang membuatmu kesal.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mengambil tempatku dan memberikan nyawa-Mu bagiku. Kasih-Mu begitu besar dan sungguh nyata. Tolong aku supaya belajar mengasihi orang lain dengan tulus dan rela berkorban seperti yang Engkau ajarkan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus menunjukkan kasih yang terbesar dengan rela mengambil tempatmu di kayu salib. Tuhan Yesus memberkati

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 12 Agustus 2026 - Melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 11, 2026 5:10


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 12 Agustus 2026Bacaan: "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23-24)Renungan: Andre mendapat pekerjaan di sebuah toko bahan makanan. Suatu hari seorang pelanggan memasuki toko itu dan setelah membeli beberapa buah, lalu berbisik kepada Andre, "Berilah kepadaku beberapa buah lagi! Karyawan yang dahulu di sini, biasa melakukannya untuk mendapatkan uang persenan." "Tidak," kata Andre, "Saya tidak bisa melakukannya, atasanku tidak akan memperbolehkannya." "Tapi," kata orang itu, "Atasanmu tidak ada di sini." "Oh, dia ada," kata Andre, "Tuhan selalu ada di sini dan mengawasiku. Dialah atasanku." Bagaimanakah sikap kita dalam bekerja? Apakah kita hanya bekerja dengan baik bila atasan kita ada di kantor atau hanya bila kita sedang diawasi? Bila kita menyadari bahwa atasan kita adalah Tuhan, dan pimpinan ataupun perusahaan tempat kita bekerja hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk memberkati kita, maka sikap kita adalah:Pertama, melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, seolah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Bila kita menyadari bahwa Tuhan adalah pimpinan kita, akankah kita memberikan kepada Raja di atas segala raja itu hasil yang buruk? Tentu tidak bukan? Sebaliknya, kita akan mempersembahkan karya kita yang terbaik. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkan hati-Nya.Kedua, bekerja dengan kejujuran atau integritas. Meskipun atasan kita tidak ada di tempat, tidak mengawasi, kita akan tetap bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan bersemangat. Namun kebanyakan yang terjadi justru sebaliknya, ketika atasan kita keluar kantor, kita merasa merdeka karena sang mandor tidak lagi mengawasi kita. Mari mulai saat ini kita belajar untuk memiliki kebiasaan dan sikap yang baik dalam bekerja, mari menjadikan Tuhan sebagai atasan kita. Karena manusia, baik itu pimpinan ataupun atasan kita, bisa saja mengecewakan kita, namun Tuhan tidak pernah mengecewakan kita, Dia akan selalu memberikan upah yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Terima kasih untuk kesempatan sekolah dan bekerja yang Kau izinkan aku jalani. Bantulah aku agar aku dapat menjalankannya dengan baik, sehingga semuanya dapat berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).

AMAZING GRACE PROGRAM
JANGAN TARUH HARAPAN PADA HAL TAK TENTU

AMAZING GRACE PROGRAM

Play Episode Listen Later Aug 11, 2026 30:27


AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
The tangled web of health insurance management in Indonesia - Sengkarut Pengelolaan Jaminan Kesehatan di Indonesia

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Aug 7, 2026 15:51


A patient's death at an Indonesian hospital has gone viral after doctors and health workers left callous comments on the patient's social media post. The patient had complained about waiting more than eight hours without receiving a room. The incident has sparked public outrage and renewed scrutiny of the country's health system. - Media sosial di Indonesia sedang diramaikan dengan kabar mengenai seorang pasien di sebuah rumah sakit yang meninggal dunia. Tentu, latar belakang bagaimana pasien itu meninggal dunia yang menjadikan kisah ini viral. Beberapa hari sebelum berpulang, pasien itu rupanya membuat unggahan yang berisi keluhan, karena sudah menunggu lebih dari 8 jam dan belum memperoleh kamar untuk pelayanan dari rumah sakit.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Perbudakan (3 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 2, 2026 4:52


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan PerbudakanDiambil dari: Galatia 3:28 “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal, yaitu perbudakan. Pada zaman dulu, perbudakan ada di banyak tempat. Ada orang yang diperlakukan seperti milik orang lain. Tentu itu sangat menyedihkan dan tidak sesuai dengan hati Tuhan.Lalu ada orang yang bertanya, “Kalau Yesus sungguh sempurna, mengapa Ia tidak langsung menghapus perbudakan saat itu juga?” Pertanyaan itu tidak ringan. Tetapi kita perlu melihat dengan teliti apa yang Yesus lakukan.Yesus datang bukan untuk sekadar memperbaiki sedikit bagian luar hidup manusia. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dan dosa itulah akar dari banyak kejahatan, termasuk perbudakan, kekerasan, kesombongan, dan ketidakadilan. Jadi Yesus bekerja dari bagian yang paling dalam: hati manusia.Ketika seseorang sungguh diubah oleh Yesus, cara dia memandang orang lain juga berubah. Ia tidak lagi melihat orang lain sebagai barang, alat, atau orang yang lebih rendah. Ia belajar melihat sesamanya sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan dan berharga di hadapan-Nya. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata bahwa di dalam Kristus tidak ada hamba atau orang merdeka, karena semua sama-sama satu di dalam Kristus.Ini bukan berarti Yesus setuju dengan perbudakan. Justru ajaran Yesus menghancurkan akar dosa yang membuat perbudakan bisa hidup. Yesus mengajar manusia untuk mengasihi sesama, memperlakukan orang lain dengan hormat, dan hidup dalam kebenaran. Kalau hati manusia sungguh tunduk kepada Kristus, maka ia tidak akan mau menindas, merendahkan, atau memperbudak orang lain.Wonder Kids, mungkin hari ini kita tidak hidup dalam zaman perbudakan seperti dulu. Tetapi kita tetap bisa berdosa dengan merendahkan orang lain. Misalnya, mengejek teman, merasa diri lebih hebat, mempermainkan orang yang lemah, atau bersikap kasar kepada orang yang berbeda dari kita. Tuhan tidak mau kita hidup seperti itu. Tuhan mau kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.Jadi, renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus datang untuk mengubah hati kita. Dan saat hati diubah, hidup kita juga berubah. Kita belajar melihat orang lain dengan kasih, hormat, dan kebaikan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang sering kamu abaikan, remehkan, atau mungkin kurang kamu sukai. Hari ini, cobalah perlakukan dia dengan lebih baik, lebih sopan, dan lebih penuh kasih.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Tolong aku supaya tidak merendahkan atau menyakiti orang lain, tetapi belajar mengasihi sesama seperti Engkau mengasihiku. Ubah hatiku supaya hidupku menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang bukan hanya untuk mengubah aturan di luar, tetapi untuk mengubah hati kita supaya kita belajar mengasihi sesama dengan benar. Tuhan Yesus memberkati

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 2 Agustus 2026 - Bersyukur Atas Pemeliharaan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 1, 2026 4:16


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 2 Agustus 2026Bacaan: "Selama empat puluh tahun Engkau memberikan mereka makan di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki mereka tidak bengkak." (Nehemia 9:21)Renungan: Brian sejak kecil diajarkan untuk mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. Kondisi ekonomi orang tuanya yang terbatas membuat keluarga ini hanya bisa bergantung kepada Tuhan. Suatu ketika, saat tiba waktunya membayar uang sekolah, orang tua Brian belum memiliki cukup uang karena usaha penjualan kacamata sedang sepi. Namun, mereka yakin bahwa Tuhan akan menyediakan. Akhirnya, lewat pertemuan "tanpa sengaja" dengan seseorang, ada tiga kacamata yang laku. Uang hasil penjualan kacamata itu pun dipakai untuk membiayai uang sekolah yang Brian perlukan. Membaca kisah tersebut, mungkin ada orang tergoda menimpali, "Ah, itu kan hanya kebetulan." Memang kita tak bisa melarang orang berkomentar seperti itu, tetapi bagi kita yang percaya kepada Allah, sampai hari ini Allah masih bekerja secara ajaib dalam memelihara keperluan umat-Nya. Kisah-kisah yang tertulis di Alkitab tentang penyediaan dan pemeliharaan Allah, hingga janji berkat yang tertulis di sana, ditujukan agar setiap orang percaya senantiasa beriman akan pemeliharaan Allah. Tentu saja, meyakini pemeliharaan Allah tidak lantas meniadakan kewajiban kita untuk bekerja. Biasanya Allah memberkati umat-Nya lewat apa yang mereka kerjakan. Namun, bukan berarti kita hanya mengandalkan kekuatan, kemampuan, atau hasil dari pekerjaan kita. Allah, dengan cara-Nya yang ajaib, sanggup menyediakan dan memelihara kehidupan umat-Nya, seperti yang pernah Allah lakukan kepada bangsa Israel ketika mereka di padang gurun selama empat puluh tahun. Sudahkah kita percaya akan pemeliharaan-Nya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas rahmat pemeliharaan yang Kau berikan padaku selama ini. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas pemeliharaan-Mu, sehingga dalam keadaan apapun aku tetap tenang karena aku tahu Engkau selalu ada bersamaku. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Allah dan Pengampunan Dosa (20 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 19, 2026 4:26


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah dan Pengampunan DosaDiambil dari: Mazmur 130:3–4 “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”Wonder Kids, pernahkah kamu melakukan kesalahan lalu merasa takut? Mungkin kamu berbohong, membantah, marah, atau berbuat nakal. Setelah itu, hati kita jadi tidak tenang. Kita tahu kita sudah berbuat salah.Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa dosa itu serius. Dosa bukan hanya soal melanggar aturan orang tua atau guru. Dosa adalah melawan Tuhan yang sudah menciptakan kita dan mengasihi kita. Karena itu, kalau Tuhan menghitung semua dosa kita satu per satu, tidak ada satu pun dari kita yang bisa berkata, “Aku pasti aman.” Semua orang berdosa di hadapan Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, firman-Nya tidak berhenti sampai di situ. Mazmur 130 berkata, “Tetapi pada-Mu ada pengampunan.” Wah, indah sekali ya. Artinya, Tuhan bukan hanya Allah yang suci dan benar, tetapi juga Allah yang mau mengampuni orang berdosa yang datang kepada-Nya.Tentu, pengampunan itu bukan berarti dosa kita dianggap sepele. Dosa tetap jahat. Dosa tetap menyedihkan hati Tuhan. Tetapi Tuhan, dalam kasih-Nya, menyediakan jalan pengampunan bagi kita. Dan jalan itu ada di dalam Yesus. Karena Yesus mati menanggung dosa kita, kita bisa datang kepada Tuhan dan memohon ampun.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang saat kita berbuat salah, kita bisa ingin bersembunyi. Kita takut dimarahi. Kita malu. Tetapi Tuhan mau kita datang kepada-Nya dengan jujur. Mengaku dosa bukan berarti kita kalah. Mengaku dosa berarti kita percaya bahwa Tuhan itu benar dan Tuhan itu penuh belas kasihan.Kalau kamu hari ini merasa bersalah karena sesuatu, jangan simpan terus di hatimu. Bawalah itu kepada Tuhan. Katakan dengan jujur apa dosamu, lalu mintalah Tuhan mengampunimu. Tuhan senang pada hati yang mau bertobat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba pikirkan apakah ada dosa yang perlu kamu akui kepada Tuhan hari ini. Lalu berdoalah dengan jujur dan mintalah pengampunan-Nya. Kalau perlu, mintalah maaf juga kepada orang yang kamu sakiti.Mari kita berdoa: Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan jujur. Aku tahu aku sering berdosa. Terima kasih karena pada-Mu ada pengampunan. Tolong aku untuk berani mengaku dosa, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan itu suci, tetapi juga penuh pengampunan bagi anak yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Bukti dari Profil Yesus (19 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 18, 2026 4:27


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Profil YesusDiambil dari: Yesaya 41:4 “Siapakah yang mengerjakan dan melakukan semuanya ini? Dia yang memanggil generasi-generasi sejak dari mulanya! Aku, TUHAN, adalah yang terdahulu dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.”Wonder Kids, kalau polisi sedang mencari seorang penjahat, mereka sering membuat gambaran tentang orang itu dari banyak petunjuk. Mereka melihat ciri-ciri, kebiasaan, dan hal-hal lain yang bisa menunjukkan siapa orang itu sebenarnya. Dari petunjuk-petunjuk itu, mereka menyusun “profil” orang yang sedang dicari.Nah, hari ini kita belajar sesuatu yang mirip. Waktu kita membaca Alkitab, kita juga bisa melihat “profil” tentang Allah. Alkitab menunjukkan bahwa Allah itu kekal, berkuasa, kudus, penuh kasih, tidak berubah, dan layak disembah. Lalu pertanyaannya: apakah Yesus cocok dengan profil itu?Jawabannya sangat menarik. Saat kita melihat hidup Yesus, kita menemukan bahwa Yesus menunjukkan banyak hal yang hanya cocok dengan Allah. Yesus berkuasa atas penyakit, atas roh jahat, atas alam, bahkan atas kematian. Yesus mengampuni dosa. Yesus menerima penyembahan. Yesus juga menunjukkan kasih, kekudusan, dan kebenaran yang sempurna. Jadi, semakin kita melihat “profil” tentang Allah dalam Alkitab, semakin kita melihat bahwa Yesus benar-benar cocok dengan gambaran itu.Ini berarti Yesus bukan sekadar guru yang hebat atau nabi yang istimewa. Yesus menunjukkan sifat-sifat yang hanya layak dimiliki Allah. Tentu, kita tidak bisa mengerti semua kebesaran Tuhan dengan sempurna. Tetapi Alkitab memberi cukup banyak petunjuk supaya kita mengenal bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah dan Tuhan yang sejati.Wonder Kids, kadang-kadang orang ingin memikirkan Yesus terlalu kecil. Mereka berkata, “Yesus itu orang baik saja,” atau “Yesus cuma guru.” Tetapi kalau kita sungguh memperhatikan semua bukti tentang hidup-Nya, perkataan-Nya, dan karya-Nya, kita tidak bisa berhenti pada jawaban sekecil itu. Yesus jauh lebih besar.Renungan ini juga mengajak kita untuk lebih sungguh-sungguh mengenal Yesus. Semakin kita membaca Alkitab, semakin kita melihat bahwa Yesus cocok dengan semua yang Allah nyatakan tentang diri-Nya. Dan itu membuat kita makin yakin bahwa percaya kepada Yesus bukanlah kesalahan, melainkan jawaban yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Bacalah satu kisah tentang Yesus hari ini, lalu tanyakan pada dirimu, “Apa yang kisah ini tunjukkan tentang siapa Yesus sebenarnya?”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui firman-Mu aku bisa makin mengenal siapa Engkau sebenarnya. Tolong aku supaya tidak memandang Engkau terlalu kecil, tetapi sungguh percaya bahwa Engkaulah Tuhan yang mulia dan layak diikuti. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: semakin kamu melihat siapa Allah itu dalam Alkitab, semakin kamu akan melihat bahwa Yesus sungguh cocok dengan gambaran itu. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus Tidak Malu Menyatakan Siapa Diri-Nya (7 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 6, 2026 4:26


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Tidak Malu Menyatakan Siapa Diri-NyaDiambil dari: Yohanes 13:13 “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus sebenarnya tidak pernah dengan jelas menyatakan siapa diri-Nya. Mereka berpikir bahwa murid-murid Yesus saja yang membuat Yesus terlihat lebih besar daripada kenyataannya. Tetapi kalau kita membaca Injil Yohanes, kita melihat bahwa hal itu tidak benar.Di Injil Yohanes, Yesus berbicara dengan sangat jelas tentang siapa diri-Nya. Misalnya, Yesus berkata, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu di Yohanes 13:13, Yesus berkata bahwa Ia memang adalah Guru dan Tuhan. Di bagian lain, Yesus juga berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” Jadi, Yesus tidak malu atau ragu untuk menyatakan identitas-Nya.Tentu, Yesus tidak berdiri sambil berteriak-teriak supaya semua orang kagum. Tetapi melalui perkataan dan perbuatan-Nya, Yesus menunjukkan dengan jelas bahwa Dia lebih dari sekadar manusia biasa. Yesus tahu siapa diri-Nya. Yesus datang dari Bapa, berbicara dengan otoritas Allah, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau Yesus tahu diri-Nya hanya manusia biasa, tetapi berkata seperti itu, maka itu salah besar. Tetapi karena Yesus benar-benar adalah Tuhan, maka perkataan-Nya itu benar. Jadi saat Yesus berkata bahwa Ia adalah Guru dan Tuhan, kita harus mendengarkan-Nya dengan sungguh-sungguh.Renungan ini juga mengingatkan kita tentang hidup kita. Anak Tuhan juga dipanggil untuk tidak malu mengikut Yesus. Kita memang tidak boleh sombong, tetapi kita juga tidak perlu malu menunjukkan bahwa kita milik Kristus. Tentu caranya bukan dengan pamer, melainkan lewat hidup yang berbeda: berkata jujur, mengasihi orang lain, mau mengampuni, dan hidup taat kepada Tuhan.Saat orang melihat hidup kita, mereka seharusnya bisa melihat bahwa kita mengasihi Yesus. Bukan karena kita berteriak-teriak tentang diri kita, tetapi karena hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu cara sederhana untuk menunjukkan bahwa kamu milik Yesus hari ini, misalnya berkata jujur, menolong teman, atau tidak ikut-ikutan berbuat salah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau dengan jelas menyatakan siapa diri-Mu. Tolong aku supaya sungguh percaya bahwa Engkaulah Guru dan Tuhanku. Ajarku juga untuk tidak malu menjadi milik-Mu dan hidup dengan cara yang menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak malu menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan, jadi kita pun tidak perlu malu untuk hidup sebagai milik-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 1 Juli 2026 - Hidup dalam kasih Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 30, 2026 5:19


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 1 Juli 2026Bacaan: "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis." (Roma 12:15)Renungan: Setiap orang pernah mengalami kebahagiaan. Namun kebahagiaan yang dirasakan setiap orang itu berbeda-beda. Seseorang mengartikan kebahagiaan sebagai "sensasi menyenangkan karena melihat penderitaan orang lain." Tentu saja itu pengertian yang sangat jahat tentang kebahagiaan. Meski tidak setuju dengan pengertian tersebut, pada kenyataannya bukankah kita sering mengalami hal itu? Ada banyak orang yang rasa bahagianya berkurang ketika melihat keberhasilan orang lain, sebaliknya rasa bahagianya akan bertambah ketika melihat penderitaan orang lain. Lebih parah lagi apabila kita punya prinsip "Jika saya tidak bisa memiliki sesuatu, maka orang lain juga tidak boleh mendapatkan sesuatu yang saya inginkan itu." Barangkali suasana hati seperti itulah yang dialami Kain saat persembahannya ditolak, sementara persembahan Habel diterima Tuhan. Sebenarnya faktor utama kemarahan Kain bukan karena persembahannya ditolak, tapi karena ia melihat persembahan Habel diterima. Tidak cuma iri, tapi hati Kain benar-benar panas ketika melihat Habel. Alhasil, Kain membunuh Habel yang sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun pada dirinya! Satu-satunya "kesalahan" Habel di mata Kain adalah bahwa persembahan Habel diterima Tuhan dan persembahannya tidak! Penyakit seperti Kain, yaitu tidak rela jika melihat orang lain bahagia ini nyatanya juga menghinggapi banyak orang. Jika tidak hati-hati kita bisa terjebak juga di dalamnya. Jika tidak hati-hati kita bisa membenci orang yang lebih berhasil, orang yang lebih cantik atau tampan, orang yang lebih pintar, dan orang yang tampak lebih bahagia dari kita. Padahal, orang tersebut bisa jadi sama sekali tidak bersinggungan dengan kita. Kita sendirilah yang merasa panas hati melihat kebahagiaan mereka. Nah, bagaimana membebaskan diri dari virus berbahaya seperti itu? Kasih adalah jawabannya! Kasih memampukan kita untuk bersukacita dengan orang yang bersukacita, dan menangis dengan orang yang menangis! (Rm. 12:15). Kasih tidak cemburu. Kasih tidak bersukacita di atas penderitaan orang lain. Sebaliknya, kasih turut merasakan apa yang orang lain rasakan. Dengan demikian kunci utama hidup yang bahagia adalah hidup dalam kasih. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kasih-Mu sehingga melalui kehadiranku banyak orang merasa bahagia. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 19 Juni 2026 - Setia menjalani Proses sampai tuntas

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 18, 2026 4:45


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 19 Juni 2026Bacaan: Lalu kata malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." (Kejadian 16:9)Renungan: Bisakah kita membayangkan situasi ini? Di saat kita sedang menghadapi pergumulan besar, tiba-tiba Tuhan menjumpai kita melalui sebuah penglihatan. Apa yang kita harapkan dari perjumpaan itu? Tentu saja kita yang sakit, ingin Tuhan memberi mukjizat kesembuhan. Kita yang sedang kekurangan berharap Tuhan akan mencukupkan, bahkan memberikan kelimpahan. Kita yang tidak tahu jalan keluar, tentu berharap Tuhan akan memberikan petunjuk kepada kita. Perjumpaan dengan Tuhan sering dimaknai bahwa Tuhan pasti menjawab pergumulan umat-Nya. Sekarang kita beralih pada kisah Hagar yang pergi meninggalkan rumah Abraham dan Sara karena tidak tahan ditindas oleh nyonyanya itu. Ketika Hagar sampai di padang gurun, maka Malaikat Tuhan menjumpainya. Hagar mungkin membayangkan bahwa Tuhan akan memberikan tuan dan nyonya baru, yang lebih baik dari Sara. Hagar mungkin membayangkan bahwa Tuhan akan membawa ke tempat atau keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Nyatanya bukan seperti itu yang dikatakan oleh Tuhan. Tuhan berkata, "Kembalilah kepada nyonyamu...". Mendengar kalimat ini, Hagar mungkin berpikir kalau Tuhan menyuruh untuk kembali kepada nyonyanya, karena Tuhan akan melembutkan hati Sara supaya tidak menindas dia lagi. Tapi kalimat berikutnya sungguh mengejutkan, karena Tuhan berkata, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." (ay. 9). Bayangkan, disuruh kembali untuk ditindas lagi! Mengapa Tuhan menyuruh Hagar kembali kepada Sara? Karena prosesnya memang belum selesai! Tuhan memang mengizinkan Sara menindas Hagar, tapi pada saat yang sama Tuhan memberikan kekuatan kepada Hagar untuk kuat menanggung segala penindasan itu. Hal yang sama juga berlaku dalam hidup kita. Jika memang proses yang kita jalani belum selesai, jangan buru-buru keluar dari rencana Tuhan. Pastikan kita setia menjalani proses itu hingga tuntas. Percayalah kalau waktunya sudah tiba, Tuhan sendiri yang akan mengeluarkan kita dari semua proses itu dan karakter kita pun akan menjadi lebih indah dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk masalah yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku. Aku percaya melalui masalah tersebut, Engkau sedang membentuk aku menjadi pribadi yang kuat dan tahan uji. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 20 Mei 2026 - Mengandalkan Tuhan dalam segala hal

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 19, 2026 4:46


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 20 Mei 2026Bacaan: ".... Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14)Renungan: Adakah dari kita yang tidak pernah memikirkan masa depan kita? Perihal masa depan seringkali menggugah kecemasan diri sendiri karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Oleh sebab itu orang mulai menduga-duga, membuat prediksi, juga menyusun rencana untuk hidupnya di masa depan. Semua itu dilakukan karena manusia mengkhawatirkan kepastian dan keberlangsungan hidupnya. Ketidaktahuan manusia akan masa depan, menunjukkan ketidakberdayaan dan kelemahan manusia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya. Semua prediksi, perkiraan, rencana yang disusun, seringkali menunjukkan ego manusia yang hanya mengandalkan dirinya sendiri. Padahal kita tidak tahu rencana tersebut akan tercapai atau tidak. Dalam bacaan pada hari ini, kita ditanya, "Apa arti hidupmu? Apakah arti hidup kita yang tak berdaya ini? Terlebih bila kita hanya mengandalkan diri sendiri." Tentu hidup kita tidak akan ada artinya karena kita begitu lemah seperti yang digambarkan, yakni seperti uap yang hanya terlihat sebentar saja. Namun demikian di dalam ketidakberdayaan tersebut, Yakobus mengajak kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui kelemahan diri sendiri. Dalam pengakuan itu, kita diajak untuk hanya mengandalkan Tuhan dan sepenuhnya berserah kepada-Nya. Sekalipun tentunya kita diperbolehkan untuk memiliki rencana atas hidup kita, tetapi di dalam melakukan perencanaan kita tetap harus menyertakan Tuhan. Ini merupakan wujud penyerahan diri kepada Tuhan, yang membuahkan hidup bagi kita. Itulah arti hidup sesungguhnya. Mari maknai hidup ini dengan mengandalkan Tuhan dalam semua segi kehidupan kita. Libatkan Tuhan dalam membuat rencana, mengambil keputusan bahkan ketika mewujudkan rencana tersebut. Orang yang mengandalkan Tuhan adalah pribadi yang rendah hati karena ia menyadari akan keterbatasan dirinya sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengandalkan Engkau saja dalam hidup ini, sehingga damai sejahtera-Mu dapat tetap tinggal di hatiku, karena aku tahu bersama-Mu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod)

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-6 Paskah, 16 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 15, 2026 5:56


Dibawakan oleh Patricia Yessika dari Paroki Santa Maria Tak Bercela di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 18: 23-28; Mazmur tg 47: 2-3.8-9.10; Yohanes 16: 23b-28.MEMAKAI NAMAYESUS Renungan kita pada hari ini bertema: Memakai Nama Yesus. Jabatan sebagaipastor paroki membuat seorang imam sangat spesial. Umat sering menganggap bahwa“rekomendasi pastor paroki” merupakan sarana yang penting sekali untukmemudahkan mereka mengurusi banyak hal. Surat keterangan pastor paroki sudahmembereskan setengah bagian atau seluruh urusan tertentu. Misalnya ada orang ingin memasukkan anaknya ke sekolah yang terafiliasidengan gereja, atau mendapatkan lowongan kerja di perusahaan yang pemiliknyaadalah umat paroki. Mereka membawa pesan dan nama pastor paroki dan hasilnyasangat positif. Bisa saja Pastor sendiri yang memberikan rekomendasi. Bisa jugaia tidak mengetahuinya, tetapi nama dan jabatannya dipakai untuk kepentinganumat atau orang tertentu. Seperti inilah kalau kita memakai nama Yesus Kristus untuk berbagaikebutuhan yang disampaikan kepada Bapa. Semua doa kita diakhiri dengan “denganperantaraan Yesus Kristus”, berarti nama Yesus Kristus dipakai. Kita merasaspesial dan terhormat memakai nama-Nya. Dan Yesus sendiri tetap menjadi pelayankita meskipun Ia sudah bersatu dengan Bapa dan Roh Kudus di surga.  Apakah Yesus mengizinkan kita memakai nama-Nya? Tentu saja. Kalimat dariInjil Yohanes yang baru saja kita dengar menunjukkan bahwa Yesus sendirimeminta supaya kita memakai nama-Nya: apa saja yang kamu minta kepada Bapadalam nama-Ku, akan diberikan kepadamu. Memakai nama Yesus berarti kita sungguhmengenal dan mengakui Yesus secara benar, sehingga kita percaya bahwa Dia akanmemenuhi kebutuhan kita.  Mengetahui dan percaya kepada Dia secara benar dan utuh merupakan syaratyang tak bisa kita remehkan. Atas dasar ini maka Apollos diberikan semuapenjelasan secara menyeluruh tentang Yesus Kristus, supaya ia dapat memakainama Yesus secara benar dalam seluruh kegiatan pewartaannya. Kita jugamengambil tanggung jawab untuk memakai nama Yesus secara benar, dengan maksudyang benar agar nama Tuhan dimuliakan dan iman kita diperkuat.                                                               Kita harus bisa menghindari memakai nama Yesus secara sembarangan, misalnyamencatut istilah profan pada nama-Nya. Kita tidak boleh memakai nama Yesusuntuk meminta sesuatu yang curang, jahat atau melawan kemanusiaan. Kita jugaharus menghindari menggantikan posisi nama Yesus dengan nama orang kudus laintermasuk Bunda Maria, karena nama Yesus itu satu-satunya perantara kita kepadaBapa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah pikiran dan hati kamiuntuk senantiasa memakai nama-Mu secara benar setiap kali kami berdoa danmemohon kepada Bapa. Semoga kami menaati dengan setia perintah-perintah-Mu danmemuji-Mu penuh dengan semangat iman kami, kini dan sepanjang masa. Amin. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 10 Mei 2026 - Melihat dan menilai se cara positif

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 9, 2026 5:10


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 10 Mei 2026Bacaan: "Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi oreng yang pandai, berdiam diri." (Amsal 11:12)Renungan: Pada tahun 2020, perusahaan sepeda asal Belanda, VanMoof memutuskan akan menjual 90% barangnya secara online. Tentu saja, dalam berjualan online sangat penting untuk memastikan barang yang dikirimkan bisa tiba ke tangan konsumen dalam kondisi tetap sempurna. Apalagi penjualan mereka adalah ke seluruh dunia. Mereka amati banyak konsumen kompetitor mereka kecewa karena sepeda mereka tiba dalam kondisi cacat. Muncullah ide yang cukup unik. Mereka mengirim sepeda dengan boks kardus yang sangat besar, kira-kira seukuran boks TV layar datar ukuran 50 inch. Nah, di bagian depan boks itu, dicetak gambar TV selain tentu juga sepeda. Sepintas boks itu lebih mirip boks TV daripada sepeda, dan memang itulah tujuannya. Faktanya, pihak ekspedisi akan lebih berhati-hati jika mengirimkan TV. Dengan mendesain boks mereka mirip boks TV, maka sepeda mereka diperlakukan dengan lebih hati-hati, selayaknya membawa TV. Ketika kita sadar apa yang berada di dalam sebuah boks, maka sikap kita terhadap boks itu juga akan menyesuaikan. Sikap saat membawa boks berisi kue ulang tahun akan berbeda dengan sikap saat membawa boks berisi kue kering. Sikap saat membawa boks bertuliskan "Barang Pecah Belah" atau "Jangan Ditumpuk" akan beda dengan sikap saat membawa boks berisi boneka. Apakah hal serupa juga kita lakukan saat menilai manusia? Jika kita tahu bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:27), akankah kita bersikap semena-mena pada sesama? Jika kita mengimani Kristus telah mati demi menebus umat manusia, sadarkah kita jika itu berarti tiap manusia amatlah berharga? Dunia menilai manusia hanya dari sisi luarnya saja. Namun, anak Tuhan mesti melihat dengan cara yang berbeda. Lihat sesama kita seperti cara Tuhan memandang mereka. Bukan hanya melihat dari tampilan luar, tapi melihat mereka sebagai jiwa-jiwa yang harus dikasihi dan dihargai sebagai sesama ciptaan Tuhan yang mulia dan berharga. Pandang juga diri kita dengan cara yang sama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kemampuan untuk bisa melihat sesamaku seperti Engkau melihat mereka baik adanya, sehingga aku selalu melihat sesamaku dengan kacamata positif. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 9 Mei 2026 - Tuhan, Tambahkanlah Iman Kami

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 8, 2026 4:46


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 9 Mei 2026Bacaan: "Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: " Tuhan, tolonglah aku! " (Matius 14:30)Renungan: Seorang atlet terkadang bisa bermain dengan sangat bagus. Sebut saja pemain badminton. Ketika bermain sedang bagus, permainannya terlihat sedemikian sempurna. Musuh pun kesulitan dibuatnya. Dia pun menjadi pemenang. Namun, kadang pemain badminton yang sama juga bisa bermain sangat buruk. Tidak memainkan pola permainan yang tepat. Permainan yang mudah ditebak oleh lawan. Bahkan, kerap melakukan kesalahan sendiri yang akhirnya menambah poin untuk lawan. Atlet terbaik sekelas dunia pun bisa mengalami hal-hal seperti ini. Jika demikian, apakah mereka harus gantung raket dan gantung sepatu? Tentu tidak! Bukannya menyerah, tapi mereka harus berlatih lebih keras sambil memperbaiki apa yang kurang dari permainan mereka yang sebelumnya. Perjalanan iman kita pun bisa mengalami seperti itu. Iman kita bisa naik turun. Ada waktunya kita punya iman yang sedemikian besar, tapi terkadang kita bahkan tidak punya iman sama sekali. Ada saat di mana kita bisa melangkah dengan sedemikian pasti, tapi ada saat kita dipenuhi dengan keraguan dan kebimbangan. Petrus dalam bacaan kita hari ini juga seperti itu. Ada waktu Petrus bisa punya iman yang sedemikian besar dan itu bisa membuatnya berjalan di atas air! Tapi saat ia merasakan hembusan angin, imannya tiba-tiba drop dan ia dipenuhi dengan kebimbangan sehingga akhirnya mulai tenggelam dalam air. Dalam situasi tenggelam itu, Yesus pun hadir. Ada hal penting yang bisa kita pelajari dari kisah ini. Jangan pernah menyombongkan diri seolah-olah kita tidak akan bisa lemah iman. Tentu bukan maksud untuk mengatakan bahwa iman yang lemah itu baik. Justru kita harus menyadari bahwa kita butuh kasih karunia Tuhan, bahkan dalam hal iman! Itu sebabnya murid-murid pun pernah meminta kepada Yesus, "Tambahkanlah iman kami" (Luk 17:5). Kabar baiknya, di saat kita lemah iman sesungguhnya Tuhan tidak pernah membiarkan kita tenggelam. Dia akan menyatakan menguatkan, meneguhkan, dan menyatakan pertolongan tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, sehingga dalam situasi apapun aku tetap setia mengiringi Engkau. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Tacitus dan Kesaksian yang Kuat (8 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 7, 2026 4:03


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tacitus dan Kesaksian yang KuatDiambil dari: Matius 5:44  “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Tacitus. Tacitus adalah seorang penulis sejarah Romawi. Ia bukan orang Kristen, bahkan ia memandang orang Kristen dengan buruk. Ia menyebut kekristenan sebagai kepercayaan yang aneh dan tidak disukai banyak orang. Tetapi justru karena itu, tulisannya menjadi sangat menarik.Tacitus menulis bahwa setelah Yesus mati, orang-orang Kristen tetap terus bertambah. Padahal mengikuti Yesus pada waktu itu tidak mudah. Banyak orang Kristen dimusuhi, dihina, bahkan dianiaya. Coba pikirkan, Wonder Kids, kalau sebuah cerita itu bohong, apakah orang-orang akan tetap mau mempertahankannya sampai menderita? Tentu itu aneh. Tetapi orang-orang Kristen mula-mula tetap setia. Mereka rela menderita karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Inilah yang membuat kesaksian tentang Yesus semakin kuat. Bukan hanya karena ada tulisan-tulisan sejarah, tetapi juga karena ada orang-orang yang sungguh berubah dan tetap setia kepada Yesus walaupun harus membayar harga. Mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Mereka belajar mengasihi, bahkan mendoakan orang yang menyakiti mereka. Itu sebabnya firman Tuhan dalam Matius 5:44 sangat penting. Mengasihi musuh bukan hal yang mudah, tetapi itulah jalan yang diajarkan Yesus.Wonder Kids, mungkin kamu tidak mengalami penganiayaan besar seperti orang Kristen zaman dulu. Tetapi mungkin ada teman yang mengejekmu, tidak mau berteman, atau berkata jahat kepadamu. Saat itu terjadi, ingatlah bahwa Yesus mengajar kita untuk tetap mengasihi dan berdoa. Saat kita hidup seperti itu, orang lain bisa melihat bahwa Yesus benar-benar bekerja di dalam hidup kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang pernah menyakitimu atau membuatmu kesal. Hari ini, doakan orang itu dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah lebih dulu mengasihiku. Tolong aku untuk tetap setia kepada-Mu dan belajar mengasihi orang yang tidak baik kepadaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang diubahkan oleh Yesus adalah kesaksian yang kuat bahwa Dia sungguh hidup dan bekerja. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Siapakah Yosefus? (3 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 2, 2026 4:24


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yosefus? Diambil dari: Roma 15:4  “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”Wonder Kids, hari ini kita akan belajar tentang seorang tokoh bernama Yosefus. Yosefus adalah seorang penulis sejarah Yahudi yang hidup pada zaman yang tidak terlalu jauh dari masa Tuhan Yesus. Ia bukan penulis Alkitab, dan ia juga bukan salah satu murid Yesus. Tetapi ia menulis tentang banyak hal yang terjadi pada zaman itu, termasuk tentang Yesus.Yosefus adalah seorang imam dan juga orang Farisi. Ia menulis buku sejarah tentang bangsa Yahudi. Menariknya, walaupun Yosefus bukan pengikut Tuhan Yesus, ia tetap menuliskan hal-hal tentang Yesus dan tentang orang-orang Kristen mula-mula. Ini penting, karena catatan Yosefus menolong kita melihat bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, bukan tokoh dongeng atau cerita buatan manusia.Bayangkan kalau ada satu peristiwa besar di sekolah atau di gerejamu. Lalu bukan hanya teman dekatmu yang menceritakannya, tetapi juga orang lain yang bukan bagian dari kelompokmu ikut menulis tentang peristiwa itu. Tentu itu membuat cerita itu makin kuat, bukan? Begitu juga dengan Yesus. Bukan hanya Alkitab yang bersaksi tentang-Nya, tetapi juga ada catatan sejarah lain yang meneguhkan bahwa Yesus sungguh pernah hidup.Wonder Kids, ini menolong kita untuk semakin yakin bahwa iman Kristen berdiri di atas kebenaran. Kita percaya kepada Yesus bukan karena cerita yang dibuat-buat, tetapi karena Dia benar-benar datang ke dunia, hidup di tengah manusia, mati, dan bangkit. Tuhan memberi kita banyak kesaksian supaya iman kita makin teguh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba ceritakan kepada satu orang di rumahmu mengapa kamu percaya bahwa Yesus bukan tokoh dongeng, melainkan sungguh hidup dalam sejarah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh datang ke dunia ini untuk menyelamatkanku. Tolong aku untuk semakin yakin kepada-Mu dan berani percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh cerita, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 28 April 2026 - Melihat kebaikan di segala situasi

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 27, 2026 4:08


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 28 April 2026Bacaan: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)Renungan: Di antara barang-barang peninggalan seorang Yahudi yang meninggal di kamp konsentrasi, ditemukan secarik kertas yang bertuliskan doa sebagai berikut, "Tuhan, ketika Engkau datang dalam kemuliaan-Mu, janganlah hanya mengingat orang yang baik, tetapi juga orang-orang jahat. Dan pada hari kiamat, janganlah mengingat hanya tindakan kekejaman, kebiadaban, dan kekerasan yang mereka lakukan, tetapi ingatlah juga buah yang mereka hasilkan di dalam diri kami - hasil dari apa yang mereka lakukan terhadap kami. Ingatlah akan kesabaran, keberanian, kasih persaudaraan, kerendahan hati, kemurahan hati dan roh kesetiaan yang terbangun di dalam jiwa-jiwa kami oleh para algojo itu. Dan kemudian, Tuhan, semoga buah itu digunakan untuk menyelamatkan jiwa orang-orang jahat itu." Tentu tidak sulit untuk memetik pelajaran dari orang-orang baik dan berhati mulia. Namun, apakah yang dapat kita pelajari dari orang-orang jahat? Apakah yang kita hayati dari kesesakan dan penderitaan kita oleh karena perbuatan mereka? Mudah saja kita menjawab, "Tidak ada!" dengan geram. Namun, doa di atas mengingatkan kita: bahkan dari yang jahat sekalipun, kita dapat memperoleh kebaikan bila kita memiliki kasih. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, berilah aku kemurnian hati untuk melihat segala kebaikan, bahkan di dalam diri orang-orang yang telah melukai hatiku dan di dalam setiap masalah yang aku alami di dalam kehidupan ini. Amin. (Dod).

Endgame with Gita Wirjawan
Ekonomi Tumbuh, Belum Tentu Dinikmati Semua - Bhima Yudhistira | Endgame #264

Endgame with Gita Wirjawan

Play Episode Listen Later Apr 15, 2026 87:54


Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.id/Sudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:  / what-it-takes  ------------------Ekonomi Indonesia tumbuh 5%, tapi kelas menengah justru makin terjepit di tengah. Mereka dianggap terlalu kaya untuk dapat subsidi, namun terlalu kecil untuk dianggap sejahtera.Apa sebenarnya prioritas ekonomi kita?Pahami penjelasan Bhima Yudhistira, seorang ekonom dan Direktur Eksekutif CELIOS, dalam pembicaraannya dengan Gita Wirjawan.Tentang Bintang Tamu:Bhima Yudhistira adalah ekonom Indonesia yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios). Ia kerap menjadi narasumber di berbagai media nasional untuk membahas kebijakan fiskal, utang negara, investasi, hilirisasi industri, hingga dampak kebijakan publik terhadap kelas menengah dan UMKM.#Endgame #GitaWirjawan #BhimaYudhistira-----------------

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 16 April 2026 - Bangkit dari kegagalan, berani memulai sesuatu yang baru

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 15, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 April 2026Bacaan: "Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya." (Matius 9:17)Renungan: Seorang seniman Italia bernama Michelangelo Buonarrotti mendapat perintah membuat lukisan untuk gereja. Ia telah mencoba merombak lukisannya berulang kali, namun ia belum dapat menciptakan lukisan yang baik menurutnya. Suatu hari ketika sedang berada di warung minuman, ia mendengar seorang laki-laki berkata kepada pelayannya, "Anggur ini sudah asam, segeralah membuangnya." Maka pelayan itu pun memecahkan guci berisi anggur yang sudah asam tersebut sehingga air anggur mengalir keluar dan terbuang. Segera pelayan itu membawa sebuah guci berisi anggur baru. Melihat itu, Michelangelo segera pulang ke rumah dan membuang lukisan-lukisannya yang lama dan malam itu ia berhasil menciptakan sebuah lukisan baru yang sangat bagus. Terus memelihara sesuatu yang tidak baik di dalam hati dan pikiran, akan merampas semua sukacita, peluang untuk maju dan hidup berkemenangan. Memang masing-masing kita pasti mempunyai pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain. Kita semua tidak terlepas dari dua sisi kehidupan, yaitu sisi suka dan sisi duka. Suka dan duka di dalam kehidupan berumah tangga, di dalam bisnis serta pekerjaan, di dalam penderitaan karena sakit penyakit, di dalam menjalin hubungan dengan seseorang, bahkan di dalam pelayanan. Tentu saja sisi suka akan senantiasa menjadi kenangan manis yang dapat membuat wajah kita berseri-seri bahkan tersenyum mengingatnya. Tetapi yang biasanya jadi masalah adalah sisi duka yang tidak jarang membuat kita sedih, atau bahkan menyebabkan kita menyimpan dendam serta kepahitan yang tidak pernah hilang. Ada sebuah doa singkat yang cukup bagus, "Tuhan, ajarilah aku bersyukur bukan hanya untuk banyak perkara-perkara besar yang sudah Engkau kerjakan, tetapi juga untuk jutaan perkara-perkara kecil yang Engkau kerjakan di dalam hidupku selama ini." Kejadian-kejadian yang menurut kita sangat menyakitkan, tentunya tidak pernah terlepas dari kemahatahuan Tuhan. Roma 8:28 berbunyi, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Seseorang pernah berkata, "Waktu yang lalu tidak akan pernah sama dengan waktu yang akan datang." Apakah kita mengalami banyak kegagalan, kekalahan dan pengalaman menyakitkan selama beberapa waktu ini? Bangkit dan bangunlah iman kita kembali. Taruh harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan lihat, bagaimana Diaa akan berkarya di dalam hidup kita. Buanglah anggur asam beserta kirbat lama itu dan milikilah anggur baru beserta kirbat baru yang telah tersedia bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar berani untuk meninggalkan semua kegagalan dan kepahitanku dan memulai sesuatu yang baru mulai hari ini. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Momen Memalukan: Murid-Murid yang Lambat Mengerti (4 April)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Apr 3, 2026 3:44


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMomen Memalukan: Murid-Murid yang Lambat MengertiDiambil dari: Lukas 18:34 (TB)“Tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.”Wonder Kids, Yesus adalah Guru yang luar biasa. Ia mengajar dengan penuh kuasa, memakai perumpamaan, dan menjelaskan tentang Kerajaan Allah. Tetapi tahukah kamu sesuatu yang mengejutkan? Murid-murid sering tidak mengerti.Bahkan setelah Yesus mengajar berkali-kali, mereka masih bingung. Alkitab mencatat banyak contoh: Matius 16:9, Markus 8:21, Markus 9:32, Lukas 9:45, Lukas 18:34, dan Yohanes 12:16. Berkali-kali dikatakan bahwa mereka tidak mengerti.Sekarang coba pikirkan: Kalau para murid ingin terlihat pintar dan rohani, apakah mereka akan menuliskan bahwa mereka sering tidak paham? Tentu tidak. Tetapi mereka tetap menuliskannya. Mengapa? Karena mereka tidak sedang membangun nama mereka sendiri. Mereka sedang bersaksi tentang apa yang benar-benar terjadi.Mereka tidak peduli terlihat lambat, bingung, atau salah paham. Yang penting adalah orang-orang mengenal Yesus. Ini menunjukkan bahwa Injil bukan cerita yang dihias supaya para murid tampak hebat. Justru mereka terlihat biasa saja, bahkan sering gagal memahami. Dan ada satu hal penting lagi: Walaupun mereka lambat mengerti, Yesus tetap sabar mengajar mereka. Roh Kudus kemudian menolong mereka mengerti dan mengingat semua yang Yesus ajarkan.Wonder Kids, ini kabar baik untuk kita juga. Kadang-kadang kita membaca Alkitab dan merasa tidak mengerti. Jangan takut. Murid-murid pun pernah begitu. Tuhan sabar mengajar kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau ada bagian Alkitab yang sulit, jangan menyerah. Mintalah Roh Kudus menolongmu memahami firman Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau sabar mengajar murid-murid-Mu. Tolong aku supaya tidak cepat menyerah ketika tidak mengerti firman-Mu, tetapi mau terus belajar dengan rendah hati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tuhan sabar mengajar murid-murid yang mau belajar. Tuhan Yesus memberkati.

Podcast Literatur Perkantas Nasional
KISAH BUKU "Ketika Kita Merasa Kehilangan Segalanya-- Badai Belum tentu Berlalu"

Podcast Literatur Perkantas Nasional

Play Episode Listen Later Mar 28, 2026 4:20


Ketika Kita Merasa Kehilangan Segalanya: Menggapai Tuhan di Tengah Penderitaan (Esther Gunawan)

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 13 Maret 2026 - Selalu bersyukur

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 13, 2026 4:47


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Suatu hari, seorang anak yang bekerja sebagai penyemir sepatu, sedang merenungi nasibnya di depan sebuah supermarket. Di situ ia biasa mencari uang dengan menyemir sepatu pengunjung yang sedang makan di sekitar tempat itu. Siang itu ia sedang menyesali keadaannya yang tidak seenak orang-orang kaya yang setiap hari berbelanja di situ. Pada saat itu sebuah mobil mewah tiba-tiba masuk ke halaman supermarket. Seorang anak dari keluarga kaya ada di dalam mobil mewah itu, di antar oleh sopirnya untuk membeli sesuatu di supermarket tersebut. Penyemir sepatu tadi, mengawasi mobil mewah itu sambil berpikir, "Alangkah bahagianya jika saja aku yang ada di dalam mobil itu. Tentu aku tidak harus menyemir sepatu lagi, makananku enak-enak dan rumahku tentu menyenangkan. Begitulah keinginan si penyemir sepatu itu. Setelah mobil mewah di parkir, sopirnya masuk ke dalam supermarket, tetapi anak kaya itu tetap tinggal di dalamnya. Tanpa sengaja pandangan anak kaya dan si penyemir sepatu itu bertemu. Ternyata, si anak kaya juga berpikir, "Alangkah senangnya bila aku dapat hidup bebas seperti tukang semir itu"Tiba-tiba si anak kaya itu melambaikan tangan kepada penyemir sepatu itu sambil tersenyum. Si penyemir sepatu segera mendatangi si anak kaya tersebut, sebab pikirnya ia akan dapat order menyemir sepatu. Setelah dekat, anak kaya tersebut lalu bertanya kepada penyemir itu,: "Maukah kau menggantikan saya duduk di mobil ini dan aku menggantikanmu?" Di tengah-tengah keheranan si penyemir sepatu ini, si anak kaya membuka mobilnya. Anak penyemir sepatu itu sangat terkejut ketika melihat bahwa si anak kaya itu ternyata tidak mempunyai kaki sama sekali. Maka anak penyemir sepatu itu segera berbalik dan sambil berlari menjauh ia menjawab, "Tidak ! Tidak! saya tidak mau, saya mau seperti keadaan saya sekarang saja!" Bukankah dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering iri hati terhadap kawan atau tetangga kita yang kelihatannya berhasil? Padahal kita tidak tahu apakah kesuksesannya itu membahagiakan mereka atau tidak. Jadi janganlah kita iri hati terhadap sesama kita namun mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kudus kanlah hatiku, sehingga iri hati tidak dapat menguasai diriku. Amin. (Dod).

Helmy Yahya Bicara
Semua Penyakit Ada Obatnya, Tapi 'Obat' Belum Tentu Menyembuhkan? | Helmy Yahya Bicara

Helmy Yahya Bicara

Play Episode Listen Later Mar 10, 2026 44:02


Ini kedua kalinya Ade Rai saya undang ke podcast saya. Karena saya belajar banyak sekali soal ilmu kesehatan dari beliau! Kali ini ia kembali berbagi bagaimana jahatnya gula, lemak serta "obat-obatan" yang sebenarnya justru malah jadi toxin di tubuh kita. Apa sih sebenarnya rahasia untuk menjaga kesehatan tubuh kita? Simak selengkapnya di Helmy Yahya Bicara! Kali ini podcastnya "OTOT SEMUA!"

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 2 Maret 2026 - Selalu mengucap syukur

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 1, 2026 5:22


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. " (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Seorang guru kelas satu memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menggambarkan sesuatu yang mereka syukuri. Tugas ini disambut bahagia oleh anak-anak. Sebagian besar dari mereka mulai berimajinasi dengan mainan, makanan kesukaanı, atau masa-masa liburannya. Namun ada satu anak yang bernama Douglas membuat gambar yang berbeda. Untuk hal yang disyukurinya, dia membuat gambar tangan. Douglas memang berbeda dari anak lainnya. Dia adalah seorang anak yang lemah dan jarang tersenyum. Ketika anak-anak lainnya bersemangat untuk bermain saat jam istirahat, Douglas lebih sering berdiri dekat gurunya. Selesai menggambar, masing-masing murid membawa gambarnya dan menunjukkan karyanya di depan kelas. Tiba giliran Douglas maju dan menunjukkan gambarnya, satu persatu temannya mulai menebak pemilik tangan tersebut. Seorang anak menduga bahwa itu adalah tangan petani karena berjasa dalam menanam sayur dan makanan lainnya. Ada pula yang menduga itu adalah tangan polisi karena mereka adalah aparat yang bertugas melindungi warga. Sedang beberapa anak lainnya menduga gambarnya adalah tangan Tuhan. Karena begitu ramai, diskusi itu akhirnya dihentikan dan anak-anak beranjak ke tugas lainnya. Setelah beberapa waktu, Sang Guru menghampiri meja Douglas sambil membungkuk ia bertanya tangan siapa yang ada dalam gambarnya. Douglas menatapnya dan mengatakan, "Ini tangan Ibu Guru". Douglas ternyata merasa bersyukur atas tangan gurunya Itu. Tangan yang sudah menuntunnya, menjangkaunya, mengajarinya dan memberikan kasih kepadanya selama ini. Di dalam kehidupan ini kita jarang bisa bersyukur dalam hal-hal kecil. Kita lebih mudah bersyukur saat Tuhan melakukan perkara-perkara yang besar. Padahal, setiap perkara yang kita alami ini semuanya terjadi karena kehendak Tuhan. Coba kita bayangkan, bagaimana jadinya jika alis atau bulu mata kita bertambah panjang. Namun, Tuhan sudah mengatur semuanya sehingga bulu mata kita tidak bertambah panjang. Atau bagaimana jadinya jika kita harus membayar oksigen yang harus kita hirup setiap hari. Tentu kita tidak akan sanggup membayar itu semua. Semuanya itu kelihatannya tampak kecil dan tidak berarti. padahal memiliki dampak yang begitu besar dalam kehidupan kita. Sudahkah kita mengucap syukur atas "hal-hal kecil yang seringkali kita abaikan? Jadi, mulai hari ini, saat kita bangun dari tidur kita, belajarlah untuk bisa mengucap syukur dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita, baik itu hal kecil atau pun hal yang besar, karena kehidupan kita juga terbentuk dari hal-hal yang kecil namun memberikan dampak dan akibat yang besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat, baik yang besar maupun kecil, yang aku terima dan alami setiap hari. Amin. (Dod).

Ini Koper
#875 "Big Thinking" untuk Pemuda Indonesia

Ini Koper

Play Episode Listen Later Feb 26, 2026 6:01


Kita lahir dan dibesarkan di atas tanah yang tak terhingga kekayaannya, namun ironisnya, kita sering kali tumbuh dengan mimpi yang dikurung dalam sangkar ketakutan. Sejak kecil, telinga kita terlalu akrab dengan pepatah yang bermaksud baik, namun diam-diam membelenggu: "Jangan bermimpi terlalu tinggi, nanti kalau jatuh sakit." atau "Syukuri saja apa yang ada, tidak usah muluk-muluk." Tanpa sadar, narasi-narasi kompromistis ini membangun sebuah langit-langit kaca di kepala kita. Kita menjadi generasi yang ahli dalam merunduk, bermain aman, dan puas menjadi sekrup kecil dalam mesin raksasa ciptaan orang lain. Kita diajarkan untuk bertahan hidup, bukan untuk mengubah dunia. Namun, mari kita berhenti sejenak dan menatap cakrawala. Dunia sedang berlari dengan kecepatan eksponensial. Jika kaum muda Indonesia hari ini hanya berani bermimpi sebatas "mendapat pekerjaan yang aman" atau "lulus dengan IPK tinggi", lalu siapa yang akan memimpin bangsa ini menavigasi badai masa depan? Siapa yang akan menyelesaikan krisis iklim, ketimpangan ekonomi, dan membangun teknologi yang memanusiakan manusia di negeri ini? Inilah saatnya kita memeluk satu mentalitas radikal: Big Thinking, atau Berpikir Besar. Berpikir besar bukanlah tentang kesombongan, arogansi, atau ambisi buta untuk menumpuk harta pribadi. Bagi pemuda Indonesia, Big Thinking adalah sebuah bentuk tanggung jawab moral. Ini adalah keberanian untuk melihat masalah raksasa di sekitar kita—mulai dari petani yang terjebak tengkulak, sistem pendidikan yang tertinggal, hingga tumpukan sampah plastik di lautan kita—dan berkata dengan lantang, "Saya bisa menciptakan solusinya." Berpikir besar berarti menolak untuk mendaur ulang solusi masa lalu. Saat orang lain berpikir bagaimana membuat sesuatu 10% lebih baik, pemikir besar bertanya, "Bagaimana saya bisa membuatnya 10 kali lipat lebih berdampak?"Mereka tidak sekadar mencari perahu yang lebih baik untuk mengarungi lautan; mereka berpikir bagaimana cara membangun jembatan yang membelah samudra. Tentu saja, memilih jalan Big Thinking adalah memilih jalan yang sunyi dan penuh cibiran. Akan ada ribuan suara, mungkin dari orang-orang terdekat, yang menyuruhmu untuk kembali membumi dan realistis. Kamu akan dihadapkan pada ketakutan terbesarmu: kegagalan. Namun, ketahuilah ini: Kegagalan terbesar bukanlah ketika mimpimu yang setinggi langit itu meleset. Kegagalan paling tragis adalah ketika mimpimu terlalu rendah, dan kamu berhasil mencapainya. Kamu merayakan kemenangan kecil di zona nyaman, sementara potensimu yang sesungguhnya terkubur bersama waktu. Menjelang Visi Indonesia Emas 2045, bangsa ini tidak butuh pemuda yang manja dan penakut. Bangsa ini merindukan para pendobrak. Kita butuh anak-anak muda dari ujung Sumatera hingga Papua yang berani menantang gravitasi kemustahilan. Kita butuh seniman yang karyanya mengguncang dunia, insinyur yang membangun teknologi pelopor, dan wirausahawan yang solusinya mengentaskan jutaan orang dari kemiskinan. Jangan tunggu sempurna untuk memulai. Jangan tunggu izin dari siapa pun untuk menjadi besar. Mulailah dari kamarmu, dari meja kosmu, dari diskusi di warung kopi. Pertanyakan segala hal yang dianggap "sudah dari sananya begitu". Bongkar asumsi, perluas wawasanmu melampaui batas negara, dan bertemanlah dengan ide-ide gila. Hari ini, kanvas sejarah sedang dibentangkan di hadapanmu. Kamu bisa memilih untuk melukisnya dengan coretan keraguan yang pudar dan aman. Atau, kamu bisa mengambil kuas paling berani, mencelupkannya dalam warna-warna terang inovasi dan keberanian, lalu melukiskan sebuah mahakarya yang akan diingat oleh generasi setelahmu. Langit-langit kaca itu sebenarnya tidak pernah ada. Ia hanya ilusi yang menunggu untuk dihancurkan oleh mereka yang berani berpikir besar. Pertanyaannya sekarang: Beranikan kamu menjadi salah satu dari mereka? Bangkitlah, Pemuda Indonesia. Dunia sedang menunggu gagasan besarmu.

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 7 Februari 2026 – Mrk. 6:30-34 : Kesempatan Berbuat Baik Belum Tentu Datang Dua kali

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Feb 6, 2026


Pembawa Renungan : RP. Rudi Rahkito Jati, OMI Dangkan Silat – Kalimantan Barat Mrk. 6:30-34

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 31 Januari 2026 - Selalu Mengingat Kebaikan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 30, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 29 Januari 2026 - Immanuel: Allah Menyertai Kita

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 28, 2026 3:44


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 29 Januari 2026Bacaan: "Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka." (Matius 1:21)Renungan: Bagaimanakah reaksi kita seandainya Allah hendak memberikan seorang bayi yang spesial dalam hidup kita, dengan pesan bahwa kelak anak tersebut akan menjadi gubernur atau presiden di Indonesia? Tentulah pesan tersebut sangat menggembirakan, meski sebenarnya juga dapat mendatangkan pertanyaan besar: Bagaimana dapat membesarkan anak ini dan memastikan dia agar kelak menjadi gubernur atau presiden? Bagaimana jika nanti yang terjadi tidak seperti itu? Yusuf mungkin menghadapi dilema serupa saat mendengar bahwa anak yang sedang dikandung oleh Maria, yang harus diberinya nama "Yesus" kelak akan menjadi penyelamat umat Allah dari dosa mereka. Namun, syukurlah Allah tidak membiarkan Yusuf berada dalam kebingungan, dengan menyatakan bahwa kelak anak yang akan segera hadir itu akan disebut juga "Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. Inilah yang kelak akan menjadi penentu kehidupan Yesus di dunia ini, sampai la menggenapi rencana Bapa di surga dengan berkorban di kayu salib, untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Bagi kita para orang tua, kita meyakini bahwa Allah punya rencana bagi anak yang Allah berikan kepada kita. Tentu kita harus melakukan bagian tugas kita sebagai orang tua dengan sebaik mungkin. Namun, jangan pernah lupakan faktor kunci yang membuat rencana dan kehendak Allah digenapi dalam hidupnya, yaitu penyertaan Allah. Perkara yang sama dapat terjadi dalam bidang kehidupan lainnya, karena jika Allah menyertai, maka kehendak-Nya pasti digenapi atas kehidupan umat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sertailah keluargaku selalu, agar kehendak-Mu yang terbaik terjadi atas semua anggota keluargaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 22 Januari 2026 - Tetap jujur dan berintegritas

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 21, 2026 6:08


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 22 Januari 2026Bacaan: "Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya." (Amsal 11:3)Renungan: Lear Jet pertama kali diluncurkan pada tahun 1963. Tahun 1964 seorang klien memesan Lear Jet, dan sejak sat itu Bill Lear menerima banyak pembelian pesawat Lear Jet. Namun beberapa waktu kemudian, dua pesawatnya jatuh tanpa diketahui penyebabnya. Padahal, sudah ada lima puluh lima buah pesawat yang terjual untuk keperluan pribadi. Bill Lear pun segera mengambil langkah menghubungi para pembelinya untuk tidak menggunakan Lear Jet hingga ia menemukan penyebab kecelakaan dua pesawat tersebut. Hal itu tentu membuat Lear mengalami kerugian, karena untuk sementara penjualan terhenti, tetapi ia lebih memilih rugi daripada orang lain kehilangan nyawa. Setelah diselidiki, Bill Lear menemukan penyebabnya, namun harus dibuktikan dengan menerbangkan pesawatnya terlebih dahulu. la sendiri yang harus melakukannya. Dengan demikian Bill Lear mempertaruhkan nyawanya untuk penyelidikan tersebut. Uji coba pun dilakukan, dan pesawatnya juga hampir mengalami nasib yang sama dengan kedua pesawat yang jatuh. Dari sini Bill Lear berhasil menemukan penyebabnya, dan ia pun membuatkan sebuah suku cadang yang baru dan dipasang pada setiap pesawat yang diproduksinya, bahkan pada pesawat yang telah dibeli oleh orang. Tanpa disadari ternyata ia telah menghabiskan waktu sekitar dua tahun untuk penyelidikan tersebut. Tentu saja Bill Lear kehilangan kepercayaan dari para konsumennya, tetapi ia tidak pernah menyesali keputusan itu. Bahkan, ia pun tidak pernah menyesali kerugian yang dialaminya. Tetapi pada akhirnya, ia kembali mendapatkan kepercayaan dari konsumennya. Menjaga kualitas diri bukanlah hal yang mudah, apalagi jika hal itu berkaitan dengan integritas. Ketika kita diperhadapkan dengan situasi yang sulit untuk memilih antara kepercayaan orang lain atau karier sendiri, manakah yang akan kita pilih? Hanya dengan hikmat Tuhan sajalah kita dapat membuat keputusan yang bijaksana. Percayalah bahwa kerugian apa pun yang kita alami demi menjaga integritas, akan membawa kita pada keuntungan yang jauh lebih besar. Dan mereka yang menggadaikan integritas demi kariernya mungkin dapat menuai keuntungan untuk sesaat, tetapi selanjutnya akan kehilangan segalanya. Oleh sebab itu, tetaplah berpegang teguh pada prinsip menjaga integritas diri kita, sehingga kita dapat dipercaya oleh orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk menjaga kepercayaan diriku dengan baik sehingga tidak merugikan orang lain. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 7 Januari 2026 - Taat dan Setia kepadaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 6, 2026 5:41


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 7 Januari 2026Bacaan: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!" (Yeremia 18:6) Renungan: Suatu ketika Nabi Yeremia diutus oleh Tuhan untuk mewartakan hukuman pembuangan bangsa Israel ke Babel. Berita penghukuman yang keras ini sulit dimengerti oleh bangsa Israel, juga oleh Nabi Yeremia sendiri. Untuk memahami maksud di balik berita penghukuman ini, Tuhan menyuruh Nabi Yeremia untuk pergi ke tempat tukang periuk. Di sana, Nabi Yeremia menjumpai tukang periuk yang sedang membentuk bejana dari tanah liat dengan tangannya. Proses pembentukan bejana ini tidak dicatat secara rinci oleh Alkitab, namun kita percaya proses pembentukan bejana tanah liat pada zaman itu tidak berbeda jauh dengan zaman sekarang. Kalau kita perhatikan prosesnya, kita akan melihat bahwa tangan tukang periuk hampir tidak pernah lepas dari tanah liat yang dibentuk. Jari-jari dan telapak tangannya senantiasa memberikan tekanan-tekanan untuk membentuk bejana sesuai yang diinginkannya. Sekali-sekali salah satu tangannya dengan cepat akan mengambil sedikit air untuk membasahi tanah liat agar mudah dibentuk. Namun secara keseluruhan, tangan tukang periuk akan terus membentuk tanah liat hingga menjadi bentuk bejana yang diinginkannya. Tukang periuk yang hampir tidak pernah melepaskan tangannya dari tanah liat yang dibentuk menggambarkan juga tangan Tuhan yang terus-menerus menopang dan menyertai umat-Nya. Walaupun pada saat itu bangsa Israel akan menghadapi pembuangan karena dosa mereka, tetapi Tuhan akan menyertai dan menopang mereka. Dalam keadaan apa pun, bahkan dalam masa pembuangan pun, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dalam kehidupan iman, ketika kita mengalami pergumulan, kesulitan ataupun dukacita, kita merasa Tuhan jauh dan meninggalkan kita. Tentu saja itu hanya perasaan kita yang dapat membohongi kita. Namun faktanya, melalui kisah tukang periuk ini, kita melihat bahwa Tuhan tidak pernah melepaskan atau meninggalkan kita. Tangan-Nya akan selalu menyertai dan menopang kita dalam keadaan apa pun. Oleh karena itu, jangan mempercayai perasaan kita, tetapi percayalah kepada firman-Nya dan kepada Tuhan senantiasa. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kekuatan agar aku dapat menjalani setiap proses kehidupanku ini dengan tetap taat dan setia pada-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 27 Desember 2025 - Wujudkan ketulusan cinta kepada pasangan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 26, 2025 6:32


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 Desember 2025Bacaan: "Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari. " (Pengkhotbah 9:9)Renungan: Tragedi gempa bumi yang terjadi pada tanggal 12 Mei 2008, yang mengguncang Wenchuan, Tiongkok menyisakan satu kisah mengharukan. Wu Jiafang, seorang pegawai restoran menemukan jenazah istrinya, Shi Huaqing di belakang reruntuhan restoran di mana dia bekerja. Tentu saja ini membuat air matanya tak terbendung lagi. Namun, dia tetap sabar menunggu bantuan datang untuk membawa pulang jenazah istrinya. Ternyata, setelah lama menunggu, bantuan tidak kunjung tiba. Wu Jiafang pun menggunakan tali kain merah untuk mengikatkan istrinya ke punggungnya. Lalu, dia naik sepeda motor dan dengan perlahan membawa mayat istrinya ke rumah yang berjarak empat kilometer. "Saat itu saya tidak berani menangis lagi karena takut mata kabur nanti terjadi kecelakaan, sehingga dia akan menderita lagi," katanya. Adegan ini mengharukan banyak orang dan dia disebut sebagai "suami yang paling berperasaan dalam gempa". Sesampainya di rumah, Wu Jiafang langsung menguburkan istrinya di samping rumahnya. Dia kemudian membuat tenda menemani istrinya yang sudah meninggal. Selama 100 hari masa berkabung itu dia hanya makan satu kali sehari. "Shi Huaqing tidak pernah meninggalkan saya ketika saya sedang menderita. Saya merasa berhutang budi kepadanya," katanya. Ternyata apa yang dilakukan Wu Jiafang ini menjadi buah bibir masyarakat dan sudah pasti sampai ke telinga banyak orang. Bukan hanya itu, cerita itu menyentuh hati perempuan-perempuan. Tidak berapa lama kemudian, 16 perempuan menulis surat kepadanya dan menyatakan diri ingin menjadi pendamping hidupnya. Tanggal 16 Oktober 2008, seorang wanita di Shenzhen yang bernama Liu Rurong juga meneleponnya. Dalam dua minggu mereka berkomunikasi jarak jauh setiap hari. Tanggal 9 November 2008, mereka bertemu dan merasa cocok. Sekalipun bukan perkara mudah bagi Wu Jiafang, tetapi kemudian dia memutuskan untuk menerima Liu Rurong untuk menjadi pendamping hidupnya. Dia berkata, "Dia jatuh cinta sama saya karena tersentuh akan kasih sayang saya terhadap istri saya terdahulu, dan juga karena dia menaruh belas kasih ke saya sebagai korban gempa. Saya tidak memiliki apa-apa, namun dia mau menikah dengan saya tanpa syarat. Karena itulah saya mencintainya." Hal senada dikatakan oleh Liu Rurong, "Dia adalah seorang petani biasa, pria yang ramah, kesederhanaannya menyentuh saya." Ketulusan cinta seseorang kepada pasangannya tidak diukur dari seberapa banyak harta yang bisa dia berikan, tetapi dari seberapa keras usaha untuk melindungi, merawat, mendampingi, dan memerhatikan pasangannya. Akan sangat mudah untuk memerhatikan pasangan ketika sehat dan banyak harta, tetapi tidak mudah ketika pasangan dalam keadaan menderita. Mari kita tanamkan dalam diri kita cinta yang tulus sehingga apa pun keadaan pasangan kita, kita tetap menunjukkan cinta itu dalam tindakan nyata. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang sanggup mengasihi pasanganku dengan tulus dan terwujud di dalam tindakan nyata. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 19 Desember 2025 - Perkataan yang menyatakan kebenaran dan kasih

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 18, 2025 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 19 Desember 2025Bacaan: "Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan." (2 Timotius 2:16) Renungan: Hampir di semua stasiun televisi ada acara-acara yang membicarakan tentang kehidupan orang lain. Apakah itu tentang prestasi orang atau pun membicarakan gosip-gosip yang beredar tentang seseorang. Ternyata menjual cerita tentang orang lain sangat laku dan tidak sedikit orang yang tertarik pada urusan orang lain. Tidak hanya di televisi dan media lainnya, tetapi di mana saja ternyata membicarakan perihal orang lain sangat digemari. Apakah membicarakan tentang orang lain itu dibolehkan? Tentu dibolehkan selama hal itu tidak merusak dan merugikan orang lain. Bercerita itu perlu, namun hendaknya hal itu tidak merusak kesaksian kita sebagai pengikut Yesus. Firman Tuhan mengajarkan agar kita selalu menghindari perkataan yang sia-sia, tidak membangun dan tak suci. Sebab dengan banyak berbicara mengenai hal yang sia-sia, maka hati kita akan semakin tenggelam dalam kefasikan. Semakin banyak berbicara tentang hal yang sia-sia atau gosip malah akan membuat kita melakukan banyak kesalahan. Tuhan Yesus telah berfirman, "Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum." (Matius 12:36-37). Tuhan tidak melarang kita untuk bercerita dan menikmati asyiknya bercerita, namun kita senantiasa harus waspada agar kita tidak terjebak dengan kata-kata yang keluar dari mulut kita. Karena itu kita patut merenungkan dan sadar bahwa betapa ruginya kita jika hanya karena senang bergosip lalu melanggar perintah Allah. Bukankah menyedihkan jika hanya karena gosip dan cerita kosong yang kita lontarkan ibadah kita ditolak Allah. Paulus menasihatkan agar kita senantiasa berkata-kata dengan penuh kasih dan jangan hambar, dengan demikian kesaksian kita sebagai pengikut Yesus yang telah dipulihkan dan dikuduskan akan terasa harum bagi orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, biarlah bibirku hanya memperkatakan tentang kebenaran dan kasih, agar nama-Mu dimuliakan melalui perkataanku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 18 Desember 2025 - Selalu memandang wajahNya dan Percaya kepadaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 17, 2025 4:48


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 18 Desember 2025Bacaan: "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang." (Matius 12:20) Renungan: Apa yang kita lakukan jika kita menyalakan sebuah lilin dan nyala api yang dihasilkan terlalu besar dan asapnya hitam mengepul? Tentu kita akan memotong sumbunya yang terlalu panjang, sehingga bisa menghasilkan nyala api yang tepat dan tidak ada asap hitam. Atau apa yang kita lakukan jika kita sedang membersihkan dengan kemoceng bulu dan menemukan ada beberapa bulu yang terkulai? Pastinya kita akan mematahkan bulu-bulu tersebut agar kemoceng kita terlihat lebih bagus. Kita cenderung untuk menyingkirkan barang yang mulai rusak dan segera membeli yang baru. Dalam dunia kerja dengan persaingan yang ketat, orang-orang yang dinilai tidak produktif sedikit saja, akan segera disingkirkan dan diganti dengan yang baru. Bayangkan, jika Tuhan bekerja dengan cara demikian, maka kita sebagai orang-orang berdosa adalah orang-orang yang paling celaka, karena akan segera disingkirkan oleh-Nya. Tuhan tidak bekerja dengan cara demikian. Yesus, yang mengutip perkataan Nabi Yesaya mengatakan bahwa Tuhan tidak akan mematahkan buluh yang terkulai dan memadamkan sumbu yang pudar. Hal ini dikutip oleh Yesus untuk menyatakan identitas diri-Nya sebagai penggenapan akhir dan final dari nubuatan Nabi Yesaya. Ia tidak hanya menyelamatkan bangsa Israel, melainkan la akan menjadi Juruselamat bagi seluruh umat manusia. Sama dengan keadaan bangsa Israel ketika dalam pembuangan, kita pun yang mengalami kegagalan hidup tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan. la akan tetap menyertai kita bahkan menolong kita. Di dalam penderitaan dan kesesakan, ada kalanya kita mengalami kegagalan, putus asa dan tidak ada harapan. Namun, melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan jika Tuhan tidak akan mematahkan buluh yang terkulai dan memadamkan sumbu yang pudar nyalanya. Ia akan menyertai kita bahkan menyelamatkan kita. Yang kita perlu lakukan adalah terus memandang Tuhan dan berserah kepada-Nya, sehingga kita menjadi kuat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau setia menyertai aku ketika aku mengalami penderitaan dan kesesakan. Ajarilah aku untuk tetap setia kepada-Mu walaupun musim hidupku silih berganti. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 9 Oktober 2025 - Mendekat dalam doa untuk lebih mendengar suaraNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Oct 8, 2025 6:02


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Oktober 2025Bacaan: "Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa." (1 Petrus 4:7b)Renungan: Ada seorang anak muda yang bersahabat akrab dengan seorang pengkhotbah tua. Suatu hari, anak muda ini kehilangan pekerjaannya dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari si pengkhotbah tua itu. Ketika berada di ruang belajar si pengkhotbah, si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya. Akhirnya dengan kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya, sambil berteriak, "Saya memohon Tuhan agar menolong saya. Tapi hai pengkhotbah, mengapa Dia tidak menjawab saya?" Si pengkhotbah tua itu pergi ke ruang lain dan duduk di sana. Lalu dia berbicara sesuatu dan menanti jawaban si pemuda. Tentu saja si pemuda itu tidak mendengarkan dengan jelas, sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan. "Apa sih katamu?" tanya si pemuda penasaran. Si pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dengan perlahan sekali, seperti sedang bergumam sendiri. Tetapi si pemuda belum menangkap bisikan si pengkhotbah. Dia terus mendekati si pengkhotbah tua ini dan duduk di bangku sebelahnya. Si pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya." Dengan lembut, si pengkhotbah memegang pundak si pemuda, "Saudaraku, Allah kadang-kadang berbisik, jadi kita perlu lebih dekat menghampiri-Nya, agar dapat mendengar Dia dengan lebih jelas lagi. Si pemuda itu tertegun dan akhirnya dia mengerti. Kita seringkali menginginkan jawaban Tuhan bak petir yang menggelegar di udara dan sekaligus meneriakkan jawaban dari-Nya. Tetapi Allah sering diam, kadang Dia bicara dengan lembut, bahkan berbisik. Hanya dengan satu alasan: agar kita mau menghampiri takhta kemuliaan-Nya dan lebih dekat kepada-Nya. Setelah kita berada di dekat-Nya, kita baru bisa mendengar jawaban Tuhan dengan jelas. Indah sekali untuk mengetahui bahwa kita melakukan sesuatu yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama orang-orang yang tepat. Itulah yang terjadi apabila hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur punya Allah seperti Engkau. Allah yang begitu dekat di hatiku. Ajarilah aku untuk senantiasa mempercayai-Mu. Yesus, jadikanlah hatiku seperti hatimu, hati yang senantiasa tenang dalam menghadapi setiap pergumulan hidupku, karena aku tahu Engkau selalu ada untukku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 27 September 2025 - Kasih dan PengampunanNya jauh lebih besar dari dosa kita

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 26, 2025 5:20


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 September 2025Bacaan: "... Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18) Renungan: Suatu ketika seorang anak lelaki diculik di London. Tahun-tahun berlalu dan ibunya terus berdoa, tanpa kehilangan harapan. Suatu hari seorang pemuda tanggung hendak membersihkan cerobong asap di rumah yang bersebelahan dengan rumah sang ibu yang anaknya diculik. Namun ternyata ia masuk ke cerobong asap yang salah. Setelah menuruni cerobong asap, ia mendapati dirinya berada di ruang keluarga ibu yang anaknya diculik. Lalu ada sesuatu yang membangkitkan kembali ingatan si penyapu cerobong asap itu. Ruangan itu tampak tidak asing baginya. Saat ia berdiri di sana dan memandang ke sekitarnya, tiba-tiba sang ibu masuk ke dalam. Walaupun pemuda itu berpakaian lusuh dan diselubungi jelaga hitam, sang ibu langsung mengenalinya sebagai anaknya yang hilang bertahun-tahun lalu. Apakah sang ibu meminta anaknya mandi lebih dulu sebelum memeluknya? Tentu tidak, itu anaknya sendiri. Maka, ia langsung menarik anak itu dan memeluknya, sambil menangis karena sukacita. Apakah Allah akan menanti sampai kita melakukan perbuatan baik atau menjadi orang baik dulu baru Dia akan membawa kita dekat ke hati-Nya? Tentu tidak!Apapun kondisi kita saat ini, bahkan mungkin kita merasa bahwa diri kita sudah kotor karena dosa dan kita merasa tidak layak lagi di hadapan-Nya, ketahuilah bahwa jika kita mau membuka hati untuk-Nya, maka Allah akan masuk dalam hati kita dan akan memeluk kita untuk kemudian Dia akan mengubah kita menjadi pribadi yang kembali berharga di mata-Nya. Jangan takut, kasih dan pengampunan Allah jauh lebih besar dari pada dosa kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena kasih dan pengampunan-Mu lebih besar dari pada dosaku. Saat ini kubawa hatiku yang penuh dosa kepada-Mu, ampunilah aku dan kuduskan aku kembali oleh belas kasih-Mu. Sembunyikan aku di dalam hati-Mu dan basuhlah aku dengan darah-Mu, agar aku menjadi pulih seperti yang Kau kehendaki. Yesus, terima kasih atas hadiah pengampunan-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 30 Agustus 2025 - Menanti kedatanganNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 29, 2025 4:38


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 30 Agustus 2025Bacaan:"Karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam." (1 Tesalonika 5:2)Renungan: Ada seorang pria yang mengunjungi seorang pertapa tua yang terkenal saleh untuk mengajukan sebuah pertanyaan. Pertanyaan itu adalah, "Jika tuan hanya mempunyai satu hari lagi untuk hidup, apa yang tuan lakukan pada hari itu?" Pertapa tua itu mengelus jenggotnya yang putih dan panjang kemudian menjawab, "Baik, pertama-tama saya mendaraskan doa pagi, sesudah itu saya meneguk sedikit teh dan keluar untuk membersihkan kebun. Kemudian saya menyeberang jalan untuk mengunjungi sahabat saya Louis, lalu saya istirahat sejenak." Pria itu tersentak dan menyela, "Tunggu, itukan cara tuan menghabiskan waktu setiap hari!" Pertapa itu menjawab, "Tentu, Mengapa hari yang terakhir harus berbeda dengan hari-hari lainnya?" Kehidupan manusia pada suatu saat akan berakhir di dunia ini. Tetapi yang jadi masalah adalah kita tidak tahu kapan saat itu datang. Alkitab menuliskan bahwa hari Tuhan itu datang seperti pencuri. Oleh karena itu sejak saat ini kita sudah mulai untuk mempersiapkan diri kita menghadapi hari itu. Sehingga ketika saatnya tiba kita tidak perlu sibuk untuk berbuat ini itu untuk menyenangkan Tuhan, karena semuanya itu sudah harus kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Kalau di rumah kita, kita selalu siaga untuk menjaga keamanan rumah dari pencuri, kini, apakah kita juga sudah siaga menjaga kehidupan diri kita dari kedatangan Tuhan yang seperti pencuri? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, kedatangan-Mu tidak pernah bisa kuketahui. Kapan dan dimanapun, Engkau bisa datang sewaktu-waktu untuk menjemputku. Berilah kemampuan dan kemauan bagi diriku untuk mulai berjaga-jaga sejak saat ini, melalui sikap hidupku yang sesuai kehendak-Mu, agar pada saatnya tiba nanti, dengan tangan terbuka aku mampu menyerahkan rohku kepada-Mu. Amin. (Dod).

Ray Janson Radio
#520 "SAKE MAHAL BELUM TENTU ENAK!" WITH EKO TRISNO | RAY JANSON RADIO

Ray Janson Radio

Play Episode Listen Later Jul 3, 2025 67:04


Episode kali ini, kita ngobrol bareng Eko Trisno Setiawan, salah satu sake expert di Indonesia. Di episode ini, kita kupas tuntas dunia sake, mulai dari apa itu sake, proses pembuatannya, berbagai jenis sake yang ada, hingga cara membaca label sake dengan benar. Sebuah pengantar yang lengkap buat kamu yang ingin mengenal lebih dalam minuman khas Jepang ini. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadio#520 "SAKE MAHAL BELUM TENTU ENAK!" WITH EKO TRISNO | RAY JANSON RADIOEnjoy the show!Instagram:Eko Trisno: www.instagram.com/eiko_trisnoDON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/rayjanson#RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia

REFORMING LIFE
Salib Menurut Kitab Imamat: Kerajaan Imam

REFORMING LIFE

Play Episode Listen Later Jun 29, 2025 77:49


Tuhan menyatakan bangsa Israel sebagai Kerajaan Imam. Tentu kita mengerti imam bukan hanya seseorang yang memimpin dalam hal seremonial, tapi tugas imam juga adalah menjadi mewakili bangsa untuk menghadap Allah. Dengan demikian, raja yang baik adalah raja yang menjalankan fungsi imam juga.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 19 Juni 2025 - TanganNya selalu mengenggammu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 18, 2025 5:28


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 19 Juni 2025Bacaan: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!" (Yeremia 18:6) Renungan: Kisah Tuhan memerintahkan Nabi Yeremia untuk pergi kepada tukang periuk adalah kisah yang kita kenal dengan baik. Kisah ini bermula ketika Nabi Yeremia diutus oleh Tuhan untuk mewartakan hukuman pembuangan bangsa Israel ke Babel. Berita penghukuman yang keras ini sulit dimengerti oleh bangsa Israel, juga oleh Nabi Yeremia sendiri. Untuk memahami maksud di balik berita penghukuman ini, Tuhan menyuruh Nabi Yeremia untuk pergi ke tempat tukang periuk. Di sana, Nabi Yeremia menjumpai tukang periuk yang sedang membentuk bejana dari tanah liat dengan tangannya. Proses pembentukan bejana ini tidak dicatat secara rinci oleh Alkitab, namun saya percaya proses pembentukan bejana tanah liat pada zaman itu tidak berbeda jauh dengan zaman sekarang. Kalau kita perhatikan prosesnya, kita akan melihat bahwa tangan tukang periuk hampir tidak pernah lepas dari tanah liat yang dibentuk. Jari-jari dan telapak tangannya senantiasa memberikan tekanan-tekanan untuk membentuk bejana sesuai yang diinginkannya. Sekali-sekali salah satu tangannya dengan cepat akan mengambil sedikit air untuk membasahi tanah liat agar mudah dibentuk. Namun secara keseluruhan, tangan tukang periuk akan terus membentuk tanah liat hingga menjadi bentuk bejana yang diinginkannya. Tukang periuk yang hampir tidak pernah melepaskan tangannya dari tanah liat yang dibentuk menggambarkan juga tangan Tuhan yang terus-menerus menopang dan menyertai umat-Nya. Walaupun pada saat itu bangsa Israel akan menghadapi pembuangan karena dosa mereka, tetapi Tuhan akan menyertai dan menopang mereka. Dalam keadaan apa pun, bahkan dalam masa pembuangan pun, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dalam kehidupan iman, ketika kita mengalami pergumulan, kesulitan ataupun dukacita, kita merasa Tuhan jauh dan meninggalkan kita. Tentu saja itu hanya perasaan kita yang dapat membohongi kita. Namun faktanya, melalui kisah tukang periuk ini, kita melihat bahwa Tuhan tidak pernah melepaskan atau meninggalkan kita. Tangan-Nya akan selalu menyertai dan menopang kita dalam keadaan apa pun. Oleh karena itu, jangan mempercayai perasaan kita, tetapi percayalah kepada firman-Nya dan kepada Tuhan senantiasa. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk penyertaan-Mu yang telah menopangku senantiasa, sehingga aku kuat untuk menjalani proses imanku. Amin. (Dod).