POPULARITY
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Genua dari Paroki St. Martinus Roworeke di Keuskupan Agung Ende, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 85: 2-4.5-6.7-8; Matius 12: 49-50.TONGKAT KUASA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tongkat Kuasa Tuhan. Tradisi dalambanyak budaya politik menjadikan tongkat sebagai simbol kekuasaan. Kitamengingat Musa memakai tongkat untuk menampilkan kuasa Allah yang bekerja dalamdirinya untuk memimpin bangsa dan umat Allah. Para raja dan presidennegara-negara juga memakai tongkat dengan makna simbolik kekuasaan yang merekamiliki. Di dalam Gereja, tongkat uskup juga memiliki makna serupa. Tongkat yang terbuat dari bahan entah kayu entah logam sangat melekatdengan kekuasaan atau otoritas orang yang memakainya. Bahkan rotan ataupotongan kayu lurus yang dipakai bapak atau ibu di rumah cukup memberikanpemahaman bahwa jika anak-anak melanggar aturan hukumannya ialah pukulan dengankayu itu. Dalam semua pemandangan dengan tongkat ini, kita dapat mengerti lebihlanjut mengapa Tuhan selalu mengungkapkan di dalam kitab suci kuasa-Nya yangdisimbolkan dengan tongkat. Ia berkata dalam nubuat Mikha dalam bacaan pertama hari ini bahwa Iamenggembalakan umat-Nya dengan tongkat-Nya. Yesus sang gembala yang baik jugamenjalankan tugas penggembalaan itu dengan memakai tongkat imam agung, yanghingga saat ini disimbolkan pada Paus dan para uskup. Dengan tongkat itu,tugas-tugas sebagai pemimpin dan gembala memiliki legitimasi dan kekuatan untukmendapatkan ketaatan atau kepatuhan dari orang-orang yang dipimpin. Tongkat kuasa Tuhan, memiliki fungsi untuk suatu pemurnian dan pembebasanmanusia dari kuasa kegelapan dan dosa. Setan dan penguasa kegelapan ketikaberhadapan dengan kuasa Allah yang dilambangkan dengan tongkat, ia menjadiketakutan. Itu terbukti dalam setiap tindakan Yesus yang selalu hadir melaluikata-kata dan hardikan, yang langsung membuat para setan menjadi takut danmemohon untuk tidak disiksa. Berkat tongkat kuasa Tuhan itu, segala dosa kitadapat dicampakkan ke dalam dasar laut, demikian kata nabi Mikha. Jadi kita mesti memandang tongkat saat ditunjukkan kepada kita apakah dalamposisi dipegang, dijadikan penopang pada saat berdiri, atau saat menunjukkandan menegaskan sesuatu dalam suatu proses pengajaran. Yesus menunjuk dengansegala kuasa yang ada pada-Nya, ketika Ia mengajarkan bahwa para murid danrasul sesungguhnya adalah ibu-Nya, dan saudara-saudara-Nya. Penegasan ituberisi suatu ajaran yang penuh kewibawaan dan prinsip. Ajaran itu ialah bahwamelaksanakan kehendak Allah merupakan tugas utama setiap pengikut Kristus.Tongkat kuasa Yesus itu sampai detik ini berada pada tangan Paus dan Uskup ditempat kita masing-masing. Kita harus mendengar dan mengikuti Bapa Suci danUskup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kesetiaan dan ketaatan kami kepada Gerejasenantiasa kuat dan bertahan, khususnya melalui ketaatan kami kepada Bapa Sucidan Uskup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 6: 1-4.6-8; Mazmur tg 50: 5-6.8-9.16bc.17.21.23; Matius 12: 38-42.KETIDAKSETIAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketidaksetiaan. Ada seorang lelakimendapat tugas dari perusahaan untuk bekerja jauh dari rumah dan di luar kotaselama tiga sampai enam bulan. Selama waktu tersebut ia tidak kembali ke rumahdan keluarganya. Komunikasi dengan sang istri dan anak-anaknya tetap dilakukanmelalui pesan-pesan singkat online dan telepon video. Pada saat ia kembali ke rumah setelah tugas tersebut, hampir semua keadaandi rumah normal dan baik, kecuali dua anjing kesayangannya yang sudah tidakakrab lagi dengannya. Kedua anjing sangat tidak menghiraukannya, meskipun iaingin bermain-main dengan mereka. Anak bungsunya yang berusia delapan tahunberkata kepadanya: "Masalahnya Bapak sudah lama tidak dekat dan bermaindengan mereka, maka mereka menjadi asing dengan Bapak." Banyak faktor di dalam hidup kita yang menjadi penyebab sikap tidak setiadi antara kita, dan salah satunya ialah orang-orang tidak dekat satu sama lain,tidak berkomunikasi, tidak ada berita dan tidak ada jalinan perhatian di antaramereka. Hal ini juga terjadi antara manusia dengan Tuhan Allah. Ada sejarahpanjang dan banyak tentang manusia yang tidak setia dengan Tuhan yang berakibatpada hukuman dijatuhkan kepada mereka yang tidak setia. Tuhan Yesus diutus Bapake dalam dunia untuk mengembalikan mereka kepada kesetiaan dan iman yang benar.Umat beriman, dan khususnya Israel diharapkan sebagai yang pertama memperbaikihubungan yang telah rusak ini. Tetapi mereka malah tidak mau mengenal dan mengakui Yesus. Mereka memintatanda-tanda yang menurut mereka harus membuat mereka percaya. Ini yang membuatYesus melawan mereka dengan tegas. Mereka dengan terang-terangan melawan Tuhandengan menolak dan tidak mengakui bahwa Yesus adalah wujud Allah sendiri yangmereka percaya. Ini adalah dosa ketidaksetiaan yang amat besar. Mereka lebihmemilih materi, uang, posisi, kenikmatan daging, status sosial, ketenaran, laluTuhan dilupakan. Menurut Yesus sendiri, dosa ini adalah dosa melawan Roh Kudus,dan tidak dapat diampuni. Godaan untuk menyangkal Tuhan dengan menjadikannya bukan utama danprioritas di dalam hidup kita sungguh sangat besar. Pada umumnya ada tigagodaan besar yang mengancam kita setiap saat dan di mana saja, yaitu harta,kekuasaan dan nafsu kedagingan. Nubuatnabi Mikha mengatakan bahwa kita perlu tulus tentang diri kita: apakah kitadapat mengalahkan godaan itu atau sebaliknya kita yang selalu dikalahkanolehnya, karena dunia di sekeliling kita menjadi saksinya. Kalau kita tetapbersama Tuhan dan memberikan diri untuk dibimbing Roh Kudus, kita yangmengalahkan godaan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan maha kuasa, semoga Roh-Mu membantu kami untuksenantiasa setia di jalan Putra-Mu Yesus Kristus, dan jauhkanlah kami darisegala godaan yang menyebabkan kami semakin jauh dari jalan-Mu. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Eduardus Bala, Yuliana dan Wiliam Aleksander Nopan dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Tanjung Isui di Keuskupan Agung Samarinda, Indonesia. Kebijaksanaan 12: 13.16-19; Mazmur tg 86: 5-6.9-10.15-16a; Roma 8: 26-27; Matius 13: 24-30.MUSUH MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-16 ini ialah: Musuh MemberikanKita Kesempatan. Seorang siswa SMA mendapatkan pujian dan hadiah dari orangtuanya karena mendapatkan nilai-nilai rapor yang bagus. Padahal semua di dalamkeluarga masih mengingat, bahwa nilai prestasinya di waktu permulaan sekolahjauh dari harapan. Ia bahkan memiliki sejumlah nilai merah. Mengapa ia berubah begitu cepat dengan prestasinya itu setelah naik kelasdua dan kelas tiga? Apakah ia bermain curang pada waktu ujian demi mendapatkannilai-nilai yang memuaskan? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang selaluditujukan kepadanya. Kepada semua yang bertanya, siswa tersebut menjawab dengansangat bijaksana, katanya: "Setiap temanku mendapat nilai lebih baik daripada aku, aku selalu tertantang untuk menjadi seperti dia, bahkan harusmelebihi dia." Ia tetap mengikuti prinsip itu selama belajar di SMA. Pengalaman si remaja itu merupakan sebuah contoh kompetisi yang sehat. Adajuga kompetisi atau perlawanan yang tidak sehat, yang melalui cara yang tidakbaik dan dengan tujuan yang tidak baik pula. Di dalam setiap kompetisi,masing-masing pihak yang bersaing menganggap lawannya sebagai musuh. Ada musuhyang menjadi teman persaingan atau perjuangan, sehingga kita dapat dibantuuntuk meraih kemajuan dan kesuksesan. Musuh dalam kualitas seperti ini adalahmusuh yang baik, yang memberikan kita kesempatan untuk menjadi lebih baik. Tetapi ada musuh yang menjadi lawan mematikan, yang karena didasari olehkebencian, marah dan iri hati, sehingga kita tidak mendapatkan bantuan untukmaju, tetapi sebaliknya kerugian dan bahkan kebinasaan. Secara kodrati danmengikuti akal sehat, kita ingin memiliki musuh yang baik. Tuhan sendiritermasuk dalam kategori musuh kita yang baik. Kita adalah orang-orang yangberdosa. Setiap menyadari diri sebagai orang berdosa, kita harus dapat melihatTuhan sebagai musuh kita yang baik, yang sabar terhadap kita dan menyediakansegala kesempatan supaya kita dapat bertobat dan kembali kepada-Nya. Perumpamaan tentang hidup berdampingan antara penabur benih dan musuhnyayaitu penabur lalang, kemudian antara benih yang tumbuh bersama dengan musuhnyalalang, sangat jelas mengajarkan kita tentang peran musuh yang membantu kita didalam hidup ini. Anggota keluarga sendiri, teman atau orang yang tidak kitakenal dapat menjadi musuh-musuh kita yang baik. Bahkan jika kita memang tidakdapat menghindari adanya musuh yang tidak baik atau yang mematikan, inimerupakan juga pengalaman Tuhan Yesus sendiri dan para martir yang sudahmendahului kita. Musuh yang demikian membuka kesempatan bagi kita untuk meminumpiala penderitaan seperti Yesus Kristus. Dalam hal ini, kita sepantasnyabersyukur dan mendoakan musuh-musuh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami sehingga kami dapat hidup dalamkebenaran dan kebijaksanaan-Mu. Semoga kami menjadi sesama yang baik bagiorang-orang di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 2: 1-5; Mazmur tg 10: 1-2.3-4.7-8.14; Matius 12: 14-21.TUHAN SEDANG TIDAK BERSEMBUNYI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Sedang Tidak Bersembunyi.Tahun ajaran untuk sekolah-sekolah sampai tingkat menengah baru saja dimulaidalam minggu ini. Pada umumnya kegiatan belajar-mengajar berlangsung di tengahmusim panas dan kering yang dapat memberi dampak kurang baik dalam kegiatan paramurid dan guru di sekolah. Hawa yang panas mereka rasakan baik di dalam ruangankelas maupun di luar dan terlebih-lebih saat mereka bermain di lapangan. Di desa-desa pelosok, para murid berjalan kaki setiap hari dari rumah dansekolah. Mereka ditimpah panas terik dan bermandi debu di sepanjang jalan. Tidakjarang mereka sakit karena cuaca yang panas dan kering itu. Ada seorang siswaSMP menulis di halaman media sosialnya, berupa tantangan yang ditujukan kepadaTuhan. Ia berkata begini: "Ini adalah ancaman yang serius terhadapkehidupan. Tuhan sepertinya sedang sembunyi dan tidak berada di dekat kitauntuk menolong kita." Ungkapan hati siswa ini mewakili perasaan susah, kuatir, kurang sabar danpesimis banyak orang di dalam dunia saat ini. Perasaan-perasaan ini merupakansesuatu yang wajar bagi kita manusia dan tidak ada salahnya kalau kitamenyampaikan keluhan atau desakan kepada Tuhan untuk membantu kita. Peristiwayang dikisahkan di dalam Injil tentang Yesus meredakan angin topan dangelombang ganas yang hampir membinasakan para murid-Nya, sangat jelasmemberikan kita keyakinan bahwa Tuhan tidak diam atau bersembunyi. Injil kita pada hari ini juga menggambarkan bagaimana Yesus memilihmenghindar dan bersembunyi, pada saat ancaman musuh dan kejahatan ada di depanmata. Ada persekongkolan yang merancang kejahatan atas diri Yesus dan seluruhkarya-Nya, tetapi Yesus menyingkirkan diri. Jika seorang pimpinan atau kepalamemilih untuk meninggalkan tanggung jawabnya, maka kita dapat memahaminya bahwapekerjaan, perjuangan atau tugasnya gagal. Sekiranya hidup kita di dunia ini hanya memusatkan perhatian kepadakekerasan, kejahatan dan ancaman musuh, kita adalah makhluk yang hidup dalamketakutan dan dunia ini adalah seperti rimba raya yang mengerikan. Tuhan memangdipandang atau dipahami berdiam dan bersembunyi, tetapi Ia sesungguhnya berdiamdi dalam hati kita. Ia mengisi ruang-ruang pemahaman dan keyakinan iman kita.Ia bekerja sebagai Roh Kudus yang tak kelihatan, tetapi menyediakan segalasesuatu baik sebagai kata maupun tindakan, sehingga kita menjadi mampu untukmenghadapi musuh-musuh. Hidup kita sebenarnya tetap berpusat pada kerajaan Allah dan jalan yangkita lalui ialah jalan Yesus Kristus. Jika sampai detik ini kita dapatmenikmati hidup di tengah suasana yang tidak baik dengan suatu cara penyesuaiandiri untuk kenyataan hidup yang baru, ini merupakan jalan yang diberikan Tuhankepada kita. Ia sesungguhnya berada bersama kita dan membimbing hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, di dalam tanganmu kami menaruh segala harapan dannasib hidup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Keneka Muli dan Mateus Nong Mus dari Paroki Harapan Indah Bekasi, Gereja Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Jakarta. Yesaya 38: 1-6.21-22.7-8; Mazmur tg: Yes 38: 10.11.12abc.16; Matius 12: 1-8.ANTARA BELAS KASIH DAN PERSEMBAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Antara Belas Kasih dan Persembahan.Ada banyak umat Katolik sudah tidak lagi melakukan pengakuan dosa. Hal initerwakili oleh seorang pemuda yang berbicara dengan pastor parokinya, bahwa iasendiri dan teman-teman tidak menganggap penting untuk melakukan pengakuan dosakepada seorang imam Katolik. Pemuda itu memberikan alasannya, bahwa pengakuandosa langsung kepada Tuhan sudah cukup dan terjamin aman. Pengakuan dosamelalui imam justru tidak masuk di akalnya. Pengakuan dosa merupakan suatu perbuatan yang bukan sekedar berdoa kepadaTuhan untuk menyampaikan dosa-dosa dan meminta pengampunan, tetapi yang menjadiintinya ialah terjadi rekonsiliasi dan pertobatan. Doa mohon pengampunan itubukan sebuah sakramen tobat. Doa ini sama dengan semua jenis persembahan yangkita lakukan, yaitu memberikan sesuatu sebagai bukti iman dan kasih kita kepadaTuhan. Ini sama dengan memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi untukmenghormati dan menyenangkannya. Persembahan itu semata-mata perbuatan manusia, maka sangat bergantung padakehendak bebas, pilihan atau selera masing-masing orang. Sering persembahan itudiatur atau dilembagakan demi memenuhi keinginan pihak penguasa atau parapemimpin, maka dibuatlah aturannya. Ada jumlah yang mesti dipenuhi, misalnyaderma harus sepersepuluh dari penghasilan. Korban bakaran dan sembelihan harusberjumlah sekian dan kondisi hewan persembahan itu cacat atau tidak dansebagainya. Tuhan Yesus Kristus menggantikan semuanya itu dengan persembahan diri-Nyasendiri. Yang dibuat oleh Tuhan ini adalah perbuatan Tuhan bagi kita manusia,yang bukan sebagai persembahan tetapi sebagai belas kasih. Tuhan mengasihi kitadengan mengorbankan diri-Nya. Bapa Allah berbelas kasih dan sangat menyayangikita manusia maka Ia memberikan Anak-Nya sendiri bagi kita. Perbuatan Yesusdalam berbelas kasih ialah menolong dan menyelamatkan kita manusia dari segalabentuk perbudakan dosa, kejahatan dan kematian. Belas kasih dari Tuhan dan kewajiban kita untuk melakukannya, merupakansebuah ibadat yang melebihi hari sabat dan persembahan lainnya ketika nasibhidup manusia sangat menuntut untuk diperhatikan. Inilah yang ingin Yesusperbaiki, ketika belas kasih diremehkan atau bahkan ditiadakan, sementarapersembahan dan hari sabat dipatuhi secara berlebihan. Bagi kita umat beriman,persembahan dan ibadat tidak perlu dihilangkan dari hidup kita, artinya kitatetap memerlukannya. Tetapi pada saat belas kasih itu diperlukan, kita tidakboleh menggantikannya dengan sekedar mempersembahkan doa-doa kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Kuatkanlah dan penuhilah kami dengan kuasa-Mu ya Allah,supaya kami dapat memberikan yang sesungguhnya sebagai belas kasih dan sebagai persembahan di dalam penghayatan iman kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 26: 7-9.12.16-19; Mazmur tg 102: 13-14ab.15.16-18.19-21; Matius 11: 28-30.MENGENALI TUHAN DENGAN NAMA-NYA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengenali Tuhan Dengan Nama-Nya.Ada seorang bocah berusia sepuluh tahun bernama Bastian, menulis surat kepadaTuhan. Ia sudah banyak kali berdoa dengan lisan untuk menanyakan apa sebenarnyanama Tuhan, seperti dirinya yang bernama Bastian. Karena tidak menemukanjawaban, maka ia menulis surat itu. Isi surat itu adalah seperti ini:"Tuhan Allah, seperti Putra-Mu yang bernama Yesus Kristus, sebenarnyaTuhan sendiri bernama apa?" Ia menaruh surat itu di kaki salib di dalamgereja. Pastor paroki menemukan surat itu pada suatu pagi. Diambilnya surat itu dania menulis di bawah tulisan Bastian, bunyinya ialah: "Nama Tuhan Allahialah 'AKU'. Ini memang bukan jawaban langsung dari Tuhan, tetapi pastor parokimemberikan jawaban yang sesungguhnya, seperti yang dikatakan di dalam kitabKejadian. Kemudian pada saat Bastian dan keluarganya datang ke gereja, si bocahmengambil suratnya dan menemukan jawaban yang sedang ia tunggu. Allah menyebut nama-Nya “AKU” berarti bahwa Ia sempurna, total dan abadi. Untuk nama “AKU” tersebut, hanya Tuhan yang bisa menegaskan demikian karenaIa maha esa dan maha kuasa. Dengan keunggulan-Nya seperti ini, nabi Musa didalam perjanjian lama dan kita semua pada saat ini diberkati dengan keunggulanyang istimewa ini. Tuhan tidak mementingkan diri-Nya sendiri, tetapi Iasenantiasa berbagi dengan kita, khususnya melibatkan diri-Nya dengan kita dankita dengan Dia, melalui Yesus Kristus. Kita diharapkan untuk membawa keunggulan Ilahi tersebut untuk menghadapimusuh-musuh yang jahat dan yang melawan kehendak Allah, bahkan sampaimengalahkan musuh-musuh itu. Jika kita hanya memakai kekuatan dan ego kitasendiri sebagai manusia, kita pasti sangat lemah ketika berhadapan dengankompleksitas pekerjaan, aneka tantangan atau ancaman musuh-musuh. Namun denganmemakai identitas "Aku" dari Tuhan Allah, kita akan selalu dimampukanoleh Dia dan kita dapat berhasil melewati semua ancaman dan kesulitan. Yesus Kristus menegaskan hal ini ketika Ia selalu berkata: Aku berkatakepadamu. Yesus menyatakan nama Allah sendiri dalam bersabda dan berbuat. Yesustak pernah menyebut dirinya sendiri, seperti: "Yesus berkatakepadamu". Penegasan “Aku” untuk diri-Nya ini, juga berarti hendak membawasemua orang yang mendengar dan percaya, datang kepada-Nya, tinggal bersama-Nyadan menghayati cara hidup-Nya. Pada hari ini Yesus mengajak kita untuk datangkepada-Nya untuk menimba kekayaan belas kasih-Nya. “Datanglah kepada-Ku, karenaAku lemah lembut dan rendah hati.” Marilah kita selalu percaya dan mengandalkannama Tuhan sebagai AKU. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah maha baik, terima kasih berlimpah karena telahmenunjukkan kepada kami diri-Mu sebagai pribadi, semoga kami selalumengandalkan ke-esa-an dan kekuasaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 10: 5-7.13-16; Mazmur tg 94: 5-10.14-15; Matius 11: 25-27.MENGENALI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengenali Tuhan. Yuvita, muridkelas dua SD baru seminggu masuksekolah. Di dalam pelajaran agama, mereka diajarkan berdoa “Bapa Kami” dandoa-doa umum lainnya. Murid-murid diminta gurunya untuk mencatat rumusan doaBapa Kami. Tetapi Yuvita hanya menuliskan judul doa “Bapa Kami”, lalu dibawahnya ia menggambar wajah seorang lelaki: rambut agak tebal dan keriting,berkumis dan jenggot tipis. Ibu guru kemudian bertanya mengapa Yuvita menggambar wajah itu. Murid itumenjawab: "Doa Bapa Kami sudah aku hafal, padahal aku mau sesuatu yanglebih, yaitu wajah Bapa Allah. Karena aku tak tahu wajah Tuhan Allah, aku lebihbaik gambar wajah bapakku di rumah. Kan dia juga baik seperti TuhanAllah". Yuvita mewakili kita semua orang beriman yang ingin mengenali Tuhan Allahsecara nyata. Tetapi sama seperti dia, kita pasti kesulitan menentukanwajah-Nya seperti apa atau siapa. Tidak seorang pun manusia mampu melakukanini, tapi Yesus Kristus yang adalah Putra Allah justru melakukan bagi kita.Wajah Yesus tidak asing bagi kita. Mengenali Dia, melihat wajah-Nya danberjumpa Dia, ialah sama saja dengan mengalami Bapa Allah. Secara khusus pada hari ini kita bertemu Tuhan Allah sendiri yangmemperkenalkan diri-Nya kepada kita. Melalui perikop kitab nabi Yesaya bab 10,Tuhan Allah menyatakan diri-Nya sebagai penguasa alam semesta dan terutama atassegala bangsa di bumi. Kejahatan yang dibuat oleh bangsa-bangsa tidak ber-Tuhanakan dikalahkan oleh kuasa Surgawi, di mana Allah memakai bangsa Asyur untukmenindas mereka. Sesungguhnya Tuhan hendak menyadarkan mereka agar merekasegera bertobat dan berbalik kepada-Nya. Yesus memperkenalkan Allah sebagai Tuhan yang telah menjelma di dalamdiri-Nya. Ia sendiri mengenal Allah Bapa dan seperti apa Allah Bapa itu, kitahanya bisa mendapatkan itu dalam diri Yesus Kristus yang sedang berbicara danberjumpa dengan kita. Di dalam doa kepada Bapa, Yesus meminta supaya semuakebaikan dan kemurahan menjadi berkat-berkat bagi orang-orang sederhana, kecildan menderita. Orang-orang congkak, sombong dan cerdik susah sekali mengenaliTuhan. Banyak dari kita mengenali Tuhan sungguh-sungguh pada saat kesulitan danancaman penderitaan dan kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Kita jugamengenali Tuhan saat Ia membebaskan kita dari segala bentuk penindasan danpenganiayaan. Kita pun mengenali Tuhan ketika kita dalam situasi sakit dantidak berdaya. Di dalam hidup yang sederhana dan rendah hati kita juga mengenalTuhan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah yang maha kuasa, kuatkanlah kami denganberkat-berkat-Mu, supaya kami dapat mengenali Engkau dengan tanpa halangandalam segala situasi hidup kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Waikomo di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 7: 1-9; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.5-6.7-8; Matius 11: 20-24.MENGATASI KEKECEWAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengatasi Kekecewaan. Ada seorangremaja bernama Anto, ingin mengisi waktu di luar sekolah dengan latihan sepakbola. Ia mendaftarkan diri ke salah satu sekolah bola di dekat tempat iatinggal. Namun setelah dua minggu berlatih, ia berhenti dan pindah ke sekolahbola yang lain. Alasannya ialah bahwa ia sangat kecewa karena di sana tidak adasuasana saling memberi apresiasi dan mendukung kreativitas. Anto memiliki bakatbermain yang bagus tetapi ia tidak mendapat dukungan dari pelatih danteman-teman. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi kecewa dan dalamrenungan ini kita menyoroti faktor tidak ada apresiasi dan rasa bangga ataskebaikan dan kualitas yang kita miliki. Apresiasi adalah sama denganpenghargaan, mengindahkan, menghormati, mendukung dan memberikan perhatian.Ungkapan lain untuk ini ialah bersyukur. Orang yang bersyukur adalah dia yangmenghargai kebaikan dan kebenaran dan hidup di dalamnya. Bacaan-bacaan hari ini memberikan kita contoh pengalaman kekecewaan. Allahmengungkapkan kekecewaan atas Yerusalem bersama penguasa dan penduduknya, yangtidak mengandalkan kekuasaan Tuhan yang maha tinggi untuk menjaga dan membelamereka dari gangguan bangsa lain. Mereka kurang percaya kepada Tuhan, dandikuasai rasa takut serta ingin lari dari gertakan musuh. Yesus Kristus kecewaatas kota-kota yang telah menerima pengajaran dan kekuatan dari-Nya tetapimereka tak punya niat untuk bertobat. Menyertai rasa kecewa itu, Yesusmemberikan penegasan bahwa hukuman sudah disiapkan bagi mereka pada waktupenghakiman yang terakhir. Kita selalu menunjukkan rasa kecewa karena tidak ada apresiasi dan tidakada sikap bersyukur ini dalam berbagai bentuk seperti marah, teguran,peringatan bahkan perlawanan yang keras. Tak ada salah tentang ini. Yangpenting adalah ini sebagai tindakan untuk menyadarkan, mengingatkan dan membawaorang kembali kepada sikap bersyukur dan memberikan apresiasi. Kita selalumemiliki cara-cara seperti koreksi persaudaraan atau protes dengan cara sepertiyang dibuat oleh Anto tadi, supaya suasana hidup bersama yang kacau kembalimemberikan rasa betah dan salingmenerima satu terhadap yang lain. Lalu apa yang perlu dihindari dari sikap kecewa ini? Yang perlu kitahindari ialah kekecewaan yang mendorong seseorang untuk balas dendam, rencanajahat, atau menciptakan konflik dan perang. Ada kekecewaan yang konstruktifyang berguna untuk memperbaiki keadaan yang tidak beres dan kacau, dan ada jugakekecewaan yang menjurus destruktif, yaitu mendatangkan masalah yang lebihburuk. Jika kita selalu menggunakan kekecewaan kita yang konstruktif berartikita berkontribusi untuk memperbaiki dan membarui kehidupan kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha kuasa, kami bersyukur atas kebijaksanaan-Muuntuk menerangi jalan hidup kami, terutama ketika kami kecewa, sakit hati danputus asa. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andreas Muhu Pukai dan Eugenesia Maria Tada Tolok dari Paroki Santo Yohanes Rasul di Keuskupan Tanjung Karang Lampung, Indonesia. Yesaya 1: 11-17; Mazmur tg 50: 8-9.16bc-17.21,23; Matius 10: 34 - 11: 1.PERANG ROHANI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perang Rohani. Ada seorang pemudipada suatu pagi bertengkar dengan ibunya. Mereka berteriak dan salingmempersalahkan atas sesuatu persoalan yang sepele. Saat meninggalkan rumahuntuk bekerja, ia masih marah dan selama di tempat kerja ia tetap marah. Tetapisang ibu di rumah tidak henti-hentinya berdoa bagi putrinya itu. Ibu hanyaingin supaya kemarahan putrinya segera berhenti. Pada sore hari ketika pemudiitu kembali dari kerja, tidak ada lagi kemarahan dan suasana kembali normal. Kemarahan merupakan satu dari banyak dosa lain yang bersumber dari sijahat, yaitu iblis atau setan. Pada saat kita membiarkan diri kita dikuasaioleh iblis ini, perbuatan dosa apa pun dapat terjadi dengan secepat mungkin.Sehebat dan sepandainya manusia itu, jika berhadapan dengan kuasa kegelapan inibakal takluk dan binasa. Kuasa ini masuk ke dalam diri manusia dengan tujuanmenghancurkan dan menyengsarakannya. Ia memanfaatkan kesempatan untuk masuk danbekerja, yaitu mereka yang lemah dalam mental dan rohani. Kejadian antara pemudi dengan ibunya tadi merupakan satu contoh perangrohani. Di dalam suatu perang rohani, tidak terjadi kekerasan fisik yangmelibatkan alat atau senjata, tetapi yang dipakai ialah kata-kata, pikiran,argumen, kritikan, nasihat, dan yang kekuatannya dahsyat yaitu doa. Perangrohani dalam wujud yang sesungguhnya ialah kekuatan yang benar berperangmelawan kekuatan yang salah atau jahat. Dari pihak Tuhan, kebenaran dankebaikan hendak ditegakkan atau dipertahankan karena kekuatan jahat sudahterlanjur menghadirkan kekacauan atau bahkan ancaman untuk berkuasa. Maka nabi Yesaya menegaskan kepada bangsa Israel di pembuangan, bahwamereka harus membersihkan dirinya dengan menjauhkan perbuatan-perbuatan yangjahat dari hadirat Allah yang maha kuasa. Pedang yang dipakai Yesus untukberperang secara rohani ialah Firman Allah. Pedang itu memiliki dua sisi samatajamnya yang membela roh dan jiwa, pertimbangan-pertimbangan pikiran danmaksud-maksud hati manusia. Firman Allah itu sesungguhnya ialah pedang Rohuntuk menghancurkan roh kegelapan yang menjerumuskan kita ke dalam dosa danakhirnya kehilangan martbat sebagai putra dan putri Allah. Jadi Yesuslah yang menggerakkan terjadinya pembinasaan itu bahkan dapatmembuat perpecahan di antara saudara dan sahabat, mengingat di situ memangsering terdapat kegelapan dan kebusukan yang dibiarkan tumbuh subur.Pembersihan memang harus terjadi, supaya memberikan kita kesempatan sebagaiputra dan putri Allah yang hidup benar, damai, dan bersuka cita dalam RohKudus. Hendaknya kita selalu menggunakan pedang rohani Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Semangati dan penuhi hidup kami hari ini ya Bapa, supaya apiRoh-Mu membakar semangat kami untuk giat dan tekun memerangi segala bentukkuasa kegelapan yang setiap saat dapat mengganggu dan menaklukkan kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek, Maria Saraswati Sukardi dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Yesaya 55: 10-11; Mazmur tg 65: 10abcd.10e-11.12-13.14; Roma 8: 18-23; Matius 13: 1-9.JANGAN SAMPAI HIDUP INI SIA-SIA Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-15 ini adalah: Jangan SampaiHidup ini Sia-Sia. Ada suatu kejadian yang cukup mengagetkan di sebuah wilayahpemukiman kota. Para suami mulai terbiasa berkumpul sampai tengah malam, darisatu rumah ke rumah yang lain. Biasanya mereka minum minuman beralkohol,berjudi dan menghabiskan waktu di situ. Hal ini membuat para istri di rumahnyamasing-masing semakin gelisah dan marah. Para istri berkumpul dan ingin melakukan sebuah gerakan protes. Merekamendapat restu dari semua warga di situ dan bersama-sama pergi ke tempatsuami-suami mereka berkumpul. Mereka membawa spanduk dengan tulisan besar:"Jangan Membuat Hidup Keluarga Sia-Sia". Mereka juga berteriakbersama-sama: "Suamiku, kembali ke rumah. Jangan membuat hidup keluargasia-sia." Atas desakkan para istri tersebut, pihak pemerintah setempatdengan paksa membubarkan aktivitas tersebut dan dilarang untuk terulangkembali. Tuhan tidak pernah merencanakan kehidupan kita yang sia-sia. Kitalah yangselalu membuatnya sia-sia. Kelemahan kita sebagai manusia yang ditambah denganpengaruh-pengaruh buruk di dunia selalu menjadi ancaman tanpa henti yangmembuat hidup kita pribadi atau bersama tidak berguna dan tidak bermakna. Ituberarti kita menyerah untuk dikuasai kelemahan kita sendiri danpengaruh-pengaruh jahat dari luar diri kita. Kita dapat menyebutkan sifat-sifat manusiawi seperti malas, malu, bosan,menyerah dan kurang percaya diri, sangat memberi kontribusi besar bagikehidupan yang sia-sia. Jika seseorang sampai pada saat ajalnya, hanya dikenaloleh orang-orang sekitar sebagai pemalas, pengacau, penjahat dan beban bagiorang lain, ini merupakan sebuah kehidupan yang sia-sia. Jika seseorang yangsampai mati tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah yang menyiksa dirinyajasmani dan rohani, berarti ia memang mengalami kesia-siaan dalam hidupnya. Bacaan-bacaan suci pada hari ini memberikan kita satu nasihat penting,yaitu agar jangan sampai hidup kita menjadi sia-sia, hanya karena sikap hidupkita yang kurang teratur atau tidak disiplin. Tuhan menghendaki supaya kitadisiplin dalam menghayati iman kita, yaitu kita tidak boleh memandang remehatau santai dengan ajaran-ajaran dan perintah-perintah-Nya. Kita harus memandangnya begitu penting dan kita menjalaninya dengan serius.Simbol yang dipakai oleh Yesus ialah diri kita yang harus menjadi tanah subursehingga firman yang ditanam dapat tumbuh. Hujan rahmat yang diturunkanoleh-Nya menumbuhkan hidup kita sehingga dapat berbuah melimpah. Kehidupan yanghanya sia-sia adalah tanda iman yang rapuh dan dangkal. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, semoga Firman-Mu yang diwartakan, tumbuh di dalamdiri kami dengan subur dan selanjutnya sampai berbuah dan kasih dan kebaikan.Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Aloysius Langoday dan Nelti Cornelia dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Dekenat Lembata di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 6: 1-8; Mazmur tg 93: 1ab.1c-2.5; Matius 10: 24-33.MEMILIH KERAJAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Kerajaan Allah. Ada seorangpemuda ingin menikah karena usianya sudah dianggap cukup, yaitu 35 tahun. Iaberbicara kepada ibunya tentang rencana ini. Ibu bertanya tentang siapasebenarnya gadis pilihan putranya itu. Di situlah pokok masalahnya. Pemuda itubingung untuk memilih satu dari dua gadis yang menurutnya sama-sama penting danberharga baginya. Ia menjelaskan semua ciri kedua gadis itu kepada ibunya. Tetapi sang ibu yang memiliki intuisi lebih tajam, menghilangkankebingungan putranya dengan mengatakan bahwa dari dua gadis itu, ia harusmemilih gadis yang memiliki sikap rela berkorban. Apa saja yang ada padadirinya harus dapat dipersembahkan demi pasangan hidupnya. Maka konsekuensinya,putranya harus meninggalkan gadis yang bersikap posesif. Tanda seseorang yangposesif ialah ia sangat menuntut untuk diperhatikan, dipentingkan, atau diberitempat sangat istimewa. Pemuda itu akhirnya dapat mengambil keputusannya yangtepat dengan pilihan gadis idamannya untuk dijadikan pasangan hidupnya. Kerajaan Allah sudah ada bersama Tuhan Allah sendiri dan menjadi kenyataandengan kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Pusat kerajaan Allah itu ialah TuhanYesus Kristus dan seluruh karya-Nya kepada umat manusia. Ciri utama kerajaanini ialah penuh dengan karya rohani, pengorbanan dan persembahan diri dengantujuan terbesar ialah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian.Kerajaan ini ingin menyatukan semua umat manusia menjadi warganya. Kerajaan dunia penuh dengan ciri-ciri hidup duniawi dengan tanda utamanyaialah kedagingan dan materialisme. Oleh karena itu sikap manusia yang sangattepat untuk ini ialah posesif, dengan mengambil dan memilikinya. Setiap pribadimanusia memiliki sikap alami untuk terikat dengan dunia ini. Jika sikap inimenjadi sangat dominan maka dari sinilah dimulai persaingan dan konflik diantara orang-orang yang mengejar pemenuhan kepentingan dirinya sendiri. Bagi para pengikut Kristus, kerajaan Allah adalah pilihan satu-satunya demimencapai keselamatan hidupnya. Yesus adalah Guru sejati kita dan pada hari iniIa mengajak kita untuk memilih dan mengikuti Dia sampai kita menjadi sepertidiri-Nya. Kita adalah para hamba yang lemah, namun kita diberi tantangan untukdapat menjadi Tuan seperti Dia. Nabi Yesaya memberikan kesaksian tentangdirinya, bahwa meskipun ia seorang yang berdosa, ia memilih mengikuti KerajaanAllah, kemudian ia siap untuk diutus oleh Tuhan. Santo Benediktus Abas, padamasanya, memberikan alternatif Kerajaan Allah di dunia Eropa, yaitu jalanpertapaan dan hidup membiara.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga pada hari ini kami membuatdiri kami menjadi orang-orang berguna bagi sesama kami melalui kesaksiankehadiran kerajaan-Mu di dalam dunia, khususnya menjadi terang bagi orang-orangyang tersesat. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Apolonia Lema dan Maria Tania Mosa dari Paroki Santo Simon Petrus Tarus di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Hosea 14: 2-10; Mazmur tg 51: 3-4.8-9.12-13.14.17; Matius 10: 16-23.BERSIAP MENGHADAPI RISIKO Renungan kita pada hari ini bertema: Bersiap Menghadapi Risiko. Ada duaorang remaja, kakak dan adik, belanja tas sekolah di toko. Sang kakak yangseorang perempuan membeli tas yang harganya lebih murah, sedangkan adiknya yanglaki-laki membeli yang lebih mahal. Tas yang lebih murah memiliki saku-sakuuntuk menyimpan botol air dan barang lain seperti payung dan benda-benda lainuntuk keperluan bermain di sekolah. Tas yang lebih mahal memang bentuk dan warnanya jauh lebih indah tetapitidak memiliki saku-saku untuk menyimpan air dan payung. Sang adik menyadaripentingnya tas seperti yang dibeli kakaknya, maka ia kembali ke toko untukmenggantikannya dengan tas yang sama dengan kakaknya. Kita melihat bahwa keduaremaja ini sungguh memperhitungkan risiko yang akan dihadapi ketika merekakembali ke sekolah pada tahun ajaran baru ini. Risiko bagi bangsa Israel yang disampaikan oleh Nabi Hosea ialah apa yangharus mereka hadapi setelah mereka sudah terlanjur jatuh ke dalam lumpur dosa.Jika mereka ingin mendapatkan hidup baru yang lebih baik, yang harus merekalakukan ialah meninggalkan hidup yang penuh dosa, kemudian kembali membawakata-kata penyesalan dan bertobat kepada Tuhan. Itu adalah sebuah risiko yanggampang dikatakan atau diajarkan, tetapi berat untuk dipraktikkan. Yesus memberikan sebuah daftar risiko dan bahaya yang sudah menunggu paramurid-Nya yang diutus atas nama-Nya. Yang paling serius ialah mereka harusmenderita segala bentuk penganiayaan seperti Yesus Kristus sendiri alami.Mereka siap untuk mengalami kehilangan nyawanya. Risiko ini berguna untuksebuah kelangsungan hidup dalam mengikuti kehendak Tuhan. Ini adalah hargasebuah panggilan dalam mengikuti Kristus. Jadi motivasinya sangat spiritual. Bersiap untuk risiko berbeda dengan berani menghadapi risiko. Bersiapdengan risiko menunjukkan bahwa seseorang itu tenang, optimis, percaya diri danrela untuk apa pun yang bakal dihadapi. Kalau risikonya berat dan tak terduga,ia akan menghadapi dengan bersemangat dan kerelaan. Kalau risikonya kecil iatidak meremehkan atau bersantai-santai. Sedangkan keberanian itu berkaitandengan reaksi dan perlawanan terhadap risiko yang sudah diketahui. Di sinidapat terjadi bentrok atau konflik di antara pihak-pihak yang bertentangan. Bagi kita, persiapan dan kewaspadaan adalah keutamaan. Kitab suci selalumenasihatkan kita untuk selalu bersiap-siaga dan penuh perhatian akantanda-tanda dari Tuhan karena di depan kita ada banyak risiko yang menunggu.Ketika kita memilih untuk beriman kepada Yesus Kristus dan memutuskan untukmenjalani panggilan kita masing-masing, kita harus bersiap dengan risikonya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, semoga kami selalu bersiap dan waspadaterhadap setiap risiko yang akan kami hadapi di dalam jalan panggilan kamimasing-masing. Bapa Kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Hosea 11: 1b.3-4.8c-9; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16; Matius 10: 7-15.MENERIMA DENGAN CUMA-CUMA, MEMBERI JUGA CUMA-CUMA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menerima Dengan Cuma-Cuma, MemberiJuga Cuma-Cuma. Ada seorang bocah kelas 5 SD bertanya kepada ibunya: "Ma,mana yang duluan, memberi atau menerima?" Ibunya langsung menjawab,"Yang jelas memberi." Kata anak itu, "Kalau begitu berikan akuuang untuk membeli mainan." Kita semua sepatutnya setuju bahwa memberimemang yang pertama, karena hal ini adalah tindakan Tuhan terhadap kita. Hidupkita sebagai manusia dan karunia iman yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Di dalam Injil hari ini, tugas perutusan Yesus kepada para rasul ialahuntuk memberi, yaitu membawa nama Yesus kepada setiap orang dan menghadirkankerajaan-Nya untuk menyejahterakan mereka jiwa dan raga. Lalu pesan Yesuskepada mereka: Kalian telah menerima semua dari-Ku sebagai karunia cuma-cuma.Maka ketika kalian memberikan semua itu, harus juga dengan cuma-cuma. Contoh,para rasul mendapatkan pengetahuan tentang Allah dan rahasia-Nya secara gratis,maka mereka hendaknya mewartakan itu dengan gratis pula. Mereka tidak bolehmengambil keuntungan apa pun kegiatan pewartaan itu. Rahmat dan karunia yang gratis ini sejak dahulu sebelum zamannya pararasul, telah dialami oleh bangsa Israel yang mendapat segala perbuatan baikAllah yang membela, memelihara dan membesarkan mereka. Bahkan, menurut NabiAmos, ketika bangsa ini sangat menderita sebagai tawanan di Babel, Tuhan Allahjuga berbelas kasih kepada mereka. Tuhan mengangkat semua bentuk hukuman kepadamereka dan kembali mengasihani mereka. Oleh karena itu mereka harus mengikuticontoh dari Tuhan untuk selalu berbuat baik pertama-tama di antara mereka dankemudian kepada bangsa-bangsa lain. Menerima cuma-cuma dan memberi juga cuma-cuma merupakan cara kita meniruTuhan Yesus. Kita juga meniru Bunda Maria, Santo Yusuf, para rasul, santoPaulus, Yohanes Pembaptis dan semua orang kudus lainnya. Orang tua kita sendirijuga telah menjalani gaya hidup ini, karena mereka memberikan segala sesuatudemi kita masing-masing dan tak pernah mereka meminta balasan atau bayaran.Justru yang sangat tidak terpuji ialah jika ada anak-anak yang mestinyamembalas orang tua dengan menyenangkan mereka, tetapi sebaliknya menyusahkanbahkan menyakiti mereka sampai kematian mereka. Jadi pesan bijaksana hari ini adalah: kita hendaknya tetap dalam jalanYesus Kristus, yaitu karena kita telah menerima begitu banyak dan cuma-cumadari mana pun dan siapa pun, maka kita harus memberi dengan cuma-cuma juga.Jangan sampai terjadi bahwa kita hanya ingin untuk diberi dan dilayani sesuaidengan keinginan kita, sementara itu kita membatasi diri untuk memberi apa yangseharusnya dapat kita berikan kepada Tuhan dan sesama kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, kuatkanlah kami dengan Roh-Mu,yaitu semangat dalam pelayanan yang tanpa pamrih, sehingga berkat-Mu menjadinyata bagi kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Petri Canisia, CIJ dan Suster Roberta, CIJ dari Komunitas Suster CIJ Santa Maria Assumpta Dili, di Keuskupan Agung Dili, Timor Leste. Hosea 10: 1-3.7-8.12; Mazmur tg 105: 2-3.4-5.6-7; Matius 10: 1-7.MENEMUKAN YANG HILANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menemukan Yang Hilang. Pada suatuketika kepala Setan menghadap Tuhan Allah. Ia mengajukan protes, bahwa setiapkali yang diutus ke dalam dunia ialah para malaikat, kemudian para nabi danpuncaknya Putra Allah sendiri. Kepala Setan ini mendesak supaya dirinya atauwakil-wakilnya dapat diberikan juga kesempatan untuk diutus. Tetapi Tuhan Allah tetap tidak akan memenuhi tuntutan Setan. Alasannyaialah karena tugas utama Setan ialah merusak dan menghilangkan yang menjadimilik Tuhan, sedangkan tugas Tuhan dan para utusannya ialah menemukan manusiadan ciptaan Tuhan lainnya yang telah hilang karena ulahnya Setan. Yang jelas,kalau diberi kebebasan dan kesempatan, Setan akan menjadi lebih menikmatitugasnya itu, dan membawa kerugian bagi Tuhan Allah sendiri. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Putra Allah yang mencari dan menemukan yanghilang. Tugas itu ia lakukan selama pekerjaan-pekerjaan publik-Nya. Tugas ini dilanjutkanoleh para rasul yang diutus atas nama-Nya. Yesus berpesan kepada mereka untukfokus kepada domba-domba yang hilang dari kalangan Israel. Yang mereka lakukanialah semua perbuatan baik yang telah Yesus perbuat. Apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepada kedua belas rasul ini terkaitdengan kedua belas suku Israel. Mereka adalah umat pilihan yang menerima danmeneruskan ajaran Tuhan Allah bagi segenap umat manusia. Tetapi mereka bukanpenguasa segala kebenaran. Mereka dipilih untuk menjadi pengantaraperbuatan-perbuatan Tuhan Allah yang besar. Yesus Kristus adalah utusan BapaAllah sendiri yang datang ke dunia melalui bangsa pilihan ini. Jadi Tuhan Yesus ingin supaya kedua belas rasul itu dapat mewujudkan misiuntuk menyatukan suku-suku Israel. Mereka harus memperkuat persekutuan yanglebih kuat sebagai satu bangsa yang diberkati oleh Allah, bangsa pilihan-Nya.Yesus Kristus ingin menjadikan suatu persekutuan yang kuat, yang mengakarkansemua kebenaran dari Allah dan matang untuk melanjutkan misi itu ke seluruhdunia. Ini direalisasikan dengan berdirinya Gereja setelah Yesus naik ke surga.Kini tugas Gereja ialah membuat Kristus dan Injil-Nya dikenal di seluruh bangsadi dalam dunia ini. Warta gembira bagi kita hari ini ialah hendaknya kita terlebih dahulumenjadikan diri kita kuat, matang, mampu dan unggul sebagai pengikut Kristus,sebelum kita dapat membawa sesama atau saudara kita datang berjumpa denganTuhan. Kita hendaknya tidak boleh seperti orang Farisi yang mampu mengajarkandan berbicara tetapi membuat orang-orang jauh dari Tuhan. Kita harus berangkatdari diri kita, barulah kita mencapai dan membimbing orang lain.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa.... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk menjadi teladanyang sesungguhnya bagi sesama kami di dalam kata dan perbuatan kami setiaphari. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Amaria, SSpS dari Paroki Salib Suci Nanzan di Keuskupan Nagoya, Jepang. Hosea 8: 4-7.11-13; Mazmur tg 115: 3-4.5-6.7ab-8.9-10; Matius 9: 32-38.YESUS BUKAN LAWAN SEPADAN ROH JAHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Yesus Bukan Lawan Sepadan Roh Jahat.Seorang pastor diundang satu keluarga untuk berdoa dan mengusir roh jahat yangmerasuki salah seorang anggotanya. Pastor membawa peralatan yang diperlukanseperti air suci, salib Yesus, juba dan stola. Begitu orang kerasukan itumelihat pastor datang dari depan rumah, ia menampakkan wajahnya sepertiseseorang yang ingin berperang melawan musuh. Ia terlihat sangat kuat. Pastor tampak tenang di hadapannya. Ia berani berbicara dan yang keluardari mulutnya ialah firman Tuhan, sehingga membuat orang yang kerasukan itudiam. Keberaniannya semakin berkurang dan membuatnya menjadi lemah sekali. Iamenjatuhkan dirinya ke tempat tidur. Sementara itu sang pastor tetap berdoa danberulang kali mengucapkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yesus bekerja di dalam diri pastor tersebut. Yesus adalah Tuhan, jadi samasekali ia tak dibuat gemetar, takut atau lari oleh roh-roh jahat. Yesus sayangkepada orang yang sakit, sementara roh jahat tidak mendapatkan sayang tetapiteguran, hardikan dan tekanan untuk keluar. Roh jahat sendiri lebih dahuluketakutan melihat Yesus. Ia tahu Yesus jauh lebih kuat, maka ia takut. Makasering roh jahat juga memohon dikasihani juga oleh Tuhan. Sungguh jelas bahwa roh jahat yang sejahat apa pun, ia bukan lawan sepadanYesus Kristus. Keuntungan ada di pihak kita yang menjadi pengikut Kristus. Kitaselalu berpaling kepada Yesus untuk memakai kekuatan-Nya, melalui wakilresmi-Nya yaitu imam, untuk mengusir roh jahat yang merasuki manusia. Atausetiap orang yang percaya dapat langsung mengusir godaan dan rasukan roh jahatdalam nama dan kuasa Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberikan rahmat dan kekuatan untuk pengusiran roh-roh jahatatau setiap pengaruh jahat melalui sakramen-sakramen di dalam Gereja. Secarakhusus melalui sakramen permandian, tobat dan Ekaristi, kita sudah dipenuh olehkuasa Allah yang maha tinggi untuk melawan setan dan segala kekuatannya. Adabanyak peran yang kita mainkan dalam pengusiran pengaruh jahat di dunia ini,misalnya melalui pengetahuan dan kebijaksanaan, dengan doa dan bekerja, dalamkedewasaan dan rela berkorban, serta dengan disiplin dan kesetiaan. Pekerjaan mengusir roh jahat dan pengaruh dunia yang mematikan adalah tugasyang sangat besar dan banyak. Pada waktunya masing-masing, Yesus dan nabi Amosbekerja sendiri dalam menunaikan tugas tersebut. Saat ini yang mewakili TuhanYesus dan nabi Amos sudah sangat banyak, yaitu kita semua. Kita harus dapatmenjalankan tugas yang penting ini, sambil Tuhan sendiri yang membimbing kita,karena bagaimana pun Tuhan harus menang.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa, penuhilah kami dengan kuasa-Mu sehingga kami mampumelawan segala pengaruh jahat yang dibawa oleh roh-roh jahat dan segala tipumuslihatnya. Bapa kami yang ada surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Markus Soge Purab dan Maria Fidelia B. Niron dari Stasi Santo Petrus Waowala, Paroki Santo Bernardus Abas Tokojaeng, Keuskupan Larantuka, Indonesia. Hosea 2: 13.14b-15.18-19; Mazmur tg 145: 2-3.4-5.6-7.8-9; Matius 9: 18-26.PEREMPUAN YANG DICINTAI YESUS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perempuan Yang Dicintai Tuhan.Yesus Kristus dari Nazareth adalah Putra Allah yang menjadi manusia. Iamemiliki semua ciri seperti manusia pada umumnya. Salah satunya ialah memilikiwanita-wanita yang berada di dekat-Nya dan yang melayani Dia. Yesus tidakmungkin hanya bersahabat atau dekat dengan kaum laki-laki. Ada seorang pastor paroki mengatakan hal ini di dalam kotbahnya. SetelahMisa kudus, pastor itu ditanyai oleh beberapa orang muda yang bertemudengannya. "Siapakah perempuan yang menjadi orang yang sangat spesial atauyang sangat dicintai oleh Yesus?" Mereka berharap agar jawaban yangdidapatkan ialah seperti Maria Magdalena, Marta dan saudarinya Maria atau salahsatu nama wanita yang ditemukan namanya di dalam kitab suci. Sang Pastor berkata bahwa perempuan yang dicintai dan sangat spesial bagiYesus Kristus ialah mereka yang dipandang kecil, hina, sakit, pendosa, danjanda. Perempuan yang paling pertama ialah ibunda-Nya sendiri, yaitu BundaMaria, Bunda kita semua. Ada banyakwanita di dalam perjanjian baru, baik yang punya nama maupun yang tidakdisebutkan namanya, yang dapat kita sebutkan. Perempuan yang dicintai oleh Yesus memiliki ciri-ciri atau tanda-tanda yangmembuat perhatian Yesus jatuh kepada mereka. Tanda yang natural padanya ialahsebagai pribadi yang disayangi dan dijadikan pasangan yang sepadan, yang didalam istilah yang selalu kita pakai ialah istri. Simbol ini mengandung artibahwa siapa pun kita baik laki-laki maupun perempuan, jika kita menjadi tepatbagi Tuhan untuk bekerja di dalam diri kita, seperti tanah subur agar benihsabda-Nya tumbuh, maka Tuhan sungguh mencintai kita. Tanda lain pada perempuan sehingga cinta Tuhan Yesus mengalir kepadanyaialah kelemahan, kekurangan, dan sakit yang mereka alami. Pilihan Yesus selalujatuh ke orang-orang dalam kategori ini terlihat jelas di dalam kisah Injilpada hari ini, yaitu anak perempuan kepala rumah ibadat yang dipulihkan olehYesus dan seorang wanita 12 tahun menderita pendarahan yang disembuhkan olehYesus. Simbol ini mewakili kita semua yang berada dalam kesulitan, sakit, dankehilangan sesuatu atau seseorang, kita memang sangat memerlukan Tuhan Yesusuntuk menyembuhkan dan menghibur kita. Tanda yang lain dari perempuan ialah kesalehan, hati yang murni danpengorbanan diri yang ia berikan, baik kepada orang-orang yang dikasihinyamaupun kepada kehidupan pada umumnya. Santa Maria Goreti adalah gadis cilikyang mempertahankan kemurniannya, dan harus menjadi teladan bagi kita semua.Dengan mengikuti semua teladan ini, maka kita pantas mendapatkan kasih yangbesar dan sangat indah dari Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, buatlah kami mampu mengasihi orang laindengan kasih-Mu sendiri sehingga mereka dapat mengalami perjumpaan dengan-Mudan memuliakan Dikau. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Zakaria 9: 9-10; Mazmur tg 145: 1-2.8-9.10-11.13cd-14; Roma 8: 9.11-13; Matius 11: 25-30.IA MEMBERI KITA KELEGAAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-14 ini ialah: Ia Memberi KitaKelegaan. Ada dua orang bocah kakak-beradik, masing-masing kelas 6 dan 4 SD.Ibu mereka sangat terobsesi supaya anak-anaknya pintar dan sukses. Ia wajibkanmereka dengan banyak les tambahan. Ia menjadi malu kalau anak-anaknya mendapatnilai merah. Ia sangat disiplin dengan mereka sampai-sampai anak-anak tampaksangat takut dan kelelahan. Setiap mereka pulang ke rumah, wajah mereka sudah tampak kehilangansemangat. Tetapi mereka harus tetap diikuti sang ibu yang tidak inginanak-anaknya santai. Untung ada sang bapak yang bijaksana. Meskipun baru sajapulang kerja, ia meluangkan waktu untuk mendampingi kedua anaknya. Iamembawakan oleh-oleh yang menyenangkan. Ia memeluk mereka lalu menceritakanmereka banyak hal yang menghibur dan membuat tertawa. Apa yang dibuat oleh sang bapak kepada anak-anaknya itu merefleksikanperbuatan Yesus, ketika Ia membawa orang-orang kecil, sakit, lemah, terlantar,miskin, dan terlupakan untuk datang kepada-Nya. Ia berkata: "Marilahkepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikankelegaan kepadamu." Yesus mengundang kita semua untuk datang kepada-Nya. Namun demikian, apakah kita semua sedang lelah dan tidak berdaya? Tentusaja. Kelelahan dan ketidak-berdayaan itu berbeda tingkatnya dari satu orang keorang yang lain. Situasi, pekerjaan, dan kesulitan setiap orang berbeda-bedadengan beban atau masalah yang berbeda-beda pula. Berdasarkan terangbacaan-bacaan pada hari ini, ada tiga beban yang perlu kita sadari danrenungkan. Yang pertama ialah beban sebagai orang kecil dan lemah. Kalau kita sebagaiorang kecil, lemah dan tidak memiliki pengaruh, berarti selalu ada orang yangberkuasa dan kapan saja bertindak sewenang-wenang terhadap kita. Mereka seringtidak punya kasihan dan kepercayaan kepada kita. Beban yang lain ialah bebandosa. Kalau kita tidak memelihara jiwa kita dengan menyesali dosa, mengakuinyadan bertobat, berarti beban itu kian hari kian berat. Pada saatnya dosa ituakan menyiksa dan membinasakan kita. Santo Paulus sangat tegas bahwa hidup didalam kedagingan adalah beban dosa kita yang berat. Beban yang ketiga ialah beban kesombongan. Menurut Yesus Kristus,orang-orang pandai, bijak, yang berkuasa dan yang kaya, adalah mereka yangmemikul beban yang berat. Mereka sebenarnya sangat lelah, karena begitu banyakyang menjadi obsesi mereka dalam hidup. Anda misalnya, terlalu banyak urusandan ambisi, akan membuat dirimu amat lelah dan membosankan. Terhadap semua ini, ajakan Yesus menjadisangat penting, yaitu hendaknya kita datang kepada Dia, karena dari Dia kitamendapatkan kelegaan yang menyenangkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa di surga, semoga dengan perayaan hari Minggu ini,kami mendapatkan kelegaan hidup dan kesehatan lahir dan batin demi kelangsungnhidup kami di dunia. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Amos 9: 11-15; Mazmur tg 85: 9.11-12.13-14; Matius 9: 14-17.GAYA PESTA DAN GAYA PUASA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gaya Pesta dan Gaya Puasa. Seorangremaja perempuan merayakan ulang tahunnya ke-17 dengan meriah. Kebanyakan yanghadir ialah teman-teman sekolahnya, dan masing-masing membawa hadiah baginya.Keluarga juga menyiapkan hadiah spesial bagi gadis yang sebagai anak sulungdari tiga bersaudara itu. Perayaan pesta itu dirayakan di pinggir pantai dengansuasana yang sangat alami dan pada saat cuaca yang sangat cerah. Gadis itusangat bersyukur pada hari ulang tahunnya itu. Sangat sulit memahami apalagi melaksanakan sebuah pesta atau perayaan tanpaadanya kehadiran orang-orang terkait. Sebuah pesta berisi perjumpaan,pembicaraan, cerita, makan-minum, hal-hal seremonial, bernyanyi, berjoget,bersuka-ria, santai dan menikmati kegembiraan satu sama lain. Dalam pemahamanseperti ini, jelas sekali gayanya sebuah pesta sangat berbeda dengan sebuahpuasa. Gaya pesta adalah sebuah dunia lain dari pada gaya puasa. Di dalam berpuasa, aspek terpenting di sini ialah mengalami sebuahketiadaan dan ketidakhadiran. Aspek-aspek yang menjadi bagian dari ketiadaandan ketidakhadiran ialah seperti tidak makan minum, tak ada suasana suka riaseperti musik, menyanyi, joget, pekerjaan dan pertemuan. Ada suatu pemahamanbahwa Yang maha tinggi yang menjadi tujuan kegiatan berpuasa, tidak dekat dantidak hadir saat kita berpuasa. Jadi melalui puasa itu kita dapat memilikikesempatan untuk lebih fokus mencari dan menjadi dekat dengan-Nya. Perbedaan dua gaya inilah yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini.Murid-murid Yohanes dan orang-orang Yahudi pada umumnya tidak menyadari bahwaYesus sebagai Tuhan sedang berada bersama mereka. Mereka menganggap Tuhansangat jauh, Ia harus dicari dan diminta kedatangan-Nya. Caranya ialah denganberpuasa. Sementara para rasul serta murid-murid Yesus sedang mengalami sukacita dan pesta karena Tuhan Yesus ada bersama mereka. Nanti ketika Yesus tidakbersama lagi dengan mereka, barulah mereka berpuasa. Bagi kita saat ini, puasa tetap penting, demikian juga pesta. Gereja telahmemberikan kesempatan yang teratur bagi kita sebagai umatnya untuk menjalankanitu sesuai dengan waktunya. Puasa personal sering menjadi pilihan ketika orangingin melakukan suatu latihan rohani tertentu. Pesta juga dilaksanakan baiksecara bersama maupun personal sebagai kesempatan merayakan kehadiran bersama,Tuhan dan manusia. Pokoknya, masing-masing dijalankan dengan baik, teratur dantak boleh dicampur-adukkan. Kita perlu saling menghormati saat ada kegiatanpesta dan puasa. Kita perlu menghindari perbuatan mengganggu dan intervensimereka yang berpuasa dan berpesta. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami ingin mengikuti dengan patuhajaran-Mu tentang berpuasa dan bermati raga, maka kami mohon semoga kamidibimbing selalu di dalam Roh-Mu untuk dapat menjalankannya dengan benar danbaik. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Priscilla Victory Lango Uran dan Hendrina Linong dari Paroki Santo Damian Bengkong, Batam, di Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. Efesus 2: 19-22; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 20: 24-29.YA TUHANKU DAN ALLAHKU Renungan kita pada hari ini bertema: Ya Tuhanku dan Allahku. Kalimat iniberasal dari Santo Tomas Rasul, yang pestanya kita rayakan pada hari ini. Iaadalah salah satu dari ke-12 rasul yang punya keunikan, selain namanya yangjuga disebut Didimus, ia sangat dikenal sebagai orang yang kurang percaya. Ia bersama para rasul lain dan banyak orang di zamannya mempunyai persepsitentang Yesus Mesias yang akan menjadi raja seperti Daud yang penuh kuasa danpembebas umat Israel dari segala bentuk penjajahan di dunia. Namun persepsi inisalah total. Yesus ternyata dihukum mati secara sangat memalukan dengandisalibkan dan wafat. Ini jelas sangat mengecewakan banyak orang yang sudahterlanjur percaya pada kekuatan seorang Mesias. Salah satu yang kecewa berat ialah Rasul Tomas. Akibatnya ia memilihmenjauh, sembunyi, menyendiri dan mungkin berpikir untuk memilih jalan hidupyang lain. Pokoknya ia sangat kecewa. Kesaksian para wanita yang menemui Yesusyang bangkit, berikut kisah rekan-rekan rasul lainnya yang melihat langsungYesus yang bangkit, tidak dipercayai Tomas. Ia memerlukan bukti lain yang lebihkuat dan bukan sekedar cerita-cerita. Bagi dia jika hanya narasi, itu samadengan omong kosong. Kecewa berat harus diatasi dengan semangat baru yang jauh lebih super.Semangat ini tak cukup diberikan oleh manusia, tapi harus diberikan dari atasyaitu Tuhan sendiri yang campur tangan. Maka Yesus sendiri yang datang untukmemberikan bukti dari diri-Nya sendiri yang bangkit. Ini baru namanya jauhlebih super. Dengan tindakan super ini, rasul Thomas dapat berubah secararadikal melalui pengakuan imannya yang amat kuat, “Tuhanku dan Allahku”. Setiap dari kita pernah mengalami kecewa, putus asa dan sakit hati.Kondisinya bervariasi dari yang ringan sampai yang berat. Apa pun kondisinya,penderitaan seperti ini memerlukan pemulihan. Bagi mereka yang mengalamikecewa, putus asa atau sakit hati yang berat, tentu sangat memerlukanpengobatan rohani yang hanya melalui campur tangan Tuhan. Sehingga hidup barudiperoleh kembali, semangatbertumbuh lagi, dan pengakuan iman kepadaTuhan dikuatkan. Maka nasihat yang bijak ialah, bila Anda mengalami penderitaan sepertikecewa berat, putus asa berat atau sakit hati berat, andalkan kekuatan dancampur tangan Tuhan. Hindari sikap menutup diri, menangisi diri bahkan yangpaling jelek ialah Tuhan dipersalahkan. Setiap kecewa, putus asa atau sakithati ada waktunya untuk berlalu pergi. Dan Tuhan menggantikan dengankehadiran-Nya yang menyelamatkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Di dalam penyelenggaraan dan kuasa-Mu, ya Bapa, kuatkanlahkami untuk selalu berada di dalam kasih-Mu terutama pada saat kecewa, putus asadan sakit hati menimpa diri kami. Semoga Bunda Maria, para malaikat pelindungdan khususnya rasul Tomas menemani kami di dalam saat-saat sulit itu. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Amos 7: 10-17; Mazmur tg 19: 8.9.10.11; Matius 9: 1-8.KESEMBUHAN TOTAL Renungan kita pada hari ini bertema: Kesembuhan Total. Ada seorang lelakiterkenal sebagai pengacau ulung di lingkungannya. Orang-orang di situ takutkepadanya. Ia mabuk seenaknya, pengguna sekaligus pengedar narkoba sangat aktifdan bertindak brutal kepada siapa pun yang menghalangi segala urusannya.Singkatnya, mental, moral dan imannya sudah sangat buruk. Namun pihak polisi akhirnya berhasil melumpuhkan dia setelah terjaditindakan kekerasan di wilayah itu dan ia sebagai tokoh utama kejadian tersebut.Kedua kakinya terkena tembakan peluru dan ia nyaris lumpuh total. Pada akhirnyaia melewatkan hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun di penjara. Wilayahnyamenjadi aman dan damai tanpa dia. Untuk kesekian kalinya lelaki ini dikunjungi pemimpin agamanya supaya iamemperoleh pembinaan rohani. Banyak sekali pengalaman rohani dan bimbinganmoral yang ia peroleh selama di penjara. Semua itu membantunya untuk membuathidupnya menjadi baru. Perlahan-lahan perubahan itu terjadi. Setelah keluarpenjara, ia sungguh seorang pribadi yang baru. Fisiknya menjadi segar dansehat, tutur kata, sopan santun, sikap hidup menjadi sangat baik.Pengetahuannya tentang kehidupan luas dan terbuka. Imannya tumbuh kembali. Pengalaman lelaki ini merupakan contoh tentang kesembuhan total. Jeniskesembuhan ini yang diinginkan Yesus Kristus, yang meliputi fisik, mental,rohani, relasi sosial. Yesus mengetahui bahwa orang yang disembuhkan itu penuhdengan dosa. Maka yang dilakukan-Nya pertama ialah menghapus dosa-dosanyadengan mengampuninya. Sesudah itu baru menyembuhkan dia dari sakit fisiknya danmemulihkan pikiran serta jiwanya. Banyak di antara kita ingin sembuh sebagian saja, bukan total. Mungkinmereka hanya mencari kesembuhan fisik atau mental tertentu sementara kesembuhandiri secara total diabaikan. Seorang mungkin telah sembuh dari stress dan sakit hati, namun ia masihdendam dan marah kepada orang yang telah mengecewakannya. Orang mungkin merasanyaman setelah menerima sakramen tobat, tetapi ia tidak menyesaliperbuatan-perbuatannya maka ia jatuh kembali ke dosa-dosa yang sama. Semua inimenandakan kesembuhan yang hanya sebagian. Dengan demikian berarti mereka masihsakit. Kita perlu menandai bagian-bagian mana di dalam diri kita yang masih belumdisembuhkan karena selama ini tidak diupayakan untuk sembuh. Bagian itu sangatmungkin menjadi penghalang untuk terjadinya kesembuhan total di dalam diriKita. Berikan perhatian kepadanya agar dapat sembuh total. Marilah kita berdoa...Dalam nama Bapa... Ya Bapa, jika ternyata masih ada bagian-bagian di dalam dirikami yang belum sembuh semuanya, karena kami cenderung mengelakkan diri untukdisembuhkan, berikanlah kami kesembuhannya. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kris Waleng dan Welin Duan dari Gereja St. Fransiskus Xaverius, Paroki Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Amos 5: 14-15.21-24; Mazmur tg 50: 7.8-9.10-11.12-13.16bc-17; Matius 8: 28-34.HARGA SEBUAHPEMBEBASAN Renungan kita pada hari ini bertema: Harga Sebuah Pembebasan. Suatutindakan pembebasan memerlukan kekuatan fisik, mental dan rohani. Misalnyapembebasan lahan yang dikuasai pihak yang tak berhak atas tanah itu memerlukandukungan sekuriti dan penegakan hukum. Pembebasan dari kebodohan memerlukanperangkat ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektual dari sekolah dan studi.Pembebasan dari kuasa roh jahat memerlukan kekuatan Roh Kudus dari kuasa Allahyang maha tinggi. Nubuat nabi Amos pada masa pembuangan menegaskan bahwa umat Tuhan harusmembebaskan diri dari perbuatan jahat dan yang menajiskan supaya Tuhan semestaalam menegakkan keadilan dan mengasihani mereka sepanjang masa. Demikian jugaroh-roh jahat begitu banyak yang merasuk dua orang, didesak oleh Yesus sehinggadua orang kerasukan itu dibebaskan. Roh-roh jahat itu mendesak masuk kebabi-babi yang akhirnya mati tenggelam di laut. Orang-orang di wilayah itumendesak supaya Yesus segera meninggalkan tempat mereka, karena mereka takutYesus akan membawa malapetaka bagi mereka. Harga suatu tindakan pembebasan dapat berupa pemurnian dan penjernihan yangmembawa kemajuan yang lebih baik. Jika penghalang atau pengganggu tidak adalagi, tentu saja kehidupan menjadi lebih aman dan damai, lalu pertumbuhan baikjasmani dan rohani mendapat kesempatan untuk maju. Dua orang yang dibebaskanroh-roh jahat kembali normal dan mewartakan kemuliaan dan kebaikan yang mahatinggi kepada orang lain. Namun ada juga harga pembebasan dapat berupa efek negatif karena pihak yangtersingkir akan menciptakan problem yang baru. Yang tersingkir bisa saja pihakyang lemah, bisa juga mereka yang memiliki kekuatan untuk membalas dendam.Problem baru dapat muncul karena iri hati, marah dan benci tumbuh di dalampihak-pihak yang berlawanan. Untuk hal ini, harga pembebasan itu akan sangatbesar dan mahal. Konflik dapat muncul kembali dan akan menelan lagi korban. Jika pembebasan itu dilakukan secara baik, teratur dan sangat memperhatikanprinsip win-win solution alias tidakdidasari aturan kalah dan menang, buah positifnya tentu sangat bernilai danmendatangkan suka cita dan damai bersama. Namun jika pembebasan itu hanyamengikuti prinsip kemenangan menghempaskan kekalahan, problem baru sudah menunggu kita di depan. Yesus tidak ingin meninggalkan kita masalah tanpa solusi. Ia menghendakisupaya kita tak boleh menyerah dalam menegakkan keadilan dan mengusahakankebenaran, meski harus berhadapan dengan penghalang-penghalang sampai kita relamengorbankan diri kita. Ini adalah jalan yang dipilih oleh Tuhan Yesus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah, semoga melalui firman-Mu pada hari ini, kami tidakmenyerah dan mundur dengan masalah yang kami hadapi, tetapi kami siapmenghadapinya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Raja-Raja 4: 8-11.14-16a; Mazmur tg 89: 2-3.16-17.18-19; Roma 6: 3-4.8-11; Matius 10: 37-42.BAHAGIA MEMIKUP SALIB Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bahagia Memikul Salib. Secaranatural, kita mengalami kebahagiaan karena ada hal atau sesuatu yang baik danmenyenangkan. Namun demikian, salib merupakan benda yang sangat memalukan danmenyakitkan. Salib menandakan hukuman yang paling berat. Maka kalau kitamenjadi bahagia dengan salib, ini merupakan ironi. Ada banyak ironi dan yang tidak masuk ke akal kita tentang Yesus Kristus.Kedatangan Putra Allah ke dalam dunia dan menjadi Yesus Kristus adalah di luarakal sehat kita. Pilihannya untuk taat kepada kehendak Bapa, dengan caramemikul salib yang hina dan wafat di atasnya, tidak bisa masuk ke pemahamannormal, bahwa Dia sebagai Tuhan tetapi bernasib sial seperti demikian. Namun demikian, Yesus sendiri telah membuktikan bahwa melalui salib itucinta kasih yang tertinggi diwujudkan. Salib merupakan simbol pengorbanan danpenderitaan yang ditandai Tuhan Yesus kepada kita. Pengalaman-Nya sendiri sudahcukup mengajarkan kita bahwa kita akan mendapatkan kebahagiaan setelahmenanggung salib kita di dunia ini. Pengajaran ini juga cocok dengan pemahamankebanyakan orang di dunia bahwa ada terang setelah gelap, ada kesuksesansetelah perjuangan, ada uang setelah bekerja keras. Dengan adanya konsep keyakinan ini, sangat pantas bagi kita untuk memilikisikap yang positif terhadap salib. Pada hari minggu ini kita diajak untukmenjadi bahagia dalam memikul salib apa pun yang ada pada kita, betapa punberatnya. Ada bermacam-macam salib dengan beratnya yang berbeda-beda. Dosa dankesalahan yang telah kita perbuat merupakan beban salib tersendiri dan hal itutentu memiliki beratnya tersendiri dan mempunyai pengaruh yang berbeda. Salib dalam bentuk pengorbanan kepentingan pribadi dan mati raga jugamemiliki beratnya yang sering membuat diri kita tertekan. Misalnya perintahYesus supaya kita harus dapat mencintai Dia lebih daripada kepada orang tua dansaudara-saudari kita sendiri, dan supaya kita dapat kehilangan nyawa kita demiDia, ini merupakan salib-salib yang berat. Perintah untuk bermurah hati danberbuat baik, seperti menyambut diri-Nya, seorang utusan Tuhan, dan sesamakita, juga merupakan bagian dari beban yang harus kita pikul. Penyambutan orang lain, terutama mereka yang tidak kita kenal dan yangmenjadi musuh kita, merupakan beban yang berat. Namun karena cinta kasih, kitaharus mengorbankan perasaan dan kebebasan kita supaya dapat bertemu danmemberikan pelayanan kepada mereka. Semua ini adalah salib. Dan nasihat bijakbuat kita ialah bahwa kita hendaknya bahagia dengan salib-salib ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, semoga perayaan hari minggu ini memberikankami semangat untuk memikul salib-salib kami dengan bahagia dan tanpa mengeluhatau menolaknya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 12: 1-11; Mazmur tg 34: 2-3.4-5.6-7.8-9; 2 Timotius 4: 6-8.17-18; Matius 16: 13-19.DUA ENGSEL PINTU GEREJA Renungan kita pada hari ini bertema: Dua Engsel Pintu Gereja. Ada seorangpastor paroki sedang mengunjungi umatnya yang tinggal jauh di pedalaman, yangjauh dari pusat paroki. Di salah satu stasi ia menemukan pintu gereja yanghampir copot dari tempatnya bergantung. Alasan utamanya ialah karena dua engselpintu itu sudah nyaris putus. Jika keduanya putus total, maka pintu gerejatidak bisa lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Pastor berbicara dengan penanggung jawab stasi supaya segera memasangengsel baru dan pintu gereja berfungsi kembali. Gereja tidak bisa dibiarkanterbuka karena binatang liar dapat masuk dan membuat kerusakan di dalamnya.Namun tidak ada toko di kampung untuk mendapatkan engsel baru. Jika harusmembeli, orang harus pergi ke kota yang memakan waktu sekitar dua hari. Namundemikian, pastor menemukan di dalam tasnya ada dua engsel yang sudah bekaspakai. Dua engsel itu kemudian dipasangkan ke pintu gereja tersebut, meskipunkeduanya tidak seragam dan tidak sepadan dengan pintu gereja. Kalau kita memandang dan memahami Gereja kita secara rohani, yaitu umatAllah, kita dapat menggambarkan dua profil yang merupakan fondasi Gereja, yaituSanto Petrus dan Paulus, dengan dua engsel pintu gereja tadi. Sejak Gereja yangkudus ini berdiri, kedua rasul ini berperan sangat penting untuk membuat pintuGereja berfungsi dengan sesungguhnya. Tugas yang mereka terima dari YesusKristus sungguh menjadikan mereka saksi-saksi iman yang unggul. Keunggulan dan dedikasi iman yang amat tinggi telah dirintis oleh Petrusdan Paulus bagi kita. Petrus adalah figur kepala yang mempersatukan, menguatkandan mengakarkan iman kita kepada Kristus. Pengakuannya akan Yesus Kristusmerupakan pegangan iman sangat dasar yang menjadi pengakuan iman Gereja. Paulusadalah figur Gereja yang misioner dan inklusif, yang pada intinya memberikannilai universalitas Gereja. Ia bersaksi telah melakukan tugas misioner itusampai ke ujung bumi, sampai garis batas dunia ini. Jadi jasa mereka berdua yang memang sampai akhir hayatnya, meninggalsebagai martir di Roma, meninggalkan kepada Gereja kita untuk sepanjang masasuatu dedikasi dan komitmen kepada Kristus sampai batas terakhir perjalananpanjang hidupnya. Kita juga mesti dapat mengikuti teladan kedua rasul ulungini. Dua jempol kita untuk Petrus dan Paulus, dua jempol juga buat kitamasing-masing dan kita semua, untuk menunjukkan tanda kebanggaan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha pengasih dan penyayang, pandanglah kami putradan putri-Mu yang berusaha belajar dari teladan Santo Petrus dan Paulus tentangberharganya komitmen dan dedikasi kepada-Mu dan sesama kami. Semoga kami setiadalam iman kami sampai batas terakhir yang Engkau kehendaki dari kamimasing-masing. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Asumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Ratapan 2: 2.10-14.18-19; Mazmur tg 74: 1-2.3-5a.5b-7.20-21; Matius 8: 5-17.HARGA SEBUAHKERAMAHTAMAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Harga Sebuah Keramahtamahan. Keramahtamahanmerupakan bagian dari sopan santun yang lebih berurusan dengan hal-hal tentangmenyambut dan melayani sahabat, kenalan atau tamu yang datang kepada kita.Mereka mengalami keramahtamahan itu dan mengetahui bahwa mereka sungguhdihargai. Banyak kisah di dalam kitab suci menunjukkan orang saling berkunjungdan mereka diterima dengan ramah. Sikap yang ramah tidak bergantung pada siapa tamu yang datang, tidak pedulidia orang penting, kaya dan pandai, orang biasa, miskin dan bodoh. Sikap inisangat bergantung pada kerelaan dan kemauan baik tuan rumah. Seandainya tamuasing yang datang adalah orang-orang yang sedang sangat susah seperti Yerusalemyang para penghuninya telah dihancurkan bangsa Asyur, penyambutan yang ramahjuga sepatutnya diberikan. Tuhan sendiri yang mendengarkan dan menghiburmereka. Yesus Kristus menyambut seorang perwira Romawi yang bukan seorangberiman, dan ini membuat orang asing tersebut percaya. Keramahtamahan yang diberikan dalam kebaikan dan cinta kasih, berbuah jugadi dalam kasih. Orang yang dilayani mendapatkan status baru yaitu menjadibagian dari hidup pihak penyambut dan persahabatan terbentuk. Tetapi lebih dariitu ialah pahala yang datang dari Tuhan sungguh sesuatu yang tak terduga.Penyembuhan atas hamba perwira tersebut dibalas dengan iman yang tumbuh dariorang dan keluarganya yang belum beriman. Ada sepasang suami-istri membuat kesepakatan sejak pernikahan mereka, bahwaanggota keluarga dari masing-masing pihak harus dapat diterima dengan ramah dirumah mereka. Mertua dan ipar-ipar dalam keadaan apa pun mereka, harus dapatditerima. Pada waktu ayah sang istri yang sedang sakit akan menginap di rumah,suami tampaknya agak kurang nyaman dengan keberadaan mertuanya itu, tetapikarena janji yang sudah dibuat sejak pernikahan, maka ia rela menyambut denganramah dan ikut merawat mertuanya itu. Ia harus menghilangkan segala macamkeluhan, rasa tidak nyaman, atau rasa bosan. Jika keramahtamahan disertai dengan keluhan, keberatan atau ungkapanpenerimaan setengah hati, lebih baik tidak usah ada penyambutan dan tidak usahmemiliki tamu. Karena kalau dipaksakan saja, keramahtamahan itu kehilangannilainya. Tidak akan terjadi keramahtamahan yang manis, tetapi suatupenyambutan yang pahit. Keramahtamahan harus natural dan dikuatkan oleh cintakasih. Biarlah itu diberikan secara baik dan lancar seperti air mengalir disaluran yang tak terbendung.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajarkan supaya kamiharus menunggu dalam keadaan siap sedia untuk melayani tuan rumah yang datanghingga tengah malam. Semoga kami selalu bersikap ramah kepada siapa pun,meskipun itu mungkin memberikan kami rasa kurang nyaman atau mendatangkan kerugian. Bapa kami yang ada disurga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 25: 1-12; Mazmur tg 137: 1-2.3.4-5.6; Matius 8: 1-4.PENTAHIRAN KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: PentahiranKita. Setiap dari kita mendambakan kehidupan yang baik dan sehat. Kesehatanmenjadi salah satu prioritas dalam menjalani kehidupan ini, sebab dengankesehatan yang baik dan tubuh yang kuat maka aktivitas-aktivitas kita di dalamdunia saat ini akan berjalan dengan baik pula. Kita memang mempunyai segalacara untuk memperoleh kesehatan yang kita inginkan, namun tubuh kita sebagaimanusia tetap ada keterbatasannya. Hidup di zaman ini yang sangat maju dengankecanggihannya ternyata membawa sakit kepada banyak manusia, baik fisik maupunmental, tubuh maupun jiwa. Yang lebih rentan ialah jiwa. Jiwa manusia mulaiterikat pada hal dan barang duniawi lalu memberi ruang kepada Iblis untukmembuat nyaman pada manusia serta menutup kesempatan bagi manusia untuk bersatudengan Allah. Manusia mulai kurang percaya pada Allah dan terus memakai pikirandan ide-idenya sendiri sehingga membuatnya terkenal. Tanpa disadari hal inimenciptakan keterpisahan dirinya dari Allah. Manusia lebih memilih kehidupan dengan gayanyayang instan namun ternyata melukai jiwanya sendiri. Jiwa ini perlahan mengalamikehilangan apa yang dituntut oleh Allah, yaitu dasar iman dan buah-buah Roh.Kedamaian, suka cita dan kasih diganti dengan amarah, benci, keserakahan. Inimerupakan sakit dalam kehidupan masa kini. Kita perlu sembuh. Kita butuhpentahiran. Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini menjamahdan menyembuhkan orang yang sakit kusta yang datang memohon dengan penuhkerendahan hati dan iman yang besar. Ia rindu untuk sembuh. Sakit kusta adalahsakit yang sangat menyakitkan dan dijauhi oleh orang-orang di sekitar, dibuangatau disingkirkan. Ia sesungguhnya sakit fisik dan metal, tubuh dan jiwanya.Tuhan Yesus hadir dengan belaskasih-Nya yang merangkul, memberkati danmenyembuhkan dengan kasih-Nya. Untuk sembuh, kita perlu belajar dari orang sakitkusta tersebut. Kita perlu menyadari bahwa kita juga orang-orang sakit. Kitaorang-orang berdosa. Kita perlu Tuhan Yesus. Kita mohon dengan tulusbelaskasih-Nya, kita datang kepada-Nya dengan iman yang besar dansungguh-sungguh lalu memberikan diri kita untuk disembuhkan dari sakit,kelemahan dan kedosaan. Setelah sembuh, hendaklah kita selalu menjaga relasidengan Allah agar tidak kembali goyah dan rusak seperti sebelumnya, tetapi kitamenjadi saksi-saksi-Nya di dalam dunia saat ini. Sebab dengan jamahan Tuhanyang menyembuhkan itu, beban hidup kita menjadi ringan dan tahirlah kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah Bapa, kami bersyukur atas sabda-Mu yang hidupdalam diri Yesus yang adalah palung sungai yang menyegarkan jiwa kami yang hausakan kehadiran-Mu. Kami mohon, tetapkanlah selalu di dasar hati kami semangat membacadan merenungkan firman-Mu sebagai jalan, kebenaran dan hidup kami agar kamitidak sakit lagi, sebab firman-Mu sungguh menyembuhkan kami. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Helen Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 24: 8-17; Mazmur tg 79: 1-2.3-5.8.9; Matius 7: 21-29.RUMAH BATU VERSUS RUMAH PASIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Rumah Batu Versus Rumah Pasir.Ketika Yesus mengumpamakan bangunan yang tidak kuat menghadapi bencana hujan,banjir dan topan yang bakal menghancurkannya, Ia sejalan dengan pemikiranpenulis kitab Amsal yang berkata: Ketika angin-topan melanda, orang-orangberdosa ikut dibinasakan, tetapi orang-orang benar akan bertahan sampaiselamanya (Ams 10,25). Ada dua orang ibu saling berbagi cerita tentang anaknya masing-masing yangsedang kuliah di kota. Masing-masingnya tinggal di kota yang berbeda-beda.Orang tua dan keluarga masing-masing di kampung sangat berharap supayaanak-anaknya tekun dengan hidup rohaninya meski mereka harus juga tekunbelajar. Pada waktu masih berada di rumah dan sebelum kuliah, mereka tekunberdoa pribadi, doa bersama di lingkungan, dan perayaan Misa tiap hari minggu. Ketika sudah jauh dari rumah, ceritanya sudah berubah. Satu dari duamahasiswa itu memiliki cerita yang menggembirakan. Suasana di kos tempat iatinggal, pergaulan dan di kampus menuntut dirinya harus memiliki ketahananrohani yang kuat. Kebiasaan doa pribadinya menjadi semakin kuat dan ia terlibatdalam kegiatan kepemudaan di paroki. Ia tekun dengan Misa tiap hari minggu,bahkan mengikuti juga misa harian. Mahasiswa ini adalah sebuah rumah baturohani, seperti yang digambarkan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Cerita tentang mahasiswa yang lain justru sangat berbeda. Lingkunganhidupnya di kota telah mengubahnya menjadi seorang muda penentang, berwatakkeras, dan suka terlibat dalam kejahatan. Beberapa kali ia menjadi targetkejaran pihak keamanan tetapi ia selalu lolos. Kehidupan rohaninya sudahkacau-balau. Ia mengakui diri sebagai orang beriman yang percaya kepadaKristus, tetapi hidupnya yang nyata sangat bertentangan dengan imannya. Orangmuda ini adalah contoh bangunan rumah pasir yang juga digambarkan oleh Injilhari ini. Iman yang tumbuh sebagai rumah batu merupakan suatu kehidupan yang dijalanioleh orang-orang beriman dengan dua ciri penting, yaitu mendengarkan perkataanTuhan dan melakukannya di dalam kenyataan. Sebaliknya mereka yang mendengarkantetapi tidak melakukan, mereka itu tergolong kehidupan iman sebagai rumahpasir. Di dalam kehidupan kita, sering terdapat dua jenis orang ini yang hidupdi dalam satu keluarga, komunitas, lingkungan, dan Gereja. Di sini terjadiujian sesungguhnya. Masing-masingnya berusaha untuk menang. Jika rumah batu kehidupan iman menjadi lebih kuat, kuasa dan kemuliaanTuhan akan merajai seluruh kehidupan kita. Tetapi jika rumah pasir yang lebihkuat, maka bencana-bencana akan segera melanda kehidupan kita, sepertipengalaman pahit bangsa Israel yang dikalahkan dan dibuang ke Babel. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami dengan pertumbuhan iman kami yangsehat dan dewasa supaya kami dapat berkontribusi dalam memperkuat KerajaanAllah di dalam dunia ini. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agata Tukan dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 49: 1-6; Mazmur tg 139: 1-3.13-14ab.14c-15; Kisah Para Rasul 13: 22-26; Lukas 1: 57-66.80.NAMANYA YOHANES Tema renungan kita pada hari ini ialah: Namanya Yohanes. Di dalam Gerejabaik di Timur maupun Barat dalam hal ini Latin-Roma, kelahiran YohanesPembaptis dirayakan pada hari ini. Kita menjadikannya hari raya, sebab Yohanestelah memperlihatkan perannya yang sangat penting dalam kaitan dengantugas-perutusan Yesus Almasih di dunia. Berita tentang karunia Yohanes ke dalam hidup Zakaria dan Elisabeth sudahmerupakan berita besar sekali yang mencengangkan banyak orang. Menyusul ialahperutusan yang dibawa Yohanes kelak, yaitu mempersiapkan manusia untukmenyambut Yesus Kristus. Mesias bagi Israel ialah raja agung yang memilikisegala kuasa dan menjadi harapan tertinggi demi kehidupan mereka yang tenteramdan damai. Persiapannya tentu harus sangat besar dan terbaik. Pribadi Yohanes sejak di dalam kandungan bunda Elisabeth, berikutkelahirannya, dan perutusannya, bagaikan karpet merah bagi raja agung YesusKristus. Ia sudah mencengangkan dunia dan mengubahnya kepada terang kehidupanyang baru, bahkan orang sejahat Herodes pun segan kepadanya. Tetapi ia sendirimengakui bahwa Yesus jauh lebih besar dari padanya. Ia relakan diri untukmenjadi karpet merah yang membentang di tanah sebagai jalan terbuka danterhormat supaya Yesus Kristus datang dan melewati di atas dirinya. Kelahiran Yohanes Pembaptis memberikan kita makna akan sebuah perutusanatau tugas yang merefleksikan panggilan hidup. Nama “Yohanes” yang dilekatkanpada dirinya berarti “Tuhan yang penuh rahmat”. Menurut kitab nabi Yesaya,pemanggilan nama itu sudah dilakukan sejak dalam kandungan ibu. Pemanggilannama mengandung arti bahwa pribadi manusia sudah dikenal dan ditentukan kalaunanti setelah lahir ia sudah mempunyai tugas yang spesifik. Jadi kelahiranseorang anak manusia, kita semua, sudah di dalam rencana Tuhan. Tidak adaseorang anak manusia dilahirkan secara kebetulan atau spontan. Yohanes mempersiapkan jalan supaya pemilik atau bos-nya rahmat itu datangke dunia demi menghalau dosa dan membawa keselamatan. Kita sebenarnya dapatmenggunakan setiap rahmat yang dicurahkan oleh Tuhan, khususnya melaluisakramen-sakramen yang telah kita terima untuk menyingkirkan dosa, membaharuihidup, dan menjalankan suatu hidup baru. Memiliki dan menikmati hidup barulantas tidak membuat kita besar kepala, sombong, dan bersenang-senang saja.Hidup baru kita mesti tetap mengikuti gaya Yohanes yang menjadi karpet merahbagi Tuhan, terutama dalam pelayanan-pelayanan kepada orang lain. Biarlahmereka tahu bahwa Tuhan yang berbuat bagi hidup mereka dan bukan kita yangberbuat.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah kami, semoga perayaan hari ini memperkuat semangatkami untuk berbagi rahmat-Mu kepada sesama, khususnya mereka yangberkekurangan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ester Making dan Elen Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 19: 9b-11.14-21.31-35a.36; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.10-11; Matius 7: 6.12-14.KETULUSAN MEMBUTUHKAN KEADILAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketulusan Membutuhkan Keadilan. Adaseekor tikus mendapatkan keuntungan di pagi hari ketika ia menemukan makanansisa dibuang oleh tuan rumah di belakang dapur. Tikus itu memanggil beberapatemannya dan mereka bersuka ria bersama. Namun saat bahagia itu berlangsungbeberapa saat saja, karena beberapa kucing datang dan tikus-tikus itu lariketakutan. Sekarang giliran kucing-kucing memanfaatkan kesempatan untukberpesta pora. Tikus hanya bersembunyi dan melihat dari jauh. Namun pesta kucing-kucing tadi hanya sesaat dan langsung bubar karenabeberapa anjing berdatangan. Sekarang anjing yang menguasai keadaan dankucing-kucing berlari ketakutan. Yang menakjubkan ialah tikus-tikus semuanyadatang dan ikut berpesta bersama anjing-anjing. Mereka sungguh berteman dengananjing-anjing. Seekor tikus melihat dan mengejek kucing-kucing yang memandangdari jauh dengan sedih, katanya: "Sekarang kamu tahu yang sesungguhnyaterjadi. Kejahatan yang kamu lakukan terhadap kami, terjadi juga terhadap kamu.Nikmati saja kesedihanmu dan kami menikmati pesta." Perkataan dan ejekan tikus tersebut cukup merefleksikan apa yangdigambarkan oleh Injil Matius pada hari ini. Dikatakan begini: Segala sesuatuyang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepadamereka. Kita juga bisa menempatkan pernyataan ini sejajar dengan ajaran cintakasih Kristus yang mengatakan bahwa kita ingin dicintai oleh sesama sepertikita mencintai mereka. Lalu santo Fransiskus dari Assisi meninggalkan kitawarisan rohaninya yang terkenal tentang nyanyian cinta kasih Allah. Beberapapenggalan syairnya kira-kira seperti ini: supaya dimengerti, maka Anda harus mengerti, dicintai, makamencintailah, dibantu, maka membantulah. Hal ini bukan suatu ajaran tentang balas-membalas perbuatan baik.Sebenarnya ini adalah sebuah ketulusan. Agar kehidupan kita menjadi bermakna,maka kita harus dapat berbagi dari diri kita kepada orang lain, terutama merekayang ada di sekitar kita. Misalnya kita memberikan salam atau tersenyum kepadasaudara dan saudari yang kita jumpai tiap hari. Ini adalah bagian dari hidupyang tulus. Perlakukan yang baik terhadap sesama dalam kewajaran dan berperikemanusiaan, dengan sendirinya berbuah pada kebaikan yang dilakukan orang lainterhadap diri kita. Saya telah berbuat baik kepada saudara dan saudariku,demikian juga nanti di dalam kesulitan dan kekurangan, mereka akan membantusaya. Hal ini merefleksikan kehidupan kita bersama yang memiliki keadilan. Jika ketulusan kita selalu berjalan bersama dengan keadilan maka kitamemang sedang menciptakan suatu kehidupan bersama yang damai dan nyaman sepertiyang dikehendaki Tuhan dari kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang baik, penuhilah kami dengan semangat cintakasih-Mu sehingga kami dapat berbuat kasih tanpa pamrih dan rela berkorban .Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elen Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 17: 5-8.13-15a.18; Mazmur tg 60: 3.4-5.12-13; Matius 7: 1-5.SIAPA YANGMENGHAKIMI DENGAN BENAR? Tema renungan kita pada hari ini ialah: Siapa yang Dapat Menghakimi denganBenar? Ferdinand adalah seorang remaja kelas 1 SMA yang ceria dan satu minggulalu ia terpilih menjadi ketua misdinar di parokinya. Tetapi pada minggukeduanya ia mengundurkan diri. Saat ditanya alasan ia begitu cepat berhentisebagai ketua, ia hanya menjawab singkat bahwa banyak temannya memberikankomentar dan masukan yang membangun. Tetapi lebih banyak lagi yang memberikandia penilaian atau kritik yang negatif bahkan juga fitnahan. Penghakiman dan penilaian secara negatif atau istilah Inggrisnya judgmentalada di mana-mana dan dilakukan oleh siapa saja. Menurut Tuhan Yesus Kristus,ini tidak boleh dilakukan, dan tidak menjadi gaya hidup para pengikut-Nya. Inimerupakan dosa yang sejalan dengan gaya hidup di dunia yang melakukanpenghakiman untuk memisahkan yang salah dan benar. Penegasan Yesus kepada kita pada hari ini bermaksud untuk menghentikan kitadari kebiasaan menghakimi sehingga memvonis orang lain berdosa. Sebaliknya,kita diajarkan untuk mengutamakan sisi yang terbaik dan terhormat dari oranglain, karena melalui itu pendidikan kemanusiaan terjadi, cinta kasih bertumbuhbaik, dan solidaritas bersama sebagai umat Tuhan terjaga. Penghakiman, kritik dan penilaian memang tetap diperlukan bagi setiaporang, kelompok dan komunitas, tetapi dalam cara kelemah-lembutan dan kasih.Ini merupakan tugas yang suci. Orang tua mengoreksi bahkan menghakimi anaknyatentang pergaulan antar lawan jenis yang sudah mengkwatirkan. Ataubiarawan-biarawati muda dihakimi dalam soal kedisiplinan hidup harian yangsudah terasa kering dan hilang mutunya. Ini merupakan penilaian yang suci. Maka nasihat terbaik Yesus bagi kita ialah barang siapa yang menilai,mengkritik dan menghakimi sesamanya secara baik dan di dalam kasih, ia akandinilai secara baik juga oleh Tuhan. Kemudian, siapa yang dapat menghakimidengan benar? Tuhan-lah sebagai pihak yang memberikannya karena Dialah sumberkasih dan kebaikan. Kita sebagai umat-Nya ikut memberikan penilaian danpenghakiman yang benar dan baik karena kita memang dipakai oleh Tuhan. Caranya ialah berangkat dari diri kita untuk menilai diri sendiri, apakahkita bersih atau terbebaskan dari kesalahan dan dosa. Jika kita berbuat dosayang sama dengan orang yang kita berikan penghakiman, sementara kita sendiribelum bertobat sedikit pun, itu sama dengan dusta atau munafik. Hasilnya bisanihil, karena orang akan mengatakan berikan dulu buktinya pada dirimu kalaumemang Anda bersih atau sudah berubah. Kata dan perbuatan harus sejalan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, buatlah kami tulus dan benar dalammemberikan penilaian, kritik dan masukan terhadap sesama kami, dan pakailahkami untuk menyampaikan kebenaran itu melalui kata dan perbuatan kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agata Tukan, Elen Making, Ester Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yeremia 20: 10-13; Mazmur tg 69: 8-10.14.17.33-35; Roma 5: 12-15; Matius 10: 26-33.JANGAN TAKUT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jangan Takut. Ada pasangan suamidan istri yang baru satu tahun menikah dan dikaruniai seorang putra. Merekamasing-masing memiliki sifat penakut sebelum menikah. Suami selalu takut dengandarah. Ia tidak bisa melihat langsung darah segar keluar dari tubuh manusiaatau binatang. Ia bahkan tidak bisa melihat langsung saat kelahiran putranya.Istri suka takut berada sendirian dan dalam tempat yang gelap. Ia selalumemiliki saudara dan teman yang menemaninya setiap saat. Tetapi setelah kelahiran anak pertama mereka, mereka berdua memutuskanuntuk meninggalkan kebiasaan memiliki rasa takut yang sebenarnya tidak perlu.Keputusan itu memiliki motivasinya pada pendidikan dan pertumbuhan anakpertamanya dan nanti pada anak-anak yang akan lahir. Mereka sangat menyadaribahwa apa yang ada pada orang tua dan yang mereka lakukan akan diterapkankepada anak-anak. Kalau orang tua suka takut yang tidak beralasan, mereka akanmempengaruhi anak-anak bersikap yang sama. Tuhan Yesus mengajarkan kita supaya jangan takut, sebagai bagian daripewartaan Injil-Nya. Ia ungkapkan perintah ini untuk menguatkan iman kitakepada-Nya. Demi tujuan ini, perintah tersebut ia sampaikan sebanyak 365 kali.Kalau satu tahun ada 365 hari maka setiap hari memiliki satu perintah atauperingatan "Jangan takut" yang harus kita jalankan. Mengapa perintah "Jangan takut" ini sangat penting bagi kita?Karena ini adalah kehidupan nyata Tuhan Yesus Kristus sendiri. Ia sendiri tidaktakut kepada siapa pun dan apa pun yang berhubungan dengan dunia dan manusia.Ia bahkan tidak takut dengan kematian-Nya sendiri. Ia ingin supaya kitamengikuti teladannya. Percuma Ia memerintah kita melakukan, tetapi Ia sendiritidak menjalankannya. Apa yang dilakukan oleh Yesus, dilakukan juga oleh nabiYeremia dan Santo Paulus. Dan kita semua berusaha di dalam iman untukmenjalankannya juga. Perintah Tuhan "Jangan takut" dimaksudkan untuk mencegah kitatidak begitu gampang menjadi takut. Perintah ini adalah yang paling seringdilanggar, karena secara kodrati kita manusia adalah bangsa penakut. Kitamewarisi rasa takut dari manusia pertama yang telah jatuh ke dalam dosa. Kitajuga memiliki sifat binatang penakut ketika lingkungan hidup kita diganggu oleh pihak yang lain. Di dalam dunia ini dan khususnya di sekeliling kita ada begitu banyakcobaan dan ancaman musuh, baik yang kelihatan maupun yang tidak. Maka TuhanYesus meyakinkan kita untuk tidak usah takut, karena ia memimpin hidup kita.Kalau hidup kita sungguh bersama Dia, ketakutan menjadi tidak mungkin. Marilah kita berdoa.Dalam nama... Ya Yesus, semoga dengan perayaan hari Minggu ini, kama dapatmengalahkan semua ketakutan di dalam dunia ini dan memberikan rasa nyaman satuterhadap yang lain. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. 2 Tawarikh 24: 17-25; Mazmur tg 89: 4-5.29-30.31-32.33-34; Matius 6: 24-34.ESOK TETAP ADA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Esok Tetap Ada Tuhan.Seorang anak usia sekolah dasar sedang berusaha sekuat tenaga untuk memindahkankardus besar supaya ruang buat permainannya menjadi lebih luas. Ia mendorongsekuat tenaga tetapi kardus itu tidak bergerak sedikit pun. Ia memakai kayuuntuk mendongkel di bawahnya lalu mendorongnya, tetap tidak berhasil apa-apa.Lalu ia menangis dan marah. Ia bertambah kesal karena bapaknya yang melihatdirinya cuma tertawa. “Kenapa bapak hanya tertawa?” Ia bertanya dengan kesalnya.Jawab bapaknya: “Karena kamu tidak minta bantuan Bapak untuk memindahkan kardusitu. “ Anak itu tersenyum dan kembali gembira untuk bermain-bermain setelahbapaknya memindahkan kardus tersebut. Setelah bermain, kardus itu dikembalikanke tempatnya semula. Lalu anak itu berkata kepada bapaknya, “Besok akan susahmainnya karena ada kardus di tempat itu lagi.” Bapaknya menjawab: “Besok adabapak, tidak usah kuatir, anakku.” Tuhan menjamin supaya kita tidak kawatir akan hari esok.Ia tetap ada dan mengontrol hidup kita. Kepada orang-orang yang selalu gelisahdan kawatir akan hidupnya esok atau lusa, berhentilah merasa seperti itu. Iniadalah pegangan iman, pijakan kaki pada jalan Yesus Kristus, dan ketergantungankita pada harta surgawi. Kekawatiran orang akan esok dan lusa selalu beralasan.Yesus menunjukkan bahwa kekawatiran itu disebabkan oleh ketergantungan manusialebih besar kepada mamon. Uang, harta, posisi, jabatan, status sosial,popularitas adalah mamon dunia ini yang selalu dicari manusia. Mereka tidakpernah membuat manusia hidup tenang dan damai. Karena itu kekawatiran itu lebihdisebabkan oleh bayangan atau perasaan kalau kekayaan-kekayaan tersebut tidakmencukupi lagi atau bahkan hilang. Tetapi Tuhan Yesus ingin supaya kita menghapus kekawatirandan kegelisahan kita. Kebutuhan jasmani kita ada dalam kontrol Dia, sama dengantanaman dan burung-burung yang dihidupi-Nya. Dengan kata lain, hari esok danlusa tetap ada Tuhan. Ia sudah menciptakan, memelihara, dan membawa kita sampaipada detik ini, maka Ia juga yang menyelenggarakan hari esok dan lusa kita.Tuhan tidak tega membuat kita terlantar dan terbuang. Tuhan tentu tidak inginkalau kita tidak selamat. Jika kita tidak usah kawatir dan gelisah akan kelangsunganhidup esok dan lusa, yang harus kita curahkan perhatian dan perjuangkan ialahmemperbanyak harta surgawi. Keselamatan jiwa kita saat ini dan nanti setelahkematian harus menjadi lebih utama. Kita mesti kawatir dan gelisah apakah nantijiwa kita selamat atau tidak.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga, berkatilah kami supaya kamitetap bergantung pada penyelenggaraan-Mu bagi hidup kami. Bapa kami yang ada disurga... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. 2 Raja-Raja 11: 1-4.9-18.20; Mazmur tg 132: 11-12.13-14.17-18; Matius 6: 19-23.ARAH HATI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Arah Hati. Mujizatyang terjadi pada manusia tidak terlepas dari doa-doa yang kita panjatkan. Kitamemperoleh keuntungan jasmani dan rohani berkat doa-doa kita. Melalui doa danjalinan relasi dengan Tuhan, terjadilah suatu arah hati manusia kepada Tuhan.Doa yang tidak disertai dengan arahan hati, pikiran, dan jalinan cinta denganTuhan akan menjadi doa yang sesat. Di luar waktu, tempat dan suasana doa, arah hati kita bisake mana saja mengikuti keinginan hati. Biasanya yang sangat umum menjadi tujuanperhatian keinginan hati manusia ialah kekayaan dunia. Seorang pemuda sedangberjudi bola pada saat terjadi perhelatan sepak bola piala dunia tahun ini. Ketika ia sedang menghadiri Misapada hari Minggu, seluruh perhatian dan kecondongan hatinya ialah kemenangantim favoritnya. Misa Kudus itu sebenarnya tidak bernilai bagi dia pada saatitu. Ini adalah sebuah contoh arahan hati yang sebenarnya kepada Tuhan, tetapi bisa dengangampang berubah arahnya kepada peristiwa dan kenikmatan duniawi. Pada hari iniSabda Tuhan memberi peringatan bahwa kekayaan duniawi dan harta milik banyakkali menjadi ancaman untuk ketenangan dan kedamaian hati kita. Kita akan mudahsekali terbawa dan termakan oleh keinginan untuk terus mencari, mendapatkan danmemilikinya. Banyak dari kita berpikir bahwa setelah kita memiliki semua itukita akan menjadi aman dan tenang. Yesus mengatakan bahwa cara hidup seperti inimemperhambakan dan membodohkan. Harta milik, uang, dan kepentingan duniawimemang kita perlukan, tetapi bukan untuk menggantikan arahan hati kita kepadaTuhan. Semua itu tidak mungkin kita bawa setelah kematian di dunia ini. Hartadan tujuan surgawilah yang harus menjadi fokus perhatian dan keseriusan kita. Dengan firman pada hariini Tuhan berkenan membuka hati, budi dan kehendak kita untuk menimbun danmemperbanyak harta surgawi kita. Harta surgawi kita tidak mungkin tersimpan di bank sepertiuang dan harta dunia. Suatu saat bank itu dibobol atau terkena kecelakaan maka harta dunia akan hilang. Tetapi harta surgawi sepertihidup rohani, hubungan dengan Tuhan, ajaran Tuhan, semangat pelayanan dan kasihyang tersimpan di dalam kerajaan Allah, tidak mungkin hilang. Harta itu yangmenemani kita setelah kematian nanti. Kalau Anda ditanya: di manakah hartamu?Atau ke mana arah hatimu? Sebagai pengikut Kristus, jawabannya harus menjadi:harta surgawi. Peristiwa pemusnahan kekuasaan Baal yang dikisahkan dalam bacaanpertama hari ini memperkuat keyakinan kita bahwa Kerajaan Allah yang berdiritegak di dunia harus dapat mempertahankan harta surgawi kita di dunia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga hati kami selalutertuju kepada-Mu dan akhirnya beristirahat di dalam Dikau selama-lamanya.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Sirakh 48: 1-14; Mazmur tg 97: 1-2.3-4.5-6.7; Matius 6: 7-15.DOA YANGBERDEVOSI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Doa yang Berdevosi. Seorang siswaSMP menjadi lulusan terbaik dari sekolahnya. Sebagai ungkapan syukur,pertama-tama ia berdoa di kamarnya untuk berterima kasih kepada Tuhan. Kemudiania pergi ke bapa dan ibunya untuk menyampaikan suka cita dan terima kasihnya.Kepada orang tuanya ia berkata: "Terima kasih Bapa dan Ibu, aku berusahauntuk tetap menjadi anak yang baik dan setia kepada Bapa dan Ibu." Seorang anak yang setia, patuh dan menyayangi orang tuanya akan berbuatyang terbaik untuk membahagiakan mereka. Ia tidak pernah mempunyai niat untukmengecewakan atau menyakitkan mereka. Inilah yang dimaksudkan dengan seoranganak memiliki devosi kepada orang tuanya. Demikian juga kalau doa-doa kitapenuh devosi kepada Tuhan, itu berarti kita berdoa dalam posisi sebagaiputra-putri atau anak-anak yang patuh dan setia kepada Tuhan. Doa “Bapa Kami” merupakan doa yang berdevosi, karena merupakan doa YesusKristus sebagai Putra Allah, yang menyatukan kita semua sebagaisaudara-saudari-Nya, untuk menempatkan diri kita di bawah kuasa perlindunganBapa di surga. Doa devosi ini berisi kata-kata sederhana berupa pujian,kemuliaan, syukur dan permintaan. Doa anak-anak selalu memiliki ciri-ciriseperti itu. Sedangkan doa orang besar, penguasa, cendekia dan cerdas-pandai cenderungmenjadi doa yang berlebihan. Mereka lebih suka membanjiri Tuhan dengankata-kata indah, puitis, megah dan bertele-tele. Mereka cenderung menyampaikankemampuan dan prestasi mereka di dunia seperti ingin menunjukkan bahwa merekabegitu penting di hadapan Tuhan. Sibuk dengan sebegitu rumitnya isi kata-kataitu, mereka lupa untuk bersyukur dan memohon kepada Tuhan. Doa “Bapa Kami” merupakan doa yang berdevosi karena mengungkapkan ketulusandan komitmen, bahwa mengambil bagian dalam Yesus Kristus adalah panggilan. Iniberarti, berada jauh atau bahkan di luar Yesus, sapaan kepada Tuhan sebagai“Bapa” akan menjadi aneh dan tidak logis. Devosi sangat menuntut ketulusan dankomitmen. Doa “Bapa Kami” sebagai doa yang berdevosi karena didoakan setiap saat,didoakan oleh publik, dan didoakan dalam semua jenis ibadat. Singkatnya doa inimodel bagi semua jenis doa orang-orang beriman. Doa ini diterjemahkan dalamberbagai bahasa dan dialek, maka dapat didoakan siapa saja dan di mana pun. Doa “Bapa Kami” sebagai doa yang berdevosi karena memakai kata “kami” yaitusemua pribadi orang-orang percaya yang berdevosi kepada Bapa yang ada di surga.Kita tidak memakai kata “aku” yang berarti untuk diri sendiri, atau “kita” yangtidak tepat untuk komunikasi doa dua arah, antara Tuhan dan si pendoa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga, semoga semangat doa kami tetap kuat dan membantu kami menjadikudus. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. 2 Raja-Raja 2: 1.6-14; Mazmur tg 31: 20.21.24; Matius 6: 1-6.16-18.BEBANKEMUNAFIKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Beban Kemunafikan. Ada seorang anakkelas 3 SD bernama Prima. Ia memiliki adik perempuan yang berusia 5 tahun. Ibumeminta Prima untuk menjaga adiknya yang sedang berlatih sepeda. Primamengatakan bahwa ia sangat sayang pada adiknya dan siap menjaganya berlatihsepeda. Tetapi setelah itu Prima tidak menjaga adiknya, ia justru pergi bermaindengan teman-temannya. Adiknya dibiarkan bersusah payah berlatih dan beberapa kali jatuh. Kemudianibunya menegur anak pertamanya itu: "Prima, kalau kamu berjanji untukmenjaga adik, namun ternyata kamu tidak melakukan, itu namanya munafik. Kamuberbohong pada ibu, pada adikmu, juga pada Tuhan. Pada saat itu baru pertamakali Prima mengerti kata "munafik". Ia berjanji untuk tidak munafiklagi. Pada hari ini Tuhan Yesus memberikan peringatan keras kepada kita untuktidak munafik. Orang-orang munafik adalah pembohong. Mereka selalu tampil baikdan mengatakan ya, tetapi perbuatan mereka justru sebaliknya. Sebenarnya merekamenanggung beban yang tidak ringan. Beban pokok mereka ialah mereka selalumemakai topeng. Mereka sembunyikan pribadi mereka yang asli, sedangkan yangditampilkan adalah pribadi yang berbeda. Ada tiga poin yang dapat kita renungkan pada hari ini tentang beban munafikitu. Dalam hal berdoa, kita harus dapat menghindari bebannya, yaitu pujian danhormat orang lain bahwa kita adalah orang-orang saleh. Biarkan saja Tuhan yangtahu bahwa kita yang mencintai Dia. Kita tidak perlu peduli dengan kata orangbahwa kita rajin berdoa, rutin menghadiri ekaristi, membaca kitab suci dll. Dalam hal memberikan perhatian dan pertolongan kepada orang lain, biarlahTuhan Allah saja yang tahu bahwa kita berbuat kasih. Kita tidak perlumewartakan ke mana-mana tentang ini. Fokus perhatian kita ialah orang yangditolong, karena di situlah cinta kasih yang berbicara. Beban tentang pengakuanorang lain dan berita tentang itu bukan menjadi fokus kita. Dalam hal berpuasa, kita juga harus dapat menghindari bebannya, yaitupengakuan dan hormat dari orang lain. Biarlah Tuhan saja yang tahu bahwa kitasedang berbakti kepada-Nya melalui puasa. Tidak ada gunanya orang lainmengetahui dan membuatnya menjadi berita, karena mereka tidak mengalami maknapuasa. Kita sendiri yang mengalami dan mendapatkan kegunaannya. Untuk dapat menghindari diri kita dari beban-beban kemunafikan, satunasihat penting bagi kita ialah hendaknya kita menjadi diri kita sendiri yangberiman dengan benar dan tulus. Tuhan jauh lebih mengetahui diri kita dari padakita sendiri, oleh karena itu kemunafikan hanya sebagai beban yang tidakberguna. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami untuk selalu hidupdalam ketulusan dan kebenaran. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Raja-Raja 21: 17-29; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.11.16; Matius 5: 43-48.SATU KATA UNTUKTUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Satu Kata Untuk Tuhan. Ada sepasangmuda-mudi yang sudah menjalin hubungan cinta selama tiga tahun, inginmelanjutkan itu ke jenjang pernikahan. Satu persoalan yang rumit bagi keduanyaialah upacara pernikahan mengikuti tata cara agama salah satu dari mereka,padahal mereka berlainan agama. Si wanita yang Katolik sangat ingin supayapernikahan itu dirayakan dalam cara agama Katolik, tetapi ia sama sekali tidakingin memaksakan itu kepada calon suaminya yang bukan Katolik. Semua persiapan lain sudah beres dilakukan namun tentang upacara pernikahandalam ritual agama belum menemukan titik terang. Semua pihak menunggu saja apayang memang dikehendaki oleh Tuhan. Lalu yang dikehendaki Tuhan itu akhirnyadatang. Si pemuda berterus-terang kepada calon istri, keluarganya sendiri dankeluarga calon istri, bahwa ia ingin agar ritual pernikahan mereka dilakukansecara Katolik. Calon istrinya ingin mengetahui alasan ia begitu yakin dengankeputusannya itu, dan ia menjawab singkat begini: "Tuhan sudah memberibegitu banyak dan baik, maka kita mengikuti saja dengan memberi sepertiDia." Singkatnya, ia ingin membuat segala urusan lancar, dan sejauhmungkin menghindari apa yang dapat membuat tambah sulit. Pemuda itu mendapatkan keyakinannya dari Tuhan sendiri. Satu kata kunciuntuk Tuhan ialah memberi. Hakikat diri Tuhan ialah memberi dan tindakanfundamental Tuhan juga sama, memberi. Kita pantas memiliki keyakinan yang samadengan pemuda itu, bahwa Tuhan sudah menyelenggarakan semua dan membuat segalasesuatu mungkin sehingga kita mendapatkan hidup dan diizinkan untuk mengisihidup kita. Ada yang mengisinya dengan pelayanan, yang lain dengan berkarya,yang lain lagi dengan berbuat baik dan membangun persekutuan bersama di dalamdunia ini. Pada hari ini bacaan-bacaan suci mengajarkan kita tentang sebuah bentukperbuatan memberi yang selalu menjadi tantangan besar kalau dilakukan. Memberisesuatu yang baik kepada orang yang memusuhi dan yang merugikan kita adalahkesulitan kita pada umumnya. Ini adalah jenis perbuatan memberi yang luarbiasa. Tuhan Yesus sudah melakukannya, dan Ia ingin supaya kita juga dapatmelakukannya. Yesus berkata bahwa orang-orang yang tidak menyukai atau memusuhikita, pantas diberikan kasih yaitu dengan mendoakan mereka. Kita masing-masing menyadari bahwa ada orang-orang yang tidak menyukai danmemusuhi kita. Kita sendiri yang mengetahui seberapa serius mereka memusuhikita. Mereka mungkin tak menyadari haknya untuk didoakan, tetapi kita sendirimesti menyadari kewajiban kita untuk mendoakan mereka. Ini merupakan salah satutindakan memberi yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang maha rahim, semoga kami selalu bertanggungjawab untuk mendoakan orang-orang yang memusuhi dan tidak menyukai kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. 1 Raja-Raja 21: 1-16; Mazmur tg 5: 2-3.5-6.7; Matius 5: 38-42.RAHMAT DAN BELASKASIH MENGATASI KEADILAN Renungan kita pada hari ini bertema: Rahmat dan Belas Kasih MengatasiKeadilan. Ada seorang pemuda bernama Julio yang mempunyai dua adik perempuan.Kedua adiknya itu selalu bertengkar biarpun atas hal-hal yang sepele. Julioyang sedang kuliah itu menyadari bahwa tugasnya sebagai kakak tidak sekedarmenengahi kedua adik kesayangannya, tetapi mengajarkan mereka tentang salingmenghormati dan mengasihi. Ia selalu menasihatkan mereka dengan mengatakan:"Kalian tidak cukup bersikap adil satu terhadap yang lain, tetapi harusada kasih yang melebih perlakuan yang adil". Sebenarnya yang diperbuat Julio adalah perbuatan Tuhan Yesus sendiri. TuhanYesus adalah sumber rahmat, kerahiman dan belas kasih yang melengkapi hukum didunia yang berdasarkan keadilan. Kita manusia memang membutuhkan keadilan.Keadilan adalah keutamaan sekaligus peraturan. Sebagai keutamaan berarti yangadil ialah sesuai hak dan kewajiban setiap orang yang terjamin. Sebagaiperaturan, keadilan menuntut adanya hukuman bagi yang bersalah dan pujian atauimbalan bagi yang benar. Fungsi keadilan dalam memberikan hukuman yang setimpal, memiliki celakelemahan, sehingga Yesus bekerja untuk menutupinya. Kalau tidak ditutupi ataudiatasi, maka hukum mata ganti mata, gigi ganti gigi tidak akan pernahberhenti. Yesus menggunakan rahmat, kerahiman dan belas kasih untuk mengatasikekurangan keadilan di dunia. Inilah yang disebut misericordia, yaitu ada pengampunan dan terjalin rekonsiliasisehingga tercipta kedamaian. Di dalam damai orang-orang menerima satu sama laindan saling melengkapi. Peristiwa yang terjadi terhadap Nabot, baik harta maupun jiwanya sendiriyang dihabiskan oleh penguasa yang jahat, merupakan sebuah contoh ketidakadilanyang ada di dalam dunia ini. Orang atau golongan yang kecil dan lemah selalukalah. Bagi Yesus dan kita semua pengikut-Nya, jika ketidakadilan ini tidakdihentikan, membalas dendam dan kebencian akan tumbuh subur. Untuk menghentikanini, diperlukan hukum cinta kasih yang tentu saja melampaui rasa keadilan.Ketika seseorang diampuni dan diterima, maka ia bukan lagi dilihat sebagaipendosa atau pembuat kekacauan tetapi seorang yang baru. Mungkin saat ini kita mengalami betapa sulitnya menyelesaikan masalahdengan pengampunan dan belas kasih, tetapi bukan berarti hal ini tidak mungkinkita lakukan. Mengampuni, menanggapi dengan senyum, tenang, diam dan bahkanmendoakan mereka yang telah berbuat tidak adil atau jahat terhadap kita, bukansuatu tindakan dari titik nol. Kita bukan baru mau belajar dan berlatih untukmengampuni. Kita sudah dikaruniai Tuhan untuk melakukannya. Kita hanya perlukeberanian, konsistensi dan semangat untuk mewujudkannya.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, tambahkanlah keberanian dan kuatkanlahkonsistensi kami untuk melakukan belas kasih dan pengampunan sesuai yang Engkauinginkan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Keluaran 19: 2-6a; Mazmur tg 100: 2.3.5; Roma 5: 6-11; Matius 9: 35 - 10:8.DIPANGGIL UNTUK DIUTUS, DIUTUS KARENA DIPANGGIL Tema renungan kita pada hari Minggu ini ialah:Dipanggil Untuk Diutus, Diutus Karena Dipanggil. Dalam kehidupan iman,sering kali kita berbicara tentang panggilan dan perutusan seolah-olah keduanyamerupakan dua hal yang berbeda. Padahal, keduanya tidak dapat dipisahkan.Panggilan tanpa perutusan akan kehilangan arah, sedangkan perutusan tanpa panggilanakan kehilangan dasar dan makna. Ketika Tuhan memanggil seseorang, di dalampanggilan itu sudah tersimpan tugas yang harus dijalankan. Sebaliknya, ketikaTuhan mengutus seseorang, perutusan itu lahir karena sebelumnya Tuhan telahmemanggil dan memilihnya. Kitab Suci menunjukkan kenyataan ini berulang kali.Abraham dipanggil untuk meninggalkan negerinya dan sekaligus diutus menjadiberkat bagi banyak bangsa. Musa dipanggil melalui semak yang menyala dankemudian diutus membebaskan bangsa Israel dari perbudakan. Para rasul dipanggilsatu per satu oleh Yesus, bukan sekadar untuk menjadi murid-Nya, melainkan jugauntuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Tidak ada panggilan yang berhenti padadiri sendiri. Setiap panggilan selalu mengarah pada pelayanan dan pengabdianbagi sesama. Kita kadang lebih menyukai salah satu dari keduanya.Ada yang suka berbicara tentang panggilan, tetapi kurang berani menjalankantugas yang dipercayakan. Ada pula yang begitu sibuk dengan berbagai pelayanansehingga lupa merawat hubungan pribadinya dengan Tuhan yang memanggil. Padahal,panggilan dan perutusan harus berjalan bersama. Perutusan memperoleh kekuatandari kedekatan dengan Tuhan, sedangkan panggilan menemukan maknanya ketikadiwujudkan dalam tindakan nyata. Sebagai orang beriman, kita dipanggil bukan hanya untukmenikmati kenyamanan rohani. Tuhan memanggil kita agar menjadi alat kasih-Nyadi tengah dunia. Panggilan menjadi orang tua, guru, imam, biarawan-biarawati,pekerja, atau pemimpin selalu mengandung tanggung jawab yang membawa kebaikanbagi orang lain. Setiap panggilan selalu membawa misi. Tidak ada panggilanuntuk dirinya sendiri. Dengan perutusan, yang pertama-tama bekerja bukanlahkemampuan kita, melainkan Tuhan yang memanggil. Ini membuat kita tetap rendahhati. Kita diutus bukan karena paling pandai, suci, atau kuat, tetapi karenaTuhan memilih dan mempercayai kita. Ketika menghadapi kesulitan, kegagalan,atau penolakan, kita dapat kembali kepada sumber perutusan itu, yaitu Tuhansendiri yang telah memanggil kita sejak awal. Hendaknya kita terus memelihara kesatuan antarapanggilan dan perutusan. Setiap kali mendengar suara Tuhan, hendaknya kita siapmelangkah menjalankan tugas yang dipercayakan-Nya. Dan setiap kali menjalankanperutusan, hendaknya kita tidak lupa kembali kepada Tuhan yang memanggil. Disanalah hidup beriman menemukan kepenuhannya, ketika panggilan menjadipelayanan dan pelayanan menjadi jawaban kasih kepada Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Tuhan, di hari Minggu ini, kami mohon supaya kasih-Mu yang Engkaucurahkan melalui ibadat Ekaristi, berbuah pula dalam kasih bagi diri kamisendiri dan yang kami bagikan kepada sasama kami. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elan Parera, Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komuntias Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 8: 2-3.14b-16a; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; 1 Korintus 10: 16-17; Yohanes 6: 51-58.KITA HIDUP OLEH TUBUH DAN DARAHKRISTUS Tema renungan kita pada hariMinggu ini ialah: Kita Hidup Oleh Tubuh Dan Darah Kristus. Hari Raya Tubuh danDarah Kristus yang Mahakudus mengundang kita untuk merenungkan kebenaran yangmendalam: Kristus tidak hanya mengajar kita dari kejauhan. Dia memberikandiri-Nya sepenuhnya kepada kita. Dalam Ekaristi, Yesus menjadi makanan danminuman kita sehingga kita dapat memiliki hidup di dalam Dia dan melanjutkanperjalanan kita dengan kekuatan, harapan, dan kasih. Dalam Injil, Yesus berkata terusterang bahwa tubuh-Nya sebagai daging Anak Manusia dan darah-Nya adalah makananyang sepatutnya kita santap. Ini mengungkapkan lebih dari sekadar kuasa-Nyauntuk menyediakan makanan materi, tetapi suatu karunia yang lebih dalam. Sama seperti orang-orang dipelihara secarafisik, Kristus memelihara kita secara rohani melalui Tubuh dan Darah-Nya.Manusia lapar akan banyak hal seperti: penerimaan, kedamaian, makna,pengampunan, dan cinta. Tidak ada suatu pemberian dari dunia ini yang dapatsepenuhnya memuaskan rasa lapar Kita. Hanya Kristus yang dapat memenuhikerinduan terdalam hati manusia. Ekaristi mengingatkan kita bahwa Tuhan memahamikelemahan kita. Kita sering menjadi lelah, putus asa, dan terbebani olehpergumulan hidup. Kadang-kadang kita mungkin merasa tidak memadai dalampanggilan, tanggung jawab keluarga, pelayanan, studi, atau pekerjaan kita.Namun Yesus tidak membiarkan kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri.Setiap kali kita menerima Ekaristi dengan iman, Dia berbagi hidup-Nya sendiridengan kita. Kesabaran-Nya memperkuat ketidaksabaran kita. Kasih-Nya menyembuhkanhati kita yang terluka. Keberaniannya menopang kita ketika kita merasa takut. Ekaristi juga merupakan panggilan untuk menjadi apayang kita terima. Kita menerima Tubuh Kristus supaya kita dapat menjadi TubuhKristus bagi orang lain. Roti yang dipecahkan untuk kita menantang kita untukberbagi diri kita dengan murah hati. Cawan keselamatan mengundang kita untukmencurahkan hidup kita dalam pelayanan, belas kasihan, dan pengampunan.Dipelihara oleh Kristus, kita diutus untuk memelihara orang lain melaluikata-kata, kehadiran, dan tindakan kebaikan kita. Ada seorang bapa berbagi cerita tentang Ekaristiharian dan mingguan yang menopang dirinya dan keluarga. Beban hidup dantanggung jawab memelihara keluarga merupakan tugas setiap hari yang tidak bolehdiabaikan. Maka setiap kali menghadiri Ekaristi menjadi kesempatan untukmenerima Tuhan Yesus dan membawa Dia ke dalam setiap situasi dan kegiatanhidupnya. Seperti bapa itu, kita sering menemukan bahwa kekuatan kita tidakmencukupi. Ekaristi mengingatkan kita bahwa kita tidak ditopang oleh upaya kitasaja. Kita hidup oleh Kristus sendiri. Dia memberi kita makan sehingga kitadapat melanjutkan perjalanan kita dengan setia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Tuhan Yesus, Engkau berikan kepada kami Tubuhdan Darah-Mu sebagai makanan hidup yang kekal. Ketika kami lemah, kuatkan kami.Ketika kami putus asa, perbarui harapan kami. Ketika kami tergoda untuk hanyamengandalkan diri kami sendiri, ingatkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami.Semoga setiap Ekaristi memperdalam persatuan kami dengan-Mu dan mengubah kamimenjadi instrumen kasih-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Patricia Yessika dari Paroki Santa Maria Tak Bercela di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 2 Timotius 4: 1-8; Mazmur tg 71: 8-9.14-15ab.16-17.22; Markus 12: 38-44.AGAMA AMBISI, PROMOSI DAN POSISI Tema renungan kita pada ini ialah: Agama Ambisi, Promosidan Posisi. Karena memeluk agama itu sebagai hak dan pilihan individu ataukelompok, sifat natural manusiawi yang berambisi, suka promosi diri dan inginakan posisi atau jabatan sering mempengaruhi keyakinan setiap orang. Tuhan Yesus meminta kita tidak memiliki cara hidup berimanyang demikian. Yesus sendiri tidak memiliki tipe itu. Ia justru menghadirkansatu jenis hidup beriman yang berlawanan dengan ambisi, promosi dan posisi.Para pemuka agama, cendekia, ahli kitab suci dan kaum Farisi terkenal denganjenis agama ini. Lalu Yesus ingatkan kita semua, supaya tidak tergodamengikuti atau tidak memelihara kecenderungan untuk: 1) keinginan amat tinggiatau berambisi menjadi penting dan diutamakan; 2) selalu mau promosi atautampil cari perhatian untuk dikenal dan diakui yang intinya ialah penghormatandan penghargaan dari orang lain; 3) selalu berusaha menggunakan posisi ataukedudukan, bahkan yang sifatnya rohani, untuk keuntungan pribadi. Para pengikut Kristus sebaliknya harus melakukan pelayanandalam kerendahan hati untuk kebaikan sesama, daripada berambisi menjadi yangutama. Menampilkan atau promosi kebaikan orang lain dan kehidupan bersamamelalui pekerjaan, pelayanan dan solidaritas daripada promosi diri sendiri.Kesempatan memakai posisi entah sipil atau keagamaan untuk pelayanan danpembaktian diri secara tulus dan tanggung jawab, daripada mencari keuntungandiri sendiri. Ketiga kecenderungan daging yang diuraikan tadi berakarpada kesombongan, yang merupakan salah satu dari 7 dosa pokok manusia. Kalauyang pokok ini dihilangkan maka dosa-dosa turunannya juga tak akan berkembang.Ada dua cara yang kita belajar hari ini untuk menghilangkan kesombonganmanusiawi. Pertama, kita setiap saat senantiasa memuji dan bersyukurkepada Tuhan. Rasul Paulus menasihatkan muridnya Timotius untuk menyatakanpujian dan syukur itu melalui suatu sikap iman yang benar, yaitu bersabar dalampenderitaan dan melakukan tugas pelayanan dan pewartaan dalam suka cita. Kedua, kerendahan hati menjadi pilihan sikap hidup yangkita kembangkan dan pelihara. Yesus memberi contoh melalui penampilan jandamiskin yang memberi derma. Kerendahan hati itu bukan berbentuk pasif dan tenangsaja, tetapi berbuat dan mempersembahkan sesuatu materi atau rohani yangmeskipun sederhana namun berguna bagi sesama dan kepentingan bersama. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Kuatkan dan berkatilah kami, ya Tuhan YesusKristus, supaya melalui pekerjaan dan pelayanan kami yang rutin dan biasa, kamiingin melakukan itu dalam semangat menghadirkan kebaikan bagi sesama dan hidupkami bersama. Semoga Roh-Mu selalu mendampingi kami untuk mewujudkan semangatini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Olivia, Andrew dan Shendy Jost dari Paroki Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Timotius 3: 10-17; Mazmur tg 119: 157.160.161.165.166.168; Markus 12: 35-37.RELASI YESUS KRISTUS DAN DAUD Tema renungan kita pada hari iniialah: Relasi Yesus Kristus dan Daud. Dalam suatu pengajaran-Nya, Yesusmengajak para ahli Taurat untuk merenungkan identitas Mesias secara mendalam.Menurut mereka Mesias adalah anak Daud, karena memang berasal dari keturunanRaja Daud. Namun Yesus mengajukan pertanyaan yang membuat mereka terdiam: jikaMesias hanya anak Daud, mengapa Daud sendiri menyebut-Nya sebagai “Tuhan”-nya?Ini berarti Mesias bukan hanya penerus takhta Daud yang manusiawi, melainkanDia yang memiliki martabat ilahi. Yesus adalah keturunan Daud menurut daging,tetapi juga Tuhan yang dinantikan Daud sendiri. Yesus sebenarnya menunjukkanbahwa mengenal Allah tidak cukup hanya dengan menguasai pengetahuan agama. Paraahli Taurat memiliki banyak pengetahuan tentang Kitab Suci, tetapi mereka gagalmemahami makna terdalam Sabda Tuhan yang mereka pelajari. Mereka kagum akankebijaksanaan Yesus, namun tidak mampu menerima kebenaran yang diwartakan-Nya.Kekaguman saja tidak cukup untuk menjadi murid. Iman menuntut kerendahan diriuntuk menerima terang Allah. Raja Daud sendiri menjadi teladankerendahan hati. Walaupun ia seorang raja besar yang disegani, ia mengakuibahwa Mesias yang akan datang jauh lebih agung daripada dirinya. Daud tidak menjadikandirinya pusat, melainkan mengarahkan pandangannya kepada Tuhan yang akanmenyelamatkan umat-Nya. Sikap inilah yang membedakan hati seorang berimandengan hati yang hanya mencari hormat dan pengakuan diri. Sebaliknya, dalam surat-suratPaulus kita melihat contoh relasi yang indah antara seorang guru dan murid.Paulus membimbing Timotius bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga denganteladan hidup. Timotius menerima pengajaran itu dengan kesetiaan dan ketaatan.Paulus menasihatinya agar tetap berpegang pada ajaran yang telah diterimanyaserta tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyesatkan. Timotius percayakepada Tuhan yang bekerja melalui bimbingan Paulus. Relasi Paulus dan Timotius menunjukkaniman yang bertumbuh melalui pendampingan dan kesetiaan. Tidak cukup hanyamendengar Sabda Tuhan atau mengagumi pewarta-Nya. Kita dipanggil untukmenghidupi kebenaran yang telah kita terima. Timotius tidak hanya mendengarkanPaulus, tetapi juga melaksanakan apa yang diajarkan kepadanya. Hari ini Tuhan mengajak kitauntuk bertanya kepada diri sendiri: apakah kita hanya mengagumi Yesus, atausungguh mengikuti-Nya? Apakah kita hanya mengetahui ajaran-Nya, atau berusahamelaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari? Semoga kita memiliki kerendahanhati yang sesungguhnya sebagai tanda iman yang benar.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami kepada-Mu agarkami dapat menjadi tanda kehadiran dan karya-Mu di dalam dunia ini. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. 2 Timotius 2: 8-15; Mazmur tg 25: 4bc-5ab.8-9.10.14; Markus 12: 28b-34.JANTUNGNYA CINTA Renungan kita pada hari ini bertema: Jantungnya Cinta.Biasanya cinta itu indah dalam kata-kata. Tetapi cinta itu menjadi sempurnajika dilakukan atau dipraktikkan. Jadi cinta yang terungkap dalam kata-kata dandiwujudkan dalam tindakan yang sesuai dengan kata-kata, sebenarnya itu adalahjantungnya cinta. Tetapi ada masalah dengan cinta di sini. Persoalannyaialah orang menjalankan cinta sebagai sebuah teori atau rumusan, jadi bentuknyaialah ide, gagasan dan norma-norma. Misalnya jangan bicara kasar, jangan nampakkotor pada orang lain, dan banyak jangan atau larangan lainnya. Itu yang dibuat oleh orang-orang Yahudi, khususnya kaumcendekia dan ahli taurat. Mereka memiliki 600 lebih rumusan aturan agar orang-orang menjadi lebih baik dan beriman. Tapi ternyatajantung cinta atau inti cintanya tidak mereka miliki. Terlalu larut dalam teoridan rumusan, mereka lupa untuk menghidupi cinta itu. Dan Yesus sendiri yangmengajarkan mereka: jantung cinta ialah mencintai Allah dan sesama, keduanyasama penting dan sama sejatinya. Maka syarat fundamental ialah jangan berbuat ekstrem yaitufanatik untuk yang satu, sementara melupakan atau membenci yang lain. RasulPaulus menasihatkan Timotius di dalam suratnya yang kedua bahwa pewartaan danpendalaman keyakinan tentang kematian dan kebangkitan Kristus adalah metodedasar dalam pertumbuhan iman. Isi pewartaan itu sudah dimulai oleh Rasul Petruspada hari-hari pertama setelah Yesus bangkit. Ia berkotbah di hadapan semuaorang yang percaya dan yang belum. Aspek lain yang juga sangat penting ialah menghidupikeyakinan dan pemahaman iman tersebut. Rasul Paulus melanjutkan nasihatnya itu,bahwa muridnya itu dan kita semua pengikut Kristus hendaknya mati juga bersamaKristus supaya kita nanti hidup bersama Dia. Kita hendaknya bertekun agar kitaikut memerintah bersama Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia akan menyangkalkita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, sebab Yesus tidak dapatmenyangkal diri-Nya sendiri. Mungkin hidup kita saat ini berlebur dalam urusan cintaberupa kata-kata, ilusi, gambar, janji, teori, rumusan, aturan, mimpi, ambisipribadi, uang, karir dan semua kaitan dengan kebutuhan duniawi. Bisa jadijantung cintanya, yaitu perbuatan mencintai sesama dan Tuhan yang nyata,langsung, dan berguna jauh dari perhitungan. Batin terasa sedang mencarijantung cinta yang kabur atau hilang. Apakah jantung cinta sekarang bersamamuatau jauh darimu? Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tetapdalam bimbingan Roh-Mu dalam kesetiaan dan ketaatan mencintai Dikau dan sesamakami, sebab dengan demikian kami sanggup menunjukkan diri sebagaimurid-murid-Mu yang sesungguhnya. Berkatilah kami untuk intensi ini. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 2 Timotius 1: 1-3.6-12; Mazmur tg 123: 1-2a.2bcd; Markus 12: 18-27.JIKA TERJADI SALAH PAHAM Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Terjadi SalahPaham. Seorang pemuda menaksir seorang gadis yang sudah ia kenal beberapa bulanlamanya. Gadis itu lebih muda sepuluh tahun darinya. Sang pemuda selalumenyempatkan diri untuk bertemu dengan gadis pilihannya itu. Pada suatu ketikaia menyatakan secara langsung cintanya kepada gadis cantik itu. Pemuda itu berkata: "Saya jatuh cinta padamu. Apakahkamu dapat menerima saya, mengingat perbedaan usia kita 10 tahun. Selama inisaya kuatir untuk berbicara karena faktor perbedaan usia ini." Gadis itumenjawab: "Tidak apa-apa. Saya terima kok. Yang penting harus terpenuhisatu syaratnya." "Syarat apa?" tanya si pemuda. "Syaratnyaialah, kamu menunggu saja sampai usia saya sama dengan usiamu." Selama kita sebagai manusia di dunia ini kita akanmengalami banyak salah paham. Cerita di atas adalah salah satu contohnya. Salahpaham umumnya terjadi karena di antara kita tidak ada satu pemahaman ataupemikiran yang sama. Jika kita tidak berusaha mengatasinya, ini akan berpotensimenjadi konflik dan pemicu perpecahan di antara kita. Kita hendaknyamenghindari contoh-contoh salah paham yang kita temukan di dalam kitab suci. Kisah tentang Tobit yang ditunjukkan dalam Perjanjian Lamamenggambarkan salah paham orang tentang penderitaan sebagai orang beriman.Penderitaan karena Yesus jangan dianggap sebagai kutukan dan nasib yang sangatmemalukan. Justru penderitaan adalah kesempatan mendapatkan rahmat dan berkatTuhan. Salah paham yang kedua ialah pandangan bahwa kebaikan dan panggilankudus didapatkan adalah semata-semata karena perbuatan manusia. Tuhan dipandangtidak berperan apa-apa. Seharusnya, ini adalah karena maksud dan kasih TuhanAllah sendiri yang memilih dan memberikan kita martabat yang tinggi. Orang-orang Saduki salah paham bahwa nanti di dalam hidupabadi suami-istri biologis akan melanjutkan lagi perkawinan mereka di sana.Mereka berpikir bahwa manusia hanya akan pindah alamat tempat tinggal ketikananti memasuki kehidupan di alam baka. Yesus menegaskan bahwa mereka sungguhsalah paham dan itu membuat arah hidup mereka menjadi salah. Jika terjadi salah paham, apa yang mesti kita lakukan?Hendaklah kita sadar bahwa Tuhan adalah tempat kita mendapatkan terang, nasihatdan jalan untuk berbalik ke paham yang benar. Hendaklah kita juga salingmengingatkan supaya salah paham itu jangan diteruskan dan berpeluang untukmenjadi besar. Konflik sudah siap menyerang jika salah paham ini tidakdihentikan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkan dan kuatkanlahkami selalu untuk berada dalam jalan dan paham yang benar sesuai dengankebijaksanaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Arthur J. Homeric dari Paroki St. Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Petrus 3: 12-15a.17-18; Mazmur tg 90: 2.3-4.10.14.16; Markus 12: 13-17.MENGAMBIL RUPAALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengambil Rupa Allah. Kita parapengikut Kristus ini seperti koin. Gambaran rupa Allah dicap pada kita padawaktu pembaptisan kita masing-masing. Kita dilekatkan meterai dan terikat matioleh Roh Kudus melalui Sakramen Penguatan. Rupa dan meterai itu mempertegaskepada dunia bahwa kita ini adalah milik Allah. Seperti sapi dan kerbau yang ditandai pada tubuh mereka oleh pemiliknya,orang yang melihat koin Romawi akan langsung mengatakan rupa atau milik siapasebenarnya. Pada setiap koin Romawi ditaruh wajah Kaisar. Oleh karena itu,Yesus begitu melihat koin yang ditanyakan orang-orang Ia langsung sajamengatakan bahwa itu miliknya Kaisar, maka perhatian dan pengabdian diberikankepada Kaisar. Pajak dan segala tagihan negara diberikan ke Kaisar. Sebaliknya kita yang sudah dicap dan dimeteraikan dengan rupa Allah,mestinya kita berikan perhatian, dedikasi dan penyembahan kepada Allah dalamseluruh hidup kita. Artinya kita tampilkan dan hadirkan rupa Allah kepadadunia: khususnya di hadapan kaisar, penguasa dan kekuatan dunia ini bahwa adarupa Allah yang mempunyai kualitas yang berbeda bahkan lebih tinggidibandingkan dengan yang dimiliki dunia ini. Koin-koin dapat dilihat dan diinginkan di mana-mana, bergantung padakegiatan manusia. Mereka punya harga dari yang murah sampai yang paling tinggi,dari membeli selembar kertas sampai yang miliaran untuk membeli tanah ataurumah. Sama dengan koin-koin itu, kitayang dicap dengan rupa Allah mesti dapat juga menjangkau dan berbuat di manapun di seluruh dunia, dalam berbagai tempat dan situasi untuk menjadi garam danterang dunia. Sebagai contoh, wajah Tuhan sebagai pengampun hadir pada diri Anda yangadalah seorang pengikut Kristus, ketika kebijakan publik atau institusi negaraditerapkan sedemikian sampai membuat hak Anda diperlakukan tidak adil. Di sini,tindakan pengampunan mestinya bisa sangat diperlukan meskipun penegakan hukumyang mengikuti ranahnya sendiri tentu akan dilakukan untuk menegakkan keadilandan kebenaran. Jika dunia atau kebanyakan orang tidak memperhatikan atau mengindahkanpengampunan, perdamaian, dan toleransi mungkin karena jiwa mereka dikuasai olehkaisar dunia ini. Sedangkan koin para pengikut Kristus, yaitu wajah Allahmestinya semakin bersinar terang supaya Kerajaan-Nya dapat menguasai seluruhdunia dan setiap pribadi manusia sehingga dapat menyelamatkannya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, kami menyadari bahwa rupa Bapa-Mu adapada-Mu dan kami mengambil rupa yang sama karena telah memilih dan mengikutiEngkau. Semoga kami tetap semangat dan tekun memakai wajah-Mu dalam setiap saathidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Diana Ho dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Petrus 1: 1-7; Mazmur tg 91: 1-2.14-15ab.15c-16; Markus 12: 1-12.ANTARA BERBUAH BAIK ATAU BURUK Renungan kita pada hari ini bertema: Antara berbuah baikatau buruk. Injil dari Santo Markus yang baru saja kita dengar menggambarkansuatu perumpamaan tentang para pekerja (petani), yang menunjuk pada parapimpinan agama di zamannya Yesus. Maksudnya ialah untuk memperingatkan merekasupaya menerima Yesus sebagai Putra Allah dan jangan menyandera Dia dengananeka persepsi yang negatif. Yesus sendiri mengalami langsung bagaimana mereka melawancinta kasih yang Ia ajarkan dan lakukan. Mereka memusuhi, menganiaya, bahkanmembunuh semua utusan Allah, termasuk Yesus sendiri. Orang-orang itu merasatelah melakukan kebaikan dengan cara menegakkan hukum mereka, hukum Taurat. Itu terjadi pada zamannya Yesus Kristus dulu. Apa yangterjadi sekarang ini? Kita tidak mempunyai sikap sama seperti para pekerja yangbrutal terhadap Tuhan Yesus. Kita justru menerima dan mengakui Dia sebagaiTuhan yang baik. Kita tidak sampai hati mengkhianati Dia, karena kalau ituterjadi sia-sia saja kita bertekun tiap hari mendengar dan merenungkanfirman-Nya. Satu hal yang penting adalah ini, bahwa setelah kitadicurahkan oleh Roh Kudus pada hari Pentakosta, Yesus ingin ingatkan bahwa dibawah bimbingan dan pengajaran Roh Kudus kita mestinya dapat berbuah dandiharapkan buah-buah itu baik, bukan sebaliknya buruk. Kalau Roh Kudus yanghidup bersama kita buah-buah kita memang harus baik dan berguna baik bagi dirisendiri maupun bagi orang lain. Tujuh karunia Roh Kudus itu mesti menjadi target sepertiapa buah-buah dari kita. Kita kiranya berusaha untuk berbuah baik dalamkebijaksanaan, pengertian, nasihat, kekuatan, pengetahuan, kesalehan, dan takutakan Allah. Kalau salah satu atau dua karunia ini kita abaikan, bisa saja kitamenjadi brutal dan jahat seperti para pekerja kebun anggur itu. Misalnya, jika Anda tidak punya kebijaksanaan, pengertiandan pengetahuan yang baik, sangat mungkin Anda menggantikannya dengankemarahan, menang sendiri dan bertindak membabi-buta kepada orang lain. Jikaseseorang mungkin nampak saleh, tetapi tak ada takut akan Allah, bisa saja iaakan menjadi seorang pendendam yang diam-diam akan meledak dan sangatberbahaya. Jadi karunia Roh Kudus itu, paling kurang menjadi salahsatu indikasi kalau kita ingin berbuah baik, caranya ialah tunduk dan tekundalam bimbingan Roh Kudus. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang maha baik, terima kasih atas hariyang baru ini yang memberi kami kesempatan satu hari lagi untuk menekuni hidupini di dalam bimbingan Roh-Mu. Semoga pikiran dan hati kami selalu terbukaterhadap sapaan melalui firman yang disampaikan kepada kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Genesia Grizelda Sudarju, Pricillia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang dan Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kejadian 34: 4b-6.8-9; Mazmur tg T.Dan 3: 52.53.54.55.56; 2 Korintus 13: 11-13; Yohanes 3: 16-18.ALLAH YANG TRITUNGGAL Tema renungan kita hari ini Minggu, Hari Raya TritunggalMahakudus ialah: Allah Yang Tritunggal. Mario, seorang murid kelas 5 SD sedangmengerjakan PR namun karena ia tak menemukan jawaban, lalu ia bertanya kepadabapanya: “Papa, Tuhan Allah itu satu tetapi punya tiga pribadi, apamaksudnya?'” Bapak itu diam sejenak dan menjawab, “Itu sulit sekali untukdijawab nak. Tanyakan itu ke Mamamu di sana.” Mario dekati ibunya, “Mah, ‘Tuhanitu satu tetapi punya tiga pribadi, apa maksudnya?'” Jawab ibu, “Mama tak bisajawab, pekerjaan masih banyak. Kamu belajar saja di sana ya!” Esok harinya di sekolah, Mario melaporkan kepada guru, “BuGuru, tak ada jawaban. Bapak dan ibuku tak bisa menjawab. Kalau Bu Guru,jawabnya apa ya?” Guru itu diam sejenak, lalu menjawab: “Jawabnya nanti saja yaMario. Lebih baik marilah kita lanjutkan pelajaran.” Mario merasa kecewa. Dibuku tulisnya ia menjawab sendiri pertanyaan itu kira-kira begini: Kitabertanya terus saja tentang artinya Tritunggal mahakudus, jawabannya tak mestididapat sekarang, atau mungkin tak perlu tahu juga. Yang penting bisa sebutnama-Nya dan percaya.” Kesulitan umum orang beriman ialah tak sepenuhnyamengetahui dan mengerti bagaimana atauseperti apa Tritunggal itu. Satu Allah tiga pribadi ada dalam hafalan kita.Kita menyebut nama-Nya di dalam doa-doa dan ibadat. Kita rayakan pesta dan hariraya-Nya. Kita beriman kepada-Nya sejak pembaptisan dan ditetapkan oleh-Nya didalam Sakramen Penguatan. Tetapi pengetahuan kita terbatas tentang Dia. Kitasempat dengar dan belajar di sana sini, tetap saja kita tak puas. Jadijawabannya tak mesti sekarang, atau mungkin tak perlu juga mendapatkan jawabanyang sungguh memuaskan. Bagaimana atau seperti apa keadaan dan kehidupan satuAllah tiga pribadi secara persis tak ada yang tahu. Tak ada kitab suci dantradisi tersendiri tentang mereka. Kita hanya tahu dalam definisi tertentukarena Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan dan mengajarkan di dalam Injil. Diamengatakan itu sebagai misteri besar iman kita, yaitu persekutan tritunggalyang tak dapat terpisahkan. Tugasnya Yesus ialah menyatakan kemuliaan Allah itukepada kita: Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, dan untuk mempersatukankita semua dengan Tuhan di dalam satu persekutuan kasih. Persekutan kasih didunia ialah Gereja. Tujuan terakhir yang akan dicapai oleh kita orang-orangberiman ialah memasuki persekutuan sempurna di dalam kemuliaan abadi Tritunggalitu. Perutusan dari Yesus dan Roh Kudus sama, karena Yesus katakan kepada paramurid dan kita semua bahwa Roh Kuduslah yang akan mengajarkan kita dalam semuakebenaran. Yang dimaksudkan ialah kebenaran tentang Allah, misteri agungTritunggal suci. Meskipun pengetahuan kita terbatas tentang Tritunggal kudusitu, yang penting kita tak boleh hilang iman dan kesetiaan kita kepada-Nya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tritunggal suci, semoga Allah Bapamelindungi dan memenuhi kami dengan segala kemurahan, semoga Allah Putramempersatukan dan menyelamatkan kami sebagai satu kawanan umat kesayangan-Mu,dan semoga Allah Roh Kudus terus mengajarkan dan menerangi kami dalam segalakebenaran tentang kebesaran kemuliaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angela Efrasia Netty dari Paroki Curug, Gereja Santa Helena di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yudas 17: 20b-25; Mazmur tg 63: 2.3-4.5-6; Markus 11: 27-33.PELIHARALAH DIRIMU DI DALAM KASIH ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Peliharalah Dirimu DiDalam Kasih Allah. Seseorang baru dapat memberi atau berbagi dari dirinya kalauia memiliki sesuatu. Ia tidak mungkin memberikan sepiring nasi atau selembaruang dua puluh ribu kepada seorang sesamanya, kalau ia tidak punya nasi atauuang. Demi menunjang semangat Kristen dalam berbagi rahmat Allah, para pengikutKristus harus memiliki rahmat Allah yang banyak. Rahmat tidak akan habis karena sumbernya dari Tuhan Allah.Untuk menjamin kalau kekayaan rahmat Tuhan senantiasa hadir di dalam diriseseorang, caranya ialah ia harus selalu memelihara dirinya di dalam rahmatkasih Allah. Ironisnya ialah banyak di antara kita karena demi semangatpelayanan dan untuk suatu kepentingan yang tidak tulus, mereka memilih memberiperhatian atau memelihara iman orang lain. Dengan kata lain, ada suatu kecenderungan kita untukmengurusi hidup rohani orang lain. Kita ikuti mereka terus-menerus dalambagaimana mengusahakan hidup yang saleh, hidup penuh kasih, dan hidup dalampersekutuan. Biasanya orang-orang yang menganggap dirinya sudah dewasa dansudah sedikit maju dalam pengetahuan iman melakukan hal ini. Akibatnya merekatidak mempunyai kesempatan dan kemauan untuk memelihara diri sendiri terkaitdengan hidup di dalam kasih Allah. Mereka yang dalam golongan ini menganut gayaaktivisme. Pemeliharaan diri di dalam kasih Allah berangkat dariprinsip bahwa Tuhan Allah sendiri berkuasa menjaga kita supaya kita tidaktersandung dan tidak dikuasai sepenuhnya oleh kuasa kejahatan. Surat RasulYudas dalam bacaan pertama menegaskan menegaskan supaya setiap orang berimanmendasarkan dirinya di atas iman yang suci dan senantiasa memelihara diri didalam kasih Allah. Dengan mendapatkan kebijaksanaan Tuhan, kita akan dikaruniairahmat kegembiraan untuk menantikan kemuliaan-Nya yang akan dinyatakan secarapenuh. Selanjutnya kita sendiri yang memelihara rahmat yang sudahdicurahkan kepada kita. Cara yang paling mendasar ialah kebutuhan akan kekuatanrahmat Tuhan supaya mengisi diri kita, bagai jiwa yang haus akan Tuhan danrindu untuk dipuaskan oleh Tuhan setiap waktu. Jika sikap kita hanya menunggudengan pasif, bisa saja kesiapan kita akan datangnya rahmat itu sangat minim.Tetapi ketika ada kebutuhan dan kemendesakan, kita akan sangat bergembira dansiap untuk dicurahkan rahmat dari Tuhan. Berharap dan meminta dengan kesukaanyang tinggi harus kita lakukan. Kita dapat memelihara diri sendiri dalam kasih Allahmelalui semakin banyak perbuatan kasih. Setiap perbuatan kasih yang kitalakukan harus tetap bersumber pada nama dan kuasa Yesus Kristus yangmenghadirkan Allah yang maha tinggi. Tanpa bersumber pada kuasa Tuhan, setiapperbuatan kasih kita bakal kehilangan legitimasi dan pengaruh rohaninya bagiorang lain. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga kami tekunmemelihara diri kami di dalam kasih-Mu dan senantiasa berbagi kasih itu kepadaorang-orang di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christine Tenges dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 1 Petrus 4: 7-13; Mazmur tg 96: 10.11-12.13; Markus 11: 11-26.JADILAH PEMBAGI RAHMAT ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Jadilah PembagiRahmat Allah. Ada seorang imam lanjut usia meninggal dunia beberapa waktu lalupada usia yang ke-100 di pastoran paroki tempat ia berkarya selama 45 tahunterakhir. Ia adalah seorang imam yang istimewa sehingga dipercayakan bekerja diparoki itu dalam waktu yang lama hingga akhir hidupnya. Banyak sekali kisahmenarik yang diceritakan oleh umat paroki. Hidupnya terukir di dalam hatisetiap umat paroki. Ada seorang umat paroki membagikan ceritanya begini. Dikeluarganya, ada 5 tingkat keturunan yang diberkati pernikahannya oleh sangPastor. Sakramen lain seperti Pembaptisan anak, Komuni Pertama, SakramenPenguatan dan Pernikahan juga dilayani oleh sang Pastor. Cerita satu keluargaini juga sama dengan banyak keluarga lain di paroki tersebut. Dari tangannya,keluarga-keluarga mendapat curahan rahmat dari Tuhan. Dari mulutnya, merekamendengar dan menerima Firman Tuhan yang menerangi kehidupan. Dari hatinya,umat Paroki mendapat segala rasa dicintai dan dihargai sebagai orang-oranghidup dalam semangat damai sejahterah. Singkatnya, Pastor almarhum ini adalahseorang pembagi rahmat Tuhan seperti Yesus Kristus. Sang Pastor wafat dan pergi ke alam baka denganmeninggalkan kemasyurannya, khususnya namanya yang harum dan jasa-jasanya yang luar biasa baik. Surat Pertama SantoPetrus dalam bacaan pertama hari ini kasih yang sepatutnya dibagikan dengantulus dan bebas, sebab kasih sungguh menutupi banyak sekali dosa. Kasih tidakmenuntut apa-apa selain keharusan untuk berbagi rahmat Allah kepada sesama. Bacaan Injil hari ini mendorong kita untuk berbagi rahmatkepada sesama kita dan yang diminta ialah rahmat pengampunan dosa. Tak seorangpun luput dari kenyataan bahwa satu, dua atau lebih orang telah terlanjurbersalah kepada kita. Kesalahan besar dan kecil telah membawa akibat negatifkepada kita. Namun demikian, kita yang menjadi korban atau yang dirugikan tidakpernah kehabisan rahmat Allah. Tuhan senantiasa mengaruniakan rahmat-Nya kepadakita melalui aneka jenis aktivitas dan pengalaman rohani kita tiap hari. Jadi sangat tidak sulit bagi kita untuk berbagi rahmatpengampunan kepada mereka yang bersalah kepada kita. Kiranya kita tidakmenunda-nunda kesempatan untuk mengampuni sesama yang bersalah kepada kita.Tuhan Yesus menasihatkan kita, bahwa “Jika kalian berdiri untuk berdoa,ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang,supaya juga Bapa-mu yang di surga mangampuni kesalahan-kesalahanmu.” Janganpernah lupa untuk mengampuni sebagai akibat terlalu sering dan lama menunda untukmelakukannya. Jika tidak, dosa bisa membeku dan berkarat di dalam dirimu. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah maha murah, semoga kami sungguhmenjadi para pembagi rahmat-Mu secara benar melalui semangat untuk selalumengampuni sesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik dari Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 18-25; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Markus 10: 32-45.KITA SUDAH DITEBUS DENGAN DARAH YANG MAHAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita SudahDitebus dengan Darah yang Mahal. SantoPetrus, sebagai pemimpin para rasul dan kepala Gereja perdana, memberikankeyakinan yang kuat kepada umat bahwa keselamatan manusia bukanlah sesuatu yangmurah atau biasa saja. Dalam suratnya, ia menegaskan bahwa kita telah ditebusbukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah Kristus yang mahal. Yesusmenunjukkan kasih yang paling sempurna ketika Ia rela menerima penderitaan,hukuman, dan wafat di kayu salib demi menyelamatkan manusia dari dosa. Salibbukan tanda kekalahan, tetapi tanda cinta Allah yang begitu besar kepada dunia. Petrus sendiri menyaksikan langsung bagaimana Yesusmenjalani sengsara-Nya. Ia melihat Guru yang tidak bersalah itu dihina,dicambuk, dan akhirnya disalibkan. Pengalaman itu mengubah hidup Petrus secaratotal. Ia yang dahulu pernah takut dan menyangkal Yesus, akhirnya menjadipewarta yang berani. Ia memahami bahwa kasih Kristus bukan sekadar kata-kata,melainkan pengorbanan yang nyata. Karena itu, Petrus ingin agar setiap orangKristen hidup dengan keyakinan bahwa mereka sangat berharga di mata Allah. Kasih Kristus yang begitu besar seharusnya menggerakkanhati kita untuk hidup dalam kasih pula. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih,tetapi Ia sendiri melaksanakannya sampai tuntas. Para rasul dan murid mengikutiteladan itu. Mereka menghadapi ancaman, penolakan, penjara, bahkan kematiandemi mempertahankan iman mereka kepada Kristus. Banyak dari mereka akhirnyawafat sebagai martir. Mereka percaya sudah menjadi milik Tuhan yang telahmenebus mereka dengan darah-Nya sendiri. Kesadaran bahwa kita ditebus dengan harga yang mahalharus membentuk sikap hidup kita setiap hari. Kita bukan orang yang tidakberarti. Kita dicintai dan diselamatkan oleh Kristus sendiri. Karena itu, hidupkita tidak boleh dipakai untuk dosa, kebencian, atau sikap acuh terhadapsesama. Setiap tindakan kasih, pengampunan, kesabaran, dan pengorbanan kecilyang kita lakukan menjadi jawaban atas kasih besar yang sudah lebih dahuludiberikan Tuhan kepada kita. Sikap Kristen yang benar ialah menjaga hati agar tidakmengecewakan Yesus. Kita berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya bukankarena takut dihukum, tetapi karena kita mengasihi Dia. Orang yang sadar bahwadirinya telah ditebus darah Kristus akan berjuang hidup setia, jujur, dan penuhkasih. Ketika jatuh dalam dosa, ia akan bangkit kembali dan memohon belas kasihTuhan, sebab ia tahu bahwa Kristus telah menyerahkan hidup-Nya demi dirinya. Mari kita memandang salib Kristus dengan hati yangpenuh syukur. Di sana kita melihat harga diri manusia yang sesungguhnya. Tuhansendiri rela menyerahkan nyawa-Nya agar manusia memperoleh hidup. Makajanganlah kita menyia-nyiakan kasih sebesar itu. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah, kami bersyukur atas kasih-Mu yang amat mulia dan besar untukmenyelamatkan kami melalui pengorbanan diri Tuhan Yesus Kristus. Semoga kamisenantiasa menghayati kasih yang sama. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 10-16; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3c-4; Markus 10: 28-31.PERTOBATAN YANG TIDAK SIA-SIA Renungan kita pada hari ini bertema: Pertobatan yang TidakSia-Sia. Santo Petrus sebagai pemimpin Gereja perdana memiliki tanggung jawabsangat besar untuk memelihara dan mempertahankan iman umatnya. Para anggotaGereja yang kian hari kian bertambah merupakan para baptisan baru. Sebelumnya,mereka adalah penganut kepercayaan, falsafah atau ideologi lain, yangkebanyakan dianggap sebagai kafir oleh kaum Yahudi. Pilihan mereka untuk meninggalkan kepercayaan atau alirankeyakinan yang lama dan menganut Kristen yang dikepalai oleh Kristus dipandangsecara umum sebagai suatu pertobatan. Petrus mengajarkan dan membimbing merekauntuk bertobat yang sungguh-sungguh atau bertobat yang tidak sia-sia. Petrusbukan berbicara tanpa dasar tentang pertobatan yang tidak sia-sia. Dasarnyaialah pengalamannya sendiri bersama rekan-rekan rasul dan para murid Yesus yangpertama. Pada awalnya di sekitar Galilea di daerah Yudea, Petrusdan rekan-rekannya itu adalah penganut Yahudi. Mereka sama dengan semua umatYahudi yang lain. Mereka memiliki kitab-kitab hukum Musa dan semua tradisikeberagamaannya. Tetapi Yesus Kristus datang dan membawa perubahan dalam hidupmereka. Kehidupan yang baru yang dibawa oleh Yesus menyempurnakan apa yangsudah diwariskan oleh agama Yahudi dan tradisinya. Itu yang kemudian haridinamakan Kristen. Petrus dan rekan-rekannya mengalami sendiri pertobatan, danpertobatan itu bukan suatu kesia-siaan. Apa yang dimaksud dengan pertobatan tidak sia-sia itu?Penginjil Markus pada hari ini memberikan satu definisinya. Pertobatan itubukan sekedar meninggalkan suatu hidup lama dan mengakui hidup baru. Itu samadengan orang yang meninggalkan satu tempat dan tiba di tempat tujuan yang baru.Cukup saja di situ. Di tempat yang baru ia tidak tahu mau berbuat apa ataubersikap seperti apa. Ini bukan sebuah pertobatan yang diminta oleh Tuhan. Itusama saja dengan pertobatan yang sia-sia. Sebaliknya, Petrus dan rekan-rekannya membuat pertobatandengan isinya ialah penyangkalan diri dan semua saja yang melekat pada dirisendiri bahkan seperti anggota-anggota keluarga, lalu yang lebih menantang lagiialah rela menjalani hidup dalam penderitaan dan penganiayaan. Ini adalah suatupertobatan yang sangat bermakna. Jadi seseorang yang bertobat sungguh-sungguhialah dia yang tetap sebagai pribadi manusia di dunia tetapi dengan pakaian,tubuh, dan sikap-perilaku Yesus Kristus. Seorang pribadi yang melekat denganbudaya dan tradisinya, tetapi isi hati, pikiran, kehendak, pola hidup, dansemangat hidup adalah Yesus Kristus. Itu adalah pertobatan yang tidak sia-siaatau suatu hidup baru yang radikal. Pertobatan ini yang menghidupkan Gerejasepanjang zaman.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga, berkatilah kami supaya imanyang kami akui kepada Kristus bertahan hari ini dan sampai selama-lamanya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 87: 1-2.3.5.6-7; Yohanes 19: 25-34.KARUNIA SEORANG IBU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatuhari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yangmemimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkatpenutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu ituada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakanmereka. Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatudari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Merekasemua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yangberbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun.Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang laindiancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancamtidak disiapkan makanan favoritnya. Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagirumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinyadengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketigabapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapisesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupanyang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita iniadalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatanyang ingin merusak dan membinasakan kehidupan. Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini,yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untukseluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan palingkentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putra-nya sendiri, YesusKristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itusecara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagiakan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”! Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungidan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerjasama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruhanggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu,Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setandan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkanGereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawananitu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yangdiwartakan oleh bacaan pertama hari ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami didalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancamanmusuh yang mematikan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...