POPULARITY
Categories
Sapaan Lansia GKP Jemaat BandungKamis, 13 Agustus 2026Tema : "Peran Orangtua dalam Pelayanan Gereja"Bahan Alkitab : Keluaran 18:13-27 Pelayan Firman : Pdt. Edward Tureay, S.Th.Episode 33 - Season 6@GKP Bandung Agustus 2026
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Katarina dan Agustinus dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 2: 8 - 3: 4; Mazmur tg 119: 14.24.72.103.111.131; Matius 18: 1-5.10.12-14.ANAK-ANAK YANG MEMBANGGAKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Anak-Anak Yang Membanggakan. Adasebuah reuni para alumni SD. Semua hadirin terdiri dari para petani, buruh,pegawai pemerintah, guru, rohaniwan, bahkan bupati untuk kabupaten setempat. Diantara semua ini, ada satu tamu yang sangat spesial, yaitu seorang lelaki tuaberusia 88 tahun, ia adalah kepala sekolah pertama sekolah dasar tersebut.Semua alumni memiliki kenangan indah tentang sang kepala sekolah. Semua alumni masih tetap mengingat bagaimana mantan guru mereka tersebutselalu memperlakukan setiap murid sebagai anaknya sendiri. Intinya, gurutersebut selalu menganggap setiap muridnya sebagai anak yang membanggakan.Setiap anak memiliki potensi dan bakat yang patut dikembangkan selanjutnya. Iaselalu memakai pendekatan persuasif untuk mengarahkan dan memperbaiki perilakumereka yang nakal atau kurang baik. Setiap selesai memberikan nasihat ataukoreksinya, ia selalu berkata begini: "Kamu anak yang membanggakan." Setiap anak di dalam keluarga, Gereja dan masyarakat kita sangat memerlukanperlakuan yang positif dan sehat. Dengan perlakuan ini, mereka akan tumbuhsecara positif dan sehat, sehingga mengurangi atau mematikan perilaku merekayang tidak disiplin atau di luar batas kewajaran. Mantan guru dan kepalasekolah tersebut sebenarnya mempraktikkan perbuatan Yesus sendiri yang menerimaanak-anak dan memberkati mereka. Yesus menempatkan anak kecil di tengah-tengahkita agar mengajarkan kita tentang menghargai dan memelihara kehidupan yangmenjadi karunia terindah Tuhan bagi kita. Sikap-sikap yang patuh, semangat belajar dan mengikuti disiplin hidupmerupakan sikap hidup yang melawan keras kepala dan hidup yang kacau.Kerendahan hati dan taat kepada Tuhan adalah semangat yang mengalahkankecongkakan, ingat diri, dan kekerasan. Kerajaan Surga disediakan bagiorang-orang yang hidup dalam semangat anak kecil seperti ini. Kita perlubelajar bahwa proses terjadinya sesuatu memang harus berawal dari yang kecildan lemah. Tuhan Allah memakai proses natural kita untuk mendirikan kerajaan-Nyadi dalam dunia. Iman kita tumbuh dari awal untuk menjadi dewasa. Kita dapat memiliki ide dan pemikiran tertentu, yang terbentuk darikumpulan fakta dan pengalaman kecil yang berbeda-beda. Sebuah bangunan rumahterbentuk dari elemen semen, pasir, batu dan genteng. Seorang profesor telahmelalui pengalaman belajar dan latihan dari kecil dan semua masa belajarnya.Jadi yang kecil, permulaan dan muda harus membuat kita bangga. Hendaknya kitasyukuri bahwa semua itu sudah dan seterusnya ikut membentuk diri kita sepertiapa adanya kita pada setiap waktu hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Berkatilah kami untuk hari ini, supaya setiap pengalamanyang terjadi hari ini menandakan bahwa Engkau senantiasa setia di dalamkehendak-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Korintus 9: 6-10; Mazmur tg 112: 1-2.5-9; Yohanes 12: 24-26.TUHAN MENGASIHI ORANG YANG MEMBERI DENGAN SUKACITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Mengasihi Orang Yang MemberiDengan Sukacita. Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Laurensius, seorangdiakon di Roma. Ia dibunuh oleh Emperor Valerianus pada abad ke-3. Laurensiusdipenjarakan sementara dan menunggu waktu eksekusi. Ia dianggap menyimpan semuaharta kekayaan Gereja peninggalan Paus Sikstus II yang sudah lebih dahulu dibunuh empat hari sebelumnya. Pada harieksekusi Laurensius diperintahkan membawa serta semua harta kekayaan untukdiserahkan. Ia menuju tempat eksekusi diikuti oleh banyak orang sakit, lumpuh,miskin, terlantar yang setiap hari ia layani. Mereka semua adalah hartakekayaan yang ia miliki selama hidupnya. Santo Laurensius sungguh memberikan dengan sukacita. Artinya ia telahmemberikan semua dalam hidupnya untuk melayani orang kecil dan sakit, dan iniberarti ia menjalankan kehendak Tuhan. Ia bersukacita menjalankan pekerjaanyang dilakukan Tuhan sendiri. Saat eksekusi, ia hadirkan kesukaannya di duniayaitu hidup bersama orang-orang kecil dan sakit. Jadi ia rela dan senangmenerima hukuman mati atas dirinya karena setelah kematiannya itu akan tumbuhsubur sebuah semangat untuk memberi dengan sukacita di antara orang-orang yangtelah mengalami kasih Tuhan. Memberi dengan sukacita selalu menaruh fokusnya pada manusia yangmembutuhkan dan yang menerimanya. Fokus bukan pada benda dan materi menurutjumlah atau harganya. Kalau fokus perhatian kepada orang, otomatisbarang-barang kebutuhannya juga ikut diperhatikan. Fokus kepada manusia jauhlebih luas dan mendalam karena perhitungannya juga mencakup aspek-aspek nonmateri seperti nasihat, kedekatan, relasi, psikologis, kebudayaan dan lainsebagainya. Sering terjadi kalau bagian-bagian non materi ini dapat diberikandengan baik, yang material justru tak diperlukan lagi. Jika perhatian dan pemberian itu mengutamakan pribadi manusia entah pribadiatau kelompok, buahnya selalu berupa kepuasan rohani. Orang yang memberimenjadi gembira dan damai karena mempersembahkan kebaikan bagi sesamanya. Iatelah memilih untuk bertumbuh secara positif dan sehat. Orang yang menerimapemberian juga bersukacita karena telah dibantu untuk dapat keluar darikesulitan hidup. Ia diliputi suasana hati dan pikiran yang bersyukur danbangga. Tuhan membimbing dan memberkati sehingga ungkapan kasih melalui salingmemberikan perhatian ini dapat diwujudkan. Kasih Tuhan itu tidak ada batasnya,hingga berkat-Nya yang paling tinggi bagi orang yang percaya dan setia ialahtersedianya kehidupan abadi yang bahagia bagi mereka dalam surga.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, Putra-Mu Yesus Kristus mengajarkan kamiuntuk memberi dengan sukacita, maka kuatkanlah kami selalu dengan Roh-Mu untukmewujudkan ini di dalam setiap saat hidup kami. Bapa kami yang ada di surga...Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Lusia Uki Marina Lusi dan Yohanes Pryojatmiko dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Nahum 1: 15; 2: 2; 3: 1-3.6-7; Mazmur tg: Ul 32: 35cd-36ab.39abcd.41; Matius 16: 24-28.JIKA HIDUP INI BISA DITUKAR Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Hidup Ini Bisa Ditukar.Pertukaran barang di zaman dahulu dengan sistem barter, terjadi misalnya pisangdibawa dari gunung ditukar dengan ikan dari pantai. Zaman telah berubah dansistem pertukaran ikut berubah, sehingga istilahnya bukan lagi tukar menukarbarang, tetapi membeli barang. Kita memakai uang untuk membeli barang yangdijual di pasar, toko dan pusat-pusat perbelanjaan. Apakah hidup seseorang bisa ditukar atau dibeli mengikuti cara seperti ini?Misalnya, seseorang pergi ke seorang pemegang uang, lalu ia diambil oleh orangkaya tersebut dan sejumlah uang berpindah tangan ke keluarga orang yang dibelitersebut. Mungkin bisa saja terjadi, namun kejadian itu dapat digolongkansebagai sesuatu tindakan tidak normal bahkan kriminalitas. Pertukaran jenis ini terjadi dalam konteks pasar dan perdagangan. TuhanYesus mengajarkan satu jenis pertukaran hidup, tetapi tidak sebagai sebuahperdagangan. Ia menghadirkan sebuah gaya hidup baru demi meraih keselamatanjiwa dan raga bagi umat manusia. Kepada mereka yang memilih untukmengikuti-Nya, syarat utamanya ialah melakukan sebuah pertukaran hidup, yaituperubahan pribadi dan semangat hidupnya. Gaya dan semangat duniawi yang membuat kita mementingkan diri kita saja danhidup serba gampang serta ingin selalu dilayani, ditukar dengan gaya hidup barudari Yesus ialah penyangkalan diri. Tanda utamanya ialah memanggul salib. Inimelengkapi apa yang sudah dilakukan oleh Tuhan, yaitu membeli kita dari duniaini dengan harga yang mahal sekali. Kita dijadikan milik-Nya dengan ditandaipembaptisan dan kita menjadi bagian dalam Gereja. Jadi kita mengalami suatupertukaran hidup yang mencakup kepemilikan Tuhan atas diri kita dan gaya hidupdunia ini ditukar dengan gayanya Yesus Kristus yaitu penyangkalan diri. Ini bukan berarti dunia, budaya dan hidup sosial tidak lagi sebagai bagiandari hidup kita, atau sebaliknya kita sendiri kehilangan status di dunia ini.Kita sebenarnya masih mengalami dan memiliki semua, tetapi diri kita telahbertukar kualitasnya menjadi lebih tinggi, yaitu sebagai para pengikut Kristus.Martabat ini sudah kita miliki dan kita merasakan betapa berartinya kita.Buktinya kita berjanji untuk setia kepada Tuhan dalam kata dan perbuatan kita. Namun hal ini tidak membuat kita selaluluput dari godaan dan dosa. Justru tantangan besar bagi putra dan putri Allahialah mempertahankan martabatnya itu. Nabi Nahum dalam pewartaannya mengatakanbahwa, Tuhan selalu ingin memulihkan hidup manusia yang telah rusak karenadosa. Sebagai putra dan putri Allah, kita menjadi istimewa karena selaludipulihkan oleh Tuhan yang maha baik.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... ya Bapa, kami ingin menguduskan diri kami melalui perkataandan perbuatan kami, dan semoga pada hari ini hidup kami berkenan kepada-Mu.Salam Maria... Dalam nama Bapa...
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Cathy Devina Siregar dan Rahel Septria dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 11-16.24; Mazmur tg 69: 15-16.30-31.33-34; Matius 14: 1-12MATI DEMI KEBENARAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mati Demi Kebenaran. Di gerbangsebuah kota, ada patung terkenal yang bernama "Anak di Pundak Ibu"untuk memberi makna kota tersebut. Pada zaman dahulu kota itu dibela olehseorang pemuda yang memimpin segenap masyarakat untuk melawan para musuh yangingin menduduki kota. Meskipun kota ini berhasil dipertahankan, tetapi pemudaini mati terbunuh dalam perang. Ibunya sendiri yang menaruh putranya di pundak,memikulnya dan membawa ke tengah kota untuk dihormati oleh semua orang. Bunda Maria melahirkan, membesarkan, sampai menyaksikan sendiri putranyaYesus Kristus dihukum mati lalu meniduri jenasah Yesus di pangkuannya (la pieta dari Michaelangelo). Mariamenyaksikan langsung Anak Domba Allah yang dikorbankan karena mempertahankankebenaran dari pihak-pihak yang anti kebenaran. Keponakan Maria, YohanesPembaptis, juga lebih dahulu rela untuk dibunuh oleh penguasa jahat demi menegakkankebenaran. Menyusul Yesus dan Yohanes Pembaptis ialah banyak pria dan wanitasepanjang zaman telah rela mengorbankan nyawanya karena mempertahankankebenaran yang berasal dari Tuhan. Para pahlawan adalah orang-orang yang matidemi kebenaran. Lalu pertanyaannya: apakah kebenaran itu harus dibayar dengan kematian?Jawaban paling pertama ialah bahwa pihak yang melawan kebenaran yaituorang-orang jahat berpotensi sangat kuat di dunia ini, yang tujuannya ialahmenghilangkan kebenaran dan segala yang baik. Salah satu targetnya yang utamaialah membinasakan orang-orang yang berjuang dalam kebenaran, yangmempertahankan kebenaran dan yang menghidupi kebenaran. Jawaban lain, jika memang tidak ada penentang berpotensi kuat bahkan pihakyang melawan kebenaran itu sangat lemah, kebenaran itu masih harusdipertahankan di dunia ini. Ancaman penumpahan darah tidak relevan. Ancamannyalebih rohani, sebenarnya sebagai tantangan untuk menghidupi kebenaran itu,memberikan kesaksian dan membuat banyak orang lain hidup di dalam kebenaranjuga. Di sini orang perlu mematikan kemalasan, kebosanan, masa bodoh, egois,lupa dan kekurangan-kekurangan pribadi lainnya. Kebenaran itu pada prinsipnya ialah sesuai kenyataan atau fakta. Maka iaberlawanan dengan bukan nyata atau bukan fakta. Kebenaran juga sesuai aturan,norma, moral; maka berlawanan dengan pelanggaran aturan. Kebenaran itu ialahmelakukan kehendak dan perintah Allah; maka berlawanan dengan kehendak bukandari Tuhan. Jadi marilah kita pertahankan kebenaran kita, bahkan sampai kita mati. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga usaha-usaha kami untukmempertahankan kebenaran dan memberikan kesaksian tentang itu kepada setiaporang di sekitar kami, dapat selalu berkenan kepada-Mu. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rossy Paulina Sitohang dan Daisy Manuela Widitomo dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 1-9; Mazmur tg 69: 5.8-10.14; Matius 13: 54-58.PERAYAAN IMAN Renungan kita pada hari ini bertema: Perayaan Iman. Seseorang dikatakanberiman dengan baik kalau dalam dirinya terpenuhi tiga unsur ini: pengetahuan,perayaan dan praktik atau penghayatan iman. Pengetahuan berisi doktrin, ajaranatau dogma-dogma. Perayaan berwujud pada ibadat, sakramen, doa dandevosi-devosi. Penghayatan terungkap dalam kesaksian, dedikasi dan pengabdianiman itu dalam kehidupan nyata. Khususnya tentang perayaan iman, institusi atau penetapan waktu, tata cara,tempat dan partisipasi merupakan unsur-unsur dasarnya. Penetapan dimaksudkanuntuk dirayakan bersama dan dalam persekutuan umat. Institusi perayaan-perayaan iman dalam perjanjian lama dimulai oleh Musadan diteruskan dalam masa para nabi dan para imam. Di dalam bacaan kita hariini oleh nabi Yeremia, digambarkan bagaimana Yeremia berdiri di pelataran rumahTuhan dan menyampaikan Sabda Tuhan kepada semua pemuka agama dan umat Allah.Umat berkumpul untuk bersyukur, bersujud dan menyembah Tuhan Allah. Nabimemiliki tugas untuk memberikan pewartaan Sabda Tuhan. Kebenaran dan kebaikandari Sabda Tuhan itu akan menentukan apakah para pendengar itu adalah umatAllah yang baik atau sebaliknya pendosa yang melawan Tuhan. Hukum Tuhan menetapkan ini sebagai perintah ketiga, yaitu kuduskanlah hariTuhan. Gereja memberikan ketetapannya tidak hanya berupa hari Minggu wajib,tetapi juga sejumlah hari raya dan pesta. Karena sebagai perintah Tuhan, makasifatnya ialah kewajiban. Tanpa menjalankannya berarti bersalah melawan Tuhan.Selain itu ada praktik devosi oleh anggota-anggota Gereja, meski bukankewajiban, tetapi sangat berguna untuk menyemangati iman kita. Misalnya doarosario dan lagu-lagu rohani ternyata sangat membantu menguatkan iman kita. Salah satu perayaan iman yang merupakan kewajiban kita ialah perayaan SabdaTuhan. Perayaan dibuat ketika Sabda Tuhan itu dibacakan, diperdengarkan,direnungkan dan dibagikan. Ibadat sabda di lingkungan, kapel atau gereja entahada ekaristi atau tanpa ekaristi merupakan kesempatan perayaan Sabda itu.Sinagoga ialah tempat Sabda Tuhan dirayakan menurut tata cara Yahudi. Namunketika Yesus hendak melakukan perayaan Sabda itu di tempat asalnya, orang-orangdari kalangan-Nya justru menolak dan tidak mau Sabda itu dirayakan. Akibatnya,tidak ada berkat Tuhan dan perbuatan Allah turun ke atas mereka. Perayaan iman itu bertujuan selain memuji dan memuliakan Tuhan, ialahmembuka diri kita untuk mendapatkan berkat-berkat dari Tuhan. Marilah kitabersemangat selalu merayakan iman kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga semangat kami selalu murniuntuk membuat Sabda-Mu mengakar dan bertumbuh di dalam hidup kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Genua dari Paroki St. Martinus Roworeke di Keuskupan Agung Ende, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 85: 2-4.5-6.7-8; Matius 12: 49-50.TONGKAT KUASA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tongkat Kuasa Tuhan. Tradisi dalambanyak budaya politik menjadikan tongkat sebagai simbol kekuasaan. Kitamengingat Musa memakai tongkat untuk menampilkan kuasa Allah yang bekerja dalamdirinya untuk memimpin bangsa dan umat Allah. Para raja dan presidennegara-negara juga memakai tongkat dengan makna simbolik kekuasaan yang merekamiliki. Di dalam Gereja, tongkat uskup juga memiliki makna serupa. Tongkat yang terbuat dari bahan entah kayu entah logam sangat melekatdengan kekuasaan atau otoritas orang yang memakainya. Bahkan rotan ataupotongan kayu lurus yang dipakai bapak atau ibu di rumah cukup memberikanpemahaman bahwa jika anak-anak melanggar aturan hukumannya ialah pukulan dengankayu itu. Dalam semua pemandangan dengan tongkat ini, kita dapat mengerti lebihlanjut mengapa Tuhan selalu mengungkapkan di dalam kitab suci kuasa-Nya yangdisimbolkan dengan tongkat. Ia berkata dalam nubuat Mikha dalam bacaan pertama hari ini bahwa Iamenggembalakan umat-Nya dengan tongkat-Nya. Yesus sang gembala yang baik jugamenjalankan tugas penggembalaan itu dengan memakai tongkat imam agung, yanghingga saat ini disimbolkan pada Paus dan para uskup. Dengan tongkat itu,tugas-tugas sebagai pemimpin dan gembala memiliki legitimasi dan kekuatan untukmendapatkan ketaatan atau kepatuhan dari orang-orang yang dipimpin. Tongkat kuasa Tuhan, memiliki fungsi untuk suatu pemurnian dan pembebasanmanusia dari kuasa kegelapan dan dosa. Setan dan penguasa kegelapan ketikaberhadapan dengan kuasa Allah yang dilambangkan dengan tongkat, ia menjadiketakutan. Itu terbukti dalam setiap tindakan Yesus yang selalu hadir melaluikata-kata dan hardikan, yang langsung membuat para setan menjadi takut danmemohon untuk tidak disiksa. Berkat tongkat kuasa Tuhan itu, segala dosa kitadapat dicampakkan ke dalam dasar laut, demikian kata nabi Mikha. Jadi kita mesti memandang tongkat saat ditunjukkan kepada kita apakah dalamposisi dipegang, dijadikan penopang pada saat berdiri, atau saat menunjukkandan menegaskan sesuatu dalam suatu proses pengajaran. Yesus menunjuk dengansegala kuasa yang ada pada-Nya, ketika Ia mengajarkan bahwa para murid danrasul sesungguhnya adalah ibu-Nya, dan saudara-saudara-Nya. Penegasan ituberisi suatu ajaran yang penuh kewibawaan dan prinsip. Ajaran itu ialah bahwamelaksanakan kehendak Allah merupakan tugas utama setiap pengikut Kristus.Tongkat kuasa Yesus itu sampai detik ini berada pada tangan Paus dan Uskup ditempat kita masing-masing. Kita harus mendengar dan mengikuti Bapa Suci danUskup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kesetiaan dan ketaatan kami kepada Gerejasenantiasa kuat dan bertahan, khususnya melalui ketaatan kami kepada Bapa Sucidan Uskup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa.
Polemik pendirian Gereja Beth-El Tabernakel (GBT) Jemaat Kristus Alfa Omega di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, telah berlangsung sejak 2021. Jemaat mengaku telah menempuh proses perizinan dan memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk dukungan pengguna rumah ibadah dan dukungan masyarakat, namun hingga kini belum mendapatkan kepastian pendirian rumah ibadah. Di sisi lain, pemerintah daerah menyebut proses masih berjalan melalui tahapan verifikasi dokumen, koordinasi, serta mediasi dengan berbagai pihak. YPK eLSA Semarang menilai kasus ini perlu dilihat secara utuh untuk memahami akar persoalan dan proses panjang yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.Bagaimana kronologi lengkap persoalan pendirian GBT Kristus Alfa Omega sejak awal pengajuan izin hingga kondisi saat ini? Tahapan apa saja yang sudah dilakukan dan kendala apa yang dihadapi?Simak Wawancara Ketua Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) eLSA Semarang, Dr Tedi Kholiludin.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 10: 5-7.13-16; Mazmur tg 94: 5-10.14-15; Matius 11: 25-27.MENGENALI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengenali Tuhan. Yuvita, muridkelas dua SD baru seminggu masuksekolah. Di dalam pelajaran agama, mereka diajarkan berdoa “Bapa Kami” dandoa-doa umum lainnya. Murid-murid diminta gurunya untuk mencatat rumusan doaBapa Kami. Tetapi Yuvita hanya menuliskan judul doa “Bapa Kami”, lalu dibawahnya ia menggambar wajah seorang lelaki: rambut agak tebal dan keriting,berkumis dan jenggot tipis. Ibu guru kemudian bertanya mengapa Yuvita menggambar wajah itu. Murid itumenjawab: "Doa Bapa Kami sudah aku hafal, padahal aku mau sesuatu yanglebih, yaitu wajah Bapa Allah. Karena aku tak tahu wajah Tuhan Allah, aku lebihbaik gambar wajah bapakku di rumah. Kan dia juga baik seperti TuhanAllah". Yuvita mewakili kita semua orang beriman yang ingin mengenali Tuhan Allahsecara nyata. Tetapi sama seperti dia, kita pasti kesulitan menentukanwajah-Nya seperti apa atau siapa. Tidak seorang pun manusia mampu melakukanini, tapi Yesus Kristus yang adalah Putra Allah justru melakukan bagi kita.Wajah Yesus tidak asing bagi kita. Mengenali Dia, melihat wajah-Nya danberjumpa Dia, ialah sama saja dengan mengalami Bapa Allah. Secara khusus pada hari ini kita bertemu Tuhan Allah sendiri yangmemperkenalkan diri-Nya kepada kita. Melalui perikop kitab nabi Yesaya bab 10,Tuhan Allah menyatakan diri-Nya sebagai penguasa alam semesta dan terutama atassegala bangsa di bumi. Kejahatan yang dibuat oleh bangsa-bangsa tidak ber-Tuhanakan dikalahkan oleh kuasa Surgawi, di mana Allah memakai bangsa Asyur untukmenindas mereka. Sesungguhnya Tuhan hendak menyadarkan mereka agar merekasegera bertobat dan berbalik kepada-Nya. Yesus memperkenalkan Allah sebagai Tuhan yang telah menjelma di dalamdiri-Nya. Ia sendiri mengenal Allah Bapa dan seperti apa Allah Bapa itu, kitahanya bisa mendapatkan itu dalam diri Yesus Kristus yang sedang berbicara danberjumpa dengan kita. Di dalam doa kepada Bapa, Yesus meminta supaya semuakebaikan dan kemurahan menjadi berkat-berkat bagi orang-orang sederhana, kecildan menderita. Orang-orang congkak, sombong dan cerdik susah sekali mengenaliTuhan. Banyak dari kita mengenali Tuhan sungguh-sungguh pada saat kesulitan danancaman penderitaan dan kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Kita jugamengenali Tuhan saat Ia membebaskan kita dari segala bentuk penindasan danpenganiayaan. Kita pun mengenali Tuhan ketika kita dalam situasi sakit dantidak berdaya. Di dalam hidup yang sederhana dan rendah hati kita juga mengenalTuhan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah yang maha kuasa, kuatkanlah kami denganberkat-berkat-Mu, supaya kami dapat mengenali Engkau dengan tanpa halangandalam segala situasi hidup kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Gereja Mula-MulaDiambil dari: 1 Korintus 1:22 “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat.”Wonder Kids, selain apa yang tertulis di dalam Injil, kita juga bisa melihat satu hal penting: sejak awal, gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jadi, orang Kristen pertama bukan baru belakangan membuat Yesus terlihat hebat. Sejak sangat awal, mereka memang sudah mengerti bahwa Yesus itu sangat istimewa.Ada banyak tulisan dan doa dari gereja mula-mula yang menunjukkan hal itu. Mereka menyebut Yesus sebagai Tuhan. Mereka menyembah-Nya. Mereka percaya bahwa Yesus sungguh mati, sungguh bangkit, dan sungguh layak dihormati. Jadi, iman bahwa Yesus adalah Tuhan bukan ide yang muncul jauh belakangan. Itu sudah ada sejak awal.Mengapa ini penting, Wonder Kids? Karena ada orang yang berkata bahwa mungkin orang-orang Kristen baru kemudian membesar-besarkan Yesus. Tetapi kalau sejak gereja mula-mula orang-orang percaya sudah menyembah Yesus, berarti memang dari awal mereka melihat bahwa Yesus lebih dari sekadar guru atau nabi. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Bahkan ada orang-orang yang rela menderita karena iman itu. Mereka tidak akan melakukan itu kalau mereka tahu semuanya hanya cerita buatan. Mereka tetap setia karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus benar-benar hidup, mati bagi dosa, dan bangkit kembali. Itu sebabnya kesaksian gereja mula-mula sangat penting.Wonder Kids, renungan hari ini juga mengingatkan kita bahwa iman kita bukan iman yang baru dibuat-buat. Kita berdiri di dalam kabar yang sudah dipercayai oleh umat Tuhan sejak awal. Tuhan menjaga gereja-Nya dan membuat kabar tentang Yesus terus diberitakan dari generasi ke generasi.Dan sekarang, kita juga menjadi bagian dari orang-orang yang percaya kepada Yesus. Wah, indah sekali ya. Dari gereja mula-mula sampai hari ini, Tuhan terus memanggil orang untuk percaya kepada Anak-Nya. Jadi saat kita percaya kepada Yesus, kita sedang berdiri di dalam kebenaran yang sudah dipegang oleh banyak orang percaya sebelum kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena sejak dulu sampai sekarang Engkau tetap dikenal dan dipercaya oleh umat-Mu. Tolong aku juga percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah dikenal, disembah, dan dipercayai oleh gereja sejak awal. Tolong aku supaya tidak ragu, tetapi makin yakin bahwa Engkaulah Tuhan yang hidup dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan sampai hari ini Dia tetap Tuhan yang hidup dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Petri Canisia, CIJ dan Suster Roberta, CIJ dari Komunitas Suster CIJ Santa Maria Assumpta Dili, di Keuskupan Agung Dili, Timor Leste. Hosea 10: 1-3.7-8.12; Mazmur tg 105: 2-3.4-5.6-7; Matius 10: 1-7.MENEMUKAN YANG HILANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menemukan Yang Hilang. Pada suatuketika kepala Setan menghadap Tuhan Allah. Ia mengajukan protes, bahwa setiapkali yang diutus ke dalam dunia ialah para malaikat, kemudian para nabi danpuncaknya Putra Allah sendiri. Kepala Setan ini mendesak supaya dirinya atauwakil-wakilnya dapat diberikan juga kesempatan untuk diutus. Tetapi Tuhan Allah tetap tidak akan memenuhi tuntutan Setan. Alasannyaialah karena tugas utama Setan ialah merusak dan menghilangkan yang menjadimilik Tuhan, sedangkan tugas Tuhan dan para utusannya ialah menemukan manusiadan ciptaan Tuhan lainnya yang telah hilang karena ulahnya Setan. Yang jelas,kalau diberi kebebasan dan kesempatan, Setan akan menjadi lebih menikmatitugasnya itu, dan membawa kerugian bagi Tuhan Allah sendiri. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Putra Allah yang mencari dan menemukan yanghilang. Tugas itu ia lakukan selama pekerjaan-pekerjaan publik-Nya. Tugas ini dilanjutkanoleh para rasul yang diutus atas nama-Nya. Yesus berpesan kepada mereka untukfokus kepada domba-domba yang hilang dari kalangan Israel. Yang mereka lakukanialah semua perbuatan baik yang telah Yesus perbuat. Apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepada kedua belas rasul ini terkaitdengan kedua belas suku Israel. Mereka adalah umat pilihan yang menerima danmeneruskan ajaran Tuhan Allah bagi segenap umat manusia. Tetapi mereka bukanpenguasa segala kebenaran. Mereka dipilih untuk menjadi pengantaraperbuatan-perbuatan Tuhan Allah yang besar. Yesus Kristus adalah utusan BapaAllah sendiri yang datang ke dunia melalui bangsa pilihan ini. Jadi Tuhan Yesus ingin supaya kedua belas rasul itu dapat mewujudkan misiuntuk menyatukan suku-suku Israel. Mereka harus memperkuat persekutuan yanglebih kuat sebagai satu bangsa yang diberkati oleh Allah, bangsa pilihan-Nya.Yesus Kristus ingin menjadikan suatu persekutuan yang kuat, yang mengakarkansemua kebenaran dari Allah dan matang untuk melanjutkan misi itu ke seluruhdunia. Ini direalisasikan dengan berdirinya Gereja setelah Yesus naik ke surga.Kini tugas Gereja ialah membuat Kristus dan Injil-Nya dikenal di seluruh bangsadi dalam dunia ini. Warta gembira bagi kita hari ini ialah hendaknya kita terlebih dahulumenjadikan diri kita kuat, matang, mampu dan unggul sebagai pengikut Kristus,sebelum kita dapat membawa sesama atau saudara kita datang berjumpa denganTuhan. Kita hendaknya tidak boleh seperti orang Farisi yang mampu mengajarkandan berbicara tetapi membuat orang-orang jauh dari Tuhan. Kita harus berangkatdari diri kita, barulah kita mencapai dan membimbing orang lain.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa.... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk menjadi teladanyang sesungguhnya bagi sesama kami di dalam kata dan perbuatan kami setiaphari. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Amaria, SSpS dari Paroki Salib Suci Nanzan di Keuskupan Nagoya, Jepang. Hosea 8: 4-7.11-13; Mazmur tg 115: 3-4.5-6.7ab-8.9-10; Matius 9: 32-38.YESUS BUKAN LAWAN SEPADAN ROH JAHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Yesus Bukan Lawan Sepadan Roh Jahat.Seorang pastor diundang satu keluarga untuk berdoa dan mengusir roh jahat yangmerasuki salah seorang anggotanya. Pastor membawa peralatan yang diperlukanseperti air suci, salib Yesus, juba dan stola. Begitu orang kerasukan itumelihat pastor datang dari depan rumah, ia menampakkan wajahnya sepertiseseorang yang ingin berperang melawan musuh. Ia terlihat sangat kuat. Pastor tampak tenang di hadapannya. Ia berani berbicara dan yang keluardari mulutnya ialah firman Tuhan, sehingga membuat orang yang kerasukan itudiam. Keberaniannya semakin berkurang dan membuatnya menjadi lemah sekali. Iamenjatuhkan dirinya ke tempat tidur. Sementara itu sang pastor tetap berdoa danberulang kali mengucapkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yesus bekerja di dalam diri pastor tersebut. Yesus adalah Tuhan, jadi samasekali ia tak dibuat gemetar, takut atau lari oleh roh-roh jahat. Yesus sayangkepada orang yang sakit, sementara roh jahat tidak mendapatkan sayang tetapiteguran, hardikan dan tekanan untuk keluar. Roh jahat sendiri lebih dahuluketakutan melihat Yesus. Ia tahu Yesus jauh lebih kuat, maka ia takut. Makasering roh jahat juga memohon dikasihani juga oleh Tuhan. Sungguh jelas bahwa roh jahat yang sejahat apa pun, ia bukan lawan sepadanYesus Kristus. Keuntungan ada di pihak kita yang menjadi pengikut Kristus. Kitaselalu berpaling kepada Yesus untuk memakai kekuatan-Nya, melalui wakilresmi-Nya yaitu imam, untuk mengusir roh jahat yang merasuki manusia. Atausetiap orang yang percaya dapat langsung mengusir godaan dan rasukan roh jahatdalam nama dan kuasa Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberikan rahmat dan kekuatan untuk pengusiran roh-roh jahatatau setiap pengaruh jahat melalui sakramen-sakramen di dalam Gereja. Secarakhusus melalui sakramen permandian, tobat dan Ekaristi, kita sudah dipenuh olehkuasa Allah yang maha tinggi untuk melawan setan dan segala kekuatannya. Adabanyak peran yang kita mainkan dalam pengusiran pengaruh jahat di dunia ini,misalnya melalui pengetahuan dan kebijaksanaan, dengan doa dan bekerja, dalamkedewasaan dan rela berkorban, serta dengan disiplin dan kesetiaan. Pekerjaan mengusir roh jahat dan pengaruh dunia yang mematikan adalah tugasyang sangat besar dan banyak. Pada waktunya masing-masing, Yesus dan nabi Amosbekerja sendiri dalam menunaikan tugas tersebut. Saat ini yang mewakili TuhanYesus dan nabi Amos sudah sangat banyak, yaitu kita semua. Kita harus dapatmenjalankan tugas yang penting ini, sambil Tuhan sendiri yang membimbing kita,karena bagaimana pun Tuhan harus menang.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa, penuhilah kami dengan kuasa-Mu sehingga kami mampumelawan segala pengaruh jahat yang dibawa oleh roh-roh jahat dan segala tipumuslihatnya. Bapa kami yang ada surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Amos 9: 11-15; Mazmur tg 85: 9.11-12.13-14; Matius 9: 14-17.GAYA PESTA DAN GAYA PUASA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gaya Pesta dan Gaya Puasa. Seorangremaja perempuan merayakan ulang tahunnya ke-17 dengan meriah. Kebanyakan yanghadir ialah teman-teman sekolahnya, dan masing-masing membawa hadiah baginya.Keluarga juga menyiapkan hadiah spesial bagi gadis yang sebagai anak sulungdari tiga bersaudara itu. Perayaan pesta itu dirayakan di pinggir pantai dengansuasana yang sangat alami dan pada saat cuaca yang sangat cerah. Gadis itusangat bersyukur pada hari ulang tahunnya itu. Sangat sulit memahami apalagi melaksanakan sebuah pesta atau perayaan tanpaadanya kehadiran orang-orang terkait. Sebuah pesta berisi perjumpaan,pembicaraan, cerita, makan-minum, hal-hal seremonial, bernyanyi, berjoget,bersuka-ria, santai dan menikmati kegembiraan satu sama lain. Dalam pemahamanseperti ini, jelas sekali gayanya sebuah pesta sangat berbeda dengan sebuahpuasa. Gaya pesta adalah sebuah dunia lain dari pada gaya puasa. Di dalam berpuasa, aspek terpenting di sini ialah mengalami sebuahketiadaan dan ketidakhadiran. Aspek-aspek yang menjadi bagian dari ketiadaandan ketidakhadiran ialah seperti tidak makan minum, tak ada suasana suka riaseperti musik, menyanyi, joget, pekerjaan dan pertemuan. Ada suatu pemahamanbahwa Yang maha tinggi yang menjadi tujuan kegiatan berpuasa, tidak dekat dantidak hadir saat kita berpuasa. Jadi melalui puasa itu kita dapat memilikikesempatan untuk lebih fokus mencari dan menjadi dekat dengan-Nya. Perbedaan dua gaya inilah yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini.Murid-murid Yohanes dan orang-orang Yahudi pada umumnya tidak menyadari bahwaYesus sebagai Tuhan sedang berada bersama mereka. Mereka menganggap Tuhansangat jauh, Ia harus dicari dan diminta kedatangan-Nya. Caranya ialah denganberpuasa. Sementara para rasul serta murid-murid Yesus sedang mengalami sukacita dan pesta karena Tuhan Yesus ada bersama mereka. Nanti ketika Yesus tidakbersama lagi dengan mereka, barulah mereka berpuasa. Bagi kita saat ini, puasa tetap penting, demikian juga pesta. Gereja telahmemberikan kesempatan yang teratur bagi kita sebagai umatnya untuk menjalankanitu sesuai dengan waktunya. Puasa personal sering menjadi pilihan ketika orangingin melakukan suatu latihan rohani tertentu. Pesta juga dilaksanakan baiksecara bersama maupun personal sebagai kesempatan merayakan kehadiran bersama,Tuhan dan manusia. Pokoknya, masing-masing dijalankan dengan baik, teratur dantak boleh dicampur-adukkan. Kita perlu saling menghormati saat ada kegiatanpesta dan puasa. Kita perlu menghindari perbuatan mengganggu dan intervensimereka yang berpuasa dan berpesta. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami ingin mengikuti dengan patuhajaran-Mu tentang berpuasa dan bermati raga, maka kami mohon semoga kamidibimbing selalu di dalam Roh-Mu untuk dapat menjalankannya dengan benar danbaik. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 12: 1-11; Mazmur tg 34: 2-3.4-5.6-7.8-9; 2 Timotius 4: 6-8.17-18; Matius 16: 13-19.DUA ENGSEL PINTU GEREJA Renungan kita pada hari ini bertema: Dua Engsel Pintu Gereja. Ada seorangpastor paroki sedang mengunjungi umatnya yang tinggal jauh di pedalaman, yangjauh dari pusat paroki. Di salah satu stasi ia menemukan pintu gereja yanghampir copot dari tempatnya bergantung. Alasan utamanya ialah karena dua engselpintu itu sudah nyaris putus. Jika keduanya putus total, maka pintu gerejatidak bisa lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Pastor berbicara dengan penanggung jawab stasi supaya segera memasangengsel baru dan pintu gereja berfungsi kembali. Gereja tidak bisa dibiarkanterbuka karena binatang liar dapat masuk dan membuat kerusakan di dalamnya.Namun tidak ada toko di kampung untuk mendapatkan engsel baru. Jika harusmembeli, orang harus pergi ke kota yang memakan waktu sekitar dua hari. Namundemikian, pastor menemukan di dalam tasnya ada dua engsel yang sudah bekaspakai. Dua engsel itu kemudian dipasangkan ke pintu gereja tersebut, meskipunkeduanya tidak seragam dan tidak sepadan dengan pintu gereja. Kalau kita memandang dan memahami Gereja kita secara rohani, yaitu umatAllah, kita dapat menggambarkan dua profil yang merupakan fondasi Gereja, yaituSanto Petrus dan Paulus, dengan dua engsel pintu gereja tadi. Sejak Gereja yangkudus ini berdiri, kedua rasul ini berperan sangat penting untuk membuat pintuGereja berfungsi dengan sesungguhnya. Tugas yang mereka terima dari YesusKristus sungguh menjadikan mereka saksi-saksi iman yang unggul. Keunggulan dan dedikasi iman yang amat tinggi telah dirintis oleh Petrusdan Paulus bagi kita. Petrus adalah figur kepala yang mempersatukan, menguatkandan mengakarkan iman kita kepada Kristus. Pengakuannya akan Yesus Kristusmerupakan pegangan iman sangat dasar yang menjadi pengakuan iman Gereja. Paulusadalah figur Gereja yang misioner dan inklusif, yang pada intinya memberikannilai universalitas Gereja. Ia bersaksi telah melakukan tugas misioner itusampai ke ujung bumi, sampai garis batas dunia ini. Jadi jasa mereka berdua yang memang sampai akhir hayatnya, meninggalsebagai martir di Roma, meninggalkan kepada Gereja kita untuk sepanjang masasuatu dedikasi dan komitmen kepada Kristus sampai batas terakhir perjalananpanjang hidupnya. Kita juga mesti dapat mengikuti teladan kedua rasul ulungini. Dua jempol kita untuk Petrus dan Paulus, dua jempol juga buat kitamasing-masing dan kita semua, untuk menunjukkan tanda kebanggaan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha pengasih dan penyayang, pandanglah kami putradan putri-Mu yang berusaha belajar dari teladan Santo Petrus dan Paulus tentangberharganya komitmen dan dedikasi kepada-Mu dan sesama kami. Semoga kami setiadalam iman kami sampai batas terakhir yang Engkau kehendaki dari kamimasing-masing. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Helen Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 24: 8-17; Mazmur tg 79: 1-2.3-5.8.9; Matius 7: 21-29.RUMAH BATU VERSUS RUMAH PASIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Rumah Batu Versus Rumah Pasir.Ketika Yesus mengumpamakan bangunan yang tidak kuat menghadapi bencana hujan,banjir dan topan yang bakal menghancurkannya, Ia sejalan dengan pemikiranpenulis kitab Amsal yang berkata: Ketika angin-topan melanda, orang-orangberdosa ikut dibinasakan, tetapi orang-orang benar akan bertahan sampaiselamanya (Ams 10,25). Ada dua orang ibu saling berbagi cerita tentang anaknya masing-masing yangsedang kuliah di kota. Masing-masingnya tinggal di kota yang berbeda-beda.Orang tua dan keluarga masing-masing di kampung sangat berharap supayaanak-anaknya tekun dengan hidup rohaninya meski mereka harus juga tekunbelajar. Pada waktu masih berada di rumah dan sebelum kuliah, mereka tekunberdoa pribadi, doa bersama di lingkungan, dan perayaan Misa tiap hari minggu. Ketika sudah jauh dari rumah, ceritanya sudah berubah. Satu dari duamahasiswa itu memiliki cerita yang menggembirakan. Suasana di kos tempat iatinggal, pergaulan dan di kampus menuntut dirinya harus memiliki ketahananrohani yang kuat. Kebiasaan doa pribadinya menjadi semakin kuat dan ia terlibatdalam kegiatan kepemudaan di paroki. Ia tekun dengan Misa tiap hari minggu,bahkan mengikuti juga misa harian. Mahasiswa ini adalah sebuah rumah baturohani, seperti yang digambarkan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Cerita tentang mahasiswa yang lain justru sangat berbeda. Lingkunganhidupnya di kota telah mengubahnya menjadi seorang muda penentang, berwatakkeras, dan suka terlibat dalam kejahatan. Beberapa kali ia menjadi targetkejaran pihak keamanan tetapi ia selalu lolos. Kehidupan rohaninya sudahkacau-balau. Ia mengakui diri sebagai orang beriman yang percaya kepadaKristus, tetapi hidupnya yang nyata sangat bertentangan dengan imannya. Orangmuda ini adalah contoh bangunan rumah pasir yang juga digambarkan oleh Injilhari ini. Iman yang tumbuh sebagai rumah batu merupakan suatu kehidupan yang dijalanioleh orang-orang beriman dengan dua ciri penting, yaitu mendengarkan perkataanTuhan dan melakukannya di dalam kenyataan. Sebaliknya mereka yang mendengarkantetapi tidak melakukan, mereka itu tergolong kehidupan iman sebagai rumahpasir. Di dalam kehidupan kita, sering terdapat dua jenis orang ini yang hidupdi dalam satu keluarga, komunitas, lingkungan, dan Gereja. Di sini terjadiujian sesungguhnya. Masing-masingnya berusaha untuk menang. Jika rumah batu kehidupan iman menjadi lebih kuat, kuasa dan kemuliaanTuhan akan merajai seluruh kehidupan kita. Tetapi jika rumah pasir yang lebihkuat, maka bencana-bencana akan segera melanda kehidupan kita, sepertipengalaman pahit bangsa Israel yang dikalahkan dan dibuang ke Babel. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami dengan pertumbuhan iman kami yangsehat dan dewasa supaya kami dapat berkontribusi dalam memperkuat KerajaanAllah di dalam dunia ini. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
[POD] Kebaktian 2 Bulan OikumeneHUT ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)GKP Jemaat BandungMinggu, 31 Mei 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Keesaan Tubuh Kristus Yang Mengalami Syalom Allah Bersama Seluruh CIptaan"Bacaan Alkitab : Yesaya 42 : 10Pelayan Firman : Pdt. Williams D. Tanamal, S.Fil. @GKP Bandung Mei 2026
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Genesia Grizelda Sudarju, Pricillia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang dan Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kejadian 34: 4b-6.8-9; Mazmur tg T.Dan 3: 52.53.54.55.56; 2 Korintus 13: 11-13; Yohanes 3: 16-18.ALLAH YANG TRITUNGGAL Tema renungan kita hari ini Minggu, Hari Raya TritunggalMahakudus ialah: Allah Yang Tritunggal. Mario, seorang murid kelas 5 SD sedangmengerjakan PR namun karena ia tak menemukan jawaban, lalu ia bertanya kepadabapanya: “Papa, Tuhan Allah itu satu tetapi punya tiga pribadi, apamaksudnya?'” Bapak itu diam sejenak dan menjawab, “Itu sulit sekali untukdijawab nak. Tanyakan itu ke Mamamu di sana.” Mario dekati ibunya, “Mah, ‘Tuhanitu satu tetapi punya tiga pribadi, apa maksudnya?'” Jawab ibu, “Mama tak bisajawab, pekerjaan masih banyak. Kamu belajar saja di sana ya!” Esok harinya di sekolah, Mario melaporkan kepada guru, “BuGuru, tak ada jawaban. Bapak dan ibuku tak bisa menjawab. Kalau Bu Guru,jawabnya apa ya?” Guru itu diam sejenak, lalu menjawab: “Jawabnya nanti saja yaMario. Lebih baik marilah kita lanjutkan pelajaran.” Mario merasa kecewa. Dibuku tulisnya ia menjawab sendiri pertanyaan itu kira-kira begini: Kitabertanya terus saja tentang artinya Tritunggal mahakudus, jawabannya tak mestididapat sekarang, atau mungkin tak perlu tahu juga. Yang penting bisa sebutnama-Nya dan percaya.” Kesulitan umum orang beriman ialah tak sepenuhnyamengetahui dan mengerti bagaimana atauseperti apa Tritunggal itu. Satu Allah tiga pribadi ada dalam hafalan kita.Kita menyebut nama-Nya di dalam doa-doa dan ibadat. Kita rayakan pesta dan hariraya-Nya. Kita beriman kepada-Nya sejak pembaptisan dan ditetapkan oleh-Nya didalam Sakramen Penguatan. Tetapi pengetahuan kita terbatas tentang Dia. Kitasempat dengar dan belajar di sana sini, tetap saja kita tak puas. Jadijawabannya tak mesti sekarang, atau mungkin tak perlu juga mendapatkan jawabanyang sungguh memuaskan. Bagaimana atau seperti apa keadaan dan kehidupan satuAllah tiga pribadi secara persis tak ada yang tahu. Tak ada kitab suci dantradisi tersendiri tentang mereka. Kita hanya tahu dalam definisi tertentukarena Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan dan mengajarkan di dalam Injil. Diamengatakan itu sebagai misteri besar iman kita, yaitu persekutan tritunggalyang tak dapat terpisahkan. Tugasnya Yesus ialah menyatakan kemuliaan Allah itukepada kita: Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, dan untuk mempersatukankita semua dengan Tuhan di dalam satu persekutuan kasih. Persekutan kasih didunia ialah Gereja. Tujuan terakhir yang akan dicapai oleh kita orang-orangberiman ialah memasuki persekutuan sempurna di dalam kemuliaan abadi Tritunggalitu. Perutusan dari Yesus dan Roh Kudus sama, karena Yesus katakan kepada paramurid dan kita semua bahwa Roh Kuduslah yang akan mengajarkan kita dalam semuakebenaran. Yang dimaksudkan ialah kebenaran tentang Allah, misteri agungTritunggal suci. Meskipun pengetahuan kita terbatas tentang Tritunggal kudusitu, yang penting kita tak boleh hilang iman dan kesetiaan kita kepada-Nya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tritunggal suci, semoga Allah Bapamelindungi dan memenuhi kami dengan segala kemurahan, semoga Allah Putramempersatukan dan menyelamatkan kami sebagai satu kawanan umat kesayangan-Mu,dan semoga Allah Roh Kudus terus mengajarkan dan menerangi kami dalam segalakebenaran tentang kebesaran kemuliaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam namaBapa ...
Bukan kebetulan Tuhan memberikan Roh-Nya yang Kudus pada hari raya Pentakosta. Hari dimana pemeluk agama Yahudi berkumpul untuk merayakan berkat dan kehadiran-Nya, dipakai Tuhan untuk mengaruniakan Roh-Nya dari Surga. Apakah kuasa Roh Yang Kudus itu diberikan kepada setiap orang yang berkumpul saat itu? Atau, kepada siapakah Roh itu diberikan? Sudahkah saudara menerima penyertaan Roh Kudus?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 24 Mei 2026.Kirim pesan
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik dari Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 18-25; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Markus 10: 32-45.KITA SUDAH DITEBUS DENGAN DARAH YANG MAHAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita SudahDitebus dengan Darah yang Mahal. SantoPetrus, sebagai pemimpin para rasul dan kepala Gereja perdana, memberikankeyakinan yang kuat kepada umat bahwa keselamatan manusia bukanlah sesuatu yangmurah atau biasa saja. Dalam suratnya, ia menegaskan bahwa kita telah ditebusbukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah Kristus yang mahal. Yesusmenunjukkan kasih yang paling sempurna ketika Ia rela menerima penderitaan,hukuman, dan wafat di kayu salib demi menyelamatkan manusia dari dosa. Salibbukan tanda kekalahan, tetapi tanda cinta Allah yang begitu besar kepada dunia. Petrus sendiri menyaksikan langsung bagaimana Yesusmenjalani sengsara-Nya. Ia melihat Guru yang tidak bersalah itu dihina,dicambuk, dan akhirnya disalibkan. Pengalaman itu mengubah hidup Petrus secaratotal. Ia yang dahulu pernah takut dan menyangkal Yesus, akhirnya menjadipewarta yang berani. Ia memahami bahwa kasih Kristus bukan sekadar kata-kata,melainkan pengorbanan yang nyata. Karena itu, Petrus ingin agar setiap orangKristen hidup dengan keyakinan bahwa mereka sangat berharga di mata Allah. Kasih Kristus yang begitu besar seharusnya menggerakkanhati kita untuk hidup dalam kasih pula. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih,tetapi Ia sendiri melaksanakannya sampai tuntas. Para rasul dan murid mengikutiteladan itu. Mereka menghadapi ancaman, penolakan, penjara, bahkan kematiandemi mempertahankan iman mereka kepada Kristus. Banyak dari mereka akhirnyawafat sebagai martir. Mereka percaya sudah menjadi milik Tuhan yang telahmenebus mereka dengan darah-Nya sendiri. Kesadaran bahwa kita ditebus dengan harga yang mahalharus membentuk sikap hidup kita setiap hari. Kita bukan orang yang tidakberarti. Kita dicintai dan diselamatkan oleh Kristus sendiri. Karena itu, hidupkita tidak boleh dipakai untuk dosa, kebencian, atau sikap acuh terhadapsesama. Setiap tindakan kasih, pengampunan, kesabaran, dan pengorbanan kecilyang kita lakukan menjadi jawaban atas kasih besar yang sudah lebih dahuludiberikan Tuhan kepada kita. Sikap Kristen yang benar ialah menjaga hati agar tidakmengecewakan Yesus. Kita berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya bukankarena takut dihukum, tetapi karena kita mengasihi Dia. Orang yang sadar bahwadirinya telah ditebus darah Kristus akan berjuang hidup setia, jujur, dan penuhkasih. Ketika jatuh dalam dosa, ia akan bangkit kembali dan memohon belas kasihTuhan, sebab ia tahu bahwa Kristus telah menyerahkan hidup-Nya demi dirinya. Mari kita memandang salib Kristus dengan hati yangpenuh syukur. Di sana kita melihat harga diri manusia yang sesungguhnya. Tuhansendiri rela menyerahkan nyawa-Nya agar manusia memperoleh hidup. Makajanganlah kita menyia-nyiakan kasih sebesar itu. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah, kami bersyukur atas kasih-Mu yang amat mulia dan besar untukmenyelamatkan kami melalui pengorbanan diri Tuhan Yesus Kristus. Semoga kamisenantiasa menghayati kasih yang sama. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 10-16; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3c-4; Markus 10: 28-31.PERTOBATAN YANG TIDAK SIA-SIA Renungan kita pada hari ini bertema: Pertobatan yang TidakSia-Sia. Santo Petrus sebagai pemimpin Gereja perdana memiliki tanggung jawabsangat besar untuk memelihara dan mempertahankan iman umatnya. Para anggotaGereja yang kian hari kian bertambah merupakan para baptisan baru. Sebelumnya,mereka adalah penganut kepercayaan, falsafah atau ideologi lain, yangkebanyakan dianggap sebagai kafir oleh kaum Yahudi. Pilihan mereka untuk meninggalkan kepercayaan atau alirankeyakinan yang lama dan menganut Kristen yang dikepalai oleh Kristus dipandangsecara umum sebagai suatu pertobatan. Petrus mengajarkan dan membimbing merekauntuk bertobat yang sungguh-sungguh atau bertobat yang tidak sia-sia. Petrusbukan berbicara tanpa dasar tentang pertobatan yang tidak sia-sia. Dasarnyaialah pengalamannya sendiri bersama rekan-rekan rasul dan para murid Yesus yangpertama. Pada awalnya di sekitar Galilea di daerah Yudea, Petrusdan rekan-rekannya itu adalah penganut Yahudi. Mereka sama dengan semua umatYahudi yang lain. Mereka memiliki kitab-kitab hukum Musa dan semua tradisikeberagamaannya. Tetapi Yesus Kristus datang dan membawa perubahan dalam hidupmereka. Kehidupan yang baru yang dibawa oleh Yesus menyempurnakan apa yangsudah diwariskan oleh agama Yahudi dan tradisinya. Itu yang kemudian haridinamakan Kristen. Petrus dan rekan-rekannya mengalami sendiri pertobatan, danpertobatan itu bukan suatu kesia-siaan. Apa yang dimaksud dengan pertobatan tidak sia-sia itu?Penginjil Markus pada hari ini memberikan satu definisinya. Pertobatan itubukan sekedar meninggalkan suatu hidup lama dan mengakui hidup baru. Itu samadengan orang yang meninggalkan satu tempat dan tiba di tempat tujuan yang baru.Cukup saja di situ. Di tempat yang baru ia tidak tahu mau berbuat apa ataubersikap seperti apa. Ini bukan sebuah pertobatan yang diminta oleh Tuhan. Itusama saja dengan pertobatan yang sia-sia. Sebaliknya, Petrus dan rekan-rekannya membuat pertobatandengan isinya ialah penyangkalan diri dan semua saja yang melekat pada dirisendiri bahkan seperti anggota-anggota keluarga, lalu yang lebih menantang lagiialah rela menjalani hidup dalam penderitaan dan penganiayaan. Ini adalah suatupertobatan yang sangat bermakna. Jadi seseorang yang bertobat sungguh-sungguhialah dia yang tetap sebagai pribadi manusia di dunia tetapi dengan pakaian,tubuh, dan sikap-perilaku Yesus Kristus. Seorang pribadi yang melekat denganbudaya dan tradisinya, tetapi isi hati, pikiran, kehendak, pola hidup, dansemangat hidup adalah Yesus Kristus. Itu adalah pertobatan yang tidak sia-siaatau suatu hidup baru yang radikal. Pertobatan ini yang menghidupkan Gerejasepanjang zaman.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga, berkatilah kami supaya imanyang kami akui kepada Kristus bertahan hari ini dan sampai selama-lamanya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 87: 1-2.3.5.6-7; Yohanes 19: 25-34.KARUNIA SEORANG IBU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatuhari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yangmemimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkatpenutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu ituada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakanmereka. Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatudari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Merekasemua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yangberbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun.Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang laindiancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancamtidak disiapkan makanan favoritnya. Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagirumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinyadengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketigabapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapisesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupanyang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita iniadalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatanyang ingin merusak dan membinasakan kehidupan. Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini,yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untukseluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan palingkentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putra-nya sendiri, YesusKristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itusecara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagiakan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”! Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungidan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerjasama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruhanggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu,Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setandan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkanGereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawananitu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yangdiwartakan oleh bacaan pertama hari ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami didalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancamanmusuh yang mematikan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Renungan D'Message || NPD DALAM GEREJA II Ps. Steven Liem
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elisabeth Yunyun Sinsur dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Kisah Para Rasul 25: 13-21; Mazmur tg 103: 1-2.11-12.19-20ab; Yohanes 21: 15-19.PEMBENARAN KITADARI TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Pembenaran Kita Dari Tuhan. Adaseorang remaja SMP bernama Thomas yang dikenal sangat nakal baik di rumahmaupun di sekolahnya. Ia sudah menerima berbagai jenis hukuman. Hampir semuaorang menganggapnya jelek. Hanya kedua orang tuanya yang masih memiliki harapanbahwa Thomas dapat berubah pada suatu waktu kelak. Ibunya berpesan, bahwa saatpergi dan pulang dari sekolah ia harus sempatkan diri masuk ke gereja danberdoa, mengingat ia selalu melewati jalan di depan gereja. Pada suatu hari terjadi keributan di kelas dan sekali lagi Thomas yangdituduh sebagai pelaku utamanya, padahal sebetulnya tidak seperti itu. Iamerasa sangat disudutkan. Semua menyalahkan dia. Ketika selesai sekolah iamasuk gereja dan berdoa. Ia berseru kepada Tuhan: "Ya Yesus, saya nakaldan saya sangat sedih dengan semua perbuatan saya. Tetapi tidak semua kesalahanberasal dari saya. Hanya saya gampang sekali dituduh melakukan semua kesalahandan kekacauan. Saya ingin menyerahkan semua ini kepada Tuhan sebagai pengadilkuyang benar, karena di dunia ini tidak semua pengadilan itu benar". Pengalaman Thomas ini adalah juga pengalaman Yesus Kristus dan Santo Paulusdahulu. Mereka tidak mendapat pembenaran dari dunia ini, maka mereka datangkepada Allah pemegang kebenaran mutlak untuk mengadukan perkara pembuktiankebenaran. Pembenaran dunia ini sungguh berlawanan dengan pembenaran Tuhan,karena perhitungan dan keputusan pengadilan di dunia ini sering dipengaruhioleh nafsu duniawi dan kepentingan sesaat manusia. Singkatnya, jika kitamempertahankan pembenaran dari Tuhan risikonya ialah kita pasti bertahan untukmenanggung penderitaan di dunia ini. Ada juga jenis pengadilan lain yang dialami oleh Santo Petrus, rasul Yesusyang pertama. Yesus mengadili dia secara khusus. Kalau Yesus sendiri yangmengadili, maka akan langsung diketahui orang itu benar atau salah. Petrusdiinterogasi soal ketulusan, iman dan komitmennya untuk mengikuti Kristus. Ia harushadapi pengadilan itu supaya komitmennya dibuktikan dan tugas penting yang iaambil. Setiap pengadilan harus taat pada syarat fundamentalnya yaitu objektivitas.Nurani banyak orang dan publik yang membentuk objektivitas itu. Sedangkan suarasatu atau dua orang saja akan sangat subjektif dan itu tidak bisa menjadikebenaran. Iman kita mengajarkan bahwa kehendak Tuhan didapatkan melaluipendapat bersama dalam Gereja yang difasilitasi oleh para pemimpinnya. Disinilah kita mendapatkan pembenaran atas penghayatan iman kita. Misalnya, Andamendapatkan absolusi dalam pengakuan dosa yang diberikan oleh Gereja melaluiseorang bapak pengakuan, itu merupakan pembenaran bagi diri Anda. Tuhanmembenarkan kita di dunia ini melalui sarana dan tindakan Gereja. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, tambahkanlah keberanian dan kekuatan agarkami dapat menghadapi aneka macam kesulitan dan pengaruh jahat di dalam duniaini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 28-38; Mazmur tg 68: 29-30.33-35a.35b-36c; Yohanes 17: 11b-19.BERBAGI KARUNIA ROHKUDUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Karunia Roh Kudus. Ada satukelompok orang muda masuk ke dalam gereja untuk berdoa. Mereka berjumlah tujuhorang, empat perempuan dan tiga laki-laki. Mereka semua heran dengan dekorasidi samping altar berupa gambar tujuh karunia Roh Kudus. Masing-masing memilihsatu karunia Roh yang dianggapnya paling cocok dengan karakter dan keadaanpribadinya, yaitu karunia kebijaksanaan, pengertian, nasihat, pengetahuan,kesalehan, keperkasaan (kekuatan), dan takut akan Tuhan. Setelah berdoa, merekakembali dengan hati yang penuh gembira. Ada sebuah niat yang baik dan mulia dari mereka sebagai satu kelompok orangmuda Katolik dan sebagai pribadi masing-masing. Mereka ingin memberikankesaksian kepada orang muda Katolik lain, supaya membawa semua orang mudaKatolik di dalam persekutuan dan persaudaraan Kristiani yang baik. Mereka jugaingin menjadi rasul-rasul Kristus yang dengan rela dan tekun berbagikarunia-karunia Roh Kudus kepada sesamanya, khususnya di tempat mereka hidupdan bertumbuh. Mereka menjadi berguna kalau mereka berbagi karunia Roh Kudus. Mengapa harus berbagi Roh Kudus? Ada beberapa alasan mendasar. Pertamakarena Tuhan Allah sendiri sudah berbagi dari diri-Nya sendiri. Tuhan Allahberbagi hidup-Nya dengan manusia sehingga Putra Allah menjadi Yesus Kristus,kemudian Yesus sendiri mengutus Roh-Nya bagi kita. Allah sudah berbagi, makakita harus juga bisa berbagi. Tujuan utama berbagi ini ialah supaya persatuandan kesatuan itu dapat diwujudkan, seperti inti doa Yesus yang diwartakanbacaan Injil pada hari ini. Berbagi karunia Roh bertujuan untuk persatuan. Kedua, Roh Kudus bergerak dan berkegiatan. Ia menggerakkan setiap pribadidalam Gereja Perdana lalu menginisiatifkan kegiatan-kegiatan mereka sehinggamereka tidak tinggal diam atau bersembunyi. Santo Paulus harus bergerak danberpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena ia harus mengembangkan Gerejake seluruh pelosok bumi. Kita juga dipenuhi dan digerakkan oleh Roh Kudus agarkita dapat berbagi kasih karunia Tuhan kepada orang lain. Ketiga, Gereja itu inklusif dan menaati perintah Yesus untuk menjadikanseluruh bangsa murid-murid-Nya. Maka tak ada cara lain yang paling pas kecualimenggerakkan setiap pengikut Kristus untuk berbagi karunia-karunia Roh Kudus,yaitu menyampaikan segala kebaikan, suka cita dan kebenaran kepada seluruhdunia. Berbagi kepada sesama di dalam persekutuan Yesus Kristus merupakan hukumyang tidak dilalaikan. Berbagi kepada sesama manusia yang lain merupakan perwujudantugas Gereja kita yang apostolik. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, di dalam saat-saat penantian datangnya RohKudus, kami menaruh iman kami kepada-Mu sebagai guru dan Tuhan kami. Kuatkanlahkami dengan berkat dan kasih-Mu supaya dalam penantian ini kami selalu fokusdengan penuh devosi dan mawas diri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Thres Woen, Celine, Maria Delie dan Bryan dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus, Katedral, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 1: 12-14; Mazmur tg 27: 1.4.7-8a; 1 Petrus 4: 13-16; Yohanes 17: 1-11a.SEMUA SEHATI DI DALAM DOA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-7 ini ialah: Semua Sehati di Dalam Doa. Anjing dan kucingselalu berkumpul dan menjadi teman di belakang gereja. Makanan sisa dari dapurpastoran dan dari kantin paroki mempersatukan mereka. Tetapi ketika sedang adarenovasi gedung pastoran dan kantin paroki semua kegiatan memasak dan penjualanmakanan berhenti untuk sementara. Maka tidak ada makanan lagi bagi anjing dankucing. Kucing berkata kepada temannya:"Bagaimana caranya ya, untuk mendapatkan makanan, karena suplai makanandari dapur dan kantin nyaris tidak ada. Di manakah ibu-ibu dan kakak-kakak yangbiasanya memasak dan menjual di kantin?" Anjing yang mengerti keluhankucing, langsung menjawab: "Kamu tidak tahu? Mereka selalu memesan makananpakai online. Itu namanya dunia online. Makanya harus melek online danrajin-rajin ikut ke mana mereka pergi, kamu akan dapat makanan." Binatang-binatang dapat mengalamikehilangan kita. Tetapi Kita hanya berpindah dari gereja atau kapel ke ruangpublik media online. Dalam zaman sekarang, kita selalu berinteraksi secaraonline. Bahkan kegiatan rohani seperti berdoa, sharing iman, Misa Kudus danpengajaran iman dapat dilakukan melalui media online. Gereja kecil adalah hatikita masing-masing dan media online menjadi bangunan gereja virtual yang dapatmempertemukan setiap orang beriman yang bersama-sama ungkapkan imannya. Semangat kita untuk berdoasetelah hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dan menantikan Pentakosta tetapberkobar. Kita semua menjadi sehati dalam berdoa sebagai syarat yang harus kitapenuhi untuk menantikan pencurahan Roh Kudus. Kita mengikuti teladan para rasuldan Bunda Maria yang telah melakukan itu di dalam salah satu ruangan di kotaYerusalem, lebih dari 2000 tahun yang lalu. Persiapan untuk menyambut Roh Kudusharus dalam bentuk berdoa bersama dengan satu hati, dan bukan dengankegiatan-kegiatan lain yang bukan berdoa. Pada hari ini Tuhan Yesusmengajarkan kita tentang berdoa dengan sepenuh hati kita sendiri dan sehatidengan saudara-saudari seiman. Berdoa sebagai pribadi yang sungguh-sungguhtekun akan membuat doa bersama sebagai satu Gereja menjadi mantap dan berkenankepada Tuhan. Terlebih-lebih karena di dalam doa bersama itu selalu adakehadiran Bunda Maria sebagai Bunda Gereja, partisipasi aktif kita di dalam doabersama harus menjadi sebuah disposisi rohani yang terbaik. Sebagai Ibu yangpenuh perhatian, ia tentu mengingatkan atau menegur kita kalau sikap kitaberdoa tidak sesuai dengan tata cara Gerejawi yang benar. Dengan semangat berdoa sepertiini, kita dapat mewujudkan apa yang dikatakan Yesus di dalam Injil hari ini,yaitu: kita dapat mengenal Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar danmengenal Yesus Kristus yang telah diutus Bapa. Roh Kudus membantu kita untukbertumbuh dalam semangat doa seperti ini. Marilahkita berdoa. Dalam nama... Ya Bapa di surga, jadikanlah kami para pendoa yangbaik agar kami bertumbuh menjadi anggota-anggota Gereja-Mu yang senantiasamemuliakan Dikau dengan doa-doa kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rosalia dari Gereja Santo Yohanes Penginjil, Paroki Blok B, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 17: 15.22 - 18: 1; Mazmur tg 148: 1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd; Yohanes 16: 12-15.KITA TIDAK HANYAMENGEJAR JUMLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Kita Tidak Hanya Mengejar Jumlah. Tepatpukul 7 pagi Pastor Paroki sudah bersiap di sakristi untuk berarak menuju altardan Misa dapat segera dimulai. Pemimpin koor dan anggotanya merasa gelisahkarena umat yang hadir baru seperempat kapasitas gereja. Mereka meminta pastorsupaya sebaiknya menunggu umat lain datang baru dapat dimulai Misa kudus.Tetapi sang Pastor menjawab: "Misa tidak bergantung pada jumlah yang hadirdi dalam gereja." Sikap Pastor Paroki ini merupakan refleksi atas kenyataan di dalampertumbuhan iman dan Gereja kita, bahwa kita tidak hanya mengejar jumlah. Kitajuga sangat membutuhkan kualitas. Dalam konteks penyebaran Injil yang dilakukanPaulus dan rekan-rekannya di Athena, di arena Aeropagus, banyak sekali yangmenolak semua ajaran Paulus tentang Yesus Kristus, dan hanya satu dua orangsaja yang percaya. Jumlah ini sangat sedikit kalau dibandingkan dengan sejumlahdaerah lain yang telah mereka kunjungi. Kalau yang dikejar terutama ialah jumlah atau sebanyak mungkin pengikutbaru, hasil ini pasti sangat mengecewakan. Namun Paulus dan rombongannya tahubahwa ini adalah pekerjaan milik Tuhan, semuanya biar Tuhan saja yangmenghendaki. Di dalam Tuhan tak ada rivalitas atau perhitungan untung rugijumlah dan kualitas. Bagi Tuhan, pokoknya ada orang yang percaya, mengikuti Diadan menghidupi imannya itu dengan berkualitas. Jumlah yang ada sekarang inimerupakan realisasi pilihan Yesus atas kita dari dunia ini. Kualitas hidup kitasangat bergantung pada kemampuan kita hidup dalam terang dan bimbingan RohKudus. Bersama Roh Kudus, kita memiliki tempat di dalam Yesus Kristus. Dua kecenderungan manusia untuk mengejar jumlah dan kualitas seringmendatangkan masalah. Mereka yang mengejar jumlah saja bisa jadi lebihberambisi material, jasmani, sosial dan kesuksesan duniawi. Mereka yangmengejar kualitas saja bisa jadi lebih elitis, eksklusif, kurang mendarat dantidak realistis. Maka jalan paling baik ialah keseimbangannya, yaitu jumlahkita perlukan sekaligus kita berikan kualitas pada jumlah yang ada. Misalnya, kehadiran kita di dalam komunitas atau keluarga kurang banyak,tetapi dari kehadiran yang hanya sedikit itu dibuat sangat berkualitas yangmembawa pengaruh yang baik dan sehat. Kalau Anda berkecukupan rezeki, hendaknyakualitas kesejahteraan hidup lebih diperhatikan dan bermurah hati kepada oranglain yang kurang beruntung. Anda mungkin bertubuh kurus, namun kesehatan harusbaik. Anda kurang pintar, namun bertanggung jawab. Kita wajib membuatkeseimbangan hidup agar Tuhan berkenan kepada kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, semoga melalui bimbingan Roh-Mu, kamimenjadi pribadi-pribadi yang bijaksana dalam membuat hidup kami seimbangjasmani dan rohani, sehingga hidup kami berkenan kepada-Mu dan sesama kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
Khotbah Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya tentang gereja yang memanusiakan manusia.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 1-10; Mazmur tg 100: 1-2.3.5; Yohanes 15: 18-21.ANTARA ROH KUDUSDAN ROH JAHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Antara Roh Kudus dan Roh Jahat. Renunganini ingin membawa perhatian kita kepada dua sudut pandang tentang semangathidup yang kita miliki di dalam kehidupan kita. Dari posisi Tuhan Yesus Kristusdan semua komponen dalam perutusan-Nya, roh yang berlawanan itu pasti roh jahatdengan Setan sebagai panglima. Sedangkan dari posisi lawan, yaitu roh duniawi dan Setan sebagai panglima,roh yang berlawanan ialah kebaikan dan kebenaran yang telah dibawa oleh YesusKristus melalui pengorbanan diri-Nya dan masih diteruskan saat ini oleh Gereja.Roh jahat ini, seperti ditunjukkan dalam kitab suci, setelah tidak mampumenaklukkan Yesus di padang gurun, ia selalu menunggu saja saat yang palingtepat bagi dia untuk menggoda dan menaklukkan lagi pihak yang diinginkannya. Dua kubu, Roh Kudus dan roh jahat tentu saja berseberangan arah. Pihak manayang unggul pada akhirnya, sangat bergantung pada siapa manusia itu yang memilihuntuk berpihak sesuai dengan kehendak bebasnya. Namun dalam situasi tanpaperang, atau lebih tepatnya tidak ada konflik kepentingan, sering terjadi bahwakedua kubu ini berdampingan dalam suasana tenang. Misalnya Anda dalam suasana tenang di dalam kamar. Di dalam dirimu tidakada gangguan pikiran jahat, niat yang aneh dan perbuatan yang menyimpang. Disitu juga ada kehadiran roh jahat yang tetap menunggu saatnya dirimu lepaskontrol dan tidak menyadari diri, ia akan segera menggodai dengan maksudmenguasai dirimu. Kira-kira begitu keberadaan kita setiap saat. Begitu konflik kepentingandatang, Anda harus memilih yang baik atau jahat, yang benar atau salah. Poin yang sangat penting di sini ialah bahwa sebagai pengikut Kristus, kitamesti dapat membedakan roh yang berlawanan itu, semangat yang berseberangan,atau kepentingan yang tak sejalan dengan Yesus Kristus. Kristus telahmempersiapkan kita untuk dapat memiliki kemampuan untuk membedakan. Ia selalumenegaskan supaya kita tetap berpegang pada firman-Nya. Ia berkata, “Aku telahmemilih kamu dari dunia ini”. Kita menjadi milik Yesus, jadi kita mempunyaikemampuan untuk memastikan ada roh yang berlawanan dengan Yesus. Pengalaman initelah dialami oleh para rasul, Paulus dan Barnabas, ketika menjalani misi yangluar biasa. Para kudus adalah teladan bagi kita untuk hal ini. Siapa pun di dekat kita yang memberikan nasihat atau teguran supaya kitaharus memilih Roh Tuhan dari roh jahat, dia adalah utusan Yesus. Kita semakinmendekati pesta Pentakosta, maka hendaknya kita membuka diri dengan tulus agar Roh Kudus itulah yang memenuhi diri kita,bukan roh yang lain. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami selalu dengan berkatdan rahmat-Mu agar kami mampu melawan kepentingan-kepentingan dunia ini yangbertentangan dengan Dikau. Utuslah Roh-Mu agar memenuhi kami dan seluruh mukabumi. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christine dari Paroki Santo Gabriel di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 22-31; Mazmur tg 57: 8-9.10-11; Yohanes 15: 12-17.DALAM CINTA DANUNTUK CINTA Renungan kita pada hari ini bertema: Dalam Cinta dan Untuk Cinta. Maksudtersirat dalam kalimat ini ialah kita diciptakan oleh Tuhan Allah, melaluiperkawinan orang tua kemudian dilahirkan ibu kita masing-masing, adalah suatukejadian dalam cinta dan untuk mencintai. Kehidupan itu ada ialah karena cinta. Sumber atau pokok yang membuahkan kita adalah cinta itu sendiri, sepertiyang dikatakan dalam Surat Pertama rasul Yohanes 4, 8 bahwa Allah itu adalahkasih, Deus caritas est. Dan buah-buahdari hidup iman kita adalah cinta itu sendiri. Ini dapat terjadi karena kita selaluterhubung dengan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai pokok anggur, dan kita semuaadalah ranting-rantingnya. Hubungan cinta ini ditandai oleh perbuatan cinta terbesar Yesus Kristus,yaitu mengorbankan diri-Nya, atau mati dengan sangat keji, demi kebaikan dankeselamatan kita semua. Cinta terbesar inilah yang diwariskan kepada kita,supaya kita juga dengan cara kita masing-masing dapat berkorban diri demikebaikan dan keselamatan sesama yang membutuhkan tindakan cinta kasih. Jadi kita hidup "dalam cinta dan untuk cinta" bersumberkan padapersatuan dengan Yesus Kristus sebagai pokok kehidupan. Paling kurang ada empat poin untuk menjelaskankebenaran ini. Pertama, Tuhan telah menyirami cinta-Nya ke dalam hati kita. Initerjadi pertama kali saat pembaptisan, dan selanjutnya melalui siramanfirman-Nya, sentuhan berkat-Nya, pelukan kasih-Nya yang kita terima setiap hari.Gereja Perdana di Antiokhia sungguh dipenuhi oleh cinta kasih Tuhan melaluifirman dan ajaran untuk diikuti oleh seluruh Gereja. Kedua, Yesus sendiri perlakukan kita sebagai sahabat, dan bukan sebagaihamba. Karena itu dalam hubungan sebagai sahabat ini, Ia akan selalumengajarkan dan memberikan kita contoh bagaimana mengasihi sedemikian totalseperti yang telah dilakukan-Nya. Ketiga, komitmen cinta ialah sampai mati.Sekecil atau sesederhana apa pun cinta itu, isinya ialah berkorban dan kalauberkorban berarti orang harus mengalami kematian dari dirinya baik sebagianmaupun seluruh dirinya. Kalau kita mantap untuk mati dalam perbuatan-perbuatan cinta yangsederhana, kita akan sangat siap untuk mati dalam cinta yang lebih besar.Keempat, cinta itu dalam perwujudannya, menghasilkan buah. Misalnya sayagembira menyambut dengan senyum dan menyalami tamu yang datang, buahnya ialah,tamu itu akan menjadi betah dan menjadi sahabatku. Karena cinta yang tidakmenghasilkan buah yang baik, ia adalah kebohongan, kepalsuan dan pengkhianatan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana Engkau telah mengajarkandan memberikan kami contoh untuk mencintai dengan benar, kuatkanlah kami selaluuntuk tetap berada di dalam cinta-Mu itu dan semoga kami selalu mencintaisesama kami tanpa bosan dan lelah. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Matilda Riza Mashun dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 7-21; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.10; Yohanes 15: 9-11.TINGGALAH SELALUDI DALAM KASIH-KU Renungan kita pada hari ini ialah: Tinggallah Selalu di Dalam Kasih-Ku. Inimerupakan kalimat yang datang dari Yesus sendiri ketika menyatakan diri-Nyasungguh sebagai pokok anggur bagi kita. Jaminan tinggal bersama Dia ialahkehidupan yang dapat menghasilkan buah berlimpah sehingga mendatangkan sukacita, kebahagiaan dan keselamatan. Para rasul-Nya yang mendengar langsungpengajaran ini telah membuktikan dirinya tinggal bersama Yesus dan berbuahsebagai saksi-saksi utama Tuhan Yesus Kristus kepada seluruh dunia, menjadipewarta Injil yang sejati. Untuk mewujudkan karya keselamatan sesuai dengan kehendak Bapa, Yesusmengundang mereka yang mengikuti dan percaya kepada-Nya untuk hidup di dalamDia. Hidup di dalam Dia membuat kita menikmati kasih-Nya yang amat besar danabadi. Kita menanggapi undangan dan jaminan dari Yesus dengan iman kita bahwakita siap, kita mau dan kita rindu untuk tinggal di dalam Dia. Di dalamkesibukan setiap hari dari pagi sampai malam, undangan ini akan selalu sangatmenggembirakan kita. Bagi mereka yang selalu menghayati dengan tulus kasihTuhan, undangan Yesus ini menjadi suatu bonus tersendiri bagi mereka. Misalnya, satu keluarga yang selalu hidup dalam damai, harmoni, dan penuhcinta, ketika menerima undangan ini, mereka tentu saja mengalami suatu pertumbuhan iman yang menggembirakan.Sebaliknya, suatu keluarga atau pribadi yang tidak atau sulit mengalami kasihdi dalam hidupnya, undangan dan jaminan Tuhan Yesus ini harus merupakaninisiatif Ilahi yang hendak membawa mereka kembali kepada Tuhan, dalam pelukankasih-Nya yang sangat indah. Mereka tidak usah malu, tidak perlu takut atau harus menghindari rasa kurangpercaya, karena yang mengundang dan memberikan jaminan adalah Tuhan sendiri.Mereka harus yakin bahwa cinta kasih Tuhan jauh lebih kuat dan pastimengalahkan semua kekurangan manusiawi tersebut. Cinta kasih Tuhan dapatmenyembuhkan dan memberikan semangat untuk memulai hidup yang baru. Atas dasar cinta kasih itu dan terutama dalam nama Tuhan Yesus Kristus,misalnya para rasul membuat konsili di Yerusalem, untuk memperkuat satuvisi-misi yang bersumber pada Yesus Kristus saja. Mereka berdiskusi, berdebatdan berselisih atas perbedaan-perbedaan yang ditemukan. Karena alasan cintakasih, mereka mencapai solusi dalam terang Roh Kudus, lalu sampailah merekapada keputusan yang memberikan keuntungan bagi Gereja. Marilah kita mengulangi lagi undangan Yesus tersebut: Tinggallah di dalamkasih-Ku. Kita tidak boleh menolaknya, tetapi dengan gembira menyambutnya! Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan yang maha baik, semoga cinta kasih dari-Mumenguasai hidup kami, dan kami dengan gembira menyambut undangan Yesus Putra-Muuntuk selalu tinggal di dalam kasih-Nya. Bapa kami yang ada di dalam surga.Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ivan dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 1-6; Mazmur tg 122: 1-2.3-4a.4b-5; Yohanes 15: 1-8.BERBUAH MELIMPAHDI DALAM YESUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbuah Melimpah di Dalam Yesus. Didalam masa Paskah, selain tema tentang roti hidup dan gembala yang baik, adajuga yang sangat menarik ialah tentang pokok anggur. Tuhan Yesus menjelaskanidentitas diri-Nya dengan aneka simbol, dan salah satunya ialah pokok anggur. Intinya, Tuhan sendiri senantiasa menyatu dengan umat-Nya dan memenuhisetiap orang beriman dengan segala karunia-Nya. Dengan demikian sebagai pribadimaupun sebagai umat Allah, kita dapat melangsungkan hidup di dunia ini sesuaidengan rencana-Nya. Simbol yang pas untuk mengajarkan hal ini ialah pokokanggur. Yesus adalah pokok anggur itu, kita adalah setiap rantingnya, dan Bapadi surga sebagai pemilik. Bahwa di dalam Gereja selalu ada perbedaan pemahaman iman, itu merupakandinamika hidup ranting-ranting yang sering bergesekkan karena terpaan angin dantimpahan air hujan. Perbedaan-perbedaan itu tidak mungkin merusak kehidupan karenapokok anggur, yaitu Yesus Kristus hanyalah satu. Semua perbedaan pemahamanpasti akan menemukan solusi pada Yesus Kristus saja. Jadi dari pada fokus ke perbedaan-perbedaan, yang lebih utama ialahperhatian kepada buah-buah sebagai hasil kehidupan di dalam Yesus Kristus yangpasti akan mempersatukan dan memajukan kita bersama. Buah-buah ini tentu sangatberguna bagi hidup iman kita. Buah pertama ialah kesucian dan evangelisasi.Kita sebagai pribadi dan umat Allah mengakui kalau kesucian itu adalah cita-citakita. Kita ingin melihat sendiri bahwa kesucian dari Tuhan itu diterima juga olehorang lain melalui kegiatan evangelisasi yang kita lakukan. Kedua ialah kemauan dan keberanian untuk memangkas bagian ranting, yaitupola hidup yang kering dan tak berguna, dibuang dan dibakar. Ini adalah buahkoreksi, perbaikan, pertobatan dan pembaharuan diri. Ketiga ialah kesempatanterbuka lebar untuk tumbuh dan menjadi pribadi atau komunitas yang baru setelahdilakukan koreksi dan pembaharuan. Keempat, oleh karena itu kita tentu sangatbahagia untuk selalu terhubung dengan Yesus sebagai pokok anggur, karenaterlepas dari Dia akan sangat berbahaya bagi kita. Kelima, jika senantiasa menyatu dengan Yesus, kita bakal berbuah melimpah.Buah-buah itu tidak mungkin berasal dari pohon lain, selain Yesus Kristussendiri. Keenam, dengan demikian kita mempunyai alasan dasar untuk selalumemuji dan memuliakan Allah dan Bapa kita. Ketujuh, martabat kita sebagai putra-putriBapa merupakan kedudukan sangat istimewa dan terhormat. Kedelapan, maka itukita diutus oleh Tuhan untuk pergi dan menghasilkan buah-buah yang berguna, dankesembilan, tidak hanya berbuah tetapi kita mesti mampu bertahan dalam segalabentuk kesulitan dan penderitaan. Marilah kita berdoa. YaTuhan, buatlah kami selalu dapat berbuah dalam kasih persaudaraan dan pelayanankasih sebagai cara kami melakukan kehendak-Mu, yang berguna bagi kami dansesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angela Efrasia Netty dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 19-28; Mazmur tg 145: 10-11.12-13ab.21; Yohanes 14: 27-31a.DAMAI ADALAHSENJATA KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Damai Adalah Senjata Kita. YesusKristus ketika berada di dunia telah mengalami aneka bentuk penderitaanmanusiawi sebagai akibat dari dosa dan kejahatan manusia. Berhadapan dengansemua itu, Ia tidak melawan tetapi justru menerima dengan tenang, mengampunidan mendoakan mereka yang melawan atau menganiayai Dia. Ia melawan itu dengan senjata damai dari Bapa-Nya. Para pengikut-Nya, mulaidari para rasul sampai ke generasi kita saat ini, disiapkan dengan sedemikianrupa untuk dapat mengalami segala bentuk penderitaan yang sudah Ia alami. Pararasul terbukti siap menghadapi semuanya dan mereka tidak gentar apa pun, karenasenjata damai jauh lebih kuat dari pada senjata apa pun. Paulus dan Barnabasmenunjukkan itu ketika mereka membangun dan memperkuat eksistensi Gereja darisatu tempat ke tempat yang lain. Gereja dan pengikut Kristus di segala tempat dan zaman hingga saat ini jugamenyadari bahwa prediksi Yesus tidak meleset, yaitu bahwa piala penderitaanyang Ia telah minum, diminum juga oleh para pengikut-Nya. Senjata damai yangsama tetap dipakai, dan kalimat terkenal yang selalu diulangi dalam perayaanEkaristi menegaskan keampuhan senjata itu, “Damai Kutinggalkan bagimu, damai-KuKuberikan kepadamu.” Yesus Kristus memberikan kita damai dari diri-Nya ini sebagai senjata yangsangat berguna, dan saat paling pas untuk memakainya ialah ketika kita beradadalam tekanan, bahaya dan ancaman dalam bentuk apa pun. Ia sudah menyiapkankita dengan strategi ini. Ia sudah tahu bahwa yang akan terjadi bagi setiappengikut-Nya adalah rupa-rupa kesulitan dan penderitaan. Bahkan kebaikan dan kebenaran apa pun yang diperbuat para pengikut dalamnama-Nya, penderitaan dan kesulitan bakal mereka terima. Karena kebaikan dankebenaran Kristus sangat bertentangan dengan budaya dan gaya orang-orang didunia ini yang sudah terjangkiti oleh dosa dan kejahatan. Tetapi Yesus dan parapengikut-Nya tidak menyerah dan takut. Salib memang harus dipikul dan bukandikutuk atau dibuang. Setelah salib ada kemenangan. Anda kebangkitan. Jadi kita mesti bersyukur dan merasa beruntung karena Yesus Kristus telah mempersiapkankita untuk menghadapi situasi terburuk di dunia ini, mempersenjatai kita dengandamai dari diri-Nya sendiri. Bayangkan jika ia mempersenjatai kita denganpedang atau senapan, bisa jadi profil kitasebagai Kristen saat ini mungkin menjadi yang terburuk di dunia. Damai dariYesus justru berguna untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Di situlahkemenangan yang sesungguhnya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ...Tuhan Yesus Kristus, penuhilah hati kami dan Gereja-Mudengan damai dari-Mu sendiri, karena damai itu yang menjaga dan melindungikami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christian Tandiary dan Thres Woen dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Katedral dan Arthur J. Homeric dari Paroki St. Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 1-7; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.18-19; 1 Petrus 2: 4-9; Yohanes 14: 1-12.YESUS ADALAH JALAN BAGI KITA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-5 ini ialah: Yesus Adalah Jalan Bagi Kita. Pada suatu hariMinggu pagi, seorang pastor bersiap untuk merayakan Misa di salah satu parokiyang berjarak 20 kilometer dari tempat ia tinggal di kota. Ia menyetir mobilmelewati jalan yang bekelok-kelok dengan kecepatan antara 60-80 km per jam.Tetapi pada saat tinggal 3 kilometer sampai di gereja , jalan yang menujugereja paroki ditutup. Ada kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh wargamasyarakat setempat. Semua kendaraan harus memilih jalan lain. Waktu untuk perayaan Misa tinggal20 menit. Ia harus mencari jalan lain, biarpun yang berukuran pas untukdilewati mobil, agar segera sampai di gereja. Awalnya ia kehabisan akal dan tidak tahu harus berbuat.Tetapi ia segera menyadari bahwa GPS (navigasi) di handphone dapat membantu. Iamenyetel GPS untuk mengarahkannya ke gereja. Dalam waktu kurang dari 10 menit iasudah berada di halaman parkir gereja, tepat waktunya untuk persiapan diri disakristi dan Misa akan segera dimulai. Ibarat GPS yang mengarahkan kitajalan dengan memakai suara, grafik arah jalan, peringatan dan pemberitahuanyang kita perlukan, GPS di dalam perjalanan iman kita juga melakukan pekerjaanyang sama. GPS dalam iman kita ialah Tuhan Yesus Kristus. Ia menyebutkanidentitas diri-Nya sebagai jalan yang kita lalui untuk sampai kepada tujuankita, yaitu keselamatan dan persatuan kita dengan Bapa di surga. Sebagai jalanbagi kita, Ia memberikan kita kebenaran yang menjadi makanan utama kita supayakita memiliki kehidupan yang sesungguhnya dan sepenuhnya. Kehidupan yangsempurna ialah di surga. Firman Tuhan hari ini palingkurang memberikan kita dua refleksi betapa fundamentalnya pendasaran iman kitapada Tuhan Yesus sebagai jalan kita. Pertama ialah Tuhan Yesus Kristus sebagaipenyelamat kita. Di tengah bahaya dan kesulitan yang menimpah hidup kita, Iamenjadi solusi dan jawaban sehingga kita tidak dapat binasa dan mati. Kejadiandi dalam Gereja Perdana di Yerusalem, adalah perpecahan di antara paraanggotanya. Tapi kuasa Allah datang untuk menyelamatkan Gereja denganditetapkannya enam orang diakon. Kedua ialah Tuhan Yesusmemberikan kita martabat yang tinggi, yaitu panggilan menjadi kudus. Iamerahmati kita sebagai bangunan rohani yang suci dan suatu imamat yang kudus.Dengan begitu, kita menerima dari-Nya tugas besar untuk menguduskan dunia.Bersama dengan Dia, kita akan membawa dunia ini dan segala ciptaan melaluijalan Yesus Kristus yang menuju kepada Bapa. Jalan kekudusan pertama-tamaberguna bagi kita sendiri, kemudian berguna juga bagi orang-orang yang kitalayani di dalam perutusan kita masing-masing. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur danmemuji-Mu karena Engkau senantiasa sebagai jalan kami untuk sampai kepada Bapa.Semoga kami tetap setia mengikuti jalan ini. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Filicia Chandra dari Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 44-52; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3cd-4; Yohanes 14: 7-14.GEMBALA YANGBAIK MENGHADIRKAN BAPA KEPADA KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Gembala Yang Baik Menghadirkan BapaKepada Kita. Kemarin dalam menjawab kekurang-pahaman rasul Thomas, Yesusmenunjuk diri-Nya sendiri sebagai perantara kita untuk sampai kepada Bapa. Hariini, rasul Filipus yang mewakili banyak di antara kita memperlihatkankekurang-pahaman dan pencariannya akan sosok Bapa seperti apa. Jawaban Yesus merupakan yang paling telak, kalau boleh dikatakan jawabankunci, karena memperlihatkan tujuan semua pencarian dan ziarah kita di duniaini. Yesus menjawab dengan menghadirkan Bapa sendiri, maka Ia berkata begini: melihatAku, berarti melihat Bapa, mendengar Aku, berarti mendengar Bapa, hidup bersamaAku berarti hidup bersama Bapa. Ini gunanya supaya semua menjadi tahu danpercaya bahwa Bapa berada di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. Bapa dan Akuadalah satu. Persekutuan Bapa dan Putra itu terjadi dalam hubungan kasih dengankomunikasi di antara mereka, dan hubungan ini terjadi di dalam Roh Kudus. Justrujawaban yang diberikan kepada Filipus dan semua orang yang mencari tujuanterakhir hidup ini ialah Tritunggal Allah. Tak ada jawaban lain lagi yangmelebih jawaban ini. Berjumpa Bapa dalam diri Yesus dan dalam persekutuan RohKudus telah mempertegas komitmen para rasul, dan mereka bertahan dengankomitmen itu sampai mati. Yesus menghadirkan Bapa kepada kita berarti tentang kenyataan Tuhan Allahsesungguhnya. Tuhan tampak dengan segala kemurahan dan belas kasih, sementarakita manusia tampak terangkat sampai pada level untuk berjumpa dengan Dia. Saatinkarnasi, Tritunggal hadir dalam Putra yang dikandung dalam rahim PerawanMaria, dilahirkan dan diasuh dalam sebuah keluarga bersahaja. Dalam seluruhpelayanan publik Yesus, Tritunggal juga ada di sana untuk bekerja bagipenebusan umat manusia. Di penghujung karya di dunia, Tritunggal di surgamenyambut kita dalam kehidupan abadi sebagai tanda keselamatan kekal yang sudahtersedia abadi bagi kita. Bagi kita sebagai pengikut Kristus, pertanyaan seperti Filipus dan Thomassepatutnya tidak relevan. Kita bukan dalam posisi untuk mempertanyakan bahkanmeragukan apakah Yesus dan Bapa adalah satu. Posisi kita sesungguhnya adalahsaudara dan saudari Yesus, atas dasar itulah kita diajarkan doa “Bapa Kami”untuk menjadi doa kita yang fundamental. Doa itu sungguh menjadikan kitaanak-anak atau putra dan putri Bapa yang mahabaik. Yesus sungguh gembala yangbaik, karena Dia tahu yang kita butuhkan: menjadi putra-putri kesayangan Bapadi Surga.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang mahabaik, terima kasih berlimpah atas martabatkami sebagai putra dan putri-Mu terkasih karena kami mengambil bagian dalamkehidupan Putra-Mu Yesus Kristus. Semoga kami tetap hidup dengan martabat inidan mempertanggung jawabkannya pada saat ajal kami nanti. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Diana Fargo dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 26-33; Mazmur tg 2: 6-7.8-9.10-11; Yohanes 14: 1-6.GEMBALA MEMBUATKITA NYAMAN DAN BETAH Renungan kita pada hari ini bertema: Gembala Membuat Kita Nyaman dan Betah.Rasa nyaman kita sebagai manusia selalu terkait dengan hubungan antar pribadisatu dengan yang lain. Sedangkan rasa betah kita lebih terkait dengan suasanadi sekeliling dan hal atau barang yang kita pakai. Misalnya Anda merasa nyamandengan teman-teman di dekatmu, dan pada saat yang sama Anda juga betah dengan suasanakerja sama dan lingkungannya yang tenang. Tuhan Yesus sebagai gembala yang baik memberikan kita rasa nyaman dan betahdalam pengertian seperti itu. Yesus membuat kita nyaman bersama Dia dan sesamaorang beriman. Yesus membuat kita betah berada di dalam rumah-Nya, yaituGereja, juga dengan semua pengajaran dan perintah-Nya. Ungkapan yang sangat pasuntuk ini ialah yang dikatakan Yesus pada hari ini: jangan gelisah hatimu,percayalah kepada Allah, percayalah kepada-Ku. Bersama Bapa-Ku dan Aku, semuapasti menjadi betah dan nyaman. Tetapi tidak semua orang sepikiran tentang menjadi nyaman dan betah di dalamKristus. Ada orang yang tidak langsung paham. Selalu ada interpretasi yangberbeda. Misalnya rasul Thomas bertanya, tunjukkan dong seperti apa? Lalu Yesus berkata: Aku adalah jalan, kebenarandan kehidupan. Penegasan ini sudah cukup untuk memperkuat rasa nyaman dan betahkita bersama dengan Dia. Yesus memberikan kuasa kepada para pelayan Gereja untuk memberikan rasanyaman dan betah ini bagi setiap Umat Allah. Seperti Petrus, Santo Paulus jugaberdiri pada level otoritas pengajaran yang sama, berkotbah tentang semuakebenaran dalam Yesus Kristus. Ini sungguh memberikan rasa nyaman dan betahbagi semua pendengarnya, terutama kaum non-Yahudi yang belum percaya yangsangat kritis dan skeptis. Mereka bisa menerima pengajaran Paulus dan akhirnyamemilih untuk menjadi pengikut Kristus. Lalu pertanyaannya ialah, siapakah yang paling bertanggung jawab denganrasa nyaman dan betah ini? Yang jelas bukan Tuhan dan para pemimpin Gereja yangbertanggung jawab. Mereka memberikan perhatian dan kasih sayang atas nama cinta.Menjadi nyaman dan betah bukan pertama-tama urusan mereka. Jadi rasa nyaman danbetah itu harus pertama-tama diciptakan oleh kita masing-masing. Hal ini sama dengan kenyataan bahwa bukan urusan kita untuk menolak ataumenerima bapa dan ibu kita. Mereka adalah karunia Tuhan bagi kitamasing-masing. Tapi hal tentang rasa nyaman dengan bapa dan ibu sendiri, ituadalah tanggung jawab kita sendiri. Anda dan saya harus menciptakannya. Rasabetah dan nyaman dengan Tuhan dan Gereja merupakan tanggung jawab kita sendiri. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan maha kuasa, kami memuji-Mu selalu karena kemuliaandan kebesaran-Mu menaungi seluruh hidup kami. Perkuatkan rasa nyaman dan betahkami sehingga kami dapat mempersembahkan diri kami dengan lebih tulus kepada-Mudan kepada sesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elisabeth Yunyun Vinsur dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Kisah Para Rasul 12: 24 - 13: 5a; Mazmur tg 67: 2-3.5.6.8; Yohanes 12: 44-50.SELURUH BANGSAMEMUJI TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Seluruh Bangsa Memuji Tuhan. Kalimatini merupakan ulangan mazmur tanggapan dari liturgi pada hari ini. Kemarin kitamenyinggung tentang kenyataan kehadiran identitas Katolik di seluruh pelosokbumi dan bagaimana kita merasa terhubung satu sama lain sebagai orang-orangKatolik. Salah satu cara untuk mengungkapkan semua bentuk rasa dan koneksi ituialah bahwa seluruh bangsa di dunia memuji Tuhan. Kisah Para Rasul dalam bacaan pertama mengatakan bahwa firman Tuhan terustersebar dan semakin menumbuhkan hidup Gereja. Pesan, kata-kata, informasisampai di telinga dan hati orang-orang lebih cepat bahkan mengalahkan kendaraanatau mesin apa pun yang berkecepatan tinggi. Sampai saat ini dengan adanyaalat-alat teknologi informasi, cepatnya jangkauan firman Tuhan memang takterbantahkan. Hasilnya, tidak hanya jauh lebih banyak orang, tetapi pentingsekali bahwa setiap pribadi manusia menerima pesan-pesan Yesus Kristus. Ini merupakan satu alasan seluruh bangsamemuji Tuhan. Terwujudnya kenyataan bahwa firman Tuhan mencapai hati setiap manusia diseluruh dunia, sangat bergantung pada pekerja-pekerja pembawa kabar gembiraitu. Gereja Perdana menggambarkan ini misalnya dengan mengutus Barnabas danPaulus untuk suatu perutusan lebih luas dan melebar melampaui batas wilayahyang sudah ditargetkan. Kita berterima kasih atas inisiatif Gereja, tentu sajaberkat gerakan karya-karya Roh Kudus, yang selalu bersemangat dalam perutusandan evangelisasi. Para pekerjanya tidak hanya para imam, biarawan dan biarawati yang telahmemenuhi sejarah pertumbuhan Gereja di seluruh dunia. Saat ini justru banyaksekali orang beriman awam yang bergiat sungguh-sungguh menjadi misionaris disetiap tempat hidup dan kerja mereka. Kesaksian mereka sungguh-sungguh kuat danmembumi karena mereka bersentuhan langsung dengan suasana kehidupan nyata danorang lain yang ada bersama dengan mereka setiap saat. Ini juga sebagai alasanpenting seluruh bangsa memuji Tuhan. Yesus sendiri berkata bahwa terang sungguh sudah ada di dalam dunia. KarenaIa sendiri adalah terang itu, kegelapan pun hilang. Bagaimana mungkin para pengikut-Nyajustru tidak menikmati terang itu? Mereka mestinya yang pertama mengalaminya,lalu menjadi terang itu sendiri dan pada gilirannya menerangi juga dunia ini.Bentuk paling konkret kehadiran terang itu ialah Firman Tuhan Yesus Kristusyang Ia dapatkan langsung dari Bapa di surga. Jadi, bertekun dalam Firman Tuhan dan menghidupinya secara benar merupakancara kita menerangi dunia ini. Ini juga menjadi alasan mengapa kita harusmemuji Tuhan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, bantulah kami selalu untuk menjadi terangbagi dunia ini melalui firman-Mu yang kami tekuni tiap hari. Dengan demikiankami selalu bersemangat untuk memuji Tuhan. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 11: 1-18; Mazmur tg 42: 2-3; 43: 3.4; Yohanes 10: 11-18.GEMBALA YANGBAIK SUKA BAU SEMUA DOMBA Tema renungan kita pada hari ini:Gembala Yang Baik Suka Bau Semua Domba. Seorang Suster biarawati berceritabahwa ia menjaga dan membina anak-anak asrama dengan semangat pengorbanan yangtidak mengenal lelah. Para gadis yang tinggal di asrama pergi dan pulang darisekolah atau universitas yang berbeda-beda. Ia harus mendampingi satu per satu,supaya ia dapat mengenal mereka secara pribadi dan membina masing-masingnyasesuai dengan kepribadiannya itu. Ia memperlakukan setiap anak asrama itusebagai anak-anaknya sendiri dan mereka dengan spontan menjadikan Suster itusebagai ibu mereka sendiri. Ada cerita lain dari Stefania, seorangpemudi 23 tahun dan sulung dari empat bersaudara. Ketiga adiknya masih kuliahdan sekolah di SMP dan SMA, sedangkan ia sendiri sudah bekerja. Kedua orangtuannya sering bepergian ke luar kota dan luar negeri karena urusan bisniskeluarga. Stefania yang harus bertindak sebagai kakak sekaligus orang tua bagiketiga adiknya. Ia memastikan diri untuk selalu mengetahui di mana adik-adiknyaberada dan apa yang sedang mereka lakukan. Setiap adiknya juga mengetahui bahwakakak mereka selalu memantau dan mengikuti mereka kapan dan di mana pun. Merekamerasa sangat disayangi oleh sang kakak. Suster biarawati dan Stefania merupakancontoh figur gembala yang baik, yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus. Yangdiinginkan oleh Yesus ialah seorang gembala yang suka dengan bau semuadombanya, maka Ia rela berkorban bagi kebaikan mereka. Nilai spesial untukgembala yang baik yang suka bau semua dombanya, ialah bahwa Tuhan tidak jijikdan tidak menyerah dengan bau domba-domba itu. Ia malah suka dengan baudomba-domba yang lain lagi. Bau mereka yang berbeda beda itu sangat disukai dannantinya diubah menjadi harum karena kasih dan kerahiman-Nya. Yesus katakan inidalam Injil hari ini, bahwa domba-domba lain di luar kandang atau jangkauan,juga perlu mendapatkan penggembalaan-Nya. Demikian juga santo Petrus yangberhasil membawa orang-orang yang di luar batas teritori Yahudi, untuk menjadianggota Gereja Perdana. Gembala yang baik yang suka bau semuadombanya, belum realisasikan oleh seluruh Gereja. Gereja kita yang kudussenantiasa mengajak dan mengundang seluruh anggotanya, supaya menjaga danmemperhatikan satu sama lain tanpa kenal lelah dan tanpa membeda-bedakan orangyang dilayani. Semoga setiap dari kita, baik imam maupun awam, baik biarawanmaupun orang pada umumnya, semakin menjadi gembala yang diinginkan oleh TuhanYesus. Semua bau mereka mesti dapat menarik kita semua untuk semakin menyatudan membantu mereka sehingga dapat menjadi anak-anak Tuhan yang bertanggungjawab dan mandiri. Marilah kita berdoa... Dalam nama Bapa...Tuhan Yesus Kristus,perkuatkanlah kami dengan semangat-Mu sebagai gembala yang baik, semoga kamidapat menjadi gembala-gembala yang baik kepada sesama kami, dengan tanpamembeda-bedakan orang dari latar belakangnya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Fransiska, FSGM dari Paroki Katedral Kristus Raja Tanjung Karang di Keuskupan Tanjung Karang, Lampung, Indonesia. 1 Petrus 5: 5b-14; Mazmur tg 89: 2-3.6-7.16-17; Markus 16: 15-20.MARKUS SI MURID OTENTIK Renungan kita pada hari ini bertema: Markus Si MuridOtentik. Yang membedakan antara murid otentik dan yang bukan ialah ketekunan,kesetiaan, dan produktivitas. Santo Markus penginjil digolongkan dalam muridotentik karena ia memenuhi tiga kriteria tersebut. Ia tekun sebagai murid rasulPetrus, setia pada ajaran-ajaran YesusKristus, dan berproduktif dalam perjalanan misioner Gereja perdana. Berguru kepada seorang guru yang baik merupakan pengalamanistimewa setiap murid. Relasi yang formatif dan penuh kepercayaan menumbuhkanfondasi pembentukan diri dan pembelajaran yang sesungguhnya bagi si murid.Pengalaman Petrus dan Markus cukupmenggambarkan bahwa berkat Tuhan Yesus Kristus dan bimbingan Roh Kudus telahmembuahkan di dalam mereka suatu kerja sama yang ideal dalam terlaksananyaperutusan Gereja Perdana. Santo Petrusmengungkapkan hubungan ini dengan menyebut Markus sebagai anaknya sendiri. Persekutuan yang kuat antara guru dan murid dan dapatdiperbesar lingkupnya menjadi orang tua dan anak, Tuhan dan manusia merupakansuatu kekuatan. Apalagi kalau persekutuan itu dapat disamakan dengan sebuahsenjata yang ampuh. Manfaat kekuatan ini ialah seperti yang diuraikan dalambacaan pertama hari ini dari surat Santo Petrus yang pertama (5, 6-14):lawanlah si iblis yang berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaummencari orang untuk ditelannya, lawanlah itu dengan iman yang teguh. Ini adalahtandanya menjadi murid Yesus yang sesungguhnya. Markus terbukti sangat setia pada ajaran-ajaran YesusKristus, yang pada akhirnya mencapai panggilannya sebagai seorang penulisInjil. Roh Yesus Kristus sungguh bekerja dalam dirinya, terutamamenginspirasikan dirinya untuk menulis. Tradisi suci Gereja menyebutkan bahwaInjil ini mendekati yang otentik. Ini sebenarnya menegaskan bahwa Injil Markusmerupakan injil yang paling pertama ditulis, dibandingkan ke-3 Injil lainnya.Luas tulisannya paling sedikit atau singkat, dan menurut tradisi tulisan seperti itu lebih mendekati aslinya. Mengikuti pesan Yesus supaya para rasul dan murid pergiseluruh dunia untuk mewartakan Injil kepada segala bangsa, Markus mengambiltugas ini dengan serius. Ia menjadi teman perjalanan Petrus sekitar dunia Timur Tengah, kemudian masuk ke Roma dandunia Eropa. Tradisi menyebut bahwa St. Petrus wafat sebagai martir di Roma, sedangkan St. Markusmenjelajahi Italia dan dipercaya wafat di bagian utara Italia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha baik, terima kasih ataspilihan-Mu penginjil Markus yang mengajarkan kami tentang kebenaran-Mu. Semogakami semakin mencintai kitab suci. Bapa kami yang ada di Surga,dimuliakanlah nama-Mu ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Aturan ImanDiambil dari: 1 Yohanes 2:26 (TB)“Semuanya itu kutuliskan kepadamu tentang orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.”Wonder Kids, setelah gereja mula-mula memeriksa apakah sebuah kitab berasal dari rasul, mereka juga menguji hal lain. Ujian kedua disebut “aturan iman.” Apa maksudnya? Artinya, apakah isi kitab itu sesuai dengan ajaran yang sudah dipercayai dan diajarkan oleh para rasul sejak awal? Kalau ada tulisan yang mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Yesus, tentu itu tidak bisa diterima.Misalnya: Kalau ada tulisan yang berkata bahwa berbohong itu baik — padahal Alkitab jelas berkata Tuhan membenci dusta (Amsal 12:22) — maka tulisan itu tidak sesuai dengan iman Kristen. Atau kalau ada yang mengajarkan bahwa kita tidak perlu mengasihi sesama, itu jelas bertentangan dengan ajaran Yesus. Gereja mula-mula sudah mengenal inti pengajaran iman Kristen, yaitu siapa Yesus, apa yang Ia ajarkan, bahwa Ia mati dan bangkit, serta bahwa keselamatan adalah anugerah AllahSetiap kitab diuji: Apakah ini sejalan dengan kebenaran yang sudah diterima sejak awal? Jadi kitab-kitab dalam Alkitab bukan dipilih secara acak. Isinya diuji supaya tetap setia kepada kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kenali firman Tuhan dengan baik supaya kamu tidak mudah disesatkan oleh ajaran yang terdengar menarik tetapi tidak sesuai dengan Alkitab.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku mengenal firman-Mu dengan benar supaya aku tidak mudah tersesat. Jaga hatiku dalam kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Kebenaran sejati selalu sejalan dengan firman Tuhan yang sudah dinyatakan sejak awal. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angelina Tanardi dari Paroki Katedral Kristus Raja di Keuskupan Jayapura, Indonesia. Kisah Para Rasul 9: 1-20; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 6: 52-59.MENJADI ALAT PILIHAN TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menjadi Alat Pilihan Tuhan. Ketikaseorang anak yang masih dalam kandungan, kemudian dilahirkan dan mengalamihidupnya sebagai kanak-kanak, banyak perkiraan yang baik diharapkan kelakterjadi padanya. Pasangan suami dan istri yang baru satu tahun menikah, jugamemiliki bayangan tentang anak mereka yang baru beberapa hari lahir dengansehat. Seorang bayi laki-laki yang sangat dibanggakan kedua orang tuanya. Suami berkata bahwa anaknya itu bakal memiliki kemiripan dengan dirinyayang cocok mengabdi kepada masyarakat di bidang politik dan sosial. Berbedadengan istri, bayi laki-laki, yang katanya memiliki wajah mirip dengannya itu,lebih tepat mengabdikan diri sebagai pendidik seperti dirinya yang adalahseorang guru. Namun siapa yang tahu dengan pasti bahwa di masa depan anak inimenjadi seperti yang diperkirakan atau sangat berbeda dari perkiraan itu? Kitaharus mengakui sebagai sebuah kebenaran bahwa kepastian itu hanya ada padaTuhan. Maka benar seperti yang dikatakan oleh pandangan umum bahwa manusia yangmerencanakan atau mempersiapkan, tetapi pada akhirnya Tuhan-lah yangmenentukan. Sebuah persiapan tetap sebagai syarat yang tidak bisa dihindari,karena hal itu merupakan bagian dari perintah dan kehendak Tuhan. Firman Tuhandalam kitab suci tentang bersiap sedia atau berjaga-jagalah, merupakan poinutama dari perintah tentang persiapan itu. Tujuan yang penting sekali sebuahpersiapan ialah supaya siapa pun orang yang bersangkutan, akan dipakai olehTuhan sebagai alat-Nya untuk suatu tanggung jawab atau tugas tertentu. Ada sebuah misi Tuhan yang besar setelah Yesus Kristus yang bangkit naik kesurga, yaitu Gereja perdana yang harus dibuat menjadi Gereja dunia. Injil harusdiwartakan ke seluruh dunia, maka jangan hanya diketahui oleh orang-orangYerusalem dan sekitar Palestina. Maka sebuah persiapan besar harus dibuat.Semua orang dibuat amat kaget, karena persiapan itu harus melalui sebuahmujizat besar, yaitu pertobatan Saulus yang dikenal luas sebagai musuh Tuhandan penganiaya ulung Gereja Perdana. Ia ditobatkan dan dijadikan rasul ulunguntuk menginjili dunia di luar Palestina. Ia mendapat gelar rasul tetapi bukanmenjadi bagian yang ditetapkan sebagai lingkaran kedua-belas rasul. Pengalaman pertobatan Saulus, yang nanti berubah nama menjadi Paulus,merupakan titik baliknya untuk menjadi seorang rasul sejati. Sekali ia menjadibagian dari Yesus, ia tidak pernah menyerah akan tugas yang berat di depannya,bahkan mundur selangkah pun dalam menjalankan misinya sebagai seorang rasul.Tuhan Yesus pada hari ini mengajarkan bahwa untuk menjadi seorang murid danrasul-Nya yang sejati seperti Paulus, kita harus dapat makan tubuh-Nya danminum darah-Nya. Kita dibaptis untuk tujuan tersebut. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, baharuilah diri kami agar kami dapat menjadipengikut-Mu yang sejati. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Otoritas RasulDiambil dari: Mazmur 32:8 (TB)“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”Wonder Kids, ketika gereja mula-mula memutuskan kitab mana yang benar-benar firman Tuhan, mereka tidak asal memilih. Ada beberapa “ujian” atau kriteria penting. Ujian pertama adalah: Apakah kitab itu memiliki otoritas rasul? Artinya, apakah kitab itu ditulis oleh seorang rasul — orang yang dipilih langsung oleh Yesus — atau oleh seseorang yang sangat dekat dengan para rasul?Sebagai contoh, Matius dan Yohanes adalah rasul. Markus menulis berdasarkan kesaksian Petrus. Lukas adalah rekan pelayanan Paulus.Gereja mula-mula tidak menerima begitu saja tulisan siapa pun yang mengaku berbicara tentang Yesus. Mereka bertanya:Apakah orang ini benar-benar saksi mata?Apakah ia terhubung langsung dengan para rasul?Mengapa ini penting? Karena para rasul adalah saksi langsung kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Firman yang berasal dari mereka memiliki otoritas khusus. Seperti di sekolah: tidak semua orang bisa memberi nilai ujian. Hanya guru yang punya otoritas. Begitu juga, tidak semua tulisan tentang Yesus otomatis menjadi Kitab Suci.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hargai bahwa Alkitab kita berasal dari saksi-saksi yang benar-benar dekat dengan Yesus.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai para rasul untuk menyampaikan kebenaran tentang Yesus. Tolong aku percaya dan hidup menurut firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Alkitab berdiri di atas kesaksian para saksi yang benar-benar mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erlin dari Paroki Santo Yosep Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 8: 1b-8; Mazmur tg 66: 1-3a.4-5.6-7a; Yohanes 6: 35-40.DENGARKANORANG-ORANG TERPILIH Tema renungan kita pada hari ini ialah: DengarkanOrang-Orang Terpilih. Ada anekdot yang berkata bahwa pada saat perutusanmurid-murid dan rasul-rasul ke seluruh penjuru dunia, Yesus yang telah bangkitberpesan bahwa, "Sebagai laki-laki kalian tidak perlu risau karena tidakditemani oleh perempuan. Di mana pun kalian berada selalu ada perempuan yangmembantu dalam berbagai urusan pekerjaan Gereja." Meskipun ini hanyalahadekdot, tetapi di dalam kenyataan sungguh benar adanya. Fakta menunjukkan bahwa di dalam semua urusan Gereja, parawanita sangat penting peranannya. Selain kita temukan contoh-contohnya di dalamkitab suci, di dalam sejarah Gereja pun ditunjukkan, seperti yang dilakukanoleh Katarina dari Siena. Ia dapat dianggap sebagai seorang penasihat PausGregorius VII yang handal, terutama ketika Bapa Suci yang sedang diasingkan diAvignon (Spanyol), ia mempengaruhinya untuk kembali ke Vatican, di Roma. Ituterjadi pada tahun 1370. Banyak peran lain yang luar biasa dari Katarina bagikebaikan Gereja. Mulai dari Bunda Maria, Santo Yosef, hingga ke orang-orangkudus seperti Katarina dari Siena, mereka semua adalah orang-orang terpilih danterpercaya yang perlu kita dengarkan dan teladani. Kita pantas mengikuti dan mendengarkan mereka, karenamereka menafsirkan ajaran Kristus secara benar dan berusaha menjalankannya.Yesus Kristus sendiri telah meninggalkan ajaran-Nya kepada para saksi-Nya itu,dan Gereja selalu menghadirkan mereka sebagai model yang benar dan teladanhidup mereka tidak akan hilang ditelan waktu. Mereka menjadi contoh dalam aspekkebajikan, ajaran iman dan moral, serta kesucian dengan sinarnya yangterang-benderang. Jadi menolak mendengarkan Gereja, berarti melawan Kristussendiri dan berakibat pada hukuman dosa. Satu pelajaran penting buat kita ialah bahwa ajaran danpengetahuan iman telah menjangkau seluruh pelosok bumi dan ke dalam hati setiapmanusia, berkat pekerjaan para rasul dan pelayan Gereja yang penuh dedikasi danpengorbanan. Intinya ialah ajaran dan pengetahuan iman itu hendaknya memberikansemangat hidup yang baru dan mempertahankan kita ketika kesulitan atau bahayadatang mengancam. Yesus adalah roti hidup yang menjadi makanan kita. Kita hidupdan bertahan karena Dia adalah sumber kekuatan dan pengharapan kita. Bukankah nantinya orang yang menggunakan sarana ini secaraefektif, pengetahuannya tentang Tuhan memadai dan siap selalu mewartakannyakepada sesama, ia dapat dianggap sebagai orang terpilih yang pantasdidengarkan? Bisa jadi orang itu adalah Anda. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, bersabdalah kepada kami,sehingga kami mendapatkan kekuatan dan semangat baru, terutama di saat-saatkami dalam kesulitan hidup. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Kisah Para Rasul 7: 51 - 8: 1a; Mazmur tg 31: 3cd-4.6ab.7b.8a.17.21ab; Yohanes 6: 30-35.SIAPAKAH KITA INI DI DALAM TUHANRenungan kita pada hari ini bertema: Siapakah Kita ini di dalam Tuhan.Kalimat ini bukan sebuah pertanyaan untuk dijawab, tetapi pernyataan yangberisi identitas kita sebagai pengikut Kristus dan umat Tuhan. Ini menyambungrenungan kita kemarin tentang pekerjaan kita pertama dari Tuhan Allah yaitu berimankepada-Nya. Ketika kita melakukan pekerjaan rohani ini di hadirat dan di dalam Tuhan,di sana kita tidak menemukan pertama-pertama Tuhan yang bekerja. Kita temukanpertama-tama siapa Dia Tuhan itu. Identitasnya Tuhan seperti apa dankeber-adaan-Nya itu menjelaskan siapa Dia terhadap kita dan kita terhadap Dia.Bukan pekerjaan atau tugas yang menjadi kesibukan kita pertama-tama di antarakita, tetapi kehadiran, keberadaan dan pengetahuan yang menandakan hubungankita. Oleh karena itu pertanyaan kerumunan orang Yahudi kepada Yesus, “Pekerjaanapakah yang Engkau lakukan kepada kami supaya kami dapat melihat dan percayakepada-Mu?” merupakan suatu salah paham dan ambisi untuk mendapat keuntungansendiri. Mereka langsung loncat ke pekerjaan dan urusan perut, yang kalau bisadiperoleh, tujuan mereka tercapai. Sementara itu pengetahuan, isi pikiran danhati serta hubungan dekat dan saling percaya belum terjalin, dan inilah yang sangatdikehendaki Tuhan. Yesus menjawab ketidaktahuan atau mungkin ambisi mereka dengan menunjukkanidentitasnya, “Aku adalah roti” yang sesungguhnya mereka cari. Tidak usahrepot-repot dengan yang lain-lain, tapi cukup mengenali Dia, percaya kepada-Nyadan tinggal bersama Dia. Contoh paling menarik untuk hari ini ialah Stefanusyang menjadi martir pertama di dalam Gereja kita, setelah kebangkitan Kristus.Ia seorang diakon pekerja keras dalam Gereja Perdana, tapi basis imannyasangatlah kuat. Ia menyatu dengan Kristus dalam jiwa-raganya sehingga akhirnyasiap menerima nasib dianiaya dan wafat seperti Kristus. Ketika kita sampai pada level mengenal dan mengerti Yesus sebagai RotiKehidupan, penyelenggara kehidupan, kita juga mengenal diri kita sendiri yangberada dalam penyelenggaraan-Nya. Diri Tuhan dan diri kita dalam kepribadiandan kebersamaan bertemu, dan di situlah terbentuk apa yang lazim disebut alter Kristus dalam diri kitamasing-masing. Wajah Kristus dan pekerjaan-pekerjaan-Nya akan terlihat padadiri kita masing-masing. Tidak usah lagi mencari tahu atau menyelidikipekerjaan apa yang dilakukan oleh Kristus seperti ditanyakan oleh orang banyaktadi. Yang ada ialah apa yang dibuat oleh Stefanus, hidupnya yang sama dengancara hidup Kristus. Kita wajib melakukan yang sama. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah maha baik, mengenal dan hidup di dalam Diaku adalahtujuan hidup kami yang telah diajarkan oleh Putera-Mu Yesus Kristus. Bantulahkami selalu supaya tidak berpaling dari tujuan ini dan mampu menolak pengaruhapa pun yang berlawanan dengan Dikau. Bapa kami yang ada di surga... Dalam namaBapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christine Tenges dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 8-15; Mazmur tg 119: 23-24.26-27.29-30; Yohanes 6: 22-29.PEKERJAAN PERTAMA DARI TUHANTema renungan kita pada hari ini ialah: Pekerjaan Pertama dari Tuhan.Kalimat ini tidak bermaksud untuk menunjukkan pekerjaan yang dilakukan Tuhan didalam surga sana. Yang dimaksudkan ialah perintah atau kehendak apa yang palingpertama harus dilakukan oleh manusia. Ketika ribuan orang yang puas denganmakanan dan terus mencari kebutuhan ragawi ini kepada Yesus, mereka laluditegur oleh Yesus karena telah salah pilih atau salah langkah. Mereka diingatkan untuk datang kepada-Nya dan memilih yang paling pertamadari-Nya ialah suatu pekerjaan, dan bukan makanan. Tuhan sangat bijaksanakarena mengajarkan manusia untuk bekerja lebih dahulu sebelum makan. Pekerjaanyang pertama itu ialah percaya dan taqwa kepada Bapa yang mengutus YesusKristus untuk menjadi penebus dunia. Melalui percaya dan taqwa kepada BapaAllah, makanan yang pertama didapatkan ialah Firman-Nya yang telah menjadimanusia, yaitu Yesus Kristus dari Nazaret. Pekerjaan pertama ini telah dilakukan oleh semua yang ditunjukkan di dalamkitab suci, mulai dengan Yesus Kristus yang menegaskan bahwa Ia datang untukmelakukan kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Bunda Maria dan Santo Yosef memusatkanhidupnya untuk percaya dan melakukan kehendak Tuhan. Para rasul yang semulamasih tampak labil imannya kepada Tuhan, akhirnya membuktikan dirinya sebagaipelaku firman Tuhan. Abraham dikenal sebagai bapak orang-orang yang percaya.Moses terkenal dengan hukum Tauratnya dan para nabi memiliki kualitas imannyatak bisa diragukan. Sosok yang menjadi contoh kita pada hari ini ialah Stefanus, seorang muridTuhan dan saksi kebangkitan Kristus. Ia dipenuhi rahmat dan kekuatan Allah yangmahakuasa sebagai tanda kualitas imannya, sehingga ia berani berhadapan dengantantangan orang-orang Yahudi yang melawan dia. Melalui pekerjaan ini, makananpertama yang dinikmati oleh Stefanus ialah meminum piala penderitaan bersamaYesus Kristus. Mengikuti Kristus merupakan panggilan dasar kita, yang harus diisi denganpekerjaan pertama yaitu iman dan ketaqwaan kepada Tuhan. Alasan yang dimintakepada setiap orang saat hendak dibaptis ialah iman, dan bukan harta benda,posisi, kenikmatan dunia atau nama baik. Setelah pembaptisan barulah sakramenlain diterima. Doa-doa, devosi dan aneka pelayanan di dalam Gereja sangatditopang oleh fondasi iman ini. Keutamaan iman dan ketaatan merupakan kriteriapertama untuk proses menyatakan seorang beriman resmi sebagai santo atau santaoleh Gereja. Jadi pekerjaan pertama kita dari Tuhan ialah rohani, bukanjasmani. Susah atau senang sebagai pengikut Kristus sangat diukur oleh kualitasiman yang kita akui dan kita hidupi setiap hari. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, Guru yang baik. Ajarkanlah dantunjukkanlah kami bagaimana menjadi sempurna berkat iman dan ketaqwaan yang adapada kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
Pembawa Renungan : RP. Stefanus Ardi Watuseke MSC ManadoLuk. 4:24-30.