POPULARITY
Categories
“Iya iku tugas-tugas sing suci kanggo dheweke sing masak panganan kanggo sinau kepiye carane ngladekake panganan sing nyehatake” “Kitab Suci menika buku ingkang damel kita wicaksana tumuju dhumateng kawilujengan”
Discovering Single – Memahami identitas & relasidalam terang Firman Tuhan (Jevin Sengge, Alfa Imannuel , Sara Kristi dkk)
Buku yang satu ini cukup rumit, tp plot twistnya membagongkan
Tragedi anak 10 tahun (YBR) tewas bunuh diri di Ngada, NTT sungguh menyayat hati. Dia putus asa karena ibunya tak mampu membelikan buku dan pena seharga Rp10 ribu. Belakangan terungkap keluarga YBR hidup miskin, tetapi tak mendapatkan bantuan sosial. Beasiswa Program Indonesia Pintar yang mestinya YBR terima pun tak bisa disalurkan karena alasan administrasi. Sementara, YBR harus membayar uang sekolah sebesar Rp1.220.000 per tahun, ibunya baru bisa mencicil Rp500.000. Setiap hari sepulang sekolah, guru selalu mengingatkan ke semua siswa yang masih kurang bayar soal kewajiban ini. Kematian YBR melukai rasa kemanusiaan. Tragedi tersebut mematahkan narasi "wah" pemerintah soal keberhasilan proyek beranggaran jumbo MBG, juga menumpulkan klaim soal angka kemiskinan turun. Masalah klasik soal akurasi data kemiskinan turut tersingkap. Luputnya keluarga YBR dari daftar penerima bantuan sosial menunjukkan bobroknya sistem pendataan di tingkat desa atau daerah (DTKS).Siapa saja yang harus bertanggung jawab atas tragedi ini? Mengapa sistem sosial dan pendidikan kita gagal mencegahnya? Pembenahan seperti apa yang harus segera dilakukan agar anak-anak rentan seperti YBR bisa mendapat perlindungan?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Pemerhati Anak dan Pendidikan, Retno Listyarti.
Hai, Tetangga kesayangan!
Cinta Romantis, Cinta Realistis (Robert & Alice Fryling)
Apa yang membuat sebuah buku berusia ribuan tahun tetap relevan di era digital? Temukan rahasia mengapa Alkitab masih menjadi panduan hidup yang powerful dan bagaimana cara memulai perjalanan eksplorasi yang akan mengubah perspektif Anda tentang kehidupan
Apa yang membuat sebuah buku berusia ribuan tahun tetap relevan di era digital? Temukan rahasia mengapa Alkitab masih menjadi panduan hidup yang powerful dan bagaimana cara memulai perjalanan eksplorasi yang akan mengubah perspektif Anda tentang kehidupan
Pendidikan, kepemimpinan, dan energi. Tiga bahan dasar nation-building dari kacamata Sudirman Said.Gita dan Sudirman juga mengajak kita untuk merefleksikan kembali bencana tsunami Aceh 2004 serta upaya-upaya cepat tanggap kala itu, agar kita bisa memetik pelajarannya hari ini.-----------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.id--------------------------------------Sudah baca? Tinggalkan review-mu di sini: / what-it-takes
Kasus wafatnya siswa SD di Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga akibat tidak mampu membeli buku dan alat tulis, menuai keprihatinan luas. Kasus tersebut dinilai menjadi gambaran buruk pemenuhan hak dasar anak di dunia pendidikan. Bagaimana merespon kejadian tersebut, agar tak terulang? Talk bersama Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia dan Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Rif'an.
#MendadakViral "About a Place in the Kinki Region". Setelah seorang editor majalah okultisme tiba-tiba menghilang, sahabatnya Chihiro dan rekan kerjanya Yusei berusaha mengungkap alasan di balik kehilangannya. https://periplus.com/p/9798855409949
“Kita bisa nyinaoni saka guru-guru cilik iku piwulang ngenani kasetyan” ”Bab-bab sing langgeng kudu nggugah minat kita lan kudu dianggep penting banget”
Buku Desain Besar dari Allah: Hidup Sesuai Maksud Allah (Vaughan Roberts)
The book, “Jayanto Tan - Rainbow Miniature Series” is not just a diary, but an in-depth exploration of identity, family history, and art that bridges the longing for hometown with the reality of life from artist Jayanto Tan. - Buku yang berjudul "Jayanto Tan - Rainbow Miniature Series" ini bukan sekadar catatan harian, melainkan sebuah riset mendalam mengenai identitas, sejarah keluarga, dan seni yang menjembatani kerinduan akan kampung halaman dengan realitas kehidupan dari seniman Jayanto Tan.
Tamu PutCast kali ini adalah Sigit Susanto. Ia adalah sosok yang lahir dari Kendal, kemudian memutuskan tinggal di Swiss hampir 30 tahun. Ia sudah menulis empat buku catatan perjalanan yang merekam pengalamannya menjelajah berbagai negara lewat kisah nyata, pengamatan jujur, dan refleksi budaya yang membumi.
Di tengah badai kecerdasan buatan (AI) yang mendisrupsi segala sendi kehidupan, kita sering kali lupa bahwa teknologi berevolusi jauh lebih cepat daripada kesadaran manusia itu sendiri. Deep Human hadir sebagai kompas di era digital ini, menegaskan bahwa cara terbaik untuk menghadapi masa depan bukanlah dengan bersaing menjadi lebih "pintar" secara teknis layaknya mesin, melainkan dengan menggali kedalaman sisi kemanusiaan kita yang paling otentik. Buku ini bukan sekadar panduan karier, melainkan sebuah manifesto untuk menemukan kembali jati diri yang sering tersesat di tengah hiruk-pikuk algoritma dan distraksi massal. Inti dari konsep ini adalah penguasaan lima "Superskills"—fokus, kesadaran diri, empati, komunikasi kompleks, dan ketangguhan adaptif—yang merupakan benteng terakhir yang mustahil ditiru oleh silikon dan kabel. Melalui pendekatan "Roots & Wings" (Akar dan Sayap), kita diajak untuk menghujamkan akar nilai-nilai internal yang kuat agar tidak mudah goyah oleh perubahan, sembari membentangkan sayap interaksi sosial yang luwes untuk terbang tinggi di dunia yang makin kompleks. Ini adalah ajakan untuk beralih dari mode autopilot yang mekanis menuju kehidupan yang penuh kesadaran dan kehadiran utuh dalam setiap momen. Pada akhirnya, menjadi Deep Human adalah tentang keberanian untuk tetap relevan dengan cara yang paling manusiawi: memiliki hati dan mengejar makna. Di masa depan di mana data adalah mata uang baru, empati dan koneksi mendalam akan menjadi barang mewah yang paling dicari di pasar global. Dengan memadukan riset neurosains terkini dan kebijaksanaan praktis, kita dipandu untuk tidak hanya sekadar bertahan hidup di tengah ketidakpastian VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), tetapi juga tumbuh mekar menjadi versi manusia yang lebih "dalam" dan tak tergantikan.
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Mengupas cerita di balik layar Danantara langsung bersama sang CIO, Pandu SjahrirPercakapan yang diramu untuk menjawab rasa penasaran kita semua: Apa sebenernya yang dilakukan Danantara? Mengapa penting? Bagaimana ejawantah ide dan gagasan yang dibawa? Siapa saja orang-orang di baliknya?#Endgame #GitaWirjawan #PanduSjahrirTopik selengkapnya:00:00 - Intro01:08 - Masuk ke ‘kampus militer'-nya ekonomi05:36 - Pentingya berjejaring08:35 - 5 nilai yang diajarkan orang tua Pandu13:31 - Danantara17:28 - Yang dicari dari investasi23:05 - Passion Pandu sesungguhnya: Pendidikan dan Guru27:06 - Patahkan mitos tentang Danantara38:27 - Korupsi43:19 - Ketahanan Pangan46:51 - Ketahanan Energi54:02 - Kenapa investasi asing itu penting1:04:46 - Harus lihat 50—100 tahun ke depan1:11:25 - Narasi dari Asia Tenggara1:17:03 - Waste to Energy------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/Ss6ud71pmvQ?si=4fgqA2LlfICPLpArhttps://youtu.be/lpQrUTWXHZU?si=1gpeWZBUH6lydFeYhttps://youtu.be/Ne6hcWoWzDo?si=bvlj1YiMlSWqDL-g------------------
Chef Marinka: from MasterChef Judge to Writing a Fiction Storybook "Lilinka & The Opal Castle". - Chef Marinka dari Juri Masterchef hingga menulis Buku Cerita Fiksi berjudul Lilinka & The Opal Caslte.
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Semua tahu kekayaan alam yang ada di dalam dan di atas tanah air Indonesia. Namun siapa benar-benar memahami sejarah, kekuatan, dan potensi kita… di ruang angkasa?Endgame menghadirkan Adi Rahman Adiwoso, pimpinan Pasifik Satelit Nusantara, untuk membahas ekosistem antariksa di Indonesia dari perspektif industri.Adi secara khusus menekankan pentingnya kedaulatan antariksa bagi Indonesia. Ia juga menerangkan besarnya peluang ekonomi luar angkasa (space economy) jika dapat dimanfaatkan secara maksimal.Sebuah topik yang undernarrated, tetapi sangat penting untuk dibahas.#Endgame #GitaWirjawan #AdiRahmanAdiwoso------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/1eD_sZEzSCAhttps://youtu.be/woPxrqw4-qYhttps://youtu.be/6BMIM5iwI9s------------------
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------#Endgame #GitaWirjawan #TomLembong------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/Ss6ud71pmvQ?si=UGN5BNqWsPBFnbpGhttps://youtu.be/sXa4hU3PlZo?si=fZvaa5ZSRP3kdIo2https://youtu.be/9D9XG33maJs?si=oRtXAlmTyhhYGsRa------------------
Buku "Growing Up: Bagaimana Menjadi Murid yang Memuridkan" (Robby Gallaty)
Ini si Buku yang bikin gue excited karena ini buku yang ditulis sama temen gue. Keren banget Anna!!
Ini adalah catatan tentang buku-buku yang sedang saya baca.#books
Ustadz Zainal Abidin Bin Syamsudin - Islam Sontoloyo | Dari Buku Karya Ir. Soekarno
Baru dapat buku-buku (lagi). Entah kenapa kok isinya tentang komunikasi.#books #buku
Calling all L.A. insiders and curious minds — Peter Reynolds is back with Hollywood's latest! Whether it's what's trending or what's already toast, stay tuned for this week's best and worst, including: Justin Bieber helping indie singer Buku with car trouble, Jojo Siwa being rushed to hospital, Donald Glover detailing the severe health scares that forced him to cancel the remainder of his World Tour and More! The post Justin Bieber, JoJo Siwa, Donald Glover and More! appeared first on LA Spinz.
Most people still prefer to read print formats with Gen Z embracing this most traditional of formats. - Kebanyakan orang masih lebih memilih membaca buku dalam format cetak, dengan Gen Z yang paling antusias dengan format tradisional ini.
Ustadz Zainal Abidin Bin Syamsudin - Islam Sontoloyo Dari Buku Karya Ir Soekarno
Madiun menuai sorotan usai aparat desa dan polisi setempat membubarkan bedah buku #ResetIndonesia pada Sabtu (20/12), dengan dalih acara tak memiliki izin. Madiun menjadi lokasi pertama acara itu dibatalkan sejak buku diluncurkan pada Oktober 2025.Sebelumnya di 45 lokasi lain, diskusi buku berjalan lancar, dihadiri berbagai kalangan seperti komunitas sekolah, kampus, hingga petani dan nelayan. Bahkan di Trenggalek, perangkat daerah hingga bupati ikut terlibat dalam diskusi buku #ResetIndonesia.Insiden ini menambah deretan panjang peristiwa serupa sejak era Orde Baru. Bagaimana tanggapan penulis buku #ResetIndonesia? Represi seperti apa yang mereka alami? Langkah apa yang mestinya diambil pemerintah dan kepolisian? Apa dampaknya bagi demokrasi jika insiden semacam ini dibiarkan dan terus berulang?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Penulis Reset Indonesia Dandhy Laksono, Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Nurul Izmi, dan Dosen Hukum Tata Negara UGM sekaligus Dewan Pengarah Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Herlambang Wiratraman.
Agenda bedah buku bertajuk Riah Riuh Komunikasi digelar di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 18 Desember 2025. Buku karya dosen Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengulas studi kasus komunikasi pemerintah dan menjadi pembelajaran bagi pejabat dalam menyampaikan pesan tanpa menimbulkan blunder di ruang publik. Bedah buku ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Peneliti BRIN, Profesor Doktor Siti Zuhra, profesional media dan produser Helmy Yahya, serta CEO Good News from Indonesia, Wahyu Aji. Hendri Satrio menyampaikan bahwa buku ini menggabungkan perspektif akademisi dan praktisi untuk membahas gaya komunikasi pejabat publik, terutama dalam menghadapi momentum politik dan aktivitas di media sosial. Sebagai bentuk kepedulian sosial, 50 persen dari penjualan buku akan disumbangkan untuk korban bencana di wilayah Sumatera.
Buku "Mengapa Aku Mengajar: Memandang kepada Kristus Sang Guru Agung" (Dedy Panggabean)
SabdaNya ingatkan bahwa SEBELUM TUTUP BUKU HIDUP SETAHUN, periksa lagi lembar demi lembar hari-hari yang berlalu, kisah hidup jadi indah bila ada warna terang membahagia dan gelap mendewasa, memadu dalam simfoni pelangi kasihNya.
Apa pendapat anda tentang episode ini? https://open.firstory.me/user/cllnqvpto01n101w7acsdamo6/comments Powered by Firstory Hosting
Tim fiksi atau non-fiksi? Sebenernya lebih berguna baca yang mana sih? Gua akan berusaha menjawab ini bareng Ernest Junius Wiyanto, penulis sekaligus cofounder personalised childern's book, Bookabook.id, dan pameran buku anak, Karya Raya. Ernest sendiri pembaca karya sastra, dan gua yakin lo akan dapet banyak banget insight soal menikmati literary books, termasuk dari top 3 buku fiksi buat pemula. Enjoy!
Bencana alam seringkali dinarasikan sebagai petaka yang berada di luar kuasa manusia. Tapi apakah memang benar selalu begitu? Apakah kita tidak memiliki kendali atas fenomena-fenomena alam tersebut? atau jangan-jangan bencana alam adalah reaksi dari bagaimana kita memperlakukan alam itu sendiri?Dalam bukunya, Slow Disaster: Political Ecology of Hazards and Everyday Life in the Brahmaputra Valley, Assam, Dr. Mitul Baruah menjelaskan bahwa keputusan politik mempengaruhi bahkan mendorong terjadinya bencana alam. Bersama dengan Amirah Syahirah, kita diajak untuk membahas mengenai kehidupan dan penjelasan apa itu Slow Disaster. Simak selengkapnya hanya di Podcast Ilmu Hubungan Internasional seri-101!#hiugm #podcast #hubunganinternasional #environment #Slowdisaster============================
Buku yang menarik banget dan sangat berguna
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersikukuh meluncurkan buku sejarah Indonesia versi baru, meski prosesnya diselimuti polemik. Buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" terdiri dari sepuluh jilid, mencakup perjalanan panjang Indonesia mulai dari akar peradaban Nusantara, interaksi global, masa kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga era Reformasi dan konsolidasi demokrasi sampai 2024.Meski mengaku belum membaca satu lembar pun, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengklaim buku sejarah yang diluncurkan pada Minggu (14/10) itu murni ditulis 113 sejarawan tanpa campur tangan pemerintah. Karya tersebut semacam buku sejarah resmi Indonesia dan bakal menjadi acuan yang diajarkan di sekolah-sekolah.Seperti apa isi sejarah Indonesia versi pemerintah ini? Apakah tragedi pemerkosaan massal 1998 masuk di dalamnya? Bagaimana dengan sejarah '65? Seperti apa tanggapan masyarakat sipil dan akademisi yang konsisten menolak proyek penulisan ulang sejarah nasional? Apakah ada celah untuk melakukan revisi? Bagaimana prosesnya? Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Direktur Sejarah dan Kemuseuman Kementerian Kebudayaan Prof. Agus Mulyana dan Profesor Riset Purna Bakti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Asvi Warman Adam.
Obrolan bersama Lita Mahendra (penerjemah buku ini), Juinita Senduk dan Meita Eryanti.
Selamat datan di INIKOPER, Inspirasi untuk Komunitas Perubahan, satu-satunya wadah audio bagi para visioner yang tak lelah membawa dampak positif bagi sekitarnya. Pernahkah Anda merasa memiliki gagasan cemerlang yang sebenarnya mampu mengubah dunia—atau setidaknya mengubah tim Anda—namun ide tersebut layu sebelum berkembang hanya karena gagal disampaikan dengan tepat? Hari ini, kita akan membongkar rahasia besar mengapa sekadar data yang akurat dan logika yang tajam sering kali tidak cukup untuk menggerakkan hati manusia melakukan sebuah aksi nyata. Dalam episode spesial kali ini, kita akan membedah mahakarya Nancy Duarte berjudul Resonate. Buku ini bukan sekadar panduan teknis tentang mendesain slide presentasi yang cantik, melainkan sebuah manifesto tentang seni mengubah presentasi menjadi narasi visual yang menggetarkan jiwa. Kita akan belajar filosofi radikal tentang bagaimana melepaskan ego sebagai "pahlawan" di atas panggung, dan justru menempatkan audiens Anda sebagai tokoh utamanya. Bersiaplah untuk mengubah total paradigma Anda, dari sekadar "melaporkan informasi" menjadi "menuturkan kisah" yang mampu menjembatani kesenjangan antara apa yang ada saat ini dengan masa depan gemilang yang Anda tawarkan. Jadi, siapkan catatan, kencangkan sabuk pengaman imajinasi, dan buka koper wawasan Anda lebar-lebar. Apakah Anda siap menciptakan gelombang perubahan melalui kekuatan suara dan cerita Anda? Mari kita temukan frekuensi yang tepat agar ide-ide liar Anda tidak hanya sekadar didengar lalu dilupakan, tetapi benar-benar beresonansi kuat hingga memicu pergerakan. Inilah INIKOPER, mari kita mulai perjalanan transformasinya sekarang!
Harusnya memang ada buku yang membahas kegagalan2 dari para pimpinan perusahaan (CEO) atau organisasi. Tujuannya agar generasi berikutnya tidak terjeblos kepada kesalahan yang sama. Menjadi pimpinan itu memang sunyi. Lonely.
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini: https://books.endgame.id/Sudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/2...---------------------Bagaimana arah kebijakan dan lanskap ekonomi ke depan?Untuk pertama kalinya, Purbaya Yudhi Sadewa berbincang selama lebih dari 90 menit untuk membahas segala aspek yang penting untuk Anda pahami: mengapa uang beredar penting, bagaimana meningkatkan penanaman modal asing dan penerimaan pajak, hingga strategi mencapai target pertumbuhan 8%.Purbaya dan Gita juga menyentuh topik lainnya, termasuk dana pendidikan, desentralisasi ekonomi, serta peningkatan elektrifikasi. Terlebih lagi, Purbaya juga membahas beberapa hal personal seperti latar belakang pendidikan dan filsafat ekonomi beliau.#Endgame #GitaWirjawan #PurbayaSadewa---------------------Episode lainnya yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/DTz5X5NVSdk?si=M_1xg...https://youtu.be/S0GcAdhLKYE?si=5Dd3_...https://youtu.be/A9jWMsM4-wU?si=6oQTm...
Dalam dunia yang semakin terfragmentasi dan "tribal", kita dihadapkan pada paradoks besar: konektivitas digital yang tak terbatas seringkali diiringi dengan epidemi kesepian yang mendalam. "Orchestrating Connection" karya David Homan dan Noah Askin hadir sebagai jawaban atas krisis koneksi ini. Buku ini menantang gagasan "networking" tradisional yang seringkali terasa transaksional dan tidak autentik. Sebaliknya, Homan dan Askin mengusulkan metafora yang kuat: alih-alih menjadi musisi solo yang terisolasi di atas panggung, kita harus bercita-cita menjadi seorang konduktor, yang secara sengaja menyatukan beragam suara untuk menciptakan sebuah simfoni yang harmonis. Inti dari argumen mereka adalah pergeseran dari sekadar mengumpulkan kontak menjadi membangun "komunitas yang bertujuan" (purposeful community). Ini adalah sekelompok individu yang terikat bukan oleh kenyamanan demografis atau kesamaan yang dangkal, melainkan oleh seperangkat nilai-nilai inti yang sama, kepercayaan yang mendalam, dan komitmen terhadap tujuan yang lebih besar. Buku ini berfungsi sebagai cetak biru praktis untuk merancang dan memelihara ekosistem semacam itu, dimulai dengan langkah fundamental untuk setiap individu: pertama-tama "menemukan melodi Anda" atau mengartikulasikan tujuan pribadi Anda. Homan dan Askin tidak hanya berhenti pada teori. Mereka menyediakan kerangka kerja yang dapat ditindaklanjuti, termasuk alat-alat seperti "Impact Ask" (Permintaan Dampak) untuk mengartikulasikan kebutuhan Anda secara efektif. Seluruh model ini ditopang oleh lima prinsip inti: Keberagaman (Diversity), Kerentanan (Vulnerability), Rasa Ingin Tahu (Curiosity), Kemurahan Hati (Generosity), dan Rasa Syukur (Gratitude). Melalui praktik-praktik yang disengaja, seperti "Menghormati Rantai Koneksi," "Orchestrating Connection" menawarkan panduan inspiratif untuk mengubah cara kita berhubungan, menjauh dari isolasi menuju kehidupan yang lebih kaya, lebih bermakna, dan benar-benar terhubung.
[Malay: Three hundred and ninety-two – Meeting your match] Long weekends, Latino concerts and Eurovision surprises – it's been a big week. But this show is even bigger. Michael and... LEARN MORE The post Tiga ratus sembilan puluh dua – Bertemu buku dengan ruas appeared first on babble POP!.
Through Kara's story, children are invited to discover the magic and meaning of batik in a fun,safe and inspiring way. - Melalui karakter Kara, anak-anak diajak mengenal keindahan batik dengan cara yang aman dan menyenangkan.
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.
Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
Sebuah buku harian veteran perang Tiongkok yang telah lama hilang telah ditemukan, merinci keterlibatan Tiongkok dalam D-Day. Penemuan ini sungguh menakjubkan.
This week, we're joined by Western Bulldogs player Buku Khamis, we spoke about the grind of making it to the AFL, the lessons that shaped him, the chaos of locker room dynamics, and how dating changes once the “pro athlete” title comes into play.
In 2024, Raidah Shah Idil published her first novel How to Free a Jinn, telling the story of a girl of Malaysian heritage who possesses the power to see creatures that are invisible to others and even inherits a jinn from her family. - Pada tahun 2024, Raidah Shah Idil menerbitkan novel pertamanya How to Free a Jinn, menceritakan kisah seorang gadis keturunan Malaysia yang memiliki kekuatan untuk melihat makhluk yang tidak terlihat oleh orang lain dan bahkan mewarisi jin dari keluarganya.