POPULARITY
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 17 Februari 2026Bacaan: "Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu. Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!" (Amsal 23:1-2) Renungan: Katak Amazon bertanduk adalah seekor katak yang memiliki ukuran yang sangat besar dibandingkan dengan katak-katak lain. Amfibi gemuk ini dapat tumbuh sepanjang 20 cm, dan banyak ditemukan di Kolombia sampai ke Brazil, khususnya di rawa-rawa daerah sungai Amazon. Namanya didapat dari dua tanduk runcing yang mencuat dari kepalanya. Katak yang betina ukurannya lebih besar dari yang jantan, namun warna kulitnya tidak secerah yang jantan. Namun, yang jauh lebih menarik untuk dibahas dari hewan ini adalah nafsu makannya yang luar biasa besar! Katak ini sangat gemuk dan merupakan katak paling rakus di antara katak-katak jenis lainnya. Sangat sering katak ini ditemukan dalam keadaan mati sewaktu berusaha mencoba menelan mangsa mereka yang terlalu besar, sehingga mulut mereka masih berisi mangsa yang tersangkut dan tidak dapat tertelan ketika ditemukan. Nafsu makan berlebihan sungguh sangat berbahaya! Ternyata, bukan cuma katak yang bisa mengalami hal ini. Alkitab menyampaikan sebuah kisah tragis dari bangsa Israel yang mati konyol karena tidak dapat mengendalikan nafsu rakus mereka yang liar. Kisah tragis ini terjadi di daerah yang diberi nama Kibrot-Taawa. Dikatakan bahwa waktu itu ada orang-orang bajingan yang kemasukan nafsu rakus, hingga mereka berteriak meminta makan daging. Hal ini terjadi karena mereka bosan dengan manna yang tiap hari mereka makan. Akhirnya, Musa datang kepada Tuhan dengan membawa segala keluhan bangsa itu, dan singkat cerita Tuhan mengirimkan burung-burung puyuh dari arah sebelah laut dalam jumlah yang luar biasa besar ke sekeliling perkemahan mereka. Burung-burung itu dihamburkan Tuhan begitu saja, sehingga dapat dengan mudah dikumpulkan orang Israel. Namun, hal mengerikan terjadi ketika orang-orang rakus yang mengeluh itu dengan bernafsunya langsung memakan burung itu. Dan sewaktu daging burung itu sudah di mulut mereka dan belum sempat dikunyah, Tuhan yang sangat murka memukul orang-orang rakus tersebut dengan tulah yang besar sehingga mereka mati dalam kekonyolan mereka sendiri. Kondisi ini seperti katak Amazon bertanduk yang mati karena makanan. Terkadang kita menganggap sepele nafsu makan yang berlebihan. Namun, sadarkah kita bahwa ternyata kerakusan adalah suatu kesalahan di mata Tuhan? Kitab Amsal memberikan nasihat kepada kita untuk mencegah nafsu makan yang berlebihan. Dikatakan, jika nafsu makan kita besar, taruhlah sebuah pisau pada leher kita! Sebagai bukti bahwa rakus adalah hal yang jelek, kita bisa lihat ada berbagai macam penyakit yang dapat timbul karena kerakusan akan makanan. Dan rakus akan makanan biasanya mengarah kepada obesitas yang membawa berbagai penyakit di dalamnya, seperti penyakit jantung ataupun diabetes. Kegemukan juga akan membuat gerakan kita terbatas dan kita akan menjadi malas. Jadi, mari kendalikan nafsu makan kita, sebelum kita dibuat mati karenanya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk dapat mengontrol nafsu makanku yang mungkin terlalu berlebihan, sehingga aku berusaha makan sesuai batas yang normal dan sehat. Amin. (Dod).
Bismillah,1964. INILAH CARA MENGONTROL HAWA NAFSURiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta'ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta'ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah di:YouTube / muhammadnuzuldzikri Audioradio.muhajirproject.com/
Bagi Hening Parlan, ziarah hijau adalah sebuah perjalanan melampaui batas-barang angka dan data statistik. Perjalanan ini bermula dari lumpur konflik agraria dan jelaga hutan yang terbakar di bawah bendera WALHI, sebelum akhirnya menemukan muaranya di pelataran rumah ibadah. Ini bukan sekadar perpindahan ruang gerak, melainkan sebuah eskalasi kesadaran: bahwa membela alam bukan hanya urusan teknis pengelolaan sumber daya, melainkan sebuah ziarah batin untuk menemukan kembali hakikat manusia sebagai penjaga kehidupan. Di titik ini, aktivisme lingkungan berhenti menjadi sekadar protes politik dan mulai menjadi sebuah laku spiritual yang mendalam. Dalam spektrum ini, lahirlah apa yang disebut sebagai Eco-Jihad. Istilah "jihad" yang sering kali disalahpahami sebagai amuk atau pedang, dikembalikan maknanya oleh Hening ke akar yang paling murni: sebuah perjuangan moral yang tak kenal lelah. Eco-Jihad adalah perlawanan terhadap nafsu ekstraktif yang rakus dan pembangunan yang menyingkirkan martabat manusia. Ia adalah jihad melawan ketidakpedulian, sebuah ikhtiar spiritual untuk memastikan bahwa setiap sujud di atas sajadah selaras dengan perlindungan terhadap bumi yang kita pijak. Keimanan, dalam konteks ini, menjadi energi gerak yang menolak kerusakan (fasad) dan memilih jalan keberlanjutan. Pada akhirnya, gerakan lintas agama ini menunjukkan bahwa krisis ekologis adalah krisis peradaban yang membutuhkan daya sosial yang dahsyat. Kita belajar dari tragedi, seperti Tsunami Aceh, bahwa di saat krisis paling kelam, agama hadir sebagai sumber solidaritas yang tak kunjung kering. Ziarah Hijau dan Eco-Jihad mengingatkan kita bahwa merawat bumi adalah perintah iman yang tak bisa ditawar. Tanpa keberanian untuk mengintegrasikan nilai ekologis ke dalam denyut nadi keagamaan, kita hanya akan mewariskan dunia yang retak kepada generasi mendatang—sebuah pengkhianatan terhadap amanah Tuhan yang menitipkan alam ini sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya.
Bismillah,235. AGAMA & AKAL VS HAWA NAFSUTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
PODCAST: Merdeka dari Hawa Nafsu: Perjuangan Seumur Hidup Seorang Muslim - Ustadz Fajar Alfaris Affandy, S.H., M.Pd.__________________Ikuti Semua Media Sosial Kami:Instagram:https://www.instagram.com/surabayamengaji/YouTube:bit.ly/subscribesurabayamengajiFacebook:https://facebook.com/surabayamengajiTelegram:t.me/surabayamengajiWebsite:surabayamengaji.com
Khutbah Jum'at - Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA. hafizhahullahu.Judul : Merdeka Sejati! Lepas dari Kesyirikan & Hawa Nafsu.Sumber : YouTube.
Bismillah,NAFSU ITU JANGAN DIKASIH GIZI(Do Not Nourish Your Desires)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Pendek dari Kajian Wanita No. 221“Allah Ta'ala Tidak Mendzalimi Hamba-Nya”
Khutbah Jum'atMasjid As-sofia, Kota Bogor Tanggal 08 Agustus 2025 / 13 Safar 1147H Khotib: KH. Bubung BurhanuddinTema: KIAT MELAWAN HAWA NAFSUImam: Ust. Ahmad Fathoni, SE. ME.Muadzin: Ust. Ginanjar Natasasmita, ST.LIVE Streaming :-- Youtube LIVE Event https://youtube.com/live/_TMhteYFONo?feature=share-- Youtube: https://youtube.com/@DiMediaTV -- Instagram: @DiMediaTV LIVE Delay : -- Instagram @MasjidAsSofia-- Podcast: Spotify, Apple Podcats: "Dimedia Radio" Masjid As-Sofia, Jl. RE. Martadinata 46-48, Kel. Ciwaringin, Kota Bogor, Phone: 0811 1226 242, IG @MasjidAsSofia Rekening Donasi:BSI 7158 607 195 a.n. Masjid As Sofia (Infaq Kajian & Majelis Ilmu)BSI 7265 516 078 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) BRI 0387-01-111222-30-1 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) Mari beramal jariyah bagi tersebarnya ilmu, dakwah & perjuangan dijalan Allah melalui donasi biaya operasional dan wakaf peralatan LIVE Streaming, via QRIS atau transfer ke Rekening BSI 7149 665 026 an. DiMediaTV. "Di era informasi sekarang ini penting memanfaatkan media untuk dakwah dan menghadapi opini negatif. Kita manfaatkan semua sarana dan prasana untuk menyiarkan Islam dengan baik, dan lakukan klarifikasi atau membantah jika ada fitnah terhadap Islam." (KH Didin Hafidhuddin).#dimediatv #MasjidAssofia #dimedia #dimediaradio #masjidassofiabogor #khutbahjumat #khotbahjumat #khotbahjummuah #khutbah #kajianbogor #infokajianbogor #infokajian #live #livestream #livestreaming #nasehat #nasehatislami #nasehatulama #obs #obsstudio #obsstudiolive #obslivestream #BubungBurhanuddinJadikan Dakwah Sebagai Poros dari Aktifitas kita sehari-hari sebagaimana Rasulallah SAW, oleh sebab itu jadikan video ini sebagai amal jariyah dakwah Anda juga dengan cara "Like, Comment, Save, Subscribe & Share"
Eps 113Edisi awal Ramadhan
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Nafsu, Pembagian Dan Penjelasannya
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Kiat Mengendalikan Hawa Nafsu
Ustadz Sofyan Chalid Ruray, Lc. - Mengikuti Persangkaan Dan Hawa Nafsu
Ustadz Nizar Saad Jabal, Lc., M.Pd. - Antara Hawa Nafsu Dengan Syariat
Bahaya Nafsu Bagi Pemiliknya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 2 Jumadil Awal 1446 H / 4 November 2024 M. Kajian sebelumnya: Perjalanan Nabi Yusuf dari Penjara ke Kerajaan Kajian Tentang Bahaya Nafsu Bagi Pemiliknya Dalam kisah Nabi […] Tulisan Bahaya Nafsu Bagi Pemiliknya ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Lusi Oktavia dan Elisye Pessy dari Paroki Santo Yosef di Keuskupan Denpasar-Bali, Indonesia. Ayub 1: 6-22; Mazmur tg 17: 1-3.6-7; Lukas 9: 46-50 SIM SETAN TIDAK MATI Tema renungan kita pada hari ini ialah: SIM Setan Tidak Mati. Kita semua tahu bahwa Surat Ijin Mengemudi (SIM) mempunyai batas waktu berlaku. Biasanya berdurasi 5 tahun, atau bisa juga 10 tahun. Namun bagi Setan yang tugasnya menggodai dan menjatuhkan manusia ke dalam dosa, SIM untuk dia sebenarnya ialah Surat Ijin Menggoda. Durasi pekerjaan Setan untuk menggodai manusia ialah sepanjang waktu ketika dunia ini masih ada. Pekerjaannya itu ia dapatkan dari kodratnya sebagai penjahat dan sudah mendapat ijin dari Tuhan. Apakah benar Tuhan mengijinkan Setan untuk memperdayai manusia di dunia? Kitab suci, khususnya kitab Ayub yang menjadi bacaan pertama hari ini memberi catatan tentang hal ini. Setan ketika menelusuri dan menjelajah seluruh bumi, ia menemukan bahwa Ayub hidup dalam berkat Tuhan dan mempunyai harta yang begitu banyak. Ayub adalah manusia yang terhormat dan sangat takwa kepada Tuhan. Ia dilindungi oleh Tuhan. Setan lalu melaporkan itu kepada Tuhan, kemudian Tuhan memberikan dia ijin untuk mengganggu dan merusak semua yang dimiliki oleh Ayub, namun tidak boleh mencelakakan pribadi Ayub. Ketika pada kenyataannya semua harta milik Ayub memang dihancurkan dan hilang, Ayub hanya berpasrah kepada Tuhan. Hidupnya hanya ada di tangan Tuhan. Ia lahir telanjang dari kandungan ibunya, ia juga telanjang untuk kembali ke dalamnya. Ia percaya bahwa Tuhanlah yang memberi, Tuhan jugalah yang mengambilnya. Jadi pengalaman Ayub ini memberikan kita satu peringatan bahwa meski Setan tetap saja dan terus-menerus mengganggu kita untuk mengambil apa saja yang kita miliki, ia tidak boleh dibiarkan untuk menghancurkan iman kita. Ia tidak boleh diberi peluang untuk membawa kita jauh dari Tuhan yang sangat mencintai kita. Tuhan mengijinkan Setan untuk menguasai semua yang melekat di dalam dunia, karena semua itu adalah bagian dari urusan dan perhatian Setan. Sedangkan jiwa manusia dan masa depannya untuk bersatu dengan Allah yang mahatinggi adalah miliki Tuhan Allah. Tuhan sendiri tidak menghendaki agar kita atau umat kesayangan-Nya tidak ada satu pun yang hilang. Ia mengijinkan kita untuk hidup sementara waktu di dalam dunia namun bukan untuk hilang atau lenyap dimangsa oleh Setan dan kelompoknya, tetapi untuk kembali ke dalam pangkuan dan pelukan kasih-Nya di dalam Kerajaan Surga. Setan tetap bekerja dan SIM-nya itu tidak mati. Tuhan tidak memerintah Setan untuk berhenti. Manusia juga tidak punya kekuatan untuk menghentikan Setan dalam bekerja. Di dalam bacaan Injil hari ini, ditunjukkan bahwa kecenderungan manusia untuk mencari jabatan, posisi atau kedudukan yang tinggi, dapat menjadi pintu masuk bagi Setan untuk menghancurkan kehidupan manusia sendiri. Nafsu ini tidak lain adalah hanya untuk memuaskan kepentingan diri sendiri dan bukan untuk mendatangkan kebaikan dan keselamatan jiwa manusia. Biarlah Setan menghancurkan nafsu duniawi ini. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, kuatkanlah kami dalam iman, harap dan kasih sehingga kami mampu mengalahkan godaan Iblis yang hendak menjatuhkan kami ke dalam dosa. Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu ... Dalam nama Bapa ...
Bismillah, 1518. KENIKMATAN AKAL SEHAT VS HAWA NAFSU Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika Mengungkapkannya Hadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu Dari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه . "Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih) === Simak Kajian Lengkapnya1518. KENIKMATAN AKAL SEHAT VS HAWA NAFSUdi Youtube Channel “Muhammad Nuzul Dzikri”
Anda ingin tanya soalan secara live kepada Aiman Azlan melalui telefon? Anda hanya perlukan smartphone dan internet sahaja. Layari aimanazlan.com dan klik butang "Live On Air" semasa Taaruf Talk Live Podcast sedang berlangsung. Taaruf Talk Live Podcast bersiaran setiap Isnin hingga Jumaat, jam 5 hingga 6 petang. Jika anda ingin sokong usaha saya di Youtube, saya jemput anda menjadi Supporter (RM10/bulan): https://www.youtube.com/aimanazlan90/join Dapatkan buku "Sekufu" di sini: https://bit.ly/aa-sekufu Dapatkan buku "Berdua (Masih) Lebih Baik" di sini: https://bit.ly/aa-berdua Inginkan ilmu pra-perkahwinan? https://www.akademijodoh.com
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 April 2024 Bacaan: "Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu. Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!" (Amsal 23:1-2) Renungan: Katak Amazon betina ukurannya lebih besar dari yang jantan, namun warna kulitnya tidak secerah yang jantan. Namun, yang jauh lebih menarik untuk dibahas dari hewan ini adalah nafsu makannya yang luar biasa besar! Katak ini sangat gemuk dan merupakan katak paling rakus di antara katak-katak jenis lainnya. Sangat sering katak ini ditemukan dalam keadaan mati sewaktu berusaha mencoba menelan mangsa mereka yang terlalu besar, sehingga mulut mereka masih berisi mangsa yang tersangkut dan tidak dapat tertelan ketika ditemukan. Nafsu makan berlebihan sungguh sangat berbahaya! Ternyata, bukan cuma katak yang bisa mengalami hal ini. Alkitab menyampaikan sebuah kisah tragis dari bangsa Israel yang mati konyol karena tidak dapat mengendalikan nafsu rakus mereka yang liar. Kisah tragis ini terjadi di daerah yang diberi nama Kibrot-Taawa. Dikatakan bahwa waktu itu ada orang-orang bajingan yang kemasukan nafsu rakus, hingga mereka berteriak meminta makan daging. Hal ini terjadi karena mereka bosan dengan manna yang tiap hari mereka makan. Akhirnya, Musa datang kepada Tuhan dengan membawa segala keluhan bangsa itu, dan singkat cerita Tuhan mengirimkan burung-burung puyuh dari arah sebelah laut dalam jumlah yang luar biasa besar ke sekeliling perkemahan mereka. Burung-burung itu dihamburkan Tuhan begitu saja, sehingga dapat dengan mudah dikumpulkan orang Israel. Namun, hal mengerikan terjadi ketika orang-orang rakus yang mengeluh itu dengan bernafsunya langsung memakan burung itu. Dan sewaktu daging burung itu sudah di mulut mereka dan belum sempat dikunyah, Tuhan yang sangat murka memukul orang-orang rakus tersebut dengan tulah yang besar sehingga mereka mati dalam kekonyolan mereka sendiri. Kondisi ini seperti katak Amazon bertanduk yang mati karena makanan. Terkadang kita menganggap sepele nafsu makan yang berlebihan. Namun, sadarkah kita bahwa ternyata kerakusan adalah suatu kesalahan di mata Tuhan? Kitab Amsal memberikan nasihat kepada kita untuk mencegah nafsu makan yang berlebihan. Dikatakan, jika nafsu makan kita besar, taruhlah sebuah pisau pada leher kita! Sebagai bukti bahwa rakus adalah hal yang jelek, kita bisa lihat ada berbagai macam penyakit yang dapat timbul karena kerakusan akan makanan. Dan rakus akan makanan biasanya mengarah kepada obesitas yang membawa berbagai penyakit di dalamnya, seperti penyakit jantung ataupun diabetes. Kegemukan juga akan membuat gerakan kita terbatas dan kita akan menjadi malas. Jadi, mari kendalikan nafsu makan kita, sebelum kita dibuat mati karenanya! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, bantulah aku untuk dapat mengontrol nafsu makanku yang mungkin terlalu berlebihan, sehingga aku makan sesuai batas yang normal agar tidak menjadi penyakit dalam tubuhku. Amin. (Dod).
Bismillah, 1319. HAWA NAFSU VS ILMU Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik QS. Al-Kahfi: 60-66 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا 60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”. فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا 61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu. فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا 62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”. قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا 63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”. قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا 64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا 65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا 66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” === Ikuti Kajian Serial Riyaadhush Shaalihiin, insya Allah bersama:
Bismillah, 1321. SEKILAS TENTANG NAFSU Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik Tanya Jawab === Saksikan Hasil RekamanKajian Rutin Serial Riyaadhush Shaalihiin insyaa Allah bersama:
Hari kedua berpuasa di Kampung Thamrin mempertemukan Ical dengan orang yang ia sukai sejak dulu, Ismi. Saat ingin mencoba kembali mendekati Ismi, Ical malah mendapatkan masalah. Bagaimana penyelesaiannya? Dengarkan di sini...
“Saperangan wong ora latihan ngendhaleni nafsu, nanging manjaake selera iku kanthi ngorbanake kesehatan” - ”Gusti Allah ora mung nyawisake kauntungan kadonyan, nanging wis nyawisake kamakmuran langgeng“
Episode kali PutCast mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat latar belakang, pemikiran, dan aktivitas sehari-hari sosok Kiai Marzuqi Mustamar. Dari soal pesantren, ajaran-ajaran Islam, keorganisasian NU, serta keterlibatannya dalam menyerukan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
email buat curhat: temandayatpiliang@gmail.com
Kajian Tasawuf
Al-Ustadz Muhammad Rijal Lc hafizhahullah
Kita disuruh mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kalahkan hawa nafsu. --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/issakalif-m/message
Wigand Sugandi - Matius 6:11 (TB) Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Kepercayaan, perlu waktu lama untuk membangunnya. Namun hanya butuh sebentar saja untuk meruntuhkannya. Hati-hati bila sudah berada di atas. Jalannya licin, curam dan penuh tipu daya. sebab banyak yang menginginkannya, termasuk kita. Hanya pengendalian dirilah remnya. Tahu batas, tahu diri dan tahu malu. Nafsu tak akan pernah usai, tak akan pernah puas. Ia terus merongrong sampai akhirnya kita sendiri diperdaya dan dipermalukan. --- Send in a voice message: https://podcasters.spotify.com/pod/show/sherly-grezia/message
══ AUDIO KAJIAN ══ Kajian Islam Ilmiah Masjid Ali Bin Abi Thalib Kota Tegal - Jawa Tengah
Khutbah Jum'at - Ustadz Abu Usamah Syamsul Hadi Lc. Judul : Mengikuti Hawa Nafsu. Podcast Khutbah Jum'at. Sumber : Youtube.
Yakobus 41 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
Kajian Tasawuf
Kajian Tasawuf
Kajian Tasawuf
Ps. Wigand Sugandi - "Berilah kami, pada hari ini, makanan kami yang secukupnya" Matius 6:11
Ustadz Abu Haidar As-Sundawy - Menolak Ajakan Hawa Nafsu
Kajian Syarah Hikam
Kuliah Tafsir Nurul Ihsan Jilid 4 yang berlangsung di Masjid At-taqwa, Taman Brown, Pulau Pinang pada 19hb Jun 2023. ~ Generasi yang tak sempat jumpa Nabi ~ Dalam badan ada seketul daging yang menentukan baik jahatnya seseorang manusia ~ Hati komponen yang cukup penting ~ Umur makin tua, tapi hati tidak tua ~ Hati orang tua, sentiasa muda dalam dua perkara ~ Duit adalah "pelingkup paling besar" ~ Ada duit, setiap tahun boleh pi haji ~ Umur 40 keatas baru orang arab panggil Sheikh ~ Kena scam sebab nak perbanyak duit ~ Orang gunakan gambar ustaz untuk promosi skim cepat kaya ~ Doa yang Nabi sentiasa ulang setiap hari ~ Ringkasan kisah Isteri Nabi yang digelarkan Ummu Salamah ~ Kenapa Isteri Nabi digelarkan Ummul Mukminin? ~ Hati manusia boleh u-turn (dulu benci, akhirnya jadi menantu) ~ Apa pentingnya doa yang Nabi tak pernah tinggal? ~ Hati manusia dicelah "jari tuhan" ~ Allah tidak zalim kepada manusia - Allah akan tentukan sesuai dengan kehendak kita ~ Nabi suruh minta perlindungan dari empat perkara ~ Mengaji pilih tok guru silap - tak bawa ke syurga ~ Hati yang tidak fokus kepada Allah ~ Musibah doa yang Allah tak dengar ~ Nafsu yang tak pernah puas - umpama minum air laut ~ Ahli syurga yang punya hati yang baik ~ Menipu untuk "jadi spy" ~ Mangkaq tak mampu solat malam ~ Cara nak kenal seseorang, musafir bersama ~ Perkara yang tak ramai mampu buat - tak mengata buruk kepada orang lain ~ KFC tak pernah kata tak elok kat McD ~ Kita tak perlu jatuhkan orang untuk memuliakan kita ~ Ustaz Shamsuri baca kitab 25 minit saja -- TAFSIR NURUL IHSAN JILID 4 MUKA SURAT 224 -- ~ Tafsir Surah Noh ~ Ustaz suka tengok respon orang semasa mengajar ~ Tak boleh mengajar depan para pelena ~ Zaman dulu seseorang buat aktiviti luar biasa tepi pantai ~ Ajaran takut dengan jemaah tabligh ~ Cara Nabi berdakwah yang pelbagai ~ Dakwah Roma Irama dari Indonesia ~ Followers Nabi cuma 40 orang semasa awal-awal dakwah ~ Harga yang Nabi kena bayar bila sampaikan dakwah secara terbuka ~ Sahabat yang kena panggang umpama kambing grill ~ Dakwah Nabi berjaya salah satunya kerana akhlak ~ Nabi tak pernah menghina orang ~ Masalah "kuat mengaji" tapi panas baran ~ Antara makanan kegemaran Nabi ~ Tafsir Hadis cara susah sampai rasa ketat dada ~ Nabi layan "orang jahat" dengan elok ~ Islam ajar supaya bagi harapan kat "budak nakal" ~ Bagi ruang dan peluang untuk orang berubah jadi baik ~ Pentingnya minta ampun dosa ~ Tak ada masa bercakap benda tak elok kalau sentiasa beristigfar ~ Nabi pesan supaya minta ampun kepada orang yang dah mati ~ Jangan ikut kristian yang mengaku dosa depan paderi ~ Dalil istigfar boleh memurahkan rezeki dan dapat anak ~ Rezeki terhalang akibat dosa yang banyak ~ Bila empangan kering sebab kemarau, kena banyakkan beristigfar SETERUSNYA ~ Hukum Mazhab Syafie jika berlaku keguguran sebelum janin berusia 4 bulan ~ Susunan pancaindera bayi baru lahir menurut Quran ~ Masuk Islam sebab kajian saintifik terhadap kebenaran Quran ~ Kejadian dipintu-pintu langit semasa israk mikraj ~ Keluasan Baitul Makmur dan tawaf para malaikat ~ Ghaplah fikir pasal malaikat maut --- Bantu Projek Zonkuliah Dengan Menyumbang Ke Akaun Berikut : ➢ https://toyyibpay.com/zonkuliah ➢ MAYBANK (Produksi Zonkita) - 557250054584 ➢ PAYPAL - paypal.me/DanaZK
Kajian Hikam
Puasa di era sekarang bertepatan dengan krisis iklim yang semakin terlihat efeknya. Kalo kata Shofwan, kita berada dalam era Ramadan di Antroposen. Dalam prosesnya, kita harus sadar ada di predikat manakah puasa kita; masih syariat atau sudah ma'rifat? Kultum dari Shofwan bakal nemenin bulan puasa kalian kali ini! Episode ini disadur dari kultum Shofwan di acara buka bersama Departemen HI UI Temui kami di: Instagram: @kontekstualcom Twitter: @kontekstualcom YouTube: Kontekstual Kunjungi kontekstual.com untuk berita HI paling aktual!
Mimisan merupakan dimana terjadi pendarahan di dalam rongga hidung, dan darah segar keluar lewat hidung. // Nafsu makan yang berlebihan itu akan menjadi penyakit di dalam tubuh, dan membawa kematian yang sangat mengerikan.
Ps. Dieter Nicolas - Menang Atas Hawa Nafsu
Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
Manusia untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya harus terlebih dahulu mengenal dirinya sendiri, mengenal potensi di dalam dirinya dan juga mengenal siapa musuh yang dapat menghalanginya untuk mencapai kebaikan. Musuh manusia yang terbesar ada nafsu dan setan, keduanya dapat saling bekerjasama untuk menggagalkan manusia menuju ketaatan. Lalu bagaimana cara untuk mengalahkannya? Apakah semua nafsu di dalam diri manusia selalu menjadi musuh? ____________________________ Podcast episode ini merupakan hasil rekaman pada September 2013, berasal dari kajian yang diselenggarakan setiap Ahad awal bulan di kediaman M. Quraish Shihab, sehingga harap difahami jika terdapat konteks kajian yang berbeda dengan waktu sekarang. ____________________________ Follow: https://instagram.com/quraish.shihab https://twitter.com/quraishihab Subscribe YouTube Quraish Shihab Channel: http://www.youtube.com/c/QuraishShihabMuhammad Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab: https://store.lenterahati.com/id/281-mqs-corner
Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) Verse Quran about Heart, Intellect and Lust (Ayat Alquran tentang Hati, Pikiran dan Nafsu ) --- Support this podcast: https://anchor.fm/rozi-irfan-rosyadhi/support