Podcasts about sabda tuhan

  • 11PODCASTS
  • 3,191EPISODES
  • 8mAVG DURATION
  • 1DAILY NEW EPISODE
  • Feb 14, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about sabda tuhan

Latest podcast episodes about sabda tuhan

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-6, 15 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 14, 2026 13:16


Dibawakan oleh Sr Ludgardis MCFSM, Sr Vinsensia MCFSM dan Sr Aurelia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 15: 15-20; Mazmur tg 119: 1-2.4-5.17-18.33-34; 1 Korintus 2: 6-10; Matius 5: 17-37.MENERIMA YANGMUNGKIN DARI MISTERI ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Menerima Yang Mungkindari Misteri Allah. Sepasang orang muda baru sebulan ini berpacaran. Memangbanyak kesamaan di antara mereka yang membuat hubungan ini penuh dengan sukacita. Namun banyak juga perbedaan yang sering memicu perdebatan, prasangka,pikiran negatif dan saling marah. Mereka harus belajar untuk menerima semua inisebagai dinamika di dalam menjalin cinta sebagai pribadi-pribadi yang unik satusama lain. Mereka berdua sempat menghadiri acara pernikahan seorangteman mereka. Di dalam Misa pernikahan, Pastor yang berkotbah mengatakan, imanyang ditaburkan dan ditanam oleh Yesus ke dalam diri para pengikut-Nya ialahsesuatu yang mengalahkan semua bentuk logika yang ada. Iman bukan seperti ilmupengetahuan dan teknologi, yang selalu berusaha memberikan bukti untuk dilihat,dijumpai, dipakai dan diubah. Semua itu ada batasnya dan ada waktunya. Tetapi iman sesungguhnya mengajarkan kita tentang tidakmungkin. Semua kebaikan dan kebenaran dari Tuhan adalah mungkin bagi Dia.Tetapi bagi manusia adalah tidak mungkin. Kedua pasangan yang sedang dalamsuasana nikah, demikian juga pasangan yang sedang berpacaran, harus menyadaribahwa masing-masing pribadi unik, berbeda latar belakang dan keadaan, merupakansesuatu yang tidak mungkin. Cinta sejati adalah cinta tidak mungkin. Banyak nasihat, petunjuk dan perintah Tuhan, yang baginalar, logika dan perasaan kita sebagai manusia, sangat jelas tidak mungkin.Misalnya kita diminta untuk mengampuni tanpa batas, memasuki pintu yang sempituntuk bisa selamat, menggarami seluruh dunia, memberikan pipi kiri ditamparsetelah kanannya, mengasihi dan mendoakan musuh, meninggalkan segala-galanya didunia ini untuk mengikuti Kristus. Semua menjadi bagian dari iman kita. Alasan utama Tuhan menetapkan karakter iman kita sebagaisesuatu yang tidak mungkin, ialah supaya harapan kita tidak berhenti dan kitaselalu tertantang untuk mencapainya. Semangat iman kita ialah mencapai danmenjadi seperti Kristus. Yesus meminta kita untuk berbuat lebih jauh daristandar dunia ini, supaya kita mencapai standar-Nya. Intinya, Ia meminta supayaiman dan hidup agama kita harus melebihi para ahli Taurat dan kaum Farisi, yangmerupakan pemegang kunci hidup beragama dan pengajaran iman. Jadi, yang tidak mungkin itu adalah hikmat Allah, yangmeskipun tersembunyi dan selalu tidak kita pahami, kita tetap menerima danmenaatinya. Itu adalah cara kita menjawab panggilan-Nya dan jalan yang kitapilih untuk mencapai kesempurnaan. Kita selalu dinasihatkan oleh kitab suciuntuk memilih jalan ini, dan bukan jalan atau cara hidup yang lain. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa, semogadengan perayaan hari Minggu ini, kami tetapi setia dalam jalan panggilan kamidan menjadi saksi Kristus yang sesungguhnya di tengah dunia ini. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-5 masa biasa, 14 Februari 2026, Peringatan Santo Sirilus, Rahib dan Metodius, Uskup

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 13, 2026 7:27


Dibawakan oleh Sr Sisilia MCFSM dan Sr Rini MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 12: 26-32; 13: 33-34; Mazmur tg 106: 6-7a.19-20.21-22; Markus 8: 1-10.SANTAPAN ROHANIYANG MEMPERSATUKAN Tema renungan kita pada hari ialah: Santapan Rohani YangMempersatukan. Persekutuan di dalam satu keluarga tampak amat jelas ketikasemua anggota keluarga kompak menghadiri Misa Kudus, lalu melanjutkannya denganmakan siang bersama. Ini adalah sebuah kegiatan rutin. Persekutuan seperti inisangat bertentangan dengan nasib umat Allah di bawah raja-raja setelah matinyaSalomo. Yang paling tragis ialah raja Yerobeam memperbesar dosanya denganmelawan Roh Allah karena ia percaya kepada dewa-dewa.  Santapan rohani yang tersedia bagi orang-orang beriman,pengikut Kristus, ialah persembahan diri Yesus sebagai bagian utamapekerjaan-Nya menjalani kehendak Bapa. Dalam seluruh karya pelayanan, Iamenampakkan tindakan pemberian diri-Nya dengan disaksikan oleh para rasul danbanyak orang di sekeliling-Nya. Mereka semua dibuat kagum, bangga, senang danpercaya akan tindakan-tindakan itu. Tetapi di atas semua itu ialah tindakanpuncak, yaitu mati untuk menebus semua umat manusia. Ia tandai peristiwa puncak ini dengan tindakan kenangan didalam Gereja untuk mengalami langsung kehadiran diri-Nya yang menjadi santapanbagi seluruh umat-Nya, demi memperkuat dan memelihara persekutuan yang sudah Iabangun. Kita mengenalnya sampai detik ini dengan nama Ekaristi. Yesus pertamakali membawa para pengikut-Nya dan semua orang yang mendengar-Nya, dengan penuhiman ke sebuah pengalaman menyantap diri-Nya sendiri, ialah pada waktu iamemperbanyak roti bagi ribuan orang yang lapar dan haus di padang rumput yangluas.   Pemberian makan kepada ribuan orang ini kemudiandipertegas lagi maknanya pada saat menjelang wafat-Nya, ketika Ia makanperjamuan malam bersama para rasul, dan di sana Ia membagi-bagikan roti dananggur. Sabda-Nya ialah supaya mereka terus melanjutkan peristiwa merayakansantapan rohani ini sebagai kenangan akan Dia, sekaligus menjadi penguatanrohani bagi semua yang mengambil bagian di dalamnya. Di dalam perjamuan makanitu, satu tindakan Yesus dengan pemecahan dirinya dan dibagi-bagikan menandakansakramen Ekaristi dan Imamat.  Jadi persekutuan yang kita perkuat terus-menerus baikmelalui doa dan tindakan nyata bergantung sekali pada dua unsur dasar ini: Ekaristidan Imamat. Sakramen ekaristi sebagai santapan rohani, sedangkan imamat sebagaihak istimewa untuk menjalankan dan memimpin peristiwa kenangan itu supayamemiliki legitimasinya dari Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus,semoga persekutuan kami di dalam dan bersama Dikau menjadi kekuatan yang sangatnyata di dunia ini untuk menghadirkan kerajaan Allah yang dapat membaharuiseluruh muka bumi ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-5 masa biasa, 13 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 12, 2026 7:44


Dibawakan oleh para Suster MCFSM dari Komunitas Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 11: 29-32; 12: 19; Mazmur tg 81: 10-11ab.12-13.14-15; Markus 7: 31-37.SEMAKIN KUATUNTUK PERSEKUTUAN Renungan kita pada hari ini bertema: Semakin Kuat UntukPersekutuan. Menurut keyakinan iman kita, persekutuan merupakan awal mulasegala sesuatu. Ayat-ayat pertama kitab suci, khususnya kitab Kejadian danInjil Yohanes menjelaskan bahwa persatuan atau persekutuan adalah hakikat TuhanAllah. Persatuan lebih dahulu ada sebelum kejatuhan manusia pertama ke dalamdosa yang menyebabkan perpecahan dan pemisahan antara yang kebaikan dankejahatan, rahmat dan dosa. Di dunia ini, di mana pun terjadi semakin kuat pemisahandan ketegangan yang mengancam persekutuan hidup, Tuhan juga tampak semakin kuatdalam kuasa-Nya membangun kembali persekutuan. Ia perbuat itu dalam diri dankarya Yesus Kristus. Yang diperbuat oleh Yesus Kristus supaya persekutuan itusemakin kuat ialah dengan membaharui tatanan atau pola hidup iman yang sudahterlanjur lemah. Ia membuka segala kemungkinan bagi mereka yang belum mengenalTuhan supaya menjadi percaya. Penyembuhan kepada seorang yang sekaligus tuli dan gagapmerupakan satu tindakan yang memperlihatkan kalau iman itu sangat bergantungpada kemampuan kita untuk mendengar dan berbicara. Yesus pernah berkhotbah dikotanya di Kapernaum bahwa iman itu terjadi pada saat orang mendengarkan firmanyang diwartakan. Mendengar ialah pintu masuk untuk iman, karena melaluinyaorang membukakan diri untuk memperhatikan dan menaruh ketaatannya. Darimendengar ini, kemampuan selanjutnya yang dituntut ialah berbicara sebagaiwujud bersyukur, merayakan iman itu, dan mewartakannya. Jika iman kita dipandang atau kita sendiri menganggapnyalemah, antara lain dapat diuji kemampuan kita dalam mendengar dan menjadi kabargembira bagi sesama. Kalau tanda-tandanya ialah kita malas bahkan tidak pernahmendengar dengan baik, ditambah dengan tidak berbicara dalam kebenaran firmanAllah itu, berarti iman kita sedang dalam krisis yang serius. Yang lebih parahialah bersikap benci dan menolak untuk mendengar dan berbicara tentang Tuhan.Jadi Yesus juga melakukan tindakan serius dengan harus berbuat sesuatu,memisahkan sedikit kita dari orang banyak lalu mencungkil halangan yangmenghambat kita mendengar dan berbicara tentang iman kita. Tuhan tetap membuka jalan dan segala kemungkinan bagimereka yang ingin mengetahui dan mengimani-Nya. Pekerjaan ini dilakukan melaluiGereja, khususnya melalui kita yang sudah beriman. Caranya ialah memakai duakemampuan yang ada, mendengar dan berbicara. Kiranya kita mengusahakan supayaorang-orang dapat mendengar Tuhan yang berbicara secara pribadi kepada mereka,dan dapat berbicara tentang Tuhan di dalam hidupnya yang nyata. Ini adalahcara-cara untuk memperkuat persekutuan di antara kita orang-orang beriman.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,semoga kami selalu menjadi saluran yang benar dan berguna bagi saudara-saudarikami yang ingin mengenal Dikau dengan lebih dekat dan jelas. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-5 masa biasa, 12 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 11, 2026 9:09


Dibawakan oleh Suster Yulia Bela MCFSM dan Suster Tania MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 11: 4-13; Mazmur tg 106: 3-4.35-36.37.40; Markus 7: 24-30.PERSEKUTUANADALAH PANGGILAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Persekutuan AdalahPanggilan. Seorang bapak berusia 75 tahun meminta Pastor Paroki untuk dibaptismenjadi seorang Katolik. Hidupnya selama ini sebagai orang yang tidak beragama.Pastor memberikan persiapan khusus kepadanya sebelum dibaptis. Tidak lamasetelah mengikuti katekumen, istrinya yang berusia 72 tahun juga meminta untukdibaptis. Maka Pastor Paroki memberikan persiapan kepada mereka bersama-sama.Mereka berkata: tidak ada terlambat dalam beriman kepada Tuhan. Langkah yang diambil oleh pasutri lansia itu merupakansebuah perwujudan persekutuan sebagai panggilan. Tuhan tidak membutuhkanpersekutuan, tapi kita yang membutuhkan supaya kita dapat bersatu dengan-Nya.Panggilan kita manusia di dunia ini sampai ke titik persekutuan itu. Namun halini tidak mudah. Kegagalan raja Salomo dalam mempertahankan persekutuan denganTuhan adalah salah satu contohnya. Ia tidak mengikuti teladan ayahnya, rajaDaud. Dosa Salomo terbesar yang membuat ia dikutuk oleh Allahialah mengikuti kehendak para istrinya yang berlatarbelakang tidak berimankepada Tuhan. Para istri menyembah dewa-dewa. Murka Tuhan menggoyahkankerajaannya. Pada saat kerajaan itu dilanjutkan oleh putra Salomo, kerajaan itumengalami perpecahan besar. Hukuman atas dosa melawan Roh Kudus ialahkehancuran dan tidak dapat diampuni, begitu kata Yesus dalam kitab suci. Salomo sangat jelas memperlihatkan suatu perpecahan ataspersekutuan yang sudah diwariskan dengan mantap, dengan paling kentara ialahpemisahan antara yang kafir dan yang percaya. Ada suatu pemahaman bahwa kafiritu paling jahat dan tak bisa berpaling kepada Allah. Orang beragama kalaumasuk ruang hidup, bersentuhan, dan berinteraksi atau berkomunikasi dengan yangkafir sudah langsung menajiskan diri mereka. Tidak ada kemungkinan untukterjadi relasi satu titik pun dengan mereka yang berlainan kepercayaan dengannya. Justru di sini yang menciptakan perpecahan ialahorang-orang beragama. Orang kafir hanya berusaha untuk hidup baik sebagaimanusia dan mengusahakan kelayakan hidup di dunia ini. Dalam sanubarinyatersimpan benih-benih iman yang tinggal menunggu saatnya untuk terbuka, lalumereka memandang dan percaya kepada Allah. Yesus merintis jalan terbuka bagimereka. Ia membuka hati orang kafir, melebarkan jalan baginya untuk percayakepada Tuhan. Yesus jauh lebih bijaksana daripada Salomo, karena ia menyatukanorang beragama dengan mereka yang dipandang kafir. Tugas yang sama yang mestikita lanjutkan pada saat ini. Saat ini tidak cocok untuk memandang orang lainkafir!Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahabijaksana, berikanlah kami hati yang bijaksana sehingga kami dapat menciptakandan mempertahankan persekutuan hidup di antara kami, dan bukan merusaknyadengan perpecahan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-5 masa biasa, 11 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 10, 2026 9:22


Dibawakan oleh Suster Maria Goreti MCFSM dan Suster Ursula MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 10: 1-10; Mazmur tg 37: 5-6.30-31.39-40; Markus 7: 14-23.HATI BARU Renungan kita pada hari ini bertema: Hati Baru. Sepasangsuami dan istri dalam satu tahun terakhir hidup dalam konflik dan sepertinyatidak ada tanda berhenti. Lalu mereka berdua sepakat untuk bercerai melaluibeberapa proses. Salah satu hal dari proses itu ialah mereka berdua bertemuPastor Paroki untuk meminta pendapatnya. Masing-masing menyampaikan pendiriandan alasannya untuk bercerai. Menurutnya keputusan itu sudah bulat. Kepentingandiri masing-masing sangat kuat, dan bagi Pastor ini adalah contoh dua hati yanglama. Maka sang Pastor memiliki tugas amat penting untukmengubah hati yang lama itu menjadi hati yang baru. Setelah memberikan pendapatdan nasihatnya, Pastor mempersilakan masing-masingnya untuk adorasi di depanSakramen maha kudus. Di dalam gereja, mereka duduk berjauhan untuk berdoa.Sekitar satu jam berlalu, mereka kembali bertemu Pastor di kantornya.Masing-masing menyampaikan bahwa ia sadar akan kesalahan dan kesombongannya. Iaberniat mengampuni pasangannya. Ia memutuskan untuk tidak bercerai. Pasangan tersebut akhirnya mendapatkan sebuah hati yangbaru. Masing-masingnya menjadi orang yang baru. Pengalaman ini menunjukkanbahwa terciptanya sebuah hati yang baru tidak bisa hanya dengan urusan seorangdiri. Kalau tanpa campur tangan Tuhan dan sesama ia tidak bisa apa-apa, tidak bisa menjadi baru.Sakramen-sakramen dan bimbingan rohani adalah dua dari banyak cara yangmembantu seseorang untuk mengalami dirinya menjadi baru.  Salah satu isi firman Tuhan yang menggerakkan kita untukmenciptakan hati yang baru ialah seperti yang diwartakan oleh bacaan-bacaanhari ini. Firman Tuhan pada prinsipnya berisi kebijaksanaan Tuhan tentangbagaimana hidup semestinya dalam mengikuti Kristus. Pilihan kita mesti ke sana,seperti yang dilakukan oleh Salomo yang membuat hikmat hidupnya bisa menarikperhatian Ratu dari Syeba dan seluruh dunia. Kalau kita memilih dan menggunakanselalu kebijaksanaan, Tuhan menyediakan itu dan menyempurnakannya di dalamkita. Hati yang baru ialah hati yang bersih. Kotoran, kenajisan,fitnah, benci, dengki, dan marah mestinya dikeluarkan dari sana. Yesus memintakita supaya semua itu tidak disimpan di hati seperti kita menyimpan hartakekayaan dengan begitu aman. Semua itu menajiskan atau mengotori kita, jadiharus dikeluarkan melalui pemeriksaan batin lalu melepaskannya dengan bantuanorang lain dan Gereja. Ini sama sekali tak ada hubungan dengan makanan yanghalal dan tidak halal. Makanan atau minuman itu tidak pernah punya kaitandengan menciptakan hati yang baru. Hati yang baru adalah urusan rohani,sementara makanan dan minuman urusan perut dan jasmani. Sangatlah beda! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahabijaksana, semoga Roh-Mu memimpin kami selalu di dalam kebijaksanaan untukmenyatu dalam Yesus Kristus melalui hidup kami, dalam kata dan perbuatan kami.Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-5 masa biasa, 10 Februari 2026, Peringatan Santa Skolastika, Perawan

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 9, 2026 9:21


Dibawakan oleh Suster Waldetrudis MCFSM dan Suster Sisilia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 22-23.27-30; Mazmur tg 84: 3.4.5.10.11; Markus 7: 1-13.LAIN DI TINDAKANLAIN DI BIBIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lain Di TindakanLain Di Bibir. Seorang remaja perempuan sudah berpacaran tiga tahun denganpemuda yang sedang kuliah hukum. Akhir-akhir ini gadis itu menjadi kecewadengan sikap pemuda cakap dan pintar tersebut. Pemuda itu bicara sangat memikatdan membuat banyak janji, tetapi perwujudannya nol. Ia hanya akan menjadisangat terpukul jika cintanya hanya di bibir, dan akhirnya tidak bisa berwujudnyata. Ia selalu mengingatkan pacarnya: cinta bukan sekedar "lain di tindakanlain di bibir". Kritik remaja perempuan ini hanya suatu porsi kecil darikritik besar Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat di dalamkitab suci. Mereka turun dari Yerusalem ke tempat Yesus berada sekitar ratusankilometer dengan maksud membuktikan kalau Yesus dan pengikut-Nya melanggaraturan adat dan agama Yahudi. Aturan yang mereka tekankan ialah interpretasimanusia atas perintah Allah dari Musa. Contohnya mereka temukan para rasulYesus tidak mencuci tangan dahulu sebelum makan. Kemunafikan adalah kata yang pas bagi kaum farisi dan paraahli Taurat. Yesus langsung menyebutkan pelanggaran mereka yang terberat ialahmengkhianati firman Tuhan yang sebenarnya. Misalnya, perintah dari Musa untukmenghormati dan mengasihi orang tua, terlebih-lebih yang menderita dan sakit didalam keluarga sendiri. Biaya yang sebenarnya untuk mengobati anggota keluargaini, dialihkan untuk berbagai jenis pajak di rumah ibadat alias persembahan.Umat diharuskan untuk penuhi ini dan ternyata uangnya untuk kerakusan mereka.Jenis korupsi ini sudah menjadi mental hidup mereka bahkan mendarah-dagingsampai saat ini. Motivasi mereka ialah uang. Hidup agama mereka bukan untukmengudus manusia melalui kepatuhan pada firman Tuhan dan melakukankehendak-Nya, tetapi mendapatkan uang melalui praktik beragama. Untukmemperkuat strategi utama ini mereka harus mengarang-mengarang semua aturanpenampilan yang jumlahnya begitu banyak, termasuk yang disebutkan tadi ialahmencuci semua perkakas makan-minum dan tangan. Tampilan diri mereka harus suci,bibir dan mulut mereka harus berkata-kata bagus, dan gerak-gerik mereka harus sempurna.Orang-orang mesti percaya akan mereka dan terdorong untuk selalu taat pajakrumah ibadat. Ini yang sangat dilawan dan dikecam Yesus. Raja Salomo mengulangi kehendak Allah yang utama ialahtinggal selama-lamanya di bumi ini bersama umat manusia, tetapi bukan di dalamdiri manusia yang munafik seperti kaum farisi dan para ahli Taurat. Hanyakebenaranlah yang membuat kerajaan Allah besar di dunia bukan kemunafikan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,perkuatkanlah kami untuk mampu melawan semua kepalsuan yang kami hadapi.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-5 masa biasa, 9 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 8, 2026 8:27


Dibawakan oleh Suster Imelda MCFSM dan Suster Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 1-7.9-13; Mazmur tg 132: 6-7.8-10; Markus 6: 53-56.RUANG BAGI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ruang Bagi Tuhan.Ruang dimaksudkan di sini bukan sebuah tempat atau lokasi. Karena prinsipnyaTuhan tidak bisa dikondisikan ke dalam sebuah tempat. Sebaliknya, Tuhan beradadi dalam ruang yang melingkupi dan menaungi kita. Ruang itu menandakan sebuahkehadiran dan keberadaan. Tuhan menyediakan ruang itu dan Dia sendiri berada disana. Raja Salomo dan umat Allah menaruh tabut perjanjian padatempat berdiam yang sudah dibangun, namun raja berseru bahwa Tuhan akan tinggaldi bumi selama-lamanya bersama umat-Nya. Ia menyertai, menemui, menjangkau, danbergaul dengan setiap orang di segala tempat seperti yang dilakukan oleh YesusKristus. Ruang buat Tuhan adalah seluruh permukaan bumi ini, tempat semuamanusia berdiam. Ruang bagi Tuhan yang jaraknya paling jauh ialah kota-kotadan desa-desa seberapa pun jaraknya, yang memperlihatkan orang-orangberbondong-bondong datang menemui Yesus untuk mendapatkan kesembuhan danpenghiburan. Itu namanya ruang publik yang terbuka dan menjurus dengan jarakpuluhan bahkan ratusan kilometer.  Yesus mencapai sebuah tempat dan orang-orang mengenal-Nyalalu mereka segera mendekati untuk menyalami dan berbicara, say hello atauperkenalkan diri. Itu adalah ruang sosialnya Yesus. Pasti orang-orang bersorakgembira karena bisa memandang Yesus dari dekat, melambaikan tangan, dan suaramereka dapat didengar oleh Yesus. Sebagian mereka mendapatkan suka cita danpenghiburan karena perjumpaan itu. Mereka yang sakit bahkan mencapai ruang pribadi dan ruangintim Yesus melalui jamahan tangan Tuhan atau mereka sendiri yang menjamahjumbai juba Yesus. Di sini Yesus mengajarkan kalau the power of touch atau kekuatan menyentuh sangatlah penting untukpenguatan dan penyembuhan. Dalam menyentuh tak ada jarak lagi yang tampak.  Itu adalah ruang tubuh kita yang mengijinkan kontak danenergi dari tubuh yang satu terserap oleh tubuh yang lain. Energinya Yesusmasuk ke dalam orang-orang sakit dan mereka menjadi sembuh. Ini adalahpelajaran amat berharga, yaitu ruang tubuh, ruang pribadi bahkan ruang sosialdan publik kita sangat instrumental untuk terjadinya kontak dengan orang lain.Tuntutan kedekatan dan kehadiran kita sangatlah penting, karena kita dapatberbagi ruang dari diri kita dan ini selalu menjadi tanda penguatan dan pembaharuanhidup. Ini adalah cara kita menghadirkan ruang bagi Tuhan yang bekerja melaluikita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, mampukanlahkami untuk memanfaatkan semua kehadiran kami sebagai ungkapan cinta kasih.Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-5, 8 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 7, 2026 12:14


Dibawakan oleh Suster Brigida MCFSM, Suster Ludgardis MCFSM dan Suster Vinsensia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 7-10; Mazmur tg 112: 4-5.6-7.8a.9; 1 Korintus 2: 1-5; Matius 5: 13-16.KITA DIJADIKAN GARAM DAN TERANG DUNIA Tema renungan kita pada hari Minggu Biada kelima iniialah: Kita Dijadikan Garam dan Terang Dunia. Dalam khotbah di bukit, Yesusmenegaskan identitas para murid sebagai garam dan terang dunia (bdk.Injil Matius). Pernyataan ini bukan sekadar metafora indah, melainkan panggilanhidup. Garam tidak hidup untuk dirinya sendiri; ia hadir untuk memberi rasa,mencegah kebusukan, dan menjaga kehidupan. Terang pun tidak disembunyikan; iahadir untuk menerangi, memberi arah, dan menyingkirkan kegelapan. Jadi, menjadigaram dan terang berarti menjadi penolong—pribadi yang kehadirannyamenghadirkan kebaikan nyata bagi sesama. Yesus mengajak para murid menyadari bahwa melalui hidupmerekalah dunia dapat merasakan sentuhan Allah. Garam yang tawar dan terangyang disembunyikan kehilangan maknanya. Maka, iman Kristiani menjadi nyataketika seseorang berani keluar dari kepentingan diri, peka terhadap kebutuhanorang lain, dan terlibat dalam penderitaan sesama. Berarti seorang muridmenjadi tanda kehadiran dan tindakan Tuhan: bukan terutama lewat kata-kata,melainkan lewat tindakan kasih yang konkret. Nabi Kitab Yesaya menegaskan bahwa terang sejatiterungkap melalui kasih yang dibagikan kepada mereka yang lapar, yang tidakberpakaian, dan yang tidak memiliki tempat tinggal. Terang bukanlah kemilauspiritual yang abstrak, melainkan sinar yang memanaskan kehidupan orang lain.Ketika tangan kita bisa berbagi, ketika langkah kita mendekat kepada yangtersingkir, saat itulah terang Tuhan memancar melalui diri kita. Keyakinan yang sama diteguhkan oleh Santo Paulus kepadajemaat di Korintus. Dalam suratnya yang pertama, Paulus menegaskan bahwa imantidak bertumpu pada hikmat manusia, melainkan pada kekuatan Allah. Artinya,menjadi garam dan terang bukanlah hasil kehebatan pribadi, melainkan buah dariketerbukaan pada karya Allah yang bekerja dalam kelemahan manusia. Ketika kitamengandalkan Tuhan, hidup sederhana kita pun dapat menjadi sarana rahmat bagibanyak orang. Mari kita bayangkan begini: sebuah lilin kecil yangdinyalakan di ruang gelap. Cahaya lilin itu tidak besar, namun cukup untukmenolong seseorang menemukan jalan dan menghindari bahaya. Lilin tidak memilihsiapa yang pantas menerima cahayanya; ia hanya setia menyala dan menghabiskandirinya. Demikian pula seorang penolong sejati: mungkin sederhana, sering takterlihat, namun kehadirannya membuat hidup orang lain menjadi lebih manusiawidan penuh harapan. Akhirnya, menjadi garam dan terang dunia adalahpanggilan harian untuk menghadirkan Allah di tengah realitas hidup. Melaluikasih yang dibagikan, pertolongan yang tulus, dan iman yang bersandar padakekuatan-Nya, kita dipanggil untuk menjadi saksi bahwa Tuhan sungguh bekerja didunia ini—melalui hidup kita yang mau dipakai bagi sesama.  Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah yangmahakuasa, peliharalah dan kuatkanlah iman kami kepada-Mu agar kami senantiasamenjadi tanda kehadiran dan tindakan-Mu untuk menyelamatkan diri kami sendiri,sesama kami dan dunia di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-4 masa biasa, 7 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 6, 2026 8:25


Dibawakan oleh Suster Yolastri MCFSM dan Suster Tania MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 3: 4-13; Mazmur tg 119: 9.10.11.12.13.14; Markus 6: 30-34.CHAS ENERGI  Renungan kita pada hari ini bertema: Chas Energi. Ada banyak kesaksian baik secara langsung maupunmelalui media sosial tentang bahaya memakai hp atau telpon seluler saat sedangdi-chas. Orang-orang saling memberikan peringatan untuk tidak menelpon atauberaktivitas dengan hp ketika sedang di-chas. Katanya hp bisa terbakar ataumeledak. Sudah ada banyak bukti tentang ini dan disebarkan secara viral untukdiperhatikan oleh banyak orang. Maksudnya, hp itu harus dalam keadaan diam atau istirahatsehingga proses penambahan energi listrik ke dalam baterainya, tidak terganggudengan penggunaan energi yang sama untuk proses komunikasi. Pertimbangan ituada benarnya, karena baterai itu seperti gudang. Ia menerima dahulu energi,lalu nanti selesai baru ia menyalurkan keluar untuk berbagai pemakaian. Iabukan selang yang menerima dan langsung mengalirkan energinya. Pengalaman chas energi secara rohani digambarkan olehbacaan-bacaan kita pada hari ini. Raja Salomo mewariskan kerajaan yang begitubesar dan kuat dari bapaknya Daud. Tapi ia berhenti sejenak untuk pergi kebukit persembahan yang paling besar, namanya Gibeon. Di sana ia berdoa danmembuat persembahan kepada Allah. Sebagai jawabannya, ia mendapat kebijaksanaandari Tuhan setelah ia disuruh untuk membuat satu permintaan yang terbaik bagidia dan kerajaannya. Sebuah energi baru akan membantu untuk suatu pekerjaanbaru. Yesus dan para rasul menyempatkan suasana sepi untukmereka sendiri dalam istirahat, berdoa, dan memperkuat persekutuan di antaramereka di tengah-tengah kesibukan pelayanan mereka terhadap begitu banyakorang. Namun kenyataannya orang banyak tidak surut keinginannya untukmendengarkan dan mendapatkan penyembuhan dari Tuhan. Mereka mengikuti terus kemana pun tempat menyepinya Yesus dan para rasul. Setelah proses chas kembalienergi itu, kekuatan dan semangat baru bangkit dengan passion, bela rasa, gerakan hati, kobaran semangat, yaitu“tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka sepertidomba yang tidak mempunyai gembala.” Chas energi yang baru atau menambah dan memperkuat yangsudah ada sangat penting untuk tugas selanjutnya, tantangan baru, perjuanganyang berkelanjutan, dan kesulitan-kesulitan yang bakal dihadapi. Kita memilikisaat-saat pemeriksaan batin, pengakuan dosa, ekaristi harian dan mingguan,puasa, rekoleksi, dan retret; semua ini adalah kesempatan chas kembali energirohani. Ini bukan sekedar kegiatan-kegiatan rohani, karena nantinyamenghasilkan orang-orang seperti selang: terima chas energi langsung menguap dankeluar. Ini adalah cara kita mengisi gudang rohani kita, supaya padasaat-saatnya kita menyalurkannya dalam aneka kegunaannya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,perkuatkanlah kami dalam memberikan kesaksian yang benar tentang Dikau.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-4 masa biasa, 6 Februari 2026, Peringatan Santo Paulus Miki dan teman-teman, Martir

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 5, 2026 10:31


Dibawakan oleh Suster Yulia MCFSM dan Suster Clarisa MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Aloysius Gonzaga Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Sirakh 47: 2-11; Mazmur tg 18: 31.47.50.51; Markus 6: 14-29.KATA HATI KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Kata Hati Kita.Seorang pemuda disukai tiga orang teman wanitanya. Masing-masing mempunyaikeinginan yang sama, yaitu supaya dikawini pemuda itu. Dalam keadaan dilema, iaberkonsultasi dengan orang tuanya. Bapa dan ibunya memberikan semuapertimbangan yang diperlukan. Kemudian anaknya diberikan segala kebebasan untukmemutuskan. Ibu berkata, "Dengarkan kata hatimu, dan tentukan pilihan yangterbaik." Umumnya kita mengerti kata hati kita sebagai kebenaranyang memiliki tuntutan moral yang tinggi. Kata hati sebagai keputusan terakhirsetelah melalui berbagai pertimbangan dan analisa. Diskusi, pembahasan dankonsultasi pada umumnya berguna untuk memberikan pencerahan dan pemahaman yanglebih luas. Usulan atau kritikan juga sering kita jadikan sebagai faktor yangdiperlukan untuk memberikan keseimbangan dalam pemikiran dan pembahasan. Padaakhirnya keputusan itu memang benar-benar hasil dari kata hati yang jujur danjernih. Kita mengetahui bahwa kata hati itu adalah suara hatinurani kita. Tuhan memilih untuk tinggal di dalam hati nurani kita. Maka ketikakita memikirkan dengan tenang, damai, positif dan dalam suasana berdoa, katahati nurani kita tentu akan berisi kebaikan, pujian dan syukur kepada Tuhan,kebenaran yang membebaskan, dan suka cita yang membawa kedamaian. Sebaliknya,jika kita diliputi kebencian, kemarahan, kesombongan dan hawa nafsu, kata hatinurani akan berisi kejahatan dan dosa. Kata hati kita sangat bergantung padaniat, intensi, dan perasaan kita sebagai manusia. Bacaan-bacaan kita pada hari ini menggambarkan dua contohkata hati nurani yang sangat berlawanan. Yang pertama ialah kata hati seorangyang beriman, yang diwakili oleh raja Daud. Ini adalah sebuah gambaran orangberiman yang menyadari diri sebagai orang berdosa, tetapi imannya kepada Tuhansemakin bertambah. Ia percaya akan belas kasih Tuhan untuk mengampuninya, dania lebih percaya lagi bahwa hidupnya sangat dirahmati dan diberkati oleh Tuhan.Pada gilirannya, ia akan menjadi berkat dan penyalur rahmat bagi orang lain. Yang kedua ialah kata hati seorang yang tidak beriman danyang hidup dalam sebuah sistem hukum rimba. Sistem hidup ini membenarkan merekayang kuat dan berkuasa mematikan mereka yang lemah dan yang membawa kebenaran.Herodes memiliki kata hati yang jahat dan penuh dosa. Tidak ada kasih dankebenaran di dalam hatinya. Kata hatinya memerintahkan dia untuk melakukankebohongan dari pada kebenaran, kegelapan dari pada terang, kekacauan dari padakedamaian, kebencian dari pada cinta. Setiap niat dan perbuatan jahatdiproduksi dari kata hati yang jahat. Kita dapat bertanya pada diri kita sendiri: keadaan sayasaat ini, apakah diwarnai kata hati yang baik dan benar, ataukah kata hati yangsalah dan jahat? Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,murnikanlah hati kami supaya kami kembali hidup dalam kebenaran-Mu, denganselalu mendengar bisikan nurani kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-4 masa biasa, 5 Februari 2026, Peringatan Santa Agata, Perawan dan Martir

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 4, 2026 8:21


Dibawakan oleh Suster Kristin MCFSM dan Suster MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Fransiskus Catholic Center Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. 1 Raja-Raja 2: 1-4.10-12; Mazmur tg: 1 Taw 29: 10.11ab.11d-12a.12bcd; Markus 6: 7-13.KEKUATAN SEBUAHKEPERCAYAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan SebuahKepercayaan. Secara umum kita bisa kategorikan kepercayaan, mandat, tanggungjawab, atau komitmen menjadi dua. Yang pertama ialah kepercayaan untukmelakukan perbuatan-perbuatan jasmani seperti bekerja mencari nafkah, memimpinorganisasi, dan menjual atau membeli barang-barang. Yang kedua ialahkepercayaan terkait dengan melakukan kegiatan-kegiatan rohani seperti pelayananfirman Tuhan, beribadat, berdoa, dan berpuasa. Raja Daud memberikan kepercayaan kepemimpinan kerajaankepada putranya Salomo, dan ini kita bisa menganggapnya sebagai wakil darisuatu kepercayaan jasmani. Orang tua atau orang dewasa memberikan kepercayaankepada anak-anaknya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai denganharapan mereka. Banyak sekali kehidupan jasmani kita ditentukan olehkepercayaan yang diberikan kepada kita, baik di dalam keluarga maupun diluarnya. Sementara itu, Yesus Kristus memberikan kepercayaan danmengutus para murid-Nya, dapat kita anggap sebagai wakil dari suatu kepercayaanrohani yang kita miliki. Kehidupan kita kapan dan di mana pun yang berkaitandengan aspek rohani, semuanya ditentukan oleh kepercayaan atau nasihat danbimbingan rohani yang diberikan kepada kita. Seseorang menghadiri Misa padahari Minggu, dan dari sana ia membawa suatu kepercayaan  untuk menjalani perutusan yang disampaikanoleh imam pada akhir perayaan ekaristi. Pertanyaan yang penting adalah ini: apakah yang menjadikekuatannya sehingga kepercayaan baik jasmani maupun rohani itu memilikimartabat, kewibawaan, dan membuahkan kepercayaan yang lebih besar lagi dariorang lain di sekitar kita? Kedua bacaan kita hari ini memberikan satu jawabanpokok, ialah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan yang memberikan kepercayaanitu. Nasihat, perintah, dan aturan-aturan yang ditetapkan senantiasa dijalani.Semua itu untuk menjamin kalau kepercayaan itu berasal dari sebuah kuasa yangjauh lebih besar dan menjamin legitimasi terlaksananya tugas-tugas kita. Ketaatan berarti Tuhan yang memberikan kepercayaan adalahbenar dan kehendaknya bersifat tetap. Jadi tidak ada pertimbangan apa pundari  kita untuk berdebat bahkanmemperbaikinya. Yang kita perbuat ialah mendengar, memahami, danmenjalankannya. Kesetiaan merupakan sisi mata uang untuk ketaatan. Kesetiaanbertahan sampai ujung kehidupan karena orang taat tanpa syarat. Banyak kalikita menjadi seperti Daud atau Petrus, yang mengakui iman untuk taat, namunterkadang kita tidak setia dalam berkomitmen. Yang penting  ada penyesalan, lalu membaharui diri untukkembali setia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, pakailah kami dengan apa adanya kami ini untuk menunaikan kepercayaanyang Engkau berikan kepada kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-4 masa biasa, 4 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 3, 2026 7:14


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Samuel 24: 2.9-17; Mazmur tg 32: 1-2.5.6.7; Markus 6: 1-6.SUDUT PANDANG Tema renungan kita pada hari iniialah: Sudut Pandang. Di dalam kelas 4 SD, murid-murid diminta oleh gurunyauntuk menulis tentang saling mencintai di antara bapa dan ibunya di rumah.Murid A menulis tentang ibunya menyiapkan pakaian yang rapi dan teratur untukbapaknya saat hendak pergi kerja atau menghadiri pertemuan. Murid B berceritatentang bapaknya yang selalu setia menemani ibunya belanja di pasar, membantumencuci, membantu memasak, dan merapikan rumah. Murid C bercerita tentang ibunyayang setia menunggu sampai bapaknya pulang kerja . Masing-masing murid memberi sudutpandangnya tentang cinta di antara bapak dan ibunya di rumah. Sebuah sudutpandang mencakup dari posisi mana kita melihat dan memahami seseorang atausesuatu, dan kehendak untuk melakukan yang sudah kita putuskan.  Raja Daud memiliki sudut pandangnya sebagairaja. Ia memutuskan untuk bertindak sesuai sudut pandang dan kehendaknya. Namunternyata sudut pandang Daud bertentangan dengan sudut pandang dan kehendakAllah. Untungnya Daud cepat menyesalinya dan meminta ampun, sehingga Allahmengampuninya. Yesus Kristus tampil di publiksebagai seorang yang memiliki daya tarik luar biasa. Banyak sekali kesan dariorang-orang di sekitarnya sehingga menghasilkan aneka macam sudut pandangtentang diri-Nya. Para penggemar, murid-murid, dan para musuh-Nya memandang Diasecara berbeda-beda. Roh-roh jahat memandang bahwa Yesus dapat digodai dengansegala taktik busuknya, namun Yesus mengalahkan mereka. Para rasul pertamapernah bertanya: di manakah engkau tinggal Guru? Mereka anggap Yesus bakalmemberikan mereka jaminan hidup jiwa dan raganya. Injil pada hari ini berkisahtentang pandangan orang-orang sekampung dan sanak keluarga tentang pribadi danpekerjaan Yesus Kristus. Ternyata sudut pandang mereka terhadap Yesus sangatterbatas dan amat dangkal. Yesus dipandang sebagai seorang yang merupakanbagian dari mereka. Tidak ada sesuatu yang spesial pada-Nya. Intinya, iniadalah sebuah sudut pandang untuk meremehkan dan menolak Yesus, meskipun merekamengetahui bahwa Dia telah berbuat yang luar biasa dalam menolong dan mengatasikesulitan banyak orang.  Sebuah sudut pandang yang kitamiliki sangat bergantung pada standar pengetahuan, kebijaksanaan dan iman kitamasing-masing. Kalau kita dibimbing oleh Roh Kudus dan iman kepada YesusKristus, sudut pandang kita tentu berdasarkan kehendak Tuhan. Kita tentu selalumeminta terang Ilahi melalui doa dan refleksi supaya mendapatkan sebuah sudutpandang yang baik dan benar. Kita harus dapat membebaskan diri dari memilikisudut pandang negatif, sempit atau subjektif, dan destruktif. Ini pasti bukandari terang Roh Kudus. Jangan membiasakan diri memiliki sudut pandang sepertiini! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah,semoga pada hari ini kami senantiasa memandang Dikau dengan gembira dan semogakami selalu melihat yang baik dan benar di dalam diri saudara-saudari kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-4 masa biasa, 3 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 2, 2026 11:20


Dibawakan oleh Suster Kristin MCFSM dan Suster Puspitasari MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Aloysius Gonzaga Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. 2 Samuel 18: 9-10.14b.24-25a.30 - 19: 3; Mazmur tg 86: 1-2.3-4.5-6; Markus 5: 21-43.JALANTERUS DAN TETAP SEMANGAT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jalan Terus dan TetapSemangat. Ungkapan dalam bahasa Inggris yang mirip dengan tema ini ialah: the game must go on. Orang Italiamenyebutnya “sempre avanti”. Kitamenyadari bahwa setan-setan tidak berhenti atau tidak lelah menggodai kita.Demikian juga kita paham bahwa kesulitan dan penderitaan akan selalu kitaalami. Kita mengingat tentang godaan terhadap Yesus sebanyak tigakali ketika Ia berpuasa selama 40 hari di pada gurun. Diceritakan bahwa ketikaYesus mengusir si penggoda itu dengan seruan: Enyalah engkau, Setan!, Penjahatitu memang pergi, namun ia tetap menunggu kesempatan lain yang tepat agar iadapat menjalankan tugasnya menggodai dan memperdayai Yesus. Hari ini bacaan-bacaan kita sepertinya memberikan kesan bahwasetan-setan sedang istirahat sejenak. Dengan begitu Yesus mempunyai kesempatanyang leluasa untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Mungkin setan sedang kasihanjuga kepada orang-orang sakit, sehingga ia tidak ingin menambah penderitaanatas mereka. Atau mungkin mereka menghormati Yesus yang sedang bekerja. Daud yang sedang dilawan oleh orang-orang dekatnya jugaterbebas dari ancaman itu. Anaknya Absalom yang mengancamnya telah meninggaldunia. Di istananya itu Daud sedih dan menangisi anaknya. Ia harus melanjutkantugasnya memimpin kerajaan karena itu adalah mandat dari Tuhan. Kesedihanmemang wajar dan tetap terjadi, tetapi kesedihan tidak bisa menjadi selamanya. Kita harus berjalan terus dan tetap bersemangat.  Tugas utama, mandat, perutusan, dan tanggungjawab harus tetap menjadi urusan kita setiap saat. Meski godaan, tantangan,gangguan, kesulitan, bahkan ancaman apa pun bentuknya menghadang, kita jalanterus saja, semangat saja. Tuhan tahu kita sedang berjuang dan diancam sekalipun, tapi Ia mengizinkan kita jalan terus dan Ia akan turun tangan membantupada saat kita sudah tidak mampu lagi. Hal ini paling kurang mencegah duakebiasaan buruk yang sering kita lakukan. Pertama, ketika sudah berhasil melewati sebuah ujian ataukesulitan kita menjadi santai, kurang waspada, dan menjadi kendor semangatnya.Ini justru menjadi kesempatan baik bagi setan untuk mendekat dan melakukantugasnya.  Kedua, ketika sudah melewati semua rintangan atau kesulitantidak lama berselang datang lagi kesulitan yang lain. Akibatnya orang menjadiputus asa, lelah, dan menyerah. Ini juga menjadi kesempatan bagi setan untukmendekat dan bersemangat bekerja. Jadi untuk mengatasi sikap santai dan putusasa, kita perlu memiliki satu kekuatan, yaitu berjalan terus dan tetapbersemangat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ...Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah iman kami supaya kami dapat mengalahkansikap santai dan putus asa di dalam diri kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-4 masa biasa, 2 Februari 2026, Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Suci

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 1, 2026 8:09


Dibawakan oleh Suster Aurel MCFSM dan Suster Valeria MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Fransiskus Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Maleakhi 3: 1-4; Mazmur tg 24: 7.8.9.10; Ibrani 2: 14-18; Lukas 2: 22-40.KERENDAHANHATI DEMI KEMENANGAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kerendahan Hati DemiKemenangan. Ada anjing jantan berwarna putih dan bertubuh besar di pastoran. Diaanjing kesayangan Pastor Paroki. Suaranya keras dan sering membuat orang-orangyang baru datang ke situ takut. Di pastoran juga ada jago berwarna putih. Iabersuara nyaring sekali ketika berkokok dan dengan gagah mengangkat keduakepaknya.  Kelihatannya baik anjing maupun jago itu mempunyaikesombongan masing-masing. Mereka bisa saling mengancam. Misalnya ketika ayamjantan itu berkokok, anjing langsung menggonggong. Sepertinya anjing inginmenegaskan bahwa dia lebih berkuasa, sedangkan ayam tidak punya pengaruhapa-apa. Ketika anjing itu melintas dekat kandang aluminium tempat ayam berada,jago itu meloncat dan nekat untuk menerkam. Ia tidak ingin teritorinyaterganggu. Tetapi setiap kali ada makanan terbaik di meja pastoran,misalnya roti dari bakery terkenal, ditaruh dalam satu piring dan diberikankepada keduanya, mereka makan bersama dalam suasana tenang dan damai. Merekaberbagi makanan yang spesial tersebut. Mereka saling menunggu dan memberikankesempatan. Setelah roti itu habis dimakan, kedua  binatang itu kembali ke tempatnya danmengikuti irama hidunya masing-masing. Bagi kita orang-orang beriman, Yesus Kristus adalah karuniaBapa satu-satunya yang istimewa, yang membuat kita semua mau dan tundukmengikuti-Nya. Ia adalah guru kerendahan hati yang utama. Meskipun kita bisamenjadi sombong dan bertengkar satu sama lain, namun begitu Yesus Kristusdijadikan rujukan kita untuk hidup dan bersikap, mau tidak mau kita mengalah.Kita harus memutuskan untuk mengikuti jalan-Nya atau sebaliknya menolak Dia. Yesus Dipersembahkan di Bait Suci adalah salah satu carakerendahan hati-Nya, sama seperti ketika Ia turun ke Sungai Yordan dan mintauntuk dibaptis. Surat kepada Orang Ibrani mengatakan bahwa Yesus Kristus relamenjadi sama dan menjadi bagian dengan kita manusia, anak-anak yangdipercayakan Bapa kepada-Nya, supaya melalui kematian-Nya, Ia membebaskan kitadari kuasa dosa dan maut. Ia masuk ke dalam Bait Suci sebagai cara untukmenarik semua orang kepada iman kepada Tuhan dan memenangkan jiwa-jiwanya. Salah satu contoh kemenangan bagi kita manusia ialah sepertiyang dialami oleh Simeon dan Hana, yang mewakili setiap laki-laki dan perempuandi dalam dunia ini. Yesus diutus Bapa untuk memenangkan laki-laki dan perempuandari beban perhambaan yang menyiksa hidup. Mereka melihat keselamatan datangmenghampiri dan mereka menyambutnya dengan penuh suka cita. Keselamatan itukemenangan kita. Hidup dalam kerendahan hati adalah jalan pasti untuk sebuahkemenangan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ...Ya Yesus, semoga pesta hari ini memenuhi kami dengan kasih karunia-Mu danmembebaskan kami dari beban-beban penyiksaan sebagai akibat dari kelemahan dankesalahan kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-4, 1 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 31, 2026 12:24


Dibawakan oleh Suster Modesta MCFSM, Suster Rini MCFSM, Suster Franscesca MCFSM dan Suster Sisilia MCFSM dari Komunitas MCFSM Santo Fransikus Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Zefanya 2: 3; 3: 12-13; Mazmur tg 146: 1.7.8-9a.9b-10; 1 Korintus 1: 26-31; Matius 5: 1-12a.YANG LEMAH YANG BAHAGIA Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-4 iniialah:  Yang Lemah Yang Bahagia. Di dalamdunia ini yang dikuasai oleh pasar, jabatan, uang dan pengaruh, seorang manusiaentah pria entah wanita yang lemah jasmani atau lemah rohani terhalang untukmenjadi bahagia. Hidup di dalam dunia ini sangat membutuhkan kepandaian,kekuatan, kekuasaan, kerja keras dan uang yang cukup untuk menciptakan suatuhidup bahagia. Orang yang tidak memiliki kualitas ini pasti hidupnya tidakbahagia. Pada umumnya pikiran, hati dan kehendak kita dibentukoleh standar-standar dunia ini. Orang-orang di dalam dunia ini bercita-citauntuk menjadi kaya materi, memiliki pengetahuan dan teknologi yang memadai,mengontrol atau menguasai orang lain, dan menjadi pemenang dalam aneka macamkompetisi. Hampir tidak ada orang yang ingin menjadi orang lemah, orang sakit,yang dilupakan, yang diperlakukan tidak adil, dan yang menjadi korbanpenghinaan atau kekerasan. Kalau misalnya pernah ada suatu orientasi kehidupanyang mengarahkan orang-orang dunia ini untuk memilih dan memeluk semua keadaanyang lemah atau tidak berdaya, hal itu hanya terdapat pada orang-orang yangberiman. Secara khusus, iman Kristen yang bersumber dan berpatokan pada YesusKristus sungguh membalikkan standar atau ukuran yang dipakai oleh dunia ini.Iman ini mencerahkan dan menguatkan orang-orang beriman supaya tidak lari darikelemahan, sakit, derita, penganiayaan dan kematian. Karena dengan cara ini,mereka sungguh bersama dengan Yesus Kristus sendiri yang pernah mengalamipenghinaan, sengsara, derita dan kematian. Iman ini semakin meyakinkan orang-orang beriman supayabertahan dalam keadaan yang lemah dan menderita ini. Mereka diyakinkan bahwakelemahan dan derita ini tempatnya di dunia. Selagi seorang manusia berada didalam dunia, ia tidak bisa luput dari keadaan dan pengalaman yang lemah, sakitdan derita. Hanya setelah meninggalkan dunia ini melalui kematian, ia berhakuntuk masuk dan ambil bagian dalam kebahagiaan kekal di dalam Allah TritunggalSuci. Semua bacaan pada hari Minggu ini ingin menguatkankeyakinan kita orang-orang beriman tentang bagaimana kita seharusnya tetapbertahan dan terus menikmati saja keadaan atau pengalaman kita yang lemah,sakit dan menderita. Ketika kita menikmati dan menjalani kehidupan dunia iniyang membawa sakit dan kekurangan, seharusnya kita bahagia. Kemampuan kitauntuk menerima semua itu dengan tenang, damai dan gembira merupakan tandapengalaman kebahagiaan itu. Berangkat dari kemampuan ini, kita diberi suatupenguatan iman bahwa harapan kita untuk mendapat kebahagiaan yang sempurnaadalah nyata dan tak terbantahkan. Tuhan Yesus sendiri dan orang-orang kudussudah menyiapkan itu untuk kita semua.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan yangmahakuasa, berkatilah kami agar kami senantiasa kuat dalam iman danpengharapan, meskipun kami senantiasa juga mengalami aneka jenis penderitaan.Bapa kami yang ada di surga … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-3 masa biasa, 31 Januari 2026, Peringatan Santo Yohanes Bosco, Imam

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 30, 2026 8:19


Dibawakan oleh pasangan suami istri Yustina dan Ignasius dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 12: 1-7a.10-17; Mazmur tg 51: 12-13.14-15.16-17; Markus 4: 35-41.KEKUATAN UNTUK TUMBUH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan UntukTumbuh. Santo Yohanes Bosco yang lahir pada tanggal 16 Agustus 1815, mengalamihidup dalam zaman bertumbuhnya industri di Eropa, sebagai hasil langsung darirevolusi industri pada abat ke-19. Ia menemukan bagian lapisan masyarakat yangsangat terkena dampak ialah remaja dan orang-orang muda.  Mereka tidak bisa diandalkan untuk dunia industri. Orangtua mereka dan orang dewasa lain, bagi yang mampu akan mengikuti industritetapi yang tidak mampu akan jatuh dalam kemiskinan. Orang muda terpaksamemenuhi jalan-jalan kota untuk menyambung hidup dengan berbagai aktivitas yangtidak berguna. Sering mereka menjadi sasaran eksploitasi kekerasan dankejahatan lainnya. Pastor Yohanes Bosco jatuh kasihan dan rasa cinta kepadamereka. Ia mengumpulkan mereka untuk hidup di asrama dan menyediakan berbagaikegiatan pendidikan, pembinaan iman dan moral, serta ketrampilan kepada mereka.Tujuannya supaya mereka di kemudian hari menjadi berguna bagi dirinya,keluarganya, Gereja dan masyarakat.  Bagi Santo Yohanes Bosco, setiap remaja dan orang mudaadalah benih-benih unggul bagi Tuhan. Tidak ada satu pun dari orang muda inidilahirkan jahat atau tidak baik. Karena sebagai benih, mereka harus diberikankesempatan dan segala kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang. Sistempendidikan Don Bosco sangat memperhatikan ini. Sistem ini bernama SistemPencegahan. Seperti Don Bosco dan orang-orang muda zamannya, kita jugabagai benih sesawi dalam keadaan kita masing-masing. Biji sesawi karunia Tuhankepada setiap orang itu unik, dan tak pernah sama untuk dua orang. Itu adalahkepribadian, pengalaman iman, dan panggilan suci setiap orang. Dengan keunikanini, kita sebenarnya tidak boleh iri satu sama lain lantaran ada yang punyakekhususan di satu sisi, di sini lain dipunyai orang lain. Yang penting adalahkita saling menghormati dan memerlukan.  Sikap lain yang juga tidak layak ialah copy paste keunikan orang lain lalukeaslian diri sendiri hampir tidak tampak. Ini adalah kepalsuan yang serius.Orang tidak menjadi orisinal, independen dan percaya pada kemampuan sendiri.Sikap copy paste hampir sama denganmencuri. Sedangkan manja dan selalu bergantung adalah sikap menempel saja. Inimerupakan kemunduran seorang murid Tuhan Yesus yang baik. Dengan menghindarisikap-sikap yang kurang atau negatif itu, seseorang lalu menemukan dirinya yangmempunyai kekuatan untuk tumbuh. Ia pantas sebagai murid yang diutus oleh YesusKristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yangbijaksana, kuatkanlah iman kami supaya tetap menjadi murid-murid Yesus Kristusyang sejati. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-3 masa biasa, 30 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 29, 2026 8:44


Dibawakan oleh Yustina Armastiti dan Ignasius Sunaryo dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 11: 1-4a.5-10a.13-17; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.6bc-7.10-11; Markus 4: 26-34.BENIH-BENIH UNGGUL BAGI TUHAN Tema renungan kita pada hari iniialah: Benih-Benih Unggul Bagi Tuhan. Dalam Injil Markus, Yesus mengumpakanKerajaan Allah seperti biji sesawi. Benih itu paling kecil, tetapi kemudianmenjadi besar dan berguna bagi sekitarnya. Gambaran ini meneguhkan kita bahwaTuhan tidak selalu memulai karya-Nya dari hal-hal yang besar, mencolok, ataudianggap hebat oleh manusia. Justru dari kesetiaan kecil—doa yang sederhana,pelayanan yang mungkin tidak terlihat, keputusan untuk tetap jujur, atau hatiyang mau mengampuni—Tuhan menumbuhkan sesuatu yang kelak menjadi tempatberteduh bagi banyak orang. Benih kecil di tangan Tuhan tidak pernah sia-sia. Yesus juga menyampaikanperumpamaan tentang benih yang ditaburkan petani: benih itu bertunas, tumbuh,lalu menghasilkan buah, tetapi petani itu “tidak tahu bagaimana terjadinya.” Disini kita diajak menyadari misteri rahmat: manusia boleh menabur, boleh merawat,boleh bertekun, tetapi yang memberi pertumbuhan sejati adalah Tuhan. Ada bagianhidup rohani yang tidak dapat dipaksa oleh kekuatan manusia. Sebab itu imantidak hanya menuntut kerja keras, melainkan juga penyerahan diri—percaya bahwaTuhan bekerja diam-diam, bahkan saat kita merasa tidak ada perubahan apa pun. Namun perjalanan iman tidakselalu mulus. Ada godaan, kelelahan, dan luka batin yang membuat manusia jatuhdalam dosa. Ini seperti benih yang sudah mulai tumbuh tetapi diserang wabah,hama, atau penyakit yang mengancamnya hingga rusak. Dosa bukan hanya sekadar“kesalahan kecil”, melainkan daya penghancur yang dapat merampas kedamaian,meretakkan relasi, melemahkan panggilan, bahkan mematikan semangat untukbertumbuh. Jika tidak dijaga, benih unggul pun bisa berhenti berkembang sebelumsempat menghasilkan buahnya. Kitab Suci menunjukkan bahwagodaan tidak mengenal status: Raja Daud yang dipilih Tuhan pun pernah jatuhdalam dosa perzinahan. Kejatuhan Daud mengingatkan kita bahwa hati manusiadapat lemah ketika lengah, merasa aman, atau membiarkan diri dikuasai keinginan.Tetapi kisah Daud juga menyatakan sesuatu yang sangat penting: Tuhan tidakberhenti mengundang pertobatan. Ketika manusia tersungkur, jalan pulang tetapdibukakan. Rahmat Tuhan sanggup memulihkan, tetapi tanggung jawab manusiaadalah berjaga-jaga, jujur pada diri sendiri, dan segera kembali sebelum lukadosa menjadi semakin dalam. Maka, menjaga benih panggilanadalah tugas rohani yang serius. Kita dipanggil untuk menjaga diri, menjagamata dan hati, menjaga relasi, menjaga disiplin doa, serta menjaga kepekaannurani. Sebab panggilan hidup adalah sesuatu yang mulia dan harus dipelihara.Kita membutuhkan rahmat perlindungan Tuhan setiap hari agar tidak mudah terbawaarus dunia, tidak dikuasai bisikan musuh yang mematikan, dan tidak menganggapremeh pintu-pintu kecil yang dapat membawa kita jatuh. Marilah kita berdoa. Ya Tuhan mahabijaksana, jadikanlah kamibenih-benih yang selalu siap ditumbuhkan dan dibuahkan demi kebaikan hidup kamidan pemenuhan janji untuk mendapat kesempurnaan di dalam Dikau. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-3 masa biasa, 29 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 28, 2026 7:19


Dibawakan oleh Hanolan Modestus Jemuru dan Veronika Retno Wijayanti dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 7: 18-19.24-29; Mazmur tg 132: 1-2.3-5.11.12.13-14; Markus 4: 21-25.CAHAYA PELITA Renungan kita pada hari ini bertema: Cahaya Pelita. Padazaman Yesus, belum ada listrik. Orang-orang memakai pelita atau obor untukpenerangan di rumah dan di perjalanan. Tetapi pada zaman kita, pelita hampirtidak digunakan karena listrik sudah menjadi penerangan bagi penduduk bumi padasaat ini. Penyebutan pelita di dalam kitab suci dan ajaran Tuhan Yesus tetaprelevan dengan kita saat ini, yaitu lebih memberikan penekanan pada pesanrohaninya. Di dalam suasana gelap karena listrik mati, orang-orangbergantung pada penerangan yang ada di tangan mereka, misalnya hp, tablet, ataulampu senter. Namun jika tidak ada satu pun alat-alat listrik-elektronik yangtersedia, salah satu penerangan yang diandalkan ialah pelita. Lilin yangdibakar, obor minyak tanah, atau pembakaran kayu dapat disejajarkan denganlampu pelita yang dengan muda disediakan di rumah-rumah kita. Tuhan Yesus memakai simbol cahaya pelita untuk mengajarkankita tentang peran setiap orang beriman sebagai lampu yang memiliki nyalaapinya. Roh Kudus yang ada pada kita sejak pembaptisan selalu menyalakanapi-Nya sehingga pikiran kita terbuka kepada firman yang disampaikan kepadakita dan berelasi dengan semua kenyataan hidup yang kita alami. Api Roh Kudusjuga membakar dan menyemangati hati kita, sehingga kita senantiasa memilikipengharapan setiap kali ada kesulitan dan sakit yang menyusahkan kita. Setiap orang memiliki pelita dan api di dalam dirinya,karena Tuhan bermaksud untuk menjadikan dirinya sebagai rekan kerja-Nya. Parapengikut Kristus secara sah mengambil bagian dalam perutusan Yesus Kristus.Maka mereka adalah rekan kerja Tuhan di dalam dunia ini. Fungsi pelita atau apidi dalam diri setiap orang yang diutus oleh Tuhan pada umumnya ada dua, yaitusebagai penerang jalan kepada Tuhan dan penerang kehidupan di dalam dunia. Jalan kepada Tuhan tidak selalu mulus dan gampang. Yesussendiri bahkan mengatakan bahwa jalannya sangat sempit. Raja Daud sendirimembutuhkan terang Ilahi supaya dapat mengerti dan menjalani kepercayaan Allahkepadanya. Perjalanan hidup yang panjang sering dihalangi oleh aneka bentukkegelapan. Maka pelita di dalam diri setiap orang sangat berguna dalammenerangi dan membimbing dirinya, bahwa jalan kepada Tuhan adalah jalan YesusKristus. Dunia dengan segala keadaannya sering menjadi gelap karenasegala kekurangannya seperti kebodohan, diskriminasi, kebohongan, kekerasan dankematian. Perutusan kita sebagai pengikut Kristus mewajibkan kita menjadipelita dengan cahaya yang menerangi, membimbing, dan mencerahkan dunia ini.Semoga pelita kita tetap bernyala sampai hidup kita di dunia ini berakhir. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, penuhilahselalu diri kami dengan terang Roh-Mu agar kami semakin mantap menjadisaksi-saksi-Mu bagi kebaikan dan keselamatan di dunia ini. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-3 masa biasa, 28 Januari 2026, Peringatan Santo Tomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 27, 2026 10:05


Dibawakan oleh Lusia dan Yohanes dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 7: 4-17; Mazmur tg 89: 4-5.27-28.29-30; Markus 4: 1-20.TEMPAT TINGGALTUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tempat TinggalTuhan. Di dalam sebuah sesi pelajaran agama di kelas 5 sd, seorang muridbertanya kepada gurunya: "Di manakah tempat tinggal Tuhan?" Anak itumendapatkan dua jawaban, yang bagi dia merupakan jawaban yang memuaskan.Jawaban pertama ialah bahwa Tuhan tinggal di surga dan juga di hati setiaporang.  Di setiap tempat kita berada dan pada suatu waktutertentu, Tuhan berada di surga yang di atas sehingga Ia melihat setiap gerakdan keadaan kita. Tuhan berdiam di dalam hati kita, sehingga ia berbisik danmenyadarkan kita melalui suara hati dan buah-buah pikiran yang sehat danpositif, dan kita menerimanya sebagai kebenaran. Menurut Santo Tomas Aquino,teolog terkemuka Gereja, Tuhan Allah berdiam di dalam hati manusia melaluirahmat dan kehadiran-Nya itu kita alami dalam iman dan kasih. Rahmat merupakanberkat dari-Nya yang menghasilan iman dan kasih pada kita. Ada kemungkinan orang-orang yang tidak mengenal danpercaya kepada Tuhan merasa bahwa tidak ada Tuhan di dalam hati mereka. Namunsebenarnya Tuhan sungguh ada di dalam mereka, tetapi mereka memilih untukmenolaknya.  Jadi Kehadiran Tuhan dimana-mana dan di dalam hati manusia ini mau ditegaskan Allah kepada Daud supayatidak membangun sebuah tenda atau rumah kotak sebagai tempat tinggal TuhanAllah. Tuhan telah menyertai Daud sampai ke mana-mana dalam setiap perangnya,akan lucu kalau Tuhan dikurungkan saja di dalam sebuah rumah. Tuhan dapat kita jumpai dan alami karena Ia datang ke hatikita dan di dalam rumah keluarga atau komunitas kita masing-masing. Ia datangsebagai firman-Nya yang menyebar dan tertanam di sana, bertumbuh, dan berbuahuntuk dinikmati. Kita sebagai pribadi, keluarga, kelompok, dan Gereja selainsebagai tempat tinggal Tuhan sejak pembaptisan, juga menjadi tanah subur untukbertumbuh dan berbuahnya firman Tuhan. Adalah sebuah mujizat yang tak pernahdibuat oleh siapa pun, selain Yesus Kristus. Ia memilih untuk masuk ke dalamdiri setiap pengikut-Nya untuk membuatnya tumbuh, hidup sesuai dengankehendak-Nya, dan berbuah seperti yang dikehendaki-Nya. Hendaknya kita menyadari sampai detik ini, bahwa diri kitadimasuki oleh firman Allah yang memanggil, lalu kita ikuti dan Firman itubertumbuh sedemikian sampai membuat seseorang memantapkan pilihan hidupnya. Iamenjalani pilihan hidupnya itu dan berbuah, yaitu menjadi seorang denganpanggilan khusus atau hidup sebagai orang awam pada umumnya. Kitamasing-masing, di dalam doa dan renungan pribadi, perlu merenungkan selalubetapa pilihan Tuhan untuk tumbuh di dalam diri kita itu tidak salah. Sampaidetik ini, Dia tetap membutuhkan kita supaya firman-Nya itu tumbuh. Kita perluselalu menyadarinya dan menyanggupinya di dalam suka cita.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha kuasa,bersabdalah selalu dan hamba-hamba-Mu ini setia mendengarkan. Semoga sabda-Mutumbuh dan berbuah demi kebaikan kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-3 masa biasa, 27 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 26, 2026 7:58


Dibawakan oleh Febri dan Rea dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 6: 12b-15.17-19; Mazmur tg 24: 7.8.9.10; Markus 3: 31-35.BERSUKA CITALAH,TUHAN ADA!  Renungan kita hari ini bertema: Bersuka Citalah, TuhanAda! Orang-orang beriman berkeyaninan bahwa Tuhan ada. Tuhan juga bekerja untukmelindungi, memelihara dan menyelamatkan umat manusia. Bukti-bukti bahwa Tuhanitu ada dan senantiasa bekerja untuk kita tak diragukan lagi, yaitu di dalamkitab suci dengan semua narasi dan penjelasannya. Orang-orang beriman perluselalu membaca dan merenungkan kitab suci agar mereka semakin beriman bahwaTuhan ada dan tetap bekerja. Pengakuan bahwa Tuhan ada, selain melalui membaca danmendengar firman Tuhan, ada banyak cara lain yang dipakai oleh orang-orangberiman. Salah satunya ialah dengan hidup di dalam suka cita. Meskipun kitatidak luput dari dosa dan penderitaan hidup, suka cita selalu menjadi kekuatanyang sangat kita perlukan. Pada hari ini kita diajarkan untuk memperkuat danmenambah suka cita kita. Mengapa?  Karena sering suka cita kita cepat berlalu pergi, terbangbersama angin, hilang ditelan musim. Bila pekerjaan dan kesibukan menumpuk,suka cita hilang. Bila jatuh sakit dan menemukan kesulitan, suka cita menjauhdari kita. Bila tersaingi dalam mengejar rezeki, prestasi, dan kemajuan sukacita sepertinya susah dihadirkan. Bila datang kegagalan, suka cita menghilangentah ke mana perginya. Daud yang sudah memasuki kota suci, kini bersama seluruhumat membawa masuk tabut Tuhan ke kota itu. Sambutan gembira Daud dan rakyatnyatentu luar biasa. Semua unsur dan elemen untuk pesta raya lengkap. Sukacitamereka penuh. Semua bersuka cita karena Tuhan ada bersama mereka. Yesus Kristusmeyakinkan kita bahwa Ia bersama dengan kita. Ia meyakinkan kita bahwa firmanyang Ia sampaikan itu masuk ke dalam diri setiap orang yang mendengarnya. Danketika dilaksanakan di dalam hidup mereka, suka cita tumbuh sehat danberkembang di dalam mereka. Firman itu adalah pribadi Tuhan sendiri, demikian katapenginjil Yohanes. Dia masuk dan tinggal di dalam kita, lalu merangkul danmenyatukan kita semua sebagai saudara dan saudari di dalam Yesus Kristus. Disini letak suka cita yang besar karena kita semua bersatu sebagai satu umat.Sebaliknya perpecahan, terkotak-kotak, dan klaim bahwa kelompok yang satu lebihbaik dan istimewa daripada kelompok lain, itu kehilangan nilai suka citanya. Satu pengalaman yang selalu memperkuat suka cita kitaialah Ekaristi. Kita menerima Firman melalui bacaan-bacaan dan renungan, yangmemuncak dalam Komuni Kudus di mana Firman tadi menjadi daging untuk santapankita. Pada saat itu suka cita kita menjadi penuh. Jadi kalau ingin memenuhidiri dengan suka cita Tuhan, datang ke Ekaristi. Tak ada cara yang lain. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha murah,semoga kami diberkati dengan suka cita yang penuh dengan selalu merayakanEkaristi di dalam Gereja-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-3 masa biasa, 26 Januari 2026, Peringatan Santo Timotius dan Titus, Uskup

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 25, 2026 8:05


Dibawakan oleh Jovita dan Agus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Titus 1: 1-5; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.7-8a.10; Lukas 10: 1-9.KEPERCAYAAN ANTARA GURU DAN MURID Renungan kita pada hari ini bertema: Kepercayaan AntaraGuru dan Murid. Kepercayaan antara guru dan murid adalah fondasi yang membuatsebuah panggilan bertumbuh, sebuah perutusan menjadi kuat, dan pewartaanmenjadi berbuah. Kita melihat hal ini dengan jelas dalam relasi Santo Paulusdengan dua muridnya, Timotius dan Titus. Paulus bukan hanya “mengajar”, tetapimempercayakan tugas, menaruh harapan, dan membentuk karakter rohani mereka.  Demikian juga Yesus ketika mengutus tujuh puluh muriduntuk pergi berdua-dua: Ia tidak hanya memberi perintah, tetapi memberikankepercayaan bahwa mereka mampu membawa damai, menyembuhkan, dan mewartakanKerajaan Allah. Dalam iman, kepercayaan bukan sekadar perasaan aman, melainkankeputusan untuk berjalan bersama dalam kebenaran dan misi. Keunggulan terbesar dari kepercayaan adalah lahirnyakekuatan batin untuk bertanggung jawab. Seorang murid yang dipercaya akanmerasa hidupnya bermakna: ia berani melangkah, tidak mudah menyerah, dan maubelajar dari kesalahan. Kepercayaan juga menciptakan ruang untukbertumbuh—murid tidak takut gagal karena ia tahu ia dibimbing, bukan dihakimi.Selain itu, kepercayaan memperkuat kesatuan visi: guru dan murid melayani bukanuntuk nama diri, melainkan untuk misi Tuhan. Maka, ketika Paulus mengutusTimotius dan Titus dalam pelayanan Gereja perdana, ia sedang menegaskan bahwakepercayaan dapat menghidupkan keberanian, kesetiaan, dan ketekunan dalamtugas. Namun, kepercayaan adalah sesuatu yang rapuh dan harusdijaga. Agar kepercayaan tidak hilang, yang paling penting adalah kejujuran,konsistensi, dan kerendahan hati. Kepercayaan runtuh bukan hanya karenakesalahan besar, tetapi sering karena kebiasaan kecil: tidak menepati janji,tidak transparan, menutupi kebenaran, atau mulai bekerja dengan motivasi ganda.Kepercayaan juga harus dipelihara lewat komunikasi yang jelas—seperti Paulusyang terus menulis surat, meneguhkan, mengingatkan, dan mengarahkan Timotiusdan Titus. Jika hubungan guru-murid tidak dirawat, maka jarak akan tumbuh,salah paham mudah terjadi, dan misi perlahan kehilangan daya rohaninya. Berikut contoh-contoh sederhana. Seorang guru  memberi tugas nyata kepada murid, lalumendampingi dengan evaluasi yang sehat. Seorang pembina meminta murid memimpindoa atau membuat pelayanan kecil, lalu setelah selesai, guru tidak langsungmengkritik, tetapi mengapresiasi dulu, kemudian memberi koreksi dengan kasih:jelas, konkret, dan membangun. Murid pun belajar bahwa ia dipercaya, tetapitetap diarahkan agar bertumbuh. Inilah semangat Yesus yang mengutus murid-muridberdua-dua: ada tanggung jawab, ada dukungan, dan ada kebersamaan. Kepercayaanyang sejati bukan membiarkan orang berjalan sendiri, melainkan membuat orangberani berjalan karena tahu ia tidak berjalan sendirian.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahakasih, kuatkanlah iman kami pada setiap bentukpenyelenggaraan-Mu kepada kami, sehingga bertumbuhlah kepercayaan kamikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-3, tanggal 25 Januari 2026anuari

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 24, 2026 9:57


Dibawakan oleh Katarina Siwi dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 8: 23b - 9: 3; Mazmur tg 27: 1.4.13-14; 1 Korintus 1: 10-13.17; Matius 4: 12-17.PERSEKUTUANDIBANGUN DARI KAPERNAUM Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-3 ini ialah:Persekutuan Dibangun Dari Kapernaum. Pada zaman pelayanan publiknya, YesusKristus menjadikan Kapernaum sebagai kota-Nya. Semua kegiatan pengajaran,mujisat-mujisat, pemilihan para murid dimulai dan berkembang di sana. Tempatini aman buat Yesus untuk bekerja maksimal. Ia menyingkir ke sini setelahYohanes Pembaptis ditangkap, dan itu berarti ia meninggalkan tempat sebelumnyayang penuh dengan tekanan dan ancaman. Biasanya itu datang dari para penguasa.  Kapernaum adalah kota idaman. Menurut kitab Yesaya dalambacaan pertama dan Injil Matius pada hari ini, kota itu terletak di seberangSungai Yordan. Semua yang didapatkan dan dibuat di seberang Yordan adalahistimewa, dan hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu ketika bangsa Israelsudah melewati Yordan. Di seberang Yordan adalah tanda sebuah kehidupan baru.Di dalam kehidupan baru itu, Yesus Kristus melakukan tugas-Nya untuk membangunpersekutuan.  Kekuasaan yang dipakai untuk mempersatukan orang-oranguntuk bersama Dia dan di dalam Kerajaan Allah ialah dari Bapa yangmengutus-Nya. Sabda dan tindakan Yesus bertujuan untuk membangun persekutuansejati orang-orang yang Ia panggil dan pilih sebagai bagian dari KerajaanAllah. Ia memulai menanamkan benih persekutuan itu dari panggilan para muridyang pertama. Pada waktunya mereka dijadikan kedua belas rasul yang menjadipilar-pilar Gereja. Bersama dengan Bunda Maria, saat Pentakosta, merekamewujudkan terbentuknya Gereja sebagai tanda persekutuan sejati di dalam dunia. Cinta kasih adalah ajaran utama Yesus Kristus dan menjadihukum Tuhan yang paling utama. Cinta mempersatukan dan bukan mencari perbedaanatau bahkan memecah belah. Meskipun perbedaan-perbedaan itu adalah kodrat dasarkehidupan di dalam dunia ini, tetapi cinta kasih selalu bekerja untukmenjadikan perbedaan-perbedaan yang ada mendapatkan jalan untuk membangunpersatuan. Dari Kapernaum Tuhan Yesus merintis persekutuan itu dengan potensiperbedaan di antara para rasul yang sangat mencolok. Tetapi mereka mendapatkanTuhan dan Guru mereka sebagai Cinta yang menyatukan. Di dalam bacaan kedua hari ini Santo Paulus merenungkantentang semangat persatuan yang diwariskan dari Yesus Kristus. Komunitas umatAllah yang dibangun oleh Paulus dan rekan-rekannya diharapkan tetap setiakepada Yesus Kristus yang menjadikan cinta di atas segala perbedaan. Kepadamereka Paulus menasihatkan supaya mereka hidup seia sekata, dan jangan adaperpecahan di antara mereka. Peringatan ini menjadi sangat kuat, mengingatpengalaman Paulus sendiri bersama Petrus dan para rasul lainnya. Kita semuamemang memiliki aneka perbedaan, namun di dalam satu Tuhan Yesus, kita bersatu. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semogaibadat hari Minggu ini  menguatkanpersekutuan di antara kami dan jadikanlah kami saksi-saksiMu dalam membangundan mempertahankan persekutuan di antara kami umat-Mu. Kemuliaan kepada Bapadan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-2 masa biasa, 24 Januari 2026, Peringatan Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 23, 2026 7:01


Dibawakan oleh Juvita dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 1: 1-4.11-12.19.23-27; Mazmur tg 80: 2-3.5-7; Markus 3: 20-21.JALAN TUHAN BEBAS HAMBATAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jalan Tuhan BebasHambatan. Di dalam Injil Markus bab 3, Yesus digambarkan melayani begitu banyakorang sampai-sampai Ia dan para rasul-Nya tidak sempat makan. Kerumunan datangdengan harapan, sakit dan luka batin dibawa, doa-doa dinaikkan, dan Yesus tetaphadir sepenuhnya bagi mereka.  Pelayanan-Nya seperti arus rahmat yang terus mengalir, taktertahan oleh lelah, waktu, maupun keterbatasan manusia. Dalam kacamata iman,ini bukan sekadar kesibukan, melainkan tanda bahwa kehendak Allah sedangbekerja nyata: menyelamatkan, memulihkan, dan membebaskan. Allah tidak pernahberhenti bekerja. Ia tidak tidur. Namun, menariknya, semakin besar karya yang dikerjakan,semakin besar pula salah paham yang muncul. Sanak keluarga Yesus menganggap Iasudah tidak waras, karena mereka melihat-Nya seolah tidak menjaga diri danmelampaui batas kewajaran manusia. Situasi ini menggambarkan kenyataan bahwajalan Tuhan tidak selalu mudah dipahami oleh logika manusia. Bahkan orang-orangterdekat pun dapat menjadi “hambatan” melalui penilaian yang keliru, bukankarena jahat, tetapi karena tidak mengerti tindakan Tuhan yang tersebut. Jika kita menengok kisah Raja Daud, berbagai keberhasilannyadalam peperangan memperlihatkan satu prinsip rohani yang kuat: jalan Tuhantidak terhentikan. Daud bukan menang karena kekuatan pribadi semata, tetapikarena ia berjalan dalam kehendak Allah. Ketika Tuhan menghendaki pemulihan dankemenangan bagi umat-Nya, rintangan sebesar apa pun akan disingkirkan. Sejarahkeselamatan menunjukkan bahwa karya Allah selalu bergerak maju, melampauiketerbatasan manusia dan menembus situasi yang tampak mustahil. Maka kitaselalu berpandangan bahwa di dalam Tuhan ada banyak surprise-nya. Ini tidak berarti bahwa hidup orang beriman bebas darimasalah. Hambatan, tantangan, dan pergumulan adalah bagian wajar dari duniayang terluka oleh dosa dan kelemahan. Tetapi iman mengajarkan sesuatu yanglebih dalam: hambatan tidak pernah mampu membuat jalan Tuhan buntu. Dalampenyelenggaraan ilahi, bahkan halangan dapat dipakai menjadi jalan pembentukan,pemurnian motivasi, dan pendewasaan kasih. Yang tampak sebagai penundaan,sering kali menjadi ruang bagi Tuhan untuk menegaskan arah dan memurnikan hati.Di kala situasi yang amat sulit, Tuhan masih menyediakan ruang untuk jalankeluarnya. Karena itu, “Jalan Tuhan bebas hambatan” bukan berarti tanpasalib, melainkan jalan yang pasti mencapai tujuannya. Kehendak Allah akan terusberlangsung, sampai mencapai kepenuhannya: persatuan dengan Allah Tritunggalyang abadi. Tugas kita adalah tetap setia melangkah, meski disalahpahami, meskilelah, meski doa belum segera terjawab. Sebab ketika seseorang berjalan dalamkehendak Tuhan, ia tidak sedang mengejar keberhasilan dunia, tetapi sedangmengikuti arus keselamatan yang tak pernah berhenti—jalan yang selalu terbukamenuju hidup yang kekal. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Allah yang mahabaik, bebaskanlah kami selaludari segala halangan yang mengaburkan kami di jalan-Mu untuk membawa kamikepada keselamatan yang kekal. Kemuliaan kepada Bapa dan Putran dan Roh Kudus…Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-2 masa biasa, 22 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 22, 2026 7:20


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Samuel 18: 6-9; 19: 1-7; Mazmur tg 56: 2-3.9-10a.10b-11.12-13; Markus 3: 7-12.PEMENANG TETAP RENDAH HATI Renungan kita pada hari ini bertema: Pemenang Tetap RendahHati. Seorang perawat di rumah sakit bekerja dengan sangat baik—pasien merasatertolong, keluarga pasien berterima kasih, bahkan rekan kerja memujinya. Namunia tidak sibuk mencari pujian atau membandingkan dirinya dengan orang lain. Iatetap datang tepat waktu, tetap menolong dengan sabar, tetap sopan kepadapetugas kebersihan, satpam, dan siapa pun. Ketika ada yang iri atau bersikaptidak adil kepadanya, ia memilih tetap bekerja benar dan menyerahkan hasilnyakepada Tuhan. Ini merupakan contoh nyata seorang pemenang tetap rendah hati. Dalam kisah Raja Daud, kita melihat sebuah kemenangan yangtidak melahirkan kesombongan. Daud berhasil mengalahkan musuh dan membawasukacita bagi bangsa, namun justru di saat itulah ancaman muncul dari dalam:Raja Saul mulai merasa terancam dan merencanakan pembunuhan terhadap “rajabaru” yang sedang dipersiapkan Tuhan.  Secara manusiawi, Daud punya alasan untuk membalas,mempertahankan diri dengan cara keras, atau menunjukkan kuasa. Tetapi Daudmemilih jalan yang lebih dalam: ia tetap merendah, tidak membesar-besarkandiri, dan tidak menyepelekan orang lain, bahkan terhadap Saul yang melukaihatinya. Ia tetap menganggap Saul sebagai yang diurapi Tuhan. Kerendahan hati Daud bukan kelemahan, melainkan kekuatanrohani yang lahir dari kesadaran bahwa hidupnya bukan miliknya sendiri. Daudtahu, keberhasilan dalam perang bukan semata karena strategi atau kehebatannya,tetapi karena Tuhan yang memegang kendali. Ia tidak menjadikan kemenangansebagai panggung untuk meninggikan diri, melainkan sebagai kesempatan untuksemakin bergantung kepada Allah. Ketika seseorang yakin bahwa Tuhanlah sumberkemenangan, maka ia tidak akan merasa perlu merendahkan orang lain agar dirinyatampak lebih tinggi. Sikap ini makin terang ketika kita memandang Yesus Kristus.Dalam Injil, roh-roh jahat mengenali dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah.Namun Yesus justru menegur mereka agar tidak menyebarkan berita itu. Mengapa?Karena pengakuan tentang diri-Nya harus dinyatakan pada saat dan tempat yangtepat, sesuai rencana keselamatan dari Bapa. Yesus tidak mengejar popularitas,tidak membangun pengaruh dengan sensasi, dan tidak mencari pengakuan dari suarayang salah. Ia menunjukkan bahwa kebenaran tidak perlu dipaksakan lewatkemegahan, tetapi harus lahir dari kehendak Allah yang teratur dan penuhhikmat. Yesus kemudian terus berkeliling untuk bekerja tanpa henti,mewujudkan tugas-tugas yang berasal dari Bapa: mewartakan Kerajaan Allah,menyembuhkan, membebaskan, dan membangun iman. Ia tidak berhenti hanya karenatelah dikenal, dipuji, atau diakui. Ia tetap berjalan dalam kerendahan hati,karena fokus-Nya bukan prestasi pribadi, melainkan kehendak Bapa. Inilahpelajaran rohani berharga: bekerja dengan rendah hati berarti tetap setia padamisi, bukan menjaga citra, bukan mengejar keunggulan, bukan mencari tepuktangan manusia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Yesus, semoga ajaran cinta kasihdari-Mu selalu menerangi dan menuntun kami untuk bersikap rendah hati di dalamkata dan tindakan kami. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-2 masa biasa, 23 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 22, 2026 7:23


Dibawakan oleh Ibu Deo Omnis Gloria dan Ibu Yesy dari Paroki Kristus Raja Baciro di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 24: 3-21; Mazmur tg 57: 2.3-4.6.11; Markus 3: 13-19.YESUS MENETAPKAN 12 ORANG RASUL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Yesus Menetapkan 12Orang Rasul. Yesus dalam Injil Markus bab 3 naik ke bukit dan memanggilorang-orang yang Ia kehendaki, lalu menetapkan dua belas orang untukmenyertai-Nya, untuk diutus, dan untuk menerima kuasa dalam karya pewartaan.Tindakan “menetapkan” ini bukan sekadar memilih, tetapi sebuah keputusan ilahiyang penuh kuasa dan makna.  Ketika Allah bertindak menetapkan, Ia sedang mengajar manusiatentang otoritas yang benar: kuasa untuk memimpin, mengatur, menggembalakan,dan mempersatukan. Kepemimpinan Allah tidak pernah bertujuan menindas,melainkan menata umat agar berjalan dalam kebenaran, terpelihara dalam kasih,dan bertumbuh dalam kesatuan yang kuat. Kita melihat pola yang sama dalam sejarah keselamatan bangsaIsrael. Ketika Allah menetapkan Daud sebagai raja, bukan berarti Ia hanya“mengangkat orang baru”, tetapi juga membuka ruang agar Saul mundur darikepemimpinan yang sudah tidak selaras dengan kehendak-Nya. Allah tidak sekadarmengganti pemimpin, namun membentuk arah baru bagi umat-Nya sehingga perjalanansejarah keselamatan tetap selaras dengan kehendak Allah. Daud ditetapkan bukankarena kehebatan manusiawinya semata, melainkan karena ia bersedia dibentukmenjadi gembala bagi bangsa itu. Dari sini kita belajar bahwa penetapan Allahselalu mengandung tujuan rohani: menuntun umat kepada pertobatan, memulihkan tatanan,dan mengarahkan kembali kehidupan kepada rencana-Nya. Demikian pula ketika Yesus menetapkan dua belas rasul. Merekabukan dipilih karena sempurna, melainkan karena dipanggil untuk masuk dalamproses pembentukan. Tugas pertama para rasul bukan langsung melakukan karyabesar, melainkan “menyertai Yesus”: menjadi murid yang baik, setia kepada SangGuru, dan terus belajar dari hati-Nya. Kesetiaan murid-murid inilah pondasiutama bagi pelayanan. Sebab seseorang tidak dapat menjadi pewarta Injil tanpalebih dahulu hidup dalam persekutuan dengan Kristus. Pelayanan yang sejatilahir dari hati yang mengenal Tuhan, bukan hanya dari keterampilan ataujabatan. Setelah menjadi murid, barulah para rasul diutus untukmelanjutkan karya Yesus di dalam dunia. Namun pengutusan itu mencapaikepenuhannya ketika Roh Kudus dicurahkan pada peristiwa Pentakosta. Dari sanaGereja lahir sebagai persekutuan yang hidup, bukan sekadar organisasi. Pararasul menjadi batu dasar Gereja, dan melalui mereka, tanggung jawab membangunumat Allah dimulai: mewartakan Injil, melayani sakramen, menjaga kesatuan,serta menggembalakan umat dalam kasih. Tugas ini kemudian diteruskan oleh Gerejasepanjang zaman, dengan tanggung jawabnya yang misioner dan apostolik: diutusuntuk dunia, namun tetap berakar pada iman para rasul. Gereja seperti mata air dari Kristus dan mengalir melaluipara rasul untuk menghidupkan banyak tempat yang kering. Maka kita pundipanggil  untuk menjadi murid yangsetia, dan menjadi bagian dari Gereja yang diutus untuk menghadirkan Kristusbagi dunia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Yesus, kuatkanlah kami sebagai anggotaGereja-Mu dan tuntunlah kami di dalam jalan kebenaran dan kehidupan, agarGereja ini menjadi tanda kemuliaan-Mu yang menguasai seluruh dunia. Bapa kamiyang ada di surga … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-2 masa biasa, 21 Januari 2026, Peringatan Santa Agnes, Perawan dan Martir

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 20, 2026 9:04


Dibawakan oleh Agnes Ambariliani dan Tarsisius Agung Marsono dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 17: 32-33.37.40-51; Mazmur tg 144: 1.2.9-10; Markus 3: 1-6.KEJAHATAN MELAWAN KEBAIKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kejahatan MelawanKebaikan. Dalam sejarah manusia, kita berkali-kali melihat benturan besarantara kejahatan melawan kebaikan. Kisah Daud melawan Goliat dalam PerjanjianLama adalah gambaran yang sangat kuat: seorang muda kecil, tanpa baju zirah dantanpa senjata perang yang “layak”, berdiri di hadapan raksasa bersenjatalengkap. Secara manusiawi, itu seperti perlawanan yang mustahil. Namun Daudtidak maju dengan kekuatannya sendiri; ia maju dengan iman, dengan keberanianyang lahir dari keyakinan bahwa hidup ini berada dalam tangan Allah. Di sinikita melihat bahwa kejahatan sering tampil mengintimidasi, besar, keras, danpenuh ancaman, tetapi kebaikan memiliki daya yang lebih dalam: kebenaran yangberasal dari Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, benturan itu tampak lebih kelam. KaumFarisi, Herodian, dan para pemuka agama bersatu melawan Yesus bukan karenaYesus melakukan kejahatan, tetapi justru karena Ia membawa terang yangmenyingkapkan kepalsuan. Kejahatan sering takut pada kebenaran, sebab kebenaranmembuka topengnya. Maka Yesus dihadang dengan berbagai cara: fitnah, jebakan,manipulasi massa, hingga hukuman mati. Secara lahiriah, kebaikan seolahkalah—sang Putra Allah disalibkan. Tetapi kebaikan bukan menurut ukuran dunia.Kebaikan menang karena Yesus tidak membalas kebencian dengan kebencian; Iamenaklukkan kekerasan dengan kasih, dan maut dengan kebangkitan. Mengapa dalam “perang” ini kebaikan selalu menang? Pertama,karena kebaikan berakar pada Allah yang kekal, sedangkan kejahatan adalahpenyimpangan yang rapuh. Kedua, karena kebaikan menyatukan, sementara kejahatanpada akhirnya menghancurkan dirinya sendiri: ia bertumbuh lewat dusta, tetapidusta selalu memerlukan dusta baru, sampai akhirnya runtuh oleh kontradiksi.Ketiga, kebaikan memiliki daya hidup yang kreatif—ia membangun, memulihkan, danmemberi harapan—sedangkan kejahatan hanya mampu merusak dan mengosongkan. Makaketika kebaikan tampak kalah sementara, sebenarnya ia sedang menanam benihkemenangan yang lebih besar dan lebih murni. Mengapa kejahatan itu kalah, tetapi tidak pernah menyerah?Karena kejahatan tidak memiliki “hidup” sejati; ia hidup dari menempel padayang baik dan memutarbalikkannya. Ia tidak dapat mencipta, hanya dapatmemalsukan. Sebab itu ia terus melawan Tuhan, manusia, dan bahkan tatanan alamsemesta, karena dalam perlawanan itulah ia mencoba bertahan. Kejahatan jugatumbuh dari kesombongan: ia ingin menjadi pusat, ingin menguasai, ingin diakui.Maka ia tidak berhenti, sebab berhenti berarti mengakui bahwa dirinya bukanTuhan. Di sinilah tragisnya: kejahatan terus berjuang, tetapi setiap perjuanganitu justru memperlihatkan bahwa ia tidak memiliki kemenangan yang final. Namun kita juga harus jujur: kejahatan tidak hanya ada “diluar” sana, pada musuh besar atau sistem yang jahat, melainkan juga mengintaidalam hati manusia: iri, dendam, manipulasi, egoisme, ketidakadilan kecil yangdianggap biasa. Kejahatan sering kalah dalam skala besar karena Tuhan setia,tetapi ia tetap bertahan dalam skala kecil karena manusia bisa lengah. Karenaitu, kemenangan kebaikan bukan sekadar kisah heroik Daud atau Yesus; ia menjadipanggilan rohani harian: memilih jujur ketika mudah berbohong, memilihmengampuni ketika hati ingin membalas, memilih merawat ketika dunia terbiasamerusak. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Allah yang mahabenar dan mahabaik, di dalamDikau kami berlindung dan pada-Mu kami bersandar untuk selalu diberkati denganpemberian-Mu yang baik dan benar. Bapa kami yang ada di surga … Dalam nama Bapa…

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-2 masa biasa, 20 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 19, 2026 8:23


Dibawakan oleh R. Lukas M. Ari Wibowo dan Theresia Tuti Andayani dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 16: 1-13; Mazmur tg 89: 20.21-22.27-28; Markus 2: 23-28.WARISANKETAATAN Temarenungan kita pada hari ini ialah: Warisan Ketaatan. Ketika nabi Samueldiutus Allah untuk mengurapi seorang raja bagi Israel, pilihan Tuhan jatuh padaDaud—bukan karena penampilan, kekuatan, atau status sosialnya, melainkan karenahati yang siap taat. Daud dipandang layak bukan karena ia sempurna tanpa cela,melainkan karena ia memiliki kerelaan batin untuk mendengarkan dan menempatkankehendak Allah di atas kehendaknya sendiri.  Ketaatan seperti ini bukan ketaatan yang dipaksakan, tetapiketaatan yang lahir dari iman dan kepercayaan bahwa Allah tahu yang terbaik. Didalam diri Daud, Allah melihat suatu warisan: ketaatan manusia kepadasuara-Nya, sebuah sikap yang seharusnya tetap hidup dari generasi ke generasi.Daud memberikan contoh bahwa taat merupakan suatu perwujudan sikap manusia yangtakut akan Allah. Warisan ketaatan itu adalah panggilan luhur yang dititipkanAllah kepada umat-Nya: agar manusia tidak hidup mengikuti nafsu sendiri, tetapiberjalan dalam terang kehendak Tuhan. Namun, warisan ini sering terancam olehdosa. Dosa selalu berusaha merusak ketaatan dengan menggantinya menjadikesombongan, pembenaran diri, atau kehidupan yang sekadar “tampak benar” diluar. Meski demikian, Allah tidak pernah mencabut warisan ketaatan itu daridunia. Ia terus memeliharanya dan membangkitkan orang-orang pilihan—pribadi-pribadiyang bersedia menjadi pewaris dan penjaga kesetiaan kepada-Nya. Dalam perdebatan Yesus dengan orang-orang Farisi dan paraahli Taurat, sosok Daud kembali diangkat sebagai tolok ukur ketaatan yangsejati. Yesus menyingkapkan bahwa kehendak Allah tidak dapat dilaksanakan hanyadengan aturan lahiriah, apalagi dengan motivasi yang tercampur ambisi rohani.Ketaatan yang dikehendaki Allah adalah ketaatan yang murni: bebas darikepentingan diri, tidak mencari pujian, dan tidak memakai agama sebagai alatkekuasaan. Maka, Daud bukan sekadar raja sejarah, melainkan ikon batin—gambaranmanusia yang menjalankan kehendak Tuhan dengan hati yang terbuka, jujur, danpenuh kebebasan. Allah tidak memanggil umat-Nya menjadi generasi yangmemutuskan rantai kesetiaan, tetapi menjadi generasi yang melanjutkan danmemurnikannya. Orang-orang pilihan Tuhan adalah mereka yang pantas mewarisiketaatan: mau mendengar koreksi Tuhan, mau bertobat ketika jatuh, dan tetapsetia meski tidak dilihat orang. Di titik inilah ketaatan menjadi tandaidentitas rohani: bahwa hidup ini merupakan milik Allah yang memimpin dengankasih. Mari lihat sebuah obor yang diwariskan dalam lomba estafet.Obor itu bukan sekadar benda, tetapi simbol arah, tujuan, dan tanggung jawab.Jika satu pelari menjatuhkannya, seluruh tim bisa kehilangan kesempatan, bukankarena obornya hilang, tetapi karena mereka lalai menjaganya. Namun pelatihtidak berhenti melatih, tidak berhenti memilih pelari terbaik—ia memastikanobor itu tetap sampai ke garis akhir. Demikianlah ketaatan: warisan suci yangharus dijaga, bukan dipadamkan oleh dosa dan kelalaian. Sebuah warisan ketaatanbukan hanya cerita masa lalu, tetapi panggilan hari ini—agar dunia tetapmemiliki saksi-saksi yang setia, murni, dan bebas dalam menghidupi kehendakAllah. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Allah, kuatkanlah selalu komitmen imankami kepada-Mu agar kami akan selalu mewarisi ketaatan akan kehendak-Mu kepadagenerasi muda di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan kedua masa biasa, 19 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 18, 2026 7:45


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Samuel 15: 16-23; Mazmur tg 50: 8-9.16bc-17.21.23; Markus 2: 18-22.HIDUPDALAM TERANG FIRMAN ALLAH, BUKAN DENGAN MEMBERIKAN PERSEMBAHAN Renungankita hari ini bertema: Hidup dalam Terang Firman Allah, Bukan dengan MemberikanPersembahan. Kisah tentang Raja Saul, yang diceritakan dalam kitab Samuel yang pertamabab 15, menggambarkan bagaimana Allah menegur Raja Saul melalui nabi Samuel.Saul mengabdikan diri kepada Allah dengan mempersembahkan korban bakaran dan sembelian,tetapi ia mengabaikan perintah Allah. Di sinilah Firman Allah ditegaskan dengankuat: yang utama bukanlah persembahan lahiriah, tetapi ketaatan yang lahir darihati yang mendengarkan dan percaya. Kurban tanpa ketaatan kehilangan maknanya,karena Allah menginginkan relasi mesra, bukan hanya ritual. KetikaAllah berbicara dan memberikan perintah-Nya, sikap dasar manusia seharusnyaadalah mendengar, percaya, dan melaksanakannya. Mendengar berarti membuka hati,bukan hanya telinga. Percaya berarti percaya bahwa Firman Allah membawakehidupan, bukan beban. Melaksanakan berarti membiarkan Firman membentukpilihan, sikap, dan tindakan nyata. Ketaatan adalah syarat dasar untuk tumbuhdan berbuahnya iman. Relasiini digambarkan bukan sebagai relasi yang jauh dan menakutkan, tetapi relasiyang dekat seperti orang tua dan anak. Allah yang berbicara adalah Allah yangpeduli, yang membimbing, dan yang menguatkan. Kehadiran-Nya bukanlah sesuatuyang abstrak, tetapi dapat dialami dalam kehidupan sehari-hari. Ketika manusiahidup dalam terang Firman-Nya, ia tidak berjalan sendirian, tetapi ditopangoleh kuasa dan kasih setia Allah. Pengalamanakan kehadiran Allah seharusnya mendorong rasa syukur dan perayaan iman. KetikaAllah benar-benar dirasakan, kehidupan iman tidak jatuh ke dalam rutinitas yangkering atau disiplin yang dipaksakan. Puasa dan praktik spiritual lainnyaseharusnya bukan sekadar kewajiban, tetapi ungkapan kasih dan kerinduan kepadaAllah. Jika praktik spiritual kehilangan semangat kasihnya, manusia akanmenjauh dari Allah yang hidup. Injilmenegaskan bahwa selama mempelai laki-laki sedang ada bersama kita, kita tidakperlu berpuasa. Mempelai ini melambangkan kehadiran Allah yang menyelamatkandan membawa sukacita. Ketika Allah hadir dan dialami secara nyata, yang tepatbukanlah ratapan, melainkan sukacita dan rasa syukur. Puasa menjadi relevanketika mempelai itu "tidak ada", yaitu ketika manusia mengalamikekosongan, jarak, dan kerinduan akan Allah. Pada saat itulah puasa menjadisarana pertobatan dan pencarian akan kehadiran-Nya. Olehkarena itu, hidup dalam terang Firman Allah berarti mengutamakan ketaatan diatas formalitas, relasi di atas ritual, dan cinta di atas kebiasaan kosong.Persembahan sejati adalah hati yang bersedia dibentuk oleh Firman Allah. Dalamketaatanlah manusia mengalami Allah yang dekat, menguatkan, dan selalumencurahkan berkat, kasih sayang, dan rahmat-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Marilahkita berdoa. Dengan nama Bapa... Ya Allah Yang Mahakuasa, tambahkanlah imankami kepada-Mu, agar kami selalu dapat merasakan kehadiran-Mu yang memberikehidupan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dengan nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-1 masa biasa, 17 Januari 2026, Peringatan Santo Antonius, Abas

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 16, 2026 7:51


Dibawakan oleh Yustina Armastiti dan Ignasius Sunaryo dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 9: 1-4.17-19; 20: 1a; Mazmur tg 21: 2-3.4-5.6-7; Markus 2: 13-17.JURUS MENGUBAHSI PENDOSA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jurus Mengubah SiPendosa. Keberpihakan Yesus kepada orang sakit, lumpuh, miskin, kerasukan rohjahat sama kuat dengan belas kasih-Nya kepada orang-orang berdosa. Para pendosaadalah mereka yang sedang sakit secara rohani. Pendosa publik seperti pencuri,pemerkosa, prostitusi, dan pemungut bea, mengalami sakit yang parah karenadikucilkan oleh masyarakat. Mereka sama dengan sampah. Pendosa publik sebenarnya ialah mereka yang berdosa ditengah masyarakat bahkan keluarganya sendiri secara terang-terangan. Merekadikontrol sebuah sistem yang berlaku. Pria atau wanita prostitusi misalnya,mereka dikontrol oleh beban hidup dan sistem kehidupan masyarakat. Injil hariini memperkenalkan kita seorang pendosa publik, yaitu Lewi anak Alfeus, sipemungut bea rakyat karena ia adalah pelayan bangsa penjajah, Romawi.  Tentu saja ia dianggap sangat berdosa karena dalammemungut pajak ia banyak berbuat curang soal pungutan uang dan barang.Masyarakat sangat membencinya, tetapi ia tetap berbuat dosa karena ada hukumyang melindunginya. Lewi ini dikenal dalam lingkaran kedua belas rasul dengannama Matius. Penginjil Matius menyebutnya sebagai si pemungut cukai. Dosapublik sangat menyakitkan masyarakat dan pendosa sendiri tidak bisa menghindariitu. Oleh karena itu Yesus harus turun tangan. Jurus yang Iapakai ialah datang bertemu langsung, memanggil dia dengan namanya, dan tidaksekedar mengajak tetapi memerintahkan untuk menghentikan perbuatannya itu. Inimengandung arti, dosa yang tidak hanya mencelakakan diri sendiri tetapi sangatmerugikan orang banyak dan menjadi dosa serius, harus dihentikan. Dosa besaryang serius jangan dibiarkan berkembang dan menyebar. Kalau dibiarkan, itunamanya berkolaborasi dengan penjahat atau bekerja sama dengan setan.  Israel sebagai bangsa tidak dibiarkan terus berkeraskepala dan berdosa. Tuhan Allah menghentikan ini dengan menjadikan Saul sebagairaja atas mereka. Satu sistem baru diubah demi kebaikan dan sistem lama harusditinggalkan. Yesus mengubah pribadi pendosa seperti Lewi, demikian juga banyakorang lain termasuk Paulus, karena mereka ini berpotensi dalam kejahatan yangbesar dan merugikan banyak orang. Mereka harus dipakai secara positif untuksistem baru dalam beriman yang Yesus jalankan.  Melalui pembaptisan, Yesus Kristus membuat kita menjadibagian dari sistem baru yang Ia bangun. Dosa-dosa yang kita perbuat setelahpembaptisan beraneka dan banyak, tetapi Tuhan Yesus punya jurus untuk mengubahhidup kita. Gereja menjalankan tugas ini dengan menjadi sarana bagi perubahandiri umatnya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,bebaskanlah kami dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan negatif yang seringmenjerumuskan kami ke dalam dosa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-1 masa biasa, 16 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 15, 2026 8:33


Dibawakan oleh Petrus Daryono dan Maria Klara dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 8: 4-7.10-22a; Mazmur tg 89: 16-17.18-19; Markus 2: 1-12.MELAWANPRASANGKA BURUK Renungan kita pada hari ini bertema: Melawan PrasangkaBuruk. Pada waktu berkunjung ke sebuah kampung terpencil untuk melakukan riset,seorang profesor muda yang amat terkenal jatuh cinta kepada seorang wanita mudadi kampung itu. Banyak teman, anggota keluarga, dan orang-orang kampung menaruhprasangka buruk kepadanya. Mereka beranggapan bahwa ia telah mengalami gangguanjiwa. Prasangka buruk terhadap orang lain biasanya disebabkanoleh dua faktor utama, yaitu kurangnya pengetahuan atau pemahaman dan pikirannegatif. Ketika kedua penyebab ini menyatu dan saling mengandaikan satu samalain, seseorang tidak sekedar berprasangka buruk, tetapi ia sudah memilikisikap nekat berbuat jahat dan brutal. Perkelahian dan perang antara sesamamanusia sering disebabkan oleh prasangka buruk seperti ini.  Nabi Samuel, seperti yang diwartakan di dalam bacaanpertama, sedang berhadapan dengan umat Israel yang masih kurang pengetahuantentang kehendak Tuhan dan nasib mereka yang sudah lama ingin memiliki seorangraja. Mereka menyangka bahwa Tuhan bukan pemimpin mereka sesungguhnya. Samuelbekerja untuk memberikan mereka pemahaman yang mereka perlukan. Yesus Kristusjuga menghadapi prasangka sangat buruk dari para lawannya. Sikap kaum Farisi dan para ahli Taurat kepada Yesus jauhmelebihi sikap orang Israel dahulu pada zaman Samuel. Yesus menghadapi sebuahgelombang prasangka buruk yang sangat besar, karena para lawannya itumenyatukan sikap negatif dan pemutarbalikan pengetahuan tentang kebenaran dariTuhan. Mereka adalah orang-orang cerdik dan pandai, tetapi pengetahuannyasungguh-sungguh salah dan amat berbahaya. Akibatnya, mereka menjadi jahat danbrutal terhadap Yesus dan kehendak Tuhan Allah sendiri. Di dalam hidup kita sehari-sehari, khususnya di dalampergaulan dengan sesama, kita mungkin saja sering berprasangka buruk terhadaporang lain, yang disebabkan oleh kurang pengertian atau pemahaman dan pikiranatau perasaan negatif. Pikiran atau perasaan negatif itu seperti menyikapiperbedaan-perbedaan di antara kita dengan anggapan kurang baik atau tidakcocok. Untuk melawan prasangka-prasangka buruk tersebut, Tuhan Yesusmengajarkan kita satu sikap yang sesungguhnya berasal dari dirinya sendiri. Yesus mengajarkan kita untuk mencabut langsung ke akarpermasalahan, yaitu dosa. Jadi prasangka buruk memang harus dicabut, dengancara memperluas wawasan atau pemahaman dan membangun kebiasaan berpikirpositif. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah,semoga kami tidak goyah karena tantangan atau halangan yang mengganggu iman dankesetiaan kami kepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-1 masa biasa, 15 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 14, 2026 8:15


Dibawakan oleh Jovita dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 4: 1-11; Mazmur tg 44: 10-11.14-15.24-25; Markus 1: 40-45.TUHAN MEMULIHKAN KITA Tema renungan kita pada ini ialah: Tuhan MemulihkanKita. Kebutuhan akan pemulihan di dalam kehidupan adalah mutlak. Tuhan sendiriyang menghendaki pemulihan dan kita diperintahkan untuk menjalani pemulihan itu.Tuhan memulihkan kita dari keadaan sebagai pendosa dan orang yang menderitakesulitan atau sakit. Kita juga wajib memulihkan diri kita sendiri dan sesamakita yang perlu dipulihkan. Seorang bapak mengisi lima hari setiap minggu denganbekerja sangat fokus dan penuh dedikasi. Ia memiliki sedikit sekali waktubersama istri dan anak-anaknya. Pekerjaan yang sangat banyak itu membuatdirinya sangat lelah ketika sudah berada di rumah. Meski begitu ia masih terusbekerja di rumah. Kekurangan yang membuatnya menderita ialah tidak adakesempatan untuk bersama keluarga. Maka ia memulihkan dirinya dari kesulitanitu dengan menyempatkan diri secara penuh bersama keluarga selama akhirpekan.   Bacaan hari ini dari kitab pertama Samuelmenggambarkan tentang kekalahan pasukan Israel dari peperangan melawan bangsaFilistin. Puluhan ribu tentaranya mati dibunuh. Bangsa Israel harus mengakuidiri tidak berdaya dan menerima kekalahan itu sebagai tanda kerapuhan manusiadan kedosaan. Sebagai bangsa yang ber-Tuhan, mereka harus menarik diri untukmemulihkan diri mereka dan memulihkan huhungan mereka dengan Tuhan yang sudahrusak akibat ketidaktaatan mereka. Yesus menyembuhkan orang kusta merupakan bagian daritugas-Nya sebagai Penyelamat, untuk mentahirkan umat pilihan-Nya dariborok-borok sakit mengerikan, yang membuat mereka tersiksa sekian lama. Bagikita saat ini, pemulihan sebuah kehidupan pribadi, keluarga, kelompok, danbangsa menjadi sebuah kebutuhan. Upaya untuk mewujudkan suatu pemulihan hidupdi dalam dunia ini hanya dapat berhasil baik kalau dilakukan dengan kuasaAllah. Kita meminta campur tangan Tuhan Yesus untukmentahirkan atau memulihkan hidup kita dalam segala aspek. Seseorang secarapribadi memohon untuk pemulihan atas sakit jasmani atau rohani yang sedangmenderanya. Mungkin pemulihan sangat diperlukan sebuah kehidupan keluarga,kampung, desa, kota, atau wilayah. Mungkin suatu kebutuhan pemulihan lebihdiperlukan oleh sebuah bangsa atas kondisi ekonomi atau keamanan bagi segenapmasyarakatnya. Tuhan berkuasa memulihkan hidup kita. Namun ini menuntutadanya permohonan yang disampaikan kepada-Nya. Dengan mendapatkan pemulihan,kita dapat kembali bekerja, mendapatkan lagi semangat hidup, bangun dariketerpurukan, dan mengalami hidup baru. Dalam mengawali tahun 2026 ini,hendaklah kita meminta rahmat pemulihan dari Tuhan, agar dapat membuat hidupkita lebih baik lagi dari pada sebelumnya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha kuasa,inilah diri kami, baharuilah kami sesuai dengan kehendak-Mu. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-1 masa biasa, 14 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 8:03


Dibawakan oleh Mulan dan Bernard dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 3: 1-10.19-20; Mazmur tg 40: 2.5.7-8a.8b-9.10; Markus 1: 29-39.DEMI AKU TUHANDATANG KE DUNIA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Demi Aku TuhanDatang ke Dunia. Secara eksplisit Tuhan Yesus menyampaikan alasan mengapa Iadatang ke dalam dunia, seperti yang Ia nyatakan dalam bacaan Injil hari ini.Kenyataan hidup di dunia ini yang menjadi alasan utama. Diri kita masing-masingtentu sangat bagus dapat berseru: karena diriku inilah maka Yesus datang kedunia. Dengan menunjuk pada diri sendiri seperti ini, kitasungguh merasa yakin bahwa Tuhan sangat mencintai diri setiap orang. Setiappribadi sesungguhnya begitu spesial dan penting, sampai-sampai Tuhan rela turundari tempat-Nya di surga untuk menjadi bagian dari hidupnya. Siapakah aku iniTuhan sampai Engkau memperhatikan aku, begitu seruan pemazmur (Mz. 8, 5).Panggilan terhadap Samuel dalam kitab pertama Samuel amat menegaskan hal ini,keterpilihannya itu sudah merupakan perhatian Tuhan yang sangat spesial.  Panggilan atas diri setiap orang merupakan kepercayaanyang diberikan oleh Tuhan. Terwujudnya panggilan itu juga melalui partisipasisesama di sekitarnya, terutama yang membantunya dalam menyanggupi pekerjaanatau suatu tugas tertentu. Kita memahami hal ini sebagai karunia yang istimewa.Keuntungan dan kesuksesan dalam panggilan sering dipahami sebagai bentuk kasihTuhan yang luar biasa. Orang sering berseru: “Ini sungguh berkat dari Tuhan”atau “Ini pantas dan layak untuk didapatkan” atau “Tuhan berpihak padakita”,  semua ini cukup untuk menguatkankeyakinan bahwa Tuhan itu sangat baik.  Betapa kita juga terus menyadari bahwa Ia datang dan Iaberada bersama kita ketika situasi hidup ini kurang menguntungkan. Sesungguhnyaseruan yang terkenal ini Ia ungkapkan dalam pengalaman pencerahan danpenyelamatan hidup manusia. Mereka yang sakit, dalam kekurangan, kesulitan, dansedih mendapatkan keselamatan dari-Nya. Mungkin para rasul yang menyertainyapenasaran lalu bertanya, “Tidak capek, tidak lelah, tidak bosan-bosan melayanibegini ya?” Yesus menjawab dengan tegas dan telak: “Untuk itulah Aku datang.”Jawaban seperti ini adalah sebuah kunci untuk sebuah kebenaran dalampembicaraan. Orang langsung mengerti dan tak bertanya-tanya lagi. Apakah jawaban kunci Anda, misalnya ditanya soal panggilanhidup, komitmen berkeluarga, pengembangan diri, pendidikan, pelayanan,pengabdian dan seterusnya? Kalau ada jawaban kunci dan itu yang menjadi alasanmengapa Anda gembira, bertahan dan yakin dengan kehendak Tuhan bagi dirimu,Anda akan hidup dalam suka cita dan kedamaian. Orang-orang di sekelilingmengagumi dan menjadikanmu teladan. Pada hari ini, mantapkan dan kuatkanlahtekat hidupmu dengan mengulang ini: Karena untuk itulah aku ada di sini dan sekarang. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus,buatlah kami mampu mempertahankan alasan dasar atas hidup kami di dunia dansenantiasa menyukurinya dalam suka cita. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-1 masa biasa, 13 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 12, 2026 9:14


Dibawakan oleh Agustinus Windu dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 1: 9-20; Mazmur tg: 1 Sam 2: 1.4-5.6-7.8abcd; Markus 1: 21b-28.KEWIBAWAAN DARITUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Kewibawaan DariTuhan. Dengan muda kita dapat mengerti bahwa firman dari imam Eli di bait suciyang diterima Hana adalah sabda yang berisi kuasa, sehingga ketika Hana bersamasuaminya pulang dari ibadah mereka, Hana mengandung dan melahirkan Samuel. Iniadalah kisah dalam bacaan pertama dalam liturgi hari ini. Jauh lebih hebat lagi, firman yang keluar dari mulut Yesussaat ia berkata atau mengajar, adalah sabda yang berisi kuasa sehingga setandan roh-roh jahat takluk tak berdaya. Mereka mengalah dan mengakui kekuatanTuhan Allah. Pada zaman Yesus, kekuasaan ini merupakan satu-satunya yangdiandalkan. Sebagai pembanding, para rabi Yahudi yang punya pengaruh sangatkuat di masyarakat tak bisa berbuat apa-apa.  Mereka dipandang guru yang pandai mengajar danmengarahkan. Para rabi ini tampaknya punya banyak kuasa berkata-kata, tetapimereka hanya mengutipnya dari sumber-sumber lain. Mereka sama dengan banyakpengajar saat ini yang suka mengutip sumber lain. Mereka adalah para guru yangberguru pada pihak lain. Hal ini tidak terjadi pada Yesus. Ia adalah sumberkekuasaan itu. Ia adalah guru yang tidak berguru pada siapa pun, karena sabdayang keluar dari-Nya dan perbuatan yang dilakukan-Nya adalah dari Tuhan Allah sendiri. Hal yang sangat penting di sini ialah Yesus Kristus hendakmemberikan kekuasaan-Nya itu supaya dilakukan juga oleh orang lain. Ini adalahsumber kewibawaan orang-orang yang beriman. Kewibawaan seorang pengikut Kristuspada dasarnya ialah kepercayaan dan kuasa Tuhan yang menetap dan bekerja didalam dirinya sebagai orang beriman. Jadi ada suatu relasi resiprokal yangsaling mengisi, yaitu orang beriman yang percaya dan Yesus memberikankuasa-Nya. Saling memberikan seperti ini tidak terjadi pada pararabi. Orang-orang farisi, ahli Taurat, para penguasa, orang-orangsombong-cerdik-pandai yang tidak percaya kepada Yesus, tak mungkin melakukanini. Yesus tentu tidak memberikan sabda-Nya yang penuh kuasa kepada mereka. Iatentu berikan itu kepada orang-orang kepercayaan-Nya, mulai dengan Maria danYosef, lalu Yohanes Pembaptis, menyusul para rasul, dan seterusnya sampai padatiap-tiap orang yang percaya kepada Yesus dan hidup di dalam imannya itu. Agar suatu kewibawaan Kristen digunakan secara efektif dandapat memberikan hasil yang diinginkan seperti mujizat, buah yang berlimpah,penaklukkan kuasa jahat, dan perbuatan besar lainnya, kita perlu iman kepadaYesus yang kuat dan benar. Sering kita tidak dapat memberikan hasil sepertiyang diinginkan, bisa jadi karena dari pihak kita sendiri, yaitu iman kita yangbelum benar dan kuat.  Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, ajarilah kami untuk selalu berkata dan berbuat yang benar sepertiEngkau sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin pekan ke-1 masa biasa, 12 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 11, 2026 7:40


Dibawakan oleh Veronika Retno Wijayanti dan Roland Modestus Jemuru dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 1: 1-8; Mazmur tg 116: 12-13.14.17.18-19; Markus 1: 14-20.PERTOBATAN DANMISI APOSTOLIK Renungan kita pada hari ini bertema: Pertobatan DanMisi Apostolik. Seorang remaja bertemu Pastor Paroki di halaman gereja setelahmengikuti misa pagi. Setelah ia mendengar homili dalam misa itu tentangpertobatan, ia lalu bertanya kepada imam yang sangat ia kagumi. "Berapabanyak kali Tuhan Yesus berbicara tentang pertobatan?" Ia kemudianmendapatkan jawaban bahwa ajaran dan pembicaraan Tuhan Yesus tentang pertobatansangat banyak. Remaja itu kemudian menyimpulkan sendiri apa yangmenjadi keyakinannya, "Kalau demikian pertobatan itu harus dilakukandengan usaha yang sungguh-sungguh dan dengan segala kekuatan yang ada, tidakhanya dari diri sendiri tetapi juga diperlukan bantuan orang lain." Pastormemahami bahwa remaja itu memiliki keyakinan yang benar, maka ia berkata:"Pergi dan wujudkan itu dan kamu akan mendapatkan suatu kehidupanbaru." Memang sangat benar apa yang diyakini remaja tersebut.Pertobatan adalah bagian dari misi utama Yesus Kristus. Sebagai suatu tugasyang besar, seruan dan perintah untuk bertobat sudah disampaikan jauh sebelumYesus lahir ke dalam dunia, yaitu zaman perjanjian lama. Suara terakhir yangsangat lantang menyerukan pertobatan sebelum Yesus Kristus ialah YohanesPembaptis. Yesus sendiri adalah Sabda Hidup yang berbicara sekaligus mengampunidosa-dosa dan mengaruniakan pertobatan bagi orang agar ia dapat memasuki kehidupanbaru. Tuhan Yesus mewartakan firman-Nya kepada kita pada hariini bahwa misi pertobatan yang besar itu akan dituntaskan selama karyapublik-Nya di dunia. Bukti penuntasan misi itu ialah penderitaan dan wafat-Nyauntuk menyelamatkan dunia dan umat manusia. Tindakan radikal Tuhan Yesus inidijelaskan secara terbuka, pertama-tama kepada para rasul yang terpilih. Keduabelas rasul dan para murid adalah orang-orang pertama yang menerima ajaranbesar tentang pertobatan. Di pundak mereka ada misi apostolik dengan tugas besaruntuk pertobatan bagi setiap orang dan semua bangsa. Gereja kita dalam beberapa tahun terakhir, melalui paraPausnya, mendorong segenap umatnya untuk pertobatan ekologi. Rusaknya bumisebagai rumah bersama sudah sangat mendesak untuk dirawat dan dipelihara. Misiapostolik Gereja dengan pesan pertobatan seperti ini mencakup semua tempat danorang-orang di dunia saat ini. Gereja Katolik selalu hadir sebagai nabi yangberbicara dan menyerukan pertobatan, dan suara Gereja selalu menjangkau segenapumat manusia. Antara pertobatan dan misi apostolik terdapat suatukaitan yang tidak bisa dipisahkan. Pertobatan adalah cara kerja dan isi yangdibawa oleh Misi Gereja.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami supaya kami selalu tekun di dalammengusahakan pertobatan kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu, Pesta Pembaptisan Tuhan, 11 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 10, 2026 10:27


Dibawakan oleh Katarina Siwi dan Agustinus dari paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 42: 1-4.6-7; Mazmur tg 29: 1a.2.3ac-4.3b.9b-10; Kisah Para Rasul 10: 34-38; Matius 3: 13-17.NATAL BERLALU DAN MULAI HIDUP YANG DIBAHARUI  Tema renungan kita hari Minggu pesta Pembaptisan Tuhanini ialah: Natal Berlalu dan Mulai Hidup yang Dibaharui. "SelamatNatal" sepantasnya kita ucapkan sekali lagi terhadap satu sama lain denganpenuh semangat. Kita ingin memberikan tanda yang spesial untuk hari terakhirmasa Natal ini. Tanda yang paling pertama kita temukan ialah Pesta PembaptisanTuhan yang kita peringati setiap tahun untuk menutup masa Natal yang penuhceria dan suka cita.  Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis seperti yangdiwartakan oleh Injil Matius, menandakan sebuah tahap berikutnya dalam hidupYesus di dunia, yaitu memasuki kehidupan publik. Ia sendiri mengatakan kepadaYohanes bahwa diri-Nya harus dibaptis agar menggenapi apa yang dikehendaki olehAllah. Yesus Kristus segera meleburkan dan menyatukan diri-Nya dengan dunia dankehidupan semua orang, sehingga Ia menggarami dan menyelamatkan semua. Pembaptisan yang dialami oleh Yesus merupakan titikawal pembaptisan kita semua pengikut-Nya. Perbedaan mendasar antara pembaptisanYohanes Pembaptis atas orang-orang Yahudi dan atas Yesus Kristus sangat jelas.Orang-orang Yahudi, sebagai pendosa dan belum menerima Mesias, harus ditobatkanmelalui pembaptisan Yohanes, sehingga mereka dapat menerima Tuhan YesusKristus. Sedangkan pada Yesus Kristus adalah pembaptisan Roh Kudus. Pada saatpembaptisan tersebut, turunlah Roh Kudus kepada Yesus Kristus. Kita mengambil bagian dalam pembaptisan Yesus Kristus,yaitu pembaptisan Roh Kudus. Setiap pengikut Kristus menerima Roh Kudus yangmenguduskan dan memenuhi dirinya pada saat ia menerima pembaptisan. Dari saatpembaptisan itu ia memulai hidupnya yang baru. Ia terlahir kedua kalinya, yaitukelahiran dalam iman dan di dalam Roh Kudus. Sedangkan pembaptisan untukpertobatan oleh Yohanes Pembaptis tetap berlaku bagi kita, yaitu melaluipelayanan rekonsiliasi dan pertobatan di dalam Gereja yang rutin kita lakukan. Sama seperti setiap pembaptisan Kristen untuk menjadipengikut Kristus, kita yang mengakhiri masa Natal dan merayakan PembaptisanTuhan, akan memulai hidup kita yang sudah dibaharui di dalam masa biasa.Menurut nabi Yesaya di dalam bacaan pertama, di dalam masa biasa kita perlumenegaskan kembali komitmen kita sebagai tanda perjanjian Tuhan bagikeselamatan dunia. Kita harus menjadi saksi-saksi kebangkitan Kristus dankeselamatan bagi orang lain. Kita perlu lebih memantapkan diri kita sebagaisaksi-saksi Kristus dengan berkeliling sambil berbuat baik di mana pun dankapan pun kita berada. Ini adalah perbuatan Tuhan Yesus Kristus sendiri yangwajib kita lanjutkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semogadengan perayaan hari Pembaptisan-Mu ini kami dibaharui dalam jiwa dan raga kamiuntuk semakin meyerupai Engkau. Salam Maria... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu sesudah penampakan Tuhan, 10 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 9, 2026 8:14


Dibawakan oleh Lusia Marina Lusi dan Yohanes Priyojatmiko dari Paroki Kristus Raya Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 5: 14-21; Mazmur tg 149: 1-2.3-4.5.6a.9b; Yohanes 3: 22-30.SUKA CITAKUPENUH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suka Citaku Penuh.Bahasa kitab suci ini, “Suka cita penuh” tidak gampang dimengerti banyak orang.Tetapi paling kurang sangat dipahami oleh seorang nelayan, namanya Matius.Setiap pagi ia bersama banyak rekannya menjajakan ikan dan hasil tangkapanlainnya di salah satu bibir pantai di kota asalnya. Banyak orang Kristen yangberolahraga pagi di pantai mengetahui dirinya seorang pengikut Kristus, karenaada Rosario yang menggantung di dadanya. Setelah olahraga mereka membeli semuahasil laut yang ditangkap Matius dan teman-temannya. Para nelayan itu sangatsenang karena ikan-ikan laku terjual. Matius sangat menyadari bahwa perjumpaannya dengan Tuhanterjadi melalui pengenalan dan interaksi dengan sesama orang Kristen setiappagi di pantai. Seperti Yohanes Pembaptis yang berjumpa dengan Yesus danmengalami suka cita penuh di dalam dirinya, Matius sebenarnya mengalami halyang sama. Matius berjumpa dengan sesamanya bukan di gereja dan dalam kegiatanrohani lainnya, tetapi pada saat terjadi saling berbagi karunia, berkat dansuka cita. Orang-orang mendapatkan ikan segar untuk kebutuhan keluarganya, sedangkanMatius beruntung dengan mendapatkan uang untuk dibawa pulang ke rumah dan demikelangsungan pekerjaannya sebagai nelayan. Suka cita si nelayan itu berasal dari cinta, berbuatkarena cinta, dan berbagi dalam cinta. Tuhan Allah adalah cinta, begitu katapenginjil Yohanes. Pekerjaannya adalah untuk kesejahteraan keluarganya sendiridan kebaikan yang dibagikan kepada orang lain. Jika semua itu terlaksana dengansemestinya, lahirlah suka cita itu. Tuhan mengetahui, membimbing, danmemberkati semuanya. Jadi pengalaman seorang nelayan ini membuka kesadaran kitabersama bahwa tiap-tiap orang perlu memiliki tanggung jawab dalam hidupnyauntuk menciptakan terjadinya suka cita itu. Sama seperti Yohanes Pembaptis dan nelayan itu, kitamestinya tidak mengada-ada untuk mencari dan menciptakan strategi pencarianTuhan Yesus Kristus. Tuhan sudah ada dalam diri kita, dalam diri sesama kita,dan dalam keberadaan lingkungan di sekitar kita. Kita cukup saja meningkatkankesadaran, mensyukuri hidup tiap-tiap harinya, dan menjalankan tugas-tugas kitatiap hari atas nama cinta kasih. Dari situlah mengalir dan bertumbuhnya karuniasuka cita. Jangan lupa satu hal ini: dalam setiap perbuatan dankegiatan tugas-tugas kita, mintalah Tuhan Yesus untuk menemani dan usahakansupaya orang-orang yang bersama dengan kita atau mereka yang kita layani,mengetahui bahwa melalui perbuatan kita, mereka berjumpa dengan Tuhan. Di situakan selalu ada pengalaman suka cita yang ikut menyegarkan dan memperkuat iman.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,berkatilah kami hari ini supaya kami menjadi sumber suka cita bagi orang laindan lingkungan alam semesta di sekeliling kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat sesudah penampakan Tuhan, 9 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 8, 2026 8:16


Dibawakan oleh Tarsisius Agung Marsono dan Agnes Amariliani dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 5: 5-13; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Lukas 5: 12-16.MENGALAHKANDUNIA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengalahkan Dunia.Seorang anak SD kelas 3, laki-laki, dengan bangganya berkata kepada ibunya:“Ma, aku sudah bisa memanjat mangga dan memetik buah yang matang.” Biasanya sianak hanya melihat dengan iri orang-orang yang lebih besar yang memetik. Iaingin sekali melakukan yang sama, tetapi masih merasa takut. Ia merasa sangatgembira kalau memanjat sendiri dan memetiknya. Suatu saat ketika tidak dilihatoleh siapa pun, ia memanjat dan berhasil sampai di atas. Ia menjadi begitusenang.  Pengalaman sederhana anak itu merupakan satu contohkemampuan mengalahkan dunia. Di dalam dunia ini berkumpullah aneka macamkesulitan seperti kebodohan, kemalasan, kebosanan, kejahatan, sakit, derita,kebohongan dan lain sebagainya. Anak SD itu paling kurang sudah menempuh satulangkah maju, yaitu menang melawan ketakutan dan kurang percaya diri.Pengalaman kecil itu membukakan kita sebuah cakrawala kesempatan dan pengalamanuntuk mencapai kemajuan demi kemajuan dalam mengalahkan berbagai kesulitan, supayahidup kita dapat melewati aneka tantangan dan halangan, dan akhirnya mencapaitujuan yang diharapkan. Tuhan sebenarnya punya rencana untuk mengalahkan dunia,yaitu sejak manusia jatuh pertama kali ke dalam dosa, yang akibatnya ialahseluruh isi dunia, termasuk pribadi-pribadi manusia terkena virus dosa. RencanaTuhan itu disebut the plan of salvation, rencanakeselamatan. Realisasi rencana itu sudah nyata, yaitu terjadinya inkarnasi yangditandai dengan peristiwa besar kelahiran Yesus Kristus, yang baru saja kitarayakan peringatannya. Latar belakang dasar dan besar inilah yang selalumenjadi pegangan kita untuk setiap usaha atau proyek kita dalam mengalahkandunia. Setiap kita atau keluarga dan kelompok telah mendapatkan kekuatanperutusan dari Yesus Kristus untuk mengalahkan dunia. Yesus meyakinkan kitauntuk dapat mengalahkan dunia seperti Dia. Hal itu dikatakan dengan jelas oleh surat pertama SantoYohanes pada hari ini, yaitu “Orang yang mengalahkan dunia adalah dia yangpercaya pada Yesus sebagai Anak Allah”. Yesus sendiri sudah buktikan itu dalamsetiap perkataan dan perbuatan-Nya, misalnya yang Ia lakukan dengan mengalahkansakit kusta, sehingga penderita itu menjadi tahir. Seorang kepala sekolahberhasil disiplinkan beberapa gurunya yang melanggar aturan, ia kalahkan duniakecurangan di sekolah yang dilakukan oleh oknum guru tertentu. Seorang wartawankalahkan arus kebohongan yang berembus kuat oleh sebagian anggota masyarakat,dengan memberitakan kebenaran fakta suatu peristiwa.  Setiap dari kita mampu mengalahkan dunia melalui pekerjaandan profesi kita, dan yang sangat dibutuhkan ialah kemauan dan eksekusinya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, semogakami semakin menjadi jujur dan tulus dalam perkataan dan tindakan. Bapa kamiyang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis sesudah penampakan Tuhan, 8 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 7, 2026 7:56


Dibawakan oleh Febri dan Rea dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 4: 19 - 5: 4; Mazmur tg 72: 1-2.14.15bc.17; Lukas 4: 14-22a.MENGASIHI ALLAHADALAH MENGASIHI SESAMA Renungan kita pada hari ini bertema: Mengasihi AllahAdalah Mengasihi Sesama. Pada tanggal 15 April 2018, Paus Fransiskusmengunjungi sebuah gereja di kota Roma dan ia sempat berdialog dengananak-anak. Emanuelle, bocah 8 tahun, beranikan diri maju dan mengajukanpertanyaan kepada Bapa Suci.  "Beberapa hari lalu bapak saya meninggal dunia. Bapaadalah seorang ateis. Tetapi ia seorang bapak yang baik sekali. Kami empat anaksangat mengalami kasih sayangnya. Ia membawa kami semua ke gereja untukdibaptis menjadi Katolik. Apakah dengan begitu, bapak saya sekarang ada disurga?" Emanuelle mengajukan pertanyaan itu dengan kata-kata yang beratkarena ia menangis. Paus Fransiskus memberikan jawaban yang memuaskan danmenguatkan hati Emanuelle bersama ketiga saudaranya dan ibunya. Paus mengatakanbahwa Tuhan Allah yang membawa seseorang yang berhati baik ke surga. Siapa pundi dunia ini yang berbuat baik kepada sesamanya, sangat berkenan pada Tuhan. Iatentu sangat dikasihi Tuhan. Ia pasti ada di surga dan bukan di tempat yanglain. Persoalannya ialah bapak Emanuelle bukan seorang beriman.Ia seorang ateis. Dengan kata lain, di dalam pemahaman pada umumnya, ia tidakmengasihi Allah. Namun di dalam kenyataan hidupnya ia adalah seorang yang baik,penuh kasih sayang. Ia bahkan melakukan sebuah perbuatan kasih yang sangatbesar, yaitu membawa semua anaknya kepada Gereja, kepada Yesus, dan kepadaAllah. Berarti ia mengetahui ada Tuhan. Kepada Tuhan itu ia percayakankeluarganya. Ia sebenarnya sedang mengasihi Tuhan yang tidak iapercayai. Ini harus kita namakan sebagai beriman yang terselubung, berimansecara implisit, atau beriman yang hanya diketahui Tuhan Allah dan hatinya yangterdalam. Bahkan ia sendiri tidak menyadari bahwa di dalam bawah sadar danhatinya yang terdalam ada komunikasi dengan Tuhan. Oleh karena itu si Bapak inimau tidak mau sudah memiliki kasih kepada Tuhan, maka ia dengan kemauan yangbesar dan dalam kasih itu pula mempersembahkan anak-anaknya kepada Tuhan. Santo Yohanes di dalam bacaan pertama hari ini menegaskanbahwa barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudara dansesamanya. Kasih yang ia berikan atau bagikan kepada sesama itu adalah kasihyang sama yang ia dapatkan dari Tuhan, karena Tuhan yang lebih dahulu mengasihidia. Pengalaman si Bapak yang ateis kepada empat anaknya itu cukup memberikankita kesadaran dan pemahaman, bahwa kita sebagai orang-orang beriman tentusangat mengasihi Allah dan kita mengasihi juga saudara dan sesama kita. Inisemua adalah penggenapan kitab suci seperti yang diwartakan oleh Injil padahari ini. Pada saat kasih itu diungkapkan dan dibagikan, kitab suci menjadinyata. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, buatlahkami tekun dengan Sabda-Mu, yaitu mendengar dengan semangat sebagai murid danmenjalankannya dengan penuh kasih, maka kami digenapi oleh firman-Mu. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu sesudah penampakan Tuhan, 7 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 6, 2026 7:08


Dibawakan oleh Imelda Palma dan Agustinus Windu Aji dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 4: 11-18; Mazmur tg 72: 1-2.10-11.12-13; Markus 6: 45-52.MELIHAT TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Melihat Tuhan.Untuk orang-orang yang hidup dalam waktu atau zaman yang sama dengan YesusKristus, melihat Tuhan merupakan sebuah kenyataan yang sangat kasat mata.Sedangkan masa setelah Yesus bangkit dan naik ke surga, bukan lagi berlakupenglihatan Tuhan dengan mata fisik, tetapi dengan mata rohani dan iman.  Terhadap perbedaan yang amat mencolok itu, Yesusmeninggalkan ajaran-ajaran untuk memperkuat mata iman dan rohani, sehinggaketika orang-orang beriman mengalami perjumpaan dan melihat Tuhan, mereka tidakmemakai indra matanya tetapi hati dan budinya. Menjumpai Tuhan dengan imanmerupakan pengalaman kita orang-orang beriman setiap hari. Salah satu cara melihat Tuhan dengan memakai kemampuanbukan indra mata ialah seperti tiga anak yang masih kecil yang merayakan Nataldan Tahun Baru di kampung orang tuanya, dengan kakek dan neneknya. Dari kota,keluarganya membawa oleh-oleh berupa bahan makanan dan minuman seperti kopi,gula, susu, sirop dan banyak lainnya. Setiap anak memberikan satu bingkisankepada kekek dan neneknya. Pemberian itu sungguh membahagiakan seluruhkeluarga. Keluarga dari kota mengalami suka cita yang besar ketikaberada bersama keluarga besar di kampung halaman. Mereka disambut dengan penuhkehangatan. Keluarga di kampung juga mengalami hal yang sama. Kakek dan nenekbegitu bahagia menemukan anak-anak dan cucu-cucunya yang penuh gembira danceria. Tuhan sungguh memberkati mereka dengan segala kebaikan dan kasih sayang.Semua itu mereka alami sebagai kasih Tuhan yang bekerja. Peristiwa di dalam keluarga ini sungguh menggambarkanbahwa Tuhan Allah adalah kasih, Deuscaritas est, seperti yang disebutkan dalam bacaan surat pertama SantoYohanes. Kitab suci dan ajaran Gereja sangat memberikan penekanan pada kasihsebagai ajaran dan cara hidup setiap pengikut Kristus. Sepuluh perintah Allahberisi satu hukum saja, yaitu cinta kepada sesama di mana Tuhan juga dikasihimelalui sesama. Santo Yohanes menasihatkan bahwa kita cukup saja mencari danmelihat Tuhan dengan berbuat kasih.  Salah satu cara berbuat kasih adalah dengan menjadipembawa damai dan rasa gembira. Yesus yang berjalan di atas air dan hadir ditengah para rasul-Nya adalah seorang yang memberikan rasa nyaman, tenang, dandamai. Bahkan Ia menjamin supaya para pengikut-Nya itu tidak usah takut.Perbuatan kasih kita mestinya bukan sebagai hal yang mengawatirkan,mencurigakan atau menakutkan. Sebaliknya perbuatan kasih kita harus membawasuka cita damai di hati. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, penuhilahdiri kami dengan iman yang kuat, supaya kami mampu menjalankan kehendak-Mu.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa sesudah penampakan Tuhan, 6 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 5, 2026 8:05


Dibawakan oleh E. Lukas M. Ari Wibowo dan Theresia Tuti Andayani dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 4: 7-10; Mazmur tg 72: 1-2.3-4b.7-8; Markus 6: 34-44.ROTI DAN IKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Roti dan Ikan. Disebuah empang yang luasnya sekitar 25 kali 50 meter ada sejumlah besar ikananeka jenis. Ikat-ikan sudah besar dan siap untuk dipanen. Pastor Parokidiundang untuk mendoakan dan memberkati upacara panen di empang tersebut. Sipemilik empang menjelaskan bahwa makanan harian ikan-ikan adalah roti. Iamemastikan bahwa ikan-ikan itu menjadi lauk yang enak dan sehat. Hasil panenpada hari itu menjadi santapan yang memuaskan Pastor dan banyak orang yang menghadiriacara tersebut. Roti dan ikan adalah representasi makanan kita setiaphari. Kita selalu berdoa dan meminta Tuhan untuk mencukupi makanan demikelangsungan hidup kita setiap hari. Di dalam doa “Bapa Kami', kita memohonsupaya Tuhan Allah memberikan makanan bagi kita pada hari ini. Maka kebutuhanmakanan untuk hari ini adalah konkret, yang mau tidak mau dipenuhi jika manusiatidak terancam bahaya kelaparan dan kematian. Sebelum meminta kebutuhan lainsebagai tambahan, sebaiknya kita minta agar perut dan tubuh kita diberi kekuatanenergi berupa makanan dan minuman. Tuhan menyediakan semuanya. Tuhan Yesus mengajarkan doa-Nya sendiri kepada kita, yangmaksudnya supaya akses kita kepada Bapa menjadi langsung, demi mendapatkan apayang kita minta. Kepada ribuan orang yang kelaparan di padang gurun, Yesusmenghendaki supaya mereka harus mendapatkan akses langsung atas makanan yangdiperlukannya. Sebuah campur tangan langsung demi mengatasi suatu persoalanaktual yang sedang terjadi, merupakan tindakan yang sangat dikehendaki olehTuhan, dan kita diperintahkan untuk melakukannya. Tuhan sangat bijaksana dalam menghadirkan sesama bagikita: anggota keluarga sendiri, teman, kenalan, sahabat dan sesama umat manusiabahkan cukup dengan mencakup lebih banyak orang melalui media sosial. Network melalui media menjadikan kitasemua sebagai sesama dalam waktu dan tempat yang mudah dijangkau. Dalam konteksini, sangat berlaku perintah Yesus pada hari ini: “Kamu harus memberi merekamakan”. Hal ini kiranya memperkuat kesadaran iman dan moral setiap orang untukbertindak langsung menyediakan kebutuhan makanan bagi orang-orang yangmembutuhkannya. Media-media yang menjadi instrumen penting untukterjadinya interaksi antar manusia tersebut, selayaknya memegang prinsip bahwaperan mereka adalah menjadi tangan Tuhan. Allah adalah kasih, seperti yangdiwartakan oleh Surat Pertama Yohanes, adalah terang yang menuntunpekerjaan-pekerjaan yang dilakukan media-media, terutama dalam menyediakanakses langsung kebutuhan makanan pada hari ini bagi orang-orang yangmembutuhkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, jadikanlahkami saluran kasih-Mu kepada orang-orang yang berkekurangan. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin sesudah penampakan Tuhan, 5 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 4, 2026 7:18


Dibawakan oleh Imelda Palma dan Agustinus Windu Aji dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 3: 22 - 4: 6; Mazmur tg 2: 7-8.10-11; Matius 4: 12-17.23-25.MENGIKUTI CAHAYABINTANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengikuti CahayaBintang. Peristiwa penampakan Tuhan, yang ditandai dengan kunjungan tiga orangmajus dari Timur yang memberikan persembahan mereka kepada bayi Yesus, masihkuat inspirasinya kepada kita. Tiga orang Majus itu akhirnya memilih jalan lainsetelah berjumpa dan mempersembahkan dirinya kepada Tuhan. Pilihan ini sangatbermakna dalam sebuah perjalanan iman. Pilihan jalan lain bermakna perubahan setelah orangberjumpa dengan Tuhan. Kekuatan dan karunia-Nya membuat seseorang tidak bisasama lagi seperti yang dulu. Di sini dapat kita pahami bahwa bintang yangmembimbing mereka sampai ke atas Bethlehem itu, tetap bercahaya dan membimbingmereka untuk berjalan terus di dalam hidupnya, yaitu di jalan baru yangdipilihnya itu. Bintang itu ialah Tuhan sendiri, yang dengan Roh-Nya mengaturdan menerangi setiap langkah kehidupan manusia.  Tuhan Yesus adalah bintang kita. He is our star. Orang-orang zaman sekarang suka memilih bintangkesukaannya entah dalam olahraga entah dalam bidang lain seperti musik, filmdan selebritas. Namun terkait dengan panggilan hidup dan keselamatan jiwa-jiwakita, bintang kita hanya satu, yaitu Yesus Kristus, yang kenangan kelahirannyatelah kita rayakan dalam hari Natal yang baru saja berlalu. Perjalanan hidupkita sejak awal tahun baru 2026 ini sepantasnya berada di bawah bimbingancahaya bintang Yesus Kristus. Menurut inspirasi bacaan-bacaan kita pada hari ini, palingkurang ada tiga kekuatan cahaya bintang Yesus Kristus. Yang pertama ialahcahaya pertobatan. Kekuatan cahaya ini mampu mengubah hati dan budi yangcenderung berseberangan dengan jalan Yesus Kristus. Ini dimulai dengan Herodesdan seluruh Yerusalem yang ragu, heran atau kurang percaya dengan kehadiranYesus Sang Juru Selamat. Yesus sendiri, menurut Injil Matius pada hari ini,menyerukan pertobatan itu. Sudah waktunya untuk bertobat, dan jangan sampaiwaktu yang istimewa itu berlalu pergi tanpa ada pertobatan. Kedua ialah cahaya doa dan keteguhan hati. Sebuah hubunganyang dekat dan menyatu dengan Tuhan perlu dijamin oleh semangat doa dan iman.Tanpa kedua unsur ini, hubungan akan menjadi kaku dan akhirnya berhenti. SuratYohanes yang pertama dalam bacaan pertama menyebutnya sebagai permintaan danpermohonan kita kepada Tuhan, yang selalu menjadi isi doa-doa kita. Ketigaialah cahaya pelayanan. Yesus adalah bintang utama kita dalam pelayanan, danhari ini ia memberikan teladan dengan mengajar dan memberitakan Injil,melenyapkan sakit dan derita orang-orang, serta mengusir roh-roh jahat yangmenyiksa hidup orang-orang yang dirasuki. Pelayanan adalah kasih itu sendiri. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik,semoga kami senantiasa taat pada kehendak-Mu yaitu melakukan tugas-tugasKerajaan Allah yang sudah Engkau teladankan kepada kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat, hari biasa Natal, 2 Januari 2026, Peringatan Santo Basilius Agung dan Santo Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 1, 2026 9:05


Dibawakan oleh Evano dan Gisela dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Yohanes 2: 22-28; Mazmur tg 98: 1.2-3ab.3cd-4; Yohanes 1: 19-28.SUARA DAN KATA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suara dan Kata.  Pada hari ini Gereja kita memperingati SantoBasilius Agung dan Gregorius Nasianze. Keduanya adalah para bapa Gereja,orang-orang cendekia Gereja yang sangat berjasa dalam memperkuat misi Gereja didaerah Asia Minor yang sekarang Turki dan sekitarnya. Mereka berdua adalahcontoh wajah dan tubuh Kristus di daerah Timur Tengah dan sebagian wilayahEropa Timur. Sepanjang tahun ini kita akan dihadapkan oleh sebuah tantangan, dalambentuk pertanyaan: “Siapakah engkau?”. Pertanyaan ini ialah yang ditanyakanoleh orang-orang kepada Yohanes Pembaptis soal identitasnya. Mereka sangatrepot kalau ada orang begitu terkenal dan dipandang nabi bisa menghebohkan,terutama pandangan mereka bahwa Mesias akan datang, atau nabi Elia yang suciitu akan bangkit lagi. Kesaksian Yohanes membuat rasa mereka bercampur adukheran, takut, penasaran, kesal, marah, dan tertantang. Kalau selanjutnya kita sering atau selalu dihadapkan pada pertanyaan itu,apa kiranya jawaban Anda dan saya yang terbaik? Marilah kita ke belakang untukmelihat kedua santo tadi, Basilius dan Gregorius yang menjadi wajah Kristus ditempat mereka berkarya. Pandangan kita bisa lebih jauh lagi ke belakang, yaitukepada Yohanes Pembaptis. Ia juga menampakkan wajah Kristus yang sesungguhnyakepada para pendengarnya.  Ungkapan lain yang sama maknanya ialah menjadi suara bagi kata atau Sabda.Yesus Kristus adalah Sabda Tuhan yang kekal, sedangkan Yohanes, Basilius,Gregorius dan setiap orang Kristen pengikut-Nya harus menjadi suara yangmewartakan-Nya. Dalam berperan sebagai suara, kita sangat bergantung padaSabda, yaitu sumber kebenaran dan sebagai isi suara kita. Sebab kalau suara itutidak mempunyai kaitan dengan kata, suara itu mungkin mengungkapkan kata yanglain atau tidak berkata-kata apa pun.  Sesuai dengan iman kita, Sabda itu pasti hanya Tuhan Yesus. Sebab jikabukan Tuhan Yesus, kita tidak akan pernah melakukan kegiatan pewartaan di dalamGereja dan dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk menjadi suara bagi TuhanYesus, dibutuhkan kemampuan instrumen pendukungnya. Yang paling pertama danutama ialah instrumen primer, yaitu pribadi kita masing-masing dengan kemampuanyang berbeda-beda. Ada orang yang berbakat dalam pengetahuan, ada yang berbakatdalam aksi, dan ada yang dengan teladan hidup. Instrumen sekundernya ialah sarana komunikasi yang membantu kitamenyampaikan Sabda itu menjadi lebih menjangkau banyak orang. Mikrofon,speaker, komputer dan media online sudah menjadi bagian dari suara bagi kata.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Bapa maha murah, semoga saya mengenal dirisaya di dalam Yesus Kristus dengan sempurna. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis, hari ke-8 Oktaf Natal, 1 Januari 2026, Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 31, 2025 8:49


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Bilangan 6: 22-27; Mazmur tg 67: 2-3.5.6.8; Galatia 4: 4-7; Lukas 2: 16-21.BUNDA YANGKEIBUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bunda YangKeibuan. Pada hari ini seluruh Gereja merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah,sebuah perayaan besar untuk Bunda kita yang kita semua rayakan pada hari ke-8setelah kelahiran Yesus Kristus. Pada hari ke-8 kelahiran-Nya ini juga, Yesusuntuk pertama kali menumpahkan darah-Nya melalui ritual sunatan sesuai adatistiadat setempat. Bunda-Nya Maria, tentu sebagai orang yang paling bertanggungjawab untuk merawat luka pada Putra-Nya itu, yang bagi anak bayi sangatlahsakit. Ibunda pasti berulang kali melap darah yang keluar selama luka masihbelum sembuh. Darah merupakan simbol sangat kuat untuk menghubungkanseorang ibu dengan anaknya. Rahim ibu yang dihuni anak selama dalam kandunganmemperlihatkan suatu hubungan darah yang tak terpisahkan antara keduanya, danitu menjadi sangat jelas ketika bayi itu dilahirkan, ia bermandikan darahibunya sebelum menikmati dunia baru di luar tubuh ibunda. Maria dan para ibu senantiasamemperlihatkan betapa hubungan darah itu berlanjut sampai anak itu tumbuhmenjadi besar dan dewasa. Bunda Maria menikmati hidup penuh dengan darahbersama Putra-Nya, khususnya selama di kaki salib di Golgota dan saat memangkujenazah Yesus Kristus, la pieta.  Para ibu kita di dunia, tentu saja bersama suami atau bapakita, merasakan betapa sakit di tubuh mereka jika anak-anaknya menderita. Darahmereka bagai mengalir deras tanda tak tahan penderitaan itu. Betapa merekabersuka cita saat anak mereka bahagia, saat darah dalam tubuh merekabersirkulasi baik sehingga mereka tampak ceria dan senang. Betapa susah senanganak-anaknya di dunia membuat darah mereka tenang, rendah, dan naik. Darah ituyang menyatukan ibu dan anak, sehingga hubungan ini pada prinsipnya hanya dapatdiputuskan oleh kematian. Ini semua menggambarkan bahwa seorang bunda ituberhati keibuan. Wanita yang melahirkan kita itu keibuan karena kasih danperhatiannya kepada kita yang dapat disejajarkan dengan Tuhan Allah yangmencintai kita ciptaan-Nya. Di hari istimewa untuk merayakan Maria Bunda Allah ini,kiranya hati kita semua penuh dengan suka cita dan bersyukur. Natal yangmempertemukan kita dengan Yesus dan Keluarga Nazareth, membuat suka cita kitapenuh dan kita ingin membawanya sepanjang satu tahun ke depan. Kita mestimemulai tahun ini dengan suka cita dan optimisme, dan itu adalah isi Injil yangakan kita wartakan. Figur bunda yang keibuan, pada dasarnya pada diri wanita,sangat sentral dalam hidup kita. Maka kita mesti bersyukur sangat mendalamkarena Tuhan amat baik memberikan karunia bunda, ibu, dan wanita kepada kita.Hidup kita tak bisa menjadi hidup yang sesungguhnya kalau tak punya seorangbunda yang keibuan. Bunda Maria adalah ibu kandungrohani kita semua yang sudah mendapat martabat putra dan putri Allah atausaudara dan saudari Yesus Kristus. Bunda Maria menolong kita untuk melepaskanmanusia lama kita demi mengenakan manusia baru dalam diri kita, yaitu sebagaiorang-orang milik Yesus Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha baik,terima kasih berlimpah atas karunia Bunda Allah dan ibu kami masing-masing,jadikanlah kami anak-anak yang selalu setia pada ibu kami dan tetap mendoakanmereka. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu, hari ke-7 dalam Oktaf Natal, 31 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 30, 2025 7:06


Dibawakan oleh Agustinus Windu Aji dari Paroki Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 18-21; Mazmur tg 96: 1-2.11-12.13; Yohanes 1: 1-18.WAKTU YANGTERAKHIR Renungan kita pada hari ini bertema: Waktu Yang Terakhir.Awal dan akhir terjadi dalam sejarah kehidupan manusia. Tuhan adalah abadi dimana awal dan akhir sesungguhnya menyatu. Ketika penulis Surat Yohanes yangpertama mengatakan bahwa hari ini adalah waktu yang terakhir, ia sebenarnyamewartakan firman Tuhan sendiri yang mengingatkan kita tentang sejarah hidup kitadi dunia. Waktu yang terakhir dalam pemahaman paling sederhana ialahberkaitan dengan suatu jangka waktu yang habis dan berlalu pergi. Ukuran waktuyang kita pakai ialah detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Ketikasatu ukuran itu berakhir, sekaligus untuk menandakan selesainya aktivitas atauperistiwa kehidupan, kita biasanya menyebutkan dengan "waktunyaberakhir". Pada hari ini, tanggal 31 Desember, kita mengenangnyasebagai waktu yang terakhir dalam tahun 2025. Jangka waktu dari detik awal hinggapenghujung tahun 2025 akan mencapai titik terakhirnya pada pukul 00:00 tengahmalam. Seluruh hari ini akan diisi dengan berbagai kegiatan dari pribadi,keluarga atau komunitas yang mengusung tema ungkapan syukur dan pengharapanakan tahun baru. Tetapi bacaan-bacaan pada hari ini ingin mengajarkan kitabahwa refleksi kita tentang waktu yang terakhir tidak cukup dengan hanyamemperhitungkan sebuah jangka waktu peristiwa dan kegiatan hidup kita. Kitatidak cukup merenungkan hidup ini hanya di bagian permukaan, yaitu hari iniakan berlalu dan besok akan datang hari berikutnya. Kita sebenarnya hendakdiingatkan oleh firman Tuhan bahwa Tuhan berada di atas waktu.  Bukan waktu yang menentukan nasib hidup yang ada awal danakhirnya, tetapi hanya Tuhan yang menentukannya. Seorang lelaki yang sudahlansia berkata begini: "Sayang sekali saya lahir lebih dahulu, jika sayalahir kemudian saya pasti menikmati semua kemudahan dan kemajuan pada zamanini." Sebaliknya seorang remaja juga berkata: "Yang membuat saya iriialah orang-orang dewasa lebih matang dan berhasil dalam usaha-usahanya." Kedua ungkapan hati ini adalah contoh cara pandang manusiayang sangat menggantungkan nasib hidupnya dengan waktu. Hal ini adalah bagiandari sikap hidup yang superfisial, atau menikmati hidup hanya di permukaansaja. Bagi orang-orang beriman, kehidupan dan tujuannya harus lebih mendalamdan bercita-cita mencapai puncak tertinggi. Cara hidup beriman itu adalah hidupdi dalam Tuhan yang sudah menjelma dari Sabda kekal menjadi manusia. Kitahendaknya hidup sebagai murid-murid Yesus yang sejati dan biarlah Dia yangmenuntun hidup kita. Kita diajarkan untuk mengikuti Tuhan yang menentukan hidupkita hari ini dan esok.  Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa ... Ya Bapa, berkatilah kami supaya kami dapat mengisi setiap waktu hidupkami dengan sikap dan cara yang sesuai dengan kehendak-Mu. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa, hari ke-6 dalam Oktaf Natal, 30 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 29, 2025 9:00


Dibawakan oleh Ari Hartanti dari Gereja Santo Mikhael, Paroki Pangkalan TNI-AU Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 12-17; Mazmur tg 96: 7-8a.8b-9.10; Lukas 2: 36-40.KASIH KEPADA ALLAH MENGALAHKAN KASIH KEPADA DUNIA  Renungan kita pada hari ini bertema: Kasih Kepada AllahMengalahkan Kasih kepada Dunia. Surat Yohanes yang pertama dalam bacaan pertamahari ini mengajak umat beriman untuk memeriksa kembali arah kasih danketerikatan hidupnya. Penulis surat itu mengingatkan bahwa Yesus Kristus telahmengampuni dosa-dosa manusia melalui ketaatan-Nya yang penuh kasih, bahkansampai pada penderitaan dan kematian.  Pengorbanan itu bukanlah sesuatu yang biasa, melainkantindakan penebusan yang mengubah relasi manusia dengan Allah. Kristusmenanggung hukuman yang seharusnya jatuh atas manusia, agar merekadiperdamaikan dengan Bapa dan memperoleh hidup yang baru. Karena itu, hiduporang beriman tidak lagi berdiri di atas dasar keinginan duniawi, melainkanatas kasih kepada Allah, Sang Penyelamat. Sebagai tanggapan atas kasih penebusan tersebut,Yohanes mengundang umat untuk memperkuat kasihnya kepada Tuhan, bukan kepadadunia dan segala yang ada di dalamnya. Dunia dalam pengertian surat inibukanlah ciptaan Allah yang baik, melainkan sistem keinginan manusia yang egoisdan menjauhkan hati dari Allah. Segala sesuatu yang berasal daridunia—keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup—tidak berasal dariBapa. Ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh dorongan itu, ia akankehilangan kasihnya kepada Tuhan. Keinginan daging menunjuk pada dorongan yang memanjakanhawa nafsu dan kesenangan diri tanpa kendali. Keinginan mata adalah sikap batinyang mudah tertarik pada hal-hal lahiriah, kedudukan, dan kepemilikan,seolah-olah kebahagiaan diukur dari apa yang tampak. Sementara keangkuhan hidupmencerminkan kesombongan yang berakar pada rasa cukup atas diri sendiri, tanpamembutuhkan Allah. Padahal semuanya ini bersifat sementara dan akan berlalu,sebab dunia dengan segala keinginannya sedang menuju kebinasaan. Sebaliknya,mereka yang tinggal dalam kasih Allah akan hidup untuk selama-lamanya. Kasih kepada Allah bukan sekadar perasaan religius,melainkan pilihan hidup yang nyata. Ia terwujud dalam ketaatan, kesetiaan, dankesediaan menata kembali prioritas hidup sesuai kehendak Tuhan. Kasih itumemberi arah baru bagi cara manusia memandang penderitaan, pengorbanan, danpelayanan.  Salah satu teladan iman yang indah ditampilkan olehnabi perempuan Hana dalam Injil Lukas. Setelah mengalami pengalaman hidup yangtidak mudah, ia memilih untuk menetap di Bait Allah, berdoa dan berpuasa siangmalam. Hana tidak mencari penghiburan di dalam hal-hal duniawi, melainkanmempersembahkan hidupnya bagi Tuhan dalam kesetiaan dan pengharapan. KetikaYesus kecil dihadirkan di Bait Allah, Hana mampu mengenali karya keselamatanAllah dan memuji-Nya. Sikapnya menunjukkan bahwa hati yang terarah kepada Tuhanakan peka terhadap kehadiran-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahamurah, murnikanlah pikiran dan hati kami dari semuakeinginan dunia ini yang menjauhkan perhatian kami dari-Mu dan selamatkanlahkami dari segala pencobaan dunia ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam Oktaf Natal ke-5, 29 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 28, 2025 8:05


Dibawakan oleh Ningrum dari Paroki Santo Mikhael Pangkalan Yogyakarta dan Wismu dari Paroki Kristus Raya Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 3-11; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.5b-6; Lukas 2: 22-35.SUKA CITA GRATIS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suka Cita Gratis.Para pastor, biarawan dan biarawati mengadakan reuni di paroki asalnya. Suasanadan pesta begitu meriah dan penuh dengan kenangan. Salah satu kenangan ialahmereka berjumpa dengan Tante Maria, seorang janda tak beranak yang menjadikoster di gereja Paroki sudah sekian puluhan tahun. Banyak pastor danbiarawan-biarawati sudah mengenal Tante Maria sebagai koster sejak mereka masihanak-anak. Reuni itu sungguh menjadi peristiwa penuh rahmat bagi koster Maria. Bagi Tante Maria, bekerja dan melayani di Gereja dalamsisa hidupnya merupakan sebuah suka cita yang tidak berakhir. Suka cita inigratis, karena tidak perlu proses yang berbelit, tidak ada lamaran dan teskepegawaian. Ia hanya perlu kemauan, kegembiraan, suka rela, dan iman yangkuat. Ini juga menjadi pengalaman Simeon dan Hana, orang-orang usia tua yangmengabdikan hidupnya di dalam bait suci, dalam doa dan pengorbanan. Merekatemukan suka cita di situ. Mereka berharap suatu saat yang tepat, akan datang pembebasanbagi bangsanya.  Baik Tante Maria maupun Simeon dan Hana, merekamenginspirasikan kita tentang suka cita yang merupakan rahmat dari Tuhan.Menurut kitab suci, rahmat itu gratis dan sungguh tidak perlu diberi harga.Yang sangat diperlukan ialah kerelaan kita untuk menetap dan berbakti kepadaTuhan melalui Gereja-Nya, maka rahmat dan berkat itu akan dicurahkan kepadakita dengan melimpah. Tante Maria menemukan Tuhan Yesus, dan secara konkret iareuni dengan buah-buah panggilan Tuhan dari parokinya. Simeon dan Hana sendiriberjumpa dengan kanak Yesus dan ia menganggap bahwa hidupnya sudah penuh dancukup. Kita mesti dapat belajar dari inspirasi ini. Yesus Kristusdi dalam masa Natal ini, mesti dapat memberikan paling kurang satu jawaban ataspertanyaan, keraguan, pencarian atau harapan kita. Jawaban itu kita dapatkanselama tahun yang sedang berlalu pergi dan semakin terwujud pada tahun yangakan datang ini. Dengan demikian kita sungguh meyakini dan mengerti bahwa sukacita dari Tuhan memang cuma-cuma atau gratis. Kita masing-masing dapatmenyebutkannya, khususnya pada saat berdoa dan berbicara dengan Tuhan. Tante Maria, Simeon dan Hana meluapkan kegirangan dan sukacitanya. Mereka menemukan makna Injil yang sesungguhnya, yaitu Tuhan yangdatang menjumpai dan memberikan makna bagi hidup mereka. Semoga kita semua jugadapat menemukan suka cita yang demikian. Injil yang telah terbuka maknanya danmembentuk hidup kita merupakan Injil kehidupan, oleh karena itu kita sebutsebagai kabar  gembira. Kabar itu harusdapat kita wartakan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, berkatilah kami dalam semangat untuk menyukuri semua kebaikan danhasil yang kami capai dalam setiap pekerjaan dan pengorbanan kami. Berikan kamisemangat untuk selalu bekerja keras. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu, Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria dan Yosef, 28 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 27, 2025 14:06


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 3: 2-6.12-14; Mazmur tg 128: 1-2.3.4-5; Kolose 3: 12-21; Matius 2: 13-15.19-23.KITA BERSAMA-SAMAMERAWAT KELUARGA Tema renungan kita pada hari Minggu, Pesta Keluarga Kudusini ialah: Kita Bersama-sama Merawat Keluarga. Sejak penciptaan, Tuhan menetapkan manusia untuk hidup berkeluarga, yangdimulai dengan saling mencintai antara pria dan wanita. Dari situ terbentuklahperkawinan dan keturunan-keturunan yang dihasilkannya.  Perintah Tuhan pertama dan utama bagi keluarga ialah pria mengambil wanita sebagaiistri dan mereka hidup dalam persekutuan satu daging. Satu pria dan satu wanitadipersatukan oleh Tuhan atas dasar cinta dan dalam nama Tuhan. Perintah lainyang sama pentingnya ialah perkawinan menghasilkan keturunan. Untuk suatu kelangsungan hidup perkawinan yang tetap utuh,kemudian anak-anak hasil perkawinan tumbuh sesuai dengan harapan, maka sangatdiperlukan sebuah disiplin hidup. Menurut bacaan-bacaan pada hari ini, disiplinhidup itu dapat kita sebut sebagai upaya kita bersama-sama untuk merawatkeluarga.  Tuhan membentuk keluarga tidak dengan satu orang saja,tetapi satu pria dan satu wanita ditambah dengan anak-anak yang masing-masingnyaunik. Mereka harus bekerja sama dalam membangun keluarga. Mereka bekerja samabukan hanya ketika keluarga di dalam keadaan gembira atau kemajuan di dalampertumbuhannya. Mereka diminta lebih kuat dalam persekutuan dan bekerja samanyaketika datang kesulitan dan ancaman yang membahayakan kehidupan keluarga. Keluarga yang gembira, damai dan bertumbuh dengan sehatperlu dirawat melalui hubungan orang tua dan anak-anak yang benar-benardikehendaki oleh Tuhan. Menurut kitab putra Sirakh, seorang manusia berimanyang takut akan Allah dan setia dengan perintah-perintah-Nya, ia harus wujudkanitu dengan taat kepada orang tuanya. Kita selalu percaya bahwa orang tua adalahwakil Tuhan di dunia. Cara kita merawat keluarga secara bersama-sama juga sesuaidengan nasihat Santo Paulus dalam bacaan kedua hari ini, yaitu mengisi danmenjalani kehidupan keluarga dengan cinta kasih. Keluarga itu diawali dengancinta suami dan istri, maka keluarga juga harus dibangun di dalam kasih, danakhirnya mewujudkan kasih yang sempurna, yaitu persekutuan dengan Tuhan. Kisah tentang Keluarga Nazareth yang menyingkir ke Mesirmerupakan contoh bagaimana kita merawat keluarga secara bersama-sama ketikakeluarga di dalam kesulitan, ancaman, dan dalam ambang bahaya. Kerja sama inibukan hanya di antara sesama anggota keluarga atau tetangga, tetapi juga dengankuasa Tuhan. Ketika Tuhan ikut terlibat, pekerjaan merawat keluarga akanmenjadi sangat bermutu dan ideal. Tuhan menolong ketika keluarga sedangmenderita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semogaperayaan hari Minggu dan Pesta Keluarga Kudus ini dapat membantu membuatkeluarga-keluarga kami semakin beriman dan setia kepada-Mu. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam Oktaf Natal ke-3, 27 Desember 2025, Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 26, 2025 7:44


Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. 1 Yohanes 1: 1-4; Mazmur tg 97: 1-2.5-6.11-12; Yohanes 20: 2-8.CINTA YANG DALAMDAN TAK BERAKHIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Cinta Yang DalamDan Tak Berakhir. Pada hari ini kita merayakan pesta Santo Yohanes, rasul danpengarang Injil. Injil bercerita bahwa Yohanes adalah adik rasul Yakobus yangdipanggil berdua oleh Yesus saat mereka bersama ayah Zebedeus sedang melaut diDanau Galilea. Yohanes selalu tampil bertiga Petrus dan Yakobus mendampingiYesus.  Masih dalam suasana Natal, selain kita diperkenalkanprofil salib sebagai cara untuk mengambil bagian di dalam Kristus dan nantinyamencapai kemuliaan, kita juga diperkenalkan untuk mencapai kemuliaan kerajaanAllah melalui cinta yang dalam dan tak berakhir. Kita dapat katakan bahwa cintasejati atau genuine love itu sangatdikaitkan dengan Santo Yohanes rasul. Alasan yang sangat mendasari ini ialahInjil yang ditulisnya berisi ajaran cinta kasih yang sangat mendalam. Misalnya,tentang roti hidup dan gembala yang baik, yang berisi ajaran cinta kasih yangamat dalam maknanya. Alasan lain yang ditunjukkan Injil hari ini ialah karenaia yang paling pertama dari kalangan rasul dan murid Yesus yang mengerti danpercaya akan kebangkitan Yesus. Cintanya kepada Yesus begitu mendalam, sehinggadalam keadaan yang sulit dan mencemaskan pun pemahaman dan imannya kepada Tuhantidak pernah berkurang. Kekhususan rasul Yohanes ini terungkap dalam InjilKeempat bahwa rasul ini adalah yang paling dikasihi Tuhan. Ini adalah suatu pandanganyang sangat kuat dan mengikat, karena ia sendiri yang menuliskan itu. Pendapat yang lebih dapat diterima bersama ialah bahwadengan satu pribadi yang sangat dikasihi oleh Tuhan namun tak dijelaskanidentitas persisnya, bermaksud untuk menunjukkan semua pengikut Kristus: entahrasul dan murid, entah pria dan wanita, entah orang muda dan dewasa, entah yangsekolah atau terdidik dan tidak, entah orang tua dan anak-anak, semua ituadalah pribadi-pribadi yang dikasihi Tuhan. Berarti, saya secara pribadidikasihi oleh Tuhan. Anda juga dikasih Tuhan secara pribadi. Dia mendapatkan jugakasih secara pribadi dari Tuhan. Setiap orang pada dasarnya berhak dikasihioleh Tuhan maha pengasih. Adalah sungguh indah mengalami kasih dari Tuhan yangdiberikan ke pribadi kita masing-masing, dicurahkan dengan sempurna, dijaminkualitasnya sampai selamanya, dan tak bersyarat apa pun. Yang penting kasih itudatang ke dalam hidup pribadi Anda dan saya. Ketika setiap orang dalam setiapkesadarannya mengakui dicintai seperti ini, ia sesungguhnya sedang mengalamikasih yang sejati. Di dalam masa Natal ini, kiranya kita berusaha untukmenerima kasih itu dari Tuhan lebih daripada biasanya, persis pada saat-saatbersama Yesus dan keluarga Nazareth yang hidup penuh dalam kasih. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus dankeluarga Nazareth, kami ingin hidup dalam terang dan suasana keluarga-Mu yangtenang dan damai, maka anugerahkanlah kami rahmat ini ke dalamkeluarga-keluarga kami di dunia ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam Oktaf Natal ke-2, 26 Desember 2025, Pesta Santo Stefanus, Martir pertama Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 26, 2025 8:45


Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 8-10; 7: 54-59; Mazmur tg 31: 3cd-4.6.8ab.16bc.17; Matius 10: 17-22.JALAN SALIBSETELAH NATAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jalan SalibSetelah Natal. Pada hari ini kita merayakan pesta Santo Stefanus, seorang muridYesus yang istimewa dan martir pertama Gereja. Dia salah satu para diakon yangterpilih untuk melayani urusan-urusan jasmani komunitas Gereja Perdana,sementara para rasul fokus pada pelayanan sabda dan doa, seperti yangdikisahkan dalam Kisah Para Rasul. Dengan suatu kenangan peristiwa kemartiran pada hari keduasetelah Natal ini, inspirasi yang pas buat kita ialah semangat hidup di dalamRoh Kudus. Misteri inkarnasi dapat kita masuki, memahami dan mengimaninyakarena bantuan Roh Kudus. Yesus Kristus yang terbaring sebagai bayi dalampalungan tahu jelas nasib-Nya nanti di puncak Golgota. Kandang Bethlehemdihubungkan dengan bukit Golgota, di mana jalan itu akan mulai dilalui olehYesus, sang juru selamat. Jadi kaitan kedua simbol tempat ini sebenarnyamengungkapkan alasan utama mengapa Putra Allah, Sabda kekal itu, menjadimanusia untuk menebus umat manusia dari perbudakan dosa dan kematian. Hasilnyaialah kehidupan baru dianugerahkan bagi semua pengikut Yesus Kristus yangadalah putra-putri Bapa. Yesus sedari awal hidupnya sudah memberikan pelajaran,dan ia memastikan jalan hidup-Nya, bahwa jalan kepada Bapa ialah jalan salib.  Santo Stefanus sebagai yang pertama di dalam Gereja yangbaru saja berdiri di Yerusalem pada waktu itu, menikmati salib itu. Jika kitasemua memilih untuk berbagi di dalam kemuliaan Yesus Kristus, maka kita harusmemanggul salib kita setiap hari dan mengikuti Kristus melewati jalan yangtelah Ia lalui. Untuk memberikan semangat dan kekuatan kepada kita, Yesus terusterang saja berkata kepada para rasul, murid dan semua pengikut-Nya tentangrisiko dalam pilihan mengikuti Dia. Ini semua menjadi mungkin hanya di dalam terangdan bimbingan Roh Kudus. Pesan Natal sebenarnya berisi risiko sebagai para pengikutKristus itu. Yesus dari awal lahir-Nya memiliki risiko itu. Setiap orang yangdibaptis juga dibuat jelas tentang ini, bahwa risiko dan tujuan akhir darimengambil bagian dalam Kristus hanya akan dicapai melalui salib. Kemuliaan dankebahagiaan di dalam Kristus harus dibayar dahulu dengan suatu harga amatmahal, ialah pengorbanan diri dengan kematian, termasuk dalam cara mati demiKristus seperti yang dialami Santo Stefanus. Yesus berpesan bahwa Ia telah memberikan rahmat yangmemadai untuk setiap orang dalam memanggul salib dan membuat suatu pengorbanandalam hidup demi mendapatkan kemuliaan bersama Dia. Jadi tak akan ada salib,pengorbanan, dan penderitaan yang jelek atau hampa di dalam Kristus.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, kuatkanlah kami selalu dengan rahmat-Mu supaya kami memanggul salibkami dengan gembira dan dalam pengharapan. Kemuliaan kepada Bapa dan Purta danRoh Kudus... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada Hari Raya Natal, 25 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 24, 2025 8:58


Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 52: 7-10; Mazmur tg 88: 1.2-3ab.3cd-4.5-6; Ibrani 1: 1-6; Yohanes 1: 1-18.INKARNASI, SABDAKEKAL MENJADI MANUSIA Renungan kita pada hari raya Natal ini bertema: Inkarnasi,Sabda Kekal Menjadi Manusia. Kata “inkarnasi” tepat untuk menggambarkan misteriPutra Allah, yang adalah Sabda kekal di surga, mengubah diri-Nya untukmempunyai tubuh, yaitu manusia. Maka Ia memakai cara manusiawi dengan lahirmelalui pribadi seorang wanita di dunia. Sementara itu kata “reinkarnasi” yangjuga dikenal dalam pembicaraan kita, tidak punya kaitan apa pun dengan“inkarnasi”. Bacaan Injil hari ini fokusnya pada Sabda Allah menjadimanusia itu. Lalu pertanyaan untuk membuka ke inti renungan kita ialah: Mengapaperlu adanya Sabda Allah menjadi manusia? Sama juga kalau seorang anak desaditanya: Mengapa berusaha begitu keras untuk sekolah jauh di kota? Atau kepadaseorang bapak ditanya: Mengapa perlu bekerja keras siang sampai malam denganbanyak sekali pengorbanan? Semua pertanyaan ini menemukan satu jawaban yangumum, yaitu karena ada keinginan atau kehendak yang dilakukan. Jadi Allah yang kekal berubah menjadi manusia karena adasuatu keinginan, kemauan atau kehendak Allah. Dibandingkan dengan keinginankita manusia yang jumlahnya banyak, atau mungkin tumpang tindih, bahkancenderung tidak fokus, kehendak Tuhan Allah hanya satu bagi manusia. Di dalamsurga dan dalam kehidupan Ilahi Tritunggal maha kudus, tak ada keinginan karenamereka sudah penuh dan abadi. Tuhan punya keinginan karena berurusan denganmanusia. Dan keinginan Tuhan yang satu itu ialah menyelamatkan manusia darikedosaannya yang berakibat pada rusaknya hubungan Tuhan dengan manusia. Sabda Allah kekal yang menjadi manusia itu adalah penebusyang dibutuhkan oleh manusia. Inkarnasi pertemukan itu menjadi sebuah perpaduanserasi dan itu semua karena kekuatan Roh Kudus. Ini sama dengan seorang lelakiingin menyatakan cinta kepada wanita pujaannya dan wanita itu juga membutuhkankasih laki-laki pilihannya. Inkarnasi mengawinkan langit dan bumi sebagaisimbol perkawinan antara Allah pencipta dan manusia ciptaan-Nya. Inkarnasimenjadi pintu untuk Tuhan Allah masuk ke dalam sejarah kita manusia danmengambil bagian utuh dalam kehidupan nyata manusia. Peristiwa ini meski tetaplah sebagai misteri karenakejadian Sabda Allah kekal menjadi manusia itu, tetapi merupakan kenyataan padalebih 2000 tahun yang lalu. Tadi malam kita rayakan ulang tahun kelahiran-Nyadalam rupa bayi Yesus terbaring di dalam palungan. Pada hari ini kita rayakankehadiran-Nya yang dikelilingi orang-orang pilihan Allah untuk mewujudkanterjadinya peristiwa inkarnasi ini. Mereka semua adalah saksi, sehingga misteribesar ini diceritakan, disebarkan, dan dirayakan sampai saat ini. Selainpercaya dan merayakan misteri iman ini, kita hendaknya menghidupi Sabda itu didalam hidup nyata. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, berkatilah kami supaya kami menghidupi selalu dengan semangat Sabda-Mudalam setiap saat hidup kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...