POPULARITY
Categories
Malam hari itu bukan sekadar soal gelap. Dalam kacamata kuantum, malam adalah saat noise mereda. Gangguan elektromagnetik dari hiruk-pikuk aktivitas manusia menyusut drastis. Saat itulah antena batin kita berada dalam kondisi paling tajam. Paling peka untuk menangkap "sinyal langit" yang sepanjang siang tertutup oleh bisingnya urusan duniawi. Itulah saat terbaik untuk melakukan Quantum Entanglement—keterikatan murni dengan Sang Pencipta. Begitu Tarawih dimulai, simfoni itu bekerja secara kolektif. Gerakannya ritmis. Serentak. Berjamaah. Dalam fisika, ini mirip cahaya laser yang semua fotonnya bergerak dalam satu fase yang selaras. Inilah koherensi. Getaran fisik kita disetel ulang melalui gerakan rukuk dan sujud agar tidak lagi "kemresek". Seluruh sel dan zarah dalam tubuh mulai bergetar mengikuti nada kosmik yang agung, menciptakan resonansi yang menenangkan jiwa. Puncaknya ada pada lantunan ayat suci. Itu bukan sekadar suara merdu, melainkan transmisi data informasi kosmik yang dahsyat. Membaca Al-Quran di keheningan malam adalah proses re-programming besar-besaran terhadap "kode sumber" jiwa kita. Kita sedang mengunduh frekuensi kedamaian untuk memformat ulang batin yang selama ini berantakan. Hasilnya? Anda bukan lagi sekadar orang yang menahan lapar, melainkan instrumen Tuhan yang paling merdu. Luar biasa!
Selama berabad-abad, rumus ekonomi dunia itu sederhana tapi merusak: jika ingin ekonomi panas membara, cerobong asap juga harus mengepul hitam. Pertumbuhan ekonomi selalu dibayar dengan pemanasan global. Namun, paradigma usang itu kini sedang dibalik total. Mendinginkan bumi bukan lagi beban biaya, melainkan peluang bisnis raksasa. Inilah era di mana "hijau" bukan sekadar warna daun, tapi warna uang dolar yang mengalir deras ke kantong mereka yang peduli lingkungan. Mekanismenya ada pada transformasi nilai. Hutan yang dulu hanya bernilai saat ditebang menjadi kayu, kini justru bernilai mahal saat dibiarkan berdiri tegak menyerap karbon. Teknologi yang dulu mahal seperti panel surya dan mobil listrik, kini menjadi primadona pasar saham. Melalui perdagangan karbon, perusahaan yang berhasil menurunkan suhu bumi mendapatkan insentif finansial yang nyata. Mereka "menjual" dinginnya bumi kepada industri yang masih "panas", menciptakan siklus ekonomi baru yang saling menguntungkan. Indonesia berdiri di garis depan peluang ini. Kita punya modal alam yang dicari seluruh dunia: hutan tropis, mangrove, dan lahan gambut. Jika kita cerdas mengelolanya, kita tidak perlu memilih antara lingkungan atau kemajuan. Kita bisa mendapatkan keduanya. Dengan regulasi yang tepat dan teknologi yang mumpuni, kita bisa menjadi super power baru. Mendinginkan suhu bumi untuk anak cucu, sambil menghangatkan mesin ekonomi rakyat hari ini.
Kuliah Khas Ramadan yang berlangsung di Surau Lake Homes, Bertam, Pulau Pinang pada 19 Ogos 2011.~ Sejarah permulaan solat sunat malam Ramadan~ Nabi bimbang solat tarawih di fardhukan~ Asal usul nama solat sunat Tarawih~ Nabi buat 8 rakaat berserta 3 solat witir~ Ibadah rehat yang enjoy~ Qunut di dalam witir~ Saidina Umar seorang pemimpin "Batman" ~ Asal usul solat berjemaah tarawih~ Inilah bidaah yang baik~ Solat sepertiga akhir malam lebih baik~ Islam adalah agama yang suka kepada perpaduan, dan tidak sukakan pepecahan~ Pepecahan sangat merugikan dan mengundang kepada kebinasaan~ Kejadian di Iraq akhirnya menguntungkan musuh~ Solat tarawih dua rakaat, duduk tahiyat macam mana?~ Duduk tahiyat akhir yang disepakati oleh semua mazhab dalam solat 3 rakaat~ Perbezaan pendapat antara ulama mazhab tentang duduk tahiyat~ Kafir berbeza agama, tapi bersatu~ Alasan 8 dan 20 rakaat tarawih~ Kejadian Nabi terkejut jaga dari tidur~ Apalah fitnah yang Allah nak datangkan kepada umat Nabi?~ Umat akhir zaman akan diuji dengan soal akidah~ Kenapa Ustaz Shamsuri suka sentuh isu murtad?~ Kerana cinta sanggup tinggal Islam~ Orang agama kita nak berdakwah minta duit~ Satu ceramah minta RM1500~ Guru Tuisyen ajar agama Kristian~ Tangkapan malam tahun baru~ Apalah kemewahan yang Allah nak datangkan kepada umat Nabi?~ Umat Islam semakin kaya~ Kekayaan boleh mengubah manusia~ Kisah orang Melayu di Subang Jaya~ Sembunyi mini bar penuh arak~ Cahaya hidayah, "I tak sangka minum arak ni berdosa besar"--Dapatkan External SSD 512GB Sempena 11 Tahun Zonkuliah : https://toyyibpay.com/Zonkuliah-External-SSD-512GB--Sokong Projek Zonkuliah Dengan Menyumbang Ke Akaun Berikut : ➢ https://payment.tngdigital.com.my/sc/bDLnYClrWk➢ MAYBANK (Produksi Zonkita) - 557250054584➢ PAYPAL - paypal.me/DanaZK---☑● Doakan Dimurahkan Rezeki dan Diberikan Kesihatan Yang Baik Untuk Kami Teruskan Projek ZonKuliah ☑●✚ Untuk update terkini sila like Facebook Page kami : www.facebook.com/zonkuliah---#Zonkuliah #UstazShamsuri #KuliahAgama
26 tahun bukan waktu yang pendek untuk sebuah perjalanan panjang Radio Elshinta, ragam peristiwa menyertai perjalanan Elshinta dengan menyajikan berita dan fakta peristiwa. Sebagai radio berita tentu saja tantangan yang dihadapi menyajikan berita dengan cepat tepat dan akurat. Pentingnya peran Radio Elshinta sebagai rujukan informasi yang aktual membantu masyarakat untuk menghindari berita bohong atau hoax.Inilah penuturan Dosen dan Wartawan Senior, Norman Meoko
Did you know that IVF is not the first, but in fact the last step in a sequence of fertility treatments? In Vitro Fertilisation is regulated by state and territory laws. It can also be expensive and emotionally challenging. Here's what to expect when aiming to start a pregnancy with IVF in Australia. - Tahukah Anda bahwa IVF bukan yang pertama, tetapi sebenarnya langkah terakhir dalam urutan perawatan kesuburan? Pemupukan in Vitro diatur oleh undang-undang negara bagian dan teritori. Ini juga bisa mahal dan menantang secara emosional. Inilah yang diharapkan ketika bertujuan untuk memulai kehamilan dengan IVF di Australia.
Kursi menteri di Indonesia tampaknya bukan sekadar soal kompetensi. Di baliknya ada negosiasi panjang antara negara, partai, dan kekuatan sosial seperti PKB, Golkar, NU, hingga Muhammadiyah. Inilah rahasia “jatah kursi abadi” yang jarang dibicarakan publik.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PERJANJIAN BARU DARI ALLAHDiambil dari: Yeremia 31:31 (TB)“Sesungguhnya, Akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda.”Wonder Kids, Selama beberapa hari ini, kita sudah melihat bagaimana Yesus menggenapi banyak nubuat dalam Perjanjian Lama: Ia lahir dari keturunan yang tepat, lahir di Betlehem, masuk ke Yerusalem dengan keledai, dikhianati, disalibkan, dan bangkit pada hari ketiga.Hari ini kita melihat nubuat tentang apa yang akan dilakukan Mesias—dan itu terdapat dalam Yeremia 31:33–34. Di sana Tuhan berkata bahwa Ia akan membuat perjanjian baru dengan umat-Nya. Bukan lagi seperti perjanjian lama, di mana orang Israel harus mempersembahkan korban untuk menebus dosa mereka. Dalam perjanjian baru:Tuhan akan menulis hukum-Nya di dalam hati umat-Nya.Umat-Nya akan mengenal Tuhan secara pribadi.Tuhan akan mengampuni dosa dan tidak mengingatnya lagi.Bagaimana semua itu terjadi? Melalui Yesus! Yesus menjadi korban yang sempurna untuk menanggung dosa seluruh dunia. Karena pengorbanan-Nya, kita tidak lagi perlu mempersembahkan korban hewan. Bahkan, Tuhan memberi kita Roh Kudus supaya kita bisa mengenal Dia secara pribadi dan hidup dekat dengan-Nya. Inilah perjanjian baru—dan kita semua diundang masuk ke dalamnya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ambil waktu untuk berdoa dan ucapkan dalam hati:“Tuhan, terima kasih untuk perjanjian baru-Mu. Aku mau mengenal Engkau lebih dekat.”Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih Engkau mengundang aku masuk ke dalam perjanjian baru lewat Yesus. Terima kasih karena Engkau mengampuni dosaku dan mau tinggal di dalam hatiku melalui Roh Kudus. Tolong aku hidup dekat dengan-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: karena Yesus, kita punya hubungan pribadi dengan Tuhan—ini adalah kabar terbaik yang bisa kita terima! Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 29 Januari 2026Bacaan: "Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka." (Matius 1:21)Renungan: Bagaimanakah reaksi kita seandainya Allah hendak memberikan seorang bayi yang spesial dalam hidup kita, dengan pesan bahwa kelak anak tersebut akan menjadi gubernur atau presiden di Indonesia? Tentulah pesan tersebut sangat menggembirakan, meski sebenarnya juga dapat mendatangkan pertanyaan besar: Bagaimana dapat membesarkan anak ini dan memastikan dia agar kelak menjadi gubernur atau presiden? Bagaimana jika nanti yang terjadi tidak seperti itu? Yusuf mungkin menghadapi dilema serupa saat mendengar bahwa anak yang sedang dikandung oleh Maria, yang harus diberinya nama "Yesus" kelak akan menjadi penyelamat umat Allah dari dosa mereka. Namun, syukurlah Allah tidak membiarkan Yusuf berada dalam kebingungan, dengan menyatakan bahwa kelak anak yang akan segera hadir itu akan disebut juga "Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. Inilah yang kelak akan menjadi penentu kehidupan Yesus di dunia ini, sampai la menggenapi rencana Bapa di surga dengan berkorban di kayu salib, untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Bagi kita para orang tua, kita meyakini bahwa Allah punya rencana bagi anak yang Allah berikan kepada kita. Tentu kita harus melakukan bagian tugas kita sebagai orang tua dengan sebaik mungkin. Namun, jangan pernah lupakan faktor kunci yang membuat rencana dan kehendak Allah digenapi dalam hidupnya, yaitu penyertaan Allah. Perkara yang sama dapat terjadi dalam bidang kehidupan lainnya, karena jika Allah menyertai, maka kehendak-Nya pasti digenapi atas kehidupan umat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sertailah keluargaku selalu, agar kehendak-Mu yang terbaik terjadi atas semua anggota keluargaku. Amin. (Dod).
Halo sobat podcast INIKOPER. Pernah pusing karena kas yayasan kosong? Saya baru saja membaca buku yang sangat bagus karya Evan Wildstein. Judulnya The Nonprofiteer's Fundraising Field Guide. Isinya membongkar cara lama. Mencari dana itu ternyata bukan soal jadi tukang rayu yang agresif. Bukan juga soal jualan proposal. Wildstein justru menawarkan konsep Servant-Leadership. Intinya sederhana: penggalangan dana akan sukses besar kalau kita mau jadi pelayan bagi donatur. Kepemimpinan di sini bukan soal jabatan mentereng, tapi soal bagaimana kita bisa memengaruhi orang untuk mau bergerak bersama demi tujuan mulia. Kunci suksesnya ada di telinga, bukan di lidah. Wildstein punya aturan unik: bicaralah hanya 25 persen, sisanya 75 persen gunakan untuk mendengarkan donatur. Di podcast INIKOPER ini, kita harus belajar: jangan jualan kemiskinan atau poverty porn hanya supaya orang merasa iba. Itu merendahkan martabat manusia. Gunakan cara yang jujur. Bangun kepercayaan. Ingat, donatur itu menitipkan amanah. Jadi, tugas kita bukan cuma kirim kuitansi, tapi ceritakan dampak nyatanya. Biarkan donatur merasa bangga karena sudah membantu, bukan merasa hanya dijadikan mesin ATM. Hasilnya nyata. Riset buku ini menunjukkan organisasi yang pakai pola "pelayan" ini punya hasil dana 24,2 persen lebih tinggi. Jauh di atas lembaga biasa. Pada akhirnya, mencari dana itu soal hubungan hati, bukan sekadar transaksi bank. Kita perlu rajin bertanya ke donatur: kenapa mereka masih setia membantu kita? Kalau staf yayasan kerjanya senang dan donatur merasa dihargai, dana akan mengalir dengan sendirinya. Inilah pesan baru untuk Anda para pejuang sosial: memimpinlah dengan cara melayani. Selamat mendengarkan di INIKOPER!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Jovita dan Agus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Titus 1: 1-5; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.7-8a.10; Lukas 10: 1-9.KEPERCAYAAN ANTARA GURU DAN MURID Renungan kita pada hari ini bertema: Kepercayaan AntaraGuru dan Murid. Kepercayaan antara guru dan murid adalah fondasi yang membuatsebuah panggilan bertumbuh, sebuah perutusan menjadi kuat, dan pewartaanmenjadi berbuah. Kita melihat hal ini dengan jelas dalam relasi Santo Paulusdengan dua muridnya, Timotius dan Titus. Paulus bukan hanya “mengajar”, tetapimempercayakan tugas, menaruh harapan, dan membentuk karakter rohani mereka. Demikian juga Yesus ketika mengutus tujuh puluh muriduntuk pergi berdua-dua: Ia tidak hanya memberi perintah, tetapi memberikankepercayaan bahwa mereka mampu membawa damai, menyembuhkan, dan mewartakanKerajaan Allah. Dalam iman, kepercayaan bukan sekadar perasaan aman, melainkankeputusan untuk berjalan bersama dalam kebenaran dan misi. Keunggulan terbesar dari kepercayaan adalah lahirnyakekuatan batin untuk bertanggung jawab. Seorang murid yang dipercaya akanmerasa hidupnya bermakna: ia berani melangkah, tidak mudah menyerah, dan maubelajar dari kesalahan. Kepercayaan juga menciptakan ruang untukbertumbuh—murid tidak takut gagal karena ia tahu ia dibimbing, bukan dihakimi.Selain itu, kepercayaan memperkuat kesatuan visi: guru dan murid melayani bukanuntuk nama diri, melainkan untuk misi Tuhan. Maka, ketika Paulus mengutusTimotius dan Titus dalam pelayanan Gereja perdana, ia sedang menegaskan bahwakepercayaan dapat menghidupkan keberanian, kesetiaan, dan ketekunan dalamtugas. Namun, kepercayaan adalah sesuatu yang rapuh dan harusdijaga. Agar kepercayaan tidak hilang, yang paling penting adalah kejujuran,konsistensi, dan kerendahan hati. Kepercayaan runtuh bukan hanya karenakesalahan besar, tetapi sering karena kebiasaan kecil: tidak menepati janji,tidak transparan, menutupi kebenaran, atau mulai bekerja dengan motivasi ganda.Kepercayaan juga harus dipelihara lewat komunikasi yang jelas—seperti Paulusyang terus menulis surat, meneguhkan, mengingatkan, dan mengarahkan Timotiusdan Titus. Jika hubungan guru-murid tidak dirawat, maka jarak akan tumbuh,salah paham mudah terjadi, dan misi perlahan kehilangan daya rohaninya. Berikut contoh-contoh sederhana. Seorang guru memberi tugas nyata kepada murid, lalumendampingi dengan evaluasi yang sehat. Seorang pembina meminta murid memimpindoa atau membuat pelayanan kecil, lalu setelah selesai, guru tidak langsungmengkritik, tetapi mengapresiasi dulu, kemudian memberi koreksi dengan kasih:jelas, konkret, dan membangun. Murid pun belajar bahwa ia dipercaya, tetapitetap diarahkan agar bertumbuh. Inilah semangat Yesus yang mengutus murid-muridberdua-dua: ada tanggung jawab, ada dukungan, dan ada kebersamaan. Kepercayaanyang sejati bukan membiarkan orang berjalan sendiri, melainkan membuat orangberani berjalan karena tahu ia tidak berjalan sendirian.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahakasih, kuatkanlah iman kami pada setiap bentukpenyelenggaraan-Mu kepada kami, sehingga bertumbuhlah kepercayaan kamikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 25 Januari 2026Bacaan: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. " (Yohanes 15:12)Renungan: Apakah kita pernah melihat anak kecil menangis tapi tangisannya segera berhenti saat ia didekap ibunya? Apakah kita pernah merasakan betapa leganya ketika kita melakukan kesalahan di tempat kerja tapi ternyata reaksi bos kita hanya berkata "Sudah, tidak apa-apa. Lain kali lebih hati-hati"? Apakah kita pernah merasakan saat seorang mau mendengarkan keluh kesah kita dengan penuh empati? Atau lihatlah betapa merdekanya hati seorang yang diampuni kesalahannya. Kesedihan istri diobati oleh ucapan lembut penuh kasih dari sang suami. Rasa lelah dan stres suami mendadak hilang karena sambutan hangat istri begitu ia tiba di rumah, dsb. Banyak pengikut Yesus bingung bagaimana cara mengalirkan kuasa Allah. Sebagian lagi berpikir bahwa orang yang dapat mengalirkan kuasa Allah itu hanyalah orang yang punya karunia tertentu, memenuhi standar rohani tertentu, telah mengikuti pelatihan tertentu, terlibat pelayanan tertentu atau memiliki jabatan rohani tertentu. Padahal sesungguhnya mengalirkan kuasa Allah bisa dimulai dengan satu langkah sederhana, yaitu MENGASIHI. Dan mengasihi juga tidak selalu tentang hal-hal yang begitu besar atau dramatis, tapi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal seperti di atas. Kebutuhan utama manusia adalah dikasihi. Dikasihi berarti diterima dan dihargai apa adanya, sebagai sesama manusia yang butuh disayangi, didengarkan, diperlakukan baik, dan dihargai. Bukankah itu juga yang kita inginkan? Kadang kita terlalu rumit memikirkan bagaimana mengalirkan kasih dan kuasa Allah. Tuhan tak akan memerintahkan sesuatu yang tak bisa kita lakukan. Ketika kita mau dengan tulus mengasihi, bisa dimulai dari melakukan tindakan-tindakan sederhana yang didasari kasih dan menunjukkan penerimaan, penghargaan serta kepedulian/empati terhadap orang lain. Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, sesungguhnya kita sedang mengalirkan kasih sorgawi yang memulihkan hidup mereka. Jadi, mari kita mulai mengasihi, mulailah dari mengasihi orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa kasih-Mu, sehingga aku mampu menjadi tanda kehadiran-Mu bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan dalam hidupnya. Amin. (Dod).
Musim menuntut persiapan. Contohnya, ketika kita memasuki musim hujan maka ada sesuatu yang kita persiapkan. Kita mempersiapkan payung, mantel bagi yang berkendara, dan bagi sebuah rumah maka kita pasti akan memeriksa jikalau ada kebocoran maka kita mempersiapkan dan mengoptimalkan yang terbaik sebelum musim hujan tiba. Persiapan selalu berbicara tentang hati. Sebab ada persiapan yang tidak memerlukan tindakan penting, seperti jalan-jalan atau sekedar keluar rumah, maka yang kita persiapkan hanyalah pakian yang kita pakai, dan tidak membutuhkan waktu lama atau hal penting dalam mempersiapkan jalan-jalan tersebut. Namun beda dengan persiapan akan hari besar seperti pernikahan atau ujian seorang anak sekolah, sebab sikap hati dari persiapan tersebut menentukan hasil yang akan ia terima ketika masuk dan keluar musim tersebut. Inilah yang terjadi dengan Elia, sebab Allah membawa dan menggiring Elia kepada hal yang tidak ada dalam agendanya Elia, sedangkan Allah mau menunjukan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh Elia sebelumnya. Lalu bagaimana dengan kita saat ini, jikalau kita merasa ada musim baru yang Tuhan ijinkan bagi kita, lalu bagaimana cara meresponi musim tersebut? Mari simak jawabannya dalam Seri 2 - Merawat Hati | Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah RAJA YANG MENUNGGANGI KELEDAI MUDADiambil dari: Zakharia 9:9 (TB)“Bersorak-sorailah, hai puteri Sion… Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya, ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai…” Wonder Kids, Kitab Zakharia ditulis pada masa sulit bagi bangsa Israel.Setelah raja-raja Israel jatuh ke dalam dosa, bangsa itu terpecah dan akhirnya dijajah oleh banyak musuh. Namun Tuhan tidak menyerah pada umat-Nya. Pada zaman nabi Zakharia, orang Israel diizinkan kembali ke Yerusalem dan membangun Bait Allah. Di saat itulah Tuhan memberi nubuat yang luar biasa:Akan datang Raja sejati, bukan dengan pasukan besar, bukan dengan kekuatan perang, tetapi dengan kerendahan hati—mengendarai seekor keledai muda. Biasanya raja datang naik kuda perang, tetapi Raja yang dijanjikan Tuhan datang dengan damai. Siapa Raja itu? Yesus!Dalam Yohanes 12:14–15, Yesus masuk Yerusalem dengan menunggang keledai muda, tepat seperti yang dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya. Inilah “sidik jari” kelima yang menunjukkan bahwa Yesus benar-benar Mesias. Yesus adalah Raja yang datang dengan lemah lembut, penuh kasih, bukan dengan kekerasan. Ia datang untuk membawa damai dan menyelamatkan dunia—bukan untuk berperang seperti raja dunia lainnya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu masa sulit yang pernah kamu alami.Bagaimana Tuhan memakainya untuk membuatmu lebih dekat kepada-Nya?Ucapkan syukur bahwa Yesus adalah Raja yang lembut dan peduli padamu.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, Engkau adalah Raja yang datang dengan kerendahan hati dan kedamaian. Tolong aku selalu dekat kepada-Mu, bukan hanya saat keadaan sulit. Terima kasih karena Engkau Raja yang penuh kasih. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah Raja sejati yang datang membawa damai, bukan perang. Tuhan Yesus memberkati
Bismillah,1964. INILAH CARA MENGONTROL HAWA NAFSURiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta'ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta'ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah di:YouTube / muhammadnuzuldzikri Audioradio.muhajirproject.com/
Seringkali ide brilian anak muda untuk menyelamatkan lingkungan hanya berakhir sebagai wacana karena terbentur masalah modal. Kini, alasan tersebut tidak lagi berlaku karena Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) hadir membawa solusi nyata. Melalui sinergi kuat antara Kementerian Keuangan, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah telah menyiapkan dana ribuan miliar rupiah yang berasal dari kerja sama internasional untuk mendukung aksi nyata generasi muda di seluruh pelosok negeri. Peluang ini terbuka lebar dalam bentuk "Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan" dengan nilai hibah mulai dari 30 juta hingga 750 juta rupiah per proyek. Menariknya, ini bukanlah pinjaman melainkan hibah murni yang tidak perlu dikembalikan, asalkan digunakan sesuai rencana aksi. Baik itu program bank sampah di desa, restorasi hutan bersama Kementerian Kehutanan, hingga kampanye energi terbarukan, semua kelompok pemuda, mahasiswa, maupun komunitas lokal dapat mengaksesnya melalui proses pendaftaran online yang transparan, tanpa pungli, dan tanpa calo. Jangan biarkan krisis iklim merampas masa depan kita tanpa perlawanan. Inilah saatnya mengubah kegelisahan menjadi tindakan konkret dengan dukungan penuh dari negara. Segera bentuk kelompokmu, susun rencana aksi yang berdampak, dan daftarkan melalui laman resmi BPDLH. Masa depan bumi ada di tangan mereka yang berani mengambil inisiatif hari ini—buktikan bahwa anak muda Indonesia bukan sekadar penonton, melainkan motor utama solusi perubahan iklim dunia!
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 13 Januari 2026Bacaan: "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." (Mazmur 91:1-2)Renungan: Suatu ketika ada beberapa orang bekerja sebagai penggali tambang. Sudah beberapa lama mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi, bisa dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin dalam. Suatu hari, tiba-tiba semua aliran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu dan dalam sekejap terjadilah hiruk pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan hanya berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang atau menabrak apa saja. Situasi bertambah buruk karena udara yang semakin panas. Setelah lelah bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu angkat bicara, "Sebaiknya kita duduk tenang dulu dari pada ribut mencari jalan keluar." Mereka semua pun lalu duduk dalam hening. Saat itulah orang-orang tersebut merasakan hembusan angin yang masuk melalui celah-celah lubang di tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam kegelapan itu. Semua orang rindu mengalami apa yang dijanjikan Allah melalui Mazmur 91. Orang mau dilepaskan dari segala jerat yang ada, mau dilindungi dari kedahsyatan malam dan lepas dari berbagai penyakit. Ingin mengalami pembelaan Tuhan yang luar biasa, namun pertanyaannya adalah apakah kita bersedia untuk melakukan langkah awalnya yakni duduk diam dalam lindungan-Nya? Duduk diam bicara tentang hal yang pasif, kita menunggu dan menanti-nantikan Tuhan. Inilah yang susah, sebab kebanyakan individu maunya bergerak, inginnya melakukan sesuatu, tidak betah kalau tidak melakukan apa-apa. Padahal melangkah tanpa tuntunan hanya akan membuat kita keliru. Mari belajar duduk diam di hadapan Tuhan, karena di sana kita akan menerima kekuatan yang baru, menerima visi yang jelas, dan menerima hikmat yang baru, untuk mendapatkan cara menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan saat masalah mendera hidupku. Aku percaya di balik ketenangan ku, kuasa-Mu akan bekerja sehingga aku memperoleh jalan keluar untuk menyelesaikan setiap masalah yang aku hadapi. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Lukas 24:44-45 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Soal kasus lemparan batu yang meresahkan pengendara di Tol Solo-Jogja ini menjadi perhatian publik.
Tahun 2026 akan menjadi masa seleksi bagi dunia usaha. Kami percaya bahwa kegagalan bisnis di masa ini bukan sekadar soal kualitas produk, melainkan karena strategi yang tidak lagi sejalan dengan perkembangan zaman. Pada episode ini, kami mengulas tuntas mengenai: - Perbandingan mendalam antara strategi lama dan strategi baru 2026.- Bagaimana kami memandang peran AI dalam mempercepat pengambilan keputusan. - Alasan mengapa kepercayaan, personalisasi, dan keamanan data kini menjadi aset terpenting bagi kami. - Langkah-langkah adaptasi yang bisa diterapkan oleh bisnis skala kecil. Jika Anda ingin membangun bisnis yang berkelanjutan dan tahan krisis, video ini adalah peta awal yang kami siapkan untuk Anda.
Menjadi pemimpin itu ternyata bukan soal memindahkan bidak catur di atas papan kayu. Itu gaya lama. Gaya yang mengira semua kecerdasan hanya menumpuk di kepala sang komandan, sementara yang lain cuma pelaksana. Sekarang, zaman yang serba cepat ini menuntut kita berubah menjadi tukang kebun. Ingat: tukang kebun tidak pernah "menumbuhkan" tanaman—tanaman tumbuh sendiri secara organik. Tugas sang pemimpin hanyalah memastikan lingkungannya pas, tanahnya subur, dan airnya cukup agar kehidupan bisa mekar dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa. Di dalam kebun organisasi itu, sang pemimpin sibuk menjaga "iklim" agar tetap sehat. Ia harus berani meruntuhkan tembok-tembok penyekat atau silo yang membuat informasi mandek di satu pojok saja. Ia tidak lagi sibuk mendikte setiap daun harus tumbuh ke arah mana. Sebaliknya, ia memberikan kepercayaan penuh kepada mereka yang berada di garis depan untuk mengambil keputusan kilat saat badai datang. Syaratnya cuma satu: semua orang harus sudah memegang konteks besar yang sama—sebuah kesadaran bersama yang membuat instruksi dari atas tak lagi diperlukan untuk hal-hal teknis. Inilah masa depan kepemimpinan, terutama bagi para penggerak perubahan sosial di tanah air. Kita tidak bisa lagi bekerja sendirian seperti pahlawan kesiangan dalam struktur yang kaku. Masalah yang kita hadapi sudah berbentuk jaringan yang rumit, maka obatnya pun harus berupa ekosistem yang saling terhubung. Dengan menjadi tukang kebun yang tekun, kita sebenarnya sedang membangun sebuah sistem yang bukan hanya kuat menahan guncangan, tapi juga lentur dan mampu belajar dari ketidakpastian dunia yang makin tidak terprediksi ini.
Tahun 2025 hampir habis. Napas kita mungkin tersengal-sengal. Tapi, di dada kita ada rasa puas yang sulit dilukiskan. Saya melihat teman-teman di ROEMI dan INSPIRIT terus berlari. Begitu juga kawan-kawan di WLF, Rektorat Universitas Jambi, B2SDM di Kementerian Kehutanan, hingga Kedeputian LHSDA di OIKN. Ada satu kata yang terus menghantui meja rapat kita sepanjang tahun ini: Transformasi. Kata yang indah di telinga, tapi sering kali bikin meriang di badan. Kenapa kita harus bertransformasi? Karena model organisasi perubahan sosial yang lama sudah "kedaluwarsa". Dulu, organisasi itu seperti benteng. Kokoh, punya batas jelas, sangat protektif terhadap logonya sendiri, dan sering kali merasa paling benar. Sekarang, benteng itu harus dirubuhkan. Organisasi harus berubah menjadi ekosistem—sebuah platform tempat semua energi perubahan bisa saling bertemu dan membesar. Coba tengok hutan hujan tropis kita. Kenapa dia begitu tangguh menghadapi badai? Ternyata rahasianya bukan pada pohon yang paling tinggi. Rahasianya ada di bawah tanah. Namanya: Miselium. Jaringan jamur halus yang menyambungkan akar satu pohon dengan pohon lainnya. Miselium ini adalah simbol Koneksi. Luas, beragam, dan jumlahnya tak terhitung. Inilah fondasi pertama ekosistem kita. Di platform ini, kita melakukan Active Learning. Tidak lagi hanya berdiskusi di ruangan ber-AC, tapi belajar sambil bergerak dan praktik langsung di lapangan. Di sana pula terjadi Social Learning. Kita saling belajar satu sama lain. Bukan dari guru ke murid, tapi dari praktisi ke praktisi lainnya. Inilah yang melahirkan Collaborative Intelligences. Kecerdasan kolektif. Satu otak mungkin pintar, tapi ribuan otak yang tersambung miselium akan menjadi jenius. Miselium itu bekerja lewat Kolaborasi. Ini bukan sekadar kolaborasi basa-basi di atas meterai atau tanda tangan MoU yang kemudian berdebu. Ini adalah kolaborasi teknis yang strategis. Saya menyebutnya: Great Collaboration. Kerja nyata yang memastikan nutrisi mengalir dari yang berlebih kepada yang kekurangan. Puncaknya adalah Aksi Kolektif. Inilah yang kita saksikan di Pasar Kolaboraya 2025 kemarin. Namanya saja sudah "Raya". Artinya besar, megah, dan berdampak luas. Ingat buku Frederic Laloux, Reinventing Organizations? Dia bicara soal organisasi "Teal" yang digerakkan oleh kesadaran kolektif dan tujuan yang berevolusi. Lalu ada Adrienne Maree Brown dalam Emergent Strategy. Dia mengingatkan bahwa perubahan kecil yang terkoneksi secara luas akan menciptakan pola perubahan yang masif. Dan Ori Brafman dalam The Starfish and the Spider menegaskan: masa depan milik mereka yang berani mendesentralisasi kekuatan agar tetap hidup meski "dipotong". Transformasi itu enak sekali dikatakan, tapi sulit dijalankan karena ego. Kita masih senang jadi "pohon tunggal" yang ingin paling menonjol, namun akarnya ketakutan bertemu akar yang lain. Tahun 2026 sudah melambai. Inilah saatnya semua gagasan itu tidak lagi berhenti di atas kertas, tapi harus Embodied—meraga, menjadi urat nadi, dan hidup dalam setiap langkah nyata kita. Selamat bertransformasi!
Pembawa Renungan : RP. Yandhie Buntoro, CDD Medan Yoh. 20:2-8
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahALLAH MENJADI MANUSIAMari kita membaca Firman Tuhan dariFILIPI 2: 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.Wonder Kids, lebih dari dua ribu tahun yang lalu, di malam yang penuh bintang, Tuhan Yesus lahir. Itu adalah momen yang sangat luar biasa!Allah yang Kudus, yang tinggal di surga, menjadi manusia. Ia lahir sebagai bayi kecil di tengah keluarga yang sederhana.Allah yang besar dan menciptakan alam semesta, menjadi bayi mungil. Ia yang berkuasa atas segalanya, memilih bergantung pada Maria, seorang perempuan muda, untuk menjaga-Nya sebagai bayi.Allah datang dari surga ke dunia untuk mendekat kepada kita dan menunjukkan jalan pulang ke surga.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, Ayo, baca kisah tentang kelahiran Tuhan Yesus di Lukas 1:26-38 dan Lukas 2:1-20. Kemudian, baca Yohanes 3:1-21 untuk tahu kenapa Tuhan Yesus datang ke dunia. Inilah arti Natal yang sesungguhnya.Mari kita berdoaTuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau merendahkan diri dan menjadi manusia. Ajar aku untuk memiliki hati yang rendah hati dan melayani orang lain seperti yang Engkau lakukan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, KITA HARUS MENELADANI SIKAP RENDAH HATI DAN PELAYANAN YESUS, YANG DATANG BUKAN UNTUK DILAYANI, TETAPI UNTUK MELAYANI. Tuhan Yesus memberkati
Anggaran penataan gedung sate 19,7 miliar disebut siluman oleh legislator Jawa Barat.
“Indonesia memiliki potensi kelautan yang besar, namun selama bertahun-tahun banyak kampung nelayan belum mendapatkan dukungan yang memadai. Karena itu, pemerintah menghadirkan Kampung Nelayan Modern, dikelola melalui Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor ketahanan pangan.Inilah bentuk nyata intervensi negara. Untuk memajukan pesisir, memperkuat pangan, dan memerdekakan nelayan Indonesia.”Simak pembahasannya dalam Podcast Elshinta bersama Sakti Wahyu Trenggono Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia ,Kerjasama dengan Komdigi pada Kamis, 27 November 2025 pukul 08.00 WIB di Radio Elshinta 90Fm
Seni framing dalam negosiasi sejatinya mirip dengan pekerjaan seorang fotografer profesional; realitas objeknya sama, namun angle atau sudut pengambilan gambar menentukan apakah hasilnya sebuah kekacauan yang membosankan atau mahakarya yang memikat. Dalam keseharian, framing bukanlah tentang memanipulasi kebenaran, melainkan tentang memilih bingkai mana yang paling tepat untuk menyajikan fakta agar diterima dengan baik oleh lawan bicara. Sebuah gelas yang berisi air setengah bisa dibingkai sebagai "hampir habis" untuk memicu urgensi, atau "setengah penuh" untuk membangun optimisme. Kemampuan untuk menyoroti aspek tertentu dari sebuah masalah—dan membiarkan aspek lain menjadi latar belakang—adalah kunci untuk mengubah resistensi menjadi kooperasi tanpa mengubah fakta dasar sedikitpun. Dalam konteks profesional dan pekerjaan, framing berfungsi sebagai mekanisme saving face (menjaga muka) yang paling ampuh. Seringkali, kebuntuan dalam rapat direksi atau konflik antar-divisi terjadi bukan karena substansi masalahnya, melainkan karena ego yang terancam oleh penyampaian yang terlalu tumpul. Seorang negosiator ulung tidak akan mengatakan, "Ide Anda gagal total," yang memicu pertahanan diri; sebaliknya, ia akan membingkainya kembali menjadi, "Kita telah menemukan cara yang belum berhasil, mari gunakan data ini untuk memitigasi risiko di fase berikutnya." Dengan mengubah narasi dari "kesalahan personal" menjadi "pembelajaran sistemik," kita mengizinkan rekan kerja atau atasan untuk menyetujui solusi baru tanpa merasa kehilangan wibawa, mengubah dinamika "Anda vs Saya" menjadi "Kita vs Masalah." Pada akhirnya, penguasaan teknik framing melampaui sekadar taktik taktis untuk memenangkan perdebatan; ia adalah manifestasi tertinggi dari empati strategis. Baik saat menegosiasikan gaji, menyelesaikan konflik sumber daya alam, atau sekadar memutuskan tujuan liburan keluarga, framing memaksa kita untuk masuk ke dalam sepatu orang lain dan melihat dunia dari lensa ketakutan serta harapan mereka. Ketika kita membingkai proposisi kita sebagai jawaban atas kebutuhan mereka—bukan sekadar tuntutan ego kita—kita tidak sedang mengalahkan lawan, melainkan sedang merangkul mitra. Inilah esensi negosiasi yang elegan: mencapai tujuan sendiri dengan cara membuat orang lain merasa bahwa merekalah yang menang.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 Desember 2025Bacaan: "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17) Renungan: Semua orang bisa memiliki teman, tetapi tidak semua orang bisa memiliki sahabat sejati. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang paling indah di antara hubungan antar manusia yang ada, di luar hubungan keluarga, terutama hubungan suami-istri. Hubungan ini menjadi indah, sebab bukan darah yang mempersatukan, yang membuatnya dekat dan mengerti satu sama lain, melainkan Tuhanlah yang meleburkannya menjadi satu. Sahabat adalah kado istimewa dari Tuhan bagi kita. Inilah yang membuat sahabat menjadi seorang yang sangat berharga dan berarti. Beberapa waktu lalu, sekelompok wanita merelakan rambut mereka untuk dicukur sampai habis. Tindakan tersebut bukan untuk mencari sensasi, tetapi guna memberikan dukungan kepada salah seorang sahabat mereka yang menderita kanker payudara. Saat salah seorang di antara mereka mengusulkan ide untuk mencukur rambut, tidak ada seorang pun yang menolak. Justru mereka senang bisa melakukan sesuatu yang dapat membuat sahabat mereka bahagia, sekalipun harus kehilangan "mahkota" yang membanggakan itu. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh sahabat sejati. Sahabat sejati tidak akan memikirkan untung dan rugi ketika melakukan sesuatu untuk sahabatnya. Persahabatan sejati adalah persahabatan yang tulus tanpa imbalan. Take and give terjadi secara natural di dalamnya. Memperoleh sahabat seperti ini, bagai mencari sebuah jarum di dalam tumpukan jerami. Berhubung saat ini banyak orang telah disibukkan dengan segudang aktivitas, mungkin hanya akan ada segelintir orang yang beruntung memiliki sahabat sejati, yaitu orang yang selalu ada setiap saat, baik suka maupun duka; yang mengerti tanpa harus lebih dahulu diungkapkan; yang rela memberi tanpa menimbang untung dan rugi. Baik tua ataupun muda, kita semua membutuhkan seorang sahabat selain keluarga, sebagai tempat yang tepat untuknya bernaung, melepaskan kasih sayang, serta meluapkan kesedihan dan amarahnya. Namun, sayangnya tidak semua orang bersedia menjadikan dirinya sahabat sejati bagi orang lain. Orang-orang yang demikian, adalah orang-orang yang belum teruji kesetiaan dan pengorbanannya. Keakuan pun masih menjadi bagian dari dirinya. Sampai kapan pun, kita tidak akan pernah dapat memiliki sahabat sejati, jika kita tidak terlebih dahulu menjadi seorang sahabat bagi orang lain. Memang tidaklah mudah membangun hubungan persahabatan. Selain dibutuhkan proses yang panjang, pengorbanan yang besar pun dibutuhkan untuk menjadikan hubungan tersebut utuh dan semakin murni. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena selama ini telah bersikap egois kepada sahabatku. Ubahlah aku menjadi sahabat yang baik dan sejati bagi sahabatku. Amin. (Dod).
Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai lumbung energi terbesar di Indonesia, tempat urat nadi minyak dan gas nasional berdenyut. Perkiraannya, seperempat cadangan minyak nasional dipasok dari sini.Ironisnya, di balik gemerlap pendapatan daerah yang melimpah ruah dari perut bumi, Bojonegoro menyimpan fakta pahit. Keberadaan sumur-sumur emas tersebut gagal menjadi penawar mujarab bagi masalah klasik: kemiskinan.Alih-alih menjadi daerah yang makmur, Bojonegoro justru masih berjuang memerangi tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan. Inilah paradoks Bojonegoro: daerah yang kaya raya oleh alam, tetapi terperangkap dalam lingkaran kemiskinan yang tak berujung. Alih suara:Pariyem: Astri YuanasariSupatmi: MalikaKismiyati: NaomiNuspita: Astri Septiani---Editorial: Nurika Manan, Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
Mus'ab ibn Saad ibn Abi Waqqas RA menceritakan bagaimana bapanya Saad RA pada satu ketika pernah beranggapan kelebihan yang ada pada dirinya merupakan faktor kemenangan pihak Muslim. Ia disanggah oleh Nabi ﷺ dengan penegasan bahawa kita umat Islam beroleh kemenangan dan rezeki bukan kerana itu, tetapi apabila kita santuni golongan-golongan lemah yang memerlukan bantuan.Pada zaman itu, orang miskin, rendah taraf sosial, OKU, tidak mempunyai kedudukan dalam masyarakat, tidak mendapat pendidikan dan tidak signifkan untuk apa-apa.Sebab itulah Abu Jahal dan beberapa pemuka Quraish pernah mensyaratkan kepada Nabi Muhammad ﷺ andai baginda mahu dakwahnya mereka pertimbangkan, Rasulullah ﷺ hendaklah menyingkir kelompok ‘low class' berkenaan kerana pembesar Quraish itu tidak selasa bergaul dengan golongan sedemikian. Kisah berkenaan menjadi latar belakang turunnya ayat 28 surah al-Kahf yang menjadi peringatan kepada baginda dan umatnya agar dalam urusan mendidik, jangan terpesona dengan peluang dan prospek hingga mensesiakan golongan yang ‘marginalised' ini. Islam sahaja ketika itu yang membela golongan terpinggir tanpa diskriminasi, merealisasikan Islam sebagai agama yang benar-benar rahmatan lil alamin.“Kita menang dan beroleh rezeki kerana pembelaan kita ke atas golongan lemah” ini mengukuhkan lagi anjakan paradigma bahawa formula maju bukan pada melimpahkan sokongan dan peluang kepada golongan berprospek, kemudian pada masa yang sama mengabaikan mereka yang memerlukan bantuan.Inilah sisi paling rumit sepanjang advokasi saya untuk pendidikan adil dan saksama semenjak zaman sebelum mengenengahkan pendidikan inklusif lagi.Kita masih sangka kekuatan murid 20% teratas itu yang memajukan negara. Tetapi kalau tekuni sirah Nabi Muhammad ﷺ, kita menang dan beroleh rezeki hanya apabila kita santuni murid kelas belakang, murid OKU, murid yang tidak cukup dokumen untuk ada akses kepada pendidikan dan semua golongan yang dunia kata mereka beban lagi menyusahkan. Hanya Nabi Muhammad ﷺ sahaja yang kata mereka kunci kemenangan dan kemajuan kita.#pendidikaninklusif #inclusiveeducation
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Madona Lamatokan dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Daniel 6: 12-28; Mazmur tg: T.Dan 3: 68.69.70.71.72.73.74; Lukas 21: 20-28.HARUS MELEWATILUBANG JARUM Renungan kita pada hari ini bertema: Harus Melewati LubangJarum. Pengalaman pengasingan dan menjadi tertawan sangat tidak menyenangkan.Hidup di tempat asing dan dirimu tidak memiliki siapa-siapa untuk merasa dekat,memang menyedihkan. Bagi siapa pun yang ingin survive dan bertahan, ia harus melewati semua tantangan dankesulitan. Ia harus mengandalkan Tuhan yang diimaninya. Hidupnya bagai harusmelewati lubang jarum merupakan sebuah kenyataan yang dilalui dengan kesabarandan perjuangan. Pengalaman menjadi orang tertawan dan dalam pengasinganitu dialami oleh pemuda Daniel yang dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini.Pemuda Yahudi ini dimusuhi habis-habisan oleh para pembenci yang inginmenghancurkannya. Tetapi Sang Raja Darius yang menaruh hormat kepada Allahmerupakan salah satu yang berpihak kepada Daniel. Setelah terbukti bahwahukuman atas Daniel untuk dibinasakan di dalam gua singa tidak berhasil, Danielakhirnya dibebaskan dan pengakuan terhadap Tuhan yang adil dan benar dilakukan olehRaja serta kerajaannya, sedangkan para penjahat dan pembenci dihukum mati. Pada hari-hari menjelang akhir tahun liturgi ini,pewartaan firman Tuhan tentang akhir zaman menggambarkan suasana yangmenggemparkan dan menakutkan. Suasana ini dapat kita pahami sebagai peristiwaperalihan atau transisi. Setiap peralihan atau transisi memiliki lebih banyaksuasana kritis dibandingkan dengan keadaan tenang dan menyenangkan. Orang harusbekerja ekstra untuk menyiapkan segala sesuatu. Orang harus memutuskan untukmeninggalkan yang tidak perlu, dan mereka harus dipenuhi bayangan akan langkah-langkahselanjutnya yang belum tentu pasti. Sebuah masa transisi dapat dipandang sebagai keadaanseperti harus melewati lubang jarum. Di dalam keadaan yang sulit dan tampaknyaharapan kecil untuk berhasil, panggilan untuk memperoleh kebebasan dankeselamatan terasa amatlah penting. Di situ iman seseorang diuji supaya semakinkuat dan membuatnya mampu bertahan. Pengharapan seseorang juga menjadi lebihkuat karena janji akan pencapaian indah dan luar biasa akan menjadi kenyataan.Inilah ciri khas iman Kristiani, yang bersumber dari jalan salib Yesus Kristus. Salib Tuhan Yesus Kristus pada prinsipnya adalah tandakemenangan. Padanya Tuhan Yesus menetapkan sebuah kehancuran dan kebinasaanyang fana dan duniawi. Namun Tuhan sekaligus menciptakan kemenangan dankehidupan sebagai karunia Ilahi yang tidak akan hancur atau binasa lagi. Semuagambaran yang mengerikan dalam masa transisi, seperti yang dilukiskan dalamInjil sebagai suatu peristiwa penggenapan waktu, adalah kesempatan yang wajibkita hadapi dan lalui di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, di dalamkeadaan terjepit dan sulit, semoga kami selalu menemukan Dikau. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah:DIKASIHI TANPA SYARATMari kita membaca Firman Tuhan dariROMA 5:8“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”Wonder Kids, siapa yang di sini pernah berbuat salah, lalu takut tidak disayang lagi? Misalnya kamu dimarahi karena malas belajar, atau kamu berbuat nakal kepada adikmu. Kadang kita berpikir, “Kalau aku nakal, pasti aku tidak disayang lagi.” Tapi Firman Tuhan berkata: justru ketika kita masih berdosa, Kristus mati untuk kita.Itu artinya, kasih Tuhan tidak tergantung pada kebaikan kita. Tuhan Yesus mengasihi kita lebih dulu, bahkan sebelum kita minta ampun. Ia rela mati di kayu salib, supaya dosa kita diampuni. Inilah kasih yang sejati—kasih tanpa syarat.Kasih Tuhan itu seperti matahari. Matahari tetap bersinar, entah langit cerah atau mendung. Begitu juga kasih Allah—tidak berhenti sekalipun kita jatuh. Tugas kita adalah menerima kasih itu dengan rendah hati, lalu belajar hidup taat karena kita sudah dikasihi.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, hari ini ingatlah: kamu dikasihi Tuhan bukan karena nilai bagus, bukan karena juara lomba, tapi karena kamu berharga di mata-Nya. Jadi, jangan pernah merasa ditolak. Katakan pada dirimu: “Aku dikasihi Tuhan Yesus tanpa syarat.”Mari kita berdoaBapa, terima kasih untuk kasih-Mu yang begitu besar. Engkau mengasihiku bahkan ketika aku berdosa. Tolong aku untuk hidup bersyukur dan taat karena kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, KASIH ALLAH TIDAK BERDASARKAN PERBUATAN KITA, TETAPI KASIH KARUNIA-NYA DI DALAM KRISTUS. Tuhan Yesus memberkati.
Tindakan premanisme dilakukan oleh seorang debt collector di Tangerang karena dia bersikukuh menarik kendaraan nasabah dan berani beradu mulut dan ini terancam dengan hukuman di BUI.
Bayangkan pengalaman kuliah yang umum: seorang mahasiswa duduk di kelas besar yang anonim, pulang ke kamar asrama atau kos yang terasa sepi, dan berjuang untuk menemukan kaitan antara teori di kelas dan kehidupan nyata. Pengalaman yang terfragmentasi ini—di mana belajar adalah satu dunia dan kehidupan sosial adalah dunia lain yang terpisah—seringkali menjadi tantangan terbesar di pendidikan tinggi. Hal ini dapat menyebabkan keterasingan, kurangnya keterlibatan, dan membuat mahasiswa merasa hanya "bertahan" alih-alih "berkembang" dalam perjalanan akademik mereka. Sekarang, bayangkan sebuah alternatif radikal: bagaimana jika asrama Anda bukan hanya tempat untuk tidur, tetapi menjadi pusat dari kehidupan intelektual Anda? Bagaimana jika teman sekamar Anda adalah rekan tim Anda dalam proyek mata kuliah inti, dan diskusi kelas yang panas berlanjut secara alami di ruang makan? Inilah janji dari Learning Community (Komunitas Belajar). Ini adalah sebuah model yang dirancang secara intensional untuk meruntuhkan tembok antara ruang kelas dan kehidupan di asrama, mengubah pengalaman pasif menjadi sebuah perjalanan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan terintegrasi selama 24/7. Ini bukan sekadar ide yang "menyenangkan"; ini adalah salah satu strategi "berdampak tinggi" (High-Impact Practice) yang paling terbukti dalam pendidikan tinggi modern. Data secara konsisten menunjukkan bahwa mahasiswa yang berpartisipasi dalam Komunitas Belajar memiliki tingkat kelulusan yang lebih tinggi, keterlibatan yang lebih dalam dengan fakultas, dan rasa memiliki (sense of belonging) yang jauh lebih kuat. Podcast ini adalah penjelajahan mendalam tentang mengapa model ini berhasil, bagaimana model ini dapat dirancang—mulai dari infrastruktur hingga asesmen—dan bagaimana kita dapat mengadopsinya untuk mengubah asrama dari sekadar akomodasi pasif menjadi motor penggerak kesuksesan mahasiswa.
Apa yang Anda pikir benar-benar mendorong kinerja terbaik di tempat kerja? Apakah bonus yang lebih besar? Gaji yang lebih tinggi? Atau mungkin ancaman hukuman jika target tidak tercapai? Selama puluhan tahun, kita telah membangun seluruh sistem manajemen, pendidikan, dan bahkan cara kita mengasuh anak berdasarkan ide "wortel dan tongkat" ini. Tapi, bagaimana jika semua yang kita ketahui tentang motivasi... salah? Inilah pertanyaan provokatif yang diajukan oleh Daniel H. Pink dalam bukunya yang mengubah cara pandang, "Drive: The Surprising Truth About What Motivates Us." Pink, dengan bersenjatakan penelitian puluhan tahun dari para ilmuwan perilaku, berargumen bahwa sistem operasi "Motivasi 2.0" yang mengandalkan imbalan dan hukuman eksternal, kini sudah usang. Tidak hanya gagal memotivasi, dalam banyak kasus untuk pekerjaan kreatif dan konseptual abad ke-21, pendekatan ini justru secara aktif mematikan kreativitas, mengurangi kinerja, dan mendorong perilaku tidak etis. Jadi, jika "wortel dan tongkat" tidak lagi berfungsi, apa penggantinya? Pink mengungkap adanya "dorongan ketiga" yang sering kita abaikan—kebutuhan bawaan kita untuk mengarahkan hidup kita sendiri (Otonomi), untuk terus menjadi lebih baik dalam sesuatu yang penting (Penguasaan), dan untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri (Tujuan). Dalam episode hari ini, kita akan membongkar temuan mengejutkan dari "Drive" dan mengeksplorasi bagaimana Anda dapat menggunakan tiga elemen ini untuk mengubah kinerja tim Anda, menghidupkan kembali karier Anda, dan menemukan kepuasan yang lebih dalam dalam pekerjaan Anda.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah:PERTUKARAN TERINDAHMari kita membaca Firman Tuhan dari2 KORINTUS 5:21“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”Wonder Kids, bayangkan kalau kamu bisa bertukar peran dengan seseorang. Misalnya jadi presiden yang bisa membuat keputusan penting, jadi atlet yang hebat, atau jadi artis yang terkenal di televisi. Pasti seru, kan? Tapi, pernahkah kamu berpikir ada pertukaran yang jauh lebih luar biasa?Itulah yang Yesus lakukan untuk kita. Dia tidak pernah berbuat dosa, tetapi rela mengambil tempat kita. Semua hukuman karena dosa kita ditimpakan kepada-Nya di kayu salib. Sebaliknya, kebenaran Yesus diberikan kepada kita, sehingga kita dibenarkan di hadapan Allah.Ini bukan pertukaran yang adil bagi Yesus. Kita seharusnya dihukum, tetapi Dialah yang menanggungnya. Kita seharusnya binasa, tetapi Yesus memberikan hidup kekal. Inilah kasih karunia Allah yang paling besar.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, kalau Yesus sudah menukar tempat kita, apa yang harus kita lakukan? Kita hidup dengan penuh syukur dan berusaha taat kepada-Nya. Kita tidak hidup seenaknya lagi, karena hidup kita sudah ditebus dengan harga yang mahal.Mari kita berdoaBapa, terima kasih karena Yesus sudah menggantikan aku di kayu salib. Tolong aku untuk selalu mengingat kasih-Mu dan hidup sebagai anak-Mu yang taat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, PERTUKARAN TERBESAR SUDAH TERJADI: YESUS MENGAMBIL DOSA KITA DAN MEMBERI KITA KEBENARAN-NYA. Tuhan Yesus memberkati.
Mengapa begitu banyak lingkungan kerja terasa menguras tenaga dan fokus pada masalah? Jawabannya terletak pada "bias negativitas" bawaan otak kita—sebuah mekanisme bertahan hidup kuno yang membuat kita secara otomatis terpaku pada apa yang salah, rusak, atau kurang. Dalam kepemimpinan, bias ini bisa menjadi bencana; ia membunuh inovasi, memadamkan semangat tim, dan mengubah pemimpin yang bermaksud baik menjadi manajer mikro yang reaktif. Namun, bagaimana jika Anda bisa meretas sistem bawaan ini? Bagaimana jika ada cara yang terbukti untuk mengubah fokus Anda secara fundamental dan, sebagai hasilnya, mengubah kinerja dan energi seluruh tim Anda? Inilah inti dari konsep "Lead Positive" yang transformatif dari Kathryn D. Cramer. Ini bukan sekadar ajakan klise untuk "berpikir positif," melainkan sebuah strategi kepemimpinan yang disengaja yang disebut Asset-Based Thinking(Pemikiran Berbasis Aset). Alih-alih terjebak dalam apa yang kurang, Anda secara sadar memilih untuk mengalihkan fokus pada kekuatan, peluang, dan apa yang sudah berhasil. Konsep ini dihidupkan melalui kerangka kerja "Lihat, Katakan, Lakukan" (See, Say, Do) yang sederhana namun kuat: apa yang Anda pilih untuk Lihat akan secara fundamental mengubah apa yang Anda Katakan kepada tim Anda, yang pada gilirannya akan menentukan apa yang Anda Lakukanuntuk mendorong hasil yang luar biasa. Menyelami konsep Lead Positive akan membekali Anda dengan alat praktis untuk mengubah interaksi sehari-hari. Anda akan belajar bagaimana menggeser persepsi dalam hitungan detik, berkomunikasi dengan "Substansi, Desis, dan Jiwa" (Substance, Sizzle, and Soul) untuk benar-benar menginspirasi, dan bertindak dengan cara yang membangun ketahanan, bukan kelelahan. Jika Anda siap untuk berhenti memadamkan api dan mulai menyalakannya, bersiaplah untuk menemukan sebuah kerangka kerja yang tidak hanya akan mengubah cara Anda memimpin—tetapi juga cara Anda memandang dunia.
Pernahkah anda merasa kita terus didorong untuk "tumbuh"? Ekonomi harus naik, pendapatan harus lebih, tapi apa itu benar-benar membuat kita lebih bahagia? Inilah pertanyaan besar yang diajukan Bill McKibben dalam bukunya, 'Deep Economy: The Wealth of Communities and the Durable Future'. Dia menantang kita, bahwa mungkin selama ini kita terlalu fokus pada "pertumbuhan" yang dangkal dan melupakan "kedalaman". 'Deep Economy' adalah sebuah pergeseran fokus. Alih-alih mengejar pertumbuhan tanpa henti yang seringkali membuat kita terisolasi dan merusak lingkungan, McKibben mengajak kita membangun ekonomi yang 'dalam'. Ini adalah ekonomi yang berbasis pada komunitas lokal, yang menghargai hubungan antarmanusia, kedekatan, dan kepercayaan. Ini adalah tentang membangun kekayaan yang sejati, yaitu kekayaan komunitas. Konsep ini sangat relevan dengan semangat INIKOPER. Salah satu model paling praktis untuk mewujudkan 'Deep Economy' adalah Koperasi—sebuah bisnis yang dimiliki dan dikendalikan oleh komunitas, untuk kepentingan komunitas itu sendiri. Untuk membahas lebih jauh ide-ide Bill McKibben ini, mari kita simak percakapan yang lebih dalam berikut ini.
Waktu terasa bergegas. Ada turbulensi di udara. Ketidakpastian menjadi sarapan pagi. Inilah dunia yang kita hadapi kini, sebuah zaman TUNA yang menuntut jawaban baru. Tapi kita sering terpaku. Kita rindu cara-cara lama. Kita berpegang pada hierarki yang mapan. Kita lupa bahwa peta yang kita pegang sudah usang dimakan zaman. Organisasi pun menjadi lamban. Seperti raksasa yang kaku. Gagal beradaptasi, gagal berkolaborasi. Solusi inovatif tersangkut di ruang-ruang rapat yang beku. Di sinilah INSPIRIT bermula. Sebuah ikhtiar. Sebuah misi menanam kapasitas baru. Misi untuk fasilitasi, presentasi, dan kepemimpinan yang kreatif, dinamis, dan hidup. Tujuannya? Mungkin terdengar muluk. Kemajuan bangsa yang inklusif. Sebuah tatanan yang vibrant. Sebuah ketangguhan kolektif yang harus dirajut bersama. Perubahan tak lahir dari ruang hampa. Ia butuh prasyarat. Ia butuh modal. INSPIRIT memulai dengan apa yang esensial: gagasan dan metodologi. Kurikulum yang unik dirancang. Metode yang relevan untuk konteks negeri ini. Inilah modal intelektual, sebuah peta baru untuk perjalanan yang tak pasti. Gagasan butuh kaki untuk berjalan. Para fasilitator ahli disiapkan. Para coach yang kompeten dan kredibel. Mereka adalah modal manusia, para penyampai pesan. Tapi pesan tak berarti tanpa jangkauan. Jaringan strategis dibangun. Kemitraan dirajut. Reputasi dan kepercayaan ditanam hari demi hari sebagai modal sosial. Lalu, intervensi kreatif dimulai. Ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah sebuah pengalaman. Program dirancang partisipatif, jauh dari ceramah satu arah yang membosankan. Lokakarya. Bootcamp. Pendampingan. Sebuah komunitas praktisi dibangun, tempat mereka yang resah bisa saling belajar dan bertumbuh bersama. Jika intervensi ini menyentuh para pemimpin perubahan. Para aktivis. Aparatur sipil negara. Akademisi dan manajer korporasi yang gelisah. Maka, sesuatu akan bergeser di dalam diri. Keterampilan baru akan tumbuh. Mindset yang lebih terbuka, adaptif, dan kolaboratif akan bersemi. Tentu, ada asumsi di sini. Asumsi bahwa metode ini relevan. Bahwa proses experiential ini mampu memindahkan pengetahuan. Bahwa benih akan menemukan tanah yang subur. Jika para pemimpin ini pulang membawa bekal baru. Keterampilan. Mindset. Kepercayaan diri. Maka, mereka akan menerapkan metode itu dalam kerja sehari-hari. Rapat yang kaku menjadi cair. Konflik dikelola dengan empati. Tapi ini pun butuh asumsi: bahwa organisasi mereka terbuka, bahwa atasan dan rekan kerja memberi ruang. Jika praktik baru ini diterapkan konsisten. Maka, ia akan menular. Seperti virus positif. Organisasi secara perlahan akan berubah wujud. Budaya kerja yang kaku akan luruh. Lahirlah resiliensi dan inovasi. Asumsnya adalah akumulasi: perubahan kecil dari banyak orang akan menjadi gelombang. Jika organisasi-organisasi kunci ini menjadi adaptif. Kolaboratif. Inklusif. Maka, kontribusi signifikan akan terasa pada tatanan yang lebih besar. Inilah tujuan akhirnya. Sebuah ekosistem yang tangguh. Tempat organisasi lintas sektor bekerja sama. Sebuah catatan, tentang kemajuan bangsa yang vibrant dan adil.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 281 (Matius 21:12-17): Bait Suci telah menjadi begitu cemar karena telah dipenuhi oleh orang-orang yang mau mencari untung. Mereka tidak lagi menghormati Bait Suci sebagaimana seharusnya. Mereka tidak lagi mengikuti tradisi yang benar tentang penghormatan tempat di mana Allah menyatakan kehadiran-Nya. Inilah yang membuat Yesus marah.
Pdt. Rubin Ong (TB) Keluaran 19 : 5-619:5 Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. 19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 15 September 2025Bacaan: "Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan la menjawab aku. (Mazmur 120:1)Renungan: Detektif Allan Pinkerton menjadi terkenal pada pertengahan tahun 1800-an karena memecahkan misteri serangkaian perampokan kereta api dan menggagalkan rencana pembunuhan terhadap Abraham Lincoln yang sedang dalam perjalanannya untuk dilantik sebagai presiden. Sebagai salah satu yang pertama dari badan sejenis di Amerika Serikat, Badan Detektif Nasional Pinkerton menjadi lebih terkenal lagi karena logonya yang berbentuk sebuah mata yang terbuka lebar dengan slogan "Kami Tak Pernah Tidur." Tidak ada perasaan yang lebih baik selain tahu bahwa kita terlindungi dengan aman. Kita merasa damai ketika pintu terkunci dan suasana tenang saat tidur di malam hari. Kita merasa aman, namun banyak orang yang terbaring dalam kondisi terjaga di tempat tidur dengan pikiran yang penuh ketakutan tentang kondisi masa sekarang atau mengkhawatirkan masa depan. Sejumlah orang khawatir dengan huru hara atau dengan pasangan mereka yang bersikap kasar. Ada yang khawatir terhadap anaknya yang tidak taat. Ada yang khawatir dengan sakit penyakit yang dideritanya atau dengan masa depan hidupnya. Inilah waktu-waktu di mana Allah yang pengasih mendorong kita untuk berseru kepada-Nya. kepada pribadi yang tidak akan terjelap atau tertidur. Kita juga diingatkan bahwa. "Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinganya kepada teriak mereka minta tolong." (MZm 34:16). Detektif Pinkerton mungkin memiliki "mata detektif", tetapi Allah yang benar-benar mempunyal mata yang tidak pernah tertidur sedang mendengarkan seruan orang-orang benar yang dilanda kesusahan. Apapun masalah yang kita hadapi saat ini janganlah membuat kita menjadi putus harapan. Tetaplah percaya, bahwa pertolongan Tuhan akan datang tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas pemeliharaan-Mu padaku sampai hari ini. Aku bersyukur karena mempunyai Allah seperti Mu, Allah yang tidak pernah tidur yang senantiasa memandang kepadaku. Apapun kondisi hidupku saat ini, aku percaya semuanya ada dalam jangkauan pandangan mata-Mu. Tambahkan iman percayaku pada-Mu, agar aku tetap bertumbuh dalam iman yang teguh walau badai melanda hidupku. Amin. (Dod).
Inilah respon kami tentang berbagai berita di Indonesia belakangan ini
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 September 2025Bacaan: "Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." (Lukas 6:45)Renungan: Suatu kali saya bertemu seorang ibu yang kemudian bercerita sambil menangis. la ketakutan karena akan diceraikan oleh suaminya. Sejak kecil ia selalu mengalami perlakuan kasar dari ayahnya, baik itu perkataan maupun tindakan. Saat ini dia mengaku bahwa ia telah mengampuni ayahnya, akan tetapi pengalaman diperlakukan kasar oleh ayahnya ternyata telah membentuk dirinya berkarakter sama seperti ayahnya. la menjadi wanita sekaligus istri dan ibu yang kasar dalam perkataan dan suka memukul anak dan suami. Inilah yang akhirnya membuat sang suami tidak tahan lalu berniat menceraikannya. Setelah suaminya berniat menceraikannya barulah ia ingin mengubah sifat dan karakternya. Banyak orang mengalami pengalaman diperlakukan tidak baik di masa kecilnya, hal ini berdampak besar bagi sikap dan perkataannya setelah mereka menjadi dewasa. Tidak jarang kita jumpai orang yang punya hobby membicarakan kejelekaan orang lain atau setiap kali ia berbicara kata-katanya selalu menusuk dan menyakitkan hati orang lain. Kalau kita telusuri di masa lalunya, kemungkinan ia mengalami pengalaman disakiti di masa lalunya dan berbekas hingga kini. Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa apa yang diucapkan mulut meluap hati. Kalau hati kita penuh sukacita, maka perkataan kita akan memberkati orang lain. Tetapi kalau hati kita terluka, maka perkataan kita dapat mengutuk orang lain. Apakah kita pernah menjumpai seseorang yang selalu berpikir negatif tentang orang lain atau selalu berkata-kata kasar? Atau mungkin itu kita sendiri? Mintalah kepada Yesus untuk menelusuri masa lalu kita dari masa dalam kandungan sampai saat ini. Siapakah orang yang berperan dalam melukai hati kita? Kemudian berusahalah untuk mengampuni, agar luka di hati kita tidak tertular kepada orang lain. Yesus membutuhkan kita untuk menjadi berkat dan bukan kutuk bagi orang lain. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berjaga-jagalah pada pintu hati, pikiran dan bibirku, karena hatiku pernah terluka, sehingga sering aku berpikir yang negatif terhadap orang lain dan tanpa sadar setiap perkataanku selalu menyakiti orang lain. Masuklah dalam masa laluku ya Yesus, dan pulihkanlah hatiku dari setiap luka karena perlakuan kasar, perkataan yang menusuk hati yang pernah kualami dari orang tua, saudara, pasanganku, teman dan orang lain di masa laluku. Bantu aku agar aku mampu untuk mengampuni mereka satu-persatu sehingga semua akar kepahitan yang selama ini mengikatku dapat terlepas dari hati, pikiran dan perkataanku. Amin. (Dod).
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 271 (Matius 19:7-12): Mengapa banyak pernikahan hancur? Karena banyak orang lebih senang memanfaatkan orang lain demi kesenangan sendiri. Mengapa menikah? Karena aku ingin bahagia. Bagaimana kalau tidak bahagia? Kalau aku gagal bahagia, ini pasti salah pasanganku. Maka aku ingin ceraikan dia. Inilah keberdosaan manusia.
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Yohanes 17 : 3"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Juni 2025Bacaan: "Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran." (Kolose 3:12) Renungan: Emosi yang meledak-ledak sering membuat kita kehilangan kendali, sehingga kita terpancing mengeluarkan kata-kata kasar untuk melampiaskan rasa marah itu. Kadangkala seorang ibu terpancing emosinya tatkala salah satu dari barang kesayangannya pecah oleh anak atau pembantunya yang tanpa sengaja telah menghancurkan barang kesayangannya. la mengeluarkan kata-kata yang sangat kasar dan melukai hati mereka yang ia sayangi. Sebenarnya jika diperhadapkan kepada pilihan, mana yang lebih baik hancur, benda mati itu atau hati anaknya, maka ia pasti akan memilih benda mati itu. Tetapi emosi yang meledak-ledak membuatnya tidak memikirkan hal ini. Suatu kali Christine yang baru saja menikah, mengendarai mobil hadiah pernikahan yang diberikan suaminya kepadanya. Di perjalanan, di sebuah tikungan tajam ia menabrak mobil orang lain. Christine segera menepi dan dalam keadaan shock ia menangis di dalam mobil. Ternyata yang mengemudikan mobil yang ditabrak Christine adalah seorang pria yang sudah berumur. Pria itu turun dari mobilnya dan berjalan memeriksa mobil mereka, ia melihat bemper mobil Christine rusak parah oleh kecelakaan itu. "Apakah Anda baik-baik saja? Bemper mobil Anda rusak parah Nyonya," kata pria itu kepada Christine. "Saya baik-baik saja. Saya baru saja menikah dan suami saya memberi mobil ini kepada saya sebagai hadiah pernikahan kami. la pasti akan sangat marah, sekarang saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan," jawabnya sambil terisak-isak. "Saya yakin semuanya akan baik-baik saja, suami Anda pasti akan mengerti," kata pria itu menenangkan Christine. Mereka berbicara dalam beberapa menit, kemudian pria bijak itu berkata, "Jika saya bisa mendapatkan informasi asuransi Anda, saya yang akan menanggungnya, dan kita bisa melanjutkan perjalanan kita masing-masing. Semuanya akan baik-baik saja Nyonya." "Saya tidak tahu apakah mobil ini sudah diasuransikan, "jawabnya dengan suara serak. "Mengapa Anda tidak memeriksanya, biasanya ada di laci itu," kata pria itu memberi saran. Christine pun membuka laci mobilnya dan menemukan sebuah kartu asuransi bersama amplop lain yang berisikan surat, "Sayang, jika engkau mengalami kecelakaan, tolong ingat bahwa aku mencintaimu, bukan mobil ini!" Uang yang hilang atau barang yang hancur bisa kita ganti, tetapi hati yang hancur karena perlakuan kasar akan meninggalkan luka. Baiklah kita menjadi bijak menjalani hari-hari ini dengan memegang prinsip: Lebih mencintai sesama daripada barang mewah sekalipun. Inilah prinsip yang dibawa Tuhan Yesus. la turun ke bumi dengan meninggalkan Sorga yang megah untuk menebus dan memulihkan keadaan manusia; bukan untuk memulihkan bumi ciptaan-Nya yang semakin rusak. Manusia jauh lebih penting di hadapan-Nya, dan Dia akan memberi bumi yang baru sebagai tempat bagi manusia yang sudah dipulihkan-Nya. Hidupilah prinsip Kristus yang indah ini! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang menyakiti hati sesamaku karena aku tidak menghidupi prinsip mengasihi sesama seperti diriku sendiri. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : RD. Kristianus Ludong ManadoHARI SP. PERAWAN MARIA BUNDA GEREJA Yoh. 19:25-34
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 255 (Matius 15:32-39): Peristiwa berikut merupakan peristiwa kedua di mana Yesus memberi makan ribuan orang hanya dari roti yang sangat sedikit. Sekali lagi yang menggerakkan Yesus adalah belas kasihan kepada banyak orang. Betapa besar belas kasihan di dalam hati Yesus. Dia sangat mudah digerakkan oleh belas kasihan-Nya untuk melakukan sesuatu. Inilah belas kasihan yang sejati.