Podcasts about farisi

  • 100PODCASTS
  • 392EPISODES
  • 18mAVG DURATION
  • 1WEEKLY EPISODE
  • Feb 17, 2026LATEST
farisi

POPULARITY

20192020202120222023202420252026


Best podcasts about farisi

Latest podcast episodes about farisi

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu Abu, 18 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 17, 2026 8:48


Dibawakan oleh Sr Yolastri MCFSM dan Sr Francesca MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Yosef Ampa di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Yoel 2: 12-18; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.12-13.14.17; 2 Korintus 5: 20 - 6: 2; Matius 6: 1-6.16-18.KEHIDUPAN ROHANI STANDAR  Renungan kita pada hari Rabu Abu ini bertema: KehidupanRohani Standar. Ada banyak sekali perubahan gaya hidup dalam keluarga-keluargakita sebagai bagian darikemajuan teknologi dan komunikasi. Keluarga Stevanus dan Melania bersama tiga anak mereka yang sudah bekerja di tempat-tempat yangberbeda, memaksimalkan komunikasi di antara mereka melalui media wa groupkeluarga. Didalam sebuah pesan wa yang dibagikan ke teman-temannya, Stevanus berkata bahwakehidupan rohani keluarganya mempunyai standar Kristiani yang sesungguhnya, khususnya saat-saat rutin untuk berdoabersama dalam keluarga, informasidiberitahukan melalui wa group keluarga itu.  Tradisi dan agama Yahudi mewariskan suatu kehidupan rohanistandar yang kemudian Yesus juga mengajarkan itu kepada kita. Kerohanianstandar itu mencakup tiga perbuatan dasar yang diwajibkan, yaitu berpuasa,berdoa, dan beramal kasih. Orang Yahudi mewajibkan ini kepada setiap umatnya.Jika ketiganya dilakukan dengan teratur dan baik, seseorang dipandang beragamadengan baik dan diberkati Allah. Yesus juga membuat tiga unsur ini  menjadi kekhasan para pengikut-Nya. Merekawajib berdoa, berpuasa dan berbuat kasih. Namun ada perbedaan mencolok antara kerohanian standaryang diajarkan oleh Yesus dan yang dijalankan oleh orang-orang Yahudi, terutamamenurut para pemuka agama dan kaum Farisi. Perbedaannya ialah terkait denganmotivasi atau maksud. Bagi Yesus dan yang selalu Ia tegaskan kepada kita,motivasi berdoa, berpuasa atau bermati raga, dan beramal kasih ialah untukmenjalin relasi dengan Allah. Ini benar-benar sebuah urusan rohani, urusanhati, dan kegiatan iman kepada Tuhan. Kitab nabi Yoel dalam bacaan pertama menekankansebuah pembaharuan hati, dan bukan urusan luar seperti pakaian yang dikoyakkandan aneka atribut luar lainnya yang melekat pada tubuh dan lingkungan hidupkita. Hal ini menegaskan kalau hidup rohani Yahudi sangatbertentangan dengan yang diajarkan oleh Yesus. Kerohanian mereka bukan untukTuhan tetapi untuk mendapatkan pujian orang-orang lain bahwa mereka orang sucidan baik. Upahnya sudah mereka dapatkan dengan penampilan itu, sementara Tuhantidak memberikan berkat-Nya kepada mereka. Yesus menegaskan supaya kita tidakmengikuti standar luar seperti itu. Standar kita ialah di dalam hati yanglangsung mempunyai relasi dengan Tuhan. Setiap kali melakukan ketiga kesalehanini dengan benar, itu adalah saat seseorang mengalami tanda keselamatan dariTuhan, demikian kata Santo Paulus dalam bacaan kedua hari ini. Ini adalah semangat Rabu Abu yang kita semua rayakan padahari ini untuk mengawali masa Pra Paskah kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Allah,semoga dengan hari Rabu Abu ini kami dipenuhi semangat baru untuk memulaiproses pembaharuan diri di dalam masa Pra Paskah ini. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-6, 15 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 14, 2026 13:16


Dibawakan oleh Sr Ludgardis MCFSM, Sr Vinsensia MCFSM dan Sr Aurelia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 15: 15-20; Mazmur tg 119: 1-2.4-5.17-18.33-34; 1 Korintus 2: 6-10; Matius 5: 17-37.MENERIMA YANGMUNGKIN DARI MISTERI ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Menerima Yang Mungkindari Misteri Allah. Sepasang orang muda baru sebulan ini berpacaran. Memangbanyak kesamaan di antara mereka yang membuat hubungan ini penuh dengan sukacita. Namun banyak juga perbedaan yang sering memicu perdebatan, prasangka,pikiran negatif dan saling marah. Mereka harus belajar untuk menerima semua inisebagai dinamika di dalam menjalin cinta sebagai pribadi-pribadi yang unik satusama lain. Mereka berdua sempat menghadiri acara pernikahan seorangteman mereka. Di dalam Misa pernikahan, Pastor yang berkotbah mengatakan, imanyang ditaburkan dan ditanam oleh Yesus ke dalam diri para pengikut-Nya ialahsesuatu yang mengalahkan semua bentuk logika yang ada. Iman bukan seperti ilmupengetahuan dan teknologi, yang selalu berusaha memberikan bukti untuk dilihat,dijumpai, dipakai dan diubah. Semua itu ada batasnya dan ada waktunya. Tetapi iman sesungguhnya mengajarkan kita tentang tidakmungkin. Semua kebaikan dan kebenaran dari Tuhan adalah mungkin bagi Dia.Tetapi bagi manusia adalah tidak mungkin. Kedua pasangan yang sedang dalamsuasana nikah, demikian juga pasangan yang sedang berpacaran, harus menyadaribahwa masing-masing pribadi unik, berbeda latar belakang dan keadaan, merupakansesuatu yang tidak mungkin. Cinta sejati adalah cinta tidak mungkin. Banyak nasihat, petunjuk dan perintah Tuhan, yang baginalar, logika dan perasaan kita sebagai manusia, sangat jelas tidak mungkin.Misalnya kita diminta untuk mengampuni tanpa batas, memasuki pintu yang sempituntuk bisa selamat, menggarami seluruh dunia, memberikan pipi kiri ditamparsetelah kanannya, mengasihi dan mendoakan musuh, meninggalkan segala-galanya didunia ini untuk mengikuti Kristus. Semua menjadi bagian dari iman kita. Alasan utama Tuhan menetapkan karakter iman kita sebagaisesuatu yang tidak mungkin, ialah supaya harapan kita tidak berhenti dan kitaselalu tertantang untuk mencapainya. Semangat iman kita ialah mencapai danmenjadi seperti Kristus. Yesus meminta kita untuk berbuat lebih jauh daristandar dunia ini, supaya kita mencapai standar-Nya. Intinya, Ia meminta supayaiman dan hidup agama kita harus melebihi para ahli Taurat dan kaum Farisi, yangmerupakan pemegang kunci hidup beragama dan pengajaran iman. Jadi, yang tidak mungkin itu adalah hikmat Allah, yangmeskipun tersembunyi dan selalu tidak kita pahami, kita tetap menerima danmenaatinya. Itu adalah cara kita menjawab panggilan-Nya dan jalan yang kitapilih untuk mencapai kesempurnaan. Kita selalu dinasihatkan oleh kitab suciuntuk memilih jalan ini, dan bukan jalan atau cara hidup yang lain. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa, semogadengan perayaan hari Minggu ini, kami tetapi setia dalam jalan panggilan kamidan menjadi saksi Kristus yang sesungguhnya di tengah dunia ini. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-5 masa biasa, 10 Februari 2026, Peringatan Santa Skolastika, Perawan

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 9, 2026 9:21


Dibawakan oleh Suster Waldetrudis MCFSM dan Suster Sisilia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 22-23.27-30; Mazmur tg 84: 3.4.5.10.11; Markus 7: 1-13.LAIN DI TINDAKANLAIN DI BIBIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lain Di TindakanLain Di Bibir. Seorang remaja perempuan sudah berpacaran tiga tahun denganpemuda yang sedang kuliah hukum. Akhir-akhir ini gadis itu menjadi kecewadengan sikap pemuda cakap dan pintar tersebut. Pemuda itu bicara sangat memikatdan membuat banyak janji, tetapi perwujudannya nol. Ia hanya akan menjadisangat terpukul jika cintanya hanya di bibir, dan akhirnya tidak bisa berwujudnyata. Ia selalu mengingatkan pacarnya: cinta bukan sekedar "lain di tindakanlain di bibir". Kritik remaja perempuan ini hanya suatu porsi kecil darikritik besar Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat di dalamkitab suci. Mereka turun dari Yerusalem ke tempat Yesus berada sekitar ratusankilometer dengan maksud membuktikan kalau Yesus dan pengikut-Nya melanggaraturan adat dan agama Yahudi. Aturan yang mereka tekankan ialah interpretasimanusia atas perintah Allah dari Musa. Contohnya mereka temukan para rasulYesus tidak mencuci tangan dahulu sebelum makan. Kemunafikan adalah kata yang pas bagi kaum farisi dan paraahli Taurat. Yesus langsung menyebutkan pelanggaran mereka yang terberat ialahmengkhianati firman Tuhan yang sebenarnya. Misalnya, perintah dari Musa untukmenghormati dan mengasihi orang tua, terlebih-lebih yang menderita dan sakit didalam keluarga sendiri. Biaya yang sebenarnya untuk mengobati anggota keluargaini, dialihkan untuk berbagai jenis pajak di rumah ibadat alias persembahan.Umat diharuskan untuk penuhi ini dan ternyata uangnya untuk kerakusan mereka.Jenis korupsi ini sudah menjadi mental hidup mereka bahkan mendarah-dagingsampai saat ini. Motivasi mereka ialah uang. Hidup agama mereka bukan untukmengudus manusia melalui kepatuhan pada firman Tuhan dan melakukankehendak-Nya, tetapi mendapatkan uang melalui praktik beragama. Untukmemperkuat strategi utama ini mereka harus mengarang-mengarang semua aturanpenampilan yang jumlahnya begitu banyak, termasuk yang disebutkan tadi ialahmencuci semua perkakas makan-minum dan tangan. Tampilan diri mereka harus suci,bibir dan mulut mereka harus berkata-kata bagus, dan gerak-gerik mereka harus sempurna.Orang-orang mesti percaya akan mereka dan terdorong untuk selalu taat pajakrumah ibadat. Ini yang sangat dilawan dan dikecam Yesus. Raja Salomo mengulangi kehendak Allah yang utama ialahtinggal selama-lamanya di bumi ini bersama umat manusia, tetapi bukan di dalamdiri manusia yang munafik seperti kaum farisi dan para ahli Taurat. Hanyakebenaranlah yang membuat kerajaan Allah besar di dunia bukan kemunafikan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,perkuatkanlah kami untuk mampu melawan semua kepalsuan yang kami hadapi.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus Memberi Kelegaan (7 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 6, 2026 2:58


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MEMBERI KELEGAANDiambil dari: Matius 11:28 (TB)“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”Wonder Kids, Pernahkah kamu merasa lelah karena terlalu banyak aturan? Aturan di sekolah, aturan di rumah, aturan di mana-mana. Kalau salah sedikit, langsung ditegur.Pada zaman Yesus, orang Farisi membuat banyak sekali aturan. Bukan hanya aturan dari Tuhan, tetapi juga aturan buatan manusia. Mereka bangga karena bisa menaati aturan-aturan itu, dan merasa lebih baik dari orang lain.Yesus tahu betapa beratnya hidup seperti itu. Karena itu Yesus tidak berkata, “Datanglah kepada-Ku, lalu lakukan semua aturan dengan sempurna.” Yesus berkata, “Datanglah kepada-Ku… Aku akan memberi kelegaan.”Yesus mengajarkan bahwa yang paling penting bukan daftar aturan, tetapi mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Kalau kita sungguh mengasihi Tuhan dan orang lain, kita sedang hidup sesuai dengan kehendak Allah. Yesus bukan Tuhan yang menambah beban. Yesus adalah Tuhan yang mengangkat beban.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Coba perhatikan satu orang di sekitarmu yang sedang lelah atau sedih. Tunjukkan kasih Yesus kepadanya dengan sikap yang baik atau kata yang menguatkan.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengerti ketika aku lelah. Terima kasih karena Engkau tidak menambah bebanku, tetapi memberi kelegaan. Tolong aku mengasihi Tuhan dan mengasihi orang lain seperti yang Engkau ajarkan. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Datang kepada Yesus bukan membuat hidup lebih berat—tetapi lebih lega. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus Menggenapi Hukum Taurat (6 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 5, 2026 3:23


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENGGENAPI HUKUM TAURATDiambil dari: Matius 5:17 (TB)“Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”Wonder Kids, Ketika Yesus mulai melayani, banyak orang—terutama orang Farisi—tidak senang. Mereka sudah terbiasa hidup dengan aturan dan tradisi yang sangat ketat. Segala sesuatu harus bisa diprediksi dan dikendalikan. Mereka mengira Yesus datang untuk membuang hukum Taurat. Tetapi Yesus justru berkata dengan jelas: Ia tidak datang untuk menghapus hukum Taurat, melainkan menggenapinya.Artinya, Yesus melakukan apa yang tidak bisa dilakukan manusia. Manusia selalu gagal menaati hukum Tuhan dengan sempurna. Tetapi Yesus hidup taat sepenuhnya dan menggenapi semua yang Tuhan janjikan. Matius—yang menulis Injil ini—ingin kita tahu satu hal penting: Yesus bukan membawa agama baru. Yesus adalah penggenapan janji Allah sejak dahulu.Ketika kita percaya kepada Yesus, kita bukan hanya belajar aturan baru. Alkitab berkata bahwa kita menjadi ciptaan baru. Hidup lama kita ditinggalkan, dan Tuhan memberi kita hidup yang baru di dalam Kristus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu kebiasaan baik yang bisa kamu lakukan hari ini sebagai bentuk ketaatan kepada Yesus, bukan karena terpaksa, tetapi karena mengasihi-Nya.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menggenapi hukum Taurat untukku. Tolong aku mengikut Engkau dengan hati yang sungguh-sungguh, bukan hanya karena kebiasaan atau tradisi. Jadikan hidupku hidup yang baru di dalam Engkau. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak datang membawa aturan baru—Ia datang membawa hidup yang baru. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 28 Januari 2026 - Kesempatan kedua untuk hidup lebih baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 27, 2026 5:00


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 28 Januari 2026Bacaan: Lalu kata Yesus, "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi." (Yohanes 8:11)Renungan: Ted Williams adalah seorang penyiar radio dan pengisi suara ternama yang dijuluki "The Golden Voice". Tetapi sayang, ia suka mabuk-mabukan dan kecanduan obat terlarang. Hasilnya, Ted kehilangan pekerjaan impian. Tiga bulan setelah menghisap kokain, kekayaan yang dikumpulkannya selama lima tahun ketenaran hilang lenyap. Ted jatuh miskin, menjadi tunawisma, terlibat kriminalitas, bahkan sampai di penjara. Ted kemudian bertemu Dr. Phil yang menawarkannya untuk rehabilitasi, tetapi ia tidak bersungguh-sungguh dan keluar setelah 12 hari tinggal di tempat itu. Berbulan-bulan kemudian Ted tetap mengonsumsi alkohol sampai akhirnya ia merasa jera. Kemudian, sekali lagi Ted kembali kepada Dr. Phil memohon kesempatan kedua. Kesempatan kedua itu membuahkan hasil. Untuk pertama kalinya sejak kehilangan kesempatan di radio tahun-tahun sebelumnya, Ted merasa bersih. Wanita yang kedapatan berzina itu mendapat keberuntungan yang sama. Sementara para ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawanya dengan keinginan untuk melemparinya dengan batu, Yesus justru memberinya tiket pengampunan. Tiket pengampunan tersebut tidak lain merupakan wujud dari kesempatan kedua. Terhadap kita orang-orang berdosa, Yesus juga memberikan anugerah berupa kesempatan kedua. Tetapi ingat, kesempatan tersebut diberikan bukan untuk disia-siakan, melainkan dipergunakan sebaik-baiknya! Perhatikan bahwa sewaktu Yesus melepas perempuan itu pergi, Dia berpesan, "... mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi." Sebagai penerima kesempatan kedua, mulai hari ini, mari berusaha menjalani kehidupan dengan terus mengupayakan perubahan positif yang memuliakan nama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk kesempatan hidup yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk menggunakan kesempatan ini untuk hidup lebih baik lagi, agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).

Lifehouse Jakarta
Renungan Harian - Ragi Farisi.

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Jan 22, 2026 4:53


Bpk. Kin Liong (TB) Mazmur 51:12Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-2 masa biasa, 20 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 19, 2026 8:23


Dibawakan oleh R. Lukas M. Ari Wibowo dan Theresia Tuti Andayani dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 16: 1-13; Mazmur tg 89: 20.21-22.27-28; Markus 2: 23-28.WARISANKETAATAN Temarenungan kita pada hari ini ialah: Warisan Ketaatan. Ketika nabi Samueldiutus Allah untuk mengurapi seorang raja bagi Israel, pilihan Tuhan jatuh padaDaud—bukan karena penampilan, kekuatan, atau status sosialnya, melainkan karenahati yang siap taat. Daud dipandang layak bukan karena ia sempurna tanpa cela,melainkan karena ia memiliki kerelaan batin untuk mendengarkan dan menempatkankehendak Allah di atas kehendaknya sendiri.  Ketaatan seperti ini bukan ketaatan yang dipaksakan, tetapiketaatan yang lahir dari iman dan kepercayaan bahwa Allah tahu yang terbaik. Didalam diri Daud, Allah melihat suatu warisan: ketaatan manusia kepadasuara-Nya, sebuah sikap yang seharusnya tetap hidup dari generasi ke generasi.Daud memberikan contoh bahwa taat merupakan suatu perwujudan sikap manusia yangtakut akan Allah. Warisan ketaatan itu adalah panggilan luhur yang dititipkanAllah kepada umat-Nya: agar manusia tidak hidup mengikuti nafsu sendiri, tetapiberjalan dalam terang kehendak Tuhan. Namun, warisan ini sering terancam olehdosa. Dosa selalu berusaha merusak ketaatan dengan menggantinya menjadikesombongan, pembenaran diri, atau kehidupan yang sekadar “tampak benar” diluar. Meski demikian, Allah tidak pernah mencabut warisan ketaatan itu daridunia. Ia terus memeliharanya dan membangkitkan orang-orang pilihan—pribadi-pribadiyang bersedia menjadi pewaris dan penjaga kesetiaan kepada-Nya. Dalam perdebatan Yesus dengan orang-orang Farisi dan paraahli Taurat, sosok Daud kembali diangkat sebagai tolok ukur ketaatan yangsejati. Yesus menyingkapkan bahwa kehendak Allah tidak dapat dilaksanakan hanyadengan aturan lahiriah, apalagi dengan motivasi yang tercampur ambisi rohani.Ketaatan yang dikehendaki Allah adalah ketaatan yang murni: bebas darikepentingan diri, tidak mencari pujian, dan tidak memakai agama sebagai alatkekuasaan. Maka, Daud bukan sekadar raja sejarah, melainkan ikon batin—gambaranmanusia yang menjalankan kehendak Tuhan dengan hati yang terbuka, jujur, danpenuh kebebasan. Allah tidak memanggil umat-Nya menjadi generasi yangmemutuskan rantai kesetiaan, tetapi menjadi generasi yang melanjutkan danmemurnikannya. Orang-orang pilihan Tuhan adalah mereka yang pantas mewarisiketaatan: mau mendengar koreksi Tuhan, mau bertobat ketika jatuh, dan tetapsetia meski tidak dilihat orang. Di titik inilah ketaatan menjadi tandaidentitas rohani: bahwa hidup ini merupakan milik Allah yang memimpin dengankasih. Mari lihat sebuah obor yang diwariskan dalam lomba estafet.Obor itu bukan sekadar benda, tetapi simbol arah, tujuan, dan tanggung jawab.Jika satu pelari menjatuhkannya, seluruh tim bisa kehilangan kesempatan, bukankarena obornya hilang, tetapi karena mereka lalai menjaganya. Namun pelatihtidak berhenti melatih, tidak berhenti memilih pelari terbaik—ia memastikanobor itu tetap sampai ke garis akhir. Demikianlah ketaatan: warisan suci yangharus dijaga, bukan dipadamkan oleh dosa dan kelalaian. Sebuah warisan ketaatanbukan hanya cerita masa lalu, tetapi panggilan hari ini—agar dunia tetapmemiliki saksi-saksi yang setia, murni, dan bebas dalam menghidupi kehendakAllah. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Allah, kuatkanlah selalu komitmen imankami kepada-Mu agar kami akan selalu mewarisi ketaatan akan kehendak-Mu kepadagenerasi muda di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #293: Yerusalem... Yerusalem...

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Jan 18, 2026 12:28


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 293 (Matius 23:34-39): Setelah menyatakan murka-Nya kepada ahli Taurat dan orang Farisi, Yesus melanjutkannya dengan pernyataan yang menakutkan, yaitu bahwa murka Tuhan akan dinyatakan kepada Israel karena pelanggaran para pemimpin mereka. Apakah hanya karena kesalahan pemimpin saja? Tidak. Tuhan murka kepada umat Israel secara keseluruhan.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-1 masa biasa, 16 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 15, 2026 8:33


Dibawakan oleh Petrus Daryono dan Maria Klara dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 8: 4-7.10-22a; Mazmur tg 89: 16-17.18-19; Markus 2: 1-12.MELAWANPRASANGKA BURUK Renungan kita pada hari ini bertema: Melawan PrasangkaBuruk. Pada waktu berkunjung ke sebuah kampung terpencil untuk melakukan riset,seorang profesor muda yang amat terkenal jatuh cinta kepada seorang wanita mudadi kampung itu. Banyak teman, anggota keluarga, dan orang-orang kampung menaruhprasangka buruk kepadanya. Mereka beranggapan bahwa ia telah mengalami gangguanjiwa. Prasangka buruk terhadap orang lain biasanya disebabkanoleh dua faktor utama, yaitu kurangnya pengetahuan atau pemahaman dan pikirannegatif. Ketika kedua penyebab ini menyatu dan saling mengandaikan satu samalain, seseorang tidak sekedar berprasangka buruk, tetapi ia sudah memilikisikap nekat berbuat jahat dan brutal. Perkelahian dan perang antara sesamamanusia sering disebabkan oleh prasangka buruk seperti ini.  Nabi Samuel, seperti yang diwartakan di dalam bacaanpertama, sedang berhadapan dengan umat Israel yang masih kurang pengetahuantentang kehendak Tuhan dan nasib mereka yang sudah lama ingin memiliki seorangraja. Mereka menyangka bahwa Tuhan bukan pemimpin mereka sesungguhnya. Samuelbekerja untuk memberikan mereka pemahaman yang mereka perlukan. Yesus Kristusjuga menghadapi prasangka sangat buruk dari para lawannya. Sikap kaum Farisi dan para ahli Taurat kepada Yesus jauhmelebihi sikap orang Israel dahulu pada zaman Samuel. Yesus menghadapi sebuahgelombang prasangka buruk yang sangat besar, karena para lawannya itumenyatukan sikap negatif dan pemutarbalikan pengetahuan tentang kebenaran dariTuhan. Mereka adalah orang-orang cerdik dan pandai, tetapi pengetahuannyasungguh-sungguh salah dan amat berbahaya. Akibatnya, mereka menjadi jahat danbrutal terhadap Yesus dan kehendak Tuhan Allah sendiri. Di dalam hidup kita sehari-sehari, khususnya di dalampergaulan dengan sesama, kita mungkin saja sering berprasangka buruk terhadaporang lain, yang disebabkan oleh kurang pengertian atau pemahaman dan pikiranatau perasaan negatif. Pikiran atau perasaan negatif itu seperti menyikapiperbedaan-perbedaan di antara kita dengan anggapan kurang baik atau tidakcocok. Untuk melawan prasangka-prasangka buruk tersebut, Tuhan Yesusmengajarkan kita satu sikap yang sesungguhnya berasal dari dirinya sendiri. Yesus mengajarkan kita untuk mencabut langsung ke akarpermasalahan, yaitu dosa. Jadi prasangka buruk memang harus dicabut, dengancara memperluas wawasan atau pemahaman dan membangun kebiasaan berpikirpositif. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah,semoga kami tidak goyah karena tantangan atau halangan yang mengganggu iman dankesetiaan kami kepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #291: Perbedaan Yesus dengan Ahli Taurat dan Orang Farisi

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Jan 4, 2026 12:52


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 291 (Matius 23:1-12): Apakah yang membedakan Yesus dengan para pemimpin agama Israel? Yesus mulia, tetapi rela dihina. Para ahli Taurat dan orang Farisi hina, tetapi ingin dipermuliakan. Orang Farisi dan ahli Taurat itu menginginkan agar orang-orang mengingat siapa mereka, jabatan mereka, dan menuntut agar orang-orang memberikan penghormatan kepada mereka, tetapi Yesus tidak pernah menuntut itu. 

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #289: Hukum yang Teragung

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Dec 21, 2025 13:02


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 289 (Matius 22:34-40): Orang-orang Farisi berkumpul dan seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus. Ini ditulis Matius di tengah-tengah tanya jawab Yesus dengan orang-orang yang ingin menjebak Dia. Tetapi kemungkinan orang ini bukan ingin menjebak Yesus. Mengapa tidak? 

Lifehouse Jakarta
Renungan Harian - Dua Macam Dasar

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Dec 12, 2025 4:22


Pdm. Handoyo Salim (TB) Matius 23:23Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #287: Membayar Pajak

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Dec 7, 2025 10:12


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 287 (Matius 22:15-22): Orang-orang Farisi mencoba menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka membawa orang-orang Herodian yang sangat pro pemerintahan Romawi. Mereka ingin menempatkan Yesus pada posisi yang terjepit. Perlukah membayar pajak kepada kaisar? Pertanyaan yang sederhana ini memiliki dampak begitu besar. 

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #285: Pemilik Kebun Anggur yang Murka

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Nov 23, 2025 13:55


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 285 (Matius 21:33-46): Perumpamaan ini adalah perumpamaan yang menyindir para pemimpin agama Israel dan juga para farisi. Orang-orang Farisi, ahli Taurat, dan para imam adalah orang-orang yang Tuhan percayakan untuk mengurus umat Tuhan. Apakah umat Tuhan akan berbuah lebat di dalam ketaatannya, ataukah menjadi kering dan mati karena pemberontakannya kepada Tuhan? Ternyata bukan saja mereka membuat umat Tuhan kering dan mati, tetapi mereka juga membinasakan setiap orang yang Tuhan utus untuk memperingatkan mereka.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-32 masa biasa, 13 November 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Nov 12, 2025 8:19


Dibawakan oleh Innocentius Peni dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kebijaksanaan 7: 22 - 8: 1; Mazmur tg 119: 89.90.130.135.175; Lukas 17: 20-25.KERAJAAN ALLAHADA DI TENGAH-TENGAHMU Renungan kita pada hari ini bertema: Kerajaan Allah Ada DiTengah-Tengahmu. Yesus Kristus mengatakan ini kepada orang-orang Farisi. Meskitidak ada lagi kaum Farisi saat ini, tapi semangatnya masih ada. Seorang ibumengoreksi anak-anaknya dengan berkata begini: "Jangan seperti orangFarisi yang suka munafik". Intinya, hidup yang tidak tulus dan penuhkecurangan adalah semangat hidup Farisi. Jadi, anak-anak selalu mengingat bahwacara-cara farisi itu sebenarnya tidak baik. Salah satu contohnya ialah mereka meminta tanda datangnyaKerajaan Allah yang lahiriah, artinya ada sebuah wilayah dengan sistemkekuasaan yang maha besar. Yesus melawan cara berpikir seperti ini. Sekarangsikap-sikap farisi itu ada pada mereka yang suka minta terjadinya mujisat yangcepat, padahal hidup dari bangun pagi hingga tidur pada malam hari sudahsebagai mujizat.  Sekarang banyak orang suka bergaya hiperbola, yaitumengada-ada dan melebih-lebihkan. Jumlah banyaknya entah manusia atau barang,lalu kualitas mampu, sanggup atau unggul bisa ditambah-tambah seenaknya.Sekarang orang ingin supaya uang sebagai perhitungan pertama, jika tidak,mereka tidak ingin bekerja, berkorban, melayani dan bahkan bersosial danberdoa.  Daftar ini masih akan sangat panjang, dan semua itu punyasatu ciri yang sama, yaitu buta dan tuli baik fisik maupun mental akankehadiran Tuhan di tengah-tengah kita, dan di dalam diri kita. Tuhan yang hadirini sebenarnya berbicara dari nurani kita masing-masing. Ini adalahkebijaksanaan yang berwujud sangat halus sehingga mampu masuk ke pikiran danhati kita yang paling dalam. Kehadiran itu sebagai firman-Nya yang jelas takdapat dipegang dan dilihat, tetapi sebagai roh yang menghibur, menyemangati danmenguatkan diri kita.  Kehadiran itu ialah roh yang arif dan kudus, mudahbergerak, jernih, tidak bernoda, terang, tajam dan murah hati, demikian katakitab Kebijaksanaan pada hari ini. Singkatnya, kehadiran itu merupakanpenjelmaan Tuhan dalam perintah, inspirasi, nilai, kearifan, moralitas dankeutamaan. Semuanya menyatu untuk membentuk suatu wujud kerajaan Allah yangbenar-benar rohani dan keberadaannya dapat menembus segala batas fisik-lahiriahkehidupan ini.  Kita diajarkan oleh Yesus dalam doa-Nya untuk kedatangankerajaan itu. Adanya kerajaan itu untuk menguasai hidup kita di dunia sebab adabegitu banyak pengaruh kekuasaan duniawi yang berusaha menguasai kita. Untukmasa depan, kerajaan Allah merupakan kehidupan kekal yang akan dicapai olehkita masing-masing melalui kematian. Di situ ada kebangkitan bagi semuaorang-orang benar. Kita perlu merayakan kehadiran kerajaan Allah itu setiaphari. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,jadikanlah kami selalu terbuka akan kehadiran dan kedatangan kerajaan-Mu, dankami bersemangat menyambut-Nya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-30 masa biasa, 27 Oktober 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Oct 26, 2025 8:35


Dibawakan oleh Christine Tenges dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Roma 8: 12-17; Mazmur tg 68: 2.4.6-7ab.20-21; Lukas 13: 10-17.KITA BERHUTANG KEPADA ROH, BUKANDAGING Renungan kita pada hari inibertema: Kita Berhutang Kepada Roh, Bukan Daging. Rasul Paulus dalam suratnyakepada jemaat di Roma menegaskan bahwa “kita berhutang, bukan kepada daginguntuk hidup menurut daging” (Roma 8:12). Pernyataan ini mengingatkan kita bahwahidup orang beriman tidak lagi dikendalikan oleh keinginan duniawi yang fana,tetapi oleh Roh Allah yang memberi kehidupan. Daging di sini melambangkan sifatmanusia yang egois, tamak, penuh hawa nafsu, dan mencari kepuasan diri semata.Sedangkan Roh menggerakkan kita untuk hidup dalam kasih, pengampunan, danpelayanan yang memberi hidup bagi sesama. Hidup menurut daging memang tampak menggiurkan. Duniamenawarkan kemewahan, kehormatan, dan kekuasaan yang seolah menjanjikankebahagiaan. Namun, Paulus menegaskan bahwa semua itu hanyalah jalan menujukematian rohani. Banyak sekali orang di dunia saat ini yang memilih hidupmenurut daging. Ketika manusia hidup tanpa Roh Allah, hatinya menjadihampa dan kehilangan arah. Ia mungkin tampak berhasil di mata dunia, tetapijiwanya terbelenggu oleh keserakahan dan kesombongan. Inilah yang terjadi padakaum Farisi dan ahli Taurat di zaman Yesus. Mereka tekun mematuhi hukum secaralahiriah, tetapi hatinya jauh dari Allah. Mereka mencari pujian manusia, bukankebenaran yang sejati. Yesus dengan tegas menegur mereka karena gaya hidupmereka yang munafik. Mereka memperlihatkan kesalehan di depan umum, tetapihatinya keras dan tidak berbelas kasih. Dalam hal ini, Yesus menunjukkan bahwahidup menurut daging bukan hanya soal dosa moral, melainkan juga sikap batinyang menolak bimbingan Roh. Orang yang hidup menurut daging lebih memilihkekuasaan daripada pelayanan, penghormatan daripada kerendahan hati, aturanlahiriah daripada kasih yang menghidupkan. Sebaliknya, hidup menurut Roh berarti membuka hatiterhadap karya Allah yang memperbarui. Roh Kudus mengubah kita dari dalam: darikebanggaan menjadi kerendahan, dari kebencian menjadi kasih, dari ketakutanmenjadi keberanian untuk berbuat baik. Hidup menurut Roh membuat kita sadarbahwa segala yang kita miliki bukan untuk diri sendiri, melainkan untukmembangun kehidupan bersama. Paulus menegaskan bahwa “Roh yang membangkitkanYesus dari antara orang mati akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu.” Hidupdalam Roh adalah hidup yang penuh harapan, bahkan di tengah penderitaan danketidakpastian dunia. Hendaknya kita memilih untuk hidup menurut Roh, bukandaging. Dunia mungkin menggoda dengan janji semu, tetapi Roh Allah memberisukacita sejati yang tidak tergoyahkan.  Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah yang Mahakudus, semoga kami tetap bertekun dalam bimbingan RohKudus dan berani menolak godaan-godaan semangat hidup menurut daging. SalamMaria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-30, 26 Oktober 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Oct 25, 2025 12:07


Dibawakan oleh Karel Niora, Svara Nirmala, Arthur J. Homerick, dan Priscilia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Sirakh 35: 12-14.16-18; Mazmur tg 34: 2-3.17-18.19.23; 2 Timotius 4: 6-8.16-18; Lukas 18: 9-14.DUA KEUTAMAANDALAM BERDOA Tema renungan kita pada hariMinggu Biasa ke-30 ini ialah: Dua Keutamaan Dalam Berdoa. Seorang pemudabercerita, ia bertemu seorang teman lamanya yang baru saja ditinggal pacarnya.Pertemuan itu baginya sungguh membuka lembaran cinta yang baru. Ia sedangbermasalah serius dengan pacarnya sendiri, sehingga teman lama itu menjadipengisi hatinya yang sedang kosong. Mereka selalu berada di gereja.Kelihatannya mereka berniat berdoa, tetapi kenyataannya mereka hanya inginberpacaran sepanjang waktu. Gereja menjadi tempat nyaman untuk memadu kasih.  Pada hari ini bacaan-bacaanliturgis memberikan kita inspirasi tentang dua keutamaan yang penting dalamberdoa. Keutamaan dalam berdoa sangat penting karena ia menjelaskan betapapentingnya niat orang dalam berdoa, maka orang itu berkenan kepada Tuhan atautidak. Tuhan melihat sendiri niat hati kita sejak sebelum kita dapat berdoasecara nyata. Niat itu ada di dalam pikiran dan maksud hati kita. Keutamaan pertama ialahkesiap-sediaan. Seorang yang memiliki kesadaran, kemauan, persiapan diri,adalah dia yang memiliki kesiap-sediaan untuk berdoa. Waktu untuk Tuhan tidaktergantikan. Kemauan untuk beribadah menjadi ciri kepribadiannya. Ia tahu bahwaia membutuhkan Tuhan, maka ia menyiapkan fisik dan mentalnya sedemikian rupa untukberdoa dengan baik.  Profil orang Farisi dan pemungutcukai di dalam Injil menunjukkan bagaimana orang-orang beriman memilikikesempatan untuk berdoa sehingga mereka dapat berjumpa dan berdialog denganTuhan. Ini adalah keutamaan kita semua orang beriman. Pendidikan iman di dalamkeluarga, sekolah dan Gereja mempunyai peran yang salah satunya ialah membuatseorang beriman tekun dan taat beribadah. Orang yang malas, bosan danmenghindari doa atau ibadat dianggap kurang beriman. Keutamaan kedua ialah kerendahanhati. Prinsip dalam berdoa yang sangat fundamental ialah keberadaan kitasebagai manusia, yang berdialog dengan Tuhan maha kuasa di tempat-Nya yangtertinggi. Ia tahu segala sesuatu. Diri kita adalah pendosa, orang miskin,orang yang berterus terang, dan orang yang bergantung pada-Nya. Jika kitaberhadapan dengan Tuhan hanya menonjolkan diri, bahkan berlaku seperti Tuhanyang sempurna, itu sebenarnya bukan doa, tetapi sharing pengalaman. OrangFarisi di dalam doanya jelas sekali berbuat demikian. Di dalam berdoa yang rendah hati,kita hendaknya meneladani si pemungut cukai yang berterus terang tentangdirinya sebagai pendosa, santo Paulus yang bersyukur telah menunaikan tugasnyasampai tuntas, dan orang miskin-tertindas yang doa-doanya menembusi awan, yangdisebut oleh kitab Putera Sirakh. Jika kita berdoa sungguh sebagai manusia yangtahu diri, maka Tuhan Allah sangat berkenan kepada kita dan memberikan apa yangkita minta. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, semogaperayaan hari Minggu ini membantu kami menjadi pendoa-pendoa  yang baik, yaitu seperti Tuhan kami YesusKristus. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Mevlana Takvimi
ON ŞEY, ON ŞEYİ ENGELLER-19 EKİM 2025-MEVLANA TAKVİMİ

Mevlana Takvimi

Play Episode Listen Later Oct 20, 2025 2:29


Resûlullah (s.a.v.) Efendimiz buyuruyor ki: “On şey, on şeyi engeller:1. Fatiha, Allâh'ın gazabını,2. Yâsîn suresi, kıyamet günündeki susuzluğu,3. Duhân sûresi, kıyamet korku ve dehşetini,4. Vâkıa sûresi, fakirliği, miskinliği,5. Mülk sûresi, kabir azabını,6. Kevser sûresi, hasımların kinini,7. Kâfirun sûresi,ölüm anında küfrü,8. İhlâs sûresi, ikiyüzlülüğü, samimiyetsizliği,9. Felak sûresi, hased edenlerin hasedini,10. Nâs sûresi, vesveseyi engeller.”(Muhittin ibn-i Arabi, Ravzatü'l Müttekîn, Sırlar Hazinesi, s.401)*DÜNYANIN EN KALİTELİ ÜNİVERSİTESİYeryüzünün en kaliteli üniversite veya medresesi Suffa'dır. “Ben, Muallim/Müderris/Öğretmen olarak gönderildim” (Müslim) Talebelerin bazıları: Ebû Hüreyre (r.a.) muhaddis, Selman el-Farisi (r.a.) mühendis , Hz. Ali (k.v.) edebiyatçı ve müftü, İbn Abbas (r.a.) müfessir ve muhaddis, Hz. Muaz (r.a.) müftü, İbn Mes'ud (r.a.) müftü, İbn Ömer (r.a.) fakih ve muhaddis, Hz.Ömer (r.a.) lider, Hz. Osman (r.a.) Faraiz ilminin mütehassısı.YAPAY ZEKA ÜZERİNE FARKLI BİR BAKIŞ AÇISINoam Chomsky yapay zeka hakkında şöyle diyor: “İnsan zihni, ChatGPT ve benzeri gibi, bir konuşmaya veya bilimsel bir soruya en makul cevabı elde etmek için yüzlerce terabayt verinin açgözlü bir istatistik makinesi değildir. Aksine insan zihni sınırlı miktarda bilgi ile çalışan şaşırtıcı derecede verimli ve zarif bir sistemdir. Verilerden kaynaklanan bağlantılara zarar vermeye değil, açıklamalar üretmeye çalışıyor. O zaman “Yapay Zeka” demeyi bırakıp, ne olduğunu söyleyelim ve “Plagiat yazılımı” yapalım çünkü hiçbir şey yaratmıyor, var olan sanatçıların eserlerini kopyalayıp telif hakkı kanunlarından kaçacak kadar modifiye ediyor. Bu, Avrupalı sömürgecilerin Amerikan Yerlilerinin topraklarına geldiklerinden beri kaydedilen en büyük fikri mülkiyet hırsızlığıdır.”(Noam Chomsky, New York Times, 8 Mart 2023)

AWR Indonesian - Daily Devotional
PELAKU PERBUATAN-PERBUATAN AJAIB

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Oct 3, 2025 6:41


Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"

AWR in Indonesian - Renungan Harian
PELAKU PERBUATAN-PERBUATAN AJAIB

AWR in Indonesian - Renungan Harian

Play Episode Listen Later Oct 3, 2025 6:41


Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"

Faith Circle Podcast
Madinah to Gaza (1): The Siege of Madinah | Ust. Saarim Basha

Faith Circle Podcast

Play Episode Listen Later Sep 29, 2025 85:09


In this episode, Ustadh Saarim takes us deep into one of the most pivotal moments in the Seerah: The Battle of the Trench.Uncover the story of a massive coalition of Quraysh and allied tribes uniting against Madinah, the ingenious strategy of Salman al-Farisi, and the tense days of siege that tested the believers to their core. Through it all, we witness how unshakable reliance on Allah turned the tide and secured a decisive moment in Islamic history.

Mufti Menk
Stories From The Sahaba Salman Al Farisi Ra

Mufti Menk

Play Episode Listen Later Sep 10, 2025 3:16


La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-21 masa biasa, 29 Agustus 2025, Peringatan Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, Martir

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 28, 2025 8:11


Dibawakan oleh Florensia dan Sulti dari Paroki Santo Fransiskus Xaverius Kute di Keuskupan Denpasar, Indonesia. Yeremia 1: 17-19; Mazmur tg 71: 1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17; Markus 6: 17-29.BERBICARA KEBENARAN DAN PERTAHANKAN KEMURNIAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Berbicara Kebenaran dan PertahankanKemurnian. Bertepatan dengan peringatan wafatnya Santo Yohanes Pembaptis padahari ini, hati dan pikiran kita diarahkan kepada pribadi yang teguh dan lantangmembawa suara kebenaran menyentuh relung hati terdalam manusia. Ia berani danpantang menyerah menantang penguasa tertinggi atas hidup tidak bermoral yangjauh dari ketulusan dan kemurnian.  Merenungkan kebenaran dan memelihara kemurnian baik dalam ikatan perkawinansuami dan istri, maupun suatu mentalitas hidup tulus-murni bagi kehidupan yangbermartabat, merupakan potret kehidupan Yohanes Pembaptis. Jauh sebelum dia adanabi Yeremiah, yang dalam ratapan hatinya, ia diancam mati oleh para musuhnya.Ia tak pernah menjauh sejengkalpun dari Tuhan. Ia teguh pada kebenaran Allah,dan hati-pikirannya murni berbakti kepada Allah saja. Apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis dan Yeremiah ini merupakan bagiandari warta gembira Yesus Kristus. Isi kebenaran ialah kemurnian itu. Pikirandan hati yang murni harus bebas dari hal-hal negatif, kacau, abu-abu,berbelit-belit, rasionalisasi, mencari kambing hitam, menghakimi dan berbohong.Jadi dengan bertindak benar, kemurnian ditegakkan dan diperkuat.  Yesus mengecam keras orang-orang Farisi dan para ahli taurat karena katadan perbuatan mereka tidak benar. Ini diperparah dengan motivasi mereka tidakmurni. Ketika kebohongan, tipu daya, kesombongan dan nafsu berkuasa ikut masukke arena kehidupan bersama umat beriman dan masyarakat, dipastikan kebenaranterancam hilang dan kemurnian nurani manusia terancam pudar. Biasanya paramusuh kebenaran, ketulusan dan kemurnian menggunakan kekerasan untukmembinasakan para pegiat dan pejuang kebenaran.  Yeremia, Yohanes dan Yesus mengalami demikian. Namun perjuangan dan upayamempertahakan kebenaran dan kemurnian itu tak pernah berhenti sampai saat ini.Mengapa para musuh tak sampai berhasil menghilangkan kebenaran dan hidup murniitu, meski mereka telah mengusahakan itu sejak zaman Yeremiah dahulu? Karenapikiran dan hati manusia diciptakan untuk kebenaran dan kemurnian keyakinanakan Tuhan. Kita percaya dan mengungkapkan iman bahwa Tuhan memilih untuktinggal di dalam diri dan hati kita. Kalau kita hilang kepercayaan ini, di situakan mulai penyangkalan akan kebenaran dan kemurnian. Sebenarnya di dalam dirikita terdalam, kita ingin hidup benar dan murni. Semoga kita tetap inginkembali ke situ. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Di dalam rahmat-Mu ya Bapa, kami menemukansegala belas kasih-Mu untuk membawa kami kembali kepada-Mu setalah kami gagaldan berulah dalam menaati kehendak-Mu. Kuatkanlah kami untuk semakin setia danbenar di dalam hidup iman kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-21 masa biasa, 28 Agustus 2025, Peringatan Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 27, 2025 7:32


Dibawakan oleh Yohana Erni Kurniansi Jemadi dari Paroki Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga Ruteng di Keuskupan Ruteng, Indonesia. 1 Tesalonika 3: 7-13; Mazmur tg 90: 3-4.12-13.14.17; Matius 24: 42-51.HATI INI HANYA INGIN BERISTIRAHAT DI DALAM TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Hati Ini Hanya Ingin BeristirahatDi Dalam Tuhan. Kalimat yang menjadi tema renungan ini berasal dari SantoAgustinus, seorang filsuf dan teolog terkemuka Gereja pada zaman dahulu,khususnya periode setelah Gereja mengalami penganiayaan. Kita dapat membuatkesimpulan bahwa pengalaman hidupnya sendiri dari sangat sekuler dan jahattidak membuat tenang dan damai, akhirnya berujung indah dan bahagia, karena iabertobat dan menikmati damai di dalam Tuhan. Ia mengalami damai dan suka cita berawal dari pertobatannya. Kemudiankehidupan baru itu menanjak sampai ia menjadi Uskup dan seorang cendekia didalam Gereja, yang mengajarkan semua kebenaran ilahi kepada khalayak. Ia terusmembaharui Gereja, termasuk keluarganya yaitu bahwa ibunya sendiri meninggaldunia dalam damai dan suka cita. Demikian juga bapaknya yang akhirnya meninggaldunia sebagai seorang beriman. Peran terbaik Agustinus ialah menjadi orangkudus dan sebagai guru iman bagi kita semua. Sambil berziarah di dunia ini, kita masing-masing perlu selalu bertanyapada diri sendiri dan orang-orang yang kita kasihi: apa yang hendak kita capaidan tempat apa yang menjadi akhir tujuan ziarah hidup kita? Pertanyaan inijangan hanya menjadi suatu bagian dari renungan pribadi atau bahan diskusi danseminar, tetapi harus menjadi isi doa masing-masing orang. Setiap pagi bangundari tidur, dan di malam hari hendak pergi tidur, ketika kita mengajukanpertanyaan ini, sebenarnya kita membuat doa yang sangat penting. Tuhan yang mendengar ungkapan hati dan doa-doa yang berisi tujuan hidupkita ini, tentu memberikan jawabannya. Bersama dengan Santo Agustinus, kitamemiliki satu keyakinan mendasar bahwa tempat dan suasana kita dapatberistirahat, bahwa hati kita akan berhenti mencari-cari, dan langkah kitatidak melanjutkan lagi ziarah hidup, yaitu di surga. Sedangkan di dalam duniaini, meskipun keadaannya sangat memungkinkan kita hilang fokus kepada Tuhan,tetapi hendaknya kita harus dapat menciptakan suatu pengalaman hidup dalamtenang dan damai di dalam Tuhan. Menurut Santo Paulus dalam bacaan pertama, hati kita dapat beristirahat didalam Tuhan kalau hidup kita sesuai dengan kehendak Allah. Caranya ialah supayaSabda Tuhan  harus dapat bekerja dengangiat di dalam diri kita masing-masing maupun dalam hidup bersama sebagaiorang-orang yang percaya. Itu berarti bahwa kalau seseorang tidak dekat denganSabda, lalu tidak digerakkan olehnya, ia belum dikatakan tenang dan damai dalamhidupnya. Apalagi, jika orang yang hidupnya penuh dengan kejahatan pembunuhanseperti orang-orang Farisi dan ahli Taurat, mereka pasti tidak hidup dalamketenangan dan damai. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, semoga bantuan doa dan berkat St.Agustinus, kami selalu menjadi setia kepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-21 masa biasa, 26 Agustus 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 26, 2025 8:54


Dibawakan oleh Hilde Garu dari Paroki Hati Kudus Yesus Golo Welu di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Tesalonika 2: 1-8; Mazmur tg 139: 1-3.4-6; Matius 23: 23-26.KESEIMBANGAN PERSEMBAHAN DAN KASIH Tema renungan kitta pada hari ini ialah: KeseimbanganPersembahan dan Kasih. Yesus menegur orang-orang Farisi karena mereka sangatteliti dalam memberikan persepuluhan dari segala sesuatu, bahkan dari yangterkecil, tetapi melupakan hal-hal yang jauh lebih penting, yaitu keadilan,belas kasih, dan kesetiaan. Perilaku mereka menunjukkan bahwa ibadah lahiriahdapat menjadi hampa bila tidak diiringi dengan sikap hati yang benar.  Mereka lebih peduli pada apa yang tampak di matamanusia ketimbang pada apa yang berkenan di hadapan Allah. Teguran Yesus inirelevan juga bagi kita sekarang, agar kita tidak terjebak dalam kesalehan yanghanya kulit luar. Jika seseorang lebih mengutamakan nama baik,penghargaan, dan pujian daripada keadilan serta kasih terhadap sesama, makaakibatnya bisa fatal. Pertama, relasi dengan Allah menjadi dangkal karena doadan persembahan hanya dipakai sebagai topeng. Kedua, hubungan dengan sesamarusak karena belas kasih tidak hadir dalam tindakan nyata.  Ketiga, lahirlah sikap munafik, di mana yangdiperlihatkan hanyalah kebaikan semu, padahal hati dipenuhi egoisme. Akhirnya,semua itu melahirkan ketidakadilan sosial dan ketidakpedulian terhadappenderitaan orang lain. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menghidupikeseimbangan antara ibadah kepada Allah dan kepedulian pada sesama. Persembahandoa dan syukur adalah ungkapan iman yang penting, namun itu tidak bolehmemisahkan kita dari panggilan untuk berbelas kasih, berlaku adil, dan setiadalam tindakan sehari-hari. Tanpa kasih dan keadilan, doa-doa kita hanyalahkata-kata kosong. Sebaliknya, tanpa doa, tindakan kasih kita bisa kehilanganarah dan menjadi sekadar moralitas manusiawi. Keseimbangan itu terwujud ketika doa kita mengalirmenjadi tindakan nyata. Saat kita berdoa, kita diajak untuk menyadari kasihAllah yang tanpa syarat, lalu meneruskannya kepada sesama yang menderita. Saatkita bersyukur atas berkat Allah, kita diajak untuk berbagi dengan mereka yangkekurangan. Setiap kali kita merayakan iman, itu seharusnya menumbuhkankesetiaan untuk membela yang lemah, menegakkan keadilan, dan menunjukkan belaskasih. Maka, marilah kita sebagai pengikut Kristus tidak hanyatekun dalam doa dan persembahan, tetapi juga menjadi saksi kasih dalamkehidupan sehari-hari. Kesalehan sejati bukan hanya diukur dari berapa banyakdoa kita panjatkan atau persembahan kita berikan, melainkan dari sejauh manadoa itu menjelma menjadi kepedulian nyata. Dengan demikian, kita tidak terjebakseperti orang-orang Farisi yang ditegur Yesus, melainkan sungguh menjadianak-anak Allah yang hidup dalam kasih, keadilan, dan kesetiaan. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Tuhan yang mahamurah, kuatkanlah kami dalam iman dengan keseimbanganantara doa, pujian, syukur kami kepada-Mu dan perbuatan kasih kami kepadasesama. Salam Maria penuh rahmat… Dalam nama Bapa…

Missiodei
Eps.221 Problem Manusia

Missiodei

Play Episode Listen Later Aug 24, 2025 91:16


*PROBLEM MANUSIA - MUNAFIK*(Matius 6:5 & 33; Yeremia 9:13-14; Lukas 11:14-23;)Kita mau melihat apa sebenarnya problem yang dialami kebanyakan manusia dan manusia tidak menyadarinya, yaitu kemunafikan. Motivasi dan cara manusia untuk menghadap Tuhan, berdoa atau menyembah Tuhan pun beragam. Terutama di dalam bangsa Israel, terdapat 4 aliran agama Yahusi diantaranya yaitu : Farisi, Saduki, Ahli Taurat dan Esenes. Keempat aliran agama Yahudi ini memiliki motivasi berdoa yang bertolak belakangan dengan maksud Tuhan. Mereka berdoa tapi juga memiliki maksud kepentingan politik (rohaniawan dan juga politikus). Mereka sudah tidak lagi tulus untuk berdoa, melainkan menjadi munafik (Yn. _hupokrites_ = berpura-pura / tipu daya). Mereka hanya mencari validasi manusia namun mengabaikan perintah Tuhan. Seperti kisah bangsa Israel yang meninggalkan hukum taurat Tuhan dan lebih memilih kepada Baal (dewa kemakmuran). Umat Tuhan yang disebut orang benar ini mengalami degradasi karena mereka mencampur adukkan konsep teologi liberal / duniawi. Konsep ini semakin meluas dimana teologi Injili dicampurkan dengan teologi kemakmuran. Sambil berdoa mereka ingin mendapatkan kekayaan. Muncul inovasi yang seolah-olah cemerlang di gaya hidup yang modern ini dengan munculnya pemikiran kalau bisa dapat keduanya, mendapatkan Tuhan dan kekayaan. Sedangkan Tuhan Yesus berkata di ayat 33 --> carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Tuhan ingin agar kita mencari-Nya dan agar kita dipimpin oleh Roh-Nya sehingga kekudusan itu tetap utuh dan kita melakukan segala sesuatu dengan ketulusan. Manusia mengalami sinkritisme, kemunafikan, teologi liberal, itu adalah bentuk intervensi iblis / setan kepada manusia. Lalu apa solus atas masalah ini? Dengan *bertobat dan menyerahkan diri kepada Kristus!* Jika saudara mulai mencintai kekayaan di dunia, segeralah kembali saudara! Yesus berkata, janganlah kamu berdoa layaknya orang munafik yang hanya ingin dilihat orang, tetapi ketika kamu berdoa masuklah ke dalam kamarmu, tutup pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 14 Agustus 2025 - Melihat kebaikan dan tidak mudah menghakimi orang lain

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 13, 2025 4:08


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Agustus 2025Bacaan: "Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Matius 7:2)Renungan: Banyak di antara kita mempunyai kebiasaan lebih cepat melihat kejelekan di dalam diri orang lain dan mulai menghakimi mereka habis-habisan. Seseorang pernah bertanya, "Sewaktu berdiri di pintu sorga, apakah anda lebih suka dinyatakan terlalu sering mengampuni atau terlalu sering menghakimi." Manusia selalu lebih cepat melihat kesalahan dan kelemahan di dalam diri sesamanya daripada melihat kelebihan dan hal-hal positif yang ada pada mereka. Yesus berkata kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang datang membawa wanita yang kedapatan berbuat zinah, "Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Betapa kerasnya pernyataan Yesus itu. Melalui hal ini Yesus ingin mengajarkan agar kita jangan mudah menghakimi orang lain dan mengabaikan kesalahan dan dosa kita sendiri. Alangkah baiknya jika masing-masing orang belajar melihat kelemahan yang ada di dalam dirinya serta berusaha memperbaikinya dan tidak hanya menuntut orang lain untuk berubah. Ingatlah, semakin banyak kita menilai dan menghakimi orang lain, semakin kita tidak dapat melihat kesalahan kita sendiri dan dengan demikian semakin besar pula pelanggaran kita. Kita tidak lebih baik dari sesama kita, sebab itu jangan biasakan diri menghakimi orang lain. Tuhanlah yang akan menghakimi masing-masing orang, maka berusahalah hidup benar dan tidak bercacat di hadapan-Nya dengan memerhatikan cara hidup kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk melihat hal-hal yang positif dari orang lain dan lepaskan kecenderunganku untuk menghakimi orang lain. Ingatkanlah aku bahwa penghakiman adalah hak-Mu sendiri dan bukan hakku. Yesus, kuduskan hati dan pikiranku setiap saat. Amin. (Dod).

Be Quranic
Hope in bleak times

Be Quranic

Play Episode Listen Later Aug 4, 2025 20:45


Don't Give Up: Hope in Bleak TimesBismillah.The past few weeks have been incredibly difficult for the Ummah — especially for our brothers and sisters in Gaza.And it's not just these few weeks. It's been 23 months. Almost two years of relentless destruction. Every time we think we've seen the worst, we're proven wrong. Every time we think we've hit rock bottom, Israel and the powers that support her prove that evil has no limit.We are now witnessing full-blown famine. Starvation. Infants with nothing between their skin and bones. And on top of that — we hear of America burning 500 tonnes of food rather than allowing it to reach Palestine.At times like this, it's tempting to throw in the towel. To say:“We've done everything we can.”“We've shouted, we've protested, we've boycotted, we've flooded social media.”And yet, the powers that be… remain.But when that sense of despair starts creeping in, we must pause. We must take a step back and remember:We are looking through the lens of our short lives.We live 60, 70 years — maybe 50 as adults — and from that narrow perspective, it feels like there's no hope. But history tells a different story. When we zoom out, we see a sunnah of Allah unfold:Evil never wins in the end.No matter how powerful. Fir'aun claimed he was God Most High — Allah destroyed him. Yet many lived and died under his tyranny and may have thought:“Where is Allah's help?”“Where is our du‘a?”Allah addresses this feeling directly in the Qur'an — in the verse I opened with. He speaks of previous nations, believers who were so shaken by hardship that even their Prophets asked, “When will the help of Allah come?”And Allah replies:“Indeed, the help of Allah is near.”But near from whose perspective? Not always ours.That's why in Surah Ibrahim, Allah reminds us:“Do not think that Allah is unaware of the actions of the oppressors. He is merely delaying them for a Day when eyes will stare in horror.”We are people of hope. We do not despair when times get tough. And in this brief khutbah, I want to share three points in history to remind us: we carry the torch of hope.1. The Trench in the Cold of MedinaYear 5 after Hijrah.The Battle of the Trench.After the losses at Uhud, Quraysh saw an opportunity to wipe out Islam. They gathered the largest army Arabia had ever seen: 10,000 strong. They were backed by Banu Ghatafan from the north, and allied with Jews from Khaybar, including Banu Qurayzah from within Medina.Rasulullah ﷺ had only 3,000 companions to defend the city. It was winter. The Sahaba were hungry, cold, and exhausted. Salman al-Farisi suggested digging a trench — a Persian military tactic. And they did. Day and night. Starving, shivering, digging non-stop.Then they hit a boulder they couldn't break. They called the Prophet ﷺ. He struck it once — a spark flew.“Allahu Akbar!” he cried.A second strike — another spark.“Allahu Akbar!”Third strike — the boulder shattered.“Allahu Akbar!”The companions asked: What was the takbir about?Rasulullah ﷺ said:* With the first spark, I saw Persia falling to the Muslims.* With the second, Rome.* With the third, Yemen.In the darkest moment, he gave them light. He gave them vision.He didn't just say “Have hope.”He gave them reasons to hope.And history proved him right. Islam triumphed. Not through numbers, but through divine help — a storm that forced the enemy to retreat. A month-long siege broken without a single full-scale battle.2. The Fall of Baghdad (1258 CE)Hulagu Khan — grandson of Genghis Khan — invaded Baghdad.Within days, 800,000 were slaughtered.Libraries burned. Books tossed into the Tigris until the river ran black with ink.Muslim writers thought it was the end of time.Non-Muslim historians wrote:“This is the day Islam died.”But Islam didn't die.Baghdad fell, but Cairo rose. So did Damascus. The Delhi Sultanate grew. And from these ashes, the Ottomans would eventually rise.Even Hulagu's cousin, Berke Khan, accepted Islam.Within a generation, the very dynasty that destroyed Baghdad became a Muslim dynasty.And amidst all of this — scholars kept working.* Imam al-Nawawi, who focused on preserving and teaching knowledge.* Ibn Taymiyyah, the scholar-warrior.* Ibn Ata'illah, who focused on tazkiyah and purifying hearts.* Al-‘Izz ibn ‘Abd al-Salam, who spoke truth to power and engaged with the rulers .Despite the devastation, they didn't stop. They carried on.3. The Fall of Apartheid (1994)From 1948 — the same year Israel was created — South Africa began enforcing apartheid. For decades, the people resisted: boycotts, protests, global pressure.In 1994, apartheid fell.The same Nelson Mandela who was once branded a terrorist by the West was now hailed as a hero — by the very same powers that had supported the apartheid regime.Let that sink in.The same powers that supported apartheid in South Africa are the ones supporting apartheid in Palestine today.And just like before — they can be defeated.Social Media: Double-Edged SwordToday, we have a powerful tool: social media. It's helped shift global opinion. It's brought awareness.But it's also draining us.We doomscroll.We see starvation, death, suffering — again and again.Two things happen:* We either fall into despair…* Or we become numb.We start thinking this is normal.So yes — use social media, but set a limit. 15 minutes. Half an hour. Post, share, amplify — and then get back to work. Real work.Know Your Role, Play Your PartNot all resistance looks the same.Imam al-Nawawi didn't fight with swords. He wrote books that still strengthen the Ummah today.Ibn Taymiyyah led at the frontlines.Ibn Ata'illah focused on hearts.Al-‘Izz ibn ‘Abd al-Salam engaged with the rulers.Some of us are better behind the scenes. Some are activists, some are scholars, some are thinkers, some are organisers. Some are better on the mic, others behind a pen.Don't judge someone's contribution just because it's not the same as yours. We need all hands on deck.“Allah will not ask you about what you couldn't do — but He will ask what you did with what you could.”May Allah give victory to the oppressed.May He feed the hungry, clothe the exposed, and strengthen the weak.May He unite our ranks and guide our efforts.May He grant us clarity, discipline, and sincere hearts in service of this Ummah. This is a public episode. If you'd like to discuss this with other subscribers or get access to bonus episodes, visit bequranic.substack.com/subscribe

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-18 masa biasa, 5 Agustus 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 4, 2025 8:53


Dibawakan oleh Eland Parera dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Bilangan 12: 1-13; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.6bc-7.12-13; Matius 14: 22-36.ORANG BUTA JANGAN MENUNTUN ORANG BUTA Renungan pada hari ini bertema: Orang Buta Jangan MenuntunOrang Buta. Pekerjaan menuntun sama kualitasnya dengan membimbing, mengarahkandan mengajarkan. Ini mengandaikan bahwa yang menuntun itu adalah orang yanglebih berkualitas dibandingkan dengan yang dituntun. Misalnya guru menuntunmurid-murid dan orang tua menuntun anak-anak atau cucu-cucu. Tuhan menyelenggarakan hidup kita dengan suatu modelpembelajaran untuk menjadi sesuatu yang diharapkan. Dunia binatang saja secaranatural juga berlaku hukum ini, apalagi manusia yang punya peradaban, di manaakal budi dan imannya menjadi instrumen mendasar yang dipakai untuk menuntundan mengajarkan. Orang-orangpilihan Allah seperti nabi, rasul dan imam dikaruniai kemampuan ini. Tugas istimewa ini bisa lebih dipandang sebagai suatuprivilese atau keistimewaan.  Orang-orang pilihan sangat menyadari tentang hal ini. Sama seperti seorang Uskupatau imam atau presiden dengan tugas-tugasnya yang istimewa, ia terdorong untuk menjalankannya secara bertanggungjawab dan adil. Tetapi di sisi lain, orang yang iri atau tidak suka dengan keistimewaan ini pasti memandangnya sebagaisesuatu yang tidak adil, tidak wajar dan tidak benar. Biasanya ada pengaruh Setan yang memenuhi mereka dengan ambisi berkuasa, lalumenginginkan posisi atau privilese tadi.  Itu yang terjadi dengan perhatian dan belas kasih Tuhan kepada bangsa Israelyang dalam pembuangan Babel, namun diterangi oleh nubuat nabi Yeremia bahwapembebasan mereka sungguh terjadi. Nubuatini dilawan oleh orang-orang yang tidak suka dengan kehendak Tuhan. Mereka seperti orang buta yang menuntun bangsaIsrael yang buta sedang menuju ke tanah asalnya. Kelakuan mereka mirip dengan orang-orang Farisi yangdikecam oleh Yesus. Merekamelawan Tuhan Yesus Kristus. Kejadian yang digambarkan oleh bacaan Injil pada hari inicukup menjelaskan kepada kita bahwa iman yang kecil atau lemah seperti yangditunjukkan oleh rasul Petrus, tidak bisa diandalkan untuk membimbing danmengajarkan orang lain yang belum kuat imannya. Yang sudah terjadi ialah orangyang salah beriman seperti orang Farisi menganggap diri mampu membimbing oranglain. Padahal itu sama dengan orang buta menuntun orang buta. Bisa jadi mereka bersama-samajatuh ke dalam kehancuran. Atau lebih parah, bisa jadi mereka menjurumuskanorang-orang ke dalam lembah dosa, sementara mereka tahu untuk meluputkandirinya. Untuk menghindari ini, satu nasihat bijaksana buat kita ialah:janganlah menjadi yang buta menuntun yang buta. Rasul Petrus kini telah menjadi model iman kita, karenaimannya sudah sejati. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allahkami, semoga di dalam rahmat-Mu kami dapat mengisi seluruh hari ini selaludengan perkataan dan perbuatan yang mengakui kebesaran-Mu dan memuliakannama-Mu. Salam Maria penuh rahmat... Dalam nama Bapa...

Lifehouse Jakarta
Ibadah Umum 27 Juli 2025 - Waspada Ragi Farisi: Kemunafikan

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Jul 27, 2025 41:17


Pdt. Ellya Makarawung

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #257: Ketidakpercayaan Para Murid

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later May 11, 2025 12:43


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 257 (Matius 16:5-12): Jikalau orang Farisi dan Saduki meragukan Tuhan Yesus dan berniat menghancurkan Dia, maka murid-murid, meskipun jatuh di dalam keraguan yang sama beberapa kali, tidak memiliki motivasi jahat terhadap Yesus. Namun demikian, mereka ternyata tetap memiliki kedegilan hati.

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #256: Ketidakpercayaan Farisi dan Saduki

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later May 4, 2025 11:11


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 256 (Matius 16:1-4): Orang Farisi dan orang Saduki merupakan pemimpin Israel yang saling bermusuhan. Mereka berbeda dalam tujuan dan juga dalam doktrin. Tetapi heran di dalam bahwa mereka bekerja sama dan sangat akrab di dalam melawan musuh yang sama, yaitu Yesus Kristus.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 21 April 2025 - Kenal Diri, Tahu Diri, Rendah Hati

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 20, 2025 5:28


Kencan Dengan TuhanSenin, 21 April 2025Bacaan: Wahyu 3:17 "Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang."Renungan: Ada sebuah cerita tentang seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya. Hari itu ia mengajak salah satu anaknya untuk mengunjungi sebuah desa kecil dengan maksud menunjukkan kepada anaknya bagaimana kehidupan orang miskin. Mereka memilih untuk menginap pada satu keluarga miskin yang tinggal di perkebunan. Keesokan harinya di dalam perjalanan pulang, sang ayah bertanya kepada anaknya, "Apakah kau menikmati perjalanan kita?" "Tentu, Ayah," jawab anaknya. "Apakah engkau sudah memperhatikan betapa berbedanya kehidupan kita dengan kehidupan keluarga tadi?" "Ya, Ayah. Kehidupan kita dan kehidupan mereka sangat jauh berbeda. Di rumah, kita hanya memiliki seekor anjing, sedangkan mereka memiliki lima ekor anjing pemberani. Kita memiliki satu kolam renang berukuran 5x8 meter, tetapi mereka memiliki sungai kecil yang tiada ujungnya. Kita memiliki taman beberapa meter, tetapi mereka memiliki seluruh kaki langit. Di rumah dan taman kita terdapat lampu-lampu impor yang sangat mahal, tetapi mereka memiliki bulan dan bintang." Sang Ayah terdiam sambil menunduk. Anaknya kembali berkata, "Terima kasih Ayah, Ayah telah menunjukkan kepadaku betapa miskinnya kita." Cerita di atas merupakan gambaran bahwa seringkali penilaian kita terhadap diri sendiri bisa salah sama sekali. Kita cenderung menilai segala sesuatu dari sudut pandang diri kita sendiri, berfokus pada kekurangan sesama dan mengesampingkan kekurangan-kekurangan kita. Tetapi bila Allah yang menilai maka la akan menilai sebagaimana keberadaan kita yang sesungguhnya. Dia tidak buta terhadap dosa dan pelanggaran yang kita buat, tetapi Dia juga tidak buta terhadap kebaikan dan ketaatan kita. Buta terhadap keberadaan sendiri membuat kita sulit mengubah diri karena kita menganggap tidak ada yang perlu diubah dan yang harus berubah adalah orang lain. Hal ini sama halnya dengan menganggap diri kita kaya tetapi sesungguhnya kita jauh lebih miskin daripada orang2 yang kita anggap miskin. Marilah kita menyelidiki keberadaan kita dengan jujur, mungkin saja kita akan menemukan banyak kekurangan di sana-sini. Jangan sampai Yesus mengecam kita sebagaimana la mengecam orang2 Farisi yang tidak menyadari keberadaan mereka yang sesungguhnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengingatkan aku bahwa aku bukanlah manusia sempurna. Aku perlu tuntunan-Mu agar aku tidak menganggap diriku "kaya" padahal aku sangat "miskin" di hadapan-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 18 April 2025 - PengorbananNya karena dan untuk kita

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 17, 2025 6:10


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 18 April 2025Bacaan: "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." (Yesaya 53:5) Renungan: Sebelum dijatuhi hukuman mati di kayu salib, Yesus dijatuhi hukuman cambuk Romawi terlebih dulu. Hukuman cambuk Romawi dibagi menjadi dua. Pertama, hukuman bagi warga negara Roma, di mana yang dipakai untuk mencambuk adalah rotan biasa. Kedua, bagi warga negara non-Roma yang dipakai adalah cambuk yang disebut "flagellum atau flagrum" dan ini yang dialami Yesus. Flagrum adalah cambuk dengan gagang kayu pendek yang diberi beberapa tali kulit, yang di ujungnya ada bola-bola yang dilengkapi dengan potongan-potongan timah atau tulang-tulang domba yang diruncingkan. yang akan merobek kulit. Hukuman cambuk Romawi adalah penyiksaan yang hebat, di mana korban ditelanjangi, tangannya diikat ke tiang dengan punggung yang dibungkukkan sehingga tubuhnya terbuka sebagai landasan bagi cambuk yang mengerikan itu. Cambukan flagrum akan menjadikan daging korban tercabik-cabik, dan bilur atau luka-luka yang diakibatkan cambuk itu akan meradang. Selain itu, luka-luka ini akan menyebabkan korban kehilangan banyak darah. Luka-luka cambuk yang diderita Yesus pastilah sangat perih, menyakitkan dan suhu tubuhnya akan panas tinggi setelah dicambuk sedemikian rupa. Di sumber yang lain dikatakan bahwa hukuman Romawi ini sering mengakibatkan kematian atau orang yang dihukum paling tidak akan gila. Hanya sedikit orang yang bisa sadar sampai akhir pencambukan dan Yesus adalah salah satunya. Tidak puas dengan hukuman cambuk yang dialami Yesus, orang Farisi dan Saduki menuntut Yesus dihukum salib, yaitu hukuman yang diberikan kepada penjahat politik. Penjahat politik adalah orang yang dianggap menghina, memberontak atau makar terhadap pemerintah Roma. Sebenarnya secara politik, dalam penyelidikan baik oleh Pontius Pilatus maupun Herodes. mereka tidak menemukan Yesus sebagai penjahat politik. Tetapi fitnah, taktik jahat dan saksi palsu dari orang Farisi dan Saduki yang menyebut Yesus sebagai Raja orang Yahudi dan karena ketakutan Pontius Pilatus kepada massa, membuat Yesus dihukum salib. Dan ini menjadi penggenapan akan nubuat Nabi Yesaya tentang Hamba Allah yang menderita itu. Sesungguhnya siapa yang telah menyebabkan Yesus dicambuk dan disalibkan? Orang Farisi, Saduki, atau Pontius Pilatus? Tidak, kita yang berdosalah yang telah membuat Dia dicambuk, supaya oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh. Kematian-Nya di kayu salib berkuasa menebus kita dari maut yang membinasakan. Biarlah kita mengalami kuasa salibNya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas pengorbanan dan penderitaan-Mu untuk menebus dan menyelamatkanku. Bantulah aku agar aku dapat menghargai pengorbanan-Mu di salib dengan hidup sesuai kehendak-Mu. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #251: Orang Buta Menuntun Orang Buta

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Mar 30, 2025 12:44


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 251 (Matius 15:1-14): Bagaimanakah mengajar orang-orang untuk mengerti Taurat? Orang-orang Farisi dan ahli Taurat memahami Taurat dengan cara yang salah. Mereka mementingkan apa yang kelihatan tetapi mereka tidak tahu esensi dari Taurat ada pada hati yang bersih. Apakah yang mereka anggap penting? 

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #250: Berjalan di Atas Air dan Kesembuhan

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Mar 24, 2025 12:47


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 250 (Matius 14:22-36): Setelah menyuruh orang banyak pergi, Yesus berdoa hingga dini hari. Dia berdoa dengan gentar karena hari pengorbanan-Nya sudah semakin dekat. Dia akan segera menggenapi tujuan kedatangan-Nya, dan hingga hari itu tiba, konflik dengan orang-orang Farisi dan ahli Taurat akan semakin runcing. 

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 18 Januari 2025 – Mrk. 2:13-17 : Meneladan Orang Farisi

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Jan 17, 2025 13:22


Pembawa Renungan : F.X Warindrayana, S.T.B Yogyakarta Mrk. 2:13-17

orang farisi fresh juice
Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 15 Januari 2025 - Menyatakan iman dengan perbuatan kasih

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 14, 2025 4:33


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 Januari 2025 Bacaan: "Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan." (Yohanes 12:42) Renungan: Setiap karya indah yang dihasilkan seseorang tidak selalu mendapatkan respons positif. Bisa jadi beberapa orang "terpaksa" memberi respons negatif meski dalam hati kecil mereka mengakui keindahan karya itu. Alasannya, karena mereka tinggal di tengah orang-orang yang mayoritas sangat membenci si pembuat karya itu. Jadi orang-orang itu pun membuat pilihan yang aman supaya dengan demikian mereka tidak akan dikucilkan. Kondisi serupa dilakukan oleh beberapa orang Yahudi untuk merespons begitu banyaknya mukjizat yang Yesus lakukan di depan mereka. Ya, orang-orang Yahudi itu tetap menunjukkan kedegilan hatinya dengan tidak percaya kepada Yesus. Meski demikian, tidak sedikit dari para pemimpin yang sesungguhnya percaya kepada-Nya. Hanya saja mereka tidak mengakuinya karena takut dikucilkan oleh orang-orang Farisi yang sangat membenci Yesus. Dan alasan lain mengapa mereka takut mengakui kepercayaannya adalah karena mereka lebih suka akan kehormatan manusia daripada kehormatan Allah. Dalam kehidupan ini, kenyataan seperti ini pun sering terjadi. Ancaman dan intimidasi dari sebagian besar orang terkadang membuat kita takut untuk menyatakan sebuah kebenaran. Bahkan tidak sedikit orang "rela dan terpaksa" menjual keyakinannya karena sebuah jabatan. Beberapa orang menjual kebenaran dan mengikuti arus yang jahat karena takut dikucilkan atau demi mendapatkan kehormatan dari manusia. Hari-hari ini kepercayaan kita terus diuji! Ketika kita tidak berani mengakui iman kita di depan manusia, kita sebenarnya sedang mencari kehormatan dari manusia. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku keberanian untuk menyatakan imanku dengan perbuatan kasihku, sehingga melalui kehadiranku semakin banyak orang mengenal-Mu. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #238: Tanda Yunus

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Dec 29, 2024 11:45


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 238 (Matius 12:38-42): Kemunafikan orang Farisi terus diberitakan oleh Matius. Dalam bacaan kita ini orang Farisi berpura-pura mau menjadi pengikut Tuhan Yesus yang masih mempunyai sedikit ganjalan. Tinggal sedikit lagi maka mereka akan menjadi murid Yesus, asalkan Yesus memberikan tanda. Ini pertanyaan yang menunjukkan kedegilan hati mereka. Apakah masih perlu tanda lagi?

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #236: Belas Kasihan YESUS

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Dec 15, 2024 13:47


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 236 (Matius 12:9-21): Setelah konflik mengenai Sabat dengan orang Farisi, pertentangan antara Yesus dengan orang Farisi makin besar. Dengan tuduhan yang sama, yaitu bahwa Yesus berusaha merombak tradisi Taurat, mereka berusaha menjerat Yesus. Bacaan hari ini menjelaskan bahwa ada orang yang lumpuh sebelah tangannya di dalam rumah ibadat. Orang Farisi segera mencobai Dia dengan pertanyaan jebakan. Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat? Bukankah menyembuhkan termasuk di dalam kategori bekerja? 

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 10 Desember 2024 - Tetap rendah hati, jangan menghakimi

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 9, 2024 6:42


Kencan Dengan Tuhan, Selasa, 10 Desember 2024 Bacaan: "Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya." (Matius 21:32) Renungan: Suatu ketika ada seorang ibu yang berkata kepada temannya, "Dia itu kan perempuan nakal." Ibu-ibu yang lain menimpali, "lya tuh, harusnya nggak tinggal di komplek sini, bikin malu aja!" Ungkapan-ungkapan yang senada dengan ini, seringkali diucapkan oleh orang-orang yang merasa diri tidak "seberdosa" orang lain. Kita memang patut bersyukur kalau kita tidak hidup sebagai pelacur, pemabuk, pencuri, pezinah, penjudi, dll. Ketika mendengar istilah-istilah di atas, biasanya yang tergambar di benak kita adalah barisan orang-orang berdosa yang sedang antri menuju Neraka. Namun kita tidak boleh menjadi besar kepala karena dikenal sebagai orang baik-baik, tidak ada cerita buruk yang orang ketahui tentang kita. Tapi ada satu kebenaran penting yang perlu kita pahami bahwa dengan tidak menjadi pendosa seperti contoh-contoh di atas, itu tidaklah cukup. Para ahli Taurat dan orang- orang Farisi merasa diri paling rohani dan paling benar daripada orang lain. Perumpamaan tentang orang Farisi dan pemungut cukai di dalam Lukas 18:9-14 menjelaskan bagaimana cara orang Farisi menilai diri. "Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini, aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku." Orang Farisi ini mewakili orang-orang yang merasa lebih layak dari yang lain. Tetapi di balik sikap munafik seperti ini Tuhan menunjukkan suatu dosa lain yang berakar pada kesombongan dan merasa diri paling suci. Dosa kesombongan yang tersembunyi jauh di dalam hati dan tidak dilihat orang, namun Tuhan tahu dan melihatnya. Berhati-hatilah dengan "sikap Farisi" yang satu ini, karena sikap yang membuat kita merasa benar dengan kehidupan rohani kita saat ini sesungguhnya sudah mengandung dosa kesombongan yang akhirnya akan menyeret kita ke dalam kebinasaan. Jangan sampai orang yang kita anggap pendosa, akhirnya mendahului kita masuk ke dalam Kerajaan Allah. karena akhirnya mereka benar-benar menyadari keberdosaan mereka kemudian berbalik kepada Allah. Marilah dengan rendah hati kita mempersilahkan Tuhan menyelidiki hati dan seluruh kehidupan kita, dan membiarkan Dia menyempurnakan kita. Jangan pernah beranggapan bahwa kita jauh lebih baik dan lebih benar dari orang lain, karena hanya Tuhanlah yang sanggup menilai kita dengan cara penilaian yang benar. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, di dalam keterbatasanku menilai diri sendiri, aku sering beranggapan bahwa secara rohani aku lebih dari yang lain. Ampuni aku ya Tuhan karena aku terlalu sombong secara rohani. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #235: Tuhan Atas Sabat

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Dec 8, 2024 14:09


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 235 (Matius 12:1-8): Orang-orang Farisi mengikuti terus rombongan Tuhan Yesus. Apakah karena mereka mau mendengar firman? Atau mungkin mereka ingin menjadi murid Tuhan Yesus juga? Tidak. Mereka mengikuti kelompok ini karena mau mencari kesalahan kelompok ini.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 30 November 2024 - Bersaksi dan memuliakan namaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Nov 29, 2024 5:10


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 30 November 2024 Bacaan: "Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah." (Kisah Para Rasul 3:7-9) Renungan: Ketika seorang anak berhasil di dalam studinya, tentu dia akan sangat senang. Di sisi lain, orang tuanya menjadi bangga. Apalagi kalau dia mencapai nilai tinggi dan mendapat penghargaan atas prestasinya, maka sangat mungkin orang lain akan bertanya, "Anak siapakah dia?" atau "Siapa sih orang tuanya?" Anak itu telah mengangkat nama orang tuanya. Demikian juga ketika seseorang menerima berkat atau mujizat, maka sudah seharusnya itu menjadi jalan untuk sebuah kesaksian di hadapan orang lain. Si lumpuh dalam bacaan di atas telah memberikan contoh untuk hal itu. Dikatakan bahwa, "Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah." Mujizat kesembuhan itu tidak mungkin disembunyikan dan si lumpuh pun tak mau menyembunyikan dengan berpura-pura lumpuh lagi. Dia berjalan kian kemari, yang mau tidak mau membuat orang-orang di sekitarnya melihat dia. Menariknya adalah, dia berjalan sambil memuji Tuhan. Situasi menjadi berubah, di mana biasanya orang-orang melewati Gerbang Indah itu dengan pandangan yang biasa- biasa saja ketika melihat si lumpuh, namun sekarang mereka melihatnya dengan penuh keheranan. Dikatakan, "Sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya. "Tidak menutup kemungkinan di antara mereka ada orang-orang yang suka menghakimi sesamanya, seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Kalau kita disembuhkan dari sakit kita, sesungguhnya itu harus menjadi sarana kesaksian kita. Kalau kita dilepaskan dari jerat masalah ekonomi dan keuangan, maka itu pun harus menjadi sarana kesaksian kita. Apalagi jika kita diberi kesempatan untuk memperoleh keberhasilan dalam usaha dan karier, maka biarlah nama Yesus menjadi semakin dikenal. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku keberanian untuk bersaksi tentang kemuliaan nama-Mu, terutama ketika aku mengalami mujizat-Mu, sehingga banyak orang diselamatkan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 16 November 2024 - Mengasihi Tuhan melalui sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Nov 15, 2024 6:58


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 16 November 2024 Bacaan: "Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan." (Lukas 11:42) Renungan: Ada seorang pengikut Yesus yang terkenal "saleh". Kehidupannya sepertinya menampakkan bahwa dia sangat mengasihi Tuhan. Kegiatan doa bukan hanya dilakukannya di rumah setiap malam, tetapi setiap pagi pun sebelum dia melakukan aktivitas sehari-hari sebagai seorang pengrajin meja kursi dari kayu ukir, dia selalu berusaha untuk ke gereja dan melakukan doa pagi di sana. Dia pun sudah 2 kali selesai membaca Alkitab. Dalam kegiatan persekutuan wilayah pun dia jarang absen. Yang jelas orang mengenalnya sebagai orang yang "saleh". Suatu pagi dia bermaksud pergi ke gereja. Seperti biasanya dia pergi ke gereja dengan berjalan kaki, walaupun dia memiliki 2 mobil, yaitu 1 mobil Innova untuk pribadi dan keluarga dan yang 1 mobil pick-up bak terbuka untuk mengangkut barang-barang pesanan. "Sembari berolah raga," katanya. Keadaan pagi itu tidak seperti biasanya. Dalam perjalanannya ia bertemu seorang anak gelandangan yang meminta sedekah. "Maaf, saya terburu-buru," katanya. Beberapa meter kemudian ada seorang ibu yang menggendong bayi kecilnya juga bermaksud meminta sedekah. "Nanti sajalah, saya terburu-buru," katanya. Bahkan di trotoar sepanjang jalan yang dilaluinya banyak orang yang kelaparan dan tidur beralaskan koran. Ia tidak begitu memperhatikan karena pikirannya terpusat pada gereja, di mana dia harus sampai secepatnya untuk "bertemu Tuhan". "Pak, tunggu!" teriak seorang warga. "Saya disuruh Pak RT untuk meminta sumbangan sosial, yang pagi ini mau diberikan kepada para korban banjir di desa seberang. Kebetulan Pak RT akan memberikannya sekarang sekaligus menghadiri rapat di kelurahan," kata orang itu. "Maaf ya, saya belum menghitung untung ruginya usaha saya hari ini," jawabnya. Dia tetap melanjutkan perjalanannya ke gereja. Setelah sampai di gereja ia terkejut karena pintu gereja tertutup, tidak seperti biasanya. Dia mengetuk pintu gereja dan tidak ada yang membukakannya. Dia terus mengetuk sambil berteriak memanggil, tetapi tetap tidak ada yang membukakannya. Dia coba mendorong pintu gereja itu, tetapi tidak bisa. Akhirnya dia kelelahan. Dia duduk di depan pintu itu sambil berpikir, "Mengapa Tuhan tidak membukakan pintu gereja ini ya?" Dalam keadaan setengah berbaring ia melihat ke atas dan dia semakin terkejut, karena dia menemukan sebuah papan yang bertuliskan, "Aku tidak ada di tempat, Aku sedang berada di jalan-jalan, temuilah Aku di sana. Lakukanlah yang satu dan jangan abaikan yang lain." Orang saleh ini pun pulang meninggalkan gereja dengan hati sedih. Itulah yang biasa dilakukan oleh orang Farisi, mereka berusaha berkenan kepada Allah tetapi pada waktu yang bersamaan mengabaikan perintah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dan kekuatan-Mu untuk bisa mengasihi Engkau dan juga mengasihi sesamaku dalam pikiran, perkataan dan perbuatan, karena itulah yang Engkau kehendaki. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #229: Belas Kasihan Yesus dan Tantangan Orang Farisi

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Oct 27, 2024 12:54


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id| Episode 229 (Matius 9:27-38): Matius mengumpulkan peristiwa-peristiwa mujizat yang Yesus lakukan dan menutupnya dengan mengatakan bahwa karena belas kasihanlah Yesus melakukan semua mujizat itu. Ada dua peristiwa mujizat lagi yang dituliskan Matius dilakukan oleh Yesus. Yang pertama adalah Yesus menyembuhkan mata dua orang buta.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 30 September 2024 - Hanya untuk Kemuliaan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Sep 29, 2024 4:46


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 30 September 2024 Bacaan: "Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi." (Matius 23:5-7) Renungan: Suatu kali Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, karena beberapa orang dari mereka terkesan memamerkan diri dengan membuat kotak yang lebih besar daripada yang seharusnya. Sehingga, mereka terlihat lebih saleh, lebih suci, lebih taat, dan lebih giat dalam menjalankan hukum Taurat daripada orang-orang lain. Selain itu, mereka juga merasa harus memakai jumbai yang lebih besar dan panjang daripada yang biasa, untuk memenuhi keinginannya agar lebih diperhatikan sebagai orang yang lebih saleh daripada orang lain. Mereka memperbesar kotak di tali sembahyang dan jumbai-jumbai pada punca baju mereka, sementara hati mereka sangat kurang dan sangat miskin akan kasih kepada Tuhan dan sesama. Padahal yang Tuhan Yesus prioritaskan adalah bagaimana sikap hati kita pada saat berdoa. Jadi perlengkapan doa mereka hanya sekadar untuk menutupi sifat asli mereka. Kesalehan memang harus dikejar dan dilakukan, tetapi bukan berarti hal itu menjadi ajang pameran. Beberapa pengikut Yesus terkadang masih suka ingin diperhatikan tentang kesalehannya, sehingga lupa makna sesungguhnya menjadi pengikut Yesus. Tanpa kita menunjukkan apa yang sedang kita lakukan, pada saatnya nanti, pasti orang lain akan melihat buahnya, sehingga dengan sendirinya orang lain akan memuji, menghormati, dan menghargai kita. Seandainya perbuatan baik kita tidak dihargai sekalipun, seharusnya kita tetap tidak kecewa. Karena, apa yang kita lakukan semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus, bukan nama pribadi kita sendiri. Untuk itu, kejarlah kesalehan dan jangan pamer kesalehan! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk dapat selalu mengejar kesalehan dan ajarilah aku untuk tidak pamer kesalehan, sehingga nama-Mu yang dimuliakan. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMIMG HEART #205: Penjelasan Tuhan Yesus tentang Taurat

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later May 12, 2024 12:37


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 205 (Matius 5:17-20): Sekarang kita tiba pada bagian mengenai menafsirkan hukum Taurat dengan benar. Ahli-ahli Taurat orang Yahudi merupakan pengaruh besar di dalam cara orang Yahudi memahami Taurat. Tetapi Tuhan Yesus memberikan penjelasan yang tidak pernah bisa diberikan oleh para ahli Taurat, baik orang Farisi ataupun golongan Saduki, atau siapa pun. Tuhan Yesus memberikan penjelasan yang mengaitkan Taurat dengan diri-Nya sebagai penggenap. Ini tidak mungkin dilakukan oleh siapa pun yang berusaha menafsirkan Taurat.

Mufti Menk
Stories of the Companions #16 Salman al-Farisi

Mufti Menk

Play Episode Listen Later Oct 20, 2023


Omar Suleiman
Stories of the Companions #16 Salman al-Farisi

Omar Suleiman

Play Episode Listen Later Oct 20, 2023