Village in Tutong, Brunei
POPULARITY
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BENIH YANG BERTUMBUHDiambil dari: Markus 4:28 (TB)“Dengan sendirinya tanah itu mengeluarkan hasil: mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.”Wonder Kids, hari ini Yesus menceritakan perumpamaan tentang benih yang bertumbuh. Seorang petani menanam benih di tanah. Setiap hari, petani itu tidur dan bangun. Benih itu bertumbuh sedikit demi sedikit. Yang menarik, petani itu tidak tahu bagaimana benih itu bisa tumbuh. Benih itu tumbuh dengan sendirinya. Pertama muncul tangkai, lalu bulir, dan akhirnya bulir yang penuh berisi.Petani bisa menanam benih, tetapi ia tidak bisa memaksa benih itu tumbuh lebih cepat. Yesus mengajarkan bahwa kerajaan Allah bekerja seperti itu. Kita bisa menanam—belajar firman Tuhan, berdoa, berbuat baik— tetapi Tuhanlah yang membuat kita bertumbuh.Alkitab juga berkata: “Bukan yang menanam atau yang menyiram yang penting, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” (1 Korintus 3:7)Kadang kita ingin semuanya terjadi cepat. Kita ingin segera berubah, ingin segera bisa, ingin segera melihat hasil. Tetapi Tuhan bekerja sesuai waktu-Nya, bukan waktu kita. Bagian kita adalah percaya dan sabar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika ada hal yang terasa lama atau sulit, ingatlah bahwa Tuhan sedang bekerja, meskipun kita belum melihat hasilnya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau membuat aku bertumbuh. Tolong aku belajar sabar dan percaya pada waktu-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan membuat kita bertumbuh sedikit demi sedikit, tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Ahli Hukum Kehutanan Universitas Al Azhar Jakarta, Dr. Sadino SH., MH., menilai penerapan denda administratif dalam PP 45/2025 berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi industri kelapa sawit dan petani rakyat. Kebijakan penertiban kawasan hutan dinilai terlalu memberatkan, belum mempertimbangkan kepastian batas kawasan, serta berisiko menimbulkan dampak ekonomi, sengketa hukum, dan gejolak sosial di daerah perkebunan.
MetroTV, Ratusan petani menggelar demonstrasi dengan menggunakan traktor di depan Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis, untuk menentang kesepakatan dagang antara Uni Eropa dan Mercosur. Para petani menilai kesepakatan tersebut akan merugikan petani lokal karena dianggap memberikan keunggulan kepada produk pertanian dari negara-negara anggota Mercosur, yang dapat mengancam keberlanjutan usaha pertanian di Eropa. Demonstrasi ini menjadi wujud protes terhadap kebijakan perdagangan yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan petani lokal.
Tak banyak yang mengambil peran ini, peyek salah satunya, kul!
Ratusan petani Prancis menggelar aksi unjuk rasa di pusat kota Paris untuk memprotes rencana Uni Eropa melanjutkan perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara Mercosur. Mereka menilai kebijakan tersebut mengancam penghasilan petani lokal karena produk impor berharga murah berpotensi membanjiri pasar Eropa. Aksi ini turut memicu kemacetan setelah traktor memblokir sejumlah ruas jalan utama.
“Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia kini telah mencapai swasembada beras. Klaim ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional. Namun, tantangan berikutnya tak kalah penting: bagaimana menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat, sekaligus memastikan kesejahteraan petani terus meningkat.Di satu sisi, harga beras yang murah dibutuhkan untuk melindungi daya beli rakyat. Di sisi lain, petani membutuhkan kepastian harga yang adil agar usaha tani tetap berkelanjutan. Lalu, strategi apa yang perlu ditempuh pemerintah agar keseimbangan ini bisa tercapai? Kita akan membahasnya lebih dalam bersama narasumber di episode kali ini.”Talk: - Pengamat Ekonomi dan Energi, Salamuddin Daeng- Pengamat Ekonomi, Irwan Ibrahim
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak membawa berkah bagi keluarga petani dan perajin kecil di berbagai desa di tanah air. Selain pendapatan semakin meningkat, mereka bisa membantu tetangga yang menganggur dengan membuka lapangan kerja baru.Bahkan karena sibuk bekerja di dapur MBG, mereka pun sembuh dari bermain judi online, karena waktunya sibuk bekerja baik sebagai pemasok di dapur MBG atau sebagai pekerja langsung di dapur MBG.Hal itu pula yang dirasakan Sumarti, seorang nenek perajin tahu dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kebon Sari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sebagai perajin tahu, selama ini dia hanya bisa menjual maksimal dua ember tahu buatannya di pasar desa. Namun sejak menjadi pemasok tahu ke SPPG di desanya, nenek Sumarti kini bisa tersenyum. Dengan dibantu menantunya, Dwiyono alias Geye, pabrik tahunya semakin berkembang. Jika semula hanya mampu memproduksi 50 kg kedelai per hari, kini dia mampu memproduksi 2 kwintal kedelai dalam sehari. "Alhamdulah penghasilan meningkat, karyawan juga nambah," ujarnya. Namun yang paling membahagiakan nenek Sumarti adalah kebiasaan menantunya yang selama ini menjadi penjudi online sekarang benar-benar sembuh, lantaran sang menantu siang dan malam harus kerja memproduksi tahu untuk dapur MBG di desanya. "Sekarang benar-benar insyaf karena gak punya waktu lagi untuk judi online," tambah nenek Sumarti gembira.Nenek Sumarti juga mengakui penghasilan sebagai pemasok tahu untuk program MBG meningkat luar biasa bahkan hingga 400 persen. Apalagi dengan sistem pembayaran yang cash setiap hari. "Alhamdulah berkah program MBG, saya bisa beli mesin pompa sibel untuk pengairan di sawah, bisa beli mobil untuk alat transportasi ke dapur MBG," kata Sumarti.Terkait insyafnya para penjudi online karena sibuk bekerja di dapur MBG dibenarkan oleh kepala Desa Sidorejo, Ana Setyawati. Menurut Ana, ketika mereka bekerja di dapur MBG dan juga bekerja di tempat usaha para suplier, dapur MBG benar-benar mengurangi pengangguran, dan juga menyembuhkan kebiasaan judi online di desanya.
Oil palm plantations have been widely cited as a dominant factor in recent disasters on the island of Sumatra. However, oil palm farmers reject this claim. - Tanaman sawit banyak disebut sebagai salah satu faktor dominan penyebab bencana di pulau Sumatra beberapa waktu terakhir. Namun, petani sawit menolak klaim itu.
Kasus Tengku Munirwan petani asal Aceh yang ditangkap karena mengedarkan benih padi IF 8 ini menjadi sorotan publik karena merasa ada yang janggal.
MetroTV, Sejumlah organisasi petani sawit dari berbagai daerah di Indonesia menggelar Forum Group Discussion di Kota Bogor membahas keresahan terkait klaim sepihak pemerintah atas kawasan hutan.
Pada hari Selasa, relawan asing bergabung dengan petani Palestina di wilayah Tepi Barat untuk membantu memanen pohon zaitun, yang merupakan sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga di daerah tersebut. Aksi ini dilakukan di tengah laporan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim ilegal Israel terhadap petani Palestina, terutama selama musim panen zaitun tahun ini.Omar Al-Ghani, seorang pemilik perkebunan zaitun di desa Kafr Malik, mengatakan bahwa kehadiran relawan internasional memberikan perlindungan bagi petani Palestina dari serangan pemukim ilegal Israel yang sering terjadi di dekat lahan mereka. Desa ini terletak di kawasan yang rawan konfrontasi, dengan pemukim Israel sering menggunakan jalan yang melintasi area petani Palestina.
Menteri, Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Meninjau Distribusi dan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi bagi Petani di Yogyakarta.
Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan harga pupuk bersubsidi turun hingga 20 persen, berlaku dari tingkat distributor hingga kios. Selain harga yang lebih terjangkau, stok pupuk juga berlimpah untuk mendukung kebutuhan para petani yang sedang berproduksi.Pernyataan ini disampaikan Menko Pangan saat melakukan sidak di Gudang Pupuk Penyangga, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi tepat sasaran bagi petani di lapangan.
Ratusan petani di Bogor melakukan aksi protes dengan mencabut plang larangan yang mengganggu aktivitas pertanian mereka. Para petani mengaku takut melintas karena ancaman pidana, sehingga ketegangan pun terjadi di lokasi.
Sejumlah petani yang tergabung dalam Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) akan menggelar demo bertajuk “Hari Tani Nasional” di depan gerbang Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025), sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam demo ini, sejumlah petani akan menyuarakan beberapa tuntutan.
Hari ini sekitar 25 ribu petani bakal turun ke jalan, memeringati Hari Tani Nasional. Aksi yang melibatkan elemen buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil ini digelar serentak di berbagai wilayah, seperti Jakarta, Aceh, Medan, Palembang, Jambi, Lampung, Semarang, Makassar, Manado, hingga Kupang. Mereka menuntut penuntasan 24 permasalahan struktural agraria dan 9 langkah perbaikan.Petani juga menuntut pembentukan Badan Pelaksana Reforma Agraria Nasional yang lebih otoritatif. Pasalnya, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang digadang-gadang sejak era Jokowi dinilai gagal karena terbukti memperparah ketimpangan penguasaan tanah seiring meningkatnya petani yang kehilangan lahan.Janji reforma agraria kembali muncul di era Presiden Prabowo, bahkan menjadi agenda prioritas Asta Cita. Namun, hingga kini belum ada kebijakan dan program yang mendukung implementasinya. Yang terjadi adalah berbagai letupan konflik agraria, perampasan lahan, ketimpangan penguasaan tanah, kriminalisasi petani, serta tumpang tindih kebijakan.Data Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat sepanjang 2015–2024, terjadi 3.234 konflik agraria dengan luas mencapai 7,4 juta hektar. Konflik ini berdampak pada 1,8 juta keluarga yang kehilangan tanah dan mata pencaharian.Bagaimana situasi reforma agraria di era Prabowo? Bagaimana mendesak komitmen serius Prabowo dalam membenahi tata kelola agraria yang adil dan berkelanjutan?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Wakil Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Agus Ruli Ardiansyah, Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS Slamet, dan Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika.
Butuh 1,5 tahun buat bangun kepercayaan petani di Bali. Dari situ lahir Harvest Basket—subscription sayur organik berisi 17 macam produk lokal, lengkap dari akar, batang, daun, sampai beras hitam. Gak cuma soal makan sehat, tapi juga menjaga tanah, air, dan lingkungan agar tetap berkelanjutan.#PertanianOrganik #HarvestBasket #PanganLokal #Sustainability #BaliFarm#390 BANYAK JENIS BUAH TERNYATA ASLI INDO BUKAN DARI LUAREnjoy the show!Instagram:https://www.instagram.com/ramadayapati/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/rayjanson/#RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia #SatuIndonesiaRasa
pertemuan Menlu negaranegara anggota Uni Eropa di Brussels, Belgia kini diwarnai demo oleh para petani.
Menteri Pertanian Palestina, Rezq Basheer Salimia, mengunjungi Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, untuk menjajaki kerja sama pengembangan pertanian padi di lahan rawa lebak.Bersama Duta Besar Palestina dan rombongan, Menteri Rezq Salimia meninjau sistem tata kelola budidaya padi di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan.Lokasi ini menjadi salah satu contoh sukses pengelolaan lahan rawa lebak, yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun, kini mampu panen dua kali setahun berkat penerapan teknologi sistem polder.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 30 Juni 2025Bacaan: "Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam 3 malam ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka." (Markus 6:48)Renungan: Di tepi Danau Michigan terhampar bukit pasir yang sangat tandus dan tidak pernah dibajak. Namun, ada lapisan tanah yang subur di bawah hamparan pasir itu dan petani terus menerus mengolah tanah itu. Petani itu mengetahui apa yang sedang dilakukannya, jadi dia terus menggali tanah itu. Makin dalam bajak itu menghujam tanah dan makin tajam garukannya, makin bagus panenan yang akan dihasilkan ketika waktu menuai tiba. Sering kita bertanya saat mengalami penderitaan, "Mengapa saya harus mengalami kekecewaan, kesedihan dan penderitaan? Apa yang telah saya lakukan sehingga Allah mengirimkan ujian bagi saya? Apakah Dia tidak senang dengan saya?" Allah selalu mempunyai alasan yang baik ketika Ia mengijinkan penderitaan hadir dalam hidup kita. Salah satunya adalah untuk mendisiplinkan rohani kita. Saat penderitaan itu datang, itulah saat Allah membajak hati kita yang tandus, karena Allah tahu di dalam hati kita yang terdalam ada hamparan tanah yang subur yang dapat menjadikan-Nya mampu membentuk pribadi kita menjadi tahan uji. Bajak dari Allah memang tajam dan menghujam, tetapi pada akhirnya kita akan melupakan sakitnya bajakan itu dan pada akhirnya akan bersukacita dalam berkat karena dibalik hujan penderitaan ada pelangi yang indah. Tetaplah berharap dalam penderitaan kita, karena Allah lebih dulu masuk dalam penderitaan itu, dan Ia akan menopang kita untuk melewatinya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, hanya mujizat-Mu yang mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam hidupku saat ini. Berilah aku kekuatan dan pengharapan, sebab aku percaya tak pernah sedetikpun Engkau meninggalkan aku, sebab Engkau Allah yang tidak pernah tidur. Amin. (Dod).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan dugaan pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 80 persen, yang kemudian dikemas ulang menjadi beras premium. Ia menyebut, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp 2 triliun per tahun.Bagaimana mencermati kasus ini? Siapa yang sebenarnya paling dirugikan: negara, petani, atau konsumen? Talk bersama Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih.
Konflik lahan di Langensari, Sukabumi, Jawa Barat, antara petani dengan perusahaan pelat merah, PTPN, sudah berlangsung puluhan tahun. Pergantian pemerintahan tak mengubah nasib para petani. Mereka tetap direpresi, diintimidasi, dan terancam diusir dari tempat tinggal serta lahan garapannya. Sengketa berlarut di tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN VIII ini menjadi cermin kegagalan janji manis reforma agraria. Terlebih, antrean kasus serupa juga masih panjang mengular, menanti keberpihakan negara terhadap rakyatnya. Simak selengkapnya di SAGA KBR.
Kebijakan pemerintah pusat menghapus hutang para petani dan nelayan disambut antusias masyarakat.
Optimis Penyerapan Tercapai, Bulog Serap Gabah Petani di Musim Panen
Ratusan petani di Cianjur, Jawa Barat, diduga menjadi korban pencatutan identitas oleh sebuah lembaga bantuan pertanian non-pemerintah. Akibat pencatutan ini, para petani terjerat utang ke bank dengan nominal mencapai puluhan juta rupiah per orang. Kasus ini memunculkan keresahan luas dan sorotan terhadap perlindungan data pribadi di sektor pertanian.
Beta membahas bumi yang semakin ditinggalkan, dan semakin panas. Teruntuk kita Petani dan Buruh, mohon jaga kesehatan jantung kita.
DPD Partai NasDem Kabupaten Garut Jawa Barat, pada minggu siang memberikan bantuan puluhan ton bibit tanaman sayuran bagi para petani. Bantuan bibit tanaman tersebut melibatkan Pondok Pesantren Ternama di Kabupaten Garut.
Program pemberian makanan bergizi bagi anak sekolah juga dilaksanakan di Malawi dengan dukungan Badan Pangan Dunia PBB. Dalam program ini, bahan pangan dipasok petani setempat, sehingga selain menghasilkan peningkatkan gizi para siswa, juga memberikan pemberdayaan ekonomi bagi para petani.
Otoritas Afrika Selatan memperkenalkan sistem informasi digital yang menyediakan data pertanian bagi para petani kecil. Teknologi pertanian presisi ini memanfaatkan kecerdasan buatan dan data satelit untuk membantu petani meningkatkan produktivitas lahan dan hasil panen mereka.
Petani padi berpotensi mengalami kerugian hingga Rp 25 triliun pada masa panen kali ini akibat harga gabah kering atau HGK di pasar berada jauh di bawah harga pembelian pemerintah atau HPP.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 Januari 2025 Bacaan: Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis." (Hakim-hakim 6:16) Renungan: Suatu hari seorang pria yang sedang berjalan-jalan ke Irlandia bertanya kepada seorang petani seberapa jauh dari tempat itu ke Cork. Petani itu menjawab, "Sekitar setengah mil perjalanan, Tuan." "Setengah mil, berarti tidak terlalu jauh ya. Terima kasih Pak," kata pria itu kepada si petani. Pria itu berjalan sesuai petunjuk si petani dan di perjalanan ia kembali bertanya kepada orang yang ditemuinya untuk menanyakan seberapa jauh lagi ia harus berjalan agar bisa sampai di Cork. la kembali mendapat jawaban bahwa ia harus berjalan setengah mil lagi baru akan sampai di Cork. Pria itu merasa lelah karena hari sudah hampir sore dan ia sudah sangat jauh berjalan. Sudah sepuluh orang yang dia tanya dan mereka selalu menjawab bahwa ia harus berjalan setengah mil lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat di sebuah warung dan menceritakan pengalamannya kepada pemilik warung itu. Kemudian pemilik warung itu menjelaskan, "Tuan, orang Irlandia selalu ingin meringankan perjalanan seorang asing dengan memberikan setetes semangat dan keberanian kepadanya. Kami tahu bahwa tidak ada orang yang mau dan berani berjalan sejauh enam mil di siang yang terik seperti hari ini, jika ia tahu bahwa perjalanan yang akan ditempuhnya sangat jauh." Kini mengertilah pria itu bahwa orang-orang yang ditemuinya tadi berusaha mengajarkannya untuk tetap berani dan bersemangat di dalam mencapai suatu tujuan. Apalah arti setetes keberanian, tetapi tanpa setetes keberanian tidak akan ada keberanian yang besar, dan tanpa keberanian yang besar tidak ada kemenangan yang besar. Alkitab menceritakan bagaimana keberanian bertumbuh sedikit demi sedikit di dalam hati seorang penakut seperti Gideon. Rasa takut telah membuat pemuda dari suku Manasye itu mengirik gandumnya di tempat pemerasan anggur, di bawah pohon tarbantin agar tidak terlihat oleh orang Midian. Ketika Tuhan memintanya untuk maju berperang melawan orang Midian, ia menolak karena takut. Malaikat Tuhan yang menemuinya berusaha membangkitkan keberanian di hatinya sehingga ia pun termotivasi. Kemudian Tuhan melatih keberanian Gideon dengan latihan yang ringan, yaitu meruntuhkan mezbah Baal kepunyaan ayahnya. Gideon mengumpulkan keberaniannya dan meruntuhkan mezbah Baal itu pada malam hari. Kemudian ketika orang Midian dan Amalek bersekutu hendak menyerang bangsa Israel, Tuhan memerintahkan Gideon memimpin bangsa Israel untuk maju berperang. Singkat cerita dengan modal keberanian, pasukan berjumlah tiga ratus orang dan penyertaan Tuhan, akhirnya Gideon berhasil menaklukkan orang Midian dan Amalek itu. Keberanian untuk melangkah membuat seseorang memperoleh banyak pengalaman, entah pengalaman sukses atau gagal. Lewat pengalaman itulah ia akan terbentuk menjadi seorang yang tangguh. Anda ingin meraih kemenangan? Melangkahlah dengan setetes keberanian. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berilah aku keberanian untuk memulai langkah awal karena aku yakin ketika aku melangkah engkau akan memberiku kemenangan. Amin. (Dod).
Dalam upaya mempercepat swasembada pangan, Kementerian Pertanian bersama Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras mengadakan pertemuan di Kementerian Pertanian, Jumat pagi. Pertemuan ini membahas sinergi strategis untuk membangun klaster-klaster pertanian modern di seluruh Indonesia. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian, termasuk alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 300 triliun rupiah. Selain itu, Amran juga menyebutkan langkah-langkah lain seperti penggandaan jumlah pupuk, penyederhanaan birokrasi, dan penghapusan kredit macet bagi petani dan nelayan.
Bukan episode Relax Corner biasanya nih! Serasa Rant and Review yang berkedok freetalk memang! Pak Kucing dan nyonya Petani Lemon, bakal menemani dan nge-review event Creatopia Octaverse Surabaya nih! Check it out!
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 15 Oktober 2024 Bacaan: "Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!" (Roma 14:13) Renungan: Suatu ketika ada seseorang sedang berjalan menyusuri pepohonan khas Jerman bersama seorang petani setempat. Tiba-tiba ia melihat puing kapel kecil. Ia berpikir itu adalah peninggalan masa perang, tetapi ketika ia bertanya kepada petani yang menemaniku berjalan, petani itu mengatakan, "Itu adalah peninggalan hukuman dari Allah." Petani itu pun mulai bercerita. Beberapa tahun silam, ada lima orang pria dari kampung ini yang pulang dari sebuah acara di kota. Karena hujan badai, maka tidak ada pilihan lain selain berteduh di sebuah kapel kecil. Meski sudah berteduh, air hujan tetap saja masuk ke dalam karena atap kapel yang sudah rusak. Di luar kilat dan petir menyambar-nyambar sehingga kelima orang laki-laki tersebut sangat ketakutan. "Ini pasti sebuah hukuman," teriak salah seorang dari mereka. "Kita harus dapat memastikan siapa penyebab semua ini," sambung salah seorang lagi. Mereka pun keluar dan masing-masing menancapkan tongkatnya pada halaman kapel tersebut. Jika salah satu tongkat jatuh ke tanah, maka pemilik tongkat itulah yang menyebabkan mereka menerima hukuman badai tersebut dan dengan sendirinya ia harus menanggung hukuman itu sendirian. Guntur menggelegar dengan hebatnya dan serempak mereka keluar untuk memastikan apakah ada tongkat yang jatuh. Benar juga, ada sebuah tongkat yang jatuh dan tongkat tersebut adalah milik salah seorang dari mereka. Mereka pun masuk ke dalam kapel dan membiarkan teman mereka yang dianggap sebagai penyebab hukuman tersebut tinggal di luar diguyur hujan. Dengan memohon-mohon serta menangis ia mengetok pintu kapel, tetapi teman-temannya tidak mau peduli. Dalam keputusasaan ia berlari pulang menembus hujan dan badai. Karena tidak pulang-pulang, keesokan harinya penduduk kampung keluar untuk mencari keempat laki-laki yang tidak kunjung pulang. Mereka pun mendapati kapel kecil itu hancur berantakan dan terbakar bersama keempat orang laki-laki yang dicari. Ternyata kapel kecil itu telah disambar petir dan kejadian itu telah menjadi sebuah peringatan keras bagi semua orang agar jangan selalu menyatakan diri tidak bersalah lalu melemparkan kesalahan kepada orang lain dan menyeret mereka untuk menerima hukuman yang tidak sepatutnya mereka terima. Ingat bahwa terkadang Tuhan tidak selalu sependapat dengan kita. Ada kalanya kita bilang diri kita paling benar dan orang lain salah. Hampir sejak lama, pernyataan seperti ini keluar dari mulut kita, "Kalau bukan karena Anu, kejadiannya tidak akan kacau seperti ini!" Sebaiknya kita melepaskan diri dari kebiasaan melihat atau bahkan mencari-cari kesalahan orang, padahal kita sendiri telah melakukan kesalahan yang lebih besar. Firman Tuhan mengingatkan, “Hai orang munafik, kekuarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering menganggap diriku lebih hebat dari orang sehingga aku menjadi sombong dan mudah menghakimi orang lain. Kuduskanlah pikiran, perkataan dan hatiku selalu, sehingga aku terbebas dari dosa kesombongan. Amin. (Dod).
Penelitian baru menunjukkan memakai kacamata bisa memperbaiki penglihatan para petani dan meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan. Karena itu sebuah lembaga amal Amerika membantu menyediakan kacamata bagi para petani kakao di Ghana.
E ftuar nëpërmjet një lidhje telefonike për “Live From Tirana” ka qenë instruktorja e jogës Anda Petani. Ajo ka dhënë disa këshilla të vlefshme për të arritur mirëqenien mendore dhe për të qenë më të lumtur.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 September 2024 Bacaan: Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5) Renungan: Ada seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup". Petani itu pun mengambil beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Itu pun belum cukup, dia masih terus saja membiarkan mata air itu terus mengalirkan kepingan uang emas hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup. Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata cukup. Oleh karena itu Tuhan Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami, dengan kata" berilah kami makanan pada hari ini "secukupnya" dan bukan kata "berkelimpahan", padahal untuk beberapa hal yang lain di Alkitab selalu dikatakan berkelimpahan. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup? Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. "Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi diam dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat dan mensyukuri apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Mari belajar untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampuni aku karena aku tidak pernah merasa cukup bersyukur atas setiap berkat dari-Mu. Hal itu membuat aku kehilangan damai sajahtera-Mu. Kini aku mohon berilah aku hikmat-Mu agar aku bisa mencukupi hidupku dengan setiap berkat dari-Mu tanpa merasa kurang ini dan itu. Amin. (Dod).
The Australian supermarket giant is facing pressure to stop selling beef linked to deforestation because of concerns from environmental groups. - Raksasa supermarket Australia menghadapi tekanan untuk berhenti menjual daging sapi yang terkait dengan penggundulan hutan karena kekhawatiran dari kelompok lingkungan.
Waduk al-Balaa di Suriah telah direhabilitasi dan kembali mengalirkan air untuk irigasi setelah sempat rusak akibat perang. Meski masih ada kendala, tapi restorasi waduk ini membuat para petani bisa memproduksi lebih banyak tanaman dan membawa harapan masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka.
Makin banyak petani di Malawi beralih dari penanaman tembakau dan mereka mulai meraup keuntungan dari komoditas lainnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. Malawi sendiri telah meratifikasi perjanjian konvensi pengendalian tembakau dari WHO yang bertujuan mengurangi produksi tembakau.
Sejumlah petani berbincang dengan jurnalis VOA Nurhadi Sucahyo untuk menjawab tantangan yang diberikan pasar global, khususnya Uni Eropa, bagi produk-produk Indonesia, yang diharapkan berasal dari proses yang tidak merusak hutan.
Pasar petani lokal di Kosta Rika telah berkembang selama lebih dari 40 tahun dan menyediakan beragam hasil pertanian dengan harga terjangkau. Pasar seperti ini menjadi jalur penghidupan ekonomi yang penting bagi ribuan keluarga petani dan sekaligus membangun rasa kebersamaan warga.
Sebuah perusahaan yang didukung organisasi nirlaba membantu mengembangkan mekanisasi pertanian di Afrika guna memperkuat ketahanan pangan. Kolaborasi ini mendorong para petani kecil menggunakan traktor untuk bertani dan berhasil meningkatkan produktivitas dan penghasilan petani secara signifikan.
Kali ini bersama Ramadani Prasetya seorang Horticulturilst, kita berbincang soal hal sayuran, petani, hingga bagaimana distribusi sayuran disalurkan ke setiap restoran. Dengan gayanya yang cukup nyentrik, Ramadani mengungkapkan bahwa menjadi petani di Indonesia selalu dianggap sebelah mata. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadio #390 PETANI PALING GAUL SE-INDONESIA WITH RAMADANI PRASETYA | RAY JANSON RADIO Enjoy the show! Ramadani Prasetya: https://instagram.com/ramadayapati DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE! Ray Janson Radio is available on: Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01 Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizq Google Podcast: https://bit.ly/2laege8i Anchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radio TikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradio Let's talk some more: https://www.instagram.com/rayjanson #RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia #SatuIndonesiaRasa
Ekspor buah-buahan Taiwan ke Tiongkok terhambat akibat pembatasan impor oleh Beijing. Meski pembatasan ini sudah dicabut tapi pasar belum pulih dan banyak petani buah Taiwan merasa terperangkap dalam ketegangan politik antara Beijing dan Taipei. Berikut laporan tim VOA.
Teknologi pertanian otonom yang memanfaatkan robot dan drone bisa meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok pertanian sekaligus menurunkan biaya. Tapi sebagian petani di wilayah tengah AS tampak masih enggan memanfaatkan teknologi baru ini di lahan pertanian mereka.
Mengawali tahun baru 2024, kita buka episode pertama Ray Janson Radio tentang pasokan bahan pangan lokal dan pertanian di Indonesia. Kali ini kita berdiskusi bersama Reyza Ramadhan selaku Co-Founder Parti Gastronomi, "Kita gak butuh anak muda jadi petani yang ada di sawah, di ladang, di kebun. Tapi, kita juga butuh Scientist di pertanian." tuturnya ketika menjelaskan tantangan yang Indonesia hadapi saat ini. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadio #373 DEDIKASI UNTUK PETANI INDONESIA WITH REYZA RAMADHAN | RAY JANSON RADIO Enjoy the show! Reyza Ramadhan: https://www.instagram.com/rreyzaParti Gastronomi: https://www.instagram.com/parti_gastronomi DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE! Ray Janson Radio is available on: Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01 Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizq Google Podcast: https://bit.ly/2laege8i Anchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radio TikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradio Let's talk some more: https://www.instagram.com/rayjanson #RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia #SatuIndonesiaRasa #ReyzaRamadhan
Para petani di kawasan Barat Tengah AS terus terdampak ketidakpastian perang di Ukraina, dari harga yang naik turun, sampai ketidakpastian permintaan. Meski mengalami untung dari turunnya produksi pangan Ukraina, petani AS tetap berharap perang berakhir.
Hari ini Ray Janson Radio, kedatangan seorang Coffee Processor yaitu Abyatar dari Adena Coffee. Ia bercerita project yang sedang ia kerjakan di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya berada di kampung Kenawat, Aceh Tengah. Ia menuturkan tujuan dari project yang ia lakukan adalah membantu setiap petani kopi lokal Indonesia agar dapat meningkatkan kualitas dan produktifitasnya. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadio #359 DARI KOPI MENUJU HARAPAN: MENSEJAHTERAKAN PETANI KOPI INDONESIA WITH ABYATAR | RAY JANSON RADIO Enjoy the show! Adena Coffee: https://www.instagram.com/adenacoffee/Abyatar: https://www.instagram.com/hieronimusaby/ DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE ! Ray Janson Radio is available on: Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01 Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizq Google Podcast: https://bit.ly/2laege8i Anchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radio TikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradio Let's talk some more: https://www.instagram.com/rayjanson #RayJansonRadio #FnBPodcast #Indonesia #SatuIndonesiaRasa #KopiKenawat