POPULARITY
Categories
[POD] Kebaktian 2 Bulan OikumeneHUT ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)GKP Jemaat BandungMinggu, 31 Mei 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Keesaan Tubuh Kristus Yang Mengalami Syalom Allah Bersama Seluruh CIptaan"Bacaan Alkitab : Yesaya 42 : 10Pelayan Firman : Pdt. Williams D. Tanamal, S.Fil. @GKP Bandung Mei 2026
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Genesia Grizelda Sudarju, Pricillia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang dan Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kejadian 34: 4b-6.8-9; Mazmur tg T.Dan 3: 52.53.54.55.56; 2 Korintus 13: 11-13; Yohanes 3: 16-18.ALLAH YANG TRITUNGGAL Tema renungan kita hari ini Minggu, Hari Raya TritunggalMahakudus ialah: Allah Yang Tritunggal. Mario, seorang murid kelas 5 SD sedangmengerjakan PR namun karena ia tak menemukan jawaban, lalu ia bertanya kepadabapanya: “Papa, Tuhan Allah itu satu tetapi punya tiga pribadi, apamaksudnya?'” Bapak itu diam sejenak dan menjawab, “Itu sulit sekali untukdijawab nak. Tanyakan itu ke Mamamu di sana.” Mario dekati ibunya, “Mah, ‘Tuhanitu satu tetapi punya tiga pribadi, apa maksudnya?'” Jawab ibu, “Mama tak bisajawab, pekerjaan masih banyak. Kamu belajar saja di sana ya!” Esok harinya di sekolah, Mario melaporkan kepada guru, “BuGuru, tak ada jawaban. Bapak dan ibuku tak bisa menjawab. Kalau Bu Guru,jawabnya apa ya?” Guru itu diam sejenak, lalu menjawab: “Jawabnya nanti saja yaMario. Lebih baik marilah kita lanjutkan pelajaran.” Mario merasa kecewa. Dibuku tulisnya ia menjawab sendiri pertanyaan itu kira-kira begini: Kitabertanya terus saja tentang artinya Tritunggal mahakudus, jawabannya tak mestididapat sekarang, atau mungkin tak perlu tahu juga. Yang penting bisa sebutnama-Nya dan percaya.” Kesulitan umum orang beriman ialah tak sepenuhnyamengetahui dan mengerti bagaimana atauseperti apa Tritunggal itu. Satu Allah tiga pribadi ada dalam hafalan kita.Kita menyebut nama-Nya di dalam doa-doa dan ibadat. Kita rayakan pesta dan hariraya-Nya. Kita beriman kepada-Nya sejak pembaptisan dan ditetapkan oleh-Nya didalam Sakramen Penguatan. Tetapi pengetahuan kita terbatas tentang Dia. Kitasempat dengar dan belajar di sana sini, tetap saja kita tak puas. Jadijawabannya tak mesti sekarang, atau mungkin tak perlu juga mendapatkan jawabanyang sungguh memuaskan. Bagaimana atau seperti apa keadaan dan kehidupan satuAllah tiga pribadi secara persis tak ada yang tahu. Tak ada kitab suci dantradisi tersendiri tentang mereka. Kita hanya tahu dalam definisi tertentukarena Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan dan mengajarkan di dalam Injil. Diamengatakan itu sebagai misteri besar iman kita, yaitu persekutan tritunggalyang tak dapat terpisahkan. Tugasnya Yesus ialah menyatakan kemuliaan Allah itukepada kita: Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, dan untuk mempersatukankita semua dengan Tuhan di dalam satu persekutuan kasih. Persekutan kasih didunia ialah Gereja. Tujuan terakhir yang akan dicapai oleh kita orang-orangberiman ialah memasuki persekutuan sempurna di dalam kemuliaan abadi Tritunggalitu. Perutusan dari Yesus dan Roh Kudus sama, karena Yesus katakan kepada paramurid dan kita semua bahwa Roh Kuduslah yang akan mengajarkan kita dalam semuakebenaran. Yang dimaksudkan ialah kebenaran tentang Allah, misteri agungTritunggal suci. Meskipun pengetahuan kita terbatas tentang Tritunggal kudusitu, yang penting kita tak boleh hilang iman dan kesetiaan kita kepada-Nya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tritunggal suci, semoga Allah Bapamelindungi dan memenuhi kami dengan segala kemurahan, semoga Allah Putramempersatukan dan menyelamatkan kami sebagai satu kawanan umat kesayangan-Mu,dan semoga Allah Roh Kudus terus mengajarkan dan menerangi kami dalam segalakebenaran tentang kebesaran kemuliaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam namaBapa ...
Bukan kebetulan Tuhan memberikan Roh-Nya yang Kudus pada hari raya Pentakosta. Hari dimana pemeluk agama Yahudi berkumpul untuk merayakan berkat dan kehadiran-Nya, dipakai Tuhan untuk mengaruniakan Roh-Nya dari Surga. Apakah kuasa Roh Yang Kudus itu diberikan kepada setiap orang yang berkumpul saat itu? Atau, kepada siapakah Roh itu diberikan? Sudahkah saudara menerima penyertaan Roh Kudus?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 24 Mei 2026.Kirim pesan
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik dari Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 18-25; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Markus 10: 32-45.KITA SUDAH DITEBUS DENGAN DARAH YANG MAHAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita SudahDitebus dengan Darah yang Mahal. SantoPetrus, sebagai pemimpin para rasul dan kepala Gereja perdana, memberikankeyakinan yang kuat kepada umat bahwa keselamatan manusia bukanlah sesuatu yangmurah atau biasa saja. Dalam suratnya, ia menegaskan bahwa kita telah ditebusbukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah Kristus yang mahal. Yesusmenunjukkan kasih yang paling sempurna ketika Ia rela menerima penderitaan,hukuman, dan wafat di kayu salib demi menyelamatkan manusia dari dosa. Salibbukan tanda kekalahan, tetapi tanda cinta Allah yang begitu besar kepada dunia. Petrus sendiri menyaksikan langsung bagaimana Yesusmenjalani sengsara-Nya. Ia melihat Guru yang tidak bersalah itu dihina,dicambuk, dan akhirnya disalibkan. Pengalaman itu mengubah hidup Petrus secaratotal. Ia yang dahulu pernah takut dan menyangkal Yesus, akhirnya menjadipewarta yang berani. Ia memahami bahwa kasih Kristus bukan sekadar kata-kata,melainkan pengorbanan yang nyata. Karena itu, Petrus ingin agar setiap orangKristen hidup dengan keyakinan bahwa mereka sangat berharga di mata Allah. Kasih Kristus yang begitu besar seharusnya menggerakkanhati kita untuk hidup dalam kasih pula. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih,tetapi Ia sendiri melaksanakannya sampai tuntas. Para rasul dan murid mengikutiteladan itu. Mereka menghadapi ancaman, penolakan, penjara, bahkan kematiandemi mempertahankan iman mereka kepada Kristus. Banyak dari mereka akhirnyawafat sebagai martir. Mereka percaya sudah menjadi milik Tuhan yang telahmenebus mereka dengan darah-Nya sendiri. Kesadaran bahwa kita ditebus dengan harga yang mahalharus membentuk sikap hidup kita setiap hari. Kita bukan orang yang tidakberarti. Kita dicintai dan diselamatkan oleh Kristus sendiri. Karena itu, hidupkita tidak boleh dipakai untuk dosa, kebencian, atau sikap acuh terhadapsesama. Setiap tindakan kasih, pengampunan, kesabaran, dan pengorbanan kecilyang kita lakukan menjadi jawaban atas kasih besar yang sudah lebih dahuludiberikan Tuhan kepada kita. Sikap Kristen yang benar ialah menjaga hati agar tidakmengecewakan Yesus. Kita berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya bukankarena takut dihukum, tetapi karena kita mengasihi Dia. Orang yang sadar bahwadirinya telah ditebus darah Kristus akan berjuang hidup setia, jujur, dan penuhkasih. Ketika jatuh dalam dosa, ia akan bangkit kembali dan memohon belas kasihTuhan, sebab ia tahu bahwa Kristus telah menyerahkan hidup-Nya demi dirinya. Mari kita memandang salib Kristus dengan hati yangpenuh syukur. Di sana kita melihat harga diri manusia yang sesungguhnya. Tuhansendiri rela menyerahkan nyawa-Nya agar manusia memperoleh hidup. Makajanganlah kita menyia-nyiakan kasih sebesar itu. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah, kami bersyukur atas kasih-Mu yang amat mulia dan besar untukmenyelamatkan kami melalui pengorbanan diri Tuhan Yesus Kristus. Semoga kamisenantiasa menghayati kasih yang sama. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 10-16; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3c-4; Markus 10: 28-31.PERTOBATAN YANG TIDAK SIA-SIA Renungan kita pada hari ini bertema: Pertobatan yang TidakSia-Sia. Santo Petrus sebagai pemimpin Gereja perdana memiliki tanggung jawabsangat besar untuk memelihara dan mempertahankan iman umatnya. Para anggotaGereja yang kian hari kian bertambah merupakan para baptisan baru. Sebelumnya,mereka adalah penganut kepercayaan, falsafah atau ideologi lain, yangkebanyakan dianggap sebagai kafir oleh kaum Yahudi. Pilihan mereka untuk meninggalkan kepercayaan atau alirankeyakinan yang lama dan menganut Kristen yang dikepalai oleh Kristus dipandangsecara umum sebagai suatu pertobatan. Petrus mengajarkan dan membimbing merekauntuk bertobat yang sungguh-sungguh atau bertobat yang tidak sia-sia. Petrusbukan berbicara tanpa dasar tentang pertobatan yang tidak sia-sia. Dasarnyaialah pengalamannya sendiri bersama rekan-rekan rasul dan para murid Yesus yangpertama. Pada awalnya di sekitar Galilea di daerah Yudea, Petrusdan rekan-rekannya itu adalah penganut Yahudi. Mereka sama dengan semua umatYahudi yang lain. Mereka memiliki kitab-kitab hukum Musa dan semua tradisikeberagamaannya. Tetapi Yesus Kristus datang dan membawa perubahan dalam hidupmereka. Kehidupan yang baru yang dibawa oleh Yesus menyempurnakan apa yangsudah diwariskan oleh agama Yahudi dan tradisinya. Itu yang kemudian haridinamakan Kristen. Petrus dan rekan-rekannya mengalami sendiri pertobatan, danpertobatan itu bukan suatu kesia-siaan. Apa yang dimaksud dengan pertobatan tidak sia-sia itu?Penginjil Markus pada hari ini memberikan satu definisinya. Pertobatan itubukan sekedar meninggalkan suatu hidup lama dan mengakui hidup baru. Itu samadengan orang yang meninggalkan satu tempat dan tiba di tempat tujuan yang baru.Cukup saja di situ. Di tempat yang baru ia tidak tahu mau berbuat apa ataubersikap seperti apa. Ini bukan sebuah pertobatan yang diminta oleh Tuhan. Itusama saja dengan pertobatan yang sia-sia. Sebaliknya, Petrus dan rekan-rekannya membuat pertobatandengan isinya ialah penyangkalan diri dan semua saja yang melekat pada dirisendiri bahkan seperti anggota-anggota keluarga, lalu yang lebih menantang lagiialah rela menjalani hidup dalam penderitaan dan penganiayaan. Ini adalah suatupertobatan yang sangat bermakna. Jadi seseorang yang bertobat sungguh-sungguhialah dia yang tetap sebagai pribadi manusia di dunia tetapi dengan pakaian,tubuh, dan sikap-perilaku Yesus Kristus. Seorang pribadi yang melekat denganbudaya dan tradisinya, tetapi isi hati, pikiran, kehendak, pola hidup, dansemangat hidup adalah Yesus Kristus. Itu adalah pertobatan yang tidak sia-siaatau suatu hidup baru yang radikal. Pertobatan ini yang menghidupkan Gerejasepanjang zaman.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga, berkatilah kami supaya imanyang kami akui kepada Kristus bertahan hari ini dan sampai selama-lamanya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Renungan D'Message || NPD DALAM GEREJA II Ps. Steven Liem
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 87: 1-2.3.5.6-7; Yohanes 19: 25-34.KARUNIA SEORANG IBU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatuhari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yangmemimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkatpenutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu ituada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakanmereka. Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatudari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Merekasemua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yangberbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun.Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang laindiancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancamtidak disiapkan makanan favoritnya. Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagirumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinyadengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketigabapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapisesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupanyang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita iniadalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatanyang ingin merusak dan membinasakan kehidupan. Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini,yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untukseluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan palingkentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putra-nya sendiri, YesusKristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itusecara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagiakan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”! Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungidan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerjasama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruhanggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu,Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setandan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkanGereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawananitu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yangdiwartakan oleh bacaan pertama hari ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami didalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancamanmusuh yang mematikan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elisabeth Yunyun Sinsur dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Kisah Para Rasul 25: 13-21; Mazmur tg 103: 1-2.11-12.19-20ab; Yohanes 21: 15-19.PEMBENARAN KITADARI TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Pembenaran Kita Dari Tuhan. Adaseorang remaja SMP bernama Thomas yang dikenal sangat nakal baik di rumahmaupun di sekolahnya. Ia sudah menerima berbagai jenis hukuman. Hampir semuaorang menganggapnya jelek. Hanya kedua orang tuanya yang masih memiliki harapanbahwa Thomas dapat berubah pada suatu waktu kelak. Ibunya berpesan, bahwa saatpergi dan pulang dari sekolah ia harus sempatkan diri masuk ke gereja danberdoa, mengingat ia selalu melewati jalan di depan gereja. Pada suatu hari terjadi keributan di kelas dan sekali lagi Thomas yangdituduh sebagai pelaku utamanya, padahal sebetulnya tidak seperti itu. Iamerasa sangat disudutkan. Semua menyalahkan dia. Ketika selesai sekolah iamasuk gereja dan berdoa. Ia berseru kepada Tuhan: "Ya Yesus, saya nakaldan saya sangat sedih dengan semua perbuatan saya. Tetapi tidak semua kesalahanberasal dari saya. Hanya saya gampang sekali dituduh melakukan semua kesalahandan kekacauan. Saya ingin menyerahkan semua ini kepada Tuhan sebagai pengadilkuyang benar, karena di dunia ini tidak semua pengadilan itu benar". Pengalaman Thomas ini adalah juga pengalaman Yesus Kristus dan Santo Paulusdahulu. Mereka tidak mendapat pembenaran dari dunia ini, maka mereka datangkepada Allah pemegang kebenaran mutlak untuk mengadukan perkara pembuktiankebenaran. Pembenaran dunia ini sungguh berlawanan dengan pembenaran Tuhan,karena perhitungan dan keputusan pengadilan di dunia ini sering dipengaruhioleh nafsu duniawi dan kepentingan sesaat manusia. Singkatnya, jika kitamempertahankan pembenaran dari Tuhan risikonya ialah kita pasti bertahan untukmenanggung penderitaan di dunia ini. Ada juga jenis pengadilan lain yang dialami oleh Santo Petrus, rasul Yesusyang pertama. Yesus mengadili dia secara khusus. Kalau Yesus sendiri yangmengadili, maka akan langsung diketahui orang itu benar atau salah. Petrusdiinterogasi soal ketulusan, iman dan komitmennya untuk mengikuti Kristus. Ia harushadapi pengadilan itu supaya komitmennya dibuktikan dan tugas penting yang iaambil. Setiap pengadilan harus taat pada syarat fundamentalnya yaitu objektivitas.Nurani banyak orang dan publik yang membentuk objektivitas itu. Sedangkan suarasatu atau dua orang saja akan sangat subjektif dan itu tidak bisa menjadikebenaran. Iman kita mengajarkan bahwa kehendak Tuhan didapatkan melaluipendapat bersama dalam Gereja yang difasilitasi oleh para pemimpinnya. Disinilah kita mendapatkan pembenaran atas penghayatan iman kita. Misalnya, Andamendapatkan absolusi dalam pengakuan dosa yang diberikan oleh Gereja melaluiseorang bapak pengakuan, itu merupakan pembenaran bagi diri Anda. Tuhanmembenarkan kita di dunia ini melalui sarana dan tindakan Gereja. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, tambahkanlah keberanian dan kekuatan agarkami dapat menghadapi aneka macam kesulitan dan pengaruh jahat di dalam duniaini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 28-38; Mazmur tg 68: 29-30.33-35a.35b-36c; Yohanes 17: 11b-19.BERBAGI KARUNIA ROHKUDUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Karunia Roh Kudus. Ada satukelompok orang muda masuk ke dalam gereja untuk berdoa. Mereka berjumlah tujuhorang, empat perempuan dan tiga laki-laki. Mereka semua heran dengan dekorasidi samping altar berupa gambar tujuh karunia Roh Kudus. Masing-masing memilihsatu karunia Roh yang dianggapnya paling cocok dengan karakter dan keadaanpribadinya, yaitu karunia kebijaksanaan, pengertian, nasihat, pengetahuan,kesalehan, keperkasaan (kekuatan), dan takut akan Tuhan. Setelah berdoa, merekakembali dengan hati yang penuh gembira. Ada sebuah niat yang baik dan mulia dari mereka sebagai satu kelompok orangmuda Katolik dan sebagai pribadi masing-masing. Mereka ingin memberikankesaksian kepada orang muda Katolik lain, supaya membawa semua orang mudaKatolik di dalam persekutuan dan persaudaraan Kristiani yang baik. Mereka jugaingin menjadi rasul-rasul Kristus yang dengan rela dan tekun berbagikarunia-karunia Roh Kudus kepada sesamanya, khususnya di tempat mereka hidupdan bertumbuh. Mereka menjadi berguna kalau mereka berbagi karunia Roh Kudus. Mengapa harus berbagi Roh Kudus? Ada beberapa alasan mendasar. Pertamakarena Tuhan Allah sendiri sudah berbagi dari diri-Nya sendiri. Tuhan Allahberbagi hidup-Nya dengan manusia sehingga Putra Allah menjadi Yesus Kristus,kemudian Yesus sendiri mengutus Roh-Nya bagi kita. Allah sudah berbagi, makakita harus juga bisa berbagi. Tujuan utama berbagi ini ialah supaya persatuandan kesatuan itu dapat diwujudkan, seperti inti doa Yesus yang diwartakanbacaan Injil pada hari ini. Berbagi karunia Roh bertujuan untuk persatuan. Kedua, Roh Kudus bergerak dan berkegiatan. Ia menggerakkan setiap pribadidalam Gereja Perdana lalu menginisiatifkan kegiatan-kegiatan mereka sehinggamereka tidak tinggal diam atau bersembunyi. Santo Paulus harus bergerak danberpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena ia harus mengembangkan Gerejake seluruh pelosok bumi. Kita juga dipenuhi dan digerakkan oleh Roh Kudus agarkita dapat berbagi kasih karunia Tuhan kepada orang lain. Ketiga, Gereja itu inklusif dan menaati perintah Yesus untuk menjadikanseluruh bangsa murid-murid-Nya. Maka tak ada cara lain yang paling pas kecualimenggerakkan setiap pengikut Kristus untuk berbagi karunia-karunia Roh Kudus,yaitu menyampaikan segala kebaikan, suka cita dan kebenaran kepada seluruhdunia. Berbagi kepada sesama di dalam persekutuan Yesus Kristus merupakan hukumyang tidak dilalaikan. Berbagi kepada sesama manusia yang lain merupakan perwujudantugas Gereja kita yang apostolik. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, di dalam saat-saat penantian datangnya RohKudus, kami menaruh iman kami kepada-Mu sebagai guru dan Tuhan kami. Kuatkanlahkami dengan berkat dan kasih-Mu supaya dalam penantian ini kami selalu fokusdengan penuh devosi dan mawas diri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Thres Woen, Celine, Maria Delie dan Bryan dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus, Katedral, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 1: 12-14; Mazmur tg 27: 1.4.7-8a; 1 Petrus 4: 13-16; Yohanes 17: 1-11a.SEMUA SEHATI DI DALAM DOA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-7 ini ialah: Semua Sehati di Dalam Doa. Anjing dan kucingselalu berkumpul dan menjadi teman di belakang gereja. Makanan sisa dari dapurpastoran dan dari kantin paroki mempersatukan mereka. Tetapi ketika sedang adarenovasi gedung pastoran dan kantin paroki semua kegiatan memasak dan penjualanmakanan berhenti untuk sementara. Maka tidak ada makanan lagi bagi anjing dankucing. Kucing berkata kepada temannya:"Bagaimana caranya ya, untuk mendapatkan makanan, karena suplai makanandari dapur dan kantin nyaris tidak ada. Di manakah ibu-ibu dan kakak-kakak yangbiasanya memasak dan menjual di kantin?" Anjing yang mengerti keluhankucing, langsung menjawab: "Kamu tidak tahu? Mereka selalu memesan makananpakai online. Itu namanya dunia online. Makanya harus melek online danrajin-rajin ikut ke mana mereka pergi, kamu akan dapat makanan." Binatang-binatang dapat mengalamikehilangan kita. Tetapi Kita hanya berpindah dari gereja atau kapel ke ruangpublik media online. Dalam zaman sekarang, kita selalu berinteraksi secaraonline. Bahkan kegiatan rohani seperti berdoa, sharing iman, Misa Kudus danpengajaran iman dapat dilakukan melalui media online. Gereja kecil adalah hatikita masing-masing dan media online menjadi bangunan gereja virtual yang dapatmempertemukan setiap orang beriman yang bersama-sama ungkapkan imannya. Semangat kita untuk berdoasetelah hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dan menantikan Pentakosta tetapberkobar. Kita semua menjadi sehati dalam berdoa sebagai syarat yang harus kitapenuhi untuk menantikan pencurahan Roh Kudus. Kita mengikuti teladan para rasuldan Bunda Maria yang telah melakukan itu di dalam salah satu ruangan di kotaYerusalem, lebih dari 2000 tahun yang lalu. Persiapan untuk menyambut Roh Kudusharus dalam bentuk berdoa bersama dengan satu hati, dan bukan dengankegiatan-kegiatan lain yang bukan berdoa. Pada hari ini Tuhan Yesusmengajarkan kita tentang berdoa dengan sepenuh hati kita sendiri dan sehatidengan saudara-saudari seiman. Berdoa sebagai pribadi yang sungguh-sungguhtekun akan membuat doa bersama sebagai satu Gereja menjadi mantap dan berkenankepada Tuhan. Terlebih-lebih karena di dalam doa bersama itu selalu adakehadiran Bunda Maria sebagai Bunda Gereja, partisipasi aktif kita di dalam doabersama harus menjadi sebuah disposisi rohani yang terbaik. Sebagai Ibu yangpenuh perhatian, ia tentu mengingatkan atau menegur kita kalau sikap kitaberdoa tidak sesuai dengan tata cara Gerejawi yang benar. Dengan semangat berdoa sepertiini, kita dapat mewujudkan apa yang dikatakan Yesus di dalam Injil hari ini,yaitu: kita dapat mengenal Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar danmengenal Yesus Kristus yang telah diutus Bapa. Roh Kudus membantu kita untukbertumbuh dalam semangat doa seperti ini. Marilahkita berdoa. Dalam nama... Ya Bapa di surga, jadikanlah kami para pendoa yangbaik agar kami bertumbuh menjadi anggota-anggota Gereja-Mu yang senantiasamemuliakan Dikau dengan doa-doa kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rosalia dari Gereja Santo Yohanes Penginjil, Paroki Blok B, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 17: 15.22 - 18: 1; Mazmur tg 148: 1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd; Yohanes 16: 12-15.KITA TIDAK HANYAMENGEJAR JUMLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Kita Tidak Hanya Mengejar Jumlah. Tepatpukul 7 pagi Pastor Paroki sudah bersiap di sakristi untuk berarak menuju altardan Misa dapat segera dimulai. Pemimpin koor dan anggotanya merasa gelisahkarena umat yang hadir baru seperempat kapasitas gereja. Mereka meminta pastorsupaya sebaiknya menunggu umat lain datang baru dapat dimulai Misa kudus.Tetapi sang Pastor menjawab: "Misa tidak bergantung pada jumlah yang hadirdi dalam gereja." Sikap Pastor Paroki ini merupakan refleksi atas kenyataan di dalampertumbuhan iman dan Gereja kita, bahwa kita tidak hanya mengejar jumlah. Kitajuga sangat membutuhkan kualitas. Dalam konteks penyebaran Injil yang dilakukanPaulus dan rekan-rekannya di Athena, di arena Aeropagus, banyak sekali yangmenolak semua ajaran Paulus tentang Yesus Kristus, dan hanya satu dua orangsaja yang percaya. Jumlah ini sangat sedikit kalau dibandingkan dengan sejumlahdaerah lain yang telah mereka kunjungi. Kalau yang dikejar terutama ialah jumlah atau sebanyak mungkin pengikutbaru, hasil ini pasti sangat mengecewakan. Namun Paulus dan rombongannya tahubahwa ini adalah pekerjaan milik Tuhan, semuanya biar Tuhan saja yangmenghendaki. Di dalam Tuhan tak ada rivalitas atau perhitungan untung rugijumlah dan kualitas. Bagi Tuhan, pokoknya ada orang yang percaya, mengikuti Diadan menghidupi imannya itu dengan berkualitas. Jumlah yang ada sekarang inimerupakan realisasi pilihan Yesus atas kita dari dunia ini. Kualitas hidup kitasangat bergantung pada kemampuan kita hidup dalam terang dan bimbingan RohKudus. Bersama Roh Kudus, kita memiliki tempat di dalam Yesus Kristus. Dua kecenderungan manusia untuk mengejar jumlah dan kualitas seringmendatangkan masalah. Mereka yang mengejar jumlah saja bisa jadi lebihberambisi material, jasmani, sosial dan kesuksesan duniawi. Mereka yangmengejar kualitas saja bisa jadi lebih elitis, eksklusif, kurang mendarat dantidak realistis. Maka jalan paling baik ialah keseimbangannya, yaitu jumlahkita perlukan sekaligus kita berikan kualitas pada jumlah yang ada. Misalnya, kehadiran kita di dalam komunitas atau keluarga kurang banyak,tetapi dari kehadiran yang hanya sedikit itu dibuat sangat berkualitas yangmembawa pengaruh yang baik dan sehat. Kalau Anda berkecukupan rezeki, hendaknyakualitas kesejahteraan hidup lebih diperhatikan dan bermurah hati kepada oranglain yang kurang beruntung. Anda mungkin bertubuh kurus, namun kesehatan harusbaik. Anda kurang pintar, namun bertanggung jawab. Kita wajib membuatkeseimbangan hidup agar Tuhan berkenan kepada kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, semoga melalui bimbingan Roh-Mu, kamimenjadi pribadi-pribadi yang bijaksana dalam membuat hidup kami seimbangjasmani dan rohani, sehingga hidup kami berkenan kepada-Mu dan sesama kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
Khotbah Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya tentang gereja yang memanusiakan manusia.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 1-10; Mazmur tg 100: 1-2.3.5; Yohanes 15: 18-21.ANTARA ROH KUDUSDAN ROH JAHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Antara Roh Kudus dan Roh Jahat. Renunganini ingin membawa perhatian kita kepada dua sudut pandang tentang semangathidup yang kita miliki di dalam kehidupan kita. Dari posisi Tuhan Yesus Kristusdan semua komponen dalam perutusan-Nya, roh yang berlawanan itu pasti roh jahatdengan Setan sebagai panglima. Sedangkan dari posisi lawan, yaitu roh duniawi dan Setan sebagai panglima,roh yang berlawanan ialah kebaikan dan kebenaran yang telah dibawa oleh YesusKristus melalui pengorbanan diri-Nya dan masih diteruskan saat ini oleh Gereja.Roh jahat ini, seperti ditunjukkan dalam kitab suci, setelah tidak mampumenaklukkan Yesus di padang gurun, ia selalu menunggu saja saat yang palingtepat bagi dia untuk menggoda dan menaklukkan lagi pihak yang diinginkannya. Dua kubu, Roh Kudus dan roh jahat tentu saja berseberangan arah. Pihak manayang unggul pada akhirnya, sangat bergantung pada siapa manusia itu yang memilihuntuk berpihak sesuai dengan kehendak bebasnya. Namun dalam situasi tanpaperang, atau lebih tepatnya tidak ada konflik kepentingan, sering terjadi bahwakedua kubu ini berdampingan dalam suasana tenang. Misalnya Anda dalam suasana tenang di dalam kamar. Di dalam dirimu tidakada gangguan pikiran jahat, niat yang aneh dan perbuatan yang menyimpang. Disitu juga ada kehadiran roh jahat yang tetap menunggu saatnya dirimu lepaskontrol dan tidak menyadari diri, ia akan segera menggodai dengan maksudmenguasai dirimu. Kira-kira begitu keberadaan kita setiap saat. Begitu konflik kepentingandatang, Anda harus memilih yang baik atau jahat, yang benar atau salah. Poin yang sangat penting di sini ialah bahwa sebagai pengikut Kristus, kitamesti dapat membedakan roh yang berlawanan itu, semangat yang berseberangan,atau kepentingan yang tak sejalan dengan Yesus Kristus. Kristus telahmempersiapkan kita untuk dapat memiliki kemampuan untuk membedakan. Ia selalumenegaskan supaya kita tetap berpegang pada firman-Nya. Ia berkata, “Aku telahmemilih kamu dari dunia ini”. Kita menjadi milik Yesus, jadi kita mempunyaikemampuan untuk memastikan ada roh yang berlawanan dengan Yesus. Pengalaman initelah dialami oleh para rasul, Paulus dan Barnabas, ketika menjalani misi yangluar biasa. Para kudus adalah teladan bagi kita untuk hal ini. Siapa pun di dekat kita yang memberikan nasihat atau teguran supaya kitaharus memilih Roh Tuhan dari roh jahat, dia adalah utusan Yesus. Kita semakinmendekati pesta Pentakosta, maka hendaknya kita membuka diri dengan tulus agar Roh Kudus itulah yang memenuhi diri kita,bukan roh yang lain. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami selalu dengan berkatdan rahmat-Mu agar kami mampu melawan kepentingan-kepentingan dunia ini yangbertentangan dengan Dikau. Utuslah Roh-Mu agar memenuhi kami dan seluruh mukabumi. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christine dari Paroki Santo Gabriel di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 22-31; Mazmur tg 57: 8-9.10-11; Yohanes 15: 12-17.DALAM CINTA DANUNTUK CINTA Renungan kita pada hari ini bertema: Dalam Cinta dan Untuk Cinta. Maksudtersirat dalam kalimat ini ialah kita diciptakan oleh Tuhan Allah, melaluiperkawinan orang tua kemudian dilahirkan ibu kita masing-masing, adalah suatukejadian dalam cinta dan untuk mencintai. Kehidupan itu ada ialah karena cinta. Sumber atau pokok yang membuahkan kita adalah cinta itu sendiri, sepertiyang dikatakan dalam Surat Pertama rasul Yohanes 4, 8 bahwa Allah itu adalahkasih, Deus caritas est. Dan buah-buahdari hidup iman kita adalah cinta itu sendiri. Ini dapat terjadi karena kita selaluterhubung dengan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai pokok anggur, dan kita semuaadalah ranting-rantingnya. Hubungan cinta ini ditandai oleh perbuatan cinta terbesar Yesus Kristus,yaitu mengorbankan diri-Nya, atau mati dengan sangat keji, demi kebaikan dankeselamatan kita semua. Cinta terbesar inilah yang diwariskan kepada kita,supaya kita juga dengan cara kita masing-masing dapat berkorban diri demikebaikan dan keselamatan sesama yang membutuhkan tindakan cinta kasih. Jadi kita hidup "dalam cinta dan untuk cinta" bersumberkan padapersatuan dengan Yesus Kristus sebagai pokok kehidupan. Paling kurang ada empat poin untuk menjelaskankebenaran ini. Pertama, Tuhan telah menyirami cinta-Nya ke dalam hati kita. Initerjadi pertama kali saat pembaptisan, dan selanjutnya melalui siramanfirman-Nya, sentuhan berkat-Nya, pelukan kasih-Nya yang kita terima setiap hari.Gereja Perdana di Antiokhia sungguh dipenuhi oleh cinta kasih Tuhan melaluifirman dan ajaran untuk diikuti oleh seluruh Gereja. Kedua, Yesus sendiri perlakukan kita sebagai sahabat, dan bukan sebagaihamba. Karena itu dalam hubungan sebagai sahabat ini, Ia akan selalumengajarkan dan memberikan kita contoh bagaimana mengasihi sedemikian totalseperti yang telah dilakukan-Nya. Ketiga, komitmen cinta ialah sampai mati.Sekecil atau sesederhana apa pun cinta itu, isinya ialah berkorban dan kalauberkorban berarti orang harus mengalami kematian dari dirinya baik sebagianmaupun seluruh dirinya. Kalau kita mantap untuk mati dalam perbuatan-perbuatan cinta yangsederhana, kita akan sangat siap untuk mati dalam cinta yang lebih besar.Keempat, cinta itu dalam perwujudannya, menghasilkan buah. Misalnya sayagembira menyambut dengan senyum dan menyalami tamu yang datang, buahnya ialah,tamu itu akan menjadi betah dan menjadi sahabatku. Karena cinta yang tidakmenghasilkan buah yang baik, ia adalah kebohongan, kepalsuan dan pengkhianatan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana Engkau telah mengajarkandan memberikan kami contoh untuk mencintai dengan benar, kuatkanlah kami selaluuntuk tetap berada di dalam cinta-Mu itu dan semoga kami selalu mencintaisesama kami tanpa bosan dan lelah. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Matilda Riza Mashun dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 7-21; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.10; Yohanes 15: 9-11.TINGGALAH SELALUDI DALAM KASIH-KU Renungan kita pada hari ini ialah: Tinggallah Selalu di Dalam Kasih-Ku. Inimerupakan kalimat yang datang dari Yesus sendiri ketika menyatakan diri-Nyasungguh sebagai pokok anggur bagi kita. Jaminan tinggal bersama Dia ialahkehidupan yang dapat menghasilkan buah berlimpah sehingga mendatangkan sukacita, kebahagiaan dan keselamatan. Para rasul-Nya yang mendengar langsungpengajaran ini telah membuktikan dirinya tinggal bersama Yesus dan berbuahsebagai saksi-saksi utama Tuhan Yesus Kristus kepada seluruh dunia, menjadipewarta Injil yang sejati. Untuk mewujudkan karya keselamatan sesuai dengan kehendak Bapa, Yesusmengundang mereka yang mengikuti dan percaya kepada-Nya untuk hidup di dalamDia. Hidup di dalam Dia membuat kita menikmati kasih-Nya yang amat besar danabadi. Kita menanggapi undangan dan jaminan dari Yesus dengan iman kita bahwakita siap, kita mau dan kita rindu untuk tinggal di dalam Dia. Di dalamkesibukan setiap hari dari pagi sampai malam, undangan ini akan selalu sangatmenggembirakan kita. Bagi mereka yang selalu menghayati dengan tulus kasihTuhan, undangan Yesus ini menjadi suatu bonus tersendiri bagi mereka. Misalnya, satu keluarga yang selalu hidup dalam damai, harmoni, dan penuhcinta, ketika menerima undangan ini, mereka tentu saja mengalami suatu pertumbuhan iman yang menggembirakan.Sebaliknya, suatu keluarga atau pribadi yang tidak atau sulit mengalami kasihdi dalam hidupnya, undangan dan jaminan Tuhan Yesus ini harus merupakaninisiatif Ilahi yang hendak membawa mereka kembali kepada Tuhan, dalam pelukankasih-Nya yang sangat indah. Mereka tidak usah malu, tidak perlu takut atau harus menghindari rasa kurangpercaya, karena yang mengundang dan memberikan jaminan adalah Tuhan sendiri.Mereka harus yakin bahwa cinta kasih Tuhan jauh lebih kuat dan pastimengalahkan semua kekurangan manusiawi tersebut. Cinta kasih Tuhan dapatmenyembuhkan dan memberikan semangat untuk memulai hidup yang baru. Atas dasar cinta kasih itu dan terutama dalam nama Tuhan Yesus Kristus,misalnya para rasul membuat konsili di Yerusalem, untuk memperkuat satuvisi-misi yang bersumber pada Yesus Kristus saja. Mereka berdiskusi, berdebatdan berselisih atas perbedaan-perbedaan yang ditemukan. Karena alasan cintakasih, mereka mencapai solusi dalam terang Roh Kudus, lalu sampailah merekapada keputusan yang memberikan keuntungan bagi Gereja. Marilah kita mengulangi lagi undangan Yesus tersebut: Tinggallah di dalamkasih-Ku. Kita tidak boleh menolaknya, tetapi dengan gembira menyambutnya! Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan yang maha baik, semoga cinta kasih dari-Mumenguasai hidup kami, dan kami dengan gembira menyambut undangan Yesus Putra-Muuntuk selalu tinggal di dalam kasih-Nya. Bapa kami yang ada di dalam surga.Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ivan dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 1-6; Mazmur tg 122: 1-2.3-4a.4b-5; Yohanes 15: 1-8.BERBUAH MELIMPAHDI DALAM YESUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbuah Melimpah di Dalam Yesus. Didalam masa Paskah, selain tema tentang roti hidup dan gembala yang baik, adajuga yang sangat menarik ialah tentang pokok anggur. Tuhan Yesus menjelaskanidentitas diri-Nya dengan aneka simbol, dan salah satunya ialah pokok anggur. Intinya, Tuhan sendiri senantiasa menyatu dengan umat-Nya dan memenuhisetiap orang beriman dengan segala karunia-Nya. Dengan demikian sebagai pribadimaupun sebagai umat Allah, kita dapat melangsungkan hidup di dunia ini sesuaidengan rencana-Nya. Simbol yang pas untuk mengajarkan hal ini ialah pokokanggur. Yesus adalah pokok anggur itu, kita adalah setiap rantingnya, dan Bapadi surga sebagai pemilik. Bahwa di dalam Gereja selalu ada perbedaan pemahaman iman, itu merupakandinamika hidup ranting-ranting yang sering bergesekkan karena terpaan angin dantimpahan air hujan. Perbedaan-perbedaan itu tidak mungkin merusak kehidupan karenapokok anggur, yaitu Yesus Kristus hanyalah satu. Semua perbedaan pemahamanpasti akan menemukan solusi pada Yesus Kristus saja. Jadi dari pada fokus ke perbedaan-perbedaan, yang lebih utama ialahperhatian kepada buah-buah sebagai hasil kehidupan di dalam Yesus Kristus yangpasti akan mempersatukan dan memajukan kita bersama. Buah-buah ini tentu sangatberguna bagi hidup iman kita. Buah pertama ialah kesucian dan evangelisasi.Kita sebagai pribadi dan umat Allah mengakui kalau kesucian itu adalah cita-citakita. Kita ingin melihat sendiri bahwa kesucian dari Tuhan itu diterima juga olehorang lain melalui kegiatan evangelisasi yang kita lakukan. Kedua ialah kemauan dan keberanian untuk memangkas bagian ranting, yaitupola hidup yang kering dan tak berguna, dibuang dan dibakar. Ini adalah buahkoreksi, perbaikan, pertobatan dan pembaharuan diri. Ketiga ialah kesempatanterbuka lebar untuk tumbuh dan menjadi pribadi atau komunitas yang baru setelahdilakukan koreksi dan pembaharuan. Keempat, oleh karena itu kita tentu sangatbahagia untuk selalu terhubung dengan Yesus sebagai pokok anggur, karenaterlepas dari Dia akan sangat berbahaya bagi kita. Kelima, jika senantiasa menyatu dengan Yesus, kita bakal berbuah melimpah.Buah-buah itu tidak mungkin berasal dari pohon lain, selain Yesus Kristussendiri. Keenam, dengan demikian kita mempunyai alasan dasar untuk selalumemuji dan memuliakan Allah dan Bapa kita. Ketujuh, martabat kita sebagai putra-putriBapa merupakan kedudukan sangat istimewa dan terhormat. Kedelapan, maka itukita diutus oleh Tuhan untuk pergi dan menghasilkan buah-buah yang berguna, dankesembilan, tidak hanya berbuah tetapi kita mesti mampu bertahan dalam segalabentuk kesulitan dan penderitaan. Marilah kita berdoa. YaTuhan, buatlah kami selalu dapat berbuah dalam kasih persaudaraan dan pelayanankasih sebagai cara kami melakukan kehendak-Mu, yang berguna bagi kami dansesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angela Efrasia Netty dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 19-28; Mazmur tg 145: 10-11.12-13ab.21; Yohanes 14: 27-31a.DAMAI ADALAHSENJATA KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Damai Adalah Senjata Kita. YesusKristus ketika berada di dunia telah mengalami aneka bentuk penderitaanmanusiawi sebagai akibat dari dosa dan kejahatan manusia. Berhadapan dengansemua itu, Ia tidak melawan tetapi justru menerima dengan tenang, mengampunidan mendoakan mereka yang melawan atau menganiayai Dia. Ia melawan itu dengan senjata damai dari Bapa-Nya. Para pengikut-Nya, mulaidari para rasul sampai ke generasi kita saat ini, disiapkan dengan sedemikianrupa untuk dapat mengalami segala bentuk penderitaan yang sudah Ia alami. Pararasul terbukti siap menghadapi semuanya dan mereka tidak gentar apa pun, karenasenjata damai jauh lebih kuat dari pada senjata apa pun. Paulus dan Barnabasmenunjukkan itu ketika mereka membangun dan memperkuat eksistensi Gereja darisatu tempat ke tempat yang lain. Gereja dan pengikut Kristus di segala tempat dan zaman hingga saat ini jugamenyadari bahwa prediksi Yesus tidak meleset, yaitu bahwa piala penderitaanyang Ia telah minum, diminum juga oleh para pengikut-Nya. Senjata damai yangsama tetap dipakai, dan kalimat terkenal yang selalu diulangi dalam perayaanEkaristi menegaskan keampuhan senjata itu, “Damai Kutinggalkan bagimu, damai-KuKuberikan kepadamu.” Yesus Kristus memberikan kita damai dari diri-Nya ini sebagai senjata yangsangat berguna, dan saat paling pas untuk memakainya ialah ketika kita beradadalam tekanan, bahaya dan ancaman dalam bentuk apa pun. Ia sudah menyiapkankita dengan strategi ini. Ia sudah tahu bahwa yang akan terjadi bagi setiappengikut-Nya adalah rupa-rupa kesulitan dan penderitaan. Bahkan kebaikan dan kebenaran apa pun yang diperbuat para pengikut dalamnama-Nya, penderitaan dan kesulitan bakal mereka terima. Karena kebaikan dankebenaran Kristus sangat bertentangan dengan budaya dan gaya orang-orang didunia ini yang sudah terjangkiti oleh dosa dan kejahatan. Tetapi Yesus dan parapengikut-Nya tidak menyerah dan takut. Salib memang harus dipikul dan bukandikutuk atau dibuang. Setelah salib ada kemenangan. Anda kebangkitan. Jadi kita mesti bersyukur dan merasa beruntung karena Yesus Kristus telah mempersiapkankita untuk menghadapi situasi terburuk di dunia ini, mempersenjatai kita dengandamai dari diri-Nya sendiri. Bayangkan jika ia mempersenjatai kita denganpedang atau senapan, bisa jadi profil kitasebagai Kristen saat ini mungkin menjadi yang terburuk di dunia. Damai dariYesus justru berguna untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Di situlahkemenangan yang sesungguhnya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ...Tuhan Yesus Kristus, penuhilah hati kami dan Gereja-Mudengan damai dari-Mu sendiri, karena damai itu yang menjaga dan melindungikami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christian Tandiary dan Thres Woen dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Katedral dan Arthur J. Homeric dari Paroki St. Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 1-7; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.18-19; 1 Petrus 2: 4-9; Yohanes 14: 1-12.YESUS ADALAH JALAN BAGI KITA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-5 ini ialah: Yesus Adalah Jalan Bagi Kita. Pada suatu hariMinggu pagi, seorang pastor bersiap untuk merayakan Misa di salah satu parokiyang berjarak 20 kilometer dari tempat ia tinggal di kota. Ia menyetir mobilmelewati jalan yang bekelok-kelok dengan kecepatan antara 60-80 km per jam.Tetapi pada saat tinggal 3 kilometer sampai di gereja , jalan yang menujugereja paroki ditutup. Ada kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh wargamasyarakat setempat. Semua kendaraan harus memilih jalan lain. Waktu untuk perayaan Misa tinggal20 menit. Ia harus mencari jalan lain, biarpun yang berukuran pas untukdilewati mobil, agar segera sampai di gereja. Awalnya ia kehabisan akal dan tidak tahu harus berbuat.Tetapi ia segera menyadari bahwa GPS (navigasi) di handphone dapat membantu. Iamenyetel GPS untuk mengarahkannya ke gereja. Dalam waktu kurang dari 10 menit iasudah berada di halaman parkir gereja, tepat waktunya untuk persiapan diri disakristi dan Misa akan segera dimulai. Ibarat GPS yang mengarahkan kitajalan dengan memakai suara, grafik arah jalan, peringatan dan pemberitahuanyang kita perlukan, GPS di dalam perjalanan iman kita juga melakukan pekerjaanyang sama. GPS dalam iman kita ialah Tuhan Yesus Kristus. Ia menyebutkanidentitas diri-Nya sebagai jalan yang kita lalui untuk sampai kepada tujuankita, yaitu keselamatan dan persatuan kita dengan Bapa di surga. Sebagai jalanbagi kita, Ia memberikan kita kebenaran yang menjadi makanan utama kita supayakita memiliki kehidupan yang sesungguhnya dan sepenuhnya. Kehidupan yangsempurna ialah di surga. Firman Tuhan hari ini palingkurang memberikan kita dua refleksi betapa fundamentalnya pendasaran iman kitapada Tuhan Yesus sebagai jalan kita. Pertama ialah Tuhan Yesus Kristus sebagaipenyelamat kita. Di tengah bahaya dan kesulitan yang menimpah hidup kita, Iamenjadi solusi dan jawaban sehingga kita tidak dapat binasa dan mati. Kejadiandi dalam Gereja Perdana di Yerusalem, adalah perpecahan di antara paraanggotanya. Tapi kuasa Allah datang untuk menyelamatkan Gereja denganditetapkannya enam orang diakon. Kedua ialah Tuhan Yesusmemberikan kita martabat yang tinggi, yaitu panggilan menjadi kudus. Iamerahmati kita sebagai bangunan rohani yang suci dan suatu imamat yang kudus.Dengan begitu, kita menerima dari-Nya tugas besar untuk menguduskan dunia.Bersama dengan Dia, kita akan membawa dunia ini dan segala ciptaan melaluijalan Yesus Kristus yang menuju kepada Bapa. Jalan kekudusan pertama-tamaberguna bagi kita sendiri, kemudian berguna juga bagi orang-orang yang kitalayani di dalam perutusan kita masing-masing. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur danmemuji-Mu karena Engkau senantiasa sebagai jalan kami untuk sampai kepada Bapa.Semoga kami tetap setia mengikuti jalan ini. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Filicia Chandra dari Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 44-52; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3cd-4; Yohanes 14: 7-14.GEMBALA YANGBAIK MENGHADIRKAN BAPA KEPADA KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Gembala Yang Baik Menghadirkan BapaKepada Kita. Kemarin dalam menjawab kekurang-pahaman rasul Thomas, Yesusmenunjuk diri-Nya sendiri sebagai perantara kita untuk sampai kepada Bapa. Hariini, rasul Filipus yang mewakili banyak di antara kita memperlihatkankekurang-pahaman dan pencariannya akan sosok Bapa seperti apa. Jawaban Yesus merupakan yang paling telak, kalau boleh dikatakan jawabankunci, karena memperlihatkan tujuan semua pencarian dan ziarah kita di duniaini. Yesus menjawab dengan menghadirkan Bapa sendiri, maka Ia berkata begini: melihatAku, berarti melihat Bapa, mendengar Aku, berarti mendengar Bapa, hidup bersamaAku berarti hidup bersama Bapa. Ini gunanya supaya semua menjadi tahu danpercaya bahwa Bapa berada di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. Bapa dan Akuadalah satu. Persekutuan Bapa dan Putra itu terjadi dalam hubungan kasih dengankomunikasi di antara mereka, dan hubungan ini terjadi di dalam Roh Kudus. Justrujawaban yang diberikan kepada Filipus dan semua orang yang mencari tujuanterakhir hidup ini ialah Tritunggal Allah. Tak ada jawaban lain lagi yangmelebih jawaban ini. Berjumpa Bapa dalam diri Yesus dan dalam persekutuan RohKudus telah mempertegas komitmen para rasul, dan mereka bertahan dengankomitmen itu sampai mati. Yesus menghadirkan Bapa kepada kita berarti tentang kenyataan Tuhan Allahsesungguhnya. Tuhan tampak dengan segala kemurahan dan belas kasih, sementarakita manusia tampak terangkat sampai pada level untuk berjumpa dengan Dia. Saatinkarnasi, Tritunggal hadir dalam Putra yang dikandung dalam rahim PerawanMaria, dilahirkan dan diasuh dalam sebuah keluarga bersahaja. Dalam seluruhpelayanan publik Yesus, Tritunggal juga ada di sana untuk bekerja bagipenebusan umat manusia. Di penghujung karya di dunia, Tritunggal di surgamenyambut kita dalam kehidupan abadi sebagai tanda keselamatan kekal yang sudahtersedia abadi bagi kita. Bagi kita sebagai pengikut Kristus, pertanyaan seperti Filipus dan Thomassepatutnya tidak relevan. Kita bukan dalam posisi untuk mempertanyakan bahkanmeragukan apakah Yesus dan Bapa adalah satu. Posisi kita sesungguhnya adalahsaudara dan saudari Yesus, atas dasar itulah kita diajarkan doa “Bapa Kami”untuk menjadi doa kita yang fundamental. Doa itu sungguh menjadikan kitaanak-anak atau putra dan putri Bapa yang mahabaik. Yesus sungguh gembala yangbaik, karena Dia tahu yang kita butuhkan: menjadi putra-putri kesayangan Bapadi Surga.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang mahabaik, terima kasih berlimpah atas martabatkami sebagai putra dan putri-Mu terkasih karena kami mengambil bagian dalamkehidupan Putra-Mu Yesus Kristus. Semoga kami tetap hidup dengan martabat inidan mempertanggung jawabkannya pada saat ajal kami nanti. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Diana Fargo dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 26-33; Mazmur tg 2: 6-7.8-9.10-11; Yohanes 14: 1-6.GEMBALA MEMBUATKITA NYAMAN DAN BETAH Renungan kita pada hari ini bertema: Gembala Membuat Kita Nyaman dan Betah.Rasa nyaman kita sebagai manusia selalu terkait dengan hubungan antar pribadisatu dengan yang lain. Sedangkan rasa betah kita lebih terkait dengan suasanadi sekeliling dan hal atau barang yang kita pakai. Misalnya Anda merasa nyamandengan teman-teman di dekatmu, dan pada saat yang sama Anda juga betah dengan suasanakerja sama dan lingkungannya yang tenang. Tuhan Yesus sebagai gembala yang baik memberikan kita rasa nyaman dan betahdalam pengertian seperti itu. Yesus membuat kita nyaman bersama Dia dan sesamaorang beriman. Yesus membuat kita betah berada di dalam rumah-Nya, yaituGereja, juga dengan semua pengajaran dan perintah-Nya. Ungkapan yang sangat pasuntuk ini ialah yang dikatakan Yesus pada hari ini: jangan gelisah hatimu,percayalah kepada Allah, percayalah kepada-Ku. Bersama Bapa-Ku dan Aku, semuapasti menjadi betah dan nyaman. Tetapi tidak semua orang sepikiran tentang menjadi nyaman dan betah di dalamKristus. Ada orang yang tidak langsung paham. Selalu ada interpretasi yangberbeda. Misalnya rasul Thomas bertanya, tunjukkan dong seperti apa? Lalu Yesus berkata: Aku adalah jalan, kebenarandan kehidupan. Penegasan ini sudah cukup untuk memperkuat rasa nyaman dan betahkita bersama dengan Dia. Yesus memberikan kuasa kepada para pelayan Gereja untuk memberikan rasanyaman dan betah ini bagi setiap Umat Allah. Seperti Petrus, Santo Paulus jugaberdiri pada level otoritas pengajaran yang sama, berkotbah tentang semuakebenaran dalam Yesus Kristus. Ini sungguh memberikan rasa nyaman dan betahbagi semua pendengarnya, terutama kaum non-Yahudi yang belum percaya yangsangat kritis dan skeptis. Mereka bisa menerima pengajaran Paulus dan akhirnyamemilih untuk menjadi pengikut Kristus. Lalu pertanyaannya ialah, siapakah yang paling bertanggung jawab denganrasa nyaman dan betah ini? Yang jelas bukan Tuhan dan para pemimpin Gereja yangbertanggung jawab. Mereka memberikan perhatian dan kasih sayang atas nama cinta.Menjadi nyaman dan betah bukan pertama-tama urusan mereka. Jadi rasa nyaman danbetah itu harus pertama-tama diciptakan oleh kita masing-masing. Hal ini sama dengan kenyataan bahwa bukan urusan kita untuk menolak ataumenerima bapa dan ibu kita. Mereka adalah karunia Tuhan bagi kitamasing-masing. Tapi hal tentang rasa nyaman dengan bapa dan ibu sendiri, ituadalah tanggung jawab kita sendiri. Anda dan saya harus menciptakannya. Rasabetah dan nyaman dengan Tuhan dan Gereja merupakan tanggung jawab kita sendiri. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan maha kuasa, kami memuji-Mu selalu karena kemuliaandan kebesaran-Mu menaungi seluruh hidup kami. Perkuatkan rasa nyaman dan betahkami sehingga kami dapat mempersembahkan diri kami dengan lebih tulus kepada-Mudan kepada sesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elisabeth Yunyun Vinsur dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Kisah Para Rasul 12: 24 - 13: 5a; Mazmur tg 67: 2-3.5.6.8; Yohanes 12: 44-50.SELURUH BANGSAMEMUJI TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Seluruh Bangsa Memuji Tuhan. Kalimatini merupakan ulangan mazmur tanggapan dari liturgi pada hari ini. Kemarin kitamenyinggung tentang kenyataan kehadiran identitas Katolik di seluruh pelosokbumi dan bagaimana kita merasa terhubung satu sama lain sebagai orang-orangKatolik. Salah satu cara untuk mengungkapkan semua bentuk rasa dan koneksi ituialah bahwa seluruh bangsa di dunia memuji Tuhan. Kisah Para Rasul dalam bacaan pertama mengatakan bahwa firman Tuhan terustersebar dan semakin menumbuhkan hidup Gereja. Pesan, kata-kata, informasisampai di telinga dan hati orang-orang lebih cepat bahkan mengalahkan kendaraanatau mesin apa pun yang berkecepatan tinggi. Sampai saat ini dengan adanyaalat-alat teknologi informasi, cepatnya jangkauan firman Tuhan memang takterbantahkan. Hasilnya, tidak hanya jauh lebih banyak orang, tetapi pentingsekali bahwa setiap pribadi manusia menerima pesan-pesan Yesus Kristus. Ini merupakan satu alasan seluruh bangsamemuji Tuhan. Terwujudnya kenyataan bahwa firman Tuhan mencapai hati setiap manusia diseluruh dunia, sangat bergantung pada pekerja-pekerja pembawa kabar gembiraitu. Gereja Perdana menggambarkan ini misalnya dengan mengutus Barnabas danPaulus untuk suatu perutusan lebih luas dan melebar melampaui batas wilayahyang sudah ditargetkan. Kita berterima kasih atas inisiatif Gereja, tentu sajaberkat gerakan karya-karya Roh Kudus, yang selalu bersemangat dalam perutusandan evangelisasi. Para pekerjanya tidak hanya para imam, biarawan dan biarawati yang telahmemenuhi sejarah pertumbuhan Gereja di seluruh dunia. Saat ini justru banyaksekali orang beriman awam yang bergiat sungguh-sungguh menjadi misionaris disetiap tempat hidup dan kerja mereka. Kesaksian mereka sungguh-sungguh kuat danmembumi karena mereka bersentuhan langsung dengan suasana kehidupan nyata danorang lain yang ada bersama dengan mereka setiap saat. Ini juga sebagai alasanpenting seluruh bangsa memuji Tuhan. Yesus sendiri berkata bahwa terang sungguh sudah ada di dalam dunia. KarenaIa sendiri adalah terang itu, kegelapan pun hilang. Bagaimana mungkin para pengikut-Nyajustru tidak menikmati terang itu? Mereka mestinya yang pertama mengalaminya,lalu menjadi terang itu sendiri dan pada gilirannya menerangi juga dunia ini.Bentuk paling konkret kehadiran terang itu ialah Firman Tuhan Yesus Kristusyang Ia dapatkan langsung dari Bapa di surga. Jadi, bertekun dalam Firman Tuhan dan menghidupinya secara benar merupakancara kita menerangi dunia ini. Ini juga menjadi alasan mengapa kita harusmemuji Tuhan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, bantulah kami selalu untuk menjadi terangbagi dunia ini melalui firman-Mu yang kami tekuni tiap hari. Dengan demikiankami selalu bersemangat untuk memuji Tuhan. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 11: 1-18; Mazmur tg 42: 2-3; 43: 3.4; Yohanes 10: 11-18.GEMBALA YANGBAIK SUKA BAU SEMUA DOMBA Tema renungan kita pada hari ini:Gembala Yang Baik Suka Bau Semua Domba. Seorang Suster biarawati berceritabahwa ia menjaga dan membina anak-anak asrama dengan semangat pengorbanan yangtidak mengenal lelah. Para gadis yang tinggal di asrama pergi dan pulang darisekolah atau universitas yang berbeda-beda. Ia harus mendampingi satu per satu,supaya ia dapat mengenal mereka secara pribadi dan membina masing-masingnyasesuai dengan kepribadiannya itu. Ia memperlakukan setiap anak asrama itusebagai anak-anaknya sendiri dan mereka dengan spontan menjadikan Suster itusebagai ibu mereka sendiri. Ada cerita lain dari Stefania, seorangpemudi 23 tahun dan sulung dari empat bersaudara. Ketiga adiknya masih kuliahdan sekolah di SMP dan SMA, sedangkan ia sendiri sudah bekerja. Kedua orangtuannya sering bepergian ke luar kota dan luar negeri karena urusan bisniskeluarga. Stefania yang harus bertindak sebagai kakak sekaligus orang tua bagiketiga adiknya. Ia memastikan diri untuk selalu mengetahui di mana adik-adiknyaberada dan apa yang sedang mereka lakukan. Setiap adiknya juga mengetahui bahwakakak mereka selalu memantau dan mengikuti mereka kapan dan di mana pun. Merekamerasa sangat disayangi oleh sang kakak. Suster biarawati dan Stefania merupakancontoh figur gembala yang baik, yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus. Yangdiinginkan oleh Yesus ialah seorang gembala yang suka dengan bau semuadombanya, maka Ia rela berkorban bagi kebaikan mereka. Nilai spesial untukgembala yang baik yang suka bau semua dombanya, ialah bahwa Tuhan tidak jijikdan tidak menyerah dengan bau domba-domba itu. Ia malah suka dengan baudomba-domba yang lain lagi. Bau mereka yang berbeda beda itu sangat disukai dannantinya diubah menjadi harum karena kasih dan kerahiman-Nya. Yesus katakan inidalam Injil hari ini, bahwa domba-domba lain di luar kandang atau jangkauan,juga perlu mendapatkan penggembalaan-Nya. Demikian juga santo Petrus yangberhasil membawa orang-orang yang di luar batas teritori Yahudi, untuk menjadianggota Gereja Perdana. Gembala yang baik yang suka bau semuadombanya, belum realisasikan oleh seluruh Gereja. Gereja kita yang kudussenantiasa mengajak dan mengundang seluruh anggotanya, supaya menjaga danmemperhatikan satu sama lain tanpa kenal lelah dan tanpa membeda-bedakan orangyang dilayani. Semoga setiap dari kita, baik imam maupun awam, baik biarawanmaupun orang pada umumnya, semakin menjadi gembala yang diinginkan oleh TuhanYesus. Semua bau mereka mesti dapat menarik kita semua untuk semakin menyatudan membantu mereka sehingga dapat menjadi anak-anak Tuhan yang bertanggungjawab dan mandiri. Marilah kita berdoa... Dalam nama Bapa...Tuhan Yesus Kristus,perkuatkanlah kami dengan semangat-Mu sebagai gembala yang baik, semoga kamidapat menjadi gembala-gembala yang baik kepada sesama kami, dengan tanpamembeda-bedakan orang dari latar belakangnya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Fransiska, FSGM dari Paroki Katedral Kristus Raja Tanjung Karang di Keuskupan Tanjung Karang, Lampung, Indonesia. 1 Petrus 5: 5b-14; Mazmur tg 89: 2-3.6-7.16-17; Markus 16: 15-20.MARKUS SI MURID OTENTIK Renungan kita pada hari ini bertema: Markus Si MuridOtentik. Yang membedakan antara murid otentik dan yang bukan ialah ketekunan,kesetiaan, dan produktivitas. Santo Markus penginjil digolongkan dalam muridotentik karena ia memenuhi tiga kriteria tersebut. Ia tekun sebagai murid rasulPetrus, setia pada ajaran-ajaran YesusKristus, dan berproduktif dalam perjalanan misioner Gereja perdana. Berguru kepada seorang guru yang baik merupakan pengalamanistimewa setiap murid. Relasi yang formatif dan penuh kepercayaan menumbuhkanfondasi pembentukan diri dan pembelajaran yang sesungguhnya bagi si murid.Pengalaman Petrus dan Markus cukupmenggambarkan bahwa berkat Tuhan Yesus Kristus dan bimbingan Roh Kudus telahmembuahkan di dalam mereka suatu kerja sama yang ideal dalam terlaksananyaperutusan Gereja Perdana. Santo Petrusmengungkapkan hubungan ini dengan menyebut Markus sebagai anaknya sendiri. Persekutuan yang kuat antara guru dan murid dan dapatdiperbesar lingkupnya menjadi orang tua dan anak, Tuhan dan manusia merupakansuatu kekuatan. Apalagi kalau persekutuan itu dapat disamakan dengan sebuahsenjata yang ampuh. Manfaat kekuatan ini ialah seperti yang diuraikan dalambacaan pertama hari ini dari surat Santo Petrus yang pertama (5, 6-14):lawanlah si iblis yang berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaummencari orang untuk ditelannya, lawanlah itu dengan iman yang teguh. Ini adalahtandanya menjadi murid Yesus yang sesungguhnya. Markus terbukti sangat setia pada ajaran-ajaran YesusKristus, yang pada akhirnya mencapai panggilannya sebagai seorang penulisInjil. Roh Yesus Kristus sungguh bekerja dalam dirinya, terutamamenginspirasikan dirinya untuk menulis. Tradisi suci Gereja menyebutkan bahwaInjil ini mendekati yang otentik. Ini sebenarnya menegaskan bahwa Injil Markusmerupakan injil yang paling pertama ditulis, dibandingkan ke-3 Injil lainnya.Luas tulisannya paling sedikit atau singkat, dan menurut tradisi tulisan seperti itu lebih mendekati aslinya. Mengikuti pesan Yesus supaya para rasul dan murid pergiseluruh dunia untuk mewartakan Injil kepada segala bangsa, Markus mengambiltugas ini dengan serius. Ia menjadi teman perjalanan Petrus sekitar dunia Timur Tengah, kemudian masuk ke Roma dandunia Eropa. Tradisi menyebut bahwa St. Petrus wafat sebagai martir di Roma, sedangkan St. Markusmenjelajahi Italia dan dipercaya wafat di bagian utara Italia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha baik, terima kasih ataspilihan-Mu penginjil Markus yang mengajarkan kami tentang kebenaran-Mu. Semogakami semakin mencintai kitab suci. Bapa kami yang ada di Surga,dimuliakanlah nama-Mu ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angelina Tanardi dari Paroki Katedral Kristus Raja di Keuskupan Jayapura, Indonesia. Kisah Para Rasul 9: 1-20; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 6: 52-59.MENJADI ALAT PILIHAN TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menjadi Alat Pilihan Tuhan. Ketikaseorang anak yang masih dalam kandungan, kemudian dilahirkan dan mengalamihidupnya sebagai kanak-kanak, banyak perkiraan yang baik diharapkan kelakterjadi padanya. Pasangan suami dan istri yang baru satu tahun menikah, jugamemiliki bayangan tentang anak mereka yang baru beberapa hari lahir dengansehat. Seorang bayi laki-laki yang sangat dibanggakan kedua orang tuanya. Suami berkata bahwa anaknya itu bakal memiliki kemiripan dengan dirinyayang cocok mengabdi kepada masyarakat di bidang politik dan sosial. Berbedadengan istri, bayi laki-laki, yang katanya memiliki wajah mirip dengannya itu,lebih tepat mengabdikan diri sebagai pendidik seperti dirinya yang adalahseorang guru. Namun siapa yang tahu dengan pasti bahwa di masa depan anak inimenjadi seperti yang diperkirakan atau sangat berbeda dari perkiraan itu? Kitaharus mengakui sebagai sebuah kebenaran bahwa kepastian itu hanya ada padaTuhan. Maka benar seperti yang dikatakan oleh pandangan umum bahwa manusia yangmerencanakan atau mempersiapkan, tetapi pada akhirnya Tuhan-lah yangmenentukan. Sebuah persiapan tetap sebagai syarat yang tidak bisa dihindari,karena hal itu merupakan bagian dari perintah dan kehendak Tuhan. Firman Tuhandalam kitab suci tentang bersiap sedia atau berjaga-jagalah, merupakan poinutama dari perintah tentang persiapan itu. Tujuan yang penting sekali sebuahpersiapan ialah supaya siapa pun orang yang bersangkutan, akan dipakai olehTuhan sebagai alat-Nya untuk suatu tanggung jawab atau tugas tertentu. Ada sebuah misi Tuhan yang besar setelah Yesus Kristus yang bangkit naik kesurga, yaitu Gereja perdana yang harus dibuat menjadi Gereja dunia. Injil harusdiwartakan ke seluruh dunia, maka jangan hanya diketahui oleh orang-orangYerusalem dan sekitar Palestina. Maka sebuah persiapan besar harus dibuat.Semua orang dibuat amat kaget, karena persiapan itu harus melalui sebuahmujizat besar, yaitu pertobatan Saulus yang dikenal luas sebagai musuh Tuhandan penganiaya ulung Gereja Perdana. Ia ditobatkan dan dijadikan rasul ulunguntuk menginjili dunia di luar Palestina. Ia mendapat gelar rasul tetapi bukanmenjadi bagian yang ditetapkan sebagai lingkaran kedua-belas rasul. Pengalaman pertobatan Saulus, yang nanti berubah nama menjadi Paulus,merupakan titik baliknya untuk menjadi seorang rasul sejati. Sekali ia menjadibagian dari Yesus, ia tidak pernah menyerah akan tugas yang berat di depannya,bahkan mundur selangkah pun dalam menjalankan misinya sebagai seorang rasul.Tuhan Yesus pada hari ini mengajarkan bahwa untuk menjadi seorang murid danrasul-Nya yang sejati seperti Paulus, kita harus dapat makan tubuh-Nya danminum darah-Nya. Kita dibaptis untuk tujuan tersebut. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, baharuilah diri kami agar kami dapat menjadipengikut-Mu yang sejati. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Aturan ImanDiambil dari: 1 Yohanes 2:26 (TB)“Semuanya itu kutuliskan kepadamu tentang orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.”Wonder Kids, setelah gereja mula-mula memeriksa apakah sebuah kitab berasal dari rasul, mereka juga menguji hal lain. Ujian kedua disebut “aturan iman.” Apa maksudnya? Artinya, apakah isi kitab itu sesuai dengan ajaran yang sudah dipercayai dan diajarkan oleh para rasul sejak awal? Kalau ada tulisan yang mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Yesus, tentu itu tidak bisa diterima.Misalnya: Kalau ada tulisan yang berkata bahwa berbohong itu baik — padahal Alkitab jelas berkata Tuhan membenci dusta (Amsal 12:22) — maka tulisan itu tidak sesuai dengan iman Kristen. Atau kalau ada yang mengajarkan bahwa kita tidak perlu mengasihi sesama, itu jelas bertentangan dengan ajaran Yesus. Gereja mula-mula sudah mengenal inti pengajaran iman Kristen, yaitu siapa Yesus, apa yang Ia ajarkan, bahwa Ia mati dan bangkit, serta bahwa keselamatan adalah anugerah AllahSetiap kitab diuji: Apakah ini sejalan dengan kebenaran yang sudah diterima sejak awal? Jadi kitab-kitab dalam Alkitab bukan dipilih secara acak. Isinya diuji supaya tetap setia kepada kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kenali firman Tuhan dengan baik supaya kamu tidak mudah disesatkan oleh ajaran yang terdengar menarik tetapi tidak sesuai dengan Alkitab.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku mengenal firman-Mu dengan benar supaya aku tidak mudah tersesat. Jaga hatiku dalam kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Kebenaran sejati selalu sejalan dengan firman Tuhan yang sudah dinyatakan sejak awal. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Otoritas RasulDiambil dari: Mazmur 32:8 (TB)“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”Wonder Kids, ketika gereja mula-mula memutuskan kitab mana yang benar-benar firman Tuhan, mereka tidak asal memilih. Ada beberapa “ujian” atau kriteria penting. Ujian pertama adalah: Apakah kitab itu memiliki otoritas rasul? Artinya, apakah kitab itu ditulis oleh seorang rasul — orang yang dipilih langsung oleh Yesus — atau oleh seseorang yang sangat dekat dengan para rasul?Sebagai contoh, Matius dan Yohanes adalah rasul. Markus menulis berdasarkan kesaksian Petrus. Lukas adalah rekan pelayanan Paulus.Gereja mula-mula tidak menerima begitu saja tulisan siapa pun yang mengaku berbicara tentang Yesus. Mereka bertanya:Apakah orang ini benar-benar saksi mata?Apakah ia terhubung langsung dengan para rasul?Mengapa ini penting? Karena para rasul adalah saksi langsung kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Firman yang berasal dari mereka memiliki otoritas khusus. Seperti di sekolah: tidak semua orang bisa memberi nilai ujian. Hanya guru yang punya otoritas. Begitu juga, tidak semua tulisan tentang Yesus otomatis menjadi Kitab Suci.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hargai bahwa Alkitab kita berasal dari saksi-saksi yang benar-benar dekat dengan Yesus.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai para rasul untuk menyampaikan kebenaran tentang Yesus. Tolong aku percaya dan hidup menurut firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Alkitab berdiri di atas kesaksian para saksi yang benar-benar mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erlin dari Paroki Santo Yosep Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 8: 1b-8; Mazmur tg 66: 1-3a.4-5.6-7a; Yohanes 6: 35-40.DENGARKANORANG-ORANG TERPILIH Tema renungan kita pada hari ini ialah: DengarkanOrang-Orang Terpilih. Ada anekdot yang berkata bahwa pada saat perutusanmurid-murid dan rasul-rasul ke seluruh penjuru dunia, Yesus yang telah bangkitberpesan bahwa, "Sebagai laki-laki kalian tidak perlu risau karena tidakditemani oleh perempuan. Di mana pun kalian berada selalu ada perempuan yangmembantu dalam berbagai urusan pekerjaan Gereja." Meskipun ini hanyalahadekdot, tetapi di dalam kenyataan sungguh benar adanya. Fakta menunjukkan bahwa di dalam semua urusan Gereja, parawanita sangat penting peranannya. Selain kita temukan contoh-contohnya di dalamkitab suci, di dalam sejarah Gereja pun ditunjukkan, seperti yang dilakukanoleh Katarina dari Siena. Ia dapat dianggap sebagai seorang penasihat PausGregorius VII yang handal, terutama ketika Bapa Suci yang sedang diasingkan diAvignon (Spanyol), ia mempengaruhinya untuk kembali ke Vatican, di Roma. Ituterjadi pada tahun 1370. Banyak peran lain yang luar biasa dari Katarina bagikebaikan Gereja. Mulai dari Bunda Maria, Santo Yosef, hingga ke orang-orangkudus seperti Katarina dari Siena, mereka semua adalah orang-orang terpilih danterpercaya yang perlu kita dengarkan dan teladani. Kita pantas mengikuti dan mendengarkan mereka, karenamereka menafsirkan ajaran Kristus secara benar dan berusaha menjalankannya.Yesus Kristus sendiri telah meninggalkan ajaran-Nya kepada para saksi-Nya itu,dan Gereja selalu menghadirkan mereka sebagai model yang benar dan teladanhidup mereka tidak akan hilang ditelan waktu. Mereka menjadi contoh dalam aspekkebajikan, ajaran iman dan moral, serta kesucian dengan sinarnya yangterang-benderang. Jadi menolak mendengarkan Gereja, berarti melawan Kristussendiri dan berakibat pada hukuman dosa. Satu pelajaran penting buat kita ialah bahwa ajaran danpengetahuan iman telah menjangkau seluruh pelosok bumi dan ke dalam hati setiapmanusia, berkat pekerjaan para rasul dan pelayan Gereja yang penuh dedikasi danpengorbanan. Intinya ialah ajaran dan pengetahuan iman itu hendaknya memberikansemangat hidup yang baru dan mempertahankan kita ketika kesulitan atau bahayadatang mengancam. Yesus adalah roti hidup yang menjadi makanan kita. Kita hidupdan bertahan karena Dia adalah sumber kekuatan dan pengharapan kita. Bukankah nantinya orang yang menggunakan sarana ini secaraefektif, pengetahuannya tentang Tuhan memadai dan siap selalu mewartakannyakepada sesama, ia dapat dianggap sebagai orang terpilih yang pantasdidengarkan? Bisa jadi orang itu adalah Anda. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, bersabdalah kepada kami,sehingga kami mendapatkan kekuatan dan semangat baru, terutama di saat-saatkami dalam kesulitan hidup. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Kisah Para Rasul 7: 51 - 8: 1a; Mazmur tg 31: 3cd-4.6ab.7b.8a.17.21ab; Yohanes 6: 30-35.SIAPAKAH KITA INI DI DALAM TUHANRenungan kita pada hari ini bertema: Siapakah Kita ini di dalam Tuhan.Kalimat ini bukan sebuah pertanyaan untuk dijawab, tetapi pernyataan yangberisi identitas kita sebagai pengikut Kristus dan umat Tuhan. Ini menyambungrenungan kita kemarin tentang pekerjaan kita pertama dari Tuhan Allah yaitu berimankepada-Nya. Ketika kita melakukan pekerjaan rohani ini di hadirat dan di dalam Tuhan,di sana kita tidak menemukan pertama-pertama Tuhan yang bekerja. Kita temukanpertama-tama siapa Dia Tuhan itu. Identitasnya Tuhan seperti apa dankeber-adaan-Nya itu menjelaskan siapa Dia terhadap kita dan kita terhadap Dia.Bukan pekerjaan atau tugas yang menjadi kesibukan kita pertama-tama di antarakita, tetapi kehadiran, keberadaan dan pengetahuan yang menandakan hubungankita. Oleh karena itu pertanyaan kerumunan orang Yahudi kepada Yesus, “Pekerjaanapakah yang Engkau lakukan kepada kami supaya kami dapat melihat dan percayakepada-Mu?” merupakan suatu salah paham dan ambisi untuk mendapat keuntungansendiri. Mereka langsung loncat ke pekerjaan dan urusan perut, yang kalau bisadiperoleh, tujuan mereka tercapai. Sementara itu pengetahuan, isi pikiran danhati serta hubungan dekat dan saling percaya belum terjalin, dan inilah yang sangatdikehendaki Tuhan. Yesus menjawab ketidaktahuan atau mungkin ambisi mereka dengan menunjukkanidentitasnya, “Aku adalah roti” yang sesungguhnya mereka cari. Tidak usahrepot-repot dengan yang lain-lain, tapi cukup mengenali Dia, percaya kepada-Nyadan tinggal bersama Dia. Contoh paling menarik untuk hari ini ialah Stefanusyang menjadi martir pertama di dalam Gereja kita, setelah kebangkitan Kristus.Ia seorang diakon pekerja keras dalam Gereja Perdana, tapi basis imannyasangatlah kuat. Ia menyatu dengan Kristus dalam jiwa-raganya sehingga akhirnyasiap menerima nasib dianiaya dan wafat seperti Kristus. Ketika kita sampai pada level mengenal dan mengerti Yesus sebagai RotiKehidupan, penyelenggara kehidupan, kita juga mengenal diri kita sendiri yangberada dalam penyelenggaraan-Nya. Diri Tuhan dan diri kita dalam kepribadiandan kebersamaan bertemu, dan di situlah terbentuk apa yang lazim disebut alter Kristus dalam diri kitamasing-masing. Wajah Kristus dan pekerjaan-pekerjaan-Nya akan terlihat padadiri kita masing-masing. Tidak usah lagi mencari tahu atau menyelidikipekerjaan apa yang dilakukan oleh Kristus seperti ditanyakan oleh orang banyaktadi. Yang ada ialah apa yang dibuat oleh Stefanus, hidupnya yang sama dengancara hidup Kristus. Kita wajib melakukan yang sama. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah maha baik, mengenal dan hidup di dalam Diaku adalahtujuan hidup kami yang telah diajarkan oleh Putera-Mu Yesus Kristus. Bantulahkami selalu supaya tidak berpaling dari tujuan ini dan mampu menolak pengaruhapa pun yang berlawanan dengan Dikau. Bapa kami yang ada di surga... Dalam namaBapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christine Tenges dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 8-15; Mazmur tg 119: 23-24.26-27.29-30; Yohanes 6: 22-29.PEKERJAAN PERTAMA DARI TUHANTema renungan kita pada hari ini ialah: Pekerjaan Pertama dari Tuhan.Kalimat ini tidak bermaksud untuk menunjukkan pekerjaan yang dilakukan Tuhan didalam surga sana. Yang dimaksudkan ialah perintah atau kehendak apa yang palingpertama harus dilakukan oleh manusia. Ketika ribuan orang yang puas denganmakanan dan terus mencari kebutuhan ragawi ini kepada Yesus, mereka laluditegur oleh Yesus karena telah salah pilih atau salah langkah. Mereka diingatkan untuk datang kepada-Nya dan memilih yang paling pertamadari-Nya ialah suatu pekerjaan, dan bukan makanan. Tuhan sangat bijaksanakarena mengajarkan manusia untuk bekerja lebih dahulu sebelum makan. Pekerjaanyang pertama itu ialah percaya dan taqwa kepada Bapa yang mengutus YesusKristus untuk menjadi penebus dunia. Melalui percaya dan taqwa kepada BapaAllah, makanan yang pertama didapatkan ialah Firman-Nya yang telah menjadimanusia, yaitu Yesus Kristus dari Nazaret. Pekerjaan pertama ini telah dilakukan oleh semua yang ditunjukkan di dalamkitab suci, mulai dengan Yesus Kristus yang menegaskan bahwa Ia datang untukmelakukan kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Bunda Maria dan Santo Yosef memusatkanhidupnya untuk percaya dan melakukan kehendak Tuhan. Para rasul yang semulamasih tampak labil imannya kepada Tuhan, akhirnya membuktikan dirinya sebagaipelaku firman Tuhan. Abraham dikenal sebagai bapak orang-orang yang percaya.Moses terkenal dengan hukum Tauratnya dan para nabi memiliki kualitas imannyatak bisa diragukan. Sosok yang menjadi contoh kita pada hari ini ialah Stefanus, seorang muridTuhan dan saksi kebangkitan Kristus. Ia dipenuhi rahmat dan kekuatan Allah yangmahakuasa sebagai tanda kualitas imannya, sehingga ia berani berhadapan dengantantangan orang-orang Yahudi yang melawan dia. Melalui pekerjaan ini, makananpertama yang dinikmati oleh Stefanus ialah meminum piala penderitaan bersamaYesus Kristus. Mengikuti Kristus merupakan panggilan dasar kita, yang harus diisi denganpekerjaan pertama yaitu iman dan ketaqwaan kepada Tuhan. Alasan yang dimintakepada setiap orang saat hendak dibaptis ialah iman, dan bukan harta benda,posisi, kenikmatan dunia atau nama baik. Setelah pembaptisan barulah sakramenlain diterima. Doa-doa, devosi dan aneka pelayanan di dalam Gereja sangatditopang oleh fondasi iman ini. Keutamaan iman dan ketaatan merupakan kriteriapertama untuk proses menyatakan seorang beriman resmi sebagai santo atau santaoleh Gereja. Jadi pekerjaan pertama kita dari Tuhan ialah rohani, bukanjasmani. Susah atau senang sebagai pengikut Kristus sangat diukur oleh kualitasiman yang kita akui dan kita hidupi setiap hari. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, Guru yang baik. Ajarkanlah dantunjukkanlah kami bagaimana menjadi sempurna berkat iman dan ketaqwaan yang adapada kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahMeriam atau Standar?Diambil dari: Ulangan 12:32 (TB)“Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia; janganlah engkau menambahi ataupun menguranginya.”Wonder Kids, kata “canon” (dibaca: kanon) sering terdengar seperti “cannon” (dibaca: kenon) yang artinya meriam. Tapi keduanya berbeda sekali. Cannon adalah meriam — alat besar untuk menembakkan peluru sementara Kanon berarti “standar” atau “ukuran.”Dalam Alkitab, kanon berarti daftar kitab-kitab yang diakui sebagai firman Tuhan. Jadi bagaimana gereja tahu kitab mana yang masuk kanon? Gereja mula-mula tidak duduk bersama lalu memilih kitab sesuka hati. Mereka mengenali kitab-kitab yang memang sudah dianggap berotoritas sejak awal.Beberapa pertanyaan penting yang dipakai:Apakah kitab itu berasal dari rasul atau nabi?Apakah ajarannya sesuai dengan pengajaran Yesus?Apakah dipakai secara luas oleh jemaat sejak awal?Kitab-kitab yang kita miliki hari ini sudah dibaca, diajarkan, dan dipercaya sejak gereja mula-mula. Artinya, gereja tidak membuat firman Tuhan menjadi berotoritas. Firman Tuhan memang sudah berotoritas sejak awal — gereja hanya mengenalinya. Seorang ahli, Bruce Metzger, menjelaskan bahwa kanon bukan hasil keputusan mendadak, tetapi hasil pengenalan bertahap terhadap kitab-kitab yang memang memiliki otoritas ilahi.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hormati Alkitab sebagai standar hidupmu. Jangan menambah atau mengurangi kebenarannya hanya supaya terasa lebih nyaman.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku menghormati firman-Mu sebagai standar hidupku. Ajari aku taat dan setia kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Alkitab bukan sekadar buku pilihan manusia — itu adalah standar kebenaran dari Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 1-7; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.18-19; Yohanes 6: 16-21.KESEIMBANGANJASMANI DAN ROHANI Tema renungan kita pada hari ini ialah: KeseimbanganJasmani Dan Rohani. Kebangkitan Kristus sangat kaya dengan inspirasi yangmengajarkan kita untuk mengisi hidup kita dengan baik dan benar. Salah satuajaran itu ialah pemanfaatan ruang dan waktu yang menandakan keseimbanganjasmani dan rohani kita. Keseimbangan dalam melakukan kegiatan-kegiatanbertujuan untuk menghindari penekanan hanya pada aspek jasmani yang tentu akanberakibat pada kelelahan dan kehabisan energi. Pengutamaan berlebihan dalamkegiatan rohani akan berakibat pada kemalasan bekerja fisik, menyendiri,kesombongan dengan menganggap diri lebih suci dari pada yang lain. Penggunaan waktu yang lebih mengutamakan urusan rohaniakan berakibat pada penghindaran waktu-waktu lain untuk interaksi bersama oranglain, bekerja untuk mendapatkan nafkah, dan membangun kerja sama untukpengembangan lingkungan dan sosial. Sebaliknya, jika hampir semua waktuterpakai untuk bekerja, bersosial, dan mengembangkan usaha, akibatnya ialahtidak waktu untuk istirahat, refleksi, berdoa, dan pembaharuan semangat hidup. Demikian juga terkait dengan tempat. Penekanan hanya padatempat sepi, sunyi, tertutup, atau terpisah, orang tentu saja terhindar daritempat yang terbuka dan luas untuk interaksi, komunikasi, dan berbaur. Orangyang mementingkan semata tempat ramai, sibuk, sosialisasi, dan terbuka pastimemiliki kesulitan untuk menemukan tempat untuk menyendiri dalam berdoa danrefleksi. Pekerjaan dan pelayanan Gereja perdana, dan terutama yangdilakukan oleh rasul pertama, Petrus, sungguh menunjukkan bahwa kegiatanlahiriah dan jasmani sangat menentukan, untuk tercapai semakin banyak tempatdan orang-orang yang dibawa kepada Kristus. Namun secara rohani, di antara parapewarta, penginjil, dan pembawa kabar suka cita harus tetap terjalin semangatsaling memperhatikan dan menguatkan. Hal itu yang terjadi dengan Petrus danpara rekan kerjanya, termasuk Markus yang dianggap sebagai anak kesayangannya,yang kemudian dipercaya sebagai penulis Injil. Pengutusan mereka ke seluruh dunia, dan yang terjadidengan semua utusan Gereja hingga saat ini, memperlihatkan bahwa semua dukunganlahiriah sangat mereka perlukan. Betapa semua fasilitas, sarana, dana, budayadan kehidupan sosial di tempat mereka bekerja sungguh sangat menentukankeberhasilan misi Gereja di situ. Sementara itu, semangat dan keteladanan hidupmereka yang bersumberkan pada karya Roh Kudus, juga ikut menentukankeberlangsungan karya misi itu. Di situlah pentingnya keseimbangan antara aspekjasmani dan rohani, kita terus memohon kemuliaan Tuhan untuk menyempurnakannya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, kuatkanlah iman kamisupaya kami hidup dalam keseimbangan antara kepentingan jasmani dan rohanihidup kami sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Charlene Mahadi dari Paroki Bunda Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 5: 34-42; Mazmur tg 27: 1.4.13-14; Yohanes 6: 1-15.MENJADI ALATNYATUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Menjadi AlatnyaTuhan. Pengalaman dan hidup beriman dalam semangat Paskah, tidak hanya dalammasa Paskah ini tetapi selama hidup kita di dunia ini. Kebangkitan YesusKristus menjiwai seluruh hidup kita. Dalam periode ini Yesus tidak hadir secarafisik di tengah-tengah kita, tidak seperti pernah dahulu Ia bersama denganorang-orang sezaman-Nya. Ia sudah berada di sisi kanan Bapa di surga, dan untukmenyertai kita setiap saat, Roh-Nya yang hidup bersama kita di dalam Gereja danmasyarakat. Apakah yang mesti kita perbuat untuk membuat iman kitamenjadi mantap dan bertahan dalam semangat Paskah ini? Inspirasi bacaan-bacaanpada hari ini memberikan jawabannya, yaitu supaya kita menjadi alat-alat-nyaTuhan. Pelayanan Yesus Kristus melalui Gereja sebagai institusi tetapberlangsung hingga saat ini, yang sasaran utamanya ialah kawanan umat manusiayang ada di sekeliling kita. Boleh jadi mereka itu adalah saudara dan temansendiri. Boleh jadi mereka adalah banyak orang yang kurang kita kenal. Boleh jadimereka ialah orang-orang yang dipercayakan Tuhan kepada kita untuk dididik dandibina. Menjadi alat-Nya Tuhan merupakan suatu panggilan Kristianiyang mendasar, seperti kata Pemazmur: Inilah aku Tuhan, untuk melakukankehendak-Mu (Mz. 40). Hidup dengan menghayati panggilan untuk menjadi alatTuhan, ialah membuat Tuhan sungguh hadir secara nyata dan pribadi dengantugas-tugas pelayanan Yesus Kristus yang adalah penyelamat, penyembuh,pengajar, pembawa kebenaran, penghibur, dan pengampun. Panggilan ini tertujukepada setiap dari kita sebagai imam, biarawan, dan awam. Menjalankan panggilanini berarti kita berbuat atas nama Tuhan Yesus Kristus dan membuat Dia bekerjasecara nyata. Contoh nyatanya ialah seperti para rasul yang bertahandalam kebenaran Injil yang diwartakannya, meski mereka dipenjara dan diadiliMahkamah Agama Yahudi. Seorang imam Yahudi terkenal, Gamaliel, juga berbicaraatas nama kebenaran dan sekaligus membela perbuatan-perbuatan para rasul.Mereka adalah instrumen-instrumen ajaran dan pengetahuan iman yang benar.Kemudian pada suatu kesempatan yang lain, para rasul yang menjadi jembatan bagipemberian makanan kepada ribuan orang yang kelaparan setelah lelah mendengarkanpengajaran Yesus Kristus. Seorang anak yang menyediakan seporsi kecil roti danikan juga tampil sebagai alat-Nya Tuhan bagi terciptanya mujizat perbanyakanroti dan ikan. Mereka adalah instrumen-instrumen kemurahan Tuhan bagi kebutuhanragawi manusia. Kita dapat menjadi alat-alat Tuhan dalam kondisi dankemampuan setiap pribadi atau kelompok masing-masing. Semua itu bergantung padakesediaan kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah, perkuatkan kami supayakami dapat menjadi alat-alat-Mu yang benar dan berguna, terutama bagi sesamakami yang membutuhkan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr. Fransiska, FSGM dari Paroki Kristus Raja Katedral Tanjung Karang di Keuskupan Tanjung Karang, Lampung, Indonesia. Kisah Para Rasul 4: 23-31; Mazmur tg 2: 1-3.4-6.7-9; Yohanes 3: 1-8.ROH KUDUS YANG TIDAK TERBELENGGU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Roh Kudus YangTidak Terbelenggu. Gereja Perdana lahir dalam situasi yang tidak mudah. Pararasul dan murid Yesus menghadapi tekanan, ancaman, bahkan penahanan dari parapemuka agama yang berusaha menghentikan gerak mereka. Secara manusiawi, keadaanitu bisa membuat mereka takut dan mundur. Namun, Roh Kudus yang telahdihembuskan oleh Yesus yang bangkit bekerja dengan cara yang tidak dapatdibelenggu oleh kekuatan manusia mana pun. Semakin mereka ditekan, semakin nyatapula karya Roh Kudus yang menggerakkan mereka untuk terus mewartakan kabarsukacita kebangkitan Kristus. Ketika Petrus dan Yohanes dilepaskan dari tahanan,mereka kembali berkumpul bersama para murid lainnya. Mereka tidak merancangstrategi politik atau mencari perlindungan manusiawi. Mereka berdoa. Doa itubukan doa yang dipenuhi rasa takut, melainkan doa yang memohon keberanian untuktetap setia. Dan saat mereka berdoa, tempat itu bergoyang, dan mereka semuadipenuhi Roh Kudus. Dari pengalaman itu, mereka bangkit dengan keberanian baruuntuk mewartakan Yesus yang bangkit. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Roh Kudustidak dapat dikurung, tidak dapat dihentikan, dan tidak dapat dibatasi olehtembok penjara ataupun ancaman manusia. Pengalaman Gereja Perdana ini mengingatkan kita bahwaRoh Kudus juga bekerja dalam hidup kita saat ini. Kita sering kali merasa takutuntuk bersaksi tentang iman, takut menghadapi tantangan, atau ragu dalammenjalani panggilan hidup sebagai pengikut Kristus. Namun Yesus telahmenegaskan kepada Nikodemus bahwa seseorang harus dilahirkan kembali dalam Roh.Kelahiran baru ini merupakan cara hidup yang terus diperbarui setiap hari.Ketika kita hidup dalam Roh, kita tidak lagi dikuasai oleh ketakutan, melainkandigerakkan oleh harapan dan keberanian yang berasal dari kebangkitan Kristus. Ada seorang perawat di rumah sakit mungkin menghadapisituasi sulit: pasien yang marah, keluarga yang cemas, atau kelelahan karenatugas yang berat. Ia bisa merasa lelah dan ingin menyerah. Namun ketika iaberdoa dan menyerahkan pekerjaannya kepada Tuhan, ia menemukan kekuatan baruuntuk melayani dengan sabar dan penuh kasih. Tanpa disadari, sikapnya menjadikesaksian bagi orang lain. Kehadirannya membawa ketenangan, dan pelayanannyamenjadi tanda bahwa Roh Kudus bekerja melalui dirinya. Roh Kudus tidak terbelengguoleh kelelahan atau situasi sulit. Roh Kudus bekerja secara diam-diam namun nyata. Ia memberikita keberanian, pengharapan ketika kita lemah, dan kekuatan ketika kita hampirmenyerah. Roh Kudus menyemangati kita untuk berjalan dalam terang kebangkitanKristus. Roh Kudus tidak terbelengguoleh waktu, tempat, ataupun keadaan. Ia terus bekerja dalam Gereja dan dalamdiri setiap orang yang percaya kepada Kristus. Ketika kita hidup dalam Roh,kita menjadi saksi kebangkitan Kristus di tengah dunia. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Tuhan Allah, bersihkanlah hati dan pikiran kami dari semua noda dankelam, agar kami dapat menjadi tempat yang layak bagi tinggalnya Roh Kudus didalam diri kami masing-masing. Bapa kami yang ada di surga … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Woen dan Diana Fargo dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Ketedral, dan Andrew dan Shendy Jost dari Paroki Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 42-47; Mazmur tg 118: 2-4.13-15.22-24; 1 Petrus 1: 3-9; Yohanes 20: 19-31.BERSATU ATAS DASAR KERAHIMAN ALLAH Tema renungan kita pada hari Minggu ke-2 Paskah iniialah: Bersatu Atas Dasar Kerahiman Allah. Kebangkitan Yesus Kristusmenghadirkan harapan baru bagi Gereja perdana. Para murid yang sebelumnyadiliputi ketakutan kini mengalami sukacita dan keberanian. Mereka bersatu dalamiman dan kasih. Persatuan itu bukan sekadar kebersamaan manusiawi, melainkanlahir dari pengalaman akan Kristus yang bangkit. Yesus yang bangkit mengumpulkankembali para murid yang tercerai-berai, mempersatukan mereka dam menjadikanmereka saksi kasih Allah bagi dunia. Yesus yang bangkit datang kepada para murid danmengembuskan Roh Kudus kepada mereka. Roh Kudus inilah yang menjadi kekuatandan jiwa persatuan Gereja. Mereka yang sebelumnya ragu dan takut kini menjadikomunitas yang penuh keberanian. Roh Kudus memampukan mereka untuk salingmenerima, saling menguatkan, dan hidup dalam semangat persaudaraan. Persatuanmereka bukan karena kesamaan karakter, tetapi karena Roh Allah yang tinggal didalam mereka. Dalam Roh Kudus, mereka menemukan damai, keberanian, dan semangatpelayanan. Bekas luka pada tubuh Yesus menjadi tanda yang mendalambagi iman para murid. Ketika Thomas meragukan kebangkitan Yesus, Yesus tidakmenolak atau menghakiminya. Ia justru menunjukkan luka-luka-Nya sebagai buktikasih dan pengorbanan-Nya. Dari luka-luka itu, Thomas menemukan iman danberseru, “Ya Tuhanku dan Allahku.” Luka-luka Yesus merupakan tanda kerahimanAllah. Luka-luka itu menjadi jembatan yang mempersatukan semua orang percaya,bahwa Kristus yang menderita, wafat, dan bangkit adalah sumber keselamatan bagisemua orang. Persatuan Gereja perdana lahir dari pengalaman akankasih Allah yang tidak pernah habis. Mereka hidup dalam kebersamaan, berbagiapa yang mereka miliki, dan saling memperhatikan. Kasih Allah yang besar itumempersatukan mereka dalam satu persekutuan yang kokoh. Mereka sadar bahwamereka semua adalah saudara dalam Kristus. Persatuan itu dihidupi oleh kasihdan kerahiman Allah yang tak terbatas. Dalam sebuah komunitas, dua orang sahabat mengalamipertengkaran yang cukup serius hingga mereka saling menjauh. Komunitas menjaditerasa dingin dan penuh ketegangan. Namun suatu hari, salah satu dari merekajatuh sakit dan membutuhkan bantuan. Tanpa ragu, sahabat yang pernah berselisihitu datang menjenguk dan membantu. Hati mereka tersentuh dan mereka salingmemaafkan. Ini adalah tanda bahwa kerahiman mampu menyembuhkan luka danmempersatukan kembali . Jadi, kerahiman Allah bekerja dalam kehidupan orangberiman. Kasih Allah yang tak terbatas mempersatukan dan memperkuat persekutuanumat-Nya. Dalam Kristus yang bangkit, kita dipanggil untuk hidup dalampersaudaraan dan saling menguatkan. Roh Kudus tetap menjiwai Gereja agar kokohsampai selama-lamanya. Bersatu di atas kerahiman Allah, kita menjadi tandakasih dan harapan bagi dunia. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah Mahakuasa, perkuatkan kami dalam kerahiman-Mu sekarang danselama-lamanya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa…
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agustina Maria Nawangmulan dari Paroki Santa Maria Assumpta Klaten di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 4: 13-21; Mazmur tg 118: 1.14-15a.16a.18.19-21; Markus 16: 9-15.DARI DAMAIPASKAH KE PERUTUSAN PASKAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dari Damai PaskahKe Perutusan Paskah. Pesan-pesan Yesus Kristus yang bangkit tentang DamaiPaskah melalui serangkaian penampakan diri-Nya berbuah pada suatu ketahananiman. Damai Paskah bagaikan bekal rohani yang menyeluruh. Di dalamnya terdapatsemua elemen tentang Injil Yesus Kristus dan ajaran-ajaran kebajikan Kristiani. Singkatnya rasul dan murid-murid Yesus sudah dipersiapkansecara lahiriah dan batiniah untuk menghadapi dua hal besar. Pertama yaitu,ketika Yesus harus naik ke surga dan mereka mesti sudah dibiasakan denganpenyertaan Tuhan melalui Roh-Nya. Yang kedua ialah, mereka diharapkan bersediajiwa dan raga untuk menjalankan perutusan-perutusan dari Tuhan. Banyaknyaperutusan itu terbagi dalam perutusan masing-masing pribadi para murid, danperutusan bersama atau komunitas yang dinamakan Gereja Kristus. Jadi terang kitab suci pada hari ini dengan jelasmengatakan bahwa pertumbuhan iman Gereja perdana bergerak dari damai Paskah keperutusan Paskah. Perutusan itu terungkap dalam perintah Yesus: Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Petrus dan Yohanesselalu tampil sebagai sebuah tim yang mewakili perutusan komunitas. Merekamembawa nama Yesus Kristus dan juga komunitas beriman, yaitu Gereja perdana. Disamping itu, setiap rasul dan murid lainnya memilih jalannya sendiri-sendirisebagai pribadi dalam menunaikan tugas perutusan tersebut. Karena mereka sudah disiapkan dengan baik oleh Yesussendiri, keberanian dan ketegasan iman mereka tumbuh menjadi kuat. Merekadengan tegas berpihak kepada Yesus, yaitu kebenaran mutlak yang diyakininya,meski ditantang dengan amat keras oleh para pemuka agama Yahudi. Kesiapan dankematangan iman itu yang membuka pintu kepada kemartiran, yaitu mati sepertiYesus Kristus. Mereka, satu per satu, akan berhadapan dengan segala situasientah mendukung, entah menolak, atau sangat keras melawan mereka. Intinya, merekatidak mundur selangkah pun ketika pewartaan Injil Yesus Kristus mendesak untukdisampaikan kepada semua orang dan perlawanan datang bertubi-tubi. Perutusan Paskah berupa: pergilah ke seluruh dunia,beritakanlah Injil kepada segala makhluk, merupakan perutusan yang diamanatkankepada seluruh Gereja dan setiap anggotanya. Setiap pengikut Kristus saat inimelakukan perutusan itu atas nama Gereja dengan kepalanya Yesus Kristus. Secaraformal, perutusan itu kita terima saat selesai ibadat dan Ekaristi. Pemimpinibadat selalu mengatakan di akhir perayaan: Marilah pergi, kita diutus. Dansecara informal dan pribadi, kita mengambil tanggung jawab ini untuk menjadisaksi-saksi Kristus di mana pun dan kapan pun dalam hidup ini. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, sertailah dan lindungilah kamidalam perutusan kami masing-masing tiap-tiap hari, dan bebaskanlah kami selaludari yang jahat. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Matilda Riza Mashun dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 36-41; Mazmur tg 33: 4-5.18-19.20.22; Yohanes 20: 11-18.RESPONS ATASKOTBAH PERTAMA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Respons AtasKotbah Pertama. Ketika kebenaran atau fakta suatu peristiwa diungkapkan secaraterang-terangan dan tanpa halangan apa pun, tanggapan yang datang biasanyatidak selalu seragam: ya atau tidak. Pasti ada tanggapan menyambut danmenyetujui, pasti tanggapan lain yang tidak setuju dan menolak. Ada jugatanggapan yang samar-samar atau tidak jelas apakah setuju atau tidak setuju.Dengan kata lain, kita tidak mungkin menyenangkan dan memuaskan semua orangsekaligus. Seperti ketika Yesus masih hidup tidak diterima semuaorang, kotbah pertama oleh Petrus yang dikelilingi para rasul dan murid inidipercaya bernasib yang sama. Namun teks Kisah Para Rasul pada hari inimenonjolkan bagian orang yang setuju dan menerima ajaran Injil Yesus Kristusyang disampaikan. Bagian kotbah pada hari Pentakosta berbunyi demikian: Allahtelah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus. Lalusecara spesifik respons orang-orang Yahudi yang mendengarkan kotbah itu ialah hatimereka sangat terharu. Selanjutnya mereka bertanya kepada Petrus dan para rasultentang apa yang perlu dilakukan sebagai kelanjutan dari rasa haru mereka. Mereka memahami isi kotbah tersebut dengan pikirannya,lalu mereka terbawa di dalam perasaan harunya, dan selanjutnya ialah kemauannyayang sudah terbuka untuk diisi. Yang bertugas mengisi ialah pembawa kabar sukacita dalam hal ini ialah para rasul. Keterbukaan itu tidak serta-merta segeradiisi dengan pengakuan dan tindakan iman. Keterbukaan hati dan pikiran itumemungkinkan sebuah proses bertumbuhnya iman yang sesungguhnya. Yangselanjutnya diperlukan ialah pertobatan, pembaptisan dalam nama Yesus Kristussebagai pengampunan dosa, dan pencurahan karunia Roh Kudus. Jadi apa yang terjadi dalam konteks kotbah pertama tentangInjil Yesus Kristus itu telah membuahkan sebuah tanggapan mendasar dariorang-orang yang percaya. Di dalam kehidupan Gereja saat ini kita menyebutnyasebagai tiga sakramen inisiasi, yaitu pembaptisan, komuni kudus, dan penguatan.Ketiganya merupakan tahap awal dan mendasar kehidupan Kristiani dan menggereja. Firman Tuhan yang didengar dan diterima mengarahkanseseorang pada pembaharuan arah hidup. Lalu ia dipersiapkan untuk menerimapembaptisan yang membuatnya bertemu dan melihat Tuhan secara pribadi. Bahkan iadipanggil namanya seperti Yesus yang bangkit menyebut nama “Maria” dalamperistiwa penampakan. Ini layaknya pengalaman menerima Tuhan secara pribadiseperti Komuni Suci. Selanjutnya penguatan iman yang diterima dan diakui itumelalui pencurahan Roh Kudus di dalam sakramen krisma. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidakluput dari mengenali-Mu secara benar dan sungguh-sungguh melalui pewartaanfirman-Mu setiap hari. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rosalia dari Geraja St. Yohanes Penginjil, Paroki Blok B di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 14.22-32; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Matius 28: 8-15.KOTBAH KESAKSIANKEBANGKITAN PERTAMA Renungan kita pada hari ini bertema: Kotbah KesaksianKebangkitan Pertama. Para rasul dan murid Yesus yang menjadi saksi mata wafatdan kebangkitan Yesus Kristus merupakan satu hal yang berbeda dengan mewartakanberita kebangkitan. Kedua jenis pengalaman dan tindakan ini mudah sajadipisahkan. Bisa saja mereka menjadi saksi langsung, namun kemudian merekatidak ingin mengabari atau membagi pengalaman ini kepada orang banyak. Tetapinyatanya, hal ini tidak terjadi. Yang sungguh terjadi menurut Kisah Para Rasul ialah merekamewartakannya. Supaya kabar ini cukup satu saluran dan penuh dengan kewibawaan,pewartaan pertama kali itu harus bersifat kelembagaan, resmi bagai siaran perssatu pintu, dan disampaikan oleh pribadi yang memiliki otoritas untuk melakukanitu. Itu yang kemudian kita sebut sebagai kotbah kesaksian kebangkitan yangpertama. Kotbah ini disampaikan secara resmi oleh kepala atau yang dituakan didalam Gereja perdana, yaitu rasul pertama, Santo Petrus. Kotbah itu intinya berbunyi begini: Yesus Kristus yangditentukan Allah untuk memenuhi semua janji di masa lalu adalah Mesiassesungguhnya. Ia dihukum mati dengan tuduhan tidak benar dan tidak adil. Iatelah mati dan dikubur, namun kini dibangkitkan Allah. Semua yang berkaitandengan kematian dan kebangkitan-Nya, Petrus dan para rasul lainnya adalahsaksi. Supaya kotbah ini tidak sekedar kata-kata kosong, pembuktian peristiwatersebut dan rekaman pengalaman para saksi mata merupakan faktor yang sangatmenentukan kebenarannya. Pembuktian dan pengalaman itu dikonfirmasi oleh teksbacaan dari Injil Matius 28, 8-15, yang mengisahkan tentang para perempuan yangpergi ke makam pada hari pertama dalam pekan. Yesus yang bangkit menampakkandiri dan menyalami mereka: “Salam bagimu”. Kemudian Yesus juga mengatakankepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku”.Pembuktian ini diperkuat oleh kenyataan fisik tentang makam yang kosong dan tidakada satu pun bahkan dari kalangan orang-orang Yahudi tahu-menahu ke manajenazah Yesus dibawa pergi dari makan, hingga pada saat ini. Pembuktian baik fisik maupun pengalaman penampakan Tuhanyang bangkit ini untuk seterusnya menjadi isi kitab suci dan ajaran iman yangkita miliki sampai sekarang. Kita yang hidup pada saat ini mewarisi kekayaanrohani pembuktian dan pengalaman tersebut. Namun lebih daripada suatupembuktian yang telah dilakukan oleh Petrus dan para rasul serta murid lainnya,kita cukup menaruh iman kita akan kebenaran ini, karena melalui itu YesusKristus memasuki hidup kita masing-masing dan membangkitkan kita untuk hidupbersama Dia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, penuhilah kami dengankekuatan kebangkitan Yesus Tuhan kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Netty dari Gereja Santa Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kejadian 1: 1 - 2: 2; Mazmur tg 104: 1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c; Roma 6: 3-11; Matius 28: 1-10. TERANG MENGUASAI GELAP Tema renungan kita pada hari Sabtu Suciini ialah: Terang Menguasai Gelap. Kita baru saja melewati Jumat Agung dansuasana kehilangan, berkabung dan kesedihan masih terasa. Suasana ini membuatkita seperti ditinggalkan dan merana. Hari ini Gereja mewartakan pada kitabahwa ada pengharapan dan pertolongan. Yesus adalah terang bagi kita dan Dialahpenolong kita yang setia. Hari ini dari pagi hingga menjelang sore, suasanasunyi dan tenang mengiringi kita untuk meninggalkan perasaan dan pikirantentang kehilangan, untuk menuju kepada terang yang menggembirakan. Satu ilustrasi begini. Kalau kitamemasuki sebuah rumah atau ruangan yang gelap, kita pasti tidak bisa melihatapa-apa. Sangatlah sulit untuk menemukan jalan untuk melangkah. Seperti orangbuta, kita hanya dapat “merasa” suasana dan keberadaan kita. Kita mesti sangathati-hati dengan setiap langkah karena kalau tidak kita terpeleset dan jatuh,khususnya karena kita tidak begitu familiar dengan tempat atau lokasi kitaberada. Begitulah suasana kehidupan di dunia yang kita hidupi kalau tanpaYesus. Di dalam kegelapan ada godaan-godaan yang sangat membahayakan. Kita bisasaja melangkah dan jatuh dalam pencobaan. Tetapi bagi Tuhan dan kita yang hidup didalam rahmat-Nya pasti ada terang. Terang itu adalah Yesus, dan Dia ada didalam nurani kita. Satu terang saja sudah sangat penting dan diri kita sendirimemiliki terang itu. Sementara lingkungan di sekitar gelap, kita pertahankanterang itu. Kita perlu tetap menjadi kuat dalam iman dan terus bercahaya tanpaharus terbawa oleh kegelapan yang mungkin jauh lebih hebat. Jadi meskipun hanyasatu terang dan kecil, orang-orang dan dunia sekitarnya sangat bergantung padanya.Satu terang saja yang bersinar pasti kegelapan tidak menjadi kegelapan yangsempurna. Yesus berkata, “Akulah terang dunia.Barang siapa yang mengikuti Aku tidak akan jatuh di dalam kegelapan.” TerangYesus itu bukan sesuatu yang fisik atau lahiriah seperti terang lilin atau api.Terang itu adalah bimbingan rohani dan jalan kepada Bapa. Maka dengan mengikutiterang itu, kita memiliki seorang pembimbing yang membimbing hidup kita dengansebaik-baiknya. Kita akan tahu bagaimana menyembah Bapa kita di surga, kitaakan tahu bagaimana kita berbicara dengan sesama kita dan kita akan tahu bagaimanamenjadi kuat dalam mempertahankan dan melakukan yang baik dan benar. Renungkan kita tentang terang Kristusyang menguasai kuasa kegelapan ini mengantarkan kita untuk perayaan MalamPaskah yang sebentar lagi akan kita rayakan dengan meriah. Dengan persiapanbatin dan semangat melalui renungan ini, kita sungguh menyongsong Malam Paskahnanti dengan penuh suka cita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah yang mahakuasa, lindungilah kami selalu di dalam terang-Mu yang mengagumkan. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Titik Irene Cahadi dari Paroki Santo Yakobus Mariso di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Yesaya 52: 13 - 53: 12; Mazmur tg 31: 2.6.12-13.15-16.17.25; Ibrani 4: 14-16; 5: 7-9; Yohanes 18: 1 - 19: 42.MENJADI PENOLONG BAGI YANG MENDERITA Renungan kita pada hari Jumat Agung inibertema: Menjadi Penolong Bagi Yang Menderita. Menurut Injil Yohanes, BundaMaria berdiri dekat Salib Yesus (Yoh 19:25-27). Tapi sebenarnya ia berada dalamrombongan yang mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya ke Kalvari. Ibunda sempatsekali bertemu Putranya sepanjang Via Dolorosa (Jalan Sengsara) itu. Sang ibu menatap Anaknya itu dalam diam dansedih, namun hatinya penuh dengan rahmat Allah. Seorang lelaki yang berziarah keYerusalem, Simon dari Kirene, dipaksa membantu memanggul salib Yesus. Iamenuruti saja meski itu bukan permintaan Yesus. Tentu Yesus amat berterimakasih kepadanya. Simon mewakili banyak orang yang ingin memberikan pertolonganyang sangat dibutuhkan Yesus, tetapi mereka takut dengan ganasnya para musuhYesus. Ada di antara kita yang bersikap menolong secara langsung seperti Simon,dan ada yang niat menolongnya diwakili orang lain, atau ada juga yang sekedarmenonton secara pasif. Veronika adalah sosok wanita yangmenolong Yesus meski ia tidak diceritakan dalam Injil mana pun. Cerita tentang dia ada di dalamtulisan-tulisan apokrip, yang tidak termasuk dalam kitab suci resmi Gereja.Misalnya, kisah Pilatus dari abad ke-2 mengisahkan bahwa seorang wanita bernamaVeronika (Bernice, dalam bahasa Yunani) adalah wanita yang sama dengan yangtelah disembuhkan oleh Yesus dari sakit pendarahan (Mt 9,20-22). Veronika yangmembela Yesus di hadapan Pilatus bahwa Yesus tidak bersalah. Dari abad keempatatau kelima tercatat bahwa Veronika memiliki sepotong kain dengan gambar asli WajahYesus. Ketiga figur yang menolong Yesus dalamvia dolorosa itu cukup memberikan gambaran bahwa pria dan wanita pengikutKristus dapat menjadi penolong yang baik. Pertolongan ini digolongkan dalam duajenis. Pertama yaitu pertolongan dalam bentuk tindakan kasih korporal. Tindakanini ialah memikul salib berat yang dipanggul orang yang menderita seperti yangdilakukan oleh Simon dari Kirene. Kita dapat menolong mengangkat semua,sebagian, atau bagian kecil dari beban-beban yang ada, yang ditanggung oranglain dengan susah payah. Kedua yaitu perbuatan rohani yang berupakehadiran untuk menghibur, memberikan semangat, ikut berbela-rasa, danmemberikan dukungan moral serta rohani kepada mereka yang menderita. Kata-katapenghiburan, ungkapan simpati, doa-doa, dan ungkapan yang menguatkan jiwasangat penting untuk memperkuat mental dan imannya. Keberpihakan dan pembelaanatas orang yang menderita merupakan dukungan moral yang sangat bernilai supayamereka tidak cepat putus asa. Bunda Maria dan Veronika adalah wanita-wanitateladan yang telah melakukan ini kepada Yesus Kristus. Kita dapat melakukanyang sama seperti mereka. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha rahim,kami mohon ampunilah kesalahan-kesalahan kami karena kami tidak menolong sesamayang sedang susah dan menderita. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Keluaran 12: 1-8.11-14; Mazmur tg 116: 12-13.15-16bc.17-18; 1 Korintus 11: 23-26; Yohanes 13: 1-15.KAMIS PUTIHYANG BERMAKNA Renungan kita padahari ini bertema: Kamis Putih Yang Bermakna. Hari Kamis dalam Pekan Sucidinamakan Kamis Putih karena pertama-tama warna perlengkapan dan busana liturgipada perayaan hari ini adalah putih. Warna ini melambangkan suka cita dankejayaan. Perayaan pada hari ini berpusat pada Yesus Kristus denganpenekanannya pada tindakan-tindakan Yesus yang menunjukkan kemuliaan, sukacita, kekuasaan dan pesta. Di dalamperayaan ini ada seremoni Yesus membasuh kaki para rasul-Nya. Tindakan Yesusini mengajarkan kita untuk saling melayani dengan rendah hati. Ini merupakansuatu suka cita besar. Suasana suka cita dan kejayaan cinta kasih di antarakita dapat terungkap melalui saling melayani. Maka Yesus bersabda bahwa kitaharus saling mengasihi seperti Ia sendiri telah mengasihi kita. Ia mengajarkankita hukum terbesar-Nya ialah mencintai sesama kita. Perayaan padamalam ini mengenangkan kita akan Ekaristi, kurban Misa yang agung yangditetapkan oleh Yesus Kristus. Perkataan dan perbuatan cinta kasih jelasmerupakan suka cita dan tanda kehadiran kemuliaan Tuhan. Perayaan Ekaristisangat jelas merupakan suka cita penjelmaan firman Tuhan menjadi tubuh-Nya yangkita bagikan bersama sebagai satu jemaat. Bersamaan dengan Ekaristi, Yesusmenetapkan Sakramen Imamat. Ini adalah suatu suka cita penting bagi Gerejakarena Imamat ini adalah untuk menjalankan Ekaristi dalam Gereja. Imamat adalahuntuk menjalankan kuasa Tuhan yang memimpin jemaat dan membimbing mereka kepadaterang dan kebenaran Tuhan sendiri. Di dalamperayaan ini juga kita mengenangkan saat-saat kritis Yesus berada di TamanGetsemani, di mana butir-butir keringat darah-Nya mengalir dan menetes untukmengantar-Nya kepada kejayaan salib yang sudah di depan mata. Suasana Getsemanimenggambarkan cobaan dan kesulitan yang membuat hidup ini terasa tidak nyamandan aman. Tetapi seperti Tuhan sendiri, kita mesti melewatinya dengan berani. AntaraGestemani dan Golgota adalah saat-saat krusial di ambang penderitaan. Biasanyagodaan selalu datang untuk membawa kita lari dari kenyataan pahit. Yesussendiri berkata: Ya Bapa, biarlah cawan ini berlalu dari pada-Ku. Namun kitamesti mengikuti Guru kita Yesus Kristus untuk dapat mengalahkan godaan itu, danmenyanggupi meminum cawan penderitaan. Ini adalah sebuah suka cita. Meskipun kita semuaadalah orang-orang berdosa yang sering melawan Tuhan dan sesama, kita tidakkehilangan iman kepada Tuhan dan kita sebagai satu jemaat yang masih tetapmenikmati suka cita Ekaristi dan Imamat Tuhan Yesus Kristus yang menguduskankita dan membuka jalan keselamatan kepada kita.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa… Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah iman kami untuk tetap percaya dan setiapada Ekaristi sebagai sarana keselamatan kami. Bapa kami yang ada di surga …Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Maria Saraswati Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. 2 Samuel 7: 4-5a.12-14a.16; Mazmur tg 89: 2-3.4-5.27.29; Roma 4: 13.16-18.22; Matius 1: 16.18-21.24a.YOSEF SI LELAKIPEMBERI SOLUSI Renungan kita pada hari ini bertema: Yosef Si LelakiPemberi Solusi. Kisah sejarah keselamatan yang disampaikan oleh kitab sucimemperlihatkan tokoh-tokoh besar yang punya pengaruh besar kepada kita. Tokohsehebat Abraham, seperti yang disampaikan bacaan kedua dari Surat Paulus kepadajemaat di Roma, adalah bapak bagi banyak bangsa atas dasar imannya. Tokohsekuat raja Daud, seperti yang disampaikan bacaan pertama dari kitab keduaSamuel, menduduki takhta pemerintahan yang disediakan Allah untuk diwariskan turun-temurunsupaya mewujudkan kehendak Allah akan datangnya Mesias. Tetapi pada masa kejayaan mereka, kedatangan Mesias masihsebatas janji dan nubuat para nabi. Pemahaman orang pada umumnya tentang sosokMesias ialah seorang pejuang, petarung, pembebas, dan penguasa umat manusia.Periode berganti periode dan tokoh berganti tokoh, diskusi tentang sosok Mesiassepertinya membenturkan kehendak Tuhan dengan pemahaman dan keyakinan manusiayang serba terbatas. Hal ini berlangsung terus sampai waktunya Tuhan tepatuntuk menandakan datangnya Mesias sesungguhnya, yaitu diawali dengan peristiwakabar suka cita dari surga kepada seorang perawan bersahaja yang bernama Mariadari Nazareth. Mesias itu harus melepaskan semua keistimewaan yangmenurut anggapan umum bahwa ia seluruhnya berciri supernatural. Masalah yangpaling sensitif dan dapat menjadi skandal publik ialah perawan itu mengandungPutra Allah yang menjadi manusia, yang harus menjadi Mesias. Siapa yang bisamenjadi solusi, sebagai antisipasi tersebarnya skandal maha besar, sehinggaanak ajaib yang lahir nanti dinyatakan punya orang tua biologis? Tanpa memberiruang bagi orang-orang untuk berpolemik atau mempersoalkannya, Tuhan Allahsudah punya jawaban, yaitu seorang lelaki keturunan Daud yang tinggal diNazareth. Dia itu adalah Yosep, si tukang kayu, dijadikan suami Maria. Seorang yang sangat bersahaja, tulus, dan suci hatinya,Yosef dijadikan oleh Allah solusi bagi rencana keselamatan tentang datangnyasang Mesias, Yesus Kristus. Dengan demikian, keluarga Nazareth ini lengkapsebagai solusi yang ciri khasnya ialah kesahajaan, ketulusan, kerendahan hati,kerelaan, dan kesucian hati mereka. Perawan Maria menonjol karena samasederhana dan tulus seperti suaminya. Mereka bersatu dengan juru selamat YesusKristus yang menampilkan kebersamaan dan persekutuan sebagai solusi dari Allahbagi persoalan-persoalan yang menimpa pribadi, keluarga, Gereja, dan masyarakatkita. Hidup bersahaja dan yang tulus menjadi solusi atas gaya materialisme dankepalsuan. Persekutuan sebagai keluarga dan komunitas beriman menjadi solusiatas ancaman perpecahan dan disintegrasi. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, jadikanlah hati kami tulusdan suci seperti Santo Yosep supaya kami dapat melayani Dikau dan sesamakami dengan lebih baik lagi. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kris Waleng dan Welin Duan dari Paroki Santo Fransiskus Xaverius Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yehezkiel 47: 1-9.12; Mazmur tg 46: 2-3.5-6.8-9; Yohanes 5: 1-3a.5-16.AIR KESELAMATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Air Keselamatan.Banyak sekali manfaat air bagi kita manusia dan dunia. Dari semuakemanfaatannya itu, yang disebutkan dengan istilah “air keselamatan” merupakansuatu ungkapan yang abstrak. Sebutan “air suci”, atau “air bersih”, atau “airmineral” merupakan ungkapan konkret dan langsung kita pahami. Misalnya “airbaptis”, wujud air adalah tanda yang dipakai untuk menandakan Yesus yangmenggunakan air untuk membaptis. Jadi istilah “air keselamatan” tetap berwujud sebagai airsecara fisik yang menjadi tanda bagi Tuhan untuk melakukan tindakan keselamatanatas manusia yang ditolong-Nya. Kitab suci menyajikan banyak peristiwakeselamatan atau pembebasan melalui air, misalnya penyeberangan laut merah olehorang Israel ketika melepaskan diri mereka dari perbudakan Mesir. Kedua bacaanpada hari ini juga menggambarkan air sebagai sarana keselamatan. Nabi Yehezkiel berkisah tentang penglihatan akan air yangmengalir di dalam bait suci. Ke mana saja ia mengalir, semua yang terkenaalirannya dan daerah sentuhannya menjadi hidup. Ini menyiratkan bahwa ketikatidak ada atau belum tersentuh air, kehidupan yang ada di sana mengalamikesulitan atau bahkan kematian. Di kolam Betesda, airnya sangat instrumentaluntuk kesembuhan orang-orang sakit. Mereka bergegas mendekat dan disentuh airketika ia mulai guncang, mereka akan sembuh. Dari kedua gambaran peristiwa inikita melihat bahwa air sebagai instrumen adalah sebuah tanda fisik yang nyata.Kuasa Allah untuk menyembuhkan dan menyelamatkan tampaknya tersembunyi. Namun di kolam Betesda, misteri yang tersembunyi itumembuka dirinya. Orang sakit yang sudah menderita selama tiga puluh delapantahun itu disentuh langsung oleh Tuhan yang sebenarnya hadir dan berkuasa dibalik air tersebut. Ia sembuh seketika. Air keselamatan yang ditampilkan olehkedua bacaan hari ini mengajarkan kita betapa pentingnya aspek tanda fisik danmaknanya air bagi kita. Untuk kelangsungan hidup kita di dunia ini, wujud fisikair jelas sangatlah penting. Tak ada air kita bakal mati seperti lahan tandusdan kering. Makna di balik kenyataan fisik ini ialah keseimbangan alam yangteratur sudah disediakan oleh Tuhan untuk kebaikan dan keselamatan umatmanusia. Air dalam sakramen baptis dan sebagai unsur sakramentaldalam kebiasaan penghayatan iman Gereja, terlihat fisiknya sebagai air bersihdan sehat yang dikhususkan untuk pelayanan rohani di dalam Gereja. Makna dibalik air pilihan ini ialah Tuhan sendiri yang bekerja melaluipelayan-pelayan-Nya untuk menyelamatkan, menyembuhkan, dan menguduskanumat-Nya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, jadikanlah kami sepertiair yang memberikan kesejukan, ketenangan, dan kesembuhan bagi diri kamisendiri yang memerlukan kesembuhan jasmani-rohani, dan bagi sesama kami yangsaat ini sedang menderita sakit. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI ROMADiambil dari: Roma 1:8 “Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh karena Yesus Kristus tentang kamu sekalian, sebab imanmu diberitakan di seluruh dunia.”Wonder Kids, surat Paulus kepada jemaat di Roma itu unik. Paulus tidak mendirikan gereja di Roma, tetapi ia menulis surat untuk memperkenalkan dirinya dan menguatkan jemaat di sana.Gereja di Roma terdiri dari orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi. Kadang-kadang mereka sulit hidup rukun karena kebiasaan mereka berbeda. Ada yang merasa dirinya lebih benar, ada yang merasa kelompoknya lebih penting. Akibatnya, gereja bisa terpecah karena perbedaan pendapat.Paulus mengingatkan mereka bahwa semua orang diselamatkan dengan cara yang sama, yaitu oleh iman kepada Yesus Kristus. Baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi, semuanya berdosa dan semuanya membutuhkan Juruselamat yang sama.Paulus juga menekankan pentingnya hidup bersatu. Walaupun mereka tidak selalu setuju dalam segala hal, mereka harus tetap saling mengasihi dan tetap satu di dalam Kristus.Wonder Kids, di gereja atau di sekolah, kita juga bisa berbeda pendapat dengan teman-teman kita. Ada yang suka ini, ada yang suka itu. Kadang-kadang kita bisa bertengkar karena perbedaan itu.Tuhan mau kita belajar hidup rukun, bukan saling menjatuhkan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi kita tetap satu sebagai anak-anak Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu sedang tidak setuju dengan temanmu, cobalah untuk tetap bersikap baik. Ingatlah bahwa kita semua sama-sama dikasihi Tuhan dan mau belajar hidup rukun.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyatukan kami di dalam kasih-Mu. Tolong aku supaya bisa hidup rukun dengan teman-temanku, walaupun kami tidak selalu setuju. Ajari aku untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, walaupun kita berbeda-beda, kita tetap satu di dalam Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Keluli Witak dari Stasi Santa Maria Perantara Rahmat Atawatung, Paroki Santo Bernardus Abbas Tokojaeng di Keuskupan Larantuka, NTT, Indonesia. Yeremia 7: 23-28; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Lukas 11: 14-23.TUHAN MENETAPKAN BATAS Renungan kita pada hari inibertema: Tuhan Menetapkan Batas. “Apakah Tuhan Allah memiliki batas?” tanyaseorang remaja kepada Pastor Parokinya. Jawab sang Pastor, “Ya, Tuhanmenetapkan batas-batas tertentu, ketika sejak manusia pertama, syaratsyaratditetapkan supaya manusia yang memiliki kebebasan itu harus bertanggung jawabatas kepercayaan yang Tuhan berikan. “Terus kenapa Tuhan dikatakan jugaselama-lamanya”? sangga remaja itu. Pastor lebih mendekatinya dan menjelaskan. “Jadi bagi Tuhan sendiri, Iatidak terbatas dalam kehendak, kemurahan, dan keberadaannya. Ia kekal dan tidakterikat oleh tempat dan waktu. Tetapi dalam memberikan ajaran dan perintahkepada manusia, Tuhan menetapkan batas-batas. Maka kita memiliki sejumlah batasberupa perintah-perintah-Nya seperti: jangan berbohong, jangan mencuri, janganberbuat cabul, jangan malas, dan seterusnya.” Setelah ia pahami penjelasanPastor dan kembali ke rumahnya, ia mulai menulis sejumlah perintah Tuhan yangharus diikutinya dalam bertingkah laku. Karena ia sering lupa akan tugas-tugasutamanya, ia menetapkan batas-batas keinginannya, yaitu bermain hp satu jam disore hari dan satu jam lagi di malam hari. Waktu yang lain ia pakai untukkerjakan apa yang diminta orang tuanya dan belajar mengulangi pelajaran sertamengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Di dalam masa Pra Paskah ini,remaja tadi memiliki beberapa daftar berupa batas-batas yang mengontrolnya didalam bertingkah laku. Ia benar-benar mengikuti arahan dan nasihat dari PastorParoki dan orang tuanya. Secara umum kita sebagai pengikut Kristus dan anggotaGereja, Tuhan Allah menetapkan batas-batas umum untuk kita ikuti dan patuhi.Batas-batas umum tersebut berlaku bagi semua orang, setiap tempat dan segalazaman. Pada hari ini, melalui inspirasibacaan-bacaan liturgis, kita diingatkan tentang diri kita pribadi dan sebagaikomunitas umat yang beriman kepada Kristus, yang membentuk Gereja yang satu dankudus, sebagai orang-orang-Nya Yesus Kristus. Kita adalah bagian dari Yesus danbukan Setan. Identitas kita sebagai orang Kristen, yaitu orang-orang-NyaKristus merupakan batas umum yang kita jaga, banggakan dan pelihara. Dua seruan yang penting bagikita untuk hari ini ialah: kita menjaga batas ini dengan menjadi bangsa ataukomunitas orang-orang yang selalu mendengarkan Tuhan. Keras kepala, keras hati,dan memilih jalan sendiri, sangat bertentangan dengan identitas itu.Berikutnya, identitas ini kita pelihara dengan tetap selamanya bersama YesusKritstus, sebab Ia sendiri menegaskan bahwa tidak bersama Dia berarti menjadimusuh-nya Dia.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, terimakasih atas rahmat persekutuan yang menyatukan kami. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Letek dan Benediktus Laga dari Paroki Santo Yosef Boto di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Ulangan 4: 1.5-9; Mazmur tg 147: 12-13.15-16.19-20; Matius 5: 17-19.LAKUKAN APA YANGDIAJARKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lakukan Apa YangDiajarkan. Kodrat manusia menurut Allah Pencipta, yang membuat kita lebihunggul dibandingkan makhluk hidup yang lain ialah karena kita memiliki akalbudi dan kebebasan. Penggunaan kedua elemen kodrati ini dipercayakan Tuhansecara penuh kepada kita. Hasilnya selalu ada dua macam, yaitu manusia memilihuntuk memenuhi kemauannya sendiri yang pasti mengakibatkan dosa danpenderitaan, atau memilih untuk mengikuti ajaran dan hukum Tuhan. Untuk pilihan yang kedua, akal budi dan kebebasan kitamengenal batasnya ketika mereka harus berkolaborasi dengan kehendak Tuhan.Manusia sepintar apa pun, ia akhirnya menyadari kalau kepandaian Tuhan melebihdirinya. Demikian juga sebebasnya dia untuk berkata atau berbuat apa saja,akhirnya diakui juga bahwa Tuhan lebih berkuasa dari pada dirinya. Sampai padabatas ini, sebenarnya iman yang berperan untuk menjelaskan kebesaran dankemahakuasaan Allah untuk dapat diterima oleh akal budi dan kebebasan kita. Pada hari ini, kita belajar bagaimana dengan kepandaiandan kebebasan itu, kita melakukan apa yang diajarkan oleh Tuhan. Tujuannyaialah supaya kemampuan kodrati kita dapat berkolaborasi dengan penyelenggaraanTuhan. Bacaan pertama dari kitab Ulangan menguraikan tentang ajaran ketetapandan peraturan. Musa meminta umat Allah untuk selalu menaati dan setia pada apayang ditetapkan oleh Tuhan dan yang menjadi aturannya. Ketaatan dan kesetiaan ini tidak mengurangi akal budi dankebebasan kita, tetapi mendapatkan nilai plus yaitu kebijaksanaan Ilahi. Fungsiakal budi untuk ini ialah mengingat, memahami, dan membahasakan apa yang Tuhanajarkan secara benar dan tepat. Fungsi kebebasan ialah untuk menyebarkankebenaran supaya dapat menguasai dan mengarahkan kehidupan ini di dalam jalanTuhan untuk sampai kepada Tuhan sendiri. Umat Tuhan yang setia dan taat memiliki suatu tugas yangpenting selanjutnya dalam melakukan apa yang diajarkan Tuhan. Rahmatpembaptisan dan keanggotaannya di dalam Gereja memandatkan mereka tanggungjawab untuk mengajarkan itu kepada orang lain, entah saudara entah teman,bahkan mereka yang tidak dikenalnya. Tanggung jawab dalam ketaatan dankesetiaan untuk melakukan ketetapan dan peraturan dari Tuhan mungkin lebihbersifat personal dan terbatas pada lingkup terbatas. Namun demi menjadipengikut Kristus yang berguna dan bermartabat, ada tanggung jawab sosial danpublik yaitu mengajarkan itu kepada sesama. Bahasa kitab sucinya ialah sebuahtanggung jawab sebagai garam dan terang dunia. Hidup setiap pengikut Kristusadalah sebuah kenyataan belajar dan mengajar. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang bijaksana dan murah hati,penuhilah diri kami dengan kebijaksanaan dan kemurahan-Mu, agar kami dapatmenjadi garam dan terang dunia yang sesungguhnya. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BAGAIMANA KEHIDUPAN GEREJA MULA-MULA?Diambil dari: Matius 18:20 “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”Wonder Kids, Injil ditulis untuk menceritakan tentang kehidupan Yesus. Sedangkan kitab Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana para pengikut Yesus hidup setelah Yesus naik ke surga. Dari situlah kita bisa tahu seperti apa kehidupan gereja mula-mula.Orang-orang percaya pada waktu itu berkumpul setiap hari. Mereka berdoa bersama, belajar firman Tuhan, dan saling berbagi. Mereka bahkan menjual harta milik mereka untuk menolong teman-teman yang kekurangan. Mereka hidup sebagai satu keluarga di dalam Tuhan.Setiap hari mereka memuji Tuhan dengan sukacita dan hidup saling mengasihi. Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan setiap hari. Gereja bertumbuh bukan karena gedungnya besar, tetapi karena kasih Tuhan nyata di antara mereka.Wonder Kids, gereja bukan hanya bangunan, tetapi kumpulan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Ketika kita datang ke gereja, kita belajar firman Tuhan, berdoa, menyanyi memuji Tuhan, dan saling menguatkan.Karena itu, pergi ke gereja itu penting. Di gereja, iman kita dikuatkan. Kita belajar mengasihi sesama dan hidup sebagai anak-anak Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, datanglah ke gereja dengan hati yang rindu belajar tentang Tuhan. Cobalah menyapa teman di gereja dan tunjukkan kasih Yesus lewat sikapmu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk gereja yang Engkau berikan. Tolong aku supaya suka datang ke gereja, belajar firman-Mu, dan mengasihi teman-temanku. Pakailah aku supaya bisa menjadi berkat bagi orang lain di gereja. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, gereja adalah keluarga Tuhan tempat kita bertumbuh bersama di dalam Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Pembawa Renungan : RP. Stefanus Ardi Watuseke MSC ManadoLuk. 4:24-30.