POPULARITY
Categories
Ustadz Abdurrahman Zahier - Inilah Cara Do A Bekerja
3 miliar lebih, merupakan uang yang sangat banyak yang mungkin kalau kita terima sampai saat ini, kita bisa saja bingung mau menggunakan untuk apa uang sebanyak itu. Itulah yang terjadi dengan perumpamaan talenta yang diberikan kepada 3 hamba dari seorang tuan yang akan pergi ke negeri yang jauh, dan berharap untuk ketiga hambanya mengelola dengan baik setiap talenta yang diberikan. Tetapi dalam perumpamaan ini, bukan soal angka, jumlah dan banyaknya yang dipercayakan atau diberikan, tetapi bagaimana hikmat, respon dan sikap kita dalam menanggapi setiap tanggung jawab yang di taruh di dalam tangan kita. Inilah yang Yesus mau ajarkan kepada kita tentang kerajaan sorga. Banyak dari kita Tuhan percayakan, anugerahkan sesuatu, tetapi terkadang respon kita dan cara kita memaknai setiap pemberian dari Allah tidak ada dalam perspektif yang benar. Lalu seperti apa respon yang benar dalam menyikapi setiap hal yang Allah taruh di tangan kita? Simak dalam Seri 2 - Makna & Respon, Ps. Charles Bessie | Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Ustadz Maududi Abdullah Lc - Inilah Bahaya BID'AH, Ustadz Abdurrahman Al Almiry #kajianislam
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Zaman Fitnah Semakin Kejam Inilah Bekal Yang Menyelamatkanmu - Ustadz Ammi
Halo sobat kreatif! Siapa diantara kamu yang cinta mati sama karya-karya bang Joko Anwar?
Ternyata saraf kejepit dan penyakit saraf lainnya bisa diatasi dengan cepat tanpa operasi! Inilah fungsi dari interventional paint management dengan metode radiofrekuensi.Biasanya tanda Sahabat MIKA membutuhkan IPM adalah ketika sudah mulai merasakan nyeri pada kepala dan leher, bahu, lengan, siku, persendian, atau di punggung. Nyeri itu bisa bersumber dari trigeminal neuralgia, cervical facet pain, saraf kejepit, cedera saat berolahraga, efek dari kanker, dan lain-lain.Lalu, bagaimana cara kerja interventional pain management untuk mengatasi nyeri? Yuk, simak penjelasan Dokter Spesialis Saraf Mitra Keluarga Gading Serpong, dr. Poppy Chandra Dewi, Sp.N, M.Sc, FIPP, FMIN, AIFO-K, COMSK, DAIFIDN, CIPP, di episode HDIW kali ini!
Bismillah,247. INILAH SEPARUH IMAN MUTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Gunung Dukono sudah resmi ditutup sejak 17 April 2026.Ada surat keputusan. Ada nomor suratnya. Ada laranganyang eksplisit untuk siapapun.Tapi pada 8 Mei — kolom abu meledak setinggi 10.000 meter.Dan tiga orang tidak pulang.Inilah yang membuat kasus Dukono 2026 berbeda daribencana vulkanik biasa. Ini bukan tentang gunung yangtidak memberi peringatan. Gunung sudah bicara sejak29 Maret. Status Waspada terbit 3 April. Penutupanresmi berlaku 17 April. Tapi sistem komunikasi risikokita — dari notifikasi, penegakan larangan, hinggajangkauan ke wisatawan asing — belum cukup kuat untukmemastikan peringatan itu benar-benar sampai kepadasemua orang yang perlu mendengarnya.Di episode ini, kita bedah semuanya dengan data primer:kronologi 40 hari eskalasi yang terdokumentasi, faktadi balik SK penutupan 556/061 yang tidak cukup hanyaterbit, fenomena crisis fatigue danoptimism bias yang membuat bahaya familiar terasaaman, kerentanan wisatawan asing yang tidak terjangkausistem informasi kita, peran strategis guide sebagaiagen komunikasi risiko di garis terdepan, dan tigarekomendasi konkret yang layak dibawa ke mejapembuat kebijakan. Karena pertanyaannya bukan hanya siapa yang salah.Pertanyaannya adalah — sistem seperti apa yang haruskita bangun, supaya kita tidak menghitung korbanseperti ini lagi?Waspada Ya, Panik Jangan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tacitus dan Kesaksian yang KuatDiambil dari: Matius 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Tacitus. Tacitus adalah seorang penulis sejarah Romawi. Ia bukan orang Kristen, bahkan ia memandang orang Kristen dengan buruk. Ia menyebut kekristenan sebagai kepercayaan yang aneh dan tidak disukai banyak orang. Tetapi justru karena itu, tulisannya menjadi sangat menarik.Tacitus menulis bahwa setelah Yesus mati, orang-orang Kristen tetap terus bertambah. Padahal mengikuti Yesus pada waktu itu tidak mudah. Banyak orang Kristen dimusuhi, dihina, bahkan dianiaya. Coba pikirkan, Wonder Kids, kalau sebuah cerita itu bohong, apakah orang-orang akan tetap mau mempertahankannya sampai menderita? Tentu itu aneh. Tetapi orang-orang Kristen mula-mula tetap setia. Mereka rela menderita karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Inilah yang membuat kesaksian tentang Yesus semakin kuat. Bukan hanya karena ada tulisan-tulisan sejarah, tetapi juga karena ada orang-orang yang sungguh berubah dan tetap setia kepada Yesus walaupun harus membayar harga. Mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Mereka belajar mengasihi, bahkan mendoakan orang yang menyakiti mereka. Itu sebabnya firman Tuhan dalam Matius 5:44 sangat penting. Mengasihi musuh bukan hal yang mudah, tetapi itulah jalan yang diajarkan Yesus.Wonder Kids, mungkin kamu tidak mengalami penganiayaan besar seperti orang Kristen zaman dulu. Tetapi mungkin ada teman yang mengejekmu, tidak mau berteman, atau berkata jahat kepadamu. Saat itu terjadi, ingatlah bahwa Yesus mengajar kita untuk tetap mengasihi dan berdoa. Saat kita hidup seperti itu, orang lain bisa melihat bahwa Yesus benar-benar bekerja di dalam hidup kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang pernah menyakitimu atau membuatmu kesal. Hari ini, doakan orang itu dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah lebih dulu mengasihiku. Tolong aku untuk tetap setia kepada-Mu dan belajar mengasihi orang yang tidak baik kepadaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang diubahkan oleh Yesus adalah kesaksian yang kuat bahwa Dia sungguh hidup dan bekerja. Tuhan Yesus memberkati.
Bismillah,271. INILAH YANG AKU BUTUHKAN | Kajian WanitaKitab Al-Wabilush ShayyibAllah Ta'ala memerintahkan orang-orang yang beriman untuk memperbanyak dzikir dan jihad secara bersamaan agar mereka mendapatkan keberuntungan dan kemenangan yang mereka harapkan. Allah Ta'ala berfirman dalam ayat lainnya: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا"Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan me-nyebut Nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
Ustadz Abu Haidar As Sundawy - Inilah Hasil Dari TafakKur
Tuhan berkenan menyatakan diri-Nya kepada setiap orang yang rendah hati dan sungguh-sungguh mengasihi-Nya(Markus 16:9-12; Yohanes 12:1-8; Roma 12:1;)Saat kelahiran bayi Yesus Kristus, Tuhan menghendaki para gembala di padang Efrata yang pertama kali melihat kelahiran Sang Raja Damai, Anak Daud. Para gembala ini merupakan sekumpulan orang sederhana dan rendah hati. Saat kebangkitan Yesus Kristus, Ia berkenan untuk menampakkan diri-Nya pertama kali kepada Maria Magdalena, seorang wanita yang pernah dilayani-Nya dari kerasukan tujuh roh setan dan ia juga lah wanita yang meminyaki kaki Yesus sebelum menjelang hari penyaliban-Nya. Dialah orang pertama dari sekian banyak orang yang ada di sekeliling Yesus yang telah memberikan apa yang terbaik, menunjukkan sikap kerendahan hati dan kesungguhannya dalam mengasihi Yesus. Korelasi dari kedua latar belakang ini menuju kepada satu titik yang sama yaitu kerendahan hati. TUHAN berkenan menyatakan diri-Nya kepada siapa yang rendah hati dan sungguh-sungguh mengasihi-Nya! Banyak orang mengambil profesi sebagai pendeta namun masih ada di antara mereka yang belum memiliki hati sebagai seorang hamba yaitu rendah hati, tunduk dan totalitas melayani Tuhan.Kembali ke konteks Maria Magdalena yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu mahal sekitar 300 dinar atau setara dengan upah buruh dalam satu tahun saat itu. Bukan soal betapa mahalnya minyaknya, tetapi kerelaan, kesungguhan dan ucapan syukur dari hatinya oleh karena Yesus telah menyelamatkan dia dari ikatan roh jahat. Ia begitu menghargai, berterimakasih kepada Tuhan dengan cara memberikan apa yang ia punya kepada Yesus. Minyak mahal pun tak menjadi soal baginya sebab ia mau mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan Yesus.Mengapa Yesus menghendaki Maria Magdalena menjadi orang pertama yang harus melihat kebangkitan-Nya? Mengapa bukan murid-murid-Nya? Markus 16:9-13 → saat Maria Magdalena pergi memberitahukan kebangkitan Yesus kepada murid-murid dan orang-orang yang selalu mengiring Yesus yang saat itu sedang menangis dan berkabung, mereka semua tidak percaya! Inilah alasan mengapa Yesus berkenan untuk menampakkan diri-Nya terlebih dahulu kepada Maria Magdalena. Maria Magdalena memiliki iman dan percaya kepada setiap perkataan Yesus perihal kebangkitan-Nya di hari ketiga dan terlebih karena Maria memiliki sikap rendah hati dan sangat mengasihi Yesus. Orang yang beriman adalah orang yang mengasihi Yesus, dan orang-orang yang seperti ini sukar ditemui di akhir zaman. Manusia akhir-akhir ini hanya memikirkan dirinya sendiri dan sarat akan kasih. Banyak orang masih khawatir akan hidupnya. Dari kisah Maria Magdalena mengajarkan kepada kita gereja untuk sungguh-sungguh mengasihi Yesus, mengagungkan Yesus. Memberikan hidup ini sebagai persembahan yang menyenangkan dan memuliakan Tuhan (Rom.12:1), itulah ibadah yang sejati, bukan hanya sekedar datang, bernyanyi, formalitas liturgi dalam ibadah. Jadilah seorang seperti Maria Magdalena, yang memiliki sikap hati sebagai seorang hamba yang rendah hati dan sungguh-sungguh mengasihi Yesus. Seorang yang memberikan dirinya sebagai persembahan yang hidup dan memberikan apa yang terbaik dari dirinya untuk memuliakan Tuhan. Seorang yang sudah mengalami lawatan / jamahan kasih Tuhan dan menjadi saksi perbuatan ajaib tangan Tuhan atas hidupnya.
"Komunikasi adalah salah satu kunci membangun hubungan kokoh dan kuat dengan si buah hati. Dalam audio ini, kita akan bahas momen yang paling tepat memulai percakapan yang efektif. Yuk, dengar audionya agar mampu menjalin komunikasi keluarga lebih kuat. Nah parents, saat ada momen tepat untuk ngobrol dengan anak, topik apa sih yang mau Moms & Dads diskusikan dengan anak? Tuliskan jawaban di komentar yaa.. Thank you Moms & Dads"
Parkir liar Blok-M bukan sekadar pungli, tapi potret konflik negara, ekonomi informal, dan kekuasaan bayangan. Saat kebijakan tak tegas, “bos parkir” tetap berkuasa. Berani kah Pemprov menuntaskan ini? Inilah ujian politik sesungguhnya: sederhana di permukaan, rumit dan berisiko di dalam.
Ustadz Maududi Abdullah Lc. -
Riak Sungai Kapuas yang mengalir tenang menjadi saksi bisu dari sebuah upaya besar dalam menjaga ingatan kolektif warga. Seorang ahli, David Cooperrider, pernah menyatakan bahwa dunia yang kita tinggali sebenarnya dibentuk oleh percakapan-percakapan yang kita lakukan. Di Kabupaten Kapuas Hulu, melalui Workshop Co-Creation: Mengarsipkan Cerita, Merawat Ingatan Warga Sungai Kapuas, sebuah narasi baru sedang dibangun untuk masa depan sungai ini. Perjalanan ini dimulai dengan membedah kekuatan diri melalui metode Perisai Diri. Rekan-rekan dari Putussibau Art Community, Samodra Kudong, dan Borneo Catalyst memetakan modal berharga yang mereka miliki: keahlian teknis, kelenturan hati dalam berkolaborasi, akses informasi, hingga keunikan diri yang menjadi jati diri setiap tim. Kekuatan inilah yang menjadi fondasi utama sebelum mereka terjun langsung ke tengah masyarakat. Visi besar pun mulai diletakkan dengan menatap jauh ke tahun 2060. Melalui perencanaan skenario, disadari adanya tarikan kuat antara arus masyarakat global dan kekuatan masyarakat lokal. Sebuah pertanyaan mendasar muncul: apakah peradaban Kapuas akan dibiarkan runtuh, ataukah kita akan bergerak bersama menuju skenario yang optimis dan transformatif? Jawaban atas pertanyaan ini mulai dirajut melalui dokumentasi yang dilakukan hari ini. Untuk mewujudkan misi tersebut, alat perjuangan bernama Z-Template digunakan sebagai logika dasar dalam menyusun cerita dan melakukan wawancara mendalam. Proses ini dimulai dengan Sensing, yaitu menangkap realitas yang kasat mata; diikuti Intuition untuk menggali makna di balik kenyataan; kemudian Thinking untuk menyusun data secara logis; dan diakhiri dengan Feeling agar cerita yang dihasilkan mampu menyentuh sisi kemanusiaan yang terdalam. Melalui latihan produksi podcast, setiap peserta belajar untuk mempraktikkan Radical Listening atau mendengar secara radikal. Prinsip utamanya adalah menyadari bahwa setiap pertanyaan yang tepat bukan sekadar pencarian informasi, melainkan sebuah intervensi yang mampu mengubah cara pandang narasumber maupun pendengarnya. Misi utama dari kegiatan ini adalah menemukan dan mendokumentasikan 300 Social Hackers atau para penggerak perubahan di tingkat tapak. Setiap tim bertanggung jawab untuk memotret dan menuliskan profil dari 100 pejuang lokal yang memiliki gagasan unik serta solusi nyata dalam menjaga kelestarian sungai dan kehidupan mereka. Seluruh temuan ini akan diabadikan dalam sebuah Coffee Table Book yang berfungsi sebagai arsip penting bagi peradaban di sepanjang Hulu Sungai Kapuas. Sebagai langkah nyata, perjalanan akan dilanjutkan menuju utara, menempuh waktu sekitar dua jam menuju Menua Sadap di Embaloh Hulu. Di pemukiman Dayak Iban ini, peserta akan melakukan sensitisasi atau pengasahan kepekaan terhadap alam dan masyarakat. Mendengarkan langsung cerita dari rumah Betang Sadap dilakukan dengan satu komitmen utama: menjaga martabat para narasumber. Dengan prinsip Appreciative Inquiry, setiap karya foto dan tulisan difokuskan pada hal-hal terbaik yang dimiliki warga. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap intervensi kreatif yang dilakukan mampu mengangkat harga diri dan menghargai keberadaan mereka sebagai penjaga sungai. Inilah misi Madani Berkelanjutan dan Inspirasi Tanpa Batas atau INSPIRIT bersama para penjaga garda depan Kapuas. Sebuah kerja kolaboratif untuk memastikan bahwa ingatan tetap terjaga dan peradaban tetap merawat kehidupan.
Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon. Dunia berduka — lalu melanjutkan harinya. Inilah paradoks terbesar pasukan perdamaian, mereka dikirim menjaga damai sistem internasional yang pada hakikatnya tidak pernah damai.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahNilai dari Banyaknya SalinanDiambil dari: 1 Petrus 1:24–25 (TB)“Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput; rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa Perjanjian Baru memiliki ribuan salinan kuno. Hari ini kita belajar satu hal lagi: mengapa banyaknya salinan itu sangat penting? Para ahli menemukan bahwa Injil bukan hanya disalin dalam bahasa Yunani, tetapi juga diterjemahkan sangat awal ke bahasa lain — seperti Latin, Siria, Koptik, Armenia, dan banyak bahasa kuno lainnya. Itu artinya, firman Tuhan menyebar dengan cepat ke banyak tempat.Sekarang pikirkan ini: Kalau kita tidak memiliki satu pun naskah Yunani asli hari ini, para ahli tetap bisa menyusun kembali isi Perjanjian Baru dari terjemahan-terjemahan kuno itu, karena begitu banyak salinan yang tersedia. Semakin banyak salinan yang kita miliki, semakin mudah kita membandingkannya dan memastikan isi yang benar.Ini seperti memiliki banyak saksi yang menceritakan hal yang sama. Kalau satu salinan rusak, masih ada banyak salinan lain untuk dibandingkan. Banyaknya naskah dan terjemahan justru menjadi bukti bahwa firman Tuhan dijaga dan disebarkan dengan serius oleh orang-orang Kristen mula-mula.Wonder Kids, Tuhan bukan hanya memberi firman-Nya. Ia juga memastikan firman itu tersebar dan dipelihara.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bersyukurlah karena kamu hidup di zaman di mana Alkitab bisa dibaca dalam bahasamu sendiri. Jangan sia-siakan kesempatan itu.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu tetap bertahan sepanjang sejarah. Tolong aku supaya menghargai Alkitab dan mau membacanya setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan tidak hilang — ia dijaga dan disebarkan ke seluruh dunia. Tuhan Yesus memberkati.
Kapuas sedang sesak napas. Merkuri di Kapuas Hulu, sedimentasi di Sintang, hingga banjir di Sanggau bukan lagi sekadar berita, tapi ancaman nyata bagi nyawa peradaban. Namun, di tengah rintihan sungai itu, muncul para peretas. Bukan peretas komputer yang bersembunyi di balik layar, melainkan Social Hacker. Mereka adalah para penyimpang positif yang memilih jalan berbeda saat orang lain menyerah pada krisis. Di tangan mereka, masalah besar dihack dengan kearifan lokal yang cerdas, menjaga sungai agar tetap menjadi sumber kehidupan, bukan sumber bencana. Tugas Social Hacker Team adalah memburu cahaya-cahaya sunyi ini. Mereka tidak mencari panggung di kantor dinas, tapi blusukan ke dermaga dan warung kopi saat fajar menyingsing. Menggunakan teknik Outlier Analysis yang dikemas dalam obrolan santai, tim ini mencari sosok-sosok "aneh" yang tetap mampu memanen kebaikan di tengah kerusakan alam. Dari ibu penenun yang setia pada warna alami hingga nelayan yang mengharamkan setrum, kawan-kawan tim bergerak merajut kembali simpul-simpul harapan yang sempat tercerai-berai oleh tekanan ekonomi. Inilah inti dari "Kapuas Bercerita". Kita tidak hanya mencatat angka kerusakan, tapi mengabadikan martabat manusia yang menolak punah. Melalui pendekatan Appreciative Inquiry, setiap narasi Hacker Sosial ini dijadikan energi baru untuk melawan keputusasaan. Kita ingin dunia melihat bahwa di pedalaman Kalimantan, tangan-tangan kasar yang berurat itu sedang bekerja memulihkan luka Kapuas. Selama para peretas sosial ini masih bergerak, Kapuas akan terus bercerita tentang daya lenting dan kejayaan peradabannya yang takkan pernah hanyut oleh banjir zaman.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 April 2026Bacaan: "Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut." (1 Yohanes 3:14)Renungan: Ada begitu banyak ayat Alkitab yang meneriakkan kata kasih agar yang tak mendengar dapat mendengar, dan yang tak mau mendengar menjadi terusik sehingga mau mendengar. Kasih adalah ciri khas dari kehidupan kekristenan, yang membedakan kita dengan dunia ini. Mengasihi bukanlah pilihan bagi para pengikut Kristus, melainkan sebuah keharusan, yang sama halnya seperti manusia dengan makanan. Mau tidak mau, atau enak tidak enak, manusia akan tetap makan agar dapat bertahan hidup. Jadi baik atau tidak baik situasi, kondisi dan tempatnya, kita harus tetap dapat mengasihi. Namun bila akhirnya kita menjadikan kasih sebagai sebuah pilihan, maka hari ini ada begitu banyak orang yang kita bunuh. Ya, menjadi pembunuh, itulah hasil akhir dari pilihan kita, karena kita gagal menjadi penunjuk jalan bagi orang-orang "dunia" untuk menuju kepada jalan kebenaran dan hidup. Inilah alasan mengapa kasih menjadi begitu penting, sehingga firman-Nya terus menggedor hati kita agar kita hidup sebagai anak-anak terang yang memancarkan kasih-Nya. Sebab, seperti apa dan bagaimana kita hidup, maka seperti itulah orang akan memandang Kristus. Jika kita hidup sebagai pemarah atau pendendam, maka seperti itulah Kristus di hadapan orang-orang yang tidak mengenal-Nya. Kristus yang adalah Kasih, berubah menjadi Pribadi yang buruk karena keangkuhan, keegoisan, dan kegengsian kita yang tidak mau mengampuni. Di dalam Kristus, hal mengasihi bukan lagi sebuah kemustahilan. Untuk itu, jika kita masih merasakan sebaliknya, maka sesungguhnya la tidak ada di dalam kita, dan kita tidak pernah mengenal-Nya. Saat dunia membutuhkan alasan atau syarat untuk mengasihi, la justru mengajarkan kita untuk mengasihi tanpa syarat, sama seperti Dia yang mengasihi kita tanpa syarat. Maukah kita belajar mengasihi? Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin belajar memiliki kasih yang Engkau ajarkan kepadaku, agar aku dapat mengasihi tanpa mencari alasan untuk apa aku mengasihi. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angela Eufrasia Netty dan Gerarda Idawati Budhiono dari Gereja Santa Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 10: 34a.37-43; Mazmur tg 118: 1-2.16ab-17.22-23; Kolose 3: 1-4; Yohanes 20: 1-9.ALLELUIA,KRISTUS BANGKIT DARI KEMATIAN Tema renungan kita pada hari Minggu Paskah, KebangkitanTuhan Yesus, ini ialah: Alleluia, Kristus Bangkit dari Kematian. Semua orangyang mengaitkan dirinya dengan Yesus Kristus secara spontan akan berseru:syukur kepada Allah. Ini adalah ungkapan yang umum dan sederhana, dan masihbanyak ungkapan lain yang serupa. Kitab Mazmur mengungkapkan dengan kata-katayang bernilai teologis, yaitu: Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kitabersorak-sorak dan bersuka cita karenanya!" Alasan umum atas respons kita yang positif, penuh sukacita, dan dirayakan dengan meriah ini, ialah karena Tuhan Yesus bangkit darikematian-Nya. Dosa dan maut serta semua pengaruhnya dikalahkan Dia. Sepintasnamun amat nyata bahwa musuh-musuh itu sangat menakutkan dan jauh lebih kuat.Sepertinya mereka tidak pernah habis, terutama karena Setan tidak pernah tidur.Ia menggoda dan terus menggoda. Jadi, di sekeliling kita selalu ada ancamanuntuk jatuh dalam dosa dan akhirnya menemui kematian. Tetapi sudah terbukti sekitar lebih dari dua ribu tahunlalu bahwa Yesus Kristus Putra Allah berhasil mengalahkan semua kekuatan jahatitu. Mulai dari sana, seluruh dunia dan umat manusia memiliki keyakinan sesuaidengan agamanya masing-masing, bahwa dosa dan kejahatan dapat dikalahkan.Setiap kali entah pribadi, entah bersama menemui cobaan dan siksaan dosa dankejahatan, kita semua selalu memiliki keyakinan kuat, bahwa semua itu pastiberlalu karena Tuhan sedang dan selalu membimbing kehidupan kita. Satu wujud bimbingan Tuhan yang sangat nyata dan takterbantahkan ialah kita selalu memiliki pengharapan dan bangkit atau bangundari kejatuhan dan penderitaan. Di tengah keadaan ekonomi, sosial dan politikakhir-akhir ini yang kacau, tekad kita bersama ialah melakukan bersama-samaupaya untuk melawan, mempertahankan diri, dan saling memperhatikan, agar kitatidak dikalahkan oleh ancaman kejahatan saat ini. Musuh sehebat apa pun jikadilawan dan dihadapi bersama-sama, dan dengan kekuatan dari Tuhan yang bangkit,ia akan dapat dikalahkan. Semua kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus Kristussungguh tidak dapat terbantahkan lagi. Kesaksian itu dimulai dengan ditemukanmakam-Nya yang kosong, Ia sendiri menampakkan diri-Nya kepada para rasul danmurid-murid, termasuk melalui makan bersama dengan mereka setelah kebangkitan,dan sampai kepada suatu spiritualitas untuk dihidupi oleh semua pengikut-Nya.Spiritualitas Kristen adalah gaya dan semangat hidup kita semua yang mengikutiKristus. Kita mati bersama Kristus dalam dosa dan kejahatan, tetapi kita padaakhirnya bangkit bersama Dia untuk hidup selamanya bersama Dia. Kepada Andasemua dan masing-masing dari kita, mari kita saling memberi salam: SelamatPaskah 2026. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, terima kasih ataskebangkitan-Mu sebagai hadiah bagi kami baik selama kami masih berada di dalamdunia maupun hidup di akhirat nanti. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
Membaca manusia itu seperti membaca buku—jangan cuma lihat sampulnya. Sampul bisa mengkilap, tapi isinya mungkin membosankan. Kita harus berani "membuka halaman" dengan memahami motivasi terdalamnya: apakah dia mengejar kenikmatan atau sekadar lari dari rasa sakit. Inilah bensin yang menggerakkan alur cerita setiap individu di depan kita. Membaca buku ini juga butuh "kamus" yang pas. Kita bisa pakai MBTI, Enneagram, atau Big Five. Alat-alat ini membantu kita tahu apakah buku ini bergenre "petualangan" yang ekstrovert atau "misteri" yang penuh analisis. Ditambah dengan pengamatan pada ekspresi mikro, kita bisa tahu mana paragraf yang jujur dan mana yang cuma "tipografi" untuk menutupi kebohongan. Akhirnya, menjadi pembaca orang yang mahir bukan untuk menjadi hakim yang galak. Ini soal empati. Soal memahami mengapa sebuah bab ditulis dengan penuh air mata atau amarah. Dengan membaca orang lain secara jernih, kita sebenarnya sedang belajar menulis bab-bab kehidupan kita sendiri dengan tinta kebijaksanaan yang lebih kental.
Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas - Inilah Amalan yang Mengantarkan ke Surga!
Ustadz Abdurrahman Zahier Bba - Inilah Cara Do'a Bekerja
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 31 Maret 2026Bacaan: "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." (1 Korintus 13:13)Renungan: Pagi itu, Oma Lisa dikejutkan oleh sebuah paket yang tertera namanya. Isinya adalah sebuah tas rajutan kesukaannya dan syal bermotif burung cenderawasih. Sungguh indah dan mengharukan hatinya. Bagaimana tidak? Pengirimnya adalah seorang wanita yang dulu pernah kos di rumahnya. Memang paket tersebut bukanlah yang pertama kali, tetapi selalu berhasil menyentuh hatinya. "Mereka tak pernah lupa hari ulang tahun saya," katanya. Mengapa mereka begitu perhatian padanya? Menurut kesaksian mereka, Oma Lisa pun sangat mengasihi mereka. la memperlakukan anak-anak kos itu bagai anak sendiri. Hubungan keluarga sering dipahami sebatas ikatan darah. Kenyataannya, kita tahu, tidaklah selalu demikian. Ketika Yesus tergantung di kayu salib, la membentuk satu hubungan keluarga yang melampaui ikatan darah. Kata Yesus kepada ibu-Nya, "Ibu, inilah anakmu!" Dan kepada murid yang dikasihi-Nya, "Inilah ibumu!" Sebuah hubungan yang di dalamnya ada ikatan kasih yang saling memberi perhatian, saling merawat, saling menopang. Tak harus sedarah, bukan? Hubungan keluarga seperti inilah yang mempersatukan kita dengan begitu banyak orang. Bahkan kadang, ikatan keluarga jenis ini bisa lebih kuat daripada hubungan sedarah, tapi kekurangan cinta kasih. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap orang yang Kau izinkan hadir dalam hidupku, sehingga walau mereka tidak sedarah dengan aku, tetapi kasih dan perhatian mereka melebihi saudara sedarah. Biarlah berkat-Mu senantiasa melimpah untuk mereka. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 21 Maret 2026Bacaan: "Sabarlahh kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13)Renungan: Seorang psikolog bernama Robert Ader mempublikasikan penelitiannya bahwa secara biologis, otak, emosi, dan fisik itu tidak terpisahkan. Inilah kenapa beberapa gangguan fisik sebenarnya berawal karena emosi yang tidak terorganisir dengan baik. Ada orang yang membiarkan diri terus menerus membenci orang lain, mengorbankan hubungan, sehingga sakit hipertensi atau jantung. Bahkan contoh sederhana saja, saat kita marah pada orang lain, degup jantung kita pun tentu akan makin cepat dan akibatnya kita akan mudah lelah. Ada seorang bapak tidak mau diajak melayat temannya yang meninggal. "Tidak bisa, saya tidak bisa," katanya menolak. Mereka memiliki perselisihan yang tak kunjung selesai. Padahal orangnya sudah meninggal, tapi kebenciannya tetap membara. Sungguh sia-sia, bukan? Ketika kita dapat memaafkan, berarti kita bisa pula melupakan. Melupakan bukan dalam arti kita sama sekali tidak ingat akan peristiwa masa lalu yang telah terjadi, melainkan peristiwa menyakitkan itu sudah tidak memiliki kuasa atas hidup kita. Kita memaafkan orang lain bukan berarti kita menyetujui perilaku mereka. Kita memaafkan mereka untuk diri kita sendiri, supaya kita bisa melepaskan pengampunan dan melanjutkan kehidupan kita. Sayangnya, banyak orang menganggap memaafkan itu akan menjadikan posisinya lemah sehingga mereka enggan melepaskan pengampunan. Apalagi bila yang salah tidak meminta maaf. "Apa yang mau dimaafkan? Yang salah saja tidak minta maaf," alasan mereka. Terlepas dari adanya permintaan maaf atau tidak, kita harus bisa memaafkan. Itu akan membebaskan kita. Kita tidak dapat mengontrol orang lain tetapi kita dapat mengendalikan diri kita: pikiran kita, perkataan kita, pilihan kita, tindakan kita, reaksi kita dan seterusnya. Bila telah dapat menguasai diri sendiri, kita akan menjadi nahkoda untuk setiap hal yang lain (Ams 16:32). Sebaliknya: bila kita tidak dapat menguasai diri sendiri, mustahil untuk bisa menahkodai hal-hal lainnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena aku dapat mengampuni seseorang yang selama ini telah menyakiti hatiku. Kini hatiku lega karena beban dendam yang selama ini mengikatku telah terlepas. Hatiku telah bebas merdeka. Amin. (Dod).
Bismillah,2059. TERNYATA, SEDALAM INILAH NERAKA | Riyaadhus Shaalihiin | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Menjadi manusia berfrekuensi tinggi bukan berarti memakai jimat atau mantra, melainkan menala "dawai" di dalam diri agar bergetar lebih cepat dan harmonis, persis seperti simfoni kosmik yang sering diceritakan Michio Kaku. Langkah pertamanya sederhana tapi butuh disiplin: mengosongkan gelas. Kita harus berani membuang sampah pikiran—mulai dari ego yang kebesaran hingga kebisingan informasi—lewat latihan diam (stillness) agar radio di dalam kepala kita kembali jernih menangkap sinyal-sinyal ide brilian dari alam semesta. Latihan ini menjadi konkret saat kita mulai mengasah empati untuk membangun keterhubungan atau entanglementkuantum dengan sesama. Di INSPIRIT, kami percaya bahwa ketika frekuensi diri kita naik dan stabil, getaran itu akan menular kepada lingkungan sekitar secara otomatis tanpa perlu banyak bicara. Mendengar melampaui kata-kata adalah cara paling cepat untuk menyamakan resonansi, membuat kerja tim yang berat terasa ringan, dan mengubah konflik menjadi kolaborasi yang padu bak sebuah orkestra yang terlatih. Pada akhirnya, frekuensi tertinggi manusia adalah kasih sayang—energi yang menurut fisika paling koheren dan mampu mengubah realitas lewat niat yang terfokus. Dalam kepemimpinan, pemimpin berfrekuensi tinggi tidak perlu lagi sibuk memerintah dengan ancaman, karena kehadirannya sendiri sudah menjadi instruksi yang menggerakkan dan menyejukkan. Inilah "persamaan Tuhan" yang nyata: saat vibrasi diri kita selaras dengan kebaikan semesta, hidup kita bukan lagi soal bertahan dari masalah, melainkan menjadi melodi yang membuat bumi lebih nyaman untuk dinikmati bersama.
Kita telah terlalu lama memuja Produk Domestik Bruto (PDB) seolah itu adalah kitab suci kemajuan, padahal di balik angka yang mendaki, hutan kita luluh lantak dan kesenjangan sosial kian menganga. Di INSPIRIT, kami percaya bahwa mengejar pertumbuhan tanpa batas di planet yang terbatas adalah sebuah kegilaan kolektif yang harus segera diakhiri. Konsep Doughnut Economics (Ekonomi Donat) hadir sebagai kompas baru untuk memastikan kita tidak lagi jatuh ke dalam "lubang donat" kemiskinan, namun juga tidak melampaui "atap ekologis" yang menghancurkan sistem pendukung kehidupan bumi. Di Indonesia, Ekonomi Donat menemukan manifestasi paling konkretnya melalui kebijakan Perhutanan Sosial dan pengakuan Hutan Adat. Inilah ruang aman dan adil di mana "landasan sosial" masyarakat—seperti kedaulatan pangan dan akses ekonomi—dipenuhi tanpa harus merusak "atap ekologis" atau melampaui planetary boundaries (batas-batas planet). Melalui hak kelola hutan, komunitas lokal bertransformasi dari objek pembangunan menjadi subjek yang secara mandiri mendesain sistem ekonomi yang bersifat distributive by design (distributif melalui desain) sekaligus regenerative by design (regeneratif melalui desain). Masa depan kita tidak terletak pada obsesi pertumbuhan yang rakus lahan, melainkan pada keberanian untuk menjadi growth agnostic (agnostik terhadap pertumbuhan) demi kesejahteraan manusia yang hakiki. Kita harus segera beranjak dari model linear economy (ekonomi linier) yang eksploitatif menuju circular economy (ekonomi sirkular) yang meniru harmoni alam, sebagaimana yang telah dipraktikkan masyarakat adat kita selama berabad-abad melalui gotong royong. Saatnya kita mendesain ulang Indonesia agar menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh rakyatnya tanpa harus mengorbankan paru-paru dunia yang kita miliki.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Maret 2026Bacaan: "Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, (1 Petrus 1:24-25)tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu."Renungan: Alkisah ada seorang pengusaha kaya yang mendirikan sebuah pabrik kertas yang besar. Ketika segala sesuatu telah siap untuk beroperasi sesuai dengan rencana, pengusaha itu lantas memerintahkan kepada orang kepercayaannya untuk menuliskan di gerbang pabrik itu sebuah kata, yaitu "Relinquenda" yang artinya "Aku akan meninggalkannya!" Pengusaha itu telah bersusah payah bertahun-tahun mengumpulkan modal untuk membangunnya dan dengan keberhasilannya membangun pabrik itu, ia dikagumi oleh kawan-kawannya dan dipuja oleh masyarakat. Pengusaha itu amat yakin bahwa ia akan memperoleh keuntungan yang besar, tetapi mengapa ia harus menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya yang megah dan besar itu? Ternyata ia sadar bahwa pada suatu ketika ia akan pergi menghadap Tuhannya dan segalanya akan ditinggalkannya. Di dalam keberhasilan hidup kadang kita lupa diri dan selalu menyombongkan keberhasilan yang telah kita capai. Kita lupa bahwa apa yang kita capai hanyalah kepercayaan yang sifatnya sementara. Jika kita renungkan tindakan pengusaha yang menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya, tentu harus diakui bahwa tindakannya itu sungguh arif sebab ternyata suka atau tidak suka, segala sesuatu akan kita tinggalkan. Banyak orang yang terikat pada dunia ini. Kita menganggap bahwa harta kekayaan adalah segala-galanya. Kita bahkan tidak segan-segan melakukan perbuatan jahat demi memperoleh kekayaan atau demi mempertahankan kekuasaan. Kita lupa bahwa semuanya hanya sementara dan akan ditinggalkan. Baik kita orang tak berharta ataupun orang berharta dan berkuasa, marilah kita bersikap arif. Tuliskanlah "Relinquenda" di atas seluruh kekayaan dan kekuasaan kita karena semua itu akan kita tinggalkan. Marilah kita memuliakan Kristus di atas segala yang kita kasihi dan di atas segala yang kita miliki sebab hanya dengan demikian kita akan berkenan kepada-Nya. Harta kekayaan serta kedudukan bersifat sementara. Sebab itu selama kita masih berada di dunia ini, kejarlah terutama harta rohani yang sifatnya kekal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari keterikatan dengan hal-hal duniawi agar ketika semua harus kutinggalkan, hatiku tetap bebas merdeka karena hatiku hanya terikat pada-Mu saja. Amin. (Dod).
Slavoj Žižek memandang ideologi bukan sekadar kebohongan yang menipu kita, melainkan seperti kacamata yang tidak sadar kita gunakan untuk melihat dunia. Kita sering merasa sudah bebas dari doktrin, padahal perilaku kita sehari-hari—seperti berbelanja atau berdonasi secara pasif—justru memperkuat sistem yang kita kritik. Inilah yang disebutnya sebagai interpassivity, di mana kita merasa seolah-olah sudah berbuat sesuatu agar kenyataan yang sebenarnya tidak perlu berubah secara mendasar. Inti dari pemikiran Žižek adalah keberanian untuk menghadapi apa yang ia sebut sebagai the Real, yakni retakan atau kegagalan dalam sistem yang sering kali kita tutupi dengan fantasi indah. Perubahan sosial yang sejati tidak datang dari sekadar memperbaiki gejala, tetapi dari sebuah the Act atau "Tindakan" yang berani merombak aturan main secara total. Tindakan ini menuntut kita untuk berani menghadapi rasa tidak nyaman dan meninggalkan zona aman demi menciptakan struktur masyarakat yang benar-benar baru. Pada akhirnya, jalan menuju masa depan yang lebih baik menurut Žižek dimulai dengan keberanian untuk mengatakan "tidak" terhadap tekanan sistem yang memaksa kita untuk selalu sibuk tanpa arah. Melalui strategi subtractive politics, kita diajak untuk berhenti sejenak dan menolak berpartisipasi dalam sandiwara sosial yang semu. Dengan melakukan proses unlearning atau belajar melepaskan keterikatan pada cara hidup lama, kita dapat membuka ruang bagi kemungkinan-kemungkinan baru yang sebelumnya dianggap mustahil oleh sistem saat ini.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa lokakarya mampu mengubah hidup seseorang selamanya, sementara yang lain terlupakan begitu saja setelah sesi berakhir? Rahasianya tidak hanya terletak pada materi yang disampaikan, tetapi pada pemahaman mendalam tentang neurobiologi manusia. Melalui Teori Polivagal, kita belajar bahwa otak manusia hanya bisa benar-benar belajar saat sistem saraf merasa aman. Mempelajari hal ini berarti Anda melampaui sekadar teknik presentasi; Anda belajar bagaimana mengelola kondisi biologis peserta agar mereka tetap tenang, terbuka, dan siap untuk menyerap pengetahuan baru secara mendalam tanpa merasa terancam. Menjadi seorang fasilitator transformasional adalah sebuah perpaduan antara sains dan seni yang memikat. Anda akan diajarkan untuk merancang arsitektur lokakarya yang presisi, mulai dari membangun jembatan emosional pada fase pembukaan hingga menggunakan konsep "tangga tantangan" yang mengajak peserta keluar dari zona nyaman dengan cara yang aman. Di sini, Anda belajar seni mendengarkan yang tajam—bukan hanya suara, melainkan juga suasana hati dan bahasa tubuh kelompok. Kemampuan untuk merespons dinamika spontan dan "memegang ruang" bagi emosi kolektif adalah keahlian tingkat tinggi yang akan membedakan Anda dari pengajar biasa pada umumnya. Pada akhirnya, mendalami materi ini adalah sebuah panggilan untuk melayani pertumbuhan manusia dengan cara yang paling autentik. Anda akan menyadari bahwa "sedikit itu lebih banyak", di mana ruang kosong dan keheningan sering kali menjadi guru yang paling bijaksana bagi peserta. Melalui penguasaan cerita, metafora, dan praktik perawatan diri yang berkelanjutan, Anda tidak hanya membantu orang lain berubah, tetapi juga bertransformasi menjadi pemimpin yang lebih jernih dan berdaya. Inilah kesempatan Anda untuk belajar menciptakan dampak nyata, di mana ukuran kesuksesan bukan lagi pada tumpukan lembar materi, melainkan pada terciptanya koneksi manusiawi yang mendalam dan perspektif hidup yang baru.
Kepemimpinan sejati bukanlah tentang mengejar ambisi pribadi, melainkan sebuah perjalanan pulang menuju ketulusan dan keberanian untuk memanusiakan sesama. Di tengah dunia yang menuntut kesempurnaan, seorang pemimpin justru harus berani menanggalkan topengnya dan menciptakan "ruang aman" bagi setiap orang untuk berkreasi tanpa rasa takut. Inilah fase pendakian "gunung kedua", di mana ego luruh dan berganti dengan niat murni untuk melayani panggilan hidup yang lebih tinggi dan bermakna. Dalam praktiknya, peran pemimpin bertransformasi dari seorang komandan menjadi "tukang kebun" yang sabar dalam merawat ekosistem organisasi. Ia tidak lagi memaksakan kehendak atau kendali kaku, melainkan memastikan tumbuhnya kepercayaan melalui kehadiran mental yang utuh dan dialog yang apresiatif. Keberhasilan kepemimpinan tidak lagi diukur dari banyaknya instruksi yang ditaati, tetapi dari sejauh mana tim mampu mandiri, berinovasi, dan tetap tegak berdiri meski diterpa badai ketidakpastian. Pada akhirnya, setiap jabatan hanyalah "kursi pinjaman" yang bersifat sementara dan suatu saat pasti akan ditinggalkan. Warisan abadi seorang pemimpin bukanlah monumen fisik atau angka-angka di atas kertas, melainkan perubahan cara berpikir dan nilai-nilai kemanusiaan yang tertanam kuat di hati setiap manusia yang pernah ia temani. Kepemimpinan adalah jalan pulang untuk menemukan diri yang paling ikhlas, di mana pengabdian dilakukan dengan setulus-tulusnya cinta pada kemanusiaan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MENGURUTKAN PERJANJIAN BARUDiambil dari: 2 Tesalonika 3:17 “Salam dari Paulus kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap suratku; beginilah caraku menulis.”Wonder Kids, mungkin kamu pernah melihat Alkitab dan berpikir bahwa semua kitab di dalam Perjanjian Baru ditulis sesuai urutan waktu. Tetapi sebenarnya, urutan kitab dalam Alkitab tidak selalu sesuai dengan waktu penulisannya.Sebagian besar surat Paulus ditulis lebih awal daripada Injil. Paulus berkeliling banyak tempat untuk memberitakan Injil, lalu ia menulis surat kepada jemaat-jemaat yang sudah percaya kepada Yesus. Surat-surat itu ditulis sekitar tahun 50-an Masehi.Paulus sendiri bertemu dengan Yesus yang bangkit di jalan ke Damsyik. Setelah itu, ia percaya kepada Yesus dan menjadi pemberita Injil. Tidak lama kemudian, ia mulai mengajar banyak orang tentang Tuhan Yesus dan menulis surat-surat untuk menolong jemaat hidup benar.Barulah setelah itu, Injil-Injil ditulis oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Injil-injil itu menceritakan kembali tentang kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus supaya semakin banyak orang mengenal-Nya.Wonder Kids, Tuhan memakai banyak orang dan banyak cara untuk menyampaikan firman-Nya. Ada yang menulis Injil, ada yang menulis surat, tetapi semuanya dipakai Tuhan untuk satu tujuan: supaya kita mengenal Yesus dan hidup bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, bersyukurlah kepada Tuhan karena firman-Nya ditulis dengan begitu rapi dan lengkap. Saat membaca Alkitab, ingatlah bahwa setiap bagian ditulis untuk menolong kita percaya kepada Yesus dan hidup taat kepada-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai banyak orang untuk menuliskan firman-Mu. Terima kasih karena melalui Alkitab aku bisa mengenal Yesus. Tolong aku supaya rajin membaca firman-Mu dan mau hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, semua bagian Alkitab ditulis supaya kita mengenal Yesus dan hidup bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Markus Soge Purab dan Klaudia Roo Won Malin Asan dari Stasi Keluarga Kudus Lewo Glaran, Paroki Santo Mikhael Kalike di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.9-10.11-12; Lukas 15: 1-3.11-32.KERAHIMAN ALLAHBUKAN KETIDAKADILAN Renungan kita pada hari ini bertema: Kerahiman Allah BukanKetidakadilan. Kekaguman bahkan sampai ketidakmampuan kita untuk memahami TuhanAllah salah satunya ialah tentang kerahiman-Nya. Ungkapan kerahiman Allah yangpaling kuat bagi kita ialah kuasa-Nya mengampuni dosa manusia. Istilah “Allahmaha kuasa” memiliki makna bahwa Ia berkuasa di atas segala sesuatu dan setiaporang, termasuk pengampunan dosa. Untuk orang-orang yang percaya, kekaguman danketidakmampuan di hadirat Tuhan ini merupakan bagian dari iman. Sedangkan bagiorang-orang yang tidak beriman, kemahakuasaan Allah dan khususnya pengampunandosa tak punya makna apa-apa. Nabi Micah, dalam bacaan pertama, mengungkapkan imannyadengan rasa kagum yang mendalam bahwa tidak ada Allah lain yang dapatmengampuni dosa-dosa umat ciptaan-Nya. Ia berkuasa menghapuskankesalahan-kesalahan manusia. Bahkan Ia melemparkan segala dosa itu ke dalamtubir-tubir laut, ke bagian paling dalam dari semesta ini. Micah punya ceritatentang pengalaman Israel masa lampau tentang pembebasan dari perbudakan Mesirdan penyelamatan selama pengembaraan di padang gurun. Sejalan dengan ini, Yesusmembuatnya lebih konkret melalui perumpamaan tentang anak yang hilang dan bapayang penuh belas kasih kerahimannya. Hukum positif dan keyakinan akan keadilan menetapkansolusi atas suatu perbuatan dosa, dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatandosanya. Orang-orang yang tidak percaya dan umumnya yang memakai cara berpikirini berpandangan bahwa orang Israel yang sudah sangat berdosa berulang-ulangpantas dihukum berulang-ulang. Anak yang hilang itu mesti mendapat hukuman yangsama besar dengan dosa yang sudah ia lakukan. Orang-orang Farisi dan para ahliTaurat menganggap bahwa orang yang berdosa sudah sangat kotor, jadi merekatidak boleh berinteraksi dengan para pendosa itu. Ini semua berbanding terbalikdengan perbuatan Tuhan. Ia maha rahim. Ia justru bergaul dan menyatu denganmereka. Ia mengampuni mereka. Inilah yang dipandang oleh cara berpikir tadisebagai ketidakadilan. Tetapi sebenarnya tindakan kerahiman ini bukan sebagaiperbuatan tidak adil. Suatu perbuatan belas kasih dan kerahiman pada dasarnyamembawa orang berdosa dekat kepada kita dan membantunya untuk bertobat, melaluipengampunan dan bimbingan untuk kembali ke jalan yang benar. Kehendak Tuhansebenarnya bagi mereka ialah supaya tidak ada satu pun dari orang-orang yangberiman hilang dari perhatian-Nya. Bisa jadi salah satunya ialah dari antarakita, teman atau anggota keluarga Anda. Kalau demikian, di dalam masa ini, Andadapat bekerja bersama Tuhan mengembalikan dia dari keadaannya saat ini yangsedang mengilang baik secara fisik maupun secara rohani. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan maha kuasa, buatlah kami sadar dan rindu,bahwa kembali kepada-Mu adalah yang terbaik, dan hidup dalam Dikau adalahtujuan utama hidup kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
In Australia, government-subsidised rental housing is available for eligible households. Assessment is based on need under criteria that vary depending on your state or territory. Here's what to expect when applying for different types of housing assistance, some common myths around social housing and where to reach out for help. - Di Australia, perumahan sewa bersubsidi pemerintah tersedia untuk rumah tangga yang memenuhi syarat. Penilaian didasarkan pada kebutuhan berdasarkan kriteria yang bervariasi tergantung pada negara bagian atau wilayah Anda. Inilah yang diharapkan ketika mengajukan berbagai jenis bantuan perumahan, beberapa mitos umum seputar perumahan sosial dan di mana harus mencari bantuan.
Organisasi bukanlah sekadar struktur hierarki atau sekumpulan proses bisnis yang kaku, melainkan sebuah entitas hidup yang bernapas melalui interaksi manusia. Di dalamnya, terdapat kekuatan tak kasat mata yang menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah visi, yakni budaya organisasi. Budaya bertindak sebagai perekat sosial yang menyatukan individu dalam satu identitas kolektif yang unik. Budaya organisasi dapat didefinisikan sebagai pola asumsi dasar yang ditemukan, ditemukan kembali, atau dikembangkan oleh kelompok tertentu saat mereka belajar menghadapi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Jika pola tersebut terbukti efektif, ia akan diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk mempersepsikan, memikirkan, dan merasakan masalah-masalah tersebut. Menurut Edgar Schein, budaya tidak bisa dipahami secara dangkal melalui survei belaka, melainkan harus dilihat melalui tiga tingkatan. Tingkat pertama adalah artifak, yaitu segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan secara fisik di lingkungan organisasi. Ini mencakup arsitektur kantor, cara berpakaian, hingga bahasa formal yang digunakan sehari-hari. Namun, artifak seringkali menyesatkan karena mudah diamati tetapi sulit untuk ditafsirkan maknanya. Di bawah artifak terdapat nilai-nilai yang dideklarasikan (espoused values), yang mencakup strategi, tujuan, dan filosofi yang secara sadar diungkapkan oleh pemimpin. Nilai-nilai ini adalah apa yang "seharusnya" dilakukan menurut norma kelompok. Tingkatan terdalam dan yang paling kuat adalah asumsi dasar (basic underlying assumptions). Asumsi ini bersifat tidak sadar dan dianggap sudah semestinya benar (taken for granted), sehingga anggota organisasi tidak lagi mempertanyakan keberadaannya. Inilah inti sebenarnya dari budaya yang menentukan bagaimana realitas dipahami oleh setiap individu di dalamnya. Asumsi dasar ini seringkali berakar pada sejarah panjang organisasi dalam mengatasi krisis atau merayakan kesuksesan. Ketika suatu tindakan secara konsisten membawa keberhasilan, tindakan tersebut berubah dari sekadar hipotesis menjadi keyakinan yang tidak tergoyahkan. Budaya, dalam hal ini, adalah hasil dari proses pembelajaran kolektif yang terakumulasi. Salah satu fungsi utama budaya adalah membantu organisasi dalam adaptasi eksternal. Budaya menentukan misi inti organisasi, strategi operasional, hingga kriteria keberhasilan yang mereka tetapkan sendiri. Tanpa kesepakatan budaya mengenai hal-hal fundamental ini, organisasi akan kehilangan arah di tengah persaingan pasar yang dinamis. Selain adaptasi ke luar, budaya juga berfungsi menjaga integrasi internal. Budaya memberikan bahasa bersama, menentukan batasan kelompok, menetapkan kriteria untuk kekuasaan dan status, serta menciptakan norma-norma tentang keintiman dan persahabatan. Hal ini menciptakan rasa aman dan stabilitas psikologis bagi setiap anggota. Pembentukan budaya sangat dipengaruhi oleh peran pendiri organisasi. Para pendiri membawa asumsi awal mereka tentang dunia dan cara terbaik untuk menjalankan bisnis. Melalui kepemimpinan mereka, nilai-nilai pribadi sang pendiri perlahan-lahan menyerap ke dalam struktur dan menjadi identitas permanen bagi organisasi tersebut. Seiring bertumbuhnya organisasi, budaya tidak lagi bersifat monolitik. Seringkali muncul subkultur yang berbeda berdasarkan fungsi departemen, lokasi geografis, atau tingkatan hierarki. Tantangan bagi seorang pemimpin adalah bagaimana menyelaraskan subkultur ini agar tidak terjadi konflik yang dapat melumpuhkan efektivitas kerja. Budaya juga berfungsi sebagai mekanisme pengurangan kecemasan (anxiety reduction). Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, budaya memberikan kerangka berpikir yang stabil sehingga individu tahu bagaimana harus bereaksi tanpa perlu menganalisis setiap situasi dari nol. Budaya memberikan prediktabilitas dalam interaksi sosial. Kepemimpinan dan budaya adalah dua sisi dari koin yang sama. Pemimpin menciptakan budaya melalui tindakan-tindakan mereka, namun di saat yang sama, budaya yang sudah mapan juga menentukan jenis pemimpin seperti apa yang akan diterima oleh organisasi. Pemimpin yang gagal memahami budaya organisasinya akan mengalami penolakan sistemik. Mendiagnosis budaya organisasi memerlukan pendekatan kualitatif yang mendalam daripada sekadar metode kuantitatif. Pemimpin harus mampu menjadi "detektif budaya" yang mengamati perilaku, mendengarkan cerita, dan menggali asumsi yang tersembunyi. Memahami budaya berarti memahami jiwa dari organisasi itu sendiri. Perubahan budaya adalah proses yang sangat menyakitkan karena melibatkan aspek "pembongkaran" identitas lama. Edgar Schein menekankan bahwa untuk mengubah budaya, seseorang harus melalui tahap unfreezing, di mana stabilitas lama digoyahkan untuk menciptakan motivasi bagi perubahan. Tanpa rasa urgensi, budaya lama akan selalu menang. Setelah tahap unfreezing, organisasi perlu melakukan restrukturisasi kognitif. Anggota organisasi harus belajar melihat realitas dengan cara baru dan mengadopsi asumsi-asumsi baru yang lebih relevan dengan tantangan zaman. Proses ini membutuhkan pendampingan yang intens dan contoh nyata dari para pemimpin puncak. Salah satu penghambat terbesar perubahan budaya adalah learning anxiety atau kecemasan untuk belajar hal baru. Manusia cenderung takut akan kegagalan atau kehilangan status saat mencoba cara-cara baru. Oleh karena itu, menciptakan rasa aman psikologis (psychological safety) adalah prasyarat mutlak dalam transformasi budaya. Kepemimpinan yang transformasional harus mampu mengomunikasikan visi baru secara konsisten melalui segala saluran. Bukan hanya melalui pidato, tetapi juga melalui kebijakan rekrutmen, sistem penghargaan, dan alokasi sumber daya. Apa yang diprioritaskan oleh pemimpin adalah apa yang akan dianggap penting oleh budaya. Budaya organisasi juga sangat dipengaruhi oleh budaya nasional atau makro di mana organisasi tersebut berada. Nilai-nilai tentang otoritas, waktu, dan individualisme yang dipegang oleh masyarakat sekitar akan mewarnai bagaimana budaya perusahaan terbentuk. Globalisasi menuntut organisasi untuk lebih peka terhadap perbedaan budaya ini. Teknologi modern juga turut mengubah wajah budaya organisasi. Cara kita berkomunikasi secara digital telah merubah pola interaksi sosial dan struktur otoritas dalam perusahaan. Meskipun teknologinya baru, asumsi dasar manusia tentang kebutuhan akan pengakuan dan rasa memiliki tetap menjadi inti dari budaya. Dalam organisasi yang matang, budaya bisa menjadi beban jika ia menjadi kaku dan menolak inovasi. Inilah yang disebut sebagai "kekakuan budaya" yang bisa menyebabkan organisasi runtuh meskipun pernah sukses di masa lalu. Kemampuan untuk melakukan pembelajaran berkelanjutan adalah ciri budaya yang sehat. Budaya yang kuat bukan berarti budaya yang seragam tanpa perbedaan pendapat. Budaya yang kuat adalah budaya yang memiliki nilai-nilai inti yang kokoh, namun tetap memberikan ruang bagi keberagaman ide dan kritik konstruktif. Fleksibilitas di dalam kerangka nilai adalah kunci ketahanan jangka panjang. Evaluasi terhadap budaya tidak boleh dilakukan secara menghakimi sebagai "baik" atau "buruk" secara abstrak. Budaya harus dinilai berdasarkan efektivitasnya dalam mendukung tujuan organisasi dan kesejahteraan anggotanya. Budaya yang efektif adalah budaya yang selaras dengan realitas lingkungan eksternal. Akhirnya, manajemen budaya adalah tugas berkelanjutan bagi setiap pemimpin. Budaya bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dalam satu program pelatihan, melainkan sesuatu yang dipelihara setiap hari melalui setiap keputusan kecil yang diambil. Budaya adalah akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang menjadi karakter. Kesadaran akan budaya memberikan kekuatan bagi organisasi untuk melampaui keterbatasan teknis. Dengan budaya yang sehat, sebuah organisasi mampu bertahan melewati krisis ekonomi, perubahan pasar, hingga pergantian kepemimpinan. Budaya adalah warisan abadi yang ditinggalkan oleh sebuah kelompok kepada generasi berikutnya. Sebagai penutup, memahami organisasi berarti memahami manusia di dalamnya dengan segala kompleksitas budaya yang mereka bangun. Organisasi yang hebat adalah organisasi yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga membangun budaya yang memuliakan martabat manusia dan mendorong pertumbuhan bersama menuju tujuan yang lebih besar.
Kita lahir dan dibesarkan di atas tanah yang tak terhingga kekayaannya, namun ironisnya, kita sering kali tumbuh dengan mimpi yang dikurung dalam sangkar ketakutan. Sejak kecil, telinga kita terlalu akrab dengan pepatah yang bermaksud baik, namun diam-diam membelenggu: "Jangan bermimpi terlalu tinggi, nanti kalau jatuh sakit." atau "Syukuri saja apa yang ada, tidak usah muluk-muluk." Tanpa sadar, narasi-narasi kompromistis ini membangun sebuah langit-langit kaca di kepala kita. Kita menjadi generasi yang ahli dalam merunduk, bermain aman, dan puas menjadi sekrup kecil dalam mesin raksasa ciptaan orang lain. Kita diajarkan untuk bertahan hidup, bukan untuk mengubah dunia. Namun, mari kita berhenti sejenak dan menatap cakrawala. Dunia sedang berlari dengan kecepatan eksponensial. Jika kaum muda Indonesia hari ini hanya berani bermimpi sebatas "mendapat pekerjaan yang aman" atau "lulus dengan IPK tinggi", lalu siapa yang akan memimpin bangsa ini menavigasi badai masa depan? Siapa yang akan menyelesaikan krisis iklim, ketimpangan ekonomi, dan membangun teknologi yang memanusiakan manusia di negeri ini? Inilah saatnya kita memeluk satu mentalitas radikal: Big Thinking, atau Berpikir Besar. Berpikir besar bukanlah tentang kesombongan, arogansi, atau ambisi buta untuk menumpuk harta pribadi. Bagi pemuda Indonesia, Big Thinking adalah sebuah bentuk tanggung jawab moral. Ini adalah keberanian untuk melihat masalah raksasa di sekitar kita—mulai dari petani yang terjebak tengkulak, sistem pendidikan yang tertinggal, hingga tumpukan sampah plastik di lautan kita—dan berkata dengan lantang, "Saya bisa menciptakan solusinya." Berpikir besar berarti menolak untuk mendaur ulang solusi masa lalu. Saat orang lain berpikir bagaimana membuat sesuatu 10% lebih baik, pemikir besar bertanya, "Bagaimana saya bisa membuatnya 10 kali lipat lebih berdampak?"Mereka tidak sekadar mencari perahu yang lebih baik untuk mengarungi lautan; mereka berpikir bagaimana cara membangun jembatan yang membelah samudra. Tentu saja, memilih jalan Big Thinking adalah memilih jalan yang sunyi dan penuh cibiran. Akan ada ribuan suara, mungkin dari orang-orang terdekat, yang menyuruhmu untuk kembali membumi dan realistis. Kamu akan dihadapkan pada ketakutan terbesarmu: kegagalan. Namun, ketahuilah ini: Kegagalan terbesar bukanlah ketika mimpimu yang setinggi langit itu meleset. Kegagalan paling tragis adalah ketika mimpimu terlalu rendah, dan kamu berhasil mencapainya. Kamu merayakan kemenangan kecil di zona nyaman, sementara potensimu yang sesungguhnya terkubur bersama waktu. Menjelang Visi Indonesia Emas 2045, bangsa ini tidak butuh pemuda yang manja dan penakut. Bangsa ini merindukan para pendobrak. Kita butuh anak-anak muda dari ujung Sumatera hingga Papua yang berani menantang gravitasi kemustahilan. Kita butuh seniman yang karyanya mengguncang dunia, insinyur yang membangun teknologi pelopor, dan wirausahawan yang solusinya mengentaskan jutaan orang dari kemiskinan. Jangan tunggu sempurna untuk memulai. Jangan tunggu izin dari siapa pun untuk menjadi besar. Mulailah dari kamarmu, dari meja kosmu, dari diskusi di warung kopi. Pertanyakan segala hal yang dianggap "sudah dari sananya begitu". Bongkar asumsi, perluas wawasanmu melampaui batas negara, dan bertemanlah dengan ide-ide gila. Hari ini, kanvas sejarah sedang dibentangkan di hadapanmu. Kamu bisa memilih untuk melukisnya dengan coretan keraguan yang pudar dan aman. Atau, kamu bisa mengambil kuas paling berani, mencelupkannya dalam warna-warna terang inovasi dan keberanian, lalu melukiskan sebuah mahakarya yang akan diingat oleh generasi setelahmu. Langit-langit kaca itu sebenarnya tidak pernah ada. Ia hanya ilusi yang menunggu untuk dihancurkan oleh mereka yang berani berpikir besar. Pertanyaannya sekarang: Beranikan kamu menjadi salah satu dari mereka? Bangkitlah, Pemuda Indonesia. Dunia sedang menunggu gagasan besarmu.
Bismillah,2032. INILAH YANG LEBIH MENAKUTKAN DIBANDING DAJJALRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Hadits ke-401 | Hadits Ibnu Mas'ud Radhiallahu 'anhuعن ابنِ مسعودٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : حدثنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وهو الصَّادِقُ المصدوقُ : « إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ في بَطْن أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْماً نُطْفَةً ، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذلِكَ ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مثْلَ ذلِكَ ، ثُمَّ يُرْسَلُ المَلَكُ ، فَيَنْفُخُ فِيهِ الرَّوحَ ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِماتٍ : بِكَتْبِ رِزقِةِ ، وَأَجلِهِ ، وَعمَلِهِ ، وَشَقيٌّ أَوْ سعِيدٌ . فَوَ الَّذِي لا إِله غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وبَيْنَهَا إِلاَّ ذِراعٌ ، فَيَسْبقُ عَلَيْهِ الْكِتابُ ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْل النَّارِ ، فَيَدْخُلُهَا ، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيََدْخُلُهَا » متفقٌ عليه .Dari Ibnu Mas'ud beliau berkata, "Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya ada salah seorang di antara kalian yang beramal dengan amal perbuatan ahli surga hingga jarak antara dia dengan surga hanya satu hasta, ternyata catatan (ketetapan) takdir mendahuluinya sehingga dia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dia masuk ke dalam neraka. Dan sesungguhnya ada salah seorang di antara kalian yang beramal dengan amal perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dia dengan neraka hanya satu hasta, ternyata catatan (ketetapan) takdir mendahuluinya sehingga dia beramal dengan arnal ahli surga, maka dia masuk surga'." (Muttafaq 'alaih)
Malam hari itu bukan sekadar soal gelap. Dalam kacamata kuantum, malam adalah saat noise mereda. Gangguan elektromagnetik dari hiruk-pikuk aktivitas manusia menyusut drastis. Saat itulah antena batin kita berada dalam kondisi paling tajam. Paling peka untuk menangkap "sinyal langit" yang sepanjang siang tertutup oleh bisingnya urusan duniawi. Itulah saat terbaik untuk melakukan Quantum Entanglement—keterikatan murni dengan Sang Pencipta. Begitu Tarawih dimulai, simfoni itu bekerja secara kolektif. Gerakannya ritmis. Serentak. Berjamaah. Dalam fisika, ini mirip cahaya laser yang semua fotonnya bergerak dalam satu fase yang selaras. Inilah koherensi. Getaran fisik kita disetel ulang melalui gerakan rukuk dan sujud agar tidak lagi "kemresek". Seluruh sel dan zarah dalam tubuh mulai bergetar mengikuti nada kosmik yang agung, menciptakan resonansi yang menenangkan jiwa. Puncaknya ada pada lantunan ayat suci. Itu bukan sekadar suara merdu, melainkan transmisi data informasi kosmik yang dahsyat. Membaca Al-Quran di keheningan malam adalah proses re-programming besar-besaran terhadap "kode sumber" jiwa kita. Kita sedang mengunduh frekuensi kedamaian untuk memformat ulang batin yang selama ini berantakan. Hasilnya? Anda bukan lagi sekadar orang yang menahan lapar, melainkan instrumen Tuhan yang paling merdu. Luar biasa!
Did you know that IVF is not the first, but in fact the last step in a sequence of fertility treatments? In Vitro Fertilisation is regulated by state and territory laws. It can also be expensive and emotionally challenging. Here's what to expect when aiming to start a pregnancy with IVF in Australia. - Tahukah Anda bahwa IVF bukan yang pertama, tetapi sebenarnya langkah terakhir dalam urutan perawatan kesuburan? Pemupukan in Vitro diatur oleh undang-undang negara bagian dan teritori. Ini juga bisa mahal dan menantang secara emosional. Inilah yang diharapkan ketika bertujuan untuk memulai kehamilan dengan IVF di Australia.
Kursi menteri di Indonesia tampaknya bukan sekadar soal kompetensi. Di baliknya ada negosiasi panjang antara negara, partai, dan kekuatan sosial seperti PKB, Golkar, NU, hingga Muhammadiyah. Inilah rahasia “jatah kursi abadi” yang jarang dibicarakan publik.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 29 Januari 2026Bacaan: "Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka." (Matius 1:21)Renungan: Bagaimanakah reaksi kita seandainya Allah hendak memberikan seorang bayi yang spesial dalam hidup kita, dengan pesan bahwa kelak anak tersebut akan menjadi gubernur atau presiden di Indonesia? Tentulah pesan tersebut sangat menggembirakan, meski sebenarnya juga dapat mendatangkan pertanyaan besar: Bagaimana dapat membesarkan anak ini dan memastikan dia agar kelak menjadi gubernur atau presiden? Bagaimana jika nanti yang terjadi tidak seperti itu? Yusuf mungkin menghadapi dilema serupa saat mendengar bahwa anak yang sedang dikandung oleh Maria, yang harus diberinya nama "Yesus" kelak akan menjadi penyelamat umat Allah dari dosa mereka. Namun, syukurlah Allah tidak membiarkan Yusuf berada dalam kebingungan, dengan menyatakan bahwa kelak anak yang akan segera hadir itu akan disebut juga "Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. Inilah yang kelak akan menjadi penentu kehidupan Yesus di dunia ini, sampai la menggenapi rencana Bapa di surga dengan berkorban di kayu salib, untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Bagi kita para orang tua, kita meyakini bahwa Allah punya rencana bagi anak yang Allah berikan kepada kita. Tentu kita harus melakukan bagian tugas kita sebagai orang tua dengan sebaik mungkin. Namun, jangan pernah lupakan faktor kunci yang membuat rencana dan kehendak Allah digenapi dalam hidupnya, yaitu penyertaan Allah. Perkara yang sama dapat terjadi dalam bidang kehidupan lainnya, karena jika Allah menyertai, maka kehendak-Nya pasti digenapi atas kehidupan umat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sertailah keluargaku selalu, agar kehendak-Mu yang terbaik terjadi atas semua anggota keluargaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 25 Januari 2026Bacaan: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. " (Yohanes 15:12)Renungan: Apakah kita pernah melihat anak kecil menangis tapi tangisannya segera berhenti saat ia didekap ibunya? Apakah kita pernah merasakan betapa leganya ketika kita melakukan kesalahan di tempat kerja tapi ternyata reaksi bos kita hanya berkata "Sudah, tidak apa-apa. Lain kali lebih hati-hati"? Apakah kita pernah merasakan saat seorang mau mendengarkan keluh kesah kita dengan penuh empati? Atau lihatlah betapa merdekanya hati seorang yang diampuni kesalahannya. Kesedihan istri diobati oleh ucapan lembut penuh kasih dari sang suami. Rasa lelah dan stres suami mendadak hilang karena sambutan hangat istri begitu ia tiba di rumah, dsb. Banyak pengikut Yesus bingung bagaimana cara mengalirkan kuasa Allah. Sebagian lagi berpikir bahwa orang yang dapat mengalirkan kuasa Allah itu hanyalah orang yang punya karunia tertentu, memenuhi standar rohani tertentu, telah mengikuti pelatihan tertentu, terlibat pelayanan tertentu atau memiliki jabatan rohani tertentu. Padahal sesungguhnya mengalirkan kuasa Allah bisa dimulai dengan satu langkah sederhana, yaitu MENGASIHI. Dan mengasihi juga tidak selalu tentang hal-hal yang begitu besar atau dramatis, tapi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal seperti di atas. Kebutuhan utama manusia adalah dikasihi. Dikasihi berarti diterima dan dihargai apa adanya, sebagai sesama manusia yang butuh disayangi, didengarkan, diperlakukan baik, dan dihargai. Bukankah itu juga yang kita inginkan? Kadang kita terlalu rumit memikirkan bagaimana mengalirkan kasih dan kuasa Allah. Tuhan tak akan memerintahkan sesuatu yang tak bisa kita lakukan. Ketika kita mau dengan tulus mengasihi, bisa dimulai dari melakukan tindakan-tindakan sederhana yang didasari kasih dan menunjukkan penerimaan, penghargaan serta kepedulian/empati terhadap orang lain. Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, sesungguhnya kita sedang mengalirkan kasih sorgawi yang memulihkan hidup mereka. Jadi, mari kita mulai mengasihi, mulailah dari mengasihi orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa kasih-Mu, sehingga aku mampu menjadi tanda kehadiran-Mu bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan dalam hidupnya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 13 Januari 2026Bacaan: "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." (Mazmur 91:1-2)Renungan: Suatu ketika ada beberapa orang bekerja sebagai penggali tambang. Sudah beberapa lama mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi, bisa dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin dalam. Suatu hari, tiba-tiba semua aliran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu dan dalam sekejap terjadilah hiruk pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan hanya berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang atau menabrak apa saja. Situasi bertambah buruk karena udara yang semakin panas. Setelah lelah bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu angkat bicara, "Sebaiknya kita duduk tenang dulu dari pada ribut mencari jalan keluar." Mereka semua pun lalu duduk dalam hening. Saat itulah orang-orang tersebut merasakan hembusan angin yang masuk melalui celah-celah lubang di tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam kegelapan itu. Semua orang rindu mengalami apa yang dijanjikan Allah melalui Mazmur 91. Orang mau dilepaskan dari segala jerat yang ada, mau dilindungi dari kedahsyatan malam dan lepas dari berbagai penyakit. Ingin mengalami pembelaan Tuhan yang luar biasa, namun pertanyaannya adalah apakah kita bersedia untuk melakukan langkah awalnya yakni duduk diam dalam lindungan-Nya? Duduk diam bicara tentang hal yang pasif, kita menunggu dan menanti-nantikan Tuhan. Inilah yang susah, sebab kebanyakan individu maunya bergerak, inginnya melakukan sesuatu, tidak betah kalau tidak melakukan apa-apa. Padahal melangkah tanpa tuntunan hanya akan membuat kita keliru. Mari belajar duduk diam di hadapan Tuhan, karena di sana kita akan menerima kekuatan yang baru, menerima visi yang jelas, dan menerima hikmat yang baru, untuk mendapatkan cara menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan saat masalah mendera hidupku. Aku percaya di balik ketenangan ku, kuasa-Mu akan bekerja sehingga aku memperoleh jalan keluar untuk menyelesaikan setiap masalah yang aku hadapi. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Lukas 24:44-45 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Pembawa Renungan : RP. Yandhie Buntoro, CDD Medan Yoh. 20:2-8
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 Desember 2025Bacaan: "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17) Renungan: Semua orang bisa memiliki teman, tetapi tidak semua orang bisa memiliki sahabat sejati. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang paling indah di antara hubungan antar manusia yang ada, di luar hubungan keluarga, terutama hubungan suami-istri. Hubungan ini menjadi indah, sebab bukan darah yang mempersatukan, yang membuatnya dekat dan mengerti satu sama lain, melainkan Tuhanlah yang meleburkannya menjadi satu. Sahabat adalah kado istimewa dari Tuhan bagi kita. Inilah yang membuat sahabat menjadi seorang yang sangat berharga dan berarti. Beberapa waktu lalu, sekelompok wanita merelakan rambut mereka untuk dicukur sampai habis. Tindakan tersebut bukan untuk mencari sensasi, tetapi guna memberikan dukungan kepada salah seorang sahabat mereka yang menderita kanker payudara. Saat salah seorang di antara mereka mengusulkan ide untuk mencukur rambut, tidak ada seorang pun yang menolak. Justru mereka senang bisa melakukan sesuatu yang dapat membuat sahabat mereka bahagia, sekalipun harus kehilangan "mahkota" yang membanggakan itu. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh sahabat sejati. Sahabat sejati tidak akan memikirkan untung dan rugi ketika melakukan sesuatu untuk sahabatnya. Persahabatan sejati adalah persahabatan yang tulus tanpa imbalan. Take and give terjadi secara natural di dalamnya. Memperoleh sahabat seperti ini, bagai mencari sebuah jarum di dalam tumpukan jerami. Berhubung saat ini banyak orang telah disibukkan dengan segudang aktivitas, mungkin hanya akan ada segelintir orang yang beruntung memiliki sahabat sejati, yaitu orang yang selalu ada setiap saat, baik suka maupun duka; yang mengerti tanpa harus lebih dahulu diungkapkan; yang rela memberi tanpa menimbang untung dan rugi. Baik tua ataupun muda, kita semua membutuhkan seorang sahabat selain keluarga, sebagai tempat yang tepat untuknya bernaung, melepaskan kasih sayang, serta meluapkan kesedihan dan amarahnya. Namun, sayangnya tidak semua orang bersedia menjadikan dirinya sahabat sejati bagi orang lain. Orang-orang yang demikian, adalah orang-orang yang belum teruji kesetiaan dan pengorbanannya. Keakuan pun masih menjadi bagian dari dirinya. Sampai kapan pun, kita tidak akan pernah dapat memiliki sahabat sejati, jika kita tidak terlebih dahulu menjadi seorang sahabat bagi orang lain. Memang tidaklah mudah membangun hubungan persahabatan. Selain dibutuhkan proses yang panjang, pengorbanan yang besar pun dibutuhkan untuk menjadikan hubungan tersebut utuh dan semakin murni. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena selama ini telah bersikap egois kepada sahabatku. Ubahlah aku menjadi sahabat yang baik dan sejati bagi sahabatku. Amin. (Dod).
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 281 (Matius 21:12-17): Bait Suci telah menjadi begitu cemar karena telah dipenuhi oleh orang-orang yang mau mencari untung. Mereka tidak lagi menghormati Bait Suci sebagaimana seharusnya. Mereka tidak lagi mengikuti tradisi yang benar tentang penghormatan tempat di mana Allah menyatakan kehadiran-Nya. Inilah yang membuat Yesus marah.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 271 (Matius 19:7-12): Mengapa banyak pernikahan hancur? Karena banyak orang lebih senang memanfaatkan orang lain demi kesenangan sendiri. Mengapa menikah? Karena aku ingin bahagia. Bagaimana kalau tidak bahagia? Kalau aku gagal bahagia, ini pasti salah pasanganku. Maka aku ingin ceraikan dia. Inilah keberdosaan manusia.