POPULARITY
Pada podcast Berani Berinvestasi kali ini, kita akan membahas informasi menarik di balik sektor energi saat ini. Sobat Genvest penasaran kan dengan pembahasannya? Bersama Andrian A. Saputra, Retail Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia dan Rut Yesika Simak, Energy Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia, yuk simak info selengkapnya di Podcast Berani Berinvestasi #142 di Spotify dan Youtube CGS International Sekuritas Indonesia! Tambah semangat investasimu dan mulai berinvestasi saham bersama kami, hubungi kami di Whatsapp Centre 0815-1074-8305 dan Call Centre 150330 atau kunjungi www.cgsi.co.id#CGSInternational #CGSI #CGSID #PodcastBeraniBerinvestasi #SobatGenvest #AkuInvestorSaham
Rising energy risks and climate pressures are sharpening the case for careful data centre site selection. Sungai Samak Estate's proposed land development opportunity near Proton City puts resilient infrastructure first, inviting prospective partners to assess cooling, connectivity, utility capacity and development feasibility before committing capital. Sungai Samak Estate City: Kuala Lumpur Address: 2 Jalan Sempurna off Jalan Gombak Website: https://sgsamak.com
Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan membatasi jarak pandang di Sungai Barito, Kalimantan Tengah, sehingga mengganggu aktivitas warga serta menghambat transportasi air yang menjadi urat nadi perekonomian daerah. Kondisi ini diperparah oleh surutnya air sungai akibat kekeringan, membuat pengemudi perahu motor harus ekstra hati-hati dan waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama dari biasanya. Kendati demikian, tarif transportasi penyeberangan sungai hingga saat ini dilaporkan belum mengalami kenaikan yang berarti.
Sungai AJI di Kaliwungu Kendal kini dinormalisasi untuk mengurangi resiko banjir, namun masalah banjir belum usai karena warga yang masih membuang sampah di Sungai.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 6 September 2026Bacaan: "Saudara-saudaraku, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan." (Roma 10:1)Renungan: Pada tahun 1965, selama acara reuni keluarga di Florida, seorang nenek membangunkan semua orang dirumahnya pada pukul 02.00 pagi. Dia memberikan perintah-perintah untuk mengambilkan botol-botol coca cola kosong, penyumbah-penyumbat botol, dan kertas, ia berkata, "Aku telah menerima sebuah pesan dari Allah, orang-orang harus mendengar firman-Nya." la menulis ayat-ayat pada kertas tersebut, sementara cucu-cucunya memasukkannya ke dalam botol dan menutup botol-botol tersebut. Kemudian semua penghuni rumah melemparkan lebih dari dua ratus botol ke dalam gelombang pantai di Cocoa Beach. Setelah peristiwa pagi itu, selama bertahun-tahun kemudian, banyak orang menghubungi dan berterima kasih kepadanya atas ayat-ayat Alkitab yang mereka temukan di dalam botol-botol itu. Nenek itu meninggal pada bulan November 1974 dan satu bulan berikutnya surat terakhir tiba:Yth. Nyonya Gause,Saya sedang menulis surat ini di bawah nyala lilin. Kami tidak lagi mendapatkan listrik di tanah pertanian. Suami saya meninggal pada musim gugur saat traktornya terbalik. la meninggalkan 11 anak yang masih kecil-kecil dan saya. Bank akan segera menyita harta kami. Hanya ada satu bongkah roti yang tersisa, tanah bersalju, dan Hari Natal hanya dua minggu lagi. Saya berdoa untuk meminta pengampunan sebelum berniat pergi untuk menenggelamkan diri saya sendiri. Sungai telah beku selama beberapa minggu, jadi saya kira tidak diperlukan waktu lama untuk saya mati. Saat saya memecahkan esnya, sebuah botol coca cola terapung ke atas. Saya membukanya, dan dengan air mata berlinang serta tangan gemetar, saya membaca tentang harapan. Pengkotbah 9:4 "Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan." Saya lalu pulang ke rumah, membaca Alkitab saya, dan bersyukur kepada Allah. Tolong doakan kami, tetapi keadaan kami akan membaik sekarang. Kiranya Allah memberkati Anda dan keluarga Anda. -Sebuah tanah pertanian di Ohio Cara Tuhan untuk menyelamatkan anak-anak-Nya memang selalu luar biasa. Yang Dia inginkan hanyalah orang-orang yang mau dipakai-Nya dan mentaati perintah-Nya. Sebuah botol coca cola dari Cocoa Beach Florida dapat sampai ke sebuah sungai di Ohio sembilan tahun kemudian, pada waktu dan tempat yang tepat, sehingga dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Hal ini diikarenakan ada seorang nenek yang mau mentaati perintah Tuhan. Jadi mari mentaati perintah-Nya dan menjadi alat-Nya untuk menyelamatkan banyak jiwa bagi Kerajaan Allah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, pakailah seluruh keberadaan diriku sebagai alat-Mu, sehingga melalui kehadiranku banyak jiwa kupersembahkan pada-Mu. Amin. (Dod).
Malaysia's data centre market is expanding fast, yet deployable power, water and connectivity matter more than announced megawatts. Sungai Samak Estate offers a Perak land opportunity positioned for self-sufficient energy, cooling water resilience and high-technology demand from Proton City and nearby advanced industry growth. Sungai Samak Estate City: Kuala Lumpur Address: 2 Jalan Sempurna off Jalan Gombak Website: https://sgsamak.com
Sungai Babon di Plamongansari, Kota Semarang, kembali menjadi sorotan akibat pencemaran limbah yang kian memprihatinkan. Hasil uji laboratorium dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan sejumlah parameter seperti BOD, COD, nitrit, hingga klorin telah melebihi batas baku mutu. Dampaknya tak main-main: air sungai berubah warna, berbau menyengat, hingga memicu keluhan gatal-gatal pada warga sekitar.Diduga bersumber dari aktivitas industri di wilayah Mranggen, Demak, penanganan kasus ini kini melibatkan sinergi antara DLH Kota Semarang, DLH Demak, dan DLH Jawa Tengah. Simak pembahasan lengkap mengenai seberapa parah tingkat pencemaran yang terjadi, dari mana akar masalahnya, serta langkah konkrit dan regulasi yang disiapkan pemerintah untuk mencegah bencana lingkungan ini terulang kembali.Simak Talk Bersama, Kepala Bidang Pengawasan dan Pemberdayaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Wahyu Heryawan
When was the last time you looked at a river in Malaysia and actually wanted to get near it? Between toxic runoffs, plastic waste, and endless degradation, our waterways are crying for help - and waiting for a cleanup crew isn't going to cut it anymore.In this episode of RealiTEA Podcast, hosts Diyaanah, Danisha, Airil, and Dania sit down with Dr. Razif Bin Dasiman, Senior Lecturer in Physiology, researcher at the Zebrafish and Disease Modeling Research Laboratory (ZEPP) at UiTM, and passionate environmental advocate. Together, we unpack the hidden health and ecological impacts of river pollution, how zebrafish are telling us more about water safety than we think, and why community education is our strongest tool to turn the tide.Inspired by SDG 4.7, we explore how bridging scientific research with grassroots awareness can empower Gen Z and everyday Malaysians to protect our rivers before it's too late. Hit play to get educated, get inspired, and learn how small actions can save our streams.We're on socials!Twitter: @realiteapodcas1TikTok: @realiteaktok#RealiTEAPodcast #VoicesOfTheRiver #RiverConservationMY #SDG47 #EcoRealTalk #CleanWaterMatters #YouthForNature #ScienceForChangeHead Producer: Dr. A. Hamid Saifuddin
Memasuki puncak musim kemarau 2026, debit air Sungai Cisadane di Pintu Air 10, Kota Tangerang, Banten, dilaporkan menyusut drastis hingga 12 persen setelah hampir satu bulan wilayah tersebut tidak diguyur hujan. Kondisi ekstrem yang menyebabkan bebatuan dasar sungai terlihat jelas ini justru dimanfaatkan sebagian warga untuk memancing langsung ke tengah aliran sungai. Guna mengantisipasi krisis yang lebih luas, Kepala UPT DAS Cidurian Cisadane, Didik Purwanto, mengambil langkah tegas dengan menutup seluruh pintu bendungan demi menjaga elevasi tinggi muka air di hulu tetap aman untuk kebutuhan pasokan air baku serta irigasi pertanian warga.
Sungai Watch co-founder Gary Bencheghib spoke with SBS Indonesian about why he and his siblings, despite being foreigners, have dedicated their lives to stopping plastic pollution in rivers across Bali and Java. - Co-founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, berbicara dengan SBS Indonesian tentang mengapa ia dan saudara-saudaranya, meskipun orang asing, mendedikasikan hidup mereka untuk menghentikan polusi plastik di sungai-sungai di Bali dan Jawa.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau kawasan permukiman Mrican di bantaran Sungai Gajah Wong, Sleman. AHY mengapresiasi penataan kawasan kumuh yang kini berubah menjadi lingkungan bersih, rapi, dan nyaman. Ia juga mengunjungi TPST Condongcatur yang mampu mengolah sampah hingga 10 ton per hari.
Warga Lebanon selatan rela menerjang Sungai Litani menggunakan kendaraan mereka untuk kembali ke kampung halaman pada Jumat waktu setempat. Hal ini terjadi akibat hancurnya Jembatan Tayr Falsih yang rusak akibat serangan udara Israel menjelang gencatan senjata.
Di Demak sungai Tuntang lagi-lagi jebol dan merendam desa, sawah serta harapan warga.
As hyperscale computing expands worldwide, investors are evaluating locations that combine energy resilience, water resources and industrial connectivity. Sungai Samak Estate in Tanjong Malim is introducing 5 industrial plots designed to support sustainable AI data centre campus near Proton City and Malaysia's EV manufacturing corridor. Sungai Samak Estate City: Kuala Lumpur Address: 2 Jalan Sempurna off Jalan Gombak Website: https://sgsamak.com
Global demand for AI and cloud infrastructure is intensifying across Southeast Asia. The Sungai Samak Estate in Perak champions a future-ready development model—delivering renewable-integrated, water-secure, and scalable industrial land for Malaysia's next generation of data centres and advanced manufacturing investments. Sungai Samak Estate City: Kuala Lumpur Address: 2 Jalan Sempurna off Jalan Gombak Website: https://sgsamak.com
Banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Cibeet masih menggenangi ratusan rumah warga di Desa Karangligar, Kecamatan Jambe Barat, Kabupaten Karawang. Pihak Balai Besar Wilayah Sungai menetapkan status siaga satu pada kedua sungai tersebut. Hujan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah hulu menyebabkan debit air meningkat dan merendam wilayah pemukiman. Saat ini, lebih dari 4.900 warga terdampak, dengan lebih dari 600 orang mengungsi. Petugas SAR gabungan terus melakukan patroli dan evakuasi. Simak berita lengkapnya dan dukung warga Karawang dalam menghadapinya.
In this episode, Cory talks with Gary Bencheghib, co‑founder of Sungai Watch, about his journey from filmmaker to environmental leader and how his team is tackling plastic pollution in Indonesia's rivers. Gary explains how Sungai Watch has installed hundreds of river barriers, collected millions of kilos of waste, and used viral storytelling to mobilize communities. He also discusses the challenges of Indonesia's waste infrastructure, the importance of better packaging design, and how recycled plastic from river cleanups is being transformed into new products.Key Topics Discussed:Gary's background in filmmaking and environmental storytellingFounding Sungai Watch and the development of river‑barrier solutionsWhy Indonesia is a major source of ocean plastic pollutionCommunity‑based cleanup models and cultural attitudes around wasteThe impact of viral media in building global supportSungai Watch's 12 sorting centers and daily waste‑processing operationsConverting river plastic into recycled chairs, trays, and furnitureThe lack of waste collection systems across Bali and JavaThe need for reduction, mono‑materials, and circular packaging designHow sponsorships and barrier funding help scale cleanup effortsResources Mentioned:Sungai Watch — nonprofit river‑cleanup organizationSungai Design — recycled‑plastic furniture brandContact:Email: gary@sungaiwatch.comWebsite: sungaiwatch.comLinkedIn: Gary BencheghibClosing Thoughts:Cory and Gary emphasize the importance of simple, scalable solutions and the power of community action in addressing river‑to‑ocean plastic pollution. Sungai Watch's work demonstrates how storytelling, transparency, and innovation can inspire global participation and move the world closer to a circular, waste‑free future.Thank you for tuning in to Sustainable Packaging with Cory Connors!https://anewearthproject.com/collections/new-earth-approvedhttps://www.linkedin.com/in/cory-connors/I'm here to help you make your packaging more sustainable! Reach out today and I'll get back to you asap. This podcast is an independent production and the podcast production is an original work of the author. All rights of ownership and reproduction are retained—copyright 2022.
Episode Description Episode Description Sign up to receive this Unreached of the Day podcast sent to you: https://joshuaproject.net/people_groups/10120/MY Dear Friend, The Batak people of North Sumatra didn't have a written language until 1834. Today, they're one of the largest Christian populations in Indonesia, with over 6 million believers. The transformation happened because someone, a German missionary named Ludwig Nommensen, decided their spiritual poverty was unacceptable. That was 190 years ago. Today, 4,473 people groups are still waiting for their Ludwig Nommensen moment. The People Group Adoption Program launches today, and here's how it works: It meets you where you are. You're not being asked to become a missionary in the field (though if God calls you to that, we'll cheer you on). You're being invited to use your current gifts, prayer, advocacy, networking, research to support those who are already called to go.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana melakukan normalisasi sungai sebagai langkah jangka menengah untuk mengatasi banjir di Jakarta. Adapun ketiga sungai yang akan dinormalisasi adalah Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.
Rumah rusak dan rawan ditempati pasca banjir bandang dan tanah longsor di desa Bale Panah, kecamatan Juli, kabupaten Bireuen, Aceh, terus bertambah. Hal ini dipicu erosi sungai yang masih terjadi saat debit air meningkat.
MetroTV, Truk bermuatan pasir terjun ke sungai di Banjarnegara, Jawa Tengah, saat melintasi jembatan yang tiba-tiba ambruk, lantaran tak kuat menahan beban yang terlalu berat.
Banjir di kota Cilegon, Banten, kembali merendam sejumlah permukiman penduduk yang diakibatkan oleh tingginya intesitas hujan. Data BPBD mencatat, ada 1119 orang terdampak.
Prajurit TNI Angkatan Darat menunjukkan respons cepat dalam menyelamatkan warga yang terjatuh dan terbawa arus sungai di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Kejadian ini terjadi saat korban menyeberangi sungai menggunakan tali seling pascabencana. Anggota Koramil 09 Ketol Kodim 0106 Aceh Tengah bersama personel Yon TP 854/DK berhasil menyelamatkan korban, yang mengungkapkan rasa terima kasih atas tindakan cepat TNI. Ini menunjukkan komitmen TNI AD dalam membantu penanganan dampak bencana dan menjamin keselamatan masyarakat.
Tanggul Sungai Dalu-Dalu di Batubara, Sumatera Utara, yang baru saja dibangun dengan biaya Rp 11,6 miliar, kini roboh dan hampir jebol. Tiga desa, yakni Sukaraja, Aras, dan Tanah Rendah, terancam terendam banjir jika tanggul tersebut tidak segera diperbaiki. Warga mengungkapkan kekecewaan atas kualitas bangunan yang tidak sesuai harapan. Simak selengkapnya mengenai situasi dan dampaknya dalam video ini.
Pasca banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan lumpur dan kayu gelondongan di Sungai Aek Garoga. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan dan mengembalikan aliran sungai seperti semula.
Halo Academia! Siapa nih yang udah ikutan trend #aurafarming? Keren banget kan⁉️
Malaysia's data centre expansion, sustainability requirements and the rise of Tanjong Malim's high‑tech corridor are accelerating demand for secure, scalable development sites. Sungai Samak Estate's five strategic plots offer renewable‑ready, water‑abundant potential for next‑generation data centre campuses supporting the nation's digital and industrial transformation. Sungai Samak Estate City: Kuala Lumpur Address: 2 Jalan Sempurna off Jalan Gombak Website: https://sgsamak.com
Hujan deras yang terus mengguyur Lumajang memicu banjir lahar dingin dari Gunung Semeru. Sungai-sungai di sekitar gunung terdampak, dan warga diimbau tetap waspada. Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Pemprov Jatim memberlakukan masa tanggap darurat bencana.Rokhmad - Kontributor Metro TV#GunungSemeru #BanjirLahar #Lumajang #EvakuasiDarurat #SemeruUpdate
Menyeberangi Laut Merah dan menyeberangi Sungai Yordan merupakan penanda era baru dalam sejarah Alkitab, dan keduanya memiliki makna simbolis. Yesus mengalami pengalaman menyeberangi "Laut Merah" dan "Sungai Yordan".
Menyeberangi Laut Merah dan menyeberangi Sungai Yordan merupakan penanda era baru dalam sejarah Alkitab, dan keduanya memiliki makna simbolis. Yesus mengalami pengalaman menyeberangi "Laut Merah" dan "Sungai Yordan".
Mukjizat menyeberangi Sungai Yordan membuktikan kepada bangsa Israel bahwa janji Tuhan untuk menghalau bangsa-bangsa Kanaan dapat dipercaya. Tuhan yang sanggup mengeringkan Sungai Yordan, juga sanggup mengaruniakan negeri itu kepada mereka.
Mukjizat menyeberangi Sungai Yordan membuktikan kepada bangsa Israel bahwa janji Tuhan untuk menghalau bangsa-bangsa Kanaan dapat dipercaya. Tuhan yang sanggup mengeringkan Sungai Yordan, juga sanggup mengaruniakan negeri itu kepada mereka.
MetroTV, [HEADLINE NEWS, 06/10/25 | 04.00 WIB]Seorang pelajar dilaporkan hilang setelah jatuh dari sepeda motor dan tercebur ke sungai saat hendak melintasi jembatan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Tim SAR masih melakukan pencarian korban.
Sebuah kapal motor milik perusahaan OKI Pulp and Paper terbakar di Sungai Musi, Palembang, akibat konsleting mesin genset. Evakuasi penumpang berlangsung dramatis, beberapa sempat menceburkan diri ke sungai. Beruntung semua penumpang berhasil diselamatkan, satu orang dirawat karena sesak napas. Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian dengan bantuan kapal lain. Kapal yang terbakar ditarik ke Dermaga Pelabuhan Boom Baru Palembang. Penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian.#KapalTerbakar #SungaiMusi #Palembang #EvakuasiDramatis #OKIPulp #KebakaranKapal
Sungai Kapuas di Kalimantan Barat bukan hanya sungai terpanjang di Indonesia; ia adalah urat nadi ekonomi dan ekologi yang menghubungkan sembilan kabupaten dan satu kota, termasuk Kapuas Hulu, Sintang, dan Sanggau. Daya tariknya terletak pada statusnya sebagai koridor utama dan bagian integral dari kawasan konservasi global Heart of Borneo (HoB). Sungai ini menopang keanekaragaman hayati bernilai tinggi—seperti habitat ikan Arwana Super Red—dan menjadi fondasi bagi kehidupan masyarakat adat yang kaya kearifan lokal. Kapuas adalah permadani budaya dan alam yang vital, menjadikannya Wilayah Sungai Strategis Nasional yang tidak ternilai harganya. Sayangnya, realitas saat ini menunjukkan bahwa Kapuas sedang sakit. Data analisis menunjukkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas telah mencapai status kritis, dengan persentase lahan yang rusak kian meningkat. Sungai ini harus dipulihkan karena kerusakan lingkungan telah memicu bencana hidrologi sistemik. Banjir bukan lagi fenomena cuaca, melainkan konsekuensi langsung dari kegagalan konservasi, deforestasi di wilayah hulu, dan sedimentasi parah. Ancaman diperparah oleh aktivitas ilegal seperti Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang mencemari air dengan merkuri dan merusak lahan pertanian, mengancam kesehatan dan mata pencaharian jutaan orang. Pemulihan Kapuas harus dimulai sekarang karena laju kerusakan iklim global dan degradasi ekosistem lokal berjalan lebih cepat daripada upaya restorasi. Keterlambatan akan mengunci masa depan Kapuas pada skenario Terpuruk (Gagal Total), di mana masyarakat akan menghadapi kekeringan ekstrem bergantian dengan banjir bandang tanpa harapan. Memulai sekarang berarti mengimplementasikan strategi adaptasi iklim, menggeser mentalitas ekstraktif menjadi ekonomi hijau, dan mencegah kerugian sosial-ekonomi yang tak terhitung, sebelum titik balik ekologis (tipping point) tercapai. Menyusun Scenario Planning (Perencanaan Skenario) menjadi sangat penting karena Kapuas menghadapi ketidakpastian kritis yang tinggi. Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu prediksi masa depan. Skenario planningmemaksa para pemangku kepentingan—dari pemerintah hingga masyarakat adat—untuk mempertimbangkan empat kemungkinan masa depan (Optimis, Adaptif, Terancam, Terpuruk) berdasarkan interaksi dua kekuatan utama: Komitmen Iklim Global dan Persepsi Lokal terhadap Eksploitasi SDA. Proses ini membangun strategi yang tangguh (robust), yang akan berhasil, terlepas dari skenario mana pun yang terwujud di tahun 2060. Pada intinya, Skenario Kapuas 2060 adalah tentang mencapai visi Kapuas sebagai Sungai Peradaban. Visi ini menuntut transformasi kolektif: Kapuas Hulu dengan konservasi berbasis adat, Sintang dengan ketahanan perkotaan dan data sains, serta Sanggau dengan pertanian adaptif. Tujuannya adalah membuktikan bahwa harmoni antara konservasi ekologi dan pembangunan berkelanjutan dapat dicapai. Melalui kolaborasi lintas kabupaten dan semangat "Satu Sungai, Satu Jiwa", kita bisa mengubah peran manusia dari perusak menjadi penjaga yang bertanggung jawab atas sungai kehidupan ini.
Audio Siar Keluar Sekejap Episod 170 bersama tetamu khas Ts Syed Saggaf Syed Ahmad, Presiden Malaysian Oil, Gas & Energy Services Council (MOGSC) membincangkan dengan terperinci mengenai peranan sektor O&G terhadap hasil negara, langkah right-sizing Petronas, ekosistem vendor OGSE, serta cabaran transisi tenaga bersih di bawah NETR dan teknologi baharu seperti CCUS menuju sasaran 2050.Episod ini turut membincangkan isu Projek Pembangunan Kampung Sungai Baru yang mencetuskan polemik pampasan, hak pemilik tanah, dan kuasa kerajaan dalam dasar urbanisasi.Di peringkat antarabangsa, episod ini mengulas signifikan China Victory Day Parade ke-80 sebagai simbol kebangkitan kuasa besar, ketegangan di Asia Barat termasuk serangan Israel ke atas Qatar, serta krisis politik di Nepal yang menguji ketahanan demokrasi negara tersebut.Ingin jenama anda dikenali oleh ribuan pendengar?Taja episod Keluar Sekejap 2025!Hubungi +6011-1919 1783 atau emel commercial@ksmedia.my
Prime freehold land in lush tropical Southeast Asia positions Sungai Samak Estate as Malaysia's AI and data centre frontier, integrating renewable energy and water‑cooling systems to outshine Johor, Cyberjaya, and Selangor. The next Tech Frontier Malaysia starts here — sustainable, scalable, and future‑ready. Sungai Samak Estate City: Kuala Lumpur Address: 2 Jalan Sempurna off Jalan Gombak Website: https://sgsamak.com
Pdt. Ellya Makarawung (TB) Yosua 1 : 2 "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu"
Dewi Sungai Marquis-Houston is a mixed-race Native Bornean (Ngaju Dayak, Banjarese, Sundanese, English) mother, wife, and filmmaker who was born in Indonesia, adopted as an infant by white American parents, renamed “Amy" (a name she has since rescinded to reclaim her birth name), and raised in the U.S. in white suburbia. Dewi's experiences as a transracial adoptee led her to a filmmaking career that centers marginalized voices and challenges narratives spun from white supremacy culture and colonialist worldviews. As an Indigenous transnational adoptee, being in community and collaborating with Native people across the U.S. has helped her heal from the impact of colonization on her own life and lineage. Dewi is a proud member of A-Doc, Brown Girls Doc Mafia, BIPOC Editors, Creative Nations, Kin Theory, and Mountain Media Arts Collective, and was an inaugural fellow at Denver-based Cine Fe.Websites: https://www.eight16creative.com/. https://www.mynameisnotamy.com/https://adopteesunited.org/. https://www.adopteesforjustice.org/Music by Corey Quinn
Ces villages de l'après-Seconde Guerre mondiale constituaient des camps d'internement. L'objectif des autorités coloniales britanniques était de surveiller une partie de la population malaisienne, en particulier celle d'origine chinoise, soupçonnée de soutenir l'idéologie communiste de l'époque. Presque 80 ans plus tard, certains aimeraient inscrire ces kampungs sur la liste du patrimoine mondial de l'Unesco, de quoi créer des réactions chez les nationalistes malais. De notre correspondante de retour de Kuala Lumpur,C'est dans un musée situé dans une petite ruelle, en plein cœur de Sungai Way, que Ding Eow Chai observe les vestiges du passé. Devant les vitrines remplies d'objets historiques, ce Malaisien issu de la communauté chinoise raconte l'histoire de son village.« Après l'occupation japonaise pendant la Seconde Guerre mondiale, les Britanniques sont revenus ici. Le communisme était assez fort, ils ont interné tous les Chinois dans cet espace et ils les ont mis ici, dans notre village. Et ils contrôlaient par exemple votre nourriture, explique-t-il. À l'époque, il devait y avoir 650 maisons environ. C'étaient surtout des Chinois, c'étaient ceux qui soutenaient principalement le communisme malaisien. »À ses côtés, Yuri Tan, une Malaisienne descendante de Chinois résidant dans le camp de Sungai. Elle échange régulièrement avec sa grande tante pour en savoir plus sur l'histoire du kampung et de sa famille.Le devoir de mémoire« J'ai juste dit à ma tante : "Si j'ai le temps, je ferais une lettre et je la posterais sur Facebook ou ailleurs". Et ça aide beaucoup à ce qu'elle me dise tout ! J'ai beaucoup plus d'éléments sur l'histoire, plus de choses à raconter. Parce que la vraie histoire n'est pas forcément dans un livre, ce sont les anciens qui en parlent le mieux », confie Yuri Tan.Ces deux Malaisiens, attachés au devoir de mémoire, suivent régulièrement les polémiques en Malaisie autour des kampungs. Le dernier débat en date portait sur l'inscription de ce village au patrimoine mondiale de l'Unesco. Une proposition sur laquelle des nationalistes malais se sont opposés. Pour Ding Eow Chai comme Yuri Tan, la possible inscription de leur village à l'Unesco est bien accueillie.« Oui, on pense que c'est une bonne idée, explique la Malaisienne. Et pas seulement pour les Chinois, mais aussi pour le passé des Indiens, des Malais… pas seulement les Chinois venant de Chine en Malaisie. » « Les gens connaîtront notre passé. Tu ne peux pas changer l'histoire. Ça concerne toute la Malaisie, ce n'est pas une histoire de "race". Tout le monde ou chaque État peut être éligible à une reconnaissance de l'Unesco », ajoute Ding Eow Chai.Au total, pendant l'état d'urgence malais de 1948 à 1960, près de 630 camps d'internement pour les Chinois avaient été installés en Malaisie par les colonialistes britanniques.À lire aussiLa Malaisie envisage une «diplomatie de l'orang-outang», déjà décriée
Knowledge - Fire, Boat, Lamp & Sword | Sungai Siput, Malaysia | Svayam Bhagavan Keshava Maharaja by Wisdom That Breathes by Keshava Maharaja
En Malaisie, les villages appelés « Kampungs » datent de l'après-Seconde Guerre mondiale et constituaient des camps d'internement. L'objectif des autorités coloniales britanniques était de surveiller une partie de la population malaisienne, et en particulier des membres la communauté chinoise, soupçonnés de soutenir l'idéologie communiste de l'époque. Presque 80 ans plus tard, ces Kampungs font toujours l'objet de débats sur la scène politique. Récemment encore, le gouvernement a émis l'idée d'inscrire des Kampungs sur la liste du patrimoine mondial de l'Unesco, de quoi créer des réactions chez les nationalistes malais. De notre correspondante de retour de Kuala Lumpur,C'est dans un musée situé dans une petite ruelle, en plein cœur de Sungai Way, que Ding Eow Chai observe les vestiges du passé. Devant les vitrines remplies d'objets historiques, ce Malaisien issu de la communauté chinoise raconte l'histoire de son village.« Après l'occupation japonaise pendant la Deuxième Guerre mondiale, les Britanniques sont revenus ici. Le communisme était assez fort, ils ont interné tous les Chinois dans cet espace et ils les ont mis ici, dans notre village. Et ils contrôlaient par exemple votre nourriture, explique-t-il. À l'époque, il devait y avoir 650 maisons environ. C'étaient surtout des Chinois, c'étaient ceux qui soutenaient principalement le communisme malaisien. »À ses côtés, Yuri Tan, une Malaisienne descendante de Chinois résidant dans le camp de Sungai. Elle échange régulièrement avec sa grande tente pour en savoir plus sur l'histoire du Kampung et de sa famille.Le devoir de mémoire« J'ai juste dit à ma tante : "Si j'ai le temps, je ferai une lettre et je la posterai sur Facebook ou ailleurs". Et ça aide beaucoup à ce qu'elle me dise tout ! J'ai beaucoup plus d'éléments sur l'histoire, plus de choses à raconter. Parce que la vraie histoire n'est pas forcément dans un livre, ce sont les anciens qui en parlent le mieux », confie Yuri Tan.Ces deux Malaisiens, attachés au devoir de mémoire, suivent régulièrement les polémiques en Malaisie autour des Kampungs. Le dernier débat en date portait sur l'inscription de ce village au patrimoine mondiale de l'Unesco. Une proposition sur laquelle des nationalistes malais se sont opposés. Pour Ding Eow Chai comme Yuri Tan, la possible inscription de leur village à l'Unesco est bien accueillie.« Oui, on pense que c'est une bonne idée, explique la Malaisienne. Et pas seulement pour les Chinois, mais aussi pour le passé des Indiens, des Malais… pas seulement les Chinois venant de Chine en Malaisie. » « Les gens connaîtront notre passé. Tu ne peux pas changer l'histoire. Ça concerne toute la Malaisie, ce n'est pas une histoire de "race". Tout le monde ou chaque État peut être éligible à une reconnaissance de l'Unesco », ajoute Ding Eow Chai.Au total, pendant l'état d'urgence malais de 1948 à 1960, près de 630 camps d'internement pour les Chinois avaient été installés en Malaisie par les colonialistes britanniques.À lire aussiLa Malaisie envisage une «diplomatie de l'orang-outang», déjà décriée
In the wake of the Sungai Bakap by-elections, former Penang deputy chief minister and Urimai chairman, P Ramasamy wrote in a Free Malaysia Today article that the level of support among Malaysian Chinese for the Democratic Action Party (DAP) and the ruling government in general has fallen. Discussing this issue with us today is James Chin, Professor of Asian Studies, the University of Tasmania.Image Credit: shutterstock.com
Audio Siar Keluar Sekejap Episod 113 antaranya membincangkan tentang keputusan pilihan raya kecil Sungai Bakap yang telah dimenangi oleh Perikatan Nasional pada sabtu yang lepas serta afidavit untuk penahanan rumah Dato' Seri Najib gagal. Keluar Sekejap turut mengulas tentang Laporan Ketua Audit Negara yang menemukan beberapa perkara yang mencurigakan, bank negara wajibkan syarikat insurans dan takaful sediakan pilihan produk mereka dengan co-payment serta undang-undang penagih dadah. Bagi segment antarabangsa, Keluar Sekejap berkesempatan menyentuh tentang keputusan Pilihan Raya di UK yang dimenangi oleh Parti Labour. Article berkaitan : https://www.centre.my/post/kaki-dadah-the-need-to-reform-public-perception-towards-people-who-use-drugs-in-malaysia Bagi yang berminat menaja episod Keluar Sekejap untuk 2024, boleh hubungi +601119191783 atau emel kami di commercial@ksmedia.my
Perikatan Nasional retained the Sungai Bakap state seat in Penang with an increased majority over the Pakatan Harapan candidate during last weekend's by-election, during which voter turnout was 63.45%. Ibrahim Suffian, Programme Director at Merdeka Centre analyses the outcome of the election and its impact on Malaysia's political landscape going forward.Image Credit: Shutterstock.com
The OTRNow Radio Program 2012-040Treasury Star Parade. Program #102. Treasury Department syndication. "It Isn't Peanuts". A Washington, D. C. cab driver tells off two society ladies who don't realize that there's a war on!. Vincent Price (host), Edward G. Robinson, David Broekman and His Orchestra. The Tenth Man. November 7, 1947. The National Mental Health Foundation syndication. "The Old Folks At Home". Sustaining. NBC Orthacoustic transcription. Grandpa is living at home with a married couple, and that seems a bit difficult for everyone. Ralph Bellamy (narrator), Jackson Beck (announcer), Jack Nair (writer), Drex Hines (director), Dallas Pratt (technical advisor).Jeff Regan, Investigator. September 11, 1948. CBS Pacific net. "The Story Of Cain and Abel and The Santa Maria". Sustaining. A little silver ship has been stolen, and Jeff has been hired to get it back. Jack Webb, Wilms Herbert, Lurene Tuttle, Dickie Chambers, Paul Frees, Wally Maher, Marvin Miller, E. Jack Neuman (writer), Sterling Tracy (producer), Richard Aurandt (music), Bob Stevenson (announcer).Bring 'Em Back Alive. October 30, 1933. RKO Radio Pictures syndication. "The Weretiger of Sungai". The program features Frank Buck (impersonated). The date is approximate. The program is also known (incorrectly) as, "The Jungle Adventures Of Frank Buck.".Bring Em Back Alive 1933-10-30 Manhunt. October, 1943. ZIV Syndication. "The Clue of the Melody Murders". Sponsored by: Commercials added locally. The series was recorded in New York. Being syndicated, the series was heard on different stations on different dates. Maurice Tarplin (narrator), Larry Haines, Frances Robinson. Counterspy. June 25, 1945. ABC net. "The Case Of The Dog Of Dynamite". Sponsored by: Fresh Deodorant. The former commander of all Gestapo agents in Spain plans to enter a U.S. government laboratory working on very valuable "bugs.". Don MacLaughlin, Phillips H. Lord (producer), Mandel Kramer, Helen Warren, David Leeds (announcer). Beyond Midnight 1969 Picture. Beyond Midnight was a South African radio horror anthology series that ran from 1968 to 1970 on Springbok Radio.A couple living and working in Africa experience a nightly "visitor" roaming among their trash bins. Becoming increasingly frustrated by being woke up on a frequent basis, the two devise a plan to take a picture in hopes of finding a solution to ridding themselves of the "visitor". However, the "visitor" is something more than what they bargained for. Sleep No More. December 12, 1956. NBC net. "Three O'Clock". Sustaining. Nelson Olmsted, Ben Grauer (announcer), Kenneth MacGregor (director), Cornell Woolrich (author, using the name William Irish).
The OTRNow Radio Program 2012-040Treasury Star Parade. Program #102. Treasury Department syndication. "It Isn't Peanuts". A Washington, D. C. cab driver tells off two society ladies who don't realize that there's a war on!. Vincent Price (host), Edward G. Robinson, David Broekman and His Orchestra. The Tenth Man. November 7, 1947. The National Mental Health Foundation syndication. "The Old Folks At Home". Sustaining. NBC Orthacoustic transcription. Grandpa is living at home with a married couple, and that seems a bit difficult for everyone. Ralph Bellamy (narrator), Jackson Beck (announcer), Jack Nair (writer), Drex Hines (director), Dallas Pratt (technical advisor).Jeff Regan, Investigator. September 11, 1948. CBS Pacific net. "The Story Of Cain and Abel and The Santa Maria". Sustaining. A little silver ship has been stolen, and Jeff has been hired to get it back. Jack Webb, Wilms Herbert, Lurene Tuttle, Dickie Chambers, Paul Frees, Wally Maher, Marvin Miller, E. Jack Neuman (writer), Sterling Tracy (producer), Richard Aurandt (music), Bob Stevenson (announcer).Bring 'Em Back Alive. October 30, 1933. RKO Radio Pictures syndication. "The Weretiger of Sungai". The program features Frank Buck (impersonated). The date is approximate. The program is also known (incorrectly) as, "The Jungle Adventures Of Frank Buck.".Bring Em Back Alive 1933-10-30 Manhunt. October, 1943. ZIV Syndication. "The Clue of the Melody Murders". Sponsored by: Commercials added locally. The series was recorded in New York. Being syndicated, the series was heard on different stations on different dates. Maurice Tarplin (narrator), Larry Haines, Frances Robinson. Counterspy. June 25, 1945. ABC net. "The Case Of The Dog Of Dynamite". Sponsored by: Fresh Deodorant. The former commander of all Gestapo agents in Spain plans to enter a U.S. government laboratory working on very valuable "bugs.". Don MacLaughlin, Phillips H. Lord (producer), Mandel Kramer, Helen Warren, David Leeds (announcer). Beyond Midnight 1969 Picture. Beyond Midnight was a South African radio horror anthology series that ran from 1968 to 1970 on Springbok Radio.A couple living and working in Africa experience a nightly "visitor" roaming among their trash bins. Becoming increasingly frustrated by being woke up on a frequent basis, the two devise a plan to take a picture in hopes of finding a solution to ridding themselves of the "visitor". However, the "visitor" is something more than what they bargained for. Sleep No More. December 12, 1956. NBC net. "Three O'Clock". Sustaining. Nelson Olmsted, Ben Grauer (announcer), Kenneth MacGregor (director), Cornell Woolrich (author, using the name William Irish).
Become a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/malam-seram--3347472/support.MALAM SERAM, PODCAST CERITA SERAM | DITAJA TOP AGENT HARTANAH TEAMMIRZAFAI TeamMirzaFai pemenang TOP 1 Agent Hartanah sebanyak 9 kali (The Pegasus Awards). Dengan kepakaran serta pengalaman memguruskan hartanah HDB, Condo serta Landed property Mirza Subari, Fai Muni, Leha Ramli, Elfi Muni dan Amir Amzar akan memudahkan lagi proses jual beli hartanah anda. PEMILIK RUMAH BTO anda kemungkinan mempunyai harta yang lumayan hubungi TeamMirzaFai untuk ketahui berapa keuntungan menjual rumah anda. Tiada paksaan untuk membuat keputusan dan tiada bayaran untuk sebarang pertanyaan.Hubungi sekarang melalui whatsapp atau panggilan telifon 83832145, 83338555. Urusan jual beli hartanah anda menjadi mudah dan sempurna dengan TeamMirzaFai Selamat menyambut tahun 2024 semoga tahun ini KC dapat terus menyajikan lebih banyak kisah seram serta hiburan yang boleh dinikmati untuk seisi keluarga. Terima kasih atas sokongan anda pada tahun 2023 KC amat menghargainya! Jom Malam Seram!
Suka bacaan kisah-kisah seram, sila subscribe ke saluran Malam Seram! Malam Seram LIVE show Isnin hingga Khamis 11 malam dan Jumaat 11.59 malamMALAM SERAM adalah segmen LIVE perkongsian pengalaman seram dan misteri. Anggap ia hanya sekadar perkongsian sahaja. Jangan mudah percaya dan terlalu taksub dengan apa yang anda dengar! MALAM SERAM The Horror Talk Show Bukan Sekadar Cerita Seram.
“The land is our mother. The forest is our father. And the river is our blood.” Today we share a story of an Indigenous people who fought for their forest – and won. Sungai Utik is a village in the Indonesian province of Kalimantan on the island of Borneo, where people treat nature “as if it is our own bodies.” Since the 1970s, companies have tried to take trees and land, but the village has successfully defended their forest. In this special episode, 18-yr old Kynan Tegar, a Dayak Iban filmmaker from Sungai Utik, shares excerpts from his upcoming film, which he describes as a “love letter” to the forest and river he grew up with. In these clips, hear village elders explain how they heeded the warnings of the omen birds to ward off those who would endanger their forests and way of life. Thank you to Dayak Iban elders Apai Janggut, Apai Gadja, and Apai Kudi, whose voices and stories are included in Kynan's film, as well as this episode. Deep gratitude to Kynan Tegar and his filmmaking partners, Muhammed ‘Aldi' Khatami and Yogi Armada, for sharing audio from their film, which is being made in partnership with the Wayfinders Circle. Wayfinders Circle is a global network of Indigenous communities, including Sungai Utik, and is dedicated to unleashing the transformative potential of Indigenous lifeways, inspiring all people to reimagine development, conservation, and the way they relate to each other and to Mother Earth. The conveners of the Wayfinders Circle are the Pawanka Fund, the World Union of Indigenous Spiritual Practitioners and Nia Tero. Special thanks to our Nia Tero colleagues Joel Cerda and David Rothschild for kind guidance and generous introductions that made this episode possible. Host: Jessica Ramirez. Producer and Audio Mix: Jenny Asarnow. Story Editor: Nils Cowan. Learn more: Follow Kynan Tegar's journey on Instagram Learn more about Kynan Tegar's work on If Not Us Then Who? Learn more about the work of the Wayfinders Circle Find us at https://www.instagram.com/niatero_seedcast/ Seedcast is a production of Nia Tero, a global nonprofit which supports Indigenous land guardianship around the world through policy, partnership, and storytelling initiatives.Enjoy the Seedcast podcast on Apple Podcasts, Spotify, and your other favorite podcast platforms. Keep up with Seedcast on Instagram and use the hashtag #Seedcast.