POPULARITY
SabdaNya ingatkan bahwa SEBELUM TUTUP BUKU HIDUP SETAHUN, periksa lagi lembar demi lembar hari-hari yang berlalu, kisah hidup jadi indah bila ada warna terang membahagia dan gelap mendewasa, memadu dalam simfoni pelangi kasihNya.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 6 Agustus 2025Bacaan: "Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk." (Markus 16:15)Renungan: Ada seorang gadis kecil berdiri di belakang kumpulan orang banyak, sementara ayahnya sedang bersaksi tentang perbuatan Tuhan di dalam hidupnya. Pria itu bercerita bahwa Tuhan telah menarik dan menyelamatkannya dari gaya hidup seorang pemabuk. Belum selesai ia bersaksi, satu dari sekian banyak orang yang sedang mendengar kesaksian itu menyela dan berkata, "Pak, kenapa anda tidak duduk diam saja? Anda hanyalah pemabuk yang sedang bermimpi" Si gadis kecil mendekati pemuda tersebut dan berkata, "Tuan, yang anda teriaki itu adalah ayah saya. Anda mengatakan ayah saya seorang pemabuk? Ayah saya dulu memang seorang pemabuk dan hampir setiap malam memukuli ibu. Ketika dipukul, ibu hanya bisa menangis sepanjang malam. Tuan, kami juga tidak memiliki pakaian yang bagus untuk dipakai karena ayah membelanjakan semua uangnya untuk membeli minuman keras. Dulu, saya tidak memiliki sepatu untuk dipakai ke sekolah, tapi sekarang lihatlah sepatu dan baju ini Ayah membelinya untuk saya karena sekarang ia memiliki pekerjaan yang baik dan tidak pernah mabuk lagi. Apakah anda melihat wanita yang sedang tersenyum di sana? Itu adalah ibu saya. Dia tidak menangis lagi sepanjang malam, bahkan sekarang dia bernyanyi sepanjang hari," kata gadis itu dengan bangga. "Tuan tahu siapa yang melakukan semua perubahan besar itu? Yesus yang telah mengubah ayah! Dia juga telah mengubah suasana rumah kami menjadi indah. Jadi Tuan, jika ayah saya sedang bermimpi, tolong jangan bangunkan dia!" lanjut gadis kecil itu dengan penuh percaya diri. Dibutuhkan waktu dan perubahan sikap yang nyata saat seseorang sudah menerima kasih Kristus agar dia mampu bersaksi tentang semua yang diterimanya dari Kristus. Sehingga melalui hidupnya dapat dibuktikan bahwa Kristus benar hidup di dalam dia dan dia di dalam Kristus. Paulus sendiri mengalaminya. Cukup lama para rasul baru bisa menerima dan mengakui perubahan Paulus yang dulunya pembunuh pengikut Kristus, namun kini menjadi pengajar jalan Kristus. Tapi ketika Paulus terus memberitakan Kristus dengan mengisahkan perjumpaannya yang spektakuler di jalan menuju Damsyik, banyak orang menjadi percaya dan memberi diri dibaptis. Apakah ada perubahan dalam diri kita saat kita mengenal Yesus Kristus? Kalau ada, bersaksilah tentang kasih-Nya yang besar itu. Ketika kita bersaksi, Roh Kudus akan bekerja di hati orang yang rindu untuk diubahkan, sehingga setelah kita, akan bertambah satu orang lagi menjadi murid Kristus. Tuhan memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena ketika aku mengenal Engkau secara pribadi ada sesuatu yang diubahkan dalam hidupku. Urapi mulutku agar aku mampu bersaksi tentang kasih-Mu, dan lepaskan lidah yang kelu dalam mulutku, agar kesaksianku dapat memberkati banyak orang. Amin. (Dod).
Karena kasih-Nya hidup kita diubahkan, didamaikan dan juga diampuni. Tuhan Yesus sudah mati dan bangkit bagi kita. Dia mau menolong setiap kita yang penuh dengan dosa, agar kita mau meninggalkan dosa dan ciptaan manusia lama.. untuk menjadi ciptaan baru, sesuai dengan apa yang Dia mau.Marilah menjalani hidup ini tidak hanya karena kasih-Nya ada bagi setiap kita, tetapi karena kasih-Nya juga mengalir melalui hidup kita. Dan karena kasih-Nya sudah memenuhi hati kita, maka kita juga bisa mengasihi sesama seperti yang Dia inginkan. Kalau kita tidak mau mengasihi sesama kita, padahal Dia sudah terlebih dahulu mengasihi hidup kita, maka iman kita selama ini tidak ada artinya.—Ibu Maimunah Natasha, Karna Kasih-Nya.Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World.
Lukas 5:12-13 – I. Pendahuluan: Pernahkah Anda merasa dijauhi atau dikucilkan? II. Pokok Khotbah 1.Dalam bacaan kita hari ini kita mendengar Permohonan Orang Kusta kepada Tuhan Yesus untuk disembuhkan bermodalkan Iman dan Harapan 2.Dalam bacaan ini kita membaca Respons Yesus dengan memberi pemulihan total. III. Penutup: Yesus tidak hanya menyembuhkan orang kusta, tetapi juga menghapus ... Read more
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 8 Juni 2024 Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18) Renungan: Mengucap syukur merupakan sesuatu yang sulit dilakukan ketika kita menghadapi suatu keadaan yang tidak kita harapkan. Berikut ini adalah tulisan seseorang tentang ucapan syukur, semoga dapat membantu kita untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan. "Bersyukurlah meskipun engkau belum mendapatkan semua yang engkau inginkan, karena jika engkau sudah mendapatkan semuanya maka engkau akan berhenti berusaha. Bersyukurlah karena engkau tidak mengetahui tentang sesuatu hal, karena itu akan memberimu kesempatan untuk belajar. Bersyukurlah untuk saat-saat yang sulit, karena dalam saat-saat seperti ini engkau bisa bertumbuh. Bersyukurlah untuk setiap keterbatasanmu, karena itu memberimu kesemputan untuk memperbaiki diri. Bersyukurlah untuk setiap tantangan, karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu. Bersyukurlah untuk kesalahan yang pernah engkau buat, karena itu memberimu pelajaran yang sangat berharga. Bersyukurlah ketika engkau merasa lelah, karena itu berarti engkau telah melakukan sesuatu dan membuat satu perbedaan." Mensyukuri sesuatu yang baik memang mudah, namun ketika kita juga belajar mensyukuri keadaan yang buruk, sebenarnya kita sedang mengubah sesuatu yang negatif menjadi positif, sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang baik. Mengeluh dan marah tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik, sebaliknya keluh kesah dan marah akan memperburuk keadaan. Jantung terasa semakin panas, jengkel dan akhirnya badan terasa lelah. Orang yang melihat dan mendengarkan keluh kesah kita pun jadi jengkel. Apapun yang terjadi, lihatlah sisi positifnya dan jadikan itu alasan untuk bersyukur. Jangan menggerutu karena ketidakmampuan atau karena sesuatu yang tidak kita miliki. Sebaliknya, bersyukurlah untuk apa yang kita miliki dan apa yang masih dapat kita nikmati, karena tidak semua orang seberuntung kita. Kita bahkan dapat melakukan lebih dari itu, kita tidak hanya membiasakan diri untuk senantiasa mengucap syukur, tetapi kita bisa mendorong orang lain juga untuk melakukan hal yang sama. Ketika seseorang datang kepada kita dan mulai bersungut-sungut ataupun mengeluhkan banyak hal, katakan kepadanya mengenai banyak hal yang patut ia syukuri. Jangan menanggapi sungut-sungut dan keluhannya dengan ikut bersungut-sungut atau mengeluh, sebaliknya ajak dia untuk mengucap syukur dalam segala hal. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku mengucap syukur untuk segala hal yang terjadi di dalam hidupku. Ajarilah aku untuk memandang sisi positif dari semua yang kualami. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : Linda Wahjudi Denpasar Bali Yoh 15:9-11;
Sabda Tuhan lewat kisah awal terciptanya dunia, menginspirasi kita bahwa untuk benahi hidup yang hampa, kacau balau dan berantakan, perlu menepi sejenak, terima tanpa berontak menolak, oleh kuat terang kilau kasihNya.
Kebaktian Minggu 1 Sesudah Natal GKP Jemaat Bandung Minggu, 31 Desember 2023 pk. 07.00 WIB Tema : "Mengalami KemuliaanNya, Menyaksikan KasihNya" Bacaan Alkitab : Lukas 2 : 22-40 Pelayan Firman : Pdt. Em. Hada Andriata, S.Th., DPS @GKP Bandung Desember 2023
Dengarkan Firman Tuhan yang dapat mengubah hidup saudara, dan pastinya selalu baru setiap pagi.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 27 Agustus 2023 Bacaan: "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya. Aku tidak akan melupakan engkau." (Yesaya 49:15) Renungan: Frederick Douglass adalah negarawan kulit hitam yang terkenal karena menentang perbudakan di Amerika Serikat. Douglass menceritakan tentang kasih ibunya yang luar biasa. "Saya terpisah dari ibu saya sejak saya masih bayi. Ibu saya diperkerjakan oleh Mr. Stewart yang tinggal 18 km jauhnya dari rumah saya. Sepanjang hari ibu saya bekerja di bawah terik matahari, kemudian ia berjalan 18 km dalam kegelapan malam hanya untuk menemui saya untuk berbaring dan menidurkan saya. Kemudian ibu saya kembali berjalan sepanjang 18 km agar tidak mendapatkan hukuman cambuk dari tuannya." kenang Frederick Douglass Setiap hari berjalan di tengah kegelapan malam sejauh 36 km tentu sebuah pengorbanan yang luar biasa. Namun demikianlah kasih seorang ibu kepada anaknya. Jika kita tersentuh dengan kisah tersebut, seharusnya kita tersentuh dengan kasih Tuhan bagi kita. Tuhan melakukan lebih dari apa yang telah dilakukan ibu Frederick Douglass, Dia memberikan nyawanya dan mati bagi kita. Ketika kita mengalami penderitaan, tekanan, dan masa-masa sulit, sering kali kita berpikir bahwa Tuhan mungkin sudah melupakan dan meninggalkan kita. Kita bahkan curiga, jangan-jangan Tuhan sudah tidak mengasihi kita lagi. Benarkah demikian? Lihatlah bagaimana Tuhan sendiri berfirman kepada umat-Nya, "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku." (Yes 49:15- 16). Jika ada seorang ibu yang begitu mengasihi anaknya, kasih Bapa Sorgawi lebih sempurna dari itu. Entah kita merasakan atau tidak, entah kita mengetahuinya atau tidak, entah kita percaya atau tidak, itu sama sekali tidak mengubah kasih Tuhan kepada kita. Jika manusia yang tidak sempurna saja bisa mengasihi anaknya dengan cara yang mengagumkan, terlebih lagi Bapa Surgawi, kasih-Nya lebih dari segala kasih yang bisa diberikan manusia. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas pengorbanan-Mu di kayu salib untuk menebus dosaku. Jangan biarkan sakit penyakit dan permasalahan dalam hidupku yang kualami saat ini membuat aku meragukan akan kasih-Mu. Yakinkan aku selalu bahwa Engkau senantiasa ada bersama-sama denganku. Amin. (Dod).
Sabda Tuhan dari pesan penting di Roma 8 mengingatkan bahwa bila kita dirundung dan tersandung masalah, tapi masih terus berlindung dan terhubung dengan Allah, masalah tak akan bisa lingkupi, karena dahsyat kasihNya memperlengkapi jiwa untuk tenang dan menang.
Sabda Tuhan mengingatkan dari kisah kenaikan Yesus ke Surga, bahwa ketidakhadiranNya secara ragawi menegaskan bahwa kehadiranNya secara rohani sudah cukup untuk membuat kita antusias, tangkas dan bergegas memperluas kasihNya tanpa batas.
Mengalir di waktu susah, mengalir di waktu senang,kasihNya seperti sungai di hatiku.
Pengajaran Yesus itu hendak menegaskan kepada kita, bahwa di dalam diri kita sendiri banyak pikiran, kehendak, tutur kata atau perbuatan jahat, yang itu semua pasti tidak berkenan bagi Allah. Walau diri kita sedemikian itu, toh Allah dengan kasihNya terus mengampuni kita. Mau dan mampukah kita mengampuni atau mendoakan orang yang menyakiti hati kita?.
Sabda Tuhan hari ini mengajarkan bahwa kebenaran beragama yang dikehendaki Allah, dari orang yang percaya, adalah bukan tindakan lahiriah, tetapi perbuatan nyata yang harus selaras dengan kehendak Allah dalam iman dan kasihNya.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 27 Februari 2023 Bacaan: Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." (Mazmur 91:1-2) Renungan: Suatu hari ada seorang anak kecil yang pergi berjalan-jalan bersama ayah tercintanya. Mereka berjalan bersama, sementara gadis kecil itu tampak dengan nikmat mengunyah permen di mulutnya. Sang ayah menggandeng tangan gadis kecilnya. Si gadis sungguh merasa aman di tangan ayahnya. Tetapi begitu ada jalanan yang berair atau ramai, ayah ini tahu bahwa tidaklah aman bagi gadis kecilnya untuk dibiarkan berjalan sendirian. Maka seketika itu juga diangkat dan digendongnya anak gadisnya ini. Ini adalah gambaran dari perlindungan Allah bagi kita. Dia Bapa yang tahu kapan kita perlu digandeng dan kapan kita perlu diangkat dan digendongnya. Ada hak yang harus kita serahkan dengan penuh kesadaran bila kita mau mengakui dan menjadikan Allah sebagai tempat perlindungan kita sehingga kita bisa duduk dalam lindungan-Nya, bermalam dalam naungan-Nya dan berkata, "Tuhanlah perlindungan yang kupercayai." Sikap hati yang mau tunduk kepada-Nya, percaya kepada-Nya harus dijalankan secara sadar, rela hati dan penuh penyerahan diri. Kita lihat dalam sejarah hidup Daud, bagaimana Allah melindungi nyawanya, hidupnya bahkan takhta kerajaannya karena hati Daud memang mengagumi, memercayai dan menaruh seluruh kehidupannya ke dalam tangan Allah sebagai perlindungannya. Bila saat ini kita merasa bingung, tidak ada pegangan dan perlindungan, datanglah kepada Allah Bapa kita, yang mau menjadi pelindung kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, bagi jiwaku Engkau adalah tempat perlindungan yang paling aman. Karena itu peganglah tanganku terus setiap hari. Buatlah aku selalu berlindung dalam naungan kasih-Mu, sebab Aku percaya kepada-Mu. Amin. (Dod).
Kita sering merasa diri sebagai kaum Farisi, merasa benar hidupnya dibanding orang lain. Sebagai pengikut Kristus, kita bersyukur bahwa Yesus datang bukan untuk memanggil orang benar seperti kaum Farisi yang angkuh, tetapi orang berdosa yang butuh kasihNya lewat pertobatan.
Dengarkan Firman Tuhan yang dapat mengubah hidup saudara, dan pastinya selalu baru setiap pagi.
Sabda Tuhan mengingatkan tentang peristiwa Natal yang autentik bahwa bagi dunia yang murung, bingung dan berkabung, Sang Maha Agung datang berkunjung dan bergabung, Dia tidak hanya patut disanjung tapi juga dijunjung, karena kasihNya tak berujung.
Kasihnya Rasulullah ﷺ Kepada Kita.. - Ustaz Muhaizad Muhammad
Sabda Tuhan mengajarkan tentang menerima orang lain yang memiliki kelebihan diri, yaitu bahwa 'sirik tanda tak mampu', harus diubah jadi 'celik oleh Sang Maha Mampu', sehingga iri hati dalam diri dapat diperangi oleh kuasa kasihNya yang menerangi.
Belajar dari Abraham. "Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui." Ibrani 11 : 8 Iman memiliki kaitan yang sangat erat dengan ketaatan. Ketika Abraham dipanggil oleh Tuhan, ia taat karena imannya pada Tuhan. Kasihnya pada Tuhan membuat Abraham bisa taat kepada Tuhan tanpa terpaksa.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 23 Agustus 2022 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (2 Korintus 12:9) Renungan: Ketika bangsa Israel ditindas oleh bangsa Midian, Tuhan mengutus Gideon untuk bertempur melawan mereka. Semula Gideon mengumpulkan 32.000 orang Israel untuk maju bertempur. Namun ternyata Tuhan berkehendak lain. Tuhan menganggap bahwa jumlah itu terlalu banyak. Tuhan menyaring mereka dengan cara memilih, yang pertama adalah prajurit yang takut dan gentar, dan yang kedua adalah prajurit yang meminum air dengan cara menjilat langsung dari danau. Tuhan hanya memilih 300 orang pasukan dan menyingkirkan 31.700 orang di mana 20.000 dari mereka adalah orang-orang yang takut dan 11.700 dari mereka adalah orang-orang yang tangkas, terbukti mereka bisa minum air tanpa menggunakan tangan. Cara yang dilakukan Tuhan itu benar-benar berseberangan dengan pola pikir manusia pada umumnya, di mana sekelompok tentara akan lebih berpeluang memenangkan pertempuran jika memiliki jumlah pasukan yang lebih banyak dan lebih tangkas. Namun demikian, Tuhan menghendaki agar jika mereka memenangkan pertempuran itu, mereka tidak menjadi sombong dan menganggap kemenangan itu adalah hasil jerih payah dan kehebatan mereka. Karena itulah Tuhan membuat mereka menjadi kecil, tampak lemah dan mustahil untuk menang, sebab di dalam kelemahan mereka kuasa Tuhan akan dinyatakan. Sikap Tuhan juga berlaku bagi diri kita. Kita mungkin sering menganggap bahwa diri kitalah yang melakukan segalanya. Kita mungkin sering kurang menyadari bahwa tanpa penyertaan dan campur tangan Tuhan, kita mungkin tidak akan sanggup melawan segala keterbatasan dalam diri kita. Karena itulah kita mulai mengandalkan materi, posisi dan segenap kemampuan kita sendiri. Namun pada kenyataannya kita tidak pernah merasa puas dan berhasil karena ternyata masalah yang kita hadapi jauh lebih kompleks daripada yang kita pikirkan sebelumnya. Kita perlu belajar dari Gideon. Janganlah kita bermegah karena diri kita sendiri, prestasi kita, talenta kita dan segala hal yang telah kita raih. Namun bermegahlah karena Tuhan sebab hanya karena Dialah kita bisa meraih semuanya itu. Bermegahlah selalu dalam kelemahan kita, sebab di dalam kelemahan itulah Tuhan akan senantiasa menaungi kita dengan kuasa-Nya yang dahsyat dan ajaib. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa diriku lemah adanya. Tapi aku bersyukur karena mempunyai Allah yang dahsyat seperti Engkau. Berkuasalah dalam diriku. Amin. (Dod).
Meski doa-doa kita tidak segera ditanggapi Tuhan, hendaknya kita bersabar hati dan tetap gigih memohon belas kasihNya. Ada saatnya Tuhan menguji dan melihat keteguhan sikap kita, agar kita memiliki iman yang kuat akan kuasaNya.
Pesan sabda Tuhan hari ini adalah bahwa hendaknya kita percaya akan kemurahan hati Tuhan. Semoga kita terus menerus atau dengan gigih menemukan, mengetuk pintu hati Tuhan dan meminta belas kasihNya yang tak terbatas bagi kita. Semoga kita mampu untuk menjadi orang beriman seperti Abraham.
Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Lukas 10:27 Tuhan Yesus adalah Allah yang penuh kasih. Ia telah memberikan nyawaNya bagi kita. Ia telah mengasihi kita, dengan cara benar-benar datang ke dunia ini untuk menebus dosa dan kesalahan kita. Ia yang menolong kita dari dosa-dosa kita, dan Ia benar-benar menunjukkan kasihNya yang begitu besar bagi kita. Mari datang pada Yesus! Dia sanggup untuk melakukan mujizat dalam hidup kita semua!
Yesaya 41:10 "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." Renungan: Suatu ketika Hao menceritakan masalahnya kepada Andre, bahwa betapa sulitnya dia memperoleh pekerjaan. Beberapa saat Hao terus mengeluh dan Andre hanya tetap mendengarkannya. Kelihatan sekali kelelahan di wajah Hao. Namun setelahnya mereka berdua terdiam. Di dalam diam, Andre berdoa agar Roh Kudus menghibur hatinya dan menolongnya untuk bisa memberikan nasihat yang menguatkan bagi Hao. Tidak disangka Roh Kudus bekerja dengan cepat, meski tidak persis seperti yang Andre minta, karena justru Haolah yang berkata-kata penuh hikmat, yang memberkati dirinya dan juga menguatkan Hao. Hao berkata, "Kalau pilot saja yang bahkan tidak kita kenal dengan baik dan tidak kita ketahui latar belakangnya, bisa kita percayakan untuk membawa nyawa kita mengangkasa dengan pesawat, mengapa kita tidak bisa memercayai Tuhan yang sudah kita kenal, dan yang sudah teruji dahsyat perbuatannya. Ah, walaupun sulit saya mau mempercayainya." Demikianlah perkataan Hao yang berhasil menghibur dirinya sendiri dan menguatkan kembali imannya. Permasalahan hidup memang seringkali "sukses" membuat kita gagal memercayai Tuhan. Setiap kali menghadapi cobaan dan ujian, kita seringkali tidak lulus dalam mempraktikkan iman kita. Kita selalu saja mengesampingkan iman dengan mengedepankan logika dan kemampuan kita, seakan-akan hal itu menjadi gaya refleks padahal secara sadar kita bisa memilih antara menggunakan iman atau logika. Hanya pilihannya mau atau tidak menggunakan iman. Dari cerita di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa ada dua alasan mengapa kita sulit memercayai Tuhan. Pertama, karena kita tidak yakin bahwa Tuhan benar-benar ada. Pilot adalah sosok yang kita yakini ada, sehingga meskipun kita tidak mengenalnya, tidak tahu latar belakangnya, tidak tahu bagaimana sepak terjang karirnya, kita bisa mempercayakan nyawa kita kepadanya. Manusia duniawi butuh sesuatu yang kelihatan untuk dipercayai, tetapi orang percaya hidup oleh iman, hidup dengan mempercayai sesuatu yang tidak kelihatan tetapi meyakininya ada. Kedua, karena kita tidak mengenal-Nya. Salah seorang pernah berkata, "Seseorang yang menduduki sebuah kursi dengan perasaan aman, terlebih dahulu telah memeriksa dan membuktikan kekokohan kursi tersebut." Ketika kita mengenal Tuhan karena mendengar kesaksian dari orang lain sesungguhnya kita belum belum benar-benar mengenal-Nya, kecuali kita mengalaminya sendiri. Sangat perlu bagi kita untuk mengalami kasih dan kuasa-Nya, agar tahu kepada siapa kita percaya. Mari, selidiki hati kita, apakah kita sungguh-sungguh memercayai Tuhan? Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampuni aku karena seringkali sulit untuk memercayai-Mu. Terima kasih untuk renungan hari ini yang kembali mengingatkanku bahwa kasih dan kuasa-Mu sungguh nyata dalam hidupku. Amin. (Dod).
Yang terbesar adalah KASIH. Tuhan Yesus pun sudah memberikan bukti atas KasihNya untuk manusia. Bagaimana bisa kita pun tidak memiliki kasih. --- Send in a voice message: https://anchor.fm/adrianpurwadinata/message
Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
Cara Allah melimpahkan kasihNya pakai orang yang sudah di penuhi kasih Allah. sala satu Elemen pengembalaan adalah mengasihi sesama.
"Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat." (Roma 13:8) Renungan: Ada seorang ibu muda ketika hendak menyelesaikan kuliah, kelas terakhir yang harus ia ikuti adalah kelas sosiologi. Dosen memberikan tugas yang menarik kepada para mahasiswanya dengan tema "tersenyum", di mana setiap mahasiswa harus keluar dan tersenyum kepada minimal 3 orang. Ini bukan merupakan tugas yang sulit baginya karena ia adalah orang yang suka tersenyum dan senang menyapa orang-orang yang ia temui. Pagi itu ia bersama suami dan anaknya pergi ke restoran McDonald's. Mereka sedang berdiri dalam antrean ketika ia melihat orang-orang yang ikut antre mulai gelisah dan menutup hidung mereka. Ia melihat mereka pergi meninggalkan antrean satu per satu, suami dan anaknya pun meninggalkan ia sendirian. Ketika ia sedang mencari tahu apa penyebab kegelisahan orang-orang tersebut, ada bau yang menusuk hidungnya yang memaksanya untuk menoleh ke belakang dan ia melihat ada dua orang pengemis ikut antre persis di belakangnya. Yang satu tersenyum kepadanya sambil menghitung uang koinnya. Seperti ada sebuah dorongan yang kuat dalam dirinya untuk merangkul kedua pengemis itu serta memberikan perhatian kepada mereka. Orang-orang yang melihat gelagat ibu tersebut mungkin merasa heran. Tetapi ia tidak peduli dengan penilaian mereka. "Mau pesan apa, Pak? tanya kasir kepada salah seorang dari pengemis itu. "Teh hangat saja," kata salah seorang pengemis tersebut. Setelah kedua pengemis tersebut memilih tempat di bagian pojok, ibu itu mendekati kasir dan memesan 2 paket makanan. Ia menaruhnya di nampan dan berjalan ke meja kedua pengemis tersebut lalu meletakkan makanan itu di meja mereka. "Ini untuk kalian, makanlah," katanya. Salah satu dari pengemis itu memandang ibu muda tersebut dengan air mata berlinang sambil berkata, "Terima kasih." Ibu muda itu meletakkan tangannya di atas tangan pengemis itu dan berkata, "Bukan aku yang melakukannya tetapi Tuhanlah yang melakukannya untuk kalian berdua melalui aku, agar kalian mempunyai harapan." Ibu muda itu pun menangis terharu ketika kembali ke meja di mana suami dan anaknya duduk. Ia tahu bahwa apa yang baru saja ia lakukan telah menyentuh hati suami, anaknya dan juga semua pengunjung lainnya. Ia kembali ke kampus dengan pengalamannya di restoran McDonald's dan menyerahkan tulisan pengalaman itu kepada dosennya. "Bolehkah aku membacakannya untuk orang lain?" tanya dosennya. Ia mengangguk memberi persetujuan. Dan setiap orang yang hadir saat itu tersentuh hatinya. Ia lulus dengan satu pelajaran yang sangat berharga tentang penerimaan tanpa syarat terhadap sesama, siapa dan bagaimanapun dia. Betapa banyak situasi dan kesempatan yang dapat kita gunakan untuk tersenyum, memperkaya dan memberi harapan kepada sesama. Jika saja kita semua mau belajar melakukannya, banyak orang yang akan merasakan kasih Yesus serta percaya kepada-Nya. Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampuni ketidakpedulianku dan sikap masa bodohku yang selama ini mungkin sudah mengecewakan banyak orang. Berilah aku kepekaan untuk mulai peduli, terutama kepada mereka yang menderita. Amin. (Dod).
Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Matius 27:31 Yesus datang ke dalam dunia karena kasihNya yang demikian besar bagi kita. Dia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Apapun kondisi yang engkau hadapi dan dalam setiap situasi yang ada, Yesus selalu ada untuk menolong. Yesus sudah mati di kayu salib supaya engkau ditebus dari dosa dan diselamatkan.
Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Yohanes 7:37 Tuhan Yesus adalah Tuhan yang penuh dengan kasih dan pertolonganNya tidak pernah terlambat. Dia mau menolong dan memberikan jalan keluar dalam setiap situasi yang kita hadapi. Yesus mau memberikan kelegaan dan memuaskan setiap dahaga kita akan Tuhan. KasihNya tidak pernah berubah.
Pencipta pengarang IMAN saya - Yesus!!! Hidupku adalah cerita yang ditulis oleh Tuhan. Saat saya membuka setiap hari saya melihat keajaiban kasihNya.
Ketika Yesus menyatakan belas kasihNya untuk memberi mereka makan, malahan para murid mengatakan, “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” Pernyataan para murid itu menunjukkan bahwa mereka masih tidak mampu mengenal diri Yesus. Nah, bagaimana diri kita sebagai orang beriman, pengikut Kristus?
KASIHNYA TAK BERTEPI - USTADZ NASHRAN AHMADDIN, BA, MBA (Hikmah Islami), Cafe Rumi Jakarta #ustadznashranahmaddin #kasihnyatakbertepi #caferumijakarta Kanal Resmi Cafe Rumi Jakarta INSTAGRAM | caferumijakarta https://www.instagram.com/caferumijakarta FACEBOOK PAGE | Cafe Rumi Jakarta https://www.facebook.com/Cafe-Rumi-Jakarta-371556079422 TWITTER | caferumijakarta https://twitter.com/caferumijakarta WEBSITE | https://www.caferumijakarta.com Hubungi kami: Email: info@caferumijakarta.com Telp.: 0812-1918-2375 (Muchsin)
1. Membukakan kepada pengurus makna pelayanan PMK yang adalah bagian dari misi Allah menyelamatkan umat-Nya. 2. Menolong pengurus menyadari bahwa Tuhan yang berkehendak dan berinisiatif untuk mengutus setiap pengurus dalam PMK 3. Menolong pengurus menyadari bahwa kesempatan melayani ini semata-mata karena anugerah dan kasihNya
Sabda Tuhan dari narasi kelahiran Kristus kembali menenteram kita, bahwa kelahiran Kristus perlambang kehadiran Allah bagi dunia yang suram muram oleh bencana seram, demi menenteram mereka yang dalam kuasa kasihNya terbenam, hingga takut tak lagi mencekam dan mencengkeram.
Kejadian 3:15 “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunanNya akan meremukkan kepadamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Natal adalah hari sukacita besar karena Natal mengingatkan kita bagaimana Tuhan tidak membiarkan kita dalam keterpurukan sebagai konsekuensi dosa. Namun, Dia ingin memperbaiki kehidupan manusia, dengan langkah awal mengembalikan dan memperbaiki hubungan. KasihNya begitu besar sehingga waktu kita berdosa, Dia merencanakan supaya kita kembali kepadaNya. Memasuki masa Advent ini, mari kita fokus kepada kasih Tuhan yang tiada henti. Tuhan memberkati Saudara, amin.
Sabda Tuhan mengingatkan dari kitab Wahyu, bahwa untuk memulai kembali perlu bertobat kembali kepada kasih Allah, karena berjerih lelah tanpa kasih yang semula dari Tuhan dan sabar menderita tanpa cintaNya yang menggerakkan, sama dengan kejatuhan dalam jurang dosa yang butuh tangan kasihNya memimpin pada pertobatan kembali.
MIRACLE MESSAGE - Ps. Elisha Ady, S.Th - Gembala JKI Miracle Community Church Hubungi kami : Whatsapp +6289664700700 THE YEAR OF GOD'S GLORY Ketika Tuhan terasa jauh bukan karena DIA menghukum kita tetapi karena TUHAN ingin mengajar kita tentang kedalaman dalam memiliki hubungan bersamaNYA yang bukan dikendalikan oleh perasaan tetapi oleh sebuah kesadaran akan kasihNYA
Sabda Tuhan tentang Kasih Tuhan menjelaskan bahwa semua yang ada di dunia ini bukan saja bersifat sementara, tapi juga tidak sempurna, hanya Tuhan dan KasihNya yang Maha Sempurna dan sanggup menyempurnakan semua, karena itu BERILAH DIRI DISEMPURNAKANNYA!
*IMAN KRISTEN ADALAH PUSAT KASIH ALLAH* Kota Samaria dihuni orang Yahudi dan bukan Yahudi. Disitu ada penyelewengan peraturan, dan Samaria adalah wilayah yang diasingkan oleh orang Israel karena penyelewengan tadi. Seorang perempuan Samaria yang sedang direncanakan untuk menerima kasih Tuhan, karena kasihNya bisa dimiliki orang-orang yang terbuang, yang tidak masuk dalam keluarga inti Israel. Permusuhan Israel dan Samaria dihancurkan oleh kasih Allah, Yesus berbicara dengan perempuan Samaria merupakan suatu pemulihan dimana kasih Allah hadir di tengah-tengah dunia ini. Kasih datangnya dari sorga bagaikan air yang bisa kita rasakan saat haus dan kepanasan. Karena begitu besar kasihNya maka Allah menghadirkan anakNya untuk melegakan dahaga. Iman Kristen dan kasih Allah selalu berintegrasi. Pengampunan dosa unsur pertama dan utama dari pusat kasih Allah. *HUTOS ESTIN HOAGAPETOS* kita percaya Yesus dan juga Yesus memberikan kasih Allah. *SOEN AEONION* artinya hidup kekal, hidup kekal sebagai pusat kasih Allah. --- This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
*KETAATAN KEPADA TUHAN YESUS* Menjadi rasul bukan kehendak para rasul tapi panggilan Tuhan. Rasul memberikan kerajaan Allah, sedangkan manusia yang belum mencintai Tuhan lebih suka hidup dalam keberdosaan. Inilah penyebab pertentangan manusia dengan Allah. Rasul-rasul lebih taat kepada Allah daripada manusia karena apa yang dibangun oleh manusia penuh dengan keangkuhan dan kepentingan manusia itu sendiri, bahwa manusia yang memimpin manusia lain tidak mau hidup dalam pimpinan Allah. Manusia mau memimpin dengan egoisme, kekerasan, kesombongan. *PITO* artinya berusaha menyenangkan, memberitakan Injil adalah berusaha menyenangkan hati Allah. Iman Kristen adalah Allah memberi kuasaNya, kasihNya, kelimpahan dalam Tuhan, suatu komitmen karena rasul-rasul memilih taat sehingga manusia tidak memimpin manusia lain yang penuh dengan kesusahan, kesulitan dsb. Yesus adalah tempat teraman bagi manusia, karena kita dipersiapkan untuk mengerti kerajaan Allah, Injil ini kita berpihak kepadanya. Kehidupan mendatang kita harus berusaha menyenangkan hati Allah bukan menyenangkan hati manusia lain. --- This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Sabda Tuhan mengajarkan bahwa defisit Kepatuhan yang banyak terjadi dalam segala aspek kehidupan manusia, karena jiwa yang mengalami defisit kasih Tuhan, karena itu hiduplah dalam kasihNya dan dipenuhi setiap saat oleh kasihNya yang bukan saja membuat rasa takut luluh, tapi juga sikap penurut dan patuh itu tumbuh.