POPULARITY
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 2 Timotius 1: 1-3.6-12; Mazmur tg 123: 1-2a.2bcd; Markus 12: 18-27.JIKA TERJADI SALAH PAHAM Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Terjadi SalahPaham. Seorang pemuda menaksir seorang gadis yang sudah ia kenal beberapa bulanlamanya. Gadis itu lebih muda sepuluh tahun darinya. Sang pemuda selalumenyempatkan diri untuk bertemu dengan gadis pilihannya itu. Pada suatu ketikaia menyatakan secara langsung cintanya kepada gadis cantik itu. Pemuda itu berkata: "Saya jatuh cinta padamu. Apakahkamu dapat menerima saya, mengingat perbedaan usia kita 10 tahun. Selama inisaya kuatir untuk berbicara karena faktor perbedaan usia ini." Gadis itumenjawab: "Tidak apa-apa. Saya terima kok. Yang penting harus terpenuhisatu syaratnya." "Syarat apa?" tanya si pemuda. "Syaratnyaialah, kamu menunggu saja sampai usia saya sama dengan usiamu." Selama kita sebagai manusia di dunia ini kita akanmengalami banyak salah paham. Cerita di atas adalah salah satu contohnya. Salahpaham umumnya terjadi karena di antara kita tidak ada satu pemahaman ataupemikiran yang sama. Jika kita tidak berusaha mengatasinya, ini akan berpotensimenjadi konflik dan pemicu perpecahan di antara kita. Kita hendaknyamenghindari contoh-contoh salah paham yang kita temukan di dalam kitab suci. Kisah tentang Tobit yang ditunjukkan dalam Perjanjian Lamamenggambarkan salah paham orang tentang penderitaan sebagai orang beriman.Penderitaan karena Yesus jangan dianggap sebagai kutukan dan nasib yang sangatmemalukan. Justru penderitaan adalah kesempatan mendapatkan rahmat dan berkatTuhan. Salah paham yang kedua ialah pandangan bahwa kebaikan dan panggilankudus didapatkan adalah semata-semata karena perbuatan manusia. Tuhan dipandangtidak berperan apa-apa. Seharusnya, ini adalah karena maksud dan kasih TuhanAllah sendiri yang memilih dan memberikan kita martabat yang tinggi. Orang-orang Saduki salah paham bahwa nanti di dalam hidupabadi suami-istri biologis akan melanjutkan lagi perkawinan mereka di sana.Mereka berpikir bahwa manusia hanya akan pindah alamat tempat tinggal ketikananti memasuki kehidupan di alam baka. Yesus menegaskan bahwa mereka sungguhsalah paham dan itu membuat arah hidup mereka menjadi salah. Jika terjadi salah paham, apa yang mesti kita lakukan?Hendaklah kita sadar bahwa Tuhan adalah tempat kita mendapatkan terang, nasihatdan jalan untuk berbalik ke paham yang benar. Hendaklah kita juga salingmengingatkan supaya salah paham itu jangan diteruskan dan berpeluang untukmenjadi besar. Konflik sudah siap menyerang jika salah paham ini tidakdihentikan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkan dan kuatkanlahkami selalu untuk berada dalam jalan dan paham yang benar sesuai dengankebijaksanaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
Khotbah tentang penderitaan dalam perspektif iman Kristen.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Maret 2026Bacaan: "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (2 Korintus 4:17)Renungan: Suatu hari seseorang bermimpi bertemu Tuhan. Tuhan bertanya, "Mengapa engkau bersedih?" Orang itu menjawab, "Tuhan, hidupku penuh dengan penderitaan, rasanya aku tidak dapat menatap hari esok." Lalu tuhan duduk di sampingnya, meraih tangannya dengan penuh kasih dan berkata, "Biarkan Aku menjelaskan padamu dan engkau akan mengerti. Setiap penderitaan merupakan batu pijakan yang harus engkau tapaki setiap hari. Setiap kali engkau melalui sebuah penderitaan, itu merupakan batu pijakan yang akan membawamu naik lebih tinggi. Jalan kehidupan bagaikan perjalanan mendaki sebuah gunung. Ada batu-batu terjal berupa kesulitan dan penderitaan yang harus dijadikan tempat berpijak. Ketika engkau mengalami masalah, Aku Sang Batu Karang akan menopangmu. Setiap batu pijakan yang engkau lalui akan membuat jiwamu semakin kuat. Memang batu-batu itu cukup banyak dan terasa menyakitkan, tapi karakter dan imanmu akan terbentuk. Aku tahu bahwa engkau lelah, karena Akupun sudah melalui jalan ini dan Aku meninggalkan kisah perjalananku agar engkau tetap kuat. Tetaplah mendaki dengan tekun ke tempat yang penuh kemuliaan. Ingatlah, bahwa Aku menyertai langkahmu." Jika saat ini kita sedang melalui batu-batu terjal berupa penderitaan, tekanan, aniaya, cemooh, penyakit, ketidakadilan dll, jadikan itu sebagai batu pijakan dan bukan batu sandungan. Banyak orang percaya yang tersandung, jatuh dan tidak mau bangkit lagi karena menilai kesulitan hidup dengan cara penilaian mereka sendiri dan bukan dengan cara penilaian Tuhan. Pegang erat janji Tuhan dan jangan lagi menganggap janji-janji Tuhan sebagai cerita dongeng belaka. Mereka yang percaya pada tuntunan, penyertaan dan pertolongan Tuhan akan mengalami kuasa-Nya. Pergumulan hidup hendaknya menjadi batu pijakan yang harus anda lalui untuk naik lebih tinggi. Jangan menyerah ketika beban hidup terasa semakin berat. Di saat kita tidak berdaya, pandang Yesus Sang Batu Karang kehidupan di mana kita bisa berlindung dan mengalami kemenangan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau mau menjadi batu karang dalam kehidupanku. Ada begitu banyak batu-batu kerikil yang harus kulalui dalam perjalanan hidup ini. Terkadang aku tidak sanggup untuk melaluinya. Tapi aku bersyukur karena Engkau telah lebih dulu menjalaninya, sehingga kalau saat ini aku menjalaninya, Engkau dapat memberi kekuatan khusus kepadaku. Berilah Roh kekuatan Mu ya Yesus, sehingga aku dapat melalui perjalanan hidupku ini dengan tetap setia memegang tanganMu sampai aku tiba pada kesudahannya dan berkumpul bersamaMu di surga. Amin. (Dod).
Rahmat Allah di dalam Penderitaan Kita (David Powlison )
Karunia Penderitaan: Menemukan Allah dalam Situasi Sulit dan Mencekam (Mark Yaconelli)
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 23 November 2025Bacaan: "Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian." (2 Korintus 7:10)Renungan: Perjalanan hidup kita adalah seperti sebuah proses. Seperti sebuah benda yang begitu indah dan berharga mahal, harus melalui suatu proses yang tidak mudah: diolah, diremukkan dan dibentuk. Oleh karena itu kita harus melewati berbagai tekanan, kesulitan, masalah, penyakit dan juga penderitaan, dan kesemuanya itu terkadang membawa kita kepada dukacita. Namun bila kita mampu menguasai diri dan mengaturnya dengan baik, serta membiarkan tangan Tuhan bekerja dalam hidup kita, kehidupan kita akan menjadi luar biasa dan berbeda. Tuhan tidak menghendaki kita bersedih atau berduka karena masalah yang ada. Justru DIA ingin memakai dukacita yang kita alami ini sebagai sarana yang membawa kita pada sebuah kehidupan yang lebih baik lagi. Oleh karena itu firman-Nya mengatakan: "Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur." (Mat 5:4). Tidak semua bentuk dukacita dapat membawa kebaikan, hanya ketika kita membawa dukacita itu kepada Tuhan, maka dukacita itu akan menjadi suatu kebaikan bagi kita. Tanpa adanya perasaan dukacita dan penyesalan tidak akan pernah ada pertobatan. Dan tanpa pertobatan kitapun tidak akan pernah menerima anugerah pengampunan dan kasih karunia dari Tuhan. Mari kita bawa semua permasalahan dan kesulitan hidup ini kepada Tuhan; dan biarlah DIA yang menyelesaikannya dengan caraNYA dan bukan dengan cara kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku percaya melalui penderitaan dan permasalahan hidup ini, Engkau mau membentuk aku menjadi pribadi yang tegar dan tahan uji, seperti emas yang murni yang harus dibakar di perapian agar menjadi berharga. Kini kuserahkan semua beban hidupku pada-Mu, selesaikanlah semuanya dengan caramu dan bukan dengan caraku. Amin. (Dod).
Kata orang, hidup selalu berubah-ubah dan gak bisa ditebak. Padahal, ada pola 7 tahun sekali yang bisa kita pelajari buat membantu kita memahami perjalanan hidup.Andra Alodita, bersama dengan Ibu Nucha membahas seperti apa siklus 7 tahunan ini, dan kemungkinan apa aja yang akan kita hadapi di masing-masing periodenya.Episode ini juga bisa jadi teguran untuk Parents yang sampai saat ini belum berani ambil keputusan untuk melepaskan orang-orang yang gak sejalan dengan visi hidup.Timestamp:00:00 Opening04:35 Kenapa angka 7 itu spesial?06:47 Rumus di tiap 7 tahunan18:35 Memahami jiwa dan misi jiwa23:12 Cara melatih diri untuk kurasi emosi31:20 Ambil keputusan jika udah terlalu menguras energi33:31 Your people will find you38:05 Let them talk about you43:20 Penderitaan akan mengajarkan hal baru55:38 Pentingnya jadi orang otentik karena jadi magnet buat banyak orang
Ashin Kheminda melanjutkan pembahasan Kitab Buddhavamsa. Di kelas ini beliau menjelaskan makna setiap kata di Stanza 78-81 hanya berdasarkan Kitab Komentar.
Sebuah Puisi: GELAP TERANGDitulis oleh Ardi Kamal KarimaDisuarakan: Nona SenjaPuisi ini membuka dengan gambaran realitas sosial yang suram dan penuh penderitaan. "Pelita yang padam" melambangkan harapan yang terus menerus pudar, sementara "bibir-bibir sumbing" dan "bayangan yang tumbuh lebih panjang" menggambarkan luka, korban kota, serta beban hidup yang lebih besar daripada diri manusia itu sendiri. Penderitaan itu semakin dalam dengan "sungai diam-diam menelan nama," yang menyiratkan hilangnya identitas dan nyawa tanpa suara, seakan-akan kegelapan (malam) terus meminta tumbal tanpa ada "pengganti cahaya." Kehidupan digambarkan statis dan tak berarti, hanya coretan di "papan-papan yang selalu basah," ibarat pesan atau protes yang tak pernah bertahan atau didengar.Pada bagian ini, sang aku lirik menunjukkan respons terhadap kegelapan tersebut, yang penuh dengan pengorbanan sia-sia dan keputusasaan. "Hutan-hutan masih membakar diri" adalah metafora kuat untuk pengorbanan besar yang dilakukan hanya untuk sekadar bertahan hidup di tengah zaman yang "terkontaminasi," seperti mengorbankan sesuatu yang murni untuk menyaring racun dunia. Pengorbanan itu ternyata tidak diimbangi dengan keyakinan; doa disimpan "di saku yang bolong," melambangkan iman yang mudah hilang dan rapuh. Keraguan mencapai puncaknya dalam pertanyaan retoris, "apakah fajar hanya dongeng yang diwariskan pembohong?" yang meruntuhkan optimisme konvensional dan mempertanyakan kebenaran janji akan perubahan yang lebih baik.Meskipun diliputi kegelapan, puisi ini tidak berakhir dengan keputusasaan total. Bagian penutup menawarkan sebuah pemahaman baru tentang harapan. "Remang itu tetap merayap, seperti akar yang menguak retakan tembok" adalah simbol dari ketekunan dan kekuatan halus yang pada akhirnya bisa merobohkan tembok-tembok kesulitan. Terang tidak lagi digambarkan sebagai janji muluk yang diberikan dari luar, tetapi sebagai "luka yang bersedia mengobati diri sendiri"—sebuah kekuatan yang lahir justru dari penderitaan itu sendiri dan melalui proses penyadaran serta perjuangan internal. Penantian pun tetap dilakukan, meski terasa lama dan melelahkan ("waktu sudah lama menjadi tamu yang lupa pulang").Pada akhir puisi berfungsi sebagai penegas sekaligus pengingat bahwa siklus ini adalah suatu keyakinan historis, yang dalam konteks puisi ini, harus diperjuangkan dengan gigih dan sabar, bukan hanya ditunggu secara pasif.#ardikamal #literasi #penulis #monologue #jurnal #luka #perspektive #monolog #menjadimanusia #filsafat #sastra #ardikamal #puisi #poem #poet #penyair #kutipan #poetry #sajak #mentalhealth #syair #pahamkiri #wijithukul
Bpk. Andrew Soendjojoe (TB) Roma 5 : 3-55:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. 5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kadang kita jatuh, kehilangan, bahkan merasa hampa. Tapi Viktor Frankl, seorang psikiater yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi, menemukan sesuatu yang luar biasa: manusia selalu bisa menemukan makna, bahkan di tengah penderitaan.Inilah inti dari Logoterapi filsafat sekaligus terapi yang mengajarkan bahwa kita bisa bertahan bukan karena hidup mudah, tapi karena hidup punya tujuan.Di episode ini, kita akan berbagi refleksi tentang bagaimana makna bisa ditemukan melalui karya, cinta, dan sikap kita dalam menghadapi penderitaan.Karena mungkin, yang penting bukan apa yang kita harapkan dari hidup, tapi apa yang hidup harapkan dari kita.
Dhammasākacchā oelh Bhante Dhammadhīro Mahathera usai dana makan di Vihāra Buddharatana Medan
Musa menghadap raja Mesir membawa tuntutan Tuhan, dan keadaan menjadi semakin buruk bagi bangsa Israel. Penderitaan mereka bertambah, dituduh malas; diperlakukan lebih kasar; pekerjaan harian jadi lebih berat, lebih sulit dari sebelumnya.
Musa menghadap raja Mesir membawa tuntutan Tuhan, dan keadaan menjadi semakin buruk bagi bangsa Israel. Penderitaan mereka bertambah, dituduh malas; diperlakukan lebih kasar; pekerjaan harian jadi lebih berat, lebih sulit dari sebelumnya.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 30 Juni 2025Bacaan: "Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam 3 malam ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka." (Markus 6:48)Renungan: Di tepi Danau Michigan terhampar bukit pasir yang sangat tandus dan tidak pernah dibajak. Namun, ada lapisan tanah yang subur di bawah hamparan pasir itu dan petani terus menerus mengolah tanah itu. Petani itu mengetahui apa yang sedang dilakukannya, jadi dia terus menggali tanah itu. Makin dalam bajak itu menghujam tanah dan makin tajam garukannya, makin bagus panenan yang akan dihasilkan ketika waktu menuai tiba. Sering kita bertanya saat mengalami penderitaan, "Mengapa saya harus mengalami kekecewaan, kesedihan dan penderitaan? Apa yang telah saya lakukan sehingga Allah mengirimkan ujian bagi saya? Apakah Dia tidak senang dengan saya?" Allah selalu mempunyai alasan yang baik ketika Ia mengijinkan penderitaan hadir dalam hidup kita. Salah satunya adalah untuk mendisiplinkan rohani kita. Saat penderitaan itu datang, itulah saat Allah membajak hati kita yang tandus, karena Allah tahu di dalam hati kita yang terdalam ada hamparan tanah yang subur yang dapat menjadikan-Nya mampu membentuk pribadi kita menjadi tahan uji. Bajak dari Allah memang tajam dan menghujam, tetapi pada akhirnya kita akan melupakan sakitnya bajakan itu dan pada akhirnya akan bersukacita dalam berkat karena dibalik hujan penderitaan ada pelangi yang indah. Tetaplah berharap dalam penderitaan kita, karena Allah lebih dulu masuk dalam penderitaan itu, dan Ia akan menopang kita untuk melewatinya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, hanya mujizat-Mu yang mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam hidupku saat ini. Berilah aku kekuatan dan pengharapan, sebab aku percaya tak pernah sedetikpun Engkau meninggalkan aku, sebab Engkau Allah yang tidak pernah tidur. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalah ALAH AKAN MENUNTUNMU PULANG KE RUMAH DI SURGA Mari kita membaca Firman Tuhan dari2 KORINTUS 4: 18Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. Wonder Kids, kita semua akan menghadapi kesulitan dalam hidup kita. Sebagai anak-anak, kamu juga pernah menghadapi tantangan bukan? Mungkin kamu pernah diejek teman dan merasa dikucilkan. Mungkin kamu harus pindahsekolah atau teman baikmu pindah sekolah. Mungkin ada teman-temanmu yang tidak bisa memahami imanmu. Mungkin juga kamu kehilangan orang yang kamu kasihi. Wonder Kids, kadang perasaan tersakiti lebih banyak daripelukan yang kamu terima. Hari-hari ketika kamu menderita membuatmu lelah dan kesepian. Penderitaan membuatmu ingin menyerah saja. Tapi Wonder Kids, jangan menyerah. Disaat kamu menghadapi hari yang buruk, Allah bisa terlihattidak terjangkau olehmu. Tapi faktanya tidak demikian. Ijinkan aku menghibur dan memberimu pengharapan. Allah tidak pernah menjanjikan perjalanan hidup yang selalu mudah. Tapi Allah berkata bahwa jika kamu percaya kepada-Nya, maka Ia akan menuntunmu hingga kamu tiba di rumahmu di surga. MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, janji Allah itu indah dan luar biasa, khususnyadisaat kamu merasa kesepian. Mulailah menulis jurnal dan tuliskan janji Allah yang kamu temukan di dalam Firman-Nya. Kamu bisa mulai dari janji Allah yang dituliskan di Mazmur34: 4 disaat kamu sedang takut Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Juga Yosua 1: 5 jika kamu merasa kesepian. Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Mari kita berdoaBapa, terima kasih atas semua berkat yang Engkau berikan.Tolong aku untuk melihat hal-hal yang tidak terlihat, agar aku bisa fokus pada hal-hal yang kekal. Ajarilah aku agar tidak terpengaruh oleh hal yang bersifat sementara, melainkan selalu berharap pada janji-Mu yang kekal. Dalam nama TuhanYesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, FOKUSLAH PADA HAL-HAL YANG KEKAL DAN TIDAK TERLIHAT DARI PADA MASALAH YANG SIFATNYA SEMENTARA. Tuhan Yesus memberkati====/
Pembawa Renungan : RD. Aang Winarko Malang Yoh. 16:20-23a
Mazmur 46 dipenuhi dengan harapan dan janji bahwa, di tengah kehancuran, pencobaan, penderitaan dan peperangan yang kita hadapi, kita perlu bertahan, tetap dalam iman, berpegang teguh pada wahyu Tuhan, terutama di dalam Yesus di kayu salib.
Mazmur 46 dipenuhi dengan harapan dan janji bahwa, di tengah kehancuran, pencobaan, penderitaan dan peperangan yang kita hadapi, kita perlu bertahan, tetap dalam iman, berpegang teguh pada wahyu Tuhan, terutama di dalam Yesus di kayu salib.
Nubuatan membahas masalah-masalah kunci terkait dosa, penderitaan, penghakiman, pertempuran baik dan jahat, keadilan, ketidakadilan, penganiayaan, dan banyak lagi. Mazmur juga membahasnya secara mendalam, mengeksplorasi hampir setiap emosi manusia.
Nubuatan membahas masalah-masalah kunci terkait dosa, penderitaan, penghakiman, pertempuran baik dan jahat, keadilan, ketidakadilan, penganiayaan, dan banyak lagi. Mazmur juga membahasnya secara mendalam, mengeksplorasi hampir setiap emosi manusia.
READING THE BIBLE WITH THE DEAD/RBWD - Eps #03 [John Calvin]: Penderitaan Dalam Narasi PenciptaanPdt. Jimmy Pardede, Denni Girsang, dan Samuel C. PantouSetiap manusia, termasuk anak-anak Tuhan, tidak imun terhadap penderitaan. Bukankah kesalehan Ayub bahkan dipuji oleh Allah sendiri? Tetapi ia justru mengalami penderitaan yang luar biasa dahsyat! Adakah kita dapat mengenal karakter dan bijaksana Tuhan melalui penderitaan Ayub? Ketika Ayub mencari keadilan Tuhan, mengapa Tuhan justru menjawab pergumulannya dengan perspektif penciptaan?Saksikan juga dan nikmati diskusinya di:https://grii.to/rbwd-3
Yesus Mesias pergi jauh sedikit daripada para murid-Nya, iaitu sepelempar batu jauhnya lalu berlutut untuk berdoa, “Ya Bapa, jika berkenan kepada-Mu, jauhkanlah kiranya cawan penderitaan ini daripada-Ku. Tetapi bukannya kehendak-Ku melainkan kehendak-Mu yang dilaksanakan" (Lukas 22:41-42)
Pdt. Wigand Sugandi
Ketika kita merenungkan Salib dan seluruh pekerjaan Allah dalam rencana penebusan, pahami bahwa pekerjaan Allah meyakinkan kita akan kasih Allah, sekalipun di tengah pencobaan dan penderitaan.
Ketika kita merenungkan Salib dan seluruh pekerjaan Allah dalam rencana penebusan, pahami bahwa pekerjaan Allah meyakinkan kita akan kasih Allah, sekalipun di tengah pencobaan dan penderitaan.
Raja alam semesta yang sebenarnya adalah Yesus Kristus. Yesus memberikan kemenangan bagi kita, di dalam Dia kita memperoleh kemenangan, bahkan di tengah kesukaran dan penderitaan. Pekerjaan Kristus melawan musuh pada setiap kesempatan.
Raja alam semesta yang sebenarnya adalah Yesus Kristus. Yesus memberikan kemenangan bagi kita, di dalam Dia kita memperoleh kemenangan, bahkan di tengah kesukaran dan penderitaan. Pekerjaan Kristus melawan musuh pada setiap kesempatan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalah TUHAN YESUS MERASAKAN PENDERITAAN KITA Mari kita membaca Firman Tuhan dari Matius 14: 14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Wonder Kids, tahukah kamu bahwa Injil Matius awalnya ditulis dalam bahasa Yunani. Kata Yunani untuk istilah “merasa kasihan”adalah splanchnizomai yang artinya “di usus”. Jadi ketika Matius menulis bahwa Tuhan Yesus merasa kasihan kepada orang banyak, yang dimaksud oleh Matius adalah bahwa Tuhan Yesus tidak merasa sedikit sedih, tapi lebih hebat. Yang dimaksud oleh Matius adalah Yesus merasakan penderitaan mereka seperti menerima pukulan di perut. · Tuhan Yesus merasakan bagaimana rasanya menjadi lumpuh dari orang yang lumpuh. · Tuhan Yesus merasakan rasa sakit dari orang yang sakit. · Tuhan Yesus merasakan kesepian dari orang kusta yang dikucilkan oleh masyarakat. · Tuhan Yesus merasakan perasaan malu dari orang yang berdosa. Dan ketika Tuhan Yesus merasakan penderitaan mereka, maka tidak ada hal lain yang dapat menghalangi-Nya untuk memulihkan mereka. MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHAN Wonder Kids, apakah kamu mengasihani seseorang? Siapa dia? Apakah orang yang kamu kasihani adalah anak yang sering dibully? Apakah dia adalah seorang anak yatim piatu yang kamu lihat di TV? Apakah ia adalah seorang yang belum mengenal Tuhan Yesus? Jangan hanya sekedar merasa kasihan. Minta kepada Tuhan Yesus untuk menunjukkan kepadamu bagaimana kamu bisa memberikan pertolongan. Mari kita berdoa. Bapa, beri aku hati yang penuh dengan belas kasihan agar aku peka melihat orang-orang yang memerlukan pertolongan sehingga bisa menolong mereka. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin. Wonder Kids, TUHAN TIDAK PERNAH TERLALU LELAH ATAU TERLALU SIBUK UNTUK MENOLONGMU. Tuhan Yesus memberkati
This episode reflects on how we often use trauma or struggles as identity or validation. Inspired by Adlerian psychology and Viktor Frankl's insights, we explore finding meaning in hardships and the importance of taking responsibility for healing
Wigand Sugandi - Roma 8:18 (TB) Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 232 (Matius 10:34-42): Bacaan hari ini melanjutkan peringatan Tuhan Yesus mengenai segala macam bahaya yang akan dialami oleh para murid pada waktu itu, maupun murid-murid yang lain sepanjang sejarah gereja. Tuhan Yesus memberi peringatan bahwa mengikut Yesus dapat mengakibatkan perpecahan, bahkan antar keluarga sendiri. Seorang yang memutuskan untuk mengikut Tuhan Yesus mungkin akan diusir oleh orang tuanya, atau dibenci oleh anaknya, atau diceraikan istrinya, atau dikucilkan keluarganya sendiri. Semua ini pernah dan masih terjadi hingga sekarang.
Wigand Sugandi - Mazmur 16:8 (TB) Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Dhammasākacchā oleh Bhante Dhammadhīro usai dana makan di Vihāra Dibba Ratana Jakarta
GI Ridwan Tangkilisan
2 KOR 4:16-18 PENDAHULUAN –Kalau kita amati kita dapati bahwa hidup ini kaya dengan perbedaan dan kontras yang menarik. KONTRAS YANG DISAJIKAN RASUL PAULUS-1.Manusia lahiriah -batiniah (ay16). 2.2.Penderitaan sementara- Kemuliaan Abadi . Yang kelihatan – -yang tak kelihatan (ay17,18) PENUTUP-Selamat meneruskan hidup yang sementara , yang kelihatan ini memasuki masa depan yang belum kelihatan, yang ... Read more
Joshua Marthio - Filipi 3:10 (TB) Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 6 April 2024 Bacaan: "Jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan." (Ulangan 8:14) Renungan: Sudah merupakan hal yang biasa, ketika hidup seseorang nyaman, semua kebutuhan tercukupi dan uang banyak, kecenderungan untuk melupakan Tuhan mulai ada, karena daya tarik dunia dan segala yang ada di dalamnya nampak lebih memikat dan menjanjikan. Ada satu keluarga yang tadinya rajin ke gereja bahkan juga minta untuk diadakan persekutuan doa di rumah mereka. Waktu itu sang suami belum punya pekerjaan tetap dan isterinya juga tidak bekerja. Kondisi seperti ini semakin mendekatkan mereka kepada Tuhan. Beberapa bulan kemudian, sang suami mendapatkan pekerjaan yang cukup baik, demikian pula dengan isterinya. Keadaan ekonomi mereka membaik dengan cepat, sehingga bisa membeli barang-barang mewah. Tetapi sejak saat itu keluarga ini mulai malas ke gereja dan lama-kelamaan mereka sama sekali tidak lagi ke gereja. Mungkin ini adalah salah satu penyebab kenapa Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita minta, dan kenapa la mengizinkan beberapa orang di antara kita kehilangan sesuatu yang menghalangi hubungan kita denganNya. Sebelum bangsa Israel masuk ke Tanah Kanaan dan menikmati kelimpahan yang Tuhan sediakan bagi mereka, Musa telah memberikan peringatan untuk tidak melupakan Tuhan kalau nanti mereka sudah hidup senang. Melupakan Tuhan bisa berwujud: Pertama, tidak lagi berpegang pada peraturan dan ketentuan-Nya. Penderitaan bangsa Israel karena penindasan yang dialami di Tanah Mesir semakin mendekatkan mereka kepada Tuhan. Memang benar penderitaan selalu membawa dua akibat bagi manusia, semakin dekat dengan Tuhan atau semakin jauh dari-Nya. Namun dibandingkan penderitaan, kesenangan lebih sering membuat manusia melupakan Tuhan. Kesenangan hidup membuat orang terlena dan semakin memanjakan diri dengan melakukan apa yang menyenangkan dagingnya; perbuatannya tidak lagi berdasarkan aturan atau ketetapan yang diberikan Tuhan. Kedua, menjadi tinggi hati. Orang yang tinggi hati ketika hidup senang seperti pepatah yang mengatakan, "Lupa kacang akan kulitnya." Kesombongannya membuatnya berpikir bahwa semua yang ia peroleh semata-mata karena kehebatannya. Ia lupa bagaimana Tuhan sudah menolong dan terus menopangnya ketika ia masih hidup susah. Baginya kesuksesan hidup atau sebut saja hidup yang diberkati merupakan sesuatu yang sudah sepatutnya ia terima karena usahanya yang luar biasa. Terlalu sering kita mempermainkan Tuhan. Ketika hidup susah kita begitu setia kepada-Nya. Namun ketika kita sudah diberkati, kita dapat melupakan Dia dalam sekejap. Jadi jangan heran kalau akhirnya Tuhan menarik kembali apa yang la percayakan pada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau telah memberkatiku dalam banyak hal. Mampukan aku untuk setia dan tidak melupakan-Mu disaat hidupku berkelimpahan berkat. Aku percaya hanya karena rahmat-Mu aku mendapatkan segalanya. Amin. (Dod).
Handoyo Salim - Lukas 22:42 (TB) "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
Resonansi Jiwa merupakan salah satu program yang on air setiap hari di Radio Classy FM. Anda bisa mencermati via streaming di classyfm.co.id atau download aplikasi Classy FM di Playstore dan Appstore.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 Maret 2023 Bacaan: "Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." (Yesaya 40:31) Renungan: Ada sebuah kisah tentang seorang Bapak Tua yang sangat bijaksana. la tinggal sendirian di sebuah lereng gunung. Pada suatu senja datanglah seorang pemuda yang berjalan dengan langkah terseret-seret dan wajah yang kusut tidak bersemangat. Rupanya pemuda itu mengalami banyak masalah di dalam hidupnya sehingga dia sangat putus asa. Sambil sesekali menarik nafas panjang ia menceritakan semua permasalahannya kepada Bapak Tua itu. Lama Pak Tua mendengarkan keluhan si pemuda, kemudian ia mengambil segenggam garam dan menyuruh sang pemuda mengambil secangkir air. Garam itu ditaburkan Pak Tua ke dalam cangkir kemudian menyuruh pemuda tadi mencicipinya. "Asin... asin sekali bahkan terasa pahit! Garamnya kebanyakan," komentar sang pemuda setelah mencicipi air itu. Kemudian Pak Tua itu menggandeng tangan sang pemuda menuju ke sebuah danau di pinggir hutan. Setelah berjalan tanpa berkata-kata sampailah mereka ke danau yang dimaksud. Pak Tua lalu menaburkan segenggam garam ke dalam danau. Dia mengambil sepotong ranting kering yang jatuh dan mengaduk-aduk air danau tersebut. Sesudah itu ia mempersilakan si pemuda mengambil air dari danau itu dan meminumnya. "Bagaimana rasanya?" tanya Pak Tua. "Segar dan tidak pahit. Saya sama sekali tidak merasakan garamnya," sahut si pemuda. "Sekarang duduklah di depanku, aku akan mengajarkan sesuatu kepadamu," kata Pak Tua itu. Pemuda tadi menurut, mengambil tempat duduk di depan Pak Tua sambil bersandar di sebuah pohon besar. "Begini... di dalam hidup ini kita tidak lepas dari pahitnya kehidupan seperti halnya garam yang kau cicipi tadi. Tetapi pahit tidaknya akan tergantung pada seberapa besar wadah yang kita sediakan untuk menampungnya walaupun jumlah dan rasa pahit itu adalah sama. Penderitaan, penyakit, tekanan, kekecewaan, kesepian, penolakan, dll. selalu ada selama kita masih hidup. Wadah itu adalah hati kita. Ketika kepahitan hidup datang, lapangkanlah dadamu untuk menerima dan menjalaninya. Jika wadah yang kita miliki terlalu kecil sehingga tidak siap menerima masalah yang datang, saat itulah kita akan merasakan kepahitan dan beban itu membuat kita menderita," kata Pak Tua. Mereka berdua berjalan pulang karena hari itu mereka telah belajar sesuatu yang sangat berarti. Pak Tua yang bijaksana itu selalu menyediakan garam karena ia yakin setelah pemuda itu pulang, masih banyak lagi orang yang akan datang kepadanya membawa keluh-kesah mereka. Hal yang dapat membuat kita berlapang dada serta menyediakan hati selebar samudera untuk menampung setiap kepahitan, adalah janji penyertaan Tuhan dan kepemilikan-Nya atas hidup kita. Tuhan tahu seberat apa beban yang sanggup kita pikul dan la juga tahu apa saja yang akan la lakukan untuk menjadikan kita orang-orang yang tangguh! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti samudera raya yang akan selalu siap menampung segala kepahitan dan permasalahan hidup yang datang. Aku percaya Tuhanku lebih besar dan lebih berkuasa dari semuanya sehingga aku tidak perlu resah ketika Engkau mengizinkan aku berjalan dalam kekelaman dan kepahitan. Amin. (Dod).
Ps. Rubin Ong - Pengharapan di Tengah Penderitaan
The post MENGIKUT YESUS, MENGALAMI PENDERITAAN appeared first on Truth Voice.
Kebaktian Sore GEREJA REFORMASI INDONESIA (GRI) - Minggu, 2 Okt 2022. Bersekutu dalam sukacita dan kebahagiaan itu sudah merupakan hal yang biasa. Bagaimana mungkin kita BERSEKUTU DALAM PENDERITAAN? Apakah cukup bagi kita hanya menerima anugerah keselamatan dari Tuhan? Betulkah Tuhan karuniakan keselamatan dan penderitaan kepada kita? Seperti apakah penderitaan yang Kristus alami? Mari kita mendengarkan 4 macam penderitaan yang orang Kristen harus tahu.
Ps. Wigand Sugandi - Penderitaan Mengerjakan Kemuliaan Kekal
Ps. Wigand Sugandi - Menghadapi Penderitaan
Kiranya dapat memberkati saudara
Kiranya dapat memberkati saudara
Pembawa Renungan : F.X Warindrayana, S.T.B Yogyakarta Yoh. 12:1-11.